Issuu on Google+

SELASA 31 JANUARI

25

TAHUN 2012

DPP PD Recall Darodji

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.33 14.53 17.48 19.01 03.57

PENDIDIKAN

Pagi Ini, Lomba Cepat Tepat via IT BANYUWANGI - Setelah sukses menggelar Gerakan Gemar Membaca (GGM) pekan lalu (22/1), Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi bekerja sama dengan Koordinator Pengawas (Korwas) Kabupaten Banyuwangi menggelar Cepat Tepat SD/ MI se-Kabupaten Banyuwangi. Menariknya, lomba cepat-tepat yang digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pagi IWAN SETIONO/RaBa ini akan dilakuJoko Sulistiyono kan melalui IT. “Peserta yang sudah terdaftar sekitar 560 siswa,’’ kata Joko Sulistiyono, korwas sekaligus panitia lomba. Joko mengatakan, lomba akan dimulai pukul 08.00 pagi ini. Peserta wajib membawa laptop sendiri dan memiliki fasilitas CD/DVD player, wifi, dan membawa modem USB ■  Baca Pagi Ini,...Hal 35

FEE

FOTO-FOTO: GILANG GUPTA/RaBa

PENYOK: Polisi mengecek kondisi Daihatsu Grand Max (tengah) dan Mitsubishi T120SS (atas) sesaat setelah tabrakan beruntun di Rogojampi kemarin. Pagar Mapolsek Rogojampi ambruk atas kejadian tersebut (bawah).

Minibus Terguling Dua Kali Tabrakan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan ROGOJAMPI - Kecelakaan beruntun terjadi di depan Mapolsek Rogojampi sekitar pukul 07.30 pagi kemarin (30/1). Empat kendaraan terlibat dalam insiden tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, tapi dua mobil dan dua sepeda motor serta pagar mapolsek rusak. Selain itu, beberapa pengendara mengalami luka ringan ■

 Baca Minibus...Hal 35

Yang Terlibat Tabrakan

BENNY/RaBa

IKUT: Husaini (tengah) mendaftarkan Sanggar Sekar Gending dari SDN 1 Lateng kemarin.

1. Daihatsu Grand Max Nopol : P 9486 VE Jenis : Pikap, warna putih Operator : M. Rohimulloh 2. Mitsubishi T 120 SS Nopol : N 522 AL Jenis : minibus, warna biru Sopir : Fajar Setya Hirawan 3. Motor Honda Supra Nopol : P 2234 XE Pengendara : Buang Misri (luka kepala) Penumpang : Warino (luka lecet kaki) 4. Motor Honda Beat Nopol : P 6361 VK Pengendara : Beni Setiawan (luka lecet)

SDN 1 Lateng Kirim Kontingen BANYUWANGI - Pawai Festival Endhog-Endhogan (FEE) Radar Banyuwangi akan semakin meriah Minggu besok (5/2). Sanggar Sekar Gending asal SDN 1 Lateng, Banyuwangi, menyatakan diri ikut meramaikan agenda tahunan tersebut. Selain itu, Pesantren Yatim dan TPQ Nurul Hayat dari Kelurahan Tukangkayu juga siap memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Kepala SDN 1 Lateng, Setyaningsih, mengaku akan mengerahkan para siswa SDN 1 Lateng dalam FEE. ‘’Kegiatan ini sekaligus untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, “ ujarnya ■  Baca SDN 1 Lateng...Hal 35

ADA APA LAGI

Anggun Dapat Bantuan SPM BANYUWANGI - Anggun Arliana Putri, 2, balita yang separo tubuhnya kurang berfungsi normal, mendapat surat pernyataan miskin (SPM) dari Kecamatan Banyuwangi kemarin (30/1). Camat Banyuwangi, Muhammad Luqman mengatakan, pihaknya memberikan SPM untuk membantu perawatan Anggun. Sebab, keluarga Anggun belum mendapatkan jamkesmas. “Sehingga agar bebas biaya perawatan rumah sakit dan dokter, maka harus gunakan jamkesmas,” kata Luqman kemarin. Setelah mendapat SPM, rencananya putri pasangan Aprilia Ismani, 18, dan M. Arisadewo, 29, tersebut akan segera dibawa ke puskesmas. Setelah itu, Anggun akan dirujuk ke rumah sakit atas anjuran puskesmas. “Agar segera ditangani apa penyebabnya,” kata Camat Luqman. Dia menambahkan, dari empat belas kriteria masyarakat yang berhak men-

GALIH COKRO/RaBa

BANTU: Camat Luqman (kanan) dan dr. Toni S. menjenguk Anggun kemarin.

dapatkan jamkesmas, keluarga Anggun memenuhi kriteria tersebut. “Sehingga, mereka sangat layak mendapatkan jamkesmas. Selain mendapatkan

bantuan tersebut, Anggun juga mendapatkan dana program birokrasi bersedekah dari Kecamatan Banyuwangi,” bebernya ■  Baca Anggun...Hal 35

BANYUWANGI - Partai Demokrat (PD) kembali melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap kadernya yang duduk di DPRD Banyuwangi. Setelah mencopot Surya Dalianta Brahmana beberapa bulan lalu, kini giliran Darodji yang akan diganti. Surat PAW untuk Darodji itu telah dikirim Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Kabupaten Banyuwangi. Ketua DPRD Banyuwangi Hermanto mengaku sudah menerima surat PAW tersebut. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, Syamsul Arifin, DOK. RaBa juga mengaku telah meDarodji nerima surat PAW Darodji. “Kami sudah menerima surat (PAW) dari DPP PD,” ujar Ketua DPRD Hermanto. Ketua DPC PD Banyuwangi, H. Adil Achmadiyono, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/1) juga mengaku telah menerima surat PAW untuk Darodji dari DPP PD. Tetapi, hingga kemarin pihaknya belum bersikap. “Surat dari DPP PD (tentang PAW Darodji) memang sudah kita terima,” ujarnya. Menurut Adil, sebelum memproses PAW tersebut, pihaknya akan melakukan cek kebenaran ke DPP PD terlebih dahulu. Bila surat yang diterima itu memang benar, maka surat itu akan segera ditindaklanjuti dan PAW Darodji akan diproses. “Kita masih akan mengkaji dan berkoordinasi dengan DPP PD,” katanya. Adil mengaku tidak tahu siapa yang mengirim salinan surat PAW untuk Darodji ke ketua DPRD dan KPU Banyuwangi. Sebab, sampai kemarin DPC PD Banyuwangi belum bersikap. “Pak Darodji saja belum kami beri tahu (masalah PAW) ini. Karena kami masih akan melakukan cek kebenaran dulu,” jelas politisi asal Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, itu ■  Baca DPP PD...Hal 35

Yadi Yatok Tolak Panggilan Kejari B ANYUWANGI - Terpidana kasus korupsi kapal landing craft tank (LCT) Sri Tanjung, Yadi Yatok Pramono, siap menolak panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi yang akan melaksanakan putusan atas penolakan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Dalam surat panggilan yang ditandatangani Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banyuwangi Firmansyah SH itu, Yadi diminta datang ke kantor kejari di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi, pukul 08.30 pagi ini (31/ 1). Selain Yadi, terpidana lain, H. Eko Sukartono, juga dipanggil. “Saya tidak akan datang karena tidak jelas,” kata Yadi yang mantan wakil ketua DPRD Banyuwangi saat datang ke kantor Radar Banyuwangi sore kemaGALIH COKRO /RaBa rin (30/1). Yadi Yatok Pramono Menurut Yadi, saat mengajukan kasasi ke MA pada 2009 lalu, dirinya pernah mendapat surat yang berisi pemberitahuan bahwa draf kasasi yang dia ajukan telah diterima MA. “Aturannya seperti itu. MA selalu memberi tahu secara langsung kepada kita dengan surat resmi,” ujarnya. Atas penolakan kasasi yang dia ajukan tersebut, Yadi mengaku belum mendapat surat salinan keputusan MA. Oleh karena itu, berita bahwa MA menolak kasasinya itu belum tentu benar. “Kalau kasasi yang kami ajukan itu ditolak MA, mana buktinya? Sampai sekarang, saya belum pernah menerima surat salinan itu,” ujarnya kemarin ■

 Baca Yadi...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

ORASI: Buruh PT Maya, Muncar, menggelar orasi di gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

Buruh PT Maya Demo Lagi BANYUWANGI - Untuk kesekian kali para buruh pabrik ikan PT. Maya, Muncar, menggelar aksi turun ke jalan. Tuntutan mereka adalah perbaikan nasib para buruh dan penegakan proses hukum bagi pengelola PT. Maya. Dalam aksi itu, mereka juga menggelar long march dari gedung DPRD menuju kantor Pemkab Banyuwangi. Para buruh yang sebagian besar perempuan itu juga mendatangi kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) di Jalan HOS Cokroaminoto, Banyuwangi. Mereka datang mengendarai motor dan truk. Sasaran awal adalah gedung DPRD Banyuwangi ■  Baca Buruh...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Korban yang Selamat dari Tragedi Inkai 30 Tahun Silam

Sambung Sabuk untuk Selamatkan Karateka Farid, 62, termasuk salah satu korban yang selamat dalam musibah yang menewaskan 26 karateka Institut Karate-do Inkai (Inkai) Banyuwangi 30 tahun lalu. Dia lolos dari maut saat mengikuti ujian kenaikan tingkat di muara Pantai Boom 17 Januari 1982 silam. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

MENDUNG cukup pekat menggantung di sebagian besar langit

Kota Banyuwangi sepanjang Ahad (29/1) kemarin. Matahari yang terhalang awan membuat suasana terasa seperti masih pagi saja. Padahal, jarum jam sudah hampir melewati angka dua belas. Di sekitar kawasan Pantai Boom, terpaan angin kencang dan udara dingin makin terasa. Tidak jauh dari lokasi itu, kerumunan karateka tengah memadati Tugu Inkai. Sebuah tenda berwarna merah terpasang persis di monumen yang dibangun pada tahun 1982 itu. Karangan bunga dan bendera Inkai terpasang dengan kokoh di sisi monumen tersebut. Setelah itu, mereka khidmat saat salah satu perwakilan karateka melantunkan dan memimpin doa. Doa itu dikhususkan untuk 26 korban tragedi Inkai yang gugur dalam ujian kenaikan tingkat.

Dalam prosesi itu, ada sosok pria menggugah perhatian. Sembari mengenakan topi cokelat dan t-shirt bergaris, dia menjadi fokus perhatian sejumlah karateka yang hadir. Dia adalah Farid, 62, salah satu korban selamat dalam tragedi yang terjadi 30 tahun silam tersebut. Dengan mata berkaca-kaca dan suara serak, pensiunan bank pelat merah di Banyuwangi itu masih hafal betul kejadian yang nyaris membuat nyawanya melayang. Warga Jalan Riau, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, itu menceritakan bahwa insiden itu terjadi saat Inkai Banyuwangi akan menggelar ujian kenaikan tingkat pada Minggu 17 Januari 1982 ■

Buruh PT Maya, Muncar, unjuk rasa lagi

Kejar rekor MURI, demo ping pitulikur (27 x)

DPP Partai Demokrat recall Darodji

Re = kembali, Call = dipanggil. Artinya dipanggil berulangulang, Darodji… Dji… Dji…!

 Baca Sambung...Hal 35

KENANGAN: Farid di Monumen Inkai di Pantai Boom Banyuwangi.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Selasa 31 Januari 2012

Potensi Desa Kebaman, Kecamatan Srono

Andalkan Usaha Pembuatan Tungku dan Gedhek KEBAMAN – Ada banyak potensi yang bisa terus dikembangkan di Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Di antaranya, industri kecil yang bergerak di bidang pembuatan tungku portabel, serta usaha rumahan pembuatan gedhek. Meski selintas terkesan sepele, nyatanya dua jenis usaha mikro tersebut cukup banyak menyerap tenaga kerja. Usaha pembuatan tungku berlokasi di Dusun Blangkon. Di tempat ini, sedikitnya trerdapat tiga industri mikro penghasil sarana memasak tradisional yang memanfaatkan bahan bakar kayu tersebut. Salah satu usaha yang cukup besar dimiliki oleh Mustofa, 40, warga setempat. Perkembangan usaha yang dirintis sejak sekitar tiga tahun yang lalu, itu memang cukup pesat. Terbukti, saat ini Mustofa sudah mempekerjakan delapan tetangganya. Rinciannya, empat orang bertugas membuat tungku, sedangkan empat orang lainnya bertugas memasarkan hasil produksi ke seantero wilayah Banyuwangi. Bahkan, yang lebih membangakan lagi, tungku hasil kerajinan warga Desa Kebaman tersebut juga sangat diminati warga dari luar daerah, seperti Jember, Situbondo, hingga Pulau Dewata, Bali. “Cukup banyak pesanan yang datang dari luar daerah,” ujar Asmuni, 41, seorang pekerja.

SIGIT HARIYADI/RaBa

SERAP TENAGA KERJA: Pekerja sibuk membuat tungku portabel di Desa Kebaman.

PROSPKTIF: Gedhek made in Kebaman masih diminati pasar.

Selain harganya yang cukup murah, yakni hanya sebesar Rp 40 ribu per unit, tungku made in Kebaman, ini juga sangat diminati konsumen karena pengunaannya cukup praktis. “Tungku ini bisa dipindah-pindah. Bobotnya juga cukup enteng, hanya sekitar 15 kilogram,” papar Asmuni.

Menurut Asmuni, dalam sebulan ratarata industri mikro tempatnya bekerja itu bisa memproduksi 300 tungku lebih. “Alhamdulillah semua habis terjual,” ungkapnya. Sementara itu, di Dusun Sukomukti, warga satu RT, yakni RT 4/RW 3, nyaris seluruhnya menggeluti usaha pembua-

tan gedhek. Akibatnya, dari 53 kepala keluarga di RT tersebut, tidak seroang pun yang menganggur. Meski penghasilan yang mereka raup hanya sekitar Rp 500 ribu per bulan, para warga sekitar mengaku tetap menjalankan usaha yang sudah digeluti turun-temurun tersebut. “Kalau hanya mengandalkan upah buruh tani, kami pasti kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, jika tidak sedang musim panen ataupun musim tanam, hampir seluruh warga bekerja menjadi perajin gedSIGIT HARIYADI/RaBa hek,” tutur Badar, 48. Namun sayang, meski gedhek masih diminati konsumen, Badar mengaku kesulitan modal untuk mengembangkan usahanya. “Kalau pesanan banyak, kami sampai menolak karena tidak punya bahan baku bambu yang cukup. Sebab, saat ini harga bambu cukup mahal, Rp 10 ribu per lonjor,” Pungkas Badar. (sgt/aif)

Gempar Deklarasi Pemekaran Wilayah

PENDIDIKAN

Dihadiri Tokoh Gaek, LSM dan Politisi

IWAN SETIONO/RaBa

PRAKTIK: Kepala UPTD Banyuwangi Nurhamim bersama Ketua PKG Suhernik meninjau lomba IPA di SDN Model kemarin.

