Page 1

JUMAT 27 JANUARI

29

TAHUN 2012

Cantiknya Ruang Terbuka Hijau Oleh: A. CHOLIQ BAYA

SETELAH direnovasi dan dibuka kembali untuk publik, Taman Sri Tanjung, Taman Blambangan, dan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banyuwangi, semakin dipadati pengunjung. Ruang terbuka hijau (RTH) yang selama ini dibatasi pagar keliling itu kini tak lagi berpagar. Sehingga, kesannya menjadi lebih terbuka, lebih luas, lebih rapi, lebih indah, dan lebih asri. Warga masyarakat yang datang untuk olah raga, refreshing, cuci mata atau sekadar jalan-jalan, pun

menjadi lebih betah berlama-lama di sana. Setiap pagi, misalnya, sering kali saya melihat para siswa, mulai PAUD, TK, hingga SD, melakukan aktivitas di Taman Blambangan dan Taman Sri Tanjung. Ada yang berbaris, senam, dan ada yang melakukan olah raga lain. Lahan yang mereka manfaatkan juga tidak hanya di lapangan berumput, tapi juga di trotoar yang kini sudah disulap menjadi lebih lebar. Kondisi itu menjadi berkah bagi se-

kolah-sekolah yang tidak memiliki halaman luas untuk menggelar aktivitas olah raga. Demikian pula TMP yang selama ini tertutup pagar rapat dan terkesan angker, kini terlihat lebih indah, cantik, dan familiar. Warga yang ingin masuk ke TMP pun lebih bebas. Kalau sebelumnya yang datang berziarah hanya keluarga pahlawan yang dimakamkan di situ, kini masyarakat umum yang ingin berdoa secara langsung di hadapan pusara

pahlawan atau sekadar melihat-lihat bisa bebas melakukannya. Bahkan, tak sedikit yang memanfaatkan bagian depan TMP yang sudah disulap menjadi taman itu sebagai tempat refreshing. Terutama Minggu pagi, trotoarnya sering dimanfaatkan untuk senam dan arena membaca bagi warga yang memanfaatkan mobil perpustakaan keliling yang biasa mangkal di depan TMP ■

 Baca Cantiknya...Hal 39

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.33 14.54 17.48 19.02 03.55

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

DEMO: Cak No berorasi di depan gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

Galang Tanda Tangan Tolak Gedung Baru BANYUWANGI - Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi bersama di depan gedung DPRD Banyuwangi kemarin (26/1). Mereka menolak rencana pembangunan gedung baru Pemkab Banyuwangi senilai Rp 19 miliar. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 09.00. Beberapa aktivis membentangkan kain putih sepanjang 50 meter di pagar gedung DPRD ■  Baca Galang...Hal 30

PERIKANAN

TIDUR: Beberapa calon penumpang KM Sabuk Nusantara 27 bertahan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Mereka sudah menunggu di lokasi tersebut selama empat hari.

Penyeberangan Ketapang Tutup Angin Kencang, Feri Sulit Manuver KALIPURO - Penyeberangan Ketapang– Gilimanuk ditutup sejak pukul 18.00 tadi malam (26/1). Penyebabnya adalah faktor cuaca yang tidak mendukung keselamatan pelayaran. Hingga berita ini ditulis tadi malam, Syahbandar Ketapang belum mengizinkan seluruh kapal berlayar. Penutupan penyeberangan

akibat cuaca buruk tersebut berlaku bagi kapal di pelabuhan ASDP dan pelabuhan landing craft machine (LCM) Ketapang. Sementara itu, angin kencang sebenarnya sudah mengganggu aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sejak siang kemarin. Sejumlah kapal feri kelabakan saat melakukan manuver sandar maupun akan berangkat dari dermaga pelabuhan. Kapal feri tidak bisa bebas melakukan olah gerak karena menghindari terpaan angin kencang ■ Baca Penyeberangan...Hal 39

Bekal ke Sapeken Habis AKIBAT empat hari menunggu Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 27 tujuan Pulau Sapeken berangkat, puluhan penumpang mulai kehabisan bekal kemarin (26/1). Kondisi tersebut segera ditindaklanjuti pihak Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Wangi. Kepala Kantor Adpel Tanjung Wangi, Sri

Sukesi mengatakan, pihaknya telah menghubungi Dinas Sosial Banyuwangi untuk mengatasi kondisi yang melanda para calon penumpang Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 27. “Para penumpang yang bertahan di pelabuhan kita bantu, karena bekal mereka sudah habis,” ujarnya kemarin (26/1) ■  Baca Bekal...Hal 39

Kembang Endhog Makin Ngejreng ICHSAN RASYID/RaBa

DISKUSI: Kadis DKP Jatim, Kardani, bertemu Bupati Anas di kantor pemkab kemarin.

Minapolitan Ditarget Rampung 2015 BANYUWANGI - Program minapolitan pelabuhan ikan Muncar ditarget rampung tahun 2015 mendatang. Untuk menuntaskan program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan melakukan reklamasi pantai seluas 14 hektare (ha) tahun 2012 ini ■  Baca Minapolitan...Hal 39

FemalE

Hobi Sesuai Nama NAMANYA Citra Bunga Edelweiss, sama seperti nama tanaman yang dilindungi di puncak gunung. Sama seperti namanya, gadis yang juga Juara Harapan II Jebeng itu mengaku sangat gemar tur alam bebas, baik petualangan di hutan maupun gunung. “Tidak sekadar jalan-jalan, sering camping di gunung dan hutan,” ujarnya. Dari hobi itu, Citra mengaku banyak pengalaman yang telah dia dapatkan. Kebersamaan bersama teman ketika berada di alam bebas juga memberi pengalaman tersendiri baginya. “Selain itu, wisata alam di Banyuwangi juga sangat banyak. Sehingga, secara tidak langsung, saya belajar pariwisata Banyuwangi. Apalagi, saya salah satu duta pariwisata Banyuwangi,” kata siswa SMAN 1 Giri itu. Indahnya wisata alam di Banyuwangi, menurut Citra, merupakan kekayaan yang layak dibanggakan. Selain itu, hal tersebut juga dapat mendongkrak pamor pariwisata Banyuwangi. Bahkan, saking seringnya melakukan tur bersama teman-temannya, Citra mengaku kegiatan tersebut sampai-sampai mempengaruhi cita-citanya, yakni menjadi menteri kehutanan. “Namanya cita-cita kan harus tinggi,” cetusnya. (gil/c1/bay) GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BENNY/RaBa

BANYUWANGI - Kembang endhog (wadah telur hias untuk perayaan Maulid) mulai ramai dijual di beberapa pasar di Banyuwangi kemarin (26/1). Bentuk kembang endhog pun beragam. Tidak hanya didominasi bentuk bunga, tapi juga barong, kerucut, dan kupu-kupu. Mengenai pilihan warna, hiasan telur itu kini juga semakin berani dan mengandalkan warna-warna ngejreng. Pada kembang endhog yang berbentuk kerucut, telur yang dipasang tidak ditusuk. Tetapi, telur

ditempatkan tepat di dalam kerucut tersebut. Tepat di salah satu bagian kerucut, terdapat tali yang menghubungkan ke sebuah bambu. “Bambunya ditancapkan di pohon pisang. Sehingga saat dipasang, endhog-endhogan tersebut menggantung,” ujar Holili, salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi. Berbeda dengan kembang endhog model kerucut, kembang endhog model barong dan kupu-kupu ada yang memiliki tempat untuk telur, ada juga yang tidak ■  Baca Kembang...Hal 39

PERTAMA: Muthamimah, guru SDN 4 Penganjuran, mengisi formulir pendaftaran FEE di kantor Radar Banyuwangi kemarin.

Brawijaya Daftar Pertama FEE SEMENTARA itu, Radar Banyuwangi kembali menggelar Festival Endhog-Endhogan (FEE). Rencananya, tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad tersebut digelar 5 Februari 2012 mendatang. FEE tahun ini terbuka untuk umum. Peserta bisa mengatasnamakan kontingen sekolah, kampus, organisasi pemuda, kantor/instansi, rukun tetangga (rt), remaja masjid dan takmir masjid, dan sebagainya. Pendaftaran FEE tidak dipungut biaya alias gratis ■

 Baca Brawijaya...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

MENYALA: Pedagang kembang endhog menata barang dagangannya di Pasar Banyuwangi kemarin.

Mengunjungi Kawasan Taman Sri Tanjung Setelah Renovasi

Lokasi Favorit untuk Foto Pre Wedding Setelah dipugar, Taman Sri Tanjung tampak lebih cantik dibanding sebelumnya. Kondisi itulah yang membuat masyarakat antusias mengunjungi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) tersebut. GILANG GUPTA, Banyuwangi

ADA pemandangan berbeda jika kita melintas di sekitar Taman Sri Tanjung. Selain taman tersebut lebih nyaman dan indah, kini pengunjung juga lebih banyak dibanding sebelum taman itu direnovasi. Para pengunjung seolah tak terpe-

GALIH COKRO/RaBa

HIJAU: Pengunjung menikmati suasana taman Sritanjung dengan pengawasan petugas Satpol PP.

ngaruh dengan pro-kontra pembangunan taman itu beberapa waktu lalu. Lihat saja, taman tetap ramai,

baik siang maupun malam. Mereka yang mengunjungi taman kebanyakan mengaku ingin menik-

mati taman setelah direnovasi. Mereka juga mengaku tidak peduli dengan berbagai isu yang menyeruak ke permukaan ketika taman tersebut dipugar. “Saya ke sini ingin jalan-jalan sambil ngemong anak. Tamannya lebih bagus. Rasanya lebih luas,” ujar salah seorang pengunjung. Tidak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarganya. Bahkan, ada yang membawa bekal layaknya orang yang sedang piknik. Mereka mengakui kondisi taman lebih nyaman dan cocok untuk keluarga. “Senang dengan kondisi taman seperti ini. Selain itu, juga penasaran, kan selama direnovasi kita tidak bisa melihat, karena ditutup pagar,” kata pengunjung lain. Di pihak lain, yakni kalangan mudamudi, memanfaatkan RTH tersebut sebagai salah tempat nongkrong ■

Ngaku kasat di Polres Situbondo, peras nasabah KSP

Kasat mata dari kasatuan panipuan

Residivis ngutil besi di sekolah

Terlalu lama “sekolah” di penjara

 Baca Lokasi...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Jumat 27 Januari 2012

Melihat Potensi Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran

Olah Sampah Jadi Kerajinan Berharga SUMBERAGUNG - Terobosan yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran ini layak mendapat apresiasi. Ibu-ibu PKK di desa itu mampu mengolah sampan anorganik menjadi berbagai macam kerajinan dan bernilai rupiah. Sampah-sampah anorganik seperti plastik, kertas dan kain, mereka olah menjadi beragam kerajinan seperti tas, tempat tisu, tempat kue serta berbagai jenis kerajinan lainnya. Saking kreatifnya, ibu-ibu PKK di bawah kepemimpinan Ny. Vivin Agustin Murwanto dinobatkan sebagai juara I Hasta Karya tingkat Kabupaten Banyuwangi. Bahkan kreativitas ibu-ibu PKK Desa Sumberagung tersebut juga mendapat perhatian tersendiri di mata Ketua PKK Banyuwangi, Ny. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. “Beliau sudah datang ke sini dan melihat kerajinan kami. Bahkan beliau (Ny. Dani, Red) sudah mempromosikan FOTO-FOTO: ABDUL AZIZ/RaBa kerajinan kami ini di Jakarta, dan juga KREATIF: Ibu-ibu PKK Desa Sumberagung menunjukkan kerajinan dari bahan anorganik. di internet. Di lihat di internet juga

ada Mas,” kata Vivin Sementara itu, Kades Sumberagung Murwanto menyebutkan, selain menyabet juara I Hasta Karya, beberapa kategori juara juga diraih oleh Pemdes Sumberagung. Seperti menjadi juara I Green and Clean kategori tingkat RT, juara I perpustakaan desa, juara II Desa Siaga. “Semuanya tingkat kabupaten,” imbuh Murwanto. Di sisi lain, Murwanto menjelaskan, bahwa sejak aktif menjadi Kades Sumberagung, pada 18 Juni 2011, dirinya juga menggebrak berbagai program sarana parasarana di desanya. Misalnya membangun enam jembatan di Dusun Rejoagung dan sembilan jembatan di Dusun Silirbaru. “Semua jembatan-jembatan tersebut rata-rata menghubungkan dari sawah ke jalur desa, sehingga dengan begitu bisa membantu mempermudah jalur perekonomian masyarakat petani,” tuturnya. Selain sarana dan prasaranan, pihaknya juga gencar melakukan penghijauan di sepanjang jalur Dusun Pancer dan Dusun Silirbaru. (azi/aif)

Kunjungi Warga Penerima Bantuan Kambing ROGOJAMPI – Di tengah aktivitasnya yang cukup padat, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyempatkan diri untuk mengunjungi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jenggirat Tangi di Desa Alian, Kecamatan Rogojampi, sore kemarin. Sebelumnya Pokmas tersebut telah mendapatkan bantuan berupa 21 ekor kambing lokal senilai Rp 20 juta dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) selaku leading sector dari program pemkab ini. Dalam kesempatan tersebut, Kang Anas - sapaan akrab bupati- juga melakukan dialog dengan warga penerima bantuan. Bahkan Kang Anas juga menyatakan rasa bangganya atas kepedulian warga terhadap bantuan ternak yang diberikan. Terlebih lagi ketika melihat ternaknya sehat dan terawat. “Dirawat baik-baik ya Mas. Dikembangbiakkan yang banyak dulu, jangan dijual atau disembelih dulu,” pesan Kang Anas kepada Samsuri, ketua Pokmas Jenggirat Tangi. Mendengar harapan Kang Anas, Samsuri mengaku kelompoknya yang terdiri dari 10 keluarga benar-benar serius merawat kambing-kambing tersebut. Malah mereka  juga  membuat jadwal ngarit dan membersihkan kandang.

