Issuu on Google+

Concrete MAJALAH INTERNAL INSAN ADHIMIX

w w w. a d h i m i x . co. i d

J a n ua r i - F e b r ua r i 2 0 1 4

WAHANA KOMUNIKASI, KREATIVITAS, DAN EDUKASI

KOMISARIS UTAMA PT ADHIMIX PRECAST INDONESIA

EDNO DJOKO WINDRATNO

“Jangan Bekerja Seperti Tukang”

2014

MENYONGSONG TAHUN REORGANISASI M A J A L A H I N T E R N A L A D H I M I X - C O N C R E T E J a n ua r i - F e b r ua r i 2 0 1 4


Rental Mobil Harian dan Bulanan

*Rp. 300.000/24 hours (Khusus Karyawan PT Adhimix Precast Indonesia & Group)

Contact:

Arif R 087882817446 *syarat dan ketentuan berlaku


J a n ua r i - F e b r ua r i 2 0 1 4

2014 SELAMAT DATANG TAHUN REORGANISASI

BERSAMA MENCAPAI OPTIMALISASI ADHIMIX

SDM ADALAH WAJAH PERUSAHAAN

6 8

12

Wajah perusahaan terletak pada kompentensi sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. Itu sebabnya, performa sebuah perusahaan tidak melulu ditentukan jumlah karyawannya. Tahun 2014 nanti, PT Adhimix Precast Indonesia ingin menjadi pionir dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

14 FOKUS

Daftar Isi 36 PROFIL

JANGAN CORET SAYA DARI KELUARGA ADHIMIX Trismarianto

30 RAGAM

ADHIMIX IKUTI CONCRETE

SHOW SOUTH EAST ASIA

26 OPINI

Mengapa Manajer Dibayar Pilih Ikan di Pasar Mini Mahal? KOMISARIS UTAMA PT ADHIMIX PRECAST INDONESIA

EDNO DJOKO WINDRATNO

“Jangan Bekerja Seperti Tukang”

32 KULINER

RESTO BANDAR DJAKARTA

PERTUMBUHAN PLANT SURABAYA CAPAI 30 PERSEN PER TAHUN

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

10 GEDUNG TERTINGGI DI DUNIA

Jepret

25

Keindahan Pantai Perawan Pulo Pari , Kepulauan Seribu.

20

3


Dari Redaksi

KREATIF DAN

PANTANG MENYERAH T

idak mudah melewati tahun 2013 dengan segala tantangannya. Namun, siklus kehidupan harus terus berputar mengiringi perkembangan bisnis konstruksi dari waktu ke waktu. Berkaitan dengan itu, CONCRETE pada edisi ini akan banyak membahas tentang berbagai rencana kerja yang akan diwujudkan pada 2014. Rencana kerja tersebut diharapkan mampu membawa Adhimix mewujudkan impian sales Rp 12 Triliun pada tahun 2016 mendatang. Akan tetapi, seluruh rencana kerja itu akan terwujud apabila disertai peningkatan kompetensi insan Adhimix. Kompetensi menjadi hal yang sangat penting untuk menghadapi makin ketatnya persaingan bisnis konstruksi di tahun 2014. Rencana kerja yang disusun Adhimix akan berbuah positif apabila masing-masing insan Adhimix mempunyai kompetensi yang mumpuni. Insan Adhimix adalah insan yang haus pencapaian serta ingin menunjukkan kemampuannya demi kemajuan perusahaan. Pada edisi ini, Anda juga bisa menikmati berita seputar program-program yang bakal diluncurkan Adhimix pada 2014. Di antaranya, pengembangan sistem IT dan program sistem transportasi efektif di Adhimix. Orang bijak mengatakan sesulit apapun tantangan yang dihadapi akan terasa ringan apabila terdapat motivasi yang kuat dari seluruh insan Adhimix. Untuk itu, semua impian Adhimix niscaya akan bisa diraih selama ada semangat pantang menyerah dan selalu berpikir positif. Sebab, pikiran pantang menyerah pada akhirnya akan melahirkan pemikiran yang kreatif mencari solusi setiap persoalan. Hal ini juga sejalan dengan slogan Adhimix yang selalu mengatakan “Bisa, bisa, bisa!” sebagai bentuk optimisme menuntaskan pekerjaan dan impian. Akhir kata, redaksi Adhimix mengucapkan selamat membaca. Selamat Tahun Baru 2014. Bersama Adhimix, Kita Bisa!

Buana Rochman Pemimpin Redaksi

4

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Concrete w w w.adhimix.co.id

Susunan Redaksi

WA H A N A KO M U N I K A S I , K R E AT I v I TA S , DA N E D U K A S I

PELINDUNG

Direksi PT Adhimix Precast Indonesia

PENANGGUNG JAWAB Sekretaris Perusahaan

PEMIMPIN REDAKSI M. Buana Rochman

DEWAN REDAKSI Heryadi Anto Heru Sucahyo Widianto Yaniek Erawati

REDAKTUR PELAKSANA Wenang Paramartha, Aminah

KONSULTAN MEDIA

Hamparan Info Consultant

Redaksi menerima karya tulisan atau foto dari para pembaca yang berkaitan dengan kegiatan Adhimix. Karya tulis dan foto yang dimuat, akan mendapat imbalan sepantasnya.

facebook

facebook

Majalah Concrete

http://www.facebook.com/majalah.concrete

ALAMAT REDAKSI: Gedung Graha Anugerah Lantai 3 Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Telp: (021) 799466, Faks: (021) 7491669 Email: concrete@adhimix.co.id, Website: www.adhimix.co.id Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

5


2014

Fokus

SELAMAT DATANG TAHUN REORGANISASI Selama 2013, target dan pencapaian PT Adhimix Precast Indonesia terbilang positif. Sebagai perusahaan yang sudah berpengalaman di bidangnya, Adhimix tentu saja ingin yang lebih baik di tahun 2014. Ke depan, Adhimix sudah siap melakukan sejumlah terobosan. Target sales Rp 12 triliun pada tahun 2016 semakin di depan mata. Banyak hal yang akan dilakukan Adhimix pada tahun 2014. Dengan cakupan bisnis yang luas, Adhimix menyadari orientasi dan tata organisasi perlu dilakukan perubahan. Perubahan itu akan dilakukan pada unit precast dan readymix, dua bisnis andalan Adhimix selama ini. “Dulu unit readymix itu membawahi plant. Maka nanti akan diberlakukan cluster-cluster. Selanjutnya, cluster ini akan bekerja seperti semi unit. Nanti pada 2015 akan resmi sebagai unit. Baru pada 2016 dibentuk direktur operasi precast dan readymix,” tutur Direktur Keuangan Adhimix, Yunus Wahyudi kepada Majalah CONCRETE, pertengahan Desember 2013.

kita buat menjadi semi unit, dibagi wilayah barat dan timur. Unitnya sudah seperti anak perusahaan.” Mulai tahun 2014, sebagian kewenangan pusat mulai diberikan ke unit. Ke depannya pusat lebih berperan dalam pengendalian dan pengembangan bisnis. Sebagian proses keuangan dan pengadaan

sudah harus diserahkan ke unit di tahun 2014. “Pusat nantinya akan lebih banyak berkutat pada analisa pasar dan pengembangannya saja. Selebihnya yang bersifat teknis diserahkan ke unit,” urainya. Analisa

pasar

dan

6

Yunus Wahyudi: Direktur Keuangan

Dipaparkan Yunus, perubahan itu dilakukan agar pengembangan perusahaan semakin fokus dan terarah. Itu pula sebabnya, perubahan serupa juga akan diberlakukan pada unit precast. Perkuatan organisasi unit precast akan ditempuh melalui pembentukan manajer produk yang fokus pada jenis-jenis produk. “Tahun 2014 kita perkuat orang-orang produksi. Lalu pada tahun 2015 Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


pengembangannya menjadi hal yang sangat krusial di Adhimix pada tahun 2014. Hal ini dilakukan untuk menciptakan peluang sekaligus mengejar target Rp 12 Triliun pada 2016 mendatang. Karenanya, kantor pusat Adhimix bertekad akan mengoptimalkan potensi insan Adhimix untuk melakukan analisa. “Daya dobrak 2014 harus ditingkatkan,” tukas Yunus. Tahun 2014 merupakan tahun krusial bagi Indonesia. Diketahui, pada 2014, Indonesia akan menggelar pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden. Itu artinya, suhu politik dipastikan akan memanas. Kendati begitu, Adhimix tetap yakin pertumbuhan ekonomi di tahun depan akan tetap stabil dari guncangan politik. Bahkan, sambung Yunus, bisnis konstruksi akan tetap menggiurkan hingga tahun 2030 mendatang. “Tahun 2030 itu masih tahun emas. Itu ada kaitannya dengan umur-umur sekarang yang masih muda. Kaum muda yang masuk ke dunia kerja lalu butuh rumah, ingin punya mobil, dan akhirnya akan butuh jalan,” Yunus menguraikan. Semakin terbukanya pasar di era globalisasi juga tidak menjadi hambatan bagi Adhimix. Termasuk jika harus bersaing dengan perusahaan asing. Dikatakan Yunus, Adhimix sejak dulu sudah sering bersaing dengan perusahaan lain. “Tidak takut karena toh kita yang punya pasar. Lebih tahu bagaimana budaya kita sendiri,” jelasnya. Di pihak lain, Adhimix juga ingin

menangkap peluang dari masuknya perusahaan asing ke Indonesia. Dia mencontohkan, proyek MRT dan Jakarta Monorail yang sudah mulai dibangun merupakan peluang kerjasama Adhimix dengan perusahaan asing asal Cina dan Jepang. “Yang kita lakukan adalah kolaborasi. Dengan kolaborasi itu, Adhimix akan menjadi besar dan makin dipercaya pelanggan,” tegasnya. Setelah menguasai pasar di Jawa, ini saatnya Adhimix mengembangkan sayap ke luar Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan readymix tetap akan diperkuat untuk proyek-proyek di tengah kota. Kalimantan dipilih karena perkembangan pasar di sana cukup menggembirakan. Untuk saat ini, Adhimix lebih banyak bekerjasama dengan pemerintah daerah di Kalimantan Timur. “Di Kalimantan sudah masuk sebenarnya, tetapi karena pertumbuhannya sangat bagus, kita memutuskan untuk membangun kantor pemasaran di sana. Peningkatan kerjasama dengan pemda-pemda setempat akan lebih dioptimalkan lagi,” Yunus menerangkan. Pengembangan pasar juga dilakukan Adhimix di sektor properti. Hal itu dilakukan setelah resmi mengakuisisi PT Busaffa, perusahaan yang bergerak di bisnis properti. Menurut Yunus, pengambilalihan manajemen Busaffa pada dasarnya dilakukan secara tidak sengaja. “Karena piutangnya besar akhirnya diputuskan untuk mengakuisisi.”

“Yang kita lakukan adalah kolaborasi. Dengan kolaborasi itu, Adhimix akan menjadi besar dan makin dipercaya pelanggan” Diharapkan, dengan masuknya Busaffa sebagai anak perusahaan Adhimix, target sales perusahaan akan semakin mudah dicapai. Apalagi, tren bisnis properti di tanah air masih sangat menjanjikan. “Busaffa akan dibesarkan karena lonjakan properti itu cepat. Beberapa tahun ini yang menguasai properti itu untungnya besar. Karenanya, kita menyisihkan sebagian keuntungan precast untuk membangun properti. Tapi kita yakin, Busaffa nantinya akan mampu berdiri sendiri sebagai anak perusahaan. Logikanya sederhana saja, tanah yang dibeli sekarang, harganya akan berlipat-lipat pada dua atau tiga tahun berikutnya. Lonjakannya sangat cepat,” ujar Yunus. Dengan desentralisasi yang akan diterapkan mulai 2014, Adhimix meyakini pengembangan pasar ke wilayah lain akan lebih mudah diwujudkan. Yunus menggarisbawahi, apapun yang ingin dicapai perusahaan akan sangat tergantung kepada setiap insan Adhimix. Tantangan yang harus dihadapi Adhimix harus disikapi normal-normal saja selama konsolidasi internal terus dijaga. “Jika mampu meraih yang lebih besar tentu akan manfaatnya akan besar juga. Ayo bareng-bareng kerja,” ajak Yunus. ***

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

7


Fokus

BERSAMA MENCAPAI OPTIMALISASI

ADHIMIX

PT Adhimix Precast Indonesia bukanlah pemain baru di sektor konstruksi. Namanya sudah dikenal sebagai salah satu pemain yang kerap berkontribusi dalam pengerjaan proyek-proyek raksasa. Untuk itu, insan Adhimix diharapkan terus menjaga performa melalui optimalisasi strategi. Hal ini sangat penting mengingat tahun 2014, permintaan pembangunan infrastruktur masih akan tinggi. Menyongsong tahun 2014, Adhimix tidak ingin terlena dengan pencapaian yang diperoleh pada 2013. Sebagai perusahaan yang telah berpengalaman, Adhimix ingin mengejar peluang bisnis yang diyakini kembali booming pada 2014. Upaya yang ditempuh salah satunya melalui peningkatan strategi dan optimalisasi di semua unit, terutama di unit pemasaran.

