Page 1

SELASA 6 DESEMBER

25

TAHUN 2011

Gadis Usia 16 Tahun Dijual ke Papua

Doa Bersama Diundur BANYUWANGI - Rangkaian kegiatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-240 mengalami perubahan. Doa bersama seribu anak yatim yang semula akan digelar 8 Desember itu ternyata diundur 9 Desember 2011. Namun, tempat dan jam pelaksanaan tidak mengalami perubahan, yakni di halaman kantor Pemkab Banyuwangi pukul 15.00. “Perubahan ini karena terbentur kegiatan Harjaba lain,” ujar Kabag Humas Pemkab, Djuang Pribadi ■

BANYUWANGI - Aparat Polres Banyuwangi membongkar kasus penjualan gadis di bawah umur kemarin (5/ 12). Dua tersangka, Imam Syafii, 37, dan Mukhlis, 46, ditangkap setelah polisi menjemput korban berinisial SF, 16, yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Nabire, Papua Barat. Imam Syafii diringkus polisi di rumahnya, di Lingkungan Tembakon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah. Sementara itu, Mukhlis, sudah ditangkap polisi beberapa bulan lalu karena diduga terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Syafii dan Mukhlis termasuk jaringan trafficking,” ujar Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Putu Dewa Eka Dharmawan. Menurut Dewa, kasus trafficking tersebut sebenarnya terjadi pada 2010

 Baca Doa...Hal 35

Sebulan Wajib Pakai Batik SEMENTARA itu, semua pegawai BUMN/BUMD dan dinas pemerintahan diwajibkan mengenakan batik dan udeng (ikat kepala) khas Banyuwangi saat bertugas. Kebijakan itu berlaku selama sebulan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-240. Rupanya, kebijakan tersebut berdampak positif terhadap para perajin batik khas Banyuwangi. Batik motif Gajah Oling yang berbentuk seperti gantungan belut besar itu laris manis. “Kami bersyukur atas kebijakan ini. Penjualan batik dan udeng kami meningkat bulan ini,” kata Uttari, pemilik Batik Blambangan, kemarin. (mg1/c1/bay)

lalu. Dalam operasinya, Syafii bertugas mencari korban dan Muhlis berperan menjual korban ke salah satu germo di Nabire, Papua Barat ■  Baca Gadis...Hal 35

Jaringan Trafficking Papua Barat ○

■ Syafii bertugas mencari korban di Banyuwangi. ■ Korban dijanjikan bekerja di restoran di Nabire. ■ Mukhlis bertugas mengantar korban kepada Imam Bagong di Surabaya ■ Imam Bagong punya jaringan ke germo di Papua Barat ■ Setiba di Nabire, korban dipaksa bekerja menjadi PSK KORBAN:  SF, 16 (dijemput petugas dari Nabire)  AR, 17 tahun (kabur dan berhasil pulang ke Banyuwangi)

GALIH COKRO/RaBa

PANEN: Perajin membuat batik khas Banyuwangi di Jalan Brawijaya, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

BAZ KALIPURO

Laporan Keuangan BADAN Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Kalipuro telah menghimpun dana zakat, infak, dan sodaqoh, dengan saldo sebesar Rp 34.460.122,- pada tanggal 6 Desember 2011. (*)

DEMO SISWA

Transaksi Sabu di Pelabuhan BANYUWANGI - Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi menggulung jarin g a n narkoba yang b e r operas i di kawasan pelabuhan. Dua tersangka yang diduga akan melakukan transaksi barang haram tersebut adalah Fajar Baskara, 20, dan Sudarjo, 49. Keduanya ditangkap di sekitar Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kemarin (5/12) ■  Baca Transaksi...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

BISNIS HARAM: Fajar Baskara dan Sudarjo (kanan) diamankan di Mapolres Banyuwangi kemarin.

SELIDIKI: Kasatreskrim AKP Putu Dewa Eka Dharmawan berdialog dengan tersangka kasus trafficking, Imam Syafii dan Mukhlis, di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Dituntut 7 Bulan, Air Mata Menetes BANYUWANGI - Sidang kasus intimidasi wartawan dengan terdakwa pemilik Garden Hotel, I Wayan Bagiarta, 53, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi siang kemarin (5/12). Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu, pengusaha asal Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, tersebut dituntut tujuh bulan penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hery Utomo saat membacakan tuntutan menyebut, perbuatan terdakwa yang telah menghalang-halangi wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik termasuk perbuatan pidana dan melanggar Pasal 18 Undang-Undang (UU) Pers Nomor 40 Tahun 1999 ■  Baca Dituntut...Hal 35

Wayan Bagiarta GALIH COKRO/RaBa

Umar Afandi, Peraih IPK Tertinggi STAI Ibrahimy Genteng GALIH COKRO/RaBa

DATA: Imron menunjukkan bukti demo siswa SMPN 1 Giri yang menolak istrinya.

Tak Pernah Cemarkan Nama Baik Sekolah BANYUWANGI - Aksi demo siswa SMPN 1 Giri Jumat lalu direaksi Hairun Nisa, guru yang dimutasi ke sekolah tersebut. Nisa dan suaminya, Imron Rosyidi, mengaku tidak terima dengan tudingan pendemo bahwa Nisa telah mencemarkan nama baik sekolah ■  Baca Tak Pernah...Hal 35

JADWAL RANCO Hari ini: Scred 2-SMAN 1 Pesanggaran Besok: Glasco-SMAN 1 Glagah

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Lupakan PNS, Fokus Pendampingan Umar Afandi, 41, berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dalam wisuda sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibrahimy Genteng tahun ini. Pada usia yang tak lagi muda, warga Dusun Jatisari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, itu mampu mengalahkan ratusan wisudawan yang masih muda. ALI NURFATONI, Genteng

PENANTIAN panjang Umar Afandi untuk merasakan wisuda di kampus STAI Ibrahimy terbayar Sabtu lalu (3/12). Suami Siti Qomariyah,

32, itu resmi menyandang gelar sarjana setelah dikukuhkan oleh Ketua STAI Ibrahimy Genteng. Yang istimewa, empat tahun bergelut dengan dunia perkuliahan itu berakhir manis. Bagai mendapat durian runtuh, dia ternyata sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,75. IPK itu tentu sangat spesial di mata bapak satu anak tersebut. Betapa tidak, dengan usianya yang sudah berkepala empat, ditambah sudah berkeluarga pula, tentu tidak mudah mengalahkan mahasiswa lain yang juga berkualitas. Apalagi, banyak mahasiswa yang jauh lebih muda daripada dirinya. Masalah usia itulah yang sempat mengakibatkan dia minder dengan teman-temannya. Namun, lewat berjalannya waktu, dia mampu menghilangkan rasa mindernya. Tidak memilih-milih teman dan rajin belajar adalah kunci sukses

Pegawai sebulan wajib pakai batik

Pakaian dalam sesekali juga perlu motif batik

7000 orang menambang emas di Gunung Tumpang Pitu

Tak perlu hujan emas di negeri orang, lha di kampung banyak sumur emas

Dok ALI NURFATONI/RaBa

LULUS: (Dari kanan) Umar Afandi, Lukman Hadi, dan Ali Nurfatoni (kiri), saat wisuda di STAI Ibrahimy Genteng Sabtu lalu.

Umar dalam kuliah. Berkat kerja keras dan perjuangan tak kenal menyerah, Umar mampu menyisihkan ratusan mahasiswa lain.

Meski sudah berumur, alumnus Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, itu selalu aktif dalam perkuliahan ■  Baca Lupakan...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Selasa 6 Desember 2011

Melihat Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Gintangan, Rogojampi

Tempat Lampu Diekspor Hingga Amerika Serikat GINTANGAN - Pohon bambu menjadi barang istimewa dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika sudah berada di tangan perajin Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi. Sebab, di desa yang dipimpin Kepala Desa Rusdiana itu, bambu disulap menjadi barang kerajinan bernilai tinggi. Produk kerajinan bambu made in Gintangan ini bermacam-macam. Mulai tempat buah-buahan, keranjang parsel, tudung saji, tempat tisu, tempat kue, aneka souvenir, hingga kap lampu. Meski berskala industri rumah tangga (home industry), kerajinan tangan di Desa Gintangan rata-rata menyerap banyak tenaga kerja. Tenaga yang diserap pada umumnya warga sekitar yang dulunya menganggur. Menurut Yudho, seorang pengusaha kerajinan tangan di Desa Gin-

tangan, setiap produsen kerajinan tangan di kampungnya rata-rata menyerap sepuluh hingga 25 karyawan. Itu pun belum termasuk jumlah tukang lukis anyaman yang diproduksi. Tugas tukang lukis itu tak lain memperindah produk anyaman bambu yang dihasilkan agar terlihat makin indah. Ditanya tentang masa pesanan paling tinggi, Yudho menjawab yang paling ramai adalah menjelang Idul Fitri. “Saat puasa pesanan sudah mulai menanjak. Tapi puncaknya adalah mendekati Lebaran.” Katanya. Kalau Lebaran, kata Yudho, banyak konsumen yang membeli untuk souvenir kepada saudara-saudara mereka dari luar kota yang mudik. Persaingan bisnis antar-pengusaha kerajinan bambu juga dirasakan

DISPERINDGTAM FOR RaBa

PENYULUHAN: Untuk meningkatkan produksi kerajinan bambu, petugas dari Disperindagtam aktif menggelar penyuluhan.

di desa tersebut. Namun, hal itu justru membuat masing-masing produsen semakin gencar melakukan inovasi produknya. Termasuk persaingan harga. “Itu juga keuntungan bagi konsumen, karena juga punya

bandingan dan bisa membandingkan,” tambahnya. Sementara itu, produk home industry anyaman bambu ini dikirim ke beberapa daerah di luar Banyuwangi. Pemasaran kerajinan itu

DOK.RaBa

KERANJANG: Salah satu jenis produksi kerajinan bambu di home industry di Desa Gintangan.

menjangkau daerah Malang, Surabaya, dan Bali. Tidak hanya sampai di situ, kerajinan made in Gintangan juga ekspor ke luar negeri terutama

ke Amerika Serikat dengan menggandeng eksporter di Pasuruan. Yudho menambahkan, produk andalan dari Desa Gintangan adalah tempat lampu. Tempat lampu itu merupakan anyaman bambu itu memiliki nilai estetika sangat tinggi, dan tidak semua orang bisa membuatnya. Lampu tersebut dipatok dengan harga Rp 60 ribu. Yudho berharap, Pemkab Banyuwangi dapat mengusahakan agar para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi bisa mampir ke Desa Gintangan. Dengan begitu, mereka akan berbelanja souvenir di tempat tersebut. Hal itu bisa memutar roda perekonomian rakyat setempat, dan juga dapat memopulerkan nama Banyuwangi di dunia internasional sebagai pusat kerajinan anyaman bambu. (als)

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI Jln. Jenderal Ahmad Yani N0. 12 Banyuwangi 68416, Telephone : (0333) 421444, 412285, 412777, 424888 Facsimile : (0333) 424616 BANYUWANGI PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN DAN FIDUCIA Nomor: 5518/KC-XVI/ADK/12/2011 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang Fiducia No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Jadwal Lelang, terhadap : 1 Debitur: TIMBUL, Dsn. Krajan, Rt.04 Rw.01, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 625 m 2 , SHM No. 92 a/n. TIMBUL, Ds. Kedaleman, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 576.000.000,- (Lima ratus tujuh puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 173.000.000,- (Seratus tujuh puluh tiga juta rupiah). 2 Debitur : MAHMUDAH, Dsn. Krajan, Rt.04 Rw.01, Ds. Buluagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 1150 m2, SHM No. 627 a/n. SUSIYONO, Ds. Buluagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 56.000.000,- (Lima puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 17.000.000,- (Tujuh belas juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 727 m2, SHM No. 413 dan tanah bangunan, luas 201 m 2, SHM No. 411, keduanya a/n. MAHMUDAH, Ds. Buluagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 186.000.000,- (Seratus delapan puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,- (Lima puluh enam juta rupiah). 3 Debitur: AHMAD SAINULLAH, Perum Griya Giri Mulya GH 08, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 125 m 2 , SHGB No. 938 a/n. AHMAD SAINULLAH, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 125.000.000,- (Seratus dua puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga puluh delapan juta rupiah). 4 Debitur: MOH. NASIR, Ds. Bangsring, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, luas 2.940 m2, SHM No. 325, a/n. FADMAWATI, Ds. Bangsring, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 98.000.000,- (Sembilan puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). b. Tanah bangunan, luas 840 m 2, SHM No. 205, a/n. MUHAMMAD NASIR, Ds. Bangsring, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 42.000.000,- (Empat puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 13.000.000,- (Tiga belas juta rupiah). c . Tanah bangunan, luas 195 m2, SHM No. 123, a/n. MOH. NASIR, Ds. Bangsring, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 17.000.000,- (Tujuh belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 6.000.000,(Enam juta rupiah). rupiah) 5 Debitur: H. MOCH. RUBAI, Dsn. Krasak, Rt.05 Rw.02, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 1170 m2, SHM no. 263 an. RUBAI, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 290.000.000,(Dua ratus sembilan puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 87.000.000,(Delapan puluh tujuh juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 129 m2, SHM No. 960 a/n. DENI LUTYAWATI, Ds. Balak, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 80.000.000,- (Delapan puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua puluh empat juta rupiah). 6 Debitur : YASIN, Jl. Kertanegara, Rt.02 Rw.02, Kel. Kebalenan, Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 212 m 2 , SHM No. 1640 a/n. YASIN, Kel Kebalenan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 160.000.000,- (Seratus enam puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah). 7 Debitur : SOEJIANTO, Dsn. Sempi Timur Pancoran, Rt.03 Rw.03, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi a Tanah bangunan, luas 240 m2, SHM No. 911 a/n. SOEJIANTO dahulu LO KOK HING disebut juga SOEJIYANTO, dan tanah bangunan, luas 350 m2, SHM No. 854, keduanya a/n. SOEJIANTO, Keduanya terletak di Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 111.000.000,- (Seratus sebelas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga puluh tiga juta rupiah). 8 Debitur : NOVY ANTORO, Jl. Candi Sewu 10, Rt.01 Rw.02, Kel. Penganjuran, Kec./Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 290 m 2 , SHM No. 2063 a/n. SUGENG SANTOSO, Kel. Penganjuran, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 180.000.000,- (Seratus delapan puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima puluh empat juta rupiah). 9 Debitur : DENA NATALIS, Dsn. Krajan, Rt.01 Rw.01, Ds. Gendoh, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 330 m2, SHM No. 274 a/n. 1. SUGIYANTO 2. DENA NATALIS dan Tanah bangunan, luas 115 m2, SHM No. 495 a/n. SITI NINGSIH, Keduanya terletak di Ds. Gendoh, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 221.000.000,- (Dua ratus dua puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 67.000.000,- (Enam puluh tujuh juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 470 m2, SHM No. 878 a/n. SUGIYANTO, Ds. Gambiran, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 330.000.000,- (Tiga ratus tiga puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 99.000.000,- (Sembilan puluh sembilan juta rupiah). 10 Debitur : NUR AFANDI, Dsn. Jenisari, Rt.01 Rw.01, Ds. Gentengkulon, Kec. Genteng, Kab. Banyuwangi a Tanah bangunan, luas 698 m2, SHM No. 1757 a/n. NUR AFANDI, Ds. Tegalsari, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 172.000.000,- (Seratus tujuh puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 52.000.000,- (Lima puluh dua juta rupiah). 11 Debitur : AGUS WAHYUDI, Dsn. Krajan, Rt.01 Rw.03, Ds.Watukebo, Kec.Wongsorejo,Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 1095 m 2 , SHM No. 511 a/n. ASAM BIN SUNARTO, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 286.000.000,- (Dua ratus delapan puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 86.000.000,- (Delapan puluh enam juta rupiah). b Tanah sawah, luas ± 4300 m2, SHM No. 508 a/n. ASAM Pak ANA, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 78.000.000,- (Tujuh puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua puluh empat juta rupiah). 12 Debitur : NARAWI, Dsn. Krajan, Rt.05 Rw.10, Ds./ Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 438 m 2, SHM No. 328 a/n. NARAWI, Ds. Alasbuluh, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 62.000.000,- (Enam puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 19.000.000,- (Sembilan belas juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 403 m2, SHM No. 756 a/n. Nyonya MARTINAH, Ds./Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 156.000.000,(Seratus lima puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,(Empat puluh tujuh juta rupiah). c Tanah bangunan, luas 236 m 2, SHM No. 857 a/n. SURYATI Bok LUKMAN HAKIM, Ds./Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga

