Page 1

SELASA 5 JUNI

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.19 14.39 17.09 18.23 04.05

ADA APA LAGI

Tempat Kos Digerosok BANYUWANGI - Razia kartu tanda penduduk (KTP) dan pasangan mesum yang dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali digelar siang kemarin (4/ 6). Dalam gerosokan (razia) kali ini, mereka memeriksa tempat kos di Desa/Kecamatan Rogojampi dan Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banyuwangi. Saat mendatangi sebuah tempat kos yang tidak jauh dari salah satu SMK di Rogojampi, petugas penertiban menemukan satu pasangan yang sedang berduaan di dalam kamar. Selain itu, petugas juga mendapati lima warga yang tidak punya KTP. “Semua kita bawa ke kantor,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Satpol PP Banyuwangi, Ardhian ■  Baca Tempat...Hal 43

LEGISLATIF

GALIH COKRO/RaBa

TANGKAPAN BESAR: Beberapa bungkusan berisi ramuan jamu dikirim dengan sebungkus paket ganja berbobot 1 Kilogram dari Aceh diamankan di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Sita Sekilo Ganja Aceh SEMPU - Jaringan pengedar ganja asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah merambah Kabupaten Banyuwangi. Dua warga yang diduga sebagai pengedar ganja, yakni Suharto, 47, dan Agustus alias Salim, 40, ditangkap polisi Minggu malam kemarin (3/6). Keduanya dikenal sebagai warga Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. Dari tangan kedua tersangka, petugas Satnarkoba Polres Banyuwangi berhasil menyita satu kardus berisi satu pak ganja seberat 1 kilogram, 4 bungkus jamu Ra-

GALIH COKRO/RaBa

Suharto

GALIH COKRO/RaBa

Agustus alias Salim

muan Empat Pusaka Aceh, dan satu unit motor Honda GL Pro. “Tersangka dan semua BB (barang bukti) kita amankan di polres,” cetus Kasatnarkoba AKP Watiyo. Terbongkarnya jaringan narkoba jenis ganja ini bermula saat petugas menyaru sebagai pembeli. Saat transaksi, tersangka diajak bertemu di simpang empat Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. “Dua tersangka bertemu di Desa Karangsari, lalu Suharto bersama Agustus mengajak ke Desa Temuasri untuk mengambil barang,” katanya. Melihat sasaran sudah mulai masuk pe-

rangkap, beberapa anggota polisi mengikuti ajakan kedua tersangka. Dengan naik motor, kedua tersangka bersama calon pembeli itu menyusuri jalan menuju Desa Temuasri. “Kita ikuti semua ajakannya,” sebut Watiyo. Setiba di Desa Temuasri sekitar pukul 19.00, mereka berhenti di tepi jalan. Tidak jauh dari tempat itu, ada pohon asam yang ukurannya agak besar. “Kardus yang berisi ganja dan empat bungkus jamu itu oleh tersangka ini disimpan di bawah pohon asam tersebut,” ungkap Watiyo ■  Baca Sita...Hal 43

Belum Sepakat Golden Share Terkendala dengan Para Pemegang Saham Asing

Geregetan karena LKPJ Terlambat BANYUWANGI - Paripurna istimewa penyampaian rekomendasi DPRD atas diajukannya Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban (LKPJ) Bupati tahun 2011 diwarnai interupsi keras kemarin (4/6). Sebab, penyampaian LKPJ tersebut sudah terlambat, sehingga rekomendasi DPRD pun kedaluwarsa. Interupsi itu dilayangkan anggota Komisi I DPRD Banyuwangi, Suminto. Menurutnya, mengacu Pasal 17 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, penyampaian LKPJ kepala daerah paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Oleh karena itu, LKPJ yang disampaikan Bupati Anas siang itu sudah terlambat. “Karena itu, rekomendasi DPRD pun menjadi expired (kedaluwarsa, Red),” ujarnya. Menurut Suminto, alasan bahwa keterlambatan itu karena menunggu pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selesai tidak tepat. Sebab, menurutnya hal tersebut tidak ada kaitannya dengan LKPJ. “Hasil pemeriksaan BPK itu berkaitan dengan LKPD (Laporan Kinerja Pemerintah Daerah, Red) bukan dengan LKPJ ■ Baca Geregetan...Hal 43

FemalE

Jawara Bidang Seni, Raih NUN Tinggi MATEMATIKA dan IPA adalah pelajaran paling disukai Shafira Eston, peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi ketiga di Kabupaten Banyuwangi. Pelajar yang baru lulus SMPN 1 Banyuwangi itu meraih NUN 39,35. NUN di atasnya, yakni 39,40, diraih dua siswa SMPN 1 Genteng. Mereka adalah Vicky Mahfudy dan Ariani Yuliansari. Shafira berhasil meraih nilai sempurna pelajaran IPA, yakni 10. Nilai pelajaran lain di atas 9 ■  Baca Jawara... Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Belum...Hal 43

ICHSAN RASYID/RaBa

SILATURAHMI: Dirut PT IMN Reza Nazaruddin bertemu Bupati Anas di kantor Pemkab Banyuwangi Minggu malam lalu (3/6).

Cabuli Balita = 5 Tahun Penjara

Jari Usil Berbuah Penjara Terdakwa : Bambang bin Bajuri Umur : 19 tahun Alamat : Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi Kasus : Mencabuli balita tetangga dengan jari tangan Tuntutan : 7 tahun penjara, denda Rp 60 juta (subsider 4 bulan) Vonis : 5 tahun penjara, denda Rp 60 juta (subsider 4 bulan)

Hindari Penyelewengan, Minta Pagu Lebih Detail BANYUWANGI - Risiko terjadinya penyelewengan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tampaknya menjadi atensi khusus Komite IV DPRD Banyuwangi. Komisi yang membidangi pendidikan itu mewantiwanti agar sekolah tidak melakukan segala bentuk pungutan liar kepada calon peserta didik. Tidak hanya itu, dewan juga mendesak Dinas Pendidikan (Dispendik) menyampaikan pagu masing-masing sekolah secara detail, karena dianggap rawan disalahgunakan. Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam mengatakan, jika pagu hanya ditetapkan secara global, misalnya jumlah siswa baru untuk rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) sebanyak 28 siswa per kelas, sekolah standar nasional (RSN) 32 siswa per kelas, dan sekolah re-

BANYUWANGI - Sidang kasus pencabulan dengan terdakwa Bambang bin Bajuri, 19, warga Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, memasuki babak akhir kemarin (4/6). Majelis hakim yang diketuai Afrizal Hadi SH didampingi dua hakim anggota, Widarti SH dan Bawono Effendi SH, menyatakan terdakwa terbukti bersalah. Terdakwa terbukti mencabuli Saritem (nama samaran), salah satu putri tetangganya yang masih berusia 2,5 tahun. “Terdakwa terbukti mencabuli korban dengan jari tangan,” cetus hakim Afrizal saat membacakan amar putusan. Dalam amar putusannya, majelis hakim memutuskan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 82 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). Majelis hakim menghukum terdakwa lima tahun penjara. “Juga didenda sebesar Rp 60 juta, atau subsider kurungan empat bulan,” katanya. Hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 60 juta itu diberikan setelah majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal ■  Baca Cabuli...Hal 43

AGUS BAIHAQI/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

PONSEL: Anggota DPRD Banyuwangi mengikuti rapat paripurna istimewa kemarin.

BANYUWANGI - Peringatan keras Bupati Abdullah Azwar Anas terhadap direksi PT. Indo Multi Niaga (IMN) mendapat respons serius. Pada Minggu malam (3/6), Direktur Utama PT. IMN, Reza Nazaruddin, menemui Bupati Anas di Pemkab Banyuwangi. Kedatangan Reza bersama timnya itu ditemui Bupati Anas di ruang kerja. Plt Sekkab

Slamet Kariyono dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disprindagtam) Hary Cahyo Purnomo ikut menemui rombongan petinggi PT. IMN Jakarta itu. Kedatangan direksi PT. IMN itu dalam rangka menindaklanjuti surat bupati yang dilayangkan pada 21 Mei 2012. Dalam pertemuan itu, Reza secara jantan mengakui beberapa kesalahan yang disebutkan dalam surat resmi bupati itu ■

gular 36 siswa per kelas, tanpa disertai jumlah pasti siswa yang bisa diterima sekolah tersebut, tentu akan rawan diselewengkan. “Ini salah satu lahan korupsi. Jadi, kami minta Dispendik menyampaikan pagu masing-masing sekolah secara detail,” desaknya. Arifin Salam juga mendesak komite sekolah tidak mengadaada. Sebab, saat ini masyarakat sudah semakin cerdas, sehingga bisa mencermati segala indikasi ketidakberesan dalam proses PPDB. Salah satu contohnya, tidak jarang sekolah mengoordinasi seragam siswa baru dengan harga jauh lebih mahal daripada harga pasar. Oleh karena itu, dia mendesak sekolah tidak mengoordinasi kain seragam siswa. Yang bisa dilakukan sekolah hanyalah menentukan spesifikasi motif dan warna seragam ■  Baca Hindari...Hal 43

Dita Silvi, Peraih NUN Terbaik SMA se-Banyuwangi

Nilai Tertinggi Terancam tak Bisa Kuliah Dita Silvi Octaviani, 18, tercatat sebagai peraih nilai ujian nasional (NUN) tingkat SMA se-Banyuwangi tahun ini. Namun, siswi SMAN 1 Rogojampi tersebut terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. ALI NURFATONI, Srono

HASIL ujian nasional (unas) tingkat SMA sudah diumumkan pekan lalu. Dalam pengumuman tersebut, nama Dita Silvi Octaviani muncul sebagai penyandang NUN

jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) terbaik di Bumi Blambangan. Anak pasangan Siswanto, 42, dan Ernawati, 40, itu berhasil mengumpulkan nilai 57,75 untuk enam mata pelajaran yang diujikan. Tentu prestasi tersebut membuat kedua orang tuanya bangga. Selain membuat kedua orang tua bangga, perempuan kelahiran 3 Oktober 1994 itu juga mengharumkan nama sekolah. Tetapi, predikat NUN terbaik seBanyuwangi itu tidak membuat nasibnya dalam menempuh pendidikan menjadi lebih baik. Sebab, hingga kemarin (4/6) gadis yang tinggal di Dusun Sumber Groto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, itu masih bingung tujuh keliling. Kok bisa? Ya, karena sulung dari tiga bersaudara tersebut berasal

Belum sepakat golden share tambang emas

Istilah asing terasa asing bagi pemegang saham asing CERDAS: Dita Silvi Octaviani bersama adik dan ibunya, Ernawati.

Polisi sita satu kilogram ganja Aceh

Yang jelas, ini bukan untuk campuran lalapan

ALI NURFATONI/RaBa

dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Bahkan, bisa dibilang dia berasal dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, harapan

Dita duduk di bangku perkuliahan hingga kini masih sebatas angan-angan ■

 Baca Nilai...Hal 43 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


34

Selasa 5 Juni 2012

CERMIN DIRI

Reward untuk Pengungkap Jaringan Narkoba SATUAN Narkoba Polres Banyuwangi tak pernah sepi dari tangkapan narkoba. Dalam sepekan ini saja, tiga pengedar narkoba harus meringkuk di tahanan. Terkini, polisi menangkap bandar kakap narkoba jenis ganja. Tersangkanya dua orang, yakni Suharto, 47, dan Agustus alias Salim, 40. Dari tangan jaringan tersebut, polisi menyita 1 kg ganja kering. Jika dibanding sebelumnya, barang bukti 1 kg ganja itu tergolong besar. Apalagi, untuk polres sekelas Banyuwangi, pengungkapan itu sungguh menonjol. Dengan intens-nya pengungkapan, Banyuwangi masuk 10 besar pengungkapan narkoba di jajaran Polres se-Jatim. Harapan kami, pengungkapan tersebut minimal menjadi cambuk bagi anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar. Tentu, prestasi gemilang tersebut harus didukung semua di jajaran Mapolres Banyuwangi. Artinya, kerja keras anggota di lapangan setidaknya jangan disepelekan. Tanpa timsus (tim khusus) pun, ternyata anggota satnarkoba masih bisa eksis membongkar jaringan kakap narkoba di Bumi Blambangan. Sehingga sudah sepantasnya mereka mendapat reward dari pimpinan. Penghargaan tidak harus dalam bentuk uang, tapi bisa berupa semangat dan dorongan agar mereka bekerja lebih keras lagi. Diakui atau tidak, mengungkap jaringan narkoba butuh “modal” yang cukup besar. Selain tenaga, juga dibutuhkan dana operasional yang tidak sedikit. Susahnya, dengan biaya yang besar itu, kadang pengungkapan gagal. Strategi sudah disusun matang, tapi target operasi (TO) kabur dulu. Padahal, sudah telanjur keluar dana cukup besar untuk menyusun strategi. Kami percaya, dengan adanya reward dari kapolres, anggota satnarkoba akan bisa mengungkap narkoba yang lebih besar. Sebab, reward bisa memacu kinerja anggota yang bertugas di lapangan. Sisi lain, reward bisa memunculkan “kompetisi” positif di kesatuan lain. Dengan sendirinya masing-masing kesatuan akan “berlomba” mengungkap kasus. (*)

BANYUWANGI

SITUBONDO

Menengok Potensi Desa di Kecamatan Singojuruh

Kreasi Hasil Petanian Jadi Produk Olahan SINGOJURUH – Sektor pertanian merupakan salah satu potensi andalan Kecamatan Singojuruh. Betapa tidak, dari luas wilayah seluas 4.366,89 hektare (ha), 3.732,35 ha di antaranya merupakan persawahan. Untuk terus meningkatkan pembangunan sektor pertanian, pemerintah setempat bekerjasama dengan berbagai instansi. Seperti Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam). Camat SiNanik Machrufi ngojuruh, Nanik Machrufi, mengatakan untuk mensejahterakan petani, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan mengoptimalkan produktivitas padi. Sehingga hasil panen petani setempat meningkat. “Kita intensif mengumpulkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani, Red) untuk berkoordinasi dan saling bertukar pengetahuan serta pengalaman,” ujarnya. Nanik juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memberikan penyuluhan kepada para petani di Singojuruh. “Salah satu Gapoktan di wilayah kami, tepatnya di Desa Sumberbaru, sukses membudayakan padi organik,” tuturnya bangga. Para petani di kecamatan yang satu ini ternyata cukup kreatif. Untuk mening-

