Page 1

RABU 25 APRIL

25

TAHUN 2012

573 Orang Honorer Terpental Dipastikan Gagal Jadi CPNS

GALIH COKRO/RaBa

MENYESATKAN: Seorang siswi SMP Negeri di Banyuwangi menunjukkan kunci jawaban unas yang diduga palsu pada telepon seluler kemarin.

SMS Kunci Jawaban Semakin Marak BANYUWANGI - Kunci jawaban unas yang menyesatkan terus beredar di kalangan siswa SMP di Banyuwangi kemarin (24/4). Beruntung, sebagian besar siswa tak percaya begitu saja kunci jawaban palsu yang beredar melalui pesan singkat atau short message service

(SMS) telepon seluler tersebut. Masih sama seperti hari pertama, Senin lalu, pesan singkat yang berisi kunci jawaban unas itu sudah beredar malam hari sebelum ujian dilaksanakan. Modelnya dikirim secara berantai

dari siswa ke siswa lain. Ada beberapa kejanggalan dalam SMS kunci jawaban mata pelajaran bahasa Inggris, yaitu ada jawaban “e”. “Mosok kunci jawaban dalam SMS di ponsel itu muncul jawaban huruf “e”. Padahal, soal pilihan

ganda hanya menyediakan empat pilihan jawaban, yakni a, b, c, dan d. Tentu saja kami tidak percaya itu,’’ ujar Widodo, 48, seorang wali murid siswi kelas IX SMP yang tinggal di Kelurahan Kebalenan kemarin ■  Baca SMS...Hal 35

BANYUWANGI - Ratusan tenaga honorer kategori II (K2) di lingkungan Pemkab Banyuwangi dipastikan gagal menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari 3.800 nama tenaga honorer yang masuk ke Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), hanya 3.227 orang yang lolos diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan demikian, ada sekitar 573 honorer K2 yang dipastikan batal menjadi CPNS. Mereka dicoret dari daftar honorer K2, karena tidak memenuhi syarat dan kriteria honorer K2 yang ditetapkan pemerintah. Kepala BKD Banyuwangi, Sih Wahyudi menjelaskan, 573 honorer yang dicoret itu peluang menjadi CPNS sudah tertutup. Sebab, 573 honorer tersebut sudah tidak masuk dalam database honorer K2 yang ada di BKN. Ada lima kriteria yang disya-

ratkan, pertama pada 1 Januari 2006 minimal sudah berusia 19 tahun dan maksimal 46 tahun. Kedua, pada 1 Januari 2012 lalu minimal telah memiliki masa kerja selama satu tahun. Yang ketiga, yang bersangkutan sudah bekerja di instansi pemerintah secara terus-menerus atau tidak terputus. Syarat keempat, honor yang mereka terima berasal dari non-APBD atau APBN ■

 Baca 573 Orang...Hal 35

Syarat Honorer K2 1. Pada tanggal 1 Januari 2006 minimal berusia 19 tahun dan maksimal berusia 46 tahun 2. Pada tanggal 1 Januari 2006 minimal telah memiliki masa kerja selama satu tahun 3. Bekerja pada instansi pemerintah secara terus menerus (tidak terputus) 4. Diberikan honor di luar APBD atau APBN 5. Diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian (PPK) atau pejabat lain yang berwenang SUMBER: BKD BANYUWANGI

Siswi Korban Pembunuhan Ternyata Hamil Pembunuhan Eka Yuliawati

ADA APA LAGI

Umur: 17 tahun Alamat: Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi Status: pelajar kelas VIII di SMP swasta di Purwoharjo Lokasi mayat: sawah di Krajan, Desa Gambiran

Kondisi korban: ■ Luka sabetan 20 cm di leher kiri belakang ■ Luka bacok di punggung Temuan Terbaru: - Hasil diotopsi, Eka hamil - Eka punya pacar di Bali - Eka siswa pindahan dari Bali - Eka tak sekolah sebulan terakhir

GAMBIRAN - Ada yang cukup mengejutkan dari hasil penyelidikan aparat terkait kasus pembunuhan Eka Yuliawati, 17, warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Siswi SMP yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sawah Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Gambiran, itu ternyata dalam kondisi hamil. Tak heran, spekulasi yang merebak menguatkan bahwa kasus pembunuhan itu bermotif asmara.

Namun sayang, meskipun sudah memintai keterangan sejumlah saksi, polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut. “Belum ada tersangka. Kasus ini masih dalam lidik (penyelidikan, Red). Kami juga sudah memintai keterangan lima saksi,” ujar Kanitreskrim Polsek Gambiran, Ipda Bagio, kemarin (24/4) ■  Baca Siswi...Hal 35

CCTV Lokalisasi Terpantau 24 Jam

GALIH COKRO/RaBa

TOPENG: Aktivis HMI berkonvoi menuju Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin.

HMI Demo Minta Kejari Usut RTH BANYUWANGI - Beberapa aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi turun ke jalan kemarin (24/4). Mereka menuntut aparat penegak hukum mengusut kasus dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Banyuwangi. Dengan membawa bendera merah putih dan bendera HMI, aktivis HMI Cabang Banyuwangi mengawali aksi dengan berkonvoi naik motor keliling kota ■  Baca HMI...Hal 35

BIROKRASI

BPKP Akan Awasi Kegiatan Proyek BANYUWANGI - Pemenang tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Banyuwangi tampaknya tidak bisa sembarangan mengerjakan proyek. Sebab, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI akan memelototi semua tahap kegiatan proyek APBD Banyuwangi 2012 ■  Baca BPKP...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Closed circuit television (CCTV) yang dipasang di lokalisasi Sumberloh, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, ternyata sudah berfungsi. Bahkan, rekaman dari kamera pengintai yang dipasang secara online itu terpantau petugas selama 24 jam. Kepastian sudah “on”-nya perangkat CCTV yang dipasang di kompleks pelacuran itu disampaikan kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi, Agus Siswanto, kemarin (24/4). “CCTV yang kita pa-

sang (di lokalisasi) itu sudah aktif semua,” kata Agus Siswanto sambil menunjukkan hasil rekaman CCTV di sebuah monitor di kantornya kemarin. Agus menyebut, pemasangan CCTV di lokalisasi sebenarnya bukan hanya di lokalisasi Sumberloh. Pihaknya juga memasang sarana pemantau yang sama di lokalisasi Gempol Porong, Dusun Kalirejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring. “Di lokalisasi Gempol Porong juga kita pasangi dua unit CCTV,” katanya ■  Baca CCTV...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

DIREKAM: Kadishubkominfo Banyuwangi, Agus Siswanto, menunjukkan hasil rekaman CCTV yang dipasang di Lokalisasi Sumberloh siang kemarin.

Kisah Para Juara Supercross dan Grasstrack asal Banyuwangi

Motor Mau Dilego Malah Gondol Juara Aquase Supercross dan Grasstrack melahirkan kesan mendalam bagi tim Sawerigading dari Banyuwangi. Tim polesan Hariyono Nusa Putra itu mampu menyabet dua juara sekaligus, yakni kategori adventure dan special engine (SE) 85 cc. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

TANPA terasa sudah hampir tiga hari kejuaraan Aquase Supercross dan Grasstrack berlalu. Namun, gelegar even yang digelar di Sirkuit

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BERDEBU: Para pembalap adu cepat di Sirkuit Kumendung, Muncar.

Kumendung di Kecamatan Muncar itu seolah masih terasa hingga kini. Kemarin, wartawan koran ini bertandang ke markas tim Sawerigading di Jalan S. Parman, Banyuwangi. Dua pembalap, Didik Momo dan Lukcy, yang berlaga di ajang tersebut tengah duduk santai bersama sang manajer, Hariyono Nusa Putra. Ditemani sejuknya udara yang disemprotkan air conditioner (AC), perbincangan pun dimulai. Yang diulas pertama adalah jalannya pertandingan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Kejuaraan yang digagas Owner Sumberyala Samudera, Tjipta Sdjarwo Tjoek, tersebut mungkin ajang tingkat nasional pertama yang diikuti tim Sawerigading ■

573 honorer terpental, tak bisa jadi CPNS

Anda belum beruntung, coba lagi.

CCTV lokalisasi terpantau 24 jam

Petugas pemantau jangan sampai nonton bareng ya!

 Baca Motor...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 25 April 2012

Uji Nyali di Daerah Konflik Thailand Selatan DERAP sepatu bot itu membangunkan saya dari tidur pulas. Beberapa saat kemudian saya menyadari sumber bunyi tersebut adalah sepatu militer Thailand yang masuk ke dalam bus yang saya tumpangi. Empat sampai lima orang tentara berjalan mondarmandir di dalam bus tanpa saya ketahui apa yang mereka lakukan. Beberapa menit kemudian, mereka turun dan bus pun perlahan melaju melanjutkan perjalalan. Jam di telepon selular saya menunjuk angka 4.00 ketika bus yang saya tumpangi dari Bangkok memasuki perbatasan Thailand selatan. Di kanan dan kiri jalan tampak mobil-mobil militer dengan pasukan bersenjata lengkap di sekitarnya.

Pemandangan menegangkan inilah yang kemudian menjadi bekal saya dalam mengisi hari-hari dalam tugas misi perdamaian di Thailand selatan tahun 1997 silam. Sebagai seorang duta perdamaian, saya harus meyakinkan pada diri saya bahwa pada dasarnya masyarakat mencintai perdamaian. Karenanya saya aman bersama mereka. Menjalankan misi perdamaian ini adalah bagian dari progran School of Peace and Conflict Transfermation yang digelar Asian Resouuce Foundation yang bermarkas di Bangkok Thailand. Dalam misi ini, duta-duta perdamaian dari seluruh Asia berkumpul dan belajar bersama mengurai benang konflik

