Issuu on Google+

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


ecc.ft.ugm.a

c. id

START YOUR BIG PLAN. Draw your careermap EARLIER! Join as ECC UGM Member !!! Why?

Investment

• Career information update • Easy online applying • Career event and scholarship information • Special price in our merchants • Free career counseling with our professional c ounselor • Get special price for training, such as ECC Soft S kill Training, Job Hunting Preparation, etc • Easy access in Career Days UGM

Free of charge

FOR UGM STUDENTS AND ALUMNAE

IDR 100K

FOR OTHER UNIVERSITIES ALUMNAE

Get 50%

IN EVERY SESSION OF FRIDAY INDEPTH VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Gr eat jobs within a click

!@

eccugm

ECC UGM


DAFTAR ISI 6

11

36

Christovita Wiloto Entrepreneurship: Mentalitas Kreatif Pembangun ...

Shop Sugar, Hobi Berbuah Rezeki

Kerja vs Bisnis

43

65

70

Strategi Promosi Bisnis Bermodal Media Sosial

Tip Mengembangkan Usaha Rumahan

Berburu Beasiswa Kewirausahaan

17. Mengenal dan Memulai Wirausaha 23. Peluang Sukses Bangun Bisnis Online 51. UrbanQurban: Era Baru Kurban Masyarakat Urban 58. Jogja Tokusatsu: Dari Kecintaan Tokusatsu Sampai Jadi Bisnis Nasional 76. Papercraft: Alternatif Usaha Unik nan Kreatif 82. Berbisnis Tak Perlu Menunggu Mapan VOL. 17\ FEBRUARI 2014 85. 5 Film Wirausaha Wajib Tonton


REDAKSI Dekan FT UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan SDM Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D. Penanggung Jawab Direktur ECC Nurhadi Wakil Direktur ECC Advian Wahdi Kepala Bidang Informasi Karir Bima Ardhitya Pimpinan Redaksi Rita Pamilia Editor Vinia Rizqi Primawati Staff Redaksi Rifki Amelia Fadlina Imas Kurnia Indah Pertiwi Dian Puspita Annisa Ika Tiwi Ferdi Fabianno Roy Rosa Bachtiar Hamada Adzani M. Fotografer M. Angga Khoirrurrozi Perdana Kusuma W.J.P Novandar Dwi Prasetyo Aji Maufiroh Isnainto Art Direction Bentar Restu `ehem` Sadani Adib Sulthon F. Kirim pendapat Anda untuk kritik, saran, atau pertanyaan seputar ketentuan pemasangan iklan ke redaksicn@ecc. ft.ugm.ac.id, 0274-517728 (pada jam kerja Senin-Kamis 08.00-16.00 WIB / Jumat 08.00-15.00 WIB).

3

EDITORIAL Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam berkarya. Ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada tidak berbanding lurus dengan jumlah pengangguran di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terhitung sampai Februari 2013, jumlah pengangguran dari lulusan universitas mencapai 360 ribu atau menduduki 5.04% dari keseluruhan pengangguran di Indonesia. Data ini sekaligus memberi informasi kepada kita bahwa masih banyak dari lulusan universitas yang belum memiliki pekerjaan. Belum lagi jika dikaitkan dengan kualitas lulusan tersebut. Jika berbicara tentang pekerjaan, jangan lupakan profesi wirausaha. Jenis pekerjaan ini juga menjadi salah satu dari sekian banyak tujuan karir manusia usai menuntaskan jenjang pendidikannya. Apalagi dengan dukungan kemajuan teknologi seperti VOL. 17\ FEBRUARI 2014


saat ini, wirausaha semakin menjadi tren. Berbagai bentuk produk kreatif yang diciptakan, tentu membawa dampak tersendiri bagi para penggiatnya. Media online dan jejaring sosial di internet semakin menguatkan kreativitas para wirausahawan dalam negeri sebab menjadi salah satu media promosi yang terpercaya. Bahkan tak jarang yang menggunakannya sebagai toko atau etalase utama untuk menjual dagangannya. Sebut saja bisnis online yang sekarang menjamur, tak hanya di kalangan wirausahawan tetapi juga mereka yang sudah menjadi karyawan. Jenis barang dagangan pun semakin variatif. Barang yang dulu tidak pernah diperhatikan untuk dijual, kini menjadi barang komoditas incaran pasar. Fenomena wirausaha atau yang juga dikenal dengan entrepreneurship tersebutlah yang akhirnya kami bidik untuk diulas lebih jauh dalam

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

CareerNews eMagz kali ini. Melalui tema ini, Anda akan diajak menelusur sisi menarik dari dunia wirausaha, sekaligus mengangkat jenis usaha kreatif yang berkembang di Indonesia. Simak kisah menarik Natura Kusuma Dewi dalam membangun usaha perniknya, Owlie Lolie dan Sugar Shop, sejak duduk di bangku SMA. Ada juga kisah perjalanan Paper Replika yang menjual papercraft unik secara online. Pun demikian dengan metode berkurban online yang dikemas secara apik oleh seorang Muhammad Maula N.A. Melalui tema kali ini, seorang konsultan komunikasi profesional sekaligus pendiri Wiloto Corporation Asia Pacific, Christovita Wiloto, menerawang bisnis prospektif pada tahun 2014. Lebih dari itu, ada juga ulasan tentang bekerja sembari berbisnis sebagai referensi bagi Anda yang tengah menjalani pengalaman serupa. Dan tak kalah penting, kami juga suguhkan tip dan trik memanfaatkan media sosial secara

4


maksimal untuk mengembangkan bisnis Anda. Bersama setiap informasi yang disajikan, kami sertakan pula harapan bahwa konten di dalamnya dapat membuka wawasan kita mengenai prospek wirausaha. Bahwa di luar sana, masih banyak celah-celah dan peluang yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut. Bahwa berkarir, tak selalu harus dari balik meja kantor. Selamat menjelajah. Selamat membaca dan semoga bermanfaat! Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Salam, Pimpinan Redaksi Rita Pamilia

5

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

1

Entrepreneurship: Mentalitas Kreatif Pembangun Lapangan Kerja Alternatif Selama ini, apa yang Anda pahami mengenai entrepreneurship? Tahukah Anda jika entrepreneurship memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan? Jika belum mengetahuinya, mari simak artikel di bawah ini. Entrepreneurship sering kali diidentikkan dengan wirausahawan atau pebisnis. Namun, ternyata ini hanyalah definisi sempit entrepreneurship. Anggi Rahajeng, M. Ec., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, menyatakan bahwa VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Dok. Pribadi

6


I S S U E

1

yang bersikap berani, menerima perubahan, mau bergerak maju, serta inovatif pun termasuk bagian dari entrepreneur,” ungkap Anggi, sapaan akrabnya.

Dok. Pribadi

entrepreneurship adalah sebuah sikap atau jiwa. “Tidak hanya bisnis yang bisa disebut entrepreneur. Mereka

7

Biasanya, bentuk entrepreneurship yang umum adalah usaha atau industri kreatif, yakni proses konversi konsep atau ide menjadi hasil atau produk yang sustain. Sayangnya, menurut Anggi, usaha yang selama ini banyak dilakoni selalu mengikuti tren. Ia mengatakan, “kebanyakan usaha di Indonesia itu ikut-ikutan, tapi tidak ada yang bisa benar-benar bertahan.” Meski demikian, ia mengungkap bahwa industri kreatif masih memiliki peluang dan pasar yang sangat luas. Di samping ide yang terus muncul dan berkembang, jumlah manusia pun akan bertambah. “Semakin banyak manusianya, kebutuhan yang harus dipenuhi pun akan semakin banyak. Ini bisa menjadi peluang bisnis yang sangat besar. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya saja,” terang Anggi. VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

1

prospek yang sangat baik. Pendiri Indonesia Youth Entrepreneur (IYE) ini menyatakan bahwa ke depan, wirausaha akan memberi dampak yang dahsyat pada perekonomian Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2005, survei yang diinisiasi salah satu lembaga internasional menunjukkan minat wirausaha pemuda Indonesia masih rendah. Namun, hasil survei terbaru memperlihatkan bahwa saat ini ada perubahan signifikan terhadap minat entrepreneur. “Di Jakarta, mahasiswa-mahasiswa menyatakan bahwa sebelum lulus mereka ingin memiliki minimal satu perusahaan,� ungkap Wiloto.

Dok. Pribadi

Senada dengan Anggi, Christovita Wiloto pun mengungkapkan bahwa entrepreneurship memiliki

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Usaha Berprospek Ia pun menjelaskan bahwa saat ini Gross Domestic Product (GDP) Indonesia merupakan salah satu yang paling tinggi. Selain disumbang oleh banyaknya penduduk, industri kreatif ternyata memiliki andil di dalamnya. “UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, -Red) banyak memberi 8


I S S U E

sumbangan bagi kenaikan GDP Indonesia. Sayangnya, UMKM masih sering dipandang sebelah mata,” jelas Wiloto. Kemajuan teknologi juga ternyata turut menyumbang peningkatan signifikan dalam entrepreneurship. “Saat ini, kita tidak harus memiliki outlet agar bisa berjualan. Cukup

1

maupun fashion. Menurutnya, Indonesia memunyai iklim industri kreatif yang bagus. Ditambah lagi, masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai salah satu masyarakat paling kreatif. “Semua bentuk usaha bisa berkembang asalkan bisa memanfaatkan peluang dan pasar. Tilik saja usaha kebab, jagung manis, merchandise, serta usaha unik lain.

“Tidak hanya bisnis yang bisa disebut entrepreneur. Mereka yang bersikap berani, menerima perubahan, mau bergerak maju, serta inovatif pun termasuk bagian dari entrepreneur.” – Anggi – publikasikan melalui internet saja,” ujar Wiloto. Skype, We Chat, BBM, WhatsApp, Kaskus, dan lain-lain bisa menjadi alternatif media pemasaran yang murah sekaligus efektif. Wiloto menambahkan, semua usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh, bahkan yang terkesan sederhana seperti industri makanan ringan 9

Prinsipnya hanya satu, catch and carry,” terangnya. Hambatan Menjadi Enterpreneur Sayangnya, kelemahan entrepreneur Indonesia sering kali ada pada penguasaan bahasa. Tingkat penggunaan bahasa Inggris yang tidak terlalu masif menjadi salah satu VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

penyebabnya. “Padahal kalau bisa berbahasa Inggris dengan lancar, pasar kita bisa berkembang dan tidak hanya terbatas regional. Terlebih jika kita bisa menguasai bahasa lainnya,” ujar Wiloto. Selain bahasa, Anggi menambahkan bahwa hambatan bagi entrepreneur adalah diri sendiri. Ia menerangkan, ketakutan untuk gagal, dicap jelek, serta malu sering kali menjadi penghalang bagi karir entrepreneur seseorang. ”Diri sendiri dan lingkungan sekitar justru menjadi penghambat yang paling utama,” ungkapnya lebih lanjut.

1

sekarang,” katanya. Selain itu, sebelum memulai usaha, pemetaan terhadap pasar perlu dilakukan. Paling mudah adalah melalui analisa Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). “Selain itu, orisinalitas ide, kualitas, harga, serta segmen pasar juga perlu diperhatikan dalam menciptakan sebuah produk,” tandas Anggi. Nah, itulah sekilas mengenai entrepreneurship. Ternyata, bekerja tidak harus selalu dilakukan dengan duduk di balik meja bukan? Kembangkan kreativitas Anda dan ciptakan produk serta pasar Anda sendiri. Selamat mencoba! [CN/DN] ^^

Meski demikian, Anggi menjelaskan bahwa kunci keberhasilan dalam dunia bisnis adalah konsistensi. Jangan pernah takut gagal karena kegagalan adalah hal yang biasa di dunia bisnis. “Bahkan Bob Sadino pun tidak sekali coba langsung berhasil. Dia juga menemui banyak kegagalan sebelum sampai pada tahap dia berdiri VOL. 17\ FEBRUARI 2014

10


I S S U E

Shop Sugar, Hobi Berbuah Rezeki 11

2

Dok. Pribadi

Ketertarikan akan bidang kerajinan tangan, membawa Natura Kusuma Dewi pada kesuksesan. Berawal dari tempat pensil, gadis belia yang akrab disapa Nana ini tak pernah menyangka

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

2

Dok. Pribadi

karyanya akan disukai banyak orang dan laku di pasaran. Tak Semulus yang Dibayangkan Pada awalnya, Nana senang berkreasi

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

membuat sebuah tempat pensil berbentuk burung hantu. Ternyata, tempat pensil buatan Nana disukai oleh teman-teman sekelasnya. Mulai banyak juga teman-temannya yang

12


I S S U E

2

memesan tempat pensil buatannya. “Awalnya teman-teman sekelas yang pesan, lalu menyebar sampai seluruh sekolah,” cerita Nana yang kala itu duduk di bangku kelas 3 di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Selain tempat pensil, Nana juga membuat produk lain seperti tas, bantal, dan keset. Semua produknya bermotif burung hantu. Karena itulah Nana melabeli produk kreasinya dengan nama Owlie Lolie. Seluruh produk yang ia buat adalah hasil buatan tangan.

