Page 1

JUMAT 16 DESEMBER

29 Angkat Potensi Banyuwangi di Media Berkelas

TAHUN 2011

BEBERAPA hari terakhir ini Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terlihat sering memamerkan beberapa majalah dan buku yang memuat tentang senibudaya, tempat wisata, dan beberapa even khas yang digelar di Banyuwangi. Terutama, kepada para tamu, kolega, teman, dan para undangan saat ia meng-

Oleh: A. CHOLIQ BAYA

hadiri sebuah acara. Beberapa media cetak yang dipamerkan sebagian besar milik operator maskapai penerbangan, seperti majalah Merpati, Garuda, dan Lionmag. Tak ketinggalan, buku Pelangi Budaya Banyuwangi terbitan JP Books yang berisi berbagai tradisi dan budaya masyarakat Banyuwangi

juga ikut dikenalkan dan diberikan kepada para koleganya. Anas merasa bangga beberapa potensi wisata dan seni-budaya Banyuwangi bisa diliput dan ditampilkan di media berkelas; di antaranya wisata kawah gunung Ijen yang konon viewnya paling eksotik di dunia dan Pantai

Plengkung yang menjadi surga para peselancar dunia. Ada pula liputan tari Jejer Gandrung disertai foto-foto cantik para penari. Juga ada liputan khusus sosok Setiawan Subekti, ahli kopi internasional yang juga pemilik Sanggar Genjah Arum di Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah.

Satu lagi yang paling mencolok dan mendapat porsi liputan cukup panjang, yaitu Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar pada 22 Oktober 2011 lalu. Bahkan, majalah Merpati dan Lionmag menjadikan foto-foto terbagus BEC itu sebagai cover halaman depan n  Baca Angkat...Hal 39

Lesus Rusak Puluhan Bangunan medis di Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran. Usai pendataan, jajaran muspika itu melansir data terbaru atas jumlah korban akibat bencana yang hanya berlangGENTENG - Puluhan bangunan sung 15 menit tersebut. Dari dua desa, rusak dan puluhan warga luka-luka ada sepuluh korban luka akibat tertimpa akibat terjangan angin puting beliung rumah roboh. Seorang luka berat dan hadi tiga kecamatan Rabu lalu (14/15). rus menjalani perawatan medis di UGD Sebagian korban yang berjatuhan dari RSUD Genteng, sedangkan sembilan warga lain hanya Kecamatan Genringan. teng, Gambiran, Dampak Bencana Puting Beliung luka Kapolsek Gendan Tegalsari, itu Lokasi: Genteng, Gambiran, Tegalsari g teng AKP Heru terpaksa menjalani Kuswoto mengaku Korban: 10 orang luka-luka perawatan di ruprihatin terhadap Kerusakan: 88 bangunan rusak mah sakit terdekat. musibah tersebut. Sejumlah elemen Kerugian: puluhan juta rupiah Dia pun rela mepenting di kantor SUMBER MUSPIKA rogoh kocek prikecamatan terus melakukan pendataan terhadap puluh- badi untuk membantu korban yang an warga yang terkena musibah bencana rumahnya rusak. “Saya bantu genting alam tersebut. Seperti yang dilakukan ya, nanti biar diangkut mobil ke sini,’’ tiga pilar Muspika Kecamatan Genteng kata kapolsek kepada Ahmadi, warga kemarin (15/12). Petinggi polsek, koramil, Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, dan pejabat kecamatan, kompak meninjau yang rumahnya roboh, kemarin. Di Desa Kembiritan, tujuh rumah permukiman warga yang disapu lesus. Para pejabat tersebut juga menengok rusak dan satu masjid atapnya rusak n  Baca Lesus...Hal 39 korban yang sedang menjalani perawatan

Daerah Genteng dan Gambiran Terparah

ALI NURFATONI/RaBa

AMBRUK: Heriyanto, Zen Kastolani, dan Heru Kuswoto, meninjau rumah milik Ahmadi di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Genteng, kemarin.

Disambar Petir, Petani Kembiritan Selamat SULAMI, 50, adalah salah satu korban yang selamat dari ganasnya angin puting beliung Rabu lalu (14/12). Warga Dusun Cendono, RT 02 RW 02, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu sempat tersambar petir. Ajaibnya, istri Sadimin, 60, itu justru

selamat meski tersambar petir saat akan pulang dari sawah usai menanam kacang. Padahal, saat kejadian, pakaiannya terbakar. Payung yang dia bawa juga hancur tak berbentuk. Usai tersambar petir, perempuan beranak satu itu tak sadarkan diri tapi be-

HARJABA

400 Hafidzah Baca Alquran BANYUWANGI - Malam ini panitia Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-240 menggelar istighotsah akbar di halaman kantor Pemkab Banyuwangi. Acara itu akan dihadiri Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, KH. Muzakki Syah dari Jember, dan KH. Nur Muhammad Iskandar dari Jakarta. Selama acara dilaksanakan, arus lalu-lintas di depan kantor pemkab untuk sementara ditutup total. Istighotsah dan doa bersama akan dipimpin KH. Muzakki Syah mulai pukul 20.00. “Besok siang (siang ini, Red), Gus Ipul sudah mendarat di Bandara Blimbingsari,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemkab, Djuang Pribadi, kemarin (15/12). Ratusan kiai juga hadir dalam doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Banyuwangi itu. “Kita juga berharap warga hadir untuk berdoa bersama-sama untuk kesejahteraan dan kemakmuran Banyuwangi,” harap Djuang. Sabtu pagi (17/12), rangkaian kegiatan Harjaba masih akan berlanjut dengan acara semaan Alquran. Acara tersebut melibatkan 400 hafidzah (perempuan hafal Alquran, Red) n  Baca 400...Hal 39

runtung nyawanya bisa tertolong. Saat kejadian, sejumlah warga mengetahuinya, sehingga korban bisa langsung dilarikan ke Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit swasta tersebut, n  Baca Disambar...Hal 39

Buka Jalan Poros Depan MAB BANYUWANGI - Setelah sekian lama ditutup, jalan poros nasional pada kilometer 077.14K segera dibuka kembali. Senin depan (19/12), ruas jalan di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) tersebut akan diuji coba pembukaannya. Tim dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) bersama Tim Satuan Lantas Polres

Banyuwangi melihat kesiapan teknis di lapangan kemarin (15/12). Hasil tinjau lapangan itu menyatakan, secara teknis sudah tidak ada persoalan. Kepala Dishubkominfo Agus Siswanto menjelaskan, pembukaan jalan itu sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat kepada Bupati Abdullah Azwar Anas. Walau jalan dibuka, tapi yang dibuka tidak jalan poros nasional di depan MAB. Pembukaan jalan poros nasional akan menggunakan jalan kabupaten sepanjang 500

meter di timur jalan nasional. Khusus arus lalin di jalan depan masjid akan dibuka dua jalur. “Sementara akan kita bangun median darurat untuk memisahkan arus lalin dari arah selatan dan utara,” terang Agus. Dengan pembukaan jalan itu, maka tiga traffic light di simpang MAB akan dihidupkan kembali. Simpang jalan tiga arah itu menggunakan traffic light, yakni dari arah Jalan Kapten Ilyas, Jalan PB. Sudirman dari arah selatan, dan Jalan PB. Sudirman dari arah utara n  Baca Buka...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

SIAP BUKA: Tim Dishubkominfo dan Satlantas Polres Banyuwangi meninjau jalan di depan MAB kemarin.

CURIGA: Muhamad Amri kehilangan rumah dan semua harta bendanya. AGUS BAIHAQI/RaBa

Menduga Sengaja Dibakar GIRI - Penyebab kebakaran rumah milik Muhamad Amri, 36, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, masih misteri. Korban meragukan api yang membakar habis rumah dan semua barangnya itu dipicu arus pendek listrik. Untuk memperjelas sumber api, petugas medis di RSUD Blambangan itu meminta polisi mengusut tuntas. “Saya kok ragu api yang membakar rumah saya akibat arus pen-

dek listrik,” cetus Amri kepada koran ini kemarin (15/12). Ada beberapa alasan yang membuat bapak dua anak itu tidak yakin penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, di antaranya karena di sekitar asal api tidak ada jaringan listrik. “Api yang membakar rumah saya berasal dari pojok dinding gedeg bagian barat. Daerah itu tidak ada jaringan listrik,” ungkapnya n  Baca Menduga...Hal 39

Crosser Banyuwangi Berjaya di Kejurnas BMX dan MTB

Berbekal Sepeda Pinjaman, Sabet Juara Umum Menyabet juara umum dalam final BMX dan Mountain Bike (MTB) Nasional di Bukit Darmo Golf, Surabaya, adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi Laksma Rion dkk. Dengan persiapan dan peralatan serba minim, tim crosser yang beranggota siswa dan guru SMAK Hikmah Mandala itu berhasil meraih prestasi maksimal. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi FROM zero to hero adalah slogan yang pas untuk skuad crosser SMAK Hikmah Mandala. Pulang dari final BMX dan MTB Nasional di Surabaya, tim tersebut membawa pulang banyak trofi. Meski sempat dipandang sebelah mata, kontingen Banyuwangi pimpinan Laksma Rion itu justru sukses menggenggam predikat juara umum. Dengan menyabet dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu, tim tersebut sukses mematahkan domihttp://www.radarbanyuwangi.co.id

nasi skuad Surabaya dan Sidoarjo. Padahal, dalam kejuaraan yang dihelat mulai 10 hingga 11 Desember lalu itu, Banyuwangi berangkat dengan persiapan seadanya. Itu membuat tim sempat dipandang sebelah mata oleh kontingen lain. Sarana yang dimiliki Laksma Rion dkk memang sangat minim. Sarana untuk berlatih MTB dan BMX nyaris tidak ada. Kalaupun ada, kondisinya jauh dari kata layak. Baik di kategori cross maupun kriterium, atlet dipaksa memutar otak agar tetap bisa mengasah kemampuan. Ujung-ujungnya, atlet harus berlatih di sirkuit buatan sendiri yang jauh dari standar. Bahkan, sepeda yang digunakan adalah pinjaman. Untuk beraksi di pentas nasional, Laksma Rion terpaksa meminjam sepeda. ”Karena belum punya sepeda, kita terpaksa pinjam ke Malang,” beber Rion. Beruntung, kondisi serba minim itu tidak melunturkan semangat mereka. Menyadari keterbatasan yang dimiliki, tidak ada target muluk yang dipatok. Hanya semangat dan harapan tampil sebaik-baiknya sebagai modal sembilan crosser Banyuwangi menuju

ISTIMEWA

JAWARA: Skuad crosser BMX dan MTB Banyuwangi usai menyabet juara umum di Bukit Darmo Golf, Surabaya.

