Page 1

KAMIS 24 NOVEMBER

29

TAHUN 2011

Pagi Cerah Sore Hujan BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganjurkan kepada masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya agar waspada terhadap datangnya musim hujan ini. Sebab, hujan yang datang di musim ini berpotensi disertai dengan petir dan angin kencang. Petugas Stasiun BMKG Banyuwangi, Anjar Trioyono Hadi mengatakan, hujan yang terjadi pada awal musim penghujan biasanya selalu diikuti oleh petir dan angin kencang. Hujan seperti itu sangat berpotensi menimbulkan angin puting beliung. “Stasiun meteorologi memperkirakan, potensi gangguan cuaca buruk sangat memungkinkan terjadi,” ujarnya kemarin (23/11) n

MASIH CERAH: Panorama Selat Bali dipotret dari kawasan pantai Watudodol, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi pada pukul 04.18 kemarin.

 Baca Pagi Cerah...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

KOMPETISI MADING

Pendaftaran Tutup Besok BANYUWANGI - Pendaftaran majalah dinding (Mading) Competition 2011 Radar Banyuwangi akan ditutup Jumat sore besok (25/11). Bagi sekolah yang belum ikut ambil bagian, agar mendaftarkan diri dalam kompetisi antar-pelajar SMP dan SMA sederajat di wilayah Banyuwangi dan Situbondo ini. Sementara itu, SMA Negeri 1 Glagah telah mendaftarkan tiga tim Mading 3 Dimensi sekaligus kemarin (23/11) n

SG Siap Bangun KIT Membutuhkan Lahan Minimal 50 Hektare BANYUWANGI - Investasi PT Semen Gresik Tbk (SG) di Banyuwangi, tampaknya tidak akan berhenti pada pembangunan pabrik pengantongan semen di kawasan Watudodol, Kecamatan Kalipuro. Perusahaan pelat merah itu ternyata juga berminat untuk membangun Kawasan

Industri Terpadu Kawasan Industri Terpadu (KIT) Banyuwangi (KIT) bertaraf internasional di Bumi Investor: PT KIG (patungan Semen Gresik dan Petrokimia Gresik) Blambangan. Nilai Investasi: ratusan miliar rupiah Rencana investasi Kebutuhan Lahan: 50 ha bernilai ratusan Lokasi: dekat pelabuhan (maks. 20 Km) miliar rupiah itu disTahapan: Studi kelayakan (hasilnya diketahui 1 bulan lagi) ampaikan Direktur Utama PT Kawasan Industri Gresik (KIG) Sugeng Rahardjo kepada Sekadar diketahui, PT KIG merupakan peruBupati Abdullah Azwar Anas kemarin (23/11). sahaan patungan antara PT Semen Gresik Tbk

dengan PT Petrokimia Gresik Tbk. KIG telah sukses membangun kawasan industri di Kabupaten Tuban dan beberapa daerah lainnya. Sementara itu, tim dari manajemen PT KIG secara khusus datang menemui Bupati Anas untuk menyampaikan niatnya membangun kawasan industri di Banyuwangi. Sugeng menyampaikan paparan singkat rencana investasi salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut n  Baca SG Siap...Hal 39

 Baca Pendaftaran...Hal 39

RX-King Tabrak Beton, Dahi Pengemudi Pecah

LOMBA FOTO

Jumat Terakhir Kumpulkan Ballot BANYUWANGI - Batas akhir pengumpulan ballot dukungan lomba foto Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dan Jebeng Thulik akan ditutup pada tanggal 25 November 2011 mendatang. Pada tanggal tersebut, panitia akan menunggu hingga pukul 15.00. ‘’Jadi, kesempatan Anda yang mendukung foto favorit BEC dan jebeng thulik untuk memperebutkan juara favorit pilihan pembaca masih terbuka lebar,’’ ujar panitia lomba foto BEC, Benny Siswanto. Benny menambahkan, semakin banyak ballot yang Anda kirim, peluang foto favorit Anda menjadi juara favorit pilihan pembaca semakin besar. ‘’Mumpung masih ada waktu, ayo gunting dan isi ballot yang tercetak di Radar Banyuwangi,’’ ujarnya. (*/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

KONTES HARI INI: Sapi siap timbang badan di lapangan Kedayunan, Kabat, Banyuwangi sore kemarin.

Adu Cantik Ratusan Ternak KABAT – Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi menggelar kontes dan pameran peternakan unggulan di lapangan Kedayunan, Kecamatan Kabat sejak kemarin (23/11). Kontes tersebut diikuti ratusan ekor ternak terbaik dari masing-masing keca-

matan se-Banyuwangi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnak Banyuwangi, Drh Benny Handarwanto mengatakan, kontes ternak tersebut terdiri dari beberapa kategori. Ada lomba untuk sapi calon induk, sapi induk, sapi kere-

man, hingga kontes sapi ekstrim. “Selain sapi, juga ada kontes kambing betina dan jantan,” imbuhnya. Benny menambahkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 24 kontingen kecamatan n  Baca Adu Cantik...Hal 39

BANGOREJO - Diduga motor yang dikendarai menghantam beton, Beni Prasetyo, 24, warga Desa/Kecamatan Bangorejo, meninggal dunia di tempat jalan raya jurusan Bangorejo-Purwoharjo sekitar pukul 21.15 Selasa malam kemarin (22/11). Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka patah tulang pada tangan kiri atas, dan dahinya kirinya pecah. Sementara itu, motor Yamaha RX-King Nopol P 4160 VY hanya tampak mengalami kerusakan ringan. Setir motor tersebut sedikit bengkok dan kotor seperti bekas membentur beton. Kanitlantas Genteng Ipda Sumono yang juga membawahi kasus kecelakaan lalu lintas di

wilayah Kecamatan Bangorejo mengatakan, penyebab kecelakaan tersebut masih belum jelas. Kejadian itu diketahui setelah ada warga yang melapor ke Mapolsek Bangorejo. Selanjutnya, laporan warga itu diteruskan ke Unit Lantas Genteng. ‘’Namun, dugaan sementara kecelakaan tunggal yang diduga akibat motor menabrak beton, masih kita perdalam lagi,” jelasnya. Sumono mengatakan, sesaat setelah kejadian, jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Al-Rohmah di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. “Sedang kendaraan korban kita amankan di Pos Genteng,” tuturnya. (azi/bay)

JEBENG THULIK Aktivitas PKL Banyuwangi Menunggu Deadline Januari 2012

Mau Direlokasi Asalkan Lokasinya Layak

ISTIMEWA

BERBAUR: Finalis Jebeng Thulik memasak kue apem di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Belajar Menyangrai Kopi GLAGAH – Para finalis Jebeng Thulik Banyuwangi 2011 memasuki hari ketiga masa karantina di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, kemarin (23/11). Kali ini, mereka belajar cara membuat kopi yang baik di desa tersebut n  Baca Belajar...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di tepi jalan protokol Banyuwangi akan ditertibkan Januari 2012. Apa yang mereka lakukan selama menunggu deadline sebulan itu? GILANG GUPTA, Banyuwangi DERETAN mendung bergelayut di atas Kota Gandrung siang kemarin. Aktivitas masyarakat seolah tidak peduli dengan hujan yang bisa turun kapan saja. Begitu halnya dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sepanjang sisi jalan A Yani Banyuwangi. Memang, keberadaan PKL yang beroperasi di ruas jalan tersebut

GILANG GUPTA/RaBa

TINGGAL SEBULAN: Salah satu pedagang di trotoar Jalan A Yani Banyuwangi.

relatif sepi di siang hari jika dibandingkan dengan kondisi malam hari. Namun, satu dua pedagang masih

tampak mengais rezeki siang itu. Seperti yang dituturkan Suroyo, seorang PKL di Jalan A Yani. Dia ti-

dak hanya berjualan di malam hari seperti PKL lainnya di kawasan itu. Suroyo nekat berdagang sejak pagi hari di tepi jalur protokol tersebut. Desas-desus penggusuran PKL yang sempat menyeruak ke permukaan, tidak membuatnya luluh. “Dari awal, kalau memang akan direlokasi saya siap. Asalkan tempat baru itu memang benar-benar layak. Kalau saat ini, saya tetap berjualan seperti biasa,” jelasnya. Saat ini, mereka masih beroperasi seperti sebelum ada wacana relokasi. Mereka tetap berjualan di tepi jalur protokol itu, karena pemkab memberikan izin kembali untuk PKL berjualan hingga lahan relokasi siap Januari 2012 mendatang. Namun, selama berlangsungnya kesepakatan tersebut, tidak boleh ada pedagang baru di tepi jalan protokol n

Semen Gresik siap bangun kawasan industri terpadu (KIT) Tentu saja membangunnya pakai semen

ABG pesta miras di GOR Tawang Alun Kalau di GOR seharusnya pesta nasgor

 Baca Mau...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Kamis 24 November 2011

ABG Oplos Miras di GOR Tawang Alun BANYUWANGI - Satuan Sabhara Polres Banyuwangi merazia kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi Selasa malam kemarin (22/11). Dari lokasi tersebut, petugas menciduk empat anak baru gede (ABG) yang tengah berpesta minuman keras (miras). Selain itu, seorang ABG pemabuk lainnya juga diciduk aparat dari kawasan pantai Boom. Mereka yang terjaring razia adalah YSN, 15, Husbanul, 24, Mohamad Fauzi, 19, ketiganya dari Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Yang lainnya adalah Heri, 19, warga Desa/ Kecamatan Giri; dan Agung Reza, 19, warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Dari tangan para remaja tersebut, polisi menyita tiga botol anggur merah dan tiga botol arak. “Anggur merah dan arak kita sita sebagai BB (barang bukti),” cetus Kasat Sabhara Polres Banyuwangi, AKP Sudarmaji. Menurut Sudarmaji, lima ABG itu diamankan karena menggelar kedapatan pesta di tiga tempat yang terpisah. Lokasi pertama adalah sekitar

pantai Boom Banyuwangi, lokasi kedua dekat kolam renang GOR, dan lokasi terakhir adalah halaman GOR Tawang Alun. “YSN kita garuk di sekitar THR (pantai Boom) Banyuwangi,” terangnya. Sudarmaji mengakui, sebenarnya di sekitar pantai Boom malam itu ada beberapa anak muda yang menggelar pesta miras. Tetapi yang berhasil diamankan petugas hanya YSN berikut dengan bukti sebotol arak Bali. Sedang Husbanul dan Fauzi ditangkap di dekat kolam renang GOR dengan bukti sebotol anggur merah dan sebotol arak. “Heri dan Agung kita garuk di depan GOR dengan BB dua botol anggur merah dan satu botol arak Bali,” ungkapnya. Dia menambahkan, awalnya petugas memantau di sekitar lokasi pantai Boom. Anggota Sabhara memang rutin melakukan patroli pada tengah malam. Dari kawasan pantai Boom tersebut, petugas bergerak menuju ke sekitar GOR Tawang Alun. Di tempat ini, ternyata banyak ABG yang sedang berkumpul dengan menggelar pesta miras. (abi/bay)

