Page 1

CMYK

Tabloid Mingguan

Website : www.riau-global.com

Beritakan Riau Secara Global

Rp.3.500,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Edisi 3 /Agustus- September /I/ 2013

Sukril Fuady alias Dedi (Dirut PT Kesya Jodyka Utama)

Cagubri JON Erizal Telah Menzholimi Kontraktor Lokal Pekanbaru,(Global) Jangan Pilih Jon Erizal, salah satu Calon Gubernur (Cagubri) dari Partai PAN dan PKS karena, dia telah me-

nipu saya,demikian penyampaian kekesalan Sukril Fuady alias Dedi, Dirut PT Kesya Jodka Utama (KJU) kontraktor lokal yang bergerak dibidang sewa Ground Anchor di PT CPI , yang didampingi pengacaranya Riadi Asra

Rahmad,SH,MH saat ditemui www.riau-global.com,Senin (27/8) kemarin. Pernyataan keras itu disampaikan Dedi, tidaklah tanpa alasan, karena hingga saat ini ia terus menyesali perkenalannya dengan Jon Erizal,yang saat ini mencalon diri menjadi Gubernur Riau itu, telah membuat usahanya merugi sekitar Rp 50 Miliar rupiah itu. ‘Bisa dikatakan kalau tanpa ada saya, perusahaan PT Arthindo Utama (AU), yang Direktur Utamanya (Dirut) Jon Erizal dan diwakili oleh M Reza Ih-

Selengkapnya Baca Hal 8-9 Unit PT. KJU yang Diputus Kontrak Oleh PT. AU_1

Luka Lama yang Tak Pernah Sembuh

Waduh..., ‘Kudis’ Dijembatan Timbangan Dishub Riau

Pekanbaru,(Global) Mungkin tidak ada orang yang pernah membayangkan 5 (buah) Jembatan Timbangan Provinsi Riau milik Dinas Perhubungan Provinsi Riau, merupakan tempat yang didambadambakan bagi oknum yang ingin

memperkaya diri. Bayangkan saja, petugas pengutip uang setoran yang merupakan petugas tidak resmi dari ketua regu timbangan itu bisa mengantongi uang uang sekitar Rp 7.000.000,00 dan tentunya setorannya ke kepala regu yang mer-

ekrut mereka lebih besar untuk bisa menyetor keatasannya. Seperti penuturan salah seorang PNS dilingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Riau, yang minta namanya tidak dicantumkan,beberapa hari Bersambung Ke

Hal 15


Redaksi Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

TABLOID MINGGUAN RIAU GLOBAL berdasarkan LEMBAGA RIAU-GLOBAL. WEBSITE : www.riau-global.com PEMBINA : H. ACHSIL,DR SYAHRIL, JABARULLAH.S.SOS,IR.ANDI ARIEF,MP,Drs H Ramli Walid M.Si PENASEHAT HUKUM : NOFITRI KOTO.SH,MH BUDI SH.MH H. ACHSIL,DR SYAHRIL, JABARULLAH.S.SOS,IR.ANDI ARIEF,MP. PENASEHAT HUKUM : NOFITRI KOTO.SH,MH,BUDI,SH. PEMIMPIN UMUM/REDAKSI : ELFIS.S.SOS PEMIMPIN PERUSAHAAN : ELFIS.S.SOS DIREKTUR MARKETING : UNITASMI,S.PD REDPEL: MULIONO,S.Pi KORLIP : ARDI NALDO REDAKSI PEKANBARU : AMAT JAYA,FAHMI,R SIBURIAN, HARRY, JON ASRI, RIKI RIKARDO, SYAIFUL LUBIS. PELALAWAN : ISHAR D,DANY. DUMAI : -. SIAK : INDRA GUNAWAN. KEPULAUAN MERANTI : BRAM(KORDINATOR), RUDI. KAMPAR : NOVA INDRAGIRI HULU : HARMAEN. RUDI,RS. INDRAGIRI HILIR : BAMBANG,FAHRON. BENGKALIS : HASAN. KEPRI : ZAINAL (KORDINATOR),. TANJUNG PINANG : SADRI. KARIMUN : LUMBAN Huta GAOLMASRIADI(KORDINATOR), R.LUMBAN G MEDAN : PERWAKILAN SUMUT : JAKARTA : MANAGER IKLAN : RICKY SUSANTO Hp : 0813-7157-5552 ALAMAT REDAKSI : JALAN CIPTA KARYA,PANAM.PEKANBARU. HP : 0812-76737-422 Email : redaksi@riau-global.com dan jmpparriau@gmail.com PIN BB : 26A4B99F Nomor Rekening Bank Riau : 10120-02412,atas nama LEMBAGA RIAU GLOBAL. : 101-21-21642,atas nama ELFIS. Wartawan Portal Berita Riau www. riau-global.com hanya tercantum dalam box dan selalu dibekali kartu pers yang masih berlaku.

Halaman 2

Opini

Peran Pers Dalam Pelaksanaan Pemilihan Gubernur Riau Oleh : Fahmi Pelaksanaan Pemilihan gubernur dan wakil gubernur riau yang sekarang dalam proses masa kampanye, Merupakan salah satu ,dimana iklim demokrasi di Indonesia dan di Riau khususnya ,sudah berjalan dengan baik, dan partisipasi dari masyarakat juga mendapat asprisasi dari kita semua. Walaupun sebagian dari masyarakat kita ada yang kurang peduli dengan pelaksanaan demokrasi yang sedang berlangsung ,(golput) ,di akibatkan mungkin juga karena kesibukan dalam beraktivitas ,dan juga di karenakan frustasi sosial atau alergi dengan politik . Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dipercaya sesauai dengan konstitusi yang mengelola atau yang melaksanakan berjalannya bagaimana proses Pilgubri,pemilu,dan pilkada ,mulai tahapan sosialisasi,pengadaan distirbusi logistic ,cetak surat suara ,pendistribusian logistic ,dan pembentukan kpps ,dan juga menyediakan tenaga honor ,melalui anggaran angaran yang telah disediakan Negara,melalui

APBN/APBD Prop atau Kab/ Kota yang menghabiskan anggaran yang sangat besar. Nah, peran PERS sebagaimana yang diatur di d a lam

undang undang POKOK PERS NO 40 tahun 1999, tentang Kemerdekaan PERS yang merupakan wujud salah satu kedaulatan rakyat yang menjadi sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat menuju kehidupan demokratis ,sehingga kehidupan mengeluarkan pendapat ,dan melakukan control social

tetap terus terjamin. Disamping PERS melakukan publikasi ,PERS juga melakukan control terhadap pengunaan anggarran angaran Negara dan mendapatkan hak untuk mendapatkan INFORMASI PUBLIK sebagaimana yang diamanatkan undang u n d a n g KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK NO 14.TAHUN 2008. Dan bagi yg jelas-jelas menghalangi tugas Jurnalisitik sebagai mana yg terdapat dalam undang undang PERS NO 40 tahun 1999 dapat dipidanakan. Untuk itu ,di dalam pelaksaan pemilihan Gubernur Riau yang sedang berlangsung ,PERS sebagai wadah Informasi dan control terhadap penyelenggaraan Pemilihan Gubernur

Riau ,mulai tahapan tahapan ,S osialisai,penyelenggaraan,ya ng turut serta melakukan control terhadap pendistribusian logistic ,agar Logistic logistic nya sesuai dengan apa yang ada didalam JUKNIS atau petunjuk tekhnisnya ,dan juga Kontrol terhadap proses tender pengadaan alat alat logistik . Serta juga terlibat langsung dalam melakukan control terhadap jalannya pelaksanaan pemilihan gubernur tersebut diakibatkan karena adanya kecurangan agar pemilihan gubernur tersebut berjalan dengan baik dan mendapatkan tempat di Hati masyarakt sebagai wadah pencerdasan kehidupan berbangsa agar masyarakt berpartisipasi penuh. Dan tidak ada lagi masyarakt yang pesimis terhadap pesta demokrasi yang sedang berlangsung dan Pemilihan Gubernur Riau semoga sukses lancar, aman ,demi menuju terciptanya kehidupan masyarakat.*** Penulis : Wartawan www. riau-global.com.

Surat Pembaca Mencegah Terjadinya Tawuran Antar Pelajar TAWURAN antar pelajar sudah terjadi puluhan tahun yang lalu, terutama di kotakota besar, lebih terutama lagi di kota Jakarta. Mereka kebanyakan mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan senjata tumpul. Paling sering mereka saling lempar batu. Bahkan ada yang terluka ataupun tewas. Lantas sering ada pihak yang saling menyalahkan antara pihak sekolah, orang tua dan pemerin-

tah. Tidak pernah ada solusi pencegahan. Mengingat polri merupakan institusi penegak ketertiban dan keamanan, barangkali ada baiknya membentuk sistem pencegahan dini tawuran antarpelajar. Yaitu membentuk tim pencegahan tawuran antarpelajar terdiri polri bermotor yang mengadakan patroli saat menjelang bubaran sekolah terutama di sekolah-sekolah

yang rawan tawuran. Begitu ada indikasi akan terjadinya tawuran, segera polri mengirim personilnya dalam jumlah yang memadai. Untuk keperluan itu memang perlu dibentuk sistem yang efektif. Terutama pemasangan CCTV di dekat atau di sekitar sekolah yang rawan tawuran. Tak kalah pentingnya polri memberikan pengarahan langsung ke pelajar di sekolah. Menanamkan pengertian

bahwa pelaku kekerasan termasuk tindakan pidana yang bisa dijatuhi sanksi hukum. Pihak sekolahpun perlu mengajak pihak orang tua pelajar agar mampu mengendalikan perilaku putra-putrinya. Dan semua sekolah sudah memiliki nomor telepon polisi yang berwenang menangani tawuran.Masyarakatpun perlu mengetahui nomor polisi pengaduan apabila terjadi atau akan terjadi

tawuran antar pelajar. Perlu juga polri dan pihak sekolah mewajibkan para pengajar dan pelajar memasukkan nomor telepon polisi di ponsel masing-masing. Tampaknya, sistem demikian belum ada. Semoga terealisasi. Hariyanto Imadha BSD Nusaloka Sektor XIV-5 Jl.Bintan 2 Blok S1/11 Tangerang Selatan


inhu Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 3

Wow, Potensi PKS di Kabupaten Inhu Terbentang Luas Rengat,(Global) Kabid Produksi Dinas Perkebunan Pemkab Inhu, Paino menjelaskan, hingga setakat ini Indragiri Hulu masih kategory minim adanya Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Itu artinya, Inhu masih membutuh investor yang mau menanamkan investasinya khususnya pengolahan tandan buah sawit. Pasalnya, jumlah PKS yang ada tidak berbanding lurus dengan PKS,sebut Paino. Paino juga berasumsi, melemahnya harga TBS di Inhu tidak terleoas dari minimnya PKS di Inhu. terlebih lagi, PKS yang ada sudah memiliki kebun KKPA dan kebun Inti. ‘Investasi PKS di Inhu masih menjanjikan dan terbuka luas melalui pemudahan sarat izin,’ pungkas Paino.(Rs)

