Issuu on Google+

KAMIS 15 MARET

25

TAHUN 2012

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.30 14.41 17.34 18.44 04.07

PAJAK

Target Pajak Rp 330 M BANYUWANGI - Untuk menggenjot perolehan pajak tahun 2012 hingga Rp 330 miliar lebih, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi menggelar Pekan Panutan SPT Tahunan kemarin (14/3). Penerimaan pajak pada Januari hingga Februari 2012 mencapai Rp 32,2 miliar. Berarti, dari Maret hingga akhir Desember 2012 rata-rata penerimaan pajak yang TOHA/RaBa harus masuk KPP PraDadang Suwangsa tama Banyuwangi adalah Rp 29,8 miliar per bulan. (*/c1/bay) ■ Berita terkait baca Radar Genteng halaman 27

Siap Dilepas di Pantai Rajegwesi

HUKUM

Ogah Banding, Jagal Puspan Terima Vonis BANYUWANGI - Sehari setelah vonis dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, kemarin (14/3) WEW alias BW, 17, menyatakan tidak akan banding. Remaja asal Wonosobo, Jawa Tengah, yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Bayu Permadi, warga Puspan, Rogojampi, itu menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan hakim. Majelis hakim mengganjar WEW delapan tahun penjara. Penasihat hukum WEW, Tomi Yudianto SH mengakui, kliennya menerima putusan tersebut ■

Pembunuhan

 Baca Ogah...Hal 35

KRISIS IJEN

O/RaBa GALIH COKR FOTO-FOTO:

atan ruang peraw apa tukik di er arin m eb B ke : R o, A Kalipur AGAK BES g, Kecamatan a tukik an du ap an et kk K ju a un es di D F men Relawan BST (kanan atas). s). ta (a ur um a yang berbed

KALIPURO - Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) akan melepaskan puluhan tukik (anak penyu) berusia 92 hari. Puluhan tukik tersebut rencananya akan dikembalikan ke habitatnya di Pantai Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Ketua BSTF, Wiyanto Haditanojo mengatakan, puluhan tukik tersebut se-

belumnya ditangkar pihak Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Setelah itu, hewan yang mulai langka tersebut dirawat BSTF. “Jadi di sini bukan penangkaran. Kami mendapatkannya ketika tukik ini berumur tujuh hari. Di sini dirawat sampai besar. Setelah itu, dilepas kembali ke habitat aslinya, yaitu Laut Selatan.

 Baca Aktifkan...Hal 35

FemalE

Libur Full untuk Anak MENJADI wanita karir bukan berarti meninggalkan kewajiban mengurus rumah tangga. Haniek Dwi Anggraini, karyawati salah satu perusahaan leasing di Banyuwangi, mengaku tetap mengurus rumah tangga dengan baik meski dirinya bekerja. Katanya, dengan tugas ganda tersebut dia justru lebih merasakan pentingnya hidup sebagai seorang wanita. “Memang berat, tapi inilah yang menjadi pilihan saya. Sejauh ini, saya sangat menikmati,” ujar alumnus Universitas Trisakti jurusan manajemen transportasi itu. Perempuan yang lahir 19 Januari 1984 itu menegaskan, membagi waktu adalah kuncinya ■  Baca Libur...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Siap...Hal 35

PKNU dan Gerindra Ngaplo Tak Kebagian Pimpinan Komisi BANYUWANGI - Kocok ulang pimpinan alat kelengkapan DPRD Banyuwangi tampaknya jadi ajang “pembantaian politik” bagi politisi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Sebab, dalam kocok ulang kemarin (14/ 3), tak satu pun anggota fraksi PKNU yang jadi pimpinan alat kelengkapan DPRD ■  Baca PKNU...Hal 35

Alat Kelengkapan DPRD Banyuwangi

Komisi I (Pemerintahan dan Hukum) Ketua : H Abdurrahman (FPD) Wk. Ketua : Khusnan Abadi (FPKB) Sekretaris : Eko Susilo NH (F-Peran)

Komisi III (Keuangan dan Anggaran) Ketua : Made Cahyana N. (PDIP) Wk. Ketua : Wignyo Basuki (FPD) Sekretaris : Ummi Kulsum (FKN)

Komisi II (Perekonomian) Ketua : Ismoko (FKN) Wk. Ketua : H Sugirah (PDIP) Sekretaris : H Daroji (FPD)

Komisi IV (Pembangunan & Pendidikan) Ketua : Zainal Arifin Salam (PKB) Wk. Ketua : Heksa Sudarmaji (PDIP) Sekretaris : M. Hidayat (FKN)

Badan Kehormatan (BK) Ketua : Sudjarwo Arkat (PDIP) Wk Ketua : Totok Sugiarto (Gerindra) Badan Legislasi (Banleg) Ketua : Handoko (FPD) Wk Ketua : Abd Munib Syafaat (FKB)

Baru 26 SMP yang Siap PSB Online

Aktifkan Kembali Tiga Posko Bencana BANYUWANGI - Setelah status Gunung Ijen naik kembali dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) Senin lalu (12/3), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengaktifkan kembali tiga posko penanggulangan bencana Gunung Ijen. Bulan lalu, aktivitas ketiga posko tersebut memang mati suri. Sebab, pada bulan Februari lalu (8/2) status Gunung Ijen turun ke level II. Namun, sejak status Gunung Ijen kembali naik ke level III, tiga posko tersebut kembali aktif. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Banyuwangi, Wiyono mengaku, pihaknya sudah menerima informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Ijen. Pihaknya akan menyosialisasikan status terbaru Gunung Ijen tersebut secepatnya. Rencananya, ketiga posko tersebut akan lebih diintensifkan dengan cara menambah jumlah relawan. “Tiga posko yang ada akan lebih kita intensifkan dan relawan akan kita tambah,” ujarnya kemarin (14/3) ■

Rencananya, tukik-tukik tersebut dilepas di Pantai Rajegwesi pada 21 Maret 2012 mendatang,” jelas Wiyanto. Wiyanto mengatakan, pelepasan tukik-tukik tersebut merupakan pelepasan tukik pertama yang dilakukan BSTF. Diharapkan, tukik-tukik tersebut mampu survive (bertahan hidup) ■

GALIH COKRO/RaBa

MANDEK: Ruas Jalan Lintas Timur di Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, kemarin.

Sisi Pantai JLT Butuh Rp 10 M BANYUWANGI - Pembangunan Jalan Lintas Timur (JLT) Banyuwangi masih belum tuntas hingga kemarin (14/3). Demi menuntaskan proyek jalan tersebut, Pemkab Banyuwangi sedang berjuang keras untuk mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012. Untuk menghubungkan Kelurahan Mandar dan Kelurahan Lateng, JLT masih terputus sekitar 300 meter. Jalur yang putus sepanjang 300 meter itu tidak bisa disambung begitu saja, karena me-

lintasi bibir pantai. Untuk menghubungkan jalan tersebut, perlu melanjutkan pembangunan tangkis dari Kelurahan Mandar ke Lateng sepanjang 300 meter. Untuk membangun tangkis laut sepanjang 300 meter itu dibutuhkan dana sekitar Rp 10 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo menjelaskan, anggaran Rp 10 miliar itu tidak untuk pembangunan tangkis saja. Dana tersebut juga digunakan untuk menguruk dan memadatkan jalur

sepanjang 300 meter tersebut. “Tangkis 300 meter itu akan menghubungkan jalan dari Kelurahan Mandar hingga belakang Mirah Fantasia di Kelurahan Lateng,” tegas Guntur. Perhitungan sementara, sebelum adanya kenaikan BBM, lanjut Guntur, dibutuhkan anggaran Rp 10 miliar untuk menyelesaikan pembangunan tangkis sepanjang 300 meter tersebut. Pihaknya sedang berjuang keras untuk mendapatkan dana APBN 2012 ■  Baca Sisi...Hal 35

BANYUWANGI - Jika tahun 2012 ini semua SMA dan SMK negeri harus siap melaksanakan penerimaan siswa baru (PSB) secara online, ternyata tidak demikian dengan SMP. Dari 73 SMP negeri di Bumi Blambangan, yang sudah ready melaksanakan PSB online ternyata hanya sekitar 26 SMP. Sementara itu, 47 SMP negeri yang lain ternyata belum siap melaksanakan PSB secara online tahun ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) secara bertahap akan mendorong 47 sekolah yang belum siap itu agar bisa membuka PSB online. Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono mengungkapkan, 26 SMP yang siap melaksanakan PSB secara online merupakan SMP rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan sekolah standar nasional (SSN). Rinciannya, 3 SMP RSBI dan 23 SMP SSN. Sebanyak 26 SMP negeri itu sudah benar-benar siap meng-

gelar PSB secara online. Sekolahsekolah tersebut sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung program Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAP) yang diluncurkan Dispendik. Tingkat sekolah dasar (SD), belum ada yang siap menggelar PSB secara online. Dalam PSB tahun 2012 ini, yang berlangsung tiga bulan lagi, SD masih menggunakan sistem manual seperti tahun sebelumnya. Pelaksanaan sistem online, kata Sulihtiyono, memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya, untuk mendaftar, calon siswa tidak perlu mendatangi sekolah. Pendaftaran bisa dilakukan di mana saja melalui fasilitas internet. Oleh karena itu, proses pendaftaran PSB secara online bisa menghemat biaya dan waktu calon siswa dan orang tua. Sulihtiyono menambahkan, pengumuman hasil seleksi bisa dilihat dan dipantau dari rumah ■  Baca Baru...Hal 35

Melihat Korban Rob di Lingkungan Karanganom, Karangrejo

Banjir Mulai Terjadi setelah Ada Permukiman Kampung RT 3 RW II di Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, selalu menjadi langganan banjir rob. Hampir setiap tahun rumah warga terendam banjir akibat air laut pasang. Bahkan, akhirakhir ini air laut pasang hingga menggenangi daratan nyaris terjadi setiap bulan. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi

SYAMSURI tengah tidur pulas di teras rumah salah satu anaknya. Ru-

mah itu memang relatif tinggi daripada rumah-rumah lain. Kakek berumur 82 tahun itu seolah tidak peduli dengan kondisi sekitarnya. Air yang mulai meninggi akibat banjir rob juga tidak dia pedulikan lagi. Keramaian warga dan sejumlah anak-anak yang bermain air tetap tak membuat lelaki yang baru ditinggal istrinya itu peduli. “Pak Syamsuri itu mengungsi. Rumahnya di timur sudah digenangi air cukup tinggi,” ujar Sutikno, salah satu warga, sambil menunjuk lelaki tua yang tertidur pulas itu. Tetapi, entah karena gaduh lantaran banyak wartawan berdatangan ataukah sebab lain, kakek yang mengaku pendengarannya sudah mulai berkurang itu tibatiba terbangun. “Kalau siang, saya selalu (mengungsi) ke rumah ini,” kata Syamsuri begitu bangun dari

PKNU dan Gerindra tak kebagian pimpinan komisi

Yang penting komisinya jelas, Bung !

