Page 1

SABTU 5 NOVEMBER

33

TAHUN 2011

Pengantongan Semen Beroperasi Desember KALIPURO - Manajemen PT. Semen Gresik (SG) Tbk memastikan pabrik packing plant (pengantongan, Red) di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, akan beroperasi pada akhir 2011 mendatang. Di bulan November ini, semua pengerjaan proyek ditargetkan beres seratus persen. Akhir tahun nanti, pabrik tersebut dijadwalkan sudah mulai beroperasi dan mengondisikan suplai barang untuk wilayah Indonesia bagian

timur. Awal tahun 2012 mendatang, kebutuhan pasar SG di wilayah Jawa Timur bagian timur dan Indonesia Timur akan terpenuhi dari pabrik packing plant di Banyuwangi. Penanggung jawab proyek packing plant Banyuwangi, Dewa Gede Adi S., mengatakan, pabrik tersebut ditarget selesai Oktober 2011 tapi bukan pengerjaan keseluruhan. Pengerjaan yang ditargetkan selesai Oktober hanya pengerjaan sipil ■  Baca Pengantongan...Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

DIKEBUT: Bangunan pabrik pengantongan semen milik PT Semen Gresik di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

Karambol, 8 Kendaraan Ringsek

LAPSUS

ROGOJAMPI - Delapan kendaraan terlibat tabrakan karambol di Jalan Raya Srono, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, sekitar pukul 08.20 pagi kemarin (4/11). Meski tabrakan beruntun itu berlangsung cukup hebat, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan itu mengalami kerusakan cukup parah ■

DOK. RaBa

 Baca Karambol...Hal 43

Polemik Belum Berakhir

Kendaraan yang Terlibat Tabrakan di Desa Mangir, Rogojampi

BANYUWANGI - Masalah perebutan ruas jalan poros nasional di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB), Banyuwangi, belum menemukan p e n ye l e s a i a n hingga kini. Pihak Yayasan MAB bersikukuh akan mengambil satu ruas jalan nasional tersebut sebagai lahan parkir dan kepentingan jamaah. Padahal, pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menginstruksikan agar ruas jalan tersebut dibuka kembali setelah ditutup selama lima tahun dalam proses pembangunan MAB. Namun, pihak Yayasan MAB menolak membuka ruas jalan nasional tersebut ■

Mitsubishi L-300 nopol P 9452 ZN Isuzu Panther nopol DK 1211 BN Mitsubishi CD nopol L 9158 A Dump Truck nopol P 8958 UV DumpTruck nopol P 8570 UW Bus Kentjono nopol W 7883 UY Daihatsu Xenia nopol L 1518 RR Yamaha Mio nopol P 2922 WA

PECAH: Kondisi bagian depan bus rusak setelah menyeruduk truk di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pagi kemarin.

 Baca Polemik...Hal 43

ALI NURFATONI/RaBa

KARI GEDIGU

Genjot Pekerja Seks, Sikat Ponselnya KALIPURO - Kelakuan Ismail, 30, warga Desa Kaliputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, ini sungguh keterlaluan. Puas meniduri Ismiyati, salah satu pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di sekitar pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, dia tidak mau membayar. Bahkan, ponsel milik wanita tuna susila itu disikat. Atas tindakan tersebut, Ismail untuk sementara harus meringkuk di sel tahanan Polres Banyuwangi sambil menjalani pemeriksaan. “Tersangka berhasil ditangkap warga saat akan kabur,” cetus Kapolsek KPPP Tanjung Wangi, AKP Jumadi, kemarin (4/11). Aksi yang dilakukan Ismail itu berlangsung sekitar pukul 21.00 Kamis malam kemarin (3/ 11). Awalnya, dia bersama beberapa temannya datang ke warung plus-plus di selatan Pelabuhan LCM untuk sekadar makan dan minum kopi. Selanjutnya, dia kepincut Ismiyati dan mengajaknya masuk kamar ■  Baca Genjot...Hal 43

ADA APA LAGI

Puncak Ibadah Haji, Wukuf Hari Ini SEBAGIAN jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi mulai bergerak ke Arafah Jumat kemarin (4/11). Dengan menggunakan bus yang sudah disiapkan, mereka melakukan perjalanan ke Padang Arafah guna persiapan H. Latief Harun wukuf pada SabPembimbing KBIH tu (5/11). Sabilillah Perjalanan yang hanya berjarak 22 kilometer itu ditempuh cukup lama. Sebab, jalur menuju Arafah sangat padat. Ribuan alat transportasi mengangkut jamaah secara bergelombang menuju Arafah. Bisa dibayangkan kemacetan luar biasa yang terjadi di kawasan tersebut. Sebelumnya, Kamis lalu (3/11) pukul 17.00 waktu setempat, sebagian JCH Banyuwangi juga telah merapat ke Mina ■  Baca Puncak...Hal 43

Jadwal Salat Id 6 Nopember 2011

AINUL YAKIN FOR RaBa

PADAT: Suasana tenda jamaah haji Banyuwangi di Mina, Arab Saudi, Kamis malam waktu setempat.

1. Lap. Blambangan Khotib: dr. Rusdi Ziban, Sp.B. 2. Lap. Maron Genteng Imam H. Ali Mukmin S.Ag Khotib Ust Taslim, S.Ag 3. Musala Baitus Salam Singonegaran Khotib dan Imam Drs Fatkur Rofik 4. Masjid Baitus Salam Pesanggaran Khotib dan Imam Prof Dr H Babun Suharto, SE, MM 5. Masjid Nurul Jannah Polres Banyuwangi Khotib dan Imam: Ustadz Nurhabibi dari Kemenag Banyuwangi.

Penumpang R2 Naik 40 Persen KALIPURO - Dua hari menjelang Idul Adha 1432 H kemarin (4/11), penumpang kapal penyeberangan KetapangGilimanuk meningkat tajam. Lonjakan

penumpang didominasi kendaraan roda dua (R2) dan penumpang pejalan kaki. Berdasar data PT. Indonesia Ferry (IF) Ketapang, penumpang R2 meningkat

sekitar 40 persen. Sementara itu, penumpang pejalan kaki naik sekitar 30 persen dibanding hari-hari normal ■

 Baca Penumpang...Hal 43

Tragedi Calon Pengantin Tewas Kesetrum di Desa Sukamaju

Calon Istri Mimpi di Rumah Banyak Orang

GALIH COKRO/RaBa

CIDUK: Candra Nurdianto dan barang bukti ganja di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Polisi Mengamankan Pemasok Ganja Anas BANYUWANGI - Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi membekuk Candra Nurdianto, 25, warga Dusun Krajan, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, kemarin (4/ 11). Lelaki inilah yang memasok “daun neraka” kepada Anas Mustahar yang sebelumnya sudah ditangkap aparat ■  Baca Polisi...Hal 43

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Meninggalnya Arif Setyawan, 29, warga Dusun Kaligoro, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono, menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Sebab, dia berpulang menjelang resepsi pernikahan. ALI NURFATONI, Srono

WAALAIKUM salam. Kalimat itulah yang diucapkan perempuan saat menjawab salam wartawan koran ini yang bertamu ke rumahnya siang itu (3/11). Sambil berjalan dari dapur menuju ruang tamu, perempuan itu mempersilakan wartawan koran ini masuk. Dengan raut muka sembab, dia menyatakan permintaan maaf atas

ALI NURFATONI/RaBa

BERDUKA: Ayah dan ibu Arif Setyawan di rumahnya di Dusun Kaligoro, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

segala kesalahan yang telah diperbuat anaknya semasa hidup. “Maafkan kesalahan anak saya ya,” ujar Yatmi.

Butuh waktu cukup lama agar membuat Yatmi bicara lagi. Dengan sesenggukan menahan tangis, sesekali Yatmi memejamkan

mata. Dia juga sesenggukan begitu air matanya membasahi pipinya. Yatmi terlihat masih tak kuasa menahan kenyataan yang baru saja dialami. Setelah cukup waktu, akhirnya Yatmi mau bicara lagi. Dia menceritakan kronologi kepergian anaknya, Arif Setyawan. Menurutnya, tidak ada firasat sedikit pun tentang kepergian anaknya untuk selamanya itu. Nyawa anaknya melayang lantaran kesetrum. Kejadian itu membuat semua anggota keluarga hingga kini seakan tidak percaya. Apalagi, Arif terlihat bugar dan jarang sekali mengeluhkan gangguan kesehatan. Lebih-lebih, beberapa hari lalu Arif terlihat lebih bersih dan rautnya seolah lebih bersinar. ‘’Memang akhir-akhir ini anak saya terlihat bersih dan lebih putih daripada hari biasa ■

Gedung Fraksi DPRD Situbondo tak kunjung ditempati

Kalau tak mau, disewakan saja untuk nambah PAD

Rekrutmen direktur Perusda Banongan dan PDAM Situbondo distop

Angka pengangguran bakal tambah dua orang

 Baca Calon...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


34

Sabtu 5 November 2011

KOMENTAR

Dua Kepentingan Dalam Polemik Jalan MAB ADA dua kepentingan yang melatar belakangi polemik ruas jalan yang ada di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi. Kedua kepentingan itu, memiliki alasan yang samasama untuk kepentingan masyarakat. Demikian disampaikan ketua komisi IV DPRD Banyuwangi H Zainal Arifin Salam berkaitan polemik ruas jalan yang ada di depan MAB tersebut. “Persoalan ini harus diselesaikan secara bijaksana,” katanya. Menurut Arifin, kepentingan DOK/RaBa pertama soal ruas jalan itu karena Arifin Salam ada kepentingan MAB sendiri. Keinginan agar jalan nasional di depan MAB dihibahkan sebagai lahan parkir, kata dia, tentunya sangat disetujui oleh jamaah MAB. Tidak ada satupun jamaah yang menolak jika keinginan tersebut direalisasiskan. “Semua jamaah MAB, pasti akan setuju,” cetusnya. Apalagi pada hari-hari tertentu, jelas dia, kondisi MAB sangat ramai, dan berdampak pada area parkir MAB. “Bagi saya sah-sah saja MAB memiliki keinginan untuk mengakuisisi ruas jalan itu,” ujar Arifin. Kepentingan lain yang melatarbelakangi polemik ruas jalan depan MAB, adalah kepentingan transportasi. Sejak ruas jalan itu digunakan untuk kepentingan MAB, praktis jalur pada jalan tersebut ditutup. Para pengendara kendaraan dari selatan menuju ke arah utara, harus melewati jalan depan Mall of Sritanjung (MoST). “Selain kepentingan transportasi, sebenarnya juga kepentingan Taman Sritanjung,” ujarnya. Meski demikian, terkait rebutan ruas jalan depan MAB tersebut, Arifin mengatakan alangkah lebih baik jika kondisi jalan dikembalikan sebagaimana mestinya. Yaitu, ruas jalan kembali difungsikan sebagai jalan raya, bukan lahan parkir yang digunakan MAB. Hanya saja, bila ada kegiatan MAB yang dapat menarik jamaah dengan jumlah besar, jalan tersebut bisa ditutup sementara. Para pengguna jalan, harus bisa menolerir keadaan tersebut. “Tidak mungkin kegiatan masjid itu setiap harinya ramai dan mengharuskan menutup jalan,” cetus jebolan Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, Semarang ini.(gil/abi)

