Issuu on Google+

SPECIAL : ROYAL WEDDING - KIRAB PENGANTIN KERATON YOGYAKARTA

The Inflight Magazine of Lion Air

NOVEMBER 2011

VOTE KOMODO DUKUNG MENJADI 7 KEAJAIBAN DUNIA

LITTLE INDIA LINTAS AGAMA & BUDAYA

MONUMEN JAKARTA

TIDAK UNTUK DIBAWA PULANG

SAKSI BISU SEJARAH INDONESIA

LIONMAG NOVEMBER 2011

i


ii

LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011

1


[ CONTENTS ] LIONMAG NOVEMBER 2011

COVER HIT TUGU SELAMAT DATANG LOKASI: BUNDARAN HI - JAKARTA FOTO : MAKHFUDZ SAPPE

Check our Digital Copy @

www.issuu.com/lionmagazine Lionmag Inflight Mag

FOTO: TOTO SANTIKO BUDI

44 MONUMEN JAKARTA DESTINATION

Monas, Tugu Proklamasi, Tugu Pancoran, Patung Tani, Tugu Pembebasan Irian Barat, Tugu Selamat Datang, Patung Pemuda hingga Patung Jenderal Sudirman adalah saksi bisu sejarah Indonesia, dari era kemerdekaan hingga kontemporer. Bersamanya tersimpan kenangan, ironi hingga penderitaan.

2

LIONMAG NOVEMBER 2011

8

NEWS AROUND

10

LEISURE

14

WISDOM IN THE AIR

18

ECONOMIC FILE

22

TRAVELING | BANYUWANGI

26

TRAVELING | ALOR

32

TRAVELING | SINGAPURA

38

DESTINATION | WAJO

60

SPECIAL | ROYAL WEDDING

68

SPECIAL | ISLAM DI SYDNEY

72

GALLERY

76

POSTCARD

86

LADY IN THE AIR


LIONMAG NOVEMBER 2011

3


Contributors

YOUR MAIL kontaklionmag@gmail.com

Dear Lionmag, Saya senang sekali membaca Lionmag, kebetulan saya sering ke luar kota naik Lion Air. Saat saya membaca majalah Lionmag ternyata isinya bervariasi sekali. Melihat foto serta artikelnya terus terang sangat menarik, hanya saja kalau boleh usul, bagaimana jika ditambahkan konten tentang komunitas, berhubung majalah Lionmag termasuk majalah travel dan gaya hidup. Terimakasih. Faisal Hamid - Jakarta.

Dear Faisal, Untuk penambahan konten seputar komunitas memang sudah ada dalam rencana redaksi kami. Hanya saja kami menunggu waktu yang tepat untuk membentuk serta menayangkannya, jadi tunggu saja ya. Terimakasih untuk usulnya.

Campbell Bridge Sehari- hari Campbell Bridge adalah seorang pengacara di Sidney, Australia. Hobinya pada fotografi telah membawanya pada setiap kesempatan di pelosok Asia Tengah, Himalaya, hingga Asia Tenggara. Dia sangat terpesona dengan budaya keramahan penduduk Indonesia. Sejak tahun 2007 telah aktif menulis kisah-kisah perjalanan di Majalah ini.

Salam Redaksi

Dear Lionmag, Saya adalah salah satu orang yang menjadi pelanggan setia Lion Air. Saya seringkali membaca majalah Lionmag yang isinya kaya akan informasi dan inspirasi. Saat saya perhatikan, di majalah Lionmag ada konten Automotive, tentunya sangat menarik sebagai konten yang memberikan informasi terhadap pecinta otomotif. Namun yang saya perhatikan, mengapa isinya hanya mengulas seputar mobil saja, apakah motor tidak termasuk? Terimakasih. Julian - Jakarta

Dear Julian, Sebelumnya terimakasih atas pertanyaannya. Perlu diketahui, untuk konten Automotive sebenarnya tidak hanya mengulas seputar mobil saja, tapi juga beberapa tips seputar otomotif Nah, untuk ulasan tentang motor ditunggu aja. Salam Redaksi

4

LIONMAG NOVEMBER 2011

Paul I. Zacharia

Yusuf Ahmad

Penggemar foto dan travel ini belajar memotret sejak usia 10 tahun, dan acap menjadi juri lomba foto lokal dan nasional sejak 1987. Sebagai fellow perdana di Indonesia dari lembaga fotografi Royal Photographic Society, Inggris, ia kerap menulis di media nasional.

Fotografer jurnalistik, alumni Jurnalistik Universitas Hasanuddin, Makassar. Memulai karier fotografi tahun 1998 di Harian Fajar, Makassar. Menjadi Editor Foto Harian Tribun Timur Makassar selama tiga tahun. Bergabung dengan Kantor Berita Reuters tahun 2003 hingga sekarang.

Latifah Zaid Nahdi Wanita asal Surakarta memiliki ketertarikan di bidang fotografi, traveling, dan dunia perfilman. Saat ini Bergiat di Komunitas Lubang Jarum Yogyakarta (KLJ), Biennale Jogja X 2009, Jogjakarta, Indonesia, Jogjakarta – NETPAC Asian Film Festival, Yogyakarta.


LIONMAG NOVEMBER 2011

5


COCKPIT’S NOTE PRESIDENT DIRECTOR Rusdi Kirana DIRECTOR OF PRODUCTION Capt. Ertata Lananggalih DIRECTOR OF OPERATION Capt. Adi Widjajanto DIRECTOR OF TECHNICS Romdani DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan

SELAMAT DATANG ARMADA LION AIR Boeing 737-900 ER Ke-51 Penumpang yang berbahagia, kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi udara terus meningkat. Bukan hanya dari sisi tuntutan kualitas armada pesawatnya saja tapi juga mutu pelayanan. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan baik dari sisi sumber daya manusia maupun armada pesawat yang kami gunakan. Di bulan September lalu kami menerima pesawat Boeing 737-900ER yang ke-50 langsung dari pabrik Boeing di Seattle, USA. Dan baru-baru ini, pada pertengahan Oktober pesawat ke-51 telah kami terima dari total pesanan sebanyak 178 unit. Dengan penambahan dan peremajaan pesawat baru ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan. Sehingga kami bisa menjadi jembatan udara yang dapat memberi rasa aman dan nyaman kepada seluruh penumpang. Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H dan sekaligus selamat Tahun Baru Hijriyah 1433 H. Selamat menikmati penerbangan Anda. Salam, Rusdi Kirana President Director

DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait GM SALES & MARKETING Rudy Lumingkewas GM SERVICE Ari Azhari

PUBLISHER & EDITOR IN CHIEF Makhfudz Sappe EDITOR A Gener Wakulu, Ristiyono, Ed Zoelverdi, Priyanto Sismadi, Safari A. Husain REPORTER Wisnu Ridwan Maulana MARKETING MANAGER A Gener Wakulu MARKETING Fransiska Ririn Tri Astuti, G. Hardianto, Rusman Madjulekka, Adriansyah, M. Lottong Makkaraka, Amrul Alam, Irma Herliana ART DIRECTOR Gerald Manuel Wangsasaputra Richard Archie F.M (Illustrator) MARKETING SUPPORT Farid K FINANCE Ade Kristanti CIRCULATION M. Solichin BALI REPRESENTATIVE Fernandito Haka, Yurison Suryantara PUBLISHED BY PT BENTANG MEDIA NUSANTARA ADVERTISING Tel.: +62 (21) 98494404 Fax.: +62(21)3151668 Email: edlionmag@gmail.com editorial@lionmag.com HOTLINE LIONMAG: 0821 10 88 22 00 ISSN: 1979-4185

6

LIONMAG NOVEMBER 2011

Majalah LIONMAG terbit setiap bulan dan di distribusikan ke seluruh pesawat Lion Air. LIONMAG juga dapat dibaca di seluruh outlet The Coffee Bean, Walnut Cafe dan Dome Coffee.


LIONMAG NOVEMBER 2011

7


NEWS AROUND

Lion Air Bangun Hanggar Baru di Batam

L

ion Air akan membangun hanggar untuk perawatan pesawat dan fasilitas pendukung lainnya di Batam. Acara penandatanganan perjanjian penggunaan lahan di Batam ini dihadiri oleh Rusdi Kirana selaku Direktur Utama Lion Air beserta direksi lainnya, Jumat 28 Oktober 2011. Perjanjian ini ditandatangani oleh Direktur Utama Lion Air dengan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bapak Mustofa Widjaja. Kerjasama dengan Batam bisa terwujud karena adanya dukungan dari Otorita Batam dan juga Departemen Perhubungan. Pemilihan Batam sebagai tempat pembangunan hanggar yang pertama bagi Lion Air tentu bukan tanpa sebab, kami menganggap Batam terletak di wilayah yang strategis dimana bandaranya cukup memadai dan memenuhi syarat, dekat dengan Singapura dimana dukungan untuk suku cadang menjadi lebih mudah, dan juga lingkungan Batam

sebagai kawasan industri menjadi keunggulan tersendiri. Lahan yang akan dibangun seluas 40.000m2 yang nantinya akan dibangun beberapa tahapan. Untuk tahap pertama akan dibangun 1 buah hanggar dengan kemampuan menampung dua buah pesawat Boeing 737 – 900 ER serta apron yang mampu menampung 3 pesawat. Sarana pendukung lainnya yang akan dikembangkan merupakan bengkel-bengkel pendukung seperti avionic shop dan lain-lain. Dengan ditandatangani perjanjian ini diharapkan industri penerbangan nasional semakin bertambah maju dan penyerapan tenaga kerja, skill, dan tenaga kerja umum lainnya 200 - 650 orang.

Lion Air Rayakan Graduation Day Team 30

P

ihak maskapai penerbangan Lion Air melaksanakan acara Graduation Team 30 Lion Training Center di Rolling Stone Cafe, Jakarta, pada 6 Oktober 2011 lalu. Acara yang berlangsung meriah itu, dihadiri langsung oleh Rusdi Kirana selaku Direktur Utama Lion Air. Perayaan acara ini diselenggarakan untuk Team 30, yakni sebuah tim khusus yang dibentuk oleh Lion Air. Tim tersebut bekerja di LTC (Lion Training Center), merupakan sebuah tempat pelatihan khusus bagi calon-calon pramugari dan pilot Lion Air. Tim yang sudah terbentuk dan bekerja selama 14 bulan ke belakang ini diisi oleh profesional-profesional yang memiliki keahlian di bidang pelayanan dan penerbangan, serta memiliki standar yang diinginkan oleh Lion Air, guna memberikan pelayanan maksimal bagi pengguna jasa penerbangan.

8

LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011

9


NEWS AROUND

PEMANCANGAN TIANG PERTAMA Aston Jambi Hotel & Conference Center – Jambi, Sumatera Aston International dan PT. Sabang Raya Hotel menyelenggarakan pemancangan tiang pancang pertama Aston Jambi Hotel and Conference Center September lalu. Aston Jambi telah dikonsepsualisasikan untuk menjadi hotel terkemuka di Jambi dan akan memiliki 133 kamar, fasilitas konferensi yang memiliki 6 ruang pertemuan, coffee shop, pusat kebugaran terlengkap dengan kolam renang dan business center. Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran Mr. Norbert Vas mengatakan, “Aston Jambi akan menjadi hotel pertama di Jambi yang menawarkan suasana modern dan bergaya serta ruang pertemuan dengan fasilitas terkini yang sesuai dengan standar internasional bintang 3. Dengan demikian Aston Jambi akan menambahkan hotel Aston di Sumatera seperti yang baru saja dibuka Aston Palembang Hotel & Conference Center dan properti kami lainnya di Medan, Pekanbaru, Bangka dan Tanjung Pinang.

Public Health in Frame

S

ebanyak 624 foto karya 164 fotografer dari seluruh Indonesia ikut dalam ajang Lomba Foto Kesehatan yang bertema Public Health in Frame. Lomba foto ini diadakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Indonesia Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. Lomba ini memperebutkan hadiah total Rp. 33 juta. Pada 10 Oktober lalu telah dilakukan penjurian dengan dewan juri terdiri atas: Don Hasman (Fotografer petualang senior), Ida Bagus Andi Sucirta (Fotografer Bali yang juga berprofesi sebagai dokter), Makhfudz Sappe (Editor in Chief Lionmag), Yusuf Ahmad (Fotografer kantor berita Reuters), Imran Siradjuddin (Irish Photo School), Alem Febri Sonni (Dosen Fotografi Unhas), Haryamin (Perwakilan Dinas Kesehatan Sulsel). Adapun para pemenangnya adalah: Sri Eka Sari meraih Juara 1 (Makassar, judul foto “Dental Health Education”), Fransiskus Parulian Simbolon meraih juara 2 (Jakarta, judul foto “Korban Gempa”) dan Aditia Noviansyah meraih juara 3 (Jakarta, judul foto “Kendaraan Sisa”). Untuk juara harapan dimenangkan oleh Kristianto Budi Wibowo (Solo, Harapan 1), Masyir Yulanwar (Makassar, Harapan 2) dan Anwar Rhofieq (Banjarmasin, Harapan 3). Sementara untuk juara favorit diraih Michael Aji Pradipta dari Yogyakarta.

Amos Cozy Hotel Amos Cozy Hotel yang terletak di bilangan Blok M Area, Jl. Melawai Raya, Jakarta Selatan, merupakan sebuah hotel yang memiliki kenyamanan serta bergaya trendi. Menurut Penjelasan Bapak Eki.A.Zaky selaku Director of Sales Marketing Amos Cozy Hotel Convention Hall Jakarta, akan melaksanakan Grand Opening yang direncanakan pada tanggal 20 November 2011. Dengan harga yang sangat kompetitif, para tamu hotel akan menikmati standar pelayanan yang baik. Fasilitas yang tersedia di hotel ini yaitu, 92 elegance Thematic Rooms and Suites, 10 Meeting Rooms, 1 Ballroom, 2 Junior Ballrooms, Indoor Swimming Pool, Fitness Center, Spa & Massage, Business Center with high-speed Internet access, Laundry & Dry Cleaning, Concierge, Car Rental, dan 24-hour Room Service. Selain itu juga terdapat menu khas spesial, seperti Sop Buntut dan aneka macam Mie. Selanjutnya pada November 2011, Amos Cozy Hotel & Convention Hall akan mengadakan Promo “Home Made” La Mien seperti, Mie Ayam Jamur, Mie Tomyam, Mie Kangkung , etc.

10

LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011

11


LEISURE

Groundbreaking

HARRIS Hotel Seminyak – Bali Oktober lalu TAUZIA Hotel Management & Gemilang Group Realty mengadakan groundbreaking HARRIS Hotel Seminyak – Bali, yang berlokasi di daerah yang sangat trendi yaitu Seminyak, Bali. Sebuah area yang paling bergengsi dan fashionable di Pulau Bali. HARRIS Hotel Seminyak – Bali nantinya akan memiliki 231 kamar, private beach club, 4 kolam renang, kolam renang gantung, spa, fitness center, Dino Kids Club, HARRIS Café dan Juice Bar demikian pula Business Center disertai dengan Meeting Rooms. Acara yang sukses ini dihadiri pemerintah setempat, para pemilik unit, Jajaran Direksi Gemilang Group Realty dan perwakilan dari TAUZIA Hotel Management. “HARRIS Hotel Seminyak – Bali menampilkan kombinasi dari gaya elegan dan modern dengan desain kontemporer tropikal Bali,” tutur Christophe GLASS, Director dari TAUZIA Hotel Management, “Hotel ini akan menjadi tempat yang sempurna untuk bisnis dan leisure di tengah-tengah lingkungan yang penuh gaya.”

Belajar Mengolah Cokelat Cokelat dimulai sekitar 3000 tahun lalu dengan peradapan Olmec, Masoamerica kuno, dimana cokelat digunakan sebagai minuman bangsawan. Saat ini cokelat menjadi berita karena pertumbuhan flavornya tercepat di dunia dan aplikasi cokelat yang demikian marak. Jumat, 21 Oktober 2011 Chocolate School by Tulip mengundang para jurnalistik ke acara perkenalan dengan dunia cokelat. Chocolate School yang berlokasi di Belleza Shopping Arcade, lantai 3 (unit 3.55A). Jl. Arteri Soepono 34, Permata Hijau, Jakarta Selatan merupakan sebuah sekolah cokelat yang memiliki spesifikasi dalam mengembangkan keahlian seorang profesional dalam menggunakan “chocolate couverture” berkualitas, yakni cokelat dengan kandungan kakao tinggi yang menggunakan minyak cokelat murni. Dengan adanya professional chocolate chef yang membimbing langsung baik secara teori maupun praktek, kemungkinan Anda akan terlatih di bidang cokelat. Di sini anda akan memahami pentingnya menggunakan chocolate couventure untuk menciptakan produk-produk berkualitas dengan padanan citarasa dan penampilan yang sempurna. . Semua alat dan perlengkapan profesional tersedia untuk digunakan serta adanya panduan dari professional chocolate chef.

12

LIONMAG NOVEMBER 2011

Kuliner Nikmat

di Gang Poppies

B

erlibur ke Pulau Dewata takkan lengkap jika tidak melakukan perburuan kuliner. Berbagai macam kuliner dapat kita jumpai di Bali, mulai dari makanan Asia hingga Eropa dan kisaran harga yang beragam. Salah satu tempat tujuan berburu kuliner para wisatawan lokal dan mancanegara yang populer di Bali adalah Gang Poppies. Berbagai jenis kuliner dapat dijumpai di sepanjang jalan ini, meskipun lebar jalan tak terlalu besar namun tak menyurutkan minat para wisatawan untuk sekedar mengisi perut di kafekafe yang ada di jalan ini. Gong Corner letaknya berada di sudut jalan Gg.Poppies 1 dan 2 menyajikan hidangan khas Indonesia, China, dan Eropa. Dengan harga yang relatif terjangkau, kafe ini memiliki beragam pilihan hidangan. Fried Chicken with Butter and Garlic Sauce dan Fried Chicken Bumbu Bali yang disajikan lengkap dengan nasi dapat menjadi menu makan siang ketika sedang berada di daerah ini.