TELER: Lima ABG yang berpesta miras diamankan di Mapolres Banyuwangi kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

Profil Jebeng Thulik Banyuwangi Hidup Merupakan Anugerah LOLOS sebagai finalis PJT 2011 menjadi kebanggan tersendiri bagi Nanang Geovani Pangestu. Mahasiswa asal Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, ini mengaku tidak menyangka bisa melangkah lebih jauh dalam ajang pemilihan duta wisata Kabupaten Banyuwangi. Kesempatan emas ini tak bakalan disia-siakan. Mahasiswa Untag 1945 Banyuwangi ini siap menunjukkan perak aktifnya dalam mengembangkan seni, budaya, serta pariwisata Banyuwangi. Langkah ini diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan Banyuwangi di masa depan. Untuk mewujudkan obsesinya, pria dengan tinggi badan 170 cm itu akan menumbuhkan rasa cinta terhadap Banyuwangi. Setelah tertanam rasa kecintaan, barulah dapat berperan aktif dalam pengembangan budaya, adat, dan etnik yang ada di Bumi Blambangan. Agar semua langkah itu dapat berjalan lebih lancar, kaderisasi sangat diperlukan. Pembangunan karakter pemuda yang memiliki wawasan mengenai daerah asalnya dapat menjadi bumbu munculnya kecintaan terhadap kasanah kebudayaan daerah. Nanang mengakui bahwa hidup merupakan anugerah. Berbagai pengalaman dan berkumpul dengan semua lapisan masyarakat dapat menjadi modal sekaligus spirit yang berharga. “Ibarat pepatah tidak kenal maka tidak sayang,” ujarnya. (nic/aif)

Seimbangkan Tekanan Spiritual dan Intelektual “MEREKA bisa, saya juga bisa,”. Itulah yang menjadi spirit Ahmad Ghozali dalam keikutsertaannya di ajang PJT 2011. Tidak ada kata menyerah bagi siswa SMA 1 Cluring ini dalam mencuri perhatian tim juri PJT. Untuk mewujudkannya, pemilik nomor sepatu 42 ini memiliki kiat khusus. Di antaranya mengembangkan potensi diri dengan berkiprah langsung di lingkungan masyarakat. Dengan berinteraksi, kultur budaya masyarakat dapat menjadi media pembelajaran, sekaligus promosi bagi kekayaan budaya Banyuwangi. “Ini modal awalnya,” cetus Ghozali. Untuk mencapai kesuksesan, dirinya selalu berpedoman pada visi, berpegang teguh pada prinsip, dan berdoa. Ghozali juga senantiasa menyeimbangkan tekanan spiritual dan intelektual. Langkah ini dapat menjadi landasan bagi usaha meraih kebahagiaan dan cita-cita sesuai harapan yang ingin dicapai. Upaya ini sekaligus dapat memberikan kontribusi dan dedikasi yang terbaik bagi orang terdekat dan yang ada di sekelilingnya. “Kuncinya turun langsung bersama masyarakat untuk menggali dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya. (nic/aif)

Tak Menyangka Masuk Finalis Menimba Ilmu dari Lawan Belajar Organisasi Lewat OSIS KEINGINAN mengetahui informasi tentang Banyuwangi lebih mendalam adalah alasan yang dimiliki Anindita Amalia Putri untuk ikut dalam ajang Pemilihan Jebeng Thulik (PJT) 2011. Menurutnya, ajang tersebut dapat dijadikan sarana yang tepat untuk memahami Banyuwangi lebih jauh. “Dalam pembangunan kota Banyuwangi, tentunya bukan hanya pemerintah saja yang bertindak. Tetapi kita semua, terutama para generasi muda,” jelas siswi SMAN 1 Genteng tersebut. Awalnya, gadis bertinggi badan 168 cm tersebut tidak menyangka akan lolos ke dalam finalis PJT. Bahkan, ketika pengumuman, dirinya sangat kaget ketika namanya dipanggil. “Ini menjadi pengalaman hidup yang paling mengesankan,” ujarnya. Kali ini, Anindita menargetkan menang di ajang PJT 2011. Dia mengaku memiliki strategi untuk mewujudkan ambisinya tersebut. Yaitu mendengar, memperhatikan, mengerti, dan melaksanakan. “Itu kunci utama buat saya,” cetus gadis pembenci sambal itu. Dirinya memiliki visi akan mendukung program-program pemerintah yang ada untuk memajukan pembangunan Banyuwangi. Sedangkan untuk misinya, lanjutnya, akan selalu mempromosikan pariwisata Banyuwangi. “Selain itu juga membantu pemerintah dalam pembangunan,” tandasnya. (gil/aif)

BERJUMPA lawan yang lebih hebat menjadi kebanggan tersendiri bagi Cendiana Aprilia Haryono. Pelajar SMAN 1 Giri ini mengaku bersemangat bila harus bertanding dengan lawan setingkat di atasnya. Banyak alasan yang dikemukakan penyuka bakso ini untuk bisa bersaing dengan orang yang punya predikat super. Dengan bersaing, lanjut gadis yang akrab disapa Cen-Cen ini, dapat menimba ilmu dari sang lawan. Rahasia sukses mereka layak menjadi pelecut untuk ditiru demi peningkatan potensi diri. “Jadi kita belajar kiat sukses juga dari lawan di perlombaan,” ujarnya bersemangat. Disisi lain, dengan hadirnya lawan yang tangguh, Cen-Cen juga memiliki motivasi berlipat untuk bisa mempersiapkan diri lebih baik. Keinginan untuk mengalahkan lawan yang hebat tentu saja menjadi bagian dari strategi untuk menempa potensi dan kemampuan diri. Setidaknya pengalaman itu pernah diperolehnya saat mengikuti lomba siswa berprestasi tahun ini. Lawan yang dihadapinya memiliki kemampuan yang luar biasa. Pengetahuan mereka tentang keilmuan sangat mengaumkan. Inilah yang kemudian menjadi cambuk bagi Cen-Cen. Selain kagum, dia juga termotivasi untuk mengalahkannya. “Saya bertekad bisa mengunggulinya. Kunci sukses orang memang berlainan,” ujarnya. (nic/aif)

BANYAK jalan menuju Roma. Ada banyak jalan untuk belajar. Setidkanya itulah motif hidup yang ada di benak Virnanda Virgoriani. Berkat ketekunannya dalam berorganisasi, dara asal Perum Kebalenan Baru, Banyuwangi ini banyak memperoleh pengalaman dan ilmu yang bermanfaat. Dengan memegang posisi sebagai bendahara OSIS di SMAN 1 Giri bisa memberikan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat.Penyuka nasi tempong ini mengaku mendapat pengalaman langsung untuk mempraktikannya. Susah-susah gampang memang saat menjalani tugasnya sebagai bendahara OSIS. Konsentrasi dan ketelitian dibutuhkan agar semua arus keluar masuknya uang tidak salah. “Jadi ini menjadi tantangan untuk bisa mengatur keuangan,” ujar gadis yang akrab disapa Pink itu. Dalam berorganisasi, masih kata Pink, dapat melatih seseorang untuk bertanggung jawab. Inilah satu dari sekian banyak manfaat yang dirasakan oleh Pink untuk tetap aktif dalam organisasi. Tentu saja beban yang diemban membutuhkan perhatian yang serius. Apalagi saat ini Pink masih sekolah. Maka dibutuhkan manajemen waktu agar semua amanah yang dibebankan tidak sampai terbengkalai. Alhasil, sekolah bisa sukses, tanggung jawab sebagai bendahara OSIS tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya. (nic/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Kamis 24 November 2011

Truk Pasir Disapu Banjir

GURU DIJOTOS

Banser Jaga Rumah Atika GENTENG-Barisan Serba Guna (Banser) Satuan Koordinasi (Satkor) Rayon Genteng siap berjaga di rumah Atika Suryaningsih, 24, selama 24 jam nonstop. Langkah siaga itu dilakukan, karena diduga ada tekanan dari sejumlah pihak yang sengaja ingin mengendorkan niat baik guru honorer tersebut. Karena banyaknya tekanan itu, guru korban dijotos oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) itu tidak bisa menemui sejumlah tamu. Dia memilih pergi dari rumahnya diDusun Cangaan, RT 02 RW 02, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Selanjutnya, dia mengasingkan diri ke luar kota untuk menenangkan diri. Pasalnya, dia sempat mengalami depresi dan tekanan psikologis. Agar keselamatan keluarga tidak terganggu, Banser Genteng yang masih berada di bawah garis koordinasi Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Genteng siap berjaga di rumah korban. “Kalau ada ancaman dari pihakpihak lain, kami siap untuk berjaga di rumah ini setiap hari,’’ tegas Supono, ketua Banser Satkor Rayon Genteng itu saat mendatangi rumah Atika, Selasa (22/11) lalu. Menurut Supono, pihaknya berjanji akan mengerahkan satuannya untuk berjaga secara bergiliran. Sejumlah personil akan disiagakan di rumah korban. “Minimal akan kami siagakan empat orang untuk berjaga di rumah ini, dan itu dilakukan secara bergiliran,’’ papar warga Dusun Curah Tangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng itu. Selama masa persidangan nanti, imbuh Supono, pihaknya berjanji akan terus memberikan dukungan di meja hijau kelak. Karena dukungan itu penting dilakukan, supaya korban tidak terbebani dengan masalah yang dihadapinya. “Sampai sidang nanti, kami siap mengawalnya,’’ janjinya. Seperti diberitakan kemarin, Atika Suryaningsih, 24, guru honorer korban pemukulan, yang diduga dilakukan oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) panen dukungan. Jajaran PAC GP Ansor Kecamatan Genteng bersama Satkor Rayon Banser Genteng mendatangi rumahnya di Dusun Cangaan, RT 02 RW 02, Desa Genteng Wetan, Selasa lalu. Mereka siap menjaga keselamatan guru perempuan yang diduga dipukul mukanya oleh Khoirur Rohman, 55, guru SDN IX Kembiritan, pada Kamis (17/11) lalu. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Genteng oleh guru SDN III Genteng Wetan itu. Bahkan, korban maupun Khoirur sudah diperiksa oleh penyidik di mapolsek.(ton/irw)

ALI NURFATONI/RaBa

SIAP KAWAL: Pengurus PAC GP Ansor dan Banser Genteng mengunjungi rumah Atika di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Selasa (22/11).