Nana mengaku omzet dari Owlie Lolie cukup menggiurkan. Namun sejak masuk kuliah, usahanya sempat tersendat. “Waktu awal kuliah, aku merasa keteteran karena jadwal kuliah padat. Selain itu, Owlie Lolie kan murni buatan tangan, jadi aku kurang punya waktu untuk membuatnya,” tutur putri kedua dari dua bersaudara ini. Sejak mengurangi produksi Owlie Lolie, Nana sempat mencoba berbisnis dengan membuat label baju. “Itu lumayan banget untungnya dan enggak usah buat pakai tangan Dalam memproduksi Owlie Lolie, Nana sendiri. Sayang dulu aku ada masalah melakukan semua prosesnya sendiri, dengan penjahitnya jadi usaha label mulai dari mencari bahan, membuat baju itu aku tinggal,” tandas Nana. pola, menjahit, sampai memasarkan produknya. “Aku dulu memasarkan Terus Bergerak dari mulut ke mulut, tapi aku juga Sejak tak lagi menggeluti Owlie Lolie buat blog dan akun Facebook,” dan label baju, Nana mencoba usaha seloroh gadis kelahiran 10 Desember baru dengan sepatu sebagai produk 1992 ini. Nana membuat produknya utamanya. “Sejak lama, aku memang sesuai dengan permintaan. Artinya, sudah ingin membuat sepatu dan Nana baru memproduksi barangnya akhirnya tercapai,” ungkap Nana. jika ada yang memesan. Gadis berambut panjang ini memulai usaha sepatu pada Agustus 2013 dan 13

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

menamainya Shop Sugar. “Harapannya sih, produk sepatu aku disukai banyak orang seperti sugar (gula, -Red),” tambahnya.

2

jumlah banyak tiap jenisnya agar produk Shop Sugar tetap bersifat personal dan eksklusif. Satu jenis atau satu seri sepatu, biasanya Nana buat dalam lima ukuran yakni nomor sepatu 36 hingga 40. Nana menjual produknya dengan kisaran harga Rp 235 ribu hingga Rp 350 ribu.

Dalam menggarap Shop Sugar, Nana bekerjasama dengan pengrajin sepatu di daerah Bantul. “Aku sendiri yang membuat desain dan memilih Promosi Secara bahan baku,” Online tandasnya. Sama seperti “Awalnya teman-teman sekelas Produk sepatu Owlie Lolie, dalam yang pesan, lalu menyebar Nana berfokus mempromosikan pada kain-kain Shop Sugar, Nana sampai seluruh sekolah.” tradisional menggunakan – Nana – Indonesia, seperti media online Kain Batik Solo seperti Instagram dan Kain Ikat dan Facebook. Bali. “Untuk “Tapi aku lebih bahan baku kain, aku beli di Solo dan promosi di Instagram karena tren Bali, pernah juga dari online shop di sekarang banyak anak muda yang Jakarta,” papar Nana. berbelanja di Instagram,” akunya. Nana melakukan berbagai inovasi Ia pun membatasi jumlah produknya dalam melakukan publikasi produk sesuai dengan ketersediaan kain. seperti menggunakan selebgram untuk Nana sengaja tak membeli kain dalam menjadi buzzer dan memberikan kuisVOL. 17\ FEBRUARI 2014

14


I S S U E

2

kuis berhadiah produk Shop Sugar pada momen tertentu.

Keberhasilan Nana dalam berwirausaha tak dapat terwujud Berkat kegigihan Nana, pembeli tanpa dukungan dari orang tua. Saat Shop Sugar tersebar tak hanya di memulai usaha Shop Sugar, Nana Yogyakarta, tetapi juga sampai di meminjam modal dari orang tuanya. Jakarta, Tangerang, Bogor, bahkan Berkat konsistensinya, Nana dapat Bali. Prestasi lainnya, Shop Sugar membuktikan bahwa ia sanggup buatan Nana baru saja dipamerkan mengganti uang pinjaman itu. “Puji di acara Metro Travel Fair di Metro syukur, hasil omzet di bulan keempat Department Store Jakarta selama ini sudah bisa menyicil setengah modal sebulan, akhir September lalu. pinjaman orang tua,” tutur Nana. “Waktu itu Metro Department Store Karena omzet yang sudah lumayan mengontak aku untuk ikut menjual besar, kini Nana dibantu seorang Shop Sugar karena produkku sahabatnya untuk mengatur keuangan bertemakan budaya Indonesia,” Shop Sugar. “Dulu dari Owlie Lolie, kenang Nana. kalau dapat uang, langsung aku pakai buat jajan jadi enggak terasa dapat Tak hanya mengajak pameran, Metro uang. Sekarang mau serius mengelola Department Store pun menawari keuangan dari hasil penjualan Shop Nana untuk memasarkan produk Shop Sugar,” kisahnya. Sugar di Metro Department Store Solo yang akan dibuka dalam waktu dekat. Nana yang kini berkuliah di Jurusan “Senang banget, enggak menyangka Gizi dan Kesehatan UGM angkatan produkku disukai sama salah satu 2011 ini berharap, Shop Sugar department store besar di Indonesia,” segera memiliki web store untuk ucap Nana. memudahkan pemasaran. “Sudah 15

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

ada beberapa web designer yang menawarkan, tapi aku masih mematangkan desain-desainnya dulu,” kata Nana. Meski sibuk Nana tetap aktif berorganisasi. Di tingkat universitas, Nana tercatat menjadi salah satu anggota Unit Kegiatan

2

mengunjungi owlielolie.blogspot.com dan Facebook.com/owlielolie. Billy Boen pernah berkata, selagi muda mengapa menunggu tua untuk menjadi sukses? Nana adalah salah satu contoh anak muda yang mengamini perkataan Billy Boen. Nana

“Senang banget, enggak menyangka produkku disukai sama salah satu department store besar di Indonesia.” – Nana – Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa pun pandai memanfaatkan teknologi Hindu Dharma (KMHD) UGM. dan media sosial untuk memasarkan produknya. Semoga kisah Nana Hasil kreasi sepatu dari Nana dapat dengan Owlie Lolie dan Shop Sugar Anda lihat di instagram.com/Shopsugar miliknya dapat menginspirasi Anda dan facebook.com/Shopsugar. untuk memulai usaha dan menjadi Atau jika Anda ingin mengetahui sukses di usia muda, ya! [CN/NIS/DMS] produk Nana terdahulu, Anda dapat

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

16


I S S U E

3

Mengenal dan Memulai Wirausaha

static.panoramio.com

17

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

Sebuah negara akan makmur, apabila rasio entrepreneur di negara tersebut mencapai 2% dari total jumlah penduduknya, demikian dinyatakan David McClelland, pakar kewirausahaan. Apabila dibandingkan ke dalam jumlah penduduk Indonesia saat ini yang berjumlah 240 juta

3

Perekonomian, Eddy Putra Irawady, yang dikutip dari bisnis.liputan6.com, angka yang dipaparkan tersebut tentu masih di bawah 2%. Rendahnya karakter wirausaha di Indonesia ternyata ada kaitannya dengan mindset orang Indonesia yang

“Kita kan tidak bisa menebak di masa tua nanti bagaimana? Apabila ada masalah finansial, wirausaha bisa menjadi tabungan kita.� – Rini –

jiwa, diperlukan sekitar 4,8 juta entrepreneur agar ekonomi bangsa Indonesia bisa maju. Akan tetapi, saat ini jumlah entrepreneur di Indonesia masih sekitar 700 ribu pengusaha. Menurut Deputi Bidang Industri dan Perdagangan, Kementerian VOL. 17\ FEBRUARI 2014

lebih bangga jika mereka menjadi pegawai. Apabila dirunut, pemikiran ini ternyata menjadi warisan budaya berpikir dari masa kolonial Belanda. Wirausaha: Definisi dan Karakter Pemaparan fakta tersebut tidak 18


I S S U E

farm3.staticd.flickr.com

akan berguna apabila kita masih belum memahami arti sebenarnya dari wirausaha itu sendiri. Menurut Dhyah Setyorini, dosen program studi Akuntansi di Universitas Negeri Yogyakarta, wirausaha adalah pribadi yang mampu bekerja dan memanfaatkan sumber daya yang ada, untuk kemudian diolah menjadi suatu produk yang memiliki unsur ekonomi. “Selain itu juga tidak bergantung dengan orang lain,� tambah Rini, sapaan akrabnya. Berkenaan dengan prinsip wirausaha

19

3

albertinycabrera.files.wordpress.com

yang tidak bergantung kepada orang lain, ia menjelaskan bahwa hal tersebut dilandasi pada adanya visi. Wirausaha diposisikan sebagai bentuk perencanaan finansial di masa tua. Secara pribadi, ia mengatakan apa yang ada di masa mendatang adalah rahasia Yang Maha Kuasa. “Kita kan tidak bisa menebak di masa tua nanti bagaimana? Apabila ada masalah finansial, wirausaha bisa menjadi tabungan kita,� jelas Rini. Dengan kinerja fisik yang telah menurun pada usia lanjut, tentu untuk memperoleh penghasilan tidaklah semudah pada

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

umur-umur produktif. Oleh karena itu, kemudian ia bergerak dengan mengembangkan usaha batik tulis tradisional bernama Batik Pramana selama beberapa tahun terakhir.

3

kita, kita harus tahan. Muka tembok istilahnya,” jawabnya tegas.

Lebih lanjut, sebagai seorang wirausahawan, Anda juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi Memang tidak mudah memulai yang baik. Kemampuan ini berguna berwirausaha dari nol, demikian dalam memasarkan produk. disampaikan Rini. Ia melanjutkan, Kemampuan komunikasi yang akan lebih mudah baik juga akan untuk memulai memudahkan usaha apabila Anda dalam “Yang penting niat, usaha, ada telah memiliki memberikan motivasi berwirausaha, serta bekal ilmu, edukasi terhadap pengalaman, atau konsumen mental yang luar biasa.” bahkan tradisi. tentang produk – Rini – Namun ia menepis yang dijual. Ia anggapan bahwa mencontohkan, wirausaha tidak dengan latar bisa dijalankan oleh mereka yang tidak belakang sebagai produsen batik berpengalaman. “Yang penting niat, tulis, Rini kerap menemui calon usaha, ada motivasi berwirausaha, konsumen yang sangsi dengan harga serta mental yang luar biasa,” tegas dan kualitas yang ditawarkan. “Kita Rini. Ia menekankan, ketahanan jelaskan bagaimana produk kita, mental merupakan bagian dari diri mulai dari kualitas sampai harga. seorang wirausahawan. “Apabila Dari sini saya merasa bangga karena ada yang komplain dengan produk paling tidak bisa memberikan ilmu VOL. 17\ FEBRUARI 2014

20


I S S U E

3

dan pemahaman tentang produk,” ungkapnya.

serta waktu layak konsumsi barang juga bisa menjadi kendala.

Pilihan Objek Wirausaha Dalam menentukan jenis jasa atau barang yang ingin dijual, sudah pasti segmen pasar harus diperhatikan. Ia mencontohkan Yogyakarta yang kini sudah mulai memiliki postur layaknya Bali. Sektor pariwisata menjadi sangat maju di Yogyakarta walapun berimbas pada semakin padatnya jalan dan bertambahnya hunian-hunian modern.

Handycraft adalah contoh usaha yang ia sodorkan sebagai alternatif usaha. Jika menyasar pasar luar negeri, hasil kerajinan tangan bisa berharga beberapa kali lipat dibanding harga dalam negeri.

