Page 1

SELASA 1 NOVEMBER

29

TAHUN 2011

Garuk Pelajar yang Melincur BANYUWANGI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merazia siswa yang melincur (membolos) saat jam pelajaran berlangsung kemarin (31/10). Dari operasi tersebut, lima pelajar kepergok tengah keluyuran di tempat umum. Dari lima pelajar yang terjaring razia, dua di antaranya siswi yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama

(SMP). Saat petugas Satpol PP melakukan razia, dua siswi SMP tersebut tengah asyik di warung internet. Menurut salah seorang petugas, kedua siswi itu sempat lari ke kamar mandi sebelum berhasil digiring ke mobil patroli. Tiga siswa lain adalah siswa sekolah menengah atas (SMA). Mereka ketahuan se-

dang asyik cangkruk di sebuah warung ketika jam pelajaran masih berlangsung. Kepala Satpol PP Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto mengatakan, kelima siswa tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP. Mereka akan mendapatkan pembinaan atas ulahnya tersebut. “Kita tidak memberikan hukuman ■

 Baca Garuk...Hal 39

MEMBOLOS: Lima siswa yang terjaring razia mendapat pembinaan di kantor Satpol PP Banyuwangi.

GALIH COKRO/RaBa

Kesepian, Kakek Hamili Bocah SRONO - Kasus dugaan asusila dengan korban gadis di bawah umur terjadi di Kecamatan Srono, Banyuwangi. Kali ini, seorang kakek berusia 50 tahun menghamili seorang anak baru gede (ABG) yang baru berumur 13 tahun. Kakek tersangka kasus asusila tersebut adalah Hanipan, warga Dusun Smalang, RT 02, RW 02, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono. Korbannya adalah tetangganya sendiri, sebut saja namanya Saritem. Dalam kasus ini, tersangka sudah melakukan hubungan intim dengan korban yang masih di bawah umur tersebut sejak sekitar setahun lalu. Kasus dugaan asusila tersebut mencuat ke permukaan setelah korban mengandung alias hamil muda. Kini, semakin hari perut korban semakin membuncit. Setelah diselidiki, korban berterus terang bahwa orang yang menghamilinya adalah seorang kakek yang berusia 50 tahun. Selanjutnya, keluarga korban langsung memberitahukan peristiwa tersebut kepada perangkat desa setempat. Keputusan langsung diambil pejabat di desa tersebut. Informasi itu diteruskan kepada aparat kepolisian setempat. Begitu menerima laporan, polisi tidak mau kecolongan. Tim Buru Sergap Polsek Srono langsung mendatangi tempat tinggal tersangka. Sejurus kemudian, polisi berhasil menangkap Hanipan di rumah-

ALI NURFATONI/RaBa

Kasus Asusila Smalang Tersangka: Hanipan Umur : 50 tahun Alamat : Dusun Smalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Kurun waktu hubungan: 12 bulan Frekuensi hubungan: sekitar 15 kali Alasan : kesepian ditinggal istri Usia korban: 12 tahun Kondisi korban: hamil muda Jeratan pasal: Pasal 81 Ayat (1) UU Perlindungan Anak no 23/2002. Ancaman: minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun penjara

nya sekitar pukul 17.00 Sabtu lalu (29/10). Untuk meredam emosi warga agar tidak main hakim sendiri, polisi langsung mengamankan tersangka ke Mapolsek Srono. Bersamaan dibawanya tersangka ke Mapolsek, keluarga korban turut serta untuk melaporkan kejadian itu kepada petugas ■

 Baca Kesepian...Hal 39

Sigap Antisipasi Ijen Mbeledos DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.04 14.17 17.16 18.28 03.31

HAJI

Jamaah Gemar Umrah SEMBARI menunggu waktu wukuf yang jatuh hari Sabtu (5/11), beberapa calon jamaah haji Banyuwangi melakukan berbagai kegiatan ibadah sunah lain. Salah satunya adalah umrah. Meski ada anjuran menjaga stamina menjelang rangkaian ritual haji, tapi tekad mereka untuk umrah tidak bisa dibendung. Beberapa jamaah yang melakukan umrah lebih memilih mikot Tan’im untuk mengawali umH. Latief Harun rah-nya. Namun, Langsung dari Makkah beberapa jamaah Pembimbing KBIH lain ada yang mengSabilillah ambil mikot Jikronah. Mikot Tan’im merupakan batas Tanah Suci yang paling dekat dengan Masjidilharam ■  Baca Jamaah...Hal 39

LICIN - Warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, yang berada di lereng Gunung Ijen mendapat pelatihan menghadapi bencana di lapangan Dusun Jambu kemarin (31/10). Mereka bersama petugas melakukan simulasi mitigasi (mengurangi dampak bencana) waspada gunung berapi Ijen. Dalam simulasi tersebut digambarkan seolah-olah Gunung Ijen meletus. Letusan gunung tersebut digambarkan sangat dahsyat sehingga jatuh korban jiwa 15 orang. Selain itu, tampak ratusan warga terluka. Latihan tersebut diawali dengan adegan masyarakat yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari. Ada yang beternak, bertani di sawah, dan banyak anak kecil yang sedang bermain. Tiba-tiba, suara gemuruh dari sound system terdengar sebagai gambaran bahwa Gunung Ijen meletus. Selanjutnya, warga berhamburan menyelamatkan diri. Akibat peristiwa itu, sebanyak 3300 orang mengungsi. Para pengungsi segera mendapat bantuan dari tim relawan pemkab ■  Baca Sigap...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

PERDANA: Hujan deras mengguyur Kota Gandrung pagi kemarin. Tampak warga mengenakan payung di Kelurahan Tamanbaru.

Hujan Perdana Tidak Merata

GALIH COKRO/RaBa

SIMULASI: Petugas dan warga latihan menghadapi bencana gunung meletus di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Perbedaan topografi wilayah Banyuwangi mengakibatkan hujan turun tidak merata. Beberapa wilayah masih panas, sedangkan wilayah lain di kabupaten ini sudah mulai diguyur hujan kemarin (31/10). Prakirawan di stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro mengatakan, perbedaan topografi wilayah Banyuwangi mengakibatkan musim hujan yang da-

tang tidak terjadi secara bersamaan. “Sering terjadi di daerah sini hujan sedangkan di daerah lain tidak,” ujarnya. Gigik mengatakan, beberapa wilayah di Banyuwangi sudah mengalami musim hujan. Kawasan yang sering dilanda hujan terutama adalah dataran tinggi. Musim hujan di wilayah dataran tinggi sudah terjadi mulai Oktober lalu. “Perbedaan topografi yang membuat datangnya musim hujan tidak merata,” jelasnya ■

 Baca Hujan...Hal 39

BGC

Masuk Babak Final BANYUWANGI - Lomba kebersihan dan penataan taman dalam Gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih sudah memasuki penilaian babak final. Tim juri sudah berkeliling ke beberapa finalis sejak Kamis pekan lalu (27/10). Hingga kemarin (31/10), safari tim juri untuk penilaian tahap akhir tersebut masih terus berlangsung. Mereka keliling ke beberapa kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam penilaian final tersebut, tim juri masih menemukan beberapa ganjalan tentang problem sampah. Pada beberapa objek yang dinilai, tim juri masih menemukan banyak sampah yang langsung dibakar. Pembakaran semacam itu biasanya untuk mempersingkat proses pembuangan sampah. Padahal, cara instan semacam itu tidak baik bagi lingkungan sekitar. Sebab, pembakaran sampah akan berdampak pada kondisi udara di sekitar lingkungan. Ada cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan membakar sampah semacam itu ■  Baca Masuk...Hal 39

Jeaqlyne Panorama, Atlet Muda Serba-Bisa dari Kota Gandrung

Geluti Tiga Cabor yang Penuh Tantangan Jeaqlyne Panorama Perwiraningsih bukan remaja putri biasa. Pelajar kelas IX SMPN 1 Banyuwangi itu cukup akrab dengan olahraga adu fisik yang penuh tantangan. Sepak bola, renang, dan selam, adalah olahraga pilihannya. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

USIA Jeaqlyne memang baru genap 14 tahun. Tubuhnya yang bongsor seolah mengaburkan umur dia sebenarnya. Padahal, dia kini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kulitnya yang mulai berubah gelap membuat penampilannya mulai jauh dari kesan feminin. Rambutnya pendek sebahu dan kaus lengan pendek yang biasa dia kenakan justru mempertegas kesan maskulin. Namun, gaya ngomong yang sedikit pemalu menjadi penegas sisi female diri

Jeaqlyne masih ada. Di balik semua itu, jangan sepelekan remaja yang satu ini. Status sebagai kaum Hawa bukan halangan baginya untuk menekuni olahraga yang lazimnya berkarakter laki-laki. Sepak bola, renang, dan selam menjadi wadah Jeaqlyne dalam menyalurkan bakat dan minat. “Semua enak dan punya tantangan berbeda,” ujarnya. Kecintaan Jeaqlyne terhadap dunia sepak bola dimulai sejak tahun 2009. Dia mewarisi kebiasaan sang ibunda, Endang Erianingsih, yang juga bergelut dengan hiruk-pikuk lapangan hijau. Kegandrungan Jeaqlyne tumbuh tidak sebagai pemain, melainkan sebagai wasit. Di tahun itu pula dia mengikuti kursus wasit sepak bola dengan sertifikasi C-3 di Batu. Hasilnya, dia dinyatakan lulus dan menjadi wasit sepak bola perempuan termuda di Banyuwangi. Pengalaman memimpin pertandingan sudah dijalani, mulai sekadar game uji coba hingga kompetisi resmi di bawah naungan Pengkab PSSI Banyuwangi. Selain sepak

Kejaksaan-Rutan Situbondo tolak penahanan PSK

bola, Jeaqlyne ternyata juga jago menyelam. Setidaknya, kemampuan renang gadis penyuka jajan gorengan ini tampak dari keikutsertaannya dalam selam masal berangkai Dive Emas Pramuka yang digelar di perairan Pasir Putih, Situbondo, Ahad lalu (23/10). Meski sudah berjalan dua pekan, even itu masih membekas di benaknya. Kegiatan menyelam yang diikuti lebih-kurang seribu penyelam itu menjadi pengalaman menyelam pertama yang tidak terlupakan. Selama hampir sebulan, Jeaqlyne bersama empat penyelam lain, yakni Rizka Aisyah, Ahmad Yani, Dedi Romansyah, dan Yusuf Widodo, menempa diri ■

Bikin suasana rutan makin “panas”

Adegan hot pelajar Situbondo di sekolah

Nah, kasus yang ini tak perlu direka ulang

 Baca Geluti...Hal 39

SCUBA DIVERS: Jeaqlyne Panorama Perwiraningsih. ISTIMEWA

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Selasa 1 November 2011

Melihat Jalan Poros Desa Bedewang, Songgon, yang Rusak Berat

Diaspal Tahun 1987, Rusak Parah, Tak Pernah Diperbaiki Bagi masyarakat Desa Bedewang, jalan rusak merupakan hal biasa. Sebab, sudah puluhan tahun warga di desa ini ‘menikmati’ jalan tak beraspal. Betapa tidak, sejak diaspal pada 1987 silam, praktis hingga kini tidak pernah ada perbaikan jalan di desa yang masuk Kecamatan Songgon ini. Padahal, pemerintahan di Kabupaten Banyuwangi sudah silih berganti. Mulai dari era Purnomo Sidik, Samsul Hadi, Ratna Ani Lestari, hingga kepemimpinan Abdullah Azwar Anas saat ini. Namun, kondisi jalan di Desa Bedewang tetap seperti dulu, tak pernah ada pergantian. HAMPIR seluruh jalan di desa yang dipimpin H. Agus Salim SH ini rusak parah. Tidak hanya jalan penghubung desa menuju Bedewang dari arah Padang, Kecamatan Singojuruh, tetapi juga jalan penghubung menuju Desa

