Page 1

KAMIS 1 MARET

25

TAHUN 2012

RANCAK: Atraksi tari liong diperagakan anggota Polres Banyuwangi saat menyambut kedatangan rombongan Kapolda Jatim kemarin (foto kiri). Kapolda Irjen Pol Hadiatmoko melihat monitor pemantauan CCTV di Mapolres Banyuwangi (bawah).

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.34 14.37 17.42 18.52 04.08

ANGGARAN MINIM, TMC BELUM MAKSIMAL BANYUWANGI - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hadiatmoko, meresmikan Traffic Management Centre (TMC) Satlantas Polres Banyuwangi kemarin (29/2). Meski program tersebut dianggap belum cukup maksimal, tapi Kapolda Hadiatmoko tetap memberikan apresiasi. Menurut Hadiatmoko, anggota polisi dalam TMC tersebut belum cukup siap. Selain itu, anggaran dan peralatan yang ada dinilai masih minim. “Dan yang terpenting, sistem yang ada belum cukup jelas,” cetusnya. Hadiatmoko menambahkan, terlepas belum maksimalnya TMC, pihaknya cukup mengapresiasi upaya Polres Banyuwangi tersebut. “Di sini kondisi relatif aman. Jawa Timur sangat aman dibanding wilayah lain. Masyarakat juga cukup patuh terhadap peraturan,” jelasnya. Dalam kunjungan kerja di Polres Banyuwangi kemarin, Hadiatmoko juga menanggapi perbandingan aparat polisi dan masyarakat Banyuwangi. Yang terjadi saat ini, satu polisi melayani 1600 penduduk n  Baca Anggaran... Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

BBM ECERAN

Para Camat Bantah Pungli CLURING - Laporan yang dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) All Pro Des ke kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap para penjual bensin eceran ditanggapi beragam oleh para camat. Camat Cluring, Norawi, misalnya. Menurutnya, jauh hari sebelum kabar tersebut mencuat di media, Norawi mengaku sudah kerap mengingatkan para rekannya dan anak buahnya agar tidak melakukan pungli terhadap pengecer bensin. “Sudah lama saya ingatkan. Jangan sampai minta-minta ke pengecer. Kasihan, berjualan bensin itu hasilnya sedikit,” katanya saat dihubungi ponselnya kemarin (29/2). Camat Norawi mengakui, beberapa waktu lalu dirinya memang sempat menandatangani blangko surat permohonan untuk para pengecer bensin. Sebab, berdasar alasan yang disampaikan, saat ini pihak SPBU tidak mau melayani pengecer yang tidak memiliki surat izin dari pemerintah desa dan pemerintah kecamatan setempat n  Baca Para Camat...Hal 35

Slamet Kariyono Plt Sekkab BANYUWANGI - Sehari jelang Sukandi lengser dari jabatannya sebagai sekretaris kabupaten (sekkab), Bupati Abdullah Azwar Anas telah meneken surat keputusan (SK) pengganti Sekkab Sukandi. Asisten Administrasi Umum, Slamet Kariyono, ditunjuk menduduki jabatan kosong yang

ditinggalkan Sukandi. Terhitung mulai hari ini (1/3), selain sebagai Asisten Administrasi Umum, Slamet Kariyono juga menjalankan tugas sebagai sekkab. Hanya saja, jabatan yang diemban Slamet itu bukan jabatan definitif, melainkan hanya pelaksana tugas (Plt) sekkab.

Bupati Anas mengatakan, penunjukan sekkab definitif membutuhkan proses dan waktu yang sangat panjang. Sebab, tidak hanya harus disetujui gubernur, tapi juga harus diproses di Kemendagri. “Waktu dan prosesnya cukup panjang,” tegasnya.

Agar proses pembangunan tidak terganggu, kata Bupati Anas, maka asisten administrasi ditunjuk sebagai Plt sekkab. Di beberapa daerah, sembari menunggu proses pengangkatan pejabat definitif selesai, sekkab dijabat oleh pelaksana tugas n  Baca Slamet...Hal 35

Sampah Bulusan Mulai Diolah

LEBIH BERSIH: Pekerja menyaring secara manual tumpukan sampah menjadi pupuk organik di TPSA Bulusan kemarin.

KALIPURO - Proses pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sudah dimulai pekan ini. Namun, pengolahan sampah tersebut sementara masih dilakukan secara manual. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setiyawan mengatakan, investor pengolah sampah

ADA APA LAGI

sudah siap mengolah sampah di TPSA Bulusan menjadi pupuk organik. Saat ini, pihak investor sudah mulai melakukan produksi walau masih dengan cara manual. Menurut Arief, investor sampah itu merupakan putra asli Banyuwangi yang tinggal di luar kota. Investor tersebut saat ini sedang mempersiapkan sarana pengolahan sampah n  Baca Sampah...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

Menguak Kondisi Dapur Persewangi Banyuwangi Saat Ini

Tak Gajian Tiga Bulan, Pemain Menanggung Utang GILANG GUPTA/RaBa

SIDANG: Aiptu Teguh dan penasihat hukum dari Polres Banyuwangi di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Tim Persewangi terasa ngoyo dalam mengarungi pentas sepak bola profesional kompetisi Divisi Utama PSSI. Tanpa sokongan dana dari APBD, pengurus sulit membiayai operasional tim dan membayar honor para pemain.

Berkelahi, Oknum Polisi Divonis Tiga Bulan

NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

BANYUWANGI - Perkelahian yang melibatkan dua oknum polisi di warung makan utara Polsek Genteng November 2011 lalu akhirnya selesai di meja hijau kemarin (29/2). Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan vonis tiga bulan penjara untuk Aiptu Teguh n

SUSAHSUSAH gampang mencari Hotel Panorama di Tulungagung. Selain awam kondisi geografis kota yang terkenal sebagai penghasil batu marmer itu, letak hotel tempat menginap skuad Persewangi saat melawan PSBI Blitar Jumat lalu (24/2) itu memang

 Baca Berkelahi...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

sedikit nyelempit. Sehingga, mencari Hotel Panorama terasa memakan energi dan pikiran. Apalagi, menuju Tulungagung butuh waktu lama dan cukup menguras energi. Dari Banyuwangi menuju Tulungagung, lewat Malang, butuh waktu hampir sepuluh jam. Itu waktu yang tidak sebentar. Nah, berNIKLAAS ANDRIES/RaBa kat bantuan seorang STARTER: Para pemain Persewangi berpose menjelang main di Stadion Diponegoro. juru parkir, Hotel Panorama akhirnya bisa ditemukan. tampak parkir di teras hotel ber- pertandingan di Srengat. Srengat Ternyata Hotel Panorama berada lantai dua itu. Rupanya, seluruh masuk wilayah Kabupaten Blitar. hampir persis di belakang Masjid pemain dan ofisial Persewangi Jaraknya lumayan jauh, hampir 60 Agung Tulungagung, Al-Munaw- sudah berada dalam bus. Mereka menit perjalanan n war. Sebuah bus warna kuning sudah bersiap berangkat ke tempat  Baca Tak Gajian...Hal 35

Sampah TPSA Bulusan mulai diolah Ini namanya pupuk alami cap bulus

Slamet Kariyono ditunjuk jadi Plt sekkab Mugo-mugo “KariKarine” biso Selamet kabeh (semoga terakhir-terakhirnya bisa selamat semua)

PUPUK

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Kamis 1 Maret 2012

CERMIN DIRI

Peranan Kiai dalam Menjaga Keamanan BERBAGAI kiat dilakukan jajaran Polri untuk menekan angka kejahatan di Kabupaten Banyuwangi. Para kapolsek melakukan road show ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi. Pelajar diimbau meningkatkan kewaspadaan terkait maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Diimbau tak hanya memarkir di tempat aman, tapi juga diminta mengunci sepeda motor saat parkir. Tidak hanya kunci setir, bila perlu juga kunci roda. Kalangan pelajar juga diingatkan terkait kenakalan remaja. Para kapolsek juga memanfaatkan jamaah salat Jumat di masjid-masjid sebagai sasaran sosialisasi peningkatan kewaspadaan keamanan. Yang terbaru, demi menjaga keamanan di wilayah tugasnya, Kapolsek Bangorejo, AKP Heri Purnomo, melibatkan para ulama. Kapolsek merangkul para kiai pengasuh pondok pesantren (ponpes). Kemarin pagi (29/2), kapolsek didampingi beberapa anggota polsek bersilaturahmi kepada pengasuh Ponpes Sunan Ampel, Bangorejo, KH. Miftah. Selain bertujuan melihat secara langsung kondisi ponpes di barat Jalan Raya Pesanggaran tersebut, kapolsek juga ingin meminta bantuan pengasuh ponpes tersebut. Sebagai polisi yang membawahi lingkungan Kecamatan Bangorejo, kapolsek membutuhkan bantuan semua pihak. Khususnya, bantuan dan dukungan para kiai. Kenapa kapolsek perlu merangkul para kiai pengasuh ponpes? Alasannya, posisi ulama sangat strategis. Sudah bukan rahasia lagi bahwa para kiai memiliki banyak pengikut, sehingga ucapannya didengarkan banyak orang. Nah, posisi strategis kiai itu memudahkan pembinaan masyarakat supaya taat hukum. Para kiai bisa menyelipkan pesan-pesan perihal menjaga keamanan dalam setiap ceramahnya. Tidak hanya merangkul kiai, semua tokoh lintas-agama, tokoh masyarakat, dan kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM), juga dilibatkan dalam mewujudkan keamanan. Terobosan ini harus selalu dilakukan jajaran kepolisian tanpa mengenal lelah. Harapannya, ikhtiar itu membawa hasil positif, sehingga terwujud masyarakat Banyuwangi yang aman dan kondusif. (*)

GALIH COKRO/RaBa

KAWASAN INDUSTRI: Pembangunan pengepakan Semen Gresik di Ketapang setidaknya bisa memacu investor lain untuk menanamkan investasi di Banyuwangi.

Banyuwangi Paling Diminati Investor Ranking Tiga Setelah Gresik dan Sidoarjo BANYUWANGI - Berbagai prestasi membanggakan terus diukir Banyuwangi. Yang terbaru, Kota Blambangan tercatat sebagai daerah yang paling diminati investor untuk berinvestasi. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menempatkan Banyuwangi pada ranking ketiga setelah Gresik dan Sidoarjo di Jatim sebagai daerah yang paling banyak diminati investor. Sebelumnya, Banyuwangi sama sekali tidak masuk ranking sebagai daerah yang diminati investor. Bupati Abdullah Azwar Anas menga-

takan, ranking yang diperoleh Banyuwangi ini tidak pernah disangka sebelumnya. Sebab, Banyuwangi termasuk daerah yang jauh pusat pemerintahan provinsi. Selama ini, investasi hanya berkembang di sekitar Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan dan beberapa daerah lain. “Sekarang investasi memang sedang deras datang ke Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas. Rencana pembukaan kawasan industri di Wongsorejo, mendapat respons cukup besar dari investor. Beberapa investor rebutan untuk berinvestasi pada kawasan industri tersebut. “Sekarang ada investor Jakarta yang serius untuk berinvestasi di kawasan

industri Wongsorejo,” kata Bupati Anas. Prestasi yang diraih Banyuwangi, lanjut Bupati Anas, bukan semata-mata hasil kerja keras yang dilakukan pemerintah daerah. Namun lebih dari itu ada keajaiban yang diberikan tuhan. “Prestasi ini, mungkin doanya anak yatim yang dikabulkan. Ayo lanjutkan kerja keras kita bersama-sama rakyat Banyuwangi,” tegasnya. Bupati Anas mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan kepada investor yang masuk. Proses pembangunan packing plant PT Semen Gresik (Persero) di Banyuwangi merupakan yang tercepat dibandingkan daerah lain.

Pembangunan packing plant PT Semen Gresik di Banyuwangi hanya membutuhkan waktu tujuh bulan untuk merampungkan. Sejak awal, kata Bupati Anas, pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh proses pembangunan packing plant PT Semen Gresik. “Semua perizinan akan berikan secara cepat dan tepat pada investor yang datang,” katanya. Fasilitas kemudahan perizinan, lanjut Bupati Anas, tidak hanya diberikan kepada PT Semen Gresik saja. Kepada investor lainnya, juga akan diberlakukan sama. “Soal investasi, kita menggunakan manajemen warung padang. Makan dulu, baru bayar,” cetusnya. (afi/aif)

SMAPANK Produktifkan Penerbitan

PENIPUAN

AGUS BAIHAQI/RaBa

DITAHAN: Anwar Hariyanto di Mapolsek Blambangan.

