Issuu on Google+

JUMAT 4 MEI

29

TAHUN 2012

Mancing Dapat

Mortir Lagi

Panen Mortir di Laut Plengkung

BERBAHAYA: Petugas Pos Polair Muncar menunjukkan dua mortir yang ditemukan nelayan Muncar kemarin.

Penemu : Mispan Umur : 36 tahun Pekerjaan : nelayan Alamat : Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Lokasi penemuan: 5 mil dari bibir pantai Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo Kedalaman: 500 meter Temuan I: 25 April 2012 Temuan II: 2 Mei 2012

MUNCAR - Lagi-lagi nelayan yang beroperasi di perairan Laut Selatan dikejutkan dengan penemuan mortir. Sama seperti penemuan sebelumnya, mortir yang ditemukan kali ini juga berjenis roket. Ukuran panjang, diameter, dan jumlah sirip belakang, bom kali ini serupa dengan bom yang ditemukan akhir bulan Maret lalu. Yang tidak kalah mengejutkan, penemu mortir kali ini tidak lain adalah Mispan, 36, nelayan asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Dialah orang yang pada akhir bulan lalu menemukan bom serupa. Bom seberat lebih dari 10 kilogram (kg) dan panjang 65 centimeter (cm) itu dia temukan tidak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya, yakni di perairan Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo. Bahkan, Mispan mengaku ada dua unit bom yang tersangkut di kailnya. Namun, satu bom lain terjatuh sesaat sebelum sampai di tangannya. “Setelah perahu yang dia (Mispan) tumpangi sandar di Pelabuhan Muncar, mortir itu langsung diserahkan kepada kami,” ujar Kanit Polisi Perairan (Polair) Muncar, Bripka Bambang S., kemarin (3/5). Hingga kini, sudah dua mortir yang diamankan di Pos Polair Muncar. Sebab, mortir yang sebelumnya juga ditemukan Mispan masih berada di Pos Polair tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan Kasat (Kasat Polair Polres Banyuwangi, AKP Bahrul Anam, Red) untuk menentukan langkah selanjutnya,” tegas Bambang. Seperti pernah diberitakan, petugas Satpolair Polres Banyuwangi mengamankan satu unit mortir jenis roket. Bom yang jika meledak imbasnya diyakini bisa merusak bangunan dengan radius ratusan meter dari pusat ledakan tersebut ditemukan Mispan, 36, nelayan asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Rabu pagi lalu (25/4) ■

Spesifikasi Mortir: Bobot: + 10 Kg Panjang: 65 cm Diameter: 38 cm Warna: hijau Ekor: bersirip Jumlah sirip: 12 Kondisi: relatif baru (bukan peninggalan PD II) Asal: masih diselidiki

 Baca Mancing...Hal 39

SIGIT HARIYADI/RaBa

Dipanggil 34, Diperiksa 28 Saksi CATATAN

BANYUWANGI - Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) yang datang ke Banyuwangi sejak Senin lalu (30/4) akhirnya kembali ke ibu kota kemarin (3/5). Tim tersebut sengaja datang ke Banyuwangi untuk mencari tambahan data atas kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Lapangan Terbang (Lapter) Blimbingsari,

dengan tersangka mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari. Selama berada di Kota Gandrung, tim yang beranggota tujuh jaksa itu telah memeriksa 28 saksi. Padahal, tim Kejagung sebenarnya memanggil 34 saksi untuk dimintai keterangan. Enam orang yang sudah dikirimi surat panggilan ternyata ti-

dak hadir ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi sebagai tempat pemeriksaan. “Dari empat hari yang direncanakan, pemeriksaan dipersingkat menjadi tiga hari,” terang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banyuwangi, Firmansyah ■  Baca Dipanggil...Hal 39

MH. QOWIM

PSSI Tempoe Doeloe

 Baca PSSI...Hal 39

GOWES BARENG

Tiket Sudah Tersedia PESERTA Gowes Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul mulai bisa mendapatkan tiket hari ini. Tiket dapat diperoleh dengan melakukan registrasi langsung di kantor Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89 C atau di kantor Biro Genteng maupun Biro Situbondo. Ketua panitia Gowes Bareng, Galih Cokro Buwono mengatakan, peserta yang telah memiliki tanda bukti pendaftaran sementara, dapat segera menukarkan tanda bukti tersebut dengan kupon yang asli. ‘’Syaratnya mudah, cukup bawa bukti kuitansi dan tukarkan dengan kupon yang asli,” ujarnya. Sementara itu, pendaftaran dibuka pada jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Selain di kantor Radar Banyuwangi, peserta bisa melakukan registrasi di beberapa tempat pendaftaran ■  Baca Tiket...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

■ ■ ■ ■ ■ ■

■ Sugiharto Abdul Hajis ■ Ari Pintarti Buang Asrori ■ Suharno Sudjiharto ■ Taufiq HM Effendi ■ Bakri (absen) Asmara (absen) Made D. Santoso (absen) PEMERIKSAAN 3 MEI 2012 ■ Menunggu 6 saksi yang absen ■ Ditunggu hingga siang, tidak ada saksi yang hadir

Merpati Absen Terbang Sehari

Oleh:

MELIHAT nasib Persewangi yang seperti kata pepatah; hidup segan mati tak mau, maka atas inisiatif Ki Nandi pengajian TTM (Tulisan Tidak Menggurui) mengheningkan cipta sejenak. Lalu, diputuskan alangkah perlunya diceritakan sedikit sejarah sepak bola Indonesia zaman doeloe. Sebab, Bung Karno pernah mengatakan bahwa menceritakan kejayaan masa lalu sangat penting untuk masa kini dan kepercayaan diri menatap masa datang. Pendek kata, kalau ingin menjadi bangsa yang besar, maka jangan lelah menceritakan kebesaran masa lalu. Karena insyaallah, jiwa kita akan menjadi besar dan pantang putus asa. Mungkin cerita ini sudah banyak yang tahu. Tapi, jangan gelisah dulu, pasti ada yang beda. Maka simaklah dengan seksama. Kalau perlu seduh kopi dulu sebelum membaca. Karena membaca sambil ditemani satu mug kopi hangat akan terasa lebih nikmat ■

Saksi Dipanggil 2 Mei 2012

GALIH COKRO/RaBa

DISKUSI: (Dari kiri) Kadispendik Sulihtiyono, Prof Syaat, Wahyudi, Siswaji, dan Husin Matamin di Pendapa Swagata Blambangan kemarin.

Sepakat RAPBS Diteken Kadispendik BANYUWANGI - Permendiknas Nomor 60 Tahun 2011 tentang larangan pungutan di SD dan SMP kembali menjadi topik hangat dalam sarasehan Hardiknas yang dihelat di Pendapa Shaba Swagata Blambangan kemarin. Lahirnya peraturan tersebut masih menjadi dilema di kalangan pengelola pendidikan ■  Baca Sepakat...Hal 39

Siswa Miskin, Tidak Pintar, Butuh Perhatian Sambungan Hal 30

BANYUWANGI - Pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) kemarin (3/5) berhenti terbang ke Banyuwangi. Penghentian penerbangan itu disebabkan pesawat masuk dalam program perawatan rutin. Sehari sebelumnya, manajemen PT. MNA sudah memberitahu Satker Bandara Blimbingsari terkait tidak beroperasinya pesawat Merpati pada Kamis (3/5). Dalam pemberitahuan yang disampaikan kepada pihak bandara itu, pesawat tidak beroperasi karena harus menjalani perawatan. “Pemberitahuan kepada kami, pembatalan terbang hari ini disebabkan pesawat yang digunakan sedang dalam perawatan,” ujar Kepala Satker Bandara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka. Kepala Perwakilan PT. MNA Banyuwangi, Suryadi, membenarkan kabar tidak beroperasinya pesawat tersebut. Menurut dia, pesawat yang biasa beroperasi melayani penerbangan Surabaya-Banyuwangi kini harus menjalani perawatan. Beberapa hari sebelumnya, kata Suryadi, pesawat Merpati juga tidak jadi terbang karena mengalami kerusakan kecil. Setelah menjalani perawatan, pesawat langsung melayani penerbangan ke Banyuwangi. Untuk memastikan pesawat aman untuk terbang, lanjut dia, maka diputuskan menjalani perawatan kembali. Perawatan itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada semua pengguna jasa penerbangan Marpati ■  Baca Merpati...Hal 39

Melihat dari Dekat Jagoan Muda Cabang Menembak Banyuwangi

Mengenal Bedil Justru dari Sang Pacar Perbakin Banyuwangi menorehkan prestasi dalam kejuaraan menembak Piala Dandim Bondowoso pada 27 hingga 29 April 2012 lalu. Enam atlet Banyuwangi mampu membawa gelar juara umum dengan empat medali emas, satu perak, dan satu perunggu. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

SUASANA Aula Jenderal Sudirman sedikit berbeda dari biasa. Ruang pertemuan di dalam halaman Makodim 0825 itu diisi kursi-kursi

yang tersusun rapi. Tiga meja terlihat paling menonjol; satu berada di tengah dan dua berada di sisi kanan dan kiri. Sebuah backdrop warna merah putih menghiasi belakang meja paling tengah. Sementara itu, kursi berwarna hijau menghadap ke meja utama. Menebak peruntukannya pun tidak sulit. Sebab, beberapa papan nama sudah dipersiapkan. Meja paling depan dipersiapkan untuk Dandim 0825 Letkol Inf. Muslimin Fasya dan Wakapolres Banyuwangi Kompol Mohamad Aldian. Meja di sisi kanan diperuntukkan pengurus Perbakin. Meja di sisi kiri disediakan khusus untuk enam atlet tembak yang berprestasi. Mereka adalah Mohamad Gufria Suryata, Nurliya Wardatun Nafisah, Sherly Margaretha, Fidianti Dwi Arista,

Pemancing Muncar dapat mortir lagi

Mancing lebih giat lagi, siapa tahu dapat bom atom

Perbaikan, pesawat Merpati absen terbang sehari

Memang tak pernah ingkar janji, hanya sedikit ingkar jadwal

GALIH COKRO/RaBa

MUDA: Para juara menembak berpose di aula Jenderal Sudirman Kodim 0825 Banyuwangi kemarin.

Ahmad Gufron, dan Bayu Yudha. Sementara itu, meja yang menghadap ke meja utama diperuntukkan

kalangan perwira Makodim 0825 Banyuwangi dan anggota Persit ■  Baca Mengenal...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com

COVER STORY

30

Jumat 4 Mei 2012

Siswa Miskin, Tidak Pintar, Butuh Perhatian

GALIH COKRO/RaBa

ANTUSIAS: Peserta sarasehan Hardiknas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan mendengarkan paparan dari narasumber.

Guru Dilarang Mencubit Murid KEHADIRAN tim ahli Badan Standar Pendidikan Nasional (BSNP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) Prof. Dr. Ir Syaat Dipantara membuat suasana sarasehan tambah seru. Selain menyampaikan beberapa teori pendidikan, dia juga memberikan beberap resep pembangunan pendidikan Banyuwangi. Salah satu resep yang disampaikan, seorang guru dilarang dan tidak boleh berlaku kasar terhadap

anak didik. Sebab, perilaku kasar seorang guru akan merangsang kebencian siswa terhadap gurunya. Apabila kebencian siswa terhadap guru itu terjadi, maka materi pelajaran yang disampaikan guru tidak akan sampai. Karena itu, seorang guru dilarang berlaku dan bertindak kasar terhadap muridnya. “Jangankan memukul, mencubit saja tidak boleh. Sekarang bukan zamannya main kekerasaan,’’ ucapnya.

