Page 1

Edisi X / 2012

16 halaman

REP

RTER

www.reporter.uki.ac.id

www.uki.ac.id

Bangun Karakter Pemimpin Bangsa >> Hal. 7

Menyikapi Arus Globalisasi melalui Kearifan Lokal Hal. 3

Bahas Sejarah Kekerasan di Papua

Mahasiswa UKI Ikuti Kamp Internasional di Jepang

Hal. 5

Hal. 12

Teras Narang Dhaniswara K Harjono Maruli Gultom Alumni Fakultas Teknik Mesin UKI era 67 ini sebelum menjabat Ketua Ika UKI periode 2006-2009. Usai masa jabatannya, ia dipercaya menjadi Rektor UKI hingga saat ini.

Beliau adalah alumni Fakultas Hukum UKI ‘84. Ia dipercaya meneruskan tugas dan tanggung jawab Ketua IKA UKI periode selanjutnya, 2009-2012. Tak hanya itu, ia pun diangkat sebagai Direktur Pascasarjana UKI sampai sekarang.

Tak beda dengan Dhaniswara, Teras Narang merupakan alumni Fakultas Hukum UKI ‘74. Perannya dalam pemerintahan adalah menjadi Kepala Daerah (gubernur) Kalimantan Tegah saat ini. Namanya dikenal dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kalteng. Para alumni mempercayakannya sebagai Ketua IKA UKI periode 2012-2015.

Teras Terpilih Jadi Ketua IKA

I

katan Alumni (Ika) Universitas Kristen Indonesia menggelar kongres, Sabtu (22/9) di Hotel Sahid Jakarta. Kongres ke-4 yang diikuti lebih dari seratus alumni UKI dari berbagai fakultas dan lintas angkatan tersebut memilih dan menetapkan Teras Narang sebagai Ketua IKA periode 2012-2015. Teras Narang yang juga merupakan Gubernur Kalimantan Tengah itu, terpilih dan menggantikan ketua se-

belumnya, Dhaniswara K Harjono. Pengangkatan Teras Narang sebagai ketua baru disambut gembira oleh para alumni yang hadir dalam kongres yang digelar sejak Sabtu pagi. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Terima kasih kepada Dhanis atas kerja kerasnya bersama rekan-rekan selama ini,” tutur Teras dalam sambutannya. Lanjutnya, peran ikatan alumni sangatlah penting. Ikatan alumni tentunya harus ber-

peran dalam membangun almamaternya dan membangun bangsa. Karena itu mari kita bangun ikatan yang kuat agar rekan-rekan, adik-adik kita para mahasiswa UKI juga belajar dengan baik dan menjaga nama almamater dengan baik terutama saat memasuki dunia alumni dan dunia kerja nantinya,” ungkapnya. Penyerahan tugas dan tanggung jawab Ketua Ika ditandai dengan penyerahan bendera dari Dhaniswara kepada Teras,

disaksikan para alumni yang hadir. Sayangnya Rektor UKI, Maruli Gultom yang pernah menjadi Ketua Ika sebelum Dhaniswara, berhalangan hadir karena mengalami sakit. Kemeriahan acara tetap berlanjut hingga malam. Usai kongres, acara disambung dengan sesi Temu Kangen Alumni yang dihadiri lebih dari 300 alumni. (red)

Civitas Akademika Universitas Kristen Indonesia mengucapkan Selamat atas terpilihnya Bapak Teras Narang menjadi Ketua IKA UKI periode 2012-2015.


2

KAMPUS

Pelindung Rektor Universitas Kristen Indonesia

Pengarah Ka. Biro Humas, Pemasaran dan Alumni Universitas Kristen Indonesia

Pemimpin Umum Ka.bag Media BHPA Universitas Kristen Indonesia

Pemimpin Redaksi Faorick Sontua Pakpahan Nadya Riris David Murdiantoyo

Staf Redaksi Daniel I. B. Pietersz Ezra Dopita Maret Sidauruk Pungkar Paresa

Tata Letak dan Artistik Faorick Sontua Pakpahan

Alamat Redaksi Jl. Mayjen Sutoyo no. 2 Cawang, Jakarta Timur 13630 Telp. (021) 8092425 ext 242

Wartawan Reporter UKI dalam melakukan peliputan akan dilengkapi dengan id card/ kartu anggota pers. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktifitas kewartawanan Reporter UKI, segera hubungi redaksi.

Time Out Hai...!!!! Kami redaksi Reporter UKI memberikan kesempatan kepada mahasiswa UKI yang ingin hasil karyanya dicantumkan dalam Reporter. Adapun bentuk hasil karyanya seperti cerita pendek, puisi, artikel pendapat Anda tentang UKI, gambar kartun atau karikatur terkait UKI. Anda dapat mengirimkan melalui email ke reporter.uki@gmail.com. Setiap hasil karya yang ditampilkan di Reporter UKI, kami akan memberikan penghargaan untuk Anda. Ide, kritik dan saran tentang Reporter, Anda juga dapat mengirimkan ke email tersebut. Terima kasih. (Redaksi Reporter)

REP Edisi X / 2012

RTER

REPORTER

Profil Teras Narang Pada diri Agustin Teras Narang, pria kelahiran Banjarmasin 12 Oktober 1955, mengalir ‘darah’ politisi sebagai warisan dari Ayahnya, Waldenar August Narang. Sang Ayah yang berdarah asli suku Dayak Ngaju, berasal dari Mandomai sebuah desa kecil di pinggiran daerah aliran sungai Kapuas, Kalimantan Tengah yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Selatan, itu selalu memotivasi anak bungsu dari tujuh bersaudara ini semenjak masa SMA, supaya menjadi politisi terkemuka sebagaimana politisi-politisi besar dari negara maju seperti Amerika Serikat. Untuk mencapai ke sana, August Narang yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang, pengusaha eksportir yang sukses, sekaligus pemilik sejumlah hotel di bumi Kalimantan Tengah, berpesan agar Teras Narang menguasai soal-soal hukum terlebih dahulu, juga sebagaimana tradisi politisi hingga para presiden AS sekalipun. Tujuannya supaya Teras Narang mempunyai kemampuan profesional untuk membentuk jati diri sebagai tokoh politisi terkemuka, sekaligus negarawan yang kelas dan ketokohannya kelak jauh melebihi kiprah sang Ayah. Teras Narang kala masih muda memang sudah sering diajak berdiskusi politik sambil berdagang keliling, oleh Ayahnya yang awalnya pedagang kecilkecilan itu. Berdiskusi dan berkeliling itulah kesempatan terbaik bagi Sang Ayah untuk berulang-ulang mengatakan, bahwa suatu saat Teras nanti haruslah menjadi sarjana hukum karena Presiden di Amerika Serikat kebanyakan adalah sarjana hukum. Hingga Waldenar August Narang meninggal dunia di tahun 1981, sebagian besar pesan-pesan politik Sang Ayah sudah berhasil dilaksanakan Agustin Teras Narang. Teras memang sudah berikhtiar kuat untuk memenuhi keinginan politik Sang Ayah, seperti dengan merantau ke Jakarta di tahun 1973 untuk mengambil kuliah Fakultas Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, hingga lulus tahun 1979. Dua tahun terakhir di antara masa kuliahnya (1977-1979) itu, bahkan sudah ia isi dengan menduduki kursi Ketua LBH Fakultas Hukum UKI. Segera Tunaikan Pesan Ayah Lulus sarjana hukum dan sempat memperdalam ilmu hukum di London, Inggris, selama sembilan bulan Teras Narang kembali ke Jakarta sebab sudah kan-

dung ingin segera menunaikan pesan-pesan politik Ayahnya. Teras pun mulai membangun karir profesional dengan bergabung di sejumlah kantor konsultan hukum kondang (antara tahun 1979 hingga 1989), diantaranya di kantor pengacara “Kusnandar and Associates”, kantor pengacara “RO Tambunan, SH & Associates”, dan kantor pengacara “Albert Hasibuan, SH & Associates”. Berbekal kemampuan profesional dan pengalaman yang cu-kup Teras akhirnya mendirikan sendiri kantor konsultan hukum, yang diberinya nama “A Teras Narang, SH & Associates”, pada tahun 1989 terletak di Jalan Teuku Cik Di Tiro No. 12, Jakarta Pusat. Teras Narang kemudian memulai memasuki jalur yang dahulu dikehendaki Sang Ayah, yakni bergerak sebagai politisi dan negarawan terkemuka, persis begitu Indonesia memasuki reformasi hukum dan politik di tahun 1998. Iapun terpilih menjadi anggota DPR/MPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Pemilu 1999 mewakili konstituen PDI Perjuangan. Ketika Pemilu 2004 berlangsung ia tetap dipercaya warga Kalimantan Tengah mewakili daerah asalnya itu. Kemudian kepercayaan rakyat Kalteng kian berlanjut saat ia diangkat sebagai gubernur yang menggantikan penjabat sementara pengganti gubernur Kalteng kala itu. (sumber:

http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-

ensiklopedi/467-bejana-yang-sedang-ditempa, wikipedia)