Balak, Kemiri, dan Gendoh. Hampir realisasi,” ujar Agus Salim, Kades Beseluruh jalan yang dulu pernah diaspal, dewang. Menurutnya, kondisi jalan kini hanya tampak jalan berbatu yang rusak terparah terletak di jalan Wijoyo dipenuhi kerikil tajam. Belum lagi jalan Timur menurut Parang Harjo. Di jalan yang berlubang dan permukaannya tersebut, nyaris tidak ada bekas aspal yang bergelombang. Tentu kondisi ini jalan. “Kami berharap agar pemerinmembahayakan pengguna jalan. tahan Bupati Anas betul-betul memSebagai salah satu daerah yang dikenal perhatikan kondisi jalan desa. Sebab, dengan hasil buminya seperti durian dan jalan desa ini merupakan satu-satunya pisang, para pengguna kendaraan berat akses masyarakat yang hendak menjual daerah tambah juga seringg melewati kawasan ini. hasil bumi ke luar daerah,” suami Hj Amelia Susan Seperti trukk pengangkut material, Susana M itu. ngangkut hasil bumi, Menurut bapak dari Mohampick up pengangkut ebagainya. Tentu saja mad Akbar, Mohamma dan lain sebagainya. Mohammad Rafli M, ondisi jalan yang ruLidya Mayangsari, dan Mohamdengan kondisi ut, perjalanan tidak mad Dery K, itu warga B sak tersebut, Bedewang yang berjumlah sekitar 5.380 jiwa semulus yang dibayangkan. gguna jalan harus Para pengguna sangat mengharapkan agar jalan berjibaku dengan kondisi jalan Desa Bedewang segera diperbaik. Terutama ki. “Sekali lagi, kami atas yang rusak. m hujan. war Bedesaat musim nama warga “S e b e t u l n ya wang am amat mengharapka kami sudah harapkan kepada lkan pemerintah me ngusulkan n jaagar jalan poperbaikan 009 ros di desa lan pada 2009 un ka lalu. Namun kami segera ni d hingga kini diperbaiki, ” epi masih bepintanya. Agus Salim lum ada (als)

FOTO-FOTO: HELMI FOR RaBa

BERBATU: Inilah kondisi jalan poros Desa Bedewang, Kecamatan Songgon. Sejak diaspal tahun 1987, jalan di desa ini tak pernah diperbaiki.

Tiga Jam, Dua Laka Lantas

SIGIT HARIYADI/RaBa

RUSAK: Lampu depan motor Mio milik Eka Wulan pecah setelah terlibat tabrakan.

SITUBONDO - Peringatan bagi warga agar selalu berhati-hati saat mengemudikan kendaraan. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, kewaspadaan juga mutlak diperlukan para penyeberang jalan dan para pejalan kaki. Dengan begitu, kecelakaan berdarah seperti yang dialami Ahmad Muhammad, 21, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, dan Eka Wulan, 20, warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, ini bisa dihindari. Akibat kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) yang terjadi sekitar pukul 13.00 di Jalan Sucipto, Kelurahan Dawuhan, kemarin (31/10), keduanya harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) dr. Abdoerrahem, Situbondo. Ahmad mengalami patah tulang kaki kiri, sedangkan Eka menderita luka robek di kelopak mata dan luka menganga di lutut kiri. Kejadian yang sempat menghebohkan warga itu berawal saat Eka mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang dari arah utara. Sesampai di simpang tiga jalan tersebut tiba-tiba Ahmad menyeberang jalan tanpa memperhatikan arus lalu-lintas. Lantaran jarak sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat terelakkan. Darah segar langsung mengucur dari tubuh keduanya dan membasahi tanah di sisi kiri jalan. Beruntung, lokasi kejadian dekat dengan Pos Lantas 90 Situbondo. Dalam waktu singkat, petugas tiba di lokasi dan mengevakuasi korban ke RS terdekat. “Sepeda motor melaju dari

CEDERA: Petugas medis memasang kayu penyangga di kaki kiri Ahmad Muhammad. Warga Dawuhan ini terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Sucipto Situbondo.

SIGIT HARIYADI/RaBa

arah utara. Tiba-tiba ada penyeberang jalan. Karena laju sepeda motor cukup kencang, tabrakan pun terjadi,” ujar seorang saksi mata. Sementara itu, sekitar tiga jam sebelumnya laka-lantas terjadi di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Situbondo, tepatnya di depan KDS Mall. Kali ini, tabrakan melibatkan satu unit ambulans milik sebuah klinik di Kota Santri kontra sepeda motor merek Yamaha Jupiter bernopol P 3814 ER. Diperoleh keterangan, peristiwa itu terjadi saat pengemudi sepeda motor, Misroto, 40, warga Desa Sumberkolak,

Kecamatan Panarukan, keluar dari area parkir mall tersebut. Ketika itu, pria yang berstatus sebagai karyawan Pabrik Gula (PG) Wringinanom, Kecamatan Panarukan, ini berniat mengarahkan kendaraannya ke arah barat. Namun sayang, di saat bersamaan dari arah timur meluncur ambulans bernopol P 9904 F yang dikemudikan M Fadli, 22, warga Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan. Bodi depan ambulans tersebut “mencium” bodi sepeda motor yang dikemudikan Miroto. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam laka-lantas tersebut. Misroto

hanya mengalami luka ringan di pipi kiri dan pinggang sebelah kanan. Dia pun dilarikan ke RS dr. Abdoerrahem untuk mendapatkan perawatan medis. Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Yusuf Suryadi membenarkan terjadinya dua laka-lantas tersebut. Menurut dia, sesaat setelah menerima laporan, pihaknya langsung menolong para korban dan melakukan olah TKP serta memintai keterangan sejumlah saksi dan korban. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dua laka-lantas tersebut,” ujarnya. (sgt/c1/aif)

Narik Sumbangan, Sehari Dapat Imbalan Rp 5.000 SEMPU – Menarik sumbangan di jalan lazimnya dilakukan oleh kaum pria. Namun, yang terjadi di jalan raya Dusun Truko, Desa Karangsari, Sempu sungguh beda. Petugas penarik sumbangan pembangunan Masjid Darul Hidayah itu dilakukan oleh kaum perempuan. Kinerja ibu-ibu ini cukup cekatan. Begitu ada kendaraan lewat, mereka langsung menyambut dengan lambaian tangan sambil menyuarakan pesan amal. Suka cita perempuan itu larut kala pengendara yang melintas memberikan uang. Berapa pun nilainya, mereka menganggap itu sangat bermanfaa untuk pembangunan masjid di daerahnya. Kinerja ibu-ibu bukan tanpa upah. Ternyata pihak panitia pembangunan

SUKARELA: Dua perempuan sedang terlibat penarik sumbangan masjid di Dusun Truko, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu kemarin. ALI NURFATONI/RaBa

masjid juga memberikan kompensasi atas jerih payah mereka. Besarnya upah tak seberapa besar. ”Saya rela dan ikhlas diberi Rp 5 ribu sehari,’’ ungkap Sutip Saiti, 65.

Dia rela melakukan tugas tersebut karena memang tidak ada pekerjaan lain. Pasalnya, akhir-akhir ini memang masa paceklik. Tidak ada panen, sawah-sawah juga terkena hama

wereng. Kondisi itu membuatnya menjadi pengangguran. ‘’Nggak ada kerjaan sekarang,’’ ujar perempuan yung sehariharinya bekerja sebagai buruh di sawah itu. (ton/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 47 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@ yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Selasa 1 November 2011

Bertambah Jadi 12 Tersangka

RELIGIUS

Periksa Kepala Desa, Tunggu Izin Bupati GLENMORE - Penyidik Reskrim Polsek Glenmore terus mendalami kasus penyerobotan tanaman jagung milik Saminah, 48. Diduga, penyerobotan itu dilakukan para perangkat Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. Perkembangan terbaru, polisi kembali menetapkan enam tersangka lagi, dalam kasus pembabatan jagung

milik warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore itu. Dengan demikian, kini sudah ada 12 tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Polsek Glenmore. Sebelumnya, polisi sudah menetapkan enam tersangka. “Kedua belas tersangka itu saya lupa namanya satu per satu, tapi yang jelas adalah unsur BPD, kadus, dan RT. Intinya, para perangkat Desa Bumiharjo,” beber Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Aiptu Garus Elyas kemarin (31/10).

Garus mengakui, sampai kemarin polisi belum berniat menahan 12 orang tersebut meski sudah berstatus tersangka. Penahanan sepenuhnya diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. “Kita tidak melakukan penahanan,” tandasnya. Khusus Kepala Desa Bumiharjo, Tupon, penyidik mengakui belum melakukan pemeriksaan. Pasalnya, pihaknya masih menunggu izin dari Bupati Abdullah Azwar Anas. “Kalau izinnya turun ya kita periksa,” ujarnya.

Garus menyebutkan, para tersangka dijerat Pasal 406 KUHP tentang menghancurkan atau merusak barang milik orang lain. Ancaman hukumannya paling lama dua tahun delapan bulan penjara. “Ada juga denda,” ujarnya. Mereka juga dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama. “Ancamannya hukuman penjara selamalamanya lima tahun enam bulan,” sebutnya. (azi/c1/irw)

Saminah Desak Kejari Menahan

ABDUL AZIZ/RaBa

BERKHASIAT: Tumpukan jeriken kecil berisi air suci berjajar di barat sumur suci.

Bawa Pulang Air Suci PURWOHARJO - Ada yang berbeda dari perayaan ulang tahun ke-50 hirarki gereja di Indonesia yang dipusatkan di Gua Maria, Dusun Sumberjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Minggu (30/10) lalu. Ribuan jemaat yang hadir membawa air suci dalam jeriken kecil. Air tersebut diyakini bisa menyembuhkan bermacam penyakit dan membawa berkah. Air dalam jeriken kecil tersebut sebelumnya sudah diberkati tokoh agama setempat. “Air ini sudah diberkati, jadi saya bawa pulang untuk obat dan keberkahan,” tutur Tika, pengunjung Gua Maria, Purwoharjo. Romo Fajar Tedjo Soekarno, tokoh agama Katolik Banyuwangi, yang hadir dalam acara tersebut mengakui, air suci tersebut diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Dia tegaskan bahwa meyakini air tersebut bisa menyembuhkan penyakit bukan berarti syirik. “Air itu hanya perantara, karena meminta kesembuhan atau keberkahan tetap kepada Tuhan,” terang Romo Fajar ketika ditanya khasiat air suci tersebut. (azi/c1/irw)

SAMINAH terus berjuang mencari keadilan. Kemarin (31/10), dia melaporkan 12 tersangka ke Kejari Banyuwangi. Dia mendesak kejaksaan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Setelah 12 orang ditetapkan sebagai tersangka, sesal Saminah, ternyata tidak ada tindak lanjut dari aparat Polsek Glenmore. Padahal, ketika dilaporkan terlibat dugaan penyerobotan lahan tanah kas Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Saminah ditahan selama 89 hari. “Sebelum diputuskan bebas oleh pengadilan, saya ditahan. Tetapi, kenapa sekarang mereka tidak ditahan? Padahal, sudah ditetapkan menjadi tersangka,” sesalnya saat ditemui RaBa di Kejari kemarin. Dia ungkapkan, sebenarnya pelaku pembabatan jagungnya lebih dari 12 orang. Ada sekitar 30 orang. Namun, yang ditetapkan sebagai tersangka hanya 12 orang. Anehnya, sesal dia, tak satu pun tersangka ditahan. “Padahal, kasus saya dulu adalah kasus perdata. Mereka yang membabat dan membawa pulang jagung milik saya malah tidak ditahan,” protesnya. Dari laporannya itu, Saminah berharap para tersangka ditahan. Dengan begitu, bisa diketahui siapa aktor di balik pembabatan jagungnya. Sebab, selama ini seolah ada yang mengondisikan para tersangka untuk tutup mulut. “Itu saya ketahui ketika konfrontasi di aula Polsek Glenmore tanggal 13 Juni lalu. Semua mengaku tidak ada yang menyuruh,” kenangnya. Padahal, lanjut dia, jika tidak ada musyawarah sebelum pembabatan, maka mus-

GALIH COKRO/RaBa

MELAPOR: Saminah mengadu ke Kantor Kejari Banyuwangi untuk mendesak penahanan 12 tersangka kemarin (31/10).

tahil bisa dilakukan pada hari dan jam yang sama. Apalagi, sebagian tersangka tidak mengetahui letak tanaman karena rumahnya jauh dari lokasi. “Pasti ada otak di balik kejadian ini,” duganya. Untuk itu, Saminah meminta Polsek Glenmore segera memproses para pelaku pembabatan. Sebelum dijebloskan ke tahanan, dia sempat melapor ke polisi.