Setelah Menguasai 4000 Hektar Kebun

Massa KCUM ‘Bidik’ PKS PT TPP

Airmolek,(Global) Setelah menguasai dan melumpuhkan perkebunan kelapa sawit di area HGU PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) sejak akhir Juli kemaren, lagi, massa yang tergabung dalam Koperasi Cipta Usaha Mandiri (KCUM) Air Molek bersama warga lainnya kembali menargetkan peguasaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT TPP. Sebab mereka berasumsi, meskipun perkebunan seluas 4000 hektar sudah mereka kuasai sehingga tidak dapat dipanen nyatanya, PT TPP belum lumpuh total. Karena TPP masih bisa beroperasi dan melakukan panen dari sisa lahan. ‘Target kita selan-

jutnya menguasai PKS PT TPP,’ ancam penasehat KCUM, Hatta Munir,Rabu (28/8). Adapun esensi penguasan laha produktif hingga rencana pelumpuhan TPP melalui penguasaan PKS dengan kapasitas 60 ton per jam tersebut dikarenakan TPP belum mengantongi perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit tahap II diwilayah Kecamatan Lirik, Pasir Penyu dan Kecamatan Seilala itu. Sedangkan masa berlaku HGU dengan cakupan luas 10. 244 hektar terhitung Desember 2012 kemaren sudah habis masa berlaku dan hingga saat ini belum diperpanjang karena tidak memberikan tuntutan masyarakat dan

KSUM, kebun KKPA minimal 20 persen sebagimana termaktub dalam Permentan tahun 2007. Mereka juga yakin, dengan cara menguasai satu-satunya PKS PT TPP berkapasitas 60 ton per jam tersebut adalah sebagai bentuk perjuangan yang harus mereka pertahan meski harus mengorbankan jiwa raga. ‘Perjuangan tidak akan berhenti disini saja (penguasaan lahan 4.000 hektar). Akan tetapi, tuntutan hak-hak normatif masyarakat akan dilanjutkan hingga dengan cara menguasai PKS,’ sambung Hatta Munir. Ditambahkan Hatta lagi, meluasnya penguasaan perkebunan PT TPP sejak 29 Juli kemaren

adalah wujud kecewa masyarakat kepada Pemerintah yang konotasinya terkesan tidak respon pada keluhan dan kondisi Masyarakat. Terlebih lagi, undangan Pemkab Inhu kepada BPN RI, kepada Kemenhum HAM dan kepada DPR RI yang dianggap mampu memediasi kedua kubu (masyarakat vs TPP) tidak kunjung hadir, sesal Hatta. ‘Intinya, jika TPP belum menyerahkan inclave KKPA, kami akan terus berjuang melakukan boikot aktifitas hingga lumpuh,’ ancam nya. Ditempat terpisah, ADM PT TPP Sumarno didampingi Humas, Erwandi saat disambangi www. riau-global.com, seputar sikap

TPP tentang lahan yang sudah dikuasai masyarakat sehingga tak dapat di panen sejak akhir Juli kemaren, kedua petinggi Astra itu enggan mengomentari dan memilih diam. ‘No coment sajalah,’ jawabnya disela-sela pisah sambut Damdim 0302 Inhu di Rengat , pekan kemaren. Ironisnya, Sumarno dan Erwandi yang selama ini dianggap sebagai orang nomor satu di area kebun PT TPP terkesan tidak peduli atas kerugian besar PT TPP karena tidak dapat memproduksi TBS dari lahan 4.000 hektar. ‘Kenapa dibiarkan saja,? serta kenapa tidak ada perlawanan, ? Ataukan TPP sudah lumpuh?,’ cerca KR lagi. ‘Pokoknya no comentlah,’ tutup Sumarno.(Rs)


bengkalis Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 4

Rekomendasi, Dana Bansos Sebagai Syarat Pencairan Bengkalis,(Global) Ada sekitar 600 (enam ratus) penerima Dana Bantuan Sosial (Bansos) yang masih menunggu rekomendasi dari SKPD terkait. Seperti halnya di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bengkalis,demikian disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis melalui Sekretaris Disperindag Al-

fakhrurrazy, Selasa (27/8). Pria yang akrab disapa Razy ini mengutarakan, rekomendasi dana Bansos ini perlu didudukkan kembali. Untuk langkah kedepan, agar permasalahan dana Bansos ini tidak ber-

singgungan dengan hukum, maka Disperindag akan menerapkan administrasi sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. ‘Sampai hari ini kita belum bisa terbitkan rekomendasi, perlu didudukkan lagi. Agar

tidak bersinggungan dengan hukum, maka kita akan coba patuhi administrasinya. Jangan hanya gara-gara administrasi, kami yang tidak menikmatinya dipanggil-panggil oleh aparatur hukum. Penggunaan dananya juga harus jelas,’kata Razy dengan nada datar saat berbincangbincang, diruang kerjanya. Dikatakan Razy, dari 600 penerima Bansos mulai dari

kelompok usaha dan kelompok lainnya, semuanya belum dikeluarkan rekomendasi. Memang satu sisi, SK sudah diterbitkan oleh pihak Pemerintah Desa dan diketahui oleh kecamatan atau camat. ‘Ya tinggal administrasi saja. Mungkin kalau sudah di SK kan Kepala desa atau diketahui Camat, saya rasa tidak masalah, dan bisa dicairkan,’tandasnya.(Rd)

SUKSESKAN JAGOANNYA

Bupati Herliyan Cuti Selama Masa Kampanye ‘JE-MM’

Bengkalis,(Global) Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh selama masa kampanye Pilkada Riau belakangan dikabarkan telah mengambil cuti non aktif sebagai Pejabat Negara, turut memberikan dukungan kepada pasangan Jon Erizal-Mambang Mit yang maju di Pilgubri 2013 yang diusung PAN dan PKS pada September mendatang. Kepastian cuti Herliyan Saleh sebagai Bupati Bengkalis itu dikatakan langsung Ket-

ua KPU Bengkalis Iskdandar melalui Komisioner Pencalonan KPU Defitri Akbar, Selasa (28/8) kemarin. Menurut Defitri Akbar, cuti bagi seorang pejabat Pemerintahan tidak Iskandar dilarang, karena Ketua KPUD Bengkalis sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Per- DPD.

pres) Nomor 14 tahun 2009, tentang tata cara bagi pejabat negara dalam melaksanakan Kampanye Pemilihan Umum. Selain itu juga, dipertegas dengan UU Nomor 10 tahun 2008 tentang pemilihan Umum anggota DPR,DPRD, dan

‘Sejak tanggal 18 sampai dengan 31 Agustus, pak Herliyan mengajukan cuti untuk mengikuti kampanye dan mendukung pasangan nomor urut 5 Jon Erizal-Mambang Mit. Surat permohonan cuti juga sudah ditembuskan Panwaslu,’katanya. Ketika disinggung sejumlah kegiatan yang saat ini dilaksanakan Bupati Herliyan, yang membawa kegiatan Pemkab Bengkalis. Pria yang akrab disapa Dedek ini menjelaskan,

jika cutinya sudah diusulkan segala kegiatan Pemkab tidak dihitung masa cuti, masa cuti yang dimaksud ketika pejabat tersebut mengikuti kegiatan kampanye. ‘Kegiatan kampanye baru dihitung masa cuti, kalau kegiatan seperti melantik pejabat, dan kegiatan lain-lainnya yang berhubungan dengan Pemkab Bengkalis itu tidak dihitung, dan sampai hari ini izin cuti tembusannya sudah kita terima,’terangnya.(Rd)