Selain itu, seorang guru harus mampu menumbuhkembangkan budaya kelilmuan di lingkungan sekolah. Salah satu budaya keilmuan, menciptakan siswa yang kritis, kreatif dan inovatif. Untuk menciptakan budaya keilmuan, kata profesor kelahiran Banyuwangi itu guru harus terus menerus mengembangkan diri. Pendidikan krakter juga harus ditanamkan terhadap anak didiknya sehingga mampu mem-

produksi SDM cerdas. Kepada guru yang sudah mengantongi sertifikasi, Syaat juga minta agar melakukan introspeksi diri. Apakah selama memegang sertifikasi itu, seorang guru sudah profesional dalam menjalankan tugasnya. “Sekolah juga memperbanyak kegiatan pertukaran pelajar agar terjadi transfer budaya,’’ tandasnya. (afi/aif)

ISTIMEWA

Syaat Dipantara

BANYUWANGI - Kehadiran Permendiknas Nomor 60 Tahun 2012 mendapat perhatian tersendiri dari Dewan Pendidikan (DP) Banyuwangi. Perwakilan DP, Nurul Islam, bicara lantang terkait peraturan tersebut. Dia meminta ketegasan peserta sarasehan apakah regulasi tersebut perlu dilaksanakan ataukah tidak. “Kalau peraturan itu wajib, ayo kita laksanakan. Sebaliknya, kalau tidak, ya monggo tidak dilaksanakan,” tantang Nurul. Menurut Nurul, meski larangan memungut biaya di SD dan SMP telah diterbitkan, tapi ternyata tetap banyak ditemukan penyimpangan. “Artinya, masih ada sekolah yang melakukan pungutan. Itu fakta berdasar hasil investigasi Dewan Pendidikan, bukan fiktif’’ ungkap Nurul. Temuan itu, lanjut Nurul, sudah dilaporkan kepada bupati. Sayang, hingga kini belum ada tindak lanjut terkait temuan tersebut. “Dewan Pendidikan bekerja sesuai fakta. Temuan itu berdasar keterangan guru, kasek, dan wali murid,” beber Nurul. Suara lantang terkait pendidikan juga disampaikan Toeloes Sudjianto. Ketua LSM Aman Korban itu menanyakan terkait perlakukan siswa miskin yang tidak pintar. Menurut Toeloes, siswa dengan kondisi seperti itu juga harus mendapat perhatian pemerintah. “Pemerintah harus memperhatikan nasib mereka. Jangan hanya orang kaya dan siswa pintar yang menjadi perhatian. Sebagai warga negara, mereka sama-sama punya hak,” tegas dedengkot LSM di Banyuwangi itu. Sementara itu, ketika diberi kesempatan berbicara, Rektor Untag 1945 Banyuwangi, Tutut Hariyadi, mengusulkan perlunya memasukkan mata pelajaran Pancasila di dalam kurikulum pendidikan. Kata Tutut, dengan memasukkan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan, bisa menjadi landasan dasar pendidikan karakter. “Selama ini materi Pancasila hanya diselipkan dalam mata pelajaran PPKN. Sebagai pandangan hidup, Pancasila perlu dimasukkan dalam mata pelajaran tersendiri,’’ usul pengganti Sugihartoyo itu. Direktur Radar Banyuwangi, A. Choliq Baya, juga ikut memberikan masukan terkait kemajuan pendidikan di Banyuwangi. Menurut Choliq, secara kualitas, pendidikan di Banyuwangi masih kalah dengan Mojokerto dan Jombang. “Di sini saya melihat masih ada sekolah yang menerapkan sistem konvensional dalam proses belajar-mengajar,” kata Choliq. (c1/aif) KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Launching Program Kendali Belajar, Ibadah dan Kendali Penggunaan Teknologi di Sekolah

Selama Jam Belajar, Orang Tua Dilarang Melakukan Aktivitas logi bagi peserta didik di lingkungan sekolah. Dalam SK pertama, bupati menetapkan lima keputusan dalam pengendalian jam belajar dan ibadah. Salah satu keputusannya, menetapkan jam belajar mulai pukul 18.00 hingga 19.00. Selama jam belajar, orang tua dilarang melakukan kegiatan maupun aktivitas yang dapat mengganggu kegiatan belajar putra-putrinya. Salah satu kegiatan yang dilarang adalah menyalakan televisi. “Selama jam belajar, orang tua kita minta mendampingi anaknya dalam kegiatan belajar,” ujar Kadispendik Sulihtiyono. Sedangkan SK kedua, juga berisi lima keputusan. Keputusan pertama mengatur penggunaan telepon seluler selama jam pelajaran dan penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan sekolah. Selama berada di lingkungan sekolah, siswa dilarang untuk mengaktifkan telepon seluler. Siswa dapat mengaktifkan telepon seluler di lingkungan sekolah

Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) digunakan Bupati Abdullah Azwar Anas untuk melaunching tiga program inovasi di bidang pendidikan. Tiga program inovasi itu adalah pengendalian belajar, ibadah, dan penggunaan penggunaan teknologi bagi peserta didik di lingkungan sekolah. TIGA program unggulan itu dituangkan dalam dua surat keputusan (SK) bupati. SK pertama bernomor :188/435/ KEP/429.011/2012 mengatur tentang program pengendalian belajar dan ibadah bagi peserta didik SD,SMP, dan SMA sederajat di luar sekolah. Sedangkan SK kedua bernomor : 188/436/KEP/429.011/2012 mengatur soal pengendalian penggunaan tekno-

untuk menunjang proses belajar mengajar dan hal bersifat khusus. Peserta didik yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) dilarang membawa kendaraan motor ke sekolah. Dua SK itu, berlaku sejak 1 Juli 2012. Selain me-launching tiga program inovasi itu, Bupati Anas juga memberikan penghargaan kepada guru berprestasi tahun 2012. Penghargaan guru berprestasi itu diberikan kepada tiga guru, SD,SMP dan SMA. Guru berprestasi itu mendapat bonus masing-masing orang sebesar Rp 3 juta. Dalam kesempatan itu, juga dilaunching 11 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) dan SMK swasta penerima ISO 9001-208. Juga GTT dan PTT dianugerahi dana insentif sebesar Rp 5,963 miliar dalam peringatan Hardinas. Juga empat SMKN menerima bantuan empat mobil untuk praktik siswa jurusan otomotif. Tiga sekolah dasar yang berada di daerah terpencil dapat banFOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa tuan sebesar Ro 25 juta. (afi) PENCET BERSAMA : Peresmian program pengendalian jam belajar dan pengendalian teknologi di lapanganTaman Blambangan.

PENERIMA PENGHARGAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. ○

Maria R Jumaiyah TK DHARMA WANITA Juara I Guru TK Prestasi Miswanto, SPd SDN 4 Singojuruh Juara I Guru SD Prestasi Sapto Orbayani, SPd SMPN 2 Genteng Juara I Guru SMP Prestasi Drs Hadiri SMAN 1 Rogojampi Juara I Guru SMA Prestasi Handoyo Saputro, SPd LBB Desi Education Juara I Pengelola LBB Anita Farikha, SPd PAUD Terpadu Al Fajar Tegalsari Juara I Apresiasi PTK PAUDNI Prestasi ○

���

Penerima ISO 9001:2008 1. SMKN Kalibaru 2. SMKN Darul Ulum Muncar 3. SMKN Tegalsari 4. SMKN Ihya Ulumudin 5. SMK PGRI 1 Banyuwangi 6. SMK PGRI Giri 7. SMK PGRI Rogojampi 8. SMK Muhammadiyah 1 Genteng 9. SMK 17 Agustus 1945 Cluring 10.SMK 17 Agustus 1945 Muncar ○

Penerima Bantuan Mobil 1. SMKN Wongsorejo 2. SMKN Tegalsari 3. SMKN Kalibaru ○

n 2.987 GTT/PTT se Kabupaten Banyuwangi menerima Insentif Rp. 347.020.000 n 3 SD Terpencil menerima bantuan Rp. 75.000.0000

LAYAR TERKEMBANG : Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Muspida membuka baliho superbesar.

TERIMA KASIH: Salah satu siswi berprestasi menerima penghargaan dari Bupati Abdullah Azwar Anas.

BANTUAN : Eks kendaraan dinas camat diberikan untuk beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Jumat 4 Mei 2012

Mr H Terdeteksi di Sulawesi GAMBIRAN - Usaha aparat kepolisian mengungkap pembunuh Eka Yuliawati, 17, siswi asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, tampaknya semakin berat. Mr H yang diduga mengetahui pembunuhan tersebut terdeteksi berada di Sulawesi. Pria yang sehari-hari membuka bengkel di rumahnya, di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, itu langsung menghilang saat warga menemukan tubuh Eka tergeletak di sawah dengan luka bekas sabetan senjata tajam (sajam) di leher dan punggung. “Kunci kasus ini adalah Mr H,” jelas Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Dewa Putu Eka Dharmawan, kemarin (3/5). Menurut AKP Dewa, pihaknya terus mencari Mr H

yang sebenarnya masih tetangga korban. Tetapi, hingga kemarin polisi belum berhasil menemukannya. “Mr H diduga kuat sudah tidak di Bali, dan sepertinya telah kabur ke daerah lain,” ungkapnya. Dari deteksi yang dilakukan melalui jaringan base transceiver station (BTS), kata kasatreskrim, pria yang dikenal sangat dekat dengan korban itu terpantau berada di daerah Sulawesi. “Saya lihat melalui BTS, Mr H berada di daerah Sulawesi,” sebutnya. Kasatreskrim Dewa menyebut, menemukan Mr H sangat penting dalam mengungkap kasus pembunuhan dengan korban salah satu siswi kelas VIII SMP swasta di Kecamatan Purwoharjo itu. Apalagi, dari keterangan

beberapa saksi, Mr H disebut-sebut ada kaitannya dengan pembunuhan tersebut. “Kita akan cari terus Mr H ini,” cetusnya. Ditanya apakah Mr H terlibat dalam pembunuhan itu? Kasatreskrim Dewa tidak mau mengungkap secara jelas. Namun, dari sejumlah barang bukti (BB) dan keterangan saksi, Mr H memang layak diduga sebagai pelaku. “Dilakukan sendiri ataukah ada temannya, bisa dijawab kalau Mr H sudah dimintai keterangan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Eka ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di persawahan di Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Gambiran, sekitar pukul 20.00 dua pekan lalu (22/4). Kuat dugaan, Eka meru-

pakan korban pembunuhan lantaran saat ditemukan ada luka menganga di lehernya. Luka cukup dalam sepanjang sekitar 20 cm itu diduga kuat akibat sabetan sajam. Jasad korban kali pertama ditemukan Giman, seorang penggembala bebek. Malam itu Giman berada di sawah tersebut untuk mengawasi bebeknya yang sengaja diinapkan di sebuah gubuk tidak jauh dari lokasi penemuan korban. Tak ayal, Giman langsung memberitahukan apa yang dia lihat kepada warga sekitar. Seketika, kabar menghebohkan itu menyebar ke seantero Desa Gambiran. Tak lama berselang, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan penyelidikan. (abi/c1/bay) ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Produsen Jajanan Tradisional Dilatih Buat Makanan Sehat dan Bergizi

Ajak Produsen Jajan Tradisional Gunakan Bahan Dasar Lokal Kantor Ketahanan Pangan (KKP) bersama TP PKK kabupaten, kemarin (3/5) menggelar pelatihan peningkatan mutu dan keamanan pangan bagi 30 pelaku usaha kecil pembuat jajanan tradisional. KEGIATAN yang berlangsung di Aula Panti PKK dibuka Ny Fiestiandi Azwar Anas. Mereka yang mengikuti pelatihan adalah para produsen makanan tradisional, seperti cenil dan klepon. Mereka mengaku senang mendapat perhatian dari Pemkab Banyuwangi. Kegiatan pelatihan itu dinilai sebagai bentuk konkret kepedulian Bupati Anas terhadap kelangsungan produsen makanan tradisional. Dengan pelatihan itu, diharapkan pembuat jajanan tradisional bisa mendapat ilmu pengetahuan tentang bahan apa saja yang tidak aman untuk olahan makanan tradisional. Para pembuat dan pedagang banyak yang tidak tahu bahan kimia yang ada di bahan-bahan pembuat kue. Walau tidak menggunakan bahan kimia dalam pembuatan makanan tradisional, namun mereka ingin mengatahui apa saja bahan berbahaya untuk makanan. “Pelatihan kepada para pembuat dan pedagang ini guna meningkatan mutu sekaligus ke-

ISTIMEWA

BANTUAN: Ny Fiestiandi Azwar Anas didampingi kepala KKP Made Wicaksana menyerahkan bantuan kompor kepada salah seorang peserta pelatihan.

amanan pangan,” ujar Kepala KKP, Dewa Made Wicaksana. Dalam pelatihan peningkatan mutu ini, peserta diberi materi membuat makanan yang tidak harus dari bahan tepung atau terigu. Bahan olahan lokal seperti talas, pisang, dan umbi-umbian, juga dapat lebih aman untuk dikomsumsi dan juga tetap sehat.