GAMBIRAN-Hujan deras disertai gelegar petir melanda Banyuwangi Selatan, selama beberapa hari ini. Cuaca buruk itu menyebabkan banjir di Sungai Setail yang mengalir di sepanjang Kecamatan Gambiran, kemarin (23/11). Parahnya, banjir besar tersebut nyaris mencelakakan truk pengangkut pasir. Truk warna kuning yang berada di tepi Sungai Setail, masuk Dusun Setembel, Desa/ Kecamatan Gambiran, itu terseret derasnya arus air. Beruntung, kejadian tersebut segera diketahui oleh sopir dan para pencari pasir yang sedang berteduh di tepi sungai. Spontan, mereka langsung berusaha nggandoli (menahan, Red)

truk agar tak terseret lebih jauh. Supaya tidak terus terbawa arus sungai, sejumlah warga mengikat truk dengan tali tampar. Selanjutnya, tali itu diikatkan pada sebatang pohon besar. Usaha tersebut membuahkan hasil. Meski berada di tengah-tengah aliran sungai yang terbelah dua tersebut, truk tidak sampai terseret jauh oleh sapuan banjir. Bahkan sampai hujan reda, posisi truk tetap bisa ditahan. “Kalau tidak diikat dengan tali, mungkin sudah ikut hanyut terbawa banjir,” tutur beberapa warga yang kemarin berduyun-duyun datang ke lokasi kejadian untuk menonton kejadian tersebut. (azi/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

PROTES: Warga memasang tulisan menolak wilayahnya dijadikan kampung sampah.

Tolak Jadi Kampung Sampah GLENMORE-Protes warga Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, berlanjut. Warga menolak daerahnya dijadikan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA). Kemarin pagi (23/11), mereka memasang tulisan besar bernada protes di lokasi pembuangan sampah tersebut. “Dilarang buang sampah di sini, kampung kami bukan kampung sampah,” begitu bunyi tulisan di papan tersebut. Suprapto Diharjo, warga setempat mengatakan, sebenarnya warga Madiunan sudah

lama merasa risih dengan pembuangan sampah di bibir sungai Jagalan tersebut. Selain dekat dengan pemukiman penduduk, kata dia, tempat sampah itu juga memalukan nama kampungnya. “Dikiranya kampung kita ini kampung pembuangan sampah, dan kurang ajarnya lagi, yang suka membuang sampah di sini justru bukan warga Madiunan, tapi dari daerah lain,” sergahnya. Untuk itu, Suprapto mengajak semua warga sekitar sungai

tersebut untuk berjaga-jaga. Mereka diminta waspada ketika ada orang dari luar kampung itu yang seenaknya membuang sampah di situ. “Buangnya ke sini kadang sembunyi-sembunyi, tapi kalau dijaga saya yakin mereka takut,” cetusnya. Sementara itu, Kepala Pasar Glenmore Bakri ketika dikonfirmasi mengakui, selama ini sampah di tempat kerjanya memang dibuang ke lokasi bibir sungai tersebut. ■Baca Tolak...Hal 39

ABDUL AZIZ/RaBa

TERSERET:Truk pengangkut pasir terdampar di tengah Sungai Setail, Dusun Setembel, Desa/Kecamatan Gambiran, kemarin (23/11).

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Pemkab Akan Bentuk Perusda Perhotelan BANYUWANGI-Pemkab Banyuwangi akan memecah Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang selama ini mengelola Hotel Wisma Blambangan, Apotek Blambangan, Perkebunan Kelapa Blambangan, dan Perkebunan Kopi Blambangan, itu bakal dibagi dua. Hotel Wisma Blambangan, yang selama ini menjadi salah satu usaha PDAU akan ditingkatkan statusnya menjadi perusahaan daerah (Perusda) tersendiri. Rencana pemecahan itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sidang paripurna di gedung DPRD, kemarin (23/11). Agenda sidang itu adalah penyampaian nota penjelasan eksekutif atas diajukannya tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) tahun 2011. Tiga raperda yang diajukan eksekutif itu adalah dua diantaranya tentang pemecahan PDAU. Hal itu diatur dalam raperda tentang pendirian perusda perhotelan Kabupaten Banyuwangi dan raperda tentang perubahan atas peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2008 tentang pendirian PDAU. “Hotel Wisma Blambangan dipandang mampu berdiri sendiri, sehingga perlu dipisahkan pengelolaannya dari PDAU,” terang Bupati Anas di hadapan anggota DPRD, kemarin.

Dengan dibentuk Perusda Perhotelan, lanjut bupati, pengelolaan hotel bisa dilaksanakan secara profesional. Dengan begitu, nantinya bisa mendorong pertumbuhan perekonomian daerah melalui peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). “Dengan PDAU dipisah, PAD diharapkan bisa ditingkatkan,” harapnya. Raperda lain yang juga diajukan eksekutif dalam sidang paripurna itu adalah raperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 13 tahun 2007. Perda itu mengatur tentang penyertaan modal daerah kepada pihak ketiga. Untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah menambah penyertaan modal kepada Bank Pemerintah Daerah (BPD) Jatim. “Saldo akhir tahun 2010 ada Rp 16,957 miliar. Penyertaan modal pada 2012 ditambah Rp 34 miliar, sehingga jumlah modal menjadi Rp 50,957 miliar,” sebut Bupati Anas. Selain ketiga raperda tersebut, dalam nota penjelasannya, Bupati Anas juga berharap kepada anggota dewan untuk mengagendakan kembali kelanjutan pembahasan raperda lain. Yakni, raperda tentang penyelenggaraan reklame dan raperda tentang pembentukan sekretariat Korpri, yang telah diajukan sebelumnya.(abi/ikl/irw)

FOTO-FOTO GALIH COKRO/RaBa

PARIPURNA : Bupati Anas menyerahkan berkas nota penjelasan tiga raperda pada ketua DPRD Hermanto.

FORPIMDA:Jajaran Forum Pimpinan Daerah Kasdim 0825 Mayor Gandu, Kapolres AKBP Nanang Masbudi, Danlanal Letkol EV Nurrokhman, dan Sekkab Sukandi.

KOMPAK : Ketua DPRD Hermanto memimpin sidang paripurna diapit Bupati Anas dan dua Wakil Ketua DPRD Ruliyono dan Joni Subagio.

SERIUS : Anggota DPRD mencermati penjelasan yang disampaikan Bupati Anas.


KOMUNIKASI BISNIS

32

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Kamis 24 November 2011

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•SOBO PERMAI•

•GENTENG•

•TANAH RUMAH•

•TANAH 1665M2•

•SUZUKI APV•

•AVANZA & VIOS•

•PRT•

DIJUAL Rumah Sobo Permai, SHM Lt 95m, 1RT, 1RKeluarga, 2 KMT, Harga 75juta nego. Hub 082131544294, 085236556444

DIJUAL Rumah lokasi sgt strategis di Jln Raya Genteng, luas 293 M2 SHM Harga 1,75 M Nego, Hub. 081358279830

DIJUAL Tanah + Rumah Kos Lt2 SHM 141m2. Jl. Halmahera II No.5 Jember Dekat Unej. Hub: 081330066201

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

DJL Suzuki APV X 2006, P Banyuwangi, coklat metalik. Hub: 081249300900

DJL Avanza G Hitam 09 145jt & Vios Grey 04 79jt Nego, Jl. Widuri 21/0811359689

CR Pembantu Rumah Tangga Gaji 700-1Jt, kerja di Bali. Tlp: 0361-487706, 488315. Sgr!

•JL. ADI SUCIPTO•

•SUTRI GARDEN•

•KEBUN SALAK 11200M2•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

DIJUAL Kebun salak L 11200m2 SHM, kelapa 180 phn sdh prduksi, hrg 35rb/m2 lok Ds Rayun Srono, H: 081336622317

•KETAPANG• DJL Rmh Lok. Wisata Pantai Ds Ketapang Bwi SHM 1620 M Rmh Resto Walet 08179678080

•RUMAH PENGINAPAN• DJL rumahL300M2KT4,KM4,Rtamu,mosola Cck untk usaha penginapan kos2 an dll kontrpksi Tk 3 lok Jbr Hrg 375 jt, H: 081336622317

•RUMAH KEBUN L8050M2• DJL rumah + kebun L8050M2 SHM ada kolam ikan Cck utk villa perternakan dll hrg 65 rb/M2 pekulo sbsri H: 081336622317

•PROPERTY• www.BanyuwangiProperty.com.Jual/Beli rumah. Hub ARYA 081336659258

•2 RUMAH•

•TANAH + BANGUNAN•

LUAS 10X15 (2 Rumah) Hrga 125 Jt nego, Jl. Ikan Kembang Waru RT 04/03, belakang Jagalan Karangrejo, HP: 081615726945

DJL Lt. 940 /LB. 10X12 M2 Jl. Patung Tembok Muncar, Hub. Moh. Ikhwan 593773-08124914916

SITUBONDO

•TANAH KEBUN•

•JL. ANGGREK•

DIJUAL: Tanah kebun + 4Ha + Villa di Kalipuro (15 menit dari pusat kota Banyuwangi) Hub: 081913965354.

DJL Rmh LT420m2, tlp, PDAM, listrik 900W, KM 3, KT 5, RT, R. Tgh, R. Kelg, R. Mkn, dpr, gdg. Jl. Anggrek IV/01, 085219999788

•MOBIL HONDA•

• SUZUKI SWIFT•

•PT. RAMAYANATRAVEL•

READY STOCK Honda Jazz, CRV, Freed, Civic - 2011, Tlp: 081233183779.

DJL Suzuki Swift (L) 2008 Akhir, Burgundy A/T, Pajak baru, 081803216312

DCR Tng krj Markting pend min S1 eko pmsrn/ prwsta IPK 3.00 aktf prog komp, Adm & Kasir, Driver taxi&travel, Umum pend min SMU SMK otmtif.Keuangan,akntns.Siapluarkota,SIMC,B1 umumpglmnkrj3th,bhsInggaktif.H:081249008778. PT RamayanaTravel, Jl.Bski Rahmat 43 Bwi

•KAPLING LT475M2•

•GEBYAR DISKON DAIHATSU•

•DICARI•

JL. SINGOSARI /Jati Rimba, 165Jt pas, DP, sisa diangsurtnpbunga,bsabelistengah,085236366603

DAPATKAN All New Xenia hrg mli 130 Jtan. Gran Max Free 8 Jt. Hub: Esthi Daihatsu. 081358624663 / 0333-7791779 / 087857994041

DCR Speda Motor bks th 1980-2011 harga tinggi, H: 085234943645/087755966735

•DAM TRUK•

DJL Mits Kuda Grandia ‘03 MT Hitam CD Jok kulit, H. 99jt, kondisi bgs,087852755758

•TANAH KAPLING• DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

BANYUWANGI

• THE LAGOON RESIDENCE•

• TOKO SHM•

RUKO 2 lt, LT80m2, LB110m2, SHM, siap huni, rumah T50,T80, hrg mulai 200jtan. Jl. Yos Sudarso 60A Banyuwangi. H: 081331354660, 081252476002

DIJUAL Toko SHM 20m2 Lincing Rjampi, ada PLN, hrg nego. H: 082141140617

BANYUWANGI

• PROMO DAIHATSU•

BANYUWANGI

•KOMUNITAS•

•MONITOR RUSAK•

•PENJOR TRAVEL•

CRI/DBLI Monitor/CPU rsak=40rbu, hardisk/mthboard/pwrsuply rsk=7rbu, AC/ prabola/kulkas, trma borong wartel/warnet buyar. CV. ANACOM 085736367229

COMUNITAS Mobil Jazz Banyuwangi, Bagi pecinta Mobil Honda Jazz, mari bergabung. Kordinator: H. Iqbal Masruri, HP: 0811354363

BERANGKAT Pagi mulai tgl 31 October 2011 tujuan Banyuwangi-Denpasar PP, pemberangkatan jam 07.00 dan 11.00, Harga hanya Rp. 100.000,- (khusus pagi), Banyuwangi: (0333) 770 1800/419 616/ 424 639, Denpasar: (0361)238 244/247 168. “Jaminan satu orang tetap berangkat”.

