Issuu on Google+

Mau tahu pembahasan soal tryo ut una s SM P-M Ts? Jan gan lew atk an Rad ar Banyuwangi edisi besok.

29

KAMIS 19 APRIL TAHUN 2012

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.21 14.41 17.18 18.28 04.14

Isi Toko Emas Dikuras 6 Perampok Beraksi di Siang Bolong

UNAS

GALIH COKRO/RaBa

LANCAR: Farah mengerjakan soal unas di SMAN 1 Banyuwangi kemarin.

Jumlah Siswa Absen Semakin Menyusut BANYUWANGI - Pada hari ketiga pelaksanaan ujian nasional (unas), jumlah siswa yang berhalangan ikut ujian mulai berkurang. Beberapa peserta yang tidak mengikuti ujian hari pertama dan kedua, di hari ketiga mereka masuk dan bergabung bersama peserta lain. Hanya saja, hingga sore kemarin (18/4) jumlah detailnya belum masuk ke Dinas Pendidikan (Dispendik). “Jumlahnya berkurang, tapi sampai sekarang masih dalam proses rekap,” ujar Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono. Sulihtiyono mengatakan, peserta unas absen salah satunya disebabkan sakit. Yang sakit pada hari pertama, pada hari kedua dan ketiga masuk dan ikut ujian. “Sekarang, kondisi kesehatan mereka sudah memungkinkan ikut ujian,” ujar Sulihtiyono n  Baca Jumlah...Hal 39

TRANSPORTASI

Bandara Dapat Bus BANYUWANGI - Alat kelengkapan dan penunjang Bandara Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, akan semakin komplet. Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar) Kemenhub RI, Suroyo Alimoeso, akan memberikan bantuan satu unit bus untuk bandara tersebut. Saat bertatap muka dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, Dirjen Hubdar Suroyo menanyakan perkembangan operasional Bandara Blimbingsari. Salah satu yang ditanyakan adalah terkait transportasi menuju bandara. “Apakah sudah ada bus menuju bandara?” tanya Suroyo kepada Bupati Anas. Bupati Anas langsung menjawab. “Belum ada, Pak Dirjen,” jawabnya. “Ya, nanti saya bantu satu unit bus untuk transportasi ke bandara,” tegas pejabat asal Pacitan itu. Bahkan, Suroyo berjanji menambah bus jika Bandara Blimbingsari tumbuh dengan pesat. “Hanya satu unit bus, ndak usah menunggu pembahasan APBN 2013. Sekarang bisa, kan nggak banyak,” cetusnya n  Baca Bandara...Hal 39

GAMBIRAN - Perampokan di siang bolong menggegerkan warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, siang kemarin (18/4). Kawanan perampok bersenjata celurit yang diduga berjumlah enam orang itu menguras isi toko perhiasan emas Cemerlang di Jalan Juanda 23, Kecamatan Gambiran. Kawanan perampok tersebut terbilang nekat. Mereka beraksi di saat situasi sekitar pertokoan sedang ramai. Oleh karena itu, tidak heran jika warga menduga komplotan perampok tersebut sangat profesional. Bayangkan saja, dalam waktu kurang dari tiga menit, mereka telah berhasil menguras habis perhiasan yang dipajang di etalase toko tersebut. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.10. Warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian tiba-tiba dikejutkan suara kaca pecah. Suara pecahan kaca itu ternyata berasal dari toko perhiasan yang saat kejadian sedang ditinggal pemiliknya menjalani perawatan di salah satu rumah sakit (RS) di Banyuwangi n  Baca Isi Toko...Hal 39

SIGIT HARIYADI/RaBa

PECAH: Kaca etalase toko emas Cemerlang di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, siang kemarin.

GRAFIS WARDAN/RaBa

Tarif Penumpang dan Motor tak Naik KALIPURO - Penumpang pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan keluarga, yang menggunakan jasa penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bisa bernapas lega. Sebab, pemerintah tidak menaikkan tarif penumpang jenis yang disebutkan tersebut. Begitu juga penumpang kendaraan golongan I, II, III, IV, dan golongan V. Golongan kendaraan penumpang tersebut, di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, tidak mengalami perubahan tarif. Sementara itu, golongan V khusus kendaraan barang mengalami peningkatan sekitar tujuh persen.

Humas Dirjen Meninggal Dunia Jelang Take Off

Saat ini, tiket angkutan barang kendaraan golongan V sebesar Rp 136. 225. Mulai bulan Mei yang akan datang, tarifnya naik menjadi Rp 145.325. Jenis kendaraan lain yang naik adalah kendaraan barang golongan VI. Kendaraan barang golongan VI mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar 20 persen. Saat ini, tiket penyeberangan untuk kendaraan golongan VI sebesar Rp 141.425. Bulan depan, tarif jenis kendaraan tersebut naik menjadi Rp 229.625 n  Baca Tarif...Hal 39

GALIH/RaBa

Suroyo Alimoeso

Tewas Gara-gara Senjata Api Rakitan

GALIH COKRO/RaBa

MOBIL TUA: Salah satu armada kendaraan damkar milik Pemkab Banyuwangi.

Sering Diganggu Penelepon Iseng

POLITIK

SEMENTARA itu, kunjungan kerja Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Suroyo Alimoeso, ke Bumi Blambangan meninggalkan duka. Salah satu anggota rombongannya, Joko Sulaksono, meninggal dunia karena serangan jantung. Serangan jantung itu dialami Joko sesaat akan terbang ke Surabaya melalui Bandara Blimbingsari n  Baca Humas...Hal 39

Terbakarnya Toko Sahabat di Jalan Susuit Tubun, Banyuwangi, 24 Maret 2012 lalu seolah membukakan mata kita. Betapa penanganan kebakaran harus mendapat perhatian serius di Bumi Blambangan. SAAT toko di ujung barat kompleks

Pasar Banyuwangi itu terbakar, mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Banyuwangi harus berjuang hingga dua jam untuk menundukkan si jago merah. Lamanya penanganan itu terjadi, di antaranya karena jumlah dan kualitas mobil damkar terbatas. Dua unit mobil damkar yang diluncurkan, satu di antaranya tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan selang n  Baca Sering...Hal 39

Hanya Punya Tiga Mobil Induk Baca halaman 30.

WONGSOREJO - Sungguh malang nasib yang dialami Niwari, 16. Remaja yang tinggal di Dusun Pancoran, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, itu tewas mengenaskan setelah lehernya tertembus peluru sebuah senjata api rakitan miliknya. Peluru itu men e m b u s l e h e r. Anak pasangan suami istri Saderi, 45, dan Misiya, 40, itu meninggal di lokasi kejadian, di kawasan hutan jati tak jauh dari rumahnya. ”Korban meninggal di lokasi kejadian. Lukanya cukup parah. Peluru berkaliber 5,5 mm mengenai leher bagian depan hingga tembus ke bagian belakang,” kata Kapolsek Wongsorejo, AKP Nyoman Supartha, saat dihubungi tadi malam. Diperoleh keterangan, petaka yang menimpa Niwari terjadi pukul 12.10. Awalnya, korban pamit kepada keluarganya

mencari rumput di hutan. Siang itu, beberapa warga melihat Niwari membawa sesuatu yang dibungkus karung plastik. Ternyata isi karung itu adalah senapan laras panjang. Tak seberapa lama, Niwari mengotak-atik senapan laras panjang itu. Lalu, dimasukkan kembali dalam karung plastik. Dooor! Senapan itu mendadak meletus dan menembus leher korban. ”Begitu kena letusan, korban langsung tergeletak,” ujar Puji, 20, warga setempat yang mendengar suara ledakan senapan.   Semula Puji tak bisa berbuat apa-apa atas kejadian yang menimpa tetangganya itu. Dia hanya bisa meminta tolong kepada warga yang melintas di lokasi kejadian agar menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarga Niwari n  Baca Tewas...Hal 39

Derita Husni Mubarok, Bocah Pengidap Polio Asal Sumberejo GALIH COKRO/RaBa

SESEPUH: Akbar Tanjung di kantor DPD Golkar Banyuwangi kemarin.

Golkar Butuh 25 Juta Suara BANYUWANGI - Tugas berat menunggu Partai Golongan Karya (PG) dalam persiapan menghadapi pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dua tahun mendatang. Partai berlambang pohon beringin itu menargetkan dua misi penting dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Target pertama memenangkan PG dalam pileg, dan kedua menyukseskan Ketua Umum PG, Abu Rizal Bakrie, sebagai Presiden RI. Pernyataan itu disampaikan Ketua Pertimbangan PG, Akbar Tanjung, dalam pemantapan kader untuk pemenangan pemilu 2014 di kantor DPD Golkar Banyuwangi kemarin. Mantan petinggi PG itu menyatakan partainya menargetkan mendulang 33 persen atau 40 juta suara dalam pemilu 2014. Optimisme yang ditunjukkan Akbar bukan tanpa alasan. Dia menyebut, pemilu tahun 1999, 2004, dan 2009, adalah modal dasar untuk tampil sebagai pemenang n  Baca Golkar Butuh...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Tak Punya Biaya Berobat, 8 Tahun Terbaring di Kasur Delapan tahun hanya bisa terbaring di atas kasur. Itulah yang dirasakan Husni Mubarok. Remaja berusia 16 tahun itu divonis mengidap polio. Agar sembuh dari penyakit yang melumpuhkannya, keluarga Husni hanya bisa menunggu uluran tangan dermawan.

Remaja kelahiran 20 Agustus 1996 itu tidak bisa ke mana-mana. Sehari-hari dia hanya berada di dalam rumah. ”Gimana mau bermain, untuk berjalan saja susah. Ya beginilah tiap hari kondisi anak saya,” ujar Istikharoh, ibu kandung Husni. Oleh dokter, Husni memang divonis mengidap penyakit polio. Husni diserang polio sejak berumur 8 tahun. Dulu, orang tuanya rajin membawanya ke rumah sakit atau puskemas terdekat untuk berobat. Namun, seiring berjalannya waktu, biaya untuk berobat pun habis. Maklum, biaya besar. Apalagi, sehari-hari bapak Husni hanya sebagai kuli di sebuah home industry paving tak jauh dari rumahnya. ”Terus terang, untuk biaya berobat sudah tidak ada. Gimana lagi, kondisinya memang seperti ini,’’ kata Istikharoh pasrah n

SYAIFUDDIN MAHMUD, Banyuwangi MENGENAKAN kaus oblong warna putih, Husni terlihat asyik melihat tayangan televisi. Dia hanya terbaring lemas di atas kasur yang digelar di lantai ubin rumahnya. Hanya televisi itu satu-satunya hiburan yang menemani remaja yang tinggal di Lingkungan Jogolatri, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi, itu.

