Page 7

12

Edisi 2 Maret 2012

PENDIDIKAN

SSN Bolmut Disorot Kepsek-Guru Harus S-2 BOLMUT POST. Pemerintah Bolaang  Mongondow  Utara perlu berbangga  dengan  meningkatnya  status beberapa  SMP   menjadi  sekolah standar  nasional  atau  yang akrab SSN. Tentunya, meningkatnya  status  SMP  itu  karena  Kementerian Pendidikan Nasional  melalui Badan Standar  Pendidikan menilai sekolah-sekolah  tersebut  layak dinaikkan  menjadi SSN.  Selain status meningkat, para  sekolah  ini pun mendapat bantuan ratusan  juta  dalam rangka  peningkatan kualitas  pendidika  di sekolah.  Kabarnya, dana  ratusan  juta  itu  diperuntukkan  agar  sekolahsekolah  ini  dapat melakukan pelatihan buat guru-gurunya. Disisi lain, yang perlu ditelusuri adalah  persyaratan sebuah sekolah 

yang berstatus SSN. Salah satunya adalah Kepala  Sekolah dan GuruGurunya  sudah  harus  memiiki  strata  pendidikan Pasca  Sarjana. Tapi kenyataannya di  Bolaang  Mongondow  Utara yang  namanya 

Mutasi Guru Diskriminatif ! Pemindahan Berdasar Like and Dislike BOLMUT POST. Bukannya mendapatkan pujian atas gebrakan memutasi puluhan guru. Bupati Bolaang Mongondow Utara Drs Hi Hamdan Datunsolang MM dan jajarannya mendapatkan tudingan miring. Kabarnya, mutasi guru menjelang Pilkada Bupati itu ditengara syarat kepentingan politik. Guru pun dipindahkan bukan karena mengedepankan profesional dan proporsional. Melainkan, guru dimutasi sebab ‘like and dislike’. Informasi yang dirangkum oleh Bolmut Post di beberapa titik. Ada guru-guru yang dipindahkan didasarkan laporan Kepala Sekolah. Kebijakan sang Kepsek yang mengelolah sekolah mirip milik pribadi kerap ditentang sang guru Bantu. Merasa kebijakannya mendapatkan batu sandungan. Maka sang Kepsek pun diduga membuatlaporan ke Dinas Pendidikan dan Olahraga. Cerita humor lebih ramai lagi. Mengingat ajang Pilkada 2013 kian mendekat. Maka, jajaran PNS khususnya guru yang jumlahnya paling banyak itu mulai diamputasi. Jika

ada oknum Umar Bakti yang dinilai banyak mbalelo maka ia akan dimutasi ke tempat yang jaraknya lumayan jauh. Dugaan bahwa mutasi guru itu karena unsur like or dislike sangat masuk akal. Sebab, beberapa sekolah seperti SMPN 1 Bolangitang Timur. Guru Agama berjumlah 6 orang. Ini berbanding terbalik dengan jumlah kelas hanya 10 kelas. Ironis, Bupati melalui BKD tak memindahkan 3 atau 4 guru Agama ke SekolahSekolah yang kekurangan guru. Informasi yang dihimpun, 6 guru tersebut merupakan keluarga dekat petinggi Pemkab Bolmut. Sehingga mereka aman dari mutasi. “Kalau memang mengedepankan unsur professional dan proporsional tentunya, 3 atau 4 guru agama di SMPN 1 Bolangitang Timur harus dimutasi. Tapi, ternyata Bupati melalui BPDD dan Diknas hanya pilih-pilih orang,”sorot Agus Heydemans, Ketua umum PPMIBU. (b0ynikiota)

guru ber-S2  masih dapat  dihitungn  dengan jari. Apalagi Kepala  Sekolah. Tidak ada sama  sekali.

