Issuu on Google+

RABU 2 NOVEMBER

25

TAHUN 2011

Korupsi Prona di Dua Lokasi GALIH COKRO/RaBa

PROSEDUR BARU: Petugas identifikasi memotret para remaja pemilik sepeda motor protholan di Mapolres Banyuwangi siang kemarin.

Dipersulit Biar Tak Mrotholi Motor BANYUWANGI - Meski Polres Banyuwangi sudah berulang kali merazia motor protholan, ternyata populasi kendaraan yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan itu tak kunjung menyusut. Akhirnya, polres memperketat pengambilan kembali motor protholan yang terjaring razia. Seperti yang tampak di Mapolres Banyuwangi kemarin (1/1). Para remaja pemilik “motor gundul” itu harus melalui serangkaian prosedur untuk mengambil kembali kendaraannya. Mereka adalah sebagian dari pemilik motor yang terjaring razia Minggu lalu (31/10). Dalam razia malam tersebut, lebih dari 50 unit sepeda motor berhasil diamankan. Menurut Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, didampingi Kasatsabhara AKP Sudarmadji, puluhan motor protholan tersebut berhasil diamankan dalam operasi rutin. Operasi tersebut ber-

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.04 14.18 17.16 18.28 03.31

HAJI

Masjidilharam Full, Rawan Masalah Kesehatan EMPAT hari menjelang pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, Masjidilharam sudah penuh. Sejumlah jamaah yang melaksanakan salat di lingkungan Kakbah sudah mulai meluber hingga luar pelataran masjid. Tempat sa’i pun macet. Jutaan manusia yang hendak melaksanakan haji di Makkah sudah hampir mencapai puncak. Sebab, jamaah calon haji H. Bambang yang berada di MaRuswandi dinah sudah berJamaah KBIH angsur-angsur meSabilillah netap di Makkah. Praktis, kondisi Masjidilharam sangat penuh. Pemandangan itu semakin terlihat saat waktu-salat tiba ■

langsung sejak pukul 20.00 sampai 06.00 Minggu kemarin. “Operasi ini semalaman,” ujarnya. Operasi tersebut digelar di seputar Kota Banyuwangi. Puluhan motor berhasil diciduk di Jalan A. Yani. Sebagian motor lain diangkut dari kawasan double way Jalan Gajah Mada. Selama ini, dua lokasi itu merupakan tempat favorit para remaja menggelar balap liar ■

membenarkan adanya dugaan praktik korupsi di dua desa tersebut. “Dalam penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup. Sekarang kita tingkatkan pada tahap penyidikan,” ujar Firmansyah Apakah sudah ada tersangka? Kejaksaan sudah menetapkan dua tersangka pada kasus tersebut. Kasus Prona Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, memunculkan tersangka berinisial HA. Kasus Prona Desa Tapanrejo, tersangkanya berinisial MA. “Kita masih memeriksa saksisaksi. Tersangka akan segera kita periksa dalam waktu dekat,” ujar Firmansyah ■  Baca Korupsi...Hal 35

Kasus Dugaan Korupsi Prona 2011

 Baca Dipersulit...Hal 35

Lokasi I : Desa Bimorejo, Kec.Wongsorejo Tersangka: HA Modus : pungutan tanpa dasar (seharusnya gratis) Jumlah lahan: 250 bidang Jumlah pungutan: Rp 500 ribu/bidang Total pungutan: Rp 125 juta

Prosedur Mengambil Motor Protholan ■ Melengkapi kembali motor dengan onderdil standar ■ Dikenai tilang ■ Pengecekan kelengkapan surat kendaraan ■ Foto motor kondisi protholan ■ Foto motor yang dikembalikan seperti semula ■ Pemilik menjalani pemeriksaan identifikasi yakni foto dan sidik jari

BANYUWANGI - Pelaksanaan Proyek Agraria Nasional (Prona) tahun 2011 di Banyuwangi kembali bermasalah. Kali ini, problem terjadi di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, dan Desa Tapanrejo di Kecamatan Muncar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi telah menaikkan status penyelidikan kasus tersebut ke tahap penyidikan. Dengan demikian, kejaksaan sudah menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan korupsi dalam pelaksanaan program pemerintah pusat itu. Kepala Kejari Heri Jerman melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Firmansyah SH,

GALIH COKRO/RaBa

LAMA: Para remaja pemilik motor memasang kembali onderdil standar motornya di halaman Mapolres Banyuwangi.

Lokasi II : Desa Tapanrejo, Kec. Muncar Tersangka: MA Modus : pungutan tanpa dasar Jumlah lahan: 300 bidang Jumlah pungutan: Rp 700 ribu/bidang Total pungutan: lebih Rp 200 juta

Bangun Pasar Relokasi Sedot Ganja, Anas Diringkus

BANYUWANGI - Problem tahunan luberan pedagang di sepanjang Jalan Satsuit Tubun, Banyuwangi, diprediksi bakal tereduksi dalam waktu dekat. Sebab, saat ini pemkab sedang membangun pasar baru di kawasan Segitiga Berlian dengan dana Rp 477 juta. Pasar baru di sebelah selatan kantor Pegadaian tersebut akan digunakan untuk merelokasi pedagang yang meluber di kawasan Pasar Banyuwangi.

Selama ini, pedagang pasar Banyuwangi selalu meluber ke Jalan Satsuit Tubun dan Jalan Diponegoro. Aktivitas pedagang di kedua ruas jalan tersebut menyebabkan arus lalu-lintas terganggu. Selama ini, Pemkab sudah menyediakan lokasi di kawasan Segitiga Berlian sebagai tempat alternatif. Namun, para pedagang tidak mau berjualan di lokasi tersebut. “Alasannya macam-macam. Makanya, kita bangun tempat yang re-

presentatif di lokasi tersebut,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono, kemarin (1/11). Mujiono menambahkan, pihaknya hanya berwenang membangun tempat. Yang berwenang mengelola bangunan pasar tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) ■  Baca Bangun...Hal 35

BANYUWANGI - Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi membekuk Anas Mustahar, 33, warga Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, kemarin (1/11). Lelaki tersebut ditangkap lantaran terbukti memiliki dan mengonsumsi narkotika jenis ganja. Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi didampingi Kasatnarkoba AKP Watiyo menjelaskan, Anas ditangkap ketika berada di rumahnya pagi kemarin. Tersangka terbukti mengonsumsi ganja. “Penangkapan terjadi pada pukul 04.00,” ujarnya. Anas langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan. Hingga berita ini ditulis tadi malam, tersangka masih diproses sesuai aturan yang berlaku ■  Baca Sedot...Hal 35 GALIH COKRO/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

DIKEBUT: Beberapa pekerja membangun gedung pasar baru di selatan kantor Pegadaian Banyuwangi kemarin.

KENA: Anas Mustahar di Mapolres Banyuwangi kemarin.

 Baca Masjidilharam...Hal 35

ADA APA LAGI

Sugeng Widodo, Peternak Kambing Sukses dari Purwoharjo

Modal Rp 15 Juta, Omzet Rp 300 Juta/Bulan Kerja keras Sugeng Widodo, 42, warga Dusun Gumukrejo, Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, ini dalam menggeluti bisnis ternak layak ditiru. Dia mampu meraup hasil luar biasa gara-gara memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternak.

Aiptu Tyson versus Aiptu Holyfield SISTEM BLOK: Sugeng Widodo di tengah ribuan kambing di kandang miliknya di Dusun Gumukrejo, Desa/ Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

GALIH COKRO/RaBa

SIDAK: Petugas Disnak memeriksa kesehatan kambing di tepi Jalan Kepiting, Banyuwangi.

Sidak Penyakit Ternak BANYUWANGI - Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi mengadakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap hewan kurban yang tersebar di Banyuwangi kemarin (1/11). Sidak tersebut berlangsung di seluruh kecamatan nonstop selama sepekan ■  Baca Sidak...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

ALI NURFATONI, Purwoharjo

PERTAMA masuk ke belakang rumah itu, setiap orang yang belum pernah sekalipun datang ke lokasi tersebut pasti terperangah. Sebab, di lahan belakang rumah itu terdapat kandang kambing yang cukup luas. Kandang tersebut menggunakan sistem blok, dan masing-masing kotak berisi seekor kambing. Kam-

Duel polisi berakhir ciak kuping

Pengambilan motor protholan dipersulit

Harusnya tambah satu lagi, cabut SIM-nya

ALI NURFATONI/RaBa

bing yang sedang diternak di kandang tersebut mencapai 1.500 ekor. Yang lebih menarik, kandang sebesar itu dan dengan populasi ter-

nak yang banyak, ternyata tidak ada bau yang menyengat. Saat masuk di kawasan itu, tak ada bau busuk yang menusuk hidung.

Meskipun ada bau kotoran ternak, tapi baunya tidak cukup mengganggu hidung ■  Baca Modal...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 2 November 2011

Pulang Kerja, Dibacok PIL Isteri ASEMBAGUS – Penganiayaan berat yang diduga kuat dilatarbelakangi masalah asmara terlarang terjadi siang kemarin. Lalu Iwan Satria, 27, warga Desa Trigonco mengalami luka serius di sejumlah tubuhnya setelah dibabat dengan pisau dapur oleh Sonhaji, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Iwan mengalami luka paling parah di bagian kepala belakang bagian kiri hingga mengalami luka menganga. Demikian juga di bagian pelipis sebelah kanan dan lengan kiri, dada kanan, perut sebelah kiri dan kaki. Beruntung, nyawa pria yang sehariharinya bekerja di sebuah toko elektronik di Kecamatan Asembagus itu tertolong. Setelah beberapa jam ada di Unit Gawat Darurat (IGD), sekitar pukul 14.15, dia menjalani opname di ruang Mawar. Bahkan, Iwan masih sempat melad-

eni wawancara sejumlah wartawan di UGD setelah luka di sekujur tubuhnya di jahit. Di sampingnya tampak sang istri, Fatimah mendampingi. “Saya tidak tahu (kenapa ditusuk), tahu-tahu saya diserang,” terangnya dengan suara lirih. Menurut Iwan, saat itu dirinya baru saja pulang kerja. Begitu membuka pintu tiba-tiba Sonhaji langsung menyerang dari dalam rumah. “Saya memang sempat melihat kalau di dalam rumah ada orang, tapi tibatiba saya diserang dengan pisau,” kenangnya. Iwan mengakui jika dirinya kenal dengan orang yang menyerangnya. Namun, dia mengatakan tidak memiliki masalah pribadi apa-apa dengan Sonhaji. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, kejadian yang menggegerkan warga Desa Trigonco tersebut terjadi seki-

tar pukul 11.30.Berawal saat warga, tiba-tiba mendengar suara orang minta tolong. Setelah dilihat ternyata Iwan dalam keadaan terluka parah. Melihat keadaan mengerikan itu, warga mengira pelakunya adalah perampok. Sejumlah orang pun meneriaki Sonhaji dengan kata-kata perampok. Massa akhirnya mengejar, menangkap dan menghakimi Sonhaji beramai-ramai hingga babak belur. Sejumlah warga menyebutkan, petaka tersebut berawal dari dugaan kuat hubungan terlarang Sonhaji dengan Fatimah. Sonhaji sendiri sebenarnya adalah teman Iwan bekerja di toko elektronik. Sementara itu, tersangka penganiayaan, Sonhaji kemarin langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Asembagus. Pria 28 tahun itu cepat-cepat dilarikan ke mapolsek karena takut massa kian brutal menghakiminya. Wajahnya bengkak dengan luka lebam mendominasi. Dia juga mengaku tidak tahu kok tiba-tiba membacok Iwan. “Nggak tahu ya, mungkin saya panik (sehingga langsung menyerang Iwan),” terangnya kepada wartawan. Menurut dia, begitu melihat Iwan datang dirinya ketakutan dan panik. Untuk melarikan diri sangat tidak mungkin karena keadaannya sangat dekat. Kondisi kian mencekam saat Iwan membuka pintu. Sonhaji pun langsung menyerangnya. Karena Iwan memberikan perlawanan, Sonhaji lari ke dapur. Nah, di sanalah dia menemukan sebilah pisau yang kemudian digunakan untuk menyerang Iwan hingga berdarah-darah. P e n g a ku a n S o n h a j i k e p a d a wartawan kemarin cukup menunjukkan jika dia memiliki hubungan khusus dengan Fatimah. Dia me-

EDY SUPRIYONO/RaBa

BABAK BELUR: Sonhaji menjalani pemeriksaan di Mapolres Situbondo.