ISTIMEWA

KUNKER: Kang Anas saat meninjau bantuan kambing ke Pokmas Jenggirat Tangi di Desa Alian.

“Kami bersyukur diberi bantuan kambing Pak. Karena itu kami berjanji untuk merawatnya baik-baik,” janji Samsuri dengan nada bersemangat. Kang Anas sendiri yang kemarin berkunjung ke lokasi tersebut terlihat senang. Sebab di sepanjang jalan menuju ke lokasi kandang, rumah-rumah warga

yang dilewati ternyata ramai dengan kegiatan kewirausahaan. Sepanjang jalur perkampungan tersebut, Kang Anas melihat kerajinan gelang, ikat pinggang dan assesoris dari manik-manik serta peternakan tokek Selain ke Desa Alian, kemarin sore Kang Anas juga

berkunjung ke Desa Paspan Kecamatan Glagah, untuk mengunjungi Pokmas Subur Makmur yang mengelola lahan pertanian. Dari bantuan dana Rp 20 juta yang diperoleh, anggota pokmas yang sebanyak 20 orang, menyewa lahan untuk menanam padi. (azi/aif)

Kritik Dewan yang Sering Kunker n GALANG... Sambungan dari Hal 29

Di kain itu tertulis “Tolak Pembangunan Gedung Pemkab Rp 19 Miliar karena Tidak Berpihak pada Kepentingan Rakyat”. “Proyek gedung pemkab Rp 19 miliar harus ditolak,” tegas Geger, salah satu aktivis LSM, dalam orasinya. Untuk menolak pembangunan kantor satu atap di pemkab tersebut, para aktivis LSM itu juga menggalang tanda tangan di kain putih yang dibentangkan tersebut. Setiap pengendara yang melintas di jalan ditawari untuk ikut tanda tangan. “Ayo tanda tan-

gan dulu. Kita bersama-sama menolak proyek pemkab Rp 19 miliar,” kata peserta aksi kepada pengendara mobil yang melintas. Selama dua jam aksi itu berlangsung, ada saja warga yang membubuhkan tanda tangan. Tukang becak dan mahasiswa juga ikut membubuhkan tanda tangan di kain putih itu. Bahkan, juga ada pegawai negeri sipil (PNS) pemkab yang ikut bertanda tangan. Saat aksi berlangsung, Ketua Cabang Partai Gerindra Banyuwangi, Naufal Badri, datang dan ikut membubuhkan tanda tangan. Adik kandung mantan Bupati Samsul Hadi itu bergabung

dengan sejumlah aktivis LSM tersebut. Naufal datang bersama Ketua Fraksi Gerindra Totok Sugiarto dan anggota Fraksi Gerindra Sri Hartatik. Naufal menyebut, sampai saat ini masyarakat masih banyak yang susah mendapat sembilan bahan pokok (sembako). Sebab, harga sembako masih tinggi. “Kondisi masyarakat ini yang harus didahulukan,” katanya. Naufal menyebut, pembangunan kantor pemkab senilai Rp 19 miliar merupakan program yang tidak pro-rakyat. Oleh karena itu, partainya menolak keras. “Fardu ‘ain hukumnya bagi Partai Gerindra menolak pembangunan yang

tidak pro-rakyat,” Koordinator aksi, Mas Soeroso, menyebut proyek pembangunan kantor pemkab senilai Rp 19 miliar itu tidak aspiratif, karena tidak sesuai keinginan rakyat. “Gedung pemkab dan kantor-kantor masih bagus, kenapa harus membangun gedung baru,” cetusnya. Soeroso menyindir para anggota DPRD yang kurang memperhatikan aspirasi rakyat. Anggota dewan dinilai sering menampilkan atraksi yang tidak populis dengan sering melakukan kunjungan kerja (kunker) dan studi banding. “Dewan jangan hanya kunker dan studi banding terus,” ujarnya. (abi/c1/bay)

KADES: Murwanto dan kerajinan sampah anorganik karya ibu-ibu PKK Desa Sumberagung.

Skor Polisi 3, Penjahat 9 BANYUWANGI - Prestasi aparat kepolisian dalam menangani pencurian selama Januari 2012 ternyata masih kalah jauh dengan aksi kejahatan yang ada. Sampai akhir bulan ini, aparat kepolisian baru bisa mengungkap dan menangkap tiga pelaku kejahatan dari sembilan kali kejahatan yang ada. Meski baru sepertiga kejahatan yang berhasil diungkap, Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi menganggap sudah menunjukkan prestasi yang bagus. Apalagi, angka kejahatan tidak menunjukkan angka kenaikan. “Tiga yang tertangkap ini sudah bagus,” tegas kapolres. Sampai saat ini skor keberhasilan polisi dan aksi kejahatan menunjukan angka 3-9. Ini artinya, polisi berhasil mengungkap tiga pelaku dari sembilan kali kejadian keja-

DOK.RaBa

Nanang Masbudi

hatan. “Kita akan berupaya keras untuk menangkap pelaku kejahatan itu,” kata kapolres saat melihat aksi aktifis LSM memprotes proyek pemkab senilai Rp 19 miliar di kantor DPRD kemarin. Kapolres menyebut, dalam memburu pelaku kejahatan ini anggota buru sergap (buser)

banyak yang dirombak. Bila sebelumnya ada tiga buser yang bertugas di selatan, utara, dan kota, kini tugasnya diganti. “Rombak total sih tidak, cuma diganti tugasnya,” cetusnya. Demi melindungi masyarakat, masih kata dia, buser yang dibentuk ini ada buser khusus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), buser pencurian dengan pemberatan (curat), dan buser pelaku tindak asusila. “Buser ini tugasnya se-wilayah Kabupaten Banyuwangi,” bebernya. Bila ada kejadian curanmor, jelas dia, maka anggota yang masuk pada buser curanmor ini yang akan menangani. Begitu juga bila ada curat atau pencurian lain, maka yang menangani buser curat. “Ini biar cepat dalam penanganan bentuk kejahatan yang menimpa masyarakat,” tegasnya. (abi/aif)

Gelandangan Tidur di Jalan PANARUKAN - Diduga stres akibat menderita luka di kaki kanan, seorang gelandangan nekat tidur di bahu jalan desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, kemarin. Beruntung, ulah konyol pria berusia 60 tahun itu diketahui warga. Melihat pria terbaring di jalan, warga langsung mencegahnya. Selain itu, warga juga melaporkan kejadian ini ke polisi. Menerima laporan warga, satuan polisi yang dikomandani Kasat Shabara AKP Hariyono langsung mendatangi lokasi. Ketika polisi datang, gelandangan yang mengaku berasal dari Bondowoso itu masih tergeletak di badan jalan. Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, sudah tiga hari ini pria stres tersebut tinggal di tepi jalan. Pria tersebut diduga korban tabrak lari. Warga hendak membuatkan tenda sekadar untuk tempat dia

ALI NURFATONI/RaBa

KORBAN TABRAK LARI: Warga menggotong pria stres yang tidur di jalan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.

berteduh. Tetapi, begitu terpal disiapkan, tiba-tiba pria yang memakai kopiah hitam itu justru memilih tidur di jalan. Bahkan, dia enggan dipindahkan. Kasat Shabara Polres Situbondo AKP Hariyono mengatakan, pihaknya belum bisa memasti-

kan kondisi pria tersebut. Sebab, pria tersebut masih belum bisa dimintai keterangan. ‘’Untuk mengobati lukanya, pria tersebut akan kita bawa ke rumah sakit. Selanjutnya, kita serahkan ke Dinas Sosial,’’ kata Hariyono. (ton/c1/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Jumat 27 Januari 2012

Residivis Ngutil Besi Sekolah

SIGIT HARIYADI/RaBa

UNIK: Seorang bocah mengamati kembang maulud berbentuk ogoh-ogoh yang baru saja dia beli di Pasar Gendoh kemarin (26/1).

Kembang Maulud Mulai Diserbu Pembeli SEMPU – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ternyata membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Banyuwangi. Setidaknya, hal itu dialami para perajin dan pedagang kembang maulud. Sebagaimana diketahui, pada momen tahunan ini, kembang maulud menjadi barang yang sangat diburu konsumen. Bahkan, peluang usaha yang cukup menjanjikan tersebut memaksa seseorang melakukan diversifikasi usaha agar bisa kecipratan untung dari bisnis kembang maulud. Seperti dilakoni Misnatun, 39, warga Dusun Klontang, Desa

Gendoh, Kecamatan Sempu. Sejak beberapa hari terakhir, wanita yang seharihari berjualan sate di kios semipermanen di kawasan Pasar Gendoh, itu juga ikutikutan menjajakan kembang maulud. Hasilnya memang lumayan besar. Hal itu tergambar dari omzet yang berhasil dia raih yang mencapai ratusan ribu rupiah per hari. Untuk kembang maulud berbentuk bunga yang dia lepas ke tangan konsumen seharga Rp 400 sampai Rp 1.000 per unit, dalam sehari mampu terjual 100 sampai 150 unit. Belum lagi kembang maulud variasi seperti barong, naga,

dan ogoh-ogoh. “Kalau kembang maulud yang variasi harganya Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu. Rata-rata dalam sehari terjual 25 unit,” ujar Misnatun kemarin (26/1). Menurut wanita berjilbab itu, dia sengaja menjual kembang maulud di kios sate miliknya karena ingin mendapat penghasilan tambahan. “Hasilnya kan lumayan, bisa untuk menambah penghasilan,” tuturnya. Misnatun menambahkan, bersadarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat-saat ini belum memasuki puncak permintaan kembang mau-

lud oleh konsumen. Biasanya puncak ramainya pembelian kembang maulud terjadi pada H minus lima sampai H minus dua peringatan maulid nabi. “Pada puncak ramainya pembelian, dalam sehari kembang mulud saya terjual sampai seribu buah,” pungkasnya. Sementara itu, Endang, 29, seorang pembeli asal Sragi, Songgon, mengaku memilih membeli kembang maulud lebih awal karena masih banyak pilihan, baik bentuk maupun warnanya. “Kan masih belum banyak warga yang beli, jadi pilihannya masih banyak,” ungkapnya. (sgt/als)

Bawa Sajam, Pria Bertato Diciduk MUNCAR – Jika tidak ingin berurusan dengan aparat kepolisian, sebaiknya jangan meniru perbuatan pria yang satu ini. Didik Agustin, 25, warga Dusun Krajan, Desa Tembok, Kecamatan Muncar, tertangkap tangan oleh seorang anggota Brigade Mobile (Brimob). Didik kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di tempat umum. Peristiwa itu berawal saat Bripka Sair, personel Brimob tersebut, mendapati beberapa anak baru gede (ABG) perempuan berlari seraya menunjukkan ekspresi ketakutan di sekitar pantai Gumuk Kantong, Dusun Palurejo. Desa Tembokrejo, Muncar. Tentu saja, personel polisi yang satu ini penasaran melihat perilaku bocahbocah usia SMP tersebut. Dia lantas berusaha mencari tahu penyebabnya. Rupanya, enam gadis belia itu ketakutan setelah didekati seorang pria yang tubuhnya dipenuhi tato. Tidak hanya itu, pemuda yang belakangan diketahui bernama Didik tersebut juga menyelipkan sebilah senjata tajam di punggungnya. Kontan saja, Sair menciduk Didik dan langsung menyerahkannya ke Mapolsek Muncar. Setelah menjalani penyidikan, Didik diketahui merupakan residivis kasus penjambretan yang beberapa waktu

lalu dihukum penjara selama setahun. “Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti (BB) berupa pisau dan jaket yang digunakan untuk menyembunyikan pisau tersebut,” ujar Kapolsek Muncar, Kompol Mustaqim, kemarin (26/1). Menurut Mustaqim, pelaku diduga kuat akan memalak bocah-bocah SMP tersebut. Sebab, di sekitar Gumuk Kantong kerap kali terjadi aksi pemalakan yang menimpa pasangan muda-mudi yang sedang pacaran. Namun sayang, para pelaku enggan melapor kepada pihak berwajib. “Ketika kami mendapat informasi masyarakat, kami langsung mendatangi lokasi tersebut (Pantai Gumuk Kantong), tetapi pelaku tidak ada di tempat,” paparnya. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan polisi, dugaan pelaku pemalakan tersebut mengarah kepada Didik. Sebab, berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan warga, pelaku memiliki tato di kaki dan tangannya. “Tetapi dalam kasus ini tersangka Didik kami jerat dengan Undang-Undang Darurat karena kedapatan membawa sajam di tempat umum. Sebab, pemalakannya belum terjadi,” terang perwira dengan satu melati di pundak tersebut.(sgt/als)

CLURING - Pengalaman meringkuk di dalam sel tahanan rupanya tidak membuat Bagus Kristiawan Yulianto, 18, jera. Buktinya, warga Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring, itu kembali melakukan tindakan kriminal. Ironisnya, target kejahatannya kali ini adalah tempat dia bekerja, yakni proyek renovasi gedung SMP PGRI Cluring. Bagus beraksi sekitar pukul 00.00 Rabu (25/1). Dini hari itu, seorang penjaga sekolah mendapati seseorang sedang mengendap-endap di dalam kompleks gedung pendidikan tersebut. Tidak ingin gegabah, penjaga sekolah terus mengamati gerak-gerik orang tersebut. Selang beberapa saat, dia mengetahui bahwa orang tersebut mencuri beberapa lonjor besi rangka cor. Kontan saja, penjaga sekolah langsung melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Cluring. Mendapat laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengendus bahwa pelaku adalah Bagus. Kebetulan, tempat tinggal pemuda yang belakangan diketa-

hui baru sekitar empat bulan lalu keluar dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi itu tidak jauh dari sekolah tersebut. Dini hari itu juga, petugas langsung menjemput pria lajang itu di rumahnya. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita besi yang diduga kuat hasil curian seberat sepuluh kilogram (kg) lebih. Kapolsek Cluring AKP Agung Setyobudi melalui Kasi Humas Aiptu Eko Laksono membenarkan pihaknya mengamankan seorang tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan tersebut. Menurut Eko, perbuatan Bagus dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. “Sampai saat ini (kemarin), tersangka masih menjalani proses penyidikan intensif,” terangnya. Usut punya usut, ternyata tindakan kriminal yang mengakibatkan Bagus meringkuk di dalam sel beberapa bulan yang lalu adalah mencuri kotak amal di salah satu vihara di Kecamatan Gambiran. Dia divonis enam bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. (sgt/c1/als)

EKSEKUSI: Petugas Satpol PP Banyuwangi saat melakukan eksekusi bangunan gudang Toko Bares kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

Diwarnai Ketegangan, Eksekusi Gudang Lancar

SIGIT HARIYADI/RaBa

BERDIRI: Didik didata petugas di Mapolsek Muncar kemarin (26/1).