Selain handycraft, Rini juga menyarankan calon wirausaha untuk membuka usaha yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan Untuk bidang wirausaha sendiri, mahasiswa, mengingat Yogyakarta dengan menutup mata pun kita sadar identik dengan pelajar dan mahasiswa. bahwa peluang untuk memulai bisnis “Buka saja resto, peluangnya bagus di terlihat menerawang. Akan tetapi, Rini sini. Apalagi kalau harga makanannya mengingatkan calon wirausaha supaya murah, tapi porsi banyak,” katanya. lebih cerdas dalam memilih bisnis apa Karena kesibukan, terpaksa yang akan dijalankan. Misalnya, saat keinginannya untuk membuka memulai usaha, ada baiknya tidak restoran belum terlaksana. memilih bisnis gadget. “Bisnis gadget itu modalnya harus kuat, karena setiap “Pada intinya, membuka usaha itu waktu pasti banyak produk baru,” tidak semata-mata menyiapkan terangnya. Selain modal yang kuat, uang,” ucapnya. Berdasarkan ketergantungan terhadap kurs dollar pengalaman Rini, motivasi yang 21

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I S S U E

3

tinggi, kerja keras, sabar, dan doa menjadi kawan paling setia dalam menjalankan roda usahanya. “Hidup itu memang mengalir, tapi juga harus direncanakan. Jangan asal ikut saja, malah hanyut nanti,� katanya mengakhiri. Bagaimana, apakah tulisan di atas semakin memantapkan Anda membuka usaha? Semoga berhasil! [CN/OCH/CRTV]

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

22


A LT E R N A T I V E

Dewasa ini, aktivitas online telah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Keleluasaan akses informasi memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk tahu segala hal secara cepat dan akurat. Keadaan tersebut memaksa pelaku usaha untuk senantiasa berinovasi mengikuti perkembangan tren agar pangsa pasar tetap terjaga atau bahkan bertambah. Pada hakikatnya, bisnis online tidak jauh berbeda dengan bisnis konvensional. Perbedaan mendasar terletak pada wujud fisik etalase. Pada bisnis online, pengusaha dimudahkan untuk berjualan tanpa memiliki kaveling secara harfiah. Selain itu, adanya toko yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui internet terbukti lebih efektif dan mampu

23

Peluang Sukses Bangun Bisnis Online menekan biaya pemasaran. Jelas berbeda dengan bisnis konvensional yang perlu modal lebih untuk pengadaan gerai. Melihat peluang tersebut, Aria Fiadzima Salaksa tergerak untuk membuka usaha online cincin kawin spillasilver.com pada tahun 2010. Aria memulai usaha ini ketika berumur 19 tahun dan masih berstatus sebagai

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


A LT E R N A T I V E

cache.johnchow.com

mahasiswa D3 Akuntansi di Universitas telah mencoba berbagai usaha dari Gadjah Mada. mengasong di bus pariwisata sampai berjualan makanan khas daerah Sebelum memulai bisnis online, Aria Pacitan. Beranjak pada pengalaman-

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

24


A LT E R N A T I V E

pengalaman tersebut, ia terus belajar berwirausaha hingga akhirnya mampu menghasilkan omzet ratusan juta per bulan dari bisnisnya saat ini. Mulai dari Nol Aria memulai bisnis online saat belum banyak pengusaha melirik metode tersebut. “Ketika itu, saya pilih bisnis

online karena potensial dan dapat menekan modal. Selain itu, pemasaran akan lebih mudah sehingga saya dapat lebih fokus pada pelayanan mutu produk,� ungkap pemuda berusia 22 tahun ini. Meski demikian, Aria mengaku tidak pernah punya pengetahuan mendalam

ethos3.com

25

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


A LT E R N A T I V E

tentang internet sebelumnya. “Awal Mulanya, Aria menjual kerajinan bros mula saya jualan hanya lewat tag dari Kotagede. Karena kurang laku, foto di Facebook. Sambil jalan, saya ia ganti berjualan cincin berbahan mulai berjualan di kaskus.com dan perak dan emas. Aria memberi harga tokobagus.com juga. Lambat laun rendah dengan harapan pesanan permintaan kian meningkat dan mulai akan banyak. Nyatanya, permintaan dikenal banyak orang hingga mampu tetap sedikit meski Aria telah memberi beli domain harga jual rendah. spillasilver.com,” Ketika akhirnya “Ketika itu, saya pilih bisnis ujarnya. Aria memutuskan untuk online karena potensial dan Jika ditanya meningkatkan dapat menekan modal. Selain mengapa memilih margin, itu, pemasaran akan lebih usaha cincin permintaan justru dari pengrajin turut bertambah. mudah sehingga saya dapat di Kotagede, “Ternyata pembeli lebih fokus pada pelayanan Yogyakarta, lebih percaya pada mutu produk.” alasan Aria adalah cincin berharga – Aria – untuk menolong cukup tinggi. sesama. “Dulu Kalau serendah ekspor kerajinan dulu, banyak dari Kotagede sempat turun karena yang sangsi dengan keaslian cincin,” terkena dampak krisis ekonomi global tuturnya. tahun 2009. Saya pikir, kenapa tidak coba inovasi produk kerajinan dengan Selain itu, Aria juga mengaku pangsa pasar dalam negeri?” katanya. keberadaan mentor merupakan faktor utama kesuksesan usahanya saat ini. VOL. 17\ FEBRUARI 2014

26


A LT E R N A T I V E

Berkat mentor, Aria yang dulunya tidak tahu-menahu seluk-beluk bisnis online dapat mengambil langkah tepat dan efisisen dalam eksekusi bisnis. Aktif mengikuti seminar dan komunitas merupakan salah satu cara Aria untuk mendapat mentor sesuai kebutuhan. Salah satu komunitas yang memberikan kesempatan tersebut adalah Komunitas Tangan di Atas (TDA) yang beranggotakan pengusaha maupun mahasiswa aktif penggelut dunia wirausaha. Membangun Bisnis Online Rizqi Akbar Syah, selaku Ketua Umum Komunitas Tangan di Atas (TDA) Jogja yang sering mengisi seminar kewirausahaan, turut berbagi kiat membangun bisnis online. Menurutnya, langkah mendasar bagi setiap pelaku usaha adalah berfokus pada target audiens. Adanya target audiens akan memudahkan fokus penjualan produk terhadap potensi pasar. Memosisikan diri dalam sudut pandang target audiens akan 27

membantu pengusaha mengetahui kebutuhan dan keinginan dasar pasar. Langkah kedua adalah melakukan pemasaran online. Rizqi menganggap, memperkenalkan produk kepada target audiens adalah langkah penting karena terkait erat dengan branding. “Adanya brand dan slogan akan membuat audiens terus ingat pada produk maupun diri Anda. Hal tersebut akan membangun citra Anda dengan produk dalam satu kesatuan.

i2mag.com

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


A LT E R N A T I V E

Gunakanlah blog maupun social media menambah koneksi dan mentor seperti Facebook dan Twitter sebagai kepada pelaku usaha yang lebih ahli. instrumen pemasaran,� ucapnya. Langkah terakhir adalah gerak Langkah ketiga adalah memperluas cepat. Mempelajari sistem keuangan, jaringan dan relasi. Selain manajemen pengelolaan usaha, serta meningkatkan prospek kerjasama rekrutmen pegawai, merupakan hal di lain kesempatan, hal tersebut teknis yang perlu ditanggapi secara juga dapat meningkatkan peluang cepat dan cermat. “Berani ambil risiko kerjasama dan promosi produk dan tetap perhitungan merupakan lebih luas kepada publik. Mengikuti hal yang harus dilatih sejak dini. pameran bisnis maupun kegiatan Saya percaya pada pepatah no sweet kewirausahaan juga akan membantu without sweat. Tidak ada hasil baik

farm6.staticflickr.com

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

28


A LT E R N A T I V E

tanpa kerja keras yang sepadan,� tutur Aria menambahkan. Pada hakikatnya, seluruh bisnis sukses berawal dari bisnis kecil yang berkembang dengan perbaikan terus-menerus. Keberhasilan tetap ditentukan dari pribadi manusia yang bersifat nonteknis. Bila Anda berminat menekuni bisnis, terus tingkatkan kapabilitas diri Anda untuk menjadi pebisnis handal! [CN/LIN/AGG] Untuk mengetahui lebih jauh tentang bisnis cincin kawin Aria, silakan cek Spilla Jewelry di www.spillasilver.com, https://www.Facebook.com/cincin. nikah, atau via Twitter di @AriaSalaksa. Jika Anda berminat pada kegiatan kewirausahaan, Anda juga dapat bergabung atau mengenal lebih dekat Komunitas TDA Kampus Jogja di http:// www.tdakampusjogja.com/ dan @ TDAKampus_Jogja.

29

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


P O T R E T

Creative Batik, Membangun Usaha Sembari Melestarikan Budaya Dok. Redaksi

Selain terkenal sebagai kota budaya, Yogyakarta juga merupakan kota yang penuh dengan kreativitas serta anakanak muda berbakat. Adalah Khaleili

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Nungki, anak muda asli Yogyakarta ini merupakan salah satu contoh anak muda yang memiliki kreativitas, bakat, serta peduli dengan budaya Yogyarta.

30


P O T R E T

Dengan kemampuan wirausaha yang ia miliki, Nungki, begitu ia kerap disapa, mengenalkan batik dan menjualnya dalam berbagai kreasi. Berkat keseriusan dan ketekunannya, wanita 24 tahun ini mendapat predikat wirausaha muda berbakat dari berbagai instansi. Mengasah Bakat Sejak Kecil Bakat berdagang Nungki telah ia miliki sejak usia anak-anak. Ayahnya

yang seorang pengusaha mebel, memiliki andil dalam menanamkan jiwa berwirausaha dalam jiwa Nungki. “Sejak kecil, saya sudah sering diminta ayah untuk bantu-bantu pekerjaannya, lalu uangnya saya tabung,� paparnya. Saat memasuki sekolah dasar dan sekolah menengah pun, Nungki kerap berjualan berbagai barang di sekolahnya, seperti pulpen, cincin, hingga foto artis cilik Trio Kwek Kwek. “Tapi

Dok. Redaksi

31

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


P O T R E T

saya sempat berhenti jualan saat masuk SMA, ya karena sedikit malu, hehe,” kisah putri kedua dari empat bersaudara ini.

“Sayangnya, usaha blanco batik saya ini tidak bertahan lama karena anjlok dalam penjualannya,” seloroh Nungki. Selepas berjualan blanco batik,

“Sejak kecil, saya sudah sering diminta ayah untuk bantu-bantu pekerjaannya, lalu uangnya saya tabung.” – Nungki –

Ketika ia memasuki dunia kuliah di Jurusan Manajemen Pemasaran, Universitas Islam Indonesia (UII), Nungki kembali mencoba peruntungannya dalam menjalankan usaha. Kala itu, masyarakat Yogyakarta sedang demam pakaian berbahan blanco. Nungki yang senang mendesain pakaian pun memodifikasinya dengan tambahan batik. Ia lalu memasarkan pakaian blanco batiknya ini di Mirota Batik. VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Nungki beralih profesi menjadi guru les bahasa Inggris dan mencoba menjadi marketing di sebuah event organizer. Namun, kehidupan Nungki memang tak dapat terlepas dari dunia jual beli. Ia pun kembali berjualan pakaian berjenis batik. Hanya saja, kali ini ia mengambil batik dari Solo lalu dijualnya secara online. “Waktu itu, lumayan banget sehari omzetnya bisa lima juta rupiah,” aku wanita yang tinggal di daerah Kotagede, 32


P O T R E T

Yogyakarta ini. Memulai Creative Batik Nungki mengaku, mulai serius menekuni usaha batik sejak ia menjual batik yang ia ambil dari Solo. Saat itu, modal Nungki sebesar Rp 5 juta. Modal tersebut merupakan hasil tabungannya selama bekerja sejak kecil. Nuri menuturkan, “Saya beruntung sudah kerja dan dagang sejak kecil. Karena itu, saya sudah memiliki tabungan sendiri saat mau mulai usaha.” Nungki memilih batik sebagai komoditas utama karena melihat sang ayah berjualan mebel bercorak batik. “Bedanya, ayah membatik di kayu atau furniture, kalau saya membatik di kain,” tambahnya. Selain itu, dengan menjual batik, Nungki pun dapat melestarikan salah satu warisan budaya Yogyakarta. Akhir 2010, saat Nungki telah memiliki modal hasil berjualan batik di online shop, ia berkeinginan untuk membuat produk batik sendiri. Dengan modal 33

Rp 10 juta, Nungki memulai produksi batiknya. Ia melabeli produknya dengan nama Creative Batik. “Yang membedakan batik saya dengan yang lain, produk batik saya sengaja keluar dari motif klasik. Saya menamakannya abstrak kontemporer,” ucap wanita yang sudah menyandang gelar sarjana ekonomi ini. Keunikan lain dalam Creative Batik adalah pilihan warna. Creative Batik memiliki gradasi warnawarna cerah yang sangat cocok untuk anak muda maupun orang tua. Dalam menjalani usahanya, Nungki bekerjasama dengan pengrajin batik. “Semua desain dari saya. Ibu-ibu pengrajin hanya membatik saja, lalu dikembalikan ke saya lagi untuk tahap finishing,” ujar Nungki. Ia dibantu oleh lima orang karyawan yang bertugas melakukan finishing dan menjahit dalam bentuk pakaian. Untuk bidang pemasaran dan pengelolaan uang, Nungki sendiri yang melakukan. Proses produksi Nungki lakukan di rumahnya, di daerah Kotagede. Sedangkan pewarnaan dilakukan di daerah VOL. 17\ FEBRUARI 2014


P O T R E T

Bantul. Wanita kelahiran 27 Juli 1989 ini memasarkan produknya di berbagai daerah, antara lain dapat dijumpai di Mirota Batik, Yogyakarta serta di gerai Alun-alun Indonesia, Mall Grand Indonesia, Jakarta.

