Issuu on Google+

SABTU 22 OKTOBER TAHUN 2011

33

BANYUWANGI ETHNO CARNIVAL

Karnaval Etnik Panitia Sebar 1800 Undangan BANYUWANGI - Sebagai bagian dari promosi budaya, panitia Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) telah menyebarkan 1800 undangan. Undangan sebanyak itu disebarkan kepada para pejabat di seluruh penjuru Jawa Timur dan Bali. Menurut Kepala Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi, Djuang Pribadi, beberapa tamu undangan ada yang merupakan pejabat penting pemerintah pusat. Bahkan, dari konsulat se-Jawa Timur dan Bali juga masuk daftar undangan. “Kegiatan ini merupakan sarana promosi budaya Banyuwangi ke dunia luar,” ujarnya. Djuang menambahkan, BEC yang baru pertama kali digelar itu wajib mendapatkan dukungan beberapa pihak. Termasuk, pihak-pihak di luar Kabupaten Banyuwangi. Oleh sebab itu, pihak panitia sengaja menyebarkan banyak undangan, termasuk undangan untuk media di luar Banyuwangi. “Jika pergelaran ini sukses—memang kita berharap sukses—maka budaya Banyuwangi akan terdengar di luar dan dapat menarik siapa pun untuk datang ke Banyuwangi,” cetusnya. Selain itu, efek beruntun yang diharapkan dari pergelaran BEC adalah menjadi satu target tersendiri untuk manarik wisatawan. Apalagi, lanjut Djuang, di area pergelaran BEC juga terdapat pameran UKM. Diharapkan, para undangan dan masyarakat yang hadir tidak hanya menikmati karnaval. “Jadi, ada manfaat yang bisa diambil dari pergelaran BEC bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, para undangan akan ditempatkan di tenda very important person (VIP). “Ini adalah pergelaran BEC yang pertama, dan kita harapkan semua tujuan kegiatan ini terwujud,” pungkas Djuang. (gil/c1/bay)

Perdana

Dijaga 541 Aparat S EMENTARA itu, petugas keamanan mendukung penuh pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2011. Untuk menjaga kelancaran pawai tersebut, sebanyak 541 petugas keamanan dikerahkan. Petugas tersebut berasal dari Polres Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, Corps Polisi Militer (CPM), Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ratusan petugas keamanan tersebut akan diterjunkan di 19 titik yang akan menjadi rute pawai BEC. Setiap titik, dalam pengamanan ini, dipimpin perwira pengendali (padal). “Setiap titik ada petugas gabungan, tapi juga ada yang anggota polisi saja,” jelas Wakapolres Banyuwangi Kompol Heru Prasetyo. Menurut wakapolres, dari 541 petugas keamanan, 446 anggota berasal dari jajaran Polres Banyuwangi. Dari jumlah itu, sebanyak 31 anggota berpangkat perwira dan 415 lainnya anggota bintara. “Semua anggota kita ter-

junkan untuk menjaga kelancaran BEC,” katanya. Petugas yang juga akan turun dalam BEC ini, lanjut Heru, adalah 30 anggota TNI AD, 10 anggota Lanal, 10 anggota CPM, 15 petugas Dishub, dan 30 anggota Satpol PP. Dari informasi yang diberikan panitia, acara BEC ini akan dimulai pukul 12.30. Tetapi, semua petugas diperintahkan siaga di lokasi sejak pagi. “Petugas sudah kita siagakan sejak pukul 09.00,” ungkapnya. Menurut Wakapolres Heru, 19 titik yang akan dijaga petugas keamanan adalah, mulai dari garis start di depan SDN Kepatihan di Jalan Veteran hingga garis finish sekitar gedung DPRD Banyuwangi. Tempat penjemputan peserta, perempatan lampu merah Kelurahan Kertosari, juga akan dijaga penuh. “Setiap pertigaan dan perempatan akan kita jaga,” bebernya. (abi/c1/bay)

Disiarkan Langsung JTV

GALIH COKRO/RaBa

PERHELATAN akbar BEC siang ini juga akan disiarkan langsung oleh JTV, tepatnya pada pukul 13.00-14.00. Malamnya, dilanjutkan dengan pagelaran panggung budaya 10 keajaiban Jawa Timur di lapangan barat Stadion Diponegoro Banyuwangi. Dalam pagelaran yang disiarkan langsung pada pukul 20.00-22.00 ini akan ditampilkan aneka kesenian asli Banyuwangi. Selain di Banyuwangi, panggung budaya program 10 keajaiban Jawa Timur JTV juga digelar di Pacitan, Kediri, Bojonegoro, Madura, Batu, Jombang, Surabaya, Madiun dan Bondowoso. (*)

Dikerjakan Tiga Pekan, Habiskan Kain Ratusan Meter Sepuluh siswa SMAK Hikmah Mandala berpartisipasi dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Mereka tampil all out dan kompak mengusung tema penari gandrung. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

W ARNA merah, kuning, dan hitam tampak mendominasi kostum BEC yang disajikan 10 orang siswa SMAK Hikmah Mandala. Selama tiga pekan, mereka mendesain dan mengkreasi busana yang akan dikenakan dalam ajang carnival pertama di Banyuwangi ini. Mengusung tema gandrung, siswa ini mencoba menggabungkan unsur etnik asli Bumi Blambangan dibalut desain dan corak modern yang dinamis. Mereka dituntut mampu menampilkan et-

nik budaya asli Banyuwangi dalam wujud modern, tanpa menghilangkan cita rasa dan pakem aslinya. Sumber ide dan kreasi sepuluh siswa itu pun bermacam-macam. Pakem etnik gandrung dipadukan dengan beberapa elemen lain seperti alam, binatang, dan masih banyak lagi. Hasilnya luar biasa, perpaduan yang diperlihatkan membuat gandrung lebih futuristik dan indah. Unsur pakem gandrung tetap dipertahankan dengan memodifikasi omprog (mahkota), ilat-ilat, dan kebaya yang dikenakan. Di balik itu, bukan perkara mudah untuk menghasilkan rancangan desain yang menggabungkan unsur etnik dan modern. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam penggarapan. Tengok saja masa persiapan hingga finishing peserta dari SMAK Hikmah Mandala. Hanya dalam tempo tiga pekan, mereka berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan kostum tersebut.

Mencari grand tema modern yang dipadu dengan gandrung, siswa ini menggunakan referensi buku, televisi, dan imajinasi sebagai sumber ide. Setelah itu, gagasan tersebut dituangkan daGERDA SUKARNO/RaBa lam bentuk sketGANDRUNG: Sepuluh siswa SMAK Hikmah Mandala yang berpartisipasi dalam BEC 2011. sa busana. Bagian tersulit yang dialami paling ba- ilat-ilat yang membutuhkan keserasian pengerjaan, perancang busana sudah nyak menyangkut penerapan desain di atas dalam membuatnya. menghabiskan 150 meter kain spanbon, 60 kertas menjadi wujud bagian-bagian kosPeserta sering melakukan uji coba untuk me- meter kain afutai, 40 meter kain beludru, dan tum. Tidak heran sejumlah kesulitan pun nyesuaikan bahan yang tersedia dan kostum 10 meter kain warna emas. Itu belum dilewati dengan melakukan improvisasi di yang akan diinginkan. Pemandangan ini tentu termasuk bagian pendukung lainnya seperti sejumlah bagian busana yang akan dibuat. saja berakibat kebutuhan logistik kain yang kain batik, spons, kawat, hingga bahan lainnya Seperti halnya tampak pada omprog dan lumayan besar. Dalam kurun tiga pekan hingga kostum rampung seratus persen. (bay)

34

Sabtu 22 Oktober 2011

SATU TAHUN PEMERINTAHAN DAHSYAT

Tak Ingin Membangun Banyuwangi Secara Gegabah KETIKA . terpilih menjadi Bupati Banyuwangi, saya tak hendak melakukan city building, pembangunan kota. Tetapi, saya lebih suka melakukan urban building. Perbedaannya adalah, bila pembangunan kota, maka yang terjadi adalah kota dilihat secara analitis dan dibagi menurut komponenkomponennya; fisik geografis, tata guna lahan, dan sejumlah hal mekanik lain. Namun, saya ingin membangun Banyuwangi dalam maknanya yang dalam secara empiris, mulai pola kehidupan masyarakat, organisasi massa, dan tata pemerintahan.

Saya percaya bahwa kota/kabupaten adalah lebih merupakan sebuah rumah, bukan hanya tempat tinggal. Oleh karena itu, kota harus menyediakan berbagai kebutuhan kita; sandang, pangan, dan papan. Juga sebuah lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sangat menentukan preferensi dan perilaku warga di dalamnya. Singkat kata, saya tidak membangun kota secara fisik saja, tapi membangun fisik yang sesuai jiwa dan budaya masyarakat Banyuwangi dalam menghadapi kemajuan zaman. Meski merupakan salah satu kota

KOMENTAR TOKOH Jalankan dengan Penuh Amanah Dedikasi dan integritas Bupati Abdullah Azwar Anas dalam memimpin Banyuwangi selama satu tahun sudah teruji. Jejak langkah kepemimpinannya ibarat sebuah lagu, kadang lembut kadang menghentak. Namun, masyarakat sangat merasakan harmoninya karena memang tugas yang dijalankan sudah dilaksanakan dengan penuh amanah.(afi/aif) Heri Jerman SH MH, Kajari Banyuwangi

Perlu Dukungan Masyarakat Mengukur satu pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, menurut kurang proporsional. Namun dari apa yang kita lihat saat ini, semangat bupati untuk membangun Banyuwangi cukup mengembirakan dan perlu dukungan segenap masyarakat. (afi/aif)

Letkol (P) Nurrokhman, Danlanal Banyuwangi

Terus Benahi Birokrasi Saya melihat satu tahun ini, Bupati Abdullah Azwar Anas bersama dengan Wakil Bupati Yusuf sudah lari kencang, namun birokrasi tidak mampu diajak lari. Karena itu, bupati harus terus menerus membenahi birokrasi untuk percepatan pembangunan Banyuwangi. Secara keseluruhan, roda pemerintahan bupati Anas sudah siplah dan cukup bagus. (afi/aif)