Anwar Gadaikan Emas Palsu di Pegadaian Cluring BANYUWANGI - Aksi penipuan dengan modus menggadaikan perhiasan emas palsu dengan pelaku Anwar Hariyanto alias Awan Hariyanto, 35, ternyata tidak hanya dilakukan di wilayah kantor pegadaian Banyuwangi saja. Aksi serupa, juga dilakukan di kantor pegadaian unit Cluring. Dari hasil pengecekan petugas pegadaian Unit Cluring, ternyata ditemukan perhiasan emas palsu jenis giwang dengan berat 1,7 gram. Orang yang menggadaikan perhiasan itu adalah Awan Hariyanto, warga Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. “Setelah diteliti, perhiasan itu ternyata hanya sepuhan,” ujar pengganti sementara (PGS) Pimpinan Cabang (Pincab) Pegadaian Banyuwangi, Teguh Sujianto. Dengan ditemukan perhiasan emas palsu di pegadaian unit Cluring, jelas dia, berarti aksi penipuan yang diduga dilakukan oleh Anwar Hariyanto tidak hanya di pegadaian induk Banyuwangi dan unit Karangente saja. Tapi, juga dilakukan di unit-unit pegadaian yang ada di wilayah Banyuwangi Selatan. “Tidak menutup kemungkinan juga menggadaikan di unit-unit yang lain,” kata Teguh. Dengan ditemukan emas aspal di pegadaian induk Banyuwangi dan unit Karangente, pihaknya segera menyampaikan pada Pincab Pegadaian di Genteng, dan semua unit Penggadaian di wilayah Kabupaten Banyuwangi. “Semua unit pegadaian, sekarang mengecek perhiasan yang digadaikan,” ungkapnya. Dari hasil cek yang dilakukan, lanjut dia, ternyata di kantor pegadaian Unit Cluring ditemukan sepasang perhiasan giwang yang diduga palsu dengan berat 1,7 gram. “Di pegadaian Cluring yang menggadaikan malah Awan sendiri,” sebutnya. Teguh mengaku belum tahu apakah di sejumlah unit pegadaian yang lain juga menemukan perhiasan palsu. Karena sampai saat ini, baru Unit Cluring yang telah menyampaikan, sedang unit yang lain masih memeriksa. “Kita juga menyampaikan pada pegadaian di Situbondo dan Jember,” imbuhnya. Kapolsek Blambangan AKP Ary Murtini melalui Kanit Reskrim Iptu Basori Alwi mengaku sudah mendapat laporan ada perhiasan palsu di pegadaian Unit Cluring. “Awan alias Anwar diduga juga beraksi di daerah lain, kita masih terus mengusut,” terang Basori. Awan alias Anwar Hariyanto yang masih diamankan di Mapolsek Blambangan, terang dia, dikenal sangat licin dan tidak mudah menyerah. Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku hanya beraksi di pegadaian induk Banyuwangi dan Unit Karangente. Tapi setelah ditemukan di Unit Cluring, tersangka mengakuinya. “Kalau tidak ditemukan bukti, tersangka tidak mau mengaku,” tandas Basori. (abi/aif)

SITUBONDO - Kegiatan Road Show Jurnalistik Radar Banyuwangi kemarin berlangsung di SMAN 1 Panarukan (SMAPANK). Pelatihan jurnalistik diikuti 75 siswa. Materi yang disampaikan meliputi teknik mencari, menghimpun dan menyajikan berita. Peserta tidak hanya dari kalangan pengurus OSIS dan siswa utusan masing-masing kelas, tapi juga diikuti sejumlah guru bahasa yang menjadi pembina media penerbitan majalah Metafora’SMAPANK. Mereka aktif mengikuti kegiatan yang diisi tim dari Radar Banyuwangi ini dengan memberikan pertanyaan yang sangat teknis. Peserta juga mendapat pelatihan seputar teknik dasar fotografi. Ini agar siswa mampu menyertakan foto jurnalistik yang memadai dalam berita

yang dimuat dalam majalah. “Apa gunanya berita, jika foto yang dimuat di sebuah media massa sudah sangat berbicara tentang unsur 5w+1H,” tanya salah seorang guru. Usai mendapatkan materi dari nara sumber, peserta langsung melakukan praktik penulisan dasar-dasar berita. Mereka juga diberi tugas untuk mengkritisi tulisan berita teman-temannya yang dibacakan di depan forum. Moment ini sangat bermanfaat untuk melakukan koreksi terhadap tulisan peserta sendiri. Usai mengikuti pelatihan, siswa SMAPANK, khususnya pengurus OSIS diharapkan bisa kian produktif secara kualitas maupun kuantitas dalam menerbitkan majalah Metafora. Sebab, selama ini dalam setahun, Majalah Metafora hanya terbit sekali. “Edisi

SYAMSURI/RaBa

GAYENG: Sedikitnya 75 siswa SMAN 1 Panarukan kemarin mengikuti pelatihan jurnalistik

ketiga akan segera diterbitkan dalam waktu dekat, makanya semoga pelatihan ini akan sangat membantu,” terang Kepala Sekolah SMAPANK Slamet Yuwono didampingi Wakasek Kesiswaan Ismantoro. Menurut dia, SMAPANK memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap kemampuan menulis siswa-siswinya. Sebab, dengan menulis mere-

ka bisa termotivasi untuk terus menambah wawasan. Dengan menulis, siswa juga terbiasa menyampaikan aspirasinya dan memberikan informasi. “Makanya motto majalah Metafora ini, aspiratif dan informatif,” terangnya. Lebih lanjut Wakasek Ismantoro mengatakan, pelatihan jurnalistik yang digelar di SMAPANK kemarin adalah

yang kali ketiga. Sebelumnya, yang digandeng untuk kepentingan regenerasi kemampuan menulis dan mengurus majalah ini juga tim dari Radar Banyuwangi. “Kita optimistis kegiatan semacam ini akan sangat membantu dalam memberdayakan siswa dalam melakukan kegiatan jurnalistik untuk majalah sekolah,” tegasnya. (pri/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Agus Baihaqi, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 18.000/mmk, berwarna depan Rp 30.000/mmk, berwarna belakang Rp 27.500/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 30.000/baris, Lowongan: Rp 45.000/baris, Sosial: Rp 12.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 1 Maret 2012

Bujang Kasep Kendat di Gubuk

KEAMANAN

ABDUL AZIZ/RaBa

ULAMA-UMARA: Kapolsek Bangorejo, AKP Heri Purnomo bersama KH. Miftah.

Polsek Melibatkan Ponpes BANGOREJO-Dalam upaya menjaga keamanan di wilayah tugasnya, Kapolsek Bangorejo, AKP Heri Purnomo, melibatkan semua kalangan masyarakat. Tak heran, bila kapolsek juga merangkul semua kalangan, khususnya para kiai pengasuh pondok pesantren (Ponpes). Kemarin pagi (29/2), kapolsek didampingi beberapa anggotanya, bersilaturahmi kepada pengasuh Ponpes Sunan Ampel, Bangorejo, KH. Miftah. Ditemui usai silaturahmi, Heri mengakui, kunjungan itu tak hanya bertujuan melihat secara langsung kondisi ponpes di barat Jalan Raya Pesanggaran tersebut. Tetapi, pihaknya juga ingin meminta bantuan pengasuh ponpes itu. Sebagai polisi yang membawahi lingkungan Kecamatan Bangorejo, kapolsek membutuhkan bantuan semua pihak. “Khususnya bantuan dan dukungan dari para kiai, sangat kita butuhkan,” cetusnya. Kapolsek merasa perlu merangkul para kiai pengasuh ponpes, karena posisinya sangat strategis. Para kiai itu memiliki banyak pengikut, sehingga ucapannya didengar banyak orang. Posisi kiai yang strategis tersebut, kata dia, bisa memudahkan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat agar taat hukum. ‘’Kerja sama ini tentu akan sangat baik, karena ulama dan umara bisa saling bekerja sama mewujudkan kemaslahatan umat,” tandasnya. Selain merangkul kiai, Heri juga akan melibatkan semua tokoh lintas agama dan masyarakat, serta kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). “Intinya, kita akan rangkul semua pihak, agar Bangorejo selalu aman dan damai,” tegasnya. (azi/irw)

USAHA KECIL SIGIT HARIYADI/RaBa

DIAMANKAN: Sejumlah barang bukti yang ditemukan di tubuh korban.

ROGOJAMPI - Warga Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, kemarin pagi (29/2) geger. Mereka dikejutkan berita penemuan mayat seorang pria. Posisi tubuhnya menggantung di dalam sebuah gubuk di tengah sawah. Tak ayal, warga yang penasaran langsung berbondongbondong menuju lokasi penemuan mayat. Belakangan diketahui, korban adalah Sugiarto, 40, warga Dusun Padangbulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Kuat dugaan, pria lajang paro baya tersebut sengaja mengakhiri hidupnya. Dugaan itu diperkuat hasil visum petugas Puskesmas Gladag, Kecamatan Rogojampi, yang menyatakan tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuhnya. Saat menggeledah tubuh Sugiarto, polisi menemukan beberapa barang bukti, di antaranya dua obat dalam kotak kecil hijau bertulisan huruf China, botol kecil minyak angin, dan kartu tanda penduduk (KTP) atas nama korban. “Jasad korban kali pertama ditemukan warga sekitar yang hendak berangkat ke sawah sekitar pukul 05.30,” ungkap Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio, melalui Kanitreskrim Ipda Winardi saat dikonfirmasi di Puskesmas Gladag kemarin. Temuan beberapa obat itu memicu spekulasi korban nekat gantung diri dengan sarung lantaran penyakitnya tak kunjung sembuh. Namun, untuk memastikan motif di balik aksi nekat korban, polisi masih harus meminta keterangan sejumlah kerabat korban. “Kami akan meminta keterangan keluarga korban. Saat ini (kemarin, Red) belum bisa dilakukan, karena pihak keluarga masih sibuk

SIGIT HARIYADI/RaBa

TERBUJUR KAKU: Tenaga medis Puskesmas Gladag melakukan visum luar jasad Sugiarto kemarin (29/2).

mengurus pemakaman korban,” ungkap Winardi. Kemarin keluarganya menghendaki jasad Sugiarto langsung dikebumikan. Mereka menolak otopsi. “Pihak keluarga yakin kerabatnya tewas bunuh diri,” ujarnya. Firasat sudah diketahui sejak malam sebelum jasadnya ditemukan. Seorang warga memergoki Sugiarto memanjat pohon. Namun, karena ulahnya itu diketahui, Sugiarto langsung turun. “Ternyata, pagi harinya jasadnya ditemukan tewas menggantung di gubuk sawah,” papar Winardi.

Sementara itu, Mujiono, 35, adik korban, mengaku tidak tahu alasan yang melatarbelakangi kakaknya mengakhiri hidup. “Selama ini, saya tidak tahu kakak saya mengidap penyakit. Sebab, dia memang jarang pulang. Katanya, dia berjualan bakso di Kota Banyuwangi,” ceritanya. Kasak–kusuk yang berkembang di kalangan warga, bujangan itu nekat bunuh diri lantaran tidak kunjung mendapat jodoh. “ Semasa hidup, kakak saya tidak punya musuh,” kenang Mujiono. (sgt/c1/irw)

Komite Sekolah Belum Cabut Laporan Polisi GILANG/RaBa

SOSIALISASI: Disperindagtam memberikan pelatihan peningkatan kualitas gula kelapa non sulfit kepada petani di Singojuruh, kemarin.