Dengan bahan-bahan ini, selain alami, mutunya juga tak kalah dengan kue yang ada sekarang. Misalnya, talas yang bisa dibuat menjadi jajan modern. Seperti souffle talas, pizza talas, hingga lapis talas. Sementara, pisang atau umbi-umbian bisa dibuat bahan dasar tepung. Seperti tepung pisang dan tepung umbi jalar.

yang akrab disapa Mbak Dani itu juga mengharapkan masyarakat untuk memiliki kesadaran yang tinggi. Dalam melakukan aktivitas membuat dan menjual makanan tidak hanya mementingkan pribadi tetapi memperhatian kesehatan orang lain. ISTIMEWA “Dengan makanan MAKANAN SEHAT: Produsen dan pedagang makanan tradisional yang beragam, bermengikuti pelatihan peningkatan mutu dan keamanan pangan. gizi, berimbang, dan aman, Insyallah maMenurut Ahli Gizi Masyarakat, Fika Eng- syarakat akan sehat,” ujarnya. Kepada para penjual makanan tradisional, gar Amd, GZ, bahan lokal salah satunya pisang mengadung seretonin yang memi- dia juga berharap untuk terus mempertahliki kandungan gizi yang dapat memicu ankan makanan tradisional tetap lestari. Ke hormon bahagia. Begitu juga asam folat depan, makanan tradisional yang terbuat merupakan zat gizi penting untuk pertum- dari bahan dasar lokal dapat dijadikan sebagai makanan sehat masyarakat. buhan otak janin. Selain mendapat pelatihan, 30 peserta itu Ny Fiestiandi meminta peserta untuk juga mendapat bantuan seperangkat perapentingkan informasi tentang keamanan makanan. Saat ini banyak sekali bahan- latan masak. Bantuan yang diberikan anbahan kimia yang digunakan untuk mem- tara lain, etalasi kue, kompor gas, kingseng, panic, parut, dan pisau. “Masing-masing buat makanan. Mulai pewarna hingga gula-gula buatan. bernilai sekitar Rp 2 juta lebih,” tambah Kepada peserta pelatihan, istri orang no- Kasi Konsumsi dan Penganeka Ragaman mor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi Pangan KKP, Irwanto. (afi/adv/als)

ADVERTORIAL RELIGI

PC GP Ansor Banyuwangi Dilantik Malam Ini Silaturrahim ke Kiai dan Kajian Keagamaan Warnai Pra Pelantikan TEGALSARI - Malam ini, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Banyuwangi akan dilantik Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ansor, H. Nusron Wahid, di halaman Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari. Sejumlah kegiatan akan mengisi prosesi pelantikan tersebut, di antaranya orientasi, rapat kerja dan grand launching Bersama! Asnor Bangkit! Sejumlah tokoh juga akan memberikan kata sambutan dalam acara tersebut, seperti Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Syukran Makmun Hidayat, S.Hum., Pengasuh Ponpes Darussalam, Blokagung, KH. Ahmad Hisyam Syafaat, MH., Ketua PCNU KH. Masykur Ali, MM, dan Bupati Banyuwangi, H. Andullah Azwar Anas, M.Si. Sedang tokoh dari luar Banyuwangi yang akan memberikan kata sambutan, adalah Ketua Umum

Pimpinan Pusat H. Nusron Wahid, Ketua Dewan Penasehat Him punan Pengusaha Muda Indon e s i a , E rwin Aksa, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifulloh Yu s u f, s e Syukran Makmun dang ceramah agama oleh Kh. Agoes Ali Masyhuri, Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo. Sementara itu, meski belum dilantik, namun sejumlah kegiatan sudah dilakukan oleh jajaran PC GP Ansor Banyuwangi periode 2012-2016. Awal terbentuk pengurus, PC GP Ansor Banyuwangi, melakukan silaturrahmi ke sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi, dan para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Banyuwangi.

Selain itu juga menggelar halaqotus syubban: 99 khotib untuk 1001 masjid, yang digelar di Masjid Ponpes Kebunrejo, Kecamatan Genteng. Ada juga forum kajian islam taswirul afkar “Upaya menyelamatkan aqidah Ahlussunnah wal-jamaah an-Nahdliyyah, di Masjid Baiturrahman, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung. Kegiatan lainnya yang diselenggarakan pra pelantikan adalah launcing Majlis Dzikir dan shalawat Rijalul Ansor, dan terakhir adalah menggelar tumpengan dalam rangka hari lahir ke 78 GP Ansor di Masjid Kiai Saleh, Lateng Banyuwangi, yang merupakan tempat lahirnyar GP Ansor. Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Sykuran Makmun Hidayat, S.Hum., mengatakan, berbagai kegiatan pra pelantikan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Ansor kedepan yang berorientasi pada penguatan ideologi. “Kita akan jadikan kegiatan penguatan ideologi Ahlussunnah Wal-jamaah An-Nahdliyyah, menjadi prioritas Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyuwangi,” tandasnya. (azi/adv/als)

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

RIJALUL ANSOR: Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Syukran Makmun Hidayat, S.Hum., memberikan sambutan dalam acara majlis dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor.

PENGUATAN IDEOLOGI: Forum kajian taswirul afkar di Masjid Baiturrahman, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung.

PRA PELANTIKAN: Kegiatan Halaqotus Syubban di Ponpes Kebunrejo, Kecamatan Genteng.

HARLAH KE 78: Ketua PC GP Ansor, Syukran Makmun Hidayat, S.Hum., menyerahkan tumpeng kepada Sekretaris PCNU Drs. Guntur Al-Badri.

SOWAN KIAI: Jajaran PC GP Ansor Banyuwangi, saat sowan ke Ketua RMI Banyuwangi, KH. Masruhin Aba Hidayat, Kecamatan Genteng.

DIALOG: Ketua PC GP Ansor, Syukran Makmun Hidayat, S.Hum., berdialog dengan Pengasuh Ponpes Ummul Quro KH.Khotib Habibullah.

SILATURRAHMI: Jajaran PC GP Ansor Banyuwangi saat silaturrhim ke Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung, KH. Ahmad Hisyam Syafaat, MH.

KOMUNIKASI BISNIS

32

Jumat 4 Mei 2012

Songsong Lahirnya Anak TOKCer Puskesmas Sempu Gelar Jambore Bagi 243 Ibu Hamil

IWAN SETIONO/RaBa

SOSIALISASI: (Dari kiri ) Joko Supeno, Edy Sutrisno, dan Kepala Dinsosnakertran Iskandar Aziz.

Dinsosnakertran Melatih TKSK BANYUWANGI - Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) petugas Tenaga Kerja Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Kegiatan yang dianggarkan dalam APBD 2012, itu bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah Banyuwangi. Sebanyak 24 peserta mengikuti pelatihan yang bertempat di Gedung Loka Bina Karya Dinsosnakertran tersebut. Bimtek yang dilaksanakan pada 3-4 Mei 2012 itu menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Jawa Timur. Pembukaan acara dilakukan Kepala Dinsosnakertran Iskandar Aziz, SH, MM. “Petugas TKSK berperan penting, terutama di tiap kecamatan,’’ kata Iskandar dalam kata sambutan pembukaannya. Menurut Iskandar, kegiatan itu diharapkan dapat mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melaksanakan pembangunan kesejahteraan sosial sampai tingkat kecamatan. “TKSK merupakan perwujudan partisipasi masyarakat, karena merupakan pelaksana pendampingan sosial, yang bisa menjembatani program-program sosial sampai tingkat kecamatan,’’ jelasnya. Dari kegiatan itu, Iskandar berharap, TKSK dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami PMKS dengan baik. Sehingga masalahnya dapat berkurang. “Semoga dengan pelatihan ini, kiprah TKSK semakin baik dan berguna bagi semua lapisan masyarakat,’’ harapnya. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

adji Sugito, SKM, MM. Acara yang dipusatkan di halaman Puskesmas Sempu, itu juga dihadiri para tokoh masyarakat tingkat desa hingga SEMPU-Kepala Puskesmas Sempu kabupaten. “Dari sini Hadi Kusairi, SKM, MMkes, terus men- terlihat dan diharapkan dorong program berbasis masyarakat, bahwa kesehatan adalah dengan melibatkan pengusaha dan du- milik masyarakat dan nia pendidikan kesehatan. Pihak yang untuk masyarakat,” kata dilibatkan Puskesmas Sempu cukup Kepala UPTD Puskesmas banyak. Di antaranya, BPR Mahkota, Sempu Hadi Kusairi. Hadi menuturkan, keKSP Usaha Kerja Mandiri, KSP Gemar, FIF, Apotik Al Hanif Muncar, Susu SGM giatan jambore tersebut Bumil, Asri Medika, Prosenda Labora- sinergi dengan tujuan torium, Windos Medika, Stikes Blam- milenium development bangan, Universitas Bhakti Indonesia goal’s (MDG’s), yaitu (UBI), dan Askes Rustida, Krikilan, menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan Kecamatan Glenmore. Selasa (1/5) lalu, Puskesmas Sempu anak. Kegiatan jambore ABDUL AZIZ/RaBa didukung berbagai pihak tersebut itu meliputi pemermenggelar jambore ibu hamil. Acara iksaan haemoglobin, BINGKISAN: Bupati Anas serahkan bantuan kepada para ibu di Puskesmas Sempu. tersebut diikuti 243 peserta dan 51 golongan darah, tensi, kader pos pelayanan terpadu (Posy- senam hamil, pemberian makan tam- donor darah bila nanti waktu persali- masing,” tandasnya. Camat Sempu juga selalu sinergi andu) se wilayah Puskesmas Sempu. bahan, serta pemberian materi gawat nan perlu operasi. “Seluruh ibu hamil Kegiatan tersebut dihadiri Bupati H. darurat kehamilan, dan persalinan oleh yang hadir juga difasilitasi melahirkan dengan Kepala UPTD TK/SD Siswanto, Abdullah Azwar Anas, MSi, dan Kepala dr. Heru, SpOg dari RSUD Genteng. Ada secara gratis melalui program jamper- SPd, MPd, untuk mensosialisasikan Kadarzi anak TOKCer di seluruh sekoDinas Kesehatan Banyuwangi H. Hari- juga program P4K sampai penyediaan sal,” jelasnya. Dari rangkaian jambore diharap- lah. Mulai PAUD, TK, dan SD. Saat kan akan lahir anak tumbuh optimal acara Selasa (1/5) lalu, semua siswa berkualitas dan cerdas (TOKCer). yang lokasinya dilalui rombongan BuTentunya, disertai sosialisasi terus- pati Anas berjajar di tepi jalan. Mereka menerus terhadap pentingnya masalah mengibarkan bendera anak TOKCer. gizi dan mendorong semua keluarga Dalam kesempatan itu, Bupati Anas sadar gizi (kadarzi). Jambore ibu hamil, mengapresiasi program Puskesmas kadarzi, dan anak TOKCer tersebut bisa Sempu. Melalui perubahan anggaran sukses berkat kerja sama yang baik dari keuangan (PAK) APBD nanti, bupati semua pihak. berjanji akan menambah fasilitas ruDi antaranya, Kepala Puskesmas angan klinik sanitasi, klinik gizi, pojok Sempu, kepala desa, dan kader posy- menyusui, klinik pelayanan kesehatan andu se wilayah Puskesmas Sempu. remaja, dan ruang dokter keluarga. Tak ketinggalan, Muspika Sempu yang Dalam acara tersebut juga di-launchdipandu Camat Sempu Drs. Lukman ing lagu “Kadarzi anak TOKCer” dan Hakim S, dan Ketua Tim Penggerak PKK “Membangun Desa Lan Kuto” versi Kecamatan Sempu. Puskesmas Sempu ciptaan Kepala Saat ini, tim pelaksana Kadarzi anak Puskesmas Tembokrejo, Kecamatan TOKCer tingkat desa hingga kecamatan Muncar H. Tusiana, SKM. Kepingan CD sudah terbentuk. “Ditambah lagi men- yang berisi rekaman lagunya diserahkan jadwal para kades untuk mendatangi oleh Kepala Dinas Kesehatan Hariadji ABDUL AZIZ/RaBa posyandu di di wilayahnya masing- Sugito kepada bupati. (azi/adv/irw) SOSIALISASI: Para ibu menyimak paparan di Puskesmas Sempu.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Bursa Property •