Kecewa dengan Kinerja Ombudsman RI

Warga Masih Inginkan Pjs. Kades Teluk Pambang Diganti

Bantan,(Global) Masalah jabatan Pjs. Kepala Desa Teluk Pambang, Yuslih yang duduk akibat persengketaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Teluk Pambang awal tahun 2012 lalu, menimbulkan pelayananan yang kurang maksimal. Mulai dari penggunaan dana ADD, Inbup, dan UED-SP yang digulirkan Pemerintah banyak terganjal. Seperti disampaikan salah seorang warga Desa Teluk Pambang, Budi Prayitono, Selasa (27/8) kemarin. Sengketa Pilkades Teluk Pambang sangat merugikan masyarakat, di Teluk Pambang sendiri kon-

disi itu hingga saat ini masih terus berlarut. ‘Pemerintahan Desa kurang efektif, sekarang dijabat oleh Pjs. Sementara Pjs, jarang masuk kantor. Masuk ketika hal-hal penting saja. Apalah hal ini tidak menghambat proses pembangunan. Pelayanan jadi terganggu, harapan besar saya, Pjs Kades diganti sajalah,’kata Budi. Budi juga berharap, agar hal ini juga menjadi perhatian publik, dan diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten. Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh, sambung Budi hendaknya lebih peka terh-

adap hal-hal pelayanan publik seperti perangkat Desa Teluk Pambang. ‘Saya dengar masalah sengketa sudah selesai di Pengadilan, dan sudah dikembalikan lagi persoalannya ke desa. Tetapi desa sendiri menolak, kalau Calon Kades Ayub suara terbanyak dengan nomor urut 2 bertahan dengan posisinya, menolak untuk pemilihan ulang, sedangkan Hariantoni calon nomor 1 menolak hitung ulang, padahal dalam tahapan didapati selisih suara dari jumlah suara yang ada,’katanya. Bahkan salah satu calon Kades Ayup, juga sudah

sempat melaporkan dan menemui Ombudsman RI di Pekanbaru. Menjabarkan semua persoalan, pemungutan dan penghitungan suara sehingga dirinya ditetapkan sebagai pemenang oleh panitia, proses persidangan karena terjadi gugatan, penghitungan ulang di kantor Camat Bantan, sampai kepada proses persidangan kembali karena terjadi gugatan lagi. ‘Ombudsman RI harusnya bisa menyelesaikan hal ini, karena sudah sampai ke sana. Namun, sampai detik ini, permasalahan juga tidak ada titik terang,’katanya. Sementara itu, H. Yusuf

salah seorang tokoh pemuka masyarakat di Desa Teluk Pambang saat dihubungi wartawan, Selasa (27/8) kemarin mengaku antipati dengan Pemerintahan Desa yang sekarang. Yusuf memilih tidak ambil tahu mengenai kondisi Pemerintahan Desa. ‘Saya tidak ambil pusing lagi soal itu pak. Ayub salah seorang Calon Kades, sendiri sekarang berada di Pekanbaru. Cukuplah rasanya saya mengetahui saja, karena sampai hari ini Pjs. Kades Teluk Pambang juga ngak pernah kelihatan, dan orang juga tidak dikenal masyarakat,’terangnya .(Rd)


kepri Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 5

Lenyapkan Hutan Mangrove Demi Multi Industri Karimun,(Global) Belum lama ini di Desa Pongkar Kecamatan Tebing, dilakukan pembebasan lahan seluas lebih kurang 148 Hektar guna kepentingan Multi Industri. Tji Jong alias Ayong Bati merupan pengusaha yang bertanggung-

jawab menyediakan lahan bagi PT.Bengkong Sun Rise berasal dari kota Batam. Pembebasan lahan tersebut meliputi pantai dan sekaligus dilakukan aktiviatas pemusnahan hutan mangrove [bakau] dengan cara

direklamasi. Udin (37), salah seorang pemuda dari Pelambong saat ditemui oleh Portal Berita ini, Rabu,(28/08) dikediamnya mengatakan cukup menyayangkan sikap pengusaha yang tidak mau perduli akan lingkungan

termasuk Pemerintah setempat, semuanya hanya meng-iakan saja kendati bertentang dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007. Dikatakan Udin lagi, sementara pencadangan Hutan mangrove di

Kabupaten Karimun sangatlah terbatas dan belum tentu multi Industri ini bisa memberdayakan masyarakat setempat sudah banyak contah terjadi di Kabupaten Karimun masyarakat sendiri menjadi penonton dirumah sendiri. (aidy/ys.)

Wabup Karimun Sambut Peserta KKDN Angkatan Ke 22 Karimun,(Global) Wakil Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq , Rabu (28/8) kemarin menerima Kunjungan peserta Sespimti Polri Dinreg ke 22 yang dilangsungkan di Rumah Dinas Bupati Karimun Adapun tema yang diangkat dalam kunjungan peserta Sespimti Polri Dikreg ke-22 ini akan melaksanakan KKDN di Kabupaten Karimun sebagai upaya meningkatkan kemampuan para staf tingkat tinggi, dan peserta mampu merumuskan skenario”. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, bahwasanya sehubungan Kabupaten Karimun sebagai wilayah pengembangan industri dan sebahagian daerah karimun termasuk

kawasan perdagangan berazam ini banyak bebas (FTZ) begitu sekali terdapat berbagai juga dengan beberapa suku Daerah Bangsa Kecamatan di KabuIndonesia, namun berpaten Karimun memikat peran strategis dari liki potensi pertanian, jajaran Polres Karimun perkebunan, perikanan termasuk didalamnya serta pariwisata. unsur TNI,dan PemerSelanjutnya, sebut intah daerah serta seluAunur, disamping ruh elemen masyarakat beberapa hal yang yang ada terciptanya Aunur Rafiq diatas,’ Karimun juga suasana karimun yang banyak meraih atau mengukir kondusif. prestasi dibidang dunia pendidi‘Mungkin saja terpilihnya Kakan. Kelulusan UN tingkat SLTA bupaten Karimun tempat KKDN sederajat yang telah diumumkan Sespim Polri Dikreg ke-22 tahun kemarin, Kabupaten Karimun 2013 , berkat bukti nyata sebagai meraih peringkat ke 5 untuk se salah satu daerah yang mampu Provinsi Kepri. menjaga stabilitas keamanan, sehDalam kesempatan itu, Rafiq ingga berbagai program kerja bijuga menyebutkan, daerah bumi dang Pemerintahan dan pemban-

gunan mampu diwujudnyatakan dengan baik,’ katanya. Wakil Bupati mengatakan,atas nama Pemerintah Daerah setempat memberikan penghargaan setingginya atas perhatian dan kepercayaan dari pimpinan Polri yang telah mempercayakan Kabupaten Karimun menjadi salah satu daerah KKDN dari para calon perwira tinggi Polri tersebut,’ Tambahnya menutup kata sambutannya. Sementara itu Kasispim yang dibacakan oleh Brigjenpol, Ike Edwin SH MH dalam amanatnya mengatakan, KKDN angkatan ke-22 tahun ini akan berlangsung selama 4 hari sejak 26 s/d 29 Agustus yang diikuti sebanyak 20 orang merupakan peserta terpi-

lih petinggi Polri terdiri dari 19 orang berpangkat Kombes dan 1 orang dari Kejaksaan. ‘KKDN bagi angkatan ke-22 ini ada 3 Kabupaten/Kota yang kunjungi yaitu, Kota Batam, Tanjung Pinang dan terakhir di Karimun. Dan tujuannya diselengarakan kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja Polri,’ terangnya. Diharapkan selama KKDN tahun in dapat melaksanan dan menghimpun informasi sesuai dengan objek dilapangan,’ tegas Edwin mengakhiri. Kegiatan ini tampak dihadiri unsur FKPD, SKPD serta tamu undangan dari pihak-pihak perusahaan dan beberapa dari Ormas dan LSM Di Karimun (lbn)


siak Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 6

PB ISSI Survei Rute Tour de Siak

Siak (Global)Pengurus PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) melakukan survei rute pelaksanaan Tour de Siak. Dalam survei yang dilakukan bersama Satlantas Polres Siak, Dishub dan Infokom, Dinas Bina Marga dan Pengairan menyusuri jalan-jalan yang sudah diusulkan oleh panitia pelaksana yang akan dilewati peserta.

Menurut Ketua Pelaksana Tour de Siak (TdS), Ir Amin Budyadi MM, rute yang disiapkan pada TdS melewati tiga jembatan yang ada di Siak sebagai ikon. Kemudian lanjutnya, bersamaan dengan survei rute itu juga ditentukan pos pengamanan di setiap rute. “Disiapkan ada beberapa titik pos pam di setiap rute yang

dilalui peserta,” kata Amin, usai mendampingi Tim dari PB ISSI. Kata dia, survei yang dilakukan ini melihat kondisi jalan yang merupakan area lintasan balap sepeda bagi peserta, dan alhamdulillah sebagian besar jalan yang dilewati itu sudah selesai pengerjaan nya, tinggal sebagian kecil lagi, yang dalam waktu dekat selesai.

Di samping itu, dalam TdS ini tiga rute yang disiapkan oleh Panpel, star di depan istana. Adapun rute yang disiapkan ini sampai Kecamatan Tualang. “Jika ditelusuri rute ini melintasi sembilan kecamatan,” kata dia. Rute yang disiapkan ini sebutnya, memberikan suguhan menarik para peserta lomba, mereka

dapat menikmati panorama alam obyek wisata, dan kearifan lokal yang ada di Siak. Adapun finalisasi dari hasil survei ini akan dibahas dalam rapat koordinasi antara Panpel dan PB ISSI, setelah itu dilakukan finalisasi akhir dengan melakukan tes terakhir terhadap kesiapan pelaksanaan TdS.***

Turut Serta 2 Camat Berprestasi

Wabup Siak Hadiri HUT Riau Provinsi Riau di Kantor Gubernur

Siak,Global) Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri. M.Si menghadiri Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau yang ke56 dikantor Gubernur Riau, Selasa (20/8). Dalam kesempatan tersebut turut hadir camat Tualang Zulkifli dan Camat Siak Hj. Rahmawita yang menerima penghargaan tingkat Provinsi. Kecamatan Siak mendapatkan Penghargaan sebagai Kota Percontohan pelaksanaan

PATEN di Provinsi Riau, Selasa (20/8). Wakil Bupati Siak H. Alfedri menyambut baik terhadap penghargaan yang diberikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Siak beserta masyarakat kabupaten Siak, kita sangat bangga dan memberikan apresiasi penuh terhadap kedua Penghargaan ini, tentunya ini menjadi motivasi, memacu pembangunan dalam pelayanan terhadap masyarakat.

