Issuu on Google+

O

EDISI DESEMBER 2013 vol 1

_ngole

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

#Kaleidoskop Kampus Cokelat 2013 #Meninjau Ulang BEM #What’s Going On UKT? MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

ilustrasi by BnD

2013


O

_ngole

Edisi Desember 2013 volume 1

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

Assalamu’alaikum wr. wb Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia rahmat hidayah dan nikmatnya yang tak henti hingga uraian tinta ini tertuang dalam kertas putih ini. Setelah melewati berbagai macam perjalanan yang telah di tempuh dan akhirnya buletin kami ini telah terselesaikan, buletin O’NGOLE pada edisi Desember 2013 dapat hadir di tengah kehangatan pembaca. Pada kesempatan ini buletin O’NGOLE akan terisi beberapa liputan, diantaranya laporan utama, laporan umum dan lainnya. Uraian tinta yang tertuang dibuletin O’NGOLE ini tidak akan berhenti tanpa apresiasi dari pembaca sekalian dalam menikmati karya kami. Semoga uraian tinta yang tertuang ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca. Kami sampaikan terima kasih kepada semua instansi ataupun semua pihak yang telah mendukung dalam pembuatan buletin pada edisi kali ini, buletin O’NGOLE. Kritik saran masih terbuka untuk para pembaca dalam pengoreksian pembuatan buletin kami.

DAFTAR ISI Laporan Utama

Keredaksian O’ngole - Kaleidoskop Kampus Cokelat 2013 (hal 3) Pimpinan Umum : Eka - Meninjau Ulang BEM di Bawah Pemimpin Redaksi : Atin Kepemimpinan Budiyono - Afifah (hal 7) Redaksi Pelaksana : Eni Editor : Rika Laporan Khusus Layouter : Randi - What’s Going On UKT? (hal 10) Reporter` : Eko, Ghanis, Ricky, Fidi, Ita, Desi Opini Sirkulasi : Taufik, Yuniken, - Mahasiswa Sang Penerus Bangsa (hal 13) Uus

Surat Pembaca - Harapan Untuk BEM & DLM (hal 15)

Redaksi menerima naskah atau artikel yang sesuai dengan isi bulletin. redaksi berhak mengubah isi dan maksud dan tulisan. alamat redaksi : Sekretariat LPM Husbandry Kampus Peternakan Unsoed Karangwangkal PO. BOX 110 Pwt 53123

Kritik Dan Saran Hubungi: Atin : 0856-4185-8845 PO BOX: sekretariat HUSBANDRY. Apabila berminat memasang iklan Hubungi: Nur Adi : 0856-4007-6211 PO BOX: sekretariat HUSBANDRY.

LPM Husbandry

2

Edisi Desember 2013 volume 1

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

O _ngole

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

Harapan Untuk BEM & DLM

P

emilihan raya (Pemira) presiden dan wakil presiden BEM serta DLM telah dilaksanakan pada tanggal 27-28 November 2013, perhitungan suara telah dilaksanakan pula pada tanggal 29 November 2013. Telah terpilih dan ditetapkan secara resmi siapa saja yang akan mengisi kursi pemerintahan di DLM dan BEM Fakultas Peternakan UNSOED. Banyak harapan yang terselip dibalik terpilihnya presiden dan wakil presiden BEM serta para anggota DLM. “Semua warga fakultas peternakan bisa menerima keputusan dengan bijak, BEM dan DLM bisa bekerja sesuai fungsi mereka sebagai organisasi intra kampus, memperbanyak kegiatan yang sasarannya adalah warga fapet agar eksistensinya terlihat, bisa menjadi penyalur aspirasi mahasiswa tentang kebijakan kampus, serta menghadirkan inovasi baru”. (Rakhmat, 2012) “BEM dan DLM sekarang mampu memberdayakan mahasiswa dan mahasiswi untuk membuat fakultas peternakan lebih produktif serta jika ada urusan dengan kampus jangan dipersulit” (Halrita dan Herlambang, 2012). “BEM dan DLM lebih baik lagi secara umum, kekurangan yang ada di tahun kemarin bisa diperbaiki. Seperti masalah semester pendek (SP), namun dari masing-masing pihak harus ada kerjasama karena BEM dan DLM sendiri juga