• Rumah + Mobil •

• Vitop Jaya •

• STNK •

• Accord Cello 94 •

Bingung cri rmh?Temukan rmh baru anda di www.banyuwangiproperty.com, bursa jual beli property di Bwi. Arya Agen Properti 081336659258

Djl Rmh Lt 156m, lt.2 Hrg (Rp.350jt), Kijang’’90, biru mtlk. Jl Gembrung 270 Bakungan. 081231339328

Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544, 0852257454364

Hlg STNK Nopol P 4740 VN a/n Devi Novita Sari, Krajan RT01/05 Kalibarumanis Kalibaru

Dijual Honda Accord Cello 94, silver, istimewa, 081338020981 / 085330072007

• Rumah & Tanah • Djl cpt rmh & tnh LT 500m2, lok dpn trmnl Bus Muncar, cck utk usha & stratgs, Hub: 082264893008

• Rumah & Selep Beras •

SITUBONDO • Rumah 150m2 • Dijual Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2, Jl. Gn Ringgit (selatan KUA)/ Rawan RT03/02 Besuki, hrg 675jt nego. Hub: 085259967973

Djl cpt rah & selep beras SHM 1.700m2 (satu lokasi) cck utk usaha, lok dpn Pasar Wringinpitu, Tegaldlimo. H: 081934803237 - 081229967879

SITUBONDO

• Jl. PB Sudirman • Dijual Rumah LT 455m2, LB 140m2, SHM, Jl. PB Sudirman sebelah Bakso Untung Jajag. Hub: 085854916499 - 396254

• Pengobatan Alternatif • Gus Fathur Pengobatan Alternatif (Pijat, toto, & ramuan tradisional) mengobati berbagai macam penyakit. Jl. PB. Sudirman 124 (Samping Hotel Widodo) Jajag, Banyuwangi

• Genteng Beton • BANYUWANGI • Ruko + Rumah •

Situbondo Genteng Beton jual murah produk Bumi Indah, Jl. Semeru no. 111 Situbondo, 0333-671950

Hlg STNK Nopol L 1320 FE, an. Nuke Suprijani, Drg, al: Jl. Pucang adi 74 Sby Hlg STNK Nopol P 4218 YW, an. Istiana, al: Dsn Krajan, Pesucen, Kalipuro

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 6043 NF, an. Sutrisno S. Pd, al: Semboro Pasar 03/19 Semboro Jember Hlg STNK Nopol P 5246 DI, an. Achmad Fathoni, al: Jl. Cindogo RT12/5 Tapen, Bdws

Djl Ruko + Rumah L 143M2 SHM Lok. Simpang Tiga Parijatah Srono dpn Jln Rya Cck u usha, 0333-8910015-081233807515.

• Jl. Agus Salim • BANYUWANGI • Tanah Dlm Kota/Murah • L400m2 125jt siap bngun dlm kota posisi pojok depan Jl. Erlangga/deler Yamaha Sobo 500m ke brt. Hub: 085258008833; 085859959455

• Tanah SHM 4400m2 • Dijual tanah pinggir jln raya utama Rogojampi Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat, selatan perusahaan Gazebo, barat jalan. Harga per m2 Rp 225.000. Hub: Taufiq 082143391022

BANYUWANGI

Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

• Tukang Kayu Mebel •

• Toko + Rumah Genteng •

Perusahaan Asing (PMA) produsen mebel ekspor mmbutuhkan segera beberapa Tukang Kayu Mebel. Silahkan melamar atau datang langsung ke PT. Warisan Eurindo Jl. Letjen Suprapto N0. 69 Argopuro, Kalipuro, Bwi

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, mar mer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

• Dikontrakkan • Dikontrakkan Ruko lokasi Jl. Kapten Ilyas 56, Banyuwangi. Hub: 08179694674

• Tanah Strategis •

• Tukangkayu •

Jual tanah Strgs dkt TPI Muncar cocok buat usaha/pabrik! Hrg psr 1jt/m dijual hny 800rb/m bs KPL bank! no SMS! Tlp 082143090107

DJL Ruko 2 Lantai L 435m2 Lok Jl Imam Bonjol No 57 Bwi. Cck utk Bisnis/ Perkantoran. Hub HADI 081358226569

• Colt Diesel • Dijual Colt Diesel 6 RD 100PS Tahun 93/94 mulus, Hubungi:081233888886

• Kijang Innova ‘04 •

• Kijang Innova ‘07 •

Mitsubishi T120SS PU, L300 PU, Colt Diesel, Fuso,Strada Triton,Grandis,Pajero Sport/Dakar, Sedan Lancer, & prod suku cad. Servis bengkel mobil sgl merk. hub konsultan markting= Bp. Hary 081234692551* 0333-8902100* 085745581977.

Dijual Innova 04 Bensin Tipe G . Pajak Baru, harga 140 Juta Nego. Cash & Kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111081335897888

Dijual Toyota Kijang Innova tahun 2007 euro II type 62.0 hitam, masa pemakaian 50 ribu m, hubungi: 08155918371, 087757913939

• Honda Jazz ‘06 •

• Grand Vitara ‘12 •

• Daihatsu Xenia ‘08 •

Dijual Honda Jazz 06, manual, silver, 135 juta nego, cash/kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Suzuki Grand Vitara Matik Tahun 2012, Silver KM 6000 (P), seperti baru, Potongan 50juta dar i harga baru, bisa cash/kredit, hubungi: 081358981614

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV-GMDFJJ tahun 2008 merah metalik, harga 105 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘08 •

• Toyota Innova ‘05 •

• New Vios ‘06 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2008 silver metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Innova E XW41 tahun 2005 biru metalik, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Sedan New Vios 1.5G MT tahun 2006 silver metalik, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Suzuki ST100 PU ‘96 •

• Suzuki Swift ‘10 •

• Kijang LGX ‘00 •

Dijual Suzuki ST 100 SP (pick-up) tahun 1996 biru harga 35 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki Swift th 2010 warna silver, manual, barang istimewa harga 150 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111 – 081335897888

Dijual Kijang LGX solar th 2000, silver, pajak atas nama pembeli, 120 juta nego, cach/kredit, tukar tambah. Hub: 082142194111, 081335897888

• Mitsubishi Fighter ‘88 •

• Daihatsu Xenia XI ‘10 •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

Dijual Truk Mitsubishi Fighter tahun 1988, kondisi bagus siap pakai, bak rangka besi, warna coklat, harga 150 juta nego, hubungi: 0811352807 / 081336120600

Oper kredit Daihatsu Xenia 2010. XI Delux Plus, DP67,5 juta, angsuran 20x2.875.000. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Grand Vitara JLX 07, silver stone, harga 179 juta, cash/kredit, bsa tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

• Prima Mobil • Avanza07,10, Stream 07, Karimun11, Splash 11, Innova06,05, LGX 04, Krista 03, G Livina 08, Kuda 02, Escudo 98, LS05, Timor 97, Espass 06, SS 10, 09, 07, L300 ’10, 11, Fortuner 10. 0333411655, 085258665239

• Mitsubishi •

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan ma kin marak nya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

37

Jumat 4 Mei 2012

Melihat Potensi Desa Gendoh, Kecamatan Sempu

Bangun Home Industry Batik, Rekrut Warga Sekitar SEMPU - Warga Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, patut berbangga. Sebab, sejak dua tahun lalu, di lingkungan mereka telah berdiri sebuah home industry batik milik H. Nur Salim. Berdirinya pabrik tersebut tentu secara otomatis akan menyerapa banyak tenaga kerja, yang tentunya adalah warga sekitar pabrik. Sehingga bisa sedikit mengurangi angka pengangguran. H. Nur Salim menuturkan, sebelum mendirikan pabrik tersebut, dia bekerja sebagai guide di Bali. Dia juga pernah ikut orang Jerman. “Saya ikut orang Jerman sejak 1990 sampai 1996,” ujarnya. Nah, usai ikut orang Jerman tersebut, dia berusaha merintis usaha pembuatan batik dengan gudang di Kota Kuta, Denpasar, Bali. “Saya rintis dengan tempat seadanya. Alhamdulillah berjalan lancar,” tuturnya. Karena posisinya di Bali, maka Nur Salim membuat produksi batik sesuai pasarannya. Yaitu para turis dari Manca Negara yang banyak berkunjung di Bali.

Semakin lama, usaha pembuatan batik yang ditekuni Nur Salim berjalan sukses. Jumlah pesanan terus meningkat seiring banyaknya turis yang berkunjung ke Pulau Dewata. Karena usahanya terus berkembang, pada 2010 lalu Nur Salim mulai berpikir untuk mengembangkan usahanya tersebut. Sayangnya, hal itu menemui kendala. Harga lahan untuk mengembangkan usaha di Bali terlalu mahal. Sehingga dia harus berpikir ulang untuk membeli lahan mengembangkan usaha di Pulau Dewata tersebut. Namun demikian, dia tidak menyerah begitu saja. setelah dihitung-hitung, Nur Salim memilih Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, untuk mengembangkan usaha tersebut. Sehingga, sejak dua tahun lalu, dia merealisasikan berdirinya home industry pembuatan batik dengan sasaran pasar tetap di Bali. “Semua jenis pakaian dan warna batik di sini. Sasaran utamanya adalah turis di Bali,” tuturnya.

Hanya saja, lanjut Nur Salim, meski sasaran utamanya para turis, dia tetap melayani pesanan jenis batik lain. Seperti batik gajah oleng khas Banyuwangi. “Seperti hari ini, ada pesanan batik gajah oleng ya kita layani,” tuturnya. Sementara itu, berdirinya usaha batik tersebut disambut baik Camat Sempu, Drs. Lukman Hakim S. “Kami tentu berterimakasih dengan berdirinya usaha batik ini. Karena bisa mengurangi angka pengangguran,” tutur Lukman, yang kemarin juga berada di lokasi pembuatan batik. Lukman berharap, usaha batik tersebut bisa terus semakin besar, sehingga banyak warga sekitar yang terekrut untuk bekerja. “Dari pada mereka bekerja jauh-jauh, kan mending bekerja di sini yang dekat rumah,” tandasnya. (azi/als) SASAR TURIS: Nur Salim dan Camat Sempu Lukman Hakim menunjukkan kain batik yang sudah jadi. ABDUL AZIZ/RaBa

OPINI PERJUDIAN

EKO SETIO BUDI/RADAR JEMBER/JPNN

MAIN JUDI: Kedelapan tersangka ini terpaksa diciduk polisi saat melakukan perjudian di pekarangan rumah salah salah seorang warga di Desa Tangsil, Kecamatan Tenggarang.

