Issuu on Google+

RABU 4 JANUARI

25

TAHUN 2012

Dibuka kalau Pengelola Telah Siap

BANYUWANGI - Rehabilitasi Taman Sri Tanjung, Banyuwangi, sudah rampung kemarin (3/1). Namun, taman di jantung Kota Gandrung tersebut belum dapat dimanfaatkan masyarakat. Pembukaan taman tersebut ternyata masih menunggu kesiapan pihak pengelola taman. Saat ini, perjanjian kerja

sama pengelolaan taman di selatan Pendapa Sabha Swagata Blambangan itu sedang dilakukan. ”Kita ingin kerja sama pengelolaan dilakukan di depan notaris,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setiawan, kemarin n  Baca Dibuka...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SUDAH JADI: Kondisi Taman Sri Tanjung saat direhabilitasi November 2011 lalu (kanan atas). Lampu di Taman Sri Tanjung sudah menyala saat dipotret sore kemarin (kiri).

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.27 14.52 17.44 19.01 03.43

APBD Lolos Verifikasi Gubernur Tender Barang dan Jasa Digelar Awal Februari

BIROKRASI

Layanan Kelurahan Jadi Catatan Bupati BANYUWANGI - Tahun 2012 tampaknya menjadi tahun kerja keras bagi para kepala kelurahan. Sebab, Bupati Abdullah Azwar Anas memberikan warning kepada para kepala kelurahan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Warning Bupati Anas itu disampaikan dalam pertemuan para lurah dari empat kecamatan, yakni Banyuwangi, Kalipuro, Giri, dan Glagah, di Aula Rempeg Jogopati kemarin (3/1). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah kelurahan diminta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Untuk menggenjot pelayanan maksimal, Bupati Anas akan memberlakukan penilaian produktif terhadap kinerja lurah. Lurah yang tidak produktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat akan mendapat catatan khusus Bupati Anas. Para lurah juga diminta melakukan terobosan dan inovasi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kelurahan diperintahkan memberikan pelayanan yang nyaman, murah, dan bertanggung jawab n

BANYUWANGI - Proses pengesahan dan verifikasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2012 Banyuwangi senilai Rp 1,736 triliun mulus melewati proses verifikasi Gubernur Jawa Timur. Gubernur Soekarwo tidak mempersoalkan sejumlah pembangunan yang ter-

cover dalam APBD yang sudah disahkan dalam rapat paripurna DPRD Banyuwangi 16 Desember 2011 lalu itu. Gubernur Soekarwo hanya meminta tambahan penjelasan beberapa item anggaran yang tertera dalam APBD. Tambahan penjelasan itu sudah dikirim kembali oleh Pemkab Banyuwangi kepada Gubernur pada 27 Desember 2011 lalu. Dengan dikirimkannya tambahan penjelasan itu, secara otomatis RAPBD 2012

sudah dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD 2012. Tambahan penjelasan untuk gubernur itu digarap tim anggaran eksekutif bersama Banggar DPRD. Tambahan penjelasan itu sudah diteken pimpinan DPRD sebagai pimpinan Banggar dan Bupati Abdullah Azwar Anas. Dalam tambahan penjelasan itu sudah dikirim rancangan peraturan bupati (perbup) tentang penjabaran APBD 2012 n

Pendapatan Rp. 1.502.196.122.889 Belanja Rp. 1.736.094.839.547 Pembiayaan daerah Rp. 233.898.716.658

 Baca APBD...Hal 35

Pencarian Mayat Imigran Dihentikan

APBD B

 Baca Layanan...Hal 35

GALIH COKRO /RaBa

BANYAK: Ratusan pil trex dan dextro yang diamankan dari tangan tersangka Isnanta dan Suyud.

ADA APA LAGI

Komposisi APBD Banyuwangi 2012

Jok Motor Isi Ratusan Trex BANYUWANGI - Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi mengamankan dua pengecer ilegal obat daftar G kemarin (3/1). Kedua tersangka yang ditangkap di tempat terpisah itu kini diamankan di ruang tahanan Mapolres Banyuwangi.

Penjual obat daftar G itu adalah Suyud, 50, warga Dusun Wijenan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Tersangka lain adalah Isnanta, 24, warga Dusun Rogojampi Utara, Desa/Kecamatan Rogojampi. “Kedua tersangka kita tangkap di tempat terpisah,” kata Kasatnarkoba

Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Polisi menangkap Suyud di rumahnya di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Saat diringkus polisi, pria paro baya tersebut sedang melayani pembeli obat daftar G tersebut n  Baca Jok Motor...Hal 35

BANYUWANGI - Aparat kepolisian secara resmi menghentikan pencarian mayat imigran asal Timur Tengah di perairan Banyuwangi Selatan. Dari data kepolisian Polres Banyuwangi, jenazah yang berhasil dievakuasi selama pencarian sebanyak 87 jenazah. Saat ditemukan, puluhan mayat itu kondisinya sudah membusuk. Mereka diduga merupakan imigran asal Timur Tengah yang kapalnya tenggelam di perairan Prigi, Kabupaten Trenggalek, 17 Desember

2011 lalu. “Pencarian (mayat) telah kita hentikan,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi kemarin (3/1). Kapolres Nanang mengaku tidak tahu pasti apakah masih ada mayat imigran yang tersisa ataukah tidak. Tetapi, dari hasil penyisiran terakhir, sudah tidak ditemukan lagi mayat di perairan tersebut. “Mungkin habis. Kalau masih ada, kondisinya tentu sudah rusak dan hancur,” katanya. Selama pencarian dilakukan, jelas Nanang, jumlah mayat yang ditemukan berjumlah 87 mayat n

Rekapitulasi Temuan Mayat Imigran di Banyuwangi g Selatan Pantai Kecamatan Tegaldlimo Pantai Kecamatan Purwoharjo Pantai Kecamatan Siliragung

 Baca Pencarian... Hal 35

: 33 mayatt : 7 mayat : 5 mayat

DIEVAKUASI KAPAL PERANG KRI Oswald Siahaan : 21 mayatt KRI Untung Suropati : 21 mayatt Total : 87 mayatt

Kisah Pilu Keluarga Sudawud, Korban Penembakan di Aceh GALIH COKRO/RaBa

MASIH MUDA: Yan dan Gun diamankan di Mapolsek Blambangan kemarin.

Embat Helm, Dua Pelajar Dihajar Warga BANYUWANGI - Dua remaja, yakni Yan, 17, dan Gun, 15 (keduanya pelajar SMA), ditangkap warga di Jalan RW. Monginsidi, Banyuwangi, kemarin (3/1). Keduanya dipergoki warga saat mencuri helm di trotoar Jalan A. Yani, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, kemarin. Sebelum diamankan polisi, kedua tersangka sempat dihajar warga. Kini Yan asal Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, dan Gun asal Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, itu diamankan di Mapolsek Blambangan untuk proses hukum. “Helm yang sempat dicuri dan motor tersangka kita amankan di polsek,” cetus Kapolsek Blambangan AKP Ary Murtini melalui Kasi Humas Aiptu Monip n  Baca Embat...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Istri Hamil 9 Bulan, Jabang Bayi Sudah Yatim Penembakan pekerja di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menyisakan kepedihan bagi keluarga korban di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Sudawud, 25, pergi untuk selamanya dengan meninggalkan istri yang tengah hamil sembilan bulan. ALI NURFATONI, Muncar JELANG pergantian tahun 2012 Sabtu malam lalu (31/12) merupakan momen yang tidak bisa dilupakan keluarga besar Sairi (almarhum) dan Sumitun, 70, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo. Sebab, pada malam pergantian tahun baru itu, terjadi penembakan yang mengakibatkan

REPRO ALI NURFATONI/RaBa

LAMA: Foto Sudawud saat menikahi Winda beberapa tahun lalu.

anak kelima dari enam bersaudara mengembuskan napas terakhir. Ironisnya, tragedi berdarah itu ti dak terjadi di tanah kelahiran sen diri. Daud—sapaan akrab Sudawud—ditem bak saat mengais rupiah di perantauan. Dia bekerja di proyek penggalian kabel optik di Desa Balangcot Tuno, Kecamatan Blangbladeh, Kabupaten Bireun, Provinsi NAD. Dalam peristiwa itu, dua saudara Daud selamat dan lolos dari maut, tapi Daud tewas. Hingga kini, seluruh kerabat masih menunggu kepastian kepulangan jenazah Daud ke kampung halaman. Dalam insiden memilukan itu, almarhum Daud bersama dua saudaranya tengah berada di tempat kos. Namun, petaka muncul saat dua orang bersenjata yang tidak dikenal tiba-tiba menyerang tempat kos tersebut n

Layanan kantor kelurahan jadi catatan khusus Bupati Anas Mau catat tarifnya sekalian Pak?

Taman Sri Tanjung dibuka jika pengelola sudah siap Asal jangan lima tahun lagi baru siap

Rp

 Baca Istri...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 4 Januari 2012

Hujan Deras, Jalur Kumitir Tetap Normal

GELANDANGAN

ALI NURFATONI/RaBa

LOKASI PEMAKAMAN : Jasad Mrs X di makamkam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh.

Tewas di Dekat Bengkel SINGOJURUH – Seorang gelandangan ditemukan tak bernyawa di tepi jalan raya Desa Lemahbang, Kecamatan Singojuruh, kemarin. Identitas mayat berkelamin perempuan itu masih misterius. Umurnya diperkirakan 50 tahun. Kali pertama ditemukan di depan sebuah bengkel, korban sudah tidak sadarkan diri. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tak bisa diselamatkan. Tidak perlu menunggu waktu lama, polisi dibantu warga langsung memakamankan jasad gelandangan tersebut. ‘’Malam itu langsung dikubur,’’ ujar Suroso, warga setempat. Hingga sore kemarin, identitas gelandangan belum juga terungkap. Hanya saja, selama ini korban sering mondar-mandir di sekitar jalan raya yang mengubungkan kecamatan Singojuruh dan Kecamatan Rogojampi tersebut. Untuk mempermudah pencarian keluarga korban, pihak kepolisian meminta kepada wartawan koran ini untuk memublikasikan ke media massa. ‘’Semoga ada keluarganya yang tahu,’’ ujar Kapolsek Singojuruh AKP, Sugeng Ngudiadji kemarin. (ton/aif)

ABDUL AZIS/RaBa

RAWAN LONGSOR: Akar pohon besar di Kumitir ini ikut longsor setelah diguyur hujan deras, Senin kemarin (2/1).

KALIBARU – Setelah sempat macet karena longsor, arus lalu lintas di jalan raya Kumitir perbatasan Banyuwangi-Jember, kembali normal. Meski sejak siang hingga sore diguyur hujan deras disertai angin kencang, kawasan tersebut tidak sampai terjadi longsor susulan “Sampai sore ini masih aman Mas. Nggak ada longsor lagi,” kata Kapolsek Kalibaru, AKP Suwanto Barri. Sepanjang hari kemarin, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap situasi di perbatasan dua kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut. “Hujannya memang sangat deras, tapi sampai sore ini nggak ada apaapa kok, tetap normal,” ujar Suwanto Barri. Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang terus mengguyur dua hari terakhir menyebabkan tebing sisi barat jalan di salah satu tikungan di kawasan Gunung Kumitir longsor. Akibatnya, arus lalu-lintas di perbatasan JemberBanyuwangi itu macet sekitar tujuh jam. Parahnya, longsornya tebing itu membuat pohon besar tumbang. Pohon berdiameter sekitar dua meter itu ambruk menimpa bagian belakang mobil operasional sebuah pabrik rokok. Tak pelak, mobil Daihatsu Grandmax bernopol B 9605 UP itu mengalam_i kerusakan parah. Kemacetan di kawasan Gunung Kumitir menyebabkan antrean panjang. Panjang antrean kendaraan dari arah Banyuwangi mencapai sekitar empat kilometer. Panjang antrean dari arah Jember (barat) kurang lebih sama. (azi/aif)

2 Tahun Menderita Kanker Ovarium

LEGISLATIF

EDY SUPRIYONO/RaBa

Jalin Komunikasi Politik DUA hari berturut-turut mobil dinas Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, berada di kantor DPRD. Seperti yang terjadi siang kemarin. Meski tak ada agenda sidang paripurna, orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu rutin datang ke gedung para wakil rakyat. Diduga kuat, Bupati melakukan komunikasi politik terkait belum adanya kepastian agenda paripurna hingga kini. Semoga, komunikasi membuahkan hasil. Sebab, bukan kasih saja yang bisa tak sampai, komunikasi pun bisa juga tak sampai. (pri/aif)

MLANDINGAN – Derita hidup berat dialami Nur Laila, warga Desa/Kecamatan Mlandingan. Perempuan berumur 35 tahun itu menderita kanker ovarium yang membuat perutnya terus membesar. Akibatnya, Nur Laila kini tak bisa melakukan aktivitas apa-apa. Jangankan berjalan, untuk bisa tidur terlentang saja dia kesulitan. Dia hanya bisa duduk di tempat tidur. Derita yang dialami ibu dua anak ini menggugah empati dari pengasuh pesantren putri Salafiyah-Syafi’iyah, Sukorejo, Ny. Hj. Djuwairiyah Fawaid dan Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye. Dua perempuan itu menyambangi Nur Laila di rumahnya. Selain memberikan bantuan uang, Djuwairiyah juga memberikan bantuan beras. “Kalau dibandingkan penderitaan

dan kebutuhan pengobatan Bu Nurlaila, tentu bantuan saya tidak ada apa-apanya. Namun, saya yakin bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehariharinya,” terangnya. Apalagi, Nur Laila setiap saat tidak bisa berkeluh kesah terhadap suaminya yang bekerja di Kalimantan. Padahal, dua anaknya terus beranjak remaja dan butuh biaya. Setiap harinya, Nur Laila tinggal di rumah saudaranya. “Minimal untuk kebutuhan semacam itulah,” imbuh istri Kiai Fawaid itu. Laili menderita kanker ovarium sekitar dua tahun terakhir. Keadaan ekonominya yang pas-pasan, membuat dia tak bisa berbuat banyak dengan penyakit ganas yang bersarang di tubuhnya. Beberapa kali dirawat di rumah sakit kelas III, namun itu tak banyak membantu.