Ketua Tim RKAP Adhimix Precast Indonesia, kepada Majalah CONCRETE di ruangannya, Jakarta, pertengahan Desember 2013. Dilanjutkan Yoppi, karena ramainya proyek di tiap semester kedua pada akhirnya membuat unit pemasaran kelabakan saat semester pertama tiba pada tahun berikutnya. “Karena pemasaran

biasanya sudah tidak lagi mengambil kontrak karena berpikir sudah banyak proyek. Padahal, dampaknya ke semester pertama tahun berikutnya. Ketika di Januari sepi, barulah pemasaran mulai bekerja mengejar proyek,” ujarnya menganalisis. Mengetahui hal tersebut, Adhimix tentu saja ingin mengubah pola

Pemasaran menjadi istimewa karena unit ini merupakan ujung tombak Adhimix. Untuk tahun 2014, proyek di readymix diyakini tetap akan menjadi idola. Sama halnya dengan precast yang diperkirakan tetap tumbuh pesat. Namun, untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, Adhimix melakukan sejumlah terobosan demi mewujudkan target sales Rp 12 Triliun pada tahun 2016. “Seperti sudah menjadi tren, proyek memang selalu ramai pada semester kedua. Cenderung sepi pada semester pertama. Nah, ini yang sering menyebabkan pesanan dan produksi kita menjadi tidak seimbang,” tutur Yoppi Yanuar,

8

Yoppi Yanuar: Ketua Tim RKPA Adhimix Precast Indonesia Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


“Seperti sudah menjadi tren, proyek memang selalu ramai pada semester kedua. Cenderung sepi pada semester pertama. Nah, ini yang sering menyebabkan pesanan dan produksi kita menjadi tidak seimbang,” kerjanya. Yoppi meyakini, Indonesia masih menyimpan potensi di sektor infrastruktur di tahun 2014. Optimisme itu karena indikator makro perekonomian Indonesia mengalami peningkatan. “Tahun 2013 investasi di infrastruktur itu sekitar Rp 300 triliun, sedangkan tahun depan mencapai Rp 480 triliun. Artinya, Adhimix pasti kecipratan, karena gedung itu kan minimal 30 persen dari beton. Peluang mendapat proyek masih tetap besar.” Berbagai perubahan strategi pemasaran pada tahun 2014 pun akan diterapkan Adhimix. Fokus utama perubahan strategi itu akan diterapkan dalam bisnis precast dan readymix. Sebelumnya, produksi precast akan dikerjakan setelah memperoleh kontrak. “Tahun 2014 itu akan diubah, jadi meningkatkan kapasitas. Jadi misalkan kita produksi buat bulan Juni sudah bisa dicetak. Permasalahannya, pemasaran belum bisa mendapat proyek sesuai kapasitas,” urai dia. Namun, Yoppi juga mengakui, bisnis precast memang bukan hal mudah. Pasalnya, produksi precast harus terlebih dulu menyesuaikan Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

dengan kondisi lapangan. Desain precast wajib disesuaikan sejak awal, kemudian dicetak lalu disesuaikan apakah cocok atau tidak. Belum lagi banyaknya pesaing yang memproduksi produk sejenis. “Rentang kendali precast juga panjang karena lokasi proyek dan produksi itu biasanya jauh. Contoh, produksi precast itu ada di Jabodetabek sementara proyeknya ada di luar Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi,” dia menerangkan. Menurut Yoppi, untuk lebih merangsang pertumbuhan bisnis readymix di tahun 2014, dari 17 plant di Jakarta akan dibagi menjadi tiga area. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalisasi setiap plant. Jika sebelumnya, semua plant saling bersaing, ke depan hal itu tidak akan terjadi karena adanya pembagian wilayah. Bisnis readymix, sambung Yoppi, berbeda dengan precast yang cenderung lebih mudah dan cepat. “Kalau orang bisnis kan investasinya harus cepat kembali. Readymix tu sangat cepat, beli truk bikin plant sudah jadi. Wajah unit peralatan dan niaga milik Adhimix pada tahun 2014 juga ikut bersolek. Yoppi menuturkan, kedua unit tersebut juga ikut menyumbangkan partisipasinya bagi perusahaan. Agar lebih maksimal lagi, unit peralatan diharapkan mampu memiliki pabrik sendiri. “Untuk internal Adhimix saja marketnya sudah bagus. Tetapi kita harus bisa berpikir bagaimana agar lebih berkembang lagi. Demikian juga dengan unit niaga yang saya percayai akan mampu tumbuh lebih besar. Tidak hanya fokus pada pasokan internal.

dari bangun tidur sampai tidur lagi. Adhimix ini sudah ibarat keluarga kedua,” tukas Yoppi.

Menanti Era Emas Bisnis Precast Bisnis precast di Tanah Air memang terkesan lamban bila dibandingkan dengan negara lain di dunia seperti Cina. Di Cina, hampir semua gedung pencakar langit sudah menggunakan precast. Keunggulan precast ketimbang readymix tentu saja terletak pada sisi kemudahannya. “Sementara di Indonesia kan belum, padahal Jakarta relatif aman dari gempa. Hanya memang kita belum terbiasa. Yang pasti precast itu aman. Namun, standar mutu bangunan di Indonesia masih belum sesuai dengan luar negeri sehingga konsultan tidak mau mengambil risiko. Tetapi saya yakin precast itu akan berkembang. Tahun 2016 itu bisa 50 persen 50 persen dengan readymix. Kalau di luar negeri itu malah sudah seimbang. Coba lihat Singapura dan Hongkong yang bangunan gedungnya sudah banyak menggunakan precast,” ujar Yoppi menggambarkan kemajuan negara lain. Diketahui, gedung pencakar langit dengan 100 lantai bahkan lebih sudah banyak berdiri di negara lain. Gedung yang dengan tinggi ratusan meter tersebut juga sekaligus menorehkan kebanggaan sebuah negara. ***

Banyaknya peluang yang bisa diraih Adhimix itulah yang membuat Yoppi semakin percaya diri. Dia tetap yakin nama besar Adhimix merupakan modal besar untuk menggaet proyek. Ditambah integritas Adhimix yang selama ini tidak pernah mengecewakan para konsumen maupun para vendor. “Bukan masalah jujur saja dan tidak korupsi tetapi kita juga diminta ketika membuat sebuah rencana harus komit juga melaksanakan. Dengan begitu, mau tidak mau dituntut berpikir dan komitmen mengejar impian. Rasa memiliki harus besar dengan menjaga dan merawat,

9


10 GEDUNG TERTINGGI DI DUNIA 1

Burj Khalifa: Dubai, Uni Emirat Arab Burj Khalifa atau yang dikenal sebagai Burj Dubai, adalah sebuah gedung pencakar langit tertinggi di dunia mencapai 829,8 meter, dengan 160 lantai. Pembangunan gedung ini dimulai pada tanggal 21 September 2004 dan diselesaikan pada tanggal 1 Oktober 2009. Bangunan ini kemudian resmi dibuka untuk umum pada tanggal 4 Januari 2010.

Abraj Al-Bait

Abraj Al-Bait Tower atau dikenal juga dengan nama Mecca Royal Hotel Clock Tower, yang terletak di Mekkah, Arab Saudi. Hal menarik dari menara ini adalah letaknya yang berada dekat di selatan pintu masuk Masjidil Haram. Tingginya mencapai 601 meter dengan 120 lantai.

2

3 Dari namanya, gedung Taipei 101 terdiri dari 101 lantai dengan ketinggian 509 meter. Terletak di Taiwan yang dinilai sebagai salah satu gedung pencakar langit yang paling maju. Sebuah pendulum seberat 800 ton dipasang di lantai 88 untuk menstabilkan menara terhadap goyangan yang timbul dari gempa bumi, angin topan maupun gaya geser dari angin.

10

Taipei 101 Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014


Shanghai World Financial Center

4 Menara Kembar

Petronas

International Commerece Centre

6 Menara Petronas adalah dua buah pencakar langit kembar di Kuala Lumpur, Malaysia. Memiliki ketinggian 451,9 meter dengan jumlah lantai 88. Gedung yang dibangun 1992-1998 tersebut hingga sekarang tetap memegang gelar menara kembar tertinggi di dunia.

7

5

Terletak di Pudong, Shanghai, Cina, yang dibangun dari 1997-2008. Tingginya mencapai 493,3 meter dengan jumlah lantai 101. Gedung ini telah dibuka untuk umum sejak tahun 2009.

Zifeng Tower

Zifeng Tower alias Greenland Pusat-Zifeng Tower atau Menara Greenland Persegi Zifeng berada di Nanjing, Cina. Gedung yang selesai dibangun pada 2009 ini mempunyai ketinggian 450 meter dengan jumlah lantai 89.

8

Willis Tower

Menara Willis yang sebelumnya bernama Sears Tower terletak di Chicago, Amerika Serikat. Berdiri sejak 1973 dengan jumlah lantai 108, dan mencapai ketinggian 442 meter.

Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014

Berlokasi di West Kowloon , Hong Kong. Gedung yang dibangun pada 2005-2010 ini memiliki jumlah lantai 108, dengan ketinggian 484 meter. Sejak 2011, gedung ini telah dibuka untuk umum dan menjadi bangunan tertinggi di Hongkong.

Jin Mao Building

Berada di Shanghai, China dengan ketinggian 420,5 meter. Bangunan yang dibuka sejak 28 Agustus 1998 ini terdiri dari 88 lantai. Gedung ini bersebelahan dengan Shanghai World Financial Center.

International

9

Finance Centre

Terletak di Hongkong dengan ketinggian 415 meter dan memiliki 88 lantai. Bangunan ini dikerjakan sejak 1997 dan dibuka pada 2003. International Finance Centre menjadi bangunan tertinggi kedua di Hong Kong, di belakang International Commerece Centre.

10 11


Fokus

SDM ADALAH WAJAH PERUSAHAAN Wajah perusahaan terletak pada kompentensi sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. Itu sebabnya, performa sebuah perusahaan tidak melulu ditentukan jumlah karyawannya. Tahun 2014 nanti, PT Adhimix Precast Indonesia ingin menjadi pionir dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

A

dhimix Precast Indonesia kian gencar membuat perubahan di internal perusahaannya. Sebagai bagian dari perwujudan Pakta Integritas, Adhimix kembali menggelorakan pentingnya kompetensi sumber daya manusia (SDM). Mengutip pribahasa, uang adalah darah perusahaan, sementara SDM itu wajah perusahaan. Bagus tidaknya Adhimix dilihat dari SDM-nya. “Saat kita berinteraksi dengan pelanggan, di sanalah kita dinilai,” ujar Buana Rochman kepada Majalah CONCRETE di ruangannya, Jakarta, awal Desember 2013. Dipaparkan Buana, penilaian dari pihak luar seperti pelanggan perusahaan tentu saja sangat berpengaruh pada citra Adhimix. Apakah Adhimix mampu memenuhi kontrak yang telah disepakati, serta bagaimana insan Adhimix melakukan pelayanan prima kepada setiap kliennya. “Itulah yang saya sebut dengan kompetensi. Selain bisa menepati waktu kontrak, juga dituntut bagaimana integritas dan tanggungjawab. Simpelnya, komitmennya bisa dipegang,” katanya. Menurut dia, sistem manajemen SDM di Adhimix hingga kini memang belum mempunyai grand design. Akan tetapi, Buana yang membawahi Departemen SDM

12

Buana Rochman Manajer Sumber Daya Manusia PT Adhimix Precast Indonesia

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


“Kita akan mencoba mendesain bukan hanya sekadar mengikuti pelatihan, tetapi akan diarahkan menjadi pelatih di dalam perusahaan. In house training lebih tepatnya,” Adhimix, kini tengah berupaya keras agar Adhimix sebisa mungkin mampu mewujudkan impian tersebut. “Adhimix akan mengarah ke sana. Poinnya, sebagai insan Adhimix bukanlah sekadar pekerja tetapi juga bertanggungjawab kepada perusahaan.” Selama ini, upaya peningkatkan kompentensi SDM sebenarnya sudah banyak dilakukan Adhimix. Bahkan, pelatihan-pelatihan bagi insan Adhimix tidak pernah dibatasi. Namun ke depan, Adhimix ingin mengadopsi pelatihan yang dihasilkan di luar perusahaan ke dalam perusahaan. “Kita akan mencoba mendesain bukan hanya sekadar mengikuti pelatihan, tetapi akan diarahkan menjadi pelatih di dalam perusahaan. In house training lebih tepatnya,” jelas Buana. Membangun sistem manajemen SDM diakui Buana memang tidak mudah. Apalagi, tidak ada ukuran yang pasti apakah manajemen SDM sudah bisa dikatakan sukses atau belum. Tolok ukur kompetensi SDM di satu unit tentu saja berbeda dengan unit lainnya. Tidak bisa digeneralisasi. “Ini bagian yang cukup sensitif. Kalau kami melakukan aktivitas yang salah,

dampaknya bisa kemana-mana. Bisa-bisa, unit SDM menjadi tidak disukai teman-teman di unit lain. Makanya memang dibutuhkan ketelitian tinggi dan butuh waktu,” urai Buana. Meski penuh tantangan, pria berkacamata ini tetap optimis sistem manajemen SDM yang tengah dirancang seapik mungkin akan mampu membawa Adhimix menjadi perusahaan yang kuat dan kompeten di bidangnya. Keyakinan itu diperoleh Buana karena dirinya dibantu oleh tim yang rata-rata masih berusia muda. “Membangun SDM itu tidak ada satuan waktu tetapi akan berkelanjutan. Mungkin SDM itu tidak akan terlihat hasilnya dalam waktu dekat tetapi kami ingin berkontribusi kepada perusahaan. Karena keberhasilan SDM itu tidak ada alat ukur pasti seperti pemasaran. Kepuasannya relatif, tetapi kita tetap bertekad agar tetap memberikan yang terbaik. Kalau positif alhamdulilah, kalau negatif tolong tunjukkan dimana salahnya,” tukas Buana. ***