Yayasan Hanya Ingin Mengembalikan Hak Masjid MEMINTA hak kembali, itu yang diperjuangkan pengurus Yayasan Masjid Agung Baiturahman (MAB) terkait persoalan pengalihfungsian ruas jalan yang ada didepan tempat peribadatan umat Islam di Banyuwangi itu. Mereka menilai, ada beberapa faktor historis yang setidaknya bisa menjadi alasan pihak yayasan dalam mengambil ruas Jalan PB Sudirman yang ada di depan masjid saat ini. Sekretaris Yayasan MAB Iwan Aziez Siswanto mengatakan, karakteristik bangunan masjid memang sangat unik. Masjid yang dibangun oleh Bupati Banyuwangi pertama Mas Alit, pada 24 Oktober 1774 silam. Masjid yang berada persis di tengah kota itu, kini bangunannya lebih memanjang ke samping. Sejak dibangun pertama kali, MAB memang menggunakan bahan non permanen. Baru sekitar 1940, masjid ini mulai mengalami pemugaran dengan pembangunan secara DOK/RaBa permanen. Selanjutnya, Iwan Aziez Siswanto menjelang awal 1970-an, rehab besar-besaran dilakukan terhadap masjid ini. Imbas rehab, selain mengubah kondisi bangunan, ruas jalan di depannya juga mulai dibangun. Beberapa bagian lahan masjid ikut terpotong dari proses pembangunan jalan. Dampaknya, jelas Azies, tentu saja terlihat dari kondisi masjid yang ada saat ini. Bangunan masjid terkesan lebih pendek dari arah barat ke timur. Sementara ruas dari utara ke selatan, terang dia, lebih memanjang. Disamping itu, arus lalu lintas saat itu juga tidak jauh berbeda dengan saat ini. Lalu lintas kendaraan berbentuk U seperti saat ini. Terkait permintaan pengambilalihan lahan jalan di depan masjid, Aziez menilai sebagai upaya masjid untuk meminta kembali haknya. Dengan pertambahan jumlah jamaah, MAB membutuhkan sarana pendukung yang memadai. “Jamaah semakin banyak, dan kita butuh lahan lebih untuk menampung jamaah itu,” katanya. Upaya MAB mengambil haknya, bukan tanpa usaha. Selain menyandarkan pada aspek historis, pihak yayasan juga telah menempuh langkah formal. Ini dengan melakukan kordinasi dan pengurusan aspek legalitas formal kepada Pemkab Banyuwangi dan Kementrian Pekerjaan Umum (PU). Usaha ini sudah dimulai sejak 2004 silam. Pihak masjid sudah mengirimkan surat ke bupati dan Kementrian PU terkait pembebasan Jalan PB Sudirman tersebut. Usaha itu sebenarnya nyaris membuahkan hasil. Dukungan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan DPRD saat itu, membuat pengalihfungsian masjid tinggal menunggu waktu saja. Namun entah kenapa, proses pengambilalihan jalan ini tiba-tiba seperti mengurai benang kusut. Surat penolakan tiba-tiba muncul, disaat keinginan masjid mengakusisi kembali haknya. “Sebetulnya sempat ada harapan, entah kenapa kini semua seperti semrawut,” ujarnya. (nic/abi)

GALIH COKRO/RaBa

JALAN NASIONAL: Ruas jalan depan MAB yang diperjuangkan yayasan untuk lahan parkir MAB.

MUI Minta MAB Ikuti Pemerintah BANYUWANGI-Polemik soal ruas meminta pada semua umat Islam jalan di depan Masjid Agung Bai- untuk tetap menjaga ukhuwah Islaturrahman (MAB), ternyata men- miyah (persaudaraan Islam). Polemik dapat perhatian serius dari Majlis masalah ruas jalan, tidak mengganggu Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten ukhuwah. “Semua harus sabar dan Banyuwangi. Wadah bisa menahan diri,” para ulama Islam ini, serunya. telah menggelar raMUI juga menyampat khusus soal MAB. paikan, soal ruas jalan Dalam pertemuan yang ada di depan MAitu, sejumlah ulama B hendaknya mengiakhirnya memutuskuti keputusan yang kan beberapa poin telah ditetapkan oleh yang harus segera pemerintah. Ini artidilakukan berkaitan nya, MUI berharap polemik ruas jalan di ruas jalan yang telah depan MAB. “Hasil ditutup selama pemDOK/RaBa rapat telah kita kirim bangunan MAB, segeKH Hasan Dailami A pada Bupati Banyura dibuka untuk sarawangi Abdullah Azwar Anas,” cetus na transportasi. “Pemerintah pusat ketua MUI Kabupaten Banyuwangi (Kementerian Pekerjaan Umum) KH Hasan Dailami Ahmad. telah meminta ruas jalan dibuka, ya Diantara poin yang dihasilkan harus dibuka demi kepentingan dalam pertemuan para ulama itu, MUI umum,” ujarnya.

Seruan MUI untuk mematuhi aturan dari pemerintah ini, bila kemungkinan menggeser ruas jalan ke arah timur dengan mengurangi luas taman Sritanjung tidak dimungkinkan. “MUI berharap ada penyelesaian yang baik, tidak sampai memecah belah umat,” cetusnya. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Badean, Kecamatan Kabat ini menyampaikan, meski telah meminta ruas jalan depan MAB dibuka untuk umum, tapi bila ada kegiatan MAB yang meng-

hadirkan banyak jamaah, ruas jalan itu hendaknya juga ditutup. “Seperti sholat Jum’at atau sholat hari besar Islam, atau ada pengajian,” pintanya. Ditanya pemilik lahan pada ruas jalan depan MAB, Kiai Dailami menyebut Taman Sritanjung itu sebenarnya juga halaman masjid. Tapi, taman yang kini tengah dibangun ruang taman hijau (RTH) secara besar-besaran itu, juga menjadi halaman Pendopo Bupati Banyuwangi. “Gak usah diributkan lahan atau jalan milik masjid apa milik siapa,” cetusnya. Bagi Kiai Dailami, bila MAB membutuhkan ruas jalan untuk kepentingan umat, maka semua lahan yang ada di sekitar masjid tetap bisa dipakai. “Kalau MAB ada istighosah yang menghadirkan banyak jamaah, bila di masjid dan ruas jalan tidak mampu menampungt, Taman Sritanjung bisa dipakai juga,” katanya.(abi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Sabtu 5 November 2011

Kecemplung Jurang, Truk Karton Terguling

ALI NURFATONI/RaBa

TERGULING: Truk karton kecemplung jurang di tepi Jalan Raya Jember, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Bangkrut, Ketua Koperasi Kabur Sambil Bawa Uang Simpanan Anggota PURWOHARJO - Ketua Koperasi Simpan Usaha (KSU) Warga Mandiri, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, yang kabur hingga kini masih menjadi pembicaraan hangat. Ketua koperasi tersebut kabur beberapa bulan lalu dan membawa uang anggota KSU Rp 3 miliar. Kasus tersebut hingga kemarin belum tuntas. Nah, celakanya kasus serupa kini terulang kembali. Kali ini menimpa Koperasi Unit Simpan-Pinjam (USP) Sekar Arum, Desa Sidorejo, Purwoharjo. Dengan indikasi serupa, Nanik Liswati, 36, ketua pengurus koperasi tersebut, dipolisikan sejumlah anggotanya. Alasannya, warga Desa Sidorejo tersebut tak kunjung mengembalikan uang anggota senilai ratusan juta rupiah. Alasan lain, empat anggota koperasi sudah sering mencari keberadaan ketua USP itu di rumahnya, tapi selalu tidak ada. Usaha pencarian yang pernah dilakukan di berbagai daerah juga membuat sejumlah anggota USP itu gigit jari. Usaha pencarian perempuan itu selalu menemui jalan buntu.

ANGGOTA KOPERASI MENGADU: Nama Supriyono Adi Prasetyo Katpono Suhartono

Umur 45 43 42 40

Simpanan Rp 175 juta Rp 106 juta Rp 41 juta Rp 24 juta

Sumber Polsek Purwoharjo

Apalagi, kantor koperasi sudah tidak beroperasi sejak beberapa bulan terakhir. Mengetahui adanya gelagat kurang baik, sejumlah anggota langsung mengadu ke polisi. Mereka mengadu ke Polsek Purwoharjo pertengahan Oktober 2011 lalu. Keempat anggota koperasi mengaku, uang simpanan mereka tidak bisa dicairkan. Padahal, jumlah simpanan berjangka mereka tidak sedikit. Supriyono, 45, mengaku uang miliknya yang macet di koperasi tersebut Rp 175 juta. Adi Prasetyo, 43, mengaku uangnya Rp 106 juta tidak kunjung bisa diambil. Katpono, 42, mengaku total simpanannya Rp 41 juta. Nasib sama menimpa Suhartono, 40, yang memiliki simpanan Rp 24 juta. “Keempat anggota itu warga Desa Sidorejo,’’ ungkap Kanitreskrim Aiptu Wiknyo kepada RaBa di markas-

nya kemarin (4/11). Menanggapi pengaduan tersebut, polisi sudah melakukan penyelidikan. Namun, orang yang dimaksud sering tidak ada di rumah. “Kami sudah beri undangan untuk meminta klarifikasi atas pengaduan itu, tapi sampai sekarang tidak pernah datang,’’ sesalnya. Selama penyelidikan, lanjut kanit, pihaknya sudah melihat langsung koperasi yang sudah tidak beroperasi itu. Papan namanya tidak terpasang lagi. “Sudah dua bulan ini koperasi itu tutup,’’ katanya mewakili Kapolsek AKP Tri Joko Setyonarso. Keempat anggota koperasi yang mengadu itu disarankan melapor ke Polres Banyuwangi. Sebab, di polres ada tindak pidana tertentu yang khusus menangani kasus pidana tertentu. “Saat ini sifatnya baru pengaduan, belum laporan,’’ pungkasnya. (ton/c1/irw)

Istirahat Kerja Malah Berjudi Lima Karyawan Diler Masuk Bui GENTENG-Lima karyawan sebuah diler sepeda motor di Genteng ditangkap petugas Reskrim Polsek Genteng, Kamis sore (3/11). Pasalnya, mereka ketahuan bermain kartu remi yang diduga disertai unsur judi. Keenam pemain judi tersebut adalah Riyanto, warga Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember; dan Daryawan, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Ada juga Arif Tertana, warga Dusun Pandan, Desa Kembiritan dan Danang, warga Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Selain itu, Krisna, warga Desa Setail, Genteng. Mereka kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, mereka ditangkap polisi di sebuah rumah kosong di perumahan Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. SPolisi juga mengamankan barang bukti berupa hamparan karpet warna hijau untuk alas bermain kartu. Ada juga satu set kartu