Guru Tertangkap Main Jie Kie BONDOWOSO – Hafid, 46, seorang guru PNS warga Desa Tangsil, Kecamatan Tenggarang ini harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia tertangkap basah sedang ikut serta dalam tindak pidana perjudian jenis cap jie kie. Selain Hafid, polisi juga berhasil meringkus bandar dan pemain lainnya yang berjumlah tujuh orang. Penangkapan delapan tersangka oleh jajaran Reskrim Polres Bondowoso dilakukan kemarin (3/5) sekitar pukul 00.15. Selain Hafid, pelaku lainnya yang berhasil diamankan di antaranya Sutarjo, 46, Suharo, 50, Busairi, 25, serta Rahmat, 23, semuanya merupakan warga Desa Tangsil, Kecamatan Tenggarang Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan Ridwan, 26, Asmuni. 39, serta Slamet, 45, yang merupakan warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari. Kini, mereka harus mendekam dalam sel tahanan Polres Bondowoso untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kedelapan tersangka ini terpaksa diciduk polisi saat melakukan perjudian di pekarangan rumah salah salah seorang warga di Desa Tangsil, Kecamatan Tenggarang. Arena judi ini sudah meresahkan warga di sekitarnya. Itu karena tempat ini seringkali dijadikan tempat ajang perjudian. Mendapat laporan warga, polisi yang dipimpin Iptu Suyitno, KBO Reskrim Polres Bondowoso, segera mendatangi lokasi dengan mengendarai mobil pikap. Begitu sampai di lokasi, pelaku yang tahu kalau polisi datang langsung berhamburan melarikan diri. Namun, polisi yang datang dengan kekuatan penuh berhasil menangkap delapan pelaku. Namun, usaha itu tidak dicapainya dengan mudah karena polisi harus berjibaku mengejar pelaku yang berusaha kabur melarikan diri. Bahkan, penangkapan ini diwarnai ketegangan karena pelaku yang sudah ditangkap terus mencoba kabur. Untungnya, polisi pagi dini hari itu berhasil membawa mereka ke Polres Bondowoso untuk dimintai keterangannya. (esb/hdi/jpnn)

ADA APA LAGI

Aman, Status Semeru Turun LUMAJANG – Setelah berbulan-bulan statusnya dinaikkan menjadi siaga, status Gunung Semeru diturunkan menjadi waspada. Namun, pemerintah tetap meminta masyarakat tak terlena dengan kondisi ini. Kewaspadaan perlu tetap dijaga pada gejala-gejala alam dan potensi bencana lainnya. Informasi menurunnya status semeru menjadi waspada ini didapat dari pos pantau Gunung Sawur. Bagian informasi seismik Semeru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Achmad Fauzi mengatakan pihaknya telah menerima informasi turunnya Status Semeru. Informasi itu dia terima pada pukul 17 .42 WIB Rabu (2/5) petang. Di dalam informasi tersebut dijelaskan bahwa status Semeru turun dari Siaga menjadi Waspada. Terhitung sejak 2 Mei 2012 pukul 13.00 siang dari pos pantau Gunung Sawur. Kemarin (3/5), surat resmi melalui faximile dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Badan Geologi, Bandung juga dikirim pada Bupati Lumajang. Isinya tentang penurunan aktifitas Gunung Semeru dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Kondisi ini dibenarkan oleh Hendro Wahyono Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Logistik BPBD Lumajang. Secara resmi salinan surat tersebut telah didapat oleh BPBD Lumajang. “Informasinya memang benar, status gunung semeru menurun menjadi waspada,” ujarnya. Yang pasti, kata dia, Gunung Semeru sejak kemarin aktifitasnya sudah menurun. Dan ini perlu disyukuri karena sudah berbulan-bulan semeru mengalami kenaikan status dan aktifitas yang selalu meningkat secara berkala. Belakangan aktifitas tersebut berangsur menurun hingga penurunan status menjadi waspada. Kendati demikian, dia tetap mengingatkan agar warga sekitar lereng semeru tidak terlena. Segala hal yang berkaitan dengan gejala alam untuk tetap diamati. “ Jangan sampai terlena, kewaspadaan perlu tetap dijaga,” tambahnya. (fid/wah/jpnn)

Antara Ansor dan Ayu Ting-Ting SATU tahap, yaitu konferensi cabang, sudah usai. Sebuah proses pemilihan ketua dan penyusunan pengurus tingkat cabang oleh ketua terpilih (dibantu tim formatur) pun sudah selesai. Kepengurusan memang perlu disusun agar roda organisasi yang fakum beberapa bulan terakhir ini bisa berputar kembali. Banyak hal yang bisa kita ambil dalam proses tersebut; mulai cara menyatukan persepsi dan ideologi 24 pimpinan anak cabang GP ANSOR (khususnya) dan kaum muda NU (umumnya). Intinya, kita harus bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan selama proses konferensi tersebut berjalan. Tujuannya, agar “demokrasi” dalam salah satu banom (badan otonom) milik NU tersebut benar-benar terwujud. Mengingat konferensi GP Ansor Cabang Banyuwangi telah gagal dua kali, maka PC NU Banyuwangi sebagai induk organisasi di tingkat ca-

bang berharap konferensi kali berjalan lancar. Tentu semua pihak tidak ingin kegagalan tersebut terulang untuk ketiga kali. Harapan agar konferensi episode ke-3 ini berjalan sukses juga datang dari para tokoh–tokoh NU. Sebab, GP Ansor adalah organisasi muda NU setelah IPNU. Dalam organisasi ini, para pemuda NU berkesempatan mengasah kematangan berorganisasi dan mengasah ideologi sebelum berkiprah di NU. Di masa lalu, GP Ansor adalah “kekuatan muda” NU yang ikut andil besar dalam proses pendirian bangsa Indonesia; baik dalam mengusir penjajah maupun dalam membakar semangat juang para pemuda Indonesia. Setelah bangsa kita merdeka, Ansor terus melakukan pengawalan demi Indonesia bisa menuju bangsa yang dapat menyejahterakan rakyat. Pada perkembangan selanjutnya, Ansor berperan menjaga keutuhan Indonesia. Tidak

O l e h

FATCHAN HIMAMI HASAN * hanya itu, di pengujung Orde Baru, Ansor berada di garis depan bersama para mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia untuk “menggulingkan” Orde Baru menuju era reformasi. Luar biasa. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan GP Ansor pada masa emas (pada masa pemerintahan Gus Dur). Namun, saat itu Ansor lebih dominan pada show of force. Semua pemuda pun ingin masuk dan bergabung dalam gerakan pemuda Ansor. Sebuah gerakan pemuda atau bahkan satu–satunya gerakan di Indonesia yang memiliki prajurit (bernama Banser) yang konon jumlahnya melebihi jumlah Tentara Nasional Republik Indonesia. Setiap ada momen apa pun dan di mana pun, baik di tingkat regional

maupun nasional, baik berupa pengajian, kemah bakti, apel, harlah, Agustusan, maupun walimah, Ansor selalu muncul bersama Banser. Namun, setelah Gus Dur dilengserkan dari kursi pemerintahan, Ansor seakan-akan ikut lengser dari kancah nasional. Pada saat itu, sepertinya Ansor berada pada titik antiklimaks. Ansor seperti ditelan bumi. Setelah itu, kita pun jarang melihat Ansor maupun Banser muncul di permukaan. Hari ini, setelah PC GP Ansor Banyuwangi kembali terbentuk, menarik kita tunggu; apa langkah–langkah dan kebijakan–kebijakan yang akan dilakukan para pengurus PC GP Ansor Banyuwangi demi menuju tatanan yang lebih baik. Tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi, juga tak mungkin sesulit memasukkan benang ke lubang jarum dengan mata tertutup. Yang pasti rintangan akan selalu dan siap menghadang. Kritik dan

saran membangun akan sangat dibutuhkan demi kembalinya masa keemasan Ansor. Ansor dilahirkan di Banyuwangi pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi (10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934), tepatnya di Musala Kiai Sholeh, Lateng, Banyuwangi. Di harlah ANSOR yang ke-78 ini, bersama ghiroh yang dimiliki para pendahulu Ansor 78 tahun lalu serta kekompakan dan keseriusan para pengurus PC Ansor, kesuksesan pasti bukan menjadi hal yang mustahil diraih. Semoga Syukron selaku ketua PC bersama jajaran pengurus PC GP Ansor Banyuwangi dapat meramu formula yang tepat dalam menjalankan roda organisasi demi kesejahteraan sosial di Banyuwangi terwujud. Semoga juga Syukron tidak seperti orang yang dikisahkan dalam lagu Ayu Ting-Ting; ke mana…ke mana…ke mana? Kuharus mencari di mana? *) Aktivis muda NU.

Sebuah Terapi Rohani PII (Pelajar Islam Indonesia) adalah sebuah gerakan pelajar yang sangat menarik dikaji secara seksama, jujur, dan objektif. Kalau dirasa perlu, juga perlu diadakan studi lapangan dan penelitian; lihat dan rasakan langsung apa sesungguhnya yang terjadi dalam gerakan tersebut. Sebab, ternyata PII adalah gerakan pelajar yang telah memberi bentuk positif kepada kehidupan kita; ikut meraut lonjong-bulatnya sejarah. Zaman yang memprihatinkan ini justru menjadi sarana terbaik untuk membuktikan bahwa PII akan bertahan dalam pusaran sejarah. Gerakan ini adalah sistem yang ber’ittiba’ pada Syirah Nabawy yang dapat dikatakan sebagai “terapi rohani” yang insyaallah efektif dalam membimbing dan mengarahkan sikap pelajar dan anak muda yang paling “nakal” sekalipun. Sebab, para aktivis PII ikhlas dan tulus. PII sangat efektif dalam mengatasi problematika kita sekarang; terorisme yang memalukan Islam, aksi radikal tanpa bimbingan syariat dan ulama, merebaknya geng motor, dan pengaruh narkoba yang mem-

prihatinkan. Tentu PII sangat membantu Kepolisian Negara RI dalam menurunkan angka kriminalitas yang semakin masif, meningkat, dan tidak terkendali. Kalau diamati secara seksama, banyak program dalam gerakan PII yang berlawanan dengan nafsu dan tidak disenangi nafsu. Sebab, pelajar dan pemuda dikembalikan ke masjid karena masjid adalah pabrik kebaikan. Mana ada nafsu yang suka dengan suasana masjid? Bukankah obat selalu berlawanan dengan penyakit? Inilah “terapi rohani” itu. Ini menakjubkan. Kenapa menakjubkan? Sebab, setiap perubahan sikap dan tingkah laku manusia pasti atas kehendak Allah, dan setiap perbuatan Allah pasti menakjubkan. Kecerdasan apa pun tak akan berarti tanpa dibarengi kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan mengikuti suara hati nurani. Kecerdasan spiritual adalah energi positif. Baik energi positif maupun negatif, akan kembali kepada kita sendiri. Jadi, perbanyaklah energi positif

O l e h

JAVAS ABU LILY * dan berupaya meminimalkan energi negatif. Perubahan energi negatif ke energi positif, dari jahat ke baik, pasti atas hidayah Allah dan bukan karena kehebatan manusia. Kalau hidayah turun kepada seseorang, pasti akan mengejutkan. Itu telah terjadi pada zaman Nabi. Umar bin Khathab yang hendak membunuh Nabi, tiba-tiba menyatakan diri masuk Islam. PII menatap jauh ke depan, bukan hanya pertimbangan dunia, dan mengajak semua organisasi Islam kembali ke-

pada cara yang ditunjukkan Rasulullah. Semua madzhab hendaknya bersatu. Perbedaan amalan di tiap madzhab hendaknya tidak usah dipersoalkan. Tidak membicarakan madzhab bukan berarti tidak bermadzhab, melainkan mempersatukan semua pengikut madzhab ke dalam persatuan. Banyak organisasi Islam yang telah melakukan kesalahan bertahun-tahun; lebih mementingkan organisasi daripada persaudaraan, lebih suka bicara bid’ah daripada memperbanyak ibadah. Alangkah cantiknya umpama dalam salat Subuh berjamaah, mereka yang selama ini tidak membaca doa Qunut, dengan ikhlas mengikuti imam yang membacanya. Demikian pula sebaliknya. Ini merupakan problem kualifikasi dan problem klasifikasi klasik yang harus segera dituntaskan. Sebab, di Masjidilharam, sebagai kiblat muslimin sedunia, semua mazhab bisa disatukan. Bisa datang ke masjid lima kali sehari bukanlah kekuatan siapa-siapa, melainkan hidayah Allah. Hidayah Allah dapat kita katakan sebagai

“power” yang dapat membangkitkan kekuatan rohani manusia yang amat menakjubkan. Salat merupakan perjalanan jiwa menuju Allah, sehingga diperlukan persiapan yang serius tapi rileks. Azan adalah panggilan Allah. Kalau panggilan pejabat, orang segera melompat. Kenapa panggilan Allah tidak dihiraukan. Seharusnya mendahulukan Allah adalah di atas segalanya. Sebab, tanda-tanda orang beriman ialah mengutamakan Allah daripada siapa pun. Semua itu adalah atmosfer PII, sebagai isyarat bahwa mereka bukan hanya membawa misi organisasi melainkan misi kebaikan. Mereka diharapkan mulai belajar memperhatikan amalan-amalan sunah, dari yang paling sederhana, seperti masuk WC mendahulukan kaki kiri dan masuk masjid mendahulukan kaki kanan. Mereka juga hendaknya tidak membiasakan minum air sambil berdiri, apalagi makan sambil berjalan. Inilah terapi rohani. *) Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Banyuwangi.