LIONMAG NOVEMBER 2011

13


WISDOM IN THE AIR

Greatness & Happiness OLEH:: Jemy V. Confido

”Kita menjadi besar bukan sekedar untuk membuat diri kita bahagia tapi terlebih lagi untuk membahagiakan orang lain.”

K

isah berikut ini mungkin sudah pernah Anda dengar. Sepasang suami-istri berjalan di tepi sawah menuju rumah mereka dalam kondisi hujan gerimis. Mereka melihat sepasang suami-istri lain mengendarai sepeda motor. Sang suami berkata,”Enak ya Bu jadi mereka. Meskipun masih kehujanan, mereka bisa lebih cepat tidak seperti kita yang berjalan kaki.” Tak lama kemudian, sepasang suami-istri yang mengendarai sepeda motor tersebut melihat sebuah mobil bak terbuka yang dikendarai juga oleh sepasang suamiistri lainnya. Sang suami yang mengendarai motor pun berkata,”Asyik ya Bu jadi mereka. Meskipun mobil mereka tidak bagus, tapi mereka tidak kehujanan seperti kita.” Di dalam mobil bak terbuka, sepasang suami-istri tersebut melihat sebuah sedan mewah. Sang suami berkata pada istrinya,”Nikmat ya Bu jadi mereka, bisa naik mobil bagus tidak seperti mobil kita yang sering mogok.” Di dalam mobil sedan, sepasang suami-istri melihat pasangan suami-istri pertama yang sedang berjalan di tengah hujan gerimis. Sang suami pun berkata,”Romantis ya Mam, mereka bisa berjalan berpegangan tangan sambil menikmati hujan dan hawa desa yang sejuk.” Petikan kisah di atas mengingatkan kita kembali pada dilema kebahagiaan. Mana yang benar, karena kita bahagia maka kita menjadi orang berjiwa besar atau karena kita orang berjiwa besar maka kita menjadi bahagia? Kedua pendapat tersebut bisa diperdebatkan secara panjang lebar dan memberikan implikasi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Namun saya punya pertanyaan mendasar: apa yang membuat seseorang berbahagia? Bisakah kebahagiaan diukur? Bisakah kebahagiaan seseorang dipuaskan? Dalam banyak kasus, seseorang bisa jadi sudah mendapatkan hampir semua hal dalam hidupnya kecuali ia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan. Sebaliknya ada juga orang yang

14

LIONMAG NOVEMBER 2011

sepertinya tidak memiliki apa-apa tetapi dia berbahagia. Bahkan ada juga orang yang tidak tahu apakah dia berbahagia atau tidak. Kadang-kadang, seseorang menyadari kalau dulu ia berbahagia, namun ia baru menyadarinya setelah kebahagiaan itu berlalu. Kebahagiaan sering disalahartikan sebagai kepuasan dan karenanya semakin seseorang mencari kebahagiaan, semakin ia tidak puas dan semakin ia tidak berbahagia. Kebahagiaan (happiness) memiliki implikasi disjunctive atau saling melemahkan. Apa bedanya dengan berjiwa besar (greatness)? Orang berjiwa besar yang saya maksud di sini bukan orang hebat secara fisik dan mental namun orang yang hebat secara emotional dan spiritual. Uniknya, orang-orang seperti itu tidak mau mengakui bahwa mereka hebat. Bahkan mereka tidak peduli dengan atribut hebat yang dilekatkan oleh orang lain kepada mereka. Semakin mereka hebat (dalam pengertian ini), semakin mereka merasa tidak hebat dan akibatnya mereka semakin belajar untuk bertambah hebat. Hebat (greatness) memiliki implikasi conjunctive atau saling menguatkan. Jika demikian, maka pertanyaannya apakah salah bila kita ingin mencapai kebahagiaan? Tentu saja tidak. Bahkan kita harus mencapai kebahagiaan. Namun kita harus ingat bahwa kebahagiaan adalah hasil, bukan cara, sehingga ada proses yang harus dilalui. Seseorang tidak bisa serta merta menjadi bahagia bila ia tidak melalui proses tersebut. Proses ini yang saya sebut dengan greatness. Dengan kata lain, mencapai greatness akan membuat seseorang mencapai happiness. Lalu apa yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai greatness? Tentu ada banyak opini dan pembuktian yang harus dilakukan. Namun untuk menyederhanakan pembahasan kita, saya akan menitikberatkan pada lima aspek berikut ditambah happiness sebagai tujuan yang ingin dicapai.


LIONMAG NOVEMBER 2011

15


WISDOM IN THE AIR

Determination Seseorang tidak akan mencapai greatness dan akhirnya happiness bila ia tidak memiliki determinasi untuk mencapainya. Determinasi memiliki dua aspek yaitu will (niat) dan way (cara). Bila seseorang tidak memiliki keinginan untuk berbahagia, maka tidak ada yang bisa membantunya untuk menjadi bahagia. Selain itu, orang yang sudah memiliki niat untuk berbahagia harus mencari cara untuk mendapatkannya. Cara ini bisa jadi sudah tepat untuk orang yang bersangkutan bisa juga tidak. Tapi perlu ada cara awal untuk mencoba dan memulai. Selanjutnya, ia bisa belajar untuk memperbaiki cara yang sudah ada atau menemukan cara baru. Learning Dalam perjalanan menjadi great dan dengan didorong oleh determinasi, seseorang, disadari atau tidak, akan mengalami learning atau pembelajaran. Pembelajaran yang dimaksud di sini lebih mengarah kepada membentuk pemahaman dan mengasah keahlian untuk menghadapi berbagai jenis situasi dan permasalahan. Selanjutnya, hasil pembelajaran ini harus diaplikasikan mulai dari latihan hingga aplikasi pada dunia nyata untuk mengatasi tantangan yang sesungguhnya. Penguasaan keahlian yang dihasilkan dari proses learning ini akan membantu seseorang dalam menyusun strategi. Strategy Strategi dalam greatness merupakan keputusan dan tindakan yang dibuat untuk menggunakan serangkaian cara tertentu guna mencapai tujuan (happiness). Strategi yang baik adalah strategi yang bisa mencapai hasil dengan pengorbanan yang seminimal mungkin. Dalam pembuatan strategi ini, seseorang melakukan pemilihan terhadap cara yang paling efektif serta perhitungan terhadap alokasi sumber daya yang paling hemat. Strategi terdiri dari tahapan proses perencanaan dan pelaksanaan. Kegagalan di salah satu tahap akan membuat strategi tidak berjalan dengan baik. Keberhasilan seseorang dalam learning akan bisa dilihat dari cara orang tersebut membuat dan mengimplementasikan strateginya. Enlightenment Strategi yang hebat tidak hanya memperhitungkan pencapaian hasil dan alokasi sumber daya, tetapi juga aspek moral. Di sinilah perlunya pencerahan (enlightenment). Mengetahui cara adalah satu hal tetapi memutuskan cara mana yang akan digunakan tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Pencerahan juga merupakan hasil dari proses pembelajaran terhadap hal-hal yang tidak kasat mata dan tidak terstruktur. Fenomena, gejala, informasi, pengalaman dan perasaan yang diterima dan dialami seseorang merupakan stimulus untuk

16

LIONMAG NOVEMBER 2011

membentuk pencerahan mana kala diterima dan diolah dengan benar. Potensi pencerahan seseorang ditentukan oleh dua hal yaitu kesediaan orang tersebut untuk membuka diri dan kemampuan orang tersebut untuk mencerna semua hal yang ia terima. Perjalanan seseorang menjadi hebat akan tertahan manakala ia menutup dirinya untuk mendapat pencerahan atau ia salah menginterprestasikan stimulus yang diterimanya. Enlightenment merupakan proses memimpin diri sendiri. Artinya, seseorang benar-benar menemukan purpose dalam perjalanan hidupnya. Pada tahap ini seseorang sudah tidak lagi terprovokasi oleh hal-hal yang bersifat atribut namun lebih memberi perhatian terhadap hal-hal yang bersifat esensi. Leadership Selanjutnya, bila seseorang sudah benar-benar mendapat pencerahan, maka ia bisa memimpin secara efektif dan inspiring. Di sini, ia menjadi orang yang memberi teladan terhadap keluarganya, temannya, bawahannya, orang-orang di sekitarnya dan bahkan orang-orang yang mendengar namanya. Orang akan mengatakan bahwa kehadirannya memberikan semangat, senyumnya memberikan kesejukan dan kata-katanya memberikan harapan. Happiness Kebahagiaan dalam perspektif ini adalah perasaan terpenuhinya (contentment) hal-hal yang bersifat hakiki seperti konsep diri, kebutuhan untuk berbagi dan kesempatan untuk menyaksikan orang lain mendapatkan pencerahan. Bila seseorang sudah berada dalam tahap kebesaran jiwa atau greatness maka ia akan selalu berada dalam keadaan bahagia karena ia tahu persis apa yang penting baginya dan bagaimana cara menjalani hidupnya. Ia akan bisa dengan jelas mendefinisikan, merencanakan, meraih dan menjalani kebahagiaan. Bagi nya, kebahagiaan merupakan akibat, bukan sebab. Semoga kita semua berbahagia. www.jemyconfido.com


LIONMAG NOVEMBER 2011

17


ECONOMIC FILE

Peran Pemerintah dan Sektor Swasta dalam Memperluas Keterlibatan Sektor Keuangan

18

LIONMAG NOVEMBER 2011

www.gettyimages.com

S

eperti telah disinggung pada dua artikel terlebih dahulu mengenai keterlibatan sektor keuangan (financial inclusion) di Indonesia, perluasan akses terhadap layanan keuangan memberikan kontribusi bagi pengentasan kemiskinan maupun pertumbuhan ekonomi. Ketidakmerataan distribusi sektor keuangan merintangi pertumbuhan perusahaan-perusahaan berukuran kecil maupun rumah tangga yang miskin. Meningkatkan akses terhadap layanan keuangan akan membutuhkan tindakan dari sisi permintaan maupun penawaran, oleh sektor pemerintah maupun swasta. Pada negara-negara seperti Indonesia, dengan porsi besar penduduk yang hanya memiliki akses minim terhadap layanan keuangan dan rata-rata bahkan belum pernah membuka rekening bank, pertanyaannya adalah: apa peran pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan keterlibatan keuangan bagi bagian penduduk yang lebih besar, dan sampai sejauh mana terdapat kesempatan bagi kemitraan pemerintah-swasta yang inovatif untuk mendorong keterlibatan sektor keuangan yang lebih besar bagi bagian penduduk yang saat ini belum dilayani/ belum tersentuh oleh bank? Pemerintah berada pada posisi yang tepat untuk mengambil prakarsa untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan di Indonesia pada berbagai bidang. Selain itu, sektor swasta harus melihat potensi pasar sangat besar bagi layanan keuangan yang belum tersentuh oleh pasar saat ini. Bersama-sama, dapat dijumpai kesempatan-kesempatan bagi solusi dan kemitraan yang inovatif untuk memanfaatkan segmen pasar yang baru ini. Dari sudut pandang sektor publik, pertama-tama suatu strategi dan kebijakan keterlibatan sektor keuangan nasional harus ditempatkan untuk memberikan pedoman umum dan berjangka panjang bagi penyusun kebijakan dan pemain pasar. Kedua, pengumpulan data dan analisis secara berkala mengenai akses terhadap keuangan dari sisi permintaan dan sisi penawaran dibutuhkan sebagai dasar bagi pembuatan kebijakan yang efektif. Ketiga, memperkuat kerangka hukum dan aturan yang ada bagi berbagai lembaga keuangan resmi akan menjadi suatu langkah yang penting dalam meningkatkan akses terhadap keuangan. Bagi setiap pemberi layanan keuangan utama, terdapat aspek-aspek kerangka peraturan yang dapat direformasi demi peningkatan akses terhadap keuangan tanpa melanggar prinsip kehati-hatian. Di titik ini, Indonesia dapat mencermati contoh-contoh yang berasal dari negara-negara berkembang lainnya untuk mendapat ide-ide yang telah berhasil dilaksanakan di tempat lain. Sebagai contoh, pemerintah dapat memperluas kerangka peraturan bagi pemberi layanan untuk menggunakan perbankan lewat ponsel (mobile banking). Saat ini peraturan Bank Indonesia memperkenankan pemberi layanan non-bank untuk menerbitkan uang elektronik hanya untuk kepentingan pembayaran. Rintangan utama adalah persyaratan ijin yang dibutuhkan. Selain itu, peraturan mengenal nasabah (know-your-customer, KYC) dapat disesuaikan untuk memperkenankan agen pihak ketiga untuk mendaftarkan nasabah baru atau memperkenankan aplikasi jarak jauh untuk rekening bank baru dalam suatu batasan tertentu yang relatif rendah. Saat ini, nasabah harus datang ke kantor lembaga keuangan, yang dapat menjadi hambatan bagi mereka yang hidup di daerah yang lebih terpencil di pedesaan.

Berkaitan dengan bank-bank umum, salah satu masalah utama yang dihadapi banyak nasabah dengan rekening yang kecil adalah biaya administrasi bulanan. Dapat diluncurkan peraturan yang mempermudah bank-bank untuk menutup rekening tidak aktif yang belum mencapai saldo nol, karena tidak ada kebijakan mengenai rekening tidur tampaknya merupakan salah satu alasan yang cukup berarti mengenai adanya biaya administrasi bulanan tersebut. Reformasi kebijakan juga dapat membantu memperluas peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR), terutama untuk membantu mereka yang beroperasi di daerah-daerah yang lebih terpencil. BPR berukuran kecil dapat memperoleh manfaat dari keringanan persyaratan laporan dan reformasi peraturan KYC, dan Indonesia dapat memetik manfaat dari pengalaman negara lain yang terdokumentasi dengan baik seperti dari Afrika Selatan, Kenya dan Filipina dalam meninjau peraturan seperti itu. Selain itu, pengecualian persyaratan NPWP dari syarat pemberian kredit berukuran kecil dapat membuka akses terhadap banyak rumah tangga miskin dan usaha mikro. Sejumlah perubahan kebijakan yang berguna dapat menetapkan suatu tingkat yang rendah bagi modal awal minimum untuk BPR kecil di lokasi terpencil dan memperkenankan investor dan LSM asing untuk bermitra dengan BPR yang lebih besar yang mencari permodalan. Sebagai penjamin simpanan bank, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah berprestasi baik sejak pendiriannya di tahun 2005 dalam menutup BPR yang mengalami masalah dan membayar kembali simpanan yang dijamin. Selain memastikan bahwa LPS terus mendapat pendanaan yang memadai, juga terdapat kebutuhan akan komunikasi yang lebih baik akan batas jaminan simpanan kepada para penabung, terutama di daerah-daerah dengan pemahaman keuangan yang masih rendah. Indonesia memiliki sejumlah besar koperasi simpan pinjam yang memberikan layanan keuangan kepada rumah tangga berpenghasilan rendah. Dibutuhkan pengawasan koperasi yang memadai untuk memastikan sektor koperasi yang sehat dan memangkas risiko yang dapat dihadapi oleh penabung UMKM dan rumah tangga miskin yang disebabkan oleh kepailitan suatu koperasi. Selain itu, penyesuaian lain terhadap kebijakan dapat memperkenankan suku bunga berbasis pasar yang lebih lentur, kemudahan untuk membuka kantor cabang baru, dan memberikan kriteria yang lebih longgar bagi pelaporan dan pengungkapan.


Pemerintah juga dapat mempertimbangkan revitalisasi rancangan UU keuangan mikro yang akan memperkenankan lembaga keuangan lain (lembaga keuangan mikro nonbank dan non-koperasi) untuk mendapatkan status hukum yang kuat untuk memberikan akses terhadap layanan keuangan, dan membantu daya jangkau mereka di luar daerah operasi tradisional mereka di pulau Jawa dan Bali. Sangatlah penting bahwa UU itu mendorong akses terhadap keuangan berdasarkan praktik terbaik dari pengalaman internasional dan memberikan kerangka peraturan yang kuat dan pengawasan yang optimal mengenai peran yang harus dimainkan oleh pemerintah. Sementara itu, ketetapan bersama yang ditandatangani pada bulan Desember 2009 memberikan kerangka hukum sementara bagi lembaga keuangan mikro non-bank dan non-koperasi untuk memastikan keberlanjutan akses terhadap keuangan hingga UU Keuangan Mikro resmi ditetapkan. Sektor swasta dan pemerintah harus bekerja sama dalam memaksimalkan penggunaan teknologi baru untuk menawarkan solusi-solusi inovatif untuk meningkatkan akses terhadap keuangan. Sebagai contoh, Indonesia telah maju dengan cepat dalam pengembangan layanan perbankan lewat ponsel. Tetapi Indonesia dapat melangkah lebih maju dengan memanfaatkan potensi pemberi layanan telekomunikasi untuk menjangkau kaum miskin yang belum tersentuh bank di daerah-daerah pedesaan . Akan tetapi, peraturan yang sekarang berlaku membatasi para pemberi layanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin: tidak ada fasilitas layanan penarikan uang maupun pengiriman uang antar individu. Pada bagian ini, Bank Indonesia menjadi penentu dalam mereformasi peraturan untuk memberdayakan pemberi layanan uang elektronik non-bank dan memperkenankan bank-bank dan non-bank untuk memberikan layanan yang lebih luas melalui solusi perbankan lewat ponsel yang berbiaya rendah. Dengan sangat dikenalnya layanan pesan singkat ponsel (short-messaging services, SMS), maka jika bank-bank dan pemberi layanan telekomunikasi dapat menawarkan layanan perbankan lewat ponsel dengan menggunakan SMS sebagai mekanisme transaksi, maka kemungkinan besar layanan itu akan mendapatkan minat besar, termasuk yang berasal dari segmen pasar masyarakat miskin yang sebelumnya belum tersentuh oleh perbankan. Di Filipina, pengiriman dana antar individu (person-toperson transfer) diperkenankan lewat perbankan melalui ponsel, sehingga pekerja migran Filipina di luar negeri dapat mengirim uang bernilai jutaan dolar Amerika ke kampung halamannya setiap bulan. Indonesia juga dapat melakukan hal yang sama, jika diperkenankan oleh kerangka peraturan yang berlaku. Dengan demikian, terdapat alasan yang kuat bagi program percontohan yang memperkenankan pengiriman uang seperti demikian, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk kemitraan pemerintah-swasta. Dengan kepemimpinan dari sektor publik untuk memberikan insentif bagi sektor swasta untuk meningkatkan keterlibatan, segmen berukuran besar dari penduduk Indonesia yang belum tersentuh bank dapat secara cepat mencapai sasaran pemerintah dalam keterlibatan sektor keuangan. Yoko Doi - Ahli Keuangan pada kantor Bank Dunia di Jakarta.