Business Coaching dari Wirausaha Muda Mandiri 2012. Kini, Nungki juga sedang menerima pelatihan dari Bank Indonesia setelah didaulat sebagai salah satu finalis dalam kompetisi Wirausaha Baru Bank Indonesia. Prestasi lain yang juga diperoleh Wirausaha Muda Nungki ialah Berbakat terpilihnya Creative Selain pandai Batik menjadi 20 “Saya beruntung sudah berdagang, Usaha Kecil dan kerja dan dagang Nungki pun pandai Menengah (UKM) berkompetisi. Tak yang mendapatkan sejak kecil. Karena itu, puas hanya berjualan, fasilitas pemasangan saya sudah memiliki Nungki juga Instalasi Pembuangan tabungan sendiri saat senang mengikuti Air Limbah mau mulai usaha.” perlombaan (IPAL) gratis dari yang diadakan Pemerintah Kota – Nungki – oleh berbagai Yogyakarta. Berkat instansi. Nungki ketekunan mengikuti tercatat sebagai berbagai kompetisi, peraih Juara 2 Wirausaha Muda banyak keuntungan yang Nungki Terbaik Kementerian Pemuda dan dapatkan. Ia berujar, ”Manfaat ikut Olahraga (Kemenpora) 2011 dan kompetisi banyak banget, di antaranya Juara 2 Pemuda Pelopor tingkat Kota produk Creative Batik jadi dikenal Yogyakarta. Di samping itu, Nungki banyak orang, omzet naik, juga terpilih menjadi 25 pemuda penerima tambah ilmu dan teman baru.” VOL. 17\ FEBRUARI 2014

34


P O T R E T

Usai mengikuti berbagai kompetisi, Nungki berkesempatan mengikuti berbagai pameran untuk mempromosikan Creative Batik miliknya. Kota-kota yang pernah Creative Batik datangi di antaranya Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Makassar, dan Denpasar. Tak hanya di Indonesia, Nungki juga pernah menggelar pameran Creative Batik dalam acara Asean Youth Expo di Brunei Darussalam. Kini, dengan harga jual mulai Rp 200 ribu untuk kain dan Rp 350 ribu untuk pakaian, Nungki dapat memperoleh omzet hingga Rp 60 juta dalam sebulan. “Kalau ikut pameran, Rp 60 juta bisa diperoleh dalam waktu

35

lima hari saja,� seru wanita yang kini sedang menjalani studi S2 di Jurusan Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana UGM. Konsumen Creative Batik pun tak hanya masyarakat biasa saja. beberapa pejabat dari Yogyakarta maupun Jakarta juga kerap memesan batik buatan Nungki. Nungki membuktikan bahwa untuk menjadi sukses, setiap orang harus memiliki ketekunan, konsistensi, serta keinginan untuk terus belajar. Nuri juga mengajarkan pentingnya menabung, agar ketika memulai usaha, Anda tidak kelimpungan mencari dana. Semoga secuplik perjalanan usaha Nungki di atas dapat menginspirasi Anda. Sukses selalu! [CN/ NIS/DMS]

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


POLLING

Kerja vs Bisnis Mau bekerja atau berbisnis adalah sebuah pilihan. Tiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing, menawarkan sisi mudah dan sisi sulitnya sendiri-sendiri. Banyak orang memilih bekerja karena jaminan

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

clearbiology.com

kehidupan yang lebih pasti, seperti gaji tetap, asuransi, tunjangan, bonus, dan sejenisnya. Sementara keputusan berbisnis lebih banyak diliputi tantangan dan ketidakpastian hasil ketika masih dalam proses rintisan.

36


POLLING

Di sisi lain, sebagian orang memilih untuk menjalani keduaduanya, bekerja maupun berbisnis. Keuntungannya, Anda dapat memperoleh penghasilan tambahan dan tetap aman ketika mengalami kegagalan berbisnis. Namun, ada kemungkinan Anda akan sulit menyeimbangkan kedua hal tersebut. Imbasnya, ada yang harus dikorbankan, entah karir atau bisnis yang sudah dijalankan. careersuccess.typepad.com Meski berisiko, bisnis yang dikelola dengan baik kadang justru memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan bekerja sebagai karyawan. Penghasilan karyawan sudah bisa ditebak, sementara pebisnis masih mungkin memperoleh penghasilan tak terbatas. Menariknya lagi, berbisnis juga identik dengan waktu yang lebih fleksibel. Anda dapat menjadi bos untuk diri Anda dan bisnis Anda, sekaligus mampu memberikan kesempatan kerja untuk orang lain.

37

Minat Berbisnis Ada Tetapi‌ ECC UGM sendiri telah mengadakan survei pada sejumlah karyawan mengenai minat dalam berbisnis. Survei dilakukan selama bulan November-Desember 2013 terhadap karyawan dari sejumlah bidang industri dan level jabatan. Hasilnya, sebanyak 34% responden memiliki usaha atau bisnis di luar pekerjaan utama. Meskipun 66% responden sisanya tidak menjalankan bisnis di VOL. 17\ FEBRUARI 2014


POLLING

luar pekerjaan utama, hampir seluruhnya memiliki keinginan untuk berbisnis. Hal tersebut setidaknya menunjukkan minat kewirausahaan masih ada pada setiap orang dan memungkinkan untuk berkembang. Lebih lanjut, mereka yang telah atau berkeinginan menjalankan bisnis sebagian besar memiliki tujuan untuk

ini telah memiliki beberapa rencana, salah satunya berbisnis. Ari sebenarnya berencana untuk melanjutkan studi S2. Bila tidak, ia akan mencoba peruntungan dengan pekerjaan baru. Namun, bila keduanya sulit diraih, barulah ia akan memulai bisnis. “Masih niatan saja. Belum berani berbisnis karena masih terkendala modal. Mau

“Menurutku keduanya bisa dijalankan bersamaan. Aku berpikir kita enggak bisa mengandalkan pekerjaan saja karena saat ini apa-apa mahal. Beda kalau kita membangun karir dan juga membangun bisnis.” – Jauhar – berinvestasi (31%), memperoleh penghasilan tambahan (29%), dan mengembangkan kegemaran atau hobi (25%).

mengumpulkan uang dulu,” ujar Ari. Hal yang sama juga diungkapkan Tias Ramadiawati, seorang karyawan bagian keuangan. Meski tidak berbisnis di luar pekerjaan utama, Salah seorang karyawan yang memiliki ia juga memiliki rencana untuk keinginan untuk berbisnis adalah Ari membangun bisnis. “Rencana ke Setia Husbana. Lulusan Psikologi UGM depan setelah kerja tetap, kalau modal VOL. 17\ FEBRUARI 2014

38


POLLING

cukup, buka bisnis untuk sumber penghasilan lain dan investasi masa depan,� terang Tias. Ari sendiri lebih ingin untuk fokus bila bisnisnya benar-benar berjalan. Menurutnya, fokus pada bisnis penting dilakukan bila ingin bisnis cepat berkembang. “Takutnya kalau bisnis sambil kerja itu malah mengorbankan salah satu, jadi nggak maksimal dan hasilnya nggak memuaskan,� ujarnya. Pilih yang Mana? Bekerja sambil berbisnis memang bisa dilakukan siapa saja. Namun apakah semua orang dapat mengelola dua hal berbeda dengan baik dan seimbang? Atau pada akhirnya seseorang tetap harus memilih salah satu? Dinamika menjalankan pekerjaan dan bisnis dalam waktu bersamaan pernah dirasakan oleh Fairuzaqona Ulfaty atau akrab disapa Ulfa. Ulfa kini fokus menjalankan usaha fashion dengan nama Bhre Craft House yang memproduksi dan menjual sejumlah 39

fashion brand pakaian muslim seperti Malika, Simply Living, dan sebagainya. Produk fashion Bhre Craft House juga telah dijual di reseller di beberapa kota, antara lain Makassar, Palembang, dan Banjarmasin. Ketika mulai mengembangkan bisnis, pada saat bersamaan Ulfa juga mempraktikkan ilmu kuliahnya dengan menekuni profesi apoteker. Pada masa itulah, Ulfa mengalami dinamika mengatur waktu dan fokus untuk menjalankan pekerjaan dan bisnis.

Dok. Redaksi

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


POLLING

“Aku jalani dulu dua-duanya. Memang pertama kali agak sulit tapi lama-lama bisa mengikuti ritme,� tutur Ulfa, ketika ditemui di butiknya.

pada bisnis dan keluarga, akhirnya Ulfa memilih untuk resign dari profesi utamanya sebagai apoteker. Kini, setelah memiliki waktu lebih banyak untuk mengembangkan bisnisnya, Meski dapat menjalankan bisnis dan Ulfa bercita-cita memiliki outlet di pekerjaan pada waktu bersamaan, Malaysia dan Singapura. Alasannya, Ulfa tetap merasakan bisnisnya kurang Singapura adalah kota belanja, dapat berkembang. Keuntungannya sedangkan Malaysia memiliki jumlah memang meningkat dari waktu ke penduduk muslim yang cukup besar. Di waktu tetapi hanya sedikit. “Saya situlah Ulfa berharap produknya dapat produksi, lalu dijual, produksi lagi, menyasar segmen yang tepat dan dijual lagi, hanya seperti itu. Jadi makin dikenal. saya enggak sempat bikin inovasi,� lanjutnya. Karena itulah, menurut Ulfa, seharusnya bisnis maupun pekerjaan tidak dapat dijalankan setengahsetengah. Ulfa sendiri merasakan kesulitan demi kesulitan terutama karena harus mengikuti jam pekerjaan utamanya yang tidak fleksibel. Belum lagi, dia harus mengawasi karyawannya sembari bekerja. Atas pertimbangan untuk lebih fokus VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Dok. Redaksi

