Page 1

SURVIVE DI ERA DISRUPSI 4.0

Sorotan Utama Sorot Balik Revolusi Industri

Artikel Utama Kesiapan SDM Indonesia

Artikel Pendukung Korelasi Revolusi Industri 4.0 Dengan Kapitalisme

Artikel Pendukung Jadikan Revolusi Industri 4.0 Solusi


Dari Redaksi Assalamu'alaikum Wr.Wb Salam Pers Mahasiswa! Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mana atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya Majalah ini hadir dihadapan para pembaca sekalian. Majalah balans edisi Juli kembali menemani pembaca dengan informasi yang semoga bermanfaat. Kali ini Majalah balans menyajikan isu yang sedang berkembang dan akan berdampak krusial pada kehidupan manusiadengan tujuan esiensi serta efektitas, berbagai kegiatan manusia sudah mulai tergantikan dengan otomatisasi dan kecerdasan buatan (Articial Intelligent) yang didukung teknologi informasi seperti Internet

dan Database yang modern. Redaksi Balans menjadikan hal tersebut sebagai landasan dalam membuat karya yang penuh kecacatan ini.Revolusi Industri 4.0 dalam perspektif ekonomi menjadi topik yang kami angkat. Dalam majalah ini redaksi LPM Balans FEB UMS menyajikan lima liputan utama terkait Revolusi Industri 4.0 yang di kemas dengan tulisan softnews. Dalam lima liputan, isu yang kami angkat dibagi menjadi lima sudut pandang yaitu Perkembangan Revolusi Industri, Kesiapan SDM Indonesia, Korelasi Revolusi Industri 4.0 dengan Kapitalisme, Jadikan Revolusi Industri 4.0 Solusi, dan Persiapan UMKM Menghadapi Persaingan Pasar Global.

Dalam liputan ini kami memenui beberapa stakeholder yang menyangkut isu yang kami anggkat yakni instansi pemerintah dan akademisi. Selain isu-isu di atas, beberapa Kontributor juga meramaikan pembahasan dalam Majalah edisi Juli dan masih banyak rubrikrubrik laninya yang sangat menarik yang dapat pembaca temukan dalam Majalah balans. Meski telah berupaya sekuat tenaga dalam pembuatan majalah ini kami menyadari masih banyak sekali kekurangan didalamnya. Oleh sebab itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan guna perbaikan Majalah selanjutnya. Wassalamualaikum Wr.Wb

Redaksi Majalah Balans Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa Balans Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta SUSUNAN REDAKSI Pemimpin Redaksi : Efendi Sudarsono Dewan Redaksi: Adelia Rahmawa & Hanafiah Khoirunisa Redaktur Pelaksana: Elya Nurhanifa Reporter : Elya Nurhanifa, Si Marfu'ah, Arisa Riana Putri, Adelia Rahmawa , Meida Wulan H, Fotografer: Mi ah Maulana Editor: Estry Annasya W, Si Fa ma Ilustrator:Ariska Adelya Utami, Andhika Nur Mustofa, Sucia Majid Layouter: Prayogi Surya Maredh Ghozali & Ainul Faqih Sirkulasi dan Distribusi : Divisi Usaha. SUSUNAN PENGURUS Pemimpin Umum Adelia Rahmawa SekretarisUmum Hanafiah Khoirunisa Bendahara Umum Si Marfu'ah Pemimpin Personalia Meida Wulan H Sekretaris Personalia Arisa Riana Putri Anggota Cendana K, Ainul Faqih, Ariska Adelya U, Pemimpin Redaksi Efendi Sudarsono Sekretaris Redaksi Elya NurhanifaAnggota Andhika Nur M, Yuntar Ayu W,Si Fa ma Pemimpin Litbang Prayogi Surya M. G Sekretaris Litbang Dewi Okta K Anggota Ria Melba, Ilham Permana K, Sucia Majid, Res Abdi Pemimpin Usaha Fanny Sekretaris Usaha Redian Anjar AnggotaMi ah Maulana, Nurul Pra wi, Fatma Juni Nurhaya , Dinda Daniar Wahyuningrum


Daftar Isi

Sorotan Utama 3

Sorot Balik Revolusi Industri

Artikel Utama

9

Korelasi Revolusi Industri 4.0 Dengan Kapitalisme

18

Puisi - Cinta Sepanjang Hayat - Padam

Resensi

Kesiapan SDM Indonesia

Artikel Pendukung

50

Nafsu dan Kebijaksanaan Dalam Baratayudha

15

Artikel Pendukung Jadikan Revolusi Industri 4.0 Solusi

Artikel Lepas Persiapan UMKM Menghadapi Persaingan Global

21

Reportase 25

Implementasi Revolusi Industri 4.0 Dengan Sistem Ekonomi Indonesia

Opini Dosen Menakar Masa Depan Akuntansi di Era Revolusi Industri 4.0

37

Mimbar Mahasiswa Optimis Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Sosok Menerobos Rintangan Kehidupan

45

31

43

Riset Mereduksinya Kemampuan dan Motivasi Wirausaha Mahasiswa

foto:

Cerpen 48 Sudah Ada dan Jagalah

52

le.com

goog


Sorotan Utama

Sorot Balik Revolusi Industri Reporter: Efendi Sudarsono

“Satu – satunya hal yang konstan di dunia ini adalah perubahan” Heracilitus, filsuf Yunani

foto:

le.com

goog


Pada saat ini kita hidup di era Revolusi Industri 4.0 di mana kehidupan manusia di warnai dengan perpaduan teknologi yang mengaburkan batas antara bidang ď€ sik, digital dan biologis atau secara kolektif sebagai system siber-ď€ sik (Cyber-physical system/CPS), perlahan perubahan Revolusi Industri yang tanpa kita sadari sedang berlangsung dan semakin nyata. Dikutip dari Wikipedia.org Revolusi industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 dimana terjadi perubahan secara besar besarnya di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transpotasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia, pada dasarnya Revolusi industri ialah perubahaan yang dimana akan mempengaruhi manusia pada produksi barang secara radikal dan besar. Perubahan akan menjadikan hal yang baru dan menggantikan yang lama entah itu bermanfaat atau merugikan, secara tidak langsung setiap perubahan besar selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang lainnya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Lebih detilnya kita harus lihat di setiap Revolusi Industri, tapi kasarnya adalah, beberapa hal yang semula begitu lama, begitu sulit, begitu mahal dalam proses produksi mendadak jadi mudah, cepat, dan murah. Perlahan perubahan secara fundamental akan mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Lantas bagaimana tahapan Revolusi Industri 4.0? Periodesasi Revolusi Industri pertama dimulai di Inggris Raya sekitar tahun 1760 hingga tahun 1840, ketika itu mayarakat pertanian mulai berubah menjadi masyarakat urban keadaan ini mengakibatkan migrasi besar besaran dari daerah pedesaan ke perkotaan karena peluang kehidupan lebih tinggi. Banyak penemuan oleh para ilmuwan salah satunya mesin uap oleh Thomas Newcomen seorang insinyur sekaligus pengusaha, pada tahun 1712 membuat sejarah dengan mesin uap prototipenya namun mesin uap yang di temukan jahuh sebelum James Watt hanya menghasilkan gerakan timbal balik dan tekesan lambat dan kurang efesien. James Watt percaya bahwa potensi mesin uap bisa di terapkan pada industri masal. Masyarakat

era Revolusi Industri pertama menjadi saksi dari pertumbuhan pesat mesin dan industrialisasi, perubahan proses manufaktur dari tenaga manusia ke tenaga mesin semakin masif, pengaguran masal pun terjadi karena tenaga mesin lebih murah dan perusahaan lebih meraup keuntungan. Cara hidup dan cara berbisnis berubah drastis sepanjang periode waktu ini. Kini tenaga mesin tidak dibatasi oleh otot, dan angin terjadilah penghematan biaya dalam jumlah luar biasa di bidang produksi. Barang-barang yang diproduksi menjadi jauh lebih banyak, lebih murah, dan lebih mudah didapat. Uang yang semula dipakai untuk memproduksi dan membeli barang-barang mahal tersebut kini bisa dipakai untuk keperluan lain, sehingga barangbarang yang diproduksi menggunakan mesin uap pun menjadi jauh lebih laku. Intinya, kelangkaan tenaga yang semula mendominasi kesukaran manusia, dalam memproduksi, mendadak lenyap. Tenaga tidak lagi dipasok cuma oleh otot, dan angin, tapi juga oleh mesin uap yang jauh lebih kuat, dan lebih awet. Tanpa mesin uap, Imperialis Eropa takkan

4


bisa menaklukkan Asia dan Afrika secepat dan semudah ini. Satu hal yang pasti, Revolusi Industri Pertama mengubah cara memproduksi barang yang secara langsung juga mempengaruhi pola-pola perekonomian dunia. Revolusi Industri Pertama memicu lahirnya Revolusi Industri selajutnya. Revolusi Industri 2.0 berlangsung sebelum Perang Dunia Pertama tepatnya antara tahun 1850 hingga tahun 1914. Tanpa adanya Revolusi Industri Kedua kita tidak akan merasakan apa itu tenaga listrik, selama Revolusi Industri Kedua, metode manufaktur dan produksi yang telah ada mengalami peninggkatan bahkan pergantian. Misalnya besi dikudeta oleh baja karena lebih kuat dan murah hal ini memicu pembangunan jarul kereta api menjadi lebih kompetitif dan sarana transpotasi lebih merata. Meskipun terjadi hanya beberapa tahun setelah Revolusi Industri Pertama, Revolusi Industri Kedua menjadi batu loncatan seperti pendahulunya. Tanpanya, Mungkin penemuan masal seperti nenek moyang smartphone yakni telepon, bolam lampu, mobil hingga pesawat terbang tidak bisa kita rasakan. Situasi yang

5

berat bagi kaum buruh industri memicu munculnya serikat buruh karena kurang adilnya kelas pekerja, dampak lain akibat penemuan mesin mesin industri adalah makin rendahnya upah buruh sehingga menimbulkan disparitas atau jarak yang makin lebar antara kaum buruh dengan kelompok elit, hal ini memicu gerakan sosialis sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat kepada para imperialis modern. Ketika kita menelaah kembali Revolusi Industri Pertama dan Kedua itu sebagai pijakan yang menentukan dimana kita berada sekarang. Tidak bisa di pungkiri bahwa otomatisasi dan revolusi industi membawa beberapa dampak buruk bagi dunia. Namun, sungguh menajubkan melihat bagaimana dunia berubah total melalui beberapa penemuan. Penem uan yang memungki nkan produkproduk baru untuk diproduksi menciptakan

permintaan yang menyebabkan lingkaran setan yang mendorong sebagian kelas menjadi semakin kaya, sementara pada saat yang sama sejumlah kelas tetap berada di jurang degradasi kemiskinan. Meski begitu, kita tidak bisa menyangkal berkat semua penemuan dan gagasan baru ini revolusi industri kedua bisa di simpulkan sebagai waktu yang positif. Setiap hal baru mengarah ke yang lain dan karenanya menciptakan era baru penemuan dan gagasan baru.

ilustrasi: google.com


Kemudian kita melihat perkembanganya lebih lanjut pada tahun 1950-an penggunaan komputer (supercomputer) yang di awali oleh Amerika ini menjadi periode baru bagi Revolusi industri 3.0. Kita menikmati Cloud, Internet dan beberapa jenis perangkat pintar yang memungkinkan anda mengakses keduanya. Inti dari Revolusi Industri Ketiga atau Revolusi Industri Digital mengacu pada kemajuan teknologi dari perangkat elektronik dan

mekanik analog ke teknologi digital yang kita nikmati saat ini. Kalau Revolusi Industri Pertama dipicu oleh mesin uap, Revolusi Industri Kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, Revolusi Industri Ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis atau bekerja secara otomatis. Otomatisasi peralatan industri akan mengancam peran manusia dalam prosesnya.

Pada satu sisi perkembangan teknologi digital mempermudah pekerjaan manusia. Namun dilain sisi ada pekerja yang merasa pekarjaannya terancam digantikan oleh peralatan yang mampu berkerja secara otomatis. Sekali lagi, kombinasi manusia dan peralatan otomatis adalah yang terbaik. Munculnya peralatan otomatis dan komputer menjadi penolong manusia, bukannya penggantinya. Saat ini, teknologi internet dan energi terbarukan mulai bergabung untuk menciptakan infrastruktur baru bagi Revolusi Industri Ketiga. Kombinasi tersebut akan memunculkan bisnis baru dan ribuan lapangan pekerjaanbaru, dalam buku Revolusi Industri 4.0 Astrid Savitri menjelaskan ada lima pilar Revolusi Industri Ketiga yang harus ditetapkan secara bersamaan atau tidak akan bertahan. Itu karena setiap pilar hanya dapat berfungsi dengan hubungan yang lain. 1. Menggeser tren menuju energi terbarukan, 2. Mengubah stock building di setiap benua menjadi pembangkit listrik mikro alam upata mengumpulkan energi terbarukan, 3. Menyebarkan hydrogen dan teknologi penyimpanan lainnya di setiap bangunan

6


dan di seluruh infrastruktur agar dapat menyimpan energi intermiten, 4. Menggunakan teknologi internet untuk mengubah jaringan listrik setiap benua menjadi energi, 5. Transisi armada transpotasi dengan plug-in listrik dan kendaraan sel bahan bakar terbarukan. Tidak jauh berbeda dengan revolusi industri pendahulunya peningkatan produktivitas, kehidupan, dan perubahan budaya perlahan berubah.