Rochayati Guru Berprestasi BANYUWANGI- Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kecamatan Banyuwangi menggelar lomba guru dan siswa berprestasi siswa di SDN Model Banyuwangi kemarin (30/1). Gelar bergengsi guru prestasi se Kecamatan Banyuwangi tahun ini disabet oleh Rochayati Handayani dari SDN Model Banyuwangi. Sedangkan runner up diraih Ita Mufati dari SDN Taman Baru. Posisi ketiga guru prestasi kembali digondol guru SDN Model Banyuwangi, Ida Rahmawati. Sementara itu, lomba untuk siswa meliputi Olimpiade Matematika dan IPA, serta lomba siswa berprestasi. ”Lomba ini bukan untuk siswa. Para guru juga berlomba untuk menjadi guru berprestasi,’’ jelas Ketua PKG Kecamatan Banyuwangi, Suhernik. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Nurhamim memantau langsung agenda bermacam lomba kreativitas tersebut. Dia berpesan agar para peserta tampil dengan semangat dan sportif. ”Ajang ini sangat bermanfaat untuk menilai kemampuan para siswa dan guru dalam menerapkan ilmu yang telah diterima,’’ harap Nurhamim. Setelah melalui serangkaian tahap lomba, Erika Dewi Farisa dari SDN 1 Lateng berhasil menjadi juara Olimpiade matematika. Juara dua diraih Priska Amelia Anggreni (SDN Kepatihan), dan juara tiga disabet Silvara Putri Rahma dari SDN Model. Sedangkan juara satu Olimpiade IPA diraih Faradiba Faridsyah dari SDN Model. Menyusul kemudian juara dua Olimpiade IPA diraih Ihsanul Umi Aisyah (SDN 1 Pakis), dan juara tiga Erfina Aprilia Susanti dari SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi. Sementara itu, gelar bergengsi pelajar prestasi putra diraih Ahmad Santosa dari SD Al-Khairiyah. Juara dua Arif Rahmadani dari SDN 1 Lateng, dan juara tiga Moh Ardi Ramadhan dari SDN 4 Penganjuran. Untuk kategori pelajar prestasi putri diraih Natasha Vine Angeluque dari SDK Santa Maria. Juara dua diraih Firsta Yuli Amarta Putri dari SDN Model, juara tiga Sherina Refida Kharirina dari SDN 4 Penganjuran. (adv/bay)

GENTENG – Isu pemekaran Kabupaten Banyuwangi menjadi dua wilayah kembali mengemuka. Kemarin, sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Masyarakata Peduli Pemekaran (Gempar) mendeklarasikan pemekaran. Deklarasi yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Genteng itu dihadiri sekitar 200 tamu undangan. Sejumlah tokoh gaek Banyuwangi hadir. Di antaranya Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Banyuwangi (Aman Korban) Toeloes Soedjianto, politisi Sihombing, aktifis LSM yang juga staf Kecamatan Purwoharjo, Suparmin. Ada juaga As’ad dan KH. Samsul Muarif, serta sejumlah aktifis tua lainnya. Sedang dari kalangan tokoh muda tampak H. Harir, Yudianto, Iqbal Baraas, Slamet Wahyudi, Yudhi Prasetyo, Sudaroji, Wahyuono, Slamet Geger, serta sejumlah aktifis muda lainnya. Dalam deklarasi yang dipimpin oleh Hariri tersebut, jajaran presidium Gempar menyatakan sumpah setianya kepa-

ABDUL AZIZ/RaBa

DEKLARASI: Jajaran presiduam Gempar saat melakukan deklarasi di halaman Gedung GNI Genteng, kemarin.

da Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. “Setia dan bersedia mendukung proses pemekaran Kabupaten Banyuwangi, dengan cara santun, damai dan beradab,” tegas para dewan Presidium Gempar, dipimpin Harir. Usai menggelart deklarasi, beberapa perwakilan tokoh menyampaikan orasi

politiknya. Mereka adalah Sihombing, Suparmin, Toeloes Soedjianto dan Samsul Muarif. Yudianto, salah satu Dewan Presidium Gempar mengatakan, bahwa deklarasi tersebut murni dilatarbelakangi karena faktor kebutuhan masyarakat Banyuwangi. Dia menegaskan, dari sisi luas wilayah

dan jumlah penduduk, Banyuwangi sangat layak untuk di pecah menjadi dua bagian. “Jadi pemekaran wilayah ini adalah sebuah keharusan yang harus kita wujudkan bersama,” tandasnya. Yudi menuturkan, luasnya wilayah Banyuwangi, selama ini sudah terbukti kurang bisa menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya yang menyangkut layanan publik. Sebab hampir semua layanan publik terpusat di Kota Banyuwangi. “Banyaknya jumlah penduduk juga sangat kurang efektif pada pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya. Sementara itu, anggota presidium lainnya, Iqbal Baraas, menambahkan, bahwa munculnya Gempar yang menghendaki adanya pemecahan wilayah tersebut bukan karena faktor politik. Menurutnya, munculnya gerakan pemekaran kali ini murni demi kepentingan masyarakat secara luas. “Gerakan pemekaran kali ini tidak sama dengan gerakan 2005 silam, ini murni kita lakukan karena faktor kebutuhan masyarakat luas,” tandasnya dalam acara yang juga dihibur sejumlah artif Parfi Banyuwangi tersebut. (azi/aif)

PENYULUHAN: Aiptu Lipur saat menjadi inspektur upacara di SMAN I Pesanggaran, kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

Cegah Kenakalan, Sentuh Kalangan Pelajar PESANGGARAN - Maraknya kenakalan di kalangan pelajar mengusik polisi untuk turun tangan. Seperti yang dilakukan aparat kepolisian Pesanggaran kemarin. Mereka rajin turun ke sejumlah sekolah untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan hukum. “Untuk kali ini, kita turun ke SMAN Pesang-

garan memberikan penyuhan,” kata Kanit Binmas Polsek Pesanggaran, Aiptu Lipur. Lipur menuturkan, selain menjadi inspektur upacara, dia beberapa anggota polisi yang lain juga memberikan pengarahan sekaligus penyuluhan hukum yang meliputi pentingnya menjadi manusia taat hukum.

Selain itu juga dijelaskan bahaya mengonsumsi narkoba serta obat-obat terlarang lainnya. “Penyuluhan semacam ini penting dilakukan agar para siswa bisa memiliki kesadaran hukum sejak dini, terlebih kita berharap mereka bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” harap Lipur (azi/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 31 Januari 2012

TKI Sragi Tewas di Malaysia

ISU SANTET

Terpeleset saat Bersihkan Lantai

SIGIT HARIYADI/RaBa

RUMAH DIRUSAK: Kondisi rumah Mukimin kini berantakan setelah aksi massa, Jumat malam (27/1) lalu.

Mukimin Legawa Diusir SEMPU–Polemik berkepanjangan yang melanda warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, tampaknya segera reda. Itu terjadi setelah Mukimin bersedia keluar dari desanya, menyusul penolakan warga atas keberadaan pria yang dituduh memiliki ilmu santet tersebut. Seperti diungkapkan Kepala Dusun (Kadus) Krajan Moch Khodir. Dikonfirmasi via telepon kemarin (30/1), kadus itu mengakuinya. Diungkapkan, berdasarkan hasil musyawarah perwakilan warga, perangkat desa, dan polisi, warga mendesak Mukimin keluar dari Desa Jambewangi. Untuk itu, kemarin siang, kadus dan kepala desa mendatangi Mukimin di Mapolsek Sempu. Mereka menyampaikan keinginan warga, agar dia keluar dari desa tersebut. “Untungnya, pihak Pak Mukimin sudah ikhlas keluar dari Desa Jambewngi,” ungkap Khodir n  Baca Mukimin...Hal 35

SONGGON - Kabar duka kembali datang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mencari nafkah di Malaysia. Kali ini, korban bernama Romlah alias Anita, 38. Pahlawan devisa asal Dusun Pertapan, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, itu dikabarkan tewas akibat terpeleset saat membersihkan lantai di rumah majikannya di Johor. Informasi yang diterima koran ini menyebutkan, wanita yang merantau ke Negeri Jiran sejak tahun 2006 lalu itu tewas sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada Minggu (22/1). Kabar yang diterima keluarga korban menyebutkan, Romlah tewas ketika menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kontan saja keluarga korban kelabakan menerima informasi tersebut. Seakan tidak percaya, orang-orang terdekat korban langsung mencari tahu kebenaran informasi mengejutkan tersebut. Sebab, selama bekerja di negeri orang, Romlah tidak per-

nah putus komunikasi dengan kerabatnya di Sragi. Bahkan, selama bertahun-tahun di Malaysia, ibu dua anak tersebut tidak pernah mengeluh sakit maupun disiksa majikan. Alangkah terkejutnya keluarga korban saat mendapati kenyataan bahwa Romlah tidak tercatat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. “Oleh sebab itu, kami menduga Romlah berangkat menjadi TKI secara ilegal,” duga Kepala Dusun (Kadus) Pertapan, Sugiman, saat dikonfirmasi di rumah duka kemarin sore (30/1). Menurut Sugiman, berdasar informasi dari perwakilan resmi kepolisian Malaysia, korban dinyatakan tewas murni akibat kecelakaan. “Korban tewas karena kepala belakang membentur lantai saat membersihkan rumah majikannya,” ungkapnya. Sementara itu, sampai kemarin, perwakilan keluarga masih berada dalam perjalanan menuju Bandar Udara (Bandara) Juanda, Surabaya, guna menjemput jenazah korban. Rombongan itu terdiri atas suami Romlah, Ilham, 45, anak pertama korban, dan

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERDUKA: Kerabat korban menunjukkan foto Romlah semasa hidup.

petugas Dinas Sosial Banyuwangi. Jasad wanita malang itu diprediksi tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 18.00 kemarin. Rombongan yang membawanya pulang diperkirakan tiba di rumah duka dini hari tadi (31/1). “Rencananya, jenazah korban akan dikebumikan besok pagi (pagi ini, Red),” ungkap Sugiman. Sementara itu, suasana berduka terlihat dari para kerabat Romlah yang kemarin berkumpul di rumah duka. Mereka mengaku tidak mendapat firasat apa pun sebelum korban meninggal dunia. “Kami hanya bisa berdoa agar Romlah diterima di sisiNya,” ucap bibi korban. Duka yang dirasakan pihak keluarga semakin besar ketika ingat bahwa saat ini anak kedua korban, yakni Anita, masih duduk di bangku kelas tiga SMA. Keluarga khawatir Ilham yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu kesulitan memenuhi biaya sekolah putri kesayangannya itu. “Tuhan maha adil. Ia pasti tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan umat-Nya,” timpal seorang kerabat korban yang lain. (sgt/c1/irw)

BAYI MALANG: Warga berbondongbondong menyaksikan pemakaman bayi yang ditemukan di sungai Dusun Curah Palung. SIGIT HARIYADI/RaBa

Ketika Warga Curah Palung Digegerkan Temuan Mayat Bayi

Mengapung di Sungai Kecil Warga Dusun Curah Palung, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, mendadak gempar Minggu pagi (29/1). Mereka dihebohkan kabar penemuan sesosok bayi laki-laki mengapung di sungai setempat. Kali pertama ditemukan, bayi tersebut sudah dalam kondisi tak bernyawa. SIGIT HARIYADI, Purwoharjo PAGI itu, suasana di Dusun Curah Palung mendadak ramai. Pasalnya, seorang warga mengabarkan ada bayi mengapung di sungai yang membelah kampung tersebut. Tak pelak, warga pun berduyun-duyun mendatangi lokasi penemuan bayi nahas tersebut. Jasad bayi malang itu ditemukan kali pertama oleh Nanang, 16, warga sekitar. Awalnya, dia menyangka tubuh bayi yang tersangkut di semak-semak itu adalah bantal guling. Alangkah terkejutnya pemuda itu saat didekati ternyata bantal guling itu adalah bayi lengkap dengan ari-arinya. “Saat saya gerakgerakkan dengan kaki, ternyata benda itu adalah bayi,” tuturnya kepada Radar Banyuwangi (RaBa) kemarin.