ADA APA LAGI

Buronan Bertekuk Lutut SILIRAGUNG - Setelah sempat buron selama dua bulan, Mahfit alias Sumanto, 23, warga Dusun Sumberbening, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, akhirnya tertangkap. Kemarin petang, dia meringkuk di tahanan Mapolsek Siliragung. Nelayan tersebut diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Sudarmanto, 19, warga Dusun Pacemengan, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung. Penganiayaan itu terjadi dua bulan lalu. Saat itu, korban mengalami memar di kepala dan pelipis kanan. Kapolsek Siliragung AKP Subandi melalui Kanitreskrim Aiptu Sholikhin menuturkan, dua bulan lalu sekitar pukul 18.00, korban melintas di depan rumah pelaku mengendarai sepeda motor. “Pelaku tersinggung karena suara motornya dianggap terlalu keras,” katanya kemarin. Merasa terganggu dengan suara motor tersebut, pelaku menghadang korban. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung memukul wajah dan kepala Darmanto. Kontan saja, mendapat serangan tak disangka, korban berusaha menangkis. Hanya saja, dia tidak bisa berbuat banyak. “Merasa tak terima, korban melapor ke polisi,” jelasnya. Saat itu, polisi langsung berusaha menangkap pelaku. Sayangnya, saat itu Sumanto sudah telanjur kabur ke Bali. Penyidik juga memeriksa korban dan memintakan visum ke dokter. Nah, sore kemarin polisi mendapat laporan bahwa pelaku baru saja pulang dari Bali. “Pelaku berhasil kami tangkap saat berada di rumah temannya,” bebernya. Sholikhin menjelaskan, kejahatan pelaku bukan kali ini saja. Sebelumnya, Sumanto juga pernah menganiaya korban lain. Saat itu, dia tersinggung kepada orang yang melintas di depannya karena dianggap memelototinya. “Merasa tersinggung, akhirnya orang tersebut langsung dipukul. Jadi, kasusnya ya karena pelaku sering merasa tersinggung,” tuturnya. Sumanto sempat ditahan polisi, bahkan divonis penjara beberapa bulan. “Awal tahun ini dia baru bebas, tapi sekarang melakukan lagi,” sesalnya. (azi/c1/irw)

FKPL Tuntut Hak Karyawan LICIN – Forum Keamanan Perkebunan Lidjen (FKPL) melaporkan adanya pelanggaran yang terjadi di tubuh Perkebunan Lidjen. Pelanggaran tersebut mengenai hak dan kewajiban

EDY SUPRIYONO/RaBa

KORBAN PENGANIAYAAN: Lalu Iwan Satria menjalani perawatan intensif di RS dr. Abdoer Rahem Situbondo.

ngaku nekat mendatangi rumah isteri temannya itu karena sudah lama tidak berjumpa. “Lho kan dia (Fatimah) istrinya orang? Ngapain kangen, apa punya hubungan khusus,” tanya wartawan. Sonhaji hanya menunduk sambil sesekali memegangi hidung dan

antara pihak perusahaan dengan karyawan (keamanan). Dalam surat tuntutan yang dikirim kepada direktur PT. Perkebunan Lidjen, Ketua FKLP Akhmad Sugiono, mengatakan bahwa pelanggaran yang ada yaitu terhadap Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Yang tercantum dalam pasal 88 sampai dengan 98. “Itu tentang pengupahan,” ujarnya. Pelanggaran tidak berhenti disitu, lanjut Sugiono, perjanjian kerja bersama (PKB) yang telah disetujui oleh karyawan tentang perhitungan upah

matanya yang tampak bengkak. Kapolsek Asembagus AKP Priyono kemarin masih belum bisa memastikan kepastian kronologis penganiayaan terhadap Iwan. “Sampai sekarang kita hanya baru meminya keterangan dari satu saksi saja, belum bisa kita paparkan bagaimana

satu jam untuk bulanan. Dan harian serta upah borongan yaitu upah satu bulan dikali satu per 173. “Belum lagi pelanggaran terhadap pasal 63 ayat satu dan dua. Tentang kewajiban pengusaha membuat surat pengangkatan bagi pekerja,” cetusnya. Menurut Sugiono, dalam PKB juga disebutkan bahwa pekerja baru yang telah memenuhi syarat dan lulus seleksi diterima melalui masa percobaan selama tiga bulan. Yang kemudian dapat diperpanjang lagi paling lama tiga bulan. Pekerja yang telah selesai masa percobaan,

sebenarnya,” terangnya. Demikian juga mengenai dugaan perselingkuhan yang menjadi motif terjadinya kasus berdarah itu. “Tunggu saja perkembangannya nanti, kalau sudah mendapat keterangan dari semua saksi pasti kita sampaikan,” imbuhnya. (pri/aif)

lanjutnya, berdasarkan penilaian perusahaan dapat diangkat menjadi pekerja tetap. “Tapi nyatanya tidak seperti itu,” cetusnya. Sementara itu, berdasarkan pelanggaran tersebut, FKPL menuntut untuk memenuhi haknya. Yaitu memenuhi upah sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yaitu pasal 88 sampai dengan 98 dan perjanjian kerja bersama. “Serta segera melakukan pengangkatan anggota keamanan yang telah memenuhi persyaratan, ujarnya.” (gil/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

PARIPURNA: Sidang persetujuan raperda retribusi pelayanan pasar dan pemakaian kekayaan daerah di gedung DPRD Situbondo.

Pembahasan Raperda Retribusi Tanpa PU SITUBONDO – Pelaksanaan sidang paripurna persetujuan peraturan daerah (raperda) tentang retribusi pelayanan pasar dan pemakaian kekayaan daerah mendapat sorotan. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan yang merupakan pengambilan keputusan tertinggi di DPRD itu dinilai tidak serius. Salah satunya, itu bisa dilihat dari tidak adanya pemandangan umum (PU) yang disampaikan oleh fraksi-

fraksi di DPRD Situbondo. “Memang itu bukan kewajiban, tapi itu kan juga merupakan proses penting dalam sebuah persidangan jika benar-benar ingin kian memaksimalkan fungsi,” terang, Direktur Eksekutif Institute for Regional Development and Studies (IRDeS), Mashudi. Dengan dilaluinya PU, kata dia, seperti ada kesan pemberian jalan pintas dan patas terhadap pengesahan dua

raperda tersebut. Sehingga, sangat wajar kalau siapapun lalu mempertanyakannya. “Ada apa ini?” ujar Mashudi. Para anggota DPRD Situbondo kemarin memang langsung menggunakan pemandangan akhir (PA) dalam menyikapi persetujuan raperda tentang retribusi pelayanan pasar dan pemakaian kekayaan daerah. Itupun dinilai oleh Mashudi ogah-ogahan. “Seperti hanya formalitas saja, mungkin seandainya

PA tidak merupakan kewajiban sidang karena bagian yang harus dilalui, maka kemungkinan besar akan ditinggalkan juga,” imbuhnya. Bapak satu anak ini menilai, siding paripurna terkesan hanya seperti media kompromi antara eksekutif dan legislatif. Bagi Mashudi itu tak ubahnya dagelan hanya untuk meloloskan modus bagaimana mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat kecil. (pri/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 2 November 2011

Duel Polisi Berakhir Ciak Kuping Bawa Celurit, Telinga Kiri Robek

ALI NURFATONI/RaBa

DUEL: Dua polisi tua berkelahi di warung makan di utara Polsek Genteng ini kemarin.

TKI di Jordania Hilang 7 Tahun Melarikan Diri, Sempat Dipenjara SONGGON - Sejak bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Jordania, tahun 2004, Rusmiati, 32, warga Dusun Pasar, RT 1 RW 02, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, tak diketahui kabarnya. Tak pelak, kondisi tersebut membuat keluarga korban cemas. Sukardi, 30, suaminya, menceritakan bahwa sejak pergi ke Jordania, istrinya tidak pernah memberi kabar. Hal itu membuatnya cemas. Apalagi, anaknya sekarang sudah besar. “Kasihan anak saya ini,’’ ujarnya sambil mengungkapkan kepada

RaBa kemarin (1/11) bahwa putranya masih kelas III SD. Dikisahkan bahwa istrinya menjadi TKI melalui penyalur TKI di Jakarta. Semula dia pergi ke Abu Dhabi. Namun, karena ada persoalan yang tidak jelas masalahnya, istrinya dipulangkan ke Jakarta. Nah, di ibu kota itu ibu Sauqi Mubarok, 9, mencari penyalur TKI lain. “Istri saya kira-kira hanya lima bulan di Abu Dhabi,’’ jelasnya. Akhirnya, Rusmiati mendapatkan pekerjaan baru di Jordania. Di negara Timur Tengah tersebut, dia menjadi pembantu rumah tangga. Namun, lagi-lagi istrinya mendapatkan perlakuan kasar majikannya. “Istri saya bilang kerja nggak ada benarnya,’’

ungkapnya. Lantaran tak kuat menahan siksaan, Rusmiati kabur dari rumah majikannya. Namun, sang majikan justru melapor ke polisi. Tidak begitu lama, istrinya ditangkap. “Selama lima bulan istri saya dipenjara karena suratsuratnya tertinggal di rumah majikan,’’ tuturnya. Keluar dari penjara, istrinya sempat menghubungi keluarganya. Dia bertekad akan mencari pekerjaan lain. Namun, hingga kemarin (1/11) tidak ada kabar dari istrinya. “Itu yang terakhir menghubungi kami. Sampai sekarang nggak ada kabar. Apa sudah mati ataukah nggak saya tidak tahu,’’ keluhnya n