Dalam bukunya, The Fourth Industrial Revolution, Schwab menjelaskan bagaimana Revolusi Industri Keempat berbeda pada dasarnya dari Revolusi pendahulunya, terutama kemajuan teknologi sebagai ciri utama. Dasar yang melandasi Revolusi Industri Keempat lebih banyak terletak pada kemajuan dalam komunikasi dan keterhubungan dibandingkan teknologi.

Memasuki Revolusi Industri 4.0

Teknologi memiliki kekuatan besar untuk terus menghubungkan miliaran lebih banyak orang ke jejaring dunia maya, sehingga secara drastis meningkatkan efesiensi bisnis dan membantu meregenerasi lingkungan alam melalui penglolaan aset yang lebih baik.

Revolusi Industri 4.0 tidak terlepas dengan Pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia yakni Klaus Schwab, dalam kesempatannya di Pertemuan World Economy Forum (WEC) 2016 di Davos-Klosters, Swiss, Schwab menyabitkan bahwa tahun 2016 sebagai Revolusi Industri 4.0 namun pada 6 tahun silam tepatnya tahun 2011 pada acara Hannover Fair di Jerman berlangsung diskusi tentang “Industri 4.0” sebuah istilah yang akan merevolusi organisasi rantai global. Dengan menghidupkan “Pabrik Pintar” Industri 4.0 menciptakan dunia dimana sistem manufaktur virtual dan sik secara universal saling bekerja sama dengan cara eksibel dan efektif.

7

Revolusi Industri Keempat adalah lingkungan kita saat ini dan terus berkembang pesat. Teknologi dan tren dalam era 4IR seperti Internet of Thing (IoT), kecerdasan buatan (AI), Virtual Reality (VR) dan pencetakan 3-D akan merubah cara kita hidup dan bekerja. Meskipun memakai istilah Revolusi Industri 4.0, 4IR tetap dianggap sebagai zaman baru dan bukan terusan dari Revolusi digital, dikarenakan adanya perkembangan pesat dan besar pada teknologi yang merubah banyak hal. Menurut Profesor Kalus

Schawb, ini akan berbeda di lihat dari kecepatan terobosan teknologi, cakupan luas dan dampak besar dari sistem baru ini. Revolusi Industri Keempat akan memiliki dampak monumental pada ekonomi global, begitu luas dan beragam sehingga membuat sulit untuk mengurai satu efek tertentu, dalam bukunya Schwab mefokuskan hanya pada dua dimensi paling kritis yakni pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Pada pertumbuhan ekonomi, masalah yang memecah para ekonom. Di satu sisi, para tekno-pesimis berpendapat bahwa kontribusi kritis dari Revolusi Digital telah dibuat dan bahwa dampaknya terhadap produktivitas hampir berakhir. Di kubu yang berlawanan, para tekno-optimis mengklaim bahwa teknologi dan inovasi akan segera melepaskan lonjakan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Revolusi industri keempat memungkinkan banyak orang untuk mengkonsumsi lebih banyak dengan harga lebih rendah. Sementara itu untuk lapangan kerja pada pasar tenaga kerja. Kekhawatiran tentang dampak teknologi pada pekerjaan bukanlah hal baru.


Pada tahun 1931, ekonom Inggris John Maynard Keynes terkenal memperingatkan tentang pengangguran teknologi yang meluas karena beberapa penemuan tentang cara menghemat penggunaan tenaga kerja melampaui kecepatan di mana kita dapat menemukan penggunaan baru untuk tenaga kerja. Selama beberapa tahun terakhir, perdebatan telah dihidupkan kembali oleh bukti komputer menggantikan sejumlah pekerjaan, Alasan mengapa Revolusi digital akan memicu lebih banyak pergolakan dari Revolusi industri sebelumnya adalah berlandaskan pada kecepatan, perubahan secara radikal dan transformasi lengkap dari seluruh sistem. Teknologi baru akan secara dramatis mengubah sifat pekerjaan di semua industri maupun individu. Ketidakpastian mendasar berkaitan dengan sejauh mana otomatisasi akan menggantikan tenaga kerja. Ada dua efek bersaing yang dipraktikkan teknologi terhadap lapangan kerja. Pertama, ada dampak kehancuran karena gangguan yang didorong oleh teknologi dan modal pengganti otomasi untuk tenaga kerja, memaksa pekerja untuk menjadi pengangguran atau

foto: google.com

merealokasi keterampilan mereka di tempat lain. Kedua, efek kehancuran ini disertai dengan efek permodalan di mana permintaan akan barang dan jasa baru meningkat dan mengarah pada penciptaan pekerjaan baru, bisnis, dan bahkan industri. Selaras dengan efek pertama Danu, Dosen Teknik Industri Universitas Negeri Surakarta (UNS) menanggapi bahwa tidak setuju dampak Revolusi Industri Keempat menciptakan peluang pengangguran atau pemecatan karyawan karena dinilai terlalu dini seharusnya perusahaan bisa mencarikan pekerjaan atau merelokasikan pekerja ke bidang lain.

“Perusahan harus cerdas bagaimana karyawan di latih ke pekerjan yang lain yang belum bisa di gantikan oleh robotâ€? tuturnya. Dapat kita uraikan dari pembahasan diatas bahwa perubahan begitu dekat dengan manusia bahwa kita di tuntut eksible untuk meniykapi zaman. Lantas siapkah Sumber Daya Manusia kita menghadapi Revolusi Industri 4.0?

8


Artikel Utama

Kesiapan SDM Indonesia Reporter: Elya Nurhanifa

foto: google.com


Revolusi Industri keempat seharusnya menjadi Revolusi nilai-nilai” Amira Yahyaoui, aktivis HAM Tunisia

Salah satu dampak mendasar Revolusi Industri 4.0 adalah peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini Revolusi Industri keempat membawa teknologi yang mengaburkan batas bidang sik, digital dan biologis di semua bidang, semua akan secara drastis menggantikan kemajuan teknologi yang di ciptakan 60 tahun terakhir. Selain itu akan menciptakan realitas yang sebelumya belum dipikirkan. Realitas tersebut akan mendobrak dan mengubah model bisnis setiap waktu. Internet of Things (IoT) memimpin Revolusi Industri Keempat atau yang di kenal juga sebagai “Industri 4.0”. IoT memiliki potensi untuk mengubah pemahaman kita tentang bagaimana segala sesuatu dapat terhubung, dan juga memberikan nilai lebih pada dunia. Di era ini, web sedang berkembang untuk menyatukan manusia, bisnis, mesin dan logistik ke dalam IoT. Abad ini kerap menimbulkan kekhawatiran juga tantangan bagi banyak pihak yang berkir pekerjaan manusia akan digantikan oleh teknologi mutakhir. Perkembangan teknologi yang mampu merubah pola hubungan antara manusia disegala aspek kehidupan bermasyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, hukum, politik dan budaya hingga keamanan. Sebuah perkembangan yang mau tidak mau harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar menghasilkan output yang positif. Mungkin bagi beberapa perusahaan merasa dampak dari perkembangan Revolusi Industri 4.0 ini sangat menguntungkan namun kurang menguntungkan di lain pihak, terutama yang terkait

11


dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT) yang diyakini mampu memacu produktivitas dan kualitas di sektor manufaktur. Tetapi dari aspek SDM akan membawa dampak yang cukup berbahaya bila tidak dikelola dengan baik. Penyesuaian sistem kerja manual dengan manusia menjadi robotik tentunya membawa dampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang ada dalam perusahaan. Akan banyak aktitas manusia yang tergantikan oleh mesin yang dilengkapi Articial Intellegence (AI) merupakan kemampuan berpikir buatan yang dapat menganalisis, menyimpulkan, bahkan memutuskan suatu pemograman. Lalu bagaimana nasib SDM di Indonesia seiring berjalannya Revolusi Industri 4.0 ? Potensi meningkatnya jumlah pengangguran, timbulnya masalah – masalah sosial akibat pemutusan hubungan kerja dan masih banyak potensi dampak lainnya. Ketika berbagai sektor usaha telah berbenah dan beradaptasi dengan menerapkan prinsip – prinsip dari Revolusi Industri keempat, mulai dari penerapan teknologi informasi, memperbaharui perangkat robot dengan AI hingga

menerapkan sistem online pada perusahaannya. Sudah seharusnya sebuah industri besar mempersiapkan industrinya untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. Sebagai contoh industrialisasi di sekitar kita Pan Brothers dan Sritex yang telah memiliki teknologi terkini untuk meningkatkan produktivitas. Danu, Dosen Fakultas Teknik Industri Universitas Negeri Surakarta (UNS) mengungkapkan, Dengan penggunaan teknologi tersebut walaupun tidak secara keseluruhan, otomatis mengurangi tenaga kerja, tetapi bukan mengurangi karyawan. Artinya industri bertumbuh terus, sementara kebutuhan karyawannya tetap terpenuhi. Pemindahan kerja karyawan juga di perlukan guna mengurangi pemecatan tenaga kerja. Robot hanya mengerjakan pekerjaan yang sederhana, pekerjaan yang membutuhkan skill rendah dilakukan secara berulangulang dan secara terus – menerus. “Robot tidak bisa melakukan pekerjaan yang membutuhkan kerja indra manusia. Jadi tenaga manusia tetap dibutuhkan untuk melakukan set up memasukkan pemograman, tetapi dengan karyawan yang mampu bersifat kompleks, sehingga setelah berjalannya pemograman

manusia tinggal mengendalikan saja.” Ungkapnya. Sementara itu, di sebuah industri kecil yang tidak memungkinkan untuk membeli alat dikarenakan keterbatasan biaya, terbatasnya kemampuan untuk menggunakan bisa memanfaatkan ecommerce. Salah satu ring dari Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of Things (IoT), artinya kegiatan transaksi, produksi, maupun kemudian pembelian bahan baku bisa dikontrol menggunakan smart phone. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang melalui ecommerce, jika dulu masyarakat biasa menjalankan proses advertising melalui iklan di majalah, di koran , kini beralih ke sosial media. Selain advertising mereka juga membutuhkan marketing melewati market place. Danu juga mengungkapkan bahwa pelaku e-commerce tidak perlu memiliki pabrik, tidak perlu memiliki modal, tidak perlu memiliki toko, tidak perlu membayar iklan sekarang bisa menggunakan sistem dropshipper. Selain itu ada sistem lain, contoh gojek perusahaan mereka tidak memiliki motor, namun menawarkan jasa

12


menggunakan motor perusahaan ini menjalankan sistem share economy. Pada industri ini, jika sebuah industri bisa mengembangkan knowledge dan share economy, maka ia akan bisa menguasai pasar. Sementara penerapan industri 4.0 terhadap sektor industri kecil menengah (IKM), Kementrian Perindustrian (Kemenperin) telah mengadakan pelatihan keterampilan melalui workshop e-smart IKM agar bisa memanfaatkan marketplace yang ada. Hingga saat ini, program e-smart IKM telah diikuti lebih dari 4.000 IKM melalui teknologi digital, yang juga merpakan salah satu prioritas program Making Indonesia 4.0. Dalam perkembangan ini SDM yang tidak siap menghadapi perubahan Revolusi Industri 4.0 terancam pekerjaannya, sebaliknya SDM yang siap menghadapi Revolusi industri keempat ini akan merasa memiliki peluang dan tantangan yang baru, dengan menambah dan mengembangkan knowledge melalui pendidikan formal, mengikuti pelatihan dan sebagainya untuk mengimbangi teori yang di dapat dengan praktek.

