Issuu on Google+

FeedJournal

7/3/2012 - 10/28/2012

feedjournal.com

Pengawasan Disiplin Pegawai Ada Dalam Undang-Undang by admin (RIAU BERTUAH » Info Edukasi) Submitted at 10/26/2012 6:08:16 AM

PEKANBARU-Banyak ditemukan di Riau bahwa Indikasi Korupsi terjadi, dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) apalagi saat pembahasan tidak masuk dalam penganggaran, namun setelah dipenghujung dan akan disahkan Anggaran muncul nama proyek yang tidak dikenal. Ini terjadi karena Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melakukan dan membuat penganggarannya. Menyikapi persoalan pengawasan terhadap PNS yang otak PNS cenderung ke arah Korupsi, Kepala Bagian Perlindungan Pengendalian dan Bantuan Hukum,Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Junaidi mengaku bahwa pengawasan Disiplin tingkat PNS telah ada dalam Undang-Undang yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2010 dan disiplin pegawai juga diatur dalam peraturan dari badan kepegawaian negara nomor 21 tahun 2010 pertanggal 1 oktober 2010. ”Dalam aturan yang telah ada jelas sanksi tegas terhadap pegawai yang berbuat diluar dari tugasnya. Mulai dari tingkat kehadiran PNS, jam kerja PNS dan lainnya semua tertuan dalan PP dan peraturan dari badan kepegawaian,” ungkap Junaidi , Selasa (23/10) saat ditemui dikantornya. Junaidi melihat persoalan yang banyak dialami PNS adalah persoalan 4 tahun setelah PNS menjabat

terhadap indikasi korupsi yang mereka lakukan . Misalnya saja PNS tersandung kasus kebanyakan terjadi di tahun 2008, jadi ini juga menjadi kelemahan bagi PNS untuk mengingat kembali dan membukan file yang 4 tahun Ia menjabat. ”PNS tidak hanya melakukan kegiatan didalam saja tapi juga banyak melakukan kegiatan diluar. Apalagi saat ini adanaya lembaga KPK via sms semua teromol masuk kesana dan juga tidak tertutup kemungkinan masyarakat melapor melalui SMS yang ada, seperti ini ada kalanya kita PNS belum siap terhadap itu apalagi terlibat persoalan sudah lama sekali,” ungkap Junaidi. Dikatakan Junaidi, untuk pengawasan PNS sendiri sudah ada badan Pemeritah yang mengawasinya, yakni Inspektorat dn diperkuat oleh Peraturan Pemerintah tentang tindakan disiplin pegawai negeri. Jika diamati, PNS sudah punya aturan dan jika mengikut aturan yang ada maka PNS di Indonesia ini tidak akan terlibat masalah. ”Jadi kalau mengikut pada aturan, tentunya PNS sudah tahu diri sebagai apa, dan apa tugas yang hrus dijalankannya. Cuma saya melihat ada dilema PNS sekarang banyak tak tahu diri karena sudah masuk pada politik semua tidak ada yang murni, salah satunya jelas pegawai masuk 7.30 WIB datang jam 08. 00 WIB, masuk nak lambat pulang nak cepat,” ungkap Junaidi. Ditambahkan Junaidi, apa yang

dilakukan PS saat ini, semua kembali kepribadi masing-masing. Bisa saja keteledoran yang dilakukan PNS terjadi terhadap posisi yang dibebankan dan ada kepentingan yang diutamakan. ”Banyak yang melakukan Individu namun yang menjadi buruk adalah lembaga karena dikaitkan dengan lebaga. Untuk mencari solusi terhadap PNS ‘Nakal’ maka KORPRI telah berupaya melakukan sosialisasi terhadap Perundang-Undangan PNS karena sosialisasi perundangundangan dirasa memang sangat diperlukan untuk mengubah paradigma dan pandangan PNS,” sebut JUnaidi. Junaidi berharap kedepan PNS yang telah mendapatkan sosialisasi terhadap perundang-undangan dapat menjalankan amanah sesuai dengan aturan yang ada, jangan lagi nama PNS di cap jelek di masyarakat. ”KORPRI Provinsi Riau menerima berbagai pengaduan terhadap permasalahan yang dialami PNS. Kita