Namun, waktu itu polisi mengaku masih menunggu putusan pengadilan yang menyidangnya terkait dugaan penyerobotan tanah kas desa. “Sekarang pengadilan sudah memutuskan saya tidak bersalah. Berarti sekarang giliran polisi memproses para perangkat desa dan orang-orang yang dulu pernah saya laporkan,” kata Saminah.

Untuk memastikan kelangsungan proses hukum laporannya, Saminah didampingi LSM Yasro dan tokoh masyarakat Bumiharjo akan mendatangi Mapolsek Glenmore hari ini (1/11). “Dulu saya dilaporkan sampai ditahan, katanya kasusnya ditangani satu-satu dulu, sekarang kan gantian mestinya,” sesalnya. (gil/c1/irw)

ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya ke Ruang Kerja Bupati Anas

Banyuwangi Dinilai Strategis Untuk Pengembangan Ekonomi Jatim Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Gatot Nurmantyo, kemarin (31/10) bertamu ke ruang kerja Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Apa misi kedatangan perwira tinggi TNI AD bintang dua tersebut?

ISTIMEWA

AKRAB: Pangdam V/Brawijaya Mayjen Gatot Nurmantyo (kiri) bertemu Bupati Anas di ruang kerjanya didampingi Dandim 0825 Hendi Setyawan.

16

17

DAMAR WULAN 3 Yuni Andika

18

DAMAR WULAN Badrus Yudosuseno

KEDATANGAN Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo di ruang kerja Bupati Anas, tampaknya baru kali pertama terjadi di Banyuwangi, sejak 15 tahun terakhir. Selama ini, belum pernah ada seorang perwira tinggi TNI maupun Polri, yang bertamu secara khusus ke ruang kerja bupati. Baru pada era kepemimpinan Anas, ada perwira tinggi TNI yang datang menemui bupati di ruang kerjanya. Kunjungan Pangdam V/Brawijaya itu tidak memiliki misi khusus. Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi Djuang Pribadi, kedatangan Pangdam untuk silaturahmi dengan Bupati Anas. Secara khusus, dia datang ke Banyuwangi dalam rangka pamitan, karena akan meninggalkan Jawa Timur (Jatim) untuk menjalankan tugas baru sebagai Komandan Kodiklat Mabes TNI AD di Jakarta.

19

TERBENTANG Djoko Santoso

Saat berdiskusi dengan Bupati Anas, Gatot mengaku memiliki kesan khusus pada Banyuwangi selama bertugas di Jatim. Di mata Pangdam, Banyuwangi memiliki posisi strategis sebagai gerbang keamanan dan ekonomi di Jatim. Selain itu, kebijakan pengoperasian Bandara Rogojampi dinilai sebagai terobosan cerdas untuk kemajuan Banyuwangi dan Jatim. Dengan bandara di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi itu, menurut Gatot, percepatan pembangunan ekonomi bisa dilakukan secara maksimal. “Banyuwangi sangat strategis untuk pembangunan ekonomi dan politik dan keamanan Jatim,” kata Gatot saat bertemu Bupati Anas. Sementara itu, Bupati Anas menyampaikan bahwa posisi Banyuwangi yang berdekatan dengan Pulau Bali sangat strategis di beberapa bidang. Karena posisi itulah, Banyuwangi terus berbenah untuk mengejar beberapa ketertinggalan dengan daerah lain di Jatim. Dalam kunjungannya, Pangdam didampingi beberapa perwira Kodam V/Brawijaya, seperti Asisten Intel, Aster, Aspers, Danrem 084, Waasop, Aslog, dan Dandim 0825 Letkol TNI Hendi Setyawan. Sedangkan, Bupati Anas, didampingi Sekkab Sukandi serta Kabag Humas dan Protokol Djuang Pribadi. (afi/adv/irw)

20

GANDRUNG Ferdiand Sitohang

THE FINAL PREPARATION Tateng Yuswo


KOMUNIKASI BISNIS

32

Puskesmas dan PKK Tegalsari

Berjuang Wujudkan Keluarga Sadar Gizi TEGALSARI - Sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah Banyuwangi dalam upaya mewujudkan generasi yang berkualitas, yaitu terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang mandiri, sejahtera, dan berakhlak mulia, maka Puskesmas Tegalsari bersama PKK Kecamatan Tegalsari mendukung inovasi di bidang kesehatan Anak TOKCer. Yaitu anak tumbuh optimal, berkualitas dan cerdas dengan menandatangani kesepakatan bersama. ’’Diharapkan semua lapisan masyarakat mendukung dan mensukseskan Anak TOKCer,” harap Kepala Puskesmas Tegalsari, dr. Asiah Aswin M.MRS kemarin. Perempuan berjilbab itu mengatakan, bahwa program Anak TOKcer ini ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat guna mencapai perilaku sadar gizi di tiap keluarga. Di dalamnya, lanjut dr. Asiah, mendorong agar setiap keluarga memiliki gaya hidup sehat, memperhatikan tiap anggota keluarganya terkait permasalahan gizi. ’’Sehingga selain mengenali, dapat pula mengatasi permasalahan gizi tersebut,” ujarnya. Keluarga sadar gizi adalah suatu

PUSKESMAS TEGALSARI For RaBa

KOMPAK: Kepala Puskesmas Tegalsari dr. Asiah Aswin (empat dari kiri), Ketua PKK Tegalsari Ny. Abin Hidayat (lima dari kiri) bersama Ketua PKK Desa se-Tegalsari foto bersama setelah penandatanganan kesepakatan.

keluarga yang mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. “Suatu keluarga disebut sadar gizi apabila telah berperilaku gizi yang baik,” tuturnya Berperilaku gizi yang baik tersebut adalah menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI saja sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI eksklusif ), makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium, dan minum suplemen gizi sesuai anjuran. Lebih jauh dr. Asiah menjelaskan,

bahwa Anak TOKCer tidak dapat begitu saja terjadi dengan jalan singkat. Namun untuk bisa tumbuh kembang sempurna dibutuhkan stimulasi yang tepat di setiap fase tumbuh kembang anak agar optimal. Untuk mendukung ini, tuturnya, semua PKK kecamatan bersama dengan Puskesmas Tegalsari dan PLKB mengadakan pelatihan kader BKB dan PAUD holistik integratif. “Diharapkan dengan adanya PAUD holistik integrtif akan terwujud Anak Tumbuh Optomal berKualitas dan Cerdas,” pungkasnya. (azi/adv/als)

Selasa 1 November 2011

Dapatkan iPhone dengan Sistem Operasi Terbaru DENGAN sistem operasi iOS5 keluaran Apple, pengguna iPhone dapat menikmati berbagai fitur menarik. Konsumen iPhone 3GS maupun iPhone4 kini dapat melakukan upgrade system operasi ponselnya ke OS teranyar Apple iOS5. Dengan melakukan upgrade ini, semua fasilitas terbaru yang dikeluarkan Apple untuk iPhone dapat dinikmati dari kedua ponsel tersebut. “Produk iPhone 3GS atau iPhone4 akan menjadi lebih eksklusif,” ujar Lisa Widyawati, Head of Sales and Marketing PT Sinar Eka Selaras (SES) distributor resmi produk-produk Apple di Indonesia. Menurut Lisa, konsumen yang membeli iPhone3GS dan melakukan upgrade OS secara gratis sudah dapat menikmati kecanggihan terbaru teknologi Apple. Ini yang membuat produk-produk iPhone menjadi menarik. Salah satu kelebihan iOS5 adalah tersedianya fitur iMassage. “Ini adalah fitur terbaru keluaran Apple. Dengan fitur ini sesama pengguna iPhone dapat melakukan chatting, kirim foto, lagu, gambar, atau video. Bedanya tidak perlu menggunakan PIN. Sebab, iPhone secara otomatis akan mendeteksi nomor telepon yang menggunakan produk iPhone juga,” tutur Lisa. Selain iMassage, fitur baru yang ditawarkan iOS5 adalah Notification. Ini adalah fitur notifikasi baru yang dapat diakses cukup dengan menggeserkan

ISTIMEWA

CANGGIH: Aneka iOS5 keluaran Apple dengan desain dan model futurustik.

icon pada layar. Hadirnya fitur ini menghilangkan menu pop-up. Kita dapat melihat notifikasi pesan, panggilan tak terjawab, update aplikasi, ticker saham, kalender, dan cuaca. “Saat kita membuka iPhone, semua aktivitas akan muncul notifikasinya,” ujar Lisa. Sedangkan aplikasi Mail pada iOS 5 memiliki format rich text. Sehingga pengguna dapat mengatur tampilan huruf yang tampil pada email. Selain itu dengan aplikasi ini akan memudahkan dalam melakukan penulisan email, menandai pesan dan memasukan alamat kontak. Pada fitur kamera, iOS5 memberikan tampilan layar dengan grid. Sehingga dapat mengambil gambar dengan komposisi lebih sempurna. Selain itu, hanya dengan menggeser jari pada layar kamera, pengguna dapat langsung masuk ke menu galeri. “Pengambilan gambar dengan iPhone akan semakin asyik,” ujar Lisa.