•BISNIS TAS IMPORT•

GENTENG

• TOKO DISEWAKAN•

• RUKO+GUDANG•

DISEWAKAN Toko/Gudang 7x12m, lokasi strategis, Jl. Brigjen Katamso 21 Bwi. Telp. 081336322369/081934872869

DIJUAL Ruko + Gudang, Jl. Diponegoro 346 sblh PLN Genteng, LT 790, LB 450, SHM/IMB. Hub: 396254/085854916499

• GUDANG BEKAS•

•MAU PASANG IKLAN?• HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180

DIJUAL Dam truk 95 jas 08.05 City 08. Baleno 03 L300. 09 Cash/kredit. Hub. 082142194111, 081335897888.

MILIKI Gran Max UM 5jt-an. Terios, Sirion, Luxio Disc 15Jt. Tlh hadir ALL New Xenia Inden skrg jg. Hub Hadi Daihatsu 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

•BESUKI• DJL Rmh T. perantara L1400m2, Bgn900m2, SHM, kond baik, di Jl. Jokotole 15 35-Besuki, Stb. H. 0338-891196/087857931687

BANYUWANGI

DJL utk Ruko Gudang Bekas Mebel Anis di Jln Kepiting Bwi Dpn Bengkel Mobil Hub. 085335735964.

•TANAH GENTENG• DIJUAL Tanah Ls 2090m2 Genteng, Hub: 081235805050. P. Joko, Jl. Ry Setail Genteng

ANDA Berminat jual/kredit tas ibu2 import kw1, H:085238015470 (Bwi &Stb)

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM menerima pemasangan Depo Air isi ulang. Hub: (0333)8953555/ 085257558460 / (031) 81402211

• FORTUNE TRAVEL• SUPER Executive Travel, Layanan antar jemput, terima titipan paket kilat Banyuwangi - Surabaya PP, armada Innova, ELF, Pregio.T (0333)8924 999, (031) 83100 888, 0821 8983 5555, 0812 176 34300

• PT. RAMAYANADUTAWISATA• TRAVEL Bwi-Sby/Mlg (PP) pgi & mlm, Tiket Online Psawat Merpati Bwi-Sby & sgl jur, ttpn paket kilat brng & dok, sewa kndraan &Taxi argometer, T. (0333) 636410, 7770791, 8951388, 421760. 081249008778.

•MAU PASANG IKLAN?• HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180

•MITSUBISHI KUDA•

•PRIMA MOBIL• SEGERA Indent! All New Avanza, New Kijang Innova, Yaris, All New Xenia, PU Granmax, Terios, New Grand Livina, New Jazz. Hub 0333411655/0811301676

•PRIMA MOBIL• CRV 09, Jazz 05, Kijang Krista 97, Lsx Slr 97, Avanza 05, 06, Xenia 05, Escudo 98, 04, PU T12009, Futura 09, Stw Zebra 07, Panther New HiGrade 99, Taruna 02. Hub: 0333411655/0811301676

BANYUWANGI •STNK• HLGSTNKNopolP2810VM,an.BudiMulranto,al: Jl.Adi Sucipto GgYapenatim RT 03/03 Kebalenan HLG STNK Nopol P 6654 V, an. Fatima, al: Jln. Basuki Rahmat No. 105, Bwi HLG STNK Nopol P 3570 TI, an. Atminten, al: Dsn Barurejo RT03/07 Kalibarumanis HLGSTNKNopolP5650WQ,an.ZulhijjahJabbar, al: Perum Kebalenan Indah RT02/1 Kebalenan.


BALJEBOL

Kamis 24 November 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Ditangani Puslabfor Polda Jatim Kebakaran Mobil dan Rumah Milik Wartawan BONDOWOSO - Tim Puslabfor Polda Jatim segera turun ke lokasi kebakaran rumah dan mobil milik Adi Purnomo, 42, wartawan sebuah tabloid mingguan, di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Rabu kemarin pagi (23/11). Mereka langsung melakukan olah TKP. Juga, mengambil sampel dari material sisa kebakaran mobil. Selain itu, petugas Puslabfor juga melakukan serangkaian pemotretan obyek mobil yang terbakar itu. Termasuk menggali informasi dari Adi Purnomo, dan beberapa saksi mata yang pertama kali melihat kejadian kebakaran itu.

Adi Purnomo pada Tim Puslabfor menjelaskan, saat kejadian sekitar pukul 02.00 wib, dia melihat api sudah membakar bodi mobil Soluna nopol P 1790 NL. Sehingga, ia dan para tetangga berpikir tidak mungkin bisa menyelamatkan mobilnya. “Karena, api sudah membakar seluruh badan mobil,” katanya. Bahkan, api terus menjalar ke Taft nopol L 1375 QI sehingga ikut terbakar habis. Meski dia dan tetangga sudah berusaha menyiramkan pasir dan air ke sumber api, namun api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.30. Adi Purnomo juga mengaku, mobil Toyota Soluna miliknya memang jarang dipakai. Sehari-harinya, ia malah sering menggunakan Taft. “Terakhir kali memakai Soluna, empat sebelum kejadian,” tambah-

nya kepada penyidik. Hanya saja, karena jarang dipakai ini sekitar pukul 21.00 wib, dia masih sempat memanasi mesin mobil Toyota Solunanya sekitar 10 menit. “Setelah memanasi mesin mobil, saya langsung mematikan mesin. Dan, mengunci pintu mobil. Lalu, saya masuk rumah kembali,” katanya. Sementara Kasatreskrim AKP Bambang Setiawan SH kepada koran ini mengatakan, penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah dan dua mobil Adi Purnomo masih dalam penelitian tim Labfor Poda Jatim. “Kami tidak bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Apakah ada faktor kesengajaan atau memang terbakar dengan sendirinya,” katanya. Penyebab kebakaran, kata Bambang, tentunya masih dalam proses

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

AMBIL SAMPEL: Tanpa banyak buang waktu, begitu sampai di Bondowoso tim Puslabfor Polda Jatim langsung melakukan olah TKP.

penelitian labfor Polda Jatim. “Tentunya, timlabfor yang akan menyimpulkan penyebab kebakaran. Dan, itu masih menunggu beberapa minggu ke depan,” ujarnya. Oleh sebab itu, tim labfor mengambil sampel seperti potongan material mobil bekas, material kayu yang terbakar, serta beberapa material lainnya. “Benda-benda itu, langsung dibawa tim labfor ke Polda Jatim untuk dilakukan penelitian lebih mendalam,” katanya. Meski begitu, Bambang mengatakan, sebuah obyek yang sengaja dibakar atau terbakar dengan sendirinya, akan mampu dibedakan oleh tim labfor. “Kami berharap penyidik bisa segera mengungkap faktor terjadinya kebakaran ini,” katanya. (eko/hdi/jpnn)

Dirampok, Pemilik Toko Melawan BONDOWOSO – Aksi perampokan di wilayah hukum Polres Bondowoso semakin nekat saja. Selasa malam sekitar pukul 22.00, seorang penjahat mencoba menerobos toko oli Makmur Motor yang terletak di Pertokoan Tamansari di jalan KIS Mangunsarkoro 9, Bondowoso. Untungnya, Karno Joyo, 45, korban yang tinggal di ruko tersebut mempunyai nyali luar biasa untuk mencoba melawan sang pelaku. Korban akhirnya kena sabetan senjata tajam di bagian leher. Setelah dirawat di RSUD Bondowoso, dia diperbolehkan pulang kembali. Tak ada kerugian materi atas tindak kejahatan tersebut. Karena begitu mengetahui korban mencoba melawan, pelaku mengurungkan niatnya untuk menjarah harta korban. Dia langsung kabur ke arah selatan, lantas belok ke arah barat menuju jalan Letjen Panjaitan Bondowoso. Rupanya, pelaku yang beraksi sendirian ini ketakutan jika aksinya terbongkar. Kebetulan, lokasi pertokoan tersebut masih dalam kondisi ramai lalu lintas pengguna jalan. Kepada koran ini Selasa malam, Karno Joyo menceritakan jika sesaat sebelum kejadian dirinya merasa jadi incaran sang pelaku. Karena kondisi di pertokoan tersebut masih ramai, pelaku menggunakan kesempatan saat toko akan ditutup malam itu. “Saat pintu masih terbuka sedikit dia (pelaku, Red) menerobos ikut masuk ke dalam,” katanya. Karno Joyo sadar, tamu tak diundang ini sudah punya niat

jahat terhadap dirinya. Karena selain langsung menerobos masuk begitu saja, dia tak mau melepas helm teropong berwarna pink yang dikenakannya. Benar saja. Begitu masuk, pelaku langsung menghardik dirinya agar segera menyerahkan uang, sambil mengacungkan senjata tajamnya. “Dia tak menyebut jumlah. Hanya minta uang secepatnya,” ujar korban. Karno Joyo mencoba mengulur waktu. Ia mengatakan pada penjahat akan memberikan uang yang dimaksud. Pelaku rupanya tak sabar, sehingga langsung menyabetkan senjata tajamnya ke arah kepala korban. Karno kaget, sabetan itu sempat melukai leher bagian kanannya. Darah pun sempat mengucur dari bekas luka. Dia mencoba melawan penjahat itu, sambil berteriak minta pertolongan. Namun teriakan ini tak terdengar jelas dari luar karena rolling door toko hanya terbuka sedikit. Teriakan dan keributan di dalam toko ini membuat istri Karno yang berada di lantai dua turun ke lantai satu. “Melihat ada orang lain pelaku makin panik. Dia langsung keluar dan kabur melarikan diri ke arah selatan,” jelasnya. Pada polisi yang segera datang ke lokasi kejadian, Karno Joyo menjelaskan jika pelaku memakai celana jins berwarna biru, helm pink, dan tinggi sekitar 170 cm. Pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio. (hdi/jpnn) ADVERTORIAL SEKOLAH

