Issuu on Google+

29

KAMIS 12 APRIL TAHUN 2012

Pengendara Sepeda Pancal Dilarang Bergerak WAKIL Presiden Budiono resmi membuka ajang Publish Asia 2012 yang dihelat WAN-IFRA (asosiasi koran sedunia) di Nusa Dua, Bali, pagi kemarin. Acara pembukaan konferensi ini sebenarnya diagendakan tepat pukul 09.00 Wita. Namun, upacara pembukaan berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Meski begitu, molornya pembukaan dari jadwal tersebut bukan lantaran delegasi peserta yang terlambat hadir di lokasi. Sebaliknya, seluruh peserta malah sudah siap di ruang pertemuan sejak sekitar 30 menit sebelum jadwal.

Baru kemudian, rombongan Wapres Budiono masuk lokasi acara sekitar setelah semua benarbenar ready. Sekadar diketahui, pengamanan kawasan Bali Nusa Dua Convention Center (BDNCC) memang luar biasa ketat selama acara pembukaan. Bahkan, ketatnya pengamanan itu sudah terasa sehari sebelumnya. Personel yang dikerahkan untuk menjaga kawasan tersebut tak hanya berasal dari Polda Bali. Pasukan TNI juga disiagakan di seluruh titik penting di kawasan Nusa Dua. Pengece-

kan kendaraan pengunjung di kawasan Nusa Dua dilakukan secara berlapis. Kendaraan pengunjung kembali diperiksa saat masuk gerbang kompleks BNDCC. Prosedur pemeriksaan semacam itu berlaku untuk semua orang. Tidak terkecuali untuk sekitar 700 peserta kongres yang berasal dari seluruh dunia. Saat masuk gedung, peserta harus antre untuk menjalani pemeriksaan diri dan bawaan. Meski cukup ketat dan teliti, proses pemeriksaan berlangsung relatif cepat n  Baca Pengendara...Hal 39

Dokter Telat, Kamar Kecil tak Berfungsi

Lumpuh Akibat Tulang Belakang Rapuh SEMENTARA ITU, janji Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq Hidayat, mengobati Saroji bukan isapan jempol belaka. Warga Lingkungan Mberan, Kelurahan Kebalenan, itu kemarin (11/4) diboyong ke rumah sakit milik pemerintah daerah itu untuk mendapat perawatan intensif. Setiba di rumah sakit, Saroji yang lumpuh itu langsung mendapat perawatan medis. Yang dilakukan rumah sakit kemarin adalah mendiagnosis penyakit yang diderita Saroji dan melakukan rontgen. Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq Hidayat menjelaskan, berdasar diagnosis dokter dan rontgen diketahui bahwa kelumpuhan yang diderita Saroji karena tulang belakangnya rapuh. Itulah yang menyebabkan Saroji mengalami kelumpuhan. Tulang belakangnya rapuh disebabkan penyakit tuberkulosis atau TBC tulang yang sudah lama diderita Saroji n

WAWAN CARA: Pemred Radar Banyuwangi Bayu Saksono foto bersama Presiden WAN IFRA Jacob Mathew.

Temuan Sidak Komisi I DPRD ke RSUD Genteng GALIH COKRO/RaBa

JALANI PERAWATAN: Saroji tiba di UGD RSUD Blambangan. Dia akan ditangani tiga dokter spesialis.

Instruksikan Ikut Jamsostek Bagi perusahaan, mengikutkan karyawan ke Jamsostek merupakan kewajiban.

 Baca Lumpuh...Hal 39

Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi

SEHARI setelah pengesahan Perda Jaminan Kesehatan Warga Miskin (Jamkesmin), Bupati Abdullah Azwar Anas langsung action. Kemarin (11/4), orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu bertemu pimpinan PT. Jamsostek dan PT. Askes untuk membicarakan jaminan kesehatan warga Banyuwangi. Saat bertemu pimpinan Jamsostek,

Budi Santoso, bupati membicarakan jaminan kesehatan warga yang bekerja di sektor formal dan informal. Untuk warga yang bekerja di sektor informal, muncul gagasan mengefektifkan keikutsertaan mereka ke Jamsostek. Bagi perusahaan, mengikutkan karyawan ke Jamsostek merupakan kewajiban dan perintah UU n  Baca Instruksikan...Hal 39

Antisipasi Joki, Dispendik Siapkan Petugas Khusus

PENERTIBAN

GALIH COKRO/RaBa

OGAH PINDAH: Sejumlah PKL ketika mengadu ke kantor DPRD kemarin.

Tinggal Lima PKL yang Belum Pindah BANYUWANGI - Petugas Satpol PP terus merayu para pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, agar segera ”hijrah” ke lokasi baru yang telah disiapkan. Hingga kemarin sore (11/4) masih ada lima PKL yang bertahan berjualan di jalan poros nasional tersebut n  Baca Tinggal...Hal 39

BANYUWANGI - Ancaman praktik perjokian dalam ujian nasional (unas) 2012 mulai diantisipasi Dinas Pendidikan (Dispendik). Terkait perjokian, Dispendik menyiapkan petugas khusus untuk melakukan pendeteksian. Selain menyiapkan petugas khusus, Dispendik juga akan tetap memberlakukan sistem pengawasan silang murni. ”Satu ruang dijaga dua pengawas dari sekolah lain,” tegas Kadispendik Banyuwangi, Sulihtiyono. Selain itu, panitia juga akan melengkapi peserta unas dengan tanda pengenal yang ada fotonya. Setiap mengikuti ujian, peserta wajib mengenakan kartu yang dikeluarkan panitia itu. ”Foto itu tidak bisa diganti foto orang lain. Kalau diganti orang lain, pasti ketahuan,’’ tegasnya. Sulihtiyono optimistis unas ti-

dak akan ternodai oleh praktik perjokian. Beberapa tahun terakhir, unas di Banyuwangi bebas dari praktik perjokian. Selain pengawas dari kalangan guru, panitia juga minta bantuan aparat kepolisian. Hanya saja, petugas kepolisian tidak mengenakan seragam, dan cukup berpakaian preman. ”Petugas kepolisian melakukan pengamanan secara tertutup,” timpal Sekretaris Dinas Pendidikan, Dwi Yanto. Sulihtiyono menyerukan agar semua peserta mempersiapkan diri secara matang. Dalam minggu ini, peserta diminta konsentrasi penuh untuk menghadapi unas. Pada hari pertama (16 April), ribuan peserta unas tingkat SMA, SMK, dan MA, akan mengerjakan soal mata pelajaran bahasa Indonesia n

GENTENG - Disiplin kerja dokter dan kamar kecil yang tak berfungsi di RSUD Genteng menjadi sorotan anggota DPRD Banyuwangi. Hal ini terungkap saat Komisi I DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Genteng pagi kemarin. Sidak dipimpin Ketua Komisi I DPRD Abdurrahman bersama dua anggotanya, Khusnan Abadi dan Eko Susilo SN. Begitu tiba di RSUD Genteng pukul 09.30, ketiganya langsung masuk ke salah satu ruang praktik dokter. Begitu masuk, wakil rakyat itu tidak menemukan satu pun dokter di ruang tersebut. Pemandangan itu sangat kon-

tras dengan kondisi pasien. Pasien sudah antre menunggu berobat. “Kok bisa jam segini dokter belum datang,” tanya Khusnan Abadi kepada perawat jaga. Mendapat pertanyaan seperti itu, seorang perawat perempuan itu kebingungan. “Biasanya jam segini memang belum datang, Pak,” jawab perawat berjilbab itu. Jawaban tersebut membuat Khusnan kecewa. Apalagi, beberapa pasien memang mengeluhkan lamanya menunggu sang dokter. “Saya sudah mulai tadi nunggu, tapi dokternya belum datang,” tutur dua pasien tua yang menunggu di depan ruang praktik dokter tersebut. Selain menyoal kedatangan dokter, sejumlah keluarga pasien juga mengeluhkan kamar kecil di rumah sakit milik pemerintah tersebut n  Baca Dokter...Hal 39

Pasar Modal Menggiurkan BANYUWANGI - Prospek bursa efek di Indonesia cukup menjanjikan. Setidaknya itu tampak dari tren dan indikator yang menunjukkan perkembangan positif pasar tempat

jual-beli transaksi permodalan. Selain indeks yang terus melejit, nilai uang yang tercatat juga menunjukkan grafik peningkatan n  Baca Pasar...Hal 39

PEMBICARA: Kepala Divisi Pemasaran PT BEI, Isharsaya, dalam seminar di auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) kemarin.

 Baca Antisipasi...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

PENDIDIKAN

Imbau Seluruh Sekolah Ikut Try Out BANYUWANGI - Dukungan try out SMP/ MTs terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Sulihtiyono mengimbau agar semua SMP ikut try out yang digelar Radar Banyuwangi pada tanggal 16 April nanti. Pernyataan Sulihtiyono itu disampaikan dalam rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi yang digelar di SMPN 2 Kalipuro siang kemarin (11/4) n  Baca Imbau...Hal 39

Kiai Sofyan Miftahul Arifin di Mata Orang-Orang Terdekat (5-Habis)

Marah Melihat Orang Sekelilingnya Menangis Tiga hari sesampai di Madinah, tiba-tiba Kiai Sofyan menyatakan ingin dimakamkan di Ma’la atau Baqi’. Padahal, saat itu tidak seorang pun yang bertanya kepadanya. EDY SUPRIYONO, Situbondo TANDATANDA kepergian Kiai Sofyan untuk selama-lamanya banyak dirasakan orang-orang dekatnya. Salah EDY SUPRIYONO/RaBa satunya, kejadian yang disampaikan KIRIMAN: Karangan bunga duka cita atas wafatnya Kiai Sofyan masih Bupati Dadang Wigiarto. Orang nomor terpasang di Ponpes Mambaul Hikam, Panji Kidul, Situbondo. Kiai Sofyan satu di Pemkab Situbondo itu memang semasa hidup (kanan). ambil bagian dalam umrah tersebut. Saat itu, Kiai Sofyan duduk dikeli- angin-tidak ada hujan, dari mulutnya dan dimakamkan di Ma’la lingi sejumlah jamaah umrah di Mas- terdengar ucapan bahwa dirinya ingin atau Baqi’ n jid Nabawi. Tiba-tiba saja tidak ada meninggal di Makkah atau Madinah  Baca Marah...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

PPP usulkan Abdul Rahman gantikan Masykuri Awas, jangan sampai jadi kutu loncat ya.

Tinggal lima PKL yang belum pindah Apa perlu dipanggilkan Brimob?

Awas.. Awas Awas..

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Kamis 12 April 2012

Tuntut Kompensasi Lahan, Warga Demo PN SITUBONDO - Puluhan orang yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Urusan Rakyat (Gempur) berunjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Situbondo kemarin (11/4). Mereka menuntut pengadilan segera melakukan eksekusi lahan seluas 2 hektare yang dijadikan jalan tembus, tepatnya di Dusun Sumangkaan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Mereka menganggap PN Situbondo tidak konsisten dan selalu berubah-ubah dalam mengeksekusi lahan milik ahli waris Dewi Sa’diyah dan Supeno itu. Padahal, putusan tertanggal 18 Oktober 2011 itu nyata-nyata dikeluarkan Mahkamah Agung RI yang sudah berkekuatan hukum tetap. Namun, surat tersebut berbeda dengan

yang dikeluarkan pihak PN tertanggal 6 Februari 2012. Padahal, MA sudah memerintahkan agar segera mengeksekusi. ‘’Itu benar-benar telah mencederai rasa keadilan,” teriak M.A. Junaidi, perwakilan demonstran, saat berorasi kemarin. Junaidi menuding, PN berani melanggar hukum dan memihak Pemkab Situbondo. Alasannya, PN sangat berutang budi kepada Pemkab Situbondo karena sudah diberi fasilitas berupa mobil dinas. “Ketua PN melindungi pemkab yang nyata-nyata telah mencaplok lahan seluas dua hektare itu. Padahal, itu benar-benar melawan hukum,’’ tuding ketua LSM Gempur itu. Menurut Junaidi, sebenarnya kasus perdata tersebut sudah klir dengan putusan MA. MA meminta pemerintah provinsi melalui Pemkab Situbondo

memberikan ganti rugi atas lahan yang dijadikan jalan tembus beberapa tahun silam itu. Kenyataannya, dana kompensasi yang ditaksir belasan miliar itu tidak pernah diterima warga. “Dananya ada sekitar Rp 12 miliar, tapi sampai sekarang kami tidak pernah dapat sepeser pun,’’ paparnya. Puas berorasi, puluhan massa yang mengendarai sepeda motor dan mobil perlahan meninggalkan kantor PN menuju lahan yang disoal. Lokasinya persis di depan Mapolsek Panarukan. Di sana, massa menumpuk bebatuan sebagai tanda batas lahan yang bermasalah. Untungnya, meski menutup separo jalan, tapi aksi tersebut tidak mengganggu arus lalu-lintas. Aksi berlangsung damai karena dikawal ketat pihak kepolisian. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

TUTUP JALAN: Demonstran menumpuk bebatuan di jalan yang bermasalah di Dusun Sumangkaan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, kemarin.