GENTENG - Meski sempat diwarnai ketegangan, namun eksekusi bangunan gudang milik Toko Bares di Jalan Nuri, Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjalan lancar kemarin siang. Tiga petugas satpam gudang yang sebelumnya sempat menghalangi jalannya eksekusi, akhirnya menyerah dan mempersilakan Satpol PP untuk melakukan eksekusi. Hanya saja, ketiga satpam tersebut tetap meminta agar selain Satpol PP dan petugas kepolisian, pihak lain agar tidak diperbolehkan masuk. Termasuk sejumlah wartawan yang hendak meliput juga dilarang ikut masuk ke gudang untuk mengambil gambar. Agus Wahyudi, yang memimpin Satpol PP melakukan eksekusi tersebut mengatakan, tindakan tegas tersebut diambil karena bangunan itu didirikan tanpa persetujuan warga sekitar. Menurutnya, ada 10 warga sekitar yang

membuat surat pernyataan menolak pendirian bangunan tersebut. “Warga menolak karena bangunannya terlalu tinggi,” ujarnya. Agus menyebut, pada 2005 silam pihak Toko Bares sebenarnya memiliki ijin mendirikan (IMB). Hanya saja IMB tersebut tidak segera digunakan dan sampai lewat setahun. “Padahal kalau setahun sejak diterbitkan tidak segera digunakan, IMB tersebut dianggap hangus,” tuturnya. Disebutkan, dalam eksekusi kemarin Satpol PP berhasil membongkar beberapa rangka besi. “Eksekusi tadi berakhir sampai jam empat sore,” tandasnya. Mengenai kelanjutan eksekusi tersebut, pihak pemilik gudang sudah menyatakan akan melakukan pembongkaran sendiri. “Pemiliknya minta waktu satu minggu. Kalau dalam waktu satu minggu tidak dilakukan pembongkaran, maka Satpol PP yang akan membongkarnya,” pungkasnya. (azi/als)


32

OPINI

Jumat 27 Januari 2012

ADA APA LAGI

ISTIMEWA

KETERBELAKANGAN MENTAL: Sudah tiga pekan Sulis meninggalkan rumah. Ada rumor, dia digondol genderuwo. Namun keluarga tak percaya.

Siswa SD Minggat dari Rumah BONDOWOSO – Sulistyowati, siswa SD asal Jalan Joyo Sukarto RT 03/RW02 Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, tiba-tiba saja raib bagai ditelan bumi. Bahkan, keluarganya datang ke Bondowoso untuk mencari gadis yang menderita penyakit keterbelakangan mental itu. ”Ada kabar Sulis ada di Bondowoso. Sehingga saya mencarinya di sini,” kata Yogatama, sepupunya, di kantor koran ini Biro Bondowoso, siang kemarin. Menurut Yoga, Sulis yang merupakan anak pertama dari Usman itu menghilang sejak liburan sekolah 4 Januari lalu. Dengan demikian, sudah tiga pekan dia sudah meninggalkan rumah. Tak ada syak wasangka jika Sulis harus minggat dari rumah. Sebelum pergi, pada pagi hari Sulis disuruh Samijah, neneknya, untuk membeli cabai. Saat datang dan ditanya neneknya, dia hanya diam saja. Hal ini membuat Usman, bapaknya, curiga. ”Kalau ditanya dia hanya memandangi siapa yang bertanya. Tak menjawab sepatah kata pun,” jelasnya. Namun demikian Usman masih belum curiga. Dia pun tetap pergi ke sawah dan membiarkan Sulis bermainmain di halaman rumah. Selepas siang, Sulis sudah tidak kelihatan. Bahkan sampai malam harinya. Hal inilah yang membuat keluarganya cemar. Mereka mencari kemana-mana, dibantu oleh tetangga sekitar. ”Ada kabar Sulis digondol genderuwo. Tapi kami tanyakan ke orang pintar jawabannya macam-macam,” kata Yoga. Selama tiga hari tiga malam, seluruh kampung tersebut pun tetap mencari keberadaan Sulis. Namun hasilnya nihil. Keluarganya pun mencari ke seluruh wilayah Banyuwangi dan Jember, bahkan mulai kemarin sudah meng-ubek-ubek wilayah Bondowoso. ”Kami pasang foto-foto Sulis di haltehalte, siapa tahu ada yang menemukan,” katanya. Yoga berharap, jika ada yang mengetahui keberadaan Sulis akan lapor ke kantor polisi terdekat. (esb/hdi/jpnn)

PENGEROYOKAN

ARIMACS WILANDER/radar jember/jpnn

DIKEROYOK: Abi dan pamannya menceritakan kronologis kejadian pengeroyokan terhadap dirinya di Polsek Tamanan, Kamis (26/01) kemarin.

Rebutan Cewek, Kepala Dikepruk BONDOWOSO – Diduga persoalan cewek Abi, 16, dikeroyok tiga orang. Pengeroyokan terjadi saat Abi keluar dengan rumahnya dengan menggunakan motor Supra pada pukul 22.30 kemarin malam. Kejadian pengeroyokan terjadi di sekitar lapangan, di Jalan Kebun Bibit, Kecamatan Tamanan, Bondowoso. Abi saat proses penyidikan di Polsek Tamanan pukul 11.00 kemarin menjelaskan, pemukulan terhadap dirinya diawali saat akan mampir ke toko di pertigaan lapangan Jalan Kebun Bibit. Saat Abi mulai memarkir kendaraanya, Abi dipanggil seorang laki-laki yang kira-kira seumuran dengannya. Abi hanya tahu namanya saja, namun tidak mengenal laki-laki tersebut. “Tiba-tiba dia muka saya dipukul,” kata Abi. Karena merasa dirinya terancam dengan lemparan pukulan tersebut, secara refleks Abi juga sempat membalas pukulan laki-laki tersebut. Namun menurut Abi pukulannya meleset. Beberapa saat kemudian, dua laki-laki lagi datang menghampiri Abi. Dan kedua laki-laki itu juga melakukan pemukulan terhadap Abi. “Saya sempat dipukul pakai roti kalung,” ujarnya sambil memperagakan pukulan tersebut pada penyidik. Akibat pengeroyokan tiga pria itu, Abi menderita luka memar di bagian kepala sebelah kiri. Abi sempat dilarikan ke Puskesmas setempat. Kapolsek Tamanan AKP Mulyono mengungkapkan, kasus pengeroyokan ini masih dalam tahap penyidikan. Pihak Polsek Tamanan meminta visum pada Puskesmas setempat yang dikunjungi Abi pasca insiden pengeroyokan. “Pihak kami masih harus memeriksa saksi-saksi,” ujar Mulyono. Soal motif dari pengeroyokan yang terjadi kemarin malam itu, AKP Mulyono belum bisa memastikan. Namun menurutnya, Abi mengaku bahwa hal ini dipicu karena persoalan cewek. Kondisi Abi yang tinggal di Desa Grujugan Kidul RT 13, RW 02 saat ini relatif membaik. Abi mengaku juga tidak sempat rawat inap di Puskesmas, namun memar di kepalanya masih belum 100 persen sembuh. (mac/hdi/jpnn)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke radarbwi@gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi faksimile, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

Sri Tanjung; Estetika Visual TAMAN Sri Tanjung sudah dibuka untuk umum. Itu berarti kabar gembira bagi masyarakat Banyuwangi yang selama ini menunggu kapan pembangunan Taman Sri Tanjung selesai. Tidak hanya Taman Sri Tanjung yang dapat dinikmati dengan bebas. Keberadaannya pun tidak seperti sebelumnya yang terkesan tertutup, karena kini pagar pembatas taman dibongkar. Yang saat ini dapat dilihat adalah taman kota dengan konsep ruang hijau terbuka. Harapan setiap warga tentu ingin taman-taman yang lain digarap sedemikian rupa agar berbeda dengan taman-taman yang lain. Konsep sebuah taman kota bagi orang awam untuk saat ini hanyalah memandang taman sebatas kepentingan untuk memperindah kota dan sebagai pelengkap tata ruang kota. Kenyataan tersebut terlihat pada taman-taman kota yang kadang masih disebut orang dengan alun-alun yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, kantor polisi, penjara, pasar, dan tempat ibadah adalah salah satu konsep taman yang ada sejak zaman kolonial. Sejarah kota yang selama terbentuknya pada era-kolonial sangatlah kental dengan konsep taman kota seperti ini, lihatlah kota Jember, Malang, Surabaya, Situbondo. Secara etimologi, Laurie (1994) menyebutkan asal mula pengertian kata taman (garden) berasal dari bahasa Ibrani gan yang berarti melindungi atau mempertahankan, hal pemugaran atau lahan berpagar, dan oden atau eden yang berarti kesenangan atau kegembiraan. Jadi dalam bahasa Inggris kata garden memiliki gabungan dari kedua kata-kata tersebut yang berarti sebidang lahan yang memiliki batas yang digunakan untuk kesenangan dan kegembiraan. Dalam konsep Barat, taman kota lebih terarah pada konsep estetika visual dan keseimbangan ekologi (Paulus Hariyono, 2010). Manfaat Taman Sejak pertama kali taman kota dibuat

O

l

e

h

AHMAD AMIN UDIN pada abad ke 19 di Amerika, pemerintah kota setempat saat itu percaya akan keuntungan-keuntungan kesehatan yang ditimbulkan dari adanya ruang terbuka hijau, di mana manfaat dari taman kota tersebut di antaranya adalah dapat mengurangi penyakit, kriminal, dan kegelisahan sosial, di samping menyediakan paru-paru hijau kota dan rekreasi. Di Indonesia idealnya sebuah kota memiliki ruang terbuka hijau/ taman kota seluas 30 % dari luas kota, sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Dalam perkembangan kelanjutannya, ternyata sebuah taman kota ataupun alun-alun sekarang lebih dari sekadar sebagai taman rekreasi atau sekadar tempat upacara saja. Paling tidak taman-taman di Banyuwangi yang sekarang mulai bisa dinikmati harus dapat menampilkan, manfaat ekonomis, manfaat hidrologi, manfaat edukasi, manfaat green and clean. Secara ekonomis pemanfaatan taman kota sangatlah penting artinya, mengingat biaya pembuatannya yang luar biasa sehingga ketika taman ini selesai haruslah dapat mewakili kegiatan ekonomi bagi masyarakat, dan tidak ada salahnya ketika taman juga menyediakan sebuah lahan untuk dijadikan tempat mengais rupiah. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengelola kegiatan ekonomi di dalam taman sehingga terus berkelanjutan dan menjadi siklus

hidup keberadaan taman. Banjir karena curah hujan tinggi adalah fenomena alam yang munculnya rutin, keberadaan taman kota hendaklah memiliki manfaat hidrologi. Manfaat hidrologi yang dimaksud adalah keberadaan siklus air yang terus menerus dan dapat dimanfaatkan lagi, dalam artian taman menyediakan tempat resapan air yang cukup untuk berperan mengurangi masalah debit berlebihan dari air hujan, sehingga dibutuhkan perhitungan drainase yang mendukung keberlanjutan sebuah siklus hidrologi. Setiap orang paham dengan siklus hidrologi, kita diingatkan bahwa air yang turun diserap oleh tanah untuk menjadi air tanah dan kembali lagi untuk dimanfaatkan bagi kepentingan hidup. Dengan kata lain taman dalam manfaat hidrologinya dapat menjadi salah satu alternative mencegah banjir, merawat ketersediaan air tanah, dan melangsungkan kehidupan ekosistem di sekitarnya. Kegiatan pendidikan penting artinya juga dengan keberadaan taman kota, sebetulnya tidak asing juga jika taman kota sering menjadi jujugan belajar siswa/siswi playgroup ataupun TK sebagai bagian dari pengenalan lingkungan dan kegiatan rekreasi. Jika untuk playgroup dan TK untuk bermain dan rekreasi, hendaklah taman juga menjadi ajang edukasi bagi usia sekolah di atasnya. Untuk memfasilitasi kegiatannya perlu memberikan label pada jenis tanaman tertentu dengan menunjukkan nama latinnya, dan manfaatnya. Dalam keadaan tertentu ketersediaan sarana free hot spot area juga menunjang manfaat dari taman kota, setiap orang yang melek internet memiliki keyakinan fasilitas wifi di area taman jelas pengguna yang sehat dalam memanfaatkan layanan internet. Program green and clean merupakan bagian yang penting dari manfaat taman kota, keberadaan ruang hijau