Petugas damkar sering diganggu penelepon iseng Pasti peneleponnya bersuara lelaki

Golkar butuh 25 juta suara Kalau masih kurang, masih ada suara burung dan tokek

 Baca Tak Punya...Hal 39

SYAIFUDDIN MAHMUD/RaBa

BUTUH ULURAN TANGAN: Untuk berdiri, Husni harus dipapah ibunya. email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


COVER STORY

30

Kamis19 April 2012

CERMIN DIRI

Mencermati Minimnya Animo Penonton SEJAK putaran kedua Divisi Utama versi PSSI Djohar Arifin digulirkan sebulan lalu, animo penonton untuk menyaksikan pertandingan Persewangi di Stadion Diponegoro amat minim. Dari tiga kali laga home yang digelar Laskar Blambangan (sekali laga Copa Indonesia melawan Persipro, dua kali laga Divisi Utama versus PSBI Blitar dan Madiun Putra), penonton yang datang hanya berjumlah ratusan. Bandingkan dengan laga-laga Persewangi pada putaran pertama Divisi Utama lalu. Penonton yang datang pasti penuh sesak. Tak kurang dari 5.000 hingga 10.000 penonton berdesakaan memadati stadion terbesar di Bumi Blambangan tersebut. Menyikapi menurunnya jumlah penonton yang datang ke stadion, panitia pelaksana sebetulnya sudah menyiapkan langkah untuk kembali menggaet para suporter. Salah satunya dengan memberi potongan harga bagi kalangan pelajar. Jika sebelumnya para penonton dikenai tiket masuk Rp 20 ribu, namun khusus kalangan pelajar, panitia memberi potongan hingga Rp 10 ribu. Nyatanya, meski ketentuan itu sudah diberlakukan saat Persewangi menjamu PSBI Blitar pekan lalu, tetap saja penonton yang datang superminim. Pertanyaannya, mengapa penonton tidak “segila” saat putaran pertama lalu? Saat itu, panitia pelaksana benarbenar menikmati keuntungan luar biasa. Jika saja penonton yang datang ke stadion berjumlah 5000 orang, dengan harga tiket Rp 20 ribu, maka akan terkumpul dana sebesar Rp 100 juta per pertandingan. Belum lagi penonton yang duduk di kursi VIP yang harganya mencapai Rp 50 ribu. Tentu, perolehan dana tiket yang begitu besar yang diraih pada putaran pertama membuat siapapun berbesar hati. Membayangkan meraup keuntungan Rp 100 juta hanya dalam sekali pertandingan (Persewangi menjadi tuan rumah sebanyak empat kali), tentu saja pecinta Persewangi akan memiliki anggapan bahwa dengan perolehan tiket sebesar itu, maka Persewangi sudah bisa “dihidupi”. Faktanya, pengurus Persewangi tetap saja teriak-teriak tidak memiliki cukup dana untuk membayar pemain. Dana sebesar itu dikatakan tidak mencukupi untuk biaya operasional tim kebanggaan Larosmania itu. Para pemain pun tidak menerima gaji selama berbulan-bulan. Imbasnya, beberapa pemain memiliki hengkang ke klub lain. Mereka yang masih bertahan memilh mogok latihan. Kondisi ini tentu saja berpengaruh terhadap permainan di lapangan. Dari tiga kali menjadi tuan rumah, Persewangi hanya bisa memetik hasil seri. Sedangkan saat tandang ke markas lawan, Persewangi selalu saja menelan kekalahan. Dan, kekalahan terus-menerus itu sudah mereka terima sejak akhir putaran pertama lalu. Kenangan manis saat mengalahkan Madiun Putra di kandangnya di laga awal Divisi Utama lalu, benar-benar hanya menjadi kenangan. Dalam setiap permainan berikutnya yang dilakoni, Victor da Silva dkk seakan kehilangan jati dirinya. Inilah yang membuat penonton enggan datang ke stadion. Berita kegagalan Persewangi yang terjadi secara terusmenerus, membuat masyarakat kian antipati untuk menyaksikan tim kebanggaannya bermain. Bisa jadi, mereka sudah dapat menebak hasil apa yang akan diperoleh Persewangi dalam beberapa pertandingan ke depan. (*)

DAMKAR BANYUWANGI Personel : 18 orang Mobil induk : 3 unit Mobil penyuplai : 5 unit Kondisi mobil : 60 - 70 %

Kejadian Kebakaran Tahun 2011 : 22 kejadian Kerugian : Rp 6,3 miliar Korban meninggal : 1 orang Korban luka bakar : 1 orang Tahun 2012 : 6 kejadian Kerugian: Rp 800 juta Korban meninggal : 0 orang Korban luka bakar : 0 orang

GALIH COKRO/RaBa

TABUNG: Alat pemadam api ringan (apar) wajib dimiliki setiap gedung. Di Banyuwangi, belum semua pengelola gedung memiliki sarana apar yang memadai.

Hanya Punya 3 Mobil Induk MOBIL pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Banyuwangi ternyata sangat terbatas. Kabupaten yang paling luas di Jawa Timur ini ternyata hanya memiliki tiga mobil damkar induk, dan lima mobil penyuplai air. Tiga mobil damkar tersebut kini perlu perawatan serius karena kondisinya tinggal 60 persen hingga 70 persen. Satu dari tiga mobil damkar itu buatan tahun 1972. Artinya mobil itu sudah berumur 40 tahun. Satu mobil damkar lagi buatan 2002, dan yang terbaru hibah dari Pemerintah Jepang tahun 1996. “Yang terbaru dari Jepang itu jasa Bupati Ratna Ani Lestari,” cetus koordinator Damkar Banyuwangi, Muhamad Sugeng Wijaya. Dari ketiga mobil damkar itu, jelas Sugeng, mobil damkar buatan 1972 kekuatannya hanya 3.000 liter air. Dam-

kar buatan 2002 punya kapasitas lebih banyak, yakni 4.000 liter air. Kalau mobil damkar hasil hibah dari Jepang hanya bisa diisi air 800 liter. “Mobil damkar dari Jepang itu termasuk paling modern, selain alatnya lengkap juga ada tangga meski tidak otomatis dan cukup pendek,” katanya. Menurut Sugeng, untuk wilayah sekelas Banyuwangi, hanya punya tiga mobil induk damkar sebenarnya sangat jauh dari ideal. Melihat luas Bumi Blambangan, mobil induk damkar minimal empat unit, ditambah lima pos yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Karena Banyuwangi sangat luas, perlu ada lima pos mobil damkar,” sebutnya. Berdasar kondisi wilayah, lima wila-

yah yang perlu didirikan damkar adalah Kecamatan Pesanggaran, Muncar, Kalibaru, Singojuruh, dan Muncar. Di masing-masing pos hanya perlu mobil penyuplai yang dilengkapi peralatan semprot. “Sementara ini mobil penyuplai baru ada di Kecamatan Genteng, Gambiran, dan Rogojampi. Tapi kondisinya sudah rusak,” jelasnya. Banyuwangi yang saat ini terus menggeliat membutuhkan mobil damkar yang lebih memadai. Banyaknya gedung bertingkat dan tidak ada mobil damkar yang dilengkapi tangga yang tinggi, tentu sangat menghambat proses pemadaman bila terjadi kebakaran. “Kalau ada gedung bertingkat

yang terbakar, itu akan menjadi persoalan karena kita belum punya tangga yang tinggi,” terang Sugeng. Untuk mencegah dan melakukan tindakan persuasif, Sugeng menyarankan setiap kantor, pusat perbelanjaan, hotel, dan tempat-tempat keramaian, memasang alat pemadam api ringan (apar). “Di Banyuwangi ini jarang ada apar,” cetusnya. Meski dengan peralatan seadanya, Sugeng menyebut personel damkar yang berjumlah 18 orang selama ini selalu siap di kantor dan siap bergerak ke lapangan bila ada informasi kebakaran. “Kalau sudah bekerja, sering kali mereka tidak memperhatikan keselamatan,” sebutnya. Bila ada kebakaran, semua petugas siap turun. Bahkan, petugas yang sudah berusia lanjut juga siap berperang melawan si jago merah. (abi/c1/bay)

Setahun Tercatat 22 Kejadian KABUPATEN Banyuwangi yang terdiri atas 24 kecamatan memiliki catatan kebakaran yang tinggi. Selama tahun 2012 ini saja, terhitung sudah enam kali kebakaran terjadi dengan total kerugian materi sekitar Rp 800 juta. Kebakaran terakhir menimpa Toko Sahabat di Jalan Satsuit Tubun pada 24 Maret 2012 lalu. Untuk tahun 2011 lalu, kebakaran yang terjadi di Banyuwangi mencapai 22 kali. Dari jumlah itu, satu korban meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka bakar yang serius. Sedang total kerugian materi yang diderita para korban mencapai Rp 6,3 miliar. “Kebakaran termasuk cukup tinggi,” jelas koordinator damkar

Banyuwangi, Sugeng. Melihat jumlah kebakaran yang ada, jelas dia, bila dihitung dengan rata-rata setiap bulan itu selalu ada kebakaran. Bahkan, tiap bulan kejadian kebakaran itu bisa mencapai dua kali. “Karena jarak yang jauh, dan lambatnya informasi yang diterima, kita sering telat datangnya,” katanya. Risiko dalam mengatasi kebakaran memang cukup tinggi. Tidak jarang, petugas damkar harus menerobos api. Risiko terbakar dan kejatuhan bangunan, sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. “Risikonya itu sangat besar, itu pun masih sering diumpat warga,” kata Sugeng sambil tertawa.

Meski bekerja dengan bertaruh nyawa, para petugas damkar di Banyuwangi ini ternyata belum diasuransikan hingga kini. “Para petugas damkar di Banyuwangi belum diikutkan asuransi,” ungkapnya. Selain belum diasuransikan, para petugas juga belum ada yang menerima tunjangan risiko. “Di kabupaten lain, petugas damkar itu diasuransikan dan mendapat tunjangan risiko,” ujarnya. (abi/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

ERA BUPATI RATNA: Mobil damkar bantuan pemerintah Jepang.

GALIH COKRO/RaBa

RUTIN: Petugas mengecek selang di atas mobil induk damkar.

Milik Bandara Punya Spesifikasi Khusus SELAIN Pemkab Banyuwangi, ada beberapa instansi yang memiliki sarana pemadam kebakaran (damkar), salah satunya adalah PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tanjung Wangi dan Bandar Udara (Bandara) Blimbingsari. Selama ini, kebakaran yang terjadi di Banyuwangi sering mendapat bantuan dari unit damkar milik Pelindo Tanjung Wangi. Sementara itu, mobil unit damkar milik Bandara, sejak di beli dua tahun lalu, belum pernah digunakan untuk memadamkan si jago merah. Damkar milik Bandara Blimbingsari memang didesain khusus untuk mengatasi kebakaran di bandara. Damkar milik bandara itu dibeli seharga Rp 1,2 miliar oleh Kementerian Perhubungan RI. Standar pengoperasian damkar milik bandara itu berbeda dengan damkar milik pemkab. Selain memiliki petugas khusus, damkar bandara memiliki standar operasional prosedur (SOP) khusus. Hanya petugas yang sudah memahami SOP yang bisa mengoperasikan kendaraan tersebut. “Petugasnya juga harus memiliki sertifikat. Yang tidak memiliki sertifikat nggak boleh mengoperasikannya,” ujar Kabid Perhubungan Udara dan Laut pada Dinas Perhubungan Banyuwangi, Ali Ruchi. (afi/c1/bay) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Kamis 19 April 2012

Protolan SMP Curi Netbook SRONO - Ulah bocah ingusan yang satu ini memang sudah benar-benar keterlaluan. Betapa tidak, saat usianya belum genap 15 tahun, bocah berinisial MT, asal Dusun Krajan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, itu sudah berkali-kali mencuri. Ironisnya, rata-rata korban tindakan kriminal tersebut tidak lain adalah tetangganya sendiri. Kejahatan bocah laki-laki protolan SMP itu baru terungkap pada Selasa (17/4) sekitar pukul 10.00, saat dia menjalankan aksinya untuk kali kesekian. Dia tertangkap tangan oleh warga setelah mencuri dua unit ponsel milik Eni Diah Isnaini, 49, (juga warga Dusun Krajan, Desa Sumber-

GALIH COKRO/RaBa

PAKAI PENUTUP KEPALA: Delapan tersangka obat-obatan daftar G saat ekpose di Mapolres Banyuwangi, kemarin.

Edarkan Pil Koplo di Kalangan Pelajar GENTENG - Polisi benar-benar menyatakan perang terhadap peredaran pil koplo. Kini peredaran obat daftar G tersebut sudah merambah kalangan pelajar. Melihat tingginya peredaran pil koplo tersebut, polisi tak henti-hentinya memburu bandar dan pengedar. Dalam sehari kemarin, Satuan Narkoba Polres Banyuwangi menangkap delapan pengedar obat daftar G. Mereka diringkus di beberapa tempat berbeda. Ada yang tertangkap di Purwoharjo, Pesanggaran, Siliragung, Genteng, dan ada pula yang ditangkap di Banyuwangi. Barang bukti yang disita dari delapan pengedar tersebut tergolong besar, yakni 16.150 butir pil koplo.