Sontak, Nanang berteriak histeris. Dia segera mengabarkan temuannya itu kepada para tetangganya. Tidak lama berselang, warga berhamburan menuju lokasi kejadian untuk melihat dari dekat sosok bayi malang yang diduga sengaja dibuang orang tuanya tersebut. Kecurigaan warga tampaknya beralasan. Pasalnya, lebar sungai tempat jasad bayi malang itu ditemukan hanya sekitar satu meter. Selain itu, aliran sungai tersebut tidak deras, sehingga mustahil bisa menghanyutkan tubuh bayi. “Kasihan bayi ini. Mungkin dia sengaja dibuang, karena hasil hubungan gelap,” celetuk seorang warga Dusun Curah Palung. Penemuan bayi itu langsung dilaporkan kepada aparat ber-

wajib di Mapolsek Purwoharjo. Beberapa menit kemudian, polisi bersama petugas medis Puskesmas terdekat datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka langsung melakukan identifikasi jasad bayi laki-laki tersebut. Bayi malang itu sempat dibawa ke puskesmas, kemudian diserahkan kepada warga sekitar untuk dimakamkan. “Setelah dilakukan identifikasi, mayat bayi itu kita serahkan kepada masyarakat agar dikubur,” terang Kapolsek Purwoharjo AKP Trijoko Setyonarso melalui Kasi Humas Bripka Budi Hermawan. Hingga kemarin, polisi masih melakukan penyelidikan. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap apakah bayi tidak berdosa itu sengaja dibuang oleh orang tuanya ataukah tercebur sungai dan murni kecelakaan? Namun, dilihat dari kondisinya, polisi menduga bayi itu baru saja lahir dan langsung dibuang ke sungai. “Kami masih melakukan penyelidikan. Kami mengimbau warga agar melapor jika memiliki informasi yang mengarah ke kasus ini (penemuan bayi),” imbau Budi. (c1/irw) ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Mengikuti Kuliah Umum Universitas Terbuka Bersama Bupati Anas

Bangun Kantor Pemkab, Tidak Mengurangi Anggaran Rakyat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertemu seribu mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jember di Pendapa Shaba Swagata Blambangan, kemarin (30/1). Pada kesempatan itu, Bupati Anas memberikan kuliah umum dan menyerahkan secara simbolis bantuan peningkatan kualifikasi akademik untuk mahasiswa UT Banyuwangi. DALAM kesempatan kuliah umum itu, Bupati Anas menyampaikan orasi ilmiah soal pengembangan pendidikan. Bupati juga menjelaskan beberapa kebijakan yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalam kurun waktu satu periode masa jabatannya. Misalnya, beberapa waktu lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dinilai sebagian orang tidak populis. “Saya pribadi dan sebagai bupati, tidak takut kehilangan popularitas, karena memperjuangkan kepentingan rakyat banyak,” terangnya, kemarin. Untuk kepentingan masyarakat luas, kebijakan pemerintah tidak harus selalu populis. Karena itu, Bupati Anas tetap memutuskan untuk mengambil kebijakan yang tidak populis. “Tahun 2011 lalu, saya putuskan untuk melakukan revitalisasi

beberapa taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH),” ungkapnya. Kebijakan itu sempat ditentang sebagian masyarakat, yang tidak sepakat dengan pembangunan taman tersebut. Kebijakan merevitalisasi taman sebagai RTH, bukan tidak memiliki dasar dan literatur ilmiah. Sebelum memutuskan kebijakan itu, Bupati Anas mengaku sudah melakukan kajian dan membaca banyak buku tentang pembangunan masyarakat modern. Salah satu buku yang dibacanya adalah psikologi pembangunan. Salah satu poin penting dalam buku itu adalah soal tingginya stres masyarakat perkotaan. Salah satunya diakibatkan tidak tersedianya RTH di lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat kota, beber Bupati Anas, tidak lagi memiliki halaman rumah memadai, yang berfungsi sebagai RTH. Itu terjadi, karena mahalnya harga lahan dan tanah perumahan di perkotaan. “Banyak warga yang tidak bisa menjangkau untuk membeli lahan lebih, karena harganya mahal,” jelasnya. Untuk meneken angka stres masyarakat itu, solusi yang diambil pemerintah daerah menyediakan lahan RTH bagi masyarakat umum minimal 30 persen seperti yang diamanatkan undang-undang. Kebijakan itu harus diputuskan, walau dinilai tidak populis oleh sebagian masyarakat. Pemerintah tidak boleh membiarkan tingkat stres melanda masyarakat dan rakyat Banyuwangi. Sebab, kalau masyarakat dilanda stres secara terus- menerus, pada akhirnya akan melahirkan masyarakat yang tidak produktif.

SIMBOLIS: Bupati Anas menyerahkan bantuan peningkatan kualifikasi akademik Rp 3,5 juta kepada mahasiswa UT.

ISTIMEWA

“Saya sengaja baru menjelaskan sekarang setelah revitalisasi taman selesai,” ungkap Bupati Anas, yang langsung disambut aplaus panjang dari ratusan mahasiswa. Walau awalnya ditentang sebagian masyarakat, namun saat ini keberadaan Taman Sri Tanjung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kota Banyuwangi. Siang-malam, taman itu selalu dipadati warga untuk sekadar bersantai bersama keluarga. Bupati Anas juga menjelaskan rencana pembangunan kantor Pemkab Banyuwangi. Rencana pembangunan pelayanan terpadu di lingkungan Sekretariat Pemkab Banyuwangi bertujuan

memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Anggaran yang digunakan untuk pembangun kantor pemkab itu tidak mengurangi jatah anggaran untuk rakyat. Sebaliknya, anggaran untuk rakyat dalam APBD 2012 malah meningkat dibandingkan tahun 2011. Anggaran pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, dan anggaran pemberantasan kemiskinan meningkat tajam. “Sekali lagi, anggaran yang digunakan untuk membangun kantor pemkab itu tidak mengurangi jatah anggaran rakyat,” tegasnya. Bupati menyampaikan, dana yang akan di-

gunakan membangun kantor pelayanan satu atap diperoleh dari usaha lain yang didapatkan pemerintah daerah. Pada tahun 2012, pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD, memutuskan untuk menambah jumlah penyertaan modal di Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar. Dari penambahan penyertaan modal Rp 50 miliar itu, pemerintah daerah mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 25 miliar dari Bank Jatim. Nah, dana sebesar Rp 19 miliar dari Rp 25 miliar yang diperoleh dari bagi hasil itu digunakan untuk membangun kantor pelayanan satu atap di lingkungan sekretariat daerah. “Kebijakan itu sama sekali tidak mengurangi anggaran yang direct langsung pada rakyat. Bahkan masih ada sisa lebih sekitar Rp 6 miliar, untuk menambah anggaran rakyat APBD,” terangnya. Pembangunan kantor pelayanan satu atap itu, jelas Bupati Anas, untuk kepentingan jangka panjang pemerintah daerah. Selain untuk efisiensi anggaran, kebijakan itu juga dalam rangka memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Sementara itu, pada kesempatan tersebut, sebanyak 907 mahasiswa UT menerima bantuan peningkatan kualifikasi akademik masingmasing sebesar Rp 3,5 juta. Dana bantuan itu berasal dari anggaran APBN dan APBD Jatim yang dikirimkan melalui rekening masing-masing mahasiswa di Bank Mandiri. “Mahasiswa UT harus menjadi pelopor gerakan menabung sebagai investasi pendidikan buat putra-putrinya di masa mendatang,” harap Bupati Anas. (afi/irw)


K0MUNIKASI BISNIS

28

Siswa TK/KB Al-Qomar Dikenalkan Tugas Polisi BANYUWANGI – Halaman Polisi Resort (Polres) Banyuwangi kemarin (30/1) nampak ramai. Namun bukan karena demo atau gelar pasukan. Kemarin, sebanyak 164 siswa beserta guru pendamping Taman Kanak-kanak/Kelompok Bermain (TK/KB) Al-Qomar mengadakan kunjungan ke markas penegak hukum tersebut. Acara kunjungan tersebut diawali atraksi barongsai dari siswa TK/KB Al-Qomar. Selanjutnya, penyerahan cindera mata kepada Kapolres Banyuwangi. Saat ditanya oleh petugas polres Banyuwangi, siapa yang bercita-cita jadi polisi? Sontak terlihat beberapa siswa TK/KB Al-Qomar mengacungkan jari sambil berteriak, “Saya!” Dalam kunjungan tersebut, siswa sekolah yang berlokasi di jalan Simpang Gajah Mada 05 itu diberi pemahaman tentang tugas-tugas kepolisian. Terutama polisi lalu lintas. Juga tentang beberapa ramburambu jalan, gerakan atau kode lalu lintas, seperti berhenti dua arah dan sebagainya. Di akhir kunjungan, keasyikan siswa TK/ KB Al-Qomar peraih juara I kejurkab Drumband yang lalu ini tertuju pada kendaraan patroli polres Banyuwangi. Dengan suara sirene meraung-raung, siswa TK/KB Al-Qomar berebut untuk menunggangi mobil serta sepeda motor yang biasa digunakan patroli polantas Banyuwangi. Kepala TK/KB Al-Qomar, Rochmaniyah SPd menuturkan, kegiatan tersebut me-

BANYUWANGI

GERDA/RaBa

ASYIK: Siswa TK/KB Al-Qomar berebut menaiki kendaraan patroli Polres Banyuwangi.

rupakan agenda rutin pembelajaran di luar lingkungan sekolah. “Setiap tahunnya, tempat pembelajaran yang dituju

BANYUWANGI

selalu berganti-ganti. Sebelumnya, siswa dikenalkan dengan sawah dan petani,” ujar Nia, sapaan Rochmaniyah. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Selasa 31 Januari 2012

Indera ke-6 Aktiv Hanya 2 Jam di MSB Training TRAINING MSB (Meditation Stimulate Brain Function) adalah Training Spektakuler Ilmiah dan Modern Aktivasi Indra ke6. Aplikasi dari sebuah buku yang cukup laris Karya Grand Master Meditasi Indonesia, Rizki Joko Sukmono SH yang berjudul “Mendongkrak Kecerdasan dengan Meditasi Stimulasi Otak” yang diterbitkan PT. Visimedia Jakarta. Training ini akan diselenggarakan di Gedung Pusat Pelatihan MSB (CV. ADEM ATI), Jl. Langsep Raya Patrang Jember, pada hari Minggu, 5 Februari 2012 Pkl. 10.00-15.00 WIB. Saat Training berlangsung, semua peserta akan dirangsang otak tengahnya (MidBrain) dewasa/anak-anak (7-15 Thn) dengan Software Binaural Beats (BATD) made in USA, sampai tertidur. Setelah aktivasi akan diujikan satu persatu setiap peserta tingkat kepekaan instuisi kecerdasan bawah sadarnya yang baru. Menurut Einstein, 80 % tingkat kecerdasan seseorang jarang terangsang pada alam bawah sadarnya. Sehingga kita sering selalu merasa buntu dalam berpikir untuk menyikapi segala pelajaran persoalan kehidupan di segala bidang (The Science of Living). MSB akan mengajarkan

BANYUWANGI

ISTIMEWA

PANCARKAN ENERGI. Atraksi Pak Ketut, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Bali.

setiap pesertanya bertindak dengan nuansa intelegent yang baru atau disebut dengan Habits (bertindak/memutuskan sesuatu tanpa berpikir), yang diatraksikan nyata dalam bentuk simulasi indera ke-6-nya yg telah diaktivkan. Seperti: baca pikiran, menerbangkan lampu, mata ditutup dapat membaca, melumpuhkan emosi, menditeksi penyakit, menghafal cepat, mematikan lilin tanpa disentuh, lemaskan besi, patahkan dragon, telepati, melihat memori pikiran sendiri di tembok, kebal benda tajam, melihat pencuri di air & puluhan lainnya [hanya satu kali mengikuti training ini, setiap peserta akan dibimbing sampai tingkat trampil kecerdasan bawah sadarnya].

BONUS MATERI: Terapi dengan minyak ajaib “memijat sendiri”, membuat kapsul herbal yang dapat meletup dan memancarkan energi diseluruh tubuh seperti listrik bila diminum, meracik herbal teruji, hancurkan logam jadi debu, dan entrepreuner power [ATM anda dapat terisi uang setiap saat/ bukan MLM, dapat Modal puluhan juta dan cara melipatgandakannya, beli rumah hanya 10 juta, beli emas 1 batang untung 5 batang] + software aktivasi otak orang dewasa & anak-anak, modul, & CD materi. Pendaftaran, Hub. HP. 08533000-2338. (Melayani: Corporate Class & Education Class: Khusus Para Pendidik/ Pelajar/Mahasiswa). www.trainingmsb.com. (ikl/als)

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Rumah Mendut •

• Rumah + Tanah •

• STAFF AUDIT •

• Sortir Plastik •

• Kijang ‘94 •

• Prima Mobil •

• Kijang 91 •

Jual Rmh Mendut H.1, SHM, T80/137, hrg 190jt nego, 3RT, 2KM, RT, Dpr.HP:0811359850

Dijual Sgr Rumah + Kebun rambutan luas 8050m2 SHM harga 400jt nego di Pekulo Sumbersari. Pembayaran bisa diatur. Hub: 081554147502 (TIDAK TERIMA SMS ATAS NAMA RADAR BANYUWANGI)

Dibutuhkan staff Audit, laki-laki, SMK/D/ S1 Managemen Akutansi, bersedia tugas luar kota, Segera kirim CV ke Radar Banyuwangi, kode JM.007.

Dicari Sortir Plastik putihan + emberan untuk di Bali, Hubungi: 081999914466

Dijual Kijang '94. Biru Bulu Kera (P). Istimewa. Hrg 70 Juta Nego. Hub: (0333) 7750406.

Dijual Kijang 91, P, Silver, istimewa, 53 juta, TP. Hub: 087712779185/081336144020

• Pendidikan •

• Toyota Corona •

• STAFF ACCOUNTING •

PesantrenYatim Nurul Hayat Bwi, mnrima santri Putra,Yatim, Usia 6-12Th, fslitas asrama tinggal layak & memadai, beasiswa sampai perguruan Tinggi, H: Jl. Imam Bonjol 35 Tukangkayu Bwi 0333-7775555 . 085730371562

Jual cepat mobil Toyota Corona Ex Salon ‘91, 42 jt nego, Hub. Hendro 085258510888

Sgr Indent, New Car: ALL NEW AVANZA, New Grand Inova, All New Xenia, New Grand Livina HWS, March, Juke, ALL New Jazz, PU Grandmax, PU L300, FE74PU, PU Mega Carr y. Hub 0811301676, 0333411655

• Sutri Garden • Dijual Rmh tipe 140 hrg 375jt berkualitas di perum elite sutri garden. Telp. 03337722222/081249400460

• Sutri Garden • Dijual rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perum Elite Sutri Garden, telp. 7722222/081249400460

SITUBONDO • Rumah SHM • Dijual Rumah SHM, LT 200m2, full bgn, fas lngkap, harga 295Jt nego, 081336967600, Jl. Anggrek VII No 2 Situbondo

• Rumah Pinggir Jalan • Dijual Rumah pinggir jalan, Jl. Dr. Soetomo 35 Bwi, Luas 168m. Hub: 081336336853

• Rumah 390M2 •

• Supriyadi Residence •

Dibutuhkan Adm Marketing (AM), Sales Mobile (SM), Collector (MK), Field Surveyor (FS). P/W, max 23yhn, Ruko Mutiara Blambangan No. B-2 Jl DR Sutomo No. 91 Bwi.0333417991

Dbthkn sgr: A) Calon Tng Security, P (168cm), W (160cm), min SMA sdrjt, usia 18 - 35 th. B) Security brpngalamn min 5 th & memiliki sertifikasi min. Gada Pertama, usia 25 - 45 th. Krm lam ke PT. DAS Cab. Bwi Jl. Budiono No. 42 (komplek PKBR) Telp. 0333 - 411000

• Sobo Permai • Dijual Rumah SHM Jl. Tunggul Ametung No. 07 LT 390M2. Hubungi: 08123254317

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah 770m2 •

• Tanah 1450m2 •

DijualTanah Sertifikat Hak Milik, letak di Bakung - Glagah - Bwi, L 770m2, ditawarkan 400/pk meter. H: 085236655766 / 081349300930

DijualTanah L. 1450m2, lok. Penataban Giri. Hub: Ester 081331666654, Obed 081216419306 (Cepat, tanpa perantara)

• Kav/Rumah •

• Tanah Kapling •

Anda Butuh Tanah kav/rumah, lokasi dalam kota, murah, pembayaran nego. Hubungi: 085859959455, 085236366603

Dijual tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580.