dan bersih adalah dambaan bagi setiap warga. Green and clean hendaknya tidak hanya sebatas slogan tanpa tindakan dan tidak sebatas pada ruang hijau dan bersih. Ruang hijau dan bersih hendaknya diartikan dalam arti yang luas, arti luas tersebut berupa lahan hijau yang seimbang dengan lingkungan sekitar dengan memperhatikan factor keamanan, kenyamanan, dan keselamatan. Sehingga fasilitas pendukung seperti tempat sampah, papan peringatan, ramburambu, tempat parkir luas, petugas taman, petugas keamanan, pos keamanan, pos kesehatan , pos informasi dan tempat ibadah seminimal mungkin dapat tersedia. Kesimpulan Taman kota dapat dikatakan sebagai sebuah ruang terbuka yang secara ideal dapat mengintegrasikan antara lingkungan dengan masyarakat. Tanpa disadari kehadiran taman kota dari waktu ke waktu akan bergeser dari manfaatnya karena tanpa disadari keberadaan taman kota hanya sebagai tempat untuk bersenangsenang. Keadaan ini disebabkan ada gejala kurang sadarnya masyarakat tentang pentingnya manfaat taman kota itu sendiri. Untuk itu perlu adanya suatu pemahaman mengenai pentingnya taman kota bagi semua masyarakat, baik itu masyarakat umum, pemerintah, maupun swasta dengan melakukan evaluasi menyeluruh dengan mengedepankan manfaat dan menyampingkan masalah bisnis semata. Dalam artian pula adanya penyesuaian terhadap kebiasaan masyarakat lokal (budaya lokal), sehingga setiap taman kota bermanfaat secara optimal dan tidak hanya sekadar hasil tiruan dari konsep taman kota yang sudah pernah ada di kota lain. *) Guru SMP N 2 Banyuwangi dan

Rumah Sakit Kumpulan Orang-Orang Aneh MEMBACA judul tulisan di atas Anda seakan akan dibawa ke sesuatu yang aneh. Hah, rumah sakit tempat berkumpulnya orang-orang aneh? Tentu judul di atas tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah! Yang mungkin mendekati benar adalah kumpulan orang-orang unik. Seperti kita ketahui, dalam rumah sakit terdapat sekumpulan orang. Ada pemberi layanan: dokter, perawat, apoteker, bidan radiologis, fisioterapis, administrator dan lain-lain. Ada penerima layanan: pasien, keluarga pasien, pengunjung pasien. Ada penggembira layanan: wakil rakyat, LSM, pekerja media, sales, penjual keliling dan lainnya. Mengapa mereka unik? atau aneh? Ya karena mereka ada di rumah sakit. Lho? Coba kita simak ada orang sehat dan ada orang sakit kumpul jadi satu. Itu kan aneh! Ada pemberi layanan yang minta dilayani. Ada penerima layanan yang jadi pemberi layanan, bahkan penggembira layanan jadi pemilik rumah sakit. Bingung ya? Pemberi layanan rumah sakit ternyata beragam. Ada dokter spesialis yang puluhan tahun harus sekolah, ada dokter yang menurut maqomnya harus pintar. Ada perawat, bidan yang keterampilannya harus memadai. Ada tenaga apotek, rontgen, laboratorium yang harus punya keahlian khusus. Aneh dan unik karena satu sama lain tidak bisa tergantikan. Dari sisi pasien, mereka pun juga aneh. Pasien masuk dengan indikasi tidak hanya satu jenis penyakit, tapi banyak jenis penyakit. Ada yang kaya, tidak kaya dan sadikin (sakit sedikit miskin). Pilihan kamar yang harus tersedia mulai

O

l

e

h

ABU BAKAR ABDI* kelas 3, 2, 1, utama dan VIP. Belum lagi si pasien ini harus ditempatkan dimana? kamar umum , kamar khusus atau kamar isolasi? Anehkan? Belum lagi aneh yang satu ini, penggembira layanan. Ya, namanya penggembira tentunya memanfaatkan proses interaksi antara pemberi layanan dan penerima layanan. Kadang-kadang juga mewarnai proses tersebut. Kalau perlu juga jadi dokter atau bahkan jadi direktur. Anehkan? Walhasil, klop sudah pemberi layanan aneh (unik), pasien yang minta dilayani juga aneh (unik) dan penggembiranya juga aneh (unik). Tapi seaneh apa pun rumah sakit(ku) berkomitmen untuk terus maju, bagaimana tenaga medis dan nonmedis professional, anggaran bertambah, pasien puas (tidak rewel), wakil rakyat, LSM tidak komplain dan sebagainya. Mari kita cocokkan dengan pakar administrasi publik prof Michael Porter. Beliau memberi saran untuk berkomitmen seperti di atas, harus punya tiga C, yaitu concept, competent dan connection. Dari tataran Konsep sudah bagus semua sudah diatur oleh UU no 44/

2009 tentang rumah sakit. Itu meliputi ketenagaan, prosedur layanan, perangkat layanan sampai ke sistem keuangan rumah sakit. Menkes melalui Permenkes 971/Menkes/PER/XI/2009 mengisyaratkan pejabat struktural harus orang-orang kesehatan. Belum lagi konsep tentang SOP (standar operational Procedure), SPM (standar pelayanan Minimal) pasien harus dilayani teorinya dalam, hitungan menit, jam? Konsep Akreditasi, BLUD, ISO, Transparansi, Layanan Publik dan masih banyak lagi konsep-konsep yang harus dipahami oleh pemberi layanan rumah sakit. Kadang-kadang konsep tersebut menjadi aneh bilamana tidak sinergi satu dengan yang lainnya. Sedangkan, C yang kedua competent (kompeten). Walhasil, dari tataran konsep harus ada orang yang berkompeten yang bisa melaksanakannya, siapa? Ya semua orang rumah sakit baik fungsional dan struktural. Yang fungsional harus mengikuti SOP, SPM, Akreditasi, ISO. Yang struktural juga menyiapkan perangkat perangkatnya, harus melaksanakan BLUD, akreditasi, Job description, alur keuangan dan lain-lain. Akankah Pemberi layanan kompeten terhadap konsep tersebut? Idealnya, ya. Tapi, tidak karena SDM kita jauh dari harapan. Hal ini semakin aneh kok bisa orangnya tidak kompeten sedangkan konsep belum sinergi? Anehkan? C yang ketiga Connection (koneksi). Ingat, pasien di rumah sakit terkoneksi dengan sendirinya ke semua bagian pemberi layanan baik dengan dokter spesialis, dokter umum, perawat, apotek, rontgen, laborat, cleaning service, parkir,

satpam bahkan ke penggembira layanan LSM, pemda, wakil rakyat. Belum lagi pihak manajemen rumah sakit harus mengoneksi sendiri dengan bagian-bagian terkait. Dengan Pemda untuk urusan manajemen dan keuangan, dengan wakil rakyat, LSM, media untuk urusan suara nurani rakyat dengan aparat penegak hukum untuk urusan keamanan dan kenyamanan rumah sakit, ini lagi akan semakin aneh ternyata koneksi tidak langsung on, ada hambatan, miskomunikasi, ada simpul yang harus di urai karena pemahaman terhadap konsep dan kompeten ternyata multi tafsir. Akankah kita menjadi aneh (unik) menghadapi komitmen yang akan kita bangun untuk memajukan rumah sakit? Ternyata tidak, kuncinya hanya satu, komunikasi. Inilah awal komitmen baru yang akan dicapai rumah sakitku RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo. Maju terus rumah sakitku. Dengan komunikasi simpul kusut konsep, kompeten dan koneksi akan terurai dengan sendirinya. Jangan alergi terhadap perubahan, ocehan, cemoohan. Memang nasib kita kalau pasien sembuh pulang tanpa say good by, wa la salam wa la kalam. Tapi, kalau kita salah memberi layanan seakan-akan di dahi kita di cap rumah sakitku brengsek .Tapi tidak apa apa, no problem, ma fi musykilah (sengaja ditulis dengan tiga bahasa karena memang tidak apa apa). Pahit memang, tapi itu menjadi vitamin yang akan menjadi energi kita untuk maju. *) Kabag Tata Usaha RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo.


Jumat 27 Januari 2012

KOMUNIKASI BISNIS

33

Umroh 14 Hari di Bang Hasyim Hanya Rp 18 Juta Siap Antar Jemput, Gratis Airport Tax Handling GENTENG–Setelah sukses melaksanakan program umroh tahun 2011, pada tahun 2012 ini Bang Hasyim kembali meluncurkan program paket umroh. Program umroh yang akan diluncurkan pada bulan Maulid itu digelar selama 14 hari. Cukup membayar Rp 18 juta, peserta umroh akan memperoleh fasilitas gratis airport tax handling, dengan hotel bintang 4 sampai 5. Peserta umroh juga dapat layanan antar jemput sampai depan rumah. Pendaftaran calon jamaah bisa langsung datang ke Toko Mebel Bang Hasyim di Jalan KH. Hasyim Ashari No 42-46. Tepatnya persis di sebelah Kantor Kecamatan Genteng. Calon jamaah juga bisa menghubungi nomor telepon (0333) 843888.

Habib Hasyim bin Alwi bin Ali Al-Haddar juga seorang pengusaha furniture dan elektronik. Dia memiliki Swalayan Bang Hasyim. Diakui, selain melayani mebel, elektronik, dan kebutuhan pokok masyarakat, pihaknya juga melayani pemberangkatan umroh. Biayanya sangat murah dan fasilitasnya nyaman. Lokasi penginapan atau hotel sangat dekat dengan Masjidilharam dan Masjid Nabawi, sehingga menambah kemudahan dan kekhusyukan ibadah umroh. ”Tentunya, semua masyarakat Banyuwangi sudah tahu bahwa kami sudah sering mengeluarkan program-program paket umroh, dengan layanan memuaskan,” jelas pengusaha yang akrab disapa Bang Hasyim itu. Masyarakat yang masih ragu dengan program Bang Hasyim, bisa datang langsung ke tempat pendaftaran. ”Kami pasti akan menerangkan kemudahan-

kemudahan umroh lewat toko mebel Bang Hasyim,” janjinya. Selain masalah umroh, Bang Hasyim juga menyinggung penjualan mebelnya pada tahun 2012. Menurutnya, saat ini masyarakat meminati produk mebel modern dan mebel ukiran Jepara. ”Jenis mebel ini memang diminati masyarakat di awal tahun ini,” jelasnya. Ada beberapa macam produk mebel di Toko Bang Hasyim. Seperti kursi santai, kursi makan, kursi tamu, rak, dan lemari. Saat ini, permintaan kursi tamu paling tinggi. ”Itu karena banyaknya kebutuhan masyarakat, yang baru melaksanakan hajatan pernikahan di Banyuwangi sangat tinggi,” ungkapnya. (ikl/als) MURAH MERIAH: Ingin pergi umroh? Sebaiknya melalui Bang Hasyim. Biayanya murah. Paket yang ditawarkan juga menarik. ISTIMEWA

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Sutri Garden •

• Sobo Indah Permai •

• STAFF ACCOUNTING •

• Pendidikan •

• Prima Mobil •

• Prima Mobil •

• Daihatsu Diskon •

Dijual Rmh tipe 140 hrg 375jt berkualitas di perum elite sutri garden. Telp. 03337722222/081249400460

Jual Cpt rumah type 45 Sobo Indah Permai siap pakai sdh renov kramik, pgr, dapur, hrg Rp. 80 jt. Hub: 081336397123

Dibutuhkan staff accounting, syarat: S1 Ekonomi/Akuntansi. Pengalaman minimal 1 tahun. Kirim CV ke Raden Wijaya No. 98 Banyuwangi.