Surabaya. Siapa sangka kalau tekad keras para atlet itu berbuah prestasi membanggakan. Titel juara umum disabet setelah mendulang dua medali emas, satu perak, dan perunggu. Dalam

mempertandingkan lima nomor, yakni pewee, pemula, junior, senior, dan master, Banyuwangi berjaya di pemula dan master. Rico Fauzi Pranama dan Laksma Rion sukses meraih dua medali emas n  Baca Berbekal...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Jumat 16 Desember 2011

Potensi Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar

Komoditas Semangka dan Melon Terbaik di Jatim MUNCAR - Tanaman semangka dan melon menjadi komoditas andalan di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Hal ini didukung karakter tanah yang mengandung pospat dan kalium yang sangat tinggi. Selain itu, lahan pertanian yang tersedia di desa itu sekitar 800 hektare. Untuk memudahkan komunikasi antar-petani, mereka membentuk kelompok-kelompok tani. Sedikitnya ada ada tujuh kelompok tani yang aktif di Desa Tembokrejo. Satu kelompok tani rata-rata mengolah lahan semangka dan melon 50 sampai 70 hektare. Salah satunya adalah kelompok tani Ridho Lestari. Dengan menerapkan penggunaan pupuk organik, buah semangka dan melon yang dihasilkan berkualitas bagus. Agus Sugiarto, ketua kelompok tani Ridho Lestari mengatakan, untuk memajukan petani semangka dan melon sebenarnya gampang jika akar permasalahan bisa terpecahkan “Yang pasti

THOMY SILA/RaBa

Agus Sugiarto

kita dari dulu butuh marketing (penjualan) serta adanya juga campur tangan dari pemerintah,” ungkap Agus. Dia menjelaskan, untuk produksi sebenarnya sudah sangat bagus dan tidak ada kendala. Hanya

saja, pada saat penjualan, harga selalu jatuh dan sangat tidak menguntungkan petani. Terbukti, tiap panen raya harga semangka pasti jatuh. ”Itu yang membuat petani semangka di Desa Tembokrejo sering mengelus dada,’’ imbuhnya. Pihaknya juga pernah sharing dengan pemasok buah yang difasilitasi dinas pertanian. Hanya saja, para pemasok meminta adanya penataan sarana pendukung seperti tata irigasi dan regristrasi lahan sebagai jaminan agar bisa jadi kontrak kerjasama Diakui Agus, saat ini masalah irigasi dan fasilitas jalan memang kurang mendukung. Sehingga para pemasok enggan untuk menjalin kerjasama dengan para petani semangka dan melon di Desa Tembakorejo. “Kami berharap, irigasi dan fasilitas jalan bisa segera terwujud, sehingga pemasok bisa menjalin kerjasama dengan petani semangka,” harapnya. Agus menambahkan, produksi buah semangka dan melon di Desa Tembokrejo diakui sebagai yang terbaik di Jawa Timur. (azi/aif)

THOMY SILA/RaBa

SEGAR: Para petani semangka di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar sedang memanen buah semangka di sawah.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH JAWA TIMUR III Jl. Letjen S. Parman No.100 Malang, Kode Pos 65122 Telepon (0341) 403333 , 403461-62 Faximile (0341) 403463 Website: http://www.Pajak.go.id

PENGUMUMAN NOMOR : PENG- 04/WPJ.12/2011 TENTANG PEMBAYARAN DAN PELAPORAN SPT TAHUNAN SERTA KEWAJIBAN BENDAHARA PEMERINTAH Sehubungan akan segera berakhirnya Tahun Pajak 2011, dengan ini diumumkan bahwa : 1. Kepada Wajib Pajak yang sampai dengan saat ini belum menyampaikan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan PPh agar segera menyampaikan SPT Tahunan PPh ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dimana Wajib Pajak terdaftar. 2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan tetapi belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh, dihimbau untuk segera membetulkan SPT Tahunan dan menghitung kembali angsuran bulanan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25-nya. 3. Atas keterlambatan penyampaian SPT (Surat Pemberitahuan) PPh akan dikenakan sanksi berupa denda administrasi sebesar Rp. 100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah) bagi Wajib Pajak Badan. 4. Setiap Bendahara Pemerintah Pusat dan Daerah di lingkungan Kementerian/Lembaga/Instansi Pemerintah, diingatkan kembali kewajibannya untuk : a. Melakukan pemotongan/pemungutan pajak; b. Melakukan penyetoran pajak ke Bank Persepsi atau Kantor Pos; dan c. Melakukan pelaporan ke Kantor Pelayanan Pajak sesuai batas waktu yang ditentukan. atas setiap transaksi yang dananya berasal dari APBN/APBD. 5. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 10 ayat (1) Wajib Pajak wajib membayar atau menyetor pajak yang terutang dengan menggunakan Surat Setoran Pajak ke Kas Negara melalui tempat pembayaran yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007 tanggal 28 Desember 2007 yaitu Kantor Pos atau Bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. 6. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK.05/2007 tanggal 19 Januari 2007 Pasal 6 ayat (3) seluruh dokumen sumber penerimaan Negara dinyatakan sah setelah ada tanda bukti pembayaran pajak berupa Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB)/ Nomor Transaksi Pos/ Nomor Penerimaan Potongan (NPP). 7. Apabila masih memerlukan penjelasan lebih lanjut agar menghubungi langsung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III, Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) setempat atau layanan call center 08001172525. Petugas Direktorat Jenderal Pajak siap membantu. Demikian disampaikan, agar masyarakat dapat mengetahui dan memahaminya. Malang, 14 Desember 2011 Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III ttd Ken Dwijugiasteadi NIP.060071425

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@ yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Jumat 16 Desember 2011

Warga Dihadang Keamanan Kebun GLENMORE - Bentrok berdarah nyaris terjadi di areal kebun yang dikelola PT. Perkebunan Glenmore kemarin pagi (15/ 12). Saat itu, puluhan warga sudah berhadap-hadapan dengan puluhan petugas keamanan Perkebunan Glenmore. Rencananya, puluhan warga itu hendak melakukan tanam pohon pisang di Petak 16, Dusun Darungan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. Namun, kedatangan mereka dihadang puluhan petugas keamanan kebun. Sikap garang langsung ditunjukkan petugas yang mayoritas mengenakan seragam Linmas itu. Apalagi, para petugas keamanan kebun tersebut melengkapi diri dengan senjata tajam (sajam) berupa parang. Awalnya, warga yang akan menanam pohon pisang dan petugas keamanan kebun hanya terlibat perang mulut. Mereka sama-sama menyampaikan argumentasi masingmasing. Namun, semakin lama, situasi semakin memanas. Puncaknya, seorang warga jengkel karena manajer perkebunan tidak segera menemui mereka. Seorang warga yang belum diketahui namanya itu menuding jajaran manajer perkebunan plin-plan. “Mulai kemarin katanya keluar, pergi ke sana, pergi ke sini. Dasar pengecut!” umpat warga tersebut. Mendengar umpatan tersebut, petugas keamanan kebun meradang. Secara spontan, mereka langsung merangsek ke kerumunan warga. Beberapa petugas keamanan kebun yang membawa parang pun langsung mengangkat parangnya. Petugas bersajam itu ikut merangsek ke kerumunan massa. “Kami bukan pengecut. Kebun ini adalah HGU (hak guna usaha), punya dasar hukum,” teriak beberapa petugas keamanan kebun sambil merangsek ke kerumunan warga. Yang mengkhawatirkan, meski situasi memanas, aparat

ABDUL AZIZ/RaBa

TEGANG:Warga versus keamanan kebun nyaris adu jotos kemarin.

Polsek Glenmore tidak terlihat di lokasi. Untungnya, ada tiga personel TNI AD yang berusaha meredam aksi tersebut. Situasi yang memanas itu pun akhirnya bisa diredam, sehingga mereka bisa berdialog. “Mohon

jangan sampai ada perkelahian di sini. Semua harus bersabar dan diselesaikan secara dialog dan prosedur hukum,” pesan Baruno, anggota Koramil Glenmore, saat meredam emosi massa n Baca Warga...Hal 39

ADVERTORIAL

Perang Padam Jawa-Bali Jilid 2 Ditabuh BANYUWANGI – Perang padam Jawa Bali Jilid 2 resmi ditabuh kemarin. Bertempat di halaman kantor PT. PLN (Persero) APJ Banyuwangi, Rabu (15/ 12) seluruh awak ahli setrum ini bersungguh-sungguh memerangi pemadaman listrik. Perang padam listrik ini ditandai dengan apel siaga dan dipimpin langsung oleh Manager Distribusi Jatim, Joni Palma disaksikan Manager PLN APJ Banyuwangi, Ir. Agung Surana. Agung Surana menjelaskan, PLN Banyuwangi menyatakan siap melakoni perang padam Jawa Bali jilid 2. Hal ini ditandai dimana area pelayanan dan jaringan Banyuwangi memiliki lima unit UPJ. Yaitu UPJ Banyuwangi Kota, Rogojampi Muncar, Jajag dan Genteng. ‘’Total luas wilayah yang akan diatasi lima UPJ ini sebesar 54.782,50 km2,’’ tandas Agung. Pasokan energi listrik APJ Banyuwangi disuplai dari dua induk, gardu induk Banyuwangi dan gardu induk Genteng dengan rincian aset: jumlah penyulang 24 buah, panjang penyulang 1.439,54 kms, jumlah gardu distribusi 1670,

panjang JTR 2.580,75 kms dan jumlah pelanggan 347.523 pelanggan. Tidak hanya itu, secara sumber daya manusia, PLN APJ Banyuwangi mempunyai potensi kekuatan, seperti personel pegawai teknik sejumlah 42 orang, personil out sourching pelayanan teknik 158 orang, tim akselerasi PPJB jilid 2 sebanyak 14 orang dan tim trafo sebanyak 13 orang. Dijelaskan Agung Surana, PLN APJ Banyuwangi memiliki program kerja unggulan. Yaitu tidak ada hasil inspeksi yang belum ditindak lanjuti, maskimal H+5 sudah ada tindak lanjut terhadap hasil inspeksi serta melakukan manajemen inspeksi dengan didukung oleh aplikasi system informasi. Selain itu bersifat dokumentatif serta progres tindak lanjut temuan inspeksi harus dilengkapi unsur perencanaan. “Jadi secara potensi sumber daya, program dan perlengkapan, PLN APJ Banyuwangi siap menjalankan program ini,’ tegas Agung.

Manager Distribusi Jatim Joni Palma menambahkan, perang padam Jawa Bali ini sudah dimulai 1 Oktober 2011 lalu dan merupakan kelanjutan dari tahun lalu. Dalam program ini, musuh perangnya adalah memerangi musuh lama yaitu gangguan trafo dan gangguan penyulang, maka musuh perang yang baru adalah gangguan temporer, gangguan jaringan tegangan rendah (JTR) dan gangguan SR dan APP sambungan ke pelanggan termasuk kWh meternya. Fokus perang padam jilid 2 ini memang merambah juga kepada musuh yang lebih kecil karena PLN harus memberikan layanan yang lebih berkualitas. Pemadaman listrik tidak selalu merupakan gangguan teknis. ‘’Faktor alam seperti hujan deras, sambaran petir, pohon tumbang, tanah longsor dan gangguan alam lainnya merupakan hal yang jelas-jelas diluar kendali manusia yang dapat menggangu pasokan listrik,’ pungkasnya. (ikl/aif)

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

KESEPAKATAN: Tim akselerasi UPJ PLN meneken kesanggupan perang padam Jawa-Bali .

LANGSUNG AKSI: Petugas PLN langsung bergerak berperang memadamkan api gangguan.

SIMBOLIS: Manager distribusi PLN Jatim, Joni Palma, memberikan alat ke petugas perang padam.

LENCANA: Joni Palma (kiri) memasang tanda PIN kepada Agung Surana Manager APJ PLN Banyuwangi sebagai tanda dimulainya perang padam Jawa Bali.

LANJUTKAN: Semangat Sing Ono Hang Sing Biso menjadikan petugas PLN bertekad memberikan pelayanan terbaik.


32

OPINI ADA APA LAGI

Jumat 16 Desember 2011

Refleksi Peringatan Harjaba ke-240

Pemimpin Harus Berani Bersikap SIGIT HARIYADI/RaBa

HILANGKAN KESAN KUMUH: Gepeng yang terjaring razia digiring ke Kantor Dinsos.

Dikejar Pol PP, Gepeng Diserempet Motor SITUBONDO - Aksi kejar-kejaran petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan gelandangan-pengemis (gepeng) mewarnai operasi penertiban di sejumlah tempat umum di Situbondo kemarin (15/12). Saking takutnya saat mengetahui kedatangan petugas, seorang gelandangan terserempet sepeda motor saat lari terbirit-birit. Beruntung, gelandangan yang tidak diketahui identitasnya itu tidak mengalami luka berarti. Bahkan, sesaat setelah tersungkur ke aspal, dia berlari lagi menjauhi petugas. Sepeda motor yang melintas di Jalan Raya Ahmad Yani itu pun tidak mengalami kerusakan berarti. Sebelum menggelar razia penertiban gepeng, pihak Satpol PP sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Total, petugas berhasil menjaring 25 gepeng. Mereka yang tertangkap langsung digiring ke kantor Dinsos untuk didata dan diberi pengarahan. Kepala Seksi Operasional, Pengawasan, Penyelidikan, dan Penindakan (Opswasdikdak) Satpol PP Situbondo, Usman mengatakan, razia kali ini dilakukan untuk meminimalisasi gepeng yang akhir-akhir ini jumlahnya semakin meningkat. “Selain mengganggu ketertiban, mereka (gepeng) juga merusak keindahan kota,” ujarnya. (sgt/c1/aif)

WORKSHOP

SYAMSURI/RaBa

BUKA ACARA: Bupati Dadang memberikan sambutan dalam acara workshop sertifikasi guru di gedung Serba Guna Baluran.