BARANG BUKTI: Karpet hijau, kartu remi, dan uang tunai disita polisi, kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

remi dan satu set kartu ceki, serta uang Rp 125 ribu. Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Dilaporkan bahwa ada sekelompok anak muda bermain kartu remi disertai unsur judi. Menerima laporan tersebut, polisi langsung bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Tiba di TKP, petugas

melihat lima orang tersebut sedang berjudi remi. “Akhirnya dilakukanlah penggerebekan itu,” kata kapolsek di markasnya, kemarin (4/11). Hasil keterangan sementara yang diperoleh penyidik, lanjut Heru, perbuatan main judi tersebut dilakukan saat para karyawan diler itu sedang beristirahat di sela-sela kerja. “Jadi, mereka tertangkap basah sedang berjudi pada jam kerja,” pungkasnya.(azi/irw)

GENTENG - Satu unit truk bermuatan karton seberat 3 ton kecemplung jurang kemarin. Bodi truk terguling dan nyaris masuk sungai di tepi jalan raya Jember Desa Setail, Kecamatan Genteng. Beruntung tidak ada korban dalam kecelakaan yang terjadi pukul 06.00 itu. Dua orang, yakni sopir dan kernet, dinyatakan selamat. Baik sopir bernama Zainul Fanani, 31, warga Jombang, maupun kernet Hari Wibowo, 35, asal Sidoarjo, tidak mengalami luka. Keduanya hanya terlihat gemetar usai musibah itu terjadi. Pantauan koran ini di lapangan menyebutkan, mobil bernomor polisi W 9528 NE itu meluncur dari arah barat. Setiba di lokasi kejadian, truk tiba-tiba oleng ke kiri. Celakanya, ada jurang di sisi utara jalan, sehingga truk terguling, lalu nyungsep ke jurang. Beruntung, di tepi sungai tersebut tumbuh banyak pohon bambu, sehingga truk tak

sampai masuk sungai. “Untung ada bambu ini. Kalau tidak ada, nggak tahu jadinya seperti apa,’’ ujar sopir truk, Zainul Fanani, kemarin. Menurutnya, waktu itu truk melaju dengan kecepatan normal. Hanya sekitar 50 km per jam. Setiba di lokasi kejadian, muncul truk lain dari arah berlawanan yang posisinya terlalu ke kanan. Nah, untuk menghindari truk tersebut, sopir sengaja banting setir ke kiri. Namun nahas, truk yang dia sopiri justru kecemplung jurang. “Tadi saya menghindari truk,’’ sesal sopir. Dijelaskannya, sedianya muatan karton seberat 3 ton itu akan dikirim ke Muncar. Dia memulai perjalanan dari Pasuruan sejak pukul 22.00, malam sebelumnya. “Barang ini dari Pasuruan,’’

bebernya. Namun, berdasar keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP), sopir diduga ngantuk. Sebab, di sisi jalan memang ada truk yang sedang mengisi angin ban. Tiba-tiba truk dari arah barat itu nyelonong dan masuk jurang. “Dari keterangan saksi- saksi tidak ada truk dari arah berlawanan,’’ jelas anggota Lantas Polsek Genteng saat ditemui di TKP. Sementara itu, insiden laka lantas tersebut langsung direspons Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto. Setelah melihat fakta di lapangan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan. “Kami masih belum bisa pastikan penyebab laka tunggal ini. Kami masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ tandasnya. (ton/c1/irw)


KOMUNIKASI BISNIS

36

PSK Pakem Diajari Menjahit

Ajak Umat Islam Gigih Berjuang SRONO - Anggota DPRD yang juga Sekretaris Partai Demokrat Banyuwangi H. Abdurrahman terus berusaha dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya dengan menjadi khotib Jumat di Masjid Hidayatul Munawaroh Dusun Semalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, kemarin Dalam khutbahnya, Abdurrahman mengajak para jamaah untuk bertakwa kepada Allah Swt. dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya. Selain itu, pria yang berlatar belakang pengusaha tersebut mengajak umat Islam untuk tidak berhenti berjuang di jalan Allah Swt. dengan menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam. ’’Jika kita mau memperjuangkan Islam, pasti Allah akan membantunya,” ujarnya dalam khutbahnya. Dia meyakinkan kepada para jamaah, bahwa pertolongan Allah pasti datang dan menyertai orang yang mau berjuang di jalanNya. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Ar Ruum ayat 47 ”Dan adalah hak (wajib) bagi Kami

menolong orang-orang Mukmin.” Menurut Abdurrahman, meski Allah pasti akan menolong, tidak sepatutnya umat Islam masa bodoh dan pasrah tanpa berusaha. ”Kemenangan akan dapat kita raih setelah kita berusaha mencapai kemenangan tersebut,” tandasnya. Sekadar tahu, usai mengisi khutbah dan salat jamaah Jumat di masjid tersebut, Abdurrahman melanjutkan acara ramah-tamah dan dialog kecil bersama jajaran Takmir Masjid Hidayatul Munawaroh. Dalam kesempatan tersebut, Abdurrahman menyampaikan bahwa lewat kegiatan-kegiatan salat Jumat di masjid secara bergiliran tersebut, dirinya bisa mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Makanya, saat ramah tamah tersebut, pihaknya memberi kesempatan kepada para pengurus takmir masjid untuk menyampaikan uneg-unegnya. Sehingga dalam kesempatan tersebut juga berlangsung dialog santai antara Abdurrahman dengan para pengurus takmir di serambi masjid. (azi/adv/als)

ABDUL AZIZ/RaBa

USAI SALAT JUMAT: Abdurrahman (tengah bersurban hijau di pundak kiri) bersama jajaran Takmir Masjid Hidayatul Munawaroh kemarin.

Sabtu 5 November 2011

PPNI FOR RaBa

USAI AUDIENSI: Ketua PPNI Supriyadi Bintoro (nomor tiga dari kiri berkacamata) bersama jajaran pengurus PPNI foto dengan Bupati Abdullah Azwar Anas.

PPNI Harus Bersinergi dengan Program Bupati BANYUWANGI- Bersahaja, ramah, dan intelek serta mencerminkan seorang pemimpin yang merakyat. Kesan itulah yang ditangkap Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banyuwangi, Supriyadi Bintoro, S.Kep., N.S., bersama jajaran pengurus PPNI periode 2011-2016 ketika bertemu dalam rangka audiensi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dua hari lalu. Audiensi yang dilakukan di ruang kantor bupati tersebut dianggap sebagai sejarah dan penghargaan Bupati Anas kepada PPNI. ’’Karena selama ini belum pernah terjadi audiensi dengan bupati seperti sekarang ini,” kata Pri Bin, sapaan akrab Ketua PPNI Supriyadi Bintoro. Pri Bin mengatakan, dalam audiensi tersebut, bupati memberi pengarahan dan menaruh harapan besar agar PPNI Banyuwangi bisa selangkah lebih maju. ’’Tentunya kami siap untuk bisa selangkah lebih maju dan profesional sebagaimana arahan bapak bupati,” tandasnya. Dalam audiensi tersebut, bupati yang didampingi Plt. Asisten Sosial Ekono-

BANYUWANGI

KEC. BWI for RaBa

SOSIALISASI: Camat Luqman bersama jajaran Polsek Blambangan, dan MUI Kecamatan Banyuwangi, di Lokalisasi Pakem, Kertosari, Banyuwangi malam kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•RUMAH PENGINAPAN•

•JL. ADI SUCIPTO•

•SAWAH MUNCAR•

• RUKO MUCAR•

•KOMUNITAS•

• STNK•

•PAKET WISATA BROMO•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DJL Sawah LT ½ Ha SHM Lok Ds Blambangan Muncar. Hrg 250 Jt Nego. Hub: Sunaryo (0333) 594149 / 081934887149

DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

COMUNITAS Mobil Jazz Banyuwangi, Bagi pecinta Mobil Honda Jazz, mari bergabung. Kordinator: H. Iqbal Masruri, HP: 0811354363

HLG STNK Nopol P 4240 YI, an. Ach. Syafaat, SH, al: Karangan RT 01/02 Licin

WISATA G.Bromo shari brgkt mlm tgl 11, tgl 25 Nov 11 & tgl 1 Des 11, tempat trbatas, sgra H: YonTours 082141234572/087857200964

•TANAH KAPLING•

• TOKO DISEWAKAN•

•JUAL BUS/DISEWAKAN•

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DISEWAKAN Toko/Gudang 7x12m, lokasi strategis, Jl. Brigjen Katamso 21 Bwi. Telp. 081336322369/081934872869

DJL Jenis Bus Mts Fiter 95 Kursi 55, merci turbo 94 AC, Kursi 40, Hino AC Kursi 60, Colt Diesel 97 Kursi 27 alamat brt stasiun Genteng, Hub. 087857211687/081311737017

•RUMAH KEBUN L8050M2• DJL rumah + kebun L8050M2 SHM ada kolam ikan Cck utk villa perternakan dll hrg 65 rb/M2 pekulo sbsri H: 081336622317

•2 RUMAH• LUAS 10X15 (2 Rumah) Hrga 125 Jt nego, Jl. Ikan Kembang Waru RT 04/03, belakang Jagalan Karangrejo, HP: 081615726945

•DIKONTRAKKAN• DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10 dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

•SUTRI GARDEN• DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

SITUBONDO •JL. ANGGREK• DJL Rmh LT420m2, tlp, PDAM, listrik 900W, KM 3, KT 5, RT, R. Tgh, R. Kelg, R. Mkn, dpr, gdg. Jl. Anggrek IV/01, 085219999788

•BESUKI• DJL Rmh T. perantara L1400m2, Bgn900m2, SHM, kond baik, di Jl. Jokotole 15 35-Besuki, Stb. H. 0338-891196/087857931687

DJL Rmh Lok. Wisata Pantai Ds Ketapang Bwi SHM 1620 M Rmh Resto Walet 08179678080

GENTENG

•SAWAH 10.000M2•

•RUMAH & TOKO•

• PRIMA MOBIL•

Dijual Sawah dlm kota SHM 10.000 M2 385 Juta Nego Hubungi 0333-424368

DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot , strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

ALL NEW Avanza, Grand New Inova, Xenia, Xirion, all New Jazz, CRV, Civic, City, G-Livina, Nissan Juke, Mazda2, Ford Fiesta, L300, T120SS, Mega Cery, Swift, Splash. H: 0333411655, 0811301676

• TOKO GENTENG•

• PRIMA MOBIL•

DIJUAL Cepat Murah Tk Bahagia dpn Pasar Genteng (sgt strategis utk Bank/ Usaha) Rp. 1,8 Milyar, luas tanah 212 m2, 3 lantai konst kokoh, bang 440 m2. Hub. 08122686542.