Gembleng Petani Gula Kelapa SINGOJURUH–Pemakaian sulfit dalam produksi gula kelapa di kalangan petani, mendapat perhatian dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi. Sebab, pemakaian sulfit dalam gula merah akan menimbulkan banyak efek samping bagi kesehatan konsumen. Kepala Disperindagtam, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, gula non sulfit memiliki manfaat yang bagus bagi kesehatan. Apalagi, gula non sulfit memiliki daya saing cukup tinggi. “Banyuwangi memiliki potensi pohon kelapa 24 ribu hektare lebih. Dan 95,45 persen merupakan perkebunan rakyat,” bebernya dalam sosialisasi “Peningkatan Produksi Gula Merah Non Sulfit” di Singojuruh, kemarin (29/2). Selama ini, ungkap Hary, petani gula selalu menggunakan sulfit saat produksi. Fungsinya sebagai pewarna gula, agar lebih cerah dan relatif tahan lama. Selain itu, mencegah perubahan warna makanan menjadi kecoklatan. “Oleh karena itu, kita adakan sosialisasi untuk meningkatkan kualitas gula non sulfit hari ini (kemarin, Red),” cetusnya. Pemakaian sulfit di kalangan petani gula, lanjut Hary, dilatarbelakangi persepsi masyarakat yang salah. Selama ini, banyak yang menganggap bahwa gula kelapa berwarna kuning dan keras merupakan gula berkualitas. Padahal, gula kelapa tersebut mengandung natrium metabisulfit yang membahayakan kesehatan manusia. “Bisa menimbulkan penyakit, seperti asma atau sesak nafas,” jelasnya. Dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, Hary berharap, ke depan petani gula Banyuwangi akan memproduksi gula non sulfit. “Kapasitas gula non sulfit saat ini sekitar 8.640 ton per tahun. Padahal, permintaannya 12 ribu ton per tahun,” sebut Hary. Sesuai data Disperindagtam, petani gula kelapa tersebar di Kecamatan Glenmore, Sempu, Pesanggaran, Rogojampi, dan Kabat. Jika mereka beralih memproduksi gula merah non sulfit, maka permintaan 12 ribu ton per tahun akan terpenuhi. “Kami berharap, sosialisasi dan pelatihan ini memiliki efek yang bagus,” cetusnya. Sementara itu, sosialisasi dan pelatihan peningkatan gula non sulfit digelar di sembilan kecamatan. “Kami akan adakan lagi pada tanggal 6 sampai 7 Maret mendatang di Bangorejo, Gambiran, Sempu, Glenmore, dan Genteng,” beber Hary. (gil/irw)

Kasus Adu Kepala Sudah Damai KALIBARU - Anggota Komite Sekolah SMPN I Kalibaru, Iskak Jayadi, belum mencabut laporan dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Ismail di Mapolsek Kalibaru. Alasannya, dia tengah sakit liver dan sedang menjalani rawat jalan. “Sekarang saya masih periksa di Rumah Sakit Krikilan (di Kecamatan Glenmore, Red),” katanya saat dihubungi RaBa kemarin. Iskak menuturkan, intinya dia sudah tidak keberatan mencabut laporannya di kepolisian. Apalagi, Ismail yang sebelumnya juga melaporkannya sudah mencabut laporan lebih dahulu. “Tapi saya memang masih sakit,” ungkapnya. Sementara itu, belum dicabutnya laporan tersebut oleh Iskak memunculkan rumor tak sedap di kalangan masyarakat Kalibaru. Informasi yang diterima RaBa menyebutkan bahwa Iskak diduga memang enggan mencabut laporan. Sebab, kabarnya beberapa

syarat yang dia minta belum disanggupi Ismail. Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Iskak enggan menjawab. “Nggak benar saya minta persyaratan apaapa untuk berdamai,” tampiknya. Hanya saja, Iskak mengakui bahwa dirinya memang meminta biaya pengobatan. Sebab, setelah adu kepala tersebut, dia menjalani perawatan medis. “Saya hanya minta biaya pengobatan, nggak minta syarat apa-apa,” ungkap pria yang menolak menyebut nominal biaya pengobatan tersebut. Diberitakan sebelumnya, 7 Februrai 2012 lalu Ismail, guru bahasa Inggris, mencabut laporannya di Mapolsek Kalibaru. Namun, langkah itu belum diikuti Iskak Jayadi. Padahal, di keduanya sudah berdamai dan sepakat mencabut laporan masing-masing. “Saya kaget, ternyata yang mencabut laporan cuma saya,” ujar Ismail kepada RaBa Sabtu lalu (25/2). Sebelumnya, mereka terlibat cekcok di ruang TU SMPN I Kalibaru. Saat keluar ruangan, keduanya justru beradu kepala hingga berbuntut laporan kepada polisi. (azi/c1/irw)

SIGIT HARIYADI/RaBa

TIDAK TERIMBAS CUACA: Seorang pedagang bumbu di Pasar Rogojampi sibuk melayani pembeli.

Cabai Rawit Naik, Tomat Merosot ROGOJAMPI - Kabar baik bagi konsumen. Meski cuaca ekstrem kerap melanda Banyuwangi dan menyebabkan produktivitas beberapa komoditas turun, tapi sebagian besar harga bahan kebutuhan pokok di pasar stabil. Bahkan, harga beberapa komoditas pertanian cenderung turun, di antaranya ranti dan tomat. Tidak banyak bumbu masakan yang harganya melambung.

Yang melambung, di antaranya cabai rawit dan gula merah. Pantauan wartawan koran ini di Pasar Rogojampi menyebutkan, sepekan terakhir harga tomat anjlok dari Rp 10 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp 4.000. Demikian halnya dengan ranti. Sepekan lalu harganya masih Rp 14 ribu per kg. Nah, kini konsumen bisa membawa pulang 1 kg ranti hanya dengan Rp 6.000.

Menurut Kunti, 35, pedagang bumbu masak di pasar tradisional, salah satu komoditas yang harganya naik adalah cabai rawit. Sebelumnya, cabai rawit hanya dibanderol Rp 10 ribu, tapi kini menjadi Rp 14 ribu per kg. “Demikian juga gula merah. Sepekan terakhir harganya naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.500 per kg,” ungkapnya kemarin (29/2). (sgt/c1/irw)

Bantah Merampas, Debt Collector Siap Profesional BANYUWANGI - Mendapat sorotan lembaga swadaya masyarakat Konsorsium Demokrasi Banyuwangi (LSM Kodeba), kalangan debt collector (juru tagih) pun bersikap. Para debt collector yang tergabung dalam Serikat Pekerja Informal (SPI) Banyuwangi menyatakan siap diajak duduk bersama. Rofiq Sarada, ketua SPI, mengaku siap diajak berdialog bersama kalangan LSM. Dia membantah tudingan bahwa selama ini praktik debt collector telah merugikan masyarakat. Ditegaskannya bahwa para debt collector di bawah naungan SPI tidak pernah melakukan perampasan kendaraan bermotor kreditan di tengah jalan. “Tidak mungkin merampas di tengah jalan, karena harus ada tanda tangan nasabah,” tegasnya kepada RaBa kemarin (29/2). Meski begitu, Rofiq tidak menampik bahwa masih ada oknum debt collector yang belum profesional, seperti mengambil sepeda motor di tengah jalan tanpa minta tanda tangan nasabah. Bahkan, melakukan pengebirian hak-hak nasabah. Namun, hal itu tidak mungkin dilakukan anggota SPI

GALIH COKRO/RaBa

SOLID:Para debt collector di bawah SPI siap bekerja secara profesional.

yang telah dibekali pengetahuan hukum dan profesionalisme dalam bekerja di lapangan. “Ke depan, program kami adalah menertibkan yang belum profesional. Utamanya menyangkut peningkatan profesionalisme anggota SPI,” tekadnya. Rofiq mengakui bahwa pada dasarnya

debt collector adalah pekerja outsourcing yang bekerja berdasar surat kuasa. Pihaknya juga bertindak untuk dan atas nama perusahaan pemberi kuasa. “Jadi, kami bekerja sesuai surat kuasa yang diberikan perusahaan,” tandasnya. Nah, agar memiliki payung hukum yang

jelas, lanjut dia, maka dibentuklah SPI untuk memberi wadah para debt collector. “Dengan begitu, para debt collector yang menjadi anggota SPI bisa dibina dengan baik agar tidak ada benturan hukum,” tuturnya. Selama ini, lanjut dia, perusahaan finance dan leasing menunjukkan sikap welcome terhadap pembentukan SPI. Sebab, dengan adanya paguyuban debt collector, perusahaan finance dan leasing tidak kerepotan melakukan kontrol. “Para debt collector yang tergabung dalam SPI juga bisa menyalurkan aspirasinya kepada leasing,” imbuhnya. Diberitakan sebelumnya, LSM Kodeba getol mendesak DPRD Banyuwangi menggelar hearing. Dewan diminta memanggil kalangan koperasi, perusahaan finance dan leasing, serta instansi terkait. Pasalnya, akhir-akhir ini diduga marak koperasi dan perusahaan leasing maupun finance yang menyimpang. Seperti perampasan sepeda motor kreditan dan tindakan debt collector yang dinilai merugikan nasabah saat menagih. (c1/irw)


PENDIDIKAN

28

Kamis 1 Maret 2012

MAN Genteng Buka Program Keagamaan kegiatan yang dimulai sejak tiga hari lalu tersebut dibuka Kasi Mapenda Kemenag Banyuwangi Suciningsih. “Setelah GENTENG - Madrasah Ali- acara pembukaan dilanjutkan yah (MAN) Fair Kecamatan dengan lomba telling story oleh Genteng, yang bersiswa SMP dan langsung sejak tiga MTS se-Banyuwahari lalu ditutup ngi,” tuturnya. dengan kegiatan Mantan Mapenda peringatan Maulid Kemenag BanyuNabi Muhammad wangi itu menuSAW kemarin. turkan, selain telling Acara maulid terstory, juga ada bazar sebut menghadan olimpiade dirkan pembicara MIPA dan IPS bagi Ustadz Mahrus Ali peserta siswa MTS dari Desa Bencudan SMP se-BanyuKosim Zaenal luk, Kecamatan wangi. Selain itu Cluring. Selain itu, juga diisi juga diisi dengan kontes seni dengan pagelaran wayang kulit MAN Genteng. Sedang hari keyang menghadirkan dalang Drs. tiga kemarin ditutup dengan keSugiyono dari Kota Genteng. giatan pameran dan peringatan Kepala MAN Genteng Kosim maulid nabi. “Semua kegiatan Zaenal M.Pd.I mengatakan, ini dalam rangka memperke-

MAN Fair Ditutup Peringatan Maulid

FOTO-FOTO: ABDUL AZIZ/RaBa

KREATIF: Siswa mendirikan stand bazar di halaman MAN Genteng.

SYARAT NILAI: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi dengan pagelaran wayang kulit.

nalkan MAN Genteng, agar semakin dekat dengan masyarakat,” tandasnya. Kosim menyebutkan, selain

memiliki program lama IPS dan IPA, MAN Genteng juga membuka program baru, yaitu program keagamaan. “Pro-

gram ini dipersiapkan untuk anak-anak agar menjadi ulama bangsa,” harapnya. Untuk program keagamaan,

jelas Kosim, ada keterampilan yang dikemas dalam muatan lokal yaitu qiraatul kutub. Sedang IPS dan IPA ada pertanian,

sablon, menjahit dan membatik. “Sedang program pilihan ada tata rias dan tata boga,” pungkasnya. (azi/adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Rumah Kos Putri •

• Kos Putri •

• Ruko 2Lt Agus Salim •

Terima Kos khusus putri, Perum Citra Pesona (dekatIKIP),Hub:081358211899/08123457167

Terima kos putri, pegawai & mahasiswa lok Jl. Simpang Gajah Mada No. 1A Bwi. Fas: KM dlm, dipan, almari, meja, tv, dapur, parker, air melimpah. HARGA PROMO. Hub: 08123451223

BANYUWANGI

• Rumah T 50 • Dijual Rmh T50, s pkai, t 80m2. mbl msk + 100m dr Jl Basuki Rahmat, 165 jt. Hub: CIA Property 081346293265, 087755991595

• Perum GGM • Dijual rumah Ls 98m2, lokasi Perum GGM, 2 KT, PLN, PDAM, Tlp, carport. Hub lngsung tnpa perantara 085859687870

• Perumahan Kodim • Djl cpt 260jt, siap huni, 2 lantai, 10x20m, full bangunan, 3KT, 2KM. Jl. Doho 32 Bwi. Hub: 085649767535-082157565659

Dijual Ruko 2 lantai, Hubungi: 081330111083, Jl.KH.Agus Salim 138,Bwi; 220juta nego; dekat kantor2/permukiman

• Toko+Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sigiarto 081233499888, 03170338181

• Toko Karangente •

• Tanah SHM 4400M2 •

• Tanah Tangkuban Perahu •

Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

Djl tnh SHM, L615m2, Jl Tangkuban Perahu Bwi. Ditawarkan 500rb/mtr. Hub 081805099090

• Tanah 2600m2 •

Djl T.Sawah Prod tgh kota, L 7000m2 @250rb/ m (TP), Hub: 081234020277 Andre cpt!

Dijual Tanah strtgis, cck utk usaha apa saja, 2600m2, dlm kota, SHM. Hub: CIA Property 081346293265, 087755991595

• Tanah Kapling Murah • Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

• Kebun Kelapa • Dijual murah: Kebun Kelapa luas 18.000m2. Ada tanaman Sengon 1500 btg usia 1,5 thn. Lokasi Ds Kelir, Kalipuro, mobil bisa masuk ke lok. Hub: 08179622454

• Sawah 7000m2 •

• Tanah Kapling • Dijual tanah 10x40 m2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580.