13

Menyikapi ini, Pemerintah telah membuat roadmap (peta jalan) dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 melalui roadmap Making Indonesia 4.0. Program ini telah di resmikan oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin) pada tanggal 4 april 2018 lalu, yang dilaksanakan di Jakarta. Roadmap ini ditujukan khususnya pada generasi milenial yang merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan dengan jangka panjang, sesuai dengan bonus demograď€ s yang dimiliki Indonesia dalam 10 tahun kedepan. Merujuk ke roadmap tersebut, Indonesia berencana untuk merombak kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM). Selain itu, juga fokus meningkatkan kualitas unit pendidikan vokasi di tingkat sekolah menengah maupun di perguruan tinggi. Oleh karena itu, dinas tenaga kerja dan perindustrian (Disnakerperin) mengambil langkah strategis untuk mengumpulkan bakat – bakat SDM yang dibutuhkan dalam membangun ekonomi digital dengan berkoordinasi dengan para stakeholder diantaranya perusahaan, balai latihan

kerja (BLK) dan lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK). Namun kenyataannya roadmap Making Indonesia 4.0 yang telah disusun oleh Kementrian Perindustrian belum di sosialisasikan secara menyeluruh di Indonesia. Pemerintah saat ini sudah memfokuskan pada strategi meningkatkan keahlian dan kompetensi SDM melalui program pendidikan vokasi, menyetarakan antara pendidikan dan industri, Namun juga masih dibutuhkan strategi dan perencanaan yang lain guna menciptakan SDM berdaya saing tinggi. Pengembangan SDM yang berkualitas untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu urgensi, terlebih Indonesia yang akan mengalami bonus demograď€ . Indonesia akan mengalami peningkatan penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) pada tahun 2030 – 2040 mendatang. Apabila tidak dipersiapkan, maka jumlah penduduk usia produktif yang melonjak tersebut akan menjadi beban negara dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih. Selain kuantitas dalam penduduk usia produktif, peningkatannya juga harus bersamaan dengan dengan produktivitas yang sebanding.


ilustrasi: Ariska

Dalam beberapa tahun kedepan permasalahan yang berkaitan denagan Revolusi Industri 4.0 diyakini akan memasuki fase yang lebih kompleks. Setiap individu harus memiliki perencanaan persiapan kedepan agar tidak kalah dalam persaingan kerja di zaman ekonomi digital yang akan terus berkembang ini. Untuk mendukung

implementasi roadmap Making Indonesia 4.0, Indonesia perlu mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital, seperti penguatan broadband speed dan kemampuan digital dengan melibatkan sektor publik dan sektor swasta untuk investasi platform digital. Misalnya komputasi awan (cloud computing), pusat data (data center), serta

pengelolaan keamanan (security management). Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dengan penerapan Revolusi Industri 4.0, karena bukan untuk mengurangi tenaga kerja. Tetapi, apabila dipersiapkan dengan meningkatkan keterampilan akan memberikan peluang yang lebih besar dalam penyerapan tenaga kerja.

14


Artikel Pendukung

Korelasi Revolusi Industri 4.0 dengan Kapitalisme? Reporter: Siti Fatima Revolusi adalah mimpi yang diciptakan oleh manusia yang sedang ingin menukarkan dirinya mencadi ran. S.M. Zakir, Penulis

Sistem ekonomi adalah cara atau aturan main untuk mengatur aktivitas perekonomian. Teori ekonomi muncul dikarenakan ketidakseimbangan antara sumber daya dan kebutuhan manusia menjadikan munculnya teori ekonomi sehingga dibuat aturan main terkait kepemilikan sumber daya, faktor produksi serta cara pengelolaannya. Bapak Ekonomi, Adam Smith, memperkenalkan kapitalisme modern di dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation, beliau memperkenalkan kebebasan individu yang harus diberikan seluasluasnya untuk melakukan aktivitas

ekonomi yang pada akhirnya akan memberikan kebaikan kepada sesama. Beliau juga menganjurkan perdagangan bebas yang hanya diatur oleh mekanisme pasar. Bukan hanya itu, Adam Smith juga memperkenalkan kapitalisme sebagai sistem ekonomi liberal yaitu kebebasan sepenuhnya dilimpahkan kepada setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi. Dengan demikian setiap individu bebas melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan siapapun termasuk pemerintah. Berarti setiap orang bebas melakukan kegiatan

foto: google.com


bisnis dengan menggunakan cara apapun termasuk teknologi yang sesuai kebutuhan dan mampu meningkatkan produktivitas. Pemerintah akan lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Revolusi Industri 4.0 berhubungan dengan kapitalisme, adanya perkembangan teknologi setiap individu bebas melakukan kegiatan dengan mengandalkan teknologi, termasuk kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas. Semua kegiatan ekonomi sekarang ini banyak perusahaan memanfaatkan teknologi untuk memangkas waktu pengerjaan dan memaksimalkan keuntungan perusahaan. Revolusi Industri Keempat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dilihat dari pelaku bisnis maupun wirausaha untuk memanfaatkan teknologi informasi. Kemajuan teknologi memungkinkan terancamnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan digantikan dengan mesin. Dulunya Kapitalisme mengacu pada sistem ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan operasionalnya untuk mendapatkan keuntungan. Pemilik pabrik dan mereka yang mengendalikan alat produksi menjadi sangat kaya dengan cepat dan

memiliki banyak uang untuk berinvestasi dalam teknologi dan industri. Namun, bagi kaum borjuis seperti Paul Krugman menanggapi ini dengan pesimis. Dalam artikelnya di New York Times, “A New Industrial Revolution: The Rise of the Robots�, ia mengatakan bahwa penggunaan mesin pintar memang bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) namun pada saat yang sama hal tersebut sekaligus dapat mengurangi permintaan terhadap tenaga kerja, termasuk yang pintar sekalipun. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford, hingga 35% dari semua pekerja di Inggris dan 47% dari mereka di AS, beresiko tergusur oleh teknologi ini selama 20 tahun ke depan. Sebuah perusahaan transportasi hanya mengeluarkan biaya untuk membuat sebuah aplikasi dan mendapatkan keuntungan dari sebuah aplikasi. Semakin banyak orang yang menggunakan aplikasi sebuah perusahaan semakin banyak keuntungan yang didapatkan dari ini munculnya kapitalisme industri yaitu sistem ekonomi yang digunakan untuk menaikan modal suatu perusahaan dengan berinvestasi pada mesinmesin maupun teknologi yang mampu

meningkatkan produktivitas agar seimbang dengan sumber dana dan kebutuhan individu. Dari pihak pemerintah Indonesia telah mempersiapkan diri untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk memenuhi kebutuhan SDM di era Revolusi Industri 4.O pemerintah mengupayakan pendidikan vokasi agar SDM lebih menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan siap menghadapi perubahan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Diutamakan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Banyaknya UMKM menikmati revolusi industri dengan menjualnya melalui online, meskipun sudah banyak UMKM menggunakan ekonomi digital namun masih ada UMKM yang menggunakan sistem ekonomi manual. Pengembangan revolusi industri dilakukan secara pelan-pelan sesuai dengan jenis UMKM. Dalam sudut pandang ekonomi juga, Castells menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan suatu langkah yang digunakan oleh kapitalisme untuk mempertahankan status quo-nya dan tetap menindas pihak yang lemah.

16


ilu s

tra

si:

go og le

.c om

"Hanya sumber daya manusia yang terampil dan produktif saja yang dapat menghadapi tantangan dan memecahkan masalah." B. J. Habibie


Artikel Pendukung

JADIKAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 SOLUSI Reporter: Adelia Rahmawati Pemahaman Bersama sangat pen ng jika kita ingin membentuk masa depan kolek f yang mencerminkan tujuan dan nilai-nilai bersama. Klaus Schwab, Ketua Ekseku f Forum Ekonomi Dunia

Kabar tentang Revolusi Industri 4.0 sudah menggema di telinga rakyat Indonesia, euforia dan kegelisahan ikut serta mengiringi kabar tersebut. Indonesia sedang menuju Industri 4.0 yang dimana Industri Keempat akan menjadi Internet of Think (IoT). Revolusi industri resmi di umumkan sejak 2016 namun Indonesia masih berjalan menujunya. Informasi tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin yang berbasis internet juga mendengung di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Akankah Revolusi Industri 4.0 dapat dijadikan solusi bagi perekonomian di Indonesia dan lantas jika banyak rakyat Indonesia yang menjadi pengangguran dapat disebut sebagai solusi bagi kemajuan perekonomian bangsa?. Pertanyaan tersebut timbul dari berbagai golongan dan berbagai

aspek kepentingan. Tentu dengan mengikuti perkembangan zaman akan menjadikan solusi bagi sebuah kemajuan bangsa karena jika tidak bangsa tersebut akan tertinggal.

ilustrasi: google.com

Sikap untuk menghadapi Industri 4.0 harus tepat agar mampu menjadikan Industri 4.0 sebagai peluang bukan ancaman. Kegelisahan yang cukup marak adalah ketika masyarakat Indonesia tidak siap menghadapi Industri 4.0, bisa dikatakan ketakutan lapangan pekerjaan yang berkurang karena digantikan oleh sistem robotik atau mesin


akan berdampak buruk mengingat Indonesia juga akan menghadapi bonus demogra. Konotasi negatif menjadi narasi bagi yang berketerampilan minimum atau low skill bahkan yang tidak memiliki keterampilan sama sekali. Konotasi positif datang dari yang berkepentingan dari bagian produk dimana dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan produksi akan menjadi lebih efektif dan esien sehingga akan meringkas biaya produktitas barang. Polemik menuju Industri 4.0 bisa dikatakan sangatlah kompleks, pasalnya perubahan ini menyangkut segala aspek kehidupan masyarakat. Industri 4.0 jika diimplementasikan akan memiliki potensi yang luar bisa untuk mengupgrade system perindustrian. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Ngakan Timur Antara mengatakan, implementasi Industri 4.0 akan membawa peluang besar untuk merevitalisasi sektor manufaktur dan menjadi akselerator dalam mencapai visi Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia 2030. Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto, mengungkapkan bahwa implementasi 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusaan yang

19

menerapkannya, terutama akan terjadi peningkatan pada produktivitas dan efesiensi 40%. Bukanlah angka yang kecil jika terjadi peningkatan efektitas sebesar 40% , hal ini dapat membuktikan bahwa Industri 4.0 berdampak baik bagi kinerja perusahaan. Adanya toko online atau online shop yang semakin mempermudah jual beli dan distribusi, jaminan juga gransi diikut sertakan dalam penjualan sebuah produk dan lagi – lagi teknologi berbasis internet sangat memanjakan penikmatnya. Proses berjalannya jual beli yang aman akan memberikan rasa puas dan nyaman bagi pembeli yang nantinya produktivitas suatu barang juga akan terjaga dalam kualitas produk yang dijualnya. Sayang jika pedagang kini kurang mengerti mengenai teknologi yang dampaknya tidak bisa memanfaatkan adanya teknologi untuk memanjakan pembelinya. UMKM yang terancam gulung tikar karena menjadi pesaing perusahaan raksasa mau tidak mau juga harus mengasah keterampilannya dibidang tertentu agar mampu menggalakkan inovasi-inovasi terbaik untuk usahanya. Airlangga menegaskan, era Revolusi Industri 4.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam

penguasaan teknologi. Era ini akan memberikan peluang lapangan kerja baru di Indonesia hingga 18 juta orang, dengan 4,5 tenaga kerja baru diserap sektor industri dan 12,5 juta lainnya oleh sektor jasa penunjang industri. “Pengembangan SDM industri merupakan suatu bentuk komitmen pemerintah dalam mempersiapkan SDM menghadapi era industri 4.0,” ujarnya. Ungkapan tersebut memberikan rambu-rambu bahwa pemerintah siap untuk mempersiapkan SDM di era Revolusi Industri keempat. Kekhawatiran masyarakat jika digantikan oleh tenaga mesin atau kalah star karena belum menguasai teknologi seolah kekhawatiran itu tersingkirkan oleh sebuah keterampilan dan kemauan untuk belajar. Ibu rumah tangga yang berkeinginan untuk mempelajari sebuah platform toko online pun juga akan mendapatkan suatu keunggulan tersendiri, ibu-ibu rumah tangga akan lebih memilih belanja online jika mengetahui toko online yang tetap murah namun dapat kirim kerumah tanpa harus ke toko. Kemudahan lain secara sosial juga dapat meninggung anakanak, smartphone kini di fasilitasi sebuah aplikasi yang terkhusus untuk anakanak belajar secara


diperhatikan adalah bagaimana cara menghadapinya. SDM di Indonesia sangat banyak dan juga akan menghadapi bonus demograď€ s serta SDA di Indonesia sangatlah kaya sehingga yang perlu ditata adalah strategi menghadapi Industri 4.0 Bagaimana uang negara tidak lari ke luar negeri? Bagaimana jika pengembangan teknologi di Indonesia menjadi baik tanpa menganggu suatu aspek tertentu. Edukasi kepada masyarakat yang pupuk secara baik dan benar agar masyarakatpun tidak salah langkah untuk menghadapi era Industri Keempat. Menghadapi Industri 4.0 negara membutuhkan kebijakan pemerintah karena tumpuan utama menghadapi industri ini adalah pemerintah. Indonesia menguatkan komitmen untuk menyatukan kemitraan

mandiri namun tetap aman. Keterbukaan informasi dengan fasilitas tertentu mesti sudah sering dijumpai dewasa ini, bisa di contohkan ebook atau streaming. Perindustian kian maju dan kompetitif seiring dengan kemajuan zaman termasuk era disrupsi. Industri 4.0 ikut mendorong terjadinya disrupsi dimana digitalisasi merambat ke segala penjuru negara. Pemanfaatan teknologi yang digunakan sebagai sarana keterbukaan informasi terkadang membuat lalai penikmatnya sehingga fenomena disrupsi ini ada. Era disrupsi di Industri 4.0 ini cukup mengkhawatirkan bagi sejumlah orang yang memiliki low skill karena tidak mampu mengimbangi atau bahkan memanfaatkan teknologi digital. Industri 4.0 ini adalah sebuah solusi bagi sebuah negara, namun yang perlu

m

.co

si:

ilu

a str

go

le og

ekonomi dengan melakukan pendekatan di ekonomi ASEAN. Kementerian perindustrian telah menrancang Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasi sejumlah strategi dalam memasuki era Industri 4.0. Wadah yang berupa edukasi, sosialisasi, pelatihan atau bahkan pengembangan perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin agar hubungan pemerintah dan masyarakat tetap terjalin. Kolaborasi di antara sektor swasta, akademisi, dan pembuat kebijakan akan sangat penting untuk menavigasi masa depan perekonomian di Indonesia melalui industri 4.0, sehingga produktivitas barang maupun jasa menjadi tersistematis serta tetap saling menguntungkan.


