Page 1

PEMBUKAAN POSKO PUSAT TIMUR

0 09 .0

N O .4 ES 4, EM C BER AW ANG 20 13 , JAKARTA ,P UKUL D 4

,1

BTU

INDONESIA SATU Catatan Langsung Dari Studio Kompas TV

Forum Indonesia Satu Kompas TV.

pasal prosedural.

Forum Indonesia Satu merupakan forum dialog antar kandidat Calon Presiden RI tahun 2014. Acara ini diadakan di Studio Kompas TV, Palmerah Jakarta. Sebelum dilakukan dialog Litbang Kompas mengungkapkan karakter pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bestian Nainggolan menyebutkan, Pertama, Pemimpin yang memang benar-benar tidak artifisial. Kedua, pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat. Ketiga, Pemimpin yang cepat bekerja, tegas dan secara moral tidak koruptif. Dari banyak nama yang keluar dari masyarakat munculah 15 nama. Salah satu dari 15 nama tersebut adalah Rhoma Irama. Dari 15 nama tersebut 9 calon presiden menurut versi Kompas hadir dalam Forum Indonesia Satu yang dipandu oleh Jaya Suprana (Budayawan) dan Ratna Dumila (Kompas TV). Berikut laporan riforri langsung dari Studio Kompas TV.

Tanggapan Jaya Suprana

Testimoni Rhoma Irama Forum ini tentunya diharapkan dapat memberikan kesan kepada masyarakat tentang kompetensi para calon sebagai pemimpin bangsa kedepan. Bagaimana dengan persoalan hukum kita? Rhoma: Saya teringat dengan Sistem Hukum di Amerika, yaitu suatu istilah dengan Mega Lawyer atau hukum sebagai peluang bisnis. Awalnya dari Eropa kemudian Indonesia yang mengimplementasikan paling akhir. Bahwa hukum itu ditafsirkan sebagai peluang bisnis. Kenapa ini terjadi?. Ini terjadi karena keadilan hukum berlaku social justice-nya tidak berjalan, hanya segi formalnya. Ini dijadikan peluang para pebisnis untuk menjadikan hukum sebagai barang dagangannya, karena yang namanya equlity before the law tidak terjadi. Supremasi hukum menjadi supremasi pasal-

DEBBY VERAMASARI :

www.ri-for-ri.com

Tabloid

.D

SA

EW

IS ARTIKA

PEMENANGAN RIFORRI

JL

Riforri Edisi Ke-3 Desember 2013

Pernyataan Rhoma menyatakan bahwa hukum sudah menjadi bisnis, justru lebih parah lagi menurut saya. Hukum sekarang ini sudah menjadi industri di Indonesia. Rhoma sendiri sudah membuat lagu untuk anti korupsi ini. Judulnya Indonesia. Hukum menjadi industri. Bagaimana dengan persoalan Kesehatan Masyarakat. Rhoma :Saya rasa melihat kebijakan kesehatan ini bukan pada kuratif (pengobatan), tetapi preventif (pencegahan). Hari ini yang terjadi adalah kuratif. Kuratif yang kita laksanakan. Contohnya Puskesmas, bukan Pusat Kesehatan Masyarakat, tetapi Pusat Pengobatan Masyarakat. Karena itu sifatnya Kuratif. Askes sebagai asuransi kesehatan, tetapi asuransi sakit. Yang terpenting pemerintah harus menganggarkan dana untuk health promotion. Yang penting, sosialisasikan bagaimana hidup sehat, bagaimana kita supaya tidak sakit. Preventif yang penting. Sosialisasikan pola makan sehat, pola hidup sehat. Dulu ada istilah mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Kenapa tidak setengah jam sebelum masuk kantor atau sekolah harus berolahraga. Dengan demikian masyarakat akan sehat. Tanggapan (Interupsi) Jaya Suprana terhadap tanggapan Rhoma Irama. Saya tertarik dengan pernyataan Rhoma. WHO sudah menyatakan bahwa Abad 21 ini bukan Abad Kuratif. Tepat sekali konsep Rhoma Irama karena Abad sekarang adalah Abad Preventif dan Promotif. Olahraga itu preventif. Konsep Rhoma itu penting sekali. Kita kan punya Departemen Kesehatan, bukan Departemen Pengobatan.

ingin memajukan tanah leluhur

RAMDANSYAH Pendiri Rumah Demokrasi

Negarawan adalah Pahlawan “Politik itu adalah cara mencapai kebahagiaan� kira-kira demikian bunyi pemikiran filsuf Yunani 400 sebelum masehi. Bagaimana bisa? Bukannya dokter yang pasti memberikan kebahagiaan dan kesenangan pasien dan keluarganya atas kesembuhan pasien? Betul, ada profesi yang memberikan kesenangan personal, tetapi apabila lebih banyak orang yang diselamatkan dan mendapat kebahagiaan itu adalah tugas politisi. Politisi dapat menjadi pembawa amanah seperti halnya nabi. Amanah rakyat untuk mencari jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Politisi sekuler selalu mengarahkan tujuan suatu bangsa pada kesenangan fisik seperti tercapainya suatu kemakmuran. Politisi religius mengungkapkan tujuan diri dan bangsanya agar tercapai kesenangan (tepatnya kebahagiaan) vertikal dan horisontal (dunia akhirat). Politisi religius maupun sekuler dihadapkan pada persoalan apakah hendak terus menjadi politisi atau bergerak maju menjadi negarawan? Seorang negarawan memiliki pangkat dan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan politisi. Politisi berpihak kepada partai politi atau golongannya. Mereka hanya selalu betah pada zona nyaman, di kiri atau di kanan saja. Politisi abadi enggan berganti posisi dari penyerang, menjadi gelandang, pemain belakang bahkan menggantikan posisi penjaga gawang yang terkena kartu merah. Sementara negarawan ia dapat bergeser ke kiri, kanan, tengah, belakang atau-pun depan, tanpa kehilangan jati diri. Seorang negarawan adalah seorang filsuf raja seperti pernyataan Plato. Raja yang bijak (karena seorang filsuf) dapat mengatur rakyatnya sehingga tujuan sekuler ataupun religius dapat dicapai. Seperti yang diungkap oleh Ibnu Farabi dalam bukunya Madinatul Fadilah, seorang yang terjun ke dunia politik sudah harus selesai dengan dirinya, keluarga dan baru boleh mengabdi pada masyarakat. Orang yang masih sibuk mengurusi kekayaan untuk dirinya atau keluarga tidak boleh memegang jabatan publik. Ia akan sibuk terus menerus mengurus diri dan keluarganya, tetapi tidak sibuk mengurusi rakyatnya. Jika pedoman Ibnu Farabi ini diikuti, maka koruptor di Indonesia akan berkurang sedikit demi sedikit. Politisi yang sudah bergeser menjadi Negarawan, tentunya akan dinobatkan menjadi pahlawan. Iya betul, pahlawan. Karena ia dapat mengalahkan dirinya, kepentingan keluarga dan golongan. Ia berperang melawan hawa nafsu berkuasa yang memang sudah menjadi insting manusia. Jika berhasil, maka rakyat akan sejahtera dan dirinya sudah menjadi insan kamil (sempurna).


RIF OR RI

2

Edisi: Oktober 2013

BERITA UTAMA

Rhoma 3 in One : Agama, Seni dan Budaya

Riforri Untuk Bangsa

“Saya tidak perlu bertransformasi menjadi politisi, karena saya telah menjalankan peran dalam agama, seni dan politik secara bersamaan”. Kalimat ini disampaikan Rhoma Irama dihadapan para peserta seminar politik yang diselenggarakan Fraksi PBK di Gedung Nusantara V MPR RI Senin, 2 Desember 2013 lalu.

RIFORRI, Rhoma Irama for Republik Indonesia sudah mulai dikenal publik. Bagaimana cara mengetahuinya?. Lihat saja jejaring sosial seperti facebook, blackberry atau cek di google kata riforri sudah mulai beredar di dunia maya.

Kalimat ini menjadi bagian penting untuk menghilangkan keraguan banyak pihak tentang peran politik calon presiden dari PKB selama ini. Rhoma Irama identik sebagai penyanyi dan Raja Dangdut. Terkadang cap lain untuk Rhoma Irama sebagai mubaligh karena sering menyampaikan ceramah agama baik dalam bentuk Tabligh Akbar dan Khatib Sholat Jum’at. Padahal, Sang Legenda sejak tahun 1970-an telah terjun di kancah politik sebagai juru kampanye untuk Partai Islam PPP saat itu. Ia juga pernah terjun sebagai juru kampanye untuk Partai Golkar di akhir masa rezim Orde Baru. Rhoma masuk ke Senayan akhirnya menjadi anggota DPR RI dari Utusan Golongan saat itu.

Setelah nama riforri dikenal secara kognitif oleh publik apa yang dapat dilakukan selanjutnya? Bukubuku textbook menyatakan setelah orang mengetahui secara kognisi, maka aspek afektif dan konatif menjadi target berikut. Afektif adalah bagaimana pengetahuan yang melibatkan emosi. Tidak sekedar tahu keberadaan Riforri tetapi pula perasaan psikologis apabila bicara tentang lembaga ini. Kalau melihat sejumlah komen di grup-grup Forsa atau Relawan Rhoma Irama anggota grup memposting statemen yang lebih dari sekedar mengetahui sang legenda, bahkan lebih dari itu. Mereka bahkan memberikan kontribusi tentang misi dan visi agar Raja Dangdut menjadi Presiden. Upaya ini sudah mengarah pada aspek konatif. Pengetahuan yang kemudian beranjak orang tergerak untuk berbuat. Dalam konteks Riforri banyak orang tergerak untuk mendukung, mengkampanyekan bahkan nantinya akan memilih Rhoma Irama sebagai Presiden pada hari pemungutan suara.

Foto: Diskusi Kebangsaan UNJ

Sebagai seorang yang paham dengan Islam, Rhoma tidak membedakan peran agama, seni dan politik. Calon presiden ini meneruskan perjuangan Wali Songo di Indonesia yang menyebarkan ajaran Islam (agama) ini dengan aktifitas (seni) budaya untuk tujuan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat (politik)

Usai orang tahu, merasakan dan berbuat untuk sang legenda, maka yang diperlukan jangkar atau kordinator. Jangkar bertugas agar semua pihak saling bekerjasama, bukan sama-sama kerja. Tujuannya adalah efektifitas. Agar efektif semua lembaga yang bergerak untuk mengoptimalkan aspek konatifnya untuk mendukung Rhoma Irama untuk Presiden harus dalam koridor kebersamaan. Masing-masing bergerak sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas lembaganya. Keberadaan tabloid Riforri adalah dalam upaya untuk menjadi jangkar bagi semua instrument untuk menjadikan Rhoma sebagai Presiden RI. Sebagai media yang bergerak dalam media cetak, online dan “mouth to mouth” Riforri ingin mengangkat Rhoma layak menjadi negarawan sehingga layak untuk dipilih oleh rakyat Indonesia. Alhamdulilah, usai riforri tiga edisi terbit. Riforri dalam bentuk pusat posko pemenangan Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri) diluncurkan. Posko ini diharapkan menjadi jangkar bagi poskoposko Riforri yang sudah banyak didirikan di sejumlah Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. Pusat Pemenangan yang rencananya akan dibuka oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Posko Pemenangan yang berada di lokasi strategis Jl. Dewi Sartika No. 44, Cawang, Jakarta Timur akan menjadi Media Centre bagi para pekerja media untuk mengetahui dari A sampai Z tentang Rhoma Irama. Para penggemar bang Haji Rhoma juga dapat mengetahui jadwal kegiatan sang Raja Dangdut selama 1 pekan atau 1 bulan kemudian. Persiapan menjelang pembukaan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Perangkat yang dilibatkan untuk peresmian posko adalah semua elemen relawan Rhoma Irama. Relawan seperti Fahmi Tamami, Pammi, Forsa, Fampata dan relawan lainnya. Mereka siap datang untuk memberikan doa untuk lompatan besar bang Haji Rhoma Irama menjadi Calon Presiden RI atau Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri). Tidak lupa Riforri mengucapkan berkah untuk capres kita yang berulang tahun yang ke 67 pada tanggal 11 Desember 2013. Semoga umur panjang menjadi berkah dan selalu mendapat limpah dan barokah dari Allah Swt, amin YRA.