PesantrenYatim Nurul Hayat Bwi, mnrima santri Putra,Yatim, Usia 6-12Th, fslitas asrama tinggal layak & memadai, beasiswa sampai perguruan Tinggi, H: Jl. Imam Bonjol 35 Tukangkayu Bwi 0333-7775555 . 085730371562

Sgr Indent, New Car: ALL NEW AVANZA, New Grand Inova, All New Xenia, New Grand Livina HWS, March, Juke, ALL New Jazz, PU Grandmax, PU L300, FE74PU, PU Mega Carry. Hub 0811301676, 0333411655

Mercy NE E200'96, Avanza 05,08,10, Xenia 06,07,09, APV 05,07, Khg LSX Solar97, Inova05,06(diesel/bnsn),Krista 1.8'97,Escudo98,Taruna02,Panther New HiGrade99,00,Jazz05,PU SS'09,PU Fut'09.Hub 0811301676, 0333411655

Miliki segera All New Xenia mli 133Jt. Gran Max, Luxio, Sirion, Terios Disc 7Jt. Free GPS+Proses Cpt. Hub: HADI 0815.5970.5555 / 081 233 432 555

• Toyota Corona •

• Kijang 91 •

HOTLINE IKLAN: 412224

Jual cepat mobil Toyota Corona Ex Salon ‘91, 42 jt nego, Hub. Hendro 085258510888

Dijual Kijang 91, P, Silver, istimewa, 53 juta, TP. Hub: 087712779185/081336144020

• Sutri Garden •

• Disewakan •

Dijual rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perum Elite Sutri Garden, telp. 7722222/081249400460

Dswkn: Rmh baru, Jl. Thamrin 16 Bwi. KT3, KM3,dapur,RtamudktMasjid&Mall.0811330022

• Rumah Pinggir Jalan •

SITUBONDO

Dijual Rumah pinggir jalan, Jl. Dr. Soetomo 35 Bwi, Luas 168m. Hub: 081336336853

• Rumah SHM •

• Supriyadi Residence •

Dijual Rumah SHM, LT 200m2, full bgn, fas lngkap, harga 295Jt nego, 081336967600, Jl. Anggrek VII No 2 Situbondo

Promo Supriyadi Residence/KSB utr Roxy tengah kota keperliman smenit, T70/133 295jtan s/d T110/190 400jtan, design free by Mirandta Jasa Design Arsitek&Sipil, HP 082140136614 - 081336142143

• Rumah 145M2 •

• ADIRA KREDIT • Dibutuhkan Adm Marketing (AM), Sales Mobile (SM), Collector (MK), Field Surveyor (FS). P/W, max 23yhn, Ruko Mutiara Blambangan No. B-2 Jl DR Sutomo No. 91 Bwi.0333417991

• SECURITY • Dbthkn sgr: A) Calon Tng Security, P (168cm), W (160cm), min SMA sdrjt, usia 18 - 35 th. B) Security brpngalamn min 5 th & memiliki sertifikasi min. Gada Pertama, usia 25 - 45 th. Krm lam ke PT. DAS Cab. Bwi Jl. Budiono No. 42 (komplek PKBR) Telp. 0333 - 411000

• Sobo Permai •

• DIBUTUHKAN SEGERA •

Dijual Rumah Sobo Permai SHM LT 95m2, 1RT, 1 RKeluarga, 2KMT, hrg 60jt nego, Hub. 082131544294, 085236556444

Perusahaan MAITENANCE LIQUID PETROLIUM yang sedang berkembang membutuhkan SDM yang siap berkarier untuk posisi: 1. Teknisi, 2. Mekanik, 3. Supervisor, 4. Surveyor, 5. Asst Manager, 6. Admin. Persyaratan: 1. Pria atau wanita, 2. Pendidikan terakhir Min. SLTA, D1, D3 dan S1, 3. Usia 18 s/d 35th. Lmaran langsung ke: Jl. Letnan Sanyoto Gg 1 No. 32B (utara Taman Makam Pahlawan) Bwi.

• Rumah + Tanah • Dijual Sgr Rumah + Kebun rambutan luas 8050m2 SHM harga 400jt nego di Pekulo Sumbersari. Pembayaran bisa diatur. Hub: 081554147502 (TIDAK TERIMA SMS ATAS NAMA RADAR BANYUWANGI)

Dijual Tanah + bangunan L 10 x 14,5 = 145m2 bisa di beli dgn cash atau kredit dan juga bisa disewa, SHM Lok DS Balak hrg negohub(0333)631526–635176,0811351148

• Rumah 200M2 •

• Rumah 150M2 •

• Urus Visa • Bantu urus Visa turis Jepang, Jepang, Aussie, Hubungi: 082130798967, Bpk Steve.

• Lion Senng • Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hubungi: 087857427544

• Toyota Corolla 01 •

• Tour Murah!! •

> TOYOTA KIJANG LGX 2002 < Dijual Toyota Kijang LGX Bensin 1,8cc biru, istimewa tahun 2002, harga nego, murah, Hub: 081 234 82 374

Ada Tour Murah!!! Sing-Mal Rp 2 Juta, Sing-Mal-Thai Rp 3 Juta. Untuk Info Hub: 085711374779, 081217953179, Steve

• Investasi 2012 • Menguntungkan, mudah, dijamin legal, aman, keuntungan 50% perthn,min investasi 1jt. Hub 03338926109. Buktikan!.

SITUBONDO

Dijual Toyota Corola tahun 2001, KM 58600, biru metalik, tangan pertama. Rp. 130juta. Hubungi: 08123482216.

TARIF IKLAN B.O.T Rp. 80.000, 2x muat; Rp. 150.000, 6x muat; Rp. 200.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

• Percetakan • Cetak mug - kaos - pin - gant kunci - jamasbak utk promo toko - kantor - souv ultah&nikah. Hrg murah partai&eceran. Ruko Karibia B-3 Jakgung Suprapto (blk bakso P. Agus) 0333417992, 081913906633

• Daihatsu Classy 94 •

• Honda Jazz 08 •

• Suzuki Swift ‘10 •

Dijual Daihatsu Classy'94 Hijau tosca, Power Str, Power Window, Electr Mirror, Central Lock, AC, Tape, An.sendiri, siap pakai. Hrg 35jt, hub. 081.336.599.309

Dijual Honda Jazz VVTI tahun 2008, hitam, harga nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111 – 081335897888

Dijual Suzuki Swift th 2010, warna silver, manual asuransi alrise 2 th bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

• Toyota Avanza 07 •

• Honda City 06 •

• Honda Stream 02 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60 IRM th 2007 biru metalik, harga 127,5 jt nego, barang istimewa , bisa cash/kredit. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda City (sedan) GD8 1.5 IDSI MT S th 2006 hitam metalik, harga 142,5 jt nego, barang istw , bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148.

Dijual Honda stream S74 1,7 AT CKD th 2002, abu-abu metalik, harga 127 jt nego, barang istw, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Xenia 07 •

• Geely MX ‘10 •

• Toyota Kijang LGX 98 •

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV – VVTI th 2007, silver, harga 107,5 jt nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Geely MX2 1.5 GS MT th 2010, hitam metalik, harga 95 jt nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Kijang LGX’98, biru, pajak panjang, siap pakai. Harga Rp 95 juta (nego). Hubungi: 8123353502

• Internet Tanpa Batas • BANYUWANGI

Bebas kuota, speed tdk turun (up to 2Mbps). 3G/Evdo, 60rb/bln 082141237055

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 3355 VI, an. Esti Prasetyarini, al: Jl. Macanputih 1 RT3/3 Tamanbaru, Bwi

SITUBONDO Dijual Rumah L 8 X 25 = 200m2 SHM lok lugonto/Rogojampi bisa dibeli dengan cash atau kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Rumah lok kebalenan di JL raya Rogojampi/Genteng L 10 x15 = 150m2 SHM bisa dgn cash/kredit & juga bisa di sewa hrg negohub(0333)631526–635176,0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah 770m2 •

• Ruko 2 Lt Tukang Kayu •

DijualTanah Sertifikat Hak Milik, letak di Bakung - Glagah - Bwi, L 770m2, ditawarkan 400/pk meter. H: 085236655766 / 081349300930

Dijual Ruko 2 Lantai. L 435 m2. Lok Jl. Imam Bonjol No. 57 Tukangkayu Banyuwangi. Cocok untuk Bisnis/ Perkantoran. Hubungi: BOBY 081332001912 dan HADI 081358226569

• Kav/Rumah • Anda Butuh Tanah kav/rumah, lokasi dalam kota, murah, hubungi: Achmad 085859959455, 085236366603

• Tanah 1450m2 • DijualTanah L. 1450m2, lok. Penataban Giri. Hub: Ester 081331666654, Obed 081216419306 (Cepat, tanpa perantara)

• Tanah Kapling • Dijual tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580.

• Handbag • Grosir & Eceran Handbag Kw1 & super import brsrtifikat, look at www. fashiontrendyshop.com. Hub: 085336014796

• STNK • Hlg STNK Nopol P 6360 EO, an. Bambang Suryono, SE. Sumberkolak, Panarukan

HOTLINE IKLAN: 412224

• Dijual/Disewakan • Dijual/Disewakan toko, strgs, jln besar, LT 700m2 LB360m2, K mandi. listrik 900W, H: 08155917155, Tk Pelangi Jl. Kebalen Rgj

SITUBONDO • Ruko Mangaran • Dijual Ruko ukrn: 7x22m, fas: 3 KTdr, Dapur, K. Mandi, Listrik 900VA, H: 081336670171, selatan Balai Desa Mangaran, Stb.

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


38

Jumat 27 Januari 2012

PERSEWANGI

MADIUN PUTRA Kirim saran, kritik, dan dukungan demi kemajuan Persewangi melalui SMS ke

Hadapi Musuh Ganda

Percuma Tuku Pemain Asing Persewangi kadung heng duwe peces, heng usah gaya2 tuku pemain asing, percuma tuku pemain asing kapan kualitase podo ambi pemain Pelor FC Penataban, mending ngrawati pemain lokal, maine hing kalah apik ambi pemain luar lan hang jelas murah meriah. Cipink Klatak – 081234625557

Ayo Kita Maju Banyuwangi kota q Persewangi kebanggaan q, Laros Jenggirat julukan q ayo qt maju. Arie Kentong Pesanggaran – 085258556881

Jenggirat Tangio Ayo Persewangi Laskar Blambangan, jenggirat tangio lan kalakno musu2 hiro, ojo gawe isin laros jenggirat / laros mania wong Banyuwangi Ucok Laros Jenggirat Grajaban – 089682222251

Harumkan Kota dengan Persewangi Ayo Kang Anas bangkitkan dan harumkan kotamu cukup dengan Persewangimu. Adeng Laros Barstand – 081235453361

Hajar Semua Lawanmu Ayo Persewangi maju terus pantang mundur, hajar lawan yang menghadangmu, kau boleh sarankan untuk menghidupi Persewangi tiap KK kasi beban 1000 per bulan ayo pengusaha besar sponsori klub Persewangi Haikan Bachdim – 087857494847

Atributnya yang Sangar Dong Laros yang loyal dong, atributnya yang sangar yang menyala, biar pemainnya semangat. Go Persewangi fight Arifa – 087859042858

Optimalkan Putra Daerah Jangan hilangkan asset. Dana memang melanda Persewangi tapi apa Persewangi harus kehilangan asset pemain lokal. Optimalkan pemain putra daerah, kemampuannya juga tidak kalah dengan pemain luar daerah. Semangat Persewangi, aku selalu mendukungmu Fandy – 08980478817

Maju Terus Pantang Mundur Persewangi engkau adalah team kebanggaanku semoga engkau jadi juara amin, maju terus Persewangi pantang mundur Andis The Lasblang – 085349119521

Tunjukkan Skill Terbaikmu Buatdh Victor da Silva, Jin Jun, Moukelele tunjukkan skill terbaikmu saat melawan Madiun Putra R_NPHOlephel – 083847204250

Mendukungmu Tidak Kenal Lelah Zuporter Banyuwangi yang tidak kenal lelah mendukung Persewangi, hanyalah Laros Jenggirat, maju terus Perzewangi, Laros Jenggirat zlalu berzamamu Kiki_Laros Jenggirat (PENDEKAR) – 083847130661

Kipernya Ganti Samsul Aja Kalo punya usul gimana kalau kiper Persewangi David diganti Samsul Arifin saja LArosmania – 082140424022

KLASEMEN GRUP III 1. Persires 2. Madiun Putra 3. Perseman 4. Persipro 5. Persewangi 6. PSBI 7. Persemalra 8. Gresik United 9.Persbul

3 4 4 3 3 2 4 3 2

3 2 2 2 1 1 0 0 0

0 1 1 0 1 0 2 1 0

0 1 1 1 1 1 2 2 2

4-0 7-5 4-4 5-1 3-3 5-5 4-6 2-4 1-5

9 7 7 6 4 3 2 1 0

Akhirnya, Dita dan Dinda ke PON 2012 BANYUWANGI - Perjuangan duo pendekar putri Banyuwangi, Dita Amalia Ramadani dan Dinda Maulidya Wulandari, agar lolos ke babak utama Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi 2012 terpenuhi. Kepastian itu diperoleh setelah dalam babak Pra-PON yang digelar di GOR Selaparang, Lombok Timur, NTB, pada 23 Januari lalu, keduanya berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Jawa Timur. Dita yang berlaga di kelas A putri memastikan diri melaju ke babak utama PON 2012 mendatang. Di final, Dita yang berhadapan dengan pendekar asal Jawa Tengah, berhasil menyumbang medali emas. Medali ini diraih setelah Dita dinyatakan menang undur diri atas lawannya tersebut. Jejak Dita ternyata juga menjadi spirit bagi rekan satu tim sekaligus saudaranya, Dinda. Turun di kelas B putri, penyuka donat itu memang hanya mampu menyabet medali perunggu. Namun, hal itu tidak menghalangi dara asal Kelurahan Tukang Kayu itu berhak atas tiket ke babak utama PON 2012 mendatang. Dinda sendiri memastikan merebut medali perunggu setelah mengandaskan pesilat Maluku di perebutan peringkat ketiga. Ambisi lolos ke final harus dikubur setelah dia takluk dari pendekar asal Jawa Tengah. “Alhamdulillah, masih bisa lolos ke PON,” ujar Dinda. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Lumayan, dapat Suntikan dari PDAM SEMENTARA itu, beban finansial yang dialami manajemen Persewangi sedikit terobati. Masuknya bantuan dari Bupati Abdullah Azwar Anas meski cuma separo, rupanya menarik animo elemen lain untuk turut menyumbang. Meski tidak besar, tapi sumbangan itu tetap Hang disyukuri oleh petinggi Laskar Blambangan. Salah satu sumbangan datang dari BUMD, PDAM Banyuwangi. Perusahaan pengelola air bersih itu memberi bantuan Perse-

wangi sebesar Rp 23 juta. Bantuan sudah diterima manajemen sebelum bertolak ke Kota Madiun kemarin. “Kita sumbang itu untuk membantu Persewangi,” beber Hang Surya, direktur PDAM. Masuknya sumbangan dari PDAM itu juga dibenarkan Nanang Nur Ahmadi. DOK/RaBa Manajer Persewangi Surya itu menyebut, bantuan itu dapat menjadi penutup operasional away tim ke Madiun. Dalam laga tandang keduanya ini, total timnya membutuhkan dana sekitar Rp 60 juta.