INOVA05 solar,05 bensin, LGX03, Fortuner'10, Avanza 07,05, Xenia 06,07, Zebra 07, Black Panther 03, Higrade 99, New Royal 09,00, Futura09, Eskudo98, Taruna02. Hub. 0333411655, 0811301676

SITUBONDO

• SUZUKI SWIFT•

•RUMAH & MOBIL•

•TANAH 1665M2•

RMH SHM LT92m2, 4KT,RT,2RM, 1gdg, Perum Panper blok CC 16. H: 0341715472, 0338-678709. & Djl Kijang ‘91, knds bgs, wrn silver, 50jt nego, H: 0338678709 / 081336144020

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

BANYUWANGI

•KETAPANG•

BANYUWANGI

bila kelak beralih profesi,’’ kata Camat Banyuwangi M. Luqman. Luqman mengatakan, peraturan di Lokalisasi Pakem juga lebih diperketat. Jam operasi juga dibatasi. Karena tidak boleh lebih dari pukul 24.00 WIB. Bahkan, untuk hari Minggu dan hari libur nasional wajib tutup aktivitasnya. Para PSK juga diwajibkan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. Apabila tidak mempunyai KTP akan dikenai teguran dan tindakan. ”PSK luar Kabupaten Banyuwangi dilarang masuk ke Lokalisasi Pakem ini,’’ pungkasnya. (adv/als)

BANYUWANGI DJL rumahL300M2KT4,KM4,Rtamu,mosola Cck untk usaha penginapan kos2 an dll kontrpksi Tk 3 lok Jbr Hrg 375 jt, H: 081336622317

BANYUWANGI

mi Bambang Sujarwo mendengar dan menampung segala apa yang disampaikan ketua dan jajaran pengurus PPNI. Bupati juga berharap PPNI mampu memberi kontribusi nyata terhadap dunia kesehatan di Banyuwangi, serta selalu memperhatikan masyarakat miskin. ’’Karena mayoritas perawat hidup di pedesaan,” tuturnya. Saat audiensi tersebut, selain memperkenalkan jajaran pengurus teras PPNI, Pri Bin juga menyampaikan jumlah anggotanya yang mencapai 1.345 orang. Mereka tersebar luas di rumah sakit pemerintah, swasta, balai pengobatan, dan Puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi. Usai melakukan audiensi dengan bupati, masih di ruang yang sama, ketua dan jajaran pengurus PPNI mengikuti pengarahan oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, H. Hariadji Sugito, S.KM., MM., dan Plt Asosek Bambang Sujarwo. Dalam pengarahannya, kedua pejabat tersebut meminta agar PPNI harus bersinergi dengan segala program yang dicanangkan bupati. Khususnya di bidang kesehatan. (azi/adv/als)

BANYUWANGI - Kecamatan Banyuwangi terus melalukan pembinaan kepada Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di Lokalisasi Pakem, Desa Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Didampingi jajaran Muspika Kecamatan Banyuwangi, Dinas Sosial Banyuwangi, Polsek Blambangan, dan KH. Achmad Shidiq SAg dari MUI Kecamatan Banyuwangi terus mengintensifkan pembinaan dan keterampilan. Dalam pembinaan tersebut, para PSK diajarkan tata cara menjahit dan tata rias. ”Diharapkan mereka bisa mempergunakan keahlian tersebut

BANYUWANGI

• TOKO SHM•

•TOKO DIKONTRAKKAN•

•KEBALENAN•

•KEBUN SALAK 11200M2•

DIJUAL Toko SHM 20m2 Lincing Rjampi, ada PLN, hrg nego. H: 082141140617

DIKONTRAKKAN Toko Jl. Irian Jaya P.27, sangat murah, Hub: Edy - 081336667188

DJL Rmh Lt 2 kpl, LB 150, Hub: Jl. Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

DIJUAL Kebun salak L 11200m2 SHM, kelapa 180 phn sdh prduksi, hrg 35rb/m2 lok Ds Rayun Srono, H: 081336622317

• RUKO AGUS SALIM•

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

•TANAH GENTENG•

DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

DIJUAL Tanah Ls 2090m2 Genteng, Hub: 081235805050. P. Joko, Jl. Ry Setail Genteng

• THE LAGOON RESIDENCE•

•PERUM SUTRI•

•KAPLING LT475M2•

DJL RMH, Perum Sutri, Jl. Buntu Blok A3 Sobo, Bwi, Type 36+. Hub. 085230529953

JL. SINGOSARI /Jati Rimba, 165Jt pas, DP, sisa diangsurtnpbunga,bsabelistengah,085236366603

•GRIYA PERMATA•

RUKO 2 lt, LT80m2, LB110m2, SHM, siap huni, rumah T50,T80, hrg mulai 200jtan. Jl. Yos Sudarso 60A Banyuwangi. H: 081331354660, 081352476002

DJL Suzuki Swift (L) 2008 Akhir, Burgundy A/T, Pajak baru, 081803216312

• JUAL CEPAT• DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

SITUBONDO

• CIVIC WONDER•

• HONDA ACCORD•

DJL Mobil Civic Wonder 85, Hub: Jl.Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

DJL H Accord th ‘99, jok kulit, full audio. Kijang Innova, bensin, th ‘07, s baru, Hub: 08113407912/085859015720

• BPKB• HLG BPKB No. 1317038J Nopol P 2661 XM an. Sufangat Hamzah, Jl. Ikan Teri No.25.

BANYUWANGI •DIBUTUHKAN SEGERA• ACCCOUNTING&Marketing(minSMU).Honda UD. SJMS Motor Rgjampi Jl. Rya Petung 200

LOWONGAN KERJA DIBUTUHKAN STAFF ACCOUNTING / PEMBUKUAN di lingkungan BPR ADY GROUP dengan persyaratan sbb: 1. Wanita 2. Lulusan Sarjana Akutansi 3. Usia maks. 25 thn dan Belum Menikah. 4. Sehat Jasmani Rohani 5. Berpenampilan Menarik 6. Siap ditempatkan dimana saja. Kirimkan Lamaran dan CV ke: BPR ADY Jl.Gajahmada 202 Genteng Banyuwangi.

•MAU PASANG IKLAN?• HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333412224/7750400, Biro Genteng 0333845860/7750401, Biro Situbondo 0338671982/085730686180

•PENJOR TRAVEL• BERANGKAT Pagi mulai tgl 31 October 2011 tujuan Banyuwangi-Denpasar PP, pemberangkatan jam 07.00 dan 11.00, Harga hanya Rp. 100.000,- (khusus pagi), Banyuwangi: (0333) 770 1800/419 616/ 424 639, Denpasar: (0361)238 244/247 168. “Jaminan satu orang tetap berangkat”.

•BISNIS LAUNDRY• BISNIS Jasa laundry modal minimal hasil maksimal. Call 085 749262307

• PT. RAMAYANADUTAWISATA• TRAVEL Bwi-Sby/Mlg (PP) pgi & mlm, Tiket Online Psawat Merpati Bwi-Sby & sgl jur, ttpn paket kilat brng & dok, sewa kndraan &Taxi argometer, T. (0333) 636410, 7770791, 8951388, 421760. 081249008778.

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM menrima pemasangan Depo Air isi ulang. Hub: (0333)8953555/ 085257558460 / (031) 81402211

Hotline Iklan: (0333) 412224


BALJEBOL

Sabtu 5 November 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

LAKALANTAS

Ngebut, Guru Senggol Pick Up TABANAN - Gara-gara melarikan sepeda motornya dengan kencang, seorang guru, Wayan Suarya, yang membawa sepeda motor Supra DK 6558 AN menyenggol pantat pick up DK 9886 AH yang dikendarai, Wayan Adi Sanjaya, 41. Guru asal Desa Wangaya Penebel itu menyenggol pantat pick up di Jalan Jurusan DenpasarPupuan tepatnya di Banjar Sekar Sandat, Desa Sanda Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali. Menurut Paur Humas Polres Tabanan, Aiptu Ni Made Suwarni, korban melaju kencang dari arah Timur. Saat jalan agak menurun dengan tikungan tajam, guru itu berpapasan dengan pengemudi pick up asal Banjar Telaga Tunjung Desa Timpag Kerambitan. Karena terlalu keras menikung, motor guru itu menyenggol pantat pick up pada bagian belakangnya. Akibat kejadian itu, guru tersebut langsung terjatuh. Beberapa luka lecet terdapat disekujur tubuhnya. Jari kelingkingnya patah dan dia pun dirawat di BRSUD Tabanan. Sedangkan pengemudi pick up yang disenggol selamat dari maut. “Pengendara motor kurang hati-hati ketika akan memasuki tikungan tajam,” ujar Aiptu Suwarni kemarin. (dra/yes/jpnn)

IDUL ADHA

MIFTAHUDDIN/RADAR BALI/JPNN

Berbenah Sambut Asean Summit ke-19 JELANG pelaksanaan ASEAN Summit ke-19, kawasan seputaran Tanjung Benoa dan Nusa Dua mulai terlihat banyak dipasang umbul-umbul ataupun

baliho menyambut pelaksana even itu. Salah satunya seperti baliho di jalan Simpang Siligita, yang dilintasi seorang pengumpul barang

bekas ini. ASEAN Summit sendiri menurut rencana akan dilangsungkan di Bali pada pada 17-19 November 2011 mendatang. (mif/han/jpnn)

Bapak-Anak Kompak Mencuri EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

TAK BANYAK PEMBELI: Pedagang kambing di wilayah Kecamatan Patrang mengaku masih sepi pembeli.

Pembeli Kambing Masih Sepi BONDOWOSO - Para pedagang kambing mengaku sepi pembeli. Ini jika dibandingkan penjualan kambing saat Idul Adha tahun lalu. ”Sampai saat ini, masih jarang ada pembeli. Padahal, hari raya Idul Adha, sudah dekat,” ujar Pur, 50, pedagang kambing, yang menjual kambingnya di Jalan Raya Slamet Riyadi Patrang. Meski sebenarnya kondisi kambing yang dijualnya, cukup besar dan sehat, dia hanya bisa menjual kambing dengan harga kisaran Rp 1 juta. ”Namun, pembeli masih belum ada yang mendatangi tempat kami,” katanya. Tak jauh beda diungkapkan penjual kambing kurban di Kecamatan Jelbuk, Arjasa, Patrang hingga Kecamatan Maesan, Bondowoso. “Mungkin, warga masih menunggu 1 atau 2 hari menjelang Idul Adha. Biasanya seperti itu,” ungkap Farid, 45, pedagang kambing kurban. Oleh sebab itu, beberapa pedagang kambing kurban memilih bersabar. Padahal, biaya pakan kambing kurban cukup besar. Satu ikat rumput atau jerami harganya Rp 5 ribu. “Kalau kambing masih berlama-lama di kandang, akan menghabiskan biaya pakan,” katanya. Untuk itu, Pur berinisiatif menghubungi langganannya yang terbiasa kurban untuk membeli kambingnya. ”Saya punya inisiatif untuk menghubungi orang-orang yang biasanya membeli kambing kurban, sehingga mereka tetap membeli kambing ke saya,” katanya. (eko/c1/jpnn)

JEMBER- Bila ada bapak dan anak kompak dalam urusan mencuri, itulah yang dilakukan Saimin alias Pak Sumiati, 55 dan Miskah, 28, bapak dan anak asal Dusun Sukobarat, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Jember. Hanya gara-gara tidak punya pekerjaan, keduanya kerjasama mencuri getah Kebun Zelandia di Kecamatan Tanggul yang notabene milik PTPN XII ini. Apesnya, perbuatan keduanya diketahui dan kini harus berurusan dengan polisi. Barang bukti 2 kuintal getah karet yang diambil pelaku dari mangkok juga sudah diamankan sebagai barang bukti. Saat menjalankan aksinya, keduanya sebenarnya tak sendirian. Masih ada dua tersangka lainnya yang hingga kini masih belum tertangkap saat dilakukan penggrebekan. “Awalnya, petugas Saimin sekitar pukul 03.00. Baru kemudian menangkap Miskah saat tidur di kamar,” ujar Kapolsek Tanggul