juga memiliki Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri untuk mengatai persoalan yang dialami PNS. jadi PNS jangan segan mengadukan persoalan yang dialami dan mengkonsultasikan permasalah yang dirundungnya ke KORPRI Riau, karena selama ini banyak PNS tak tahu tugas dan fungsi KORPRI ini,” harap Jumaidi singkat. (rbt) Posts related to Pengawasan Disiplin Pegawai Ada Dalam Undang-Undang Pekanbaru-Wakil Wali kota (wawako) Ayat Cahyadi lakukan inspeksi mendadak (Sidak)di hari Pertama masuk kerja di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Usai melaksanakan sidak ke kantor sejumlah ... Pemko Gelar sidak Hari Pertama Masuk Kerja PEKANBARURawannya tingkat Korupsi berada pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditandai pada akhir pembahasan muncul anggaran siluman yang disulap SKPD saat-saat pengesahan penganggaran dilakukan,seperti ... PNS Terlibat Korupsi, Keteledoran Dari Individu PEKANBARUBanyak keluhan masyarakat terhadap pembulatan harga saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) saat pengisian di SPBU yang ada di Kota Pekanbaru. Pasalnya satu kendaraan ... Diminta Setiap SPBU Sediakan Uang Receh, Banyak Keluhan Terhadap Pembulatan Harga di SPBU

Wajar 12 Tahun Jangan Hanya Wacana by admin (RIAU BERTUAH » Info Edukasi) Submitted at 9/4/2012 10:21:17 PM

PEKANBAR-Wacana Pemko Pekanbaru untuk memberlakukan Wajar 12 tahun merupakan kebijakan yang baik untuk memperbaiki sumberdaya manusia yang ada di Kota Pekanbaru dari segi pendidikan. Sehingga tak ada lagi masyarakat yang hanya bersekolah hingga jenjang SMP seperti yang kebanyakan dialami masyarakat pelajar di Kota Pekanbaru. Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Ade Hartati mengatakan,

wacana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menerapkan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun harus bisa direalisasikan dengan cara mempersiapkan perangkat dan sistemnya sehingga wacana yang baik tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. ”Dengan adanya wacana itu, kita sangat mendukung dengan baik, tapi kita minta jangan hanya sekedar wacana saja, harus dipersiapkan perangkat dan sistemnya sehingga dapat terealisasi dengan tepat,” ujar Ade saat dikonfirmasi melalui selularnya,

Ahad (2/9). Soal pendidikan harus mejadi rioritas utama, sebagaimana kebijakan dari Pemerintah Pusat, bahwa saat ini pendidikan lebih diprioritaskan. Hal itu

bertujuan untuk memajukan bangsa melalui pendidikan sehingga Pemko Pekanbaru sendiri juga ambil andil dengan mewacanakan untuk Wajar 12 tahun di Pekanbaru setelah sebelumnya diterapkan Wajar sembilan tahun. ”Sepertri di daerah lain memang pendidikan juga sudah muali diprioritaskan, seperti di Balik Papan saja, saat ini mereka bebas biaya pendidikan baik SD, SMP, hingga ke SMA. Apakah hal serupa ini bisa juga diterapkan di Kota WAJAR page 3


2

FeedJournal

Pelaksanaan Pesantren Kilat Dinilai Kurang,Kedepan diharap Bisa Ditingkatkan by admin (RIAU BERTUAH » Info Edukasi) Submitted at 8/8/2012 10:18:00 PM