Baru 26 SMPN yang siap PSB online

Artinya, sekolah lain mungkin jauh lebih dari siap GALIH COKRO/RaBa

BANJIR: Gara-gara rumahnya terendam, Syamsuri harus rela tidur di teras rumah anaknya.

tidurnya. Di Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, Syamsuri termasuk tokoh masyarakat. Bapak lima anak dan tujuh cucu itu ter-

masuk warga yang paling awal mukim di perkampungan tersebut. “Saya datang saat masa PKI, sekitar tahun 1960-an,” terangnya ■  Baca Banjir...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Kamis 15 Maret 2012

CERMIN DIRI

Cara Beda Melestarikan Satwa CARA yang dilakukan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dalam melestarikan penyu memang sedikit berbeda. Biasanya, pihak Taman Nasional Meru Betiri melepas penyu yang baru berumur sepekan ke habitatnya di Pantai Sukomade, Kecamatan Pesanggaran. Tapi yang dilakukan BSTF berbeda. BSTF sengaja melepas tukik (anak penyu) yang berusia 92 hari. Rencananya, pelepasan puluhan tukik tersebut akan berlangsung di Pantai Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran, pekan depan. BSTF memang bukan lembaga penangkaran. Para aktivis yang tergabung dalam BSTF mendapatkan tukik berumur tujuh hari dari Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Dengan persetujuan pihak taman nasional, lembaga independen itu merawat tukik-tukik itu hingga berumur 92 hari. Setelah tukik itu agak besar, lembaga tersebut melepas kembali satwa dilindungi itu ke habitat asalnya. Nah, pekan depan merupakan momen penting bagi BSTF dalam membantu kelestarian satwa tersebut. Pelepasan tukik yang sudah “dibesarkan” terlebih dahulu itu merupakan kali pertama yang dilakukan lembaga independen itu. Dengan cara yang sedikit berbeda itu, diharapkan populasi penyu bisa terjaga. Langkah berbeda yang dilakukan BSTF itu memang dilandasi keprihatinan, terutama oleh rendahnya tingkat survival (bertahan hidup) tukik hingga menjadi penyu dewasa. Pihak TN Meru Betiri pernah merilis bahwa dari 1.000 hingga 2.000 ekor tukik yang dilepas ke laut, ternyata peluang bertahan hidup hingga dewasa hanya satu hingga dua ekor saja. Ada kalanya, tukik sejak kecil hingga remaja bergerak secara berkelompok. Biasanya mereka menempuh rute-rute tertentu selama beberapa tahun. Kelompok penyu muda itu biasanya bergerak dari laut selatan Jawa menuju perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah dari NTB, rombongan penyu muda itu juga bergerak ke perairan Kalimantan, dan Sulawesi. Bahkan, tidak sedikit yang terus berenang hingga Australia. Meski sudah menjelajah hingga ke perairan Australia, tapi bila sudah tiba waktunya untuk bertelur, penyu tersebut akan kembali ke Pantai Sukamade. Untuk kembali ke tempat asalnya di Pantai Sukamade, penyu tersebut membutuhkan waktu cukup lama. Maklum, penyu biasanya baru kawin saat berumur sekitar 25 tahun atau 26 tahun. Setelah itu, mereka akan kembali bertelur secara periodik selama empat tahun sekali. Melihat fakta tersebut, kita bisa menangkap bahwa BSTF menaruh harapan besar agar tidak hanya seekor penyu yang bertahan dari pelepasan seribu ekor tukik. Jika mereka dilepas dalam ukuran yang agak besar, kemungkinan survive akan lebih besar pula. Pemikiran positif dan progresif semacam ini layak menuai dukungan semua elemen publik Bumi Blambangan. Jika kita tak bisa ikut terjun langsung di dalam lembaga itu, tentu kita bisa berpartisipasi sesuai kemampuan. Tentu saja, sangat tidak fair bila pemerintah tak ikut berpartisipasi, atau setidaknya memberikan apresiasi. Harapannya, semoga anak cucu kita tetap dapat melihat penyu yang asli di masa mendatang. Sehingga, generasi penerus kita tak hanya melihat penyu dari katalog atau gambar saja. Semoga! (*)

CUACA

Puting Beliung Masih Mengintai Warga BANYUWANGI – Perkembangan cuaca di wilayah Banyuwangi masih berpeluang hujan. Hal tersebut berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi. Selain itu, pola angin barat masih cukup mempengaruhi cuaca. Angin tersebut diprediksi berhembus dengan kecepatan antara 0,6 hingga 30 km per jam. “Kecepatan angin ini masih berada di kisaran rata-rata,” sebut Anjar, prakirawan Stasiun BMKG Banyuwangi kemarin (12/3). Angin barat yang masih menyelimuti wilayah Banyuwangi, lanjut Anjar, tetap harus diwaspadai. Pasalnya, udara kering yang disebabkan angin tersebut dapat menyebabkan puting beliung. “Ancaman puting beliung tetap ada, meski lebih kecil jika dibandingkan ketika memasuki musim kemarau,” imbuhnya. Anjar menambahkan, dengan kondisi udara yang kering hujan diprediksi terjadi pada sore hingga malam hari. Namun, intensitas hujan masih dalam kategori ringan. “Tidak berdampak besar pada terjadinya cuaca ekstrem,” cetusnya. Selain itu, stasiun BMKG Banyuwangi juga memprediksi kondisi suhu di wilayah Banyuwangi. yakni berada di angka 24 hingga 30 derajat celcius. “Kondisi normal dan tidak mengarah ke cuaca ekstrem,” tandas Anjar. (gil/aif)

DITERJANG ANGIN: Baliho jumbo di Jalan Madura, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, roboh lalu menimpa rumah warga, Selasa sore kemarin.

ALI NURFATONI/RaBa

Baliho Roboh, 3 Kecamatan Padam PANJI - Angin kencang yang menerjang Situbondo Selasa petang kemarin (13/3) menelan korban. Baliho jumbo milik perusahaan rokok yang terpasang di Jalan Madura ambruk. Robohnya baliho ukuran besar itu mengakibatkan korsleting listrik. Gara-gara korsleting, jaringan listrik ke tiga kecamatan terputus. Robohnya baliho berukuran 4 X 6 meter itu terjadi Selasa malam kemarin. Dua karyawan salon di dekat baliho yang ambruk langsung tunggang-langgang keluar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam

insiden itu. Sebab, reklame itu hanya menimpa rumah Bambang, 34. ‘’Itu sudah pasti. Mereka (pihak perusahan, Red) harus bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah ini,” kata Bambang. Menurut Bambang, reklame tersebut disewakan sejak lima tahun lalu. Kala itu dirinya hanya menerima uang Rp 1 juta. Dalam MoU selama 10 tahun, dirinya akan menerima uang Rp 250 ribu per tahun. “Ya dapat segitu itu. Waktu itu yang punya baliho datang ke rumah saya bersama petugas dinas perhubungan.

Meski tidak disetujui tetap bisa dibangun karena sudah dapat izin.’’ jelas Bambang. Pantauan koran ini di lokasi kejadian menyebutkan, proses evakuasi baliho terpaksa ditunda beberapa jam karena petugas teknik perusahaan rokok pemilik baliho itu masih berada di luar kota. Proses evakuasi baru dilakukan sekitar pukul 21.00. Lantaran aliran listrik terputus, petugas PLN pun langsung turun ke lokasi kejadian. Dinas perhubungan dan polisi juga membantu memperlancar pembongkaran reklame tersebut. ‘’Memang

terlambat. Saat saya telepon, pemilik baliho masih berada di Lumajang. Jadi yang lain menunggu,’’ ujar Bambang. Selain mengakibatkan kerugian material, robohnya baliho itu juga menyebabkan jaringan listrik di tiga kecamatan (Situbondo, Panji, dan Panarukan) terputus. ”Talkandang, Jalan Sucipto, Pathek, Gelung, dan Alas Malang, padam seketika. Gardu induk di Kelurahan Ardirejo langsung meledak,’’ ungkap Yudi, salah seorang petugas PLN di lokasi kejadian. (ton/c1/aif)

Anggaran Bencana Alam Kurang Transparan DPRD Merasa Tidak Diajak Bicara SITUBONDO – DPRD Situbondo memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemarin. Dalam hearing (dengar pendapat) itu, DPRD menanyakan soal anggaran untuk bencana alam. Terkait dana bencana itu, wakil rakyat merasa tidak pernah diajak bicara. Gara-gara tidak pernah dilibatkan, komisi III DPRD menilai kinerja BPBD ada yang tidak beres. Di antaranya, badan yang baru dibentuk tahun 2011 lalu hanya bergerak sendiri dalam penentuan titik lokasi bencana tanpa pertimbangan dewan. ‘’Dalam proses perencanaan kami juga tidak pernah diajak bicara.’’ tegas Wakil Ketua Komisi III, Janur Sasra Ananda.

Dengan bergerak sendiri, kata dia, banyak lokasi yang rawan bencana tidak terkover dengan baik. Ada 20 titik bencana yang sudah di- acc dan tinggal menunggu pencairan. ‘’Padahal kalau dilihat itu hanya tertuju daerah barat saja, yang lain seperti timur dan tengah tidak tersentuh,’’ ungkap politisi dari Partai Demokrat itu. Terkait persoalan ini, DPRD menilai mekanisme perencanaan penganggaran tidak transparan. Padahal, bila dicermati banyak perencanaan yang justru tidak menyentuh rakyat. ‘’Padahal prioritas kebutuhan itu harus menyentuh rakyat,’’ tandas Janur. Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Zeiniye. Dia mengulas kembali tentang awal mula pembentukan BPBD yang disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Kala itu, eksekutif selalu mendesak untuk segera menge-

sahkan Perda. Sebab, Perda untuk BPBD ter sebut dilatarbelakangi Situbondo se ring terjadi bencana alam. ‘’Kalau tanpa BPBD dana dari pusat prak tis tidak bi sa turun,’’ ALI NURFATONI/RaBa katanya. Zainul Arifin Namun, selepas badan tersebut dibentuk, justru dalam kinerjanya BPDB seakan-akan lupa. Karena itu, ke depan, BPBD harus aktif menggandeng dewan dalam membahas segala permasalahan bencana. ‘’Ini sebagai bahan evaluasi saja agar ke

depan lebih baik, agar semua sinkron,’’ saran politisi dari PPP tersebut. Kepala BPBD Zainul Arifin mengatakan, pihaknya hanya bertugas sebagai pengatur adminitrasi saja. Meski bantuan dana pengusulan senilai Rp 42 miliar hanya turun Rp 10 milar, namun dalam pelaksanaannya nanti diberikan kepada SKPD masing-masing.’ ’Kita hanya mengatur keuangan saja, sesuai dana yang turun akan diberikan kepada PJUK masing-masing dinas,’’ jelasnya. Menurut dia, ada empat SKPD yang diusulkan menerima bantuan tersebut. Di antaranya, Dinas Binamarga dan Pengairan, Dinas Perikanan dan Kelautan, dan Dinas Cipta Karya serta Dinas Pendidikan. Tetapi, Dinas Pendidikan harus ngaplo karena usulannya ditolak. ‘’Cuma dinas pendidikan saja yang tidak disetujui,‘’ kata Zainul. (ton/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 15 Maret 2012

Gerebek Rumah, Ciduk Lima Pejudi ROGOJAMPI - Polisi menggerebek lima orang yang sedang bermain judi kartu ceki di Dusun Krajan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, siang kemarin (14/3). Kelima warga yang sudah mendekam di Mapolsek Rogojampi itu adalah Sukamat, 51, Agus Hariyanto, 38, Wijiyanto, 38, AQ. Baitol, dan Sahrul Gunawan, 30. Selain menjebloskan lima tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Wijiyanto. Barang bukti tersebut adalah sebuah sarung yang digunakan sebagai alas bermain judi, satu set kartu ceki, dan uang Rp 340 ribu. Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio SP, melalui Kanitreskrim Aiptu Winardi mengatakan, kasus perjudian tersebut terungkap setelah ada laporan warga sekitar lokasi. Warga tersebut merasa jengkel karena lingkungannya sering dijadikan arena perjudian. Siang itu sekitar pukul 12.00, warga melaporkan ada lima orang yang tengah asyik bermain judi. Menerima laporan tersebut, Kanitreskrim

ABDUL AZIZ/RaBa

BUKTI: Sarung, uang, dan kartu ceki, diamankan petugas kemarin.

Aiptu Winardi bersama beberapa anggotanya langsung mendatangi lokasi sesuai laporan. Begitu sampai tempat kejadian, Winardi langsung menyebar anggota untuk mengepung rumah Wijiyanto. Setelah rumah dikepung, ada anggota yang masuk untuk membubarkan kegiatan itu. “Sebagian pelaku ada yang mencoba lari lewat pintu belakang, tapi akhirnya berhasil kita tangkap. Jadi, semua pelaku berhasil kita tangkap,” tandasnya. (azi/c1/bay)

DPO Judi Biliar Keok SIGIT HARIYADI/RaBa

TARUHAN NYAWA: Beberapa siswa berseragam SMP menumpang bak belakang truk yang sarat muatan di Jalan Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Selasa siang kemarin (13/3).

