Page 7

 Riau Pos

Riau Pos

l RABU, 15 MEI 2019 l HALAMAN 6

BPJS TK Buka Puasa Bersama Anak Yatim

HENNY ELYATI/RIAU POS

SERAHKAN BINGKISAN: Deputi Direktur Wilayah Sumbar-Riau Budiono didampingi Kepala Kantor Cabang Pekanbaru Kota Mias Mucthar, Kepala Kantor Cabang Pekanbaru Panam A Fauzan menyerahkan bingkisan kepada puluhan anak yatim saat buka puasa bersama, Selasa (14/5/2019).

PEKANBARU (RP) - Seluruh karyawan dan karyawati BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbarriau yang berkantor di Kota Pekanbaru menggelar buka bersama anak yatim dan pensiunan BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (14/5). Buka bersama yang diselenggarakan di kantor Cabang Pekanbaru Kota ini dihadiri Deputi Direktur Wilayah Sumbarriau Budiono, Kepala Kantor Cabang Pekanbaru Kota Mias Mucthar, Kepala Kantor Cabang Pekanbaru Panam A.Fauzan. Hadir pula perwakilan PT Binajasa Abadi Karya Anka, perwakilan PT Nayaka Era Husada dan seluruh karyawan/ ti se-Pekanbaru dan outsourcing. Deputi Direktur Wilayah Sumbarriau Budiono mengatakan, bulan puasa merupakan salah satu momen silaturahmi dan bulan ini bulan yang sangat istimewa Dimana pada Ramadan, anak yatim piatu wajib diperhatikan bersama. “Kita tak tahu apakah tahun de-

pan kita masih bisa melakukan hal ini bersama-sama lagi. Apakah saya masih bisa bersama melakukan buka bersama di sini bersama seluruh karyawan dan pensiunan karena pada Desember nanti saya sudah masuk pensiun,� ujar Budiono. Dijelaskan, silaturahmi ini rutin dilaksanakan bersama jajaran guna meningkatkan silaturahmi kepada yang sudah purna tugas. “Mari kita tingkatkan produktivitas kinerja sehingga.apa yang diharapkan bisa tercapai. Perlu diingat menjalan silaturahmi dengan karyawan yang sudah purna tugas karena besarnya BPJS Ketenagakerjaan tidak terlepas dari kinerja yang telah dilakukan karyawan sebelumnya,� jelas Budiono. Pada kesempatan itu, sebanyak 25 anak yatim dari yayasan pendidikan syarikat Islam Miftahudin Riau, Pekanbaru diberi santunan dan bingkisan Ramadan. Sementara 40 pensiunan juga mendapatkan bingkisan.(hen)

Paket Sukses Ramadan adalah Iman Laporan MARRIO KISAZ, Pekanbaru DATANG ke kajian saat Ramadan menjadi hal yang penuh arti. Terlebih saat kajian Ramadan bisa sehari tiga kali, saat setelah subuh, zuhur dan menjelang tarawih. Hal yang harus diingat adalah tidak hanya datang dan mendengar, namun dapat memahami dan menerapkan dalam kehidupan. Sehingga semakin baik dalam melangkah. Dalam kajian tentang iman sebelum zuhur, ustaz H Tambatua Siagian mendapat kesempatan mengisi kajian di Masjid Nurul Yaqin, Jalan Hangtuah, Tenayan Raya. Katanya, modal sukses mengisi Ramadan adalah iman. Sebab, iman tidak dapat diperjualbelikan dan tidak pula bisa diwariskan. Namun, iman itu hidayah dari Allah SWT. Lanjutnya, saat ini banyak orang berilmu, namun tidak beriman. “Orangtua dulu, memang tidak banyak ilmu, namun iman mereka kuat. Saat iman sudah

kuat, ilmu itu akan terus mengalir,� ucapnya. Begitu saat ditanya tidak ke masjid, katanya, sedang lembur nanti dimarah bos. Belum lagi ketemu banyak orang, buang waktu, serta harus bayar infak dan lainnya. Kemudian, katanya, satu kalimat yang sangat indah dalam Alquran yaitu ucapan Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, diucap saat mendapat musibah. “Kalimat itu memang pendek, namun jika dihayati tidak hanya membuahkan sabar, namun akan menimbulkan syukur yang teramat tinggi dan waspada yang sangat hati-hati,� jelasnya. Jika dihayati isinya, akan menambah iman kepada Allah SWT. Sehingga, jangan hanya bisa mengucapkan, namun tak tahu isi atau artinya. “Yang mana arti dari inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, yaitu sesungguhnya kita karena Allah SWT dan sesungguhnya kita pada-Nya akan kembali. Pemahamannya, datang dan bersama serta kembali pada Allah SWT,� terangnya.

Manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani. Unsur jasmani datang dari tanah, begitu juga hidup di atas tanah, akan kembali pada tanah. Sementara unsur rohani datang dari Allah SWT dan nafkahnya dari Allah SWT dan kembali menghadap sang khalik. “Semuanya sama-sama dari kulit, namun jangan fokus pada kulit jasmani. Sebab yang abadi adalah rohani. Manusia punya ruh dan jasad. Umur manusia dalam 120 hari sudah lengkap jasmaninya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lalu ditiupkan ruh dari malaikat atas perintah Allah SWT,� ungkapnya. Lalu, diberinya tujuh unsur rohani untuk manusia. Pertama, yaitu hayat atau hidup, kemudian kudrat, iradat, ilmu, hayat, sama, bashar dan kalam. Manusia hidup atas hayatnya Allah SWT. Maka dari itu Allah SWT tidak diawali dengan hidup dan mati, namun hidup selama-lamanya. Sebab ia yang punya hayat, dan manusia yang

punya hak pakai. Selanjutnya, kudrat adalah kekuatan atau tenaga. Manusia diberi kekuatan sejak dalam lahir, sehingga saat sang ibu mengandung, janin menendang-nendang sebagai tanda punya kekuatan untuk hidup. Sampai akhirnya lahir dengan kekuatan dan suara untuk berbicara. Lalu anak diberi iradat yang artinya cita-cita, lalu ilmu yang berarti mengetahui segal-galanya dan tanpa perantara, begtiu pula dengan sama yang berarti mendengar tanpa perantara, serta bashar yang artinya melihat tanpa perantara dan kalam yang artinya tidak berhuruf maupun tidak bersuara. Sehingga, katanya saat dimintai pertanggungjawaban seseorang tidak bisa mengelak karena adanya sifat kalam. “Maka dari itu jadilah orang jujur dan beriman di muka bumi ini. Sehingga amal ibadah dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik mungkin dan lebih tinggi timbangannya dari sifat buruk,� ujarnya.(*3/mng)

l RABU, 15 MEI 2019 l HALAMAN 7

Masjid Istiqomah Bengkalis

Masjid Mewah Pertama di Atas Tanah Gambut Laporan MONANG LUBIS, Pekanbaru MEMILIKI masjid besar dan mewah sudah lama menjadi impian masyarakat Kota Bengkalis. Namun, kondisi tanah gambut yang rata-rata adalah ciri tanah Pulau Bengkalis, sempat membuat para ulama dan masyarakat Bengkalis patah arang untuk mewujudkan keinginan tersebut. Namun, berbekal tekad dan semangat tinggi untuk mempunyai sebuah masjid megah, semua rintangan itu ditempuh.

Mulai dibangun pada 1960 di atas tanah wakaf dari H Abdurrahman seluas 10.000 meter persegi, masjid yang kini menjadi ikon Kota Bengkalis dan menjadi masjid kabupaten itu, bermula dibangun atas swadaya masyar-

akat. Walau menemui berbagai rintangan dalam pembangunannya, namun akhirnya apa yang menjadi cita-cita masyarakat Bengkalis, memiliki masjid besar dan megah terwujud juga, walau terhukum oleh kondisi tanah gambut, masjid ini kemudian  diresmikan oleh Ketua MUI Provinsi Riau kala itu Raja Rusli. Dibangun dengan arsitektur bangunan masjid moderen, dalam artian dibangun dalam bentuk bangunan masjid universal,

sebagaimana bangunan masjid yang dikenal oleh dunia internasional, yakni berupa bangunan

besar beraula luas dengan kubah dan menara. Atap bangunan utamanya bertingkat dua dengan kubah bawang berukuran besar di atasnya di hias dengan panel panel ornamen bewarna biru dan kuning dengan garis garis diagonal. Empat menara tinggi dan ramping khas Turki mengapit empat sudut bangunan utama masjid ini. Bagian ujung menara yang meruncing seperti ujung pensil yang diraut diperindah dengan padanan warna kuning dan biru terang berpola ge-