BOLMUT POST

Berbeda dengan  PNS  yang  structural, dengan bantuan beasiswa Pemkab, banyak  PNS  yang  dapat mengambil program S2  dengan kuliah 2 kali  sepekan. Karena  itu, adanya  perbedaan  yang  mencolok. Sudah saatnya  Pemkab Bolmong  Utara  mengalokasikan anggaran  yang  lebih besar  buat  kalangan Dinas  Pendidikan  buat menyekolahkan  guru-guru  yang S1  ke  strata  Pasca  Sarjana. Ini  bisa  dilakukan  dengan mengalokasikan anggaran ke  tiap  sekolah yang  statusnya  sudah SSN. “Ini   cambuk pemerintah  Bolmut, Pemerintah pusat  sudah memberi SSN, tapi kita  tak menjemput  bola  dengan  menyekolahkan  guru-guru ke S2,”ungkap Anto. Mekanisme  sederhana  dapat dilakukan Pemkab  Bolmong  Utara. Setiap  tahun  dapat mengalokasikan sekitar 30 orang.  Ini dibagi adil buat sekolah SMP , SD yang sudah SSN. Dengan begitu, kualitas  pendidikan   Bolmong  Utara bisa terjamin dan    bersaing.(rhp) 

Mantapkan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Politeknik BOLMUT POST. Pelan tapi pasti  Bolaang  Mongondow  Utara  mulai membidik dunia pendidikan  tinggi.  Mau  bukti ? Dalam  waktu  dekat  Pemerintah  Kabupaten Bolaang  Mongondow  Utara  akan meletakkan batu pertama pembangunan Kampus  Politeknik. Menurut keterangan  Ketua Bappeda  Drs  Asrifan  Nani MSi rencana  itu kian  dimatangkan  lewat koordinasi  panitia  di kantor Camat  Bintauna. Rapat koordinasi  itu dipimpin dihadiri  langsungn  Bupati  Drs  Hamdan Datunsolang MM, Wabup  Drs  Hi Depri Pontoh  serta  dihadiri  para pimpinan  SKPD. Data  yang  dirangkum, peletakan  batu pembangunan  Kampus Intelektual  itu  akan dibangun  di Desa  Pimpi  di areal seluas  10 Hektar. Ketua  DPRD Karel  Bangko  yang memberikan apresiasi tentang    rencana itu mengatakan, rencana

yang sangat mulia dan sudah seharusnya mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. “Ini merupakan aspirasi murni yang lahir dari masyarakat Bolmut, sebab bagaimanapun juga sumber daya alam melimpah yang dimiliki oleh bolmut, jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang handal tentunya semuanya tidak dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat bolmut itu sendiri,” jelas Bangko. Karenanya, lanjut Karel, mengharap agar pemkab terus melakukan berbagai macam inovasi sehingga rencana pembangunan Politeknik ini bisa diwujudkan. ”Kami dari Dekab bolmut tentunya sangat mendukung rencana pembangunan Politeknik ini, kami mengimbau Pemkab serius dalam mewujudkan aspirasi masyarakat ini,”tutup bangko. (rhp)

BOLMUT POST

SANGKUB-BINTAUNA

Edisi 2 Maret 2012

13

Astaga ‘Wajah Hamdan Dirusaki’ Terjadi  di Bunong Beberapa  tokoh pemuda menyayangkan pengrusakan  baliho  tersebut.  Menurut Sabir warga Sangkub, mestinya  baliho itu  tidak  dirusaki sebab memiliki pesan-pesan  pemerintah. BOLMUT POST.   Sungguh   tega  dan keterlaluan. Wajah  Bupati  Hamdan Datunsolang yang  terpajang di  Baliho  Desa  Bunong dirusaki oleh oknum yang tak  bertanggung jawab. Perilaku  yang  tak  terpuji  itu menggemparkan  warga  Bunong pada  hari  Selasa (13/3)  pagi. Bahkan  baliho  yang  dekat  jalan Trans  Sulawesi  itu  menjadi  tontonan  pengendara dan pengemudi. Betapa  wajah  Bupati  seakan-akan  disabet benda  tajam.  Akibatnya,  baliho  itu  menjadi   berlubang. Beberapa  warga  menyayangkan  pengrusakan  baliho  yang dipasang  oleh Kantor  Perpustakaan  dan Arsip Daerah.