JADWAL KEGIATAN PERINGATAN HARI JADI KE 240 BANYUWANGI TAHUN 2011

SMAN 1 Purwoharjo

Raih Seabreg Prestasi PURWOHARJO - Pada tahun pembelajaran 2011 ini, SMAN 1 Purwoharjo (SMANPUR) panen prestasi. Selain prestasi akademik, kegiatan non akademik juga banyak yang meraih juara. Baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi Jawa Timur. Untuk prestasi akademik, para siswa di SMANPUR baru saja menggondol juara II Olimpiade Fisika tingkat provinsi yang dilaksanakan oleh Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Sebelumnya, mereka meraih juara 1 Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Banyuwangi. “Siswa SMANPUR mewakili Banyuwangi dalam olimpiade Fisika ini setelah juara 1 tingkat kabupaten,” cetus Kepala sekolah (Kasek) SMANPUR, Nurhadi Sotjipto. Dalam setiap olimpiade mata pelajaran yang digelar oleh Unair Surabaya, lanjut dia, para siswa SMANPUR selalu mengikuti. Bahkan, selama enam tahun terakhir ini para siswanya selalu tembus pada semifinal. “Tahun ini siswa SMANPUR dapat juara II,” sebutnya. Selain kedua prestasi akademik itu, lanjut dia, dalam lomba Medspain yang meliputi mata pelajaran Fisika, Biologi, dan Kimia tingkat Kabupaten Banyuwangi, para siswanya berhasil menjadi juara III. “Masih banyak prestasi akademik

ISTIMEWA

PRESTASI: Kasek Nurhadi bersama para siswa berprestasi dan guru pembimbingnya.

dari siswa,” ungkapnya. Untuk prestasi non akademik, jelas dia, salah satu siswinya berhasil menjadi juara II pencak silat tingkat Provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Jember (Unej). Sedang basket SMANPUR, baru saja menyabet juara II se Kabupaten Banyuwangi. “Juara II ini basket putra dan putri,” terangnya. Dalam bidang kebersihan dan keindahan, masih kata dia, sekolahnya juga sering menyabet juara. Pada 2010 lalu, SMANPUR menjadi juara 1 BIRR tingkat Kabupaten Banyuwangi. Sedang pada 2011 ini, SMANPUR menjadi finalis pada lomba Green and Clean. “Untuk lomba Green and Clean ini, kita sedang menunggu pengu-

muman juaranya,” paparnya. Untuk kebersihan dan kesehatan bukan itu saja, Nurhadi menyebot sekolahnya sedang mempersiapkan lomba lingkungan sekolah sehat (L2SS) tingkat Provinsi Jawa Timur. “SMANPUR juara pertama pada L2SS tingkat kabupaten dan maju ke tingkat provinsi,” sebutnya. Prestasi yang diraih oleh para siswa dan sekolah ini, masih kata dia, menunjukan prestasi SMANPUR terus semakin meningkat. “Kita akan menggelar olimpiade untuk siswa SMP/ MTs tingkat kabupaten, bagi peraih nilai terbaik pertama hingga tingga, akan dapat beasiswa bila sekolah di SMANPUR,” ungkapnya. (abi/adv/als)

1.

Kontes Ternak, tanggal 23 s/d 24 November 2011, pukul 09.00 s/d selesai, tempat Lapangan Kedayunan Kecamatan Kabat 2. Pemilihan Jebeng Thulik, tanggal 26 November 2011, pukul 19.00, tempat Depan Kantor Pemkab Banyuwangi 3. Kontes Tanaman dan Ayam Hias, tanggal 3 s/d 11 Desember 2011, pukul 09.00 s/d 22.00, tempat Lapangan Parkir Roxy Supermarket 4. Pentas seni Budaya dan Lomba Olah raga Tradisional, tanggal 5 s/d 7 Desember 2011, pukul 08.00 s/d selesai, tempat Kecamatan Se-Kabupaten Banyuwangi 5. Konggres Adat Banyuwangi, tanggal 6 s/d 7 Desember 2011, pukul 09.00 s/d selesai, tempat Desa Wisata Osing Kemiren Glagah 6. Lomba Nyanyi Lagu Daerah Banyuwangi, tanggal 9 s/d 10 Desember 2011, pukul 08.00 s/d selesai, tempat Aula Kantor BPMPD 7. Nyapu Bareng dan Rijig-Rijig Kampung, tanggal 06.00 s/d selesai, pukul 06.00 s/d selesai, tempat sepanjang jalan protokol Wongsorejo s/d Kalibaru 8. Sangrai Kopi, tanggal 10 Desember 2011, pukul 08.00 s/d selesai, tempat Desa Kemiren, Glagah 9. Mlaku Bareng, tanggal 11 Desember 2011, pukul 06.00 s/d selesai, tempat Kecamatan Genteng 10. Dialog Interaktif, tanggal 12 Desember 2011, tempat Radio Blambangan, VIS FM, Mandala, Sritanjung dan Radio Komunitas 11. Musyabaqoh Tilawatil Qur’an, tanggal 14 s/d 17 Desember 2011, pukul 08.00 s/d selesai, tempat Masjid Baiturrahman, Masjid KH. A. Dahlan dan Aula Kement. Agama 12. Pameran Produk, tanggal 14 s/d 18 Desember 2011, pukul 09.00 s/d selesai,

13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22. 23.

24.

tempat Depan Bank Mandiri Jl DR Wahidin Sudiro Husodo Pameran Benda Pusaka, tanggal 14 s/d 18 Desember 2011, pukul 09.00 s/d 21.00, tempat Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istigosah, tanggal 16 Desember 2011, pukul 20 s/d selesai, tempat Halaman Pemda Banyuwangi Semaan Al Quran dan Santunan Yatim Piatu, tanggal 17 Desember 2011, pukul 04.00 s/d selesai, tempat Halaman Pemda Banyuwangi Istigosah, tanggal 17 Desember 2011, pukul 22.00 s/d selesai, tempat Kecamatan Songgon Renungan Suci, tanggal 17 Desember 2011, pukul 24.00 s/d selesai, tempat Rowo Bayu Kecamatan Songgon Napak Tilas, tanggal 18 Desember 2011, pukul 05.30 s/d selesai, tempat Strat: Lap. Desa Songgon, Finish Rowo Bayu Upacara, tanggal 18 Desember 2011, pukul 08.00 s/d selesai, tempat Lapangan GOR Tawang Alun Banyuwangi The Sun Rice Of Java Trail Adventure, tanggal 18 Desember 2011, pukul 09.00 s/d selesai, tempat Start-finish: GOR Tawang Alun Banyuwangi Festival Kuwung, tanggal 18 Desember 2011, pukul 12.00 s/d selesai, tempat start: Depan Pemda, finish Gedung Wanita Resepsi, tanggal 18 Desember 2011, pukul 19.00 s/d selesai, tempat Jl Veteran (Depan SD Kepatihan Banyuwangi) Pentas Hiburan Rakyat, tanggal 18 Desember 2011, pukul 21.00 s/d selesai, tempat Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Siliragung, Kecamatan Kalibaru Pameran Lukisan dan Patung, tanggal 23 s/ d 30 Desember 2011, pukul 09.00 s/d 21.00, tempat Gedung Paramita Kencana Banyuwangi


38

Kamis 24 November 2011

Pengurus Janji Bayar Hari Ini Tuntutan Gaji Pemain Persewangi

GALIH COKRO/RaBa

MINTA HAK: Setelah manajemen bersedia membayar gajinya hari ini, pemain Persewangi mengurungkan niatnya meninggalkan mess Persewangi.

BANYUWANGI – Keresahan calon skuad Persewangi mengenai status mereka mulai menemukan titik terang. Setidaknya ini muncul dari sikap manajemen yang memberikan kepastian untuk tetap menggunakan tenaga pemain yang ada. Termasuk pembayaran gaji yang selama ini menjadi keluhan pemain selama ini. Dalam pertemuan yang digelar antara pemain dan pihak manajemen malam kemarin, setidaknya pengurus berjanji akan membayar tuntutan yang disuarakan oleh pemain. Termasuk membayar gaji pemain yang menjadi tuntutan kepada tim.

Sumber koran ini di Persewangi menyatakan, pihak manajemen berjanji akan membayar uang gaji pemain mulai besok (hari ini). Sedianya pengurus tim menginginkan pemain untuk meneken kontrak sebagai bagian dari pencarian gaji tersebut. Tetapi hal itu ditolak pemain karena tuntutan saat ini adalah pembayaran gaji selama empat bulan berlatih. Otomatis dengan kejelasan pembayaran gaji ini, pemain berencana membatalkan rencananya meninggalkan mess. Mereka masih menunggu realisasi janji yang disuarakan pengurus. “Kita tidak jadi pulang dan tunggu hasil pembayaran itu,” ujar salah satu pemain yang enggan disebut namanya. Dari pihak manajemen sendiri

rupanya sudah berkomitmen untuk membayar gaji pemain. Sebab, mereka merupakan bagian dari tim. “Kita akan usahakan untuk memenuhi tuntutan mereka,” ujar Nanang NUr Ahmadi, ketua Persewangi. Seperti diberitakan kemarin, calon skuad Persewangi mengancam meninggalkan mess. Mereka menilai tindakan itu diambil lantaran pengurus tidak memberikan kejelasan akan status dalam tim. Di satu sisi perhatian pengurus terhadap pemain juga dirasakan sangat kurang. (nic/als)

PEROLEHAN BALLOT LOMBA FOTO BANYUWANGI ETCHNO CARNIVAL (BEC) NO FOTO

JUMLAH

98 57 40 19 92 1 48 29 29 55 108 33 111 89

253 231 160 139 91 63 46 35 19 17 9 9 2 1

PEROLEHAN BALLOT JEBENG THULIK 2011 KABUPATEN BANYUWANGI NAMA JEBENG - THULIK 04. 07. 05. 15. 16. 09. 17. 10. 13. 12. 01. 19. 14. 03. 06. 20. 02.