Rinciannya, 16 ribu butir jenis dextro dan 150 butir jenis trex. Dalam peredaran obat-obatan terlarang, delapan tersangka tersebut tercatat sebagai pemain lama. Bahkan, seorang tersangka sudah tiga kali berurusan dengan hukum dalam kasus obat daftar G. “Terungkapnya kasus ini berawal dari keluhan masyarakat. Mereka mengadu kepada polisi bahwa obat daftar G banyak disalahgunakan. Bahkan, sudah menyentuh para pelajar SMP dan SD,” kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, melalui Kasatnarkoba AKP Watiyo. Dari mana asal obat daftar G tersebut? Menurut Watiyo, barang-barang tersebut dipasok dari luar kota. Bahkan,

TERSANGKA PIL KOPLO 1. David Efendi bin Solekan, 23 Warga Dusun Krajan, Pesanggaran BB: 1.440 butir pil dextro 2. Erwin Adi Siswanto, 27 Warga Curah Pecak, Purwoharjo BB: 14.000 pil dextro 3. Koderi, 38 Warga Curah Pecak, Purwoharjo 4. M. Kariyanto, 35 Warga Sawahan, Genteng B: 100 butir dextro 5. Witono, 32 Warga Sanepolor, Barurejo, Siliragung

seorang tersangka mengaku mendapatkan obat tersebut di Ubung, Bali. Yang pasti, lanjut Watiyo, jaringan peredaran obat daftar G sudah antar-pulau. “Delapan ter-

B: 494 butir dextro 6. Yusuf Efendi, 27 Warga Jl Kalilo, Pengantigan, Banyuwangi BB: 50 butir trex 7. Budi Krisdian, 27 Warga Jalan Tidar, Lingkungan Sawahan, Banyuwangi BB: 100 butir trex 8. Ferryanto, 28 Warga Jl Rinjani gang Kerinci 68, Singotrunan, Banyuwangi BB: 11 butir trex

sangka masuk kategori pengedar dan penjual. Mereka dijerat Pasal 196 UU Nomor 36/2009. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,’’ tegas Watiyo. (c1/aif )

sari). Namun, kali ini MT tidak beraksi sendirian. Dia menjalankan kejahatannya bersama AN, 17, yang juga warga setempat. AN belakangan diketahui merupakan siswa salah satu SMK negeri di wilayah Banyuwangi. Lantaran kedua pelaku masih di bawah umur, warga tidak main hakim sendiri. Mereka memilih “menyerahkan” dua anak baru gede (ABG) tersebut ke Mapolsek Srono. Oleh petugas, dua bocah mbeling itu langsung diamankan untuk menjalani proses penyidikan. Di hadapan penyidik, MT tidak bisa berkelit. Bahkan, remaja tersebut berterus terang bahwa sekitar 20 hari sebelumnya dia juga mencuri

satu unit netbook (komputer jinjing atau laptop) beserta modem di rumah Sumardi, 45, juga tetangganya sendiri. Tidak hanya itu, MT juga mengaku telah mencuri setengah karung beras di rumah tetangganya. Namun, lantaran tidak kuat memikul, beras tersebut ditinggalkan di sawah tidak jauh dari rumah korban. Kapolsek Srono, AKP Jodana, melalui Kasi Humas Bripka Sigit Suhartadi membenarkan bahwa pihaknya mengamankan dua tersangka pencurian. Sigit menambahkan, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti (BB) berupa dua unit ponsel, satu unit netbook, dan satu unit modem. (sgt/c1/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

32 OTOMOTIF

Kamis 19 April 2012

Bank Mandiri Bantu Lima Komputer ke Al Irsyad THOMY SILA / RABA

CEK KENDARAAN: Para mekanik bengkel PT ISPG memperbaiki mesin kendaraan.

Kemudahan Layanan Bengkel PT ISPG BANYUWANGI–Dengan alasan melihat kebutuhan perbaikan mobil saat ini, beberapa masyarakat memanfaatkan peluang usaha perbengkelan. Salah satunya bengkel mobil PT. Indo Surya Perkasa Gemilang (ISPG) yang ada di Jalan S. Parman, Banyuwangi. Dengan menggunakan konsep pelayanan one stop service, bengkel tersebut ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada pelanggan atau masyarakat, yang memperbaiki mobil. Beberapa fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu eksklusif disediakan. Harapannya, para pemilik kendaraan bisa semakin betah menunggu proses perbaikan kendaraannya. Sony Sundoyo, pemilik bengkel PT. ISPG mengatakan, bengkelnya tidak hanya melayani perbaikan mesin mobil. Pihaknya juga melayani body repair dan pengecatan. “Bagi pemilik mobil yang macet, kami juga ada layanan derek mobil 24 jam. Untuk spare part, kami juga menyediakan beberapa merek kendaraan,” katanya. Sony menambahkan, pemilik kendaraan juga bisa melakukan test injection, test bas pump, dan test nozzle. “Perbaikan dinamo ampere dan starter semua jenis kendaraan, kami layani,” katanya. Akhir-akhir ini, lanjut dia, hujan sering turun. Tak pelak, banyak mobil yang kotor. Untuk antisipasi, pihaknya menyediakan salon mobil plus cuci mobil hidrolis. “Dijamin mobil akan kembali jadi kinclong,” tandasnya. Dijelaskan, untuk bisa memberikan servis terbaik pada konsumen, pihaknya juga menggandeng rekanan asuransi Jasindo. “Asuransi yang lain juga ada,” pungkasnya. (ikl/*/irw)

BANYUWANGI–Bank Mandiri Banyuwangi menyerahkan lima paket komputer kepada Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah, Banyuwangi, kemarin (18/4). Pemberian lima paket komputer itu merupakan wujud bina lingkungan Bank Mandiri terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Komputer itu diserahkan langsung oleh Pemimpin Cabang Bank Mandiri Banyuwangi, Dandung M. Qomari. Penyerahan disaksikan Pimpinan Cabang Al Irsyad Al Islamiyah Syarif Afdat, ST, Kepala Sekolah SD Al Irsyad Ustad Ali Basri, dan Kepala Sekolah SMP Al Irsyad Ustad Moh. Yahya. Dari Dinas Pendidikan Banyuwangi diwakili Sekretaris Dinas Dwi Yanto. Dalam sambutannya, Syarif Afdat mengaku senang dan berterima kasih terkait bantuan lima paket komputer itu. Pemberian komputer itu akan dijadikan momentum bagi Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah, untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. “Ini sebuah penghargaan kepada dunia pendidikan, insya Allah akan berguna sekali bagi Al Irsyad,” kata pengusaha bahan bangunan itu, kemarin. Pemimpin Cabang Bank Mandiri Banyuwangi Dandung M. Qomari berharap, bantuan bina lingkungan yang diberikan Bank Mandiri itu bisa berguna untuk anak didik Al Irsyad. Diakui, meski pemberian

”Nah, inilah momentum yang baik untuk berinvestasi di produk Bank Mandiri, yang menawarkan sharing yang menguntungkan,” kata mantan Pemimpin Cabang Bank Mandiri Denpasar itu. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Banyuwangi Dwi Yanto mengaku senang dengan upaya Bank Mandiri untuk membantu kualitas pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Pemberian lima unit komputer itu harus dipahami dengan makna, agar siswa siswa mengerti sejak dini penggunaan teknologi komputer. TOHA/RaBa Dalam kesempatan BINA LINGKUNGAN: Dandung M. Qomari menyerahkan lima unit komputer cara simbolis kepada Kepala Sekolah SMP Al Irsyad Al Islamiyah, kemarin (18/4). itu, Dwi Yanto juga mengingatkan kepada ini jauh dari harapan, namun dengan cara kelola keuangan. Dalam kesempatan semua guru Al Irsyad bahwa siswa adalah semangat pendidik diharapkan bantuan itu, Dandung juga menyempatkan pre- konsumen. Sebagai konsumen, siswa ini dapat membantu program sekolah. sentasi tentang produk Bank Mandiri. Dia harus diperhatikan dan dilayani dengan Dandung menjelaskan, ke depan Bank menggambarkan, ke depan biaya pendidi- baik. “Jika gurunya pandai dan kreatif, Mandiri Banyuwangi bersedia menjadi kan akan semakin mahal. Sebab, setiap ta- maka akan menghasilkan siswa yang panteman sharing dalam hal bagaimana tata hun inflasi akan terjadi sebesar 10 persen. dai dan kreatif pula,” cetusnya. (ikl/irw)

Perumahan Madani di Madania Residence GENTENG–Bisnis perumahan di Banyuwangi akan semakin kompetitif dengan hadirnya Madania Residence yang berada di Kota Genteng. Tidak hanya sekedar perumahan, Madania Residence mengusung konsep model perumahan yang dibangun dengan konsep baru masyarakat madani. Yaitu, masyarakat yang memiliki karakteristik sebagai masyarakat religius, berkepribadian, cerdas BERKARAKTER: Bangunan rumah dan lingkungan Madania Residence lebih cerdas, intelekt, dan menjunjung tinggi moral, hukum. serta profesional.

secara spiritual, intelektual, dan menjunjung tinggi moral, hukum, serta profesional. Marketing Madania Residence, Iwan mengatakan, pihaknya memberikan penawaran alternatif hunian yang mampu mengakomodasi seluruh karakteristik masyarakat yang ada di dalam perumahan Madania Residence. Ada beberapa tipe perumahan yang ditawarkan, yakni tipe 30, 36, 45, 54, 70, dan 105. Harganya mulai Rp 65 juta hingga Rp 520 Juta. “Kami memberikan alternatif dan media unggulan untuk mewujudkan sebuah masyarakat ideal, yaitu masyarakat madani,”

kata Iwan kepada RaBa, kemarin. Untuk merealisasikan perumahan ini, pihaknya telah merealisasikan sebanyak 7,5 Hektare (Ha) tanah, untuk membangun kawasan perumahan dengan fasilitasnya. Seperti masjid, taman bermain, lapangan futsal, kolam renang umum, jalan lingkungan paving block, jaringan TV kabel, dan internet. Termasuk pengelolaan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan.“Arealtanah yang dibutuhkan di Madina Residence merupakan terluas di Genteng. Informasi selanjutnya hubungi telepon 0333- 7770002 atau 085331363636,” sebutnya. (ikl/*/irw)

ISTIMEWA

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. PB Sudirman •

• Dikontrakkan •

• STNK •

• Vitop Jaya •

• Mitsubishi •

Dijual Rumah LT 455m2, LB 140m2, SHM, Jl. PB Sudirman sebelah Bakso Untung Jajag. Hub: 085854916499 - 396254

Rmh di Jl. Merak (dkt dgn kntor KPU), harga kontrak 3 jt/thn. Dpt utk rumah tangga, kantor, Agen, dll. Hub: 678941 / 085258746960

Hlg STNK Nopol P 3195 WL, an. Jumali, al: Kemiren RT 01/01 Singojuruh

Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544, 0852257454364

Mitsubishi T120SS PU, L300 PU, Colt Diesel, Fuso,Strada Triton,Grandis,Pajero Sport/Dakar, Sedan Lancer, & prod suku cad. Servis bengkel mobilsglmerk.hubkonsultanmarkting=Bp.Hary 081234692551*0333-8902100* 085745581977.

• Rumah & Tanah • Djl cpt rmh & tnh LT 500m2, lok dpn trmnl Bus Muncar, cck utk usha & stratgs, Hub: 082264893008

• Perum Mendut Hijau •

• Rumah + Mobil •

Hlg STNK Nopol P 4250 VM, an. Nur Sidiq, al: Dsn. Krajan RT01/03 Ketapang Hlg STNK Nopol P 4250 VM, an. Nur Sidiq, al: Dsn. Krajan RT01/03 Ketapang

Djl Rmh Lt 156m, lt.2 Hrg (Rp.350jt), Kijang’’90, biru mtlk. Jl Gembrung 270 Bakungan. 081231339328

Hlg STNK Nopol P 2717 VA, an. Sugianto, al: Jl. Andalas 19 RT04/03 Singotrunan

• Rumah & Selep Beras •

Hlg STNK Nopol P 5058 XD, an. Sigit Wahyudi, al: Maron RT02/01 Gentengkulon, Genteng

Djl cpt rah & selep beras SHM 1.700m2 (satu lokasi) cck utk usaha, lok dpn Pasar Wringinpitu, Tegaldlimo. H: 081934803237 - 081229967879

• Cluster Borobudur Side •

Hlg STNK Nopol P 2885 YY, an. Dewi Maria, al: Jl. Prambanan No. 2 RT01/03 Penganjuran

Dijual Perum Mendut Hijau H-2 Banyuwangi. LT 300m2. LB 185m2, Hub: 081233805808, 085236981888

Hlg STNK Nopol P 802 VH, an. Hj. Nur Chotimah, al: Jl. Musi Gg Mawar 23 RT02/01 Bwi

Cluster Borobudur Side “Free Design”, lokasi aman dan strategis, pusat kota belakang kantor Pemda Banyuwangi, type 45/90 50/90 50/110 60/200 80/200. H: Doni 081336465758, Bayu 08123457541

BANYUWANGI • Tanah Strategis •

• Sobo •

• Tanah Kapling Murah •

Dijual murah Ruko Sobo (165jt) SHM/IMB, LB 100m2, LT256m2, di daerah Jl. Ikan Wijinongko Sobo. Hub: 08123573571

Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

• Tanah SHM 4400M2 • Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

Dijual Ruko S. Parman cash/kredit, LT 5x29m, LB 5x15m, SHM, PLN 900VA, PDAM, Lokasi strategis, harga nego. Hubungi: 08123382035 / 081336596124

• Suzuki ST150 PU ‘11 •

• Mitsubishi T120 PU ‘10 •

Dijual Suzuki ST150 (pick-up) tahun 2011 hitam , harga 81,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Mitsubishi T120ss PU 1.5 FDR (pickup) tahun 2010 biru, harga 75 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Chevrolet Zafira ‘04 •

• Geely MK ‘10 •

• Daihatsu GrandMax ‘09 •

Dijual Chevrolet Zafira GL 1.8L MT tahun 2004 biru tua metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Geely MK2 1.5 GT MT tahun 2010 hitam metalik, harga 102,5juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Grand Max 1.5cc/1.3 (pick-up) tahun 2011/2009 hitam, harga 80/ 75juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi: (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Fortuner ‘10 •

• Daihatsu Classy ‘94 •

• Honda CRV ‘01 •

Dijual Toyota Fortuner 2.5G diesel 2010 Hitam Manual Barang Istimewa sekali, hubungi 089682142828.