Pulang Sekolah Nggandol Truk PURWOHARJO – Entah apa yang ada di dalam benak belasan siswa SMP ini. Harapan cepat sampai di rumah berusaha mereka wujudkan dengan cara yang sangat membahayakan keselamatan. Setelah lelah menimba ilmu di sekolah, mereka mencegat truk yang melintas di jalan raya Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, sekitar pukul 12.10 Selasa lalu (13/3). Tentu saja hal itu sangat berbahaya. Apalagi,

muatan truk itu tampak penuh sesak oleh karung-karung berisi hasil pertanian. Tak ayal, para siswa itu pun harus duduk di atas karung tersebut. Jika kendaraan bak terbuka, itu mengerem mendadak, bisa-bisa bocahbocah yang masih mengenakan seragam putih-biru tersebut terpelanting atau bahkan jatuh ke aspal jalan. Namun, mereka punya alasan kuat mengapa menempuh langkah yang sangat

berbahaya tersebut. Bisa karena uang saku mereka tidak cukup untuk ongkos pergi-pulang (PP) ke sekolah naik angkutan umum. Bisa juga karena kurangnya perhatian, sehingga siswa yang sekadar ingin gagah-gagahan. Apalagi, sopir kendaraan bak terbuka terlalu memberi toleransi pada mereka. Selain itu, jalur di pedesaan jarang terjangkau pantauan polisi lalu lintas. Bagaimana ini? (sgt/bay)

SRONO – Seorang tersangka judi biliar yang sempat kabur dari sergapan petugas pertengahan Februari 2012 lalu, akhirnya berhasil diciduk aparat Polsek Srono Selasa lalu (13/3). Kini, pria bernama Sumadi, 46, asal Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, itu harus meringkuk di dalam jeruji besi. Sumadi ditangkap di rumahnya di Desa Kebaman sekitar pukul 09.00. Dia langsung digelandang ke Mapolsek Srono untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tersangka kami amankan untuk menjalani proses penyidikan intensif. Dia dijerat Pasal 303 ayat (1) ke 2e,” ujar Kapolsek Srono AKP Jodana melalui Kasi Humas Bripka Sigit Suhartadi kemarin (14/3). Saat dikonfirmasi usai menjalani penyidikan, Sumadi mengaku hanya bersembunyi

di rumah sejak dua rekannya tertangkap. Lantaran tidak kuasa menahan gunjingan tetangga, dia sempat berniat menyerahkan diri kepada polisi. “Namun karena suatu hal, niat itu saya urungkan,” ujarnya. Seperti pernah diberitakan, ajang judi biliar di Dusun Srono, Desa Kebaman diobrak polisi Sabtu tengah malam itu (18/2). Dua pejudi yakni Masrianto, 45, dan Satuki, 42, warga setempat berhasil diringkus. Sedangkan seorang tersangka lain lolos dari sergapan petugas. Petugas menyita barang bukti (BB) berupa satu unit meja biliar, empat stik biliar, satu set bola biliar, satu unit papan skor, serta uang tunai sebesar Rp 50 ribu dari tangan kedua tersangka. “Para tersangka menyalahgunakan olah raga bola biliar. Mereka beradu ketangkasan dengan taruhan uang,” ungkap Sigit. (sgt/bay)

ADVERTORIAL PERPAJAKAN

Tingkat Kepatuhan WP Capai 58 Persen Kejar Setoran, Kantor Pajak Banyuwangi Incar WP Baru BANYUWANGI – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama menggelar Pekan panutan SPT Tahunan PPh 2011 dan Pelunasan SPPT PBB 2012 di kantor KPP Pratama Banyuwangi. Acara ini diikuti oleh para pejabat Pemkab Banyuwangi di antaranya Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Ir. H. Suhartoyo yang mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas. Hadir pula para pimpinan parpol, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para kepala instansi vertikal, para camat, beberapa kepala desa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi KH Dailami Ahmad, Kepala Paroki Maria Ratu Damai (Katolik), Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Gede Jono. Hadir pula para ketua asosiasi profesi, para pimpinan bank persepsi serta para wajib pajak (WP) perseorangan maupun WP badan usaha. Kepala KPP Pratama Banyuwangi, Dadang Suwangsa, SH, MSi mengatakan, tujuan Pekan panutan SPT Tahunan PPh 2011 dan Pelunasan SPPT PBB 2012 ini diharapkan dapat sebagai upaya untuk memberikan contoh dan teladan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi. Diharapkan WP orang pribadi maupun Badan Usaha dapat sadar dan lebih taat dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Mereka diharapkan segera melaporkan SPT tahunan PPh 2011 dan melunasi pembayaran PBB tahun 2012 tanpa harus menunggu batas waktu terakhir. Dadang menjelaskan, saat ini jumlah WP yang terdaftar di KPP Pratama Banyuwangi sebanyak 75.819. Namun untuk SPT Tahunan PPh 2010 tahun lalu, jumlah WP yang menyampaikan SPT tahunan hanya sebanyak 44.089. Sehingga total persentase tingkat kepatuhan WP sebesar 58,15 persen saja. Dengan berlangsungnya

VANDEL: Suhartoyo mendapat penghargaan dari KPP Pratama Banyuwangi atas pelaporan SPT-nya.

FOTO-FOTO: SIDROTUL MUNTAHA/RaBa

acara ini diharapkan, tingkat kepatuhannya akan semakin meningkat bahkan melebihi rata-rata kepatuhan nasional yang telah ditetapkan Direktur Jenderal Pajak sekitar 68 persen hingga 70 persen. Menurut pria asal Sunda itu, ada beberapa cara yang akan ditempuh KPP Pratama Banyuwangi dalam menyosialisasikan pajak. Di antaranya dengan menawarkan melalui surat kepada instansi-instansi maupun kepada perusahaan-perusahaan, bahwa kantor pajak selalu siap menyediakan staf untuk melakukan asistensi dalam setiap masalah yang dihadapi wajib pajak. Misalnya seperti melakukan pengisian SPT Tahunan secara bersama-sama langsung di tempat WP atau datang secara pribadi juga berkelompok ke kantor pajak . Dadang menjelaskan, bahwa KPP Pratama Banyuwangi dalam tahun 2012 ini ditargetkan untuk menghimpun dana pajak sebesar Rp 330.598.290.878,-. Sementara untuk bulan Januari, Februari tahun ini baru mencapai Rp 32,2 miliar. “Ini berarti

T E L A DA N : D a d a n g S u w a n g s a ( t e n g a h ) didampingi Asisten Administrasi Pembangunan Ir Suhartoyo dan Wakil Ketua DPRD, H. Adil Achmadiyono saat penyampaian SPT kemarin.

untuk Maret hingga akhir Desember 2012 rata-rata penerimaan pajak yang harus masuk sebesar Rp 29,8 miliar per bulan,” kata pria yang pernah sebelumnya bertugas di KPP Pratama Kelapa Gading Jakarta itu. Sementara, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Pemkab, Ir. H. Suhartoyo menjelaskan, penerimaan pajak merupakan salah satu peran penting dan strategis dalam pembangunan bangsa dan negara kita, karena kurang lebih 80 persen dari penerimaan Negara dalam APBN adalah bersumber dari pajak. Sebagaimana pula dana pembangunan di wilayah Banyuwangi ini adalah bersumber dari APBN dan sebagian kecilnya lagi dari APBD sekaligus mengingatkan kepada masyarakat yang sudah menerima SPPT PBB tahun 2012 ini agar segera melunasinya. Pemkab Banyuwangi, kata Suhartoyo, sangat mendukung upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh KPP Pratama Banyuwangi dalam usaha untuk menggali potensi pajak di wilayah ini. Karena

itu diharapkan, masyarakat Banyuwangi bisa lebih disiplin dan lebih taat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya baik dalam membayar maupun melaporkannya ke kantor pajak. “Diharapkan pula masyarakat semakin peduli dan memahami peran penting bahwa pajak adalah sumber pembiayaan untuk gaji para pejabat Negara, PNS, TNI dan Polri, sarana dan prasarana penyelenggara Negara, membiayai pembangunan fisik maupun nonfisik, membayar berbagai subsidi untuk rakyat seperti subsidi BBM dll juga untuk membayar utang negara,” jelas Suhartoyo. Sehingga, imbuh dia, bisa dipahami bahwa pajak yang dibayar tersebut akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pelayanan publik maupun prasarana umum lainnya. “Bupati Abdullah Azwar Anas juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja keras menuntaskan tugas mulia ini sehingga pembangunan di segala bidang di negara kita khususnya di Kabupaten Banyuwangi ini dapat berjalan lancar tanpa adanya suatu hambatan,” pungkas Suhartoyo. (ikl)

UNDANGAN: Pekan panutan penyampaian SPT tahunan 2011 PENGHARGAAN: Pimpinan Bank Ja tim dan pelunasan PBB tahun 2012 diikuti berbagai kalangan. Banyuwangi, Malakin mendapat penghargaan dari Kantor Pajak Banyuwangi.

TELADAN: Kajari Banyuwangi turut menyampaikan SPT tahunan.

KOMPAK: Penyampaian SPT tahunan dilakukan oleh beberapa pejabat Muspida, camat, kades, ulama, dan beberapa pengusaha kemarin.

SELAMAT: Kades yang aktif membayar PBB lebih awal juga mendapat penghargaan.


KOMUNIKASI BISNIS

28

Kamis 15 Maret 2012

35 Tagana Dilatih Deteksi Dini Bencana

IWAN SETIONO/RaBa

PRAKTEK: Peserta TAGANA berlatih penanganan bencana di jembatan Tambong, Kabat, kemarin.

KABAT - Untuk meningkatkan profesionalisme dalam penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi mengadakan Pemantapan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang didanai APBD 2012. Tempat pelatihan dipusatkan di Lapangan Desa Tambong, Kecamatan Kabat, selama tiga hari mulai 13-15 Maret 2012. ”Peserta berjumlah 35 orang. Pelatihan ini dibuka oleh Kadinsosnakertrans Iskandar Azis, SH, MM,’’ kata Joko Supeno, panitia pelatihan. Menurut Kepala Dinsosnakertrans Banyuwangi, Iskandar Azis, tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan anggota Taruna Siaga Bencana dalam melaksanakan

tugas pada setiap fase bencana dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola manajemen kebencanaan sesuai standar. Mulai dari pendataan sampai mengevakuasi korban bencana. ”Diharapkan, para peserta pelatihan mampu melaksanakan tugas di lapangan

sebagai anggota Tagana apabila terjadi bencana,’’ kata Iskandar. Kasi Kepahlawanan dan PSKS Dinsosnakertrans, Joko Supeno, menambahkan dalam kegiatan tersebut, pemateri pelatihan berasal dari BMKG Banyuwangi, RAPI Banyuwangi, Basarnas, Forum PSM,

Unsur Tagana dan Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi. ”Peserta mendapatkan materi tentang deteksi dini bencana, pengetahuan caraka, pengaturan dasar navigasi, dinamika kelompok, serta materi yang lainnya,’’ pungkas Joko. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Smatag Tambah Jam Bahasa Inggris BANYUWANGI – Salah satu alat untuk berkomunikasi adalah bahasa. Sedangkan bahasa Internasional yang digunakan untuk komunikasi antar bangsa adalah bahasa Inggris. Mengingat pentingnya berbahasa Inggris, Sekolah Menengah Atas (SMA) 17 Agustus 1945 (Smatag) Banyuwangi memberikan porsi lebih untuk bekal siswanya. Sejak kelas X, siswa telah dibekali bahasa Inggris hingga 8 jam pelajaran selama sepekan. Bahkan, di lingkungan sekolah merah-putih ini, setiap Selasa, mulai siswa, staf, dan guru diwajibkan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Tujuannya untuk lebih membiasakan diri dan tidak canggung dalam berbicara bahasa Inggris.

Namun, menurut kepala Smatag, Drs. H. Anton Sunartono bukan berarti karena Bahasa Inggris mempunyai peran penting, kemudian meninggalkan bahasa ibu, yaitu Bahasa Indonesia. “Dengan berbahasa Inggris, siswa di sekolah ini agar memiliki nilai

lebih saat lulus nanti. Yakni menguasai Bahasa Inggris dengan sempurna,” jelas Anton, bersemangat. Untuk itu, mulai kemarin (14/3) di sekolah yang berlokasi di jalan Adi Sucipto 26 Banyuwangi itu diselenggarakan uji kompetensi bagi siswa

kelas XII. Mereka wajib mengikuti uji kompetensi Bahasa Inggris ini melalui kegiatan News Reading yang berpusat di halaman Smatag. Selain dinilai oleh guru yang profesional dari Smatag sendiri, siswa yang lain menyaksikan temannya yang sedang membaca berita dalam bahasa Inggris. Hal ini untuk mengasah skill berbahasa sekaligus menambah kepercayaan diri siswa itu sendiri. Sebanyak 91 siswa mengikuti uji kompetensi bahasa Inggris. Nita, 16, salah satu siswa Smatag, saat membacakan berita awalnya sedikit grogi. Tapi rasa itu hilang dengan sendirinya. Dan, dia juga menyatakan bangga sekolah di Smatag ini. Meski sekolah swasta, namun kemampuan akademik dan non akademik siswanya bisa disejajarkan dengan siswa sekolah negeri bahkan sekolah favorit sekalipun. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Siswa Wajib Ikuti Ujian Kompetisi Bahasa Inggris

G SUKARNO P/RaBa

PRAKTEK LANGSUNG: Siswa SMA 17 Agustus 1945 membaca berita dalam bahasa Inggris yang disaksikan teman-temannya.

