Page 1

KAMIS 1 DESEMBER

23

TAHUN 2011

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.09 14.34 17.26 18.26 03.27

Oknum Satpol Nyabu G ENTENG - Yang dilakukan Samsul Hadi, 44, warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ini tak layak ditiru. Bertugas sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kantor Kecamatan Genteng, Samsul bukan malah memberi teladan yang baik. Sebaliknya, oknum petugas penegak perda itu malah tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Samsul ditangkap anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi saat mengisap sabu-sabu (SS) di rumahnya Selasa sore kemarin (29/11). Untuk keperluan pemeriksaan, oknum petugas Satpol PP itu diboyong polisi ke Mapolres

CUACA

GALIH COKRO/RaBa

TAK MENENTU: Pekerja membenahi kubah masjid di Jalan Musi, Banyuwangi, saat cuaca panas bercampur mendung kemarin.

Awas Cuaca Ekstrem

Oknum Satpol PP Kesandung Narkoba

BANYUWANGI - Ancaman cuaca ekstrem mengancam wilayah Banyuwangi dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Gangguan alam berupa angin kencang, hujan lebat secara tiba-tiba, dan petir, menjadi fenomena alam yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat BMKG mengeluarkan peringatan waspada kepada masyarakat. Petugas pengamat cuaca di stasiun BMKG Banyuwangi, Anjar Triyono Hadi mengatakan, potensi gangguan cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi ■  Baca Awas...Hal 33

Nama Umur Alamat

GALIH COKRO /RaBa

HARAM: Sejumlah bukti yang diamankan dari rumah tersangka Samsul Hadi.

HARJABA

Banyuwangi. Dari tangan Samsul, aparat keamanan berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa satu paket SS dengan berat kotor 0,21 gram. Polisi juga mengamankan peralatan nyabu milik Samsul berupa satu set bong, dua korek gas, dan empat potongan sedotan. Bukan itu saja, BB lain yang ditemukan di rumah tersangka, antara lain dua gulungan aluminium foil kecil, satu botol kecil berisi alkohol 95 persen, beberapa lembar bukti transfer, dan satu telepon seluler (ponsel) merek K-Touch. “Semua barang ini kita sita,” cetus Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo kemarin (30/11). Menurut Watiyo, Samsul ditangkap di rumahnya sekitar pukul 16.00. Saat kejadian, oknum pegawai negeri sipil (PNS)

: Samsul Hadi : 44 th : Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kec. Genteng Pekerjaan : PNS Tugas : anggota Satpol PP Kec. Genteng Barang Bukti: ■ Sabu-sabu 0,21 gram ■ Alat bong ■ 2 korek api ■ 4 potong sedotan ■ Aluminium foil ■ Sebotol alkohol 95 % ■ Bukti transfer ■ Ponsel K-Touch

itu sedang nyedot sabu di salah satu ruang di rumahnya. “Tersangka sudah lama kita awasi, karena informasinya dia sering main SS,” katanya. Begitu ada informasi oknum anggota Satpol PP baru saja melakukan transaksi SS, beberapa anggota Satnarkoba segera merapat ke Kecamatan Genteng. Setelah targetnya mulai memakai barang haram itu, anggota satnarkoba langsung menggerebek rumahnya. “Saat kita tangkap, dia sedang nyedot,” ujar Watiyo. Dalam keterangannya kepada polisi, tersangka Samsul mengaku mendapatkan serbuk haram itu dari seorang bandar di luar Banyuwangi. SS dengan berat 0,21 gram itu dibeli seharga Rp 500 ribu. Dalam bertransaksi, Samsul menggunakan ponsel. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening bank milik bandar. “Barang diantar seorang kurir dan ditaruh di salah satu tempat di Kecamatan Genteng. Tersangka tidak mengenali kurir yang mengirim barang tersebut,” jelas Watiyo. Kasatnarkoba mengaku, pihaknya masih mengusut bandar SS yang telah mengirim barang haram kepada Samsul. Bandar yang diburu tersebut diduga termasuk bandar gede yang sering memasok narkoba ke wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. “Kita akan mengembangkan kasus peredaran SS ini,” ujarnya. (abi/c1/bay)

NAKAL: Samsul diamankan di ruang Satnarkoba Polres Banyuwangi kemarin. GALIH COKRO /RaBa

Haidori Kena 18 Tahun, Andi 13 Tahun GALIH COKRO/RaBa

PERAGAAN: Praktik menyangrai kopi saat diklat di Disbudpar Banyuwangi kemarin.

Sangrai Kopi Masal Didaftar Muri BANYUWANGI - Target panitia Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-240 untuk memecahkan rekor sangrai kopi dengan peserta terbanyak tampaknya akan terwujud. Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sudah mengabulkan usul yang disampaikan panitia Harjaba. Senior Manager Muri, Paulus Pangka, sudah mengirim surat resmi kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sukandi dan Ketua Umum Harjaba ke-240, Slamet Kariyono. Inti surat itu menyebutkan, dewan pertimbangan MURI sudah menggelar rapat. Hasilnya, menerima usulan pemecahan rekor sangrai kopi dengan peserta terbanyak tersebut. Pihak Muri mempersilakan panitia Harjaba menggelar kegiatan sangrai kopi ■  Baca Sangrai...Hal 33

ADA APA LAGI

BANYUWANGI - Haidori Setiyawan, 38, terdakwa pembunuh keluarga Rosan ternyata lolos dari hukuman mati. Salah satu anggota komplotan yang membunuh tiga warga Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, April 2011 lalu itu, divonis 18 tahun penjara dipotong masa tahanan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Terdakwa lain, Andi Azis, 43, yang juga tetangga Haidori di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, dianggap bersalah oleh majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisno dengan anggota Widarti dan Unggul Tri Asti Mulyono itu. Andi Aziz divonis 13 tahun penjara dipotong masa tahanan. “Haidori bukan pelaku utama dalam pembunuhan keluarga Rosan,” cetus Made Sutrisno saat memimpin sidang kemarin (30/11) ■

Terdakwa Pembunuh Keluarga Rosan Nama : Andy Aziz, 43 Alamat : Krajan, Kembiritan, Genteng Peran : Mengawasi lokasi saat tersangka lain menghabisi korban Tuntutan Jaksa: 18 tahun penjara Vonis PN Banyuwangi: 13 tahun penjara Nama : Haidori Setiawan, 41 Alamat : Krajan, Kembiritan, Genteng Peran : Memegangi korban, membakar mobil berisi 3 mayat korban Tuntutan jaksa: hukuman mati Vonis PN Banyuwangi: 18 tahun penjara Inisial : Habib Alamat : Genteng Peran : Dalang pembunuhan, jadi imam salat bersama korban saat eksekusi Status : Buron, masuk DPO Polisi Inisial : Siwan Alamat : Tojo, Kecamatan Sempu Peran : Eksekutor, menghabisi korban dengan bagian punggung kapak. Status : Buron, masuk DPO Polisi

 Baca Haidori...Hal 33

GALIH COKRO/RaBa

PUTUSAN: Haidori didampingi penasihat hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Hanya Satu Tim yang Gagal BANYUWANGI - Hampir seluruh peserta Radar Newspaper Competition (RaNCo) 2011 sukses mengumpulkan file halaman koran sesuai jadwal kemarin (30/11). Hanya satu peserta yang gagal mengumpulkan file hingga batas waktu yang telah ditetapkan panitia. Sementara itu, sebagian besar peserta harus melakukan revisi garapannya ■  Baca Hanya...Hal 33

GALIH COKRO/RaBa

SETOR FILE: Tim dari SMAN 2 Genteng di Radar Banyuwangi kemarin.

Unair Menilai Puluhan Calon Pejabat Pemkab BANYUWANGI - Sekitar 40 pejabat eselon II dan eselon III Pemkab Banyuwangi mengikuti penilaian di Aula Minakjinggo sejak kemarin (30/11). Penilaian puluhan pejabat itu dilakukan tim Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pelaksanaan penilaian itu dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas dan akan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, pejabat eselon III setingkat sekretaris dinas, badan, kepala bagian, kepala kantor, dan camat, akan menjalani tes tulis.

Materi tes tulis adalah pengisian biodata, tes intelektual, tes kepribadian, dan tes sikap kerja. Selain itu, tes kepemimpinan, managerial, rapat biodata, tes intelektual, kepribadian, dan sikap kerja. Materi penilaian hari kedua, antara lain wawancara kepemimpinan, managerial, diskusi kepemimpinan kelompok, dan interview. “Ini bagian dari ikhtiar kami untuk menata birokrasi agar menjadi pelayan publik yang profesional,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas ■  Baca Unair...Hal 33

Sosok Terpilih Duta Wisata Jebeng-Thulik Banyuwangi (2-Habis)

Ingin Jadi Birokrat, Ngefans Bupati Anas GILANG GUPTA/RaBa

Bunga Bangkai di Klatak B UNGA bangkai tidak hanya tumbuh di Sumatera. Bunga langka tersebut juga bisa ditemui di Pulau Jawa. Meski ukurannya lebih kecil, tapi bunga yang tumbuh di Jawa juga sama-sama mengeluarkan aroma bangkai. Warga setempat ada yang menyebut spesies bunga bangkai di Jawa tersebut dengan sebutan walur. Tanaman tersebut biasanya hanya mekar dan mendadak muncul dari dalam tanah pada bulan November hingga Desember. Seperti bunga bangkai yang tumbuh di sebelah barat Perumahan Griya Giri Mulya, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, ini. “Bertahun-tahun saya di sini tidak pernah lihat bunga itu, saya sampai takut,” kata Yoko, warga Klatak. (gil/c1/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

Predikat Thulik tahun ini jatuh ke tangan Ahmad Ghozali. Siswa SMAN 1 Cluring itu berhasil menyisihkan finalis lain. Dua piala bergengsi kini dalam genggamnya. Sebab, sebelumnya, dia sudah meraih gelar The Best Duta Banyuwangi Stop HIV/AIDS. GERDA SUKARNO, Banyuwangi

PAGI itu suasana sekolah SMAN 1 Cluring terlihat ramai. Mengenakan seragam olahraga, beberapa siswa berkumpul di depan sekolah yang beralamat di Jalan Huzaini, Desa Benculuk, Kecamatan Clu-

ring, itu. Ada yang bermain bola voli, lari, dan basket. Sinar matahari yang cerah pagi itu membuat aktivitas di sekolah yang berada di dekat persawahan itu terlihat hidup. Di saat siswa lain sibuk mengikuti pelajaran olahraga, seorang siswa bergegas masuk ruang kepala sekolah. Mengenakan seragam putih dipadu celana abu-abu, siswa tersebut duduk di depan Kasek Suratno. “Ini namanya Ahmad Ghozali. Dia baru saja dinobatkan sebagai Thulik 2011,” ujar Kasek Suratno. Ya, Ghozali memang baru saja merebut piala bergengsi sebagai Thulik Banyuwangi 2011. Tentu saja, kemenangan ini disambut hangat pihak sekolah dan temantemannya. Meski tidak ada sambutan khusus atas kemenangan itu, setidaknya Ghozali telah mengharumkan nama SMAN 1

Alumni IPNU tantang uji publik perda antipelacuran

Kalau masalah ini, jangan sampai ada uji empiris (pengalaman)

Oknum Satpol PP nyabu

Menegakkan perda sekaligus menegakkan syahwat

GERDA SUKARNO/RaBa

MANTAN KETUA OSIS: Ahmad Ghozali di SMAN Cluring.

Cluring. “Ini prestasi kedua yang telah ditorehkan Ghozali. Sebelumnya, dia telah dinobatkan sebagai Duta Banyuwangi Stop HIV/

AIDS,’’ kata Suratno. Nama Ghozali di SMAN 1 Cluring memang sudah tak asing lagi ■

 Baca Ingin...Hal 33 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


24

Kamis 1 Desember 2011

FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

DIUSUT TUNTAS: Anggota Pomal menemui keluarga korban penganiayaan.

SIMPATI: Warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat turut memberikan solidaritas kepada keluarga korban penganiayaan.

