Page 8

14

Edisi 2 Maret 2012

BOLANGITANG TIMUR-BOLANGITANG BARAT

BOLMUT POST

Laut Bohabak Sasaran Pengeboman Diduga Pelaku dari Atinggola

Kawasan Ini sering dimasuki nelayan luar dan menggunakan TNT BOLMUT POST. Kawanan nelayan Bohabak, Bolaangitang Timur akhir Februari dikejutkan hadirnya nelayan yang hobi menghambur-hamburkan TNT (baca : Tri Nitro Toluena). TNT atau yang akrab disebut bom itu diduga sengaja diledakkan oleh oknum nelayan yang berasal dari luar Bolaang Mongondow Utara. Tindakan mereka bagaikan porompak yang tidak menjaga keamanan dan potensi-potensi yang berada

di bawah laut Bohabak. Beberapa nelayan di pantai Bohabak menyebutkan mereka itu berasal dari daerah tetangga, Gentuma. Kabarnya, mereka sengaja mencari ikan di laut, kawasan Bohabak yang dikenal memiliki potensi ikan yang lumayan kaya. Hanya saja, nelayan tersebut memiliki kelebihan ketimbang nelayan lokal. Mereka memiliki sejenis bom yang dapat meledak. “Mar tu bom nyanda meledak,” ungkap Om Kale warga

BPK RI Bidik SPPD SKPD BOLMUT POST—Usai  aset menyusul SPPD !  begitu  suarasuara  bendahara  SKPD  yang  menyiapkan   berkas-berkas  yang akan diperbaiki. Kesibukan para  bendahara  pengeluaran dan barang SKPD  sejak awal 2012   cukup  meningkat.  Awalnya,  bendahara  barang  yang  ‘dikurung’  Dinas PPKAD  di ruang  DPRD  Bolmong  Utara  berjibaku  dengan  tumpukan  dokumen pengadaan  barang.   Bahkan Sekkab Drs  Hi Reky Posumah begitu antusias menjaga  para  bendahara  itu mengisi  data  aset  ke Simbda  barang. Kendati ruang sidang DPRD  Bolmong Utara  mendatangkan  kegerahan, maklum tak ada  AC. Para bendahara  tetap  bersemangat. Pendataan  aset  sejak  2007 -2011 memang  digalakkan  Pemkab Bolmong Utara  dengan  dibimbing BPKP  Manado.

Kehadiran BPK   RI   dipenghujung  Maret  memicu para  bendahara  untuk memperbaiki  segala  kekurangan-kekurangan  administrasi.  Alhasil, aset dapat  dikatakan  sukses  dan siap  menunjang Bolmong  Utara  mendapatkan gelar Wajar  Tanpa  Pengecualian (WTP).

Bohabak II. Tiba-tiba saja, setelah bom dibuang ke laut. Air menjadi bergelombang besar. Lalu diam. Ikan-ikan yang kena racun bom pun mengapung di air. Kawanan nelayan dari luar itu dengan cepat mengambil alatnya dan memunguti ikan yang sudah ada di depan mata. Buntutnya ? Perilaku tak terpuji itu menyebabkan pasokan ikan di kawasan itu dengan cepat mengalami penurunan dasyhat. Masyarakat mengimbau, semua stakeholder yang terkait hendaknya mewaspadai gejala menangkap ikan dengan menggunakan alat peledak. Instansi seperti Polair Polda Sulut harus lebih banyak patroli. Termasik Dinas Kelautan dan Perikanan Bolmong Utara. “Kalau dibiarkan terus. Bisa-bisa ikan-ikan di Bolmong Utara habis oleh ulah nelayan luar yang berperilaku tak terpuji,”ketus Daeng Baco, nelayan Bohabak. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs Ramlan Pontoh yang dikonfirmasi tentang aksi penangkapan mengatakan kalau informasi itu sudah mereka terima. Langkah antisipasi yang ditempuh Pemkab Bolmut diantaranya ; menyiapkan 1 kapal pemburu Barakuda. Bahkan untuk menambah armada, Pemkab juga akan mengadakan speed boat yang pengadaannya akan dilakukan ditahun 2012. Semuanya itu dilakukan untuk mengurangi tingkat ilegal fishing yang terjadi di laut Bolmong Utara. (rhp)

Sementara itu, ‘dikunjungannya’ BPK RI    masih sempat mengutak-atik  SPPD  SKPD  yang  diduga  banyak bermasalah. Informasi  yang   didapat ke-amburadul-an SPPD  itu  nyaris  terjadi di semua  SKPD termasuk di sekretariat Pemkab Bolmong  Utara  dan Sekretariat  DPRD Bolmong  Utara.   Dikabarkan,  wajah imut-imut petugas  BPK RI sempat berkerut  tatkala melihat SPPD  dari SKPD.  Bervariasi  pelanggaran  SPPD ; Ada yang SPPD-nya tapi  laporan perjalanan  dinasnya  tidak ada. Ada pula, SPPD-nya  untuk  kegiatan tim  A, namun  yang   berangkat  tim B.  Informasi  yang  dirangkum dari Inspektorat Bolmong  Utara  bahwa mereka sudah mewarning  semua  SKPD  untuk memperbaiki  sebab  pemeriksaan mendatang  BPK RI adalah difokuskan ke SPPD.(rhp) 