EVI SURYATI/RIAU POS

MEGAH: Megahnya Masjid Istiqomah Bengkalis berdiri di atas tanah gambut dan kini menjadi salah satu ikon wisata religi. Foto diambil beberapa hari lalu.

ometris, membuatnya tampak kontras dengan birunya langit Bengkalis.  Luas dari lahan masjid Istiqomah mencapai 10.000 meter persegi. Sedangkan luas bangunan masjid  sendiri mencapai 5.000 meter persegi. Masjid Istiqomah dapat menampung  hingga 4.000 jamaah. Jika diperhatikan, pertama kali melihat, kita akan teringat kepada sebuah bangunan istana dalam dongeng 1001 malam. Karena dari kejauhan dan dari luar, masjid Istiqomah memang sudah nampak mempesona dan menakjubkan. Sebagai masjid tingkat Kabupaten Bengkalis, masjid yang dikelilingi oleh ruko-ruko ini, tak hanya menjadi tempat ibadah kebanggaan bagi masyarakat Bengkalis. Namun, berbagai iven-iven keagamaan tingkat Kabupaten Bengkalis juga dilaksanakan di masjid ini. Suasana nyaman dalam ruangan masjid yang berkarpet tebal, membuat jamaah betah berlama-lama menunggu masuknya waktu salat di masjid yang terletak di jantung Kota Bengkalis tepatnya jalan Pattimura Bengkalis “Kalau untuk melaksanakan  ibadah di Masjid Istiqomah memang nyaman. Halaman parkir pun luas dan aman,� ujar Neni salah seorang jamaah. (mng)  





          



Bacaan Ayat Alquran saat Salat Witir PERTANYAAN : AssalamualIkum Wr.Wb. Maaf pak Ustaz, kami orang awam yang kemampuan agama kami terbatas, pertanyaan kami, apakah sewaktu Salat Witir boleh membaca selain surat Al-A’la, Al-Kafirun, dan Surat ikhlas, karena kami belum hafal? Fuad dari Kampar JAWAB : Secara hukum asal tidak ada ketentuan yang diwajibkan kepada seseorang untuk membaca ayat-ayat tertentu dalam shalat baik itu shalat Fardhu maupun shalat Sunnah. Dalam Alquran disebutkan bahwa                        Artinya : Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran. Dirikanlah salat Dan tunaikanlah zakatâ€? (al-Muzammil ayat 20 ). Ayat ini jelas memberikan penegasan bawa tidak ada ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang ayat-ayat tertentu yang harus dibaca pada rakaat-rakaat dalam saalat. Namun demikian, jika dilihat dari beberapa hadis Rasulullah SAW, dapat dijumpai bawa Rasulullah SAW membaca surat-surat tertentu ketika Salat Witir, akan tetapi ini hukumnya tidak wajib. Dan kita boleh membaca surat apa saja yang mudah bagi kita. Di antara surat yang disunnahkan dibaca adalah sebagai berikut :   1. Jika shalat witirnya 3 rakaat, maka Nabi SAW   membaca surat Al-A’laa pada rakaat pertama, surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, surat Al-Ikhlas pada rakaat ketiga. Keterangan ini berdasarkan Hadis Rasulullah yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab beliau berkata: Rasulullah SAW  Salat Witir dengan membaca (Sabbihismarabbikal a’laa),dan (Qul yaa ayyuhal kafirun), dan (Qul huwallahu ahad)â€? (HR. An-Nasai’y dan Ibnu Majah ).   2. Rasulullah SAW kadangkadang   Membaca surat Al-A’laa ď Ž REDAKTUR: MONANG LUBIS

EVI SURYATI/RIAU POS

INDAH: Indahnya suasana di dalam Masjid Istiqomah Bengkalis berdiri di atas tanah gambut dan kini menjadi salah satu ikon wisata religi di kota bersejarah itu. Foto diambil beberapa hari lalu.

