Page 1

Putra-putri bangsa bergantung Elok masa depan tampak mata didepan Negeri sejuta asa harapan Diam dijadikan landasan Impian akan terhalang Demi negeri bertabur nafas Isak tangis miskin akan tuntas Karena kesadaran ilmu meluas Akan mengangkat kebodohan yang membekas Nyanyian kemenangan untuk negeri yang penuh kebebasan

-M.Afif MaulanaSeorang Mahasiswa

Tim Bahasa

Syair-syair Para Pejuang Antologi puisi pendidikan

Tim Bahasa

Buku ini bukan kumpulan jeritan kaum bangsawan atau keluh rakyat bawahan, tetapi sejumlah pandangan risau hati pemuda ksatria pendidikan

Syair-syair Para Pejuang

PENDIDIKAN

Tim Bahasa


SYAIR-SYAIR PARA PEJUANG (ANTOLOGI PUISI) Muhammad Afif Maulana, Dkk.

1

Syair-syair Para Pejuang


Judul buku: Syair-syair Para Pejuang (Antologi Puisi) Penulis : Muhammad Afif Maulana, dkk. Penyunting : Henry Trias Puguh Jatmiko Penerbit : Bina Guru Jl Kebonsari Elveka V Surabaya Telp (031) 8295825 Faks (031) 829581 Email : Binaguru.publishing@gmail.com Surabaya, Jawa Timur, Indonesia,60233 Cetakan I, November 2017

Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang Isi diluar tanggung jawab penerbit Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

2

Syair-syair Para Pejuang


KATA PENGANTAR Menulis merupakan bagian dari proses belajar yang aplikatif. Karya-karya ini merupakan sumbangsih untuk Indonesia dan STKIP AL Hikmah Surabaya sebagai bentuk proses pembelajaran yang produktif dan inovatif. Selain itu, Karya yang terdapat dalam antologi ini terilhami dari harapan, mimpi, dan kejadian yang dialami oleh setiap penulis. Semua tertulis dan terungkap dalam antologi ini. Sastra sebagai sosok dulce et utile telah lahir dalam karya ini. Dulce yang berarti menyenangkan dan utile yang berarti bermanfaat. Karya ini sangat menyenangkan dan menggugah bila dibaca oleh rekan-rekan yang sedang berjuang di bidang pendidikan. Sosok utile nampak pada setiap bait-bait yang tertulis Mahasiswa Pendidikan STKIP Al Hikmah telah menunjukkan kepiawaianya dalam bersastra. Kelak mereka akan menjadi guru yang mampu mengajarkan sastra, menumbuhkan minat menulis di depan peserta didiknya. Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia

Henry Trias Puguh Jatmiko, M.Pd.

3

Syair-syair Para Pejuang


DAFTAR ISI Kata Pengantar 1. M. Afif Maulana Rindu Kekasihku ............................................... 8 Jadi merdeka? ................................................... 9 Pendidikan salah ............................................... 10 Prihal Pendidikan ............................................. 11 Peri Kecil Pengeja Kota ................................... 12 Ironi Negeri ....................................................... 13 Rakyat Melarat .................................................. 14 Apa Itu Salah?................................................... 15 2. Ahmad Dandy Jahatnya Kita .................................................... 17 Kita Semua Tahu ............................................... 18 Si Pewaris ......................................................... 19 Pembunuh Tak Bernyawa ................................. 20 Buat Apa?.......................................................... 21 Coba Hitung ...................................................... 22 Bukan Seorang Pesakitan ................................. 23 Pendidikan ........................................................ 24 3. Muhammad Iqbal Guruku .............................................................. 26 Pemuda Literasi ................................................ 27 Mahasantri ........................................................ 28 Kebangkitan Mahasiswa ................................... 29 Revolusi Mental ................................................ 30 Kartu Ajaib........................................................ 31 Jangan Menyerah .............................................. 32 4