JUMLAH

Akhmad Eka Tegar Virnanda Virgoriani Citra Bunga Edelweiss Anindhita Amalia Putri Fendy Yonatan Santoso Juwita Permatasari Farah Nastity Akhmad Ghozali Citra Intan Shalehati Dani Ramadhan Maretha Manik M Ajeng Rahmawati Taufan Sindhu Surya Padma Rafika Irmaya Putri Nanang Geovani Pangestu Tezar Trias Pramana Yofi Agung P

01. Maretha Manik M

02.Yofi Agung P

03. Rafika Irmaya Putri

04. Akhmad Eka Tegar JP

05. Citra Bunga Edelweiss

06. Nanang Geovani Pangestu

07. Virnanda Virgoriani

08. Nizar Arief Darmawan

09. Juwita Permatasari

10. Akhmad Ghozali

11. Cendiana Aprilila H

12. Dani Ramadhan

13. Citra Intan Shalehati

14. Sindhu Surya Padma

15. Anindhita Amalia Putri

16. Fendy Yonatan Santoso

17. Farah Nastity

18. Gregorius Dimas Kristiawan

19. Ajeng Rahmawati Taufan

20. Tezar Trias Pramana

131 40 34 33 22 13 9 8 7 7 6 5 4 3 3 2 2

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Menengok Hasil Perbaikan Sarana Jalan Rusak 2011

Gerojok Rp 55 M, Perbaiki 203 Kilometer Jalan Rusak Sarana publik yang menjadi perhatian Bupati Abdullah Azwar Anas adalah kerusakan jalan. Panjangnya sarana jalan rusak menjadi keresahan serius yang dialami Bupati Anas sejak dilantik menggantikan Bupati Ratna Ani Lestari pada 2010 lalu. PERBAIKAN jalan rusak, sejatinya akan langsung dilakukan Bupati Anas sejak dilantik pada 22 Oktober 2010 lalu. Hanya saja, keinginan besar itu tidak bisa direalisasikan karena terkendala waktu. Saat Bupati Anas menjabat, tahun anggaran 2010 sudah berjalan 10 bulan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 yang dijalankan Bupati Anas selama dua bulan, merupakan APBD warisan dari Bupati Ratna. Program dan rencana aksi kerakyatan Bupati Anas tidak bisa langsung dilakukan karena menggunakan APBD transisi dari

pemerintahan sebelumnya. Pada tahun 2010, Bupati Anas hanya menuntaskan program dan kegiatan yang disusun pendahulunya. Baru pada APBD 2011, Bupati Anas memulai aksinya untuk membangun sarana publik yang rusak. Dalam APBD pertama yang disusunnya, Bupati Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menggelontar dana Rp 56,8 miliar. Anggaran itu terbagi menjadi dua. Rp 55 miliar dialokasikan untuk memperbaiki sarana jalan yang rusak. Sedangkan yang Rp 1,8 miliar digunakan untuk membangun jalan. Sejak awal, Bupati Anas berkomitmen untuk fokus mengatasi jalan yang rusak. Pembangunan jalan baru, tidak menjadi proritas dalam rangka pemerataan akses jalan kepada masyarakat. Karena itu, porsi anggaran untuk pembangunan jalan dalam APBD 2011 sangat minim. Anggaran difokuskan untuk mengatasi kerusakan jalan rusak yang menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat terganggu. Dari anggaran Rp 55 miliar yang disediakan dalam APBD 2011, berhasil memperbaiki jalan rusak

sepanjang 55 kilometer (km) yang tersebar di beberapa kecamatan. Pada tahun 2011 ini berhasil memperbaiki jalan dengan kondisi rusak berat sepanjang 50,65 Km. Kondisi rusak berhasil direhabilitasi sekitar 61,45 km, rusak sedang 160,95 Km. Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Mujiono mengatakan, perbaikan jalan rusak belum tuntas dilakukan. Hanya beberapa kerusakan berat yang dialami beberapa ruas jalan kabupaten, sudah berhasil diatasi pada tahun ini. Perbaikan jalan rusak, akan dilanjutkan pada tahun 2012 mendatang. Pada tahun 2012 etimasi jalan rusak berat yang diperbaiki mencapai 33,68 Km. Kondisi rusak 44,48 km dan kondisi rusak sedang sekitar 143,98 km. ”Bupati memiliki program untuk men-zerokan jalan rusak,” ungkap Mujiono. Selain melakukan perbaikan jalan rusak, pada tahun 2011 berhasil menambah panjang jalan berhotmix. Pada tahun 2010, jalan berhotmix hanya sekiar 956,60 km saja. Pada tahun 2011 ini jalan yang menggunakan aspal hotmix bertambah menjadi 1.112 Km. Ber-

DOK.RaBa

PRIORITAS: Bupati Anas (tengah) bersama sejumlah pejabat saat meninjau kerusakan salah satu ruas jalan di Kecamatan Tegaldlimo beberapa waktu lalu.

tambahnya jalan berhotmix secara otomatis mengurangi jalan lapen. Tahun 2010 jalan lapen pan-

jangnya 1.157 km, dan pada tahun 2011 panjang jalan lapen berkurang menjadi 1.003 km. ”Tahun 2012

jalan berhotmix panjangnya kita estimasikan menjadi 1.198 Km,” ungkap Mujiono. (afi/adv/als)


39

Kamis 24 November 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Studi Kelayakan Tuntas Sebulan n SG SIAP... Sambungan dari Hal 29

Dari aspek transportasi, Banyuwangi dinilai memenuhi syarat untuk membangun kawasan industri khusus. Sebab, Banyuwangi memiliki pelabuhan yang cukup memadai untuk kegiatan industri. ”Kawasan industri harus dibangun dekat dengan pelabuhan, maksimal 20 Kilometer dari pelabuhan,” kata Sugeng. Saat ini, PT KIG sedang melirik beberapa lokasi untuk pembangunan kawasan in-

dustri. Untuk investasi pembangunan kawasan industri, PT KIG membutuhkan lahan paling sedikit 50 hektare (ha). ”Setelah mendapat gambaran lokasi, kita lakukan feasibility study,” imbuhnya. Sugeng mengaku sudah menunjuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk melakukan feasibility study rencana pembangunan kawasan industri di Banyuwangi. Pelaksanaan feasibility study itu tidak akan memakan waktu lama, karena diprediksi akan sudah diketahui hasilnya han-

ya dalam tempo satu bulan. Sementara itu, Bupati Anas merespons serius rencana PT KIG untuk membangun kawasan industri di Banyuwangi. ”Agar investasi tumbuh di Banyuwangi, kuncinya harus ada kawasan industri,” kata Anas. Kedatangan Direktur Utama PT KIG merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Anas dengan salah satu Direktur Litbang dan Operasional PT Semen Gresik Tbk, Suharto beberapa waktu lalu. Waktu itu, Bupati Anas mengun-

dang PT SG untuk berinvestasi lebih besar di Banyuwangi. ”Permintaan kita mendapat respons positif. Semen Gresik mengirim Dirut PT KIG untuk melakukan penjajakan investasi pembangunan kawasan industri,” kata Anas. Dalam kesempatan itu, Anas menunjukkan beberapa pilihan lokasi yang memungkinkan dibangun menjadi kawasan industri. Kepada Dirut PT KIG Sugeng, Bupati Anas berjanji akan memberikan sejumlah insentif jika PT KIG benarbenar berinvestasi di Banyu-

Bakal Turun Merata pada Desember n PAGI CERAH... Sambungan dari Hal 29

Dia menjelaskan, angin puting beliung diakibatkan oleh pemanasan bumi. Selain itu, cuaca di Banyuwangi yang sulit diprediksi saat ini, juga berpengaruh terhadap kejadian tersebut. Pemanasan bumi akan menimbulkan penguapan, dan dari penguapan itu pula akan timbul awan. Jika awan yang ditimbulkan penguapan tersebut banyak, maka akan berpotensi menjadi Comulusnimbus. “Awan ini sejenis awan tebal yang berbahaya,” urainya. Pergerakan awan Comulusnimbus setelah sampai puncak, akan menggerakkan udara dari bawah ke atas. Begitu juga sebaliknya, dari atas ke bawah. Dari situlah muncul yang disebut puting beliung. “Topografi juga berpengaruh terhadap terjadinya puting beliung,” cetus Anjar. Oleh karena itu, masyarakat Banyuwangi diharapkan waspada dengan setiap hujan yang terjadi. Karena, memasuki musim penghujan seperti saat ini potensi hujan disertai petir dan angin deras cukup besar. “Jika ada pohon yang besar hendaknya dipangkas, karena jika hujan datang disertai angin kencang, po-

Sambungan dari Hal 29

Menurut Ketua Paguyuban Jebeng Thulik, Ardian Fanani, materi cara membuat kopi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap wacana Banyuwangi sebagai kota kopi. “Dari kegiatan ini, diharapkan para finalis PJT dapat mengetahui tentang potensi Banyuwangi yang lain, yaitu kopi,” ujarnya. Tidak hanya belajar membuat kopi, para finalis Jebeng Thulik juga mengunjungi perkebunan

pengembangan kawasan industri. Perusahaan tersebut berhasil membangun kawasan industri di Tuban dengan nilai investasi yang cukup besar.

”Pemerintah daerah tidak ragu. Jika kawasan industri dibangun, saya yakin pertumbuhan ekonomi akan cepat berkembang,” katanya. (afi/bay)

Juara Umum Dapat Piala Bergilir n ADU CANTIK... Sambungan dari Hal 29

Jumlah ternak yang berpartisipasi sebanyak 168 ekor. “Ternak-ternak tersebut selain mengikuti kontes sekaligus dipamerkan dan bila ada yang berminat bisa dilaksanakan transaksi,” jelasnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan acara lomba lukis untuk siswa SD dan lomba mewarnai untuk siswa TK di Kecamatan Kabat dan sekitarnya. “Pelaksanaan lomba lukis dan mewarnai ini sebagai salah satu

upaya untuk menumbuhkan rasa kecintaan pada ternak sejak dini,” jelas Benny. Sedangkan untuk kegiatan pameran, produk yang unggulan yang ditampilkan adalah pet animal (hewan peliharaan), produk unggulan peternakan, ayam ketawa, dan ayam serama. Selain itu, dipamerkan juga beberapa sapi perah dan domba. “Ada juga gerakan makan telur dan minum susu,” katanya. Menurut Benny, rangkaian kegiatan tersebut ber tujuan untuk pemaparan dan penampilan prestasi. Teru-

tama dalam peningkatan produksi dan reproduksi ternak, usaha peternakan, dan sektor pendukung peternakan. “Juga sebagai media evaluasi keberhasilan pembinaan sub sektor peternakan di Banyuwangi,” ujarnya. Sementara itu, kontes ternak tersebut memperebutkan piala Bupati Banyuwangi, piagam penghargaan, dan penghargaan berupa uang pembinaan dari pemkab. “Juara umum akan menerima trophy bergilir Bupati Banyuwangi,“ pungkas Benny. (gil/bay)

Temu Teknik Sabtu Mendatang n PENDAFTARAN... Sambungan dari Hal 29

Panitia memberikan kebebasan kepada calon peserta untuk berkreasi membuat majalah dinding. Peserta bebas memilih bahan yang akan GALIH COKRO/RaBa

DAMPAK CUACA: Musala SDN Model Banyuwangi disambar petir Selasa sore lalu (22/11).