• Rumah T 50 •

• Kos Putri •

• Peluang Usaha •

• Baju Anak “Bebe” •

• Kijang G 94k •

• Jagal Truk •

• Baleno Next G ‘05 •

Dijual Rmh T50, s pkai, t 80m2. mbl msk + 100m dr Jl Basuki Rahmat, 165 jt. Hub: CIA Property 081346293265, 087755991595

Terima kos putri, pegawai & mahasiswa lok Jl. Simpang Gajah Mada No. 1A Bwi. Fas: KM dlm, dipan, almari, meja, tv, dapur, parker, air melimpah. HARGA PROMO. Hub: 08123451223

Peluang Usaha memiliki lembaga pendidikan tgkt nas,mdl kecil,untung tak trbts, sbg pembimbing/mitra krj,pengelola. Hub. DE,Jl Jagung Suprapto 39B-7 Bwi 0333424476,085258036777

Grosir/eceran baju anak “Bebe” Soft opn disc 10/% (bw ikln ini) outlt: Indmrt Bnterang.brt PLN Bwi, 087755714067

DjlKijangG94Pjkbaru,ACdingin,birumet,mulus, kondbgsbanbaru,65jt.082142377117Suprijanto

Ahli Jagal Truk / Motor / Elktrnk Karnia Dtr Steel, Jl.Yos Sudarso 211 085258550833

Djl Baleno Next-G Facelift th 2005 merah KM 79.000, istimewa, Hub. 081234590052

• Perum GGM • Dijual rumah Ls 98m2, lokasi Perum GGM, 2 KT, PLN, PDAM, Tlp, carport. Hub lngsung tnpa perantara 085859687870

ARIA Music menerima murid baru utk: **Les Piano Pop/Klasik ujian Royal, **Les Keyboard, ** Les Drum. Hubungi: 03338933045 / 082141057540

• Rumah Kos Putri • Terima Kos khusus putri, Perum Citra Pesona (dekatIKIP),Hub:081358211899/08123457167

BANYUWANGI • STNK • BANYUWANGI

BANYUWANGI

Hlg STNK Nopol P 506 VL, an. Abu Bakar Garnuk, al: Bangka no 49 RT04/01 Lateng Hlg STNK Nopol P 4731 YA, an. Rimawan, al: Daringan RT03/01 Tegalarum, Sempu

• Jl. Argopuro & Ketapang •

• Disewakan •

Djl tnh Jl. Argopuro, 5.760m2, SHM, lok strtegis, cck utk usha, ada rmah, 200m brat lampu merah. & Tnh di Ketapang, 10.665m2, SHM, lok strtgs, cck utk usha, brt jln, dkt rum mkan Watudodol. H: 08885513688, 0816593668

Disewakan murah , Tanah luas 1000 M2, lok. pinggir Jln. perumahan Puri Gading Mas Permai, Dadapan, cck utk usaha rongsokan, materialan, bengkel mbl, dll Hub. 08179622454

• Tanah Rogojampi •

• Kebun Kelapa •

Djl tanah 23.655m2, SHM, cck utk prum/ kavling, lok stratgs. & tnh 9.460m2, SHM, lok strtgs, cck utk usha, 50m brt lmpu merah Rgjampi. & tnh 2.400m2, SHM, cck utk perum/usha. H: 08885513688, 0816593668

Dijual murah: Kebun Kelapa luas 18.000m2. Ada tanaman Sengon 1500 btg usia 1,5 thn. Lokasi Ds Kelir, Kalipuro, mobil bisa masuk ke lok. Hub: 08179622454

• Tanah di IKIP •

• Tanah Kapling Murah •

Djl Sawah Lt 7890 m2 SHM Lok Tmr Lap IKIP Bwi Hrg Nego Hub 085233921396

Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

• Tanah 1350m2 • Jual tnh 1350m2, lok: Ketapang blkg Pelni, 350juta, SHM, Hub: Rini, 08121755753

• Les Musik •

• Suzuki Titan ‘10 • Djl Suzuki Titan Hitam '10. Mulus spt baru. STNK Des '12. Murah 7,6jt. H: 08123573571

• Kijang LGX 03 •

• Kijang ‘94 •

Dijual Mobil Kijang LGX 03 bln 12, Diesel, TV, CD Aiwa, merah metalik, P Bwi. 081235717658

Dijual Kijang '94. Biru Bulu Kera (P). Istimewa. Hrg 70 Juta Nego. Hub: 085745270031.

• Toyota Avanza ‘07 •

• Honda Jazz ‘07 •

• Daihatsu Xenia ‘08 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60 IRM th 2007 biru metalik, harga 126,7 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GD3 IDSI MT th 2007 hitam metalik, harga 145juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV-GMD FJJ th 2008 merah metalik, harga 107,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Isuzu Panther ‘98 •

• Suzuki ST100 PU ‘96 •

• Toyota Kijang LGX ‘01 •

Dijual Isuzu panther TBR PRLC STD th 1998 abu-abu metalik, harga 80juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki ST100 SP (pick-up) th 1996 biru, harga 35 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX2001 Solar/Disel, plat Banyuwangi, pajak panjang, harga 117,5 juta nego, alamat Jl. Udang Windu 92/002 HP. 081235130710

Hlg STNK Nopol P 9948 V, an. Kantor Ds Ketapang, Kalipuro, al: Jl. Gatot Subroto 88

• Sertifikat Hak Milik • Hlg Sertifikat Hak Milik (SHM) asli no.366 an:Yulia Puji Astuti, al: Pisangcandi Malang. Sertifikat HGB no. 214 an: Supranoto, al: Waru Sidoarjo. IMB no. 474 & no. 154 an:Yulia Puji Astutik, al: Jl. Sulawesino.88Bwi.Mnmuknhub085231476217.

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 4041 GB, an. Martha Yuliana Susanti, al: Jl. Diponegoro, Dawuhan Hlg STNK Nopol P 4996 GA, an. Setia Darma, al: Jl. Diponegoro, Dawuhan

• Tanah 2600m2 •

Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

• Truk Mitsubishi 82, 81 • Dijual Truk Mitsubishi 82, 81 siap pakai, Hub: 08123480235, 081934755887

• Percetakan • Cetak mug, pulpen, kaos, pin, gant kunci, jam, asbak utk promo toko, ktr, souv ultah&nikah. Hrg murah partai/eceran. Ruko Karibia B-3 Jl. Jagung Suprapto (blk bakso P. Agus) 0333417992, 081913906633

Dijual Tanah strtgis, cck utk usaha apa saja, 2600m2, dlm kota, SHM. Hub: CIA Property 081346293265, 087755991595

• Tanah SHM 4400M2 •

• Prima Mobil • Used Car Stream07, Inova05G, Livina08, Kuda02, Avanza07, LGX03, Krista03, Eskudo98, Splash11, APVGX09, PU Grand Max10, L30010, PUFutura09, PUSS07'10, Espass04'07. Hub 0811301676, 411655

BANYUWANGI • Toyota Kijang LGX 98 •

• Ruko Agus Salim • Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Dijual Kijang LGX’98 bensin, biru, plat DK pajak panjang, siap pakai. Harga Rp 95 juta (nego). Hubungi: 8123353502.


BALJEBOL

Kamis 15 Maret 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

KRIMINALITAS

Pejambret Dimassa Lalu Ditembak JEMBER – Ahmad Suyudi, 32, warga Jogotrunan, Lumajang akhirnya menjadi sasaran amuk massa warga. Ini setelah Ahmad nekat merampas tas milik Mutmainah, 40, warga Nglengkong, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Untungnya, aksinya ini ketahuan. Tak pelak, Ahmad menjadi sasaran kemarahan warga hingga dihajar babak belur. Lantaran berusaha melarikan diri, pelaku juga sempat dihadiahi pelor panas oleh aparat kepolisian. Peristiwa perampasan tas milik korban ini terjadi kemarin di Jalan Panjaitan, Kecamatan Sumbersari, Jember. Saat itu, korban melintas di jalan dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol P 4115 QV. Tas milik korban diletakkan di bagian depan sepeda motor. Nah saat itulah, pelaku memacu sepeda motor Yamaha Jupiter MX Nopol DA 3423 PF dari arah belakang. Pelaku selanjutnya memepet korban lalu menarik tas milik korban. ‘’Tiba-tiba tas saya ditarik. Saya kaget dan jatuh,’’ katanya. Korban langsung terjungkal, sementara pelaku kabur dengan membawa tas hasil jambretan. ‘’Saya teriak minta tolong,’’ kata korban. Mendengar teriakan tersebut, warga berusaha memburu pelaku. Beberapa warga juga melaporkan aksi penjambretan tersebut ke polisi. Akhirnya didapat kabar jika pelaku kelihatan kabur ke arah barat. Pengejaran warga sampailah di daerah Jubung, Kecamatan Sukorambi. Di Sinilah pelaku berhasil ditangkap. Tanpa banyak cakap, warga langsung menghajar pelaku hingga babak belur. Nah, saat polisi datang hendak mengamankan pelaku, ternyata pelaku berontak dan berusaha melarikan diri. Tak mau pelaku meloloskan diri, tembakan peringatan dilakukan polisi. Lantaran tetap berusaha kabur, polisi terpaksa menembak pelaku. Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. (rid/wnp/jpnn)

LAKA LANTAS

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

KENCANG: Aktivitas Gunung Semeru yang tertutup mendung kemarin pagi. Saat malam hari, lava yang turun mencapai 4 kilometer

Gunung Semeru Bergemuruh Lidah Lava Mencapai 4 Km

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

NAHAS: Mobil Daihatsu Zebra milik Kuncoro masuk jurang sedalam 25 meter di jalur Gumitir – Silo.

Rem Blong, Mobil Masuk Jurang JEMBER - Kecelakaan kembali terjadi di wilayah gunung Gumitir, Kecamatan Silo, Jember. Kali ini, Daihatsu Zebra DK 1418 BO berpenumpang empat orang yang dikemudikan Kuncoro Andy P, 35, warga Desa Andongrejo, Kecamatan Wuluhan masuk jurang berkedalaman 25 meter di sisi timur pemancar TVRI. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 01.39, tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Baik sopir maupun empat penumpang selamat dalam kecelakaan tersebut. Empat penumpang yang selamat tersebut masing-masing Tuban, 60; Ponirin, 25; Ali, 23; dan Ayu 20; keeempatnya warga Bali. Menurut Kuncoro Andy, sopir, sebelum mobil masuk jurang, rem mendadak blong. “Sebelum jalan menikung dan turun, rem tidak berfungsi,” katanya. Saat itulah, dia memilih mematikan mesin dan hanya mengandalkan gigi persneleng untuk memperlambat laju kendaraan. Nahas, sesampainya di jalan menikung dan turun, mobilnya langsung nyelonong dan menabrak pembatas jalan dari besi hingga jebol. Selanjutnya mobil meluncur masuk jurang sedalam 25 meter. Saat mobil masuk jurang, Kuncoro terlempar dari tempat duduknya, termasuk dua penumpang yang duduk di kursi tengah. Setelah menabrak pagar pembatas jalan, mobil warna biru tua tersebut sempat menabrak dua pohon ukuran besar di pinggir jalan raya. Sementara, dua penumpang yang duduk di kursi belakang, masing-masing Ali dan Ayu, terperangkap di dalam mobil hingga masuk dalam dasar jurang bersama mobil. (jum/ram/wnp/jpnn)

LUMAJANG – Gemuruh Gunung Semeru Malam kemarin terdengar hingga Dusun kamar A desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo. Hal ini menjadi pertanda aktifitas Semeru masih belum menurun. Apalagi Lidah lava semeru dipastikan telah mencapai jarak 4 km dari puncak. Beberapa warga supit urang memang sudah terbiasa dengan gemuruh gunung tersebut. Namun pada pukul 21.00 kemarin gemuruh terdengar cukup kencang dan berbeda dengan biasanya. “Suaranya agak keras tidak seperti

biasanya. Kemarin sangat didengar,” ujar Matasan salah satu warga Supit Urang. Gemuruh yang tidak berlangsung lama itu tidak membuat warga resah. Karena selain sudah terbiasa dengan suara gemuruh, peringatan dari tim penanggulangan bencana dan gejala alam yang masih seperti biasa membuat warga terlihat tenang. Setelah gemuruh berlalu beberapa saat, dikabarkan jika kubah lava yang dimuntahkan relatif bertambah. Hal itu seiring dengan munculnya gempa tremor sebanyak 9 kali setelah sehari

sebelumnya tidak ada gempa tremor. Pantauan koran ini di sekitar kaki gunung semeru guguran material vulkanik dan lava pijar banyak dimuntahkan dari puncak semeru. Komandan SAR Lumajang Pelda Sugiono yang juga turut ke lokasi pemantauan gunung semeru terdekat melakukan penghitungan jarak luncur lava pijar. Menurutnya hingga kemarin, jarak lava pijar sudah sampai pada angka 4 kilometer. “Saat ini lidah lava Semeru mencapai jarak 4 kilometer,” ujar Sugiono. (fid/wah/jpnn)