Syair-syair Para Pejuang


4. Imam Muslim Rifa’i Generasi Ulama ................................................ 34 Lentera Hati ...................................................... 35 Malaikatku ........................................................ 36 Mimpi Yang Nyata ............................................ 37 Murid Pejuang .................................................. 38 Murid Teladan .................................................. 39 Sang Juara ........................................................ 40 Santri ................................................................. 41 5. Tomi Wibisono Tenggelam ......................................................... 43 Semangat Belajar .............................................. 44 Menyongsong Masa Depan............................... 45 Guru Pahlawan ................................................. 46 Kata Pejuang .................................................... 47 6. Muhammad Hasan Bhasri Pemuda Berpayung Merah ............................... 49 Episode 1 ........................................................... 50 Episode 2 ........................................................... 51 Guruku .............................................................. 52 7. Muhammad Hanif Hananto Menimba Ilmu ................................................... 54 Hangat Memeluk ............................................... 55 Cakrawala Kehidupan ...................................... 56 Buku .................................................................. 57 8. Muhammad Hamdan Yuwafi Pendidikan Tertinggal ...................................... 59 Guru .................................................................. 60 5

Syair-syair Para Pejuang


Tak Terbayangkan ............................................ 61 9. Wildan Khalid Khaidir Mana Bisa ......................................................... 63 Ujian Nasional .................................................. 64 Darah Pejuang Muda ....................................... 65 Kebingungan ..................................................... 66 Inikah Jalan ...................................................... 67

6

Syair-syair Para Pejuang


Muhammad Afif Maulana Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

7

Syair-syair Para Pejuang


Rindu Kekasihku Kekasih aku sedang rindu Senyum manis lesung pipimu Merekah indah diterpa sambayu Bersamu nyanyian rakyat sendu Kekasih aku melihatmu Meratap termenung terpaku Melihat kebodohan menenggelamkanmu Penguasa pendusta berkata “Pendidikan Nomor Satu� Sayup tangis generasimu Memukul keras langitmu yang biru Menyirnakan harapan maju Kekasihku negeri tercinta indonesiaku

8

Syair-syair Para Pejuang


Jadi Merdeka? Negeri sedang hancur Generasinya tak sadar mundur Menghiraukan rasa syukur Atas kaya alam makmur Negeri ini jadi merdeka gak sih? Sepanjang tahun ditutup dengan berita sedih Anak kecil yang tanpa malu beradu kasih Atau bayi buangan diselokan sedang menangis lirih Tak perlu menutup mulut tanda tak peduli Tak bisa dipungkiri Karakter negeri tak diperhatikan lagi Anak-anak merokok dianggap hobi Karena pendidikan sekadar mimpi

9

Syair-syair Para Pejuang


Pendidikan Salah Bukan soal kuantitas Atau sebuah harga berkelas Kebodohan karang cadas Atau tipu keindahan paras pendidikan bukan soal yang diatas sekadar bermain malas seolah membuat perbahan pedas padahal hanya bermain sekilas Pendidikan tentang kualitas Membentuk jasad rohani waras Mengolah hati terlanjur kerass Untuk negeri berbendera bebas

10

Syair-syair Para Pejuang


Perihal Pendidikan Putra-putri bangsa bergantung Elok masa depan tampak mata didepan Negeri sejuta asa harapan Diam dijadikan landasan Impian akan terhalang Demi negeri bertabur nafas Isak tangis miskin akan tuntas Karena kesadaran ilmu meluas Akan mengangkat kebodohan yang membekas Nyanyian kemenangan untuk negeri yang bebas

11

Syair-syair Para Pejuang


Peri Kecil Pengeja Kota Petir tak iri pada pelangi Yang sambar kilatnya tak seindah lengkungan warna-warni Mendung tak kan iri pada hujan Yang jatuh menetes menghilangkan gelap awan Adapun manusia Sejatinya hidup dalam fitrahnnya Yang jahat tetap ingin cahaya Yang gelap tetap ingin warna Untukmu diluar sana Kelontang lantung merajut asa Harapan bangku sekolah tetap ada Diwajah peri-peri kecil pengamen bis kota Namun apa daya Pendidikan kita masih perlu selembar uang bermata Untuk menambal perut penguasa Yang tak sadar mengkhianati fitrah peri kecil pengeja kota

12

Syair-syair Para Pejuang


Ironi Negeri Gugusan bintang merapat Menghiasi bulan yang bulat Menemani senyuman para murid sejagat Ayahnya sedang berkata “Jadilah anak hebat� Sang anak berteriak girang semangat Meraih ilmu melangkah kaki berangkat Sang anak hanya bisa diam Melihat ayahnya kecewa dalam Ditolak sekolah sepanjang jalan Tidak punya biaya jadi alasan Ohh tuhan Munafiknya ini negara Mengharuskan kami bersarjana Namun rakyar mlarat dipandang sebelah mata Sebelah menderita Sebelah tak punya cita-cita

