Page 1

News Letter Inspirasi Desa, edisi 5- Mei-Juni 2014

Kabupaten Kepulauan Meranti, salah satu Kabupaten yang ada di Propinsi Riau dengan jumlah penduduk miskin terbesar. Geografis kepulauan, minimnya pembangunan serta SDM yang masih rendah, ancaman sebagai negeri perbatasan, menjadi tantangan besar untuk bangkit dari keterpurukan tersebut. Pasca mekar dari Kabupaten Bengkalis yang terbilang Kabupaten terkaya, Kabupaten Kepulauan Meranti Justru bangkit dari keterisoliran yang selama ini tak merata mendapatkan kue pembangunan. Selama ini, hampir sebagian besar kondisi infrastruktur di kabupaten Meranti terbilang memprihatinkan, kondisi ini berdampak pada pendapatan masyarakat menjadi rendah. Berangkat dari itulah, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nazib berjuang terus untuk mengembalikan marwah dan mengembalikan harga diri bangsa, dengan target mengentaskan angka kemiskinan baik itu melalui sector industry dengan membuka industry pengolahan timah, rencana mendirikan pengolahan kelapa terbesar di Kecamatan, maupun memperkuat pembangunan infrastruktur. Karena ia berkeyakinan, pembangunan infrastruktur berdampak pada peningkatan lainnya. PNPM Mandiri Perdesaan Sudah Teruji Untuk pembangunan infrastruktur, Bupati kepualaun Meranti telah mempercayakannya pada PNPM Mandiri Perdesaan. Sejak pemekaran, Kabupaten ini sudah berpartisipasi. Bahkan tidak tanggung-tanggung, anggaran yang mereka berikan dari APBD mendongkrak nama provinsi Riau, karena komitmen kabupaten tersebut cukup tinggi. Selain anggaran yang besar untuk pembangunan, mereka juga menyiapkan anggaran dengan menambah asisten untuk fasilitator. Kemajuan kabupaten Kepulauan Meranti akan berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya. “Ini akan meningkatkan harga diri bangsa.” Ujar Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nazib begitu Optimis. Ia tak ingin, masyarakatnya nekat dan memilih mencari penghidupan di Negara Malaysia yang kebetulan hanya dipisahkan oleh selat. Tiba di Maslaysia, mereka juga akhirnya menjadi buruh yang tidak terhormat, apalagi berangkat dengan cara illegal. Digelandang dengan tidak hormat untuk dipulangkan. Pemandangan itulah yang semakin memicu semangat Bupati Kepulauan Meranti untuk keluar dari keterpurukan masyarakatnya. Infrastruktur dan SDM Masyarakat adalah problem yang menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi. Luasnya wilayah dan kondisi alam di kepulauan menjadi terlihat tidak ada pembangunan. Semuanya menuntut untuk segera dibenahi. Sehingga harus ada percepatan pembangunan yang signifikan untuk mengejar ketertinggalan selama ini. “Dan PNPM Mandiri Perdesaan kami nilai cukup mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan dan memberikan pemberdayaan pada masyarakat. Sehingga terjadi percepatan pembangunan mengingat PNPM Mandiri Perdesaan memiliki SDM yang handal“ Percepatan itu juga akan diiringi dengan membangun sentra-sentra industry di negeri kepulauan Meranti, agar hasil produksi bisa diolah sendiri. Pemikiran itu yang terus menerus ada dalam benak sang Bupati agar masyarakatnya bisa keluar dari problem yang terus menerus. Anggaran Besar Se-Provinsi Riau