Bagaimanakah Arti Ikhlas Sesungguhnya? KITA sering menjumpai pengemis yang menghiasi jalan raya, lampu merah, depan mal, dan tempat lain. Apalagi di Banyuwangi, jumlah mereka sangat banyak. Konon mereka menjadi pemandangan yang tidak mengenakkan, dan tidak indah dipandang. Tak tahu mana yang benarbenar pengemis orisinal dan mana yang pengemis amatiran. Memang agama menganjurkan agar memperbanyak sedekah. Namun, apakah kita harus memaksakan diri jika kita dalam keadaan paspasan? Ini perkara ikhlas. Sedekah

memang suatu hal yang mulia. Lebih mulia lagi jika kita tidak perlu memamerkan sikap mulia kita itu untuk mendapatkan apresiasi berupa pujian orang lain yang menyaksikan. Cukup menjadi rahasia kita dan Sang Pembuat Hidup. Sekarang, setelah kita bersedekah, masih banyak di antara kita yang mengharap imbalan kepada Tuhan atas apa yang telah kita lakukan itu, baik meminta imbalan berupa pahala, meminta dilipatgandakan rezeki, dan sebagainya. Memang awalnya lilahi ta’ala, tapi tidak munafik jika dalam hati yang terdalam, diam-diam

O l e h

DIAH BUDIARTI * kita mengingat-ingat apa yang telah kita lakukan itu. Seperti itukah yang dinamakan ikhlas? Lalu, bagaimana ikhlas itu? Selama kita hidup di dunia, ada satu hal yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan yang jarang orang-orang menyadarinya. Apakah itu? Hal yang paling simple saja, yaitu buang air besar alias BAB. Pernahkah kita mengharapkan kembali dari apa yang telah kita buang itu? Dan pernahkah

kita memikirkan atas apa yang kita lakukan itu? Coba renungkan perlahan. Seperti itulah analogi ikhlas yang hakiki. Memberi tanpa mengharap kembali dan tidak pernah mengingat-ingat atas apa yang telah kita lakukan. Paling tidak itulah yang saya yakini. Jika kita ikhlas melakukan suatu hal, maka kita tidak perlu mengucapkan kata “ikhlas” kepada siapa pun. Jika kita mengucapkannya, maka kita sudah menggambarkan bahwa kita sebenarnya pamer atas kebaikan yang telah kita lakukan; mengharapkan apresiasi dan pujian. Sekali

lagi bahwa sebenarnya ikhlas adalah hal yang tidak pernah diingat bahkan tidak perlu diucapkan. Mampukah kita melakukannya? *) Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang asal Banyuwangi. ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com

38

Jumat 4 Mei 2012

Putri Melaju, Putra Keok Kalahkan Pasifik Surabaya, Lolos ke Babak 8 Besar

KODIM FOR RaBa

HASIL MANIS: Atlet tembak Banyuwangi berpose usai penyerahan piala di Makodim 0825 kemarin.

Perbakin Gondol Juara Umum Kejuaraan Menembak Piala Dandim Bondowoso BANYUWANGI – Tinta emas diukir kontingen Kodim 0825 Banyuwangi yang tergabung dalam skuad Perbakin Banyuwangi. Turun dalam ajang kejuaraan menembak bertajuk Piala Dandim Bondowoso 2012, tim tembak Banyuwangi berhasil menggondol prestasi mengesankan. Di Kota Tape, julukan Bondowoso, Perbakin Banyuwangi mendulang empat medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Empat medali emas disumbang Mohamad Gufria Suryata di nomor metal siluet non tele 17 meter umum pria, Nurliya Wardatun Nafisah di nomor metal siluet non tele 17 meter umum putri, Sherly Margaretha di nomor metal siluet non tele pelajar, dan Ahmad Gufron di nomor siluet non tele 17 meter TNI. Satu-satunya medali perak dan perunggu disumbangkan oleh Bayu Yudha di kelas metal siluet 25 non tele meter umum dan Fidianti Dwi Arista di nomor metal siluet non tele umum putri. Hasil ini sekaligus mengantar kontingen Banyuwangi menggondol juara umum dalam even yang digelar mulai 27 April hingga 29 April ini. Dandim 0825, Letkol Inf Muslimin Fasya, mengatakan capaian ini cukup menjadi gambaran potensi atlet tembak Banyuwangi. Dia berharap ke depan prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Sekaligus momen ini dapat menjadi kesempatan untuk pembinaan atlet menembak untuk lebih digiatkan. “Pembinaan harus lebih digiatkan

untuk mencapai prestasi di masa depan,” pintanya. Dalam kegiatan penyerahan medali dan trophy yang digelar di Aula Jenderal Sudirman juga dihadiri sejumlah Danramil

se-Banyuwangi. Turut hadir Wakapolres Kompol Mohamad Aldian dan pengurus Perbakin yang menjadi saksi penyerahan reward atas atlet Banyuwangi tersebut. (nic/als)

BANYUWANGI – Tim putra Banyuwangi terpaksa harus angkat koper lebih awal dalam kejuaraan daerah (kejurda) bola basket di Sidoarjo kemarin. Hasil itu diperoleh setelah dalam laga yang digelar di GOR Sidoarjo kemarin, Elang dkk dipaksa mengakui keunggulan Pacific Surabaya. Dalam empat kuarter yang dimainkan Banyuwangi harus tertunduk dengan skor akhir 22-70. Hasil ini sekaligus memupus langkah tim Banyuwangi ke babak delapan besar. Memainkan tiga laga, tim putra Banyuwangi hanya mampu mendulang satu kali kemenangan dan dua kali kalah. “Anak-anak sudah berjuang dan me-

nunjukkan seluruh k e m a m p u a n n ya ,” beber Edi Lukisanto, Ketua Perbasi Banyuwangi. Sementara itu, kekalahan tim putra atas tim asal Surabaya mampu dibalas tim putri. Menghadapi Pacific Surabaya, Tata dkk unggul 49-23. Kemenangan dalam

laga kemarin seolah tinggal menunggu waktu. Sejak kuarter pertama, tim Banyuwangi sudah leading jauh 12-5. Dominasi srikandi Perbasi berlanjut di kuarter kedua. Pacific Surabaya semakin tertinggal jauh oleh penampilan gemilang anak-anak Banyuwa-

ngi. Babak kedua pun ditutup dengan skor mencolok 30-9. Di kuarter ketiga, laga tetap menjadi milik Banyuwangi dengan keunggulan 36-17. Dan, di set penutup, Tata dkk semakin tak terbendung. Babak penentuan ini pun ditutup dengan kemenangan untuk tim Banyuwangi dengan skor 43-23. “Jika konsisten tim ini bisa menjadi juara,” tekadnya. (nic/als)

Jumat 4 Mei 2012

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Materi Pemeriksaan Belum Terungkap ■ DIPANGGIL... Sambungan dari Hal 29

Menurut Firmansyah, dari 34 saksi yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan itu rencananya akan dibagi dalam empat hari. Lantaran dipercepat, pemanggilan untuk hari Kamis diajukan menjadi Rabu. “Rabu dan Kamis digabung, jadi diperiksa pada Rabu,” jelasnya. Pemeriksaan pada Rabu, jelas dia, pertama ada lima saksi yang dipanggil, yakni Abdul Hajis,

Buang Asrori, Ari Pintarti, H. Sudjiharto, dan Suharno. Dari kelima saksi, hanya Hajis yang tidak divonis hakim dalam kasus dugaan korupsi lapter. “Lima orang hadir semua. Sebagian dari mereka kan ada di lapas,” cetusnya. Pada Kamis kemarin, tim Kejagung seharusnya memanggil enam saksi untuk dimintai keterangan. Enam saksi itu adalah Sugiharto, Made D. Santoso, Asmara, HM. Effendi, Bakrie, dan Taufiq. “Panggilan untuk Kamis diajukan menjadi

Rabu,” ungkapnya. Dari enam saksi yang dipanggil terakhir, sebut dia, yang tidak datang ada tiga orang. Ketiga orang itu adalah Made D. Santoso, Asmara, dan Bakri. Ketiga saksi yang mangkir itu sebenarnya ditunggu kedatangannya pada Kamis kemarin. “Ditunggu hingga siang tidak datang, tim Kejagung langsung cabut,” cetus Firmansyah. Kepada wartawan koran ini, Firmansyah mengaku tidak tahu materi yang ditanyakan kepada

puluhan saksi itu. Tim tujuh Kejagung yang memeriksa saksi tidak menyampaikan hasil pemeriksaan kepada kejari. “Ini memang wilayah Kejagung, kita (kejari) hanya ketempatan lokasi pemeriksaan,” katanya. Apa ada rencana memanggil mantan Bupati Ratna? Firmansyah mengaku tidak tahu. Sebab, dalam kasus dugaan Lapter Blimbingsari, perkaranya ditangani Kejagung. “Semua ditangani Kejagung, jadi kita tidak tahu,” dalihnya. (abi/c1/bay)

Tidak Ada Warga Negara Kelas Satu ■ PSSI... Sambungan dari Hal 29

Begini, setelah membaca banyak referensi, Kyai Luput bercerita: Timnas Indonesia sudah berdiri tahun 1930. Dihuni pemain Belanda, Tionghoa, dan Pribumi. Berbicara tentang Piala Dunia, Indonesia sudah pernah mencicipi jauh sebelum negara Asia lain mencicipi, yaitu Piala Dunia Prancis, 1938. Indonesia mengusung nama Dutch East Indies atau Hindia Belanda. Yang main adalah Tan Mo Heng (GK), Anwar Sutan, Tan Hong Djien, Frans Hu Kon, Frans Meeng, Tjaak Pattiwael, Jack Samuels, Suvarte Soedarmadji, Achmad Nawir, Henk Zomers, Hans Taihuttu, J. Harting (GK), Bing Mo Heng, G. Van Den Burg, G. Faulhaber, R. Telwe, Tan Se Han, Dorst, dan Teilherber. Nama-nama mereka memang asing di telinga kita dibanding skuad timnas Olimpiade Melbourne 1956; Djamiat Dalhar, Thio Him Tjiang, Kiat Sek, Ramang, Tan Liong Houw. Kita bisa lihat, banyak sekali nama Tionghoa dalam timnas tempo dulu. Sekarang mungkin kita kuwalat, karena tidak satu

pun orang Tionghoa masuk timnas: justru orang Eropa hasil naturalisasi. Terkait kualitas, tentu orang Tionghoa banyak yang luar biasa. Bahkan, dulu ikut membidani lahirnya timnas. Jadi mereka juga berjasa. Itu tidak mudah; penuh kerja keras, dan tidak dibayar. Nah, sekarang setelah sepak bola negeri ini maju, mereka dilupakan. Nyatanya, tanpa mereka, kita kalah terus. Dalam berbagai turnamen, tim sepak bola bangsa ini selalu KO. Bukan hendak mendewakan pemain Tionghoa. Tapi, bisa dilihat bersama, mental dan semangat mereka memang jauh lebih tinggi dibanding pemain Pribumi kebanyakan. Kita lihat pemain Tiongkok masa kini. Mereka lari, mengolah bola seperti banteng. Ndelosor-ndelosor, bangkit lagi, ndelosor lagi, dan bangkit lagi. Semangat mereka tidak kendur, mental mereka tidak jatuh saat kalah. Justru tambah bersemangat dan beringas, walau sambil mangapmangap hampir semaput. Jangan jauh-jauh, Persewangi masuk Devisi Utama dimanajeri siapa? Meski tanpa menyebut nama, tentu kita semua tahu.

