Page 1

SENIN 28 NOVEMBER

29

TAHUN 2011

Sudah Efisien, Malah Datangkan Untung Oleh: SAMSUDIN ADLAWI

BAGI sebagian orang, termasuk saya, terjebak rutinitas kerja itu tidak enak. Membosankan. Saban hari menghadapi orang yang sama. Menghadapi pekerjaan yang sama. Masih mending pelajar atau mahasiswa. Meski sering bertemu teman dan guru/dosen yang sama, pelajaran/mata kuliahnya yang dihadapi terus berubah. Setidaknya, dari semester ke semester berikutnya. Itu sebabnya, hari libur selalu menjadi momen

yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar pegawai. Apalagi, yang namanya harpitnas (hari kecepit nasional). Kedatangannya selalu disambut gegap gempita. Itulah hari yang ditunggu-tunggu para pegawai setiap tahun. Hampir semua pegawai hafal di luar kepala ada berapa harpitnas dalam setiap tahunnya. Termasuk hari-hari yang bisa dicepitkan karena berdekatan dengan harpitnas, ha ha ha...

Tapi, kali ini, saya berbeda dengan mereka. Saya tidak termasuk golongan penggandrung harpitnas. Sebab, saya bukan pegawai negeri, he he he… Kedua, saya sudah bisa dan biasa melepaskan diri dari kungkungan rutinitas kerja. Yakni, dengan membunuh rasa bosan dengan olahraga otak. Tidak membiarkan waktu berjalan hampa tanpa mengunduh inspirasi dan intuisi –walau sedetik pun. Caranya, membaca apa pun yang bisa

dibaca. Yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Maka, setiap saat ada saja sesuatu yang bisa ditulis dalam bentuk artikel catatan atau pun puisi. Suatu ketika dan masih sering muncul mengganggu otak saya sampai sekarang pikiran seperti ini: kenapa setiap SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) harus memiliki kantor sendiri. Hampir di semua kabupaten/kota atau bahkan provinsi yang terjadi idem ditto ■  Baca Sudah...Hal 39

Pemeran Video Mesum Ditangkap GALIH COKRO/RaBa

Pawai Sambut Tahun Baru RIBUAN siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) melakukan pawai di ruas jalan utama Kota Gandrung sore kemarin (27/11). Mereka berjalan kaki sambil mengumandangkan syiar Islam untuk menyambut tahun baru Islam 1433 Hijriah. Bentuk syiar yang dilakukan adalah membawa poster, serta menampilkan kesenian Islami dalam menyambut tanggal 1 Muharram kalender Islam itu. Sementara itu, rute yang dilalui adalah Jalan A Yani, Jalan PB Sudirman, Jalan Satsuit Tubun, dan berikutnya di kawasan lapangan Taman Blambangan. (gal/bay)

Adu Cepat Panjat Tembok Stadion

APJ PT. PLN BANYUWANGI Kepada Pelanggan Dengan Daya 450 VA hingga 900 VA untuk tambah daya menjadi 1.300 VA hingga 2.200 VA

GRATIS GALIH COKRO/RaBa

CEKATAN: Beberapa peserta mengikuti game di Stadion Diponegoro siang kemarin.

BANYUWANGI – Suasana lapangan barat Stadion Diponegoro Banyuwangi benar-benar meriah siang kemarin (27/11). Ratusan warga mengikuti berbagai lomba ketangkasan bertajuk Istana Jagat Rakyat di lokasi tersebut. Panitia menyuguhkan sembilan macam lomba ketangkasan di lapangan tersebut. Lomba tersebut

BANYUWANGI - Aparat Polsek Wongsorejo masih terus mengusut penyebaran video mesum, yang diduga dilakukan pasangan berstatus siswa sekolah kejuruan di wilayah Kecamatan Wongsorejo. Siswa berinisial BS, 17, yang diduga menjadi pemeran dalam video mesum itu ditangkap polisi kemarin (27/11). Pelajar kelas XI salah satu sekolah kejuruan itu ditangkap polisi di rumah orang tuanya di Kecamatan Licin. “Untuk se-

mentara, BS kita amankan di polsek sambil menjalani pemeriksaan,” ujar Kapolsek Wo n g s o re j o AKP Suhardi. Menurut Kapolsek Suhardi, BS selama ini tinggal bersama saudaranya di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo. Saat video mesum tersebut menyebar, tersangka pulang ke rumah orang tuanya. “BS mengakui video mesum yang telah menyebar itu miliknya,” katanya ■

diikuti oleh 42 tim yang masingmasing beranggotakan lima orang. Selain ratusan peserta, para penonton juga tampak antusias menyaksikan lomba tersebut. Aditya Wirambara, koordinator games Istana Jagat Rakyat mengatakan, kegiatan tersebut menyuguhkan sembilan lomba yang wajib diikuti peserta ■  Baca Adu...Hal 39

 Baca Pemeran...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

SURAM: Video mesum pelajar sudah beredar lewat telepon seluler.

Mengikuti Taubatan Masal di Lapas Banyuwangi

Batal Bikin Guest House di Ijen PERBAIKAN sarana dan prasarana di lokasi wisata terus dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun sarana publik di kawasan Gunung Ijen. Pemkab sudah siap membangun rest area dan toilet yang memadai untuk wisatawan. Sayangnya, sarana tersebut gagal diwujudkan tahun ini. Selengkapnya, baca Cover Story hal 30.

PERTAMBANGAN

Golden Share Dulu, Baru Teken Izin BANYUWANGI - Kegiatan eksplorasi tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran terancam terhenti. Ini akan terjadi kalau PT Indo Multi Niaga (IMN) tidak mau memberikan golden share (saham teritori) untuk rakyat Banyuwangi.  Baca Golden...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Banyak yang Histeris, Napi Cewek Langsung Masuk Islam Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi punya cara menarik dalam memperingati tahun baru Hijriah 1 Muharam 1433. Para warga binaan mengikuti Taubatan Masal di aula Lapas dengan dipandu puluhan kiai. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi GALIH COKRO/RaBa

TAUBATAN masal di Lapas Banyuwangi sebenarnya bukan yang kali pertama di gelar. Pada 1 Juni 2011 lalu, Lapas kelas II-B itu juga pernah digelar kegiatan serupa. Tapi bila dibandingkan dengan

MENANGIS: Napi mengikuti istighotsah di Lapas Banyuwangi kemarin.

acara beberapa bulan lalu, kegiatan kali ini terasa lebih menyentuh para narapidana (napi). Sekitar 500 napi dari sekitar 800 penghuni lembaga pembinaan itu,

diajak melakukan istighotsah dengan membaca kalimat-kalimat Toyibah yang dipimpin Ustad Ahmad Sidiq dari Pondok Pesantren Al Anwari Banyuwangi. “Ya Allah

ampuni segala dosa kami, jangan ambil nyawa kami saat kami berada di tempat ini, ya Allah,” cetus Ustad Sidiq saat memimpin istighotsah. Kalimat sentuhan yang disampaikan oleh ustad muda itu, ternyata mampu menyentuh perasaan para napi. Para napi yang semuanya berseragam serba-putih itu, langsung menundukkan wajah sambil meneteskan air mata. “Ya Allah, kuatkanlah keluarga kami yang ada di rumah, berilah rezeki yang halal bagi keluarga yang kami tinggalkan itu,” tambah ustad yang juga petugas penyuluh agama pada kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi itu. Kata-kata inilah yang membuat para napi banyak yang lemas. Tidak sedikit napi yang langsung menangis keras, karena teringat dengan keluarga yang ada di rumah ■

Pelajar pemeran video syur ditangkap

Biar cepat, pinjam saja berkas Ariel lalu di-copy paste

Empat dusun di Desa Kaligondo krisis air bersih

Yang jelas, ini bukan ulah pabrik air kemasan yang nakal

 Baca Banyak...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

COVER STORY

Senin 28 November 2011

Melihat Rencana Pembangunan Guest House di Kawasan Wisata Ijen

Beberapa Kali Tender Tidak Ada Pemenangnya BANYUWANGI - Perbaikan sarana dan prasarana lokasi wisata, secara bertahap mulai dilakukan tahun 2011. Hanya saja, belum semua perencanaan perbaikan sarana wisatawan berhasil direalisasikan. Selama ini, wisatawan asing dan domestik mengeluhkan minimnya sarana publik di kawasan Gunung Ijen. Selain sarana jalan yang rusak berat, juga tidak tersediannya penginapan dan rest area yang memadai untuk wisatawan. Diakui atau tidak, pesona kawah Ijen menjadi favorit bagi wisatawan Eropa. Pada bulan-bulan tertentu, wisatawan Eropa membanjiri Gunung Ijen untuk menikmati panorama alam yang eksotik tersebut. Meski menjadi jujugan wisatawan asing, namun Banyuwangi belum mendapatkan keuntungan maksimal dari lokasi wisata yang terletak di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso ini. Untuk mencapai puncak kawah Ijen tidaklah terlalu sulit. Ter-

dapat dua cara. Pertama, melalui rute Banyuwangi sejauh 38 km ke barat-Licin- Jambu- Paltuding. Cara kedua lewat rute Bondowoso ke timur-Wonosari-Sempol- Paltuding sejauh 70 km. Cara kedua paling banyak ditempuh orang karena rute yang dilewati jalan beraspal mulus. Sedangkan cara pertama melalui jalan makadam dengan tanjakan yang cukup curam. Turis asing selepas kunjungan di Bromo biasanya datang melalui Bondowoso kembali melalui Banyuwangi terus ke Bali dan Lombok. Melihat kenyataan itu, praktis Banyuwangi hanya dilewati saja. Untuk mendatangkan devisa bagi Banyuwangi, beberapa pelaku usaha menyampai-

kan beberapa masukan kepada pemerintah daerah. Salah satu yang diusulkan adalah pembangunan jalan, guest house dan fasilitas toilet umum bertaraf internasional. Usulan pelaku wisata itu, langsung mendapat respons dari Bupati Abdullah Azwar Anas. Dalam APBD 2011, Pemkab Banyuwangi menyediakan anggaran Rp 2,1 miliar. Dana Rp 1,2 miliar diperuntukan untuk memperbaiki jalan rusak, sedangkan yang Rp 900 juta untuk membangun guest house dan toilet umum di Paltuding. Meski belum 100 persen

mampu meng-cover kerusakan sarana jalan, namun upaya Pemkab dapat mengurangi panjang kerusakan jalan. Anggaran Rp 1,2 milir itu berhasil memperbaiki jalan sepanjang 5.500X4 meter dengan konsep tambal sulam. Selain memperbaiki jalan rusak, juga mengerjakan saluran air sepanjang 100 meter dengan harapan agar air hujan tidak menggenang di badan jalan. Ruas jalan Jambu-Paltuding yang rusak mencapai mencapai 4X10.000 meter. Sedangkan dengan kondisi baik hanya sekita 4X6000 meter dengan kondisi jalan hotmix.

ISTIMEWA

GAET WISATAWAN: Sarana toilet umum yang berkelas diharapkan bisa membuat kerasan wisatawan mancanegara.