GENTENG - Dua oknum polisi terlibat perkelahian di warung makan utara Polsek Genteng sekitar pukul 08.00 kemarin (1/11). Mereka adalah Aiptu Nastrawan, anggota Polsek Genteng, versus Aiptu Teguh yang baru pindah ke Polsek Kabat. Dalam perkelahian tersebut, Nastrawan mengalami luka robek telinga kiri. Tak ayal, korban yang bertugas sebagai anggota Bina Masyarakat tersebut harus menjalani perawatan medis di RSUD Genteng. Pasalnya, saat kejadian, Teguh menyabetkan sebilah celurit yang sengaja dia bawa. Informasi yang dihimpun koran ini dari sumber di internal kepolisian menyebutkan,

kedua oknum polisi tersebut ditengarai berselisih paham. Sebab, Nastrawan pernah menyatakan bahwa sekarang di mapolsek sudah aman. Pasalnya, Teguh telah dimutasi ke Polsek Kabat. “Sekarang ulernya (ulatnya, Red) polsek sudah pindah,’’ kata korban seperti diceritakan sumber kuat tersebut kemarin. Ternyata omongan Nastrawan itu sampai ke telinga Teguh. Mendengar pernyataan yang dinilai menghina, emosi Teguh tersulut. Dia tidak terima terhadap kata-kata yang dianggap sebagai penghinaan tersebut. Teguh langsung meminta klarifikasi kepada Nastrawan. “Karena tidak terima, Teguh langsung

mendatangi Nastrawan,’’ tutur sumber RaBa itu. Celakanya, Teguh yang emosi menemui korban sudah membawa sebilah celurit. Entah apa yang terjadi di antara mereka hingga akhirnya telinga Nastrawan berdarah dan harus mendapat beberapa jahitan. “Korban sudah divisum,’’ ungkap sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan itu. Sementara itu, informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan bahwa di warung makan, tempat kedua oknum polisi itu bertemu, juga ada Kanitreskrim Polsek Genteng AKP Bambang. Saat itu, Bambang sedang sarapan. Sejumlah anggota polisi lain juga berada

di dekat korban. “Orang-orang sedang duduk-duduk di sini. Ada Pak Kanit, Pak Ketut, dan Pak Nastrawan duduk di sini,’’ tutur ibu pemilik warung sambil menunjukkan tempat duduk korban di dekat pintu, kemarin siang. Mengenai aksi pembacokan, si ibu enggan memberikan komentar. Saat ditanya apakah telinga korban luka karena sabetan celurit? Wanita itu membantah luka tersebut akibat sabetan senjata tajam. Dia menegaskan bahwa luka di telinga itu bukan karena celurit. “Saya tahu, celurit ditaruh di meja. Pokoknya luka itu bukan dicelurit, mungkin digigit atau yang lain,’’ terang istri polisi tersebut. Untungnya, perkelahian itu bisa diredam anggota polisi yang lain agar tidak semakin memanas n  Baca Duel Polisi...Hal 35

PENILAIAN TAHAP AKHIR BANYUWANGI HIJAU DAN BERSIH

Meliputi: Kecamatan Rogojampi, Kabat, Singojuruh

SMP Negeri 2 Rogojampi

TK Aisyiyah Kec. Rogojampi

Kantor Kelurahan Bomo Kec. Rogojampi

RSI Fatimah Kec. Kabat

SDN 1 Gambor Kec. Singojuruh

SD Negeri 1 Kabat

SMP Negeri 1 Kabat

SMPN 2 Manbaul Falah Kec. Singojuruh

 Baca TKI...Hal 35


KOMUNIKASI BISNIS

28

Rabu 2 November 2011

Venera Aktiv 209, Ponsel Layar Sentuh VENERA memperkenalkan varian produk terbarunya, Venera Aktiv 209. Ponsel dengan desain manis ini menggunakan teknologi layar sentuh dan keypad candybar. Dijual seharga Rp 275.000, pengguna dapat menikmati speaker besar dengan suara jernih. Meskipun dibanderol dengan harga terjangkau, dari sisi desain Venera memberikan perhatian yang cukup. Ini dapat dilihat dari sisi ketipisan dan pilihan warnanya. Balutan chrome untuk bingkai tombol navigasi, pemutar musik, dan tombol panggil menambah kesan elegan. ”Jika dilihat dari tampilan luarnya, nilai produk ini berkesan jauh lebih tinggi dari harganya,” ujar Teddy Tjan,” Direktur Pemasaran Venera. Untuk menulis pesan, ukuran huruf bisa dipilih. Ini untuk membantu mereka yang suka menggunakan huruf dengan

ukuran besar untuk mengirim dan membaca SMS. ”Kami mempertimbangkan pengguna yang memiliki masalah penglihatan. Misalnya orang-orang tua,” tutur Teddy. Ponsel ini juga dapat menggunakan dua kar-tu yang dapat aktif bersamaan. Keunggulan lainnya adalah dari sisi fitur musik dengan memori eksternal 8 GB dan speaker. Kekuatan suara speakernya bisa dibilang menakjubkan, meski hanya dipasang pada volume rendah. Jika memutar musik, paduan suara bass, vokal, treble sangat harmonis. Untuk membuktikannya, coba saja stel musik dengan vo-

lume maksimal. Speaker yang kuat dan jernih memberikan sentuhan suara yang bening, tapi mantap. Menurut Teddy, Venera Aktiv 209 ini memang digolongkan sebagai ponsel dengan fitur multimedia. Kata-kata ’Aktiv’ mengingatkan kita pada kekuatan suara. ”Seperti speaker active. Jadi memang salah satu kekuatannya adalah suara speaker dan fitur musiknya. Selain dari tampilan, layar sentuh dan fitur pendukung lainnya,” pungkasnya. (ikl/*/als)

SALES NAIK: MBM Banyuwangi berhasil membukukan penjualan bagus sepanjang tahun 2011 ini.

GALIH COKRO/RaBa

Penjualan Mitusbishi Naik Tajam BANYUWANGI – Penjualan Mitsubishi hingga akhir Oktober 2011 mengesankan. Tercatat, penjualan hingga Oktober 2011 mencapai 585 unit. Raihan sales ini sekaligus mengalahi rekor penjualan di tahun 2010 yang hanya mencapai 506 unit. Hal ini diakui Ass. Business Manager PT. Mayangsari Berlian Motor (MBM) Banyuwangi, Soponyono. Menurut dia,

mulai Januari hingga Oktober 2011 ini rata-rata MBM berhasil membukukan penjualan 65 unit. Dikatakan, jenis Colt Diesel menyumbang porsi lebih besar. Komposisinya adalah colt diesel 35 persen, L 300 35 persen dan SS T 120 30 persen. Meski di bulan April-Mei, penjualan Mitsubishi mengalami penurunan, namun di bulan Oktober penjualan kembali bagus. “Jadi

hingga Oktober 2011 ini, rata-rata penjualan kami 65 unit,” kata pria asal Rogojampi itu. Diakuinya, wilayah Purwoharjo menyumbang coverage area yang cukup tinggi. Sebab, daerah ini merupakan daerah pertanian. Disusul kemudian Genteng, Rogojampi, dan Banyuwangi. “Untuk Muncar menurun. Sebab berbarengan dengan musim paceklik,” pungkasnya. (ikl/*/als)

DIJUAL KIA Visto th 2004 hitam metalik, istimewa, harga 80 jt nego. Hubungi 085 334 681982

DIJUAL Daihatsu F70R-R Taft (jeep) th 1993 hitam hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 VTI AT/ VETEC th 2007 kuning mtl hrg 142,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Toyota kijang LSX / LF superlong (solar) th 2003 silver mtl hrg 115 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Mts T120ss PU 1.5 FD (pickup) th 2007 hitam Nippon hrg 67,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Toyota sedan nev vios 1,5 G MT th 2006 silver mtl hrg 135 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Hotline Iklan: (0333) 412224

BANYUWANGI

•2 RUMAH•

•JL. ANGGREK•

•KAPLING LT475M2•

• THE LAGOON RESIDENCE•

•KOMUNITAS•

• CIVIC WONDER•

•PENJOR TRAVEL•

LUAS 10X15 (2 Rumah) Hrga 125 Jt nego, Jl. Ikan Kembang Waru RT 04/03, belakang Jagalan Karangrejo, HP: 081615726945

DJL Rmh LT420m2, tlp, PDAM, listrik 900W, KM 3, KT 5, RT, R. Tgh, R. Kelg, R. Mkn, dpr, gdg. Jl. Anggrek IV/01, 085219999788

JL. SINGOSARI /Jati Rimba, 165Jt pas, DP, sisa diangsurtnpbunga,bsabelistengah,085236366603

COMUNITAS Mobil Jazz Banyuwangi, Bagi pecinta Mobil Honda Jazz, mari bergabung. Kordinator: H. Iqbal Masruri, HP: 0811354363

DJL Mobil Civic Wonder 85, Hub: Jl.Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

•PROPERTY•

•BESUKI•

•TANAH KAPLING•

RUKO 2 lt, LT80m2, LB110m2, SHM, siap huni, rumah T50,T80, hrg mulai 200jtan. Jl. Yos Sudarso 60A Banyuwangi. H: 081331354660, 081352476002

www.BanyuwangiProperty.com. Jual/ Beli rumah. Hub Arya 081336659258

DJL Rmh T. perantara L1400m2, Bgn900m2, SHM, kond baik, di Jl. Jokotole 15 35-Besuki, Stb. H. 0338-891196/087857931687

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

• RUKO AGUS SALIM• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

DJL Jenis Bus Mts Fiter 95 Kursi 55, merci turbo 94 AC, Kursi 40, Hino AC Kursi 60, Colt Diesel 97 Kursi 27 alamat brt stasiun Genteng, Hub. 087857211687/081311737017

BERANGKAT Pagi mulai tgl 31 October 2011 tujuan Banyuwangi-Denpasar PP, pemberangkatan jam 07.00 dan 11.00, Harga hanya Rp. 100.000,- (khusus pagi), Banyuwangi: (0333) 770 1800/419 616/ 424 639, Denpasar: (0361)238 244/247 168. “Jaminan satu orang tetap berangkat”.