Perubahan yang paling menonjol, iOS 5 membebaskan pengguna dari perangkat lain. Sebab semuanya dapat dilakukan dengan Over-The-Air. Tak perlu lagi komputer untuk melakukan sync, backup, dan restore. Cukup menggunakan fitur iCloud. iClouds juga memberikan email gratis dengan domain @me.com yang berukuran 5GB. Untuk menjual produknya, PT SES bekerjasama dengan XL Axiata. Banyak paket yang ditawarkan dengan kerjasama ini. Untuk setiap pembelian iPhone 3Gs seharga Rp3,99 juta, akan mendapatkan kartu perdana XL dengan paket data unlimited selama tiga bulan. Selain itu, konsumen juga diberikan silicon case seharga Rp 300 ribu. Sementara itu, untuk pembelian iPhone4 seharga Rp 6,99 juta. Selain mendapatkan kartu perdana XL, paket data unlimited yang didapatkan mencapai 12 bulan. “Kami juga memberikan creen protector,” katanya. (ikl/*/als)

> MITSUBISHI< DIJUAL Mobil Kuda Diamond Bensin Thn. 2005 Warna Biru Hrg 105 JT TP. Hub. Jl. Gajah Mada No. 228 GTG TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

DIJUAL KIA Visto th 2004 hitam metalik, istimewa, harga 80 jt nego. Hubungi 085 334 681982

DIJUAL Daihatsu F70R-R Taft (jeep) th 1993 hitam hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 VTI AT/ VETEC th 2007 kuning mtl hrg 142,5 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Toyota kijang LSX / LF superlong (solar) th 2003 silver mtl hrg 115 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Mts T120ss PU 1.5 FD (pickup) th 2007 hitam Nippon hrg 67,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Toyota sedan nev vios 1,5 G MT th 2006 silver mtl hrg 135 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•DIKONTRAKKAN•

•DIKONTRAKKAN•

•SAWAH 10.000M2•

• TOKO DISEWAKAN•

•JUAL BUS/DISEWAKAN•

• STNK•

•PENJOR TRAVEL•

DIKONTRAKKAN Rmh Jl. Borobudur No. 10 dekat Pemda (PLN 2200, PDAM, Telp) L400m2. Hub: 08179690945/081336142143

DJL Rmh T. perantara L1400m2, Bgn900m2, SHM, kond baik, di Jl. Jokotole 15 35-Besuki, Stb. H. 0338-891196/087857931687

Dijual Sawah dlm kota SHM 10.000 M2 385 Juta Nego Hubungi 0333-424368

DISEWAKAN Toko/Gudang 7x12m, lokasi strategis, Jl. Brigjen Katamso 21 Bwi. Telp. 081336322369/081934872869

HLG STNK Nopol P 2144 WB, an. Sucipto, Lingk. Krobokan RW 02/01, Kamp. Mandar.

•SUTRI GARDEN•

• PANJI PERMAI •

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

DJL Rumah Panji Permai Blok O No. 4 Harga 145 Juta Nego Hub. 085236904807

DIJUAL Tanah 8.000m2 di Olehsari, SHM, Tepi Jalan Aspal, Hrg 400Jt NEGO. Hub: 087755723445

DJL Jenis Bus Mts Fiter 95 Kursi 55, merci turbo 94 AC, Kursi 40, Hino AC Kursi 60, Colt Diesel 97 Kursi 27 alamat brt stasiun Genteng, Hub. 087857211687/081311737017

BERANGKAT Pagi mulai tgl 31 October 2011 tujuan Banyuwangi-Denpasar PP, pemberangkatan jam 07.00 dan 11.00, Harga hanya Rp. 100.000,- (khusus pagi), Banyuwangi: (0333) 770 1800/419 616/ 424 639, Denpasar: (0361)238 244/247 168. “Jaminan satu orang tetap berangkat”.

•RUMAH & MOBIL•

•TANAH 2000M2•

•KETAPANG• DJL Rmh Lok. Wisata Pantai Ds Ketapang Bwi SHM 1620 M Rmh Resto Walet 08179678080

•KEBALENAN•

RMH SHM LT92m2, 4KT,RT,2RM, 1gdg, Perum Panper blok CC 16. H: 0341715472, 0338-678709. & Djl Kijang ‘91, knds bgs, wrn silver, 50jt nego, H: 0338678709 / 081336144020

•TANAH 8000M2•

DJL Tanah 2000 m2 Tepi jalan Dkt Pom Bensin Glagah SHM +/- 200 Pohon sengon harga 100 JT HUB 081217104367.

•TANAH 1665M2•

DJL Rmh Lt 2 kpl, LB 150, Hub: Jl. Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•GRIYA PERMATA•

SITUBONDO

DJL Cpt Rmh Griya Permata Husada II Blk G-12A/G-14, Hub: 0333 7777193 LT84m2+Garasi/TP.

•PERUM SUTRI• DJL RMH, Perum Sutri, Jl. Buntu Blok A3 Sobo, Bwi, Type 36+. Hub. 085230529953

•JL. ADI SUCIPTO•

BANYUWANGI •KAPLING LT475M2• JL. SINGOSARI /Jati Rimba, 165Jt pas, DP, sisa diangsurtnpbunga,bsabelistengah,085236366603

DJL Sawah LT ½ Ha SHM Lok Ds Blambangan Muncar. Hrg 250 Jt Nego. Hub: Sunaryo (0333) 594149 / 081934887149

SITUBONDO

•TANAH KAPLING•

•JL. ANGGREK•

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DJL Rmh LT420m2, tlp, PDAM, listrik 900W, KM 3, KT 5, RT, R. Tgh, R. Kelg, R. Mkn, dpr, gdg. Jl. Anggrek IV/01, 085219999788

DIBANGUN 4Unit Ruko 2Lt (DIJUAL) Lok Jl. Agus Salim (Blkg Untag) Bwi, Hub. Anugerah Fotocopy Tlp.081233669969

• RUKO MUCAR• DIJL Cepat toko+ rumah tingkat 340 m2 SHM tepi jalan setinggil 80 m . barat ruko muncar harga 350 juta, Hub. 0816599845

GENTENG •RUMAH & TOKO•

DJLTnh Pekrngn dsTribungan ,kec mangaran Stb Luas 100 M2 , Tmbok Keliling , Rmh Kecil Di dlm , hrg 150 juta Hub. 087712439436.

DJL. Tk+Rmh Tkt 2, full perabot , strategis Jl. Kembar Lt. 310/490m, uk. 10X31 M, marmer, ksnjati, Tk. SriwijaYA JL.Gajah mada 274 gtg-bwi H. sugiarto 081233499888,031703388181

BANYUWANGI

DIJUAL Cepat Murah Tk Bahagia dpn Pasar Genteng (sgt strategis utk Bank/ Usaha) Rp. 1,8 Milyar, luas tanah 212 m2, 3 lantai konst kokoh, bang 440 m2. Hub. 08122686542.

•TANAH 100M2•

• TOKO GENTENG•

•SAWAH MUNCAR•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

• RUKO AGUS SALIM•

• THE LAGOON RESIDENCE• RUKO 2 lt, LT80m2, LB110m2, SHM, siap huni, rumah T50,T80, hrg mulai 200jtan. Jl. Yos Sudarso 60A Banyuwangi. H: 081331354660, 081352476002

SITUBONDO •TOKO DIKONTRAKKAN• DIKONTRAKKAN Toko Jl. Irian Jaya P.27, sangat murah, Hub: Edy - 081336667188

Hotline Iklan: Bwi: (0333) 412224, 7750400, 7750410. Stb: (0338) 671982

HLG STNK Nopol P 2788 WH, an. Mujiono, al: Dsn Kemiri RT 04/01 Kemiri, Singojuruh

• PRIMA MOBIL•

• BPKB•

ALL NEW Avanza, Grand New Inova, Xenia, Xirion, all New Jazz, CRV, Civic, City, G-Livina, Nissan Juke, Mazda2, Ford Fiesta, L300, T120SS, Mega Cery, Swift, Splash. H: 0333411655, 0811301676

HLG BPKB Nopol L 1102 GA, an. Indra Herry Poernomo, al:Gayungsari 11/02 Gayungan, Sby.

•BISNIS LAUNDRY•

SITUBONDO

BISNIS Jasa laundry modal minimal hasil maksimal. Call 085 749262307

• STNK•

• PT. RAMAYANADUTAWISATA•

• PRIMA MOBIL•

HLG STNK Nopol P 1065 D, an. Drs. Rachmad Moenif, al: Ds Tamansari, Bdws

TRAVEL Bwi-Sby/Mlg (PP) pgi & mlm, Tiket Online Psawat Merpati Bwi-Sby & sgl jur, ttpn paket kilat brng & dok, sewa kndraan &Taxi argometer, T. (0333) 636410, 7770791, 8951388, 421760. 081249008778.

BANYUWANGI

ANDA butuh cincin kawin eksklusif? Pesan aja di ARYA JEWELLRY, Made by order. Hub. Arya 081336659258

INOVA05 solar,05 bensin, LGX03, Fortuner'10, Avanza 07,05, Xenia 06,07, Zebra 07, Black Panther 03, Higrade 99, New Royal 09,00, Futura09, Eskudo98, Taruna02. Hub. 0333411655, 0811301676

• JUAL CEPAT• DJL Jazz 08, Sporty 05, Vti Matic , Grand Vitara 006, Panther lv05, Kijang Pick-Up 89 .Dump truck 95 . Tkr tmbh cash & kredit,Hub. 082142194111, 081335897888

• SUZUKI SWIFT• DJL Suzuki Swift (L) 2008 Akhir, Burgundy A/T, Pajak baru, 081803216312

• CIVIC WONDER• DJL Mobil Civic Wonder 85, Hub: Jl.Tunggul Ametung Gg II Kebalenan/085257632612

SITUBONDO • HONDA ACCORD• DJL H Accord th ‘99, jok kulit, full audio. Kijang Innova, bensin, th ‘07, s baru, Hub: 08113407912/085859015720

•JEWELLERY•

•KARYAWATI• CARI Krywati, ijzah SMA, lamaran lgsung MM Mentari, Jl. Perum GGM no.20 Klatak, Bwi.

•MARKETING• ANDA Marketing profesional, pny motor, mnta gaji besar. H: 081236550459 (Stb & Bwi)

•JUAL KAYU• DIJUAL Kayu Kelapa Sulawesi Ukur 6x12 Glondong Rogojampi Hub. 082142196406, 0333-8262789

•DEPO AIR ISI ULANG• TIRTA ALAM menrima pemasangan Depo Air isi ulang. Hub: (0333)8953555/ 085257558460 / (031) 81402211


Selasa 1 November 2011

BALJEBOL BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

PETERNAKAN

RADAR JEMBER/JPNN

DIBATASI: Disnakkan Bondowoso akan memonitoring semua hewan kurban yang masuk ke daerahnya.

Perketat Hewan Kurban BONDOWOSO - Mendekati hari Idul Adha, pengawasan terhadap masuknya hewan kurban sapi dan kambing dari luar daerah diperketat. Tujuannya, untuk mencegah masuknya hewan kurban sapi dan kambing dari luar Bondowoso yang dikhawatirkan sebagai pembawa penyakit. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Hindarto, pihaknya membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap penampungan dan penjualan hewan kurban yang mulai marak di Bondowoso dalam sepekan ini. ”Pemeriksaan ini lebih difokuskan pada hewan kurban dari luar daerah,” terang Hindarto. Selain itu, sambung mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan tersebut, tidak menutup kemungkinan disnakkan akan membuat kebijakan pembatasan masuknya hewan kurban dari luar Bondowoso. ”Ini seperti kebijakan yang dilakukan Pemprov Jatim membatasi masuknya hewan ternak sapi dan kambing dari daerah tetangga yang dikhawatirkan membawa penyakit menular seperti antraks,” tambahnya. Tidak hanya itu saja. Menurut Hindarto, pihaknya juga akan mewajibkan hewan ternak untuk kurban yang masuk Bondowoso memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari tempat asal dan wajib diambil sampel darahnya. ”Harapan kami, semua hewan kurban di Bondowoso sehat dan layak konsumsi,” jelasnya. (ido/sh/jpnn)

KRIMINALITAS

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

AMBIL SAMPLE: dr Lilik Laksmiati didampingi dr Adi Wijaya saat mengambil sample di bagian hidung dan air liur warga yang sakit.