Guru Diwajibkan Lulus Sertifikasi SITUBONDO – Ratusan guru dari berbagai kecamatan di Situbondo, kemarin mengikuti workshop tentang peningkatan mutu profesionalisme guru dalam jabatan melalui prosedur operasional standar (POS) sertifikasi 2012. Kegiatan yang ditempatkan di gedung Serba Guna Baluran itu merupakan gawe besar Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan bekerjasama dengan pengurus PGRI. Bupati Dadang Wigiarto turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati Dadang mengungkapkan, dalam sistem pendidikan nasional, guru masuk dalam jajaran elit atau golongan yang SDM-nya betul-betul diperhatikan. “Asumsinya jika SDM guru sudah ada standarisasi, anak didik akan punya kesempatan lebih baik lagi memperoleh ilmu-ilmu yang memadai di era globalisasi ini,” kata Bupati. Melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 10/2009, tiap guru diwajibkan lulus sertifikasi. Untuk bisa lulus, ada uji kompetensi. Salah satu parameternya, mengikuti kegiatan di forum ilmiah. “Seperti kegiatan yang dilaksanakan ini termasuk penghargaan-penghargaan maupun karya tulis,” ungkap Dadang. Bupati menekankan, meskipun pemerintah pusat beritikad baik dalam rangka meningkatkan kompetensi para pendidik. Namun, jangan sampai melaksanakan kegiatan sekadar memenuhi ketentuan persyaratan tanpa diikuti kesungguhan, keikhlasan dan cita-cita yang luhur. Kata Bupati, kegiatan kemarin merupakan kebutuhan para guru dalam rangka meningkatkan kompetensinya. Sehingga, dunia pendidikan khususnya di Situbondo lebih baik lagi dalam menciptakan anak didik yang berprestasi dengan pengetahuan memadai.(pri/adv/aif)

PAMERAN RANCO & MADING

Ditunda Bulan Januari BANYUWANGI - Pameran hasil karya pelajar dalam Radar Newspaper Competiton (RANCO) dan Mading Competition yang semula direncanakan tanggal 19 hingga 23 Desember 2011 di kampus Untag 1945 Banyuwangi ditunda pelaksanaannya. Acara tersebut akan digelar 11 sampai 14 Januari 2012 bersamaan dalam acara Pekan Kreativitas Pelajar (PKP). Selain memamerkan hasil karya RANCO dan Mading Competiton, dalam PKP akan digelar berbagai lomba. Antara lain lomba baca berita, telling story dan lomba baca puisi. ”Semua lomba ini dikhususkan buat pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di wilayah Banyuwangi dan Situbondo,” ujar panitia PKP, Benny Siswanto. Peserta yang mau mendaftar ikut lomba-lomba dalam PKP bisa langsung menghubungi kantor Radar Banyuwangi di jalan Yos Sudarso No. 89C Banyuwangi dengan nomor telepon (0333) 412224 atau bisa menghubungi kontak person PKP yaitu Mas Iwan 081559555572, Mas Benny 085745270031, Mas Gerda 0811359597 dan Mbak Cici 085746800834. Benny menjelaskan, penundaan jadwal pameran dan lomba ini disebabkan adanya jadwal yang bersamaan dari mitra sponsor di akhir bulan Desember. Dengan alasan ini, pameran dan lomba PKP diundur dan digelar pada bulan Januari setelah masa liburan sekolah. “ Kami harap para peserta lomba RANCO dan Mading Competition dapat memahami dengan adanya perubahan jadwal ini,” harap Benny. Dia menambahkan, polling ballot RANCO dan Mading Competition otomatis akan diperpanjang juga masa pengumpulannya hingga Januari mendatang. Bagi Anda yang punya ballot RANCO dan Mading Competition masih punya waktu untuk mendukung terus juara favorit pilihan pembaca Radar Banyuwangi dalam meraih predikat juara favorit versi pembaca. (*/aif)

SEBAGAI mantan aktifis Remaja Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi, selama 15 tahun saya merantau di Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Tepatnya perbatasan dengan negara Timor Leste. Saya mencoba menulis sepucuk artikel untuk daerah kelahiran saya, Banyuwangi tercinta. Banyuwangi merupakan daerah ujung timur pulau Jawa. Ibarat seekor ular, kepalanya adalah daerah pusat Jakarta dan Banyuwangi adalah ekornya. Untuk itu ekornya harus aman, kalau ekornya tidak aman, maka kepalanya juga akan belenggak lenggok. Untuk itu Banyuwangi harus kondusif. Awal bulan Desember 2011, kebetulan saya ada acara workshop kepala sekolah di Jakarta, saya sempatkan pulang ke kampung halaman Banyuwangi, karena bulan Desember merupakan bulan hari jadi Banyuwangi, tepatnya tanggal 18 Desember. Tentunya banyak agenda–agenda yang menarik untuk memuaskan hari rakyat yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di antaranya kontes ternak, pemilihan jebeng-thulik, kontes tanaman dan ayam hias, pentas seni budaya, nyapu bareng, sangrai kopi, kongres adat

O

l

e

h

M. SHODIQIN, SPd,MM Banyuwangi dan seabrek even-even untuk meramaikan Harjaba ke-240. Di Alun–Alun Banyuwangi saya melihat ada pembangunan di lapangan Blambangan, juga taman Sri Tanjungi, taman makam pahlawan, taman Tirta Wangi. Saya langsung teringat Alun–Alun kota Batu Malang yang tertata rapi dan bisa dinikmati oleh warga Malang. Yang terbayang di kepala saya. Seandainya Banyuwangi punya taman kota seperti itu, masyarakat tentunya akan senang, kita tidak perlu pergi ke Malang untuk bisa menikmati taman rekreasi tersebut. Dihari Jadi yang ke-240, saya berharap Pemkab Banyuwangi mempunyai monumen bersejarah tentang lahirnya kota Banyuwangi sebagai wahana edukasi untuk mengingat dan

melestarikan sejarah agar tidak dilupakan oleh anak cucu kita. Kang Anas (Bupati Abdullah Azwar Anas) sangat all out menggarap pariwisata Banyuwangi, untuk menggarap promosi pariwisata Banyuwangi. Market yang digarap perlu diklasifikasikan menjadi beberapa segmen tetapi sebelum melakukan promosi kita perlu mempelajari pasar agar kita bisa maksimal untuk menjual potensi pariwisata Banyuwangi yang ruar biasa, misalnya dengan meningkatkan promosi wisata melalui jejaring sosial dan sosial media untuk menyasar segmen-segmen yang potensial, fokus menggarap segmen melalui sosial media. Diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan promosi wisata yang efektif tetapi tidak menelan biaya terlampau besar. Misalnya dengan promosi wisata melalui sosial media dan jejaring sosial seperti twitter, facebook, dan blog yang saat ini lagi tren dan sangat efektif untuk menjaring segmen pengguna internet aktif yang umumnya berasal dari kalangan generasi muda yang “melek” IT. Selain itu daya jangkau promosi secara online bisa diakses secara internasional dan potensial membuka pasar dengan jangkauan yang lebih

luas, daripada promosi wisata secara konvensional. Promosi melalui social media, bisa sedikit menekan anggaran. Promosi wisata secara online juga memiliki efek yang kuat dan dapat menjadi jawaban yang tepat untuk persoalan terbatasnya anggaran. Saya berharap melalui promosi online, pariwisata Banyuwangi semakin dikenal di dunia sehingga kunjungan wisatawan ke Banyuwangi semakin meningkat. Promosi melalui sosial media ini adalah bentuk promosi low budget dan high impact. Tentunya perlu ada horizontal marketing, misalnya kerja sama dengan agen-agen perjalanan dan wisata, juga komunitas-komunitas budaya agar promosi berjalan dengan sinergi. Sebagai ketua paguyuban Blambangan di Kab. Belu, NTT, saya berharap tema besar hari Jadi Banyuwangi “Dengan hari jadi banyuwangi ke 240, kita tingkatkan potensi kebudayaan daerah dan ekonomi kreatif menuju masyarakat yang sejahtera & berahlak Mulia” tidak hanya menjadi lips service. Karena saat ini rakyat Banyuwangi menunggu Jargon Bupati “Menuju Banyuwangi Lebih Baik”. *) Ketua Paguyuban Blambangan di Kabupaten Belu, NTT.

Akta Cerai Palsu; Fenomena Gunung Es BERITA tertangkapnya GN, oknum wartawan tersangka pemalsuan akta cerai pada Sabtu 10 Desember yang lalu, merupakan berita yang menggembirakan bagi kami dan para pegawai di Kantor Pengadilan Agama Banyuwangi yang lain. Kegembiraan itu berlanjut setelah sehari berikutnya, dilaporkan ada beberapa orang lagi yang ditangkap karena diduga terlibat, di antaranya GH dan pemilik sebuah percetakan di kawasan Lemahbang, Rogojampi. Kenapa mesti gembira? Pertama, keberadaan akta cerai palsu tersebut sangat merisaukan Pengadilan Agama. Karena sebagai satu-satunya pemegang otoritas penerbit akta cerai tersebut, merasa sangat berkepentingan dengan tertangkapnya pelaku pemalsuan akta cerai tersebut. Betapa tidak, ketika segenap jajaran Pengadilan Agama Banyuwangi berusaha dengan susah payah menerapkan prinsip-prinsip hukum acara perdata dengan sebenarbenarnya, ternyata ada pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan penyelundupan hukum dengan membuat akta cerai hanya dengan jalan mencetaknya begitu saja.. Kedua, produk akta cerai palsu, apabila dipergunakan akan menimbulkan implikasi hukum yang berefek domino. Sebagai contoh apabila akta cerai palsu tersebut dipergunakan menikah, maka di samping pernikahannya tidak sah, anak hasil pernikahan tersebut juga menjadi anak yang tidak sah secara hukum, dan ini akan berlanjut pada garis keturunan berikutnya. Juga masalah-masalah hukum lain yang bersangkut paut dengan pernikahan dan perceraian seperti: gono-gini, waris dan lain-lain akan menjadi tidak sah pula. Ketiga, frekuensi ditemukannya akta cerai palsu tersebut semakin mening-