“Tidak bisa diselesaikan keseluruhan karena anggaran yang tersedia sangat terbatas,� ujar Plt. Kadis PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, Mujiono. Sedangkan anggaran untuk pembangunan guest house dan toilet umum sebesar Rp 900 juta tidak bisa direalisasikan. Penyebabnya, beberapa kali paket proyek itu ditenderkan, tidak berhasil me-

nemukan pemenangnya. Paket proyek pembangunan guest house dan toilet, kata Mujiono, sepi peminat karena spesifikasinya terlalu tinggi. Pemkab Banyuwangi sengaja memasang spesifikasi tinggi karena fasilitas itu sasarannya untuk para turis mancanegara. Pembangunan guest house dan toilet tidak bisa dipaksakan untuk dilaksanakan tahun ini. (afi/aif)

Waktu Mepet, Ditunda 2012

DIANGGARKAN RP 900 JUTA: Inilah maket guest house bertaraf internasional yang akan dibangun di Paltuding, kawasan wisata Gunung Ijen. Karena waktunya mepet, proyek ini tidak bisa direalisasikan tahun 2011.tt

ISTIMEWA

GAGALNYA pelaksanaan tender proyek guest house dan toilet di kawasan wisata Gunung Ijen mengusik Pemkab untuk melakukan evaluasi. Pemkab langsung mengambil kebijakan untuk menunda pelaksanaan proyek berkelas internasional pada tahun 2012 mendatang. Sisa waktu tahun anggaran 2011 yang begitu mepet, tidak memungkinkan melaksanakan pekerjaan dengan spesifikasi tinggi. Selain belum ada pemenang tendernya, medan yang cukup berat menuju lokasi proyek menjadi pertimbangan penundaan pelaksanaan proyek. Plt. Kadis PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Mujiono mengatakan, pembangunan guest house direncakan dibangun dua lantai dengan beberapa kamar. Arsitektur pembangunan guest house itu memang dirancang kelas wisata internasional agar wisatawan nyaman dan kerasan. Pembangunan guest house dan toilet, lanjut Mujiono, untuk menggaet wisatawan ke Banyuwangi sebanyak-banyaknya. Saat ini, wisatawan mancaneg-

DOK/RaBa

JALAN KAKI: Wisatawan domestik berdoa di Paltuding sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak kawah Ijen.

ara (wisman) hanya singgah beberapa jam saja di Banyuwagi karena tidak tersedia fasilitas yang memadai di Paltuding. Selain menunda pekerjaan pada tahun 2012, Pemkab Banyuwangi juga merevisi spesifikasi pembangunan guest house dan toilet. Spesifikasi yang ada saat ini akan direvisi lebih sederhana dengan kualitas yang tetap menarik. Jika tidak direvisi, dikhawatirkan tidak menemukan pemenang tender yang sanggup menger-

jakan proyek tersebut. Sekadar diketahui, pendakian ke kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Hal ini semata alasan keamanan. Pendakian ke kawah Ijen dari Paltuding selama ini ditutup pada pukul 14.00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung wisatawan sering menginap di lokasi terdekat di Bondowoso. (afi/aif)

AGENDA KOTA Jika Anda punya acara, silakan hubungi Radar Banyuwangi 0333412224-7750400. Gratis!!!

Seminar KIP di RM Plengkung TABLOID Politik dan Hukum SUKSESI Memorandum anak perusahaan Memo Group (Jawa Pos Group) bekerjasama dengan Forum Kajian dan Study untuk Pembangunan Banyuwangi (FKSPB) mengadakan seminar sehari mengupas tuntas pemahaman dan pembelajaran tentang Manfaat Undang Undang 14 Tahun 2008 tentang

Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Kegiatan dilaksanakan hari ini di RM Mahkota Plengkung pada pukul 9.30. Tiga narasumber dihadirkan. Mereka adalah Komisi Informasi Jawa Timur Imaduddin, S.Sos, M.Si, Ketua Penyiaran Informasi Daerah Jawa Timur Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos, dan Direktur Memorandum Sukoto. (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Senin 28 November 2011

KONFERCAB IPNU

Duo Asal Tegalsari Pimpin IPNU-IPPNU TEGALSARI – Konferensi Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (Konfercab IPNU) Banyuwangi di pondok pesantren Mambaul Huda, Krasak, Kecamatan Tegalsari, berakhir kemarin (27/11). Dari arena konfercab tersebut, N. Sanusi terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Banyuwangi periode 2011-2013 mendatang. Sanusi unggul tipis atas M. Sulhan Hadi dengan raihan suara 21-18. Sementara di lokasi yang sama, PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi Afiq Maghfiroh unggul mutlak atas rivalnya. Pundi-pundi suara yang dikumpulkan mahasiswi STAI Ibrahimy ALI NURFATONI/RaBa Genteng ini mencapai 36 Afiq Maghfiroh suara. Sedangkan pesaingnya, Fitria Kusuma Fardani hanya mendapatkan tiga suara sah. Yang menarik, kedua calon terpilih tersebut berasal dari Kecamatan Tegalsari. M.Sanusi berasal dari Desa Tamansari, sedangkan Afiq Maghfiroh juga berdomisili di Desa Tegalsari. Begitu juga, M.Sulhan Hadi juga pria asal Tegalsari, Namun, sayang dia kalah tiga poin. Usai terpilih, Sanusi menyatakan akan meneruskan perjuangan pengurus sebelumnya. Tatanan Meng-IPNU-kan Banyuwangi akan terus menjadi perhatian serius di pundaknya. ‘’Kami akan terus menjaga konsistensi pengaderan IPNU untuk Banyuwangi yang lebih baik,’’ janjinya. (ton/bay)

Empat Dusun Krisis Air GENTENG - Warga empat dusun di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi resah. Karena sudah lima bulan ini, sebanyak 1.300 pelanggan HIPPAM di kawasan tersebut mengalami kesulitan air bersih. Air HIPPAM yang selama ini ntuk mereka manfaatkan untuk ari, kebutuhan sehari-hari, belakangan sudah tidakk mengalir lagi. Empat dusun tersebut, adalah Dusun Kaliwadung, Dusun Jepit, Dusun Wadung, dan Dusun Wadung Dolah. Winarto, salah satu pelanggan air bersih asal Dusun Jepit mengatakan, macetnya pasokan air bersih di rumahnya tersebut sudah berlangsung sejak sekitar empat bulan lalu. Tanpa sebab yang jelas, mendadak aliran air minum di rumahnya tidak lancar dan sering mati. ‘’Biasanya kalau pagi air mengalir kecil sekali. Kadang-kadang mati dan seperti sekarang mati total,” jelasnya. Akibat mampetnya pasokan air bersih tersebut, Winarto serta para tetangganya mengaku resah. Sebab kebutuhan seharihari, seperti memasak, mandi,

dan cuci pakaian menjadi terhambat. Parahnya lagi, sebagian warga yang dulunya memiliki sumur, memilih menutup sumur sejak berlangganan air bersih. ‘’Untung di rumah saya sumurnya bisa dipakai lagi. Kalau warga yang lain kebanyakan sumu sumurnya sudah ditutup dan nggak bisa dipakai,” tutur tuturnya. S Sementara itu, Ketua HIPPAM Tirto Wangi di Desa Kaligondo, Jatmiko ketika dikonfirmasi mengaku mengalami nasib yang sama. Pasokan air di rumahnya juga mampet. Sehingga sejak beberapa waktu lalu, dia memilih menggunakan mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan air bersih keluarga. ‘’Masih untung saya punya sumur,” katanya. Jatmiko mengaku dipercaya menjadi ketua HIPPAM Tirto Wangi sejak awal bulan ini. Dia dipilih ketika aliran air ke rumah 1.300 pelanggan sudah mengalami masalah. Sehingga dia mengaku tidak tahu persis, apa penyebab mampetnya aliran air tersebut. ‘’Yang jelas banyak faktor, bisa jadi pengaturan debit

airnya nggak rata, atau mungkin faktor lain,” tuturnya. Jatmiko menambahkan, HIPPAM Tirto Wangi tidak memiliki kewenangan untuk mengatur debit air yang sumbernya berasal dari Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. Sebab dulunya, pengelolaan air bersih tersebut menjadi kewenangan dari HIPPAM Tirto Mandiri yang keberadaannya sempat dipersoalkan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, beberapa waktu lalu. Karena itu, sebagai jalan keluar persoalan tersebut, pihaknya bersama warga Desa Kaligondo dan pihak terkait, sempat menyampaikan persoalan mampetnya aliran air tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, dan Tata Ruang Wilayah. Hasilnya, pihak HIPPAM Tirto Wangi dan para pelanggan, sepakat mengembalikan lagi pengelolaan air di daerahnya kepada HIPPAM Tirto Mandiri selaku pengelola pertama. Apalagi, lanjut Jatmiko, secara legalitas yang memiliki kekuatan hukum mengelola proyek air bersih tersebut adalah HIPPAM Tirto Mandiri n  Baca Empat...Hal 39

ABDUL AZIZ/RaBa

KERING : Ketua HIPPAM Tirto Wangi, Jatmiko terpaksa mengganti mesin pompa untuk mendapatkan pasokan air bersih di Desa Kaligondo. ADVERTORIAL

Malam Ini, Ayu Tingting Sapa Penggemar

RUSAK: Tanaman padi di Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu disiapkan untuk pakan kerbau kemarin.

BANYUWANGI – Djarum kembali menghibur masyarakat Banyuwangi. Kali ini artis papan atas dan sedang naik daun, Ayu Ting-ting bakal menyapa masyarakat. Rencananya, penembang lagu ‘Salah Alamat’ ini konser di lapangan barat Stadion Diponegoro Banyuwangi mulai pukul 19.00 malam nanti (28/11). Selain Ayu Ting-ting, pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan band lokal. Distrik Manager PT. Djarum Banyuwangi, Eddy Retanubun mengatakan, konser ini merupakan ikhtiar Djarum untuk mengobati rasa penasaran masyarakat Banyuwangi terhadap sosok Ayu Ting-ting yang melejit melalui lagu ‘Salah Alamat’ ini. “Untuk itu, Djarum berupaya

ALI NURFATONI/RaBa

Gagal Panen, Padi untuk Kerbau SEMPU – Ada saja ulah para petani di Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi ini. Lantaran gagal panen, tanaman padi yang sudah berumur tiga bulan itu terpaksa diberikan kepada ternak kemarin (27/11). Gara-garanya, panen musim ini hampir dipastikan tidak bisa dinikmati. Meskipun warna tanaman padi tersebut sudah

tampak kuning, namun bulir padi yang seharusnya berisi beras itu ternyata kosong. Sejumlah petani di lokasi tersebut terpaksa menjadikan tanaman padi tersebut sebagai pakan kerbau. ‘’Kalau dibiarkan eman-eman, lebih baik untuk pakan kerbau,’’ cetus Ponidi, warga Dusun Plaosan. Pantauan wartawan koran ini, tanaman padi yang sudah menguning hanya ada di lahan

tersebut. Luas lahan juga tidak terlalu banyak untuk tanaman itu. Di sekitar padi yang sudah kuning itu juga ada tanaman padi lain yang baru ditanam. Tidak hanya itu, ada pula tanaman palawija seperti kacang, cabai, dan sayuran. Sialnya, hama wereng tampak hanya menyerang tanaman padi yang ditanam di lahan yang tidak terlalu luas itu. (ton/bay)