H. Adil Achmadiyono, Ketua DPC Partai Demokrat

Akomodir Semua Golongan Kedamaian dan ketenangan bagi umat beragama dan ormas-ormas Keagamaan yang lama diinginkan masyarakat kini dapat dirasakan, karena program silaturahmi, komunikasi, dan konsolidasi antar umat beragama serta ormas-ormas keagamaan saat ini secara rutin dilakukan, baik itu dari tokohtokoh semua agama yang selama ini tidak pernah terjadi. Program silaturahmi ini, menunjukkan Bupati Anas tidak hanya memperhatikan golongan-golongan tertentu namun juga mengakomodir semua golongan. (afi/aif) Drs. H. Masykur Ali, MM, Ketua PC NU Banyuwangi

tru tak ramah bagi masyarapaling strategis di Jawa Tikatnya sendiri. mur, tapi dalam banyak hal Membangun Banyuwangi masih tertinggal dengan yang maju jiwa-raganya kota lain di Jawa Timur. adalah sebuah pekerjaan Saya tak ingin memungkiri yang tak selesai dalam sehal itu. malam. Itu adalah sebuah Namun, untuk itu, saya tak pekerjaan yang mungkin ingin membangun Banyubelum selesai dalam rentang wangi secara gegabah. Saya A. Azwar Anas sepuluh periode bupati setakinginmelakukan“sulap”di kalipun, atau bahkan bisa Banyuwangi dengan membangun banyak mal, atau parameter-pa- jadi ini adalah sebuah lifetime work. Saya juga tak bermimpi. Meski saya rameter fisik kemajuan kota secara instan. Banyuwangi mungkin menjadi gemerlap, menjabat dua periode sekalipun, belum tapi keropos di dalamnya atau malah jus- tentu memajukan Banyuwangi secara

jiwa-raga selesai. Yang bisa saya lakukan adalah membuat Banyuwangi right on the track, atau berada pada jalur yang benar untuk maju secara jiwa-raga. Untuk itulah pernyataan ini saya buat. Bukan untuk menunjukkan berapa banyak mal yang sudah dibangun, berapa banyak panjang jalan baru yang telah dibuat, berapa banyak saluran air yang sudah diperbaiki, atau sudah meningkat berapa persen pendapatan per kapita masyarakatnya. Tetapi, untuk menunjukkan bahwa pembangunan Banyuwangi secara jiwa-raga sudah mulai berada pada

Produksi Beras Lampaui Nasional BANYUWANGI - Salah satu pemicu proses pembangunan sebagai media mencapai kesejahteraan adalah pertumbuhan ekonomi atau dengan kata lain meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk meraih hal tersebut, Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko (Dahsyat) mengusung visi “Terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang mandiri, sejahtera, dan berakhlak mulia, melalui peningkatan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia” Bersama jajaran Pemkab Banyuwangi telah dirumuskan berbagai strategi guna meningkatkan pendapatan masyarakat, yakni dengan cara mengelola pengeluaran pemerintah dengan tepat sasaran. Pengeluaran pemerintah memang tidak secara langsung berhubungan dengan pendapatan, tapi justru pengeluaran pemerintah yang akan sangat menentukan arah pendapatan suatu daerah. Pengeluaran pemerintah akan menjadi instrumen efektif untuk fungsi yang dijalankan. Pemerintah bertujuan meningkatkan peran sektor industri misalnya, maka pajak di sektor ini bisa diturunkan. Rendahnya pajak akan mendorong investor berinvestasi, dan sebaliknya. Pada sisi lain, untuk mendorong investasi tersebut, pengeluaran pelayanan publik diarahkan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pengembangan sektor industri. Pengeluaran pemerintah bisa memengaruhi konsumsi masyarakat dan investasi. Pengeluaran untuk membangun sarana dan prasarana transportasi misalnya adalah pengeluaran untuk investasi, sementara pengeluaran untuk membayar gaji pegawai adalah pengeluaran untuk konsumsi. Data pengeluran pemkab Banyuwangi (AP-

DOK/RaBa

BERANTAS WERENG: Bupati Anas menyemprot tanaman padi di Kecamatan Kabat.

BD) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2010 ini memang hanya 5%. Namun pengeluaran pemerintah sangat berperan dalam pembangunan suatu daerah. Konsumsi masyarakat akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan. Tinggi rendahnya

konsumsi masyarakat hanya akan dipengaruhi oleh pendapatan yang diterimanya. Pengaruhnya tidak semata senilai konsumsi yang dilakukan melainkan akan berlipat sesuai dengan multiplier yang terjadi. Banyuwangi yang wilayahnya berbasis pertanian menjadi bidikan utama kebijakan Bu-

Sugihartoyo, Rektor Untag 1945 Banyuwangi

Buka Akses ke Jakarta Persoalan yang dihadapi petani cabe selama ini adalah permodalan, pemasaran hasil produksi dan anjloknya harga. Sejak pak Anas jadi Bupati Banyuwangi, tiga persoalan itu berhasil dicarikan solusi. Soal permodalan, Bupati Anas membuka akses permodalan petani cabe dengan perbankan dengan bunga sangat ringan, sedangkan persoalan pemasaran dan anjloknya harga sudah tidak ada persoalan lagi karena bupati berhasil membuka akses dengan industri di Jakarta. Kebijakan bupati di sektor pertanian sangat menguntungkan dan dapat dirasakan petani. (afi/aif)

Mahfud, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesaia

Bangun Semangat Tawangalun Saya melihat satu tahun ini, bupati sedang orientasi total, membangun kembali semangat Tawangalun. Beliau membangun Banyuwangi dari jiwanya, orientasi dan maindset para pejabat. Program fisik yang bisa mendukung sarana pencerahan, pendidikan, dan pembangunan budaya tentu banyak waktu, semua pihak harus bersama-sama terlibat dalam menyumbangkan ide gagasan dan pemikiran. (afi/aif)

H.A. Wahyudi SH MH, Ketua DPC PKNU

Sinergikan Seluruh Elemen Satu tahun pemerintahanBupati Anas dan Wabup Yusuf berjalan sangat baik. Kita berharap agar lebih intens menyinergikan seluruh elemen masyarakat dan melakukan upaya profesional dalam mengelola dan mengembangan potensi Banyuwangi. (afi/aif)

H. Syuhadak Asyari, Ketua PD Muhammadiyah

pati Anas sebagai pengungkit pertumbuhan di Banyuwangi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010 sumbangan sektor pertanian, yang meliputi tanaman bahan pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, mencapai 44,21 persen. Sumbangan sektor pertanian pada tahun 2010 lalu mencapai Rp 10 triliun lebih terhadap perekonomian di Banyuwangi. Dengan capaian seperti itu, maka kebijakan pemerintah daerah pada pertanian berperan sangat penting karena menjadi sumber ekonomi sebagian besar masyarakat Banyuwangi. Revitalisasi pertanian diarahkan untuk mendorong pengamanan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, diversifikasi, peningkatan produktivitas pertanian, dan peningkatan nilai tukar petani. Banyuwangi merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Timur, pada tahun 2010 memprodukasi 62 kwintal per hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata produktivitas beras di Propinsi Jatim yang sebesar 59 kwintal per hektare. Bahkan pencapaian itu jauh di atas angka nasional yang 50,3 kwintal perhektar. Atas prestasinya tersebut , Banyuwangi pada Desember 2010 menerima penghargaan dari Presiden RI atas keberhasilannya dalam meningkatkan produksi beras diatas 5 Persen. Untuk mempertahankan produktivitas tersebut, telah diambil beberapa langkah. Yakni reklamasi lahan sawah untuk meningkatkan kesuburan tanah, pengembangan pupuk dan obat-mengekspor manggis Banyuwangi. Sektor peternakan, Pemkab Banyuwangi sedang melakukan negoisasi untuk kerja sama dengan PT Nestle untuk mengembangkan sapi perah di Banyuwangi. (afi/c1/aif)

BPK Tetapkan Sebagai Percontohan E-audit

Wujudkan Banyuwangi Lebih Baik Kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas banyak terbososan dan ide-ide baru untuk menyejahterakan masyarakat.Tapi sebagus apa pun visi dan misi Bupati Anas jika tidak barengi dengan pemahaman birokrasi sekaligus stakeholder tidak bisa terwujud secara optimal. Untuk itu, perlu diberdayakan pemahaman visi dan misi Bupati Anas kepada semua pihak sehingga mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik menjadi tanggung jawab bersama. (afi/aif)

relnya. Bahwa objek kota bukan hanya sekadar gedung atau tata ruang dan infrastrukturnya, tapi objek kota adalah masyarakatnya. Saya sadar setahun bukan waktu yang lama untuk menunjukkan hasil, tapi setidaknya saya telah menentukan sebuah pedoman. Berbeda dengan standar, pedoman adalah memberikan sebuah kerangka, bukan batasan rigid mengenai langkah atau hasil-hasil yang akan dicapai. Juga saya sadar bahwa saya tak akan berhasil tanpa ada kesadaran dan partisipasi masyarakat Banyuwangi. (*)

DOK/RaBa

TERBANG PERDANA:Bupati Anas memecah kendi di bawah moncong pesawat Merpati Airlines di Bandara Blimbingsari.