Dijual Daihatsu Classy’94 hijau tosca pwr str, pwr window, AC, tape, electr mirror, an. sendiri (P Situbondo), siap pakai, no sms hub: 081.249.437.798

Dijual Honda CR-V 2001 A/T hitam metalik DK full variasi TV+Audio, istimewa, 125 juta nego. Hub: 081357409977 / 085312057777

• Toyota Corolla ‘90 •

• KIA Carens II ‘03 •

• Suzuki Swift ‘10 •

BU dijual Cpt Toyota Corolla Twincam 1.6 SE Lmtd ‘90 Plat P bwi, warna hijau . Power Str-Pwr wdw, tape, VR, Kond bgs. An: sendiri Nego Hub. 081249111071

Djl KIA Carens II 2003, kond sgt bgs siap pakai, BPKB tgan prtma, hitam, 88jt nego, Ban 90%, record srvis berkala, audio TV LCD double. Hub: 082139690404, 087806669009

Dijual Suzuki Swift th 2010 warna silver, manual, barang istimewa harga 150 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111 – 081335897888

• Toyota Innova ‘07 •

• Toyota Innova ‘04 •

Dijual Inova Bensin Tipe V. 07 Hitam 180 Juta Nego Tukar tambah . Cash & kredit hub. 082142194111/081335897888

Dijual Toyota Kijang Inova 04 bensin Tipe G 145 jt Nego, tukar tambah . Cash & kredit Hubungi. 082142194111/081335897888

• Gebyar Daihatsu • Miliki All New Xenia UM 22Jt, Terios UM 28Jt, Gran Max PU UM5Jt, Luxio & Sirion Disc Gede Free GPS. Hub. HADI 0815 5970 5555 / 081 233 432 555 / 087 857 409 555

Djl cepat & murah Selep Beras LT2935m2, strategis, Hub: 081336596124, bisa nego

• Pelatihan Gratis • Ikuti Kursus dan Pelatihan Gratis Bagi Pemuda Bidang : Perhotelan, Pariwisata, Tour & Travel dan Bahasa Inggris, Datang langsung : Desy Education , Jl. Hayam Wuruk 75 Giri ( 0333 ) 424476 , 085 258 036 777

• PT. Kenzi •

Jual tanah Strgs dkt TPI Muncar cocok buat usaha/pabrik! Hrg psr 1jt/m dijual hny 800rb/m bs KPL bank! no SMS! Tlp 082143090107

• Ruko S. Parman •

• Jual Selep Beras •

BANYUWANGI

PT. Kenzie menyewakan Mobil Crane - Excavator - Wales dan angkutan untuk mobilisasi excavator. Hub: Totok 081233184466

• Jl. Pajajaran • Dijual rumah SHM, LT 235/115m2, Jl. Pajajaran II/47, Hubungi: 085732321000

• Pengobatan Alternatif • Gus Fathur Pengobatan Alternatif (Pijat, toto, & ramuan tradisional) mengobati berbagai macam penyakit. Jl. PB. Sudirman 124 (Samping Hotel Widodo) Jajag, Banyuwangi

BANYUWANGI

BANYUWANGI • Ramayana Travel • Bth tng krj P/W posisi Accounting + Keuangan min S1, IPK 3; Adm + Kasir min SMU+D3 eko/akuntansi; Driver SIM B1 umum; Mekanik min SMK Otomotif Rd4. Gaji + insentiv + bonus + tunjangan total 1,2jt, SIAP LUAR KOTA, lamaran CV kirim: Jl. Ry Rogojampi 97 Bwi, 081249008778 (Bpk Sony)

BANYUWANGI • Jl. Agus Salim • Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sigiarto 081233499888, 03170338181

• Dikontrakkan • Dikontrakkan Ruko lokasi Jl. Kapten Ilyas 56, Banyuwangi. Hub: 08179694674

• Tukangkayu • DJL Ruko 2 Lantai L 435m2 Lok Jl Imam Bonjol No 57 Bwi. Cck utk Bisnis/ Perkantoran. Hub HADI 081358226569

PEMBERITAHUAN

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


37

SOCIETY

Kamis 19 April 2012

ISTIMEWA

SEBELUM BEDAH : Kondisi rumah Mbah Sura’ah di Dusun Blot RT02/RW 02 , Desa Aliyan, Rogojampi .

SESUDAH BEDAH : Rumah Mbah Sura’ah menjadi lebih megah dan layak huni

Smile Foundation Peduli Kemiskinan Santuni Warga Miskin Hingga Bedah Rumah

SMART: Karyawan KSU Smart Rogojampi langsung turun tangan untuk membantu program bedah rumah

UNTUK SESAMA : Rumah Mbah Kaeran di Tegaldlimo yang juga masuk dalam bidikan Smile Foundation dalam program bedah rumah.

BANYUWANGI – Kemiskinan menjadi momok semua daerah, termasuk di Banyuwangi. Implikasi keberadaan masalah tersebut bisa menimbulkan ragam persoalan baru, seperti aksi kriminalitas, perampokan, dan masalah lainnya bisa muncul menjadi efek dari kondisi tersebut. Maka sudah sewajaranya persoalan ini perlu dicarikan solusinya. Diperlukan kerja sama dan dukungan semua elemen untuk bisa menanggulangi problem terkait kemiskinan. Sebab, menanggulangi kemiskinan menjadi bentuk tanggung jawab semua masyarakat dan tidak semata-mata menjadi beban pemerintah. Berkaca dari kondisi itu, Smile Foundation yang dibentuk oleh KSP Milan dan KSU Smart merasa terketuk untuk membantu dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memerangi kemiskinan tersebut. Smile Foundation yang menjadi media bagi misi sosial

karyawan KSP Milan dan KSU Smart ini bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan misi sosial lainnya. Secara selektif mereka bergerak memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang dinilai sangat membutuhkan. Berbeda dari bentuk bantuan yang diberikan tahun lalu yang bantuan diwujudkan berupa santunan untuk anak yatim dan bantuan sembako untuk kaum dhuafa. Tahun ini bentuk bantuan yang diberikan Smile Foundation ke masyarakat diwujudkan dalam program bedah rumah. Program ini tersebar di beberapa lokasi tidak jauh dari kantor pusat maupun cabang KSP Milan dan KSU Smart yang tersebar di sejumlah kecamatan di Banyuwangi. Implementasi program ini di antaranya diwujudkan dengan melaksanakan plesterisasi lantai rumah penduduk, pembuatan pondasi rumah penduduk, pembangunan sanitasi, hingga rehab tempat ibadah atau masjid. “Rumah penduduk yang belum berlantai kita plester. Dinding gedhek yang sudah reyot kita

ganti dengan tembok. Selain itu beberapa tempat peribadatan seperti masjid juga menjadi sasaran program ini untuk direhab. Semuanya lokasi ada di sekitar jangkauan kantor pusat atau cabang KSP Milan dan Smart di Banyuwangi,” papar Angka Wijaya, Ketua KSP Milan. Kegiatan ini sendiri akan diselesaikan selama satu bulan yakni bulan April ini. Masyarakat yang tersentuh program ini mengaku cukup terbantu dengan adanya bedah rumah yang dilaksanakan oleh Smile Foundation ini. Mereka berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara kontinyu di masa mendatang. “Terima kasih Smile Foundation,” tutur Mbah Sura’ah, warga Dusun Bolot Desa Aliyan, Rogojampi. Lewat program ini Smile Foundation berharap dapat berbuat sesuatu bagi masyarakat yang membutuhkan. Lebih jauh dengan dimasukkannya program pengentasan kemiskinan lewat kegiatan bedah rumah ini diharapkan secara otomatis dapat mengatrol kesejahteraan masyarakat. (nic/adv/aif)

LAYAK REHAB : Bangunan rumah masyarakat di Kecamatan Songgon yang masuk dalam program bedah rumah.

PLESTERISASI MILAN: Rumah warga di Kecamatan Purwoharjo mendapat bantuan berupa plestrerisasi dari Smile Foundation.

BALJEBOL BALI

BONDOWOSO

Pasangan Kekasih Diseruduk Truk BONDOWOSO – Angka kecelakaan lalu lintas di Bondowoso sepertinya makin menunjukkan tren meningkat. Tak hanya luka berat, kecelakaan yang berakhir dengan meninggalnya korban pun kian kerap terjadi. M. Sodikin, 23, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kota adalah korban terbaru. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai di sebuah SPBU ini tewas setelah ditabrak truk jenis Hino bernopol P 7124 RU. Saat itu, mengendarai sepeda motor bersama kekasihnya. Peristiwa maut itu terjadi Rabu sekitar pukul 05.00 kemarin, di Jalan KIS Mangunsarkoro, Bondowoso. Dalam kecelakaan lalu lintas di depan Gedung Bioskop Presiden ini, korban mengembuskan napas terakhirnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara Eka Nuri Komaril, 18, kekasih korban yang berboncengan bersama berhasil selamat dari kejadian maut. Meski demikian, beberapa bagian tubuhnya mengalami luka. Tak pelak, kecelakaan lalu lintas ini membuat keluarga korban menangis histeris. Keluarga tak menyangka korban yang dikenal baik hati ini harus tewas di jalanan. Tak heran, beberapa teman karyawan SPBU Tamansari juga merasa kehilangan atas tewasnya korban ini. Salah seorang teman korban mengaku, Sodikin memiliki jiwa yang hangat dan baik. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini di lapangan menyebutkan, kecelakaan maut tersebut bermula saat sepeda motor Honda Vario bernopol P 9352 DV yang dikendarai korban melaju dari arah selatan. Sementara dari arah yang berlawanan, melaju sebuah truk Hino yang disopiri Angwari, 38, warga Desa Jatitamban, Kecamatan Wringin Bondowoso. Sampai di lokasi kejadian, pengendara motor langsung belok kanan. Tak pelak, karena jaraknya sudah cukup dekat membuat truk tak bisa mengantisipasi. Kecelakaan tak bisa dihindari. Akibatnya, pengendara motor tersebut terpental. Korban langsung tak sadarkan diri dengan beberapa luka di tubuhnya. Warga sekitar pun langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Tak berselang lama, polisi datang ke lokasi dan korban segera dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, dalam perjalanan ke rumah sakit itulah korban mengembuskan napas terakhir dan nyawanya tak tertolong lagi. Kini, kasusnya sudah ditangani petugas Satlantas Polres Bondowoso. Truk Hino bernopol P 7124 RU dan sepeda motor Honda Vario bernopol P 9352 DV pun dibawa ke Satlantas Polres Bondowoso. (esb/c1/hdi/jpnn)

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

Rp 100 Ribu Paling Banyak Dipalsu

RADAR JEMBER

PAKAI DETEKTOR: Sejumlah perwira polisi mengenali ciri-ciri uang asli.