ISTIMEWA

mendatangkan Ayu Ting-ting. Tujuannya agar masyarakat bisa melihat dari dekat sosok artis kelahiran Depok itu,” kata Eddy. Eddy menambahkan ke depan, Djarum akan menghadirkan artis-artis papan atas yang menjadi idola masyarakat. Sebelumnya, puluhan band nasional juga telah dihadirkan Djarum di Kota Banyuwangi. Kehadiran mereka sangat disambut antusias oleh pengunjung. “Jadi untuk malam nanti, silakan masyarakat Banyuwangi datang dan menyaksikan penampilan langsung Ayu Ting-ting. Tapi saya mengimbau agar penonton tetap menjaga diri saat konser berlangsung, agar konser bisa berlangsung nyaman dan aman,” terangnya. (ikl/*/bay)


KOMUNIKASI BISNIS

32

MKKS SMA Workshop Validasi KTSP

Festival Pop Singer di Dinas Pariwisata BANYUWANGI - Lomba festival pop singer yang digelar Cahaya Enterprise di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banyuwangi berlangsung meriah. Sedikitnya 150 peserta mengikuti lomba untuk mengadu kemerduan olah vokal. Lagu wajib seperti Mimpi dari Anggun C. Sasmi dan Aku Harus Jujur dari Krispatih mampu dinyanyikan dengan merdu oleh para peserta yang didominasi kalangan anak muda tersebut. ”Rata-rata dari mereka telah

mengusai teknik dan olah vokal yang memadai,’’ kata ketua panitia, Rahayu Wahyudiati. Menurut Rahayu, lomba pop singer ini digelar untuk menyambut Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba), sekaligus mengobati kerinduan warga Banyuwangi dengan lomba pop singer. Diharapkan, dengan festival ini muncul bibitbibit penyanyi baru dalam dunia seni suara. ’’Silakan menyaksikan audisinya di Dinas Pariwisata yang digelar setiap malam hari,’’ pungkasnya. (adv/als)

IWAN SETIONO/RaBa

MERDU: Penampilan salah satu peserta pop singer di Aula Disparbud Banyuwangi kemarin malam.

IWAN SETIONO/RaBa

KOMPAK: Pengurus DWP foto bersama dalam pembukaan lomba futsal di lapangan Scudetto Banyuwangi kemarin.

Ibu-Ibu Dharma Wanita Main Futsal BANYUWANGI - Memeriahkan hari jadi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyuwangi ke12, kemarin di Lapangan Scudetto, Banyuwangi, digelar lomba futsal khusus ibu-ibu Dharma Wanita unsur pelaksana. ”Ibu-ibu mainnya jangan ngoyo. Jangan mencari kemenangan yang terpenting kebersamaan,’’ pesan Hj. Netty Sukandi, ketua DWP Banyuwangi. Netty Sukandi menambahkan, kegiatan DWP dalam me-

meriahkan hari jadi ini banyak sekali. Beberapa waktu lalu, diadakan bakti sosial berupa khitanan masal di Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi. Juga lomba futsal, pemberian Alat Peraga Edukatif (APE) pada PAUD dan TK, yang ada di Banyuwangi, serta dan kegiatan sosial lainnya. ”Puncak peringatan HUT DWP akan dilaksanakan di Gedung Wanita Paramitha Kencana pada tanggal 6 Desember mendatang,’’ pungkas istri Sekkab Sukandi itu. (adv/als)

KB MOW Lampaui Target BANYUWANGI – Ungkapan banyak anak banyak rejeki tampaknya sudah kurang diminati masyarakat. Terbukti, banyak perempuan yang mengikuti program Keluarga Berencana (KB) jenis medis operasi wanita (MOW) atau lazim disebut KB steril karena tak lagi ingin memiliki banyak anak. Itu kemarin terbukti dalam acara yang digelar Kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur, RS Dr Sutomo Surabaya, dan Pemkab Banyuwangi di Rumah Sakit (RS) Blambangan. Sedikitnya 58 perempuan mendaftarkan diri menjadi peserta KB MOW. Mereka adalah ibu-ibu yang rata-rata sudah memiliki tiga anak atau lebih. ”Setelah diperiksa dan sebagainya, kita layani 43 orang. Sisanya ada yang tak memenuhi persyaratan secara medis,” terang Kepala BKKBN Banyuwangi Drs Pua Jiwa.

Senin 28 November 2011

SITUBONDO – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menggelar workshop validasi kurikulum satuan pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Situbondo kemarin. Kegiatan yang bertempat di Aula Hotel San Sui, Kendit, itu diikuti 120 peserta. Peserta terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru mata pelajaran dari sekolah negeri maupun swasta. Acara tersebut dibuka Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto. Dia sangat mendukung dan merespon kegiatan tersebut. Sebab, akan lebih meningkatkan mutu pendidikan di Kota Santri. “Hasil yang didapat dari workshop ini harus bisa diimplimentasikan dan ditularkan kepada guru-guru lainnya,” harap bupati di hadapan para peserta workshop. Workshop diharap tidak hanya sekedar memperdalam nilai-nilai intelektual. Namun, juga harus membentuk kepribadian manusia yang utuh. Yakni, dengan membentuk karakter anak didik lebih baik. Bupati Dadang berpendapat harus ada format khusus KTSP di Situbondo. Tidak bisa mengalir begitu saja. “Ingat, semua sekolah di Situbondo tidak ada yang bervisi jelek. Semua hebat. Tapi, bagaimana menerjemahkan visi itu dalam bentuk karakter pribadi yang berimbang, ini

SYAMSURI/RaBa

BUKA ACARA: Bupati Dadang didampingi Kadis Pendidikan H. Fathurrachman dan Misyari di Aula Hotel Sansui kemarin.

tentu tidak cukup hanya disampaikan secara lisan saja, tetapi harus langsung praktek,” terang bupati. Panitia acara mendatangkan tiga nara sumber. Di antaranya, Dinas Pendidikan Kabupaten maupun Provinsi Jawa Timur. Antara lain Heru Asri Purno, Imam Safi’I, dan H. Djunaedi. Materi Validasi KTSP disampaikan Heru Asri Purno. Dia menjelaskan terkait perencanaan kurikulum di satuan pendidik yang dimulai dari pelaksanaan program kurikulum tentang kenaikan kelas, kelulusan, visi-misi sekolah, struktur muatan kurikulum serta kalender pendidikan. Imam Safi’i mengupas analisis konteks yang menjelaskan tentang pencarian data atau informasi yang otentik. Ini sebagai acuan tentang penyususnan program akademik yang dianalisa. Itu terdiri dari delapan standart nasional

pendidikan, ditambah anilisa satuan pendidikan dan analisa lingkungan satuan pendidikan. “Juga dibahas materi rencana akademik dan rencana kerja sekolah (manajerial) dan penyesuaian materi pembelajaran masing-masing guru,” ungkap Ketua Panitia, H. Misyari. Materi pendidikan karakter disampaikan H. Djunaedi. Dia mengupas pendidikan karakter yang selama ini sudah mulai banyak mendapat sorotan masyarakat. Ini terkait kemajuan dunia pendidikan. “Saya pribadi sangat mendukung sekali himbauan bupati untuk memasukkan pendidikan karakter di silabus atau RPP sekolah,” imbuhnya. Kata dia, banyak jalan untuk memberikan pendidikan karakter. Mulai kesopanan, kejujuran, tutur kata dan pelayanan. Ini bisa dipraktekkan langsung kepada siswa melalui pembagian piket. (pri/adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

PEDULI: Kepala BKKBN Banyuwangi Pua Jiwa (kiri) mendampingi peserta MOW di RSUD Blambangan kemarin.

IWAN SETIONO/RaBa

Menurut Pua Jiwa, peminat KB MOW di Banyuwangi cukup besar. Pada 2011, BKKBN ditarget merekrut 180 orang untuk mengikuti KB MOW. Namun, kini sudah terlampaui hingga 388 orang. Yang berarti meningkat 215 persen. Salah satu alasan KB MOW digandrungi, karena masyarakat sadar jenis KB yang satu ini adalah yang paling aman dibanding jenis-jenis KB lain.

Terutama, bagi mereka yang sudah tak ingin memiliki anak lagi. ’’Kesadaran masyarakat Ba-

nyuwangi sangat tinggi dalam mendukung program pemerintah,’’ pungkasnya. (adv/als)

DIJUAL Suzuki GC 415 APV DLX MT th 2004 merah mtl, hrg 89 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit , hubungi: (0333) 631526– 635176 , 0811351148

DIJUAL tanpa perantara, Suzuki Amenity Thn 91, silver metalik, harga 39 jt (nego) barang bagus. Hubungi: 0816591266, 081337555475

DIJUAL Daihatsu xenia F600 RV GMDF JJ th 2008 biru muda mtl, hrg 107,5 jt nego brg istw Bisa, Cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Suzuki Escudo SE 420 2 WD MT (jeep) th 2001 hitam, hrg 105 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526– 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV 25 th 2000 biru tua mtl, hrg 95 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota kijang LSX kf80 std th 2003 hitam, hrg 107,5 jt nego, brg istw , bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•VILLA TAMANSARI•

•JL. ADI SUCIPTO•

•TANAH RUMAH•

•TANAH KAPLING•

•SUZUKI APV X•

•DICARI•

•LAMPU TENAGA SURYA•

DIJUAL Villa di Tamansari, Licin, Lux, SHM, LT/LB 1000/250, kolam renang, 3 KTd + KM. Harga Nego. Hubungi: 08123496044

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DIJUAL Tanah + Rumah Kos Lt2 SHM 141m2. Jl. Halmahera II No.5 Jember Dekat Unej. Hub: 081330066201

DJL Suzuki APV X 2006, P Banyuwangi, coklat metalik. Hub: 081249300900

DCR Speda Motor bks th 1980-2011 harga tinggi, H: 085234943645/087755966735

PAKET LAMPU Jalan Tenaga Surya mulai 7 Juta (non tiang) bergaransi resmi Hubungi: 08123277345 atau www.anekasolusidaya.com

•SOBO PERMAI•

www.BanyuwangiProperty.com.Jual/Beli rumah. Hub ARYA 081336659258

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DIJUAL Rumah Sobo Permai, SHM Lt 95m, 1RT, 1RKeluarga, 2 KMT, Harga 75juta nego. Hub 082131544294, 085236556444

•GENTENG• DIJUAL Rumah lokasi sgt strategis di Jln Raya Genteng, luas 293 M2 SHM Harga 1,75 M Nego, Hub. 081358279830

•RUMAH PENGINAPAN• DJL rumahL300M2KT4,KM4,Rtamu,mosola Cck untk usaha penginapan kos2 an dll kontrpksi Tk 3 lok Jbr Hrg 375 jt, H: 081336622317

•RUMAH KEBUN L8050M2• DJL rumah + kebun L8050M2 SHM ada kolam ikan Cck utk villa perternakan dll hrg 65 rb/M2 pekulo sbsri H: 081336622317

•PROPERTY•

•2 RUMAH• LUAS 10X15 (2 Rumah) Hrga 125 Jt nego, Jl. Ikan Kembang Waru RT 04/03, belakang Jagalan Karangrejo, HP: 081615726945

•TANAH KEBUN• DIJUAL : Tanah kebun + 4Ha + Villa di Kalipuro (15 menit dari pusat kota Banyuwangi) Hub: 081913965354.