Rumah Oknum Marinir Digeruduk Warga Diduga Menganiaya Anak Bawah Umur KABAT - Ratusan warga Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, mendatangi rumah Iwan Hasibuan, kemarin siang. Aksi warga ini dipicu oleh ulah oknum Marinir yang diduga telah menganiaya Edy Purnomo, 14, salah satu tetangganya hingga mengalami luka memar pada wajah dan punggungnya. Warga yang sebagian sudah emosi itu, berhasil diredam setelah Kapolsek Kabat AKP Bakin datang ke lokasi. Tidak lama, juga datang petugas dari Pomal Lanal Banyuwangi yang dipimpin Lettu Prawanto. “Semua laporan akan kita proses, kita tidak akan menutup-nutupi,” tegas Lettu Prawanto saat menemui warga dan keluarga korban, kemarin. Aksi warga ini, disulut oleh ulah oknum anggota Marinir yang dianggap arogan. Pada Selasa (29/11) sore, oknum Marinir telah menghajar Edy Purnomo di depan rumahnya. “Dia (Iwan Hasibuan) datang ke rumah dan langsung memukuli saya,” aku Edy Purnomo, korban penganiayaan kepada

LECET: Edy Purnomo menunjukkan luka akibat penganiayaan yang dilakukan oknum Marinir.

koran ini. Didampingi ayah kandungnya Misbah, korban menceritakan awal petaka yang

menimpanya. Mulanya, korban bersama beberapa teman bermain sepak bola di tanah lapang yang ada di desanya. “Sultan

(anak Iwan Hasibuan) tiba-tiba datang dan ikut main bola,” tutur Edy. Saat bermain bola itu, Sultan menendang wajah Edy dengan kaki kanannya. Karena merasa kesakitan, Edy membalas tendangan itu dengan pukulan tangan. “Karena sakit ya saya balas, Sultan saya jotos hingga menangis,” aku Edy berterus terang. Rupanya, jotosan korban ini oleh Sultan di sampaikan pada Iwan Hasibuan, orang tuanya. Ironisnya, oknum tentara ini malah terpancing emosinya dan mendatangi rumah korban. “Datang ke rumah dan langsung masuk,” jelas Edy sambil merintih kesakitan. Melihat korban berada di rumah, emosi Iwan semakin menjadi-jadi. Bocah yang masih kelas VIII MTs di Kecamatan Kabat itu langsung dihajar secara membabi buta. “Saya dipukul pada bagian wajah hingga terasa sakit,” sebut korban sambil menunjukkan pipi dan mulutnya yang bengkak. Bukan itu saja, korban mengaku oleh anggota marinir itu juga ditendang, dijambak, dan didorong hingga tersungkur ke tanah. Jeritan tangis dan minta ampun yang dis-

Jumlah Warga Miskin di Banyuwangi Menurun

LEGISLATIF

Berkas PAW Bram Ditolak BANYUWANGI-Proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Surya Dalianta Brahmana, terancam kandas. Berkas yang telah diajukan oleh KPU Banyuwangi, ternyata ditolak oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Penolakan berkas PAW milik Bram-sapaan Surya Dalianta Brahmana, ini bukan yang kali pertama. Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga pernah menolak karena persyaratannya dianggap kurang lengkap. “Saya heran kok begini jadinya,” cetus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi Adil Achmadiyono. Menurut Adil, PAW kadernya karena diduga terlibat kasus narkoba ini sebenarnya sudah diurus sesuai dengan ketentuan yang ada. Dalam pengurusan PAW ini, dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. “Saya diberi tahu oleh orang pemkab, berkasnya dikembalikan oleh pak gubernur,” katanya. Dari keterangan orang pemkab itu, lanjut dia, berkas PAW milik Bram ini dikembalikan karena berkasnya tidak menggunakan aslinya. Tapi, terang dia, KPU hanya mengeluarkan salinan yang sesuai dengan aslinya. “Pak Gubernur mintanya yang asli, bukan salinan,” ujarnya. Adil mengaku tidak tahu sikap KPU yang menyerahkan salinan untuk berkas PAW ke gubernur ini. Sehingga, lanjut dia, berkas PAW ditolak oleh gubernur. “Saya sudah menghubungi Samsul (Syamsul Arifin) selaku ketua KPU, tapi belum bisa nyambung,” sebutnya. PAW Bram ini, terang dia, sudah menjadi keputusan partai. Untuk mengisi kursi yang ditinggal oleh Bram ini, diambil dari suara terbanyak dibawa Bram dari daerah pemilihan (Dapil) III. “Penggantinya itu Pak Ali Maki atau Pak Alex, kebetulan sama-sama dari Muncar,” ungkapnya. Sementara ketua KPU Kabupaten Banyuwangi Syamsul Arifin mengakui berkas yang diberikan untuk pengurusan PAW itu berupa salinan yang sudah sesuai dengan aslinya. “Aturannya memang seperti itu,” kata Syamsul. Sesuai dengan keputusan KPU nomor 43 tahun 2009, jelas dia, dalam berkas seperti PAW ini cukup dengan salinan yang sesuai dengan aslinya. “DPRD itu sudah beberapa kali dilakukan PAW, berkas yang dikirim juga sama dengan milik Bram ini,” cetusnya. Malahan, dalam proses PAW pada kader PD ini, lampiran milik KPU yang dibuat untuk arsip, juga telah diserahkan ke pengurus PD untuk dibuat persyaratan PAW. “Pengajuan pelantikan bupati ke gubernur, juga pakai salinan yang sesuai dengan aslinya, kok,” ungkapnya. (abi/ aif)

Surya Dalianta Brahmana

ampaikan korban, ternyata tidak didengar oleh aparat keamanan yang kelakuannya tidak bisa dicontoh tersebut. “Tentara itu sudah kebangeten, masa anak kecil dihajar seperti itu,” ucap Insiyah, salah satu warga yang melihat saat korban dihajar di halaman rumahnya. Aksi oknum marinir ini ternyata mengundang kemarahan warga. Ratusan warga kemarin berkumpul di rumah korban dan selanjutnya mendatangi rumah anggota Marinir yang berjarak sekitar 150 meter. Warga yang mulai bergerak, mulanya sempat dihadang oleh Kapolsek AKP Bakin. Tapi, sebagian warga nekat menerobos dan berjalan menuju ke rumah Iwan. “Kasusnya kita serahkan ke Pomal,” terang Kapolsek Bakin. Untuk meredam kemarahan warga, sejumlah anggota Pomal dari Lanal Banyuwangi juga datang ke lokasi. Mereka juga melihat korban yang sedang tiduran di salah satu kamar rumahnya. “Kita minta korban dan keluarga datang ke Pomal. Tolong warga yang melihat kejadian juga diajak. Kasus ini akan tetap kita proses,” tegas Lettu Prawanto. (abi/aif)

GERDA/RaBa

KAWASAN HIJAU: Ibu-ibu ikut menanam pohon trembesi di kawasan Lapter Blimbingsari.

Lapter Jadi Kawasan RTH ROGOJAMPI – Penanaman 200 pohon terembesi dan sawo kecik di kawasan lapangan terbang Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi empat hari lalu diharapkan bisa menjadikan kawasan itu menjadi ijo royo-royo. Diharapkan juga, kawasan itu menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Maklum, di sekitar lapter masih banyak lahan kosong yang perlu ditanami pohon-pohon penghijauan. Tentu saja, untuk mewujudkan kawasan RTH ini perlu dukungan semua pihak. ‘’Kami tidak menginginkan habis penanaman pohon ini dibiarkan begitu saja. Pohonpohon ini harus dijaga sampai besar,’’ kata Bupati Abdullah Azwar Anas kala itu. Seperti diketahui, gerakan penanaman satu miliar pohon (one billion Indonesia tress / OBIT) telah bergulir di Banyu-

wangi. Senin lalu (28/11), ratusan orang menanam 200 pohon jenis trembesi dan sawo kecik di kawasan Lapangan Terbang Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi. Nanti, trembesi dan sawo kecik itu diharapkan bisa menjadikan kawasan lapter menjadi rindang. Gerakan menanam semiliar pohon yang diprakarsai oleh Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Banyuwnagi itu dihadiri ratusan orang; ada pelajar, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, BUMN, Pramuka, Perhutani, TNI, dan polisi. Mereka dikerahkan untuk menanam pohon di lahan kosong sebelah selatan Lapter Blimbingsari. Dalam kesempatan yang

sama juga dilakukan kegiatan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon. Tema yang diusung adalah ”Ruang Terbuka Hijau bagi Penyerapan Air di Perkotaan menuju Ketahanan Pangan untuk Ekonomi Keluarga”. Kegiatan ini sengaja dilakukan di luar kawasna hutan dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan lahan yang perlu dihijaukan. Bukan hanya itu, terkait penanaman 200 pohon trembesi dan sawo kecik di kawasan Lapter Blimbingsari, dia meminta pejabat terkait terus memantau dan merawat. ”Saya yakin kalau tanaman ini terus dirawat, dalam jangka waktu 2-4 tahun, kawasan lapter bisa menjadi hijau,’’ tandas Anas kala itu. (aif)

BANYUWANGI – Jumlah masyarakat miskin di Banyuwangi dari tahun ke tahun menurun. Menurut hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas), data terakhir tahun 2010, jumlah penduduk miskin sekitar 11,25 persen. Jumlah tersebut menunjukkan sekitar 175.100 penduduk Banyuwangi masih dalam kategori miskin. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2009, jumlah tersebut menurun. Pada tahun tersebut, tercatat penduduk miskin di Banyuwangi berjumlah 180.980. “Sekitar 12,16 persen untuk tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun jumlah penduduk miskin di Banyuwangi berkurang,” ujar Benny Kushariyadi, Kasi Statistik Sosial BPS Banyuwangi. Sedangkan untuk tahun sebelumnya, yakini 2008, penduduk miskin di Banyuwangi 13.91 persen. Atau sekitar 206.820 jiwa. “Data itu berdasarkan Susenas,“ cetus Benny. Jika melihat ke belakang, yaitu pada tahun 2007, 15,33 persen penduduk Banyuwangi tercatat sebagai penduduk miskin. Hal itu berarti, lanjut Benny, ada sekitar 227.300 penduduk Banyuwangi termasuk dalam

Data Kemiskinan 2007: 15,33 % / 227,3 ribu jiwa 2008: 13,91 % / 206,82 ribu jiwa 2009: 12,16 % / 180,98 ribu jiwa 2010: 11,25 % / 175,10 ribu jiwa

kategori penduduk miskin. “Jika dilihat dari tahun 2007 samapi 2010, jumlah penduduk miskin berkurang,” tandasnya. Benny mengatakan, Susenas selalu dilakukan setiap tahun. Dan untuk tahun 2011, hasilnya masih belum dirilis. Susenas tersebut, lanjut Benny menghasilkan tingkat kemiskinan dalam satu wilayah. “Namun hanya dibatasi wilayah terkecil adalah kabupaten. Sehingga tidak diketahui pasti jumlah penduduk miskin di setiap kecamatan,” jelasnya. Sedangkan tingkat kemiskinan yang muncul dari hasil Susenas, kata Benny, berupa presentase. Sementara itu, ketika ditanya tentang hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS), Benny mengatakan belum keluar. Menurutnya, hasil PPLS masih berada di pusat, belum turun ke daerahdaerah. “Sampai saat ini masih belum keluar. Dan saya belum bisa memastikan kapan hasil tersebut akan turun,” pungkasnya. (gil/aif)

GALIH COKRO/RaBa

KERJA KERAS: Seorang pemulung bersama anaknya menuntun sepeda di depan stadion Banyuwangi.

DOK.RaBa

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


25

Kamis 1 Desember 2011

Protes Pungli, Ratusan Siswa Demo rusnya keluar. Pak Samsul sudah kelewatan, mendiskriminasi pelajar non-Islam,’’ teriak Yoyok. Dengan adanya ketidakpuasan seluruh siswa, Yoyok mewakili semua siswa meminta kepala sekolah (kasek) segera mengambil sikap tegas. Apalagi, pungli akan diberlakukan tanpa sepengetahuan kasek. “Tetap kami minta Pak Samsul dimutasi dari sekolah ini,’’ desaknya. Sementara itu, saat temannya berorasi, ratusan siswa kompak meneriakkan yel-yel. Mereka meminta guru yang didemo muncul untuk menemui massa. Namun, desakan para siswa tersebut tidak diindahkan warga Bangosere, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, itu. “Ayo keluar, Pak, temui kami!” teriak para siswa serentak. Setelah sekitar 60 menit puas berorasi di halaman sekolah, sejumlah perwakilan siswa diminta menemui kasek. Di salah satu ruang sekolah, mereka menyampaikan surat tuntutan kepada kasek agar guru agama tersebut dimutasi. Bagaimana tanggapan kasALI NURFATONI/RaBa ek? Suhadak Nur Sodik, kasek KOMPAK DEMO: Ratusan siswa SMAN 1 Bangorejo menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah kemarin pagi (30/11). SMAN 1 Bangorejo, berjanji akan merealisasikan tuntutan anak didiknya Namun, kasek mengaku pernah mendengar Namun, hingga kemarin password itu belum sai, Samsul Arifin tidak tampak di sekolah. Dia itu. Hanya saja, dia mengaku tidak bisa serta selentingan dari sejumlah guru bahwa untuk ada. Pasalnya, sekolah masih memesan di juga tidak memenuhi keinginan siswa yang memerta memutasi oknum guru itu dengan cepat. membuka akses internet harus bayar dulu. Bandung. Jadi, untuk sementara belum ada mintanya menemui massa. Wartawan koran Sebab, memindahtugaskan guru bukan ke- “Guru-guru ada yang bercanda, kalau mau penanganan dari pengelola. “Kami masih ini yang mencoba mencarinya untuk meminta wenangannya. “Segera saya kirim usul kepada buka internet bayar dulu, nanti akan dikasihkan menunggu dari Bandung,’’ tandasnya. konfirmasi juga tak berhasil menemukannya. Dinas Pendidikan,’’ janjinya kepada siswa. password-nya,’’ ungkapnya. Sementara itu, akibat aksi ratusan siswa Semula, sejumlah guru mengatakan bahwa Terkait pungli Rp 5.000 untuk beli password Diakuinya, pada akses internet selama 24 kemarin, proses belajar-mengajar terhenti. Samsul berada di salah satu ruang di sekolah internet, kasek mengaku tidak mengetahui. jam tersebut akan diberlakukan sistem kunci. Usai mediasi perwakilan siswa dengan kasek, tersebut. Tetapi, saat dicari ternyata tidak ada. Biaya tambahan untuk membuka akses inter- Sebab, langkah itu diperlukan agar siswa tidak di sejumlah kelas tetap tak tampak adanya Diduga, Samsul pulang lebih awal. “Tadi ada di net tersebut tanpa sepengetahuannya. “Saya bisa seenaknya membuka akses. “Adanya pass- proses belajar. Hanya ada sebagian siswa yang ruang guru, coba saja cari di ruang itu,’’ saran sendiri tidak tahu akan ada biaya untuk beli word memang demi kebaikan anak-anak agar melakukan olahraga di halaman sekolah. salah satu guru yang enggan dikorankan napassword,’’ jelas Suhadak. tidak sembarangan,’’ terangnya. Selama aksi berlangsung hingga mediasi sele- manya. (ton/c1/irw)