Bangga Dengan Bang Haji Alhamdulillah, kita sebagai anggota ataupun warga FORSA, tentu bangga Akan pernyataan Bang Haji Rhoma Irama, Bahwa Beliau adalah asset Nasional dan Juga Asset Islam Khususnya di Indonesia dan umumnya di Dunia Islam . Marilah kita jaga kebersamaan Forsa, Kekompakan Forsa dan kesatuan dan Persatuan Forsa tanpa harus melihat perbedaan pandangan, suku bangsa, bahasa dan Negara. Kita harus bisa meneruskan dan menyebarkan niat dari Bang Haji ke seluruh penjuru negeri den seluruh penjuru dunia .Insya Allah , kita bisa dan diridhai Allah SWT . Muto W, Pemalang

Redaksi

TABLOID RIFORRI Alamat Redaksi : Jalan Jatiwaringin No 20 Pondokgede 17411 www.ri-for-ri.com email: tabloid.riforri@gmail.com Phone : (021) 84902110

Pemimpin Umum: Waskito Pemimpin Redaksi: Watingpung Redaktur Eksekutif: Al Farabi

Kolom Koleksi Kaset/ CD/DVD Rhoma Assalamu Alaikum wr wb Semoga para pengasuh Riforri diberikan kesehatan dan dalam lindungan NYa. Saya punya usul nih, karena selama dua kali terbitan saya lihat belum ada kolom untuk koleksi kaset, CD/DVD dari Haji Rhoma Irama. Bagaimana kalau untuk edisi berikutnya bisa ditampilkan, khususnya dari Fans atau penggemar Rhoma, koleksi kaset CD/DVD dari sejak awal Soneta berdiri. Kolom ini sekaligus sebagai wahana untuk bertukar pikiran atau wadah tukar menukar informasi mengenai karya karya Rhoma Irama. Begitu saja saran dari saya, mudah mudahan bisa diterima Yayan B, Forsa Bandung

Dewan Redaksi: Waskito, Ramdansyah, Agus Suryantoro, Debby R, Vicky R, Bambang RW, Abdul Rosyid, Drs. KH. Luthfi Zubaid, Drs HA Johan Hadi, Budiyanto Bercahaya

Fotografer: Babe Ali Layout: Abdul Rosyid


RIF OR RI

Edisi: Oktober 2013

BERITA UTAMA

3

Capres Harus Dari Politisi Menjadi Negarawan Beri Solusi Kompas, 31 Oktober 2013 JAKARTA, KOMPAS — Korupsi yang marak, masih rendahnya kualitas pendidikan, dan buruknya pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi Indonesia ke depan. Oleh karena itu, para tokoh yang akan maju dalam Pemilihan Umum Presiden, 9 Juli 2014, menawarkan berbagai solusi terbaik. Hal itu mengemuka dalam acara Forum Diskusi Indonesia Baru yang diadakan Kompas TV, Rabu (30/10) malam. Acara ini juga sekaligus merupakan peluncuran program acara Indonesia Satu. Dari 15 capres pilihan publik versi Litbang Kompas yang diundang dalam acara, 9 capres pilihan hadir. Mereka adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR Hidayat Nur Wahid, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo, musisi senior Rhoma Irama, dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto. Sementara itu, 6 calon yang tidak hadir adalah Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Gubernur DKI Joko Widodo, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh.

layak peserta seminar Rhoma menyampaikan premis mayor terlebih dahulu yakni, “diperlukan amandemen konstitusi ke V sebelum melakukan perubahan sistem ketatanegaraan”. Statemen ini kemudian dilanjutkan dengan premis minor perlunya peleburan MK kedalam MA. Pernyataan Rhoma Irama ini juga sesuai dengan konteks seminar. Halaman 3 Term of Reference (TOR) Seminar PKB yang diterima Riforri mempertanyakan “apakah konstitusi kita UUD 1945 hasil amandemen sudah cukup memadai sebagai fondasi untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial?”. Berdasarkan statemen ini kemudian Rhoma mengajukan tesis untuk meleburkan MK pada amandemen konstitusi kelima.

Hadir pula anggota Komisi Pemilihan Umum, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan anggota Badan Pengawas Pemilu, Nasrullah. Menurut Jusuf Kalla, solusi mengatasi korupsi memang harus dilihat penyebabnya. Pada era Reformasi, kekuasaan terbagi-bagi. Akibatnya, korupsi pun merebak dari pusat hingga daerah-daerah. Selain pembenahan sistem, keteladanan pemimpin juga sangat penting. Mahfud berpandangan, sumber korupsi di negeri ini adalah birokrasi dan parlemen. Karena itu, pembenahan korupsi juga harus dimulai dari sana. Menurut Wiranto, korupsi terjadi karena ada orang-orang yang memiliki kebutuhan dan nafsu yang tidak seimbang dengan pendapatannya. Indonesia butuh pemimpin yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hidayat juga menyebutkan, mekanisme penentuan anggaran di DPR hingga level satuan tiga, sesungguhnya, tujuan awalnya justru untuk mencegah korupsi, bukan malah untuk bagi-bagi proyek. Karena itu, dia mengingatkan, hendaknya dalam memandang persoalan korupsi yang terjadi tidak serta-merta melakukan generalisasi. Rhoma Irama pun menyebut korupsi terjadi karena hukum pun sudah dijadikan peluang bisnis. Supremasi hukum sudah diperdagangkan. Dahlan juga mengusulkan solusi praktis. Jabatan struktural perlu dikurangi, sedangkan jabatan fungsional diperbanyak sehingga seluruh program tepat sasaran. Elektabilitas Terkait elektabilitas para capres, menurut Gita, elektabilitas dan popularitas capres pun hanya dapat dihadapi dengan optimisme. Yang terpenting, semua strategi dilakukan demi Indonesia yang lebih baik. Anies Baswedan memiliki semangat sama. Menurut Anies, niat itu pula yang mendasari dirinya untuk mencalonkan diri. Proses menuju kursi presiden, baginya, bukan dilihat sebagai upaya menang atau kalah semata. ”Kompetisi dalam konvensi capres Partai Demokrat saya artikan sebagai iuran untuk mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik. Lihatlah persoalan korupsi yang makin merajalela,” katanya. Hal senada diungkapkan Pramono Edhie Wibowo. Menurut Pramono, sikap tak mau menyerah menjadi kekuatan untuk memimpin negara ini mengatasi berbagai persoalan bangsa. Rhoma Irama, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD pun masih menunggu putusan Musyawarah Pimpinan Nasional PKB. ”Saya tidak pakai strategi-strategi, mengalir saja,” ucap Mahfud. CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo menuturkan, kehadiran para capres pilihan publik ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi bangsa. Menurut Agung, Kompas pun akan berupaya untuk menjaga netralitas menghadapi Pemilu 2014. (OSA)

“Jika Fungsi Mahkamah Konstitusi sama dengan Mahkamah Agung, maka cukup dileburkan saja jadi satu”. Kalimat ini terucap dalam dialog kebangsaan Fraksi PKB di Gedung Nusatara V, MPR RI, Jakarta. Pernyataan ini cukup menghebohkan. Pernyataan Rhoma Irama masuk menusuk ke jantung konstitusi. Kapasitas Capres bergeser dari seorang politisi menjadi negarawan. Sayangnya statemen ini berubah menjadi kepingan puzzle, ketika dikutip hanya separuh saja. Pernyataan Rhoma ditujukan untuk mengkritisi posisi Mahkamah Konstitusi. MK sebagai banteng terakhir penjaga konstitusi mulai tidak dipercaya oleh publik setelah ketuanya dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Setelah tragedi Ketua MK, sidang Pemilukada bergeser menjadi ajang cacian dan pengrusakan aset-aset Negara oleh mereka yang berperkara.

Rhoma untuk memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap MK, tetapi dengan cara mempromosikan Mahkamah Konstitusi dan mengajak Rhoma Irama untuk melakukan kampanye ini.

Seakan tidak puas dengan statemenstateman yang dianggap menyentil masalah kebangsaan, media diajak kembali oleh Bang Haji untuk bicara santai tentang masalah kebangsaan. YKS (Yuk Kita Santai) Rhoma dan Media dilakukan kembali di Hotel Sari Pan Pasific. Media cetak, online dan televisi diajak santai menanyakan persoalan kebangsaan selama 1 (satu) jam. Media mempertanyakan kembali persoalan MK, isu duet RhomaJokowi dan masalah pencalonan Rhoma oleh PKB. Ketiga isu panas di media dijawab denRiforri yang hadir dalam seminar ke- gan santai oleh Calon Presiden dan didampbangsaan terkejut ketika statemen Rhoma ingi oleh Riforri. Irama dipelintir hanya mengungkapkan Tim Riforri akan melanjutkan secara premis minor tanpa didahului premis mayor. Akibatnya muncullah pernyataan miring bah- berkala kegiatan YKS (Yuk Kita Santai) wa Rhoma Irama tidak paham dengan UUD Rhoma Media di Ruang Media Centre Riforri 1945. Sikap kenegarawan bang haji muncul setelah Pusat Posko Pemenangan Riforri dirdalam menghadapi pernyataan miring. Rho- esmikan. Tujuannya sederhana untuk terus ma bukannya melakukan counter isu terhadap menerus menyampaikan paham kebangsaan masalah ini, tetapi keesokan harinya Selasa, Rhoma Irama kepada publik dan akhirnya 4 Desember 2013 menyampaikan kembali menjadikan Rhoma bukan hanya sebagai pernyataannya secara proporsional. Dalam politisi, tetapi bergeser menjadi Negarawan. Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan Upaya untuk menjadikan Rhoma sebaoleh Badan Eksekutif Mahasiswa Univer- gai negarawan dilakukan dengan melakukan sitas Negeri Jakarta ia mengulangi kembali berbagai upaya untuk bertemu dan berdiskusi pernyataan tentang perlunya penegakan ke- dengan para tokoh bangsa. Upaya mempertepercayaan publik terhadap Mahkamah Kon- mukan Rhoma Irama dengan Jusuf Kalla sestitusi. laku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Pernyatan bang haji Rhoma untuk mem- (DMI) menunjukan kapasitas Rhoma sebagai bangun kembali kepercayaan terhadap MK ahli agama dan negarawan. Terlepas dialog diulang kembali malam harinya (4/12/2013) yang muncul di media adalah pengembandalam acara live TV One Apa Kabar Malam gan Masjid/Musholla di Indonesia, tetapi bersama dengan Irma Putra Sidin (Penga- pemberitaan menggeser posisi Rhoma sebamat Hukum Tata Negara), Taslim Chaniago gai penyanyi.

Berawal dari keberadaan MK yang mulai tidak dipercaya publik, Calon Presiden yang akan diusung i PKB ini mulai mengajukan Pertemuan Rhoma irama dengan 8 calon wacana peleburan MK. Sebelum menyam- (Komisi III DPR RI), dan Mahfud MD. Irma paikan pernyataan peleburan didepan kha- Putra Sidin mendukung keinginan Bang Haji presiden Pilihan Kompas di Kompas TV turut menggeser posisi Rhoma untuk menjadi Negarawan. Kapasitas Rhoma mulai tampak foto: Yuk Kita Santai (YKS) Rhoma dan Media, ketika membicarakan masalah penegakan Hotel Sari Pan Pasific, Kamis 5 Des 2013. hukum, Sumber Daya Manusia dan Kesehatan Masyarakat. Berulangkali Jaya Suprana selaku pembawa acara menimpali positif pernyataan Rhoma Irama. Practise makes perfect demikian ungkapan peribahasa. Untuk menjadi negarawan, maka perlu berlatih. Berlatih menjadi politisi yang terus menerus mengedepankan isu-isu kebangsaan. Isu-isu tersebut harus dialogkan dengan tokoh-tokoh besar dan forum-forum kebangsaan. Hasilnya kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat. Dengan demikian menjadi Presiden ataupun tidak dalam Pemilu 2014 nantinya, Rhoma Irama akan selalu dikenang lebih dari seorang politisi, tetapi Negarawan. Semoga.


RIF OR RI

4

Edisi: Oktober 2013

SURVEI POLITIK

Carut Marut DPT Harus Dituntaskan

C

alon Presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama mendesak agar permasalahan kekisruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dituntaskan. Sebab saat ini masih ada 10,4 juta pemilih yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Raja dangdut ini khawatir kekisruhan DPT masih terjadi pada saat pencoblosan nanti. Jika tidak, kata dia, partai politik akan menjadi pihak yang dirugikan. “Masih ada 10,4 juta pemilih yang bermasalah dalam DPT, itu tentu harus dituntaskan, berbagai macam kemungkinan kecurangan bisa terjadi,” tukasnya di Pondok Pesantren Al Manar Azhari, Limo, Depok, Minggu (10/11/2013). Rhoma menambahkan jika DPT bermasalah, tentunya hasil pemilu tidak akan valid. Ia meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk duduk bersama. “Ini bisa membuat pemilu tak valid hasilnya, saya rasa KPU dan Kemendagri harus betul-betul bekerjasama, barangkali dibantu parpol, secara sinergi bagaimana menuntaskan validitas,” katanya. Rhoma menilai, kesalahan bisa saja terjadi saat verifikasi data pemilh. Misalnya terhadap DPT ganda, atau pemilih yang sudah meninggal tetapi masih tercantum dalam DPT.