Warga Silo Diserang Flu Burung JEMBER - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemkab Jember turun ke wilayah Kecamatan Silo guna mengambil sample ayam yang mati

mendadak. Temasuk mengambil sample air liur warga yang mengalami sakit. Ini setelah wilayah Silo terserang flu burung. Sedikitnya ada 78 ayam milik warga RT 01/RW II Dusun Karangbaru, Desa/ Kecamatan Silo yang mati mendadak. Tak hanya itu, akibat serangan virus flu burung tersebut, 7 warga badannya panas dan batuk. Banyaknya ayam yang mati ini sebenarnya sudah terjadi sejak Sabtu lalu. Awalnya, hanya ada 5 warga yang badannya panas dan batuk-batuk. “Sehari kemudian, ada dua warga lagi yang

mengalami nasib serupa,” ujar Ir Eko Heru Sunarso, Camat Silo saat ditemui di kantor balai Desa Silo, kemarin. Dengan kejadian tersebut, Heru menjelaskan, pihaknya telah mengambil langkah. Salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan Jember, serta pihak RT/RW, dan desa setempat. “Agar tidak banyak ayam warga yang mati, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan melakukan penyemprotan kandang milik warga,” kata Heru.

Tujuh warga yang mengalami panas dan batuk antara lain, B Tin (65 tahun), Pak Tinggal (70), Zaenuri (8) Usman (3,5), Bambang (6), Yayuk (12), dan Indah (11). Semuanya warga RT 01/RW I Dusun Karangbaru, Desa Silo. “Kita telah mengambil sample ayam yang sudah dikubur warga,” ujar Drh. Siti Nurul Hayati Msi, Kasi P2H (Penyidikan Penyakit Hewan). Dikatakan, guna mengantisipasi agar virus flu burung tidak menyebar, dilakukan penyemprotan kandang milik warga. (jum/wnp/jpnn)

Harga Beras Kian Melambung RANGGA MAHARDIKA/JPNN

KALAP: Pelaku pembacokan dimintai keterangan di Mapolsek Tempeh, Lumajang.

Istri Ditiduri, Tetangga Dibacok LUMAJANG–Muhajirin, 29, warga Dusun Karangtengah, Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, Lumajang, nekat membacok Kosim, 30, tetangganya sendiri. Pelaku kalap saat melihat Kosim tidur di kamar Kholifah, 28, istrinya, meski sedang pisah ranjang. Akibatnya, Kosim yang sekarat harus menjalani perawatan intensif di RSD dr Subandi Jember. Pasalnya, korban mengalami luka parah akibat bacokan di kepala dan perut kiri yang robek hingga usus terburai. Sementara Kholifah, juga tak luput dari sabetan celurit Muhajirin, sehingga membuat perempuan gemuk tersebut mengalami luka bacok di lengan sebelah kiri. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 Sabtu malam (29/10) lalu. Bermula saat pelaku hendak bekerja sebagai kuli di tempat penambangan pasir yang tak jauh dari rumahnya. Saat berangkat tersebut, kebetulan pelaku lewat belakang rumah sang istri. Tiba-tiba, dirinya melihat orang masuk ke rumah Kholifah lewat pintu belakang. “Saya tahu itu Kosim dan saya langsung sembunyi,” ujarnya. Saat sembunyi tersebut, pelaku melihat gerak gerik korban dan masuk ke rumah sang istri. Pelaku yang panas kemudian pulang mengambil clurit. Pelaku kemudian secara diam-diam masuk ke rumah istrinya lewat pintu belakang dan langsung menuju kamar istri. Betapa kagetnya pelaku saat melihat ada pria lain tidur di ranjang Kholifah. Sementara kholifah terlihat sedang membetulkan sarung penutup tubuh. Tanpa banyak kata, pelaku langsung membacok korban. (ram/sh/jpnn)

PORNOGRAFI

Perekam Video Mesum Minta Tebusan Rp 3 Juta JEMBER – Dua tersangka pembuat dan pengedar video mesum di daerah kampus Tegal Boto harus menghadapi kenyataan pahit. Meski keduanya mengaku saat merekam video mesum tersebut hanya sekadar iseng, namun polisi tak percaya begitu saja. Buktinya, polisi malah kini akan menjerat kedua tersangka tersebut dengan kasus pemerasan. Ini lantaran, dari hasil pemeriksaan, polisi mencium kuat terjadinya dugaan pemerasan yang dilakukan kedua tersangka. Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim penyidik, Polres Jember. ‘’Dari hasil pengembangan pemeriksaan, dua tersangka mengaku ingin mendapatkan uang dari korban,’’ ungkap AKP Alit Alarino, Kasatreskrim Polres Jember, kemarin. Kedua tersangka yang bernasib apes tersebut masingmasing, Yulhan Yakup, 27, warga Kecamatan Tanggul dan Yuli Agus, 26, warga Lumajang. Keduanya sengaja membuat video mesum saat korban bermesraan di kamar. Pengembilan gambar dilakukan dengan menggunakan kamera HP milik tersangka. Dengan memanfaatkan lubang kecil di tembok pembatas kamar, saat bermesraan, keduanya merekam adegan mesum tersebut. Selang beberapa waktu kemudian, mereka mendatangi korban guna meminta uang tebusan. Mereka memeras korban dengan menunjukkan rekaman video mesum yang diperankan korban. ‘’Tersangka mengaku meminta uang senilai Rp 3 juta,’’ katanya. Jika tidak diberi, keduanya mengancam akan menyebarkan video mesum tersebut. Untungnya, sebelum korban memenuhi permintaan tersangka, ternyata ada laporan masuk ke polisi. (rid/wnp/jpnn)

BONDOWOSO - Harga beras, khususnya bermutu premium (beras kepala), yang dijual dipasar tradisionil sudah mencapai harga kisaran Rp 9.500 per kilogramnya. Bahkan, harga beras sebesar itu sudah berlangsung berminggu-minggu di Bondowoso. Sedangkan, harga beras medium (setara beras standar Bulog) mencapai ratarata Rp 7 ribu per kilogramnya. Makanya, membuat warga harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk mendapatkan beras dengan mutu baik. “Mau bagaimana lagi. Wong kulakannya mahal. Terpaksa, ya menjual beras dengan harga mahal juga,” ungkap Ny Kamil, 60, pedagang beras di Pasar Induk

Bondowoso kemarin. Pantauan koran ini di beberapa pasar tradisional seperti di Wonosari, Maesan, Kota Kulon, harga beras juga merangkak naik. Sehingga, membuat warga terpaksa membeli beras dengan harga tinggi. “Kalau saya, membeli beras kelas sedang saja. Yakni, dengan harga kisaran antara Rp 7 ribu hingga Rp 7,5 ribu per kilogramnya,” tutur Ny Hamid, 50, saat ditemui di Pasar Induk. Mahalnya, harga beras ini, dipicu oleh ketersediaan gabah yang sudah mulai habis. Sebab, petani sudah memanen gabahnya. Mereka menjual gabah ke pabrik penggilingan

GUIDO/RADAR JEMBER/JPNN

DIROBOHKAN : Bupati H. Amin Said Husni dibantu pejabat muspida merobohkan bangunan RTLH yang akan direnovasi.

500 Rumah Direnovasi BONDOWOSO- Kemanunggalan TNI dan rakyat kembali diwujudkan Kodim 0822 Bondowoso bersama pemkab setempat dengan melakukan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik keluarga miskin. Pada kegiatan lanjutan dua tahun sebelumnya, ini Kodim 0822 bersama pemkab merenovasi 500 unit RTLH di 22 kecamatan dari 23 kecamatan di Bondowoso. Komandan Kodim (Dandim) 0822 Bondowoso Letkol Inf Kurniawan FS kemarin pagi (31/10) mengatakan, kegiatan renovasi 500 unit RTLH di Bondowoso pada tahun ini melanjutkan pelaksanaan serupa pada 2009 dan 2010 lalu. Pelaksanaan 2009 merenovasi 1.000 unit, tahun 2010 merenovasi 500 unit sama dengan 2011 ini. Karena itu, pengerjaan renovasi RTLH tidak hanya dikerjakan prajurit. Namun, juga melibatkan tenaga masyarakat. “Dengan begitu, makin terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu khususnya di Bondowoso,”

kata Dandim Kurniawan. Bupati Amin Said Husni yang membuka resmi pelaksanaan renovasi RTLH di Desa Pancoran mengharapkan, pembangunan 500 unit RTLH di berjalan baik dan selesai sesuai jangka waktu yang sudah ditentukan. “Saya harapkan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan renovasi 500 unit RTLH ini,” katanya. (ido/sh/jpnn)

padi di beberapa tempat yang tersebar di Bondowoso. “Sehingga, harga beras menjadi mahal seperti sekarang ini. Sebab, gabah sudah tidak ada,” katanya. Selanjutnya, petani mengalihkan tanaman padi ke tembakau atau lombok. Sedangkan, pasokan beras yang masuk ke pasar-pasar tradisional adalah berasal dari pabrik penggilingan padi yang ada di wilayah Bondowoso saja. Seperti, di Pancoran, Pujer, Tlogosari, dan daerah lainnya. Sementara itu, untuk mendapatkan beras raskin, Sub Divre Bulog Bondowoso terus mencari atau membeli beras dan gabah ke petani dan penggilingan

padi. Sedangkan harga yang ditawarkan Bulog adalah untuk beras sebesar Rp 6.500 per kilogramnya. Untuk, harga gabah kering giling sebesar Rp 4.300 per kilogramnya. “Bulog sengaja menaikan harga pembelian beras dan gabah. Sebab, harga beras dan gabah terus beranjak naik,” kata Sugit Tejo Mulyono, Kasub Divre Bulog Bondowoso. Sugit berharap, ia mampu memnujuk petani dan penggilingan beras, untuk menjual gabah dan berasnya ke Bulog. ”Apalagi, beras impor dilarang masuk ke Jawa Timur,” katanya. Sehingga, Bulog bekerja keras untuk membeli beras dan gabah. (eko/jpnn)


38

Selasa 1 November 2011

Dispora Bentuk Panitia Bayangan Liga Pelajar

GALIH COKRO/RaBa

ANDALAN: Petenis tuan rumah, Jessica, akan bermain di kelompok umur 12 tahun. Hari ini BOY dibuka di GOR Tawang Alun.

Berharap Tuah Tuan Rumah BOY 2011 Dibuka Siang Ini BANYUWANGI - Persaingan menuju tangga juara kejuaraan nasional (kejurnas) tenis bertajuk Banyuwangi Open Yunior (BOY) 2011 dimulai siang ini. Ada 200 petenis muda dari seluruh penjuru Tanah Air yang akan beradu kemampuan menjadi yang terbaik. Even yang akan dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas di GOR Tawang Alun tersebut sekaligus akan menjadi pembuktian kemampuan petenis muda Bumi Blambangan. Even tersebut akan mempertandingkan lima kategori kelompok usia, yaitu 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun. Kalender kejuaraan nasional Pengkab Pelti Banyuwangi kali pertama ini juga akan dihiasi penampilan petenis junior tuan rumah. Tuan rumah Banyuwangi memastikan diri menempatkan wakilnya di semua kategori usia, baik putra maupun putri. Menilik sebaran peserta da-