PEKANBARU- Adanya himbauan Wali kota Pekanbaru agar setiap sekolah dan instansi bisa melakukan kegiatan pesantren kilat untuk memperkuat Iman dan Takwa terutama di bulan Ramadhan, tampaknya sudah tidak diindahkan lagi bagi setiap sekolah ataupun instansi yang ada di Kota Pekanbaru. Dari pentauan harian detil dilapangan, hampir seluruh sekolah yang ada di Pekanbaru tidak ada lagi yang melaksanakan pesantren kilat di bulan Ramadhan, padahal tahun sebelumnya kegiatan pesantren kilat ini merupakan moment penting dan setiap sekolah cenderung mengadakan pesantren kilat. Menanggapi banyaknya sekolah atau instansi yang tidak lagi melaksanakan pesantren kilat di bulan Ramadhan, Wakil ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru mengakui persoalan penerapan pesantren kilat baik disekolah ataupun di instansi tidak dilaksanakan. Padahal kegiatan pesantren kilat ini sudah diingatkan Wali kota Pekanbaru, dan harusnya aplikasi dilapangan dilakukan, padahal hanya dilakukan setiap tahun yakni di bulan Ramadhan. ”Kegiatan pesantren kilat ini, sudah sudah merupakan tradisi, baik dimusollah, dimesjid, dan sekolahsekolah. Namun untuk tahun ini saya menilai kegiatan pesantren kilat

memang kurang dilaksanakan,” ujar Kamaruzzzaman , Selasa (7/8) saat ditemui dikantor DPRD Kota Pekanbaru. Untuk itu, Kamaruzzaman mengingatkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru yang baru, agar hal ini bisa menjadi catatan penting dan bisa diterapkan kembali di tahun mendatang terutama untuk sekolahsekolah yang ada di Pekanbaru. ”Kita berharap kegiatan pesantren kilat yang dilakukan setiap tahunnya, kedepan bisa ditingkatkan lagi. Pesantern kilat ini sangat penting untuk membentuk moral generasi muda, apalagi pelaksanaan pesantren kilat hanya sekali dalam setahun yakni sdi bulan Ramadhan,” harap Kamaruzzaman. Kamaruzzaman juga menambahkan, diantara kegunaan pesantren kilat untuk meningkatkan pengetahuan yang bersendikan moral, meningkatkan Iman dan Takwa terutama moment Ramadhan, dan menyemarakkan suasana Ramadhan dalam menimba ilmu.

”Saya rasa ini sangat diperlukan di dunia pendidikan, dan perlu ada eksta kulikuler seperti pesantren kilat yang sudah tradisi dilaksanakan setiap tahunnya dan perlu dilaksanakan sepenuhnya. Jangan sampai pesantren kilat ini hilang begitu saja,” ungkap Kamaruzzaman. (eza) Posts related to Pelaksanaan Pesantren Kilat Dinilai Kurang,Kedepan diharap Bisa Ditingkatkan PEKANBARUAnggota DPRD Kota Pekanbaru, Ade Hartati mengatakan, selama Ramadan, sebaiknya aktivitas sekolah lebih banyak diisi dengan kegiatan bernuansa Islami atau keagamaan. Dengan memperbanyak kegiatan keagamaan ... Sekolah Diisi Kegiatan Bernuansa Islam PEKANBARU-Adanya Statment, Kadishub Kota Pekanbaru, Dedi Gusriadi yang menilai wajar jika parkir pasar Ramadhan di pungut Rp 2000,-, dengan alasan parkir yang dipungut pada pasar ... Parkir Rp 2000,- Dinilai Langgar aturan n Dishub Diminta Jangan Plin Plan Terhadap Aturan PEKANBARU -Munculnya pernyataan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus ST MT sebelumnya mewacanakan membuka rumah makan pada siang hari, menuai kontrofersi dari kalangan DPRD Kota Pekanbaru yang meminta ... Kebijakan Masuknya Bulan Ramadhan MUI Komitmen Tutup Tempat Hiburan

Minta Penegak Hukum Awasi Penggunaan Dana MAN 1PEKANBARU by admin (RIAU BERTUAH » Info Edukasi) Submitted at 7/3/2012 12:48:00 PM

PEKANBARU-Pungutan sebesar Rp.5,3 Juta persiswa pada saat pendaftaran ulang yang dilakukan oleh pihak sekolah MAN 1 Pekanbaru dinilai sangat keterlaluan, kondisi ini membuat DPRD Pekanbaru menjadi geram dengan apa yang telah dilakukan oleh pihak sekolah, untuk memberikan pembejaran kepada pihak sekolah Komisi III DPRD Pekanbaru akan segera membuat rekomendasi penutupan sementara MAN 1 untuk beroperasi. Sebab kondisi ini sudah sangat bertentangan dengan kebijakan dari Mendiknas.Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru M Fadri AR kepada Harian Vokal Selasa (3/7), Fadri menegaskan jika pungutan ini tidak segera dihentikan oleh pihak sekolah MINTA page 3