Saat ini, tokoh NU Rogojampi itu sedang menunggu bantuan lainnya. Salah satunya dari BUMN yang masih dalam proses pencairan. “Nilanya sama, Rp 25 juta. Infonya tinggal tunggu teken dari pimpinan di pusat,” katanya. Meski demikian, Nanang menegaskan, kebutuhan pendanaan masih besar. Apalagi manajemen kini dihadapkan pada masalah gaji pemain yang sudah telat satu bulan. Di sisi lain, manajemen juga tengah mencari solusi untuk pendanaan dua laga sisa home dan away di putaran pertama Divisi Utama PSSI ini. (nic/c1/als)

DIGESER: Striker asing Persewangi asal Korsel, Jin Jun, akan dialihfungsikan sebagai scond striker.

KOTA MADIUN - Perjuangan Persewangi mencuri poin di Stadion Wilis, Kota Madiun, malam ini dipastikan tidak mudah. Selain cedera membekap sejumlah pilar Laskar Blambangan, anak asuh Yudi Suryata itu juga dipastikan akan menghadapi musuh ganda. Melakoni laga keempat melawan tuan rumah Madiun Putra tidaklah mudah. Tuan rumah yang dikomandani Joger Paredes dipastikan tidak ingin malu di hadapan publik sendiri. Selain akan menurunkan komposisi komplet, Kancil Jawa, julukan Madiun Putra, juga akan didukung pendukung setianya. Pendukung setianya siap menjadi pemain kedua belas bagi tim racikan Hanafi itu. Bermateri pemain yang rata-rata berusia di bawah 23 tahun, dalam menghadapi Persewangi, Hanafi besar kemungkinan akan menerapkan permainan cepat. Kombinasi bola pendek dengan skema 3-4-3 yang di usung Blue Force berujung pada Wendik Setyo Harmoko. Dialah sebagai pembelah barisan tim tamu. Di samping itu, tim tamu juga patut mewaspadai barisan lini kedua yang juga dikenal haus gol. Selain Jorge Peredes, Madiun Putra juga memiliki Ery Eka Saputra dan Ainudin Devira yang sudah kini sudah menyumbangkan gol bagi timnya. “Mereka tim bagus dalam menyerang dan bertahan,” beber Yudi Suryata, Pelatih Persewangi. Tidak heran, kekuatan Madiun Putra ditambah dukungan suporter setianya akan menjadi kolaborasi musuh nyata yang sangat menakutkan. Di sisi lain musuh yang tidak nyata juga bakal menghantui penampilan Nurcahyo dkk jelang laga malam. Musuh itu justru datang dari internal Persewangi sendiri. Klasik, masalahnya adalah soal gaji yang hampir satu bulan ini telat dibayar oleh manajemen. Tak pelak, kondisi ini menjadi virus akut yang bisa dikhawatirkan menggerogoti spirit penampilan skuad Persewangi malam ini. Bahkan, beberapa pemain pun mulai mempertanyakan kejelasan pembayaran mereka kepada pengurus. “Kita akui gaji pemain telat, tapi akan diusahakan dibayar usai pertandingan malam ini,” ujar Nanang Nur Ahmadi, manajer Persewangi. Sedikit merubah format komposisi line up-nya, Yudi Suryata menyebut Persewangi tetap bertanding dengan spirit mengobati hasil mengecewakan di laga away perdana kontra Persires lalu. Di barisan depan, Victor da Silva yang besar kemungkinan akan masuk sebagai striker akan berusaha ditandemkan dengan Yusuf Efendi atau pun Dede Hugo. Jin Jun yang ditarik menjadi penyerang lubang akan menggalang lini tengah bersama Raul Setiawan, Ikrom Syafii, dan Marzuki Boros. Sebagai penyeimbang, Moukelele Ebanga akan mengisi pos sebagai gelandang bertahan. “Serangan dari sayap akan dioptimalkan untuk membuak space di lkini belakang lawan. Victor akan menjadi target man di penalti Madiun Putra,” bebernya. (nic/c1/als)


Jumat 27 Januari 2012

BERITA UTAMA

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Kecepatan Angin Diprediksi 45 Knot ■ LIMA... Sambungan dari Hal 29

Walau dilanda angin kencang, siang kemarin kapal tetap melakukan aktivitas pelayaran mengangkut penumpang dan kendaraan. Hanya saja, perjalanan kapal menuju pelabuhan Gilimanuk sedikit mengalami keterlambatan. Angin kencang yang cukup dahsyat juga melanda pelabuhan Gilimanuk. ‘’Saya berang-

kat dari Denpasar sekitar pukul 12.00. Perjalanan darat sempat terhambat pohon tumbang. Selanjutnya, penyeberangan memakan waktu sekitar dua jam,’’ jelas T. Ardi Nugroho, seorang penumpang kendaraan yang akan menuju Jember. Sementara itu, seluruh nakhoda kapal di lintasan Selat Bali menerapkan waspada tinggi demi menjaga keselamatan pelayaran. “Sempat terjadi penundaan keberang-

katan,” ujar Kepala PT. Indonesia Ferry (IF) Ketapang, Supriyanto, melalui Manager Operasional Saharuddin Koto. Saharuddin mengungkapkan, berdasar data perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi gelombang di Selat Bali belum sampai membahayakan keselamatan pelayaran hingga siang kemarin. Walau demikian, semua pihak yang terlibat dalam

kegiatan pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebab, angin kencang berpotensi melanda penyeberangan Jawa-Bali. “Prakiraan BMKG, tiupan angin 40 hingga 45 knot per jam,” kata Saharuddin saat dikonfirmasi siang kemarin. Namun, sejak tadi malam, pelabuhan ditutup karena cuaca tidak memungkinkan. Sinyal kewaspadaan sudah diberikan pihak PT. IF sejak siang kemarin. Nakhoda diserukan

Perawatan Menjadi Lebih Penting ■ CANTIKNYA... Sambungan dari Hal 29

Di malam hari, jumlah pengunjung yang datang untuk memanfaatkan RTH ternyata jauh lebih banyak. Itu tidak terbatas pada malam minggu saja, hari-hari biasa juga ramai pengunjung. Terutama, di Taman Sri Tanjung. Apalagi, di tempat itu para pengunjung juga bisa berselancar ke dunia maya secara gratis karena sudah tersedia fasilitas wifi. Kebanyakan mereka yang datang tidak sekadar jalan-jalan tapi ada juga yang berwisata kuliner. Sebab, di sekitar Taman Sri Tanjung juga banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya. Memang, mereka tidak lagi berjualan di trotoar Taman Sri Tanjung karena dilarang, tapi pindah ke seberang jalan double W yang ada di depan pendapa kabupaten. Akibatnya, pengendara yang lewat di Jl. Sri Tanjung depan pendapa agak terganggu oleh aktivitas PKL yang menggelar dagangannya di tepi jalan. Meski di sekitar Taman Sri Tanjung ada beberapa petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP), tapi mereka sepertinya sengaja membiarkannya. Sebab, sebelum taman itu direnovasi, para PKL itu sehari-harinya memang mangkal di trotoar Taman Sri Tanjung. Sejatinya, Pemkab Banyuwangi telah menyediakan tempat khusus untuk PKL yang terletak di sisi selatan Taman Sri Tanjung. Lokasinya sudah tertata rapi per stan, lengkap dengan perkakas pendukung seperti etalase tempat bahan dagangan, keran, wastafel beserta tempat kongkow pengunjung untuk menikmati makanan. Tapi, hingga kini tempat kuliner itu belum ada penghuninya alias belum termanfaatkan. Konon tempat itu bakal diprioritaskan untuk PKL yang tergusur dengan beban biaya sewa harian. Syaratnya, makanan yang dijual tidak dimasak di tempat itu agar kebersihan tetap terjaga. Selain tiga tempat RTH di tengah kota yang sudah direnovasi, Pemkab Banyuwangi rencananya juga akan membuat tempat serupa di Kecamatan Genteng. Lokasi RTB yang rencananya dibangun di dekat lapangan Maron ini sekaligus akan dimanfaatkan sebagai alun-alun kota. Mengingat, RTH untuk tempat rekreasi maupun kongkow-kongkow warga masyarakat di daerah selatan masih sangat kurang. Se-

hingga, keberadaan RTH ini sangat diperlukan dan dinanti banyak orang. Apalagi, Jl. Wahid Hasyim yang ada stadion Maron setiap minggu juga sudah ditetapkan sebagai lokasi car free day yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olah raga maupun refreshing. Antusias warga masyarakat untuk mendatangi sekaligus memanfaatkan RTH kian hari semakin besar. Terbukti di kota besar seperti Surabaya, jumlah RTH yang dibangun dan direnovasi terus bertambah, jumlah pengunjung pun semakin banyak. Saya yakin, di Banyuwangi juga akan seperti itu. Lihat saja, tiga RTH yang baru saja direnovasi di kota berjuluk sunrise of java, hampir tak pernah sepi dari pengunjung. Ini menunjukkan kalau warga masyarakat cukup menyukainya. Apalagi keberadaan RTH juga membuat wajah kota kita semakin cantik dan asri. Oleh karena itu, setiap upaya yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan RTH di beberapa kecamatan perlu kita dukung. Sebab, jumlah RTH di Banyuwangi masih jauh dari memadai. Apalagi, bila nanti setiap RTH juga dilengkapi dengan fasilitas jaringan internet berbasis wifi. Saya yakin warga masyarakat akan lebih antusias memanfaatkan ruang publik ini. Secara tidak langsung kondisi ini juga bisa menciptakan suasana ceria dan menyenangkan bagi masyarakat. Secara psikologis, juga bisa meningkatkan umur harapan hidup warga Banyuwangi. Sayangnya, beberapa lokasi RTH di kota Banyuwangi yang baru direnovasi itu sangat kurang perawatannya. Padahal, belum genap satu bulan tiga RTH; Taman Sri Tanjung, Taman Blambangan dan TMP itu diserahkan ke pemerintah dari kontraktor. Lihat saja keramiknya yang bergelombang kasar tampak kusam karena banyak endapan debu atau tanah yang melekat. Bahkan, di pagi hari pun yang seharusnya tampak bersih, sering kali terlihat kotor oleh dedaunan dan bunga tanaman yang rontok diterpa angin. Kondisi ini bukan sesaat, tapi kami perhatikan setiap minggu pagi misalnya, tetap tidak berubah. Artinya, belum dibersihkan. Kondisi lebih parah bisa kita lihat di Taman Sri Tanjung. Meski terlihat lebih indah dan rapi dari luar, tapi perawatannya masih kurang memuaskan. Untuk ukuran taman yang masih baru saja selesai di-

renovasi, perawatannya perlu perhatian ekstra. Misalnya, air mancur yang ada di tengah taman, ada beberapa yang airnya tidak bisa keluar secara maksimal. Tak hanya itu, air kolamnya juga sudah berwarna hijau dan banyak lumut yang menggumpal terapung di permukaan. Kondisi ini jangan dianggap sebagai masalah kecil dan sepele. Sebab, kalau perawatan dan kebersihannya tidak dilakukan secara serius sejak dini, saya yakin taman yang direnovasi dengan biaya miliaran rupiah itu akan cepat berubah menjadi kumuh. Komitmen dan kepedulian dari dinas pengelola untuk menjadikan RTH di Banyuwangi agar tetap terawat kebersihan dan kerapiannya harus ditunjukkan. Tidak boleh asal-asalan alias ala kadarnya. Sebab, untuk merenovasi taman ini biaya yang dikeluarkan tidak kecil. Selain itu, taman ini juga menjadi bahan penilaian untuk penghargaan Adipura agar kota Banyuwangi tidak lagi mendapat cap kota terkotor di Jatim. Oleh karena itu, bupati juga harus sering sidak langsung ke lapangan sebagaimana Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini yang begitu peduli terhadap lingkungan. Beliau sering blusukan mengawasi langsung kondisi RTH, taman, sungai dan pembuatan gorong-gorong. Sehingga, sangat wajar manakala RTH, taman, sungai dan selokan yang ada di kota Surabaya kini semakin elok dan cantik. Bila malam hari, RTH dan taman-taman yang semakin banyak bertebaran di kota terlihat makin indah karena disinari dengan aneka lampu warna warni. Pengunjungnya juga selalu penuh, terutama bila malam minggu atau pada hari-hari libur. Tak salah kalau kota terbesar di Indonesia ini berkali-kali mendapat penghargaan Adipura. Sampai akhirnya mendapatkan Adipura Kencana karena sudah 6 kali berturut-turut dan selalu punya inovasi baru dalam mengelola kebersihan dan keasrian lingkungan. Pemkab Banyuwangi beserta warganya juga harus punya semangat seperti Surabaya. Jangan sampai timbul kesan, bisanya hanya menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk membangun atau merenovasi tapi tidak bisa merawat dengan baik. Karena itu, masalah perawatan juga tak kalah penting dengan membangun. Selamat berbenah Banyuwangiku, semoga semakin cantik, indah, dan asri. (cho@jawapos.co.id)