‘Kami sangat berharap agar camat-camat yang lain dapat menjadikan acuan dan sebagai motivasi dalam memacu pelayanan dengan Kecamatan Siak dan Tualang dalam penyelenggaraan pelayanan terhadap Masyarakat,’ pintanya. Camat Siak Hj. Rahmawita dengan penuh senyum mengatakan, penghargaan ini adalah kerjasama semua pihak dalam penyelenggaraan Paten di Kecamatan

Siak. ‘Kami sangat berharap bahwa dengan penghargaan ini dapat menjadikan kecamatan-Kecamatan lain di Kabupaten Siak termotivasi dalam membangun dan berkarya lebih baik lagi dan tentunya sebagai penyemangat kami dalam bekerja,’jelasnya. Sementara itu, Camat Tualang Zulkifli juga mendapatkan Penghargaan sebagai Kecamatan Terbaik se-Riau dalam penyeleng-

garaan Kinerja 2013. ‘Pengahragaan ini merupakan penghargaan tertinggi buat Kecamatan Kami, dimana semua pihak ikut terlibat dalam penyelenggaraannya. Kami sangat berharap dengan penghargaan ini membuat kami lebih semangat dalam bekerja dan dapat dijadikan contoh dan motivasi yang serupa bagi camat-camat di kecamatan lain,’terang Zulkifli.( Indra.HR/Hms)


meranti Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 7

MASIH BANYAK PEKERJA MENERIMA UPAH DIBAWAH STANDAR

Waduh, Disnakertrans Meranti Sesalkan Pengusaha

Meranti,(Global) Hingga saat ini, banyak perusahaan di Kabupaten Meranti tetap membandel dengan memberikan upah dibawah standar atau Upah Minimun Kabupaten (UMK),meskipun Pemkab Meranti telah menetapkan upah pekerja ditetapkan senilai Rp 1.500.000,00. Karena persoalan itu, kita telahpun menyurati pengusahapengusaha tersebut untuk bisa mengindahkan UMK yang telah

ditetapkan Pemerintah Kepulauan Meranti. ‘Kita sesali, atas sikap pimpinan perusahaan di Meranti ini dimana setiap diundang untuk membahas persoalan itu, yang hadir hanyalah karyawan biasa,tidak pihak penentu kebijakan atau Direkturnya,’ungkap Kadisnakertrans Pemkab Meranti Askandar ketika ditemui www.riau-global.com,Selasa (27/8). Tentunya harapannya, seba-

gai Kadisnakertrans pihaknya mengharapkan pengusaha-pengusaha itu bisa mengikuti Peraturan Daerah mengenai UMK di Kabupaten Kepulauan Meranti ini,sebut Askandar. Pantauan www.riau-global. com,dikantor Disnakertrans Meranti, terlihat ratusan orang pencari kerja terlihat mengerumumi Kantor Disnakertrans untuk membuat kartu kuning, sebagai suatu syarat untuk mendapatkan pekerjaan.

Ketika dikomfirmasikan masalah itu, Askandar mengatakan, untungnya para pencari kerja tidak berdesakan jadi kita bisa kerja dengan baik .(Br/ Rd)

Askandar Kadisnakertrans Kepulauan Meranti,

Komisi II DPRD Meranti Inpeksi Pekerjaan Meranti,(Global) Komisi II DPRD mengunjungi lokasi pembuatan Jembatan Selat Rengit (JSR) dan Pelabuhan Dorak melalui sisi laut Kunjungan Komisi II, DPRD Meranti kelokasi proyek tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II itu, serta diikuti anggota DPRD Meranti seperti Wakil Ketua Faozan, Amyuris, Rufalzan,Amyuris,Ruby Handoko,HM Adil ,dan Suci. Kerjaan yang sudah menelan dana APBD murni di tahun 2012 sebesar 67 M ini tak ubah seperti main-main,terlihat ponton yang tenggelam mengganggu lalulintas laut serta membahayakan nelayan/sepitbot yang lewat. Dalam kunjungan Komisi II kelapangan sempat menemui kosultan pengawas Marpaung,sempat mempertanyakan ketidaklayakan alat yang digunakan untuk pembangunan Jembatan Selatrengit (JSR), Marpaung hal ini sudah kami sampaikan kepada pihak rekanan dan kami mendesak agar alat ini cepat diganti karena tidak sesuai dengan spek pengadaan. sebut Marpaung tegas. Sementara itu H.M.ADIL. dan Ruby Handoko mewakili seluruh anggota Komisi II, sempat melakukan komfirmasi kosultan pengawas itu menjawab,waktu hering bulan lalu kan saya sudah katakan kita lihat 10 hari sesudah lebaran bagai mana tindakan

pihak kontraktor ada eksen apa tidak dilapangan buktinya apa hingga saat ini belum ada 1 pekerjaan pun yang di kerjkan,seluruh pekerjaan ini semua peninggalan sebelum lebaran,berarti pihak kontraktor belum ada mengerjakan sehabis lebaran ini ungkap marpaung tegas mengakhiri. Setelah puas mengunjungi Jembatan, Komisi II DPRD Meranti juga mengunjungi proyek pekerjaan Pelabuhan Dorak melalui sisi laut. Dan menurut pantauan tim media online www. riau global.com di lapangan pada sisi laut pelabuhan sudah terlihat pancang pontoon yang sudah ditancap kan,dan sisi darat juga terlihat pancang yang ditancapkan menggunakan exrapator seharusnya pancang sepail ini menancapkannya menggunakan kren,oleh karna itu pancang sepailnya banyak yang retak,pada perjajian kontrak pe-

masangan pancang sepail tersebut menggunakan kren tetapi pihak konraktor malah menggunakan extrapator .

Ketua komisi II DPRD Meranti itu meminta pihak terkait untuk bekerja semaksimal mungkin agar tidak ada yang dirugikan

dalam hal ini,kalau pekerjaannya seperti ini kan masyarakat yang di rugikan ungkap basirun tegas,(BR/RD)


CMYK

utama Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 8

Sukril Fuady alias Dedi,Dirut PT Kesya Jodyka Utama :

Cagubri JON Erizal Telah Menzholimi Kontraktor Lokal

Pekanbaru,(Global) Jangan Pilih Jon Erizal, salah satu Calon Gubernur (Cagubri) dari Partai PAN dan PKS karena, dia telah menipu saya,demikian penyampaian kekesalan Sukril Fuady alias Dedi, Dirut PT Kesya Jodka Utama (KJU) kontraktor lokal yang bergerak dibidang sewa Ground Anchor di PT CPI , yang didampingi pengacaranya Riadi Asra Rahmad,SH,MH saat ditemui www.riau-global. com,Senin (27/8) kemarin. Pernyataan keras itu disampaikan Dedi, tidaklah tanpa alasan, karena hingga saat ini ia terus menyesali perkenalannya dengan Jon Erizal,yang saat ini mencalon diri menjadi Gubernur Riau itu, telah membuat usahanya merugi sekitar Rp 50 Miliar rupiah itu. ‘Bisa dikatakan kalau tanpa ada saya, perusahaan PT Arthindo Utama (AU), yang Direktur Utamanya (Dirut) Jon Erizal dan diwakili oleh M Reza Ihsan Rajasa,BSME (Putra kandung Menteri Keuangan RI red) yang bergerak dibi-

Dedi dan Pengacaranya Riadi saat diwawancarai disebuah kafe Pekanbaru.

dang pengeboran dan kerja

ulang, yang memerlukan Gound Anchor, portable toilet dan sewa kendaraan tidak berjalan sesuai dan perjanjian pertama. Dicerita Sukril Fuady alias Dedi, kejadian ini berawal dari perkenalan dirinya dengan Jon Erizal (sekarang Cagubri red) dari seorang rekan bisnisnya. Pada pengenala n itu, Dedi

Unit PT. KJU yang Diputus Kontrak Oleh PT. AU_1

mendap a t k a n penawaran untuk

dijadikan sub kontraktor dari PT Arthindo Utama,dikarena perusahaan itu mendapatkan kontrak untuk pengadaan Rig di PT CPI Minas. Pada pertemuan yang diadakan di Hotel Pangeran, antara saya (Dedi red) sebagai Dirut PT Kesya Jodyka Utama, Jon Erizal yang menjabat sebagai Direktur Utama(Dirut) PT Arthindo Utama dan beberapa orang lainnya disepakati untuk ditetapkan pekerjaan sebagai pendukung pekerjaan RIG PT AU,sebut Sukril Fuady. ‘Karena saya simpati dengannya apalagi Jon Erizal akan maju sebagai Cagubri ini,gaya bicaranya lemah lembut,santun maka saya menerima dengan baik hasil pertemuan,bahkan tanpa disadarinya sayapun sempat merekam pertemuan itu karena saking simpatiknya,meskipun hasil reka-

man itu nanti akan dijadikan barang bukti bahwa ada keterlibatan Jon Erizal disini.’terang Dirut PT KJU itu. Dan yang membuat saya tertarik sekali adalah pekerjaan ini akan dilaksanakan selama 4 (empat) tahun, dan karena saya pikir mungkin maka saya menerima penawaran tersebut. Dilanjutkan Dedi, pada kesepakatan itu akhirnya dituangkan dalam perjanjian (MoU) antara PT Arthaindo dengan PT Kesya Jodyka Utama pada tanggal 2010-2011 tentang perjanjian sewa kendaraan bernomor 012/SPSK/ XI.2012 yang ditandatangani oleh Direktur PT Arthindo Utama, kontrak borongan protable tolilet (tidak ada tangan kedua belah pihak),surat perjanjian borongan Ground Anchor (juga tidak ada tanda tangan dua belah pihak).


CMYK

utama Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013 Tentunya saya,sebut Dedi, menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung kerja PT AU dengan mengajukan pinjaman dana dari sebuah Bank Pekanbaru agar bisa menyukseskan kerjanya. Bahkan sakingnya percayanya dengan Jon Erizal, PT Arthindo Utama (AU) yang semula berkantor di Hotel Jatra Pekanbaru itu pindah kekantornya yang terdapat di Jalan Sultan Syarif Kasim,Pekanbaru karena diduga tidak sanggup membayar kontrak kantor,kata Dedi lagi. Tidak hanya itu,penerimaan karyawan maupun makan siang saya siap mengeluarkan uang padahal tidak karyawan saya,kata Dedi. Malapetaka Tak lama berjalan,tak tahunya PT AU memutuskan kontrak perusahaan saya tanpa alasan yang tidak masuk akal yakni uni-unit yang saya kirimkan untuk mendukung kinerja perusahaan RIG, milik keluarga Menteri Hatta Rajasaa itu disebutkan perusahaan itu tidak baru atau lainnya dengan mengalihkan kontraknya kepihak lain,sesal Syukril Fuady.