•KEBUN SALAK 11200M2•

SITUBONDO

DIJUAL Kebun salak L 11200m2 SHM, kelapa 180 phn sdh prduksi, hrg 35rb/m2 lok Ds Rayun Srono, H: 081336622317

BANYUWANGI

•JL. ANGGREK•

•TANAH + BANGUNAN•

•PT. SARIFEED INDOJAYA•

DJL Rmh LT420m2, tlp, PDAM, listrik 900W, KM 3, KT 5, RT, R. Tgh, R. Kelg, R. Mkn, dpr, gdg. Jl. Anggrek IV/01, 085219999788

DJL Lt. 940 /LB. 10X12 M2 Jl. Patung Tembok Muncar, Hub. Moh. Ikhwan 593773-08124914916

•BESUKI•

•TANAH GENTENG•

DIBUTUHKAN SEGERA Analisis Kimia syarat: - S1 Kimia - Pria, usia max 35 tahun - Pengalaman min 2 tahun Mengetahui ISO 17025, Berminat Hubungi: PT. Sarifeed Indojaya, 0333 - 593327

DJL Rmh T. perantara L1400m2, Bgn900m2, SHM, kond baik, di Jl. Jokotole 15 35-Besuki, Stb. H. 0338-891196/087857931687

DIJUAL Tanah Ls 2090m2 Genteng, Hub: 081235805050. P. Joko, Jl. Ry Setail Genteng

•TANAH 1665M2• DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•SUTRI GARDEN•

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• GUDANG BEKAS•

• THE LAGOON RESIDENCE•

DJL utk Ruko Gudang Bekas Mebel Anis di Jln Kepiting Bwi Dpn Bengkel Mobil Hub. 085335735964.

RUKO 2 lt, LT80m2, LB110m2, SHM, siap huni, rumah T50,T80, hrg mulai 200jtan. Jl. Yos Sudarso 60A Banyuwangi. H: 081331354660, 081252476002

• TOKO 4 LANTAI• DIKONTRAKAN toko Lt 4, 200m. Lok Jl Jend Sudirman 88 Bwi. Hub 0333421316

• TOKO SHM• DIJUAL Toko SHM 20m2 Lincing Rjampi, ada PLN, hrg nego. H: 082141140617

GENTENG • RUKO+GUDANG• DIJUAL Ruko + Gudang, Jl. Diponegoro 346 sblh PLN Genteng, LT 790, LB 450, SHM/IMB. Hub: 396254/085854916499

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/ 081249400460

Hotline Iklan: (0333) 412224

•MOBIL HONDA•

• PROMO DAIHATSU•

READY STOCK Honda Jazz, CRV, Freed, Civic - 2011, Tlp: 081233183779.

•GEBYAR DISKON DAIHATSU•

MILIKI Gran Max UM 5jt-an. Terios, Sirion, Luxio Disc 15Jt. Tlh hadir ALL New Xenia Inden skrg jg. Hub Hadi Daihatsu 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

DAPATKAN All New Xenia hrg mli 130 Jtan. Gran Max Free 8 Jt. Hub: Esthi Daihatsu. 081358624663 / 0333-7791779 / 087857994041

DJL Mits Kuda Grandia ‘03 MT Hitam CD Jok kulit, H. 99jt, kondisi bgs,087852755758

•BISNIS TAS IMPORT•

•DAM TRUK•

•PRIMA MOBIL•

ANDA Berminat jual/kredit tas ibu2 import kw1, H:085238015470 (Bwi &Stb)

DIJUAL Dam truk 95 jas 08.05 City 08. Baleno 03 L300. 09 Cash/kredit. Hub. 082142194111, 081335897888.

SEGERA Indent! All New Avanza, New Kijang Innova, Yaris, All New Xenia, PU Granmax, Terios, New Grand Livina, New Jazz, PU T120SS, PU L300, PU MegaCarry. H: 0333411655/0811301676

•AVANZA & VIOS• DJL Avanza G Hitam 09 145jt & Vios Grey 04 79jt Nego, Jl. Widuri 21/0811359689

•MAU PASANG IKLAN?•

•KOMUNITAS•

HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180

COMUNITAS Mobil Jazz Banyuwangi, Bagi pecinta Mobil Honda Jazz, mari bergabung. Kordinator: H. Iqbal Masruri, HP: 0811354363

•MITSUBISHI KUDA•

•PRIMA MOBIL• CRV 09, Jazz 05, Kijang Krista 97, Lsx Slr 97, Avanza 05, 06, Xenia 05, Escudo 98, 04, PU T12009, Futura 09, Stw Zebra 07, Panther New HiGrade 99, Taruna 02. Hub: 0333411655/0811301676

•MONITOR RUSAK• CRI/DBLI Monitor/CPU rsak=40rbu, hardisk/mthboard/pwrsuply rsk=7rbu, AC/ prabola/kulkas, trma borong wartel/warnet buyar. CV. ANACOM 085736367229

• FORTUNE TRAVEL• SUPER Executive Travel, Layanan antar jemput, terima titipan paket kilat Banyuwangi - Surabaya PP, armada Innova, ELF, Pregio.T (0333)8924 999, (031) 83100 888, 0821 8983 5555, 0812 176 34300

SURABAYA •RESTAURANT• TELAH DIBUKA Rawon Bik Ati 3, Jl. Embong Ploso 27 (Bambu Runcing belok kiri, timur PMI Surabaya), buka 07.00 21.00. Hubungi: 081249325276/ 081393449955

SITUBONDO •STNK• HLG P5563 EN an Doddy Asianto, d/a Panji Permai Kec Panji Situbondo


BALJEBOL

Senin 28 November 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Gabah Kering Masih Rp 4 Ribu

RADAR JEMBER/JPNN

MAJU SATU JAM: Kereta Api Mutiara Timur yang biasanya berangkat pukul 09.00 dari Banyuwangi, dirubah menjadi pukul 08.00.

Jadwal Keberangkatan KA Dirubah Diberlakukan Mulai 1 Desember Mendatang JEMBER –PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 mulai 1 Desember mendatang akan melakukan perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api di stasiun Jember. Hal ini disampaikan Gatut Sutiyatmoko, Humas PT KAI Daop 9, Jember Gatut menjelaskan, Kereta Api Mutiara Timur Siang jurusan Banyuwangi-Surabaya yang biasanya berangkat dari Banyuwangi pukul 09.00 dirubah menjadi pukul 08.00. Sementara, untuk Mutiara Timur Malam yang biasanya berangkat pukul 22.15, berubah jadwal menjadi pukul 21.45. Sedangkan untuk kereta api Pandanwangi jurusan Kalibaru-Banyuwangi mulai berangkat dari Kalibaru pukul 05.15 dan dijadwalkan akan berangkat dari Banyuwangi pukul 19.45. ”Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi bakal berangkat pukul 15.30. Kemudian dari Banyu-

wangi pukul 09.00,” ujarnya. Sementara, Kereta Logawa jurusan Jember-Purwokerto dijadwalkan berangkat pukul 05.15 dan KA Tawangalun jurusan Banyuwangi-Malang dijadwalkan berangkat dari Malang pukul 14.30. Gatut menambahkan, perubahan jadwal pemberangkatan ini juga diikuti dengan perubahan jadwal kedatangan kereta. Kedatangan kereta akan lebih cepat dibanding sebelumnya. Kedatangan kereta api Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Jogjakarta, misalnya, dijadwalkan akan tiba di Jogjakarta pukul 19.19. Kondisi ini lebih cepat dari sebelumnya. Begitu juga dengan kereta api Probowangi jurusan Probolinggo-Banyuwangi memiliki jadwal keberangkatan dari Probolinggo tetap pukul 05.00 dan akan sampai di Banyuwangi pukul 11.07. ”Ini lebih cepat beberapa menit dari kedatangan sebelumnya yakni pukul 11.49,” ujarnya. Sedangkan untuk kereta Logawa yang sebelumnya dijadwalkan tiba di Stasiun Purwokerto pukul 18.45, mulai 1 Desember nanti

akan dijadwalkan tiba pukul 18.24. Perubahan jadwal kereta api tersebut, kata Gatut, dilakukan dilakukan guna memberikan layanan transportasi terbaik kepada masyarakat. Apalagi, kini pihak PT KAI telah melakukan pembenahan. Setelah mengatur agar jumlah penumpang kereta tidak berjubel, kini berbagai fasilitas transportasi rakyat ini diperbaiki. Kali ini, pembenahan dilakukan dengan memperbaiki jalur perlintasan Kereta Api (KA) di beberapa tempat. ‘’Perbaikan saat ini tengah kami lakukan. Tak lain agar jadwal kedatangan kereta lebih tepat waktu,’’ ujar Gatut Sutiyatmoko. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan perbaikan lintasan di sejumlah titik. ”Hal ini tak lain untuk menambah kecepatan laju kereta api,’’ kata Gatot lagi. Menurut Gatot, saat ini ada pergantian perlintasan dari rel ukuran R 33 dirubah menjadi R 54. Permukaan rel lebih lebar dan lebih tebal. Termasuk bantalan rel juga diganti lebih bagus. (rid/wnp/jpnn)

Empat Desa Digelontor Air Bersih BONDOWOSO - Empat desa di Bondowoso yang selama ini selalu kekurangan air bersih, yakni Desa Gayam Kecamatan Botolinggo, Desa Jebung Kidul Kecamatan Tlogosari, Desa Gadingsari Kecamatan Pakem, Desa Karangsengon Kecamatan Klabang, mendapatkan pasokan air bersih dari Pemprov Jatim. Untuk biaya pembelian air bersih itu, pemprov menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso dan PDAM Bondowoso, untuk mengirimkan air bersih empat ribu liter air per desa selama 20 hari ke depan. “Dana bantuan tersebut, memang dikhususkan untuk pembelian air bersih. Kemudian, BPBD Bondowoso dan PDAM Bondowoso, langsung mengirimkan air bersih ke empat desa tersebut,” ungkap Kepala BPBD Abdurahman, Minggu kemarin (27/11). Setiap desa, mendapatkan pasokan satu tangki berisi air dengan volume empat ribu liter. “Sehingga, setiap harinya, PDAM mengirimkan truk tangki berisi air ke empat desa sebanyak 16 ribu liter air,” katanya. Sedangkan BPBD dan PDAM akan mengirimkan air bersih itu selama 20 hari ke depan. Sehingga warga di empat desa itu, tidak mengalami kekurangan air bersih. “Air bersih itu untuk kebutuhan minum dan untuk memasak makanan,” katanya. Empat desa itu memang selalu mengalami kesulitan air bersih. Selain itu, Pemprov Jatim juga menyumbangkan

tandon untuk penampuangan air. “Setiap desa, mendapatkan bantuan dua tandon air. Jadi, secara keseluruhan ada delapan tandon yang dikirimkan ke empat desa itu,” katanya. Diharapkan, kata Abdurahman, warga di empat desa itu, tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan air. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan dasar, yakni minum dan makan, warga pada empat desa tidak kesulitan air bersih lagi. Dari informasi RJ, warga di empat desa itu, sebelumnya memang kesulitan untuk memperoleh air bersih. Terlebih musim kemarau. “Kami harus mencari air bersih ke sumber mata air di desa tetangga. Sebab, daerah kami ini memang sulit untuk memperoleh air bersih,” ujar Nurul, 45, warga Desa Gayam Kecamatan Botolinggo.