limit Rp. 106.000.000,- (Seratus enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 32.000.000,- (Tiga puluh dua juta rupiah). 13 Debitur : SUMAJI, Dsn. Talunrejo, Rt.03 Rw.01, Ds. Sembulung, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 454 m 2, SHM No. 475 a/n. SUMAJI, Ds. Sembulung, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 116.000.000,- (Seratus enam belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 35.000.000,- (Tiga puluh lima juta rupiah). 14 Debitur : H. ACH. MOSANNA, Jl. Sayu Gringsing 45, Rt.01 Rw.02, Kel. Kampungmlayu, Kec./Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 80 m2, SHM No. 222 a/n. 1. MUSANNA 2. MAHWIYATUN, Kel. Kampungmelayu, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,- (Sembilan puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua puluh tujuh juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 135 m 2, SHM No. 423 a/n. Haji Achmad Mosanna, Kel. Lateng, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 126.000.000,- (Seratus dua puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga puluh delapan juta rupiah). c Tanah bangunan, luas 57 m 2, SHM No. 564 a/n. HAJI ACHMAD MOSANNA, Kel. Kampungmelayu, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 21.000.000,- (Dua puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 7.000.000,- (Tujuh juta rupiah). 15 Debitur : CV CENTRAL BANYUWANGI, Jl. Beringin, Rt.02 Rw.01, Ds. Pengatigan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 250 m2, SHM No. 548 a/n. RIA AGUSTINA BENYAMIN, Kel. Tamanbaru, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 307.000.000,- (Tiga ratus tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 93.000.000,- (Sembilan puluh tiga juta rupiah). 16 Debitur : ABDUL HARIS, Dsn. Krajan, Rt.02 Rw.04, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a Tanah pertanian, luas 10315 m2, SHM No. 512 a/n. HANIYAH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 93.000.000,- (Sembilan puluh tiga juta rupiah). Uang jaminan Rp. 28.000.000,- (Dua puluh delapan juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 1004 m2, SHM No. 766 a/n. HANIYAH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 127.000.000,- (Seratus dua puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 39.000.000,- (Tiga puluh sembilan juta rupiah). 17 Debitur : TUKIMIN, Dsn. Krajan, Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 2.865 m2, SHM No. 780 a/n. RUSTINATUN, Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 160.000.000,- (Seratus enam puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah). 18 Debitur : ERTIEN MUNDHIARI, Dsn.Curahsawo, Rt.02 Rw.01, Ds. Sidodadi, Kec.Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 267 m2, SHM No. 309 a/n. ERTIEN MUNDHIARI, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 95.000.000,- (Sembilan puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 29.000.000,- (Dua puluh sembilan juta rupiah). b Tanah sawah, luas 7.760 m 2, SHM No. 1481 a/n. DJAMARI bin DJATIM, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua puluh satu juta rupiah). 19 Debitur : DIDIK MASHUDI, Dsn. KrajanBarat, Rt.04 Rw.03, Ds. Segobang, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi. a Tanah perkebunan tebu, luas 9.100 m2, SHM No. 43 a/n. INSIYAH, Ds. Tambong, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 91.000.000,- (Sembilan puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 28.000.000,- (Dua puluh delapan juta rupiah). b Tanah perkebunan tebu, luas 10.805 m2, SHM No. 108 a/n. INSIYAH, Ds. Tambong, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 109.000.000,- (Seratus sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga puluh tiga juta rupiah). c Tanah perkebunan tebu, luas 11.070 m2, SHM No. 109 a/n. INSIYAH, Ds. Tambong, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 111.000.000,- (Seratus sebelas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 34.000.000,- (Tiga puluh empat juta rupiah). d Tanah perkebunan tebu, luas 22.490 m2, SHM No. 112 a/n. INSIYAH, Ds. Tambong, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 225.000.000,- (Dua ratus dua puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 68.000.000,- (Enam puluh delapan juta rupiah). e Tanah perkebunan tebu, luas 12.855 m2, SHM No. 114 a/n. INSIYAH, Ds. Tambong, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 129.000.000,- (Seratus dua puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 39.000.000,- (Tiga puluh sembilan juta rupiah). 20 Debitur : SUWANDI, Dsn. Kedawung, Rt.01 Rw.01, Ds. Aliyan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 1.660 m2, SHM No. 46 a/n. SUWANDI, Ds. Aliyan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 156.000.000,- (Seratus lima puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat puluh tujuh juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 1.060 m2, SHM No. 233 a/n. SUWATI, Ds. Aliyan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 242.000.000,- (Dua ratus empat puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 73.000.000,- (Tujuh puluh tiga juta rupiah). 21 Debitur : DANIS TARTIYONO, Ling. Sukorojo, Rt.02 Rw.01, Ds. Banjarsari, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 230 m2, SHM No. 505 a/n. DANIS TARTIYONO, Kel. Banjarsari, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 159.000.000,- (Seratus lima puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah). 22 Debitur : EDY RIANTO (KHO ING), Dsn. Karangsari, Rt.01 Rw.02, Ds. Kedaleman, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 1.634 m2, SHM No. 264, tanah bangunan, luas 1680 m2, SHM No. 600 dan tanah bangunan, luas 1150 m2, SHM No. 601, ketiganya a/n. EDY RIANTO, Ds. Gladag, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 1.200.000.000,- (Satu milyar dua ratus juta rupiah). Uang jaminan Rp. 360.000.000,- (Tiga ratus enam puluh juta rupiah). 23 Debitur : KTT SEJAHTERA, Jl. Yos Sudarso, Dsn. Cemetuk, Ds./ Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 2.730 m 2, SHM No. 367 a/n. TUKIN Bin PARJONO, Ds./Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 165.000.000,- (Seratus enam puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah). 24 Debitur : DWIE SUJARYONO, Jl. A. Yani 112, Rt.01 Rw.10, Kel. Tamanbaru, Kec./Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 109 m2, SHM No. 560 a/n. TUKIYO, Kel. Kepatihan, Kec./Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 16.000.000,- (Enam belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 250 m2, SHM No. 2235 a/n. TUKIYO, Kel. Penganjuran, Kec./Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 155.000.000,(Seratus lima puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,(Empat puluh tujuh juta rupiah).

c Tanah kebun, luas 4.960 m2, SHM No. 459 a/n. Doktoranda HAJJAH SUJIATI ANDRIANI dan Tanah kebun, luas 6.260 m2, SHM No. 749 a/n. Doktorranda, Hajjah SUJIATI ANDRIANI, keduanya terletak di Ds. Pesucen, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 72.000.000,- (Tujuh puluh dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 22.000.000,- (Dua puluh dua juta rupiah). 25 Debitur : TITIK SETYORINI, Dsn. Prejengan I, Rt.02 Rw.02, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 12,15 m 2, SHGB No. 197 a/n. SUCIPTO, Sarjana Hukum, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 79.000.000,- (Tujuh puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua puluh empat juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 225 m2, SHM No. 1632 a/n. KASNO HARTONO, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 237.000.000,(Dua ratus tiga puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 72.000.000,(Tujuh puluh dua juta rupiah). c Tanah bangunan, luas 85 m2, SHM No. 1900 a/n. TITIK SETYORINI, tanah bangunan, luas 77 m 2 , SHM No. 1422, a/n. SUCIPTO, Keduanya terletak di Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 179.000.000,- (Seratus tujuh puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima puluh empat juta rupiah). 26 Debitur : MOCH. NOER, Jl. PB. Sudirman 197, Kel. Singonegaran, Kec./Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 120 m2, SHM No. 50, a/n. NENENG YENI, Kel. Temenggungan, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 213.000.000,(Dua ratus tiga belas juta rupiah). Uang jaminan Rp. 64.000.000,(Enam puluh empat juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 60 m2, SHM No. 422, a/n. MOCHAMAD NOER, Kel. Singonegaran, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 369.000.000,- (Tiga ratus enam puluh sembilan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 111.000.000,- (Seratus sebelas juta rupiah). c Tanah bangunan, luas 136 m2, SHM No. 551, a/n. NENENG YENI, Kel. Temenggungan, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 245.000.000,- (Dua ratus empat puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 74.000.000,- (Tujuh puluh empat juta rupiah). 27 Debitur : MULYO KHODERI, Jl. Sriwijaya, Kel. Tamanbaru, Kec./Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 115 m2, SHM No. 334 a/n. MULYO KHODERI, Kel. Tamanbaru, Kec. /Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 195.000.000,(Seratus sembilan puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 59.000.000,- (Lima puluh sembilan juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 280 m2, SHM No. 2174 a/n. HENY MARIANA, Kel. Penganjuran, Kec. /Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 50.000.000,(Lima puluh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam belas juta rupiah). 28 Debitur : SUNARTO, Desa Bulusan, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 2000 m2, SHM No. 109 a/n. SUNARTO, Kel. Bulusan, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 101.000.000,- (Seratus satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 31.000.000,- (Tiga puluh satu juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 195 m2, SHM No. 946 a/n. NUR HAYATIK, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 43.000.000,(Empat puluh tiga juta rupiah). Uang jaminan Rp. 13.000.000,- (Tiga belas juta rupiah). 29 Debitur : ABDULLAH, Ds. Sumberberas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 640 m2, SHM No. 1952 a/n. ABDULLAH, Ds. Sumberberas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 102.000.000,- (Seratus dua juta rupiah). Uang jaminan Rp. 31.000.000,- (Tiga puluh satu juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 595 m2, SHM No. 2385 a/n. ABDULLAH, Ds. Sumberberas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 31.000.000,- (Tiga puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah). 30 Debitur : H. RAMDAN, Lingk. Sukowidi, Rt.02 Rw.03, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 3100 m2, SHM No. 3017 dan Tanah bangunan, luas 1490 m2, SHM No. 3018 keduanya a/n. RAMDAN, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 3.331.000.000,(Tiga milyar tiga ratus tiga puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah). 31 Debitur : KARYONO, Dsn. Ringinmulyo, Rt.02 Rw.03, Ds. Ringintelu, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 2520 m2, SHM No. 43, Tanah bangunan, luas 1175 m2, SHM No. 121, Tanah bangunan, luas 903 m2, SHM No. 22, ketiganya terletak di Ds. Ringintelu, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, tanah bangunan, luas 1.424 m2, SHM No. 1283, Tanah bangunan, luas 2.140 m2, SHM No. 1061, Tanah bangunan, luas 2.140 m2, SHM No. 1059, Tanah bangunan, luas 2.180 m2, SHM No. 1312, Tanah bangunan, luas 2.100 m2, SHM No. 1311, Tanah bangunan, luas 2.140 m2, SHM No. 1062, dan mesin-mesin yang berdiri di atasnya, terletak di Ds. Sukorejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, semua a/n. KARYONO, harga limit Rp. 3.900.000.000,- (Tiga milyar sembilan ratus juta rupiah). Uang jaminan Rp. 1.170.000.000,- (Satu milyar seratus tujuh puluh juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 761 m2, SHM No. 1420, Tanah bangunan, luas 735 m2, SHM No. 1374, Tanah bangunan, luas 1.980 m2, SHM No. 1362, dan Tanah bangunan, luas 1.610 m2, SHM No. 1361, keempatnya a/n. KARYONO., terletak di Ds. Sukorejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 700.000.000,- (Tujuh ratus juta rupiah). Uang jaminan Rp. 210.000.000,- (Dua ratus sepuluh juta rupiah). 32 Debitur : SURIYANI, Dsn. Nganjukan, Rt. 07 Rw.03, Ds. Karangsari, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 530 m2, SHM No. 2339 a/n. SURIYANI, Ds. Temuguruh, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 216.000.000,- (Dua Ratus Enam Belas Juta rupiah). Uang jaminan Rp. 65.000.000,- (Enam puluh lima juta rupiah). b Tanah, luas 370 m2, SHM No. 2338 a/n. SURIYANI, Ds. Karangsari, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 67.000.000,- (Enam puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah). 33 Debitur : ISRONI, Dsn. Krajan , Rt. 05 Rw.01, Ds. Jelun, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 320 m2, SHM No. 146 a/n. UNTUNG SUTIYONO, Ds. Jelun, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 65.000.000,(Enam puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 320 m2, SHM No. 194 a/n. ISRONI, Ds. Jelun, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 54.000.000,- (Lima puluh empat juta rupiah). Uang jaminan Rp. 17.000.000,- (Tujuh belas juta rupiah). 34 Debitur : BAHRULLAH, Dsn Pancoran RT 02 RW 01 Kel Ketapang Kec Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah Sawah, luas 2.320 m 2, SHM No. 936 a/n. JASMINA, Kel Ketapang Kec Kalipuro, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 135.000.000,(Seratus tiga puluh lima juta rupiah). Uang jaminan Rp. 41.000.000,(Empat puluh satu juta rupiah).