EDY SUPRIYONO/RaBa

PEDULI SESAMA: Hj. Djuwairiyah (kiri) bersama Ketua DPRD Zeiniye menyambangi Nur Laila di rumahnya, kemarin.

Ketua DPRD Situbondo Zeiniye mengaku sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memberikan penanganan terhadap penyakit Nur Laila. Salah satunya dengan Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem. “Ka-

rena tidak ada dana khusus, perlu langkah bersama dari pengambil kebijakan. Jangan sampai hanya terus menerus menggantungkan kekuatan APBD. Sebab, segera butuh penanganan,” ungkapnya. (pri/aif)

Pengawas Harus Mampu Mengawasi Kinerja Guru SITUBONDO – Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Situbondo menggelar workshop penilaian kinerja guru dan pengembangan keprofesian berkelanjutan, kemarin. Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini diikuti 45 pengawas TK, SD dan dikmen. Acara yang ditempatkan di aula Rumah Makan Asri Panarukan ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Fathorrahman. “Peserta kita harapkan dapat memahami berbagai peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan pembinaan dan peningkatan profesionalitas guru. Termasuk memahami mekanisme dan prosedur penilaian kinerja

guru serta mekanisme dan prosedur pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB),” papar Fathorrachman. Para peserta juga diharapkan memahami isi dokumen yang terkait dengan penilaian kinerja guru dan mampu mengidentifikasi aktivitas guru yang signifikan terkait dengan kinerjanya. “Pengawas juga harus mampu mengamati kinerja guru. Hasil pengamatannya dapat memberikan rekomendasi atau saran perencanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan,” imbuh Fathorrachman. Koordinator Pengawas Dispendik Sunari menambahkan, tujuan workshop untuk meningkatkan profesionalitas

pengawas sekolah melalui pemberdayaan kapasitas musyawarah kerja pengawas sekolah dalam melaksanakan kegiatan penilaian kinerja guru. Workshop kemarin menghadirkan sejumlah sumber. Sutino dan Samsuri mengupas penilaian kinerja guru (PKG). Untuk game PKG disampaikan Sueb dan Maswar. Game pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) disampaikan Supatra dan Zaenal Fatah. Materi PKB disampaikan Sumiyati dan Akmo. Materi kebijakan PP disampaikan Kadispendik Fathorrahman. PBKB disampaikan Sunari dan Subagio. Evaluasi disampaikan Sudarto, Ismail, Djoko BS, dan Yanto. (pri/adv/aif)

SYAMSURI/RaBa

PEMBERDAYAAN: Kadispendik Fathorrachman didampingi Koordinator Pengawas Sunari dan Kabid Dikmen Dwi Totok Iriyanto.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 4 Januari 2012

Dikubur Tanpa Kepala

Bermain Judi Biliar, Tiga Warga Dicokok GENTENG - Asyik bermain biliar mengandung unsur perjudian sampai larut malam berbuntut di bui. Permainan judi itu dilakukan di sebuah rumah di Dusun Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Polisi mencokok tiga pemuda yang diduga terlibat perjudian dua malam lalu itu. Ketiga pemuda yang kemarin (3/ 1) mendekam di tahanan Mapolsek Genteng itu adalah Agus Santoso, 29, warga Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Dua temannya adalah Ernadi, 29, dan Bejan Santoso, 38, warga Dusun Curahketangi. Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 30 ribu, tiga batang stik, 15 bola biliar warna-warni, dan sebiji bola biliar warna putih. Selain itu, satu unit meja biliar juga disita. Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto melalui Kanitreskrim

Aiptu Bambang mengatakan, tertangkapnya ketiga pemain judi itu berawal dari informasi warga kepada polisi. Petugas mendapat informasi bahwa sekelompok orang sedang bermain biliar disertai judi di sebuah rumah warga di Dusun Curahketangi. Atas dasar laporan tersebut, beberapa anggota Reskrim Polsek Genteng meluncur ke TKP untuk penyelidikan. Setelah diintai lama, upaya polisi membuahkan hasil. Anggota Reskrim Polsek Genteng yang mengintai merasa cukup bukti untuk melakukan penggerebekan. “Karena dilihat memang ada unsur judi, ya langsung ditangkap,” jelasnya. Ketika disidik, ketiganya mengakui telah bermain biliar disertai judi. Namun, perbuatan itu hanya iseng karena ingin mengisi waktu luang. “Ngakunya ingin melekan,” kata Bambang. (azi/c1/irw)

Korban Mutilasi di Kebun Sawit Kalteng MUNCAR - Nasib malang menimpa Sugiman, 32, warga Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar. Dia tewas mengenaskan saat bekerja di kebun kelapa sawit, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), belum lama ini. Yang membuat miris, tubuh korban sudah tidak utuh lagi. Kabarnya, dia menjadi korban pembunuhan dengan cara dimutilasi. Saat tiba di rumah duka Senin malam kemarin (2/1), jasad korban tidak lengkap. Hanya tersisa badan dan kaki. Praktis, saat dimakamkan warga setempat, tubuh korban dalam kondisi tanpa kepala dan kaki. Tak menunggu lama

setelah tiba, jasad korban yang dimasukkan peti mati itu langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Kedungringin. Diduga kuat, Sugiman merupakan korban mutilasi saat tengah bekerja di kebun sawit. Hingga kemarin, bagian tubuhnya yang lain belum ditemukan. Sayangnya, pihak keluarga enggan menceritakan peristiwa yang merenggut nyawa Sugiman. “Masalahnya saya tidak tahu, Bapak (suaminya, Red) yang bisa cerita,’’ kata Riani, kerabat korban, saat dihubungi RaBa kemarin (3/1). Riani menandaskan bahwa hanya suaminya yang tahu. Namun, kemarin suaminya masih bekerja mencari ikan. ‘’Bapak belum datang. Sekarang masih di laut mencari ikan,’’ terangnya. (ton/c1/irw)

Pegang Kabel Jatuh, Tewas Kesetrum ABDUL AZIZ/RaBa

BARANG BUKTI: Tiga batang stik dan beberapa butir bola biliar yang dipakai bermain judi diamankan polisi di Mapolsek Genteng kemarin (3/1).

Jenazah Sudawud Dipulangkan

ADA APA LAGI

Dua Korban Selamat masih Diperiksa Polisi

POLSEK For RaBa

DIBORGOL: Tersangka Wawan (kanan) bersama petugas saat akan dibawa ke Lapas Banyuwangi.

Balas Dendam, Salah Orang TEGALDLIMO - Aksi balas dendam Agung Kurniawan alias Wawan, 28, berujung ke ranah hukum. Celakanya, aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga Dusun Sumberdadi, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, itu salah sasaran. Korban salah tonjok itu adalah Sunaryo, 17, warga Dusun Dam Telu, Desa Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo. Mulut korban nyonyor akibat kena bogem Wawan. Penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 21.30, menjelang pergantian tahun baru Sabtu lalu (31/12). Waktu itu, Wawan menerima perlakuan kekerasan dari seorang pemuda di tepi jalan raya. Lantaran tidak terima terima, Wawan mengajak beberapa temannya mengejar si pemuda yang melarikan diri menggunakan sepeda motor itu. Nah, Wawan menduga targetnya masuk sebuah rumah makan di Dusun Dam Telu. Di warung nasi tersebut, Wawan mengira Sunaryo yang memakai baju hitam adalah orang baru saja memukulnya. Kedua orang itu sempat terlibat adu mulut. Sunaryo ngotot tidak pernah melakukan aksi kekerasan yang dituduhkan Wawan. Buntutnya, Wawan yang emosi langsung melayangkan bogem mentah kepada Sunaryo. Pria yang mabuk miras itu juga sempat menyuruh korban lapor polisi kalau tidak terima. “Kalau tidak terima bilang polisi. Bilang nama saya Wawan,’’ ungkap Aiptu Suhadi, Kasi Humas Polsek Tegaldlimo, menirukan ucapan tersangka, kemarin. Korban yang merasa tidak bersalah langsung bergegas melapor ke mapolsek setempat. Setelah dimintai keterangan, satuan polisi langsung mencari keberadaan Wawan. “Kami tangkap sekitar pukul 01.00 Minggu dini hari (1/1),’’ jelas Suhadi. Kepada polisi, Wawan mengaku tidak terima terhadap perlakuan yang dia terima. Sayangnya, dia hanya berbekal ingatan bahwa orang yang memukulnya berpakaian hitam. “Cuma tahu pakai baju warna hitam, ternyata salah sasaran,’’ beber Suhadi. (ton/c1/irw)

MUNCAR - Waktu kepulangan warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, yang tertembak di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kini sudah ada titik terang. Kemarin (3/ 1), sudah ada kepastian tentang pemulangan korban penembakan di sebuah rumah kos di Desa Balangcot Tuno, Kecamatan Blangbladeh, Kabupaten Bireun, NAD, Sabtu malam (31/12) lalu. Namun, yang dipulangkan lebih dahulu adalah jenazah Sudawud, 25, korban meninggal dunia. Jenazah suami Winda itu sudah diterbangkan menggunakan pesawat dari NAD sekitar pukul 12.00 WIB kemarin (3/1). Dua saudaranya yang dinyatakan selamat, yakni adik ipar korban, Antok, 28; dan kakak kandung korban, Yaiman, 29, belum boleh pulang ke Banyuwangi. Pihak kepolisian setempat belum memperkenankan mereka kembali ke kampung halaman. Mengapa kepulangan mereka masih ditahan? Antok mengaku sudah berupaya pulang bersama mayat kakak iparnya dan Yaiman yang menderita luka tembak di mata kaki. Namun, usahanya tidak ber-



PESANGGARAN - Sungguh malang nasib Lasemi, 65. Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, itu meninggal dunia gara-gara memegang kabel yang teraliri listrik kemarin pagi. Ceritanya, kemarin pukul 09.00, korban yang sedang di ladang melihat kabel tergeletak di tanah. Kabel yang dialiri listrik itu tertimpa pohon pisang yang roboh. Nah, korban bermaksud mengambil kabel itu lalu meletakkannya di posisi yang benar. Namun, saat mengangkat kabel, ternyata dia memegang bagian yang tidak terbungkus pengaman. “Akibatnya, korban kesetrum sampai meninggal dunia di tempat,” ungkap Kapolsek Pesanggaran

AKP Supriyadi kepada RaBa di markasnya kemarin siang (3/1). Kali pertama yang menemukan tubuh korban adalah Wito, 53, petani Dusun Pancer, Desa Sumberagung. “Ditemukan sekitar jam 11.00,” sebut mantan kapolsek Kalibaru itu. Kapolsek menuturkan, begitu mendengar penemuan mayat, polisi langsung menuju lokasi. Selanjutnya, mayat Lasemi dibawa ke Puskesmas Pesanggaran untuk dilakukan pemeriksaan. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa cangkul, sabit, pakaian korban, dan kabel listrik. “Sampai saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan para saksi,” kata kapolsek. (azi/c1/irw)

Tepergok Embat 12 Kelapa DOK/RaBa

DIPULANGKAN : Saudara korban menunjukkan foto Sudawud.

hasil. “Cuma (mayat, Red) kakak saya yang boleh pulang. Saya dan Kang Yaiman tidak boleh pulang,’’ tutur Antok saat dihubungi melalui handphone kemarin (3/1). Kepada RaBa, Antok mengaku bahwa dirinya memang dilarang pulang dalam waktu dekat. Apalagi, jika pulang bersama mayat kakak iparnya. Dia mengaku, hingga kemarin dirinya dan kakaknya masih dimintai keterangan aparat kepolisian setempat. “Di sini masih diinterogasi pak polisi,’’ paparnya. Padahal, Antok mengaku

sudah tidak ingin bertahan lebih lama di Kabupaten Bireun. Pasalnya, kondisi daerah tempat tinggalnya itu sangat rawan. Bahkan, menurut dia, bukan hanya warga di daerahnya yang harus ekstra waspada. “Pingin pulang, karena di sini tidak nyaman,’’ keluhnya. Saat ditanya apakah pelaku penembakan sudah ditangkap? Antok mengaku belum mengetahui informasi tentang penangkapan pelaku n Baca Jenazah...Hal 35

KALIBARU- Asyanto, 40, harus mendekam di tahanan Mapolsek Kalibaru kemarin (3/1). Warga Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, itu dipergoki petugas keamanan sedang mencuri kelapa di Perkebunan Sumberwuni, Kecamatan Kalibaru. Dia ditangkap saat turun dari pohon kelapa. “Begitu ditangkap petugas keamanan kebun, pelaku langsung diserahkan ke Mapolsek Kalibaru,” terang Kapolsek Kalibaru AKP Suwanto Barri melalui Kanitreskrim Aiptu Abdul Karim kemarin.