“Tentu ada perubahan signifikan, misalnya tahun lalu memilih, sekarang meninggal, tahun lalu belum memilih, tahun sekarang bisa jadi sudah memilih tetapi tak masuk DPT. Itu kan bisa signifikan, harus terus dirapikan,” tandasnya. Sementara Koalisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis (KMPD) mendesak agar DPR RI segera membentuk panitia khusus untuk mengevaluasi serta menyelidiki adanya carut marut pencatatan penduduk dan pendataan pemilih untuk Pemilu 2014. Menurut KMPD, Kementrian Dalam Negeri dinilai gagal dalam mendata penduduk khususnya mereka yang layak menjadi pemilih. “Kemana itu uang sebesar 6 triliun (dana untuk E-KTP) untuk melakukan itu. Akibat program gagal itu, DP4 dan DAK2 yang merupakan wewenang Mendagri kacau balau. Terbukti 10,4 juta pemilih tidak memiliki nomor induk kependudukan,” ucap Pengmat Pemilu dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (7/11/2013). Bahkan, Ray pun mempertanyakan apakah data penduduk sebanyak 251 juta orang itu benar atau tidak. Sebab, dari DP4 yang diserahkan Kemendagri ke KPU sebesar 190 juta orang itu pun masih banyak data kosong serta tidak akurat. “Komisi II DPR RI segera membentuk pansus evaluasi terhadap pendataan penduduk, dan pemilih Kemendagri. Ngeri kasih duit untuk pendataan outputnya tidak jelas,” ucap Ray. Selain membentuk Pansus, KMPD pun mendesak DPR untuk segera membuat rekomendasi kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tentang pemberhentian Anggota KPU. Pasalnya, penetapan DPT yang dilakukan KPU pada Senin (4/11/2013) lalu dinilai tak memiliki dasar hukum. “Dari segi penetapannya diduga KPU tidak memiliki dasar hukum. Sebab, perubahan tanggal penetapan itu harus disertai juga dengan dirubahnya peraturan,” ucap Direktur Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma) Said Salahudin. Menurut Said, berdasarkan UU Pemilu DPR memiliki hak rekomendasi memberhentikan KPU melalui DKPP. Sebab, menurut dia, KPU tidak memiliki argumentasi yang kuat mengapa mereka bersikukuh untuk menetapkan DPT pada Senin itu. “Kenapa harus tanggal 4 November? Kan bisa saja tanggal 6,7 atau tanggal lainnya. Jauh lebih penting itu adalah KPU dapat menghasilkan DPT yang akurat. Kualitas Pemilu itu dapat diukur dari DPT yang berkualitas,” ucapnya. Begitu halnya juga dengan Badan Pengawas Pemilu. Menurut Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, Bawaslu itu kerjaannya hanya merecoki KPU tanpa memberikan solusi terkait DPT. Bahkan, Bawaslu itu sekarang lebih cenderung menghamburhamburkan uang negara dengan banyaknya agendar forum grup diskusi (FDG) dibandingkan melakukan pengawasan pemilu. “Mereka lebih banyak diskusi dibandingkan mengawasi. Sekalinya mengawasi tapi tidak disertai data,” paparnya. (prc)

Rhoma Ungguli Wiranto dan Mahfud

O

Umum DPIP ini memperoleh suara sebesar 12,5 persen, Aburizal Bakrie Ketua Umum Golkar mendapatkan 10,9 persen, Jusuf Kalla 9,4 persen, Surya Paloh 7,6 persen, Rhoma Irama 6,4 persen, Wiranto 6,1 persen, Mahfud MD 5,7 persen, Hatta Rajasa 4,2 persen, Yusril Ihza Mahendra 2,1 persen dan yang terahir Surya Darma Ali 0,6 persen. Sedangkan rahasia 3,8 persen dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 12,9 persen.

Menurut Ketua Fraksi Partai Hanura Syarifudin Sudding, jika partai besar tetap tak ingin mengubah Undang-Undang itu, maka terjadi tirani bagi partai-partai kecil.

Sementara itu, Rancangan Undang-Undang Pemilihan Presiden masih terus digodok di Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat. Pembahasan RUU yang memakan waktu 1,5 tahun ini mentok di pasal ambang batas pencalonan presiden atau presidential Sedangkan Ketua Dewan Pembina partai threshold (PT). Gerindra Prabowo Subianto menempati poPartai-partai kecil di parlemen ingin PT sisi teratas dengan elektabilitas 16,7 persen. Responden memilih Prabowo sebagai capres itu diturunkan, bahkan dihilangkan. Namun partai-partai besar ingin Undang-Undang ideal dengan usia diatas 56 tahun. Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Posisi berikutnya ditempati oleh Mega- Umum Presiden dan Wakil Presiden itu tak wati Soekarno Putri. Mega yang juga Ketua diubah satu pasal pun.

“Ini pemilu legislatif juga belum. Siapa yang menang pemilu juga tidak tahu. Kalau sudah memenuhi syarat untuk ikut pemilu legislatif tidak ada lagi partai menengah, partai kecil atau partai besar. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama,” kata Pramono.

rang boleh memandang sebelah mata terkait elektabilitas Rhoma jika maju sebagai calon presiden. Namun hasil survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga survei Political Weather Station (PWS) menunjukan bahwa si Raja Dangdut ini menempati posisi lebih tinggi diatas tokoh-tokoh terkemuka seperti Wiranto, Mahfud MD dan Hatta Rajasa. Menurut Peneliti PWS, Imam Sofyan, tingginya elektabilitas Rhoma Irama dibandingkan ketiga tokoh diatas, karena modal popularitasnya di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah. Rhoma selama ini dikenal sebagai artis dan ikon raja dangdut yang religius. “Kalangan masyarakat bawah menilai Rhoma lebih religius. Ditambah lagi media lebih tertarik meliput dia dibanding yang lain,” ujar Imam.di Hotel Century, Jakarta, Minggu (27/10/2013).

“Yah itu lah terjadi tirani minoritas,” kata Suding di Gedung DPR, Jakarta.

Hanura memperjuangkan agar pasal tentang syarat minimal raihan kursi/suara untuk bisa mengajukan capres disamakan dengan bunyi UUD 1945. Yakni, partai politik dan Survei yang dilakukan oleh PWS ini gabungan partai politik berhak mengajukan berlangsung antara 21 September sampai 24 calon presiden dan wakil presiden. Oktober 2013 dan dilakukan di 34 provinsi “Kami ingin semua parpol yang masuk dengan jumlah responden 1.070 orang yang parlemen bisa mengajukan capres, sehingga sudah memiliki hak pilih pada pemilu 2014. bagi kami tidak ada PT lagi,” kata Suding. Untuk tingkat kepercayaan 95 persen dan Politisi senior Partai Demokrasi Indonemargin of error kurang lebih 3 persen. sia Perjuangan, Pramono Anung membantah “Pengambilan data melalui teknik jika partai-partai besar, termasuk PDIP ingin wawancara dengan bantuan kuisioner,” kata menjegal calon-calon presiden dari partai Imam. kecil.

Hasil survei menunjukkan, responden lebih banyak memilih Rhoma Irama dibandingkan Wiranto, Mahfud MD dan Hatta Rajasa.

Apalagi, terang Pramono , semua partai yang ikut pemilu 2014 adalah partai politik yang ikut 2004 dan 2009. Sehingga tidak ada lagi terminologi partai besar-partai kecil. Pasalnya semua partai memiliki kesempatan yang sama.Osur

PKB akan mengusung Rhoma Irama menjadi capres

B

anda Aceh - Raja dangdut H Rhoma Irama kembali menegaskan dirinya akan maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Jika pada Pemilu legislatif 2014, PKB mampu mendapatkan kursi 20% di DPR RI, maka jalan menuju arah tersebut akan semakin mulus,” katanya saat memberikan tausiyah pada pameran pembangunan dan pendidikan di Lhokseumawe, Jumat (8/11) malam. Keinginan tersebut, menurutnya didasari oleh kekhawatiran terhadap kondisi bangsa yang semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan, semakin jauh dari nilai persatuan dan juga meningkatnya angka berbagai tindak kriminilitas. Hal itulah yang menyebabkan dirinya

merasa terpanggil untuk maju sebagai capres pada 2014. “Saya siap dicalonkan diri menjadi presiden pada tahun 2014. Apalagi PKB telah membuat komitmen untuk mencalonkan dirinya menjadi presiden,” ucap Rhoma. Pada kesempatan itu, Rhoma juga mengungkapkan tentang ajakan terhadap dirinya menjadi capres. Disebutkan, sejak pemilihan presiden tahun 2004, dirinya sudah didatangi ulama untuk menjadikan dirinya sebagai capres, namun ditolaknya. Begitu juga pada tahun 2009, dirinya pernah ditawari menjadi cawapres, namun kembali ajakan tersebut ditolaknya. Dasar penolakan dimaksud, menurutnya karena tidak sanggup mengemban amanah dan tangung jawab terhadap Allah SWT dan bangsa.

Mengenai visi dan misinya menjadi presiden, Rhoma tidak mengatakan secara detail. Namun, mengenai hal tersebut, diungkapkan banyak terdapat di syair-syair lagunya sejak lama, baik tentang kemaksiatan, hak asasi, dan juga korupsi. Sementara itu, Ketua Umum PKB yang juga menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar secara tegas mengatakan, PKB akan mengusung Rhoma Irama menjadi capres dari partainya untuk Pilpres 2014. Kedatangan Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam rangka membuka seminar nasional terhadap Kawasan Industrilisasi Lhokseumawe (KIL) yang bertempat di Hall Ash-Sumatrani Islamic Centre Lhokseumawe dan mengunjungi dayah. (beritasatu.com)


RIF OR RI

Edisi: Oktober 2013

POLITIK

5

Rhoma Irama Di Antara Pusaran Para Capres Oleh : Agus Suryantor

“Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh dari pada yang dilihat orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihat” (Leroy Eims)

M

asyarakat Indonesia, dari remaja dan yang dewasa dipastikan mengenal nama Rhoma Irama. Namun, yang aneh, mengapa dalam berbabagai survei yang dilansir sejak Januari hingga awal Okktober 2013 lalu, nama Rhoma Irama tak pernah disinggung singgung, hingga akhirnya pada akhir Oktober, tepatnya 27 Oktober Lembaga Survei Political Weather Station (PWS) merilis hasil survei calon Presiden 2014 yang menempatkan Raja Dangdut Rhoma Irama lebih unggul dibandingkan dengan tokoh terkemuka seperti Wiranto, Mahfud MD maupun Hatta Radjasa. Pertanyaannya, apakah Rhoma Irama dinilai kurang layak disandingkan dengan para kandidat capres lain, atau ada alasan lain sehingga namanya jarang muncul dalam survei-survei sebelumnya. Ada sejumlah analisis mengapa pelantun lagu ‘Begadang” ini tetap berada di luar jangkauan survei-survei tersebut. Pertama, tidak menutup kemungkinan bahwa dari sejumlah survei, baik yang terbuka maupun yang tertutup tidak menempatkan nama Rhoma Irama dalam pilihan survei. Jika kondisinya semacam ini, maka wajar jika nama Rhoma Irama tidak pernah terpilih karena memang namanya tidak ada. Kedua, adanya keraguan dari para responden terhadap kemampuan manajerial Rhoma Irama jika misalnya yang bersangkutan dicalonkan menjadi calon presiden. Sebab, selama ini Rhoma belum pernah memegang jabatan secara formal. Mereka hanya tahu Rhoma sebagai musisi dangdut. Inilah kemungkinan yang menjadi pertimbangan mengapa mereka tidak memilih Rhoma untuk menjadi RI-1. Padahal, Rhoma Irama pernah duduk sebagai utusan golongan dalam lembaga dewan perwakilan rakyat pada 1993 silam. Dan, yang tidak banyak tahu, selama menjadi utusan golongan tersebut, dia belum pernah mengambil honornya layaknya anggota DPR yang lain. Ketiga, belum ada Partai Politik yang benar-benar serius mengusung Rhoma sebagai calon presiden. Meski kita juga tahu, bahwa sekarang ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menyatakan ketertarikannya terhadap ayah dari Ridho Rhoma ini. Bahkan, bersama Rhoma, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah beberapa kali menyampaikan kepada kader dan simpatisan PKB di sejumlah daerah bahwa partainya akan mengusung ‘Kesatria Bergitar” ini sebagai calon presiden dari PKB. Namun, perolehan partai besutan Gus Dur itu,