KAMPUS

REPORTER

3

Menyikapi Arus Globalisasi melalui Kearifan Lokal Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa pengaruh yang begitu besar pada berbagai bidang. Pengaruh globalisasi tersebut tidak hanya membawa pengaruh positif terhadap aspek-aspek kehidupan, melainkan juga memberikan dampak negatif. Jika tidak disikapi dengan baik, maka arus globalisasi yang negative bisa berdampak tidak baik terhadap nilai sosial, budaya, ekonomi, dan bidang lainnya. Hal itu ditanggapi Teras Narang sebagai permasalahan yang bisa mempengaruhi kemajuan suatu bangsa di masa depan. Menurutnya, ada empat hal yang perlu kita ketahui dalam memajukan dan meningkatkan kesejateraan rakyat. Keempatnya antara lain pembangunan infrastruktur, peningkatan sarana dan pelayanan pendidikan, peningkatan di bidang kesehatan, dan peningkatan perekonomian rakyat. Pada pemaparannya dalam seminar, Jumat (21/9) di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran UKI, Teras mengungkapkan empat pilar tersebut sangat berkaitan. Pembangunan infrastruktur

harus didukung dengan peningkatan sarana serta pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Tetapi semua itu juga harus dilihat dari kondisi perekonomian rakyat. “Infrastruktur yang menjadi kebutuhan rakyat, pendidikan, kesehatan adalah hal penting, tapi itu semua harus melihat juga kondisi perekonomian rakyatnya,” ungkapnya. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan adalah hal utama yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Berkaitan dengan pendidikan, ada permasalahan yang sedang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Dalam seminar pra kongres UKI bertema Pendidikan Transformatif: Mengangkat Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Menyikapi Arus Globalisasi tersebut, Teras mengatakan,” pemahaman nilai-nilai kearifan local makin berkurang, padahal itu merupakan dasar yang harus ditanamkan khususnya bagi masyarakat daerah dalam menyikapi arus globalisasi saat ini.” Gubernur Kalimantan Tengah yang juga merupakan alumni FH UKI era 74 itu, menyebutkan bahwa kearifan lo-

kal menurutnya penting dalam mendukung kemajuan daerah dan bangsa. Diantaranya seperti bahasa dan sastra daerah, kesenian daerah, adat dan hukum istiadat, olahraga dan budaya tradisional, sejarah lokal, teknologi lokal, serta lingkungan alam. Akan tetapi, kondisi yang terjadi sebaliknya. Banyak anak-anak daerah yang kini mulai lupa nilai-nilai tersebut. “Karena itu, mari kita pahami tentang nilai kearifan lokal sesuai asal daerah kita. Jika daerah maju, maka bisa berdampak terhadap kemajuan bangsa dalam menghadapi arus globalisasi yang ada. Senada dengan Teras, Direktur Pascasarjan UKI, Dhaniswara K Harjono mengatakan bahwa pendidikan itu adalah bagian dasar yang sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa. “Kemajuan daerah dan suatu bangsa juga ditentukan dari kemajuan pendidikan dan kesempatan luas bagi masyarakat dalam menikmati pendidikan tersebut,” paparnya. Lebih lanjut ia pun mengungkapkan bahwa pendidikan itu mahal. Ada biaya yang

harus dikeluarkan. Maka dari itu, ia mengimbau agar kita perlu menyadari agar pendidikan itu harus kita raih dan kita manfaatkan sebanyak mungkin. Pasalnya, pendidikan itu, menurut Dhaniswara merupakan alat untuk melakukan perubahan sosial, perubahan secara luas. Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah adanya perubahan yang lebih baik. Di tengah kemajuan globalisasi dan revolusi teknologi saat ini, maka diperlukan perubahan sesuai tujuan pendidikan. “Harus radikal, harus ada perubahan, itu adalah tujuan pendidikan,” ujarnya. Ia pun menegaskan bahwa pendidikan sangatlah penting dan jangan dianggap enteng. Kemajuan globalisasi dan teknologi sudah sangat maju, maka kita pun harus meningkatkan kemampuan kita, tentunya melalui pendidikan. “Tapi, pendidikan itu juga harus didukung kearifan lokal. Kita harus tahu budaya kita. Dengan begitu, pendidikan transformatif nantinya berpengaruh terhadap kemajuan kita dan bangsa Indonesia,” tuturnya. (red)

Kiri ke kanan: Teras Narang, Mesta Limbong, dan Dhaniswara K Harjono dalam seminar Pra Kongres yang membahas Pendidikan Transformatif: Mengangkat Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Menyikapi Arus Globalisasi di Auditorium Grha Fakultas Kedokteran (FK) UKI.

Edisi X / 2012


4

KAMPUS

REPORTER

Human Trafficking Kerap Jadi Sorotan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang diwakili oleh Deputi III Perlindungan Anak, DRA Luly Altruiswati MSc menegaskan bahwa kejahatan perdagangan orang atau yang juga dikenal dengan Human Trafficking saat ini tidak lagi mengenal batas negara dan bangsa disebabkan sindikasi atau jaringan perdagangan orang sudah terkoneksi bukan hanya tingkat daerah tetapi juga sudah lintas negara dan bangsa. Hal tersebut ia ungkapkan pada acara seminar yang mengangkat topik Penanggulangan Human Trafficking di Kawasan Asia Tenggara (18/9), bertempat di Auditorium Grha William Soeryadjaya di Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta. Acara seminar tersebut digagas oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol UKI) yang bekerjasama dengan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) mengingat kondisi Human Trafficking kini terus ada dan semakin brutal. Luly berujar dalam sambutannya mewakili Ibu Menteri, “Kejahatan atau tindak kekerasan sebagian besar dialami oleh perempuan dan anak. Kekerasan secara umum dialami akibat tidak seimbangnya relasi kuasa yang berkeadilan. Ketimpangan relasi kuasa ini bersifat korelasi yang artinya terjadi antara suami dengan istri, orang tua dengan anak, pemilik modal dengan pelaku usaha.” Bentuk kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat tersebut dapat berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran/ekonomi dan eksploitasi

akibat memperkerjakan orang secara berlebihan seperti jam kerja adalah juga merupakan ciri-ciri awal Human Trafficking sebelum menuju tindakan yang lebih brutal. Sebut saja kasuskasus yang menimpa para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tetap selalu menjadi konsentrasi dan di sorot pemerintah serta pemerhati HAM. Akan tetapi tidak semua kasus dapat diselesaikan setuntas-tuntasnya. Di sisi lain, Bambang Prayitno SH MH selaku dosen Fisipol UKI yang senada dengan Priska sebagai perwakilan dari IOM (International Organization of Migration) menuturkan permasalahan fenomena Human Trafficking ini bukan hanya untuk Indonesia melainkan negara-negara se-Asia, Eropa, Amerika dan negara-negara lain karena memang situasi da kondisinya sudah kejahatan lintas negara.

Selain kita tahu adanya kasus-kasus TKI yang diperlakukan tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusianya, bentuk lain Human Trafficking terkait prostitusi juga merupakan lahan empuk bagi pelaku organisir eksploitasi seksual manusia ini hingga keluar batas negara dan bangsa. Perkembangan bentuk-bentuk lain kejahatan lintas negara yang terorganisir ini memiliki karakteristik kompleks. Bambang menjelaskan kompleksitas perkembangan tersebut didukung oleh adanya faktor globalisasi, migrasi, serta perkembangan teknologi informasi dan kondisi ekonomi/ politik global yang tidak stabil, termasuk kemiskinan dan ketidakadilan juga berperan menambah kompleksitas itu. Adapun upaya-upaya dari pemerintah, pemerhati HAM, hingga seluruh lapisan mas-

yarakat di tiap negara harus peka terhadap hal-hal yang sedikit saja mengandung kekerasan misalnya dapat segera dilaporkan pada pihak terkait atau berwenang. Namun, meski sorotan terhadap kasus-kasus Human Trafficking kian tajam tak selalu sejalan dengan partisipasi total dari pihak-pihak terkait. Karena ada pula korban yang menganggap bahwa tindak kekerasan yang terjadi padanya merupakan suatu aib yang tak perlu orang lain tahu, sehingga tak terjadi proses hukum apapun. “Budaya menutup-nutupi aib juga menjadi satu masalah yang menghambat penolongan pertama pada korban kekerasan ataupun Human Trafficking,” tutup Deputi III Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (red)

Dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Kristen Indonesia yang ke 60--tahun 2013, akan diadakan rangkaian kegiatan, salah satunya donor darah. Untuk itu, dihimbau kepada seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia agar berpartisipasi dalam kegiatan donor darah melalui Palang Merah Indonesia(PMI), yang akan diadakan pada: Tanggal : Kamis, 25 Oktober 2012 Waktu : 10.00-13.00 WIB Tempat : Lobby Biro Keuangan Edisi X / 2012


KAMPUS

REPORTER

5

UKI Bahas Sejarah Kekerasan di Papua

Papua, wilayah paling timur Indonesia ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki pesona keindahan alamnya dan kebudayaan masyarakat yang unik. Kekayaan alamnya yang melimpah, menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu sumber penghasil pendapatan (devisa) besar bagi Indonesia. Uniknya, nama Papua diketahui bukan muncul dari orang asli wilayah tersebut melainkan istilah orang-orang Tidore. Waktu mereka datang ke Papua, yang tampak adalah para penduduknya yang tidak memakai cawat. Itu sebabnya istilah nama Papua dikenal karena istilah dalam bahasa Tidore yaitu Pokouwa yang berarti cawat pun tidak. “Maksudnya tidak memakai cawat,” jelas Tamrin Tomagola pada awal paparannya di ruang Seminar UKI Cawang, Jakarta. Namun kondisi kenyataan yang terjadi di Papua, menurut Tamrin, jauh dari hidup sejahtera. Sebagian besar masyarakatnya masih hidup dalam kemiskinan, pendidikan yang memprihatinkan, dan ditambah dengan maraknya tindak kekerasan yang terjadi di wilayah ini. Kekerasan fisik sudah ter-

jadi. Hal ini dimunculkan karena ada kaitan dengan ‘monster’ bisnis aparat, radikalisme berbau agama, dan sejumlah permasalahan lainnya. “Fakta bahwa kekerasan fisik telah terjadi di Papua, namun sayangnya kekerasan struktural yang terjadi belum tergambar dalam buku ini,” ungkapnya terkait isi buku Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat. Karena itu, Tamrin menyarankan bahwa upaya perdamaian adalah hal yang penting untuk memecahkan permasalahan kekerasan yang hingga kini terjadi. Apalagi kekerasan yang dikaitkan dengan agama, dirinya menyatakan jika agama dipegang teguh, maka permasalahan kekerasan yang ada bisa diselesaikan dengan cara damai. “Solusinya, ciptakan Papua sebagai tanah damai,” ucapnya. Demikian pula dengan yang disampaikan anggota DPR RI, Yorrys Raweyai saat berbicara dalam peluncuran dan bedah buku Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat karya Pdt Socratez Sofyan Yoman, Jumat (14/9). Ia menyampaikan bahwa pentingnya melakukan dialog atau komunikasi konstruktif sebagai

usaha perdamaian di Papua. Hal senada juga dipaparkan Pungky Indarti dari Imparsial. Persoalan Papua tak lepas dari adanya kesenjangan pembangunan, keterlambatan pengentasan kemiskinan, masalah politik, kesehatan, termasuk juga gereja-gereja yang mulai tidak peduli terhadap permasalahan yang ada. “Dampak luasnya adalah konflik masyarakat dengan pemerintah hingga konflik antar kelompok masyarakat,” terangnya. “Melalui buku ini semakin jelas tentang ketidakadilan dan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi,” ujar salah satu pengamat LIPI, Adriana Elizabeth. Menurutnya, ini bisa menjadi referensi tentang kerja pemerintah dalam mengatasi permasalahan di Papua yang terkesan ditutupi, baik kepada masyarakat dalam maupun juga kepada dunia internasional. Sementara itu, Rizal Ramli menyampaikan pandangannya tentang kekerasan yang terjadi Papua. Ia mengatakan, bicara kekerasan tidak hanya di Papua tetapi rezim Orde Baru juga dianggap banyak melakukan kekerasan. Menurutnya, tidak ada data yang pasti berapa

jumlah orang yang dibunuh, diperkosa dan mengalami tindak kekerasan lainnya. “Jadi, sebetulnya sejarah kekerasan di Indonesia ditutup-tutupi,” ungkapnya. Mengaitkan dengan kedamaian di Papua, mantan Menteri Perekonomian tersebut menerangkan bahwa akar semua ini adalah ketidakadilan atau injustice. Katanya,” bagaimana kedamaian mau terbentuk jika tidak tercipta keadilan dan hukum ditegakkan.” Masalah ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang tidak merata, menurutnya merupakan fenomena yang terjadi di Papua dan sebagian wilayah lain di Indonesia. Tetapi hal yang disayangkan ialah sumber daya alam di Papua sangat besar. Kekayaan alam berlimpah tapi penduduknya miskin. Rizal menambahkan bahwa peran pemimpin bangsa sangat dibutuhkan. Tetapi model pemimpin bangsa itu harus pemimpin yang mencerdaskan bukan pemimpin yang mencitrakan diri pribadi dan partainya. “Kita (Indonesia) perlu pemimpin pencerdasan,” tutur Rizal di akhir paparannya. (OR/ nad) Edisi X / 2012


6

PENDIDIKAN

REPORTER

Peran UKI Memajukan Kompetensi Guru Bahasa Inggris di Era 21

Dunia kerja dalam jangkauan luas membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, kompeten, dan penuh daya saing skill (keterampilan) seperti tuntutan skill berbahasa asing. Dengan majunya SDM tentu peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu negara tersebut akan naik. Untuk itu, salah satu wujud nyata guna memajukan SDM ialah melalui dunia pendidikan.

Mampu menguasai bahasa asing sudah menjadi tuntutan dalam berkomunikasi di dunia global. Paling tidak kita memiliki satu kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa komunikasi internasional saat ini. Kemajuan teknologi dan penyebaran informasi serta kemudahan berkomunikasi seantero belahan dunia semakin mudah juga membuat bahasa Inggris secara internasional sangat dibutuhkan guna peningkatan kemampuan daya saing satu orang dan yang lainnya. Artinya, dunia kerja dalam jangkauan luas membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, kompeten, dan penuh daya saing skill (keterampilan) seperti tuntutan skill berbahasa asing. Dengan majunya SDM tentu peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu negara tersebut akan naik. Untuk itu, salah satu wujud nyata guna memajukan SDM ialah melalui dunia pendidikan. Mengingat pendidikan adalah sarana dan prasarana membentuk karakter, kemampuan, serta kualitas diri sejak dini sebelum dewasa dan siap terjun ke masyarakat. Mengacu pada pentingnya peranan pendidikan tersebut berarti terkait pula dengan tenaga pendidik/pengajar yakni para guru untuk memberikan substansi pengajaran yang sesuai dan maksimal kepada anak didik. Adapun hubungan antara kemampuan berbahasa asing dengan para tenaga pendidik (guru) adalah bagaimana para guru ini dapat memaksimalkan potensi anak didik melalui cara-cara kreatif dalam mentransfer ilmu tetapi tetap edukatif. Karena keterampilan berbahasa asing seperti bahasa Inggris ini membutuhkan praktek/latihan agar bahasa tersebut menjadi aktif. Penyesuaian pola belajar kreatif edukasi ini sangat sesuai dengan menggunakan segala bentuk kemajuan teknologi saat ini. “Kebutuhan para Edisi X / 2012

guru khususnya bagi yang mengajar dalam bahasa Inggris seperti di sekolah internasional maupun guru formal dan informal bahasa Inggris bagi anak-anak hingga perguruan tinggi menjadi berubah seiring perkembangan global dan teknologi. Maka dari itu, kami berinisiatif untuk menggabungkan dan mempertemukan para guru bahasa Inggris sejabodetabek agar saling bersinergi serta sharing akan kebutuhan ataupun kendala mengajar di masing-masing tempat,” terang Parlin Pardede, Sekretaris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (FKIP UKI) dalam konferensi English Language Teaching (ELT) di Gedung Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang, Jakarta (1/9). Kegiatan ELT tersebut diadakan guna meningkatkan kompetensi guru, khususnya bahasa Inggris. Parlin Pardede yang juga adalah Ketua ELT Conference tersebut menegaskan bahwa hal ini memang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru bahasa Inggris se-Jabodetabek. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ELT ini sekaligus pembentukan program JELTA (Jabodetabek English Language Teachers Association) yang berpusat di UKI. “Lingkup wadah JELTA yang kami bentuk ini dengan kerjasama banyak pihak terkait memang baru dimulai bagi para guru bahasa Inggris di tingkat kanak-kanak hingga perguruan negeri untuk area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Akan tetapi tak menutup kemungkinan bila program ini berhasil dan terus maju tentu kita akan memperluas area tersebut,” jelas Pardede. Sedangkan kegiatan ELT sendiri yang mengusung tema membangun profesionalisme para guru bahasa Inggris yang menghadapi tantangan di era 21 ini sangat berkualitas dengan menghadirkan sejum-