Beli Premium Dilarang Pakai Jeriken Pedagang Eceran Wajib Bawa Surat Keterangan Desa JEMBER – Para pengelola SPBU di Jember mulai besikap ketat terhadap pembeli yang menggunakan jeriken. Hampir semua SPBU kini menerapkan syarat harus ada surat keterangan dari desa bagi pembeli berjeriken. Akibatnya, banyak pembeli yang membawa jeriken kecele karena tidak dilayani oleh petugas SPBU. Misalnya, seperti yang tampak di SPBU Balung kemarin (14/3). “Saya datang sejak pagi, tapi karena tidak membawa surat desa, maka tidak dilayani,” ujar salah seorang pembeli berjeriken yang tidak bersedia disebutkan namanya. Dia mengaku baru mendapatkan informasi bahwa SPBU tidak melayani pembeli berjeriken yang tidak mendapatkan surat rekomendasi dari desa maupun kecamatan. Selain itu, ada peringatan yang tertempel di SPBU tersebut tentang bahaya menimbun BBM. Peringatan itu bertuliskan bahwa menimbun BBM adalah berbahaya dan melanggar hukum. “Katanya untuk mengurangi permintaan pembeli yang datang dengan jeriken,” sambungnya. Karena itu, tidak sedikit para pembeli berjeriken yang harus pulang dengan tangan hampa. Tidak sedikit diantara para pembeli itu berasal dari jauh.

RADAR JEMBER/JPNN

ANTRE: Jelang kenaikan harga BBM per April mendatang, beberapa SPBU di Jember mulai kehabisan stok premium.

Seperti Sulaiman, misalnya, warga Desa Karangduren, Balung. “Tidak ada sosialisasi sebelumnya, jadi tidak membawa surat keterangan,” katanya. Dia berusaha meminta kelonggaran dari petugas untuk melayaninya hari itu saja. Namun, petugas SPBU bergeming dan tetap tidak melayaninya. Sulaiman pun harus pulang dan mengurus surat keterangan ke desa. Kebijakan serupa juga diberlakukan di SPBU di kawasan Ambulu. Para pembeli dengan jeriken harus membawa surat keterangan dari desa dan kecamatan. Para pengecer bensin datang ke SPBU sudah dengan membawa surat keterangan dari desa. Namun, pihak SPBU tetap mengutamakan pengendara sepeda motor dan mobil.

Kapolsek Ambulu AKP Sutarjo Kapolsek Ambulu mengatakan, di wilayahnya tidak terdapat banyak antrian di SPBU. Kalaupun ada yang datang dari luar Ambulu, biasanya berasal dari Kraton dan Wonoasri, Tempurejo. “Sebab, untuk membeli ke SPBU Tempurejo terlalu jauh, sehingga membeli ke SPBU Ambulu,” katanya. Petugas SPBU di Ambulu, kata dia, sudah bisa melakukan antisipasi adanya penimbun BBM. Sebab, mereka hafal dengan para pengecer bensin yang biasa kulakan di SPBU. “Sehingga, kalau ada penjual eceran yang tiba-tiba membeli dengan jumlah besar, maka pihak SPBU tidak akan melayani,” tandasnya. Sementara itu, di SPBU Jombang

masih terlihat adanya antrian pembeli. Di kawasan Jember barat bagian selatan masih beredar isu pengurangan stok BBM. Apalagi, menjelang siang hari SPBU Kencong sudah tutup karena kehabisan stok. “Katanya di Kencong kosong, saya langsung lari ke sini,” ujar Hadi, salah seorang penbeli bensin asal Desa Cakru, Kencong, yang dating ke SPBU Jombang. Banyaknya antrian di SPBU membuat masyarakat sekitar benar-benar menganggap bahwa ada pengurangan stok BBM. Mereka ikut-ikutan antri di SPBU. Namun, petugas SPBU tetap membatasi masyarakat yang beli dengan jeriken. Petugas SPBU mendahulukan masyarakat yang membawa sepeda motor dan mobil. (ram/jum/har/jpnn)

MA Ma’arif Ambulu Rancang Sepeda Tanpa BBM

Gunakan Elpiji 3 Kg Bisa Tempuh Jarak 150 Km Para murid MA Ma’arif berhasil menciptakan sepeda motor modifikasi berbahan bakar elpiji. Sebuah jawaban atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). RANGGA-JUMAI, Jember SEKILAS tidak ada yang aneh saat melihat sepeda motor Suzuki Famili 2 tak tahun pembuatan 1986 yang terparkir di halaman MA Maarif Ambulu di Langon, Ambulu. Bahkan, saat dikendarai, sepeda tersebut dapat berjalan layaknya sepeda motor umumnya. Hanya ada beberapa bagian sepeda yang terlihat aneh. Banyak selang yang tertempel di bagian bodi sepeda motor. Yang unik, saat melihat bagian belakang sepeda motor, ada

elpiji 3 kg yang terpasang di bangku belakang. Sekilas terlihat seperti orang yang baru membeli elpiji di toko atau pasar. Sebenarnya, sepeda motor tersebut adalah hasil karya modifikasi para murid MA Maarif Ambulu. Yakni merancang sepeda motor yang tidak menggunakan BBM, melainkan bahan bakar gas yakni elpiji 3 kg. Kemarin (14/3) merupakan masa uji coba terhadap karya yang cukup inovatif tersebut. Hasilnya, cukup memuaskan. Sebab, sepeda motor yang dimodifikasi itu dapat melaju dengan baik. Bahkan, saat melaju sama sekali tidak terasa berbeda dengan sepeda motor berbahan bakar premium. “Jika dipacu, bisa sampai kecepatan 70 km/jam,” kata M. Hamid Wijaya, pembina kegiatan ekstrakurikuler otomotif di MA Maarif. Tentu, keberhasilan tersebut disambut gembira dan bangga oleh seluruh penghuni sekolah tersebut.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

HEMAT BBM: Sepeda motor berbahan abakar elpiji kemarin diujicobakan.

Bahkan, Hamid berani mengklaim bahwa penggunaan elpiji tersebut jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan menggunakan bensin. Untuk elpiji 3 kg dapat mencapai

jarak hingga 150 km. Padahal, jika menggunakan premium bisa menghabiskan hingga tujuh liter untuk sepeda motor dua tak. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya

akan melakukan uji coba kembali terhadap sepeda motor itu agar ke depan lebih sempurna. “Ini masih bentuk kasarnya,” imbuhnya. Jika diterapkan pada sepeda motor baru empat tak, Jamid memprediksi akan lebih hemat lagi. “Bisa-bisa sampai 300 km,” ujarnya, sambil tertawa. Namun, pihaknya belum berani memastikan hal tersebut karena memang belum pernah diuji coba. Sebab, fasilitas praktikum yang dimiliki sekolah tersebut hanya sepeda motor tua tersebut. Karya tersebut juga masih perlu banyak pembenahan di beberapa bagian motor yang dimodifikasi tersebut. Seperti, kabel-kabel yang belum ditata baik dan masih terlihat semrawut. Sebab, Hamid mengatakan, target awalnya adalah yang penting sepeda motor tersebut bisa berjalan dengan bahan bakar elpiji. Setalah itu, baru dilakukan penyempurnaan. Hebatnya lagi, karya para murid itu rata-

rata tidak menggunakan bahanbahan baru, melainkan dengan bahan daur ulang. “Mungkin hanya selang saja yang baru,” ungkapnya. Karya modifikasi ini diakui Hamid memang berawal dari keresahan para murid dengan rencana kenaikan BBM bersubsidi. Karena mulai ramai, pihaknya mencoba untuk melakukan eksperimen. Asumsi awalnya, jika kompor saja bisa diganti dengan elpiji, mestinya BBM sepeda motor bisa pula diganti dengan elpiji. Hamid menjelaskan, modifikasi pada sepeda motor itu dilakukan pada sistem pembakaran. Yakni, dengan mengalirkan gas dari tabung ke kran, yang diteruskan ke membran yang diberi katup. Katup itulah yang mengarahkan elpiji ke membran menuju karburator sebagai ruang bakar. Untuk meningkatkan keamanan, pihaknya menerapkan tiga lapis katup. “Untuk menghindari arus balik,” latanya. (*/har/jpnn)


34

Kamis 15 Maret 2012

AIL Futsal Championship Challenge 2012 AIL, 12 MARET 2012 - 19 MARET 2012

Hasil Kemarin

Laga Hari Ini

SMA Smanta A v SMAN 1 Rogojampi MAN Banyuwangi v Smanta B GAMA v SMA Miftahul Ulum SMA Junior Rog. v Grisa Bwi

UMUM (13/3) 5-6 6-4 3-0 5-3

SMP SMP Cluring A v SMP 1 Bwi B SMP Glagah B v SMP Glenmore SMP Jajag v SMP 5 Bwi A

3-0 2-1 6-5

Bintang Mas v Camera PKS v Masda (Rogojampi United) Banjarsari v Magistra Bobby S-A v Langger Agung Gladiator v Dispora B Dispora A v PDAM A Batara FC v Pegadaian Andika B v RSAH

6-4 1-3 3-0 9-1 3-0 1-7 5-3 8-1

Jam Jam Jam Jam

I II III IV

SD (SEMIFINAL &FINAL) SDN Kepatihan A v Al Irsyad SDN Kepatihan D v SDN Penganjuran I Kalah v Kalah Pemenang v Pemenang SMP

Jam IV SMP Glagah B v SMP Al Irsyad SMA Jam I Gama vs MAN / Smanta B Jam II SMAN 1 Rogojampi vs SMAN Junior UMUM (16/3)

Jam I SMP I Giri v SMPK Jajag Jam II SMP 5 Bwi E v SMP Cluring Jam III SMP Genteng v SMP PGRI B

Jam I Perkasa Muda v Bwi Motor/Ze Organik Jam II Lare Banjarsari v Golden B Jam III Andika A v Batara FC

Jam Jam Jam Jam Jam

IV Porrno CV Bintang v Woofer V Untung Elektronik/Flamboyan vs AZ FC VI PDAM A v Perhutani VII Rogojampi United v Pesta Muda VIII RV ACC v Scudetto

CATATAN: *Jam I dan II untuk umum dimainkan mulai pukul 19.00 *Jam I dan II untuk pelajar dimulai dimulai pukul 14.00

Pertaruhan Dua Wakil Kepatihan Semifinal dan Final SD Sore Ini

GALIH COKRO/RaBa

MENANG TIPIS: Pemain SMPK Santo A. Jajag (biru) berusaha menghalau bola dari pemain SMPN 5 Banyuwangi di Lapangan Futsal AIL kemarin.

Bekuk Juara Bertahan, SMPK Jajag ke Semifinal KEJUTAN mewarnai lanjutan turnamen AIL Futsal Championship Challenge 2012 di kategori SMP. Tim juara bertahan SMPN 5 Banyuwangi A dipastikan harus merelakan mahkota juaranya untuk tim lainnya. Kepastian itu tidak lepas dari hasil pertandingan yang dipetik tim sekolah ini kemarin. Menghadapi SMPK Jajag, SMP 5 Banyuwangi A menyerah dengan skor tipis 6-5. Mengusung materi pemain yang tidak terlalu berbeda dengan tahun sebelumnya, SMP 5 Banyuwangi A sebenarnya mampu tampil dominan. Namun kenyataan di lapangan berkata lain, SMPK Jajag berhasil keluar sebagai

pemenang. Pada pertandingan berikutnya, SMPK Jajag sudah ditunggu SMPN 1 Giri. Pemenang laga ini akan ditantang SMPN 1 PGRI A di babak semifinal. Pada pertandingan lainnya, SMP 1 Banyuwangi B dipastikan juga angkat koper dari turnamen ini. Menjadi satu-satunya wakil SMP 1 Banyuwangi yang tersisa, tim sekolah ibu kota Banyuwangi itu gagal membendung laju lawannya. Pertandingan pun disudahi SMPN 1 Cluring A dengan skor 3-0. Hasil tersebut sekaligus laga menggenapkan tiga tim SMP 1 Banyuwangi yang tersingkir di ajang ini. (nic/als)

BANYUWANGI – Penentuan jawara futsal kategori sekolah dasar (SD) akan ditentukan sore ini. Empat tim akan saling berebut dua jatah tiket ke babak grand final. Syaratnya, mereka harus saling berjibaku dulu di babak semifinal untuk merebut dua jatah tiket ke babak utama. Di semifinal pertama, SDI AlIrsyad akan menantang SDN Kepatihan A. Di laga berikutnya, sudah menunggu SDN Kepatihan D versus SDN Penganjuran I. Pemenang dalam laga ini sekaligus akan memuluskan langkah ke babak utama. Menilik kekuatan keempat kontestan, mereka sama-sama berpeluang lolos ke babak utama. Sejauh ini mereka cukup

Hajar Dispora, PDAM Sua Perhutani

ALI SODIQIN/RaBa

TAKLUK: Kiper SMPN 1 Banyuwangi harus berjuang mati-matian untuk menyelamatkan serbuan pemain SMPN 1 Cluring kemarin.