dalam Pemilu 2009 lalu masih di bawah 10 persen (sekitar 5 persen, red) sehingga mereka memiliki pekerjaan yang cukup berat untuk mengusung Rhoma sebagai capres. Karena sesuai dengan electoral threshold, ambang batas sebuah partai itu bisa mengusung calon presiden sendiri, jika dalam pemilu legislatif berhasil meraih suara sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional. Jika tidak, harus melakukan koalisi. Tentu hal ini bukan perkara mudah. Karena jika suara PKB ‘kecil’, mereka akan kesulitan melakukan posisi tawar untuk menawarkan seorang calon presiden. Belum lagi, hingga saat ini masih ada friksi dalam internal PKB. Pasalnya, selain mengung nama Rhoma Irama , mereka juga menawarkan nama lain yakni Mahfud MD, dan beberapa lagi menawarkan nama Jusuf Kalla. Artinya, di jajaran elit PKB belum satu suara soal siapa calon presiden mereka. Bahkan, ada suara suara bahwa calon calon itu memang belum diputuskan sampai pemilu legislating digelar. Ini juga menunjukkan bahwa PKB masih ‘setengah hati’ dalam mengusung Rhoma Irama sebagai calon presiden. Potensi Rhoma Di kalangan menengah atas, nama Rhoma Irama memang ‘kurang dikenal’. Namun, di kalangan menengah ke bawah, lelaki yang sudah membintangi puluhan film ini tak bisa diremehkan, Meski belum ada survei resmi soal jumlah atau penggemar Bang Haji, demikian kerap dipanggil, jumlah masanya cukup besar. Berdasarkan data dari Fans of Rhoma and Soneta (FORSA), jumlah atau penggemar Rhoma mencapai sekitar 20 juta orang, atau hampir 10 persen penduduk Indonesia. Mereka ini adalah penggemar fanatik Rhoma Irama. Apapun yang Rhoma sampaikan, diyakini akan diikuti. Artinya, tanpa bersusah payah pun Rhoma Irama sudah bisa mengantongi suara 20 juta orang. Belum lagi, jika mereka para penggemar fanatik in mampu mempengaruhi satu atau dua orang keluarganya. Jika berhasil mempengaruhi satu orang pemilih saja, maka sudah ada 40 juta orang yang akan memilih Rhoma Irama. Hitung- hitungan ini memang masih harus dibuktikan dengan survei resmi. Tapi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Rhoma Irama memiliki penggemar fanatik yang jumlahnya cukup fantastis. Jika melihat jumlah pemilih pada Pemilu 2009 lalu sebesar 153 juta pemilih, maka Rhoma Irama paling tidak sudah bisa meraup 13 persen suara. Dan, jika penggemar fanatik itu berhasil menggaet keluarganya satu suara, maka Bang Haji sudah mampu mendulang 26 persen suara. Mungkin

masih jauh untuk menjadi pemenang mayoritas. Tetapi, paling tidak, Rhoma adalah kompetitor yang handal. Hitung-hitungan ini, adalah hitungan di atas kertas dan masih perlu dibuktikan dengan survei resmi. Tapi, jika mengacu kepada survei yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 10-31 Mei 2013 silam, popularitas Rhoma cukup mumpuni. Dengan sampel sebanyak 1.799 responden dengan margin of error hingga 2,31 persen dan tingkat keakuratan 95 persen, Rhoma berada di urutan ke tiga dibawah Megawati 93 persen dan Jusuf Kalla 90,9 persen dan Rhoma dengan 89,2 persen. Rhoma mengungguli Jokowi yang berada di urutan ke empat 85,1 persen. Ini menunjukkan bahwa Rhoma Irama lebih dikenal dibandingkan dengan nama Joko Widodo. Elektabilitas Rhoma vs Joko Widodo Dalam berbagai survei elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selalu berada di posisi teratas. Namun, kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, hasil survei berbagai lembaga tidak bisa menjadi jaminan. Alasannya, metode-metode survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei masih memiliki banyak bias. Apalagi, kata Arbi representasi masyarakat Indonesia hari ini tidak lagi berbentuk piramida. Bentuk piramida mengacu pada jumlah terbanyak kelompok masyarakat golongan bawah. Padahal model masyarakat kita sekarang seperti gentong. Golongan menengahnya lebih besar. Sementara yang memilih Jokowi dalam survei-survei saat ini, mengutip Arbi adalah kalangan menengah ke bawah. Nah, kalangan bawah ini juga yang menjadi pasar Rhoma Irama. Dengan begitu, jika kedua orang ini ditawarkan kepada kelompok menengah bawah secara terbuka maka dipastikan hasilnya akan cukup berimbang. Dua orang ini akan bersaing secara ketat dalam memperoleh dukungan suara. Oleh sebab itulah hasil akhirnya akan ditentukan oleh kalangan menengah ke atas tersebut. Mungkin dalam beberapa hal, Joko Widodo memiliki nilai keunggulan, tetapi Rhoma Irama juga demikian. Jokowi dipresentasikan sebagai sosok yang sederhana, humble, apa adanya dan mau bekerja keras. Rhoma Irama juga demikian. Jika mau jujur, Rhoma tidak pernah tersangkut dalam perkara korupsi, atau pelanggaran apapun. Apalah artinya menjadi sosok yang pintar dan mumpuni jika memiliki mentalitas yang kurang baik dan rekam jejak yang juga buruk. Indonesia tidak hanya memerlukan seorang pemimpin yangcerdas dan merakyat, namun juga membutuhkan pemimpin yang amanah dan juga jujur. Korupsi merajalela di mana mana karena minimnya pemi-

mpin yang jujur. Faktor X Sejumlah kalangan saat ini masih meragukan Rhoma Irama bisa menjadi orang pertama di republik ini. Keraguan itu syah syah saja. Dulu presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga demikian. Tak banyak orang yang mengenal sosok SBY. Masyarakat hanya tahu dia adalah seorang tentara yang diangkat menteri pertambangan pada jaman Presiden Gus Dur. Bahkan, SBY sempat dikatakan sebagai ‘anak kecil” saat era Megawati, gara- gara SBY berbicara ke media lantaran tidak diajak rapat kabinet. Tetapi, arus politik kemudian berputar. ‘Anak kecil” itu kemudian menjelma menjadi Presiden Indonesia menggantikan Presiden Megawati. Dalam politik, factor x, seringkali berperan dalam memuluskan langkah seseorang untuk naik atau pun turun dalam sebuah jabatan tertentu. Meski rasionya kecil, namun factor x ini tak bisa diremehkan. Siapa sangka Barrack Obama, yang berkulit hitam dan memiliki darah muslim, bisa menjadi Presiden dari Negara Adi Kuasa, seperti Amerika Serikat, Kondisi semacam itu, ‘penzaliman’ atau memandang ‘sebelah mata’ terhadap kemampuan Rhoma, bukan tidak mungkin menjadi bola salju yang akhirnya menimbulkan rasa simpati terhadap raja Dangdut ini. Karena jika kita mau jujur, Rhoma Irama memiliki talenta yang tidak dimiliki oleh calon lainnnya. Selama ini, dia belum pernah terlibat dalam perkara korupsi maupun kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain itu, dia mampu memegang manajamen Soneta selama 40 tahun lebih. Rhoma juga berhasil menciptakan lagu lebih dari 800 lagu. Prestasi yang hingga kini tidak bisa dilampaui oleh pencipta genre musik apapun. Dan hampir seluruh lagunya menjadi ‘hit’ di blantika musik dangdut tanah air. Artinya, dalam skala kecil Rhoma sudah membuktikan konsistensinya dan totalitasnya terhadap sebuah pekerjaan. Ini adalah sebuah bukti bahwa Rhoma memiliki kemampuan dalam mengelola sebuah lembaga. Kemudian, lirik lirik lagu yang dia ciptakan juga bercerita mengenai beragam persoalan yang ada di sekitar kehidupan kita. Ada soal korupsi, persatuan, HAM, demokrasi dan lain lain. Hal ini juga gambaran betapa seorang Rhoma itu adalah sosok yang multi talenta. Mungkin, sebagian dari kita mengatakan, Rhoma kan tidak punya pengalaman di pemerintahan? Coba, kita tengok para pendahulu kita, para presiden kita. Dari enam orang yang sudah menjadi presiden di Republik Indonesia tercinta ini, apakah mereka sebelumnya pernah jadi presiden?


RIF OR RI

6

Dakwah

Edisi: Oktober 2013

Rela Basah Kuyup Demi Bang Haji

S

ambutan warga Bireuen terhadap kehadiran Si Raja Dangdut Rhoma Irama sangat luar biasa. Sejak pagi hingga malam mereka tak henti henti mengelukan ‘Bang Haji”. Bahkan, meski hujan deras sempat mengguyur wilayah tersebut, ribuan warga itu tidak bergeming mendengarkan ceramah dari H Rhoma Irama. “Kepingin lihat langsung Rhoma Irama jauh-jauh datang. Walaupun sudah basah. Kalau pulang sangat rugi sekali” Ujar Amri.

Ribuan pelajar dari ratusan sekolah di Bireuen, tampak memadati ruas jalan nasional Medan-Banda Aceh dan ruas jalan Alun-Alun Kota Bireuen mulai Bundaran Simpang Empat hingga pintu Pendopo Bupati Bireuen. Para pelajar tersebut melambaikan bendera merah putih di tangannya dan berteriak yel-yel, ketika Capres Rhoma Irama dan Muhaimin Iskandar serta rombongan tiba di Kota Bireuen (7 November 2013) .

Sejak lepas shalat Isya ribuan masyarakat Bireuen memadati alun-alun Pendopo Bupati Bireuen. Beberapa dari mereka malahan tak sabar dan berteriak meminta Rhoma untuk segera naik pentas. Rhoma hadir ke Bireuen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bireuen. Hadir bersama Rhoma, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi , Muhaimin Iskandar.

Sementara pada pagi harinya ribuan pelajar mulai tingkat SD hingga SMA di Bireuen, menyambut penyanyi yang memperoleh rekor Muri ini. Ribuan pelajar dari ratusan sekolah di Bireuen tersebut, tampak memadati ruas jalan nasional Medan-Banda Aceh dan ruas jalan Alun-Alun Kota Bireuen mulai Bundaran Simpang Empat hingga pintu Pendopo Bupati Bireuen. Para pelajar itu melambaikan bendera merah putih di tangannya dan berteriak yel-yel..ketika Rhoma Irama dan Muhaimin Iskandar serta rombongan tiba di Kota Bireuen. Bahkan saat rombongan Muhaimin Iskandar disambut dengan tarian ranup lampuan di pendopo, ribuan pelajar itu pun ikut merengsek atau memenuhi halaman pendopo. Selanjutnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dinobatkan sebagai warga Bireuen, dengan dipakaikan baju adat Aceh oleh Bupati Bireuen Ruslan Daud.

Muhaimin kemudian dipeusijuk (tepung tawari) oleh Ulama Kharismatik Aceh, Abu Tumin Blang Blahdeh Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mengajak masyarakat Bireuen untuk mendukung Rhoma Irama untuk menjadi Capres 2014. Ia mengatakan sosok Rhoma Irama merupakan seorang seniman besar di Asia. “Lagu-lagunya terkenal dan menggugah hati kita. Karena itu bapak Haji Rhoma Irama mencalonkan diri jadi capres 2014. Mari sama-sama kita dukung bapak haji jadi presiden 2014 bersama PKB,” ujar Muhaimin di sambut ribuan teriakan penonton yang memadati halaman pendopo. Acara yang berlangsung sampai pukul 11.30 malam dipadati ribuan masyarakat. Membludannya masyarakat membuat seorang warga kehilangan anaknya. tetapi seusai acara anak tersebut ditemukan kembali.(sur/serambinews.com)

Masjid Penuh Karena Ada Rhoma Irama ACEH-JPNN-Tidak seperti biasanya, Jumat (8/11),pelaksanaan sholat Jum’at di Masjid Agung Idi dipadati ribuaan jamaah, sehingga kondisi masjid berdesak-desakan. Pasalnya, yang menjadi khatib kali ini adalah H. Rhoma Irama. Raja Dangdut ini pun berpesan agar umat Islam benar-benar menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan, sehingga ukhwah islamiah terus terjalin diantara umat Islam. Setelah selesai sholat Jum’at, rombongan Rhoma Irama selanjutnya dijamu makan siang bersama di Pendopo Idi. Seterusnya, tepat pukul 14.00 Wib, H. Rhoma Irama mengisi Pengajian Akbar atau Pengajian Rutin Pemkab Aceh Timur.