40


POLLING

Lain lagi cerita Jauhar Ismail. Lulusan Hukum UGM ini menjalankan bisnis kuliner Gudeg Mercon Bu Rosso dan Rama Cuisine. Salah satu bisnisnya, Rama Cuisine, sudah ia rintis semenjak masih duduk di bangku kuliah. Sama halnya dengan Ulfa, Jauhar juga sempat mengalami sibuknya mengatur waktu antara kuliah, bekerja, dan berbisnis. Jauhar sendiri sempat bekerja di sebuah lembaga bantuan hukum. “Aku enjoy saja karena bisnis ini adalah passion -ku. Pertama, aku suka makan. Kedua, aku suka masak. Jadi walaupun capek, aku enggak merasa terbebani,� ujar Jauhar yang pernah berbisnis penyewaan piranti console game ketika duduk di bangku SMP. Berkat passion dan pengaturan waktu yang baik, Jauhar tetap dapat menjalani kuliah, pekerjaan, dan bisnis secara bersamaan. Bahkan, Jauhar tetap dapat meraih predikat cumlaude untuk jenjang D3 dan S1 yang ia jalani. Ketika ditanya apakah seseorang harus 41

memilih bekerja atau berbisnis saja, Jauhar menyatakan bahwa kedua hal tersebut bisa dijalankan bersamaan. “Menurutku keduanya bisa dijalankan bersamaan. Aku berpikir kita enggak bisa mengandalkan pekerjaan saja karena saat ini apa-apa mahal. Beda kalau kita membangun karir dan juga membangun bisnis,� lanjutnya. Siasatnya, Jauhar telah merintis bisnis kulinernya sejak masih kuliah dengan harapan bisnisnya sudah cukup mapan ketika ia membangun karir dalam pekerjaannya. Dengan demikian, kegiatan membangun bisnis dan karir tidak akan bertabrakan. Selain itu, dengan bekerja, Jauhar dapat memperoleh pengalaman dalam manajemen perusahaan. Pengalaman tersebut akan sangat berguna ketika diterapkan dalam manajemen bisnisnya. Ulfa dan Jauhar sudah merasakan sendiri bagaimana tantangan menjalankan bisnis dan pekerjaan secara bersamaan. Perbedaan pilihan VOL. 17\ FEBRUARI 2014


POLLING

kembali kepada keputusan dan kemampuan masing-masing orang. Pada akhirnya, di suatu titik, seseorang akan kembali membuat keputusan terbaik. Anda punya pengalaman yang sama? Selamat menjalankan aktivitas Anda dan ciptakan keputusan terbaik atas pilihan Anda! [CN/RFK/VIN/CRTV] ^^

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

42


T I P S

Strategi Promosi Bisnis Bermodal Media Sosial toonshouse.com

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar di Asia Tenggara, bahkan

43

dunia. Berdasarkan data dari Social Bakers dan Mediabistro.com yang dihimpun Brand24, Indonesia menduduki peringkat kelima

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

pengguna Twitter promosi produk. Tak terbanyak di dunia tanggung-tanggung, setelah Amerika masih berdasarkan Serikat, Brasil, Jepang, data statistik Social “Sekarang harga dan Inggris. Di level Bakers , @infomaicih smartphone murah, Asia Tenggara, Jakarta berhasil meraup lebih 300 ribu sudah bisa menempati posisi dari 300 ribu follower beli Android. Tarif kedua setelah Bangkok dan menduduki tahta dalam hal jumlah sepuluh besar akun internet juga murah, pengguna Facebook. Twitter brand dalam jadi pengguna internet negeri dengan jumlah makin banyak. Prospek Konsentrasi para follower tertinggi. pengguna yang amat berpromosi bisnis tinggi, terutama Melihat data-data lewat media sosial di daerah urban, di atas, setidaknya akan makin bagus ke membuat media sosial kesimpulan bisa depannya.” menjadi sasaran empuk diperoleh bahwa media bagi para pebisnis. sosial masih akan terus – Iqbal Khan – Tak sedikit pebisnis berkembang pesat yang memanfaatkan berikut kelebihan yang media sosial sebagai ditawarkannya. Begitu sarana promosi. pula dengan kegiatan Sebut saja keripik pedas Maicih yang promosi bisnis yang memanfaatkan dikenal karena cita rasa pedasnya media sosial. “Sekarang harga yang ditawarkan dalam beberapa smartphone murah, 300 ribu sudah level. Maicih menggunakan akun bisa beli Android. Tarif internet juga Twitter @infomaicih sebagai jembatan murah, jadi pengguna internet makin VOL. 17\ FEBRUARI 2014

44


T I P S

Ciputraentrepreneurship.com, dan Iqbal Khan berikut. Apa saja? 1. Content Marketing Tujuan utama dari seorang peselancar dunia maya adalah informasi. Oleh karena itu, seorang pebisnis ulung wajib membubuhi gerai virtualnya dengan sajian informasi berkualitas. Misalnya dengan menautkan artikel, hasil penelitian, ataupun informasi socialnicole.com relevan terhadap produk yang akan banyak. Prospek berpromosi bisnis dibeli. lewat media sosial akan makin bagus ke depannya,� ujar pemerhati internet Iqbal juga menekankan bahwa salah marketing sekaligus co-founder satu kesalahan awal promosi bisnis Ngonoo Media yang sering dikenal di dunia maya adalah langsung dengan nama Iqbal Khan. menawarkan produk kepada konsumen. Pemilik usaha bisa terlebih Peluang besar dari media sosial jelas dulu membuat konten bermanfaat tampak di depan mata. Namun, yang dapat dihubungkan dengan butuh strategi cermat untuk menarik produk. “Jangan langsung jualan di para calon konsumen ke dalam awal, identifikasi dulu kebutuhan lingkaran bisnis Anda. Simak strategi konsumen seperti apa. Jadi kalau bisnis di media sosial dari situs punya toko baju, pemilik usaha bisa entrepreneurship yang didukung membuat artikel, misalnya tentang tips penuh oleh pengusaha Dr.Ir. Ciputra, mencuci baju yang benar,� terangnya. 45

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

leapclixx.com

secara terus-menerus dan interaktif dengan calon konsumen. Dengan memantau demografi pengunjung, feedback, serta opini dari konsumen, Anda dapat menentukan langkah strategis untuk menjalankan continuous marketing dalam jangka panjang. Salah satu tip paling penting adalah mengupayakan interaksi yang dialogis, responsif, dan tentunya

2. Mobile Marketing Hasil riset Nielsen pada tahun 2012 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia mengakses internet via telepon seluler. Para pebisnis wajib untuk merancang laman webnya agar ramah pengguna. 3. Continuous Marketing Seiring menjamurnya berbagai media sosial baru seperti LinkedIn, Pinterest, dan Tumblr, continuous marketing menjadi syarat mutlak dalam berbisnis di dunia maya. Continuous marketing adalah pemanfaatan media sosial VOL. 17\ FEBRUARI 2014

leapclixx.com

46


T I P S

terbuka terhadap kritik. Pemberian respon yang cepat dan tepat dalam menanggapi permintaan konsumen memegang peran penting, apalagi bila Anda juga memiliki

unitonesolution.com

toko secara offline. “Respon bisa memengaruhi kepercayaan konsumen. Apalagi di media sosial, hal jelek bisa tersebar cepat, sementara hal bagus belum tentu diketahui semua orang,� jelas Iqbal. 47

4. Integrated Digital Marketing Faktor sinergi terkadang luput diperhatikan dalam berbisnis via media sosial. Seringkali alur informasi yang sampai ke konsumen malah berbeda dari yang dimaksud. Untuk itulah

womenstoolbox.com

dibutuhkan adanya penyeragaman elemen dari blog, brand, web, serta wadah virtual lain untuk optimalisasi bisnis. Iqbal pun menyarankan Anda untuk melengkapi seluruh informasi yang diperlukan konsumen seperti alamat, nomor kontak, rincian biaya, VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

hingga cara pengiriman barang. Pebisnis juga harus menggunakan gambar yang jelas dan riil, sesuai keadaan sebenarnya dari produk yang dijual. 5. Visual Marketing Salah satu keunggulan web perusahaan Apple dibanding perusahaan sejenis adalah visual marketing yang bagus. Dengan menonjolkan unsur visual produk yang simpel dibanding detail tentang piranti yang terbenam di dalamnya, Apple berhasil mengungguli para kompetitornya. Bisnis via media sosial yang baik selalu mengutamakan unsur visual agar mudah diingat dan diidentifikasi oleh para konsumen. 6. Personalized Marketing Ketika Anda menjelajahi arsip video Youtube, seringkali Anda mendapati saran video yang sesuai

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

dengan keinginan Anda. Ini disebut dengan personalized marketing, atau membuat transaksi virtual semakin personal dengan menawarkan barangbarang yang sering dibeli konsumen. Pebisnis ulung wajib memanfaatkan

printinghub.org

kesempatan ini untuk memperoleh loyalitas yang tinggi dari para konsumen.

48


T I P S

7. Search Engine Optimization (SEO) SEO merupakan serangkaian proses sistematis guna meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu. Hal ini dilakukan untuk menempatkan suatu situs di posisi teratas, atau setidaknya pada halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci yang ditargetkan. SEO juga menjadi salah satu strategi penting dalam promosi bisnis lewat media sosial. SEO dalam promosi via media sosial dapat dilakukan dengan cara-cara seperti membuat update status yang banyak dicari orang, dan membuat nama akun yang meyakinkan dan banyak dicari, misalnya Juragan Kaos, Reseller Kerudung Terbaik, atau Jual Sepatu Murah. “Keuntungannya, akun kita akan berada di atas jadi otomatis akan diklik orang dan kemudian melihat barang yang dijual,� terang Iqbal. 49

sunshinecoastseo.com

Sebelum menjalankan strategi-strategi di atas, bekal pertama pebisnis tentu saja adalah menentukan pasar atau segmen yang akan disasar oleh suatu produk. Selanjutnya barulah pebisnis mencoba untuk mengenali kecenderungan konsumen dalam menggunakan media sosial. Misalnya, paling tidak pebisnis dapat mengidentifikasi waktu-waktu yang paling banyak digunakan untuk mengakses media sosial sehingga dapat memilih waktu yang efektif VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

untuk melancarkan promosi. Ada banyak kemudahan yang ditawarkan media sosial, kenapa tidak dimanfaatkan sebagai peluang? Manfaatkan peluang-peluang kecil di sekitar Anda untuk terus berkembang! [CN/FRD/RFK/CRTV]

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

50


H A LAMAN P E S AN

UrbanQurban: Era Baru Kurban Masyarakat Urban

tamanilmusekebuluhbandung.files.wordpress.com

51

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


H A LAMAN P E S AN

Kebangkrutan merupakan risiko utama setiap pengusaha. Muhammad Maula Nurudin Alhaq, mahasiswa D4 Kewirausahaan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB), yang telah acapkali buka-tutup usaha, tahu betul pengalaman tersebut. Setelah menjadi Juara 2 Nasional “Mandiri Bersama Mandiri� (MBM) Challenge Bank Mandiri Kategori Industri Kreatif 2012, kali ini Maula, begitu ia biasa disapa, ingin berbagi cerita mengenai UrbanQurban – bisnis start up yang sukses menggabungkan konsep pemberdayaan lokal dan branding m1.behance.net inovatif. VOL. 17\ FEBRUARI 2014

52


H A LAMAN P E S AN

lh6.ggpht.com

Solusi Kurban Kaum Urban Kurban merupakan salah satu ibadah utama bagi umat muslim yang mampu menunaikannya. Ibadah yang dilaksanakan rutin tiap tahun ini mendorong umat Islam menyembelih hewan kurban untuk dibagikan kepada yang berhak. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar

53

di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar di bidang jasa penyembelihan hewan kurban. Terlebih mengingat tingginya pertambahan area urban dengan ritme hidup padat

penghuninya yang terkenal tidak mau repot. UrbanQurban digagas sejak awal tahun 2011 oleh Fahry Yanuar Rahman bersama Maula dengan tujuan membantu peternak lokal mengembangkan usaha serta mempermudah kaum urban untuk berkurban. Meski sempat mengalami VOL. 17\ FEBRUARI 2014


H A LAMAN P E S AN

berbagai kendala baik dari segi modal hingga realisasi ide di awal pembentukan, UrbanQurban berhasil terwujud setahun kemudian melalui join project tiga perusahaan kreatif yakni D!YOURS, Badr Interactive, dan TWIP Studio.