JEMBER – Ratusan anggota kepolisian kemarin (18/4) mendapat pelatihan untuk mengenali ciri-ciri uang palsu (upal). Dalam pelatihan yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) Jember di kantor BI itu, masih banyak polisi yang kesulitan membedakan uang asli dengan yang palsu. Tak heran bila banyak anggota kepolisian yang terlihat sangat antusias mengikuti acara itu. Mereka terlihat serius mengenali ciri-ciri uang yang asli dengan memperhatikan detektor uang asli. Sugeng Yayok, kasir senior BI Jember, mengatakan bahwa perkembangan upal di wilayah kerja BI Jember yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, ibarat pelana kuda. Setelah kasus upal mengalami penurunan pada 2010, tetapi kasus upal kembali meningkat pada 2011. Kasus upal juga sempat naik pada 2009. Pada 2009, Sugeng menga-

takan, jumlah peredaran upal yang terungkap mencapai Rp 141 juta lebih dengan jumlah 2.405 lembar. Sementara, pada 2010 upal yang beredar turun menjadi Rp 129 juta lebih dengan jumlah 1.874 lembar. Lalu, kasus upal kembali naik pada 2011 menjadi Rp 241 juta lebih. Jika dijumlahkan, uang palsu yang beredar di masyarakat selama tiga tahun terakhir mencapai Rp 512 juta lebih. Pada 2011, jumlah upal yang terungkap oleh pihak kepolisian di masing-masing kabupaten wilayah kerja BI Jember sebanyak 3.188 lembar. Rinciannya, pecahan Rp 100.000 sebanyak 1.711 lembar, pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.358 lembar, pecahan Rp 20.000 sebanyak 44 lembar, pecahan Rp 10.000 sebanyak 30 lembar, pecahan Rp 5.000 sebanyak 16 lembar, pecahan Rp 1.000 dan Rp 2.000 masingmasing sebanyak satu lembar.(aro/c1/jum/jpnn)

Soal UN SMP/MTs Tiba JEMBER – Ujian nasional (UN) SMP/MTs yang dihelat pekan depan mulai dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Sebanyak 543 dus naskah soal UN SMP/ MTs kemarin (18/4) sudah tiba di Jember. Naskah soal UN SMP/MTs tiba sekitar pukul 16.00 dengan pengawalan ketat aparat kepolisian berseragam dan anggota tim pemantau independen (TPI). Dari Surabaya, naskah soal UN SMP/MTs itu dibawa dengan dua mobil boks dari PT Temprina Media Grafika Surabaya. Saat tiba di kantor dispendik, ratusan dus naskah soal itu dimasukkan ke dalam ruangan yang sebelumnya menjadi tempat penyimpanan soal UN SLTA. Meskipun soal-soal itu disimpan di kantor dinas, tanggang jawab pengamanan soal berada di Polres Jember. “Ada 543 dus soal yang diangkut tim dari Surabaya,”

kata Bambang Hariono, kepala dispendik. Bambang menjelaskan, jumlah naskah soal disesuaikan dengan jumlah peserta UN SMP/ MTs. “Sama seperti UN SMA, unas SMP/MTs juga tidak ada naskah soal cadangan. Jika ada kekurangan, bisa ambil di tempat lain yang kelebihan atau difotokopi,” ungkapnya. Tahun ini ada 31.245 orang peserta UN yang berasal dari 279 SMP, 190 MTs, dan 4 SMPLB. Total lembaga penyelenggara UN mencapai 473 SMP/MTs negeri dan swasta. UN SMP/ MTs akan digelar 23 - 26 April 2012. Sedangkan UN SD/MI akan dilaksanakan 7 9 Mei 2012 dengan jumlah peserta 41.972 orang yang berasal dari 1.283 sekolah SD/MI. Pengamanan naskah soal UN SMP/MTs akan dilakukan petugas kepolisian selama 24 jam penuh hingga didistribusikan ke masing-masing sekolah. (aro/jum/har)

RADAR JEMBER

DIJAGA KETAT: Soal UN SMP/MTs tiba di kantor Dispendik Jember.


38

Kamis 19 April 2012

Boyongan ke Mes Baru

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

AJANG PEMBIBITAN: Piala Danone menjadi kesempatan bagi kalangan klub maupun SSB menunjukkan eksistensinya.

DNC Target 150 Tim Peserta BANYUWANGI - Ajang Danone Nations Cup (DNC) 2012 menjadi pertaruhan bagi PSSI Banyuwangi. Hingga kini persiapan menuju even sepak bola kelompok umur 12 tahun itu terus dimatangkan. Dalam kejuaraan yang dijadwalkan digelar 17-19 Mei tersebut, penyelenggara menarget diikuti 150 tim sepak bola dan SSB. Ketua penyelenggara DNC

2012 wilayah Banyuwangi, Sujoko, menyatakan bahwa secara makro persiapan untuk ajang tersebut sudah dilakukan. Tahap pendaftaran dan verifikasi pemain sudah 80 persen. “Kita tinggal pemantapan saja,” katanya. Sujoko menambahkan, panitia menarget Piala Danone yang digelar di Banyuwangi diikuti 150 tim. Tim-tim yang

akan bertanding di Stadion Diponegoro itu merupakan perwakilan Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan tuan rumah Banyuwangi. Tim yang lolos akan dipertemukan dengan wakil zona Jawa Timur lain yang berkompetisi di Jombang. Lebih dari itu, Sujoko berharap even tersebut bisa

menjadi tolok ukur pembinaan sepak bola di Banyuwangi. Maka dari itu, Sujoko meminta agar SSB dan tim sepak bola di Banyuwangi memanfaatkan ajang tersebut untuk menambah jam terbang para pemain. Sekaligus untuk meraih prestasi dan mewakili Banyuwangi di pentas nasional bahkan internasional. (nic/c1/als)

Tingkatkan Kinerja, PSSI Reshuffle Pengurus BANYUWANGI - Kiprah dan sepak terjang Pengkab PSSI Banyuwangi memang nyaris tidak pernah terdengar gaungnya beberapa waktu terakhir. Dua tahun berjalan, induk sepak bola di Banyuwangi itu seakan kalah saing dengan sepak terjang Persewangi di pentas Divisi Utama. Namun, stigma itu kini sedikit terkikis. Sebab, sebentar lagi Banyuwangi akan menjadi tuan rumah Piala Danone 2012. Organisasi yang dikomandani Ahmad Taufik itu kini pun mulai berbenah. Salah satunya, rencana melakukan perubahan kepengurusan (reshuffle) dalam waktu dekat.

Ahmad Taufik menyatakan, pergantian pengurus tersebut bertujuan mempermudah koordinasi. Reshuffle jangan dipandang sebagai hukuman. “Ini murni dilakukan DOK/RaBa demi meningkatAhmad Taufik kan efektivitas dan efisiensi kerja PSSI,” katanya. Politisi PKB asal Wongsorejo itu menambahkan, dalam kepengurusan PSSI

Turnamen Tenis Stikes Cup Ditabuh Hari Ini BANYUWANGI – Turnamen serta ganda putra berumur 40 tenis memperebutkan Piala Sti- tahun, maka yang satunya hakes digeber mulai hari ini, Kamis rus berumur 50 tahun. Ini ma(19/4). Kompetisi tenis ini akan suk kategori umur 90 tahun, dst. “Kategori ini dilaksanakan di turnamen ini diLapangan Stikes gelar mulai 19-22 Kampus Baru, PeApril 2012,” kata nataban, Banyupria yang baru puwangi, mulai pukul lang dari Konferen15.00. Tidak kurang si Internasional dari 65 peserta Thailand itu. akan bertanding. Soekardjo mengaKetua Stikes Batakan, Stikes Cup ini nyuwangi, H. Soemerupakan rangkardjo, menjelaskaian Dies Natalis kan turnamen teTOHA/RaBa ke-6. Tujuannya, nis bertajuk Stikes H. Soekardjo untuk memasyaraCup ini akan mempertandingkan umum katkan olahraga tenis. Dilihat ganda puta-putri. Dimana, dari peserta dan kategorinya, setiap peserta yang ikut wajib Stikes Cup memang jauh dari berumur minimal 40 tahun. kompetisi resmi. “Namun yang Dengan double kategori umur penting adalah semangat untuk 90, 100 tahun, dan 110 tahun. memasyarakatkan olahraga,” Misalnya, jika salah satu pe- pungkasnya. (ikl/*/als)

memang ada beberapa pos yang kosong. Kekosongan tersebut disebabkan pengurus yang ditunjuk belum bisa berdedikasi demi kemajuan sepak bola Banyuwangi. Solusinya, dirinya akan mencari figur pengganti. Siapa saja dan posisi mana saja yang diganti? Taufik belum bisa memberi keterangan. Dia mengaku masih menggodok beberapa nama yang layak diajukan menjadi calon pengurus. Dijadwalkan, sebelum Piala Danone digelar, proses pergantian pengurus tersebut sudah bisa diumumkan kepada publik. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Suntikan moral diperoleh skuad Persewangi jelang melawan Persipro Probolinggo Sabtu (21/4) nanti. Suntikan itu berasal dari Pemkab Banyuwangi. Sebab, kini pemkab telah merealisasikan penginapan atau mes untuk skuad Laskar Blambangan. Terhitung sejak malam kemarin (17/4), hampir seluruh pemain sudah boyongan ke penginapan yang juga merupakan rumah dinas DPRD Banyuwangi tersebut. Sumber tepercaya di Persewangi menyebutkan, sebagian pemain sudah menempati mes yang disediakan Pemkab Banyuwangi itu mulai Selasa (17/4) malam. Mereka yang “mengungsi” dari mes lama, di Puri Rogojampi, kebanyakan bukan pemain asli Banyuwangi. Kini jarak Stadion Diponegoro dan penginapan pemain semakin dekat. Bahkan, menuju Stadion Diponegoro, pemain bisa berjalan kaki. Sebab, jaraknya cukup dekat, yakni hanya 300 meter. Sementara itu, messesungguhnya yang dijanjikan

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PINDAH: Pemain Persewangi beristirahat usai berlatih di Stadion Diponegoro beberapa waktu lalu. Mes baru lebih dekat dengan home base tim kebanggaan Larosmania tersebut.

Pemkab Banyuwangi belum bisa ditempati. Manajemen Persewangi pun harus menunggu agak lama untuk hijrah ke mes baru di Kelurahan Penganjuran itu. Belum bisa ditempati disebabkan beberapa hal. Selain renovasi belum benar-benar rampung, instalasi listrik juga belum selesai dipasang. Sebab, agar bisa digunakan dengan baik, daya listrik di mes tersebut harus ditambah. “Ge-

dung sudah direhab. Tapi listrik belum ditambah daya. Jadi, kita menunggu itu,” beber Nanang Nur Ahmadi, manajer Persewangi. Ternyata, selain menunggu penambahan daya, Nanang juga menunggu realisasi kendaraan operasional untuk Persewangi. Sejauh ini, mobil belum diterima. Sebab, kata Nanang, kendaraan yang dijanjikan masih dalam tahap pengecatan. (nic/c1/als)

Sirkuit Paling Ramah BANYUWANGI - Ajang Aquase Supercorss dan grasstrack dua hari lagi akan dilaksanakan. Persiapan even otomotif yang akan dilaksanakan di Sirkuit Nasional Kumendung, Muncar, itu terus dikebut. Salah satu yang benarbenar dipersiapkan adalah lintasan yang akan digunakan lomba. Dan kini lintasan tersebut sudah siap pakai. Berlokasi di dekat pantai, Sirkuit Nasional Kumendung memiliki panjang lintasan 1,2 km. Sirkuit tersebut diperuntukkan dua kategori yang akan dipertandingkan, yakni supercross dan powercross. Panjang lintasan yang digunakan supercross mencapai 800 meter. Powercross disediakan lintasan sepanjang 600 meter. Atas rampungnya sirkuit yang akan digunakan lomba tersebut, pihak penyelenggara optimistis supercross dan grastrack yang akan dilaksanakan bisa berjalan sesuai rencana. Apalagi, Sirkuit Nasional Kumendung memiliki karakter yang cukup ramah untuk pembalap. “Pembalap profesional

DOK.RaBa

STANDAR NASIONAL: Arena Aquse Supercorss di Sirkuit Kumendung menjadi ladang pembuktian pembalap profesional.

dan pemula bisa berlaga di sirkuit dengan tingkat kesulitan yang sudah disesuaikan dengan kemampuan tiap pembalap tersebut,” beber Lukman Cahyono, ketua penyelenggara. Lukman menuturkan, ada beberapa bagian sirkuit yang bisa menjadi tantangan bagi pembalap. Setelah garis start, pembalap akan menemui rintangan berupa double top mini. Setelah lolos dari rintangan tersebut, sudah menunggu super bol dan rintanganrintangan lain. “Pokoknya sirkuit ini aman dan nyaman

untuk pembalap profesional dan amatir,” beber Lukman, yang juga Kasatlantas Polres Banyuwangi itu. Ajang tersebut juga akan diikuti sejumlah pembalap kaliber nasional. Mereka berasal dari beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan lain-lain. Nyali dan strategi menjadi salah satu penentu menuju podium juara dalam ajang yang juga diselenggarakan guna menyemarakkan hari jadi PT. Sumberyala Samudera, Muncar, tersebut. (nic/c1/als)


39

Kamis 19 April 2012 HALAMAN SAMBUNGAN

Kabur ke Simpang Lima Jajag n ISI TOKO... Sambungan dari Hal 29

Sang pemilik toko kebetulan sedang menjalani operasi caesar. Beberapa saksi mata mengatakan, pelaku berjumlah enam orang. Mereka datang ke toko emas Cemerlang mengendarai tiga unit sepeda motor. Dua di antaranya sepeda motor sport, dan satu sepeda motor lain berjenis skuter matik. “Saya tidak tahu persis kejadiannya. Yang saya lihat, tiga dari enam

perampok itu masuk ke toko dan langsung memecah kaca etalase menggunakan kapak. Tidak sampai tiga menit, para pelaku yang seluruhnya mengenakan helm teropong itu kabur ke arah selatan,” ujar seorang warga yang saat kejadian sedang berada di toko elektronik, tepat di depan toko emas tersebut. Sumber lain menyebutkan, dua pelaku yang masuk ke toko emas tersebut memegang senjata tajam jenis celurit, dan

seorang lain bersenjata kapak. Kapak inilah yang digunakan memecah kaca etalase setebal satu centimeter itu. “Setelah menguras etalase bagian depan, para pelaku langsung naik ke atas sepeda motor. Rupanya sudah ada tiga pelaku yang bersiaga di atas tiga sepeda motor. Dengan cepat, mereka kabur ke arah selatan, yakni menuju Simpang Lima Desa Jajag,” jelas sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan tersebut.