•DIKONTRAKKAN• DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10 dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

• PANJI PERMAI • DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

•SUTRI GARDEN•

•RUMAH & MOBIL•

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

RMH SHM LT92m2, 4KT,RT,2RM, 1gdg, Perum Panper blok CC 16. H: 0341715472, 0338-678709. & Djl Kijang ‘91, knds bgs, wrn silver, 50jt nego, H: 0338678709 / 081336144020

•KETAPANG• DJL Rmh Lok. Wisata Pantai Ds Ketapang Bwi SHM 1620 M Rmh Resto Walet 08179678080

•GRIYA PERMATA• DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

•PERUM SUTRI• DJL RMH, Perum Sutri, Jl. Buntu Blok A3 Sobo, Bwi, Type 36+. Hub. 085230529953

•JL. ADI SUCIPTO• DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

•TANAH 8000M2• DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•KEBALENAN• DJL Rmh Lt 2 kpl, LB 150, Hub: Jl. Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

•SAWAH 10.000M2• Dijual Sawah dlm kota SHM 10.000 M2 385 Juta Nego Hubungi 0333-424368

BANYUWANGI

SITUBONDO •TANAH 100M2•

GENTENG •RUMAH & TOKO• DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot , strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

• TOKO GENTENG•

•JUAL BUS/DISEWAKAN•

SITUBONDO • HONDA ACCORD• DJL H Accord th ‘99, jok kulit, full audio. Kijang Innova, bensin, th ‘07, s baru, Hub: 08113407912/085859015720

• PRIMA MOBIL• ALL NEW Avanza, Grand New Inova, Xenia, Xirion, all New Jazz, CRV, Civic, City, G-Livina, Nissan Juke, Mazda2, Ford Fiesta, L300, T120SS, Mega Cery, Swift, Splash. H: 0333411655, 0811301676

• PRIMA MOBIL• INOVA05 solar,05 bensin, LGX03, Fortuner'10, Avanza 07,05, Xenia 06,07, Zebra 07, Black Panther 03, Higrade 99, New Royal 09,00, Futura09, Eskudo98, Taruna02. Hub. 0333411655, 0811301676

• PT. RAMAYANADUTAWISATA•

BANYUWANGI • STNK• HLGSTNKNopolP3267WM,an.SitiHalimah,Jl. S.ParmanRT02/1Lingk.Krajan,Kel.Sumberejo.

DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

•TANAH GENTENG•

SITUBONDO

• SUZUKI SWIFT•

•GANTI OLI & VET•

DIJUAL Tanah Ls 2090m2 Genteng, Hub: 081235805050. P. Joko, Jl. Ry Setail Genteng

•TOKO DIKONTRAKKAN•

DJL Suzuki Swift (L) 2008 Akhir, Burgundy A/T, Pajak baru, 081803216312

DICARI Pegawai brpnglman utk Ganti Oli & Vet. Hub: 081559991973 Banyuwangi.

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

•SAWAH MUNCAR• DJL Sawah LT ½ Ha SHM Lok Ds Blambangan Muncar. Hrg 250 Jt Nego. Hub: Sunaryo (0333) 594149 / 081934887149

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

BANYUWANGI

DIKONTRAKKAN Toko Jl. Irian Jaya P.27, sangat murah, Hub: Edy - 081336667188

TRAVEL Bwi-Sby/Mlg (PP) pgi & mlm, Tiket Online Psawat Merpati Bwi-Sby & sgl jur, ttpn paket kilat brng & dok, sewa kndraan &Taxi argometer, T. (0333) 636410, 7770791, 8951388, 421760. 081249008778.

•JEWELLERY• ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

•JUAL KAYU•

• JUAL CEPAT•

DIJUAL Cepat Murah Tk Bahagia dpn Pasar Genteng (sgt strategis utk Bank/ Usaha) Rp. 1,8 Milyar, luas tanah 212 m2, 3 lantai konst kokoh, bang 440 m2. Hub. 08122686542.

•TANAH 2000M2•

•BISNIS LAUNDRY• BISNIS Jasa laundry modal minimal hasil maksimal. Call 085 749262307

BANYUWANGI

DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM menrima pemasangan Depo Air isi ulang. Hub: (0333)8953555/ 085257558460 / (031) 81402211

• TOKO DISEWAKAN• DISEWAKAN Toko/Gudang 7x12m, lokasi strategis, Jl. Brigjen Katamso 21 Bwi. Telp. 081336322369/081934872869

Hotline Iklan: Bwi: (0333) 412224, 7750400, 7750410. Stb: (0338) 671982


BALJEBOL

Rabu 2 November 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Banyak Kambing Kurban Belum Powel dan Sakit LUMAJANG – Kantor Peternakan Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) setiap menjelang lebaran. Kali ini, mereka menemukan banyak kambing yang belum powel (berganti gigi) serta ada juga yang sakit atau cacat. Seperti biasa, sejak beberapa waktu lalu petugas Kantor Peternakan keliling ke berbagai tempat penjualan kambing di Lumajang. Hal tersebut dilakukan untuk melihat kondisi kambing-kambing yang hendak disembelih dalam hari raya idul adha mendatang. Mulai

dari kesehatan, kecacatan, kebersihan serta persyaratan kambing sesuai syariat untuk berkurban. Dalam kegiatan sidak beberapa hari terakhir, mereka menemukan kambing yang kurang memenuhi syarat untuk berkurban. Antara lain banyak kambing yang belum berganti gigi (powel) serta banyak yang sakit. “Yakni sakit mata karena bergesekan dengan kambing lainnya,” ujar Muhammad Syamsudin, kasi Kesehatan Hewan Kantor Peternakan Lumajang saat sidak Senin (31/10) lalu. Banyaknya kambing yang sakit mata

serta ada juga yang mengalami luka karena gesekan tersebut membuatnya tidak tinggal diam. Kantor Peternakan memberikan obat mata dan obat luka kepada kambing-kambing tersebut sehingga bisa segera sembuh saat Idul Kurban 6 November mendatang. Juga diberikan kepada kambing lainnya agar tidak menular sakit mata tersebut. Bukan hanya itu, petugas juga menemukan kambing yang sakit hernia. “Sebenarnya dari segi daging tidak ada masalah, dan bagus dagingnya untuk dikonsumsi,” jelasnya. Namun,

dari segi syariat agama, kambing yang demikian kurang sempurna untuk dijadikan sebagai hewan kurban dalam Idul Adha. Namun, kata Syamsudin, masyarakat masih banyak yang baru belajar berkurban. Sehingga meskipun kurang memenuhi syarat tetap disembelih saat Idul Adha. “Jadi meski belum powel atau sakit tetap disembelih,” jelasnya. Meskipun begitu, menurutnya, masyarakat yang berkurban meski sedikit tersebut lebih baik daripada masyarakat yang tidak berkurban sama sekali. (ram/sh/jpnn)

Latihan Gabungan Jelang Pra-PON JEMBER - Para atlet paralayang dari beberapa provinsi tiga hari ini melakukan latihan bersama di Jember. Selain memantapkan persiapan menjelang berlaga di Pra PON dan PON Riau mendatang, mereka sekaligus mencoba bukit Suco, Mumbulsari, Jember. Hasilnya, bukit tersebut dinilai sangat layak untuk menggelar berbagai kejuaraan nasional. ‘’Memang ada beberapa yang perlu dibenahi, namun bukit dan arah anginnya sangat mendukung untuk terus dikembangkan,’’ kata Aba Simbolon, atlet dari Sumatera Utara. Selain Aba Simbolon, beberapa atlet dari jatim, Jogjakarta dan Jabar

juga terbang menikmati kota Jember dari udara. Latihan gabungan yang dibuka ketua KONI Jember Gatot Harsono itu juga menarik perhatian masyarakat Mumbulsari dan sekitarnya. ‘’ Kami sangat mendukung latihan bersama ini, selain mengembangkan potensi olahraga paralayang di Jember juga ajang berlatih bagi atlet Jember yang akan berlaga di kejurnas maupun PON. Menurut Gatot, PLGI Jember memang salah satu cabang olahraga yang sudah memastikan wakilnya di PON Riau mendatang. ‘’ Kabar terbaru, paralayang Jember juga diundang untuk pembukaan Sea Games di Palembang. Itu

yang membuat kita patut berbangga,’’kata Gatot saat memantau latihan bersama, kemarin. Latihan gabungan kemarin juga dipantau langsung oleh pelatih nasional dan pengurus provinsi Persatuan Layang Gantung Indonesia (PLGI) Jatim. Beberapa penerbang Jember seperti Rezha Pratama dan Rendra Wirawan juga mendapat arahan khusus soal bukit Suco yang belum lama dibuka untuk olahraga dirgantara. ‘’ Kontur tiap bukit di tiap daerah memiliki cirri khas tersendiri karena itu untuk penerbang yunior harus tetap dipandu,’’ kata Mas Abuana Ilyas, pengurus pengprov PLGI Jatim. (wah/jpnn)

LATGAB: Dua penerbang Paralayang dari Medan Sumatera utara dan Jawa Barat saat latihan bersama dan berputar-putar di sekitar bukit Suco Mumbulsari.

WAHYUDI/RADAR JEMBER/JPNN

PENCABULAN

Kencani ABG, Dipolisikan BANGLI - Yang dilakukan Made War, 26, warga Banjar Pengobengan, Desa Batur Selatan, Kintamani, Bangli, Bali, benar-benar tidak layak ditiru. Pria yang sudah beristri ini nekat mengencani gadis belia belasan tahun sampai mengajaknya menginap di rumahnya. Berdasar informasi yang dihimpun koran ini di Mapolres Bangli, Senin (31/10) lalu, tersangka Made War dilaporkan orang tua si gadis, Nyoman Dar, 41, warga Banjar Tandang Buana Sari, ke Polsek Kintamani, Minggu (30/10) lalu. Sejatinya, ulah bejat War yang meniduri putrinya itu sudah dilakukan sejak Kamis (27/10) lalu, namun baru dilaporkan Minggu lalu. Menurut keterangan Pahumas Polres Bangli AKP Dewa Nyoman Rai, kejadian tersebut berlangsung saat Kamis lalu, pelaku membonceng korban Rus dari areal Pasar Kintamani. Oleh pelaku, Rus dibawa ke rumahnya di Banjar Gudang, Batur Tengah. Di sana, korban diinapkan hingga beberapa hari tanpa dipulangkan. Selama “diculik” tersebut, tersangka sudah berulang kali mencabuli korban. “Menurut keterangan, korban sudah disetubuhi sebanyak tiga kali,” kata AKP Dewa Rai. Korban baru berhasil ditemukan setelah orang tua korban melapor ke polisi. Hari Minggu lalu, petugas berhasil menemukan korban di sekitar rumah tersangka. Bermodal keterangan keluarga korban dan beberapa barang bukti, petugas langsung meringkus tersangka. (yog/mus/jpnn)