O

l

e

h

M. ARIF FAUZI kat beberapa bulan terakhir. Hampir setiap minggu terdapat laporan dari beberapa Kantor Urusan Agama yang mencurigai adanya akta cerai palsu yang dibawa oleh pihak yang akan mengurus nikah. Dan ketika dicocokkan dengan register akta cerai yang sudah dikeluarkan di Pengadilan Agama Banyuwangi, terdapat perbedaan antara nomor akta cerai dan identitas para pihak yang dilaporkan oleh KUA tersebut dengan yang tercatat di register akta cerai PA Banyuwangi. Sehingga, dengan seringnya laporan akta cerai palsu tersebut, dikhawatirkan tidak hanya dilakukan oleh segelintir orang, akan tetapi sudah merupakan sebuah sindikat, yang tidak hanya memalsukan akta cerai saja, akan tetapi juga memalsukan dokumen-dokumen lain. Dan dengan tertangkapnya GN, dimungkinkan mulai terbukanya jaringan sindikat pemalsuan tersebut. Gunung Es Meskipun fenomena akta cerai palsu ini telah lama ada, namun terjadinya saat ini cukup mengherankan, karena muncul di saat angka perceraian di Banyuwangi cenderung meningkat. Fenomena meningkatnya angka perceraian, masih menjadi objek bahasan yang belum kunjung selesai di ranah sosial. Di samping belum tuntas diketahui akar sosialnya, hingga saat ini belum berhasil dirumuskan strategi yang

efektif untuk menekan angka perceraian tersebut. Sehingga, fenomena akta cerai palsu ini menambah daftar persoalan sosial sekaligus persoalan hukum yang harus diselesaikan. Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi di Banyuwangi saja. Di beberapa wilayah lain, terutama yang angka perceraiannya tergolong tinggi, juga sering didapati akta cerai palsu. Sebagai contoh di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di daerah yang tiap tahun bergantian dengan Banyuwangi dalam menyabet “juara I” sebagai Kabupaten dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia ini, pemalsuan akta cerai telah terjadi sejak beberapa tahun yang silam. Dan justru, angka perceraian di PA Indramayu tahun ini dilaporkan menurun, dan disinyalir hal tersebut juga berkaitan dengan banyaknya akta cerai palsu. Seperti telah dipaparkan di atas bahwa Pengadilan Agama semakin sering menerima laporan tentang akta cerai palsu sejak beberapa bulan yang lalu. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa masih terdapat banyak akta cerai palsu yang belum ditemukan di permukaan. Sebab bisa jadi akta cerai palsu tersebut telah dipergunakan menikah lagi karena tidak sempat terdeteksi palsu. Di samping dikategorikan sebagai tindak pidana, akta cerai palsu juga bisa menimbulkan potensi penyelundupan hukum yang lain. Di antaranya adalah: pertama, poligami terselubung tanpa melalui prosedur hukum yang sah. Dengan akta cerai abal-abal tersebut pelaku bisa dengan mudah beristri lebih dari seorang tanpa harus mendapatkan izin dari Pengadilan Agama yang salah satu syaratnya adalah istri pertama tidak keberatan untuk dimadu. Potensi penyelundupan kedua, adalah untuk memproses akta kelahiran

dari anak seseorang yang sebenarnya lahir di luar pernikahan yang sah. Karena salah satu syarat akta kelahiran di samping dengan akta nikah, juga bisa diproses dengan akta cerai. Sehingga dengan akta cerai palsu tersebut, seakan-akan anak tersebut lahir dari suami istri sah yang telah bercerai. Ada sisi lain yang juga menarik yang menjadi perbincangan. Bahwa, tanpa adanya pemalsuan akta cerai, angka perceraian di Banyuwangi sudah sangat tinggi. Apabila para pemalsu akta cerai tersebut (jika memang banyak) mengajukan proses cerai dengan benar, tentunya dimungkinkan angka perceraian di Banyuwangi bisa lebih tinggi dari yang ada. Atau juga sebaliknya, apabila prosedur perceraian dipersulit (seperti diwacanakan beberapa waktu lalu), pemalsuan akta cerai dimungkinkan juga bertambah. Terlepas dari spekulasi tersebut, pemalsuan akta cerai ini bisa membawa implikasi hukum dan social yang serius. Oleh karena itu beberapa instansi, di antaranya Kemenag juga perlu memberikan perhatian serius. Di antaranya yang dapat dilakukan adalah: menginstruksikan kepada jajaran di bawahnya terutama KUA agar ekstra waspada, terutama ketika hendak menikahkan janda atau duda. Jika perlu, setiap hendak memproses pernikahan yang calon mempelai adalah janda atau dua, petugas KUA melakukan kroscek terlebih dahulu ke Pengadilan Agama yang menerbitkan akta cerai tersebut. Hal ini dipandang perlu karena Pengadilan Agama Banyuwangi juga pernah menerima laporan kroscek dari KUA dari luar daerah, di antaranya Malang, yang ternyata setelah dicek, akta cerai yang hendak dipergunakan menikah di Malang tersebut juga palsu. *) Panitera Pengganti PA Banyuwangi.

Tilang, Pilih Sidang ataukah Damai? TILANG adalah singkatan dari Bukti Pelanggaran. Ada beberapa pertanyaan masyarakat pengguna jalan raya berkaitan dengan operasi lalu lintas yang sering dilakukan oleh pihak Kepolisian akhir-akhir ini, di antaranya adalah persoalan tilang terhadap, pertama: tidak menyalakan lampu utama di siang hari untuk pengguna sepeda motor, kedua: spion satu untuk pengguna sepeda motor, ketiga: telat membayar pajak kendaraan atau “suratnya mati” setelah lima tahun tidak dibayar pajaknya dan lain-lain. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas agar masyarakat mengetahui bagaimana sesungguhnya hukum berlalu lintas itu. Pertama soal menyalakan lampu utama di siang hari untuk sepeda motor. UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 293 ayat (2) menyebutkan : “Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp.100.000,00 (seratus ribu rupiah).”. Pasal inilah yang paling kontroversial dan sering kali dianggap “aneh” dan “tidak adil” oleh pengguna kendaraan sepeda motor, dengan alasan “siangsiang kok disuruh menyalakan lampu, kalau untuk alasan keselamatan, apa hubungannya, dan kenapa roda empat atau lebih tidak sekalian disuruh menyalakan lampu utama di siang hari”, begitulah kira-kira yang sering kita dengar dari masyarakat pengguna kendaraan sepeda motor, terutama mereka yang pernah kena tilang karena tidak menyalakan lampu utama sepeda motor di siang hari.

O

l

e

h

AHMAD RIFA’I Kedua soal spion bagi pengguna sepeda motor, Pasal 285 (ayat 1) mengatur : “Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”. Mengenai jumlah spion diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1993 Pasal 72 yang berbunyi : Ayat (1) “Kaca spion kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf b, berjumlah dua buah atau lebih, kecuali sepeda motor”. Ayat (2) “Kaca spion sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dibuat dari kaca atau bahan menyerupai kaca yang tidak mengubah jarak dan bentuk orang dan/atau barang yang dilihat”. Ayat (3) “Kaca spion sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berjumlah sekurang-kurangnya satu buah”. Jadi, satu spion pada sepeda motor bukanlah pelanggaran lalu lintas.

Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi masih berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 324. Ketiga, soal pajak kendaraan yang telat atau belum dibayarkan apakah merupakan pelanggaran lalu lintas? Dalam Bab XX mengenai Ketentuan Pidana, Pasal 270 sampai Pasal 317 UU No.22 tahun 2009 sama sekali tidak ada yang menyebutkan bahwa telat membayar pajak kendaraan merupakan pelanggaran lalu lintas. Polisi lalu lintas sering kali menggunakan Pasal 288 ayat (1) UU No.22 tahun 2009 untuk menilang pengguna kendaraan bermotor yang telat membayar pajak kendaraan, isinya: “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).” Sementara Pasal 106 ayat (5) berbunyi : “Pada saat diadakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor wajib menunjukkan: a. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor; b. Surat Izin Mengemudi; c. bukti lulus uji berkala; dan/atau d. tanda bukti lain yang sah.” Jadi, sangat keliru apabila telat membayar pajak dijadikan terdakwa dengan menggunakan pasal tersebut, oleh karena telat membayar pajak tunduk pada peratu-

ran perundang-undangan tentang pajak bukan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Satunya-satunya pasal yang sering di juncto-kan Kepolisian terhadap pengendara kendaraan bermotor yang telat membayar pajak kendaraan adalah Pasal 70 ayat (2) UU No. 22 tahun 2009, berbunyi: “Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 (lima) tahun, yang harus dimintakan pengesahan setiap tahun.”, pasal tersebut bukan ketentuan pidana sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menilang. Menurut hukum, bagaimana seharusnya pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan raya dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas? Pasal 265 UU No. 22 tahun 2009 menyebutkan: Ayat (1) Jadi, dalam peraturan perundangundangan hanya ada dua pilihan bagi terdakwa pelanggar lalu lintas, membayar di bank bagi mereka yang “mengakui” kesalahannya atau menghadiri sidang di Pengadilan bagi mereka yang “tidak mengakui” kesalahannya dan ingin melakukan pembelaan, bukan yang lain. Kita semua berharap, kepolisian dapat membangun citra dan kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan hati nurani dan rasa keadilan dalam menegakkan hukum, sampai hari ini masih sering kita mendengar bahwa kepolisian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan berlaku kurang sopan, sewenang-wenang dan terkesan mencari-cari kesalahan pengendara bermotor, kemudian ujungujungnya adalah “uang damai” yang tidak masuk kas negara. *) Alumni santri Ponpes Darussalam, Blok Agung.


KOMUNIKASI BISNIS

Jumat 16 Desember 2011

37

Buku DAK Didistribusikan Hari Ini IWAN SETIONO/RaBa

TALK SHOW: Camat Banyuwangi M. Luqman, Kapolsek Ari Murtini, dan Danramil Banyuwangi Sutoyo.

Talk Show Sinergi Tiga Pilar di VIS FM BANYUWANGI - Untuk mensinergikan tiga pilar; kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di wilayah Banyuwangi, Forum Pimpinan Kecamatan yang terdiri dari Camat Banyuwangi M. Luqman S.Sos, Kapolsek Blambangan Ari Murtini, dan Danramil Banyuwangi Sutoyo melalukan talk show di radio VIS FM Banyuwangi. Dalam talk show yang dipandu Suhaili alias Ilek tersebut, secara bergantian M. Luqman, Ari Murtini dan Sutoyo menyampaikan paparan tentang program kerja yang dilaksanakan oleh instansi yang mereka pimpin. ”Kecamatan Banyuwangi selalu bekerjasama dengan Polsek dan Koramil demi terciptanya kemajuan dan keamanan di Banyuwangi,’’ kata Luqman. Talk Show kemarin juga diisi dialog interaktif dengan warga.

Mereka bebas menyampaikan aspirasi dan kritik juga saran, mulai pelayanan publik termasuk fasilitas yang kurang memadai sampai tindak kriminal yang sering terjadi di wilayah Banyuwangi. ”Terima kasih atas segala masukannya semua demi kemajuan pembangunan di Banyuwangi,’’ tambah Luqman. Lebih lanjut, M. Luqman menambahkan, beberapa program yang telah dilakukan Kecamatan Banyuwangi seperti dalam bidang kebersihan Banyuwangi Green and Clean dan juga pelayanan. Bahkan, saat ini Kecamatan Banyuwangi buka pelayanan pada malam hari. Yakni setiap Senin, Rabu dan Jumat mulai pukul 19.00 sampai 21.00. ”Semua program dapat terlaksana dengan baik apabila dapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat,’’ pungkas Luqman. (adv/als)

BANYUWANGI – Proyek peningkatan mutu yang dibiayai DAK 2010 bakal didistribusikan. Jika tidak ada kendala, ribuan buku ini akan didistribusikan mulai hari ini (16/12) ke 130 SDN Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi. Bimo, Penanggungjawab DAK 2010 dari PT. Temprina Media Nusantara, mengatakan sebagai rekanan peningkatan mutu DAK 2010 ini pihaknya bertanggung jawab terhadap distribusi ribuan buku tersebut. Jika tidak ada halangan, Jumat (16/12) hari ini, buku-buku tersebut mulai disebar ke SD Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi. Sementara itu, sebelum proyek peningkatan ini mutu ini disebar, Dinas Pendidikan Banyuwangi melakukan pemeriksaan terhadap spesifikasi dan jumlah buku, kemarin (15/12). Ketua Pengawas Dikmen Dinas Pendidikan Nasional Banyuwangi, Triyono, mengatakan spesifikasi peningkatan mutu ini ada 970 judul, yang terdiri dari tiga jenis buku. Yaitu buku referensi, pengayaan, dan panduan pendidik. Nilai proyek

TINGGAL KIRIM: Petugas dari Dinas Pendidikan mendata buku-buku untuk proyek peningkatan mutu pendidikan di gudang Radar Banyuwangi kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

DAK 2010 senilai Rp. 11.726.743.763. “Hingga saat ini, belum terlihat penyimpangan,” kata Triyono Hal senada disampaikan Kabid Sa-

rana Prasarana Dinas Pendidikan Banyuwangi, A. Haris Harsono. Dikatakan, semua buku ini akan didistribusikan ke seluruh perpustakaan SD