Bikin PT Dulu, Baru Cari Dana BANYUWANGI - Belum jelasnya sumber pendanaan Persewangi dalam menatap kompetisi Divisi Utama memang cukup menyesakkan. Apalagi, kompetisi level kedua di Liga Indonesia itu kabarnya tidak lama lagi akan segera diputar. Situasi inilah yang menimbulkan kekhawatiran sejumlah elemen bola di Banyuwangi terhadap kelanjutan nasib tim berjuluk Laskar Blambangan itu. Kekhawatiran itu disuarakan barisan pendukungnya, Laros Jenggirat. Elemen suporter yang identik dengan warna merah dan hitam itu menyatakan waswas atas kondisi Persewangi saat ini. Di satu sisi kompetisi sudah dekat, di sisi lain pendanaan untuk berkompetisi tidak jelas asal-usulnya. Tidak mengherankan, Laros Jenggirat mulai mendesak agar pengurus Persewangi segera melakukan upaya konkret. “Pengurus harus gerak cepat dan segera mengambil solusi untuk memastikan kelanjutan tim,” pinta Ahmad Mustain, ketua Laros Jenggirat. Salah satu upaya yang bisa ditempuh pengurus, di antaranya membentuk perseroan (PT). Apalagi dengan pembubaran badan hukum yang berbentuk yayasan, Mustain menilai realisasi PT harus segera diwujudkan. Dari kepastian badan hukum, pengurus bisa mengambil langkah lanjutan dengan mengakomodasi komponen terkait, seperti pemkab, pihak swasta, dan penggemar bola. Langkah yang bisa diambil bisa berbentuk sharing saham, sumbangan, dan lain-lain. “Bentuk dulu PT-nya, baru gerilya dana,” sarannya. Mustain menyebut, mustahil pengurus memperoleh dana bila status badan hukum belum terbentuk. Sebab, badan hukum sangat menentukan proses timbal balik bagi donator, investor, dan calon pemegang saham. (nic/c1/als)

lam BOY kali ini, kategori 12 tahun dan 14 tahun menjadi sorotan utama selain para petenis muda dari sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, dan Bali. Komposisi peserta di kategori ini juga cukup banyak. Alhasil, persaingan di nomor ini diprediksi bakal berlangsung ketat dan seru. Selain itu, yang tidak kalah

bergengsi di usia 18 tahun. Di usia ini, satu-satunya petenis tuan rumah, Rusdiyanto, diharapkan bisa mengangkat dan mengibarkan panji tuan rumah. Optimisme yang bukan tanpa alasan. Bertanding di depan publik sendiri diharapkan bisa membawa spirit ganda bagi petenis junior Banyuwangi. Namun, calon lawan juga tidak

bisa dianggap enteng. Status tuan rumah bisa saja menjadi beban psikis bagi skuad muda tenis Banyuwangi. Ketua Pelti Banyuwangi, Slamet Karyono mengatakan, secara umum petenis tuan rumah siap bertanding. Dengan persiapan yang ada, mereka siap memberikan yang terbaik di lapangan. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Kompetisi sepak bola pelajar se-Banyuwangi memang baru akan ditabuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) awal tahun depan. Namun, berbagai persiapan untuk menyongsong Liga Pendidikan Indonesia (LPI) itu sudah mulai dimatangkan, di antaranya mematenkan persiapan dan sistem pertandingan yang akan digunakan. Plt. Kepala Dispora Ahmad Khairullah mengatakan, persiapan lebih awal dilakukan agar kompetisi tahun mendatang lebih baik daripada tahun sebelumnya. Itu bertujuan agar tim yang bersaing mampu menunjukkan penampilan maksimal. “Secara resmi kita sudah bentuk panitia bayangan,” katanya. Panitia ini nanti akan bertugas mengawali semua persiapan menuju LPI. Apalagi, dalam format kompetisi mendatang, Dispora akan mencoba sistem kompetisi semi profesional. Jadi, pertandingan akan dilaksanakan setiap akhir pekan. Tentu saja, dengan jadwal seperti itu, waktu

DOK/RaBa

Ahmad Khairullah

kompetisi dipastikan lebih panjang dan membutuhkan kesiapan ekstra.

Dispora juga diagendakan segera membuka registrasi peserta mulai Desember nanti. Itu dimaksudkan agar tahap mulai pendaftaran hingga temu teknik dapat dilakukan dengan seksama oleh semua kontestan. Sekadar mengingatkan, dalam LPI edisi kedua, Dispora berencana menggelar kompetisi untuk kategori SMP dan SMA. Kompetisi akan dimulai pada awal Januari 2012 mendatang. “Meski masih agak lama, tapi diharapkan tim-tim sekolah sudah mempersiapkan diri mulai sekarang,” pinta Khairul. (nic/c1/als)


Selasa 1 November 2011

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Panen Dukungan Pihak Sekolah ■ GARUK... Sambungan dari Hal 29

Yang berwenang memberikan hukuman adalah pihak sekolah masing-masing,” ujarnya. Menurut Ustadi, razia pelajar mbeling semacam itu akan dilakukan secara rutin. Pekan lalu pihaknya telah berhasil mengamankan enam siswa yang sedang membolos. Keenam siswa yang berhasil dijaring pekan lalu itu kedapatan

sedang asyik di tempat umum ketika jam pelajaran berlangsung. “Razia digelar ketika jam pelajaran berlangsung. Lokasinya di seputar Kota Banyuwangi,” ujarnya. Ustadi mengakui, razia pelajar nakal tersebut dilakukan sebagai bentuk penertiban pelajar. Sebab, saat ini banyak perilaku remaja usia sekolah yang menyimpang. “Banyak kasus kenakalan remaja yang sudah di luar batas kewajaran. Kita tentu tidak ingin tren semacam

ini terus berlanjut,” bebernya. Menurut Ustadi, dari razia pelajar tersebut diharapkan dapat meminimalkan kenakalan remaja yang semakin menjamur. Sebab, fenomena kenakalan remaja tersebut biasanya berangkat dari kebiasaan membolos. “Tentu kita tidak ingin remaja Banyuwangi memiliki kelakuan yang tidak baik,” cetusnya. Sementara itu, digelarnya razia pelajar tersebut disambut baik kalangan sekolah. Menurut

Ustadi, beberapa sekolah menyatakan mendukung razia pelajar yang membolos tersebut. Bahkan, pihak sekolah mengharapkan razia pelajar rutin itu bisa memberikan efek jera terhadap pelajar yang membolos. “Pihak sekolah sangat mendukung razia ini,” ujar Ustadi. Di lain pihak, para pelajar yang terjaring razia berdalih sudah pulang, sehingga mereka bisa beraktivitas di luar meski jam sekolah masih berlangsung. (gil/c1/bay)

Korban Masih Mengalami Trauma ■ KESEPIAN... Sambungan dari Hal 29

Di hadapan penyidik, Hanipan mengaku berbuat mesum kepada Saritem sejak setahun lalu. Dia mengaku, terakhir kali melakukan hubungan layaknya suami istri pada Bulan Puasa lalu. ‘’Saya terakhir tidur sama dia Bulan Puasa,’’ ujar Hanipan. Dia tambahkan, selama kurun waktu 12 bulan tersebut, dirinya tidak begitu sering menggauli korban. ‘’Seingat saya, saya hanya 15 kali tidur sama dia. Waktunya tidak pernah malam hari, selalu pagi dan siang. Tempatnya di rumah saya. Di rumah dia juga pernah, waktu itu bapaknya sedang

tidur,’’ jelas lelaki yang sudah dikaruniai seorang cucu itu. Tersangka mengaku, hubungan intim pertama kali dilakukan di rumahnya. Pertama kali, korban sempat berontak saat akan digagahi. ‘’Cuma saya rangkul dan saya tutup mulutnya,’’ ujarnya. Tiap selesai menyalurkan hasrat birahinya, tersangka mengaku sering memberikan imbalan kepada korban. Bentuk imbalan yang dia berikan pun bermacam-macam. Kadang dia diberi uang dan kadang dibelikan pakaian. Nilai pemberian itu juga berbeda-beda. ‘’Saya kasih uang Rp 75 ribu untuk perbaiki handphonenya,’’ katanya.

Hanipan mengaku melakukan hubungan intim tersebut karena kesepian. Sebab, istrinya tak kunjung pulang bekerja di luar Jawa. ‘’Istri saya sudah 20 tahun di Kalimantan. Sampai sekarang tak pernah pulang, mungkin sekarang sudah nikah lagi,’’ ujarnya. Dengan kondisi kesepian, Hanipan hanya tinggal bersama anak-anaknya. ‘’Ya memang nasib mau gimana lagi,’’ ujarnya. Sementara itu, saat diperiksa, tersangka sempat membuat gerah petugas yang memeriksa. Sebab, keterangan yang diberikan terkesan plin-plan. ‘’Kalau diperiksa yang jujur jangan bohong,’’ tutur Kanitreskrim Aiptu Nanang Hary mewakili

Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi kemarin (31/10). Aiptu Nanang menambahkan, polisi menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Dia dijerat Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. ‘’Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara, sedikitnya 3 tahun penjara,’’ terangnya. Sementara itu, pihak kepolisian juga akan memintai keterangan korban. Namun, saat ini korban masih mengalami trauma atas musibah tersebut. ‘’Dalam waktu dekat, kami akan minta keterangan korban. Namun, saat ini korban masih trauma,’’ tuntasnya. (ton/c1/bay)

Perlu Dikenalkan di Sekolah ... ■ SIGAP... Sambungan dari Hal 29

Korban meninggal dan lukaluka diangkut menggunakan mobil ambulans. Kemudian, para pengungsi segera dibawa ke lokasi yang aman, dan ditempatkan di shelter yang dibangun tim relawan. Shelter tersebut dibangun dengan cepat saat itu juga. Setelah selesai dibangun, barulah para pengungsi ditempatkan di sana. Shelter tersebut dilengkapi posko, tenda, dapur umum, dan rumah sakit darurat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlin-

dungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Banyuwangi, Abdullah mengatakan, simulasi itu diadakan karena menurut info geologi, di perut Gunung Ijen terdapat 30 juta kubik air. Air tersebut memiliki kandungan keasaman sangat tinggi. Selain itu, kemungkinan Gunung Ijen meletus masih ada mengingat pada tahun 1600-an, gunung berapi aktif tersebut pernah meletus. “Kita tidak mengharapkan bencana datang, tapi yang kita harapkan masyarakat tanggap ketika bencana itu terjadi,” ujarnya. Menurut Abdullah, simulasi tersebut bertujuan agar ma-

syarakat dapat mengetahui gambaran terjadinya bencana. Sehingga, warga bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain ketika bencana itu datang. Sementara itu, simulasi mitigasi waspada Gunung Ijen diadakan sebagai bentuk kerja sama Bakesbangpol Linmas dengan Badan Geologi di Bandung. Nanti akan dikirim 25 peserta didik dari Banyuwangi untuk belajar di Bandung. Mereka yang dikirim terdiri atas anggota TNI-Polri, Bakesbangpol Linmas, dan para relawan.Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan,

simulasi bencana seperti itu juga perlu diadakan di sekolah. Meski simulasi bencana tidak terdapat dalam kurikulum, tapi hal itu diharapkan menjadi sebuah kegiatan ekstrakurikuler. “Kegiatan ini dapat meningkatkan gotong-royong dan sangat perlu digerakkan,” ujar Anas. Sementara itu, simulasi mitigasi tersebut juga melibatkan Lembaga Penanggulangan Bencana Blambangan (LPBB), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. (gil/c1/bay)

Dataran Tinggi Sudah Mengawali ■ HUJAN... Sambungan dari Hal 29

Selain wilayah dataran tinggi, lanjut Gigik, wilayah Banyuwangi Tengah juga sudah memasuki musim hujan. Kondisi topografi cukup mempengaruhi datangnya musim

hujan. “Bisa saja sekarang hujan, sedangkan besok tidak,” ujarnya. Lain halnya dengan wilayah Banyuwangi yang berada di dataran rendah. Menurut perkiraan BMKG, musim hujan di wilayah dataran rendah baru akan terjadi sekitar bulan Desember. Pada bulan itu, hujan diperkirakan

turun cukup intensif, sehingga musim hujan di Banyuwangi akhir tahun mendatang sudah bisa dikatakan merata. “Ini masih perkiraan BMKG,” tegasnya. Sementara itu, cuaca panas yang saat ini melanda beberapa wilayah di Banyuwangi masih dimungkinkan turun hujan.