LAGA hari kedua AIL Championship Challenge 2012 di kategori umum masih menjadi milik tim-tim mapan. Dalam laga yang dimainkan malam kemarin (13/3), beberapa tim unggulan memastikan diri melangkah ke babak berikutnya. Kepastian itu diperoleh setelah mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya. Di game malam kemarin, kekalahan PDAM B atas Seleb FC terbayar lunas. Tim PDAM A yang menghadapi Dispora A tampil kesetanan. Menghadapi Dispora A, tim asuhan Hang Surya itu menang mutlak atas lawannya tersebut dengan skor menyakinkan 7-1. Kemenangan ini memastikan PDAM A akan menantang Perhutani di pertandingan berikutnya Jumat (16/3)

Proliga Diputar 30 Maret, PBVSI Berbenah BANYUWANGI - Sukses menjadi penyelenggara Livoli Divisi Utama dua tahun lalu, PBVSI Banyuwangi kembali ditunjuk menjadi tuan rumah even bergengsi. Mulai 30 Maret hingga 1 April nanti, Banyuwangi akan menjadi venue Proliga, yang merupakan kompetisi bola voli tertinggi di Indonesia. Ditunjuknya Banyuwangi menjadi tuan rumah tidak didapatkan secara mudah. Banyuwangi harus bersaing dengan kota lain untuk menjadi home base klub Surabaya

konsisten dalam menjaga penampilan dalam semua pertandingan yang sudah dijalani. Tidak ayal, sedikit sulit menebak siapa tim yang akan melenggang ke babak utama. Yang menarik, seandainya dua tim wakil SD Kepatihan, yakni A dan D, sama-sama memenangkan pertandingan, maka final sekaligus gelar juara akan menjadi milik SD Kepatihan. Namun sebaliknya, jika keduanya kalah, maka mereka harus puas berebut posisi tempat ketiga. Yang pasti, baik SDI Al-Irsyad maupun SDN Penganjuran I tetap akan tampil ngotot untuk memenangkan pertandingan agar lolos ke partai puncak. Karena itu, pertandingan menarik akan tersaji di lapangan futsal AIL sore ini. (nic/als)

KOORDINASI: (dari kiri) Manajer Samator Hadi Sampurno, dan pengurus PBVSI Banywuangi Sujarwo dan Ayub Hidayat. IWAN SETIONO/RaBa

Samator. “Kita memilih Banyuwangi karena antusiasme penonton bola voli di sini (Banyuwangi)

luar biasa,’’ kata Hadi Sampurno, manajer Surabaya Samator. Ketua Umum PBVSI Banyuwangi,

Nanang Mashudi, mengharap dukungan semua pihak agar pelaksanaan Proliga di Banyuwangi berlangsung sukses. Untuk itu, segala persiapan telah dimatangkan, mulai pembentukan panitia sampai pembenahan GOR Tawang Alun. Kini, GOR tersebut pun layak sebagai venue even tingkat nasional. “Tentu saja menjadi kebanggaan Banyuwangi bisa menjadi tuan rumah dan sukses menggelar Proliga,’’ pungkas Nanang. (*/c1/als)

besok malam. Pertandingan lainnya, Andika B yang bertemu RSAH juga diwarnai hujan gol. Selama dua babak yang dimainkan, Andika B mampu melangkah ke babak berikutnya dengan keunggulan 9-1. Hasil gemilang juga diraih Banjarsari versus Magistra dengan kemenangan impresif dengan skor 3-0. Pada pertandingan lainnya, Bobby Selection A masih terlalu tangguh bagi lawannya, Langger Agung. Dalam pertandingan malam kemarin, Bobby Selection A mampu unggul 9-1. Di laga selanjutnya langkah tim PKS terhenti di tangan Rogojampi United. Bermain ngotot, PKS harus takluk 1-3. (selengkapnya lihat grafis). (nic/als)

Jadwal Proliga 2012 30 Maret 14.30 Putri Jakarta BNI 46 16.30 Putra Jakarta Sananta 18.30 Putra Surabaya Samator

v v v

31 Maret 12.00 14.00 16.00 18.00

Putri Putra Putri Putra

Jakarta Popsivo Polwan Jakarta Electric PLN Gresik Petro Kimia Palembang Bank Sumsel

v Indramayu Alko v Yogya Yuso Gundarma v Jakarta TNI AU v Jakarta Sananta

1 April

Putri Putra Putri Putra

Jakarta Electric PLN Surabaya Samator Jakarta TNI AU Palembang Bank Sumsel

v Jakarta BNI 46 v Jakarta Electric PLN v Bontang LNG Badak v Semarang Bank Jateng

13.00 15.00 17.00 19.00

Bontang LNG Badak Jakarta BNI 46 Jakarta Pertamina


Kamis 15 Maret 2012

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Masa Jabatan hanya 2,5 Tahun ... ■ PKNU... Sambungan dari Hal 25

Dalam proses pemilihan pimpinan alat kelengkapan DPRD 2,5 tahun lalu, fraksi PKNU juga mengalami nasib yang sama. Bedanya, dalam proses pemilihan sebelumnya, anggota fraksi PKNU masih ikut. Namun, dalam proses pemilihan kemarin, lima anggota fraksi PKNU absen. Beberapa anggota Fraksi PKNU terlihat hadir di kantor DPRD, tapi tidak mengikuti kocok ulang pimpinan alat kelengkapan DPRD. Selain PKNU, kader Partai Gerindra juga mengalami nasib sama. Dalam pemilihan sebelumnya, kader Gerindra masih ada yang memimpin komisi, yaitu komisi keuangan dan anggaran. Namun, dalam pemilihan kemarin, politisi Gerindra hanya menjadi wakil ketua badan kehormatan (BK). Kader Partai Gerindra, Totok Sugiarto, ditugasi mendampingi kader PDIP

yang didapuk menjadi ketua BK DPRD. Sebelum dilakukan pemilihan, anggota DPRD melakukan rapat paripurna internal. Setelah rapat paripurna, baru proses pemilihan dilakukan. Pemilihan pimpinan komisi mengawali proses pemilihan pimpinan alat kelengkapan DPRD. Pimpinan komisi II dan IV dipilih secara aklamasi. Ketua komisi II adalah anggota Fraksi Karya Nurani (FKN), Ismoko. Sebelumnya, ketua komisi perekonomian itu adalah anggota Fraksi Demokrat (FD), Darodji. Setelah tidak menjabat ketua komisi, Darodji menjabat sebagai sekretaris komisi. Di komisi IV, kader PKB Zainal Arifin Salam tetap tidak tergoyahkan sebagai ketua komisi yang membidangi pembangunan dan pendidikan itu. Hanya jabatan wakil ketua dan sekretaris komisi yang mengalami perubahan (seleng-

kapnya lihat grafis). Sementara itu, proses pemilihan pemimpin komisi I dan III berlangsung tegang. Ketua komisi I, I Made Bagus Sudarmadja, tergusur oleh kader Partai Demokrat (PD). Dalam pemilihan pimpinan komisi I, ada dua paket calon. Paket pertama adalah pasangan Made Bagus Sudarmadja dan paket kedua adalah pasangan H. Abdurrachman. Dalam proses pemilihan, pasangan Abdurrachman berhasil menang. Di komisi III, kader PDIP berhasil menggeser kader Partai Gerindra. Dalam pemilihan pemimpin komisi III, kader PDIP I Made Cahyana Negara berhasil unggul. Sementara itu, pimpinan badan kehormatan (BK) dan badan legislasi (banleg) tidak mengalami perubahan. BK tetap dipimpin Sudjarwo Arkat dari PDIP, dan banleg dipimpin Handoko asal Fraksi Partai Demokrat. Ketua DPRD Banyuwangi,

Hermanto menjelaskan, pimpinan DPRD tidak ikut campur dalam proses pemilihan pimpinan alat kelengkapan DPRD. Pimpinan DPRD menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan itu kepada masing-masing pimpinan fraksi. Pemilihan pimpinan alat kelengkapan DPRD dilakukan, kata Hermanto, karena memang sudah waktunya. Masa jabatan pimpinan alat kelengkapan DPRD hanya 2,5 tahun. “Karena masa jabatannya sudah habis, maka harus dilakukan pemilihan ulang,” tegas Hermanto. Usai pemilihan, DPRD langsung menggelar rapat paripurna internal. Agendanya adalah pengesahan pimpinan alat kelengkapan DPRD hasil pemilihan. Pimpinan badan musyawarah (banmus) dan badan anggaran (banggar) tidak ada perubahan. Sebab, pimpinan banmus dan banggar secara otomatis dijabat pimpinan DPRD. (afi/c1/bay)

Dari Seribu, yang Bertahan cuma Satu ■ SIAP... Sambungan dari Hal 25

“Selama ini perbandingannya 1:1000. Mudah-mudahan perbandingan tersebut dapat meningkat. Sebab, saat dilepas nanti, usia tukik-tukik tersebut sudah lebih dari 92 hari,” ujarnya. Awalnya, tukik-tukik tersebut berjumlah 110 ekor. Tukik itu berasal dari kawasan TN Meru

Betiri. Saat ini, tukik yang tersisa hanya 76 ekor. “Dapat digambarkan peluang mereka hidup jika dilepaskan ketika berumur tujuh hari. Oleh karena itu, BSTF akan melepas tukik pada usia lebih tua,” ujar Wiyanto. BSTF melakukan kegiatan tersebut untuk melestarikan populasi penyu yang mendekati kepunahan. Apalagi, telur dan penyu sering diburu masyarakat.

“Dulu, di periode 1990-an, banyak nelayan sekitar sini yang menemukan penyu di jaringnya. Namun, sekarang sudah tidak ada. Dari situ terlihat bahwa populasi hewan tersebut sudah menipis. Jika tidak segera dilestarikan, kemungkinan punah semakin besar,” bebernya. Sementara itu, yayasan di Jalan Raya Situbondo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, itu meru-

pakan yayasan independen. Mereka berharap ada pihak yang mau bergabung dalam mendukung dan melestarikan penyu. “Semua ini berawal dari hobi yang kemudian berubah menjadi rasa peduli terhadap penyu. Kita manfaatkan media online untuk kegiatan ini. Kita juga berharap ada campur tangan pemerintah,” harap Wiyanto. (gil/c1/bay)

Jalan Masih Terputus 300 Meter ■ SISI... Sambungan dari Hal 25

Anggaran APBN untuk alokasi pembangunan tangkis tersedia

dalam APBN 2012. Hanya, Guntur belum memastikan apakah dana Rp 10 miliar itu bisa cair pada tahun 2012 ini ataukah tidak. “Saya belum bisa memastikan, karena dana

belum masuk kas daerah. Mohon doa seluruh rakyat Banyuwangi, mudah-mudahan dana APBN itu segera mengucur ke Banyuwangi,” harapnya. (afi/c1/bay)

SD Tetap Gunakan Sistem Manual ■ BARU... Sambungan dari Hal 25

Untuk melihat hasil seleksi, wali murid tidak perlu berdesak-desakan lagi di sekolah. Mereka cukup melihat di internet secara nyaman dan aman.