hon tersebut sangat rawan bagi keselamatan masyarakat. Apalagi lokasi pohon yang berada di permukiman,” jelas Anjar. Sementara itu, hujan yang terjadi saat ini di wilayah Kabupaten Banyuwangi belum merata. Hal tersebut diakibatkan perbedaan

topografi yang ada di Banyuwangi. ”Yang mengalami hujan lebih awal yaitu Banyuwangi bagian tengah, selatan, dan barat. Bulan Desember mendatang kemungkinan hujan akan merata. Dan puncaknya pada bulan Februari,” jelasnya. (gil/bay)

Mengunjungi Perkebunan Kalibendo n BELAJAR...

wangi. ”Kita akan support 100 persen jika ada investor datang,” tegasnya. Anas mengakui, PT KIG memiliki reputasi yang baik dalam

Kalibendo. Mereka melihat langsung budi daya kopi lebih mendalam di perkebunan tersebut. “Materi tersebut berawal dari rencana Pemkab menjadikan Banyuwangi sebagai kota kopi. Sehingga para finalis wajib mengenal hal tersebut lebih jauh,” ujar Ardian. Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Dariharto mengakui, finalis Jebeng Thulik lebih banyak melakukan aktivitas di perkebunan

Kalibendo kemarin. Kunjungan tersebut untuk mengenalkan kopi sebagai brand image Banyuwangi. “Selain diberikan cara membuat kopi, mereka juga mendapatkan bagaimana cara menyajikan kopi yang baik,” ujarnya. Dariharto menambahkan, selain kegiatan tersebut para finalis PJT sudah mempersiapkan sebuah pertunjukan yang akan ditampilkan pada malam ramah tamah yang akan digelar Jumat mendatang. “Persiapan malam ramah tamah telah

mereka siapkan, tunggu saja tanggal mainnya,” cetusnya. Rencananya, dalam acara ramah tamah tersebut akan mengundang para orang tua finalis Jebeng Thulik. Selain sebagai bentuk dukungan orang tua kepada anaknya, acara tersebut juga bertujuan untuk menunjukkan hasil selama diklat dan masa karantina di hotel dan di Desa Kemiren. “Agar para orang tua mengetahui apa yang telah didapatkan anak-anaknya setelah mengikuti diklat dan karantina,” pungkasnya. (gil/bay)

dipakai untuk membuat madding. ‘’Boleh menggunakan gabus, kayu atau bahan lainnya. Yang penting, jangan sampai kekurangan atau kelebihan ukurannya,’’ ujar panitia Mading Competition 2011, Benny Siswanto.

Sementara itu, acara temu teknik Mading Competition akan digelar di kantor Radar Banyuwangi Sabtu mendatang (26/11). “Pada saat temu teknik nanti wajib hadir ketua tim dan guru pendamping,“ ujar Benny.(*/bay)

Masyarakat Jadi Korban n SEPELEKAN... Sambungan dari Hal 40

“Jadwal rencana kerja DPRD Situbondo, antara bulan November hingga Desember sudah tersusun melalui Banmus. Namun itu semua tidak ada artinya. Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD tetap beraktivitas semau-maunya,” terang Abusairi. Dia mencontohkan, pembahasan KUA PPAS sudah diagendakan pada 14 hingga 21 November. Rinciannya, 14–17 November pembahasan KUA PPAS 2012 oleh komisi dengan mitra kerja. Dilanjutkan, 18–21 November pembahasan dilakukan badan anggaran dan Tim Anggaran Pemkab Situbondo. Namun yang terjadi, lanjut politisi PKNU tersebut, pembahasan KUA PPAS 2012 be-

lum pernah disentuh hingga waktu akan memasuki bulan Desember sekalipun. Malah pimpinan dengan Badan Anggaran (Banggar) siang kemarin sekitar pukul 11.00 memilih melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jombang. Padahal, agenda kerja yang satu itu, kata Abusairi, dalam rencana jadwal kerja yang dibuat Banmus masih baru akan dilaksanakan pada 01 hingga 7 Desember 2011. Namun, entah mengapa sudah dilakukan sejak kemarin. “Kita sampai tidak paham bagaimana sebenarnya komitmen untuk taat siklus penganggaran agar APBD 2012 didok tepat waktu. Yang terjadi amanat yang yang sudah diberikan Banmus kepada pimpinan DPRD justru dilanggar,” terangnya.

Diungkapkan, pembahasan KUA PPAS seharusnya didahulukan dari pada sekadar kunjungan kerja. Apalagi sudah ada komitmen, jika KUA PPAS masuk sebelum tanggal 14 November, maka akan dilakukan pembahasan hingga 21 November. Namun, ternyata pembahasan KUA PPAS tetap disepelekan. Bagi Abusairi, jika kunker jika tidak dilaksanakan hanya akan menyebabkan tidak terserapnya anggaran. Hanya berdampak kepada sejumlah anggota DPRD. Berbeda dengan KUA PPAS yang jika tidak segera dibahas akan berakibat fatal terhadap pengesahan APBD. “Yang menjadi korban justru kepentingan masyarakat Situbondo karena anggaran tak bisa segera direalisasikan,” pungkasnya. (pri/aif)

Kepala Pasar Glenmore Cari TPS Alternatif Ada Beberapa Regulasi yang Berubah n AKHIR BULAN...

n TOLAK... Sambungan dari Hal 31

Namun, dia mengaku, bukan hanya dari Pasar Glenmore yang membuang sampah ke lahan milik Dinas Pengairan tersebut. “Kalau sampah dari Pasar Glenmore saja, nggak akan menumpuk sampai sekian banyak. Tetapi, orang-orang dari desa lain dan para pemilik toko juga banyak yang buang ke sini,” terangnya saat ditemui RaBa di sela-sela meninjau lokasi pembuangan sampah di

Kampung Madiunan tersebut, kemarin. Bakri menuturkan, selama ini Pasar Glenmore memang tidak memiliki tempat pembuangan sampah sendiri. Untuk itu, pihaknya memanfaatkan lahan di dekat pemukiman tersebut sebagai pembuangan sampah. Apalagi, mobil pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) tidak pernah mengambil sampah di Pasar Glenmore. “Mobil DKP nggak ada yang mengambil sampah ke Pasar Glenmore. Jadi kalau

kami biarkan, bisa menumpuk sampahnya,” dalihnya. Meski begitu, Bakri sepakat untuk merespons protes warga. Dia berjanji tidak akan membuang sampah di lokasi yang kini mendapat sorotan masyarakat tersebut. Untuk sementara, dia akan membuang ke lokasi yang agak jauh dari tepi jalan dan pemukiman penduduk itu. “Sementara, kita buang ke lokasi yang agak ke dalam. Mudah-mudahan tahun depan pemerintah menganggarkan untuk pengadaan

tempat pembuangan sampah yang permanen,” harapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Madiunan melakukan protes. Pasalnya, daerahnya dijadikan tempat pembuangan sampah. Lokasinya di bibir sungai dan tepi jalan, yang dekat pemukiman penduduk. Padahal, Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo secara tegas telah melarang lahan pengairan tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah. (azi/irw)

Saling Ejek saat Bermain Game n TERANCAM... Sambungan dari Hal 40

Akibat perbuatan nekatnya menusuk Marsudi, 18, warga Dusun Gedangan, Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, Rh terancam hukuman kurungan maksimal sepuluh tahun. “Rh didakwa dengan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tandas Khoyin. Sementara itu, baik keluarga korban maupun keluarga terdakwa, berbondongbondong mendatangi PN Situbondo untuk memberikan dukungan moral kepada keluarganya masing-masing. “Saya pasrah saja kepada hakim. Tetapi, saya berharap keponakan saya (Rh) dibebaskan agar dia bisa bersekolah kembali,” kata Kholiyah, bibi terdakwa seraya matanya berkaca-kaca. Di lain pihak, keluarga Marsudi berharap keluarga pelaku bersedia menanggung

biaya dua kali operasi yang dijalani korban sebelum meningga dunia. Sebab, sampai saat ini, pihak korban belum membayar biaya Rumah Sakit (RS) sebesar Rp 26 juta tersebut. “Kami harap keluarga pelaku mau membayar ganti rugi biaya pengobatan yang nilainya sangat besar tersebut,” tandas Komariyah, kaka kandung korban. Pernyataan cukup mengejutkan dilontarkan oleh Komariyah. Menurutnya, Marsudi telah ditinggal mati ayahnya, yakni Mislawi, saat dia masih berada dalam kndungan Sahati, ibunya. “Sejak lulus Madrasah Ibtida’iyah (MI/ setingkat SD, Red), Marsudi telah menjadi tulang punggung keluarga, karena kedua kakaknya telah berumah tangga. Seharihari almarhum (Marsudi) bekerja sebagai buruh tani,” kisahnya. Sekadar diketahui, karena terdakwa masih bawah umur, sidang kemarin juga dihadiri petugas Badan Pengawas (Bapas) Jember.

Persidangan selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Senin pekan depan (28/11), dengan agenda pemeriksaan saksi. Seperti pernah diberitakan, tidak terima lantaran sering terlibat saling ejek saat bermain Play Station (PS), Rh nekat menusuk remaja yang berusia jauh di atasnya. Akibatnya, korban Marsudi, mengalami luka parah akibat tusukan sedalam lima centimeter di dadanya. Tragedi berdarah itu terjadi sekitar pukul 20.00 Selasa (25/10). Awalnya, Rh dan Marsudi saling ejek saat bermain game di salah satu rental PS di kawasan Kecamatan Asembagus. Entah bagaimana ceritanya, perang mulut itu lantas berubah menjadi aksi kekerasan. Pelaku tiba-tiba menusuk tubuh korban dengan menggunakan sebilah pisau dapur. Setelah dirawat intensif selama lebih dari 2 x 24 jam di RS dr. Soebandi, Jember, korban akhirnya meregang nyawa. (sgt/aif)

Masih Ramai di Malam Hari n MAU... Sambungan dari Hal 29

“Kita hanya mengikuti kesepakatan yang ada, kalau nanti memang benarbenar akan direlokasi, ya lihat nanti,” ujar Suroyo. Masa perpanjangan untuk PKL hingga Januari 2012 tersebut, membuat para pedagang merasa nyaman. Untuk sementara, mereka tidak perlu takut akan diobrak oleh para petugas Satuan Polisi

Pamong Praja (Satpol PP). “Kalau dulu, kan dikit-dikit kita disurati (peringatan) oleh mereka,” cetusnya. Namun, kenyamanan PKL berjualan tersebut sepertinya tidak bertahan lama. Karena, dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi, Abdullah; Asisten Sekkab bidang Pemerintahan (Aspem) Suhartoyo; Kepala Satpol PP Chaerul Ustadi Yudawanto, dan Camat Banyuwangi Ahmad Luqman beberapa

waktu yang lalu, PKL hanya diberi waktu sampai Januari 2012. “Ya memang tinggal sebulan lagi, tetapi kita masih punya harapan agar Perbup nomor 35 tahun 2011 tentang tempat dan fasilitas umum sebagai kegiatan pedagang dicabut,” cetusnya. Sementara itu, kondisi para PKL di malam hari masih ramai seperti biasanya. Ketakutan akan relokasi seakan sirna ditiup angin. Mereka hanya ingin kenyamanan berjualan dapat bertahan lama. (bay)