Menuntut Guru Agama Dimutasi dari Sekolah BANGOREJO - Ratusan siswa SMAN 1 Bangorejo berunjuk rasa di halaman sekolah mulai pukul 07.00 kemarin (30/11). Mereka menuntut Samsul Arifin, guru mata pelajaran agama, dimutasi. Aksi demonstrasi dilakukan lantaran oknum yang merangkap guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) itu diduga akan melakukan pungutan liar (pungli). Pasalnya, guru tersebut mengelola akses layanan internet di sekolah. Pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2011 lalu, semua siswa diwajibkan membayar uang internet Rp 50 ribu sebulan. Padahal, sebelumnya, siswa hanya ditarik Rp 25 ribu. Meski siswa sudah membayar biaya yang melonjak 100 persen, akses layanan internet tetap tidak lebih baik. Parahnya, siswa masih dibebani biaya tambahan. Samsul akan menarik biaya tambahan dengan dalih membuka password WIF. Untuk bisa mengakses internet, siswa akan ditarik biaya lagi senilai Rp 5.000. Sebelum pungli terealisasi, gelagat kurang baik itu direaksi cepat oleh ratusan siswa. Diam-diam, para siswa melakukan gerakan selama beberapa hari. Puncaknya, mereka melayangkan protes keras terhadap guru yang mengelola internet tersebut. “Ditarik Rp 50 ribu masih lelet (lambat, Red), sekarang mau ditarik lagi Rp 5.000. Kok masih kurang,’’ protes Yoyok Suhandoko, siswa SMAN 1 Bangorejo, saat orasi dengan pengeras suara. Di hadapan ratusan siswa lain, Yoyok menuding modus membeli password dengan dalih agar bisa membuka WIF itu hanya akal-akalan. Menurutnya, dana iuran yang disepakati itu sudah termasuk semua biaya. “Mengapa kami ditarik lagi?’’ teriaknya yang langsung disambut aplaus siswa lain. Seluruh siswa menuntut Samsul mundur dari jabatannya. Apalagi, sikapnya dinilai kelewatan saat mengajar. “Anak-anak non-Muslim kok tetap disuruh masuk saat belajar. Padahal, seha-

WISATA

Gambar Porno di HP Siswa

Akseptor KB Tinggi KALIBARU–TNI sukses melaksanakan program keluarga berencana (KB) nasional di Banyuwangi. Indikasi keberhasilan itu bisa dilihat dari perkiraan permintaan masyarakat (PPM) program KB semua metode tahun 2011, yang tembus 46.624 orang. Dengan pencapaian 91,7 persen dari target, program tersebut dinilai sudah berhasil. Kemarin (30/11), program KB nasional itu ditutup melalui bakti sosial TNI di Perkebunan Gunung Terong, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru. Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Hendi Setiawan melalui Perwira Seksi Teritorial Kodim Kapten I Made Danu Kusuma mengungkapkan, tahun ini terjadi peningkatan peserta KB IUD. Selama empat tahun terakhir hanya berkisar 1250 hingga 3152 akseptor. “Tahun ini sudah mencapai 3950 akseptor,’’ sebutnya. Peserta akseptor MOP, lanjut dia, empat tahun sebelumnya hanya berkisar 10 hingga 14 orang. Pada tahun 2010 hanya 60 orang. “Sekarang per 30 Oktober

Polisi Razia di Kelas SMPN 2

SIDROTUL TOHA/RaBa

ANYAR: Wahana baru itu bisa digunakan untuk bermain air.

Serunya Berwisata di AIL ROGOJAMPI–Rekreasi menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Dengan lepas sejenak dari beban pekerjaan, pikiran bisa segar kembali. Bahkan, juga bisa memulihkan kondisi tubuh yang penat. Bertamasya dijamin menjadi aktivitas yang menyenangkan. Bila kebutuhan rekreasi masuk daftar kegiatan yang akan dilakukan, maka agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) menjadi pilihan terbaik. Dengan konsep memadukan alam dan wisata modern, objek wisata di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi itu patut menjadi prioritas kunjungan. Tampilan yang semakin cantik, AIL menyuguhkan tawaran berwisata yang seru dan menyenangkan. Kehadiran wahana baru menjadi ikon tersendiri bagi tempat wisata itu. Tidak heran, bila setiap akhir pekan AIL menjadi jujugan berbagai kalangan untuk rekreasi bersama sahabat maupun keluarga. Di AIL, pengunjung dapat mencoba beragam wahana baru. Seperti mainan kecek, pipa tirai, mountain bola air, baby slide, payung jamur, ember tumpah besar, dan family slide. Belum lagi keberadaan sarana olahraga berupa dua lapangan futsal berstandar internasional. Sarana itu menjadi pelengkap fasilitas, yang tidak dimiliki tempat wisata lain. Dengan tiket masuk yang terjangkau, pengunjung dapat bermain sekaligus berwisata sepuasnya. Sekali masuk cukup merogoh kocek Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. “Silakan buktikan serunya bermain dengan wahana baru di AIL,” kata Manager AIL Imam Maskun. (nic/ikl/irw)

SEMPU - Aparat Polsek Sempu melakukan razia handphone (HP) milik siswa SMPN 2 Sempu kemarin pagi (30/11). Setelah dicek isi memorinya, ternyata ditemukan dua HP siswa menyimpan gambar porno. Untuk memuluskan razia dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan HP di kalangan pelajar itu, polisi berbagi tugas. Petugas polsek memeriksa ruang kelas didampingi seorang guru. Para siswa diminta mengumpulkan HP di meja guru. Selanjutnya, isi memori semua HP diperiksa satu per satu. Hasilnya, diketahui di dalam HP milik dua siswa ada gambar porno. Polisi langsung menyita dua HP itu, lalu menyerahkannya kepada guru bagian kesiswaan. “Kedua orang tua siswa tersebut akan dihadirkan ke sekolah, dan diminta bekerja sama dalam membina anaknya,” terang Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri usai razia kemarin.

2011 sudah mencapai 67 akseptor,’’ bebernya. Begitu juga akseptor MOW meningkat signifikan. Itu berkat kerjasama pelayanan perwakilan BKKBN provinsi dengan RSUD Genteng dan Blambangan. “Perolehan sampai Oktober lalu mencapai 388 akseptor MOW atau sekitar 215 dari PPM sebesar 180,’’ ungkap Danu. Penutupan program KB nasional oleh TNI itu dihadiri jajaran forum pimpinan daerah. Ada Danlanal Letkol Laut EV Nurrokhman, Wabup Yusuf Widyatmoko, Wakapolres Kompol Aldian, dan perwakilan kejaksaan. Dani Azwar Anas, ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi juga hadir didampingi Minuk, istri Wabup dan ketua Persit Kartika Candra Kirana Kodim. TNI juga memberikan piagam kepada sejumlah pejabat struktural yang berhasil memberikan pelayanan KB dari masing-masing metoda. Bantuan kepada warga miskin dan anak-anak kurang mampu juga diserahkan dalam acara tersebut. (ton/irw)

ABDUL AZIZ/RaBa

RAZIA: Aparat Polsek Sempu memeriksa HP milik siswa SMPN 2 Sempu kemarin (30/11).

Kapolsek menuturkan, razia dilakukan sebagai upaya antisipasi penyalahgunaan HP, seperti yang dilakukan siswa dan siswi salah satu SLTA di Wongsorejo. “Kita tidak ingin kasus video mesum sebagaimana terjadi di Wongsorejo beredar di wilayah kerja kami,” tegas Toha. Ditambahkannya, selain di SMPN 2 Sempu, razia juga akan

dilanjutkan ke semua sekolah di Kecamatan Sempu. Kapan waktunya, tidak akan diberitahukan lebih dahulu. Selain razia di ruang kelas, pembinaan pelajar di luar kelas juga akan dilakukan polsek. “Upaya pembinaan kita lakukan secara rutin dengan melibatkan para guru,” pungkasnya. (azi/c1/irw)

ALI NURFATONI/RaBa

BERI PIAGAM : Danlanal Nurrokhman didampingi Dandim Hendi memberikan penghargaan kepada pejabat dan perwira TNI.

ADVERTORIAL PERBANKAN

Bank Mandiri Fasilitasi Laboratorium Perbankan Diresmikan Bupati di SMAN 1 Glagah GLAGAH–Bank Mandiri meresmikan laboratorium Mandiri School Banking di SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, kemarin pagi (30/11). Peresmian yang dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas itu juga disaksikan Kepala Sekolah SMAN 1 Glagah Drs Imam Suudi, Kepala Dinas Pendidikan Drs Sulihtiyono, serta Asisten Pemerintahan Pemkab Suhartoyo. Dandung M. Qomari, Pemimpin Cabang Bank Mandiri Banyuwangi mengatakan, keberadaan Mandiri School Banking itu merupakan program bantuan fasilitas pengembangan pendidikan dan pemberian edukasi komprehensif bagi pelajar. Program khusus di bidang perbankan itu diberikan kepada siswa dari tingkat SD hingga SMA. Dengan metode itu diharapkan pelajar lebih mengerti dan memahami produk dan layanan perbankan secara umum. “Program Mandiri School Banking ini juga merupakan kegiatan untuk mendukung program gerakan

SIMBOLIS: Dandung memberikan plakat bantuan fasilitas sarana pendidikan kepada Imam Suudi disaksikan Bupati Anas, kemarin pagi (kiri). Peresmian program Mandiri School Banking di SMAN 1 Glagah disaksikan para siswa (kanan). GALIH COKRO/RaBa

menabung yang dicanangkan Bupati Anas,” terangnya. Dandung menambahkan, sebagai langkah komitmen atas program itu, staf Bank Mandiri Banyuwangi di sekolah ditugaskan utnuk memberi pelayanan dan pemahaman mengenai layanan perbankan di laboratorium perbankan. “Dengan demikian, sedapat mungkin budaya menabung

dapat ditanamkan pada siswa,” harapnya. Bupati Anas dalam sambutannya berharap banyak dengan dibukanya laboratorium Bank Mandiri itu. Dikatakan, Mandiri School Banking merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan semangat menabung di sekolah. “Supaya siswa tidak konsumtif, tapi uangnya juga digunakan untuk menabung. Pendidikan inilah yang harus ditanamkan

pada siswa,” kata bupati. Pendapat senada juga disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Glagah Imam Suudi. Diakui, Mandiri School Banking merupakan program bantuan fasilitas pengembangan pendidikan dan pemberian edukasi komprehensif bagi para pelajar di tingkat sekolah menengah atas. Khususnya di bidang perbankan. Para pelajar diberi pelatihan

mengenai perbankan. Dengan begitu, pelajar dapat lebih mengerti dan memahami produk dan layanan perbankan secara umum. “Kami berharap, program Mandiri School Banking ini dapat membantu meningkatkan fasilitas sekolah dan menjadi sarana pembelajaran langsung untuk memperluas wawasan pengetahuan para pelajar tentang industri perbankan,” harap Imam. (ikl/irw)


KOMUNIKASI BISNIS

26

Calon TKI Belajar Tata Boga

JALAN SEHAT

Berhadiah Sepeda Motor MUNCAR – Untuk memperingati tahun baru hijriyah 1433, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Muncar mengadakan jalan sehat. Acara yang dirangkai dengan pengajian umum, santunan kepada fakir miskin, dan parade band religi itu akan digelar 4 Desember mendatang dengan start dari SMPN I Muncar dan finish di lapangan Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Rencana jalan sehat yang akan diberangkatkan Bupati Abdullah Azwar Anas itu mendapat apresiasi dari berbagai elem masyarakat. Terbukti, kupon jalan sehat saat ini sudah terjual lebih dari 10.000 lembar. Dengan harga selembar kupon Rp. 3000, peserta bakal mendapat satu botol minuman ringan. Jalan sehat ini memperebutkan hadiah utama satu unit sepeda motor, sepeda gunung, TV, kipas angin, dan lain-lain. Sekretaris kegiatan tahun baru Islam, Iphong Poniyahadi, mengatakan dengan jalan sehat ini pihaknya ingin memberikan pengaraTHOMY SILA/RaBa han atau santapan roIphong Poniyahadi hani kepada santri TPA/ TPQ dan juga sekolah umum tentang makna peringatan tahun baru hijriyah secara Islami. Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini bisa menyenangkan bagi anak-anak. Diharapkan anak-anak lebih mengenal antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Sehingga ke depannya bisa memberikan motivasi untuk lebih giat belajar. “Lewat peringatan ini, kami ingin agar anak-anak tidak hanya mengerti makna hijrah Nabi Muhammad dari Makkah menuju Madinah saja, namun juga menghayati makna hijrah tersebut,” tegas Iphong, yang juga ketua LSM Sorod tersebut. Menurut Iphong, dengan jalan sehat ini diharapkan masyarakat tidak salah dalam menyambut datangnya tahun baru hijriyah atau bulan Suro. Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa banyak orang yang melakukan kegiatan 1 Muharram dengan kegitan berbau syirik dengan pergi ke pantai atau ke tempat angker lainnya. “Dengan kegiatan ini kami harapkan hal tersebut dapat dihindari,” pungkasnya. (ikl/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Kamis 1 Desember 2011

LPK Surya Timur dan BNP2TKI Latih 60 CTKI

IWAN SETIONO/RaBa

BANTUAN: Bupati Anas melihat mesin jahit untuk PKBM di Aula Dispendik kemarin.