Program layanan SIAP diluncurkan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat dan siswa. “Kita butuh dukungan masyarakat agar program SIAP bisa dilaksanakan semua lembaga pendidikan di Banyuwangi,” ucapnya. (afi/c1/bay)

Urusan Prona Sudah Selesai ■ PUNGLI... Sambungan dari Hal 36

Dalam perjalanannya, ternyata banyak penarikan lain yang lebih besar. Pungutan uang tersebut juga bervariasi. “Dimintai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,’’ papar Rudi. Dia menjelaskan, masingmasing oknum menerima uang suap bervariasi. Camat menerima Rp 30 juta dan sekcam dapat Rp 7 juta. Dum-duman untuk kepala desa (kades) lebih besar, yakni Rp 95 juta. ‘’Ada wartawan yang merangkap kepala sekolah juga dapat jatah,” jelas Rudi blak-blakan.

Kata dia, memang ada oknum anggota dewan yang menerima jatah. Namun, Rudi Bagas belum bisa merinci jumlahnya. Sebab, kala itu dirinya tidak sempat membaca secara detail. Yang jelas, sejumlah anggota dewan menerima uang pelicin. “Ada tiga anggota dewan yang menerima. Itu ditulis dalam buku dan disaksikan panitia lain,” tandasnya. Ketua Komisi I DPRD, Syaiful Bahri, mengaku belum mendengar kabar tersebut. Pihaknya akan segera mencari tahu terkait kebenaran informasi tersebut. “Ya kita cari tahu dulu,” ujar ketua DPC PKB Si-

tubondo tersebut. Ketua Panitia Prona, Hanafi, membantah temuan LSM Awas tersebut. Dia menegaskan tidak ada bagi-bagi hasil untuk tutup mulut. “Semua itu tidak benar. Laporan dari mana itu,” tanya Hanafi ketika dihubungi Koran ini via telepon seluler sore kemarin. Dia menegaskan, urusan prona sudah selesai. Oleh karena itu, di desanya tidak ada masalah lagi terkait prona. “Sertifikat sudah jadi dan sudah dibagi kepada para warga. Kalau ada masalah pasti orang-orang datang menemui saya,’’ tegasnya. (ton/c1/aif)

Buka Program Setara D1 Komputer ■ GELAR... Sambungan dari Hal 36

Kegiatan ini diharapkan bisa dimanfaatkan siswa SMP/MTs se Jawa timur. Panitia membuka pendaftaran hingga 18 Maret mendatang. Bias mendaftar langsung ke MAN 2 Situbondo atau pendaftaran

http:// online melalui www.lombaunggulan.blogspot.com. Pemenang akan mendapatkan hadiah tropi dan sertifikat dan uang pembinaan.” Pendaftaran sewaktu-waktu bisa ditutup bila peserta yang terdaftar mencapai batas maksimal,’’ imbuh Halik. Menurut dia, dengan kegiatan ini, diharapkan kerjasama MAN

2 Situbondo dengan ITS Surabaya yang sudah dibangun selama tiga tahun terakhir kian kuat. Salah satu bentuk kerjasama yang telah dilakukan adalah membuka program setara D1 Komputer, program sekolah sambil kuliah. Pada tahun ini akan mewisuda lulusan angkatan pertama. (pri/adv/aif)

Arus Lalu Lintas Tidak Terganggu Kasus Sama Besar, Hukuman Lebih Ringan ■ UGAL-UGALAN...

■ OGAH... Sambungan dari Hal 25

Sebab, selama proses persidangan, apa yang dilakukan remaja tersebut telah terbukti. “Jadi, sudah sesuai perbuatan yang terdakwa lakukan. Jadi, tidak ada niat menolak putusan tersebut,” ujarnya kemarin. Selain itu, terdakwa juga terbukti melanggar Pasal 340 KUHP seperti yang didakwakan

jaksa penuntut umum. “Untuk Pasal 362 KUHP, WEW alias BW juga terbukti,” cetusnya. Tomi menambahkan, dibandingkan vonis untuk terdakwa kasus pembunuhan juragan emas beberapa waktu lalu, vonis untuk WEW jauh lebih ringan. Dakwaan dua pasal hanya divonis delapan tahun. “Terdakwa pembunuhan juragan emas, satu pasal divonis 11 tahun,” imbuhnya. Yang membedakan kedua ka-

sus tersebut, kata Tomi, WEW alias BW masih di bawah umur. “Meskipun kasusnya besar, yakni pembunuhan, dan didakwa dua pasal sekaligus, tapi terdakwa tergolong anak-anak,” jelas pengacara tersebut. Diberitakan sebelumnya, dalam sidang tertutup kasus pembunuhan Bayu Permadi, 18, warga Dusun Puspan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Selasa lalu (13/3), majelis hakim PN Banyuwangi

membacakan vonis. Hakim menyatakan terdakwa WEW alias BW terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Dia pun dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim untuk WEW tersebut sebenarnya lebih ringan daripada tuntutan jaksa. Pada sidang pekan lalu (5/3), jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar WEW diganjar penjara 10 tahun. (gil/c1/bay)

Siap Amankan Radius 1,5 Km ■ AKTIFKAN... Sambungan dari Hal 25

Selain itu, BPBD Banyuwangi juga akan bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Mereka akan mengamankan Gunung Ijen sampai radius 1,5 Km dari segala aktivitas warga. “Kita akan mencegah setiap orang yang akan masuk ke daerah rawan sesuai rekomendasi PVMBG,” katanya. Wiyono juga mengimbau agar masyarakat yang menetap di

sekitar Gunung Ijen tidak panik. “Terkait kondisi Gunung Ijen saat ini, masyarakat harus tetap tenang,” imbuhnya. Selain itu, kata Wiyono, masyarakat juga diharap tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Ijen. Sebab, isu yang tidak jelas tersebut hanya akan membuat situasi dan kondisi semakin tidak menentu. “Jika ada isu tentang Ijen meletus, masyarakat diminta tidak percaya. Selain itu, masyarakat harus tetap waspada terhadap status Ijen terkini,”

bebernya. Diberitakan sebelumnya, aktivitas Gunung Ijen kembali mengkhawatirkan. PVMBG kembali menaikkan status gunung setinggi 2.386 dari permukaan laut (dpl) tersebut dari “waspada” menjadi “siaga”. Perubahan status itu diberlakukan sejak tanggal 12 Maret 2012 pukul 00.00 kemarin. Kepala Seksi Konservasi pada Balai Konservasi Sumber Saya Alam (BKSDA) Wilayah V Jember, Budi Utomo, mengakui bahwa status Gunung Ijen naik

lagi. Sebelumnya, status Ijen berada di level II (waspada), tapi kini naik lagi ke level III (siaga).‘’Ya, status Ijen naik terhitung sejak pukul 24.00 dini hari lalu,’’ ujarnya. Budi menambahkan, kondisi tersebut membuat kawasan kawah Ijen tertutup bagi segala jenis pendakian. Lantaran dinilai membahayakan, seluruh pendaki dilarang naik ke puncak. Tidak hanya wisatawan yang dilarang naik ke Ijen, para penambang belerang juga dilarang. (gil/c1/bay)

Dituntut Pintar Mengatur Waktu ■ LIBUR... Sambungan dari Hal 25

Sebab, keluarga dan pekerjaan sama-sama penting. “Jadi, mau nggak mau harus benarbenar seimbang. Meskipun kerja tapi harus tetap mengurus suami dan anak. Begitu juga

sebaliknya. Itu tips dari saya,” ujar ibu dua anak tersebut. Selama ini, dia mengaku tidak menemui kendala yang berarti. Sebab, dia benar-benar memperhatikan waktu. “Jangan sampai perhatian untuk keluarga terbengkalai garagara pekerjaan. Jadi, ketika jam

istirahat, saya pasti pulang demi anak saya,” ujarnya. Lalu, apakah waktu yang diberikan untuk keluarga sudah cukup di tengah kesibukan bekerja? Haniek menjawab, sangat cukup. Meskipun demikian, saat bekerja dirinya kerap terbayangbayang kedua putrinya yang

berusia dua tahun dan sembilan bulan. “Saat di kantor ingin cepat pulang karena ingin bertemu anak. Tetapi, saya selalu berpikir bahwa saya bekerja juga untuk keluarga. Hari libur saya maksimalkan untuk berkumpul bersama mereka. Full day,” tandasnya. (gil/c1/bay)

Air Meninggi pada Maret dan Agustus ■ BANJIR... Sambungan dari Hal 25

Saat pertama datang di perkampungan yang kini dihuni sekitar 49 kepala keluarga (KK) itu, dulu di sana hanya ada tiga rumah. Sisanya adalah semak belukar. Di awal-awal kedatangannya, tidak pernah terjadi banjir rob. “Banjir seperti ini terjadi setelah banyak rumah,” cetusnya. Wartawan koran ini sempat masuk ke rumah Syamsuri di ujung timur perkampungan itu. Lantaran lokasinya berdekatan dengan tambak, kondisi rumah Syamsuri termasuk yang paling parah tergenang rob. Di jalan menuju rumahnya, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Rumah Syamsuri yang dindingnya ber-

bahan gedhek itu terendam air cukup tinggi. Dua asbak berbahan bambu dan kayu mengapung di ruang depan. “Saat banjir seperti ini tidak bisa ditempati. Lah wong tempat tidurnya hanyut,” sebut Syamsuri. Banjir rob yang terjadi di perkampungan itu paling parah biasanya terjadi pada pertengahan Maret dan Agustus. Selain di dua bulan itu, air laut jarang masuk ke perumahan warga. “Biasanya banjir yang paling tinggi ya Maret dan Agustus,” jelas Eko Santoso, warga yang juga menjadi korban banjir rob di Karanganom. Menurut Eko, kampungnya menjadi langganan banjir karena lokasinya cukup dekat dengan pantai. Bahkan, ketinggian tanah di sana diduga lebih rendah dibanding pantai. “Kok tidak segera dibangun

plengsengan, katanya akan dibuat jalan tembus,” katanya. Meski sering menjadi korban banjir dan kurang mendapat perhatian pemerintah, warga kampung tersebut tidak pernah protes. Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani, tukang becak, pembantu rumah tangga (PRT), dan nelayan, itu hanya pasrah. “Dulu pernah dibantu mi instan sembilan bungkus,” cetus Sutikno, warga Karanganom lainnya. Warga mengaku cenderung pasrah karena lahan yang mereka tempati bukan lahan milik sendiri. Lahan yang dipakai warga selama bertahun-tahun hingga beranakcucu itu milik PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo). “Kita hanya berhak menempati, tidak berhak menjual,” jelasnya. (c1/bay)

Sambungan dari Hal 36

Sedangkan untuk delapan penumpang lain, terang dia, mereka harus dilarikan ke Puskesmas terdekat yakni Desa Sukorejo, Banyuputih. Meski begitu, semua korban tersebut hanya mengalami luka ringan.’’Untuk semua penumpang luka ringan saja, tidak

ada yang serius. Cuma terkena benturan keras di bagian jok depannya,’’ katanya. Untuk upaya evakuasi kendaraan roda empat itu, polisi masih menunda keesokan harinya. Sebab, selain cuaca waktu yang tidak memungkinkan untuk melakukan upaya evakuasi bus tersebut. ‘’Karena waktu malam, bus kita evakuasi besok,’’ kata

Bahtiar. Sementara itu, posisi bus tersebut juga berada di luar area aspal hotmik. Sehingga, tidak sampai menganggu arus lalu lintas. Baik dari arah Banyuwangi-Situbondo maupun sebaliknya lancar. Meski begitu, tidak sedikit kendaraan yang sedang melintas berhenti di tepi jalan untuk melihat kecelakaan tersebut. (ton/aif)

Turun dari Mobil Pakai Kursi Roda ■ MINTA... Sambungan dari Hal 36

Bersinarlah matahariku, terangi kembali hidupku...Bunga sekarang merana dan layu, karena kumbang tak lagi merayu. Sang permaisuri dirundung nestapa karena sang raja di dalam musibah. Tanpa kamu alam seakan berduka, terlukis di hati yang lara. Kumerindukan hari berbagahagia, yang penuh tawa canda riang. Dendangkanlah lagu, lagu asmara…. “Ayolah Mi, saya ingin men-

dengarnya. Saya ingin Nyai mendendangkannya sekarang,” pinta Kiai Fawaid. Namun, karena merasa suaranya kurang merdu, Nyai Dju menolak secara halus. Lamunan Nyi Dju terhadap kenangan-kenangan manis itu buyar saat Kiai Fawaid yang semula istirahat tiba-tiba menanyakan jalan yang dilalui ambulans RS dr. Abdoer Rahem. “Kok lewat di sini, apa nanti tidak terjebak macet?” kata Kiai Fawaid saat melintas di depan Royal Plaza, Surabaya.