Ukur Kinerja Keuangan, Terapkan Sistem SAB BERBAGAI upaya dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas untuk mempercepat gerak pembangunan. Salah satunya melakukan reformasi birokrasi. Melalui penerapan Perda 6/ 2011 tentang pelaksanaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Anas melakukan penataan ulang kelembagaan di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Melalui perda itu ada 17 dinas dari sebelumnya 11, 9 badan dari 4, dan 4 kantor dirampingkan menjadi 2. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang semula hanya ditangani “level” bidang diberi ruang lebih dengan menjadi unit kerja tersendiri. Peternakan yang semula dalah satu bidang di dinas pertanian, misalnya, ditetapkan menjadi dinas pertanian, mengi-

ngat potensinya yang besar. Bidang kebersihan juga dimekarkan menjadi dinas kebersihan dan pertamanan karena kebersihan dan penataan kota memang membutuhkan unit kerja tersendiri untuk menanganinya. Penetapan OPD yang baru tersebut menjadi harapan besar bagi semua stakeholder pembangunan agar terjadi percepatan perbaikan kinerja pemerintahan. Salah satu aspek pemerintahan daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah pengelolaan keuangan daerah dan anggaran daerah. Anggaran daerah memainkan peranan yang sangat penting dalam mendukung siklus perencanaan strategis daerah. Untuk mengukur kinerja keuangan, pemkab telah menggunakan standar

analisis belanja (SAB). SAB adalah penilaian kewajaran atas beban kerja dan biaya suatu kegiatan. SAB dapat menentukan kewajaran biaya suatu kegiatan, meminimalisasi pengeluaran biaya yang kurang jelas, menghindari overlapping pengeluaran yang bersifat rutin dan pembangunan. Selain itu, dengan SAB penentuan anggaran akan berdasarkan pada tolok ukur kinerja yang jelas, dan unit kerja mendapat keleluasaan yang lebih besar untuk menentukan anggarannya sendiri. Melalui sistem SAB, pengeluaran pemerintah dapat terukur sesuai dengan nilai kewajaran dan apakah telah mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). (afi/c1/aif)

UNTUK menggenjot pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah melakukan beberapa terobosan dan inovasi dalam rangka merangsang tumbuhnya investasi di Banyuwangi. Tumbuhnya investasi akan menciptakan lapangan kerja dan menciptakan permintaan terhadap sektor lain yang pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan bagi seluruh masyarakat. Kebijakan pemerintah daerah terhadap investasi itu adalah investasi yang berbasis potensi lokal.Untuk mendukung iklim investasi yang kondusif, telah disiapkan beberapa langkah. Perbaikan infrastruktur, kemudahan akses transportasi ke Banyuwangi, dan kemudahan lain sebagai penunjang yang diberikan pemkab kepada calon investor. Salah satu indikator yang bisa mendukung perekonomian adalah pembangunan infrastruktur yang strategis. Banyuwangi telah memiliki semua moda transport (intermoda), mulai jalan darat, sarana transportasi udara. Lapangan Terbang Blimbingsari yang telah dioperasikan perdana pada 29 Desember 2010, saat ini telah melayani rute penerbangan setiap hari dari dan menuju Surabaya. Penerbangan

itu dilayani dua maskapai penerbangan nasional, yakni PT. Merpati Nuasantara Airlines dan Sky Aviation. Hingga September 2011, rata-rata pengguna jasa udara setiap hari di atas 70 persen. Untuk mendongkrak pariwisata, Pemkab Banyuwangi juga memprioritaskan perbaikan dan pembangunan jalan ke lokasi wisata, seperti jalan ke Ijen. Pada tahun 2011 ini dianggarkan Rp 1,5 miliar. Selain itu, sarana dan prasarana di tempat wisata juga akan digarap serius pemkab. Satu prasarana lain sebagai pendukung adalah penerapan egovernment, yakni informasi dari pemerintah didistribusikan kepada masyarakat melalui teknologi informasi (TI). Manfaat dari e-govt ini yakni komunikasi dalam sistem administrasi pemerintahan menjadi sangat cepat. Beberapa layanan publik yang telah berbasiskan TI tersebut antara lain pelayanan pembuatan KTP, sehingga pembuatan KTP di Banyuwangi berbasis kecamatan sudah bisa dilaksanakan. Selain juga sistem informasi keuangan daerah (SIKD). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadikan Banyuwangi sebagai percontohan E-audit untuk pemkab lain. . (afi/c1/aif)

Inovasi Program Harga Pas Bupati Abdullah Azwar Anas

Sediakan Gizi untuk Balita dari Keluarga Miskin Pertumbuhan ekonomi bukanlah segalanya untuk menghasilkan kesejahteraan rakyat. Untuk mencapai kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi menjadi syarat, tapi syarat itu saja belumlah cukup. DIPERLUKAN dukungan faktor lain, yakni kualitas sumber daya manusia, yang bisa diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indikator IPM meliputi pendidikan, angka harapan hidup, dan kemampuan daya beli masyarakat. Meskipun semua lini bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), tapi kiprah bidang pendidikan dan kesehatan paling menonjol dalam mewujudkan sektor pengembangan SDM dan harapan hidup. Pendidikan dan kesehatan merupakan modal bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat, selain terpenuhinya kebutuhan

yakni dengan cara menjamin akses pendidikan dan kesehatan. Selain berusaha memenuhi tujuan, telah pula dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita, dan meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan. Program Harga Pas merupakan program inovasi yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan DOK/RaBa kesehatan ibu, bayi, dan PEDULI: Wabup Yusuf menyerahkan bantuan kepada gakin. anak. Indikator Harga Pas, antara lain penggunaan alat pokok sandang, pangan, papan. Penduduk kontrasepsi, pemeriksaan kehamilan dini, Banyuwangi yang hidup di bawah garis kelahiran ditolong tenaga kesehatan; inisiasi kemiskinan masih cukup besar. Bupati Anas dini menyusui dan pemberian ASI eksklusif, berusaha meringankan beban hidup mereka, membiasakan cuci tangan pakai sabun di air

mengalir, dan membiasakan BAB di jamban. Program lain adalah anak tumbuh optimal, berkualitasdan cerdas (Tokcer). Tujuannya, agar masyarakat sadar gizi dengan memberikan asupan makanan bergizi kepada anak sejak usia dini. Penanganan kesehatan dan pendidikan anak sejak dini menjadi perhatian utama Bupati Anas. Ini dilakukan, lantaran usia golden age merupakan dasar utama perkembangan seorang manusia, sehingga pendidikan dan kesehatannya harus terjamin pada usia antara 0–5 tahun ini. Program ini memang terlihat sepele, namun hasilnya akan terlihat pada generasi mendatang. “Ini merupakan investasi SDM yang akan terlihat dan terasa 20 tahun mendatang. ” kata Wabup Yusuf Untuk menunjang program itu, pemkab tengah menggarap program pemberian makanan tambahan kepada balita. “Anak warga miskin jangan sampai tidak mendapat asupan gizi yang teratur pada usia dini jelasnya. (afi/c1/aif)

35

Sabtu 22 Oktober 2011

WISATA KULINER

Kuliner Bersama Suzuki Hayate 125 Koloke Lidah Buaya Improvisasi bumbu membuat rasa masakan Dapur Mie dan Nasi Goreng ‘Lidah Buaya’ makin tambah lezat. Selain menyajikan mie, nasi goreng, cap jay. Dapur yang beralamat di Jalan Yos Sudarso 49, Sukwodi ini juga menyajikan menu baru, yaitu koloke. Baluran ayam dengan tepung dibalut tumis bawang bombai serta disiram saos tiram

menjadikan masakan ini sungguh menyegarkan. Apalagi potongan buah nanas turut menyertainya. (*)

Rawon, Pecel Ayu PECEL dan rawon boleh jadi bukan menu asing di sebagian besar lidah masyarakat Banyuwangi. Apalagi saat keduanya dipadukan menjadi menu kuliner yang dahsyat. Boleh jadi bagi pendatang, tentu akan akan geleng-geleng kepala menandakan rasa herannya atas masakan ini. Namun saat mencoba

mencicipi nasi pecel rawon, rasa penasaran itu akan terjawab dengan nada ‘enak tenan’. Rumah Makan Pecel Ayu ini. Tempat ini sudah cukup familiar ditelinga masyarakat Banyuwangi. Lokasinya yang berada di Jalan Adi Sucipto Banyuwangi ini mudah dijangkau dan terbilang strategis. (ikl)

Nasi Terancam Bu Utik

NASI terancam buatan Bu Utik patut dicoba. Lokasinya berada

diporos jalan nasional, tepatnya di Selatan Garasi PO AKAS, Kabat. Yang menjadikan menu khas diwarung ini adalah menu makanan terancam. Satu porsi nasi terancam berisi aneka jenis sayuran mirip dengan urap. Semua sayuran yang disajikan dirajang kecil – kecil, seperti mentimun, kemangi, kenikir, kacang panjang. Selanjutnya sayuran itu disajikan dengan parutan kelapa muda. Beberapa menu jenis ikan bisa dipilih. Ayam bakar, telur, pelasan ikan laut, belut, dll. (ikl)

Rujak Soto Mbak Mus RUJAK soto yang satu ini memang banyak diburu orang. Tempatnya di Jalan Raya Jember (Utara RSI Fatimah), Pakis, Banyuwangi. Menu lainnya rujak cingur dengan Soto Babat. Jangan tanya lagi kenikmatannya. Rasa dan aromanya yang khas cukup menggugah selera. Unsur soto sekaligus rasa rujak menyatu dengan aroma terasi.

Lebih enak lagi, rujak soto tersebut disandingkan kenikmatannya dengan citarasa khas dari es temulawak. Selain menjajakan rujak soto, warung Mbak Mus juga menyediakan menu lainnya. Ada tahu bumbu, pecel rawon, rujak cingur, dan masih banyak lagi. Penasaran ? datang saja ke warung rujak soto Mbak Mus. (ikl)

Tempe Penyet Bu Ida TEMPE penyet khas buatan tangan Bu Ida menghadirkan sensasi menyantap makanan yang luar biasa. Aroma jeruk nipis membuat sajian tempe penyet menjadi nikmat tiada tara. Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi, tempe Penyet Bu Ida mudah ditemui. (ikl)

Rujak Soto Bergoyang Bikin Lidah

B

anyuwangi menawarkan seribu pesonanya. Kota paling timur di Pulau Jawa ini memang kaya akan khasanah budaya mulai dari kesenian hingga keramahan masyarakatnya. Ragam kesenian dan kultur masyarakat Suku Using memang mengundang keunikan tersendiri bagi salah satu kekayaan budaya nasional. Tidak ketinggalan dengan luas lebih kurang 5.500 km persegi, Bumi Blambangan juga kaya akan kekayaan alam. Berbagai obyek wisata bernauansa alam ada disini. Mulai dari wisata bahari, petualangan,

hingga nuansa pegunungan tersaji secara lengkap di Banyuwangi. Bila berkesempatan mengunjungi Banyuwangi tidak pas jika tidak kekayaan citarasa kulinernya. Dengan segudang potensi yang tersimpan di dalamnya, Banyuwangi memiliki sajian wisata kuliner yang tidak akan terlupakan, bikin lidah senantiasa bergoyang. Salah satu yang menjadi maskot utama wisata kuliner di Banyuwangi adalah rujak soto. Bagi masyarakat Banyuwangi sajian ini tentu saja sudah menjadi jajanan biasa seharihari. Mulai dari lapak di dalam gang

o g Se Tempong

bandeng presto nampak lezat. Khas lain yang ada di warung ini yaitu nasi jagung. Otomatis seporsi nasi jagung dengan lauk bandeng presto terasa sangat kurang. Seporsi hanya Rp. 9.000. (ikl)

SELAIN rujak soto, makanan khas Banyuwangi lainnya adalah sego tempong. Yang membedakan sego tempong dengan menu lainnya adalah pada cita rasa sambal yang luar biasa pedasnya. Rasa sego tempong tidak ubahnya seperti ditempeleng karena saking pedasnya rasa sambalnya. Bagi yang belum pernah mencicipi, maka siap-siap pipi dan rona wajah berubah memerah. Dahsyatnya tempongan sambal nasi ini bisa membuat ketagihan dan kesan tidak terlupakan. Tidak ada rahasia khusus dari sambal yang digunakan dalam sego tempong.