Hj Istibsjaroh, BA, Dra, SH, MA, Dr, Prof, Anggota DPD MPR RI

“Kembangkan Situs Sejarah, Berfikir Kreatif Bukan Menjual” SEBAGAI negara yang sarat dengan ragam budaya, Indonesia belum mampu mengelola dengan baik dan optimal. Kepentingan tertentu dengan dalih pemberdayaan ekonomi, kerap menjadi alasan atas lenyapnya cagar budaya. Padahal, sebuah budaya dan sejarah akan terjaga dengan simbol cagar yang ada. Kerap kita dengar, beberapa situs sejarah dan cagar budaya akhirnya berubah fungsi menjadi pusat bisnis atau pun pusat perbelanjaan. “Kalau menjadi pusat bisnis, lalu bisnis yang bagaimana. Ini harus jelas,” sorot anggota DPD MPR RI, Hj Istibsjaroh BA, Dra, SH, MA, Dr, Prof. Dosen pascasarjana IAIN Sunan Ampel ini sengaja memberikan perhatian khusus lantaran keprihatinannya melihat banyaknya situs sejarah yang hilang dan berubah fungsi di sejumlah daerah. Di

Lumajang misalnya, ada sebuah situs yang akhirnya berubah fungsi menjadi lokasi perumahan. Kasus serupa juga sering terjadi di beberapa kota. Di Surabaya misalnya, beberapa cagar budaya berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Soal aturan, wanita kelahiran Jombang 19 September 1955 ini merujuk UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Dalam undang-undang itu cukup jelas, bahwa budaya harus terjaga dengn simbol cagar yang ada, dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kalau kemudian cagar budaya tadi berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan misalnya, saya pikir ini

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk.KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN DAN FIDUCIA Nomor: B. 1626/KC-XVI/ADK/04/2012 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang Fiducia No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Jadwal Lelang, terhadap : 1. Debitur : KHALID S KURDY, Dsn. Jajangsurat Rt.02 Rw.01. Ds. Karangbendo, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 2820 m2, SHM No. 184, a/n. KHALID SALEH KURBI, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 435.000.000,- (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 131.000.000,- (Seratus tiga puluh satu juta rupiah). b Tanah kebun, Luas : 18250 m2, SHM No. 511 a/n. MUHAMAD AMOUDI, Ds. Kalibaru Manis, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi. Harga Limit Rp 685.000.000 (Enam Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp 206.000.000 (Dua Ratus Enam Juta Rupiah) 2. Debitur : M. BASRI AR, Ds. Galekan Rt.01 Rw.03. Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo. Kab Banyuwangi. a Tanah sawah, Luas : 6.650 m2, SHM No. 1486 a/n. Hajjah MAR’ATUS SULIYATI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000.,- (Sembilan puluh juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua puluh tujuh Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 123 m2, SHM No. 1875 a/n. HAJAH MAR’ATUS SULIYATI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. harga limit Rp. 248.000.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). 3. Debitur : AGUSTIN, Dsn. Krajan Rt.01 Rw.09 Ds. Ketapang, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 193 m2, SHM No. 1329 a/n. AGUSTIN BINTI MOHADI, Ds. Ketapang, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 282.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 120 m2, SHM No. 1081 a/n. AGUSTIN, Ds. Ketapang, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). 4. Debitur : AHMAD YUSUP, Dsn. Krajan Rt.04 Rw.04, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 545 m2, SHM No. 1365, a/n. AHMAD YUSUP, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 215.000.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 65.000.000,- (Enam Puluh Lima Juta Rupiah). 5. Debitur : HOTIJAH NURUL ALIFAH, Lingk. Sukowidi Rt.03 Rw.02, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 140 m2, SHM No. 315, a/n. HOTIJAH NURUL ALIFAH, Lingk. Sukowidi, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 74.000.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 715 m2, SHM No. 676, a/n. MOHAMAD YASIN, Jl. Kelud Lingk. Krajan, Kel./Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 154.000.000,- (Seratus Lima Puluh Empat Rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). 6. Debitur : EKA INDRA, Lingk. Tanjung Rt.01 Rw.03 Ds. Kel. Klatak, Kec. Kalipuro. Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 161 m2, SHM No. 2645, a/n. NANIK SURYANI, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp 23.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). b Tanah, Luas : 5200 m2, SHM 1637, a/n. ASMU’I, Kel. Kalipuro, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah). 7. Debitur : FADIL, Dsn. Krajan Rt.04 Rw.02 Ds/Kec. Pesanggaran, Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 360 m2, SHM No. 1467, a/n. FADIL, Ds. Pesanggaran, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 113.000.000,- (Seratus Tiga Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 34.000.000,- (Tiga Puluh Empat Juta Rupiah). 8. Debitur : AGUS JUNAEDI, Lingk. Tanjung Rt.03 Rw.01 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 565 m2, SHM No. 2842, a/n. AGUS JUNAIDI, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 68.000.000,- (Enam Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). b Tanah bangunan Luas : 255 m2, SHM No. 2845, a/n. AGUS JUNAIDI, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. harga limit Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). 9. Debitur : INDAH RINI, Griya Giri Mulya E12 Rt.03, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah kebun, Luas : 3735 m2, SHM No. 311 a/n. BUDIONO, Ds. Paspan, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 51.000.000,- (Lima Puluh Satu Juta). Uang jaminan Rp.16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 84 m2, SHM No. 3042, a/n. BUDIONO Bachelor of Science, Kel. Klatak, Kec. Giri dan Tanah bangunan, Luas : 84 m2, SHGB No. 344, a/n. BUDIONO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. harga limit Rp. 135.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp.41.000.000,- (Empat Puluh Satu Juta Rupiah) 10. Debitur: CV. MULYA JAYA, Dsn. Stoplas Rt.02 Rw.02 Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 140 m2, SHM No. 3883, a/n. EDY SASMITA DJUNAIDI, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 201.000.000,- (Dua Ratus Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 61.000.000,- (Enam Puluh Satu Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 640 m2, SHM No. 2665, a/n. EDY SASMITA DJUNAIDI, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Banyuwangi beserta mesin cold storage, harga limit Rp. 1.803.000.000,- (Satu Milyar Delapan Ratus Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 541.000.000,- (Lima Ratus Empat Puluh Satu Juta Rupiah). c Tanah bangunan, Luas : 225 m2, SHM No. 975, a/n. EDY SASMITA, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 178.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima Puluh Empat Juta Rupiah). 11.Debitur : PT. TATALIMA BANGKIT (ALI ABDI), Jl. Yos Sudarso No. 75 Rt.01 Rw.02 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 214 m2, SHM No. 1370 a/n. ALI ABDI, Kel. Kebalenan, Kec./ Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 585.000.000,- (Lima Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 176.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah). 12. Debitur : TRI WAHYUDI, Dsn. Sempi Rt.03 Rw.03, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah sawah, Luas : 6.540 m2, SHM No. 70, a/n. TRI WAHJUDI SUJONO, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 184.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp56.000.000,- (Lima Puluh Enam Juta Rupiah). b Tanah sawah, Luas : 3540 m2, SHM No. 236 a/n. TRI WAHYUDI d/h OEI TJIE LIEK, Ds.

sebenarnya hanya menumbuhkan budaya konsumtif masyarakat,” tutur ibu dengan enam anak itu. Padahal dalam konteks bisnis, perubahan fungsi seperti itu harus bisa memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Diakuinya, dalam pelestarian situs dan cagar budaya, alokasi dana dari APBN masih sangat kecil. Namun bukan berarti kecilnya anggaran APBN itu lalu menjadi

alasan bagi daerah untuk membiarkan dan menganaktirikannya. Sebaliknya, ini menjadi pemicu bagi pemerintah daerah agar lebih kreatif mengelola dana dari APBD untuk pengembangan situs dan cagar budaya tadi. “Kenapa harus APBD? Tentu saja karena pemerintah daerah setempat yang lebih tahu soal potensi daerahnya masing-masing,” lanjut wanita yang bersuami KH Zaimuddin Badrus Sholeh (pengasuh Ponpes al-Hikmah Purwosari, Kediri) ini. Pengalokasian dana untuk perawatan dan pengembangan situs dan cagar budaya itu sendiri, sangat penting. Misalnya saja, memberikan gaji yang layak kepada mereka yang bekerja dan merawat situs dan cagar budaya itu. Bahkan jika memang potensi situs dan cagar budaya itu dinilai sangat kuat dan memiliki nilai jual yang tinggi, diperbolehkan

Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. harga limit Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) c Tanah sawah, Luas : 2345 m2, SHM No. 237 a/n. TRI WAHYUDI d/h OEI TJIE LIEK, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. harga limit Rp. 66.000.000,- (Enam Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) d Tanah bangunan, Luas : 225 m2, SHM No. 328 a/n. TRI WAHYUDI disebut juga TRI WAHJUDI SUJONO, Ds. Kaotan, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. harga limit Rp. 195.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp 59.000.000,(Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah) 13.Debitur : YASANI, Dsn. Sukolilo Rt.01 Rw.03 Ds. Sukomaju, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 1500 m2, SHM No. 274 a/n. NASRULLOH disebut juga Kyai Haji NASRULLOH, Ds. Gambor, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp.68.000.000,- (Enam Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 1190 m2, SHM No. 2311 a/n. YASANI, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 185.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,- (Lima Puluh Enam Juta Rupiah). 14.Debitur : ULFI HIDAYAT, Jl. Bromo No. 108, Ds. Pengantigan, Kec/Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 135 m2, SHM No. 1025 a/n. YUYUN AYU PUSPARINI, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, harga limit Rp. 45.000.000,- (Empat Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 50 m2, SHM No. 1079 a/n. HAJI MASPUPAH, Ds. Rogojampi, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 87.000.000,- (Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). 15. Debitur : SUNIT ERNAWATI, Dsn. Muncarbaru Rt.03 Rw.05 Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 155 m2, SHM No. 2361 a/n. SLAMET GUNAWAN, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 1118 m2, SHM No. 3252 a/n. SUNIT ERNAWATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). 16.Debitur : DAVID SANJAYA, Dsn. Krajan Rt.01 Rw.03 Ds. Bubuk, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 115 m2, SHM No. 329 dan Tanah bangunan, Luas : 62 m2 SHM No. 125, keduanya a/n. 1. NENI TRIANA 2. DAVID SANJAYA, Ds. Bubuk, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 121.000.000,- (Seatus Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 37.000.000,- (Tiga Puluh Tujuh Juta Rupiah). 17.Debitur : AHMAD TAUFIQ IQBAL, Dsn. Kalimati Rt.02 Rw.06 Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar , Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 1785 m2, SHM No. 217 a/n. AHMAD TAUFIQ IQBAL, Ds. Blimbingsari, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 202.000.000,- (Dua Ratus Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 61.000.000,- (Enam Puluh Satu Juta Rupiah). 18. Debitur : LUKMAN WASIS, Dsn. Tamansuruh Rt.02 Rw.02 Ds./Kec. Bangorejo, Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 291 m2, SHM No. 1689 a/n. LUKMAN WASIS, Ds./Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 210.000.000,- (Dua Ratus Sepuluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). 19. Debitur : NANIK FATMAWATI, Dsn. Sumberayu Rt.03 Rw.02 Ds. Sumberberas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 851 m2, SHM No. 1864 a/n. NANIK FATMAWATI, Ds. Sumberberas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 255.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 77.000.000,- (Tujuh Puluh Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 1245 m2, SHM No. 1901 a/n. MARWIYAH, Ds. Sumberberas, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 346.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 104.000.000,- (Seratus Empat Juta Rupiah). 20.Debitur : DALIMAN, Dsn. Bongkaran Rt. Ds. Parijatahwetan, Kec. Srono , Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 2365 m2, SHM No. 774 a/n. SUTINAH, Ds. Parijatahwetan, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 211.000.000,- (Dua Ratus Sebelas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 64.000.000,- (Enam Puluh Empat Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 3.000 m2, SHM No. 1503 a/n. 1. DALIMAN 2. SUTINAH, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 214.000.000,- (Dua Ratus Empat Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 65.000.000,- (Enam Puluh Lima Juta Rupiah). 21.Debitur : SUTAJI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 230 m2, SHM No. 1579 a/n. SITI KOMARIYAH, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 139.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah). 22.Debitur : HAERODIN, Dsn. Benel Rt.01 Rw.01 Ds. Licin, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1.005 m2, SHM No. 592 a/n. HAERODIN, Ds. Licin, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 135.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 41.000.000,- (Empat Puluh Satu Juta Rupiah). 23. Debitur : DIAN WIJAYA, Dsn. Rumping Rt.03 Rw.04 Ds. Plampangrejo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 1455 m2, SHM No. 509 a/n. DIAN WIJAYA d/h WONG KOK KIOEN, Ds. Plampangrejo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 163.000.000,(Seratus Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 49.000.000,- (Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 2.750 m2, SHM No. 375 a/n. VONNY LISTIAN d/h LIE JEK FONG, Ds. Plampangrejo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, Harga limit Rp. 335.000.000,- (Tiga Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 101.000.000,- (Seratus Satu Juta Rupiah). 24.Debitur : ALIEF LAILA NUTFATIN, Jl. Banterang No. 18, Kampung Melayu, Kec. Banyuwangi, a Tanah bangunan, Luas : 274 m2, SHM No. 133 a/n. ALIEF LAILA NUTFATIN, Kel. Kampung Melayu, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 624.000.000,(Enam Ratus Dua Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 188.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Delapan Juta Rupiah). 25.Debitur : MUHAMMAD ALI, Jl. Batur Rt.02 Rw.02 Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi. a Tanah pekarangan, Luas : 450 m2, SHM No. 810, a/n. MUHAMMAD ALI, Kel. Tamanbaru, Kec. Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 198.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah). 26.Debitur : NOVY ANTORO, Jl. Candi Sewu No. 10 Rt.01 Rw.02 Kel. Penganjuran, Kec. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 290 m2, SHM No. 2063 a/n. SUGENG SANTOSO, Kel. Penganjuran, Kec. Banyuwangi. Harga limit Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima Puluh Empat Juta Rupiah). 27.Debitur : KASTUBI, Dsn. Galekan Rt.01 Rw.04 Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 632 m2, SHM No. 1784 a/n. SUNDARI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi.. Harga limit Rp. 400.000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 120.000.000,- (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 230 m2, SHM No. 1581 dan Tanah bangunan, Luas : 457 m2 SHM No. 1476, keduanya an. SUNDARI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, Harga limit Rp. 490.000.000,- (Empat Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 147.000.000,- (Seratus Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). 28. Debitur : AGUS WAHYUDI, Dsn. Krajan Rt.01 Rw.03 Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 1095 m2, SHM No. 511 a/n. ASAM BIN SUNARTO, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 286.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). b Tanah sawah, Luas : ± 4300 m2, SHM No. 508 a/n. ASAM Pak ANA, Ds. Watukebo, Kec.Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, Harga limit Rp. 78.000.000,- (Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). 29.Debitur : AHMAD SAINULLAH, Perum Griya Giri Mulya GH 08 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 125 m2, SHGB No. 938 a/n. AHMAD SAINULLAH, Kel. Klatak,

pemda setempat mengajukan dana ke pusat, bukan dengan cara menjual situs da cagar budaya dengan alasan ekonomi. Dalam satu kesempatan, wanita yang telah meraih sejumlah penghargaan itu, pernah melawat ke Mexico. Di sana, ada sebuah menara buatan manusia yang menjadi salah satu tujuan wisata. Konon, siapa saja yang berhasil memegang salah satu bagian dari menara itu dipercaya bisa menjadi awet muda. “Coba telaah, apakah benar itu akan menjadi awet muda? Jawabnya tidak.” Sebab kepercayaan itu sengaja dihembuskan sebagai salah satu strategi marketing agar orang berlomba-lomba datang ke sana. Ide seperti inilah yag diharapkan menjadi insprasi bagi kepala daerah untuk menjual potensi wisata dan kebudayaan daerahnya, agar lebih maju.(*/rus)

Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi.. Harga limit Rp. 110.000.000,- (Seratus Sepuluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). 30.Debitur : HERMANTO d.h. TONG KIAN NJAN, suami dari LENY MARLINA d.h LAUW TJHUN JIN, Jl. MH Thamrin No. 17 Rt.01 Rw.01 Kel. Sinmgonegara, Kec./Kab.. Banyuwangi. a Tanah bangunan, Luas : 265 m2, SHM No. 1674, dan Tanah bangunan, luas 424 m2, SHM No. 1675, keduanya a/n. RONY CAHYADI, Kel. Singotrunan, Kec./Kab. Banyuwangi, Harga limit Rp. 621.000.000,- (Enam Ratus Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 187.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). b Tanah bangunan, Luas : 202 m2, SHM No. 1679, a/n. RONI CAHYADI, Kel. Singotrunan, Kec./Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 528.000.000,- (Lima Ratus Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 159.000.000,- (Seratus Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah). c Tanah bangunan, Luas : 422 m2, SHM No. 1095 a/n. HERMANTO, tanah bangunan, luas: 1090 m2, SHM No. 1097 a/n. HERMANTO, tanah bangunan, luas : 480 m2, SHM No. 1096 a/n. LENY MARLINA, tanah bangunan, luas : 389 m2, SHM No. 1094 an. LENY MARLINA, tanah bangunan, luas 85 m2, SHM No. 646 a/n. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NYAN, tanah bangunan, luas 250 m2, SHM No. 1013 a/n. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, tanah bangunan, luas 146 m2, SHM No. 1012, a/n. LENY MARLINA dahulu bernama LAUW TJHUN JIN, tanah bangunan, luas 1015 m2, SHM No. 1067 a/n. HERMANTO dahulu bernama THONG KIAN NJAN, kesemuanya terletak di Kel. Singonegaran, Kec./Kab. Banyuwangi, Harga limit Rp. 8.888.000.000,- (Delapan Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 2.667.000.000,(Dua Milyar Enam Ratus Enam Puluh Tujuh Juta Rupiah). 31.Debitur : CV. REDJEKI (LINDA LESTARI), Dsn. Lugonto, Rt.003 Rw.002, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, luas : 595 m2, SHM No. 1715, Tanah bangunan, luas : 545 m2, SHM No. 1716, Tanah bangunan, luas : 5.460 m2, SHGB No. 640, Tanah bangunan, luas : 3.350 m2, SHM No. 1725, Tanah pekarangan, luas : 3.965 m2, SHM No. 1973, semuanya a/n. LINDA LESTARI, Ds./ Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 2.021.000.000,- (Dua Milyar Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 607.000.000,- (Enam Ratus Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah pekarangan, Luas : 5.470 m2, SHM No. 380 a/n. SUGIHARTO, Ds./Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 132.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah). c . Tanah bangunan, Luas : 600 m2, SHM No. 762 a/n. SUGIHARTO, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 124.000.000,- (Seratus Dua Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). d. Tanah pekarangan, Luas : 7.540 m2, SHM No. 624 a/n. SUGIHARTO, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 181.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 55.000.000,- (Lima Puluh Lima Juta Rupiah). e. Tanah pekarangan, Luas : 3650 m2, SHM No. 863 a/n. SUGIHARTO, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 205.000.000,- (Dua Ratus Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 62.000.000,- (Enam Puluh Dua Juta Rupiah). f . Tanah pekarangan, Luas : 10.690 m2, SHM No. 467 a/n. SUGIHARTO, Tanah pekarangan, Luas : 2.415 m2, SHM No. 745 a/n. SUGIHARTO, Tanah pekarangan, Luas : 2.585 m2, SHM No. 746 a/n. SUGIHARTO, Tanah pekarangan, Luas : 3280 m2, SHM No. 904 a/n. SUGIHARTO, Tanah pekarangan, Luas : 3250 m2, SHM No. 910 a/n. LINDA LESTARI, Tanah pekarangan, Luas : 6330 m2, SHM No. 911 a/n. LINDA LESTARI, kesemuanya terletak di Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 686.000.000,- (Enam Ratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 206.000.000,- (Dua Ratus Enam Juta Rupiah). g. Tanah pekarangan, Luas : 2330 m2, SHM No. 921 a/n. SUGIHARTO, Ds. Karangbendo, Kec. Rogojampi, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 112.000.000,- (Seratus Dua Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 34.000.000,- (Tiga Puluh Empat Juta Rupiah). 32.Debitur : H. RAMDAN, Lingk. Sukowidi Rt.02 Rw.03 Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a Tanah bangunan, luas : 4590 m2, SHM No. 3018 & 3017 an. RAMDAN, Lingk. Sukowidi, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. Harga limit Rp. 3.200.000.000,- (Tiga Milyar Dua Ratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 960.000.000,- (Sembilan Ratus Enam Puluh Juta Rupiah). Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Kamis, 26 April 2012 Pukul : 10.30 WIB Tempat : Gedung Lantai 3 Kantor Cabang BRI Banyuwangi Jl. A. Yani No. 12 Banyuwangi Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetoru uang jaminan sesuai yang tertera dalam masingmasing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, di lokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, dan 424888. 10.Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 12 April 2012 PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI ttd Pitoyo Asmoro Pemimpin Cabang

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Kamis 12 April 2012

RAZIA

50 Perawat Al-Huda Belajar Jurnalistik

Meresahkan, Kapolsek Tertibkan Anak Punk GENTENG - Tiga anak punk yang biasa mangkal di perempatan Lampu Merah, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng dibawa ke Mapolsek Setempat, kemarin pagi. Ketiga anak punk tersebut adalah Wepi Riyanto, 23, sala Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng; Burhan, 17, warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, dan M.Alfiansyah, 29, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah. Begitu sampai di Polsek Genteng, ketiganya diberi pembinaan oleh pihak kepolisian. Sedang dua buah gitar yang biasa digunakan untuk mengamen ikut diamankan. “Anaknya kita beri pembinaan saja, agar tidak mondar-mandir di lampu merah,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Heru Kuswoto. Heru menuturkan, penertiban terhadap ketiga anak punk tersebut dilakukan karena banyak laporan yang disampaikan masyarakat kepada pihak kepolisian. “Warga yang lapor mengaku resah dengan keberadaan mereka di lampu merah, jadi kita tertibkan dan kita beri pembinaan,” tuturnya. (azi/aif) GERDA/RaBa

GAYENG: Manajemen dan perawat RS Al Huda mendengarkan paparan materi jurnalistik dari tim Radar Banyuwangi.

GAMBIRAN – Kerjasama Radar Banyuwangi dengan Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran dalam hal publikasi bidang kesehatan terus dimatangkan. Sebagai langkah awal usai penandatanganan MoU, beberapa waktu lalu, kemarin sebanyak 50 perawat rumah sakit tersebut mengikuti pelatihan jurnalistik. Kegiatan yang dilangsungkan di ruang aula gedung baru lantai II RS Al-Huda itu menghadirkan tiga nara sumber dari tim Radar Banyuwangi. Materi yang disampaikan meliputi teknik menulis berita, teknik menulis opini/artikel, fotografi, dan cara me-layout koran. Materi lainnya adalah kiat jitu menghadapi wartawan. Selama pelatihan berlangsung, para peserta begitu antusias me-

nyimak materi sampai selesai. Bahkan beberapa pertanyaan kritis soal materi penulisan berita maupun jurus jitu menghadapi wartawan sempat dilontarkan peserta. ”Saya sekarang paham mana wartawan beneran dan mana wartawan yang hanya mencaricari kesalahan,’’ ujar salah seorang peserta. Humas RS Al-Huda dr. Sugeng, menyambut baik kegiatan pelatihan itu. Menurutnya, pembekalan tersebut penting dilakukan bukan hanya agar para peserta bisa menulis. Lebih dari itu, peserta diharapkan bisa menghadapi kedatangan wartawan yang punya maksud buruk terhadap ke RS Al-Huda. “Jadi pelatihan ini sangat penting untuk kita semua,” tandas Sugeng. (azi/aif)

Geledah Rumah, Temukan Arak ABDUL AZIZ/RaBa

PEMBINAAN: Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto memberi pengarahan kepada ketiga anak punk, kemarin.

TEGALDLIMO – Aparat Polsek Tegaldlimo menyita puluhan botol minuman keras (miras) jenis arak bali dari rumah Kartono, 25, warga Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo. Saat melakukan penggeledahan di rumah Kartono, petugas mendapati puluhan liter

arak yang dikemas dalam 20 botol bekas kemasan air mineral ukuran tanggung dan 15 botol ukuran besar. Seluruh barang bukti (BB) tersebut langsung disita dan diamankan di Mapolsek Tegaldlimo. Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Aipda Karyadi membenarkan pihaknya men-

gamankan 35 botol miras tersebut. “Miras itu kita sita untuk dimusnahkan. Tersangka cukup kita ajukan lewat sidang tipiring (tindak pidana ringan, Red),” ujarnya kemarin (11/4). Akhir-akhir ini petugas memang gencar memerangi peredaran miras. Pasalnya, selain berpotensi mencelakaan pihak yang

mengonsumsi, maraknya peredaran miras juga kerap kali berbanding lurus dengan berbagai macam tindakan kriminal yang lain. Di antaranya, pencurian, perjudian, tindakan asusila, dan sebagainya. Bahkan beberapa waktu yang lalu, empat orang tewas setelah menggelar pesta miras oplosan. (sgt/aif) ADVERTORIAL

Didukung PT. IMN, Pesilat PSHT Gondol Tiga Medali International Pencak Silat Championship 2012 di UNS PESANGGARAN - Untuk mengembangkan budaya dan tradisi masyarakat, khususnya dalam seni bela diri pencak silat, PT. Indo Multi Niaga (IMN) mendukung keberangkatan 12 pesilat dari Banyuwangi untuk mengikuti even Internasional Pencak Silat Championship di Universitas Negeri Solo (UNS), Jawa Tengah, 23-30 Maret 2012 lalu. Sebanyak 12 pesilat tersebut berasal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Banyuwangi yang telah lolos seleksi melalui proses panjang dan sesuai kriteria perlombaan. Acara yang berlangsung sengit tersebut diikuti ratusan pesilat dari beberapa negara di Asia Tenggara. Tercatat, beberapa negara mengirimkan atletnya. Seperti Timor Leste, dan Brunei Darusalam. Sedangkan Malaysia, Singapura, dan Thailand kali ini absen mengirim atletnya. Berkat tangan dingin Pimpinan PSHT Cabang Banyuwangi, Sudarko dan Siswanto STp, pelatih lulusan Unibra itu punya ketelatenan khusus untuk mencetak generasi-generasi pesilat tangguh dan menjadi langganan juara. Sebagai pembina sekaligus pelatih pencak silat, mereka sering mengirim atlet pencak silat ke berbagai kejuaraan. Baik tingkat dearah, provinsi, PON, maupun tingkat nasional lainnya. Alhasil, pesilat yang bertanding dalam kejuaraan Internasional Pencak Silat Championship di UNS Solo ini bisa

membuktikan bahwa Banyuwangi bisa bersaing dengan pesilat manca negara lainnya. Sebagai bukti, dari 12 atlit yang dikirim, tim PSHT Banyuwangi bisa menggondol pulang beberapa medali kejuaraan. Di antaranya, Sinta Dewi Hera pesilat asal Glagah, berhasil memperoleh Medali Perunggu di kelas A Putri (45-50 Kg). Di kelas D Putra (60-65 Kg) Vicky Yulianto, pesilat asal Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, yang merupakan salah satu karyawan Security PT. IMN juga berhasil menggondol Medali Perunggu. Kemudian yang lebih membanggakan, di kelas H Putra (80-85 Kg), Suyanto, pesilat dari Desa Sumberagung, itu berhasil memperoleh medali emas satu-satunya untuk kontingen PSHT Banyuwangi. Menurut Siswanto, sang pelatih, keberhasilan pesilat Banyuwangi itu merupakan kerja keras dari semua pihak. Dan, para atlet PSHT Banyuwangi berhak atas kemenangan tersebut. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya PT. IMN, yang peduli akan prestasi atlet pencak silat. Ke depan, pihaknya berharap bisa terus bekerjasama dalam even-even lain. Sementara itu, salah satu staf Departemen CRD PT. IMN, Sutarto, yang juga mendampingi dan menyaksikan kejuaraan tersebut mengaku sangat bangga melihat gaya, semangat, dan motivasi para atlet Bumi Blambangan. Meski dalam kesederhanaan dan hanya berbekal semangat juang, mereka

PERAIH EMAS: Suyanto Toyek (dua dari kiri).

berhasil mengharumkan nama Banyuwangi di pentas internasional. Hal itu terbukti dengan perolehan dua medali perunggu dan satu medali emas. “Ini bukti sebuah perjuangan yang tidak mudah diperoleh. Pengorbanan mereka amat berat. Karena mereka harus bersaing tidak hanya dengan pesilat Indonesia, tetapi juga dari negara lain. Tapi saudara-saudara pesilat PSHT Banyuwangi masih bisa membuktikan keberadaan dirinya,” ujar pria berkumis tebal itu. Sutarto menuturkan, sebagai perusahaan yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Banyuwangi, PT. IMN akan terus memberikan dorongan positif terhadap perkembangan budaya dan tradisi lokal. Itu agar tercipta bibit-bibit muda baru yang mampu bersaing di dunia Internasional. Sehingga bisa membawa nama harum Banyuwangi. (azi/adv/als)

FOTO-FOTO ISTIMEWA

Salah satu atlet PSHT Banyuwangi saat berlaga dalam kejuaraan. PERSIAPAN: Para atlet PSHT Banyuwangi melakukan persiapan sebelum menghadapi kejuaraan.