b Tanah Sawah, luas 920 m2, SHM No. 935 a/n. RIAMO, Kel Ketapang Kec Kalipuro, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 36.000.000,- (Tiga puluh enam juta rupiah). Uang jaminan Rp. 11.000.000,- (Sebelas juta rupiah). 35 Debitur : IMAM TAMHEIS LUTFI, Perum griya giri mulya blok F-24, Rt. 02 Rw.06, Kel Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 1.035 m2, SHM No. 1283 a/n. MUNASIKAH, Ds. Purwoasri, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 134.000.000,- (Seratus tiga puluh empat juta rupiah). Uang jaminan Rp. 41.000.000,- (Empat puluh satu juta rupiah). 36 Debitur : SAIPUL JUFRI, Jl Letjen s parman , Rt. 01 Rw. 02, Kel. Pakis, Kec. Banyuwangi. Kab Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 336 m2, SHM No. 168 a/n. SAIPUL JUFRI, Kel. Pakis, Kec. Banyuwangi. Kab Banyuwangi. harga limit Rp. 157.000.000,- (Seratus lima puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 48.000.000,- (Empat puluh delapan juta rupiah). 37 Debitur : YUNI RATNAWATI, Jl Brawijaya No. 04 RT 03 RW 03 Kel Kebalenan Kec Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a Tanah sawah, luas 84 m2, SHGB No. 650 a/n. RETNO EDY, Kel Klatak, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 37.000.000,- (Tiga puluh tujuh juta rupiah). Uang jaminan Rp. 12.000.000,- (Dua belas juta rupiah). 38 Debitur : RINI YULIANA, JlSingosari 30, Rt.02 Rw.02, Kel. Tamanbaru, Kec./ Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 649 m2, SHGB No. 649 a/n. DAMANHURI ARI IRNADI, Kel. Klatak, Kec. Giri. Kab Banyuwangi. harga limit Rp. 34.000.000,- (Tiga puluh empat juta rupiah). Uang jaminan Rp. 11.000.000,- (Sebelas juta rupiah). 39 Debitur : ACHMAD NUR ALCHAFFAF, Dsn. Sumberrejo, Rt. 03 Rw. 01, Ds./Kec. Songgon, Kab Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 1050 m2, SHM No. 1404 a/n. HAJI AHMAD NUR ALCHAFFAF, Ds. Songgon, Kec. Songgon, Kab Banyuwangi. harga limit Rp. 293.000.000,- (Dua ratus sembilan puluh tiga juta rupiah). Uang jaminan Rp. 88.000.000,- (Delapan puluh delapan juta rupiah). b Tanah bangunan, luas 341 m2, SHM No. 196 a/n. HAJI AHMAD NUR ALCHAFFAF, Ds. Singolatren, Kec. Singonjuruh, Kab Banyuwangi. harga limit Rp. 531.000.000,- (Lima ratus tiga puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 160.000.000,- (Seratus enam puluh juta rupiah). 40 Debitur : SUNARSIH, Dsn. Maduran, Rt. 03 Rw. 03, Ds./Kec. Rogojampi, Kab Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas 140 m2, SHM No. 1837 a/n. SUNARSIH, Ds. Rogojampi, Kec. Rogojampi, Kab Banyuwangi. harga limit Rp. 78.000.000,- (Tujuh puluh delapan juta rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua puluh empat juta rupiah). 41 Debitur : TRI MARIYONO, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 100 m2, SHM No. 524 a/n. TRI MARIYONO, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab Banyuwangi. harga limit Rp. 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah). Uang jaminan Rp. 60.000.000,(Enam puluh juta rupiah). 42 Debitur : AMINAH, Lingk. Glapek Rt. 02 Rw.03, Kel Bakungan, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas 255 m2, SHM No. 281 a/n. ENI SETIYOWATI, Kel Bakungan, Kec. Galgah, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 131.000.000,- (Seratus tiga puluh satu juta rupiah). Uang jaminan Rp. 39.300.000,- (Tiga puluh sembilan juta tiga ratus ribu rupiah).00,(Tiga puluh empat juta rupiah). Uang inan Rp. 11.000.000,- (Sebelas juta rupi Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal Pukul Tempat

: Rabu, 21 Desember 2011 : 11.00 WIB : Gedung Lantai 3 Kantor Cabang BRI Banyuwangi. Jl. A. Yani No. 12 Banyuwangi

Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetoru uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, di lokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, dan 424888. 10. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 06 Desember 2011 PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI ttd Pitoyo Asmoro Pemimpin Cabang

Pemimpin Redaksi/ Penanggung jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 6 Desember 2011

7000 Orang Menambang Emas Taksiran Polisi Usai Mendata Petak 78-79 PESANGGARAN - Aparat Polsek Pesanggaran berhasil menuntaskan pendataan tahap awal terhadap ribuan penambang tanpa izin (peti) di Petak 78 dan 79, Gunung Tumpang Pitu, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Hasilnya cukup fantastis. Tahap awal pendataan, polisi mencatat ada 147 lubang di pegunungan terse-

but. Satu lubang dikerjakan 10 sampai 15 orang. Jumlah lubang tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah. Sebab, banyak yang belum didata petugas Polsek Pesanggaran. “Yang belum terdata sekitar 600-an lubang,” ungkap Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi melalui Kasi Humas Apitu Lipur kemarin (5/12). Lipur menuturkan, jumlah lubang bisa menunjukkan jumlah penambang di hutan lindung tersebut. Hanya saja, berapa jumlah pastinya, kata dia, pihaknya belum berani mengungkapkan.

“Anggaplah ada 700 lubang dan yang aktif atau sedang digarap 600 lubang, kan tinggal mengalikan 10 atau 15 orang,” rincinya. Selain mendata lubang dan penambang, polisi juga menginventarisasi jumlah gubuk di Gunung Tumpang Pitu yang diduga milik para peti. “Banyak gubuk yang berdiri di sana,” ungkapnya. Untuk sementara, lanjut Lipur, polisi sekadar melakukan pendataan. Hasilnya akan diserahkan kepada Kapolres Banyuwangi AKBP

Nanang Masbudi. Untuk melangkah lebih jauh, seperti mengklasifikasi penduduk lokal Banyuwangi dan pendatang, serta rencana operasi kartu tanda penduduk (KTP), pihaknya masih menunggu petunjuk atasan. Sampai kemarin, polisi masih belum mengetahui secara pasti berapa jumlah penduduk lokal Banyuwangi dan pendatang di sana. “Nanti kalau memang ada petunjuk lebih lanjut, kita akan laksanakan. Yang jelas, data tahap awal kita serahkan ke pimpinan,” tandasnya. (azi/c1/irw)

Tentang Tambang Emas n Lokasi Petak 78 dan 79, Gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran n Terdata 147 lubang n Belum terdata sekitar 600 lubang n Satu u llubang digarap gara 10-15 -15 p penambang enam ang n Estimasi jumlah mlah pena penambang ambang ng 7000 70 0 ri ribu r lebih

KECELAKAAN

Maya Santuni Rp 29,5 Juta MUNCAR - Tuntutan ganti rugi keluarga korban yang tertabrak truk mundur pertengahan Oktober 2011 lalu ternyata sudah dipenuhi sebagian. Dari tuntutan Rp 56 juta untuk biaya pengobatan empat bocah yang terluka, PT. Maya, Muncar, sudah membayar separo lebih. Selama ini, manajemen pabrik PT. Maya sudah melakukan upaya persuasif. Perusahaan pengalengan ikan tersebut sudah menyerahkan ganti rugi lebih dari separo yang diminta keluarga korban. “Kami sudah berikan dana Rp 29.508.625,’’ ungkap Sigit Pramudyo kepada RaBa di kantornya kemarin (5/12). Sisanya, ungkap Sigit, masih menunggu sharing dengan pihak jasa ekspedisi Wolu Jaya Trans, Muncar. Sebab, musibah yang mengakibatkan empat bocah luka tersebut juga melibatkan truk bermuatan batu bara milik Wolu Jaya Trans. “Sisanya, kami masih melakukan sharing dengan pihak ekspedisi,’’ terangnya. Kepala human resource development (HRD) perusahaan yang beralamat di Jalan Sampangan Nomor 22, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, ALI NURFATONI/RaBa itu mengungkapkan, sebelum Sigit Pramudyo mediasi dilakukan dua kali, sebenarnya pihaknya sudah member ganti rugi biaya pengobatan. “Sisanya, kami memang masih berunding dengan pengelola ekspedisi,’’ imbuhnya. Di kantornya kemarin, di hadapan perwakilan korban, Abdul Jalil, Sigit mengungkapkan bahwa dana ganti rugi yang disodorkan keluarga korban belum termasuk biaya rujuk mata. “Dana itu belum termasuk biaya perawatan ke dokter spesialis mata di Surabaya,’’ bebernya. Rencananya, lanjut dia, Rabu ini (7/12) pihak Maya akan merujuk korban. Hanya saja, belum diketahui apakah nanti akan dioperasi ataukah tidak? Belum bisa dipastikan. “Kami masih belum tahu apakah nanti dioperasi ataukah tidak. Tunggu hasilnya dulu,’’ cetusnya. Kapan pertemuan akan dilaksanakan lagi? Sigit mengaku belum bisa memastikan kapan ada mediasi lagi. Namun, sesuai kesepakatan sebelumnya, semestinya sebelum hari Rabu sudah ada pertemuan lagi. “Tetapi, sampai sekarang belum ada kontak sama sekali,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, empat bocah mengalami luka akibat tertimpa tembok roboh yang tertabrak truk mundur di areal PT. Maya pertengahan Oktober lalu. Saat ini, keluarga korban mengajukan tuntutan ganti rugi untuk biaya pengobatan dan perawatan. Mediasi sudah dilakukan beberapa kali di kantor PT. Maya di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Muncar. Namun, belum ada kesepakatan sharing antara PT. Maya dan Wolu Jaya Trans. (ton/c1/irw)

ALI NURFATONI/RaBa

PERBAIKAN: Sejumlah nelayan sedang mengecat perahu slerek di Pelabuhan Perikanan Muncar menjelang perayaan petik laut, kemarin.

Nelayan Muncar Mengecat Kapal

MUNCAR - Menyongsong tradisi petik laut yang dihelat pertengahan bulan Suro sesuai kalender Jawa, sejumlah nelayan Pelabuhan Perikanan Muncar kemarin (5/12) mulai sibuk. Mereka menyiapkan diri untuk memeriahkan agenda tahunan tersebut. Seperti yang terlihat di beberapa perahu yang bersandar di dermaga kemarin. Sejumlah nelayan sibuk memperbaiki perahu slerek mereka, di anta-

ranya memoles kapal dengan cat dan model baru. Kali ini tradisi tahunan itu bakal berlangsung meriah. Pantauan koran ini di sekitar pelabuhan menunjukkan bahwa banyak nelayan sibuk merias kapal. Bahkan, di sekitar area tersebut sudah berjubel para pedagang kaki lima (PKL). Namun, para PKL memilih tutup pada pagi hingga sore hari. Puluhan lapak PKL itu baru buka secara serentak pada

malam hari. “Pada malam, di sini sangat ramai, banyak pengunjung dari luar yang datang,’’ ungkap Samsul Arifin, nelayan setempat, kemarin. Menurut warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Muncar itu, dirinya bersama nelayan lain memang mempersiapkan diri lebih awal. Sebab, tradisi tahun ini dipastikan jauh berbeda dibanding dua tahun terakhir. Sebab, pada tahun ini ikan tangkapan para nelayan sudah mulai

banyak. “Sekarang tambah ramai,’’ katanya. Sementara itu, seperti pernah digelar sebelumnya, dalam tradisi petik laut akan digelar gebyar musik sehari penuh. Petik laut mulai digelar pada 10 Desember 2011 mendatang. “Tanggal 11 Desember acara puncak, yakni upacara petik laut,’’ ungkap Kapolsek Muncar Kompol Mustaqim kepada RaBa di markasnya kemarin. (ton/c1/irw)

Harga Ikan Melonjak Dua Kali Lipat Angka Kenaikan Capai 100 Persen MUNCAR - Sepekan terakhir, harga ikan di perairan Muncar mengalami kenaikan. Peningkatan harga yang hampir mencapai 100 persen itu disambut sukacita para nelayan. Harga ikan tongkol yang sebelumnya hanya berkisar Rp 3.500 per kilogram (kg), sepekan terakhir sudah melonjak jadi Rp 6.000. Ikan lemuru di pasaran kini sudah mencapai Rp 5.000. Padahal, sebelumnya hanya berkisar Rp 3.000 kg. Ikan layang yang masih fresh harganya masih di bawah ikan lemuru. Harga per kg mencapai Rp 4.500. Sebelumnya, rata-rata harga hanya Rp 2.500. Begitu juga harga ikan sleng-

seng. Kini per kg dibanderol Rp 7.000. Harga ikan slengseng relatif berbeda dibanding ikan jenis lain. Selain langka, rasanya saat dimasak cukup lezat sehingga disukai banyak orang. Tingginya harga ikan itu membuat nelayan di sekitar pantai semringah. Pasalnya, mendekati hari H tradisi petik laut, warga Muncar bisa menikmati harga jual ikan yang tinggi. “Sekarang harga semua ikan naik, warga sini sangat senang,’’ tutur Sunariyah, pengepul ikan, kepada RaBa kemarin (5/12). Menurut warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar itu, harga ikan untuk bahan baku tepung di bawah rata-rata. Sebab, kategori ikannya sudah tidak segar. “Kalau harga ikan untuk tepung, rata-rata hanya berkisar Rp 2.000 ribu per kg,’’ sebutnya. (ton/c1/irw)

ALI NURFATONI/RaBa/RaBa

MASIH SEGAR: Puluhan nelayan sedang mengambil ikan di perahu selerek di Pelabuhan Muncar kemarin (5/12).