LIONMAG NOVEMBER 2011

19


ECONOMIC FILE

The Role of Government and the Private Sector in Extending Financial Inclusion

A

s we have noted in the previous two articles on financial inclusion in Indonesia, broadening access to financial services contributes towards both poverty reduction and economic growth. The current skewed distribution of finance hinders growth and development of both smaller firms and poorer households. Improving access to financial services to such market segments will require action on both the supply and demand sides, by both the public and private sectors. In countries such as Indonesia, where a large segment of the population has little access to financial services and has often never even opened a bank account, the question is: what are the roles of the government and the private sector in enhancing financial inclusion for a greater share of the population, and to what extent are there opportunities for innovative public-private partnerships (PPPs) to encourage greater financial inclusion among currently under-served / unbanked segments of the population in Indonesia? The government is well placed to take the initiative to improve access to financial services in Indonesia across a wide number of areas. In addition, the private sector should see the huge untapped market potential for financial services that is currently not being met by the market. Together, there could be opportunities for innovative solutions and partnerships to exploit this new market segment. From the public sector perspective, first a national financial inclusion strategy and policy should be put in place to provide broader and long-term guidelines to both policymakers and market players. Second, regular data collection and analysis on demand- and supply-side access to finance is required to form the basis for effective policy-making. Third, strengthening the existing legal and regulatory framework for the various formal financial institutions would be an important step in improving access to finance. For every major financial service-provider there are aspects of the regulatory framework that could be reformed for the sake of improving access to finance without compromising prudential safety. Here, Indonesia can examine examples from other developing countries for ideas that have worked elsewhere. For example, the government could expand the regulatory framework for service-providers to use mobile banking. At present, Bank Indonesia regulations allow non-bank service-providers to issue e-money only for payment purposes. The eligibility requirements for the necessary license currently act as a major barrier to entry. Also, know-your-customer (KYC) regulations could be adjusted appropriately to allow third-party agents to sign up new customers or permit remote applications for new bank accounts below a certain relatively low threshold. As present, customers have to turn up at the offices of the financial institution involved, which can pose problems for those living in more remote rural areas. Regarding commercial banks, one of the main issues that discourage many potential small-account customers is monthly administration fees. Making it easier for banks to close down inactive non-zero accounts could be introduced, as it appears that the lack of a policy on dormant accounts contributes to these monthly administration fees. Regulatory reform could also help to expand the role of BPRs (People’s Credit Banks), particularly to help those that operate in more remote areas. Small BPRs would benefit from an easing in reporting requirements and reforming of KYC regulations, where Indonesia could draw on the well-documented experiences of other countries such as South Africa, Kenya and the Philippines in reviewing such regulations. Also, the waiving of taxpayer numbers as a requirement for the

20 LIONMAG NOVEMBER 2011

granting of small loans would open access to many poor households and micro-enterprises. Some useful regulatory changes could be establishing a lower tier of minimum start-up capital for small BPRs in remote locations and allowing foreign investors and NGOs to engage with larger BPRs looking for capital. As the guardian of bank deposits, the Deposit Guarantee Agency (LPS) has performed well since its formation in 2005 in closing troubled BPRs and reimbursing insured deposits. In addition to ensuring that the LPS continues to be adequately financed, there is also a need for better communication of the limits of deposit insurance to depositors, especially in regions of low financial literacy. Indonesia has a large number of deposit-taking cooperatives that provide financial services to low-income households. Adequate supervision of cooperatives is required to ensure a healthy cooperative sector and reduce the risk that the insolvency of a cooperative could pose for poor households and MSME depositors. In addition, other changes to the regulations could allow for more flexible market-based interest rates, ease in opening new branches, and apply less stringent criteria for reporting and disclosure. The government could also give serious consideration to a revitalized draft Microfinance Law that would allow other financial institutions (non-bank and non-cooperative microfinance institutions) to have a firm legal status to provide access to financial services, and help to extend their reach beyond their traditional areas of operation in Java and Bali. It is important that the law facilitates access to finance based on best practice from international experience and provides a solid regulatory framework and optimal supervision regarding the role that the government should play. In the meantime, a joint decree signed in December 2009 provides an interim legal framework for non-bank and non-cooperative microfinance institutions to ensure continued access to services until the Microfinance Law is promulgated. Where the public and private sectors should work closely together is in maximizing the use of new technology to offer innovation solutions for enhancing access to finance. For example, Indonesia is already moving rapidly ahead in the development of mobile banking services. But it could go further by exploiting the potential of using telecommunications service-providers to reach the unbanked poor in rural areas. However, the current regulatory environment prevents these service-providers from meeting the needs of the poor: there are no cash-out services and no person-to-person transfer capabilities. Here, Bank Indonesia could be instrumental is reforming regulations to empower non-bank e-money service-providers and allowing both banks and non-banks to provide a wider range of services through low-cost mobile banking solutions. Given the popularity of shortmessaging services (SMS) if banks and telecoms service-providers were able to offer mobile banking services using SMS as the transactions mechanism there could be a huge take-up, including from the unbanked poor segment of the market. In the Philippines, person-to-person transfers are allowed by mobile banking, enabling Filipino migrant workers to send remittances worth millions of US dollars home every month. Indonesia could do the same, if its regulatory framework permitted it. Therefore, there is a strong argument for piloting a program that allows such transfers, perhaps in the form of a public-private partnership. With leadership from the public sector to provide incentives for the private sector to become more involved, Indonesia’s large unbanked segment could rapidly achieve the government’s goal of financial inclusion.


LIONMAG NOVEMBER 2011

21


TRAVELING | BANYUWANGI

1 Penari 7 Hari 8 Pesinden Beginilah cara masyarakat Desa Olehsari, Glagah, Banyuwangi mensyukuri rizki dan perlindungan dari Tuhan, tiga hari setelah Idul Fitri TIAP tahun. Penarinya mesti terkait garis keturunan penari sebelumnya. Teks & foto: Latifah Z Nahdi

22

LIONMAG NOVEMBER 2011

D

engan peluh meleleh di tubuh saya mengikuti prosesi ider bumi, menelusuri jalan kecil mengelilingi Desa Olehsari. Saya menengok ke belakang, panjang juga pawai hari ini. Tampak beberapa anggota masyarakat ikut juga bergabung dalam rombongan ini. Di beberapa sudut desa, penari Seblang berhenti dan menari. Masyarakat yang hendak melihat mulai merangsek untuk mengamati lebih dekat, membuat kondisi jalan semakin sempit. Peluh semakin deras mengucur. Kemudian iring-iringan ini pun kembali ke tempat semula. Tempat di mana sang penari Seblang itu melaksanakan aktivitasnya, menari berkeliling pusat


(KIRI) Roh Telah Menitis Ke Dalam Raga (TENGAH) Ibu Aisyah Mempersiapkan Omprok (KANAN ATAS) Melintas jalan desa (KANAN BAWAH) Bersama ke tempat upacara

upacara. Ternyata merupakan sebuah perjuangan juga untuk menyibak kerumunan masyarakat yang memadati tempat itu. Di tempat itu, masyarakat mulai memperebutkan Poro Bungkil yang bergelantungan di Pondok Seblang. Mereka berharap kesejahteraan dan keselamatan akan mereka peroleh bila menggunakannya hingga setahun kedepan. Siapa yang dimaksud penari Seblang? Ceritanya begini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di setiap hari ke tiga Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Desa Olehsari, Glagah, Banyuwangi, mengadakan ritual Seblang. Kali ini, 3-9 September 2011, masyarakat Desa Olehsari melaksanakan upacara Seblang. Tradisi itu dimaksudkan, untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rejeki dan keselamatan. Maka selama seminggu

seorang gadis akan didaulat sebagai penari seblang. Gadis yang terpilih tersebut harus punya pertalian darah dengan penari Seblang terdahulu, tetapi tidak harus secara langsung. Contohnya Suidah, seorang penari seblang tahun ini, neneknya dahulu pernah menjadi salah satu penari Seblang di masanya. Setiap hari Suidah mesti berdandan sebagai penari Seblang lengkap dengan aksesorinya. Pada siang hingga sore hari, dia menari di panggung Seblang dalam keadaan “trance� untuk menghibur masyarakat. Sebelum upacara dimulai, dilakukan prosesi dari rumah Nyai Aisyah. Selain sebagai seorang mantan penari Gandrung, Nyai Aisyah merupakan orang yang selalu membuat omprok. Omprok merupakan mahkota yang dipakai oleh penari seblang yang

terbuat dari 5 helai pelepah daun pisang yang dibentuk sedemikian rupa, ditambah dengan beberapa bunga-bunga yang tumbuh di desa itu, serta sebuah kaca cermin di pusat mahkota. Kemudian para tokoh adat setempat membawa prapen, omprok, bunga dermo. Dalam iring-iringan itu, pembawa prapen yang sudah mengepulkan asap dan omprok ada pada baris pertama. Kemudian diikuti oleh sang gadis penari yang dipayungi. Para sinden membawa kembang dermo dan beberapa anggota masyarakat mengiringi dari belakang. Setibanya di lokasi upacara, Suidah duduk diapit oleh dua embannya itu. Lalu seorang tua yang selaku pemanggil roh menyiapkan prapen. Kemenyan pun dibakar, ia tengah berupaya mendatangkan roh halus, yang dipercaya sebagai leluhur LIONMAG NOVEMBER 2011

23


TRAVELING | BANYUWANGI

Seblang untuk masuk ke raga Suidah. Dia mengumandangkan manteramantera di hadapan Suidah. Gadis itu berdiri dengan kedua belah matanya ditutup oleh salah seorang emban. Ia memegang tampah. Dan ketika roh telah memasuki raganya maka tampah tersebut terjatuh ke tanah. Tubuh Suidah mendadak menjadi kaku lalu terjatuh ke belakang, matanya terpejam erat. Sang emban dengan cekatan memegang tubuhnya agar tetap berdiri. Ketika para penabuh yang duduk di pusat upacara mulai memainkan alat musik, maka tangan dan kepala Suidah mulai bergerak mengikuti irama musik itu. Lalu kedua tangan terentang dan terayun matanya terpejam dan melangkah mengitari arena panggung. Delapan pesinden melagukan tembang-tembang Seblang. Mereka mendendangkan bait-bait dari gending utama Seblang Lokentho. Bait-bait itu berisi kisahkisah yang menyayat hati. Perlu dicatat, para pesinden tersebut punya kemampuan untuk menjadi pesinden dalam upacara Seblang karena orang tua mereka yang juga pesinden. Mereka terbiasa mengamati dan melafalkan gendinggending Seblang seperti Seblang Lokentho, Cengkir Gadhing, Lilira Kantun, Kembang Pepe, Ayun-ayun dan sebagainya. Masyarakat menyaksikan sang penari menari mengitari panggung tanpa lelah. Syair-syair wangsalan tembang Seblang yang dilantunkan para pesinden, dipadu dengan suara kendang para pemusik, bertalu mengiringi gerakan tangan dan tubuh penari. Dia menari dalam diam, sesekali kelelahan dan harus beristirahat sebentar. Dan prapen harus tetap menyala mengepulkan harum kemenyan. Saatnya prosesi Tundik dilaksanakan, penari Seblang

24

LIONMAG NOVEMBER 2011

memegang sampur atau selendang akan mengundang atau mencari pasangan tarinya, untuk menari bersama dirinya di atas sebuah meja di tengah panggung upacara. Ketika sampur mengenai seseorang, maka dia harus menari mendampingi sang penari Seblang. Bila tidak, maka sang penari Seblang pun tidak akan meneruskan tariannya itu. Masyarakat pun berharap bisa mendapatkan sampur untuk menari bersama. Karena dipercaya dia akan mendapatkan sebuah keberuntungan kelak.

Ritual ini dilaksanakan tujuh hari berturut-turut. Kemudian pada hari kedelapan dilakukan siraman untuk mengembalikan para roh yang menempel di tubuh penari ke alam asalnya. Di hari terakhir, sang penari bersama seluruh pamomong, pengudang dan penanjak melaksanakan prosesi ider bumi. Mereka mengelilingi desa, kemudian berhenti di tempat-tempat tertentu untuk menari, dilanjutkan berjalan kembali ke tempat upacara. Soal garis keturunan penari


(KIRI ATAS) Memanggil sang roh (KIRI BAWAH) Prosesi Mupu Untuk mendapatkan kembang dermo (TENGAH) Beristirahat sejenak (KANAN) Menari bersama

Seblang, itu bisa dari ibu atau bapak. Yang penting memiliki darah dari para sesepuh ritual ini. Sedangkan pembuat omprok, perias, penabuh, dan pendamping penari adalah orang-orang khusus yang dipilih dengan dasar adat masyarakat Desa Olehsari sendiri. Seblang merupakan selamatan yang telah mengakar sejak dahulu sampai sekarang di tengahtengah kehidupan masyarakat Desa Olehsari. Melaksanakan upacara itu, sama dengan mengharap pada Tuhan akan kesuburan yang disimbolisasikan

dengan uba rampe pelaksanaan upacara. Berupa para bungkil yang digantungkan di tarub selama upacara berlangsung. Terdiri dari berbagai jenis tanaman, buahbuahan, bunga-bungaan, sayurmayur dan lain sebagainya. Melalui representasi hasil pertanian dengan sajian para bungkil itu, masyarakat berharap agar yang ditanam menjadi subur, aman dari hama dan bisa memetik hasilnya dengan melimpah, sehingga bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menjelang akhir upacara, sang penari Seblang akan membawa senampan bunga yang disebut dengan Kembang Dermo. Bunga-bunga yang terdiri dari tiga kuntum itu ditancapkan pada sebatang bambu kecil. Masyarakat berebutan untuk membeli bunga-bunga itu untuk diletakkan di rumah masing-masing. Bunga hasil prosesi Mupu itu diyakini dapat menolak bala, berbagai pengaruh jahat serta mendatangkan keberuntungan bagi masyarakat. Selain itu Poro Bungkil yang tergantung di atas Pondok Seblang, akan diperebutkan juga oleh masyarakat. Memang, masyarakat Using Desa Olehsari, Glagah, Banyuwangi, tak sekedar menonton dan terhibur dengan ritual ini, tetapi juga berharap akan menggelar upacara yang sama tahun depan. LIONMAG NOVEMBER 2011

25


TRAVELING | ALOR

ALOR

CORAL, OCEAN AND CLEAR SKIES

in The Far East TEXT & PHOTOS: CAMPBELL BRIDGE

A

s I sit in a small outrigger canoe between between Alor and Pulau Kepa out in Pantar Strait, I look into the swift swirling current. Under the boat a dazzling forest of soft corals is clearly visible through the crystal clear water. As the boatman paddles furiously to defeat the current sweeping us towards Timor, schools of tuna and other pelagic fish cut and ripple the smooth surface of the water all around us. In this most beautiful and pristine region at the far east of the Lesser Sundas, the dazzling necklace of islands stretching for over a thousand kilometres from Bali to Timor, I never fail to be amazed by its amazing diverse cultures and beauty of these islands. Names like Lembata, Solor, Flores and Komodo are synonomous with adventure and remoteness which most travellers are never fortunate enough to experience. As the last island in the chain, Alor has its own stunning

26 LIONMAG NOVEMBER 2011

natural beauty which lives up to all expectations. Unlike most of Flores to the west and Maluku to the north, Alor has a distinct dry season without the covering of green forests of its northern neighbours. What it lacks in greenery on land, it makes up for with its rugged mountainous terrain and almost untouched beautiful white sand beaches. Kota Kalabahi, the only town of any size on Alor, is a small town spread in a narrow strip sprawling over a few kilometres between the mountain slopes and the large ocean bay. With its busy port, and its air and sea links with Timor and Flores, the past few years has seen some more modern development in the middle of town. Happily the wonderful and colourful markets, the fantastic seafood at night warung on the waterfront, and the wonderful smiling people remain as welcoming as ever. On the Kalabahi waterfront and narrow streets of the old town you see a kaleidoscope of faces – the dark

(TOP) Selat Pantar – volcanic vistas and white sand beaches (BOTTOM) Happy warriors at a festival - locals proudly wearing ikat, parangs and some great head dresses

Alorese, and faces from Java, Sulawesi, and the islands of Maluku right out to Papua. While many islanders practise a mixture of Christianity and traditional religion, the sound of the azan and the sight of many women wearing jilbabs reminds you of the Islamic influence in the towns and in some of the coastal villages. Being a thousand kilometres to the east of Bali, Alor is a place simply off the map for most travellers. With its rich surrounding oceans teeming with life, it has always been a diving mecca. Its mountainous terrain and historical isolation away from the trade routes of Asia have left Alor with many aspects of its culture intact. Much of the island remains so remote and inaccessible


LIONMAG NOVEMBER 2011

27


TRAVELING | ALOR

that even today the only real mode of transportation to many places is by boat. Some thirteen tribes of Alor still maintain their own language and dialect. A trip to a traditional tribal village is easy and an essential activity. In the mountains, not far from Kalabahi, there are still thatch roofed villages, constructed as they have been for centuries. Bumpa Lola, about a 40 minute sometimes rough drive from Kalabahi followed by a short strenuous hike, is set on a large mountainous knoll overlooking the ocean with steep drop-off is on all sides. The alternatively narrow, steep and rocky trail to the village obviously made it an ideal village to defend from the marauding head hunting neighbouring tribes in Alor’s distant past. As I wandered into the village, I received a wonderful reception from a few hundred people having a large party marking the occasion of the building of a new thatch hut. While

28 LIONMAG NOVEMBER 2011

(clockwise) Sailing craft near Kalibari; House building ceremony at Bumpa Lola; Alorese rumah adat at Takpala; Alor is the island of smiles

perhaps 20 or 30 people worked on the roof, everyone else was in full party mode. I was seated at a bench in the centre of the festivities, offered sirih (betel nut) given plenty of delightful spicy food, and constantly plied hot tea. As the musicians played Alorese music and everyone feasted, the work of cutting and fitting the roof continued well into the afternoon. Takpala is on the opposite side of the island from Bumpa Lola,

easily reached in about 30 minutes from Kalabahi. The village, with its wonderful Alorese traditional houses intact, is situated in the mountains with a commanding view of the sea. Somewhat fortuitously, the passing of a local cruising ship from Australia had the people here performing traditional dances and displaying for sale the wonderful ikat for which Alor, like so many other islands of these parts, is justifiably famous.