KECELAKAAN

Ahli Listrik Tewas Kesetrum JEMBER– Nasib malang dialami Supanto, 32, warga RT 3/RW 14, Dusun Bendorejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Jember. Pria yang dikenal ahli soal listrik ini ternyata harus meregang nyawa setelah kesetrum listrik bertegangan tinggi saat memasang penerangan jalan. Peristiwa itu terjadi Selasa (1/11) kemarin sekitar pukul 09.00. Upaya penyelamatan dengan memanggil dokter ternyata tak membuahkan hasil. Dengan kondisi sebagian tubuhnya gosong, korban tewas di lokasi kejadian. Sumber koran ini menyebutkan, korban selama ini dikenal di kampungnya sebagai lelaki yang ahli soal kelistrikan. Selain itu, beberapa waktu sebelumnya korban pernah bekerja di salah satu kontraktor listrik di Gumukmas. Mungkin keahlian korban inilah yang kemudian dilirik sebagin masyarakat di lingkungannya. Walaupun sudah berhenti dari pekerjaannya, korban tetap dimintai tolong warga untuk memasang lampu penerangan jalan. Aliran listrik untuk lampu penerangan jalan tersebut diambilkan dari jalur strum los kabel SR di atas rumah Sunar, warga setempat. Pagi itu, korban memanjat atap rumah Sunar. Saat akan melakukan penyambungan, diduga kuat ada salah satu kabel listrik yang terkelupas. Nahasnya, kabel yang kondisinya terkelupas tersebut terpegang tangan korban hingga korban terjatuh setelah teraliri strum bertegangan tinggi. Kejadian itupun dilaporkan perangkat desa setempat ke polisi. Tak berselang lama, petugas tiba di lokasi, selanjutnya melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, diketahui jika korban murni tewas kesetrum kabel listrik bertegangan tinggi. “Ini terlihat dari tubuhnya yang membiru,” ungkap salah satu petugas di TKP. (jum/fid/wnp/jpnn)

Ahli Listrik Tewas Kesetrum JEMBER – Nasib malang dialami Supanto, 32, warga RT 3/RW 14, Dusun Bendorejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Jember. Pria yang dikenal ahli soal listrik ini ternyata harus meregang nyawa setelah kesetrum listrik bertegangan tinggi saat memasang lampu penerangan jalan. Peristiwa itu terjadi Selasa (1/11) kemarin sekitar pukul 09.00. Upaya penyelamatan dengan memanggil dokter ternyata tak membuahkan hasil. Dengan kondisi sebagian tubuhnya gosong, korban tewas di lokasi kejadian. Sumber koran uini menyebutkan, korban selama ini dikenal di kampungnya sebagai lelaki yang ahli soal kelistrikan. Selain itu, beberapa waktu sebelumnya korban pernah bekerja di salah satu kontraktor listrik di Gumukmas. Mungkin keahlian korban inilah yang kemudian dilirik sebagin masyarakat di lingkungannya. Walaupun sudah berhenti dari pekerjaannya, korban tetap dimintai tolong warga untuk memasang lampu penerangan jalan. Aliran listrik untuk lampu penerangan jalan tersebut diambilkan dari jalur strum los kabel SR di atas rumah Sunar, warga setempat. Pagi itu, korban memanjat atap rumah Sunar. Saat akan melakukan penyambu-

ngan, diduga kuat ada salah satu kabel listrik yang terkelupas. Nahasnya, kabel yang kondisinya terkelupas tersebut terpegang tangan korban hingga korban terjatuh setelah teraliri setrum bertegangan tinggi. Kejadian itupun dilaporkan perangkat desa setempat ke polisi. Tak berselang lama, petugas tiba di lokasi, selanjutnya melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, diketahui jika korban murni tewas kesetrum kabel listrik bertegangan tinggi. ”Ini terlihat dari tubuhnya yang membiru,” ungkap salah satu petugas di TKP. Tak hanya tubuh korban yang membiru, sebagian tubuh korban terlihat gosong. Sebelum terlempar jatuh, tubuh korban sempat bergantungan dengan kedua tangannya. Setelah diperiksa, dari alat kemaluan korban mengeluarkan air mani. Dari tandatanda itulah yang memperlihatkan dengan jelas jika korban memang tewas akibat kecelakaan kerja. Kapolsek Gumukmas AKP Sukari mengungkapkan, jika kematian korban akibat kekurang hati-hatiannya saat bekerja. ”Kurangnya pengamanan standarisasi kerja sebagai pemicu kecelakaan itu,” kata Sukari. Untuk itu, setelah dilakukan olah TKP dan dilakukan peme-

riksaan medis terhadap korban, dengan menggunakan mobil patroli, korban dibawa pulang ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan siang itu juga. (jum/fid/wnp/jpnn)

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

BANYAK CACAT: Petugas Kantor Peternakan saat melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di Lumajang.

Sunarsono Diperiksa Maraton Saksi Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Terbang JEMBER – Kepala dinas perhubungan (dishub) Jember Sunarsono yang kini proses pensiun dini kemarin memenuhi panggilan penyidik kejaksaan Jember. Didampingi tim penasehat hukumnya, Sunarsono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka direktur PT Aero Express Raimond Mailangkai yang menjadi tersangka korupsi sewa pesawat terbang. Sunarsono sendiri belum diperiksa sebagai tersangka pada perkara yang sama. Selain itu, tersangka lain, mantan kepala perusahaan daerah perkebunan (PDP) Syafril Jaya juga sudah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Raimond Mailangkai. Kepala pidana khusus (pidsus) Kliwon Sugiyanta kepada koran ini kemarin mengakui telah melakukan pemeriksaan terhadap Sunarsono secara maraton. Bahkan, Kliwon sendiri ikut memeriksa Sunarsono di ruang kerjanya. ’’Memang kami periksa, pemeriksaan hari ini (kemarin, red) memang kami lakukan semaksimal mungkin,” ungkapnya. Menurut pria asal Klaten itu, penyidik harus berbagi waktu dengan persidangan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) di Surabaya. ,”Waktu yang ada harus dimaksimalkan untuk pemeriksaan. Waktu kami terbagi antara Jember

dan sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya,” ungkapnya. Bagaimana hasil pemeriksaan terhadap Sunarsono? Kliwon enggan memberikan penjelasan. Yang jelas, menurut dia, pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejari Jember hampir tuntas. Proses penyidikan akan diakhiri dengan pemeriksaan para tersangka. “Ada enam belas pertanyaan yang kami ajukan,” imbuhnya. Terkait kerugian negara, dia mengaku dua minggu lalu pihaknya telah mengirimkan surat permintaan audit kepada badan pemeriksa keuangan (BPK) RI. Namun hingga kemarin penyidik belum mendapat surat balasan dari BPK. Kepala Kejari Jember Wilhelmus Lingitubun menegaskan perkara sewa pesawat terbang untuk bandara Notohadonegoro mendekati proses akhir penyidikan. ’Tersangka Direktur PT Aero Express dan mantan kepala PDP sudah diperiksa. Kepala Dishub juga telah diperiksa,” ujarnya. Seperti diketahui, sewa pesawat dilaksanakan Agustus Oktober 2008 dengan menggunakan dana Rp 4,8 miliar. Namun dana yang kembali hanya Rp 500 juta. Kemudian 2009 tim kejagung menetapkan tiga tersangka korupsi, masingmasing Sunarsono, Raimond Mailangkai dan Syafril Jaya. Ketiganya dinilai terlibat dalam perkara korupsi proses sewa pesawat terbang di Jember. (aro/wah/jpnn)


34

Rabu 2 November 2011

Mainkan Tiga Kelompok Umur NIKLAAS ANDRIES / RaBa

GOODBYE: Mayjen TNI Gatot Nurmantyo menggiring bola dalam pertandingan perpisahan di Lapangan AIL kemarin.

Tim Kodam Pukul Korem BANYUWANGI - Pertandingan sepak bola “perpisahan” digelar keluarga besar Kodam V Brawijaya di Lapangan Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi kemarin. Dua tim yang saling unjuk kebolehan, Kodam versus Korem, menjadi tontonan menarik di hadapan ratusan anggota prajurit Kodim 0825 yang menyaksikan laga persahabatan tersebut. Dalam pertandingan tersebut, tim Kodam yang dimotori langsung Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) Gatot Nurmantyo keluar sebagai pemenang. Menghadapi tim Korem yang bermateri Dandim dan Kasdim, tim Kodam memenangi pertan-

dingan dengan skor 2-0. Mayjen Gatot Nurmantyo tampil cukup menakinkan dalam laga tersebut. Satu assist di babak pertama membawa tim Kodam memimpin 1-0 atas Korem. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit jeda pertandingan. Di babak kedua, Kodam memastikan menambah satu gol lagi sekaligus menggenapi kemenangan menjadi 2-0. Menanggapi pertandingan persahabatan kemarin, Mayjen Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa laga tersebut merupakan salah satu agenda untuk lebih mendekatkan TNI dengan masyarakat. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

PEMBUKA: Tuan rumah Banyuwangi menurunkan 36 petenis di ajang BOY 2011. Sekitar 200 atlet seluruh Indonesia ambil bagian dalam turnamen ini.

BANYUWANGI - Kejuaraan nasional (kejurnas) tenis Banyuwangi Open Yunior (BOY) resmi dibuka Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, kemarin. Sedikitnya 200 petenis muda dipastikan turut serta dalam kalender kejuaraan tingkat nasional kali pertama yang dihelat Pengkab Pelti Banyuwangi tersebut. Mereka akan terbagi dalam lima kategori utama, yakni usia 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun. Kegiatan yang dipusatkan di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, tersebut di hari pertama akan mempertandingkan kelompok usia 10 dan 12 tahun. Di hari kedua yang akan dilaksanakan hari ini, penyelenggara akan menggelar serentak pertandingan kelompok usia lain; 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun. Dalam kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung hingga 5 November tersebut, persaingan menuju tangga juara dipastikan semakin seru dan ketat. Kontingen Jawa Timur yang diisi 13 kabupaten/kota akan mendapat tantangan serius dari petenis Jawa Tengah,

Jogjakarta, Bali, Riau, Aceh, dan Kalimantan Timur. Banyuwangi menurunkan 36 petenis junior terbaik. Mereka tersebar merata hampir di semua kategori umur. Sayangnya, untuk kelompok umur 18 tahun putri, panitia terpaksa tidak membuka pertandingan. Sebab, hingga pendaftaran ditutup, jumlah peserta di kategori tersebut kurang dari batas minimum yang sudah ditentukan. Untuk usia 18 tahun, panitia hanya mempertandingkan kategori putra. Di kategori tersebut, Banyuwangi menyematkan satu wakilnya. Dia adalah petenis andalan Banyuwangi, Rusdiyanto. Dia akan menjadi tulang punggung Pelti Banyuwangi untuk menjaga asa meraih juara di kategori tersebut. Sementara itu, saat membuka BOY kemarin, Bupati Anas meminta agar even tersebut bisa menjadi momentum pembinaan olahraga di Banyuwangi. Dengan olahraga, diharapkan bisa tumbuh kepribadian dan kecintaan serta kebanggaan terhadap identitas kebangsaan. (nic/c1/als)