Kemudian, sang sopir menjelaskan kepada Kiai Fawaid sebisanya. Tak beberapa lama berselang, sekitar pukul 10.15, iring-iringan mobil sampai di kawasan RS dr. Soetomo, Surabaya. Kala itu, sejumlah masjid sudah melantunkan ayat-ayat suci Alquran menjemput salat Jumat. Lantunan ayat suci itu seolah juga untuk menyambut kehadiran Kiai Fawaid di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur tersebut. Kiai Fawaid turun dari mobil menggunakan kursi roda. (bersambung)

PIJAR BERPIJAR KARENA MILKUMA SEBENARNYA, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu ettawa PE segar, gula aren, dan madu alami. Menurut Balitnak, Ettawa PE adalah ettawa Persilangan antara ettawa Kacang dengan ettawa Ettawah (Jamnapari). Pijar S, warga Kp. Kali Ulu Poncol, Desa Tanjungsari, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, adalah salah seorang yang telah merasakan manfaat susu ettawa ini, “Karena menderita flek di paru-paru, saya sering batukbatuk, riak/ lendir sukar keluar, nafas pun terasa tidak plong, dan ketika berjalan terasa cepat lelah. Saya sudah menderita keluhan ini sejak 2 tahun yang lalu, tapi baru 5 bulan terakhir terasa parah.” Ujar Pijar yang diusianya ke-24 tahun, bobot badannya hanya 35 Kg. “Saya sudah melakukan bermacam cara untuk mengatasi keluhannya, tapi manfaatnya semakin terasa ketika saya mulai minum Milkuma. Baru 2 bulan minum, nafas sekarang terasa plong, badan terasa segar, dan berat badan sudah naik.” Terang Pijar yang mengaku sering minum es sebagai penyebab dirinya menderita flek di paru-paru. Dengan tubuh yang sehat, kini Pijar dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat

susu ettawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan komposisi gula yang rendah dan ditambah madu alami, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Situbondo: Apt Diponegoro, Jl. Diponegoro Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Kamis 15 Maret 2012

Jawa Pos-nya Kota Santri

Pungli Prona Jadi Bancakan DPRD, Camat, dan Wartawan Dapat Bagian ALI NURFATONI/RaBa

BELUM DIEVAKUASI: Kondisi bus Akas setelah menabrak pohon di jalan raya pantura, Banyuputih kemarin.

Ugal-Ugalan, Bus Hantam Pohon Delapan Penumpang Dilarikan ke Puskesmas BANYUPUTIH – Kecelakaan hebat terjadi di jalan raya pantura kawasan Taman Nasional Baluran, Kecamatan Ba nyuputih, pukul 11.15 kemarin (14/3). Bus Akas jurusan SurabayaBanyuwangi menabrak pohon jati yang berdiri di tepi jalan. Akibatnya, sopir bus mengalami luka berat dan delapan penumpang mengalami luka-luka. Sopir bus bernama Riyadi, 45, mengalami patah kedua kakinya. Warga Pacarakan, Probolinggo itu meringis kesakitan hingga berjam-jam. Sebab, dia tergencet di bodi depan lantaran kejepit. Proses evakuasi sopir tersebut baru selesai 5 jam kemudian. Kecelakaan itu ditengarai lantaran sopir ugal-ugalan. Padahal, jalur pantura tersebut berkelok dan penuh tikungan. Setiba di lokasi kejadian, sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya lantaran jalan juga licin. Tak pelak, bus bernopol N 7369 US itu langsung menabrak pohon jati di sisi kanan jalan. Seketika itu, bus dengan delapan

penumpang tersebut langsung ringsek. Kaca depan pecah berantakan. Parahnya lagi, pohon yang ditabrak juga ikut masuk ke bodi depan bus tersebut. Lantaran kondisi kendaraan sangat parah, polisi kesulitan melakukan upaya evakuasi dengan cepat. Meski begitu, polisi tidak kekurangan akal. Selanjutnya, jalan terakhir dilakukan yakni dengan menebang pohon berukuran besar itu. ‘’Terpaksa kami potong pohon itu untuk bisa mengeluarkan sopir, dia dijepit bodi dan pohon,’’ ujar Kanit Laka Polres Situbondo, Iptu Bahtiar. Menurut Bahtiar, kecelakaan tunggal tersebut terjadi lantaran sopir melaju dengan kecepatan tinggi. Padahal, diketahui jalan aspal tersebut licin lantaran baru saja diguyur hujan. ‘’Jalannya licin seperti itu, dugaan awal dia mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi,’’ papar Bahtiar yang ikut melakukan upaya evakuasi. Kondisi sopir cukup parah. Betis kiri remuk, kaki kanan mengalami luka serius. Dahi sopir tersebut juga mengalami luka. ‘’Sekarang sudah dievakuasi di RSUD Dr Abdoer Rahem Situbondo,’’ jelasnya n  Baca Ugal-Ugalan...Hal 35

 Baca Pungli...Hal 35

Gelar Olimpiade TIK Se-Jatim SITUBONDO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Situbondo kembali membuat gebrakan. Lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Argpuro 55 ini akan menggelar dua kegiatan spektakuler. Yakni, olimpiade TIK tingkat SMP/MTs se-Jawa Timur dan pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif bagi guru dan pembimbing. Kegiatan yang akan digelar sehari penuh ini akan digeber pada 18 Maret 2012 di MAN 2 Situbondo. Acara ini meng-

ALI NURFATONI/RaBa

KEJEPIT: Sopir bus, Riyadi, menahan sakit karena kakinya tergencet bodi dan pohon jati.

Minta Nyai Dju Nyanyikan Lagu Matahariku Kiai Fawaid pernah mengatakan kepada Nyai Djuwairiyah, lebih baik dirinya yang meninggal lebih dulu. Ternyata gurauan itu menjadi kenyataan. EDY SUPRIYONO, Banyuputih

EDY SUPRIYONO/RaBa

BERDUKA: Pelayat menangisi kepergian pemangku Ponpes P2S2 KHR. Fawaid As’ad untuk selamanya.

serius Kiai Fawaid. Kiai Fawaid hanya tersenyum kecil. “Kalau begitu kita mati bersama saja. Seperti abah dan umi (orang tua Nyai Dju). Setelah umi meninggal, tak berselang lama abah yang meninggal. Mereka begitu setia sehidupsemati,” jelas Kiai Fawaid. Nyai Dju kembali tak sependapat. “Kesetiaan tidak harus ditunjukkan dengan mati bersama. Apalagi, orang seperti Kiai terlalu banyak yang membutuhkan,” Kiai Fawaid kembali tersenyum. Dia memang sering menggoda Nyai Dju. Bahkan, Kamis (8/3) pagi saat berada di ruang tamu, Kiai Fawaid masih sempat menggoda Nyai Dju. “Umi ini (Nyai Dju) cinta pertama saya,” ujar Kiai Fawaid. Kala itu di ruangan tersebut juga ada Ali Mufti, asisten kiai. “Ah masak? Masak sebelum saya tidak ada?” jawab Nyai Dju tak menggoda suaminya. “Tidak pernah ada!” jawab Kiai spontan sambil senyuman. Nyai Dju buru-buru menimpali. “Kalau saya, Kiai memang cinta pertama. Karena saya kan tidak cantik, tidak ada yang melirik, tidak ada yang mau. Tidak seperti Mbak Mus (kakak kandung Nyai Dju). Kalau dia, sampai ada sembilan orang yang melamar. Kalau saya memang tidak pernah ada yang melamar, Kiai-lah cinta pertama saya,” “Ndak juga Nyai. Tidak seperti itu. Yang saya tahu dulu Nyai kalau jalan sangat cepat. Main selonong saja. Namun, saya tahu sejak dulu; ibarat batu, kalau terus diasah, Nyai adalah berlian. Saya yakin itu,” papar Kiai Fawaid, kembali

pungli prona tersebut ditengarai agar kasus tersebut berhenti dan tidak berlanjut ke ranah hukum. ‘’Ya waktu itu memang ditayangkan di televisi. Agar kasus itu tidak berlanjut, maka diberilah uang oleh panitia Rp 15 juta,” ungkap Ketua LSM Awas, Rudi Bagas, kemarin. Seperti pernah diberitakankoran ini, masing-masing pemohon sertifikat Prona di Desa Kalianget dimintai Rp 650 ribu n

MAN 2 SITUBONDO

Detik-Detik Wafatnya Kiai Fawaid As’ad (5)

HATI Nyai Djuwairiyah cukup lega begitu mobil yang ditumpanginya bersama Kiai Fawaid masuk ke kawasan Jalan Tol Waru, Sidoarjo. Itu pertanda, tak lama lagi mereka akan sampai di tempat tujuan, yakni RS dr. Soetomo, Surabaya. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit lagi, maka mereka akan sampai ke rumah sakit. Dengan demikian, suami yang didampinginya selama 22 tahun itu akan segera mendapat penanganan tim medis andal. Harapan sembuh pun berada di depan mata. Sesekali Nyai Dju melirik Kiai Fawaid di samping kirinya. Dia ingin memastikan kondisi terkini pria yang sangat mencintainya itu. Matanya dalam keadaan terpejam. Tetapi, tidak diketahui dengan jelas apakah dia tidur ataukah hanya sekadar menghilangkan capek karena kurang tidur. Nyai Dju menghela napas panjang. Bait-bait doa terus terpanjat di dalam hatinya agar sang pujaan hati segera mendapat kesembuhan dari Sang Azza Wajalla. Nyai Dju memang tak ingin kehilangan Kiai Fawaid. Kekhawatiran dan ketakutannya ditinggal Kiai Fawaid tersebut sering diungkapkan kepada sang kiai, misalnya saat pulang ta’ziah di rumah teman yang ditinggal mati suaminya. Dia mengaku akan sangat sedih kalau kehilangan suami. “Makanya, kalau harus mati, lebih baik umi dulu yang meninggal,” kata Nyai Dju kala itu. “Nggaklah Umi, biar saya yang mati duluan. Umi harus merawat Sari (Ning Sari),” timpal Kiai Fawaid sambil bercanda. “Kiai banyak yang membutuhkan. Pesantren dan masyarakat butuh, jadi jangan sampai meninggal. Lebih baik saya yang meninggal dulu,” ucap Nyai Dju sambil menatap

BANYUGLUGUR - Dugaan pungutan liar (pungli) dalam Program Nasional Agraria (Prona) tahun 2011 di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, memasuki babak baru. Selain melibatkan perangkat desa dan pejabat kecamatan, oknum ang-

gota DPRD juga ditengarai ikut menikmati hasil penarikan uang tanpa dasar itu. Lebih ironis lagi, tiga oknum wartawan juga disebut-sebut ikut menikmati hasil pungli tersebut. Temuan itu diungkapkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Awas dalam jumpa pers di depan sebuah warung makan di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, kemarin (14/3). Munculnya bagi-bagi hasil

memuja sang istri. Memang, terlalu banyak pengalaman manis yang dirasakan Nyai Dju bersama pengasuh Pondok Pesantren SalafiyahSyafi’iyah (P2S2), Sukorejo, itu.

Jumat (9/3) siang itu semua terkenang kembali di benaknya saat perjalanan menuju RS dr. Soetomo. Bertambah besarlah cinta dan sayangnya kepada Kiai Fawaid. “Ya Rabb, segerakan kesembuhan buat Kiai Fawaid,” doa Nyai Dju. Jika benar-benar diberi kesembuhan, Nyai Dju ingin memanjakan kiai yang telah memberi satu keturunan itu. Pasalnya, beberapa hari pascapulang dari RS dr. Abdoer Rahem, 28 Februari 2012 silam, Kiai Fawaid pernah meminta Nyai Dju menyanyikan lagu “Matahariku” ciptaan Rhoma Irama. Lagu itu berisi support seorang kekasih terhadap pujaan hatinya yang sedang sakit. Begini syairnya: Bangkitlah hai satriaku, sembuhlah Sayang. Deritamu deritaku, sembuhlah Sayang n  Baca Minta...Hal 35

gandeng Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. “Ini upay a untuk mem p e rke nalkan ISTIMEWA i l mu d a Halik Wijaya sar–dasar komputer bagi siswa tingkat dasar sekaligus membe ka li siswa agar lebih siap mema-

suki jenjang pendidikan di atasnya,” terang Kepala MAN 2 Situbondo, Halik Wijaya. Lomba pelatihan pembuatan media pempelajaran interaktif bagi guru untuk membantu meningkatkan kualitas guru di bidang Teknologi Informasi (IT). Sehingga, guru sebagai komponen penting dalam pencapaian tujuan pendidikan tidak ketinggalan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi di bidang pendidikan n  Baca Gelar...Hal 35


Radar Banyuwangi 15 Maret 2012