BANYUWANGI

• ADIRA KREDIT •

• SECURITY •

Promo Supriyadi Residence/KSB utr Roxy tengah kota keperliman smenit, T70/133 295jtan s/d T110/190 400jtan, design free by Mirandta Jasa Design Arsitek&Sipil, HP 082140136614 - 081336142143

Dijual Rumah Sobo Permai SHM LT 95m2, 1RT, 1 RKeluarga, 2KMT, hrg 60jt nego, Hub. 082131544294, 085236556444

Dibutuhkan staff accounting, syarat: S1 Ekonomi/Akuntansi. Pengalaman minimal 1 tahun. Kirim CV ke Raden Wijaya No. 98 Banyuwangi.

BANYUWANGI

• Ruko 2 Lt Tukang Kayu •

• STNK •

Dijual Ruko 2 Lantai. L 435 m2. Lok Jl. Imam Bonjol No. 57 Tukangkayu Banyuwangi. Cocok untuk Bisnis/ Perkantoran. Hubungi: BOBY 081332001912 dan HADI 081358226569

Hlg STNK Nopol P 5903 XK, an. Agus Tjahyono, al: Lingk. Krajan Bulusan Kalipuro

• DIBUTUHKAN SEGERA • Perusahaan MAITENANCE LIQUID PETROLIUM yang sedang berkembang membutuhkan SDM yang siap berkarier untuk posisi: 1. Teknisi, 2. Mekanik, 3. Supervisor, 4. Surveyor, 5. Asst Manager, 6. Admin. Persyaratan: 1. Pria atau wanita, 2. Pendidikan terakhir Min. SLTA, D1, D3 dan S1, 3. Usia 18 s/d 35th. Lmaran langsung ke: Jl. Letnan Sanyoto Gg 1 No. 32B (utara Taman Makam Pahlawan) Bwi.

• Lion Senng • Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hubungi: 087857427544

• Urus Visa •

• Daihatsu Diskon •

• Prima Mobil •

Miliki segera All New Xenia mli 133Jt. Gran Max, Luxio, Sirion, Terios Disc 7Jt. Free GPS+Proses Cpt. Hub: HADI 0815.5970.5555 / 081 233 432 555

Mercy NE E200'96, Avanza 05,08,10, Xenia 06,07,09, APV 05,07, Khg LSX Solar97, Inova05,06(diesel/bnsn),Krista 1.8'97,Escudo98,Taruna02,Panther New HiGrade99,00,Jazz05,PU SS'09,PU Fut'09.Hub 0811301676, 0333411655

• Suzuki Katana 96 •

Dijual Toyota Kijang LGX 1,8 tahun 2000, warna biru langit, audio, TV, Velg RIG, istimewa, harga 110 Juta. Hubungi 082132222007

Dijual Katana ‘96 merah orisinil, pajak baru, kondisi istimewa. HP 081332059994/085236665233

Bantu urus Visa turis Jepang, Jepang, Aussie, Hubungi: 082130798967, Bpk Steve.

• Tour Murah!! •

• Toyota Kijang LGX ‘00 •

• Daihatsu Classy 94 •

• Honda Jazz 08 •

• Suzuki Swift ‘10 •

Dijual Daihatsu Classy'94 Hijau tosca, Power Str, Power Window, Electr Mirror, Central Lock, AC, Tape, An.sendiri, siap pakai. Hrg 35jt, hub. 081.336.599.309

Dijual Honda Jazz VVTI tahun 2008, hitam, harga nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111 – 081335897888

Dijual Suzuki Swift th 2010, warna silver, manual asuransi alrise 2 th bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

• Toyota Avanza 07 •

• Honda City 06 •

• Honda Stream 02 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60 IRM th 2007 biru metalik, harga 127,5 jt nego, barang istimewa , bisa cash/kredit. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda City (sedan) GD8 1.5 IDSI MT S th 2006 hitam metalik, harga 142,5 jt nego, barang istw , bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148.

Dijual Honda stream S74 1,7 AT CKD th 2002, abu-abu metalik, harga 127 jt nego, barang istw, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Xenia 07 •

• Geely MX ‘10 •

• Toyota Kijang LGX 98 •

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV – VVTI th 2007, silver, harga 107,5 jt nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Geely MX2 1.5 GS MT th 2010, hitam metalik, harga 95 jt nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Kijang LGX’98, biru, pajak panjang, siap pakai. Harga Rp 95 juta (nego). Hubungi: 8123353502

Ada Tour Murah!!! Sing-Mal Rp 2 Juta, Sing-Mal-Thai Rp 3 Juta. Untuk Info Hub: 085711374779, 081217953179, Steve

• Investasi 2012 • Menguntungkan, mudah, dijamin legal, aman, keuntungan 50% perthn,min investasi 1jt. Hub 03338926109. Buktikan!.

• Percetakan • Cetak mug - kaos - pin - gant kunci - jamasbak utk promo toko - kantor - souv ultah&nikah. Hrg murah partai&eceran. Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto (blk bakso P. Agus) 0333417992, 081913906633

HlgSIMC+STNKNopolP6751WJ,an.Samiyono, al: Lingk. Gaplek 3/2 Bakungan Glagah

• Dijual/Disewakan •

Hlg STNK Nopol P 2181 YY, an. Baihaki, al: Lingk. Porong RT01/01 Boyolangu, Giri

Dijual/Disewakan toko, strgs, jln besar, LT 700m2 LB360m2, K mandi. listrik 900W, H: 08155917155, Tk Pelangi Jl. Kebalen Rgj

SITUBONDO

SITUBONDO

• BPKB •

• Ruko Mangaran •

Hlg BPKB 5395795J, an. Syamsul Arifin Sodik, al: Ds. Besuki, Situbondo

Dijual Ruko ukrn: 7x22m, fas: 3 KTdr, Dapur, K. Mandi, Listrik 900VA, H: 081336670171, selatan Balai Desa Mangaran, Stb.

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Selasa 31 Januari 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Honor Relawan Ijen Diduga Diselewengkan Tagana Mbengok, Honor Rp 38 Juta Tak Jelas BONDOWOSO – Aroma tak sedap muncul dari antisipasi penanganan bencana erupsi gunung Ijen. Ada indikasi penyelewengan anggaran penanganan bencana tersebut. Salah satunya terlihat dari anggaran honor, yang sampai saat ini ternyata belum diterima oleh puluhan relawan yang bertugas di sana. Relawan bencana tersebut adalah anggota dari Taruna Siaga Bencana

(Tagana) Bondowoso. Mereka bertugas selama emergency respons bencana Ijen sejak 28 Desember 2011 hingga 28 Januari 2012. “Sejak tanggal 28 Januari kita sudah dirikan tenda di Kecamatan Sempol. Selanjutnya kita pasang lagi di lapangan Kalisat,” kata Suyitno, Koordinator Tagana Bondowoso. Setelah itu, sekitar 15 anggota dari total 31 anggota Tagana stand by di Ijen setiap harinya. Suyitno mengaku, anggotanya selama ini tidak mendapatkan support apa-apa. Untuk kebutuhan sehari-hari, me-

reka hanya mengandalkan ketersediaan makanan di dapur umum. Menurut dia, sebelum bertugas di Ijen, sudah ada kesepakatan sebelumnya jika para anggota Tagana ini mendapatkan honor. “Waktu itu disepakati sekitar Rp 50 ribu per orang,” ungkapnya. Kendati begitu, sampai saat ini, para relawan ini sama sekali belum menerima honor mereka. Edi Djatmiko, ketua LSM Argopuro mengatakan, para anggota Tagana tersebut memang merupakan relawan. Sebagai seorang relawan, tentunya apa yang dilakukan mereka

adalah bentuk pengabdian tanpa pamrih. Kendati begitu, lanjutnya, secara manusiawi pantas jika para relawan tersebut menerima honor. “Mereka sudah meninggalkan keluarganya selama satu bulan. Pantas jika mereka mendapatkan honor,” ujarnya. Apalagi, sudah ada pos anggaran bagi para relawan tersebut untuk bertugas selama emergency respons. Dalam pos anggaran itu, tercatat sebanyak 31 anggota Tagana mendapatkan honor Rp 40 ribu per hari. “Jika ditotal, honor untuk anggota Tagana ini mencapai Rp 38 juta lebih,”

ungkapnya. Namun sayangnya, kata dia, pos anggaran itu sekarang tidak jelas ke mana larinya. “Ini tidak ada penjelasan. Para relawan sampai saat ini belum menerima. Terus ke mana larinya dana ini,” ungkapnya. Untuk itulah, pihaknya berharap agar persoalan ini segera diselesaikan. Jika memang sudah dianggarkan, maka hak para relawan tersebut segera dibagikan. Jangan sampai para relawan ini hanya dimanfaatkan tenaganya saja. “Harusnya ada perhatian dari pemkab, terutama dinas sosial yang membina. Jangan di-

biarkan begini,” tambahnya. Sementara itu, pihak Dinas Sosial Bondowoso sebagai Pembina Tagana menyatakan bahwa persoalan honor ini masih dalam pembahasan. Terutama antara Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. “Kita hanya ingin tidak ada duplikasi anggaran,” ucap Cagar Alam, kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Kesejahteraan Rakyat di Dinas Sosial. Hal itu, lanjut dia, karena pengerahan Tagana sendiri sudah dianggarkan di provinsi. (esb/c1/hdi/jpnn)

Gelombang Tinggi, Satu Perahu Karam JEMBER – Cuaca buruk masih terus melanda pantai selatan. Kemarin (31/01) ketinggian ombak di Pantai Pancer, Puger, mencapai sekitar empat sampai lima meter. Ombak itu merupakan yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, satu buah perahu nelayan karam terempas ombak tinggi. Beruntung, kecelakaan laut tersebut tidak menelan korban jiwa karena awak kapal berhasil diselamatkan nelayan yang lain. Perahu yang karam itu milik Hadi, warga Dusun Mangaran, Desa Puger Wetan, Puger. Berdasarkan informasi yang dihimpun, karamnya perahu tersebut terjadi sekitar pukul 05.30. “(Saat itu) kapal hendak pulang dari laut,” ujar Sutrisno, 45, tetangga korban saat ditemui di Pantai Pancer Puger kemarin. Perahu yang pulang melaut tersebut nekat hendak masuk ke muara di Plawangan, Puger. Namun, saat hendak masuk Plawangan, tiba-tiba om-

bak besar dengan ketinggian sekitar empat sampai lima meter datang. Ombak tersebut menyapu semua kapal yang hendak masuk ke Plawangan. Salah satunya milik Hadi yang saat itu ada di sisi timur Plawangan. Ombak tersebut membuat perahu Hadi oleng ke timur dan terempas ke karang yang ada di sisi timur Pantai Kucur, Wuluhan. Hempasan ombak yang cukup kuat tersebut membuat perahu rusak dan hancur. Tidak lama kemudian perahu tenggelam. “Dua awak kapal melompat ke laut,” ujarnya. Kedua awak perahu itu adalah Hadi, pemilik perahu, dan Rozak, 27, rekan Hadi. Beruntung, ada beberapa nelayan lain yang hendak merapat ke Plawangan mengetahui kejadian tersebut. Para nelayan lain lalu menyelamatkan korban sehingga tidak jatuh korban jiwa. Kerugian akibat kecelakaan laut itu ditaksir mencapai Rp 20 juta. Korban dan beberapa nelayan lain

baru bisa merapat ke Plawangan setelah ombak mereda. Mereka memilih bertahan di tengah laut sembari menunggu hingga ombak mereda. Meskipun ombak sudah reda, masih banyak perahu yang hendak melaut tertahan di Plawangan. Pasalnya, ratusan perahu tertahan di sisi utara Plawangan. “Ombaknya terlalu besar. Jadi, tadi pagi banyak perahu yang parkir di sini (Plawangan, Red),” ujar Ilyas, salah seorang anggota Polisi Air Puger yang siaga di Pantai Pancer. Karena ombak masih tinggi hingga siang hari, para nelayan akhirnya memutuskan tidak melaut. “Tapi, beberapa perahu besar nekat melaut,” kata Ilyas. Kasatpolair Puger AKP Noer Mahfud mengatakan, angin beberapa hari ini cukup kencang, sehingga menimbulkan gelombang laut di

Samudera Hindia tinggi. Karena itu, pihaknya mengimbau para nelayan untuk tidak nekat melaut saat cuaca buruk. “Anginnya besar dan ombaknya tinggi. Sehingga, lebih baik tidak melaut dulu,” ujar Mahfud. Apalagi, kata dia, kemarin ada satu perahu milik nelayan yang karam akibat diempas ombak besar. Namun, pihaknya tidak dapat berbuat banyak bila ada beberapa nelayan yang tetap melaut. “Ini kan urusannya perut atau ekonomi,” ujarnya. Jika tidak melaut, para nelayan tersebut tidak mendapatkan pendapatan. (ram/jum/c1/har/jpnn) PARKIR: Ratusan perahu nelayan Puger diparkir di dermaga kemarin karena ombak sangat tinggi.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

FLU BURUNG

Bocah Dirujuk ke RS Sanglah DENPASAR - Dua orang pasien, Hendra dan Hendri yang baru berusia lima bulan dilarikan ke rumah sakit (RS) lantaran diduga terinfeksi flu burung. Kedua bocah kembar ini dirujuk ke RS Sanglah oleh RS Wangaya pada akhir pekan lalu. Mereka diduga mempunyai ciri-ciri terinfeksi virus H5N1, hingga akhirnya RS Wangaya pun berkoordinasi dengan RS Sanglah. dr. Ken Wirasandi, Kasi Yanmed Rawat Khusus RS Sanglah memaparkan, memang benar ada pasien rujukan dari RS Wangaya dengan kecurigaan flu burung. RS Wangaya merujuk pasien tersebut karena pasien datang setelah mengalami panas selama tiga hari, dan ada riwayat kontak langsung dengan unggas. Benarkah? Sayang RS Sanglah seolah menutupinya. ’’Namun setelah masuk RS Sanglah, arah ke flu burung tidak ada,” ungkap dr. Ken. Lantas apa masalahnya? Kedua pasien tersebut cenderung mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Dokter Ken juga mengatakan, kalau Hendri sudah diperbolehkan pulang, karena kondisinya sudah membaik. Sedangkan Hendra, saudara kembarnya, masih dirawat di Sal Nusa Indah. ’’Kemungkinan besok (hari ini, Red) sudah boleh pulang,” terangnya. (ami/djo/jpnn)

PENCURIAN

Pencuri dan Penadah Diciduk BONDOWOSO – Jajaran Satreskrim Polres Bondowoso kembali berhasil mengungkap kasus pembobolan sebuah rumah kos-kosan di kelurahan Badean dekat MAN Bondowoso. Kemarin, polisi membekuk Agung Zulkarnaen, 21, warga Jalan Letjen S Parman Badean, bersama Moh Syamsul Arifin, 28, warga kampung Karangasem Gang Rahayu kelurahan Patokan Situbondo. Agung adalah pencuri di kos-kosan milik Eddy di Badean itu, sedangkan Syamsul adalah penadahnya. Dari hasil penangkapan itu, polisi pun tak sulit untuk membawa laptop merk Acer, yang dijadikan barangt bukti atas kasus pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut. Iptu Suyitno, KBO Satreskrim Polres Bondowoso menjelaskan, penangkapan kedua pelaku adalah buah operasi Sikat Polres Bondowoso, di sejumlah lokasi. Operasi ini dijalankan serentak di semua jajaran kepolisian. Kasus curat ini berawal ketika pada 7 Juni 2011 lalu tempat kos milik Eddy dibobol maling. Pelaku yang belum diketahui jumlahnya ini masuk ke kamar Rizky Arif Rohmat Siswanto, salah satu penghuni kos-kosan pada sekitar pukul 23.30. Kebetulan, kamar mahasiswa ini tidak dikunci, sehingga pelaku leluasa masuk. Pelaku pun menggondol sebuah laptop merk Acer milik Rizky. (hdi/jpnn)

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

PUTUS TOTAL: Warga Kemuningan membuat jembatan darurat agar bisa melewati jembatan yang menghubungkan dusun mereka.