Artikel Lepas

PERSIAPAN UMKM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL Oleh: Fia Atmaya

ilu

str

as

i: g

oo

gle

.co m

Artikel ini pernah diterbitkan Majalah LPM Balans edisi Desember 2017


Pertumbuhan pasar global telah member banyak peluang terbuka bagi semua pelaku usaha, salah satunya adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Era serba digital ini medorong para pelaku usaha untuk segera beradaptasi agar bisa bertahan dengan persaingan pasar. Seluruh pelaku usaha pun mutlak mengimplementasikan bisnis berbasis digital agar tetap bertahan di tengah gempuran pasar. Digitalisasi bisnis menjadi hal yang tak terelakkan. Pasalnya, digitalisasi memiliki peranan penting untuk memperluas akses pasar serta kecepatan untuk bertransaksi dengan pembeli. Keberadaanya saat ini telah memegang peranan penting untuk kemakmuran ekonomi negara. Melalui penciptaan lapangan kerja dan membuat inovasi baru telah mendorong kesejahteraan masyarakat. Kontribusi UMKM bukan hanya untuk lapangan kerja, namun juga pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia. UMKM

mampu memanfaatkan limbah plastic menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Bahkan enceng gondok yang notabenya adalah tanaman penggangu di perairan bisa menjadi bahan baku untuk UMKM. Enceng gondok bisa dibuat menjadi tas dari bahan alami yang menarik. Serta pemasarannya pun hingga kemancanegara, mulai dari Jepang hingga Amerika Serikat. Seiring berkembangnya dunia fashion dan industri pakaian modern, batik yang notabenya sebagai warisan budaya Indonesia saat ini telah dikolaborasikan dengan fashion modern. Sehingga sekarang banyak diminati konsumen dalam negeri hingga keluar negeri. Bahkan salah satu desainer Indonesia Nusjirwan Tirtaamidjaja (IwanTirta) karya-karya batiknya disukai dan dipakai oleh beberapa Kepala Negara seperti Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Belanda bahkan Bill Clinton. Dengan adanya ini UMKM yang berada di bidang fashion memiliki peluang, terutama untuk para pengrajin batik di

Indonesia baik dari batik tulis, songket maupun cap. Dari bidang kuliner juga tidak mau kalah dengan fashion, sebagai buktiya itu Jenang Kudus. Meski hanya makanan tradisional namun UMKM mampu mengembangkan sayapnya ke pasar global, meski di negeri sendiri jenang dipandang sebelah mata. Kerajinan tembaga dan kuningan pun tak kalah saing, jangkauan pemasaran kerajinan tembaga mencapai tingkat internasional. Pemasarannya pun hingga keluar negeri. Namun pasar global juga menjadi momok yang menakutkan bagi para pelaku usaha di Indonesia. Penyebabnya adalah lemahnya daya saing industri lokal yang juga dikhawatirkan akan menggerus potensi UMKM. Pelaku UMKM seharusnya mampu bertahan di negeri sendiri, serta bersaing di pasar global. Pengembangan serta pemberdayaan UMKM adalah langkah yang strategis, apalagi kenyataannya UMKM memiliki peranan besar dalam menambah lapangan pekerjaan. Peningkatan kualitas produksi dengan adanya

22


kreativitas dan inovasi dalam mengembangan usaha mutlak dilakukan. Disini peran pemerintah juga sangat diharapkan oleh UMKM. Keberadaan UMKM harus dilindungi dan diberdayakan Pemerintah. Dalam UU No. 20 tahun 2008 tentang UMKM, dideď€ nisikan bahwa pemberdayaan adalah upaya yang dilakukan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan Masyarakat secara sinergis dalam bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan 8 Usaha terhadap UMKM sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Sejalan dengan itu pemerintah perlu mempermudah pembuatan sertiď€ kat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), hak cipta, Standar Nasional Indonesia (SNI) dan lainya. Usaha tersebut tak lain memudahkan mereka untuk menembus pasar global. Karena jika ingin menembus pasar global, persyaratan bukan hanya produk yang berkualitas namun juga mempunyai perizinan tersebut.

23

Dipertengahan tahun 2016 jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 57,9 juta. Jumlah tersebut sangat berpontesial untuk Go internasional. Salah satu caranya ialah dengan mengajarkan kepada mereka menggunakan internet yang menjadi salah satu cara mempermudah dan memperluas pemasaran. Kini pemasaran produk dibilang cukup mudah dengan bantuan teknologi internet. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat situs website atau menggunakan market place online yang dapat diakses oleh banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Dimana dengan cara ini dapat memperkenalkan brand kekancah internasional. Kiranya peran mahasiswa juga diperlukan dalam kemajuan UMKM. Baik dari segi pemasaran, inovasi produk maupun ketenaga kerjaan. Mahasiswa bisa membuka usaha dengan inovasi baru, adanya itu akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia. Karena banyaknya lulusan perguruan tinggi dengan jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini sangat

tidak seimbang sehingga menimbulkan banyak pengangguran. Selain membuka usaha baru, mahasiswa dapat mengambil peran dalam pemasaran produk. Dengan kemajuan teknologi di pasar global saat ini, mahasiswa dapat mencari penghasilan tanpa harus mengganggu kuliah. Menjadi reseller atau dropsippher untuk memasarkan produk UMKM melalui smartphone dengan menggunakan media sosial. Jika reseller menjual kembali dengan memiliki produknya, dropshipper hanya menjual informasi dari produk


tersebut. Jadi dapat dikatakan pula bahwa dengan menjadi seorang dropshipper, mahasiswa dapat menjadi pelaku bisnis yang tidak perlu mengeluarkan modal untuk menjual produk supplier. Peran mahasiswa tersebut tidak akan merugikan UMKM. Justru pihak UMKM akan sangat terbantu dengan adanya pemasaran yang dapat memperluas pangsa pasar. Diharapkan dengan adanya kolaborasi dari pemerintah, mahasiswa serta pelaku UMKM sendiri nantinya dapat memajukan dunia bisnis sehingga mampu menghadapi

persaingan pasar global. Banyaknya UMKM dinilai masih belum cukup untuk menghadapi pasar global. Disamping itu perlu adanya dukungan infrastruktur yang memadai serta akses internet yang luas sampai kepelosok desa bukan hanya di kota saja. Belum maksimalnya penerapan teknologi dalam proses produksi menyebabkan kebanyakan masyarakat hanya mengandalkan pengalaman dan kebisaaan tanpa adanya penguasaan konsep dalam bidang teknologi. Berbagai pelaku usaha belum memiliki

.com

ogle

: go foto

kepercayaan diri atas produk mereka. Kepercayaan diri tersebut merupakan salah satu modal penting bagi pelaku usaha untuk menghadapi pasar global. Mereka sering menganggap risiko yang akan ditanggung cukup besar. Melihat hal ini, pemerintah kedepannya bisa memberikan motivasi atau dorongan yang lebih besar kepada pelaku UMKM. Oleh karena itu, mari bersama-sama melangkah guna masa depan Indonesia yang lebih cerah menghadapi persaingan global di kancah internasional.


Reportase

IMPLEMENTASI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN SISTEM EKONOMI INDONESIA Oleh: Siti Marfu’ah

ilus

tra si:

go og le.

co m


Seakan gundah dalam berjalan, Indonesia kini sedang menuju Revolusi Industri 4.0 yang akan membawa negara ini kepada masa yang mengedepankan teknologi berbasis internet atau internet of think (IoT) tepatnya. Langkah Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 adalah memperhatikan dan memperbaiki kualitas SDM di Indonesia, begitu menurut Asdos (Asisten Dosen) Novel Idris Abas. Sebagai Asdos yang cukup memperhatikan kondisi Indonesia serta pemikirannya yang selaras dengan pemikiran anak muda ia digandrungi oleh mahasiswanya. Pendapatnya mengenai Industri 4.0 ini patut untuk disimak. Berikut wawancara reporter LPM BALANS dengan Novel Idris Abas.

DATA DIRI Nama Lengkap: Novel Idris Abas, S.Kom., M.M Tempat dan Tanggal Lahir: Malang, 04 November 1991 Jenis Kelamin: Laki-laki Status Kepegawaian: Dosen Tidak Tetap Informatika UMS Alamat Rumah : Angsana Residence D5 Colomadu Telepon/Fax: 082245447003 E-mail: novelidris@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun Lulus Jenjang 2013

S1

2017

S2

Jurusan/Bidang Studi Muhammadiyah Teknik Informatika

Perguruan Tinggi Universitas Surakarta Universitas Sebelas Maret

Magister Manajemen

MATA KULIAH YANG DIAMPU Nama Mata Kuliah Manajemen Investasi Teknologi Informasi Makroekonomi Mikroekonomi

Informatika

Jenjang Perguruan Tinggi Studi S1 UMS

Manajemen Manajemen

S1 S1

Program Studi

UMS UMS

1. Apakah Indonesia sudah selesai dengan Revolusi Industri 3.0? Secara garis besar kalau kita urutkan dari Revolusi Industri 1.0 yang dulu mesin uap, hari ini kita sudah masuk ke Revolusi 4.0. Sebetulnya, teknologi itu menjadi sarana utama industri untuk mengembangkan produksi dari dulu sampai kini menggunakan teknologi. Jadi kalau ditanya sudah selesai apa belum revolusi 3.0 maka mau tidak mau sebetulnya kita harus berpindah ke 4.0. Karena apa? Setahu saya bahkan 4.0 ini sudah terjadi di jepang beberapa tahun yang lalu. Bahkan Jepang hari ini masuk ke Industri 5.0. Jadi kalau ditanya, apakah Indonesia terlambat untuk berkembang, sebenarnya tidak terlambat, jadi ya mungkin pas. 2. Hasil dari Revolusi Industri 3.0? Jadi kalau Revolusi Industri 3.0 berkaitan dengan teknologi mesin, maka hasil dari 3.0 menurut saya pribadi sudah cukup bagus. Sehingga kita bisa mengatakan kalau hasilnya sudah banyak. Pernah ketika saya mengikuti seminar HRD di Astra, dikatakan bahwa teknologi mesin Astra untuk hari ini benar-benar sudah tidak bisa diikuti oleh manusia. Contohnya apa? Contohnya dalam perakitan motor dibutuhkan waktu tidak mencapai 1 menit. Pihak dari Astra mengatakan seperti itu. Jadi kalau ditanya hasilnya apa, ya banyak. Cuma kita tidak bisa menaď€ kkan kalau ada

26


teknologi baru harus ada yang dikorbankan, masalahnya yang harus dikorbankan hari ini apa? Manusianya. 3. Langkah-langkah untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0? Jadi teknologi itu kan tulus. Tulus itu tidak akan bisa bermanfaat jika tidak ada yang menjadi operator atau menggunakan alat ini. Jadi yang harus dipersiapkan Indonesia sebenarnya bukan teknologinya. Karena menurut saya, teknologi itu gampang. Untuk mengambil teknologi itu gampang. Teknologi itu bisa diimpor, tapi yang tidak bisa diimpor itu apa? Manusianya, operatornya. Sehingga yang perlu diperhatikan itu perbaiki kualitas SDM-nya. Kalau kita mau lebih mendalam maka yang memang harus dilihat ini kalau kita di UMS yang lingkupnya pendidikan, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah bagaimana melakukan feed and make. Jadi sebetulnya perkuliahan di suatu universitas itu seharusnya memikirkan bisa nggak sih lulusannya itu menjadi orang yang nantinya akan mengimplementasikan teknologi yang ada pada Revolusi 4.0 itu. 4. Apakah Revolusi 4.0 sudah diterapkan? Dibeberapa sektor sudah. Contohnya seperti ini, ada yang kita tahu hari ini namanya OVO. Itukan merupakan salah satu bentuk dari Revolusi Industri 4.0. Dimana dulu kita selalu menggunakan uang cash. Hari ini kamu nggak perlu uang cash, kamu hanya perlu top-up, trus kamu tinggal scan, selesai. Dan selain itu contohnya beberapa teman yang update ya ada yang namanya trip to currency, contohnya bitcoin. Itukan menggunakan teknologi 4.0. Teknologi apa yang digunakan? Teknologi blockchain. Jadi semacam ini sudah tumbuh di Indonesia, cuman