Surat Pembaca

membutuhkan dukungan dari mahasiswa dalam arti lain yang mengusahakan tidak hanya BEM dan DLM saja. Selain itu, ketika mahasiswa sudah memberi dukungan atau respon yang positif maka BEM juga harus memberikan respon yang positif pula. Ketika ada mahasiswa yang mempunyai keinginan, BEM dan DLM cepat tanggap dalam menanggapi, khususnya ketika ada anak organisasi membutuhkan sesuatu dan jangan lupa sama janji-janjinya”. (Ayi, 2010) “Kembali lagi ke fungsinya dan manfaatkan fungsinya, fungsi utamanya itu apa? Seperti DLM itu fungsinya mengawasi BEM serta bila ada aspirasi masuk dari mahasiswa dia langsung mengurusi ke pihak kampus. Sedangkan BEM itu lebih ke UKM, jadi harus lebih merangkul UKMUKM sehingga keadaan di kampus lebih harmonis dan dapat memajukan KM Fapet. Jadi fungsi tersebut harus lebih diperjelas karena tidak semua orang mengetahui fungsi mereka.” (Ariyanto, 2011) “Setahu saya selama saya menjadi mahasiswa di fakultas peternakan, kinerja dari BEM dan DLM tidak terlalu terlihat, seperti hanya bekerja dibelakang panggung, prokernya juga tidak begitu jelas. Padahal BEM itu lembaga yang menaungi UKM-UKM. Kedepannya harus diperbaiki lagi serta diadakan evaluasi, intinya kembali kepada peran mereka.” (anonim, 2011) Semua harapan itu dapat tercapai ketika adanya kerjasama antara DLM, BEM dan mahasiswa demi berhasilnya suatu keorganisasian yang sedang berjalan untuk satu tahun kedepan. (Desi/Ita/Rika/Hus)

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

15


Opini

O

_ngole Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

mengenal apa yang harus mereka kerjakan kedepannya untuk negeri. Mulai dari hal yang paling baik hingga licik pun mahasiswa sudah dikenalkan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Para petinggi negeri inilah sebenarnya cerminan sebagian besar mahasiswa kelak, dari perilaku moral hingga kehidupannya. Sekali lagi suatu hal yang mengenaskan ketika budaya pemikiran kritis para mahasiswa itu luntur ditelan waktu. Para petinggi negeri yang sebagian besar adalah para kritikus handal saja belum mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, lalu bagaimana dengan para penerusnya sekarang yang bahkan membunuh budaya kritisnya sendiri. Bukan hanya menghilangkan budaya kritisnya tapi juga mereka telah kalah oleh sistem yang dari sejak dulu telah mengurungnya. Mahasiswa ialah makhluk intelektual yang diharapkan dapat terus memperbaiki masa depan negeri ini, mahasiswa ialah seorang akademisi yang handal disetiap bidangnya, mahasiswa ialah generasi masyarakat yang paling maju, mahasiswa ialah tingkatan paling akhir sebagai siswa yang siap terjun bersama masyarakat luas lainnya untuk mencapai impian suatu bangsa. Mereka seharusnya menuntut ilmu secara formal dan informal, karena untuk meneruskan negeri yang terlanjur tidak terkontrol ini tidak cukup hanya dengan menggunakan ilmu akademik yang mereka pelajari di lorong-lorong kelas. Tetapi ternyata kata mahasiswa itu sepertinya terlalu berat untuk disandang bagi para mahasiswa sekarang, karena sebagian besar dari mereka hanya memikirkan bagaimana caranya untuk cepat mengakhiri

14

Edisi Desember 2013 volume 1

jabatannya dan menjadi para pekerja yang siap diperbudak oleh zaman. Kapankah revolusi-revolusi yang dulu pernah tercipta oleh mahasiswa akan terjadi kembali? Pertanyaan bodoh seperti itu tidak layak dipertanyakan lagi sekarang ini. Mereka tidak akan mampu kembali melakukan hal tersebut jika dilihat dari situasi dan kondisi sekarang ini yang telah memakan habis idealisme-idealisme mereka. Paham kapitalisme yang begitu angkuh telah tertanam pada jiwa-jiwa mahasiswa sekarang dan meruntuhkan pemikiran-pemikiran kritis serta kemajuan mahasiswa. Mereka dipaksa hanyut dan dipaksa terbungkam secara tidak langsung saat ini. Mereka pun diajarkan agar dengan mudahnya menjilat ludah mereka sendiri. Semua itu adalah gambaran sebagian kecil para calon penerus bangsa yang sudah dihabisi pemikirannya yang maju. Gambaran dari sifat keegoisan mereka yang menghabisi diri mereka sendiri dan negeri ini. Tapi ini bukanlah suatu akhir, karena tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sesuatu yang telah gagal. Mari rapatkan barisan dan buka mata kita semua, didepan kita terdapat sebuah musuh yang begitu besar dan siap menghancurkan kita sampai akarakarnya. Banyak pekerjaan yang harus kita mulai dari sekarang, selain memperbaiki akademik kita saja tapi juga rasa sosial kita. Mari manfaatkan setiap wadah-wadah kita untuk berekspresi lebih maju, jangan takut dan ragu untuk melangkahkan jejak kaki kita ke arah yang benar.