13

Syair-syair Para Pejuang


Rakyat Melarat Tentang apakah negeri ini berselisih Apakah mereka yang berkuasa Tak lagi melihat dibawahnya Apakah wanita Tak tau jati dirinya Adakah dari kita tahu sebercak noda membekas melekat sebab pengetahuan mlarat dari sejumlah rakyat melarat adakah dari kita perhatian apabila petuah guru dimuliakan serta lambang negari pendidikan dipandang mata perhatian setidaknya rakyat tak merana meratap kasihan

14

Syair-syair Para Pejuang


Apa Itu Salah? Ayah Aku ingat Dulu kau berkata Aku harus bercita-cita Menjadi yang ternama Ayah aku ingat Kau berkata juga Untuk meraihnya aku harus sekolah Dikota sebelah Tapi ayah..siapa yang salah? Katanya sekolah itu gak susah Tapi mengapa setelah lulus Banyak yang pasrah tak tau arah Ayah siapa yang salah? Katanya ssegalanya ditanggung pemerintah Tapi kenapa dengan punggung legam Kau masih ke sawah Mencari biaya sekolah Ayah siapa yang salah? Atau aku yang salah?

15

Syair-syair Para Pejuang


Ahmad Dandy Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

16

Syair-syair Para Pejuang


Jahatnya Kita Betapa jahatnya kita Yang menuding guru sebagai perusak bangsa Padahal kita juga yang memintanya Betapa kejamnya kita Yang menuduh guru sebagai tersangka kekerasan Padahal kita juga yang membutuhkannya Betapa hebatnya kita Yang meminta generasi harus pintar dan cerdas Padahal kita sendiri masih terbata-bata dalam menuding dan menuduh

17

Syair-syair Para Pejuang


Kita Semua Tahu Tahu kah kamu apa itu pendidikan? Apa pernah kamu mengecap pendidikan? Aku pernah mengecapnya sekali. Ketika buncit perut dan lekukan tulang yang terbentuk di balik kulit hitam. menantang ajal sambil menjinjing sebuah buku dan sebatang pensil. Kamu tahu apa itu pendidikan Kamu pernah melihat pendidikan itu Sebab aku pernah melihatnya sekali. Ketika tiang sangga tak mampu lagi menahan beban di area nan jauh di ujung peradaban. Bukan “adanya apa� tapi “adanya hanya�. Kini tahulah kita apa itu pendidikan Kita pernah dengar tentang pendidikan Karena kita pernah mendengarnya sekali. Ketika generasi muda bangsa terlantung-lantung setelah menyuarakan aspirasinya. Peluh dan keluh! berlumuran darah yang mengalir dari pelipis. Syukur. kita tahu apa itu pendidikan Untung kita pernah mengenyam pendidikan Dan kita memang terlibat di dalamnya. Ketika anakanak kita terkantuk-kantuk menerima pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Lalu apa bedanya dengan pejabat?

18

Syair-syair Para Pejuang


Si Pewaris Akulah penguasa dunia Mengangkat dagu di puncak tinggi Menantang garangnya terpaan sang badai Mengintai pergerakan di balik luasnya wawasan Akulah penggenggam dunia Menunjuk lancang gugusan bintang Tegap membusung menghalau kebodohan Derap melangkah tersorot semburat cahaya ilmu Dunia itu aku Dunia itu kuasaku Dunia itu genggamanku Aku, si generasi pewaris negeri

19

Syair-syair Para Pejuang


Pembunuh Tak Bernyawa Anak muda yang tertipu oleh kesilauan yang palsu Terkontaminasi oleh zaman yang serba maju Nama mereka tak sesuci yang dulu Catatan tinta emas terbakar jadi abu Sinar jingga mentari berubah kelabu Dia akan terus terdengung dalam memori Indah di kata hingga candu mendatangi Memberikan sensasi melayang tinggi Tapi itu hanya sekadar mimpi dan ilusi Berlumurlkan frustasi dan basa-basi Sudah banyak jiwa ia curi Terkubur banyak lembaran suci sang generasi Berpesta ala duniawi yang berujung mati Hari esok tak akan seindah pelangi Takkan ada mentari yang menghangatkan diri Dialah sang penghancur jiwa Jiwa-jiwa pemuda yang penuh dengan cita-cita Semua asa binasa begitu saja Akibat manisnya ucapan sang pendusta Sang pembunuh tanpa nyawa

20

Syair-syair Para Pejuang


Buat Apa? Buat apa punya kuku Kalau tidak tumbuh di jari Buat apa punya buku Kalau tidak dipelajari

21

Syair-syair Para Pejuang


Coba Hitung Mula-mula coba hitung Berapa anggaran untuk pendidikan di negeri ini Banyak sekali bukan? Lalu coba hitung Berapa banyak anak negeri yang berprestasi Banyak sekali bukan? Sekarang coba hitung Berapa banyak sekolah yang tak layak tuk ditempati Banyak sekali bukan? Terakhir coba hitung Berapa banyak hikmah yang kita ambil saat ini Banyak sekali bukan?