Soto Pak Hasyim Rogojampi

WARUNG soto Pak Hasyim Rogojampi sudah sangat dikenal.

Tempatnya persis di jalan utama pasar Rogojampi. Kuah soto yang kuning dipadu dengan taburan koya, bawang, dan seledri membuat rasanya semakin gurih. Nasinya yang lembut dengan balutan kecambah menjadikan makan soto disini semakin nikmat. Ditambah lagi dengan telur asin yang dibelah dua dan jeroan bila anda menginginkannya menjadikan soto khas Banyuwangi ini patut dicoba. (ikl)

Ayam Panggang Empat Rasa SAJIAN ayam panggang Bu Maksum di pusat Kota Genteng ini penuh dengan rendaman bumbu yang meresap membuat rasa daging ayam makin gurih enak. Citarasa nikmat seperti itu mampu membuat pencinta kuliner menyerbu warung yang sudah sejak

34 tahun berdiri ini. Nikmatnya ayam yang ditawarkan warung ini didapat dari bumbu racikan alami. Menu lainnya yaitu ayam kuah pedas. rawon, ayam bakar, soto, nasi campur, dll,. Namun yang yang khas di warung ini adalah ayam panggang. (ikl)

Pecel Madiun Mbak Tin LOKASINYA ada di Jalan Piere Tendean Banyuwangi. Nasil pecel dengan lauk telur menjadi pilihan sarapan pagi di warung ini. Aroma pecel dengan pelengkap di dalamnya seperti sayuran, bumbu kacang, peyek kacang meng-

Ditambah dengan bumbu rujak yang berasal dari paduan sambal petis udang dicampur dengan ulekan kacang tanah, pisang klutuk, dan gula merah semakin membat aroma rujak kian terasa. Selanjutnya kuah soto yang kental disiram diatas perpaduan irisan lontong, kangkung, toge, mentimun, tahu, dan tempe yang siap diatas mangkuk. Beberapa variasi menu, rujak soto juga disajikan dengan menggunaan bahan jeroan, cingur, hingga babat. Ditambah kerupuk udang, kecap, santapan berupa rujak soto layak menjadi pilihan utama. (nic/aif)

Dahsyatnya

Bandeng Presto Kedayunan WARUNG Bandeng Presto, Kedayunan Kecamatan Kabat sangat layak dicoba. Tempatnya dijalan raya, Kedayunan Kabat. Dikemas dengan sayuran, sambal dan terong menjadikan santapan

desa, warung, hingga restoran menu yang satu ini seakan menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Rasanya yang maknyus ditambah harga yang bersahabat membuat rujak soto mendapat porsi di hati penikmatnya. Maka untuk yang belum pernah mencicipi hidangan yang satu ini, mumpung singgah di Banyuwangi tidak ada salahnya untuk segera mengarahkan pesanan ke menu rujak soto. Berisi irisan lontong dicampur dengan kangkung, toge (kecambah, mentimun, tahu, dan tempe, menjadi ciri khas sajian makanan ini.

gugah selera makan. Ditemani segelas es teh, menjadi ending dari rasa pecel Mbak Tin ini. Selain pecel, warung ini juga menyediakan nasi rawon dengan tambahan menu Ikan laut, ayam, dadar telur, paru, dan kare ayam. (ikl)

Bahan pembuatnya di antaranya adalah tomat, cabe rawit, cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Perpaduan semua bahan tersebut dilengkapi dengan garam dan gula sedikit plus diberi jeruk sebagai penguat rasanya. Selain menyimpan kekuatan dari rasa sambalnya, sego tempong juga dapat disantap dengan ragam jenis lauk. Lauk seperti ikan laut goreng, tempe dan tahu goreng biasa menjadi teman nasi di atas piring. Bila menginginkan ayam goreng dan empal dapat juga disertakan sebagai pendamping nasi. Menikmati dengan sambal yang pedas plus nasi yang kebul-kebul (panas) membuat sego tempong semakin maknyus dilidah. Dengan harga yang bersahabat, makanan ini bisa diperoleh di pelosok Banyuwangi mulai warung kecil hingga rumah makan. (nic/aif)

Dari Bagiak hingga Sale Pisang

S

elainmemiliki segudang jenis makanan, Banyuwangi juga bisa dibilang merupakan sentra jajanan. Mulai dari jajanan pasar hingga yang asli Banyuwangi tersedia dengan tipe dan rasa yang diinginkan. Semuanya memiliki cita rasa tersendiri dengan resep turun temurun dari ahlinya. Tidak salah jika warga luar kota berburu jajanan khas Banyuwangi. Jajanan khas ada yang digunakan sebagai suguhan tamu, camilan, hi-

ngga buah tangan. Di antara kue yang menjadi daya tarik dan kekhasan di Banyuwangi adalah kue bagiak Kue ini terbuat dari tepung sagu dan kelapa parut ini memiliki rasa yang luar biasa. Dalam pengolahannya, penikmat rasa akan disuguhi oleh varian citarasa dari kue ini. Mulai dari bagiak manis, jahe, kacang, susu, gurih dan garing dengan aroma kayumanis bisa didapat dengan mudah. Selain bagiak, ada juga jajanan yang diberi nama sale

pisang. Jelas seperti namanya, sale pisang banyuwangi memiliki berbagai bentuk dan jenis. Bahan dasar utama pembuatnya adalah pisang. Cara pembuatannya ada dua yaitu sale pisang kering dan sale pisang basah. Dimana mendapatkannya? Tidak sulit kok, gerai dan outlet penjual jajanan khas Banyuwangi banyak tersebar di penjuru Banyuwangi. Harganya cukup bersahabat dan dijamin rasanya juga enak. (nic/aif)

36

KOMUNIKASI BISNIS

Sabtu 22 Oktober 2011

IWAN SETIONO/RaBa

BANGGA: Kasek SMKN 1 Kalipuro Gatot Kurnianta bersalaman dengan siswanya.

IWAN SETIONO/RaBa IWAN SETIONO/RaBa

KOMPAK: Gatot Kurnianta foto bersama para pelatih LDDK di SMKN 1 kalipuro.

SELAMAT: Pelatih LDDK dari Lanal Banyuwangi menyalami siswa SMKN 1 Kalipuro.

Asah Mental Siswa Lewat Latihan Kepemimpinan KALIPURO - Kegiatan LDDK adalah masa dasar pembinaan fisik dan mental yang harus diikuti oleh calon kadet. Di mana masa pembinaan ini diharapkan calon kadet dapat menjadi seorang kadet Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kalipuro yang terampil dan berdisiplin tinggi. Untuk itu, dalam rangka pembinaan kadet yang berketerampilan dan bermental yang baik tersebut, maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kalipuro sebagai suatu wadah pendidikan kelautan mempunyai programprogram pendidikan yang bukan saja

dari segi ilmu pengetahuan dan keterampilan, melainkan yang lebih penting dari itu adalah membentuk kondisi fisik dan sikap mental yang tanggap, tangguh, dan berdisiplin tinggi. Melalui program LDDK yang harus dilalui oleh setiap calon kadet di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kalipuro. ”LDDK dimulai tanggal 17 dan berakhir pada tanggal 21 Oktober dan dilatih langsung oleh Lanal Banyuwangi,’’ jelas Arman Hari Prasetyo ketua panitia LDDK. Arman menambahkan, secara umum maksud diadakannya LDDK itu untuk

menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme para kadet terhadap bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Fungsi LDDK adalah untuk membentuk karakter seorang kadet menjadi seorang yang berdisiplin tinggi dan bermental yang baik. Di samping itu, kegiatan ini juga sebagai sarana penanaman jiwa persatuan dan kesatuan. Khususnya jiwa KORSA bagi setiap calon kadet. Yang pada akhirnya dapat mengikuti setiap sistem pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kalipuro yang baik. Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1

Kalipuro Gatot Kurnianta menyambut baik pelaksanaan LDDK ini karena sangat banyak manfaatnya terutama untuk calaon para kadet. Namun perlu diketahui bahwa LDDK bukanlah hal utama dalam penanaman disiplin. Tetapi keseharian di sekolah merupakan saat-saat terbaik untuk membentuk kedisiplinan para kadet. Dan, yang terpenting para senior benar-benar bisa memberikan pendidikan yang tepat. ”Semoga calon kadet dapat menjadi pemimpin dan menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme ’’ pungkas Gatot Kurnianta (adv/als)

IWAN SETIONO/RaBa

LULUS: Wali murid menyematkan pin kepada anaknya setelah mengikuti LDDK.

BRI Sediakan KUR Untuk TKI

GERDA/RaBa

KOORDINASI: Pimpinan Cabang BRI Banyuwangi Pitoyo Asmoro (Kiri) siap menyonsong program bupati.