Namun, dengan adanya bantuan dari pemprov Jatim itu, kesulitan warga untuk memperoeh air bersih, sudah tercukupi. “Sebab, setiap harinya, desa kami ini dipasok air oleh PDAM Bondowoso,” katanya. Diharapkan, pasokan air bersih tidak berhenti dari adanya

bantuan dari pemprov saja. “Kami berharap pemkab tetap peduli kepada warganya. Misalkan, dengan membangun sarana dan prasarana air bersih. Sehingga, setiap saat, kami bisa memperoleh air bersih,” katanya. (eko/hdi/jpnn)

BONDOWOSO - Tidak mengherankan jika saat ini harga beras terus melonjak di pasaran. Sebab, petani yang saat ini tengah memanen padinya, mereka menjual gabahnya (kering sawah) dengan harga Rp 4 ribu per kilogramnya. Para tengkulak yang membeli gabah kering sawah milik petani itu menjual kembali dengan harga sekitar Rp 4.700 per kilogramnya (kering giling). Sedangkan pabrik beras atau penggilingan padi menjual beras hasil olahannya dengan harga cukup tinggi disesuaikan dengan biaya produksi yang dikeluarkan pabrik. “Sehingga, beras yang dijual dipasar-pasar tradisional mencapai angka kisaran di atas Rp 7 ribu per kilogramnya (mutu sedang, Red). Sedangkan, beras premium (mutu tinggi) bisa mencapai Rp 9 ribu per kilogramnya,” ungkap Ny Kamil, 60, penjual beras yang ditemui RJ di Pasar Induk Bondowoso, Minggu kemarin (28/11). Namun begitu, masyarakat

akan kesulitan untuk membeli beras dengan mutu sedang (setara raskin) di pasar-pasar tradisional. Sebab pedagang di pasar-pasar tradisional di Bondowoso menjual beras dengan mutu yang lebih bagus. “Oleh sebab itu, harga beras di pasar tradisional terus melonjak naik. Sebab, kualitas beras sangat mempengerahui harga,” tambahnya. Sebaliknya, masyarakat saat ini, lebih menyukai mutu beras yang bagus. Sementara itu, pantauan koran ini di lokasi panenan padi, beberapa petani mengatakan, mereka menjual gabah yang baru dipanen dengan harga Rp 4 ribu per kilogramnya. “Tadi saja, ada tengkulak yang nebas gabah dengan harga Rp 400 ribu per kuintalnya. Ini, gabah kering sawah lho,” ujar Hanafi, 45, salah seorang petani. Sehingga wajar jika tengkulak itu menjual gabahnya lebih mahal. Sebab, mereka harus mengeluarkan ongkos untuk mengeringkan gabah. “Biasanya, tengkulak menjual ga-

bah kering giling dengan harga pada kisaran Rp 4.700 per kilogramnya,” katanya. Sedangkan, para pemilik penggilingan beras atau pabrik beras, membeli gabah kering giling atau kering sawah dengan harga cukup mahal. Tidak heran, jika para pemilik pabrik beras menjual berasnya ke pasaran dengan harga lebih tinggi. “Bahkan, untuk beras kelas premium dijual dengan harga Rp 9 ribu di pasaran,’ tambahnya. Sedangkan Bulog sendiri hanya diberi batasan harga oleh pemerintah atau HPP (Harga Pokok Pembelian) untuk membeli beras milik petani dengan harga Rp 6.500 per kilogramnya. Atau membeli gabah kering giling dengan harga Rp 4.300 per kilogramnya. “Sehingga, Bulog akan kesulitan untuk memperoleh beras atau gabah dengan harga seperti itu. Sehingga, petani lebih memilih menjual gabah ke temgkulak. Sebab, harganya lebih tinggi,” tambahnya. (eko/hdi/jpnn)


38

Senin 28 November 2011

Persewangi Mulai Bimbang Antara Ikut LPIS atau PT Liga Indonesia

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI – Gonjang-ganjing gelaran kompetisi profesional yang melanda PSSI berimbas juga ke Persewangi. Godaan untuk turut serta di antara dua model kompetisi yang masingmasing dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo dan PT Liga Indonesia itu membuat manajemen bimbang. Apalagi, kedua pengelola liga ini menawarkan sejumlah insentif menarik. Insentif itu diantaranya terkait suntikan modal kepada masing-masing klub peserta. Untuk pengelolaan di bawah LPIS, dikabarkan untuk level Indonesia Primier League (IPL), setiap kontestan mendapat suntikan hingga Rp 2 miliar. Sedangkan untuk tingkatan Divisi Utama suntikan dana yang dijanjikan hanya mencapai Rp 500 juta per tim. Hal senada juga ditawarkan oleh PT Liga

Indonesia (LI). Otoritas pengelola Liga Indonesia yang lawan ini juga seakan tidak mau kalah. Untuk tingkatan kompetisi di level Indonesia Super League (ISL) dikabarkan siap menggelontor dana Rp 2 miliar. Sedangkan untuk kasta Divisi Utama tidak tanggung-tanggung, janji bantuan pendanaan yang akan diberikan mencapai Rp 1 miliar. Hanya saja, tarik ulur yang menjadi pertimbangan saat ini adalah legalitas kompetisi. IPL yang kini di bawah naungan PSSI merasa bahwa kompetisi yang dijalankannya memiliki sertifikasi legal. Sedangkan ISL dianggap induk sepak bola nasional itu sebagai kompetisi ilegal. Lalu, bagaimana dengan sikap Persewangi? Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengaku timnya saat ini dalam posisi dilematis. Artinya kedua otoritas

liga profesional itu saling mengeluarkan jurus rayuan untuk bergabung. “Ajakan dari LPIS dan LI juga tidak kalah gencar,” katanya. Diakuinya, di satu sisi, penawaran masing-masing dari LPIS dan LI memang ada daya tariknya. Untuk tim yang kelimbungan dana seperti Persewangi, tawaran LI seperti hujan di musim kemarau. Hanya saja, aspek legalitas yang dimiliki LPIS menjadi kredit poin yang menjadi nilai lebih dari gelaran IPL. Mensiasati rayuan dari LPIS dan LI, Nanang mengaku akan pertemuan dengan pengurus seluruhnya. Diantaranya pertimbangan kemungkinan Persewangi menyebrang ke LI ataukah tetap pada jalur liga seperti arahan LPIS. “Kita belum bersikap. Keputusan finalnya akan dibahas dengan pengurus,” cetusnya. (nic/als)

BEREBUT BOLA: Pemain SMPN 1 saat berhadapan dengan SMP Santo Yusuf di kategori SMP kemarin.

Awak Media Wajib Mendaftar Wakil Situbondo Bertumbangan BANYUWANGI – Tiga tim asal Situbondo harus menerima kenyataan pahit dalam laga Banyuwangi Basketball League (BBL) di GOR Sahabat Banyuwangi kemarin. Tim SMKN 1 Panji Situbondo putra dan putri harus menerima kenyataan saat bersua lawan-lawannya siang kemarin. Satu tim lainnya yakni SMAN 1 Situbondo juga tersungkur dalam laga yang disaksikan puluhan pasang mata tersebut. Melakoni babak penyisihan di grup K, tim putra SMKN 1 Panji harus mengakui keunggulan SMAN 1 Genteng. Dalam empat babak yang di-

mainkan, duta dari Genteng itu menyudahi perlawanan anak-anak Panji dengan skor 48-33. Nasib yang sama juga dialami tim putri SMKN 1 Panji yang juga menyerah dalam pertandingan kemarin. Berduel dengan SMAN 1 Purwoharjo di grup O, Cong-Kacong Panji dipaksa bertekuk lutut dari jawara pra musim wilayah selatan itu dengan skor 38-21. Di-game lainnya, satu wakil Situbondo lainnya yang dipaksa menyerah dari tim dari Banyuwangi, SMAN 1 Situbondo. Menghadapi SMAN 1 Genteng, skuad SMAN 1 Situbon-

IPSI Seleksi Pendekar Muda BANYUWANGI – Pengkab IPSI Banyuwangi bersibuk diri mulai kemarin. Gelaran kejuaraan daerah (kejurda) pencak silat pelajar (P2SP) yang akan digelar di Surabaya mulai 7 hingga 12 Desember mendatang menjadi penyebabnya. Demi meraih hasil maksimal dalam ajang tersebut, induk pembina pendekar di Banyuwangi itu mulai menyeleksi calon skuadnya. Bertempat di Aula SMKN 1 Glagah, ratusan pendekar turut serta dalam penjaringan tersebut. Mereka berasal dari berbagai perguruan yang ada di bawah naungan IPSI Banyuwangi. Dari seleksi ini, mereka akan dipilih merunut usia dan kelas yang diperlombakan untuk diproyeksikan tampil di ajang P2SP tersebut. Pelatih kepala IPSI Bambang Wahyuono mengatakan, seleksi ini merupakan penjaringan

untuk pesilat tampil di ajang P2SP. Dari sini, dia berharap ada pesilat yang siap untuk tampil di level regional Jawa Timur itu. “Makanya kita seleksi siapa saja yang layak untuk berangkat ke Surabaya nanti,” katanya. Untuk bisa tampil di ajang ini, penyelenggara telah menetapkan bahwa usia pesilat maksimal adalah 15 tahun. Sedangkan untuk batasan usia minimal adalah 12 tahun. Untuk kategori putri, ada sembilan kelas yang akan dipertandingkan. Sedangkan untuk putra ada delapan kelas yang akan dimainkan. Itu belum termasuk nomor beregu yang turut dimainkan di ajang ini. Dari penjaringan ini, pesilat akan dipilih sesuai dengan kelas yang akan dimainkan. Mereka yang terbaik yang dipastikan akan turun berlaga di kejuaraan yang dihelat di kampus C Universitas Airlangga Surabaya ini. (nic/als)