22

Syair-syair Para Pejuang


Bukan Seorang Pesakitan Tatkala malam mulai terbelah dan tututup-tutupnya mulai membukakan wajah waktu fajar. Hingga ketika bulatan matahari mulai bersembunyi dan wajahnya pun mulai menghilang dari ufuk langit. Langkah demi langkah kaki itu berjalan, tetes demi tetes butiran peluh diusap, peluh mengalir tanpa ada keluh, terik matahari melecut kulit, dan alam seolah menjarah semangat. Tatapan semangat guru mengilhami setiap hati para siswa dan tidak akan tahu kapan akan terhapus.

23

Syair-syair Para Pejuang


Pendidikan Pucuk bunga cantik melambai menggoda memanggil jiwa Erangan ayam jantan menuai hasrat membuka mata Nuansa dingin hawa pagi membelai pelan kulit sang generasi Derap langkah terkawal gumpalan kapas membumbung tinggi Iringan sumringah mentari menyapa engkau si anak negeri Duhai jiwa yang tak kan pernah berpaling muka Ingatlah bakti pada bunda pertiwi Kan ada masa di mana waktu membuatmu berarti Anggap saja seperti batu permata mentah Nanti diasah menjelma batu mahal harganya

24

Syair-syair Para Pejuang


Muhammad Iqbal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

25

Syair-syair Para Pejuang


Guruku Oh guru ... Kau laksana atap Menaungi diri ini dari ketakutan Menjadi tameng yang selalu rela berkorban Oh guru ... Kau laksana air Menyejukkan jiwa dari kepedihan Memulihkan raga dari kepenatan Menyandarkan wajah demi kesadaran Oh guru ... Kau laksana cahaya Menghangatkan hari dengan ujaran kebaikan Mengkokohkan pendirian dari keraguan Menerangi jalan menuju kesuksesan Oh Guru ... Terimakasih kuucapkan Atas ilmu yang kau wariskan Budi baik yang kau tularkan Teriring doa untukmu kusampaikan Semoga selalu diberi kelancaran Juga kemudahan atas hajat yang diimpikan

26

Syair-syair Para Pejuang


Pemuda Literasi Bergulat dengan pena Mengembangkan pemikiran tak terhingga Menghimpun kata menjadi mahakarya Coretan sastra terus tercipta Kau menginspirasi banyak pembaca Mengabdi pada nusantara Sungguh besar jasamu Membawa dan mengangkat Indonesia ke mata dunia

27

Syair-syair Para Pejuang


Mahasantri Pagi pun tiba ... Kumandang adzan pun mengudara Sungguh elok dan indah menyapa Memanggil setiap hamba Membuka mata, mengawali dengan doa Menuntun langkah menuju kemenangan Lantunan ayat menggetarkan hati seluruh jiwa Mengulang dan menguatkan bacaan Ayat suci yang kekal abadi sepanjang zaman Tak tergantikan, tak terbantahkan Mendalami ilmu Alquran, Terasa sangat menyejukkan Berusaha untuk selalu berduaan Bermesraan dengan kitab yang menjadi pedoman

28

Syair-syair Para Pejuang


Kebangkitan Mahasiswa Tengoklah ribuan manusia Berdiri tegak, bereriak dan memberontak Sayup-sayup tuntutan dilontarkan Menggema suara bertebaran Mengisi langit dan daratan Para pemuda di garis depan Mengerahkan api semangat keadilan Menuntut segala hal yang teralihkan Bertahun tahun terbengkalai tak terurus Corak budaya bobrok Tercipta oleh segolongan manusia Tak bertanggung jawab Manusia terpilih, merebut dan mengendalikan kursi Kursi panas yang telah hangus Terbakar oleh ucapan pendusta Tergantikan dengan yang baru Satria piningit, menjadi pahlawan kegelapan Datang memberi pencerahan