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

Edisi Desember 2013 volume 1

O _ngole

Laporan Utama

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

KALEIDOSKOP

2013

KAMPUS COKELAT

-Tahun 2013 akan segera berakhir, begitu banyak peristiwa penting dan menarik terjadi di tahun ini. Tak terkecuali berbagai peristiwa yang menyangkut dengan masyarakat kampus cokelat, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal SoedirmanPeristiwa Selama 1 Tahun Tahun 2013 menjadi tahun yang tidak dapat dilupakan oleh seluruh penghuni kampus coklat. Tahun 2013 dapat dikatakan menjadi tahun keberuntungan Fakultas Peternakan UNSOED karena banyak mendapatkan perubahan, baik dari segi akademisi maupun dari segi fasilitas yang ada di bangunan kampus cokelat. Keadaan ini menjadi salah satu hal yang berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Fakultas Peternakan UNSOED merupakan lembaga perguruan tinggi yang memiliki kewajiban sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan dan penghasil sumberdaya manusia yaitu menyiapkan lulusan berkualitas dan berkompeten yang siap bersaing. Kewajiban tersebut jika diimplementasikan di tingkat fakultas dan ketika hendak dievaluasi dapat dilihat dari dua fungsi yang dijelaskan oleh Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Dr.Ir.Akhmad Sodiq,Msc.agr yaitu dapat dilihat

dari semakin banyaknya penelitian yang dilakukan baik oleh dosen maupun mahasiswa Fakultas Peternakan UNSOED. Pengembangan yang dilakukan oleh UNSOED khususnya Fakultas Peternakan yaitu penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik Fakultas Peternakan tidak hanya dilakukan untuk sendiri, namun sudah melibatkan masyarakat banyak, misalnya kelompok tani ternak, kemitraan dan peternak rakyat. Nilai tambah lain adalah semakin banyaknya masyarakat yang dibina dan belajar langsung dengan Fakultas Peternakan UNSOED. Prestasi yang didapat oleh kelompok binaan tesebut juga terlihat dari usahanya ada yang meningkat, ada juga yang juara seperti kelompok di Pemalang yang dibina oleh Ibu Ning Iriyanti salah satu dosen Fakultas Peternakan UNSOED tentang telur omega-3. Sedangkan untuk pengabdian sendiri dilihat dari bayaknya pengunjung yang datang ke ex-

D MEDIA EOSNU ASPIRASI TEPAF ISDAN AKINKOMUNIKASI UMOK NAD ISFAPET ARIPSA UNSOED AIDEM

3


Laporan Utama

O

_ngole

Edisi Desember 2013 volume 1

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

farm, kurang lebih satu minggu sekali ex-farm Fakultas Peternakan UNSOED mendapatkan kunjungan dari masyarakat. Perkembangan Fakultas Peternakan UNSOED selama tahun 2013 menunjukan perubahan yang bersifat positif. Diawal tahun saja ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Peternakan UNSOED, diantaranya ada kegiatan Ismapeti yang dilaksanakan bersama dengan Fakultas Peternakan dari universitas lain, baik yang didalam maupun diluar universitas. Selain itu jumlah penerima beasiswa yang menigkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Karena dengan meningkatnya jumlah penerima beasiswa, maka menandakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan mahasiswa sudah dapat terpenuhi. Kegiatan akademis lainnya yang dilaksanakan oleh para civitas akademika yaitu farm visit mahasiswa 2010 yang dilaksanakan pada pertengahan tahun 2013 dan untuk pertama kalinya mengunjungi pulau dewata Bali. “Farm visit merupakan kegiatan ilmiah mahasiswa ke perusahaan peternakan, farm visit dilakukan ke Pulau Bali dan wilayah di Jawa Timur”. jelas Dr. Drh Muh. Samsi selaku Pembantu Dekan III Fakultas Peternakan UNSOED. Farm visit yang dilakukan ke daerah Jawa Timur menjadi alternatif bagi mahasiswa yang memang memiliki biaya yang kurang, namun bila dilihat dari segi prospek peternakannya Jawa Timur tidak kalah dibandingkan dengan Bali. “Farm visit ke daerah Jatim itu diutamakan untuk menjangkau wilayah

4

Edisi Desember 2013 volume 1

timur, karena memiliki prospek peternakan yang belum tergarap baik. Jatim menjadi alternatif bagi mahasiswa yang memiliki biaya yang kurang, namun sebenarnya biaya ke Bali dan Jatim tidak terlalu jauh berbeda”, tambah Pembantu Dekan III saat diwawancarai LPM Husbandry di ruang kerjanya. Kebahagiaan lain yang dirasakan oleh masyarakat kampus coklat yaitu keputusan dari hasil akreditasi yang dilakukan di Fakultas Peternakan UNSOED oleh BAN PT. Sebagai fakultas yang memiliki dua program studi, yaitu S1 peternakan dan D3 Produksi ternak. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri ketika mengetahui bahwa hasil yang diumumkan oleh tim asesor yaitu Fakultas Peternakan UNSOED memperoleh akreditasi A. “Akreditasi A dan nilai A itu adalah A gemuk dengan skor 372 sama dengan salah satu jurusan yang ada di Fakultas Peternakan IPB Bogor. Ini artinya kebersamaan teman-teman yang ada di Fakultas Peternakan semakin baik”.Jelas Akhmad Sodiq selaku Dekan Fakultas Peternakan UNSOED. Kemajuan Fapet Selama Tahun 2013 Maju dan berkembangnya suatu institusi pendidikan tidak hanya dilihat dari bertambahnya jumlah mahasiswa dan jumlah kelulusan, tidak hanya terlihat dari akreditasi yang didapat, tidak pula dilihat dari prestasinya di bidang akademik maupun non akademik. Namun dapat juga dilihat dari berjalannya proses perkuliahan dan praktikum yang lancar,