Negeri dan Swasta se-Kabupaten Banyuwangi. “Insya Allah program Pemkab Banyuwangi ini akan berlanjut terus,” ujarnya. (ikl/als)

MASIH SEMANGAT: Budayawan Banyuwangi Hasnan Singodimayan bercerita dengan bahasa Using. GERDA/RaBa

Budayawan Kunjungi Al-Qomar BANYUWANGI – Memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-240, Taman Kanak-kanak/Kelompok Bermain (TK/KB) Al-Qomar mengundang budayawan Banyuwangi. Salah satunya adalah Hasnan Singodimayan dan Andang CY. Dalam acara yang dilaksanakan kemarin (15/12) di Aula TK/KB Al-Qomar itu, diawali dengan penampilan drumband Al-Qomar untuk menyambut kedatangan para sesepuh di bidang budaya tersebut. Tak lupa siswa Al-Qomar juga menarikan tarian gandrung. Para budayawan juga melihat langsung atraksi dari kreativitas siswa-siswi Al-Qomar. Mulai tari kuntulan, lagu Umbul-umbul Blambangan dan puisi bahasa Using. Budayawan Andang, sebagai pencipta lagu Umbul-Umbul

Blambangan merasa bangga karena lagu kebanggaan masyarakat ujung timur Pulau Jawa ini sudah menanamkan cinta budaya daerah sejak dini. Setelah penampilan siswa siswi TK/KB Al QOmar, kini giliran budayawan yang bercerita tentang seluk beluk budaya apa saja yang ada di Banyuwangi. Ternyata, ragam budaya asli daerah Banyuwangi sangat beraneka ragam. Ada kebokeboan, endhog-endhogan, gandrung seblang, ider bumi, dan lainnya. Oleh Hasnan Singodimayan, penyampaiannya diringkas dalam Bahasa Using. Kepala TK/KB Al-Qomar, Rochmaniyah SPd berterima kasih kepada para budayawan, karena dengan adanya mereka budaya Banyuwangi masih bisa dilihat dan dirasakan hingga sekarang. (*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

•RUMAH 420M2•

•SOBO PERMAI•

•RUKO 2 LT•

DJL Rmh Lt 420m, Lb 300m, Dpn Sd Model, Padat Pndduk, 5kt+ 3km+ Garasi+Toko. 085854526161, 082132211000. Jm Krja

DIJUAL Rumah Sobo Permai, SHM Lt 95m, 1RT, 1RKeluarga, 2 KMT, Harga 75juta nego. Hub 082131544294, 085236556444

DJL Ruko 2lt, Jl. Adi Sucipto Bwi, L5x25m, Hdp Timur, Hub. Arya 081336659258

•SUTRI GARDEN•

•JL. ADI SUCIPTO•

DJL Rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

DJL Rmh Jl. Adi Sucipto 56 Bwi, LB 600m2, LT 1742m2, Hub: 08123461944/8918785

•VILLA TAMANSARI•

SITUBONDO

• TOKO 4 LANTAI• DIKONTRAKAN toko Lt 4, 200m. Lok Jl Jend Sudirman 88 Bwi. Hub 0333421316

GENTENG • RUKO+GUDANG•

DIJUAL Villa di Tamansari, Licin, Lux, SHM, LT/LB 1000/250, kolam renang, 3 KTd + KM. Harga Nego. Hubungi: 08123496044

DIKONTRAKKAN Rmh, bs utk kantor, Jl. Merak (Stb), Hub: 082140758983/5500360

•RUMAH SHM•

•RUMAH GPM•

•MAU PASANG IKLAN?•

DIJUAL Cpt Rmh LT 275m2/150m, SHM. Blkg Makam Pahlawan H: 087823555078

DJL Rmh GPM E29, Fas 2 KTdr, 1 KM, AC, PAM dan DAB, Hrg 95 Jt, Hub: 0338-5522929 TP

HUBUNGI Radar Banyuwangi 0333-412224/ 7750400, Biro Genteng 0333-845860/7750401, Biro Situbondo 0338-671982/085730686180

BANYUWANGI

•DIKONTRAKKAN•

BANYUWANGI

•SAWAH TEPI JALAN•

•TANAH 1665M2•

DJL Cpt Sawah tpi jln 8500m2, 450jt SHM di Ds Rejosari Glagah rata bgs u invest. 15mnt dr kota. 085336262444

DJL CPT Tnh 1665m2 d blkg Bulog Ketapang Bwi, Hrg 250jt. H: 08123461944

•TANAH KEBUN• DIJUAL : Tanah kebun + 4Ha + Villa di Kalipuro (15 menit dari pusat kota Banyuwangi) Hub: 081913965354.

•TANAH 1.024M2•

•TANAH RUMAH• DIJUAL Tanah + Rumah Kos Lt2 SHM 141m2. Jl. Halmahera II No.5 Jember Dekat Unej. Hub: 081330066201

•TANAH KAPLING•

•TANAH 8000M2•

DJL Tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580 (MAAF TDK TERIMA SMS-SMS PENIPUAN YG MENGATASNAMAKAN RDR BWI)

DJL Tanah SHM, 8000 m2, d Jalan Raya, Rp 150rb/m2 bs nego. Kav, SHM, 253m2 di dkt Roxi Jbr. Hubungi HP: 085336585157

DJLTanahSHM650m2Pnggirjlraya,Ds.Bengkak, negoH:P.Sandi 087859033187, 082131548303

DJL Murah Tnh L 1.024m2, Jl. Brawijaya dikelilingi tembok. H: Teddy 08123531325

•TANAH 650M2•

DIJUAL Ruko + Gudang, Jl. Diponegoro 346 sblh PLN Genteng, LT 790, LB 450, SHM/IMB. Hub: 396254/085854916499

HATI- HATI TERHADAP PENIPUAN YG MENGATAS NAMAKAN RADAR BANYUWANGI!

BANYUWANGI •KARYAWATI PETSHOP• DIBUTUHKAN Karyawati utk Petshop. Syarat: Mnyukai kucing, usia mak 27 tahun, Rajin, gaji 600ribu, berminat hub: 08123544000

•ADM PENJUALAN• DCR ADM Penjualan Wanita Min SMU bs computer, berpengalaman di bidangnya. Lamaran bw lgs ke Jl. YOS SUDARSO No. 40 BWI (Gudang Semen 3 Roda). Pukul 15.00 - 17.00 WIB

•CREW KEBAB• BTH Crew Kebab, min SMP, L/P, mslim, max 25th. Fas gaji, bns, umkn, mes. Lam krm k Jl. Letkol Istiqlah 2 Bwi 085749240494

BANYUWANGI •AVANZA•

• PROMO DAIHATSU•

•LOUNDRY DINA•

MILIKI Gran Max UM 5jt-an. Terios, Sirion, Luxio Disc 15Jt. Tlh hadir ALL New Xenia Inden skrg jg. Hub Hadi Daihatsu 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

LOUNDRY 3 Jam &1 hr slsi, paket mli 75rb/ bln. Antr-jmpt, fas trlgkp 085 749 262 307

•PANTHER• DIJUAL Panther th 94, hrg 50jt nego, Hub: Bp. Ujang 087755905432

•HONDA PRESTIGE• DJL Honda Prestige'89, abu-abu, mesin terawat, tinggal pakai. Hub. 085259872418

•SUZUKI APV X• DJL Suzuki APV X 2006, P Banyuwangi, coklat metalik. Hub: 081249300900

•HONDA JAZZ•

•AVANZA & VIOS•

• STNK• STNK Nopol P 4103YX, an.Rofi’ah Islamiyah, al: Jl. Andalas 18A RT05/03 Singotrunan STNK Nopol P 3528 YH, an. Hariyanto, al: Mojoroto RT05/02 Tegalsari, Bwi.

BANYUWANGI

DIJUAL/oper kredit Avanza silver, Plat DK 1240AA Tipe G. Sdh dpt 21bln, Bagus, Hub. 081233035439

READY STOCK Honda Jazz, CRV, Freed, Civic - 2011, Tlp: 081233183779.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

DJL Avanza G Hitam 09 145jt & Vios Grey 04 79jt Nego, Jl. Widuri 21/0811359689

•DICARI• DCR Speda Motor bks th 1980-2011 harga tinggi, H: 085234943645/087755966735

•DAM TRUK• DIJUAL Dam truk 95 jas 08.05 City 08. Baleno 03 L300. 09 Cash/kredit. Hub. 082142194111, 081335897888.

•GEBYAR DISKON DAIHATSU• DAPATKAN All New Xenia hrg mli 130 Jtan. Gran Max Free 8 Jt. Hub: Esthi Daihatsu. 081358624663 / 0333-7791779 / 087857994041

•PRIMA MOBIL• SEGERA Indent! All New Avanza, New Kijang Innova, Yaris, All New Xenia, PU Granmax, Terios, New Grand Livina, New Jazz, PU T120SS, PU L300, PU MegaCarry. H: 0333411655/0811301676

•PRIMA MOBIL• CRV 09, Jazz 05, Kijang Krista 97, Lsx Slr 97, Avanza 05, 06, Xenia 05, Escudo 98, 04, PU T12009, Futura 09, Stw Zebra 07, Panther New HiGrade 99, Taruna 02. Hub: 0333411655/0811301676

SITUBONDO •TRUK• DIJUAL 8 Truk siap dijagal. Butuh uang cepat, Hub: 08123456909

•PELUANG USAHATAS IMPORT• PELUANG Usaha Tas Import yg speserpn tdk rugi, H:085238015470 (Bwi, Stb, Bws)

•MESIN AIR MINUM• DIJUAL Mesin air minum isi ulang, filter, catrage, tutup galon, tisue dll, Hub: Lusi Jl. Citarum 18 085234005722

•JAHE GAJAH• DIJUAL Jahe Gajah ex Medan, cck utk Bibit, Hub: 081353319650/081934825356

•LAMPU TENAGA SURYA• PAKET LAMPU Jalan Tenaga Surya mulai 7 Juta (non tiang) bergaransi resmi Hubungi: 085336886677 atau www.anekasolusidaya.com

•MONITOR RUSAK• CRI/DBLI Monitor/CPU rsak=40rbu, hardisk/mthboard/pwrsuply rsk=7rbu, AC/ prabola/kulkas, trma borong wartel/warnet buyar. CV. ANACOM 085736367229

• FORTUNE TRAVEL•

DJL Estilo ‘07, abu-abu mtlk, & Livina 2 bgku ‘09, abu-abu tua mtlk. H: 082140758983

SUPER Executive Travel, Layanan antar jemput, terima titipan paket kilat Banyuwangi - Surabaya PP, armada Innova, ELF, Pregio. T (0333)8924 999, (031) 83100 888, 0821 8983 5555, 0812 176 34300

• TOYOTA SOLUNA•

SURABAYA

•ESTILO & LIVINA•

DJL Toyota Soluna 2000, Istw silver met, Pjk bru, P Stbndo, 72,5 jt, H: 08123471646

• PANTHER PICK-UP• DIJUAL CEPAT Panther Pick-UP 2005 Warna Biru, Hub. 0338-5545656/08123230337

•RESTAURANT• TELAH DIBUKA Rawon Bik Ati 3, Jl. Embong Ploso 27 (Bambu Runcing belok kiri, timur PMI Surabaya), buka 07.00 21.00. Hubungi: 081249325276/ 081393449955

LANGGANAN KORAN: (0333) 412224


38

Jumat 16 Desember 2011

Hasil Ngemis Siap Diaudit BANYUWANGI – Kritikan yang mengarah terhadap tim penggalangan dana bagi Persewangi disikapi dingin komponen yang ada didalamnya. Menyikapi sikap masyarakat yang sebagian besar menolak, hal itu dianggap sebagai dinamika yang tidak perlu dirisaukan. Bahkan hal itu menunjukkan bahwa eksistensi Persewangi mendapat pengakuan dari masyarakat. Koordinator tim penggalangan dana Joni Subagio menilai kritikan sebagai hal biasa. Itu sekaligus dapat menjadi cambuk agar kegiatan ini benar-benar lurus dan berjalan