BPBD Siapkan Tenda Pengungsian ■ 10 KECAMATAN... Sambungan dari Hal 40

‘’Untung waktu itu kami sekeluarga langsung keluar,’’ ujar Sohefudin, mantan kepala desa setempat. Pantauan koran ini menyebutkan, puluhan warga sudah mulai membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh. Bahkan, sejumlah warga terpaksa memotong pohon yang dinilai rawan ambruk. ‘’Pohon terpaksa kami potong agar tidak roboh

ketika diterjang angin,’’ ujar Hendro, warga setempat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Zainul Arifin mengatakan, pihaknya kini terus mendata kerusakan akibat puting beliung tersebut. Selanjutnya, hasil pendataan itu akan diajukan kepada pemerintah. ‘’Kami inventarisasi dulu,’’ kata Zaenul di kantornya kemarin. Sambil menunggu proposal bantuan yang diajukan ke

pemprov dan pemerintah pusat, pihaknya sudah melakukan langkah tanggap bencana, yakni memberikan sembako kepada masing-masing kepala keluarga (KK) yang kena musibah. ‘’Tadi kami berikan bantuan sembako kepada korban di Kecamatan Mangaran,’’ jelasnya. Bagaimana tindakan BPBD terkait korban bencana yang rumahnya roboh? Zainul menegaskan, pihaknya sudah menyediakan tenda untuk pe-

nampungan sementara. ”Tenda sudah kami siapkan. Tapi tak sedikit pula korban bencana alam yang mengungsi ke rumah kerabatnya,’’ tandas Zainul. Diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang menghajar Situbondo. Terjangan lesus yang berlangsung 15 menit itu memporakporandakan 119 rumah penduduk. Tiga warga harus dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh. (ton/c1/aif)

Diambilkan dari Dana Cadangan ■ KORBAN... Sambungan dari Hal 40

Bantuan yang diberikan selama dua hari sebanyak 224 paket. Itu terdiri dari sembako, peralatan dapur, dan pakaian. Bupati berharap kepada masyarakat yang kena musibah bencana angin puting beliung, agar bersabar. Sebab, apa yang terjadi merupakan hal yang tidak disengaja. “Dengan kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di sebelas kecamatan, pemkab ikut prihatin. Mudah-

mudahan kejadian ini dapat memotivasi kita agar lebih dekat kepada Allah,” ungkapnya. Menurut Bupati, dirinya sengaja langsung turun ke korban bencana, ingin mengetahui langsung kondisi masyarakat yang terkena musibah. Sebab, itu juga merupakan tanggungan pemerintah. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa, minimal bisa ikut meringankan beban para korban. “Kita tetap berupaya maksimal membantu seluruh korban bencana angin puting

beliung di 17 kecamatan,” terang Bupati. Anggaran bencana secara khusus, kata Bupati, hingga kini belum ada. Namun, pemkab terus mengupayakan bantuan bisa didanai dari dana cadangan atau darurat. Sebab, saat ini sudah ada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). “Sudah waktunya kita membuat format anggaran yang berbeda. Sewaktu-waktu ada bencana kita sudah bisa menggunakan anggaran dengan ke-

butuhan riil,” imbuhnya. Saat ini, pemkab mempersiapkan dan mengkoordinasikan cara penganggaran yang tepat. Sebab, dari pengalaman sebelumnya, ketika ada problem bencana hanya bisa berempati. Biasanya dengan menggalang bantuan dari luar. Padahal, APBD sebenarnya ada. “Ini yang mau kita rubah polanya. Tentu ini perlu komunikasi dengan DPRD supaya pemberian pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal,” papar bupati. (pri/adv/aif)

Hot Spot Area Belum Berfungsi ■ LOKASI... Sambungan dari Hal 29

Sekadar menghabiskan waktu luang di sore hari. Ada juga sebagian muda-mudi yang beraktivitas menggunakan laptop di taman. “Tempatnya enak, apalagi ramairamai,” cetus Damar, seorang pengunjung. Kondisi taman juga cukup menarik perhatian para penggila foto di Banyuwangi. Menurut pantauan koran ini, tidak sedikit warga yang melakukan hunting foto di taman tersebut, baik menggunakan kamera SLR maupun kamera ponsel. Tidak itu saja, beberapa kali taman tersebut juga dijadikan lokasi spot pre wedding.

Meskipun Taman Sri Tanjung banyak menawarkan kenyamanan kepada pengunjung, bukan berarti taman tersebut tidak memiliki kekurangan. Damar mengaku, fasilitas taman kurang lengkap, yaitu tidak ada hot spot area. “Andaikan ada wifi, mungkin akan lebih banyak pengunjung yang datang. Apalagi, jika tempat PKL sudah dibuka,” ujarnya. Selain itu, bagi sebagian orang, keberadaan para petugas Satpol PP yang bertugas menjaga taman terkadang mengurangi kenyamanan pengunjung. Sebab, dengan adanya petugas berseragam, mereka merasa sedang berada di sebuah tempat yang tidak aman. Sebab, terus-me-

nerus dijaga. “Memang benar menjaga, tapi jika tidak menggunakan seragam atau mengenakan seragam khusus yang lebih kalem, mungkin lebih tepat. Bikinlah seragam khusus untuk para Satpol PP yang bertugas di taman, sehingga tidak menggunakan seragam yang biasa itu,” beber salah satu pengunjung. Terlepas dari euforia masyarakat Banyuwangi terhadap Taman Sri Tanjung, yang jelas taman tersebut memberikan ruang baru bagi masyarakat, yaitu uang untuk rekreasi di tengah kota. “Mudah-mudahan sampai nanti tetap terjaga,” harapnya. (c1/bay)

mengutamakan keselamatan pelayaran. PT. IF Ketapang secara rutin memberikan warning kepada nakhoda kapal dan perusahaan pelayaran

agar mewaspadai kemungkinan cuaca buruk. Aturan keselamatan pelayaran, diminta tetap dilaksanakan dengan konsisten. “Kese-

lamatan pelayaran jadi prioritas utama. Jangan sampai terlena dan mengabaikan keselamatan,” pintanya. (afi/ c1/bay)

Loket Tiket Kapal Belum Dibuka ■ BEKAL... Sambungan dari Hal 29

Sukesi menambahkan, pihaknya menghubungi pihak terkait agar kondisi penumpang yang kehabisan bekal tidak telantar. Apalagi, jadwal pemberangkatan KM Sabuk Nusantara 27 masih belum jelas. Sebab, hingga tadi malam cuaca buruk masih belum menunjukkan tandatanda akan berakhir. “Jika tidak segera ditindaklanjuti, kasihan para penumpang. Apalagi, mereka menginap di pelabuhan,” imbuhnya. Para penumpang KM Sabuk Nusantara 27 tersebut belum memiliki tiket. Sebab, tiket kapal belum dijual. Keputusan mereka untuk tetap menunggu pemberangkatan kapal akhirnya berakibat habisnya bekal

makanan. “Mereka belum membeli tiket, dikhawatirkan mereka tidak jadi berangkat. Apalagi, cuaca buruk masih belum reda,” jelas Sukesi kemarin. Sementara itu, sebenarnya persiapan KM Sabuk Nusantara 27 untuk melakukan pelayaran sudah siap. Namun, sampai saat ini masih menunggu perkembangan cuaca. “Kapal sudah tinggal berangkat, karena semua persiapan sudah beres. Hanya faktor cuaca yang membuat jadwal tertunda,” bebernya. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan penumpang Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 27 tujuan Banyuwangi–Sapeken menginap di pelabuhan karena keberangkatan kapal ditunda akibat cuaca buruk. Akibat penundaan tersebut,

para penumpang terpaksa bertahan dan menginap di Pelabuhan Tanjung Wangi sejak Selasa lalu (23/1). Pantauan wartawan koran ini menyebutkan, para penumpang yang bertahan di Pelabuhan Tanjung Wangi menginap di ruang tunggu penumpang. Selain itu, para penumpang juga menempati teras ruang tunggu penumpang pelabuhan. Mereka tidur menggunakan alas yang mereka bawa sendiri. Para penumpang KM Sabuk Nusantara 27 mengaku tetap bertahan di Tanjung Wangi hingga kapal diberangkatkan. “Saya sudah hampir empat hari di sini. Yang saya takutkan, persediaan makanan habis. Rencananya saya akan pulang ke Sapeken,” ujar salah satu penumpang asal Sapeken. (gil/c1/bay)

Pembeli Mulai Berdatangan ■ KEMBANG... Sambungan dari Hal 29

Yang tidak memiliki wadah, telur ditusuk menggunakan bambu. “Semua ragam endhog-endhogan pasti menggu-

nakan bambu. Sebab, selain berfungsi untuk menusuk telur, bambu juga digunakan sebagai pegangan kembang endhog,” jelasnya. Holili menambahkan, hiasan tersebut merupakan karyanya

sendiri. Bahan yang digunakan adalah bambu dan kertas kado. Harga kembang endhogan model kerucut dibanderol Rp 500 per buah. Tetapi, untuk model barong, harganya Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu per buah. (gil/c1/bay)

Gratis tanpa Biaya Pendaftaran ■ BRAWIJAYA... Sambungan dari Hal 29

Bagi yang akan mengikuti FEE, cukup gunting spot iklan yang termuat di Radar Banyuwangi, kemudian serahkan ke kantor Radar Banyuwangi di

Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi. Muthamimah, guru SDN 4 Penganjuran (SD Brawijaya), mendatangi kantor Radar Banyuwangi kemarin (26/1). Dia mendaftarkan sekolahnya untuk ikut memeriahkan

pawai FEE. ‘’FEE bisa menjadi sarana siar Islam. FEE ini dapat mempererat tali ukhuwah islamiyah antarsiswa, dan juga menjadi media edukasi bagi siswa didik kami,’’ ujar Kepala SDN 4 Penganjuran, Emmy Triastutik. (*/c1/bay)

Sudah Sedot Rp 96 M ... ■ MINAPOLITAN... Sambungan dari Hal 29

Rencana reklamasi pantai itu disampaikan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim, Kardani, saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (26/1). Dalam pertemuan itu, Kardani melaporkan perkembangan program minapolitan pelabuhan Muncar. “Pemprov Jatim menargetkan program Minapolitan Muncar selesai tahun 2015,” ungkap Kardani. Sejak empat tahun silam, ungkap Kardani, Pemprov Jatim sudah mulai membangun sarana fisik pelabuhan. Tahun 2012 pembangunan fisik akan dimulai kembali untuk melanjutkan kegiatan yang sudah dilakukan tahun 2011. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan tahun ini, beber Kardani, adalah reklamasi pantai seluas 14 ha. Reklamasi pantai tersebut diperuntukkan sejumlah kegiatan di sektor ke-

lautan dan perikanan. “Untuk pabrik es, galangan kapal nelayan, dan lain-lain. Swasta boleh ikut membangun, pemerintah hanya menyediakan lahan,” ungkap Kardani. Selain reklamasi pantai, kata Kardani, Pemprov Jatim juga akan melakukan pengerukan kolam tempat bongkar-muat kapal. Kondisi kolam penampungan kapal nelayan saat ini sudah tidak layak karena mengalami pendangkalan. “Setelah dikeruk, kolam mampu menampung 900 kapal nelayan,” bebernya. Untuk menuntaskan program minapolitan tersebut, lanjut Kardani, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 192 miliar. Sementara ini, anggaran yang sudah terserap Rp 96 miliar. Masih ada sekitar Rp 100 miliar yang belum direalisasikan. Sisa anggaranituakandiusulkan secara bertahap dalam APBD Jatim hingga tahun 2015 mendatang. Pelabuhan Muncar dinilai masih cukup potensial menghasilkan ikan. Hasil ikan tangka-

pan terendah setiap hari masih berkisar 20 hingga 60 ribu ton. Pada saat ikan tangkapan tinggi, bisa mencapai 400 hingga 500 ribu ton ikan. “Sekarang, di Muncar ada sekitar 72 pabrik pengalengan ikan lemuru yang di ekspor ke luar,” jelasnya. Melihat potensi itu, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan pelabuhan Muncar sebagai pelabuhan ikan di Jatim. “Kini akan mengusulkan perbaikan sarana jalan kepada Menteri PU. Jalan yang rusak di sana adalah jalan nasional,” tegasnya. Pemrov Jatim dan Pemkab Banyuwangi tidak boleh menganggarkan perbaikan jalan rusak di Muncar. “Kalau Pak Bupati menganggarkan perbaikan nasional yang rusak, maka itu salah,” katanya. Bupati Anas menyambut baik kemajuan pembangunan minapolitan Muncar. Menurut Bupati Anas, pihaknya sudah menggelontor sejumlah anggaran untuk mendukung program minapolitan Muncar. (afi/c1/bay)