Selain keunikan tersebut, UrbanQurban turut hadir dalam aplikasi Android yang bebas diunduh melalui Google Play. Pada aplikasi virtual tersebut, pemain dapat merawat, memandikan, memberikan makan, hingga mengajak kambing Pada eksekusinya, UrbanQurban bermain. Adanya ajang terbaru memiliki dua unique selling point. di aplikasi dengan nama Fram Pertama, kemudahan berkurban, yakni Rush ini mengajak pemain untuk cukup dengan mengakses situs www. mengumpulkan banyak poin. Jika urbanqurban.com. Kedua, aplikasi telah mencapai jumlah tertentu, Android sebagai media advertensi. poin tersebut dapat ditukar dengan Kemudahan proses transaksi terbagi berbagai suplemen, makanan, dan alat atas tiga tahapan; memilih hewan, kebersihan kambing. mengisi data diri, dan pembayaran. Tersedianya ilustrasi hewan kurban Inovasi Tiada Henti serta fasilitas transaksi dengan akun Semenjak diliput berbagai media PayPal semakin mempermudah proses nasional seperti Yahoo!, Kompas.com, pemesanan hewan kurban. Metro TV, Global TV, dan TV One, VOL. 17\ FEBRUARI 2014

54


H A LAMAN P E S AN

“Saat SMP, saya juga pernah buka usaha konveksi. Ketika di SMA, saya buka usaha makanan, jualan burger. Sejak dulu passion saya memang entrepreneurship, tapi anehnya saya ambil jurusan Desain Komunikasi Visual di Politeknik Negeri Jakarta sebelum masuk SBM-ITB. Dulu saya menganggap ilmu bisnis bisa dipelajari sambil jalan” – Muhammad Maula Nurudin Alhaq – UrbanQurban kian dikenal masyarakat Indonesia. Hal tersebut menuntut UrbanQurban untuk berbenah diri terhadap sistem manajerial agar mampu memenuhi permintaan yang melejit tinggi. Beberapa perubahan pun dilakukan UrbanQurban, di antaranya peningkatan hubungan kerjasama dengan peternak lokal serta perubahan prosedur standar

55

operasional pada sistem transaksi dan pengiriman daging kurban. Dampaknya, UrbanQurban berhasil memenuhi pesanan hingga 198 ekor kambing dan tiga ekor sapi dengan jangkauan pelayanan di seluruh Indonesia. Selain itu, layanan live streaming pada proses pemotongan hewan kurban juga turut tersedia demi

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


H A LAMAN P E S AN

menjaga kepercayaan pelanggan. Proses pendistribusian daging kurban dilakukan dengan profesional dan tetap terjamin kesegarannya ketika sampai ke lokasi pelanggan. Menikmati Proses, Menuai Hasil Kesuksesan Maula kini bukan datang tiba-tiba. Sejak kecil, ia memang telah menunjukkan ketertarikan pada dunia entrepreneur. Usaha pertamanya adalah rumah hantu yang dijalankannya ketika masih duduk di bangku SD. “Waktu itu, saya hanya modal perabotan rumah untuk dibentuk terowongan dan adik-adik yang jadi hantu bohongan. Anak-anak tetangga, saya suruh coba masuk, tarifnya Rp 500,� kenang Maula. “Saat SMP, saya juga pernah buka m1.behance.net usaha konveksi. Ketika di SMA, saya VOL. 17\ FEBRUARI 2014

56


H A LAMAN P E S AN

buka usaha makanan, jualan burger. Sejak dulu passion saya memang entrepreneurship, tapi anehnya saya ambil jurusan Desain Komunikasi Visual di Politeknik Negeri Jakarta sebelum masuk SBM-ITB. Dulu saya menganggap ilmu bisnis bisa dipelajari sambil jalan,� ucapnya lebih lanjut. Seiring bertambahnya pengalaman, Maula menyadari pentingnya mempelajari prinsip bisnis sebagai bekal mendirikan usaha yang berkelanjutan. Mempelajari ilmu dan prinsip bisnis lebih dalam merupakan alasan utamanya melanjutkan kuliah di SBM–ITB. Meski demikian, menurutnya hal tersebut sebenarnya bisa juga dipelajari melalui komunitas, seminar kewirausahaan, dan mentoring bisnis m1.behance.net dari mereka yang berpengalaman. 57

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


H A LAMAN P E S AN

Perbedaannya hanya pada kedalaman ilmu yang dipelajari.

tambahnya.

Bagaimana dengan Anda? Semoga Jika tidak memiliki latar belakang kisah Maula di atas bisa menjadi bisnis dan modal tetapi ingin inspirasi bagi Anda yang akan memulai berwirausaha, menjadi reseller dengan usaha, ya. Ingat, persiapan dan menjual produk orang lain merupakan konsistensi adalah salah satu kunci upaya sederhana yang patut dicoba. keberhasilan memulai usaha. Selamat Demikian disampaikan Maula ketika berusaha! [CN/LIN/AGG]^^ ditanya seputar tip memulai usaha. “Lama kelamaan, dasar ilmu bisnis Follow: @maulaozier akan didapat. Mental pengusaha www.urbanqurban.com pun akan terbentuk kemudian,�

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

58


I N S P I R E

Jogja Tokusatsu: Dari Kecintaan Tokusatsu Sampai Jadi Bisnis Nasional Berbisnis sejak kuliah? Mengapa tidak? Memiliki usaha sejak dini tentu membutuhkan persiapan matang seperti rencana bisnis, strategi pemasaran, dan manajemen sumber daya. Meski demikian, latar belakang pendidikan bisnis bukanlah tolok ukur keberhasilan sebuah usaha. 59

Nawa Rie Eda, pendiri production house Jogja Tokusatsu (JToku) membuktikan kombinasi unik antara kreativitas dan kegigihan sebagai resep sukses di dunia entrepreneur. Hal tersebut tampak dalam prestasi JToku yang mampu menembus pasar VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I N S P I R E

Berawal dari Tugas Akhir Sejak kecil, Nawa telah tertarik dengan dunia visual dan desain karakter superhero Jepang yang lebih dikenal dengan istilah tokusatsu. Kecintaan tersebut mendorong Nawa untuk mengambil tugas akhir bertema desain karakter superhero lokal pada studinya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2004. Dengan latar belakang pendidikan desain komunikasi visual dan kriya, ia berharap dapat menciptakan superhero Indonesia yang mampu menarik khayalak umum dan diminati berbagai kalangan. Pada tahun tersebut, Nawa yang

rumahpintarkendal.files.wordpress.com juga aktif dalam komunitas pecinta

internasional sejak 2011, terpilih sebagai salah satu pemenang dalam “Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2012�, serta berhasil unjuk karya dalam pameran komik dan video games bergengsi “San Diego ComicCon 2013� di Amerika Serikat.

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

kebudayaan Jepang turut tergerak untuk membentuk komunitas tokusatsu yang erat kaitannya dengan dunia karakter di negeri matahari terbit tersebut. Selang beberapa waktu, terbentuklah JToku sebagai wadah kreatif penggemar tokusatsu dan costume play (cosplay) pertama di 60


I N S P I R E

Yogyakarta. JToku aktif berpartisipasi dalam berbagai perlombaan sejak awal berdiri. Mereka mendanai kegiatannya dari laba hasil penjualan pernak-pernik anime di berbagai acara komunitas kebudayaan Jepang yang mereka ikuti. Dalam setahun, Nawa bersama teman-temannya berhasil mendapat keuntungan yang terbilang cukup. Mereka juga mulai dikenal masyarakat umum. Respon positif tersebut berpengaruh terhadap naiknya permintaan cosplay di berbagai daerah. Hal tersebut mendorong JToku berganti status menjadi production house di bulan April 2005. Sejak itu, JToku terus berbenah dan berinovasi dalam pemasaran dan produksi. Pembenahan struktur dan standar produk dilakukan sebagai upaya Jtoku menjaga kepuasan dan kualitas produk bagi pelanggannya. Pada 2008, JToku tampil lebih profesional, terstruktur, serta terbagi dalam tiga divisi utama yakni divisi kostum, film, dan video. 61

Divisi kostum bertanggung jawab atas pembuatan properti dan kostum. Divisi film bertanggung jawab dalam produksi video, web serial, film, dan iklan. Sedangkan divisi studio

jtoku.blogspot.com

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I N S P I R E

menangani berbagai kegiatan kreatif dalam proses realisasi ide agar siap dipasarkan. Selain bergerak di industri kreatif pembuatan kostum, JToku juga aktif dalam menciptakan karakter orisinal. Beberapa karakter unik seperti Pocongman, Borneo-Man, Gunturbot, Ksatriabaja Ammar, dan Ksatria Arahat merupakan hasil karya mereka. Hasil karya ini dapat ditilik dalam bentuk web series di akun jejaring sosial Jtoku. Pembuatan film dalam bentuk web series terbukti ampuh sebagai strategi pemasaran untuk menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus menaikkan profit. Sejak munculnya divisi film, eksistensi JToku kian meningkat dan berhasil menjangkau pasar luar negeri. Antara Kuliah, Kerja, dan Komunitas Meski tidak memiliki latar belakang bisnis, Nawa cukup mengetahui dunia usaha melalui pengalamannya bekerja paruh waktu. Pekerjaan ini ia VOL. 17\ FEBRUARI 2014

lakoni untuk menunjang biaya kuliah. Aktivitas di luar kampus tersebut membentuk Nawa menjadi pribadi yang tekun, gigih, juga ramah. Meski lulus melebihi masa studi empat

jtoku.blogspot.com

62


I N S P I R E

“Pekalah terhadap lingkungan sekitar. Indonesia adalah negara besar yang kaya-raya. Segalanya sudah ada di sini. Apapun bisa dikembangkan jika kita peduli dan mau kreatif terhadap hal-hal di sekeliling kita.” – Nawa – tahun, Nawa yakin kesuksesan sarjana bukan berdasarkan kuantitas masa studi, melainkan kualitas. “Yang penting kita sudah punya study plan yang jelas sejak awal. Karena ISI mengharuskan mahasiswa mengikuti magang, dulu saya menggunakan kesempatan tersebut untuk cari banyak pengalaman di dunia konveksi. Ternyata memang berguna di kehidupan nyata,” terang Nawa. JToku yang pada awalnya hanya berbentuk komunitas, kini berhasil 63

berkembang menjadi production house berkat kerja keras dan komitmen yang kuat. Sampai saat ini, JToku terus belajar dari pengalaman dan dari berbagai referensi untuk tetap kreatif dan inovatif. Penerapan tersebut diaplikasikan dengan penggunaan bahan daur ulang dalam membuat produk. Hasilnya, bahan daur ulang seperti spons maupun sandal mampu diolah sebagai bahan dasar pembuatan kostum monster pada film webseries Jtoku. Tentu saja tanpa menurunkan kualitas. VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I N S P I R E

sekeliling kita,� ujar Nawa mantap. Bagi Anda, khususnya mahasiswa yang bercita-cita membuka bisnis, Nawa membagi tipnya. “Pekalah terhadap lingkungan sekitar. Indonesia adalah negara besar yang kaya-raya. Segalanya sudah ada di sini. Apapun bisa dikembangkan jika kita peduli dan mau kreatif terhadap hal-hal di

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Penasaran dengan usaha JToku? Anda dapat mengetahui lebih jauh dengan membuka fanpage Facebook JToku Indonesia atau tonton web series-nya di www.youtube.com/jtokufilm. Maju terus, Superhero Indonesia! [CN/LIN/ AGG] ^^

64


T I P S

Tips Mengembangkan Usaha Rumahan Pernahkah Anda menonton sebuah acara reality show di salah satu saluran TV swasta tentang para pegawai yang ingin menjadi wirausaha? Lantas, apakah Anda pernah berpikir hal yang sama pada diri Anda? Mengubah jalan hidup dengan menjadi seorang wirausaha sejati? Jangan terlalu berpikir muluk untuk langsung menjadi pengusaha besar dan memperoleh laba yang banyak. Membuka usaha bukan melulu soal uang dan mendapatkan keuntungan. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui untuk menjadi seorang

65

wirausaha sukses. Anda bisa mulai membuka usaha dari hal sederhana dan diawali dengan menjalankan usaha rumahan.

“A business that makes nothing but money is a poor business.” – Henry Ford – Bahkan, usaha rumahan dinilai akan lebih tahan krisis ekonomi daripada perusahaan besar. Hal tersebut

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

opiniononsports.com

diungkapkan Dhyah Setyorini S.E., M.Si, staf pengajar Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ingin mencoba menjalankan usaha rumahan? Yuk, simak hal apa saja yang perlu

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

dilakukan untuk mengembangkan usaha rumahan. 1. Motivasi tinggi Motivasi ingin melangkahkan kaki ke dalam dunia wirausaha sudah jelas.

66


T I P S

opiniononsports.com

organize4results.com

“Selain kaya, pasti juga ingin bebas secara finansial. Jadi keuangan kita tidak bergantung pada perusahaan,” jelas Rini, sapaan akrabnya. Apabila Anda sudah memiliki keinginan kuat untuk menjadi wirausaha, tentu akan ada jalan untuk meraihnya,” ujarnya menambahkan.

banyak kendala dan risiko yang harus dihadapi sebagai wirausahawan. Tidak jarang pula yang “banting setir” berwirausaha pada bidang lain,” tukasnya. Bisa jadi, Anda perlu usaha beberapa kali dulu sebelum menuai kesuksesan. Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran.