PERAIH PERUNGGU KELAS A: Shinta Dewi Hera W.

KOMPAK: Para pesilat PSHT yang bertanding dalam Kejuaraan Internasional Championship UNS Solo. Mereka pose bersama Mas Siswanto, Stp dan wakil dari PT. IMN Drs. Sutarto.

PERUNGGU KELAS D: Viky Yulianto yang juga karyawan PT IMN.


KOMUNIKASI BISNIS

32

Kamis 12 April 2012

PPM Bantu Pria Dirantai Serahkan Tali Asih ke Keluarga Miskin

PPM For RaBa

PEDULI:Made Maharta bersama jajaran PPM didampingi aktivis LSM dan pengacara usai santuni Munawaroh di Songgon.

BANYUWANGI–Pemuda Panca Marga (PPM) PAC Banyuwangi membuktikan kepeduliannya terhadap masalah sosial. Kemarin, sejumlah pengurus PPM mengunjungi beberapa tempat, untuk memberikan tali asih kepada beberapa keluarga miskin yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Kunjungan jajaran PPM itu didampingi aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yuda Putra dan H. Ipung Purwadi, SH dari masyarakat peduli kesehatan dan advokasi masyarakat Banyuwangi. Kun-

jungan diawali ke rumah Moh. Akso di Jalan Candi Plaosan No. 5, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Pria yang biasa dipanggil Osok itu terlahir prematur 42 tahun silam. Sejak kecil, dia menderita gangguan kesehatan jiwa. Sekitar 4 tahun ini, kakinya terpaksa di rantai, karena setiap keluar rumah tidak pernah pulang. Anak ketujuh dari sepuluh bersaudara itu pernah diantar ke rumah sakit PKJM-KKO di Kecamatan Licin. Namun, ditolak petugas, karena keterbatasan fasilitas yang ada. Kunjungan PPM yang kedua di rumah Moh. Gilang Surya di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi. Gilang sempat di-

beritakan di media massa telah diusir dari RSUD Blambangan, karena tidak bisa membayar biaya persalinan. Saat ini, Gilang membutuhkan dana perawatan, karena menderita pendarahan di bawah saraf. Sedangkan, kunjungan terakhir di rumah Siti Munawaroh di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon. Ketua PAC PPM Banyuwangi, Made Maharta mengatakan, kegiatan itu menindaklanjuti instruksi Markas Daerah (Mada) PPM Jawa Timur, untuk mengkampanyekan gerakan bersedekah. “Kegiatan serupa akan terus digelar, untuk memberikan santunan kepada masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Banyuwangi,” katanya.(irw/adv)

Tim Kadarzi Anak TOKCer Sempu Beraksi Kunjungi Posyandu di PAUD Mutiara Hati Tegalarum SEMPU-Tim keluarga sadar gizi (Kadarzi) anak tumbuh optimal, kualitas, dan cerdas (TOKCer) Kecamatan Sempu, meninjau posyandu di tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mutiari Hati di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Selasa (10/4) pagi. Peninjauan tersebut dipimpin Ketua Tim Kadarzi anak TOKCer, yang juga Camat Sempu Drs. Lukman Hakim. Ikut dalam rombongan itu, Ketua Tim Penggerak PKK dan Kepala UPTD Dispendik. Ada juga anggota Komisi D DPRD Banyuwangi asal Kecamatan Sempu, Ahmad Turmudi dan seluruh anggota tim Kadarzi anak TOKCer sebanyak 13 orang.

Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi, SKM, MM mengatakan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari program yang dicanangkan Bupati H. Abdullah Azwar Anas, MSi. Hadi berharap, dengan adanya posyandu di PAUD tersebut, tidak ada lagi balita yang tidak terpantau tumbuh kembangnya. “Apalagi dengan adanya posyandu di PAUD tersebut, tim sekaligus memberikan penyuluhan tentang gizi kepada ibu-ibu yang setiap hari menunggu dan mengantar anaknya,” terangnya. Hadi menambahkan, program Kadarzi anak TOKCer juga mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi H. Hariadji Sugito, SKM, MM. Tentunya, selain program-program kesehatan lain. “Mengingat akan pentingnya pengetahuan dan Kadarzi, diharapkan nantinya akan terbentuk generasi yang berkualitas dan sehat,” harapnya.

Kegiatan Kadarzi anak TOKCer menitikberatkan pada menimbang berat badan secara teratur. Selain itu, memberi hanya air susu ibu (ASI) sampai enam bulan atau ASI eksklusif. Ditambah lagi, makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium, dan minum suplemen gizi sesuai anjuran. Menurut Camat Sempu, Drs. Lukman Hakim, tim pelaksana Kadarzi anak TOKCer sudah terbentuk di tujuh desa sewilayah Kecamatan Sempu. Bahkan, sudah diterbitkan surat keputusan tim pelaksana Kadarzi Anak TOKCer tingkat desa, posyandu, dan kader posyandu yang ada di wilayah Sempu. Ketua tim Kadarzi anak TOKCer itu juga menginstruksikan kepada seluruh ketua tim tingkat desa, agar setiap hari terjadwal mengunjungi tempat-tempat posyandu di wilayahnya masing-masing. (azi/adv/irw)

ISTIMEWA

KOMPAK: Rombongan Tim Kadarzi Anak TOKCer mengunjungi kegiatan Posyandu di PAUD Mutiara Hati.

Tingkatkan Kinerja PNS dan Perangkat Desa Sosialisasi Askes dan Jamsostek

DKP For RaBa

BANTUAN DKP: Kelompok penerima menunjukkan blong berinsulasi dan timbangan duduk.

DKP Beri Bantuan Pedagang Ikan Bantu Blong Berinsulasi dan Timbangan Duduk BANYUWANGI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas memprogramkan dan merealisasikan program pengentasan kemiskinan. Saat ini, ada banyak kegiatan, yang mengarah pada pengentasan kemiskinan. Bahkan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan membuat program atau kegiatan yang juga mengarah kepada pengentasan kemiskinan. Nah, salah satu pelaksana program tersebut adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banyuwangi. Melalui bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, DKP memprogramkan bantuan blong berinsulasi dan timbangan duduk bagi pedagang ikan segar keliling. Sebagian besar pedagang keliling itu merupakan rumah tangga miskin atau hampir miskin. Kepala DKP Banyuwangi Pudjo Hartanto menjelaskan, selain upaya pengentasan kemiskinan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan mutu atau kualitas ikan. Selain itu, meningkatkan distribusi ikan dan meningkatkan konsumsi ikan. “Suatu rangkaian yang saling terikat dan berpengaruh antara satu dengan lainnya, yaitu meningkatnya distribusi ikan yang berkualitas

baik akan meningkatkan konsumsi ikan dan meningkatkan pendapatan pedagang ikan,” terangnya kemarin. Dengan mengkonsumsi ikan, lanjut Pudjo, maka akan meningkatkan kecerdasan dan kesehatan masyarakat. “Sehingga meningkat pula IPM Kabupaten Banyuwangi, dan yang pasti juga terjadi pengentasan atau memutus rantai kemiskinan,” jelasnya. Dalam pelaksanaan kegiatan bantuan blong berinsulasi dan timbangan duduk, lanjut dia, ada hal penting yang senantiasa harus diperhatikan, agar tercapai tujuan kegiatan. Hal itu adalah kecermatan dan ketelitian dalam menentukan sasaran atau penerima bantuan. “Agar penerima benarbenar orang yang tepat, maka ada tahap verifikasi yang kita lakukan kepada kelompok calon penerima. Selain itu, pembinaan terhadap kelompok calon penerima,” paparnya. Pada tahun anggaran 2012, DKP memberikan bantuan kepada 80 orang pedagang ikan segar keliling. Mereka tergabung dalam sepuluh kelompok pemasaran dari tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Cluring, Genteng, Sempu, Muncar, dan Purwoharjo. “Sebagai upaya koordinasi dan sinkronisasi dalam pembinaan terhadap kelompok, kami mengundang hadirkan camat dan kepala desa beserta lurah di mana kelompok tersebut berdomisili,’’ tuturnya.(irw/ikl)

SINGOJURUH–Pemerintah Kecamatan Singojuruh berinovasi dengan menggandeng PT Askes dan PT Jamsostek. Dua perusahaan asuransi itu diajak bekerja sama mengadakan sosialisasi dan aplikasi Askes dan Jamsostek kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan perangkat desa. Tujuannya, untuk meningkatkan kinerja PNS dan perangkat desa seKecamatan Singojuruh, sehingga bisa mengoptimalkan pelayanan prima kepada masyarakat. Sosialisasi dan aplikasi Jamsostek bagi para perangkat desa itu digelar di Kantor Kecamatan Singojuruh, Selasa (10/4). Acara yang juga dirangkai donor darah masal dan sosilasisasi Badan Amil Zakat (BAZ) itu diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja para perangkat desa. Sebab, dalam menjalankan tugas seharihari, mobilitas mereka tergolong tinggi. “Jadi, jika seorang perangkat desa sakit

SIGIT HARIYADI/RaBa

TINGKATKAN KINERJA: Camat Nanik (dua dari kanan) bersama petugas Jamsostek saat menggelar sosialisasi bagi perangkat desa se-Singojuruh.

atau mengalami musibah saat bertugas, sudah ada pihak yang menjamin,” terang Camat Singojuruh, Nanik Machrufi. Program yang bermanfaat bagi para perangkat desa, itu tentu saja mendapat dukungan penuh dari seluruh kepala desa

se-Singojuruh. Buktinya, sedikitnya 225 perangkat desa hadir dalam acara yang dihadiri Kepala Cabang PT Jamsostek Banyuwangi, Budi Santoso. Budi hadir didampingi kepala bidang pemasaran, Tri Chandra Kartika. Tak ketinggalan, jajaran

Muspika Singojuruh juga hadir. Beberapa hari sebelumnya, Rabu (4/ 4), Pemerintah Kecamatan Singojuruh juga mengadakan sosialisasi Askes kepada seluruh PNS di kecamatan tersebut. Harapannya, seluruh PNS mengerti hak-haknya sebagai peserta Askes. “Kami berterima kasih kepada Camat Singojuruh, yang telah memberikan kesempatan kepada kami, untuk mengadakan sosialisasi. Dengan demikian, seluruh informasi tentang Askes, baik hak maupun kewajiban peserta, bisa sampai kepada para peserta Askes,” tutur Kepala Cabang PT Askes Banyuwangi, Sumartin. Dua kegiatan itu merupakan sebagian dari serangkaian gebrakan yang telah dilakukan Nanik, selama menjabat Camat Singojuruh, dalam delapan bulan terakhir. “Semua kegiatan itu, kami lakukan untuk menindaklanjuti program Bupati Anas, untuk meningkatkan inovasi dan pelayanan optimal kepada masyarakat,” cetus Nanik.(sgt/adv/irw)


37

Kamis 12 April 2012

Semalam, Dua Motor Raib

PETIK LAUT

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

TIDAK SETUJU: Anggota FPI saat datang ke kantor Radar Banyuwangi. Mereka memprotes ritual Petik Laut.