lah pakar dalam pemberian materi-materi. Mereka, antara lain, Barbara Hoskins Sakamoto dari International English Teacher Development Institution yang berpusat di Osaka, Jepang, Gerald J Donovan, praktisi dari Sampoerna Foundation, dan pakar bahasa Inggris dari Korea Selatan, Yong Kim. Seperti dipaparkan oleh Donovan bahwa guru harus lebih kreatif daripada anak didiknya. Hal ini mengingat anakanak di era 21 ini merupakan anak-anak dengan lingkungan sekitar mereka yang penuh dengan bentuk-bentuk kemajuan teknologi. Paling simple, terangnya dalam bahasa Inggris, media internet merupakan langkah tepat bagi para guru untuk memperkenalkan teknologi yang bisa digunakan sebagai media belajar yang kreatif dan fun. Contohnya, facebook, twitter, youtube, BBC Learning, dan banyak situs internet lain yang dapat dimanfaatkan dan tidak hanya untuk sekedar entertainment tetapi bisa edutainment sekaligus. Artinya, bentuk edukasi yang dilakukan dalam media jejaring sosial tersebut tidak kaku melainkan membuat si peserta didik bebas berekspresi dan semakin kreatif. Di sisi lain, Artati, mahasiswa FKIP UKI yang menjadi salah satu peserta mengaku ELT tersebut memberikan manfaat dan menambah pengetahuan pengajaran bahasa Inggris bagi sekolah tempat ia mengajar. “Materi yang disampaikan para pakar sangat relevan dengan situasi yang berkembang saat ini dan pemaparan metode-metode pengajaran praktis yang dapat diimplementasikan para guru di tempat mengajar masing-masing sesuai dengan kebutuhan anak didik kita,” ujar Artati. (nad)


PENDIDIKAN

REPORTER

7

Bangun Karakter Pemimpin Masa Depan

foto: Daniel Pietersz

Rektor UKI, Maruli Gultom (kiri) bersama Ketua DPD RI, Irman Gusman (tengah), dan Dekan FH UKI, Barita Simanjuntak di awal kuliah umum mengawalai tahun akademik 2012/2013.

“Pengetahuan bukanlah satusatunya yang penting untuk membangun bangsa, tapi diperlukan juga karakter yang kuat dan baik. Karena itu, sejak dari sekarang khususnya saat memasuki dunia mahasiswa, adik-adik bukan hanya sekedar meningkatkan pengetahuan, tapi tingkatkan karakter diri untuk masa depan bangsa kita,” ungkap Irman Gusman didampingi Rektor UKI Maruli Gultom, saat memberikan paparan di Universitas Kristen Indonesia. Dalam kuliah umum mengawali tahun akademik baru 2012/2013 yang digelar, Senin (3/9), Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) tersebut mengungkapkan tentang pentingnya peningkatan pendidikan untuk membangun masa depan bangsa. “Namun, itu tergantung kepada kita sebagai generasi

penerus,” terangnya. Irman - begitu ia disapa, mengatakan bahwa adik-adik mahasiswa adalah orang yang direncanakan Tuhan sebagai agent of change. Menjadi agen perubahan bagi bangsa adalah tugas bersama. UKI sebagai kampus swasta terkemuka, meskipun telah melalui pasang surut telah menghasilkan orang-orang besar seperti Agung Laksono (Menko Kesra), Teras Narang (Gubernur Kalteng), Albert Hasibuan (Watimpres), Ani Yudhoyono (istri Presiden RI), dan sejumlah tokoh besar lainnya. Karena itu, ia menambahkan bahwa empat tahun mendatang Anda harus menjadi sarjana yang unggul, kompeten, dan berdaya saing dalam era globalisasi. Untuk mencapai hal itu ialah dengan terus mengasah kemampuan mulai dari sekarang.

Dalam dunia modern, persaingan bukan lagi karena keunggulan komparatif, tetapi competitive advantage yakni pengetahuan, ketrampilan (skill), dan teknologi. Melihat hal ini, pendidikan sangatlah penting untuk kemajuan bangsa. Paradigma yang berkembang saat ini adalah bahwa masa depan kemajuan bangsa ditentukan kualitas sumber daya manusianya. “Tentunya yang cerdas secara ilmu pengetahuan serta memiliki karakter dan jati diri. Seperti ada pandangan bahwa sumber kemakmuran suatu negara bukan ditentukan oleh kekayaan alam yang melimpah, melainkan oleh kecerdasan (brain), visi dan mimpi-mimpi besar (dream), semangat pantang menyerah (spirit), dan rasa percaya diri (confidence),” paparnya. Terkait hal tersebut, Irman

yang merupakan alumni UKI era 1979-an tersebut menegaskan bahwa generasi muda adalah aset masa depan. Indonesia masih tertinggal dengan Singapura ataupun negara tetangga yang lebih maju dari kita. Maka dari itu, dirinya mengajak agar para mahasiswa kelak dapat belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan berkarakter agar menjadi pemimpin-pemimpin yang memajukan bangsa dan negara. “Selamat menempuh pendidikan di UKI. Belajarlah dengan giat, bangun karakter diri Anda sejak dari sekarang,” pesannya kepada seluruh mahasiswa baru yang memenuhi Aula UKI saat itu. Usai paparannya, mahasiswa secara antusias bertanya langsung kepada Irman Gusman dalam sesi diskusi. (Nad/ OR)

Follow & see us on: - Rmb UKI - Universitas Kristen Indonesia

Humas UKI

- uki.ac.id - reporter.uki.ac.id

reporteruki Edisi X / 2012


8

PENDIDIKAN

REPORTER

Tingkatkan Kemampuan Melalui Karya Ilmiah

Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan memegang unsur penting untuk membentuk pola pikir, akhlak , dan perilaku manusia agar sesuai dengai nilai-nilai kehidupan yang ada. Untuk mempersiapkan masa depan yang lebih matang dan menghadapi persaingan yang semakin ketat, pendidikan menjadi modal penting. Berbagai bentuk kegiatan pendidikan untuk menunjang ke-

majuan pengetahuan dan kemampuan anak-anak didik bisa beraneka ragam. Salah satunya melalui pekan ilmiah. Sabtu (29/9) Fakultas Kedokteran UKI mengadakan Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM). PIM yang baru pertama kali diadakan ini merupakan bentuk upaya FK dalam memberikan dorongan kepada mahasiswanya untuk giat dalam belajar dan berkarya melalui pengetahuan yang didapatnya. Pekan ilmiah tersebut merupakan

ajang kompetisi bagi mahasiswa dalam menunjukkan kreatifitasnya dalam ilmu kedokteran melalui karya ilmiah yang dilakukannya. Menurut Pembantu Dekan (pudek) III, Siswo Santoso, sebagai institusi pendidikan, kegiatan ilmiah ini sangat penting bagi mahasiswa (FK) agar bisa mengembangkan kemampuan sesuai pengetahuannya. Terutama agar mahasiswa 2012 dapat belajar dari kakak-kakak seniornya yang berprestasi.

Tidak hanya itu, tambah Siswo, wadah pembelajaran ini dirasakan berdampak terhadap kemajuan kampus. “Tentunya kualitas mahasiswa meningkat dan ke depannya UKI akan jadi terpandang karena menghasilkan alumni yang berkualitas dan kompeten sesuai bidangnya. Karena itu saya sangat mendukungnya,” ungkapnya. Hal senada juga diutarakan Prof Rondang Sugianto, Guru Besar Biokimia yang juga sekaligus Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di FK UKI. Melalui wadah tersebut diharapkan agar memacu semangat para dosen dan mahasiswa agar ‘bergairah’ dalam melakukan penelitian sehingga semakin menambah ilmu pengetahuan dan kemampuannya sebagai dokter-dokter lulusan UKI. “Jika melihat mereka (presentan) yang terpilih mempresentasikan tentang ilmu kedokteran baik dalam bahasa Indonesia dan Inggris, kami merasakan kemampuan mereka bagus. Kita harapkan agar ke depan para mahasiswa dan dosen bergairah dalam melakukan penelitian, meskipun penelitian itu tidak harus dengan teknologi yang canggih,” tuturnya. (Pungkar/OR)

Temu Alumni Suasana saat foto bersama para alumni arsitektur UKI dengan dosen, mahasiswa program studi arsitektur. Tampak Rektor UKI, Maruli Gultom dan mantan Ketua IKA UKI Dhaniswara K Harjono di tengah-tengah peserta Temu Kangen Alumni Arsitektur UKI, Minggu (16/9) di Grha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran.