Kita harus akui itu, tidak perlu malu, dan jangan permasalahkan etnis. Sebab, di negeri ini tidak ada warga negara (etnis) kelas satu dan warga negara kelas dua. Semua sama. Siapa pun yang berjasa harus diakui. Jangan dilupakan atau pura-pura lupa. Pemain kita kebanyakan hanya semangat di awal-mula. Setelah tertinggal, semangat kendur dan mental jatuh, lalu main awutawutan menggunakan jurus mabuk. Pengajian TTM memberi saran, Persewangi jangan sungkan-sungkan menggunakan pemain Tionghoa. Tidak perlu mendatangkan dari Tiongkok, karena Tionghoa berwarga negara Indonesia melimpah ruah. Nanti kita akan lihat permainan mereka yang tidak kenal lelah dan tak mau menyerah itu; bagai banteng jantan. Ndelosor dan bangkit lagi, ndelosor dan bangkit lagi; tanpa mengeluh belum bayaran. Sebab, ekonomi orang Tionghoa kebanyakan sudah mapan. Jadi, itu juga bisa menjadi solusi atas carut-marutnya pendanaan Persewangi. Pun tidak perlu mumet cari sponsor karena para pemain sudah kaya. (mh.qowim@yahoo.co.id)

Belum Diketahui Asalnya ■ MANCING... Sambungan dari Hal 29

Saat itu, dia dan lima rekannya sedang memancing ikan di sekitar perairan Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo. Mispan sempat mengira bahwa yang tersangkut di mata kailnya adalah ikan berukuran cukup besar. Sebab, saat tali pancing jenis merawe itu dia tarik, dia merasakan beban yang cukup berat. Namun, ternyata dugaan Mispan salah.

Dia pun terkejut saat mendapati logam yang bentuknya menyerupai roket tersangkut di salah satu mata kailnya. “Saat itu saya memancing di tengah perairan, sekitar 5 mil dari bibir Pantai Plangkung,” ujar Mispan saat dikonfirmasi di Pos Satpolair Muncar. Mispan mengaku sempat waswas jika bom yang tanpa sengaja dia angkat dari kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut tersebut tibatiba meledak. Namun demi-

kian, bom itu baru dia serahkan sekitar pukul 09.00 kemarin lantaran perahu sekoci “Sumber Rezeki” yang dia tumpangi baru sandar di kawasan pelabuhan ikan Muncar sekitar jam itu. Belum diketahui dari mana asal roket dengan sirip belakang sejumlah 12 unit dan diameter 38 cm itu berasal. Namun begitu, melihat kondisi bom yang masih baru, hampir dapat dipastikan bom tersebut bukanlah sisa perang kemer-

dekaan atau perang dunia. Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Kasat Polair, AKP Bahrul Anam, membenarkan bahwa pihaknya mengamankan bom yang ditemukan seorang nelayan Muncar tersebut. “Sementara bom ini kami amankan di Pos Polair Muncar. Kami akan berkoordinasi dengan Kasat Intel (Kasat Intelkam Polres Banyuwangi, Red). Selanjutnya, Kasat intel akan berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Jatim,” paparnya. (sgt/c1/aif)

Awalnya Grogi karena Takut Meleset ■ MENGENAL... Sambungan dari Hal 29

Mereka tampak khusyuk mengikuti acara yang diselenggarakan sebagai penghormatan atas anggota Kodim 0825 dan atlet Perbakin Banyuwangi yang mengikuti kejuaraan menembak Piala Dandim Bondowoso. Wajah tegang terpancar jelas saat Dandim Muslimin mengalungkan medali yang diperoleh para atlet. Ucapan selamat dan tepuk tangan pun menjadi spirit atas prestasi mereka. Kemampuan mereka telah membawa Banyuwangi menjadi juara umum dalam even yang digelar pekan lalu tersebut. “Rasanya senang dan bangga,” ujar Peltu Ahmad Gufron, peraih medali emas di nomor metal siluet nontele 17 meter kategori TNI. Mereka tampil dengan persiapan mepet, karena informasi penyelenggaraan baru diterima sehari sebelum kejuaraan dibuka. Namun, itu tidak membuat sniper Perbakin Banyuwangi itu lesu darah. Berbekal latihan rutin yang sudah dilaksanakan setiap hari, mereka tetap tampil percaya diri. Padahal, lawan yang diha-

dapi memiliki jam terbang dan pengalaman yang lumayan tinggi. Resepnya sederhana dan tidak rumit. Menurut Ahmad Gufron dkk, ketenangan, konsentrasi, dan percaya diri, adalah senjata untuk menang. Padahal, di antara mereka, yakni Fidianti Dwi Arista dan Sherly Margaretha, masih asing dengan senjata. “Saya baru pegang senjata sehari sebelum lomba. Sebelumnya cuma lihat saja saat yang lain latihan,” akunya. Namun, awam terhadap senjata api membuatnya justru tampil lepas. Sherly yang main di nomor metal siluet nontele 17 meter untuk pelajar mampu menyabet medali emas. Sementara itu, Fidianto Dwi Arista mampu menyumbang medali perunggu. Bagi keduanya, menembak merupakan olahraga mengasyikkan. Sebab, olahraga tersebut juga membutuhkan mental dan ketenangan yang luar biasa. Tanpa dua hal itu, seorang penembak bisa gagal mencapai target. Kini kemampuan menembak sudah mereka miliki sebagai calon penembak masa depan Banyuwangi. Fisdianty mengenal olahraga tersebut dari sang pacar, Mohamad Gufria Suryata.

Kebetulan, sang pacar juga menyabet medali emas di nomor metal siluet nontele 17 umum putra. Lewat aksi yang pujaan hati saat latihan, Fisdianty menjadi tertarik ikut mengasah kemahiran membidik dan tarikan pelatuk senapan. Hal sama juga dialami Sherly. Perkenalannya dengan Ahmad Gufron yang tidak lain orang tua Mohamad Gufria Suryata dan Nurliya Wardatun Nafisah, dia mengenal olahraga menembak. “Awalnya sih grogi dan takut meleset, tapi lama-lama menjadi biasa,” ujar Sherly. Lain halnya dengan Gufria dan Nurliya. Keduanya mengenal olahraga menembak dari orang tuanya yang sebagai anggota TNI, Peltu Ahmad Gufron. Lewat latihan rutin di halaman rumahnya, keduanya mengasah kemampuan membidik sasaran secara tepat. Meski demikian, Nurliya lebih dahulu akrab dengan senjata. Sejak duduk di bangku SMP, dia sudah mahir memainkan senapan laras panjang. Sementara itu, sang kakak baru menggeluti olahraga tersebut dua tahun terakhir. “Ya olahraga ini lumayan asyik sih,” ujar Gufria. (c1/bay)

Pansus DPRD Berangkat ke Jakarta BANYUWANGI - Baru beberapa hari datang dari bimbingan teknis (bimtek) di Jogjakarta, sebagian anggota DPRD Banyuwangi yang masuk panitia khusus (pansus) penyidikan pegawai negeri sipil daerah (PPNSD) berangkat ke Jakarta. Anggota pansus tersebut berangkat ke ibu kota pada Selasa Malam lalu (1/5). Mereka direncanakan sudah akan tiba di Banyuwangi lagi pada hari ini (4/5). “Yang ke Jakarta itu hanya anggota Pansus Penyidik PNS,” cetus sekretaris DPRD Banyuwangi, H Sudirman kemarin (3/5). Selama berada di Jakarta, para anggota dewan ini akan mendatangi tiga kantor kementerian yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemandagri) RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Ke-

GALIH COKRO/RaBa

DIALOG : Suasana rapat pembahasan raperda PAS perahu antara Dishubkominfo dengan legislatif di DPRD Banyuwangi kemarin.

menPAN) RI, dan ke Badan Diklat (Badiklat). “Ke Jakarta ini untuk konsultasi,” jelasnya. Sebelum berangkat ke Jakarta, semua anggota dewan mengikuti bimtek yang digelar di Hotel Garuda Jalan Malioboro 1 Jogjakarta. Mereka tinggal di Kota Gu-

deg itu sejak Jumat (27/4) hingga Minggu lalu (29/4). Bila anggota Pansus PPNSD berangkat ke Jakarta, Pansus Penertiban PAS untuk kapal di bawah tujuh GT (gross tonnage) memanggil dinas perhubungan, komunikasi, dan informatika

(Dishubkominfo); dan dinas perikanan dan kelautan (Disperiklut) Banyuwangi. “Ini rapat pertama dengan eksekutif,” terang ketua Pansus Penertiban PAS, Ismoko. Dalam pertemuan pertama dengan eksekutif ini, jelas dia, membahas draft rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Penertiban PAS perahu/ kapal. Dari delapan bab yang ada, jelas dia, baru diselesaikan tiga bab. “Kayaknya pertemuan dengan eksekutif ini perlu dua kali lagi,” ujar Ismoko. Dari tiga bab yang sudah selesai dibahas ini, jelas dia, dalam rapat Pansus PPNSD dengan eksekutif juga menyepakati nama raperda yakni Penertiban PAS. “Kami juga membahas masalah wilayah perairan, dan itu juga masih dalam perdebatan,” cetusnya. (abi/bay)

Sekolah Terpencil Masih Kekurangan Guru ■ SEPAKAT... Sambungan dari Hal 29

Hal itu diungkapkan Ketua LKBH PGRI Banyuwangi, Achmad Wahyudi, di depan sekitar 200 lebih peserta sarasehan. “Pungutan memang dilarang, tapi satu sisi ada aturan yang menjelaskan peserta didik wajib menanggung biaya pendidikan,” kata Wahyudi. Terkait dilema tersebut, mantan ketua DPRD Banyuwangi itu mengusulkan agar pemerintah lebih produktif dalam membuat produk-produk hukum terkait dunia pendidikan. Kedua, pemerintah harus membuat pedoman terkait tata tertib di masing-masing sekolah. “Agar Permendiknas tersebut tidak membingungkan, pemerintah daerah harus membentuk perda penyelenggaraan pendidikan dan dilanjutkan dengan perbup,’’ saran Wahyudi. Bukan hanya terkait Permendiknas, dalam sarasehan kemarin juga tercetus usul terkait legalitas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (RAPBS) dan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RAKS). Jika selama ini RAPBS dan RAKS diteken sekolah, Wahyudi menghendaki agar ditandatangani langsung Kepala Dinas Pendidikan. Usul Wahyudi itu langsung diamini Kadispendik Sulihtiyono. “Bagi kami, itu merupakan anugerah. Dengan diteken dinas, kami bisa mengontrol pelaksanaan RAPBS dan RAKS. Kami setuju usul itu,” kata Sulihtiyono yang disambut tepuk tangan peserta sarasehan. Sarasehan yang berakhir pukul 13.00 itu menjadi ajang curhat para guru. Bahkan, sejumlah guru SD, SMP, dan SMA, menumpahkan unek-uneknya terkait problematika pendidikan di Bumi Blambangan. Ririn, salah seorang kasek SD yang pernah mengajar di daerah terpencil, mengungkapkan potret dunia pendidikan. Di era Bupati Ratna Ani Lestari, Ririn pernah “dibuang” ke sekolah terpencil. Diungkapkannya, saat ini sekolah-sekolah di desa terpencil masih banyak yang kekurangan guru. “Satu lembaga sekolah ada enam rombongan belajar. Di sana cuma ada 1 guru olahraga, 1 guru kelas, dan 1 kasek, dan dilengkapi GTT. Kondisi seperti itu masih terjadi di Banyuwangi,’’ ungkap Ririn. Keluhan serupa juga diungkapkan Gatot Santoso, salah seorang guru SMP dari Pesanggaran. Saat ini, di tempat dia mengajar hanya ada 4 guru PNS dengan tiga rombongan belajar. “Kekurangan guru sampai sekarang belum terpenuhi. Problemnya lagi, untuk menuju sekolah, kami harus menempuh jarak 70 km tiap hari,” beber Gatot. Unek-unek terkait sarana dan prasarana pendidikan juga diungkapkan Mujiono, Kasek SMAN 1 Giri. Meski sekolahnya sudah menyandang RSBI, sarana-prasarana dan pembiayaan masih kurang. Untuk menyiasati kondisi tersebut, pihaknya terus meningkatkan kerja sama