LIONMAG NOVEMBER 2011

29


TRAVELING | ALOR

Sunset towards Pulau Pantar

One of the more extraordinary things about Alor is the presence of thousands of Moko drums on the island. Apart from knowing that they originated in ancient Vietnam, little is known about how they came to be present on Alor and neighbouring Pantar in such numbers. Most of these bronze drums are about 1.5 m or less in height with detailed etchings set into the side of them. They have been found in different locations in Indonesia, but Alor is best known for them. While some came as late as the 19th century, most date from hundreds of years earlier. Despite

30 LIONMAG NOVEMBER 2011

thousands of these drums have been unearthed (literally) on Alor, they are incredibly valuable in Alorese culture. The monetary value is very high. Even today, a bride’s dowry is calculated of Moko drums or their equivalent value. On my last day in Alor I find myself swimming over clear white sand at Alor Besar. To the east, I gaze over the iridescent blue water of the channel between Alor and mountainous neighbour, Pantar. Small islands, one a volcano, fill the foreground. I cannot help but ponder similar beaches of remarkable untouched and uncrowded beauty in other parts of Indonesia – from Pulau Wei in Aceh to the superb beaches of Sumba and Pulau Kei in Maluku. There are so many other destinations of remarkable natural beauty throughout Indonesia which are almost completely unknown, even to Indonesians. So much of Indonesia has its own beauty and fascinating diversity that more people can and should experience.

Travel Information Alor can best be reached through Kupang or Flores. Lion Air has numerous daily flights to Kupang from Surabaya, Jakarta and Bali with connections to many cities in Indonesia. From Kupang it is a short flight to Alor. Good travel information is available from Pak Sebastian at Incito Tours,a company which specialises in travelling in the far east of Indonesia. Contact details are Telp: +62 (0) 411 831 707, Fax: +62 (0) 411 830 708, incito@indosat.net.id, incito@incitoprima.com, www.incitoprima.com


LIONMAG NOVEMBER 2011

31


TRAVELING | SINGAPURA

LITTLE INDIA

Jumpa lintas agama dan Budaya

Ingin menikmati India tak jauh dari tanah air? Little India adalah pusat aktifitas masyarakat dan budaya India di Singapura. Jalan-jalannya yang beraroma rempah dan curry mengundang Anda ke kawasan yang berlimpah dengan dekorasi etnik, rangkaian melati, serta sutra untuk gaun Sari yang cantik jelita. Tak diduga disini persaudaraan sejati lintas agama sangat terasa.

32

LIONMAG NOVEMBER 2011

Teks & Foto: Paul I.Zacharia


(hal kiri) Kuil Sri Veeramakaliamman yang tertua disini memiliki kubah yang kaya figur (hal kanan searah jarum jam) Kerukunan umat beragama di depan Church of the True Light di Rochor; Masjid Abdul Gafoor yang memiliki penunjuk waktu dengan Sundial yang dianggap cermat; Semua iman diterima dalam berbagai ekspresinya; Para dewa berbedapun dapat bersanding bersama

LIONMAG NOVEMBER 2011

33


TRAVELING | SINGAPURA

(SEARAH JARUM JAM) Sudut pasar jalanan di Dunlop street memelihara keaslian bangunan; Wanita mengenakan Sari dan untaian kalung bunga adalah identitas kultur India yang khas; Dimana-mana dapat disaksikan masyarakat heterogen yang saling menerima

L

ittle India ada di daerah Serangoon Road bagian selatan. Mulai dari Tekka Centre dan Little India Arcade yang besar sampai ke toko kelontong kecil, Little India penuh dengan berbagai benda menarik untuk ditemukan. Pesonanya terletak pada perdagangan gaya masa lalu yang masih bisa dilihat di tepi-tepi jalan, lorong dan gang-gangnya. Peramal dengan burung nurinya, penjual bunga yang menjajakan jaringan bunga melati, penjual kachang puteh atau roasted chestnut di kereta dorong dan penjual

34

LIONMAG NOVEMBER 2011

koran pinggir jalan adalah contoh pemandangan yang menarik. Di sini dapat ditemukan perumahan tingkat (ruko) kuno yang merupakan ikon Singapura, yang kini berwarnawarni ceria. Indikasi kampung Cina nyaris menghilang untuk diganti dengan simbol idiom Tamil, Hindi, Bengali dan yang lebih menyolok, adalah aksara India.  Pada saat perayaan Deepavali antara bulan Oktober Nopember, yaitu Festival Cahaya India, Little India tersulap menjadi bak negeri dongeng penuh dengan aksesoris dan dekorasi meriah. Jalan-jalannya yang benderang akan penuh sesak dengan pembelanja

dan wisatawan. Sementara itu setiap Januari dan Pebruari para umat Hindu akan aktif terlibat ritual Thaipusam yang penuh warna dan ‘kengerian’. Dalam kekuatan identitas Hindu yang sangat kental, pergaulan lintas agama di Little India ternyata berlangsung sangat baik. Kuil-kuil berbalut relief dewa-dewi Hindu yang penuh warna berdampingan damai dengan gereja dan masjid. Para peramal dengan kakaktua membuka kiosnya di kaki lima, sementara pelanggan datang dari berbagai suku bangsa dan agama untuk ngerumpi sambil menghisap aroma rempah yang menyengat dari restoran.


LIONMAG NOVEMBER 2011

35


TRAVELING | SINGAPURA

(SEARAH JARUM JAM) Patung-patung dewi menyemarakkan sudut-sudut rumah; Ruko-ruko kuno berhias dengan identitas India; Pengunjung kuil sedang dilayani dalam ibadah menyembah dewi Kali dalam ruang khususnya; Salah satu rumah dengan ornamen warna-warni ceria

Kuil Sri Veeramakaliamman, dianggap sebagai pusat tersibuk di Little India dan sekaligus kuil tertua karena sudah ada sejak 1881 - meskipun bangunannya selesai pada tahun 1986. Dibangun pada tahun 1855 oleh para buruh Tamil, kuil ini sangat sibuk pada hari Selasa, Jumat dan Minggu. Sesuai namanya kuil ini didedikasikan untuk Dewi Kali, sang Dewi Kekuatan, yang berarti “Ibu waktu yang Berani”. Interior kuil ini menggambarkan berbagai adegan Dewi Kali yang

36

LIONMAG NOVEMBER 2011

memberikan hukuman yang tega. Kuil terkenal lain yang dapat Anda kunjungi adalah Sri Srinivasa Perumal, sebuah contoh klasik arsitektur kuil India Selatan, ditandai dengan menaranya yang berbentuk seperti piramida. Selain itu ada Masjid Abdul Gafoor bercat kuning berhias hijau tua. Disini dikatakan ada penunjuk waktu matahari yang dianggap lebih akurat daripada jam biasa! Wah. Tak jauh dari situ ada gereja Anglikan ‘Church of the True Light’ dengan menaranya

di persimpangan jalan. Dimana-mana dapat disaksikan betapa hidup bersama dalam lintas agama dan persaudaraan sejati itu indah, bahkan seharusnya dapat terjadi juga di tanah air yang punya Pancasila! Untuk kita yang ingin melongok masa lalu bersanding dengan masa kini di Singapura, silahkan menjelajah kawasan etnis yang eksotis ini. Mungkin sekali sepulangnya dari sana, tangan anda sudah terhias dengan tattoo Henna untuk beberapa waktu!


LIONMAG NOVEMBER 2011

37


DESTINATION | WAJO

SUTERA WAJO

38

Komunikasi dengan Leluhur LIONMAG NOVEMBER 2011


Perkawinan antara benang sutera Cina dengan benang sutera Jepang melahirkan tenun sutera Wajo dengan corak, warna dan pesona tersendiri. Bagaimana mendapatkan warna alaminya? Teks & foto: Yusuf Ahmad

LIONMAG NOVEMBER 2011

39


B

agi suku Bugis, tepatnya di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kurang lebih 250 km dari kota Makassar, menenun sutera bukanlah sekedar mata pencaharian, namun lebih dari itu merupakan cara mereka berkomunikasi dengan para leluhur. Memastikan bahwa warisan tersebut tetap lestari dari generasi ke generasi. Pelestarian menenun sutera ini membawa Sulawesi Selatan menjadi

40 LIONMAG NOVEMBER 2011

penghasil tenun sutera terbesar di Indonesia. Tentu kita kenal dengan warna-warni baju bodo dan sarung sutera yang menawan coraknya. Bukan hanya kainnya yang dikenakan untuk busana keseharian, pesta pernikahan atau pesta adat saja, tapi satu hal yang membedakan tenun sutera ini dengan tenun lainnya seperti tenun ikat Flores atau tenun songket Sumatera ada pada benangnya. Benang tenun sutera Sulawesi menggunakan benang ulat sutra hasil persilangan ulat sutra Cina dan ulat sutra Jepang. Dengan


persilangan ini, tenun sutera Sulawesi memiliki pesonanya sendiri. Selain benangnya yang dihasilkan dari persilangan ulat sutera, para penenun masih mempertahankan proses pewarnaan tradisional dengan bahan-bahan pewarna tenun dari alam. Alasan mereka mempertahankan pewarnaan dari bahan alami ini sangatlah sederhana. Masyarakat Kampung Sabbangparu, Wajo, melakukannya karena itulah yang diajarkan leluhur mereka. Masalah pewarnaan alam yang ramah

lingkungan itu adalah warisan kearifan lokal leluhur yang hidup berdampingan dengan alam, karenanya mereka senantiasa membuat tenun ikat dengan segenap hati dan rasa cinta pada alam semesta. Bukan hanya pewarnaan yang dipertahankan tetap tradisional, melainkan seluruh proses pengerjaan tenun, mulai dari alat yang masih merupakan warisan nenek moyang hingga motif-motif yang tercetak di atas hamparan kain. Menggunakan bahan alam sebagai pewarna tenun terbilang rumit karena

butuh proses panjang dan lama. Karena itu tidak jarang penenun beralih menggunakan pewarna kimia yang biasa dipakai untuk tekstil. Tapi, bagi penenun di pelosok Sulawesi ini, kerumitan tersebut bukanlah halangan. Untuk mendapatkan warna kuning, misalnya, penenun di Sulawesi hanya tinggal mencari daun mangga. Mencarinya tidak sulit. Daun mangga banyak ditanam di halaman rumah. Uniknya, proses mendapatkan warna itu dilakukan seperti memasak. Daun mangga yang telah dipetik direbus LIONMAG NOVEMBER 2011

41


DESTINATION | WAJO

dengan air, setelah mendidih diangkat dan didinginkan. Bersama dengan rebusan tersebut benang-benang sutera dicelupkan dan berubah warna. Warna abu-abu pada kain didapatkan dengan mencelup benang berwarna putih ke dalam air rebusan serbuk batang kelapa. Proses pewarnaan tidak berhenti sampai di situ, masih banyak bahan pewarna alam lainnya yang digunakan penenun. Jika perlu warna cerah, para pengrajin tenun sutra tinggal membeli pewarna di toko sesuai warna yang diinginkan lalu mencelupnya. Sayangnya, kain sutera yang ini tidak dapat dicuci dengan deterjen, apalagi dengan mesin cuci. Keistimewaan kain sutera ini adalah pada proses pembuatannya. Dari menunggu ulat membuat kokon (rumah larva), kemudian pemintalan benang, pewarnaan hingga tenun, butuh waktu sedikitnya tiga bulan. Ulat sutera baru mampu membuat kokon setelah berusia 20 hari dan kokon baru dapat dipanen setelah berusia 8 hari. Ulat sutera Sulawesi banyak dihasilkan di kota Soppeng, kabupaten yang berdekatan dengan Wajo. Dari kota kelelawar (julukan kota Soppeng-red) inilah tenun sutera berasal. Namun, pengrajin kainnya diwarisi oleh warga Bugis di Sengkang. Rata-rata satu kain sarung dikerjakan selama 1-2 minggu bergantung pada motif kainnya. Soal harga jual, tenun sutera yang menggunakan bahan pewarna

42

LIONMAG NOVEMBER 2011

tradisional memiliki tempatnya sendiri. Sarung sutera asli 100% (bahan dan pewarna alami) dijual seharga Rp 500.000 – 2 juta, tapi bila menggunakan bahan pewarna kimia atau benangnya dicampur dengan benang katun harganya lebih murah.   Kain tenun sutera Sulawesi Selatan tidak hanya dipakai orang Bugis saja. Masyarakat Indonesia dari kepulauan lain maupun turis mancanegara banyak meminati kain sutera ini. Selain bahannya yang lembut, warna-warni kain sutera yang menjadi ciri khas Sulawesi Selatan ini memiliki daya tarik tersendiri.

Batik misalnya, beberapa perancang ternama mulai menawarkan disain eksentrik dengan memadupadankan batik dengan kain tenun sutera alami. Batik Solo, Batik Sampang Madura yang terkenal dengan warna-warninya juga mulai menggunakan bahan utama sutera. Hanya, mengingat batik sebagai busana telah menjadi bagian dari mode yang memiliki siklus popularitas, menjadi tantangan bagi perancang untuk menghasilkan disain baru busana dari batik untuk mengimbangi terus berkembangnya ragam hias batik sutera. 


LIONMAG NOVEMBER 2011

43


DESTINATION | TUGU-TUGU JAKARTA

Saksi Bisu

Sejarah Indonesia

44 LIONMAG NOVEMBER 2011


Monas, Tugu Proklamasi, Tugu Pancoran, Patung Tani, Tugu Pembebasan Irian Barat, Tugu Selamat Datang, Patung Pemuda hingga Patung Jenderal Sudirman adalah saksi bisu sejarah Indonesia, dari era kemerdekaan hingga kontemporer. Bersamanya tersimpan kenangan, ironi hingga penderitaan.

S

aya sering lewat persimpangan ini. Sejak lama. Hingga kini jadi rute saya dari rumah ke kantor. Dan sebaliknya. Sebelumnya, tidak terlalu sulit menembus rute ini, dari arah Pasar Minggu menuju Tebet, Manggarai, lalu ke Menteng atau Salemba, Jakarta Pusat. Persimpangan yang saya maksud adalah perempatan Pancoran. Kalau dari arah Pasar Minggu, ke kanan menuju Cawang, ke kiri ke Kuningan dan kawasan Semanggi-Sudirman. Lurus ya ke Tebet dan Manggarai tadi. Kini, untuk sampai ke Pancoran pada hari kerja, butuh perjuangan yang melelahkan. Baik pakai mobil pribadi, sepeda motor, apalagi angkutan umum, seiring semakin menggilanya kemacetan lalu-lintas di Jakarta. Dengan dibukanya rute baru busway dari Pinang Ranti ke Kalideres, atau Cawang – Grogol, persimpangan Pancoran makin riuh. Di atasnya melintang flyover, jalan tol dalam kota, di bawahnya halte busway. Sementara mencogok di tengah adalah “Tugu Pancoran”. Begitu tiba di tugu ini sore hari, langsung teringat lagu Iwan Fals, “Sore Tugu Pancoran”. Tentang penderitaan orang-orang yang terpinggirkan di tengah peradaban negeri, ibukota. Dan itu berlangsung hingga tengah malam. Tugu Pancoran memang bukan sekadar patung, bukan cuma ikon arsitektur, tapi juga seperti sebuah ikon “hidup” yang jadi bagian dari peradaban dan kebudayaan penghuni Jakarta seharihari –seperti tugu-tugu lainnya yang jadi saksi bisu bukan saja kehidupan dan sejarah di Jakarta tapi juga Indonesia.