Pengangguran Dilatih Menjahit BANYUWANGI - Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi momok di negeri ini. Jumlah angka pengangguran dan kemiskinan terus saja meningkat setiap tahunnya. Terkadang, masyarakat yang ingin merubah nasibnya mengambil jalan pintas. Seperti keinginan bekerja di luar negeri. Harapannya, dapat penghasilan lebih tinggi. Sehingga bisa hidup yang layak. Sayangnya, mereka yang

berkeinginan bekerja di luar negeri tidak memiliki modal keterampilan dan keahlian yang cukup. Berkaca dari latar belakang tersebut, Dinas Pendidikan Banyuwangi melalui Bidang Non Formal dan Informal (BNFI) berupaya memberikan modal keahlian dan keterampilan bagi calon pekerja. Yakni melalui program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) yang berguna untuk mengantisipasi dampak moratorium (penghentian sementara) TKI bagi pemuda dan pemudi produktif. ”Sejumlah 115 warga saat ini tengah be-

lajar menjahit,’’ kata Drs. Adnan Kohar, Kabid BNFI Dinas Pendidikan Banyuwangi. Bupati Abdullah Azwar Anas yang didampingi Kadispendik Sulihtiyono dan Aspem Sugihartoyo menyambut baik kegiatan tersebut. Itu karena sangat bermafaat untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di desadesa. Menurut bupati Anas, keberhasilan merupakan hasil kerja keras yang tidak kenal lelah. ”Orang yang berhasil tidak harus dari keluarga yang mampu atau pejabat. Yang penting niat untuk maju dan berkembang,’’ pesan Anas.(adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Antisipasi Dampak Moratorium TKI

BANGOREJO - Sebanyak 60 calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) mengikuti kegiatan kelompok berlatih CTKI berbasis masyarakat di Sekretariat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Surya Timur, di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, kemarin. Kegiatan yang dibuka Kepala UPTP3TKI Jatim Drs. Hariadi Budiharjo M.Pd itu merupakan hasil kerjasama antara LPK Surya Timur dengan Badan Nasionnal Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jakarta. Direktur LPK Surya Timur Sunariyanto mengatakan, kegiatan tersebut diikuti para CTKI dari Kecamatan bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran. ”Masing-masing kecamatan ada 20 peserta. Sehingga total ada 60 CTKI laki-laki dan perempuan,” sebutnya. Sebanyak 60 peserta tersebut akan mengikuti pelatihan

selama sebulan. Mereka akan mendapatkan berbagai materi. Di antaranya pembekalan tentang tata boga, bahasa negara tujuan, tatagraha, dan laundry, serta berbagai macam pembekalan lainnya. Sunariyanto berharap, melalui pembekalan tersebut, para CTKI yang akan berangkat ke negara tujuan sudah memiliki bekal ketrampilan sebelumnya. Selain itu, melalui pelatihan tersebut diha-rapkan bisa mengurangi praktik percaloan CTKI yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. ”Kalau pelatihan seperti ini, para CTKI kita latih dan kita bekali, dan data administrasi mereka juga lengkap karena kita juga kerjasama dengan kadus dan kades,” tandasnya. Pembukaan KBBM kemarin dihadiri Camat Bangorejo Nuril Falah, Kapolsek Bangorejo AKP Heri, dan perwakilan Danramil Bangorejo Supriyanto, serta Kepala Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Abdul Jalil. (azi/adv/als)

SAMBUTAN: Direktur LPK Surya Timur Sunariyanto saat memberi kata sambutan dalam pembukaan KBBM kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•RUMAH SHM•

•GENTENG•

•TANAH 1.024M2•

•TANAH KEBUN•

•HONDA PRESTIGE•

•KOMUNITAS•

•LAMPU TENAGA SURYA•

DIJUAL Cpt Rmh LT 275m2/150m, SHM. Blkg Makam Pahlawan H: 087823555078

DIJUAL Rumah lokasi sgt strategis di Jln Raya Genteng, luas 293 M2 SHM Harga 1,75 M Nego, Hub. 081358279830

DJL Murah Tnh L 1.024m2, Jl. Brawijaya dikelilingi tembok. H: Teddy 08123531325

DIJUAL : Tanah kebun + 4Ha + Villa di Kalipuro (15 menit dari pusat kota Banyuwangi) Hub: 081913965354.

DJL Honda Prestige'89, abu-abu, mesin terawat, tinggal pakai. Hub. 085259872418

COMUNITAS Mobil Jazz Banyuwangi, Bagi pecinta Mobil Honda Jazz, mari bergabung. Kordinator: H. Iqbal Masruri, HP: 0811354363

PAKET LAMPU Jalan Tenaga Surya mulai 7 Juta (non tiang) bergaransi resmi Hubungi: 08123277345 atau www.anekasolusidaya.com

•SUTRI GARDEN• DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

•VILLA TAMANSARI• DIJUAL Villa di Tamansari, Licin, Lux, SHM, LT/LB 1000/250, kolam renang, 3 KTd + KM. Harga Nego. Hubungi: 08123496044

•RUMAH PENGINAPAN• DJL rumahL300M2KT4,KM4,Rtamu,mosola Cck untk usaha penginapan kos2 an dll kontrpksi Tk 3 lok Jbr Hrg 375 jt, H: 081336622317

•TANAH 8000M2• DJL Tanah SHM, 8000 m2, d Jalan Raya, Rp 150rb/m2 bs nego. Kav, SHM, 253m2 di dkt Roxi Jbr. Hubungi HP: 085336585157

•KEBUN SALAK 11200M2• DIJUAL Kebun salak L 11200m2 SHM, kelapa 180 phn sdh prduksi, hrg 35rb/m2 lok Ds Rayun Srono, H: 081336622317

•RUMAH KEBUN L8050M2•

•TANAH RUMAH•

•TANAH + BANGUNAN•

DJL rumah + kebun L8050M2 SHM ada kolam ikan Cck utk villa perternakan dll hrg 65 rb/M2 pekulo sbsri H: 081336622317

DIJUAL Tanah + Rumah Kos Lt2 SHM 141m2. Jl. Halmahera II No.5 Jember Dekat Unej. Hub: 081330066201

DJL Lt. 940 /LB. 10X12 M2 Jl. Patung Tembok Muncar, Hub. Moh. Ikhwan 593773-08124914916

•GEBYAR DISKON DAIHATSU•

•SOBO PERMAI•

•JL. ADI SUCIPTO•

•TANAH GENTENG•

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

DIJUAL Tanah Ls 2090m2 Genteng, Hub: 081235805050. P. Joko, Jl. Ry Setail Genteng

•2 RUMAH•

•TANAH 1665M2•

•PROPERTY•

BANYUWANGI

LUAS 10X15 (2 Rumah) Hrga 125 Jt nego, Jl. Ikan Kembang Waru RT 04/03, belakang Jagalan Karangrejo, HP: 081615726945

BANYUWANGI

• GUDANG BEKAS•

• TOKO SHM•

DJL utk Ruko Gudang Bekas Mebel Anis di Jln Kepiting Bwi Dpn Bengkel Mobil Hub. 085335735964.

DIJUAL Toko SHM 20m2 Lincing Rjampi, ada PLN, hrg nego. H: 082141140617

• TOKO 4 LANTAI• DIKONTRAKAN toko Lt 4, 200m. Lok Jl Jend Sudirman 88 Bwi. Hub 0333421316

•MOBIL HONDA• READY STOCK Honda Jazz, CRV, Freed, Civic - 2011, Tlp: 081233183779.

DIJUAL Rumah Sobo Permai, SHM Lt 95m, 1RT, 1RKeluarga, 2 KMT, Harga 75juta nego. Hub 082131544294, 085236556444

www.BanyuwangiProperty.com.Jual/Beli rumah. Hub ARYA 081336659258

•SUZUKI APV X• DJL Suzuki APV X 2006, P Banyuwangi, coklat metalik. Hub: 081249300900

BANYUWANGI

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•PT. SARIFEED INDOJAYA•

•TANAH KAPLING•

DIBUTUHKAN SEGERA Analisis Kimia syarat: - S1 Kimia - Pria, usia max 35 tahun - Pengalaman min 2 tahun Mengetahui ISO 17025, Berminat Hubungi: PT. Sarifeed Indojaya, 0333 - 593325

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DAPATKAN All New Xenia hrg mli 130 Jtan. Gran Max Free 8 Jt. Hub: Esthi Daihatsu. 081358624663 / 0333-7791779 / 087857994041

•AVANZA & VIOS• DJL Avanza G Hitam 09 145jt & Vios Grey 04 79jt Nego, Jl. Widuri 21/0811359689

•DICARI• DCR Speda Motor bks th 1980-2011 harga tinggi, H: 085234943645/087755966735

•MITSUBISHI KUDA• DJL Mits Kuda Grandia ‘03 MT Hitam CD Jok kulit, H. 99jt, kondisi bgs,087852755758

• PROMO DAIHATSU• MILIKI Gran Max UM 5jt-an. Terios, Sirion, Luxio Disc 15Jt. Tlh hadir ALL New Xenia Inden skrg jg. Hub Hadi Daihatsu 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

•DAM TRUK• DIJUAL Dam truk 95 jas 08.05 City 08. Baleno 03 L300. 09 Cash/kredit. Hub. 082142194111, 081335897888.

•MONITOR RUSAK• CRI/DBLI Monitor/CPU rsak=40rbu, hardisk/mthboard/pwrsuply rsk=7rbu, AC/ prabola/kulkas, trma borong wartel/warnet buyar. CV. ANACOM 085736367229

•BISNIS TAS IMPORT• ANDA Berminat jual/kredit tas ibu2 import kw1, H:085238015470 (Bwi &Stb)

•PRIMA MOBIL•

• FORTUNE TRAVEL•

SEGERA Indent! All New Avanza, New Kijang Innova, Yaris, All New Xenia, PU Granmax, Terios, New Grand Livina, New Jazz, PU T120SS, PU L300, PU MegaCarry. H: 0333411655/0811301676

SUPER Executive Travel, Layanan antar jemput, terima titipan paket kilat Banyuwangi - Surabaya PP, armada Innova, ELF, Pregio.T (0333)8924 999, (031) 83100 888, 0821 8983 5555, 0812 176 34300

•PRIMA MOBIL•

SURABAYA

CRV 09, Jazz 05, Kijang Krista 97, Lsx Slr 97, Avanza 05, 06, Xenia 05, Escudo 98, 04, PU T12009, Futura 09, Stw Zebra 07, Panther New HiGrade 99, Taruna 02. Hub: 0333411655/0811301676

•RESTAURANT• TELAH DIBUKA Rawon Bik Ati 3, Jl. Embong Ploso 27 (Bambu Runcing belok kiri, timur PMI Surabaya), buka 07.00 21.00. Hubungi: 081249325276/ 081393449955

•MAU PASANG IKLAN?•

GENTENG

HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180

• RUKO+GUDANG•

HATI- HATI TERHADAP PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI!