BANYUWANGI – Angka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Banyuwangi cukup tinggi. Terkadang, pemberangkatan calon TKI ini diwarnai dengan kesulitan mereka memiliki biaya awal. Mulai untuk mengurus surat-surat hingga biaya pemberangkatan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) jeli melihat hal tersebut. Sebagai perusahaan perbankan yang selalui setia melayani nasabahnya, BRI menggandeng pemerintah kabupaten Banyuwangi, dan kementerian bidang perekonomian untuk memberikan bekal pengetahuan TKI. Yakni tentang hak perlindungan TKI dan penempatannya. Selama dua hari, BRI menggelar acara sosialisasi untuk membantu para calon TKI tersebut. Diawali pada Kamis lalu (20/10) di Hotel Banyuwangi Indah Jajag, acara tersebut dihadiri sekitar 500 calon TKI. Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Dan, keesokan harinya, acara serupa digelar di

hotel Mirah Banyuwangi (21/10). Dalam acara tersebut, BRI mengenalkan produk unggulannya kepada calon TKI. Yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus TKI. Adalah fasilitas kredit yang digunakan untuk pengurusan dokumen, pelatihan, hingga pemberangkatan ke luar negeri. Dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan masa kontrak kerja, KUR TKI ini bisa diperoleh dengan suku buka kompetitif, serta tanpa pungutan biaya adminsitrasi dan provisi. Melalui KUR TKI ini, diharapkan calon TKI tidak perlu terlilit hutang di rentenir atau menjual aset keluarga. Melalui produk BRI lainnya, TKI yang saat ini sudah berada di luar negeri, jika ingin mengirimkan uang ke sanak saudara di tanah air bisa menggunakan BRIFast. Selain realtime atau dalam hitungan detik, pengiriman sudah sampai ke rekening yang dituju. Pengambilan juga cukup mudah. Cukup datang di kantor BRi terdekat. Bisa juga mendatangi ATM yang tersebar di seluruh Banyuwangi. (adv/als)

GERDA/RaBa GERDA/RaBa

DESIMINASI: Para narasumber dan pejabat BRI pada acara sosialiasi keamrin (21/100 di Mirah Hotel.

BERBINCANG: Bupati Banyuwangi Abdullah Awar Anas (tengah) dengan perwakilan kementrian bidang perekonomian dan BRI Pusat.

GERDA/RaBa

GERDA/RaBa

TAMU: Mitra kerja BRI, beberapa camat, Dinas perekonomian serta AP2TKI hadir dalam acara Desiminasi TKI.

dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

•JL. DIPONEGORO•

•TANAH 8000M2•

DJL rmah baru, Jl. Diponegoro Gg II no.48, luas 220m2, bagus. H: 08123133782, tnp perantara.

•KEBALENAN•

• PANJI PERMAI •

TNH SHM Bukit Selogiri, Ktapang, Bwi, L8000 M2 SblhVilla Panorama Jl. Pribadi Paving ke loksi Pmndangan Laut Selat Bali Cck utk Lok Pariwisata 08179678080

DJL Rmh Lt 2 kpl, LB 150, Hub: Jl. Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

•TANAH 100M2•

BANYUWANGI

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

•GRIYA PERMATA• DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

•PERUM SUTRI•

BANYUWANGI

DJL RMH, Perum Sutri, Jl. Buntu Blok A3 Sobo, Bwi, Type 36+. Hub. 085230529953

•SAWAH 10.000M2•

•JL. ADI SUCIPTO•

Dijual Sawah dlm kota SHM 10.000 M2 385 Juta Nego Hubungi 0333-424368

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

•TANAH 2000M2•

•JL. BELITUNG•

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

BTH Cpt Rmh L 255 M, hrg 185jt Jl. Belitung 37 (belakangTazzacolection)Bwi.H.085746088185

•RUMAH & MOBIL• RMH SHM LT92m2, 4KT,RT,2RM, 1gdg, Perum Panper blok CC 16. H: 0341715472, 0338-678709. & Djl Kijang ‘91, knds bgs, wrn silver, 50jt nego, H: 0338678709 / 081336144020

•TANAH 1665M2•

• RUKO AGUS SALIM• DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

• TOKO/GUDANG•

•SAWAH TEPI JALAN•

DISEWAKN Tko/Gdng 7x12M2, Ltk Stratgs tngah kota, Jl. Brigjen Katamso 21 H. 081934872869,081336322369 TP

DJL Sawah L 8500m2 SHM lok bts kota Ds Bakungan tp Jln aspal. 450Jt. 081234535857

•DIKONTRAKKAN•

•TANAH 8000M2•

DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10

DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM,

•RUMAH & TOKO• DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot , strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk.

NASABAH BRI: Calon TKI sedang menyimak sosialisasi yang diberikan.

10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

• RUMAH ROTI•

• SUZUKI KARIMUN•

• PENGUMUMAN•

BTH SEGERA Wanita, SPG & Kasir, max 30 th, SMA/sdrjat. Bawa srt Lamaran ke Rumah Roti, Ruko Psr Buah, Panji, Stb.

DJL Suzuki Karimun ‘03, Silver, plat N Mlg, harga 84 jt, Hub: 08175192079

DEWAN KESENIAN BLAMBANGAN ( DKB) Glr FestivalTeater Pemuda Kampus, Kmpg, Kmnts.Acr 16-18 Des 2011 di panggung Garuda, gdg juang 45 Bwi.Temu tknk Jumat 28-10-2011 pkl 12.45 Info H: AgukD081336881945/ 087755640717,Radiokmnts BungTomoFM081233624124& DKBjl.A.Yani76Bwi.

JEMBER • UD INDOMAKMUR•

• LOWONGAN•

LOWONGAN: Salesman TO & Spreading, kirim lamaran ke UD INDOMAKMUR, Jl. DI Panjaitan No. 39 Lateng, Banyuwangi

DCR: Sales Spv,IT & Kasir Utk Wilayah Jember & Banyuwangi.Sgr Kirim CV.Lkp Ke:Jl.Yos Sudarso 40 Wirolegi Jember

• JUAL CEPAT• DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

• CIVIC WONDER• DJL Mobil Civic Wonder 85, Hub: Jl.Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

• LOWONGAN KERJA•

BALI

BTH T. Sekret & Asst Manag SDM & Umum, L/P, 20-30 th, SMK/Sederajat & D1-S1 (AkBgs), mmpu dasar Komp & Ak, siap dididik & mau bljr, prbd mnrk & amanah, sebut gaji yg diminta. Lmrn ke PO BOX 153 Bwi, email: myg_haka@yahoo.co.id

• DENPASAR•

• HONDA ACCORD•

AGEN Besar di Bali cari: Sopir, Staff Gudang, Admin dan Sales. Lmrn kirim ke Jl. Persada No.7 Teuku Umar Barat, Denpasar. Tlp (0361) 738177/7485777

DJL H Accord th ‘99, jok kulit, full audio. Kijang Innova, bensin, th ‘07, s baru, Hub: 08113407912/085859015720

• PT. RAMAYANADUTAWISATA• TRAVEL Bwi-Sby/Mlg (PP) pgi & mlm, Tiket Online Psawat Merpati Bwi-Sby & sgl jur, ttpn paket kilat brng & dok, sewa kndraan &Taxi argometer, T. (0333) 636410, 7770791, 8951388, 421760. 081249008778.

•JEWELLERY• ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

• KSU SYARI’AH “PADI NUSANTARA”•

•JUAL KAYU•

BTH Tenaga Admin, Lk/Pr, usia 20-30 th, SMA/Sederajat & D1-S1 (Akutansi-Bgs), punya SIM C, mampu dasar Komputer & Akuntansi, siap dididik & blajar, pribadi mnrik & amanah, sebut gaji yg diminta. Lamaran ke PO BOX 153 Banyuwangi, email: myg_haka@yahoo.co.id

DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

• LOWONGAN• DCR mrktg & tkg sablon, pria, py mtr,gaji+bonus bsr. Ruko Karibia B-3, Jl. J.A Suprapto Bwi

• LOWONGAN• DCR: Wanita, min SMA, usia max 30th. Hub. 0338-5554040.

• PRIMA MOBIL• ALL NEW Avanza, Grand New Inova, Xenia, Xirion, all New Jazz, CRV, Civic, City, G-Livina, Nissan Juke, Mazda2, Ford Fiesta, L300, T120SS, Mega Cery, Swift, Splash. H: 0333411655, 0811301676

• STNK• HILANG STNK Nopol P 4806 YA an: Sahri d/a: Jl. Singosari 44 Rt. 02/02 Taman Baru

•DEPO AIR ISI ULANG•

HILANG STNK Nopol P 5644 EU an: H. Sutoyo Al. Desa Kalibagor STB

TIRTA ALAM mnrima pemasangan Dp Air isi ulang. H: 8251761/085257558460/8953555

• INTERNET MARKETING • Pelatihan bisnis/toko online dengan trainer nsional , 300 rb daftar: 081336237001

• PRIMA MOBIL• INOVA05 solar,05 bensin, LGX03, Fortuner'10, Avanza 07,05, Xenia 06,07, Zebra 07, Black Panther 03, Higrade 99, New Royal 09,00, Futura09, Eskudo98, Taruna02. Hub. 0333411655, 0811301676

•SPA• JUAL produk spa n kecantikan (lulur, masker,ratus,body butter, lotion) lgs dari Bali dg hrg terjangkau.Hub 03338278555

• KUCING PERSIA• DJL Kcg Persia pesek, anak indukan-Toko Gading Mas 0338671548/081249111199.

IKLAN

Sabtu 22 Oktober 2011

41 DIBUTUHKAN SEGERA..! TENAGA MARKETING EXSPORT 1. Menguasai Bhs Inggris Speaking & Writing 2. Mahir Komputer 3. Usia minimal 25 thn 4. Cowok berpenampilan menarik 5. Domisili Banyuwangi & sekitarnya 6. Pendidikan minimal Sarjana Bhs. Inggris 7. Kreatif & Komunikatif 8. Pengalaman min 2 th 9. Tdk berurusan dengan hukum Lamaran kirim ke: Jl. Madrasah, Sampangan, Muncar Banyuwangi, Sinar Mas Mina Bahari

DIJUAL Suzuki GC 415 APV DLX MT th 2004 merah mtl hrg 90 jt nego brg istw Bisa, Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki ST150 pick up th 2009 biru hrg 75 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki SL410 R-Karimun th 2005 hitam hrg 86,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

PENGUMUMAN Dengan ini diberitahukan bahwa, dengan Akta tgl 19 Oktober 2011 No.24, dibuat dihadapan V.Ratna Handayani, SH., Notaris di Banyuwangi, telah didirikan Perseroan Terbatas : “PT.KARYA SANDANG BERSAMA” berkedudukan di Banyuwangi, dimana atas sahamsaham yang telah diambil bagian oleh para pendiri, sebagian dari penyetorannya dilakukan dengan pemasukan (inbreng) kedalam Perseroan, perusahaan Perseroan Komanditer C.V. SANDANG PANGAN berkedudukan di Banyuwangi, yang Akta Pendiriannya tercantum dalam Akta tgl.29 April 1985 No.49, di buat dihadapan R.E.Bawolje, SH, waktu itu Notaris di Banyuwangi, yang telah diubah dengan Akta-akta tgl.29 April 1999 No.46 dan tgl.17 Oktober 2011 No.19, dibuat dihadapan V.Ratna Handayani, SH, Notaris di Banyuwangi : berikut segala aktiva dan pasiva serta izin-izin yang termasuk dalam Perseroan Komanditer tersebut.Pihak-pihak yang berkeberatan atas dilakukannya pemasukkan diatas dapat mengajukan keberatannya secara tertulis disertai alasan dan bukti-bukti pendukungnya dalam waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal pengumuman ini kepada Direktur PT.KARYA SANDANG BERSAMA di Jl.Gatot Subroto No.107, Ketapang, Banyuwangi. Banyuwangi, 21 Oktober 2011 PT.KARYA SANDANG BERSAMA ttd SRI WIDHADA, SE, MM

