Page 1

6 MEI

29

TAHUN 2012

Waduk Bajulmati Dikucuri Rp 40 M WONGSOREJO - Setelah dua tahu mangkrak, pengerjaan proyek waduk Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, akan dilanjutkan kembali tahun ini. Dalam APBN perubahan 2012 sudah diplot dana sekitar Rp 40 miliar untuk melanjutkan mega proyek tersebut. Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, dalam proses pembahasan APBN perubahan, dirinya “ngemis” anggaran infrastruktur kepada pemerintah pusat. Salah satunya, anggaran untuk menyelesaikan proyek waduk Bajulmati.

FOTO-FOTO: GALIH COKRO BUWONO/RaBa

LESEHAN: Ribuan jamaah mengikuti zikir dan doa bersama di halaman Mapolres Banyuwangi, kemarin malam.

Berzikir untuk Keselamatan Bangsa BANYUWANGI - Polisi tak hanya disibukkan urusan pengamanan dan ketertiban masyarakat. Lain waktu polisi perlu lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Itu setidaknya yang dilakukan oleh personel di jajaran Polres Banyuwangi, Jumat malam kemarin (4/5). Untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Kuasa, institusi yang dipimpin AKBP Nanang Masbudi menggelar malam zikir dan doa bersama. Kegiatan keagamaan ini berlangsung di halaman Mapolres Banyuwangi. Rangkaian zikir dan doa dipimpin oleh KH. Ahmad Muzaky Syah, pengasuh Pondok Pesantren Al Qodiri, Gebang Poreng, Jember. Zikir bersama kemarin malam juga dihadiri Kajari Syaiful Anwar dan Kasdim 0825 Mayor Gandu.

Malam zikir dan doa bersama berlangsung cukup semarak. Ribuan orang yang datang dari berbagai pelosok Kota Gandrung, tumplek blek di halaman. Saking banyaknya yang datang, mobil milik jamaah mengular hingga perempatan Baluk. Untuk menghindari kemacetan, jalan raya double way yang ada di depan polres, terpaksa ditutup. Pantauan koran ini, meski hanya duduk lesehan, para jamaah ini juga tertib mendengar ceramah agama yang disampaikan oleh Nyai Hj. Halimah Muzaky. “Banyak orang takut pada polisi karena melakukan kesalahan. Tapi kalau tidak salah ya tidak akan takut,” cetus Nyai Halimah dalam ceramahnya ■  Baca Berzikir...Hal 39

Dalam dua tahun ini, kegiatan proyek waduk Bajulmati terhenti. Penyebabnya, karena tidak ada kucuran anggaran dari APBN. “Mulai tahun 2012 ini, pekerjaan proyek itu akan dilanjutkan dengan anggaran Rp 40 miliar,’’ ungkap Bupati Anas. Pemkab Banyuwangi sangat berkepentingan agar pekerjaan proyek waduk Bajulmati segara rampung. Kalau waduk Bajulmati itu segera beroperasi, maka akan dapat mengairi ribuan hektare cetak baru sawah ■  Baca Waduk...Hal 39

KHARISMATIK: KH. Muzaki Syah sebelum memimpin zikir dan doa bersama.

TENTANG WADUK BAJULMATI ■ ■ ■ ■ ■

Dibangun pada lahan seluas 115,5 ha Pembangunan dimulai tahun 2007 Saat ini tahapan pembangunan sudah 40 persen Untuk penyediaan air irigasi Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pelabuhan Banyuwangi dan warga setempat. ■ Untuk menunjang intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian seluas 1.800 ha. ■ Penyediaan air baku untuk air bersih sebesar 50 liter per detik untuk melayani 18.000 kepala keluarga dan 60 liter per detik untuk pelabuhan dan pengembangan industri di Banyuwangi.

TEMPAT WISATA

SUMBER DANA  Pembangunan waduk berasal dari pinjaman luar negeri JBIC IP 505 sebesar Rp 15,15 miliar untuk pembangunan tahap 1 dan Rp 153 miliar untuk pembangunan tahap 2 yang berasal dari APBN.  Pembangunan waduk Bajulmati juga memiliki pembangkit micro hydropower sebesar 340 kilowatt. Pembangkit tersebut dapat digunakan sebagai penerangan lingkungan setempat. SUMBER: KEMENTERIAN PU

NUR HARIRI/RaBa

DINGIN: Pengunjung mandi di bawah air terjun Kalongan di Desa Pesucen, Kalipuro.

Air Terjun Kalongan Tidak Terawat KALIPURO - Belum banyak yang tahu bahwa di Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, ada tempat wisata yang cukup memesona. Tempat wisata itu berupa air terjun dan pemandian bernama Kalongan. Tempat wisata yang dibuka sejak 1980 itu memiliki keindahan yang alami. Di sana ada air terjun dengan ketinggian sekitar 10 meter. Air terjun itu dikelilingi perbukitan. Airnya sangat jernih dan dingin. Kolam pemandian wisata Kalongan memiliki kedalaman sekitar 15 meter ■  Baca Air...Hal 39

MUARA BOOM

EDY SUPRIYONO/RaBa

PERSOALKAN SERTIFIKAT: Ratusan nelayan saat mendatangi balai desa Kalianget, Jumat kemarin (4/5).

Banyak Tanah Negara Besertifikat SITUBONDO - Aparat penegak hukum di Kabupaten Situbondo tampaknya tak bisa berpangku tangan atas dugaan perilaku koruptif atas penyertifikatan sejumlah tanah milik negara di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Pasalnya, warga juga menemukan tanah-tanah negara lainnya yang juga disertifikat melalui Program Nasional Agraria (Prona). Rudi Bagas, koordinator aksi demo, warga Dusun Krajan, Desa Kalianget, mengungkapkan, pihaknya masih banyak menemukan sejumlah tanah negara yang disertifikat melalui Prona. “Jadi

sangat jelas, data awal untuk pengajuan dimanipulasi. Kemudian, diatasnamakan keluarga kepala desa,” ungkapnya kemarin. Dia mencontohkan, di Persil 86 ada dua kasus, dan di Persil 27 di Dusun Taman, Desa Kalianget, juga ada. “Makanya temuan kami ini dalam waktu dekat akan kita susulkan ke Kejaksaan Negeri Situbondo untuk mendukung proses yang sudah

berproses naik kelas dari penyelidikan ke penyidikan,” imbuhnya. Diberitakan kemarin, ratusan warga Dusun Krajan, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, ngelurug ke balai desa setempat. Mereka kesal karena sebidang tanah yang selama ini ditempati nelayan menjemur jaring, tiba-tiba sudah besertifikat atas nama dua orang warga. Warga yang sebagian besar berprofesi nelayan tersebut mempertanyakan terbitnya sertifikat yang diduga kuat tidak melalui prosedur sebagaimana mestinya tersebut. (pri/c1/als)

Targetkan Produksi Ikan 1000 Ton BANYUWANGI - Potensi ikan di laut terus mengalami penyusutan. Untuk mengantisipasi kelangkaan ikan, Pemkab Banyuwangi akan mencanangkan gerakan membangun 10 ribu kolam ikan di pekarangan rumah warga. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pudjo Hartanto menjelaskan, gerakan 10 ribu kolam itu dilatarbelakangi belum optimalnya pemanfaatan potensi perairan umum untuk kegiatan budi daya maupun penangkapan yang ramah lingkungan. Banyuwangi memiliki potensi perairan umum yang cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu perlu ada action konkret untuk mengembangkan potensi itu. Salah satu action adalah pembuatan kolam di pekarangan rumah warga ■  Baca Tergetkan...Hal 39

Peningkatan produksi ikan harus didukung gerakan membangun kolam ikan di lingkungan warga PUDJO HARTANTO Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan

Kisah Penemuan Dua Unit Mortir di Perairan Plengkung

Disangka Ikan Besar, Ternyata Bom Bersirip GALIH COKRO BUWONO/RaBa

PENDANGKALAN: Endapan pasir menutup sebagian muara di pantai Boom.

Dua Kapal Kandas BANYUWANGI - Dua kapal asal Pulau Raas nyaris celaka di sekitar muara Boom, Banyuwangi, kemarin. Kedua kapal pengangkut barang itu kandas di sekitar muara yang kini sudah tertutup pasir itu. Kedua kapal yang kandas itu, tiba di sekitar pantai Boom tidak bersamaan. Satu kapal yang membawa barang dari Pulau Raas datang pada siang hari, sedang satu kapal lainnya pada malam ■  Baca Dua...Hal 39 http://www.radarbanyuwangi.co.id

Sebagai seorang nelayan, Mispan, 36, tentu girang saat beban berat dia rasakan tatkala menarik senar pancing yang dia lepaskan ke laut. Tetapi perasaan senang lantaran menduga ikan besar memakan umpannya, itu hanya berlangsung singkat. SIGIT HARIYADI, Muncar

BAGI seorang pemancing, menangkap ikan berukuran jumbo tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Tak heran, hati para peman-

cing selalu berbunga-bunga saat beban berat mereka rasakan ketika menarik senar pancing. Sebab, itu salah satu pertanda bahwa ikan yang melahap umpan mereka adalah ikan berukuran besar. Begitu juga yang dirasakan Mispan. Nelayan asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, ini sempat girang bukan kepalang ketika beban cukup berat dia rasakan saat menarik senar pancing yang dia lepaskan di perairan Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo, dua pekan yang lalu (25/4). Dengan penuh semangat, laki-laki yang saat itu memancing bersama lima orang rekannya di atas perahu sekoci “Sumber Rezeki” tersebut bergegas mengulur senar pancing tersebut ■  Baca Disangka...Hal 39

Polisi berzikir untuk keselamatan bangsa

Sekalian berdoa agar ke depan tidak ada lagi unjuk rasa!