Edisi X / 2012


PENDIDIKAN

REPORTER

9

Rangkaian Management Series Memperingati hari Pendidikan Nasional, UKI menyelenggarakan seminar Management Series sejak Mei hingga Juli lalu. Pemateri ialah para Dosen UKI terkait subjek bahasan di bidangnya dengan dihadiri oleh dosen, pimpinan fakultas dan rektorat, serta karyawan UKI. (13/06), Dr med Abraham Simatupang dr M Kes, Direktur Akademi Fisioterapi UKI dan Pendiri dari Indostaff (Staff Development), memaparkan perihal Pemimpin dan Kepemimpinan yang dalam hal ini disesuaikan dengan konteks manajemen universitas. ”Pemimpin atau leader ialah seorang yang memiliki pengaruh bagi orang lain dan lingkungannya,” jelas Simatupang mengutip John C Maxwell ”Leadership is influence”. Artinya, satu orang dapat memberi pengaruh positif ataupun negatif bagi banyak orang yang menerimanya baik sadar maupun tidak sadar itulah ciri seorang pemimpin. Pada kesempatan itu, Simatupang menerangkan lebih lanjut mengenai bagaimana korelasi positif seorang pemimpin dan kepemimpinannya agar tercipta struktur manajemen yang seimbang dan kuat bertahan di masa depan. Mengutip Maxwell, diterangkan bahwa nilai kepemimpinan ideal bagi seorang pemimpin terdapat dalam 5 tahapan level. ”Perjalanan hingga menuju level 5 atau puncak akan memerlukan effort secara sadar dari si pemimpin.” jelas Simatupang. Dengan begitu, kepemimpinannya akan berdampak luas dan tidak hanya sekadar menduduki bangku jabatan saja. Dimulai dari level pertama ialah bentuk awal kepemimpinan yang sebaiknya pemimpin terlibat langsung. Tidak baik jika hanya mementingkan hak daripada tanggung jawab sebagai pemimpin sehingga hanya mendikte bawahan. Kepemimpinan pada level ini sangat tidak baik. Naik ke level 2, si pemimpin mulai terbuka dan sadar membangun hubungan organisasi dengan mendekatkan pribadi satu dan yang lainnya secara langsung. Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan rapat kerja bersama di luar kantor atau perbincangan makan siang bersama dengan membaurkan karyawan sedivisi ataupun beda divisi. Ketiga, pemimpin harus mampu mewujudkan target-target kepemimpinanya. Produktivitas tinggi akan terlihat dalam level ini, karena pemimpin mengkordinasi seluruh jajarannya bergerak seirama dalam meraih tujuan. Level 4, poin si pemimpin teralih pada pengembangan orang lain di lingkungan kepemimpinannya. Maksudnya, ia membantu pemimpin lain mengembangkan potensi diri mereka, memberdayakan orang untuk menyelesaikan tanggung jawab kepemimpinan mereka, sehingga memastikan bahwa perkembangan organisasi manajemen akan terus terjadi. Memasuki level 5 atau puncak, pemimpin telah menciptaan keadaan longlasting effect. Artinya organisasi manajemen memiliki dasar fokus tujuan dengan pasti yang diketahui bersama.

Di sisilain, Pantja Djati, dosen sekaligus Kaprodi (Kepala Program Studi ) Fakultas Ekonomi UKI dalam seminar Management Series ke-6 (22/06) menjelaskan kondisi stres pada lingkungan pekerjaan. Stres merupakan kondisi psikologis pada seseorang atas reaksi tubuh maupun psikisnya yang tertekan atau mengalami perubahan. Namun, kondisi stress tersebut seringkali bersifat negatif. “Timbulnya stress di lingkungan pekerjaan biasanya bersifat negatif yang berupa emosi stress. Hal itu terjadi oleh berbagai sebab, seperti ketegangan kerja yang meninggi ataupun perubahan pola kerja yang diterapkan namun tidak sesuai tetapi terus dipaksakan oleh pemimpin pada staf bawahannya, dan struktur organisasi yang tidak tepat.” ungkap Pantja Djati. Ia menerangkan bahwa emosi stress bisa dikendalikan atau dikelola. Artinya, kemunculan emosi stress pada kelompok maupun individu dalam lingkungan pekerjaan bisa ditekan melalui konsep manajemen perubahan. Perubahan membuat sesuatu kondisi lingkungan tidak statis, flat, atau seperti kata kiasan

‘diam di tempat’. Situasi atau kondisi yang selalu sama polanya, kerap membuat orang penat, bosan, kurang inisiatif dan kreatif memperbaharui hal atau sistem dalam pekerjaannya. “Dalam organisasi seperti halnya lingkungan kerja, sangat disarankan oleh para ahli agar manajemen organisasi tersebut berputar seiring waktu melakukan perubahan dengan pengelompokan opsi seperti dikemukakan Robbins, pimpinan dapat memilih pola perubahan di organisasi yakni perubahan struktur baik itu struktur organisasi, kebijakan, maupun komposisi orang; teknologi; physical setting (lay out), dan orang,” terangnya. Senada dengan penjelasan Pantja Djati, dalam Management Series ke-7 (26/06) oleh Aryantono Martowidjojo, Kaprodi Fakultas Teknik Mesin UKI yang menjelaskan bahwa dalam mengembangkan kapasitas organisasi agar tidak menurun performa kerjanya atau bahkan mengalami resisten, salah satunya bisa melalui pendekatan karakteristik budaya organisasi yang dibangun dalam diri individu maupun kelompok.

Penerapan TQM untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Rendahnya kualitas pendidikan dasar baik kurikulum, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidik, sarana prasarana hingga pengelolaan dan evaluasi di lingkungan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah di Indonesia adalah salah satu potret permasalahan pendidikan yang masih terjadi saat ini. Mesta Limbong saat menjadi pembicara dalam Management Series VIII di Ruang Video Conference, Rabu (4/7) memaparkan tentang pengalamannya saat terjun ke pedalaman di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Menurutnya, salah satu strategi mengatasi permasalahan pendidikan dasar tersebut ialah dengan menerapkan Total Quality Management (TQM) secara bertahap. “Penerapan TQM secara bertahap dapat mengatasi permasalahan yang ada. Selama kurang lebih tiga tahun, TQM berdampak positif dalam menangani masalah kurikulum, proses belajar mengajar, sarana prasarana, tenaga pengajar dan permasalahan lainnya,” ungkap Mesta, dosen FKIP UKI. Strategi ini didasari dengan kondisi realita di lapangan. Ia memaparkan bahwa masih banyak sekolah yang kurang diperhatikan pemerintah. Mulai dari fasilitas ruang belajar dan fasilitas lainnya yang belum mencukupi, hingga kondisi guru-guru yang mutu pendidikannya masih jauh dari harapan karena kurang pembekalan atau keterbatasan mereka dalam meningkatkan ilmu mereka sendiri. Karena itu, ungkapnya, sejumlah upaya telah dilakukan seperti pembekalan melalui pendampingan, pengarahan guru-guru agar kemampuan dan pengetahuan mereka meningkat. Selain itu, upaya lainnya seperti membangun atau memperbaiki sekolah bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pengadaan buku-buku beragam yang menunjang kurikulum yang berlaku. “Pelatihan guru harus dilaksanakan secara berkala, jumlah guru ditambah untuk sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, fasilitas yang perlu ditambah atau diperbaiki, kesejahteraan guru yang juga perlu diperhatikan, dan peningkatan perpustakaan dengan penambahan buku-buku yang bermutu,” ungkap Mesta Limbong. Edisi X / 2012


10

SERBA-SERBI

REPORTER

Selasa (4/9), Agung Laksono, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), kembali mengunjungi almamaternya yakni Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia di Cawang, Jakarta. Seperti tahun lalu, ia meluangkan waktu untuk datang menyambut secara langsung 290-an mahasiswa baru FK UKI Tahun Akademik 2012/2013 sekaligus menyampaikan paparan kuliah umum mengenai kesejahteraan kesehatan di Indonesia, pemanfaatan energi, sumber daya manusia, dan lainnya yang dapat memajukan Indonesia.

REPORTER UKI kini tersebar di beberapa tempat. Terima kasih kepada: Rumah Sakit Umum UKI, Rumah Sakit Tebet, Rumah Sakit PGI Cikini, SMA Budhaya II Santo AgusƟnus, SMA Santo Antonius, SMA St. Bellarminus, Gereja HKBP Rawamangun, Gereja HKBP Jakasampurna, Gereja HKBP JaƟnegara, GPIB Pelita - Lubang Buaya, GPIB Menara Iman, Bank Negara Indonesia ’46 Kantor Cabang FK UKI, CFC Rumah Sakit Umum UKI, Cal Donuts RSU UKI, dan Hema Restaurants.