50

Miliar

40 30 BLM

10 0 Beng kalis BLM

15.42

Indra giri Hulu 6.5

Indra giri Hilir 9.08

Mera nti

Pelal awan

Kuan sing

50

7.06

13.2

Roka n Hulu 8

Siak

Kamp ar

5.78

16.67

Meski terbilang sebagai Kabupaten Termiskin dan termuda, tetapi Kabupaten Kepulauan Meranti justru menunjukan keberaniannya memberikan kepercayaan yang besar pada PNPM Mandiri Perdesaan. Kabupaten ini berani mengeluarkan cost serring anggaran terbesar untuk pembangunan melalui PNPM Mandiri Perdesaan. Sejak ikut berpartisipasi bersama PNPM Mandiri Perdesaan, mereka sudah berani memberikan cost serring anggaran yang besar. Selain menunjukan keseriusan Kabupaten ini membangun desa, Kabupaten Kepulauan Meranti juga ingin memancing kepedulian pemerintah pusat memberikan serring anggaran yang besar pula kepada kabupaten yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah Pusat. Semakin besar cost serring yang diberikan daerah, maka semakin besar pula cost serring yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Kepulauan Meranti. Terburbukti, pada tahun 2014 ini, dari program PNPM Mandiri Perdesaan ini untuk APBN yang diberikan kepada kepulauan Meranti juga besar. Bahkan Kabuaten ini mendapat program pembangunan dari (Master Plan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia) , yang pengelolaannya juga dilakukan oleh PNPM Mandiri Perdesaan. Kabupaten ini mendapat porsi terbesar pula sebesar Rp 11 Miliar untuk 3 kecamatan (Rangsang, Rangsang Barat dan Merbau) Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nazib mengakui Program Nasional Pembedayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ini, telah terbukti berhasil mengelola program dengan baik. Target untuk pengentasan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat menjadi alasan Bupati Meranti untuk mempercayakan sebagian besar anggaran daerah untuk dikelola melalui program ini. Selain itu, menurut Bupati, pembangunan melalui PNPM Mandiri Perdesaan memiliki kwalitas yang lebih baik, terukur serta dimonitoring dengan baik secara berjenjang. “Dua tahun belakangan ini telah banyak pembangunan yang kami lakukan, dan kami melihat pola yang dilakukan PNPM Mandiri Perdesaan yang lebih baik.” Ujar Irwan Najib Selain kwalitas yang baik, pola yang dikerjakan oleh PNPM Mandiri Perdesaan ini diakui Bupati cukup memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Pola partisipatif terhadap masyarakat, proses yang dikerjakan transparan, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. “Tahun 2015 kami berjanji akan menaikan cost serring menjadi seratus miliar.” Ujar Bupati Meranti dengan pasti. Janji ini juga ia sampaikan pada setiap pertemuan dengan masyarakat, termasuk saat pelantikan kepala desa di Kecamatan Rangsang April 2014 lalu. “yah, kami masih belum memiliki SDM yang kuat untuk mengelola sendiri keuangan kami khususnya dalam pembangunan di perdesaan. Kami membutuhkan SDM untuk mengelola pembangunan di desa. Maka kami mempercayakannya pada PNPM Mandiri Perdesaan karena program ini telah teruji dan terbukti berhasil.” Ringgit yang Menggigit

BLM- PNPM Mandiri Perdesaan 2014 Prov. Riau

20

pada periode 3 tahun belakangan ini, dana pembangunan melalui PNPM Mandiri Perdesaan untuk Kabupaten Kepualauan Meranti menunjukan grafik yang pantastis dibandingkan Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Riau. Pada tahun 2012 sebesar Rp 21 Miliar, tahun 2013 sebesar Rp 30 Miliar dan tahun 2014 sebesar Rp 50 Miliar. Di tahun 2014 ini saja, anggaran untuk kepulauan Meranti sebesar 37 % dari total Provinsi Riau. Bahkan, Direncanakan tahun 2015 ini dinaikan menjadi Rp 100 Miliar. Targetnya, 1 kecamatan Rp 10 Miliar untuk pembangunan desa.

Wajah-wajah pencari kerja, perempuan-perempuan tanggung bahkan setengah baya, tengah menanti di pelabuhan selat panjang. Ada yang hendak berangkat ke Batam di kepulauan Riau tapi sebagian besarnya justru hendak ke Malaysia , negri ringgit yang menjanjikan para pencari kerja. Sebahagiannya menatap penuh harap, tetapi sebahagiannya lagi justru menyimpan cemas. Benarkah mimpi mereka di negri jiran nanti akan sesuai harapan, bisa mensejahterahkan kehidupan anak-anak yang ditinggal atau justru mendapat catatan kelam seperti kisah duka para Tenaga kerja wanita Indonesia yang dipaksa dideportasi pulang dengan hina, berjalan jongkok dengan tangan di kepala, kepergok oleh kepoliaisan diraja Malaysia. Mereka pulang tanpa membawa pulang se sen pun untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Asniar adalah penduduk dari desa Tanah Merah, sebuah kepulauan di Rangsang Pesisir. Ia terlihat gusar karena mendapat kabar adik bungsunya telah berangkat ke Malaysia 2 minggu yang lalu untuk bekerja di sana. Ia resah karena adiknya tidak terbiasa pekerja pada sebuah restaurant, apa lagi adiknya tidak memiliki passport. Jarak tempuh menuju negeri jiran hanya 2 jam perjalanan melalui jalur perairan. Di kampungnya ini banyak sekali yang mencari penghidupan ke Malaysia tanpa agen resmi bahkan tanpa passport kerja. Beberapa waktu yang lalu ia tengah cemas mendengar kabar adiknya telah pergi ke Malaysia untuk bekerja di rumah makan sebagai pramuniaga atau tukang masak. Ia pergi bersama agen-agen tak resmi yang biasa berkeliaran di kampungnya yang biasa mencari tenaga kerja untuk diberangkatkan ke Malaysia tanpa modal besar, cukup mengeluarkan biaya transport naik kapal tongkang atau speat boat dari tanjung balai karimun yang jaraknya hanya 2 jam. Pergi tanpa passport alias menyeludup karena tak punya uang. Menurut cerita Asniar, di sana para pengusaha Malaysia juga sudah menanti untuk mempekerjakan tenaga kerja dari Indonesia yang direkrut secara illegal pula. Mereka bekerja tanpa kontrak yang jelas, ada yang bekerja hanya 1 bulan bahkan ada yang hanya 1 minggu, ada juga yang bisa bertahan hingga tahunan, mereka datang dan pergi dengan dibawa para agen-agen tak resmi dari kampungnya sendiri yang biasanya mendapat uang lelah untuk mendapatkan tenaga kerja murah. Ada yang berhasil, tetapi banyak juga yang tidak pernah pulang, bahkan tidak tahu kabar beritanya lagi, entah hidup entah pula tinggal nama. Asniar adalah Ketua kelompok SPP (simpan pinjam perempuan), Ia tidak berminat untuk ke Malaysia, ia lebih memilih di negeri sendiri dengan membuka usaha. Ia sudah 3 kali mendapat pinjaman dari UPK sebuah unit pengelola kegiatan di kecamatan yang merupakan binaan PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Meranti. Ia bersyukur ada program bantuan pemodalan, sehingga ia bisa berkarya, dengan usaha jahitan. Menurutnya, bila potensi diri terus digali dan dibina, ia yakin tidak ada lagi yang mau menjadi buruh di negeri orang. Di Kecamatan Rangsang Pesisir yang merupakan kecamatan baru, diakuinya kondisi transportasi cukup memprihatinkan, namun sejak PNPM Mandiri perdesaan masuk ke desanya, beberapa ruas jalan mendapat perbaikan, dan sekarang, masyarakat lebih gampang ke selat (ibu kota Meranti) baik untuk berbelanja, maupun untuk anak-anak mereka melanjutkan pendidikan. “Desa kami sudah mulai merasakan kemerdekaan.” Ujarnya Negeri Kaya, Potensi Tidak tergali Kabupaten Kepulauan Meranti adalah negri yang kaya. Tanahnya cukup subur untuk untuk menghasilkan pertanian kelapa yang sudah menjadi primadona dan menjadi pemasok terbesar untuk dieksport langsung ke Malaysia dan