TUGU PANCORAN: MENUNJUK KEMANA? Tugu Pancoran, alias Patung Pancoran sebenarnya punya nama asli “Monumen Patung Dirgantara”. Kenapa TOTO SANTIKO BUDI

dia mencuat angkasa dari situ. Karena di dekatnya dulu terdapat Markas Besar TNI Angkatan Udara, yang kini bersalin rupa menjadi kompleks perkantoran Wisma Aldiron. Monumen ini seakan sebuah gerbang masuk ke Jakarta bagi mereka yang datang dari arah bandara Halim Perdana Kusuma. Ya, demikianlah dulu, Jakarta punya dua bandara sebelum Soekarno-Hatta di Cengkareng; yakni Kemayoran untuk penerbangan domestik, lalu Halim Perdana Kusuma untuk internasional. Kini, bandara Halim PK digunakan untuk penerbangan pendek, jet pribadi, penerbangan khusus kenegaraan dan pangkalan udara militer. Kawasan Halim kini juga masuk wilayah Jakarta Timur. Patung Dirgantara dirancang oleh Edhi Sunarso, antara tahun 19641965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Bobot patung yang terbuat dari perunggu ini 11 ton! Tinggi patungnya 11 meter, sedang kaki penyangganya menusuk langit setinggi 27 meter. Bung Karno-lah yang meminta patung ini dibuat, untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara dengan karakter desain yang mencuatkan sifat jujur, berani, bersemangat. Pengerjaan monumen ini sempat terlambat lantaran pecahnya peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965. Bagi masyarakat, cerita di bangunan fisik monument ini terbilang heboh. Antara lain, perdebatan apa sebenarnya yang ditunjuk oleh patung itu. Bung Karno sendiri yang konon bersikeras membuat patung ini, bahkan hingga membiayai dari kantong sendiri. Untuk itu, Bung Karno bahkan menjual sebuah mobil koleksinya. Saat ditegakkan, patung itu hanya menggunakan alat sederhana, yakni derek tarikan tangan. Presiden Soekarno sendiri kerap melakukan pengawasan langsung dengan hadir di lokasi pembangunan sehingga membuat repot para petugas keamanan kepala negara. LIONMAG NOVEMBER 2011

45


WISNU RIDWAN

MONUMEN NASIONAL: KISAH PILU DI BALIK KILAU EMAS Gampang saja mengenal aparat pemerintah daerah DKI Jakarta. Lihat saja emblem di seragam mereka. Sebuah gambar tugu terpampang di situ. Itulah Monumen Nasional, yang kondang disebut “Monas�. Monumen untuk mengenang perlawanan dan perjuang rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda. Luas lapangan Monas sendiri 80 hektar, di mana di tengah-tengahnya monument dibangun –resminya Agustus 1959. Adapun arsiteknya adalah Soedarsono dan Frederich Silaban. Pada 17 Agustus 1961 Presiden Soekarno meresmikan Monas. Namun Monas baru dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Lapangan Monas sendiri lima kali berganti nama, mulai dari Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan lalu Taman Monas. Tugus Monas sendiri sangat strategis dan boleh dibilang kini adalah hiposentrum DKI Jakarta. Berbagai

46 LIONMAG NOVEMBER 2011

TOTO SANTIKO BUDI

bangunan strategis ada di sekitar Monas. Ya, Monas dikelilingi empat jalan besar, yakni Medan Merdeka. Di utara adalah Medan Merdeka Utara, dimana terdapat Istana Merdeka hingga Departemen Dalam Negeri; lalu Medan Merdeka Barat tempat gedung Mahkamah Konstitusi, Departemen Hankam, Menkominfo, hingga Budaya dan Pariwisata. Sementara di Medan Merdeka Selatan terdapat Istana Wakil Presiden RI, Balaikota DKI dan Lemhanas; sedang di Medan Merdeka Timur terdapat Stasiun Gambir. Ada catatan dalam sejarah pembangunan Monas, yakni sumbangan dari berbagai negara hingga tugu tersebut bisa berdiri tegak. Jepang menyumbang kerangka besi, lidah api, lift dan tangga. Italia menyumbang marmer, pagar keamanan di pucak tugu, Patung diponegoro, Domes dan kaca diorama. Jerman Barat menyumbang instalasi listrik, interior serta sistem audio. Sedang Prancis menyumbang konstruksi beton.

Untuk memasuki Monas, pintunya berada di kawasan utara Taman Monas, di mana terdapat air mancur dan patung Pangeran Diponegoro. Di bawahnya ada lorong bawah tanah menerobos jalan Silang Monas menuju pelataran Tugu Monas. Di dalam Tugu Monas terdapat ruang Museum Sejarah seluas 80x80 meter persegi setinggi 8 meter yang terletak 3 meter di bawah tanah. Kemudian ada Ruang Kemerdekaan pada bagian cawan berbentuk amphitheater tertutup. Di ruangan ini pengunjung dapat mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Proklamasi oleh Bung Karno. Ya, pada sisi baratnya terdapat peti kaca tempat menyimpan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lalu, berapa tinggi Monas? 132 meter. Ada apa di puncaknya? Lidah api berlapis emas. Ya, lidah api itu dilapis emas seberat 38 kg. Tapi tak banyak yang tahu, 28 kg emas diantaranya disumbang oleh Teuku Markam, saudagar Aceh yang pernah menjadi


salah satu orang terkaya di Indonesia. Teuku Markam punya reputasi baik dalam memajukan perekonomian Indonesia pada zaman Soekarno. Jadi, emas di puncak Tugu Monas yang jadi simbol peradaban Indonesia itu ternyata disumbang oleh seorang saudagar Aceh.

TUGU SELAMAT DATANG: LAMBAIAN UNTUK PESERTA ASIAN GAMES 1962 Tugu “Selamat Datang� di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jl. MH Thamrin ini dibuat dalam rangka penyelenggaraan ASIAN GAMES ke IV di Jakarta pada tahun 1962. Makanya patung tersebut menggambarkan sepasang pemuda yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu. Pada masa itu semua tamu asing yang datang di Jakarta masuk melalui bandara WH-SEMARANG 2 (LION).pdf

1

10/18/11

Internasional Kemayoran dan langsung menuju ke Hotel Indonesia yang menjadi tempat penginapan mereka. Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Soekarno sendiri. Sedang desain awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan wakil Gubernur DKI Jakarta. Patungnya sendiri terbuat dari perunggu dengan tinggi kepala hingga kaki 5 meter. Namun tinggi dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7 meter. Pada saat pembuatan, Presiden Soekarno didampingi Duta Besar Amerika Serikat pada saat itu, Mr. Jones beserta beberapa menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso yang memimpin tim pematung Keluarga Arca. Pembuatan patung ini memakan waktu satu tahun sebelum akhirnya diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1962.

11:10 AM

C

M

Y

CM

MY

CY

CMY

K

LIONMAG NOVEMBER 2011

47


DESTINATION | TUGU-TUGU JAKARTA

Yang mana yang sebenarnya dimaksud Tugu Proklamasi? Kisah ini mesti dirunut baik-baik, karena agak berliku. Tapi yang dimaksud Tugu Proklamasi sejatinya adalah Tugu Petir. Letaknya di kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi --dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat. Di kompleks itu juga terdapat monumen sepasang patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengahnya terdapat replika naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip ketikan aslinya. Perlu diingat kembali, naskah proklamasi dibacakan di depan rumah Bung Karno, di Jl Pegangsaan Timur No. 56. Sangat disayangkan, rumah bersejarah ini, yang dulu disebut “Gedung Proklamasi” sudah tidak ada lagi! Bung Karno menyetujui usul Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Henk Ngantung agar rumah itu direnovasi. Waktu itu Presiden Soekarno sudah tinggal di Istana Negara. Tapi ternyata renovasi tidak terealisasi. Di lokasi itu kemudian Presiden Soekarno melakukan pencangkulan pertama tanah untuk pembangunan “Tugu Petir”, yang kemudian disebut Tugu Proklamasi, 11 Januari 1961. Pada tugu itu tercantum tulisan, “Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta”. Sekitar 50 meter di belakang tugu ini dibangun gedung yang menandai dimulainya pelaksanaan “Pembangunan Nasional Semesta Berencana” yang kemudian dikenal sebagai Gedung Pola. Tapi sebenarnya ada satu monumen yang terkait langsung dengan nuansa revolusi kemerdekaan saat itu, yakni “Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia”, diresmikan tanggal 17 Agustus 1946 oleh Sutan Syahrir. Di situ juga tertulis, “Atas Oesaha Wanita

48 LIONMAG NOVEMBER 2011

MAKHFUDZ SAPPE

MONUMEN PROKLAMASI: SEJARAH YANG RUMIT

Djakarta”. Sementara pada dinding sebaliknya juga ada kutipan naskah proklamasi dan peta Indonesia. Menjelang diresmikan, ada hambatan, karena Wali Kota Jakarta Suwiryo melarangnya, karena ada larangan dari Tentara Sekutu di Jakarta. Beberapa tokoh pejuang juga kuatir kalau peresmian dipaksakan bisa berakibat buruk, menimbulkan insiden dan tragedi. Namun ketika Sutan Syahrir tiba di Jakarta dari Yogyakarta pada 16 Agustus 1946, ia bersedia meresmikannya. Dan peresmian terjadi di tengah hilir-mudik patroli tentara Sekutu dan Gurkha. Tapi tidak terjadi insiden. Mungkin karena kehadiran Perdana Menteri Sutan Syahrir. Namun pada 15 Agustus 1960,

tugu peringatan itu lenyap. Para tokoh pejuang menuding pihak komunis berada di balik pengubahan sejarah ini. Sejumlah tokoh wanita menemui Gubernur Sumarno di Balaikota. Gubernur kemudian menyerahkan tiga lempengan marmer yang tadinya melekat di tugu yang juga disebut “Tugu Linggarjati” itu. Ketiga lempengan itu disimpan oleh Yos Masdani. Tahun 1968, Gubernur Ali Sadikin menanggapi positif usulan membangun kembali Tugu Proklamasi, bahkan Sekretariat Negara pun bersiap. Namun urusan pemugaran tertunda karena Yos Masdani berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar. Tawaran membeli marmer-marmer bersejarah itu dengan harga tinggi dari Cornell University


LIONMAG NOVEMBER 2011

49


DESTINATION | TUGU-TUGU JAKARTA

TOTO SANTIKO BUDI

ditolak Yos. Pada tanggal 17 Agustus 1972, Tugu Proklamasi diremikan oleh Menteri Penerangan Budiardjo di lokasi semula. Diantara yang hadir adalah Proklamator sekaligus mantan Wakil Presiden RI M. Hatta. Kemudian Presiden Soeharto meresmikan Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1980.

Patung yang berada di tengahtengah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat ini dibuat pada tahun 1962, pada waktu Indonesia sedang berjuang untuk membebaskan Irian Barat (Irian Jaya, kemudian sekarang menjadi Papua). Ide pembuatan patung juga berasal dari Bung Karno, yang kemudian “diterjemahkan” oleh Henk Ngantung dalam bentuk sketsa. Ide tersebut tercetus dari pidato Bung Karno di Yogyakarta yang menggerakkan massa untuk bertekad membebaskan saudarasaudaranya di Irian Barat dari belenggu penjajahan Belanda. Makanya patung ini mengilustrasikan seseorang yang berhasil membebaskan belenggu. Patung setinggi sembilan meter yang terbuat dari perunggu ini bobotnya 8 ton. Yang dimaksud dengan tinggi tadi adalah kepala sampai kaki. Tapi bila dari kaki hingga ke ujung lambian tangan maka menjadi 11 meter. Patung ini juga dibuat oleh tim pematung Keluarga Arca, Yogyakarta dan dikerjakan selama setahun. Patung itu sendiri ditegakkan di atas konstruksi penyangga serupa jembatan setinggi 25 meter di atas tanah. Dibuat selama setahun, Presiden Soekarno meresmikannya pada 17 Agustus 1963. Dari semua patung di Jakarta, inilah patung yang paling estetik.

PATUNG PAHLAWAN: PETANI JAWA BARAT YANG DIBUAT DI UNI SOVIET Pada suatu kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet akhir tahun 1950-an, beliau diperkenalkan dengan dua orang pematung Rusia bernama

50 LIONMAG NOVEMBER 2011

WISNU RIDWAN

MONUMEN PEMBEBASAN IRIAN BARAT: PALING ESTETIK

Matvel Manizer dan Otto Manizer. Di kemudian hari Bung Karno mengundang kedua pematung itu datang ke Indonesia untuk membuat patung yang bertema mengenang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedua pematung itu kemudian berkunjung ke sebuah desa di Jawa Barat, di mana mereka menggali cerita rakyat di situ tentang seorang ibu yang senantiasa membawakan makanan bagi anaknya yang sedang bertempur dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda. Ide itulah yang dibawa oleh kedua pematung itu dan mewujudkannya dalam bentuk patung di Uni Soviet, yang kemudian dikirim dengan kapal laut ke Jakarta. Presiden Soekarno meresmikan patung ini pada tahun 1963 dan menempatkannya di

sebuah bundaran di kawasan Menteng yang strategis karena dilalui oleh arus lalu-lintas yang ramai. Di bagian bawah patung tertempel plakat berbunyi: “Bangsa jang menghargai pahlawannja adalah bangsa jang besar”. Patung ini memang dihadiahkan oleh pemerintah Uni Soviet kepada Indonesia sebagai manifestasi persahabatan kedua negara.

PATUNG PEMUDA MEMBANGUN: PALING BARU DI ANTARA YANG LAMA Dari semua “patung lama” di Jakarta, inilah “patung baru”. Ya, ketika Jakarta berkembang, muncul kawasan-kawasan baru yang berkembang pula, antara lain Senayan, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama. Di Senayan, muncul pula Patung


LIONMAG NOVEMBER 2011

51


WISNU RIDWAN

DESTINATION | TUGU-TUGU JAKARTA

Pemuda Membangun, persisnya di bundaran air mancur Senayan. Di ujung selatan jalan Jenderal Sudirman. Patung ini dibuat oleh tim pematung Biro ISA (Insinyur Seniman Arsitektur) yang dipimpin Imam Supardi. Memang tak banyak yang tahu nama asli patung ini. Bahkan banyak pula yang menyebutnya patung ‘pizzaman’ karena seperti orang yang sedang membawa pizza. Dan berbeda dengan kebanyakan patung yang terbuat dari perunggu, patung ini dibuat dari beton bertulang yang dicor dengan adukan semen. Sementara bagian luarnya dilapisi teraso. Maksud pembuatan patung ini adalah memperingati hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1971. Namun sejak dikerjakan pada Juli 1971, patung ini baru selesai pada Maret 1972. Dengan wujud seorang pemuda yang bersemangat menyala-nyala membawa obor, patung ini berusaha menonjolkan sifat dinamisnya, bergerak. Dari jauh, sepertinya patung ini nyaris tidak berbusana. Tapi justru inilah yang ditonjolkan, ekspresi gerak sehingga tampak nyata guratan otot-

52

LIONMAG NOVEMBER 2011

otot sang pemuda. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendorong semangat membangun yang pada hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda. Makanya diberi nama Patung Pemuda Membangun.

PATUNG JENDERAL SUDIRMAN: MENGHORMAT PADA SIAPA? Meski secara geografis Jl. M Husni Thamrin dan Jenderal Sudirman, Jakarta bukanlah suatu garis persis lurus utaraselatan, tapi secara filosofi dianggap sebagai satu tarikan garis lurus sebuah jalan utama dan paling penting di Jakarta. Di ujung utara Jl. M Husni Thamrin terdapat Monumen Nasional alias Monas. Sementara di ujung selatan Jl Jenderal Sudirman ditutup oleh Patung Pemuda Membangun. Kini di tengahnya, di peralihan kedua jalan itu berdiri Patung Jenderal Sudirman. Inilah patung monumen terbaru di Jakarta, dilihat dari usianya. Patung yang berdiri di tengah jalan pada kawasan Dukuh Atas ini tingginya 6,5 meter, dengan penyanggan setinggi 5,5 meter. Bobot patung perunggu ini 4 ton, dibuat oleh seniman sekaligus

dosen seni rupa ITB, Sunario. Kalau diperhatikan, sosok patung Jenderal Sudirman ini agak mendongak ke atas, dinamis, lalu tangannya memberi gerak hormat. Inilah yang menimbulkan perdebatan: menghormat kepada siapa? Sebagai Panglima Besar, Jenderal Sudirman selayaknya tidak menghormat kepada sembarang warga yang melintas, ialah yang selayaknya dihormati. Itu pula yang ditampilkan dalam adegan film “Naga Bonar jadi 2”. Dan peresmian patung ini pada 16 Agustus 2003 Oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso diwarnai dengan unjuk rasa. Padahal, rencananya diresmikan bertepatan dengan HUT Jakarta ke-476, 22 Juni 2003. Pembangunan patung ini sendiri adalah realisasi dari sayembara patung pahlawan yang dilakukan tahun 1999. Namun biaya pembangunan patung sebesar Rp 6,6 miliar ternyata bukan dari APBD DKI Jakarta, melainkan dari pihak swasta. Penunjukkan penyandang dana itu diserahkan kepada keluarga Sudirman. Sebagai kompensasinya, pihak swasta mendapat dua titik reklame di lokasi Teks: GEGEN strategis di Dukuh Atas.


Kunjungi Dealer CPF1 terdekat di kota Anda

Kaca film automotive no.1 di Indonesia

Bandung Fenyen Motor 022-521 1561 / 022-523 0228 Cirebon D’Boy 0231-911 3838 Jakarta Serimpi Motor 021-654 6861 / 021-658 6813 Varia Baru 021-565 6677

Kupang Ferari Variasi 0380-822 4491 Lampung R&B Variasi 0721-483 838 Makassar Audio Style 0411-575 0899 / 0411-363 1920 Manado KK Motor 0431-334 5285

Medan Merlin Jaya Service 061-821 4385 / 061-821 6410

Semarang UD. Iman Sejati 024-844 5689 / 024-331 60971

Palembang Dolphin Car Acc 0711-790 3898 / 0711-361 053

Surabaya Masagung Auto Film 031-545 5940

Pontianak ERA Motor 0561-739 384 / 0561-737 819

Yogyakarta Star Variasi 0274-623 414 Batam Jaya Ban 0778-430483 0778-453192

Customer Service : 021 710 677 07

Follow us : CPF1 Window Film

@CPF1WindowFilm

www.cpf1.co.id LIONMAG NOVEMBER 2011

53


KUKAR LARUT

DALAM KIRAB BUDAYA

Ketika insan Kedaton bersuka, rakyat pun gempita. Ketika Ayahanda bertambah usia, seluruh negeri pun memanjatkan puja. Rasa syukur tak terkira, dalam kerangka perbedaan yang tak terperdaya. Kekayaan hasrat Bhineka Tunggal Ika, tercermin dalam kirab budaya.