Kapolsek menuturkan, tertangkapnya Asyanto bermula dari kecurigaan petugas keamanan kebun yang mendengar suara kelapa jatuh. Saat itu, petugas sedang patroli keliling perkebunan. Nah, petugas keamanan kebun langsung mendekati lokasi suara kelapa jatuh itu. “Begitu sampai di TKP (tempat kejadian perkara), ternyata ada pelaku di atas pohon kelapa,” tuturnya. Petugas keamanan sengaja membiarkan tersangka beraksi. “Nah, ketika pelaku turun, baru dia ditangkap petugas keamanan ,” ceritanya . (azi/c1/irw)


KOMUNIKASI BISNIS

28

Rabu 4 Januari 2012

Cuci Gudang Akhir Tahun Hi-Tech Mall

Banjir Promo Murah Android Tab Plus Hadiah Langsung CUCI Gudang Akhir Tahun Hi-Tech Mall memberikan promo murah Android Tab plus hadiah langsung yang akan dihelat hingga tanggal 5 Januari 2012 mendatang. Promo murah dimulai dari Samsung Tab 7 Plus seharga Rp. 5,35 juta yang memberikan anti gores dan aplikasi gratis untuk anda. Tabulet Octa adalah satu-satunya android tab yang bisa membaca hardisk, flashdisk, mouse, keyboard secara bersamaan bisa anda dapatkan dengan harga Rp.2,8juta plus free leather case, anti gores dan aplikasi. Sementara itu, Vandroid T2 seharga Rp.1,799juta turun jadi Rp. 1,699 juta. CPad 703 bahkan bisa anda dapatkan dengan harga lebih murah Rp. 2,2 juta saja. JetPad-700S dari harga Rp.1,75juta menjadi Rp.1,65juta free kabel OTG dan handsfree. ZTE Light V9 seharga Rp. 2,299 juta menjadi Rp.1,799juta free internetan unlimited 60 hari. Inforce DM-70 hanya Rp.900ribu free leather case dan SD card 4GB. Huawei Media Pad hanya Rp. 4 juta free internetan unlimited 90 hari. Android Tab Cyrus TV Pad kini hanya ditawarkan dengan Rp. 2,588 juta saja. Setiap pembelian Android berhadiah langsung dan mug Android yang tercetak langsung foto Anda dan konsultasi gratis di Android Corner.

Promo Harga Murah Mulai Notebook Hingga Printer HARGA turun juga berlaku untuk produk terbaik dari merek-merek notebook paling digemari tahun ini. Sebut saja, Toshiba L745-1102, core i3-M380, 2GB, 320GB HDD seharga Rp. 4,849 juta. Selain itu, Dell N4050, B950, 2GB, 500GB HDD seharga Rp. 4,299 juta ikutan turun jadi Rp. 3,899 juta. Lenovo G475-3655, AMD E300, 2GB DDR3, 320GB HDD, ATI Radeon HD 630 hanya Rp. 3,12 juta. Penggemar Axioo bisa memiliki seri HNW 3112, core i3, 1GB, 250GB HDD cukup dengan harga Rp. 3,799 juta yang sebelumnya dipatok dengan Rp. 3,999 juta. Anda ingin memiliki memory 2 GB gratis? Beli saja Fujitsu LH531, core

Venera Luncurkan Ego 307

Ponsel Musik Berdesain Dinamis MENYUSUL sukses seri sebelumnya, Venera kembali memperkuat jajaran ponsel musiknya dengan meluncurkan Venera Ego 307. Selain masih mengandalkan kualitas speaker dan memori eksternal berkapasitas hingga 4 GB, ponsel ini juga memiliki tampilan desain yang dinamis dan berkelas. Menawarkan ponsel tanpa keunggulan tambahan, tentu bukan pilihan menarik bagi pengguna. Lihat saja, kini hampir setiap ponsel dilengkapi aplikasi multimedia. Seperti pemutar musik, kamera untuk memotret dan merekam video, serta fasilitas hiburan lainnya. Kendati demikian, aplikasi tambahan seperti multimedia, tentu tidak cukup sekadar ada. Melainkan harus berkualitas baik dan mudah dioperasikan.

BANYUWANGI

“Keunggulan ini yang ditawarkan ponsel Venera,” ujar Teddy Chan, Direktur Marketing Venera. Teddy menjelaskan, ponsel Venera Ego 307 memiliki keunggulan dibanding produk kompetitor di kelasnya. Sebut saja speakernya yang mampu menghasilkan suara cukup nyaring namun tetap jernih atau tidak pecah. Ini menunjukkan, Venera memperhatikan kualitas agar sesuai kebutuhan pengguna dan memuaskan penikmat musik. Yang juga menjadi perhatian Venera dalam setiap meluncurkan produk ponselnya adalah kemudahan cara mengoperasikannya. Dan, Venera memahami itu dengan menempatkan tombol musik lengkap di sisi layar bagian bawah. Dengan demikian, kata Teddy, pengguna tinggal tekan

BANYUWANGI

drol dengan harga Rp. 750 ribu sudah dilengkapi print, scan, copy. Tak ketinggalan Hi-Tech Mall mengguyur pengunjung dengan bonus dan hadiah langsung, mulai puluhan printer, notepad, hingga notebook dan lain-lain. Setiap pembelanjaan produk berstiker HiTech Mall minimal Rp. 2 juta, semua hadiah itu akan memenuhi belanjaan Anda. Dengan minimum pembelanjaan Rp. 500 ribu, miliki mug eksklusif yang tercetak foto Anda. Bagi pengunjung luar kota dapatkan Double Bonus hadiah langsung di redemption lantai dasar. Ingat IT, Ingat Hi-tech Mall dong (*)

Pondok Wina Layak Jadi Waralaba

tombolnya tanpa perlu repot masuk ke menu. “Ponsel juga harus mudah dan praktis dioperasikan,” ujar Teddy menegaskan. Selain keungulan dan kelengkapan aplikasi, kata Teddy, Venera juga memperhatikan dari sisi desain. “Ponsel yang memiliki aplikasi bagus dan lengkap, tetapi kalau tampilan desainnya kurang menarik, menjadi kurang lengkap,” katanya. Alasannya, ponsel juga menjadi bagian dari kebutuhan gaya hidup. Membawa ponsel juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri penggunanya. “Tak cukup hanya canggih, tetapi juga harus trendy,” katanya. Karena itulah, Venera Ego 307 memiliki desain yang dinamis dan menarik. Sehingga cocok untuk mendukung penampilan pengguna yang aktif sekaligus penikmat musik. Selain itu, juga menggunakan material berkualitas untuk menghadirkan ponsel berkelas. (ikl/*/als)

BANYUWANGI

i3-2310M, 2GB DDR3, 320GB HDD seharga Rp. 4,68 juta saja. Acer 4739 seharga Rp. 4,199 juta pun menawarkan voucher belanja gratis senilai Rp. 300 ribu. Tak mau ketinggalan, Toshiba L640-1061, B950, 1GB DDR3, 500GB HDD kini dibandrol dengan harga Rp. 3,825 juta saja. HP 430-370, core i3, 2GB DDR3, 500GB HDD hanya Rp. 3,8 juta. Pengujung Hi-Tech Mall juga masih akan dimanjakan oleh murahnya belanja printer. Seperti Printer Brother DCPJ125 ini misalnya, cukup dengan harga Rp. 990 ribu free modif. Di sisi lain, Printer Canon MP287 + modif yang hanya diban-

Brand Image Sudah Kuat BANYUWANGI – Franchise atau waralaba yang hendak digeluti Pondok Wina Banyuwangi ini menawarkan sistem kerjasama yang menarik dan menguntungkan bagi siapa saja yang akan bergabung. Sebagai usaha bersama dengan sistem franchise ini, masing-masing pihak akan diberikan keuntungan yang menggiurkan. Dengan menyandang menu ayam goreng Blambangan yang telah dilakukan sejak 1973, menjadi salah satu alasan mengapa berbisnis waralaba kuliner itu menjadi incaran banyak pihak. Secara brand image, nama Pondok Wina Hall & Restaurant begitu kuat di hati masyarakat Banyuwangi. Bahkan, bagi orang luar kota yang kebetulan mampir di Pondok Wina dan mencicipi ayam goreng Blambangan, dijamin akan kembali lagi. “Ayam goreng Pondok Wina begitu khas. Terus terang, saat men-

BANYUWANGI

LEZAT DAN KHAS: Ragi ayam goreng Blambangan yang diolah secara khusus ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Pondok wina. TOHA/RaBa

cicipi pertama kalinya saya langsung ketagihan,” kata Andi Wicaksono, salah seorang pengusaha dari Bali. Selain brand image yang dimiliki sudah kuat, secara bahan baku dan cara penyajiannya, Pondok Wina telah memenuhi unsur bisnis waralaba. “Langkah bisnis waralaba Pondok Wina sangat serius. Bahkan, nama Pondok Wina telah kami daftarkan di Kementerian Hukum dan HAM RI,” kata pengelola Pondok Wina, Heru Baskoro.

BANYUWANGI

Langkah serius lainnya adalah menjual aset Pondok Wina yang ada di Jalan Basuki Rahmat No. 92 Banyuwangi. Aset seluas 10.000 m2 itu didukung hall pertemuan yang bisa menampung 1.500 pengunjung serta lokasi di tengah kota. “Untuk melakoni bisnis franchise ini dibutuhkan biaya besar. Untuk itu, diperlukan pengorbanan. Jadi, jika Anda ingin berwaralaba bareng. Mari maju, bersama kita bisa,” pungkas pengusaha itu. (ikl/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Disewakan •

• Sutri Garden •

• Rumah & Toko •

• Honda Jazz •

• Daihatsu Diskon •

• Panther 94 •

• Internet Tanpa Batas •

Dswkn: Rmh baru, Jl. Thamrin 16 Bwi. KT3, KM3,dapur,RtamudktMasjid&Mall.0811330022

Dijual Rmh tipe 50 hrg 175jt berkualitas di perum elite sutri garden. Telp. 03337722222/081249400460

Dijual tk/rmh tkt2, full prabot, strgis, Jl. Kembar, Lt 310/490m, uk.10x13m, marmer, ksn jati. Tk Sriwijaya, Jl Gajah Mada 274 Gtg, Bwi. H. Sugiarto 081233499888, (031)70338181

Jual cepat Jazz i-dsi 2004 merah (KM 150rb) manual. Hub: 0333-593092.