• Tronton 97 • Dijual 1 unit Tronton 6D22 th 97 kondisi bagus, plat P, Hub: 08123456909, Stb

• Vios & Avanza •

• Nissan Terrano SGX ‘97 •

Hlg STNK Nopol P 2595 WS, an. Moh. Misnan, al: Jl. Ikan Kerapu no.3B RT01/01 Karangrejo

Dijual cepat Rumah/perumahan Brawijaya Asri B-4 Jl. Kertanegara Banyuwangi L=219m2, SHM. Hubungi: 087755691210

BANYUWANGI

• Suzuki Titan ‘10 • Djl Suzuki Titan Hitam '10. Mulus spt baru. STNK Des '12. Murah 7,6jt. H: 08123573571

Hlg STNK Nopol P 3962 TQ, an. Kusen, al: Karetan RT02/02 Glagah, Purwoharjo

Djl Rumah Perum Brawijaya Regency Blok C-11 Banyuwangi Type 36/100 Hub. 0817350774 ( Deni) BUC.

BANYUWANGI

• Prima Mobil • Used Car Stream07, Inova05G, Livina08, Kuda02, Avanza07, LGX03, Krista03, Eskudo98, Splash11, APVGX09, PU Grand Max10, L30010, PUFutura09, PUSS07'10, Espass04'07. Hub 0811301676, 411655

Hlg STNK Nopol P 6041 WR, an. Suyitno, al: Krajan RT1/7 Bajulmati, Wongsorejo

• Brawijaya Regency •

• Brawijaya Asri •

• STNK • Hlg STNK Nopol P 3080 YF, an. Sofyan Hariyanto, al: Sumberasri RT01/01 Songgon

DjlToko(10,5x8m)+rumah+tanahLT=537m2,SHM, tepi jalan besar - patung kuda - Karangente. H: 085258091660/085745389038,TanpaPerantara.

• Dikontrakkan • Dikontrakkan Ruko Baru 2 Lt, Jl. Adi Sucipto 51(Permata Laundry) 2 Ruko Hanya 35 juta, 08574933344

• Sertifikat Hak Milik • Hlg Sertifikat Hak Milik (SHM) asli no.366 an:Yulia Puji Astuti, al: Pisangcandi Malang. Sertifikat HGB no. 214 an: Supranoto, al: Waru Sidoarjo. IMB no. 474 & no. 154 an:Yulia Puji Astutik, al: Jl. Sulawesino.88Bwi.Mnmuknhub085231476217.

• Truk Mitsubishi 82, 81 • Dijual Truk Mitsubishi 82, 81 siap pakai, Hub: 08123480235, 081934755887

• Kijang LGX 03 • Dijual Mobil Kijang LGX 03 bln 12, Diesel, TV, CD Aiwa, merah metalik, P Bwi. 081235717658

Djl Vios 04 Gray 80 juta & Avanza G 09 htm 145 pajak baru/nego/SMS 087755691210

• Promo Daihatsu • Khusus bulan ini All New Xenia UM 40jtan angs 2 jtan (3th). R Stock Terios, Luxio, Sirion & Grand Max. Disc Gede+Hadiah menarik. Hubungi: Hadi 0815 5970 5555 / 081233432555

• Baleno Next G ‘05 •

• Kijang ‘94 •

Djl Baleno Next-G Facelift th 2005 merah KM 79.000, istimewa, Hub. 081234590052

Dijual Kijang '94. Biru Bulu Kera (P). Istimewa. Hrg 70 Juta Nego. Hub: 085745270031.

• Isuzu Panther ‘97 •

• Toyota Kijang LSX ‘97 •

• Toyota Kijang LGX 98 •

Dijual Isuzu Panther TBR 54P RLC STD th 1997, merah metalik, harga 73,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota Kijang LSX th 97 (solar), biru, harga 88,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kijang LGX’98 bensin, biru, plat DK pajak panjang, siap pakai. Harga Rp 95 juta (nego). Hubungi: 8123353502

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

• Toyota Avanza ‘07 •

• Daihatsu Gran Max ‘11 •

Dijual Toyota Kijang LGX LF80 STD th 2002 merah (solar), harga 110 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 13G F60 IRM th 2007 biru / silver, harga 127,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max S40 2 RP 1.5cc PMRFJJ KG (pick-up) th 2011,hitam, hrg 83,5 jt, nego, brg istmwa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Terrano SGX 2.4 M/T th 97 Silver metalik, harga 97 juta nego, orisinilan, siap pakai, Hubungi HP 081336314314

BANYUWANGI • Karyawan/ti • Dibutuhkan krywan/ti utk Petshop, syrt: suka kucing, usia max 28 th, rmh dlm kota Bwi. Hub: 08123544000

• Peluang Usaha • Peluang Usaha memiliki lembaga pendidikan tgkt nas,mdl kecil,untung tak trbts, sbg pembimbing/mitra krj,pengelola. Hub. DE,Jl Jagung Suprapto 39B-7 Bwi 0333424476,085258036777

SITUBONDO • Tanah Tepi Laut • Djl Tnh 625m2 , SHM lok. Pasir putih / bungatan STB , Tepi Laut , Jl. Prov cck u Villa Hub. Adi 08124921333/( 0338 ) 671889.

• Bondowoso • Dijual tanah 9002m2, SHM plus 2800 pohon jati umur 9 th. Lok Ds Lombok Kulon, Bondowoso. Hub. Hj. Farida Jamil Zuhri 081358008070

BANYUWANGI • Les Musik • ARIA Music menerima murid baru utk: **Les Piano Pop/Klasik ujian Royal, **Les Keyboard, ** Les Drum. Hubungi: 03338933045 / 082141057540

• Les Matematika+Fisika • Les Mtk+Fis SMP 9/SMA 12 setiap minggu, Jl. Kalilo 11 Banyuwangi, T. 081331514992

• Sparepart Sepeda Motor • Dijual cepat, bisa langsung buka usaha, onderdil sepeda motor lgkp dgn alat & etalase dll. Letkol Istiqlah, H: 081336666171

SITUBONDO • Butuh Dana? • Dana cepat, bunga ringan. Jaminan BPKB mobil, Hubungi: 085 258 259 990

• Jasa • Terima tarik tunai & Pelunasan kartu kredit Visa/Master, 0852 5999 8910

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Kamis 1 Maret 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

PN Janji Permudah Penerbitan Akte Lahir

TOGEL

Rekapan Diselipkan di Bra BANGLI – Satu per satu anggota jaringan judi kupon putih jenis toto gelap (togel) digulung polisi. Namun, pelaku lain belum jera jua. Buktinya, masih ada tersangka baru. Ini menyusul Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bangli, Bali, meringkus pelaku togel. Kali ini, yang dibekuk seorang pengecer, ibu paruh baya di Banjar Tegal, Bebalang, Bangli. Dialah Ni Made Siswati, 41, yang tertangkap tangan saat transaksi di depan warungnya, Senin petang (27/2). Ketika ditangkap, tengah melayani pemasangan togel pelanggannya. Sempat mengelak, tapi setelah petugas berhasil menemukan barang bukti berupa rekapanrekapan pasangan togel, akhirnya tak berkutik saat rekapan ditemukan di balik bra-nya. ’’Kami mengerahkan Polwan untuk menggeledah pelaku dan mendapati barang-bukti,” beber Pahumas Polres Bangli, AKP Dewa Nyoman Rai, kemarin (28/2). Atas temuan itu, siswati dan barang buktinya diboyong ke mapolres. Di antaranya sejumlah rekapan pasangan togel dan uang tunai pasangan, ada salah seorang pelanggan memasang Rp 10 ribu. (yog/djo/jpnn)

LAPAS

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

PINDAH TAHANAN: Demi keamanan, puluhan napi asal lapas Krobokan Bali dititipkan ke Lapas Jember, kemarin.

Dapat Kiriman 14 Napi JEMBER - Sebanyak 14 narapidana (napi) asal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Krobokan-Denpasar Bali dipindah ke Lapas Kelas 2A Jember. Mereka dipindah setelah sebelumnya dititipkan di Lapas Banyuwangi selama 4 hari pasca kerusuhan di LP Krobokan pekan lalu. Setelah 4 hari dititipkan di Lapas Banyuwangi, 14 napi asal Lapas Krobokan akhirnya dipindah ke Lapas Kelas 2A Jember, Rabu (29/2). Kepala Lapas Jember Harun Sulianto mengatakan, sebenarnya para napi ini harus sudah tiba di Lapas Jember Sabtu pekan lalu. Namun atas alasan keamanan, 14 napi untuk sementara dititipkan di Lapas Banyuwangi. ”Karena alasan keamanan, 14 napi dititipkan dulu ke Lapas Banyuwangi sebelum dikirim ke Jember,” kata Harun. Harun menyebutkan, 14 napi yang kini dibinanya, berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, Kalimantan, dan satu orang napi dari Pulau Bali. Disebutkan, untuk napi asal Kabupaten Jember, berjumlah dua orang, Situbondo 3 orang, Malang sebanyak 2 orang, Bandung 2 orang, Lumajang 2 orang, dan 1 orang napi dari wilayah Banyuwangi, Pamekasan, Kalimantan Timur, dan Denpasar. (jum/aro/c1/wnp/jpnn)

ELPIJI

Oplos LPG, Digerebek Pol PP TABANAN – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan pukul 10.00 pada Selasa (28/2) menggerebek praktik pengoplosan gas elpiji di lingkungan Sengau Banjar Kauripan Kaja, Abiantuwung, Tabanan, Bali Menurut Komandan Regu (Danru) Satpol PP, Gusti Ketut Subrata, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan keluhan mengenai bau menyengat yang dihasilkan dari praktik pengoplosan tersebut. ’’Atas informasi masyarakat itu, kami datangi tempat ini. Ternyata saat kami datang sedang dilakukan praktik pengoplosan,” ujar Subrata di lokasi kejadian kemarin. Melihat praktik pengoplosan tersebut, beberapa petugasnya langsung menghentikan aksi tersebut. ’’Kami langsung hentikan kegiatan mereka,” ungkap Subrata. Di tempat pengoplosan yang dimiliki Gotri asal Jawa Timur ini, Satpol PP hanya menemukan karyawan dan adik bosnya saja, Bambang Prayoga, 31. Sebagai instansi pemerintah, pihaknya pun menanyakan dan melihat perizinan mengenai perdangan gas elpiji yang mereka lakoni. ’’Ternyata mereka tidak punya izin operasi. Makanya mereka kami hentikan dan karyawannya kami bawa ke Kantor Satpol PP,” ungkapnya. Barang bukti yang disita terdiri; 242 tabung ukuran 12 kilogram dan 560 tabung ukuran 3 kilogram. (dra/djo/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

SEJAK 1976: Inilah ruang kelas IVB SDN Glagahwero 01, Panti, Jember, setelah ambruk.

Lagi, Ruang Kelas Ambruk Terjadi di SDN Glagahwero 01 JEMBER – Ruang kelas ambruk terjadi susul-menyusul. Kali ini menimpa ruang kelas IVB SDN Glagahwero 01 Panti. Ruang kelas tersebut ambruk sekitar pukul 06.10. Dalam kejadian itu tidak jatuh korban jiwa karena para murid belum datang ke sekolah. Ambruknya ruang kelas yang ditempati 25 orang murid itu hanya diketahui oleh Zaenal, 40, penjaga SD setempat. Menurut A.G. Susilowati,

kepala SDN Glagahwero 01, selama ini pihak sekolah terus melakukan rehab ringan. Ruang kelas yang ambruk tersebut merupakan bangunan lama karena berdiri sejak 1976. “Tiga lokal, termasuk ruang kepala sekolah, sudah tidak layak lagi ditempati,” katanya. Jumlah murid di SDN Glagahwero 01 berjumlah 320 orang dan menempati 12 ruang kelas. Dikatakan Susilowati, ruang kelas IA dan IB atapnya sempat terbang setelah dihantam angin puting beliung. Tetapi, pihak sekolah langsung melakukan perbaikan karena kedua ruang

kelas itu masih ditempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Menyusul ambruknya ruang kelas IVB, untuk sementara murid kelas IVB, VA, dan VB masuk pada pukul 11.30 sampai pukul 16.00. Pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember memastikan, tiga ruang kelas dan ruang kepala sekolah di SDN Glagahwero 01 Panti akan masuk dalam daftar sekolah yang diperbaiki tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono saat meninjau SDN Glagahwero 01. (jum/c1/har/jpnn)

Asyik Nyabu, Diciduk Polisi BONDOWOSO - Misnoto alias Rofi, 35, warga Dusun Taman, Desa Merawan, Kecamatan Tapen, harus berurusan dengan hukum. Dia ditangkap polisi di sebuah rumah di Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, setelah asyik pesta sabu-sabu. Seorang pelaku lainnya yang juga ikut nyabu berhasil kabur dalam penggerebekan tersebut. Pihak polisi sendiri sudah mengantongi identitas pelaku yang kini dinyatakan sebagai buron. Penggerebekan yang dilakukan kemarin sekitar pukul 17.00 ini sendiri merupakan

rangkaian Operasi Sakauw Semeru 2012. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 kantong plastik kecil berisi sabusabu seberat 0,02 gram, 1 buah pipet kaca, 1 buah aluminium foil, 3 potongan sedotan plastik, 2 korek api gas, 2 cuttom bud, dan seperangkat alat isap yang terdiri dari 1 botol larutan penyegar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi men-dapatkan laporan warga terkait adanya tindak pidana pesta sabusabu di sebuah rumah. Polisi pun segera mendatangi lokasi.