2. Jangan Menyerah Rini yang juga merupakan seorang pengusaha batik, mengatakan bahwa menjadi pengusaha sukses berarti harus tahan banting. Sukses yang kini dicapainya diawali dengan berbagai macam halangan. “Singkat kata,

3. Tentukan Target Sasaran Berwirausaha memang membebaskan kita dalam memutuskan barang apa yang akan kita jual atau diproduksi sebagai komoditas. Namun mengingat sifat usaha yang masih rumahan, ada baiknya untuk mencari potensi

67

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

alabamaconnection.org

alabamaconnection.org

terbesar sebagai “lahan� usaha kita. Misalnya, Jogja dengan potensi generasi muda dan pelajarnya yang jamak, bisa menjadi sasaran konsumen dalam usaha yang akan dijalankan. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pengelolaan usaha dengan baik.

halnya yang Rini lakukan, ia menyadari bahwa potensi usahanya tidak hanya di kawasan Jogja, tetapi juga dapat merambah ke wilayah lain. “Maka saya mencoba ikut pameran karena saya rasa itu sangat bermanfaat. Selain memamerkan produk, juga bisa memperluas pasar melalui pelangganpelanggan yang berasal dari luar 4. Terus Lebarkan Sayap Jawa,� jelas wanita yang telah Jika sudah merasa usaha pertama memiliki pelanggan tetap dari Jepang Anda memiliki prospek bagus, langkah tersebut. apa yang harus dilakukan selanjutnya? Sudah tentu, perluas usaha dengan 5. Selalu Sabar inovasi produk baru atau mencoba Hal yang terpenting dalam mencapai bermain pada bidang lain. Seperti sesuatu adalah proses yang dijalani. VOL. 17\ FEBRUARI 2014

68


T I P S

Sebuah proses tentunya membutuhkan waktu yang tidak pendek. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang wirausaha yang sukses harus diimbangi dengan berdoa dalam menjalankan usaha serta sabar. Melalui kesabaran dan analisis yang matang pada pasar, Anda akan menekan risiko yang bisa saja menjegal usaha Anda. “Menjadi wirausaha jangan hanya mengutamakan keuntungan, harus sabar, jangan terburu-buru,� katanya mengingatkan. Jangan menunggu hari esok untuk memulai berwirausaha. Semoga tip di atas bermanfaat ya. Sukses selalu untuk Anda! [CN/OCH/VIN/CRTV]

69

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

Berburu Beasiswa Kewirausahaan

blsciblogs.baruch.cuny.edu

Banyak orang takut berwirausaha karena merasa tak punya modal, tak punya keterampilan dan pengalaman, atau bahkan tak punya rekan yang VOL. 17\ FEBRUARI 2014

bersedia mendukung. Selalu ada jalan bagi Anda yang mau terus bertekad dan berusaha. Tak perlu ragu berwirausaha karena ada banyak pihak 70


T I P S

yang siap membantu Anda, termasuk dalam memberikan beasiswa. Tak tanggung-tanggung, sejumlah beasiswa berasal dari perusahaan besar atau dari pengusaha ternama. Tak hanya memperoleh bantuan modal, beberapa beasiswa juga memberikan bimbingan dalam mengembangkan usaha Anda. Tertarik memburu beasiswa kewirausahaan? Anda dapat mencoba salah satu di antara beberapa tawaran beasiswa berikut ini! 1.Beasiswa Karya Salemba Empat Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) didirikan pada 1998 oleh beberapa alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI), yang peduli pada situasi pasca krisis ekonomi di Indonesia. Sederhana saja ide yang mereka gulirkan, yakni membantu mahasiswa tidak mampu dengan bantuan finansial berupa beasiswa. Syarat untuk penerima beasiswa reguler adalah mahasiswa S1 71

Foto: Istimewa

yang memiliki kesulitan finansial. Sedangkan syarat untuk program kewirausahaan sosial yakni memiliki minat di bidang kewirausahaan, baik usahanya masih dalam tahap rencana, sedang dirintis, atau sudah berjalan. Usaha tersebut harus memberikan

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

manfaat bagi masyarakat secara sosial dan ekonomi.

Entrepreneur Development Scholarship for Youth Program (MRUF ENVOY Program) dan Beasiswa Wirausaha Penerima beasiswa kewirausahaan Mahasiswa. MRUF ENVOY Program sosial akan memperoleh tunjangan merupakan program beasiswa bagi sebesar Rp 600.000 per bulan beserta mahasiswa yang pernah atau sedang pembinaan dan pendampingan. Jika berwirausaha. Penerima beasiswa memungkinkan, usaha Anda juga akan juga akan memperoleh pelatihan dan difasilitasi permodalan oleh donatur bimbingan untuk merealisasikan dan KSE. mengembangkan usaha. Informasi: www.karyasalemba4.org 2. Beasiswa Mien R. Uno Foundation Melalui yayasan yang didirikannya ini, pakar etika dan pendidikan Mien R. Uno turut andil dalam memberikan beasiswa kewirausahaan bagi mahasiswa. Yayasan ini memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri dengan cara memberikan investasi kepada generasi muda. Program beasiswa yang ditawarkan yaitu Mien R. Uno Foundation VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Foto: Istimewa

72


T I P S

Foto: Istimewa

Sedangkan Beasiswa Wirausaha Mahasiswa ditujukan kepada generasi muda yang tidak mampu untuk dapat duduk di bangku kuliah sekaligus ingin menjadi wirausaha. Beasiswa meliputi biaya pendidikan S1 dan bantuan untuk dapat mandiri sebagai wirausaha. Informasi: www.mruf.org

73

3. BUTIK CIMB Niaga Sebagai bentuk kontribusi terhadap pendidikan dan pengembangan ekonomi kreatif, CIMB Niaga bekerjasama dengan Kemdikbud RI juga menawarkan Program Beasiswa Unggulan Teknologi Industri Kreatif (BUTIK). Program ini dilatarbelakangi keprihatinan atas tingginya angka

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


T I P S

Foto: Istimewa

pengangguran yang disebabkan oleh kurangnya inisiatif pemuda untuk menciptakan lapangan kerja. Dengan adanya bantuan beasiswa, diharapkan akan muncul pelaku usaha dari generasi muda yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Beasiswa meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dan subsidi modal usaha dan menyasar mahasiswa yang sudah memiliki usaha aktif minimal 6 bulan. Usaha atau bisnis yang dijalankan harus memiliki orientasi untuk memberikan solusi bagi masalah sosial dan lingkungan. Selain itu, persyaratan lainnya adalah mampu memberikan

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

rencana pengembangan usaha yang kreatif, berkesinambungan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemohon tidak diperbolehkan mengajukan beasiswa bila telah menerima beasiswa dari institusi lain. Informasi: www.scholarship.cimbniaga. com 4. Program Mahasiswa Wirausaha (PWM) DIKTI Masih untuk mahasiswa, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) menawarkan Program Wirausaha Mahasiswa yang akan memberikan modal hingga Rp 8.000.000 kepada mahasiswa wirausaha terpilih. PMW

74


T I P S

bertujuan untuk menanamkan jiwa berwirausaha, kelayakan usaha, dan kewirausahaan kepada mahasiswa soft skill. Seleksi dilakukan oleh tim sehingga dapat mengubah mindset profesional yang terdiri dari unsur dari pencari perguruan tinggi, kerja (jobseeker) pengusaha, dan menjadi pencipta perbankan. Selalu ada jalan bila Anda lapangan kerja menolak untuk menyerah. (job creator). Informasi: www. – Anonim – dikti.go.id Program ini ditujukan bagi Selalu ada jalan mahasiswa S1 yang telah menempuh bila Anda menolak untuk menyerah. tiga semester (60 SKS). Calon penerima Terus semangat dan semoga berhasil! beasiswa harus mengikuti seleksi [CN/RFK/CRTV]^^ yang meliputi aspek minat, motivasi

75

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I N S P I R E

Papercraft: Alternatif Usaha Unik nan Kreatif Wirausaha atau entrepreneur selama ini selalu menjadi alternatif lapangan pekerjaan selain kerja kantoran. Namun, jika diberi pertanyaan “usaha apa yang akan Anda bangun?�, jawaban apa yang akan Anda berikan? Artikel ini mungkin bisa menjadi salah satu referensi Anda dalam menentukan usaha. Mari simak! Sesuai dengan julukannya sebagai negara yang dipenuhi orang kreatif, Indonesia memiliki banyak usaha unik. Salah satunya adalah usaha papercraft yang dilakukan oleh Paper Replika. Papercraft adalah seni membuat VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Foto: Istimewa

76


I N S P I R E

publisher khusus papercraft miliknya sendiri. “Saya sudah mendesain pola sejak sekolah menengah pertama. Namun saat kuliah di teknik arsitektur sempat vakum. Tahun 2004, saya kembali ke dunia paper model dengan menerbitkan buku pola papercraft bersama sebuah majalah,� jelas desainer website paper-replika.com ini. Modal dan Prospek Jika Anda tertarik dan ingin menjalankan usaha serupa, ternyata Foto: Istimewa modal yang dibutuhkan tidak besar. objek tertentu berbahan dasar kertas. Berdasarkan penuturan Julius, Kegiatan ini bisa dibilang merupakan kreativitas dalam menghasilkan karya menjadi poin terpenting. Untuk pengembangan dari permainan penyediaan modal awal, Anda bisa origami tetapi lebih menyerupai bekerjasama dengan pihak lain atau bentuk asli objek. Origami hanya mencari partner. Ia pun menceritakan, melipat kertas, sedangkan papercraft “awalnya usaha ini saya kerjakan memungkinkan visualisasi yang lebih sendiri. Namun sekarang sudah nyata karena pola dan gambar objek memiliki satu asisten yang membantu dicetak di atas bahan kertas. memperbarui model di web. Saat ini, bersama beberapa teman, saya juga Berawal dari hobi paper model saat sekolah dasar, kini papercraft designer menjual alat-alat papercraft.� Melalui paper-replika.com, Julius Julius Perdana telah memiliki online 77

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I N S P I R E

internasional. Julius meyakini adanya angin segar bagi prospek bisnis ini. Selain bisnis publisher, masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dari papercraft, di antaranya penerbitan buku pola, kursus atau workshop, pun sampai pada pembuatan mobile application. Karena perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, pasar yang bisa dirambah pun tidak hanya berskala lokal, tetapi Foto: Istimewa juga internasional. Di sisi lain, Julius membenarkan bahwa pasang surut menyediakan pola-pola yang dapat usaha tetap akan ada. Oleh karena diakses secara gratis bagi para itu, pengembangan kreativitas dan pengunjung. Dari sini, penghasilan adaptasi mutlak dilakukan. yang berasal dari iklan diakuinya   cukup besar dan mampu melebihi Peluang Pasar website pertamanya, penjual pola papercraft. Melihat potensi ini, usaha Dengan semakin berkembangnya yang dilakoninya pun difokuskan pada pasar, Julius memprediksi, di masa depan usaha serupa akan banyak online publisher, bukan lagi sebagai penjual pola. Di samping penghasilan bermunculan. Kompetisi yang akan terjadi pun ia sinyalir lebih ketat. tetap dari iklan, ada pula pemasukan Namun, peluang usaha akan tetap ada lain, misalnya pesanan khusus dari penerbit atau perusahaan nasional dan jika pengusaha bisa mencari celah. VOL. 17\ FEBRUARI 2014