Disambut Luar Biasa di Aceh

O

rang boleh saja menyebut Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta sebagai salah satu calon unggulan dalam pemilihan presiden, jika Jokowi, demikian sering dipanggil maju sebagai capres. Namun, jangan lupa masih banyak calon lain yang juga mempunyai potensi yang tidak kalah dengan Joko Widodo. Salah satunya adalah Rhoma Irama. Ya, lelaki yang berjuluk Raja Dangdut ini tak bisa dipandang sebelah mata. Ini bisa diindikasikan dari sejumlah kunjungan ke berbagai daerah, sambutan terhadap ‘Bang Haji’ antusiasme warga cukup tinggi. Bahkan, saat berkunjung ke Bieureun maupun Lhokseumawe , Aceh pada 7 hingga 8 November lalu, sambutan warga luar biasa. “Selama saya bersama Pak Haji, warga Aceh termasuk yang melakukan penyambutan luar biasa terhadap Pak Haji. Untuk masuk ke lokasi saja, kami harus menembus kerumunan warga sejak dari jarak satu kilometer,” ujar Pangeran Ismail yang selalu mendampingi Haji Rhoma Irama. Sementara seperti dilansir vivanews, Ketua LPP DPC PKB Depok, Edi Faisal, mengatakan, Jokowi dan Rhoma memiliki kemampuan berbeda. Rhoma, kata Edi, telah memilki konsep yang cukup matang. Bahkan secara tekhnis Rhoma sudah melakukannya. “Ya seperti yang tadi beliau sempat katakan dalam pidatonya, jauh sebelumnya Rhoma telah memikirkan bangsa ini. Hal itu dibuktikan dengan lirik-lirik lagu yang hampir semuanya bernuansa kritikan dan berbau sosial,” jelas Edi. Ditambahkan Edi, keunggulan lainnya, Rhoma juga seniman dan pendakwah. Osur

Jamaah juga terlihat sesak, tak hanya jajaran Pemkab Aceh Timur, tetapi umat Islam diseluruh penjuru Aceh Timur baik kalangan anak-anak dan dewasa tumpah ke Masjid Agung Idi guna melihat dan

mendengar langsung pengajian H. Rhoma Irama. Sementara, kunjungan H. Rhoma Irama Pimpinan Soneta Group yang kini telah menjadi ustaz merupakan kunjungan kedua kalinya ke Aceh Timur, setelah kunjunganya pada tahun 1982 mengisi Kampenye Partai PPP. “Ini merupakan kunjungan saya ke Aceh Timur kedua kali, setelah saya datang mengisi kampanye PPP tahun 1982. Aceh dengan Soneta Group mempunyai hubungan emosional yang luar biasa dan saya kesini bagaikan pulang kekampung saya sendiri, “ujar H. Rhoma Irama didepan Bupati Aceh Timur Hasballah.H. M Thaib serta didepan para Muspida Plus, sebelum sholat Jumat (8/11) di pendopo Idi Rayeuk. Menurut penyanyi dangdut yang termasyur diera delapan puluhan itu, kunjungannya ke Aceh dalam rangka mengikat Ukhuwah Islamiah yang kuat, seraya dirin-

ya mengaku akan menyampaikan kepada Mentri Transmigrasi dan tenaga Kerja Muhaimin Iskandar tentang permintaan Bupati Aceh Timur tentang pembangunan Transmigrasi lokal (Translok) yang dicanangkan Bupati Rocky di Aceh Timur. “Jadi tidak ada alasan persoalan translok di Aceh Timur tidak saya sampaikan ke Menteri Transnaker RI, apalagi bapak Bupati yang ganteng ini (Rocky maksudnya) sudah mengusulkan ke bapak menteri,” sebut H. Rhoma Irama. Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib atau Rocky bersama jajaran Muspida Plus dan ribuan umat Islam di pantai timur menyambut hangat kedatangan H.Rhoma Irama. Kunjungan silaturrahmi penuh persabahatan itu berlangsung sejak pukul 10.30 – 16.30 Wib di Pendopo Idi, kemudian Rhoma Irama berkesempatan membacakan Khutbah di masjid Agung Idi dan menjadi pemateri pengajian rutin Pemkab Aceh Timur.

Tradisi Tepung Tawar Rangkaian sambutan buat Rhoma Irama di Kota Idi Rayeuk Aceh Timur Jumat 8 November. Rombongan Rhoma disambut upacara tradisi Aceh Tepung Tawar (Peusijuek) di Pendopo Bupati Aceh Timur di Idi oleh Bupati Aceh Timur. (Foto: Ismail Istara).


RIF OR RI

Edisi: Oktober 2013

TOKOH

DEBBY VERAMASARI :

7

“Saya Ingin Memajukan Tanah Leluhur” Kemudian taman bermain untuk anak anak balita di seluruh daerah tidak ada. Padahal ini juga penting bagi mereka. Ada baiknya jika tiap daerah, atau minimal tingkat RW memiliki arena bermain untuk balita tersebut. Tidak perlu yang luas sekali, ukuran 10x10 meter di setiap rukun warga sudah cukup bagi anak anak balita itu untuk bermain. Dalam usia yang tergolong tumbuh kembang itu memang diperlukan perhatian khusus. Sehingga mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang baik. Anda bilang bahwa anak anak sudah terkontaminasi budaya luar, lantas apa solusinya agar mereka tidak makin jauh?

P

emilu 2014 mendatang bakal diramaikan oleh sejumlah artis dan selebritis yang ikut bertarung memperebutkan kursi di Senayan. Tercatat ada puluhan artis yang ingin menjadi anggota dewan. Kehadiran artis-artis ini akan memperbesar kemungkinan Senayan makin banyak diisi oleh artis. Salah satu artis yang ikut bertarung adalah Debby Veramasari atau yang lebih dikenal dengan Debby Rhoma Irama. Mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan lagu “Papa Genit” ini bertarung untuk Jabar XI yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Wanita yang ingin berjuang memperkokoh sendi-sendi moral, dan memperbaiki citra Islam dimata dunia ini mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Untuk mengetahui lebih jauh mengapa dia mencalonkan diri dan apa saja visi dan misinya untuk membangun negara ini, Agus Suryantoro dari Riforri mencoba mewawancarainya. Apa pertimbangan anda maju sebagai calon legislatif? Semenjak Papa menerima komitmen untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden, kami anak anaknya ingin memberikan dukungan. Karena itu, kami berdiskusi dengan keluarga terutama Papa. Apakah kami ini sebagai vote getter atau juru kampanye saja atau langsung menjadi calon legislatif. Diskusi soal itu panjang karena harus melihat sisi baik dan buruknya. Apalagi dua pilihan itu sama baiknya. Setelah melalui berbagai pertimbangan maka pilihan kami adalah sebagai calon legislatif. Kami berpendapat bahwa tugas dan tanggungjawab sebagai anggota DPR itu sangat mulia. Selain itu, keberadaan kami anak anaknya juga untuk memberikan dukungan kepada Papa yang ingin menegakan izzul Islam dalam negara kesatuan republik Indonesia. Mengapa memilih daerah pemilihan Tasikmalaya dan Kabupaten Garut? Karena kedua kota tersebut adalah wilayah leluhur keluarga papa. Kakek buyut saya, Raden Natawirdja sekitar tahun 1920 an adalah seorang Demang di wilayah tersebut sebelum menjadi Garut dan Tasik. Sedangkan kakek saya Burdah Anggawirdja salah seorang putra beliau yang turun ke masyarakat menjadi relawan perampas senjata Tentara Belanda sekitar tahun 1940. Kakek Burdah memenangkan perampasan senjata melawan tentara Belanda yang kemudian membentuk Pasukan Komando Garuda Putih, dan salah satu prajurit beliau adalah Edi Nalapraya. Bapak Edi Nalapraya pula sebagai asisten kakek yang menggendong-gendong Bapak Rhoma bayi berpindah dari satu daerah ke daerah selama masa perjuangan tersebut. Konon, beliau pula yang mengajak masyarakat setempat bersama-sama prajuritnya swadaya menebang pohon, membuka

hutan, membelah wilayah yang kemudian menjadi Garut dan Tasikmalaya. Berarti anda sudah siap terjun ke politik? Awalnya saya tidak tertarik dengan panggung politik. Politik adalah soal siasat-siasat. Saya tidak bisa seperti itu. Saya ingin berbuat dengan apa adanya. Tapi karena saya ingin menjadi perubahan dari bangsa ini agar lebih bermartbat dan ingin membantu Papa maka saya terjun sebagai caleg. Sejauh yang sudah saya pelajari, amati, menjadi legislator itu sebetulnya mulia. Menjadi wakil, mediator rakyat, mengakomodir apa yang dibutuhkan masyarakat. Namun, semua kembali pada diri sendiri. Apapun yang kita lakukan untuk bangsa, semulia apapun pekerjaan itu kalau kita melakukannya tanpa hati nurani apakah itu akan jadi mulia? Saya sangat ingin bisa melakukan sesuatu untuk bangsa ini, saya ingin bisa memajukan tanah leluhur saya, Tasikmalaya. Kita tidak pernah tahu seperti apa kedepan. Tapi setidaknya bila ada kesempatan kenapa tidak saya manfaatkan peluang yang ada. Seandainya nanti terpilih apa yang akan menjadi konsentrasi anda? Saya menyukai dunia anak anak dan wanita. Karena masa depan bangsa ini ditangan mereka. Saat ini kondisinya sangat memrihatinkan. Dunia anak anak kita sudah berubah menjadi ‘westernisasi’. Lihat saja games atau permainan mereka, sebagian besar adalah produk barat dan tokoh tokoh yang disenangi anak anak adalah tokoh barat seperti Batman, Superman dan sebagainya. Kita sangat jarang, bahkan mungkin tidak ada games soal pewayangan atau soal budaya lokal. Ini berbahaya karena mereka tidak lagi mengenal seni budaya bangsanya sendiri.

Apa yang baik kita kembangkan dan apa yang tidak baik kita buang. Dan patokan atau landasan kita sudah ada dalam Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima. Jika itu tertanam dengan baik maka rasa nasionalisme dan kebangsaan kita akan tinggi. Dan, kita harus konsekwen untuk melaksanakan apa yang ada dalam Pancasila itu. Saya ambil contoh sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini berlaku bagi semua agama yang ada di Indonesia. Jadi kalau bulan Ramadhan, kalau libur Ramadhan bukan hanya sekolah Islam yang libur, tapi yang lain yang non Islam juga libur dan liburnyapun sebulan. Tidak seperti sekarang, masih terkotak kotak. Demikian pula kalau hari Raya Nyepi. Bukan hanya orang Hindu yang melakukan acara Nyepi. Seharusnya jika kita paham dengan ajaran Pancasila maka semua warga yang ada harus menghormati kegiatan Nyepi itu dengan tidak melakukan aktivitas seperti umat Hindu. Ini juga berlaku pada hari Raya Natal dan hari Waisak untuk umat Budha. Jika Indonesia bisa seperti ini negara ini akan harmonis dan kita bisa menjadi teladan bagi bangsa lain. Bagaimana anda memandang kepemimpinan seorang ayah yang kebetulan adalah orang yang sangat populer? Papa sebagai pemimpin dalam keluarga mendirikan rumah tangganya dengan konsep Islam, sangat religius. Setiap sendi norma agama yang diajarkan oleh Islam diberlakukan dalam hidupnya tanpa terkecuali. Sejak kecil saya sudah terbiasa hidup berdampingan dengan pamanpaman, tante-tante, sepupu dan teman yang beda agama. Kami bukanlah keluarga rasis, papa saya tidak pernah mengajarkan perbedaan dalam bermasyarkat, tetapi sebagai seorang muslim beliau menegakan dan mengamalkan aqidah Islam. Bagaimana dengan ibu? Ibu saya adalah alm Hj, Veronika Agustina Tiboleng. Beliau adalah keturunan Menado, Portugis dan Belanda yang penganut Katholik taat, tetapi mama menjadi mu’alaf pada tahun 1970 ketika akan menikah dengan papa dan wafat sebagai muslim. Selama hidupnya, walaupun berce-

rai dengan papa alhamdulillah beliau tetap komit dengan Islam, agama yang diyakininya membawa penyejuk dan damai dengan saudaranya yang non muslim. Bagi seorang ibu, tidak ada yang membahagiakan selain bisa menemani putra putrinya tumbuh dewasa dengan baik. Ini juga yang dialami oleh Debby Veramasari. Katanya tidak ada yang paling membahagiakan selain bisa menemani putranya Hakim belajar di rumah pada malam hari. Meski masih duduk di kelas IV sebuah sekolah dasar di kawasan Jakarta Selatan, anak laki laki lakinya ini sudah cukup mandiri dalam soal belajar. “Saya merasa bersalah jika tidak bisa menemani dia belajar,” ujar perempuan berbintang Sagitarius ini. Dia lantas bercerita bahwa Hakim, demikian panggilan putranya itu, akan bertanya jika dirinya sudah berjanji menemani belajar lantas keluar rumah karena ada kegiatan. Karena itu, sesibuk apapun dia akan menyempatkan diri untuk menemani putranya tersebut. Paling tidak, dia ikut memeriksa pekerjaan rumahnya itu, jika dia sedang berhalangan menemaninya belajar. Apalagi, putranya itu adalah anak yang baik dan penurut. “Jadinya tidak tega kalau ninggalin lama-lama,” ujar putri pertama pasangan Rhoma Irama dan Veronica ini. Meski begitu, karena sesuatu dan lain hal, dia pun terpaksa meninggalkan putra kesayangannya itu untuk belajar sendiri. Terlebih sejak dia memutuskan menjadi caleg aktifitas di luar rumahnya menjadi lebih banyak karena harus turun ke daerah pemilihannya di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Sementara mengenai bagaimana cara mendidik sang anak, sama seperti keluarga besarnya, bahwa tidak perlu ada pembatasan. Yang penting harus disesuaikan dengan usianya. “Papa dan mama saya juga begitu,” tuturnya. Misalnya, ketika dia kecil, keluarganya sudah memperkenalkan lagu lagu barat, namun tidak semua lagu bisa didengarkan. “Waktu kecil kita diberi lagu lagu. Salah satunya nikka costa, memang lagu anak anak,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa dia justru jarang mendengarkan lagu lagu Papanya. Artinya, hanya lagu lagu yang sesuai dengan usia dirinya yang boleh didengarkan. Soal genre, terang Debby tidak dibatasi. Boleh pop, funk, soul, rock, jazz atau apapun asalkan sesuai usia tidak masalah. Demikian pula dengan tontonan atau film, semua dipilih sesuai dengan perkembangan dari usia sang anak, sehingga anak bisa berkembang sesuai dengan perkembangan psikologisnya. Dan, ini yang sekarang jarang dilakukan oleh keluarga keluarga Indonesia. Akibatnya, anak anak melihat film atau mendengarkan lagu lagu apapun yang jelas jelas bertentangan dengan tahapan perkembangan psikologisnya tersebut. Ojay


RIF OR RI

8

Edisi: Oktober 2013

BUDAYA

J

Joss Stone Bertemu Rhoma Irama

akarta International Djarum Java Jazz Festival 2013, membuat nama Indonesia melambung di kancah internasional. Tak terkecuali nama Rhoma Irama.