Fokus Dua Even Besar Tahun Depan Target Kepengurusan Baru Lemkari BANYUWANGI – Beban kepengurusan baru Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) Banyuwangi cukup berat. Kiprah perguruan karate berlogo harimau terbang itu dalam berbagai ajang kejuaraan setidaknya sudah menunggu di depan mata. Dua kejuaraan di awal tahun depan diharapkan menjadi titik balik peningkatan prestasi yang diharapkan terhadap kepimpinan baru di tangan Heru Nurahman. Dua agenda kejuaraan yang sudah menunggu tersebut adalah Kapolres Cup di Mojokerto dan Marinir Open di Surabaya. Even kejuaraan itu rencananya dilaksanakan pada Februari hingga Maret tahun 2012 mendatang. Dan, itulah yang kini menjadi tantangan kepengurusan baru untuk meraih hasil maksimal di ajang tersebut. Pembina Lemkari Ahmad Wahyudi mengatakan, hadirnya dua even kejuaraan itulah yang menjadi salah satu alasan dilaksanakannya muscablub. Dia menilai akan datangnya dua even itu membutuhkan figur yang pas dan tangguh. Soliditas organisasi menjadi mutlak agar Lemkari bisa meraih hasil maksimal

seperti yang diharapkan. Seperti diberitakan , tongkat komando Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) Banyuwangi berpindah tangan. Lewat musyawarah cabang luar biasa (muscablub), Heru Nurahman terpilih secara aklamasi sebagai ketua Lemkari menggantikan Susetyo Yulidaryanto. (nic/als)

do tunduk dengan skor cukup telak 33-9. Hasil ini memang tidak berpengaruh terhadap posisi kedua tim. Sebab, jatah lolos ke babak berikutnya di grup N ini sudah menjadi milik SMAN 1 Giri dan SMAN 2 Jember. SMAN 2 Jember sendiri memastikan diri sebagai runner up grup N setelah dalam laga tidak menentukan ditundukkan SMAN 1 Giri dengan 4520. Hasil yang sekaligus menjadi balas dendam sempurna bagi anak-anak Giri dari pertemuannya dengan wakil Kota Jember tersebut. (nic/als)

PERAN media rupanya tidak luput dari pantauan PSSI dalam persiapan menyongsong Divisi Utama mendatang. Ini setidaknya ditunjukkan dengan pengaturan secara khusus terhadap peliput berita seputar kejadian di atas lapangan tersebut. PSSI pun mengatur penuh keberadaan awak media. Mulai sebelum hingga rampungnya gelaran pertandingan. Di antara titik tekan yang ditegaskan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai pengelola Liga Indonesia dalam workshop di Hotel Batavia Jakarta kemarin, yaitu mengenai akreditasi media

peliput. Ini wajib dilakukan panitia tuan rumah terhadap keberadaan awak peliputan. Mulai dari aksesori kartu identitas hingga rompi wajib disediakan. Selain itu, tuan rumah wajib menyediakan sesi jumpa pers sebelum dan sesudah pertandingan. Selanjutnya, saat pertandingan PSSI juga membatasi akses penonton yang ada di zona dekat lapangan. Hanya kameramen televisi resmi pemegang hak siar dan fotografer yang diijinkan berada di dekat lapangan. Sedangkan wartawan tulis dan media lainnya harus be-

rada di luar. Di antaranya dengan berada di tribun penonton saat pertandingan berlangsung. Mereka kemudian

diizinkan mendekat setelah dalam sesi jumpa pers dilakukan seusai pertandingan dilaksanakan. (nic/als)


Senin 28 November 2011

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Penyebar Video akan Dimintai Keterangan ... ■ PEMERAN... Sambungan dari Hal 29

Dalam keterangannya kepada petugas, tersangka menyebut kalau video itu direkam melalui telepon seluler (ponsel) miliknya. Adegan syur itu dilakukan di bekas gudang tambak udang

yang ada di Pantai Bimorejo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo. “Perempuan dalam video itu berinisial NS, orang tuanya yang melapor ke polsek,” ujarnya. Kepada petugas BS mengakui, NS yang juga adik kelasnya itu adalah pacarnya. Selama pa-

caran, dirinya sudah beberapa kali melakukan adegan layaknya suami istri. “Kami melakukan hubungan dengan dasar suka sama suka,” kata kapolsek menirukan pengakuan BS. Kapolsek menyebut, BS ditangkap dan kini diamankan di polsek karena orang tua NS ti-

dak terima putrinya telah diperlakukan tidak senonoh. “Kebetulan NS itu masih di bawah umur, karena orang tua NS tidak terima, kasusnya kita proses,” terangnya. Selain memproses perbuatan tidak senonoh pada anak di bawah umur, kata kapolsek,

Bisa Sempurna Terapkan One Stop Service ... ■ SUDAH... Sambungan dari Hal 29

Bayangkan, kalau SKPD-nya ada 18 berarti ada 18 kantor pula. Yang mana masing-masing kantor itu mengurus rumah tangganya sendiri. Dalam konsep manajemen modern yang mengedepankan efisiensi, kondisi demikian sudah tidak cocok lagi. Sebab, sangat-sangat inefisiensi alias pemborosan. Memang, semua pengeluaran kantor-kantor SKPD dibiayai oleh negara/daerah. Namun, harus diingat, dana negara/daerah itu dicetak menggunakan keringat rakyat lewat pungutan pajak. Rasanya, tidak amanah jika uang rakyat dihambur-hamburkan. Dan, parahnya yang menghambur-hamburkan tidak menyadari. Sama halnya dengan mobil dinas. Namanya saja mobil dinas, seyogyanya hanya digunakan untuk keperluan dinas. Jadi, kalau ada yang menggunakannya untuk keperluan di luar dinas –apa pun alasannya, berarti si penggunanya sudah melakukan tindakan inefisiensi. Bahasa agamanya: tidak amanah. Bagaimana melakukan efisiensi untuk kantor-kantor SKPD? Maaf, dibutuhkan tindakan nekat tapi cerdas dari pemimpin daerah. Karena itu, butuh nyali besar untuk merealisasikannya. Sebab, orang yang berpikiran pendek akan langsung berkomentar dan menyerang begini: itu pemborosan, hanya demi proyek, membuat pimpinan dan karyawan SKPD tidak bebas, dll. Kebijakan cerdas yang saya maksud tidak lain adalah memindah kantor semua SKPD dalam satu tempat. Yakni, menjadi satu kawasan di kantor pemerintah daerah (pemkab). Apa cukup? Pasti cukup. Hampir semua kantor pemkab saat ini masih memiliki halaman atau lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk membangun gedung baru. Dan, ini yang patut dicermati, untuk kantor SKPD yang kerjanya lebih bersifat administratif tidak membutuhkan lahan yang besar. Tapi, cukup satu bangunan yang layak untuk disekat menjadi ruang kepada dinas, kasi,

dan karyawan yang hanya segelintir orang. Terus SKPD-SKPD itu tidak lagi punya halaman atau taman dong. Iya. Halaman atau tamannya otomatis ikut punya pemkab. Bukankah taman pemkab jauh lebih indah dibanding taman milik SKPD yang kebanyakan dirawat ala kadarnya. Setidaknya ada lima keuntungan jika SKPD bersatu kantor di kawasan pemkab. Pertama, biaya yang harus dikeluarkan SKPD makin efisiensi. Dengan berkantor di lingkungan pemkab, otomatis SKPD tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membayar tagihan bulanan listrik, air, dan telepon, dan kebersihan. Karena berada dalam satu lingkungan pemkab, maka semua tagihan itu kini sudah include (menjadi satu) pembayarannya dengan tagihan yang untuk pemkab –kalau tidak salah, tagihan-tagihan semacam itu biasanya ditangani oleh bagian umum ya. Katakanlah total tagihan setiap SKPD untuk listrik, telepon, air, kebersihan, dll perbulannya Rp 5 juta. Maka, kalau ada 18 SKPD maka dana yang harus dikeluarkan setiap bulannya mencapai Rp 90 juta (Rp 5 juta x 18). Atau, 1 miliar lebih setahunnya. Berarti kalau empat tahun sudah Rp 4 miliar. Sudah sangat cukup untuk membangun kantor SKPD dalam lingkungan pemkab. Begitulah itung-itungan bisnisnya. Memang, selama ini tidak terasa dan bahkan tidak pernah dirasakan. Sebab, SKPD membayar sendirisendiri. Yakni, hanya Rp 60 juta (dengan contoh per bulan Rp 5 juta tadi!). Kedua, dengan menjadi satu dalam lingkungan pemkab otomatis SKPD tidak perlu repot-repot lagi mengurusi tagihan yang macam-macam tadi. Karena sudah ditangani oleh bagian umum pemkab. Berarti, SKPD bisa lebih fokus pada program dan tugas utamanya. Ketiga, dengan berada dalam satu lingkungan pemkab koordinasi lebih mudah. Sewaktu-waktu bupati-wakil bupati-sekkab mengundang untuk rapat koordinasi, dalam waktu singkat para pimpinan SKPD sudah berada di ruang rapat. Hasilnya, ke-

putusan bisa diambil dengan sangat cepat. Kalau harus beberapa kali rapat untuk mengambil keputusan, kepala SKPD tidak perlu lagi membuang-buang energi karena harus bolak-balik ke kantornya jauh dan ke pemkab. Itulah yang terjadi sekarang: alasan jarak kantor ke pemkab selalu menjadi kambing hitam sejumlah pimpinan SKPD atas keterlambatannya menghadiri rapat. Lebih penting lagi, bupatiwakil bupati-sekkab sewaktu-waktu bisa sidak ke masing-masing kantor SKPD dengan hanya berjalan kaki! Keempat, dengan berkantor di kawasan pemkab staf SKPD harus berhitung dua kali untuk meninggalkan kantor. Sebab, untuk keluar dan masuk dari kawasan pemkab mereka harus melalui pos penjagaan. Berbeda saat mereka masih ngantor sendiri, di mana untuk urusan yang satu itu sangatlah longgar. Yang terakhir, menyatunya kantor-kantor SKPD dalam satu kawasan kantor pemkab, berarti pemkab telah sempurna menerapkan one stop service. Pelayanan satu atap yang benar-benar satu atap. Ini akan memudahkan rakyat yang akan dan sedang mengurus sesuatu yang terkait dengan sejumlah SKPD. Cukup datang ke kantor pemkab semua urusan langsung beres. Nah, bagaimana dengan kantor-kantor SKPD yang sudah ditinggalkan penghuninya. Tentu saja tidak boleh dibiarkan mangkrak. Harus diberdayakan. Caranya, disewakan. Tentu saja, sesuai dengan prosedur dan regulasi yang benar. Lumayan bisa untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah), bukan. Wa ba’du. Semangat hijrah SKPD ke dalam kawasan pemkab ternyata menghasilkan dua hal: pengeluaran makin efisiensi, sebaliknya pendapatan makin bertambah. Kalau dalam dunia usaha, perusahaan yang mengalami hal seperti itu maka direkturnya akan langsung dipromosikan menjadi presdir (presiden direktur). Begitulah konsep efisien sekaligus menambah PAD, selanjutnya terserah Anda… (udi@jawapos.co.id)

Bahas Keterlibatan Saham Asing ... ■ GOLDEN... Sambungan dari Hal 29

Persoalan kelanjutan tambang emas IMN dan tambang emas rakyat tersebut dibahas dalam rapat rutin Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di gedung DPRD Banyuwangi Rabu lalu (24/11) Dalam rapat tersebut, Bupati Anas menyampaikan bahwa Pemkab tidak mengeluarkan izin eksploitasi kepada PT IMN, jika perusahaan itu tidak memberikan saham teritori alias golden share kepada rakyat Banyuwangi. Kebijakan yang diambil Bupati Anas itu mendapat dukungan bulat rapat Forpimda. Sebelum mengambil keputusan itu, Bupati Anas mengaku sudah berkonsultasi dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Gubernur Soekarwo setuju dengan kebijakan yang diambil Bupati Anas tersebut. Bahkan, Soekarwo me-warning