BANYUWANGI

ISTIMEWA

POTENSIAL: Ketersediaan air yang melimpah digunakan warga untuk membudidaya ikan di kolam pekarangan.

katkan nilai jual, kata dia, mereka mengkreasi hasil panen tanaman holtikultura miliknya menjadi berbagai macam makanan olahan. “Petani kita sangat kreatif, tomat dan cabai merah diolah menjadi manisan,” ungkap Camat Nanik. Tidak cukup sampai di situ, beberapa industri rumahan pembuat keripik

berbahan ubi jalar, talas, singkong, dan gadung, juga banyak dijumpai di Singojuruh. “Selama ini pemasarannya masih di lingkup lokal Banyuwangi. Kita akan bekerjasama dengan Disperindagtam untuk membuka akses penjualan industri rumahan tersebut,” ungkap Camat Nanik. Ketersediaan air yang melimpah juga

BANYUWANGI

BANYUWANGI

telah dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat. Buktinya, saat ini ada 31 kelompok tani di Singojuruh yang telah merintis budidaya ikan di kolam pekarangan. “Kami akan terus bekerjasama dengan seluruh pihak untuk meningkatkan kesejahteraan warga kami,” pungkasnya. (sgt/als)

SITUBONDO

• Jl. Letjen Sutoyo •

• Besuki •

• Adm/Sekretaris •

• Jual Selep Beras •

• STNK •

• Trinton 6D22 ‘97 •

Dijual rumah Luas 148m2, Jl. Letjen Sutoyo 64. Hub: 083847363744 - 0852338341

Djl Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2, Jl Gn. Ringgit (300m dr Alun2)/Rawan RT03/02 Besuki, hrg 675jt nego. Hub 085259967973

Butuh Adm&skrtris min SMU, krm ke Ruko Pesona Intan 5 Jl. Jend Sudirman Bwi

Djl cepat & murah Selep Beras LT2935m2, strategis, Hub: 081336596124, bisa nego

Hlg STNK Nopol P 8076 PF, an. Hj. Uni Ridiana, al: Jl. Ciliwung 29 RT01/02 Bwi

Dijual 1 unit Trinton 6D22 th ‘97, kondisi bagus, plat P. Hub: 08124966252

• CV Gracindo •

• Naik/Turun Berat Badan •

Membutuhkan: Sales Penjualan, Sopir, Operator Produksi/menguasai kelistrikan, Administrasi. Lamaran dikirimkan pada CV. Gracindo Centratama, Jl. Raya Jember Banyuwangi KM 7,5, Desa Kedayunan, Kabat, Banyuwangi. Telp. (0333) 635423 - 635424

Sarapan sehat dg Nutrisi utk Anda yg ingin naik/turun berat badan 3-30 Kg dg rasa: coklat, vanilla, bery. Garansi 30 hri uang kembali. Hub: 081336134758

Hlg STNK Nopol P 2736 YL, an. Sahato, al: Krajan RT04/10 Wongsorejo

• Rumah Rogojampi • Dijual cpt rumah Jl. Satrian 62 Rogojampi, dpn Kelurahan Satrian Lemahbang. Hrg 250 jt (nego) TP, hub: 082141078882

• Jl. Basuki Rahmat •

• Corolla TC ‘88 •

• Kijang Super ‘92 •

Dijual Corolla TC ‘88 1600cc, AC/VR16/ PS/EM/PW/RT/Power, AC dingin, hrg 39,5jt, TP. Hub: 085236266672

Djl Kijang Super th ‘92, P Bwi, an. pemakai, short superior, jrg pakai, STNK pnjang, sgt trawat, silver met, PS, CL, AC dngin. Hrg 50jt nego. Hub: 08124934794 TP.

• Nissan X Trail ‘09 •

• Honda Genio ‘92 •

Jual Nissan X Trail Tipe XT 2500cc Tahun 2009 akhir tahun, warna hitam. Hubungi 081336654004

Dijual Honda Genio tahun 1992 bln 12, biru, harga 62 juta, VR 17 jok kulit, audio. Hubungi: 08123454599 (jam kerja)

• Suzuki Grand Vitara ‘07 •

• Honda CRV ‘08 •

Dijual Suzuki Grand Vitara tahun 07 JLX silver stone manual, harga 172.5 juta nego, cash/kredit /tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888.

Dijual Honda CRV tahun 08 silver matic 2.4 harga 272 jutanego, cash / kredit/tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

• Mitsubishi Kuda ‘02 •

• Daihatsu Xenia ‘07 •

Dijual Mitsubishi Kuda VB 2W PL MT tahun 2002, hitam silver, harga 89,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV tahun 2007 silver metalik, harga 107,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘04 •

• Honda Jazz ‘04 •

• Nissan Grand Livina ‘10 •

Dijual Toyota Kijang Innova E XW41 tahun 2004 silver metalik, harga 132,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GD 3 1.5 IDSI MT tahun 2004 hitametalik, harga 119,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina SV tahun 2010 abu-abu tua metalik, harga 157,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

HlgSTNKNopolP3016XC,an.Istiyati,Jl.BengawanGgCempaka65ERT03/03Temenggungan

• Jus Bernutrisi •

Hlg STNK Nopol P 4943 VM, an. Sukarjo, al: Sukorejo RT02/01 Sukomaju Srono

Diet sehat dg Jus bernutrisi, aman utk Ibu mnyusui, trn 3-6kg, Hub: 085236167944

Hlg STNK Nopol P 2238 PC, an. Sujanto WS, Jl. Cumi Genteng RT09/04 Kopen Gtgkulon.

• Dicari Gudang •

Hlg STNK Nopol P 2435 ZH, an.Andriyani, Sroyo Timur RT01/02 Bangunsari Songgon

Jual LT+700m2, LB +400m2, Jl. Basuki Rahmat. H: 081233229516/081235206129

BANYUWANGI

• Brawijaya Regency •

• Kavling Strategis •

• Peluang Usaha •

Djl cpt rumah baru di Perum Brawijaya Regency C-11 Bwi, LT 100/LB36, sdh direnov. Hub. 0817350774, 082132742009

Dijual 5 Kavling strategis, Jln Raya Kalipuro. Hubungi: 081334223999

Yg mau serius berbisnis tnpa meninggalkan pekerjaan & mendapatkan keuntungan pasti setiap bulan. Hubungi 03338926109

• Elite Sutri Garden •

Djl tanah L 439m2 + bangunan + 300m2 (Lt 2), Jl. Krakatau No. 35 Genteng Kulon, harga 700jt. H: 08122702021, 0811252563

Hlg dompet isi STNK P 2772 ZB, KTP, SIM A + C Kartu Jamsostek, Asuransi Equity, ATM Mandiri, an. Benny Siswanto, Jl Ikan Banyar Gg Tenang 80 Kertosari Bwi. Brg siapa yg mnmukan hrp dikmbalikan & dbrikan imbalan.

• Tanah SHM 5370m2 •

SITUBONDO

Djl rmh tipe 90 & 140 di perum Elite Sutri Garden, kualitas bgunn sgt bgs, fas kolam renang. Hub: 081249400460 / 7722222

• Rumah 2 Lantai • Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

• Tanah SHM 439m2 •

Dcr Gudang L 1000 M2 ada PLN, truck bisa masuk, H: 081398980007/081808039007

Dijual tanah SHM L 5370m2, lok tepi Jl raya Ketapang Bwi. Hub: 031-71207267

• Penggilingan Padi • Djl Pnggilingan Padi (2 SHM) 895m2 + 3965m2 Ds Glagah.TnhSHM452m2KelPenganjuran.RmhSHM 250m2KelPenganjuran.hrgnego.H:085331364555

• STNK • Hlg STNK Nopol P 5358 EL an: Kasiyandari, al: BanyuputihRW02/03 Banyuputih Hlg STNK Nopol P 3304 ES an; Priambodo al. Ardiwilis RW02/05 Paowan Panarukan Hlg STNK Nopol P 5131 EL an: Adhi Irawan, al. Krajan RW07/02 Gebangan Kapongan.

BANYUWANGI • Ruko Pakis • Dijual cepat Ruko 2 lantai, cash/kredit, LT5x29m LB5x15m lokasi strategis, parkir luas, uang muka ringan, harga nego. Hub: 081336596124/08123382035

• Ruko Agus Salim • Dibangun/dijual Ruko 2 Lt (tinggal 1 unit) Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi Hubungi: 081233669969

• Ruko Genteng • Disewakan Ruko baru 2 lt, strategis, Jl. Gajah Mada Genteng, cocok u Bank, show room, dll. H: 081937664688, 03337757000

SITUBONDO • Ruko & Tanah • Djl Segera Ruko 2 Lantai cck utk Resto sdh byk pelanggan, bth bana cpt. Hrg Nego. Dijual Tanah kebun sengon lokasi tepi jalan luas 4,5 Hektar. Serius Hub: 082143952200 / Pak Yono 081559584999

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Selasa 5 Juni 2012

ADA APA LAGI

Polisi Sergap Pemburu Liar Amankan 36 Ekor Satwa Langka TEGALDLIMO - Perburuan liar di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kecamatan Tegaldlimo, masih marak. Meski sudah ada larangan berburu di kawasan tersebut, sebagian warga tetap nekat melakukan perburuan di sana. Seperti yang terjadi kemarin. Seorang pemburu bernama Suparno, 27, warga Dusun Kutorejo, Desa Kalipait,

Kecamatan Tegaldlimo, tertangkap tangan tengah berburu satwa langka yang dilindungi undang-undang. Dari tangan Suparno, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 32 ekor burung jenis cucak jenggot, 3 ekor burung tlebean, 1 ekor burung larwo; 2 buah toples isi perekat, 35 bumbung bambu, dan sebuah senter. Perburuan yang dilakukan Suparno di kawasan konservasi tersebut sudah berlangsung selama beberapa hari. Nah, saat dia hendak pulang, polisi memergokinya.

Sebenarnya Suparno tidak sendirian dalam berburu. Dia berburu bersama dua rekannya. Hanya saja, saat penyergapan, kedua temannya berhasil lolos. “Yang dua orang masih kita kejar,” kata Kasi Humas Polsek Tegaldlimo, Aiptu Suhadi. Pihaknya memang rutin menggelar operasi di wilayah TNAP, tepatnya di Junarimba, Blok Watu Pecah, STPN Wilayah 2, Resort Kucur. Saat patroli, pihaknya berpapasan dengan tiga orang yang dicurigai sebagai pemburu liar. “Satu orang kita tangkap, dan yang lain kabur,” ungkap Suhadi.

Malam itu juga polisi langsung menggelandang tersangka untuk dimintai keterangan di Mapolsek Tegaldlimo. Hasil interogasi, polisi mengetahui jejak pelaku yang kabur. ”Sebaiknya menyerahkan diri,” imbaunya. Dalam kasus tersebut pihaknya menerapkan Pasal 33 (3) jo Pasal 21 (2) jo Pasal 40 (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” tegas Suhadi. (ton/c1/aif)

Gondol Tabung, Dua Pemuda Dihajar Massa

POLSEK SILIRAGUNG FOR RaBa

DITAHAN: Sigit di Mapolsek Siliragung, kemarin.

Mabuk, Hajar Tukang Pijat SILIRAGUNG - Sigit, 30, pemuda asal Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek setempat, kemarin. Pria yang kerap keluar masuk penjara itu dijebloskan ke tahanan karena menghajar Jainudin, seorang tukang pijat urat. Usut-punya usut, rupanya Sigit baru saja pesta minuma keras (miras). Nah, dalam kondisi tidak sadar, dia pulang ke rumah sambil teriak–teriak memanggil Jainudin. Siang itu, Jainudin sedang memijat Milon, 60, orang tua Sigit. Mendengar panggilan tersebut, Jainudin, 44, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, keluar dari kamar. Begitu Jainudin keluar dari kamar, tanpa banyak Tanya, Sigit langsung melayangkan bogem mentah. Pukulan tangan kosong itu menyebabkan Jainudin mengalami luka memar di bagian wajah. Tak terima dengan kejadian itu, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Siliragung. Kanitreskrim Polsek Siliragung Aiptu Joko Sunaryo mengatakan, begitu mendapatkan laporan tersebut polisi langsung bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumahnya. “Sekarang di sudah kita tahan,” tandasnya. (azi/aif)

GAMBIRAN- Gara-gara mencuri dua buah tabung elpiji, Umar Sajadi dan Dwi harus merasakan bogem mentah warga kemarin. Kedua pemuda tersebut diketahui warga mencuri dua tabung elpiji milik Sri Astutik, pemilik warung di Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Ceritanya, sekitar pukul 10.30, keduanya naik sepeda motor Honda Beat dari rumah Umar di Dusun Bangosere, Desa/Kecamatan Bangorejo, menuju rumah Dwi di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Nah, di tengah perjalanan, Dwi mengajak Umar berhenti di warung korban dengan niat mengambil tabung elpiji untuk dijual. Uang penjualan tabung itu akan digunakan membeli rokok. Mendengar ajakan tersebut, Umar yang posisinya sebagai pengemudi langsung membelokkan motor menuju warung milik Sari Astutik. Keduanya berpura-pura sebagai pembeli. Nah, begitu pemilik warung masuk ke dalam rumah, keduanya secepat kilat mengambil dua buah tabung lalu kabur menunggang motor ke arah selatan. Di luar dugaan, aksi keduanya itu diketahui warga. Saat itu juga warga langsung mengejar pelaku. Semakin lama, jumlah massa yang mengejar bertambah. Dari arah Desa Purwodadi, keduanya ngebut belok kiri menuju Desa Bangorejo. Memasuki Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, keduanya berhasil dihadang massa lalu digebuki ramai-ramai. Puas menghajar mereka, massa menyerahkan mereka ke Mapolsek Gambiran. “Barang bukti dua tabung elpiji dan motor pelaku kita amankan,” kata Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud. (azi/c1/aif)

BONYOK: Kedua pelaku mengangkat tabung hasil kejahatan di Mapolsek Gambiran. ABDUL AZIZ/RaBa

Hindari Gundukan, 1 Tewas Kecelakaan Motor Vs Motor di Muncar MUNCAR - Tabrakan hebat dua sepeda motor terjadi di jalan raya Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, Minggu malam kemarin. Satu orang meregang nyawa di lokasi kejadian. Dia adalah Birul Waliden, warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo. Pria berusia 27 tahun itu menderita luka berat di beberapa bagian tubuh.