AKP Sudaryanto melalui Kanitreskrim Aiptu Supardi SH. Dengan barnag bukti yang ada, kedua pelaku tak berkutik dan mengakui perbuatannya. Pelaku berdalih mencuri karena tidak punya pekerjaan lagi. Ternyata, perbuatan pelaku tidak hanya sekali dilakukan. Sudah hampir satu bulan terakhir, pelaku mencuri getah karet ini. Dari hasil penjualan getah karet ini, kata Supardi, uang selalu dibagi rata dengan teman-temannya. Dijelaskan, hingga kemairn, polisi masih melakukan pengejaran trhadap dua tersangka lain yang masih belum tertangkap. Sementara itu, Miskah, salahs atu pelaku menjelaskan, uang hasil mencuri getah dibagi rata. “Uangnya dibuat beli rokok dan makan makan,” kata Miskah yang sudah cerai bersama istrinya ini. Untuk 1 Kg getah dijual seharga Rp 6 ribu. “Setiap kali mencuri dapat getah sekitar 6 sak,” akunya. Menurut Miskah, barang bukti yang diamankan

DIGELANDANG: Saimin dan Miskah, bapak dan anak yang nekat mencuri getah karet di Kebun Zelandia saat dikeler polisi. JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

polisi memang belum sempat terjual karena masih disimpan terlebih dulu. Untuk diketahui, penangkapan pelaku bermula saat Kamis siang (3/11), tersangka bersama tiga temannya, barangkat ke kebun untuk mencuri getah. Miskah mengaku terpaksa mengajak orang tuanya mencuri karena memang

sudah tidak punya pekerjaan lagi. Biasanya setiap hari, tersangka menjadi tukang ojek di gang Masjid Jamik Tanggul. Karena kondisi sepi, ia nekat mencuri getah. “Awalnya saat mengajak bapaknya ya sungkan. Tapi setelah diajak ternyata bapak mau juga,” katanya menyesal. (jum/wnp/jpnn)

LINGKUNGAN

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DITANGKAP: Gara-gara mengambil kabel telepon dua pemuda ini dikeler ke Mapolsek Gumukmas.

Curi Kabel, Ditangkap Warga JEMBER - Gara-gara nekat mengambil kabel serat optik sekunder milik salah satu perusahaan telepon, dua pemuda disel di mapolsek Gumukmas. Masing-masing Hasan Basri, 23 dan Tinggal, 21, keduanya warga RT 03, RW 06, Dusun Gumukbanji, Desa/Kecamatan Kencong, Jember. Kedua pemuda ini ditangkap warga Dusun Krebet Desa/ Kecamatan Gumukmas sekitar pukul 20.00 malam, kemarin. Kedua pelaku yang berboncengan sepeda motor, malam itu langsung dihadang warga saat melintas di Dusun Krebet. Ini setelah warga mencurigai pelaku barang yang dibawa. Setelah diinterogasi, diketahui jika barang yang dibawa adalah potongan kabel hasil curian. Tak menunggu lama, keduanya diamankan warga dan selanjutnya dibawa ke

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MENUMPUK: Dam Bedadung I di Desa Curahmalang yang tertutup sampah yang terbawa arus saat hujan deras.

Hujan Deras, Banjir Sampah JEMBER - DAM Bebadung I, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Jember, ini tertutup tumpukan sampah begitu banyak. Banjir sampah ini sampai menutupi bagian mulut DAM di Desa Curahmalang. Sampahsampah tersebut terbawa banjir saat hujan turun. Pemandangan seperti ini sering kali terlihat ketika hujan turun dengan deras. Bahkan, tumpukan sampah seperti ini tidak hanya terjadi di saluran DAM di Curahmalang. Beberapa DAM lain juga terlihat banyak tumpukan sampah ketika hujan deras. (jum/c1/wnp)

rumah Kasun Jatiagung Desa/ Kecamatan Gumukmas Dengan bukti yang ada, keduanya mengakui terus terang jika potongan kabel tersebut diambil dari salah satu proyek galian kabel di Dusun Jatiagung. Meski begitu, pelaku bersikukuh jika mengambil kabel tersebut karena telah meminta izin mandor kerjanya. ”Ini kabel sisa. Saya sudah meminta izin sama mandor,” katanya. Pengakuan Hasan Basri, kabel tersebut akan dikelupas terlebih dahulu sebelum kawat tembaganya dijual ke pengepul besi tua. Terpisah, AKP Sukari, Kapolsek Gumukmas membenarkan telah mengamankan dua pemuda yang ditangkap warga. Dijelaskan, pihaknya juga telah mengamankan potongan kabel serat yang sudah dipotong pelaku. (jum/c1/wnp/jpnn)

Bazar IT di Hi-Tech Mall

Notebook Core i3 Turun Harga INTEL core i3 pun nampaknya juga telah mengundang perhatian penggemar IT di tanah air. Dan dalam ajang Bazar IT di Hi-Tech Mall ini, produk notebook core i3 itu hadir dengan penawaran super spesial. Diawali Acer 4739 SE, core i3, 2GB DDR3, 320GB HDD, Linux, hanya Rp.4,099juta dari awalnya Rp.4,299juta. Samsung RV418 mengusung Core i32310M, 2 GB DDR3, 500 GB HDD dari Rp.5juta jadi Rp.4,9juta. Wearnes Quadra CI-1411_i3, core i3, 2GB DDR3 320GB HDD seharga Rp.4,547juta menjadi Rp.3,547juta. Axioo CLW 3522, core i3380M, 2 GB DDR3, 320 GB HDD hanya Rp.4,799juta. Zyrex Cruiser WT4820, core i3, 2 GB DDR3, 320 GB HDD seharga Rp.4,299juta turun jadi Rp.3,899juta. Tak ketinggalan Toshiba NB520-1049,50,51,52,53, N570, 2GB DDR3, 320GB HDD, Win 7 seharga Rp.3,501juta dari harga awal Rp.3,771juta tersedia dalam warna warm brown, joyful blue, striking lime green, daring sunlight capper, dan sophisticated. Ada pula

Toshiba C600-1005U, P7570, 500 GB HDD, 2 GB DDR3 dipatok Rp.4,310juta dari harga sebelumnya Rp.4,45juta. Fujitsu LH 530 P6200 berkapasitas 2 GB DDR3 ikut turun dari Rp.4,2juta jadi Rp.3,8juta. Asus K43BY, AMD E450, 2 GB DDR3, 320 GB HDD, VGA ATI Radeon HD 6470 1 GB harga Rp.4juta jadi Rp.3,75juta free voucher download game senilai Rp.500ribu. Lenovo G470-5299 New, Intel B940, 500 GB HDD turun dari Rp.3,95juta ke Rp.3,59juta. Anote C-9275 TN, Core 2 Duo, 2 GB DDR2, 320 GB HDD, fingerprint, dan touch screen turun harga menjadi Rp.4,199juta dari Rp.6,35juta. Byon Queva W9321, CULV 743, 2 GB DDR2, 320 GB HDD hari ini dibanderol Rp.2,41juta jika sebelumnya Rp.2,5juta. Ada pula LCD Ben-Q T2210 HD, DVI, 21,5” hanya Rp.1,49juta free voucher KFC Rp.20ribu dan Proyektor Ben-Q MP524 (proyektor XGA) hanya Rp.3,899ribu free layar 70”. Canon IP2770 plus modif hanya Rp.425ribu. Epson T13 plus modif hanya Rp.725ribu. Brother DCPJ 125 dibanderol Rp.990ribu hari ini. Free modifikasi untuk setiap pembelian printer Brother.

Promo Android Hingga Seminar Gratis FREE antigores dan aplikasi setiap pembelian Samsung Galaxy Tab 7” wifi hanya Rp.3juta yang awalnya Rp.3,499 juta dan Vandroid T1C Rp.2,5juta menjadi Rp.1,999juta. Inforce DM70 seharga Rp.950ribu free leather case keyboard dan SD card 4 GB. Huawei S7 Slim seharga Rp.2,9 juta menjadi Rp.2,65juta. Anote CPad 703 ”Pahe 1”+leather pouch+keyboard hanya Rp.2,35 juta. ZTE EVDO hanya Rp.2,85 juta. Setiap pembelian Android berhadiah langsung dan mug Android yang tercetak langsung foto Anda dan konsultasi gratis di Android Corner. Ikuti Free Seminar ANDROID For Traveling 5/ 11/11, Android For Fotography 6/11/11

Fas:sertifikat dan souvenir. Info pendaftaran : R. Workshop 5317594/Dedi ( 08819349565). Hi-Tech Mall mengguyur pengunjung dengan bonus dan hadiah langsung, mulai puluhan printer, notepad, hingga notebook dan lain-lain. Setiap pembelanjaan produk berstiker Hi-Tech Mall minimal Rp.2juta, semua hadiah itu akan memenuhi belanjaan Anda. Dengan minimum pembelanjaan Rp.500ribu, miliki mug eksklusif yang tercetak foto Anda. Bagi pengunjung luar kota dapatkan Double Bonus hadiah langsung di redemption lantai dasar. Ingat TI, ingat Hi-Tech Mall.(*)


42

Sabtu 5 November 2011

Target Lampaui Hasil di Jember BANYUWANGI - Sukses PABBSI Banyuwangi meraih hasil optimal dalam Jember Open membuat induk olahraga angkat berat dan binaraga itu kian percaya diri. Saat ini, kepengurusan PABBSI di bawah komando Nurmansyah sedang membidik kejuaraan daerah (kejurda) Jatim sebagai lumbung medali berikutnya. PABBSI berencana menyertakan the

winning team dalam kejurda yang diagendakan Desember mendatang di Sidoarjo itu. Tiga kelas utama akan menjadi andalan, yaitu 80 kg, 70 kg, dan 65 kg. Nurmansyah pun optimistis atletnya bisa bersaing dengan daerah lain dalam ajang tersebut. Nurmansyah menuturkan, pengalaman di Jember lalu memberikan torehan positif bagi perkembangan olahraga binaraga dan

angkat berat. Anggota Polri itu yakin dengan tenggang waktu persiapan yang ada, PABBSI bisa meraih hasil lebih baik di kejurda nanti. Menurunkan materi yang tidak terlalu banyak berubah, minimal capaian seperti di Jember bisa diulang. “Minimal kita ingin seperti di Jember. Namun, bila ada kesempatan juara, itu lebih baik,” tegasnya. (nic/c1/als)

PENILAIAN TAHAP AKHIR BANYUWANGI HIJAU & BERSIH Meliputi: Kecamatan Tegalsari, Gambiran, Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo

IWAN SETIONO/RaBa

KALAH TIPIS: Pemain bola voli putri Banyuwangi Selection di sela-sela pertandingan melawan Tim Putri Gresik Ponska malam kemarin.