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

O _ngole

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

Opini

Mahasiswa

Sang Penerus Bangsa oleh: Saefurrahman Nawawi (Fapet D3 ‘12)

M

ahasiswa adalah gabungan dari dua kata yaitu maha dan siswa. Kata maha adalah kata yang sangat diagung-agungkan karena memiliki makna yang luar biasa hebatnya, yang biasa diartikan sebagai sebuah tingkatan tertinggi dari suatu klasifikasi. Siswa adalah pelajar yang menuntut ilmu secara formal. Jadi Mahasiswa adalah pelajar yang berada ditingkatan tertinggi dalam bidangnya yaitu di bangku perkuliahan. Mereka pun membawa tugas khusus yang sering kita sebut dengan istilah Tri Dharma perguruan tinggi. Indonesia sendiri merupakan suatu negara yang tidak dapat mengoptimalkan sumberdaya manusianya dengan baik, terlihat dari para pemuda yang berumur 19-24 tahun hanya 18,7 % dari mereka yang dapat menikmati bangku perkuliahan. Sungguh mengenaskan apa yang terjadi di tanah air kita ini, padahal dalam UndangUndang pun dijelaskan bahwa pendidikan ialah hak bagi seluruh bangsa Indonesia. Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan apa yang dilakukan para petinggi negeri, karena tingkat pendidikan dipengaruhi oleh tingkat ekonominya. Sementara tingkat ekonomi di Indonesia masih dalam kategori dibawah rata-rata. Meskipun dari data statistik

Indonesia selalu mengalami peningkatan ekonomi yang pesat tiap tahunnya, tetapi tetap saja data statistik tersebut tidak dapat menggambarkan keadaan realita yang ada. Lagi-lagi begitu mengenaskannya nasib bangsa Indonesia ini yang mempunyai sumberdaya alam yang begitu melimpah. Gambaran yang banyak muncul adalah “bagaikan tikus yang mati di lumbung padi”. Jika kita membahas tentang perekonomian yang ada di Indonesia tentunya akan melarutkan kita kepada hal yang cukup sulit untuk diperdebatkan secara teori dan praktiknya, karena terlalu banyak orang pintar yang hanya bisa bicara di negeri ini dan akhirnya merekapun akan mementingkan pribadinya sendiri. Dari tingkatan masyarakat terendah hingga yang tertinggi pun pasti mempunyai pemikiran yang berbeda-beda untuk memperbaiki sistem perekonomian ini. Tak terkecuali juga para calon penerus bangsa yang luar biasa cerdasnya, yaitu para Mahasiswa yang ikut bersumbangsih besar pada masa depan negeri ini. Dinamika dunia kampus sebenarnya tercipta sedemikian rupa seperti replika suatu negara, karena para penerus tersebut memang harus

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

13


Laporan Khusus

O

_ngole Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

sekretariat save soedirman sejak penandatanganan itu dilakukan. Penyusunan UKT ditiap fakultas dilakukan dengan melibatkan banyak, namun banyak pihak yang tidak paham cara penyusunanya, sehingga nominal UKT tiap fakultas membengkak. Saat itu rektor memang tidak menaikan dan tidak menurunkan nominal UKT. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya surat keputusan UKT 654/UN23/PP.100/2012. Peristiwa tersebut dianggap sebagai penghianatan jajaran birokrasi terhadap surat perjanjian, karena belum selesainya permasalahan dalam penyusunan UKT seperti yang tertulis pada surat perjanjian 12-12-2012. Akibat kecewa akan keputusan rektor UNSOED, mahasiswa melakukan penguburan hati nurani rakyat di Pemakaman Gunung Slamet sebagai

12

Edisi Desember 2013 volume 1

simbolik hati nurani jajaran birokrasi terutama rektor yang menghianati perjanjian dengan mahasiswa. Selanjutnya mahasiswa melaporkan permasalahan ini ke PTUN Semarang. Setelah pelaporan ini para penggugat dipanggil oleh rektorat untuk menghadiri rapat di Gedung Rektorat Pusat. Beberapa kali sidang dilalui sesuai aturan pengadilan PTUN. Hingga detik ini, perjuangan akan UKT Unsoed 2012 belumlah berhenti apalagi berakhir. Dukungan nasional pun kini menanti, salah satunya bentuk dukungan moral oleh tokoh pemerhati pendidikan yakni Eko Prasetyo. Pemberlakuan sistem UKT bukan hanya menciderai pembiayaan kulah, namun juga menandakan pendidikan Indonesia yang kian dikomersialiasasikan. (Fidi/HUS)