Kepala memar, hidung dan telinganya juga mengeluarkan darah. Meski mendapat pertolongan, tapi nyawa Birul tak bisa diselamatkan. Pengamatan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, kecelakaan tersebut dipicu sepeda motor yang dikendarai Imam alias Wage, warga Dusun Dam Telu, Desa/ Kecamatan Tegaldlimo. Pengendara sepeda motor Honda Beat bernopol P 6290 XQ tersebut melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi. Setiba di lokasi kejadian, motor yang

membonceng dua orang itu tiba-tiba oleng ke kanan. Sebab, di jalur motor tersebut ada gundukan batu menyerupai portal. Sialnya, Wage tidak mampu mengendalikan motornya. Nah, di saat bersamaan, muncul sepeda motor Yamaha Mio bernopol DK 3225 BU dari arah berlawanan. Akibatnya, adu moncong dua kendaraan tersebut tidak bisa terelakkan. “Kejadian itu terjadi persis di depan MI Islamiyah Muhammadiyah,” kata Kanitlantas Polsek Muncar, Aiptu Tri Agus. (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

RINGSEK: Polisi menunjukkan bangkai dua sepeda motor di Mapolsek Muncar kemarin. ADVERTORIAL KESEHATAN

PT Askes Canangkan Puskesmas Berbasis Dokter

BAGIAN CSR: Bantuan sarana umum pada program bina lingkungan dari PT Askes kepada Bupati Banyuwangi.

BANTUAN: Dari kiri Pimpinan Cabang Askes Banyuwangi Sumartin, Bupati Abdullah Azwar Anas, Dirut PT Askes dr. I Gede Subawa, MKes berdialog dengan warga penerima bedah rumah.

BANYUWANGI – Kerja sama peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat ditabuh PT Askes (Persero) dengan Pemkab Banyuwangi. Hubungan ini diwujudkan dalam bentuk pencanangan Banyuwangi sebagai proyek percontohan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui program Puskesmas berbasis dokter keluarga. Dalam pelaksanaannya nanti, minimal Puskemsmas akan memiliki dua orang dokter. Adapun di Banyuwangi ada delapan puskesmas yang menjadi bagian program ini. D iantaranya Puskesmas Mojopanggung, Gitik, Singojuruh, Tegaldlimo, Sempu, Sepanjang, Sambirejo, dan Pesanggaran. Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tingkat pertama bagi peserta Askes. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi penyediaan pelayanan kesehatan dasar berbasis dokter keluarga di puskesmas secara holistik dan komprehensif (quality of care). Selain itu diharapkan pula dapat mendorong peningkatan pengetahuan dan kesehatan peserta (health outcome). Selanjutnya, Puskesmas berbasis

dokter ini dapat mengoptimalkan kinerja puskesmas sebagai fungsi gate keeper dalam aspek pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang rasional (cost effective). Disisi lain juga dapat menciptakan pola hubungan komunikasi dan interaksi antara dokter dan pasien dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama. Terakhir, program ini dapat meningkatkan kepuasan peserta Askes khususnya dan masyarakat pada umumnya, Dalam tugasnya nanti, Puskesmas dapat memberikan pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama dengan jenis pelayanan konsultasi medis & penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dan engobatan oleh dokter, tindakan medis kecil (ringan), dan pemeriksaan penunjang laboratorium sederhana. Selain itu pemeriksaan ibu hamil, nifas dan ibu menyusui, bayi dan anak balita, upaya penyembuhan terhadap efek samping kontrasepsi, pemberian obat pelayanan dasar dan pelayanan obat kronis atas indikasi medis (rujuk balik). Selain itu Puskesmas ini dapat memberikan surat rujukan ke rumah sakit atau dokter spesialis untuk kasus yang tidak dapat ditangani dokter keluarga. Direktur Utama PT Askes

Pencanangan program itu juga dibarengin dengan pemberian bantuan sarana umum dan peningkatan kualitas rumah sehat layak huni. Total nilai bantuan mencapai Rp 600 juta rupiah yang diwujudkan dalam renovasi pembangunan rumah tangga miskin (RTM) sebanyak 100 rumah di Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Giri. Selain itu PT Askes GERDA/RaBa (Persero) juga memJALIN KERJASAMA: Penandatangan bersama PT Askes Banyuwangi dengan berikan bantuanperDinas Kesehatan Banyuwangi. baikan sarana lingkungan RTM sebesar (Persero) dr. I Gede Subawa, MKes, diselenggarakannya penanganan Rp 50 juta serta bantuan peningkamenyampaikan bahwa manfaat dari kasus penyakit dengan tata cara tan kesehatan sebesar Rp 50 juta penerapan program Puskesmas yang lebih sederhana, dan mence- rupiah. Perbaikan rumah tersebut berbasis dokter keluarga tersebut gah pemakaian berbagai peralatan meliputi perbaikan dinding rumah di antaranya terselenggaranya kedokteran canggih yang member- setinggi 50 cm dengan batubata pelayanan pencegahan penyakit dan atkan biaya kesehatan “Di samping plester, dinding atas ayaman bambu dijamin kesinambungan pelayanan itu program ini dapat meningkatkan (gedeg ) dengan dicat, pintu masuk kepedulian dokter terhadap peserta depan dengan kusen dan daun pintu, kesehatan. Selain itu, lanjut Gede Subawa, Askes serta sekaligus mempererat jendela depan dengan kusen dan mengintegrasikan layanan lanjutan hubungan dokter dan penderita,” kaca, lantai plester semen dan teras di plester. (nic/adv/aif) dengan tingkat pertama, dapat katanya.


KESEHATAN

36

Selasa 5 Juni 2012

Ratusan Lansia Ikrar Bersama

RS YASMIN

GERDA SUKARNO/RaBa

READY 24 JAM: Armada ambulans RS Yasmin dengan fasilitas kesehatan lengkap siap setiap saat.

Armada Baru Traffic Accident Center BANYUWANGI – Rumah Sakit (RS) Yasmin benar-benar mempersiapkan diri untuk pelayanan Traffic Accident Center (TAC). Bekerja sama dengan PT Jasa Raharja, RS yang berlokasi di jalan Letkol Istiqlah 80–84 Banyuwangi, itu kini menjadi pusat jujukan korban kecelakaan lalu lintas. Nah, untuk menopang pelayanan TAC, RS Yasmin telah memperbarui sekaligus menambah armada ambulans. Mobil yang didesain khusus untuk mengangkut pasien atau korban kecelakaan lalu lintas, itu memiliki keunggulan dibanding kendaraan RS lain. Tak hanya sopir bersama ambulans yang siaga selama 24 jam. Tetapi terdapat fasilitas alat lengkap di dalam ambulans itu. Ada lampu tindakan seperti lampu pada ruang operasi, yang bermanfaat ketika perlu tindakan terhadap pasien. Untuk pasien yang membutuhkan oksigen, tersedia dua tabung yang selalu terisi penuh. Selain dilengkapi Air Conditioner (AC) dan wastafel, ambulans yang dibalut warna kuning biru itu juga dilengkapi lemari alat kesehatan. Tentu saja ada obat-obatan emergency pula. Tak ketinggalan, alat pertolongan pertama, mulai tensimeter, thermometer, tounge spatel hingga respiratory set dan suction, juga tersedia. Yang menarik, pelayanan antar jemput dengan ambulans diberikan secara gratis kepada pasien yang menjalani rawat inap di RS Yasmin. Kemudahan itu bisa dinikmati oleh pasien dari dalam Kota Banyuwangi. Untuk biaya jemput pasien dalam kota juga murah hanya Rp. 90.000. (adv/irw)

PUSKESMAS KEBAMAN

PURWOHARJO-UPTD Puskesmas Grajagan yang dikepalai H.M. Sutoyo, SKM, MM mengadakan acara gebyar lansia pada Selasa, 29 Mei 2012. Acara bertema “Sinerginya Gebyar Lansia Sehat dan Bahagia dengan Anak TOKCer dan Harga Pas”, itu dalam rangka untuk meningkatkan kualitas harapan hidup bagi lansia. Selain itu, untuk meningkatkan tumbuh kembang anak secara optimal. Harapannya nantinya ada hubungan timbal balik saling menguntungkan antara lansia dan generasi penerusnya. Dengan begitu, di Purwoharjo tidak ada lagi lansia yang tidak disantuni. Begitu juga balitanya akan dipelihara oleh keluarga yang sadar gizi (Kadarzi) hingga tumbuh optimal berkualitas dan cerdas. Menurut Sutoyo, program lansia secara aktif ada tiga pilar, yaitu tetap terjaga kesehatannya. Selain itu, tetap berperan di keluarga dan masyarakat. “Tetap mendapat pengamanan dan keamanan,” sebutnya. Acara gebyar lansia dihadiri oleh pejabat tinggi Pemkab Banyuwangi dan para pengusaha. Tak ketinggalan para lansia anak TK serta PAUD. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas didampingi istri Wakil Bupati Ny Minuk dan istri Sekda Ny Slamet Karyono. Camat Purwoharjo beserta Muspika, kepala dinas dan instansi, serta seluruh kepala Puskesmas se Kabupaten Banyuwangi, juga hadir. Kepala desa se Kecamatan Purwoharjo, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Purwoharjo beserta jajarannya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, turut meramaikan. Para Pengusaha juga mendukung suksesnya acara, yakni PT. Ratu Nusantara, Toko Sepeda Sahabat Jajag, Klinik PHC Kaliboyo Purwoharjo, ECMC (East Cape Mining Coorporation), Klinik Sumber Sentosa Curahjati, Toko Sembako dan Pertanian Lestari Curahajati, Susu Lactona, Apotik Cuplis Farma Glenmore, Toko Pertanian Arum Tani Curahjati,

PUSKESMAS GRAJAGAN FOR RaBa

DUKUNG IKRAR: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meneken ikrar lansia.

KSP “AGM” Desa Grajagan, dan Putri Langsing. Yang bikin meriah, peserta gebyar terdiri dari 300 lansia, 750 anak TK dan PAUD, 130 guru TK dan PAUD, serta 200 ibu TK dan PAUD. Acara dimulai pukul 06.30 sampai 12.00. Ada juga cek kesehatan yang dilanjutkan sosialisasi perilaku hidup sehat. Cek kesehatan medis dilakukan oleh Puskesmas Grajagan, Klinik Sumber Santoso, dan mahasiswa UBI. Pemeriksaan Iridologi dan pijat bio listrik oleh PT Ratu Nusantara. Sedangkan tes darah oleh Apotik Cuplis Farma Glenmore sebagai tindak lanjut program peduli sehat. Senam bersama lansia diikuti oleh seluruh hadirin. Selanjutnya, para lansia dan undangan menyanyikan

lagu Kadarzi. Minum susu dan makan ikan bersama diikuti anak TK dan PAUD, yang bekerjasama dengan pengusaha sapi perah Desa Glagahagung. Pentingnya minum susu juga disosialisasikan. Sedangkan minum susu bersama lansia, diberikan kandungan susu berkalsium dan protein tinggi. Dilanjutkan penyuluhan perilaku hidup sehat untuk lansia. Para lansia juga membacakan ikrar lansia, yang di antara isinya siap mengisi hidup. Bahkan siap berperan aktif dan mendukung program Anak TOKCer dan Harga Pas. Ikrar itu ditekan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Purwoharjo, Kepala Puskesmas Grajagan, dan Ketua Paguyuban

Ubah Prilaku Anak Sehat PEDULI: Kepala Puskesmas Songgon Bambang Sudiarto menyerahkan bingkisan kepada lansia.

PUSKESMAS SONGGON FOR RaBa

PKMS KEBAMAN FOR RaBa

SADAR GIZI: Para ibu Posyandu mengikuti lomba masak menu beragam.