27

belum masif. Karena teknologi 4.0 itu banyak. Contoh lain katakanlah printer 3D. Kalau biasanya kita nge-print biasa dalam bentuk kertas, ini itu bisa katakanlah kita punya bentuk desain jam anda print bentuknya jam, benerbener 3D. Cuma di Indonesia untuk mencapai titik itu sudah apa belum? Kalau setahu saya sih belum. Karena saya nggak tahu ya masih banyak pemuda-pemuda di Indonesia, akademisi-akademisi di Indonesia ini yang di lingkungan kita mungkin ya belum terlalu melek dengan 4.0 itu sendiri. Terkadang mereka tahu 4.0, tapi tidak mau mengkorek-korek lebih dalam atau mungkin tidak mau menjelaskan kepada mahasiswanya tentang 4.0. Apaapa saja yang harus dipersiapkan di Industri 4.0 itu sendiri. Apa lagi euphoria 4.0 ini tidak seperti masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), dimana sebelumsebelumnya sudah dipersiapkan terlebih dahulu lalu gong. Meskipun pada saat gong itu Indonesia masih kalah jauh dengan Singapura. Apalagi 4.0 ini menurut saya ya tidak se-hot ketika dulu mau launching MEA atau mungkin saya yang kurang informasi. 5. Dampak yang masyarakat rasakan dari Revolusi Industri 4.0? Dampaknya sebenarnya ada positif ada yang negatif. Kalau kita lihat dari class less society, class less society adalah orang-orang yang mulai tidak menggunakan cash, pembayaran cash. Untungnya dari mereka tidak perlu kemana-mana membawa uang, dari sisi keamanan juga sudah terjamin. Kalau kamu gesek tapi tidak mengetahi pin percuma orang mempunyai kartu mu kan? Ibaratnya seperti itu. Cuman kekurangannya adalah ini mungkin belum terjadi tapi harapannya tidak terjadi yaitu pemotongan tenaga kerja. Banyaknya PHK yang dilakukan oleh perusahaan. Karena mau tidak mau besok robot-


robot semakin banyak. Contoh katakanlah Honda. Saatini Honda sudah meluncurkan Asimo (robot humanoid), Asimoversi sudah berapa? Sedangkan Asimo ini sudah bisa bersih-bersih rumah, sudah bisa masak seperti itu. Mobil contohnya, mobil sendiri hari ini menggunakan software, tidak perlu distir sudah bias setir sendiri. 6. Bagaimana penerapan Revolusi Industri 4.0 dalam Sistem Ekonomi di Indonesia? Setahu saya Indonesia menganut sistem ekonomi campuran, karena masih ada kapitalisme dan bercampur juga dengan sistem kerakyatan. Dimana tahun 2000-an. Sekitar 2007-2008 Indonesia mengalami krisis itukan yang menyelamatkan ekonomi kerakyatan. Kalau sesuai apa tidaknya dengan sistem Indonesia itu sendiri, menurut saya bisa disesuaikan. Karena sistem pemerintahan itukan ibaratnya sistem yang dari atas ya, memantau perekonomiaan Indonesia itu seperti apa. Cuman Revolusi Industri 4.0 itu bukan sistem yang dari atas. Tetapi sistem yang langsung dari pelaku dalam sistem tersebut. Dan nanti dalam 4.0 ini diimplementasikan atau di-feed and make-kan dengan sistem ekonomi yang kita gunakan di Indonesia. 7. Dampak yang ditimbulkan Revolusi Industri 4.0 terkait denga sila ke-2 Pancasila, “Kemanusiaan yang adil dan beradab�? Sebetulnya gini, untuk mengatasi kemanusiaan yang adil dan beradab itukan secara general, artinya katakanlah adil dan beradab itukan belum tentu adil tidak hanya dalam sektor industri. Adil contohkanlah pemerintah sudah punya invinity card, kartu pintar dan kawan-kawan itu menurut saya pemerintah sudah berupaya untuk menjadi pemerintah yang adil. Cuma untuk katakanlah di

lapangan pekerjaan bagaimana sih peran pemerintah agar semakin adil. Karena PHK semakin banyak, sedangkan lulusan itukan semakin banyak juga. Lalu apa yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan sila kedua harusnya ya membuka selebar-lebarnya untuk lapangan pekerjaan. Disisi lain pemerintah juga harus melihat dari sisi education dimana contoh seperti ini, di Indonesia inikan paling banyak lulusan yang bekerja langsung itu mungkin D3 tapi mulai hari ini S1 pun sudah banyak yang mulai bekerja dan saya rasa banyak lulusan S1 yang tujuannya hari ini untuk bekerja. Mungkin banyak yang ingin menjadi pengusaha-pengusaha. Cuma pertanyaannya mereka pengusaha militan nggak? Atau mereka cuma ikutikutan saja menjadi pengusaha, kan beda. Ketika katakanlah dia sebagai lulusan S1 yang mau bekerja sedangkan realitas dipekerjaan itu saat ini sudah mengandalkan teknologi, maka mau tidak mau pemerintah harus mendesak pihak pendidikan-pendidikan ini untuk feed and make. Jadi jangan saklek saklek dengan penggunaan cara yang lama. Mahasiswa diajarkan teori-teori, teorinya mungkin baru cuma tidak dimatch-kan dengan prakteknya. Contoh seperti ini dalam ilmu ekonomi kita dulu diajarkan pemasaran seperti ini seperti itu padahal hari ini pemasaran konvensional dengan cara door to door sudah tidak efektif. Hari ini ada online shop, internet digunakan. Kenapa kita tidak menggunakan internet? Jadi orang ekonomi, mahasiswa kita harus paham. Teori marketing, cara marketing memasarkan tahu tapi kalau sudah dihadapkan dengan teknologi? Mereka nggak bisa, lah itu menjadi permasalahan juga.

28


9. Revolusi Industri dalam perspektif Islam? Dalam perspektif Islam yang saya ketahui, tidak masalah. Revolusi Industri tidak masalah asalkan tidak melanggar aturan islam. Meskipun ada yang sifatnya belum diketahui itu halal atau haramnya. Contoh katakan lah bitcoin. Orang banyak yang mengatakan itu halal tapi MUI sendiri mengatakan itu sebaiknya tidak dilakukan. Jadi kalau dari perspektif Islam selama dia tidak melanggar aturan-aturan Islam itu sah-sah saja sih.

m foto: google.co

8. Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, mengapa Indonesia terlambat? Jadi gini, ada yang mengakatan bahawa teknologi berhubungan dengan bisnis, kan Indonesia dengan Amerika selisih 10 tahun. Contoh 10 tahun yang lalu itu Amazon sudah ada sebagai online shop di Amerika, hari ini online shop baru merajalela. Tokopedia baru saja meskipun sudah 10 tahun yang lalu ya. Cuma 10 tahun yang lalu itu Amazon sudah menjadi perusahaan yang besar. Jadi iklimnya pun berbeda, iklim di Indonesia dengan negara-negara, terutama negara maju ya. Ini sangat-sangat berbeda. Yang kedua adalah ketertarikan masyarakat faktor sosial, jadi kedekatan masyarakat dengan pemerintah terkait dengan pengembangan 4.0 itu sangat kurang, sangat minim. Dan mungkin juga pemerintah itu untuk menggembar-gemborkan untuk menginformasikan 4.0 itu juga sangat kurang. Jadi ya memang ini lah, kalau dibilang lambat ya sebenarnya ya tidak lambat-lambat banget, karena masih banyak juga negara yang masih mau masuk ke 4.0. Cuma kalau kita bandingkan dengan negara maju seperti Amerika, Jepang memang bisa jadi kita 10 tahun lebih lambat dibandingkan mereka.


Opini Dosen

Menakar Masa Depan Profesi Akuntansi di Era Revolusi Industri 4.0 Oleh: Dr. Andy D. B. Bawono Department of Accoun ng, Faculty of Business and Economic Universitas Muhammadiyah Surakarta


Peradaban manusia mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa dekade belakangan ini. Perubahan yang cukup signikan ini ditopang dengan melesatnya pertumbuhan teknologi informasi yang berbasis komputer telah diramalkan oleh Gordon E Moore, salah satu pendiri intel, di tahun 1960an yang merumuskan bahwa perkembangan kecepatan perhitungan mikroprosesor mengikuti rumusan eksponensial atau meningkat dua kali dalam 18 bulan. Walaupun saat ini, hukum tersebut sudah tidak relevan, karena dengan teknik teknologi nano dalam pembuatan mikroprosesor, waktu peningkatan kompleksitasnya menjadi lebih singkat. Dengan perkembangan tersebut, di era saat ini dan dengan tujuan esiensi serta efektitas, berbagai kegiatan manusia sudah mulai tergantikan dengan otomatisasi dan kecerdasan buatan (Articial Intelligent) yang didukung teknologi informasi seperti Internet dan Database yang modern. Era inilah yang disebutkan banyak ahli sebagai bentuk dari Revolusi Industri 4.0 atau

bahkan ada sebagian yang mengatakan bahwa kita telah memasuki tahapan Revolusi Peradaban 5.0 (Revolusi Industri 5.0) sebagaimana telah dicanangkan di Jepang pada akhir Januari 2019. Revolusi itulah yang dianggap mendorong kepada terbitnya era disrupsi (Disruption Era). Era disrupsi sebagai dampak dari perkembangan teknologi bermuara pada berkurangnya beberapa lapangan kerja di berbagai bidang pekerjaan yang mulai digantikan dengan robot dan kecerdasan buatan. Beberapa profesi seperti Travel agent telah digantikan perannya dengan online travel seperti traveloka, pegipegi dan tiket.com. Sedangkan pekerjaanpekerjaan seperti teller bank dan kasir akan digantikan oleh teller dan kasir digital. Di bidang penerbitan dan percetakan, koran, majalah dan percetakan berbasis kertas sudah lama mulai tergantikan dengan basis website dan smartphone. Profesi Psikolog dan Psikiater digantikan oleh konsultasi online. Sedangkan profesi pengajar dan dosen, di masa datang akan digantikan dengan konsep

pembelajaran mandiri dengan basis e-learning. Bahkan tantangan lain ke depan bagi pihak penyelenggara pendidikan adalah, dimulainya era dimana ijazah sudah tidak lagi menjadi prioritas untuk mencari pekerjaan. Hal ini sudah dimulai di beberapa perusahaan seperti Google, Apple, IBM, dan beberapa perusahaan berbasis media online kelas dunia yang telah memulai merekrut karyawan dengan tanpa mempertimbangkan ijazah khususnya perguruan tinggi, akan tetapi lebih menekankan kepada kemampuan dan ketrampilan serta common sense para pelamar. Tantangan Profesi Akuntansi Di samping bidang yang telah disebutkan sebelumnya, bidang akuntansi merupakan salah satu bidang yang diperkirakan mengalami dampak akibat Revolusi Industri 4.0. Pesatnya perkembangan tipe perusahaan baru yang saat ini lebih mengarah kepada “virtual ofce”, dan tidak memiliki tempat kerja konvensional. Sebagai contoh beberapa perusahaan penyedia transportasi online seperti Gojek, Grab, Uber serta

32


perusahaan pemasaran online (Bukalapak, Shopee, Tokopedia, Ali Baba, dan lain-lain), Bentuk perusahaan modern tersebut lebih banyak memiliki asset berupa teknologi dan system sebagai bentuk dari aset tak berwujud, sehingga tidak banyak membutuhkan banyak staf manusia termasuk mengurangi jumlah staf akuntansi. Disamping tipe perusahaan berbasis online sebagaimana disebutkan di atas, untuk tipe-tipe perusahaanperusahaan lainnya, atas nama esiensi dan efektitas, maka pada saat ini, muncul kekhawatiran bahwa peran penyusun pelaporan keuangan dan para akuntan telah mulai tergantikan oleh sistem berbasis komputer. Saat ini, proses akuntansi yang biasanya membutuhkan banyak “Orang Akuntansi” dalam proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan pelaporan keuangan telah tergantikan dengan system yang cukup membutuhkan satu orang yang berpengetahuan dasar untuk menginput transaksi ke dalam system, dan untuk selanjutnya, system yang akan mengerjakan proses lainnya sampai muncul

33

pelaporan keuangan yang justru lebih esien, efektif dan tepat waktu. Di bidang Auditing, proses penyusunan laporan keuangan berbasis komputer tentunya sudah tidak lagi membutuhkan pola audit manual biasa yang sampai saat ini masih juga diajarkan juga di tingkat Universitas. Perkembangan tersebut tidak hanya pada sektor privat, di dalam sektor publik dan pemerintahan, perkembangan pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan berbasis teknologi sudah semakin mapan dan maju. Di Indonesia, dalam Peraturan Pemerintah (PP) 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, selambatlambatnya dalam kurun waktu tiga tahun.