Sekolah Diisi Kegiatan Bernuansa Islam by admin (RIAU BERTUAH » Info Edukasi) Submitted at 7/22/2012 4:26:00 AM

PEKANBARU-Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ade Hartati mengatakan, selama Ramadan, sebaiknya aktivitas sekolah lebih banyak diisi dengan kegiatan bernuansa Islami atau keagamaan. Dengan memperbanyak kegiatan keagamaan di sekolah saat Ramadan ini, tentu nuansa Islam akan lebih terasa dalam diri siswa. “Akan lebih baik bila anak-anak selama Ramadan, diharuskan memakai busana muslim. Tak hanya baju muslim seragam dari sekolah, namun juga baju muslim siswa sendiri. Sehingga intensitas siswa mengenakan seragam muslim akan lebih banyak. Dengan begitu, maka nuansa keislaman di sekolah akan lebih terasa,” kata Ade Hartati, akhir pekan lalu. Dikatakan, dengan kondisi moral generasi muda sekarang yang makin terpuruk, apalagi di tengah goncangan modernisasi yang melanda

Indonesia, sudah seharusnya sekolah sebagai harapan terbesar negeri ini untuk membenahi moral generasi muda. Karena itu, diharapkan sekolah bisa pro aktif dalam mengambil langkah-langkah yang bisa mengarahkan kembali generasi mudah ke ajaran Islam yang benar. Sehingga generasi muda ke depan tidak diperbudak teknologi dan salah dalam mencari jati diri. “Kita berharap, sekolah dapat melaksanakan pesantren kilat selama Ramadan, meskipun pesantren kilat ini dari dulu telah ada. Namun kita mengharapkan agar lebih difokuskan guna memperbaiki moral dan keagamaan anak didik kita, terutama SMP dan SMA yang beranjak dewasa,” ujar Ade. Ditambahkan, dengan ditetapkan waktu sekolah selama tiga pekan pada bulan Ramadan, maka sekolah diharapkan dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik kepada muridnya. Salah satu contoh dengan mengajarkan kebiasaan menggunakan

busana muslim dengan aurat tertutup. Sebab, menurut Ade, pada era modern ini, remaja suka mengumbar aurat, padahal dalam ajaran agama sudah jelas hal tersebut haram hukumnya memperlihatkan aurat. “Kepada siswa sekolah yang melakukan aktivitas belajar selama Ramadan dalam kondisi berpuasa perlu saya beritahukan, dengan belajar saat berpuasa, maka Allah akan melipat gandakan pahala kita. Selain menuntut ilmu berpahala, ditambah berpuasa maka akan semakin banyak amal kita. Apalagi di Bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya. (rbt) Posts related to

Sekolah Diisi Kegiatan Bernuansa Islam PEKANBARU- Adanya himbauan Wali kota Pekanbaru agar setiap sekolah dan instansi bisa melakukan kegiatan pesantren kilat untuk memperkuat Iman dan Takwa terutama di bulan Ramadhan, ... Pelaksanaan Pesantren Kilat Dinilai Kurang,Kedepan diharap Bisa Ditingkatkan PEKANBAR-Wacana Pemko Pekanbaru untuk memberlakukan Wajar 12 tahun merupakan kebijakan yang baik untuk memperbaiki sumberdaya manusia yang ada di Kota Pekanbaru dari segi pendidikan. Sehingga ... Wajar 12 Tahun Jangan Hanya Wacana PEKANBARU-Pungutan sebesar Rp.5,3 Juta persiswa pada saat pendaftaran ulang yang dilakukan oleh pihak sekolah MAN 1 Pekanbaru dinilai sangat keterlaluan, kondisi ini membuat DPRD Pekanbaru ... Minta Penegak Hukum Awasi Penggunaan Dana MAN 1PEKANBARU