Dua kapal kandas di Pantai Boom

Itu isyarat proyek pengerukan pasir harus dilanjutkan.

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERPOTENSI MELEDAK: Petugas Satpolair Pos Muncar mengamati dua mortir yang ditemukan Mispan di kawasan Perairan Plengkung. email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


KOMUNIKASI BISNIS

30

Minggu 6 Mei 2012

HWK Gembleng 45 Calon MC BANYUWANGI-Sebanyak 45 orang perempuan dari berbagai usia, mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) master of ceremony (MC), kemarin pagi (5/5). Acara yang digelar Himpunan Wanita Karya (HWK) bersama Sanggar Kreasi Senyum Agmadina, itu dipusatkan di aula Sasono Waringin Agung, Gedung Golkar Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi. Ketua HWK Umi Kulsum, SH mengatakan, acara diklat MC

itu dilaksanakan dalam rangka peringatan hari ulang tahun HWK ke-31 dan Hari Pendidikan Nasional. Salah satu misi HWK adalah turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pelatihan MC itu, harap dia, akan muncul para calon MC baru dari berbagai kalangan dan organisasi. Sebab, peserta diklat berasal dari berbagai kalangan. Ada pemudi, pelajar, mahasiswa, ibu anggota PKK, dan kalangan

umum. “Peserta diharapkan benar-benar menyerap ilmu pengetahuannya, agar bisa diterapkan di organisasi masing-masing,” harap anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Golkar tersebut. Dalam sambutan pembukaan, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Dwi Yanto berharap, ke depan peserta diklat bisa menjadi MC handal. Setelah mengikuti diklat, saran dia,

peserta harus mencoba praktik di luar. Misalnya, menjadi MC dalam pengajian. Nah, hasilnya bisa dilaporkan bahwa sudah praktik menjadi MC dengan baik. “Rumus MC adalah senyum 2-2-7, yakni tarik bibir ke kiri 2 centimeter dan ke kanan 2 centimeter selama 7 detik. Dengan senyum akan menjadi public figure, yang selalu jadi pusat perhatian,” tuturnya.(irw/adv)

IRWAN SURYANTO/RaBa

DIKLAT MC:Ketua HWK Umi Kulsum (dua dari kanan) dan Sekretaris Dispendik Dwi Yanto menyanyikan lagu “Indonesia Raya” di aula gedung Golkar kemarin.

Surga Belanja IT dan Android Termurah Hi-Tech Mall Jalan-jalan ke pameran IT boleh-boleh saja tapi belinya tetap di Hi-Tech Mall. Hanya Hi-Tech Mall satu-satunya pusat IT terbesar, termurah, terlengkap, dan terjamin di Indonesia. Berbagai promo menarik dan hadiah langsung bisa didapatkan di pameran SSF 2012 hingga 31 Mei mendatang. Pusat Android Terlengkap mulai Rp 700ribuan Berbagai merk tablet android bisa nad beli dengan harga termurah mulai Rp 700ribuan. Selain itu, anda juga bisa langsung mendapatkan bonus gratis internetan unlimited 90 hari dari Telkomsel Flash senilai Rp 150ribu. Ikuti juga Android Challenge berhadiah microSD 8GB dengan hanya membeli tablet android di area pameran. Dapatkan konsultasi gratis tentang android di

BANYUWANGI

Android Corner Promo termurah dimulai dari Cyrus AtomPad dari Rp 999ribu jadi Rp 949ribu, VTab 751 dari Rp 899ribu jadi Rp 799ribu, Inforce Idano dari Rp 1juta kini Rp 899ribu gratis boneka Angry Bird. Treq 8GB hanya Rp 1.25juta. RealPad RL-P700S seharga Rp 1.650juta. Vandroid T2i dari Rp 1.25juta kini Rp 999ribu, PixTab Rp 2.299juta gratis microSD 8GB dan Efioo seharga Rp 1.299juta gratis microSD 8GB. Samsung Galaxy Tab 7plua dari Rp 5.499juta jadi Rp 5.1juta. Modem Hemat hanya Rp 199ribu Dapatkan promo menarik selama SSF 2012, modem Huawei Rev A bergaransi replace 1 tahun gratis Flexi Mobile Broadband unlimited EVDO 30 hari dari harga Rp 299ribu jadi Rp 199ribu ditambah mug exclusive foto diri.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Notebook Hemat Gratis Internetan 60hari Hanya di Hi – Tech Mall, beli notebook anda langsung mendapatkan internetan unlimited EVDO 60hari dari FlexiNet seniali Rp 100ribu. Harga notebook termurah dimulai Asus K43U-VX070D dari Rp 3.450juta jadi Rp 3.4juta. Toshiba L745-1216 dari Rp 5.520juta jadi Rp 5.43juta. Fujitsu LH531 berbonus speaker fujitsu seharga Rp 4.6juta. Sony Vaio YB35AG dari Rp 4.599juta jadi Rp 4.499juta gratis backpack. BenQ proyektor MS500p dari Rp 4.1juta jadi Rp 3.59juta gratis screen. Printer hemat Canon ip2770 plus modif hanya Rp 500ribu, HP printer K110a hanya Rp 775ribu gratis 1 rheem kertas. Jangan lewatkan promo weekend dari printer Epson berhadiah shopping voucher 100ribu untuk pembelian Lseries. Dapatkan juga hadiah langsung mulai mouse, speaker, printer hingga notebook tiap harinya.Buktikan sendiri belanja termurah dan terlengkap hanya di Hi-Tech Mall. Boleh saja jalan-jalan ke pameran lain tapi belinya tetap di Hi-Tech Mall. Ingat IT, ingat Hi-Tech Mall.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Bursa Property •

• Rumah & Tanah •

• Kryawan/ti Distro •

• Kapster Salon •

• Mazda 323 ‘87 •

Bingung cri rmh?Temukan rmh baru anda di www.banyuwangiproperty.com, bursa jual beli propertydiBwi.AryaAgenProperti081336659258

Djl cpt rmh & tnh LT 500m2, lok dpn trmnl Bus Muncar,cckutkusha&stratgs,Hub:082264893008

Dbthkan sgera karyawan/ti u/ distro, butik, min SMU sdrjt, dtmptkan di Malang, Bwi, Genteng, Bndowoso. Lmrn bw lgsg ke Anugerah Ftcpy, Jl. Agus Salim (sltn Untag) Bwi or Hub: 0333427190

Dcr Kapster Salon, gaji pokok + komisi. Hub: 081977338889/08123028889

Dijual Mazda 323 NB th ‘87 hijau siap pakai, harga nego. Hub:081559522110

• Rumah & Selep Beras • Djl cpt rah & selep beras SHM 1.700m2 (satu lokasi) cck utk usaha, lok dpn Pasar Wringinpitu, Tegaldlimo.H:081934803237 - 081229967879

• Jl. PB Sudirman • Dijual Rumah LT 455m2, LB 140m2, SHM, Jl. PB Sudirman sebelah Bakso Untung Jajag. Hub: 085854916499 - 396254

• Rumah + Mobil • DjlRmhLt156m,lt.2Hrg(Rp.350jt),Kijang''90,biru mtlk.JlGembrung270Bakungan.081231339328

SITUBONDO • Rumah 150m2 • Dijual Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2, Jl. Gn Ringgit (selatan KUA)/ Rawan RT03/02 Besuki, hrg 675jt nego. Hub: 085259967973

• Tukang Kayu Mebel • Perusahaan Asing (PMA) produsen mebel ekspor mmbutuhkan segera beberapa Tukang Kayu Mebel. Silahkan melamar atau datang langsung ke PT. Warisan Eurindo Jl. Letjen Suprapto N0. 69 Argopuro, Kalipuro, Bwi

BANYUWANGI BANYUWANGI

• STNK •

• Tanah SHM 442m2 •

• Ruko + Rumah •

Hlg STNK Nopol P 4740 VN a/n Devi Novita Sari, Jl. Isyak Suyono No.14 Kalibarumanis

Djl tanah di blkg Perum Graha Family Klatak harga nego. Hub: 085257059545

Djl Ruko + Rumah L 143M2 SHM Lok. Simpang Tiga Parijatah Srono dpn Jln Rya Cck u usha, 0333-8910015-081233807515.