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

Edisi Desember 2013 volume 1

O _ngole

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

serta dari fasilitas sarana dan prasarana yang semakin membaik. “Perkuliahan dan praktikum itu prioritas buat saya dan dari dana yang ada sudah mencakup 80% untuk operasional perkuliahan dan praktikum, baru operasional yang lainnya� jelas Pembantu Dekan II, Ir.AT Ari Sudewo,MP. Uang untuk kegiatan operasional kampus sekitar 50 juta sudah dipakai untuk kegiatan perkuliahan dan praktikum. Operasional lain yang dijelaskan yaitu perbaikan sarana dan prasarana kampus, seperti pemeliharaan gedung, pemasangan tralis, pembuatan tempat parkir sepeda, perbaikan pintu kamar mandi dan masih banyak hal lain yang dilakukan demi terpenuhinya fasilitas yang ada disini. Keterbatasan dana yang ada dan proses pencairan dana yang terlambat inilah yang seringkali menyebabkan mundurnya proses perbaikan yang ada. Kemunduran dan keterlambatan yang dapat dirasakan dengan jelas adalah telatnya pemasangan AC di ruang 306 dan 307. Hal ini pula yang memicu adanya pemasangan spanduk dari HMPS D3, karena mengira pihak birokrasi tidak memerdulikan kebutuhan dari mahasiswa D3. Namun penjelasan dari PD II waktu itu sudah menjawab semua pertanyaan tersebut, penjelasan tersebut juga pernah disampaikan pada perwakilan dari HMPS D3 yang pernah berdiskusi dengannya. Diperoleh sebuah informasi bahwa AC yang berada di ruang 306 dan 307 adalah hasil dari sumbangan alumni sebesar 20 juta. “Alhamdulillah alumni

Laporan Utama

mau kontribusi lewat Pak Dekan untuk AC, sekitar 20 juta diperoleh dari alumni dan sisanya yang 3 juta saya masih ngutang�, terang Ir. AT Ari Sudewo,MP seraya menjelaskan kronologi mengenai AC yang baru dipasang di ruang 306 dan 307 tersebut. Pihak birokrasi PD II juga menyadari bahwa kinerjanya belum maksimal terkait masalah perbaikan fasilitas kampus. Pembantu Dekan II juga menjelaskan bahwa untuk perbaikan fasilitas yang lain dapat dilaksanakan ketika libur semester ini, sehingga tidak mengganggu kegiatan perkuliahan. Namun ada satu hal yang kini sedang difokuskan oleh PD II dan jajarannya yaitu terkait pengelolaan operasional dana praktikum sehingga adanya sinkronisasi data terkait masalah praktikum ini. Tujuannya agar mekanisme dana praktikum menjadi lebih baik dari sistem yang dipakai oleh setiap dosen pengampu sesuai dengan yang ditargetkan. Dengan demikian permasalahan dana praktikum di semester selanjutnya tidak ada lagi kendala, yang menjadi target yaitu adanya perbaikan alat-alat fasilitas laboratorium untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Lulusan Fapet dan Peluang Kerjanya Kekhawatiran para sarjana akan lapangan pekerjaan ketika lulus dari Fakultas Peternakan UNSOED dapat dihilangkan. Lulusan Fakultas Peternakan banyak yang mendapat kepercayaan dari perusahaan dan dibantu juga dari kerjasama oleh pihak alumni. Terlihat dari

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

5


Laporan Utama

O

_ngole Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

kegiatan recruitment yang diadakan setiap periode wisuda. Ketika lulus dan menjadi seorang sarjana peternakan, kita tidak perlu mencari lowongan kerja jauh-jauh disana karena pekerjaan sendiri yang menghampiri. “Untuk tahun ini setiap kali wisuda ada kira-kira 6 perusahaan yang datang ke sini, tentunya yang mengadakan recruitment diluar lebih banyak, dalam setahun terakhir kira-kira ada 15 perusahaan”, terang Dr. Drh Muh Samsi,MP selaku Pembantu Dekan III Fakultas Peternakan UNSOED. Kemudahan yang didapat oleh mahasiswa peternakan tidak selamanya berdampak positif. Sisi negatif karena adanya sistem jemput bola seperti inilah yang menyebabkan adanya sifat manja dari para lulusan. Sehingga sebagian ada yang tidak mampu bertahan lama saat bekerja, seperti yang dijelaskan oleh Pak Dekan, “kelemahannya lulusan sini jadi manja, sehingga daya tahan kurang dan menjadi kurang betah ketika pekerjaan tidak sesuai dengan keinginan mereka”. Harapan dari Pihak Birokrasi Setiap program kerja yang telah disusun oleh pihak birokrasi kampus baik yang terlaksana maupun tidak tentunya memiliki hambatan. Bidang kemahasiswaan sendiri seperti yang dijelaskan oleh Pak Samsi, “Saya heran sama mahasiswa disini, kenapa setiap kali ada tamu dari luar kurang diminati, seperti kuliah umum yang masih jarang diminati mahasiswa kecuali ketika diwajibkan dan