Putra Menang, Putri Kalah Ekshibisi Bola Voli Laga Amal BANYUWANGI - Kepedulian kepada rekan yang sedang tergolek sakit harus ditanamkan dalam diri setiap atlet. Mereka harus bahu-membahu meringankan beban rekannya. Berangkat dari hal tersebut, PBVSI Banyuwangi menggelar laga bola voli amal kemarin malam (4/11) di GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Semua hasil penjualan tiket pertandingan dan sumbangan dermawan langsung diberikan kepada mantan pemain nasional bola voli, Jalu Dwi Prasetyo. Pemain nasional yang berasal dari Petrokimia Gresik tersebut saat ini terbaring lemah akibat penyakit yang diderita. “Kaki

kiri Jalu dalam waktu dekat ini akan diamputasi,’’ kata Ayub Hidayat, Pengurus PBVSI Banyuwangi, yang juga pemain seangkatan Jalu di timnas kala itu. Dalam laga ekshibisi kemarin malam, tim putra Banyuwangi Selection menang melawan Bali Selection dengan skor 3-0. Bermateri campuran senior dan junior, seperti Mulyawan, Didik, Buchory, Pedro Lalypane, Vicktor, Faisal, Koko, Dodik, Yogi, Nanda, dan libero Gembuk, Banyuwangi Selection dengan mudah mengatasi perlawanan tim dari Pulau Dewata tersebut. Tim putri Banyuwangi harus mengakui ketangguhan tim putri Gresik Phonska. Indah, Denti, Teta, Dartik, Desi Asmi, Erni, Sinta, dan libero Oki, kalah dengan skor tipis 2-3. Sebenarnya, laga tim putri

Banyuwangi dan Gresik Phonska berjalan seimbang. Mereka sama-sama melancarkan smash. Namun, pertahanan yang kokoh membuat tim putri Gresik yang diperkuat dua pemain Banyuwangi; Lia dan Sri, bisa memenangkan pertandingan. “Semua pertandingan berjalan seru dan mampu menghibur pencinta bola voli Banyuwangi,’’ kata H. Muhlis, ketua Bina Voli Banyuwangi. Laga ekshibisi bola voli kemarin malam dihadiri Ketua KONI Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko, Kapolres Nanang Masbudi, dan Plt. Kadispora Achmad Khairullah. Dalam kesempatan tersebut, mereka memberikan sumbangan kepada Jalu yang diterima Syaiful Bahri, rekan Jalu di Gresik Petrokimia. (c1/als)

SMKN 1 Tegalsari

SMAN 1 Gambiran

SDN 1 Barurejo, Pesanggaran

SMPN 1 Siliragung

RT 2 RW 5 Desa Sukorejo, Bangorejo

RT 2 RW 1 Sungai Lembu, Pesanggaran

Kantor Desa Jajag, Gambiran

56

58

57

PINGSAN Mega Anugrah

62

FOCUS POSE Aulia Firdaus Brillianti

EKSOTIS Aulia Firdaus Brillianti

59

MENAHAN PANAS Aditya Pradana

64

63

GANDRUNG A Ika Irmawati

BANYU MILI Aisyah Dwi Azti J

65

GARANG SADIS Anang Tadjuwid

61

60

KUNDARAN Badrus Yudosuseno

BISA TERBANG Didik Isdiyantoro

GAGAH Ryan Kyoto Santosa


Sabtu 5 November 2011

BERITA UTAMA

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Jalan Rogojampi-Srono Sempat Macet ... ■ KARAMBOL... Sambungan dari Hal 33

Kecelakaan tersebut dipicu sebuah mobil Mitsubishi L-300 yang melaju dari arah selatan. Sedianya, mobil tersebut akan belok kanan menuju toko bangunan Logam Jaya. Saat akan berbelok ke kanan, mobil tersebut menunggu kendaraan lain yang melaju dari arah berlawanan. Sementara itu, dari arah berlawanan melaju mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernopol L 1518 RR. Setelah berseberangan

dengan mobil tersebut, mobil Mitsubishi L-300 tersebut langsung belok ke kanan. Tanpa disadari, persis di belakang Daihatsu Xenia tersebut ada sepeda motor Yamaha Mio bernopol P 2922 WA. Lantaran jarak sudah terlalu dekat, senggolan Mitsubishi L-300 dan Yamaha Mio pun tidak bisa dihindari. Senggolan tersebut menyebabkan Yamaha Mio itu terpental. Dalam hitungan detik, sejumlah kendaraan roda empat yang lain dari arah selatan langsung saling menyundul.

Mengetahui di belakang banyak tabrakan beruntun, secepat kilat pengemudi Mitsubishi L-300 itu mengubah niat masuk ke toko bangunan tersebut. Mitsubishi L-300 itu mencoba melarikan diri ke arah utara. Kecelakaan karambol itu terjadi karena persis di belakang Mitsubishi L-300 tersebut juga ada Mitsubishi L-300 lain bernopol P 9452 ZN. Lantaran ada kecelakaan di depannya, sang pengemudi langsung mengerem secara mendadak. Tak pelak, mobil di belakangnya juga

terkena imbasnya. Mobil Isuzu Panther bernopol DK 1211 BN yang persis di belakangnya langsung mendorong mobil Mitsubishi L 300 tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, persis di belakang Panther itu ada Mitsubishi Colt Diesel bernopol L 9188 A yang juga langsung menyodok mobil di depannya. Benturan demi benturan pun tidak bisa terelakkan. Di belakang Mitsubishi Colt Diesel itu masih ada dump truck bernopol P 8958 yang juga mengalami nasib serupa.

Pasok Kebutuhan Indonesia Timur ■ PENGANTONGAN... Sambungan dari Hal 33

Sementara itu, pengerjaan lain, ungkap Gede, ditargetkan selesai pada November ini. Kegiatan yang ditargetkan rampung bulan ini adalah pengerjaan mekanik dan sistem jaringan pabrik yang lain. “Pengerjaan sipil sudah selesai, tapi pengerjaan jaringan sedang dikerjakan dan akan selesai akhir bulan ini,” tegasnya. Dengan selesainya pengerjaan beberapa jaringan dan sistem, pada Desember mendatang pabrik sudah bisa dioperasikan. Pada awal Januari 2012, pabrik ditargetkan sudah berjalan normal untuk melayani kebutuhan pasar SG di Banyuwangi dan sekitarnya. Sementara itu, permintaan pasar SG di

wilayah Indonesia bagian timur terus meningkat. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar itu, maka dibangunlah pabrik pengantongan di Banyuwangi guna memberikan layanan maksimal terhadap kebutuhan pasar. Selama ini, suplai pasar untuk Banyuwangi dan Indonesia bagian timur dilayani menggunakan transportasi darat. Dengan melubernya lumpur Lapindo di Sidoarjo, pengiriman semen ke Indonesia bagian timur sering terhambat. Bila ada packing plant di Banyuwangi, pengiriman bahan bisa dilakukan menggunakan kapal dari Gresik ke Pelabuhan Tanjung Wangi. Dengan adanya packing plant di Banyuwangi, maka distribusi semen akan menjadi lancar karena ada fasilitas sandar khusus kapal, sehingga dapat mengopera-

sikan kapal curah semen dan pembongkaran semen secara cepat dan efisien. Gede mengungkapkan, PT. SG saat ini sedang membangun beberapa pabrik pengantongan di beberapa tempat, di antaranya di Banyuwangi dan Ciwandan, Provinsi Banten. Sekadar diketahui, packing plant di Banyuwangi merupakan peralatan penyimpanan semen lengkap dengan sistem unloading dan loading yang efektif dan efisien. Peralatan ini dilengkapi silo yang memiliki daya tampung semen 10 ribu ton dengan kapasitas release minimal 300 ton per jam, dan packing machine dengan kapasitas release minimal 2.200 kantong per jam. “Packing Plant di Banyuwangi sama dengan yang kita dirikan di Ciwandan, Banten,” ujar Gede. (afi/c1/bay)

Banyak yang Kena Flu dan Batuk ... ■ PUNCAK... Sambungan dari Hal 33

Mereka akan menginap dulu di Mina, baru keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke Arafah untuk bergabung dengan jamaah Banyuwangi yang lain. Mereka akan menjalani tarwiyah. Perjalanan ini meniru Nabi Muhammad sebelum bergerak ke Arafah. Keuntungannya, jamaah bisa mengetahui sejak awal tempat tinggal di Mina, yaitu di nomor 14 yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari tempat lempar jumrah. Jarak tersebut terasa sangat jauh jika harus melewati terowongan. Sementara itu, menjelang wukuf, tim kesehatan semakin mengintensifkan pemeriksaan kesehatan JCH Banyuwangi. Tindakan intensif para dokter itu, di antaranya mendatangi setiap kamar yang dihuni jamaah. Jamaah ditanya seputar kesehatannya. Memang selama berada di Tanah Suci, kondisi kesehatan

jamaah rata-rata drop. Ratarata semua jamaah mengalami flu dan batuk. Kondisi itu memang sering terjadi saat jamaah sudah berada di Tanah Suci. Selain perbedaan cuaca, juga disebabkan virus yang menyebar dari jamaah ke jamaah. Tindakan preventif lain yang disarankan dokter adalah me-

ngurangi aktivitas ibadah di Masjidilharam. Sebab, hingga saat ini, jutaan orang sudah berkumpul di Tanah Suci Makkah. Gelombang jamaah dari Madinah pun sudah berada di Makkah. Praktis, semua orang yang hendak menunaikan ibadah haji sudah berfokus di Makkah.

Imbauan mengurangi aktivitas di Masjidilharam itu guna mengantisipasi kesehatan jamaah. Sebab, dalam keadaan ramai, kondisi pribadi jamaah sangat rawan. Selain membatasi ibadah di Masjidilharam, jamaah juga diimbau beristirahat total dan makan-minum teratur. (*/c1/bay)

Diminta Waspada Kondisi Cuaca ... ■ PENUMPANG... Sambungan dari Hal 33

Peningkatan penumpang feri itu terjadi sejak Kamis lalu (3/ 11). Ratusan kendaraan R2 dan penumpang menyeberang dari Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang setiap hari. “Lonjakan penumpang berasal dari Pelabuhan Gilimanuk, sedangkan dari arah Ketapang, penumpang masih tergolong normal,” ungkap Kepala PT. IF Ketapang, Supriyanto, melalui Manager Operasional Saharuddin Koto.