BANYUWANGI

• 5 Kavling • Jual 5 kavling siap bgn dpn Mayangsari Sukowidi msk 50m Bwi, Hub: 081336926646

• Tanah Dlm Kota/Murah • L400m2 125jt siap bngun dlm kota posisi pojok depan Jl. Erlangga/delerYamaha Sobo 500m ke brt. Hub: 085258008833; 085859959455

• Tanah SHM 4400m2 • Dijual tanah pinggir jln raya utama Rogojampi Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat, selatan perusahaan Gazebo, barat jalan. Harga per m2 Rp 225.000. Hub: Taufiq 082143391022

• Accord Cello ‘94 •

Hlg STNK Nopol P 6763 XA, an. Noerharijati, Jl. Abdullah No.48 RT02/III Tukangkayu

• Jl. Agus Salim •

Hlg STNK Nopol P 6858 WI, an. Samsudin, Dsn Krajan RW 04/01 Kalirejo

Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

Hlg STNK Nopol P 2058 YF, an. Efendi, Jl. Basuki Rahmat No. 56 RT 04/IV Lateng

• Toyota Avanza ‘08 •

• Suzuki ST150 PU ‘11 •

Dijual Honda Accord Cello 94, silver, istimewa, 081338020981 / 085330072007

• Colt Diesel • BANYUWANGI

Dijual Colt Diesel 6 RD 100PS Tahun 93/ 94 mulus, Hubungi:081233888886

• Vitop Jaya •

• Prima Mobil •

Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544, 0852257454364

Avanza07,10, Stream 07, Karimun11, Splash 11, Innova06,05, LGX 04, Krista 03, G Livina 08, Kuda 02, Escudo 98, LS05, Timor 97, Espass 06, SS 10, 09, 07, L300 ’10, 11, Fortuner 10. 0333411655, 085258665239

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2008 biru metalik, harga 126,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki ST 150 (pick-up) tahun 2011 hitam, harga 83,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Innova ‘05 •

• Isuzu Panther ‘97 •

• Suzuki APV ‘09 •

Dijual Toyota Innova V XW41 tahun 2005, merah metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther Sporty TBR54 PRLC STD tahun 1997 biru metalik, harga 78,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki GC 415 APV DLX tahun 2009 silver, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘04 •

• Kijang Innova ‘07 •

• Honda Jazz ‘06 •

Dijual Innova 04 Bensin Tipe G . Pajak Baru, harga 140 Juta Nego. Cash & Kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111081335897888

Dijual Toyota Kijang Innova tahun 2007 euro II type 62.0 hitam, masa pemakaian 50 ribu m, hubungi: 08155918371, 087757913939

Dijual Honda Jazz 06, manual, silver, 135 juta nego, cash/kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

• Grand Vitara ‘12 •

• Suzuki Swift ‘10 •

• Kijang LGX ‘00 •

Dijual Suzuki Grand Vitara Matik Tahun 2012, Silver KM 6000 (P), seperti baru, Potongan 50juta dar i harga baru, bisa cash/ kredit, hubungi: 081358981614

Dijual Suzuki Swift th 2010 warna silver, manual, barang istimewa harga 150 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111 – 081335897888

Dijual Kijang LGX solar th 2000, silver, pajak atas nama pembeli, 120 juta nego, cach/kredit, tukar tambah. Hub: 082142194111, 081335897888

• Mitsubishi Fighter ‘88 •

• Daihatsu Xenia XI ‘10 •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

Dijual Truk Mitsubishi Fighter tahun 1988, kondisi bagus siap pakai, bak rangka besi, warna coklat, harga 150 juta nego, hubungi: 0811352807 / 081336120600

Oper kredit Daihatsu Xenia 2010. XI Delux Plus, DP67,5 juta, angsuran 20x2.875.000. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Grand Vitara JLX 07, silver stone, harga 179 juta, cash/kredit, bsa tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

• Pengobatan Alternatif • Gus Fathur Pengobatan Alternatif (Pijat, toto, & ramuan tradisional) mengobati berbagai macam penyakit. Jl. PB. Sudirman 124 (Samping Hotel Widodo) Jajag, Banyuwangi

SITUBONDO • Genteng Beton • Situbondo Genteng Beton jual murah produk Bumi Indah, Jl. Semeru no. 111 Situbondo, 0333-671950

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

• Dikontrakkan • Dikontrakkan Ruko lokasi Jl. Kapten Ilyas 56, Banyuwangi. Hub: 08179694674

• Tanah Strategis •

• Tukangkayu •

Jual tanah Strgs dkt TPI Muncar cocok buat usaha/pabrik! Hrg psr 1jt/m dijual hny 800rb/ m bs KPL bank! no SMS! Tlp 082143090107

DjlRuko 2 Lantai L 435m2 Lok Jl Imam Bonjol No 57 Bwi. Cck utk Bisnis/ Perkantoran. Hub HADI 081358226569

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Minggu 6 Mei 2012

Kais Plastik di Laut, Sehari Dapat 3 Kg MUNCAR - Tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut rupanya masih rendah. Salah satu contoh nyata, fenomena itu terlihat di sekitar bibir pantai di kawasan Pelabuhan Ikan Muncar. Di lokasi itu, banyak sekali sampah –baik organik maupun anorganik– yang terapung di laut. Nah, pekerjaan yang dilakoni Pak Mo, 54, tampaknya patut mendapat apresiasi. Nyaris setiap hari, pria asal Kecamatan Muncar, itu menyisir bibir pantai untuk memungut sampah plastik. Bahkan, dengan bermodal galah yang ujungnya dipasangi jaring, dia berusaha menjangkau sampah yang terapung di perairan. Dalam sehari, Pak Mo bisa mengumpulkan sampah plas-

ALI NURFATONI/RaBa

TERGULING: Puluhan potongan kayu jati tumpah di pinggir Jalan Raya Baluran, kemarin.

Jalan Menurun, Truk Terguling Sopir Lari, Polisi Sulit Evakuasi SITUBONDO - Sebuah truk gandeng terguling di Jalan Raya Pantura, Taman Nasional Baluran, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Akibatnya, truk bernopol B 9613 XU yang mengangkut puluhan kayu jati tersebut tumpah. Hingga kemarin (5/5), bangkai truk nahas tersebut masih teronggok di selokan. Untungnya, tidak korban jiwa dalam insiden kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang terjadi Kamis lalu (3/5). Hanya saja, sejak kejadian tersebut, sopir truk melarikan diri. Polisi yang menangani kasus laka tersebut juga merasa kesulitan. Apalagi, polisi terlambat menerima laporan kecelakaan tersebut. Sehingga, proses penanganan evakuasi terbilang lamban. Informasi yang dikumpulkan koran ini di lokasi kejadian menyebutkan, puluhan kubik

kayu jati tersebut milik Perhutani KPH Banyuwangi Utara. Tetapi, usai mengalami laka tersebut, diduga Perhutani tidak langsung berkoordinasi dengan polisi. ‘’Yang punya (Perhutani) gak langsung laporan pada kita,’’ ujar salah satu polisi, saat mengecek kondisi bangkai truk kemarin. Karena itulah, kata polisi tersebut, penanganan proses evakuasi tidak segera dilakukan. Itu bukan tanpa alasan. Sebab pihaknya khawatir ada masalah di belakang hari. ‘’Sopirnya lari. Kalau kami tiba-tiba mengevakuasi tanpa koordinasi, nanti takut disalahkan. Seperti ada kayu yang hilang,’’ kata polisi yang bertugas di Desa Batangan, Banyuputih, itu. Meski begitu, diperoleh keterangan proses evakuasi tersebut akan dilakukan hari ini (6/5). Mengenai data-data lengkap tentang siapa yang terlibat, polisi masih belum mengetahui secara pasti. Se-

bab, yang menangani kasus laka itu koleganya. ‘’Yang menangani bukan saya. Nanti takut salah. Tapi, sekarang sudah di laporkan ke Polres,’’ katanya, seraya ngeloyor pergi. Sementara itu, jalan di lokasi kejadian memang tampak menurun. Diduga, laka tersebut akibat masalah teknis. Sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya lantaran jalanan menurun dan bermuatan puluhan ton itu. Kecelakaan itu tidak sampai memacetkan jalan. Sebab, bangkai truk gandeng itu terjerembab di samping utara jalan. Kanit Laka Polres Situbondo, Iptu Baktiar menegaskan, hingga saat ini sang sopir masih melarikan diri. Dengan fakta tersebut, pihaknya meminta kepada si sopir untuk segera menyerahkan diri guna dimintai keterangan. ‘’Sopirnya masih belum ditemukan. Proses evakuasi menunggu dokumen lengkap,’’ katanya. (ton/c1/als)