29

Syair-syair Para Pejuang


Revolusi Mental Sekelompok manusia, berdasi, berjas rapi Berpenampilan gagah, berwibawa dan menarik Selagi berdiri, mereka merayu dan membisik Menyuarakan revolusi yang akan membawa kabar baik Menebar pesona di setiap penjuru negeri Mengumbar janji mengabdi untuk negeri Setelah duduk, mendapat kursi Mereka mematung tak tau diri Tak peduli dengan perubahan, terlebih kemajuan Tak ada janji konkrit terbukti Pendidikan mereka tinggi Tapi tak menjamin akhlak akan baik Pendidikan mereka tinggi Tapi tak menjamin tertanamkan hati Tulus dan ikhlas datang dari kemauan merubah diri

30

Syair-syair Para Pejuang


Kartu Ajaib Kartu ajaib ... Sebuah persegi panjang sederhana Tipis, tak bermassa Tercipta hasil sebuah rekayasa manusia Menjadi jimat keramat Modal murah yang dianggap mewah Tersirat jatah triliunan rupiah Perbekalan hidup semassa sekolah Kartu ajaib ... Saksi bisu sebagai usaha mencerdaskan bangsa Kadang kala berbicara Melalui saldo yang tak tersisa Tak ada satu rupiah pun terbaca Alat elektronik yang membuktikannya Sungguh ironi yang nyata (Kartu Indonesia Pintar)

31

Syair-syair Para Pejuang


Jangan Menyerah Pagi, siang dan sore Merintis asa membuat jalan lurus ke hadapan Berusaha istiqomah di jalan-Nya Tak ada daya untuk terus melangkah Bagaikan gunung merapi ... Tak kuasa menahan lava meninggi Akibat gejolak pikiran menyelimuti hari Kewajiban sebagai hutang di ujung janji Tak terselesaikan menerima limpahan sanksi Merupakan proses yang wajib dilalui

32

Syair-syair Para Pejuang


Imam Muslim R Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

33

Syair-syair Para Pejuang


Generasi Ulama Menikmati secangkir kopi Ditemani para santri Yang telah selesai mengaji Mengharap barokah para kyai Dinginnya malam tak terasa Terhalang oleh hangatnya cinta Cinta persaudaraan yang setia Dari para generasi ulama Hidup dalam satu tempat Dengan waktu yang terasa singkat Banyak ilmu telah kau dapat Semoga bermanfaat dunia dan akhirat

34

Syair-syair Para Pejuang


Lentera Hati Lama Tak bertemu Membuat rindu datang bertamu Hanya bisa membayang wajahmu Duhai malaikat penolongku Engkau sang embun kalbu Yang istiqomah menyayangiku Kau bagaikan kupu-kupu Yang setia menghias hariku Engkau semakin rapuh Dengan usiamu yang sepuh Dirim telah penuh peluh Tapi engkau pantang tuk mengeluh

35

Syair-syair Para Pejuang


Malaikatku Setahun tak bertemu Membuatku mabuk rindu Ku ingin menatap wajahmu Yang penuh kasih sayang itu Cintamu sepanjang masa Untuk anakmu tercinta Yang selalu mengharap doa Dari lisanmu yang mulia Engkaulah sang guru Yang tak pernah ragu Untuk selalu membimbingku Terimakasih untukmu ibu

36

Syair-syair Para Pejuang


Mimpi Yang Nyata Sungguh bahagia diriku hari ini Kebahagiaan yang jarang dialami Bunga-gunga bermekaran dalam hati Anugerah dari sang Ilahi Mimpi yang mustahil dukata Hari ini menjadi nyata Dapat memandangnya dengan kedua mata Dalam waktu singkat saat berjumpa Syukur ku ucapkan pada-Nya Telah memberi kesempatan berharga Tuk bisa mencium tangannya Harapkan barokah darinya

37

Syair-syair Para Pejuang


Murid Pejuang Berjalan menuju sekolah Tanpa merasa lelah Tak ada satupun masalah Tuk pergi tinggalkan rumah Tak ada keraguan dalam langkahmu Tuk berjalan mencari ilmu Belajar pada sang guru Bersama para pecinta ilmu Banyak ilmu kau dapat Yang juga kau amalkan dengan tepat Semoga biasa bermanfaat Di dunia maupun akhirat