Empat Kiat Meningkatkan Kompetensi Area pekerjaan semakin kompetitif sehingga kita perlu meningkatkan kemampuan diri. Salah satu kunci kesuksesan karier adalah ketika kita memiliki peningkatan kemampuan diri sendiri. Kesuksesan adalah selalu berkaitan dengan menjadi orang yang lebih baik. Masalahnya sering kali kita terjebak dalam kondisi comfort zone sehingga kita berhenti untuk melakukan peningkatan diri sendiri. Jika Anda merasa ingin meningkatkan kemampuan diri, berikut empat kiat yang dihimpun CONCRETE: 1. Pikirkan diri Anda sebagai produk Betul! Pandanglah diri Anda sebagai produk yang kompetitif. Coba bandingkan diri Anda dengan orang lain dan pasarkan aset Anda. Perusahaan pada umumnya setiap tahun mendengarkan kebutuhan konsumen mereka dan kemudian mereka meningkatkan dan memperbaiki produk mereka untuk bisa lebih menjual di pasar. Inilah hal juga bisa Anda lakukan pada diri sendiri. 2. Mintalah tanggung jawab yang lebih besar Anda bisa menerima tanggung jawab 100 persen untuk diri Anda dan apa pun diri Anda di kemudian hari. Anda bisa menolak untuk membuat alasan atau menyalahkan diri sendiri. Anda bisa mengatakan pada bos Anda bahwa Anda menginginkan tanggung jawab yang lebih besar dan kemudian mendapatkannya. 3. Perbaiki sedikit demi sedikit secara rutin Jika Anda mencapai sepersepuluh dari satu persen produktivitas setiap tahun, maka Anda bisa mencapai setelah dari satu persen produktivitas setiap minggu. Intinya, setiap hari, tambahkan produktivitas dalam diri Anda setiap hari, sehingga Anda akan mencapai jumlah yang makin bertambah dan meningkat setiap tahun. 4. Miliki tujuan dan target Begitu kita mengidentifikasi area yang perlu kita tingkatkan, kita perlu menyusun tujuan. Jika tidak, kita tidak akan tahu apa yang perlu kita perbaiki. Contohnya, jika Anda mencoba untuk meningkatkan kemampuan interaksi Anda dengan teman, Anda perlu membuat parameter.

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

13


Fokus KOMISARIS UTAMA PT ADHIMIX PRECAST INDONESIA

EDNO DJOKO WINDRATNO

“Jangan Bekerja Seperti Tukang”

P

e m b a n g u n a n infrastruktur di kota besar seperti Jakarta diyakini akan semakin menggeliat di tahun 2014. Prospeknya masih sangat menjanjikan. Bahkan, permintaan cenderung lebih besar ketimbang penawaran. Pembangunan beton di Indonesia diyakini masih tahap merangkak naik dan akan terus mencapai puncaknya pada tahun 2035. Hal itu bisa dilihat dari seiring berkembangnya wilayah penyangga Jakarta seperti Cikarang, Serpong, maupun Bekasi. Sebelumnya, wilayah tersebut belum terlalu dilirik. Megaproyek seperti pembangunan gedung tinggi selanjutnya akan membutuhkan produk andalannya seperti readymix dan precast. Untuk saat ini, persaingan di antara perusahaan beton sejatinya belum terlalu ada. Bahkan, perusahaan beton masih leluasa untuk memilah-milah mana pelanggan. Namun, apabila tidak ditangani dengan bijak, tingginya permintaan tersebut justru bisa berubah ancaman bagi PT Adhimix Precast Indonesia. Itulah sinyal peringatan yang dilontarkan Komisaris Utama PT Adhimix Precast Indonesia Edno Djoko Windratno kepada segenap insan Adhimix. Melonjaknya permintaan readymix dan precast diharapkan bisa diimbangi dengan kapabilitas perusahaan. Jangan sampai permintaan pelanggan tidak mampu dipenuhi. Selain akan membuat pelanggan kecewa, kondisi tersebut

14

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Fokus

“Jadi masalahnya banyak sekali. Tapi apapun itu tidak bisa menyerah, semaksimal mungkin harus mendapatkan” sangat mungkin akan menciptakan masalah baru, yakni hadirnya perusahaan yang menawarkan jasa serupa dengan Adhimix. Salah satu kunci sukses menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2014, adalah menjamin ketersediaan bahan baku. “Bahan baku terutama pasir harus diprioritaskan. Karena pasir mungkin saja ada tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujar dia kepada CONCRETE, pertengahan Desember 2013. Selama ini, sumber pasokan bahan baku pasir Adhimix berasal dari Jawa Barat dan luar Pulau Jawa. masalah biasanya muncul ketika kondisi cuaca tidak mendukung bagi kapal pengangkut pasir bersandar di pelabuhan. Termasuk di dalamnya karena belum optimalnya infrastruktur di pelabuhan. Kendati demikian, Edno menekankan agar seluruh insan Adhimix tidak menyerah begitu saja. “Jadi masalahnya banyak sekali. Tapi apapun itu tidak bisa menyerah, semaksimal mungkin harus mendapatkan,” papar Edno. Hal lain yang digarisbawahi Edno adalah perlunya terobosan baru untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan. Terobosan itu salah satunya dengan membangun tempat penampungan bahan baku terutama pasir. Sehingga di saat permintaan sedang turun, pasokan pasir bisa disimpan di tempat Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

penampungan untuk digunakan kembali pada saat permintaan meningkat. “Dalam posisi kelebihan keperluan bahan baku, distok dulu di area. Pada saat puncak proyek dari situ bisa diambil. Strateginya harus seperti itu. Sudah lama itu saya minta tetapi belum terwujud karena ada kendala lahan.”

Memastikan Adhimix di Garda Terdepan Tidak ada yang namanya pesimis. Yang perlu disiapkan adalah perusahaan sendiri, tidak perlu memikirkan perusahaan pesaing. Bagaimana organisasi, pengembangan, manajerial, dan kepemimpinan perusahaan merupakan hal utama. “Jangan hanya bisa bekerja seperti tukang. Tetapi lebih dari itu, seperti menjalin komunikasi yang baik ke pelanggan. Harus bisa berpikir ke depan,” urai Edno. Dijelaskan Edno, untuk mewujudkan Adhimix yang berdaya saing dan menembus hingga ke garda terdepan, tentu saja berada di tangan para pemimpinnya. Dengan kata lain, apa dan bagaimana kinerja para pimpinan akan ditiru oleh jajaran di bawahnya. Edno mencontohkan, seorang anak dalam keluarga akan sangat banyak dipengaruhi oleh orangtuanya. Itu sudah alamiah. Hal yang sama juga berlaku dalam perusahaan. “Kenapa setiap keluarga, wawasannya berbeda-beda. Itu sangat bergantung pada bagaimana orangtuanya. Nah, di Adhimix juga begitu. Sehingga tidak ada satu resep khusus, semua orang pasti akan menyesuaikan dengan keadaan.” Berkaitan dengan hal itu, Edno juga sepakat dengan rencana Adhimix yang akan memberikan kewenangan terhadap setiap unit. Edno menilai langkah tersebut sangat tepat untuk memberdayakan seluruh insan Adhimix. Memberikan kepercayaan penuh untuk berbuat lebih kepada perusahaan. “Seseorang kalau diberi tugas, kalau orang waras, dia akan lebih tenang menyelesaikan tugas itu. itulah pemberdayaan. Setiap langkah diawasi dan disuruh itu akhirnya jadi jongos. Dia akan bekerja kalau ada yang suruh. Nah, itu tidak bagus.

Harus bisa bekerja meskipun tidak diperintah terus. Jadi kita bicara secara tim untuk mencapai tujuan perusahaan,” urainya. Terkait ekspansi, papar Edno, saat ini Adhimix masih perlu membuat perencanaan matang. Hal ini penting agar ekspansi tidak menjadi sia-sia dan justru menjadi bumerang bagi perusahaan. Dikatakan Edno, faktor utama yang perlu diperhatikan bila ingin melakukan ekspansi adalah ketersediaan bahan baku dan sumber daya manusia. Faktor lainnya adalah ketersediaan pasar. “Jadi jangan didirikan dulu di suatu tempat baru dicari para pelanggannya. Itu akan menjadi bumerang bagi perusahaan. Kalau materialnya terbatas sehingga tidak bisa produksi, bagaimana. Jadi tidak bisa sesederhana itu. Namun, ada peluang dan momen untuk itu.” Hal penting lain yang perlu diperhatikan Adhimix menuju perusahaan berkelas wahid, sambung Edno, adalah kebersamaan dan rasa memiliki dari setiap insan Adhimix. Sebagai perusahaan yang dimiliki mayoritas karyawannya, Adhimix memang tergolong unik ketimbang perusahaan lain. Di Adhimix, setiap insannya adalah pemilik perusahaan. Karenanya, Edno berharap kebersamaan dan rasa saling memiliki tersebut dipertahankan hingga pensiun. Nah, untuk mewujudkan itu, lagi-lagi dibutuhkan peran dan strategi dari pimpinan perusahaan. “Kebersamaan itu harus ada dan harus disadari oleh setiap insan. Pemimpin harus tahu karakter dan bakat anak buahnya,” pungkas Edno. ***

15


Inovasi

TEKNOLOGI BETON PELAN TAPI PASTI

M

engetahui tentang seluk-beluk beton, Puguh Karsono adalah ahlinya. Pria yang telah mengabdi di adhimix sejak 1986 ini sudah paham betul tentang “ jeroan” beton. Maklum, sehari-harinya mengabdi di Pusat Pengembangan Teknologi (Pusbangtek) Adhimix. Menurut Puguh, perkembangan teknologi beton sangat lambat bila dibandingkan dengan teknologi lainnya seperti telepon seluler. Dijumpai CONCRETE di sebuah ruangan di kantor pusat PT. Adhimix Precast Indonesia, Puguh bercerita panjang lebar tentang teknologi beton, yang menjadi

kesibukan sehari-harinya di Pusbangtek Adhimix. Di katakana Puguh, beton pada dasarnya terdiri dari semen,pasir,batu dan air. Dari dulu, beton selalu terdiri dari bahan-bahan tersebut. Namun, bagaimana menghasilkan beton yang baik, disitulah peran teknologi berada. “Dari sifat bahan,perencanaan,pelaksanaan Sampai pada pengujian dan evaluasi hingga problem dan pemecahan masalahnya,” ujar Puguh. Menurut Puguh, beton terdiri dari beberapa kelas. Yakni non structural ,normal concrete, high strength concrete, very high strength concrete dan high performance concrete. Mutu beton paling bagus adalah high performance concrete. Y a k n i Kuat,awet, m u d a h dikerjakan ,permukaan bagus dan ekonomis, “Itu dikatakan beton yang bagus.” L e b i h jauh Puguh menerangkan k u a l i t a s

Puguh Karsono: Pusat Pengembangan Teknologi Adhimix

Beton Bermula dari Yunani Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri 16 mineral (biasanya kerikil dari agregat

dan pasir ), semen dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair.

beton tidak bisa dideteksi secara visual. Paling hanya bias mendekati perkiraan. Cara mengujinya harus menggunakan cara destruktif dan non desdruktif. Desduktrif berarti memberikan tekanan pada beton sampai hancur kemudian di baca berapa tekanannya. “Atau di tekuk dengan memberikan beban dalam posisi melintang. Bisa juga dengan menarik beton.” katanya. Sedangkan cara non destruktif bias dilakukan dengan mengetuk beton dengan palu (hammer test) “Dengan pukulan itu bisa dihitung kekuatannya. Biasanya itu dilakukan pada beton yang sudah terpasang,” ujar dia. Dan beton untuk precast pada dasarnya sama, system precast adalah rekayasa metode konstruksi dari cara konvensional , Untuk memproduksi precast, dia menyatakan banyak tahap yang harus dilalui. Beton pada produk Precast merupakan salah satu material wajib di uji dan dikendalikan sepertia material lainnya untuk produk precast, apakah sudah sesuai persyaratannya sebelum proses produksi.” Di jelaskan Puguh, perkembangan teknologi beton memang lambat. Tetapi yang paling dinamis itu adalah masalahnya. Ia mencontohkan, pengecoran beton untuk jalan saat ini sudah bisa dilakukan dengan cepat. Berbeda dengan zaman dahulu yang harus menunggu waktu yang lama. “Sekarang dalam hitungan jam sudah bisa di lewati.” Tekonologi beton itu mengikuti zamannya. Begitu juga dengan perkembangan membangun gedung – gedung tinggi,yang terus bertambah ketinggiannya, menjadi tantangan tersendiri untuk teknologi beton ” katanya. ***

Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton ringan, beton semprot, beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi. Saat ini beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak dipakai di dunia. Penggunaan beton dan bahan-bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi bahkan mungkin sebelumnya. campuran Concrete  Tahun X Dengan Nomor 2, Januari - Februari 2014 kapur, pozzolan, dan batu apung, bangsa Romawi


Inovasi

ADHIMIX TERAPKAN

EFFECTIVE TRANSPORTATION SYSTEM Mengantarkan pesanan tepat waktu merupakan kepuasan bagi setiap pelanggan. Akan tetapi, di tengah kemacetan kota terutama Jakarta seringkali menyebabkan pesanan pelanggan mengalami keterlambatan. Karenanya, PT Adhimix Precast Indonesia siap menerapkan Effective Transportation System (ETS) sebagai bagian dari mewujudkan kepuasan pelanggan. Kemacetan Jakarta sudah tidak lagi mengenal waktu. Pagi, siang, dan malam semua sudut Ibu Kota tetap saja dikepung ribuan kendaraan. Tentu saja, keadaan ini berdampak besar pada kegiatan bisnis perusahaan, termasuk Adhimix. Tidak ingin terjebak dalam keruwetan lalu lintas, Adhimix punya solusi jitu untuk meminimalisir kendala waktu. “Pengantaran readymix ke lokasi itu sangat krusial. Meski faktornya dari eksternal, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Kepala Bagian Operasi Adhimix, Yudi Yudistira kepada Majalah CONCRETE di kantornya, medio Desember 2013. Yudi melanjutkan, kemacetan Jakarta pada akhirnya harus disiasati dengan melakukan pengaturan pada jadwal pengantaran pesanan

banyak membangun infrastruktur seperti akuaduk, bangunan, drainase dan lain-lain. Di Indonesia penggunaan yang serupa bisa dilihat pada beberapa bangunan kuno yang tersisa. Benteng Indrapatra di Aceh yang dibangun pada abad ke-7 oleh kerajaan Lamuri, bahan bangunannya berupa kapur, tanah liat, dan batu gunung. Orang Mesir telah menemukan sebelumnya bahwa dengan memakai aditif debu vulkanik mampu meningkatkan kuat tekan beton. Penggunaan beton secara masif diawali Concrete  Tahun X  19 Nomor 2, Januari - Februari 2014 pada permulaan abad dan merupakan awal era beton bertulang. Pada tahun

dengan memperhatikan kondisi lalu lintas terkini. “Transportasi yang efektif. Sistemnya harus diatur dari jadwal pengantaran, mengetahui kondisi truk, supir, mekanik, dan risiko di jalan,” katanya. Untuk mewujudkan hal itu, Adhimix menggandeng PT Ganesha Tekno Indonusa, yang berupaya memberikan solusi mengatasi kemacetan di Jakarta. “Mimpinya adalah semua akan terintegrasi. Semua akan dipantau melalui alat GPS (General Positioning System)

yang dipasang di tiap truk. Juga memanfaatkan jejaring sosial twitter untuk memantau kondisi lalu lintas, dan memanfaatkan kamera CCTV milik Polda Metro Jaya. Kami sudah punya kerjasama dengan Polda Metro,” timpal Dimas Budi Pakoso dan Muhammad Edwin Halim dari PT Ganesha Tekno Indonusa. Program sistem transportasi efektif ini memang tidak mudah diterapkan. Butuh empat tahun agar sistem yang diterapkan berjalan optimal. Untuk tahun pertama dilakukan pemasangan GPS dan jaringan komunikasi lain. Pada tahun kedua, pengembangan melalui implementasi alatnya. Sedangkan pada tahun ketiga adalah merumuskan bangunan sistemnya. “Pada tahun keempat, manajemen Adhimix bahkan sudah harus bisa mengembangkan dan menentukan alat yang dirasakan sesuai,” papar Dimas. ***

Dimas, Yudistira dan Mohamad

1801, F.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip-prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya. Pada tahun 1850, J.L. Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan dalam Expo tahun 1855 di Paris. J.Moiner, seorang ahli taman dari Prancis mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tanamannya. Pada tahun 1886, Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori dan perancangan struktur beton. C.A.P Turner mengembangkan pelat

slab tanpa balok tahun 1906.

17


Manajemen

SEBERAPA

ENGAGE (TERIKAT)-KAH

KITA?

Perusahaan-perusahaan terbaik tahu darimana asal muasal produktivitas. Ia datang dari tim kerja yang merasa tertantang, tertarik, terpenuhi, dan terhargai dengan baik. Ia melibatkan setiap orang, mengizinkan setiap orang untuk bersuara, berkontribusi untuk kesuksesan organisasi. (Jack Welch)

Oleh: Danang Arief M., HR Researcher

S

ebagai seorang karyawan, keterikatan karyawan (employee engagement) adalah seberapa jauh kita menikmati pekerjaan, seberapa besar kita percaya pada arah pekerjaan yang kita lakukan, dan seberapa puas kita merasa dihargai atas apa yang kita kerjakan. Employee engagement dengan kata lain adalah barometer untuk mengukur seberapa baik relasi seseorang dengan organisasi. Karyawan yang “engage” memiliki motivasi tinggi untuk bekerja karena ia tahu arah dan tujuan organisasi, serta paham bagaimana perannya dalam pencapaian tujuan tersebut. Ia percaya values/ nilai-nilai organisasi berhubungan erat dengan pencapaian tujuan organisasi, sehingga ia pun memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai organisasi. Selain itu, mereka adalah sumber energi positif di lingkungan kerjanya. Nah, apakah yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh karyawan yang “engage”? Di bawah ini adalah gambar yang dapat menjelaskan hal tersebut.

Saya paham bagaimana peran saya di organisasi hubungannya dengan target & sasaran organisasi Saya bersedia untuk bekerja jauh lebih keras dari yang seharusnya untuk membantu kesuksesan perusahaan

Secara personal saya termotivasi untuk membantu organisasi mencapai kesuksesan

Saya paham bagaimana unit kerja saya berkontribusi bagi kesuksesan perusahaan

YANG DIPIKIRKAN YANG DILAKUKAN

YANG DIRASAKAN

Saya akan memberi rekomendasi untuk teman-teman saya bahwa perusahaan ini adalah tempat yang baik untuk bekerja Saya bangga untuk mengatakan kepada orang lain bahwa saya bekerja di perusahaan ini

Kemampuan organisasi untuk mengelola employee engagement berhubungan erat dengan tingkat kinerja karyawan dan akhirnya dengan keuntungan yang diperoleh. Berbagai keuntungan yang diperoleh organisasi dari engaged employee adalah: • engaged employee adalah karyawan yang loyal dan dengan senang hati menjadi ambasador bagi organisasi. • mereka akan menunjukkan kinerja yang lebih baik dan dapat memotivasi diri sendiri. • mereka memiliki komitmen tinggi terhadap strategi dan tujuan organisasi. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh organisasi untuk menciptakan karyawan yang engaged? Development 18

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Manajemen Dimensions International (DDI) memberikan daftar sebagai berikut: mendorong kolaborasi dan teamwork di tim kerja, membantu karyawan untuk terus berkembang serta menyediakan dukungan dan penghargaan yang tepat kepada karyawan. Adapun The Towers Perrin mengidentifikasikan sepuluh atribut di tempat kerja yang berpengaruh terhadap employee engagement. Tiga teratas dari daftar tersebut adalah komitmen senior manajemen pada kesejahteraan karyawan, pekerjaaan yang menantang, dan kewenangan untuk pengambilan keputusan. Adapun Gallup Consultant, mengklasifikasikan karyawan berdasarkan tingkat engagement-nya sebagai berikut:

karyawan yang “engage”, karena di sanalah tersemat berbagai bentuk kemudahan dan hal-hal yang positif. Pertanyaannya, seberapa “engage” kah kita? Berikut ini adalah kuesioner sederhana yang bisa kita gunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Petunjuk: Berikan nilai pada setiap item di bawah ini sesuai dengan kondisi Anda saat ini, dengan nilai 1 (Sangat Tidak Setuju), 2 (Tidak Setuju), 3 (Setuju) dan 4 (Sangat Setuju)

1.

3.

Engaged Karyawan yang “engaged” adalah fondasi organisasi. Mereka tahu hasil seperti apa yang diharapkan dari pekerjaan mereka sehingga mereka dapat memenuhi bahkan melebihinya. Mereka ingin mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi, mereka konsisten menunjukkan kinerja tinggi. Mereka bekerja dengan passion dan menggagas inovasi untuk kemajuan organisasi

1. 2.

4. 5. 6. 7.

Saya tahu apa yang diharapkan dari pekerjaan saya. Saya memiliki semua kebutuhan yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan saya. Di kantor, saya memiliki kesempatan untuk bekerja dengan kemampuan terbaik yang saya miliki setiap hari. Dalam waktu seminggu ini, saya telah menerima pengakuan atau pujian untuk pekerjaan yang saya lakukan dengan baik. Atasan saya, atau seorang yang lain di kantor, tampak peduli kepada saya sebagai seorang pribadi. Ada seseorang di kantor yang mendukung pengembangan diri saya. Di kantor, pendapat/usulan yang saya berikan dihargai. Misi atau tujuan dari perusahaan membuat saya merasakan bahwa pekerjaan saya bernilai penting. Rekan sekerja saya berkomitmen untuk menghasilkan pekerjaan dengan kualitas baik. Saya memiliki teman akrab (best friend) di tempat kerja. Dalam waktu enam bulan terakhir, seseorang di kantor telah berbicara dengan saya tentang progress diri saya sebagai individu. Di tahun ini, saya telah memiliki kesempatan di kantor untuk belajar dan berkembang.

2. Not-Engaged Karyawan yang not-engaged” cenderung untuk berkonsentrasi pada tugas dibanding pada sasaran yang lebih besar. Mereka ingin diberitahu apa yang harus dilakukan, kemudian mengerjakannya dan berkata telah selesai. Mereka cenderung merasakan kontribusinya dipandang sebelah mata, dan potensi mereka tidak dikembangkan. Adapun mereka sering merasakan hal ini karena mereka tidak memiliki hubungan yang produktif dengan atasan atau rekan kerja mereka.

8.

3. Actively Disengaged Mereka meruntuhkan bangunan organisasi. Tidak hanya sekadar tidak bahagia di kantor, mereka sibuk menampakkan ketidakbahagiaannya, menyebarkan bibit-bibit negatif di tiap kesempatan. Setiap hari, karyawan yang “actively disengaged” berusaha untuk merusak apa yang hendak dicapai oleh rekan kerja mereka yang “engaged”. Jika bisa memilih, sudah seharusnya kita menjadi

Jawaban: Jumlahkan seluruh nilai pada setiap item. Jika jumlah nilai Anda berada pada range 36 – 48, maka Anda termasuk karyawan yang “engage”, range 24 – 35 (“not-engage”) dan range < 24 (“actively disengage”).

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

9. 10. 11. 12.

19


Daerah

PERTUMBUHAN PLANT SURABAYA

CAPAI 30 PERSEN PER TAHUN Plant Precast Surabaya meresmikan pabrik pracetak di Tambak Oso Wilangun, Surabaya, pada 18 Oktober 2013. Manajer Precast Surabaya, Sunaryo mengatakan, potensi pasar konstruksi nasional masih cukup besar di Indonesia, khususnya di Surabaya. Saat ini pertumbuhan ekonomi nasional cukup meningkat pesat yang juga didukung pada program Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sunaryo menegaskan, pada 2013 ini, Plant Precast Surabaya mencatat laba fantastis yakni, Rp 24 miliar per bulan. Diharapkan, sisa dua bulan ini laba perusahaan bisa mencapai Rp 25 miliar per bulan. Harapan ini terungkap saat peresmian pabrik Plant Precast Surabaya, Jum’at, 18 Oktober 2013, di Tambak Oso Wilangun No. 7 Surabaya, Jawa Timur. “Prestasi tersebut bisa dicapai berkat kerja sama para karyawan di sini,” tutur Manajer Plant Precast Surabaya Sunaryo kepada Majalah CONCRETE. Plant Precast Surabaya berdiri pada 1996. Awalnya merupakan anak perusahaan PT Adhi Karya. Plant Precast Surabaya pernah dipimpin oleh Ali Arifin dan Yunus Wahyudi. Yunus Wahyudi kini menjabat Direktur Keuangan PT Adhimix Plant Indonesia di Jakarta. Dalam perjalanannya sejak 1996 hingga 2000-an, Plant Precast Surabaya telah terjadi regenerasi, dengan pimpinan Heru Sucahyo sampai 2004.