ď Ž TATA LETAK: SUPRI ISMADI

ď Ž REDAKTUR: MONANG LUBIS

pada rakaat pertama, surat AlKafirun pada rakaat kedua, surat AlIkhlas, Al-Falaq, An-Nas pada rakaat ketiga dalilnya adalah Hadis yang diriwayatkan oleh  Abdul Aziz bin Juraij beliau berkata: Kami bertanya kepada ‘Aisyah: Bagaimana   Rasulullah SAW melaksanakan Salat Witir? Maka ‘Aisyah menjawab: Beliau membaca (sabbihismarabbikal a’la) pada rakaat pertama, dan (qul yaa ayyuhal kafirun) pada rakaat yang kedua, dan (qul huwallahu ahad) serta (al mu’awwidzatain/ al-falaq dan An-Naas) pada rakaat yang ketiga.�(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah ).  3. Jija ia mengerjakan shalat witir satu rakaat , maka ia membaca seratus ayat dari surat An-Nisa. Keterangan ini berdasarkan kepada Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Majliz bahwasanya Abu Musa Al-Asy’ary berada di antara Makkah dan Madinah, kemudian beliau Salat Isya 2 rakaat, setelah itu Salat Witir satu rakaat, ia membaca 100 ayat dari surat An-nisa, kemudian beliau mengatakan: Aku tidak akan meninggalkan untuk meletakkan kedua kakiku di tempat Rasulullah SAW meletakkan kedua kakinya, dan aku membaca apa yang dibaca Rasulullah SAW (HR. An-Nasa’i )     Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bawa tidak ada ketentuan khusus yang wajib dikerjakan oleh seseorang dalam menentukan ayatayat yang dibaca dalam shalat  baik shalat wajib maupun shalat sunnah, akan tetapi bacalah mana ayat yang mudah dari Alquran, walaupun Ada hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah membaca ayat-ayat tertentu dalam shalat  witir. Namun apabila seseorang telah hafal surat-surat tersebut, maka lebih afdhal untuk membacanya sesuai yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW. Wa Allah A’lam bi al-shawab.

Manis Inah TAK sangke,  ceghemai yang dimasak menjadi manisan oleh Inah,  sedap bukan kepalang.  Masam-masam manis.  Macam Inah juge.  Begitulah Wak Lim cakap.  Entah ape pasal,  semenjak due menjak ni,  betambah miang Wak Lim. Menggatal. Tapi baik Wk Lim tu.  Tak tamak,  apelagi kedekut.  Ramah pulak oghangnye.  Telebeh pade Inah.  Sejak datang ambek ceghemai semalam,  Wak Lim selalu terbayang Inah. Tak malulah Wak Lim tu.  Padahal Inah tu masih gadis lagi. Sedang Wak Lim,  dude beranak satu.  Tapi jangan salah,  masih mude juge. Meski badan kecik,  kuat bukan maen. Kerje keghas dan rajin. ‘’Cubelah kalau Inah datang lagi.  Aihmaaak,  makin tak dapat pejam mate ni.’’ Wak Lim asyik becakap soghang petang menjelang berbuke tu.  Sambil duduk di ruang tamu, ie menghayal jauh yang bukan-bukan tentang Inah.  Wak Lim merase sepi.  Semenjak bininye meninggal,  die sendighi aje di rumah tu.  Intan,  anak semate wayang,  tinggal dengan neneknye di kampong.  Maklom masih kecik dan dekat pulak dengan neneknye.  Banyak pulak bibik dan saudaghe maghe. Wak Lim pon jadi lebih tak begitu sibuk dan urus Intan.  Nak ke sekolah mengajar,  atau kane tak susah lagi.  Wak Lim guru SD. Sesekali mengisi pengajian di mesjid Kampong Bandar tu.  Terlebeh bulan puase,  ade aje yang minta Wak Lim berceghamag.  Alhamdulillah, itulah rezeki Wak Lim . Diepon tak kesah sangat nak dibagi honor atau tidak ketike berceghamah.  Baginye,  amal ibadah.  Rezeki boleh datang bile saje. Tak berpintu.   ‘’Astagfirulloh. Ngape pulak jauh betol hayal aku niii. Inah,  Ya Allah,  ngapelah budak tu

E, eh Inah. Ape pasal petang dah nak berbuke ni ke umah Wak. Tak pernah-pernah pon..