DIJUAL Ruko + Gudang, Jl. Diponegoro 346 sblh PLN Genteng, LT 790, LB 450, SHM/IMB. Hub: 396254/085854916499


BALJEBOL

Kamis 1 Desember 2011

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

31

LUMAJANG

Sjahrazad Masdar Pimpin Demokrat razad Masdar sebagai calon. Karena hanya muncul satu nama, maka Masdar secara aklamasi terpilih sebagai ketua LUMAJANG - Sjahrazad DPC yang baru menggantikan Masdar melejit sendirian da- Mashuri. “Hidup Masdar,” lam pemilihan ketua DPC De- teriak peserta muscab sambil mokrat Lumajang pada mus- mengepalkan tangan memcab partai berlambang bintang berikan dukungan kepada orang nomor satu tiga berlian itu. Masdi Pemkab Lumadar yang juga menjang tersebut. jabat sebagai Bupati Masdar pun diLumajang itu terpilih nobatkan sebagai secara aklamasi. ketua DPC Partai Muscab yang diDemokrat yang bagelar di Gedung ru menggantikan Soejono Alun-alun Mashuri. Semua Selatan Lumajang DPAC Demokrat kemarin berjalan dan pengurus DPD, landai. Bahkan, acaDOK.RaBa langsung membera muscab yang sempat dihadiri Ke- Sjahrazad Masdar rikan ucapan selatua DPW Jawa Timur Sukarwo mat kepada Masdar. “Saya ucapkan terima katersebut terkesan santai. Sauna temang muscab itu sih,” kata Masdar. Masdar dipicu karena hanya muncul berjanji, akan melanjutkan calon tunggal dalam muscab perjuangan demokrat kepeyang salah satu agenda intinya ngurusan sebelumnya. Malah, memilih ketua umum DPC Masdar berjanji akan memDemokrat Lumajang. Bahkan, besarkan demokrat di Kabusaat paripurna ketiga dibuka paten Lumajang. Dia mengadengan agenda pemilihan ke- takan, akan menancapkan tua umum, seluruh pemilik bendera demokrat ke seluruh suara serentak menunjuk Sjah- pelosok desa.(wan/wah/jpnn)

Jadi Calon Tunggal, Terpilih Aklamasi

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

MENGENASKAN: Mayat korban yang penuh luka saat berada di kamar mayat RSD dr. Haryoto Lumajang, kemarin.

Sekeluarga Dibantai Berpura-pura Mati, Anak Selamat LUMAJANG– Warga Kecamatan Kunir, Lumajang, kemarin digegerkan dengan pembunuhan sadis yang terjadi di Dusun Jatiwangi, Desa Jatirejo, kemarin malam (30/11). Pasangan suami istri, Arji, 55, dan Romlah, 45, dibunuh secara sadis di rumahnya dengan luka bacok di seluruh tubuh. Lebih tragis lagi, pembantian itu dilakukan di hadapan LEE, 16, putri kedua pasutri itu. LEE sendiri juga sempat menjadi sasaran pembacokan, namun saat itu dia langsung berpura-pura meninggal hingga nyawanya terselamatkan.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat itu, rumah korban didatangi pelaku yang masuk dengan membobol dinding bambu di dapur. Pelaku cukup leluasa melakukannya, karena memang rumah korban jauh dari tetangga. Sementara Arji dan Romlah diperkirakan sedang berada di dapur untuk menyiapkan masakan. Setiap pagi, pasutri itu memang berjualan nasi jagung di Pasar Jatigono, Kecamatan Kunir. Tiba-tiba, anak korban yang sedang tertidur mendengar teriakan sang ibu dari dapur. Korban pun segera menuju ke belakang. Mengetahui orang tuanya seperti dipukuli oleh orang lain yang diper-

kirakan jumlahnya dua orang. LEE pun mencoba membantu ayahnya yang lumpuh sebelah karena pernah dilempar bondet orang tak dikenal 10 tahun lalu. “Karena gelap, saya kira dipukul ternyata memakai senjata tajam,” ujar LEE saat menjalani perawatan di rumah sakit. LEE yang mencoba membantu tekena sabetan sajam pelaku sehingga membuat gadis kelas 1 SMA tersebut tersungkur. Karena takut, korban pura-pura mati dan tidak melihat yang terjadi lagi. Saat itulah, pelaku membunuh kedua orang tuanya hingga meninggal dunia. Setelah melakukan perbuatan keji itu, para pelaku langsung melarikan diri. Korban pun baru bangun setelah menunggu

suasana benar-benar sepi dan memastikan para pelaku sudah kabur. “LEE langsung berlari ke rumah di depannya untuk meminta tolong,” ujar Agus Budi, salah seorang perangkat desa setempat. Warga pun segera berdatangan ke rumah korban untuk menolong korban. Sayang, nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Warga pun segera melaporkan kejadian itu ke polisi. Korban pun kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit. Jenazah Arji dan Romlah pun dibawa ke kamar Jenazah RSD dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan otopsi. Sementara LEE dirawat di ruang khusus karena memang menjadi saksi kunci dalam kejadian tersebut. (ram/wah/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

Kayu Jati Roboh, Jalan Macet Total JEMBER - Jalur jurusan Jember, tepatnya di jalan raya Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Jember, macet total hingga beberapa jam, sore kemarin. Ini setelah kayu jati berukuran besar roboh Rabu (30/11) sekitar pukul 13.00. Kayu jati tersebut roboh diterjang angin puting beliung disusul hujan deras. Untungnya, saat kejadian arus lalu lintas (lalin) agak sepi, sehingga tidak ada korban jiwa ketika kejadian tersebut terjadi. Hanya saja, menurut sumber koran ini di lokasi kejadian, ada seorang pengendara motor yang nyaris tertimpa pohon jati tersebut. “Arus lalu lintas tadi (saat kejadian, Red) agak sepi. Sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Sutris, warga setempat saat ditemui di lokasi robohnya pohon jati besar tersebut. Dijelaskan, peristiwa ini terjadi cukup singkat. ”Sebelum hujan deras mengguyur ada angin puting beliung,” ujarnya. Semua pohon bergerak diterpa angin. Hingga akhirnya, kayu jati di pojok pekarangan rumah warga roboh ke utara jalan hingga mengakibatkan arus lalin macet total. ”Bahkan, ratusan kendaraan berjalan lambat hingga terjadi antrean panjang,” ujarnya. Agar kemacetan tidak berlangsung lama, warga di sekitar lokasi kejadian berusaha menyingkirkan kayu jati tersebut. Namun upaya tersebut memakan waktu cukup lama karena warga hanya memakai alat seadanya

Nekat, Truk Nyebur Selokan

JEMBER – Pasca aktif kembali sebagai Bupati Jember, aktivitas M.Z.A. Djalal begitu padat. Djalal berupaya untuk merangkul semua kalangan demi memajukan pembangunan Jember. Kali ini, Djalal merangkul dan membangun komunikasi dengan kalangan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). “Semoga kegiatan ini akan menjadi momentum untuk kepentingan masyarakat. Ini mudah-mudahan bisa ditumbuhkembangkan dalam rangka sinergitas untuk melahirkan produk-produk yang menguntungkan masyarakat,” ujar Djalal. Djalal berharap, berbagai pertemuan mendatang bisa di-

usulkan dari ormas maupun LSM. “Silahkan LSM yang mennyusun acaranya. Kalau Pak Edi (Kepala Bakesbangpol Linmas) yang melakukan, nanti dikira direkayasa,” tukas Djalal. Semakin baik jika pertemuan dengan ormas maupun LSM tidak harus secara formal, tetapi bisa dilakukan pula secara informal. Djalal sempat meminta pula masukan dari kalangan LSM demi perbaikan Jember. Djalal berjanji akan berusaha menjawab semua keinginan masyarakat, termasuk LSM, dengan segala kemampuan yang dimiliki. “Insya Allah, akan saya laksanakan sekuat kemampuan saya,” ujarnya Kepada segenap kepala SKPD,

Djalal meminta agar tidak menutup diri ketika ada elemen masyarakat yang berusaha meminta informasi. Djalal menyatakan siap face to face dengan masyarakat yang ingin memperoleh kejelasan soal pemerintahan maupun lainnya. Menurut Djalal, acara tatap muka dengan masyarakat rencananya akan dimulai tiap hari Kamis. (aro/wnp/jpnn)

JEMBER – Kecelakaan tunggal menimpa truk milik PT Rajawali Rambipuji, kemarin. Truk yang disopiri Said, 40, warga Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji ini, masuk selokan di Dusun Gebang Desa/Kecamatan Panti, sekitar pukul 11.00. Truk yang melaju dari arah barat tersebut baru saja keluar dari rumah warga usai menjual gabah. Rupanya sopir truk nekat melewati jalan dusun yang menghubungkan Desa Panti dan Desa Pakis. Padahal, jalur tersebut telah lama rusak karena tergerus air ketika hujan turun. Akibatnya, truk tersebut

DIJUAL Daihatsu xenia F600 RV GMDF JJ th 2008 biru muda mtl, hrg 107,5 jt nego brg istw Bisa, Cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Suzuki Escudo SE 420 2 WD MT (jeep) th 2001 hitam, hrg 105 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526– 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 541 LV 25 th 2000 biru tua mtl, hrg 95 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota kijang LSX kf80 std th 2003 hitam, hrg 107,5 jt nego, brg istw , bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djalal Rangkul Kalangan LSM

DITERJANG PUTING BELIUNG: Kayu jati ukuran besar yang roboh melintang di tengah jalan.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

NYUNGSEP: Truk penuh muatan gabah milik PT Rajawali masuk selokan di Dusun Gebang, Desa Panti, Kecamatan Panti.

nyungsep ke selokan. Masih untung, truk tidak masuk sungai. Menurut Syaiful, salah satu penumpang truk, truk nyungsep ke selokan karena ban belakang masuk kubangan. “Jalan bebatuan dan menanjak,” kata Syaiful. Saat truk nyungsep di selokan, Syaiful sempat tertindih sopir. Beberapa gabah di atas truk sebagian tumpah ke selokan dan pinggir sawah. Menurut Ny Rama, 28, warga setempat, kondisi jalan memang sudah lama rusak. “Seharusnya pihak desa segera memperbaiki jalan itu,” ujarnya. (jum/wnp/jpnn)

DIJUAL Suzuki GC 415 APV DLX MT th 2004 merah mtl, hrg 89 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit , hubungi: (0333) 631526– 635176 , 0811351148

untuk memotong kayu. ”Untungnya polisi segera datang ke lokasi. Polisi juga sempat kesulitan mendekat karena terjebak kemacetan,” paparnya. Bersama warga, polisi membersihkan kayu yang roboh. ”Sekitar dua jam kemudian, arus lalin kembali lancar seperti semula,” tegasnya. Sebelumnya kayu berhasil dibersihkan, arus lalin sempat dialihkan menuju jalan desa tak beraspal. ”Namun jalan ini dikeluhkan karena banyak pengendara yang kesasar dan membutuhkan waktu cukup lama,” kata Hersun. Robohnya kayu jati ini juga membuat jaringan listrik terputus dan sempat dipadamkan. (jum/rid/jpnn)


32

Kamis 1 Desember 2011

Juara Umum POR SD hanya Mimpi

PEMAIN PERSEWANGI

BANYUWANGI - Ambisi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi juara umum dalam POR SD tingkat Jawa Timur dipastikan gagal. Dalam ajang kejuaraan multieven yang digelar di Sidoarjo mulai 21 hingga 26 November tersebut, kontingen Banyuwangi harus puas duduk di luar lima besar pengumpul medali. Di ajang tersebut, Banyuwangi hanya mampu menyabet empat medali emas dan perunggu. Alhasil, status juara umum menjadi milik Kota Surabaya. Di sisi lain, capaian ini menjadi sinyal merah lantaran posisi Banyuwangi melorot drastis. Di DOK RaBa even yang sama tahun lalu, Ahmad Khairullah Banyuwangi finis di posisi tiga. Medali bagi Banyuwangi diraih cabang atletik, senam, tenis, dan pencak silat. Ketiga cabor tersebut menjadi penyelamat muka kontingen Kota Gandrung. Cabor tersebut menyumbangkan medali emas dan perunggu bagi Banyuwangi. Rinciannya, cabor pencak silat di nomor ganda putra dan putri menyumbangkan dua medali emas. Atletik estafet putra menyumbang satu emas. Selain itu, senam artistik perorangan putri turut menjadi pendongkrak kontingen Banyuwangi. Sementara itu, medali perunggu disumbang cabang atletik estafet putri, senam artistik beregu putri, dan tenis beregu putra dan putri. “Total, kita dapat delapan medali di POR SD,” beber Ahmad Khairullah, kapala Dispora Banyuwangi. (nic/c1/als)