20

“Di sini dulu kita bisnis beton cair (readymix) yang terpaksa dihentikan,” ungkap Sunaryo. Pada 2006 Plant Precast Surabaya mendapat kontrak Rp 22 miliar dari Jepang untuk menggarap ladang gas LNG Tangguh di Papua. “Dengan adanya kontrak itu kita diminta untuk berdiri lagi,” lanjutnya. Jadi, secara investasi kata Sunaryo, Plant Precast Surabaya berdiri di Tangguh Papua, sejak 2006. Proyek di sana kemudian berkelanjutan hingga pada 2008. Semula Plant Precast Surabaya bertempat di Dumar Industri No. 65 Surabaya. Karena pertumbuhan pasar dan produksi, Plant Precast Surabaya kemudian menyewa tempat Eks Makro di Margomulyo. Dengan adanya pertumbuhan pasar, maka perlu adanya perluasan lokasi. Lalu, Plant Surabaya menyewa lagi di Dumar Industri 65 Surabaya tadi.

lahan untuk produksi dengan kapasitas yang besar. Produksi terus berkembang hingga akhirnya pada 2012-2013 Plant Surabaya harus menambah lahan. “Kita sewa lagi tanah yang luasnya sekitar 7 ha di Tambak Oso Wilangun ini,” lanjutnya. Harapannya, dengan perluasan lahan 7 ha ini Plant Surabaya bisa berkumpul dalam satu tempat, yang tadinya di tiga lokasi, kini bisa menjadi satu tempat. Sehingga, secara koordinasi, pengawasan bisa lebih efektif dan efisien. Dalam arti, “Pemakaian alat dan sumber daya manusia itu bisa efisien dan efektif, tidak harus banyak, sehingga pengeluaran biaya

Di bekas pusat perkulakan Makro itu digunakan untuk produksi. “Ini mengingat pertumbunan proyek yang tiap tahun naik hampir 25-30 persen,” ujarnya. M e l i h a t perkembangan yang begitu pesat, membuat Plant Surabaya butuh Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Salah satu teknologi Precast terbaru yang dimiliki PT Adhimix Precast Indonesia dalam pembuatan Girder

juga tidak terlalu banyak,” papar Sunaryo. Dengan perluasan lahan ini, perusahaan berharap bisa menggarap proyek-proyek yang lebih besar. “Dengan luas lahan yang 7 ha ini ditambah sekitar 2 ha lagi sewa di sebelahnya, sehingga bisa menyerap proyek-proyek di luar pulau. Pasaran kita di sini adalah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan (di luar Kalimantan Barat), Bali, NTB, Sulawesi, dan Papua,” kata Sunaryo. Sunaryo menegaskan, Plant Precast mempunyai 3 Plant, antara lain: Plant Cibiitung, Plant Cilacap, dan Plant Surabaya. “Di Surabaya ini memang wilayahnya sangat luas, tapi secara koordinasi memang jauh. Makanya, nanti kita ke depannya bagaimana bisa menyerap proyek-proyek di luar pulau, karena proyek-proyek yang akan kita sasar ada di luar pulau.

mencapai penyerapan sales Rp 35-45 miliar per bulan. “Dengan adanya pemasaran di sana, kita bisa menyerap sales dan pasar sekitar Rp 35-45 miliar per bulan,” lanjutnya. Pada 2013 ini Plant Surabaya bertekad meningkatkan laba yang sudah ditargetkan. “Target laba Rp 24 miliar pada tahun 2013 harus bisa mencapai Rp 25 miliar per bulan. udah-mudahan dengan sisa bulan ini, target kita bisa tercapai,” lanjutnya. Kebetulan saya di sini menciptakan suasana terbuka,” tambah Sunaryo. Keterbukaan yang dibudayakan di perusahaannya, kata Sunaryo telah membuat

suasana kerja lebih enak. “Seperti, setiap supervisor atau kepala bagian harus punya komitmen khusus untuk bisa memberikan kontribusi, sehingga apa yang ingin disampaikan ke saya bisa langsung diutarakan. Di sini saya terapkan manajemen terbuka dan kekeluargaan,” ungkap Sunaryo. Menurutnya, setiap ada persoalan, setiap ada ide untuk kepentingan perusahaan ini, pihaknya akan menampung bersama, dengan harapan jika ada ide dari para karyawan Plant Surabaya, pihaknya bisa menyelesaikan masalah itu secara maksimal. Pada 2013 ini, Plant Surabaya, kata Sunaryo, mendapat kontrak sekitar Rp 350

Ke depan, kata Sunaryo, pihaknya akan membuka kantor perwakilan di luar Jawa. “Kita mewacanakan buka representative atau perwakilan di luar pulau seperti di Kalimantan dan Sulawesi, khususnya untuk pemasaran, tapi pabriknya masih tetap di Surabaya,” ungkap Sunaryo. Ia berharap, dengan luas lahan 9 ha ini kapasitasnya bisa Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

21


Daerah

“Di sini kami sengaja membuka peluang bagi mereka untuk jadi pengusaha dengan cara menjadi pemegang saham” miliar. “Untuk proyeksi pada 2014 nanti, minimal pertumbuhannya 30 persen,” ujarnya. Sejak berdiri Plant Surabaya telah memproduksi aneka produk beton, antara lain: bim (girder) yang dipasang di jempatan-jembatan, TC SP untuk pancang sungai-sungai supaya tidak banjir, dan tiang panjang kotak. Saat ini di Surabaya ada terobosan baru, yakni Plant Surabaya mendatangkan cetakan dari Italia. “Baru seminggu ini kita setting dan sudah trial. Harapannya, dengan cetakan baru ini, kita bisa bersaing untuk mendapatkan dan menyerap pasar baru. Yang sudah kita beli ini adalah Brigklet Concrete U (BC-U) dan BC-I,” tutur Sunaryo. Yang menggungkan produk ini antara lain, Bina Marga, Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, dan Widya Karya.

Perusahaan yang banyak dibidani bekas karyawan Adhi Karya ini juga mampu menjadi One Trillion Club dengan mengantongi pendapatan sekitar Rp 2 triliun tahun lalu. Adhimix berdiri secara perseroan terbatas (PT) sejak 2002. Dulu, Adhimix adalah lini bisnis dari Adhi Karya. Pada 2002, akhirnya Adhimix dipisahkan dan menjadi perusahaan sendiri. Namun saat itu, induk perusahaan masih memegang saham mayoritas. Setelah pada 2004, Adhi Karya sudah tidak lagi memiliki saham di Adhimix. Menurut Dirut Adhimix Precast Indonesia Surakhman, Adhimix adalah perusahaan nasional yang sahamnya dimiliki oleh karyawan internal. Maksudnya, orang-orang yang bekerja di sini memiliki saham Adhimix. “Ini yang tidak dipunyai oleh perusahaan lain,” ujarnya saat memberi sambutan. Surakhman menyatakan, ini adalah sebuah strategi untuk memenangkan persaingan. Karena jika kita melakukan pembekalan trainee, kita dituntut bukan jadi pegawai, tapi jadi pengusaha. “Di sini kami sengaja membuka peluang bagi mereka untuk jadi pengusaha dengan cara menjadi pemegang saham,” lanjutnya. Adhimix ingin menyamaratakan kesejahteraan di semua lapisan. Jadi, setiap karyawan berhak untuk memiliki saham, seperti office boy, driver, satpam, hingga

direksi. Dengan begitu, “Kami berharap ada sense of belonging terhadap perusahaan,” ungkap Surakhman. Dari SDM awal yang jumlahnya cuma 600 orang, kini total SDM Adhimix mencapai sekitar 2.500 orang. Agar tidak terjadi konflik ada perwakilan-perwakilan . “Kami tunjuk 7 orang untuk mewakili suara-suara pemegang saham,” tuturya. Selain itu, ada kebijakan yang menarik di Adhimix. Untuk pejabat level supervisor ke atas, mereka tidak boleh menjual sahamnya.” Kami juga menentukan batas bawah dan atas (saham) yang harus dimiliki untuk level tertentu. Intinya, semakin tinggi jabatan, kesempatan dia untuk membeli saham semakin besar,” ungkap Surakhman. Adhimix merupakan perusahaan yang perkembangannya cukup pesat. Pada 2013 perusahaan menargetkan pendapatan Adhimix sekitar Rp 3,2 triliun. “Itu adalah target kami,” tutur Surakhman. Tahun lalu saja pendapatannya sebesar Rp 2 triliun. Produksi kami sekitar Rp 2,4 Triliun, sedangkan nett-nya mencapai Rp 1,9 triliun,” ujar Surakhman. (Mochamad Toha). ***

Sebagai catatan, sejak lepas dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada 2004, laporan keuangan PT Adhimix Precast Indonesia (API) terus melejit. Perusahaan bidang infrastruktur ini semakin agresif melahap berbagai jenis bisnis. Sebut saja, aspal, minyak dan gas, hingga jasa transportasi.

22

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Kisah Inspirasi

Tuhan...

Beri Aku Waktu Satu Jam Saja

L

os Felidas adalah sebuah nama jalan terkumuh di salah satu negara bagian Amerika Selatan. Ada kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang, kisah keluarga miskin. Seperti kebanyakan kota besar di dunia, kehidupan masyarakat di perkotaan terlalu berat bagi kaum miskin. Suatu ketika mereka berjalan tanpa arah dan sampailah di sebuah jalanan sepi, di tengah puing-puing toko. Ketika mereka beristirahat di bawah atap toko itu, sang suami berkata: “Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak, setiap malam kita akan tidur di sini.” Setelah mencium istri dan bayinya, ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali. Tak seorang pun yang tahu ke mana pria itu pergi. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya. Desakan hidup membuat mereka pengemis di sana. Pada suatu hari, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja dan meninggalkan anak itu. Ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak ke mana-mana, tidak ikut siapa pun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Kemudian dengan tetesan air mata, ibu itu menuju ke pabrik sepatu, bekerja sebagai pemotong kulit. Tapi siang itu sial bagi ibu dan anak yang malang itu. Ada sepasang suami istri pengemis yang moralnya rendah, menculik gadis cilik itu dengan paksa dan membawanya pergi ke pusat kota. Di sana gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami-istri dokter yang kaya, yang tidak punya anak sendiri walaupun telah menikah 18 tahun.

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

Pasangan kaya ini memberi nama anak gadis itu Serrafona. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar dengan kalangan-kalangan kelas atas dan mengendarai mobil mewah ke mana pun ia pergi. Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis yang jelita, pandai bermain piano, aktif di kegiatan sosial, dan sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian setiap pemuda. Ia menikah dengan seorang dokter bernama Geraldo. Setahun setelah pernikahan mereka, ayahnya wafat dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate mewah. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27 ada sesuatu yang mengubah kehidupan Serrafona. Ia sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya. Di laci meja kerja ayahnya ia menemukan selembar foto seorang anak bayi yang digendong oleh sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh. Bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walau pun wajahnya dilapisi bedak, tapi rambutnya tetap kusam. Ada tanda di telinga kiri bayi itu yang membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Di antara benda-benda mewah itu terdapat satu bungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan, dan bukan emas murni.

Ia ingat pesan ibunya yang almarhum agar tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, di mana bagian yang satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Foto itu seolah membuka tabir siapa ia sesungguhnya. Selama ini Serrafona menyimpan pertanyaan-pertanyaan dalam hatinya, Saat itulah sepotong ingatan yang sudah 27 tahun terpendam berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasa betapa dingin di sekelilingnya, tetapi ia juga merasa betapa hangat kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: “Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah waktu 27 tahun terlampaui?” Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka untuk mencari masa lalu Serrafona. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian di seluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafona mendapat dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti orang jompo dan badan sosial di seluruh negeri. Bulan demi bulan berlalu, tapi tak ada perkembangan apa pun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 27 tahun yang lalu di negeri

23


Kisah Inspirasi dengan populasi 90 juta penduduk bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak menyerah. Dibantu suaminya yang penuh pengertian, mereka meningkatkan pencarian. Setiap kali mengendarai mobil, mereka dengan sengaja memilih melewati daerah-daerah kumuh, berharap menemukan titik terang. Terkadang ia berpikiran buruk dan berharap agar ibunya sudah meninggal, sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa karena telah mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi entah bagaimana, ia tahu bahwa ibunya masih ada dan sedang menantinya sekarang. Pagi, siang, dan sore ia berdoa: “Tuhan, izinkan saya satu permintaan terbesar dalam hidup saya: Temukan saya dengan ibu saya”. Rupanya Tuhan mendengar dan mengabulkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Ketika melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separuh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara terputus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil di tepi jalan, sekitar 27 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi di luar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan di mana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafona diculik. Serrafona dan suaminya lantas tinggal di sebuah hotel mewah dan dari sana mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang dan sedang menunggunya, tetapi ia tetap tidak pernah tahu jawabannya. Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telefon dari salah seorang staf mereka. “Tuhan

24

Mahakasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengizinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.” Serrafona berbegas. Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, di pinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. “Lekas Serrafona, mama menunggumu, sayang”. Ia mulai berdoa “Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja”. “Tuhan beri saya waktu sebulan saja”. Mobil belok lagi ke jalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: “Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan”. Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak beberapa onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan di tengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak. Mobil mereka berhenti di antara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti oleh empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu. “Belum bergerak dari tadi.” lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan segera turun. Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. “Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu.” Serrafona memandang tembok di hadapannya, dan ingat saat di mana ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di

kakinya dan ingat ketika ia pertama kali belajar berjalan. Ia mencium bau jalanan yang busuk, yang mengingatkannya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat. “Tuhan, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, beri kami waktu sehari, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 27 tahun ini hidup saya amat bahagia. Jadi mama tidak merasa telah menyia-nyiakan hidup saya”. Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu ke dadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda. “Mama,” ia mendengar suara itu dan tahu bahwa apa yang ditunggunya setiap malam-antara sadar dan tidak, kini telah menjadi kenyataan. Ia tersenyum dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas. Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebuah anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk dan tanpa peduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan dan merebahkan kepalanya di dada mamanya. “Mama, saya tinggal di istana dan makan enak setiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau kita dapat melakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita lakukan. Mama jangan pergi dulu… Mama…” Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: “Tuhan Maha Pengasih dan Pemberi, Tuhan.. Satu Jam Saja.. Satu Jam Saja, agar saya dapat bersama dengan mama..” Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama lebih dari seperempat abad, tidak sia-sia. (sumber: www.inspirationdaily.com). Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Keindahan Pantai Perawan Pulo Pari , Kepulauan Seribu.