CERMIN DIRI

Pilih yang Mau Berkorban JIKA tidak ada aral melintang, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Banyuwangi akan menggelar musyawarah cabang (muscab) di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi. Suksesi cabang olahraga lari ini untuk memilih ketua baru, menggantikan ketua lama yang sudah habis masa kepengurusannya. Dari sejumlah kejuaraan saat PASI periode 2008-2012 dipegang Ayub Hidayat, PASI berhasil meraih prestasi menggembirakan. Tidak hanya di tingkat regional Jawa Timur, sejumlah sprinter Kota Gandrung juga mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional. Sebut saja Nurrohman, Fathurrohman, Hisyam, Indah Tri Aprilia, dan Yudi. Mereka merupakan sprinter andalan Jawa Timur di PON dan kejurnas, dan menjadi andalan Indonesia di Sea Games. Tentu saja seabrek prestasi yang berhasil ditorehkan selama dipimpin karyawan PDAM itu harus dipertahankan pengurus PASI berikutnya. Jika perlu, yang terpilih hari ini harus mampu melampaui prestasi yang sudah dicapai Ayub Hidayat dkk. Siapa pun yang terpilih tidak menjadi soal, asal mereka mau berkorban demi kemajuan PASI. Tidak hanya korban tenaga dan pikiran, tapi juga korban finansial. Seiring berkurangnya jatah dana olahraga dari APBD tahun 2012, tentu pengurus PASI (dan sejumlah cabang lain) harus lebih kreatif menggali dana. Jadikan APBD sebagai modal menggali sumber dana yang lebih besar. Pengurus olahraga jangan hanya mengandalkan gelontoran dana APBD. Pengurus PASI tidak harus berasal dari kalangan atlet cabang olahraga itu sendiri. Dari cabang olahraga lain, bahkan kalangan profesional, juga boleh dan tidak perlu dipermasalahkan. Background Ayub Hidayat bukan seorang sprinter. Dia justru besar dari cabang bola voli. Bahkan, mantan pemain nasional itu terlibat sebagai pengurus PBVSI, sehingga atlet dan tim voli Banyuwangi menjadi hebat seperti sekarang ini. Saat dipercaya menjadi ketua PASI, Ayub juga mampu mempersembahkan prestasi gemilang di berbagai tingkat. Oleh karena itu, siapa pun yang terpilih menjadi ketua PASI periode mendatang, harus betul-betul berkorban demi kemajuan PASI Banyuwangi. (*)

dekat dengan masyarakat dan belajar menlokal. Setelah berganti transformasikannya busana, hal pertama yang menjadi sebuah kesaya lakukan adalah berkuatan gerakan perkeliling kota mengundamaian untuk kejungi kedai-kedai kopi majuan bersama. untuk sedikit mengenal Thailand selatan kuliner dan bahasa lokal, adalah daerah diserta mengetahui apa mana mayoritas penyang sehari-hari diperduduknya beragama bincangkan masyarakat Islam. Mayoritas penIMAM MALIK awam kota pelabuhan duduk Thailand sePatani itu. latan juga mengidenSetelah mengunjungi tifikasikan mereka se- Warga Genteng. Kini, dosen di Universitas bagai komunitas Me- Sampoerna, Jakarta. beberapa kedai kopi dan tempat-tempat penting, layu. Karenanya, mengenakan sarung dan kopiah serta perjalanan saya lanjutkan ke dua kota duduk di warung kopi adalah cara yag lain, yaitu Yalla dan Naratiwat. yang efektif dan sederhana yang Tentara bersenjata lengkap yang bisa dilakukan siapapun yang ingin bergerombol di setiap beberapa

ratus meter adalah pemandangan yang lumrah bagi warga Thailand selatan. Pemandangan seperti itu juga saya saksikan saat itu. Menurut sebagian penduduk, penjagaan saat itu lebih ketat dari biasanya karena salah satu putra Raja Thailand akan datang dalam sebuah upacara wisuda di salah satu perguruan tinggi di sana. Namun begitu saya tidak bisa mengambil kesimpulan ketatnya penjagaan itu karena ketakutan pemerintah yang luar biasa atas ancaman keamanan atau karena kecintaan mereka kepada keluarga raja. Kurang lebih pukul 14.00 sesampainya di rumah warga di Yalla, seorang ibu menatap saya haru sekaligus cemas. “Apakah ibumu tahu

kamu pergi ke Patani, Nak?” begitu kalimat pertama yang keluar dari bibir keriputnya. Belum sempat saya menjawab, si ibu melanjukan katakatanya, “Rumahmu jauh. Orang selatan kalo dikunjungi orang Indonesia merasa terharu dan bangga karena kita bersaudara n Baca Uji...Hal 35

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Oknum Brigadir Polisi Ditahan Diduga Ikut Terlibat Kasus Penipuan

ISTIMEWA

DIPERIKSA: Brigadir C (kiri) diperiksa di Mapolres Situbondo Senin (23/4) malam.

SITUBONDO - Hanya karena ulah oknum berinisial C, nama corp baju cokelat kembali tercoreng. Polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Sabhara Polres Jember itu harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Situbondo. Garagaranya, warga Jember itu diduga terlibat aksi penipuan. Anggota polisi angkatan 2002 itu datang atas panggilan polisi di Mapolres Situbondo Senin (23/4) malam. Dia diduga telah menipu pasangan suami istri (pasutri) Muhamad Rusdi dan Asra senilai Rp 29 juta. Kasus penipuan itu terjadi belum lama ini di sebuah hotel ternama di Situbondo. Sebelumnya, pasutri yang tinggal Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, itu melaporkan oknum polisi tersebut kepada polisi. Dalam laporan itu disebutkan, pelaku membawa kabur uang tunai yang sedianya akan digunakan bisnis. Atas laporan tersebut, Satuan Reskrim Polres Situbondo memanggil terlapor yang bertugas di Polres Jember. ‘’Sudah kami tahan. Sekarang ada di tahanan mapolres,’’ cetus Kasatreskrim AKP Sunarto kemarin. Selain oknum polisi berinisial C, polisi juga mencokok Mahmudi dan Fathor Rozi yang juga sama-sama asal Jember. Hingga kemarin, ketiga pelaku masih dalam proses penyidikan intensif. (ton/c1/als)

ADA APA LAGI

Tanda Tangan Palsu, Mantan Camat Dilaporkan ke Polres MLANDINGAN - Seorang mantan camat di salah satu kecamatan di Situbondo dilaporkan ke Polres Situbondo kemarin. Gara-garanya, oknum berinisial SW, 60, yang tinggal di Dusun Mandangin, Desa Ketah, Kecamatan Suboh, itu diduga membuat keterangan palsu atas data otentik. Dugaan pemalsuan data akta hibah itu terjadi 23 Maret 2010 silam sekitar pukul 15.00. Kala itu, korban bernama Moh. Nur Suwandi, 45, minta tanda tangan untuk proses pembuatan sertifikat tanah. Namun, saat mengurus sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Situbondo, korban yang tinggal di Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Mlandingan, itu harus gigit jari. Sebab, pihak BPN menolak pengajuan tersebut lantaran tanda tangan camat terDOK/RaBa sebut palsu. AKP Mardjuki Setelah mendengar penjelasan BPN, korban mengajukan perbaikan data kepada oknum pejabat pemerintah tersebut. Namun, hingga kini, akta hibah yang dijanjikan tidak terealisasi. Merasa tertipu, korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. Pembuatan sertifikat tanah itu berdasar atas akta hibah yang dibuat melalui Kepala Desa Solehudin yang beralamat di Dusun Gudang, Desa Mlandingan Kulon, Mlandingan. Tetapi, akta hibah tersebut ditolak BPN. BPN menilai tanda tangan camat palsu. “Saya minta pembetulan, sampai sekarang tidak pernah ada,” kata Moh. Nur Suwandi, 45, kepada polisi. Atas kejadian tersebut, korban mengklaim mengalami kerugian Rp 1,8 juta. Pihak berwajib yang menerima laporan tersebut berjanji akan melakukan penyelidikan. “Kita akan proses laporan itu. Saat ini masih lidik,’’ ujar Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Mardjuki, di markasnya kemarin. (ton/c1/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 25 April 2012

TEMUAN BAYI

Genap Sepekan, Belum Diambil Orang Tua SONGGON - Temuan bayi laki-laki di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon sepekan yang lalu belum juga ada kejelasan. Hingga kemarin, orang tua dari jabang bayi itu masih misterius. Keberadaan bayi tersebut kini masih dalam perawatan kepala desa setempat, Lasio. Lasio berharap, orang tua jabang mau bertanggung jawab. ”Besok (hari ini, Red) genap sepekan bayi tersebut lahir. Meski orang tuanya belum jelas, kami akan kasih nama bayi itu,’’ kata Kades Lasio. Pihaknya mempersilakan kepada masyarakat untuk mengadopsoi bayi tersebut. Syaratnya, yang mengadopsi harus menunjukan bukti-bukti kepemilikan bayi tersebut. ”Silakan kalau mau ngadopsi. Tapi harus ada bukti kuat kalau bayi tersebut anaknya,’’ tandas Lasio kepada koran ini. Diberitakan sebelumnya, pekan lalu, warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon mendadak geger. Mereka dikejutkan kabar penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di sekitar tempat tinggal mereka. Ironisnya, bayi malang tersebut diperkirakan baru lahir ke dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan pada Minggu siang lalu (15/4). Bayi malang itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30, oleh Sutaha, 40, dan Suparji, 47, keduanya warga Desa Sumberbulu. Saat itu, kedua pria yang hendak pergi ke kebun tersebut mendengar suara tangisan bayi dalam sebuah tas hitam yang tergeletak di tepi jalan desa setempat. (sgt/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

SIAP MEMEDIASI: Anggota Komisi I DPRD Banyuwangi mengecek lahan perkebunan PT. Glenmore yang dipersoalkan warga kemarin (24/4).

Komisi I DPRD Turun Gunung SIGIT HARIYADI/RaBa

BOLEH DIADOPSI: Bayi temuan warga tersebut hinga kemarin masih dalam perawatan Kades Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.

Kroscek Tuntutan Pelepasan Lahan 16 Ha PT Glenmore GLENMORE - Seluruh anggota Komisi I DPRD Banyuwangi

“turun gunung” memantau lahan di tengah perkebunan yang selama ini dikelola PT. Glenmore, kemarin (24/4). Tinjau lapangan itu dilakukan untuk menindaklanjuti dengar pendapat (hearing) perwakilan perkebunan dan warga yang menghendaki

lahan seluas 16 pihak perkebunan hektare (ha) tersemelepaskan lahan but dilepaskan. seluas 16 hektare Dipimpin languntuk mereka keKita tinjau sung Ketua Komisi lola. Sebab, lahan I, Abdurrahman, yang kini dikelola lokasi untuk dan wakil ketua PT. Glenmore itu Khusnan Abadi, mengkroscek hasil awalnya ditempaanggota dewan hearing beberapa ti nenek moyang yang berjumlah mereka. waktu lalu” 13 orang itu terDi lain pihak, jun langsung ke P i m p i n a n P T. Eko Susilo lahan di Dusun Glenmore, Moh. Anggota Komisi I DPRD Darungan, Desa Hafiludin, menBanyuwangi Sepanjang Lor, gatakan bahwa Kecamatan Glenlahan tersebut more, tersebut. “Kita tinjau lokasi merupakan bagian dari perkebuuntuk mengkroscek hasil hearing nan yang hak guna usaha (HGU)beberapa waktu lalu,” ujar salah nya mereka kuasai dan baru besatu anggota Komisi I, Eko Susilo. rakhir tahun 2023 mendatang. Sekadar diketahui, warga Kam- Tidak hanya itu, masyarakat yang pung Baru, Desa Margomulyo, mendesak agar lahan itu dilepasKecamatan Glenmore, menuntut kan juga tidak bisa membuktikan

dokumen bukti kepemilikan. Lebih jauh Hafiludin mengatakan, sekitar tahun 1970-an pihak perkebunan telah memberikan lahan seluas kurang-lebih 160 ha di Dusun Kampungbaru dan Dusun Ramean, Desa Margomulyo, untuk ditempati warga. Dikatakannya, lantaran izin HGU belum habis, pihak perkebunan tidak bisa begitu saja melepas lahan tersebut kepada masyarakat. “Tanah kebun tidak bisa dialihkan kepada orang luar. Harus ada izin menteri,” jelasnya. Sementara itu, untuk menindaklanjuti sengketa warga Kampungbaru dan PT. Glenmore tersebut, Eko berjanji akan memediasi kedua pihak. “Akan kita mediasi agar permasalahan ini tidak berlarut-larut,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

28 AGENDA KOTA

Lomba Film Dokumenter

Giliran Kembiritan Launching Anak TOKCer

LOMBA pembuatan film dokumenter durasi 20-30 menit, yang bernuansa kearifan budaya lokal, telah dibuka. Penyerahan film mulai 21 April-27 September 2012. Malam penganugerahan pemenang dilakukan pada 28 Oktober 2012. Bagi peserta yang mendaftar di Dewan Kesenian Blambangan sebelum 7 Juni 2012, akan diikutkan dalam lomba serupa di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim. Info selanjutnya hubungi Bunda Rini 081249092281 dan Mas Totok 0812522512225. (*)

Fragmentasi Puisi Pelajar SMP-SMA LOMBA fragmentasi puisi akan digelar untuk pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN, pada 11-13 Mei 2012. Acara yang dipusatkan di Gedung Djuang’45 itu digelar Dewan Kesenian Blambangan (DKB) untuk memaknai Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Puisi disiapkan peserta dan bisa karya guru atau penyair nasional. Untuk info lebih detail bisa menghubungi Pramoe Soekarno/Mbok Nani 082143977682, atau Bung Aguk 087755640717. (*)

Baca Puisi Kusir dan Tukang Becak

FOTO-FOTO: IWAN SETIONO/RaBa

ANTUSIAS: Undangan yang hadir dalam launching Anak TOKCer di Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng.