Mengetahui hal itu, tentu saya bingung dengan sikap PT AU yang tega memutuskan kontrak perusahaan saya sementara unit-unit yang dikirimkan telahpun diusir dari yardnya PT AU,ujar Dedi. Tentu,saya tidak terima dengan perlakuan ini dikarenakan menghargai sosok Jon Erizal, saya saat ini terpaksa menggantungkan leher karena harus membayar cicilan bank atas unit yang telah dibeli,keluhnya lagi. Kalau dihitung-hitung saya harus membayarkan utang ke bank senilai ratusan juta rupiah setiap bulannya, padahal tidak pernah saya mengalami seperti ini, tuturnya lagi. ‘Hancur saya saat ini, karena kepercayaan yang telah bina dengan bank hancur oleh seorang Jon Erizal yang menjabat Dirut PT AU ini,’ungkapnya. Pada awalnya, saya sempat berpikir tak mungkinlah seorang Jon Erizal tega memperlakukan saya seperti ini yang hanya seorang kontraktor lokal itu,tambah Dedi.

Halaman 9 Upaya untuk mempertanyakan itu terus saya lakukan dengan mengirimkan surat maupun email untuk mempertanyakan pemutusan kontrak yang hingga kini saya nilai tanpa alasan yang tidak masuk akal,tutur Dedi. Tidak hanya sebatas surat maupun email tetap juga tidak ditanggapi, sayapun mendatangi tokoh-tokoh Riau untuk bisa membantu saya atas persoalan ini tetapi nyatanya tetap juga tidak membuahkan Unit PT. KJU yang Diputus Kontrak Oleh PT. AU_1 hasil,sesalnya. Bahkan tokoh yang mintai tolong itu tega mengkiuntuk bisa dibawa kepengadilan lalu pagi, tidak membuah hasil. anati saya dengan memanfaatkan agar persoalan ini mendapatkan Menurut pengacara PT KJU situasi ini untuk kepentingan- titik terang yang jelas,jelasnya. Ariadi A Rahmad, SH yang nya sendiri,uh kesal kata Syukril Pantauan www.riau-global. ditemui mengatakan, pihak PT Fuady. com, pada pertemuan mediasi AU tidak mengelak akan adanya Dan karena sudah puas merasa antara pihak PT KJU dan PT itu atau pertemuan itu tidak memdisakiti,maka saya mengadukan Arthindo Utama, PT Chevron buahkan hasil alias, ‘Kasusnya persoalan ini kepengacara yakni yang dilaksanakan di Pengadilan majulah’ tutur Ariadi A Rahmad menunjuk Ariadi A Rahmad SH Negeri Pekanbaru, Kamis (29/8) sambil berlalu.****


riau Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 10

Assisten III Setdaprov Riau Buka Bimtek Penyusunan dan Review Laporan Keuangan Pekanbaru,(Global) Asisten III Setda Prov Riau Hardi membuka Bimtek Penyusunan dan Review Laporan Keuangan Setda Prov Riau yang dilaksanakan di Hotel Grand Elite,Selasa (27/8) Pada kesempatan ini ASS III setda Prov Riau Hardi yang didampingi Karo Umum dan perwakilan Biro. dalam menyampaikan, dengan diselenggarakannya Bimtek Penyusunan dan Review Laporan Keuangan Setda Prov Riau diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja keuangan di semua satker dilingkungan Sekretariat Prov Riau.(Rls) Asisten III Setdaprov Riau Hardi Jamaludin membuka Bimtek.(foto : Humas Pemprov Riau)

Woow,Kantor Dinasnaker Pekanbaru Memblundak Dipenuhi Pencaker Pekanbaru,(Global) Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dipenuhi ratusan pencari kerja (pencaker) untuk mengurus Kartu Kuning sebagai suatu syarat untuk mendapatkan perkerjaan. Menurut Kadisnaker Kota Pekanbaru Drs Pria Budi yang ditemui www.riau-global. om diruang kerjanya,Rabu (29/8) mengatakan, adanya isu informasi akan penerimaan PNS kantornya selalu dipenuhi sesak oleh pencari kerja untuk mengurus kartu kuning. ‘Bahkan sudah 3 (tiga) hari ini pencari kerja membludak dikantor ini,kalau tidak salah ada sekitar 200 datang kemari,jelas Pria Budi. Maka atas itu, Disnaker Kota Pekanbaru menghimbau kepada pengusaha untuk bisa mempersiapkan segala sesuatu akan peneri-

maan tenaga kerja dan bisa menerima tenaga kerja lokal karena sesuai dengan Perda Kota Pekanbaru,terangnya lagi. Mengenai jumlah tenaga kerja yang ada di Kota Pekanbaru sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2012, melalui Kabid Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Abdul Rahim menyebutkan : jumlah pencari kerja ada 5.338 orang,pencari kerja terdaftar 8.567 orang, persentase penempatan mencapai 62,31 persen, rasio pencapaian 144,90% dengan target 43% untuk 2013, targetnya 50%,untuk 2014 target 57%,tahun 2015 dengan target 63% dan 2016. Dengan target 70% sesuai dengan daftar pencapaian standar pelayanan minimal (spm) Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru tahun 20112016.(fahmi)

9 Bulan Tidak Terima Intensif, Puluhan RT/RW Desa Tanah Merah Datangi Kantor Camat Siakhulu Siakhulu,(Global) Terkait belum diterimanya insentif selama 9 bulan, RT/ RW Desa Tanah Merah mendatangi Kantor Camat Siakhulu untuk meminta kejelasan masalah honor mereka yang tidak kunjung mereka terima. Kedatangan RT RW yang dipimpin ketua RW 07 Damri SH itu, diterima Sekretaris Camat Siakhulu Fajri Adha S.STP, Kamis (22/8) di ruang kerjanya. Dijelaskan Ketua RW 07 Damri SH, kedatangan mereka Sekcam Siakhulu Fajri Adha S.STP bersama Aparat RT RW desa Tanah Merah bertujuan untuk meminta solusi saat membicarakan dana Insentif yang belum mereka terima.(foto : LAM) tentang honor yang belum diterima, mengingat RT/ RW merupajri Adha S.STP menjelaskan, per- agar bersabar, tidak mungkin pemda kan ujung tombaknya Pemerintahan di desa, yang bekerja siang dan masalahan ini akan kami bicarakan Kampar menghambat dana ADD, ini malam, ‘Tidak berlebihan rasanya dengan camat, karna selain Desa Ta- hanya keterlambatan pengajuannya jika mempertanyakan hak kami, nah Merah masih ada desa lain yang saja, seperti Desa Pangkalan Baru apa yang menjadi kendala sehingga juga RT/ RW nya belum menerima juga aparatnya belum menerima inhonor belum kami terima, sementara insentif, mungkin keterlambatan dari sentif, karna keterlambatan pengadi desa lain insentif RT RW sudah desa dalam mengajukan pencairan juan, kami juga menghimbau agar dana ADD, dampaknya aparatnya aparat RT /RW yang belum menditerima’ jelas Damri. erima insentif tetap melaksanakan Selain itu, Damri juga berharap belum menerima honor. ‘Kami bisa mengerti keluhan tugasnya memberikan pelayanan kekedatangannya bisa mendapatkan angin segar dari Camat, sementara mereka, namun kami menyarankan pada masyarakat,’ pinta Fajri Adha itu Sekretaris Camat Siakhulu Fa- agar RT/ RW dari Tanah Merah memberikan himbauan.(Lam)


politik Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 11

Wow, Pasangan Istri JE-MM Kompak Kampanye Ukui,(Global) Istri Calon Gubernur Riau (Cagubri), H. Jon Erizal, Hj. Rita Jon Erizal dan istri Calon Wakil Gubernur Riau (Cawagubri) H.R. Mambang Mit, Hj. Raja Maulida ternyata tak kalah gesit dibandingkan suami mereka. Keduanya dengan tangkas menjawab semua pertanyaan audiens pada kampanye dialogis di Kelurahan Seikijang, Kecamatan Bandar Sei Kijang dan Desa Lubuk Kembang Sari, Kecamatan Ukui, Senin (26/8). Dalam kampanye di Gedung Bulutangkis, Seikijang, para istri kandidat nomor urut 5 ini ditanya berbagai macam hal, terutama persoalan perempuan. Misalnya, masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), honor kader Posyandu, pelayanan kesehatan ibu dan anak, air bersih sampai ke

masalah honor guru swasta. Semua pertanyaan itu dijawab dengan jelas oleh istri JE-MM. Sambil mengangkat visi dan misi JE-MM yang dibagikan dalam bentuk contoh surat suara, Hj. Rita Jon Erizal menjelaskan bahwa pendidikan merupakan fokus utama misi JE-MM. Misi ini disebut dengan Riau Cerdas. Karena itu, baik PAUD, wajib belajar 12 tahun, dan insentif guru dan honor guru swasta akan ditingkatkan, sepanjang dananya mencukupi. ‘Tidak hanya insentif dan honor yang ditingkatkan, kualitas guru juga ditingkatkan,’ ujarnya. Begitu pula masalah kesehatan. Menurut Hj. Raja Maulida, dalam misi Riau Sehat dijelaskan bahwa setiap warga Riau berhak mendapatkan pelayanan kesehatan prima. Puskesmas harus ada

di dekat masyarakat, berikut bidannya.’Jangan sampai untuk melahirkan harus menunggu bayi lahir dulu, baru bidan datang,’ kata Maulida. Disamping itu, pelayanan rumah sakit, juga ditingkatkan. Sedangkan di Desa Lubuk Kembang Sari, dialog lebih seru mengingat yang hadir ibu-ibu dan juga bapak-bapak. Mereka berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ukui. ‘Persoalan kami di sini adalah jalan yang belum diaspal, air bersih, listrik dan Istri Jon Erizal, Hj. Rita Jon Erizal dan istri Mambang Mit, Hj. Raja Maulida pelayanan kesehatan,’ kata meyerahkan bantuan untuk korban kebakaran rumah di Kecamatan Ukui, Yuni, seorang ibu muda. Pelalawan, Senin (26/8).(foto : Timses) Dia mohon jika JE-MM terpilih nanti dapat mengatasi mereka, apa yang dituliskan da- suatu pada Pemilukada Gubri. masalah tersebut. Hj. Rita Jon Erizal dan Hj. lam visi dan misi ini merupakan ‘Sebenarnya sudah berjalan, naRaja Maulida dengan kompak komitmen yang harus dijalankan. mun perlu ditingkatkan,’ ujar Raja meladeni pertanyaan itu. Menurut Bukan janji-janji untuk meraih Maulida.(Rls)