dengan komite sekolah. “Dukungan komite sekolah sangat kami butuhkan demi kemajuan sekolah kami,” tandas Mujiono. Menanggapi keluhan peserta sarasehan, Kadispendik Sulihtiyono menjelaskan panjang-lebar problem pendidikan di Banyuwangi. Menurut Sulih, ada tiga pilar yang bisa memajukan pendidikan, di antaranya pilar pemerataan/perluasan akses. “Tugas kita memberikan kelayakan kepada masyarakat. Pemerintah tidak boleh pandang bulu dalam memberikan pelayanan,’’ tegas Sulih. Dia mencontohkan, untuk masyarakat di desa terpencil, pemerintah telah mendirikan SD satu atap. Bentuk layanan lain adalah memberikan bantuan lewat APBN dan BOS. Saat ini, kata Sulih, BOS untuk SD Rp 48 ribu per anak, untuk SMP Rp 59 ribu per anak. “Dana itu sudah cair sekitar Rp 5 triliun,’’ tandasnya. Pilar kedua, lanjut Sulih, adalah keseimbangan anggaran. Diakuinya, saat ini di Banyuwangi kekurangan 1.500 guru SD. Tiap bulan sekitar 500 guru memasuki masa pensiun. Sebab, guru-guru yang purna tugas itu diangkat lewat Inpres Tahun 1970. “Nanti untuk mengatasi kekurangan itu, bisa jadi pendistribusian guru yang lebih di kabupaten A bisa digeser di kabupaten B,’’ ujar Sulih. Dalam melakukan mutasi guru tentu tetap mengacu pada aturan. Pihaknya juga memperhatikan sektor gender dan jarak tempuh. “Jarak tempuh tidak boleh lebih dari 15 km. Guru wanita kita tempatkan tidak jauh dari rumahnya. Lihat saja, hampir 75 persen guru wanita kita tempatkan di kota,” papar Sulih. Dalam kesempatan tersebut, Sulih juga membeberkan program bidik misi, yaitu program beasiswa di perguruan tinggi negeri untuk mahasiswa miskin tapi cerdas. Biaya kuliah per bulan Rp 400 ribu ditambah biaya hidup Rp 600 ribu. “Program ini sudah berjalan selama setahun,’’ ujarnya. Dia menambahkan, bagi warga miskin yang tidak cerdas disediakan dan BKSM (dana bantuan khusus siswa miskin). Sarasehan yang dihadiri seluruh elemen pendidikan kemarin itu berlangsung gayeng. Mulai guru, kasek, kepala UPTD, korwas, MKKS, rektor, LSM, dan dewan pendidikan, datang. Sarasehan bertema “Membangun Pendidikan Berkualitas Menuju Banyuwangi Cerdas Berakhlak dan Prorakyat” itu diprakarsai PGRI Banyuwangi dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Forum Kemisan Radar Banyuwangi. Narasumber yang hadir adalah Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, Ketua LKBH PGRI Achmad Wahyudi, dan Prof. Dr. Ir. Syaat Dipantara (tim ahli BSNP Kemendikbud). “Alhamdulilah sarasehan berlangsung sukses. Harapan kami, kegiatan ini bisa meningkatkan mutu layanan pendidikan di Banyuwangi. Acara seperti ini memang perlu diintensifkan,’’ kata Ketua PGRI, Husin Matamin, didampingi sekretaris, Siswaji. (c1/aif)

Pekan Depan Terbang Pagi ■ MERPATI... Sambungan dari Hal 29

Perawatan itu, kata dia, akan memakan waktu satu hari. Lantaran waktu perawatan hanya sehari, maka pada Jumat (4/5) pesawat akan terbang lagi melayani penerbangan Sura-

baya-Banyuwangi. “Informasi dari kantor Surabaya, tim teknis hanya membutuhkan waktu sehari untuk melakukan perawatan,” ujar Suryadi. Untuk diketahui, sejak 1 Mei 2012 lalu pesawat merpati melayani penerbangan SurabayaBanyuwangi setiap hari. Saat ini,

penerbangan dari Banyuwangi dilakukan pada sore hari. Rencananya, mulai 7 Mei mendatang, pihak Merpati akan mengubah jadwal penerbangan. Pesawat akan berangkat dari Banyuwangi pada pukul 06.00 dan akan kembali ke Banyuwangi pada sore hari. (afi/c1/bay)

Hadiah Utama Honda Revo ■ TIKET... Sambungan dari Hal 29

Tempat yang ditunjuk tersebut, antara lain kantor Dispora Banyuwangi, Toko Wim Cycle Berkat Abadi Banyuwangi, Diler Honda Banyuwangi Motor, Ria Foto Banyuwangi, Radio VIS FM Banyuwangi, dan percetakan Variant Banyuwangi. Di wilayah Banyuwangi Sela-

tan, peserta dapat menghubungi kantor Radar Biro Genteng, Toko Wim Cycle Berkat Abadi Jajag, percetakan Variant Genteng dan Rogojampi. Gowes Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul ini digelar Radar Banyuwangi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan didukung Pemkab Banyuwangi, PT. MPM Honda, PT. Temprina Media Grafika, Ra-

dio Vis Fm Banyuwangi, Aquase, Jtv Banyuwangi, Wim Cycle, Percetakan Variant, Bank Jatim, Air Rolas, SPBU Farly, dan RS Yasmin. Panitia menyediakan hadiah utama berupa dua unit sepeda motor Absolute Revo Tipe Spoke (bukan Honda Spacy seperti diberitakan sebelumnya), sepeda gunung, dan masih banyak hadiah hiburan lain. (c1/bay)

”SETELAH MINUM SUSU KAMBING KELUHAN ANEMIA HILANG, BADAN PUN TERASA SEGAR” SUSU adalah minuman kesehatan yang sebagian besar praktisi kesehatan menganjurkan kita mengkonsumsinya agar tubuh mendapat asupan kesehatan selain makanan yang kita makan seharihari. Namun saat ini, susu yang banyak dikenal dan beredar di masyarakat kita adalah susu sapi. Tapi ternyata, berbagai penelitian menyebutkan, dibandingkan dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat susu kambing. Selain jarang menimbulkan alergi, susu kambing pun merupakan sumber Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi. Riboflavin (vitamin B2) memainkan sedikitnya dua peran penting dalam produksi energi tubuh. Satu gelas susu kambing memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Manfaat susu kambing ini kini bisa diperoleh dalam Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Darotin adalah salah seorang yang kini memilih Milkuma untuk mengatasi keluhan kesehatan yang sering dialaminya. “Sudah 2 tahun kepala saya sering sakit karena anemia, rasanya pusing dan panas.” Ujar ibu 1 orang anak tersebut. Untunglah sekarang ia minum Milkuma, “Setelah minum selama 3 bulan, sekarang keluhan

anemia sudah hilang, badan pun jadi terasa segar.” Terang wanita berusia 30 tahun tersebut. Ia yang telah merasakan manfaat susu kambing ini secara langsung, kini tergerak untuk mengajak orang lain untuk merasakan manfaatnya, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak ibu rumah tangga yang tinggal di Brebes, Jawa Tengah tersebut. Milkuma bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bermutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141354607, Bangkalan : 085322748548, Sumenep : 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.

40

Jumat 4 Mei 2012

Anggota KPU Dilaporkan Kejari Diduga Nikmati Dana P2SEM

ALI NURFATONI/RaBa

REMAJA: BP dan Khoirul Anas, 20, di Mapolres Situbondo Rabu malam (2/5).

Putus Sekolah, ABG Jual Double L SITUBONDO - Sikap anak berubah menjadi nakal, salah satunya disebabkan orang tua bercerai. Bahkan, ujung-ujungnya si anak harus berurusan dengan penegak hukum. Seperti dialami BP, 17, warga Jalan Kartini, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, ini. Anak baru gede (ABG) itu ditangkap polisi lantaran kedapatan membawa pil double L. Saat ditangkap sekitar pukul 21.00 di Desa Kotakan, dia membawa 100 butir obat jenis double L. Akibatnya, BP harus mendekam di sel tahanan Mapolres Situbondo. Kepada koran ini, remaja protolan SMK itu mengaku hanya mengonsumsi obat kesehatan itu sesekali saja. ‘’Sehari cuma dua pil, tidak seringsering amat,” ujarnya. Dia menjelaskan, orang tua-

nya sudah bercerai beberapa tahun lalu. Saat ini, sang bapak sudah punya istri lagi. Seharihari dirinya tinggal bersama ibu dan adiknya. ‘’Sejak SD kelas VI, bapak dan ibu saya bercerai. Saya putus sekolah kelas satu SMK,’’ katanya. Saat ditangkap, remaja tersebut tidak sendirian. Dia bersama Khoirul Anas, 20. Anas juga ikut digelandang ke Mapolres Situbondo. Sebab, polisi mencurigai kedua remaja tersebut sebagai pengedar. ‘’Mereka berdua sudah kita lidik sejak lama. Meski masih kecil tapi mereka diduga pengedar,’’ cetus Kasat Reskoba, AKP Priyo Purwandito, di markasnya kemarin. Penangkapan itu, kata Priyo, diawali dari laporan warga yang mengetahui adanya transaksi yang melibatkan mereka. Usai menerima laporan, tim

reskoba langsung meluncur ke lokasi transaksi. ‘’Mereka berboncengan sepeda motor. Kami hadang, geledah, dan memang benar ada 100 pil double L itu,’’ katanya. Anas membantah saat dirinya dituduh menjadi pengedar. Memang, kata dia, malam sebelum ditangkap, dirinya baru selesai transaksi di daerah Situbondo Selatan. ‘’Saya bukan pengedar. Saya disuruh orang. Biasa dia dipanggil Mas Bro,” kata warga Jalan Sucipto, Kelurahan Dawuhan, itu. Dalam pengakuannya, Anas memang sering menggunakan obat tersebut lantaran dianggap bisa menambah stamina. ‘’Pakai itu bisa menambah tenaga. Saya sering ngelembur membantu orang tua saya yang bekerja menjadi tukang korden,” dalih remaja jebolan SMA itu. (ton/c1/als)

SITUBONDO - Dugaan korupsi dana Program Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Situbondo tahun 2008 kembali mencuat ke permukaan. Menyusul laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) yang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo kemarin. Dalam laporannya, dana senilai Rp 2,8 miliar yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim diduga menjadi bancakan sejumlah pejabat. Bahkan, sebagian pejabat sudah dibui karena terbukti melakukan korupsi, di antaranya Fathorrosyid (anggota DPRD Jatim) dan Sahmo (anggota DPRD Situbondo). Ternyata dugaan keterlibatan sejumlah pejabat lain terus mengalir, salah satunya Imron Rosadi. Pria yang kini menjabat anggota KPU Situbondo itu disebut-sebut menikmati hasil korupsi tersebut. ‘’Kita punya bukti kesaksian dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Ini kita lampirkan dalam laporan,” cetus Ketua LSM Laki, Amirul Mustafa, kemarin. Menurut Amir, dalam realisasinya, setiap kelompok menerima dana tidak utuh. Bahkan, dana tersebut disunat hingga mencapai 75 persen. ‘’Realisasi

ALI NURFATONI/RaBa

LAPORAN: Amirul Mustafa (kiri) menyerahkan berkas laporan kepada kasi Intel Kejari Situbondo, Sugeng Riyadi, kemarin.

di lapangan, dana yang cair hanya 25 persen. Itu versi saksi di BAP dan sudah disumpah. Bukti itu sangat kuat,” paparnya. Dalam keterangan saksi tersebut, kata Amir, dana yang diterima 22 kelompok adalah senilai Rp 1 miliar. Itu pun cara

pembayarannya dengan beragam cara. ‘’Rp 500 juta dicairkan dengan tunai dan Rp 500 juta lagi melalui cek. Koordinator semua itu, ya Imron Rosadi,” tuding warga Jalan PB. Sudirman, Kelurahan Karang Asem, Situbondo, itu.

Lebih lanjut Amir mengungkapkan, aktor-aktor intelektual seharusnya segera diproses hukum. Sebab, sesuai kesaksian di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memang menyebutkan keterlibatan oknum anggota KPU itu. ‘’Kita ingin menguak fakta-fakta hukum yang sebenarnya agar masyarakat tahu,’’ paparnya. Atas temuan itu, masih kata dia, pihaknya meminta kejari segera menindaklanjuti laporan tersebut. Secara terpisah, Imron Rosidi saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut enggan berkomentar lebih jauh. Sebab, hal tersebut dinilai sudah tidak ada persoalan. ‘’Saya no comment saja,’’ saat dihubungi koran ini via ponselnya kemarin. (ton/c1/als)


Radar Banyuwangi 4 Mei 2012