Begitu dilakukan penggerebekan, ternyata di dalam rumah tersebut benar ada pesta sabusabu. Melihat ada polisi yang datang, seorang pelaku berhasil lolos setelah melarikan diri. Sehingga pelaku yang tertangkap langsung dikeler ke Polres untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, tersangka mengaku pernah nyabu dua kali bersama temannya berinisial L warga Besuk, Klabang, yang kini sudah meninggal. Untuk menjalani proses hukum, tersangka harus disel dalam tahanan. (esb/c1/hdi/jpnn)

LUMAJANG – Pemberlakuan aturan baru tentang pengurusan akte kelahiran yang harus melalui Pengadilan Negeri (PN), kini ratusan warga sudah memohon penerbitan akte di PN Lumajang. Saat ini, yang sudah masuk mencapai seratus pemohon. Biayanyapun juga tidak terlalu mahal seperti yang dibayangkan. Humas PN Lumajang Suba’i mengatakan jika pihaknya saat ini sudah melayani ratusan pemohon akte kelahiran. Dari semua pemohon itu, menurutnya tidak ada yang ditolak. “Semua dikabulkan,” jelasnya saat ditemui di kantornya, kemarin. Dia mengakui, bahwa isu yang berkembang di masyarakat, pengurusan akte kelahiran melalui PN mahal. Namun dia menegaskan jika hal tersebut hanya isu, karena pengurusan akte kenyataannya memang tak terlalu mahal. Bahkan pengurusannyapun lebih mudah dibanding sidang lainnya. Dalam proses pelaksanaan sidang, PN berjanji tidak akan mempersulit. Hanya sekali datang dengan menyerahkan berkas-berkas persyaratan, seminggu kemudian bisa melangsungkan proses persidangan. “Dengan sekali sidang sudah bisa kami kabulkan, kami tidak akan mempersulit,” katanya. Dengan catatan, berkas-berkas sebagai persyaratan lengkap dan memenuhi legalisasi. Baik dari desa, kecamatan, KUA dan pihak medis, semuanya lengkap dan tidak ada

yang ganjal. Jika semuanya lengkap, maka lanjut dia, proses pengurusan tidak akan lama dan tidak akan dipersulit. Diantara persyaratan yang perlu dipenuhi antara lain adalah membuat permohonan kepada PN Lumajang, surat konfirmasi dari Dispendukcapil, surat keterangan lahir dari dokter tempat kelahiran, KTP orang tua, KSK, dan akte atau buku nikah orang tua. Sementara tarif biaya yang dikeluarkan untuk penerbitan akte tersebut diantaranya untuk pendaftaran Rp 30 ribu, administrasi Rp 50 ribu, redaksi putusan Rp 5 ribu, materai Rp 6 ribu, leges putusan Rp 5 ribu, dan materai putusan juga Rp 6 ribu. Ditambah lagi dengan biaya panggilan yang disesuikan dengan jarak tempat domisili pemohon dengan PN Lumajang. Untuk kecamatan Kota Lumajang seharga Rp 50 ribu. Untuk kecamatan Sukodono, Sumbersuko, Tempeh, Tekung, Kunir, dan Kedungjajang senilai Rp 60 ribu. Kecamatan Rowokangkung, Klakah, Ranuyoso, Randuagung, Jatiroto, Gucialit, Yosowilangun, Senduro, Pasirian, Pasrujambe, dan Candipuro senilai Rp 70 ribu. Sementara untuk kecamatan yang jauh yakni kecamatan Pronojiwo senilai Rp 90 ribu. Dan kecamatan terjauh yakni Tempursari adalah Rp 150 ribu. “Semua itu adalah biaya panggilan yang berdasar jarak domisili pemohon,” jelasnya. (fid/wah/jpnn)

Resahkan Warga, Warles Ditutup JEMBER - Warga Desa Gumelar menertibkan warung lesehan (warles) yang dianggap meresahkan warga. Bahkan, beberapa warles langsung disuruh menutup tempat usahanya karena dianggap telah mengganggu ketenangan warga desa. Aksi warga ini bermula dari semakin maraknya warles dan warung remang-remang di sepanjang jalan raya BalungRambipuji, terutama di sisi kanal besar. Apalagi, sebagian warung lesehan tutup hingga larut malam. “Bahkan tutupnya kadang hingga pagi hari,” ujar Ahmad, salah satu warga, kemarin. Kondisi inilah yang membuat warga resah. Terlebih, ada warga yang melapor jika saat malam hari, pelayan warles ada yang kurang sopan dalam berpakaian. “Kami sebagai orang tua sangat khawatir akan dampak warung lesehan terhadap anak kami

yang kerap kali nongkrong di tempat tersebut,” ujarnya. Oleh karena itu, pihaknya setuju jika warles ditutup. Keresahan warga ini sebenarnya sudah disampaikan warga kepada pihak desa. Dan ini ditindaklanjuti pihak desa dengan mengirimkan surat peringatan agar warles menutup tempat usahanya. Pemilik warles diberi jangka waktu satu minggu untuk pindah. Aiptu Wahyudi, Kanit Reskrim Balung saat dikonfirmasi membenarkan adanya permintaan warga terkait warles yang meresahkan warga tersebut. “Kami dapat laporannya,” ujar Wahyudi. Kendati begitu, kata dia, penutupan warles bukan menjadi kewenangannya. Jika memang warga berkehendak untuk menutup, pihaknya hanya mengawal agar tidak sampai terjadi konflik. (ram/wnp/jpnn)

Bila Para Pejabat Mengikuti Entrepreneur Training

Atasi Ragu dan Ketakutan, Jalan di Atas Api Puluhan pejabat di Pemkab Jember mendapat gemblengan dalam entrepreneur training. Materi unik dan menarik mereka dapatkan. Antara lain, survival game dan firewalk. NARTO, Jember PULUHAN pejabat yang menjalani entrepreneur training di Hotel Kalibaru Cottage Banyuwangi tampak tercengang ketika panitia meminta semua perbekalan ditanggalkan. Semua pejabat, termasuk Bupati Djalal dan Sekkab Jember Sugiarto diminta meninggalkan dompet, handpone, dan peralatan komunikasi lain. Mereka hanya dibekali tiga botol air mineral dan sebuah payung serta pakaian yang sehari-hari mereka pakai. Mereka juga tidak diberi waktu untuk sarapan ketika panitia meminta puluhan pejabat naik truk sesuai dengan tim masingmasing. Setelah itu, truk yang mengangkut para pejabat meluncur ke beberapa sudut wilayah Kalibaru dan sekitarnya. Masing-masing tim diberi tugas kem-

bali ke dengan membawa uang tunai Rp 100 ribu dan kembali sebelum pukul 09.20. Puluhan pejabat menjalani survival game. Rata-rata satu tim beranggotakan tujuh sampai delapan orang. Para pejabat dipandu oleh Khatulistiwa Manajemen dan Training. Nah, saat dilepas, masing-masing tim punya cara tersendiri untuk kembali ke Kalibaru Cottage. “Saya jual empat botol air mineral dan payung ke orang-orang di jalan, tapi tidak laku. Akhirnya dijual ke toko dan dihargai Rp 20 ribu,” kata Joko Santoso, Kabag Pembangunan Pemkab Jember. Joko tergabung dalam tim 12 yang diturunkan ke Genteng, Banyuwangi. Dengan modal uang Rp 20 ribu itu, tim tersebut berhasil meminjam ponsel milik warga Genteng. “Uang Rp 20 ribu itu untuk ganti biaya pulsa. Akhirnya, kami berhasil menghubungi salah seorang kerabat dari anggota yang memiliki teman yang mengelola bengkel di Genteng,” katanya. Setelah ke bengkel tersebut, akhirnya salah seorang anggota tim menawarkan jasa untuk kulakan barang dagangan dari Jember. “Akhirnya, kami dapat Rp 300 ribu, tetapi anggota tim kami harus

mengantarkan kulakan barang yang diminta bengkel tersebut,” imbuh Miati Alfin, kepala badan kepegawaian daerah (BKD) yang tergabung dalam tim 12. Miati Alfin mengaku, banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan tersebut. “Pelatihan itu merubah mindset pejabat. Yang tidak bisa menjadi bisa, yang tidak mungkin menjadi mungkin,” katanya. Itu dibuktikan ketika hanya diberi bekal tiga botol air mineral dengan sebuah payung oleh panitia. Pelatihan tersebut banyak memberikan motivasi kepada pejabat untuk berani berbuat dan tidak khawatir dalam mengambil keputusan. Salah satu contohnya ketika para pejabat diminta untuk berjalan diatas bara api yang menyala. “Pejabat lain bisa, maka kami juga bisa,” ungkapnya. Eko Heru Sunarso, camat Wuluhan, juga merasakan banyak manfaat selama training. “Ini pertama kali kami alami. Training ini satu-satunya diklat yang saya alami untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur yang inovatif dan kreatif dalam bekerja,” katanya. Selama ini diklat hanya untuk leadership, super team, jiwa korps, dan networking.

“Simulasi dan materi rolplay sangat mendidik peserta merubah mindset menjadi orang sukses dalam meraih sesuatu dengan didukung team work dan networking yang baik,” paparnya. Namun, tetap dibutuhkan motivasi internal untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mantan Camat Silo itu punya pengalaman tersendiri saat menjalani survival game. “Kami bertujuh, kebetulan camat semua, diturunkan di dekat Terminal Genteng. Saat itu saya lihat sopir angkutan dan saya lobi,” katanya. Awalnya, Heru dicurigai sebagai orang jahat. Tetapi, setelah melakukan negosiasi cukup lama, sopir angkutan perdesaan itu bersedia memberikan pinjaman sekaligus mengantarkan sampai ke Kalibaru Cottage dengan uang transpor Rp 75 ribu. Ongkos itu diganti setelah rombongan sampai di Kalibaru Cottage. Widi Prasetyo, kepala Bakesbangpol dan Linmas Jember, menjelaskan entrepreneur training membuka peluang dan dan potensi. “Itu latihan membaca peluang dan potensi yang ada. Selama kita bisa membaca dan mengoptimalkan potensi dan terus mengembangkan aura positif, maka bisa kita kerjakan,” tandasnya. (jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

UJI NYALI: Bupati M.Z.A. Djalal berjalan di atas bara api.


34

Kamis 1 Maret 2012

Atletik Sabet 3 Medali Kejuaraan Piala Panglima TNI 2012 BANYUWANGI – Kontingen Kodim 0825 mampu pulang dengan kepala tegak seusai kejuaraan atletik bertajuk Panglima TNI Cup 2012 di Magelang. Dalam even yang dihelat di Stadion Akmil, Magelang, 25-26 Februari tersebut, tim metamorfosis Kodim 0825 dan PASI Banyuwangi itu berhasil mendulang dua medali emas dan satu perak. Adalah Yudi Dwi Nugroho yang mencatatkan diri menjadi pahlawan bagi kontingen Kodim 0825 Banyuwangi. Tiga medali semuanya dihasilkan dari keringat sprinter yang tinggal di Kecamatan Licin itu. Dua medali emas disumbangkan DOK.RaBa Yudi dari nomor 4x100 meter dan Yudi Dwi Nugroho 4x400 meter. Sedangkan medali perak diukir Yudi dari nomor estafet 200 meter putra. Meski hanya mampu mendulang perak di nomor spesialisasinya, capaian medali ini cukup membanggakan bagi mahasiswa Uniba Banyuwangi ini. Pasalnya, dia mampu membuat Suryo Agung yang notabene merupakan pemegang Sea Games tahun lalu harus puas dengan kalungan medali perunggu. Sedangkan medali emas menjadi milik sprinter Arif Rahman yang memperkuat Kodam 9 Udayana. Yang lebih spesial lagi, catatan waktu yang ditorehkan ketiga sprinter di nomor ini hanya berbeda dalam digit secone saja. “Terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Banyuwangi,” Letkol Inf Hendy Setiawan, Dandim 0825 Bayuwangi. (nic/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

TERANCAM TIDAK MAIN: Pemain Persewangi saat berlatih di Pantai Boom beberapa waktu lalu. Krisis dana membuat manajemen tidak bisa membayar hotel dan katering.