Miliki segera All New Xenia mli 133Jt. Gran Max, Luxio, Sirion, Terios Disc 7Jt. Free GPS+Proses Cpt. Hub: HADI 0815.5970.5555 / 081 233 432 555

DijuaL Panther th 94, hrg 50jt nego, Hub: Bp. Ujang 087755905432

Bebas kuota, speed tdk turun (up to 2Mbps). 3G/Evdo, 60rb/bln 082141237055

• Rumah + Tanah • Dijual Sgr Rumah + Kebun rambutan luas 8050m2 SHM harga 400jt nego di Pekulo Sumbersari. Pembayaran bisa diatur. Hub: 081554147502 (TIDAK TERIMA SMS ATAS NAMA RADAR BANYUWANGI)

• Sobo Indah Permai • Jual Cpt rumah type 45 Sobo Indah Permai siap pakai sdh renov kramik, pgr, dapur, hrg Rp. 80 jt. Hub: 081336397123

• Sutri Garden• Dijual rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

• Genteng Strategis •

• Dijual/Over Kredit•

SITUBONDO • Rumah Dawuhan •

Dijual Rmh+Tanah pojok SHM/IMB.LT 256 LB 100+. Cck u usaha (sdh ada tokonya). Lok Perum Sobo Kartika B-01 Bwi, 08123573571

• Rumah 420M2 • Dijual Rmh Lt 420m, Lb 300m, Dpn SD Model, Padat Pndduk, 5kt+ 3km+ Garasi+Toko. 085854526161, 082132211000. Jm Krja

• Rumah Villa •

Dijual Ruko 2lt, Jl. Adi Sucipto Bwi, L5x25m, Hdp Timur, Hub. Arya 081336659258

Dijual Rumah pinggir jalan besar, SHM. 1. Jl. Hasanuddin, L293m2 (11x26m), H 1,7 M; 2. Jl. Gajahmada L484m2 (15x32m), H 3 M. Hubungi: 081358279830

Dijual Rmh /over kredit, Perum Permata Husada Gentengan type 36 Full+Garasi +3KT, 087757762866/085331630950

• Rumah + Tanah Sobo•

• Ruko 2 Lt •

Dijual Rmh Jl. Hasan Asegaf 34, Kel. Dawuhan, SHM. LT 220m2. Fas: 3K Tdur, dapur, K Mandi, Gudang, Garasi. Listrik 1300W, telpon, PDAM. Hub: 08123458629 TP (sebelah barat Masjid An Nur)

• Dikontrakkan •

• Toyota Corona • Jual cepat mobil Toyota Corona Ex Salon ‘91, 42 jt nego, Hub. Hendro 085258510888

• Estilo • Dijual Karimun Estilo wrn merah th 07 ats nama sendiri bagus 081249230490

• Innova • Dijual Innova G.’07 bensin, light green, bagus. Harga 165 juta. Hub: 08179622454

• Prima Mobil •

• Truk •

Sgr Indent, New Car: ALL NEW AVANZA, New Grand Inova, All New Xenia, New Grand Livina HWS, March, Juke, ALL New Jazz, PU Grandmax, PU L300, FE74PU, PU Mega Carry. Hub 0811301676, 0333411655

Dijual 8 Truk siap dijagal. Butuh uang cepat, Hub: 08123456909

• Estilo & Livina •

• Loundry Dina •

Dijual Estilo ‘07, abu-abu mtlk, & Livina 2 bgku ‘09, abu-abu tua mtlk. H: 082140758983

Loundry 3 Jam &1 hr slsi, paket mli 75rb/ bln. Antr-jmpt, fas trlgkp 085 749 262 307

• Toyota Soluna •

• Peluang Usaha Tas Import •

Dijual Toyota Soluna 2000, Istw silver met, Pjk bru, P Stbndo, 72,5 jt, H: 08123471646

Peluang Usaha Tas Import yg speserpn tdk rugi, H:085238015470 (Bwi, Stb, Bws)

• Honda Jazz 05 •

BANYUWANGI

• Avanza •

• Tambak Udang •

Dijual/Oper kredit Avanza silver, Plat DK 1240AA Tipe G. Sdh dpt 21bln, Bagus, Hub. 081233035439

• Avanza 08 •

• Geely •

• Panther Pick-Up •

• Jahe Gajah •

Dijual Cepat Panther Pick-UP 2005 Warna Biru, Hub. 0338-5545656/08123230337

Dijual Jahe Gajah ex Medan, cck utk Bibit, Hub: 081353319650/081934825356

• Mesin Air Minum •

Dikontrakkan Rmh, bs utk kantor, Jl. Merak (Stb), Hub: 082140758983/5500360

www.BanyuwangiProperty.com jual beli rumah. Hub Arya 081336659258

• Rumah Kos-Kosan •

Dijual Mesin air minum isi ulang, filter, catrage, tutup galon, tisue dll, Hub: Lusi Jl. Citarum 18 085234005722

SITUBONDO

• Rumah GPM •

• Handbag •

DijualRmh GPM E29, Fas 2 KTdr, 1 KM, AC, PAM dan DAB, Hrg 95 Jt, Hub:0338-5522929TP

Grosir & Eceran Handbag Kw1 & super import brsrtifikat, look at www. fashiontrendyshop.com. Hub: 085336014796

Jual Rumah Villa SHM, LT3000 LB75, 50 m stlh Polsek Licin, TP Hub: 081252159595

• Property •

• Vitop Jaya • Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544

• Prima Mobil • Mercy NE E200'96, Avanza 05,08,10, Xenia 06,07,09, APV 05,07, Khg LSX Solar97, Inova05,06(diesel/bnsn),Krista 1.8'97,Escudo98,Taruna02,Panther New HiGrade99,00,Jazz05,PU SS'09,PU Fut'09.Hub 0811301676, 0333411655

Tambak Udang, Intensif butuh lulusan SMK Teknik Mesin/Listrik dan tukang Pakan (Pendidikan bebas), sehat, jujur, pekerja keras. Lamaran ke: HDS, PO BOX 206, Muncar, sertakan nomor HP.

SITUBONDO

DIJUAL Avanza 08 G Silver harga 132,5 juta nego. Bisa cash/kredit atau tukar tambah. Hubungi: 0821242194111. 081335897888

DIJUAL Geely MX2 1.5 GS MT th 2010 hitam mtl harga 95 jt nego, barang istw, Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 VTI MT th 2005 abu2 muda mtl hrg 118,5 jt nego, barang istw , Bisa cash/kredit , hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang LGX 04 •

• Daihatsu Xenia 08 •

• Toyota Avanza 05 •

• Jasa • Terima tarik tunai & Pelunasan kartukredit Visa/Master, 0852 5999 8910

• Air Minum Sehat • Dijual Air minum sht brhasiat dg kndungn oksigen proposional, mrk TRAS (Terapi Air Sehat) Jl. Anggrek X/10. H: 08123485319

• Rental • Rental Xenia 2011 murah+Sopir, harian/ bulanan, (0338) 5556665

DIJUAL Rumah kos-kosan, LT 135m2 SHM, 4KT+tmpttdur&lemari,PDAM&Sumurpompa listrik,PLN900W.Ds.Karangtepes,Simpanglima, Banyuwangi.Peminat hub:08123464853.

DIJUAL T kijang LGX KF 83 Grand th 2004 hitam mtl hrg 128,5 jt nego, barang istimew Bisa , cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Daihatsu Xenia F600 RV-G MDJJ th 2008 merah mtl hrg 108,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota Avanza RW01/02 th 2005 kuning mtl hrg 113,5 jt nego barang istw , Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 4722 ER, an. Hamid, al: Kalianget, Banyuglugur, Stb

HATI- HATI TERHADAP PENIPUAN YANG MENGATAS NAMAKAN RADAR BANYUWANGI! BANYUWANGI • Tanah 8000m2 • DijualTnh SHM 2491m2 barat ktr camat Sempu 220 Jt nego, H.08883638770/7724225

• Tanah & Rumah • Dijual Tanah & Rumah luas 320m2, letak strategis depan pintu masuk ASDP Ketapang Bwi. Hub: 081358436164

• Sawah 10.000m2, H. 375jt• Dijual Sawah dalam kota SHM, luas 10.000m2, 375 juta nego. H: (0333) 424368

• Sawah Tepi Jalan • Dijual cepat Sawah tpi jln 8500m2, 450jt SHM di Ds Rejosari Glagah rata bgs u invest. 15mnt dr kota. 085336262444

• Tanah Kapling • Dijual tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

Hlg STNK Nopol P 3496 DQ, an. Miskilani, al: Ds. Gendingsari, Pakem Bdws.


Rabu 4 Januari 2012

BALJEBOL BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

KEMISKINAN

Bali Urutan Kedua Nasional DENPASAR - Angka kemiskinan di Bali yang mencapai 183,1 ribu orang per September 2011 membuat Pulau Dewata berada di urutan kedua secara nasional. Jumlah penduduk miskin tertinggi ditempati oleh DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPS Provinsi Bali, Gde Suarsa. Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik Bali (BPS) Bali, jumlah warga miskin itu meningkat dibandingkan Maret 2011 lalu, yang mencapai 166 ribu orang. Sehingga, hal ini menjadi masalah yang harus dientaskan pemerintah. Kenaikan jumlah warga miskin di Bali ini diperkirakan akibat bergesernya garis kemiskinan dari Rp 233.172,00 per kapita per bulan menjadi Rp 240.543,00 per kapita per bulan. “Ya, warga miskin ini, diperkirakan akibat bergesernya garis kemiskinan. Ini sesuai dengan kebutuhan dan kenaikan harga pada bulan September,” kata, Gde Suarsa. Padahal, lanjutnya program-program pemerintah dalam pembangunan yang dilaksanakan selama ini telah memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Hanya saja, lanjutnya, problem kemiskinan tersebut sampai saat ini masih menjadi masalah yang harus segera diselesaikan. Bahkan, dari data BPS itu, daerah perkotaan memiliki jumlah penduduk miskin lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Dengan komposisi 100,8 ribu orang di daerah perkotaan dan 82,3 ribu orang di daerah pedesaan. (wan/yes/jpnn)

KEBAKARAN JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MENGAIS DI TUMPUKAN SAMPAH: Warga memungut sampah laut yang terbawa arus saat banjir di Pantai Pancer, Puger, Jember.

Berkah Sampah dari Laut

JEMBER – Hujan yang mengguyur berbagai daerah di Jember dalam beberapa hari terakhir ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi warga di sekitar Pantai Pancer, Kecamatan Puger. Tumpukan sampah yang terbawa banjir hingga Pantai Pancer dimanfaatkan warga untuk berburu sampah. Terlihat ada belasan warga yang mengais rezeki di tumpukan sampah yang berserakan di pinggir pantai. Bahkan, ada beberapa warga yang membawa

karung untuk tempat sampah. Salah satu warga yang kemarin berburu sampah adalah Muslimin, 45, warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer Wuluhan. Muslimin datang bersama istrinya khusus untuk mencari sampah di pantai wisata tersebut. “Terutama mencari plastik, karet, dan besi,” ujar Muslimin. Plastik dan besi tersebut nantinya akan dijual kepada pengepul barang rongsokan di desanya. Dalam sehari, dia mengaku bisa sampai mendapatkan dua

karung sampah. Kebanyakan adalah sampah botol air mineral dan sandal plastik yang terbuang. “Lumayan untuk tambahan sehari-hari,” ujarnya. Menariknya, kolektor benda-benda seni kemarin juga terlihat ada di sana. Salah satunya Sudar, warga Gumukmas yang ikut berburu sampah. Dijelaskan, dirinya mencari kayu-kayu antik yang hendak digunakan sebagai barang kerajinan. “Kayu dari laut selain bentuknya antik juga awet,” ujarnya. (ram/jum/c1/wnp)

DOK. RADAR JEMBER/JPNN

BUKAN DIBAKAR: Mobil Toyota Soluna dan Daihatsu Taft milik Adi Purnomo yang terbakar beberapa waktu lalu.