Lomba Masak, Bangkitkan Minat Menu Beragam SRONO-Masalah gizi di masyarakat masih perlu perhatian, karena rendahnya kesadaran terhadap upaya perbaikan gizi. Upaya peningkatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat perlu ditopang dengan peningkatan dan perbaikan gizi melalui sadar gizi. Caranya dengan mengubah perilaku keluarga agar dapat mengawasi, mencegah, dan mengatasi masalah gizi anggota keluarganya. Puskesmas Kebaman, Kecamatan Srono berupaya meningkatkan inovasi dengan program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dan Anak Tumbuh Optimal Berkualitas dan Cerdas (Anak TOKCer). Tujuannya untuk mendukung tercapainya target MDGs tahun 2020. Selama ini, Puskesmas Kebaman dikenal dengan sebutan Puspita Palupi. Artinya, Puskesmas pilihan kita pandai dalam berpikir, arif dalam memutuskan luhur dalam bersikap unggul dalam prestasi, peka dalam dalam situasi ikhlas dalam berkarya. Untuk merealisasikan program Kadarzi dan Anak TOKCer, maka diadakan lomba menu beraneka ragam. Lomba itu bertujuan agar kader mampu menerapkan dalam perilaku sehari–hari. Terutama pada indikator ketiga dari Anak TOKCer berupa menu beraneka ragam yang disajikan berkualitas, enak, menarik, dan murah dengan bahan lokal. “Sehingga makanan tersebut mampu bersaing dengan jenis jajaran di luar, yang sangat diminati balita,” papar Kepala Puskesmas Kebaman, Endang Sri Utaminingsih, SKM, MMKes. Pada Sabtu, 26 Mei 2012, lomba masak menu beragam Anak TOKCer itu diikuti semua kader wilayah Puskesmas Kebaman. Totalnya sebanyak 38 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dengan tujuan menggerakkan balita. Untuk itu, panitia melombakan jenis menu usia 0–59 bulan. Acara sejak pukul 08.00 sampai 10.00 itu berlangsung meriah dengan melibatkan juri dari unsur kesehatan, PKK, dan Pokjanal IV. Kriteria penilaian meliputi kualitas gizi, rasa, penyajian, dan kreativitas. Lomba yang langsung disaksikan 50 orang ibu dari si balita itu diharapkan balita yang hadir bisa mengonsumsi hasil masakan beragam dari peserta. Si ibu juga bisa melihat langsung cara menyajikan menu beragam dalam menu sehari–hari. Endang berharap, kegiatan tersebut akan membawa dampak kepada masyarakat. Menu beragam tidak harus mahal dan mewah dari bahan yang ada di supermarket. Tetapi bisa diperoleh dari lahan pekarangan di sekitar rumah yang ada tanaman lokal. Kegiatan itu merupakan tindaklanjut dari sebelumnya, yaitu supervisi terpadu tingkat II dan pembentukan tim Anak TOKCer tingkat kecamatan sampai desa. “Sebelumnya juga sudah dilakukan sosialisasi di 38 Posyandu, sekolah, dan kelompok– kelompok pengajian,” imbuh Endang. Serangkaian kegiatan itu sengaja diakhiri dengan lomba masak menu beragam Anak TOKCer. Puskesmas Kebaman bersinergi dengan jajaran birokrasi, seperti Kantor Kecamatan Srono, Kantor Desa Kebaman, dan UKBM). “Dengan begitu, semoga masalah gizi di wilayah Pukesmas Kebaman bisa teratasi, terutama menu beragam dapat dilaksanakan oleh para ibu dari balita,” harap Endang. (*/irw)

Lansia. Ketua Tim PKK Kabupaten Ipuk Fiestiandani sempat menanam pohon trembesi secara simbolis di halaman Kantor Puskesmas Grajagan. Penanaman itu diikuti oleh para kepala dinas/instansi. Tak ketinggalan, Ipuk membagikan santunan kepada 15 anak yatim piatu dan fakir miskin sebanyak masing–masing Rp 100.000. Pemberian santunan yang juga dilakukan istri wakil bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Hariadji Sugito itu merupakan kerjasama dengan BAZ Purwoharjo. Acara ditutup dengan pembagian hadiah utama dua sepeda gunung. Hadiah dari sponsor itu diserahkan Ipuk kepada dua orang lansia sebagai pemenang. (*/irw)

Rangkul Pedagang Garam SONGGON-Puskesmas Durian Merah Kecamatan Songgon pimpinan H. Bambang Sudiarto, SKep, MMKes, merangkul semua pihak untuk mensukseskan program Kadarzi dan Anak TOKCer. Semua unsur di masyarakat dilibatkan, meliputi Muspika, Tim penggerak PKK Kecamatan, dan kades wilayah Kecamatan Songgon. Tidak lupa MWC NU, tokoh agama dan masyarakat, serta semua kader Posyandu. Bahkan, pedagang garam pun dirangkul pula. Pada Minggu, 20 Mei 2012 bersamaan Hari Lahir NU ke-89 bertempat di Ponpes Al Huda Sragi asuhan KH. Nur Fauzi, Puskesmas Songgon mengadakan penyuluhan dan sosialisasi Kadarzi dan Anak TOKCer. Dalam acara bersama Muspika dan Ketua Tim

Penggerak PKK Kecamatan Songgon itu, camat dan ketua Tim Penggerak PKK memberi makanan tambahan (PMT) pada anak bawah garis merah (BGM) se Kecamatan Songgon. Sedangkan, kepala Puskesmas Songgon bersama mitra kerjanya membagikan garam beryodium kepada semua ibu yang hadir. Bambang menyampaikan bahwa Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah menggelontorkan dana APBD 2012 sebanyak Rp 6,5 miliar untuk perbaikan gizi masyarakat. Diharapkan, ke depan akan muncul banyak anak tumbuh optimal berkualitas dan cerdas (TOKCer). Puskesmas tak hanya mengoptimalkan program menimbang berat badan secara teratur, hanya memberi ASI eksklusif

selama 6 bulan, dan makan beraneka ragam, serta memberi suplemen yang dianjurkan. Tetapi juga mendorong masyarakat selalu menggunakan garam beryodium. “Tindak lanjutnya dibentuk paguyuban penjual garam, yang anggotanya semua warung di pasar Songgon,” ungkap Bambang. Paguyuban penjual garam itu diketuai Husein. Mereka sepakat hanya menjual garam yang mengandung yodium. Dari terbentuknya paguyuban itu, Bambang juga melalukan sosialisasi melalui guru PAUD, TK, PKK, dan kelompok pengajian. Dalam Harlah NU tersebut juga ada pengobatan gratis bekerja sama RS NU Mangir. Bersama MWC NU Songgon yang diketuai H. Imam beserta seluruh ranting, pengobatan melayani 374 warga. (*/irw)

MUNCAR-Puskesmas Tapanrejo di bawah komando Sunariyadi, SKM, MMKes membuat terobosan dalam mensukseskan Program Kadarzi Anak TOKCer. Pada 31 Mei 2012, gebrakan yang dilakukan adalah membudayakan cuci tangan yang sehat, makan beraneka ragam, dilanjutkan sikat gigi bareng. Kegiatan tersebut melibatkan 210 murid PAUD dan TK, diikuti 210 wali murid, dan 14 guru PAUD dan TK. Kegiatan diawali senam Anak TOKCer, lalu cuci tangan memakai sabun. Setelah itu, anakanak mendapatkan paket menu beragam dan minuman suplemen. Acara diakhiri sikat gigi bareng. Namun, juga disisipi pembagian garam beryodium kepada para ibu wali murid. Sunariyadi mengatakan, tujuan kegiatan itu adalah menanamkan kepada anak agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, membiasakan makan beraneka ragam guna mencukupi asupan gizi seimbang sesuai ciri-ciri Kadarzi tentang menu beraneka ragam serta program Harga PAS. Kegiatan itu mendapat dukungan Camat Muncar Isa Ansori, Ssos, MM, Danramil, Kapolsek, dan Kepala UPTD Pendidikan Muncar. Tak ketinggalan, Kepala Desa Blambangan, Tapanrejo, dan Tambakrejo, Kecamatan Muncar. Kegiatan itu dibiayai dari Upaya Pembiayaan Kesehatan Berbasis Masyarakat. Peran sponsor juga ada dari PT Jhoni Jaya Makmur, Surya Inti Sejati, Kalbe Farma, Susu SGM, dan Jamu Tradisional Tawon Klanceng. Selain membantu biaya, juga memberikan kenang-kenangan satu sepeda mini dan tas sekolah kepada satu anak yatim bernama Zahra, murid PAUD Dharma Wanita. (*/irw)

PUSKESMAS TAPANREJO FOR RaBa

PRILAKU SEHAT: Anak-anak PAUD dan TK gosok gigi bareng.

Layanan ICU RS Al Huda Kapasitas 9 Pasien GAMBIRAN-Setiap pasien adalah orang yang berharga bagi keluarganya. Berpegang pada nilai tersebut, Rumah Sakit (RS) Al Huda menyediakan layanan Intensive Care Unit (ICU). ICU adalah ruangan khusus yang disediakan untuk merawat pasien, yang mengalami sakit kritis dan butuh pengawasan secara intensif dengan menggunakan alat-alat canggih dan dilakukan tenaga perawat terlatih. Dokter penanggung jawab ICU RS Al Huda, dr. Jamal, Sp.PD menjelaskan, tujuan layanan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, mempertahankan, dan menyelamatkan kehidupannya. Selain itu, mencegah kondisi memburuk dan komplikasi melalui observasi serta monitoring ketat serta tindak lanjut. “Juga sebagai usaha dalam mengurangi angka kematian dan kecacatan pasien kritis,” jelasnya kemarin. Yang menarik, ruang ICU sengaja didesain khusus dengan interior warna ungu. Mulai dari cat tembok, tempat tidur pasien, meja, lemari, kursi, tirai, sprei, dan bed cover. Bahkan sandal petugasnya. “Karena keunikan manajemen warna inilah, maka kami mengistilahkan ruang ICU ini dengan nama Purple Room,” sebutnya. Terkait masalah ketenagaan, Jamal menjelaskan, ICU dikepalai seorang dokter spesialis penyakit dalam sebagai kepala instalasi dan seorang perawat

RS AL HUDA FOR RaBa

NYAMAN:Pasien dirawat di ruang ICU RS Al Huda Gambiran.

sebagai kepala perawat. Saat ini, ada sepuluh tenaga perawat ICU. “Delapan dari sepuluh perawat telah dilatih ICU/ ICCU RSUD dr.Soetomo Surabaya dan RS PGI Cikini Jakarta,” ungkapnya. Observasi terhadap kondisi pasien ICU, lanjut dia, dilakukan selama 24 jam dalam tiga shift setiap hari, yaitu pagi, sore, dan malam hari. “Selain itu, kami selalu mengadakan penyegaran dan up date ilmu baru melalui internet atau buku secara intern setiap bulan,” jelasnya seraya menambahkan bahwa hal itu bertujuan menjaga profesionalitas dan mutu pelayanan keperawatan di ruang ICU. Masih menurut Jamal, memahami akan kebutuhan masyarakat terhadap layanan

ICU pada tahun 2011 yang terus meningkat, maka pembangunan gedung baru ICU memiliki master plan untuk menjadi 27 tempat tidur (TT). Itu terdiri dari empat TT untuk ICU Isolasi, dua TT untuk ICU VIP, enam TT untuk ICU kelas III, lima TT untuk ICCU, dua TT untuk ICU Anak atau PICU, dan delapan TT untuk ICU Bayi Baru Lahir atau NICU. Lebih lanjut dijelaskan, ICU dilengkapi sembilan monitor pasien sesuai jumlah TT. Monitor tersentral di ruang perawat. Dilengkapi juga sepuluh pompa syringe, lima pompa infus, ditambah lagi satu unit alat bantu nafas mekanik atau ventilator dan satu unit alat kejut jantung atau DC Shock. Oksigen dan vacum mulai tersen-

tral sejak ruang ICU pindah ke gedung baru pada 2011. Ukuran ruangan juga sudah memenuhi standar, luas, dan berAC. “Pemeriksaan penunjang yang telah dimiliki saat ini, meliputi CT Scan, mesin analisa gas darah, pemeriksaan elektrolit, seperti natrium, kalium, chlorida, dan calsium, serta pemeriksaan enzim jantung, seperti troponin dan CKMB,” sebut Jamal. Berdasarkan data yang ada selama tahun 2011, ruang ICU RS Al Huda telah merawat 1.040 pasien yang datang dengan berbagai kasus/ penyakit. “Dari seluruh pasien tersebut terdapat 313 atau 30 persen pasien dengan penyakit jantung, 247 atau 24 persen dengan penyakit syaraf 230 atau 22 persen pasien dengan penyakit dalam, dan selebihnya pasien dengan kasus yang lain dan pasien anak,” rincinya. Meningkatnya jumlah pasien ICU tersebut, kata dia, berarti semakin meningkat pula kepercayaan masyarakat kepada RS Al Huda. Khususnya dalam hal ruang ICU. “Hal itu semakin menguatkan komitmen kami untuk selalu berupaya memberikan pelayanan yang bermutu, profesional, dan mutakhir,” cetusnya. Jamal berharap, masyarakat dapat merasakan kepuasan dan kesan tersendiri setelah keluar dari RS Al Huda. “Kami puas bila pasien dan keluarga puas,” pungkasnya. (*/irw)


Selasa 5 Juni 2012

KOMUNIKASI BISNIS

KELURAHAN TUKANG KAYU

Santuni Anak Yatim Piatu BANYUWANGI – Menindaklanjuti program Banyuwangi Cerdas yang digulirkan Bupati Abdullah Azwar Anas, Kelurahan Tukangkayu menggelar santunan yatim piatu, khusunya anak yatim yang bersekolah, Minggu sore kemarin (3/6). Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar mereka. Lurah Tukangkayu, Nyamat, SPd. M.Si mengatakan, penerima bantuan berjumlah 30 anak yang beradal dari tiga lingkungan, yakni Krajan Utara, Krajan Selatan, dan Setendo. “Bantuan ini kami harapkapkan mampu meringankan beban keuangan anak-anak yatim yang bersekolah,” ujarnya. Nyamat bertekad, tidak satu pun warganya yang berusia sekolah yang tidak mampu bersekolah karena alasan apapun. Dikatakannya, bantuan dana yang diberikan kelurahan tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong semangat belajar siswa. Di hadapan para penerima bantuan, Lurah Nyamat memberikan

41

JAMAAH UMRAH: Bersama Zam-Zam Banyuwangi, insyaallah bisa lebih murah, mudah, dan berkah.

ISTIMEWA

ZAM-ZAM BANYUWANGI

Berangkatkan Umrah Angkatan ke-6 SIGIT HARIYADI/RaBa

AGAR GIAT BELAJAR: Lurah Tukangkayu membantu anak yatim piatu.

wejangan agar seluruh siswa penerima bantuan lebih giat belajar. Bahkan, Nyamat “menantang” mereka untuk meraih peringkat I, II, atau III di kelasnya masing-masing. Jika berhasil meraih peringkat di kelas, siswa tersebut akan diberi imbalan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya. “Kami ingin membangun kompetisi yang sehat,” jelas Nyamat.