Hindari Mengolah Sampah secara Instan ■ MASUK... Sambungan dari Hal 29

Salah satunya adalah memisahkan sampah organik dan anorganik. Dengan begitu, nanti sampah bisa menghasilkan beberapa manfaat dan keuntungan. Salah satu tim juri Banyuwangi Green and Clean, Suwandi mengatakan, banyak peserta yang tidak memanfaatkan limbah sampah dengan

baik. Padahal, sampah-sampah organik bisa kita olah menjadi pupuk kompos. Sampah anorganik dapat menghasilkan berbagai barang kerajinan. “Hilangkan budaya membakar sampah. Yang baik adalah memisahkan sampah organik dan anorganik lalu kita olah secara benar, maka akan menghasilkan barang bermanfaat dan bisa menghasilkan keuntungan,’’ jelas Suwandi. Pelaksana tugas Kepala Badan

Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Abdul Rachman mengatakan, penilaian babak final lomba Gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih akan berlangsung hingga 3 November 2011 mendatang. Kemarin (3/ 10), tim juri melakukan penilaian di Kecamatan Kabat, Rogojampi, dan Singojuruh. “ Kami harapkan semua peserta lomba mempersiapkan lingkungan untuk dinilai tim juri, “ jelas Rachman. (*/c1/bay)

Berbuat karena Dipanasi Teman ■ ADEGAN... Sambungan dari Hal 40

Pasalnya, saat itu pelaku mengatakan tidak akan meninggalkan Saritem. “Pelaku mengaku anu-nya tidak masuk semua, tapi hasil visum menunjukkan selaput dara korban sudah robek,” tandas Sunarto. Sunarto menambahkan, saat

menjalani proses penyidikan, Im mengaku perbuatan bejatnya itu dilakukan setelah dia dipanaspanasi temannya. “Pengakuan pelaku, dia nekat menyetubuhi korban karena dipanasi temannya. Masak pacaran sudah dua tahun belum dapat apa-apa? Sementara temannya yang baru pacaran tiga bulan sudah pernah berhubungan intim. Digojlok

begitu, pelaku langsung panas,” sambung AKP Sunarto. Masih menurut Sunarto, perbuatan Im dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Karena pelaku masih di bawah umur, dia didampingi petugas Badan Pengawasan (Bapas) Jember saat menjalani pemeriksaan,” tukasnya. (sgt/c1/aif)

Masyarakat Bisa Bertindak Sendiri ■ SUTOMO... Sambungan dari Hal 40

Sebab, ada PSK yang sangat laris sehingga untuk mendapatkan Rp 500 ribu per hari sangat mudah. Namun demikian

ada juga PSK yang untuk mendapatkan satu tamu saja sehari sangat sulit,” ungkapnya. Dengan keadaan semacam itu, maka dalam sehari, uang yang berputar di dunia prostitusi Kota Santri mencapai Rp 20 juta. Jika

sebulan mencapai Rp 600 juta, maka setahun bisa Rp 7,2 miliar. “Kita bisa memunculkan angka itu karena melakukan observasi di lokalisasi belum lama ini,” ungkap pria asal Asembagus tersebut. (pri/c1/aif)

Perlu Keterlibatan Semua Pihak ■ KEJAKSAAN... Sambungan dari Hal 40

Sebab, mereka kian terbelit utang dengan mucikari,” terang pria yang menjabat sebagai wakil bupati itu. Diakuinya, menghentikan dunia prostitusi tidak semudah membicarakannya. Sebab,

menyangkut banyak hal yang perlu penanganan serius, mulai masalah ekonomi, latar belakang pendidikan, hingga ketersediaan lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan semua pihak. Tentang oknum Satpol PP yang bermain mata dengan mucikari, Rachmad tidak mau

memandang sebelah mata. Meski demikian, dia berani menjamin, saat ini petugas sudah lebih tegas dibanding sebelumnya. “Makanya para mucikari dan yang terkait lebih rapi dalam memantau gerakan kita (Kopeltibkab). Mereka memantau hingga di tiga titik,” ungkap Rachmad. (pri/c1/aif)

Prestasi Siswa Menggembirakan ■ MASIH... Sambungan dari Hal 40

“Jika secara manual bisa sampai sepekan. Namun, dengan eskavator hanya tiga jam,” ungkap rekanan pelaksana, Hj. Endang. SMKN 1 Situbondo saat ini memiliki sebelas kelas. Tiga ruang bengkel yang dimiliki saat ini masih belum cukup. Sebab, rombongan belajar di SMKN 1 Situbondo mencapai 23 kelas dengan total siswa 800 orang. Kelas yang ada saat ini hanya sebelas. “Jadi, SMKN 1 Situbondo masih kekurangan dua belas kelas dan tiga ruang labo-

ratorium. Jika siswa mau praktik, masih harus menggunakan ruang kantor,” imbuh Umar. Untuk mengatasi keadaan itu, ditempuhlah sistem masuk pagi-sore. Itu pun masih kekurangan satu kelas. Sehingga, satu ruang bengkel yang dapat dari partisipasi masyarakat juga harus digunakan. “Kita bersyukur meski sarana dan prasarana masih terus pembenahan, namun prestasi yang telah dicapai siswa cukup mengembirakan,” terang Umar. Prestasi akademik, misalnya, siswa SMKN 1 Situbondo meraih nilai tertinggi pada UN

2010-2011 pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Sedangkan non-akademik, siswa SMKN 1 Situbondo mampu membentuk plasma entrepreneur. “Kita bekerja sama dengan pendidikan non-formal untuk pelatihan kecakapan hidup sebagai bekal wirausaha mandiri. Semua guru dan karyawan di SMKN 1 Situbondo mengikuti diklat kompetensi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, sehingga para guru SMKN 1 Situbondo berkualitas dan bermutu,” ungkap Umar. (pri/adv/c1/aif)

Namun, hujan yang datang tidak terjadi setiap hari. Sebab, bulan ini masih masuk dalam masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. “Kadang-kadang mendung dan diikuti hujan, karena memang sudah mulai memasuki musim hujan,” ujarnya. (gil/c1/bay)

Sehari Bisa Tiga Kali Umrah ■ JAMAAH... Sambungan dari Hal 29

Untuk menjangkaunya, jamaah harus menggunakan angkutan umum atau taksi dengan biaya sekitar 10 Riyal (se-

tara Rp 25 ribu). Lantaran dianggap lebih dekat, maka mikot Tan’im sering menjadi tujuan jamaah saat hendak melakukan umrah. Bahkan, seorang jamaah bisa melakukan umrah tiga

kali sehari. Kegemaran umrah sunah tersebut didorong motivasi yang kuat untuk memperbanyak ibadah di Makkah. Sementara itu, sebagai konsekuensi mengambil haji tamattu’, calon jamaah haji Ba-

nyuwangi sudah membayar kewajiban dengan menyembelih hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban merupakan pembayaran dam nusuk atas niat haji tamattu’nya. (*/c1/bay) BAYU SAKSONO/RaBa

Wasit Sepak Bola Termuda di Banyuwangi ■ GELUTI... Sambungan dari Hal 29

Di bawah bimbingan pelatih asal TNI Angkatan Laut, mereka mempersiapkan diri untuk tampil di ajang selam berkelas nasional tersebut. Perasaan senang dan waswas pun menggelayut menjadi satu menjelang dan saat penyelaman berlangsung. Tekanan air, beban bendera yang harus dibawa, hingga jalinan komunikasi, serta kekompakan dengan peserta lain, menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, menyelam di kolam dan laut memiliki nuansa berbeda. Menyelam di laut dia akui memiliki

risiko lebih besar, di antaranya tertarik arus. Itulah yang dirasakan Jeaqlyne saat berlatih dan mengikuti penyelaman di laut tidak jauh dari kawasan Pasir Putih, Situbondo, itu. “Awalnya deg-degan juga. Arusnya kuat dan sampai terbawa arus laut,” bebernya. Remaja yang satu ini memang tergolong baru mengenal olahraga selam. Dia mulai menggeluti dunia scuba diving sejak pertengahan tahun 2010. Sang ibu yang melihat bakat buah hatinya di lintasan renang menyarankan agar dia banting haluan ke cabang selam. Padahal, prestasinya di cabang renang tidak terlalu buruk. Beragam medali dan trophy mampu ditoreh-

kan di ajang kompetisi tingkat kabupaten dan tingkat Jawa Timur. Namun, atas saran sang ibu, kemudian Jeaqlyne bergabung dengan POSSI Banyuwangi untuk proyeksi Porprov III lalu. Meski belum bersinar di Porprov, bakat Jeaqlyne memang sudah bisa dilihat. Setidaknya, itu dia perlihatkan dengan raihan bintang satu dari Federasi Selam Dunia. Itulah yang menjadi semacam SIM baginya untuk ikut dalam kegiatan penyelaman akbar. Baginya, cabang olahraga sepak bola, renang, dan selam, memiliki nuansa yang sama. “Semua memiliki tantangan yang luar biasa,” ujarnya. (bay)

Orgil Marak Lagi

GALIH COKRO/RaBa

O RANG gila (orgil) marak lagi di Bumi Blambangan. Sejak beberapa hari lalu, orgil bermunculan di tepi jalan poros yang menghubungkan Banyuwangi dan Kecamatan Rogojampi. Lihat saja orgil laki-laki dengan kostum “ethnic” di wilayah Kecamatan Banyuwangi ini. Ada pula orgil perempuan dengan dada terbuka yang berkeliaran di Rogojampi. Bagaimana ini? (bay)


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Selasa 1 November 2011

Adegan Hot Pelajar di Sekolah Tak Terima, Keluarga Korban Lapor Polisi SITUBONDO - Dunia pendidikan Kota Santri kembali tercoreng. Setelah sepekan lalu dihebohkan kasus penusukan siswa SMP hingga mengakibatkan korban tewas, kali ini seorang siswi kelas dua SMP harus menanggung aib setelah terbujuk rayuan kekasihnya untuk melakukan hubungan badan. Ironisnya, perbuatan melanggar norma itu dilakukan di kompleks sekolah saat jam sekolah masih berlangsung. Yang lebih memprihatin-

kan, pria yang tega “meniduri” gadis ingusan bernama Saritem, 13, warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, itu juga masih berstatus pelajar. Dia adalah Im, 16, siswa kelas satu sebuah SMA persamaan di Situbondo. Kini, kasus yang sangat mengundang keprihatinan tersebut ditangani aparat unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Situbondo. Informasi yang dihimpun Radar Banyuwangi (RaBa) menyebutkan, sekitar pukul 09.30 Sabtu lalu (29/10), Im yang baru saja pulang