Ini Wak, saye anta manisan ceghemai...

membayang teghos. Meski tak cukup cantik,  tapi tinggi semampai. Giginye rapi dan puteh.  Baik budinye,  santun oghangnye.  Hmmmm. ‘’ Wak Lim masih becakap soghang diri.   ‘’Assalamualaikum.  Waaak,  oo Wak Lim.’’ Mendengar salam seseoghang yang tibe-tibe,  Wak Lim tekejot tak tanggung.  Macam nak melompat daghi tempat dduduk.  Kupiah hitam yang dikenekan dan dipegang-pegangnye sejak tadi sambil menghayal tu,  jatoh kepangkuan.  ‘’Allahuakbar,  siape tuuu,

‘’ jawab Wak Lim spontan. Suaghenye keghas,  saking tekejotnye. ‘‘Saye Wak.’’ ‘’Saye siape?’’ ‘’Saye Inah,  Wak.’’ ‘‘Allahuakbar.  Inah? Inah anak Mak Temah,  kan? ‘’ Tanye Wak Lim berharap sangat supaye seseoghang tu memang Inah anak Mak Temah. Ie masih belum tegak lagi kursi. Masih dudok sambil menghayal Inah yang datang.  ‘’Iye,  saye Wak,.’’ ‘’Inah?  Ya Allah Inah.  Ngape tak cakap lagi tadi,  Inah. ‘’ Wak Lim langsong laghi ke aghah pintu. 

Bukan maen laju. ‘’ E, eh Inah. Ape pasal petang dah nak berbuke ni ke umah Wak.  Tak pernah-pernah pon,’’ kate Wak Atan sambil mengelus-elus tepi daun pintu.  Wajahnye bukan maen cerie.  ‘’Ini Wak,  saye anta manisan ceghemai.’’ ‘’Manisan?  Alahmak, ngape pulak dikau sebok sangat,  Temah. Selalu ajelah,  Temah.  Tiap haghi pon tak ape. Abang,  eh wak suke dengan manisan ceghemai ni. ‘’ Wak Lim tesengeh-sengeh.  ‘’Alhamdulillah, tak sie-sie Inah anta.  Ni,  Wak.  Ambeklah. ‘’ Inah menghulurkan tangan,  membagi manisan ceghemai dan toples plastik kecik.  Wak Lim menerime dengan senang.  Tangannye menggigil. Matenye malu-malu memandang Inah.  Cughi-cughi.  Jeleng-jeleng.  ‘’Esok ambek lagi kat pohon ye,  masih ade lagi.  Kalau tak Inah,  tak ade pulak yang ngambek buah ni.’’ ‘’Baiklah, terimekasih banyak.  Insyaallah bile-bile mase nanti, Inah ambek lagi. Inah permisi ye,  Wak.’’ Inah langsung membalekkan badan dan pergi.  Wak Lim yang nak becakap terimekasih,  tak jadi. Mulutnye kelu.  Macam dijahit. Tibe-tibe tak bergerak.  Mematung.  Mulutnye nganga.  Kedue tangannye memeluk daun pintu kuat-kuat.  Matenye teghos menatap Inah yang makin jauh.  ‘’Andai dikau jadi istriku,  Inah.  Entahlah.’ Wak Lim makIn menghayal jauh sampai tak perasan lagi,  kain saghung yang dikenekannye jatoh ke bawah.  Untung pakai celane pendek selutut.  Kalau tidak,  tebughailah bende tu. Wak Lim.  Memanglah. *** ď Ž TATA LETAK: SUPRI ISMADI

Profile for Riau Pos

RiauPos Edisi Rabu 15 Mei 2019  

RiauPos Edisi Rabu 15 Mei 2019

RiauPos Edisi Rabu 15 Mei 2019  

RiauPos Edisi Rabu 15 Mei 2019

Profile for riaupos
Advertisement