Di Balik Acara Arisan Awak Media di Situbondo

Semalam, 15 Kilogram Ikan Kakap Ludes Seperti biasa, kumpulan awak media di Situbondo menggelar arisan sebulan dua kali. Dalam setiap pertemuan, setelah acara istigotsah, mereka berdiskusi tentang topik kekinian. Namun, pertemuan Jumat malam (4/5) lalu, lain dari biasanya. ALI NURFATONI, Situbondo “ADA acara apa ya? Malammalam kok ramai.” Begitulah kira-kira pertanyaan yang terbesit dalam benak pengguna jalan yang melintas di depan sebuah rumah di Jalan Merak, Kelurahan Patokan, Situbondo, malam itu. Apalagi, sekitar 50 meter dari hunian tersebut sudah tercium ikan bakar. Ya, di halaman rumah seluas 8 x 4 meter itu, ada aktivitas bakar ikan. Seorang pria berumur 60 tahun sedang memanggang ikan di atas perapian. Dia adalah tukang becak yang biasa mangkal di depan rumah tersebut. Tak kurang 15 kilogram ikan jenis kakap berhasil dibakar sang abang becak. Aktivitas abang tukang becak tersebut mengiringi hajatan arekarek Forum Silaturahmi Jurnalis Harian Situbondo (Rumah Satu) malam itu. Dalam acara tersebut, terlihat kebersamaan dan kekompakan para jurnalis dari berbagai media di Kota Santri itu. Selain kalangan wartawan, hadir

DOK. ALI NURFATONI/RaBa

KOMPAK: Kabiro Radar Situbondo Edy Supriyono (dua dari kanan) menikmati ikan bakar.

juga anggota DPRD Situbondo. Seperti ketua komisi I Syaiful Bahri Wakil Ketua DPRD Hadi Prianto, dan Ulvia Rasyid . Tidak ketinggalan, sejumlah perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ada di tengah-tengah acara. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga datang. Meski hanya diundang melalui pesan singkat (SMS), namun mereka menyempatkan hadir. Yang berhalangan, menyampaikan permohonan maaf. Semisal, Wakil Bupati Rachmad, meminta maaf karena tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Sebab, ketua DPD Golkar itu sedang ada pertemuan di Genggong, Probolingo. ‘’Maaf, saya gak bisa hadir. Saya ada pertemuan dengan bapak Abu Rizal Bakrie di Genggong,’’ ujarnya, melalui pesan yang masuk ke koran ini. Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Hadi Wijono. Padatnya jadwal sebagai pejabat pemerintah, membuat dirinya tidak bisa hadir. Padahal, Sekda sebenar-

nya ingin menyempatkan untuk hadir. ‘’Saya ingin sekali datang. Tapi kebetulan ada rapat. Jadi saya mohon maaf. Semoga acara sukses,’’ ucapnya. Ketua DPRD Zeiniye, juga tidak bisa hadir karena ada halangan. Meski begitu, politisi PPP itu berharap agar kegiatan berlangsung dengan lancar. Aparat kepolisian juga berhalangan hadir. Pertemuan tersebut memang rutin digelar sebulan dua kali. Sebelum arisan digelar, biasanya lebih dulu diisi dengan acara istigotsah. Yang bikin menarik, malam itu usai acara diisi dengan bakar-bakar ikan. Untuk apa? “Bakar ikan ini khusus untuk melepas teman kita yang akan pindah tugas,” ujar Edy Supriyono, kepala biro Radar Banyuwangi di Situbondo. Ya, penulis memang akan pindah tugas ke Biro Genteng. ‘’Selamat bertugas ke tempat yang baru. Jangan lupa dengan kita semua. Persahabatan ini tidak mengenal waktu,’’ ujar ketua Rumah Satu, Edi Wahyudi, kepada penulis. (als)

tik seberat dua sampai tiga kilogram (kg). Ironisnya, hasil jerih payahnya itu hanya dihargai sebesar Rp 3 ribu per kg. Jika dikalkulasi, pendapatan dari hasil penjualan rongsokan itu sebesar Rp 6 ribu sampai Rp 9 ribu. Tentu, jumlah rupiah yang berhasil dikantongi pria berperawakan kurus itu tidak sebanding dengan jasanya yang telah meminimalkan pencemaran lingkungan. Apalagi, pekerjaan yang dilakoni Pak Mo bukan tanpa risiko. Dia berpotensi terseret ombak jika sewaktu-waktu air laut pasang. Bukankah akan lebih baik jika di warga membuang sampah di tempat yang semestinya, sehingga para pemulung seperti Pak Mo tidak perlu lagi memungut sampah

SIGIT HARIYADI/RaBa

PAKAI GALAH: Tumpukan sampah yang terapung di laut menjadi ladang rezeki bagi pria ini.

di tepi pantai? Dan, pasti akan lebih baik lagi jika rencana pemerintah mendirikan tempat pembuangan sementara (TPS) di kawasan

pasar ikan Muncar segera direalisasikan. Dengan begitu, masyarakat pasti akan semakin segan membuang sampah sembarangan. (sgt/c1/als)


38

Minggu 6 Mei 2012

Kerja Keras Berbuah Seabrek Medali

Hayo Apa

MERAIH prestasi yang optimal membutuhkan perjuangan keras dari sahabat Koper untuk menggapainya. Jadi, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Usaha keras mulai dari belajar sendiri, sampai bimbingan belajar dari guru, pelatih, bahkan orang tua. Semua komponen tersebut sangat mempengaruhi siswa untuk berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Di luar komponen itu, sahabat Koper harus bisa membagi waktu antara belajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan lain. Jangan sampai hanya berprestasi di u bidang non akademik, namun justru jeblok di bidang akademik. fi Seperti yang dilakukan Firsta Yufi n Amarta Putri, siswa SDN Rintisan Berstandar Internasional (RBI) Banyuwangi (SDN Model). Prestasii yang diraihnya merupakan bakat dan talenta yang dimiliki putri pasangan Hery Yulistianto, SE dan Fitriana Okta Purwati itu. Setiap hari, dia selalu menyempatkan diri untuk belajar, mengikuti bimbingan dari sekolah, serta berlatih bakat dan minat kepada pelatih renang dan fashion. “Kita harus pandai-pandai membagi waktu agar anak tidak jenuh dan tetap terus termotivasi meraih prestasi,’’ kata Hery. Sejak tahun 2007, sahabat Koper yang akrab disapa Fia itu sudah mengoleksi seabrek prestasi. Dia sukses menjadi ISTIMEWA juara I Putri Flora Cilik SD MONCER PRESTASI:Firsta Yufi Amarta Kabupaten Banyuwangi. Fia Putri menunjukka n medali. juga menyabet juara I Lomba Fashion Fresh n’ Funky yang digelar Radar Banyuwangi tahun 2008. Tahun itu juga, juara I Pemilihan Kartini Masa Kini se Karesidenan Besuki dan Lumajang disandangnya. Tak hanya itu, juara I Pemilihan Top Model of Year se Jawa Timur tahun 2009 dan juara I Jebeng Cilik 2011 tingkat SD se Kabupaten Banyuwangi, juga disabetnya. Kakak Rifbeta Mario Nugra Akbar, itu juga meraih juara I Gitapati Klasemen Dasar dalam Kejurkab Drum Band Bupati Cup X 2011. Masih banyak lagi, siswi kelas V itu mampu meraih dua medali emas dan satu medali perak dalam Pekan Olah Raga SD Kabupaten Banyuwangi 2010. “Semua prestasi ini berkat bimbingan guru, pelatih, dan dukungan dari orang tua,’’ sebut Fia. Prestasi Fia tidak hanya di bidang non akademik. Di bidang akademik, raihannya sahabat Koper satu ini tidak kalah berkilau. Tahun 2010, dia mencatatkan diri sebagai juara I lomba Telling Story se Kabupaten Banyuwangi. Kemudian juara II The King or The Queen Election tahun 2010. Yang paling membanggakan, pada tahun 2012 ini Fia meraih juara I Putri Lomba Siswa Teladan Kabupaten Banyuwangi. Sahabat Koper ini mampu menyisihkan semua perwakilan FOTO-FOTO ISTIMEWA kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. “Semua butuh RANCAK: Tari Rodat Siri’an menghangatkan panggung Aksobya, Hotel Princess Manohara, Borobudur. (Inzet) siswa memaparkan budaya Banyuwangi dalam forum debat. perjuangan, kerja keras, dan ketelatanan,’’ tandas Fia.(adv/irw)

PRESTASI sudah menjadi salah satu ambisi di kalangan pelajar. Baik prestasi akademik maupun non akademik. Tanpa prestasi, sahabat Koper pasti tida akan merasa tidak pun kebanggaan punya s di sekolah maupun lin lingkungan rumah. Jik otak tidak meJika m mungkinkan meraih pr prestasi akademik, m maka pelajar masih b bisa merengkuh p prestasi non akad demik. Kenapa menjadi k kebanggaan, sahabat Koper? Karena prestasi adalah upay upaya sendiri untuk meraih sesuatu yang bisa diakui. Dengan prestasi, sahabat Koper juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Bahkan dapat menuai beasiswa di sekolah favorit. Nah, saat ini bagaimana animo di kalangan pelajar dalam meraih prestasi? Apakah gregetnya cukup besar? Sebab, kini sedang tren pelajar ikut geng motor. Suka kebut-kebutan, ugalugalan, bahkan tawuran. Apakah semua pelajar seperti itu? Tentu saja tidak, sahabat Koper. Saat ini, banyak pelajar yang masih memiliki orientasi untuk mengejar prestasi dan meningkatkan kualitas diri. Ketua Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Banyuwangi Mujiono mengakui bahwa animo pelajar mengejar prestasi masih sangat tinggi. Tidak hanya prestasi akademik, kata dia, tetapi juga torehan prestasi non akademik menjadi incaran. “Semakin banyak prestasi yang dicapai siswa, maka akan mengharumkan nama sekolah dan daerah. Prestasi siswa itu juga akan mendapatkan penghargaan,” terangnya kepada RaBa.