38

Syair-syair Para Pejuang


Murid Teladan Hari-hari selalu belajar Untuk menjadi anak pintar Dirimu selalu siap Dengan apa yang akan kau dapat Sekolah menjadi rumah kedua Tempat pencari ilmu berjumpa Untuk meraih cita-cita Yang kan dikenang sepanjang masa Kaulah murid teladan Yang juga menjadi panutan Dengan penuh kegigihan Kan kau raih kejayaan

39

Syair-syair Para Pejuang


Sang Juara Mengayuh pedal sepeda Dengan semangat yang membara Menuju sekolah tercinta Dengan niat yang mulia Kau tak kenal lelah Kau selalu bersusah-payah Dengan wajah berkeringat basah Bagimu bukanlah masalah Kau yang haus ilmu Membuat guru bangga padamu Dengan segudang prestasimu Yang selalu meraih juara satu

40

Syair-syair Para Pejuang


Santri Santri Kaulah sang tholabul ilmi Menimba ilmu dari negeri ke negeri Dengan penuh kemantapan hati Hidupmu jauh dari keluarga Tetapi engkau selalu bahagia Mensyukuri apa yang ada Untuk mengharapkan ridho-Nya Nabi Muhammad menjadi panutan Alquran menjadi pedoman Dawuh kyai menjadi wejangan Kitab kuning menjadi pegangan

41

Syair-syair Para Pejuang


Tomi Wibisono Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

42

Syair-syair Para Pejuang


Tenggelam Pendidikan kini semakin kelam Moral bangsa yang ternoda Tercoreng oleh tingkah penerus bangsa Perundungan antar pelajar Mengecap buruk yang membekas di diri bangsa Inikah Indonesia ? Berbagai problematika pendidikan bangsa Menjadikan Indonesia keruh di mata dunia Dahulu, segala upaya dilakukan Demi memperjuangkan moral bangsa Memperjuangkan pendidikan bangsa Namun kini, apa balasan kita ? Kita telah menodai perjuangan bangsa Dimana peran kita ? Tegakah kita membiarkan moral bangsa tertindih Ataukah akan terbenam di telan masa

43

Syair-syair Para Pejuang


Semangat Belajar Ketika matahari terbit Membakar semangatku Untuk menuntut ilmu Demi masa depanku Demi kebahagiaanku Dalam pikiranku Kau selalu aku ingat Tak jemu aku mencarimu Hingga aku bisa, semakin banyak ku belajar Semakin banyak ku tahu Semakain aku bersemangat tuk terus belajar Karena aku yakin Dengan belajar Ku kan menggapai cita-cita

44

Syair-syair Para Pejuang


Menyongsong Masa Depan Mentari pagi telah bersinar Tibalah saat dimana aku harus berdiri Berdiri menatap langit yang luas Berdiri menatap masa depan yang menanti Dengan menyungguhkan hati Aku rangkai semangat baru Aku langkahkan kakiku Dan ku kobarkan jiwaku Langkah ini tak kan berhenti Kaki ini akan terus melangkah Sampai kapan ? Hingga saat kemenanganku itu tiba

45

Syair-syair Para Pejuang


Guru Pahlawan Dunia kami yang dulu kosong Tak ada warna, hampa terasa Namun, dengan goresan yang kau beri Juga kata yang kau ucap Kini dunia kami penuh warna Tak salah jika orang menyebutmu pahlawan Mengajarkan ilmu tanpa memandang tiap insan “Guru’’ Ya... itulah panggilan negeri padamu Langkah dan jejakmu Menjadi petunjuk kami melangkah Kami berjanji Melanjutkan perjuanganmu Kami akan melangkah Menyambangi pelosok negeri

46

Syair-syair Para Pejuang


Kita Pejuang Hanya kita harapan bangsa Hanya kita cita- cita yang dipertaruhkan Tak ada sesuatu yang tak mungkin Kita harus bangkit Melawan arus yang terus mendera Dengan sikap optimis Kita pacu kuda sekencang-kencangnya Kita lawan bebatuan terjal yang mengusik di jalanan Ingat, kita adalah harapan Kita adalah masa depan Harapan terpendam ada di pundak kita Nasib bangsa, kita yang menentukan

47

Syair-syair Para Pejuang


Muhammad Hasan Bhasri Mahasuswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