Pemain Persewangi “Ditahan” Akibat Tidak Bisa Bayar Hotel dan Katering BANYUWANGI – Krisis finansial yang dialami Persewangi Banyuwangi di pentas kompetisi Divisi Utama PSSI kian parah. Kompetisi putaran pertama yang menyisakan satu pertandingan terancam gagal dimainkan. Ini menyusul masih tertahannya skuad Laskar Blambangan di Hotel Purnama, Tulungagung, hingga sore kemarin. Padahal, laga versus Persipro Probolinggo di Kota Probolinggo akan dimainkan Jumat (2/3) besok. Alhasil harapan untuk dapat mencuri poin di Stadion Bayu Angga, markas Persipro, pun terancam buyar. Usut punya usut, tertahannya Victor da Silva dkk di Tulungagung disebabkan pihak manajemen

belum bisa membayar biaya penginapan dan katering sejak menghadapi PSBI Blitar pekan lalu. Imbasnya, skuad Persewangi dan ofisial kini “disandera” di hotel tersebut. Seluruh bagian tim belum beranjak lantaran pembayaran jasa yang digunakan belum dibayar. Total penginapan hotel dan katering yang menjadi tanggungan Persewangi mencapai Rp 55 juta. Informasi yang dikumpulkan menyebutkan, rombongan Persewangi bertolak dari Banyuwangi dalam rangkaian pertandingan kontra PSBI Blitar pada 21 Februari lalu. Selama menghadapi Persiapan menghadapi Singo Lodro, julukan PSBI, Victor da Silva dkk menginap di Ho-

tel Panorama yang berada di Tulungagung. Jarak antara hotel dan Stadion Srengat di Blitar memakan waktu lebih kurang 60 menit. Selepas pertandingan, mereka masih menjalani latihan di Tulungagung sebelum menghadapi Persipro. Dijadwalkan, Selasa (28/2) lalu, seluruh tim sedianya sudah bertolak ke Probolinggo. Kabar “ditahannya” skuad Persewangi di Tulungagung dibenarkan manajer Persewangi Nanang Nur Ahmadi. Dihubungi koran ini kemarin, dia mengaku timnya masih berada di Tulungagung hingga kemarin. “Ya pemain dan ofisial masih di Tulungagung,” bebernya. Padahal, dengan jarak Tulungagung dengan Probolinggon cukup memakan waktu. Dikhawatirkan, kondisi tersebut

dapat mempengaruhi kondisi dan mental pemain untuk persiapan menghadapi Persipro Jumat besok. Bisa-bisa situasi dimana pemain tanpa motivasi bermain dan mental yang drop seperti saat ditekuk PSBI Blitar kembali terulang di Probolinggo nanti. Di balik itu, Nanang mengaku belum bisa berbuat banyak untuk mengatasi kondisi itu. Saat ini, dia masih berusaha mencari sokongan dana untuk melunasi tunggakan yang menjadi beban Persewangi saat ini. Sebab, hal ini merupakan pertandingan pamungkas putaran pertama Divisi Utama PSSI. Ketua MWCNU Rogojampi itu juga tengah menunggu bantuan dari PSSI. Diantaranya dengan mengajukan pinjaman kembali ke PSSI untuk dapat melunasi katering, hotel, sekaligus gaji pemain yang sudah telat hampir tiga bulan. (nic/als)

Victor Cidera, Gadang Raul-Chaerul Kirim saran, kritik, dan dukungan demi kemajuan Persewangi melalui SMS ke nomor: 087806607000

Maino Hang Bener Yo ayo Persewangi ojok loyo, maeno sing bener. Laros Jenggirat yo dungakne mugo-mugo Lasblang yo menangno Togex Larjeng Sasmita – 085745540621

Jangan Takut Main di Luar Ayo Persewangi, jangan sampai takut main di luar daerah Karena laros selalu mendukungmu Jigur Laros Santet – 083853354750

Ojo Patah Semangat Masiyo Bondone pas-pasan ojo patah semangat hidup Persewangi isun 087857475100

Gak Usah Terlalu Ngoyo Piye asile ko Blitar sing entek 60 juta? Sopo sing arep mbayar pemain? jare ku lek gak kuat ki gak usah ngoyo. Terus nek juara opo hadiahe po gawe mbayar pemain 085236045389

Masalah Dana Ada Jalan Keluar Satu kata menang, ayo Persewangiku jangan takut, bantai musuhmu, kalau masalah dana pasti ada jalan keluarnya Amdy Kabat Laros Mania – 087755578608

Mugo-Mugo Tetep Joyo Banyuwangi wes jenggirat tangi, ayo podo tangio, ayo podo ndungo. Mugo2 persewangi tetep joyo Jenny Moy – 081235385621

SUDAH jatuh tertimpa tangga. Ungkapan itu rasanya pas untuk menggambarkan kondisi skuad asuhan Yudi Suryata saat ini. Selain belum mampu membayar biaya hotel, katering, dan gaji pemain, menghadapi laga pamungkas putaran pertama kontra Persipro Probolinggo Jumat (2/3) besok, Laskar Blambangan dipastikan tampil pincang. Menyusul kembali bertambahnya daftar pesakitan yang menghuni ruang perawatan. Setelah Dede Hugo dipastikan absen lantaran cidera engkel saat Persewangi takluk dari PSBI Blitar pekan lalu, kini giliran kekuatan lini tengah yang akan tereduksi dengan bakal absennya sang kapten, Victor da Silva. Pemain asal Brasil itu hampir pasti absen karena cidera. Masuknya Victor ke ruang perawatan akibat dia cidera saat menjalani sesi latihan di Tulungagung. Hanya saja, belum diketahui tingkat keseriusan cidera lutut yang dialami Victor. Absennya Victor otomatis akan menjadi kerugian bagi Laskar Blambangan saat bertan-

ABSEN: Akibat cidera, menghadapi Persipro besok, Victor (kiri) kemungkinan besar tidak bisa turun.

dang ke Kota Probolinggo besok. Absennya Victor memaksa Yudi Suryata harus mempersiapkan pemain pelapis di sektor tengah. Kini, mantan taktikan Persijap Jerapa itu memiliki dua opsi pemain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan gelandang bernomor punggung empat itu.

Selain Raul Setiawan, Yudi masih memiliki Chaerul Anam. Namun, menilik laga di Blitar lalu, besar kemungkinan Chaerul Anam memiliki kans terbesar untuk masuk line up. Hanya saja posisi Raul pun masih aman meski dia diprediksi harus memulai laga dari bench pemain. (nic/als)

IWAN SETIONO/RaBa

BANGGA: Tim bulu tangkis Kecamatan Genteng foto bersama Bupati Anas di GOR Tawang Alun kemarin malam.

Kalahkan Gambiran, Genteng Juara Turnamen Bulu Tangkis Bupati Cup BANYUWANGI - Tim bulu tangkis Kecamatan Genteng 1 yang diperkuat Zulham Extrada, Bobit, Wisnu, Nasikin, dan Awang akhirnya menjadi yang terbaik dalam turnamen bulu tangkis bertajuk Bupati Cup I yang digelar di GOR Tawang Alun Banyuwangi, yang berakhir malam kemarin. Dalam babak final yang disaksikan Bupati Abdullah Azwar Anas, tim Genteng 1 berhasil mengalahkan tim Kecamatan Gambiran 1 yang diperkuat Dimas, Jepfi dkk. dengan skor 2-1. ’’Hasil ini sudah pasti sangat membanggakan warga Genteng,’’ kata Yusdi Irawan, Camat Genteng. Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa Yusdi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial dan jajaran Muspika Genteng. ”Kekompakan merupakan kunci sukses dalam meraih prestasi ini,’’ jelasnya. Dengan hasil tersebut, menunjukkan dominasi kekuatan bulu tangkis tetap berada di wilayah Banyuwangi Selatan. Selain itu, keberhasilan tersebut juga membuktikan bahwa pembinaan atlet tidak hanya di Banyuwangi Kota saja. Namun sudah merambah hingga ke tiap-tiap kecamatan. Selain meraih juara I, tim Kecamatan Genteng 2 juga meraih IV. Sedangkan Kecamatan Gambiran menjadi juara II, dan Rogojampi menjadi juara III. ’’Atlet bulu tangkis yang ada di Banyuwangi Selatan ternyata mempunyai skill yang mumpuni dan semangat juang yang tinggi,’’ puji Mujiono, Ketua PBSI Banyuwangi. Lebih lanjut, Mujiono menambahkan, PBSI terus berusaha melakukan pembinaan kepada atlet muda potensial bulutangkis. Tujuannya untuk mengorbitkan atlet Banyuwangi di tingkat nasional. Untuk itu, pada April nanti, PBSI juga berencana menggelar turnamen berskala lebih besar lagi. Yakni seJawa dan Bali. Dalam turnamen tersebut, akan mempertandingkan Kelompok Umur (KU); mulai pemula, remaja, hingga dewasa. ’’Karena itu, kami berharap agar pemain bulu tangkis dapat terus berlatih untuk menyongsong even bergengsi tersebut,’’ pungkas pria yang menggantikan Rony Dwi Ananta itu. (adv/als)


35

Kamis 1 Maret 2012 HALAMAN SAMBUNGAN

Sukandi Disalami Ratusan Pegawai n SLAMET... Sambungan dari Hal 25

Diharapkan, Plt sekkab dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pembangunan juga diharapkan terus berlanjut seperti yang ditargetkan pemerintah daerah. “Kita percaya Pak Asmin mampu menjalankan tugas sebagai Plt sekkab,” tegas Bupati Anas. Sementara itu, Sekkab Sukandi di hari terakhir masuk kantor masih melaksanakan beberapa kegiatan. Sukandi masih mengikuti apel pagi bersama karyawan di lingkungan sekretariat daerah. Pada kesempatan tersebut, Sukandi memberikan kata sambutan dan pamit kepada para pegawai sekretariat daerah. Dalam sambutannya, Sukandi memberikan nasihat terakhir sebagai sekkab kepada PNS. Salah satu nasihat yang disampaikan kepada PNS adalah

Sudah Warning Staf Kecamatan n PARA CAMAT... Sambungan dari Hal 25

“Karena katanya surat tersebut diwajibkan, ya saya tanda tangani. Kan kasihan,” jelasnya. Hanya saja, lanjut Norawi, saat menandatangani surat tersebut, anak buahnya diberi peringatan keras. Para staf kecamatan dilarang melakukan pungutan uang. Sebab, selain tidak ada dasar hukumnya, pungutan tersebut jelas sangat memberatkan pengecer

bensin. “Tadi, begitu berita ini mencuat, saya langsung cek anak buah. Ternyata nggak ada yang melakukan pungutan. Kalau ada warga yang tahu anak buah saya melakukan tarikan, mohon saya dilapori,” pungkasnya seraya mengaku akan terus melakukan cek lapangan terkait dugaan pungli tersebut. Sementara itu, Camat Genteng, Yusdi Irawan, justru mengaku tak tahu sama sekali terkait dugaan pungli tersebut. “Saya nggak tahu apa-apa den-

gan laporan LSM itu. Apa para camat di wilayah Banyuwangi Selatan yang dimaksud juga termasuk saya, saya juga nggak tahu,” ujarnya. Diberitakan kemarin, sejumlah anggota LSM yang tergabung dalam LSM All Pro Des melaporkan beberapa camat di Banyuwangi Selatan ke Polda Jatim. Para camat tersebut dilaporkan karena dituding melakukan pungli terhadap para pengecer BBM berupa bensin dan solar. (azi/c1/bay)