GENTENG-Giliran Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng, yang kemarin pagi (24/4) me-launching program Anak Tumbuh Optimal, Berkualitas, dan Cerdas (TOKCer). Program inovasi di bidang kesehatan itu merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Banyuwangi dalam upaya mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Bentuk kebijakan Pemkab Banyuwangi untuk mewujudkan anak sehat, yang telah dilaksanakan adalah program Harga Pas (Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak Dini). Selain itu, program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Semua program tersebut merupakan pendukung program Banyuwangi Cerdas yang sedang dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi. Nah, kemarin Puskesmas Kembiritan di bawah komando Tatiek Setyaningsih, SST melakukan sosialisasi sekaligus launching semua program tersebut. Program Harga Pas, Anak TOKCer, dan Kadarzi itu di-launching di aula Puskesmas Kembiritan. Beberapa langkah telah dilakukan Puskesmas Kembiritan. Di antaranya, melakukan pertemuan tingkat desa/kelurahan dan melakukan Survei Mawas Diri (SMD). Selain itu, melaksanakan

DALAM memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2012, Pemuda Panca Marga dan Sanggar Merah Putih kerja bareng Radar Banyuwangi menggelar lomba baca puisi untuk kusir dan tukang becak. Lomba dilaksanakan 18 Mei di Gedung Juang 45 dan final 20 Mei di Taman Makam Pahlawan Banyuwangi. Pendaftaran dibuka sejak 11 Maret hingga 2 Mei 2012 di Gedung Juang 45. Atau bisa menghubungi 081336881945. Tidak dipungut biaya alias gratis. (*)

BANYUWANGI

SOSIALISASI: (Dari kiri) Kepala Puskesmas Kembiritan Tatiek Setyaningsih, SST, Yusdi Irawan, dan dr. Nanang.

BANYUWANGI

• Rumah + Mobil • Djl Rmh Lt 156m, lt.2 Hrg (Rp.350jt), Kijang’’90, biru mtlk. Jl Gembrung 270 Bakungan. 081231339328

• Rumah & Tanah • Djl cpt rmh & tnh LT 500m2, lok dpn trmnl Bus Muncar, cck utk usha & stratgs, Hub: 082264893008

• Jl. Pajajaran •

Dijual rumah SHM, LT 235/115m2, Jl. Pajajaran II/47, Hubungi: 085732321000

• Bursa Property • Bingung cri rmh?Temukan rmh baru anda di www.banyuwangiproperty.com, bursa jual beli property di Bwi. Arya Agen Properti 081336659258

• Rumah & Selep Beras • Djl cpt rah & selep beras SHM 1.700m2 (satu lokasi) cck utk usaha, lok dpn Pasar Wringinpitu, Tegaldlimo. H: 081934803237 - 081229967879

BANYUWANGI

• Jl. PB Sudirman • Dijual Rumah LT 455m2, LB 140m2, SHM, Jl. PB Sudirman sebelah Bakso Untung Jajag. Hub: 085854916499 - 396254

• Ruko S. Parman •

Rabu 25 April 2012

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Vitop Jaya •

• Pelatihan Gratis •

Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544, 0852257454364

• Pengobatan Alternatif • Gus Fathur Pengobatan Alternatif (Pijat, toto, & ramuan tradisional) mengobati berbagai macam penyakit. Jl. PB. Sudirman 124 (Samping Hotel Widodo) Jajag, Banyuwangi

• Jual Selep Beras • Dijual cepat & murah Selep Beras LT 2 9 3 5 m 2 , s t r a t e g i s , H u bu n g i : 081336596124, bisa nego

Ikuti Kursus dan Pelatihan Gratis Bagi Pemuda Bidang : Perhotelan, Pariwisata, Tour & Travel dan Bahasa Inggris, Datang langsung : Desy Education , Jl. Hayam Wuruk 75 Giri ( 0333 ) 424476 , 085 258 036 777

SITUBONDO

BANYUWANGI

kegiatan perbaikan gizi, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat yang terkait. Puskesmas juga melaksanakan kegiatan program gizi di pos kesehatan desa. ”Setelah itu, melaporkan hasil pelaksanan tugas kepada tim pelaksana program Kadarzi Anak TOKCer pada tingkat kecamatan,’’ terang Tatiek Setyaningsih saat memberikan kata sambutan. Camat Genteng Yusdi Irawan langsung memberikan apresiasi terhadap sosialisasi dan launching Anak TOKCer, kemarin. Menurut Yusdi, untuk hidup sehat setiap orang dimulai dari keluarga. Langkah itu juga menunjang kesehatan ibu dan anak. Apalagi, generasi penerus yang akan datang berada di tangan kita. ”Sekarang jangan hanya menjadi semacam slogan, tetapi harus diupayakan agar berkualitas,’’ cetus camat. Yusdi menambahkan, tim pelaksana tugas tersebut terbentuk dari kelompok kerja. Mereka terdiri dari tenaga ahli, unsur pejabat pemerintahan, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha, yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan program Anak TOKCer. ”Semua ini untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas dalam rangka mendukung program Banyuwangi Cerdas,’’ tegasnya. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Colt Diesel • Dijual Colt Diesel 6 RD 100PS Tahun 93/94 mulus, Hubungi:081233888886

• Mitsubishi • Mitsubishi T120SS PU, L300 PU, Colt Diesel, Fuso,Strada Triton,Grandis,Pajero Sport/Dakar, Sedan Lancer, & prod suku cad. Servis bengkel mobil sgl merk. hub konsultan markting= Bp. Hary 081234692551* 0333-8902100* 085745581977.

• Genteng Beton •

• Gebyar Daihatsu •

Situbondo Genteng Beton jual murah produk Bumi Indah, Jl. Semeru no. 111 Situbondo, 0333-671950

Miliki All New Xenia UM 22Jt, Terios UM 28Jt, Gran Max PU UM5Jt, Luxio & Sirion Disc Gede Free GPS. Hub. HADI 0815 5970 5555 / 081 233 432 555 / 087 857 409 555

SITUBONDO

Tatiek Setyaningsih, SST

> Daihatsu Taruna CSX 2000< Dijual Daihatsu Taruna CSX tahun 2000, hijau metalik, full audio TV Pioneer, 90 juta, HP: 081336390515 TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

• Mitsubishi Fighter ‘88 •

• Daihatsu Xenia XI ‘10 •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

Dijual Truk Mitsubishi Fighter tahun 1988, kondisi bagus siap pakai, bak rangka besi, warna coklat, harga 150 juta nego, hubungi: 0811352807 / 081336120600

Oper kredit Daihatsu Xenia 2010. XI Delux Plus, DP67,5 juta, angsuran 20x2.875.000. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Grand Vitara JLX 07, silver stone, harga 179 juta, cash/kredit, bsa tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

• Chevrolet Zafira ‘04 •

• Geely MK ‘10 •

• Daihatsu GrandMax ‘09 •

Dijual Chevrolet Zafira GL 1.8L MT tahun 2004 biru tua metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Geely MK2 1.5 GT MT tahun 2010 hitam metalik, harga 102,5juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Grand Max 1.5cc/1.3 (pick-up) tahun 2011/2009 hitam, harga 80/ 75juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Suzuki ST150 PU ‘11 •

• Mitsubishi T120 PU ‘10 •

• KIA Carens II ‘03 •

Dijual Suzuki ST150 (pick-up) tahun 2011 hitam , harga 81,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual MitsubishiT120ss PU 1.5 FDR (pick-up) tahun 2010 biru, harga 75 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Djl KIA Carens II 2003, kond sgt bgs siap pakai, BPKB tgan prtma, hitam, 88jt nego, Ban 90%, record srvis berkala, audio TV LCD double. Hub: 082139690404, 087806669009

• Toyota Corolla ‘90 •

• Daihatsu Classy ‘94 •

BU dijual Cpt Toyota Corolla Twincam 1.6 SE Lmtd ‘90 Plat P bwi, warna hijau . Power Str-Pwr wdw, tape, VR, Kond bgs. An: sendiri Nego Hub. 081249111071

Dijual Daihatsu Classy’94 hijau tosca pwr str, pwr window, AC, tape, electr mirror, an. sendiri (P Situbondo), siap pakai, no sms hub: 081.249.437.798

• Dikontrakkan • Rmh di Jl. Merak (dkt dgn kntor KPU), harga kontrak 3 jt/thn. Dpt utk rumah tangga, kantor, Agen, dll. Hub: 678941 / 085258746960 Dijual Ruko S. Parman cash/kredit, LT 5x29m, LB 5x15m, SHM, PLN 900VA, PDAM, Lokasi strategis, harga nego. Hubungi: 08123382035 / 081336596124

• Jl. Agus Salim •

BANYUWANGI

Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

• Tanah Strategis •

• Toko + Rumah Genteng •

Jual tanah Strgs dkt TPI Muncar cocok buat usaha/pabrik! Hrg psr 1jt/m dijual hny 800rb/m bs KPL bank! no SMS! Tlp 082143090107

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

• Dikontrakkan • Dikontrakkan Ruko lokasi Jl. Kapten Ilyas 56, Banyuwangi. Hub: 08179694674

• Tukangkayu • DJL Ruko 2 Lantai L 435m2 Lok Jl Imam Bonjol No 57 Bwi. Cck utk Bisnis/ Perkantoran. Hub HADI 081358226569

• Tanah Kapling Murah • Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

• Tanah SHM 4400M2 • Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• STNK •

• Marketing •

Hlg STNK Nopol P 4341 VC, an.Pandu Novananta Putra, al: Jl. Batur No.31 RT02/04 Singotrunan

D i bu t u h k a n M a r ke t i n g l a k i - l a k i / perempuan, memiliki kendaraan sendiri, min. lulusan SMA, jujur dan tanggung jawab, lamaran dikirim ke KSP BUB Jl. Yos Sudarso No. 6 Jajag Banyuwangi

Hlg STNK Nopol P 3219 YC, an. Hasan Basri, al: Krajan RW09/02 Pakistaji Kabat

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Karyawan/ti • Dibutuhkan kar yawan / kar yawati L/P min lulusan SLTA jujur, disiplin, semangat kerja tinggi, berpenampilan menarik, diutamakan yg berdomisili di genteng dan sekitarnya. krm lamaran ke JL PB sudirman NO 52 Jajag GambiranBanyuwangi Tlp 395868.