Bagi Warga Tak Mampu

LURUS Siapkan Bantuan Hukum Dumai,(Global) Ini angin segar bagi anggota masyarakat tak mampu yang terjerat persoalan hukum, dimana Pemprov Riau akan lebih memberdayakan Biro Hukum di lingkungan Setdaprov Riau untuk mengadvokasi anggota masyarakat tidak mampu yang terbelit persoalan hukum, termasuk dengan kalangan perusahaan. Hal itu akan terjadi kalau dalam ajang Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau 2013 pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang didukung PKB, PDI Perjuangan dan PKPI, yaitu Ir. HM Lukman Edy M.Si. dan Suryadi Khusaini, diyatakan memenangkan ajang pesta demokrasi tingkat lokal sekali lima tahun itu. Hal itu dinyatakan Lukman Edy ketika berkampanye di Kota Du-

mai, Rabu (28/8). ‘Biro Hukum di kantor gubernur tidak lagi semata mengurusi persoalan-persoalan hukum yang dihadapi gubernur,’ kata mantan menteri termuda itu ketika

melakukan kunjungan di Pasar Pulau Payung di Jalan Pangeran Diponegoro, Dumai. Bahkan, menurut Lukman Edy, lebih cenderung pejabat yang terbelit persoalan hukum, apalagi yang berbau korupsi, ditangkap saja dan dijebloskan ke dalam penjara. ‘Untuk apa Biro Hukum di lingkungan kantor gubernur ikut memberi pembelaan terhadap pejabat yang berperilaku koruptif,’ tambah tokoh muda yang akrab dipanggil dengan LE itu. ‘Jelas-jelas perbuatan mereka merugikan kepentingan daerah dan masyarakat banyak, bahkan ikut memberi kontribusi terhadap kehancuran sendi-sendi bernegara, biarkan mereka sendiri yang

mengurusnya,’ ia menambahkan. LE lebih cenderung Biro Hukum Setdaprov Riau tampil memainkan peran yang lebih populis, yaitu mengadvokasi anggota masyarakat yang terbelit dalam persoalan hukum. Dikatakan, dalam kondisi daerah seperti Riau di mana banyak beroperasi perusahaan, salah satu jenis konflik yang sering terjadi adalah konflik pertanahan antara masyarakat dengan kalangan perusahaan. ‘Ironisnya, masyarakat dalam konteks kasus seperti ini berada pada pihak yang sering termarjinalkan atau terpinggirkan Jangankan ada pihak yang membela kepentingannya, bahkan tidak sedikit pihak yang berupaya menyudutkan masyarakat,’ kata LE. Padahal, tambah LE lagi, anggota masyarakat mempertahankan haknya atas lahan tertentu bukannya tanpa dasar. Pasar Payung hanya satu dari

sejumlah titik yang didatangi LE di Kota Dumai sepanjang Rabu tadi untuk berkampanye. Paginya, dengan diarak sebanyak 50 becak, LE yang dikawal puluhan kader PDI Perjuangan mengelilingi sejumlah jalan protokol di kota minyak tersebut. LE bersama rombongan baru berhenti di Pasar Bundaran, untuk kemudian mantan anggota DPRD Riau ini blusukan di pasar itu. Usai mengunjungi dan menelusuri Pasar Bundaran, LE berorasi di hadapan sejumlah penarik becak yang sebelumnya membawa ia bersama rombongan berkeliling Kota Dumai. Untuk selanjutnya, LE bersama rombongan menghadiri acara majelis taklim di Desa Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai. Selanjutnya, bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan.(Rls)


sport Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 12

Cabor Atletik targetkan Emas Pada Porwanas XI/2013 Pekanbaru,(Global) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau targetkan medali emas untuk cabang olahraga (cabor) atletik pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XI/ 2013 di Banjarmasin Kalimantan Selatan September 2013 mendatang. Sebagai bentul persiapan pencapaian target, saat ini tim atletik PWI Riau gencar melakukan latihan fisik dengan memanfaatkan

fasilitas umum seperti di kawasan tracking Mesjid Agung Annur Pekanbaru dan hutan kota. ‘Latihan fisik ini perlu dilakukan secara intesif untuk meningkatkan kemampuan atlit dalam bertanding,’jelas Menajer Tim

Atletik PWI Riau, Arif Budiman, saat ditemui, Kamis (29/8), di Pekanbaru. Untuk latihan lanjutan, menjelang kebarangkatan akan dilaksanakan latihan rutin selama satu minggu di Sport Center Rumbai

dengan bimbingan pelatih atletik dari KONI Riau. ‘Tentu saja pematangan perlu kita lakukan sekaligus sebagai uji coba lapangan. Jika Perlu kita sandingkan dengan atlit Lari Riau untuk menimba pengalaman tanding,’ imbuh Arif Dirincikan Arif Budiman, pada Porwanas 2013 mendatang pihaknya mengunggulkan Lari nomor 40 ahun keatas. ‘Kita memang mengunggulkan nomor 40 tahun keatas karena

atlit yang diturunkan pernah mendulang emas pada Porwanas 2007 lalu di Samarinda atas nama Yaunuzar Bakar,’ ujar Arif antusia. Ditambahkan Arif, jika tidak ada halangan tim Porwanas XI/2013 PWI cabang Riau akan bertolak ke Kalimantan Selatan tanggal 12 September 2013. ‘Kami mohon doa restu agar tim PWI Riau dapat kembali memberikan yang terbaik,’ tutup Arif. (rls/p2n)

Tim Porwanas PWI Laga Persahabatan Dengan Korem 031/WB Pekanbaru,(Global) Tim sepakbola PWI Cabang Riau yang tengah dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2013 di Banjarmasin mendatang, Kamis (29/8) mengadakan laga bersahabatan dengan tim sepakbola Korem 031 Wirabima di lapangan Pancasila Asrama Korem, Pekanbaru. Skor berakhir dengan kemenangan tim Korem 2-1. Tim Korem yang dimanajeri Kapenrem Mayor Kav Syukri Hendri, diperkuat sejumlah perwira di lingkungan Korem 031 Wirabima, mulai dari Dandem Bek Ang Letkol CBA Eko, Karumkit RST Mayor CKM Surasa, Wadan Denhub Mayor CHB Anasrul, Pasi Ter Mayor INF Hediyanto, para Danramil di lingkungan Kodim 0301 Pekanbaru. ‘Saya berharap dengan laga ini persahabatan Korem 031 dengan PWI Riau ini menjadi sarana untuk lebih saling mengenal satu sama lain. Kalau bisa hal ini diharapkan tidak hanya berjalan satu kali , kedepan kita harus jadwalkan secara teratur. Tentunya agar silaturahim keluarga besar Korem dan War-

AS Terbuka

Radwanska dan Li Na Pijak Babak Ketiga tawan Riau terus terbina,’ kata Danrem Brigjen TN Teguh Rahadjo, yang juga menjadi kapten tim Korem. Terkait dengan persiapan PWI Riau menuju ajang Porwanas 2013 di Banjarmasin, Danrem berharap kontingen PWI dapat meraih hasil yang terbaik. ‘Mudah-mudahan tim Riau tampil sebagai juara pada Porwanas 2013 mendatang,’ katanya. Bagi PWI Cabang Riau hubungan persahabatan dengan Korem 031 Wirabima sudah terjalin dengan baik sejak lama, Harus teru dibina, dengan mengadakan keg-

iatan bersama, seperti bermain sepakbola. ‘Hubungan baik dengan Korem sudah terjalin dengan baik sejak, hubungan layaknya kekerabatan. Hampir setiap kegiatan keluarga besar Korem selalu mendapat porsi liputan insan media. Kita berharap hubungan baik ini tetap terjaga dengan baik, apalagi kenyataan banyak insan pers yang berdomisili di sekitar lingkungan Korem, kata H Dheni Kurnia, Ketua PWI Cabang Riau. ertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Korem 031 Wirabima. (rls)