Lantas, apa hubungannya Rhoma dengan festival Jazz tersebut. Memang tak ada hubungannya. Namun gara gara festival ini si Raja Dangdut tersebut kedatangan salah satu artis utama festoval yakni , Joss Stone.

Rhoma Raih Penghargaan MURI

TNOL.CO.ID: Kiprahnya di dunia musik dangdut memang tidak diragukan lagi. Dari karyanya pula membuat musik dangdut Indonesia terangkat dan dikenal secara luas. Tak heran, berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri pun telah didapat Raja Dangdut Rhoma Irama. Kali ini Rhoma Irama mendapat penghargaan “The Legend Of Dangdut” dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penyerahaan penghargaan tersebut langsung diberikan Jaya Suprana, pendiri MURI kepada Rhoma Irama di Mall of Indonesia Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (2/11) kemarin.

Ya, memang mengagetkan. Penyanyi manca negara ini justru mendatangi seorang pemusik yang tidak ada hubungannya dengan music Jazz. Yang lebih gila, dia tidak mengindahkan konprensi pers yang dihadiri oleh wartawan mancanegara maupun wartawan lokal. Tak banyak yang tahu kemana penyanyi Joss Stone ini menghilang. Usut punya usut, dia tampaknya tergila gila dengan Haji Rhoma Irama. Mungkin ini aneh. Tapi, itulah faktanya. Kabar pertemuan sang Raja dangdut dan Joss Stone ini terungkap dari twitter Peter F Gontha selaku founding father Jazz Festival. Dia menampilkan lengkap foto Joss Stone bersama Rhoma Irama sehari setelah Java Jazz berakhir. Pelantun Right to Be Wrong ini memang penasan ‘banget’ dengan Rhoma yang lagu lagunya dia ketahui melalui You Tube. Joss memang ingin mengetahui lebih banyak tentang musik dangdut. Kedatangan Stone ke kediaman Rhoma di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan tak sendirian. Stone membawa satu tim.

“Joss datang membawa satu tim, delapan orang. Saya surprise mereka datang ke rumah untuk ketemu saya,” kata Rhoma Irama beberapa waktu lalu. Stone memang tertarik untuk membuat video dokumenter mengenai musik-musik lokal di Indonesia. Kedatangan Stone ke rumah Rhoma satu hari sebelum musikus kelahiran tahun 1987 itu tampil di panggung Java Jazz. Menurut Archie Fitrah Wirija, liaison officer (LO) Stone selama di Jakarta, Stone tiba di rumah raja dangdut itu pukul 17.00. Selama 30 menit, kedua musikus itu berbicara mengenai musik dangdut yang menurut Rhoma sebenarnya sudah dikenal di seluruh dunia. “Kita bisa berprestasi dengan musik dunia lewat musik dangdut. Musik dangdut sudah keliling dunia, tinggal Eropa saja,” kata Rhoma.(sur/newsmenit.com)

Dalam sambutannya Jaya Suprana mengatakan, sebenarnya sudah 2 kali pihaknya hendak memberikan penghargaan, tapi Rhoma belum berkenan menerima. Penghargaan diberikan karena jasa Rhoma membuat musik dangdut disukai rakyat Indonesia dan telah menyebar ke seluruh dunia. “Lirik dan syair lagu yang diciptakan Rhoma Irama bersama Soneta juga dipelajari mahasiswa di 80 universitas seluruh dunia. Lirik dan syair lagu Soneta tidak sekadar hiburan, tapi dinilai sebagai tuntunan agar manusia menjadi lebih baik,” ujar Jaya Suprana.

Di kesempatan itu, Rhoma Irama mengatakan, pihak MURI memang sudah beberapa kali menghubungi dirinya untuk menerima penghargaan “The Legend Of Dangdut.” Tapi, baru kali ini pihaknya bersedia menerima, karena niat MURI murni positif dan mengkaji dari berbagai kriteria.” “Saya bersyukur menerima penghargaan ini, tapi sejak dulu penghargaan yang diterima untuk menjadi penyemangat berkarya bagi bangsa. Yang pasti penghargaan ini tidak membuat saya mabuk pujian dan mempan cacian,” ujarnya singkat. Sebelum mendapat “The Legend Of Dangdut”, Rhoma Irama telah mendapat beberapa penghargaan diantaranya adalah: 1. Tahun 1971, juara I lomba menyanyi tingkat ASEAN di Singapura. 2. Agustus 1985, majalah Asia Week edisi XVI menempatkan Rhoma Irama sebagai Raja Musik Asia Tenggara, setelah memuat liputan pertunjukan Soneta Group di Kuala Lumpur. 3. Tahun 1992, Rhoma mendapatkan pengakuan oleh dunia musik Amerika, saat majalah Entertainment edisi Februari tahun tersebut mencantumkannya sebagai The Indonesian Rocker, 4. Akhir April tahun 1994, Rhoma Irama menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Mr. Tanaka dari Life Record Jepang di Tokyo. Sebanyak 200 buah judul lagunya akan direkam ke dalam bahasa Inggris dan Jepang, untuk diedarkan di pasar Internasional. Rencananya lagulagu tersebut akan dibuat dalam bentuk laser disc (LD) dan compact disc (CD), Rhoma mendapat penghargaan MURI yang diserahkan langsung oleh Jaya Suprana/Dok5. 16 November 2007 Rhoma menerima penghargaan sebagai “The South East Asia Superstar Legend” di Singapura,

formulir

anggota riforri INGIN MENDAPATKAN KIRIMAN TABLOID RIFORRI CETAK DAN RELAWAN RIFORRI??? MUDAH SYARATNYA!!!!!! 1. kalau anda tergabung dalam komunitas Forsa, Fahmi Tammami, Geram, Pammi, Pam Fatta dan memiliki database minimal 50 anggota (boleh lebih dari 50) dalam satu kecamatan (dalam satu kelurahan atau gabungan kelurahan/desa juga boleh) 2. kirimkan minimal 50 nama, alamat lengkap berikut kode pos, no. telpon (berikut kode area), alamat email, akun facebook/twitter, sebutkan komunitas (kalau tidak ada dalam komunitas forsa, fahmi tamami, geram, pammi atau pam fatta maka tulis sebagai relawan riforri). adapun contoh form dapat dilihat dibawah ini 3. kirimkan 50 database tersebut ke tabloidriforri@gmail.com dan cantumkan alamat kirim untuk minimal 50 anggota yang

tercantum, tunggu saja kiriman tabloid Riforri edisi berikutnya insya allah dikirim ke alamat kirim 4. bagi rekan Forsa, Fahmi Tamammi, Geram, Pammi, Pam Fatta dan juga relawan Riforri yang mau mengirimkan tulisan komunitas anda untuk dimuat di tabloid Riforri cetak segera kirimkan softcopy dan foto kegiatan via email untuk dimuat 5. bagi rekan individual (bukan komunitas) yang ingin mendapatkan kiriman tabloid Riforri dapat mengisi form dibawah dan kirimkan alamat email atau facebook/twitter untuk dikirimkan tabloid Riforri versi softcopy

1. Nama :……………………………………………………………………………....

Riforri artabat

a Berm

Indonesi

Tabloid

Hal senada juga diungkapkan Prof Dr Andrew Weintroup, Guru Besar Musik di Pittsburgh University Amerika Serikat, dangdut yang dibawa Rhoma Irama mampu mengangkat akar musik Indonesia. Sehingga pantas diabadikan sebagai musik asli Indonesia. Dari Pittsburgh University pula, Andrew mengembangkan lirik Soneta ke kampus-kampus di berbagai belahan dunia.

2. Alamat Lengkap : Jl……………………………………… ............................................ Rt/Rw....……………............................................................... Desa/Kel…………………………..…......................................... Ekspor Dangdut Kec……………………………….................................................... VS Miss World Kab/Kota……………………………………….............................. Impor Kode Pos…………….............................................................. I 3. No Telpon : ………………………………………………………………………………… 4. Email : ……………………………………………………………………………….. 5. Akun FB/Twitter : ………………………………………………………………………………… 6. Komunitas : ………………………………………………………………………………… 7. No Anggota Riforri : ………………………………………………(diisi oleh Tim Riforri)

l Arreama n Tilgh kan embang

meg gdut di musik dan a. Amerik » hal 5

or di sekt hanya Bukan namun pangan. dijejali a juga g Indonesi ya asin oleh buda sesuai yang tidak r kita , kultu an. dengan penjajah jelas ini

ai budaya atau memak nakan saat menggu imbudaya orang lain. HS Dillom atau impor l, kata Padaha impor pangan n sekelom tungka praktik por, apakah mengun takan hanya mencip lainyya karena pok pihak, bersangat kartel. kartel Indobangsa itu, impor filosofi “Selain juga utusa an denganDillon yang gulangan tentang HS Penang kata n untuk nesia,” Preside Khusus Indone Jakarta inan. bangsa karena ur DKI cukup Kemisk Gubern a tnya, dahulupertanian, ilitasny ini, h survei Menuru bidang Namun saat sejumla Jokowi elektab tunggu dulu. dalam ritas Dalam urutan alias , hal tersesia maju people power. soal popula berada di ki pem. Ia menilai Joko Widodo , kalau dikenal memili n para i ini, dia Namun kurang k nya terbalik Iraperana tinggi. untuk kategor populer atau berpiha s dari kondisi Rhoma terlepa yang justru tak Malaysia, Karena Jokowi kalah ingkan dengan Kalla. but tak ini t. kanegeri diband a dengan dan Jusuf keempa impin Berbed sana lebih baik oputri akat jika LIPI yang rakymasyar ati Soekarn pada rakyat. akat di k pada ian Politik en di semasyar berpiha ma, Megaw respond kondisi 2,31 pinnya Pusat Penelit p 1.799 hingga terhada rena pemim Hasil survei of error menunjuya, banyak margin bil sampel persen atnya. lanjutn ranmengam sia dengan tan 95 . membe negeri, i Di luar luruh Indonetingkat keakurasangat populer yang bisa ekonom al dan Irama n politik agar negara melihat persen Anda mengen kekuata Rhoma i ia popkartel apakah lagi-lag sia, karepaling kan bahwa aannya gus praktik Namun, ini? Yang kenal atau pertany di Indone kan hal tidak rusak. terbalik “Ketika ahui tokoh-tokoh akat yang ujar melaku yang rnya tidak Irama,” masyar kondisi n politik Kadin sebenapresatau mengetati. Banyak dan Rhoma Politik LIPI, ak na kekuataIa menilai, Jusuf Kalla, Penelitian Graha LIPI. uler Megaw t. bisa mendes an yang Mega, Pusat tersebu n dan Widya kebijak rakytahu Ibu perana ator survei di Gedung anakan ab menpunya uddin, melaks koordin ntah serta prakmenjaw MegaIchwan persen n pemeri iden agar rantas n RI Wawan en, 93 tungka membe repond mantan Presideak 90,9 persmengun rangka n ahui Dari 1.799 sebany atnya dalam Wakil Preside atau menget Kemudian, an rakyat. yang terjadi kartel. genal Rhoma mantan oputri. tik nan ada pangan permai upi kehidup ketiga atau tahu an harga wati Soekarn kan mencuk di seku kenal JK. Di urutan ian, urutan beriKenaik ini merupa hanya sejak ber, yang dapat o 82,1 en mengak terjadi khir panya, bukan dan budaya Kalla alias persen. Kemud Prabow 76,9 t mauseni saja akhir-a yang sudah RI Jusuf 89,2 persen, . ah sumber Dan ironisn tkan birokra lainnya dengan Jokowi 85,1 Aburizal BakrieRajasa lela. Lihat . Di bidang para kartel Meliba sehingga mereka ia berlimp Irama ahun. tingndones sumber sumber memiliki tor pangan juga meraja yang mendaHatta adalah 77,8 persen, tahun-t oX i tertentungan dengan nya persen, o kutnya 26 budaya impor promotor ke Indonesia, gan dan ini, setidak Wirant ono 73,5 Hamengku Buwon idrat, pun instans keuntu dia, Bulog selaku banyak persen, atkan t Di negara sumber karboh389 buah- betapa artis artis luara musik musik Ani Yudhoy Sultan ngan untuk Menuru atau an, persen, K-Pop mendap dan Sri kewena 77 jenis -kacang Jakarta dengan 232 jenis tangkan artis Korea ginya harga. diberi pada kenyat66,8 persen, persen. ur DKI cukup dikenal dibandingkan i yang jenis kacang lemak dan n pangan bahkan di pasar kan fungsinak 55,6 Gubern a ungi yang lebih sebany r yang instans trol harga ilitasny sebagia , 75 sumber melaku h survei Korea diserah k digandrYang terakhi mengon buahan Sayangnya, sejumla Jokowi elektab tunggu dulu. impor a harga tidak mampu . ritas Dalam ersi penyelebih bannya local. hi dari alias akhirny di urutan popula sayuran tu- aannya musik dipenu kontrov dan t soal itas-koWidodo berada pamer masih Joko dikenal , kalau i ini, dia n, komodsebagian denganmengundanng Budaya pun malah sia. ya tersebu Namun kurang Iraada satu World. Indone cukup ini ke pasar. tinggi. untuk kategor populer atau i di lapanga Rhoma nya, tak besar yang an Miss dan digelar di Kondis digelar kan n pangan impor. Sebut lenggar l, tambah Karena Jokowi kalah ingkan dengan Kalla. sudah duduk s unggula ung urusan Padaha t. ini didopsi kan yang berpen diri seba-. modita tergant tahun lalu mendiband dan Jusuf keempa di dunia menyerahkan di Indoke- buh kecanti sisikan masih oputri akat jika tujuan’ negara kan a besar LIPI yang merepo beras pada 2 juta ton, ton. Kontes masyar ati Soekarn ng- pemerintahny pasar, sedang 1951 ini dengan sebuah nya. Diian Politik en di se7 juta saja, imporjuta ton, jagung sebalik ma, Megaw an kepada respond a kali penyelesatu gandum ribu ekor, sejak‘kecantikan 2,31 justru Pusat Penelit kebijak pangan p 1.799 capai 1,95juta ton, dan beberap salah hingga gai 900 terhada angkan yang terjadi sebaHasil survei 3,06 adalah , dalam of error menunjusampel delai 1,9 sapi setara ekor, gula uk Namun umbar aurat penilaian. Meski nesia juga menyay ikan Bulog margin bil a persen mengam ni, Ma- rinya roleh sia dengan tan 95 Lalu, daging n 900 ribu juta. Termas . garaan, yang menjad(Perum) sehingg mempe unsesi berbiki ratan pemerintah US$11 luruh Indonetingkat keakurasangat populer dan sayal ayam induka sesi yang sia tidak ada aan Umum t untuk melind a dan dan teh buah-buahan Irama tetap berkebe persen kecanti Anda mengen gai Perusah a tersebu sebagai lembagui, juta ton Rhoma di Indone Indonesia popkontes h apakah ikan, susu, paling kan bahwa peran lembag nggaraa garam, aannya nator jelis Ulama kecil beruba Dillon mengak ini? Yang kenal atau pertany bisa dio, Koordi ra dengan penyele gi rakyat keuntungan. uran. “Ketika ahui tokoh-tokoh akat yang ujar saat ini t. Jatmik Irama,” untuk memmasyar Desa Sejahte kebi- kan tersebu per- pencari n harga panganasi pihak tertentu alasan Tejo Wahyu untuk atau mengetati. Banyak ng dan Rhoma saat ini, legitim para pedaga s itu hanyabagian tubuh,” ujar kenaika Megaw al Aliansi selalu Jusuf Kalla, uler “Konte sebagai n Nasion akan, hingga Mega, maupu h pangan jadikan mengat tkan bagian- nya ditutup tahu Ibu Bulog Barat. (ADS) asi masala dengan impor. perliha yang seharus seperti negeri. MUI Jawa pintas iakan sumber jakan mengat empuan ulama dari bahwa dari luar bil jalan Aji, jukkan mengam negeri ini menyed Mukri menun bangga l, ini justru fakta ah. Padaha Fakta an hayati melimp dari kita pangan n besar ya, keragam karbohil, lanjutn pangan mineral sebagia Padaha sumber dan iakan vitamin menyed , lemak, drat, protein