FeedJournal

3

MINTA continued from page 2

maka DPRD akan membuat surat rekomendasi kepada Kementrian Agama Pusat untuk menutup serta meninjau ulang keberadaan MAN 1 Pekanbaru. Disambungnya, tindakan ini sudah sangat bertentangan dengan kebijakan nasional dan daerah, padahal mereka ini (MAN 1,red) merupakan sekolah negeri yang dibiayai oleh pemerintah untuk operasionalnya, namun kenapa masih tetap dipungut biaya, kecuali mereka sekolah swasta itu tidak masalah. ” Jika mereka masih tetap bersikukuh untuk memungut biaya sebesar itu maka DPRD meminta pihak berwajib dapat segera mengawasi pendistribusian dana tersebut ” ujar Fadri. Komisi III saat ini juga menyayangkan komitmen dari KPK

yang akan mengawasi masalah penerimaan murid di sekolah saat ini. ” KPK katanya mau melakukan pengawasan terhadap uang suap dalam penerimaan siswa di Indonesia, namun kenapa saat ini sudah begitu banyak laporan dari masyarakat belum juga KPK turun menindaklanjutinya, mestinya jangan KPK hanya berkata namun tanpa ada aksi ” tegas Fadri (eza) Posts related to Minta Penegak Hukum Awasi Penggunaan Dana MAN 1PEKANBARU PEKANBARWacana Pemko Pekanbaru untuk memberlakukan Wajar 12 tahun merupakan kebijakan yang baik untuk memperbaiki sumberdaya manusia yang ada di Kota Pekanbaru dari segi pendidikan. Sehingga ... Wajar 12 Tahun Jangan Hanya Wacana PEKANBARU-Anggota

WAJAR continued from page 1

Pekanbaru yang saat ini juga semakin berkembang,” jelas Ade. Ade juga menghimbau, pihak sekolah agar dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar di sekolah. Skala belajar siswa di sekolah lebih ditingkatkan porsinya sehingga pelajar lebih banyak menyerap ilmu selama ada di sekolahnya. ”Seperti saat ini, anak-anak sudah mulai masuk belajar lagi usai libur Idul Fitri. Kita harapkan pihak sekolah menggunakan waktu dengan baik untuk belajar. Jangan sampai ada yang menambah libur dan memangkas waktu belajar karena masih dalam suasana lebaran. Sebab, liburan kemarin itu saya rasa sudah cukup lama dan panjang,” tutur Ade. (rbt) Posts related to Wajar 12 Tahun Jangan Hanya Wacana PEKANBARU Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ade

Hartati dari dapil III melaksanakan reses di RW 09, kelurahan Tanggerang Utara, Kecamatan Bukit Raya. Dalam reses yang ... Ade Hartati Gelar Reses Di Dapil III PEKANBARU-Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ade Hartati mengatakan, selama Ramadan, sebaiknya aktivitas sekolah lebih banyak diisi dengan kegiatan bernuansa Islami atau keagamaan. Dengan memperbanyak kegiatan keagamaan ... Sekolah Diisi Kegiatan Bernuansa Islam PEKANBARU- Adanya himbauan Wali kota Pekanbaru agar setiap sekolah dan instansi bisa melakukan kegiatan pesantren kilat untuk memperkuat Iman dan Takwa terutama di bulan Ramadhan, ... Pelaksanaan Pesantren Kilat Dinilai Kurang,Kedepan diharap Bisa Ditingkatkan

DPRD Kota Pekanbaru, Ade Hartati mengatakan, selama Ramadan, sebaiknya aktivitas sekolah lebih banyak diisi dengan kegiatan bernuansa Islami atau keagamaan. Dengan memperbanyak kegiatan keagamaan ... Sekolah Diisi Kegiatan Bernuansa Islam Pertanyakan Realisasi Anggaran PEKANBARU - Guna mempertanyakan realisasi penggunaan anggaran APBD 2012, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan ... DPRD Pekanbaru Hearing dengan Disdik dan Diskes


RIAUBERTUAH»InfoEdukasi