New York - Perjalanan Agnieszka Radwanska di Grand Slam Amerika Serikat Terbuka berlanjut ke babak ketiga. Langkah Radwanska ini diikuti oleh petenis unggulan lainnya, Li Na. Tampil di Louis Armstrong Stadium, Rabu (28/8/2013), Radwanska menghadapi tantangan petenis Spanyol, Maria-Teresa Torro-Flor, di babak kedua. Setelah berjuang selama 87 menit, unggulan ketiga itu menang dua set langsung 6-0, 7-5. Anastasia Pavlyuchenkova adalah lawan Radwanska di babak ketiga. Pavlyuchenkova lolos setelah menyingkirkan Ashleigh Barty 6-4, 6-0. Sementara itu, Li sukses mengatasi perlawanan Sofia Arvidsson 6-2, 6-2. Selanjutnya, petenis China itu akan berhadapan dengan Laura Robson atau Caroline Garcia. Unggulan ke-18, Carla Suarez Navarro, mengikuti jejak Radwanska dan Li. Dia menyisihkan Coco Vandeweghe 6-3, 6-4 dan selanjutnya akan bertemu Venus Williams atau Zheng Jie.(dtc)


riau Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 13

Lirik Juara Umum Porprov

Bupati Yopi Bentengi Atlet POPSI Rengat.,(Global) Bupati Yopi Arianto,SE megatakan, prestasi yang telah lama hilang dan kini diraih Inhu lagi tidak terlepas dari persatuan dan kesatuan masyarakat Inhu yang terus terbina. Bahkan untuk mempertahankan marwah itu, Yopi Arianto kembali berharap agar hubungan positif antara Pemerintah dan masyarakat Inhu yang selama ini sudah terjalin harus semakin inten. ‘Persatuan dan kesatuan adalah kunci sukses masyarakat Inhu menuju masyarakat Inhu sejahtera,’ pesan Bupati Yopi mengawali sambutannya. Sebab tanpa persatuan dan kesatuan maupun kekompokan para atlet pada saat berlaga, mustahil mereka menjadi sang juara yang terbaik. ‘Saya berharap para atlet Inhu ini kembali memperjuangkan harkat dan martabat Pemkab Inhu pada Porprov tahun sehingga terlahir menjadi sang juara yang terbaik,’ sambung Bupati Yopi. Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kepada atlet

Bupati Inhu Yopi Arianto Menyerahkan Bantuan KONI dan Dana Intensive Rp. 100 Juta Kepada Ketua Harian POPSI Inhu,M Ri

sang juara yang tergabung dalam Persatuan Olah Raga Pedayung Seluruh Indonesia (POPSI) Cabang Kab Inhu, Bupati Yopi memberikan apresianya kepada sang juara. Apresiasi itu dia aktualkan di Pendopo Kediaman rumah dinas Bupati Inhu di Rengat ketika menerima kehadiran ratu-

san masyarakat dan para atltet POPSI yang kini meraih juara umum dan menjadi yang terbaik di perlombaan pacu sampan besar dan sampan kecil tahun 2013 di Kabupaten Kuantan Singingi, Agustus 2013. Tidak tanggung-tanggung, dalam bentuk uang, apresiasi yang dia berikan kepada sang

juara Rp. 50 juta dan bukan atas nama Pemdakab Inhu melainkan atas nama Yopi Arianto. Sedangkan atas nama Pemkab melalui KONI Inhu,turut diserahkan uang pembinaan kepada sang juara Rp. 50 juta sehingga total hadian yang diterima sang juara mencapai Rp. 100 juta diluar hadian dari panitia di Kuansing.

Terlebih lagi, kegembiraan Bupati Yopi menerima Piala dikarenakan 12 tahun sudah berlalu masa kejayaan atlet POPSI Inhu kembali didapat bahkan menjadi yang terbaik. Bahkan penyerahan hadiah uang tersebut tidak kalah pentingnya penyerahan hadiah tersebut sebagai motifasi dan sipirit kepada para atlet khususnya kepada atlet POPSI untuk terus berkarya sehingga pada Porprov tahun depan kembali lahir menjadi yang terbaik. ‘Ini yang Rp. 50 juta adalah kumpulan hadian dari saya dan dari para pejabat saya. Artinya ini bukan uang Pemerintah tapi uang peribadi,’ ungkap Bupati Yopi sesaat sebelum menyerahkan hadian uang tunai, kala itu. Diulangi Bupati Yopi lagi, hadian tersebut dia serahkan hanya semata-mata untuk merangsang para atlet untuk tetap mempererat persatuan dan kesatuan sehingga tidak terprovokasi atas isu-siu yang bisa memcah belah hubungan yang sudah inten antara masyarakat dan Pemerintah. (Rs)

Pembangunan Tugu Km 4 Mulai Dikerjakan Pasir Pengaraian (Global) Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu akan memperindah Ibukota Pasir Pengaraian dengan melaksanakan pembangunan Tugu yang berlokasi di Kilometer 4 Kota Pasir Pengaraian persis berada di Simpang Jalan Lingk ar Pasir Pengaraian. Saat ini, pengerjaan pembangunan tugu yang berbentuk bundaran itu sedang dikerjakan dilapangan oleh rekanan kontraktor dari CV Kirana Jaya Berkah. Selain pelaksanaan pembangunan tugu dilokasi simpang Jalan Lingkar Km 4 Pasir Pengaraian tersebut juga dibangun pos jaga dengan ukuran 4x6 meter untuk mengatur lalu lintas dilokasi tersebut,demikian disampaikan Kepala Dinas Tata Ruang

dan Cipta Karya Kabupaten Rokan Hulu Drs H Yusri Msi melalui Kabid Pertamanan dan Kebersihan Zulkifli SP saat ditemui www.riau-global.com, terkait dengan telah dimulainya pelaksanaan pembangunan tugu dan pos jaga dilokasi Jalan Lingkar Pasir Pengaraian. ‘Saat ini rekanan dilapangan sudah mulai bekerja untuk melaksanakan pembangunan tugu dan pos jaga di Simpang Jalan Lingkar,’sebut Zulkifli. Kepada rekanan,Zulkifli mengingatkan untuk tetap bekerja sesuai dengan bestek dan kontrak kerja yang telah ditetapkan. Pengerjaan pos jaga dan pembangunan tugu tersebut harus siap menjelang akhir bulan November 2013. (drs).

Pengerjaan pembangunan tugu dan pos jaga di Jalan Lingkar sedang dikerjakan rekanan.(foto : Darmansyah)


riau Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 14

Temu Sastrawan Indonesia-Malaysia

Dan yang Pasti Pererat Hubungan Budaya Dua Negara Serumpun

Jakarta,(Global) Sejumlah sastrawan/budayawan dari Indonesia-Malaysia, Kamis (29/8), di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin bertemu dalam diskusi sastra yang mempertemukan dua budaya dan dua negara serumpun. Sementara Rabu (28/8), dilakukan kunjungan silaturahim ke Fadlizon Library dan Komunitas Salihara. Tampil dalam diskusi sastra di PDS HB Jassin, SN Dato’ Dr. Ahmad Khamal Abdullah (Materi: Penyair Numera Bertemu dalam Antologia de Poeticas: Antara Sensitiviti dan Wawasan Unik), Haji Abdul Rahim Abdullah (Intertekstualiti Melayu dalam Novel Indonesia), dan Fadli Zon (Politik Sastra Indonesia-Malaysia). Selain itu, Prof. Madya Dr. Abdul Halim Ali (Konsep Estetika Bersepadu: Satu Kaedah BaharuKaedah Kritik Estetik dalam Kesusastraan Melayu), Prof. Madya Arbak Othman (Seribu Pantun Puitis: Sosok Tradisi, Minda Terkini), Drs. Yulizal Yunus (Sastra Melayu dalam Perspektif Islam), Prof. Madya Dr. Adi Yasran Abdul Aziz (Kearifan Tempatan dalam Manuskrip), dan Umar

Uzair (Rupawangi dalam Lagu Ziana Zain dan Dato� Siti Nurhaliza). Diskusi dimoderatori Sastri Bakry, Syarifuddin Arifin, dan Sastri Sweeney. Ketua Panitia Temu Sastrawan Indonesia-Malaysia Sastri Bakry menyebutkan, rombongan sastrawan/budayawan Malaysia telah tiba di Jakarta sejak Selasa (27/8). Rombongan Malaysia dipimpin SN ke-11 Dato’ Dr. Ahmad Khamal Abdullah, Presiden NUMERA didampingi Umar Uzair, Adi Yasran, Prof. Arbak Othman, Dora binti Mahdi, Teratai Abadi, Abdul Halim Ali, A Rahim Abdullah dan lainnya. Acara diawali dengan kunjungan ke Salihara dan rombongan disambut Ayu Utami serta pegiat Salihara lainnya.

Ditengah acara tampak penyair Eka Budianta, L.K. Ara (Aceh), Agus Susanto dari Komunitas Sirup Kopi Mesir, Moh. Ghufron Cholid dari Madura. Di Salihara, tamu diperkenalkan gedung teater, gedung tari serta diputarkan video kegiatan Salihara dari tahun

ke tahun. Di Fadli Zon Liberry, rombongan diperkenalkan dengan sejumlah koleksi perpustakaan yang didirikan oleh Fadli Zon yang banyak terdapat benda-benda bersejarah, baik berupa keris, tongkat maupun buku.

Di tempat ini diisi dengan ramah tamah yang disambut Fadli Zon selaku pemilik Fadli Zon Liberry. Beberapa sastrawan/ budayawan lainnya tampak hadir di sini, di antaranya Taufiq Ismail, Rosmiaty Shaari, Bundo Free, Lily Siti Multatuliana Sutan Iskandar dan lainnya. Pada kesempatan itu, penyair asal Aceh L.K. Ara memberikan cendramata kepada Fadli Zon berupa poster-poster tentang kejadian tsunami di Aceh yang disertai puisi-puisi L.K. Malam harinya, para peserta menikmati Soto Kudus Blok M bersama Sastri Bakry dan Ir. Erwan selaku penggerak acara ini, setelah itu langsung menuju Wapres Bulungan untuk mengikuti acara Silaturrahmi Temu Sastra Indonesia-Malaysia yang diisi dengan pembacaan puisi. (Rls)

Bengkalis,(Global) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) dapat dipastikan ambil bagian pada kegiatan Riau Expo 2013 di Pekanbaru . Kegiatan yang ditaja sebagai salah satu rangkaian kegiatan puncak peringatan hari jadi Provinsi Riau ke-56 itu, akan dipusatkan di Bandar Serai Purna MTQ Pekanbaru. Kepala BPMP2T Bengkalis, H Umran, mengatakan, selain sebagai bentuk partisipasi Pemkab Bengkalis dalam memeriahkan HUT ke-55 ProvinsiRiau, ajang tahunan ini juga akan dijadikan sarana untuk mempromosikan berbagai peluang investasi dan produk

unggulan yang ada di daerah ini. Untuk itu, selama mengikuti expo yang direncanakan berlangsung 15-21 September 2013 mendatang itu, papar Umran, dengan berkoordinasi satuan kerja perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Bengkalis, BPMP2T telah menyiapkan berbagai media informasi tentang peluang investasi dan produk unggulan daerah ini. ‘Baik itu dalam bentuk buku, leaflet maupun brosur, ‘ papar Umran, usai mengikuti expose persiapan Riau Expo 2013 di ruang rapat Badang Penanaman Modal dan Penanaman Modal Provinsi Riau, Pekanbaru, Jum�at (23/8). Mengenai informasi peluang investasi yang disajikan, mantan

Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bengkalis ini mengatakan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta penetapan empat kawasan strategis pembangunan Kabupaten Bengkalis 2010-2015. ‘Sesuai RPJMD dan penetapan empat kawasan strategis Bengkalis 2010-2015, Kecamatan Bengkalis dan Bantan akan dijadikan sebagai pusat pendidikan dan agrobisnis. Karena itu, peluang investasi di dua kecamatan ini yang nantinya diinformasikan stand Kabupaten Bengkalis selama pelaksanaan Riau Expo 2013, diantaranya adalah pengembangan Kota Bengkalis sebagai pusat pendidikan,’ kata mantan

Kadis Pendapatan Daerah Bengkalis ini. Sedangkan untuk Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil yang ditetapkan sebagai pusat industri pelabuhan dan agroindustri, sambung Umran, rencana pengembangan kawasan industri Buruk Bakul menjadi peluang investasi yang bakal ditawarkan. ‘Adapun Kecamatan Rupat dan Rupat Utara yang dijadikan sebagai pusat pariwisata dan agribisnis, potensi peluang investasi yang ditawarkan adalah pengembangan Pulau Rupat sebagai daerah tujuan wisata. Sementara Kecamatan Mandau dan Pinggir, yang ditetapkan sebagai kota transit dan petropolis, selain pengembangan pen-

gelolaan air bersih, juga pembangunan pembangkit listrik,’ ujar Umran. Selain informasi peluang investasi, ujar Umran lagi, stan Kabupaten Bengkalis juga akan menampilkan produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hasil binaan berbagai satuan kerja perangkat daerah di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. ‘Seperti kerajinan dan produk UMKM hasil binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Bengkalis,’ tutup Umran.(Rd)

Pembangunan Tugu Km 4 Mulai Dikerjakan


riau Global Edisi 3 /Agustus - September /I/ 2013

Halaman 15

Luka ................................................................................................................................ ..........Dari hal 1 lalu, mengatakan, ini merupakan seperti luka atau kudis yang tidak bisa sembuh-sembuh. ‘Bayangkan berapa banyak uang yang beredar ditimbangan

tersebut,dimana petugas bayangan yang ditunjuk oleh kepala regu saja bisa mendapatkan uang sekitar Rp 7 juta seminggu, tentu setoran mereka orang yang

telah merekrutnya lebih besar lagi,’ungkap Pria berjenggot itu menyebutkan. Dan itu, sudah berjalan lama dan tidak pernah dikontrol oleh

pihak yang berkaitan seperti pihak kejaksaan,polisi karena diduga telah menerima setoran dari kepala regu timbangan untuk mengamankan pihak-pihak

tersebut,katanya lagi. Sementara itu Kadishub Riau Suryamaulana ketika dikomfirmasikan masalah ini, tidak bisa ditemui.***

Siapa Bilang.., Blusukan LE Lebih Dahsyat dari Jokowi Pekanbaru,(Global) Calon Gubernur Riau Ir HM Lukman Edy M.Si. memastikan blusukan yang belakangan sering ia lakukan sama sekali tidak meniru gaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. ‘Bahkan saya memastikan, blusukan yang saya lakukan lebih dahsyat dari Jokowi,’ kata LE, sapaan akrabnya. LE mengatakan hal itu ketika mengadakan pertemuan dengan masyarakat Desa Manggala Lima, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil (Rokan Hilir), Selasa (27/8) malam. Pertemuan yang dihadiri ratusan masyarakat itu digelar di alam terbuka, di dekat Pangkal Batang sejumlah pohon kelapa sawit, dan di bawah terpaan semilir angin malam, dan hanya dilapisi beberapa helai tikar lusuh. Pernyataan tersebut dikemukakan LE untuk menjawab pertanyaan seorang masyarakat, yang mengidentikkan beberapa langkah yang ditempuh LE untuk merebut kursi Gubernur Riau periode 2013-2018 persis sama dengan yang dilakukan Jokowi. Menjawab pertanyaan seperti itu, LE memastikan tidak semua yang ia lakukan sama persis dengan yang diperbuat oleh Jokowi. ‘Bahkan saya memastikan, blusukan yang kami lakukan lebih dahsyat dari Jokowi,’ tambah LE. Kalau Jokowi paling banter melakukan blusukan ke pasarpasar atau ke lorong dan ganggang, yang jarak tempuhnya paling banter hanya 1 km dari kantor atau tempat tinggalnya, ‘Lihat saja yang kami lakukan, yaitu blusukan ke sejumlah tempat yang jarak tempuhnya sangat jauh dari Pekanbaru,’ katanya.

LE juga menampik program yang ia usung sebagai calon Gubernur Riau, yang terangkum ke dalam 4 Pilar, meniru program yang disusun oleh Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. ‘Saya memastikan program itu bukan ditiru dari program Jokowi,’ kata LE. Tapi ia tidak menampik, sebelum program itu disiarkan ketengah publik, sempat membahasnya bersama Jokowi. ‘Tapi semua ide dasar di program kita yang terangkum ke dalam 4 Pilar tersebut murni

dari kita, yang bertolak dari realitas objektif yang kita temui sehari-hari di Riau,’ ia menambahkan. LE juga tidak menutup kemungkinan bahwa semua program tersebut juga telah melalui analisis yang mendalam, yang kemudian didiskusikan dengan mereka-mereka yang memiliki keahlian dan kompetensi tentang itu. Menjawab pertanyaan apakah kalau kelak terpilih sebagai Gubernur Riau masih sering blusukan ke tengah masyarakat, LE menjelaskan bahwa pada dasarnya kegiatan blusukan itu sangat diperlu-

kan, antara lain dimaksudkan agar jalinan tali silaturahmi dengan masyarakat tidak terputus. ‘Tapi tentu saja intensitesnya tidak sesering seperti yang saya lakukan belakangan ini,’ tambah mantan menteri tersebut. Apalagi kalau kelak program bantuan dana Rp2 miliar/desa/ tahun direalisasikan, menurut LE, sejatinya masyarakat tidak lagi terlalu memerlukan kehadiran gubernur secara fisik. ‘Bukankah kehadiran gubernur di suatu tempat antara lain dimaksudkan sebagai sebuah peluang untuk menyampaikan

beberapa hal yang berkaitan dengan pembangunan?’ tambah mantan anggota DPRD Provinsi Riau tersebut. ‘Kalau untuk masing-masing desa sudah didrop dana masing-masing Rp2 miliar/ tahun, hampir semua urusan di tingkat desa sudah bisa ditangani oleh kepala desa bersama aparatnya,’ terang LE. Kalau sudah demikian, untuk apalagi diperlukan kehadiran gubernur, bupati atau anggota DPRD? Paling hanya untuk makin memperkuat tali silaturahmi, sambung LE lagi. (Rls)


CMYK

Seleb Global Edisi 2 /Agustus/I/ 2013

Halaman 16

Jelang Kuliah ke Inggris, Maudy Ayunda Stress? Kurang lebih dua bulan lagi atau tepatnya 4 Oktober 2013, Maudy Ayunda akan bertolak ke Inggris untuk melanjutkan studi S1 nya di Universitas Oxford selama tiga tahun. Maudy pun mengaku stress mengurus segala persiapan untuk ke Inggris. “Aku agak stress harus ngurus student visa, trus poundsterling yang lagi naik. Mau ga mau kan aku harus tukar uang,” ungkap Maudy saat ditemui di Bebop Studio kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu

(28/8). Namun, Maudy tak merasa beban karena menurutnya ini adalah sebuah konsekuensi yang harus diterima ketika memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Melihat perjuangannya yang tak ringan untuk persiapan kuliahnya, Maudy tak ingin main-main saat menjalani kuliahnya nanti. Tak seperti kebanyakan pelajar yang akan menggunakan waktu luang di sana untuk bekerja sampingan, pemain film REFRAIN itu justru akan

memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan yang dapat menyalurkan hobinya. “Aku akan fokus kuliah karena aku ga bisa belajar sambil bekerja. Jadi ya aku fokus kuliah. Paling aku ingin ikut eksrakurikuler di sana yang berbau musik dan hobi aku,” tandasnya. (kpl)

Vicky Shu: Jomblo Itu Pilihan Memilih sendiri tanpa didampingi seorang kekasih bukan berarti Vicky Shu tidak laku. Jomblo menjadi pilihan Vicky saat ini. Ia enggan jika harus dipusingkan dengan urusan pacaran. Tampaknya Vicky memang masih asyik hidup tanpa ditemani seorang kekasih. Meskipun sendiri, d i a masih

dikelilingi oleh teman-teman yang selalu sayang kepadanya. Vicky Shu tidak mau dipusingkan persoalan pacaran. “Belum, bukan belum dapet sih, tapi aku yang memilih untuk tidak punya pacar. Jomblo itu pilihan, bukan karena nggak laku. Santai saja, teman deket saja banyak,” kata Vicky saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (28/8). Sekarang, dia sedang fokus untuk karir. Meski banyak teman pria yang dekat dengannya, namun diakui Vicky, belum ada yang cocok di hati. Apalagi persahabatan yang mereka jalin tak mengarah ke perjodohan. “Aku memang lebih memprioritaskan kerja dulu. Sahabat banyak tapi belum diarahkan untuk jodoh. Teman banyak, tapi belum ada yang cocok,” pungkas Vicky.(kpl)

Edisi 3 ok  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you