MUI-FPI Anggap Syirik BANYUWANGI - Ritual petik laut yang digelar warga sekitar Pantai Boom, Kecamatan Banyuwangi, dengan melarung sesaji berupa kepala kerbau putih ke tengah laut beberapa waktu lalu, ternyata mengundang protes jamaah Front Pembela Islam (FPI) dan MUI Cabang Banyuwangi. Tiga anggota FPI Banyuwangi yang dipimpin ketuanya, H. Agus Iskandar, mendatangi kantor Radar Banyuwangi Selasa (10/4) lalu untuk memprotes petik laut dengan melarung sesaji kepala kerbau putih ke tengah laut. “Sesaji, sesembahan, dan sejenisnya, bukan bentuk peribadatan dari Islam. Itu kepercayaan animisme dan dinamisme,” cetus Agus Iskandar. Ungkapan serupa dilakukan sekretaris MUI Banyuwangi Nur Khozin Cholil. Dalam siaran pers-nya, MUI banyak menerima pengaduan soal sesaji kepala kerbau putih yang dilarung warga di Pantai Boom. “Pengurus NU Banyuwangi juga ikut protes pada kami,” terang Nur Khozin. Ritual petik laut dengan melarung sesaji kepala kerbau putih ke tengah laut, jelas dia, bukan tradisi Islam dan tidak ada hubungannya dengan Islam. Bila ingin bersyukur atas berkah atau minta berkah, hendaknya dilakukan dengan cara Islami. Seperti doa bersama di masjid atau tempat ibdah lainnya. “Petik laut yang sudah 30 tahun tidak dilaksanakan, harus dicari tahu penyebabnya juga,” katanya. (abi/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ALI NURFATONI/RaBa

Orgil Tanggung Jawab Negara SITUBONDO – Rencana main buang terhadap sembilan orang gila (Orgil) oleh petugas Satpol PP Situbondo hasil operasi Selasa (10/4) lalu diprotes kalangan anggota dewan. Sebab, langkah tersebut dinilai kelewatan. Sebab, pemerintah sangat tidak pantas melakukan aksi pembuangan ke daerah atau kabupaten lain. Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri, menyayangkan sikap pemerintah yang berencana membuang orgil tersebut. Menurutnya, semua warga negara, orgil

sekalipun, menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah. ‘’Ini amanat undang-undang. Jadi jangan asal main buang begitu saja. Seperti hewan saja,’’ kritik ketua DPC PKB itu. Bila itu tetap dilakukan, lanjut dia, berarti pemerintah sudah melepas tanggung jawab. Seharusnya, orgil maupun gepeng diberi pembinaan. Dikumpulkan di suatu tempat yang layak. Sehingga, orang yang tidak waras tersebut tidak akan berkeliaran ke manamana. ‘’Nanti dibuang, kembali lagi ke sini. Ini bagaimana,

kok tidak mempunyai prikemanuasiaan,’’ selorohnya. Solusi lain, terang dia, pemerintah juga harus melakukan kerjasama antar daerah. Nanti dalam kerjasama itu akan timbul kesepakatan antar daerah. Sehingga, masing-masing daerah akan steril dari orgil tersebut. Dampaknya, masyarakat jelas akan sangat terbantu dan nyaman tanpa risih melihat orgil yang sering berkeliaran. ’’Jangan tutup lubang gali lubang,’’ jelas politisi asal Desa Tenggir, Kecamatan Panji itu. (ton/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Corolla ‘90 •

• Honda CRV ‘01 •

BU dijual Cpt Toyota Corolla Twincam 1.6 SE Lmtd '90 Plat P bwi, warna hijau . Power Str-Pwr wdw, tape, VR, Kond bgs. An: sendiri Nego Hub. 081249111071

Dijual Honda CR-V 2001 A/T hitam metalik DK full variasi TV+Audio, istimewa, 125 juta nego. Hub: 081357409977 / 085312057777

• Daihatsu Classy ‘94 •

• Kijang Innova ‘05 •

• GrandMax PU ‘11 •

Dijual Daihatsu Classy’94 hijau tosca pwr str, pwr window, AC, tape, electr mirror, an. sendiri (P Situbondo), siap pakai, no sms hub: 081.249.437.798

Dijual Toyota Kijang Innova V XW 43 th 2005 merah mtl, hrg 148,5 jt nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Grand Max S40I RP 1,5cc/ 1.3cc PU, th 2011 hitam, hrg 83,5 jt/ 80 jt nego, barang istimewa, bisa cash/ kredit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Mitsubishi T120 PU ’10 •

• Daihatsu GrandMax ‘08 •

• Honda CRV ‘02 •

Dijual Mitsubishi T120ss PU 1.5 FDR (pickup) th 2010 biru hrg 72,5 jt nego barang istimewa, bisa cash / kredit hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu S40 IRV Grand Max (mob pen) th 2008, silver mtl, harga 78,5 jt nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda CRV RD4 2WD AT (jeep) th 2002 hitam, harga 137,5 jt nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Rumah & Tanah •

• Jl. Pajajaran •

• Job Vacancy •

• Ramayana Travel •

• Mitsubishi •

Dijual rumah SHM, LT 235/115m2, Jl. Pajajaran II/47, Hubungi: 085732321000

• Persada Regency •

SITUBONDO

Our Int’l export furniture company is seeking for highly motivated & experienced personal. 1. PROCUREMENT ENGINEER : should have an overall knowledge of metal production & finishes. The ability to prepare working drawing w/ AutoCAD /Prod invetor , to gather quotations & liaise w/ contractors so a knowledge of East Java prod facilities would be an advantage. Application to: PT Warisan Eurindo – Jl Letjen Suprapto 69 Banyuwangi – email: p.h.adhiwarna@gmail.com

Bth tng krj P/W posisi Accounting + Keuangan min S1, IPK 3; Adm + Kasir min SMU+D3 eko/akuntansi; Driver SIM B1 umum; Mekanik min SMK Otomotif Rd4. Gaji + insentiv + bonus + tunjangan total 1,2jt, SIAP LUAR KOTA, lamaran CV kirim: Jl. Ry Rogojampi 97 Bwi, 081249008778 (Bpk Sony)

Mitsubishi T120SS PU, L300 PU, Colt Diesel, Fuso,Strada Triton,Grandis,Pajero Sport/Dakar, Sedan Lancer, & prod suku cad. Servis bengkel mobilsglmerk.hubkonsultanmarkting=Bp.Hary 081234692551*0333-8902100* 085745581977.

• Dikontrakkan •

• Cluster Borobudur Side •

Rmh di Jl. Merak (dkt dgn kntor KPU), harga kontrak 3 jt/thn. Dpt utk rumah tangga, kantor, Agen, dll. Hub: 678941 / 085258746960

Cluster Borobudur Side “Free Design”, lokasi aman dan strategis, pusat kota belakang kantor Pemda Banyuwangi, type 45/90 50/90 50/110 60/200 80/200. H: Doni 081336465758, Bayu 08123457541

• Rumah & Selep Beras •

• Rumah + Mobil • DjlRmhLt156m,lt.2Hrg(Rp.350jt),Kijang''90,biru mtlk.JlGembrung270Bakungan.081231339328

• Perum Mendut Hijau •

Djl cpt rah & selep beras SHM 1.700m2 (satu lokasi) cck utk usaha, lok dpn Pasar Wringinpitu, Tegaldlimo.H:081934803237 - 081229967879

• Perum GGM • Dijual rumah Ls 98m2, lokasi Perum GGM, 2 KT, PLN, PDAM, Tlp, carport. Hub lngsung tnpa perantara 085859687870

• Job Vacancy • Our Int’l export furniture company is seeking for highly motivated & experienced personal. 2. FINISHING QUALITY ASSURANCE: should have a vast knowledge of furniture finishing methods and materials, responsible for ensuring all products meet required standard . Application to: PT Warisan Eurindo – Jl Letjen Suprapto 69 Banyuwangi – email: p.h.adhiwarna@gmail.com

• KSP BUB Jajag • Lowongan Butuh Laki & Wanita Posisi Manager LSN ( D3), Marketing+adm Lsn( SMA) jujur, disiplin tanggung Jawab menguasai wil Kec. sempu py kend sdr SIM C lam. dikirim Ke KSP BUB Jl. Yos Sudarso 6 JajagTelp. 0333-396161

• Spreading •

BANYUWANGI • STNK • HlgSTNKNopolP3753YL,an.HM.SaifulHisyam, al: Jl. Mendut Regency AA.13 RT01/04 Tmnbaru

BANYUWANGI

BANYUWANGI

HlgSTNKNopolP3879UJ,an.MiskaniAbd.Fatah, al: Laban Sukadi RT 02/05 Labanasem, Kabat Hlg STNK Nopol P 4208 ZF, an. Herdi Febri Nugroho, al: Krajan RT01/01 Wongsorejo

• Tanah Kapling Murah •

• Tanah SHM 4400M2 •

• Pelatihan Gratis •

Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

Ikuti Kursus dan Pelatihan Gratis Bagi Pemuda Bidang : Perhotelan, Pariwisata, Tour & Travel dan Bahasa Inggris, Datang langsung : Desy Education , Jl. Hayam Wuruk 75 Giri ( 0333 ) 424476 , 085 258 036 777

• Disewakan • Disewakan murah , Tanah luas 1000 M2, lok. pinggir Jln. perumahan Puri Gading Mas Permai, Dadapan, cck utk usaha rongsokan, materialan, bengkel mbl, dll Hub. 08179622454

• Kebun Bekas Sengon • Tanah daerah Tanjung Wangi (meneng), kebun bekas Sengon. Hub: 081353027992

• Jual Selep Beras • Djl cepat & murah Selep Beras LT2935m2, strategis, Hub: 081336596124, bisa nego

• PT. Kenzi • PT. Kenzie menyewakan Mobil Crane Excavator - Wales dan angkutan untuk mobilisasi excavator.Hub:Totok 081233184466

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sigiarto 081233499888, 03170338181

• Dikontrakkan • Dikontrakkan Ruko lokasi Jl. Kapten Ilyas 56, Banyuwangi. Hub: 08179694674

• Tukangkayu • DJL Ruko 2 Lantai L 435m2 Lok Jl Imam Bonjol No 57 Bwi. Cck utk Bisnis/ Perkantoran. Hub HADI 081358226569

• Sobo • Dijual murah Ruko Sobo (165jt) SHM/ IMB, LB 100m2, LT256m2, di daerah Jl. Ikan Wijinongko Sobo. Hub: 08123573571

PMII Berguru Jurnalistik SEBANYAK 16 peserta diklat jurnalistik yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banyuwangi kemarin menimba ilmu di Radar Banyuwangi. Mereka menerima materi tentang Manajemen Redaksional Media dari Direktur Radar Banyuwangi Choliq Baya di Seblang Room. Sebelumnya, rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua umum PC PMII Dalail itu sudah menerima beberapa materi jurnalistik seperti teknik menggali data, menulis berita, desain grafis dan layout. Sehari sebelumnya, PMII Banyuwangi juga menggelar seminar tentang pertambangan dan seminar HIV/AIDS yang dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas bertempat di gedung Korpri Jl AhmadYani Banyuwangi. (*)

• Gebyar Daihatsu • Miliki All New Xenia UM 22Jt, Terios UM 28Jt, Gran Max PU UM5Jt, Luxio & Sirion Disc Gede Free GPS. Hub. HADI 0815 5970 5555 / 081 233 432 555 / 087 857 409 555

Hlg STNK Nopol P 6875 YG, an. Suyit, al: Dsn. Joyosari RT04/01 Olehsari Glagah.

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 3337 EN, an. Syarifullah HZ, al:KpTrebunganTimur RW05/01 Mlandingan

• BPKB •

• Toyota Fortuner ‘10 •

Hlg BPKB Nopol P 6082 EH, an. Andriyani, al: Jl. Semeru, Mimbaan, Panji

> TOYOTA Kijang Innova ‘01< Dijual Toyota Kijang Innova G Diesel, matik, 2001 hitam, istimewa, KM 15000. Hubungi: 08113523844

BANYUWANGI • Toko + Rumah Genteng •

GERDA/RaBa

Dicari Sales motor (spreading) produk Sidomuncul untuk wilayah Bali dan Banyuwangi, penghasilan menarik, mess (Bali) Lamaran langsung ke Jl. Ikan Wijinongko 11 Banyuwangi

Dijual Perum Mendut Hijau H-2 Banyuwangi. LT 300m2. LB 185m2, Hub: 081233805808, 085236981888

BANYUWANGI

memasuki rumah dengan cara memanjat pintu depan lebih dulu. Hal itu terbukti dari bekas kaki di pintu masuk rumahnya. “Ini bekas kaki seperti orang yang sedang memanjat,” kata Purwanto sambil menunjukkan bekas kaki di pintu rumahnya. Begitu berhasil masuk halaman rumah korban, bukan hal yang sulit bagi pelaku untuk mengambil dua sepeda motor milik korban. Atas kejadian tersebut, kerugian yang dialami korban mencapai Rp 25 juta. “Kalau ditotal, kerugian saya sekitar Rp 25 juta,” paparnya. (ram/jum/wnp/jpnn)

TERJARING: Petugas Pol PP menggelandang orgil di Jl Basuki Rachmat, Situbondo, Selasa (10/4) lalu.

Djl cpt rmh & tnh LT 500m2, lok dpn trmnl Bus Muncar,cckutkusha&stratgs,Hub:082264893008

Dijual cepat Persada Regency Banyuwangi kota, type 36 full, 100 juta. 08123469203

JEMBER - Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Jember Selatan. Kali ini korbannya adalah Purwanto, 28, pengepul ikan asal RT 04/RW 05 Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Motor Yupiter 55S warna hitam keluaran tahun 2011 Nopol P 6374 MW dan sepeda motor Mio merah keluaran 2011 Nopol P 4323 LR amblas dibawa maling yang menyatroni rumahnya kemarin malam (10/4). Kejadian pencurian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 saat penghuni rumah sedang terlelap tidur. Sekawanan maling diduga

Dijual Toyota Fortuner 2.5G diesel 2010 Hitam Manual Barang Istimewa sekali, hubungi 089682142828.

TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153


38

Kamis 12 April 2012

Cetak Tiket Khusus Pelajar BANYUWANGI – Lesunya animo penonton yang menyaksikan laga Persewangi di pentas Piala Indonesia dan laga perdana Divisi Utama beberapa waktu lalu disikapi serius panitia pertandingan. Mensiasati hal tersebut, panitia berencana memberlakukan kebijakan khusus untuk mengemba-

likan antusiasme penonton datang ke stadion. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan memberlakukan tiket khusus pelajar. Tiket yang dikhususkan untuk kalangan pelajar ini mulai dijual pada laga Persewangi kontra PSBI Blitar akhir pekan ini. Selain disebar di sekolah, panitia juga akan

menjual tiket ini di loket Stadion Diponegoro. Pembeli cukup menyodorkan kartu pelajar untuk bisa membeli tiket yang satu ini. Harga tiket khusus untuk kalangan pelajar juga berbeda. Jika penonton umum dibandrol Rp 20 ribu, tiket pelajar ini dihargai Rp 10 ribu. “Jadi, untuk pelajar cukup

bayar Rp 10 ribu untuk bisa menyaksikan Persewangi,” ujar Sujoko, pengurus Persewangi. Dengan memberlakukan tiket pelajar ini, otomatis ada tiga jenis tiket yang beredar. Yakni tiket umum, pelajar, dan VIP yang dihargai Rp 50 ribu per lembar. (nic/als)

GALIH COKRO/RaBa

TINGKATKAN ANIMO: Kabar gembira bagi kalangan pelajar. Untuk menyaksikan Persewangi bermain, mereka cukup membayar Rp 10 ribu.