Pemerintah Daerah diminta untuk menerapkan pola system pemerintahan berbasis elektronik yang diwujudkan dalam bentuk e-planning (bidang perencanaan), eBudgeting (penganggaran), eprocrument (pengadaan barang dan jasa), serta tentu saja e-reporting (dalam penyusunan laporan keuangan).

om

c le.

g si: tra s ilu

g oo


Sedangkan Di Pemerintahan Desa, mekanisme pengelolaan keuangan desa semenjak UU 6/2014 tentang Desa diluncurkan, dengan berdasarkan Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) 113/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang telah dirubah dengan Permendagri 20/2018, telah mulai menggunakan sistem berbasis komputer yang disebut

Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), yang telah mulai diimplementasikan pada 75 % lebih Desadesa di Indonesia yang berjumlah lebih dari 74 ribu desa yang tersebar di Sabang sampai Merauke. Jadi, pertanyaannya, benarkah profesi akuntansi akan punah atau hilang di masa datang? Jawabannya tergantung dari bagaimana para stakeholder di bidang akuntansi dalam menjawab tantangan tersebut. Berdasarkan ulasanulasan di atas, profesi akuntansi memang menjadi salah satu yang akan terdampak akibat perubahan tersebut. Peluang Akuntan dalam Revolusi Industri 4.0

Bagi para akuntan, tantangan Revolusi Industri 4.0 sudah mestinya disikapi dengan baik, bijak dan hati-hati. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang perlu disikapi baik dari sisi penyelenggara pendidikan Akuntansi dan Asosiasi Profesi Akuntan, sebagai berikut: 1. Penyelenggara Pendidikan Akuntansi Sebagai lembaga yang mencetak para akuntan, perbaikan kurikulum pendidikan dan pola pendidikan ilmu akuntansi khususnya di Perguruan Tinggi (PT) harus mulai diarahkan untuk mencetak lulusan akuntansi yang memiliki pengetahuan dasar di bidang sistem informasi. Dengan kata lain, dalam proses perkuliahan, mahasiswa harus dibekali dengan kemampuan ilmu akuntansi yang mutakhir dengan basis tekonologi informasi. Penting juga bagi para mahasiswa untuk dibekali pengetahuan tentang pemrograman komputer untuk penyusunan dan audit laporan keuangan. Sekaligus, mata kuliah tentang big data dan

34


pengelolaan database harus lebih dipahami oleh mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa sangat perlu didorong untuk dapat mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk magang pada perusahaanperusahaan dan sektor pemerintahan yang memiliki pengelolaan keuangan berdasarkan pada system informasi yang modern. Di dalam pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat diarahkan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Desa dalam pendampingan pengelolaan keuangan desa berbasis system, atau pada pengembangan pola pengelolaan keuangan berbasis masyarakat dengan basis teknologi. 2. Asosiasi Profesi Akuntan Bagi Asosiasi seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai penyusun standar dan penjaga gawang profesi akuntansi, penyusunan standarstandar akuntansi baik keuangan dan pemerintah perlu

35

mengadopsi dan mengakomodir perkembangan teknologi informasi untuk menilai transaksi-transaki yang terjadi sebagai akibat perkembangan teknologi. Dalam prakteknya tuntutan perkembangan tersebut memberikan tantangan bagi para auditor untuk membuat dan menggunakan program audit berbasis komputer untuk pengujian audit system informasi, baik saat pengujian substantif dalam proses awal audit, maupun yang dapat mendeteksi fraud dan kecurangan serta kesalahan salah saji pada sistem pengolahan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Dengan penggunaan system ini, proses audit tentunya akan lebih eď€ sien dan efektif yang justru akan memberikan peluang bagi para akuntan dan auditor untuk lebih fokus memberikan pelayanan di bidang konsultasi dan pekerjaan lainnya yang lebih penting.

Kesimpulan Revolusi Industri 4.0 secara umum memberikan dampak bagi semua profesi, khususnya profesi akuntan. Dalam menghadapinya, perlu pemikiran dan kesiapan bagi para akuntan untuk dapat menjawab tantangan dan merubah ancaman tersebut menjadi peluang yang dapat ditangkap di masa datang dengan pemanfaatan teknologi informasi yang ada. Karena pada intinya, teknologi tidak akan serta merta menghilangkan dan menggantikan profesi akuntan, akan tetapi hanya memindahkan fokus dari manual ke system berbasis komputer.


We Need Human.

tra

s ilu

si:

co

le.

og

go

m


Mimbar Mahasiswa

Optimis Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Oleh : M. Ghaniey Al Rasyid Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Angkatan 2017 Universitas Muhammadiyah Surakarta

ilustrasi: google.com


Baru-baru ini kita digugah dengan revolusi Industri 4.0 . Revolusi industri 4.0 ini menciptakan perubahan yang sangat berdampak bagi kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Hasil dari perubahan ini bukan semata perubahan struktur dalam barang tertentu semata, akan tetapi perubahan yang menghegemoni segala bidang dalam masyarakat. Revolusi Industri 4.0 merupakan perjalanan manusia untuk selalu berinovasi dan memenuhi kebutuhan mereka dalam berkehidupan yang dimana teknologi merupakan peranan utama. Dimulai dari riset penemuan Thomas Newcoman yang dihegemoni oleh James Watt dalam penemuan mesin uap sebagai tonggak mulainya Revolusi Industri yang pertama. Dampak yang ditimbulkan sangat besar hingga perdagangan internasional klasik pada abad 16 dan 18 yang berujung imperialisme dan kolonialisme bangsa barat di segala penjuru dunia. Perjalanan pemikiran manusia ke-2 dengan mengupgrade lebih maju dari penemuan sebelumnya. Pencapaian seperti penemuan otomotif dan penemuan telegeraf sebagai asal muasal telepon yang ditemukan Alexander Graham Bell. Inovasi dari industri manufaktur sebelumnya menambah ramainya

39

perubahan yang terjadi seperti; penemuan kertas, kimia, karet dan minyak bumi. Sektor militer yang berdampak pada berlangsungnya perang dunia pertama sebagai hasil dari pekembangan teknologi, menyebabkan Show Of Power oleh serbia kepada Austria- Hongaria yang berujung pecahnya perang dunia pertama setelah pewaris tahta Frans Ferdinand (AustriaHongaria) terbunuh. Negara bagian eropa lain yang bersekutu antara serbia dan AustriaHungaria, menambah pekiknya perang yang terjai di tahun 1914-1918. Revolusi Industri 3.0 berjalan sangat cepat. Revolusi Industri 3.0 mulai berkembang dengan ditemukannya sebuah piranti yang berubah dari sistem analog kedalam sistem data digital. Hal ini

ditandai dengan sistem kerja dalam sebuah korporasi yang konvensional dengan memanfaatkan tenaga manusia secara total diubah dengan menggunakan sistem komputer. Perkembangan perangkat komputer pada era millenium menciptakan hegemoni baru, yang dimana segala aktiď€ tas dibantu oleh sistemasi komputer. Dimulai dari perbangkan, kedokteran, pendidikan dan pertanian, akan berkaitan dengan sistem komputer yang di selaraskan dengan kegunaan bagi setiap aspek tersebut. Revolusi Industri 4.0 mulai dipaparkan ke khalayak umum ketika di Jerman diadakan sebuah pameran Industri Hanovver di daerah Hannover pada tahun 2011. Revolusi Industri 4.0 Lebih maju dengan menemukan beberapa piranti komputer yang lebih maju dengan penemuan AI (Artiď€ cial Intelligence) yang berdampak bagi kemajuan teknologi. Memanifestasikan pemikiran yang hampir sempurna pada diri robot, seperti berlari, berbicara dan menghindari rintangan sudah dilekatkan pada diri robot yang hampir sama dengan sifat manusia. Berubahnya bentuk empiris hasil digital seperti smartphone yang sudah menggunakan Touchscreen


membawa kedalam perubahan yang berarti. Kedepan perubahan akan lebih maju dan lebih sempurna ketika segala kekurangan direvolusi dan dibenahi. Bahkan dalam dunia kedokteran modern, kanker dapat dibunuh dengan menggunakan kemoterapi dan robot nano. Mereka dapat menumpas kuman dalam paru-paru dengan antibiotik. Program selanjutnya yang sangat kritis dan radikal yaitu menyatakan bahwa kematian adalah masalah teknis yang bisa dihindarkan (Immortalitas). Misi andalan dari sains modern adalah mengalahkan kematian dan memberi manusia usia muda abadi. Pada tahun 2012 Ray Kuzweil ditunjuk menjadi direktur rekayasa di Google dengan membuat anak perusahaan bernama Calico, yang berjuang dan menemukan penemuan baru untuk mengatasi kematian. Bill Maris memimpin investasi pada Google Venture. Hal ini merupakan perkembangan pemikiran yang sangat epic dalam mengahadapi suatu realitas kehidupan kedepan. Memandang realitas yang belum terpecahkan agar dipenuhi dan menjadi nyata. Tantangan Revolusi industri Bagi Bangsa Indonesia.

Perubahan Revolusi Industri 4.0 merupakan realitas perubahan sosial yang harus dihadapi dengan lantang. Dampak yang timbulkan akan menyebar ke beberapa aspek seperti ranah ekonomi, sosial dan politik. Aspek yang terpenting difokuskan kepada Sumber Daya Teknologi. Hal ini akan menciptakan sebuah kompetisi internasional yang umumnya akan menciptakan perebutan pasar. Perebutan pasar akan memacu bagi beberapa negara untuk berjuang lebih kuat dalam penigkatan pertumbuhan ekonomi yang besar dan stabil sistem sebagai alat untuk bersaing diranah ekonomi. Indonesia sebagai negara kepulaun mempunyai banyak beneď€ t pada sektor ekonomi. Kepulauan merupakan manifestasi dari perpaduan antara sektor daratan dan kalautan (maritim). Daratan sebagai arti kepualauan dan laut sebagai sumber daya maritim, sebagai nilai lebih tersendiri . Dengan karakteristik ini kita mempunyai keunggulan komparatif yang bisa dikembangkan dengan profesional. Kenggulana dalam sektor kelautan dan daratan harus bisa diinovasikan dengan sumber daya teknologi, agar bisa bernilai saing tinggi.

Revolusi industri 4.0 bukan tentang merubah secara total apa yang bangsa miliki, akan tetapi menerima dan mencerna dengan bijaksana yang disesuaikan dengan keunggulan lokal bangsa. Menurut studi McKinsey, indonesia pada tahun 2030 akan memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 3-4 T dollar As. Ekonomi Indonesia akan mejadi 7 terbesar didunia. Kewirausahaan harus ditekankan disamping penguatan pendidikan di Indonesia. Kewirausahaan yang diinovasikan dengan teknologi yang dikresikan seinovatif mungkin dapat mendongkrak sumber daya yang ada di Indonesia sebagai keunggulan komparatif. Penguatan keunggulan komparatif akan berdampak bagi perdagangan internasional yang berdampak bagi pendapatan nasional. Ekspor dan Impor merupakan realitas yang akan terjadi apabila kita bisa memfokuskan pada keunggulan komparatif dalam pemanfaatanya. Setiap wilayah di belahan dunia mempunyai karakteristik masing-masing yang berbeda dilihat dari sektor geograď€ s, sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pemanfaatan keunggulan komparatif akan berdampak pada

40


foto: google.com

spesialisasi atas dasar keunggulan komparatif – yakni setiap pihak menyediakan sesuatu yang paling dikuasainya – yang bisa kita temukan dimana saja, termasuk pula dalam masyarakt atau lingkungan perekonomian subsisten yang paling primitif. Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah titik temu yang krusial telah menyatukan semua agama, ideologi dan gerakan modern bisa bertemu. Modi, Erdogan, Shinzo abe dan Xi Jinping sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan pelumas dalam berkehidupan. Teknologi

41

sebagai alat untuk pemenuhan pertumbuhan ekonomi diharapkan masyarakat indonesia selalu mengawal dengan bijaksana melalui riset-riset sebagai pionir perubahan. Pemodal atau investor juga berpengaruh sebagai pemberi nyawa dalam sebuah riset. Investasi kepada periset memacu daya kerja mereka untuk bisa mencari tahu secara detail dan continue. Hasil dari riset menambah daya dobrak masyrakat dalam merangkai teka teki peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pendidikan merupakan penyokong awal untuk

menghadapinya. Dengan pendidikan pribadi rakyat dapat terbantuk dengan matang dan tanggap. Berbicara aspek pendidikan berarti berbicara menganai kualitas baca. Masyarakat indonesia mempunyai tanggungan yang amat besar untuk meningkatkan minat baca. Minat baca masyarakat Indonesia menurut UNESCO hanya sebesar 0,0001% dari jumlah seluruh masyarakt Indonesia. Dampak yang ditimbulkan apabila minat baca rendah, akan menimbulkan rendahnya jumlah intelektual atau masyarakat yang terpelajar.