Singapure karena jarak teritorialnya cukup dekat yang hanya berbatas selat. Hasil pertanian ini merupakan hasil pertanian mandiri dari masyarakat. Selain hasil pertanian kelapa, Hasil pertanian lain adalah karet dan kopi . Kopi yang dulu cukup terkenal dengan nama kopi sempian terdapat di kecamatan Rangsang. Selain itu, yang tidak kalah adalah hasil lautnya, sehingga sebagian besar, selain sebagai petani masyarakatnya juga berprofesi sebagai nelayan. Tetapi seiring dengan perubahan iklim dan perubahan alam, terjadi erupsi yang cepat hingga ketakutan juga menghantui masyarakat di kepulauan meranti. Tatkala air laut pasang dan ikut menggenangi areal pertanian, hasil panen kelapa pun sudah tidak bisa diharapkan lagi, sebahagian besarnya mati dan tidak berbuah. Infrastruktur jalan pun ikut tergerusi oleh kerasnya air masin dari laut. Saat itu pula para Nelayan tak berani melaut karena ombak cukup besar. Pada saat-saat tertentu perekonomian di negri yang kaya ini bisa lumpuh. Hal ini akan terus menerus terjadi mana kala tidak didukung dengan pembangunan infrastruktur, seperti pintu klip yang mengatur air laut saat pasang, serta perbaikan sejumlah jalan poros yang sudah terlanjur rusak. Otomatis, sejumlah pembangunan jalan poros yang tidak dibangun sesuai dengan standartdnya akan gampang kembali rusak. Pemandangan ini menjadi pemandangan yang memilukan, karena untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, baik ke ladang pertanian ataupun para guru dan anak-anak sekolah yang tengah meningkatkan SDMnya harus pintar-pintar memilih jalan yang masih bisa ditempuh saat hujan tiba. Karena sejumlah jalan akan berkubang dan tidak bisa ditempuh kendaraan saat hujan deras tiba. Tak heran, dalam keadaan yang prustasi, karena hasil pertanian dan nelayan tidak begitu menguntungkan karena alam yang tidak terjaga , banyak masyarakat yang prustasi, memilih menjadi buruh di Negara tetangga yang terlihat begitu menggiurkan. Padahal, tidak sedikit pula mereka yang pergi ke tetangga jiran harus pulang dengan tangan hampa, bahkan mendapat perlakuan yang kurang manusiawi karena keberangkatannya ke luar negeri masuk secara illegal. Fenomena ini masih terus terjadi. Maka tak heran, bila Kabupaten kepulauan Meranti memperioritaskan perbaikan dan pembangunan infrastruktur, baik itu jalan, air bersih, turap, pintu klep, jembatan, sekolah, irigasi dan lainnya. Untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Bupati Kepulauan Meranti mempercayakannya kepada PNPM Mandiri Perdesaan.

Penghasil kelapa terbesar dari kepulauan Meranti untuk eksport ke Malaysia

Tabloid kabupaten kepulauan meranti  

Bangkit membangun desa bersama PNPM Mandiri Perdesaan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you