BALJEBOL

Rabu 25 April 2012

BALI

DANA SERTIFIKASI

Jembrana Kekurangan Rp 5 M NEGARA - Upaya para guru agama di Jembrana untuk segera mendapatkan dana sertifikasi secara penuh dalam waktu dekat rupanya belum bisa dipenuhi. Ini terjadi karena Departemen Kementerian Agama Kabupaten Jembrana mengalami kekurangan dana hingga Rp 5 miliar. Beberapa guru agama yang ditemui, Senin (23/4) kemarin mengatakan, pihaknya sudah berusaha menanyakan masalah itu kepada pihak Departemen Kementerian Agama Kabupaten Jembrana. Karena berdasarkan informasi yang diperoleh, pembayaran dana sertifikasi untuk ratusan guru agama di Jembrana bakal terhambat karena terjadi kekurangan dana. “Kalau itu benar, kami ingin ada penjelasan resmi dari pemerintah pusat soal kekurangan dana tersebut. Mengapa sampai kurang?” tanya seorang guru agama di Jembrana. Di bagian lain, Kepala Kantor Departemen Kementerian Agama Jembrana I Gusti Agung Manguningrat saat dikonfirmasi Bali Express (Radar Bali Group) menjelaskan, khusus untuk dana sertifikasi Guru Agama Hindu di Jembrana senilai Rp 15 miliar, dana yang ditransfer dari pusat hanya Rp 10 miliar. Artinya, ada kekurangan dana Rp 5 miliar. Padahal, sebut dia, dalam pengajuan, dana sebesar itu bakal digunakan untuk membayar sertifikasi guru Agama Hindu di Jembrana sebanyak 300 orang. Tidak hanya guru Agama Hindu yang bakal kekurangan dana. Karena 11 guru Agama Protestan di Jembrana juga masih mengalami kekurangan dana hingga Rp 200 juta. Sementara empat orang guru Agama Katolik di Jembrana mengalami kekurangan dana sekitar Rp 40 juta. “Satu-satunya guru agama yang memiliki dana yang cukup tahun 2012 ini hanya Guru Agama Islam,” bebernya. Manguningrat mengaku pihaknya sudah mengupayakan agar kekurangan dana tersebut bisa ditutupi pada APBN perubahan nanti. “Kami sudah mengajukan penambahan dana ke pusat untuk menutupi kekurangan tersebut. Saya harap dalam anggaran perubahan nanti sudah ada dana yang bisa menutupi kekurangan tersebut,” tutupnya. (don/gup/jpnn)

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Pensiunan Puskesmas Dirampok JEMBER - Aksi perampokan dengan kekerasan kembali terjadi. Bahkan, di wilayah hukum Polsek Sukowono. dalam sebulan sudah terjadi 5 kali pencurian dengan kekerasan. Tak heran dengan maraknya aksi pencurian ini warga Sukowono menjadi resah. Kali ini, korban perampokan adalam Mashudi, 62, warga Dusun Krajan, Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.30. Tiga pelaku bercadar masuk dengan cara membobol pagar tembok belakang rumah korban. Saat tiga pelaku masuk melalui lubang selebar 60 sentimeter, pelaku sempat melihat korban sedang mencuci pakaian di sumur.

Satu pelaku yang membawa parang langsung mendekap istri Mashudi yang sedang mencuci pakaian. Istri korban langsung diancam parang dan diminta untuk melepas seluruh perhiasan yang dipakai. Perhiasan yang dirampas antara lain gelang, cincin, dan giwang dari mata intan. Sedangkan kalung di leher korban langsung ditarik sendiri oleh korban dan dibuang ke lantai. Sementara itu, dua pelaku lainnya masuk ke dalam rumah. Kedua pelaku masuk kamar tidur Pak Mashudi dan meminta agar ditunjukkan tempat menyimpan uang dan perhiasan lainnya. Lokasi rumah korban yang agak jauh dari rumah penduduk memudahkan

pelaku beraksi. Rumah korban berada di pinggir jalan jurusan Sumberjambe, sedangkan di bagian belakang rumah korban berupa sawah dan gumuk. Korban tidak bisa berkutik saat perampok menyatroni rumahnya. Apalagi, rumah korban tertutup dengan tembok rumah. Lantaran korban tidak mau menunjukkan tempat penyimpanan uang, akhirnya dua pelaku mengobrak ngabrik seluruh kamar yang ada di rumah korban. Korban yang pensiunan Puskesmas Tamanan ini hanya bisa pasrah ketika pelaku mulai mengobrak-abrik isi kamar. Dari dalam kamar Mashudi, pelaku menemukan uang tunai sebesar Rp 5 juta dalam dompet korban dan ditaruh dalam lemari.

Stres Unas, Murid SMP Konsumsi Dekstro

JALAN BERLUBANG

Kerap Bawa Korban LUMAJANG - Lubang jalan yang berada di Jalan Sukarno Hatta kemarin malam membawa korban. Dalam sepekan banyak korban kecelakaan tunggal di jalan tersebut. Terakhir kemarin membuat Dhafir warga Labruk kidul Sumbersuko mengalami patah tulang serius. Dhafir yang hendak pulang ke rumahnya tak melihat lubang menganga di tengah jalan. Akibatnya dalam kondisi gelap, sepedamotor dengan nopol N 3864 YH yang dinaiki terjungkal karena melintasi lubang tersebut. Dhafir yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung terjatuh dari lubang yang menganga itu. “Korban (Dhafir) langsung terlempar jauh,” kata Mistari yang malam itu di lokasi kejadian. Menurutnya korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya dan kendaraannya ringsek. Beberapa warga dan pengendara yang melintas banyak yang berhenti dan memberikan pertolongan. Dhafir sempat lama tidak dievakuasi karena warga tidak ada yang berani membopongnya. Akhirnya dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Haryoto dengan truk untuk mendapat perawatan medis. Petugas medis yang menangani Dhafir menjelaskan bahwa korban mengalami patah tulang serius. Empat patah tulang dialami korban. “Satu bagian tangan, kaki kiri dan dua bagian kaki kanan. Serta luka benturan di bagian kepala,” jelas petugas medis yang enggan namanya dikorankan. (fid/jpnn)

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

MASIH PELAJAR SMP: BY paling kanan dan dua rekannya yang mengguna pil dekstro. Sementara empat dari kanan adalah AY yang menjadi pengedar.

Jaga Ujian Nasional, Guru SMP Dibegal

BONDOWOSO - Pelaku kejahatan semakin nekat saja dalam menjalankan aksinya. Bahkan, pelaku tega melukai korban sebelum merampas harta milik korban. Seperti yang dialami oleh Nur Hasanah, 40, guru SMP Tamankrocok, Selasa kemarin pagi (24/4). Korban dengan terpaksa merelakan motor matic jenis Vario Tecno yang belum lama dibeli, pada tiga pelaku perampasan motor. Sehingga, korban yang tadinya mau berangkat ke sekolahnya untuk menjaga Ujian Nasional (Unas) SMP, hanya bisa menangis dan menjerit. Karena, motornya dibawa kabur tiga pelaku tersebut.

Guru Besar Unej Siap Bangun Banyuwangi JEMBER- Puluhan guru besar dan dosen Universitas Jember (Unej) asal Banyuwangi, kemarin lusa (23/4) berikrar untuk ikut memajukan pembangunan kampung halamannya. Karena itu, mereka menyatakan siap membantu kerja Bupati Abdullah Azwar Anas jika dibutuhkan. Ikrar dan kebulatan tekad para profesor asal Banyuwangi itu disampaikan saat bertemu Bupati Anas di ruang senat Unej. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas yang didampingi Rektor Unej Dr Muhammad Hasan lebih banyak mendengarkan masukan yang disampaikan para dosen. Pada kesempatan itu, para guru besar dan dosen memberikan banyak masukan kepada Bupati Anas. Salah satu yang menjadi fokus pembicaraan adalah masukan soal pengembangan ekonomi, pariwisata dan budaya Banyuwangi. “Jika memang dibutuhkan, saya bersama temanteman siap membantu dalam hal apa saja sesuai kapasitas ke ilmuan kita,” tutur Prof. Dr. Marino asal Kecamatan Pesanggaran itu. Tidak hanya itu, para profesor itu juga siap untuk bertandang ke Banyuwangi jika memang diperlukan sewaktu-waktu. “Jika sudah bicara Banyuwangi, emosi saya meningkat. Salah satu yang perlu diseriusi adalah sektor pariwisata,” tutur Dr. Hadiri. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menantang Rektor Unej Mohammad Hasan untuk membuka cabang di Banyuwangi. Anas menyatakan bisa menyiapkan lahan beberapa pun luasnya untuk pembangunan Unej di Banyuwangi.

Setelah berhasil merampas seluruh perhiasan dan uang milik korban, pelaku kabur lewat lubang semula yang dijadikan tempat masuk pertama. Sebenarnya, bukan hanya sekali saja rumah korban disatroni pencuri. Tanggal 9 April lalu, korban juga sempat kehilangan uang Rp 500 ribu. Setelah pelaku kabur membawa hasil curian, korban akhirnya keluar dan membangunkan Surahman, 45, pemilik warung di sebelah timur rumah. Setelah dibangunkan, Surahman keluar, tetapi tidak berani masuk rumah. “Takut pelaku masih ada di rumah,” kata Surahman. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 22 juta. (jum/wnp/jpnn)

HUMAS PEMKAB FOR RaBa

IKRAR: Bupati Abdullah Azwar Anas bersama guru besar Universitas Jember.