54 LIONMAG NOVEMBER 2011


A D V E R T O R I A L

P

agi itu halaman Kedaton tampak ramai dipadati masyarakat dan tamu undangan. Sebuah perhelatan akbar hendak diselenggarakan di tempat ini. Antusiasme masyarakat terlihat dari sejak pagi hari yang bukan hanya sabar menunggu tapi juga telah mempersiapkan diri dengan segala atribut yang dipakai dalam acara tersebut. Ya, pagi itu merupakan puncak dari serangkaian acara yang digelar untuk memperingati hari jadi kota Tenggarong, Kutai Kartanegara ke-229. Acara ini juga dirangkaikan untuk memperingati hari ulang tahun Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX, Haji Adji Mohamad Salehoeddin II ke-87 tahun, tepat pada 24 Oktober 2011. Bunyi Gong yang dipukul secara bersama oleh Putera Mahkota Kesultanan Kutai, Adji Mohamad Arifin dan Sekkab Daerah Kukar, HAPM Haryanto Bachroel serta Ketua DPRD Kukar, Awang Yacoub Luthman berkumandang menandakan Kirab Budaya resmi dibuka. Langkah tegap Pasukan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura lengkap dengan senjata dan panji-panji mengawali rangkaian pementasan Kirab Budaya tersebut. Boleh dibilang Kutai Kartanegara merupakan daerah yang multi etnis. Hal ini bisa dilihat dari acara Kirab Budaya yang berlangsung sangat meriah. Setelah Pasukan

Kesultanan tampil di depan tribun kehormatan secara bergantian lebih dari 27 kelompok seni maupun etnis menampilkan atraksi kesenian mereka. Beberapa penampil tersebut diantaranya dari Lembaga Seni Budaya Kumala yang membawakan Tari Jepen. Disusul beberapa atraksi tari dari Kelompok Berotek Seni Tari Dayak Benuaq, KSB Seraong, Karya Budi, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan juga Sulawesi Utara serta Himpunan Seni Budaya Maju Karya. Berikutnya ada atraksi dari Kerukunan Keluarga Sasak Lombok yang membawakan kesenian Gendang Beleg yang cukup hingar bingar dengan tetabuhannya. Dari tanah Jawa ada Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti), pementasan atraksi Kuda Lumping, Reyog Ponorogo dan masih banyak lagi. Ada juga penampilan dari Seni Dayak Bahau & Modang, atraksi seni beladiri Kuntau yang cukup menghibur penonton. Secara keseluruhan Kirab Budaya ini merepresentasikan keberagaman budaya dan etnis yang

PELUNCURAN CALL CENTER GERBANG RAJA Dalam waktu yang sama, sebelum acara Kirab Budaya diadakan peluncuran Call Center Gerbang Raja di nomor (0541) 6669000. Peresmian ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Sekkab Daerah Kukar HAPM Haryanto Bachroel. Call center ini diakui sebagai yang pertama kali di seluruh Indonesia yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten itu merupakan kerjasama Pemerintah Kukar melalui Bagian Humas dan Protokol Setkab Kukar dengan PT Infomedia. Dijelaskan oleh Sri Wahyuni, Kabag Humas & Protokol Pemkab Kukar bahwa kehadiran call center itu sebagai tempat memberikan dan menerima informasi publik. Pada tahap awal, call center membuka ruang informasi tentang pariwisata daerah, tempattempat pelayanan publik, dan informasi tentang perangkat daerah Kutai Kartanegara. Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan informasi tentang kondisi sarana dan prasarana infrastruktur daerah, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan dan informasi sosial kemasyarakatan lainnya yang memerlukan tanggapan Pemerintah Kabupaten. LIONMAG NOVEMBER 2011

55


membentuk dan membangun Kutai Kartanegara hingga saat ini. Seluruh peserta kirab memberi penghormatan dan selamat kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX yang duduk di podium kehormatan menyaksikan seluruh rangkaian Kirab Budaya. Sebagian besar elemen masyarakat itu memberikan hadiah atau souvenir kepada Sultan. Setelah selesai Kirab Budaya acara berikutnya terpusat di dalam ruang utama Kedaton Kesultanan

Kutai Kartanegara dengan acara Kaseh Selamat Sultan. Di sini Sultan Haji Adji Mohamad Salehoeddin II duduk di singgasana didampingi isterinya Adji Ratu Putro Indera Ningrat menerima ucapan selamat ulang tahun dari para tamu undangan yang hadir. Pemberian ucapan Kaseh Selamat ini diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Sultan Kutai yang selanjutnya diserahkan kepada Rita Widyasari dan Ketua DPRD Kukar Awang Yacoub Luthman. Kemudian dilanjutkan

dengan pemberian ucapan selamat yang diawali Bupati Rita Widyasari, Ketua DPRD Kukar Awang Yacoub, Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf, Sekkab Kukar HAPM Haryanto Bachroel diikuti Kepala Dinas/ Instansi dan undangan lainnya secara bergantian berlangsung sederhana di Kedaton Tenggarong. Hari itu seluruh masyarakat Tenggarong larut dalam cerah ceria penuh warna Kirab Budaya yang berlangsung meriah.

Sekilas Mengenal Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX, Haji Adji Mohamad Salehoeddin II

56 LIONMAG NOVEMBER 2011

Dari perkawinan Sultan Adji Mohamad Parikesit dengan Adji Ratu Bariah gelar Ratu Prabu Ningrat, lahir seorang putera yang diberi nama Adji Mohamad Salehoeddin pada 24 Oktober 1924. Masa kanak-kanak beliau dihabiskan di Tenggarong. Menempuh pendidikan dasar di E.L.S (setingkat SD) di Jakarta serta meneruskan pedidikan di M.U.L.O (setingkat SMP) di Jakarta dan Bandung. 17 Agustus 1947 beliau menikah dengan Adji Aida Amidjoyo. Tiga bulan setelah menikah, beliau berangkat ke Belanda untuk meneruskan sekolah di H.B.S (setingkat SMA) dan masuk perguruan tinggi di Fakultas Endology Universitas Leiden. Beliau juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Sosial Ekonomi Universtas Indonesia. Mengawali karir menjadi pegawai negeri di Kantor Daerah Samarinda. Pada tahun 1955 beliau pindah kerja di Dinas Pendapatan Daerah di Tenggarong hingga pensiun. 22 September 2001 beliau menabalkan diri sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XX dengan nama Sultan Haji Adji Mohamad Salehoeddin II, serta isteri beliau Hj. Adji Aida Amidjoyo bergelar Adji Ratu Putro Indera Ningrat. Dari pernikahan ini beliau dikaruniai 10 orang anak, 30 orang cucu dan 15 orang cicit.


LIONMAG NOVEMBER 2011

57


58 LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011

59


SPECIAL | ROYAL WEDDING

Lautan Manusia

Sambut Kirab Pengantin Keraton Teks & FOTO: Toto Santiko Budi

60 LIONMAG NOVEMBER 2011


H

ari Selasa 18 Oktober sore itu ribuan manusia dari berbagai tingkat usia dan tumpahruah dan berdesakan di jalanan. Sebagian besar dari mereka adalah warga Yogyakarta dan sekitarnya, selain itu tentunya para wisatawan baik domestik maupun internasional. Keriuhan itu memusat di sepanjang

alun-alun Utara Keraton hingga seputar Kepatihan di Malioboro, yang merupakan rute kirab pengantin dan kereta kencana keraton. Banyak dari mereka datang sejak siang hari, bahkan ada juga yang sejak pagi. Mereka ada yang menggelar tikar lengkap dengan bekal makanan dan minuman, serasa piknik. Beberapa tampak mengembangkan payung untuk berlindung dari terik sinar matahari. Lebih banyak yang merelakan diri kepanasan demi mengamankan posisi

terbaik. Pendek kata tak ada sejengkal tanah pun di sepanjang kawasan itu yang bebas dari manusia. Banyak juga yang memilih menyaksikan dari ketinggian, lantai dua (atau lebih) pasar Beringharjo dan juga toko-toko di sepanjang jalan paling populer di kota gudeg itu. Pot bunga, bangku taman pun di penuhi kaki-kaki warga yang sekedar mencari pijakan lebih tinggi. Semua itu dilakukan demi untuk menyaksikan secara langsung kirab agung pengantin Putri bungsu Sultan LIONMAG NOVEMBER 2011

61


SPECIAL | ROYAL WEDDING

Hamengku Buwono (HB) X, dalam gelar lengkap kini bernama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara yang menikahi Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara. Pasangan berbahagia ini menaiki kereta kencana Kyai Jong Wiyat. Kereta ini merupakan peninggalan Sultan HB VII yang dibuat di Belanda pada tahun 1881. Pakaian pengantin yang dikenakan pengantin pun serupa dengan model pakaian pernikahan keraton era Sultan HB VII. Sebelum kirab agung kereta kencana dimulai terlebih dahulu melintas arak-arakan kelompok kesenian rakyat Boyolali dan mahasiswa NTT yang ada di Yogyakarta. Mereka bergerak dari arah Kepatihan menuju Keraton dan kembali lagi ke Kepatihan. Barulah kemudian dimulai prosesi kirab pengantin. Barisan diawali oleh Prajurit Wirobrojo dan prajurit Ketanggung. Baru kemudian diikuti lima kereta kencana, termasuk kereta yang dinaiki pasangan pengantin. Kereta-kereta kencana bergerak lamban menyusuri jalan sejauh lebih kurang 1,5 kilometer itu. Petugas keamanan keraton berusaha keras menepikan masyarakat agar kereta

62

LIONMAG NOVEMBER 2011

dapat melintas. Kereta pengantin berada di urutan kedua. Tepuk tangan masa riuh menyambut, mereka bersahutan memanggil-manggil Ubai dan Jeng Reni. Ya, nama asli pasangan pengantin adalah Achmad Ubaidillah dan BRA Nurastuti Wijareni. Masyarakat berdesakan dan berusaha lebih mendekati kereta. Tak sedikit yang berusaha memotret dengan berbagai kamera. Ada yang memakai digital SLR, kamera saku, hand phone, bahkan terlihat ada yang memotret dengan komputer tablet. Lambaian tangan masa tak kunjung henti. GKR Bendara dan KPH Yudanegara pun membalas sambutan dengan senyuman dan lambaian tangan. Kharisma dan pengaruh Sultan dan keraton masih sangat besar bagi

masyarakat Jawa dan Yogyakarta pada khususnya di jaman modern dan serba digital ini. Maka ketika keraton punya gawe seperti ini jangan heran bila warga suka-cita menyambutnya. Tidak sekedar menonton, warga dengan suka-rela memberikan sumbangsihnya, hingga jalanan dan sudut kotapun semarak oleh ratusan janur dan penjor. Pernikahan putri bungsu Sultan terasa begitu megah dan meriah. Ritual pernikahan agung yang berlangsung selama beberapa hari, dimulai 16 Oktober pun usai tanggal 19 Oktober lalu. Hajatan raja Jawa ini sungguh menimbulkan kesan mendalam bagi mereka yang hadir langsung di Yogyakarta maupun yang hanya sempat menyaksikan dari layar kaca televisi,


LIONMAG NOVEMBER 2011

63


FANTASTIQUE MULTIMEDIA SHOW

MENCICIPI PESONA BARU JAKARTA

64 LIONMAG NOVEMBER 2011

J

akarta sebagai Kota Metropolitan bak magnet yang begitu kuat menarik banyak orang untuk datang. Dengan penduduk lebih dari 9 juta jiwa, sebagai kota pariwisata Jakarta memang bukan kota santai seperti kebanyakan kota pariwisata lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun perlu dicatat bahwa Jakarta adalah kota yang paling lengkap memiliki sarana, prasarana dan fasilitas pariwisatanya dibanding kota lainnya di Indonesia. Jakarta menawarkan beribu pesona. Mulai dari wisata sejarah, budaya, taman rekreasi, pusat perbelanjaan dari yang

tradisional hingga super megah, museum bahkan gemerlap hiburan malam yang tak pernah tidur mampu menyedot perhatian. Kita tidak perlu khawatir dengan fasilitas pendukung wisata Jakarta, karena ratusan hotel maupun losmen serta ribuan restoran dan warung makan siap memuaskan setiap wisatawan yang datang. Bukan hanya itu, sarana transportasi siap siaga 24 jam yang dapat mengantar hingga seluruh pelosok kota tentu akan menambah kenyamanan selama berada di Jakarta. Kawasan wisata Ancol sampai saat ini masih menjadi tempat wisata favorit. Ancol selalu berkembang dengan menambah berbagai wahana baru yang menarik dan spektakuler. Sebut saja salah satu wahana yang berada di Dunia Fantasi, Hysteria. Bagi yang bernyali besar bisa mencobanya. Adrenalin akan terpompa saat kita dilontarkan ke atas dengan kecepatan sekitar 100 km/jam dan kemudian dibanting kebawah dengan kecepatan sekitar 60 km/jam. Permainan yang berasal dari Amerika Serikat ini terdiri dari dua tower dengan ketinggian masing-masing 60 meter. Wahana terbarunya adalah Ocean Ecopark yang merupakan kawasan eco-wisata yang memiliki koleksi tanaman khas daerah pesisir. Wahana yang selain bertujuan untuk menghibur, mendidik juga untuk mengenalkan konsep green lifestyle ini terbagi menjadi empat tema yang berbeda yaitu Eco Energy, Eco Care, Eco Nature dan Eco Art. Wahana ini didukung dengan sarana yang memadai untuk pembelajaran mengenai kesadaran lingkungan. Masih dalam kawasan Ocean Ecopark, dibuka wahana baru yang sangat fantastis. Apa jadinya jika cerita rakyat Timun Emas dan Buto Ijo dikemas dalam drama musikal yang digabung dengan teknologi multimedia super modern? Ini hanya ada di Fantastique Multimedia Show. Mengagumkan! Pertunjukan spektakuler yang mengangkat cerita rakyat ini sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal. Bukan hanya itu, setting panggung yang megah dengan latar belakang Istana berikut kolam air yang luas membuat pertunjukkan semakin mempesona.


A D V E R T O R I A L

“Jakarta seperti rumah besar yang indah dan nyaman bagi setiap penghuninya. Tentunya setiap orang yang tinggal di dalamnya memiliki kepentingan untuk menjaga keindahan, ketertiban dan kenyamanan rumah itu. Jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi?� Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Pertunjukan drama musikal yang melibatkan seniman besar Djaduk Ferianto dan N. Riantiarno ini diawali pementasan Ancol Paradis yang menampilkan berbagai macam lagu dan tarian daerah khas Nusantara. Permainan water fountain (air mancur) yang menari-nari, tata cahaya dan tata suara yang menggelegar benarbenar menjadikan pertunjukan malam ini sempurna. Teknologi water fountain yang dipakai disini lebih modern dibanding water fountain lainnya yang ada di Asia. Penggabungan teknologi lainnya seperti aquascan, animasi, laser show dan 3D mapping benar-benar menjadikan pertunjukan ini semakin hidup dan penonton hanyut di dalam suasana. Jangan kaget, bisa jadi kita terkena percikan air akibat efek yang ditimbulkan selama pertunjukkan berlangsung. Panggung spektakuler dengan kapasitas sekitar 1.500 orang ini sangat layak menjadi destinasi liburan kita. Ini baru sebagian kecil dari pesona wisata yang akan kita temukan kala berkunjung ke Jakarta.

Teh Bunga dan Teh Herbal. Jangan heran jika disini kita juga bisa menemukan daun teh ketika direndam akan berubah bentuk menjadi bunga mekar yang cantik. Di Cawan Tea House kita bisa belajar bagaimana seni menyeduh teh yang benar sehingga menghasilkan minuman yang nikmat dan bermanfaat secara maksimal. Edukasi lengkap tentang berbagai jenis dan manfaat teh bisa kita peroleh di sini. Masih soal minuman, bagi para penikmat kopi bisa datang ke Anomali Coffee yang berada di jalan Senopati, Jakarta Selatan. Di sini kita bisa menemukan kopi terbaik dari seluruh wilayah Nusantara, dari Aceh hingga Papua. Kita juga bisa melihat dan belajar tentang pengolahan kopi asli Indonesia. Bahkan Anomali Coffee juga menyediakan jenis kopi Indonesia yang selain terkenal juga termahal di dunia yaitu kopi luwak. Jakarta memang surganya para penikmat kuliner. Beberapa lokasi yang menjadi pusat kuliner tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Salah satunya yang terus berkembang adalah wilayah Tebet. Diantaranya, Bebek Ginyo dengan mengandalkan menu bebek khas nusantara. Dengan nuansa tempo dulu kita bisa menikmati ala prasmanan dengan tersedia beberapa varian bebek. Ada satu restoran lagi yang menu utamanya adalah bebek yaitu Bebek Bengil yang berada di Menteng. Nuansa ruangan dan gerbang masuk mengadopsi rumah tradisional Bali, serasa makan di Bali saja saat kita berada di sini.

Kembali ke Tebet, Comic CafĂŠ, sebuah cafĂŠ dengan tema cerita tokohtokoh dalam komik. Begitu masuk, kita langsung dimanjakan dengan posterposter tokoh cerita tersebut. Sambil menunggu dan menikmati makanan, kita bisa membaca beragam komik yang ada. Makan di tempat ini serasa ditemani superhero. Tempat makan lainnya yang turut menyemarakkan wilayah Tebet ini adalah DeJons yang menyediakan menu cepat saji seperti berbagai macam burger, French fries, hotdog, sandwich dan roti bakar. Nah, jika ingin mencicipi kelezatan kuliner di tepi pantai kita bisa ke Restoran Segarra yang berlokasi di Pantai Carnaval Ancol. Yang menarik di tempat ini adalah kita bisa menikmati makanan ditemani sunset sambil duduk-duduk di atas sofa yang berkanopi berjajar di atas hamparan pasir putih. Jika tadi ada makanan khas Bali, sekarang kita mencoba makanan khas Jawa Tengah. Warung Anglo yang berada di Jalan Senopati menyediakan berbagai menu rumahan khas Jawa Tengah. Nuansa rumah joglo dengan ornamen detil Jawa menjadikan kita serasa makan di rumah sendiri. Kita bisa memilih sendiri diantara berbagai macam menu yang dihampar di atas wajan tanah liat. Ini akan menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan selama kita berkunjung ke Jakarta yang penuh dengan pesona. Sekelumit kenangan dari beribu kenangan yang sebenarnya dapat kita nikmati di Ibukota Republik Indonesia tercinta ini.