Beruntung, para pelaku tidak melukai satu pun pekerja toko perhiasan tersebut. Meski begitu, kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, para pelaku menguras habis perhiasan yang disimpan dalam kaca etalase tersebut. “Seluruh perhiasan yang digondol pelaku merupakan perhiasan yang dipajang di etalase depan. Perhiasan yang dipajang di etalase sebelah kiri dan kanan masih aman,” ujar seorang

Gapasdap Mendukung Keputusan Menteri n TARIF... Sambungan dari Hal 29

Kendaraan barang golongan VII juga naik dari Rp 302.275 menjadi Rp 306.275. Tiket penyeberangan kendaraan barang golongan VIII sebesar Rp 425.525 dinaikkan menjadi Rp 437.925. Pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM.19 tahun 2012 ini, jenis golongan penumpang kendaraan barang ditambah hingga golongan IX. Sebelumnya, kendaraan barang hanya dibatasi sampai golongan VIII. Saat ini golongan kendaraan barang ada yang masuk golongan IX dengan harga tiket Rp 721.500. Klasifikasi golongan kendaraan ditetapkan berdasar panjang kendaraan. Panjang kendaraan golongan VI dari 7 hingga 10 meter.

Panjang golongan VII dari 10 hingga 12 meter. Panjang kendaraan golongan VIII dari 12 hingga 16 meter. Sementara itu, kendaraan golongan IX panjangnya 16 meter lebih. Perubahan tarif tiket kendaraan barang golongan V hingga golongan IX disampaikan langsung Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Suroyo Alimoeso, di ruang rapat pimpinan cabang PT. Indonesia Ferry (IF) Ketapang kemarin (18/4). Suroyo datang ke Banyuwangi guna melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor: PM. 19 Tahun 2012 tentang tarif angkutan penyeberangan lintas antar-provinsi. Kenaikan tarif feri itu disambut gembira Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Ketapang. Walau

kenaikan belum mencapai tingkat keekonomian yang ideal, tapi Gapasdap mengapresiasi pemerintah yang telah menaikkan tarif. “Ini kabar baik

bagi kita guna mengurangi beban belanja dan cost operasional yang terus meningkat,” ujar Ketua Gapasdap Ketapang, Ach. Monasor. (afi/c1/bay)

Diterbangkan ke Jakarta via Denpasar n HUMAS... Sambungan dari Hal 29

Saat itu, pria yang menjabat sebagai Kasubag Humas Dirjen Perhubungan Darat itu sudah naik ke dalam pesawat. Namun, pada saat pesawat akan take off, Joko mengeluh dadanya sakit. Saat itu juga, pesawat batal terbang. Joko pun langsung dilarikan ke RSI

Fatimah. Beberapa saat setelah mendapat perawatan, Joko mengembuskan napas terakhir. Janazah Joko langsung diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Ngurai Rai, Bali, sore kemarin (18/4). “Pak Dirjen akhirnya batal terbang dari Bandara Blimbingsari dangantiterbangmelaluiDenpasar,” ujarKabidPerhubunganUdaradan Laut Dinas Perhubungan Banyuwangi, Ali Ruchi. (afi/c1/bay)

Saatnya Punya Institusi Sendiri n SERING... Sambungan dari Hal 29

Lambatnya penanganan kebakaran juga sering terjadi, yaitu mobil damkar telat datang. Bahkan, tidak jarang api sudah bisa dipadamkan warga, rombongan damkar baru tiba di lokasi kejadian. Seperti kebakaran yang melanda rumah milik pasangan Muhamad Amri, 36, dan Astantina, 25, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, pada 14 Desember 2011 lalu. Bahkan, kebakaran tidak sampai tertangani para petugas damkar, seperti kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda, Lingkungan Krajan, Kelurahan Panataban, Kecamatan Giri, pada 18 Februari 2012 lalu. Ironisnya, lokasi ponpes yang terbakar hingga menghanguskan ribuan kitab itu berada di sekitar Kota Banyuwangi.

“Banyuwangi sudah waktunya memiliki instansi sendiri yang menangani pemadaman kebakaran,” kata Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto. Hermanto menyebut, Kabupaten Banyuwangi cukup luas. Di daerah perkotaan dengan jumlah penduduk yang cukup padat, persediaan sarana pencegahan kebakaran juga tidak ada. Bahkan, di sejumlah titik yang rawan kebakaran juga tidak tersedia hydrant. “Hydrant yang ada banyak yang sudah tidak berfungsi,” ungkapnya. Ketua panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW), Gunawan, sempat menyindir Bupati Anas agar tidak hanya mengurus ruang taman hijau (RTH). Masalah kebakaran juga harus dipikirkan dalam materi raperda RTRW. “Penanganan kebakaran harus dipikir secara serius,” cetusnya.

Petugas damkar tidak mau disalahkan terkait lambatnya penanganan dalam pemadaman kebakaran. Mereka berdalih, mobil damkar lambat karena informasi yang diterima juga lambat. “Ada informasi kebakaran, kita akan langsung berangkat,” jelas Koordinator Damkar Banyuwangi, Muhamad Sugeng Wijaya. Menurut Sugeng, dalam kasus kebakaran yang menghanguskan Toko Sahabat, pihaknya baru menerima informasi 30 menit setelah kejadian. Setelah ada informasi, petugas langsung bergerak. “Bahkan, kami memakai seragam dalam perjalanan. Itu sudah termasuk protap,” cetusnya. Menurut Sugeng, banyak penelepon iseng dan menginformasikan adanya kebakaran. Itu yang membuat petugas damkar sering ragu meluncur ke lokasi kebakaran. “Hampir setiap hari ada yang iseng menelepon ke kantor, dan kita juga sering kecele,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

personel polisi usai memeriksa tempat kejadian. Sementara itu, petugas Polsek Gambiran yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi di sekeliling toko tersebut. Beberapa saat berselang, petugas unit identifikasi Polres Banyuwangi juga datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Kasatreskrim Polres, AKP Dewa Putu Eka, juga ikut memeriksa lokasi kejadian.

n BANDARA... Sambungan dari Hal 29

Selain memberi bantuan bus, Suroyo juga menyetujui rencana pemkab membangun terminal terpadu. Bupati Anas berencana membangun terminal terpadu penumpang kapal, kereta api (KA), dan penumpang bus. Untuk merealisasikan terminal terpadu itu, pemkab berencana memindahkan Terminal Sri Tanjung di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, ke dekat stasiun KA Banyuwangi Baru dan Pelabuhan Ketapang. Dirjen Suroyo sepakat dan siap mendukung rencana terminal terpadu tersebut. Bahkan, Suroyo menyatakan siap membangun terminal bus tersebut asalkan pemkab siap menyediakan lahan dengan status yang jelas. “Prinsipnya, kita siap melakukan kerja sama. Ayo kita bikin kesepakatan, apa saja yang harus kita kerjakan untuk mewujudkan terminal terpadu itu,”

tegas Suroyo. Suroyo tidak sekadar menyatakan siap mewujudkan terminal terpadu. Bahkan, dia langsung mengajak Bupati Anas melihat lokasi rencana pembangunan terminal terpadu tersebut. Lokasi yang dikunjungi kemarin adalah lahan di sekitar Stasiun KA Banyuwangi Baru. “Penumpang kapal laut, KA, dan bus, nanti tidak perlu jauhjauh mencari transportasi guna melanjutkan perjalanan,” jelas Anas. Bupati Anas mengaku, pemkab akan membangun terminal terpadu yang bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Posisi terminal terpadu itu adalah antara pelabuhan dan stasiun KA. Untuk menghubungkan tiga moda transportasi itu, bupati berencana membangun jembatan. “Ke depan, terminal terpadu itu kita proyeksikan sebagai lokasi pertumbuhan ekonomi baru di Ketapang,” tegasnya. Proses pembangunan terminal terpadu akan dimulai setelah perubahan anggaran

keuangan (PAK) APBD 2012. Bupati Anas menargetkan, tahun 2013 mendatangkan pembangunan terminal terpadu sudah bisa direalisasikan. Anas juga mengajukan permohonan penyediaan kapal penumpang cepat lintas Ketapang-Bali. Selama ini, warga Jembrana sudah banyak menggunakan transportasi udara melalui Bandara Banyuwangi. Namun, waktu penyeberangan yang terlalu lama masih menjadi satu masalah. Menyeberang ke Banyuwangi butuh waktu 1,5 jam. “Kalau ada kapal cepat, hanya butuh waktu 15 menit,” katanya. Permohonan Bupati Anas itu langsung direspons. Suroyo langsung memerintahkan beberapa direktur yang mendampinginya untuk melakukan kajian atas usul tersebut. “Kita lakukan kajian. Kalau secara teknis memungkinkan, maka segera kita realisasikan. Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Suroyo. (afi/c1/bay)

Keluarga hanya Bisa Pasrah n TAK PUNYA... Sambungan dari Hal 29

Wartawan koran ini kemarin bertandang ke rumah Husni. Kondisi bocah itu memang memprihatinkan. Kaki dan kedua tangannya terus mengecil. Untuk berdiri saja, Husni harus dibantu orang tuanya. Suatu hari, Husni pernah hendak ke kamar mandi. Lantaran tidak

ada yang membantu, dia terguling-guling di kamar mandi. ”Jatuh-bangun sudah biasa, Mas. Gimana lagi, berjalan saja susahnya bukan main,” ujar tetangga dekat Husni, Hilmi. Kepada wartawan koran ini, Hilmi bercerita panjang-lebar terkait sakit yang diderita Husni. Dulu, bocah tersebut sehat seperti anak sebayanya. Menginjak usia 8 tahun, Hus-

ni mulai merasakan sakit di tubuhnya. Kadang panas dan diare. Ketika diperiksakan ke dokter, katanya tifus dan flu biasa. Beberapa bulan kemudian baru terjawab bahwa Husni mengidap penyakit polio. ”Dulu selama tiga bulan rajin rawat jalan ke bidan dan rumah sakit. Sekarang nggak punya biaya, hanya pasrah di rumah saja,’’ jelas Hilmi.