“Kami berharap Pak Rektor bersedia mendirikan beberapa fakultas di Banyuwangi. Unibraw sudah membuka beberapa fakultas di Kediri,” kata Anas Anas mengatakan, pembukaan beberapa fakultas oleh Unibraw di Kediri tidak mempengaruhi jumlah mahasiswa Unibraw di Malang. “Yang penting tidak melompati kabupaten lain tidak masalah. Setelah pendirian beberapa fakultas di Kediri, jumlah peminat Unibraw tidak turun,” ungkapnya. Dia mengaku sempat menanyakan pembukaan cabang tersebut ke rektor Unibraw. “Kata Pak Rektor Unibraw, yang penting tidak melanggar aturan. Kedua, tidak ada teguran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya. Melihat keberhasilan Uni-

braw, Anas sangat ingin Unej bisa mendirikan beberapa fakultas di Banyuwangi. Sebab, keberadaan perguruan tinggi negeri (PTN) bisa mendongkrak sumberdaya manusia serta perekonomian lokal. “Berdasarkan perda rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) kami, kawasan pendidikan kami tempatkan di daerah Krebet. Dekat dengan Poliwangi,” ujar bupati yang mantan anggota DPR ini. Dengan cara itu, lanjut dia, masyarakat Banyuwangi yang ingin kuliah di PTN tidak harus jauh-jauh. “Itu memudahkan warga yang kurang mampu, sehingga mereka tak perlu kos di daerah lain,” cetusnya. Selain itu, keberadaan PTN secara tidak langsung akan mendongkrak perekonomian warga setempat. Menanggapi hal itu, Hasan

menyambut positif tawaran Bupati Anas. Hanya saja, kata dia, perlu ada kajian sangat mendalam untuk mendirikan fakultas di Banyuwangi. “Harus dilakukan kajian mendalam dan menyeluruh. Salah satunya IPM (indeks pembangunan manusia, Red) warga Banyuwangi,” katanya. Hasan menegaskan, tidak mudah bagi Unej meniru langkah Unibraw. “Itu tidak mudah, jangan sampai pembukaan fakultas di Banyuwangi malah mematikan perguruan tinggi sekitarnya. Di Banyuwangi sudah ada Poliwangi yang tak lama lagi menjadi negeri,” ungkapnya. Diperlukan kajian sekitar enam bulan untuk menjajaki kemungkinan pembukaan fakultas di Banyuwangi. Namun, pihaknya tetap mempertimbangan tawaran yang diajukan Bupati Anas. (afi/aif)

Suradi, 45, suami korban, langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tapen. ”Begitu mendengar kabar kejadian dari istri saya, maka saya mendatangi istri saya dan kami sama-sama menuju ke Polsek Tapen untuk melapor,” katanya. Suradi menceritakan, perampasan itu terjadi sekitar pukul 06.00. Suasana saat itu memang sepi sekali. “TKP adalah di sepanjang jalan raya antara Lawang Seketheng Tapen dengan jalan menuju DAM Sampean Baru. Di kanan - kiri jalan raya itu hutan jati. Jadi sepi sekali suasananya,” katanya. Saat berada di jalan itu, ada sebuah

LUMAJANG - Merasa sulit mengerjakan soal ujian nasional (unas), murid SMP di salah satu sekolah swasta Lumajang merasa stres. Kondisi itu membuat dia memilih mengkonsumsi dekstro. Nahasnya, petugas yang sudah mengintai langsung menciduk murid tersebut dengan dua rekannya. Setelah dikembangkan, petugas melanjutkan penyergapan dan berhasil membekuk pengedar yakni AY. Dari pengakuannya, murid kelas tiga SMP yang berinisial BY ini sudah bukan sekali meneguk dekstro. Terakhir dia meneguk pil koplo itu kemarin malam. Gara-gara stres dalam menggarap soal-soal unas. Malangnya, saat dia berpesta dekstro bersama dua rekannya yakni Dani, dan Adi, petugas sudah membidiknya untuk disergap. Ketigaya termasuk BY langsung ketangkap basah dalam kondisi sedang berpesta dekstro. “Saya stres karena setiap hari mikir unas, akhirnya ya minum dekstro,” aku BY saat ditangkap anggota Satreskota Polres Lumajang. Murid ini ditangkap bersama DN dan AD yang sudah tidak bersekolah. Ketiganya adalah remaja asal Kelurahan Jogotrunan Lumajang. (fid/jpnn) sepeda motor yang dikendarai tiga orang pelaku. Lalu, sepeda motor itu mendekati laju motor Vario korban. ”Motor tersebut tiba-tiba memepet motor istri saya,” katanya. Sehingga, korban yang panik tidak bisa menguasai laju motornya. Salah seorang pelaku turun dari motornya. Lalu, dia mengancam korban dengan mengalungi celurit. ”Istri saya shock dan ketakutan saat dikalungi celurit,” katanya. Sehingga, korban membiarkan saja, saat pelaku membawa kabur motor yang baru dibeli pada Februari. ”Mau bagaimana lagi, yang penting nyawa istri saya selamat,” katanya. (eko/hdi/jpnn)


34

Rabu 25 April 2012

PASI Muscab Hari Ini BANYUWANGI - Tongkat komando induk pembina olahraga atletik di Banyuwangi segera berganti. Dijadwalkan, pagi ini Ketua PASI Banyuwangi yang baru untuk periode empat tahun ke depan akan ditentukan dalam musyawarah cabang (muscab). Muscab akan digelar di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Pelatih PASI Banyuwangi, Agus Sujiono mengatakan, proses pemilihan akan dilangsungkan di Dispora. Lantaran tidak ada

anggota klub di bawah PASI Banyuwangi, maka proses pemilihan ketua akan menyertakan unsur dan elemen olahraga di Banyuwangi. “PASI tidak memiliki anggota seperti induk cabor lain. Makanya ketua ditentukan lewat pertemuan semua elemen olahraga,” katanya. Sekadar diketahui, kepengurusan PASI periode 2008-2012 dipegang Ayub Hidayat. Di era karyawan PDAM Banyuwangi itu, PASI mampu meraih prestasi di beberapa kejuaraan, mu-

lai porprov hingga kejurnas. Maka dari itu, tidak heran bila Agus menarget ketua PASI yang baru harus figur yang luar biasa. Setidaknya, pengurus yang baru harus bisa mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Siapa saja calon pengganti Ayub? Agus belum bisa merinci. Beberapa figur sedianya sudah masuk menjadi kandidat ketua PASI Banyuwangi empat tahun mendatang. “Calonnya akan ditentukan besok (hari ini),” tegasnya. (nic/c1/als)

Inventarisasi Pemain LPI Persiapan Popda dan Porprov

GALIH COKRO/RaBa

TERANCAM WO: Pemain Persemalra (putih) mencoba merebut bola dari Jin Jun dalam pertandingan Divisi Utama 19 Desember 2011 lalu.

Away Belum Jelas Persewangi Lawan Persemalra 28 April BANYUWANGI - Sinyal merah menyala dari markas Persewangi jelang laga tandang ke markas Persemalra Langgur, Maluku Tenggara, akhir pekan ini. Meski kick off sudah tinggal tiga hari lagi, tapi belum tampak persiapan untuk menyongsong laga yang akan dimainkan 28 April tersebut. Tidak heran, itu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Janganjangan Laskar Blambangan akan walk out (WO) menghadapi laga tersebut. Tanda-tanda ketidaksiapan itu tampak dari penelurusan wartawan koran ini ke mes Persewangi di Kelurahan Penganjuran kemarin. Tidak tampak satu pun pemain Persewangi yang berada di sini. Yang kelihatan hanya pelatih Kepala

Persewangi, Yudi Suryata. Menurut informasi, sejumlah pemain Persewangi masih berada di kampung halaman. Sebagian pemain Persewangi memang berasal dari sejumlah kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu, hingga kemarin sore pemain lokal Banyuwangi juga tidak terlihat di mes. Itulah yang membuat tanda tanya apakah mereka akan melakoni laga tandang perdana ke Indonesia Timur akhir pekan ini ataukah tidak. Saat dihubungi lewat ponselnya, beberapa pemain mengaku belum tahu apakah mereka berangkat ke Maluku ataukah tidak. Sejauh ini belum ada kontak dari manajemen terkait persiapan me-

nyongsong laga tersebut. “Sejauh ini belum ada kontak dari pengurus,” ujar salah satu pemain Persewangi. Jadi-tidaknya Persewangi berangkat menimbulkan kecemasan di internal pemain. Jika tidak berangkat, maka Persewangi bisa terkena penalti poin dari PSSI. Otomatis, poin Laskar Blambangan akan dikurangi, seperti yang dialami Gresik United. Kalaupun berangkat, bayangbayang away ke Blitar dikhawatirkan akan terulang. Saat itu, Persewangi terpaksa “tersandera” di hotel selama sepekan. Sebab, manajemen tidak bisa melunasi biaya menginap. Itu ditakutkan akan berulang di Maluku dan di tempat lain nanti. Kekhawatiran serupa juga disampaikan asisten pelatih

Persewangi, Bagong Iswahyudi. Dihubungi koran ini kemarin, dia menyatakan belum ada kontak dari pengurus kapan timnya akan bertolak ke Maluku. Sejauh ini dia masih menunggu kepastian. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Liga Pendidikan Indonesia (LPI) edisi 2012 memasuki tahap akhir. Babak grand final sudah siap dimainkan akhir pekan ini. Di kategori SMA, SMAN 1 Rogojampi akan bertemu SMKN 1 Glagah. Di kategori SMP, SMPN 1 Sempu bertemu SMPN 1 Srono. Di balik gebyar kompetisi sepak bola pelajar se-Banyuwangi tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memiliki rencana jangka panjang untuk pemain yang tampil dalam ajang tersebut. “Pemain akan dimonitor pemandu bakat proyeksi Popda dan Porprov,” beber Ahmad Khairullah, Plt. Kadispora Banyuwangi. Khairullah menyatakan, dalam LPI tahun ini, pihaknya sudah menyebar pemandu bakat di setiap zona. Tugas mereka adalah menginventarisasi pemain yang dinilai memiliki kelebihan dibanding pemain lain. Penilaian itu berlaku bagi tim yang berlaga di LPI tahun ini. Dari monitoring pemain ini,

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

AJANG SELEKSI: Pemain yang bertanding di arena LPI berkesempatan tampil di Popda dan Porprov.

Dispora akan melakukan seleksi susulan. Dua ajang besar menunggu tim hasil seleksi tersebut, salah satunya Popda. Popda akan dilaksanakan pertengahan tahun ini di Malang. Sejauh ini, Dispora sudah

mengantongi puluhan pemain berbakat. Mereka berasal dari semua tim yang berlaga di LPI kali ini. “Nama-nama sudah masuk dan diseleksi dilaksanakan secara susulan nanti,” bebernya. (nic/c1/als)


Rabu 25 April 2012

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Umumkan 3.227 Nama untuk Diseleksi ■ 573 ORANG... ... Sambungan dari Hal 25

Syarat kelima, honorer yang bersangkutan diangkat Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan pejabat lain yang berwe-

nang. “Dari 573 itu, semua tidak ada yang memenuhi lima kriteria yang ditetapkan,” ujar Sih Wahyudi. Menurut Sih wahyudi, 3.227 honorer lain sudah lolos dan memenuhi kriteria dalam se-

leksi awal. Selanjutnya, BKD sudah mengusulkan namanama tersebut kepada BKN untuk diangkat menjadi CPNS. “Yang 3.227 sudah masuk database BKN,” katanya. Walau sudah masuk BKN, lan-

jut Sih, belum ada jaminan seratus persen semua honorer itu akan diangkat menjadi CPNS. Sebab, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) meminta nama-nama honorer

Eka Sudah Punya Pacar di Bali ... ■ SISWI... Sambungan dari Hal 25

Bagio membenarkan bahwa korban dalam kondisi hamil. Menurutnya, itu terungkap dalam otopsi yang dilakukan petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng. Namun, perwira yang satu itu mengaku belum bisa memastikan motif pembunuhan siswa kelas VIII di salah satu SMP swasta di Kecamatan Purwoharjo tersebut. “Kalau ada perkembangan berarti, pasti akan kami kabari,” janjinya. Sementara itu, dikonfirmasi Senin siang lalu (23/4), seorang rekan sekolah korban mengungkapkan bahwa Eka memiliki kekasih yang beralamat di Bali.