Renang Gondol Lima Medali

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

LOLOS: Tim sepak bola SMAN 2 Genteng (merah) gagal ke semifinal setelah kalah 0-3 dari SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi (biru) kemarin.

Pertaruhan Juara Bertahan BANYUWANGI – Duel pamungkas babak delapan besar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) akan tersaji sore di Stadion Diponegoro. Dua tim, SMKN 1 Glagah dan SMAN PGRI Purwoharjo, akan saling jegal untuk merebut jatah satu tiket tersisa di babak final four. Berstatus juara bertahan, laga ini sekaligus akan menjadi pembuktian bagi anak-anak Glagah untuk memelihara asa mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu. Di sisi lain, partai sore ini sekaligus menjadi upaya bagi SMKN 1 Glagah untuk menyelamatkan wajah tim asal Banyuwangi Utara. Maklum, di

babak delapan besar, dengan tumbangnya SMAN 1 Banyuwangi, otomatis hanya SMKN 1 Glagah yang diharapkan bisa menjaga eksistensi tim “ibu kota” dalam ajang LPI tahun kali kedua ini. Tentunya, ambisi itu akan mendapat tekanan dari sang rival, SMA PGRI Purwoharjo. Sama-sama mengusung target menang, bukan mustahil laga kali ini akan berlangsung ketat dan menarik. Konsistensi permainan akan menjadi kunci masing-masing tim untuk lolos ke babak semifinal. Sementara itu, dalam laga babak delapan besar kemarin, SMK Muhammadiyah 6

Rogojampi mengikuti jejak tim satu benderanya, SMA Muhammdiyah 2 Genteng. Meladeni SMAN 2 Genteng dalam laga yang dimainkan di Stadion Diponegoro kemarin, SMK Muhammadiyah Genteng unggul 3-0. Kemenangan juga diraih tim sepak bola SMPN 1 Siliragung. Meladeni MTSN Banyuwangi, anak-anak Siilragung berhasil mencuri kemenangan 1-0. Hasil ini mengantarkan mereka ke semifinal. Di babak tersebut mereka akan ditantang pemenang antara SMPN 2 Srono yang akan bertanding melawan SMPN 1 Sempu sore ini. (nic/als)

BANYUWANGI – Pengkab PRSI Banyuwangi masih bisa menjaga daya saingnya dalam kejuaraan daerah (kejurda) renang di Surabaya. Itu dibuktikan dengan torehan lima medali yang digondol dua atlet Banyuwangi yang diterjunkan dalam even yang digelar 7-8 April tersebut. Dua atlet PRSI yang dikirim dalam ajang itu berhasil mempersembahkan satu medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Perenang PRSI, Arin, menjadi pendulang medali terbanyak bagi Banyuwangi. Dia menyumbang satu emas dan tiga perak. Satu medali diraih Arin dari gaya kupukupu dengan catatan waktu

00.38.45 detik. Sedang tiga medali perak dicatat dari gaya dada, bebas, dan punggung. Seolah tidak mau kalah, rekan satu timnya, Hayu, juga turut menyumbang medali. Hanya saja, Hayu hanya mampu menyumbang satu medali perunggu dari nomor kupu-kupu dengan catatan waktu 01.20.32 detik. Ketua PRSI Banyuwangi Joko Triyadni mengatakan, anak asuhnya sudah menunjukkan kemampuan bersaing di pentas regional Jawa Timur. Hasil ini menjadi modal untuk menatap even yang sama tahun depan dan kejuaraan lain sepanjang 2012. “Ini sudah cukup bagus,” ujarnya. (nic/als)

Pemain Lokal Mulai Berlatih Novan Gabung Persewangi BANYUWANGI - Masalah finansial yang mendera Persewangi rupanya masih disikapi dengan sabar oleh para punggawanya. Kini pun kembali digelar latihan jelang laga lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI akhir pekan ini melawan PSBI Blitar. Ada 11 pemain yang mengikuti latihan di Lapangan Desa Watukebo, Rogojampi, kemarin. Mereka yang mengikuti latihan kebanyakan adalah punggawa asli Banyuwangi. Mereka adalah Nurcahyo, Raul Setiawan, Yusuf Efendi, Anis Mujiono, Ikrom Syafii, Samsul Arifin, dan lain-lain. Tetapi, trio pemain asing tidak tampak. Bahkan, pelatih kepala Persewangi, Yudi Suryata, tidak tampak dalam latihan kemarin. Menurut kabar, mantan taktikan Persijap itu baru akan tiba di Banyuwangi hari ini. Alhasil, latihan kemarin hanya dipimpin asisten pelatih, Bagong Iswahyudi dan Imam Hambali. Dalam menghadapi PSBI Bli-

tar, komposisi pemain Persewangi dipastikan akan berubah dan dihiasi pemain baru. Hengkang-nya tiga pemain Persewangi memaksa manajemen mencari pemain lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Pemain itu adalah Novan Charis. Pemain yang dipinjamkan oleh Persik Kediri itu resmi mengenakan jersey Persewangi dalam putaran kedua Divisi Utama mendatang. Novan bukanlah pemain asing bagi Persewangi. Pemain asal Dusun Sumberjeruk, Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring, itu merupakan anak binaan Persewangi. Dengan bergabungnya Novan, manajemen Persewangi berharap tim semakin solid. Sebab, Novan termasuk pemain potensial. Bahkan, di usia yang sangat muda, jebolan Persewangi under 17 tahun itu sudah mampu menembus skuad Persik Kediri yang juga berlaga di Divisi Utama PSSI. “Kita harap Novan bisa menjadi kekuatan anyar dalam pertandingan Sabtu besok,” ujar Nanang Nur Ahmadi, manajer Persewangi. (nic/c1/als)

DOK.RaBa

PULANG KAMPUNG: Novan Charis kembali bergabung dengan klub yang membesarkannya.


39

Kamis 12 April 2012 HALAMAN SAMBUNGAN

Pihak RSUD Sambut Baik Sidak DPRD n DOKTER... Sambungan dari Hal 29

Ternyata, kamar kecil di sana tidak berfungsi. Bahkan, salah satu keluarga pasien, Toyib Huda, mengaku berjam-jam

menahan buang air kecil. “Mulai pagi tadi istri saya cari kamar kecil, tapi semua rusak. Padahal, kamar kecil kan fungsinya cukup vital,” tutur Toyib di hadapan wakil rakyat tersebut. Sementara itu, ketiga ang-

gota dewan tersebut kemarin menyempatkan diri menemui sejumlah pasien peserta jamkesmin (jaminan kesehatan warga miskin). Kebanyakan mengaku sudah mendapatkan layanan yang baik dari RSUD Genteng.

Hanya saja, masih ada kekurangan yang mereka rasakan, yakni obat-obatan tidak tersedia. “Karena obatnya habis, saya kemarin terpaksa beli obat di apotek,” tutur Samsul Huda, pasien asal Kecamatan

Ditangani Tiga Dokter Spesialis n LUMPUH... Sambungan dari Hal 29

Penyakit TBC yang diderita pria itu sudah lama dan tidak pernah diobati hingga akhirnya berdampak pada kelumpuhan. Lalu, langkah apa yang akan ditempuh RSUD Blambangan? Sementara langkah yang akan diambil tim dokter adalah

mencegah kerapuhan tulang belakang itu melebar. Selain itu, tim dokter juga akan melakukan langkah-langkah untuk memulihkan stamina Saroji hingga fit. Pengobatan penyakit TBCnya bisa dilakukan dengan rawat jalan di puskesmas. Di Puskesmas, menyembuhkan penyakit TBC membutuhkan waktu enam bulan. ”Di se-

mua puskesmas sudah ada terapi dan pengobatan khusus penyakit TBC. Pengobatan penyakit TBC harus dilakukan secara konsisten,’’ paparnya. Berapa lama Saroji dirawat di RSUD Blambangan? Taufiq tidak bisa memastikan. Namun, dia memprediksi perawatan Saroji hanya memakan waktu sekitar satu minggu. ”Kita lakukan perawatan in-

tensif hingga benar-benar fit,’’ tegasnya. Selama berada di RSUD Blambangan, Saroji akan ditangani tiga dokter spesialis, yakni dokter spesialis saraf, spesialis paru-paru, dan spesialis penyakit dalam. ”Untuk memulihkan kelumpuhannya ditangani penuh oleh spesialis saraf,’’ tandas dokter spesialis andrologi itu. (afi/c1/aif)

Pemeriksaan Teliti tapi Cepat n PENGENDARA... Sambungan dari Hal 29

Petugas keamanan semakin mengetatkan pengawasan saat iring-iringan kendaraan rombongan Wapres Budiono melintas. Selain jalan distrerilkan dari kendaraan warga, aktivitas masyarakat juga dihentikan sejenak. Petugas tak mau kompromi dan tidak mau ambil risiko. Salah satunya ketika rombongan kendaraan VVIP tersebut melintas di bundaran taman Nusa Dua, yang berjarak sekitar 300 meter dari gedung BNDCC. Petugas mengingatkan warga di sekitar kawasan tersebut agar tidak bergerak

saat rombongan melintas. Tapi salah satu pengunjung taman yang naik sepeda pancal, tampak tak mengindahkan permintaan petugas. Walaupun sudah diminta tidak bergerak, pemuda itu tetap berusaha mancal sepedanya. Karena dia beranggapan, dia sedang melaju di jogging track taman di bawah pepohonan rindang tersebut. Toh, jogging track tersebut cukup jauh dari jalan aspal yang dilewati kendaraan rombongan wapres. Akhirnya, polisi cukup keras mengingatkan pemuda tadi agar diam di tempat dan tidak bergerak. Peringatan itu diberikan karena polisi merasa

“sayang” dengan pemuda pengendara sepeda tersebut. ‘’Diam saja, jangan sampai bergerak kalau kamu tak ingin tertembak sniper,’’ ujar polisi tadi. Oalah, saya baru sadar bahwa di beberapa tempat tersembunyi di lokasi itu banyak penembak jitu yang siap membidik hal yang mencurigakan. Sekarang kembali ke arena pembukaan Publish Asia 2012. Wapres Budiono mendapat giliran terakhir memberikan sambutan sekaligus kata pembuka. Pidato pertama disampaikan Presiden WAN IFRA Jacobs Mattews. Menyusul, pidato selamat datang dari Gubernur Bali Made Mangku

Pastika. Setelah rangkaian acara pembukaan, rombongan pejabat tersebut langsung meninggalkan lokasi acara. Nah, perangkat keamanan pun ikut bergerak cepat ‘melipat’ seluruh peralatan pengamanan di lokasi tersebut. Rangkaian karpet merah pun dengan cepat digulung. Pintu bodi detektor di gerbang masuk aula pun langsung dicopot dengan cepat. Saking cepatnya, saat pembicara pertama diskusi umum yakni pimpinan Fairfax Media dari New Zealand berbicara beberapa saat, para paspamwapres tersebut sudah tuntas membersihkan peralatannya. (c1/bay)

Tegaldlimo. Kepala Ruang Bedah RSUD Genteng, Sugeng, mengakui bahwa obat-obatan untuk pasien jamkesmin memang sering habis. “Obat-obatan untuk pasien jamkesmin memang sering habis, Mas,” tuturnya. Usai sidak, ketiga anggota

DPRD meminta pihak RSUD Genteng lebih baik dalam melayani pasien. “Dokter yang sering datang terlambat, jangan terlambat. Kalaupun terlambat, jangan terlalu sianglah. Kasihan pasien,” pinta Khusnan. Kabid Pelayanan RSUD Gen-

teng, dr. Andriyani, menyambut baik sidak yang dilakukan anggota DPRD itu. Dia berjanji akan memperhatikan masukan dari para wakil rakyat tersebut. “Iya, akan kita perhatikan, Pak, terima kasih,” ujar Andriyani menganggukkan kepala. (azi/c1/aif)

Perusahaan Wajib Penuhi Hak Karyawan n INSTRUKSIKAN... Sambungan dari Hal 29

Oleh karena itu, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, diinstruksikan mengidentifikasi perusahaan yang sudah dan belum mengikuti program Jamsostek. Dengan mengikuti program Jamsostek, masyarakat yang bekerja di sektor informal akan mendapatkan sejumlah keuntungan. Selain mendapat jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja juga akan didapat, termasuk jaminan hari tua. ”Kita instruksikan Dinas Tenaga Kerja agar mewajibkan semua perusahaan mengikutkan karyawan ke program Jamsostek,’’ tegas Bupati Anas. Jika semua perusahaan di Banyuwangi bisa melaksana-

kan kewajiban itu, maka beban anggaran pemerintah daerah untuk urusan kesehatan warga akan berkurang. Pemerintah akan berkonsentrasi pada program jamkesda dan jamkesmin. Bagi warga yang bekerja di sektor informal, ungkap Bupati Anas, masih ada problem. Namun, pihak Jamsostek menyatakan siap kerja keras untuk memecahkan problem warga yang bekerja di sektor informal itu. Para pekerja di sektor informal, seperti tukang becak dan penderes karet, memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Sebut Bupati Anas, Jamsostek miliki program jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja untuk para pekerja sektor informal dengan premi Rp 13 ribu per bulan.