ADVERTORIAL PERBANKAN

Bank Mandiri Luncurkan Program Belanja Untung Mandiri Transaksi Pembayaran Wajib Menggunakan Kartu Apapun, Dapat Perlindungan Jiwa Rp 25 Juta BANYUWANGI–Meningkatnya denyut perekonomian Banyuwangi, menjadikan dunia perbankan semakin memberikan kemudahan dalam setiap transaksi yang dilakukan nasabahnya. Salah satu perbankan yang memberikan fasilitas ini adalah Bank Mandiri Banyuwangi. Kepala Cabang Bank Mandiri Banyuwangi Dandung M. Qomari menjelaskan, Bank Mandiri meluncurkan program Belanja Untung Mandiri (BUM). Program ini sebenarnya sudah diperkenalkan ke khalayak umum, sejak 1 November 2011 dan berlaku hingga 31 Januari 2012. Dandung mengatakan, tujuan utama program BUM adalah untuk menyosialisasikan dan

memasyarakatkan pola pembayaran dengan dan tepat, karena pecahan nominal belanja system cashless atau menggunakan kartu. Baik dapat dibayar dengan tepat (tidak perlu mekartu debit atau kredit. Hal itu, kata dia, sejalan nerima kembalian permen) dan memudahkan untuk mengelola keuangan keluarga dengan program Bank Indonesia, dengan membiasakan berhemat,” yang mulai mengarahkan pola kata pria yang sebelumnya bertugas pembayaran, dengan memanfaatdi Denpasar itu. kan fasilitas electronic payment, Dijelaskan, saat ini sistem pemguna memudahkan dan mengebayaran sudah mulai menggeser pengfisienkan proses transaksi bisnis. gunaan uang tunai kepada sistem pemDari sisi bisnis, pembayaran bayaran non tunai. Antara lain, melalui dengan system cashless sangat kartu kredit, kartu ATM maupun kartu menguntungkan. Di antaranya, debit. Bahkan dalam beberapa tahun menghindarkan diterimanya uang terakhir, masyarakat sudah mulai palsu, memudahkan proses penmemanfaatkan instrumen e-money catatan, dan mengurangi waktu (uang elektronik) untuk pembayaran pengelolaan penerimaan pemDandung MQ yang bersifat mikro. bayaran, karena semakin miniDandung menambahkan, untuk menyammalnya penerimaan fisik uang tunai. Selain itu, mengurangi waktu terbuang, karena harus setor but Hari Jadi Banyuwangi ke-240, program di bank dan tidak perlu repot menyediakan uang Belanja Untung Mandiri memberikan benefit kecil sebagai kembalian. “Yang pasti, transaksi tambahan kepada masyarakat Banyuwangi. dengan menggunakan kartu akan lebih hemat Bentuknya berupa gratis perlindungan jiwa

LAYANAN SPESIAL: Customer service Bank Mandiri Banyuwangi mempromosikan pogram BUM gratis asuransi Rp 25 juta.

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

senilai Rp 25 Juta bagi masyarakat, yang melakukan belanja dalam nominal tertentu sesuai ketentuan. “Cukup dengan menukar-

kan sales draft belanjanya ke Bank Mandiri, maka anda berkesempatan mendapatkan perlindungan jiwa ini,” terangnya. (ikl/irw)


KOMUNIKASI BISNIS

28

Selasa 6 Desember 2011

Aisyiyah Gandeng Askes dan Prima Medikal Beri Layanan General Check Up dan Buka Crisis Center BANYUWANGI - Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Askes menjalin kerjasama di bidang medical check up dan Pap Smear kemarin. Kegiatan yang dilakukan di Posko Aisyiyah, Jalan Singosari Banyuwangi, itu dilakukan sejak kemarin hingga hari ini (6/12). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 80 peserta. Mereka berasal dari anggota

Aisyiyah dan masyarakat umum. ram yang sudah disusun selama Ketua Pimpinan Daerah Ai- tahun 2011. syiyah, Banyuwangi, Dwi DeriSaat ini, imbuh dia, Aisyiyah taningtyas menjelasmenggandeng Askes kan, kegiatan tersedan laboratorium but merupakan raPrima Medikal untuk ngkaian kegiatan memberikan pelayauntuk memeriahkan nan kesehatan beruhari Ibu. Sebelumpa general check up. nya, kata dia, AiAda lima jenis layasyiyah juga mengnan yang diberikan. gelar kegiatan keYaitu, pemeriksaan Dwi Deritaningtyas bendaharaan pada jantung, diabet, da30 Septembar lalu. rah, hipertensi, dan Dimana, dalam kegiatan terse- ginjal. “Jika ada temuan penyabut, Aisyiyah konsolidasi sekali- kit yang dianggap serius maka gus mengevaluasi realisasi prog- akan dirujuk,” kata ibu yang

biasa dipanggil Rita itu. Dalam kesempatan itu, Rita menyampaikan jika saat ini Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyuwangi bakal memiliki crisis center dan klinik konsultasi keluarga sakinah. Rencananya, crisis center ini akan dibuka untuk umum pada Januari 2012. “Klinik ini dibuka setiap bulan sekali. Yaitu pada minggu pertama setiap pukul 08.00. Jadi, kalau sudah buka silakan masyarakat mengunjungi klinik ini di Jalan Singosari No. 14 Banyuwangi,” ungkapnya. (ikl/als)

TOHA/RaBa

ANTUSIAS: Peserta general check up saat hendak memeriksakan kesehatan di Posko Aisyiyah kemarin.

Gapoktan Diajari Membuat Pupuk Organik

GERDA/RaBa

PENANCAPAN: Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko memberi tanda kepada pemenang juara bunga tunggal kemarin.

Rogojampi Borong Juara Kontes Tanaman Hias di Roxy Supermarket BANYUWANGI – Kecamatan Rogojampi berhasil membawa pulang gelar juara kontes tanaman hias dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-240. Dalam lomba tanaman hias dan ayam hias yang digelar di halaman parkir Roxy Supermarket, Kecamatan Rogojampi meraih dua juara sekaligus. Yaitu juara bunga tunggal dan juara bunga majemuk. Di kategori bunga tunggal, Kecamatan Rogojampi mengandalkan bunga gelombang cinta yang ukurannya cukup besar. Pameran sekaligus lomba tanaman hias dan ayam hias ini berlangsung sejak 5 Desember hingga 11 Desember mendatang, Selain kontes tanaman hias, even ini juga memamerkan komunitas ayam ketawa. Beberapa stand pameran penataan taman dan bursa tanaman hias juga ada di pameran ini. Untuk lomba tanaman hias, penilaian yang dilakukan kemarin (5/12) langsung dipimpin Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Dalam kontes tanaman hias, kategori yang dilombakan meliputi bunga majemuk dan bunga tunggal.

BUNGA TUNGGAL Juara I :Kec.Rogojampi (45) Juara II : Mulyadi (55) Juara III : DKP Banyuwangi (2)

BUNGA MAJEMUK Juara I : Kec.Rogojampi (35) Juara II : Mulyadi (53) Jaura III :Kec. Siliragung (41)

Menurut kepala Dinas Ketahanan Pangan, Made Wicaksana, bunga tunggal dalam satu pot atau wadah hanya ada satu pohon. “Sedangkan bunga majemuk, satu pot bisa berisi lebih dari dua pohon,” katanya. Dikatakan, tujuan kontes tanaman hias dan ayam hias ini adalah wahana untuk menampung dan menyalurkan kreativitas masyarakat dalam hal pecinta bunga dan penghobi ayam hias. Dengan begitu, lanjut Made Wicaksana, pendapatan masyarakat dengan mengembangkan sikap dan perilaku mewujudkan kelestarian lingkungan akan berdampak positif pada peningkatan nilai jual ekonomis. Peserta pada kontes tanaman hias kali ini diikuti oleh 60 peserta. Yang terdiri dari instansi maupun perorangan. (adv/als)

SITUBONDO – Sebelas kelompok petani (gapoktan) mendapat sosialisasi dan pelatihan dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Situbondo. Mereka diajari tentang penggunaan alat granulator (alat pembuatan pupuk organik dan pupuk granul). Selanjutnya, sebelas kelompok yang wilayahnya banyak bertani tembakau itu akan menerima hibah. Mereka berasal dari Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki; Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan; dan Desa Ketoan, Kecamatan Arjasa. Di masing-masing tempat dilaksanakan selama sehari 17 November lalu. Sebelas gapoktan yang beruntung mendapatkan bantuan adalah kelompok tani Tanjung Sari, Desa Kalisari; Sumber Jaya, Desa Plalangan; Kelompok Tani Mandiri, Desa Sumberejo; Sumber Rejeki, Desa Jatibanteng; Sinar Pagi, Desa Gunung Malang; Jaya Subur, Desa Suboh; Mitra Tani, Desa Silomukti; Harapan Tani, Desa Selowogo; Karya Mulya, Desa Bungatan; Makmur Jaya, Desa Kayumas dan Gabungan Kelompok Tani, Desa Ketowan. Diharapkan, bantuan tersebut memapu memotivasi petani memberikan pupuk organik/ bokashi kepada lahan pertanian yang digunakan. Sehingga, akan memperbaiki struktur dan tekstur tanah dengan penambahan

unsur hara. “Dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) juga telah digunakan untuk sosialisasi program kepada calon penerima manfaat, mulai kepala desa, camat serta lokasi penerima dan APTI,” terang Kasub Diklat Kantor BKP3, Syaiful Chodri. Nara sumber yang dihadirkan, Kabid Kajian dan SDM kantor BKP3, Bambang Sudjatmiko. Dia menyampaikan materi cara mengaplikasikan pupuk organik mulai dari sumber bahan organik, kandungan hara makro kotoran padat dan cair. Kasub Diklat BKP3, Syaiful Chodri mengupas tentang pupuk dan pemupukan. “Kita sampaikan mengapa tanah harus dipupuk, serta klasifikasi pupuk dan dasar-dasar pemupukan,” terangnya. Peserta juga digembleng cara

SYAMSURI/RaBa

DIBIAYAI BBHCT: Peserta pelatihan langsung praktik membuat membuat pupuk organik.

membuat bokashi padat, bokashi cair, pupuk efektif mikro organis-

me, pembuatan bakteri penghancur, pembiakan bakteri, pembua-

tan pupuk cair organik dan pupuk hijau organik. (pri/adv/aif)

DIJUAL Toyota Avanza 1.3 G VVT-I F601 RM th 2007 merah mtl hrg 126,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Daihatsu Zebra master S91EF1 (pick-up) th 2007 hitam hrg 57,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL grand escudo V6 X17 silver 06 istimewa bisa cash/kredit atau tukar tambah hub 081335897888 - 082142194111

DIJUAL Cepat tanpa perantara Avanza G 2010 Silver, Eks dokter wanita, barang istimewa, pajak April. Hubungi: 0812371192

DIJUAL Mitsubishi kuda VB 5 W GLS th 2001 merah tua mtl hrg 81 jt nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 54 PRLC STD th 1997 merah mtl hrg 71,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota kijang krista (solar) LF80 SPR th 1999 hijau mtl hrg 105 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Rumah Kebalenan Indah B12, LT 131m2, 3 KT/KM, Harga nego. Hubungi: P. Sandi 087859033187, 082131548303

DIJUAL Rumah baru Gandeng Tanah kosong Ls Rmh+Tnh 167m2 Cungking/ Mojopanggung, Harga nego. Hub: P. Sandi 087859033187, 082131548303

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

PEMBETULAN PADA berita advertorial Perbankan edisi Senin (5/ 12) kemarin, tertulis pimpinan Bank Jatim, Malikin, yang benar adalah Malakin. Demikian, harap maklum. (*)

AGENDA KOTA

HUT Dharma Wanita di Gedung Wanita PUNCAK peringatan HUT ke-12 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan hari ini di Gedung Wanita Paramitha Kencana mulai pukul 08.00 WIB. Peringatan bakal dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Muspida, pimpinan SKPD, beserta undangan lainnya. (*)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•SUTRI GARDEN•

•SOBO PERMAI•

•STNK•

• BPKB•

•HONDA PRESTIGE•

•DICARI•

•JAHE GAJAH•

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

DIJUAL Rumah Sobo Permai, SHM Lt 95m, 1RT, 1RKeluarga, 2 KMT, Harga 75juta nego. Hub 082131544294, 085236556444

HLG STNK Nopol P 3615YL, an. Adi Sucipto, Dsn Sdomulyo, RT 05/2, Jambewangi, Sempu

HLG BPKB No. 1317038J Nopol P 2661 XM an. Sufangat Hamzah, Jl. Ikan Teri No.25.

DJL Honda Prestige'89, abu-abu, mesin terawat, tinggal pakai. Hub. 085259872418

DCR Speda Motor bks th 1980-2011 harga tinggi, H: 085234943645/087755966735

DIJUAL Jahe Gajah ex Medan, cck utk Bibit, Hub: 081353319650/081934825356

•VILLA TAMANSARI•

•GENTENG•

HLG STNK Nopol P 4032 YI, an. Vivin Haris Nindrawati,DsnRimpisRT01/03Smbersari,Srono

SITUBONDO

DIJUAL Villa di Tamansari, Licin, Lux, SHM, LT/LB 1000/250, kolam renang, 3 KTd + KM. Harga Nego. Hubungi: 08123496044

DIJUAL Rumah lokasi sgt strategis di Jln Raya Genteng, luas 293 M2 SHM Harga 1,75 M Nego, Hub. 081358279830

•RUMAH SHM• DIJUAL Cpt Rmh LT 275m2/150m, SHM. Blkg Makam Pahlawan H: 087823555078

HLGSTNKNopolP2765WO,an.DewiHariyani, al: Dsn Sidomulyo RT 01/02. Spanjang, Glnmore

•STNK•

•JL. ADI SUCIPTO•

HLG STNK Nopol P 2447 VB, an. Ratna Widi Astutik,al:Jl.MendutGg.VINo.04RT02/01Tmnbaru

HLGSTNKNopolP5779EA,an.ZainalHannan, al: Kembangsambi RT07/04, Pasirputih, Bungatan

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

HLG STNK Nopol P 4310 WU, an. Hayu Padiyah, al: Krajan 02/03 Aliyan, Rgjampi

HLG STNK Nopol P 4921 QF, an. Dwi Farida, al: Smberejo, RT03/03, Pondokrejo, Tmpurejo, Jbr.