“Setahu saya, pacar Eka ya cuma anak Bali itu. Eka sebelumnya memang menetap di Bali. Di sekolah kami, dia merupakan siswa pindahan,” ujarnya. Siswi yang satu itu mengungkapkan, sekitar sebulan terakhir Eka memang tidak masuk sekolah. Bahkan, pesan singkat (SMS) yang terakhir kali dia terima dari korban beberapa hari lalu mengatakan bahwa Eka divonis sakit liver oleh dokter. Dalam SMS itu, Eka juga mengatakan sepertinya umurnya tinggal menghitung hari. “Tetapi, saya tidak tahu apa permasalahan yang menimpa Eka sebenarnya,” pungkasnya. Diberitakan kemarin, Eka ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di areal persa-

wahan di Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Gambiran, Minggu (22/4) sekitar pukul 20.00. Kuat dugaan, dia merupakan korban pembunuhan lantaran saat ditemukan ada luka menganga di lehernya. Luka cukup dalam sepanjang sekitar 20 centimeter (cm) itu diduga kuat akibat sabetan senjata tajam. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, jasad korban kali pertama ditemukan Giman, seorang penggembala bebek. Malam itu Giman berada di sawah tersebut untuk mengawasi bebeknya yang sengaja diinapkan di sebuah gubuk tidak jauh dari lokasi penemuan korban.

Tak ayal, Giman langsung memberitahukan apa yang dia lihat kepada warga sekitar. Seketika, kabar menghebohkan itu menyebar di seantero Desa Gambiran. Tak lama berselang, polisi datang ke tempat kejadian dan langsung melakukan penyelidikan. Kebetulan, Giman masih memiliki hubungan kerabat dengan Eka, sehingga polisi tidak kesulitan mengungkap identitas korban. Sementara itu, sesaat setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Genteng untuk diotopsi. Pantauan wartawan koran ini, selain luka menganga di leher bagian belakang, di punggung korban juga ada luka yang juga diduga akibat sabetan sajam. (sgt/c1/bay)

Disampaikan kepada Pimpinan ... ■ HMI... Sambungan dari Hal 25

Selanjutnya, mereka menggelar orasi di Simpang Lima, Banyuwangi. Dari Simpang Lima, mereka bergeser ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) di Jalan Agung Suprapto Banyuwangi. Di tempat ini, mereka kembali berorasi yang intinya meminta kejaksaan mengusut kasus dugaan korupsi proyek RTH. “Proyek RTH tidak diusulkan dalam musrenbang (musyawarah rencana pembangunan),” cetus juru bicara HMI Banyuwangi, Syaiful Bahtiar. Menurut Syaiful, dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2011 lalu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi dianggarkan Rp 29 miliar lebih. Dari dana sebesar itu, Rp 5 miliar lebih digunakan untuk proyek taman melalui RTH. “Pengalokasian dana itu

tidak melalui musrenbang,” katanya. Penganggaran dalam pembangunan RTH melalui PAK APBD 2011, sebut Syaiful, bersifat tidak transparan, tidak aspiratif, dan sarat manipulasi. Menurutnya, penataan RTH bukan bersifat kebutuhan yang mendesak bagi rakyat Banyuwangi. “Rakyat masih perlu perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya. Syaiful menyebut, anggaran yang digunakan untuk merealisasikan pembangunan RTH di Taman Sri Tanjung dianggap tidak rasional. Dana sebesar Rp 2,7 miliar lebih hasilnya hanya berupa beberapa kios para pedagang kaki lima (PKL), pavingisasi, dan penanaman sejumlah pohon. Jika dihitung secara sederhana, biayanya diduga di bawah Rp 1 miliar. “Ini diduga ada penyimpangan,” tudingnya. Dia menambahkan, auditor Badan Pemeriksa Keuangan

(BPK) RI yang diharapkan mampu mengurai dasar, sebab, dan kepatutan proses penganggaran, ternyata tidak sesuai harapan. “Pemeriksaan yang dilakukan tidak menyentuh pada hal yang substantif,” ungkap Syaiful. Ketua HMI Cabang Banyuwangi, Rudi Siliworo Putro, dalam orasinya meminta kejaksaan menegakkan hukum di Banyuwangi dengan setegaktegaknya. “Kami minta semua hasil temuan dan kajian itu diproses,” pintanya. Rombongan aktivis HMI ini sempat ditemui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Banyuwangi, Firmansyah SH. Dalam pertemuan dengan kasipidsus, aktivis HMI Banyuwangi menyerahkan dokumen yang berisi dugaan penyimpangan proyek RTH. “Bila dalam waktu 7 X 24 jam tidak ada perkembangan, dokumen ini akan kita serahkan ke KPK,” tegas Rudi.

Kepada para mahasiswa, Kasipidsus Firmansyah mengaku akan menerima dokumen yang diberikan tersebut. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk pool data. “Dokumen yang berisi temuan HMI itu akan kita sampaikan kepada pimpinan,” katanya. Firmansyah berjanji akan menindaklanjuti pengaduan HMI Cabang Banyuwangi itu. Sebab, pada dasarnya tugas kejaksaan adalah menegakkan hukum. “Dalam pool data, kita akan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan,” cetusnya. Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Bupati Abdullah Azwar Anas tidak mempersoalkan masyarakat yang melaporkan dugaan-dugaan terkait pembangunan RTH ke KPK. Sebab, proyek RTH tersebut sudah diaudit BPK, dan hasilnya tidak ada masalah. (abi/ c1/bay)

Membagi Risiko dengan Pihak Lain ... ■ BPKP... Sambungan dari Hal 25

Minggu malam kemarin (23/ 4), Bupati Abdullah Azwar Anas meneken memorandum of understanding (MoU) kerja sama pengawasan proyek dengan BPKP RI di ruang kerjanya. Dalam kerja sama yang diteken itu, BPKP akan fokus memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pengadaan barang dan jasa. Kepala Inspektorat Banyuwangi, Djafrie Yusuf mengatakan, tujuan kerja sama itu adalah untuk meminimalkan penyimpangan kegiatan yang ada dalam DPA agar sesuai Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Dalam salah satu item MoU disebutkan, BPKP akan men-

dampingi setiap SKPD dalam membuat kontrak, lelang, dan pelaksanaan kegiatan sebelum termin pembayaran. “Pak Bupati minta SKPD kooperatif saat BPKP melakukan pendampingan,” ujar Djafrie. Dalam monitoring dan evaluasi, ungkap Djafrie, tim BPKP akan transparan dan serius. Kerja sama ini penting diketahui publik agar semua rekanan pemerintah daerah melaksanakan proyek berdasar aturan yang berlaku. “Kita berharap komitmen dengan BPKP ini hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya. Setelah penandatanganan MoU, BPKP langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan pimpinan SKPD di Aula Rempeg Jogopati kemarin (24/4). Dalam rakor yang dipimpin Plt Sekkab Slamet Kariyono itu, BPKP

menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan DPA 2012. Perwakilan BPKP Jawa Timur, Henrynaz menyampaikan, untuk melaksanakan aturan yang benar perlu ada keterbukaan antara SKPD dan tim BPKP. Hal itu untuk menghindari kesalahpahaman dan terbuangnya waktu selama proses pendampingan berlangsung. “Keberadaan kami di sini adalah untuk membantu bapak-ibu sekalian. Bahkan, kami bersedia menjadi bumper selama hal tersebut membawa kebaikan bagi SKPD,” ungkap Henrynaz. Terkait pengadaan barang dan jasa, Henrynaz mengingatkan agar kepala maupun personel SKPD yang menangani hal tersebut memahami risiko yang muncul. Jika tidak paham atau ragu terhadap risiko yang akan dihadapi, Henrynaz me-

nyarankan agar membagi risiko itu dengan pihak lain. “ Tentu pihak tersebut harus memiliki kompetensi dan metodologi yang jelas,” urai Henrynaz. Henrynaz mencontohkan terkait pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani survei harga. Jika SKPD tidak memiliki orang yang mumpuni di bidang tersebut, maka bisa menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai tenaga ahli. “Tujuannya, memperkecil risiko yang dihadapi di tahap pertanggungjawaban,” tuturnya. Sementara itu, Plt Sekkab Slamet Kariyono juga mengimbau seluruh kepala SKPD terbuka selama saat BPKP melakukan pendampingan. “Ini semua kita lakukan demi kebaikan masyarakat dan kita semua sebagai pelaksana amanat rakyat,” tegasnya (afi/c1/bay)

Salah Perhitungan Bisa Fatal ... ■ MOTOR... Sambungan dari Hal 25

Ikut di enam kategori dari 10 kategori yang diperlombakan, tim Sawerigading mampu tampil mengejutkan. Tim Sawerigading berhasil menggondol juara kategori adventure dan SE 85. Adalah Didik Momo yang menjadi pengibar bendera Sawerigading di atas podium untuk kategori adventure. Pengalaman dan kemampuannya mengontrol mesin tunggangannya, membuatnya mengalahkan pembalap lain. Prestasi itu cukup mengejutkan karena pembalap Banyuwangi tersebut berhasil menumbangkan dominasi pembalap luar daerah. Kaget dan tidak percaya pun sempat terpancar dari wajah pria berambut cepak tersebut. Kematangannya dalam menjalankan kuda besi sejak 1996, menjadi kunci sukses dia bersama tim dalam meraih juara. Juara yang diraih itu sekaligus menjadi prestasi luar biasa bagi tim Sawerigading. Sepak terjang tim Sawerigading berlanjut

di kategori bergengsi, special engine (SE). Adalah Lukcy yang mengikuti jejak Didik Momo mengibarkan panji Sawerigading. Turun di kategori SE 85, pria yang menekuni balap sejak 2005 itu merebut mahkota juara di posisi keempat. Hasil yang cukup menghibur mengingat kategori tersebut cukup bergengsi bagi semua pembalap. Didik Momo dan Lucky menaruh apresiasi terhadap Sirkuit Aquase yang berskala nasional itu. Mereka sepaham bahwa sirkuit tersebut adalah aset berharga bagi Banyuwangi. Tidak semua pembalap bisa menaklukkan sirkuit yang memiliki panjang 1200 meter itu. Dengan bertaraf nasional, sirkuit Aquase merupakan arena balap motor yang menantang. Diperlukan keterampilan dan kemampuan yang mumpuni untuk melewati segala rintangan di sirkuit tersebut. Ketahanan fisik dan konsentrasi pembalap sangat dibutuhkan. Rintangan berupa triple jam dan double jam menjadi tantangan yang harus diwaspadai semua pembalap yang berlaga di

sana. Desain sirkuit yang unik memaksa para pembalap pandai-pandai membaca timing yang pas agar bisa menaklukkan rintangan. Salah perhitungan, imbasnya bisa fatal, yaitu pembalap bisa tergelincir. Raihan juara itu juga membuat sang owner, Hariyono Nusa Putra, mulai memikirkan rencana jangka panjang. Dia pun berencana berkonsentrasi di kategori special engine (SE). Demi mewujudkan rencana tersebut, dia berencana melego motor adventure-nya. Rencana yang sebenarnya sudah datang jauh hari sebelum kejuaraan berlangsung. Nyatanya, saat motornya sudah ditawar orang, motor tersebut justru meraih juara saat ditunggangi Didik Momo di kelas adventure. Hariyono mengakui, dunia otomotif merupakan bagian dari hobinya. Kegemaran itu sudah dia geluti sejak lama. Sudah lama dia merasakan lintasan balap di jalan raya, dia pun ingin merasakan lintasan balap yang sebenarnya. Kini hal itu kesampaian dalam tim Sawerigading. (c1/bay)