Diakui, tidak sedikit siswa yang mendapatkan beasiswa, karena memiliki prestasi akademik maupun non akademik. Bahkan, banyak yang diterima di jenjang pendidikan lebih tinggi tanpa tes. Meski prestasinya non akademik, raihan siswa itu tetap mendapatkan apresiasi luar biasa. Malah ada yang diterima bekerja di suatu perusahaan dengan mudah. “Misalkan, siswa itu memiliki prestasi di bidang olahraga, maka perusahaan akan merekrutnya sebagai karyawan,” bebernya. Mujiono menambahkan bahwa pelajar di Banyuwangi telah mampu menorehkan prestasi di kancah nasional. Bahkan sudah berkibar di kancah internasional. Prestasi yang baru tercapai adalah juara dalam Asian School Athletic di Singapura. Siswa SMAN 1 Giri, Rendyana Putra, sukses meraih medali perunggu dari cabang lari sprint. “Saat bertanding, kebetulan Rendy sakit, jadi tidak bisa tampil optimal. Coba sehat, mungkin bisa meraih prestasi lebih tinggi,” terang kepala SMAN 1 Giri tersebut. Sebelumnya di ajang nasional, Rendy berhasil membawa pulang dua medali emas. Dia mampu mendominasi dalam kejuaraan nasional atletik junior. “Dia meraih medali emas dari lari sprint 100 meter dan estafet,” ungkapnya. Mujiono mengungkapkan, semangat siswa meraih prestasi patut diacungi jempol. Hanya saja, kendalanya adalah masalah biaya mengikuti lomba. Sebab, anggaran yang dimiliki sekolah untuk membiayai keikutsertaan lomba sangat terbatas. Sedangkan, orang tua siswa sering keberatan jika dimintai bantuan ikut menanggung sebagian biaya. “Orang tua siswa yang sering menolak ketika harus urunan untuk membantu mendanai sebagian biaya lomba,” sesalnya.(irw)

Sarat Pengalaman dari Jambore Seni Nusantara SEBUTAN “aclak” mungkin cocok bagi kami yang terdiri dari delapan siswa berbeda sekolah, yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Mengapa “aclak”? Karena saya pribadi menganggap perjuangan serta pengorbanan, yang telah kami lakukan telah mengajarkan banyak hal dan ilmu yang bermanfaat. Itu diperoleh saat mempersiapkan keberangkatan hingga kepulangan kami dari kemah akbar seni budaya Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) di Pondok Tingal, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 23 sampai 29 April 2012 lalu. Persiapan mental fisik, bahkan finance (uang saku), yang dilakukan telah menjadikan kami siap lahir batin untuk bertemu, belajar, mengamati, mempertunjukkan, memperkenalkan, serta mempertahankan seni budaya asli Banyuwangi di depan umum (forum). Delegasi kami terdiri dari Iffa Almas (SMAN 1 Pesanggaran), Febriana Ramadhani (SMAN 1 Purwoharjo), Chyntia Perdana Widodo (SMAN 1 Tegaldlimo), Bino Diha Zakaria (R-SMK-BI N 1 Banyuwangi), Iqbal Darrisatyo Arif (R-SMK-BI N 1 Banyuwangi), Novi Ambarsari (R-SMA-BI N 1 Giri), Winanis (SMPN 4 Banyuwangi), dan saya sendiri, Ni Wayan Apsari S.P. (R-SMA-BI N 1 Giri). Awalnya, kami merasakan depresi karena pressure dari kondisi dan waktu, yang mengharuskan kami tanggap serta sigap terhadap per-

Oleh:Ni Wayan Apsari S.P Peserta Kemah LPSN di Borobudur

siapan pementasan. Apalagi, ada debat yang akan kami hadapi di sana. Tidak tanggungtanggung, debat yang diusung ada tiga tema, yaitu makna dan perlakuan terhadap warisan budaya. Tema kedua adalah preservasi dan inovasi budaya tradisi. Sedangkan tema ketiga adalah budaya-budaya marginal di Indonesia. Tim debat pertama dari Banyuwangi sebagai perwakilan Jawa Timur beranggotakan saya, Iqbal, dan Chyntia. Sementara tim debat kedua adalah Novi, Bino, dan Febri. Persiapan debat diawali dengan pembuatan makalah. Bahannya dikumpulkan dari proses wawancara dan olah data dari buku atau sumber, yang dapat dikutip. Selanjutnya mempersiapkan slide show untuk mempertegas. Pekerjaan tersebut dilakukan di sela- sela latihan pementasan Tari Gandrung Kreasi sebagai pembukaan Kemah Akbar LPSN 2012. Teater Jajang Blambangan dan Tari Rodat Si’iran juga ditampilkan pada pementasan hari kedua Srawung Seni Segara Gunung di Hotel Princess Manohara, tepatnya di panggung Aksobya. Suatu kebanggaan dapat mementaskan diri di depan orang. yang belum pernah kita kenal. Dari kalangan domestik, ada budayawan dan orang-orang penting dari kabupaten, bahkan

Pertanyaan di Salah Satu Langkah Aku berjalan, melihat sebuah awan putih.. Ku temukan titik-titik kecil menyerupai sebuah air.. Aku mulai bertanya? Apakah itu yang dinamakan embun pagi.. Bunga tersenyum seakan menjawab.. Ini adalah air yang membasahi tubuhku setiap pagi Langit membagikan hartanya untuk kami minum setiap pagi.. Begitu indah kau di mata kami Tak pernah bisa terlukiskan Oleh sebuah kata kata syukur atas semua ini Alam yang indah membuat ku merasakan Kedamaian dalam jiwa.. Jiwa dengan roh yang menyatu Mengajak ku kompromi mensyukuri karunia-Mu Puri Rachma Widiyanti. Manusia biasa.

Kelas Masalahku setiap masuk kelas dia kelihatan tak bersemangat melihat muridnya yang selalu heboh raut wajahnya menjadi merah teriakan dan ungkapan hatinya memberi anjuran dan menusuk hati dia selalu marah pelajaran pun penuh suasana bosan dan menyebalkan semua murid dia salahkan apa semua murid di kelas itu salah ?

KOMPAK: Para siswa memainkan alat musik bambu.

nasional. Ada juga wisatawan asing dan kedubes asing yang berkunjung ke Borobudur. Kami juga mengikuti workshop. Acara tersebut disuguhkan kepada seluruh peserta kemah LPSN dari enam provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Jawa Tengah, dan NTB. Total pesertanya 140 orang, yang terdiri dari siswa dan guru. Ada workshop tari, teater, audio visual, pembuatan alat musik bambu, dan batik. Saya, Iffa, Chyntia, dan Winanis menjadi perserta workshop tari. Novi menjadi siswa workshop teater. Febri ikut workshop batik. Sedangkan Bino dan Iqbal menjadi siswa workshop audio visual. Di sana, kami diajari banyak hal. Bukan sekadar materi pelatihan, tetapi kami juga

tidak, hanya gara-gara virus-virus itu saja semua jadi ikut terlibat aku kesal dan tidak suka berada di kelas ini karena setiap hari mendengarkan guru bernyanyi rock telingaku menjadi merah dan panas kapan semua ini akan berakhir aku ingin sekali, kelas ini menjadi di pojok hati para guru dan teristimewa di mata guru-guru tercinta Risky Ayu Ps. Siswa SMPN 2 Srono.

Kejamnya Matahariku Di saat detak waktu berjalan roda-roda kehidupan pun berputar berteman dengan sosokmu dalam hidupku berawal pertemuan berakhir dengan kepahitan kumengenalmu dalam keseharianku kulukiskan dalam hidupku wahai kawan sosokmu kini telah kujadikan sejatiku kini kusandarkan arti sebuah kepercayaan padamu oh Tuhan betapa terpuruknya diriku saat kudengar aku menjadi buah bibir orang lain kecacat kuranganku ketika selalu diungkap olehnya kawan, inikah balasanmu padaku? kutimang kau seperti kumenimang matahari dalam hidupku sungguh tak terduga, cerita hidupku seperti ini matahari nan senja yang kutimang kini membunuhku! membuatku terbelenggu mengisahkan nostalgia dalam hidupku Chicha Maulinda. SMPN 1 Genteng.

diajari menghargai waktu dan disiplin. Yang terpenting adalah kekompakkan tim. Rasa pahit, manis, asam, dan asin bak rasa makanan bercampur jadi satu. Kami hidup dan bertahan dalam satu kawanan anak–anak pecinta dan pengembang seni budaya serta penerus bangsa. Rasa bosan dan rindu terhadap kampung halaman, termasuk keluarga dan sekolah, yang menjadi perkenalan awal, berubah menjadi suasana akrab dan menyenangkan. Apalagi didukung oleh instruktur pada setiap workshop dan guru pembimbing kami tersayang. Kami tidak dapat menjumpai serta memeluk keluarga. Bahkan, teman di sekolah seperti biasanya. Namun, kerinduan terhadap mereka dapat tergantikan dengan keluarga baru kami

RINDUKU Ketika rindu menyeruak berlari Tak mampu tuk meredam Kucari dirimu yang pernah di hati Menyisakan kenangan yang hitam Biarlah namamu kubagi Di sisi ruang kalbu paling dalam Kusimpan kisah ini sendiri Dan tak akan padam Selamanya… Linda Mustika Hartiwi. Pegawai Swasta.