Jika terjadi kecelakaan kerja atau mengalami kecelakaan dalam perjalanan kerja, maka akan mendapatkan Rp 20 juta. ”Kalau meninggal, dia akan mendapatkan 80 kali gaji yang diterima,’’ sebutnya. Oleh karena itu, Bupati Anas menyerukan warga agar meningkatkan kesadaran dalam menjaga dan memelihara kesehatan dengan memanfaatkan asuransi murah, seperti Jamsostek. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan agar memenuhi kewajiban dan hak-hak karyawan. ”Karena itu kewajiban, perusahaan wajib memenuhi,’’ tegas bupati. Dengan PT. Askes, Bupati Anas membicarakan rencana dokter keluarga bagi masyarakat. (afi/c1/aif)

Persiapkan Diri Secara Matang n ANTISIPASI... Sambungan dari Hal 29

Pada hari kedua, mata pelajaran bahasa Inggris, fisika, ekonomi, dan bahasa asing (untuk program bahasa) dan mata pelajaran tafsir (untuk program

keagamaan). Sementara itu, di hari ketiga, peserta unas akan mengerjakan soal mata pelajaran matematika. Di hari terakhir, mereka akan mengerjakan soal kimia dan biologi (untuk peserta program IPA), mata pelajaran

sosiologi dan geografi (untuk program IPS), dan antropologi, sastra Indonesia (untuk program bahasa). Peserta unas program keagamaan, hari pemungkas akan mengerjakan soal mata pelajaran fiqih dan hadits. (afi/c1/aif)

Disediakan Air Bersih dan Listrik Padukan Unsur Tontonan dan Tuntunan n TINGGAL... Sambungan dari Hal 29

Sejatinya, kemarin merupakan deadline bagi para PKL untuk pindah. Sebelumnya, Satpol PP dan petugas Tantrib Kecamatan Banyuwangi sudah woro-woro agar PKL pindah ke Jalan Letjen Sutoyo dan Brigjen Katamso. Sayang, belum semua PKL mengetahui pengumuman itu. Lantaran belum tahu ada permintaan agar pindah, kemarin sore masih ada beberapa PKL yang tetap bertahan. ”Kita akan melakukan pendekatan persuasif hingga para PKL itu berkenan pindah ke lokasi baru,’’ ujar Kepala Satpol PP, Choirul Ustadi.

Ustadi menjelaskan, PKL yang enggan pindah itu beralasan tidak tahu adanya woro-woro tersebut. Sebagian dari mereka telanjur masak dan belum mempersiapkan peralatan di lokasi baru. Di lokasi baru itu, lanjut Ustadi, masih cukup untuk menampung PKL di Jalan Ahmad Yani. ”Sekarang sudah ada tempat baru. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi PKL untuk tidak pindah,” tegas Ustadi. Pihaknya akan terus meminta para PKL pindah. Pemindahan itu bukan untuk menggusur, melainkan untuk menata lingkungan kota agar indah dan bersih. ”Jangan khawatir kehilangan pelanggan. Lokasi baru PKL akan terus kita sosialisasikan agar

masyarakat mengetahuinya,’’ ujarnya. Sejatinya, lokasi baru yang dipersiapkan pemerintah daerah itu lebih layak. Sebab, pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan tempat, tapi juga menyediakan air bersih dan listrik. Sementara itu, sejumlah PKL yang menolak pindah kembali mendatangi gedung DPRD. Mereka menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah tetap mengizinkan mereka berjualan di Jalan Ahmad Yani. Mereka mengaku akan bertahan di jalan poros nasional tersebut. Kedatangan mereka diterima langsung Ketua DPRD Hermanto. (afi/c1/aif)

Wilker Genteng 1648 Peserta n IMBAU... Sambungan dari Hal 29

Rapat tersebut dihadiri semua kasek SMP se-Banyuwangi. Menurut Sulihtiyono, try out menjadi media uji coba sekaligus latihan bagi siswa menjelang ujian nasional (unas). Dengan banyak berlatih lewat try out, anak didik diharapkan maksimal dalam mengerjakan unas. ”Panitia try out harus benar-

benar menyiapkan soal sesuai kisi-kisi ujian nasional. Bagi peserta yang masuk 100 terbaik try out SMP/MTs, Dispendik akan memberikan piagam penghargaan,“ jelas Sulihtiyono. Sekadar tahu, try out SMP/MTs merupakan kerja sama Radar Banyuwangi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs dan lembaga bimbingan belajar Sony Sugema College (LBB SSC) Banyuwangi.

Sulihtiyono berpesan agar siswa-siswi rajin belajar di rumah dan mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, juga diimbau agar menjaga kesehatan dan mempersiapkan peralatan, mulai pencil 2B, penghapus, hingga tatakan lembar jawaban komputer (LJK). “Kepada orang tua, kami berharap agar membimbing dan mengawasi anak mereka dengan baik di rumah, karena itu merupakan bagian

dari tanggung jawab,“ harap Sulihtiyono. Sementara itu, ketua Wilayah Kerja (Wilker) Genteng sekaligus Kepala SMPN 2 Kalibaru, Sarwito mengatakan, peserta try out di wilayahnya mencapai 1648. Wilker Genteng meliputi Genteng, Glenmore, Kalibaru, dan Sempu. ”Try out ini diharapkan bisa membantu dan menambah jam terbang murid dalam menghadapi unas,“ harap Sarwito. (c1/aif)

Bagikan 12 Trik untuk Sukses n PASAR... Sambungan dari Hal 29

Indeks harga saham gabungan Indonesia mengalami peningkatan dalam 3 hingga 5 tahun terakhir. Keberadaannya mampu menempatkan bursa efek Indonesia ini menduduki ranking tiga hingga lima besar dunia. Sejalan dengan itu, nilai transaksi keuangannya pun juga turut terkatrol. Bila dalam kurun waktu tersebut nominal transaksi hanya

mencatatkan pada kisaran miliaran rupiah saja. Kini total transaksi sudah mencapai angka triliunan rupiah. “Triliun itu nolnya 12 kan,” ujar Isharsaya, Kepala Divisi Pemasaran PT BEI dalam seminar nasional Peranan Perguruan Tinggi dalam Perkembangan Pasar Modal Indonesia di auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), kemarin. Isharsaya menambahkan, prospek bursa di Indonesia

cukup terbuka. Apalagi sampai saat ini tercatat baru 500 ribu saja investor yang bermain di sektor ini dari seluruh penduduk Indonesia. Bahkan untuk pialang di bursa baru mencapai 120 saja. Ini artinya ke depan keberadaan lantai bursa cukup menjanjikan. Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PT Reliance Securities Hosea Nicky Hogan juga memberikan beberapa arahan sebelum terjun ke dunia bursa efek.

Nicky membagikan 12 trik untuk sukses menekuni dunia pasar modal. Dia meminta sebelum terjun ke dunia pasar modal untuk pahami seluk beluk terkait pasar modal. Selanjutnya segera cari tahu tentang pialang yang akan ditunjuk untuk sebagai mitra kerja. ”Setelah itu tetapkan tujuan jangka panjang dalam kegiatan ini. Investasi jangka panjang cenderung memberikan imbal balik yang lebih baik,” tuturnya.(nic/c1/aif)

Tidak Mudah Dimakamkan di Ma’la n MARAH... Sambungan dari Hal 29

Suara itu sangat pelan dan hampir tak terdengar, layaknya orang mengigau. Satu-satunya yang mendengar adalah H. Imron, karena dia duduk di samping Kiai Sofyan. Lantaran merasa ada yang janggal, anggota KPU Situbondo itu memberanikan diri bertanya. Saat itulah Kiai Sofyan mengulang pernyataannya. Begitu mendengar dengan jelas, Imron langsung menangis. Jamaah umrah pun akhirnya juga menangis. “Bagaimana tidak menangis, karena tiba-tiba Kiai Sofyan meminta dimakamkan di Ma’la atau Baqi’. Itu seolah isyarat pamitan kan?”

terang Dadang. Melihat orang-orang di sekelilingnya menangis, Kiai Sofyan marah. Dia pun memberikan nasihat agar tidak meratapi kepergian setiap orang yang memiliki tempat mulia di sisi Allah. Sebab, itu sama saja merendahkan pangkat yang telah diberikan Allah. “Apalagi, waliyullah tak pernah mati. Mereka hidup karena masih melayani umat. Mereka bisa dimintai tolong untuk berdoa dan terkabulnya hajat,” kenang Bupati Dadang menirukan ucapan Kiai Sofyan. Pengasuh Pesantren Sumber Bunga, Sletreng, itu kemudian menghibur jamaah dengan mengatakan bahwa dirinya akan mati setelah pembangu-

nan payung-payung peneduh di sekeliling Masjidilharam selesai. Lantaran penasaran, Dadang dan Imron langsung mengecek ke Masjidilharam. Ternyata di tempat itu semua payung untuk meneduhkan orang salat sudah selesai semua. Namun, ada yang mengatakan bahwa masih ada payung yang akan dibangun lagi, yaitu di depan tempat imam salat. “Jadi masih terjadi perbedaan seperti itu,” imbuh bupati. Menurut bupati, tidak mudah mendapat tempat di pemakaman Ma’la. Saat Kiai Sofyan meninggal, ada 12 jenazah yang dimakamkan di Ma’la. Namun, dari jumlah itu, hanya dua orang yang diizinkan dimakamkan di Ma’la, yakni je-

nazah Kiai Sofyan dan jenazah bayi. Yang lain di makamkan di pemakaman umum. Bupati Dadang mengungkapkan, menyalatkan jenazah di Masjidilharam dan memakamkan di Ma’la tidak semudah membalik telapak tangan. Bahkan, orang-orang dekat Kiai Sofyan saat itu sudah agak pesimistis bisa mengabulkan wasiat Kiai Sofyan agar dimakamkan di Ma’la. “Banyak prosedur yang harus dilalui. Tapi beliau benarbenar orang yang dekat dengan Allah. Semua jalan yang sepertinya tidak mungkin, dengan tiba-tiba mendapat kemudahan dan akhirnya apa yang dicitacitakan beliau terkabul,” ungkap Dadang. (habis/c1/aif)

n KALA.. Sambungan dari Hal 40

Dari sejumlah lagu yang dicekal, semuanya berjenis musik dangdut. Lirik-lirik vulgar lagu di jenis musik lainnya bukan berarti tidak ada. Hanya saja tak semudah di musik dangdut menemukannya. Awal 2000-an kita sempat dihebohkan dengan grup musik Rock Jamrud yang membawaklan syair-syair lagunya yang nakal. Misalnya, ‘SurtiTedjo’ . Bahkan, dalam lagu ‘Telat Tiga Bulan’ sampai ada kalimat ’salahkah aku yang jadi mau saat melihat isi dalam rokmu’. Secara aransemen, musik dangdut lebih mendukung terciptanya lagu-lagu berlirik tidak sehat. Ini karena dangdut identik dengan goyangan. Permainan irama gendangnya mampu mengajak siapa saja untuk bergoyang. Nah, bagi sejumlah musisi, hal yang seperti itu akan bisa bertambah hidup jika didukung dengan lagu-lagu berlirik nakal. Apalagi, dangdut lebih bisa tumbuh dan besar di panggung konser. Di tengah kelesuan industri musik di tanah air, musik dangdut mampu terus bertahan dengan caranya sendiri. Ia hidup dari satu

panggung ke panggung konser lainnya. Dari tingkat hajatan sunatan, pernikahan hingga pagelaran pesta-pesta rakyat. Dangdut kemudian menjelma menjadi musik yang tak hanya dinikmati secara audio, tapi juga secara visual melalui panggung-panggung terbuka. Penikmatnya masyarakat kelas menangah ke bawah. Pada momentum inilah semuanya terpadu. Mulai dentuman musik lagu-lagu dangdut bersyair vulgar, gerakan erotisme penyanyi dengan balutan kostum super minim hingga apresiasi masyarakat. Itu bisa dilihat dari jumlah penonton yang selalu membeludak dan begitu menikmatinya mereka terhadap suguhan tersebut. Tanpa bermaksud terlalu mengkulturasikan Raja Dangdut Rhoma Irama, bangsa ini butuh lebih banyak lagi musisi dan penyanyi seperti dia. Banyak sisi-sisi positif yang bisa diteladani, khusunya dalam ruang lingkup bermusik yang sehat. Di usianya yang sudah menginjak 65 tahun dia masih terus eksis berkarya. Mampu memadukan unsur tontonan dan tuntunan dalam tiap karyanya yang bisa diterima pasar. Tentu tak banyak yang bisa seperti itu.

Lagu-lagu yang diciptakannya mengajak berperilaku baik dalam berhubungan dengan manusia, lingkungan, maupun Tuhan. Syairnya penuh dedikasi untuk membentengi moral siapa saja yang mendengarnya. Iya, bagi Rhoma Irama musik memang bukan hanya untuk kepentingan kesenangan semata. Baginya, musik adalah pertanggungjawaban kepada Tuhan dan manusia. Karena itulah, jangan heran jika Rhoma Irama pernah melarang Inul Daratista yang dikenal dengan goyangan ngebornya, membawakan lagulagu ciptaanya. Ini juga diikuti sejumlah musisi dangdut yang tergabung di Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI). Alm Fazal Dath pernah melarang lagu-lagunya dibawakan Dewi Persik yang bergoyang gergaji . Di Situbondo, ada alm KHR Achmad Fawaid As’ad yang juga menjadikan musik sebagai media dakwah. Dia membesarkan grup gambus AlBadar untuk syiar Islam dan pesantren yang dipimpinnya. Ada juga KHR Mohammad Kholil yang selalu menyertakan musik hadrah untuk mengiringi pembacaan salawat nabi. (*)

KINI NUR ASKIA SUDAH TIDAK SESAK LAGI... MELIHAT anak tumbuh dan berkembang adalah kebahagiaan setiap orang tua. Begitu juga yang dirasakan oleh kedua orang tua Nur Askia. Tak mau melihat aktifitas putrinya terganggu karena menderita flek paru-paru, warga Condong Catur, Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta ini, akhirnya memberi Askia Milkuma, minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan ba han pengawet. Bahan dasar nya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren. “Sudah 5 tahun, aktifitas Askia sering terganggu karena menderita flek di paru-paru. Saya sering khawatir melihatnya. Askia jadi batuk-batuk dan nafasnya terlihat cemas. Saya cemas sekali melihatnya, rasanya tak tenang kalau anak sakit...” Cerita orang tuanya. “Untunglah kini saya membe rinya minum Milkuma, se karang Askia sudah sehat dan tidak pernah sesak nafas lagi. Kecemasan saya sudah hilang.” Terang orangtuanya. Dengan tubuh yang sehat, kini pelajar berusia 11 tahun ini dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Melihat putrinya kini sehat, orang tuanya tergugah untuk mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu Ettawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu Ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu Ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati

air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu Ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif.Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt. Drajat Farma Jl. Gajah Mada Genteng. Apt. Dunia Sehat Jl. Yos Sudarso Jajag. Apt. Asia Jaya Jl. Rata Rogojampi. Apt. Raya Jl. PB. Sudirman. Apt. Ima Jl. Ayani. Apt. Yoma Abadi Farma Jl. Raya Srono. Apt. Al Hadi Jl. Basuki Rahmat . Situbondo: Apt Diponegoro, Jl. DiponegoroDepkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Kamis 12 April 2012

Kala Musik Sudah Jadi Terompet Setan TULISAN saya kali ini tidak mengambil tema tentang Situbondo secara khusus, sebagaimana catatan-catatan selama ini. Saya tibatiba ingin berbicara tentang musik. Khususnya musik dangdut yang begitu saya sukai. Barangkali lewat tulisan inilah kita bisa melupakan kepanikan terhadap goncangan gempa yang tiga hari berturutturut telah melanda sejumlah tempat di Kota Santri. Mungkin melalui tulisan ini, kita tidak berlarutlarut dalam kesedihan mendalam setelah tidak sampai satu bulan kehilangan dua ulama kharismatik, KHR Achmad Fawaid As’ad

dan KH Sofyan Miftahul Arifin. Saya gembira membaca berita pencekalan sejumlah lagu dangdut bersyair vulgar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Indonesia, beberapa waktu lalu. Siapapun yang masih peduli terhadap moral, pasti sangat mengapresiasi langkah tegas itu. Sebab, musik yang seharusnya menjadi salah satu media pencerahan atau perbaikan moral, justru berubah fungsi menjadi terompet setan yang secara langsung atau tak langsung mengajak pendengarnya berpikir negatif, dan terbiasa dengan perilaku-perilaku tidak sehat tersebut.