Teka-Teki Silang

Ketentuan Penebak: 1. Tulis jawaban di kotak TTS. Cantumkan nama lengkap, no. hp, fakultas, dan alamat yang jelas. 2. Kirim jawaban ke redaksi Reporter (BHPA UKI) kampus UKI Cawang, gedung Rektorat lantai 1. 3. Jawaban dikumpulkan paling lambat 2 minggu setelah Reporter (cetak) diterbitkan. 4. Lima (5) pemenang yang benar akan mendapatkan masing-masng Rp. 50.000,5. Tidak berlaku bagi karyawan UKI dan staf Reporter. 6. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada edisi Reporter berikutnya. Hadiah bagi pemenang dapat diambil di bagian redaksi Reporter, BHPA UKI. Pemenang TTS Edisi IX/2012: 1. Agustine Melina Sari. (FE) 2. Daniel Kevin G (FE) 3. Jackson A. Panggabean (FT ’10) 4. Maria Margareth (FE) 5. Stevan Ralianto (FT)

Edisi X / 2012

Mendatar

Menurun

2. Semakin ke ujung, semakin lancip. 6. Wilayah yang dikepalai seorang Gubernur. 7. Pongah. 8. Pengendapan. 10. Gemuk. 12. Lembaga. 15. Stasiun kereta api di Indonesia yang beralih fungsi sebagai museum. 19. Dance Style korea ngehits. 20. Pascasarjana. 21. Ahli perekonomian. 22. Kode. 24. Rektor UKI periode 20002004. 26. Gerakan badan yang berirama. 27. Invasi Indonesia ke Timor Timur tahun 1975 dikenal sebagai operasi. 28. Bentuk puisi yang terdiri atas empat baris yang bersajak bersilih dua-dua (pola ab-ab). 29. Kain yang dibuat dengan benang dan dimasukkan ke dalam pakan pada alat yang disebut lungsin. 30. Bahasa resmi Filipina

1. Sejenis burung di papua, tetapi tidak dapat terbang. 3. Novelis era Victorian (Inggris). 4. Manjur. 5. Aktifitas padat. 9. Kependekan dari Botulinum Toxin. 11. Komunitas peneliti mainan dan permainan rakyat. 13. Ketua Umum Ikatan Alumni UKI sekarang. 14. Alat Musik Tradisional Suku Dayak. 16. Staf/tenaga ahli yang diperbantukan pada kedutaan. 17. Perseorangan. 18. Suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin (dlm bahasa Inggris). 23. Nama lain dari unsur kimia Sn. 25. Kabar yg tidak jelas asal usulnya.

Nama : Fakultas : NIM : No. Hp :


REPORTER

SERBA-SERBI

11

Satu Dalam Kemerdekaan M e r d e k a a a . . . M e r d e k a a a … Merdekaaa…!!! Begitu seruan yang diucapkan inspektur upacara Maruli Gultom dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke-67 di UKI Cawang, Jakarta. Dalam upacara kemerdekaan RI yang diperingati setiap 17 Agustus tersebut, beliau menyampaikan tentang kondisi kehidupan bangsa saat ini yang memasuki usia 67 tahun ternyata masih jauh dari harapan. Awal pidatonya, Rektor UKI itu mengungkapkan bahwa selain gembira dan bersyukur, kita perlu menoleh ke belakang perjalanan bangsa selama satu tahun. Apakah perjalanan tersebut telah diisi dengan kerja keras penuh dedikasi dan kejujuran. Terkait kehidupan berbangsa, ia menyinggung permasalahan Indonesia yang saat ini semakin bertambah, semakin kompleks. Ka-

sus perusakan tempat ibadah oleh sekelompok masyarakat yang telah merusak dan mengingkari persatuan dan kesatuan bangsa. “Lebih menyedihkan lagi sikap pengecut para pemimpin yang tidak berani membela kesatuan bangsa yang kemerdekaannya direbut dengan pengorbanan nyawa para pahlawan dari semua suku, etnis, dan agama di Indonesia,” ucapnya. Di sisi lain, tipisnya rasa bertumpah darah satu tanah air Indonesia tercermin dari pola pembangunan yang hanya berpusat di Jawa dan cenderung menyepelekan kebutuhan pulau lain yang lebih besar dari Jawa. Kekayaan alam di luar Jawa melimpah, namun hanya dijadikan sumber pembiayaan pembangunan pulau Jawa. Sementara itu di dunia pendidikan, rendahnya kesadaran berbangsa satu bangsa In-

donesia tercermin dari perlakuan diskriminatif pemerintah terhadap institusi pendidikan swasta. Dana melimpah ke sekolah dan perguruan tinggi negeri, tetapi sedikit yang diberikan kepada swasta. Tindakan korupsi yang dilakukan para pejabat pemerintah, para wakil rakyat juga meningkat. Bahkan para penegak hukumnya juga ikut terlibat dalam praktek busuk ini. “Kecintaan kepada bangsa, nasionalisme bangsa kita berada di titik nadir,” tegasnya. Sebagai institusi pendidikan, untuk dapat melahirkan generasi baru yang bersih dari suap dan korupsi, UKI harus steril, bersih dari perilaku suap dan korupsi itu sendiri. Melalui universitas ini kita berpeluang untuk berperanan dalam mempersiapkan masa depan bangsa melalui pengamalan keilmuan yang kita miliki, dan melalui

para alumnus yang kita didik menurut nilai dan moral kristiani. Kepada para mahasiswa UKI, negara membutuhkanmu. Masa yang akan datang adalah kewajibanmu. Bangunlah idealismemu semasa mahasiswa, dan peliharalah idealisme itu kelak sebagai seorang sarjana. Hanya dengan idealisme lah negeri ini dapat bangkit kembali. Hendaklah kalian teguh selalu, memelihara idealisme keadilan dan kebenaran. Pegang teguh nilai kejujuran, jangan goyah oleh godaan materi, karena akan tiba saatnya anda menjadi pemimpin. Bersiaplah menjadi pemimpin yang jujur dan tidak korup. Rayakan Kemerdekaan Memeriahkan perayaan HUT RI kali ini, UKI menggelar sejumlah acara hiburan. Mengusung tema UKI Bersatu Dalam Kemerdekaan, acara hiburan yang dinamakan pesta rakyat

tersebut menghadirkan perlombaan-perlombaan mulai dari lomba masak, make up pria berpasangan, estafet karet, joget balon, catur, gaplek, tarik tambang hingga pertandingan futsal dengan memakai daster. Kemeriahan acara tergambar dari antusiasme para peserta baik dosen, karyawan, dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam perlombaan yang diadakan. Ada yang mengundang tawa, ada pula yang memberikan teriakan semangat untuk tim yang sedang berlomba. Seperti halnya lomba olah singkong dan masak nasi goreng. Usai upacara, area lomba tersebut langsung dipadati oleh peserta dan supporter yang tak sabar ingin melihat langsung acara tersebut. Tidak kalah pula dengan lomba estafet karet, tarik tambang, dan futsal berkostum daster. (red)

Edisi X / 2012


12

SERBA-SERBI

REPORTER

Mahasiswa UKI Ikuti Kamp Internasional Tingkatkan Koperasi Yang Bermanfaat di Jepang “Suatu rencana ke depan tetap haruslah disusun,baik jangka lima

Dua mahasiswa Universitas Kristen Indonesia yaitu Heribertus A B P Abul, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 2008 dan Magdalena Hutauruk, mahasiswi Fakultas Sastra angkatan 2011, mengikuti Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA Student Camp) pada 20-24 Agustus 2012 lalu di Tokyo, Jepang. Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA) di Asia terdiri dari 56 lembaga anggota di 8 negara atau daerah, yaitu Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Filipina, Taiwan dan Thailand yang bertujuan memenuhi kesadaran pemimpin-pemimpin pendidikan akan kebutuhan mutual dan potensi besar untuk kerja sama dalam mencapai tujuan-tujuan pelayanan Kristen yang sama dalam pendidikan. Di sisi lain ACUCA juga bertujuan untuk menyediakan pendidikan dengan dasar kristiani yang berkualitas tinggi untuk pelajar dari lembaga anggota dan juga bertujuan bagi kerja sama mutual dalam bentuk pengertian lintas budaya. ACUCA Student Camp 2012 ini memiliki tema ‘Aiming For Tomorrow Where We Can Walk Side By Side: Our Dreams, Our Efforts.’ Adapun partisipasi para mahasiswa dari universitas berbeda negara tersebut adalah bersama menganalisa serta berdiskusi dengan pemEdisi X / 2012