DIJUAL Toyota kijang kf80 STD th 2004 hitam mtl hrg 107,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV 25 th 2000 biru tua mtl hrg 92,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

MARI ATASI ASAM URAT DENGAN HERBAL “Kalau asam urat kambuh, saya sering kesemutan. Kondisi itu sudah berlangsung selama 2 tahun,” ujar Soewondo, yang berprofesi sebagai seorang Purnawirawan TNI Angkatan Laut. Karena aktifitasnya sering terganggu akibat asam urat, upaya pun telah dilakukan oleh ayah 5 orang anak itu. Sampai akhirnya, sekitar 4 bulan yang lalu, pria yang juga dikenal sebagai pengajar tersebut mulai tertarik untuk mencoba Gentong Mas. “Teman saya menyarankan untuk mencoba Gentong Mas. Baru mengkonsumsi 2 minggu, manfaatnya sudah terasa. Kini sudah 4 bulan saya minum Gentong Mas. Alhamdulillah sekarang badan terasa sehat dan segar, asam urat sudah tidak ada. Gentong Mas memang solusi yang tepat untuk mengatasi keluhan saya.” Terang pria berusia 75 tahun tersebut penuh syukur. Asam urat bukanlah nama suatu penyakit, namun ia adalah suatu zat sisa metabolisme zat yang bernama purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Keadaan dimana tubuh mengalami kelebihan kadar asam urat disebut hyperuricemia. Pada kondisi normal, kelebihan purin ini akan dikeluarkan melalui urine dan feses. Namun jika purin yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, maka ginjal akan kesulitan mengeluarkan zat tersebut sehingga terjadi penumpukan sisa metabolismenya (asam urat). Penumpukan sisa metabolisme zat purin di persendian dapat menyebabkan bengkak dan rasa nyeri. Dengan tubuh yang sehat, pria yang berdomisili di Jombang, Jawa Timur tersebut kini dapat menjalani aktifitasnya dengan prima.Ia pun tidak segan-segan membagi pengalaman sehatnya dengan orang lain,

“Mudah-mudahan pengalaman saya ini bermanfaat bagi orang lain.” Harap Soewondo. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda bermanfaat untuk menormalkan metabolisme, termasuk metabolisme purin sebagai pembentuk asam urat yang dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran asam urat dari darah melalui urine. Selain itu, Gula Aren dalam Gentong Mas tak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat, juga bermanfaat menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil maksimal, kontrol makanan yang dikonsumsi seperti makanan yang mengandung banyak purin (diet rendah purin), mengurangi makanan kacang-kacangan dan beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge, serta banyak minum air putih, sekitar 8 gelas sehari. Kini, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi : 085234398441. Banyuwangi: 085 234 398 441. Situbondo : 082 143 391 646, Depkes:P-IRT. 812.3205.01.114

KOMUNIKASI BISNIS

42

Family Day Hilangkan Kejenuhan BANYUWANGI - Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan dan juga untuk mempererat hubungan antar wali murid, SDN Model Banyuwangi menggelar event Family Day. Ajang yang digelar pada tanggal 29 sampai 30 Oktober tersebut diikuti oleh siswa SDN Model Banyuwangi dan juga wali murid. Kegiatan ini digagas oleh komite sekolah yang didukung pihak sekolah dan koordinator kelas (Korlas). Family Day sedianya digelar pada tangal 5-6 November 2011. Namun karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan Idhul Adha, dan pada bulan November juga SDN Model memakili Banyuwangi untuk berlaga dalam lomba Sekolah Pendidikan Berkarakter, akhirnya Family Day dimajukkan pelaksanaannya. ”Lomba ini sifatnya fun saja. Tidak mencari menang atau kalah. Yang terpenting bisa menghilangkan kejenuhan,’’ kata Slamet Sutjipto, ketua panitia.

IWAN SETIONO/RaBa

RAPAT: Kasek Suhernik bersama komite sekolah bahas persiapan lomba Family Day di SDN Model Banyuwangi.

Ada berbagai macam kegiatan yang digelar. Di antaranya jalan sehat, bazar, mewarnai, menggambar, bola voli plastik, sepak bola, tarik tambang dan lomba kebersihan kelas. Tiap kelas bisa mengirimkan wakilnya untuk tampil dalam lomba yang khusus diperuntukkan keluarga besar SDN Model Banyuwangi.

”Yang terpenting dalam lomba ini bertujuan untuk kebersamaan. Mengingat kita jarang bertemu,’’ kata Dra. Hj Suhernik, Kasek SDN Model Banyuwangi. Suhernik berharap, dengan kegiatan ini wali murid semakin peduli dan rasa memiliki SDN Model Banyuwangi. Sehingga bersama-sama

memajukan prestasi sekolah, baik di bidang akademik maupun non akademik. Tanpa dukungan dari semua pihak tidak mungkin dapat meraih prestasi yang selama ini telah diraih. ”Terima kasih atas segala dukungannya. Semoga prestasi SDN Model Banyuwangi lebih baik lagi,’’ harapnya. (adv/als)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH JAWA TIMUR III Jl. Letjen S. Parman No.100MalangKode Pos 65122 Telepon (0341) 403333 , 403461-62. Faxsimile (0341) 403463.Website: http://www.Pajak.go.id

PENGUMUMAN NOMOR : PENG-03/WPJ.12/2011 TENTANG PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DAN PEMBERITAHUAN PELAKSANAAN SENSUS PAJAK NASIONAL (SPN) Sehubungan dengan banyaknya masukan dan pengaduan dari masyarakat tentang berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak, dengan ini diumumkan bahwa : 1. Sosialisasi dan penyuluhan perpajakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada seluruh masyarakat merupakan bentuk pelayanan yang kesemuanya bersifat gratis (tanpa dipungut biaya). 2. Direktorat Jenderal Pajak tidak pernah menjual peraturan perpajakan maupun informasi perpajakan lainnya dalam bentuk buku atau media digital seperti CD, VCD, DVD dan bentuk media lainnya. Jika masyarakat memperoleh penawaran penjualan buku-buku, CD, VCD, DVD maupun media lain dapat melaporkan ke kantor Direktorat Jenderal Pajak terdekat. Semua informasi peraturan perpajakan (Undang-undang dan aturan pelaksanaanya) disediakan secara gratis kepada masyarakat dan dapat diunduh (download) melalui www.pajak.go.id 3. Direktorat Jenderal Pajak tidak pernah mengadakan berbagai undian berhadiah baik secara independent maupun bekerja sama dengan pihak lain. Apabila masyarakat mendapatkan kupon undian berhadiah yang mencantumkan pengesahan dari pimpinan Direktorat Jenderal Pajak (misalnya dalam kemasan sabun, susu, kopi, dll) diminta agar mengabaikan atau tidak menanggapinya. 4. Direktorat Jenderal Pajak melakukan penugasan resmi untuk memenuhi permintaan pembicara dalam seminar-seminar perpajakan. Apabila masyarakat menerima undangan seminar yang mencantumkan nama pegawai Direktorat Jenderal Pajak sebagai pembicara, dapat meminta konfirmasi/klarifikasi kebenarannya ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak terdekat atau ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Kepada seluruh masyarakat diminta untuk berhati-hati atas berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak. 5. Direktorat Jenderal Pajak melaksanakan program Sensus Pajak Nasional (SPN) mulai tanggal 30 September 2011 dan berlanjut pada tahun berikutnya. Semua petugas Sensus Pajak Nasional (SPN) adalah petugas Direktorat Jenderal Pajak yang disertai Surat Tugas (ST), tanda pengenal dan atribut SPN. Apabila masyarakat ragu agar menghubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III di 0341-403333 atau 08001172525 atau kring pajak 500200. 6. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 10 ayat (1) Wajib Pajak wajib membayar atau menyetor pajak yang terutang dengan menggunakan Surat Setoran Pajak ke kas negara melalui tempat pembayaran yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. 7. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III di 0341-403333 atau 08001172525. Atau Kring Pajak 500200. Demikian disampaikan, agar masyarakat dapat mengetahui dan memahaminya. Malang, 11 Oktober 2011 Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III ttd Ken Dwijugiasteadi NIP.060071425

Sabtu 22 Oktober 2011

43

Sabtu 22 Oktober 2011

WISATA

Kawah G

unung Ijen merupakan salah satu lokasi yang diminati turis asing. Gunung tersebut tercatat sebagai gunung berapi aktif yang masuk wilayah perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Tempat dengan panorama khas gunung yang eksotik ini memiliki berketinggian 2.443 meter dari permukaan laut (dpl). Gunung yang telah empat kali meletus (1796, 1817, 1913, dan 1936) itu memang sering dikunjungi turis asing. Untuk menuju Ijen, ada juga yang berangkat dari Bondowoso. Rute yang ditempuh adalah Bondowoso-Wonosari-Tapen-Sempol-Paltuding. Namun, banyak juga turis asing yang berangkat dari Banyuwangi. Dari pusat Kota Gandrung, mereka bisa memilih dua rute alternatif. Yang pertama adalah rute BanyuwangiBanjarsari-Kalibendo-JambuPaltuding. Untuk rute kedua adalah Banyuwangi-BanjarsariGlagah-Licin-Jambu-Paltuding. Banyak turis asing yang terkesan dengan perjalanan dari Jambu menuju Paltuding. Sebab, mereka melintasi perkebunan dan hutan hujan tropis sepanjang beberapa kilometer. Selain itu, jalannya sempit dan berkelok-kelok dengan tanjakan yang cukup menantang. Namun, kondisi jalan di hutan tropis tersebut rusak berat. Untuk melintasinya, pengunjung harus didukung dengan kendaraan yang tangguh dan bisa melibas medan terjal penuh tanjakan. Begitu sampai di Paltuding, pengunjung harus berjalan kaki selama sekitar 1,5 jam menuju puncak. Sepanjang jalan, pengunjung disuguhi aksi para penambang belerang yang menantang maut melintasi tepian tebing sambil membawa beban puluhan kilogram. (bay)