Sekadar diketahui, bantuan serupa rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Akhir tahun lalu, bantuan diberikan kepada 20 anak yatim. “Bantuan ini bukan untuk memanjakan mereka, tetapi lebih dititikberatkan untuk membantu anak-anak yatim yang bersekolah, terutama anak yatim yang kurang mampu,” pungkas Nyamat. (sgt/adv/aif )

GLENMORE - Zam-Zam Banyuwangi kembali memberangkatkan jamaah umrah untuk angkatan ke-6. Ada 42 orang dengan penerbangan Garuda (GA). Rombongan diberangkatkan dan dilepas langsung oleh Direktur Zam-Zam Banyuwangi H. Eko Susilo Nurhidayat SE. MM. Pemberangkatan berlangsung 29 Mei 2012 lalu di Masjid Jamik Sabilal Muttaqin Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Peserta umrah diangkut menggunakan 1 buah armada bus menuju bandara Juanda. Rombongan diketuai langsung oleh Hj. Alifah

Handayani (Istri H. Eko Susilo Nurhidayat). Turut dalam rombongan itu Manajer PT. Lonsum Treblasala Glenmore, Ir. Nurhandi beserta keluarga dan mantan Manajer Wilayah Kebun PTP XXII H. Abdul Choliq sekeluarga, serta anggota DPRD asal Probolinggo beserta keluarga. Pada 30 Mei 2012, Zam-Zam Banyuwangi juga memberangkatkan jamaah umrah untuk angkatan VII. Jumlahnya 14 orang dengan penerbangan Lion Air. Jamaah umrah ini adalah paket 12 hari. Jadi berangkatnya tidak ber-

samaan. Jamaah diberangkatkan dari kantor Zam-Zam Banyuwangi Jalan HOS Cokroaminoto No. 23 Banyuwangi, pukul 16.00 WIB. Selain melayani pemberangkatan haji plus 2012/2013, ZamZam juga memiliki beberapa paket umrah. Antara lain umrah eksekutif, umrah standar, umrah paket 9 hari, paket 12 hari, umrah arbain 15 hari, umrah awal Ramadan, umrah pertengahan Ramadan, umrah akhir Ramadan, serta umrah full Ramadan. ”Juga ada umrah plus Cairo, plus Turki dengan harga yang murah,’’ kata Eko. (azi/adv/aif)

PONPES DARUSSALAM BLOKAGUNG

SMA NEGERI 2 GENTENG

Khataman untuk Alm KH. Muhktar Syafaat

35 Alumni Lolos Tanpa Tes di PTN Papan Atas

TEGALSARI- Haul Masyayikh Ponpes Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari, akan kembali dihelat Kamis pagi besok (7/6). Rencananya, acara tahunan itu akan dihadiri oleh KH. Ahmad Muzayyid asal Malang. Namun begitu, rentetan agenda acara sudah dimulai sejak Hari Selasa (5/6). Acara besar di Ponpes Darussalam susul menyusul sejak empat bulan ini. Februari lalu, di pesantren asuhan KH. Ahmad Hisyam Syafaat MH., itu dilangsungkan resepsi pernikahan dua putra pengasuh yang besanan dengan pengasuh salah satu Ponpes di Jakarta dan pengasuh ponpes di Sidoarjo. Disusul lalu pelantikan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor pada awal Mei lalu. “Sebenarnya Haul Masyayikh tahun ini akan dihelat secara sederhana saja. Namun, karena

Agenda Acara 01 Juni s/d 7 Juli 2012 Penerimaan Peserta Didik Baru Selasa 5 Juni 07.30: Pembukaan Bathsul Masa’il Putri se Eks Keresidenan Besuki 19.00: Bathsul Masa’il Putra se Jawa dan Madura Rabu 6 Juni 07.30: Wisuda khotmil Qur’an MBAD Putra ke 6 dan LPQ SMP Plus ke 2. 13.00: Wisuda Khotmil Qur’an TPQ Darussalam ke 11. 19.00: Wisuda Khotmil Qur’an Pesantren Putri ke 6 dan Khotmil Qur’an Bil Hifdzi ke 8. Kamis 7 Juni 05.15: Pembacaan Sholawat Habsy. 08.00: Pengajian Umum Haul Almarhum KH. Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur.

berbarengan dengan acaraacara besar, mau tidak mau Haul juga menjadi agenda besar,” ujar Imron Rosyadi, koordinator acara. Hari ini Bahtsul Masail

Putri se-Keresidenan Besuki dilaksanakan. Malamnya, akan ada opening Bahtsul Masail Putra seJawa-Madura di Masjid Darussalam lantai dua. Menyusul lalu tiga acara wisuda pada Hari Rabu pagi, siang, dan malam. “Jadi ini wis tidak ada kecil-kecilan lagi. Haul akan menjadi acara besar. Pentasnya diletakkan di timur. Tidak jadi di depan masjid,” tutur salah satu koordinator acara Imron Rosyadi . Itu sebabnya, panitia haul tahun ini cukup kalang kabut. Satu minggu lalu musyawarah dadakan baru dilaksanakan. Dalam musyawarah itu, job kerja panitia dan seluruh teknis acara dibahas. “Semua disiapkan oleh santri dan dari santri. Insya Allah, Pesantren tetap bisa suguh, gupuh, ungguh kepada tamu dengan baik,” lanjut santri yang sudah dua belas tahun mondok itu.

A c a ra p u n c a k Ha u l Masyayikh akan dibuka dengan sholawat Habsy terlebih dahulu. Sholawat Habsy dimulai setelah Jamaah Sholat Subuh tepat. Baru kemudian pada jam delapan pagi, acara inti peringatan Haul dimulai. Selain dihadiri oleh para tamu undangan, alumni pesantren dari berbagai daerah juga akan datang. Saat ini panitia telah mendapat konfirmasi rombongan dari alumni Sumatera, Jawa Tengah, Bojonegoro, Magelang, Cilacap, Kebumen dan Tulungagung. Usai acara haul itu, pesantren masih menyimpan beberapa agenda penting lagi. Salah satunya yang paling dekat adalah kunjungan menteri BUMN bapak Dahlan Iskan tanggal 16 Juni. “Kemarin Pak Dahlan Iskan sudah ngebel. Katanya ingin ke Blokagung,” Kata KH. Ahmad Hisyam Syafaat usai salat maghrib berjamaah. (azi/adv/aif)

BALJEBOL

BALI

RAZIA

GENTENG- Prestasi dan reputasi SMA Negeri 2 Genteng (SMADA) cukup mengagumkan. Sekolah yang baru berdiri tahun 1992 itu sudah mendapatkan kepercayaan di berbagai perguruan tinggi negeri papan atas. Dari tahun ke tahun selalu meningkat jumlah alumni yang diterima di PTN papan atas. Tahun ini ada 35 alumni yang tersebar di UI, ITB, IPB, Unpad, Undip, UGM, UNJ, ITS, Unair, Unesa, Unibraw, UNM, Unej, belum lagi yang diterima di Poltek. Separo dari mereka kena program bidik misi. Upaya untuk meningkatkan kualitas terus dibangun terlebih saat SMADA Genteng dipercaya menyelenggarakan proyek RSBI. Terobosan-terobosan cerdas dilakukan selaras dengan semangat menjemput program nasional wajib belajar 12 tahun. Kerja sama lintas sektoral terus ditingkatkan baik dengan pemerintah daerah, provinsi serta pemerintah pusat. Juga kerja sama dengan lembaga perguruan tinggi. Sukses mengikuti SNMPTN jalur undangan dan bidik misi satu di

JEMBER

BONDOWOSO

SMADA GENTENG FOR RaBa

LOLOS TANPA TES: 35 Alumni SMADA Genteng yang lolos ke PTN Papan Atas Tanpa Tes

antara sukses SMADA sedang menyelengmenjalin kerja sama garakan proyek RSBI dengan PTN. tetap menerapkan Tahun ini SMADA sekolah ramah Genteng buka kelas lingkungan dan rakhusus. Tiga kelas khumah sosial. Kuota sus itu meliputi kelas 20% disediakan sains, kelas olahraga bagi siswa keluarga prestasi dan kelas bakurang mampu sehasa dan seni. Tentu cara ekonomi. “MerSMADA GENTENG FOR RaBa dengan pembukaan keeka akan mendapatM. Rifai, MPd las khusus ini menamkan keringanan bibah deretan langkah aya sekolah bahkan inovatif SMADA Genteng dalam sampai gratis serta dikawal untuk rangka meningkatkan kualitas bisa dapat bidik misi di PTN.,: Belayanan publik. gitu kata Kepala SMADA Genteng Sekalipun SMADA Genteng M. Rifai, MPd. (azi/adv/aif)

LUMAJANG

Mahasiswa Tolak Minimarket Bela Raperda, Komisi B DPRD Rapatkan Barisan

DONATUS OPENG/RADAR JEMBER/JPNN

PEKERJA KAFE: 14 Ceka saat menjalani sidang tipiring di PN Negara, kemarin.

Didiskriminasi, Ceka Protes NEGARA - Sering jadi objek razia bagi aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun Satpol PP membuat para cewek kafe di Jembrana gerah. Senin (4/6) kemarin mereka mengadukan nasibnya kepada hakim PN Negara, Poltak karena sering didiskriminasi dalam proses pengurusan Karti Izin Penduduk Musiman (Kipem). Padahal mereka sudah mengeluarkan sejumlah uang sebagai persyaratan untuk mendapatkan kartu penduduk musiman itu. Pengaduan tersebut disampaikan saat 14 Ceka (cewek kafe) yang dijaring aparat Polres Jembrana dalam razia kependudukan Rabu (30/5) lalu. Mereka adalah sejumlah wanita muda yang bekerja pada sebuah kafe di Baluk, Kecamatan Negara. “Mengapa kami sulit mendapat Kipem di Jembrana? Kami sudah beberapa kali mengurus Kipem tetapi tidak ada pejabat yang berani mengeluarkan Kipem untuk kami,” kata Neneng Siti, 32, wanita asal Cimahi, Jawa Barat di hadapan hakim tunggal PN Negara, Poltak, Senin (4/6). Kisah yang sama juga dikemukakan Anisa, 25, asal Jember, Jawa Timur. Ia sudah mengurus Kipem sekitar tiga bulan lalu dengan menyerahkan SKJK, akta kelahiran, surat keterangan dari desa tempat asalnya. Ia juga menyerahkan surat pindah dan kartu keluarga. Namun surat permohonannya tidak pernah diproses. Menurut keterangan petugas desa, cewek kafe tidak mungkin mendapat Kipem di Jembrana. Karena tidak ada izin kafe di Jembrana. “Padahal setiap kali kami mau mengurus Kipem, kami selalu diminta untuk membayar unag sekitar Rp. 200-250 ribu per orang,” ungkap Anisa di PN Negara. Mereka mengaku kecewa karena merasa diperlakukan tidak adil di Jembrana. Protes Ceka ini ditanggapi Poltak yang memimpin sidang tindak pidana ringan kemarin. Ia meminta para Ceka untuk sesegera mungkin mengurus surat-surat yang disyaratkan agar bisa bekerja dan tinggal di Jembrana. (don/jpnn)

JEMBER – Mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Peduli Rakyat (FMPR) dan KAMMI Jember memberikan dukungan terhadap DPRD Jember yang membatasi ruang gerak minimarket di Jember. Dukungan itu disampaikan saat mereka menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Jember, kemarin. FMPR dan KAMMI menyatakan penolakannya terhadap keberadaan minimarket berjaringan di Jember. Ada beberapa tuntutan yang disampaikan kepada wakil rakyat. Sayang, tuntutan yang diajukan FMPR terlambat. Sebab, raperda yang membatasi ruang gerak minimarket sudah disepakati oleh panitia khusus (pansus) I DPRD Jember. Kendati begitu, tuntutan yang diajukan FMPR, hampir semuanya sudah terako-

modasi dalam kesepakatan pansus I DPRD Jember. Yang belum hanya pengenakan pajak yang tinggi dan keharusan minimarket hanya menjual produk asli Jember. Sedangkan pembatasan jarak, pembatasan waktu operasional, sudah terakomodasi. Meski materinya sedikit berbeda. Selain itu, desakan agar DPRD Jember segera membuat perda perlindungan kepada pedagang kecil dan pasar tradisional juga sudah dilakukan. Malah, raperda tersebut tinggal pengesahan dalam sidang paripurna DPRD Jember untuk segera dilaksanakan oleh Pemkab Jember. ”Di Jember sudah ada 137 mini market yang akan membunuh perlahan pedagang kecil di Jember,” ungkap Sahru Romadloni, salah seorang korlap FMPR. Dia mencontohkan, di kawasan kampus Universitas Jember (Unej), Kecamatan Sumbersari, banyak mini market yang bertebaran. Antara lain berada di Jalan Sumatera,

NARTO/RADAR JEMBER/JPNN

SAMPAIKAN ASPIRASI: Aktivis mahasiswa saat menolak keberadaan minimarket yang semakin menjamur di wilayah Jember.

Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip, Jalan Karimata, dan Jalan Riau. Bila ditotal ada sembilan mini market berjaringan. Tak hanya itu, dalam satu jalan, ada dua mini market berjaringan berbeda yang berdiri dengan jarak hanya

antara 100 meter-200 meter. Ditegaskan, hampir semua pasar di kecamatan, kini telah berdiri sejumlah mini market berjaringan. Misalnya di Pasar Gebang, ada tiga mini market yang berdiri. Bahkan, kini mulai berdiri mini market di

sejumlah pasar tradisional di tingkat pedesaan. KAMMI Jember juga menegaskan dukungannya terhadap isi raperda yang melindungi pasar tradisional dan pengaturan pasar modern berjaringan. (aro/c1/wnp/jpnn)


42

Selasa 5 juni 2012

Kejurkab IPSI Molor BANYUWANGI - Keinginan Pengkab IPSI Banyuwangi menggelar kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten (kejurkab) antar pelajar dan perguruan dalam waktu dekat dipastikan ditunda. Mepetnya waktu dan belum rampungnya registrasi perguruan diduga m e n j a d i penyebab utama. Alhasil, even yang s e d i a n y a dilaksanakan bulan ini tersebut dipastikan diundur bulan depan. Diundurnya kejurkab tersebut disampaikan sekretaris IPSI, Mukayin, kemarin. Hasil rapat panitia dan pengurus, sangat riskan bila kejuaraan itu digelar bulan ini. Selain waktu persiapan sangat mepet, juga belum 100 persen perguruan yang mendaftar ulang. Mukayin menambahkan, dalam kejurkab antar pelajar, IPSI akan mempertandingkan kategori sekolah dasar (SD). Nah, dalam kejurkab antar perguruan tidak ada perkecualian, semua padepokan yang su-

GALIH COKRO/RaBa

DITUNDA: Belum kelarnya proses registrasi perguruan memaksa IPSI menunda agenda kejuaraan.

dah registrasi resmi di IPSI Banyuwangi boleh ikut. “Jadi berdasar rapat, kejurkab diundur bulan Juli depan,” bebernya. Organisasi yang dipimpin Guntur Priambodo itu akan langsung melakukan persiapan sejak dini. Administrasi peserta dan perguruan akan menjadi fokus utama IPSI. (nic/c1/als)

Dita-Dinda Mondok di Vietnam Persiapan PON Pekanbaru GALIH COKRO/raBa

LANGGANAN: Di ajang Popda dua tahun lalu, tim basket putra dan putri Banyuwangi meraih medali perak.

