Issuu on Google+

Oleh : RINA PURWASANTI, SE


PENGANTAR Modul Ekonomi Kelas XI dengan judul ”Akuntansi Perusahaan Jasa” ini, merupakan modul yang mengkaji tentang akuntansi yang diterapkan pada perusahaan jasa. Dengan mempelajari modul ini, diharapkan Anda akan mengetahui lebih banyak tentang akuntansi sebagai sistem informasi, menafsirkan persamaan akuntansi, serta memahami pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debit dan kredit.

PETUNJUK  Pelajarilah modul ini dengan sebaik-baiknya.Untuk mengetahui apakah Anda telah menguasai pelajaran ini, kerjakan tugas yang disediakan pada akhir kegiatan belajar, kemudian cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan.  Pelajari kembali tugas yang belum terjawab dengan benar sehingga Anda yakin betul telah menguasai kegiatan belajar tersebut. Untuk selanjutnya mempelajari kegiatan belajar berikutnya.

STANDAR KOMPETENSI 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa.

KOMPETENSI DASAR 5.1 Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi. 5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi. 5.3 Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit dan kredit.

KEMAMPUAN PRASYARAT Untuk mempermudah pemahaman tentang materi pada modul ini, Anda diharapkan telah mengetahui beberapa hal pada topik ini. Misalnya : Anda harus tahu apakah yang dimaksud dengan perusahaan jasa, serta Anda dapat memberikan contoh beberapa perusahaan jasa di sekitar Anda.


PRETEST Untuk mengetahui kemampuan awal Anda, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini : 1. Apakah yang dimaksud dengan perusahaan jasa? 2. Berikan contoh beberapa perusahaan jasa di sekitar tempat tinggal Anda?

INDIKATOR HASIL Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat : 1. Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi. 2. Menjelaskan syarat-syarat kualitas sistem informasi. 3. Membedakan antara pemakai informasi akuntansi internal dan eksternal. 4. Menjelaskan bidang-bidang dalam akuntansi. 5. Menjelaskan bidang bidang profesi dalam akuntansi. 6. Menghubungkan

prinsip

etika

profesi

akuntan

dengan

kenyataan

pelanggaran etika yang nyata terjadi. 7. Menjelaskan kegunaan SAK bagi akuntan. 8. Menggolongkan suatu transaksi keuangan menurut pihak yang melakukan transaksi tersebut. 9. Membedakan antara transaksi modal dan usaha. 10. Memahami persamaan akuntansi. 11. Menghitung besarnya modal akhir. 12. Menyusun laporan laba- rugi, laporan perubahan modal, dan neraca. 13. Menyusun laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung. 14. Menjelaskan ciri-ciri perusahaan jasa. 15. Membedakan antara bukti transaksi keuangan internal dan eksternal.


AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan dilakukannya penilaian dan pengambilan keputusan secara jelas dan tegas bagi pihak-pihak yang menggunakan informasi keuangan tersebut.

Sejarah Akuntansi Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia mulai dapat menghitung dan membuat suatu catatan, dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun. Pada abad ke–15, terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan diperlukannya suatu sistem pencatatan yang lebih baik sehingga dengan demikian akuntansi mulai berkembang. Perkembangan akuntansi bermula dari Luca Pacioli pada tahun 1494, ahli matematika yang mengarang sebuah buku berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita. Dalam salah satu bab yang berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris, ia memperkenalkan dan mengajarkan sistem pembukuan berpasangan yang disebut dengan sistem kontinental. Sistem ini diperkenalkan oleh Luca Pacioli bersama Leonardo da Vinci, dan sudah dipakai untuk melakukan pencatatan upah sejak zaman Babilonia. Sistem Kontinetal merupakan pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debit dan kredit secara seimbang dan menghasilkan pembukuan yang sistematis serta laporan keuangan

yang

terpadu.

Dengan

menggunakan

sistem

ini

perusahaan

mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan, serta hak pemilik. Pertengahan abad ke–18, terjadi Revolusi Industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi. Pada waktu itu, para manajer pabrik, misalnya ingin mengetahui biaya produksinya. Dengan mengetahui berapa besar biaya produksi, mereka dapat mengawasi efektivitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu, berkembanglah akuntansi dalam bidang khusus, yaitu akuntansi biaya yang memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi manajemen.