Pengolahan Dilakukan secara Manual n SAMPAH... Sambungan dari Hal 25

ICHSAN RASYID/RaBa

PESAN JELANG PENSIUN: Sekkab Sukandi memberikan nasihat dalam kegiatan apel pagi di halaman kantor Pemkab Banyuwangi kemarin.

terkait keikhlasan. Semua PNS diminta ikhlas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai negeri. Apa pun dan di mana pun tugas yang dipercayakan pimpinan, Sukandi berharap PNS

melaksanakan dengan penuh keikhlasan. Sebab, ikhlas dalam bekerja dan berkarya untuk negara dan masyarakat akan memiliki nilai tersendiri. Usai memberikan sambutan,

“Pengolahan sampah itu akan menggunakan tenaga kerja sekitar TPSA,” tegas Arief kemarin (29/2). Walau pemerintah daerah sudah membangun berbagai fa-

silitas umum, tapi TPSA Bulusan belum beroperasi secara penuh. TPSA Bulusan baru menerima sampah yang berasal dari Desa Ketapang dan sekitarnya. Sampah yang berasal dari wilayah Kota Banyuwangi dan sekitarnya dibuang ke TPSA di Kecamatan Rogojampi. “Kita

akan segera mengoperasikan TPSA Bulusan,” tegas Arief. Sayangnya, Arief tidak menarget kapan TPSA Bulusan beroperasi secara maksimal. “Kita sudah membangun beberapa fasilitas umum di sekitar TPSA sesuai permintaan warga,” cetus Arief. (afi/c1/bay)

Sukandi bersalaman dengan ratusan PNS di lingkungan sekretariat daerah. Satu per satu mereka bersalaman untuk melepas Sukandi purna tugas sebagai PNS dan sekretaris kabupaten. (afi/c1/bay)

Dua Pihak Sudah Berdamai n BERKELAHI... Sambungan dari Hal 25

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Made Sutrisna tersebut, Teguh yang ditahan sejak 26 Januari lalu itu dinyatakan terbukti bersalah. Terdakwa terbukti melukai korban yang juga anggota polisi, Aiptu Nastrawan. “Selain itu juga berdasar keterangan para saksi dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan,” ujar Made Sutrisna. Tindakan yang dilakukan Teguh di warung makan tersebut dianggap melanggar Pasal 351 KUHP, yakni tentang penganiayaan berat. “Dengan ini terdakwa divonis

tiga bulan. Hal yang memberatkan terdakwa adalah, sebagai aparat polisi, terdakwa telah main hakim sendiri,” beber ketua majelis hakim, Made Sutrisna. Beberapa hal yang menurut majelis hakim meringankan terdakwa, yaitu selama persidangan terdakwa berperilaku sopan. Selain itu, Aiptu Teguh telah mengakui perbuatannya yang mengakibatkan rekannya sesama anggota polisi terluka. “Juga yang meringankan adalah berdamai,” imbuhnya. Sementara itu, vonis selama tiga bulan tersebut lebih ringan daripada tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum, Gede Agus Suharta. Sebelumnya, jaksa mengajukan

tuntutan empat bulan penjara. Diberitakan sebelumnya, dua oknum polisi terlibat perkelahian di warung makan sebelah utara Mapolsek Genteng sekitar pukul 08.00 pada 1 November 2011 silam. Aiptu Nastrawan, anggota Polsek Genteng, berselisih paham dengan Aiptu Teguh yang baru pindah ke Polsek Kabat. Akibat duel tersebut, Nastrawan mengalami robek pada telinga kiri. Saat itu, Aiptu Teguh hendak mengklarifikasi perkataan Aiptu Nastrawan yang menyinggung perasaannya. Informasinya, dia sempat membawa sebilah celurit. Namun, selama cekcok dan duel, celurit tersebut hanya ditaruh di meja kantin. (gil/c1/bay)

Heri Kenali Wajah Perampok n SEKAP... Sambungan dari Hal 36

Puas menguras isi ruko, perampok bergegas kabur. Mereka kabur lewat pintu samping. ‘’Sekitar setengah jam mengobrak-abrik isi rumah, perampok langsung berpamitan. Mereka berpesan jangan sampai teriak-teriak,’’ ujar Heri. Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto men-

gungkapkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan secara intensif terkait aksi perampokan tersebut. Menurut Sunarto, kasus tersebut murni perampokan. ‘’Ya kami sudah melakukan olah TKP. Pelakunya masih dalam pengejaran,’’ tandasnya. Pihaknya juga masih menyelidiki keterkaitannya dengan perampokan toko emas sehari sebelumnya. Pihaknya belum memastikan apakah pelaku

yang beraksi di dua tempat itu satu komplotan. “Soal pelaku, kami belum bisa memastikan. Yang jelas masih dalam pengejaran,” kata Sunarto. Sementara itu, wajah dua di antara empat perampok masih diingat Feri Andi Setiawan. Pasalnya, kedua perampok tersebut tidak memakai penutup kepala. Ciri-ciri dua orang tersebut berperawakan kurus, tinggi badannya kira-kira 160

centimeter, berkumis tebal, dan berkulit sawo matang. Yang satu lagi tinggi besar, kulit kuning bersih, dan tidak berkumis. “Yang lain saya tidak tahu,” ucap Heri. Feri mengaku tidak asing dengan wajah dua perampok tersebut. Sepintas, dia pernah melihat orang itu. ’’Rasanya saya pernah melihat orang itu, tapi sudah lupa. Ngomongnya bahasa Indonesia,’’ ungkap Heri. (ton/c1/aif)

GALIH COKRO/RaBa

ASLI: Kapolda Irjen Pol Hadiatmoko (tengah) mencicipi kopi di sanggar Omah Osing Genjah Arum, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Selasa malam kemarin.

Giatkan Program Polisi Desa n ANGGARAN... Sambungan dari Hal 25

Perbandingan tersebut memang belum bisa dikatakan ideal. Meski begitu, kata Hadiatmoko, tidak ada antisipasi khusus terkait perbandingan yang tidak ideal tersebut. Sebab, tingkat kriminalitas di Banyuwangi cukup rendah. “Jika kita bandingkan dengan wilayah lain di Jawa Timur, kerawanan Banyuwangi berada di ranking 36,” bebernya. Sementara itu, dalam kegiatan

n BUPATI... Sambungan dari Hal 36

“Kecuali lahan ruko itu dikosongkan baru Pemkab tidak kena piutang, tapi kalu ruko itu terus difungsikan dan mereka tidak membayar, ini sudah menjadi kerugian dan Pemkab tidak mun-

gkin membayari,” paparnya. Diberitakan kemarin, emosi 63 pedagang yang menguasai 115 ruko (rumah toko) dan satu gedung bioskop di kawasan pasar Mimbaan, Kecamatan Panji kepada Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto benar-benar memuncak. Mereka mengancam akan

membongkar bangunan ruko yang disewanya itu jika tidak bisa memperpanjang hak guna bangunan (HGB). Sebanyak 63 pedagang di pasar Mimbaan Baru tersebut sudah mengajukan gugatan perdata ke PN Situbondo dengan menyewa enam pengaca-

ra. Para pedagang keberatan tarif sewa ruko pasar Mimbaan sebesar Rp 220 ribu permeter persegi pertahun. Sebab, jika disetujui setiap pedagang itu dalam setahun harus mengeluarkan biaya Rp 22 juta hingga Rp 30 juta. Harga sewa per meternya Rp 220 ribu. (pri/aif)

Bisa Mengganggu Konsentrasi Pemain n TAK GAJIAN... Sambungan dari Hal 25

Entah karena alasan apa, Persewangi yang bermain di Blitar kok harus nginep di Tulungagung. Namun, sebelum pertanyaan itu terjawab, telepon seluler (ponsel) mendadak berbunyi. Rupanya ada pesan singkat masuk dari salah satu pemain Persewangi, yang kebetulan melihat kehadiran saya di sekitar hotel. Tidak hanya satu, dalam waktu bersamaan enam pesan singkat masuk. Sembari menuju lokasi pertandingan, pesan singkat yang masuk itu berusaha saya balas. Pertanyaan yang diajukan relatif sama atau mirip. Setelah berbasa-basi ngalorngidul tanya seputar kabar. Pertanyaan asli lewat layanan pesan singkat itu pun terkuak. Banyak pemain yang berkeluh-kesah terkait persoalan yang dihadapi selama ini, mulai kondisi internal tim hingga gaji yang ditunggak. Komunikasi itu lewat SMS. Bahkan, masalah dapur tim pun dibahas lewat pesan singkat pula. Alhamdulillah, baterai ponsel tidak low. Ada yang bertanya, berapa uang yang dibawa pengurus ke Blitar. Ada pula yang berani bertanya, sumber dananya dari mana. Bahkan, sampai memprediksi apakah dana itu cukup ataukah tidak. Saya

tidak menjawab banyak dan hanya berkata “cukup”. Pertanyaan itu menggambarkan betapa keringnya dana di saku pemain saat ini. Yang membuat miris, hingga kompetisi hampir separo perjalanan, ternyata hak-hak pemain belum dipenuhi. Deal 30 persen pembayaran honor di muka, ternyata nihil. Hingga sekarang, pemain baru merasakan dua kali menerima bayaran. Sisanya, selama tiga bulan, gaji belum dibayar. Kondisi itu membuat pemain serbarepot. Di satu sisi, mereka harus mengerti terkait pendanaan tim yang sedang limbung. Tetapi, di sisi lain, mereka harus memenuhi kebutuhan perut dan keluarga di rumah. Dilematis inilah yang membuat para pemain sedikit-banyak mengalami degradasi motivasi dan spirit bertanding. Imbasnya tampak dalam laga versus PSBI. Persewangi kalah tipis 1-0. Melihat materi pemain yang dimiliki, seharusnya Persewangi mampu mendulang poin penuh di kandang lawan. Sayang, yang terjadi di lapangan, permainan Laskar Blambangan merosot. Bahkan, dapat dikatakan di bawah standar permainan yang ditunjukkan selama ini. Ungkapan seorang pemain yang dikirim lewat pesan singkat usai pertandingan bisa menjadi referensi atas hasil kurang

mengenakkan di Blitar itu. Intinya, bosan dan bingung menjadi alasannya. Sebuah curahan hati yang tidak sepenuhnya salah. Mereka bilang, bagaimana bisa berkonsentrasi di lapangan dan bermain dengan baik bila keluarga di rumah menagih uang belanja dan aneka kebutuhan lain setiap bulan. Isi pesan singkat lain mengeluhkan biaya pengobatan istri yang sakit dan biaya kesehatan istri yang tengah mengandung. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tidak heran, tekanan itu memunculkan beberapa kali rencana mogok bermain. Beruntung, hingga saat ini hal itu tidak pernah terjadi. Pemberian bonus dari pengurus memang bisa sedikit memperpanjang napas mereka. Tapi, uang itu langsung terbang ke rumah untuk keluarga mereka. Otomatis, untuk sekadar memanjakan diri sendiri dan memperbarui alat olahraga, seperti sepatu, pun hanya menjadi mimpi. Perlu diketahui, untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga saja, tidak jarang para pemain Persewangi terpaksa ngebon ke sana-sini. Tidak hanya ngutang kepada pengurus, beberapa pemain juga ngutang ke pihak luar. Situasi semakin runyam saat jatuh tempo cicilan utang sudah mepet. Jika gaji belum diterima, otomatis para pemain harus utang lagi dan utang lagi. (c1/bay)

Sementara itu, kunjungan kerja kapolda ke Polres Banyuwangi kemarin dimeriahkan tari liong (naga) yang dimainkan anggota polisi. Selain itu, juga dilakukan peresmian CCTV dan kunjungan ke Samsat Banyuwangi. Malam sebelumnya, rombongan Kapolda Hadiatmoko sempat mengunjungi sanggar Omah Osing Genjah Arum di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Rombongan menikmati sajian kopi asli khas Banyuwangi dan pergelaran musik gedhogan. (gil/c1/bay)

Korban Dilarikan ke Puskesmas n DISEMPROT... Sambungan dari Hal 36

Sewa Enam Pengacara Asal Malang

tersebut, Kapolda Hadiatmoko juga diperkenalkan dengan program polisi desa. Program ini berfungsi sebagai media komunikasi polisi dan masyarakat. “Untuk mengoptimalkan polisi desa, satu hari dalam seminggu kantor polsek berada di desa,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi. Dalam program polisi desa tersebut, terdapat kegiatan untuk mendorong para peternak sapi perah. “Polisi desa adalah media, bukan menakut-nakuti masyarakat,” pungkasnya.