Pihak keluarga berharap ada perhatian pemerintah dan dermawan untuk membiayai pengobatan Husni. Yang pasti, pihak keluarga sudah ”angkat tangan” untuk biaya pengobatan bocah yang seharusnya sudah duduk di bangku SMP kelas XII itu. ”Kami hanya bisa pasrah. Mudah-mudahan ada yang peduli dengan kondisi anak saya,” harap sang ibu, Istikharoh. (c1/*)

Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS BANYUWANGI - Komisi Pemberantasan AIDS ( KPA ) Banyuwangi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi menggelar sosialisasi program pencegahan HIV/AIDS di aula Dinas Kesehatan Banyuwangi, kemarin. Dalam sosialisasi tersebut diberikan paparan tentang pencegahan HIV/AIDS melalui transmisi seksual pada

komunitas gay, waria dan lelaki seks dengan lelaki atau istilahnya GWL.’’ Di Banyuwangi angka penderita HIV/AIDS mencapai 119 orang,’’ ujar Hairon, dari LSM KKBS Banyuwangi. Hairon menambahkan, di Jawa Timur menduduki peringkat ke 2 untuk penderita HIV/ AIDS setelah DKI Jakarta. Sebelumnya pada tahun 2011, Jawa

Timur menduduki peringkat 1. Semua itu, lanjut Hairon, karena Jawa Timur aktif melaporkan penderita HIV/AIDS pada pemerintah pusat.” Banyuwangi termasuk wilayah yang banyak penderita HIV/AIDS dan perlu kita segera cegah agar tidak bertambah banyak,’’ cetus Hairon. Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyamoko

menyambut baik kegiatan sosialisasi program pencegahan HIV/AIDS karena banyak sekali manfaatnya. Di Banyuwangi penderita HIV/AIDS cukup banyak, untuk itu perlu antisipasi dalam pencegahan penyebarannya. ”Berperilakulah hidup sehat dan jauhi penyebab penyakit HIV/AIDS,’’ pesan Yusuf Widayatmoko. (*/aif)

lurit,” imbuh Kapolsek Mas’ud. Masih menurut Kapolsek Ibnu, nilai kerugian masih belum bisa diketahui secara pasti hingga sore kemarin. Sebab, pemilik toko emas tersebut sedang menjalani operasi kelahiran anaknya. “Jadi, kami belum bisa mengetahui angka pasti kerugian. Pemilik belum bisa dimintai keterangan. Saat kejadian, hanya ada beberapa pekerja di dalam toko tersebut,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Polisi Langsung Olah TKP n TEWAS... Sambungan dari Hal 29

Beberapa menit kemudian, warga pun berdatangan untuk menggotong tubuh Niwari menuju rumahnya. ”Saya tak menyangka Niwari pergi secepat itu. Saya juga tidak tahu Niwari punya senapan,’’ ujar Neman, 42, paman korban.

Kematian Niwari benar-benar memukul keluarganya. Orang tua korban, Saderi dan Misiya, sangat shock atas kejadian yang menimpa anak pertamanya itu. Usai dimandikan, jenazah Niwari langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Terkait kejadian ini, Polsek Wongsorejo bersama anggota Resmob Polres Banyuwangi

langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Nyoman Supartha menegaskan, korban tertembus peluru setelah membetulkan senjata api. ”Senapan yang digunakan korban langsung kita amankan,” tegas perwira polisi yang tinggal di Perumahan Kebalenan Indah, Banyuwangi, itu. (c1/aif )

Belum Ada Laporan Kecurangan n JUMLAH... Sambungan dari Hal 29

Mata pelajaran yang tidak bisa diikuti pada hari pertama, lanjut Sulihtiyono, harus ditempuh pada unas susulan.

Kalau tidak ikut unas susulan, secara otomatis mereka akan gugur sebagai peserta unas. “Tapi mereka masih ada kesempatan mengikuti ujian kejar paket,” katanya. Lalu, bagaimana hasil eva-

luasi unas hingga hari ketiga? Menurut Sulihtiyono, unas berjalan sesuai target yang direncanakan. “Sampai sekarang belum ada laporan adanya kecurangan dalam unas,” katanya. (afi/c1/bay)

Pebdi Diberi Kesempatan Menjelaskan n GOLKAR BUTUH... Sambungan dari Hal 29

Maka dari itu, dia meminta agar semua elemen di PG bekerja keras mewujudkan misi tersebut. Misi merealisasikan target itu akan dimulai pada pileg 2014 mendatang. Berdasar perolehan suara pemilu 2004, partai yang identik dengan warna kuning itu meraup 24,5 juta suara atau 22 persen. Di tahun 2009, PG hanya memperoleh 15 juta suara. Itu artinya, untuk mewujudkan target 33 persen suara, PG memerlukan lebih-kurang 25 juta suara lagi. Mewujudkan

target tersebut memerlukan kerja keras seluruh elemen partai. Apalagi, Akbar menyebut PG tidak sendirian. Beberapa partai lain diprediksi akan menjadi pesaing PG. Dia menyebut Partai Nasional Demokrat (Nasdem), PKS, Partai Demokrat, dan PDIP, merupakan rival yang harus mendapat perhatian ekstra dalam pemilu 2014 mendatang. Sementara itu, pertemuan yang digelar di aula DPD Partai Golkar itu diwarnai ketegangan. Usai Akbar Tanjung memberikan ceramah ilmiah, beberapa elemen partai Golkar, di antaranya Pebdi Arisdiawan,

masuk ke arena pertemuan. Insiden tersebut sempat membuat suasana memanas. Bahkan, Pebdi sempat mematikan sound system yang digunakan dalam acara tersebut. Namun, sejurus kemudian, dia menghidupkan kembali. Di hadapan ratusan peserta, Pebdi diberi kesempatan memberikan penjelasan. Dia pun memaparkan beberapa persoalan yang dihadapi PG Banyuwangi dan Jawa Timur terkait gugatan pilkada dan surat rekomendasi yang diterbitkan DPP PG untuk bakal calon dalam pemilukada Banyuwangi lalu. (nic/c1/bay)

Ulas Sejarah Partai Golkar n AKBAR... Sambungan dari Hal 40

Segera Realisasikan Terminal Terpadu

Kepada sejumlah wartawan, Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud menjelaskan, pelaku berjumlah enam orang mengendarai tiga sepeda motor. “Mereka mengenakan jaket dan helm warna hitam,” jelasnya. AKP Ibnu menambahkan, tiga dari enam pelaku masuk toko perhiasan emas Cemerlang dan langsung memecah kaca etalase dengan martil. “Dua pelaku lain membawa sajam (senjata tajam) jenis ce-

Lakukanlahapayangmenjaditugasnya dengan ikhlas,” terangnya. Rangkaian kunjungan kerja Ketua Dewan pertimbangan DPP Partai Golkar di Situbondo memang cukup padat. Dia datang di Kota Santri bersama rombongan pada Selasa (17/4) lalu sekitar pukul 12.00. Dia langsung menuju wisma wakil Bupati Rachmad yang juga ketua DPD Partai Golkar Situbondo. Di tempat tersebut, beberapa jam Akbar Tanjung melakukan ramah-tamah dan makan siang. Sekitar pukul 13.00, Akbar melakukan temu kader di Kan-

tor DPD Partai Golkar Situbondo. Kegiatan tersebut diikuti 218 peserta. Mereka terdiri atas unsur pimpinan kecamatan, pimpinan desa dan kelurahan, pengurus pleno ormas, dan Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kabupaten. Akbar juga sempat memberikan materi diklat Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes). Kegiatan yang ditempatkan di Aula Pantai Pasir Putih Dua itu diikuti 117 peserta. Mereka datang dari kabupaten Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Banyuwangi, masing-masing 25 orang. Dari Situbondo sebanyak 17 peserta. Diklat Karakterdes dimulai Se-

nin (16/4) dan berakhir keesokan harinya. Dibuka dan ditutup Ketua DPD Golkar Situbondo, Rachmad. Dalam kesempatan tersebut, Akbar memaparkan sejarah perjalanan pemilu Partai Golkar sejak 1971. Partai Golkar enam kali mengikuti pemilu di zaman Orba dan tiga kali di masa reformasi. Akbar juga menyampaikan isu-isu aktual ke-Golkar-an dan isu pemerintahan terkini. Misalnya, terkait isu kenaikan BBM, pemilu legislatif dan pemilu presiden. Akbar juga menyempatkan membuka diklat kader di DPD Golkar Banyuwangi dan melakukan temu kader di DPD Partai Golkar Bondowoso. (pri/c1/als)

PARU-PARU ANAK BERSIH BERKAT MILKUMA MELIHAT anak tumbuh dan berkembang adalah kebahagiaan setiap orang tua. Begitu juga yang dirasakan oleh kedua orang tua Aska. Namun tak selamanya seseorang selalu sehat. Begitu juga yang dialami oleh balita berusia 4 tahun ini. “Karena menderita flek di paru-paru, nafas Aska sering sesak. Saya sering khawatir karenanya.” Ujar orang tua Aska yang menceritakan sudah 2 tahun putranya menderita penyakit tersebut. “Sebelumnya saya sudah membawa Aska berobat ke dokter, tapi atas saran dari orang tua, akhirnya saya mulai memberi Aska Milkuma. Kini, sudah 6 bulan saya memberinya minum Milkuma dengan rutin, Alhamdulillah setelah diperiksa kembali, paru– parunya sudah bersih. Saya pun sekarang jadi tenang dan senang melihat Aska sehat kembali.” Terang orang tuanya. Dengan tubuh yang sehat, kini Aska yang tinggal Condong Catur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini dapat menjalani masa kanakkanaknya dengan ceria. Kedua orang tuanya pun ikut bahagia melihat perkembangan putranya yang sehat. Milkuma adalah minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu Ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu Ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI).

Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu Ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh ser ta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt. Drajat Farma Jl. Gajah Mada Genteng. Apt. Dunia Sehat Jl. Yos Sudarso Jajag. Apt. Asia Jaya Jl. Rata Rogojampi. Apt. Raya Jl. PB. Sudirman. Apt. Ima Jl. Ayani. Apt. Yoma Abadi Farma Jl. Raya Srono. Apt. Al Hadi Jl. Basuki Rahmat . Situbondo: Apt Diponegoro, Jl. Diponegoro; Apt Diponegoro 2, Jl. Irian Jaya; Apt Sumber Sehat, Jl. A. Yani; Apt Bares Sehat, Jl. Patimura Besuki. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Kamis 19 April 2012

GTT Siluman Masuk Pengumuman K.2 SITUBONDO - Banyak tenaga honorer siluman yang lolos verifikasi kategori dua (K.2) di lingkungan Pemkab Situbondo. Itu diketahui setelah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengumumkan hasil verifikasi Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Senin (16/4) lalu. Dalam pengumuman tersebut diketahui ada nama-nama yang sebenarnya tidak layak lolos verifikasi. Namun, namanya tetap terpampang da-

lam pengumuman K.2. Padahal, masa kerjanya baru dimulai tahun 2010 lalu. “Kita sudah mendapatkan data, kita akan melaporkan hal itu ke BKD dan lembaga hukum, karena menyangkut pemalsuan data,” terang Ketua FSMP, Sugiono Eksantoso, kemarin. Menurut dia, ada dua guru tidak tetap (GTT) yang lolos dan diduga kuat memalsukan data. Namanya Hikmah Riski Hasyim dan Hikmah Nurul Husen. Keduanya bertugas di

SDN 1 Kedungdowo. “Mereka bisa memalsukan data karena kala itu orang tuanya menjabat sebagai kepala sekolah,” terang Sugiono. Diungkapkannya, dua guru tersebut tercatat sebagai GTT pada 2010. Namun, namanya sudah masuk dalam pengumuman hasil verifikasi K.2. “Sehingga, diduga kuat ada pemalsuan dokumen dalam berkas yang diajukan ke BKD dan BKN,” terang guru di SMAN Kapongan itu.

Lolosnya dua orang tersebut menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, hal itu dapat melukai rasa keadilan dan dianggap merugikan orang lain. Banyak GTT yang dinilai lebih layak karena masa kerjanya lebih lama. Atas dasar itulah sehingga banyak yang komplain. “Kita sudah punya berkas lengkap untuk kita laporkan,” tegasnya. Dia berharap, BKD menganulir dua GTT yang disinyalir memalsukan data itu. Apalagi, UPTD Dinas

Pendidikan setempat ternyata merasa tidak pernah mengajukan berkas dua GTT tersebut. “Yang bisa masuk kan yang memiliki SK Bupati. Lha dua orang ini baru masuk 2010,” ungkap Sugiono. Dia mendesak BKD tidak hanya membatalkan hasil verifikasi atas dua orang tersebut. Namun, juga harus memproses hukum pihakpihak yang ikut menyukseskan lolosnya dua guru di SDN 1 Kedu-

ngdowo itu. Yang perlu diwaspadai, kata dia, tidak menutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi di kecamatan lain. “Bukan apa-apa, kasihan honorer yang benar-benar sudah lama. Saya sudah kontak kepala BKD, dia meminta laporan resmi. Kalau perlu semua SD harus benar-benar diseleksi dulu. Apakah benar-benar sukwan 2005 ataukah siluman,” tegasnya. (pri/c1/als)

MPK MUHAMMADIYAH

ALI NURFATONI/RaBa

KI-KA: Anies Suchaimie, Imam Riyadi, dan Sugeng Wahyudi.