BUTUH ULURAN TANGAN: Kiper Persewangi Samsul Arifin bersama rekanrekannya di selasela latihan di Stadion Diponegoro Banyuwangi kemarin. GALIH COKRO/RaBa

Harga Tiket Diturunkan Jadi Rp 15 Ribu KESULITAN manajemen Persewangi dalam menghidupi tim untuk tetap bisa tampil di pentas Divisi Utama versi PT LPIS rupanya tidak mengurangi sense of crisis pengurus terhadap pendukung setianya. Salah satunya mengenai kemungkinan harga tiket yang dipastikan melambung tinggi dibandingkan saat Laskar Blambangan berlaga di pentas Divisi I maupun Divisi II. Demi memberikan kesempatan pemerhati bola di Banyuwangi menyaksikan aksi skuad Persewangi di kasta kedua Liga Indonesia tersebut, panitia pelaksana (panpel) berencana memangkas harga

tiket untuk penonton. Nominal potongannya pun lumayan besar hingga mencapai 40 persen lebih. Ketua panpel Handoko mengatakan, untuk memberikan kesempatan masyarakat Banyuwangi menyaksikan secara luas Persewangi bermain, dalam putaran pertama Divisi Utama nanti, panpel akan memberlakukan harga khusus. ”Harganya kita diskon besar-besaran,” ujarnya. Ditambahkan, bila dalam rapat pembahasan panpel sebelumnya harga tiket dipatok Rp 25 ribu, maka merunut kebijakan panpel agar permainan Persewangi bisa disak-

DIJUAL Honda Civic SR4 GM (sedan) th 1992 hijau tua mtl hrg 57,5 jt nego brg istw Bisa, Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Daihatsu Feroza 2WD (jeep th 1997 biru mtl hrg 65 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT th 2004 coklat md mtl hrg 112,5 jt nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Isuzu panther TBR 54 th 1997 abuabu mtl hrg 87 jt nego brg istw, Bisa cash/ kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Suzuki SE 420 Escudo 2WD MT (jeep) th 2001 hitam hrg 105 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Hotline Iklan: 0333412224

sikan secara lebih dekat oleh masyarakat, harga tiket pun diturunkan menjadi Rp 15 ribu untuk laga home Persewangi. Harga ini memang tidak terpaut jauh jika dibandingkan saat Persewangi melakoni pertandingan di Divisi II maupun I. Saat itu tiket dbanderol Rp 5000 hingga Rp 10 ribu. Harga khusus ini nantinya juga akan mulai berlaku saat Persewangi menjamu Persemalra Tual, Maluku Tenggara, Senin (19/12) mendatang. Handoko berharap potongan tiket yang diberikan ini dapat membuat pendukung maupun masyarakat Banyuwangi bisa datang langsung memberikan

dukungan di Stadion Diponegoro. (nic/als)

sesuai rel yang digariskan. ”Tidak masalah masyarakat mengkritik. Yang penting kita bekerja untuk satu tujuan, Persewangi,” katanya. Politisi asal PKB itu menyatakan siap pasang badan bila ada pihak yang meragukan keterbukaan dalam aksi penggalangan dana ini. Joni menegaskan jika diperlukan, kegiatan mencari dana siap diaudit atau bahkan masyarakat bisa mengakses langsung dana yang disumbangkan kepada tim penggalangan dana. Soal tudingan landasan hukum, Joni menuturkan, bahwa surat pijakan kegiatan ini ting-



gal menunggu waktu saja. Sebab, Bupati Abdullah Azwar Anas pada intinya mendukung penuh kegiatan ini. ”Surat SK yang diperlukan sudah di meja bupati. Saat pulang dari luar kota, SK itu tinggal diteken saja,” tuturnya. Sementara itu, penggalangan dana Persewangi terus berlangsung. Sumbangan masyarakat terus mengalir ke rekening yayasan Persewangi. Nominal terakhir uang yang masuk dari masyarakat mencapai nominal Rp 8,7 juta. ”Kita siap untuk transparan soal anggaran,” cetus Nanang Nur Ahmadi, Ketua Persewangi. (nic/als)


39

Jumat 16 Desember 2011 HALAMAN SAMBUNGAN

Muspika Masih Mendata Korban n LESUS... Sambungan dari Hal 29

Di Desa Genteng Wetan, 25 bangunan rusak akibat disapu lesus. Rinciannya, 22 rumah, satu musala, dan atap bangunan lantai dua Kantor Kecamatan Genteng, rusak berat. “Tower di kantor kecamatan untuk jaringan internet pembuatan KTP patah terkena angin itu,’’ ungkap Camat Genteng, Zen Kastolani, kemarin. Zen memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja, camat menaksir kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah. “Sesuai prediksi kami, itu puluhan juta rupiah,’’ taksirnya yang diamini Danramil Genteng Kapten Heriyanto.

ALI NURFATONI/RaBa

SUDAH SADAR: Sulami yang tersambar petir di rawat di RS AlHuda, Gambiran, kemarin.

Sementara itu, di Kecamatan Gambiran, ada tiga desa yang tersapu puting beliung. Di Desa Gambiran, tiga rumah rusak berat. Selain itu, 30 ru-

mah warga yang tersebar di dua dusun rusak ringan. Di Desa Yosomulyo, Camat Gambiran Kholid Askandar yang kemarin meninjau se-

jumlah lokasi bencana melansir puluhan rumah rusak. “Di Desa Yosomulyo, setelah kami data ada tiga rumah rusak berat dan sebelas rumah rusak ringan,’’ sebutnya. Camat melanjutkan, di Desa Wringinrejo juga ada permukiman warga yang terkena imbas puting beliung. “Ada lagi di sana, empat rumah warga rusak ringan,’’ beber Kholid. Di Kecamatan Tegalsari, puting beliung juga menyapu permukiman warga di Desa Dasri. Beruntung, jumlah korban di sana paling sedikit dibanding kecamatan lain. “Ada tiga rumah yang rusak di Desa Dasri,’’ beber Kapten Hariyono, Danramil Tegalsari, kemarin. Menurut Hariyono, kerugian akibat tiga rumah rusak itu di-

Minta Polisi Usut Penyebab Kebakaran n MENDUGA... Sambungan dari Hal 29

Sebelum kebakaran terjadi, terang dia, kakaknya yang kebetulan bermalam di rumahnya melihat ada api masuk dari lubang dinding gedeg. Dari lubang di gedeg itulah, api muncul dan akhirnya menghanguskan rumahnya. “Api yang muncul dari lubang gedeg

itu jatuh ke kursi,” tuturnya. Kursi yang terbuat dari busa spoon itu, kata dia, akhirnya terbakar. Api merembet ke dinding gedeg. Dalam waktu singkat, api menjalar ke seluruh bangunan rumah. “Saya juga melihat api berasal dari kursi di pojok rumah bagian barat,” imbuhnya. Berdasar alasan itu, Amri yakin bahwa kebakaran di

rumahnya itu ada unsur kesengajaan. Hanya saja, dia tidak tahu siapa yang memasukkan api ke lubang gedeg itu. “Sengaja ada yang membakar, tapi saya tidak tahu orangnya,” cetusnya. Seperti diberitakan kemarin, rumah milik Muhamad Amri di Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, ludes terbakar. Api yang merambat

cepat menghanguskan semua bangunan. Korban mengaku mengalami kerugian Rp 150 juta. Semua barang hangus terbakar, termasuk pakaian. Uang simpanan Rp 8 juta, sepeda motor Viar, sepeda mini, TV, komputer, lemari es, dan ruang praktik, semua hangus. Sejumlah obat-obatan juga habis terbakar. (abi/c1/irw)

Sajikan Wisata Alam dan Budaya n ANGKAT... Sambungan dari Hal 29

Di dalamnya juga ada liputan khusus sampai tiga halaman dengan foto-foto full colour, yang cukup menggugah selera pembaca. Apalagi, penampilan peserta dan kemasan even yang baru pertama kali digelar itu kelasnya tak kalah dengan even serupa yang digelar di beberapa daerah, termasuk di luar negeri. Selain itu, majalah Garuda yang terbit dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, selama lima edisi juga menyajikan liputan potensi wisata alam dan budaya Banyuwangi. Hal itu tentu sangat menguntungkan. Sebab, majalah yang selalu tersedia di balik kursi pesawat Garuda dan beberapa hotel berbintang itu bisa menjaring para turis agar datang ke Bumi Blambangan. Apalagi, maskapai penerbangan pelat merah itu cukup banyak melayani penerbangan ke luar negeri. Itu berarti, potensi wisata Banyuwangi yang dimuat di majalah tersebut juga akan dibaca para penumpang Garuda dari berbagai bangsa. Bupati Anas di beberapa kesempatan mengakui bahwa dia memang punya keinginan besar mengangkat potensi Banyuwangi agar segera go international alias cepat dikenal ke seluruh penjuru jagat. Harapannya, akan banyak investor dan wisatawan dalam negeri maupun luar negeri yang datang untuk membelanjakan dan menanamkan uangnya di bumi berjuluk the Sunrise of Java ini. Selain itu, juga diharapkan bisa mendongkrak pendapatan daerah dan menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, tak heran kalau bupati yang baru menjabat satu tahun dua bulan ini sangat peduli dengan yang namanya promosi potensi daerah dan programprogram kerja melalui media massa. Tentu tidak hanya media cetak dan elektronik yang dijadikan sarana sosialisasi segala sesuatu yang bisa mendongkrak kemajuan Banyuwangi, tapi juga media online. Ia menjadi sangat rewel, bahkan marah besar manakala melihat website milik Pemkab Banyuwangi atau SKPD yang berada dalam naungannya terlihat tidak menarik. Di samping itu, untuk mengenalkan

potensi Banyuwangi ke luar daerah, bupati beserta jajarannya juga sering kali menggelar beberapa even besar dan agak unik, seperti fam trip bersama para pelaku wisata dan wartawan, BEC, nyapu bareng dengan areal terpanjang (107 km), menyangrai kopi dengan peserta terbanyak (240 orang), dan masih banyak lagi. Nyapu bareng dan menyangrai kopi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Semua itu dimaksudkan untuk mengangkat nama Banyuwangi agar semakin dikenal. Dengan menggelar kegiatan-kegiatan besar dan unik, biasanya media massa tertarik meliput. Kalau sudah diberitakan di media massa, tentu dampaknya akan cukup besar. Apalagi, bila beritanya muncul di media online, orang dari seluruh penjuru dunia akan bisa membacanya. Kalau mereka masih penasaran dengan potensi yang dimiliki Banyuwangi, mereka bisa browsing di internet untuk mendapatkan informasi seperti yang diharapkan. Dampak seperti inilah yang diharapkan bupati. Meski yang dilakukan sudah mulai membuahkan hasil, tapi masih ada masalah yang perlu mendapat solusi cepat. Terutama, terkait sarana penunjang agar tamu yang datang ke Banyuwangi tidak kecewa. Sebab, ada kasus menarik yang diceritakan seorang teman terkait kekecewaan yang dialami turis. Seorang turis datang ke Banyuwangi dengan tujuan mendaki Gunung Ijen. Dengan berbekal informasi dari internet dan buku panduan wisata, dia datang ke Banyuwangi. Namun, ternyata ia tidak mendapatkan kendaraan angkutan dari terminal menuju Licin dan Paltuding (pintu masuk Gunung Ijen) sebagaimana tertera dalam buku panduan. Berarti, info di dalam buku panduan wisata itu tidak sesuai kenyataan. Hal itu sangat menyesatkan para turis dan bisa merusak reputasi Banyuwangi yang dibangun dengan susah payah. Selain itu, ada masalah lain yang juga bisa menjadi penghambat para turis dan investor datang ke sini, di antaranya jadwal penerbangan dari dan ke Banyuwangi yang belum bisa terlayani setiap hari. Bahkan, jam keberangkatan