Judul Foto:

By: Farikhatul Izzah (Kantor Pusat) Camera Model : Canon PowerShot SX210 IS ; Diambil pada: pukul 14:57:05, 17.05. 2012 ; ISO Speed Rating: 80)

Jepret Judul Foto:

Komentar:

Secara teknis fotografi foto tersebut sudah bagus, baik dari sudut pengambilan gambar, pencahayaan , dan fokus. Tetapi secara visual foto tersebut kurang berbicara dan terkesan mati . Foto akan terasa lebih hidup jika dalam obyek tersebut ada anak-anak yang sedang bermain-main di pantai atau nelayan yang sedang bekerja.

Violet is you

By: Agung Hardianto (Readymix Pant Cibitung) Camera Model : Canon 550D ; Lensa: Canon 18-55 ; FL:- ; f:-

Judul Foto:

By: Dody Khrisna (Unit Readymix) Camera Model : Canon 550D ; Lensa: Canon 18-55 ; FL:- ; f:-

Komentar:

fnkawncnlcnqac nc kcqlkc qc kclasnclkasnflasflanskansckvnakjsacnancalnsclansclkanclkanclkanclancacacnalnclaknclanclanclkanclanclkanclkanclkanclanclancancalcnalcnalnca cacakc kasc ka cajs ca cka ckja scka cka ckas cka ckj ack askc akjc kjas ckjas ckjas ckja cka scka cka c

Komentar:

fnkawncnlcnqac nc kcqlkc qc kclasnclkasnflasflanskansckvnakjsacnancalnsclansclkanclkanclkanclancacacnalnclaknclanclanclkanclanclkanclkanclkanclanclancancalcnalcnalnca cacakc kasc ka cajs ca cka ckja scka cka ckas cka ckj ack askc akjc kjas ckjas ckjas ckja cka scka cka c

Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014

25


Opini

Mengapa Manajer Dibayar Mahal? Oleh: Agus Kurniawan, System Analist, Departemen IT PT Adhimix Precast Indonesia

Tengah malam tadi saya mengambil keputusan berbahaya: membiarkan pasukan tanpa seorang jenderal. Dan seperti sudah diduga, eksperimen itu sukses gemilang: pasukan saya luluh lantak di medan perang dalam waktu singkat. Dan pesan di laptop saya adalah, “You are totally lost. Terminate the game or replay the mission?”

D

ulu saya sering diusik oleh pertanyaan, pantaskah seorang manajer -- atau boleh diasosiasikan dengan pemimpin, jenderal perang,

26

atau lainnya -- dibayar mahal, padahal sepertinya mereka ‘tidak pernah’ bekerja? Lebih banyak haha hehe, rapat sana, meeting sini, menyuruh-nyuruh, atau bicara yang muluk-muluk. Anehnya lagi, bergaji jauh melebihi bawahannya. Tetapi saya sudah lama percaya bahwa seorang manajer memang pantas dibayar mahal. Alasannya sederhana, mereka memiliki peran penting. Rasanya, tanpa pemimpin yang piawai, tujuan hampir mustahil tercapai. Dan saya juga percaya bahwa para pemimpin sesungguhnya bekerja lebih keras dari bawahannya. Bila sang bawahan sudah bisa bercerai dari pekerjaannya sejak jam lima sore, manajer justru membawa-bawa pekerjaannya hingga ke tempat tidur. Kalau tak pintar-pintar mengatur dirinya sendiri, niscaya sang manajer akan cepat berkarib dengan migren, hipertensi, tukak lambung, atau stroke.

Lalu apa peran manajer sehingga dia pantas dibayar mahal?

Pertama – tentu saja sesuai definisinya – adalah mengorganisasi. Atau istilah gado-gadonya, “memanage”. Bayangkan anda memiliki pasukan infanteri yang Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


garang, pemanah tangguh, kavaleri haus darah, dan masih ditambah artileri yang efektif. Tapi sayangnya, anda tidak memiliki jenderal perang. Apa yang akan terjadi? Infanteri anda akan sibuk membakari rumah penduduk padahal kavaleri musuh sedang memporak-porandakan pasukan pemanah anda. Atau kavaleri anda sibuk mengejar orang-orang sipil padahal pasukan infanteri anda sedang dibombardir oleh artileri musuh. Begitulah, “You are totally lost”. Tanpa kehadiran seorang manajer, bagian-bagian dari organisasi anda akan bekerja sendiri-sendiri, dan kemungkinan besar tidak sinergis. Atau malah salah sasaran.

Kedua, peran manajer berkaitan dengan penglihatan atau visi. Bagaikan elang, manajer mampu melihat horison yang lebih luas dan menyeluruh dibanding bawahannya. Jika anda tanyakan kepada seorang tukang tembok apa yang sedang dia kerjakan, anda akan mendapat jawaban, “Oh, saya sedang menembok dinding sebelah ini, dan sore ini harus selesai.” Jika anda tanyakan kepada seorang mandor hal yang sama, dia akan menjawab, “Hm, seminggu ini saya sedang mengejar penyelesaian lantai satu gedung ini .“ Tapi jawaban seorang manajer akan berbeda, “Anda harus percaya, gedung berlantai tiga puluh ini akan segera berdiri megah tiga bulan lagi. Inilah gedung termegah yang ada di kota ini.”

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

Ketiga, membuat peta.

Istilah canggihnya “roadmap”. Organisasi bukanlah kapal Columbus yang masih menebak-nebak kemana akan berlayar. Organisasi selalu memiliki tujuan yang definitif. Manajer yang baik seharusnya sudah menggenggam peta di tangannya, lautan mana saja yang harus diseberangi agar tujuan tercapai.

Keempat, menentukan prioritas. Saya kutip ala kadarnya pernyataan Stephen Covey, “Kegagalan bukan karena seseorang tidak disiplin, tapi karena ketidakmampuan menentukan prioritas”. Bagaimana jadinya bila atap gedung belum selesai tetapi sang manajer justru memerintahkan memasangi wallpaper? Pegangi perut anda, dan silakan tertawa sepuasnya.

Kelima

, mengambil keputusan strategis. Benar bahwa tukang tembok, mandor, atau manajer pasti setiap saat melakukan pengambilan keputusan (pakai istilah keren, “decision making”). Tapi bedanya, keputusan yang diambil seorang manajer berdampak lebih besar dan berjangka panjang. Haram hukumnya seorang manajer bilang begini, “Ah, aku juga bingung nih. Enaknya gimana, ya?” Manajer model begini sebaiknya ke laut aja.

Keenam

, membuat terobosan dikala situasi mandeg (pakai istilah canggih lagi, “breakthrough”). Misalnya,

jika pemasok pasir tiba-tiba menghentikan pasokan, dan tukang tembok tidak bisa lagi meneruskan pekerjaannya karena tidak ada lagi bahan, juga si mandor sudah bingung tak tahu harus bagaimana, maka di sinilah sang manajer seyogianya terpanggil. Manajer tidak boleh bilang begini, “Ya sudahlah, kita serahkan semua pada takdir.” Dan jika manajer bersikap begitu, maka sudah pasti takdirnya adalah: kegagalan!

Ketujuh, menciptakan

lingkungan kerja yang baik. Organisasi bukanlah seperti pasukan The Dart Vader di film Star Wars yang sebagian besar terdiri dari robot. Sebaliknya, organisasi terdiri dari manusia dengan berbagai permasalahan kemanusiaannya. Bacalah novel Taiko, dan Anda akan menemukan sosok manajer yang hebat, yang tidak hanya menyediakan lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga pasokan semangat yang penuh inspiratif bagi bawahannya. Peran

kedelapan,

kesembilan, kesepuluh, dan seterusnya,

silakan anda definisikan sendiri. Jangan terlalu banyak, kasihan nanti para manajer. Jadi? Jangan iri terhadap gaji manajer. Karena sebagian gajinya sudah dialokasikan untuk membayar dokter atau menebus obat di apotik. Percayalah.

27


Ragam

28

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Ragam

P

Syukuran Ulang Tahun & Tiga Juta Kubik Readymix

T Adhimix Precast Indonesia merupakan keluarga kedua bagi setiap insan yang mengabdi di perusahaan tersebut. Itu pula alasannya, setiap bulan digelar syukuran ulang tahun bagi seluruh insan Adhimix. Di bulan November 2013, syukuran ulang tahun kian istimewa karena dirangkai dengan syukuran pencapaian 3 juta kubik oleh unit readymix. Ada rasa bangga dan kepuasan tersendiri. Bertempat di kantor pusat Adhimix di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, syukuran ulang tahun dan pencapaian tiga juta kubik readymix digelar pada Rabu, 27 Nopember 2013. Kegiatan perayaan ulang tahun Karyawan dilaksanakan akhir bulan, dimana semua karyawan yang berulang tahun di bulan tersebut akan diminta maju ke depan dan mendapat ucapan selamat dari insan Adhimix dan jajaran manajemen serta mendapat kado satu kotak kue ulang tahun. Diharapkan kegiatan ini dapat lebih mempererat tali silaturahmi dan hubungan kekeluargaan antar seluruh Insan Adhimix, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai employee engagement pada setiap diri Insan Adhimix. Perayaan ulang tahun kali ini bertambah semarak karena Direktur Operasi Adhimix, Winarno Hadi, termasuk salah satu yang lahir pada 22 November. Dalam kesempatan memberikan sambutan, Winarno mengatakan, dalam usianya yang sudah melewati 40 tahun tetap berharap masih bisa menikmati kejayaan Adhimix di masa mendatang. Termasuk menyaksikan Adhimix mampu menembus pencapaian 50 juta kubik readymix. Winarno juga berpesan kepada generasi muda di Adhimix agar tetap semangat menjalani hidup. Dia mengatakan, dalam hidup itu harus selalu bisa memelihara dan melestarikan alam semesta sekaligus membuat manusia di sekitar menjadi nyaman. “Akhir Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

kata, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran dan manajemen Adhimix. Saya sungguh berbahagia hari ini,” senyum Winarno. Di samping perayaan ulang tahun, Adhimix juga menggelar kegiatan syukuran pencapaian produksi tiga juta kubik readymix. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Unit Readymix, Dody Khrisna melaporkan secara ringkas pencapaian yang dicapai oleh unit yang dia pimpin. Pencapaian unit readymix tersebut tentu saja disambut gembira oleh seluruh insan Adhimix. Tepuk tangan bergemuruh di seisi ruangan. Sementara itu, Direktur Utama Adhimix, Surakhman dalam sambutannya tetap mengingatkan pencapaian readymix tersebut harus disikapi dengan lebih banyak berikhtiar. “Hasil atau tujuan itu adalah wewenang Allah SWT. Makanya orang Muslim selalu mengatakan Insya Allah bukan pasti. Itu sebabnya, jangan nyaman dengan pencapaian itu, tetapi harus bekerja terus-menerus. Jadi kalau tiga juta berhasil, itu adalah pertemuan antara peluang dan ikhtiar. Dengan begitu, kita akan berhasil bila terus-menerus ikhtiar,” ujar Surakhman.

tahun mendatang.” Pesan serupa juga disampaikan Direktur Keuangan Adhimix, Yunus Wahyudi. Dia mengatakan, pencapaian readymix memang harus disyukuri meski belum menggembirakan. “Memang wajib disyukuri. Tapi syukur itu berbeda dengan gembira. Adhimix belum gembira karena masih banyak hal yang harus diperbaiki ke depan,” papar Yunus. Menurut dia, berkaitan dengan pencapaian readymix, kepuasan pelanggan Adhimix harus tetap diutamakan. “Ketidakgembiraan kita adalah kalau sampai tidak mampu melayani pelanggan. Itu satu hal yang perlu diwaspadai, sehingga harus terus meningkatkan pelayanan dan kapasitas. Jadi tolong pelanggan jangan dikecewakan” Yunus mewanti-wanti. ***