Tiga Jembatan di Tamankrocok Ambrol BONDOWOSO - Hujan deras yang turun sejak Sabtu (28/1) malam membuat volume air Sungai Sampean yang mengalir di Desa Mandiro, Desa Kemuningan, dan Desa Gentong, (ketiganya masuk wilayah Kecamatan Tamankrocok) meluap. Bahkan, arus sungai itu merusak tiga jembatan. Antara lain, sebuah jembatan di Desa Kemuningan dan dua jembatan lain di Desa Gentong serta merusak sebuah tangkis penahan air yang berada di Desa Mandiro. Total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Karena itulah, saat hujan mengguyur pada Minggu malam (29/1), sebagian besar warga di wilayah Tamankrocok waswas. Apalagi melihat arus air sungai Sampean semakin deras. ”Masyarakat di Tamankrocok khususnya yang tinggal di Desa Mandiro, Kemuningan, dan Gentong sempat ketakutan,” ungkap Samsul, 45, seorang warga, Senin (30/1). Mereka juga sempat mendengar robohnya jembatan

penghubung antar dusun di kawasan tersebut. Sebab, air Sungai Sampean sempat naik hingga mencapai permukaan jembatan. ”Malam itu benarbenar menakutkan. Suaranya keras sekali, saat bangunan jembatan ambrol,” katanya. Warga yang mendengar suara jembatan ambrol pun langsung berlari menuju ke jembatan. “Jembatan yang terlihat kukuh bisa hancur dalam beberapa menit saja. Sebab, arus sungai deras sekali,” katanya. Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso Abdurahman bersama Kepala Bina Marga Cipta Karya (BMCK) Mujianto langsung mengecek ke lokasi pada Senin pagi (30/1). Mereka melihat kondisi tiga jembatan dan satu buah tangkis air yang jebol. ”Curah hujan yang turun memang besar sekali. Tidak heran, jika arus sungai mampu menjebol tiga jembatan dan satu buah tangkis tanggul,” ungkap Abdurahman. Untung, atas kejadian itu tidak ditemukan adanya korban jiwa. (eko/c1/hdi/jpnn)

Kangen Istri, DPO Polisi Diringkus JEMBER - Setelah 5 bulan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang), anggota Reskrim Polsek Sumberbaru berhasil meringkus Tiryono, 27, warga Dusun Poreng, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru. Tersangka ditangkap karena diduga terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di rumah Pak Tupa, 45, yang notabene masih tetangganya sendiri ini. Tersangka mencuri di rumah korban pada 26 September 2011. Saat beraksi, tersangka ditemani temannya, Moniman, 35, tetangganya. Saat itu, tersangka berhasil membawa kabur motor Supra X Nopol AG

6982 VI milik korban. Sayangnya, sejumlah warga yang sedang melakukan ronda malam memergoki saat keduanya beraksi. Karena panik Tiryono kabur meninggalkan Moniman yang saat itu membawa sepeda motor curian. Akhirnya, Moniman berhasil diamankan petugas dan warga. Moniman saat ini sedang menjalani masa hukuman usai divonis majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember. Sejak temannya berhasil ditangkap, tersangka Tiryono ditetapkan sebagai DPO. Selama 5 bulan, tersangka Tiryono mengaku kabur ke Kalimantan dan bekerja sebagai buruh kelapa sawit.

Karena kangen istri dan anaknya, Tiryono memilih pulang. Keberadaan tersangka ini berhasil diendus polisi. Tersangka ditangkap petugas saat jalan-jalan di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru. ”Baru 15 hari saya nyampek rumah karena kangen istri sama anak,” kata Tiryono. Karena terbukti kuat turut membantu aksi pencurian, dia harus berurusan dengan pihak berwajib. ”Segera kita selesaikan berkas-berkasnya agar tersangka segera disidangkan” ujarnya Kapolsek Sumberbaru AKP Saidi melalui Kanitreskrim Polsek Aiptu Sukamto. (jum/c1/wnp/jpnn)

Disambar Petir, Rumah Hancur JEMBER - Hujan deras disertai petir yang terjadi di wilayah Kecamatan Panti membawa petaka, kemarin. Rumah milik Miskan alias Pak Rosida, 55, warga Dusun Kemungdungan, Desa Pakis, Kecamatan Panti, disambar petir hingga rusak parah. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kejadian Miskan bersama istrinya, Seniati, 45, sedang keluar rumah. Pemilik rumah baru tahu rumahnya hancur disambar petir setelah disusul tetangganya di rumah modin. Betapa kagetnya pemilik rumah saat mendapati rumahnya yang rusak parah akibat sambaran petir. Seluruh barang elektronik seperti televisi dan VCD player rusak. Seluruh kaca rumah juga ikut hancur. Bahkan, kondisi tiga kamar ikut berantakan. Menurut Miskan, saat kejadian kebetulan dia bersama istrinya keluar rumah untuk sebuah urusan keluarga. Semen-

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TERKENA KILATAN PETIR: Barang elektronik milik Miskan yang disambar petir hingga hancur berantakan

tara, A’an, 22, anaknya, baru saja keluar rumah karena ada temannya yang telepon. Karena dalam rumah tidak ada sinyal, A‘an langsung keluar rumah. Beberapa saat kemudian, petir langsung menyambar antena televisi dan tembok rumah hingga jebol. Tak pelak, kusen rumah berantakan

hingga lepas dari tembok. Begitu juga dengan seluruh barang elektronik yang ada di bufet hancur hingga terlempar ke lantai. Sampai-sampai, gorden yang terpasang di jendela rumah terbakar. “Masih untung rumahnya tidak terbakar,” kata Miskan. (jum/c1/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIBEKUK: Dua tersangka pengangkut batu Mangan saat dikeler ke Mapolsek Silo.

Angkut Batu, Disel JEMBER - Anggota Polmob dan Petugas RPH Pace berhasil mengamankan dua tersangka yang melakukan penggalian batu mangan. Masing-masing, Haji Rosidi, 60, warga Dusun Sumberpinang, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, dan Nawari alias Pak Riyan, 36, warga Dusun Karangtengah, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember. Keduanya ditangkap anggota polmob dan petugas RPH saat melintas di depan kantor balai desa Silo sekitar pukul 23.00. Keduanya diamankan petugas karena mengangkut batu mangan jenis galian C yang diambil dari petak 16 B RPH Pace. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 50 sak kecil batu mangan. Batu mangan seberat 25 kg tersebut rencananya dikirim ke Gembong, 50, pengepul batu mangan asal Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo. Menurut Sujiono, anggota Polmob Perhutani Jember, tertangkapnya tersangka ini karena ada laporan dari masyarakat jika sudah tiga hari be-

lakangan ada orang yang menggali batu mangan di lahan Perhutani. Setelah mendapat laporan, petugas langsung menyanggong tersangka di sekitar jalan Desa Silo. Agar buruan tidak lari, petugas melakukan penutupan jalan agar mobil pikap N 9509 GA yang mengangkut mangan bisa dicegat. Benar saja, saat kendaraan pikap melintas dan dihentikan, petugas mendapati kendaraan sudah terisi batu mangan yang digali di lahan Perhutani petak 16 B RPH Pace. Setelah memeriksa barang yang dibawa, tersangka langsung diserahkan ke Mapolsek Silo. Sujiono menambahkan, petugas melakukan penyanggongan sekitar pukul 19.00. Dijelaskan, pada pukul 23.00, pihaknya sempat memburu pelaku yang berusaha kabur. Kanitreskrim Polsek Silo Aiptu Hariyono membenarkan, pihaknya telah mengamankan dua tersangka pengangkut batu mangan. “Tersangka dijerat Pasal 50 tentang Perlindungan Hutan dengan ancaman 10 tahun penjara,” katanya. (jum/c1/wnp/jpnn)


34 Kirim saran, kritik, dan dukungan demi kemajuan Persewangi melalui SMS ke nomor: 087806607000

Selasa 31 Januari 2012

Surat Rekom Bupati Mandul Proposal Persewangi Banyak Dicueki

Buktikan Pantas Masuk IPL Persewangi maju terus, Kami Laros dibelakangmu, Buktikan kamu pantas masuk IPL, Laros for Persewangi M Gufron – 087806588181

Persewangi Jago, yang Lain KO Iwak peyek iwak peyek sego jagung, sapek tuwek sampek elek sampek mati tetep dukung Persewangi jago, Persewangi jago yang lain KO, Ayo dulu ojo kalah semangate karo suporterem isin yow !!! Mbok Cus Larjeng Sasmita Karangrejo – 087755651375

Cucu Minak Jinggo Kami cucu-cucu Minak Jinggo “Laros Jenggirat” terus berjuang untuk mendukung Persewangi serta mengharumkan tanah kelahiran Bumi Blambangan Banyuwangi. Salam satu militant. Larjeng Sasmita Barstad – 081235453361

Jangan Sia-Siakan Pengorbanan Michael Haji Nanang harus kuat mengemban amanat masyarakat Laros sebagai ketua Persewangi, jangan sia-siakan pengorbanan tenaga dan materi era Michael yang sudah mengantarkan Persewangi ke Divisi Utama. Bravo Joe Laroz Rogojampi – 08745388660

Kami Selalu Ada Untukmu Merdeka Banyuwangi, Ayo Persewangi kami mendukungmu kami selalu ada untukmu Hidup Persewangi Mufidatul Aulia Reza – 085331549499

Bantai Semua Musuhmu Cuma satu kata untuk Persewangi, bantai semua musuh2mu, saatnya Persewangi jadi juara. Larosmania salam satu jiwa Cacak Lukman Kuncir Rogojampi – 087857442405

Bayaran Pemain Gak Jelas Gimana mau semangat, menang dan juara kalo pemainnya aja bayarannya gak jelas, ayo donk cepat cari solusi masalah ini agar Persewangi bisa berprestasi Refi 81280 – 085257806561

Contohlah Aremania Salam jenggirat, buat para supporter jangan hanya menonton di lapangan, tapi mendukung dengan atribut yang sepadan dengan yel2 yang kompak serta gerakan2 yang aktraktif, contohlah Aremania biar enak dipandang Laros Mania Karang Agung – 085933734333

Doaku Untuk Persewangi Ya Allah kabulkanlah doa ku nyhe demi Persewangi qhoe menang n menampilkan skill menjadikan Persewangi qhoe pasti menang. Amiendth. _rizkiye lup nindye_ - 087806665384

Apa Tidak Pantas Dibanggakan? Persewangiku kau adalah kebanggaanku, kau idolaku. Tapi kenapa? Stadionmu nggak diperhatikan sama bupatiku. Oh Kang Anas? Apa sampean nggak bangga dengan prestasi Persewangi? Apa tidak pantas untuk dibanggakan. Tolong Kang Anas perbaiki dong stadionnya agar bisa ke level nasional. Malah taman-taman yang dirombak sampe habis ratusan juta. Bagaimana ini? Arisandhi Sukowidi Laros Mania Banyuwangi – 085236040119

Forza Lotta Ale ale ale Persewangi ale, Forza lotta, vicenrai non ti lasceremo mi!!! Artinya: hidup Persewangi, kalian berjuanglah, dengan berjuang kemenangan pasti dapat. Windy Perum Bina Marga – 085234611518

Persewangi Kok Dilawan Sudah ku bilang jangan kau lawan Persewangi, sekarang u merasakan akibatnya baiknya u diam di rumah saja sambil nonton di layar kaca sapa suruh lawan Persewangi. Bravo Persewangi. Andi Laros Mania – 085349119521

Prihatin dengan Kurangnya Dana Sebagai Laros Mania saya prihatin dengan kekurangan pendanaan Persewangi. Tapi aku akan selalu mendukungmu, ayo Persewangi kobarkan semangatmu, raih prestasimu, disini kami selalu mendukungmu Rudi SPBE Tanjung Wangi – 08970550921

NIKLAS ANDRIAS/RaBa

TERANCAM: Jika tetap tidak ada dana, Persewangi terancam tidak bisa melanjutkan kompetisi.