Ijen

Segi Tiga Berlian Andalan KABUPATEN Banyuwangi memiliki pantai sepanjang 175 kilometer, yang berbatasan dengan Selat Bali dan Selat Madura. Di alur pantai tersebut, terdapat sekitar 21 objek wisata bahari yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Dari puluhan objek wisata tersebut, ada tiga objek merupakan kawasan wisata andalan untuk menarik wisatawan asing. Segitiga pertama adalah Pantai Plengkung atau biasa disebut G-Land di Kecamatan Tegaldlimo. Segitiga andalan kedua adalah Pantai Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Objek wisata andalan berikutnya adalah kawah Gunung Ijen merupakan perbatasan Desa Tamansari, Kecamatan Licin dengan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Ketiganya kerap disebut sebagai segi tiga berlian wisata andalan Banyuwangi. (abi/bay)

Kawah Gunung Ijen Lokasi: Perbatasan Banyuwangi – Bondowoso Jarak dari Banyuwangi: 41 Kilometer Objek Andalan : - Kawah berbentuk caldera - Tambang belerang tradisional - Bunga edelweiss - Satwa Jalan Menuju Kawah Ijen: 1. Banyuwangi Sasakperot Glagah Licin Jambu Paltuding Ijen 2. Banyuwangi Sasakperot Kemiren Tamansuruh Kalibendo Jambu Paltuding Ijen

EKSOTIK: View di salah satu sisi kawah Gunung Ijen. BAYU SAKSONO/RaBa

Penyu

Sukomade SUKOMADE sebenarnya nama sebuah dusun di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Tempat ini berjarak sekitar 120 kilometer ke arah selatan dari ibukota Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju Sukomade, dari pusat Desa Sarongan membutuhkan waktu perjalanan sekitar empat jam. Itu pun bila kondisi cuaca sedang baik. Maklum, jalan yang lebarnya hanya tiga meter itu tidak dilapisi aspal. Meski begitu, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam khas hutan tropis di sepanjang jalan. Bagi warga Dusun Sukomade yang ingin belanja ke Kecamatan Pesanggaran, alat transportasi yang ada hanya truk dengan ongkos sekitar Rp 50 ribu. Setelah melewati perkebunan PT. Sukomade Baru, pengunjung akan masuk

kawasan pantai Sukomade. Di sini terdapat tempat konservasi satwa dilindungi yakni penyu hijau. Pengunjung bisa menginap di beberapa kamar di lokasi yang dikelola Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) tersebut. Pihak TNMB juga melayani turis yang akan melihat langsung penyu yang sedang bertelur di malam hari. Namun, pengunjung harus diam, tak menyalakn lampu, tidak merokok dan banyak ketentuan lainnya agar penyu bisa bertelur dengan tenang. Pengalaman menyaksikan penyu mengeluarkan ratusan telur di tengah malam gulita itu, akan memberikan sensasi petualangan yang tak akan terlupakan. (abi/bay)

BERSIH: Panorama pantai Plengkung. GALIH COKRO/RaBa

Pantai Sukomade Lokasi: Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran Jarak dari Banyuwangi: 120 Kilometer Objek Andalan : - Konservasi penyu hijau dan beberapa jenis penyu lain - Pantai dengan pasir warna putih bersih - Hutan - Beberapa satwa Waktu melihat penyu bertelur: malam sampai dini hari Penginapan : - Base camp TN Meru Betiri Jalan Menuju Sukomade : Banyuwangi Jajag SiliragungPesanggaran KandanganSarongan Sukomade

INSTING: Ribuan tukik (anak penyu) berenang menuju laut di Pantai Sukomade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

GERDA SUKARNO/RaBa

BAYU SAKSONO/RaBa

Ombak

Plengkung P

ANTAI Plengkung atau yang dikenal oleh wisatawan manca negara dengan nama G-Land, merupakan surga bagi para peselancar profesional dari dalam atau pun luar negeri. Ombak di Pantai Plengkung yang tingginya antara empat meter hingga enam meter dengan panjang mencapai dua kilometer, merupakan salah satu terbaik di dunia. Ombak yang tinggi dan panjang itu, berada dalam tujuh formasi bersusun. Dengan kondisi seperti itu, gulungan ombak di Pantai Plengkung yang berada di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) wilayah Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo oleh para peselancar asing dikenal sebagai The Seven Giant Waves Wonder. Ombak yang tinggi dan bagus untuk surfing ini, tidak terjadi sepanjang tahun. Bulan Mei hingga Oktober, merupakan bulan terbaik untuk bermain selancar. Pada bulan-bulan itu, para peselancar dari Australia, Prancis, Inggris, Amerika, Selandia Baru, dan dari negara lainnya banyak yang berdatangan ke Pantai Plengkung dengan dua jalur laut dan satu jalur darat. Kedua jalur laut yang bisa ditempuh itu melalui Pulau Benoa, Bali, langsung menuju ke Pantai Plengkung. Jalur laut yang juga bisa ditempuh, dari pusat Kota Banyuwangi menuju Benculuk, Kecamatan Cluring dengan jarak 35 kilometer, bisa ditempuh dengan bus atau kendaraan umum lainnya. Selanjutnya, dari Benculuk bisa naik mobil penumpang umum (MPU) menuju Pantai Grajagan dengan jarak 18 kilometer. Selanjutnya, naik speedboat menuju Pantai

Plengkung dengan waktu sekitar 30 menit. Untuk jalur darat, bisa ditempuh dari pusat Kota Banyuwangi menuju Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo dengan jarak 59 kilometer, bisa ditempuh dengan naik bus. Dari Kalipahit menuju Pasaranyar dengan jarak tiga kilometer, dan Pasaranyar-Pantai Trianggulasri-Pantai Pancur dengan jarak 15 kilometer, bisa ditempuh dengan naik ojek atau menyewa mobil. Sedang dari Pantai Pancur menuju Pantai Plengkung yang berjarak sembilan kilometer, harus dilalui dengan mobil khusus yang sudah disediakan oleh TNAP. Untuk jalur darat ini, dari Pasaranyar, Desa Kalipahit hingga ke Pantai Plengkung, merupakan jalur yang paling mengasikkan. Jalan ini berada di tengah hutan KPH Perhutani Banyuwangi Selatan dan hutan TNAP. Di sepanjang perjalanan, akan bisa menikmati hutan yang masih alami dengan kicau burung yang bersahutan. Bila beruntung, akan bisa melihat burung merak dan kijang berseliweran di tepi jalan. (abi/bay)

Pantai Plengkung (G-Land) Lokasi : Taman Nasional Alas Purwo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo Jarak dari Banyuwangi : 86 Kilometer Objek Andalan: - Ombak tinggi untuk selancar - Pantai dengan pasir coral warna putih bersih - Hutan masih perawan - Banyak jenis satwa lindung Peak Season : April – September Tinggi Ombak : 8 sampai 10 feet Penginapan : - Bobby’s Shurf Camp - G-Spot - Joyo Shurf Camp - Matt Shurf Camp Jalan Menuju G-Land: 1. Banyuwangi - Benculuk – Grajagan dilanjutkan boat Plengkung 2. Banyuwangi – Srono – Muncar – Tegaldlimo – Kalipahit - Pantai Trianggulasri - Pantai Pancur - Plengkung

44

Jawa Pos-nya Kota Santri

Sabtu 22 Oktober 2011

Ribuan Orang Unjuk Rasa di DPRD Protes Pengiriman Tebu Keluar Daerah SITUBONDO – Ribuan orang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Situbondo, pagi kemarin. Mereka menuntut agar Pemkab Situbondo menyetop penebangan tebu yang dikirim keluar daerah. Para pendemo itu adalah para pekerja di Pabrik Gula (PG), pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), tukang tebang, buruh tani hingga pemilik dan pekerja angkutan tebu. Tidak tanggungtanggung mereka datang ke kota dengan mengendarai sekitar 50 truk. Poster-poster bernada hujatan dipegang dan ditempel di bagian depan truk. ‘Pemborong Tebu Asembagus Jangan Jadi Pengkhianat’, ‘Manisnya Gula Berubah Menjadi Pahitnya Perasaan’, ‘Kalian Adalah Pencuri Penghasilan Kami’, ‘Terbitkan Perda Tebu Situbondo’. Begitu di antara redaksional tulisan dalam poster. Para pendemo itu datang ke Kota Situbondo sekitar pukul

EDY SUPRIYONO/RaBa

MINTA PERLINDUNGAN: Pendemo menyampaikan tuntutannya di kantor DPRD Situbondo, kemarin.