Surakhman yang akrab disapa Pak Sur ini menambahkan, berikhtiar sangat penting untuk tetap menjaga performa perusahaan yang kebetulan berada di atas angin. “Kita sering lupa bila sedang banyak pencapaian. Itu sifat manusia. Karenanya, saya mengajak seluruh insan Adhimix agar tetap bekerja lebih giat lagi demi hasil yang lebih baik lagi di

29


Ragam Kunjungan PT Jakarta Monorel ke Adhimix

M

anajemen PT Jakarta Monorel mengunjungi kantor Pusat PT Adhimix Precast Indonesia di kawasan Pancoran Jakarta Selatan. Seperti diketahui PT Jakarta Monorail melanjutkan proyek pembangunan monorel Jakarta. Jakarta Monorel akan membangun dua koridor, yakni Blue Line dan Green Line. Koridor Blue Line akan mulai proses konstruksi terlebih dahulu yang

kemudian dilanjutkan koridor Green Line.

dengan

Koridor Blue Line mencakup rute dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang, sepanjang 14,2 kilometer. Koridor ini akan melewati sebanyak 12 stasiun. Sementara koridor Green Line mencakup rute Casablanca menuju - Taman Rasuna-Kuningan

Sentral-Setia Budi Utara- KaretPejompongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBDKomdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca. Koridor ini sepanjang 14,8 kilometer dan melewati sebanyak 15 stasiun. Jakarta Monorail selaku perusahaan pengembang proyek monorel Jakarta menggandeng perusahaan negara asal China atau CCCC. Kerjasama keduanya menyangkut soal untuk pendanaan proyek monorel di Jakarta senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 15-16 triliun. Proyek pembangunan akan dimulai tanggal 16 Oktober 2013 dan direncanakan selesai pada Oktober 2016. ***

ADHIMIX IKUTI CONCRETE SHOW SOUTH EAST ASIA

C

oncrete South East Asia Edisi perdana diselenggarakan pada 24-26 Oktober 2013 di Jakarta International Expo . Concrete Show South East Asia adalah acara khusus untuk industri beton internasional dan lokal. Pameran ini menampilkan berbagai produk dan teknologi, yang meliputi bahan baku, teknologi penguatan, teknik cetakan dan jasa konstruksi terkait. Dengan partisipasi peserta pameran yang mencapai sekitar 200 perusahaan diharapkan sebagai jaringan untuk bertemu dengan para calon pelanggan korporat, pembeli dan investor dari Asia dan di seluruh dunia . Concrete South East Asia bisa menjadi wadah yang tepat untuk berinteraksi dengan para pemain industri terbesar. Concrete South East Asia menyelenggarakan program-program yang telah disusun oleh penyelenggara yang meliputi Conference Program dan Technical Presentation Program. Dalam Conference Program menghadirkan pembicara-pembicara tamu/pakar yang ahli dibidangnya. Acara ini dibuka untuk umum, sehingga semua pengunjung mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, serta memperluas pengetahuan mereka dengan mengunjungi stand-stand pameran. Pada kesempatan itu, PT. Adhimix Precast Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan selama 3 hari tersebut, dengan mendirikan stand pameran dengan luas 36 meter persegi yang dirancang dengan konsep line business Adhimix dan juga menampilkan proyek yang akan disasar Adhimix ke depannya yaitu proyek monorail. Selain itu PT. Adhimix Precast Indonesia juga turut

30

Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014


Ragam berpartisipasi dalam Technical Presentation yang dijadwalkan pada Sabtu, 26 Oktober 2013. Kali ini, Adhimix membahas tentang “High Strenght Concrete menjawab tantangan beton masa depan” yang disusun Iswandi Imran, Msc dan Akhmad Syamsudin yang merupakan Guru Besar IPB. Pada saat yang sama, Kabag Pemasaran Unit Precast, Adhimix, Syamsudin juga ikut memberikan presentasi seputar teknologi dan pengembangan precast di Adhimix.

Kunjungan Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta PT Adhimix Precast Indonesia (25/10) mendapat kunjungan Industri dari PNJ (Politeknik Negeri Jakarta). Sembilan Puluh Mahasisa dan Mahasiswi PNJ dari jurusan Kontruksi Bangunan dengan ditemani empat Dosen Berpengalaman dibidangnya. Dari ke-empat dosen pendamping Mashsiswa dan Mahasiswi PNJ yang berkunjung Ke PT Adhimix Precast Indonesia , Satu diantranya adalah mantan karyawan PT Adhimix Precast Indonesia.

ini kami tahu bahwa dalam pembuatan precast itu juga dibutuhkan kesabaran dan ketelitan yang tepat untuk mendapatkan mutu yang baik.” Ucap Yuni salah satu mahasiwi PNJ Semester 5. “Pikir Kami semua perushaan beton itu tidak ramah lingkungan dan dengan begitu saja membuang limbah dari hasil industrinya. Tapi tidak untuk Perusahaan ini. Perusaan ini sangat mengerti lingkungan.

Dengan Limbah yang dihasilkan di Bidang Industri Beton Precast ini, pihak perusahaan tidak membuang limbah begitu saja, namun menjualnya untuk keperluan pengurugan tanah yang kurang dan biyanya dapat menjadi pemasukan untuk perusahaan.” Ucap Yuni. ***

Kasno Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang sedang menempuh masa perkuliahan di semester 5 (lima) ini mengatakan “Saya senang dapat berkunjung ke perusahaan ini, Karena Perusahaan ini sangat peduli dengan keselamatan karyawannya dan pengunjung. Contohnya saja ketika tadi saya membuka Hellm APD (Alat Pelindung Diri) ini tiba-tiba pengawas Plant Mengigatkan Adapun tujuan dari kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi PNJ adalah untuk mengetahui proses pembutan Precast dan penentuan Mutu precast. “Iya mas setelah kami berkunjung ke Perusahaan Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

31


Kuliner RESTO BANDAR DJAKARTA

Pilih Ikan

di Pasar Mini P

antai Karnaval Ancol merupakan tempat yang cocok dipilih untuk menikmati suasana santai di kawasan padat Jakarta. Area ini memiliki suguhan pemandangan laut, pantai, dan wahana permainan. Selain itu, wisata kuliner juga ada di tempat ini. Beraneka ragam olahan dengan ciri khas menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung yang datang ke sini.

ini untuk menikmati menu santapan yang khas dengan kenikmatan hidangan lautnya.

Bicara tentang kuliner di kawasan ini selalu ada yang menarik. Salah satunya ialah restoran hidangan laut Bandar Djakarta. Jika berkunjung ke kawasan Pantai Karnaval Ancol, tidak lengkap rasanya bila tidak mampir ke restoran

Membangun bisnis di kawasan Ancol ini awalnya tidaklah mudah. Tidak seperti membalik telapak tangan. Itu diungkapkan Sandra, Business Development Manager yang bergabung dengan Bandar Djakarta dari tahun 2006.

32

Bandar Djakarta sudah ada di kawasan Ancol sejak bulan Desember 2001 lalu. Awalnya restoran ini hanya mampu menampung pengunjung dengan kapasitas 150 kursi. Namun kini telah bertambah hingga bisa menampung pengunjung sampai 1.800 kursi.

â&#x20AC;&#x153;Ketakutan tidak laku karena berada di dalam kawasan Ancol yang harus membayar tiket masuk menjadi permasalahan,â&#x20AC;? ungkapnya. Namun, seiring dengan kebutuhan masyarakat kota yang menginginkan suasana makan enak dan dapat menyegarkan pikiran, lambat laun Bandar Djakarta berubah menjadi incaran para pengunjung Pantai Karnaval Ancol.

Pasar Ikan Mini Bandar Djakarta merupakan restoran yang menyajikan hidangan laut dengan konsep unik pasar ikan. Para pengunjung yang datang ke restoran ini akan masuk ke pasar ikan mini. Di pasar ini pengunjung dapat memilih jenis ikan laut yang akan dinikmati. Konsep pasar ikan ini ditujukan untuk menawarkan kualitas kesegaran dari jenis hidangan yang akan disantap nantinya. Disini terdapat berbagai macam hidangan laut. Ada bermacam-macam jenis ikan laut, kepiting, udang, cumi-cumi yang masih dalam kondisi segar. Semua aneka hidangan laut yang terdapat di pasar ikan ini didapat dari berbagai supplier di seluruh Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014


Indonesia. Contohnya, Kepiting Papua restoran ini langsung didatangkan dari daerah asal kepiting itu, yaitu Papua. Setelah dari pasar ikan, barulah pengunjung dapat mulai memproses hidangan yang akan dinikmati. Ikan yang telah dipilih dari pasar ikan akan diolah dan dihidangkan sesuai dengan keinginan. Untuk mengolahnya, Bandar Djakarta menawarkan beraneka ragam racikan yang dapat dipilih sesuai keinginan.

Menu Makanan Bandar Djakarta memiliki lebih dari 30 varian saos. Para pengunjung tidak perlu khawatir akan bingung, karena disini terdapat advisor staff yang akan membantu memberikan saran sekaligus pengetahuan tentang bagaimana cara mengolah makanan laut yang dipilih dengan baik dan cocok diolah dengan saus yang mana. Menu kepiting dengan saus telur asin, kepitingnya bisa berasal dari berbagai jenis kepiting, seperti kepiting papua atau kepiting soka. Kepiting ini diolah dengan campuran saus yang didominasi kuning telur asin. Dan rasa telur asin ini menciptakan kenikmatan tersendiri saat kepiting itu disantap. Ada juga pepes edan udang. Ada yang menarik dengan nama edan dalam menu makanan ini. Penamaan makanan ini berasal dari rasanya yang sangat pedas hingga dapat membuat orang yang menikmati Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

berkata ‘edan’. Ya benar, rasa masakan pepes udang ini sangatlah pedas hingga dapat membuat ‘edan’ siapa pun yang menyantapnya. Untuk ikan bakar ada ikan kue bakar dengan saos Bandar. Ikan kue ini dibakar seperti biasa, namun olesan saos Bandar inilah yang membuat ikan bakar ini terasa nikmat di lidah. Rasa manis bercampur dengan pedas menyatu ketika disantap. Menu lainnya ada kerapu steam Hongkong. Makanan ini terdiri dari ikan kerapu yang direbus (steam), dibaluri dengan cuka ala Hongkong. Rasanya manis daging kerapu yang khas dicampur dengan asam dari cuka Hongkong. Menu lainnya ada calamari (cumi goreng tepung), karedok, sambal terasi, dan sambal mangga yang selalu dapat menggugah selera nafsu makan. Pengunjung tidak perlu khawatir, karena

menu di Bandar Djakarta berasal dari laut yang terjamin segar. Restoran ini memiliki bagian khusus yang mengontrol kualitas kesegaran bahan makanan laut tersebut. Bandar Djakarta merupakan tempat yang cocok untuk menikmati santap hidangan laut dengan keluarga. Tempat ini juga memiliki paket lain untuk acara gathering atau wedding. Saat hari biasa pengunjung yang datang ke tempat ini mencapai 1000 kursi. Namun ketika akhir pekan pengunjung dapat mencapai dua kali lipatnya. Bila berkunjung ke Pantai Karnaval Ancol, mampirlah ke Bandar Djakarta. Melihat uniknya pasar ikan mini, dan hidangan laut yang selalu memuaskan selera. Ocha Witnesteka

33


Opini

Generasi dalam Dunia Kerja M. Buawa Rochman, Manajer Departement SDM â&#x20AC;&#x201C; PT Adhimix Precast Indonesia

Dunia kerja memiliki karakteristik yang berbeda-beda sejak zaman pra Perang Dunia II sampai saat ini. Setiap kurun waktu atau generasi memiliki ciri yang berbeda pula, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Generasi dalam dunia kerja setidaknya ada tiga, yakni generasi baby boomers, generasi X, dan generasi Y. Generasi baby boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai 1964. Dimulai sejak awal PD II sampai pasca PD II (1943-1960). Generasi ini menginginkan dunia yang tertib dan stabil. Setelah gagal memaksakan kekuatan tertentu (Nazi-Axis vs AS-Sekutu), maka dibuatlah PBB (kekuasaan bersama), tujuannya tetap stabilitas. Mereka punya sikap â&#x20AC;&#x153;Jangan berubah kalau tidak perlu.â&#x20AC;? Sedangkan rujukan utamanya adalah bangsa, negara (nasionalisme). Generasi ini memiliki loyalitas yang baik terhadap perusahaan, setia kepada atasan dan tidak berganti-ganti kerja. Adapun lingkungan kerja yang diharapkan adalah fokus pada hubungan, fokus pada hasil kerja, serta fokus pada hak dan keterampilan. Pekerja yang masuk dalam generasi baby boomers akan mencari dan memilih perusahaan yang menjanjikan kestabilan pekerjaan dan memiliki peluang karir yang bagus. Mayoritas pekerja pada generasi ini tidak keberatan terhadap gaya manajemen yang memberi