Sambungan dari Hal 40

Jika ada kendala tidak terlalu subtansial yang diperkirakan akan menghambat pengesahan APBD tepat waktu, Hadi berpendapat untuk ditinggalkan saja. Misalnya saja dalih bahwa masih ada sejumlah perbaikan untuk menyesuaikan dengan regulasi baru. “Kalau memang tidak siap yang sudah ditinggal saja untuk dilanjutkan persiapan pengesahan APBD 2012,” katanya. Jika sampai saat ini di DPRD belum ada pembahasan KUA PPAS, kata dia, karena doku-

men yang diterima lembaganya masih belum utuh. “Setahu saya terakhir yang masuk ke meja DPRD, masih berupa matrik KUA PPAS. Namun, sudah kita koordinasikan dengan ekskutif agar segera memasukkan yang PPAS,” imbuh Hadi. Ketua DPRD Zeiniye sebelumnya mengungkapkan, belum disahkannya draf KUA PPAS karena ada beberapa regulasi yang berubah. Misalnya Permendagri 32 tentang hibah dan bantuan sosial. Dalam regulasi itu mengamanatkan pengusulan dana hibah maupun bantuan sosial harus su-

dah rampung sebelum APBD disahkan. “Makanya untuk itu kita koordinasikan dulu agar merampungkan ini. Jadi, tidak ada ceritanya nanti setelah pengesahan APBD, peraturan kepala daerah tentang dana hibah dan bantuan sosia baru dibuat,” terang politisi perempuan dari Partai Persatuan Pembangunan tersebut. Kata dia, DPRD sudah memasukkan catatan-catatan DRDP tentang KUA PPAS draf awal. Itu diharapkan bisa menjadi satu bagian catatan bagi eksekutif untuk memasukkan kua PPAS versi kedua. (pri/aif)

NENEK 72 TAHUN INI BEBAS ASMA BERKAT MILKUMA ISTIHANAH adalah seorang ibu rumah tangga yang lama menderita asma, iapun sudah sering berobat ke dokter, namun tetap saja asmanya sering kumat. “Aktifitas saya sering terganggu karena menderita asma. Kalau sudah kambuh, nafas terasa sesak” keluhnya. Ketika asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Bosan dengan penyakitnya ini, Istihanah mencoba pengobatan alternatif, atas saran dari anaknya, ia mengkonsumsi Milkuma, dan ternyata ini membuahkan hasil. “Untunglah kini saya minum Milkuma, sekarang asma sudah tidak kambuh lagi, nafas terasa plong, badan pun terasa fit.” Terang nenek dari 13 orang cucu tersebut. Tidak terasa, wanita 72 tahun ini sudah 6 bulan lamanya minum Milkuma. Dengan tubuh yang sehat, kini wanita yang berdomisili di Condong Catur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Milkuma adalah minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren.

Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu Ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu Ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bermutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Kamis 24 November 2011

Sepelekan KUA PPAS, DPRD Pilih Kunker Bisa Menghambat Pengesahan APBD SITUBONDO – Belum juga disahkannya draf Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara ( KUA PPAS) bukan hanya mendapat sorotan dari pihak luar DPRD. Sejumlah wakil rakyat juga angkat bicara karena kondisi ini dinilai akan menghambat pengesahan APBD 2012 molor, tak ubahnya tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang diungkapkan Abusairi,

anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Situbondo. Dia mengaku terpaksa angkat bicara karena menilai pimpinan DPRD sudah menyalahi amanat Banmus yang menjadi kesepakatan bersama. Menurut dia, seperti ada upaya tersistematis untuk membuat pengesahan APBD 2012 tidak tepat waktu. Padahal, sisa waktu 2011 sudah tak sampai 50 hari. Jika dibiarkan, maka dipastikan pengesahan APBD 2012 kembali molor n

TAK DITAATI: Anggota Banmus, Abu Zairi, menunjukkan jadwal rencana kerja DPRD antara November hingga Desember.

 Baca Sepelekan...Hal 39

Akhir Bulan Sudah Bisa Disahkan SEMENTARA itu, Hadi Prianto, Wakil Ketua DPRD Situbondo mengungkapkan, siapapun memiliki keinginan agar pengesahan APBD 2012 jangan sampai molor. Sebab itulah, harus ada semangat dan komitmen bersama antara eksekutif maupun legislatif. Ini agar segala upaya yang telah dilakukan kedua belah pihak selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, dirinya menginginkan akhir bulan ini KUA PPAS sudah disetujui dan disahkan. Sehingga, pada Desember sudah bisa berkonsentrasi terhadap pengesahan APBD lebih jauh. “Semuanya harus siap bekerja secara maksimal. Bagaimana secepatnya dibahas secara maraton,” kata Hadi n  Baca Akhir Bulan...Hal 39

EDY SUPRIYONO/RaBa

BEREMMA REYA

Terancam Hukuman 10 Tahun SIGIT HARIYADI/RaBa

NYARIS TERGULING: Truk Nopol AG 9196 UG saat melintas di atas jembatan Sibun kemarin (23/11).

Aspal Jembatan Sibun Panarukan Bergelombang PANARUKAN – Meski baru sekitar tiga bulan yang lalu mengalami perbaikan, kondisi aspal jalan raya pantura, tepatnya di sisi barat Jembatan Sibun, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, kembali rusak. Permukaan jalan di lokasi ini bergelombang. Hal itu tentu saja memperbesar potensi kecelakaan lalu-lintas (laka-lantas). Tak ayal, para pengguna jalan, terutama pengemudi yang melaju dari arah barat (arah Surabaya), harus memperlambat laju kendaraannya. Jika tidak, kendaraan berpotensi terguling, karena gelombang jalan tersebut cukup dalam. “Jalan ini memang sudah cukup lama rusak, kalau pun diperbaiki, paling-paling hanya ditambal,” ujar Edi, seorang pengguna jalan kemarin (23/11). Sekitar 50 meter arah barat jembatan tersebut memang sudah dipasang rambu peringatan bertuliskan “Awas, Jalan Bergelombang”. Namun, rambu tersebut tentu saja tidak bisa menjamin tidak terjadi laka-lantas di lokasi itu. (sgt/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

DIKAWAL POLISI: Rh sesaat setelah keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Situbondo kemarin (23/11).

ADVERTORIAL DISNAKERTRAN

Dana DBHCT untuk Bangun Jalan Desa 600 Meter MLANDINGAN– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Situbondo Rabu (22/11) kemarin menggelar sosialisasi padat karya insfrastruktur di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan. Kegiatan ini diikuti empat tukang dan 80 kuli bangunan. Peserta berasal dari masyarakat sekitar yang sewaktu-waktu bekerja sebagai buruh petani tembakau. Kegiatan yang ditempatkan di balai desa setempat ini sekaligus bertujuan memberikan penjelasan kepada masyarakat Desa Mlandingan Kulon, khususnya yang mengikuti pekerjaan padat karya insfrastruktur. Pelaksanaannya akan dilakukan mulai Sabtu (26/11) besok. Kegiatan yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) ini diwujudkan dalam pembangunan jalan desa dengan volume lebar 2,5 meter X 600 Meter. Itu akan dikerjakan selama 25 hari dengan pengawasan langsung dari instansi teknis, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Situbondo. Diharapkan, pekerjaan tersebut akan lebih bermanfaat kepada masyarakat sekitar, khususnya petani dan buruh tembakau. Misalnya saja dalam memenuhi kebutuhan sarana transportasi. Luas ruas jalan desa yang ada kini masih sangat sempit. Yakni dengan lebar 1,5 meter. Sehingga, sangat sulit untuk arus lalu lintas pada saat musim panen tembakau. “Dengan padat karya infrastruktur yang dibiayai DBHCT ini, nantinya para petani tembakau di desa Krajan Desa Mlandingan Kulon akan lebih leluasa dalam mengembangkan bisnis tembakaunya. Ongkos angkut lebih ringan,” ungkap Kasi Penempatan Tenaga Kerja,

ISTIMEWA

SAMBUTAN: Disnakertran menggelar sosialisasi padat karya insfrastruktur di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan.

Yogi Sudarma. Selain mengerjakan padat karya insfrastruktur, Disnakertran juga mengadakan pelatihan pembuatan aneka kripik buah. Kegiatan ini ditempatkan di dua lokasi. Yakni di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, pada 24-28 Nopember 2011. Di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa pada 29 Nopember–3 Desember 2011. Kegiatan ini diikuti dua kelompok masing-masing kelompok sebanyak 20 orang. Usai mengikuti pelatihan, masingmasing kelompok nantinya akan diberikan inventaris berupa penggorengan vacuum frying (penggorengan vakum) sebanyak dua unit. Diharapkan, usai mengikuti pelatihan mereka dapat memproduksi terus menerus. “Sehingga, inventaris serta peralatan produksi lainnya akan dihibahkan kepada masing-

masing kelompok,” imbuh Kasi Tenaga Kerja Mandiri, Bekti Triwanto. Dikatakan, kegiatan pelatihan pembuatan kripik anaka buah tak lepas dari upaya Pemkab Situbondo melalui Disnakertran untuk menanggulangi pengangguran. Utamanya, usai musim panen tembakau. “Jadi warga di dua desa itu, usai musim panen tembakau banyak yang menganggur,” terangnya. Berangkat dari keadaan itu dan banyaknya hasil buah Desa Kalianget dan Kedungdowo yang tidak terkelola secara maksimal, ditemukanlah solusi membuat kripik buah dengan menyediakan alat penggorengan vacuum frying, yang didanai DBHCT. “Dengan begitu masyarakat bisa mempunyai pekerjaan tetap dan penghasilan setiap hari tanpa menunggu saat musim panen tembakau,” imbuh Bekti. (pri/adv/aif)

DIBIAYAI DBHCT: Empat tukang dan 80 kuli bangunan mengikuti kegiatan sosialisasi padat karya.

ISTIMEWA

SITUBONDO – Kasus penusukan yang dilakukan oleh seorang siswa SMP berinisial Rh, 15, warga Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, hingga mengakibatkan korban tewas, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, kemarin (23/11). Lantaran terdakwa masih di bawah umur, proses sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Nova Flory Bunda itu berlangsung tertutup. Diperoleh keterangan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kemarin langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Tiga saksi dihadirkan dalam sidang kali ini. “Terdakwa (Rh) membenarkan keterangan tiga saksi tersebut. Sedangkan dua saksi lainnya akan kami hadirkan pada persidangan selanjutnya,” ujar jaksa penuntut umum (JPU,) Nur Khoyin, usai persidangan n  Baca Terancam...Hal 39

Radar Banyuwangi 24 November 2011  

Radar Banyuwangi