PKL Dilarang Jualan di Stadion KEBIJAKAN baru diputuskan panitia pelaksana (panpel) Persewangi versus Gresik United yang akan dimainkan 3 Februari mendatang. Putusan anyar yang didok Handoko dkk adalah menyangkut keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di dalam stadion saat Laskar Blambangan berlaga. Pada pertandingan Persewangi melawan Gresik United dan pertandingan-pertandingan seterusnya, PKL dilarang mangkal di dalam Stadion Diponegoro. Alasan panpel sederhana dan jelas, yakni regulasi dari PT. LPIS mencantumkan aturan bahwa pedagang dilarang menggelar dagangan di

sekitar areal pertandingan. Otomatis, dalam seluruh laga Divisi Utama yang dimainkan di Stadion Diponegoro, para pedagang harus bersiap menjajakan dagangan di luar tembok stadion. “Aturan PSSI dan PT. LPIS seperti itu. PedaDOK/RaBa gang dilaHandoko rang masuk dan berjualan di dalam dan sekitar areal pertandingan,” bebernya. Larangan tersebut untuk mengantisipasi potensi gangguan

keamanan selama pertandingan. Rujukan ter-anyar adalah keributan home Persewangi melawan Perseman Manokwari; botol minuman, bonggol jagung, dan makanan lain melayang ke dalam lapangan. Mengantisipasi efek buruk atas hal itu, panpel memilih menjalankan regulasi PSSI dan PT. LPIS, yaitu melarang seluruh PKL berjualan di stadion. Meski demikian, panpel masih mengkaji sejumlah opsi lain. Salah satunya, kemungkinan memberi kelonggaran kepada PKL untuk berdagang dengan cara mengasong. Meski demikian, bentuk komoditas yang dijual akan diubah dan dimodifikasi. (nic/c1/als)

Kantor Baru KONI Direhab Tahun Ini Dikucuri Rp 150 Juta dari APBD 2012 BANYUWANGI - Keinginan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi memiliki kantor sendiri akan segera terwujud. Sebab, setelah menunggu hampir setahun, Pemkab Banyuwangi akhirnya berencana merenovasi calon markas induk semang cabang olahraga di Banyuwangi itu tahun ini. Total dana yang dianggarkan adalah Rp 150 juta. Dana sebesar itu akan digunakan untuk

mempermak kantor KONI. Sekadar diketahui, calon kantor KONI yang baru berada di Jalan Kalasan, Banyuwangi. Bangunan milik Pemkab Banyuwangi itu merupakan eks kantor UPTD Dinas Pendidikan Banyuwangi. Selama menunggu cairnya anggaran itu, KONI terpaksa ngendon di ruang rapat-kerja wakil bupati Banyuwangi. Kepastian KONI akan segera menempati kantor baru itu disampaikan Bendahara KONI, Julies Setyo Puji Rahayu. Perempuan yang juga anggota

DPRD Banyuwangi itu menuturkan, dalam APBD 2012, KONI mendapat jatah anggaran untuk renovasi sekretariat senilai Rp 150 juta. “Anggaran itu untuk merenovasi kantor KONI yang telah diizinkan pemkab untuk digunakan,” katanya. Dijelaskannya, dari Rp 150 juta yang dianggarkan, renovasi fisik akan dialokasikan sekitar Rp 100 juta. Proyek pengerjaannya akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum. Sisa anggaran, sebesar Rp 50 juta, akan digunakan untuk membeli mebel dan perlengkapan kantor. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Kompetisi Divisi Utama PSSI belum separo jalan dilalui Persewangi Banyuwangi. Namun, bisa saja Laskar Blambangan akan mengakhiri kompetisi lebih cepat dari jadwal yang dikeluarkan PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Penyebabnya adalah alasan klasik dan kronis, yaitu tim Yudi Suryata itu kini dihadapkan pada masalah finansial yang akut. Tidak heran, untuk melakoni kompetisi yang masih panjang, pengurus empot-empotan soal dana. Bahkan, bisa saja Persewangi lempar handuk seperti saat melakoni kompetisi Divisi I 1998 lalu. Jika berhenti berkompetisi di tengah jalan, sanksinya sudah jelas, yakni degradasi. Meski punya surat sakti dari bupati berupa surat rekomendasi, tapi itu tetap tidak membuat pengurus Persewangi bisa menggalang dana dari masyarakat dengan mudah. Manajer Persewangi Nanang Nur Ahmadi mengeluhkan proposal yang dikirim ke beberapa pengusaha belum ada respons hingga kini. “Padahal, dalam proposal itu juga disertakan surat rekomendasi

dari bupati,” keluhnya. Tidak “saktinya” surat rekomendasi bupati itu membuat manajerial Persewangi kelimpungan. Selain beban operasional tim masih cukup banyak, pengurus juga dipusingkan dengan beban honor seluruh pemain dan ofisial yang per bulan mencapai Rp 450 juta. Kondisi tersebut menjadi problematika tersendiri menjelang Persewangi menghadapi dua partai home dan away di putaran pertama ini. Nanang menegaskan, untuk laga home dirinya tidak terlalu terbebani. Namun, dua laga away ke Blitar dan Kota Probolinggo masih menjadi tanda tanya besar sampai kini. Nanang mengaku belum memiliki opsi terbaik untuk mengisi kantong Persewangi yang tipis. Menurutnya, perhatian Pemkab Banyuwangi yang minim turut andil atas kondisi tim saat ini. Dibanding daerah lain, campur tangan pemerintah Banyuwangi terhadap sepak bola bisa dibilang nol persen. Meski demikian, Nanang menegaskan akan berupaya agar Persewangi tetap eksis. “Ini Persewangi milik masyarakat Banyuwangi. Apa pun caranya, Persewangi harus tetap melanjutkan kompetisi,” tegasnya.(nic/c1/als)


Selasa 31 Januari 2012

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

KPU Tunggu Pengajuan Pimpinan DPRD ■ DPP PD... Sambungan dari Hal 25

Sayangnya, Adil enggan mengungkap apa alasan DPP PD me-recall Darodji dari DPRD. Tetapi, Adil tidak membantah ketika wartawan koran ini menyebut kasus korupsi proyek Jalan Lingkar Ketapang, Kecamatan Kalipuro, sebagai faktor penyebabnya. “Pak Da-

rodji pernah ditahan dalam kasus itu, tapi akhirnya divonis bebas murni,” ujarnya. Menurut Adil, kasus yang menimpa Darodji mencuat saat pemilihan legislatif (pileg) baru selesai dilaksanakan. Ketika itu, Darodji ditetapkan sebagai calon legislatif (caleg) yang berhasil masuk dewan. “Dalam proses hukum, Darodji sempat ditahan dan tidak bisa

dilantik bersama anggota dewan yang lain,” katanya. Dalam proses hukum itu, lanjut Adil, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Darodji dinyatakan tidak bersalah dan bebas murni. Meski demikian, kasus itu dianggap salah satu sengketa caleg dan diproses DPP PD. “SeIndonesia ada sekitar 70 caleg yang masuk sengketa caleg,

dan sekarang diputus semua,” bebernya. Adil menambahkan, salah satu putusan DPP PD, anggota dewan yang terlibat sengketa caleg diberi kesempatan menjadi anggota dewan setengah periode. Selanjutnya, mereka akan di-PAW lalu diganti kader lain. “Setengah periode itu, ya sekarang ini,” jelasnya. Ketua KPU Banyuwangi,

Kompol Bagio melalui Kanit Lantas Ipda Edy Purwanto. Ipda Edy mengaku, Rohimulloh bukanlah seorang driver. Ketika mobil melaju, Rohimulloh pun kesulitan mengendalikan kendaraan tersebut. Ketika mobil tersebut menyeberang tak terkendali, meluncur mobil minibus Mitsubishi T 120 SS warna biru yang dikendarai Fajar Setya Hirawan. “Mobil Mitsubishi T-120 SS dari arah selatan itu banting setir ke kanan mencoba menghindari tabrakan,” jelas Ipda Edy. Meski Fajar sudah berusaha menghindari tabrakan, bagian belakang Mitsubishi bernopol N 522 AL yang dia kemudikan tetap terkena seruduk Daihatsu Grand Max. Akibatnya, mobil minibus tersebut terpental hingga terguling dua kali. “Meski de-

mikian, pengendara mobil hanya mengalami lecet,” cetusnya. Sementara itu, dua pengendara sepeda motor yang melaju beriringan di belakang Mitsubishi T-120 SS itu justru ketiban sial. Motor Honda Supra bernopol P 2234 XE yang dikendarai Buang Misri tak dapat menghindari tabrakan. Akibatnya, Buang yang tinggal di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, itu mengalami luka di kepala bagian belakang. Sementara itu, Warino yang dibonceng hanya mengalami lecet di kaki. “Sepeda motor Honda Supra tersebut menabrak Grand Max. Seketika itu juga, kedua pengendara motor itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat,” jelas Ipda Edy. Sementara itu, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai

Beni Setiawan sedikit lebih beruntung. Sepeda motor matic bernopol P 6361 VK tersebut membanting setir ke kanan. Namun, karena tidak dapat menguasai kendaraannya, Honda Beat tersebut oleng dan menabrak Grand Max tepat di depan mapolsek. “Pengendara hanya mengalami lecet, tapi tidak separah pengendara Honda Supra,” imbuhnya. Pada akhirnya, mobil Daihatsu Grand Max yang meluncur dari dealer tersebut berhenti setelah menabrak pagar Mapolsek Rogojampi. Serudukan pikap warna putih tersebut mengakibatkan pagar mapolsek ambrol. “Kita masih melakukan proses terkait kejadian ini. Seluruh kendaraan yang terlibat juga sudah diamankan,” kata Edy. (gil/c1/bay)

Syamsul Arifin, saat dikonfirmasi mengaku telah menerima surat PAW anggota Fraksi PD tersebut. Surat yang diterima itu berasal dari DPP PD. “Kita juga belum bisa memproses PAW, karena belum ada pengajuan dari pimpinan DPRD,” jelasnya. Sesuai prosedur yang ada,

kata Syamsul, PAW anggota dewan bisa diproses kalau ada pengajuan dari pimpinan DPRD. Sampai saat ini, ternyata belum ada surat yang diajukan pimpinan dewan. “Prosedurnya memang seperti itu, PAW harus diajukan pimpinan dewan,” katanya. Sementara itu, Darodji saat

dikonfirmasi di gedung DPRD mengaku belum tahu bahwa dirinya akan di-PAW. Sebab, sampai kemarin dirinya belum mendapat surat PAW yang telah diputuskan DPP PD itu. “Saya kok malah belum tahu, karena belum mendapat surat dari DPP PD,” katanya kemarin. (abi/c1/bay)

Berhenti Setelah Tabrak Pagar Polsek Gratis Dirujuk ke RS ... ■ ANGGUN...

... ■ MINIBUS... Sambungan dari Hal 25

Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan itu berawal saat seorang pegawai diler motor yang bernama Mohammad Rohimulloh membersihkan mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi (bernopol) P 9486 VE. Ketika sedang asyik bersih-bersih mobil, Rohimulloh secara tidak sengaja menginjak gas mobil pikap tersebut. Akibatnya, mobil itu meluncur ke timur menyeberangi jalan raya menuju Mapolsek Rogojampi. “Ketika dibersihkan, mesin mobil tersebut berada dalam kondisi hidup. Karena lokasi mobil di depan mapolsek, maka meluncur ke arah sini,” jelas Kapolsek Rogojampi

Belum Dapat Salinan Putusan MA ■ YADI... Sambungan dari Hal 25

Lantaran belum menerima surat salinan dari MA, pagi ini mantan ketua DPC PDIP Banyuwangi itu memastikan tidak akan datang memenuhi panggilan kejari. “Bukannya saya ini tidak taat hukum. Tapi aturan dan hukum itu sendiri harus ditegakkan,” tegasnya. Yadi mengaku sudah menerima surat pemberitahuan bahwa kasasi yang dia ajukan ditolak oleh MA. Tetapi, surat pemberitahuan itu berasal dari PN Banyuwangi, bukan langsung dari MA. “Surat dari PN itu hanya memberitahukan bahwa kasasi ditolak. Tidak ada yang lain,” dalihnya. Bagi Yadi, surat salinan keputusan MA itu dianggap sangat penting. Sebab, dirinya juga

ingin tahu perkembangan proses hukum yang membelitnya. Bila kasasi yang dia ajukan ditolak MA, tentu akan ada putusan baru dan mengikat. “Hukuman saya itu ditambah ataukah dikurangi, itu harus jelas juga,” sebut lelaki kelahiran 1939 itu. Lantaran belum ada kejelasan dari MA, dia merasa masih menjadi terdakwa bukan terpidana. Oleh karena itu, dirinya tidak berkewajiban memenuhi undangan kejari untuk melaksanakan putusan MA. “Meski nanti dipanggil lagi, saya tetap tidak akan datang,” tegasnya. Sekadar diketahui, MA menolak kasasi Yadi Yatok Pramono dan Eko Sukartono, terdakwa kasus korupsi dana pembelian kapal landing craft tank (LCT) Sri Tanjung sebesar Rp 15 miliar. Salinan putusan kasasi MA sudah diterima PN Ba-

nyuwangi 9 Januari 2012. Saat menjabat sebagai wakil rakyat, Yadi dan Eko dituduh menerima uang pelicin dari pemkab untuk pembelian dua kapal LCT Sri Tanjung. Jumlah uang pelicin yang mereka terima mencapai Rp 750 juta. Dana itu hasil penggelembungan harga kapal sebesar Rp 15 miliar yang dilakukan pemerintah Banyuwangi. Setelah menerima uang pelicin, DPRD menerbitkan surat persetujuan pembelian dua kapal tersebut menggunakan dana tidak terduga tahun 2001. Putusan kasasi MA itu menguatkan vonis Pengadilan Negeri Banyuwangi dan Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Kedua pengadilan tersebut mengganjar mereka dengan hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Kedua terdakwa juga diharuskan mengembalikan uang yang telah dikorupsi. Yadi diminta mengembalikan uang sebesar Rp 137,5 juta dan Eko Rp 25 juta. Sebelumnya, pada 16 Maret 2009, keduanya dijatuhi hukuman oleh PN Banyuwangi. Kedua terdakwa dijerat Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus korupsi itu berawal dari pembelian kapal Sri Tanjung pada tahun 2002 kepada CV. Muji Rahayu di Samarinda seharga Rp 15 miliar. Uang pembelian kapal berasal dari APBD Banyuwangi tahun 2001 yang telah disetujui DPRD. Belakangan diketahui harga kapal sebenarnya hanya Rp 10 miliar. Ada sisa dana Rp 5 miliar yang dibagikan kepada para anggota dewan yang menyetujui pembelian kapal tersebut. (abi/c1/bay)

Tagih Janji Rekomendasi ■ BURUH... Sambungan dari Hal 25

Di gedung wakil rakyat itu, mereka berorasi sambil meneriakkan yel-yel tentang buruh. “Di Banyuwangi ini, nasib buruh belum pernah diperhatikan secara serius,” ujar koordinator buruh PT. Maya, Geger