BOLMUT POST

KAIDIPANG-PINOGALUMAN

Edisi 2 Maret 2012

15

Diduga Diback Oknum PetugasTambang Dengi Kembali Beraktifitas

“Karena Dinas pertambangan dan energi sudah berjanji akan menindak lanjuti masalalah ini dan sampai sekarang saya belum tahu apa Distamben sudah menindak lanjuti,” BOLMUT POST. Kendati sudah mendapatkan larangan beberapa  waktu  lalu untuk  tidak melakukan penambangan.  Toh larangan  ini tetap  dilanggar. Mau  bukti ? lihat  saja aksi  penambangan  liar yang  terjadi di  desa  Dengi  kecamatan  Pinogaluman. Menurut Ketua Pemuda Desa Dengi Ismal Guputing yang  ditemui pada  hari Rabu (14/3) aktifitas peti sudah mulai dilakukan oleh penambang liar. Dijelaskannya,  bahwa  instansi  terkait  seperti Dinas Pertambangan, Badan Lingkungan Hidup, Pos Koramil dan Polsek Pinogaluman  telah memberi larangan

agar tidak melakukan penambangan lagi. Tapi, larangan itu  hanya  bertahan  4  hari.  Berikutnya, para penambang bak dikomando  saja mulai  menambanng mencari emas.  Ironisnya, Sangadi  Dengi Zulmas Guhung mengatakan ia belum mendengar informasi kegiatan  Peti.  Zulmas menyebut kalau  itu bukan lagi semata-mata urusannya sebagai Sangadi. “Karena Dinas pertambangan dan energi sudah berjanji akan menindak lanjuti masalalah ini dan sampai sekarang saya belum tahu apa Distamben sudah menindak lanjuti,”terang Zulmas. Kepada  Distamben  Ir  Hi Sudirmn Nani  yang  dikonfiirmasi  melalui sekretaris Distamben Julis Susanto S.Sos mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya lagi aktifitas pertambangan. “Pihak  Distamben  sudah menyurat  untuk menghentikan aktivitas  Peti,”kata Julis.(rhp)

Tanjung Sidupa  Butuh Air  Bersih BOLMUT POST.  Desa  Tanjung Sidupa benar-benar  merana. Betapa  tidak  di usia kemerdekaan  Negara  Kesatuan republic Indonesia sudah mencapai 67 Tahun. Tapi  nikmat  kemerdekaan  berupa  air  bersih  belum dapat  dinikmati  dengan  baik.  Warga  Tanjung Sidupa  kecamatan  Pinogaluman sampai  hari ini  masih mengalami  kesulitan  mendapatkan  air  bersih  buat air  minum. Air  sumur   yang  dimiliki  warga  tidak  dapat  dikonsumsi  sebagai air  minum. Maklum kadar  garam  lumayan tinggi. Saban warga  melakukan penggalian  guna mendapatkan  air  bersih untuk  air  minum selalu mendapati   air  yang  rasanya  asin dan payau. Sehingga  air  itu hanya  digunakan  untuk   mandi dan mencuci  saja. Wajar memang   fenomena  itu.  Sebab,  Desa  Tanjung Sidupa  merupakan desa yang terletak di pinggir  pantai.  Menurut  warga  desa  Paulus  Hanok, sampai  saat  ini warga  masih  kesulitan mendapatkan air   yang  layak  digunakan  sebagai air  bersih. Kalau pun ada  terpaksa  menggunakan  air  yang  rasanya  asin. Tentunya, ini memicu  peningkatan penyakit  yang berhubungan  dengan  tekanan  darah. Bersyukur, transfortasi  darat  berupa motor, mobil dan laut berupa ; kapal nelayan  sudah lancer. Termasuk komunikasi lewat  Hand Phone  lumayan lancar. Sehingga  warga Tanjung Sidupa  yang  dikenal  rata-rata 

Pemkab Bolmong Utara  Diminta  membangun sumber  Air  Bersih di Tanjung Sidupa) berprofesi sebagai nelayan  itu sudah memesan air kemasan  di desa  tetangga Tuntung  dan sekitarnya. “Kami  sekarang  sudah  bisa  memesan  air  gelon  dan kemasan,”tutur Paulus. Pun  begitu, tidak  semua  warga  dapat  memesan air  gelon dan kemasan  tergantung keadaan  ekonomi mereka. Paulus  berandai, semoga  ditahun 2012, Pemerintah  Kabupaten  Bolaang  Mongondow  Utara 

dapat mengalokasikan    proyek  pengadaan  air  bersih  di desa Tanjungn Sidupa. “Kami   sangat  berharap, Pemkab Bolmong  Utara dapat  memperhatikan  kebutuhan  air  bersih  khususnya   untuk air  minum. Sungguh, kami  sangat membutuhkannya,”tambah Paulus  yang  juga  dikenal Pengelola Perpustakaan Desa  Tanjung  Sidupa. (**)

bolmutpost edisi maret  

media lokal berwawasan global

Advertisement