Yakin Lolos Babak Utama Basket di Ajang Kualifikasi Popda BANYUWANGI - Babak kualifikasi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2012 di Jember mendatang disikapi serius Pengkab Perbasi Banyuwangi. Dulangan medali perak oleh tim putra dan putri di ajang yang sama dua tahun lalu di Nganjuk menjadi

pemacu semangat. Organisasi pembina olahraga bola basket itu bertekad minimal mereka akan mengulang prestasi di Popda VII tersebut. Ketua Perbasi Banyuwangi, Edi Lukisanto, menyatakan secara prinsip Perbasi sudah siap menyongsong babak kualifikasi Popda 2012 men-

datang. Dia mengaku, Perbasi Banyuwangi sudah memiliki skuad bayangan untuk pertandingan yang dijadwalkan berlangsung 11 hingga 14 Juni tersebut. “Kami siap tampil,” katanya. Edi menambahkan, para pemain yang diproyeksikan tampil di Popda merupakan pemain pilihan yang dipantau dalam

Banyuwangi Basketball League (BBL) bulan lalu. Beberapa pemain masuk catatan Perbasi untuk proyeksi ajang dua tahunan tersebut. Edi yakin tim Banyuwangi akan lolos dari babak kualifikasi. Apalagi, dalam sejarah tim Banyuwangi selalu lolos ke babak utama. “Kami yakin bisa tampil maksimal di kualifikasi Popda nanti,” tegasnya. (nic/c1/als)

Disposisi dari Ketua Dewan Beres Hearing Persewangi Tunggu Jadwal B ANYUWANGI - Pemain Persewangi masih harus bersabar. Sebab, upaya mencari kejelasan nasib melalui hearing dengan DPRD belum bisa digelar dalam waktu dekat. Alasannya, surat permohonan dengar pendapat yang dilayangkan 31 Mei lalu itu baru mendapat disposisi pimpinan DPRD kemarin (4/6). Meski demikian, pimpinan DPRD secara prinsip mendukung perjuangan mereka dalam mendapatkan hak. Setelah disposisi yang ditandatangani Ketua DPRD Hermanto keluar, hearing yang dijad-

walkan melibatkan semua nan dari pemain Persewangi. komisi, pengurus Persewangi, Sebab, selama sepekan dirinya PSSI, KONI, Dinas Pemuda tidak berada di Banyuwangi. Olahraga, dan para pemain Selama sepekan dia berada di Persewangi, itu Jakarta dalam rangka bisa segera dilakkepentingan dinas. sanakan. Namun, iktikad “Surat permoDPRD menengahi honan dari sekremasalah Persewatariat baru ditengi setidaknya darima hari ini (kepat terlihat. Surat marin, Red). Saya yang sudah ada di sudah tanda tameja ketua DPRD ngan dan miniitu langsung diteken mal satu atau dua Hermanto. Surat itu DOK/RaBa hari ke depan juga, yaitu keHermanto hearing seperti marin, sudah kemyang diharapkan pemain bisa bali ke meja sekretariat untuk segera dilaksanakan,” beber penjadwalan. Hermanto kemarin. Tertundanya hearing di Hermanto mengaku, dirinya DPRD itu tentu saja membuat baru tahu ada surat permoho- pemain sedikit kecewa. Sebab,

mereka berharap sesegera mungkin mengetahui kejelasan nasib dan hak mereka di Persewangi. Namun demikian, mereka menyadari sepenuhnya mekanisme di DPRD. Pemain Persewangi percaya dan yakin DPRD bisa menjembatani mereka untuk mendapatkan hak yang selama ini tidak dipenuhi manajemen. “Kami tunggu jadwal hearing dari DPRD,” ujar Nurcahyo, pemain Persewangi. Diberitakan sebelumnya, perjuangan pemain Persewangi mencari kejelasan gaji dan kontrak terus berlanjut. Mereka terus memperjuangkan hak mereka, salah satunya berupaya melakukan hearing. (nic/c1/als)

BANYUWANGI – Kemampuan dua atlet silat Banyuwangi proyeksi PON, Dita Amalia dan Dinda Maulidya, kembali mendapat perhatian pengprov IPSI Jawa Timur. Demi mewujudkan target mendulang medali di ajang empat tahunan itu, kedua kembali mendapat kesempatan untuk menempa diri ke Vietnam. Bersama 24 pesilat lainnya, Dinda dan Dita akan berada di Vietnam selama lima hari. Dijadwalkan rombongan akan bertolak ke negara tersebut pagi ini. “Mohon doanya agar diberikan keselamatan selama berlatih di sana,” pinta Dinda. Agenda uji coba keluar negeri ini menjadi perjalanan kedua Dinda dan Dita dalam persiapan PON tahun ini. Sebelumnya, keduanya juga telah merasakan pemusatan latihan di Shanghai, Tiongkok. Mereka berlatih selama sepekan di negeri tirai bambu tersebut. Lebih lanjut, Dinda menuturkan selama di negeri seberang beberapa agenda latihan sudah disusun. Selain

DOK.RaBa

ANDALAN JATIM: Dita dan Dinda.

latihan rutin bersama seluruh pesilat, agenda di Vietnam juga akan menjadi sarana uji coba kemampuan dengan bertanding bersama pesilat lokal di Vietnam. Soal target sendiri, Dinda mengaku akan berusaha untuk memberikan medali bagi kontingen Jawa Timur nanti. Pesilat putri yang turun di kelas B ini menyadari persaingan di PON nanti dipastikan bakak ketat. Kontingen provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lainnya akan menjadi ujian bagi dirinya untuk mewujudkan ambisi mendulang medali. (nic/als)


BERITA UTAMA

Selasa 5 Juni 2012

43

HALAMAN SAMBUNGAN

IMN Mengaku hanya Silaturahmi ■ BELUM... Sambungan dari Hal 33

Tidak hanya itu, dalam pertemuan tertutup itu Reza berterus terang terkait alasan me-

ngapa tidak segera merespons permohonan golden share yang diajukan pemkab. Salah satu alasan yang disampaikan, karena belum ada deal dengan pemegang saham asing terkait

permintaan golden share itu. Atas beberapa kesalahan yang dilakukan PT. IMN dan Reza menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Anas dan Pemkab Banyuwangi. “Dalam

pertemuan itu, PT. IMN melalui Pak Reza menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan selama ini,” ungkap Hary Cahyo Purnomo. Selain menyampaikan permo-

Paket Dikirim dari Lhokseumawe ■ SITA... Sambungan dari Hal 33

Melihat barang bukti sudah ada di depan mata, polisi langsung menangkap kedua tersangka. Tetapi, Suharto yang sempat ditahan dalam kasus

perjudian itu malah kabur. Anggota Satnarkoba terpaksa memberi tembakan peringatan ke udara. “Kita terpaksa memberi tembakan peringatan karena Suharto lari saat akan ditangkap,” dalih Kasatnarkoba Watiyo.

Dalam keterangannya kepada polisi, Suharto mengaku baru kali ini mendapatkan narkoba jenis ganja. Barang tersebut, jelas dia, berasal dari Kodijah yang dikirim ke rumahnya. “Ganja ini hasil kiriman dari Lhokseumawe, Aceh,” katanya.

Saat ditangkap polisi, Suharto mengaku akan mengantar ganja itu kepada salah satu calon pembeli. Tetapi sial, transaksi belum dilaksanakan, mereka sudah ditangkap. “Saya baru kali ini menjual ganja,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Dilarang Jual Seragam di Atas Harga Pasar ■ HINDARI... Sambungan dari Hal 33

“Sebagai contoh, sekolah menentukan merek kain “A” nomor sekian. Kalau sudah begitu, pasti warnanya akan seragam,” paparnya. Arifin menegaskan, jika pada saat PPDB masih dijumpai sekolah yang mengoordinasi seragam

siswa dengan harga di atas harga pasar, pihaknya tidak akan segan memanggil pihak sekolah tersebut. “Kalau ada yang bersikeras seperti itu (menjual seragam dengan harga di atas harga pasar) akan kita sikat,” tegasnya. Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, pihaknya sedang menyusun pe-

tunjuk teknis (juknis) agar pelaksanaan PPDB berjalan objektif, transparan, dan tidak diskriminatif. Selain itu, Dispendik akan mengirim surat edaran ke seluruh sekolah agar tidak menarik dana dari peserta didik baru. Sulihtiyono menegaskan, sekolah dilarang intervensi seragam dan buku sekolah siswa. Sekolah yang kedapatan ber-

buat macam-macam akan ditindak. “Seragam dan buku urusan wali murid. Siswa juga bisa menggunakan seragam bekas kakaknya,” imbaunya. Sulihtiyono menambahkan, pihaknya masih menyusun pagu untuk masing-masing sekolah. Pagu tersebut akan dijadikan acuan pihak sekolah dalam melaksanakan PPBD. (sgt/c1/bay)

Rekomendasi Dewan pun Kedaluwarsa ■ GEREGETAN... Sambungan dari Hal 33

Kami berharap, tahun depan penyampaian LKPJ tepat waktu,” tegasnya. Dikonfirmasi usai mengikuti paripurna kemarin, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa keterlambatan tersebut sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Sebab, hal tersebut menyangkut masalah teknis. “Kalau pemeriksaan BPKP belum selesai, kita tidak bisa melakukan penghitungan

APBD. Padahal, penyerahan laporan (LKPJ, Red) harus bersamaan dengan penghitungan APBD,” urainya. Di sisi lain, Bupati Anas menyampaikan apresiasi kepada para anggota DPRD yang telah bekerja sama dengan baik, sehingga pembangunan Banyuwangi memenuhi 99,5 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sekadar diketahui, total realisasi pendapatan daerah tahun 2011 sebesar 1,46 triliun.

Realisasi sebesar itu berada 3,43 persen di atas target. Realisasi belanja daerah “hanya” sebesar 1,44 triliun atau sebesar 88,45 persen dari target yang ditentukan. Tidak terpenuhinya target tersebut, menurut dewan bukan suatu kegagalan melainkan bentuk efisiensi dan kehati-hatian. Yang terpenting, minimnya realisasi belanja daerah tersebut tidak mengurangi efektivitas pelaksanaan program pemerintah. Penataan ruang pada tahun 2011 sudah dapat dirasakan

masyarakat Banyuwangi, yaitu ada peningkatan kualitas ruang terbuka hijau (RTH), seperti Taman Sri Tanjung, Taman Blambangan, dan TMP Wisma Raga Satria Banyuwangi. Menurut para anggota dewan, perlu pula menyediakan RTH di tiap kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi, sehingga amanat regulasi yang mengharuskan tersedianya 30 persen RTH dapat dipenuhi dan membangun kerja sama dengan pihak swasta atau dunia usaha. (sgt/c1/bay)

Juara Keroncong dan Nyinden ■ JAWARA... Sambungan dari Hal 33

Nilai matematika tercatat 9,75, bahasa Indonesia 9,8, dan bahasa Inggris 9,8. “Saya sangat minat pelajaran matematika. Tetapi, juga suka IPA, karena gurunya sering memberi contoh langsung dengan cara praktik di lapangan,” tuturnya saat ditemui RaBa di sekolahnya kemarin pagi (4/6). Gadis kelahiran 29 Januari 1997 itu mengaku tidak menerapkan jurus khusus untuk meraih NUN tinggi. Dia belajar seperti hari-hari biasa, hanya saja lebih giat. Khusus pela-

jaran matematika, Shafira mengikuti pelajaran tambahan kepada guru privat di luar sekolah, dan pelajaran IPA dia genjot lewat lembaga kursus. “Menjelang unas memang belajar lebih giat, selain les juga belajar pada malam hari. Tetapi, tetap punya waktu main di sore hari,” jelas anak kedua dari lima bersaudara itu. Putri pasangan Tonny Herrysjam, karyawan Telkom Denpasar, dan Erna Sukrisdiani, pengelola Nina Collection, itu ingin melanjutkan ke SMAN 5 Surabaya. Modal Shafira untuk bersaing masuk sekolah favorit itu tak hanya prestasi akade-

mik, tapi juga segudang prestasi non-akademik di bidang seni. Sebab, Shafira pernah juara I lomba lagu keroncong seKabupaten Banyuwangi dan juara I lomba Pop Singer seKabupaten Banyuwangi. Bahkan, dia juga juara lomba nyinden se-Kabupaten Banyuwangi dan juara musik tradisional se-Jawa Timur. “Sejak TK sampai sekarang, Fira les nyanyi di Bina Vokalia asuhan Ibu Inne Suherman dan bisa nyinden berkat bimbingan Pak Saiful, guru kesenian di SMPN 1,” ungkap ibu Shafira yang akrab disapa Nina itu. Yang menarik, Shafira me-

ngaku memiliki kesan mendalam selama sekolah di SMPN 1 Banyuwangi. Dia merasa nyaman menuntut ilmu di rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) tersebut. Sebab, fasilitasnya lengkap. “Cara mengajarnya bervariasi, jadi tidak bosan,” ujarnya. Kepala SMPN 1 Banyuwangi, Enny Purnamaningrum, berharap prestasi yang diraih Shafira itu bisa menjadi pemacu semangat belajar adik-adik kelasnya. “Semoga dalam unas tahun depan bisa meningkat dan Shafira bisa melanjutkan ke sekolah berkualitas yang diidamkan,” harapnya. (irw/c1/adv)