Dengan dalih haus dan minta minum, pelaku sempat mampir ke rumah korban. Setelah diberi mi num, pelaku juga minta uang Rp 2 ribu. Usaidiberiuang,pelakulangsung pergi dari rumah korban. Namun

tak lama berselang dia datang lagi dan langsung masuk ke rumah korban. Tanpa banyak kata, pelaku menghajar si janda hingga wajahnya lebam dan mulutnya berdarah-darah. Tak cukup itu, pelaku juga menyemprotkan lem merek elteco ke mata kanan korban hingga susah melihat. Saat korban tak berdaya itu-

lah pelaku mempreteli perhiasan emas yang dipakai si Isa. Usai beraksi, pelaku langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor. Warga baru tahu kejadian itu setelah cucu korban berteriak minta tolong. Seketika itu, warga langsung membawa korban ke Puskesmas Arjasa. (ton/aif)

TANPA OBAT, KINI BATUK KUSNADI DAPAT TERATASI MINUM susu merupakan salah satu kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan. Dan susu yang dikenal serta banyak dikonsumsi oleh Masyarakat adalah susu sapi. Sebenarnya, susu Ettawa memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan susu sapi. Berbeda dengan susu sapi, susu Ettawa me miliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pe ngawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar, dan Gula Aren. Seorang warga Bakalan, Taman Agung, Muntilan, Jawa Tengah yang bernama Kusnadi telah merasakan manfaatnya, “Karena punya kebiasaan mero kok, sudah 1 tahun paru-paru saya terganggu. Saya jadi sering batuk-batuk. Aktifitas saya otomatis jadi terhambat.” Ujar ayah dari 5 orang anak yang biasa dipanggil dengan Pak Kus ini. “Sebelumnya, saya sering mengkonsumsi obat warung untuk mengatasi keluhannya, tapi atas saran dari teman-teman, saya mulai beralih minum Milkuma. Baru 6 bulan minum, manfaatnya sudah saya rasakan. Sekarang nafas terasa plong, saya tidak pernah mengalami batuk berat lagi.” Terang pria berusia 48 tahun tersebut. Dengan tubuh yang sehat, kini Pak Kus dapat menjalani aktifitasnya sebagai pegawai swasta dengan nyaman dan prima. Ia pun tergugah untuk mengajak orang lain merasakan manfaat susu Ettawa ini, “Mari kita sehat bersama

Milkuma.” Ajaknya. Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu Ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan ber manfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Kamis 1 Maret 2012

x,l;mamxap

ISTIMEWA

DAPAT SAMBUTAN MERIAH: Parade drumband Gita Swara Spenja SMPN 1 Jangkar.

Peringati Maulid, Sumbang Sepeda

ALI NURFATONI/RaBa

DIANCAM DIBUNUH: Feri Andi Setiawan memeragakan posisi tidur di atas kasur lipat saat disekap kawanan perampok ala ninja, dini hari kemarin.

Sekap Penghuni Rumah, Gasak Uang Rp 95 Juta Perampokan Ruko di Desa Bantal ASEMBAGUS - Belum terungkap perampokan toko emas di Asembagus, aksi serupa sudah terjadi lagi kemarin malam. Kali ini perampok ala ninja menyatroni ruko milik Feri Andi Setiawan, 42, di Kampung Utara, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus. Setelah menyekap tiga penghuni rumah, perampok bersenjata parang dan celurit itu membawa kabur uang tunai Rp 95 juta dan segebok rokok bernilai Rp 5 juta. Polisi kini tengah memburu pelaku perampokan yang diperkirakan berjumlah empat orang tersebut. Informasi yang diterima koran

ini menyebutkan, perampok masuk melalui jendela ruko paling depan. Sebelumnya, mereka mencongkel paksa jendela berbahan kayu tersebut. Dalam aksinya, perampok mempersenjatai diri dengan sebilah pisau, parang, dan celurit. Begitu masuk ruko, perampok langsung masuk ke kamar Feri. Pria berusia 42 tahun itu langsung ditodong. “Malam itu saya sedang tidur. Saya langsung dibangunkan dan ditodong parang. Saya diancam akan dibunuh jika berteriak,” ujar Heri. Selanjutnya, perampok mengikat dua tangan Feri menggunakan tali rafia. Meski mata dan mulutnya tidak ditutup, Feri tidak bisa melihat. Sebab, dalam posisi telentang di atas kasur,

ALI NURFATONI/RaBa

BERSEDIH: Kerabat Heri turut prihatin terkait aksi perampokan ruko.

komplotan penjahat itu menutup sekujur tubuhnya menggunakan selimut. ‘’Tangan saya diikat, ya seperti ini posisinya,’’ kata Feri memeragakan posisi tidur di depan televisi ketika disekap perampok. Pada saat Feri disekap, pelaku lain masuk ke kamar paling belakang, tempat Eriyawati, 38, (istri Feri) dan anaknya tidur. Di kamar itu, Eriyawati dibangunkan dan diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang. ‘’Saya bilang, tolong jangan lukai istri dan anak saya. Silakan uangnya diambil,’’ ujar Feri. Saat itu juga perampok langsung mengambil uang yang disimpan dalam lemari. Belum puas mengambil uang tunai Rp 95 juta, perampok mengobrak-abrik kamar lain. Namun, tidak ada barang berharga yang ditemukan. Namun demikian, mereka membawa sejumlah kardus berisi rokok bernilai jutaan rupiah. Kardus itu diambil dari dalam toko. ‘’Rokokrokok yang hilang nilainya sekitar Rp 5 juta,” jelasnya. Kawanan perampok ternyata masih punya rasa iba. Agar anak Feri yang bernama Berly, 9, tidak ketakutan, perampok memberinya minum. ‘’Ya anehnya, anak saya diberi minum agar tidak menangis,’’ kenang Feri ■ Baca Sekap...Hal 35

Disemprot Lem, Perhiasan Dipreteli RUPANYA dalam sepekan terakhir ini, kawasan Situbondo timur jadi jujugan perampok. Pekan lalu, aksi perampokan juga terjadi di Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa. Kali ini, pelaku seorang diri dalam menjalankan aksinya di rumah Bu Surai, 62. Aksi perampokan yang dilakukan pelaku tergolong baru. Pelaku menyemprotkan lem merek elteco ke wajah korban hingga mengenai mata sebelah kanan. Sebelum disemprot lem, pelaku lebih dulu menganiaya janda kaya itu hingga tiga giginya lepas. Selain itu, dahi korban juga

luka lebam. Saat korban sudah tidak berdaya, pelaku langsung mempreteli perhiasan emas yang dikenakan korban. Salah satunya, kalung emas yang beratnya diperkirakan 20 gram. Kalung emas yang dibeli sejak 2 tahun lalu ditarik pelaku dari leher korban. Sepasang anting di telinga korban juga sempat diambil paksa, namun terjatuh dan berhasil ditemukan di lantai rumah korban. Korban harus dilarikan ke Puskesmas Arjasa karena matanya terkena lem. Tetapi, kini korban sudah diperbolehkan pulang.

‘’Sudah pulang, kondisinya sudah sehat,’’ ujar Kapolsek Arjasa, AKP Didik Rudianto kemarin. Diperoleh keterangan, aksi perampokan di rumah Isa alias Bu Surai itu terjadi pukul 10.30. Saat itu, rumah korban yang berjauhan dengan tetangganya memang sedang sepi. Korban tingal bersama dua cucu perempuannya yang masih kecil. Saat itulah, pelaku datang sendirian mengendarai sepeda motor. Pria tak dikenal itu berpurapura sedang mencari sepeda motornya yang hilang ■ Baca Disemprot...Hal 35

JANGKAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Jangkar tidak hanya diisi acara seremonial dengan mendatangkan penceramah agama. Kegiatan tersebut juga dijadikan momentum oleh siswa setempat untuk berbagi kepada sesama. Bentuk kepedulian itu diwujudkan dengan memberikan sumbangan sepeda pedal kepada sejumlah siswa yang berhak menerimanya. “Kita berharap sumbangan itu akan kian menyukseskan mereka dalam menuntut ilmu, minimal mereka tak kerepotan lagi dalam hal transportasi ke sekolah,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Jangkar, Suharjono. Pihaknya sengaja menggelar sejumlah kegiatan untuk memeriahkan peringatan maulid nabi. Ini agar memiliki nilai dan kesan lebih kepada masyarakat pendidikan di SMPN 1 Jangkar. “Dengan kesan mendalam itu, kita lebih termotivasi untuk meneladani akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad,” terang Suharjono. Selain sumbangan sepeda pedal, juga digelar parade drumband Gita Swara Spenja. Rutenya mengambil jalan Kecamatan Jangkar hingga Halaman SMPN 1 Jangkar. Kata Suharjono, sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad, juga telah digelar sejumlah perlombaan antarkelas di internal SMPN 1 Jangkar. Yakni lomba nasyid, lomba fashion busana muslim dan lomba ceramah agama. Sedangkan dalam peringatan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar 21 Februari lalu, SMPN 1 Jangkar menghadirkan penceramah Ustad Muzakki Arief. Dia adalah guru di salah satu lembaga pendidikan di Ponpes Salafiyah Syafi‘iyah Sukorejo. (pri/adv)

EDY SUPRIYONO/RaBa

KUASA BUPATI: Supriyono menyiapkan gugatan rekonvensi terhadap 63 pedagang pasar Mimbaan. ALI NURFATONI/RaBa

DIPUTUS PERAMPOK: Seorang pekerja meneliti CCTV .

Tak Ada yang Hilang, Emas Masih Utuh SEMENTARA ITU, aksi perampokan yang terjadi di toko emas Srikandi dua hari lalu dipastikan tidak ada kerugian. Sebab, setelah dicek ulang di toko miilik Supriyadi, 42, warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus itu tidak ditemukan barang berharga yang hilang. Selain itu, tiga brankas yang sudah rusak, isinya masih utuh. Hingga kemarin, polisi sudah bisa membuka isi brankas tersebut dengan bantuan petugas dari Jember. ‘’Tidak ada kerugiannya. Emas dan uang masih ada. Hanya mengalami kerusakan. Tiga brankas itu juga sudah dibuka,’’ kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto. Pihaknya terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Untuk sementara, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Sunarto berharap pelaku lebih baik menyerahkan diri. ‘’Bukan orang sini yang beraksi, kita sudah lidik atas kasus itu. Sidik jari sudah kita kantongi,’’ tegas perwira polisi asal Ngawi tersebut. Diberitakan sebelumnya, kawanan perampok bercadar ala ninja beraksi di kawasan Pasar Asembagus. Perampok menyatroni toko emas Srikandi milik Supriyadi, warga Desa Trigonco. Sebelum masuk ke toko emas, perampok lebih dulu melumpuhkan penjaga pasar, Ahmad Sanusi, 42. Perampok yang diperkirakan berjumlah enam orang itu juga memutus kabel CCTV. (ton/aif)

Bupati Dadang Siapkan Gugatan Rekonvensi SITUBONDO – Bupati Situbondo Dadang Wigiarto tampaknya tak mau tinggal diam dengan gempuran gugatan perdata yang dilakukan 63 pedagang pasar Mimban Baru. Terbukti, mantan pengacara itu kini sudah menyiapkan gugatan balik terhadap para penyewa yang menguasai 115 rumah toko (ruko) dan satu gedung bioskop tersebut. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Bupati, Supriyono, kemarin. “Kita akan segera melakukan gugatan rekonvensi. Akan kita bersamakan dengan jawaban kita saat lanjutan sidang nanti. Kita lihat saja,” tegas Supriyono dalam konferensi pers, kemarin. Menurut pria asal Panarukan tersebut, melalui gugatan balik itu akan membuktikan kepada pengadilan bahwa justru para penggugatlah yang telah melakukan perbuatan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum. “Salah satunya, hingga kini mereka tidak membayar sewa ruko sejak 1 Januari 2012,” ungkapnya. Padahal, dengan masih ditempatinya ruko di pasar Mimbaan itu, Pemkab Situbondo ditagih BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Selama belum dibayar maka itu akan terus menerus menjadi piutang. “Jadi, kalau ruko itu tetap digunakan oleh padagang, maka ada piutang daerah yang harus diserahkan kepada APBD,” terang Supriyono. Sebab itulah, Pemkab beberapa kali melakukan teguran-teguran kepada pedagang untuk segera memperpanjang sewa. Sebab, sejak awal memang ada teguran dari BPK. ■ Baca Bupati...Hal 35

Radar Banyuwangi 1 Maret 2012  

Radar Banyuwangi