baliho milik Pemkab Bolmong Utara  dan terjadi di  Bunong   diduga  terkait  situasi politik  jelanng Pemilukada, 2013  mendatang.  Dugaan ini mengemuka, lantaran, figure  Bupati  Hamdan  diprediksi  masih  akan maju  sebagai  calon Bupati. Karena  itu, oknum-oknum  yang menganggapnya  sebagai  saingan mulai melakukan langkahlangkah  politik  menjurus anarkis. Tujuannya?  Menurunkan  tingkat popularitas  Hamdan. Sementara  itu,  beberapa  tokoh pemuda menyayangkan pengrusakan   baliho  tersebut.  Menurut Sabir warga Sangkub, mestinya  baliho itu  tidak  dirusaki sebab memiliki pesanpesan  pemerintah. Dikatakannya,  masyarakat   harus  mewaspadai  cukup  besar  menyebabkan  lubang  perilaku  dari oknum  yang  tak  Kendati sudah  terpasang  sejak  baliho  cukup  lebar. Ditambah  2011  silam dan aman-aman saja. terpuji  itu. “Oknum  begini  harus dengan hempasan  angin yang Tapi  di pertengahan  Maret  itu, diwaspadai  yang menghalalkan kuat menjadikan  baliho  menjadi  kejadian  yang disayangkan  itu  segala  cara.  Aparat penegak  rubuh.  terjadi.  “Kiapa  kasiang baliho  hukum harus  bertindak  Informasi yang  diperoleh  dorang  ada  bage stouw  deng  cepat,”tukas  Sabir mengimbau. peda,”tutur Itong, warga  setempat. wartawan  di lapangan  (rhp) Karena  sabetan  benda tajam  yang  menyebutkan, aksi  pengrusakan 

Ujicoba Irigasi Pangkusa

Petani Sangkub-Bintauna Senang

BOLMUT POST. Uji coba terhadap Irigasi Pangkusa sejak awal Maret silam berlangsung lancar. Kendati masih ada titik yang diduga bocor. Tapi kegiatan

uji coba beberapa kali tetap menjadi tontonan menarik bagi petani di wilayah Sangkub dan Bintauna. Informasi yang diperoleh, uji coba yang digelar

pihak PT Brantas dilakukan sebagai tanda bahwa kegiatan tinggal sedikit. Karenanya, sebelum kelar, mereka mengetes beberapa jaringan mulai jaringan primer hingga tersier. Menurut warga, aliran air yang melaju dengan cepat di kawasan pertanian Desa Tombolango, Sangkub III lumayan deras. Bahkan ketinggian air hampir mencapai batas tinggi saluran. Saking gembiranya, beberapa petani, melompat ke saluran. Bak anak-anak yang berjumpa dengan mainannya, gembira. Kalau air sudah lancar, menurut Sangadi Sangkub II Rabul T Paputungan, petani

dapat mengelolah sawah 2-3 kali setahun. “Ini merupakan karunia besar bagi kami petani. Semoga pengerjaan Irigasi cepat tuntas dengan baik. Dan kami petani sudah dapat menikmati pengaturan air ke sawah-sawah,”terang Rabul. Diyakini oleh banyak petani, kelak, kalau irigasi Pangkusa telah beroperasi secara teratur ini akan mendongkrak visi kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kabupaten Padi. “Semoga ini menjadi motivasi bagi kami untuk mengelolah lahan sebaikbaiknya karena air setiap saat akan mengaliri lahan petani,”tambah Papa Cimon. (**)

bolmutpost edisi maret  

media lokal berwawasan global

Advertisement