Ternyata Akibat Korsleting BONDOWOSO - Dua buah mobil jenis Toyota Soluna dan Daihatsu Taft yang terbakar beberapa waktu lalu, milik Adi Purnomo, wartawan tabloid di Bondowoso, ternyata diakibatkan oleh konsleting atau hubungan arus pendek. Sebelumnya sempat tersiar kabar, jika dua mobil yang diparkir di sebuah garasi rumahnya yang terletak di Desa Koncer Gentengan Kecamatan Tenggarang, itu sengaja dibakar orang tidak dikenal. ”Kini, hasil labfor Polda Jatim sudah turun ke Mapolres Bondowoso. Hasilnya, penyebab kebakaran dua mobil itu karena terjadi arus pendek (korsleting) pada bagian bawah jok mobil Soluna,” ungkap Kasat Reskrim AKP Bambang Setiawan SH kemarin (3/1). Sebab, kata Bambang, ada sebuah kabel yang terkelupas yang berada di bawah jok mobil Soluna. Kabel yang terhubung dengan panel kontrol listrik BBM itu, yang menjadi penyebab kebakaran. ”Saat terjadi hubungan pendek, ada percikan api,” katanya. percikan api inilah yang lalu membesar hingga membakar mobil Soluna. ”Apalagi, didalam tangki mobil Soluna terdapat bensin kira-kira berisi separuhnya,” katanya. Sementara itu, Adi Purnomo mengaku juga mendapat tembusan hasil penelitian dari labfor Polda Jatim. ”Saya sudah mendapatkan surat tembusan dari Polda Jatim yang dikirim lewat Polres Bondowoso,” ujarnya. (eko/hdi/jpnn)

Password di Tangan Kubu Eddy Mediasi Konflik Unibo, Kubu Hernanik Mangkir BONDOWOSO – Upaya mediasi untuk pembuktian siapa penyelenggara Unibo yang sah tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Hal itu karena mediasi yang dimotori oleh Forum Mahasiswa Pro Perubahan Unibo hanya dihadiri oleh pihak Akta 18 saja (Kubu Eddy Basuki). Sementara hingga acara selesai, tak ada satu pun dari kubu Hernanik yang datang. Dalam kegiatan yang dilangsungkan kemarin di aula Unibo tersebut, sempat terjadi protes dari beberapa mahasiswa. Mereka menganggap dengan tidak hadirnya kubu Hernanik, proses pembuktian tidak perlu lagi dilaksanakan. Mereka menganggap kubu Eddy Basuki sudah sah untuk memimpin Unibo. “Itu sesuai dengan kesepakatan kemarin,” ujar Okta Kurniawan, salah

CUACA

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TERGENANGI: Air yang menggenangi jalan PB Sudirman, Kecamatan Kencong sangat mengganggu pengguna jalan

Hujan Sebentar, Banjir JEMBER – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir membuat sebagian wilayah tergenang air. Tak terkecuali yang terlihat di Jalan Raya Kencong-Lumajang, tepatnya di Jalan PB. Sudirman, Kencong. Meskipun hujan turun hanya sebentar, namun kawasan tersebut sudah tergenangi air. Seperti pantauan RJ kemarin, hujan yang turun sejak pukul 11.00 hingga 15.00 membuat jalanan tergenangi air hingga ketinggian sekitar 20 cm. Tentu saja, hal tersebut sangat mengganggu pengguna jalan yang melewati jalan provinsi tersebut. Bahkan, akibat tingginya air yang menggenangi jalan, mesin sepeda motor kemasukan air, sehingga mogok di tengah jalan. Kondisi paling parah terlihat di depan Alfa Mart di Jalan PB Sudirman, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong. Genangan air sampai setinggi betis orang dewasa. Warga yang melintas harus pelan-pelan melewati jalan tersebut. Menurut Samsul, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong, genangan ini sudah lama terjadi di Kencong. Bahkan boleh dibilang cukup sering terjadi. “Kalau hujan turun cukup deras pasti banjir,” ujarnya. Dia menambahkan, genangan air disebabkan karena selokan yang banyak tersumbat. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya selokan yang mengalami pendangkalan akibat jarang dikeruk. Sehingga, ketika hujan turun, air meluap menggenangi jalanan. Sementara itu, menurut Amir Hamzah, salah satu pengendara sepeda motor yang melintasi, banyak ruas jalan yang tergenangi air jika hujan deras turun. “Seharusnya pihak terkait melakukan pelebaran dan pengerukan selokan biar air tidak masuk ke jalan,” keluh pria asal Yosowilangun, Lumajang ini. Bahkan, kata dia, kalau hujan cukup deras, air hingga menutupi trotoar jalan. “Padahal trotoar sudah tinggi,” kata Amir. Tentu saja kondisi tersebut jika dibiarkan terus akan berbahaya bagi pengendara karena dapat menabrak trotoar pembatas jalan. (jum/ram/c1/wnp/jpnn)

seorang mahasiswa. Kendati banyak protes dari mahasiswa, namun proses pembuktian terus dilakukan. Lukman Hadi yang bertindak sebagai moderator langsung mempersilakan Eddy Basuki sebagai Rektor versi Akta 18 untuk menunjukkan bukti-bukti keabsahan dirinya. Dalam paparannya, Eddy Basuki membeberkan beberapa bukti bahwa pihaknya adalah penyelenggara pendidikan yang sah di Unibo karena diakui oleh pemerintah. Salah satunya dibuktikan dengan adanya permintaan laporan Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED) oleh Dirjen Dikti melalui kopertis Wilayah VII Jatim. Menurutnya, laporan EPSBED yang terbengkalai sejak tahun 2009 telah dia rampungkan. Sejak Oktober lalu, dia menyatakan telah melakukan pelaporan EPSBED tersebut. Hal itu setidaknya menjadi bukti bahwa

pihaknya telah diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan penyelenggaraan pendidikan di Unibo. Di hadapan mahasiswa, Eddy mengatakan, jika kubu Hernanik datang dalam kegiatan tersebut maka mahasiswa akan tahu siapa sebenarnya yang sah dan diakui pemerintah untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan di Unibo. Salah satu pembuktian yang bisa dilakukan adalah siapa yang bisa mengakses data mahasiswa di website Dirjen Dikti. “Sebenarnya kalau hari ini (kubu Hernanik, Red) datang, bisa dibuktikan siapa yang bisa mengakses data,” ujarnya. Hal tersebut menurutnya sangat penting. Karena penyelenggara yang sah akan memiliki user id dan password untuk membuka data mahasiswa di website Dirjen Dikti. Eddy pun mengatakan bahwa dirinya memiliki user id sekaligus password-nya.

Mendengar penjelasan tersebut, mahasiswa meminta Eddy agar membuktikan perkataannya. Menggunakan internet yang divisualisasikan pada layar lebar, Eddy pun langsung memasukkan user id dan password di hadapan mahasiswa. Hasilnya, website Dirjen Dikti pun terbuka. Melihat data terbuka, terungkap fakta menarik. Para mahasiswa pun tercengang ketika banyak di antara wisudawan Unibo sejak tahun 2010 ternyata dalam website tersebut statusnya masih aktif sebagai mahasiswa. Salah satunya adalah Kholilurrahman, wisudawan Unibo tahun 2010 yang juga masih berstatus mahasiswa aktif dalam data Dirjen Dikti. Eddy mengatakan, selama ini wisuda kelulusan mahasiswa sejak tahun 2010 memang tidak diakui oleh Dirjen Dikti. Kendati begitu, kata dia, pihaknya akan berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (esb/c1/hdi/jpnn)

Gelapkan Uang Sepeda, Diringkus

Dewan Ungkit Ganti Rugi Tower Mutiara FM

JEMBER – Bukannya menjalankan amanah untuk menjualkan sepeda motor, Riyadi, 23, warga Dusun Kebon, Desa Tutul, Kecamatan Balung malah hendak membawa lari uang hasil penjualan sepeda motor tersebut. Tak pelak, atas perbuatannya tersebut, pria pengangguran ini harus mendekam di balik jeruji besi. Kejadian ini bermula saat Sumarno, warga Dusun Kebonsari, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung hendak menjual sepeda motor Suzuki Cristal miliknya. Sepeda motor Nopol L 4483 IK tersebut dititipkan kepada Riyadi, yang selama ini dikenal sebagai makelar sepeda motor di PDSM (Persatuan Dagang Sepeda Motor) Balung. Bapak dua anak tersebut kemudian menawarkan sepeda motor tersebut kepada sejumlah warga yang dikenalnya. Hingga kemudian bertemu dengan Agus Triyono, warga Dusun Kebun, Desa Tutul, Kecamatan Balung yang hendak membeli sepeda motor. Setelah lama melakukan negosiasi dengan Riyadi, akhirnya Agus menyetujui membeli sepeda motor tersebut dengan harga Rp 1 juta. Namun, uangnya tidak dibayar sekaligus. Pertama dibayar Rp 750 ribu, sedangkan Rp 250 ribu dibayar kemudian setelah BPKB dari Sumarno sampai ke tangan Agus. Pembayaran pertama diberikan Agus kepada Riyadi sejumlah

JEMBER - Dewan kembali mengungkit masalah ganti rugi tower radio Mutiara FM eks Radio Best FM milik Pemkab Jember yang ambruk beberapa tahun lalu. Komisi A DPRD berencana memanggil pihak Mutiara FM dan Pemkab Jember guna mengklarifikasi soal ganti rugi tower yang ambruk. Ketua Komisi A DPRD Jember Moh. Jufriyadi menjelaskan, pihaknya masih mengawasi proses ganti rugi tower Mutiara FM. ”Kalau besok surat sudah jadi, maka Jumat atau Senin pekan depan, kami panggil,” ujarnya. Selama ini, kata dia, DPRD belum mendapatkan laporan soal ganti rugi. Padahal, sebelumnya Komisi C DPRD Jember telah merekomendasikan penutupan operasional radio Mutiara FM selama belum ada kejelasan terkait kontribusi dan proses ganti rugi. ”Komisi C sempat merekomendasikan penutupan selama belum ada kepastian ganti rugi,” tegasnya. Namun belakangan,

Kesepakatan Belum Dipenuhi, Sudah Beroperasi Lagi

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

BARANG BUKTI: Kanit Reskrim Polsek Balung Aiptu Wahyudi saat menunjukkan BB sepeda motor yang hendak dibawa kabur.

Rp 750 ribu pada 11 Desember 2011 lalu. “Sepeda motor bersama dengan STNK langsung diserahkan kepada Agus,” ujar Aiptu Wahyudi, Kanit Reskrim Balung, kemarin. Namun sayang, usai mendapatkan uang pembayaran pertama, uang bukannya diserahkan kepada Sumarno, namun malah dipakai sendiri. Hal tersebut terungkap saat Sumarno yang memasrahkan penjualan sepeda motor kepada Riyadi, tetapi sama sekali tidak mendapatkan kabar. “Karena tahu yang membeli Agus, akhirnya Sumarno menemui Agus untuk meminta kejelasan,” ujarnya. Saat bertemu, Agus menje-

laskan jika sudah membayar sebagian dan belum diberikan BPKB-nya oleh Riyadi hingga pembayaran lunas. “Tetapi Sumarno merasa tidak pernah menerima uang,” ujarnya. Akhirnya, keduanya mencari Riyadi ke rumahnya, tetapi tersangka tidak ada. Hingga akhirnya, mereka bertemu dengan Riyadi yang membawa tas besar di pinggir jalan seperti hendak pergi jauh. Karena takut kabur, keduanya ‘menangkap‘ tersangka dan melapor ke Mapolsek Balung untuk diamankan. “Kepada petugas, pelaku mengakui jika uangnya dipakai untuk keperluan pribadi,” ujar Wahyudi. (ram/jum/wnp/jpnn)

radio Mutiara FM kembali mengudara dari lokasi semula. Jufriyadi mengaku masih ingat ada dua kesepakatan terkait kasus tower Mutiara FM yang ambruk hingga mengenai rumah warga di sekitarnya ini. Pertama, pihak pengelola radio Mutiara FM harus memberikan ganti rugi kepada masyarakat sekitar yang menjadi korban robohnya tower. Kesepakatan kedua, pengelola radio Mutiara FM memberikan ganti rugi kepada Pemkab Jember atas robohnya tower pemancar ”Komisi A juga merekomendasikan pemutusan hubungan kontrak karena manajemen Mutiara FM dianggap melakukan wanprestasi,” ungkapnya. Namun, kata dia, sampai sekarang belum ada kejelasan soal dua kesepakatan tersebut. Padahal, radio Mutiara FM sudah aktif mengudara kembali. Sementara, Ketua Komisi C Mohammad Asir menerangkan, berdasarkan laporan eksekutif, manajemen radio Mutiara FM sejak tahun 2009 tidak pernah memberikan kontribusi apa pun. ”Berdasarkan laporan yang kami terima sejak 2009 tidak ada kontribusi lagi,” ungkapnya. (aro/c1/wnp/jpnn)


34

Rabu 4 Januari 2012

Line Up Dikritisi LAGA perdana Persewangi kontra Persemalra Langgur 19 Desember 2011 lalu masih membekas dalam ingatan bola mania Banyuwangi. Sayangnya, memori yang tersimpan bukan lantaran hasil akhir 2-1 untuk keunggulan Laskar Blambangan. Namun, lebih disebabkan minimnya komposisi pemain asli Banyuwangi yang masuk dalam line up tim besutan Yudi Suryata itu. Dalam line up laga versus Persemalra, hanya tiga pemain senior Persewangi, yakni Nurcahyo, Heri Viandoyo, dan Ikrom Syafii, yang masuk line up. Sisanya, merupakan pemain luar daerah, termasuk tiga pemain asing, Victor da Silva, DOK.RaBa Jin Jun, dan Maoukele Ebanga. Isnaini Tak pelak, kondisi itu memantik reaksi sejumlah pengamat sepak bola Banyuwangi. Mereka mempertanyakan minimnya kesempatan tampil yang diperoleh pemain asli Banyuwangi dalam laga tersebut. Padahal, secara kualitas, pemain lokal Banyuwangi tidak kalah. Pemain Banyuwangi juga sudah kenyang asam garam kompetisi Liga Indonesia. “Publik Banyuwangi ingin daftar susunan pemain banyak dihuni putra Banyuwangi,” tegas Isnaini, salah satu dedengkot bola mania Banyuwangi. Warga Kelurahan Panderejo itu mengakui bahwa line up merupakan kewenangan pelatih. Namun, menurut Isnaini, pelatih tidak boleh menutup mata bahwa patriotisme kedaerahan Banyuwangi sangat tinggi. Isnaini menyebut, dalam laga versus Persemalra, kualitas pemain pendatang tidak kalah jauh dengan pemain lokal Banyuwangi. Malah bisa saja bila pemain asli Banyuwangi diturunkan lebih banyak, skor bisa lebih baik. Selain pemain ratarata masih berusia muda, mereka juga sudah bermain bersama dalam waktu lama. Dia menyarankan agar dalam laga versus Perseman, pemain lokal diberi porsi lebih banyak. Menang-kalah soal biasa, hanya saja spirit Persewangi akan bertambah saat dihuni pemain asli tanah kelahiran. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

SINGKIRKAN PEMAIN LOKAL: Pelatih Yudi Suryata memberikan pengarahan kepada pemain Persewangi. Penggunaan tenaga pemain asli Banyuwangi dinilai minim.