• BPKB•

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

HLG BPKB No. G0393931J, Nopol P 8541 UE, an. Karlus Sally, al: Jl. Melati RT02/02 Dawuhan

•SUZUKI APV X•

•MITSUBISHI KUDA•

•LAMPU TENAGA SURYA•

DJL Suzuki APV X 2006, P Banyuwangi, coklat metalik. Hub: 081249300900

DJL Mits Kuda Grandia ‘03 MT Hitam CD Jok kulit, H. 99jt, kondisi bgs,087852755758

PAKET LAMPU Jalan Tenaga Surya mulai 7 Juta (non tiang) bergaransi resmi Hubungi: 08123277345 atau www.anekasolusidaya.com

•MOBIL HONDA•

•DAM TRUK•

READY STOCK Honda Jazz, CRV, Freed, Civic - 2011, Tlp: 081233183779.

DIJUAL Dam truk 95 jas 08.05 City 08. Baleno 03 L300. 09 Cash/kredit. Hub. 082142194111, 081335897888.

•GEBYAR DISKON DAIHATSU• DAPATKAN All New Xenia hrg mli 130 Jtan. Gran Max Free 8 Jt. Hub: Esthi Daihatsu. 081358624663 / 0333-7791779 / 087857994041

•AVANZA & VIOS• DJL Avanza G Hitam 09 145jt & Vios Grey 04 79jt Nego, Jl. Widuri 21/0811359689

•TANAH KEBUN•

•TANAH KAPLING•

• GUDANG BEKAS•

• PROMO DAIHATSU•

DIJUAL : Tanah kebun + 4Ha + Villa di Kalipuro (15 menit dari pusat kota Banyuwangi) Hub: 081913965354.

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DJL utk Ruko Gudang Bekas Mebel Anis di Jln Kepiting Bwi Dpn Bengkel Mobil Hub. 085335735964.

MILIKI Gran Max UM 5jt-an. Terios, Sirion, Luxio Disc 15Jt. Tlh hadir ALL New Xenia Inden skrg jg. Hub Hadi Daihatsu 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

•TANAH 8000M2• DJL Tanah SHM, 8000 m2, d Jalan Raya, Rp 150rb/m2 bs nego. Kav, SHM, 253m2 di dkt Roxi Jbr. Hubungi HP: 085336585157

•TANAH 1.024M2•

DIKONTRAKAN toko Lt 4, 200m. Lok Jl Jend Sudirman 88 Bwi. Hub 0333421316

DJL Murah Tnh L 1.024m2, Jl. Brawijaya dikelilingi tembok. H: Teddy 08123531325

GENTENG

•TANAH RUMAH•

•TANAH 1665M2•

DIJUAL Tanah + Rumah Kos Lt2 SHM 141m2. Jl. Halmahera II No.5 Jember Dekat Unej. Hub: 081330066201

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•TANAH 650M2• DJLTanahSHM650m2Pnggirjlraya,Ds.Bengkak, negoH:P.Sandi087859033187,082131548303

• TOKO 4 LANTAI•

•TANAH + BANGUNAN• DJL Lt. 940 /LB. 10X12 M2 Jl. Patung Tembok Muncar, Hub. Moh. Ikhwan 593773-08124914916

•PRIMA MOBIL• SEGERA Indent! All New Avanza, New Kijang Innova, Yaris, All New Xenia, PU Granmax, Terios, New Grand Livina, New Jazz, PU T120SS, PU L300, PU MegaCarry. H: 0333411655/0811301676

•PRIMA MOBIL• CRV 09, Jazz 05, Kijang Krista 97, Lsx Slr 97, Avanza 05, 06, Xenia 05, Escudo 98, 04, PU T12009, Futura 09, Stw Zebra 07, Panther New HiGrade 99, Taruna 02. Hub: 0333411655/0811301676

•MONITOR RUSAK• CRI/DBLI Monitor/CPU rsak=40rbu, hardisk/mthboard/pwrsuply rsk=7rbu, AC/ prabola/kulkas, trma borong wartel/warnet buyar. CV. ANACOM 085736367229

• FORTUNE TRAVEL• SUPER Executive Travel, Layanan antar jemput, terima titipan paket kilat Banyuwangi - Surabaya PP, armada Innova, ELF, Pregio.T (0333)8924 999, (031) 83100 888, 0821 8983 5555, 0812 176 34300

SURABAYA •RESTAURANT• TELAH DIBUKA Rawon Bik Ati 3, Jl. Embong Ploso 27 (Bambu Runcing belok kiri, timur PMI Surabaya), buka 07.00 21.00. Hubungi: 081249325276/ 081393449955

• RUKO+GUDANG•

•MAU PASANG IKLAN?•

DIJUAL Ruko + Gudang, Jl. Diponegoro 346 sblh PLN Genteng, LT 790, LB 450, SHM/IMB. Hub: 396254/085854916499

HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180 HATI- HATI TERHADAP PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI!


Selasa 6 Desember 2011

33

SCRED 2 SMAN 1 PESANGGARAN

REDAKSI

Pesona Gadis Selatan Pantai yang terletak di daerah Banyuwangi selatan ini belum terjamah wisatawan. Pantai berkarang serupa kursi ini sangat menakjubkan. PESANGGARAN - Cukup sulit menjangkau lokasi pantai yang masih asing ini. Selain jarak yang jauh, medan yang harus ditempuh juga tidak mudah. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab minimnya wisatawan yang tahu lokasi Pantai Parang Kursi. Bahkan, tidak sedikit penduduk sekitar yang tidak mengetahui lokasi pantai ini. Tetapi, kepuasan bakal didapat setelah tiba di Pantai Parang Kursi, sebanding dengan usaha dan jalan terjal yang dilalui untuk sampai ke sana. Wisata Pantai Parang Kursi masih alami dan belum sepenuhnya terjamah manusia. Pantai Parang Kursi merupakan suatu kawasan yang dikelilingi oleh pasir putih dan pohon rotan. Pantai Parang Kursi terletak di balik bukit di

S Rila Wanita Utami “Hidup adalah mimpi, wujudkan itu! Hidup adalah pertandingan, jalani itu! Semoga dalam hidup ini tiap-tiap gerakan langkah kita tetap istiqomah untuk menuju ridho Allah SWT…..” maz/Scred2

SEPERTI KURSI: Batu karang yang kokoh dengan background yang menyejukkan mata.

seberang pantai Lampon. Dengan perahu kecil berkapasitas lima orang bertarif Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah), seorang nelayan bersedia mengantar para wisatawan ke Pantai Parang Kursi. Selain menggunakan perahu, untuk menjangkau pantai ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyebrangi sunglon. Ketika melewati sunglon , wisatawan disuguhi dengan

FENOMENA

Monkey Naik Revo

maz/Scred2

PESANGGARAN - Umumnya hewan yang berbeda jenis tidak bisa hidup bersama. Tetapi lain halnya dengan anjing dan monyet milik Hani, 10, siswi kelas 4 SD Negeri 2 Pesanggaran. Revo adalah nama anjing berumur 8 bulan itu. Revo selalu menggendong si Monyet. Kemana pun dia pergi. Begitu dekatnya Revo dengan Monkey, hingga Revo rela berkelahi dengan anjing lain untuk membela Monkey. Monkey yang saat ini berumur

lima bulan. Monkey ini lebih memilih makan nasi bersama Revo dibandingkan makan pisang. “Kalau diberi pisang, Monkey justru membuangnya,” ujar Hani. Awalnya, Monkey diikat di bawah sebuah pohon. Namun Monkey justru terjerat bahkan hampir mati. Akhirnya, si Monkey dimasukkan ke dalam kandang Revo. Sebenarnya, Hani merasa khawatir mereka akan bertengkar. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Mereka dapat hidup rukun, saling berbagi, dan saling melindungi. Fenomena ini sangat jarang terjadi karena anjing identik dengan tabiat yang begitu kejam. Tetapi ternyata hal itu tidak berlaku untuk Revo dan Monkey. Monkey dan Revo gambaran kehidupan nyata dan jelas. Jika hewan saja bisa saling menyayangi, kenapa kita sebagai manusia berbudi tidak bisa? (maz/scred2)

pemandangan bawah air dan panorama alam yang masih memukau. Masih segarnya panorama tersebut tidak dapat ditemui di tempat wisata lain. Pantai Parang Kursi laksana pulau tanpa penghuni. Hanya deburan ombak dan pohonpohon rimbun. Pantai Parang Kursi patut dijadikan ikon pariwisata Banyuwangi. Pantai Parang Kursi juga berpotensi menjadi tempat

MEMIK AT: pe sona y ang

wisata yang menawan. Apabila mendapat perhatian dari masyarakat sekitar dan pemerintah pada khususnya. Sehingga Parang Kursi mampu menyedot banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Agar mampu menambah devisa negara. Selain itu, pantai Parang Kursi juga membuat wisata menjadi tenang, nyaman dan damai. Bahkan pantai Parang

menda maikan .

Kursi juga dapat menambah khasanah wisata di wilayah setempat dan Indonesia umumnya. Di samping itu, panorama parang kursi juga membuat pengunjungnya lebih nyaman dan damai. Parang kursi juga dapat diandalkan sebagai icon wisata Banyuwangi yang akan datang. Wisata pantai daerah Banyuwangi selatan. Selamat berkunjung. (Wnt/scred2)

C Sifasani Qalbina Fauzia “Mimpi adalah sebuah kunci untuk meraih segala prestasi yang kita inginkan. Dengan mimpi kita bisa merubah rasa pesimis menjadi optimis” R Mazfiar Amri Arriza “Asah potensi semaksimal mungkin, semampu kita berusaha mengukir prestasi. Banyuwangi membutuhkan semangat pemuda seperti kita. The best untuk Scred 2….” E Bertha Maya Anika “Ketika harapan tak terwujud, maka ikhlaskan semuanya. Mendekat padaNya agar kita tunduk disaat yang lain angkuh, kita teguh disaat yang lain runtuh, kita tegar disaat yang lain terlempar.” D Tutut Triyastutik “Selalu optimis untuk meraih masa depan yang lebih baik. Menatap ke depan untuk selangkah lebih maju.”

Serpihan Banyuwangi Ethno Carnival Antusias dan penampilan yang terkesan glamour semua peserta BEC mengundang takjub masyarakat Banyuwangi BANYUWANGI adalah sebuah daerah yang mempunyai sumber kekayaan yang sangat melimpah. Berbagai macam sumber kekayaan alam ada di Bumi Belambangan. Seperti hasil tambang emas, perkebunan, hingga wisata pesisir pantai yang ber-panorama menarik. Bukan hanya

sumber daya alam saja, tetapi kebudayaan yang masih kental sekali di kalangan masyarakatnya. Setiap tahun Kota Gandrung juga sering mengadakan event yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar khususnya. Seperti pada tahun ini, Banyuwangi mengadakan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang baru saja bergulir. Penampilan peserta BEC yang terkesan sangat glamour mengundang takjub untuk masyarakat Banyuwangi. Adanya BEC di sambut baik di berbagai

elemen masyarakat Banyuwangi. BEC menjadi inovasi yang segar untuk melestarikan dan menjaga kebudayaan daerah yang ada. Event ini juga memberikan sebuah wawasan baru bagi kalangan pelajar khususnya dan juga masyarakat luas pada umumnya. Antusias masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam terselenggaranya BEC patut diacungi banyak jempol. Bahwasannya Lare Osing saling berdesak-desakan demi melihat kemeriahan pesta budaya daerah tersebut. “Pengalaman baru yang saya p e r o l e h ketika ikut BEC.

Saya lebih mengenal dekat dengan berbagai kebudayaan Banyuwangi. Selain itu waktu ikut dalam BEC saya dibekali bagaimana cara mendesain baju, cara ber-make up, dan bagaimana cara berjalan seperti seorang model,” ujar Leni, 16, salah satu peserta BEC. Adanya BEC diharapkan mampu mengangkat semua kebudayaan Kota Gandrung bukan hanya diranah daerah saja melainkan di ranah Internasional. Bila BEC diadakan rutin setiap tahun, tidak menutup kemungkinan kebudayaan Banyuwangi semakin terangkat dan lebih

dekat di kalangan masyarakatnya. Untuk menunjang segala aspek kelestarian kebudayaan Banyuwangi tersebut, event-event seperti ini sebaiknya diadakan setiap tahun. Untuk memperkenalkan budaya ke wisatawan mancanegara agar Banyuangi lebih dikenal dunia. Dan, event seperti ini diharapkan menjadi wadah pengenalan kebudayaan Banyuwangi agar tidak terkikis oleh perkembangan pada zaman modern. Sehingga Banyuwangi tidak akan hanyut karena modernisasi diklaim sebagai perusak moral. (ttt/scred2)

SISI LAIN

Musik Bukan Musyrik KEHIDUPAN anak band identik dengan hal-hal negatif. Seperti merokok, minum minuman alkohol berkadar tinggi, dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Bertindik dan bertato menjadi ciri khas anak band pada umumnya. Tetapi lain lagi dengan Anggi Pras, 19. Anak band yang satu ini karakternya sangat berbeda dengan anak band pada umumnya. Selain eksis dalam dunia musik, Anggi yang kini telah menjadi alumni SMAN 1 Pesanggaran, semasa duduk di bangku SMA juga tidak pernah mengesampingkan kewajibannya untuk tetap belajar dan meraih prestasi sekolah. Alhasil, nilai-nilai akademiknya di atas rata-rata. Posisinya sebagai gitaris band yang ternama di lingkungan sekolah, tidak membuatnya terjerumus dalam halhal negatif. Cowok berambut gondrong ini bahkan menjadi inspirasi dan teladan yang baik bagi semua teman-teman seusianya. Dia juga tidak pernah berpakaian atau memakai aksesoris yang berlebihan ketika di atas panggung. Si Anggi lebih mengutamakan

skill bandnya dibandingkan penampilan yang sangat mencolok di atas panggung. Tidak sedikit pula penghargaan yang pernah diraih oleh Anggi dan bandnya; runner up di festival Art and Culture dan juara satu dalam kompetisi Djarum Suby:maz/scred2 per Music Festival 2010. Mendapat berbagai macam penghargaan tersebut tidak lekas membuat Anggi menjadi besar kepala dan merubah sikap serta penampilan berubah jadi negatif. “Untuk menunjukkan potensi dalam bidang apapun pasti ada jalan yang terbaik untuk dapat berusaha dan berusaha agar bisa mencapai prestasi sebaik mungkin, Dik,” pungkasnya. (sif/scred2)

FOKUS KAMERA: Peserta BEC dari kiri, Villa, Leny, Dinda, Iffah Almas, Vici, Dian, dan Kuwandaning berpose menarik di depan kamera dengan senyuman ramah.