Dendam Dendam tak pernah berguna karena membuat hati terasa kesal panas dan benci pada orang hapuslah, buanglah, dan singkirkan dendam tidak pantas untuk kita bukan pelanjut masa dan negara dendam membuat kesengsaraan sepanjang masa dendam adalah penyakit hati jika dendam disimpan adalah tabungan membakar api permusuhan hidup akan gelap, dan tercoret dari dosa satu pesan untukmu jangan menyimpan dendam rapat-rapat buanglah jauh-jauh hindari dan singkirkan dari jiwa dan raga kita Sarah Nadhila Rahma. Palajar.

yang setia menemani di kala rasa homesick melanda. Sebenarnya ungkapan saya tidak sesempurna kenyataan yang terjadi. Pengalaman kami sungguh tak terlupakan. Rasa puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan segalanya bagi kami, yang haus akan prestasi dan persaudaraan. Rasa syukur kami juga ditujukan kepada pemateri dan guru– guru kami, yang setia dan sabar memberikan bahan ajar dan pengalaman kepada kami. Yang tidak dapat dilupakan adalah canda tawa, bahkan cinta lokasi yang terjalin di antara kami sesama peserta. Hal yang sangat melekat di hati. Itulah sedikit pengalaman saya pribadi. Sesungguhnya kenyataan yang terjadi lebih sempurna daripada sekelumit cerita saya.(*/irw)

RAMALAN BINTANG Ramalan bintang malam ini aku harus menunggu ramalan bintang esok hari kau tentukan langkahku tentang hidup dan nasibku Semua mengalir dari ucap katamu tapi, tentang hatiku? ramalan bintang sebenarnya kau tak tahu Ah...... ramalan bintang tentu aku akan bertanya lagi padamu. St Lutfil M. Mahasiswa PBSI STAIDA.

Penjaga gawang rubrik Budaya Radar Banyuwangi menunggu tendangan karya Anda dalam bentuk cerpen, puisi, artikel budaya, gambar, dan sketsa, ke email budayaradarbwi@ gmail.com


Minggu 6 Mei 2012

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Bisa Tingkatkan Produksi Beras ■ WADUK... Sambungan dari Hal 29

Kalau waduk itu bisa segera direalisasikan, lanjut Bupati Anas, maka disparitas antara Banyuwangi wilayah selatan dan utara dapat dikurangi. Selama ini, Banyuwangi selatan

tanahnya subur sementara utara tanah gersang. Karena itu, Bupati Anas mengaku kerja keras untuk segera mewujudkan waduk Bajulmati. Anggaran infrastruktur di pusat tidak bisa hanya ditunggu saja, melainkan harus dijemput. Untuk itu, selama proses pembahasan APBN perubahan 2012

mantan anggota DPR RI itu harus road show ke beberapa kementerian dan gedung DPR RI untuk menjemput anggaran. “Kita berharap pada tahun 2014 waduk itu sudah selesai dikerjakan dan sudah bisa dioperasikan,’’ harap Bupati Anas. Kepala Dinas Pekerjaan

Umum Guntur Priambodo menambahkan, jika waduk Bajulmati beroperasi maka akan ada cetak baru sawah seluas 1000 hektare. Selain cetak sawah baru, dapat mengairi lahan intensifikasi seluas 5000 hektare. “Saat ini hanya sekitar 200 persen dan akan naik men-

Menyerap 2.750 Tenaga Kerja ■ TARGETKAN... Sambungan dari Hal 29

“Potensi perikanan tangkap di laut semakin lama semakin berkurang,’’ kata Pudjo. Untuk mengantisipasi kelangkaan ikan di laut, pemerintah sudah ada upaya konservasi di laut. Karena itu peningkatan produksi ikan harus didukung kegiatan gerakan kolam ikan di lingkungan warga. Pudjo menjelaskan, target pen-

capaian pembangunan 10 ribu kolam itu dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2012, jumlah kolam yang akan dibangun 2000 unit dengan total produksi mencapai 200 ton. Jumlah 10 ribu kolam ditargetkan akan tercapai pada tahun 2014 hingga 2015 dengan jumlah kolam pekarangan per kecamatan mencapai 400 sampai 500 kolam. Sedangkan jenis ikan yang akan dibudidayakan, sepenuhnya diserahkan pada permin-

taan warga. Kolam ikan di pekarangan cocok dengan perairan di wilayah tersebut, yaitu bisa ikan gurami, nila, tombro, lele bahkan sidat (belut Jepang). Pada tahun 2015 nanti, Pemkab Banyuwangi menargetkan produksi ikan mencapai 1000 ton dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2.750 orang dengan penambahan penghasilan sebesar Rp 1,5 juta setiap tiga bulan. “Kita pastikan tingkat konsumsi makan ikan sebesar

31 kg per kapita,” ungkapnya. Untuk mendukung gerakan 10 ribu kolam di pekarangan, kata Pudjo, pemkab akan memfasilitasi program pengembangan perikanan budi daya berupa bantuan paket sarana wadah dan peralatan budi daya, serta bantuan paket sarana produksi perikanan. Selain itu juga ada program pemberian pinjaman berupa KUR dari BNI, Bank Jatim, BPR Jatim, dan Mandiri. (afi/c1/aif)

jadi 300 persen,’’ ujar Guntur. Waduk Bajulmati dibangun pada lahan seluas 115,5 hektare. Selain direncanakan untuk penyediaan air irigasi, waduk tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pelabuhan Banyuwangi dan warga setempat. Air tersebut diperuntukkan untuk peningkatan penyediaan irigasi dalam upaya menunjang

intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian seluas 1.800 ha. Penyediaan air baku untuk air bersih sebesar 50 liter per detik untuk melayani 18.000 kepala keluarga (KK) dan 60 liter per detik untuk pelabuhan dan pengembangan industri di Banyuwangi. Banyuwangi utara memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Namun, wilayah tersebut belum dikembangkan se-

cara maksimal karena masalah keterbatasan air yakni pada musim hujan, air langsung terbuang ke laut. Sedangkan pada musim kemarau kekurangan air. Oleh karena itu, pembangunan waduk Bajulmati diharapkan dapat meningkatkan produksi beras sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Banyuwangi wilayah utara. (afi/c1/aif)

Berharap Dijauhkan dari Bencana ■ BERZIKIR... Sambungan dari Hal 29

Di hadapan jamaah manaqib Syeh Abdul Qodir Jaelani, Halimah, menyebut saat ini angka kejahatan semakin meningkat. Bahkan, perselingkuhan juga naik gara-gara pemakaian handphone (HP) yang salah. “Perempuan juga banyak yang selingkuh karena HP,” ungkap Nyai Halimah disambut tepuk tangan jamaah. Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi mengatakan, zikir dan doa bersama ini dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-66

yang jatuh pada tanggal 1 Juli nanti. Selain itu, untuk keselamatan bangsa khususnya warga Banyuwangi. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya diikuti oleh jamaah manaqib, hampir seluruh personel Polres Banyuwangi dan ibu Bhayangkari tumplek blek di halaman markas kepolisian yang berlamat di Jalan Brawijaya tersebut. “Kami berharap semua anggota kepolisian yang bertugas selalu dalam lindungan Allah dan diberi kekuatan serta kelancaran. Sehingga, Banyuwangi akan tetap aman dan dijauhkan dari bencana,’’ harap kapolres. (abi/c1/aif)