Langkah pencekalan berawal dari diperkuat KPI Pusat mencekal Lagu keberanian sejumlah KPI di daerah- Belah Duren, Paling Suka 69, dan Cinta Satu Malam. daerah. KPID Jawa Timur, Namun, yang perlu disebagai markas besar pewaspadai, jangan sampai nyanyi dangdut, memulai pencekalan justru berpencekalan sejak Oktobuah manis kepada laguber 2011. Kala itu ada lagu tidak sehat itu. Tidak empat lagu dicekal, yakni jarang, pencekalan justru Iwak Peyek, Hamil Dumenaikkan pamor. Maluan, Lubang Buaya, dan syarakat kian banyak yaWatu Cilik. Ditambah pang ingin tahu. Akhirnya da Februari 2012 lagu Pelagu-lagu itu kian boongen Dibolongin dan MoCATATAN bil Bergoyang ikut dice- EDY SUPRIYONO* ming. Seperti lagu Iwak Peyek yang kian berkibar. kal. Langkah ini disusul sejumlah KPID lainnya seperti Penyanyinya kian getol menyanyiKPID Jateng dan NTB. Kemudian, kan di acara off air maupun on air

di televisi. Di internet pun, pengaksesnya kian banyak. Bahkan masyarakat sampai hafal gerakan-gerakannya. Itu karena ikut dipopulerkan pemain program acara komedi salah satu stasiun telivisi swasta. Yang juga patut diwaspadai, jangan sampai pencekalan berbuah simpati. Jangan sampai ada kesan penyanyi-penyanyi lagu tersebut di-dholimi KPI. Sehingga akan mengundang empati dan simpati dari masyarakat. Ini belajar dari kasus Rhoma Irama – Inul Daratista pada 2002-2003 silam. Betapa niat baik dan tulus dari Raja Dangdut itu untuk membersihkan musik dangdut

dari goyangan erotisme justru berbuah celaan dan hujatan. Inul oleh media diposisikan sebagai pihak yang terdholimi. Inul Daratista kian berkibar. Tawaran manggung mengalir deras. Inilah gerbang era dimulainya penayangan dangdut erotisme di televisi. Inul dan penyanyi-penyanyi sealiran, terus menghiasi layar kaca hingga kini. Untuk urusan lagu bersyair vulgar, dangdut memang lebih mendominasi. Musisi dan penyanyi di jenis musik inilah yang sangat produktif menciptakan dan menyanyikan lagu yang memuat lirik-lirik vulgar ■ Baca Kala...Hal 39

Tak Mau Diajak Rujuk, Mantan Istri Dibunuh

IPHI

SYAMSURI/RaBa

PRESTASI: KH. Zaini Ridwan menunjukkan penghargaan IPHI Award di Bidang Lingkungan Hidup Kemarin

Raih Award Lingkungan Hidup SITUBONDO – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Situbondo mengukir prestasi. Organisasi yang dikomandani KH. Jais Badri Masduki itu menyabet IPHI Award di bidang lingkungan hidup. Award tersebut dalam rangka harlah IPHI ke-22 dan mukernas yang digelar di Diamond Compenser Center di Solo, Senin (9/4) lalu. Dalam acara yang dirangkai dengan launching wakaf pengarah haji itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan ibu Ani Yudoyono. Sejumlah menteri kabinet Indonesia bersatu dan ketua DPR-RI, Marsuki Ali juga hadir. “Kegiatan ini digelar dalam upaya melestarikan ke-mabrur-an jamaah haji Indonesia,” ungkap Wakil Ketua IPHI Situbondo, KH. Zaini Ridwan, kemarin. Grand award IPHI diikuti seluruh IPHI se-Indonesia. IPHI Pusat menyelenggarakan salah satu acara program unggulan. Yakni bidang manajemen dan administrasi, kesehatan, pendidikan, usaha dan koperasi, dakwah, dan lingkungan hidup. Dari program tersebut, diambil beberapa IPHI se-Indonesia yang berprestasi. Baik tingkat daerah maupun provinsi. IPHI Situbondo meraih prestasi IPHI Award di bidang lingkungan hidup. Penghargaan diserahkan langsung Ketua Penasehat IPHI Pusat H Tri Sutrisno kepada Wakil Ketua IPHI Situbondo KH. Zaini Ridwan. Prosesi itu disaksikan Presiden SBY. “Mudah-mudahan prestasi ini bisa ditindaklanjuti dan diimplimentasikan kepada seluruh jamaah haji Situbondo agar selalu merawat ke-mabrur-an di bidang ibadah. Ini demi meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan soial masyarakatnya. Juga bisa menjadi pelopor dalam kemaslahatan umat dalam membangun daerah. Khususnya Situbondo,” Imbuh Zaini Ridwan. (pri/adv/als)

ALI NURFATONI/RaBa

REKA ULANG: Abdus salam menjalani rekontruksi di areal persawahan Desa Peleyan kemarin.

SITUBONDO – Terjawab sudah motif pembunuhan terhadap Berta Yulinda Kusuma Wardana,26, yang ditemukan tewas di perkebunan tebu Dusun Mumbulsari, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, 24 Februari lalu. Abdus Salam, 32, yang tak lain mantan suaminya, tega menghabisi nyawa Berta karena kesal tidak mau diajak rujuk. Motif itu terkuak setelah bapak satu anak itu menjalani rekontruksi (reka ulang) di tempat kejadian perkara (TKP) kemarin. Dari beberapa adegan yang diperagakan, sebelum membunuh, tersangka yang tinggal di Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, itu sempat mengajak istrinya biduk membangun rumah tangga lagi setelah bercerai. Sayangnya niatan positif itu bertepuk sebelah tangan.

Tak pelak, pelaku kalap mata. Di TKP itu, tersangka membacok leher korban dengan sebuah kapak yang sengaja dibawa sebelumnya. Melihat kondisi korban sudah tak berdaya dan bersimbah darah, tersangka membuang jasad korban ke area perkebunan tebu tersebut. Dalam rekontruksi, polisi juga melibatkan Tolak Wibowo, warga Mimbaan, yang diduga terlibat dalam aksi keji tersebut. Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Sunarto menuturkan, sebelum kejadian, tersangka sempat merayu korban agar mau rujuk. Saat itu, keduanya jalan-jalan keliling desa. ‘’Tapi, setelah diajak omong-omongan, korban menolak diajak membangun rumah tangga lagi. Ya, akhirnya terjadilah pembunuhan itu,’’ terangnya. (ton/als)

Masykuri di Ujung Tanduk Verifikasi KPU Beres, PPP Ajukan Abdul Rahman SITUBONDO – Karier politik Maskuri Ismail sebagai anggota DPRD Situbondo terancam tamat. Sebab, proses verifikasi Pergantian Antar Waktu (PAW) politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sudah tuntas. Kemarin (11/4), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo sudah mengembalikan surat usulan PAW tersebut ke kantor DPRD. Sebelumnya, KPU menerima usulan PAW politisi asal Sukorejo itu dari

pimpinan DPRD tertanggal 3 April ada masalah,’’ cetus ketua KPU Baino 2012. Usai menerima usulan tersebut, Ali Imron di kantornya kemarin. KPU langsung menggelar Dengan hasil verifikasi rapat pleno. Setelah dicertersebut, berarti klop mati melalui tahapan-tahadengan kehendak DPC PPP pan penting, KPU menggeyang mengusulkan Rahdok nama Abdul Rahman man sebagai pengganti yang berhak menggantikan politisi yang tersangkut kamantan wakil ketua DPRD sus korupsi PSSS Situperiode 2004-2009 itu. bondo itu. Surat usulan itu Rahman berhak mengganditandatangani wakil ketua tikan Masykuri berdasarkan DPC, Ach. Muhyidin ALI N/RaBa perolehan suara pemilu leKhotib, dan sekretaris DPC, Baino Ali Imron gislatif 2009. Rahman meraih Sunardi Muhib. ‘’Selansuara persis di bawah Maskuri. ‘’Syarat- jutnya, kita serahkan kepada DPRD syarat lainnya sudah beres dan tidak dan DPRD berkewajiban menyam-

paikan ke bupati,’’ katanya. Selanjutnya, Bupati Dadang Wigiarto mempunyai kewajiban untuk meneruskan keputusan itu ke gubernur Jawa Timur. Hingga seterusnya, Gubernur Soekarwo juga mempunyai kewajiban untuk menampaikan amanah itu ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi. ’’Batas waktunya, masing-masing 14 hari,’’ kata Baino. Maskuri Ismail dikonfirmasi terkait PAW dirinya, enggan memberikan komentar banyak. ‘’Saya mau nanggapi gimana? Biar nanti saja saya tanggapi,’’ ujarnya singkat saat dihubungi via telepon selulernya kemarin. (ton/als)

Soal Pansus Renstra, Tak Perlu Dipersoalkan KEBERATAN Ketua Komisi I, Syaiful Bahri, terhadap Masykuri Ismail yang memimpin panitia khusus (pansus) rencana strategis (renstra) mendapat reaksi anggota DPRD Situbondo lainnya. Mereka menyayangkan pernyataan politisi PKB tersebut. Yusuf Mufti, anggota pansus renstra mengungkapkan, penunjukan Masykuri sebagai ketua pansus dilakukan saat Banmus

EDY SUPRIYONO/RaBa

AKTIF: Anggota organisasi perempuan Partai Golkar mengikuti sosialisasi Jampersal dan e-KTP.

Ikut Sosialisasi Jampersal dan e-KTP SITUBONDO – Program pemerintah tentang KTP Elektronik (e-KTP) dan jaminan persalinan (Jampersal) yang belum banyak diketahui masyarakat luas mengundang perhatian organisasi perempuan Partai Golkar Situbondo. Mereka ikut melakukan sosialisi kepada para anggotanya. Organisasi perempuan itu adalah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Himpunan Wanita Karya (HWK), dan pengajian Al-Hidayah. Setelah mengikuti kegiatan itu, para anggotanya diharapkan kian maksimal dalam mensosialisasikan e-KPT dan Jampersal kepada masyarakat.

Sehingga, dua program nasional itu bisa terselengara dengan lancar dan berjalan sukses. “Masyarakat bisa mendapatkan informasi yang utuh. Sehingga program ini akan bisa benar-benar termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” kata Ketua DPD Golkar, Rachmad, yang membuka acara. Sosialisasi program e-KTP dan Jampersal di kantor DPD Partai Golkar digelar Senin (9/4) lalu. Sejumlah nara sumber yang dihadirkan adalah pejabat di lingkungan Dinas Kependudukan catatan Sipil (Disdukcapil) dan dari Dinas Kesehatan. Peserta sosialisasi terdiri dari 92 orang. Mereka berasal dari

pengurus pleno dan pengurus kecamatan, serta tiga organisasi perempuan Partai Golkar. Sosialisasi dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada kader perempuan tentang program pemerintah. “Kader perempuan itu nanti bisa turut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat. Khusus untuk program Jampersal, diharapkan kaderkader perempuan Partai Golkar berada di barisan terdepan dalam mensosialisasikan karena masih banyak perempuan yang tidak memperoleh informasi memadai tentang jampersal,” kata Rachmad. (pri/adv/als)

melakukan musyawarah di Jember. Kala itu, semua sepakat Masykuri sebagai ketua. Masykuri dipilih bukan tanpa alasan. Salah satunya, karena dialah yang mengusulkan renstra segera dibentuk. Masykuri juga dinilai mampu mengemban tugas tersebut. “Siapa pun berhak berkomentar. Tetapi, saya kira mengungkit-ungkit hal yang sebenarnya sudah tidak layak diper-

soalkan bukanlah hal yang bisa dianggap baik,” terang politisi PKB itu. Terkait posisi Masykuri yang akan diPAW, tidak berimplikasi terhadap hakhaknya sebagai anggota DPRD. Sehingga, kata Yusuf, selama belum benar-benar diPAW, Masykuri tetap anggota DPRD. “Kecuali jika dia benar-benar di-PAW. Itu lain persoalan,” tegasnya. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 12 April 2012