K2 tersebut diseleksi ulang. Menurut Sih, seleksi ulang tidak hanya dilakukan BKD. Seleksi tersebut harus melibatkan publik. Dalam Surat Edaran Menpan RB Nomor 03 Tahun 2012, pemerintah daerah diminta mengumumkan nama honorer K2 tersebut. Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menpan RB itu, BKD secara resmi mengumumkan nama-nama honorer K2 di website resmi BKD mulai tadi malam. BKD meminta masya-

rakat menyampaikan komplain jika menemukan nama-nama honorer yang tidak memenuhi lima kriteria itu. “Masyarakat diminta ikut menyeleksi nama-nama honorer K2 dan akan kami tunggu sampai 27 April 2012,” ujar Sih Wahyudi. Jika komplain dari masyarakat itu terbukti, lanjut dia, BKD akan mencoret yang bersangkutan. Hasil perekaman jejak honorer K2 itu akan dikirimkan ke BKN paling lambat 30 April 2012. “Setelah itu, kita

menunggu kebijakan Menpan dan RB selanjutnya,” katanya. Kepada para honorer K2, Sih Wahyudi mengimbau agar selalu waspada terhadap aksi penipuan yang menjanjikan akan meloloskan honorer menjadi CPNS dengan imbalan materi. Apalagi, jika ada pihak-pihak yang mengaku sebagai pejabat atau pegawai BKD yang menjanjikan untuk meloloskan menjadi CPNS. “BKD tidak akan pernah menjanjikan hal demikian,” pungkasnya. (afi/c1/bay)

Yang Absen Sangat Sedikit ... ■ SMS... Sambungan dari Hal 25

Diberitakan kemarin, SMS berisi jawaban unas sudah beredar di kalangan siswa SMP. Meski demikian, banyak kalangan yang mengabaikan pesan singkat yang diduga palsu tersebut. Sementara itu, unas di hari kedua dengan soal bahasa Inggris berjalan relatif tertib. Jumlah siswa yang absen karena sakit juga sangat minim. Sayang, hingga berita ini ditulis tadi malam, data siswa yang absen pada hari kedua unas belum masuk ke meja redaksi koran ini. “Mereka yang sakit masih bisa mengikuti ujian susulan mulai Senin depan,” ujar kepala seksi (kasi) SMP pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sutikno. (abi/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

PALSU: Contoh kunci jawaban unas SMP yang beredar melalui ponsel.

Dilengkapi Sensor Infra Merah ... ■ CCTV... Sambungan dari Hal 25

Untuk memastikan di Gempol Porong telah dipasangi CCTV, Kadishub Agus sempat menunjukkan hasil rekaman dua unit CCTV yang dipasang di sana. “Ini gambar di Gempol Porong. Kalau dilihat dari rekaman kamera, sekarang kondisinya sedang sepi ya,” katanya sambil tertawa lepas. Menurut Agus, pemasangan

CCTV di dua lokalisasi itu memang masih baru. Kedua tempat tersebut merupakan “kawasan merah” di Banyuwangi yang paling banyak pengunjung. Pemasangan kamera pemantau itu merupakan bagian dari program pemkab dalam menertibkan tempat pelacuran. “CCTV ini terpasang secara online,” cetusnya. Semua data hasil rekaman CCTV itu, kata Agus, akan ter-

simpan dengan baik. Siapa yang pernah masuk ke dua lokalisasi itu akan tetap terekam. “Salah satu CCTV kita pasang di pintu masuk, jadi ya ketahuan semua,” tegasnya. Di malam hari, kata dia, CCTV tersebut juga bisa bekerja dengan baik. Sebab, kamera pengintai itu dilengkapi infra merah. “Meski kayaknya gelap, tapi CCTV masih tetap bisa merekam dengan baik,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Terharu Dianggap Saudara Sendiri ■ UJI UJI... Sambungan dari Hal 26

Kamu jangan pulang ke Patani, Nak. Kamu harus menginap karena saya takut kamu kemalaman di jalan. Di sini saja kita berkumpul berbagi cerita dan makan-makan.” katanya. Tidak lama kemudian, rumah yang kami kunjungi didatangi belasan warga. Sebagian ada yang membawa ayam, ikan, bumbu dan sayuran. Ada pula yang tidak membawa apa-apa. Mereka ingin merayakan kedatangan “saudaranya” dan berbagi ke-

gembiraan. Sungguh, sebuah peristiwa yang mengesankan. Di tengah kondisi yang sangat buruk, baik secara ekonomi maupun keamanan, mereka masih sempat berbagi dan bersyukur. Sebelum memulai sesi makan besar, kami diajak salat berjamaah Asar yang didahului salat Sunah 2 rakaat. Setelah salam dan mewiridkan beberapa bacaan, sang imam langsung berbalik dan menjabat tangan saya. Kemudian beliau mengatakan dengan logat melayu Thailand. “Kamu masih muda, perjuangan masih pan-

jang. Thailand selatan dalam kondisi yang tidak aman.” Statemen itu diikuti dengan ritual pewarisan bacaan sakral dari sang imam kepada saya. Benar-benar sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan akan terjadi. Bacaan sakral itu adalah bacaan yang diwariskan turuntemurun kepada generasi Islam di Thailand selatan. Seluruh rangkaian peristiwa yang saya alami adalah rekaman memori yang luar biasa memberi pengaruh besar dalam hidup saya. Semoga kita semua hidup dalam damai dan sejatera. (als)

ANDA SERING ASMA, IKUTI CARA SUYANTO DALAM MENGATASINYA SUYANTO yang berusia 33 tahun kini memilih susu Ettawa untuk mengatasi keluhannya, “Karena menderita asma, nafas pun terasa tidak plong, dan ketika berjalan yang terasa cepat lelah. “ Ujar Suyanto yang dari kecil menderita keluhan tersebut. “Sejak dari kecil, aktifitas saya sering terganggu karena menderita asma. Kalau sudah kambuh, nafas sering terasa sesak. Sebelumnya saya sering kali berobat ke dokter. Tapi sekarang, saya minum susu Ettawa yang manfaatnya langsung terasa dan itu semua ada dalam Milkuma. Sudah 6 bulan saya minum dengan rutin, badan sekarang terasa lebih segar dan kesehatan pun menjadi lebih baik.” Terang ayah 1 orang anak tersebut. Dengan tubuh yang sehat, warga Nganggring, Giri Kerto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak ayah yang suka olahraga tersebut. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu Ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu Ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren. Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun

tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu kambing memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu Ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan komposisi gula yang rendah dan ditambah madu alami, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt. Drajat Farma Jl. Gajah Mada Genteng. Apt. Dunia Sehat Jl. Yos Sudarso Jajag. Apt. Asia Jaya Jl. Rata Rogojampi. Apt. Raya Jl. PB. Sudirman. Apt. Ima Jl. Ayani. Apt. Yoma Abadi Farma Jl. Raya Srono. Apt. Al Hadi Jl. Basuki Rahmat . Situbondo: Apt Diponegoro, Jl. Diponegoro; Apt Diponegoro 2, Jl. Irian Jaya; Apt Sumber Sehat, Jl. A. Yani; Apt Bares Sehat, Jl. Patimura Besuki. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Rabu 25 April 2012

LEGISLATIF

Tunggu Usulan FKN SITUBONDO - Sejumlah pihak menunggu keseriusan Fraksi Karya Nurani (FKN) yang usul membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki dugaan ketidakberesan mutasi 22 Maret lalu. Sebab, hingga kini, usul itu baru sebatas wacana. Narwiyoto, wakil Ketua DPRD Situbondo mengungkapkan, untuk usul membentuk pansus harus ada surat usul resmi yang ditandatangani pengusul kepada pimpinan DPRD. “Jika memang memenuhi syarat sebagaimana diamanatkan tata tertib DPRD, kita akan membawa usul itu ke paripurna. Baru setelah itu, pansus dibentuk dan bisa bekerja,” terangnya. Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya usul itu harus diajukan beberapa anggota DPRD (lebih dari satu fraksi). “Jadi, kalau memang benar-benar pansus mau dibentuk, pimpinan menunggu surat resmi dari pengusul,” terang politisi PDIP tersebut. DOK.RaBa Dijelaskannya, hingga kini Narwiyoto apa yang dilakukan FKN baru sebatas wacana yang disampaikan melalui pendapat fraksi dalam rapat paripurna LKPJ. “Itu menjadi hak setiap anggota DPRD, yaitu hak menyatakan pendapat, hak angket, dan hak interpelasi,” papar Narwiyoto. Diberitakan kemarin, mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo tampaknya berbuntut panjang. Pasalnya, mutasi tersebut diduga diwarnai sejumlah ketidakberesan. Menindaklanjuti dugaan tersebut, FKN usul agar dibentuk panitia khusus (pansus) DPRD. FKN menyebut sejumlah bukti-bukti kenapa pansus harus dibentuk. Di antaranya, ada dugaan pelanggaran regulasi kepegawaian dan jual-beli jabatan. (pri/c1/als)

Lari dari Majikan, Tewas di RS TKW Situbondo yang Bekerja di Malaysia BANYUPUTIH - Kabar duka kembali datang dari tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Malaysia. Kali ini korbannya bernama Shanti alias Maryama, 38, asal Desa/Kecamatan Banyuputih. Shanti dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia. Terkait penyebab kematian Shanti, keluarga menerima kabar perempuan beranak satu itu menderita penyakit hepatitis. Sebelumnya, pihak KBRI menyebut Shanti sebelum meninggal kabur dari rumah majikan. Shanti atau Maryama sebenarnya sudah dua kali bekerja ke Malaysia. Terakhir, Maryama berangkat menuju Negeri Jiran setahun lalu. Proses pemberangkatan

melalui salah satu perusahaan penyalur jasa tenaga kerja PT. Mutiara di Jember. Menurut Sahram, suami Maryama, dirinya mengizinkan istrinya bekerja ke luar negeri karena memang berasal dari keluarga tak mampu. Dia mengaku tidak mengetahui profesi istrinya sebenarnya di Negeri Jiran. “Saya tidak tahu sama sekali istri saya kerja apa,” ujarnya saat ditemui di rumahnya kemarin. Dia menjelaskan, sejak berangkat setahun lalu, istrinya sama sekali tak pernah mengirim uang. Namun, justru kabar tragis yang datang tiba-tiba. ‘’Tidak pernah kirim uang, eh tibatiba dapat kabar istri saya meninggal. Saya dikasih tahu Pak Kades setelah dapat telepon dari KBRI di Malaysia,’’ paparnya. Kabar meninggalnya Maryama mendapat perhatian sejumlah kalangan. Kemarin Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trans-

ALI NURFATONI/RaBa

KENANGAN: Keluarga korban menunjukkan foto Shanti , TKI yang meninggal di Malaysia.