Tumpukan Pasir Sudah Tinggi ■ DUA... Sambungan dari Hal 29

“Kedua kapal ini kandas di pasir yang ada di muara,” terang Suyaji, salah satu nelayan asal Kelurahan Kampung Mandar. Menurut Yaji, saat ini muara yang setiap harinya menjadi jalur perahu dan kapal sudah tertutup oleh tumpukan pasir. Bila beberapa hari lalu masih jalur yang tersisa, kini sudah tidak ada lagi. “Pasir yang menutup muara juga sudah tinggi sekali,” katanya. Para nelayan yang mangkal di sekitar pelabuhan Boom kini kesulitan keluar dan masuk pelabuhan. Untuk bekerja melaut, mereka harus menunggu air laut pasang. “Meski air laut

pasang, juga harus hati-hati, karena tumpukan pasir sangat tinggi,” cetusnya. Kepala Unit Polisi Air (Polair) Pantai Boom Bripka Wawan Siswanto mengatakan, bila tumpukan air yang ada di muara tidak segera dikeruk, memang membahayakan bagi perahu milik para nelayan dan kapal barang dari luar Banyuwangi. “Setiap hari kapal dari Madura banyak yang bersandar di pelabuhan Boom,” jelasnya. Muara yang kini tertutup rapat oleh tumpukan pasir, jelas dia, satu-satunya jalur yang biasa dilewati oleh perahu dan kapal untuk bisa masuk ke pelabuhan Boom. “Tumpukan pasir memang sudah tinggi, kalau masuk dan

keluar harus menunggu air pasang,” katanya. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan, Wawan berharap pada para nelayan dan nakhoda kapal untuk berhatihati bila melewati muara. Air laut di sekitar pantai Boom ini, biasanya pasang mulai pukul 18.00 hingga pukul 06.00. “Meski air laut pasang, harus tetap berhati-hati,” harapnya. Wawan mengakui, gara-gara muara yang tertutup tumpukan pasir ini tidak sedikit perahu dan kapal yang kandas. Bahkan, pernah ada kapal yang bocor karena menyangkut batu cengkih yang banyak di sekitar muara. “Yang sering celaka itu kapal yang jarang ke Boom,” sebutnya. (abi/c1/aif)

Timbul Karena Infeksi Bakteri ■ WASPADAI... Sambungan dari Hal 40

NUR HARIRI/RaBa

KEDALAMAN 15 METER: Pemandian Kalongan di Desa Pesucen ini dibangun sejak tahun 1980.

Butuh Perhatian dari Pemerintah ■ AIR... Sambungan dari Hal 29

“Pengelola wisata Kalongan gonta-ganti karena tidak ada dana untuk membangun tempat wisata tersebut,” kata Achrori, 44, salah seorang yang pernah menjadi pengurus wisata Kalongan. Diungkapkan Achrori, pada 1980 wisata tersebut dikelola pihak desa. Ketika itu kepala desanya bernama Pidik. Namun, karena biaya yang dimiliki sangat

minim, akhirnya hanya dapat bertahan sekitar lima tahun. “Setelah itu dikelola masyarakat yang kemudian membentuk kelompok pengelola tempat wisata tersebut,” jelasnya. Sejak dikelola desa hingga terbentuk kelompok pengelola, wisata Kalongan telah menghadapi berbagai macam tantangan. Salah satu tantangannya adalah tidak tersedianya akses jalan yang baik. Investor kecil tingkat desa, Kang Ipan,

pernah mencoba mengelola wisata tersebut. Tetapi, tidak bertahan lama. “Setelah Kang Ipan, kemudian dikelola Kang To,” ungkap Achrori. Pada saat Kang To mengelola wisata tersebut, ternyata banyak sekali dukungan warga setempat, terutama warga yang merasa prihatin terhadap kondisi wisata yang tidak terurus itu. Sampai saat ini pengelolaan wisata tersebut masih dipegang Kang To.

Pasang-surut pengunjung menjadi tantangan bagi mereka yang biasa berjualan atau mereka yang mengelola wisata tersebut. tidak adanya bantuan dari pihak terkait untuk merawat tempat wisata tersebut juga menjadi salah satu tantangan. “Warga berharap agar ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sebab, keindahan alam wisata Kalongan sangat berpotensi,” kata Achrori. (mg1/c1/aif)

Diserahkan ke Polair Muncar ■ DISANGKA... Sambungan dari Hal 29

Namun sayang, kegembiraan itu hanya sesaat dia rasakan. Sebab, dia melihat sebuah logam berukuran setengah meter lebih kecantol di salah satu mata kail jenis merawe (satu senar yang dipasangi lebih dari satu mata kail, Red) miliknya itu. Bak disambar petir, Mispan dan kawankawan langsung kelabakan ketika menyadari bahwa logam asing berwarna hijau yang tersangkut dari kedalaman lebih dari 500 meter di bawah permukaan laut, tepatnya sekitar 5 mil dari bibir Pantai Plengkung, itu adalah sebuah bom. Rasa gundah bercampur bingung pun berkecamuk di hati para pemancing tersebut. Keinginan untuk membuang kembali bom itu ke laut urung dilakukan, lantaran takut mortir seberat lebih dari sepuluh kilogram (kg), itu meledak jika dijatuhkan dari atas perahu. Tetapi mereka juga khawatir roket sepanjang 65 centimeter (cm) dan berdiameter 38 (cm), itu meledak jika diletakkan di atas perahu. Mispan akhirnya memutuskan tetap membawa mortir itu berlayar. Tujuannya, bom yang diyakini berdaya ledak tinggi itu akan dia serahkan kepada petugas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Banyu-

wangi yang berjaga di Pos Polair Muncar. Benar saja, tiga hari berselang (27/4), saat sekoci yang dia tumpangi sandar di kawasan Pelabuhan Perikanan Muncar, Mispan langsung menyerahkan mortir tersebut kepada petugas. “Bom ini tersangkut di kail merawe milik saya, ketika saya memancing di perairan Plengkung,” ujar Mispan kala itu. Mispan mengaku sangat khawatir bom yang kondisinya terlihat masih relatif baru, itu meledak saat dia letakkan di atas perahu. “Makanya, ketika perahu sudah sandar, saya langsung menyerahkan bom ini kepada polisi,” ungkapnya. Rupanya pengalaman kurang mengenakkan itu tidak membuat Mispan kapok memancing di sekitar perairan yang oleh wisatawan mancanegara lebih dikenal dengan istilah G-Land tersebut. Dua pekan berselang, nelayan berperawakan pendek berisi ini kembali memancing ikan di lokasi yang tidak jauh dari tempatnya menemukan mortir tersebut. Akibatnya pun sama, mata kailnya kembali tersangkut mortir. Bahkan kali ini, tanpa sengaja dia mengangkat dua mortir yang bagian ekornya bersirip tersebut, dari bawah laut. Namun, satu mortir terlepas dan kembali tercebur ke perairan sesaat sebelum sampai di tangannya.

Lagi-lagi Mispan kerepotan. Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pria yang satu ini kembali menyerahkan mortir tersebut kepada petugas Polair yang berjaga di Pos Muncar. “Penemu mortir kali ini orangnya ya sama, yakni Mispan,” ujar Bripka Bambang S, saat dikonfirmasi di markasnya, Kamis (3/5). Dengan adanya penyerahan mortir untuk yang kedua kali, berarti sudah ada dua unit mortir yang diamankan di Pos Polair Muncar. Petugas mengaku akan berkoordinasi dengan Satuan Brigade Mobile (Sat Brimob) Polda Jawa Timur (Jatim), untuk menentukan langkah selanjutnya. “Sementara bom ini kami amankan di Pos Polair Muncar. Kami akan berkoordinasi dengan Kasat Intelkam Polres Banyuwangi. Selanjutnya, Kasat intel akan berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Jatim,” ujar Kasat Polair, AKP Bahrul Anam. Dikonfirmasi di lokasi yang sama, seorang personel Satpolair menjelaskan, biasanya petugas akan melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah mortir tersebut masih aktif ataukah tidak. “Jika mortir ini sudah tidak aktif, akan dipendam di tanah, tetapi jika ternyata masih aktif, maka akan dibawa personel Brimob untuk diledakkan di tempat yang aman,” jelasnya. (c1/aif)

Menurut pria yang berkalikali gagal mememihara Koi tersebut, faktor pemici tidaksehatnya Koi bisa lantaran pemeliharaan yang kurang baik. Misalnya kualitas air yang buruk akibat kadar amonia dan nitrit yang terlalu banyak. Sebab lainnya, bisa juga karena pengecekan filter yang jarang dilakukan. Sehingga, kerja filter tidak sempurna yang mengakibatkan rendahnya kadar oksiden yang terlarut dalam

air. “Timbulnya penyakit pada Koi juga bisa disebabkan faktor lingkungan, seperti jarang atau cepat mengganti air, perubahan temperatur terlalu drastis,” ungkap bapak satu anak ini. Diungkapkan, jika penyakit tidak ditangani secara cepat dan tepat, Koi akan stres dan mudah mati. Pegetahuan untuk mendeteksi penyakit dari tanda-tanda yang ada sangat diperlukan. Ini agar penanganan dan pengobatan dapat dilakukan dengan tepat. “Jika ditemukan ikan Koi sakit, maka segera pisahkan

Koi tersebut dari ikan yang lain agar penyakit tidak menular ke Koi yang sehat,” saran pria yang bekerja di Dinas Kesehatan itu. Sejumlah penyakit yang menjadi musuh utama Koi di antaranya adalah kutu jarum, kutu ikan, white spot desease, fin rot, Koi harpes virus dan aeromonas. Gangguan lainnya yang patus diwaspadai adalah gesekan. Penyakit ini timbul karena infeksi bakteri akibat kecerobohan ketika mengangkut dan menangkap Koi yang tak hati-hati. (pri/aif)