Pilih Fokus Divisi Utama PSSI Persewangi Abaikan Jadwal dari PT Liga Indonesia BANYUWANGI - Kick off kompetisi Divisi Utama versi PT. Liga Indonesia resmi digulirkan kemarin. Berdasar kalender kompetisi di bawah komando Djoko Driyono tersebut, Laskar Blambangan sedianya menggelar laga home perdana di Stadion Diponegoro 3 Januari kemarin. Adapun lawan yang dihadapi adalah PSBK Kota Blitar. Namun, fakta di lapangan, pertandingan tersebut tidak digelar. Di Stadion Diponegoro sepanjang hari kemarin sepi dari

GALIH COKRO/RaBa

ANGKAT POTENSI: Selain Banyuwangi Putra, pemain junior Banyuwangi bisa bergabung Persewangi Junior proyeksi Divisi III Jatim.

Usung Lukman Jadi Pelatih Tim Junior BANYUWANGI - Keinginan Pengkab PSSI Banyuwangi membangun kembali kekuatan sepak bola Bumi Blambangan lewat kompetisi Divisi III sudah bulat. Usai merampungkan proses seleksi calon pemain Persewangi Junior, tim anyar yang merupakan adik kandung Persewangi Divisi Utama itu kini sedang menanti drawing jadwal untuk berlaga di kasta terendah kompetisi sepak bola Indonesia tersebut. Pembagian grup Divisi III dilaksanakan pada 5 Januari di Surabaya. Sekadar tahu, selain Persewangi Junior, tim sepak bola lain dari Banyuwangi juga ada, yaitu Banyuwangi Putra DOK.RaBa (BP). Banyuwangi Putra (BP) Lukman S. akan turut serta untuk kali kedua dalam kompetisi Divisi III zona Jatim tersebut. Kick off kompetisi akan digelar 15 Januari mendatang Usul terhadap calon arsitek Persewangi Junior pun mulai bermunculan. Padahal, saat ini di tubuh Laskar Blambangan Cilik sudah ada Mariyono dan Hariyono “Kripik” yang didapuk menjadi nakhoda tim junior. Salah satu pelatih yang diusulkan adalah Lukman Santoso. Mantan pemain timnas Indonesia itu dipandang layak menjadi peramu Persewangi Junior. Dalam dunia kepelatihan, Kho’ San, sapaan akrabnya, dikenal keras dan tidak kenal kompromi. Dalam kehidupan sehari-hari, Lukman sudah akrab dengan pemain junior. Sebab, dia aktif di sejumlah sekolah sepak bola di Banyuwangi. Menanggapi masuknya nama Lukman Santoso dalam bursa pelatih baru Persewangi Junior, salah satu pengurus PSSI, Andik Purwanto, mengaku masih akan mendiskusikan hal itu bersama pengurus lain. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka dengan semua usul yang masuk. “Kami akan pertimbangan usul tersebut,” tegasnya. (nic/c1/als)

hiruk-pikuk pertandingan. Justru yang tampak hanya beberapa orang yang tengah asyik membenahi lapangan. Mereka bekerja dalam rangka persiapan Persewangi menghadapi kompetisi Divisi Utama di bawah payung PSSI atau PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) 6 Januari mendatang. Meski demikian, beberapa pemerhati dan pelaku sepak bola sempat bingung dengan beredarnya jadwal Persewangi versus PSBK tersebut. Saking penasarannya, banyak yang mendatangi stadion di jantung Kota Banyuwangi tersebut. Apakah Persewangi

lawan PSBK Blitar dimainkan? Jawaban yang diberikan sejumlah orang di dalam stadion adalah pertandingan dilaksanakan Jumat 6 Januari versus Perseman Manokwari, bukan PSBK Blitar. Manajer sekaligus Ketua Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengaku, awalnya pihaknya mendaftar di dua penyelenggara kompetisi divisi utama, yakni PT. Liga Indonesia dan PT. LPIS. Namun, perkembangan kemudian, Persewangi lebih memilih bermain di kompetisi di bawah naungan PSSI alias PT. LPIS. Kepastian Laskar Blambangan bermain di na-

ungan LPIS membuat Nanang menarik berkas pendaftaran Persewangi di PT. Liga Indonesia. “Surat pengunduran diri kepada PT. Liga Indonesia sudah diajukan jauh hari,” bebernya. Masih tercantumnya Persewangi dalam dafDOK.RaBa tar peserta divisi utama Nanang Nur. versi PT. Liga Indonesia patut disayangkan. Namun, yang terpenting adalah berkonsentrasi melakoni game kedua versus Perseman Manokwari 6 Januari mendatang. (nic/c1/als)


35

Rabu 4 Januari 2012 HALAMAN SAMBUNGAN

Berharap Anggaran Cepat Terserap n APBD... Sambungan dari Hal 25

“Alhamdulillah, APBD disahkan tepat waktu dan sudah mendapat pengesahan gubernur,” ujar Bupati Anas kemarin (3/1). Dengan APBD disahkan lebih cepat, secara otomatis pelaksanaan pembangunan juga bisa dilakukan lebih cepat. Prestasi itu berkat kerja keras tim anggaran DPRD dan tim anggaran eksekutif. ”Kita sampaikan terima kasih atas kerja keras anggota DPRD dan semua elemen masyarakat lain,” ucap Bupati Anas. Dengan lolosnya verifikasi, secara otomatis akan menjadi Perda APBD. Selanjutnya, masing-masing satuan kerja

(satker) menyiapkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pada 30 Desember 2011, verifikasi DPA masingmasing SKPD sudah rampung 100 persen. Bupati Anas menargetkan proses pelaksanaan lelang pengadaan barang dan jasa dimulai akhir Januari dan awal Februari 2012 mendatang. Jika target Bupati Anas dapat dilakukan masing-masing SKPD, maka pelaksanaan pembangunan dan realisasi penyerapan dana APBD akan lebih cepat daripada tahun 2011. Untuk merealisasikan target itu, beberapa waktu lalu Bupati Anas mengeluarkan warning tegas kepada masing-masing pim-

pinan SKPD. Pimpinan SKPD yang tidak sanggup kerja dengan target diminta membuat surat pernyataan mundur dan tidak mampu melaksanakan tugas. Warning orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu mendapat respons masingmasing SKPD. Sekadar diketahui, paripurna DPRD pengesahan APBD 2012 yang dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas, Ketua DPRD Hermanto, dan Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi, disahkan secara aklamasi. Itu terjadi setelah pemerintah daerah dan DPRD menemui kata sepakat tentang kebijakan umum APBD dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) tahun 2012.

Pendapatan daerah dalam APBD 2012 sebesar Rp 1.502.196.122.889. Dengan rincian, pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 119.657.70.044, dana perimbangan sebesar Rp. 1.170.381.240.21, lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 212.500.928.424. Sementara itu, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 1.736.948.395.47. Pembiayaan neto daerah dalam APBD Banyuwangi 2012 sebesar Rp 233.898.716.658. Dengan rincian, penerimaan pembiayaan sebesar Rp 269.980.716.658 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 35,2 miliar. Dalam rapat paripurna APBD 2012 itu, fraksi-fraksi di DPRD Banyuwangi memberikan per-

Sepuluh Butir Dijual Rp 30 Ribu n JOK MOTOR... Sambungan dari Hal 25

Dari tangan tersangka, polisi menyita 360 butir pil dextro yang sudah dikemas dalam 12 kantong plastik siap edar Selain itu, petugas juga menyita uang tunai sebesar Rp 161 ribu yang diduga hasil penjualan dextro. Sementara itu, Isnanta ditangkap polisi setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas di jalan raya Desa Rogojampi/Kecamatan Rogojampi. Bujangan tersebut jatuh dari motor karena mabuk. Dia digiring petugas ke Polsek Rogojampi. “Digeledah motornya, ternyata di bawah sadel terdapat 100 butir pil trex yang akan dijual,” terang AKP Watiyo. Menurut Watiyo, kedua tersangka diduga sudah lama berjualan obat daftar G dengan cara tidak sah. Kini keduanya harus menjalani pemeriksaan di polres. “Pengakuannya, Suyud baru kali ini jualan trex,” kata Watiyo. Berdasar pengakuan Suyud, ratusan pil dextro yang dijual di rumahnya itu dipe-

Suyud. Sementara itu, Isnanta mengaku sudah lima kali jualan pil trex. Barang yang dia bawa itu semua beli kepada Dodi yang tinggal di wilayah Kecamatan Rogojampi. “Saya tidak tahu alamat rumahnya. Kalau cari barang, saya selalu janjian saja,” jelasnya. Isnanta mengaku membeli pil tersebut sudah dalam kemasan kantong plastik. Setiap GALIH COKRO /RaBa KENA: Isnanta dan Suyud dimintai keterangan di ruang kantong plastik kecil berisi 10 butir pil trex. Satnarkoba Polres Banyuwangi kemarin. Dia membeli kepada roleh dari sales yang datang ke rumahnya. Dody seharga Rp 15 ribu per bungkus. Tetapi, dirinya tidak tahu di mana alamat Selanjutnya, satu kantong plastik kecil sales yang telah menyuplai obat tersebut. itu dijual lagi seharga Rp 30 ribu. “Setiap “Saya hanya diminta menjualkan. Saya kantong plastik dapat untung Rp 15 ribu,” dibayar kalau barangnya sudah laku,” dalih bebernya. (abi/c1/bay)

Petugas Satpolair Tetap Siaga di Pos n PENCARIAN... Sambungan dari Hal 25

Mayat sebanyak itu ditemukan di laut selatan dan di sejumlah pantai. “87 mayat ditemukan di lokasi yang berbeda,” sebutnya. Menurut Kapolres Nanang, 87 mayat tersebut ditemukan di empat titik yang berbeda. Keempat titik itu adalah pantai dan perairan Kecamatan Tegaldlimo, Purwoharjo, dan Siliragung. Selain itu, juga ditemukan di laut selatan. Mayat paling banyak ditemukan di pantai Kecamatan Tegaldlimo. Di sepanjang Pantai Triangulasi hingga Pantai Pancur yang berada di tepi kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) tersebut, mayat

yang ditemukan sebanyak 33 mayat. Sebagian mayat tidak sempat diidentifikasi di lokasi, karena cepat-cepat harus dibawa ke Surabaya. Di sekitar Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, para nelayan bersama petugas berhasil menemukan tujuh mayat yang diduga imigran gelap. Dari tujuh korban itu, tiga mayat laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa, satu bayi, dan satu anak laki-laki. Mayat yang ditemukan di pantai Kecamatan Siliragung adalah lima mayat yang terdiri atas dua laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa, dan satu anak lakilaki. “KRI Untung Suropati menemukan 21 mayat, dan KRI Oswald Siahaan juga menemukan 21 mayat. Mayat yang di-

temukan kapal perang itu diturunkan di Kalipuro,” bebernya. Meski Kapolres Nanang telah menghentikan pencarian mayat para imigran, Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Banyuwangi masih terus melakukan pemantauan di sepanjang perairan Banyuwangi Selatan. “Kita tetap jaga-jaga siapa tahu masih ada yang tersisa,” cetus Kasat Polair Polres Banyuwangi, AKP Bahrul Anam. Kasat berharap, jika warga atau nelayan Banyuwangi Selatan mengetahui atau menemukan mayat supaya segera melapor ke kepolisian terdekat atau ke Pos Polisi Air terdekat. “Hasil pemantauan dan penyisiran, sudah tidak ada mayat lagi,” katanya. (abi/c1/bay)