dan kedatangan pesawat masih sering berubah-ubah. Infrastruktur jalan menuju beberapa lokasi wisata masih banyak yang rusak. Sehingga, belum terlihat kemajuan yang signifikan terkait paket wisata ke Banyuwangi yang diprogramkan travel agent. Termasuk, belum ada kesamaan pandangan para travel agent dalam mempromosikan tempat wisata di Banyuwangi. Sehingga, promosi yang telah dibangun melalui media massa dan beberapa even unik yang telah digelar kurang mendapatkan hasil optimal. Oleh karena itu, segala upaya yang telah dilakukan Pemkab Banyuwangi hendaknya ditindaklanjuti dengan sungguhsungguh dan tidak berhenti sampai di sini. Kalau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dulu pernah mengajak beberapa travel agent di Surabaya, Malang, dan Bali, mengunjungi objek wisata di Banyuwangi, hendaknya mereka terus diajak komunikasi. Terutama, terkait pembuatan paket wisata ke Banyuwangi. Segala kebutuhan yang bisa mendukung terwujudnya paket perjalanan wisata ke Banyuwangi perlu mendapat perhatian serius. Salah satu agenda yang dulu pernah dijanjikan bupati agar wisata di Banyuwangi bisa bersinergi dengan pariwisata Bali adalah menggelar Banyuwangi Night di Bali. Di even tersebut, Pemkab Banyuwangi bisa mengundang sekitar 325 travel agent wisata yang memiliki jaringan ke seluruh penjuru dunia. Tujuannya, terjadi connecting para travel agent dan pelaku wisata lain untuk membuat paket wisata sekaligus mempromosikan tempattempat wisata di Banyuwangi. Sayangnya, sudah hampir setahun janji itu belum direalisasikan. Harapan kita, segala bentuk promosi yang telah dicanangkan untuk mendongkrak potensi yang ada di Banyuwangi hendaknya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan perangkat penunjang yang memadai. Jangan sampai promosinya sudah tancap gas, tapi potensi yang ditawarkan malah belum sempat dibenahi atau belum siap menyambut para tamu dengan servis memuaskan. Semoga hal itu tidak terjadi lagi. (cho@jawapos.co.id)

taksir Rp 9 juta. “Sebuah rumah di Dusun Sumber Gayam rusak separo, kerugiannya ditaksir sekitar Rp 3 juta,’’ rincinya.

n BERBEKAL... Sambungan dari Hal 29

”Padahal nomor itu menjadi target tim kuat asal Surabaya,” beber guru SMAK Hikmah Mandala itu. Selain persiapan intensif selama dua bulan, tidak ada resep khusus yang disiapkan. Rion dkk berlatih dengan cara berpindah-pindah. Hanya saja, ada satu strategi yang dijalankan Rion dkk, yaitu seluruh pembalap berangkat ke Surabaya dua hari lebih awal. Namun, tidak bisa dipungkiri, berlatih di arena seadanya menjadi beban saat

tampil di kejuaraan. Apalagi, trek yang digunakan dalam perlombaan tersebut berstatus terbaik di Asia Tenggara. Posisi start berada di 9 meter di atas permukaan tanah. Tak pelak, pintar-pintar beradaptasi adalah salah satu kunci sukses merebut gelar juara umum. Pengalaman bertanding juga berperan mendongkrak performa atlet. Tengok saja jam terbang yang dicatatkan Rico. Sederet kejuaraan, seperti Kejurnas Wym Cycle, Porprov III, dan BMX Indonesia Open, sudah pernah dia rasakan. Tidak heran, atas prestasi moncer yang diraih Rico kini, banyak kota lain yang berminat memi-

nangnya. Iming-iming bonus dan jaminan fasilitas mewah menjadi salah satu umpan untuk merayunya agar mau hijrah. Namun, SMAK Hikmah Mandala tidak ingin kehilangan aset berharganya. Pihak sekolah mempersiapkan benteng khusus, salah satunya memberinya beasiswa dan alat latihan berupa sepeda berstandar nasional. Sebab, perhatian baik kepada atlet berprestasi, seperti Rico, bisa menangkal rayuan daerah lain. Tentu, dibutuhkan kepedulian yang simultan antara Pemkab Banyuwangi, pihak swasta, dan KONI, terhadap atlet berprestasi. (c1/irw)

Jaring Sepuluh Penambang Ilegal PESANG GARAN-Setelah melakukan pendataan jumlah penambang dan ribuan lubang di areal Petak 78/79 Gunung Tumpang, Desa/Kecamatan Pesanggaran, polisi melanjutkan pendataan kartu tanda penduduk (KTP). Sayangnya, kegiatan operasi yustisi tersebut berhasil diendus oleh para penambang tradisional. Sebelum petugas datang ke puncak gunung,

ribuan warga sudah kabur. Meski demikian, upaya polisi melakukan operasi tetap membuahkan hasil. Sepuluh penambang ilegal diketahui tidak memiliki KTP. Mereka diduga berasal dari Kota Banyuwangi, Jogjakarta, ser-

ta sejumlah daerah lain di luar Pulau Jawa. “Sepuluh orang tersebut sudah kami serahkan ke polres,” kata Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi kepada RaBa, kemarin (15/12). Kapolsek menuturkan, operasi yustisi tersebut merupa-

kan kelanjutan dari pendataan yang dilakukan sebelumnya. Pendataan itu mencatat jumlah penambang, lubang, dan areal yang dijadikan ladang pekerjaan oleh penambang ilegal itu. Operasi akan terus dilakukan secara bertahap. “Penambang di atas (Gunung Tumpang Pitu, Red) masih banyak, dan semua belum kita ketahui identitas KTP-nya,” tuturnya. (azi/irw)

tergolong kecil. “Ada juga rumah warga di Dusun Sumber Jati yang dapurnya jebol, ditaksir rugi Rp 1 juta,’’ ungkapnya. (ton/c1/irw)

Pendengaran Agak Tuli n DISAMBAR... Sambungan dari Hal 29

kondisi perempuan bercucu dua itu berangsur-angsur membaik. Namun, beberapa bagian tubuhnya terlihat menghitam dan gosong. “Ini kalau miring gosong, bagian dadanya juga biru,’’ terang

Marsini, adik korban, kepada RaBa di ruang Sabar, Rumah Sakit Al-Huda, tempat korban dirawat kemarin (15/12). Marsini mengisahkan, sebenarnya kakaknya sudah pulang ke rumah. Namun, usai Duhur, dia kembali ke sawah. Saat itu, mulai turun hujan. Nah, kakaknya pun siap-siap

pulang ke rumah. “Kakak saya tersambar petir dalam perjalanan pulang,’’ tuturnya. Menurut Marsini, kakaknya sudah siuman pada malam setelah kejadian. Hanya saja, kini pendengarannya kurang normal. “Sekarang agak tuli. Kalau diajak bicara harus lebih keras,’’ ungkapnya. (ton/c1/irw)

Diuji Coba Mulai Senin n BUKA... Sambungan dari Hal 29

Jika uji coba tidak menemui persoalan, maka pemerintah daerah akan membuka jalan poros itu selamanya. Selama uji coba, Dishubkominfo akan melakukan evaluasi

guna memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan. “Senin mulai jam 08.00 kita lakukan uji coba,” tegas Agus. Sejak lima tahun silam, jalan poros nasional depan MAB ditutup untuk kepentingan pembangunan masjid. Selama ini, ruas jalan itu digunakan sebagai

gudang material bangunan masjid. Selesai pembangunan masjid, jalan tetap tidak dibuka lagi. Pengurus MAB mengajukan permohonan jalan tersebut dihibahkan sebagai lahan parkir. Namun, permohonan itu ditolak Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta. (afi/c1/irw)

Upacara di GOR Tawang Alun n 400... Sambungan dari Hal 29

Santunan yatim piatu dilakukan secara bersamaan acara tersebut. “Sabtu pukul 04.00 sudah dimulai,” katanya. Lokasi semaan Alquran dibagi di beberapa tempat di lingkungan sekretariat pemkab. Lokasi utama di panggung utama, yaitu halaman depan pemkab. Di situ, ratusan hafidzah akan membaca Alquran. Lokasi kedua di masjid. Lokasi ketiga di ruang kerja masing-

masing pejabat yang berkantor di lingkungan sekretariat pemkab, seperti ruang kerja bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, para asisten setkab, dan ruang kerja para kepala bagian dan kepala sub bagian. Praktis, Sabtu pagi hingga sore, lingkungan pemkab akan ramai dengan suara bacaan Alquran para hafidzah. “Semua ini, kita lakukan untuk mendapatkan berkah bacaan Alquran untuk keselamatan, kemakmuran, dan kemajuan pembangunan Banyuwangi,”

jelas Djuang. Seaman Alquran akan ditutup santunan sekitar 50 anak yatim. Usai doa bersama, puluhan anak yatim akan mendapat santunan. Pada malam Minggu, lanjut Djuang, diadakan kegiatan renungan suci dan napak tilas di Rowo Bayu, Kecamatan Songgon. Start napak tilas di lapangan Desa Songgon dan finish di Rowo Bayu. “Minggu pagi (18/12) akan kita gelar upacara bendera di GOR Tawang Alun,” ungkapnya. (afi/c1/irw)

Massa Berhenti Saling Serang n WARGA... Sambungan dari Hal 31

Mendengar imbauan Baruno, kedua massa bisa memahami. Mereka berhenti saling serang dan mendengarkan pengarahan Baruno didampingi koordinator warga, Madsari, dan Ribut, sinder kebun. Madsari mengatakan, tuntutan warga kepada perkebunan adalah segera merealisasikan rekomendasi DPRD Banyuwangi. Termasuk, surat keputusan Bupati Samsul Hadi pada tahun 2005 dan surat keputusan Bupati Ratna Ani Lestari pada tahun 2006. Rekomendasi DPRD dan keputusan bupati tersebut sangat jelas. “Bahwa lahan seluas 16 hektare di Petak 16 tersebut harus dilepaskan kepada warga tanpa ganti rugi apa pun,” desaknya. Hanya saja, berdasar rekomendasi dan keputusan bupati tersebut, pelepasan lahan seluas itu masih menunggu masa HGU Perkebunan Glenmore berakhir. Batas waktu HGU itu sampai tahun 2023. Namun, sebelum 2023, mantan Bu-

pati Samsul Hadi dan Ratna Ani Lestari sudah meminta Perkebunan Glenmore melakukan kerja sama pengelolaan lahan. Sehingga, lahan seluas 16 hektare tersebut bisa dikelola dengan sistem yang saling menguntungkan. “Tapi sampai sekarang, kerja sama pengelolaan lahan tersebut belum pernah dilakukan Perkebunan Glenmore. Itulah yang kita tagih sejak lama,” sergah Madsari. Madsari menuturkan, berbagai langkah sudah dia lakukan agar rekomendasi DPRD dan keputusan bupati itu segera terealisasi. Namun, berbagai upaya yang dilakukan selama ini selalu kandas. “Perkebunan selalu menghindar saat diajak rembug masalah ini, padahal sudah enam tahun lamanya,” sesalnya. Sinder kebun atau asisten tanaman (astan) Perkebunan Glenmore, Ribut Suryanto, yang kemarin hadir di tengahtengah massa, mengaku tidak tahu dengan sengketa hukum antara warga dan perkebunan. “Kalau masalah itu kami tidak

tahu, yang paham pimpinan. Kebetulan pimpinan sekarang sedang tidak ada di kantor,” tuturnya di lokasi kejadian. Mengenai banyaknya petugas keamanan perkebunan yang membawa sajam, Ribut mengaku hal tersebut di luar sepengetahuannya. “Itu di luar kendali kami. Mereka bawa sendiri,” dalihnya. Begitu juga dengan banyaknya petugas keamanan kebun yang mengenakan seragam Linmas. Ribut kembali mengaku tidak tahu. “Kami benarbenar tidak tahu. Semua di luar kontrol kami. Mereka memang punya seragam Linmas karena sering digunakan di desa,” ungkapnya. Seperti diberitakan kemarin, puluhan warga melakukan aksi tanam pisang di lahan 16 hektare di tanah HGU Perkebunan Glenmore. Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga karena tuntutan kerja sama pengelolaan lahan sebagaimana rekomendasi DPRD dan keputusan bupati sejak 2005 tidak ditindaklanjuti pihak kebun. (azi/c1/irw)