6

Edisi Desember 2013 volume 1

masuk ranah akademik”. Terkait kendala yang seperti ini, saat ditanya mengenai solusinya seperti apa dan harapannya dari pihak kemahasiswaan, Dr. Drh. Muh Samsi,MP hanya memberikan jawaban singkat namun penuh makna, “Solusinya tergantung mahasiswa, apakah punya daya saing atau tidak, perubahan itu adanya dari diri sendiri. Kalau harapan saya, mahasiswa UNSOED dapat menjadi nomor 1 di Indonesia, karena kita itu World Class Civic University, sehingga memiliki mahasiswa yang belum tercemar oleh budaya luar”. Memiliki keunggulan dari segi lulusan yang sanggup bekerja di lapangan. Ternyata dari segi akademisi, Fakultas Peternakan UNSOED masih memiliki kekurangan di tingkat guru besar dan jumlah doktor bila dibandingkan dengan Fakultas Peternakan yang ada di universitas lain. Sedangkan untuk harapan dari Dekan Fakultas Peternakan UNSOED sendiri, “Akreditasi hanya berlaku selama 5 tahun, jadi 5 tahun lagi akreditas A harus terus bertahan, serapan harus ditingkatkan, dan untuk UKM sendiri diharapkan adanya kegiatan yang dapat menyatukan semua UKM yang ada”. Sedangkan harapan dari Pembantu Dekan II seperti yang dijelaskan oleh Ir.AT.Ari Sudewo,MP yaitu mengenai sistem anggaran praktikum yang dapat berjalan dengan baik, anggaran untuk kuliah dan fasilitas dapat terealisasi. (Eni/Ghanis/Ricky/Hus)

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

Edisi Desember 2013 volume 1

O _ngole

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

pendidikan. "Kita menyusun UKT ya dengan perkiraan", pernyataa jajaran rektorat saat ditemui tahun 2012 lalu. Ditahun yang sama terbentuklah gerakan savesoedirman akibat kekecewaan seluruh mahasiswa UNSOED. Awalnya gerakan ini adalah kumpulan dari temen-teman anggota BEM dari setiap fakultas dan BEM Universitas, selama waktu berjalan teman-teman aktivis kampus setiap jurusan pun ikut serta bahkan dari temanteman FMN (Front Mahasiswa Nasional) Purwokerto. Savesoedirman menyebarluas keseluruh penjuru kampus, handband hitam bertuliskan savesoedirman dalam sekejap dikenakan oleh seluruh mahasiswa UNSOED dilengan ataupun diikatkan di kepala. Selain handband, diadakan pula konser road to campus. FKIK menjadi kampus pertama yang melakukan konser ini, kemudian Pertanian, Biologi, Peternakan dan tak ketinggalan kampus Fisip. Namun penggunaan handband ini menuai banyak protes dari kalangan dosen, terlebih di kampus Teknik terjadi kecaman dari dosen yang mengancam akan memberikan nilai E untuk mahasiswa yang menggunakan handband tersebut. Akhirnya mahasiswa melalui savesoedirman meminta dilakukannya dialog terbuka antar birokrat UNSOED dengan mahasiswa. Dialog ini dilaksanakn di Gedung Serbaguna Graha Widyatama dengan jajaran rektor yang hadir saat itu adalah pembantu rektor II dan III dan kurang lebih 2000 mahasiswa. Dialog ini tidak menuai hasil, karena rektor

Laporan Khusus

UNSOED saat itu (Prof. Drs. Edy Yuwono Ph.D) berhalangan hadir. Kemudian savesoedirman melakukan analisis data dan menganalisis secara hukum dengan diberangkatkannya 6 mahasiswa ke Jakarta untuk meminta bantuan hukum ke LBH Jakarta dan melakukan investigasi ke kantor DIKTI. Dihari itu pula PR II UNSOED berada di gedung yang sama yaitu gedung DIKTI. Tepat pada tanggal yang cantik dan bersejarah 12-12-2012 dilakukanlah occupy rektorat oleh ribuan mahasiswa dengan mengenakan aksesoris dan spanduk yang menentang UKT UNSOED. Mahasiswa berhasil menduduki kantor administrasi pusat UNSOED selama beberapa hari dan diakhiri dengan ditandatanganinya surat perjanjian antara rektor UNSOED (Prof. Drs. Edy Yuwono Ph.D) dengan mahasiswa setelah melakukan perundingan yang lama di ruangan rektorat. Salah satu bunyi perjanjian tersebut adalah UKT mahasiswa berlebih akan dikembalikan dan tidak akan ditetapkan UKT untuk semester berikutnya sebelum semua permasalahan UKT 2012 selesai dan penyusunan UKT harus melibatkan mahasiswa dan pihak fakultas. Sejak penandatanganan surat perjanjian oleh rektor tersebut, mahasiswa yang membayar UKT lebih menyerahkan bukti pembayaran dan fotocopy kartu tanda mahasiswa agar UKT-nya bisa menjadi normal serta surat permohonan untuk keringanan UKT untuk mahasiswa yang ingin menurunkan nominal UKT dibawah s t a n d a r y a n g d i s e ra h ka n m e l a l u i savesoedirman. Terkumpul ribuan surat di

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

11


Laporan khusus

O

_ngole

Edisi Desember 2013 volume 1

Edisi Desember 2013 volume 1

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

What’s Going ON

UKT ???