Bupati Anas untuk tidak mengeluarkan izin apa pun yang terkait kegiatan tambang emas, sebelum ada keuntungan yang jelas untuk rakyat Banyuwangi. “Sebelum ada kesepakatan soal saham teritori atau golden share, saya tidak akan teken izin apa pun,” ujar Anas. Menurut Anas, PT IMN sudah mengantongi izin eksplorasi dari bupati sebelumnya, Ratna Ani Lestari. Hanya saja, pemberian izin itu belum menyebutkan keuntungan yang akan diperoleh rakyat Banyuwangi. “Untuk mendapatkan izin eksploitasi, butuh izin bupati lagi. Saya tidak mau teken, sebelum rakyat Banyuwangi mendapatkan pembagian golden share,” tegas Bupati Anas usai rapat Forpimda. Anas mengaku sudah berkirim surat kepada Direksi PT IMN Jakarta. Dalam surat itu, Pemkab Banyuwangi meminta bagian saham teritori kepada

IMN. Hingga kemarin (27/11), surat yang dikirim Bupati Anas dan mendapat rekomendasi DPRD itu belum juga mendapat balasan dari Direksi IMN. “Kita beri deadline 30 Oktober 2011 lalu. Sampai sekarang belum ada respons, tidak ada pembagian saham teritori, izin kita stop,” tegasnya. Permintaan saham golden share itu, jelas Anas, memang tidak diatur dalam undang-undang pertambangan. Sebaliknya, tidak ada larangan pula hal itu dilakukan. Karena itu, pemkab akan berjuang untuk mendapatkannya. Dia mencontohkan permintaan golden share ini terjadi antara Pemkab Sumbawa Barat dengan salah satu perusahaan tambang PT Indotan. Sumbawa Barat berhasil mendapatkan saham golden share sebesar 17 persen. Dengan golden share, keuntungan tambang emas bagi rakyat Banyuwangi akan bisa diukur.

“Misalnya keuntungan 15 persen ini akan dipergunakan untuk pembangunan gedung sekolah, puskesmas dan sebagainya,” ungkapnya. Pihaknya akan berjuang keras mendapat saham teritori untuk kemakmuran rakyat Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari royalti. Kalau hanya mengandalkan royalty belaka, lanjut Anas, rakyat Banyuwangi hanya mendapatkan keuntungan sangat kecil. Sebab, pajak badan itu masuknya pada pemerintah pusat dan daerah tidak mendapatkan apa. Selain membahas soal saham teritori, rapat Forpimda juga membahas soal keterlibatan saham asing di PT IMN. Pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk melacak keberadaan saham asing pada pengelolaan tambang emas di Gunung Tumpang Pitu.(afi/bay)

Setahun akan Dihelat Tiga Kali ... ■ BANYAK... Sambungan dari Hal 29

Para napi perempuan, malah ada yang menangis histeris. “Saya jadi teringat dengan keluarga di rumah. Saya tidak kuat saat ustad menyebut rezeki keluarga yang kami tinggal,” sebut salah satu napi dengan mata berkaca-kaca pada wartawan koran ini usai acara tersebut. Ustad Sidiq yang memimpin istighotsah itu memang cukup piawai dalam mengajak para napi untuk merenungi diri. Katakata sentuhan yang disertai pembacaan kalimat Toyibah, seolah mampu menggetarkan perasaan para warga binaan tersebut. “Ustad Sidiq memang kita minta tolong untuk membimbing warga binaan di

Lapas Banyuwangi ini,” kata Kepala Lapas Banyuwangi, Krismono. Mungkin karena sentuhan dan hidayah dari Allah, saat Taubatan Masal tersebut, salah satu warga binaan Yuli Andriyani dari Kecamatan Genteng langsung berikrar masuk Islam. Ikrar yang ditandai dengan pembacaan dua kalimat Syahadat itu, dipandu oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banyuwangi KH Marwan. “Taubatan masal ini kita gelar untuk peringatan Tahun Baru Hijriah,” terang Krismono. Bagi sebagian warga mempercayai, 1 Muharam atau 1 Syuro itu dikeramatkan. Sebagian orang Jawa, ada yang menggelar ritual dengan membersihkan barang yang dikeramatkan seperti keris atau lainnya. “Kalau di Lapas, 1 Syuro ini kita gelar

pembersihan hati dengan Taubatan Masal,” cetus pria asal Kabupaten Sleman, Jogjakarta itu. Taubatan masal itu telah ditetapkan menjadi agenda rutin di Lapas Banyuwangi. Rencananya, istighotsah seperti ini akan digelar tiga kali dalam setahun. “Selain memberi siraman rohani bagi warga binaan, juga untuk memperkuat keimanan,” sebutnya. Sejak 1 Juni 2011 lalu, terang Krismono, Lapas Banyuwangi telah mendirikan pondok pesantren At Taubah. Segala bentuk kegiatan keagamaan dilaksanakan oleh para pengurus pesantren tersebut. “Di Lapas ini, kita buat banyak program keterampilan juga, nanti kalau kembali di masyarakat bisa hidup mandiri,” harapnya. (bay)

Ditahan karena Curi Jeruk Tetangga CLURING –Agus Efendi, 24, warga Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, ini harus berurusan dengan polisi. Gara-garanya, dia nekat mencuri jeruk milik tetangganya sendiri. Peristiwa pencurian sudah berlangsung sekitar pukul 09.00 Kamis lalu (24/11). Dari lahan jeruk milik tetangganya, Agus

sudah berhasil menguras 15 kilogram jeruk. Dia dengan santai memanen jeruk pagi itu, karena sang pemilik kebun sedang tidak sedang ada di lokasi. Usai menggasak jeruk pecel tersebut, dia siap-siap kabur dengan mengendarai motornya Suzuki Smash nopol DK 6628 VZ. Tanpa diduga, aksinya dipergoki sejumlah petani

setempat. Setelah diinterogasi warga, Agus tidak bisa mengelak dan tertangkap basah saat beraksi. Beruntung, warga memilih hanya mengantarkan Agus ke kantor desa setempat. Dalam proses musyawarah itu, Agus meminta persoalan itu tidak ingin diselesaikan dengan cara damai. Dia malah minta kasus

itu diproses hukum. ’Lebih baik masuk penjara saja daripada jadi pengangguran yang tidak jelas,’’ ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Cluring AKP Agung Setyo Budi mengaku, tersangka akan diproses sesuai dengan prosedur hukum. ‘’Dia sudah kami tahan, kini dalam proses penyidikan,’’ ujarnya. (ton/bay)

penyebaran video mesum itu juga tengah diselidiki. BS yang merekam adegan syur itu dianggap sebagai orang yang paling tahu penyebaran gambar bergerak tersebut. “Yang merekam itu BS, yang punya rekaman juga hanya BS, jadi yang tahu juga BS,” ujarnya. Soal penyebaran video ini, BS mengaku tidak tahu menahu. Dirinya, juga tidak pernah punya niat untuk menyebarkan rekaman saat berhubungan badan dengan pacarnya. “Dari keterangan BS, yang telah menyebarkan video mesumnya

itu adalah AS,” sebutnya. Dugaan AS sebagai penyebar video mesum ini diperoleh BS dari sejumlah teman di sekolahnya. BS sendiri mulanya tidak tahu kalau adegan hubungan intim dirinya bersama pacar itu telah menyebar. “AS mencuri gambar saat ditinggal main sepak bola,” jelasnya. Dari pengakuan BS, saat bermain sepak bola, ponsel yang berisi rekaman video mesum itu ditaruh di sepatu. Selama ditinggal main bola ini, ponsel milik BS diambil dan dilihat isinya oleh AS. Diduga, AS

juga melihat rekaman video mesum tersebut. “Rekaman video mesum itu selanjutnya dipindah ke ponsel milik AS,” kata Kapolsek menirukan pengakuan BS. Dugaan AS sebagai penyebar video mesum ini, jelas Kapolsek, masih bersifat pengakuan sepihak. Untuk memperjelas kepastian perkara tersebut, pihaknya akan segera memanggil AS untuk dimintai keterangannya. “AS akan kita panggil untuk dimintai keterangan terkait penyebaran video mesum ini,” ungkapnya. (abi/bay)

Mengajarkan Pentingnya Gotong Royong ■ ADU... Sambungan dari Hal 29

Setiap tim wajib melintasi lomba balap dokar, puyeng brobos, nyekel bebek, serta Nini Thowok yaitu membuat orang-orangan dari kayu, bambu, dan jerami. Ada pula lomba andong off road, njuko endog yakni mencari telur rebus di dalam kolam lumpur. Tak kalah menarik adalah lomba kebo keblinger. Dalam lomba ini, peserta menungga-

ngi kerbau yang melewati lintasan. Kemudian mereka menyeberangi jembatan bambu sambil membawa karung pasir. Yang paling menarik adalah nunduke benteng dengan cara memanjat tembok. Yang dipanjat bukan tembok sembarangan, melainkan benteng Istana Jagat Rakyat sambil membawa orang-orangan sawah. “Setiap permainan memiliki aturan main yang harus ditaati peserta,” kata Aditya.

Dia menjelaskan, konsep permainan itu berhubungan dengan petani. Yang paling utama, kerja sama tim harus dikedepankan. Sebab dengan kerja sama, semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik. Permainan ini, kata dia, mengajarkan kepada peserta untuk lebih berperan aktif secara gotong royong membangun solidaritas. “Intinya individu tidak bisa, tapi dengan bersaudara jadi bisa,” katanya. (*/bay)

Tak Berwenang Mengatur Debit Air ■ EMPAT... Sambungan dari Hal 31

‘’Di Dinas PU yang terdaftar namanya HIPPAM Tirto Mandiri, makanya kami akan mengembalikan pengelolaan air ini kepada pihak Tirto Mandiri,” ujarnya. Jatmiko menuturkan, sekitar akhir 2010 lalu, pihak HIPPAM Tirto Mandiri memang mengelola proyek air bersih bantuan dari pemerintah. Proyek air

yang diambil dari luapan sumber PDAM di Desa Bumiharjo tersebut mengaliri ribuan pelanggan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Namun dalam perkembangannya, pasokan air itu juga mengaliri rumah pelanggan di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, serta Desa Sempu, Kecamatan Sempu. Tapi beberapa waktu lalu, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, melakukan

aksi unjuk rasa meminta pengurus HIPPAM Tirto Mandiri diganti. Sehingga sejak saat itu, di masing-masing desa membentuk HIPPAM sendiri termasuk di Desa Kaligondo, berdiri HIPPAM Tirto Wangi. ‘’Namun kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan teman HIPPAM dari Sempu, dan kami sepakat mengembalikan pengelolaannya ke HIPPAM Tirto Wangi,” pungkas Jatmiko. (azi/bay)