48

Syair-syair Para Pejuang


Pemuda Berpayung Merah Mentari menjalankan rutinitas dipagi hari Cahaya dipancarkan Pepohonan mandi dikehangatannya Seorang pemuda bersiap berangkat ke sekolah Namun, tiba-tiba Awan bertengkar dengan sepupunya Mengamuk, Bersedih Petir menyambar disertai hujan Namun, tiba-tiba Hal unik terjadi Seorang pemuda mengambil payung berwarna merah Memakai jas berwarna merah pula Seraya bilang : “Aku tak akan patah semangat Semakin kau menghadang semakin kuterjang Dengan payung dan jas merah ini Ku bersaksi Demi pendidikan ku kan lakukan semua ini.�

49

Syair-syair Para Pejuang


EPISODE 1 Kami duduk berdua Di bangku perpustakaan SMA AC di tempat itu begitu nyamannya Mataku mulai sayu Tapi aku masih pegang ia dengan erat 2 menit setelah itu Tiba-tiba ia berkata : “Mengapa kau memegangku terus Walaupun kau sudah tertidur?� Aku terbangun oleh suara hatinya Dengan lembut kutatap dia Ku elus dia dan berkata : “Karena kau kebutuhanku, kau sumber ilmuku Ku tak mau lagi kau meninggalkanku."

50

Syair-syair Para Pejuang


Episode 2 Masih di bangku perpustakaan Ku tatap ia dan ia juga menatapku Sepertinya ini sebuah kode darinya Segera kusadari Kuberdiri dari bangku Berjalan ke depan Sambil tersenyum ku berkata : “Ini kah yang kamu inginkan?� Ku menebak isi hatinya Dengan memperlihatkan teman buku baru.

51

Syair-syair Para Pejuang


Guruku Gelap gurita menghadang Usik-usik bah batu karang Ranah rela ditinggal Urusan pribadi dikeduakan Karena satu Untuk melahirkan cahaya kecerdasan

52

Syair-syair Para Pejuang


Muhammad Hanif Hananto Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

53

Syair-syair Para Pejuang


Menimba Ilmu Ia tekun, menenun huruf demi huruf Menjalin indah kata bergama makna Ia lalui saja, meski ironi mencium harmoni Merangkai kalimat sendu dan nikmat Sabar diri bersinggah Mendayung dan tersampai di puncak Namun merunduk terjaga, lantas dihempasnya angin Dan kini, kau masih tegak berdiri!

54

Syair-syair Para Pejuang


Hangat Memeluk Pena datang, sayanglah dibuang Torehannya merebak, liar sudah Sinar keningnya menyalak, terang benderang Harapkan rahmat, agar selamat nan sentosa Nikmati saja kesemuanya, hirup dan peluk Nanti kau dapatkan maknanya Penting sangatlah dirasa Memang ilmu lentera tengah gua

55

Syair-syair Para Pejuang


Cakrawala Kehidupan Menelusuri jejakmu perlu pengorbanan Sungguh, wahai kau sang pembalik kehidupan Tiap tetes darah ini mengalir Memandikanku yang haus ilmu Membuang segala kemunkaran Sulit memang, namun jalan terbaik pantaslah sukar Demi menikmati manis kehidupan Teruslah berjalan meski aral melintang

56

Syair-syair Para Pejuang


Buku Kau hanyalah kumpulan lembaran, tak lebih Kau konstan, menipu mata Tapi ketika kubaca kamu Tersirat jadi terlihat Tersurat hilang ditelan malam Kamu yang meluaskan wawasan Mengubah tak mampu jadi mahir Menghilangkan kebodohan mendatangkan cahaya Meski hanya kumpulan lembaran Kamu tak tergantikan

57

Syair-syair Para Pejuang


Hamdan Yuwafi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

58

Syair-syair Para Pejuang


Pendidikan Tertinggal Pendidikan kini mulai sunyi

Enggan orang yang melirik tuk memperhatikan Namun, itu tak menjadi alasan para pemegang pena Dimana mereka terus berjuang menggapai cita Inginkan negeri ini berjaya dan maju

Dengan semangat berkobar api dalam jiwa Inilah yang terlihat di depan mata Keadilan tak didapatkan anak negerinya Akankah terus seperti ini tanpa perubahan Nuansa bangsa yang pebuh derita Telah lama bangsa ini merdeka Eloknya para pahlawan tersenyum Raut wajahnya penuh cahaya kebanggaan Tapi tak seperti yang terlihat di depan mata Inikah sebuah keadilan baginya Nurani hati yang tersiksa Gugurnya berlalu ditelan masa Gemuruh isak tangisnya meronta-ronta Alangkah sedinya malihat bangsanya 59