Gerebek Pengecer Togel Lateng n EMBAT... Sambungan dari Hal 25

Pencurian helm tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. Mulanya, kedua tersangka yang naik motor Yamaha Jupiter bernopol P 6524 XF itu berjalan-jalan di sekitar Kota Banyuwangi. Setelah itu, mereka nongkrong di kawasan Jalan A. Yani, Banyuwangi. “Ada helm di atas motor. Tidak ada orangnya, ya kita ambil,” cetus Yan yang mengaku masih duduk di kelas XII salah satu sekolah lanjutan tingkat atas di Kecamatan Rogojampi itu. Tetapi apes, mereka dipergoki pemilik helm, yakni Muhamad Supriyadi, 16. Korban yang tinggal di Jalan Ikan Putihan,

Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, itu pun langsung berteriak maling. Mendengar teriakan itu, kedua tersangka segera kabur mengendarai motor. Gun yang menjadi joki berusaha menghilangkan jejak dengan cara membelokkan motornya ke arah timur melewati Hotel Kumala. Tetapi apes, di Jalan RW. Monginsidi tersebut ada mobil yang posisinya melintang, sehingga jalan tidak bisa dilewati. “Keduanya tertangkap di dekat Hotel Kumala,” jelasnya. Selain itu, selain mengamankan dua pelajar pencuri helm, aparat Polsek Blambangan juga menggerebek rumah Muhamad Fajar, 48, di Jalan Riau, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Fajar

ditangkap karena diduga sering menjual kupon judi toto gelap (togel). Saat polisi menggerebek rumah tersangka, kebetulan ada seorang tetangganya bernama Irianto, 48, yang tengah membeli kupon togel. Kedua tersangka pun langsung dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan. “Fajar dan Irianto masih diperiksa,” jelas Kasi Humas Polsek Blambangan Aiptu Monip. Di rumah tersangka, jelas Monip, berhasil disita sejumlah barang bukti, seperti sembilan bandel potongan kertas kecil, satu telepon seluler (ponsel) merek Venera, uang tunai Rp 125 ribu, dan satu unit kalkulator. “Semua barang itu kita sita sebagai barang bukti (BB),” katanya. (abi/c1/bay)

Tiba di Rumah Sekitar Pukul 23.00 n JENAZAH... Sambungan dari Hal 27

“Diberitakan di televisi, ada dua pelaku penembakan yang ditangkap, tapi bukan yang menyerang saya melainkan daerah lain,’’ paparnya.

Mengenai jadwal kepulangan, Antok mengaku belum mengetahui secara pasti. Begitu juga kapan pemulangan kakaknya, Yaiman. Sebab, hingga kemarin dirinya masih dibutuhkan untuk memberikan keterangan kepada polisi.

“Kalau pulang belum tahu, padahal saya sudah ingin cepatcepat pulang,’’ sesalnya. Sementara itu, jenazah Sudawud diterbangkan dari bandara di Aceh dengan pesawat tujuan Bandara Juanda, Surabaya. Namun, pesawat tersebut

akan transit di Bandara Soekarna Hatta, Jakarta, lebih dahulu. “Diperkirakan sampai rumah duka pukul 23.00 nanti malam (kemarin malam, Red),’’ terang Kapolsek Muncar Kompol Mustaqim kepada koran ini di markasnya kemarin. (ton/c1/irw)

Yang Selamat Belum Boleh Pulang n ISTRI... Sambungan dari Hal 25

Dua orang berhasil selamat dalam serangan maut tersebut. Yaiman, 29, mengalami luka tembak di bagian mata kaki kanan. Baru sekitar pukul 02.00, keluarga yang tinggal di Banyuwangi menerima kabar penembakan tersebut dari Antok, 28, saudara ipar Daud. Setelah mendengar kabar, kabar tersebut terus menyebar dari mulut ke mulut. Kontan saja, kepedihan dan kegelisahan menghinggapi keluarga besar almarhum. Kepedihan yang mendalam juga dirasakan Winda, 20, istri Daud. Sebab, hingga kini Winda yang berasal dari Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, tersebut sedang menanti kelahiran jabang bayi yang dikandungnya. ‘’Istrinya tidak pernah berhenti menangis. Maklum, dia sekarang tengah mengandung sembi-

lan bulan. Cuma menunggu harinya saja,’’ ujar Saimin, kakak almarhum Daud. Sambil menunggu kedatangan jenazah, keluarga besar almarhum terus melakukan persiapan. Selain sudah menggelar doa bersama di rumah duka sejak kemarin malam. Anggota keluarga juga menunggu kedatangan tiga saudara mereka yang masih hidup dan hingga kini masih bertahan di NAD. ‘’Keluarga berharap semua adikadik saya lekas kembali,’’ harap Saimin dengan mata berkaca-kaca. Namun, informasi yang baru diterima kemarin (3/1) membuat keluarga waswas. Diperoleh keterangan dari Antok, 28, bahwa hanya jasad Sudawud yang diperkenankan pulang ke Banyuwangi. Padahal, pihak keluarga sudah ngebet meminta semua saudaranya, baik yang meninggal maupun yang selamat, dipulangkan ke kampung halaman bersama-sama. ‘’Tapi, katanya tidak boleh pulang dulu. Cuma

jenazah Daud yang boleh pulang,’’ ujar Saimin kemarin. Sehari sebelumnya, di rumah duka tampak Jaminem berbincang-bincang serius melalui sambungan telepon dengan Antok, 28, suaminya. Dalam perbincangan itu disebutkan, yang masih selamat memang belum diperkenankan pulang. ‘’Saya bilang, tetap harus pulang semua. Kalau di sana sakit tidak ada yang mendampingi. Kalau di sini kan ada keluarganya,’’ ujar Jaminem dengan nada tinggi. Tetapi, harapan keluarga tersebut tidak membuahkan hasil. Sebab, kemarin hanya jenazah Sudawud yang pulang diangkut pesawat. Pihak keluarga hingga kini masih harap-harap cemas menunggu kepastian kabar saudaranya. Sementara itu, Sudawud memiliki lima saudara, yakni Saimin, 38; Budiono, 35; Yaiman, 29; Kaminem, dan si bungsu Jaminem, 23. (c1/bay)

hatian serius, di antaranya tentang sinkronisasi program kegiatan yang tertuang dalam APBD 2012 dengan Rencana Pembangunan Jangka Me-

nengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Banyuwangi tahun 2012. Tidak hanya itu, alokasi ang-

garan kegiatan yang tertuang dalam rancangan APBD 2012 juga diminta betul-betul mencerminkan keberpihakan kepada rakyat. (afi/c1/bay)

Tak Boleh Dihuni Gelandangan n DIBUKA... Sambungan dari Hal 25

Menurut Arief, kerja sama pengelolaan Taman Sri Tanjung dilakukan dalam rangka memperkecil cost perawatan yang harus ditanggung pemkab. Sementara ini, PT. Telkom Banyuwangi sudah menyatakan siap menjalin kerja sama dengan pemkab untuk mengelola Taman Sri Tanjung. Saat ini, kata Arief, tinggal mengonkretkan secara detail

kerja sama yang saling menguntungkan itu. Dalam kerja sama tersebut akan diatur secara jelas hak dan kewajiban PT. Telkom sebagai mitra kerja pemkab dalam mengelola taman. ”Dalam kerja sama itu diatur apa saja hak dan kewajiban PT. Telkom dan pemkab,” kata Arief. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Taman Sri Tanjung segera dibuka. Setelah resmi dibuka, taman itu akan dilengkapi beberapa fasilitas yang

dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. ”Nanti Taman Sri Tanjung akan dilengkapi akses internet gratis,” ujarnya. Untuk menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas taman, pemerintah daerah sudah menyiapkan petugas khusus untuk memantau taman selama 24 jam. Saat ini, sudah ada beberapa petugas Satpol PP yang mengawasi keamanan dan kenyamanan taman. ”Ke depan, taman tidak boleh menjadi lokasi mangkal gelandangan,” ucapnya. (afi/c1/bay)

Warning Seluruh Staf Kelurahan n LAYANAN... Sambungan dari Hal 25

Bupati Anas minta para lurah agar semua staf yang bertugas di kantor kelurahan memiliki job descriptions. Dengan job yang jelas, kinerja mereka da-

pat diukur secara jelas. ”Lurah harus membuka call canter untuk menampung dan menindaklanjuti keluhan warga,” pinta Bupati Anas. Selain itu, luruh juga diinstruksikan agar meningkatkan komunikasi dengan seluruh

elemen masyarakat. Selain itu, salah satu yang menjadi titik tekan Bupati Anas adalah adanya ruang terbuka hijau (RTH) dan gerakan penghijauan. ”Tradisikan rapat internal untuk mengevaluasi program,” pintanya. (afi/c1/bay)

Total Anggaran Alkes Rp 400 Juta n BKD... Sambungan dari Hal 36

Menurut dia, BKD tidak bisa berbuat banyak sebelum menerima surat tentang status Herna sebagai tahanan kota. Apalagi, setelah ditanyakan kepada dinas kesehatan, surat tersebut belum ditemukan. “Padahal, itu sebagai dasar

BKD mengusulkan surat pemberhentian sementara dr. Herna kepada bupati,” jelentreh Lutfi. Herna ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) berupa spektrofotometer dengan total anggaran Rp 400 juta lebih. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan

(BPKP) menemukan kerugian yang lebih besar dibanding perhitungan jaksa yang hanya sekitar Rp 100 juta rupiah. Hernah dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU No. 20 Tahun 2001. (pri/c1/aif)

Warga Minta Segera Dipindah n WARGA... Sambungan dari Hal 36

Dia menyesalkan pemilik tawon tidak permisi terlebih dahulu kepada warga, sebelum menempatkan 400 sarang tawon itu di dusun tersebut. “Tawon-tawon itu sering masuk ke rumah warga, terutama pada malam hari untuk mencari cahaya lampu. Empat tamu saya tersengat tawon yang berceceran di lantai ru-

mah,” tukasnya kepada wartawan koran ini kemarin (3/12). Samsul menegaskan, warga sekitar mendesak sarang tawon itu segera dipindahkan dari lingkungan tempat tinggal mereka. Warga juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) setempat. “Kades sudah siap untuk segera memindahkan sarang tawon tersebut. Tetapi sampai saat ini (kemarin), sarang tawon itu masih belum dipindahkan,” gumamnya.

Namun sayang, beberapa pekerja yang ditemui wartawan koran ini enggan dimintai tanggapannya. Mereka mengaku sedang sibuk mengurus tawon-tawon tersebut. “Maaf mas, tolong jangan diganggu dulu. Bukannya kami tidak mau diliput, tetapi di sini (Dusun Krajan, Desa Pelalangan, Red) sedang ada masalah. Kami dikejar waktu,” ujar pria yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut. (sgt/aif)

Ditetapkan Sebagai Zona Integritas n KPPT... Sambungan dari Hal 36

Bupati melakukan dialog interaktif dengan sejumlah kepala satuan SKPD melalui layar. Di antaranya dengan disparbudpora, cipta karya, pekerjaan umum dan pengairan, BKD, kantor kecamatan kota dan kecamatan Bungatan. “Bagaimana jika ada kegiatan rapat, para camat tidak perlu hadir ke acara. Cukup melihat di layar monitor di masing-masing kecamatan. Ini

lebih efisien waktu, tenaga dan biaya. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan pelayanan akan lebih cepat tertangani,” usul salah seorang camat. Dalam sambutannya, Bupati mengajak pada 2011 terus memperbaiki kinerja. Salah satunya dengan mulai mengenal dan belajar penggunaan IT. Untuk kepentingan teleconference ini, Pemkab menggandeng telkomsel melalui program goverment full. “Kalau program ini berjalan, segala pelayanan masyarakat

akan lebih cepat, nyaman dan efesien dan efektif. Sehingga, 2014 program ini bisa full berjalan,” harapnya. KPPT telah ditetapkan sebagai zona integritas, dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta sebagai contoh bagi SKPD lainnya bisa menerapkan hal yang sama. “Mudahnya perizinan diharapkan investor dapat segera menanamkan modalnya di Situbondo,” imbuh bupati. (pri/adv/aif)

“BERKAT SUSU, KINI BATUK SAYA HILANG...” (Musiah) PERNAHKAN Anda mencoba minum susu Ettawa? Meski di Indonesia masyarakat lebih dominan mengkonsumsi susu sapi, tapi ternyata banyak penelitian menerangkan bahwa susu Ettawa sesungguhnya memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI) dibanding dengan susu sapi. Musiah yang berusia 56 tahun atau yang lebih familiar dengan panggilan-Bu Harno, kini punya kiat untuk menjaga kesehatannya. “Saya batuk setiap hari, rasanya benar-benar membuat tidak nyaman.” Ujar Ibu 4 orang anak tersebut. Namun kini, ia sudah punya solusi untuk mengatasinya, “Kekhawatiran saya selama 1 tahun karena batuk sekarang sudah reda. Sejak 6 bulan yang lalu saya minum Milkuma. Alhamdullillah batuk-batuk sekarang sudah hilang.” Terang Bu Harno yang rajin makan sayuran dan jarang olahraga ini. Rupanya dari salah seorang tetangga, nenek dari 6 orang cucu ini mengetahui manfaat Milkuma. Ia yang merasa aktifitasnya sering terganggu dan tak merasa nyaman dengan keluhan yang dirasakannya, kemudian tertarik mencoba, “baru 6 bulan minum manfaatnya sudah terasa.” Ungkap warga Nganggring, Girikerto, Turi, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut. “Dulu saya terbiasa berobat dengan obat warung ketika batuk kambuh, tapi sekarang tidak lagi. Untuk mengatasi batuk yang mengganggu, saya pilih minum Milkuma.” Terang nenek 6 orang cucu yang

telah 1 tahun menderita keluhan tersebut. Kini ia menyarankan orang lain untuk mencoba Milkuma, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak wanita yang bekerja sebagai buruh ini. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu Ettawa. Kini, hadir Milkuma yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 082141345607; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Rabu 4 Januari 2012

Jawa Pos-nya Kota Santri

BKD Proses Pemberhentian Dokter Herna Tersangkut Kasus Korupsi Pengadaan Alkes

lebah SIGIT HARIYADI/RaBa

BELU DIPINDAH: Ratusan sarang tawon masih berada di sekitar pemukiman warga BELUM Dusun Krajan, Desa Pelalangan, Sumbermalang kemarin (3/12). Dusu

Warga Plalangan ”Diteror” Lebah

SIGIT HARIYADI/RaBa

TERSENGAT: Bocah malang ini menjadi salah satu korban sengatan tawon.