Mengaku Khilaf dan Emosi ■ DIKEPRUK... Sambungan dari Hal 40

Diperoleh keterangan, peristiwa itu berawal saat pelaku mengetahui air yang seharusnya dialirkan ke sebidang sawah ternyata malah dialirkan ke bidang sawah lain. Kebetulan saat itu korban berada di dekat sawah yang belum mendapat giliran jatah air irigasi. Tanpa basa-basi, Enik langsung mengayunkan garpu ter-

sebut ke arah korban. Tak pelak, tubuh Darsito langsung roboh. Korban pun berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan korban langsung menghampiri dan segera melarikannya ke RS terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap aparat Polsek Panji. Kemudian, dia digiring ke mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbu-

atannya. “Saya sedang khilaf dan emosi melihat air masuk ke sawah yang bukan bagiannya. Sebab, saat ini air untuk sawah dibagikan bergilir lantaran debit air irigasi terbatas,” ujar Enik kepada petugas. Kapolsek Panji, AKP Mas Akhmad membenarkan pihaknya mengamankan seorang pelaku penyabetan menggunakan garpu tersebut. “Pelaku masih kami periksa untuk dimintai keterangan,” ujarnya. (sgt/c1/aif)

Kenalkan Alquran sejak Dini ■ TAMPILKAN... Sambungan dari Hal 40

“Beriman, sejahtera dan berkeadilan sebuah rangkuman yang tidak bisa dipisahkan,” katanya. Untuk mencapai itu, dunia pendidikan terutama Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang memberikan pendidikan sejak dini sudah mulai mengenalkan Alquran. Ini dilanjutkan bagaimana memahami, memaknai memedomani

dan mengamalkan Alquran. “Ini harus saling mendukung karena sebuah kegiatan yang berkesinambungan,” ungkapnya. Anak yang sejak dini sudah dikenalkan Alquran, kata Bupati, akan tertanam jiwa-jiwa Alquran yang luhur dan mulia. Dengan begitu, anak didik mempunyai kesempatan cukup banyak untuk diandalkan menjadi anak masa depan penerus pemimpin Kabupaten Situbondo.

Menurut Bupati, jika sistem semacam itu dibuat berkesinambungan mulai TK-TPA hingga jenjang perguruan tinggi, maka anak di Situbondo akan terbimbing untuk menjadi orang cerdas dan baik. Mereka adalah estafet kepemimpinan dalam rangka mewujudkan kejahteraan dan keadilan masyarakat Situbondo. “Mereka memiliki jiwa dan rohani yang harus diisi dengan sesuatu yang baik untuk membentuk karakter islami,” tegasnya. (pri/adv/aif)

SUSU MILKUMA DAPAT MENGATASI ASAM URAT? HIDUP sehat merupakan dambaan setiap orang. Namun karena pola makan yang kurang sehat, seperti sering mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, banyak orang yang kesehatannya menjadi terganggu. Salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai di masyarakat kita adalah asam urat. Saat ini, telah hadir Milkuma, minuman serbuk susu etawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu etawa segar dan gula aren. “Sudah 2 bulan saya minum Milkuma. Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat, keluhan asam urat tak lagi kambuh,” ujar Umi Roikah, warga Bakalan-Taman Agung, Muntilan, Jawa Tengah yang telah merasakan manfaat susu etawa ini. Saat ini, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu etawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu etawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Susu etawa pun tidak menyebabkan alergi serta mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi. Riboflavin (vitamin B2) memainkan sedikitnya dua peran penting dalam produksi energi tubuh. Satu gelas susu etawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Ibu rumah tangga itu menceritakan, atas saran dari salah seorang temannya, ia akhirnya tertarik mencoba Milkuma, “5 tahun yang lalu, tangan dan kaki saya sering kesemutan

karena menderita asam urat. Untunglah kondisi itu sudah berlalu... Milkuma memang pilihan yang tepat. Selain rasanya enak, juga bermanfaat untuk mengatasi asam urat.” Terang wanita berusia 47 tahun tersebut. Ia pun kini mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu etawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak ibu 2 orang anak tersebut. Milkuma bermanfaat untuk menyembuhkan asam urat, menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu etawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Milkuma dikomposisikan dengan gula aren sehingga aman bagi penderita diabetes. Milkuma juga sangat dianjurkan bagi perokok baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

APA POLEH

Dikepruk Garpu oleh Jaga Tirta PANJI - Nahas menimpa Darsito, 74, warga Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji. Dia terpaksa menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem, Situbondo, akibat luka sabetan benda keras di pelipis mata kanan, kaki, dan tangan. Kejadian yang dipicu masalah pembagian air irigasi itu terjadi di pematang sawah di Desa Panji Lor, KeSIGIT HARIYADI/RaBa camatan Panji, Rabu Enik (23/11). Pelakunya adalah seorang jaga tirta bernama Enik alias Pak Pit, 52, warga setempat. Akibatnya sudah bisa ditebak, Enik harus berurusan dengan aparat. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa garpu besi yang biasa digunakan untuk membersihkan sampah di saluran irigasi n  Baca Dikepruk...Hal 39

WISUDA SANTRI

SYAMSURI/RaBa

BERPOSE: Bupati Dadang Wigiarto dan Ketua MUI KH Syaiful Muhyi foto bersama dengan pengurus LPPTKA BKPRMI Situbondo.

Tampilkan Khotmil Quran SITUBONDO – Sebanyak 105 santri Taman Kanak-Kanak Alquran dan Taman Pendidikan Alquran kemarin diwisuda. Acara yang digelar LPPTKA BKPRMI Situbondo ini juga menyuguhkan khotmil quran. Acara yang ditempatkan di Pendapa Graha Amukti Praja ini dihadiri Bupati Dadang Wigiarto, Kepala Dinas Pendidikan Fathurrachman, dan Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Situbondo, Syamsuri. Tak ketinggalan Ketua Umum BKPRMI Wilayah Jawa Timur serta dewan guru dan wali murid TKA dan TPA yang diwisuda juga hadir. Dalam sambutannya, Bupati Dadang Wigiarto, mengungkapkan selama pemerintahan periode 2010-2015, dirinya memiliki visi bagaimana mewujudkan masyarakat Situbondo beriman, sejahtera dan berkeadilan n  Baca Tampilkan...Hal 39

Senin 28 November 2011

Warung Remang Pantura Ilegal DPRD Rekomendasikan Pembongkaran SITUBONDO – Unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah pekerja seks komersial (PSK) beberapa waktu lalu, tak membuat DPRD Situbondo melempem menyikapi kian maraknya prostitusi. Lembaga para wakil rakyat ini mengambil sikap tegas dengan merekomendasikan pembongkaran warung remang-remang tersebut. Tidak tanggung-tanggung, rekomendasi tersebut dikirimkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, keberadaan warung remang-remang yang disinyalir menyediakan PSK tersebut ilegal. “Mereka sudah tak memiliki izin,” tandas Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, kepastian bahwa warung remang-remang yang ada di tepi jalan raya pantura itu tidak berizin setelah Jumat (25/11) lalu, DPRD melakukan rapat kerja dengan perwakilan dinas PU dan Bina Marga Jatim, Kopeltibkab, dan Dinas Sosial Situbondo. “Izin pendirian warung remang-remang itu sudah berakhir sejak 30 April 2010 silam. Jadi sjak saat itu tak ada lagi izin maupun perpanjangan. Makanya sangat aneh jika sampai saat ini warung-warung tersebut tetap bertahan, bahkan kian bertambah,” ungkap Zeiniye. Dinas PU dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur seharusnya tidak tinggal diam den-

EDY SUPRIYONO/RaBa

IZINNYA HABIS: Sejumlah warung remang-remang yang ada di wilayah Banyuglugur hingga kini masih terus beroperasi.

gan tetap berdirinya warung-warung ilegal di lahannya. Apalagi, warung-warung yang disinyalir menyediakan PSK. “Kita mendesak Dinas PU dan Bina Marga untuk membongkar karena merekalah yang memiliki lahan,” tegas Zeiniye. Selain desakan membongkar warung remang-remang, dalam rekomendasinya

DPRD juga meminta agar Dinas PU dan Bina Marga Provinsi juga menyampaikan berkasberkas yang terkait dengan perizinan warung remang-remang kepada lembaga yang berkantor di Jalan Kenanga nomor 1 tersebut. Rekomendasi lainnya yang diambil DPRD adalah, meminta Kopeltibkab agar membuat rancangan program penertiban

Perda 27/24 tak Miliki Perbup SEMENTARA itu, Peraturan daerah (perda) no 27/2004 sudah berusia tujuh tahun. Namun, ternyata regulasi yang mengatur larangan praktik prostitusi di Kota Santri ini belum memiliki peraturan bupati (perbup). Kondisi ironis ini terungkap saat Komandan Koordinator Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab), Rachmad, melakukan rapat kerja dengan pimpinan DPRD, Komisi I dan Komisi IV, Jumat (27/11), kemarin. Kegiatan yang ditempatkan di ruang Rapat Paripurna DPRD ini juga diikuti Dinas Sosial, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur, serta Satpol PP. “Sudah kita cari di Pemkab, namun tidak kita temukan Perbup sebagai tindak lanjut dari perda 27/2004 tentang larangan pelacuran. Setelah kita tanyakan, (perbup) memang tidak ada,” terang Rachmad.

Menurut Rachmad, per da anti pelacuran bisa direvisi, bisa juga tidak. Bisa direvisi karena sejumlah konsideran DOK.RaBa yang terkait Rachmad dengan misi perda ini sudah ada yang tidak berlaku. “Bisa tidak (direvisi), karena memang tidak masalah dengan materi perbup ini. Hanya ada pasal 2 ayat 3 yang multi tafsir, itu saja,” tandas Wakil Bupati Situbondo itu., Diakui, pembangunan warung desain terbuka yang ada di pinggir pantura menemui kendala. Pasalnya, tidak ada pihak ketiga yang bersedia untuk merealisasikan program tersebut. Sejumlah

lembaga perbankan yang semula direncanakan akan menangani, memilih angkat tangan. Salah satunya karena masalah status tanah yang dikuasai Dinas PU Provinsi Jatim. Kopeltibkab selama ini sudah berusaha maksimal untuk merealisasikan amanat perda 27/2004. “Pemberian sanksi badan akan lebih memberikan efek jera lebih efektif. Memberikan sanksi uang, hanya kian mempanjang masa kerja PSK karena mereka kian terikat piutang kepada mucikarinya,” jelas Rachmad. Arifa HS, Anggota Komisi I DPRD Situbondo mengatakan, tidak adanya perbup perda no 27/2004 merupakan salah satu penyebab tidak efektifnya perda anti pelacuran di Kota Santi. Karena itu dia mendesak agar perbup itu segera dibuat dan disahkan. (pri/aif)

tempat pelacuran yang jelas. Mereka diberi waktu hingga 15 Desember 2011. “Selain mengacu kepada Perda Nomor 27 tahun 2004, Pemkab juga harus mengacu kepada Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tertanggal 20 Oktober 2011 yang meminta Jawa Timur bebas dari tempat pelacuran,” jelas Zeiniye. (pri/aif)

Radar Banyuwangi 28 November 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you