LEGISLATIF

Tarif Sewa Ruko Rp 220 Ribu per Meter SITUBONDO - Sorotan Direktur Eksekutif Institute for regional Development and Studies (IRDeS), Mashudi, terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) retribusi pelayanan pasar dan pemakaian kekayaan daerah yang dinilai tidak memiliki naskah empiris mendapat tanggapan Badan Legislasi (Banleg) DPRD Situbondo. Tanggapan itu disampaikan dalam sidang paripurna persetujuan dua raperda itu siang kemarin. “Ada tahap yang tidak pendek yang harus kita lalui sebelum akhirnya sampai pada sidang paripurna ini. Tahap awal DOK.RaBa Asida Wahasni adalah sosialisasi kepada pengguna ruko dan kios di Pasar Mimbaan, Situbondo, demi mendapatkan masukan,” kata anggota Banleg DPRD Situbondo, Asida Wahasni. Selanjutnya, diadakan pembahasan di internal pimpinan komisi, pimpinan fraksi, dan pimpinan DPRD Situbondo. “Kita juga melakukan pembahasan bersama bagian hukum DPRD dan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) terkait hasil telaah tim BPKP Jawa Timur tentang tarif yang proporsional,” imbuh politisi PPP tersebut. Pembahasan terakhir sebelum melaporkan hasil pembahasan untuk diparipurnakan, banleg melakukan pembahasan bersama pengguna ruko dan Pasar Mimbaan, Situbondo, yang disaksikan bagian hukum dan DPKD di kantor DPKD. Diakuinya, hal yang menyangkut penetapan besaran retribusi dan proses pembahasan terkesan lamban karena banleg menunggu hasil perhitungan tim taksir BPKP Jatim. Semula Pemkab Situbondo menentukan sewa ruko per tahun Rp 250 ribu per meter persegi. Sementara itu, banleg meminta Rp 150 ribu. Akhirnya disepakati Rp 220 ribu. “Ini berpedoman pada hasil telaah BPKP Jatim. Kita menyadari besaran retribusi tidak boleh terlalu menyimpang jauh dengan hasil taksir BPKP Jaitm,” kata perempuan berjilbab itu. Adanya kevakuman penarikan retribusi selama proses pembahasan raperda, kata Asida, banleg meminta agar pemkab mencari solusi terbaik. (pri/c1/aif)

sekolah setelah menerima raport langsung mengunjungi sekolah Saritem, yakni salah satu SMP di Kecamatan Arjasa. Kebetulan, Im sampai di sekolah Saritem saat jam istirahat. Saat itulah, keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah dinas (rumdin) sekolah. Rumah dinas itu sehari-hari ditempati tukang kebun. Awalnya, Saritem dengan tegas menolak permintaan Im untuk berhubungan badan. Namun, setelah terus-menerus dibujuk, akhirnya pertahanan Saritem kandas. Im sema-

kin leluasa melampiaskan nafsunya karena saat kejadian rumah tukang kebun tersebut sedang sepi. Setelah puas melampiaskan hasrat seksualnya, Im pun menyuruh Saritem melanjutkan aktivitas belajarnya. Setelah melakukan hubungan terlarang dengan IM, Saritem merasa sangat ketakutan. Terbukti, bocah perempuan yang satu itu tidak berani pulang ke rumahnya hingga larut malam. Tentu saja hal itu membuat pihak keluarga kelabakan. Singkat kata, setelah bertemu pamannya, Saritem memutuskan untuk berterus-terang. Dengan perasaan bimbang, dia mengaku

Sunarto, kemarin (31/10). Sementara itu, motif Im menyetubuhi Saritem ternyata didasari “panas hati” setelah diledek teman sekampungnya yang juga kakak kelas korban. Betapa tidak, sesaat sebelum bertemu Saritem, dia bertemu temannya tersebut dan dipanas-panasi untuk melakukan hubungan intim. Menurut kasatreskrim, tindakan pelaku mengakibatkan selaput dara Saritem robek. Gadis usia belasan tahun itu bersedia melepas celana dalamnya setelah terus-menerus dibujuk Im n  Baca Adegan...Hal 39

Sutomo: Bubarkan Saja Satpol PP Kejaksaan-Rutan Tolak Penahanan PSK

Dianggap tak Mampu Tangani Prostitusi BESUKI - Hasil observasi Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Situbondo yang memperkirakan jumlah pekerja seks komersial (PSK) di Situbondo mencapai 200 orang diamini Forum Amal Ma’ruf Nahi Munkar (FAN). Organisasi yang berkantor di wilayah Situbondo Barat itu juga menyebut populasi PSK di Situbondo adalah 200 orang. Sekretaris FAN, Sutomo mengungkapkan, di eks lokalisasi Rajawali dan Nyiuran, jumlah PSK sudah mencapai lebih dari seratus orang. Padahal, pada pendataan yang dilakukan pada 20052009, jumlahnya hanya 25 hingga 30 orang. “Ini memang sangat ironis,” ungkap Sutomo. Kata dia, jika dalam kondisi disorot media seperti saat ini, maka mereka akan tiarap. Bahkan, biasanya langsung pulang ke daerah asalnya. Namun, jika keadaan kembali kondusif, mereka akan kembali membuka berpraktik. Pe s at n ya p e rtumbuhan populasi PSK tersebut, kata Sutomo, sebagai salah satu indikator lemahnya Pemkab Situbondo dalam mengamalkan amanat Perda 27/2004 tentang larangan pelacuran. Itu juga imbas ketegasan daerah lain terhadap prostitusi, sehingga banyak PSK yang lari ke Situbondo. Satpol PP sebagai salah satu SKPD terkait seharusnya malu atas keadaan itu. Apalagi, anggaran yang disedot Satpol PP setiap tahun tidak kecil. Dalam KUA PPAS 2011, nilai anggaran Satpol PP mencapai Rp 5,2 miliar. “Tapi saya lihat apa progres yang menggembirakan dari Satpol PP? Tidak ada sama sekali,” tegas bapak dua anak itu. Sutomo juga melihat Satpol PP tidak memiliki kemandirian dan ketegasan dalam melakukan tindakan. Dengan kata lain, Satpol PP tidak mampu menangani persoalan prostitusi. Lihat saja, meski para mucikari telah melanggar perjanjian tidak akan menyediakan perempuan dan minuman keras, tapi tak pernah ada tindakan berarti. “Jadi, lebih baik bubarkan saja Satpol PP agar tidak terlalu lama melakukan kebohongankebohongan kepada masyarakat dan hanya menghabiskan anggaran. Kalaupun ada yang ditangkap, ya itu-itu saja,” ungkapnya. Tokoh masyarakat di wilayah barat sebenarnya sudah tidak henti-henti memberikan masukan dan dukungan. “Apa harus masyarakat yang melakukan razia sendiri? Apa perlu pengerahan massa untuk menangkapi PSK? Bisa fatal akibatnya dan tidak lucu,” terang Sutomo. Diberitakan sebelumnya, prospek bisnis esekesek di Situbondo ternyata cukup menjanjikan. Setidaknya itu bisa dilihat dari observasi yang dilakukan Gerakan Pemuda Islam (GMPI) Situbondo. Dalam setahun, uang yang terkumpul dari sejumlah eks lokalisasi bisa mencapai Rp 7,2 miliar. Ketua advokasi pimpinan cabang GMPI Situbondo, Supriyadi mengungkapkan, setidaknya sekitar 200 PSK yang memadati sejumlah tempat prostitusi di Situbondo, di antaranya Gunung Sampan (GS), Bandengan, Rajawali, Nyiuran, dan warung remang-remang di wilayah barat dan sekitar GS. “Kalau kita rata-rata, setiap hari mereka mendapat pemasukan Rp 100 ribu n  Baca Sutomo...Hal 39

SEMENTARA itu, Ketua Koordinator Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab), Rachmad, berpendapat bahwa tidak maksimalnya pemberian sanksi terhadap para pekerja seks komersial (PSK) menjadi salah satu pemicu tidak jeranya PSK dan mucikari dalam membuka bisnis esek-esek. Oleh sebab itu, sanksi berat sangat perlu segera diterapkan. Selama ini, para PSK yang tertangkap dan diadili lewat sidang tipiring (tindak pidana ringan) hanya diminta membayar denda. Sebab, Kejaksaan dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Situbondo tidak mau menerima mereka jika harus menjalani hukuman badan. “Sehingga tidak benar-benar bisa menjalankan sanksi yang diamanahkah Perda 27/2004. Alasannya, karena belum ada kepastian secara medis apakah para PSK itu sudah bebas dari HIV/ AIDS ataukah tidak. Jadi, diperlukan keterangan resmi dari pihak medis,” ungkap Rachmad. Nah, dengan kondisi itu, selama ini para PSK hanya diminta membayar denda. Padahal, membayar denda sangat mudah dilakukan. Sebab, biasanya mucikari mereka yang akan bertanggung jawab menebusnya. Namun, itu bukan gratis. Uang tebusan itu harus diganti oleh sang PSK dengan cara tetap bekerja di prostitusi. “Jadi, dengan memberi hukuman denda, sebenarnya secara tak langsung kita makin mengikat PSK untuk terus bekerja di dunia prostitusi n  Baca Kejaksaan...Hal 39

EDY SUPRIYONO/RaBa

USAI MANDI: Salah seorang pekerja seks komersial (PSK) di wilayah barat Situbondo bersolek untuk mempersiapkan diri menyambut tamu.

ADVERTORIAL SMKN 1 SITUBONDO

Masih Kurang Dua Belas Kelas SITUBONDO - Umar Said menjadi kepala SMKN 1 Situbondo sejak 2005. Kala itu, jumlah siswanya masih 30 siswa. Namun, saat ini sudah hampir seribu siswa. Dari tahun ke tahun, perkembangan SMKN 1 Situbondo memang cukup pesat. Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan sangat tampak. Kondisi yang mendukung itu mendapat respons positif dari masyarakat. Itu bisa dilihat dari jumlah siswa yang mendaftar di SMKN 1 Situbondo yang mengalami peningkatan drastis hingga 100 persen lebih di tiap tahun pelajaran baru. “Saat ini jumlah siswa SMKN 1 Situbondo sudah mencapai 800 orang. Alhamdulillah, 2010 kemarin SMKN 1 Situbondo sudah ber-ISO 2008, 9001, dan IWA 2 (manajemen mutu),” terang Kepala SMKN 1 Situbondo, Umar Said. Pria asal Banyuwangi itu bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam membangun dan mengembangkan sekolah yang dipimpin. Di antaranya menggandeng

tidak berani pulang lantaran telah melakukan hubungan intim dengan Im. Bagaikan tersambar petir, paman korban langsung mencak-mencak. Dia pun langsung melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya itu kepada kepala desa (kades) setempat. Tidak berhenti sampai di situ, keluar ga korban juga berinisiatif melapor kepada pihak kepolisian. Menariknya, Im yang ikut rombongan keluarga Saritem melapor ke Mapolres Situbondo saat itu juga langsung diciduk aparat. “Sampai saat ini pelaku masih kita amankan untuk menjalani proses pemeriksaan,” ujar Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP

SYAMSURI/RaBa

LEBIH CEPAT: Penggalian fondasi untuk ruang kelas baru (RKB) SMKN 1 Situbondo menggunakan eskavator.

pengurus BP3. Sehingga, pada 2007 SMKN 1 Situbondo berhasil membangun tiga ruang kelas dan satu ruang bengkel. Da-

nanya adalah bantuan dari APBN. “Pada tahun itu pula kita mendapat bantuan APBD II berupa satu ruang kantor dan satu ruang bengkel,” imbuh Umar. Respons baik masyarakat dan pemerintah itu tidak disia-siakan. Dia terus memperjuangkan SMKN 1 Situbondo agar menjadi sekolah berkualitas dan bermutu, baik dari segi akademik maupun non-akademik. Pada 2008, SMKN 1 Situbondo kembali mendapat bantuan berupa enam ruang kelas dan dua kamar mandi, berlanjut bantuan APBN berupa dua ruang kelas dan satu ruang kelas dari APBD 1 pada 2009. Pada 2011 ini, SMKN 1 Situbondo mendapatkan bantuan satu ruang kelas dari dana APBD II dengan ukuran 7 X 9 meter. Pengerjaannya sudah mencapai 70 persen. Batas waktunya 16 Desember 2011. Namun, sebelum itu pengerjaan dipastikan sudah bisa diselesaikan. Itu tak lepas dari alat yang digunakan menggali tanah untuk fondasi, yaitu eskavator n  Baca Masih...Hal 39

Radar Banyuwangi 1 November 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you