SUMBERMALANG – Warga Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, sejak beberapa hari terakhir terusik. Betapa tidak, tiba-tiba banyak lebah berkeliaran di lingkungan tempat tinggal mereka. Bahkan, belasan warga setempat tersengat tawon-tawon tersebut. Belakangan diketahui, “teror”ribuan ekor lebah itu merupakan budidaya milik warga Bondowoso. Sejak Selasa lalu (27/12), ratusan kotak kayu sarang hewan penghasil madu, itu baru saja tiba di dusun tersebut setelah sebelumnya digembala di Paiton, Probolinggo. Sayangnya, lahan tempat sarang tawon itu diletakkan berada di tepi jalan dan sangat dekat dengan perkampungan warga. Sayit, 35, warga setempat mengatakan, dia dan warga sekitar merasa resah dengan keberadaan tawon-tawon tersebut.

Pasalnya, 12 warga Dusun Krajan, Desa Pelalangan, menjadi korban sengatan tawon. “Anak dan istri saya juga disengat,” ujarnya. Menurut Sayit, keberadaan lebah tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama bagi para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi penempatan sarang tawon tersebut. “Kadang tawon masuk ke helm ataupun pakaian pengguna jalan. Tawon itu lantas menyengat. Untuk itu, kami berharap tawon ini segera dipindah,” tutur pria yang rumahnya berada persis di seberang jalan lahan tempat sarang tawon itu diletakkan. Senada dengan Sayit, Samsul Hadi, warga yang lain mengungkapkan, tanpa sepengetahuan warga setempat, Selasa malam sarang tawon itu tiba di dusun tersebut n  Baca Warga...Hal 35

Sepekan, Tindak 303 Pelanggar

SYAMSURI/RaBa

CANGGIH: Sejumlah kepala SKPD mengikuti dialog interaktif dengan bupati lewat teleconference, kemarin.

KPPT Tangani 42 Perizinan SITUBONDO – Warga Situbondo tak perlu lagi direpotkan dalam mengurus perizinan. Untuk kepentingan semua perizinan kini cukup datang di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Jalan PB Sudirman, Lingkungan Karangasem. Bupati Dadang Wigiarto kemarin me-launching pelayanan perizinan satu pintu (on stop service). Ketika me-launching, bupati cukup berada ruang rapat kerjanya. Hadir dalam kesempatan itu, Wabup Rachmad; Sekda Hadi Wi-

jono dan sejumlah kepala SKPD. Selama ini, untuk mengurusi IMB, HO, SIUPP maupun surat izin lainnya, masyarakat mendatangi ke masing-masing SKPD. “Kini semua perizinan bisa dilakukan di KPPT. Kecuali pelayanan delapan non- perizinan yang masih di bawah naungan Kantor Dispenduk dan Catatan Sipil,” terang kepala KPPT, Didik Sulistiyono. Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 44/2011 tentang pelimpahan sebagian kewenangan peri-

Pulang Kerja, Tas Dijambret SITUBONDO - Penjambretan tampaknya menjadi modus kejahatan yang sedang marak di Situbondo. Dalam dua pekan terakhir, modus kejahatan yang satu ini telah menimpa dua perempuan. Oleh karena itu, warga sebaiknya lebih waspada, terutama jika mengendarai kendaraan di jalan sepi. Kasus terakhir menimpa Lyke Martina Sari, 22, warga Desa Suling Kulon, Kecamatan Cerme, Bondowoso. Wanita yang bekerja sebagai tenaga sukwan di RSUD Bondowoso itu menjadi korban penjambretan saat mengendarai sepeda motor di jalan raya Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, pukul 16.00 Senin (2/1) kemarin. Ketika itu, korban meletakkan tas miliknya yang berisi uang tunai sebesar Rp 300 ribu, SIM C milik korban, dan

 Baca BKD...Hal 35

Tentang dr Herna . Jadi tersangka tunggal korupsi pengadaan alkes 2010 . Alkes berupa spektrofotometer dengan total anggaran mencapai Rp 400 juta. . BPKP mengitung kerugian negara lebih besar dibanding hitungan jaksa yang hanya Rp 100 juta. . Kasusunya sudah disidangkan di pengadilan Tipikor . Herna dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001. . BKD tengah memproses pemberhentian sementara Herna

FKB Rekomendasikan Coret Bantuan RSI NU

OPERASI LILIN SITUBONDO - Tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu-lintas masih rendah. Bayangkan saja, hanya dalam sepekan pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2011, pelanggaran lalu-lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Situbondo mencapai 303 kasus. Pelanggaran lalu-lintas mayoritas dilakukan para pengendara kendaraan roda dua (R2), yakni sebanyak 273 perkara. Setelah itu, pelanggaran yang dilakukan pengendara mobil angkutan barang sebanyak 29 perkara, dan mobil angkutan penumpang 11 perkara. Pelanggaran R2 didominasi pengendara yang tidak memakai helm. Pelanggaran yang ini mencapai 87 perkara. Selanjutnya, suratsurat kendaraan tidak lengkap sebanyak 79 perkara. Ranking selanjutnya ditempati pelanggaran markah atau rambu lalu-lintas, yakni 54 perkara. Pelanggaran rambu lalu-lintas oleh para pengendara roda empat (R4) mencapai 19 perkara. Pelanggaran surat-surat kelengkapan kendaraan sebanyak 7 perkara, dan kelebihan muatan sejumlah 7 perkara. “Semua pelanggaran telah kami tindak. Sebanyak 287 pelanggaran kami sanksi tilang, sedangkan 16 perkara kami beri teguran,” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Situbondo, AKP Mardjuki, kemarin (3/1). Hal yang cukup memprihatinkan terungkap saat jumlah pelanggaran diklasifikasi berdasar usia pengemudi. Sebanyak 57 pelanggar peraturan lalu-lintas ternyata berusia di bawah 16 tahun. Parahnya lagi, banyak kalangan terpelajar yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat malah melakukan pelanggaran. (sgt/c1/aif)

SITUBONDO - Status terdakwa dan tahanan kota yang disandang dr. Herna Lokarya mulai mendapat perhatian Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang beralamat di Jalan Madura itu mulai memproses surat pemberhentian sementara mantan kepala Puskesmas Jangkar tersebut. Meski begitu, sejumlah pihak menilai langkah BKD itu lamban dibanding penanganan kasus korupsi lain yang samasama menimpa PNS. Misalnya, kasus yang menimpa Mashudi, PNS yang terbelit kasus pengadaan tanah di lingkungan dinas pendidikan beberapa waktu lalu.

Pemberhentian sementara pria asal Besuki itu sangat cepat. Begitu Mashudi ditahan sebagai tersangka, surat pemberhentian sementara dari bupati langsung terbit. Padahal, saat itu tidak ada surat pemberitahuan dari dispendik. Namun, BKD dengan cepat memproses. Langkah BKD itu sangat berbeda saat menangani Herna. Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga kasusnya disidangkan di Pengadilan Tipikor, Surabaya, belum ada langkah kongkret yang dilakukan BKD. Kepala BKD Situbondo, Lutfi Joko Prihatin mengungkapkan, pihaknya telah memproses pemberhentian sementara Herna. “Kita sudah mengirimkan surat kepada dinas kesehatan tentang langkah administratif yang harus dilakukan,” jelas Joko n

Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Honda Beat warna Hitam P 5767 DQ, di depan sadel sepeda motornya. Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), tas berisi uang dan surat-surat berharga itu dijambret laki-laki tidak dikenal yang sudah beberapa saat menguntit. Secepat kilat, pelaku kabur mengendarai sepeda motor menuju utara. Menyadari dirinya menjadi korban penjambretan, tentu Lyke kelabakan. Namun sayang, tidak banyak yang bisa diperbuat wanita malang yang satu ini. Hingga akhirnya, korban memutuskan mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Situbondo untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Di hadapan petugas, Lyke mengaku baru saja menjadi korban

penjambretan. Selain mengalami kerugian materi sebesar Rp 300 ribu, korban juga kehilangan sejumlah surat berharga. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Situbondo, AKP Mardjuki, membenarkan pihaknya menerima laporan pencurian tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut,” ujarnya kemarin (3/1). Sebelumnya, aksi penjambretan menimpa Sulistyoningsih, 53. Warga Jalan Wijaya Kusuma, Gang IV, RT 01/RW 04, Kelurahan Dawuhan, itu menjadi korban penjambretan saat berjalan seorang diri di Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan. Akibatnya, uang tunai sebesar Rp 3 juta di dalam tas kecil dan beberapa surat penting raib digondol pelaku. (sgt/c1/aif)

zinan, KPPT yang semula memiliki kewenangan 21 perizinan, kini meningkat menjadi 42 perizinan. KPPT juga untuk memberikan kemudahan bagi investor baik dari dalam maupun luar daerah. “Kami siap melayani semua yang terkait dengan perizinan dengan cepat, mudah, murah dengan pelayanan yang prima,” tegas Didik. Dalam launching on stop service kemarin, bupati dan wabup juga melakukan uji coba teleconference n  Baca KPPT...Hal 35

SITUBONDO - Ancaman Ket- man Bupati Diaaman. Saat itu, ua Pengurus Cabang Nahdlatul lembaga pelayanan kesehatan Ulama (PCNU) Situbondo, di Jalan Raya Kapongan itu Fauzan Masruwi, tak membuat mendapat kucuran dana segar Fraksi Kebangkitan Bangsa Rp 400 juta. “Namun, peng(FKB) keder. Sebaliknya, par- gunaan dana itu patut diperpol pemilik empat kursi di tanyakan. Apalagi, ternyata DPRD itu kian budi internal panitia lat merekomendapembangunan ada sikan penco retan masalah. Kalau ada rencana bantuan bangunan berdiri untuk Rumah Sakit seperti sekarang, Is l a m ( R S I ) N U itu kan setelah rasebesar Rp 750 juta mai disorot di meyang sudah tertudia,” beber Syaiful. ang dalam rancanSyaiful meminta gan Plafon Prioritas agar PCNU janAnggaran Semengan terlalu reaktif tara (PPAS). dalam menyikapi Langkah tegas segala persoalan Edy S/RaBa itu diambil FPKB yang berkaitan Syaiful Bahri setelah partai meredengan bantuan. ka melakukan rapat pleno ber- Sebab, terkesan tidak baik. sama segenap jajaran penguDiberitakan sebelumnya, langrus pagi kemarin. “Kita sudah kah sejumlah fraksi di DPRD sepakat merekomendasikan menyoal bantuan yang akan kepada banggar (badan ang- diberikan ke PCNU membuat garan) dan pimpinan DPRD ketua organisasi kemasyarakaserta eksekutif agar mencoret tan terbesar di Kota Santri itu rencana bantuan untuk RSI NU kebakaran jenggot. Ketua PCNU Rp 750 juta,” kata Ketua PKB, Fauzan Masruwi meminta agar Syaiful Bahri. fraksi yang menyoal bantuan Salah satu pertimbangannya, kepada lembaga yang dipkata dia, RSI NU sudah pernah impinnya sekalian mencoret mendapat bantuan anggaran semua item bantuan yang terfantastis dari APBD pada za- tera dalam PPAS. (pri/c1/aif)


Radar Banyuwangi 4 Januari 2012