08.00. Awalnya mereka akan menyampaikan keluhan dan desakannya di kantor bupati. Namun karena dikhawatirkan akan terjadi kemacetan, polisi memilih mengarahkan rombongan pendemo langsung menuju kantor DPRD. Hanya sekitar sepuluh menit mereka berada di depan jalan raya kantor sekretariat Pemkab. Dalam orasinya, para pendemo mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar jika tuntutannya tidak dikabulkan. Bahkan, mereka tidak

segan-segan untuk berkemah di kantor Bupati atau DPRD Situbondo agar apa yang menjadi keluhan mereka segera mendapat penyelesaian. Perwakilan elemen-elemen yang melakukan demo kemarin ditemui langsung Bupati Situbondo Dadang Wigiarto; Ketua DPRD Zeiniye; Kepala Dinas Pertanian Mohammad Syifa dan Asisten Bupati Bidang Ekonomi, Heri Suryanto. Dalam pertemuan tersebut, terungkap aksi demo dipicu kekesalan karyawan PG, pe-

ngurus APTR, tukang tebang, buruh tani, rekanan angkutan terhadap kedatangan pemborong luar daerah yang membeli tebu petani. Tebu itu kemudian dikirim ke PG di wilayah PTPN X. Bahkan. Mereka berani meletakkan timbangan di Pesanggrahan. Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun), Bheta Prakuswa mengungkapkan, jika eksodus tebu ke luar daerah dibiarkan maka bahan baku untuk PG akan berkurang. Ini merupakan ancaman karena bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 40 ribu karyawan tetap, harian dan honorer di lingkungan PG. “PTPN 10 kekurangan bahan baku sehingga sampai mencari tebu ke lingkungan PG Asembagus. Padahal, tebu di Situbondo sudah direncanakan secara matang sesuai kebutuhan yang ada,” tandasnya. (pri/aif)

45

Sabtu 22 Oktober 2011

BANYUWANGI ETHNO CARNIVAL

UNDARAN memiliki arti kuntulan dadaran. Kesenian itu bersumber dari kuntulan. Kuntulan memiliki bernapaskan Islam, yaitu sebagai sarana dakwah pada masanya. Menurut Sahuni, salah satu budayawan Banyuwangi, kuntulan merupakan bentuk pengembangan kesenian hadrah. “Konten hadrah 100 persen dakwah menggunakan empat rebana,” ujarnya. Dakwah dalam kuntulan hanya 75 persen. Kemudian berkembang menjadi kundaran yang lebih menonjolkan hiburan. “Hanya 10 persen memuat dakwah,” imbuh Sahuni. Yang menonjol dari kostum kundaran, semua bagian badan tertutup rapat; mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Hanya bagian wajah yang terbuka. “Kembali lagi ke asalnya, kesenian ini memiliki muatan dakwah Islami,” cetus Sahuni. Gerakan kundaran, lanjut Sahuni, bersumber dari kesenian gandrung tapi telah mengalami beberapa perubahan. “Tidak persis dengan gandrung, tapi hanya bersumber dari gandrung,” ujarnya. Intinya, tidak ada filosofi yang spesifik tentang kundaran. Yang tidak berubah dari kaidah kostum kundaran adalah tertutup dari ujung rambut sampai ujung kaki. Demikian pula yang dikenakan para peserta BEC. Hanya bagian wajah yang terlihat. “Yang pasti tidak menyalahi kostum kundaran yang asli,” ujar Sahuni. Bahan-bahan yang digunakan dalam kostum kundaran yang dimodifikasi, lanjut Ocha, berupa kain jenis spanbon, satin, bludru, dan haputai. Begitu pula untuk hiasan yang menjulang tinggi di bagian punggung. Itu merupakan modifikasi kostum kundaran. Tujuannya, agar terlihat lebih memiliki daya tarik mengingat BEC adalah kegiatan promosi budaya. “Bahannya dari lidi aren, karena lentur dan tidak mudah patah,” cetusnya. Pemilihan warna pada kostum kundaran lebih dominan warna cerah, yaitu hijau, oranye, pink, dan putih. Pada bagian omprog, ada hiasan bunga-bunga, juga hiasan menyerupai antena berbahan lidi aren sehingga tidak mudah patah. Kesan cerah bertambah ketika banyak bunga yang dipasang di bagian badan, bahkan sampai kaki. Tidak lupa, hiasan manik-manik juga terdapat dalam kostum kundaran BEC. Selain itu, ekor dan hiasan yang terdapat di punggung juga menghiasi kostum kundaran. Khusus peserta yang menjadi mayoret, tongkat yang dibawa juga berwarna senada. Meskipun terdapat hiasan, tapi hiasan tersebut berpadu dengan warna kostum kundaran. Pada intinya, kostum kundaran tidak terlalu filosofi seperti kostum gandrung. Yang terpenting dalam kundaran adalah sejarahnya. Kundaran berangkat dari kesenian yang bermuatan dakwah Islam. (gil/c1/als)

K

EMA Damarwulan yang diusung pada BEC berasal dari kesenian teater menak yang dipopulerkan Mbah Darji. Pada masa itu, kata Sahuni, salah satu budayawan Banyuwangi, dia ingin mengembangkan ilmu dengan belajar di Pulau Dewata, Bali. “Di sana, dia belajar teater Arja,” ujarnya. Berawal dari teater Arja itulah, asal muasal cerita Damarwulan. Tepatnya setelah kembalinya Mbah Darji dari Bali. Menurut Sahuni, Damarwulan memiliki alur tentang Menakjinggo dan Damarwulan. “Dari serat Mojopahit,” cetusnya. Sementara itu, untuk kostum Damarwulan terinspirasi dari teater Arja. Tipenya pun memiliki kemiripan untuk urusan kostum. Yang membedakan adalah bahasa yang digunakan dalam Damarwulan. “Yaitu bahasa Jawa. Bukan Bali,” ujar Sahuni. Seperti halnya kostum janger, kostum Damarwulan yang digunakan di BEC juga terinspirasi dari kostum janger asli. Namun, mengalami perubahan sebagai bentuk modifikasi. Seperti penambahan hiasan berupa manik-manik. “Hiasan tersebut hanya untuk memperindah kostum,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Suprayogi. Perubahan yang paling ekstrim pada kostum Damarwulan adalah penambahan sayap dan ekor. Kedua bagian tersebut sebagai bentuk modifikasi dari kostum Damarwulan asli. Selain itu, untuk Damarwulan, warna yang digunakan adalah dominan merah, hitam, dan biru. Warna tersebut dipilih sebagai pembeda tema dari tiga tema yang ada. Kemudian, pada sayap dan ekor juga dihiasi dengan manikmanik. Selain itu juga terdapat penambahan warna sesuai dengan kreasi peserta. Karena yang mendesain kostum Damarwulan adalah peserta sendiri. Begitu juga dengan desain kostum-kostum yang lain. Untuk hiasan berbentuk antena pada kostum Damarwulan menggunakan lidi aren. Menurut instruktur peserta BEC Ocha, dipilihnya lidi aren karena tidak mudah patah dan lentur. “Kita juga memikirkan kondisi angin ketika pergelaran,” cetusnya. Dikatakan, bahan-bahan yang digunakan kostum Damarwulan yang dimodifikasi berupa kain jenis spanbon, satin, bludru dan haputai. “Dipilihnya kain tersebut karena dari segi harga yang relatif murah,” ujarnya. Dari sekian banyak modifikasi yang dilakukan terhadap kostum Damarwulan ada sesuatu yang wajib ada. Yaitu batik gajah oling. Karena, jenis itu merupakan identitas dari budaya Banyuwangi. “Pasti ada batik gajah oling,” cetusnya. Tidak ada filosofi yang mendalam dari kostum Damarwulan. Karena damarwulan merupakan akulturasi budaya dari Bali dan Banyuwangi. Bentuk-bentuk modifikasi dari kostum Damarwulan merupakan sebuah bentuk penambahan keindahan kostum. (gil/als)

T

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Muhammad Isnaeni Wardhan Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: RodyaYuliani. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN MBARUAN Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos. co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

46

Sabtu 22 Oktober 2011

BANYUWANGI ETHNO CARNIVAL

FOTO-FOTO: GALIH COKRO BUWONO/RaBa

Kundaran >> Baca Hal 45

Damarwulan

K

ostum Gandrung memiliki filosofi sendiri. Hal itu dapat dilihat dari warna yang digunakan, yaitu warna emas yang berarti keagungan. Pada omprog atau irah-irahan yang berarti penutup kepala bermakna sebagai mahkota. Menurut Sahuni, salah satu budayawan Banyuwangi, omprog itu terdiri atas beberapa bagian, yaitu batukan yang berada di posisi terdepan. “Pilis posisinya berada di bawah batukan,” ujarnya. Sahuni mengatakan, pada omprog terdapat gambar wayang yang disebut wayangan. Kemudian, ada bagian yang disebut keter. Keter, lanjut Sahuni, berbentuk seperti antena kecil yang terdapat pada omprog. Di bagian belakang omprog ada sebuah penutup berbentuk gerigi. “Bagian tersebut dinamakan nanasan,” cetusnya. Pada bagian badan gandrung terdapat kalung sebagai asesori. Tidak berhenti di situ, pada lengan gandrung terdapat klat bahu sejenis arm band. “Gandrung menggunakan penutup badan yang disebut oto. Oto berbentuk seperti kemben,” jelas Sahuni. Sementara itu, pada perut gandrung terdapat sabuk yang dinamakan pendin. Di samping pendin, kata Sahuni, dipasangi boro-boro, yaitu sejenis kain yang menjuntai ke bawah, tepatnya di bagian pinggang. “Tepat di bawah pendin terdapat asesori berbentuk oval. Asesori itu dinamakan sambungan,” ujarnya. Untuk bawahannya, gandrung mengenakan kain. Kain itu disebut bledak. Biasanya, gandrung mengenakan kaos kaki sebagai penutup kaki. “Untuk pilihan warna, gandrung identik dengan warna hitam,” ujar Sahuni. Warna tersebut bermakna kekal. Kemudian warna merah yang berarti berani. Jika diurutkan dari atas ke bawah, gandrung memiliki warna emas yang berarti keagungan, hitam kekekalan, dan merah yang berarti berani. (gil/c1/als)

Kostum Gandrung BEC

Filosofi Gandrung

>> Baca Hal 45

W

arna kostum gandrung dalam BEC berkiblat pada warna aslinya. Yang berarti keagungan, kekekalan, dan berani. Modifikasi yang dilakukan hampir di semua bagian, mulai omprog sampai bledak. Menurut Ocha, instruktur BEC, bahan-bahan yang digunakan dalam kostum gandrung yang dimodifikasi adalah kain spanbon, satin, bludru, dan haputai. “Kain tersebut dipilih karena harganya murah,” ujarnya. Pada kostum gandrung untuk BEC, ada banyak perubahan yang dilakukan. Yang pertama pada omprog atau irah-irahan. Omprog dihias dengan aneka manik-manik yang cukup ramai. Namun, bagian batukan, pilis, keter, dan wayangan masih tetap dipertahankan. Begitu halnya dengan warna yang dipilih, yaitu emas yang memiliki arti keagungan. Sehingga, kesan mahkota semakin tampak pada kostum gandrung yang digunakan dalam BEC. Bagian badan, bagian pendin, boro-boro, dan sambungan, masih tetap dipertahankan. Bentuknya juga tidak banyak berubah, hanya bentuknya yang dibuat lebih berani. Selain itu, yang dimodifikasi adalah selendang berbentuk sayap. Selain itu, juga ditambahi ukiran batik di setiap bagian di sayap tersebut. Ukiran batik tersebut juga dihiasi manik-manik sebagai pemanis. (gil/c1/als)


Radar Banyuwangi 22 Oktober 2011