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

M

10

ketidaktahuannya dengan sistem baru yang digunakan UNSOED. Ada pula mahasiswa Kedokteran Gigi yang ditodong untuk membayar lebih dari 100 juta dari nominal yang ia pilih saat registrasi online di website UNSOED. Ketidaksiapan UNSOED menggunakan UKT juga tak hanya disebabkan oleh ketidakpahaman mahasiswa baru, tetapi dosen dan karyawan juga tidak banyak yang tahu tentang UKT. Hal ini terbukti pada tahun 2012 masih adanya pungutan-pungutan liar. Seperti dikampus coklat sendiri, saat itu masih harus membeli bahan praktikum berupa ayam dan diktat praktikum. Setelah dilakukan pengkoreksian ternyata dana yang dikucurkan pusat tidak mencukupi kebutuhan laboratorium sepenuhnya. Padahal yang dijanjikan jika sudah menggunakan UKT tidak ada lagi penarikan dalam bentuk apapun. Selain itu penyusunan UKT juga tidak melibatkan pihak fakultas yang lebih tahu kebutuhan untuk operasional

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

Laporan Utama

MENINJAU ULANGBEM Di Bawah Kepemimpinan Budiyono-Afifah

Menjelang Laporan Pertanggung Jawaban BEM Di Bawah Kepemimpinan Budiyono-Afifah

Terlihat ataupun tidak terlihat ini semua belum usai, perjuangan ini tetap berjalan menuju kebenaran enginjak bulan Desember ini mengingatkan kita pada bulan yang sama di tahun 2012. Mahasiswa UNSOED angkatan 2012 merupakan mahasiswa baru saat itu. Menikmati sistem baru yang dirancang oleh DIKTI dengan dalih untuk meringankan biaya kuliah. Ditahun tersebut juga merupakan tahun yang bersejarah untuk UNSOED, karena UNSOED merupakan perguruan tinggi negeri yang pertama menerapkan sistem pembiayaan UKT setelah adanya surat edaran DIKTI No.274 tahun 2012. Namun banyak kekeliruan dan kejanggalan akibat sikap UNSOED yang terburu-buru mengambil keputusan menerapkan sistem yang baru saja dilahirkan oleh DIKTI tersebut. Ketidaksiapan UNSOED akan sistem UKT ini terlihat dari banyaknya mahasiswa baru angkatan 2012 yang harus membayar UKT lebih besar dari standar, seperti mahasiswa peternakan bernama Farida. Dia harus membayar 40 juta setiap semester karena

O _ngole

P

enghujung tahun ini buletin Ongole mengangkat tema Kaleidoskop tahun 2013. Dengan tema ini harapannya kita dapat melakukan berbagai evaluasi diri terhadap apa yang telah kita lakukan selama dua belas bulan lalu, sekaligus mempersiapkan rencana tahun selanjutnya untuk menjadi lebih baik. Hal ini juga yang membuat kami tertarik untuk mereview kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan selama satu tahun bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan BEM. Sejak dilantik pada akhir Desember tahun lalu, BEM tentunya telah melakukan berbagai macam kegiatan. Dibawah kepemimpinan Budiyono sebagai presiden dan Afifah Noor Hidayah sebagai wakil presiden, BEM mengawali semua aktivitasnya dengan mengusung visi Harmonisasi Perubahan. Berpegang pada visi tersebut BEM terus melangkah dengan segala aktivitasnya sampai pada penghujung masa kepengurusan sekarang.

Revormasi Birokrasi Sepekan setelah dilantik Budiyono-Afifah langsung menyusun sebuah kabinet kerja yang akan membantunya untuk merealisasikan visi dan misinya sebagai pemimpin pergerakan mahasiswa fakultas peternakan. Berbekal pengalaman pada organisasi yang diikuti sebelumnya, Budiyono-Afifah memiliki cara lain untuk membentuk kabinet yang nantinya digunakan sebagai mesin penggerak BEM. Revormasi birokrasi adalah salah satu langkah strategis yang dilakukan pertama kali dalam kepengurusan ini. Dari berbagai perubahan yang dilakukan, lahirlah sebuah kabinet kerja dengan nama Kabinet Harmonis. Dalam Kabinet Harmonis ini beberapa bidang kegiatan yang ada pada tubuh BEM sebelumnya sengaja dirubah menjadi bidang-bidang lain yang dinilai lebih efisien, efektif dan relevan bagi mahasiswa masa kini. Salah satu bidang yang baru yaitu bidang Kewirausahaan. Wakil presiden BEM, Afifah Noor Hidayah