Setiono. Geger yang juga ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT. Maya itu mengaku kecewa kepada Bupati Abdullah Azwar Anas. Sebab, bupati tidak mau merespons nasib buruh PT. Maya. Geger meminta aparat kepolisian segera memproses lapo-

ran tentang pelanggaran Undang-Undang Tenaga Kerja (UU Naker) yang dilakukan PT. Maya. Di gedung dewan, para buruh diterima gabungan anggota komisi DPRD. Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD, Daroji. Saat itu, para buruh menanyakan rekomendasi yang

pernah dikeluarkan dewan kepada eksekutif. Ketua Komisi II DPRD, Darodji, berjanji akan segera menindaklanjuti masalah tersebut. Dewan akan segera memanggil eksekutif. “Kita akan panggil eksekutif untuk menanyakan rekomendasi itu,” katanya. (abi/c1/bay)

Situasi Desa Kembali Kondusif ■ MUKIMIN... Sambungan dari Hal 27

Menurut kadus, dengan kesediaan Mukimin meninggalkan Desa Jambewangi, maka ketegangan yang sejak beberapa hari terakhir melanda Dusun Krajan langsung reda. “Saat ini, suasana desa kami sudah kembali normal. Kami berharap, situasi kondusif seperti ini terus berlanjut di waktu mendatang,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, dituduh memiliki ilmu santet, Mukimin menjadi korban amuk massa. Ratusan warga merusak rumahnya. Beruntung, Mukimin dan para penghuni rumah itu berhasil dievakuasi oleh polisi, sehingga terhindar dari cedera. Massa bersenjatakan pentungan kayu dan batu merusak rumah Mukimin. Kaca jendela, pot bunga, dan sejumlah pera-

bot di dalam rumah tidak luput dari sasaran perusakan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aksi massa dilatarbelakangi banyak warga sekitar terserang penyakit aneh. Kabarnya, tidak sedikit warga Jambewangi yang tewas dengan kondisi perut membuncit. Kecurigaan warga mengarah kepada Mukimin. Sebab, para penderita penyakit aneh itu kerap

mengigau dengan menyebut nama Mukimin. Untuk menjaga situasi agar kondusif kembali, ratusan warga berdialog dengan polisi, TNI, Kepala Puskesmas Sempu dr Rio, perangkat desa, dan Camat Sempu. Pertemuan dilakukan di halaman rumah Kadus Krajan, Minggu sore (29/1). Sayang, pertemuan itu tidak menemukankatasepakat.Wargatetap menghendaki Mukimin dan istrinya keluar dari desa itu. (sgt/irw)

Anak Meneruskan Tekuni Karate ■ SAMBUNG... Sambungan dari Hal 25

Sebelumnya, ujian kenaikan tingkat rencananya dilaksanakan pagi hari di depan pemda. Namun, ujian tidak bisa dilaksanakan karena penguji dari Surabaya belum hadir. Sembari menunggu penguji datang, peserta bergeser ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi. Ditunggu hingga siang, penguji belum juga nongol. Sembari mengisi waktu, sebanyak 86 karateka yang akan mengikuti ujian berinisiatif melakukan pemanasan. Pukul 15.00 mereka berlari-lari menyusuri jalan dari Karangrejo (Pakem) menuju lokasi nahas. Ironis, perjalanan puluhan karateka itu harus terhenti di Teluk Mayit (masyarakat menyebut lokasi kejadian karena banyak ditemukan mayat korban di sini). Farid masih ingat, awal menyeberang kondisi air masih dalam tahap wajar. “Ketinggian air masih selutut,” ujarnya. Entah mengapa, saat sudah agak jauh ke tengah muara, tiba-tiba gelombang tinggi menyapu rombongan karateka Inkai. Tak pelak hal itu membuat beberapa anggota rombongan hanyut terbawa arus laut. Teriakan minta tolong pun menggema

seketika dari lokasi kejadian. Farid yang juga digulung ombak nyaris celaka. Saat di dalam air, dia merasakan sebuah keajaiban datang. Dalam gulungan air laut, tubuhnya tiba-tiba menjadi ringan. Dibantu salah seorang rekannya, bapak tiga anak itu berhasil menepi dan mendarat dengan selamat bersama puluhan karateka lain. Dari darat, dia menyaksikan pemandangan yangmengerikan. Puluhan karateka lain masih berjuang dengan maut. Dengan mata kepala sendiri, Farid menyaksikan perjuangan rekannya menyelamatkan diri dengan cara menaiki pundak sesama rekannya. Namun, usaha itu sia-sia, karena ombak menyeret rekan-rekannya hingga tidak terlihat dari daratan lagi. Saat kejadian, korban yang selamat berinisiatif melakukan penyelamatan. Mereka yang berhasil mentas ke darat menyambung sabuk mereka sebagai media penyelamat. Usaha itu cukup berhasil karena beberapa korban berhasil diselamatkan. Beberapa perahu nelayan yang kebetulan lewat pun tidak bisa berbuat banyak. Meski berhasil menolong beberapa rekannya, beberapa rekan yang lain tetap tidak tertolong. Beberapa jam usai kejadian, Farid dan rekan-rekannya yang selamat

tidak langsung pulang. Dibantu masyarakat, mereka menyisir pantai untuk mencari teman sejawat mereka. Tak lama, mereka pun berhasil menemukan satu per satu jasad karateka yang terseret arus. Menurut Farid, dirinya sebetulnya sudah mendapat firasat tidak enak sebelum kejadian nahas itu terjadi, yaitu saat dia bertandang ke kediaman salah satu korban, Cornelius Kahe. Saat mengisi formulir pendaftaran, anak kandungnya tiba-tiba saja menangis dan istrinya melarang dia ikut ujian. “Tak nyangka setelah tanda tangan kesediaan itu, dia besoknya jadi korban,” katanya. Kejadian yang berlangsung cepat itu tentu saja menyebabkan trauma bagi keluarga Farid. Pascainsiden itu, Sang istri, Asma, sempat melarang Farid terjun kembali ke dunia karate. Namun, bagi pria kelahiran 5 Mei 1950 itu, tewasnya 26 rekannya menjadi sebuah tanggung jawab tersendiri. Dia pun bertekad tetap eksis di dunia karate. Kebulatan semangat ini ternyata diikuti dua anak kandungnya, Robby Sahal dan Faris. Sebab, mereka kini juga menekuni olahraga bela diri asal Jepang tersebut. Bahkan, saat ini dia eksis sebagai pengurus di Pengkab Inkai Banyuwangi. (c1/bay)

Sambungan dari Hal 25

Dokter Toni yang menangani Anggun di puskesmas mengatakan, Anggun diduga mengalami gizi buruk. Langkah berikutnya, pihaknya akan segera merujuk Anggun ke rumah sakit. Diharapkan, penyebab Anggun tidak mampu duduk dan berdiri dapat segera diketahui. “Memang rujukan ke rumah sakit sempat tertunda karena masalah biaya dan tidak adanya jamkesmas. Tetapi, setelah mendapatkan jamkesmas, Anggun akan segera dibawa ke rumah sakit,” jelasnya. Toni menambahkan, kejelasan atas kondisi

Anggun yang hanya separo tubuhnya bisa digerakkan tersebut harus menunggu pemeriksaan pihak rumah sakit. Sebab, selama ini masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. “Banyak faktor terkait hal itu. Bisa jadi gizi buruk akibat makanan, dan bisa juga karena faktor lain. Sebab, Anggun ternyata sudah mengikuti imunisasi dengan lengkap,” bebernya. Sementara itu, Aprilia Ismani mengaku sangat senang mendapat bantuan tersebut. Pihaknya juga merasa lega karena anaknya mendapat rujukan ke rumah sakit. “Mudah-mudahan anak saya dapat pulih. Sebentar lagi akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Terima kasih,” ujarnya. (gil/c1/bay)

Wajib Bawa Laptop Sendiri ■ PAGI INI,... Sambungan dari Hal 25

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi overload akses data melalui internet.” Lomba cepat-tepat ini memperebutkan trophy Bupati Banyuwangi,’’ jelas Joko.

Sementara itu, Kabid TK/SD Dispendik Banyuwangi, Hamami, menyambut baik lomba tersebut. Sebab, lomba cepat-tepat via IT sangat bermanfaat untuk mengenalkan teknologi kepada anak sejak dini. Bupati Abdullah Azwar Anas dijadwalkan hadir dalam lomba tersebut.

Sementara itu, kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan pemberian penghargaan kepada sepuluh besar pemenang lomba Gerakan Gemar Membaca (GMB). “Semoga lomba ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses,’’ ujar Hamami. (*/c1/bay)

Didukung UPTD dan KKGPAI ■ SDN 1 LATENG... ... Sambungan dari Hal 25

Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, Nurhamim mengatakan, FEE bisa menjadi media edukasi dan syiar Islam. Selain itu, acara tersebut juga sekaligus untuk melestarikan tradisi unik yang

dimiliki masyarakat Banyuwangi “Endhog-endhogan merupakan salah satu ikon milik warga Banyuwangi. Kita patut jaga kelangsungan tradisi ini,’’ katanya Nurhamim menambahkan, Kelompok Kerja UPTD Kecamatan Banyuwangi bersama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI)

Kecamatan Banyuwangi siap memeriahkan peringatan Maulid melalui FEE yang digelar Radar Banyuwangi. “Radar Banyuwangi bareng UPTD Kecamatan Banyuwangi dan KKGPAI Kecamatan Banyuwangi siap meramaikan pawai FEE dalam rangka siar Islam,’’ujarnya. (*/c1/bay)

Redam Kepanikan, Polres Siaran Keliling ■ DAM... Sambungan dari Hal 36

“Masak mau jadi korban lagi, Pak. Barang-barang yang mahal kita angkut dulu. Emaneman, Pak,” imbuhnya. Bukan hanya itu, kabar jebolnya DSB tersebut juga mengganggu aktivitas belajar di sekolah-sekolah. Sejumlah sekolah dasar yang berada di Ke-

camatan Kota dan Panarukan memulangkan siswanya lebih awal. Tahun sebelumnya, saat Sungai Sampeyan meluap, sekolah-sekolah tersebut jadi langganan banjir. “Anak saya dipulangkan pagi. Kata gurunya akan terjadi banjir akibat dam di Bondowoso jebol,” ujar Sunaryo, wali murid yang sehari-hari berdinas di DPRD Situbondo.

Rumah Sakit Elizabeth di Jalan WR. Supratman juga melakukan langkah antisipatif atas kabar tersebut. Sejumlah pasien dipindah ke ruangan yang lantainya lebih tinggi. “Tadi keluarga saya (dirawat di RS Elizabeth) mengabari saya bahwa pasien panik karena mendengar kabar akan terjadi banjir,” tutur Wahyudi, warga Desa Bantal, Kecamatan Asembagus. (pri/c1/aif)

Sempat Diisukan Menutup Jalan ■ 80 RUMAH... Sambungan dari Hal 36

“Makanya, kemudian warga menyewa mesin untuk menyedot dan membuangnya ke utara jalan raya. Kalau tidak cepat disedot khawatir hujan lagi, sehingga genangan air makin tinggi,” ungkap Kustariadi. Nah, aktivitas warga inilah yang sempat dikabarkan macam-macam. Warga diisukan melakukan penutupan terhadap jalur pantura karena marah. Sejumlah polisi pun akhirnya turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas secara buka-tutup. “Yang benar warga hanya me-

minjam separuh badan jalan untuk pembungan air, karena tidak mungkin dibuang ke arah barat atau timur karena tak ada saluran. Akhirnya di buang ke utara jalan dengan melewati jalan raya,” terang Camat Bungatan, Zainal Arifin yang turun ke lokasi. Diungkapkan, kejadian tersebut sangat merugikan warga Dusun Pandansari. Sebab, merusak perobatan rumah tangga warga. Apalagi, perisiwa semacam itu sebenarnya sudah langganan tiap tahun. Pembuatan saluran irigasi sebenarnya sudah diusulkan saat musrembang. Namun, tak pernah lolos saat melaju ke tahapan tingkat atas. (pri/aif)

ATASI BATUK DAN SESAK NAFAS SI KECIL DENGAN MILKUMA SEBENARNYA, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu Ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu Ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren. Ibrahim (2,5 thn), yang tinggal di Condong Catur, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah seorang anak yang telah merasakan manfaat susu Milkuma ini, “Karena menderita sesak napas, Ibrahim sering batuk-batuk, riak/ lendir sukar keluar, nafasnya pun sering terasa sesak.” Terang orang tua Ibrahim yang menceritakan putranya itu sudah menderita keluhan ini sejak 6 bulan yang lalu, “Kalau sudah kambuh, nafas Ibrahim sering sesak. Untunglah kini saya memberinya Milkuma. Setelah 6 bulan minum, sekarang Ibrahim sudah jarang batuk dan tidak sesak, nafasnya pun tidak terganggu lagi.” Terang Adiwira, ayah Ibrahim. Adiwira menceritakan, ia mengetahui manfaat susu Ettawa ini dari salah seorang temannya. Dengan tubuh yang sehat, kini Ibrahim dapat bermain tanpa terganggu dengan batuk dan sesak nafas. Setelah melihat langsung manfaat susu Ettawa ini, ayah Ibrahim mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu Ettawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya.

Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395


36

Selasa 31 Januari 2012

Jawa Pos-nya Kota Santri

Pendidikan

SYAMSURI/RaBa

KUMUH: Sedikitnya 200 lembaga pendidikan di Situbondo membutuhkan rehabilitasi.