Ingin Menjadi Perawat Profesional ■ NILAI... Sambungan dari Hal 33

Orang tua Dita hanya pekerja serabutan. Penghasilan mereka setiap hari tidak menentu. Ayah Dita, Siswanto, adalah buruh tani dan kadang menjadi makelar sepeda motor. Sementara itu, ibunya, Ernawati, adalah ibu rumah tangga biasa. Sesekali Ernawati bekerja serabutan membuat keranjang ikan. Penghasilan mereka hanya cukup untuk mengisi perut sehari-hari. Sebenarnya, orang tua Dita sangat ingin anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar masa depannya cerah. Namun, apa daya, persoalan ekonomi membuat keinginan itu hanya sebatas angan. “Saya bingung, bapak dan ibu saya tidak mampu,” ujar Dita kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi yang berkunjung ke rumahnya kemarin. Dita mengaku,s ejak dulu memang sangat

senang bersekolah. Pelajaran kesukaannya adalah ilmu pasti, seperti matematika, fisika, dan biologi. “Mulai dulu suka pelajaran yang ada hitung-hitungannya,” jelasnya. Nah, setelah lulus dari SMA dia ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN). Dia juga mengaku sudah mengikuti proses bidik misi nasional di perguruan negeri. Dia berharap diterima dalam program tersebut. Sebab, bila diterima, dia akan mendapat uang saku kuliah Rp 600 ribu per bulan. Namun, bila benar-benar diterima, dia juga bingung akan meneruskan ataukah tidak. Sebab, persoalan biaya masih menjadi masalah. “Kalau diterima saya juga bingung. Niatnya sih ikut, entah hasilnya gimana terserah nanti,” katanya didampingi pamannya, Agus. Saudara kandung Elma Dayu Pratiwi, 10, dan Iqbal Tri Ramadani, 2, itu bercita-cita menjadi perawat profesional. Untuk memuluskan niat tersebut, tentu Dita harus melanjutkan kuliah ke jurusan keperawatan. ’’Saya ingin kuliah di

sekolah perawat,” jelasnya. Ernawati mengatakan, anak sulungnya tersebut sejak SD memang tergolong anak berprestasi. Oleh karena itu, sebagai orang tua, dirinya selalu mendukung apa yang dicita-citakan anaknya. ’’Saya dukung terus. Tapi biaya kuliah itu tidak sedikit, uang dari mana,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Menurut Ernawati, Dita pernah ditinggal orang tuanya merantau ke luar Jawa. Meski bertahun-tahun ditinggal bekerja di Kalimantan, anaknya tersebut tetap berprestasi. “Saya dan bapaknya empat tahun kerja di Kalimantan. Bila kiriman telat, saudaranya urunan,” katanya. Tentang keinginan anaknya melanjutkan sekolah, Ernawati hanya pasrah. ’’Saya tidak tahu mau menoleh ke mana, ya mudah-mudahan ada orang yang bantu saya. Saya ingin anak saya ini sukses dengan cita-citanya. Adik-adiknya masih kecil,” pungkasnya. (c1/bay)

Dijanjikan Pegawai, Uang Melayang GLAGAH - Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Saeperti yang dialami Rika Suryani, 49, warga Lingkungan Gaplek, RT/RW 01/001 Kelurahan Bakungan, Banyuwangi. Lantaran tergiur janji seseorang yang bisa memberikan pekerjaan kepada anaknya, Huda, 23, Rika Suryani harus rela kehilangan uang tunai Rp 500 ribu. Kejadian itu bermula saat Rika didatangi tamu bernama Heru. Pria yang digambarkan bertubuh tegap dan berambut cepak itu awalnya mencari informasi tanah dijual persis di depan rumah korban. Dari percakapan itu, lelaki tersebut mengaku bekerja di KSP Milan. Bak gayung bersambut, Heru pun menawari anak korban yang belum bekerja itu untuk berkarir di KSP Milan. Syarat-

nya, korban harus memberikan uang jaminan sebagai karyawan sebesar Rp 500 ribu. Tak lama kemudian, permintaan lelaki itu disanggupi. Menggunakan sepeda motor, lelaki itu bersama Huda menuju ke kantor yang dimaksud. Namun, belum sampai di KSP Milan cabang Banyuwangi, korban yang dibonceng diminta turun. Sembari membawa uang dan berkas yang diminta, lelaki tersebut rupanya berpura-pura menuju lokasi. Kemudian, korban ditelepon pelaku agar menuju KSP Milan. Sayang, keinginan Huda memperoleh pekerjaan kandas. Pasalnya, koperasi tersebut ternyata tidak sedang membuka lowongan kerja. Dikonfirmasi terkait kejadian itu, Kepala Divisi HRD KSP

Milan Hendra Santoso menuturkan, penipuan dengan modus mencatut nama KSP Milan itu merupakan kali ketiga. Sebelumnya, dua orang pernah menjadi korban dengan modus yang sama. “Korban pertama dipungut uang Rp 2 juta dan yang kedua Rp 1,5 juta,” bebernya. Terkait hal itu, Hendra menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pungutan atau pun meminta uang jami-

nan kepada calon atau pegawai. Mekanisme di koperasi tersebut, rekrutmen dilakukan secara terbuka dan profesional. Pengumuman lowongan kerja akan dipublikasikan, baik di kantor cabang maupun di media massa. Kejadian itu kini dalam penanganan aparat Polsek Glagah. Korban sudah dimintai keterangan penyidik. Ciri pelaku sudah dikantongi petugas. (nic/c1/bay)

honan maaf, ungkap Hary, PT. IMN juga menyatakan kesanggupan melakukan perbaikan atas kesalahan yang selama ini dilakukan. Perbaikan itu akan dilakukan PT. IMN sebelum deadline yang diberikan Pemkab Banyuwangi habis. Sebagai bentuk keseriusan, lanjut Hary, pada saat itu juga PT. IMN menyampaikan akan segera membentuk tim kecil. Tim itu bertugas membangun komunikasi dengan tim pemerintah daerah guna melakukan beberapa perbaikan atas pelanggaran yang dilakukan selama ini. Walau sempat menyinggung

golden share, beber Hary, tapi pada pertemuan itu pihak IMN belum memberikan tanggapan. Mereka belum menyatakan sanggup ataukah menolak permintaan saham golden share itu. Dalam pertemuan yang berlangsung selam dua jam itu, fokus membicarakan terfokus pada surat peringatan dan deadline pemkab. “Sikap pemerintah daerah sudah jelas, saham golden share sudah final dan tidak bisa ditawar,” tegas Hary. Lantaran sudah final, tambah Hary, siapa pun yang melakukan kegiatan tambang emas di Banyuwangi harus memberi-

kan saham golden share kepada rakyat Banyuwangi. “PT. IMN atau yang lain harus memberikan saham kepada rakyat,” tegasnya. Reza ketika dikonfirmasi wartawan usai pertemuan mengatakan, kedatangannya ke Banyuwangi dalam rangka silaturahmi dengan Bupati Anas dan jajarannya. Terkait surat peringatan bupati dan permintaan golden share, Reza tidak memberikan tanggapan serius. “Ini silaturahmi karena selama ini belum bisa silaturahmi dengan bupati,” ujar Reza. (afi/ c1/bay)

Plus Denda Rp 60 Juta ■ CABULI... Sambungan dari Hal 33

Hal yang memberatkan terdakwa, korban yang masih tetangga terdakwa itu masih berusia di bawah lima tahun (balita). Lantaran masih balita, alat reproduksi korban belum siap. “Korban masih balita,” cetus Afrizal. Dalam putusan itu, majelis hakim juga mempertimbangkan sikap terdakwa selama

persidangan yang mengakui semua perbuatannya. Terdakwa juga menyesali dan tidak akan mengulangi lagi. “Semua itu menjadi pertimbangan dalam meringankan putusan,” kata hakim ketua, Afrizal. Putusan majelis hakim yang memvonis lima tahun penjara dengan denda Rp 60 juta atau subsider empat bulan kurungan ini lebih ringan dua tahun daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Semu SH. Dalam

sidang sebelumnya, JPU menuntut majelis hakim menghukum terdakwa tujuh tahun penjara dan denda Rp 60 juta. “Saya menerima putusan majelis hakim,” kata Semu saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi usai sidang kemarin. Penasihat hukum terdakwa, Siti Nur Hayati SH, mengaku belum bisa memberikan jawaban atas putusan majelis hakim itu. “Saya masih pikir-pikir,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Menyikapi Pengaduan Masyarakat ■ TEMPAT... Sambungan dari Hal 33

Selain merazia tempat kos di Rogojampi, petugas juga memeriksa salah satu tempat kos di sekitar Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi. Di Jalan Adi Sucipto ada pasangan pelajar yang berduaan di dalam kamar. “Pintu

kamar kos terbuka dan memiliki kartu pelajar, jadi hanya kita beri pembinaan,” ujarnya. Lima warga yang digaruk karena tidak memiliki KTP, satu di antaranya berasal dari Sumatera. Empat warga lain berasal dari Kabupaten Banyuwangi. “Mereka kita minta membuat surat pernyataan

untuk segera mengurus KTP,” cetusnya. Bagaimana dengan satu pasangan mesum? Keduanya dimintai keterangan dan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Razia ini dilakukan karena ada pengaduan dari masyarakat,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Potensi Berperangai Tidak Baik ■ ORANG. ORANG... Sambungan dari Hal 44

Hal yang tak jauh beda bisa juga terjadi dalam ruang lingkup organisasi, entah itu organisasi pemerintahan, partai, yayasan, lembaga pendidikan hingga dalam rumah tangga sekali pun. Sehingga wajar, jika orang ketiga selalu lebih menarik hati, dan bisikannya lebih didengarkan. Satu hal lagi, orang ketiga juga diberi kemampuan menyusup. Dalam keadaan normal, orang ketiga biasanya menyusup karena memang diizinkan masuk. Alasannya, karena salah satu pihak bisa saja kecewa atau tidak puas terhadap pasangannya. Awalnya, barangkali hanya sebagai teman curhat atau berbagi segala permasalahan. Namun, lamakelamaan tidak menutup kemungkinan orang ketiga mampu menggantikan peranan bahkan kedudukan pendamping aslinya. Dalam keadaan lainnya, orang ketiga juga bisa menyusup saat melihat ketidakharmonisan suatu hubungan. Secara langsung atau tidak langsung dia akan tampil di tengah-tengah pihak yang tak lagi harmonis itu.

Posisinya akan semakin kokoh saat ketidakharmonisan hubungan tersebut terus terpupuk dan tumbuh subur. Puncaknya orang ketiga benar-benar mampu memiliki, mempengaruhi dan mengatur orang yang didekatinya. Yang paling patut diwaspadai adalah kehadiran orang ketiga yang dikirim untuk menghancurkan keharmonisan hubungan yang sudah terjalin. Kasus-kasus semacam ini sudah sangat mafhum. Berapa banyak orang menggunakan tangan orang lain untuk melampiaskan kekesalan dan sakit hati kepada pasangannya. Memang ada pendapat, orang ketiga tak pernah benarbenar memiliki tempat. Namun, siapapun mengakui nyatanya kehadiran dan kestrategisan perannya. Sebab itulah, jika orang yang berada di jajaran orang ketiga adalah orangorang yang memiliki peringai tak baik, maka potensi keputusan yang diambil oleh orang yang didekatnya tak baik juga sangat besar. Pada zaman dahulu, para raja biasanya mengkonsultasikan segala keputusannya yang akan diambilnya kepada orang-orang suci yang menjauh dari kepentingan du-

niawi. Sebab, raja sadar tidak jarang orang-orang ketiganya memberi masukan yang tidak selamanya baik. Iya, dalam kehidupan ini siapa saja sadar atau tidak, pasti pernah berada di posisi orang ketiga. Betapa ketulusan niat dan kebersihan hati sangat diperlukan oleh seseorang saat dirinya mampu menempati posisi sebagai pembisik. Sebab, tak jarang darinya lah pertimbangan pengambilan keputusan–keputusan besar dilakukan. Walaupun harus diakui sangat sulit menemukan orang ketiga semacam itu. Yang banyak, adalah orang ketiga yang ingin terus menguasai. Semangat ajaran Nabi Muhammad agar jangan pernah memberikan ruang kepada syetan untuk menjadi orang ketiga tampaknya perlu terus digelorakan. Dalam konteks kekinian atau dalam ruang lingkup kehidupan yang lebih luas, barangkali juga dapat dimaknai orang yang menjadi orang ketiga jangan sampai berprilaku seperti syetan. Menghasut apalagi sampai menyebarkan kedengkian. Wallahua’lam bisshowab. *Kabiro Radar Banyuwangi di Situbondo

DERITA ASMA PUN TAK LAGI MENGGANGGU SETELAH MENGKONSUMSI SUSU KAMBING MILKUMA KETIKA asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Sekian lama berobat, atas saran dari tetangganya, Siti Khoiriyah, 27 tahun tersebut akhirnya tertarik mencoba Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing segar dan gula aren. “Sudah 7 tahun lamanya aktifitas saya sering terganggu karena menderita asma. Kalau sudah kambuh, nafas sering terasa sesak. Untunglah kini saya minum Milkuma , sekarang derita asma tak lagi mengganggu.” Terang ibu rumah tangga tersebut. Ia menceritakan, sudah 3 bulan ini minum Milkuma . Dengan tubuh yang sehat, kini wanita yang berdomisili di Desa Balakan - Taman Agung, Kec. Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma .” Ajak ibu 1 orang anak tersebut. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing. Berbeda dengan

susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu kambing pun jarang menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu kambing memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Milkuma dikomposisikan dengan gula aren sehingga aman bagi penderita diabetes. Milkuma juga sangat dianjurkan bagi perokok baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607, Bangkalan : 085322748548, Sumenep : 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