bicara terkait tantangan-tantangan yang tiap negara hadapi dalam bidang lingkungan dan mengusahakan masyarakat yang sustainable. Pada kesempatan ini setiap partisipan diupayakan tercipta mutual understanding. Dr. Ryoichi Yamamoto sebagai keynote address menyampaikan materi diskusi “Faith based Sustainability -The Ethic of Eco-Theology and the Spirit of Natural Capitalism“ yang memiliki maksud memberikan arahan agar diskusi mahasiswa menjadi lebih nyata dan produktif dalam mewujudkan masyarakat yang sustainable, peduli lingkungan. Heribertus dan Magdalena bersama-sama dengan mahasiswa perwakilan universitas dari Indonesia lainnya (Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Petra Surabaya, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Kristen Duta Wacana Jogjakarta, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, dan Universitas Atma Jaya Jogjakarta) menyusun satu paper tunggal untuk dipresentasikan. Sementara itu, Heribertus kembali mendapat kesempatan sekaligus perwakilan Indonesia untuk opening speech pada Morning Worship pada Selasa, 21 Agustus 2012. (red)

tahun, 10 tahun maupun 20 tahun. Tentunya jika ingin semakin meningkatkan hasil dan mencapai tujuan yang ingin diharapkan bersama,“ pesan Rektor UKI, Maruli Gultom saat menyampaikan sambutannya dalam Rapat Paripurna Koperasi Warga (KW) UKI ke-26 Tahun Buku 2011 di Aula UKI, Cawang, Jakarta. Pada Rapat Anggota Tahuan (RAT) Paripurna tersebut, Rektor mendukung agar koperasi UKI semakin meningkat dan bermanfaat bagi para anggotanya dan juga masyarakat umum. Jika melihat peran koperasi dianggap sebagai soko guru perekonomian bangsa, menurutnya peran tersebut belum terlihat jelas. Karena itu, ia mendukung dan mengharapkan Koperasi UKI dapat menjadi contoh soko guru perekonomian bagi bangsa. Senada dengan Rektor UKI, Yayasan UKI melalui sekretarisnya, Panal Domitian Manurung menyatakan harapannya agar koperasi UKI dapat menyusun tujuan jangka panjang seperti yang disampaikan Rektor. Perencanaan tersebut harus didukung dengan peningkatan kinerja pengurus dan anggota, sehingga SHU (sisa hasil usaha) meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan bagi pengurus, anggota, dan masyarakat umum. Dalam sambutannya tersebut, Panal juga berharap koperasi UKI juga meningkatkan pengawasan laporan pertanggungjawaban pengurus sehingga dapat sesuai pelaksanaan selama masa kerjanya. Sementara itu, Ketua Umum Koperasi UKI Johni Siagian mengucapkan terima kasih kepada Yayasan, UKI, dan anggota koperasi yang mendukung kemajuan koperasi hingga memasuki tahun ini. Ia berharap semakin banyaknya keterlibatan anggota dalam kegiatan koperasi. Dalam rapat tahunan ke-26 tersebut, sejumlah hal dibahas mulai dari tata tertib dan acara RAT ke-26, pengesahan berita acara RAT ke-25, hingga keputusan RAT ke-26. Usai rapat, acara dimeriahkan dengan pembagian hadiah menarik bagi anggota koperasi melalui door prize. Sesi acara hiburan tersebut sebagai wujud syukur atas dukungan dan kerjasama dari anggota koperasi yang telah terlibat hingga sekarang. (OR)

foto: Orick P

Ketua Ika UKI, Dhaniswara K Harjono (kiri) menyerahkan bendera ikatan alumni FE kepada Hariara Tambunan. Penyerahan tersebut sekaligus pelantikan Hariara sebagai Ketua Ika FE UKI yang baru.


REPORTER

LINGKUNGAN & KESEHATAN

13

Pentingnya Merawat Kendaraan Secara Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan Sirih atau dalam nama lat- anti-oksidasi dan fungisida, Berkala Peduli terhadap lingkungan sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan melalui uji emisi terhadap kendaraan bermotor seperti mobil, bus dan kendaraan sejenisnya. Uji emisi tersebut ialah pemeriksaan gas buang pada kendaraan bermotor yang umumnya mengeluarkan gas karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), hidrogen. Jika tingkat gas karbon yang dihasilkan lebih tinggi dari standar emisi yang ditetapkan, maka kendaraan tersebut perlu melakukan perawatan berkala. Teknik Mesin UKI melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan Mesin menyelenggarakan uji emisi gratis, Jumat (13/7) di lapangan parkir UKI Cawang. Program tahunan yang telah dilakukan sejak 1992 tersebut adalah bentuk kepedulian jurusan Mesin (UKI) terhadap masalah global warming sekaligus dukungan terhadap peraturan pemerintah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002. Peraturan tersebut mewajibkan para pemilik kendaraan seperti mobil pribadi, angkutan umum, bus dan angkutan lainnya melakukan uji emisi secara berkala. Panji, Ketua panitia penyelenggara, mengungkapkan uji emisi gratis ini terbuka untuk umum, baik untuk para pemilik kendaraan di dalam maupun di luar kampus. “Kegiatan ini gratis bagi masyarakat di dalam maupun di luar kampus. Daripada harus ke bengkel tertentu dan mengeluarkan uang, di sini gratis dan juga dipercaya,� ungkap mahasiswa angkatan 2010 tersebut. Sama seperti tahun sebelumnya, Panji mengatakan, Teknik Mesin melakukan kerjasama dengan Team Rent Astra Car (TRAC) dan mendapat dukungan dari Badan Pengedali Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan baik oleh para pengendara. Sebanyak lebih dari 30-an mobil mengikuti proses uji emisi yang hanya menghabiskan waktu 5-10 menit untuk setiap kendaraannya. Kendaraan yang telah mengikuti pemeriksaan emisi langsung mendapatkan stiker uji emisi. (OR)

in Piper betle L, adalah tanaman asli Indonesia, yang telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat yang luar biasa. Tanaman ini tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Sebagai budaya pada daerah tertentu di Indonesia daun sirih dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur kegiatan ini biasa disebut dengan istilah “nginang�.

Zat yang Terkandung pada Daun Sirih Ada banyak zat yang baik untuk kesehatan yang terkandung dalam daun sirih, terutama yang telah diproses dan diambil minyaknya. Minyak atsiri yang berasal dari daun sirih mengandung betIephenol, seskuiterpen, pati, diatase, gula dan kavikol (memiliki kekuatan untuk membunuh kuman),

anti jamur.

Berikut Manfaat Daun sirih dan resep pengobatannya. Mengobati Mimisan Ambil satu lembar daun sirih, kemudian gulung setelah itu masukkan ke hidung untuk menyumbat aliran darah yang keluar. Mengobati Diare Ambil 4 sampai 6 lembar daun sirih, dan 6 biji merica, 1 sendok makan minyak kelapa. Tumbuk semua bahan tersebut bersama-sama sampai halus, lalu gosokkan pada perut. Hilangkan bau mulut. Cara mudahnya yaitu dengan berkumur. Rebus 5-6 daun sirih dengan 2 gelas air mendidih. Dinginkan dan saring, gunakan untuk berkumur-kumur setiap pagi dan sore. Pembengkakan gusi Ambil 5-6 lembar daun sirih. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Angkat dan saring, tambahkan garam. Selanjutnya gunakan untuk berkumur tiga kali sehari. Menghilangkan bau badan Ambil 2-3 lembar daun sirih direndam dalam air panas 1/2 gelas. Tambahkan satu sendok teh gula putih. Biarkan sampai air hangat. Kemudian Minum.

Cek Darah Gratis Salah satu kegiatan yang dilakukan Universitas Kristen Indonesia saat mengikuti Pameran Pendidikan adalah pelayanan bagi masyarakat yang meliputi cek gula darah, cek kolestrol dan cek asam urat secara gratis. Kegiatan yang berlangsung Sabtu hingga Minggu, 8-9 September tersebut dilaksanakan di GKI Kwitang, Jakarta Pusat.