Undang Ketua MPR RI SITUBONDO – Pentingnya arti militansi kader menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi. Sebab, untuk menjaga eksistensinya diperlukan perjuangan demi membangun daerah yang lebih maju. Hal itu disadari betul oleh Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPK PDM) Situbondo. Demi mewujudkan cita-cita positif itu, pengurus MPK PDM akan menggelar dialog nasional yang bertema Akselerasi Pembangunan Daerah Yang Berkeadilan Menuju Masyarakat Utama. Tidak tanggung-tanggung, MPK PDM periode 2010-2015 itu akan mengundang ketua MPR RI, Hajriyanto Y Thohari, sebagai pembicara utama. Kegiatan itu akan dilaksanakan di Pendapa Bupati Situbondo pada 29 April mendatang. ‘’Kegiatannya mulai pukul 07.00 sampai selesai,’’ tutur Ketua MPD PDM Situbondo, Imam Riyadi, kemarin. Selain mendatangkan ketua MPR RI, acara tersebut juga akan diisi dua narasumber lain. Yakni Bupati Dadang Wigiarto, dan Ketua Muhammadiyah Situbondo, H.Ahmad Zahri. Kegiatan itu sendiri sudah dirancang jauhjauh hari. ‘’Memang kegiatan ini amanat Musda (Musyawarah Daerah) MPK PDM ke-8 dan program kerja. Jadi rencana pelaksanaan sudah matang,’’ terangnya. Tujuan pelaksanaan itu, kata dia, agar kader Muhammadiyah memiliki motivasi tinggi untuk terus berjuang. Selain itu, ulasan kata dari tokoh nasional itu diharapkan bisa menumbuhkan jiwa militan dan sebagai kader bangsa sebagai kader umat. ‘’Ini juga bukan hanya kader Muhammadiyah saja, tapi simpatisan, warga, LSM, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan yang lain kami undang,’’ paparnya. Terakhir, dia menyampaikan ikut berduka cita atas meninggalnya dua tokoh agama di Situbondo dalam beberapa bulan terakhir. ‘’Kami menyampaikan turut bela sungkawa atas wafatnya dua tokoh itu (KHR Fawaid dan KH Sofyan). Semoga amal kebaikannya diterima di sisi-Nya,’’ pungkas wakil kepala sekolah SMPN 6 Situbondo itu. (ton/adv/als)

TEMUAN BAYI

EDY SUPRIYONO/RaBa

Dari kiri, Ridwan Hisyam, Akbar Tanjung, Kiai Kholil, dan Ra Zakki, di Pesantren Wali Songo, Mimbaan, Panji.

Akbar Temui Kiai Kholil dan Ra Zakki Rajin Rangkul Tokoh Demi Suksesi 2014 PANJI - DPP Partai Golkar benar-benar serius menggarap target pencapaian suara di atas 30 persen. Sejumlah pentolan partai berlambang pohon beringin itu pun rajin turun ke bawah untuk menemui para kader dan sejumlah tokoh berpengaruh. Seperti yang dilakukan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung, siang kemarin. Di

sela-sela kunjungannya ke Kota Santri, dia menyempatkan diri sowan kepada KHR. Mohammad Kholil dan KH. Zakki Abdullah di Pesantren Wali Songo, Mimbaan, Panji. Akbar tidak sendirian. Dia didampingi Wakil Bendahara DPP Golkar, Ir. Ridwan Hisyam; Ketua DPD Goklar Jatim, Martono; Wakil Ketua DPD Jatim dan Ketua AMPG Jatim, Yusuf Husni; Sekjen DPD Golkar Jatim, Gesang; dan Ketua DPD Golkar Situbondo, Rachmad. Dalam kesempatan tersebut, Akbar

menyampaikan kepada dua kiai (menantu dan cucu alm Kiai Sofyan Miftahul Arifin) tersebut bahwa Partai Golkar bertujuan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 45. “Ikhtiar yang kami lakukan adalah mendominasi kekuasaan di legislatif dan eksekutif. Kita menargetkan perolehan suara di atas 30 persen. Sekitar 33 persen,” terang Akbar Tandjung. Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di era Orde Baru itu, Partai Golkar memiliki visi menciptakan

Ditangkap di Rumah Istri Kedua ALI NURFATONI/RaBa

TUTUP: Rumah Siti Rupiah Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, tampak sepi kemarin.

Diduga Sengaja Dibuang PANARUKAN – Keberadaan bayi yang ditemukan di halaman rumah seorang bidan di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, hingga kemarin belum ada titik terang. Meski begitu, bayi jenis kelamin perempuan itu masih dalam kondisi selamat. Hal itu berdasarkan keterangan bidan Siti Rupiah yang sehari-hari bertugas di Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo. Mengenai keberadaan sang bayi, si bidan tersebut enggan membeberkan secara rinci. Termasuk di mana bayi tersebut rawat. Hanya saja, dia menegaskan kondisi bayi tersebut dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, kata dia, sudah tidak perlu dipermasalahkan tentang bayi yang baru berumur tiga hari itu. ‘’Bayinya baik-baik saja,’’ cetusnya, kepada koran ini melalui ponselnya kemarin. Sejak penemuan bayi yang dibungkus kardus itu, dirinya memang tidak bisa merawat secara penuh. Sebab, dia harus bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan selama sehari full. Karena itu, dia sudah menitipkan kepada orang dekat yang mempunyai waktu luang. ’’Sudah dirawat dengan baik. Saya tidak bisa merawat seharian,’’ katanya. Saat ditanya lokasi keberadaan bayi mungil itu, dia kembali menegaskan tidak perlu menunjukkan lokasi bayi itu. Begitu juga tentang didentitas orang yang merawat. ’’Ya intinya sudah dirawat dengan baik. Saya juga sudah diperiksa polisi,’’ katanya. Terkait keberadaan orang tua bayi tersebut, menurut dia, hal itu tidak perlu dipikirkan. Pasalnya, kata Siti Ruiah, bayi tersebut sengaja ditaruh di halaman rumahnya. Artinya, orang tuanya sengaja memberikan bayi itu kepadanya. Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku pembuangan bayi yang satu ini bisa dibilang cukup cerdik dalam memilih tempat. Sebab, pelaku menaruh bayi jenis kelamin perempuan itu di halaman rumah seorang bidan di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan. Hasilnya bisa ditebak, bayi tersebut bisa tertolong dan selamat. (ton/als)

Baca Akbar...Hal 39

Divonis Idap Kanker, Ternyata Sehat pai di rumah sakit di Malang, oleh dokter dirinya malah ditertawakan. Sebab, setelah dicek, Ungsu tidak mengidap SITUBONDO – Ungsu, 50, penyakit yang dimaksud. ‘’Di warga Dusun Telaga, Desa Cu- sana malah dokter menertarah Tatal, Kecamatan Arjasa, wakannya. Akhirnya pulang benar-benar terkejut sekaligus karena tidak ada penyakit segembira. Pasalnya, dia pernah perti yang divonis dokter di divonis mengidap kanker saat di- RSUD Dr Abdoer Rahem itu,’’ rawat di RSUD Dr Abdoer Ra- terang politisi PKNU itu. hem, Situbondo. Tetapi, saat Atas kejadian tersebut, Zairi dirujuk RS Syaiful Anwar Malang, menilai, pihak rumah sakit justru tidak ada terlalu teledor dapenyakit tersebut. lam memberikan Ceritanya, sang keterangan. Bahpasien pernah dikan, bisa dibilang rawat di rumah pembohongan sakit pelat merah kepada pasien. itu selama bebeBuktinya, sang rapa hari. Salah pasien justru tidak satu dokter bedah mengidap peyang menanganyakit seperti yang ninya memvonis divonis dokter. pasien empat ’’Sekarang juga suanak itu mendedah sembuh total,’’ ALI NURFATONI/RaBa rita kanker. Nah, kata politisi asal Abu Zairi untuk itu, pihak Arjasa itu. rumah sakit merujuk ke RS SyaiZairi meminta agar pihak ful Anwar yang ada di Malang. RSUD Dr Abdoer Rahem harus Padahal, Ungsu termasuk lebih teliti dalam memberikan kategori pasien miskin yang keterangan. Sebab, bila itu tidak mempunyai banyak dana terus terulang maka rakyat untuk sampai ke rumah sakit akan dirugikan. yang disarankan tersebut. TeSementara itu, terkait patapi, apa boleh buat, demi ke- siennya tersebut, pihak RSUD sembuhan dirinya, Ungsu bero- Dr Abdoer Rahem masih akan bat ke rumah sakit itu dengan melakukan pengecekan. Yang modal seadanya. ‘’Pasien itu jelas, pihak rumah sakit setidak mampu, dan punya SPM lama ini sudah melakukan (Surat Pernyataan Miskin). pelayanan secara profesional. Untuk ke Malang tidak punya ‘’Kami masih menyiapkan biaya, saya kasih Rp 1 juta,’’ ujar rekam medisnya. Ini masih Abu Zairi, anggota komisi III dicari,’’ ujar Humas RSUD Dr DPRD Situbondo, kemarin. Abdoer Rahem, Iir Nadiroh, Anehnya, imbuh dia, sesam- kemarin. (ton/als)

Dokter RSUD Dr Abdoer Rahem Dinilai Teledor

Pemerkosa Anak di Bawah Umur SITUBONDO - Polres Situbondo berhasil menangkap pemerkosa anak di bawah umur kemarin (18/4). Dia adalah Suratman alias Mamat, 32, warga Desa Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih. Pria yang beristri dua tersebut dijemput paksa lantaran sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Polisi menangkap pelaku sekitar pukul 12.00 kemarin. Saat digerebek, pelaku tengah tidur nyenyak di rumah istri kedua. Saat proses penangkapan berlangsung, tidak ada perlawanan. Polisi pun dengan mudah membawa pelaku ke Mapolres Situbondo untuk disidik. Sekadar tahu, pada akhir Maret 2012 lalu, pelaku dilaporkan orang tua SA, 16, atas tuduhan pemerkosaan. Saat itu, korban yang tinggal di Dusun Sidomulyo, Desa Sumber Waru, Kecamatan Banyuputih, mengaku disetubuhi pelaku beberapa kali. Menerima laporan itu, polisi sigap dan segera melakukan investigasi. Namun sayang, upaya polisi meminta keterangan terlapor tidak digubris. Bahkan, polisi sudah dua kali melayangkan surat panggilan. Nah, karena tidak ingin pelaku kabur, polisi langsung menangkap paksa. ’’Sudah dua kali kami kirimi

manusia Indonesia seutuhnya. Itu untuk mewujudkan manusia beriman dan bertakwa. Kiai Kholil sempat memberikan pesan kepada para tamunya. Itu merupakan kata-kata yang pernah disampaikan alm Kiai Sofyan tentang amanat yang harus selalu dipegang seorang pemimpin. “Pemimpin harus melayani masyarakat dengan ibadah. Jangan membohongi atau menipu masyarakat. Jangan berharap pemberian masyarakat ■

ALI NURFATONI/RaBa

KEOK: Tersangka Suratman (tengah) baru keluar dari mobil saat dikeler menuju Mapolres Situbondo kemarin.

surat panggilan, tapi gak datang-datang. Maka hari ini kami tangkap,” cetus Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto, di markasnya kemarin. Keterangannya kepada polisi, korban mengaku dipaksa melayani nafsu berahi terlapor. Apalagi, ternyata korban masih di bawah umur. Bahkan, Mamat sudah punya istri sah. ’’Awalnya mereka berdua pacaran, tapi orang tuanya tidak terima. Maka hari ini kami tahan,’’ terang perwira dengan tiga balok di pundak itu. Sementara itu, Mamat mengaku berbuat mesum dengan korban lantaran sudah saling mencintai. Bahkan, dia sudah siap menikahi perempuan kelahiran 1996 itu. Diakuinya, dia berhubungan badan sebanyak empat kali. ’’Saya main gitu empat kali. Saya tidak tahu hamil ataukah

tidak. Tapi, (sperma) saya keluarkan di dalam,” katanya. Setiap kali berhubungan, katanya, dia tidak pernah memaksa. Justru sang korban-lah yang mengajak berbuat gituan. “Dia dulu yang ngajak. Saya lakukan kadang-kadang di sawah,” kelit pria yang masih belum dikaruniai anak itu. Dia menambahkan, dirinya mempunyai dua istri. Hanya saja, istri pertama sejak dua tahun silam menjadi TKW di Arab Saudi dan istri keduanya hanya nikah sirri. “Istri saya yang pertama menjadi TKW di Arab,’’ katanya. Kini, polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak. Sesuai ketentuan, ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara. (ton/c1/als)


Radar Banyuwangi 19 April 2012