44

Selasa 5 Juni 2012

Orang Ketiga KETIKA membaca judul di atas, orang yang beramsusi negatif kemungkinan besar lebih banyak dibandingkan yang berasumsi sebaliknya atau berasumsi datar-datar saja. Maklum, sebutan ‘orang ketiga’ selama ini sudah lebih banyak dikonotasikan tidak baik. Proses pemaknaan itu memang tidak datang sekaligus. Namun, melalui proses yang tidak sebentar sehingga terbangun pemaknaan atau sekedar asumsi-asumsi dangkal. Selama ini, orang ketiga seringkali disandingkan dengan peristiwa-peristiwa yang tak baik. Orang ketiga seringkali jadi kambing

hitam setiap ada kasus-kasus yang merusak hubungan yang sudah terjalin baik antara dua orang atau satu pihak dengan pihak kedua. Yang paling banyak terjadi adalah dalam kasus-kasus asmara. Bahkan, kasus perceraian kehidupan rumah tangga acap kali dikaitkan dengan kehadiran orang ketiga. Pendeknya, orang ketiga adalah perusak. Anggapan seperti itu memang tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Dalam kasus-kasus tertentu, orang ketiga mampu memiliki makna atau berperan justru sebagai penyelamat. Lihatlah anjuran Nabi

Muhammad yang meminta adanya ketiga, maka bisikan ajakan untuk orang ketiga saat seorang laki-laki berbuat sesat sangat besar. Bisikan itu mudah sekali untuk dan perempuan yang budidengarkan. kan muhrimnya berduaOrang ketiga memang duaan. diberi senjata ampuh beDalam kasus seperti rupa bisikan kepada itu, betapa berharganya orang pertama maupun kehadiran orang ketiga kedua. Jangan menganuntuk menyelamatkan ggap remeh kemampuan laki-laki dan perempuan ini. Sebab, tidak semua dari prilaku-prilaku yang bisa melakukannya. Titak direstui oleh agama. dak semua orang mamJika dibiarkan berduaan CATATAN apalagi di tempat yang EDY SUPRIYONO* pu membisikkan sesuatu dan didengar. Jangankan sepi, pihak yang akan menjadi orang ketiga adalah sye- sampai berbisik, mau mendekat tan. Jika syetan yang menjadi orang saja bagi sejumlah orang sulitnya

NUR HARIRI/RaBa

MESUM: YL usai melaporkan penyebaran video ke Mapolres Situbondo kemarin.

Video Mesum Disebar Pacar, Lapor Polisi

EDY SUPRIYONO/RaBa

MASIH LANGKA: Melakukan cutting terhadap ikan koi butuh keahlian khusus.

FORUM KEMISAN ” PPDB Online Terbuka, Demokratis dan Akuntabel” Sarasehan akan diselenggarakan pada: Hari/Tanggal : Kamis, 7 Juni 2012 Tempat : Gedung PGRI Jalan A. Yani No. 82 Banyuwangi Pukul: : 08.00 WIB sampai selesai Narasumber : Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono, MM Tempat Terbatas Konfirmasi keikutsertaan 081358243725 (Aif)

Baca Orang...Hal 43

SITUBONDO - Kejaksaan Negeri pahkan dari bagian intelijen ke pi(Kejari) Situbondo akhirnya me- dana khusus pada 25 Mei lalu. Kejari naikkan status proses hukum dugaan sudah menunjuk tim jaksa yang akan korupsi Program Nasional Agraria menyidik. Ketuanya Asih SH, dan (Prona) di Desa Kalianget, Keca- anggotanya Bambang dan Hasan matan Banyuglugur, dari Effendi SH. penyelidikan menjadi “Jadi, dalam penyepenyidikan. Penaikan lidikan yang dilakukan status itu juga diikuti intelijen terungkap bahwa penetapan tersangka. kasus ini sudah cukup Yang menarik, jumlah bukti adanya dugaan tersangka kasus Prona tindak pidana korupsi. Desa Kalianget lebih Lebih detailnya kami tak dari seorang. Hanya bisa menjelaskan karena saja, siapa saja mereka, menyangkut materi pehingga kemarin Kejari meriksaan,” terang jaksa DOK.RaBa Situbondo masih mera- Mohammad Chozin yang merangkap PLH hasiakan. Kajari Situbondo tersebut. “Yang pasti (jumlah tersangka) Diberitakan sebelumnya, kasus lebih dari seorang. Tidak disebutkan Prona Kalianget dilaporkan ke Kejari hanya demi kepentingan penyidikan. Situbondo karena ada pungutan Pada waktunya nanti masyarakat yang dilakukan panitia terhadap akan tahu kok,” ungkap Kasi Pidana warga. Pengakuan panitia, pungutan Khusus (Pidsus) Kejari Situbondo, itu sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 700 Mohammad Chozin, kepada Jawa ribu. Itu sudah berdasar kesepakatan Pos Radar Banyuwangi kemarin. warga. Total dana yang terkumpul Menurut dia, berkas penyelidikan lebih dari Rp 100 juta. Padahal, progkasus Prona Kalianget sudah dilim- ram itu sejatinya gratis. (pri/c1/als)

KOI PUN BISA DI-CUTTING SITUBONDO - Bukan hanya sepeda motor yang bisa di-cutting. Ikan Koi pun bisa. Sehingga, penggemar ikan koi yang ingin memiliki ikan koi dengan warna tertentu tak perlu repotrepot merogoh koceknya dalam-dalam. Sebab, cutting bisa menjadi alternatif jalan keluar. Penggemar ikan koi tinggal menyediakan bahan berupa ikan yang warnanya memungkinkan diubah warna yang diinginkan. Setelah itu, ahli cutting ikan koi akan membentuknya menggunakan bantuan silet. “Yang banyak dibentuk biasanya

tancho, yaitu ikan koi warna putih mulus. Di kepalanya ada warna merah melingkar mirip bendera Jepang. Kalau seperti itu, tinggal nyari ikan koi yang bagian kepalanya ada warna merah. Setelah itu tinggal dibentuk,” terang Sunyoto, penggila koi di Situbondo. Sayang, belum ada tenaga ahli cutting koi asli Situbondo. Sehingga, penggemar ikan koi yang ingin menggunakan jasa cutting harus menunggu lama. “Memang butuh keahlian khusus. Kalau gagal, risikonya bisa mati,” terangnya. (pri/c1/als)

Depresi, Nenek Gantung Diri PGRI Banyuwangi bekerjasama dengan Radar Banyuwangi mengundang bapak/ibu untuk mengikuti diskusi dengan tema

kan posisi seorang pendamping asli sekalipun. Kalau dalam kehidupan rumah tangga, orang ketiga sanggup mendominasi pemikiran dan prilaku seorang suami atau istri, sekalipun. Untuk menjadi orang ketiga tentu juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kalau dalam kasus asmara, orang ketiga biasanya mampu tampil mengesankan atau dikesankan lebih baik dalam hal-hal tertentu. Entah itu dari segi fisik, prilaku, kepandaian berkomunikasi hingga kemapanan materi ■

Tersangka Prona Bertambah

ASUSILA

SUMBARMALANG - Seorang siswi berinisial YL, 14, asal Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang, melaporkan kasus penyebaran video mesum ke Mapolres Situbondo. Video itu diduga disebarkan seorang guru sukwan berinisial TP, 22, warga Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, kemarin (4/6). YL, siswi yang baru lulus SMP tahun 2012 itu, melaporkan kasus penyebaran video mesum tersebut bersama keluarganya. Menurut YL, awalnya TP seorang guru di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, melaksanakan tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP tempat YL bersekolah. Saat PPL itu, YL dan TP berpacaran. Setelah beberapa hari mereka menjalin hubungan, tibatiba YL sakit dan dibawa ke rumah neneknya di Desa Tlogosari, Keecamatan Sumbermalang. Lantaran mereka sudah dekat, TP bolak-balik menjenguk dan menjaga YL selama seminggu. Setelah sembuh, YL yang masih berada di rumah neneknya itu diminta TP membalas budi berupa berciuman. Permintaan itu pun dipenuhi YL. Beberapa hari kemudian, sang guru sukwan itu mengajak YL berbuat mesum. Tetapi, siswi yang baru lulus itu menolak. Lantaran tidak mau diajak mesum, TP mengancam menyebarkan video mesum yang beberapa hari lalu mereka rekam di rumah neneknya. Tak disangka, beberapa hari kemudian, YL mengetahui video mesum dirinya bersama TP itu sudah tersebar ke teman-teman di sekolahnya. “Saya tidak tahu bahwa itu direkam. Saya terkejut saat melihat teman-teman punya video itu,” kata YL saat memberi keterangan kepada polisi. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP H. Mardjuki, membenarkan adanya laporan penyebaran video mesum tersebut. “Sekitar pukul 10.30, YL datang bersama keluarganya melaporkan video mesum tersebut,” kata Mardjuki. Berdasar laporan tersebut, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti kasus itu. Jika terbukti, pelaku akan dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman kurungan maksimal enam tahun. Selain itu, bisa juga di kembangkan dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Jika penyebaran video itu terbukti, kami akan menjerat pelaku dengan UU pornografi dan perlindungan anak,” tegas Mardjuki. (mg1/c1/als)

setengah mati. Hanya orang-orang yang benar-benar dekat lah yang akan leluasa menyampaikan bisikannya, didengar, lalu diterima. Itulah bisikan orang ketiga. Bisikan yang selalu terdengar indah dan menjanjikan. Contoh kasus di atas, menegaskan betapa strategisnya posisi ‘orang ketiga’. Sebab,dia mampu mewarnai orang yang berada di dekatnya. Dia bisa membuat putih, hitam atau abu-abu prilaku seseorang. Menjadi baik atau sebaliknya. Orang ketiga yang benarbenar profesional dan terdidik dengan baik, mampu mengalah-

ARJASA - Seorang perempuan paro baya nekat gantung diri di salah satu kamar rumahnya kemarin (4/6). Perempuan itu bernama Mahriwe, 65, warga RT 02 RW 03, Dusun Cangkring, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Nenek yang nekat gantung diri menggunakan kerudung itu diduga mengalami depresi berat karena ditinggal mati oleh suaminya. Kali pertama yang mengetahui aksi nekat Mahriwe adalah salah seorang kerabatnya, Bu Tolak, 60. Saat ditemukan, Mahriwe sudah dalam keadaan tidak bernyawa dalam posisi menggantung di kayu besar di rumahnya. “Saya terkejut, saat membuka pintu rumahnya, saya langsung berteriak minta tolong karena melihat tubuh Mahriwe menggantung,” kata Tolak kepada koran ini. Diperkirakan, Mahriwe melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 06.00 pagi dan

baru ditemukan sekitar pukul 08.00. Keterangan yang berhasil dikumpulkan koran ini, sejak dua tahun lalu perempuan tua itu tinggal sendirian di rumahnya. Sejak ditinggal mati suaminya, Mahriwe memang sering murung dan menutup diri. Sementara itu, kedua anaknya telah berkeluarga. Menurut keterangan para tetangga, sejak ditinggal mati suaminya, Mahriwe sudah berulang kali mencoba bunuh diri. Tetapi, usaha nenek lima cucu itu selalu digagalkan kerabat dan tetangga. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP H. Mardjuki, mengatakan Mahriwe diduga kuat mengalami depresi. Namun, meski kerabat dan tetangga menduga dia bunuh diri akibat tekanan psikis, pihak kepolisian tetap menyelidi kasus tersebut. “Kami akan tetap melakukan penyelidikan dengan barang bukti kerudung milik perempuan itu,” pungkas Mardjuki. (mg1/c1/als)

ISTIMEWA

KORBAN: Fathorrasjid saat diperiksa penyidik Polres Situbondo di LP Medaeng Jumat pagi (1/06) lalu.

Fathor Diperiksa 3 Jam Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik Dirinya SITUBONDO - Penyidik Polres Situbondo mulai merespons pengaduan Supriyono tentang pencemaran nama baik Fathorrasjid, terpidana kasus P2SEM (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat). Itu dibuktikan dengan mulai diperiksanya mantan ketua DPRD Jatim tersebut. Pemeriksaan dilakukan Jumat pagi (1/6) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Penyidik ditemani Supriyono, selaku kuasa hukum Fathorrasjid dalam kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Syamsiadi dkk. Penyidikan dilakukan personel unit tipiter (tindak pidana tertentu). Sedikitnya, ada 16 pertanyaan yang diajukan kepada Fathorrasjid selaku korban pencemaran nama baik. Itu memakan waktu sekitar tiga jam. “Dalam pemeriksaan itu terungkap fakta hukum lain, yaitu memang tidak benar yang melakukan pemotongan itu Pak Fathorrasjid. Memang, tak dapat dipungkiri pada saat pencairan

dana P2SEM, ada pemotongan yang dilakukan terhadap para penerima,” ungkap Supriyono kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Dengan demikian, kata pria asal Panarukan tersebut, sangat jelas bahwa pernyataan Syamsiadi di Kantor Radar Banyuwangi biro Situbondo pada Kamis (10/5) tidak sesuai fakta hukum. “Malah justru menutupi fakta hukum yang sebenarnya,” pungkas Supriyono. Dalam pemeriksaan itu terungkap adanya seseorang yang disuruh salah seorang koordinator P2SEM untuk mengantar uang ke Surabaya sebesar Rp 900 juta. Itu terdiri atas Rp 500 juta berupa uang cash dan Rp 400 juta berupa cek. “Uang Rp 500 juta itu dikembalikan lagi kepada koordinator tersebut dan disaksikan sekitar sembilan orang,” terang Supriyono. Bukan hanya Fathorrasjid yang dimintai keterangan, penyidik Polres Situbondo juga memeriksa Pujianto, mantan staf pimpinan DPRD Jawa Timur. Dia diperiksa terkait pernyataan Syamsiadi yang mengatakan bahwa dirinya menyetorkan uang hasil potongan P2SEM kepada Fathorassjid atas perintah Puji. (pri/c1/als)

Radar Banyuwangi 5 Juni 2012  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you