MULAI PROTOL Nasib Tidak Jelas, Pilih Hengkang BANYUWANGI - Kick off Divisi Utama kurang dari 13 hari. Merujuk release jadwal kompetisi Divisi Utama yang dikeluarkan PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), kasta kedua Liga Indonesia akan digelar mulai 13 Desember mendatang. Sudah dipastikan, Persewangi akan menjamu Permalra pada 13 Desember nanti di Stadion Diponegoro sebagai laga perdana. Di balik semakin mepetnya waktu menuju tendangan titik putih tersebut, persiapan Persewangi menyongsong Divisi Utama kian compang-camping. Persoalan dana yang mendera tim berjuluk Laskar Blambangan ini membuat pengurus dan skuad tim limbung. Imbasnya, kekuatan Persewangi tereduksi dengan prothol-nya sejumlah pemain. Bahkan, keinginan petinggi tim untuk menambah amunisi pun dipastikan gagal terwujud. Sederet pemain incaran memilih membelot ke klub lain. Kondisi inilah yang membuat sejumlah pengamat olahraga di Banyuwangi pesimistis atas Persewangi di Divisi Utama. Beberapa pemain yang memutuskan hengkang, antara lain bek Persewangi Febrian Sofiandi. Pemain binaan Persewangi itu memilih cabut dari pemusatan

latihan arahan Yudi Suryata. “Saya sebenarnya ingin di Banyuwangi,” katanya. Namun, belum adanya kejelasan kontrak dan gaji membuatnya berpikir lain. Faktor keluarga membuatnya memilih berlabuh di Persik Kediri. Di Macan Putih, julukan Persik, Febri akan bergabung dengan beberapa mantan pemain Banyuwangi, seperti Joni Pristi dan Decky Rolias Sandra. Di samping kehilangan sejumlah pilar, Persewangi dipastikan harus gigit jari terhadap pemain bidikannya. Paling kentara adalah dengan berlabuhnya striker Trubus Gunawan ke Persik Kediri. Sebelumnya, Trubus diinginkan manajemen Persewangi untuk menambah kekuatan lini depan. Mereka yang masih bertahan mengaku, petinggi Persewangi baru membayar uang latihan dan belum sampai tahap tanda tangan kontrak dan gaji. “Kita sudah dibayar untuk latihan empat bulan kemarin. Untuk kontrak masih belum,” beber salah satu pemain Persewangi. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengaku belum bisa berbuat banyak. Sejauh ini dia masih membayar pemain dengan uang saku pribadinya. “Uang untuk bayar gaji pemain itu kemarin pakai uang pribadi,” bebernya. (nic/c1/als)

KIAN SENGIT: Pertandingan Banyuwangi Basket League (BBL) di GOR Sahabat memasuki fase menentukan. GALIH COKRO/RaBa

Smanta Tunggu Lawan di Semifinal BANYUWANGI - Tim basket putra SMAN 1 Banyuwangi (Smanta) membuka peluang lolos ke final Banyuwangi Basket League (BBL) kategori SMA. Dalam laga di GOR Sahabat Banyuwangi kemarin sore, Smanta sukses membekuk SMAN 2 Jember. Dalam empat kuarter yang dimainkan, Smanta unggul tipis 48-41 dari seterunya itu. Atas keberhasilan tersebut, Smanta berhak tampil di babak Semifinal.

Sukses serupa diraih SMPK Santo Yusuf putri yang berhasil lolos ke partai puncak. Meladeni SMPN 1 Giri, SMPK Santo Yusuf menang 57-48. Sementara, pada pertandingan perebutan tempat ketiga kategori SD, SDN 4 Penganjuran berhasil membekuk seterunya SDK Santa Maria B. Dalam empat kuarter yang dimainkan, SDN 4 Penganjuran unggul telak 29-5. (nic/als)

HENGKANG: Febrian Sofiandi memilih bergabung Persik Kediri karena tidak ada kejelasan nasib di Persewangi

ALI SODIQIN/RaBa GOJUKAI FOR RaBa

Tiga Sprinter Lolos Kejurnas Gojukai Gondol

LUMAYAN: Atlet Gojukai Banyuwangi pose bersama usai menerima piala di ajang kejurnas karate intern Gojukai di Bali.

BANYUWANGI - Kenasional antar mahasiscepatan sprinter Bawa pada 1 hingga 5 Denyuwangi di pentas sember. Nurohman akan atletik seolah sejalan turun di nomor 400 dengan prestasi yang meter putra, dan Yudi di ditorehkannya. Ini dinomor 100 meter putra. perlihatkan dengan “Peluang menjadi juara lolosnya tiga pelari Badi nomor tersebut bagi nyuwangi untuk tampil Nurohman dan Yudi di kejuaraan nasional sangat besar,” kata Agus (kejurnas) atletik. Sujiono, pelatih PASI DOK.RaBa Ketiga pelari itu adalah Banyuwangi. Yudi Rendiyana Putra, NuAgus menambahkan, rohman, dan Yudi Dwi dalam rangkaian seleksi Nugroho. yang digelar di lintasan Ketiganya dipastikan atletik Gelora Delta Sitampil di kejurnas yang doarjo Senin (28/12) akan digelar di dua temlalu, Banyuwangi mepat terpisah, Solo dan ngirimkan 10 sprinter. Jakarta, awal pekan Dari puluhan pelari yang Desember ini. Rendidiseleksi, hanya tiga yana yang spesialis tuyang dinyatakan berhak run di nomor 60 meter tampil di ajang tingkat putra akan tampil di nasional. DOK.RaBa Jakarta pada 7-8 DeBagi PASI, capaian yaNurohman sember mendatang. ng ditorehkan Yudi dkk Dalam kejurnas tersebut, dia akan patut mendapat apresiasi. Setidakmembela Jatim di kejuaraan atletik nya tradisi meloloskan sprinter di junior. ajang nasional tetap terjaga. “SeSementara itu, dua rekannya, lebihnya, kami mohon doa restu Nurohman dan Yudi Dwi Nug- agar mereka bisa tampil maksiroho, akan turun di kejuaraan mal,” pintanya. (nic/c1/als)



15 Medali di Bali

BANYUWANGI - Capaian gemilang ditorehkan Gojukai Banyuwangi di pentas kejuaraan nasional (kejurnas) intern Gojukai. Dalam even yang dihelat di Bali 25 hingga 27 November tersebut, duta karate Banyuwangi sukses menyumbangkan dua medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu. Menerjunkan 20 karateka, kontingen Gojukai Banyuwangi mampu tampil dominan di lima kategori yang dipertandingkan. Dua medali emas disumbangkan nomor kata beregu. Enam medali perak diraih nomor kata dan komite, mulai nomor pemula, kadet, hingga junior. Medali perunggu disumbangkan nomor yang sama untuk kategori kadet putra, beregu dan pemula. Hasil ini membuka memori prestasi Gojukai Banyuwangi di ajang yang sama tahun lalu. “Syukur, kita bisa dapat medali. Ini menjadi modal bagi kita untuk lebih baik lagi di masa depan,” kata I Wayan Radita, simpai Gojukai Banyuwangi. Diakuinya, perolehan medali di ajang ini memang sedikit meleset dari target yang dibebankan. Namun, itu bukan masalah bagi Radita. Sebab, dia menilai para karateka Banyuwangi sudah tampil maksimal. Apalagi, lawan yang dihadapi juga bukan sembarangan. Meski demikian, Gojukai cukup optimistis bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Apalagi, dalam kejurnas kali ini Gojukai banyak menurunkan karateka muda. “Tampil di kejurnas adalah pengalaman baru dan pelajaran. Kematangan mereka bisa berguna untuk kejuaraan yang sama tahun depan,” cetus Thomy Sila, pelatih Gojukai Banyuwangi. (nic/c1/als)


Kamis 1 Desember 2011

BERITA UTAMA

33

HALAMAN SAMBUNGAN

Keduanya Bukan Pelaku Utama ... ■ HAIDORI... Sambungan dari Hal 23

Putusan majelis hakim tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Joko Susanto. Sebelumnya, jaksa menuntut agar majelis hakim mengganjar Haidori yang tinggal di Desa Kembiritan itu dengan hukuman mati. “Ini pembunuhan berencana, pelaku harus dihukum mati,” cetus Joko saat membacakan tuntutan beberapa pekan lalu. Vonis 13 tahun penjara untuk Andi Azis juga lebih rendah daripada tuntutan JPU Joko Susanto. Sebelumnya, JPU menuntut warga Desa Kembiritan yang berperan membantu pembunuhan direncanakan itu dengan hukuman 18 tahun penjara. Sidang dua jagal keluarga Rosan itu dilakukan secara bergantian di ruang sidang utama PN Banyuwangi kemarin. Mulanya, majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisno itu mengadili Andi Azis. Selanjutnya, di tempat yang sama, majelis hakim menyidang Haidori Selama persidangan berjalan, JPU Joko Susanto dan penasihat hukum kedua terdakwa, Siti Nur Hayati SH, serius mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim se-

cara bergantian. “Berdasar fakta-fakta persidangan, Andi Azis terbukti mengetahui pembunuhan yang direncanakan itu,” cetus Made Sutrisno membacakan amar putusannya. Hanya saja, lanjut Made, Andi Azis tidak terbukti melakukan pembunuhan sehingga tidak bisa dikenai Pasal 340 jo Pasal 55 sesuai yang dituntutkan JPU. “Andi Azis terbukti melanggar Pasal 56 KUHP dan divonis 13 tahun penjara,” tegas hakim Made Sutrisno. Hukuman 13 tahun penjara itu dipotong masa tahanan yang sudah dilakoni sejak 13 Mei 2011 lalu. Selain itu, dalam amar putusannya, terdakwa juga diwajibkan membayar biaya persidangan sebesar Rp 5.000. Vonis terhadap Andi Aziz lebih ringan lima tahun daripada tuntutan jaksa. Itu karena majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan. Selama persidangan, Andi Aziz mengakui semua perbuatannya. Dia juga tidak pernah dihukum sebelumnya. Dia juga bersikap sopan selama persidangan. Selain itu, Andi Aziz merupakan tulang punggung keluarga yang menafkahi keluarga. “Yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat,” katanya. Sementara itu, dalam sidang

Haidori, majelis hakim menganggap peran Haidori masuk pada unsur-unsur yang didakwakan JPU hingga melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 KUHP. Hanya saja, Haidori bukan pelaku utama dalam kasus pembunuhan yang telah direncanakan itu. “Bukti-bukti dalam persidangan, terdakwa bukan pelaku utama,” sebutnya. Dalam pembunuhan Rosan dan Siti Jamilah, terdakwa tidak ikut memukul kedua korban hingga mati. Tetapi, terdakwa Haidori berperan membawa kapak yang digunakan untuk memukul kedua korban. “Terdakwa ikut memukul Dery Pradana (anak Rosan) hingga akhirnya meninggal,” jelasnya. Dengan peran tersebut, masih kata Made Sutrisno, berarti terdakwa hanya membantu pembunuhan yang direncanakan. Pelaku utama dalam kasus itu adalah Habib dan Siwan. “Haidori ikut membantu pembunuhan yang direncanakan itu. Karena itu, dia divonis 18 tahun penjara dan dipotong masa tahanan,” cetus Made Sutrisno membacakan putusannya. Sama dengan Andi Azis, putusan 18 tahun penjara itu juga akan dipotong masa tahanan. Selain itu, terdakwa juga di-

wajibkan membayar biaya persidangan sebesar Rp 5.000. “Terdakwa sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, dan menyesali perbuatannya,” ujar Made menyebut beberapa hal yang meringankan terdakwa. Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan tragis terjadi di kawasan sepi tepi jalan Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, sekitar pukul 02.00 beberapa bulan lalu (3/4). Satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu, dan anak, diduga dibunuh dengan keji, kemudian dibakar di dalam mobil. Korban yang meninggal secara mengenaskan tersebut adalah keluarga Rosan, 43, warga Dusun Dadapan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Selain Rosan, mayat yang hangus dan menumpuk di dalam mobil sisi belakang itu adalah istri Rosan, yakni Jamilah, 37, dan anak mereka yang masih berumur 14 tahun, Dery Pradana. Berdasar pengakuan Haidori, awalnya, korban diajak salat berjamaah oleh Habib. Saat mereka salat, Siwan menghabisi pasutri itu dengan cara dipukul kepalanya menggunakan kapak bagian belakang. Anak korban, Dery, diajak

Kali Pertama Dilakukan Pemkab ■ UNAIR... Sambungan dari Hal 23

Bupati Anas mengakui, penilaian atau assessment tersebut memang terasa asing dan baru pertama kali dilakukan di Pemkab Banyuwangi. Namun, bagi organisasi besar, proses assessment sudah hal biasa dilakukan.