Edisi X / 2012


14

KILAS

REPORTER

Hubungan Internasional dalam Dunia Global Dunia global berarti mendunia, negara-negara menjadi saling terhubungkan dan ditandai oleh saling ketergantungan sehingga hampir tidak ada satu negara pun yang bebas dari pengaruh negara-negara lainnya. Studi pada bidang komunikasi global atau hubungan internasional menjadi pilihan tepat bagi generasi muda mempelajari lebih jauh dan mendalam bagaimana hubungan diplomatik antar negara terjalin baik. Bagaimanapun, generasi muda sekaranglah yang akan memimpin negeri ini. Hubungan Internasional (HI) merupakan cabang studi ilmu politik yang mengkaji tentang persoalan-persoalan luar negeri atau isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. Selain ilmu politik, HI menggunakan pelbagai ilmu sebagai kajiannya seperti ekonomi, sejarah, geografi, psikologi, hukum, sosiologi, dan budaya. Tak terkecuali Program Studi S-1 Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (FISIPOL-HI) juga memberikan modul perkuliahan sesuai perkembangan global. Melalui kerja sama antara Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) UKI dengan ICWA (Indonesian Council on World Affairs) dan NINDO atau Network

Indonesia, menyelenggarakan Short Course on Diplomacy bagi mahasiswa HI (UKI) khususnya angkatan 2009. Pelatihan singkat ini dibagi dalam dua pertemuan yaitu 16 dan 23 Juni 2012 di ruang eksekutif FE UKI. Menghadirkan pembicara seperti Dr Makarim Wibisono Executive Director of ASEAN Foundation, Amiruddin Noor Executive Director of NINDO and Ambassador of Indonesia in Norway, Nazaruddin Nasution SH MA Ambassador of Indonesia in Cambodia, Agus Tarmidzi Ambassador of Indonesia in Austria/Jeneva. Pembahasan meliputi isu-isu internasional sesuai kapasitas tiap pemateri dan pemberian skills atau keterampilan langsung kepada mahasiswa baik sikap (attitude) maupun tata cara konsep bagaimana sebuah pertemuan internasional itu dibuat dan dilakukan. Seperti Amiruddin Noor yang memaparkan dasar-dasar negosiasi antar negara yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa, konflik, dan menciptakan atau merundingkan sesuatu kerja sama baru. Penyampaian materi serta diskusi paralel dengan mahasiswa dilakukan dalam bahasa Inggris. Metode itu merupakan bentuk pembelajaran sebagai duta/diplomat negara saat menjalin hubungan dalam dunia internasional. (red)

Perencanaan Program Magister Teknik UKI Fakultas Teknik Sipil UKI siap membuka Program Magister (S2) pada konsentrasi bidang Water Management and City Planning atau Perencanaan Kota dan Pengairannya. “Program Studi Magister tersebut akan dibuka sebagai aktualisasi para akademisi dan praktisi bidang teknik terutama sipil agar mampu menjawab solusi dari permasalahan bersama tiap masyarakat perkotaan yang mendambakan kenyamanan tata kota dengan segala keteraturan sistem pengairannya,” jelas James Rilatupa, Dekan Fakultas Teknik UKI. Keadaan perkotaan khususnya Jakarta semakin ruwet saja. Masalah kebanjiran belum sepenuhnya teratasi. Beberapa daerah dekat sungai, seperti Ciliwung perlu mendapat perhatian khusus mengenai sistem pengairan yang benar sehingga isu tahuntahun ke depan tentang Jakarta tenggelam mungkin saja bisa dikendalikan. Begitu kiranya pembahasan disampaikan para pembicara dalam One Day Seminar ‘Towards Integrated Water Management in Urban Areas’, kerja sama UKI dan DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst – German Academic Exchange Service) pada (12/06) di ruang Excecutive UKI Cawang, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, UKI mengundang akademis dan praktisi ahli, diantaranya Prof Dr -Ing Heinz-Dieter Olbrisch dari Ostfalia University, Jerman; Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Water Resources Management, Andrijanto, Kepala Bagian Pengembangan Waduk Jatiluhur, Dr –Ing Dwita dari FT UI; Dr Moch Amron dari HATHI; dan Akhmad Santika serta Setata Hadi Widada dari PT. Palyja. (red)

Pelantikan Kaprodi. Kamis (13/9), Rektor UKI, Maruli Gultom (kiri) tengah melantik Tri Yuti Mahargjani (kanan) menjadi Kepala Program Studi D-3 Perpajakan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia untuk masa bakti September 2012 - Maret 2013.

foto: Nadya

Edisi X / 2012


REPORTER

15

Regenerasi ‘Suara Mahasiswa’ UKI

S

ebuah regenerasi adalah menjadi masalah yang sangat penting dalam struktural sebuah organisasi, mencetak kader-kader yang baru dan berkualitas yang seharusnya dimiliki oleh setiap organisasi. Tak terkecuali bagi unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampus yang menyadari pentingnya regenerasi untuk kelangsungan dan eksistensi organisasinya. Oleh karena itu pembentukan karakter memiliki peranan penting dalam mencetak kader-kader yang berkualitas dan mempunyai jiwa pemimpin. Seperti halnya yang dilakukan UKM Suara Mahasiswa FH UKI pada pertengahan Juli lalu. Dalam kaitan regenerasi kepemimpinan dan penataan kembali organisasi, mereka menggelar Musyawarah Umum Anggota dan Rapat Kerja Suara Mahasiswa pada 16-18 Juli di Desa Jogjogan Cisarua, Bogor. Mengikutsertakan 22 orang yang terdiri dari para pengurus Suara Mahasiswa periode 2011-2012, anggota, panitia pelaksana, dan empat tamu undangan sebagai dewan peninjau. Musyawarah Umum Anggota dan Raker tersebut adalah yang kedua kalinya diadakan. Sebelumnya, kegiatan serupa pertama kalinya dipimpin oleh Ruth Christina Simanjuntak yang diselenggarakan pada 18-20 November 2011 di Cianjur, Jawa Barat. Sebagai ketua pelaksana, Yogi Simon mengungkapkan bahwa kita membutuhkan regenerasi baru yang benar-benar memiliki karakter baik, sesuai dengan tema dari raker ini yaitu Regenerasi Suara Mahasiswa Dalam Membangun Nation and Character Building. “Musyawarah umum anggota bukanlah musyawarah yg remeh dan sembarangan, namun musyawarah yang memerlukan kedisiplinan dan konsistensi baik itu dari panitia maupun para peserta sehingga berjalan dengan baik dan berharap para peserta ikut andil dalam musyawarah tersebut,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Umum SM periode 20112012, Tarsisius Teren Utomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang konsolidasi organisasi dan pembenahan sistem organisasi. Ia mengatakan,”musyawarah umum anggota bukan hanya sekedar langkah kita untuk memilih ketua umum periode selanjutnya, tetapi juga membahas perubahan dan penetapan anggaran dasar /anggaran rumah tangga (AD/ART) serta mengevaluasi pertanggungjawaban ketua umum periode sebelumnya.” Menurut Teren yang juga sebagai salah satu dari lima orang pencetus terbentuknya UKM ini, menyatakan bahwa organisasi yang kami rintis bersama seluruh keluarga besar UKM ini bisa bertahan meskipun dalam perjalanannya tergerus dinamika kampus yang penuh permasalahan internal dan eksternal. Ia menambahkan, keberlangsungan UKM ini juga berkat adanya pembimbing yang membantu dalam penataan sistem organisasi. “Melalui organisasi ini, kita bisa belajar menjadi pemimpin yg baik dan bangun citra kampus kita sehingga UKM Suara mahasiswa FH UKI juga bisa dikenal oleh banyak orang,” tutur Teren. (pungkar)

Nikmati kebersamaan. Parlin Pardede, dosen FKIP UKI menikmati alunan lagu dan menari bersama para alumni dalam Temu Kangen Alumni FKIP UKI, Sabtu (29/9) di ruang Seminar UKI Cawang, Jakarta.

Beasiswa Alumni Bagi Mahasiswa Berprestasi Kami sangat berterima kasih atas beasiswa yang kami terima kali ini dari Alumni UKI. Bantuan ini sangat berarti bagi kemajuan pendidikan kami,” ujar Susanti M.N (Semester 3) dan Saut Hamonangan (Semester 5) bersamaan saat memberikan kesan mereka atas pemberian beasiswa dari Milis Alumni UKI untuk satu semester ke depan. Dua mahasiswa penerima beasiswa langsung ini merupakan mahasiswa berprestasi di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur UKI yang dipantau oleh Kaprodi, Ibu Galuh, dan dianggap paling tepat untuk menerima beasiswa ini. Ezra Siregar, salah satu Alumni UKI yang tergabung dalam Milis Alumni dan juga sebagai perwakilan untuk memberikan dana beasiswa tersebut berharap bahwa tindakan sosial seperti ini kepada mahasiswa UKI berprestasi yang membutuhkan dukungan dapat terus diusahakan. Ia beranggapan karena hal itu memiliki dampak langsung yang positif bagi mahasiswa tersebut. “Saya akan terus mengupayakan bersama teman-teman alumni di milis agar dapat menghimpun bantuan beasiswa seperti ini agar bisa dirasakan di semua fakultas di UKI. Semoga akan banyak teman-teman lain yang tergerak rasa sosialnya untuk bergabung bersama kami,” tuturnya penuh harap. (nad)

Edisi X / 2012


16

REPORTER

foto: Arie Sianturi

Aksi pemain dari Tim Alumni FK (biru) saat berebut bola dengan pemain Tim Karyawan FK dalam laga pertandingan sepakbola civitas akademika FK UKI di lapangan sepakbola UKI Cawang, Jakarta. Dalam laga tersebut, Senin (1/10) tim Alumni unggul 2-0. Pertandingan sepakbola civitas FK UKI yang berlangsung sejak 25 September - 9 Oktober 2012 itu merupakan bagian rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) FK UKI ke-50 pada Desember nanti. (red)

Edisi X / 2012

Koran REPORTER Edisi X  

Koran REPORTER Edisi X / 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you