Page 1

ARSITEKTUR INTERIOR 2011: adriansyah//brigitta//chandrawati// masniari//nerissa//ratna//rizki//


3%4% 1% 1% 1% 1% 1% 3% Berdasarkan kuisioner, akhirnya kelompok kami memilih untuk mengakomodasi kegiatan mahasiswa yakni diskusi dan mengerjakan tugas , meskipun tidak menutup kemungkinan mereka dapat melakukan aktivitas lainnya di sana.

Makan

27%

Diskusi Mengerjakan Tugas Event FT

8%

"Nongkrong"

23%

Menunggu

27% Memakai internet


• Berdasarkan ringkasan data melalui kuisioner, dianggap pula bahwa fasilitas outdoor yang ada di fakultas teknik kurang memadai untuk kegiatan bersama mahasiswa yang lebih privat/ internal seperti diskusi, rapat, dan mengerjakan tugas.

Privasi Kelompok • Di sisi lain, taman disko kami anggap potensial untuk menampung aktivitas tersebut, karena memiliki banyak naungan, pencahayaan yang cukup, serta potensi akustik yang memisahkan antara suara yang di dalam dengan yang di luar tapak tersebut.


Diagram di samping menggambarkan bagaimana interaksi dapat memperluas cakupan bubble yang ada. Bubble individu dapat melebur menjadi besar menjadi social bubble jika masing-masing individu saling berinteraksi, hingga setiap kelompok yang saling berdiskusi memiliki bubblenya sendiri.


Kemungkinan-kemungkinan posisi duduk yang dilakukan oleh pengguna


Pola berdiskusi ternyata memiliki kecenderungan membentuk konfigurasi sirkular, di mana terdapat space kosong di tengahnya


Eksplorasi dilakukan berdasarkan bentuk sirkular yang diciptakan oleh kelompok yang sedang berinteraksi, melalui penyederhanaan diagram bubble. Gagasan furnitur kami adalah: dari unsur-unsur yang sama, apabila digabungkan dapat menjadi sesuatu yang baru yang lebih besar.


Furnitur ini memliki poros yang dapat diputar agar mudah untuk disimpan sehinga terlihat Rapi dan tidak menghabiskan space di taman disko. Didalamnya terdapat rangka yang terbauat dari besi hollow (tentative) sebagai penguat Struktur furnitur yang berada di sisi dan bagian atas (dudukan)


Maket 1:5 dengan sistem porosnya yang akan diaplikasikan pada furnitur aslinya Tinggi asli : 40 cm Lebar asli : 1,2 meter (1-2 org) (ada 3 modul) (5-6 org)


Fitur tambahan yang disertakan dalam furnitur adalah surface setebal 5cm yang dapat diangkat, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengalas laptop, piring, dll.


peletakan furnitur mengikuti pola paving block yang juga berbentuk sirkular, mengingat pola duduk yang dibentuk dari sekelompok orang yang berdiskusi juga memiliki konfigurasi sirkular.


Dari beberapa pola lantai, kami memilih posisi peletakan furnitur kami yaitu di lima titik yang tersebar pada Taman Disko.

kebisingan linier

kantek/kandos

taman kantek

arsitektur

rotunda Kelima titik ini dipilih berdasarkan intensitas kebisingan yang paling rendah di Taman Disko itu (sepanjang koridor arsitektur-kantek).


saat furnitur membuka, membentuk lingkupan tersendiri

g J

4

konfigurasi furnitur menjadi bale-bale


Konfigurasi maket furnitur yang disatukan. Bisa digunakan untuk duduk lesehan.


Konfigurasi maket furnitur yang dibuka. Bisa digunakan untuk duduk berdiskusi.


Fungsi tambahan pada furnitur : tempat meletakkan barang (Laptop, buku, piring makan, dll)


Detail Struktur dan Konstruksi.


Anyaman ini menggunakan cara pilin. Awalnya memilin kertas roti yang dipotong memanjang lalu dipilin dengan sebatang lidi. Setelah memilin beberapa kertas roti, pilinan tersebut dianyam dengan bentuk melingkar.


Teknik merajut dengan satu sulur dapat diaplikasikan dengan memelintir bahan anyaman untuk memberi kualitas lain atau bahkan memperkuat struktur


Eksplorasi anyaman Dengan teknik merajut sederhana Yang saling berkaitan dengan bagian bawahnya. Sehingga membentuk satu kesatuan dengan sedikit celah memberikan kualitas material solid yang tidak terlalu berat karena adanya rongga yang sangat kecil.


Eksplorasi anyaman dengan teknik merajut Sederhana dengan permainan pada komposisinya menciptakan rongga lebih banyak dengan bentuk yang berirama membuat kesan elastis menghilangkan kesolidan yang muncul pada eksplorasi sebelumnya.


Eksplorasi lanjut menggunakan material berbeda, tetap menimbulkan rongga untuk mengurangi kesan solid dan memberi kesan ringan. Sifat metarial yang elastis memperkuat keringanan yang dibentuk pola anyaman yang teratur.


Eksplorasi material karet lebih lanjut dengan memanggangnya selama beberapa menit Untuk menciptakan kualitas lain, diharapkan menyatu, akan tetapi yang terjadi tidak sesuai . Setelah dipanggang , sifat material kehilangan sifat elastisnya dan menjadi kaku serta rapuh lalu menyatu satu sama lain dengan perubahan warna.


Progress Kelompok Desain Furnitur  

Desain Furnitur Ars Interior th 2013/2014.

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you