Pilihlah Koi yang Benar-Benar Sehat ■ SELEKTIFLAH... Sambungan dari Hal 40

Menurut dia, ada baiknya jika para pecinta Koi mempelajari terlebih dahulu standarisasi jenis-jenis Koi yang diidamkan. Beberapa buku tentang Koi banyak dijual di toko Buku. “Bisa minta dari penjual tentang jenis

Koi yang dimilikinya. Petunjuk dari penjual sangat dibutuhkan untuk menerjemahkan standarisasi Koi.” Imbuhnya. Penjual yang sudah berpengalaman, biasanya mampu menjelaskan jenis Koi yang dijual. Dia mampu menerangkan kualitas Koinya serta kekurangan dan kelebihannya. De-

mikian juga asal-usul dan silsilah Koi. “Jadi pikirkan dulu sebelum membuat keputusan. Toh, masih ada hari esok untuk membuat rencana. Pilihlah Koi yang benar-benar sehat dan sesuai dengan selera yang anda inginkan,” terang pria yang pernah menjadi korban banjir itu. (pri/aif)

BADAN TERASA SEHAT ALERGI DINGIN PUN TAK LAGI KAMBUH SAAT ini, susu yang banyak dikenal dan beredar di masyarakat kita adalah susu sapi. Tapi ternyata, berbagai penelitian menyebutkan, dibandingkan dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat susu kambing. Padahal sejak ribuan tahun yang lalu, susu kambing sudah sering digunakan sebagai pengobatan dan pencegah penyakit. Susu kambing dikenal sebagai sumber Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi. Riboflavin (vitamin B2) memainkan sedikitnya dua peran penting dalam produksi energi tubuh. Satu gelas susu kambing memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Tak hanya itu, susu kambing pun jarang menimbulkan alergi. Manfaat susu kambing ini kini bisa diperoleh dalam Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan gula aren. Sugiarti (35 thn) adalah salah seorang yang kini memilih Milkuma untuk mengatasi keluhan kesehatan yang sudah 1 tahun dirasakannya. Ia menuturkan, kondisinya sering menurun saat alergi dinginnya kambuh. Kondisi ini, tentunya sangat mengganggu aktifitasnya sebagai seorang pegawai swasta, “Sudah 4 bulan saya minum Milkuma. Kini badan saya terasa sehat, alergi dingin

tidak lagi kambuh. Padahal dulu setiap terkena alergi dingin, saya mudah sekali terserang flu, tangan dan kaki pun sering ngilu.” Terang ibu 1 orang anak tersebut. Ia pun kini mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak warga Dusun Bakalan, Kel. Taman Agung, Muntilan, Jawa Tengah tersebut. Banyak manfaat yang terkandung dalam Milkuma. Selain antialergi, juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Milkuma dikomposisikan dengan gula aren sehingga aman bagi penderita diabetes. Milkuma juga sangat dianjurkan bagi perokok baik perokok pasif maupun aktif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141354607, Bangkalan : 085322748548, Sumenep : 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


MINGGU l 6 MEI 2012 l HALAMAN 40

Waspadai Jika Stres dan Sakit KESEHATAN Koi sangat berpengaruh pada penampilannya. Koi sehat memiliki sosok yang cantik karena tubuhnya tampak bersih, berwarna cerah dan bergerak aktif. Namun, karena sebab tertentu, Koi menjadi sakit. “Gejala koi yang sakit itu bisa dilihat dari seringnya berenang ke permukaan air akibat kesulitan bernafas, berdiam di dasar kolam dengan sirip dada terbuka, insang tampak berwarna putih atau hitam serta suka menyendiri. Selain itu biasanya juga tak mau makan,” ungkap Imam Hanbali, pecinta Koi di Kelurahaan Mimbaan, Panji Situbondo n  Baca Waspadai...Hal 39

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

HARUS SELEKTIF: Meski terkesan mahal, ternyata ikan Koi murah.

Selektiflah Membeli Ikan Koi SEMULA ada anggapan bahwa Koi merupakan ikan hias yang relatif mahal. Padahal, itu tak seluruhnya benar. Koi akan menjadi mahal bila kualitasnya tetap prima seiring dengan makin besar ukuran tubuhnya. Namun bagi Koi yang cenderung kecil dan kualitasnya tak terlalu prima, harganya cukup murah, di bawah seratus ribu rupiah. Sunyoto, distributor pedagang ikan koi di kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji mengungkapkan, dalam memilih ikan Koi, bentuk fisik merupakan kriteria terpenting yangharus diperhatikan. Bila dilihat dari atas bentuk tubuh koi tidak bulat pendek dan tidak lurus, maka akan mengurangi daya tawarnya. Demikian juga saat dilombakan. “Bentuk yang lurus biasanya dimiliki oleh Koi jantan sehingga tidak diikutkan kontes. Koi yang dipilih harus sehat. Cirinya, tubuhnya tidak terlalu kurus, aktif bergerak, nafsu makannya baik dan tidak menunjukkan gejala sakit,” terang Sunyoto n  Baca Selektiflah...Hal 39

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

MUDAH: Budidaya ikan Koi tidak membutuhkan perawatan khusus.

SITUBONDO – Tak ada yang mampu menandingi pesona ikan Koi, ungkapan itulah yang seringkali terdengar di dunia para pecinta ikan hias di Kota Santri. Sehingga wajar, kalau jenis ikan yang memiliki habitat asli di Jepang itu terus menjadi primadona. Tidak sedikit, warga yang langsung jatuh hati pada pandangan pertama begitu melihat kecantikan dan kemolekan ikan Koi. Selanjutnya para pecinta ikan Koi rela merogoh kocek dalam-dalam demi memanjakan ikan kesayangannya itu. Mulai membuatkan kolam yang indah, menyediakan pakan hingga perawatan. “Soalnya kalau Koi sakit, itu juga mengganggu kenyamanan kita. Makanya kita terus berusaha bagaimana Koi ini sehat. Tumbuh dan berkembang terus mulai dari bentuknya dan menjaga kecerahan warnanya,” terang Winda Ninis, seorang pecinta Koi yang ada di Desa Curahjeru, Kecamatan Panji. Koi memiliki daya pesona tersendiri. Salah satunya keindahan warna dan kemolekan co-

raknya. Winda mengaku sudah lama memelihara ikan hias. Namun hatinya benar-benar tertawan saat memelihara Koi. “Saya dan suami sama-sama pecinta Koi. Kalau lagi mencari Koi, kita sering hunting bareng. Yang paling menjadi pertimbangan utama adalah keindahan warna dan cacat tidaknya Koi,” terangnya. Menurut perempuan asal Jember ini, melihat Koi yang berenang di kolam menjadi hiburan dan kenikmatan sendiri bagi keluarganya. Liukan tubuhnya bak balerina yang menari di panggung. “Kalau stres dan penat kita berada di pinggir kolam melihat Koi. Pemandangan itu ditambah suara gemercik air seperti menjadi terapi menghilangkan stres dan penat,” tambahnya. Tak hanya pagi, siang atau sore, malam hari pun kadang belum cukup untuk menikmati kemolekan si raja ikan hias tersebut. Saking senangnya koi-koi tersebut tak ubahnya anggota keluarga juga. “Kalau mereka sakit, kita juga merasa susah. Kasihan sekali. Itu beberapa kali sudah kita alami,” terang Winda. Yang paling menyenangkan adalah saat memberi pakan dan bercanda. Sebab, Koi adalah ikan yang jinak. Jika sudah akrab, pemiliknya dapat memberi makan langsung di tangan. Koi-Koi itu akan menikmatinya dengan lahap. (pri/aif)

Jadi Teman Seumur Hidup K OI termasuk ikan yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Jenis ikan hias ini dapat hidup hampir di semua tempat. Yang terpenting adalah saat pemindahan tidak terjadi perubahan suhu yang mencolok. Koi juga termasuk jenis ikan pemakan segala (omnivora). Sehingga, mudah menerima pakan apa saja. Baik sayuran atau potongan daging, bahkan roti. Namun bila

menginginkan koi tumbuh sehat dengan warna yang bagus, sebaiknya diberi pakan sesuai kebutuhan nutrisinya. Sunyoto mengungkapkan, umur Koi terbilang panjang. Rata-rata koi mampu hidup hingga 70 tahun, bahkan seratus tahun. “Itu akan terjadi jika kebutuhan hidup koi terpenuhi dengan baik. Misalnya kualitas air, suhu dan pakan. Nah, dengan rentang umur yang begitu panjang, Koi bisa dijadikan teman

seumur hidup oleh manusia,” terang Sunyoto. Para pecinta Koi bisa meluangkan waktu sejenak bercanda dengan koi untuk melepas stres dan jenuh seusai bekerja. Kehadiran Koi di rumah seolah menjadi hiburan tersendiri. Banyak lagi keuntungan memelihara Koi lainnya. “Ada yang meyakini mampu memperpanjang umur karena koi bisa dijadikan terapi kesehatan, memacu motivasi dan mencegah stres dan dipresi,” ungkapnya. (pri/aif)

BERUMUR PANJANG: Umur ikan Koi bisa mencapai 70 tahun.

Radar Banyuwangi 6 Mei 2012  

Radar Banyuwangi

Advertisement