Mujiono Pimpin PBSI BANYUWANGI - Tongkat komando Pengkab PBSI Banyuwangi resmi berpindah tangan. Dalam musyawarah cabang (muscab) yang digelar induk pembina bulu tangkis tersebut Sabtu (29/10) lalu, peserta muscab sepakat memilih MuGALIH/RaBa jiono sebaMujiono gai pemegang tongkat pemimpin yang baru. Mujiono yang merupakan Plt. Kepala Dinas Tata Ruang, Bina Marga, dan Pekerjaan Umum, tersebut menggantikan ketua umum sebelumnya, Roni Adi Dwi Ananta. Dengan hasil tersebut, maka Mujiono akan menjadi nakhoda PBSI Banyuwangi periode 2011-2014. Terpilihnya Mujiono disampaikan mantan ketua PBSI Banyuwangi, Roni Adi Dwi Ananta, kemarin. Dalam muscab yang digelar di GOR Bulu Tangkis Jajag tersebut, Mujiono mendapat suara mayoritas untuk menduduki jabatan ketua PBSI Banyuwangi periode tiga tahun mendatang. Selanjutnya, bersama tim formatur, selain diberi amanah memimpin organisasi, Mujiono juga akan diberi tugas awal menyusun kabinet PBSI Banyuwangi. “Setelah ini baru susunan personalia PBSI akan segera disusun,” kata Roni.(nic/c1/als)

21

22

UNJUK GIGI & KAWAL SEHAT Didik Isdiyantoro

26

23

KEPAK SAYAPKU Safira Arikha M

27

SENYUM MANIS Djoko Santoso

24

KUPU KEDUNG Martha Prasetya Utama

28

SEPERTI MERAK Aditya Pradana

25

LEBAY Pepenk

29

EKSOTIK Ryan Kyoto Santosa

SENIMAN GAEK Didik Isdiyantoro

30

TERSENYUM Safira Arikha M

CHARMING BELLE Anggita Maresti


Rabu 2 November 2011

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Pemberlakuan Pasal Belum Final ■ KORUPSI... Sambungan dari Hal 25

Lebih lanjut Firmansyah menjelaskan, modus korupsi yang terjadi pada kegiatan Prona di dua desa itu sama, yakni memungut biaya tanpa memiliki dasar terhadap penerima program yang dibiayai pemerintah tersebut. Pada tahun 2011, Desa Bimorejo mendapatkan program Prona untuk penyertifikatan tanah warga sebanyak 250 bidang. Sementara itu, Desa

Tapanrejo mendapat jatah untuk memproses sertifikat 300 bidang tanah. Proses sertifikasi itu sudah dibiayai APBN. Penerima program itu tidak perlu mengeluarkan biaya lagi alias gratis. “Tapi yang terjadi di Desa Bimorejo dan Tapanrejo, penerima program masih dipungut biaya,” ungkap Firmansyah. Untuk Desa Bimorejo, warga penerima program sertifikat Prona dipungut biaya Rp 500 ribu untuk satu bidang tanah. Uang yang terkumpul dari

pungutan haram itu mencapai Rp 125 juta. Pungutan yang terjadi di Desa Tapanrejo nilainya lebih besar, yakni Rp 700 ribu per satu bidang tanah. Dengan demikian, pungutan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 200 juta lebih. Ungkap Firmansyah, warga penerima program Prona diintimidasi tersangka agar mau bayar. Warga diancam tidak dimasukkan dalam daftar penerima Prona jika tidak membayar sejumlah uang.

Lantaran mendapat ancaman, warga terpaksa memberikan sejumlah uang. “Walau sudah memberikan sejumlah uang tapi sampai sekarang sertifikat belum diserahkan kepada warga,” katanya. Kedua tersangka dijerat Pasal 12 ayat (e) UU 31/1999 diubah menjadi UU 20/2001 tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi. “Pemberlakuan pasal itu belum final. Bisa saja jeratan pasalnya berubah, tergantung hasil penyidikan,” pungkas Firmansyah. (afi/c1/bay)

Semata untuk Memberi Efek Jera ... ■ DIPERSULIT... Sambungan dari Hal 25

“Pemilik sepeda motor yang rata-rata masih remaja tersebut sedang nongkrong di pinggir jalan,” kata Sudarmaji. Menurut Sudarmadji, operasi itu diawali laporan beberapa warga. Mereka lapor kepada polisi karena sangat terganggu dengan ulah para remaja yang

menggeber motor di jalan. Setelah mendapat laporan, polisi langsung melakukan operasi. Petugas juga sempat dibuat kucing-kucingan oleh para pemilik motor sebelum akhirnya mereka berhasil diciduk. “Kebanyakan warga merasa terganggu dengan suara bising knalpot motor tersebut,” ujarnya. Sementara itu, para pemilik motor tersebut tidak hanya di-

kenai tilang, mereka juga mendapatkan pemeriksaan identifikasi pelaku saat mengambil kembali motornya. Pemeriksaan identifikasi pelaku tersebut meliputi foto, sidik jari, dan kelengkapan surat-surat bermotor. “Hal ini dilakukan agar bisa memberikan efek jera kepada pemilik sepeda motor protholan,” ujar Sudarmaji. Selain itu, sepeda motor wa-

jib difoto ketika masih dalam kondisi protholan. Pemotretan kembali dilakukan ketika kondisi sepeda motor sudah standar. Foto tersebut bisa menjadi bukti bahwa pemilik sepeda motor sudah mengembalikan bentuk motor seperti sedia kala. “Jika pelaku mengulangi perbuatannya dan tertangkap, kita sudah memiliki data,” ujarnya. (gil/c1/bay)

Didapat dari Seorang Teman ■ SEDOT... Sambungan dari Hal 25

“Kita juga berhasil menyita barang bukti (BB) dari tangan tersangka ketika penangkapan,” cetusnya. Dari tangan Anas, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu

paket ganja dengan berat kotor 5,54 gram atau dengan berat bersih 2,87 gram. “BB tersebut dikemas dalam kertas yang dilipat rapi,” cetus Watiyo. Selain itu, polisi juga menyita beberapa bukti lain. Bukti tambahan tersebut terdiri atas sebuah kertas rokok dan sebuah bungkus rokok. Seluruh BB ter-

sebut ditemukan polisi di rumah tersangka di Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. “BB saat ini sudah kita amankan,” ujar Watiyo. Sementara itu, Anas mengaku bahwa ganja yang dia konsumsi didapat dari seorang teman. Ketika ditanya berapa uang yang harus dikeluarkan untuk men-

dapatkan daun yang memabukkan tersebut, Anas hanya menjawab semua sudah saya jawab di BAP. “Minta saja salinan BAP sama Pak Polisi,” elaknya. Akibat memiliki dan mengonsumsi narkotika jenis ganja, Anas dijerat Pasal 111 ayat 1 sub 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (gil/c1/bay)

Erthel Baru Pertama Jadi Kapolres ■ KAPOLRES... Sambungan dari Hal 36

Imam Thobroni menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Situbondo yang telah membantu mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. “Saya lebih menitikberatkan upaya membangun peran serta ma-

syarakat,” ujarnya. Apa yang telah dilakukan Imam mendapat apresiasi positif dari penerusnya. Buktinya, Erthel yang notabene penerus Imam mengaku akan meneruskan sinergisitas masyarakat dan Polri untuk menjaga Kamtibmas di Kota Santri tetap kondusif. “Saya diwarisi situasi yang sangat mendukung dari beliau (Imam Thobroni)” tandasnya.

Sekadar diketahui, Erthel lahir di Sumatera Barat tahun 1972. Dia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Tugas yang kali ini dia emban, menjabat sebagai kapolres, merupakan pengalaman pertama. Sementara itu, suasana haru mengiringi upacara pedang pora melepas kepergian Imam Thobroni ke tempat tugasnya yang baru. Seluruh personel

yang hadir dalam rangkaian upacara sertijab tersebut menyalami mantan komandan mereka yang berjalan di atas karpet merah didampingi istrinya, Linna Imam Thobroni. Pasca-menjabat sebagai kapolres Situbondo, Imam akan melaksanakan tugas sebagai Wakil Direktur (Wadir) Polair Polda Jawa Timur (Jatim) di Surabaya. (sgt/c1/aif)

Pedagang Justru Merasa Aman ... ■ SIDAK... Sambungan dari Hal 25

Menurut Kepala Disnak Banyuwangi, drh. Benny Hendarwanto, sidak tersebut dilakukan di setiap pos penjualan ternak yang khusus dijual sebagai hewan kurban, baik sapi maupun kambing. “Kita sudah membagi tim sidak untuk seluruh wilayah Banyuwangi,” ujarnya. Dalam sidak kemarin tidak ditemukan ternak yang memiliki penyakit membahayakan. Hanya saja, lanjut Benny, ada beberapa hewan yang tidak boleh dijual karena belum

memenuhi syarat sebagai hewan kurban. “Masih belum cukup umur untuk menjadi hewan kurban. Menurut penjualnya, ternak tersebut memang tidak dijual hanya sebagai bibit,” ujarnya. Menurut Benny, sidak tersebut sebagai kontrol terhadap ternak yang dijual di Banyuwangi. Selain itu, juga untuk memeriksa penyakit yang diidap ternak kurban. “Tentu kita tidak ingin masyarakat mengonsumsi daging ternak yang tidak layak,” cetusnya. Benny mengatakan, sidak tersebut tidak hanya dilakukan di

pos-pos penjualan hewan kurban. Nanti ketika Idul Adha, Disnak juga akan melakukan sidak di tempat pemotongan hewan kurban. “Kita akan berkeliling untuk memeriksa kondisi daging hewan kurban, apakah layak ataukah tidak,” jelasnya. Dengan begitu, kata Benny, kondisi hewan kurban akan terus terpantau sejak sebelum sampai sesudah dipotong. Hewan kurban dan daging kurban harus memenuhi syaratsyarat yang menjadi ketentuan hewan kurban. Syaratnya, daging harus memenuhi unsur ASUH (Aman, Sehat, Utuh,

Halal). “Diharapkan, masyarakat merasa aman,” ujarnya. Sementara itu, target sidak tersebut adalah menjamin kualitas hewan kurban. Sebab, hewan tersebut nanti akan dikonsumsi orang banyak. “Jika memang ada penyakit, ya akan kita sortir,” cetusnya. Sementara itu, Abdul Hamid, 44, seorang penjual ternak, mengaku merasa aman dengan adanya sidak tersebut. Sebab, sidak adalah suatu kontrol terhadap hewan kurban. “Biasanya setiap menjelang Idul Adha memang ada sidak semacam ini,” ujarnya. (gil/c1/bay)