DEMI KESEHATAN PARU-PARU GUNAKAN SUSU MILKUMA PADA saat asma, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, misalnya debu, asap atau bulu binatang yang menyebabkan peradangan. Hal ini akan sangat mengganggu penderita sebab sekarang sangat sulit menemukan udara yang betulbetul bersih. Kondisi demikian, pernah dialami oleh Nurjanah. Karena sakitnya itu, banyak kejadian tidak menyenangkan yang dialami olehnya. “Kalau asma kambuh, nafas jadi terasa sesak dan berat.” Ujar warga Bakalan, Taman Agung, Muntilan, Jawa Tengah. Padahal selain berperan sebagai seorang ibu rumah tangga, Nurjanah pun dikenal sebagai juru masak. Karenanya jika sakitnya itu kambuh, aktifitasnya tidak dapat berjalan dengan normal. Untuk mengatasi penyakit yang telah dideritanya selama 5 tahun tersebut, ia kini minum MILKUMA, minuman serbuk susu etawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu etawa segar dan gula aren. “Alhamdulillah setelah minum Milkuma selama 4 bulan, sekarang nafas terasa lega.” Terang wanita berusia 40 tahun tersebut. Dengan tubuh yang sehat, ibu 2 orang anak itu sekarang dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu etawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu etawa. Berbeda dengan susu

sapi, sesungguhnya susu etawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu etawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu etawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu etawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Milkuma dikomposisikan dengan gula aren sehingga aman bagi penderita diabetes. Milkuma juga sangat dianjurkan bagi perokok baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Jumat 27 Januari 2012

Jawa Pos-nya Kota Santri

10 Kecamatan, 481 Rumah Rusak Kerusakan Akibat Lesus 24-25 Januari KECAMATAN SUMBER MALANG . Desa Alas tengah 13 RR . Desa Alas Tengah 3 RB dan 23 RR . Desa Taman 1 RB dan 23 RR

KECAMATAN JATI BANTENG . Desa Sumber Anyar 30 RR . Desa Pategalan 10 RR

KECAMATAN MLANDINGAN . Desa Trebungan 21 RR . Desa Selomukti 1 RR

KECAMATAN SUBOH . Desa Suboh 1 RB . Desa Ketah 3 RR . Desa Gunung Malang 2 RB

KECAMATAN PANARUKAN . Desa Sumber Kolak 1 RT, 2 RR . Desa Gelung, 12 RB, 26 RR . Desa Duwet, 2 RB . Desa Kilensari 1 RB . Desa Paowan, 1 RR . Desa Peleyan 4 RB, 80 RR

KECAMATAN KENDIT . Desa Semeken 6 RB, 14 RR

KECAMATAN MANGARAN . Desa Semiring 30 RR . Desa Tjg Pecinan 25 RB, 45 RR . Desa Tanjung Kamal 5 RB, 16 RR . Desa Tanjung Glugur 4 RB 13 RR . Desa Tribungan 3 RB, 3 RR

KECAMATAN BESUKI . Desa Blimbing 1 RT, 24 RR . Desa Sumberejo2 RT, 8 RR . Desa Widoro payung 15 RR . Desa Jetis, 1 RR

KECAMATAN KAPONGAN . Desa Pokaan 1 RB, 6 RR . Desa Gebangan 1 RB . Kecamatan Situbondo . Kelurahan Patokan Utara 3 RR

Kerusakan Akibat Puting Beliung SITUBONDO - Kerusakan bangunan akibat puting beliung sejak Selasa lalu terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan di sepuluh kecamatan yang disapu puting beliung mencapai 481 unit. Selain rumah penduduk, angin kencang itu juga memporakporandakan musala. Bahkan, gedung RSUD dr. Abdoer Rahem tak luput dari amukannya. Sejumlah ruangan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu rusak. Bencana alam yang terjadi usai Maghrib itu membuat 16 pasien RSUD harus diungsikan ke tempat yang aman. Meski tak ada korban jiwa, salah seorang keluarga pasien ada yang kejatuhan genting. Dua ruang Nusa Indah yang lokasinya paling timur hingga kini masih dikosongkan. Sisa-sisa atap plafon yang rontok pun masih dibiarkan berserakan. Lesus juga mengakibatkan genting di ruang Melati rontok. Demikian halnya dengan ruang Mawar dan kantor koperasi. Hingga kemarin, pasien RSUD sudah terlihat normal lagi. ‘’Pasien sempat gaduh, tapi hari ini normal seperti biasa. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,’’ ujar Iir Nadiroh, Humas RSUD. Menurut perempuan berkerudung itu, akibat kerusakan di sejumlah ruang tersebut, pihaknya mengklaim kerugian yang diderita mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Kira-kira kerugiannya Rp 50 juta,’’ jelasnya. Di lokasi lain, tepatnya di Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, angin puting beliung merusak sedikitnya 84 rumah warga. Dari sekian jumlah rumah rusak tersebut, 80 di antaranya masuk kategori rusak ringan (RR), dan 4 rumah kategori rusak berat (RB). Rumah salah satu mantan pejabat desa rusak berat karena tertimpa pohon mangga n  Baca 10 Kecamatan...Hal 39

ALI NURFATONI/RaBa

BELUM DIPOTONG: Pohon mangga yang tumbang menimpa rumah Sohefudin, warga Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan.

Mengaku Kasat, Peras Nasabah KSP

Apa Poleh

RAPBD Masuk ke DPRD SITUBONDO – Ini perkembangan terbaru tentang perjalanan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Palfon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Pemkab Situbondo. Diam-diam, eksekutif sudah menyerahkan kembali dokumen yang menjadi cikal bakal RAPBD 2012 itu ke DPRD. Penyerahan kali ini cukup spesial. Sebab, perbaikan yang dilakukan eksekutif memakan waktu cukup lama pasca dikritisi para wakil rakyat beberapa waktu lalu. Dengan penyerahan ini diharapkan tidak ada lagi masalah-masalah berarti yang timbul. Penyerahan dilakukan Sekretaris Daerah Hadi Wijono dan Kepala Bappekab Dok/RaBa Syaifullah, Selasa (24/1) Zeiniye lalu. Dokumen penting ini diterima langsung Ketua DPRD Zriniye di ruang kerjanya. Bukan hanya dokumen KUA PPAS yang diserahkan, tapi juga draf APBD 2012. “Iya sudah kita terima, termasuk rancangan APBD 2012, ” tandas Zeiniye. Langkah yang dilakukan DPRD setelah menerima dua dokumen tersebut, melakukan pembahasan di internal badan anggaran (banggar). Ini dilakukan untuk mengkroscek kesesuaian antara KUA PPAS yang sudah diparipurnakan dengan draf RAPBD. Sebab, masalah ini masih berpotensi ada kesalahan. Usai melakukan itu, baru akan ditindaklanjuti dengan rapat antara banggar DPRD dan tim anggaran pemkab. “Baru bisa menuju banmus (badan musyawarah) kemudian diparipurnakan,” terang politisi PPP tersebut. (pri/aif)

HUMAS PEMKAB FOR RaBa

BERI BANTUAN: Bupati Dadang meninjau korban angin puting beliung di Desa Gunung Malang, Suboh.

Korban Puting Beliung Diminta Bersabar Bupati Serahkan 224 Paket Bantuan SITUBONDO – Bencana puting beliung yang memporakporandakan perumahan warga menyita perhatian Bupati Dadang Wigiarto. Dalam dua hari terakhir ini, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo itu disibukkan pendis-

tribusian bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana. Bupati turun langsung ke lokasi bencana puting beliung. Dia didampingi Ketua TP PKK Hj. Umi Kulsum dan jajaran pengurus; Sekretaris Daerah Hadi Wijono; pemimpin Bank Jatim Ngusman, Kadis Sosial Basuki, Kepala BPPD Zainul Arifin dan Kabag Humas Nugroho. Tempat pertama yang dikunjungi

adalah Kecamatan Mlandingan, yakni di Desa Trebungan dan Silomukti. Sedangkan di Kecamatan Suboh, bupati turun di Desa Ketah dan Desa Gunung Malang. Kemarin (26/01), orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu menemui korban bencana di Desa Tanjung Pecinan, Mangaran serta Desa Peleyan dan Desa Gelung, Panarukan n  Baca Korban...Hal 39

SITUBONDO – Mengaku sebagai kasat (kepala kesatuan) di Mapolres Situbondo, Ragil Lulut Sudarmadi, 32, ditangkap polisi kemarin. Warga Jalan Ikan Layur, Kelurahan Sobo, Banyuwangi itu dijebloskan ke ruang tahanan karena memeras nasabah salah satu anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Bukan sekali ini ulah pria bertubuh subur memeras. Ragil kerap melakukan pemerasan dengan modus mengaku sebagai kasat. Ulah konyolnya itu akhirnya terendus polisi. Saat menerima uang senilai Rp 300 ribu dari korbannya, Ragil ditangkap tim Reskrim Polres Situbondo. Dia dibekuk di rumah makan Padang, lingkungan Karang Asem, pukul 14.30 kemarin. Korban pemerasan ini menimpa Supriyadi, 56, warga Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. Kepada korban, Ragil mengaku bisa menyelesaikan masalah tentang kredit macet di KSP di Banyuwangi. Apalagi Supriyadi mengaku punya mamsalah dengan KSP. Dia punya tanggungan angsuran yang terlambat di KSP. Akibat tidak bisa

membayar angsuran, mobil Xenia miliknya disita. Dari sinilah, kasus tersebut berujung pemerasan. Ragil menjanjikan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi Supriyadi asalkan ada uangnya. Saat bertemu Ragil, pelaku mengaku sebagai kasat di Mapolres Situbondo. ‘’Katanya sebagai kasat, jadi saya takut,’’ aku Supriyadi. Karena takut, Supriyadi akhirnya menyerahkan uang seperti yang diminta Ragil. ‘’Tadi penyerahan yang keempat kalinya. Dia minta 1 juta, tapi saya kasih Rp 300 ribu karena saya nggak punya uang,’’ terangnya. Ketika diperiksa penyidik, Ragil membantah telah mengaku sebagai kasat. Tapi, dia tidak mengelak kalau kenal dengan salah satu perwira di Mapolres Situbondo. ”Rencananya uang Rp 1 juta itu akan saya berikan kepada kasat. Masak kasat diberi uang Rp 300 ribu, kan nggak pantas,’’ ungkapnya. Ragil yang tercatat sebagai kepala dept collector di KSP itu sehari-harinya bertugas sebagai penarik kredit macet. (ton/aif)

Kisah Pilu Pasutri Korban Puting Beliung Asal Desa Pokaan

Anak Pertama Jadi TKI, Anak Kedua Dipasung Puting beliung yang menyapu Situbondo dua hari lalu melukai pasangan suami istri (pasutri), Siwan, 62, dan Nawiyah, 50. Pasutri yang tinggal di Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan ini harus menjalani perawatan medis di RSUD Abdoer Rahem. ALI NURFATONI, Kapongan

ALI NURFATONI/RaBa

BERANGSUR NORMAL: Nawiyah sudah mulai membaik.

SUDAH jatuh tertimpa tangga. Peribahasa ini sangat tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami Siwan dan Nawiyah. Pasutri tersebut harus berjuang sendiri ketika menghadapi bencana puting beliung. Keduanya menderita luka di kepala hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Pasutri tersebut kini harus menelan pil pahit. Sebab, kedua anaknya tidak bisa mendampingi ketika opname di rumah sakit. Anak pertamanya, Sampurna, berkerja

jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Sedangkan, putranya yang terakhir, Samsudin, kondisinya lebih parah. Pria berusia 37 tahun terpaksa memasung kaki Samsudin karena mengidap gangguan kejiwaan. Samsudin sering berulah kepada keluarganya. Dia kerap marahmarah kepada tetangga sekitar. Melihat sikap Samsudin seperti itu, pihak keluarga terpaksa memasungnya.’’Suami saya terpaksa dipasung karena stres,’’ ujar istri Samsudin, Nur Saudah, 36, saat menunggui Siwan dan Nawiyah di RSUD dr Abdoer Rahim, kemarin. Saudah mengakui kalau suaminya memang mengalami stres berat. Hanya, wanita itu tidak tahu penyebab suaminya bias stres. ‘’Saya nggak tahu, setelah punya dua anak, suami saya jadi seperti itu,’’ jelasnya. Sebagai menantu, Saudah tetap memperlakukan dua orang mertuanya layaknya bapak dan ibu kandung sendiri. Dia merasa bingung setelah mertuanya pulang dari rumah sakit nanti. Sebab, rumah

mertuanya kini sudah tidak bisa dihuni lagi akibat dihantam puting beliung. ‘’Ya biar ikut saya saja, rumahnya sudah rusak kena pohon roboh,’’ ujar Saudah. Dia menceritakan kronologis hingga mertuanya harus dirawat di rumah sakit. Saat puting beliung terjadi, keduanya tidak bisa keluar dari rumah. Bahkan, saat pohon mangga ambruk hingga menimpa rumah, mertuanya tidak bisa keluar. ‘’Ya sudah tua, di dalam rumah kejepit pohon, warga membantunya,’’ tutur Saudah. Karena mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung, warga langsung melarikan ke RSUD. Sejak saat itu, Saudah bersama kerabatanya mendampingi kedua mertuanya. Kondisi Nawiyah mulai membaik. Sedangkan, Siwan belum bisa diajak bicara. Hingga kemarin kakek tersebut masih terbaring lemas di ruang perawatan. Selain itu, punggung kakek tersebut masih belum normal. ‘’Punggungnya ada yang retak, jadi nggak bisa diangkat untuk duduk,’’ ujar Saudah. (aif)

ALI NURFATONI/RaBa

TERBARING: Siwan masih terbaring di RSUD dr Abdoer Rahem kemarin.

Radar Banyuwangi 27 Januari 2012  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you