Giat Bekerja dan Belajar untuk Meraih Asa

‘Lubang Lele’ Mampu Menopang Perekonomian PESANGGARAN - Banyak warga Pesanggaran yang mengais rezeki dengan menambang emas. Walaupun sebenarnya mereka tergolong penambang liar, namun mereka tidak punya pilihan yang lain. Menambang emas adalah cara mendapat rupiah yang tergolong sangat cepat dan menggiurkan. Harga emas yang mahal membuat warga Pesanggaran berbondongbondong mencari emas di g u n u n g tersebut. Salah satu diantara penambang itu maz/Scred2 adalah Rudi Putama, 17, siswa SMA Negeri 1 Pesanggaran. Awalnya dia bersama dua temannya hanya iseng ingin sekali melihat lokasi penambangan emas, dia tertarik untuk ikut mencari emas di sana karena penghasilan yang didapat lumayan besar dan sangat menjanjikan.

maz/Scred2

TETAP NARSIS:Tetap melihat kamera ketika sedang bekerja.

“Saya cari emas di Lubang Lele, Mbak. Tepatnya di bawah pohon jati. Saya itu hanya mengambil sisa material penggalian emas penambang

lain yang cair,” ungkap Rudi saat kami temui Minggu siang (20/11) di lokasi kerjanya. Menurutnya, ada dua jenis lubang emas di gunung Tum-

pang Pitu; Lubang Lempung dan Lubang Lele. Lubang Lempung memiliki kadar emas yang banyak, namun sangat sulit didulang. Sedangkan Lubang Lele memiliki kadar emas yang kecil, tetapi banyak dan mudah didulang. Disebut Lubang Lele karena banyak orang yang LELEs. Rudi mencari emas sejak kelas X hingga kelas XII sekarang ini. Sosok yang satu ini tidak mengenal lelah. Hampir tiap hari sepulang sekolah dia melakukan kegiatan tersebut. Kegiatan mencari emas sebenarnya dilarang oleh orang tuanya. Tetapi berhubung tidak mengganggu kegiatan belajarnya di sekolah, dia memutuskan untuk tetap ndulang em a s . Penghasilan yang didapat dari ndulang, sebutan

untuk menemukan butiran emas, kurang lebih mencapai Rp 50.000 ( lima puluh ribu rupiah) per hari. Hasil dari pencarian butiran emas itu digunakan untuk mencukupi semua kebutuhan sekolah. Selain itu, juga digunakan untuk menambah kebutuhan keluarga. Bahkan juga dapat ditabung walaupun sedikit yang penting rutin. Itu dilakukan untuk persiapan menghadapi ujian dan jika bisa untuk biaya kuliah nantinya. (mae/scred2)

SIF/SCRED2


34

Selasa 6 Desember 2011

Didominasi Kekuatan Lawas Juara BBL 2011

NIKLAAS ANDRIES/ RaBa

ASAH TEKNIK: Pemain asing Persewangi asal Brazil Victor da Silva usai berlatih di Stadion Diponegor kemarin.

Cari Bekal Sebelum Kompetisi Sore Ini, Persewangi Uji Coba Lawan Tim Lokal BANYUWANGI – Kick off kompetisi Divisi Utama kurang dari sepekan akan mulai dilaksanakan. Merunut jadwal yang dikeluarkan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), pertandingan pertama akan dilaksanakan pada 12 Desember mendatang. Ini artinya, tersisa waktu lebih kurang satu pekan ke depan bagi Persewangi Banyuwangi mempersiapkan diri. Menyadari semakin mepetnya gelaran kompetisi, persiapan intensif pun mulai disusun tim asuhan Yudi Suryata itu. Demi memantapkan

penampilan anak asuhnya di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia mendatang, mantan arsitek Persijap Jepara itu direncanakan menggelar dua kali uji coba dalam sepekan ini. Bila tidak ada halangan, uji coba pertama akan dilakoni Laskar Blambangan sore ini di Stadion Diponegoro Banyuwangi. Sekaligus sparing melawan klub lokal sore ini akan menjadi evaluasi terakhir sebelum terjun ke arena sesungguhnya di Liga Indonesia. “Kita minimal akan uji coba ke depan dua kali lagi,” ujar Nanang Nur Ahmadi, Ketua Persewangi. Dalam uji coba sebelumnya, Persewangi mencatatkan hasil lumayan bagus. Gambaran ini tampak saat

mengikuti pertandingan segitiga di Malang beberapa waktu lalu. Nurcahyo dkk sukses mencatatkan kemenangan atas Singo Edan Arema (versi PT Liga Indonesia) dengan skor 1-0. Namun di game kedua, Persewangi digelontor tiga gol saat bersua Deltras Sidoarjo. Maka, sebagai bekal menuju ke kompetisi, tidak ada jalan lain bagi Persewangi untuk memantapkan kerangka tim. Beberapa kelamahan tim yang tampak dalam sesi uji coba akan menjadi fokus untuk pembenahan. Sekaligus momentum ini akan menjadi sarana bagi Laskar Blambangan memperkenalkan skuadnya kepada publik untuk kompetisi Divisi Utama mendatang. (nic/als)

PABBSI Optimistis Tatap Kejurda

IWAN SETIONO/RaBa

PERESMIAN: Ketua Persani Banyuwangi Erna Samsul Hadi meresmikan Lady’s Sport kemarin lusa.

Bisa Yoga di Lady’s Sport BANYUWANGI - Pusat kebugaran kembali hadir di Bumi Blambangan. Kali ini Lady’s Sport yang berada di Jalan Kepiting no 19, Kapling Baru, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, resmi di-launching Minggu (4/ 12) lalu. Berlokasi di tengah kota, sanggar senam milik instruktur senam Paddy itu memiliki sejumlah fasilitas menarik. Seperti tempat fitness, senam aerobic, yoga, eksekutif class, dan instruktur senam berpengalaman. ”Tempat parkir di sini sangat luas. Dan kita punya security 24 jam,’’ ujar Paddy. Menurut Paddy, biaya pendaftaran untuk menjadi ang-

gota cukup membayar Rp 25.000. Menariknya, selama bulan promosi pada Desember ini, pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis. ”Setelah menjadi member, bisa mengikuti bermacam-macam program seperti aerobic, yoga, dan lainnya,’’ jelasnya. Peresmian sanggar senam Lady’s Sport dilakukan langsung oleh Ketua Persani Banyuwangi Hj. Erna Samsul Hadi yang dihadiri anggota Persani Banyuwangi dan AISBI Genteng. Setelah peresmian sanggar senam, langsung digelar lomba senam aerobic yang dipandu Wawan dan Ika. (adv/als)

BANYUWANGI - Pengurus PABBSI Banyuwangi tengah on fire. Di bawah komando Nurmansyah, induk olahraga angkat berat, besi, dan binaraga, itu memompa spirit untuk terus mendulang prestasi. Itu tampak dari persiapan organisasi tersebut dalam menatap kejuaraan daerah (kejurda) yang akan digelar di Surabaya mulai 10 Desember. Salah satu bentuk persiapan itu adalah menggelar seleksi lanjutan kemarin. Dari seleksi atlet itu, PABBSI mendapat empat atlet baru untuk diproyeksikan tampil di Kota Pahlawan nanti. “Kita punya empat atlet baru untuk diter-

junkan di kejurda,” beber Nurmansyah kemarin. Lebih lanjut, Brigadir Polri itu menegaskan, PABBSI akan menyertakan 10 atlet. Nurmansyah menargetkan prestasi dalam kali pertama keikutsertaan lomba di bawah komando alumni SMP 1 Giri itu. Untuk itu, penjaringan atlet menjadi titik yang ditekankan PABBSI. Beberapa atlet yang diproyeksikan tampil di Surabaya nanti adalah Blek yang akan turun di kelas 80 kg, Hendrik 75 kg, Hary kelas 70 kg, dan Waheb kelas 65. Sisanya merupakan personel lama yang diturunkan di kejuaraan Jember Open lalu. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Gelaran Banyuwangi Basketball League (BBL) berakhir Sabtu (3/12) malam lalu. Pentas kompetisi antar pelajar se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, itu sudah menemukan jawara di setiap kategori yang dimainkan. Menilik hasil title juara yang digelar di GOR Sahabat mulai 21 November hingga 3 Desember kemarin, kekuatan tim basket lawas Banyuwangi mendominasi perolehan juara. Di kategori sekolah menengah atas (SMA), SMAN 1 Giri dan SMAN 1 Glagah sama-sama menunjukkan dominasi. Di kelompok putri, SMAN 1 Giri tampil perkasa dengan mengalahkan SMAN 1 Banyuwangi di final. Posisi ketiga

ditempati SMAN 2 Jember yang menang atas SMAN 1 Purwoharjo. Di bagian putra, SMAN 1 Glagah tampil superior. Tim sekolah tersebut memastikan juara setelah mengandaskan seteru abadinya, SMAN 1 Giri. Gelar hiburan di podium ketiga diisi SMAN 1 Rogojampi setelah menundukkan SMAK Hikmah Mandala. Kejutan justru mewarnai laga final tingkat SMP putri. Tim SMPN 1 Giri untuk kali pertama menorehkan finish di tangga juara pertama. Kepastian itu diperoleh setelah SMPN 1 Giri menundukkan SMPN 7 Jember di babak final. Rangking ketiga ditempati SMPN 1

Banyuwangi yang menang atas SMPK Santo Yusuf. Di bagian putra, SMPK Santo Yusuf mampu mendulang juara. Adalah SMPN 1 Jember yang menjadi tumbal anak-anak Santo Yusuf di laga final. Di posisi ketiga ada SMPN 1 Rogojampi yang kali ini mencuri gelar hiburan dari SMPN 1 Giri. Kategori sekolah dasar, SDN 1 Kepatihan menorehkan prestasi dengan mengawinkan gelar juara putra dan putri. Di bagian putra, gelar juara diraih setelah SDN 1 Kepatihan menundukkan SDK Santa Maria dalam final. Di bagian putri, giliran SDN 4 Penganjuran yang menjadi tumbal ketangguhan anakanak Kepatihan. (nic/c1/als)

ISTIMEWA

BERBAKAT: Pemain basket putra dan putri SDN 1 Kepatihan pose bersama usai menjuarai BBL 2011.

SDN 1 Kepatihan Kawinkan Gelar BANYUWANGI – Banyuwangi Basket League (BBL) yang berakhir Sabtu malam (3/12) lalu merupakan anugerah tersendiri dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kepatihan. Bagaimana tidak? Dalam kejuaraan basket memperebutkan piala Bupati Banyuwangi itu, dua tim basket SDN 1 Kepatihan berhasil meraih juara dalam even yang digelar untuk memriahkan Hari jadi Banyuwangi (Harjaba) itu. Tim SDN 1 Kepatihan mengirimkan dua tim. Itu terdiri dari satu tim putra dan satu tim putri. Setelah menyingkirkan lawan-lawannya, tim basket SDN 1 Kepatihan berhasil masuk fnal. Yang mem-

banggakan, kedua tim asuhan Sukidi SPd itu berhasil meraih juara pertama. Hal ini membuktikan bahwa SDN 1 Kepatihan selain tetap konsisten dalam menggapai semua prestasi. Juga penerapan regenerasi di setiap bidang pendidikan maupun ekstrakulikuler sangat dominan. Menurut Kepala SDN 1 Kepatihan Sumadi keberhasilan anak asuhnya tidak terlepas dari latihan rutin yang dilaksanakan di sekolah. Kemudian peran aktif dari wali murid yang tergabung dalam paguyuban basket dan tenaga pembimbing yang profesional, merupakan kunci sukses untuk meraih juara tersebut.

SDN 1 Kepatihan tidak sekedar meraih juara I putra dan juara I Putri dalam Banyuwangi Basket League. Tetapi saat hari kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus lalu, siswa SDN 1 Kepatihan bergabung dalam Puspa Blambangan, unjuk gelar di istana Negara. Mereka membawakan lagu-lagu daerah Banyuwangi seperti Ulan Andung-andung dan Ugo-ugo. Sumadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh siswa, guru pembimbing, komite dan paguyuban wali murid yang selalu aktif dalam menghantarkan SDN 1 Kepatihan meraih prestasi di bidang akademik dan non akademik. (adv/als)


BERITA UTAMA

Selasa 6 Desember 2011

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Ketua Dewan Panggil Kadispendik Yang Ditunda ternyata Proyek DAK 2010 BANYUWANGI - Ditundanya proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) yang jumlahnya mencapai Rp 100 miliar ternyata mendapat perhatian khusus Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Banyuwangi Sulihtiyono dipanggil ke gedung dewan kemarin (5/12).