Daya kritis masyarakat rendah dan kurang bergairahnya mereka dalam menentukan risetriset yang berdampak bagi kehidupan manusia. Pentingnya peningkatan daya baca dan literasi akan menciptakan pengembangan riset-riset baru. Baik dari riset kesehatan, riset pengembangan teknologi dan riset sektor ekonomi. Diranah lokal bagian ASEAN Indonesia masih menempati posisi terbelakang dalam literasi. Dan, tatkala ketika Indonesia memperingati 100 tahun NKRI yang akan terjadi di tahun 2045, apakah Indonesia akan mendapatakan masalah klasik seperti kemiskinan struktural? Tentu saja tidak, dengan pengembangan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dari usia dini dalam pergulatan pendidikan yang berkualitas. Perubahan pada abad ke-21 menggeser paradigma pendidikan dengan dimanifestasikan Ilmu Pengetahuan pada sektor teknologi dan sains. Tidak hanya itu pengetahuan dan sains harus berdampingan dengan ilmu sosial dan humaniora. Wawasan akan ilmu pengetahuan akan memacu daya intelektual bagi hasilnya karyannya yang berguna bagi bangsa dan negara. Penemuan

ilmu pengetahuan didapatkan melalui pergulatan yang keras pada sektor literasi. Seperti yang dilakukan oleh Demokritus untuk berstatement dari pertanyaan Thales tentang bagaiman penciptaan bumi yang lebih rasionalistis. Dampak beberapa abad selanjutnya menggugah para ilmuwan-ilmuwan modern seperti Niels Bohr dan John Dalton untuk meneliti kembali apa yang dipaparkan demokritus yang menjadi penemuan sains berupa atom. Anlisis yang kritis dan bijaksana merupakan dambaan bangsa bagi seorang intelektual.

kemajuan pengetahuan kedepan. Hal ini didukung oleh pemikiran Paulo Freire dalam pola pendidikan yang menentang matinya daya kritis siswa akibat siswa yang selalu dijadikan objek. Dengan penguatan pendidikan akan memperkuat kualitas masyarakat, sehingga mereka bisa memanfaatka kemampuan mereka dengan inovasi teknologi sebagai piranti pernting perubahan.

Pendidikan dipengaruhi melalui kualitas pengajar. Pengajar harus bisa berkompeten dalam mengamati relaitas yang sedang terjadi dan mampu menggambarkan perihal yang akan terjadi di masa depan. Tenaga pengajar yang berpolaď€ kir konvensional harus diupgrade dengan pemikiran yang dibutuhkan di era kini. Sistemasi pembelajaran tidaklah menetapkan murid sebagai objek atau bisa dikatakan ke-akuan pada sudut pandang pengajar, akan tetapi diterapkan dengan metode yang lebih ke-kamian untuk membawa para peserta didik berani mendiskusikan dan berani berstatement untuk

42


Sosok

Menerobos Rintangan Kehidupan Oleh: Arisa Riana Putri

foto: google.com


Kita semua mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Chairul Tanjung. Pria yang sering dikenal dengan cara menyingkat namanya menjadi CT ini merupakan salah satu pebisnis tersukses di Indonesia bahkan sudah dikenal di dunia bisnis internasional.Kesuksesan yang didulang oleh CT ini tidak didapatkannya dengan instan, melainkan butuh perjuangan keras yang dimulainya dari nol. Lelaki kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini merupakan anak dari enam saudara dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, dan Halimah kelahiran Cibadak, Jawa Barat. Masa muda CT tidaklah bergelimang harta. Sang ayah hanya seorang jurnalis dari koran yang terbilang kecil. Hingga jatuhnya perekonomian keluarga CT memaksa mereka untuk menjual rumahnya dan tinggal dalam sebuah losmen kecil. Dari sinilah CT disebut sebagai "Si Anak Singkong" karena memiliki latar belakang keluarga yang sangat biasa saja. CT pertama kali menjajaki dunia bisnis serius ketika ia merintis sebuah toko yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium. Toko tersebut didirikan di wilayah Senen, Jakarta Pusat, meski akhirnya harus mengalami kebangkrutan. Setelah gagal akan usahanya tersebut, Chairul bersama bebera pa reka nnya memulai bisnis baru dibidang ekspor sepatu anak-anak yang berpayung di sebuah perusahaan yang bernama PT. Pariarti Shindutama. Hanya dengan bermodalkan 150 juta rupiah hasil pinjaman dari sebuah bank, usahanya tersebut terbilang sukses karena langsung mendapatkan

pesanan jumlah besar dari Italia. Pada akhirnya, perbedaan pandangan dan lain hal, CT memutuskan untuk berpisah dengan ketiga rekannya yang selama ini sudah bersama-sama membangun bisnis sepatu ekspor tersebut dan mulai membangun usahanya sendiri. Dengan keahlian yang dimilikinya, kesuksesan pun perlahan datang. CT kemudian mendirikan Para Group yang memiliki sebuah perusahaan "payung" bernama Para Inti Holdindo. CT pun berusaha memusatkan bisnisnya pada tiga sektor yaitu keuangan, multimedia, dan properti. Untuk mengorganisir sektor keuangan, CT memiliki anak perusahaan bernama Para Global Investindo. Dalam sektor multimedia dan investasi, ia mendirikan Para Inti Investindo. Sedangkan untuk sektor properti, ia mendirikan Para Inti Propertindo. Selain itu, ia juga membeli sebagian besar saham dari Carefour Indonesia sebesar 40% melalui perusahaannya yang bernama Trans Corp. Pembelian itu diresmikan pada bulan Maret 2010. Penandatanganan penjualan saham tersebut bahkan tidak dilakukan di Indonesia melainkan di Prancis. Berselang satu tahun kemudian, pada 1 Desember 2011, CT merubah nama Para Group menjadi CT Corp yang dikenal sekarang ini. CT Corp sendiri terdiri dari tiga perusahaan anak yaitu Mega Corp, CT Global Resources, dan Trans Corp atau Trans TV. Pada puncak kekayaannya tersebut, nilai kekayaan CT mencapai 4,9 miliar Dollar Amerika Serikat atau setara dengan lebih dari 71,4 triliun Rupiah. Melihat perjalanan karir dari seorang CT mungkin dapat membuat semua orang menyadari bahwa tak ada sukses yang bisa didapatkannya secara instan. Hal ini tentunya bisa dijadikannya sebagai motivasi. CT terus berjuang dan bangkit di setiap kegagalan-kegagalan yang ia alami untuk mewujudkan mimpinya hingga menjadi orang yang seperti sekarang ini.

44


Riset

Mereduksinya Kemampuan dan Motivasi Wirausaha Mahasiswa Researched by Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

Ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari perniagaan artinya di sini Tuhan coba memberikan sebuah motivasi kepada umatnya untuk dapat mandiri dalam membuka pintu rezeki. Allah pun coba menegaskan hal tersebut di dalam Al Quran Surat Ar-Ra'd ayat 11 yang berbunyi Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Ayat itu kemudian menjelma menjadi suatu kalimat motivasi bagi para pengusaha muda untuk berusaha membuka sebuah perdagangan dan juga mengubah nasib mereka. Dalam perspektif mengubah roda nasib ini, saya juga terpikir tentang apa yang di katakan Sutan Sjahrir “Hidup yang tidak di pertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan�. Artinya secara motivasi setiap orang di arahkan untuk mampu membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Dan dalam sistem pemerintahan Indonesia pun juga mulai gencar dalam mengarhkan rakyat dalam

45

pengembangan usaha mikro agar mampu membuka lapangan pekerjaan dan dapat menurunkan tingkat pengangguran. Namun semua motivasi dan juga wacana kemandirian ekonomi itu seolah hanya menjadi sebuah tujuan yang utopis karena pada realitanya rakyat belum mampu membuka peluang untuk membangun sebuah kerajaan bisnis dan terkesan terjerumus dalam lingkaran ketidakberdayaan. Banyaknya generasi muda yang melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ekonomi pada akhirnya belum mampu menjadi pencerah dalam misi memandirikan bangsa. Banyaknya mahasiswa ekonomi yang lulus berbanding terbalik dengan lulusan Fakultas Ekonomi yang membuka usaha sendiri. Pada akhirnya idealisme mahasiswa ekonomi harus terkubur oleh realita, mereka lebih mencari aman dengan mencari pekerjaan dibandingkan mempertaruhkan hidup mereka dengan mencoba membuka sebuah kerajaan bisnis. Dalam sebuah penelitian yang di buat oleh Lembaga Pengmbangan Mahasiswa(LEPMA) Fakultas Ekonomi dan


Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencoba membuka tabir bagaimana minat dari mahasiswa ekonomi terhadap minat berwirausaha. Penelitian tersebut dikaji karena keresahan yang coba di ungkap oleh LEPMA yang melihat fenomena dari lulusan fakultas ekonomi dan bisnis UMS lebih terhegemoni oleh iming-iming kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketimbang menjadi bos dari usaha mereka sendiri. Malas, takut gagal dan tidak berani mengambil resiko menjadi dasar melemahnya jiwa berwirausaha terutama bagi mahaiswa, itulah latar belakang yang di usung dari LEPMA untuk memulai pengkajian dalam melihat semangat wirausaha di kalangan mahasiswa Ekonomi UMS. Menurut Geoffrey G. Meredith (1992) mengatakan bahwa para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses. Melalui pemikiran

tersebut dapat di identiď€ kasi kemampuan berwirausaha melalui insting dan rasio seseorang dalam melihat peluang dan mengambil peluang tersebut. Dalam penelitia dari LEPMA terlihat bahwa keinginan dan kesadaran mahasiswa ekonomi dalam berwira usaha sangat tinggi mencapai 80% namun kemudian yang berani mengambil resiko turun menjadi 62 % artinya ada 18 % dari mahasiswa yang kemudia tidak percaya diri dalam mengambil resiko gagal dalam berwirausaha. Dan dalam kemampuan dasar berwirausaha yaitu penguatan jaringan sebesar 44,67 % mahaiswa merasa tidak mempunyai kemampuan dalam mempengaruhi orang lain. Disamping itu dalam melihat peluang 38,66% mahasiswa merasa dirinya tidak mempunyai kepekaan dalam melihat peluang usaha dan sebesar 38,67 tidak mengerti dalam penyusunan keuangan bisnis. Namun dengan beberapa data yang pesimis dalam melihat kemampuan berwirausaha, saya

Data LEPMA


melihat secercah harapan melalui idealisme mahasiswa yang secara fundamental masih mempunyai hasrat untuk mandiri. Dalam penelitian LEPMA sebesar 67,33 % berkeinginan untuk menikmati penghasilan sendiri dan terdapat satu sikap optimis dari mahasiswa sebesar 78,66 % merasa mempunyai kemampuan untuk berwirausaha. Menurut saya dalam masa memasuki jenjang pendidikan awal perkuliahan mahasiswa masih mempunyai idealisme yang membara dalam meraih sukses secara mandiri, namun kemudian terdapat suatu hal yang kemudian membuat hasrat mereka runtuh dan menyisakan kepasrahan dalam menjalani hidup. Dalam permasalahan ini saya melihat satu fenomena bahwa dalam pola pendidikan di Indonesia masih memaksa ikan untuk belajar memanjat, artiya dalam pola pendidikannya mahasiswa tidak mampu di arahkan dalam melihat peluang ataupun berinovasi dalam menyikapi tantangan global. Mahasiswa justru di arahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tidak untuk menguasai pasar justru menjadi pelayan bagi elite ekonomi. Hal ini yang coba di kritik di dalam buku Sekolah itu Candu yang mengatakan bahwa mahasiswa di giring dalam persaingan dan sistem nilai omong kosong yang membuat mahasiswa berkompetisi namun tidak bekerjasama menciptakan inovasi. Mahasiswa terlalu

47

sibuk bergulat mengejar nilai sehingga mereka kehilangan kemampuan dalam penerapan teori-teori yang ada sehingga membuat mahasiswa menjadi miskin wacana. Meskipun terdapat mata kuliah kewirausahaan namun tidak ada follow up jangka panjang yang coba di bangun untuk mengenalkan wirausaha kepada mahasiswa. Dan mata kuliah itu pada akhirnya hanya sebuah praktik jangka pendek yang tidak mampu menstimulasi mahasiswa untuk berwirausaha. Dalam kesimpulan yang di tarik dari penelitian LEPMA sebesar 87,068 % mahasiswa FEB UMS merasa mempunyai kemampuan dan motivasi dalam berwirausaha, dan 12,934 % merasa tidak mempunyai kemampuan dalam berwirausaha. Dalam menyikapi hasil penelitian itu perlu adanya perbaikan dalam muatan pendidikan yang di selenggarakan oleh lembaga pendidikan untuk mampu menjaga semangat dan motivasi dari mahasiswanya dan terlebih lagi meningkatkan kemampuan dan motivasi mahasiswa FEB untuk mampu berwirausaha dan tidak terjebak dalam teori-teori ekonomi namun mampu masuk ke dalam sosio-culturmasyarakat dan mampu membantu pemerintah dalam pemerataan perekonomian melalui usaha mikro.