Penilaian ini diharapkan bisa melahirkan produk sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan melahirkan birokrat profesional. “Kita butuh birokrasi andal untuk mengejar target-target pembangunan,” katanya. Bupati Anas mengaku, ingin mengetahui secara pasti kapasitas, kapabilitas, dan lo-

yalitas, para pejabat eselon III yang akan dipromosikan menduduki eselon II. Peserta assessment, sebagian besar adalah pejabat eselon III yang saat ini mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala dinas dan kepala badan. Selain eselon III, juga ada dua eselon II, yakni direktur RSUD Genteng dan Blambangan. (afi/c1/bay)

Sepuluh Karya Terbaik Dimuat RaBa ■ HANYA... Sambungan dari Hal 23

Sebab, saat mengumpulkan data ke panitia, ternyata file halaman koran yang mereka garap mengalami kerusakan. Sebagian besar kerusakan terjadi karena

proses transfer file dilakukan menggunakan media flash disk. ’’Panitia sudah mewajibkan agar semua file asli diserahkan dalam bentuk keping compact disk (CD),’’ ujar Benny Siswanto, ketua panitia RaNCo 2011. Sementara itu, koran karya

seluruh peserta akan dinilai oleh tim redaksi Radar Banyuwangi. Juri akan memilih sepuluh koran karya pelajar tersebut untuk dimuat di harian pagi Radar Banyuwangi. Peserta yang tidak masuk sepuluh besar, tetap wajib

mencetak halaman koran karya mereka. Halaman koran karya peserta itu juga wajib dibingkai untuk dipamerkan. Benny menambahkan, semua peserta berpeluang menjadi juara versi pilihan pembaca Radar Banyuwangi. (*/c1/bay)

Kecepatan Angin Relatif Normal ■ AWAS... Sambungan dari Hal 23

Hal itu cukup memungkinkan mengingat sejumlah wilayah Banyuwangi memiliki lima peta cuaca. “Imbasnya cuaca Banyuwangi, terutama saat musim hujan ini, berbeda,” katanya. Anjar menyebut, musim hujan di beberapa lokasi di Banyuwangi sudah berlangsung sejak bulan Oktober lalu. Anehnya, beberapa daerah

lain di Banyuwangi justru baru akan memasuki musim hujan pada pekan kedua bulan Desember nanti. Situasi inilah yang berpotensi memunculkan cuaca ekstrem. Setidaknya gangguan, seperti angin kencang, petir, dan hujan lebat secara tiba-tiba, bisa mengancam sewaktu-waktu. Penyebabnya tentu saja pertumbuhan awan Cumulus nimbus (cb). Awan tersebut juga menjadi pemicu angin puting beliung.

Masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca secara cepat. Bila cuaca di sepanjang hari berubah drastis, boleh jadi itu merupakan awal cuaca buruk. Anjar menegaskan, sejauh ini waktu dan lokasi yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem tidak bisa ditentukan. “Kapan dan di mana itu berlangsung, kita tidak pernah bisa menentukan,” ujarnya. Berdasar catatan BMKG, kecepatan angin di wilayah Ba-

nyuwangi terdeteksi 5 hingga 30 km per jam. Embusan angin bergerak dari tenggara hingga selatan. Situasi itu belum berpengaruh terhadap keamanan dunia pelayaran. Tinggi gelombang di Selat Bali terpantau berada di kisaran 0,3 hingga1,3 meter. Sementara itu, di Samudera Indonesia, ombak air laut mencapai 0,8 meter hingga 2 meter. “Level tersebut masih dalam ambang batas normal,” pungkasnya. (nic/c1/bay)

Sekali Seduh, Kita Bersaudara ■ SANGRAI... Sambungan dari Hal 23

Pada pelaksanaan sangrai kopi tersebut, tim Muri akan datang untuk membuktikan jumlah peserta yang telah di-

targetkan panitia. “Muri menyampaikan, belum ada rekor sangrai kopi dengan peserta terbanyak,” ujar Slamet Kariyono. Jumlah penyangrai yang direncanakan menyesuaikan usia Banyuwangi, yakni 240

orang. Kegiatan ini akan melibatkan PKK dan Dharma Wanita, pemilik warung kopi, dan masyarakat umum. Sangrai kopi kali ini bertema “Sekali Seduh, Kita Bersaudara” dengan peserta dari

24 kecamatan. Calon peserta sudah mengikuti diklat singkat sangrai kopi dan olahan jajan berbahan dasar kopi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kemarin (30/11). (afi/c1/bay)

Ibunda Mimpi Pegang Ayam Jago ■ INGIN... Sambungan dari Hal 23

Di mata guru dan teman-temannya, pria yang tinggal di Dusun Curah Krakal, Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar, itu memang sarat prestasi. Dia pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Belum lama ini dia juga mendapat beasiswa dari pemerintah selaku Putra Korpri. “Ibunya seorang guru di SMPN 2 Muncar,’’ kata Suratno. Lantas, siapa sejatinya Ahmad Ghozali? Pria berusia 18 tahun itu lahir di Desa Tambakrejo Muncar. Dia anak nomor empat dari lima saudara yang semua laki-laki. Ibunya seorang PNS, bapaknya wiraswasta. Meski terlahir di desa, tak membuat Ghozali minder mengikuti ajang pemilihan Jebeng-Thulik 2011. “Sejak awal saya tak begitu berambisi jadi juara pemilihan jebeng thulik. Modal saya cuma percaya diri. Eh tak tahunya malah dapat juara,’’ ujar Ghozali saat ditemui wartawan koran ini di SMAN 1 Cluring kemarin. Anak pasangan Sarbini Hasyim dan Mufaidah itu tak menyangka bakal dinobatkan sebagai Thulik 2011. Sebab, persaingan merebut juara cukup ketat. Apalagi, finalis lain banyak yang berpengalaman dan matang wawasan. Namun, berkat keyakinan bisa mengembangkan potensi diri, Ghozali mampu menyisihkan finalis lain. “Ini semua berkat dukungan sekolah, teman, dan dorongan orang tua,’’ aku pria kelahiran 9 Agustus 1993 itu. Pelajar yang duduk di bangku kelas XII

IPS I itu mengaku bangga bisa menyabet predikat Thulik 2011. Dengan prestasi membanggakan itu, keinginannya untuk mendapatkan tanda tangan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas keturutan. Diam-diam, Ghozali ternyata pengagum berat Bupati Anas. Baginya, Bupati Anas adalah sosok yang patut diteladani dan dijadikan inspirasi dalam hidupnya. “Terus terang saya ngefans Pak Anas,’’ aku mantan anggota Paskibra 2010 itu. Predikat Thulik 2011 akan terus dijaga. Ghozali tak bakal menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Apalagi, sebagai Duta HIV/AIDS, dirinya dituntut terus menyosialisasikan bahaya penyebaran virus HIV di Bumi Blambangan. Dia mengaku mrinding melihat tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Banyuwangi. Saat ini, ungkap dia, jumlah penderita HIV/AIDS di Banyuwangi mencapai 987 orang. “Sebagai Duta HIV/AIDS, saya turut prihatin. Kami akan terus mengampanyekan perang terhadap HIV/AIDS,’’ tandasnya. Sebagai pemegang selendang Thulik 2011 dan Duta HIV/AIDS, Ghozali akan mencurahkan kemampuannya untuk Banyuwangi. Baginya, wisata Banyuwangi memiliki keunggulan dibanding daerah lain. Makanya, saat finalis Jebeng-Thulik diminta menyusun makalah, dia mengusung konsep keramahan merupakan salah satu upaya peningkatan mutu wisata. Makalah itu telah mengantarkan dirinya sebagai Thulik 2011. Ditanya tentang cita-cita, Ghozali tidak

muluk-muluk. Pemilik tinggi badan 175 cm itu mengaku ingin menjadi birokrat di pemerintahan. Makanya, setelah lulus SMA, dia bakal melanjutkan studi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). ‘’Saya ingin jadi aparatur pemerintah bagi birokrasi yang sehat. Makanya, saya ingin melanjutkan kuliah ke IPDN,’’ aku juara harapan II lomba membaca berita yang digelar Radar Banyuwangi tahun 2010 lalu itu. Untuk menggapai cita-cita itu, Ghozali rajin salat Dhuha dan Salat Malam (Tahajud). Setiap kali ada kesempatan, dia menyempatkan diri membaca koran dan buku-buku pengetahuan umum. “Yang terpenting lagi adalah pintar-pintar bagi waktu,’’ imbuhnya. Ada cerita menarik di balik kesuksesan Ghozali merebut trophy Thulik 2011. Dua hari sebelum pemenang jebeng-thulik diumumkan, sang ibu, Mufaidah, mengaku mimpi memegang ayam jago. Mimpi firasat baik itu diceritakan kepada Ghozali. “Sudahlah, Nak, kamu nggak usah berambisi jadi juara. Semalam ibu mimpi memegang jago,’’ kenang Ghozali menceritakan mimpi ibunya. Prestasi Ghozali sebagai Thulik 2011 mendapat sambutan hangat Kasek SMAN 1 Cluring, Suratno. Ternyata, jauh hari sebelumnya, pihak sekolah turut membantu persiapan Ghozali dalam mengikuti pemilihan Jebeng-Thulik 2011. ‘’Kami bangga dengan prestasi Ghozali. Prestasi ini akan menjadi pelecut siswa-siswa lain untuk menjadi yang terbaik,’’ tandas Suratno. (*/c1/bay)

keluar untuk beli pulsa dan telur oleh Andi Aziz. Begitu masuk rumah, remaja itu

dijerat menggunakan kabel magic jar oleh Siwan. Selanjutnya, mayat ketiga korban

dibawa ke lokasi pembuangan di Desa Kluncing dan mobilnya dibakar. (abi/c1/bay)

Nilai Proyek Rp 897 Juta ■ PERIKSA... Sambungan dari Hal 34

Kalo dipaksakan disambung, risikonya akan terus bernanah,” jelas Sunarto saat diwawancarai di ruang perawatan RS Elizabeth. Suhaeni menepis anggapan bahwa dia dan rekan-rekannya mengatrol rangka besi jembatan sambil bercanda, sehingga kedua ujung rangka jembatan tidak seimbang dan menyebabkan besi penyangga katrol bengkok dan menghantam tubuh Dedi, warga Desa Kotakan, Ke-

camatan Situbondo, hingga tewas. “Saya dan teman-teman tidak bergurau. Setelah lima menit mengangkat rangka jembatan menggunakan katrol, tiba-tiba rangka jembatan itu bergerak seperti ada yang mendorong,” kisahnya. Seperti pernah diberitakan, kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Sumberkolak dan Kelurahan Ardirejo. Seorang pekerja bernama Dedi, 24, warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, tewas setelah tubuhnya dihantam

ujung besi penyangga katrol manual pengangkat rangka besi jembatan. Kecelakaan kerja pada proyek yang dilaksanakan CV. Merpati dengan nilai kontrak mencapai Rp 897 juta lebih itu terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu, beberapa pekerja menderek rangka baja jembatan menggunakan katrol manual. Namun nahas, besi penyangga katrol tersebut tiba-tiba bengkok. Diduga kuat, besi penyangga itu tidak mampu menahan berat rangka baja sepanjang sekitar 39 meter tersebut. (sgt/c1/aif)

Pihak Pelaksana Sudah Ditegur ■ AKIBAT... Sambungan dari Hal 34

Kepala DBMP Situbondo, Yoyok Mulyadi mengatakan, secara teknis, pembangunan jembatan penyeberanganorang yang dilaksanakan CV. Merpati itu tidak ada masalah. Termasuk, saat pengangkatan rangka baja jembatan ke atas beton penyangga setinggi enam meter menggunakan katrol manual tersebut. Menurut Yoyok, beban maksimal katrol itu 40 ton, dan beban rangka jembatan “hanya” 30 ton. Hanya saja, sambungnya, penggunaan katrol saat mengangkat rangka jembatan gantung itu tidak betul. “Sebab, pengangkatan rangka jembatan hanya dilakukan di satu sisi, sehingga bobot rangka hanya bertumpu pada satu sisi. Akibatnya, besi penyangga ka-

trol patah,” jelasnya. Meski demikian, Yoyok mengaku akan menginstruksikan pelaksana proyek untuk mengangkat rangka jembatan itu menggunakan crane. Hal itu dilakukan bukan karena penggunaan katrol manual tidak dibenarkan, melainkan karena kondisi psikologis pekerja yang masih trauma akibat tragedi yang menewaskan seorang pekerja tersebut. Akibat kecelakaan tragis itu, pembangunan proyek jembatan penghubung dua desa di dua kecamatan itu terpaksa dihentikan sementara. Polisi memasang police line di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan. Namun, Yoyok optimistis pengerjaan jembatan sepanjang 29 meter itu akan rampung tepat waktu, yakni sebelum tanggal 28 Desember 2011 mendatang.