Revolusi Industri mengakibatkan perkembangan akuntansi semakin pesat sehingga menyebar sampai ke Benua Amerika, khususnya di Amerika Serikat dan melahirkan sistem Anglo Saxon.

Perkembangan Akuntansi di Indonesia Indonesia awalnya menganut sistem akuntansi Kontinental, seperti yang dipakai oleh pemerintah Hindia Belanda. Sistem ini disebut dengan tata buku yang menyangkut kegiatan-kegiatan bersifat konstruktif, seperti proses pencatatan, peringkasan, penggolongan, dan aktivitas lain dengan tujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan data. Maka, dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya tata buku mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia, baik perusahaan atau perseorangan semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia

disebabkan

adanya

penanaman

modal

asing.

Sebagian

besar

penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lainnya karena sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmunya di Indonesia.

Pemakai Informasi Akuntansi 1. Pemakai Internal Pemakai internal adalah pihak yang menyelenggarakan usaha, seperti rumah tangga konsumsi (RTK) dan rumah tangga produksi (RTP). Dalam hal ini adalah pimpinan perusahaan (manajer) yang bertanggung jawab dalam pengambilan suatu keputusan. 2. Pemakai Eksternal Pihak eksternal adalah pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan, tetapi merupakan pihak di luar perusahaan. Sebagai contoh, bank yang memberikan kredit (pinjaman). Bank perlu memastikan apakah debiturnya (perusahaan) yang diberikan fasilitas kredit dapat melunasi seluruh pinjamannya pada waktu yang telah ditetapkan sehingga bank terhindar dari permasalahan kredit macet.

Kegunaan Informasi Akuntansi Kegunaan akuntansi adalah : a. untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan;


b. untuk bukti pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik; c. untuk mengetahui perkembangan perusahaan.

Bidang Akuntansi Pesatnya pertumbuhan ekonomi serta makin kompleksnya masalah perusahaan yang didorong oleh kemajuan teknologi, dan bertambahnya peraturan pemerintah terhadap kegiatan perusahaan, para akuntan dituntut untuk mengkhususkan keahliannya

dalam

bidang

akuntansi.

Bidang

khusus

akuntansi

dapat

dikelompokkan sebagai berikut : 1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting), yaitu akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip akuntansi. Laporan keuangan itu dapat digunakan sebagai informasi internal dan eksternal perusahaan. 2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting) Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan keuangan atau akuntansi umum. Akuntansi publik melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan dan dapat dipercayainya suatu laporan. 3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak di dalam perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen, antara lain mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan

keputusan.

Misalnya,

dalam

hal

penetapan

harga

jual,

pembelanjaan, metode produksi dan investasi. Bidang akuntansi ini juga mengolah masalah-masalah khusus yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi dengan menggunakan data historis ataupun data tafsiran. 4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan kegiatan pada penetapan biaya dan kontrol atas biaya, terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Di samping itu, salah satu fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisis data mengenai biaya, baik yang telah dikeluarkan maupun yang direncanakan akan dikeluarkan untuk digunakan


oleh pemimpin perusahaan sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan serta alat untuk membuat rencana pada masa mendatang. 5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) Bidang akuntansi perpajakan menyusun surat pemberitahuan pajak serta mempertimbangkan

konsekuensi

perpajakan

dari

transaksi

usaha

yang

direncanakan. 6. Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting) Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu pada masa mendatang serta analisis dan pengontrolannya.

Profesi Akuntansi Secara garis besar akuntan dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Akuntan Publik (Public Accountant) Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen. 2. Akuntan Internal (Internal Accountant) Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi, disebut juga akuntan perusahaan. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari staf biasa sampai dengan kepala bagian akuntansi atau direktur keuangan. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, laporan keuangan untuk pihak-pihak eksternal, laporan keuangan untuk pemimpin perusahaan, anggaran, menangani masalah perpajakan, dan melakukan pemeriksaan internal. 3. Akuntan Pemerintah Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pengawas Keuangan (BPK). 4. Akuntan Pendidik Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.


Akuntansi Perusahaan Jasa