ti irasi Ha Konspju deta menu kmKuuran Kema


RIF OR RI

Edisi: Oktober 2013

9

Jusuf Kalla Diminta Jadi Dewan Pertimbangan Fahmi Tamami

K

etua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengaku lebih memperhatikan masalah Masjid dibanding isu pencalonannya terkait Pemilihan Umum Presiden 2014. Saat ini, ia ingin fokus mengemban jabatan sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). “Kita akan tetap tetap mengurus masjid apa pun yang terjadi sampai 2014 nanti,” kata Kalla, Jumat (1/11/2013), di Kantor DMI, Jakarta. Seperti diketaui pada Jumat itu Rhoma Irama datang menemui Jusuf Kalla di Kantor DMI. Dalam pertemuan itu, kapasitas Rhoma adalah sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Musholla Indonesia (Fahmi Tamami). Rhoma meminta Kalla menjadi anggota dewan pertimbangan Fahmi Tamami. Kalla menerima permintaan Rhoma dengan alasan memiliki kesamaan visi dalam pengelolaan masjid di Indonesia. Kedua tokoh tersebut saat ini tengah dikaitkan dengan calon presiden yang akan diusung oleh PKB. Jusuf Kalla didukung oleh sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah, sedangkan Rhoma telah dikukuhkan sebagai calon presiden dari PKB sejak beberapa bulan lalu. “Kami membicarakan bagaimana program DMI dan Fahmi Tamami dapat bersinergi. Bagaimana kami memakmurkan masjid,

memfungsikan masjid untuk kemasyarakatan, mencegah pengalihan akidah di masjid, dan menciptakan tempat ibadah yang baik untuk masyarakat,” kata Jusuf Kalla yang didampingi Rhoma Irama di Kantor DMI Jakarta. Kalla mengatakan, kedua organisasi itu mempunyai program hampir sama untuk memakmurkan masjid dan pengurusnya. “Secara teknis, program yang mendesak untuk dijalankan adalah perbaiki sistem suara untuk masjid. Kebetulah Rhoma ahlinya,” kata JK sapaan akrab Jusuf Kalla. Rhoma mengatakan, organisasi Fahmi Tamami meminta JK untuk menjadi pembina dalam

Royalti Dangdut Ditangani RAI

struktur organisasi menggantikan pembina sebelumnya yakni Tarmizi Taher. “Beliau bersedia sehingga akan ada sinergi DMI dan Fahmi Tamami agar bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” kata Rhoma. Pada bagian lain Jusuf Kalla mengatakan kabar pencapresan dirinya oleh Partai Kebangkitan Bangsa masih sebatas wacana. Menurutnya, pencapresan baru menemui titik terang pada bulan April tahun depan. “April baru pasti pencapresan, kalau saat ini baru wacana amanah,” ujar JK. Beberapa hari belakangan santer terden-

gar bahwa PKB bakal mengusung Jusuf Kalla sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang. Sejumlah pemimpin PKB di berbagai daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Muluku, Nusa Tenggara,Kalimantan, dan Papua memberikan dukungan untuk Jusuf Kalla. Terkait pernyataan sesepuh Golkar Akbar Tanjung yang mengatakan JK harus silaturahmi dan meminta pertimbangan senior-seniornya di Golkar jika dicapreskan oleh PKB, JK mengatakan bahwa silaturahmi dengan seniornya di Golkar pasti dilakukannya jika sudah pasti dicalonkan. Menurutnya, jika ia melakukan silaturahmi saat ini justru nanti dianggap terlalu percaya diri. Pasalnya saat ini pencapresannya baru sebatas wacana.Osur.

KH Fachrurrozy Ishaq MA Ketua Umum DPP Wasiat Ulama (Wadah Silaturahim Asatidz, Tokoh dan Ulama)

R

oyalti Anugrah Indonesia (RAI) mengmbol alih penagihan royalty musik dangdut. Demikian Direktur Utama RAI, Waskito yang juga menjabat Sekjen PAMMI.

Ditegaskan bahwa RAI adalah lembaga manajemen royalty khusus dangdut. “Hampir semua pencipta lagu dangdut sudah memberikan kuasa kepada kami,” jelasnya. Menurutnya, RAI dibentuk oleh PAMMI yang memiliki Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia. Keputusan membentuk lembaga tersebut didasari kenyataan bahwa para pencipta lagu dangdut, juga genre musik lain, belum mendapatkan hak selaku pencipta. Sebagian dari mereka bahkan hidup dalam kesusahan. Karena itu, Waskito berinisiatif membentuk RAI yang bertujuan menyalurkan hak ekonomi para pencipta tersebut. Sejauh ini, terang Waskito, sudah lebih dari 3.500 lagu yang dikuasakan sang penciptanya kepada RAI. Dan untuk sementara, RAI berkonsentrasi di beberapa kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan Sema-

R O Y A L T I ANUGERAH INDONESIA rang. Dan di daerah daerah tersebut pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Dijelaskan pula bahwa RAI akan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para pengguna hak cipta itu. “Dalam penarikan royalti RAI akan bekerja sama dengan para pengguna. Besaran yang wajib dibayar juga bisa diperbincangkan, meski sebenarnya sudah ada standar,” paparnya. Dia mengakui, beberapa pemilik usaha yang menggunakan hak cipta lagu-lagu dangdut masih dilanda kebingungan. Sebab, sebelumnya memang sudah ada lembaga yang menarik royalti. Untuk itu, dia berpesan agar pemilik usaha menanyakan kuasa dari pencipta lagu kepada lembaga tersebut. Setelah itu, pemilik usaha juga harus mengetahui data terkini soal kuasa itu. Saat ditanya tentang pembagian royalti, Waskito mangaku membagi dua pendapatan yang diperoleh. “Pembagian pendapatan antara kami dan pencipta lagu fifty-fifty. Kami sendiri menanggung investasi RAI yang hinga kini sudah mencapai dua milyar rupiah. Osur/smc

“Rhoma Pemimpin Tegas dan Luwes” Para ulama yang tergabung dalam Wadah Silaturahim Asatidz, tokoh dan ulama (Wasiat Ulama) sudah menyatakan tekadnya untuk mengusung Rhoma sebagai pemimpin Indonesia. Ini tidak lepas dari sosok Rhoma yang dinilai tegas, namun luwes.

tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai calon presiden pada 2014 mendatang. Dan diantara tokoh itu, pihaknya menilai bahwa Rhoma Irama adalah sosok yang paling bersih karena tidak pernah tersangkut persoalan korupsi ataupun masalah pelanggaran HAM.

“Belia adalah sosok pemimpin yang tegas, tapi luwes. Pemimpin seperti itulah yang kita perlukan,”ujar Ketua umum DPP Wasiat Ulama, KH Fachrurrozy Ishaq kepada Riforri.

“Umat butuh pemimpin muslim yang nasionalis. Selama ini capres yang ada adalah sosok nasionalis yang Muslim. Rhoma adalah sosok ulama yang konsisten menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” katanya.

Selain itu, sag Raja Dangdut ini dianggap agamis dan pluralis. Makanya,di antara calon yang ada sekarang maka Rhoma Irama dianggap paling tepat dan komplit sebagai calon presiden repubblik Indonesia yang mayoritas muslim. “Insya Allah kami akan mengantarkan beliau menuju RI-1, sebab kami juga mendapat dukungan dari jutaan umat muslim di Indonesia,” ujarnya. Menurut Rozy, Rhoma Irama adalah sosok muslim nasionalis yang dapat menjadi calon presiden alternatif di antara banyak nya

Menurut Fachrurozy, selama dia berkeliling ke seluruh Indonesia, semua tanggapannya positif terhadap pencalonan Rhoma. “Kita ceramah di mana-di mana keliling Indonesia, bagaimana kondisi Indonesia dan bagaimana kondisi umat Muslim, mereka setuju Bang Haji maju sebagai capres ,” ujarnya. Selain itu, Rhoma memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh. Hal itu tercermin dengan kepemimpinannya di Soneta Group. Selama 43 tahun memimpin Soneta Group, grup itu tetap solid, Osur


RIF OR RI

10

Edisi: Oktober 2013

Komunitas

Peranan Forsa Jatim dalam Mendukung Rhoma Irama dan Soneta Group SFCI atau Soneta Fans Club Indonesia yang kemudian berubah menjadi Fans Of Rhoma and Soneta (Forsa), adalah komunitas wadah penggemar Soneta tertua (tahir 1985), dan tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Antara lain Jatim, DKI, Jabar, Banten, Jateng, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Sulsel, Papua, Lampung, Sumsel, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara. Kemudian Malaysia, Hongkong, Singapura, Korea, Jepang, Arab Saudi, Maroko, Ausralia, Amerika Serikat, Swiss, Inggris, dll. Kini makin kompak, setelah dibantu jejaring sosial facebook maupun twitter.

Tujuan Forsa : 1. Mendukung Rhoma Irama dalam pentas Soneta maupun dalam

dakwah ceramah akbar.