78


I N S P I R E

Buktinya, dalam kolom guestbook terlalu sibuk. “Karena ini usaha situs paper-replika.com, banyak pribadi, pembuatannya bisa pengunjung yang meninggalkan disesuaikan dengan mood. Poin yang komentar-komentar permintaan. harus tetap diperhatikan adalah Tak hanya permintaan spesifikasi waktu, agar desain dapat terproduksi model, tetapi juga kerjasama baik secara konsisten,� lanjutnya. lokal maupun internasional. Hal ini menunjukkan bahwa usaha papercraft Pemasaran papercraft sebenarnya telah memiliki pasar dapat dilakukan dan peminatnya melalui banyak sendiri. media. Namun, Kreativitas dalam Terkait hambatan, karena fokus diakuinya tidak usahanya sebagai menghasilkan terlalu banyak online publisher, karya menjadi poin masalah yang Julius banyak terpenting. muncul. Hanya saja, memanfaatkan – Anonim – waktu terkadang dunia maya sebagai menjadi kendala media pemasaran dalam proses utama. Di samping produksi karena website, ia pun butuh waktu paling tidak seminggu memanfaatkan media sosial seperti untuk menghasilkan desain yang Facebook dan Youtube sebagai bagus. Inilah yang menyebabkan pemasar. paper-replika.com hanya bisa Julius tak lupa menawarkan beberapa mengunduh satu pola tiap minggunya. masukan bagi Anda yang tertarik Meski demikian, Julius menyatakan dengan bisnis ini. Salah satunya tidak bahwa dinamika bisnis ini tidaklah putus asa. Menurutnya, hal-hal besar 79

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


I N S P I R E

selalu dimulai dari hal kecil. Mulailah dan lakukan sesuatu agar usaha dapat dirintis. Selain itu, teruslah berkreasi dan berinovasi karena keberhasilan itu relatif dan perjalanan menuju kesuksesan merupakan langkah yang panjang. Nah, bagaimana menurut Anda? Sudahkah tulisan ini menambah satu lagi pengetahuan Anda tentang usaha unik nan kreatif? Semoga Anda dapat terus berinovasi dan mengembangkan diri. Jangan patah semangat dan tetap berusaha! [CN/DN/DMS] ^^

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

80


BOOK REVIEW

Dok. Redaksi

81

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


BOOK REVIEW

Berbisnis Tak Perlu Menunggu Mapan

Membuka usaha memang butuh keberanian. Tidak hanya sekadar mengikuti tren bisnis, perhitungan matang juga sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian yang bisa muncul tanpa terduga. Dalam berbisnis, langkah awal yang harus dilakukan adalah membuka usaha itu sendiri. Namun sebelum membuka usaha, ada hal lain yang juga tak kalah

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

Judul Buku Cracking Entrepreneurs (Inilah Para Crackers Lokal yang Tak Ada Matinya!) Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Penulis Rhenald Kasali Tebal 298 halaman Tahun terbit 2012 pentingnya yaitu mencari ide bisnis yang akan dijalankan. Tak perlu bingung saat menentukan ide untuk berbisnis karena Anda tidak perlu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Anda hanya perlu menyegarkan industri yang sudah ada dengan inovasi dan kreativitas. Jiwa seorang entrepreneur dapat melihat

82


BOOK REVIEW

Meski dalam keterbatasan, sangat penting untuk terus menjadi pengusaha yang produktif dan tidak hanya diam di tempat. kesempatan dari berbagai celah dan mengubahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan melalui kreativitas. Dalam buku ini, Rhenald Kasali ingin menunjukkan, berwirausaha tidak perlu menunggu kehidupan mapan. Dengan kondisi terjepit pun, ke-19 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkisah di buku ini terbukti mampu melawan belenggu yang melilit. Bahkan mereka berhasil meraih keuntungan yang tak sedikit. Sebut saja Sanin, sang pengusaha garam yang semula hanya seorang tukang becak. Ia merasa daerah asalnya memiliki potensi besar untuk bisnis pembuatan garam. Juga Kiki Gumelar yang secara tidak sengaja mencelupkan dodol garut ke dalam

83

cairan cokelat yang ternyata menjadi kisah awal kesuksesannya. Selain mereka, 17 kisah inspiratif lainnya turut memberi gambaran kepada pembaca bahwa ide usaha bisa datang dari mana saja. Dengan kerja keras, kreativitas, serta inovasi, kesuksesan akan diraih hingga menjadi yang terdepan dari pengusaha serupa di wilayahnya. Di samping itu, dalam usaha kecil, Anda sendiri yang akan menjadi penentu sukses tidaknya bisnis yang dijalankan. Meski dalam keterbatasan, sangat penting untuk terus menjadi pengusaha yang produktif dan tidak hanya diam di tempat. Agar tidak stagnan, Anda harus punya keberanian untuk berubah. Inovasi produk, cara

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


BOOK REVIEW

produksi, dan juga manajemen sangat diperlukan untuk kemajuan usaha. Bila saat ini Anda sedang berpikir untuk memulai bisnis, tidak ada salahnya Anda membaca buku ini. Anda akan memperoleh inspirasi berharga dari kisah-kisah yang telah dipilih sang penulis, Rhenald Kasali. Tidak perlu ragu memulai usaha, manfaatkan setiap kesempatan yang datang, terus produktif dan kerja keras, lakukan inovasi, serta jangan mudah putus asa bila masalah menimpa. Hampir semua pengusaha yang dikisahkan dalam buku ini pernah mengalami masalah besar yang menimpa bisnis mereka. Namun masalah itu tidak menghambat mereka untuk terus berlari gesit meraih kesuksesan.

tersebut. Memang quote Rhenald tidak terlalu panjang, hanya berkisar satu atau bahkan setengah halaman. Sayangnya, catatan itu disisipkan di antara halaman-halaman yang menceritakan kisah para pengusaha. Ini menyebabkan konsentrasi pembaca terpecah karena harus membaca dua hal sekaligus yakni kisah si pengusaha dan juga quote penulis. Meski begitu, penulis telah mampu menampilkan sejarah, perjalanan bisnis, dan solusi guna mengatasi hambatan para ‘crackers’ dengan cukup detail. Buku ini memberi pengetahuan dan inspirasi berharga bagi Anda yang tertarik dengan dunia bisnis, apalagi bagi Anda yang tengah bingung untuk menentukan ide bisnis. Dengan bahasa ringan, pembaca dapat ikut terbawa dan merasakan apa yang dialami sang pengusaha.

Dalam setiap kisah inspiratif, Rhenald Kasali memberikan quote mengenai bisnis yang dijalankan sang pengusaha. Andakah Crackers Indonesia Quote ini menggarisbawahi halberikutnya? [CN/AR/CRTV] hal penting dan menarik dari cerita VOL. 17\ FEBRUARI 2014

84


FILM REVIEW

5 Film Wirausaha Wajib Tonton

Foto: Istimewa

Apa saja yang sudah Anda persiapkan untuk berwirausaha? Mungkin saat ini Anda sudah memiliki modal. Anda mungkin juga sudah membaca bukubuku bisnis dan berkonsultasi dengan para ahli bisnis. Sebelum memulai berwirausaha, tak ada salahnya menonton film-film yang kami

85

sarankan berikut untuk memberikan gambaran lain mengenai keterampilan berwirausaha. Bagi Anda yang sudah menjalankan usaha, Anda juga dapat meluangkan waktu sejenak untuk memperoleh inspirasi dari film-film berikut.

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


FILM REVIEW

1. Glengarry Glen Ross (1992) Film berlatar waktu selama dua hari ini menyorot empat orang salesman sebuah perusahaan real estate, yakni Shelley Levene (Jack Lemmon), Ricky Roma (Al Pacino), Dave Moss (Ed Harris), dan George Aaronow (Alan Arkin). Hingga suatu hari, pimpinan

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

kantor mereka mendatangkan Blake (Alec Baldwin) untuk memotivasi para karyawan. Blake pun mengumumkan bahwa empat orang salesman tersebut harus berkompetisi memperoleh calon pembeli potensial. Pemenang pertama akan mendapatkan mobil mewah Cadillac

86


FILM REVIEW

Tantangan inilah yang akan membawa Anda penasaran dan mengikuti seluruh film. Tentunya, Anda pun dapat memetik sisi positif dan negatif dari usaha para tokoh dalam melakukan penjualan. 2. The Billionaire (2011) Putus sekolah tetapi berhasil menjadi pengusaha sukses? Itthipat Kulapongvanich telah membuktikannya dengan sukses menjadi pengusaha snack rumput laut di usia muda dan mendirikan Taokaenoi Food & Marketing. Di usia 16 tahun, Itthipat adalah seorang pecandu game online hingga diremehkan oleh guru-gurunya di sekolah. Akan tetapi, dari bermain game online, ternyata ia mampu menghasilkan uang. Keluarganya Foto: Istimewa mengalami kebangkrutan dan ia Eldorado, pemenang kedua akan memulai usaha rumput laut pada usia mendapatkan seperangkat pisau 19 tahun. Produknya kini menjadi steak, sementara sisanya akan dipecat. produk snack rumput laut terlaris di 87

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


FILM REVIEW

Bukan berarti Anda harus putus sekolah untuk meraih kesuksesan. Namun Anda bisa melihat bahwa apapun yang terjadi, seseorang akan meraih sukses bila berani mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan tetap fokus. Perhatikanlah bagaimana metamorfosis seorang Itthipat, dari pecandu game online, hingga menjadi pengusaha sukses. 3. Forrest Gump (1994) Forrest Gump (Tom Hanks) hanya memiliki IQ di bawah rata-rata, yakni 75. Selain itu, ia juga memiliki keterbatasan fisik semasa anak-anak hingga selalu menjadi sasaran ejekan teman-temannya. Di balik semua kelemahannya, Forrest memiliki kemampuan hebat dalam berlari. Berkat niat tulus dan fokus, Forrest dapat melakukan banyak pencapaian Foto: Istimewa dalam hidupnya. Ia memperoleh Thailand. Kisah Itthipat inilah yang penghargaan ketika bergabung diangkat dalam film besutan sutradara dalam perang Vietnam, menjadi atlet Songyos Sugmakanan ini. pingpong, berkontribusi dalam budaya VOL. 17\ FEBRUARI 2014

88


FILM REVIEW

populer, hingga memiliki usaha penangkapan udang yang sukses. Tak ada alasan macam-macam untuk tak mencoba sukses, termasuk bila Anda memiliki kelemahan. Seperti ujar ibunda Forrest Gump dalam film ini: “You have to do the best with what God gave you.� 4. The Social Network (2010) Anda boleh berkata bahwa kesuksesan besar yang dinikmati pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berawal dari ketidaksengajaan manakala ia iseng membuat sebuah situs. Namun, iseng-iseng belaka tentu tak akan menghasilkan apa-apa bila mahasiswa jenius asal Harvard University ini tak berniat mengembangkan situs buatannya. Dalam film yang diangkat dari kisah Foto: Istimewa nyata ini, Mark Zuckerberg diperankan tak selalu berjalan mulus. Ia harus oleh aktor Jesse Eisenberg. Anda dapat mengalami konflik dengan sahabatnya menyaksikan usaha Mark untuk terus sendiri yang turut mendirikan mengembangkan situs jejaring sosial 89

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


FILM REVIEW

Facebook. Selain itu, ia juga harus berhadapan dengan sengketa hukum dan orang-orang yang berniat menjatuhkannya. 5. Pirates of Silicon Valley Mempertahankan ide kreatif atau kesuksesan usaha bisa jadi adalah salah satu tantangan terberat dalam menjalankan usaha. Selalu ada pesaing-pesaing yang siap ‘mencuri’ ide kreatif Anda. Bahkan raksasa teknologi Apple dan Microsoft pun bersaing ketat di masa awal pendirian. Film ini menggambarkan bagaimana Steve Jobs dan Bill Gates kerap ‘mencuri’ ide-ide teknologi pendahulunya untuk kemudian dikembangkan lagi. Prinsip yang selalu mereka anut adalah kalimat Pablo Picasso: “good artists copy, great artist steals”. Terkadang pengusaha Foto: Istimewa memang harus jeli melihat potensi Di film ini pula Anda dapat melihat dari pihak lain dan mencoba untuk bahwa kesuksesan juga dibangun menyempurnakannya. dari pemikiran yang revolusioner

VOL. 17\ FEBRUARI 2014

90


FILM REVIEW

dan keyakinan bahwa usaha Anda akan berhasil di masa depan. Dengan demikian, Anda masih kuat melangkah ketika rintangan melintang. Awali usaha Anda dengan tekad kuat dan kesiapan untuk pantang menyerah. Semoga film-film di atas dapat membantu menguatkan lagi tekad Anda. Selamat menonton! [CN/ RFK/CRTV]

91

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


VOL. 17\ FEBRUARI 2014


Communicating A Network of Successes. COMING SOON IN MAY 10.

VOL. 17\ FEBRUARI 2014


ECC UGM Emagz Careernews Vol 17 Februari 2014