Kirim 300 Ekor Per Bulan ke Jakarta ■ MODAL... Sambungan dari Hal 25

Tampak pula sebagian pekerja tengah sibuk memberikan pakan untuk ribuan ekor kambing jenis Ettawah Senduro tersebut. Menariknya, pakan yang diberikan bukan rumput melainkan limbah pertanian atau perkebunan. Jenis pakan yang diberikan adalah ampas tahu dan kulit kopi. Juga ada janggel (batang tanaman jagung). Dalam sehari, setiap ekor kambing diberi makanan seberat 1,5 kilogram. Untuk memenuhi kebutuhan itu, para pekerja ternak tidak perlu bersusah payah mencari rumput dalam jumlah besar. Berkat fermentasi oleh para peternak, ternyata hasil olahan pakan berbahan limbah pertanian tersebut cukup fantastis. Sebab, kandungan gizi olahan limbah pertanian tersebut membuat hewan ternak cepat besar. Dalam sebulan, setiap ekor kambing ditaksir mengalami peningkatan berat badan sekitar enam kilogram. Beda sekali dengan memberi pakan rumput. Tak pelak, usaha ternak yang dirintis mulai tahun 2008 itu kini sudah terbilang berhasil. Omzetnya bisa mencapai Rp 300 juta per bulan. Memang, pada awalnya pemilik ternak tersebut sempat ditertawakan sejumlah peternak lain. Alasannya, kambing tidak begitu diminati di pasaran. Mereka lebih memilih mengembangkan ternak sapi. Sebab, memang pada saat itu harga sapi cukup menjanjikan. Setelah melakukan penelitian di sejum-

lah tempat di Banyuwangi, memang hanya sebagian kecil masyarakat yang berani membuka usaha ternak kambing. Padahal, jika diternak secara profesional, ada sedikit celah yang sangat menguntungkan. Lantaran ingin membuktikan bahwa ternak kambing bisa sukses, Sugeng berani melakukan terobosan. Dengan modal awal Rp 15 juta, Sugeng nekat terjun ke dunia ternak kambing. Beruntung, usahanya itu dapat dibuktikan dengan baik. Hal itu tidak lepas dari cara memberi pakan ternak yang efisien dan tepat guna. ‘’Saya heran kenapa kambing tidak pernah dilirik para peternak. Padahal, saya yakin kalau itu dijalankan dengan baik, hasilnya akan menggembirakan,’’ ujarnya. Lambat laun, ternak kambing itu terus berkembang. Kini, Sugeng mampu mengirim 150 ekor setiap dua pekan. Atau dalam sebulan, rata-rata dia bisa mengirim kambing hingga 300 ekor. Kambing sebanyak itu untuk memenuhi pesanan dari Jakarta dan Garut. Belum lagi memenuhi stok kebutuhan lokal Banyuwangi dan sekitarnya. Setiap hari selalu ada kambing yang terjual. ‘’Orang-orang daerah sini ada saja yang datang membeli. Sering juga orang dari Bali yang datang ke sini,’’ jelasnya. Menjelang hari raya Idul Adha, lanjut Sugeng, tidak ada beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Permintaan kambing terbilang stabil. Namun, harga mengalami peningkatan yang cukup fantastis. ‘’Sekarang harganya naik sampai seratus persen,’’ jelasnya. Untuk kenyamanan pembeli, Sugeng mengaku menjual kambing tersebut de-

ngan cara menimbang sesuai berat badan ternak yang dijual. Sebab, metode itu lebih mudah. Para pembeli tidak rugi, dan begitu juga sebaliknya. ‘’Ini dijual sesuai berat. Satu kilogram bobot hidup sekarang dihargai Rp 35 ribu,’’ terangnya. Atas prestasinya itu, Sugeng sempat dilirik pengusaha asal Malaysia. Melalui akses internet, pengusaha Malaysia tersebut mengaku ingin bekerja sama dengannya. Namun, karena jumlah kambing yang diminta cukup tinggi, Sugeng belum memberikan keputusan. Alasannya cukup sederhana, dia khawatir tidak mampu memenuhi permintaan dari pengusaha Malaysia tersebut. Sebab, dia yakin tak bisa bertindak sendiri tanpa dukungan pemerintah, karena jumlah permintaannya besar. Lantaran dukungan pemerintah kurang, Banyuwangi pun kurang dilirik Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Padahal, lanjut Sugeng, potensi sumber daya alam yang dimiliki Banyuwangi cukup besar. Mulai lahan pertanian hingga perkebunan, semua ada di Bumi Blambangan. ‘’Kenapa limbah-limbah tersebut jarang dimanfaatkan. Padahal, manfaatnya luar biasa terutama untuk pakan ternak. Tentu saja, secara otomatis itu akan mengundang banyak tenaga kerja baru,’’ cetusnya. Begitu juga dengan kotoran kambing yang bisa dimanfaatkan. Melalui berbagai proses, kotoran kambing masih bisa digunakan sebagai pupuk kandang. Tak heran, lahan pertanian di desa tersebut banyak yang menggunakan pupuk kandang. (c1/bay)

Atasi Luberan Pedagang Satsuit Tubun ... ■ BANGUN... Sambungan dari Hal 25

Yang jelas, kata Mujiono, bangunan pasar baru itu akan dibangun menjadi beberapa los. Diharapkan, pembangunan pasar baru itu bisa mengatasi kemacetan yang terjadi di Jalan Satsuit Tubun, depan Pa-

sar Banyuwangi. Beberapa tahun ini fungsi jalan di depan pasar tersebut tidak berjalan maksimal karena ada luberan pedagang. Dengan dibangunnya pasar baru di Segitiga Berlian, pedagang yang berjualan di badan Jalan Satsuit Tubun bisa berjualan di pasar yang baru.

Sementara itu, Plt Kepala Dispenda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tando W., membenarkan pembangunan los pasar baru tersebut. Namun, dia mengaku tidak tahu persis tentang fisik pasar tersebut. “Yang membangun Dinas PU, teknis pengelolaan, kita yang mengatur,” ujar Suyanto. (afi/c1/bay)

Tempat Sa’i Macet ... ■ MASJIDILHARAM... Sambungan dari Hal 25

Saling desak karena ingin masuk ke lingkungan masjid pun tak terelakkan. Sejumlah jalan juga sudah ada yang mulai ditutup, terutama jalan-jalan yang menuju tempat pe-

laksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Untuk melindungi kesehatan jamaah, beberapa petugas kesehatan Indonesia tampak sibuk dengan peralatan medisnya. Hal itu dilakukan karena dalam keadaan padat begini, kondisi kesehatan jamaah sangat rawan.

Beberapa jamaah Banyuwangi diimbau tidak menuju Al-Haram dan tidak memaksakan diri menuju masjid karena masjid sudah penuh. Itu demi kesehatan dan keselamatan jamaah. Jamaah juga diharapkan tetap berada di tenda pemondokan, terutama bagi jamaah yang uzur. (*/c1/bay)

Berharap Istri Segera Pulang ■ TKI... Sambungan dari Hal 27

Sukardi berharap istrinya lekas pulang ke Indonesia. Meski tak mendapat keberhasilan, dia akan menerima apa adanya. “Pulang nggak bawa uang nggak apa-apa, yang penting bisa pulang,’’ tandasnya. Usaha mencari informasi sudah Sukardi lakukan ke manamana. Namun, belum membuahkan hasil. Di alamat mertuanya di Pamekasan, Madura, juga tidak ada kabarnya. “Bagaimana saya harus mencari lagi. Kalau ada kabarnya saya bisa lega,” sambatnya. (ton/c1/irw)

ALI NURFATONI/RaBa

TUNGGU KABAR: Sukardi dan anaknya, Sauqi Mubarok, di rumahnya kemarin malam.

Divisum di RSUD Genteng ■ DUEL POLISI... Sambungan dari Hal 27

Namun, lantaran kedua polisi yang duel itu sulit dilerai. Akhirnya, pemilik warung segera melaporkan kejadian itu kepada Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto. Kapolsek Heru langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang tak jauh dari rumah dinasnya. Kedua oknum polisi itu langsung diajak ke ruang kerjanya. Meski telah didamaikan dari selisih paham tersebut, tapi keduanya tidak menemukan titik temu. “Saya damaikan, keduanya masih tetap ngotot,’’ sesal Heru saat ditemui RaBa di markasnya kemarin siang. Lantaran tidak berhasil berdamai, lanjut Heru, pihaknya langsung menghubungi Kanit Provos Polres Banyuwangi. Selang beberapa menit, keduanya langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi untuk di-

periksa. “Sekitar 45 menit kemudian provos datang dan langsung dibawa ke mapolres,’’ beber Heru. Apa motif perkelahian dua oknum polisi tersebut, Heru belum bisa memastikan. Sebab, persoalan tersebut sudah ditangani polres. Hanya saja, Heru mengakui bahwa telinga salah satu anak buahnya itu mengalami luka. “Ada luka dan sudah divisum di RSUD Genteng,’’ jelasnya. Mantan kapolsek Licin itu menyarankan wartawan koran ini mendatangi mapolres. “Silakan konfirmasi ke polres langsung untuk lebih jelasnya. Keduanya sudah diperiksa provos,’’ sarannya. Heru menyesalkan insiden tersebut. Kasus itu telah mencoreng citra Polri. “Perbuatan itu sangat memalukan. Mereka adalah polisi yang tidak patut ditiru,’’ sesalnya. Dijelaskan, kedua polisi ter-

sebut sudah berusia di atas 50 tahun. Nastrawan lebih tua daripada Teguh. Dalam beberapa tahun ke depan, kedua personel bintara tersebut memasuki masa purna tugas. “Mungkin kurang tiga tahun Pak Teguh purna tugas. Usianya lebih muda daripada Pak Nastrawan,’’ sebut Heru. Kemarin, tidak hanya kedua oknum polisi tersebut yang diperiksa provos. Sejumlah saksi mata juga diperiksa untuk menguatkan keterangan atas insiden berdarah tersebut. Sayangnya Kanitprovos Polres Iptu Abdul Jabar masih belum memberikan keterangan mengenai motif kejadian tersebut. Kedua polisi itu masih diperiksa di polres. Wartawan koran ini sempat meminta konfirmasi melalui pesan singkat handphone. Namun hingga berita ini ditulis, Jabar belum memberikan balasan. (ton/ c1/irw)

Tiap Bulan Ditarik Rp 500 Ribu ■ LSM AWAS... Sambungan dari Hal 36

Kali ini, kata Rudi, TK mengutus orang kepercayaannya berinisial R, H, dan Y, menarik pungutan Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu per orang. “Itu dilakukan selama 2011. Bagi yang tidak membayar diancam akan dirolling,” sebut Rudi. Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri, memastikan akan menindaklanjuti laporan LSM Awas tersebut. Apalagi, itu menyangkut nasib dan kesejahteraan PNS di tingkat bawah. “Informasi semacam ini sangat berharga. Kita akan segera melakukan rapat kerja dengan Satpol PP dalam waktu dekat. Kalau memang benar, pasti kita akan merekomendasikan pelaku diberi sanksi,” terangnya. Tentang dugaan pungli Rp 3.000 per malam yang juga diberlakukan untuk para pekerja seks komersial (PSK), Syaiful Bahri mengaku tidak menyangsikan. Sebab, saat dirinya berdialog dengan pemilik warung remang-remang, mereka mengakui bahwa tiap bulan ditarik Rp 500 ribu sebagai dana pengamanan. “Namun, mereka tak mau menye-

EDY SUPRIYONO/RaBa

LAPORAN: Rudi Bagas (kiri) menyerahkan laporan resmi kepada Ketua Komisi I, Syaiful Bahri, tentang dugaan pungli yang dilakukan oknum Satpol PP berinisial TK .