2. Melestarikan karya Rhoma Irama dan Soneta Group. 3. Membantu sebagai advokasi melawan pembajakan karya cipta Rhoma Irama dan Soneta. Kegiatan Forsa: 1. Menghadiri pengajian dan melakukan pengawalan kepada Rhoma Irama. Termasuk dalam konser Soneta di berbagai lokasi di Indonesia. 2. Menyebarluaskan kegiatan Soneta dan komunitasnya, melalui jejaring facebook maupun twitter. Pembuatana poster, baliho, spanduk, kaos, stiker, dan beraneka karya audio

dan video tentang Rhoma Irama dan Soneta. 3. Mengadakan kegiatan ulang tahun, keagamaan, sosial. Ultah Soneta setiap 11 Desember, Ultah SFCI setiap Februari, baksos Ramadhan, mengunjungi yang sakit, dll. 4. Mengumpulkan koleksi lagu Soneta, dalam piringan hitam, kaset, CD, VCD, DVD, MP3. Koleksi tersebut akan menjadi bagian dari Museum Soneta. 5. Membuatkan lagu ‘Untuk Soneta’ karya Surya Aka Syahnagra, yang liriknya memperkenalkan siapa Soneta, visi misinya dan para personilnya. 6. SFCI juga memiliki lagu ‘’Fans Soneta’’ karya Surya Aka, yang berisikan apa tugas dan fungsi fans club Soneta. Serta janji fans kepada Soneta.

mencari barang bukti VCD/CD bajakan karya Rhoma Irama. Barang bukti tersebut dilaporkan kepada Polda Jatim untuk ditindaklanjuti. 8. Membantu Polda Jatim, Polrestabes Surabaya dalam proses hukum terhadap pelaku pembajakan, seperti penghitungan-pemilahan barang bukti karya Rhoma Irama yang dibajak 9. Menjadi saksi (korban) pembajakan karya cipta Rhoma Irama. 10. Memberikan dukungan kepada Rhoma Irama di Panwaslu DKI Jakarta, saat Rhoma diperiksa dalam tuduhan SARA kepada Cagub DKI Jakarta. Surabaya, 1 November 2012 Surya Aka Syahnagra Ketua Forsa-SFCI Jatim

7. Membentuk divisi advokasi, untuk

Rapat Team Formatur Forsa

Arief Raya Mengkoleksi Album Rhoma

foto pembentukan DPP Forsa 2013-2018

Forsa Banyuwangi

Forsa Sorong Papua Barat

Riforri Makasar

Keluarga Besar Soneta Mania

Riforri Tasik


Surya Aka : Rhoma : FORSA “ Rhoma adalah Harus Terus Eksis

Surya Aka “ Dengan mengucap ‘Innalillah’ saya terima tugas Ketua Umum DPP Forsa” Dalam proses pemilihan ketua umum yang berlangsung di anjungan TMII dan dihadiri sejumlah anggota dari seluruh Indonesia ini berhasil terpilih H Surya Aka Syahnagra, SH, MH untuk menjadi Ketua Umum DPP Forsa 20132018. Aka berhasil menang telak mendapatkan 12 suara dari 15 anggota formatur yang hadir.

Dengan adanya pusat kajian semacam itu, maka karya karya dari Rhoma tersebut tidak hanya dinikmati oleh FORSA dan keluarganya. Namun juga bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Katanya, dalam sebuah kesempatan, syuting “Menggapai Matahari” di Surabaya, saat dia berada di sebuah restoran, tiba tiba dia didatangi oleh seseorang lelaki yang perlente. Lelaki yang ternyata dosen di Unair Surabaya tersebut membuat pengakuan yang membuat Rhoma terkejut. Sebab dia mengatakan bahwa Rhoma adalah gurunya. “Anda adalah guru saya. Pola hidup saya yang sekarang dipengaruhi oleh lagu lagu anda,” demikian Rhoma menirukan ucapan dosen yang belum sempat ditanya namanya tersebut. Pengalaman inilah yang menjadi sebuah bukti bahwa lagu lagu bukan sekadar ‘ansich’ sebuah lagi. Lagu lagu terutama lagu lagu Soneta bisa sangat kuat mempengaruhi perilaku atau gaya hidup dari seseorang individu. Orang yang tadinya gemar berjudi berhenti berjudi karena mendengar lagu ‘judi’ dan lain sebagainya. Musik adalah medium for education, communication and dakwah. Jadi berdakwah melalui musik itu sangat efektif. Maka Rhoma menilai bahwa keberadaan FORSA itu sangat penting untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia ke depan. Karena harus diakui liberlisme, sekarang ini sudah sangat menghawatirkan karena telah menjadi gaya hidup (life style) dalam semua aspek kehidupan. Karena itu, keberadaan lagu lagu Rhoma Irama (Soneta) menjadi penting untuk mengcounter penyebaran virus yang merusak tersebut.Osur

H Surya Aka SH MH Ketua Umum Forsa 2013-2018 “Amanah Ini Sangat Berat” Dengan mengucapkan ‘Innalillahi wainn ilahi rojiun’, kami terima tugas sebagai Ketua Umum DPP Forsa 2013-2018.’ begitu ucapan saya saat laporan di depan Rhoma Irama, The Legent Of Dangdut, saat hadir di forum Rapat Formatur DPP Forsa di Anjungan

sama mengoleksi karya-karyanya,” tegas Surya yang juga seorang wartawan ini. Surya Aka sendiri menggelar ulang tahun tahun Soneta tiap tahun. Memiliki talenta menyanyi dengan penampilan mirip Rhoma. Bahkan menciptakan lagu ‘’Untukmu Soneta’’ sebagai bentuk kecintaannya kepada Rhoma dan Soneta. Aka juga membentuk Paspamrhoma (pasukan pengaman Rhoma Irama) bila Rhoma berkunjung ke Jatim. Akhirnya pola ini diikuti fans Rhoma di berbagai daerah di tanah air.

“Tokoh tokoh penting di dunia ini memiliki pusat pusat kajian seperti Habibie Center, Wahid Institute dan lain-lain. Kita juga harus punya semacam itu,” ujar H Rhoma Irama saat memberikan pembekalan pada rapat team Formatur DPP FORSA di anjungan Jambi, TMII, Minggu (17/11/2013).

Musik lanjut Rhoma bisa membentuk atau mempengaruhi seluruh pendengarnya. Dia punya pengalaman yang cukup menarik mengenai pengaruh musik ini.

11

Kiai dan Panutan Saya”

Fans Of Rhoma and Soneta (FORSA) diminta untuk terus bertahan, dan eksis meski sang Raja Dangdut nanti sudah tiada. Ini juga sejalan dengan visi dan misi dari pembentukan FORSA yang ingin mensosialisasikan dan mengabadikan karya karya dari H Rhoma Irama.

Terlebih karya karya Rhoma Irama tidak hanya diminati atau dinikmati di negara Indonesia. Tapi, juga di mancanegara, karya-karya atau lagu lagu dari Rhoma juga digemari. Ini dibuktikan dengan banyaknya Universitas di sejumlah belahan dunia yang mempelajari karya karya Rhoma. “Rhoma itu aset nasional dan juga aset Islam. Artinya Rhoma itu bukan untuk keluarga dan family tapi untuk seluruh bangsa dan negara,” ujar pria yang sudah menciptakan ratusan lagu ini.

Edisi: Oktober 2013

RIF OR RI

Komunitas

Nama lengkapnya Suryanto, atau lebih dikenal dengan Surya Aka. Siapa tak kenal sosok lelaki yang kini menjadi Ketua Umum DPP FORSA (Fans Of Rhoma and Soneta) periode 2013-2018 ini. Ya Surya Aka bukan orang baru dalam jajaran penggemar Rhoma Irama dan Soneta. Sudah puluhan tahun, pria kelahiran Banyuwangi ini malang melintang menjadi penggemar berat Rhoma Irama dan Soneta. Saat ditanya mengapa dia menyukai dan mengidolakan Rhoma Irama. Dia menjawab ada 4 alasan. Pertama, Rhoma mampu menjadi motivator dalam kehidupannya. Kedua, Rhoma adalah seorang Kiai dan juga merupakan panutan bagi dirinya ; Ketiga dia memiliki segudang referensi mengenai Rhoma yang tidak dimiliki oleh penggemar atau fans lainnya dan yang terakhir karya- karya Rhoma, adalah karya yang monumental yang bisa dikenang sepanjang masa. Itulah alasan dasar mengapa dia mengidolakan seorang Haji Rhoma Irama. Maka tak salah kalau H Rhoma Irama, menurut Aka adalah seorang figur yang luar biasa. Rhoma bisa disejajarkan dengan tokoh bangsa di negeri ini, seperti KH Hajar Dewantara yang membuat Taman Siswa, KH Hasyim Asyari yang membuat Nahdatul Ulama (NU), KH A Dahlan yang mewariskan Muhammadiyah dan Ir Soekarno pencetus kemerdekaan bangsa Indonesia. “Rhoma Irama mampu menciptakan lirik dan syair yang indah. Dan, itu karyanya itu bisa dikenang ratusan tahun ke depan,” ujar Surya yang mantan Komisionir KPID Jawa Timur ini.

Jambi TMII Jakarta Minggu 17 November 2013. Ucapan ‘innalillah..’ kami ikuti Khalifah Abu Bakar Assiddiq, saat dilantik sebagai khalifah. Sungguh amanah ini, sangat berat memikul tanggungjawabnya. Untuk itu dengan memohon ridlo dari Allah Swt, kami minta doa dan restu seluruh fans Soneta di mana pun. Mari bersatu padu, bergandeng tangan untuk bersama-sama memajukan fans Soneta agar kiprahnya bermanfaat untuk agama negara dan bangsa. Dengan menggemari, melestarikan dan mengamalkan lirik dan lagu Rhoma Irama dan Soneta. Kami tak ada artinya apa-apa tanpa bantuan dan kerjasama dengan seluruh fans Soneta. Terima kasih kami sampakan kepada seluruh sahabat yang telah memberikan ucapan, doa dana harapan kepada kami, maaf bila tidak dapat membalas satu persatu. (surya.aka) file:///C:/ Users/Team%20Sukses/Downloads/aka%20

Oleh karena itu, ribuan karya Rhoma Irama berupa lagu, lirik, musik, dan film, yang telah diakui dunia itu, akan mendapat perhatian serius dari Fans Of Rhoma and Soneta (FORSA). Komunitas pecinta Raja Dangdut Rhoma Irama ini akan melestarikan karya tersebut dalam berbagai bentuk. ‘’Kami ingin mengabadikan karyakarya tersebut, baik berupa CD,VCD, film, ke dalam bentuk buku, pertunjukan dan sebagainya. Agar karya ini dapat dipelajari sampai kapanpun. Karena kami yakin, karya Rhoma dan Soneta akan abadi sampai ratusan tahun mendatang’’, kata Surya Aka Syahnagra, seusai terpilih sebagai Ketua Umum DPP Forsa, dalam rapat formatur DPP Forsa yang berlangsung 16-17 November di TMII Jakarta. Menurut Aka, ribuan karya Rhoma Irama yang populer di masyarakat diyakini banyak yang berhasil merubah sikap dan watak manusia. Orang yang dulunya berjudi berhenti setelah mendengar lagu ‘’Judi’’, orang yang suka mabuk, berhenti setelah dengar lagu ‘Mirasantika’’. Orang yang dulu berani kepada orang tuanya, menjadi taat setelah mendengar lagu ‘’Keramat’’. Surya Aka yang selama ini dikenal telah sukses memimpin Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) Jatim, berencana membuat museum Soneta di Surabaya. Museum ini sebagai ajang silaturahmi dan melestarikan karya-karya Rhoma Irama, Saat ini sudah banyak materi yang berhasil dikumpulkan untuk dipamerkan dalam museum tersebut. “Harapan kami, fans Soneta akan memiliki tempat untuk bertemu dan silaturahim, bersama-

Anggota formatur tersebut terdiri dari para tokoh fans di berbagai daerah, antara lain: Indra Imran (Kepulauan Riau), Yayan Budiana (Jawa Barat), Darmin Irama (DKI Jakarta), Jiwwo Soewondo (Jawa Tengah), Gie Singke (Sulawesi Barat), Ahmad Khubby Ali R (Jawa Timur), Mustaman Mus (Papua), Surya-Aka Syahnagra (Jawa Timur), Julia Nur (Kaltim), Zainal Pengembara (DKI Jaya) dan Saefudin Latief (Sumsel). Dalam pemilihan ketua umum DPP Forsa 2013-2018 ini hadir juga Rhoma Irama. Di kesempatan itu, sang raja dangdut juga memberikan berbagai wejangan agar kiprah Forsa bisa mendunia dan dikenal banyak masyarakat. Ketua Umum Forsa Surya Aka merupakan tokoh fans Soneta dari Jawa Timur, yang berhasil mengembangkan organisasi Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) di Jatim. Bahkan, telah menggagas berdirinya museum Soneta. “Dengan mengucap Innalillah saya terima tugas Ketua Umum DPP Forsa. Tugas ini sungguh berat. Karena itu kami butuh support dan doa seluruh fans agar dapat mengemban amanah ini,” kata Aka dalam sambutan singkatnya. Sementara itu, Rhoma Irama dalam sambutannya mengatakan, dirinya menyambut baik dengan terpilihnya Surya Aka, fans senior Forsa dari Jatim. Diharapkan Forsa bisa menjadi fans bintang-bintang dunia seperti Mick Jagger yang selalu memberikan support kepada idolanya. Apalagi, jika Forsa bisa mengamalkan lirik lagu Soneta sehingga menjadi sumbangan positif bagi anak bangsa. “Saat ini lirik Soneta telah dipelajari oleh ratusan universitas di dunia. Maka, tak berlebihan jika Forsa menjadi jembatan bagi generasi mendatang,” tandas Rhoma. (sur/tnol)


RIF OR RI

12

Edisi: Oktober 2013

Riforri Edisi III, Desember 2013  

Rhoma Irama for Republik IndonesiaE

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you