34

perintah dan mengendalikan. Mereka menghargai umpan balik. Tipe kepribadian pada generasi ini adalah banyak akal, individualistik, mengandalkan diri sendiri, tidak percaya kekuasaan. Generasi berikutnya adalah generasi X yang muncul di era industri, berkembangnya ekonomi liberal vs sosialisme, dan perang dingin. Mereka adalah para pekerja yang lahir antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Generasi ini muncul sejak berakhirnya generasi Baby Boomers (1960-1980) dan Baby Bust (tingkat kelahiran drop). Ciri dari generasi ini adalah anti kemapanan. Mereka meyakini bahwa perubahan adalah keharusan, bukan pengecualian. Ciri lain, mereka selau mencari budaya alternatif. Sebagai contoh, dalam bermusik mereka memilih musik rock, The Beatles, suka ganja, dan memilih guru spiritual seperti Hari Krishna dari India. Rujukan utamanya adalah kelompok, perusahaan, dan trans-nasionalisme. Generasi ini berbeda dengan genarasi sebelumnya. Loyaloitas pada perusahaan mulai menurun. Mereka sering pindah kerja, cepat minta berhenti kalau tidak puas pada karir atau budaya perusahaan. Lingkungan kerja yang diinginkan dari generasi ini adalah lokasi dan jadwal kerja fleksibel, suka bepergian dalam kerja untuk mendapatkan kehidupan kerja yang seimbang. Apa yang mereka cari dalam memilih perusahaan? Mereka menginginkan perusahaan yang mempromosikan rangsang sosial, melibatkan komunitas, dan gaul. Gaya manajemen yang dibutuhkan adalah perlu mentor dan supervisor untuk mendorong karir. Ciri khas generasi ini, adalah

mereka memiliki tipe kepribadian yang optimistis, percaya diri, memikul tanggung jawab sosial, dan saat liburan mereka akan menghindari kerja. Generasi berikutnya adalah enerasi Y, bertepatan dengan banjirnya era teknologi informasi, komunikasi, dan globalisasi. Generasi ini adalah mereka yang lahir antara 1980 sampai dengan 2000. Kemunculan generasi ini bersamaan dengan era teknologi informasi yang makin canggih tetapi makin murah, terjangkau oleh setiap orang. Adapun rujukan utama dari generasi ini adalah diri sendiri (individualistik) dan jaringan maya. Generasi ini memiliki loyalitas yang rendah terhadap perusahaan, sering ganti kerja, dan terus memburu kerja yang bisa memberi apa yang mereka inginkan. Mereka juga menginginkan lingkungan kerja yang santai dan lebih suka pekerjaan yang fleksibel, baik tempat maupun waktu. Mereka akan menghindari perusahaan yang birokratik, terlalu ketat budaya dan etikanya. Dalam hal motivasi, generasi ini akan tertantang jika hak-haknya terpenuhi, mendapatkan rewards dan promosi jabatan. Mereka tidak suka pengarahan. Sebagian besar, generasi ini memiliki sikap individualistik dan berpikir mandiri. Generasi Y dan generasi-generasi sebelumnya (Gen-X dan Baby Boomer) adalah istilah ilmu demografi yang dikaitkan dengan ciri psiko-social budaya. Variasi dari suatu generasi sangat luas, sehingga ciri-ciri yang dimaksud lebih relevan untuk yang tinggal di negara-negara industri atau di kota-kota besar, khususnya dari kalangan menengah-atas. Di daerah terpencil atau terbelakang perbedaan antar generasi cenderung tidak tampak.

Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014


Dalam perspektif sosiologis, perkembangan teknologi telah menghasilkan perkembangan yang disebut gen X, Y, dan generasi milenia, yang memiliki karakteristik berbeda dengan generasi sebelumnya. Tabel Perspektif Perbedaan

Baby Boomers

live to work

Generation X

work to live

Generation Y

live then work

KONDISI DI ADHIMIX Prosentasi generasi baby boomers di Adhimix sebesar 5 persen, generasi X 44 persen, dan generasi Y 51 persen. Sedangkan prosentase jabatan di atas suprervisior di Adhimix, untuk generasi baby boomers sebesar 3 persen, generasi X 74 persen, dan generasi Y sebesar 13 persen.

Baby Boomers

Bagaimana Mereka Membangun Tim Work? Untuk membangun tim yang kuat sebelumnya harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut. Generasi Baby Boomers biasanya memiliki 1 pekerjaan untuk selamanya. Generasi X, memiliki pendidikan yang memadai, cenderung berganti-ganti pekerjaan, dan memiliki motivasi kerja yang kuat serta mengharapkan kehidupan yang mapan. Sedangkan gnerasi Y, memahami kemajuan teknologi, suka berganti pekerjaan, memiliki fokus yang kuat dalam tim.

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

Competition Hard work Success Team work Body languange Anti rules Fight for cause

Gen X

Gen Y

Entrepreneurial spirit Independence Creativity Information Feedback Quality work-life

Positive reinforcement Positive attitude Diversity Money Technology

Kita tidak harus setuju, namun, kita harus memahami perbedaan mind-set dan bagaimana masing-masing generasi melihat dunia berdasar pengalamannya. Perbedaan dan persamaan merupakan keuntungan tersendiri dalam bisnis Adhimix. Keuntungan dari tim multi generasi adalah lebih fleksibel, mampu melihat melalui perspektif pelanggan yang juga multi generasi. Memiliki karyawan yang bertalenta, lebih

inovatif untuk semua usia. Dengan demikian keputusan akan lebih kuat. Adhimix bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda. Dunia berubah dan akan selalu berubah, makin lama makin cepat. Management harus mengantisipasi dua perubahan: perubahan tipe kepribadian antar generasi dan perubahan paradigma makro. *** Anakkmu By Kahlil Gibran Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. ……………….. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. ………………. ………. Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, ……………………

35


Profil Trismarianto

JANGAN CORET SAYA DARI KELUARGA ADHIMIX Barangkali, menemukan sosok seperti Trismarianto sudah sulit belakangan ini. Kakek berumur 65 tahun ini memiliki kisah unik yang sangat layak ditiru generasi muda. Trismarianto pun dipertemukan dengan suasana kerja yang pas dengan nuraninya. Dia bangga karena akhirnya bisa pensiun dengan nyaman.

H

ubungan manajemen dan staf yang tidak kaku dan monoton menjadi salah satu alasan Trismarianto bertahan di Adhimix. Tidak ada istilah atasan dan bawahan. Semua sama. Konsep dan visi pimpinan perusahaan bisa diserap hingga ke jajaran bawah. Sesuatu yang sangat jarang ditemui di perusahaan lain. Setiap bulannya, selalu diadakan syukuran ulang tahun bagi seluruh insan Adhimix. Kebersamaan dalam perayaan itu sungguh terasa. “Menu makanan semua karyawan saja sama. Tidak dibeda-bedakan,” ujar Trismarianto kepada CONCRETE, Kamis, 19 Desember 2013. Di saat Lebaran, parsel yang dikirimkan para relasi perusahaan kepada masing-masing insan Adhimix juga dilarang dibawa pulang. Semuanya dikumpulkan terlebih dulu, lalu diundi bersama.

36

Lagi-lagi, direksi dan seluruh staf punya hak sama. “Itu parcel selain yang diberikan Adhimix sendiri. Jadi kita dua kali dapat.” Sedangkan pasa saat bulan Puasa, pengajian merupakan agenda rutin yang digelar setiap hari. Bahkan, Adhimix juga memberangkatkan karyawannya ke Tanah Suci. “Itu artinya Adhimix ini tidak hanya memikirkan duniawi belaka,” ujar pria jebolan ITS, Surabaya ini.

kewenangan yang dia emban setelah lulus kuliah p u n sangat

Itulah sepenggal kisah di balik betahnya Trismarianto di Adhimix. Berbanding jauh ketika ia masih menyandang status PNS di Departemen Pekerjaan Umum (PU). Ya, sebelum bergabung ke Adhimix, Trismarianto sejak masih mahasiswa sudah digaet PU untuk bekerja. Jabatan dan

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


menggiurkan. Kalau dia mau, bukan tidak mungkin Trismarianto sudah punya banyak harta. Namun, nuraninya berkata lain. Ia menolak untuk berbuat curang di tempat ia bekerja. “Saya akhirnya minta pensiun dini di usia 50 tahun. Padahal biasanya orang malah nyogok agar masa kerjanya diperpanjang. Waktu itu, saya dikasih waktu enam bulan untuk berpikir ulang. Tetapi keputusan saya sudah bulat. Tetap pensiun dini.” Trismarianto menambahkan, saat itu permainan curang di PU sudah seperti tradisi. Malah aneh kalau tidak bermain curang. Namun, ia tetap pada pendirian. Pernah sekali waktu, banyak parsel dari perusahaan kontraktor yang dikirimkan ke rumah dinasnya. Sebenarnya, dirinya tidak suka dengan kiriman parsel itu. Meski begitu, dia tetap saja menerimanya dengan pertimbangan kasihan dengan pengusaha parsel. “Tetapi parsel itu saya kumpulkan dan dibagi ke anak yatim di Masjid. Kadang-kadang saya kasihan juga dengan anak dan istri. Agar mereka tidak kecewa, saya Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014

mengirimkan parsel atas nama perusahaan lain. Pengirimnya dipalsukan. Istri dan anak senang, tetapi akhirnya saya kasih tahu juga setelah pensiun,” urai dia terkekeh menceritakan pengalamannya. Keputusan pensiun dini yang diambil Trismarianto ternyata berbuah manis. Pada 2005, ia pun bergabung dengan Adhimix, dengan bagian pekerjaan yang sama. Padahal, latar belakang pendidikannya adalah teknik sipil, bahkan menyandang gelar master dari Belanda semasa di aktif di PU. “Di sini saya kembali ditugaskan di IT.” Dia makin bersyukur karena nyamannya lingkungan kerja di Adhimix. Dia tidak lagi pernah merasakan kerja lembur sehingga alur kehidupannya teratur kembali. Kalaupun lembur, itu tidak lebih dari pukul delapan malam. Berbeda dengan tempatnya dulu bekerja, yang tidak mengenal waktu siang atau malam.

Desember 2013, ini pun akan menekuni kegiatan baru. “Saya sudah mendapatkan ilmu bermain saham dari Adhimix. Jadi, saya akan menekuni kegiatan itu setelah pensiun. Hitung-hitung, untuk mengisi waktu tua saja,” ucar kakek dua cucu ini. Namun, meski akan meninggalkan Adhimix, Trismarianto tetap berharap agar dirinya selalu dilibatkan dalam perkembangan perusahaan. Paling tidak, ia berharap, dirinya dikabari kalau ada insan yang berulang tahun atau kegiatan lain yang digelar perusahaan. Kabar seperti itu dirasakan Trismarianto sangat penting baginya. “Harapannya, saya jangan dicoret dari keluarga Adhimix. Ini adalah keluarga kedua saya,” pungkas Trismarianto. ***

Trismarianto yang secara resmi akan mengakhiri masa tugasnya di Adhimix per

37


Even

PELEPASAN HAJI Pada Kamis, 12 September 2013 bertempat di kantor pusat PT Adhimix Precast Indonesia, seluruh karyawan berkumpul di lantai 3 Gedung Graha Anugerah untuk melepas karyawan yang hendak menunaikan ibadah haji. Tahun ini perusahaan memberangkatkan 3 orang untuk pergi ke tanah suci. Program ini merupakan program tahunan perusahaan. Direktur Utama PT Adhimix Precast Indonesia, Yunus Wahyudi dalam sambutannya mendoakan agar mereka yang berangkat ke tanah seci mendapatkan haji mabrur. Yunus juga berpesan, kegiatan baik ini bisa terus berlangsung sepanjang masa, agar kinerja perusahaan berjalan penuh berkah. Adapun yang berangkat haji pada tahun 2013 adalah H. Sucahyo, H. Sulistyo, dan H. Tata Hidayat.

38

Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014


Even

Pemotongan Hewan Qurban

P

ada Selasa, 15 Oktober 2013 Plant Tanah Abang melaksanakan pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan disaksikan oleh Dwi Kurniawan dari kantor pusat adhimix Precast Indonesia dan Juli, Wakil Kepala Manajer Plant Tanah Abang. Tahun ini Adhimix Precast Indonesia memotong sapi 3 ekor dengan berat rata-rata 450 kg, dan kambing 3 ekor dari panitia, 2 ekor dari plant Tanah Abang, total kambing ada 5 ekor. Ketua Paitia qurban Dwi Febrian dari kantor pusat Adimix. Daging qurban dibagikan kepada warga kurang mampu yang ada di sekitar lokasi Plat Tanah Abang. Ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan rutin oleh Adhimix Precast Indonesia.

Concrete ď Ž Tahun X ď Ž Nomor 2, Januari - Februari 2014

39


Burj Khalifa: Dubai, Uni Emirat Arab

40

Concrete  Tahun X  Nomor 2, Januari - Februari 2014


Concrete Edisi 2