Dispendik Targetkan Tuntas Tahun Ini SITUBONDO – Ini kabar mengembirakan bagi pengelola sekolah yang gedungnya mengalami kerusakan. Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo menargetkan perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan harus tuntas tahun 2012. Perbaikan ini akan menyentuh semua sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta yang ada di 17 kecamatan. Kegiatannya dibiayai melalui dana APBN, yakni daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan DAK 2012. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Syamsul Arifin meyebutkan, sedikitnya 200 lembaga pendidikan mengalami kerusakan. Itu berdasarkan data base yang ada di dispendik. Namun, bantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui dana DIPA hanya di 63 lembaga. “Kita kebagian jatah memperbaiki 219 lokal di 63 lembaga khusus sekolah dasar,” paparnya. Sedangkan, lembada pendidikan yang tidak tercover dari DIPA maka kegiatan perbaikan akan dicover oleh DAK 2012. Sehingga, pada tahun ini semua sekolah yang mengalami kerusakan berat sudah benar-benar tertangani dengan baik. “Tidak ada lagi sekolah yang mengalami rusak berat yang artinya kerusakannya mencapai 45 persen hingga 60 persen,” Imbuh Syamsul. Jika tidak ada kendala, bantuan tersebut akan direalisasikan pelaksanaannya pada Februari mendatang. Teknis pelaksanaannya akan disesuaikan dengan data base sekolah rusak berat di dispendik. Meski demikian, survei ulang akan tetap dilakukan ke sekolahsekolah yang mengalami rusak berat. Ini dilakukan agar data yang dimiliki dispendik lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan. “Jadi setelah disurvei nanti akan terlihat nama–nama sekolah yang mengalami rusak berat. Dari sana bisa diketahui mana sekolah yang perlu lebih diprioritaskan menerima bantuan,” imbuh Syamsul Ditambahkan, bantuan tidak hanya diperuntukkan kepada sekolah yang mengalami rusak berat. Namun, juga diperuntukkan bagi sekolah yang gedungnya tidak representatif sebagaimana standar sarana dan prasarana nasional. (pri/adv/aif)

Angin Kencang

ALI NURFATONI/RaBa

MIRING: Baliho ukuran jumbo di depan kantor Lingkungan Hidup nyaris roboh kemarin.

Baliho Jumbo Nyaris Roboh SITUBONDO – Angin kencang yang melanda kawasan Situbondo dalam sepekan terakhir ini telah menumbangkan pohon dan memporakporandakan rumah warga. Selain itu, angin ribut juga nyaris merobohkan papan baliho berukuran jumbo. Hingga kemarin baliho reklame milik salah satu telepon seluluer itu masih belum diperbaiki. Bila tidak segera diperbaiki, papan reklame tersebut bisa roboh diterjang angin susulan. (ton/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

DIANGKUT TRUK: Sejumlah warga di Jalan Mawar mengungsikan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman dari banjir. Mereka khawatir banjir bandang menerjang Situbondo.

Dam Diisukan Jebol, Warga Ngungsi 80 Rumah Warga Pandansari Tergenang

Siswa Dipulangkan Lebih Awal SITUBONDO - Aliran Sungai Sampeyan memang sudah kembali normal sejak Ahad (30/1) kemarin. Namun, warga Kota Santri pagi kemarin panik. Sebab, tersebar kabar bahwa Dam Sampeyan Baru (DSB) di Kecamatan Tapen, Bondowoso, jebol. Informasi dari orang tak bertanggung jawab itu benar-benar membuat warga resah. Garagara kabar itu, tidak sedikit warga yang langsung mengemasi barang-barangnya, seperti telivisi, kulkas, kursi dan lemari. Bahkan, ada yang langsung mengungsi ke rumah saudaranya. Seperti yang dilakukan Ika, warga Jalan Mawar, Situbondo. Pagi kemarin, dia mengangkut barangbarang berharganya menggunakan truk ke rumah saudaranya di Kecamatan Panji. “Katanya mau banjir, Pak. Lebih baik mengungsi dulu daripada keduluan banjir,” ujar salah seorang kerabat Ika. Kata dia, saudaranya tersebut sudah dua kali menjadi korban banjir Bandang, yakni pada 2002 dan 2008 n  Baca Dam...Hal 35

EDY SUPRIYONO/RaBa

TAK ADA DRAINASE: Sedikitnya 80 rumah warga Pandansari, Desa Pasir Putih, Bungatan terendam genangan air hujan.

BUNGATAN – Hujan lebat yang terjadi di wilayah Bungatan Minggu malam (29/1) kemarin membawa petaka. Setidaknya itu dirasakan warga yang ada di Dusun Pandansari, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Rumah mereka harus terendam genangan air setinggi lutut orang dewasa hingga siang kemarin. Ini terjadi karena tak ada saluran pembuangan maksimal yang ada di tempat sebelah barat objek wisata Pantai Pasir Putih tersebut. “Sekitar 80 rumah yang tergenang,” ujar Kepala Desa Pasir Putih, B. Gondo Kustariadi. Menurut dia, air hujan mulai menggenangi pemukiman warga yang ada di RT V/RW III sekitar pukul 02.00. Air terus menggenang karena tak ada tempat pembuangan n  Baca 80 Rumah...Hal 35

Oknum Wartawan Gelapkan Mobil

FSMP Desak Dana RSBI Diaudit

SITUBONDO - Korps wartawan Situbondo kembali tercoreng. Kali ini akibat ulah TS, oknum wartawan media cetak mingguan. Pria berusia 38 tahun yang tinggal di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember, itu dijebloskan ke tahanan Mapolres Situbondo karena tersangkut kasus penggelapan mobil. Sebelum menangkap TS, polisi lebih dulu meringkus Joni. Keduanya bersekongkol menggelapkan mobil milik Amir, warga Desa Alas Malang, Kecamatan Panarukan. TS dan Joni melakukan aksi itu akhir bulan April 2011 lalu. Kala itu, Joni menyewa mobil Xenia warna hitam milik Amir. Dia memberikan uang panjer Rp 900 ribu untuk sewa mobil selama sebulan. Amir berusaha menagih kekurangan uang pembayaran. Namun, oleh TS dan Joni tagihan itu diabaikan. Celakanya, mobil bernopol P1555 E milik Amir malah digadaikan kepada orang lain. Buntutnya, Amir pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Situbondo Atas laporan itu, polisi langsung bergerak cepat. Joni ditangkap delapan bulan lalu, dan TS baru ditangkap Sabtu (28/1) kemarin. Di hadapan polisi, TS mengaku dirinya bersama Joni telah menggadaikan mobil tersebut kepada oknum polisi Polres Lumajang berinisial WW. Dari hasil gadai tersebut, dia menerima uang tunai Rp 32 juta. Kasubag Humas AKP Mardjuki menuturkan, dalam kasus ini pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan tuduhan penggelapan. ‘’TS sudah kami amankan,’’ tegasnya. (ton/c1/aif)

SITUBONDO – Banyaknya insidental saja mencapai Rp 3 pungutan kepada siswa yang juta,” ungkapnya. masuk di lembaga pendidikan Sehingga jangan heran, jika yang menyandang predikat banyak wali murid yang belum Rintisan Sekolah bisa melunasi. BahBerstandar Internakan ada yang memilsional (RSBI) menih tidak mengambil gundang banyak rapor karena tidak sorotan. Salah sabisa melunasi uang tunya disampaikan insidental tersebut. Forum Solidaritas “Itu belum termasuk Masyarakat Pendidana rutin Rp 150 dikan (FSMP). ribu per bulan atauLSM yang dikenal pun dana tarikanvokal menyoroti dutarikan yang lain,” nia pendidikan ini imbuh Sugiono. Dok/RaBa mendesak agar sega- Sugiono Eksantoso Dia menilai, kela dana yang diterima adaan tersebut sandan dikelola RSBI diaudit. “Yang gat memberatkan. Bahkan, pertama agar dana yang ada terkesan seperti kembali ke benar-benar bisa dipertang- zaman penjajahan. Hanya saja gungjawabkan dan untuk men- modusnya lebih rapi. gantisipasi hal-hal yang tak Diungkapkan, banyak alasan diinginkan,” ungkap Sugiono yang disampaikan sekolah RSBI Eksantoso, Ketua FSMP. untuk penarikan dana. Padahal, Menurut dia, FSM banyak jika hanya urusan pembangumenerima keluhan dari wali nan gedung, itu sudah dibantu murid. Mereka cukup kesuli- pemerintah pusat. Penarikan tan untuk membayar berbagai uang insidental, tidak jarang macam pungutan anaknya digunakan oleh sekolah untuk yang masuk di RSBI. “Misalnya uang kesejahteraan kepala sekosaja di SMA 1 Situbondo. Uang lah maupun guru. (pri/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

DITAHAN: TS hendak dimasukkan sel Mapolres Situbondo.

(Koalisi) Pelangi (bukan) Ciptaan Tuhan KOALISI Pelangi menjadi salah satu nama yang cukup santer disebut-sebut bahkan diperbincangkan dalam gonjang-ganjing pengesahan APBD 2012 Kabupaten Situbondo, yang hingga detik ini masih belum ada kejelasan. Bukan apa-apa, karena koalisi ini dalam awal pembentukannya seperti akan menjadi angin surga bagi iklim harmoni politik di Kota Santri. Koalisi yang digawangi parpol-parpol pemilik kursi legislatif di DPRD Situbondo ini (minus PPP dan PKB), diprediksikan akan menjadi salah satu media ampuh pemecah kebuntuan saluran komunikasi antar legislatif dan eksekutif. Sehingga, mengingat strategisnya keberadaan Koalisi Pelangi, rasanya tak percaya pengesahan APBD 2012 bisa berlarut-larut hingga masuk di tahun 2012 ini. Lihatlah ! begitu pentingnya Koalisi Pelangi, saat penandatanganan naskah di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, semua petinggi parpol hadir, tanpa ada yang diwakilkan. Ada PKNU, Partai Golkar, Partai Hanura, PDIP, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Ini menunjukkan betapa ber-

harganya momentum tersebut. Apalagi dalam pertemuan ini juga diputuskan ‘visi-misi’ Koalisi Pelangi Dengan kekuatan yang ada, Koalisi Pelangi seakan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang timbul dalam lalu lintas kemitraan ataupun kepentingan politis eksekutif-legislatif. Bayangkan saja, koalisi enam partai ini di DPRD memiliki 28 kursi. Dengan modal itu saja, tentu akan begitu mudah mewarnai segala bentuk pengambilan keputusan. Dua partai yang tak mau bergabung, PPP sebagai pemenang pemilu legislatif hanya memiliki sebelas kursi dan PKB empat kursi. Logika berpikir sederhana lainnya yang terbangun saat terbentuk Koalisi Pelangi, seolah-olah segala permasalahan yang timbul akan mudah dipecahkan dengan jalan musyawarah ataupun kompromi politik. Sehingga, gedung DPRD akan menjadi tempat yang ramah bagi eksekutif saat melakukan fungsi-fungsi kemitraan dengan para wakil rakyat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Gedung DPRD tidak akan lagi menjadi ‘ladang pembantaian’ atau sekadar

‘medan perang’, entah itu perPemkab-DPRD yang tak ang saudara sesama anggota cepat mendapat jalan keDPRD ataupun perang dengan luar. Ini membuat sejumlah negara lain (ekskutif ). Kepihak menilai betapa tidak tika fraksi bertingkah macammudah juga membangun macam, maka komunikasi komunikasi di internal koalisi bisa dilakukan lewat parpol. pelangi. Parpol tentu akan lebih muPenempatan Ahmad Sydah mengendalikan manuver amrowi di jajaran pimpinan politik kadernya yang ada di DPRD Situbondo, misalnya. O L E H: Betapa itu harus menemgedung dewan. Namun, yang Edy Supriyono * puh perjalanan yang santerjadi justru sebaliknya. gat panjang dan berliku. Tanpa bermaksud melebihlebihkan, Koalisi Pelangi dalam benak Meskipun, Koalisi Pelangi kemudian sayta, kala itu, kehadirannya lebih bisa menunjukkan perannya dengan mirip super hero semacam Superman mengantarkan Syamrowi sebagai Wakil atau Batman. Tiap kali ada masalah, den- Ketua DPRD. Puncaknya adalah saat tarik ulur gan begitu gagahnya dia selalu datang tepat waktu. Superman dan Batman pengesahan APBD 2012. Betapa, di juga selalu berhasil menumpas musuh- saat koalisi pelangi diharapkan banyak musuhnya sehebat dan sejahat apapun. pihak untuk mampu menjembatani Jadi, cukup banyak sebenarnya yang berbagai kepentingan agar APBD bisa menggantungkan harapan di pundak direalisasikan tepat waktu, ternyata tak membuahkan hasil. Harapan hanya koalisi pelangi. Namun dalam perjalannya, efektivi- tinggal harapan. APBD 2012 hingga kini tas maupun kestrategisan peran Koalisi pun belum juga disahkan. Bahkan, itu sempat diperparah Pelangi kemudian dipertanyakan. Ini menyusul sejumlah permasalahan prilaku Fraksi di DPRD yang sudah yang berlarut-larut dalam lingkaran sama sekali tak mencerminkan se-

mangat-semangat yang diusung dalam Koalisi Pelangi. Mereka justru saling serang dengan fraksi parpol pengusung pemerintahan untuk membuktikan kepada publik, bahwa apa yang dilakukannya demi kepentingan rakyat. Keadaan inipun sebagai salah satu indikator tidak cukup ampuhnya komunikasi dalam tubuh Koalisi pelangi. Teman saya yang juga masuk dalam jajaran Koalisi Pelangi punya bahasa sendiri tentang terseok-seoknya perjalanan Koalisi Pelangi. Kata dia, Koalisi Pelangi hingga kinipun sebenarnya tetap solid. Permasalahannya, hanya pemangku kepentingan (Bupati-Wakil Bupati) saja yang tak mau memanfaatkan atau memfungsikannya. Sehingga, wajar jika kemudian parpol punya cara sendiri untuk menaikkan nilai tawarnya. Pemangku kepentingan sendiri pasti bukan tanpa alasan tidak mau memanfaatkan koalisi pelangi. Bisa jadi, ada persepsi memfungsikan koalisi pelangi justru menambah permasalahan bahkan biaya politik yang sejak pencalonan besarnya sudah minta ampun. Atau bisa saja, manfaat yang diterima tidak seberapa besar dibanding risikonya.

Yang tahu pasti jawabanya, tentu pihakpihak yang terlibat langsung dalam koalisi tersebut. Sebenarnya, semangat yang mendasari pembentukan koalisi apapun, sangat baik. Asal, disertai tujuan yang baik pula. Sebab, dengan bersama akan mudah menggapai tujuan. Misalnya, untuk membangun kebersamaan demi terealisasinya program pemerintahan yang pro masyarakat kecil. Bukan, tujuan melakukan kompromi hal-hal yang bersifat negatif. Saya juga baru ingat, (koalisi) pelangi yang kita bicarakan mulai tadi memang bukan pelangi ciptaannya Tuhan. Jadi, dimaklumi saja jika jenis pelangi yang satu ini tak selamanya indah. Sebab, yang ini memang bukan pelangi ciptaan tuhan sebagaimana terdapat dalam syair lagu anak-anak, yang keindahannya begitu mengagumkan…. pelangi-pelangi alangkah indahmu, merah kuning hijau di langit yang biru, pelukismu agung, siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan….. *) Kepala Biro Radar Banyuwangi di Situbondo


Radar Banyuwangi 31 Januari 2012