Marsuki Ancam Lapor Polisi n WARGA... Sambungan dari Hal 40

Borong Lima Medali Sekaligus

Satu rumah lagi di Dusun Krajan ambruk, ditaksir kerugiannya tidak lebih dari Rp 5 juta. Sebab, rumah yang roboh ukurannya

“Kalau persoalan perdata, silakan melapor ke pengadilan. Kami siap menampung setiap laporan. Kalau persoalan pidana, silakan lapor kepada polisi,” ujar Sugianto, juru sita PN Situbondo. Setelah dialog usai, eksekusi pun dilakukan. Lagi-lagi langkah juru sita PN disoal pihak tergugat. Kali ini, me-

reka menganggap batas areal yang dieksekusi tidak sesuai. Puluhan warga yang berkerumun di sekitar lokasi eksekusi menyoraki petugas juru sita saat atap rumah runtuh dan hampir mengenai beberapa warga yang ditugaskan melakukan eksekusi. Dikonfirmasi di sela-sela proses eksekusi, Marsuki mengatakan, pihaknya tidak terima karena lahan yang dieksekusi salah objek. “Kami akan me-

laporkan pemalsuan data yang dilakukan Sihat kepada polisi. Sebab, ini sudah masuk ranah pidana,” tuturnya. Sementara itu, Sugianto mengaku pihaknya sama sekali tidak mengutak-atik materi sengketa, termasuk masalah patok. Sebab, persoalan itu sudah mendapat putusan hukum dari MA. “Patok objek sengketa sudah tercantum di dalam amar putusan,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Firdaus Kecewa Statemen Sunardi n JANGAN... Sambungan dari Hal 40

Anggota DPRD periode sekarang, kata Jainur, seharusnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Terutama untuk urusan memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebab, mereka dipilih langsung oleh rakyat dengan penentuan suara terbanyak. “Artinya, mereka bersentuhan langsung kepada konstituen, budaya malu seharusnya lebih dominan. Jangan sampai anggota dewan yang terhormat tak lagi terhormat,” tandas Jainur. Sementara itu, salah satu anggota Fraksi Partai Kebangkitan nasional Ulama (F-PKNU), Yusuf Firdaus, menyesalkan pernyataan Sekretaris Dewan

Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengatakan bahwa pada draf KUA-PPAS yang diajukan eksekutif, mencantumkan anggaran untuk program Sholawat Nariyah (Sonar). Menurut Firdaus, pada draf yang diajukan eksekutif beberapa waktu yang lalu, anggaran untuk Sonar memang tertera. Tetapi hal itu terjadi karena salah ketik dan sudah dijelaskan oleh pihak eksekutif pada saat pembahasan di tingkat komisi. “Apakah teman-teman anggota F-PPP tidak mengonfirmasikan hal itu kepada pengurus DPC partainya,” ujar pria yang juga anggota Komisi I DPRD tersebut. Firdaus mengaku kecewa atas

statemen yang dilontarkan Sunardi di salah satu media elektronik yang mengatakan bahwa anggaran Rp 250 juta digunakan untuk kegiatan Sonar di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Padahal, itu tidak benar dan sudah dijelaskan pada pembahasan di tingkat komisi,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah Sunardi menjelaskan bahwa sebenarnya yang dia persoalkan bukan hanya masalah anggaran untuk kegiatan Sonar. Meskipun KUAPPAS yang diajukan eksekutif sudah tiga kali mengalami revisi dan pada revisi yang ketiga tersebut, anggaran Sonar masih tercantum pada beberapa SKPD.(sgt/c1/aif)


40

Jawa Pos-nya Kota Santri

Jumat 16 Desember 2011

Warga Protes Eksekusi Rumah BESUKI - Eksekusi dua unit rumah di Desa Semberejo, Kecamatan Besuki, diwarnai protes puluhan warga kemarin (15/12). Mereka menilai objek yang dieksekusi tersebut tidak sesuai objek sengketa antara Ny. Yono dkk (penggugat) dan Sumani (tergugat). Sebelum proses eksekusi dilakukan, sempat terjadi perang pendapat antara pihak tergugat dan juru sita PN. Meskipun sengketa lahan itu sudah men-

dapat vonis Mahkamah Agung (MA), tapi pihak tergugat merasa banyak kejanggalan dalam kasus tersebut. Marsuki, keluarga tergugat mengatakan, pihaknya memprotes eksekusi lantaran terjadi kesalahan pada putusan pengadilan, mulai tingkat PN Situbondo, Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur (Jatim), sampai tingkat MA. “Lahan yang digugat kan berada pada patok Nomor

134, tetapi kenapa putusannya lari ke patok 315,” tanya dia. Menurut Marsuki, kesalahan vonis pengadilan itu disebabkan ulah mantan kepala desa setempat, yakni Sihat, yang memalsukan data-data terkait sengketa lahan tersebut. Mendengar perkataan itu, petugas juru sita mempersilakan pihakpihak yang merasa dirugikan menempuh jalur hukum n Baca Warga...Hal 39

SIGIT HARIYADI/RaBa

DIJAGA APARAT KEPOLISIAN: Seorang kerabat tergugat mencabut petok batas obyek sengketa dan mengacungkannya kepada juru sita Pengadilan Negeri Situbondo. SIGIT HARIYADI/RaBa

PRIHATIN: Seniman lukis Situbondo menggelar aksi teatrikal di jalan WR Supratman kemarin (15/12).

Teatrikal Kecam Tragedi Mesuji SITUBONDO - Tragedi pembantaian masal yang terjadi di Mesuji, Lampung, hingga menewaskan 30 orang mengundang keprihatinan kelompok Seniman Lukis Situbondo (SLS). Kemarin (15/12), kelompok yang mengatasnamakan diri “Gerakan Anti Kekerasan” itu menggelar aksi teatrikal dan melukis tubuh (body painting) dan di Jalan Raya WR. Supratman, Situbondo. Teatrikal yang mengundang perhatian para pengguna jalan itu melakon-

kan seorang pria yang tubuhnya dipenuhi lukisan dipukuli ramai-ramai oleh kaum berduit. Pria malang yang tubuhnya dililit rantai tersebut juga diinjakinjak tanpa rasa iba sedikit pun. “Aksi ini sebagai gambaran bagaimana kejamnya pembantaian masal yang terjadi di Lampung. Kami sebagai pemuda Situbondo mengecam tindakan itu dan menuntut agar pelanggaran HAM (hak asasi manusia, Red) berat itu segera diusut. Siapa pun yang bersalah harus ditindak,” teriak

Kiki, salah satu anggota SLS. Pemerintah, terutama aparat penegak hukum, harus tegas menangani persoalan ini. “Banyak sekali warga yang menderita. Tidak sedikit pula warga yang sangat sedih akibat kehilangan anggota keluarganya akibat pembantaian keji tersebut,” pungkasnya. Seperti dilansir sejumlah media, pembantaian masal yang menewaskan 30 petani di Mesuji, Lampung, itu sebenarnya sudah berlangsung dari tahun 2009 hingga tahun 2011

EDY SUPRIYONO/RaBa

KOMPAK: Sekretaris Disdukcapil Busairi didampingi Muspika Kendit melakukan sosialisasi E-KTP di tingkat kecamatan, kemarin.

Tuntaskan Sosialisasi E-KTP di Tingkat Kecamatan SITUBONDO – Sosialisasi penerapan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik (EKTP) pada 2012 dilakukan secara menyeluruh di berbagai lini di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Situbondo. Saat ini, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dipimpin Agus Tjahyono Basuki ini sudah menyelesaikan tahapan sosialisasi E-KTP di-17 kecamatan. “Tiap kecamatan kita lakukan sosialisasi karena ini program cukup urgen, tak ada yang dilewati,” terang Agus Tjahyono Basuki. Di tingkat kecamatan, peserta sosialisasi terdiri dari kepala desa, perangkat desa dan tokoh masyarakat. “Jajaran muspika ikut mendampingi, karena setelah kita (Disdukcapil), nanti giliran kecamatan yang melakukan sosialisasi ke desa, kita hanya mendampingi,” imbuh Agus. Menurut dia, untuk kesuksesan pelaksanaan E-KTP pada 2012 Disdukcapil melaksanakan sosialisasi secara menyelu-

ruh. Dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa. “Tujuan sosialisasi tidak muluk-muluk, masyarakat yang penting tahu pada 2012 ada EKTP, itu saja dulu,” terang Agus. Dia menyadari, sebagian besar masyarakat mungkin tidak akan memberikan porsi banyak di benaknya untuk mengetahui apa itu E-KTP. Untuk masyarakat yang semacam itu, yang terpenting menanamkan satu ingatan, bahwa pada 2012 ada E-KTP. “Kalau ada undangan ya harus dihadiri,” ungkapnya. Sebab itulah, Agus mengaku dirinya benar-benar memaksimalkan kegiatan sosialisasi. Terutama dari tingkat kecamatan ke tingkat desa. Sebab, pada tahapan ini cukup menentukan keberhasilan program, karena bersentuhan langsung dengan sasaran kegiatan E-KTP. Bahkan, setelah sosialisasi dari kecamatan ke tingkat desa, akan ada sosialisasi lebih mendalam dari tingkat desa ke

perangkat-perangkat yang ada di bawahnya, semisal RW dan RT. “Sosialisasi nanti bisa dilakukan lewat pelaksanaanmusyawarah desa, arisan ataupun pengajian di RT-RT,” imbuh mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) tersebut. Dijelaskan, E-KTP merupakan salah satu perwujudan amanat UU no 23/2006 tentang administrasi kependudukan. Yakni, untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan administrasi kependudukan dalam skala nasional. “Termasuk menjamin kepastian hukum hak sipil penduduk,” ungkap Agus. Nah, untuk kepentingan itu pemerintah dengan dukungan DPR RI mengusung tiga program srategis nasional di bidang kependudukan dan catatan sipil. Itu meliputi pemutakhiran data kependudukan, penerbitan nomor induk kependudukan (NIK) dan penerapan KTP elektronik. (pri/adv/aif)

Jangan Terjebak Politik Transaksional SITUBONDO - Pengesahan APBD 2012 yang masih menjadi tarik ulur di internal DPRD mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya, DPC Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Situbondo. Partai politik bergambar burung garuda itu menilai seharusnya seluruh anggota DPRD sudah fokus untuk pengesahan APBD 2012 agar tidak sampai lewat akhir tahun. “Bukannya menyuguhkan akrobat politik yang membosankan,” ungkap Sekjen DPC Gerindra Situbondo, Jainur Ridho. Menurut dia, anggota DPRD

sekarang justru disibukkan syarakat terhadap pengesahan memperjuangkan kepenti- APBD justru dijadikan sekengan kelompok lompok orang untuk bahkan kependijadikan alat melakutingan pribadikan politik transaksionya yang begitu nal. Jainur mendesak, pragmatis. Keakepada eksekutif maupdaan semacam un legislatif untuk kian ini sudah mensolid menuju pengejadi rahasia sahan APBD 2012 teumum. “Siapa pat waktu. pun tahu, maka“Semua sudah tahu, Dok/RaBa nya jangan buat jika terlambat yang akan Jainur Ridho masyarakat kian jadi korban adalah raktidak percaya kepada anggota yat kecil. Hanya saja, kenapa DPRD,” imbuhnya. peristiwa memalukan seperti ini Diungkapkan Jainur, keter- terus saja terjadi,” pungkasgantungan pembangunan ma- nyanBaca Jangan...Hal 39

Radar Banyuwangi 16 Desember 2011  

Radar Banyuwangi

Advertisement