Surganya Penikmat Kuliner Daya tarik Jakarta tidak hanya pada destinasi wisatanya saja. Kota ini juga kaya akan ragam kulinernya. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan pelaku bisnis restoran begitu pesat. Beberapa diantaranya, Cawan Tea House yang berada di Mangga Dua Square. Di sini kita bisa menemukan berbagai jenis teh dari Cina yang sudah kesohor di dunia mulai dari teh jenis Pu Er, Oolong, Green Tea, White Tea sampai

WARUNG ANGLO

BEBEK BENGIL

LIONMAG NOVEMBER 2011

65


MAKHFUDZ SAPPE

VOTE KOMODO Mari mendukung KOMODO untuk menjadi keajabain dunia baru, vote melalui sms ke 9818

66 LIONMAG NOVEMBER 2011

DOK: P2K

B

ulan November ini menjadi bulan yang menentukan bagi dua kompetisi penting. Yang pertama pemenangan Komodo di ajang final New 7 Wonders of Natures dan yang kedua para atlit Indonesia berjuang dengan sekuat tenaga di ajang SEA GAMES ke 26 dimana Indonesia menjadi tuan rumah. SEA GAMES 26 yang mempunyai maskot KOMODO menandakan hubungan yang erat dengan KOMODO yang saat ini dijagokan sebagai salah satu keajaiban dunia. Kedua kompetisi ini  dapat melambungkan nama Indonesia ke tingkat dunia. Oktober lalu rombongan Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) bersama Bapak H.M Jusuf Kalla, beserta SLANK, RAN, dan Fadli PADI mengadakan perjalanan ke Labuan Bajo. Ikut dalam rombongan yang dipimpin langsung oleh Bapak Jusuf Kalla ini ada Presiden New 7 Wonders Foundation Bernard Weber. Di sana diadakan acara penyerahan sertifikat finalis New 7 Wonders of Nature pulau Komodo oleh Presiden New 7 Wonders Foundation, Bernard Weber kepada Bapak Jusuf Kalla sebagai Duta Besar Pemenangan Komodo yang kemudian menyerahkannya kepada Bupati Manggarai Barat mewakili masyarakat Manggarai Barat. KOMODO menjadi finalis New & Wonder bersama 27 finalis lainnya, selanjutnya akan terpilih tujuh finalis melalui

Jusuf Kalla sebagai Duta Komodo bersama Bernard Weber-Presiden New 7 Wonders Foundation

dukungan sms, telepon atau email. Pemenangnya akan diumumkan pada 11 November 2011. Dengan waktu yang tersisa, mari kita terus mendukung komodo untuk menjadi keajaiban dunia, ketik KOMODO dan kirim ke 9818. ‘Jika KOMODO jadi keajaiban dunia, maka NTT akan terkenal sebagai tujuan wisata dunia, yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Manggarai Barat “, demikian ungkap Jusuf Kalla.


LIONMAG NOVEMBER 2011

67


SPECIAL | ISLAM DI SYDNEY

Unity in Diversity Islamic Life in Sydney TEXT & PHOTOS: CAMPBELL BRIDGE

A

s the heat of the afternoon sun mellows and the shadows lengthen, the tempo of life in the street increases. Shop windows display wide trays of baklawa, halwa, and other sweet treats of Middle East. As sunset approaches, numbers of people, many in traditional Islamic dress, bustle off in the direction of the Imam Ali Bin Abi Taleb Mosque. Women in street stalls are having henna painted on their hands, and many shop window displays feature glittering Islamic attire. With the faint smell of spices hanging in the air, at nearby Warung Ita, Ibu Ita is commencing the preparation of the next day’s tempe, beef rendang, and ikan bilis at her Padang restaurant. While the overwhelming majority of faces and flavours here are unmistakably non-western, these events are not taking place in a pasar or souk in Asia or in the Middle East. Among the sea of Lebanese, Arab, Turkish, Indian, Pakistani, Bangladeshi and even Chinese faces, it is in fact September 2011 in Haldon Street Lakemba – a suburban shopping street not far from the geographical centre of Sydney. These days modern Australia is an extraordinarily diverse pluralistic society. The raw statistics of this diversity are staggering. While there are just over 22 million Australians

68 LIONMAG NOVEMBER 2011

(less than the population of Jabotabek), Australians speak over 300 languages, including Indigenous languages, come from more than 200 different ethnic backgrounds, and have many vastly varied cultural and religious customs and traditions which are kept rigidly separate from politics. At the schools around Lakemba, well over 90% of the students come from non-English-speaking backgrounds, with the majority Muslim. Historically, Muslim culture has had a profound and long-standing influence on Australian life. The earliest ongoing contact any Australians had with the Islamic world was with the Bugis and other fishermen, traders and sailors from eastern Indonesia, particularly Sulawesi and the surrounding islands. In the 19th century Muslim immigrants from other parts of the British Empire in Asia and Africa came to Australia as sailors and convicts in the early European fleets. At this time Muslim Afghans were instrumental in expanding trade in Australia’s inhospitable interior. They introduced the camel to the vast almost waterless desert which comprises the majority of the Australian continent. Even today, feral camels roam the Australian desert in their thousands. Apart from adding to the long list of hazards which outback


LIONMAG NOVEMBER 2011

69


SPECIAL | ISLAM DI SYDNEY

motorists should avoid when driving at night in these parts, a relic of this part of Australian history is that today camels are regarded as a feral pest which Australian even exports to Saudi Arabia. While Australia has always been a country of immigrants, what has changed over the years are the parts of the world from which these immigrants came. Since the Second World War, the Muslim population of Australia has increased dramatically. This has been largely as a result of different waves of immigrants coming initially from Turkey, the Balkans and Eastern Europe, then from the Middle East, particularly Lebanon, Iran, Iraq, Afghanistan and even more recently from Africa. There have always been steady numbers of immigrants coming over the past few decades from predominantly Muslim countries in Asia, including Pakistan, Bangladesh, Malaysia and Indonesia. The obvious evidence of these migrations is found in the food, some architecture and festivals which regularly take place in Australia’s largest cities. Middle Eastern food has had a profound influence on Australian cuisine. While there are whole streets in Sydney and Melbourne in particular which are full of Middle Eastern restaurants, it is virtually impossible not to be able to find a kebab or falafel anywhere in these cities. Malay restaurants, many halal, and with many Indonesian delicacies on the menus are common. Parts of Sydney around Kensington and Kingsford have literally dozens of small Indonesian restaurants. The first mosque was built in Australia in 1861. There are numerous mosques scattered through the larger cities. When visiting a large mosque, such as Lakemba, or the stunning architecture of the Gallipoli Turkish mosque in Auburn in Sydney, I am always struck by the mixture of the ethnic groups attending the mosque. The diversity of their congregations is reflected in the buildings themselves. While the Lakemba mosque is relatively austere, the interior of the Auburn mosque, is, by comparison, dazzling.

70

LIONMAG NOVEMBER 2011

One of the cultural highlights of living in Sydney are the large festivals which take place among the various communities to celebrate the various religious and cultural feasts of Australia’s immigrants and ethnic groups. To Chinese New Year, add the Hindu festival of Diwali, and the Islamic festivals of Idul Fitri and Idul Adha. Such festivals are all the more rich to attend because they are often focussed on a particular country but will embrace many other different and varied cultures (including wonderful foods) within the festival. The Eid festival (for Idul Adha) at Fairfield in Sydney is run by the Sydney Turkish community, but features food from all over the Islamic world, many Turkish and Bosnian dancers and musicians, and events as diverse as camel rides and University educational themes and displays focussing on educating people about Islam. While Bhinneka Tunggal Ika “Unity in Diversity” is rightly the official national motto of Indonesia, many people would be amazed at the extent of diversity in day-to-day life in modern Sydney, Australia’s largest city.


LIONMAG NOVEMBER 2011

71


GALLERY

Kensington PowerLift Backup Battery And Dock Kebutuhan akan sebuah charger sangatlah memiliki peran dan fungsi yang sangat penting pada sebuah perangkat, seperti ponsel. Namun charger saja tidak cukup jika tidak dibantu dengan saluran listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi sumber tenaga dari baterai yang telah habis. Dalam hal ini, telah diciptakan sebuah inovasi canggih, yaitu PowerLift Backup Battery dan Dock dari Kensington, tak lain sebagai rujukan untuk memperoleh tambahan energi dari sebuah ponsel khususnya iPod maupun iPhone. Perangkat ini dapat memberikan tenaga ekstra pada baterai yang terdapat di iPhone serta dapat sebagai dock yang menawarkan stand handfree, mampu menyediakan pengisian secara cepat dengan 1200 mAh. Tersedia lampu LED indikator untuk mengetahui berapa banyak tenaga baterai yang dimiliki.

Kamera Nikon 1 Mikro

Dengan Lensa Kit Yang Dapat Diganti

D

alam dunia fotografi, seorang fotografer perlu didukung dengan alat yang canggih untuk menghasilkan sebuah gambar yang menarik dan bagus. Nikon secara resmi meluncurkan Nikon 1 Mikro dengan sistem kamera yang lensanya dapat diganti-ganti. Hal lain dari kamera ini yakni merupakan kamera mikro yang memiliki 10.1 megapixel, CMOS sensor 13.2 x 8.88 mm, dan mampu menangkap perekaman melalui capture 1080p. Nikon 1 Mikro ini dirancang untuk penggemar fotografi, karena dapat menangkap gambar dengan titik bidik istimewa yang bekerja dengan kemampuan autufocus, memiliki Iso 100 sampai 6400.

72

LIONMAG NOVEMBER 2011

Kamera Waterproof Terbaik Di Bawah Air Bagi yang gemar dengan kegiatan traveling, terkadang sangatlah diprlukan sebuah kamera untuk mengabadikan sebuah momen atau gambar. Sebuah kamera saja rasanya kurang lengkap jika tidak difasilitasi dengan kecanggihannya, termasuk tahan terhadap air. Produsen kamera saat ini memberikan rancangan khusus kepada pengguna kamera, yakni sebuah kamera yang tahan terhadap segala cuaca dan tahan air. Canon PowerShot D10, merupakan kamera digital pocket yang memiliki ragam fitur dan berpenampilan menarik. Kamera ini dapat mengambil gambar dengan hasil yang maksimal termasuk dapat membuat video di dalam air dengan suara yang baik. Selain fitur yang tahan terhadap air, juga memiliki kualitas gambar yang baik. Menampilkan teknologi TruCapture dengan sensor 12.1 megapixel dan 3x optical zoom, serta mampu bertahan dikedalaman air 10 meter.


Wine Sack Perlengkapan Piknik Dalam berpergian, repot rasanya jika harus membawa teko untuk menyimpan air yang akan dibawa. Untuk menjawab sebuah kepraktisan, kini telah hadir Wine Sack, merupakan perangkat kantung yang bermanfaat untuk jenis minuman apapun sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan piknik dan liburan. Wine Sack adalah sebuah perangkat portabel berupa tas wine yang bisa juga digunakan untuk jenis minuman lainnya. Dengan desain yang sangat sederhana, stylist dan kokoh, Wine Sack juga memiliki fitur keran dibagian bawah untuk menyuguhkannya. Selain itu juga memiliki pegangan yang nyaman untuk dijinjing, dalam membersihkannya hanya cukup dibilas dengan air.

Trash Amps Speaker Speaker Portabel Dari Minuman Kaleng Barang bekas yang terdapat disekitar kita tentu memiliki sebuah manfaat yang dapat digunakan sebagai apa saja dalam berkreativitas, seperti halnya minuman kaleng yang dapat memberikan inspirasi untuk dijadikan perangkat gadget berupa speaker. Ya, ide ini diwujudkan dalam bentuk Trash Amps Speaker, yang mana merupakan proses daur ulang minuman kaleng yang dijadikan sebuah speaker. Speaker portabel ini dapat diputar dimana saja dengan menghasilkan suara yang baik. Trash Amps Speaker ini didesain dengan mengecat ulang kaleng tersebut, sehingga tampak artistik dengan dilengkapinya speaker yang memiliki suara berkualitas tinggi dan dapat menikmati musik dengan jack 3.5 inci disertai jack besar. Fasilitas lainnya juga didukung dengan pengaturan kabel yang fleksibel sehingga tidak repot dengan lilitan kabel.

LIONMAG NOVEMBER 2011

73


Pusat pengobatan tradisional dan klinik spesialis pria dan wanita

Fu Shou Tang Pusat Pengobatan Gabungan Metode Timur & Barat Spesialis Penyakit Pria dan Wanita Untuk mengatasi keluhan masyarakat luas mengenai penyakit pria dan wanita yang pengobatannya lama tetapi tidak sembuh, saat ini telah resmi dibuka Pusat Pengobatan Gabungan Metode Timur dan Barat Spesialis Penyakit Pria dan Wanita yang pertama di Indonesia , dengan bergabungnya beberapa ahli berpengalaman dari China, menggunakan perlengkapan dan teknologi kedokteran berstandar internasional yang terkini, membantu anda mengatasi berbagai macam gangguan penyakit.

Tempat terbaik mengobati penyakit

EJAKULASI DINI, KELENJAR PROSTAT DAN MASALAH BAU BADAN Dalam mengobati penyakit pria dan wanita, Kami paling Profesional! Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Pria: Satu kali pengobatan langsung mengatasi ejakulasi dini sampai ke akarnya, kulit alat vital terlalu panjang, operasi plastik alat vital versi Korea, pembesaran alat vital, pembesaran prostat(hypertrophy prostat), radang prostat, sering buang air kecil dan buang air kecil tidak tertahan, saluran kencing menetes cairan putih, tidak ada tenaga untuk buang air kecil, kesulitan buang air kecil, infeksi mikroba Mycoplasma dan Chlamydia, penyakit Mangga(Gonorrhea), Herpes, Condyloma(Kutil), Syphilis, gangguan fungsi seksualitas dan Penyakit Menular Seks(PMS) lainnya.

Pengobatan Barat Spesialis Penyakit Wanita: Hanya dengan satu kali tindakan penanganan mengatasi penyakit Cervical Erosion(pengikisan leher rahim), tumbuh daging pada leher rahim, dan kista leher rahim, perbaikan selaput dara, mengecilkan organ intim, memperindah bibir dalam organ intim. Mengobati keputihan yang berlebihan, keputihan bercampur darah, dan berbau; peradangan organ intim seperti:terasa terbakar, pedih, gatal, bengkak, merah, dan tumbuh daging; gangguan menstruasi seperti: haid tidak teratur/terlambat haid, terasa menyiksa dan sakit yang luar biasa waktu haid, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan organ intim di luar masa haid, penurunan libido, radang panggul, appendagitis(memasang dan melepas spiral), kemandulan menahun,kista ovarium(indung telur), myoma, kista dan benjolan berisi nanah pada vestibular gland, dan penyakit kelamin seperti:syphilis, gonorrhea, condyloma acuminatum(kutil), dan herpes.