Dikonfirmasi saat mengunjungi korban luka di RS Elizabeth, Djony Soesanto, salah seorang petugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Situbondo, mengatakan bahwa pihaknya masih mencari data terkait kecelakaan kerja tersebut. Data tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur. “Kita bantu sesuai porsi masing-masing. Di sini, kita akan membantu para pekerja agar memperoleh haknya, yakni hak memperoleh asuransi,” ujarnya diplomatis. Djony menambahkan, pihaknya sudah menegur pihak pelaksana proyek. “Pihak pelaksana sudah memperhatikan teguran tersebut. Mereka sudah mengurus asuransi para korban, dan sekarang (kemarin) tinggal melengkapi administrasi,” ujarnya. (sgt/c1/aif)

Sayangkan Pernyataan Ketua DPRD ■ ALUMNI... Sambungan dari Hal 34

Anggota PCM-IPNU, Dedi Katili, juga menyayangkan perkataan Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye, yang masih ragu-ragu terhadap upaya pembongkaran warung remang-remang. “Walaupun warung remangremang memiliki IMB (izin mendirikan bangunan, Red), tetap harus dibongkar jika

warung itu dijadikan ajang prostitusi,” tandasnya. Ketua Komisi I DPRD, Syaiful Bahri, menyambut positif keinginan PCM-IPNU melakukan uji publik terhadap Perda Nomor 27 Tahun 2004. “Harus diakui, Perda itu masih memiliki banyak kekurangan. Uji publik tentu akan menghasilkan perda yang lebih sempurna,” tukasnya. Politikus asal Partai Kebang-

kitan Bangsa (PKB) itu juga mengaku sudah memanggil Koordinator Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab) untuk menanyakan langkah-langkah yang akan diambil dalam memberantas prostitusi. “Dalam waktu dekat, Kopeltibkab akan melakukan penertiban. Tetapi, harus dipilih dan dipilah dong mana warung yang menyediakan PSK dan mana yang tidak,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Dapat Piala Citra Pelayanan ■ KOMPETISI... Sambungan dari Hal 34

Kompetisi pelayanan publik pada 24 unit pelayanan yang terbagi menjadi kelompok kecamatan paten, yang terdiri dari 17 kecamatan dan kelompok dinas/kantor, yakni DKPD, Disnakertrans, dinas Koperasi dan UKM, Dispendukcapil, Dishubkominfo, serta Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah, ini menghasilkan

enam pemenang terbaik. Yakni pemenang I, II, dan III terbaik menuju paten, serta pemenang I, II, dan III untuk kelompok Badan/Dinas/kantor. “Unit yang meraih predikat terbaik I akan mendapatkan piala akan mendapatkan piala citra pelayanan publik, bagi terbaik II mendapatkan plakat kompetisi pelayanan publik, untuk terbaik III akan mendapatkan piagam penghargaan dari Bupati Situbondo,” ungkap Yulianto.

Pada kegiatan ini, Bagian Organisasi Pemkab mendatangkan nara sumber yang terdiri Wakil Bupati Rachmad dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Hadi Wijono. Wabup mengupas tentang arah kebijakan percepatan reformasi birokrasi yang terdiri dari dinamika konstitusi negara; siklus pemerintahan; sistem administrasi negara dan cita-cita nasional; serta permasalahan penyelenggaraan negara pra reformasi. (sgt/adv/aif)

DERITA ASMA KINI TAK LAGI MENGGANGGU AKTIFITAS USWATUN USTAWUN Hasanah (26 thn) menceritakan, sudah 1 tahun lamanya ia menderita asma, “Mungkin karena jarang berolahraga, saya menderita asma. Kalau sudah kambuh, nafas sering terasa sesak. Untunglah sudah 4 bulan ini saya minum Milkuma, derita asma kini tak lagi mengganggu.” Terang ibu rumah tangga tersebut. Rupanya atas saran dari salah seorang temannya, Uswatun mengetahui manfaat Milkuma, minuman serbuk susu etawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu etawa segar dan gula aren. Ketika asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Dengan tubuh yang sehat, kini wanita yang berdomisili di Desa Muntilan, Kec. Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu etawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak ibu 1 orang anak tersebut. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu etawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu etawa memiliki

kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu etawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu etawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu etawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Milkuma dikomposisikan dengan gula aren sehingga aman bagi penderita diabetes. Milkuma juga sangat dianjurkan bagi perokok baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


34

Jawa Pos-nya K Kota ota S Santri antri

Kamis 1 Desember 2011

KAKANG-EMBUG

EDY SUPRIYONO/RaBa

TAHAP AWAL: Pembekalan Kakang-Embug di aula Disparbudpora, Situbondo.

Terpilih Sepuluh Finalis SITUBONDO – Pemilihan Kakang-Embug Situbondo 2011 memasuki memasuki tahaptahap menentukan. Kemarin, sepuluh pasang duta wisata Kota Santri ini terpilih. Itu ditandai dengan pemasangan selempang kepada mereka oleh Wakil Bupati (Wabup), Rachmad. Momentum penting itu kemarin dilakukan di aula lantai dua Pemkab Situbondo. “Kita sangat berharap siapapun Kakang-Embug yang terpilih nanti, mareka adalah yang terbaik, tunjukkan itu dengan kiprah yang nyata,” terang Rachmad. Sepuluh finalis Kakang- Embug tersebut adalah yang terbaik. Sebab, mereka bisa menyisihkan para pesaingnya di babak penyisihan. Total peserta yang mendaftar sebanyak 124 orang. Dengan rincian, peserta putri 63 orang, dan putra 61 orang. Sepuluh pasang finalis tersebut disaring melalui pelaksanaan sejumlah tes. Ada tes tulis tentang dunia pariwista Situbondo dan pariwisata Jawa Timur. Ada juga tes tulis wawasan kebangsaan dan kemampuan berbahasa Inggris. “Mereka juga dites kemampuan presentasinya, uji telling story, uji presentasi talenta dan wawasan umum. Sepuluh pasang finalis itulah yang mendapat nilai tertinggi,” ungkap Hedy Wahidin Shaleh, organizer yang ditunjuk Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga. (pri/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

KORBAN PEMBANGUNAN JEMBATAN: Salah satu korban kecelakaan kerja di jembatan Bantongan, Imam terbaring di rumah sakit (RS) Elizabeth kemarin.

Periksa Pejabat Dinas PU Kecelakaan Kerja di Jembatan Bantongan

BIROKRASI SIGIT HARIYADI/RaBa

MASIH DIRAWAT: Suhaeni menunjukkan ujung jari kaki kirinya yang telah diamputasi.

SITUBONDO - Seluruh pihak terkait proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Bantongan-Kelurahan Ardirejo akan segera dimintai keterangan polisi. Pasalnya, seorang pekerja proyek tewas, dan empat pekerja lain mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi pada proses pengangkatan rangka baja jembatan tersebut. Selain memintai keterangan pelaksana proyek dan sejumlah saksi mata kemarin (30/11), petugas juga akan memintai keterangan instansi terkait—dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Situbondo—hari ini (1/12). “Mereka akan kami mintai keterangan dalam rangka lidik (penyelidikan),” ujar Kasatreskrim Polres Situbondo,

AKP Sunarto. Sunarto menambahkan, keterangan sejumlah korban luka juga sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. “Kami juga akan memintai keterangan empat korban luka yang sampai saat ini (kemarin) masih dirawat di Rumah Sakit (RS),” pungkasnya. Sementara itu, setelah menjalani perawatan intensif di RS Elizabeth, Situbondo, kondisi empat korban luka dalam tragedi yang berlangsung Senin sore (28/11) itu sudah membaik. Bahkan, Suhaeni, 60, seorang korban luka, telah menjalani operasi amputasi dua ujung jari kaki kirinya. “Ibu jari dan telunjuk kaki kiri saya telah diamputasi. Sebab, menurut dokter, daging di kedua ujung jari itu tidak bisa disambung karena hampir terputus n

SESAAT setelah tiang penyangga katrol proyek pembangunan jembatan Dusun Bantongan bengkok, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Situbondo langsung membentuk tim investigasi. Kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja dan melukai empat pekerja lain tersebut diduga kuat akibat kelalaian pekerja (human error) n  Baca Akibat...Hal 33

Mintai Keterangan Empat Saksi Kunci

SYAMSURI/RaBa

Kompetisi Pelayanan Publik

 Baca Kompetisi...Hal 33

Akibat Kelalaian Pekerja Proyek

 Baca Periksa...Hal 33

PEMANTAPAN: Peserta mengikuti acara kompetisi pelayanan publik dan penganugerahan citra pelayanan publik.

SITUBONDO – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-40, Bagian Organisasi Pemkab Situbondo, menggelar kompetisi pelayanan publik serta penganugerahan citra pelayanan publik dan pemantapan birokrasi. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh unit pelayanan publik terbaik yang dapat diusulkan mengikuti lomba unit pelayanan percontohan tingkat Jawa Timur (Jatim) yang merupakan syarat untuk mengikuti citra pelayanan prima (CPP) tingkat nasional. Kegiatan yang dilaksanakan di pendapa kabupaten itu diikuti 115 peserta yang terdiri dari staf ahli, asisten, kepala bidang, kepala dinas, kepala kantor, kepala bagian, kepala Satpol PP, direktur RSUD, camat, lurah, ketua organisasi profesi, serta ketua organisasi masyarakat. Kompetisi pelayanan publik ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kinerja unit pelayanan publik yang obyektif, dengan kreteria dan mekanisme penilaian yang jelas dan transparan, serta untuk memberikan stimulus kepada unit pelayanan yang memiliki kinerja pelayanan terbaik melalui penghargaan dari Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Pemantapan reformasi dilakukan untuk memberikan arah kebijakan reformasi birokrasi kepada segenap aparatur Pemkab Situbondo. “Agar pelaksanaan reformasi birokrasi dapat berjalan secara efektif, efisien, terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Bagian Organisasi Pemkab, Akhmad Yulianto n

SIGIT HARIYADI/RaBa

MASIH OPNAME: Ahmad di RS Elizabeth.

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERANTAS PROSTITUSI: Syaiful Bahri (kanan) bertemu Saiful Bari (berkopiah) di ruang Komisi I DPRD.

Alumni IPNU Tantang Uji Publik Terkait Perda Anti-Pelacuran SITUBONDO - Belasan orang yang tergabung dalam Presidium Cabang Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PCMIPNU) Situbondo mendatangi kantor DPRD setempat kemarin (30/11). Mereka menantang pemerintah melakukan uji publik terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 27 Tahun 2004 tentang larangan prostitusi yang dianggap merupakan arogansi pemerintah karena hanya melarang seseorang melakukan praktik pelacuran tanpa memberikan hak-hak para

pekerja seks komersial (PSK) untuk mendapatkan rehabilitasi pasca terjaring razia. Di kantor wakil rakyat, rombongan aktivis PCM-IPNU itu ditemui Ketua Komisi A DPRD, Syaiful Bahri. Kepada politikus asal Kecamatan Panji itu, mereka menolak keberadaan para PSK di Kota Santri. Untuk itu, mereka menuntut pemkab segera membersihkan Situbondo dari praktik pelacuran. Ketua PCM-IPNU Situbondo, Saiful Bari mengatakan, pihaknya menuntut pemerintah segera menuntaskan persoalan prostitusi di Bumi Rengganis. “Apabila pemerintah menganggap Perda Nomor 27 Tanun 2004 tumpul,

kami siap memberikan rancangan perda dan rancangan itu siap diujipublikkan,” ujarnya. Saiful menyatakan, pemberantasan prostitusi tidak akan selesai hanya dengan memberikan teguran dan sanksi kepada para pelaku bisnis esek-esek tanpa memberikan solusi terbaik. “Perda itu hanya arogansi pemerintah karena hanya melarang seseorang melakukan praktik pelacuran tanpa ada rehabilitasi terhadap para PSK. Seharusnya kan ada pelatihan keterampilan dan lain sebagainya. Jika para PSK sudah memiliki keahlian tertentu, mereka bisa beralih ke pekerjaan yang lebih manusiawi,” tandasnya n  Baca Alumni...Hal 33

BESUKI – Teka-teki penyebab robohnya tembok di Desa Demung, Kecamatan Besuki yang menewaskan pekerja proyek drainase belum terjawab. Polsek Besuki masih belum bisa memastikan apakah kejadian itu murni kecelakaan atau ada faktor kelalaian. Kapolsek Besuki AKP Agus Supriyono mengungkapkan, pihaknya masih terus meminta keterangan sejumlah saksi. “Meski seharian kemarin semua penyidik harus ke Polres untuk menghadiri acara supervisi, kita tetap mengusut masalah ini,” kata Agus, tadi malam. Sejumlah pekerja teman korban yang merupakan saksi kunci hingga kini belum seluruhnya dimintai keterangan. “Baru empat teman korban yang kita mintai keterangan. Mereka saksi kunci karena banyak tahu dan berada di TKP saat kejadian,” imbuhnya. Termasuk belum dimintai keterangan adalah pelaksana atau rekanan proyek. Kapolsek menegaskan siapa saja akan dimintai keterangan untuk

mengungkap kepastian kasus yang merenggut satu korban jiwa tersebut. Karena belum memiliki data yang komplit, pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus yang merenggut nyawa Hasan Basri ini murni kecelakaan kerja atau ada faktor kelalaian dari rekanan proyek. “Kita selesaikan dulu keteranganketerangan dari saksi, baru nanti kita bisa menyimpulkan,” imbuh Agus. Diberitakan sebelumnya, pembangunan drainase di Desa Demung, makan korban jiwa. Hasan Basri, warga Desa Sumberejo, Besuki meninggal dunia setelah tertimpa pagar setinggi tiga meter. Kejadian tragis yang menimpa pekerja berumur 20 tahun tersebut terjadi Senin (28/11), kemarin pukul 08.30. Itu berarti enam jam lebih awal kejadian serupa yang menimpa pekerja proyek pembangunan jembatan di Dusun Bantongan, Sumberkolak, Situbondo. Polsek Besuki kini sedang serius memproses kasus ini. (pri/aif)


Radar Banyuwangi 1 Desember 2011  

Radar Banyuwangi

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you