Cerpen

SUDAH ADA DAN JAGALAH Oleh: Fanny Ayunita Mahardani

Sinar matahari mulai memaksa masuk ke kamarku melewati kaca jendela di sebelah timur. Tiba-tiba Ibu memanggilku dengan suara yang kencang “Diiitttt ,Ditooooo” . aku langsung keluar kamar dan bertanya “Ada apa bu?” ucapku. “Itu lo temen mu sudah menunggu di teras rumah sejak tadi jam 7” ucap ibuku. Teringat hari ini aku mempunyai janji dengan teman-temanku kalau hari ini kami akan pergi ke pantai bersama . Aku langsung mandi dan bergegas membawa barang yang

ilustrasi: google.com

aku butuhkan . “Yuk guys buruan berangkat ini sudah siang” kataku kepada temanku “Kan telat gara-gara nungguin kamu huuuuu!!” kata temanku Sinar matahari mulai memaksa masuk ke kamarku melewati kaca jendela di sebelah timur. Tiba-tiba Ibu memanggilku dengan suara yang kencang “Diiitttt ,Ditooooo” . aku langsung keluar kamar dan bertanya “Ada apa bu?” ucapku. “Itu lo temen mu sudah menunggu di teras rumah sejak tadi jam 7” ucap ibuku.


Teringat hari ini aku mempunyai janji dengan teman-temanku kalau hari ini kami akan pergi ke pantai bersama . Aku langsung mandi dan bergegas membawa barang yang aku butuhkan . “Yuk guys buruan berangkat ini sudah siang” kataku kepada temanku “Kan telat gara-gara nungguin kamu huuuuu!!” kata temanku “Iya maaf aku ketiduran hehehe” Tak lupa aku berpamitan kepada ibuku “Buuu, aku pamit dulu ya mau main sama teman-teman” “Iyaa, hati-hati ndak usah ngebut-ngebut juga jangan lupa berdoa ya” kata Ibu “iya bu, Assalamu'alaikum” “Wa'alaikumsalam”. Sebelum berangkat kami juga mengecek mobil yang kami tumpangi supaya tidak ada halangan di jalan . “Ini jadinya mau kemana nih?” tanyaku kepada Andi “Jadinya kan mau ke Jogja Pantai Parangtritis iya kan, di?” Andi bertanya pada Budi “Iyalah, kan kita udah lama gak main ke pantai” jawab Budi “Oke sippp yukk tancap” ucapku “Eh la ini Nando mana ?” tanyaku “Nando kan juga minta dijemput, ditt” jawab Budi Setelah menjemput Nando, aku dan teman - teman

49

langsung bergegas menuju Jogja , lebih tepatnya Pantai Parangtritis . Perjalanan dari Solo memakan waktu yang lama karena lalu lintas yang padat pada minggu ini. Akhirnya setelah perjalanan yang sangat membosankan, Akhirnya mata kami disuguhkan oleh pemandangan yang kami tunggu-tunggu. Setelah mendapat tempat parkir kami langsung menuju pantai, Namun sangat disayangkan pemandangan yang kami nanti-nantikan tidak seindah ekspektasi kami . “Lah kok pantainya kotor banget yaaa?” tanyaku pada teman-teman “Iya,bikin pemandangan jadi jelek saja” saut Andi Setelah itu kami menghampiri pantai dan melihat sampah plastik yang berserakan di tepi pantai “Wahh gilaaa ini sih sampah dari pengunjung” kata Nando “Iya liat deh ini kan bungkus mainan dari pedagang yang disana” kata Budi “Wah ini sangat mencemari lingkungan” jelasku “Iya ini para pengunjung seenaknya saja membuah sampah disini , ini kan bukan tempatnya” kata Budi Aku dan teman - teman sangat kecewa atas apa yang kami dapatkan ternyata tidak sesuai dengan harapan kami

pantai yang indah, bersih, dan biru. “Padahal kalau kita semua bisa membuang sampah pada tempatnya, kan enak dilihat ya gak ?” kata Andi “Sebenarnya tidak ada yang salah kalau kita membeli sesuatu namun sampah plastik haruslah dibuang di tempatnya” jelasku Kami berbincang sambil sedikit-sedikit sampah yang kami lihat kami kumpulkan dan dibuang ke tempat sampah . “Nah selain sampah juga pohon pohon disekitar pantai kan juga sudah gundul nih, jika terus dibiarkan seperti ini bisabisa longsor nih” ujar Nando “makanya kita ini hidup jangan cuma seenaknya sendiri ya gak, ndi” tanyaku pada Andi “iya kita juga harus menjaga kelestarian dan ekosistem alam supaya tidak terjadi bencana alam” ujar Andi Sebagai generasi muda kita harus menjaga alam ini supaya generasi selanjutnya dapat merasakan indahnya alam Indonesia ini yang indah. Karena alam membutuhkan perlindungan, tunjukkan perhatianmu dengan menjaganya.


Puisi

Cinta Sepanjang Hayat ilu st

ra si:

go og le .c

om

Oleh: Nurul

Raga dan jiwa boleh saja pergi, Tapi cinta kita tidak pergi, Sentiasa ada dalam hati, Dia cinta pertama didalam hati. Cintaku hanya untuk dia, Dan tetap akan bersemi, Dia takkan pernah pergi, Dan sayangnya tidak pernah henti. Karena dia selalu ada untukku, Itulah ayah, Yang tidak mahu melihat anak perempuannya bersedih.

50


Puisi

Padam Oleh: Dewi Okta Kumala Ragamu masih muda Tapi jiwamu sudah renta Apimu kemana Semangat yang dulun membara Kenapa kini padam tak tersulut Bangun! Buka matamu, buka pikiranmu Jangan biarkan terjajah oleh kenyamanan fana Jalanmu masih panjang Jangan mudah padam Tertimbun kemalasan Sampai lupa pada tujuan Kerasnya masa mudamu Untuk lunaknya masa tuamu

_irfan

foto: @

51

dikdik


Resensi

NAFSU DAN KEBIJAKSANAAN DALAM BARATAYUDHA Oleh: Meida Wulan Hapsari Judul: Perang Baratayudha Perang Besar Pandawa dan Kurawa Nama Penulis: Zulfan Arif Penerbit: Pustaka Jawi Penyunting: Sony Adams Jumlah Halaman: 280 Halaman Tahun Terbit: 2017 Novel Mahabarata adalah karya sastra yang menampar para pemimpin kita yang rakus akan kekuasaan. Mahabarata menceritakan kisah konik para pandawa lima dengan saudara sepupu mereka mengenai sengketa hak pemerintahan tanah Negara Astina. Pada kerajaan Hastinapura di negeri Barata memerintah Prabu Sentanu dari keluarga Kuru. Dengan Dewi Gangga, Raja Sentanu memiliki Putra bernama Bhisma. Raja Sentanu sangat terpikat dengan Dewi Gangga karena

keanggungan, keserdahanaan dan cintanya yang tak pernah surut. Pada suatu hari Raja Sentanu jalan-jalan di pinggir sungai yamana tiba-tiba ia melihat seorang penangkap ikan putri dari kepala nelayan dari daerah itu. Putri Raja nelayan bernama Setyawati lalu ia ingin meminangnya. Ayah Setyawati mamu memberikan putrinya asal keturunnya kelak dinobatkan jadi Putra mahkota. Melihat kedudukan Ayahnya, maka Bhisma menyetujui permintaan Raja nelayan. Ia berjanji

tidak akan menuntut haknya atas Kerajaan Hastinapura. Untuk itu Bhisma rela tidak naik tahta demi keinginan Ayahnya untuk melanjutkan garis keturunan keluarga. Ia juga bersedia tidak menikah supaya tidak ada keturunan kelak yang mungkin menuntut hak atas kerajaan itu. Dari pernikahan Prabu Sentanu dengan Setyawati lahirlah dua putra bernama Chitrangada dan Wicitrawiry, sepeniggalan Prabu Sentanu, Wicitrawiry menjadi Raja Hastinapura menggantikan saudaranya yang tewas dalam


peperangan melawan para gandarwa. Sementara Wicitrawiry memiliki dua putra yaitu Destarata dan pandu dari dua permaisuri Ambika dan Ambilka, Destarta memiliki anak berjumlah seratus dan dimasukkan dalam kendil dan jadilah Kurawa. Sementara Pandu memiliki Lima anak yang dikenal dengan Pandawa. Disisi lain, Bhisma menjalani hidupnya dalam kesucian yang Panjang. Ia menjadi sesepuh yang dihormati di Hastinapura sampai pada perang besar di medan Kurukhsetra. Lima putra Pandu adalah cerminan dari kebenaran dan kebijaksanaan yang selalu mengikutinya, sedangkan Kurawa cerminan dari keserakahan dan kesombongan yang terjadi karena pengaruh dari paman mereka Sangkuni. Perselisihan dimulai ketika kerajaan induk yang berada di Hastinapura dan Pandawa memimpin kerajaan kurujanggala ibukota Indraprastha. Hastinapura dan Indraprastha sama -sama memiliki istana yang megah disanalah Durgudana tercebur ke dalam kolam yang ia kira sebagai lantai, atas kejadian ini membuat ia

53

semakin marah kepada Pandawa. Ia berencana merebut semua kekayaan milik Pandawa kemudian ia menyusun siasat licik dengan mengundang Yudistira ke Hastinapura untuk bermain dadu, mengetahui hal tersebut tentu Yudistira tidak menolak karena ia memang gemar bermain dadu. Taruhan dimulai dari hal yang kecil hingga senjata perang, harta

kekayaan, prajurit dan yang paling akhir adalah kerajaan, hasilyan ialah pandawa kalah dan kehilangan semua harta dan kerajaannya. Kali ini yang menjadi, taruhanya adalah siapapun yang kalah harus menjalani pengasingan selama 12 tahun. Setelahnya harus hidup dalam masa penyamaran selama setahun dan boleh kembali lagi ke kerajaan. Pada permainan kedua Yudistira

ilustrasi: google.com


kembali kalah sehingga pandawa harus menjalani hukuman pengasingan di hutan selama 12 tahun dan menyamarsebagai rakyat jelata di kerajaan wirata, setelah masa pengasingannya habis Pandawa kembali kekerajaan untuk mengambil kerajaan dari tangan Duryudana, melihat kepulangan Pandawa, Duryudanamerasa benci.

Setelah itu peperangan terjadi antara Pandawa dan Kurawa mereka sudah berada digaris peperangan dan siap untuk berperang. Pada peperangan dari medan Kurukhsetra ada beberapa aturan yang harus disepakati oleh keduabelah pihak, seperti perang harus dihentikan menjelang matahari terbenam dan kedua kubu yang berperang berbaur kembali seperti sahabat.

Pertarungan satu lawan satu hanya boleh dilakukan jika keda pihak seimbang. Perang terjadi selam 18 hari yang mengakibatkan terbunuh ya jutaan orang dilembah leluhur mereka karena berebut kekuasaan. Dalam resensi buku ini penulis akan membagikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari buku berjudul �Perang Baratayudha�. Buku ini wajib dibaca dan sangat menarik banyak pelajaran yang bias di ambil lewat buku ini tentang bagaimana bersikap dengan orang lain serta belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan bijaksana bagi rakyatnya. Nilai nilai yang mampu diserap oleh pembaca begitu banyak memiliki makna, mengisahkan sifat manusia setiap masa tidak berubah dan selalu merasa tidak puas apa yang mereka dapat. Semoga sebagai pengingat kita mengarungi kehidupan yang fana ini, menysukuri apa yang telah dimiliki dan jangan sampai merampas hak orang lain. Dengan begitu hidup akan terasa tenang dan nyaman.

54


Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. PRAMOEDYA ANANTA TOER


GROSIR DAN ECER!!!

ilustrasi: Ariska


EST. 1987

TIM REDAKSI BALANS LPM BALANS.ORG

X

BALANS RESEARCH TRUTH IS A SET OF FACT

Profile for Redaksi Balans

Majalah Balans Survive Di Era Disrupsi 4.0  

Majalah balans menyajikan isu yang sedang berkembang dan akan berdampak krusial pada kehidupan manusiadengan tujuan efisiensi serta efektifi...

Majalah Balans Survive Di Era Disrupsi 4.0  

Majalah balans menyajikan isu yang sedang berkembang dan akan berdampak krusial pada kehidupan manusiadengan tujuan efisiensi serta efektifi...

Advertisement