Untuk memberi pelayanan prima kepada penumpang, PT. IF mengoperasikan 29 kapal yang ada. Kedua puluh sembilan kapal itu stand by selama 24 jam guna melayani penumpang. Sebagian besar penumpang, ungkap Saharuddin, adalah warga asal Jawa yang tinggal di Bali. Umumnya mereka pulang kampung guna merayakan Idul Adha. Berbeda dengan liburan Idul Fitri, lonjakan penumpang Idul Adha berlangsung singkat. Walau tidak sepadat liburan Idul Fitri, PT. IF Ketapang tetap mengeluarkan warning agar

nakhoda kapal tetap waspada demi keselamatan pelayaran. Nakhoda diminta selalu memperhatikan perkembangan dan perubahan cuaca yang dirilis BMKG. Seruan itu dilakukan agar nakhoda kapal tetap mengutamakan keselamatan. Selain itu, juga diimbau agar semua alat keselamatan di kapal selalu dicek fungsi dan keberadaannya. “Keselamatan pelayaran adalah yang paling utama. Kita harus terus waspada terhadap kemungkinan terburuk,” tegas Saharuddin. (afi/c1/bay)

Sudah Dianggap Anak Sendiri ... ■ CALON... Sambungan dari Hal 33

Mungkin karena dia akan menikah,’’ sebutnya. Memang, beberapa hari lagi anak sulung Yatmi tersebut akan melangsungkan momen bahagia. ‘’Kurang seminggu ini anak saya akan ijab kabul dengan calon istrinya. Tepatnya Sabtu pekan depan,’’ jelasnya sambil sesenggukan. Dalam masa persiapan menikahi calon istrinya, almarhum terlihat lebih semangat. Dia lebih rajin bekerja. Semua itu untuk memenuhi segala kebutuhan saat resepsi kelak. Tak heran, semua perlengkapan untuk pernikahan sudah disiapkan. Mulai busana hingga maskawin sudah dipersiapkan. Semua perlengkapan itu dipilih sendiri oleh almarhum. ‘’Celana dan baju putih lengan panjang sudah disiapkan untuk manten besok. Dia sendiri yang beli,’’ ucap Yatmi. Dia menambahkan, semua persiapan untuk melangsungkan pernikahan sudah memasuki tahap akhir. Sebab, pada bulan Ramadan lalu, almarhum Arif sudah mem-

berikan peningset kepada calon mempelai putri. Peningset tersebut menandakan niat serius untuk hidup bersama. Selain itu, almarhum juga sudah mempersunting calon pendampingnya itu sebulan lalu. Kemudian, hari pernikahan disepakati oleh kedua keluarga dilaksanakan Sabtu pekan depan. Lokasinya, berada di rumah keluarga mempelai perempuan yang masih sekampung dengan almarhum Arif, hanya berbeda RT. Mengenai calon istri almarhum, Yatmi menceritakan bahwa sesaat setelah calon suaminya meninggal, dia kerap pingsan. ‘’Calonnya kemarin sudah ke sini, menangis terus-terusan. Tadi pagi juga ke sini. Dia sudah saya anggap seperti anak sendiri,’’ jelasnya. Menurut Yatmi, gadis calon istri anaknya itu bermimpi rumah mertuanya ramai dipenuhi orang. Mimpi itu dia anggap merupakan pesta yang akan segera digelar, tapi mimpi itu ternyata terbalik. ‘’Calon menantu saya itu mimpi di sini ramai. Dikira ramai acara nikah, malah seperti ini,’’ kenangnya. Sementara itu, ayah Arif, Sukardi, tampak duduk di sebelah istrinya. Suaranya

cukup lirih. Sesekali dia menjawab pertanyaan wartawan koran ini dengan singkat. Sukardi lebih terlihat tabah dalam menghadapi kenyataan itu. Meski belum bisa menerima, tapi dia mengaku akan berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi cobaan itu dengan tabah. ‘’Walaupun tidak kuat, tetap dikuat-kuatkan,’’ ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sambil menoleh kepada sang istri, Sukardi mengaku melihat anaknya lunglai tak sadar di dekat pematang sawah. Ketika itu, Arif sedang menyemprot tanaman di sawah. Diduga, dia membetulkan posisi kabel listrik di dekat sawah tersebut. Namun sial, kabel yang dia pegang ternyata mengelupas, sehingga dia kesetrum. ‘’Saya sendiri yang lihat anak saya tergeletak di sawah,’’ kenangnya. sebelum kejadian, Sukardi memang diselimuti rasa gelisah. Saat itu bapak dua anak itu juga berada di sawah, tapi di lokasi lain. Lantaran rasa gelisah itu terus menguat, dia pun bergegas mencari Arif. ‘’Pikiran saya memang tidak enak. Ternyata benar, anak saya sudah pergi untuk selama-lamanya,’’ terangnya. (c1/bay)

Bahas Kongres Masyarakat Adat BANYUWANGI - Kongres masyarakat adat Banyuwangi bakal segera digelar. Rencana gawe akbar itu dibahas kalangan budayawan dan berbagai elemen masyarakat di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin sore (4/11). Kepala Disbudpar Suprayogi mengatakan, rapat koordinasi sengaja digelar di kantor Disbudpar kemarin sore. Tujuannya, untuk mematangkan persiapan kongres masyarakat adat Banyuwangi yang diagendakan 6-7 Desember 2011. “Kita optimis kongres bisa berjalan lancar. Maka dari itu, butuh persiapan yang matang,

GILANG GUPTA/RaBa

termasuk kegiatan hari ini (kemarin, Red),” katanya saat membuka rapat. Ditambahkannya, kongres masyarakat adat itu diproyeksikan dapat mendongkrak pariwisata Banyuwangi. Dari segi

RAPAT: Panitia pengarah sedang membahas rencana kongres masyarakat adat di Pelinggihan Disbudpar kemarin sore (4/11).

budaya adat, kata dia, potensi Banyuwangi sangat melimpah. “Mudah-mudahan hasil kongres nanti sesuai apa yang diharapkan,” cetusnya. Syamsudin Adlawi, salah satu panitia pengarah mengatakan

bahwa peserta kongres diperkirakan mencapai 200 orang. Mereka adalah seluruh perwakilan komunitas adat di Kabupaten Banyuwangi. Dalam acara yang akan dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas di anjungan Desa Wisata Using (DWU) Kemiren, Kecamatan Glagah tersebut, empat narasumber bakal dihadirkan. Mereka adalah Prof. Dr. Ayu Sutarto dari Universitas Negeri Jember dan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Abdon Nababan. Dua pembicara lokal yang dipilih adalah budayawan gaek Mas Soepranoto dan Hasnan Singodimayan. (gil/c1/irw)

Sementara itu, di belakangnya, ada dump truck lain bernopol P 8570 UV yang langsung mengerem mendadak. Semula usaha mengerem sekuat tenaga itu bisa menghidarkan dari kecelakaan lebih panjang. Namun, rem mendadak itu ternyata juga menyebabkan kendaraan di belakangnya tidak siap dan langsung nyundul dari belakang. ‘’Sebenarnya saya masih bisa mengerem mobil saya, tapi Bus Kentjono di belakang saya langsung menabrak mobil saya,’’ ujar Sanipan, 49, pengemudi truk, saat dirawat di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di Desa Mangir, Rogojampi, kemarin. Menurut warga Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar itu, setelah itu dump truck yang dia sopiri langsung oleng ke kanan. Lebih nahas, dari arah berlawanan melaju mobil Daihatsu Xenia warna hitam. Sehingga, moncong paling depan truk itu menghantam bodi Daihatsu Xenia tersebut. ‘’Setelah menabrak, truk saya langsung masuk sawah,’’ ucapnya. Dalam kecelakaan itu, Bus Kentjono tersebut sebetulnya sudah banting setir ke kanan.

Usaha menghindar itu dilakukan agar tidak mengakibatkan dorongan lebih keras. Namun yang terjadi, Bus Kentjono itu justru menabrak Yamaha Mio, sehingga motor tersebut ringsek nyaris tak berbentuk. Namun demikian, pengemudi sepeda motor tersebut masih belum diketahui keberadaannya. Usai kejadian tersebut, sopir bus langsung melarikan diri beserta kernetnya. Saat ini polisi masih mencari identitas sopir bus Kentjono tersebut. Selain itu, polisi juga mencari identitas pengemudi Mitsubishi L-300 yang meloloskan diri. Sebab, pemicu kejadian karambol tersebut adalah Mitsubishi L300 yang akan belok ke toko bangunan di lokasi tersebut. Sekadar diketahui, pengemudi Daihatsu Xenia yang terlibat laka karambol itu merupakan petugas kepolisian. Dalam insiden itu, petugas polisi tersebut baru saja mengikuti kegiatan olahraga di Mapolres Banyuwangi. ‘’Saya tidak tahu apa-apa tiba-tiba truk itu menabrak mobil saya. Ini sudah ringsek,’’ ujarnya kepada wartawan koran ini di lokasi kejadian. Sementara itu, polisi dari

Unit Laka Lantas Polres Banyuwangi langsung turun ke lokasi kejadian. Tidak ketinggalan, sejumlah personel Polsek Rogojampi juga sibuk mendata kendaraan yang terlibat laka karambol tersebut. Akibat kecelakaan tersebut, kondisi jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Srono dan Rogojampi itu macet. Namun, tak berapa lama kemudian, kemacetan di lokasi kejadian berhasil diurai. Kanitlantas Polsek Rogojampi Ipda Edy Purwanto menjelaskan, dalam insiden laka lantas tersebut, sementara masih belum diketahui korban jiwa. Meski demikian, sejumlah kendaraan yang terlibat mengalami rusak berat. ‘’Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi,’’ ungkapnya. Mengenai pengemudi mobil Mitsubishi L-300 yang melarikan diri, pihaknya masih melakukan upaya pencarian. Sebab, laka karambol tersebut diduga dipicu kendaraan bak terbuka yang melarikan diri itu. ‘’Mudah-mudahan sopir mobil material itu menyerahkan diri, sehingga kami mudah melakukan pemeriksaan,’’ terangnya. (ton/c1/bay)

Ingin Bangun Masjid Baru ■ POLEMIK... Sambungan dari Hal 33

Pihak yayasan menyatakan akan terus berjuang agar ruas jalan itu bisa diambil lagi. “Jalan itu dulu milik masjid,” cetus sekretaris Yayasan MAB, Iwan Azis Siswanto.

Gara-gara polemik itu, ketua Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) Banyuwangi, H. Achmad Wahyudi, mengusulkan agar membangun masjid agung baru. Usul itu ternyata mendapat dukungan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, KH. Masykur Aly. (abi/c1/bay)

Ditangkap dan Dihajar di Parkiran ■ GENJOT... Sambungan dari Hal 33

Puas melampiaskan nafsunya, PSK tersebut izin ke kamar mandi. Saat itu Ismail tetap berada di dalam kamar. Rupanya, jeda waktu itu dimanfaatkan Ismail untuk beraksi. “Tersangka bergegas pakai baju lalu kabur,” katanya.