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

7


Laporan Utama

O

_ngole

Edisi Desember 2013 volume 1

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

menyatakan bidang kewirausahaan ini sangat yang nyaris tidak ada kegiatan apapun selama penting untuk membantu mengembangkan satu periode kepengurusan. potensi entreupreneur yang dimiliki mahasiswa fapet saat ini. Hal itu disampaikan kepada Program Unggulan Masalah bentroknya kegiatan akademik reporter LPM Husbandry disela-sela kesibukan kegiatan penelitian yang sedang dilakukannya. (praktikum-red) dengan kegiatan organisasi Oleh karena itu dirinya sangat menyayangkan jika adalah polemik turun-temurun yang tak pada BEM selanjutnya bidang ini kembali kunjung terselesaikan. Bagi mahasiswa umum ditiadakan. Mendengar hal tersebut tentu sudah mungkin tidak terlalu sering menjumpai pilihan ada satu nilai positif yang dimiliki BEM Kabinet untuk mengikuti praktikum atau kegiatan organisasi. Namun bagi Harmonis. kalangan aktivis hal ini Tidak semua perombaksering dihadapi dan an kabinet yang dilakukan menjadi dilema termebawa dampak positif sendiri. tentunya. Dua bidang yang Dikampus yang juga turut dirubah adalah hampir seluruh civitas bidang dalam negeri dan akademikanya sepakat bidang luar negeri. Kedua bahwa pengembangan bidang tersebut merupakan BEM Kabinet Harmonis, doc BEM diri (soft skill) tidak kalah dua bidang yang terpisah pada BEM sebelumnya, dimana bidang dalam penting dengan potensi akademik (hard skill), negeri hanya fokus mengurusi hal-hal didalam seharusnya kegiatan pengembangan diri lingkungan fakultas yang meliputi UKM/HMPS, semacam UKM/HMPS pun mendapat mahasiswa umum,dan hubungan dengan kedudukan yang sama pentingnya. Namun hal birokrasi kampus. Sementara bidang luar negeri ini belum dirasakan secara menyeluruh oleh fokus pada program yang behubungan dengan kalangan aktivis ataupun mahasiswa umum. Seperti perizinan untuk tidak mengikuti kegiatan lingkungan luar kampus. Langkah yang dilakukan Budiyono-Afifah praktikum atau pemindahan shift terkadang adalah melakukan merger terhadap keduanya. masih dipersulit oleh sebagian asisten Banyak kalangan aktivis menyayangkan hal ini, praktikum. Menyikapi permasalahan diatas, BEM karena kedua bidang tersebut memiliki peranan yang berbeda dan permasalahan yang sama- Kabinet Harmonis membuat sebuah sama kompleks. Hasilnya pun ternyata menjadi kesepakatan antara asisten praktikum dan tidak efektif lagi, seperti pada bidang luar negeri organisatoris, dimana dalam kesepakatan

8

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

Edisi Desember 2013 volume 1

O _ngole

Buletin Mahasiswa Fapet Unsoed

tersebut organisatoris akan diberi kemudahan dalam perizinan tidak mengikuti praktikum sementara waktu. Semua kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian forum antara asisten dan organisatoris yang dikukuhkan dengan Deklarasi Formusasor. Ketika dikonfirmasi mengenai program formusasor, wapres BEM Afifah menyebutkan, “memang formusasor pertama dideklarasikan ketika jaman presiden BEM Mas Farid, tetapi dulu belum kuat seperti sekarang”. Seperti kita ketahui pada proses perizinan saat ini memang secara otomatis telah mendapatkan persetujuan Pembantu Dekan I dan Pembantu Dekan III. Hal ini dikarenakan pihak tersebut turut menandatangani Deklarasi Formusasor tahun 2013. “Dengan berjalanya program formusasor ini harapannya menjadi nilai lebih dari BEM saat ini”, lanjut Afifah. Terlepas dari pernyataan wapres BEM tesebut, tentu kita bisa melihat dan merasakan sendiri sejauh mana efektifitas dari program unggulan BEM tersebut atau pun program-program BEM yang lain.

Laporan Utama

mahasiswa umum bisa disebabkan oleh banyak hal. Dalam sebuah kesempatan reporter LPM Husbandry pernah melakukan wawancara terhadap sekelompok mahasiswa mengenai kinerja BEM. Dari hasil wawancara tersebut, sekelompok mahasiswa menyatakan tidak tahu kinerja BEM dan tidak mau tahu hal-hal yang seperti itu (Organisasi/BEM-red). Memang didalam kampus tidak semua mahasiswanya pro-aktif terhadap organisasi. Ada kalangan mahasiswa yang meninggikan sikap apatisme terhadap dunia organisasi dan cenderung tidak mau tahu. Namun hal ini juga tidak bisa menjadi dalih bagi BEM atas ketidaktahuan mahasiswa terhadap program kerjanya. Informasi, publikasi, transparasi secara luas dan menyeluruh juga harus dilakukan oleh BEM. Pada akhirnya BEM memang harus bekerja keras dan sungguh-sungguh. Terlepas dari hal tersebut, terlihat atau tidaknya kinerja dari BEM juga tergantung sejauh mana mahasiswa mau melihat dan mencari tahu. (Eko/Hus)

Mahasiswa tidak merasakan BEM Tidak sulit menemukan jawaban bahwa mahasiswa tidak merasakan program kerja BEM, kebanyakan mahasiswa memang mengaku tidak tau apa yang dilakukan oleh lembaga mahasiswa nomer 1 tersebut. Tetapi hal ini tidak sertamerta menjadi kesimpulan akhir bahwa BEM memang tidak bekerja. Ada beberapa hal yang harus kita cermati lebih lanjut. Ketidaktahuan kinerja BEM pada kalangan

“Masalah bentroknya kegiatan akademik (praktikum-red) dengan kegiatan organisasi adalah polemik turun-temurun yang tak kunjung terselesaikan”

MEDIA ASPIRASI DAN KOMUNIKASI FAPET UNSOED

9


Buletin hus desember warna