Informasi selengkapnya: Mangga Dua Square Jl.Gunung Sahari Raya No.1, Road Level 2A,2B,2C,3 Jakarta Utara Telp: 1. Untuk Informasi PENGOBATAN TRADISIONAL: (021)6231 3520 2. Untuk Informasi PENGOBATAN BARAT/MEDIS: (021)6231 8500 Fax:(021)6231 3519 | welaskasihsehat@gmail.com www.welaskasihsehat.com | www.dokterurologi.co | www.dokterkandungan.co | www.sinshe.co | www.doktertulang.co

Buka setiap hari, Hari Minggu & Libur TETAP BUKA Jam Praktek : 09.30-13.00WIB, Siang 14.00-18.00WIB, Istirahat : Jam 13.00-14.00WIB

74

LIONMAG NOVEMBER 2011


Pusat pengobatan tradisional dan klinik spesialis pria dan wanita

Spesialis TCM Sinshe Senior Han Jian Fang. dilahirkan dalam keluarga yang berprofesi di bidang pengobatan tradisional sehingga dari usia muda sudah belajar tentang pengobatan tradisional. Beliau lulusan Universitas Pengobatan Tradisional Beijing China pada tahun 1964, pernah berguru kepada “Shi Jin Mo” yang merupakan salah satu dari 4 sinshe terkenal di Bei Jing. Dengan penelitian klinis selama 40 tahun berhasil menyimpulkan “Cara menguatkan dan menormalkan fungsi ginjal sebagai patokan utama untuk mengobati penyakit diabetes, stroke, lever, ginjal dan memadukan obat-obatan herbal dan akupuntur, dengan cara melakukan pengobatan dari dalam dan pengobatan dari luar, serta mengutamakan penyembuhan sampai ke akar penyakitnya. Dengan pengalaman praktek selama 40 tahun lebih menjadikan beliau memiliki sistem pemikiran dan teori ilmu tersendiri. Menggunakan obat minum dan rendam dari herbal serta akupuntur untuk mengobati penyakit yang sering ditemui yang hasilnya sangat efektif. Mempunyai keahlian khusus dalam mengobati penyakit diabetes yang menyebabkan luka (borok), pembengkakan, nyeri, kesemutan pada kaki, fungsi ginjal menurun (gagal ginjal), ureum dan kreatinin tidak normal . Juga ahli dalam mengobati alergi pada hidung, radang tenggorokan

Sinshe Spesialis tulang dan nyeri Prof Dr Zhang Wei Hua, ­ lulusan Universitas ­Pengobatan Tradisional ­Beijing China, merupakan murid terbaik penemu metode pengobatan spesial “Zhen Dao”(Acuphotomology) dan pernah belajar di ­Universitas Pe­ngobatan Jordan. Dalam mena­ ngani penyakit tulang, nyeri(pegal) dan saraf, Beliau ­mempunyai ­pandangan tersendiri dan cara pengobatan yang baru dan ajaib.Khusus mengobati pusing yang disebabkan oleh sakit leher yang ­membandel, sakit kepala, leher, pundak, tangan, punggung, pinggang, dan pinggul, tangan ­kesemutan, ­bantalan tulang pinggang keluar(LDP), saraf kejepit, pengapuran, tulang keropos, radang sendi lutut, pembengkakan dan sakit pada kaki, ber­bagai jenis penyakit saraf, kesemutan(baal), mengobati sakit bahu dan pinggang pada remaja yang disebabkan oleh tulang punggung miring atau tidak lurus. Pasien yang belum mendapat hasil dari akupuntur dan Tui Na , Silakan datang ke klinik kami untuk mendapatkan hasil ­pengobatan yang terbaik.

akut dan kronis, bronkitis, radang paru-paru, berbagai macam penyakit lambung, radang usus besar, fungsi ginjal menurun(gagal ginjal), dan ginjal bocor yang diakibatkan dari gangguan organ ginjal, linu/ngilu pada pinggang yang disebabkan dari lemah ginjal, batu ginjal, batu saluran kencing, penyakit lever (hepatitis) dan empedu, SGOT dan SGPT tinggi, pembengkakan di perut yang diakibatkan dari pengerasan lever, fatty lever (lemak hati), radang kandung empedu, rasa pusing, sakit kepala, insomnia / susah tidur, jantung berdebar yang disebabkan oleh kolesterol, trigliserida, hypertensi (darah tinggi), dan gula darah tinggi serta penyakit pembuluh darah jantung dan otak yang disebabkan dari kekurangan darah pada jantung, jantung koroner, kekurangan suplai darah ke otak, stroke dan pasca stroke.Menggunakan metode akupuntur dan obat kompres pada 6 titik akupuntur untuk mengobati penyakit reumatik, imunitas tubuh menurun, maag, sakit kepala, insomnia (susah tidur) , radang hidung, asma dan sistem pernafasan. Penyakit anak-anak yang sering ditemui, penyakit menstruasi, pendarahan akibat ketidaknormalan fungsi rahim, gejala menopause pada wanita, penyakit kelenjar payudara, flek pada muka serta gatalgatal pada kulit yang semua pengobatannya mempunyai khasiat yang sangat bagus. Untuk penderita tumor digunakan cara pengobatan dengan” Memperkuat daya tahan tubuh dan Menghilangkan faktor perusak” untuk memperpanjang usianya.

Testimoni Pasien PENYAKIT PRIA Saya Nuryasin umur 35 tahun, memiliki keluhan ejakulasi dini selama 5 tahun. Kemudian saya berobat di Klinik Welas Kasih Sehat/Fu Shou Tang di Mangga 2 Square, lantas ejakulasi dini yang saya alami akhirnya hilang. Saat itu kata dokter, keluhan saya ini harus ditangani dengan operasi sayatan kecil syaraf-syaraf alat vital yang supersensitif agar dimatikan sebagian. Setelah dioperasi, hasilnya benar-benar diluar dugaan. Hubungan seks yang biasa saya lakukan dengan istri berlangsung cepat, sekarang bisa bertahan lama. Di klinik ini juga melayani operasi pembesaran alat vital, demi dicintai istri saya turut mencobanya, dan hasilnya benar-benar memuaskan. Terima kasih Klinik Welas Kasih Sehat yang telah mengembalikan rasa percaya diri saya. No HP Saya : 081585926928. Testimoni Pasien sinshe Zhang Wei Hua Saya Nina umur 36tahun, saya telah berobat di Fu Shou Tang( Welas Kasih Sehat) dengan metode Zhen Dao( Acuphotomology), Chiropraktik, dan minum ramuan. Sakit di leher, tulang belakang dan pinggang saya sudah ada 10 tahun lebih, dikarenakan pekerjaan kantor saya yang kebanyakan duduk dan pakai komputer. Setelah diobati 3 kali dengan jarak seminggu sekali, keluhan saya hilang semua dan tidak pernah kambuh lagi… Saya sudah referensi banyak teman-teman ke situ dan hasilnya pada memuaskan. Terima Kasih Fu Shou Tang! No. HP saya : 08568326111. LIONMAG NOVEMBER 2011

75


POSTCARD

76

LIONMAG NOVEMBER 2011


Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com

Wildlife

SAAT BURUNG TERBANG BEBAS Diantara deburan ombak pantai Pererenan, Batu Beliq - Bali di pagi hari nampak beberapa burung Sacred Kingfisher sedang melakukan aktifitas paginya. Salah satu momen yang terekam dikamera saya adalah proses fly down to water alias mandi pagi sekaligus menangkap mangsa ikan kecil di air. Dibutuhkan kesabaran dalam pengambilan gambar dari momen tersebut. Untuk jenis Sacred kingfisher ini termasuk jenis yang susah sekali pendekatanya dengan manusia, lebih liar dari jenis burung yang lainya. Roy Ubaidillah Hasby PHOTOGRAPHER

LIONMAG NOVEMBER 2011

77


POSTCARD

Lethbridge, Alberta, Canada

Nikka Yuko Japanese Garden Nikka Yuko Japanese Garden ini tidaklah berada di Jepang. Taman ini terletak di tengah kota Lethbridge, Alberta, Canada. Dengan kemampuan amatir dalam fotografi saya mencoba mengabadikan pemandangan indah di depan mata. Tempat yang dapat saya capai dengan berjalan kaki dari hotel tempat saya menginap. FEVI YANI PNS KEMENTRIAN PERTANIAN

Sungai Barito, Banjarmasin

Coffee shop Yang namanya kedai kopi berada di pinggir jalan alias di daratan itu biasa. Bagaimana jika kedai kopi ini berada di sebuah perahu? Ya, foto seorang penjual kopi ini saya ambil dan edit dengan iPhone di Pasar Apung Banjarmasin. Pasar Apung yang berada di Sungai Barito Banjarmasin ini memang sudah terkenal dan eksis sejak dulu. Di Pasar Apung ini kita bisa melihat para penjual dan pembeli berada di atas perahu, termasuk salah satunya kedai kopi ini. Chandy Widiastara JAKARTA

78

LIONMAG NOVEMBER 2011

Kirimkan foto Anda beserta cerita di balik foto tersebut ke email : postcard.lionmag@gmail.com


TRANS AUTO VAGANZA 2011 & LIONMAG present

SMART DRIVING FOR PUBLIC Trans Studio Mall (tsm) Makassar, 26 November 2011 Sekaligus memperingati World Day of Remembrance for Road Traffic Victims

RSVP : Irma 08211 7777 111

A ERT PES TAS BA TER

LIONMAG NOVEMBER 2011

79


80 LIONMAG NOVEMBER 2011


S P E C I A L

A D V E R T O R I A L

KLINIK KESEHATAN TRADISIONAL

MAHARDHIKA ACUPUNCTURE - ACUPRESSURE - PHYTOTHERAPHY - MOXIBUSTION

Drs. I. Yongky Sugiarto, Apt., Acp. Apoteker & Ahli pengobatan Tradisional.

Membantu anda untuk menGATASI MASALAH-MASALAH BERIKUT: TINGGI BADAN | RAMBUT RONTOK | EJAKULASI DINI | DISFUNGSI EREKSI | SULIT MEMPEROLEH KETURUNAN

BERPENGALAMAN LEBIH DARI 17 TAHUN MENINGGIKAN BADAN

IXANTHINTM - treatment by Mahardhika

Memiliki postur tubuh yang tinggi ideal merupakan impian setiap orang. Dalam bidang karier dan pekerjaan, orang yang memiliki postur tinggi ideal memiliki lebih banyak pilihan profesi , karena saat ini beberapa macam pekerjaan dan karier menggunakan tinggi badan minimum. Ini menunjukkan bahwa memiliki tinggi badan ideal adalah penting bagi anda. Selain penting dalam menunjang karier dan pergaulan sehari-hari, bagi kaum pria memiliki postur badan tinggi ideal juga sangat menunjang penampilan, karena akan terlihat lebih gagah, lebih dewasa dan lebih berwibawa. Pada umumnya, masa pertumbuhan manusia terjadi sebelum melewati usia 21 tahun. Pada usia sebelum 21 tahun tersebut, pertumbuhan tinggi badan terjadi secara alami yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, antara lain adalah faktor keturunan, faktor asupan nutrisi harian, faktor aktifitas olahraga, dan beberapa faktor penting lainnya.

Rambut adalah mahkota bagi setiap insan dan memberi kontribusi lain terhadap penampilan anda. Jika rambut anda indah dan terawat rapi maka anda akan merasa lebih nyaman baik bagi wanita maupun para pria, tetapi jika anda mengalami sesuatu pada rambut, misalnya kerontokan, pecah, patah-patah, kusam, dan lain-lain, akan membuat anda cemas terhadap penampilan anda.

Di Klinik Mahardhika, kami dapat membantu Anda untuk mewujudkan keinginan untuk memiliki tinggi badan ideal dengan cara yang aman dan terjamin (MAKSIMAL 21 THN). Obat yang kami gunakan diformulasi oleh Apoteker yang sekaligus merupakan Ahli pengobatan tradisional. KAMI SIAP MEMBANTU ANDA! VIBELECTRIC METHOD + INFRA RED & HERBATERAPI (DILENGKAPI DENGAN AKUPUNKTUR)

Dengan teknik akupunKtur yang dilakukan SATU KALI di klinik kami, dapat mengurangi rambut rontok Anda. Selanjutnya Anda hanya perlu melakukan perawatan dengan HAIR TONIC herbal sendiri di rumah. Selain itu kami juga dapat membantu untuk menyuburkan kumis, cambang, jenggot, bulu dada, dan lainnya. KAMI JUGA DAPAT MEMBANTU ANDA YANG BERUSAHA

: EJAKULASI DINI, DISFUNGSI EREKSI, & SULIT MEMPEROLEH KETURUNAN

MENGATASI

“ Sebelumnya saya sulit hamil, setelah mengikuti terapi di Klinik MAHARDHIKA oleh Pak Yongky, saya akhirnya mendapat kehamilan. Saat ini (saat iklan ini mulai dicetak), anak saya sudah berusia 3 bulan. Puji Syukur kepada Tuhan, Amin.� - Indah Novitasari -

KLINIK KESEHATAN TRADISIONAL MAHARDHIKA Merupakan sebuah klinik kesehatan tradisional dengan ahli pengobatan tradisional yang berpengalaman lebih dari 17 tahun mengatasi masalah seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, sulit memperoleh keturunan, meninggikan badan, menyuburkan rambut, dan lainnya. Dengan cara yang aman tanpa menggunakan obat kimia.

BINTARO JAYA SEKTOR 3A - Jl. MANDAR XV BLOK DE 6 NO 32 TANGERANG SELATAN (dekat Jakarta Selatan)

T. +62 21 7357639 | 73883519 www.klinikmahardhika.com LIONMAG NOVEMBER 2011

81


AIRCRAFT FLEET

Boeing 747 - 400 Total 2 units 484 seats (all economy) 22 seats business

Boeing 737 - 900 ER 51 UNITS IN SERVICE 127––– UNITS ON ORDER TOTAL 178 UNITS 213 seats (all economy) 195 seats economy. business class 10 seats.

Boeing 737 - 400 Total 9 units. 168 seats (all economy)

Boeing 737 - 300 Total 2 units. Economy Class 149 seats (all economy)

MD 90 Total 4 units. 166 seats (all economy)

82 LIONMAG NOVEMBER 2011


Selamat Datang ... Apa yang harus anda ketahui Tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda didalam pesawat

Ponsel

BAGASI

Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada didalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

Barang atau benda tajam harus di pak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa kedalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang anda bawa sendiri. Perhatikan berat bagasi anda.

PERALATAN ELEKTRONIK Untuk penggunaan Laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat maka penumpang harus mematikan pengguna laptop dan PDA tersebut.

BARANG -BARANG BERBAHAYA LAINNYA Barang- barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan, Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan.

- Bagasi untuk Rute Domestik Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg - Bagasi untuk Rute Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg Kelas Bisnis : 30 kg

UTAMAKAN KESELAMATAN Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. Barang bawaan harus diletakan di atas kepala atau dibawah kursi di depan anda.

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK

Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung.

Lion Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan dipesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew. LIONMAG NOVEMBER 2011

83


ROUTE MAP

84 LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011

85


LADY IN THE AIR

RIZKA PUTRI ABNER

Culinary Talk

86 LIONMAG NOVEMBER 2011


Menjumput Abner layaknya sinetron balet udara. Dikejar ke ujung Medan, ia melejit ke Palu. Diburu ke Palu, ia berendam di Surabaya. Pengejaran yang sengit. Tapi itu di dunia sinyal digital. Via frekuensi telepon. Sayang, ponselnya sering off lantaran ia sudah masuk ke dalam kabin pesawat dan menekuni aktivitas yang jadi profesinya, awak kabin Lion Air. Pramugari. Keren, kan?

“Ah, lebay deh. Biasa aja dong. Seperti halnya kehidupan. Kita suka kesederhanaan yang membuat kebahagiaan,” ujarnya berfilosofi. Suara Abner empuk dan punya magnet sendiri, menyenangkan, ehm.. Seperti sebuah artikulasi dari kepribadian yang cantik. Dan ia memang cantik. Wajahnya klasik. Belum lagi dipadu dengan rambut tebalnya yang indah. Bukan tanpa alasan tentunya, karena rambut Abner pernah menjadi “The Best Hair Color Rudi Hadisuwarno” tahun 2009. Abner sendiri mengaku rambutnya baru belakangan ini panjang sepunggung. Sebelumnya ia tampil dengan rambut pendek, sejalan dengan kiprahnya sebagai Paskibra Kota Surabaya tahun 2007. “Orang-orang bilang wajahku retro. Di tengah paras-paras kontempo,” tawanya santai. “Tapi yang penting bagi wanita itu juga kepribadian dan intelegensianya. Kalau cuma cantik di luarnya, tapi ternyata ‘dong-dong’? Malu, kan, malu..” “Dong-dong apa salak? Macam nama buah-buahan,” tukas saya tanpa pikir panjang. “Itu kedondong!” protesnya. Sebenarnya, nama gadis kelahiran Makassar 29 September ini adalah Rizka Putri Abner. Bingung bagaimana memanggilnya? Rizka? Putri? Abner? “Itu dia masalahnya. Kalau Rizka, pasti manggilnya Riz, Riz… seabrek

di Lion Air. Putri: berkarung-karung. Jadi, kalau orang-orang yang akrab denganku panggil Abner. Padahal itu nama papaku yah. Tapi itulah yang punya ciri istimewa. Abner-lah aku dipanggil. ‘Ner gak?” urainya seraya menuliskan ‘eating, online, taking picture, editing’ pada kolom hobi di profilnya. Ayah Abner bekerja di sektor swasta. Sementara ibunya punya restoran di Surabaya. Seketurunan, mereka pintar masak. “Ya aku pintar masak juga. Bukankah wanita mesti begitu? Supaya kelak suaminya betah di rumah?” akunya polos. Sedang menu favorit yang dijagokannya adalah spaghetti bolognese –maaf Abner, lidah saya sampai keriting menyebutnya, maklum. “Aku tau, ini pertanyaan klasik. Mau tanya soal orang tuaku, kan?” cerocosnya berlanjut. Menurut Abner, ia ‘numpang lahir’ di Makassar. Sedang masa kecilnya di Surabaya. Suatu hari selepas SMA ia pergi ke Jakarta. Awalnya cuma rekreasi ke Dufan. Tapi tantenya yang di Jakarta menginfokannya untuk apply sebagai flight attendant Lion Air. Sejak itu, episode baru dalam kehidupan Abner pun dimulai. Tapi kembali soal asal-usul Abner, ia mengaku bahwa ayahnya, Abner Dominggoes Fath berasal dari Bugis, Enrekang, Sulawesi Selatan. Sedang ibunya, Sukmawati

Gani berasal dari Surabaya. Namun bola matanya sontak membelalak ketika saya mengatakan betapa kerennya pantai-pantai di Enrekang. “Pantai di Enrekang? Bukannya Enrekang gak punya pantai?” debatnya dalam hati. Sayangnya perbincangan kami seolah tiada jeda. Dan ia tiada sempat mendebat. Terpaksa menyimpannya sebagai cicilan dendam. “Oke, asal tahu saja ya, bicara soal kuliner, Makassar paling lezat di antara kota-kota yang saya kunjungi. Soalnya ada yang baru. Bakso Ati Raja Makassar? Bosan. Coto Gagak? Bosan,” tantangnya. Terus, apa yang baru di Makassar? “Bakpao rasa keju,” ucapnya datar dan polos. Yakin dan ‘tanpa dosa’. “Makanya, main-main dong ke Makassar, Sulawesi Selatan, jangan di Jakarta aja, supaya tau keindahan Sulawesi Selatan dan kenikmatan kulinernya,” klaimnya. Emosinya mulai stabil karena merasa nyaman telah menginfokan banyak hal ke saya, melupakan perdebatan soal ‘pantai Enrekang’. “Tapi soal Coto Gagak, saya baru tau kalau burung dicoto..” tangkis saya acuh tak acuh. “Maas… itu maksudnya di Jalan Gagak… aaaaargh!” Abner tak bisa melanjutkan kata-katanya. Giginya gemeretak, dan seperti ada asap keluar dari ubun-ubunnya. Penuh kekesalan.

Teks: Gegen | Foto: Ristiyono

LIONMAG NOVEMBER 2011

87


88 LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011

89


90 LIONMAG NOVEMBER 2011


LIONMAG NOVEMBER 2011 OK