BKD Terima 100 Lebih Pengaduan Respons Uji Publik Pengumuman Honorer K.1 dan K.2

PENIPUAN

SYAMSURI/RaBa

PERAN AKTIF: Seorang siswa menanyakan materi yang disampaikan nara sumber.

Intensif Didik Pemilih Pemula ALI NURFATONI/RaBa

LAPOR: Mahfudh Syibawayhie saat melapor di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Situbondo kemarin.

Dijanjikan Jadi PNS, Rp 70 Juta Melayang BESUKI - Bagi mayoritas guru honorer, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sangatlah diidam-idamkan. Tetapi, jika ditempuh dengan cara tidak wajar, maka bisa berakibat fatal. Apalagi, jika sampai telanjur menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah. Itulah yang dialami Irsyadi, 22, warga Kampung Watuketu, RT 02, RW 02, Desa Demung, Kecamatan Besuki. Korban yang mengajar di salah satu SD di Kecamatan Besuki itu dijanjikan menjadi PNS asalkan menyetor uang Rp 70 juta. Uang tersebut sebagai bumbu pelicin untuk pejabat setempat. Namun, setelah menyetor uang yang diangsur sejak 11 November 2011 itu, korban tidak kunjung menerima kabar seperti yang dijanjikan. Korban sudah sering menanyakan hal itu kepada pelaku. Namun, pelaku inisial RZ, 35, asal Probolinggo, itu selalu berkelit dan hanya mengumbar janji. Merasa dikibuli, Syibawayhie, kakak ipar korban, melaporkan penipuan itu ke Mapolres Situbondo kemarin. Pria kelahiran 1968 itu melaporkan pelaku dengan kasus penipuan. Kasus itu membuat adik iparnya frustrasi. Bahkan, beberapa pekan terakhir adik iparnya mogok mengajar. Sang adik memilih pergi ke luar kota untuk mencari pekerjaan. “Ya gara-gara itu, adik saya pergi ke Surabaya. Sudah sebulan dia pergi,’’ katanya. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Mardjuki, mengatakan, kepolisian akan menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus penipuan berkedok CPNS itu. ‘’Kita akan lakukan lidik,’’ terangnya. (ton/c1/als)

migrasi, Edy Susila, bersama Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Hasanah Tohir, mengunjungi rumah korban. Mereka menilai kematian korban ditengarai banyak kejanggalan. Selain dikabarkan lari dari rumah majikan, keberadaan korban juga disebut-sebut ilegal. ‘’Padahal, korban berangkat ke Malaysia melalui penyalur jasa tenaga kerja resmi,’’ cetus Hasanah Tohir kemarin. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Edy Susilo mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab kematian Maryama. Pihaknya akan melihat berita acara dari KBRI di Malaysia. Selain itu, pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban pihak penyalur. ‘’Jika korban memang berangkat secara legal, kami minta penyalur memberikan hak-hak korban,” katanya. (ton/c1/als)

SUBOH – Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Pemkab Situbondo terus intensif melakukan penyuluhan pendidikan politik kepada pemilih pemula. Kemarin, acara giliran ditempatkan di Aula Kecamatan Banyuputih. Itu adalah kegiatan kali kedua. Penyuluhan pendidikan politik kepada pemilih pemula merupakan agenda penting untuk memantapkan eksistensi dan peran pemuda agar giat pembangunan daerah. “Baik di masa kini hingga di masa mendatang,” ungkap Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto. Dengan kegiatan tersebut, pemilih pemula benar-benar paham atas proses pemilihan umum. Baik pemilihan gubernur, legislatif, presiden, maupun bupati. Sehingga, para pemilih pemula dapat mengantisipasi segala macam tantangan dan hambatan. “Kini marak kejadian di sejumlah daerah yang mengganggu stabililitas nasional,” ungkap Herry. Kabid IB dan Hal, Kesbangpol dan Linmas, H Achmad Munir mengungkapkan, penyuluhan untuk pemilih pemula memberikan pengalaman terhadap siswa dan guru serta masyarakat atas kesadaran berpolitik. Selain itu, me-

NARA SUMBER: (Ki-ka) Camat, Sekretaris KPU, Kepala Kesbangpol dan Linmas, Kapolsek Banyuputih, dan Kabid IB dan Hal.

nunjang peningkatan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Melalui kegiatan para pemilih pemula dapat meningkatkan kemandirian, kedewasaan dan pencapaian prestasi dalam penyelenggaraan kehidupan politik. Ini juga dapat menumbuhkan karakter berbangsa dan bernegara serta menanamkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam membela negara,” terang Munir Dengan peningkatan kualitas berpolitik, diharapkan mampu menghasilkan visi dan misi yang kuat, mampu mengarahkan sumber daya dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan oragnisasi. Yang terpenting adalah terus terjalinnya persatuan dan kesatuan. Agar, tidak menghambat perkembangan dan kemajuan daerah.

“Kita harus bangkit dan bergandengan tangan tanpa melihat perbedaan dengan satu tujuan mewujudkan kehidupan masyarakat Situbondo yang berdaya dan sejahtera,” kata mantan Kabag Humas tersebut. Sejumlah materi yang disampaikan di antaranya pelaksanaan etika kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka membangun harmoni sosial politik masyarakat di daerah. Ini disampaukan Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Herry Suryanto. Materi pengamanan pemilihan umum disampaikan Kapolsek Banyuputih AKP Suyitno. Sedangkan materi pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula disampaikan Akademisi UNARS, Harry Susanto. Sedangkan pelaksanaan pemilihan umum disampaikan Sekretaris KPU, Suwardono. (pri/adv/als)

SITUBONDO - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Situbondo siang kemarin menghadiri undangan rapat kerja Komisi I DPRD. Mereka membahas seputar polemik hasil verifikasi Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tentang sejumlah tenaga honorer yang diumumkan di kategori satu (K.1) dan K.2. Dalam pertemuan yang ditempatkan di ruang rapat gabungan tersebut, Ketua Komisi I DPRD, Syaiful Bahri, mempertanyakan kenapa tenaga honorer yang tidak lolos K.1 tidak bisa ke K.2. Padahal, mereka memiliki masa pengabdian yang lama. “Ya aturannya memang demikian. Yang tidak lolos di K.1 tidak bisa ke K.2. Itu tegas. Apalagi, bagi tenaga honorer yang memang sudah lama mengabdi tapi tak bisa melengkapi sejumlah persyaratan yang diminta BKN. Kita tidak bisa seenaknya memasukkan ke K.1 atau K.2,” tegas Kepala BKD, Lutfi Joko Prihatin. Menurut dia, pihaknya akan memperjuangkan sejumlah nama tenaga honorer yang benar-benar memiliki bukti kuat untuk lolos K.1 atau K.2.

Meski demikian, semua ditentukan BKN. “Pengaduan yang kita terima sangat banyak. Lebih dari seratus pengaduan, dan sekarang masih terus berjalan. Jenisnya macam-macam,” ungkap Lutfi. Lutfi mengungkapkan, jatah tenaga honorer yang lolos verifikasi di K.1 maupun K.2 di tiap kabupaten tidak bisa di otak-atik. Dikurangi bisa, ditambah tidak. “Berkaca ke sejumlah daerah, Nganjuk dan Bangkalan, misalnya. Tapi kita akan berusaha mengajukan penambahan jatah. Rabu atau Kamis nanti kita berangkat,” terang Lutfi. Mantan Kabag Hukum itu menegaskan, pihaknya tidak main-main terhadap PNS yang terlibat pemalsuan data tenaga honorer siluman. Selain akan memproses di tingkat internal, kepolisian dipastikan juga akan turun tangan. “Saya sudah bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Tipikor Polres Situbondo agar kasus ini menjadi atensi khusus,” terang Lutfi. Menghadapi Komisi I dan utusan masing-masing komisi di DPRD kemarin, Lutfi tidak tampil sendirian. Dia membawa dua kabid di SKPD yang dia pimpin, yakni Kabid Pengembangan dan Mutasi, Wira Mukti, dan Kasubbid Formasi, Pengadaan, dan Mutasi, Ana Kusama. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

RAPAT KERJA: Komisi I DPRD mengundang kepala BKD Situbondo untuk membahas polemik pengumuman verifikasi honorer K.1 dan K.1 kemarin.

Pacu Prestasi, Pemkab Lombakan Desa PEMKAB Situbondo menggelar lomba desa tahun 2012. Kegiatan itu digelar secara berjenjang sejak di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Desa yang lolos di tingkat kabupaten akan diadu ke tingkat provinsi. Yang lolos di tingkat provinsi dilombakan di even nasional. Lomba desa di tingkat kecamatan dilaksanakan sejak Februari hingga Maret 2012 lalu. Tiap kecamatan memilih satu desa terbaik untuk diikutkan dalam lomba desa tingkat kabupaten. “Lomba desa tingkat kabupaten dimulai 19 April lalu dan berakhir 10 Mei,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (BPMP), H Junaidi, yang sekaligus ketua tim penilai lomba desa. Hingga kemarin, sudah ada tiga desa di tiga kecamatan yang sudah dilakukan penilaian. Yakni di Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang; Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, dan Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur. “Tiga desa itu sudah mendapat penilaian dari tim penilai kabupaten,” terang Junaedi. Tim penilai terdiri dari ketua, wakil ketua, dan sekretaris, yang ditempati Kepala BPMP, Kabid Keswadayaan Masyarakat dan Sarana Prasarana BPMP, dan Kepala Sub Bidang Keswadayaan Masyarakat BPMP. “Kita

MOMEN MENENTUKAN: Tim penilai kabupaten melakukan penilaian dengan delapan indikator penilaian.

dibantu beberapa anggota tim penilai yang membidangi pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban masyarakat, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan serta tim penilai yang membidangi permberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” terangnya. Pada 27 April mendatang, penilaian dilakukan di Kecamatan Situbondo. Desa yang diikutkan adalah Kotakan. Tanggal 30 April

dilanjutkan Desa Jetis, Kecamatan Besuki; Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng. Selanjutnya pada 1 Mei, giliran Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh; dan Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan. Kecamatan Panarukan mengikutsertakan Desa Peleyan, Kecamatan Bungatan mempercayakan kepada Desa Mlandingan Wetan. Kecamatan Kendit menunjuk Desa Tambak Ukir. Sedangkan di Kecamatan Mangaran mengikutkan Desa

FOTO-FOTO: Istimewa

MERIAH: Bupati Dadang dan Wabup Rachmad disambut kuda hias di Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang.

Tanjungkamal; Kecamatan Kapongan di Desa Pleyan; Kecamatan Arjasa di Desa Bayeman, Kecamatan Asembagus di Desa Kertosari, Kecamatan Jangkar di Desa Kumbangsari dan Kecamatan Banyuputih di Desa Wonerejo. Menurut Junaedi, lomba desa tersebut bertujuan memberi motivasi kepada desa untuk berprestasi. Khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada

masyarakat. “Bupati sudah mewantiwanti kepada tim penilai untuk tidak main-main dalam penilaian,” terangnya. Ada delapan indikator penilaian. Yaitu pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan desa/kelurahan, lembaga kemasyarakatan dan indikator pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. (pri/adv/als)

Radar Banyuwangi 25 April 2012  

Radar Banyuwangi

Advertisement