Sebelum kabur, tersangka mengambil ponsel milik korban yang ditaruh di meja kamar. Setelah kembali ke kamar, korban kaget karena tamunya sudah tidak ada. Tidak hanya itu, ponsel Esia miliknya juga raib. “Korban pun segera melapor kepada warga,” jelas AKP Jumadi. Dari pengakuan korban, se-

jumlah warga di sekitar warung itu langsung memburu tamu yang diduga telah mencuri ponsel tersebut. Upaya pencarian yang dilakukan warga itu berhasil. Ismail berhasil ditangkap di tempat parkir di sekitar warung tersebut. “Oleh warga sempat dihajar, lalu kita amankan,” cetus Kapolsek Jumadi. (abi/c1/bay)

Alamat Lek Tidak Jelas ■ POLISI... Sambungan dari Hal 33

Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi didampingi Kasatnarkoba AKP Watiyo menjelaskan, Candra ditangkap di Jalan Raya Cluring, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Cluring, dini hari kemarin. Dalam penangkapan tersebut, tersangka terbukti mengonsumsi ganja. “Penangkapan terjadi pada pukul 00.00,” ujarnya. Seketika itu, Candra langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan. Hingga berita ini ditulis tadi malam, tersangka masih

diproses sesuai aturan yang berlaku. “Ketika penangkapan, kita juga berhasil menyita barang bukti (BB) dari tangan tersangka,” cetusnya. Dari tangan Candra, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya empat paket ganja dengan berat kotor 24,41 gram atau dengan berat bersih 11,51 gram. “BB tersebut dibungkus menggunakan kertas sebagai kemasan paket,” cetus Watiyo. Selain itu, polisi juga menyita sebuah kertas rokok dan sebuah kaleng plastik kecil. Seluruh barang bukti tersebut ditemukan polisi di rumah ter-

sangka di Dusun Krajan, Desa Cluring, Kecamatan Cluring. “BB tersangka sudah kita amankan,” ujar Watiyo. Sementara itu, Candra mengaku bahwa ganja yang dia konsumsi didapat dari seorang teman. Teman yang dimaksud tersangka bernama Lek. Namun, ketika ditanya mengenai alamat Lek, Candra mengaku tidak tahu. “Saya mendapatkannya dari Lek yang beralamat tidak jelas,” cetusnya. Akibat memiliki dan mengonsumsi narkotika jenis ganja, Anas dijerat Pasal 111 ayat 1 sub 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (gil/c1/bay)

Mengacu UU Nomor 10/2004 ■ STOP... Sambungan dari Hal 44

Diungkapkannya, Komisi II menginginkan agar perda baru yang nanti digunakan dasar rekrutmen benar-benar sudah efektif dalam mengatur pengangkatan direktur perusda. Sehingga, akan menghasilkan direktur yang benar-benar memiliki kompetensi. “Kata Kabag Ekonomi, rekrutmen masih dalam tahap pengusulan. Masih penunjukan panitia, belum ada calon yang mendaftar,” terang Sunardi. Sunardi mencontohkan Perda No 14/85 tentang Perusda Banongan. Di dalamnya masih tertulis peraturan daerah tingkat dua Pemerintah Kabupa-

ten Panarukan. “Dan masih banyak hal lain yang sebenarnya sudah sangat tidak relefan dengan kondisi kekinian,” imbuh pria asal Banyuglugur itu. Aswari, wakil ketua Komisi II DPRD Situbondo, menyebutkan salah satu fakta dalam perda yang berpotensi dipermainkan, misalnya jabatan wakil direktur yang tidak secara tegas diatur. Yang ada adalah pengertian direktur secara umum, bahwa direktur adalah pimpinan. “ Kalau pimpinan berarti kolektif kolegial, bisa ada wakil atau tidak ada wakil, bisa ada dua atau tiga wakil. Ya seperti ini akhirnya, multi-tafsir,” ungkapnya. Hal-hal seperti itulah, kata politisi PPP itu, yang akan dibenahi. Sehingga, ke depan

kinerja dan fungsi perusda maksimal. Komisi II akan mengacu UU 10/2004 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, sehingga diharapkan tidak ada lagi redaksional yang rancu dan berpotensi disusupi kepentingan kelompok dan perorangan. “Termasuk keberadaan badan pengawas (BP). Di perda yang ada, BP diangkat kepala daerah. Namun, prosedur dan prosesnya pengangkatan anggota BP itu tidak diatur secara jelas. Kita menghendaki lebih baik, karena modal perusda didominasi APBD. Makanya, keberadaan dan rekrutmen BP harus transparan dan akuntabel,” papar pria berkaca mata itu. (pri/c1/aif)

Rela Datang sejak Pagi ■ RAMAI-RAMAI... Sambungan dari Hal 44

Lonjakan sebesar itu didominasi warga yang merantau ke Bali. Sebagian kecil yang lain merupakan mereka yang bekerja di beberapa kota di Pulau Jawa. Bahkan, warga yang khawatir tidak kebagian tiket kapal feri rela datang sejak pagi demi antre tiket. Padahal, kapal baru akan diberangkatkan pada pukul 12.00. Wahidi, seorang pemudik asal Sumenep mengatakan, dia

sengaja datang lebih awal ke pelabuhan karena takut kehabisan tiket. Sebab, menurutnya, setiap menjelang Idul Adha, jumlah penumpang di Pelabuhan Jangkar selalu membeludak. “Karena sudah tradisi, sebisa mungkin saya pulang ke rumah saat hari raya Idul Adha,” ujarnya kemarin (4/11). Mursidi, seorang pemudik lain mengungkapkan, sejak beberapa bulan terakhir, dia rela menyisihkan pendapatannya untuk ditabung agar dia bisa pulang ke kampung halaman

pada Hari Raya Kurban. Sementara itu, Kepala Pelabuhan Jangkar, Juni Dwi Hanggoro menyatakan, lonjakan penumpang mulai terjadi pada H minus tiga Idul Adha. Dia memperkirakan, puncak arus mudik Idul Adha berlangsung pada hari ini (5/11), atau sehari menjelang Idul Adha. “Lonjakan penumpang sejak H minus tiga mencapai 50 persen. Pada puncak arus mudik Lebaran Idul Adha, kami memprediksi lonjakan akan lebih besar lagi,” ujarnya. (sgt/c1/aif)


44

Jawa Pos-nya Kota Santri

Sabtu 5 November 2011

Stop Rekrutmen Direktur Perusda Perda yang Dijadikan Dasar Sudah Karatan S ITUBONDO - Rekrutmen Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Banongan dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dilakukan Bagian Perekonomian Pemkab Situbondo tidak berjalan mulus. Komisi II DPRD memutuskan pemkab menghentikan sementara proses tersebut. Salah satu penyebabnya, peraturan daerah (perda) yang digunakan sebagai dasar melaksanakan rekrutmen sudah karatan alias uzur. Sehingga, banyak hal yang sudah tidak

EDY SUPRIYONO/RaBa

Aswari

memiliki relevansi lagi dengan keadaan. Selain itu, banyak hal di dalam perda itu yang multi-tafsir dan tidak ada ketegasan. Jika dibiarkan, itu akan dimanfa-

atkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi dan kelompok. “Perusda ini milik masyarakat Situbondo, bukan milik kelompok tertentu, apalagi perorangan,” terang Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Sunardi. Menurut dia, keputusan penghentian sementara rekrutmen calon direktur perusda itu setelah Komisi II melakukan rapat kerja dengan Bagian Perekonomian Pemkab Situbondo Kamis (2/11) kemarin. “Kita meminta kepada Kabag Ekonomi untuk sementara agar di-pending sambil menunggu proses perbaikan perda,” imbuh politisi Partai Demokrat tersebut n  Baca Stop...Hal 43

Ramai-Ramai Mudik ke Madura J ANGKAR - Sudah menjadi tradisi warga Madura yang bekerja di perantauan untuk mudik ke kampung halaman menjelang hari raya Idul Adha. Hal itu bisa dilihat dengan melonjaknya jumlah penumpang di Pelabuhan Jangkar dua hari terakhir. Tradisi mudik menjelang Hari Raya Qurban itu lebih dikenal dengan istilah toron.

MUDIK

SIGIT HARIYADI/RaBa

MANGKRAK: Gedung yang menelan biaya senilai Rp 982 juta rupiah ini masih belum digunakan enam fraksi di DPRD Situbondo.

Gedung Fraksi tak Kunjung Ditempati DPRD Berdalih Belum Ada Fasilitas Penunjang SITUBONDO - Meski sudah diserahterimakan sejak pertengahan September 2011, gedung fraksi DPRD masih belum ditempati sebagaimana mestinya. Agar keberadaan gedung yang nilainya nyaris mencapai satu miliar rupiah itu tidak muspro, anggota dewan mendesak pimpinan dan sekretariat DPRD segera melengkapi fasilitas penunjang di gedung tersebut. Hingga kini, gedung yang menyerap anggaran Rp 982 juta itu masih belum digunakan enam fraksi yang ada di DPRD. Fraksi-fraksi yang dimaksud adalah Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (FPKNU), Fraksi Partai Demokrasi Indo-

nesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Karya Nurani (FKN), dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB). Hal itu dipicu fasilitas penunjang fraksi, seperti komputer, air conditioner (AC), dan lain-lain, tidak tersedia. Padahal, beberapa waktu terakhir staf ahli masingmasing fraksi sudah mulai bekerja. Seperti diungkapkan anggota FPKB, Syaiful Bahri. Pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi I DPRD itu mengatakan, kekurangan fasilitas penunjang di gedung tersebut secara otomatis akan mengganggu kelancaran dan efektivitas fraksi. “Kami butuh segera bekerja optimal. Staf ahli fraksi juga sudah terbentuk dan mulai bekerja sejak beberapa waktu lalu,” cetusnya. Syaiful mendesak pimpinan dewan dan sekretariat DPRD segera melengkapi

MAK NYUS...

Ikut Sosialisasi Jampersal

SIGIT HARIYADI/RaBa

S EBAGAI anggota Komisi IV DPRD yang menangani kesehatan, Ningsih MS. SPd. I merasa perlu ikut serta menyosialisasikan program Jaminan Persalinan (Jampersal) kepada seluruh lapisan masyarakat. Itu perlu dilakukan mengingat tingkat penyerapan program yang dibiayai pemerintah pusat tersebut di beberapa daerah masih sangat rendah. Menurut Ningsih, melalui Jampersal, seluruh ibu hamil berhak mendapatkan biaya persalinan secara gratis. Oleh sebab itu, masyarakat luas perlu mengetahui program ini agar bisa dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya. “Bidan yang memiliki MoU (Memorandum of Understanding/nota ke s e p a h a man, Red) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) perlu memasang stiker, pamflet, dan sebagainya yang memberitahukan bahwa di tempat praktiknya tersedia layanan Jampersal,” imbaunya. Ningsih menambahkan, Dinkes dan jajarannya juga harus semakin proaktif menyosialisasikan Jampersal agar anggaran yang sudah dikucurkan pemerintah pusat tersebut bisa terserap secara optimal. Anggota FPDIP DPRD Situbondo itu mengungkapkan, saat ini sosialisai Jampersal masih minim. Sosialisasi secara nasional sudah dilakukan. Tetapi, di tingkat daerah juga perlu ada penekanan agar masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

kekurangan fasilitas di gedung tersebut. “Eman kalau gedung senilai hampir satu miliar itu tidak dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kinerja fraksi,” tandasnya. Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye, membenarkan bahwa gedung fraksi tersebut belum digunakan. Menurut politikus perempuan asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, meskipun gedung fraksi belum ditempati, tapi kinerja fraksi sudah berjalan dengan baik. Zeiniye menambahkan, anggaran untuk fasilitas penunjang gedung fraksi sudah dianggarkan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2011. “Target kami, awal Desember gedung tersebut sudah bisa ditempati,” ujarnya. Perempuan berjilbab itu berharap kinerja fraksi semakin optimal saat gedung tersebut sudah ditempati kelak. (sgt/c1/aif)

Tradisi itu sudah berlangsung sejak lama. Sebagian besar warga Madura tidak ingin melewatkan momen Idul Adha untuk berkumpul bersama sanak keluarganya. Pada H-3 Idul Adha, lonjakan penumpang di Pelabuhan Jangkar tujuan Pulau Sepudi dan Kabupaten Sumenep mencapai 50 persen dibanding hari-hari biasa n  Baca Ramai-Ramai...Hal 43

Radar Banyuwangi 5 November 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you