Pemanggilan kadispendik secara mendadak itu sebenarnya untuk mengklarifikasi jumlah DAK yang akan ditunda realisasinya. Saat rapat paripurna lalu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyebut jumlahnya sekitar Rp 100 miliar. “Tapi Pak Slamet Karyono (Asisten Bidang Ekonomi Setkab) menyebut hanya Rp 60 miliar,” ujar Hermanto. Selain nilai proyek, pemanggilan kadispendik itu juga untuk memperjelas alasan proyek rehab sekolah dan pengadaan barang untuk sekolah

tidak bisa dilaksanakan pada 2011. “Kita ingin tahu sebenarnya ada apa. Kenapa kok tidak bisa dilaksanakan,” kata Hermanto. Dalam pertemuan yang digelar di ruang ketua DPRD itu, Kadispendik Sulihtiyono ternyata enggan menyebut nilai proyek DAK yang tidak bisa direalisasikan tahun 2011. “Pak Sulih (Sulihtiyono) tidak menyebutkan nilai proyek yang sebenarnya,” terang Hermanto usai pertemuan. Dari keterangan Sulihtiyono, jelas Herman-

Ditangkap Gara-gara Kasus Curanmor ■ GADIS... Sambungan dari Hal 25

“Mukhlis pernah lama bekerja di Nabire,” katanya. Pada 2010 lalu, kata Dewa, Syafii menyerahkan SF, 16, dan AR, 17, yang tinggal di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, kepada Mukhlis. Kedua gadis yang masih di bawah umur itu mulanya dijanjikan dipekerjakan di salah satu restoran di Nabire. “Mukhlis yang

mengantar kedua korban ke Surabaya,” terangnya. Kedua gadis yang masih lugu itu ternyata tidak dipekerjakan di restoran. Saat tiba di Nabire, keduanya dipaksa menjadi pekerja seks di salah satu lokalisasi di Provinsi Papua Barat tersebut. “Kasus ini terbongkar setelah AR kabur dan berhasil pulang ke Banyuwangi,” ungkapnya. Kepada keluarganya, AR menyampaikan bahwa dirinya dipaksa menjadi PSK di Nabire.

Lantaran tidak kuat dengan pekerjaan itu, akhirnya AR nekat kabur dengan sisa uang yang dia miliki. “Orang tua SF tidak terima putrinya dipaksa menjadi pelacur. Lalu, orang tua korban lapor ke polres,” cetus kasatreskrim. Dari laporan orang tua SF tersebut, polisi langsung bertindak dan menjemput SF di Nabire. Selanjutnya, Syafii yang diduga terlibat jaringan trafficking itu diringkus di rumahnya.

“Syafii mengaku bekerja sama dengan Mukhlis, tapi Mukhlis sudah kita tangkap dalam kasus curanmor,” bebernya. Dalam pemeriksaan polisi, Mukhlis mengaku telah mengantar kedua perempuan itu hingga Surabaya. Selanjutnya, kedua korban diserahkan kepada Imam “Bagong”, salah satu kenalannya yang punya jaringan di Nabire. “Saya diberi uang Rp 500 ribu, uang sebesar itu dibagi dengan Syafii,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Mengaku Tak Tahu Pemasoknya ... ■ TRANSAKSI... Sambungan dari Hal 25

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB). Dari tangan Fajar yang tinggal di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, itu polisi menemukan satu paket sabu-sabu (SS) dengan berat kotor 0,60 gram. Telepon seluler (ponsel) merek Samsung milik Fajar juga dijadikan barang bukti. Dari tangan Sudarjo yang tinggal di sekitar Pelabuhan LCM Ketapang, polisi menemukan bukti satu paket SS dengan berat kotor 0,60 gram. Ponsel merek IMO, dan uang tunai Rp 500 ribu, milik lelaki berjenggot dan berkumis itu juga disita polisi. “Semua BB

GALIH COKRO/RaBa

yang kita sita dari kedua tersangka itu kita amankan,” cetus Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Menurut Watiyo, Fajar diduga berperan sebagai kurir SS. Diduga, pekerjaan mengantar barang haram itu sudah lama dilakukan. Fajar ditangkap saat akan mengedarkan SS kepada pelanggan, termasuk Sudarjo. “Fajar membawa SS

BUKTI: Sabu-sabu, ponsel, dan sejumlah uang diamankan dari transaksi narkoba di Pelabuhan LCM Ketapang.

seberat 0,60 gram yang disimpan di dalam dompet,” jelasnya. Awalnya, polisi tidak menemukan BB saat meringkus Sudarjo di sekitar Pelabuhan LCM. Tetapi, saat dikeler ke rumahnya, polisi menemukan satu paket SS seberat 0,60 gram dan uang Rp 500 ribu yang diduga akan digunakan untuk membeli serbuk haram tersebut. “Kedua

tersangka masih kita periksa di polres,” kata Watiyo. Ditanya asal-muasal SS yang dijual Fajar, Kasatnarkoba Watiyo mengungkapkan bahwa kurir yang telah ditangkap itu belum mau membeber. Fajar mengaku transaksi barang melalui komunikasi lewat ponsel. Selanjutnya, barang tersebut ditaruh di salah satu tempat yang telah ditentukan. “Keterangan ini masih janggal, makanya masih akan kita perdalam lagi,” ujarnya. Watiyo mengaku tidak yakin bahwa kurir tersebut tidak pernah tahu bosnya. Dia menduga, SS yang diedarkan tersangka milik bandar gede (bede) yang sering beroperasi di Banyuwangi dan sekitarnya. “Bandar SS itu yang akan kita buru,” cetusnya. (abi/c1/bay)

to, proyek DAK yang tidak bisa direalisasikan ternyata adalah sebagian DAK 2010 yang tidak bisa dikerjakan. Lantaran tidak bisa dilaksanakan, DAK 2010 itu rencananya akan direalisasikan tahun 2011. “Tapi nyatanya 2011 juga tidak bisa direalisasikan,” ujarnya. Menurut Hermanto, ada beberapa alasan proyek DAK 2010 itu tetap tidak bisa direalisasikan tahun 2011. Berdasar pengakuan kadispendik kepada ketua DPRD, DAK tidak bisa diluncurkan karena ada aturan baru.

Aturan baru berupa petunjuk teknis (juknis) itu ternyata terlambat turun ke daerah. “Karena juknis baru turun, maka proyek DAK tidak bisa diluncurkan,” sebutnya. Selain alasan aturan dan juknis, kata Hermanto, dalam pertemuan itu Kadispendik Sulihtiyono menyebut sejumlah rekanan yang mendaftar lelang pengadaan barang banyak yang tidak memenuhi syarat. “Daripada tidak maksimal, lebih baik ditunda,” bebernya. (abi/c1/bay)

Peletakan Batu Pertama Tower PLN ■ DOA... Sambungan dari Hal 25

Menurut Djuang, pada hari dan tanggal 8 Desember ada dua kegiatan Harjaba. Pada pagi hari, pukul 06.00, ada kegiatan nyapu bareng dan rijigrijig kampung. Pada sore hari, sekitar pukul 15.00, akan digelar doa bersama seribu anak yatim. Dalam acara itu, semua karyawan sekretariat pemkab diwajibkan ikut. “Kita akan

berdoa bersama demi keselamatan seluruh rakyat Banyuwangi,” tegas Djuang. Selain memundurkan pelaksanaan doa bersama seribu anak yatim, panitia juga menambah rangkaian kegiatan Harjaba pada 18 Desember 2011. Semula, pada 18 Desember pukul 08.00, hanya akan digelar upacara Harjaba di lapangan GOR Tawang Alun. Namun, setelah Bupati Abdullah Azwar Anas berko-

ordinasi dengan pemerintah pusat, kata Djuang, agenda kegiatan ditambah satu, yakni peletakan batu pertama pembangunan tower kabel PLN Jawa-Bali. Peletakan batu pertama itu dilaksanakan pada pukul 10.00. Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Soekarwo akan menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan tower PLN setinggi 376 meter atau tower listrik tertinggi di dunia itu. (afi/c1/bay)

Turun ke Pasar, Sapa Masyarakat ■ KALI PERTAMA... Sambungan dari Hal 36

Kendaraan operasional itu belum sepekan diserahterimakan. Finalis Kakang-Embug diberangkatkan Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan dari halaman Mapolres Situbondo dengan iring-iringan sepeda maupun mobil BM.

Sepanjang perjalanan sirine terus berbunyi sehingga mengundang perhatian masyarakat. Dari Mapolres Situbondo, pawai finalis Kakang-Embug menuju kantor Pemkab Situbondo. Dari tempat ini dilanjutkan ke Jalan WR Supratman Wijaya Kusuma – Ja’far Shodiq – Diponegoro – Pemuda – Argopuro dan Jalan Madura.

Iring-iringan sempat balik ke pasar Senggol dan Pasar Mimbaan. Di dua tempat itu, para finalis Kakang-Embug turun ke pasar untuk menyapa masyarakat seraya meminta dukungan. Mereka menyebarkan brosur yang sudah dipersiapkan akan memilih dirinya menjadi Kakang-Embug favorit. (pri/aif)

Ajak Umat Islam Pahami Alquran ■ 64 PERSEN... Sambungan dari Hal 36

Ini bisa dilihat dari dekadensi moral dalam sepuluh tahun terakhir. Menyikapi kondisi itu, LDII Situbondo sebagai lembaga yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, menyusun program peningkatan kapasitas LDII dalam partisipasi Pembangunan. Itu mencakup peningkatan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Selain itu, turut dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Ini demi terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan pancasila dan diridhoi Allah Agus Triono menginstruksikan kepada seluruh pimpinan cabang LDII kecamatan agar bersinergi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemerintah dalam melaksanakan narasi besar yang digarap LDII. Termasuk mengisi datangnya tahun baru de-

ngan pengembangan karakter masyarakat pekerja keras dan tirakat banter (azas efesiensi), pengembangan etos kehidupan menuju keteladanan insani yang baik. Program strategis yang dicanangkan LDII Situbondo telah disampaikan kepada DPW LDII Jawa Timur. Hasil akhir yang yang hendak dicapai antara lain mengajak umat Islam memahami Alquran dan Alhadits. Itu akan memungkinkan manginternalisasi ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya dan mengaktualisasikannya dalam segala kondisi. (pri/adv/aif)

Siapkan Pembelaan Pekan Depan Bikin Pernyataan Tidak Mengulangi ... ■ DITUNTUT... Sambungan dari Hal 25

“Yang dilakukan terdakwa memenuhi unsur pidana,” cetus Hery Utomo. Dalam pembacaan tuntutan tersebut, JPU berdasar keterangan sejumlah saksi yang telah dihadirkan ke persidangan. Sejumlah saksi yang didengar keterangannya itu adalah wartawan yang ikut meliput saat razia di Garden Hotel di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, dan karyawan hotel.

“Keterangan para saksi ada kesesuaian,” jelasnya. Sesuai keterangan para saksi, lanjut jaksa Hery, tersangka menghalang-halangi sejumlah wartawan saat meliput razia pasangan mesum di Garden Hotel. Dalam razia itu, jelas dia, di hotel Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring, ditemukan pasangan mesum. “Wartawan tidak boleh meliput oleh terdakwa dan kamera ditampel dengan tangan. Terdakwa juga menakut-nakuti wartawan dengan anjing piara-

annya,” bebernya. Jaksa Hery menambahkan, bukan hanya keterangan para saksi, terdakwa sendiri dalam persidangan juga mengakui telah menghalang-halangi wartawan yang meliput razia di hotelnya. “Keterangan para saksi dan terdakwa ada kesesuaian,” ungkapnya. Atas bukti-bukti itu, JPU menganggap yang dilakukan terdakwa telah memenuhi unsur pidana Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers. “Kami menuntut tujuh bulan penjara dengan potongan

masa tahanan, dan wajib membayar biaya perkara sebesar Rp 1.000,” tegasnya. Tuntutan tujuh bulan penjara ini sepertinya tidak disangka Wayan. Saat mendengar tuntutan tersebut, Wayan langsung menunduk dengan mata berkaca-kaca. Kedua tangannya beberapa kali mengusap air matanya yang membasahi pipi. “Kami akan melakukan pembelaan dalam sidang pekan depan,” cetus Fahim SH, penasihat hukum I Wayan Bagiarta. (abi/c1/bay)

Oknum Penggerak Demo Disanksi ■ TAK PERNAH... Sambungan dari Hal 25

Imron mendatangi kantor Radar Banyuwangi untuk mengklarifikasi tudingan para siswa terhadap istrinya pada Sabtu lalu (3/12). “Saya tidak masalah ditolak para siswa, karena SK (surat keputusan mutasi) yang memutuskan adalah Bapak Bupati,” cetus Hairun Nisa. Hanya saja, Nisa tidak terima tudingan pernah berbuat mesum semasa mengajar di SMPN 1 Giri pada 1997 hingga awal 1998 lalu. “Perlu saya sampaikan, saya keluar dari SMPN 1 Giri bukan karena ada

masalah, tapi karena diangkat menjadi PNS (pegawai negeri sipil),” katanya. Nisa yakin, para siswa yang menggelar demo menolak dirinya itu belum mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Apa yang terjadi saat mengajar di SMPN 1 Giri pada 1997 lalu, para siswa yang saat ini demo itu juga tidak tahu yang sebenarnya. “Saya tidak pernah berbuat seperti yang dituduhkan (mesum) itu,” ujarnya. Gara-gara siswa mendemo kedatangannya di SMPN 1 Giri karena dianggap pernah mencemarkan nama baik sekolah, Nisa merasa terganggu. Apa-

lagi, beberapa siswa di sekolah itu ternyata sudah ada yang berpikir miring terhadap dirinya. “Bagi saya ini beban cukup berat,” sebut perempuan berjilbab tersebut. Ditambahkan Imron, setelah ada demo pada Jumat lalu, dirinya segera mencari informasi seputar gerakan siswa yang menolak kedatangan istrinya. “Ternyata demo itu digerakkan salah satu oknum guru di sekolah itu,” tudingnya. Imron mengaku, salah satu pengurus OSIS telah membuat pernyataan bahwa demo itu dilakukan karena disuruh oknum guru. Siswa tersebut

dalam pernyataannya juga menyampaikan bahwa para siswa merasa diperalat oknum tersebut. “Saya tidak menuntut apa-apa. Saya hanya minta nama baik istri saya dikembalikan. Saya tahu demo itu hanya rekayasa oknum guru,” sebutnya. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Giri, Susi Probowati, saat dikonfirmasi enggan mengomentari kasus tersebut. Sebab, yang terjadi di sekolahnya dianggap sebagai urusan internal sekolah. “Guru yang diduga menggerakkan demo sudah kita beri sanksi,” katanya. (abi/c1/bay)

Istri Sudah Sarjana Setahun Sebelumnya ... ■ LUPAKAN... Sambungan dari Hal 25

Bahkan, di mata teman-temannya sesama mahasiswa, dia adalah sosok yang berbudi pekerti luhur. Dia juga mampu menjadi bapak bagi mahasiswa lain yang lebih muda. Sikapnya yang dewasa membuat para mahasiswa menghormatinya. Para dosen yang mengajar juga menaruh hormat kepadanya. Sebelum kuliah, pada tahun 1990, dia studi di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri. Setelah lulus dari pondok pesantren, dia pulang kampung Namun, dia me-

rasa ilmu yang dia dapat di pondok pesantren bulamlah cukup sebagai bekal terjun ke masyarakat. Setelah memutuskan mempersunting perempuan yang dicintainya di tahun 1999 silam, keinginannya kuliah semakin menggebu. Namun, niatnya kuliah harus ditunda karena kelahiran anaknya. Keinginannya kuliah harus dipendam lebih lama lagi, karena dia mempersilakan sang istri menikmati bangku kuliah lebih dulu. Genap setahun kemudian, dia memutuskan ikut kuliah. Tekad bulat itu diusung dengan niat untuk belajar. Pada tahun 2007 dia masuk STAI Ibrahimy Genteng. Dia

kuliah bersama sang istri dan buah hatinya terpaksa dititipkan kepada neneknya. Tahun 2010 sang istri resmi mendapatkan gelar sarjana. Hal itu membuat dia berbangga. Untuk meraih gelar yang sama, dia bertekad kuliah dengan tekun. Berkat tekad dan ketekunannya, kini gelar sarjana sudah di tangan dengan IPK terbaik. Setelah mendapat gelar lulusan terbaik, kini yang terlintas di benaknya hanyalah ingin menjadi advokasi masyarakat kecil. Sebab, harapan menjadi PNS sudah pupus karena usianya sudah terlalu tua. ‘’Saya akan memberikan pendampingan kepada masyarakat saja,’’ ujarnya. (c1/bay)

■ 3 KALI...