butkan kepada siapa uang itu diberikan,” ungkap Syaiful. Sementara itu, Kasatpol PP Situbondo, Bambang Supeno, saat dihubungi melalui telepon selulernya enggan menerima meski nada sambung berbunyi. Bahkan, saat koran ini menelepon, langsung di-reject sehingga terdengar suara ”maaf nomor yang Anda hubungi sedang sibuk”. Tak sampai semenit, saat dihubungi lagi kondisi HP-nya

sudah tidak aktif. Baru saat koran ini memperkenalkan diri dan mengirim SMS (short message servis) ada balasan sekitar lima menit kemudian. ”Kalau soal tugas ops (operasi) dengan Usman (Kasi Operasi dan Penindakan Satpol PP), lain-lain cukup dengan kasi yang menangani,’’ begitu bunyi jawaban via SMS yang dikirim Bambang Supeno. (pri/c1/aif)

Panas setelah Diledek Teman Sekampung ■ KORBAN... Sambungan dari Hal 36

Kebetulan, Im sampai di sekolah Saritem saat jam istirahat. Saat itulah keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah dinas sekolah Awalnya, Saritem dengan tegas menolak permintaan Im berhubungan badan

atau yang oleh kalangan remaja lazim disebut ML (making love). Namun, setelah terusmenerus dibujuk, akhirnya pertahanan Saritem kandas. Im pun leluasa melampiaskan nafsunya karena saat kejadian rumah tukang kebun sedang sepi. Setelah puas melampiaskan hasrat seksualnya, Im menyuruh Saritem melanjutkan

aktivitas belajarnya. Sementara itu, motif Im menyetubuhi Saritem ternyata didasari “panas hati” setelah diledek teman sekampungnya yang juga kakak kelas korban. Betapa tidak, sesaat sebelum bertemu Saritem, dia bertemu temannya tersebut dan dipanas-panasi untuk melakukan hubungan intim. (sgt/c1/aif)


36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Rabu 2 November 2011

LSM Awas Ungkap Pungli di Satpol PP SIGIT HARIYADI/RaBa

TINGGALKAN SITUBONDO: AKBP Imam Thobroni duduk di atas kepala reog Ponorogo.

Kapolres Baru Disambut Reog Imam Dapat Job Baru Sebagai Wadir Polair Polda SITUBONDO - Setelah menggenggam pucuk pimpinan jajaran Polres Situbondo selama setahun lima bulan, akhirnya AKBP Imam Thobroni Sik menyerahkan tongkat estafet komando kapolres Situbondo kepada AKBP Erthel Stephan SH, Sik, Msi. Upacara serah terima jabatan (sertijab) dua perwira dengan dua melati di pundak tersebut berlangsung meriah di halaman Mapolres Situbondo kemarin (1/11). Panitia mempersembahkan pertunjukan reog Ponorogo untuk menyambut kedatangan Kapolres Erthel yang sebelumnya bertugas sebagai Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri. Bahkan, Erthel dan Imam berkesempatan menjajal naik ke atas kepala reog Ponorogo tersebut. Tidak sampai lama kapolres berada di atas kepala reog n  Baca Kapolres...Hal 35

MAK NYUS..

Terkesan Kebersihan Kota Santri SITUBONDO itu kota yang sangat bersih. Begitulah kesan pertama yang dirasakan Widya Alfiani, 17. Gadis asal Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, itu memang baru pertama kali berkunjung ke Kota Santri. Namun, dia mengaku sangat takjub dengan kebersihan lingkungan di Situbo Situbondo, hingga dia tingg berlama-lama merasa betah tinggal di Bumi Rengganis tersebut. Namun sayang, keinginannya San terhalang pamenjelajah Kota Santri datnya jadwal kuliah kuliah. Sulung dua bersaudara putri pasang pasangan Supriyadi, 40, dan Ismiati, 38, itu harus melaksanakan prak praktik Pemanfaatan Teknologi Informatika (TI) kam di kampusnya. “Saya ke si sini (Situbondo) un untuk tampil di had dapan Kapolres S Situbondo. Sebab, s saya dan rekanre rekan diundang khu khusus untuk menam nampilkan kesenian reo pada upacara reog serti kapolres,” ujar sertijab mah mahasiswi semester satu, Program Studi Agrot Agroteknologi, Fakultas Perta Pertanian, Universitas Jembe tersebut. Jember, Widy yang tergabung Widya dalam Unit Ke giatan Mahas Mahasiswa (UKM) Paguyuba Seni Reog Maguyuban hasiswa (PSRM) Sardulo Anorogo itu mengaku tertarik men mendalami seni reog me demi melestarikan senibudaya b bangsa. “Tujuannya, agar di era glogalisasi, seni-bu seni-budaya tradisional tidak tertelan zaman,” ta tandasnya. (sgt/ c1/aif) SIGIT HARIYADI/RaBa

SIGIT HARIYADI/RaBa

SALAM KOMANDO: Erthel Stephan dan Imam Thobroni sesaat setelah upacara sertijab di halaman Mapolres Situbondo kemarin.

SITUBONDO - Sorotan terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Situbondo bertambah. Belum reda sorotan karena dinilai tidak tegas terhadap praktik prostitusi, kemarin satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berkantor di Jalan PB. Sudirman itu dilaporkan ke Komisi I DPRD Situbondo. Kasus yang dilaporkan ke DPRD adalah dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Satpol PP berinisial TK. Sebelumnya, dia juga disebut-sebut LSM Aliansi Pengawas (Awas) diduga kuat ”bermain mata” dengan pengelola warung remang-remang di wilayah barat. “Jadi, kita minta Komisi I menindaklanjuti. Sebab, laporan ini sebenarnya dari anggota Satpol PP langsung. Hanya saja karena takut, anggota Satpol PP itu memilih mengadukan ke LSM Awas,” ungkap Koordinator LSM Awas, Rudi Bagas, kepada Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri. Dalam laporan yang juga ditembuskan kepada bupati, wakil bupati, inspektorat dan badan kepegawaian daerah (BKD) itu, disebutkan perilaku

kali pertama dilakukan pada saat 35 personel Satpol n Pungli pertama: PP mengikuti perSaat 35 personel Pol PP mengikuti perayaan HUT Satpol PP di Bondowoso. ayaan HUT Satpol Tiap orang dipotong Rp 200 ribu oleh PP yang digelar di TK. Terkumpul Rp 7 juta, tidak jelas Bondowoso. Tiap peruntukannya. personel dipotong n Pungli kedua: Rp 200 ribu oleh TK Sumbangan dar i Dinas Sosial. TK tanpa ada penjelamengutus orang kepercayaannya berinisial san peruntukannya. R, H dan Y untuk menarik pungutan antara “Jadi, 30 September Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu per orang. lalu seorang angn Pungli ketiga: gota Satpol PP yang Saat pelaksanaan Jambore di Malang. m e n ja d i k o r b a n Sepuluh anggota Satpol PP dipotong Rp langsung datang 500 ribu. Terkumpul Rp 5 juta, tidak jelas ke sekretariat LSM penggunaannya. Awas. Dia mencerin Pungli Rp 3.000 per malam untuk takan semua. SePSK. Tiap bulan pemilik warung remang dikitnya dana Rp 7 ditarik Rp 500 ribu untuk pengamanan. juta terkumpul dari pungli yang dilakutidak terpuji oknum Satpol PP kan saat itu,” ungkap Rudi. Pungli selanjutnya dilakukan menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya kinerja TK pada pelaksanaan Jambore SKPD yang dikomandani Bam- di Malang. Sepuluh anggota Satpol PP dipotong Rp 500 bang Supeno itu. “A n g g o t a n ya s e n d i r i d i ribu. Dana Rp 5 juta yang pungli hingga tiga kali. Kalau terkumpul dari pungli itu juga begini mana mau kompak. tak ada penjelasan akan diguMasak jeruk minum jeruk. nakan untuk apa. Tidak cukup di situ, sumbanJika dibiarkan ini akan menjadi parasit di tubuh Satpol gan dari Dinas Sosial untuk PP,” terang mantan karyawan anggota Satpol PP juga tak luput dari pungli n PG Deemas itu.  Baca LSM Awas...Hal 35 Disebutkan Rudi, pungli

Pungli di Internal Satpol PP

Korban Asusila Ditinggal Ortu Naik Haji SITUBONDO - Ada hal mengejutkan terkait kasus asusila yang menimpa Saritem, 13, (nama samaran). Gadis di bawah umur yang tinggal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, itu termakan bujuk rayu pacarnya sendiri hingga merelakan keperawanannya terenggut di saat kedua orang tuanya menunaikan ibadah haji. Saritem yang masih berstatus pelajar kelas dua SMP di wilayah Kecamatan Arjasa itu terpaksa melayani nafsu birahi Im, 16, yang juga masih berstatus pelajar saat jam sekolah masih berlangsung. Hal yang tidak kalah memprihatinkan, keduanya melakukan hubungan layaknya suami-istri itu di

dalam kompleks sekolah Saritem, yakni di rumah dinas (rumdin) sekolah yang sehari-hari ditempati tukang kebun. Namun, setelah berhubungan intim dengan Im, Saritem tidak berani pulang ke rumah. Dia mengunjungi rumah pamannya. Dari situlah kasus itu terungkap. Dengan nada menyesal, Saritem mengaku takut pulang lantaran telah berhubungan badan dengan Im. Tentu saja paman korban tidak terima. Dengan tekad bulat, mereka melaporkan kasus itu kepada kepala desa (kades) setempat. Tidak cukup sampai di situ,

keluarga korban juga melaporkan kasus tersebut kepada aparat Polres Situbondo. Tanpa kesulitan berarti, aparat langsung menciduk Im yang juga diajak rombongan keluarga Saritem menuju mapolres. “Orang tua Saritem sedang menjalankan ibadah haji. Dia mengadu kepada pamannya bahwa dia telah berhubungan badan dengan Im,” ujar sumber kuat koran ini kemarin (1/11). Hingga kemarin, aparat masih melakukan proses penyidikan intensif untuk mengungkap kasus yang menimpa Saritem. Tim Badan Pengawasan (Bapas) Jember mendampingi pelaku

saat menjalani pemeriksaan. “Pelaku memang didampingi Bapas, karena dia masih di bawah umur,” ujar Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto. Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SMP bernama Saritem terpaksa harus menanggung aib setelah terbujuk rayuan kekasihnya sendiri, yakni Im, siswa kelas satu sekolah SMA persamaan di Kota Santri, untuk berhubungan intim di saat jam sekolah masih berlangsung. Sekitar pukul 09.30 Sabtu pekan lalu (29/10), Im yang baru saja pulang sekolah setelah menerima raport langsung mengunjungi sekolah Saritem, yakni salah satu SMP di Kecamatan Arjasa n  Baca Korban...Hal 35


Radar Banyuwangi 2 November 2011