Syair-syair Para Pejuang


Lemas tak berdaya termakan usia

Guru Kau sebagai obor kehidupan Menerangi gelapnya jalan Untuk sampai pada harapan Yang penuh dengan hambatan Orang berkata kau pahlawan bangsa Segala perjuangan kau curahkan bagi bumi pertiwi Dengan ikhlas penuh ketabahan Melawan sifat kebodohan Kau adalah jembatan kehidupan Menunutun setiap langkah ini untuk sampai pada tujuan Dengan ikhlas penuh ketabahan

60

Syair-syair Para Pejuang


Tak Terbayangkan Ternyata yang aku lihat tak seperti yang aku rasakan Penuh isak tangis saat bersamanya Melihat gedung sekolah yang tak layak tuk berjuang Apakah ini sudah merdeka Atau masih terjajah Pernahkah kau melirik wahai pemegang kuasa Pernahkah kau berfikir tuk menyentuhnya

61

Syair-syair Para Pejuang


Wildan Khalid Khaidir Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al Hikmah Surabaya

62

Syair-syair Para Pejuang


Mana Bisa Dari belajar membaca Sampai belajar menulis Berangkat di pagi buta Pulang kadang gerimis Dari SD sampai SMA Aku mulai bertanya-tanya Mengapa sekolah lama-lama Jika hanya menjadi hama Kemiskinan tetap merajalela Kebodohan tak pernah binasa Apakah kita mau begini-gini saja Apakah kita bisa jaya? Sebenarnya kita bisa Namun apa daya? Para petinggi buta akan rakyatnya Sibuk dengan tahta dan harta Sampai-sampai agama jadi hiasan belaka

63

Syair-syair Para Pejuang


Ujian Nasional Tergambar besarnya rintangan Sampai semua memperhatikan Berharap menjadi kekuatan Namun malah terbiaskan Percik kejujuran hilang Seakan ditelan awan Apa UN harus diteruskan? Kenapa memaksa seakan tak ada jalan? Contek-mencontek jadi kebudayaan Parahnya lagi membeli kunci jawaban Hai para petinggi di awan Jika kau tak memberi jawaban Apa kita di arahkan pada kehancuran? Pendidikan hanya jadi tontonan Bangsa seakan di tengah kegelapan Buta ditelan angan angan

64

Syair-syair Para Pejuang


Darah Pejuang Muda Perjuangan dimulai Ego di tenggelamkan Nanah demi nanah Dicucurkan oleh tembakan Inilah semangat juang Dengan rasa kemerdekaan Ilmu hal yang diutamakan Kami adalah pemuda masa depan Akan mengguncang dunia pendidikan Nan membawa bangsa berjaya di atas awan

65

Syair-syair Para Pejuang


Kebingungan Bolehkah ku bertanya Apa tujuan perkuliahan Buat apa menentukan jurusan Jika di perjalanan tetap ada paksaan Katanya setiap orang punya kelebihan Dan setiap kelebihan mempunyai perbedaan Katanya kuliah untuk mengembangkan kemampuan Namun kenapa ada tuntutan Katanya hidup itu pilihan Namun kenapa diarahkan Aku terjerat dalam kebimbangan Antara menyampaikan aspirasi namun dicap pemberontakan Atau diam patuh terjatuh dalam keterpaksaan

66

Syair-syair Para Pejuang


Inikah Jalan? Aku bingung Di saat agama harus diutamakan Di kenyataan mereka mengganggap itu hanya alasan Di saat mereka memberi batasan Di kenyataan mereka meminta kelebihan Di saat atasan ingin terselesaikan Di kenyataan tak pernah berhenti memberi pekerjaan Inikah pendidikan Yang terus menginginkan kemajuan Namun berjalan dalam cermin keterbalikan

67

Syair-syair Para Pejuang


68

Syair-syair Para Pejuang

Antologi Puisi-Syair-Syair Para Pejuang  

Karya mahasiswa Prodi Pend. Bahasa Indonesia, STKIP Al Hikmah Surabaya, Angkatan Pertama 2017

Antologi Puisi-Syair-Syair Para Pejuang  

Karya mahasiswa Prodi Pend. Bahasa Indonesia, STKIP Al Hikmah Surabaya, Angkatan Pertama 2017

Advertisement