Sambungan dari Hal 36

Empat PSK yang diciduk di eks Lokalisasi Nyiuran adalah Vivi, 21; Tutik, 25; dan Ita, 22. Ketiganya berasal dari Lumajang. Sementara itu, seorang PSK lain bernama Indah, 25, warga Jatibanteng. Pagi kemarin (5/12), mereka langsung diajukan ke meja persidangan Pengadilan Negeri (PN) Situbondo. Dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang dipimpin hakim tunggal I Made Yuliadah itu, empat terdakwa dijatuhi vonis denda sebesar Rp 500 ribu sub-

sider 15 hari kurungan. Sementara itu, tiga PSK yang sudah dua kali menjalani sidang dalam kasus serupa, yakni Vivi, Tutik, dan Indah, dijatuhi vonis sedikit lebih berat, yakni denda sebesar Rp 750 ribu subsider 20 hari kurungan. “Tiga terdakwa kami jatuhi sanksi lebih berat karena sudah dua kali disidang dalam perkara yang sama. Tujuannya, memberikan efek jera sehingga mereka tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Made saat dikonfirmasi usai persidangan. Lima pria yang terpergok menggelar pesta miras, di antaranya AL, 27; SB, 26; JF, 24; AD,

35; dan MS, 30 (semua warga Jabung Pesisir, Paiton, Probolinggo), langsung dibebaskan setelah didata dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP. Dengan syarat, mereka harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan diketahui kepala desa (kades)-nya. “Mereka (lima lakilaki yang menggelar pesta miras) tidak disanksi tipiring karena saat ditangkap, mereka tidak sedang berada di dalam kamar bersama PSK. Mereka hanya minum minuman keras (miras) di dalam wisma,” pungkas Usman. (sgt/c1/aif)

SELAMATKAN ANAK DARI DERITA ASMA KETIKA asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Sekian lama berobat, atas saran dari keponakannya, Jaenal Jen (50thn), warga Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, akhirnya tertarik mencoba Milkuma, minuman serbuk susu ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu ettawa PE segar, gula aren, dan madu alami. Menurut Balitnak, Ettawa PE adalah ettawa Persilangan antara ettawa Kacang dengan ettawa Ettawah (Jamnapari). “Sejak dari kecil, aktifitas saya sering terganggu karena menderita asma. Kalau sudah kambuh, nafas sering terasa sesak. Untunglah kini saya minum Milkuma, sekarang asma sudah jarang kambuh, nafas terasa plong, badan pun terasa fit.” Terang ayah 2 orang anak tersebut. Ia menceritakan, sudah 1 bulan ini minum Milkuma. Dengan tubuh yang sehat, kini pria yang membuka bengkel las karbit tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu ettawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu ettawa. Berbeda dengan

susu sapi, sesungguhnya susu ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan komposisi gula yang rendah dan ditambah madu alami, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Selasa 6 Desember 2011 Sela

Jawa Pos-nya Kota Santri

Kali Pertama Menyapa Publik CALON DUTA WISATA: Sepuluh finalis Kakang-Embug Situbondo 2011 dikirab keliling kota. Mereka menyempatkan diri turun ke pasar untuk sosialisasi.

Kirab Finalis Kakang-Embug SITUBONDO – Sepuluh pasang finalis KakangEmbug Situbondo 2011 untuk kali pertama tampil di hadapan publik, kemarin. Mereka dikirab keliling kota sembari mempromosikan dirinya kepada masyarakat. Kirab finalis Kakang-Embug kali ini memang beda dari tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya menggunakan kendaraan tradisional-semacam becak dan dokar--, kemarin menggunakan mobil milik Polsek yang masih kinyis-kinyis n  Baca Kali Pertama...Hal 35 EDY SUPRIYONO/RaBa

CURANMOR

Lima Menit Diparkir, Sepeda Motor Amblas

Pamit Kencing, Tahanan Kabur

SITUBONDO – Ini peringatan bagi warga agar berhati-hati ketika memarkir kendaraannya, terutama jika parkir di tempat umum. Jika tidak ingin mengalami peristiwa seperti yang menimpa Imanuel, 38, warga jalan Sucipto, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, ini. Pria malang ini terpaksa kehilangan sepeda motor nopol P 4021 EL saat dia berkunjung ke Alun-Alun Situbondo, Sabtu malam (2/12). Ironisnya, korban hanya memarkir kendaraan roda dua merek Viar 100 JTZ, itu selama sekitar 5 menit. Padahal, sebelumnya, dia sudah mengunci setir sepeda motor kesayangannya itu. Tak pelak, Imanuel kelabakan. Dia mencari sepeda motor kesayangannya itu di setiap sudut taman terbuka di tengah kota tersebut. Namun sayang, upaya pencarian yang dilakukan korban sia-sia. Hingga akhirnya, sekitar pukul 20.30, dia mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres untuk melaporkan peristiwa pencurian yang menimpanya. Kuat dugaan, pelaku yang masih belum diketahui identitasnya itu menggunakan kunci “T” saat melancarkan aksinya. Selain itu, pelaku juga ditengarai telah mengintai korban sejak sebelum meninggalkan sepeda motor miliknya. Akibatnya, korban menderita kerugian materi sebesar Rp 4,5 juta. Dikonfirmasi kemarin (5/12), Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Situbondo, Iptu Mardjuki membenarkan pihaknya menerima laporan pencurian yang menimpa Imanuel. Menurutnya, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran beberapa saat setelah menerima laporan tersebut. “Beberapa personel Resmob (Reserse Mobile) telah diterjunkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku,” terangnya. (sgt/aif)

Tertangkap Langsung Digebuki Massa

HOTLINE IKLAN SITUBONDO

%0338 - 671982

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERDARAH-DARAH: Feri saat diturunkan dari mobil petugas Polres Situbondo.

64 Persen Remaja SMA tidak Perawan SITUBONDO – Jika dikaji lebih dalam, di balik kemajuan teknologi saat ini terdapat dampak negatif terhadap perkembangan moralitas, lebih-lebih di kalangan remaja. Begitu banyak berita di media massa yang memberitakan kerusakan moral generasi muda. Yang cukup mencengangkan, berdasar data Komisi Nasional Perlindungan Anak disebutkan bahwa perilaku seksual remaja SMP dan SMA di Indonesia sudah mencapai angka mengkhawatirkan. Bayangkan saja, 93,7 persen mengaku pernah berciuman; 64 persen remaja SMU sudah tidak perawan dan 30 persen remaja seusia SMA telah melakukan aborsi. Ketua DPD LDII Situbondo Agus Triono mengungkapkan, kondisi ini cukup menjadi tamparan bagi masyarakat,

KETUA LDII: Agus Triono melaporkan program strategis kepada LDII wilayah Jatim. SYAMSURI/RaBa

tak terkecuali di Kota Santri. Sebab, keadaan itu sangat lekat bagi masyarakat dimana saja. “Keadaan ini mengharuskan peran serata semua pihak untuk menanganinya, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, alim ulama, cendikiawan, pemuka adat serta pemerintah,” papar Agus Triono. Selain data di atas, lanjut Agus, belakangan di Situbondo dan sekitarnya marak kasus

pemerkosaan remaja, video pelajar yang baru duduk di bangku SMK dan SMP. Itu dapat menjadi acuan kemerosotan generasi muda yang harus segera dibenahi. “Datangnya tahun baru seharusnya dibarengi peningkatan kualitas kehidupan, tidak hanya kesejahteraan dan kemakmuran tapi juga perbaikan moral dan spritual,” ungkapnya. Disebutkan Agus, jauh-jauh

hari Nabi Muhammad SAW sudah mengisyaratkan, bahwa tidak hadir suatu masa kecuali tidak lebih baik dari pada masa sebelumnya. Pernyataan itu dapat dilihat dari sisi akhlaq dan moraritas anak-anak muda akhir-akhir yang kian memprihatinkan. Dari segi teknologi memang lebih maju. Tapi ditinjau dari moralitas, lebih buruk n  Baca 64 Persen...Hal 35

3 Kali Tertangkap Didenda Rp 750 Ribu SITUBONDO - Karut-marut persoalan prostitusi di Situbondo ternyata tidak membuat petugas Koordinator Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab) setempat mengendurkan pemberantasan penyakit masyarakat yang satu itu. Buktinya, Minggu malam (4/12), personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian, Sub Denpom, dan Kodim 0823 Situbondo, kembali menyisir sejumlah lokasi yang kerap dijadikan ladang bisnis esek-esek. Sasaran razia kali ini adalah sejumlah warung remang-remang di tepi jalan raya Pantura, Desa Gundil, Kecamatan Kendit, dan deretan “wisma” di eks Lokaslisasi Nyiuran,

SIGIT HARIYADI/RaBa

MALU: Tujuh PSK sebelum menjalani sidang di PN Situbondo.

Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Hasilnya, tujuh “wanita malam” berhasil digaruk. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan lima

pria asal Kecamatan Paiton, Probolinggo, yang kedapatan sedang asyik menggelar pesta miras bersama sejumlah wanita dengan dandanan menor di

sebuah wisma. Begitu tergaruk, tujuh PSK dan pria hidung belang tersebut langsung digelandang ke kantor Satpol PP Situbondo. “Empat PSK kami ciduk di eks Lokalisasi Nyiuran. Tiga PSK lain diringkus di warung remang-remang di Kecamatan Kendit,” ujar Kepala Seksi Operasi Pengawasan, Penyelidikan, dan Penindakan (Kasi Opswasdikdak) Satpol PP, Usman. Sekadar diketahui, tiga wanita penjaja jasa kenikmatan yang diringkus di warung remang-remang itu, antara lain Eliyani, 36, warga Tiris, Probolinggo; Yanti, 33, warga Mangaran; dan Juniani, 29, warga Bungatan n  Baca 3 Kali...Hal 35

SITUBONDO - Feri Dwi Setiawan, 25, warga Dusun Lugundang, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, harus membayar mahal aksi nekatnya. Tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo yang baru saja dilimpahkan dari penyidik polres itu nyonyor dihakimi massa setelah kabur saat hendak digiring ke balik jeruji besi sekitar pukul 11.00 kemarin (5/12). Feri berhasil melarikan diri setelah mengecoh petugas kejari. Dia kabur dengan cara berpura-pura buang air kecil. Beruntung, sekitar sepuluh menit kemudian, dia berhasil ditangkap petugas gabungan kejaksaan, polisi, dan warga sekitar kantor kejari. Pepeng—sapaan Feri—ditangkap di tengah persawahan, sekitar 500 meter dari kantor Kejari Situbondo. Warga sekitar yang mengetahui ada tahanan kabur langsung berusaha mengejar. Amarah warga tersulut ketika pria yang beberapa waktu lalu juga kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Situbondo itu berhasil ditangkap. Beberapa pukulan pun mendarat di kepala residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut. Beruntung, nyawa Feri masih bisa diselamatkan. Agar tidak menjadi bulan-bulanan massa, polisi langsung membawanya ke Mapolres Situbondo. “Saya nekat kabur karena ingin bertemu istri saya yang saat ini sedang mengandung dua bulan,” ujarnya saat diinterogasi petugas. Pria yang karib disapa Pepeng itu tidak membantah dirinya pernah melarikan diri saat menjalani hukuman di Rutan Kelas II-B Situbondo beberapa waktu yang lalu. “Waktu pastinya (kabur dari rutan)

Kronologis Kaburnya Pepeng n Penyidik polres melimpahkan Pepeng ke kejaksaan n Pepeng mengecoh petugas dengan berpura-pura pamit kencing n Pukul 11.00, Pepeng kabur dari area kantor kejaksaan n Sepuluh menit kemudian berhasil dibekuk petugas gabungan n Pepeng tertangkap di area persawahan, 500 meter dari kejaksaan n Begitu tertangkap, warga ikut mengajarnya

Catatan Kriminal n Resdivis kasus curanmor n Pernah kabur dari Rutan Situbondo

saya tidak ingat. Saat itu, saya dipenjara karena mencuri sepeda motor,” bebernya. Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Situbondo, Sugeng Riyadi, tidak membantah seorang tahanan yang baru dilimpahkan ke kejari tersebut melarikan diri. “Kami sudah melakukan pengawasan ketat kepada setiap tahanan. Hanya saja, dia (Fery) berhasil kabur setelah berpura-pura buang air kecil,” ujarnya. Sugeng menambahkan, ketatnya pengamanan terhadap tahanan terbukti dari singkatnya waktu pelarian Pepeng. “Hanya selang sepuluh menit setelah kabur, dia sudah berhasil ditangkap tidak jauh dari kantor kejari,” kata dia. Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Erthel Stephan, melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Iptu Mardjuki mengatakan, sudah dua kali ini Pepeng melarikan diri. “Yang pertama, dia kabur dari Rutan Situbondo. Saat ini, dia kembali melarikan diri saat baru saja dilimpahkan ke kejaksaan,” tuturnya. (sgt/c1/aif)

Radar Banyuwangi 6 Desember 2011  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you