Page 1

THE POLITICAL NEWS LEADER

Klik! website: http://www.rakyatmerdeka.co.id  REDAKSI: 021- 53699507 (EXT 727) FAKS: 021- 53671716  LAYANAN IKLAN:

SENIN, 14 SEPTEMBER 2009 ■

FAX: 021- 5333156  SERVIS PELANGGAN: 021-53674444

RP 3.500 (LUAR P JAWA RP 3.800)

Jaringan pencurian dan perdagangan ilegal kulit harimau Sumatera kian meresahkan. Polisi yakin dapat segera mengungkap jaringan tersebut. Jangan lupa, ungkap juga jaringan pencuri kulit buaya, cicak, tikus dan godzila. Polisi jangan mau dikadalin.

Dilaporkan MAKI Ke Mabes Polri

Skandal Century Seret Jenderal Susno Duadji Pelemahan KPK

Susno Duadji keseret Century. Kabareskrim yang pangkatnya jenderal bintang tiga ini, dilaporkan ke polisi oleh aktivis hukum, Bonyamin Saiman. Ketua Masyarakat Antikorupsi Indonesia itu menduga, Susno telah melanggar etika profesi.

KABARESKRIM dilaporkan MAKI ke dua tempat di Mabes Polri. Yakni, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum), dan ke Divisi Profesi Penga-

“Binatang” Sindir DPR & Kejaksaan

manan, Jumat kemarin. Susno telah menandatangani dua pucuk surat untuk Manajemen Bank Century.  BERSAMBUNG KE HAL 9

Petinggi KPK Bertanya-tanya

wakil ketua KPK Muhammad Jasin dan Bibit Samad Riyanto menyesalkan sikap polisi yang mengkriminalkan para pimpinan KPK yang sedang menyelidiki dugaan korupsi Anggoro.  BERSAMBUNG KE HAL 9

KPK Harus Tetap Diberi Wewenang Khusus Oleh: Suyanto Londrang Pengamat Hukum Universitas Krisna Dwipayana MERUNUT ke belakang, upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sudah ada sejak tahun 1960 dengan terbitnya Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang pengusutan, penuntutan, pemeriksaan tindak pidana korupsi. Pada tahun 1970, Presiden Suharto telah membentuk “Komisi Empat” yang dimaksudkan untuk memberikan penilaian yang obyektif terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh

pemerintah, dan memberikan pertimbangan mengenai strategi dan taktis serta langkah yang efektif dalam memberantas korupsi. Selain Komisi Empat, di tahun 1970 juga pernah berdiri Komisi Anti Korupsi (KAK) pada tahun 1970. Anggota KAK terdiri dari aktivis mahasiswa eksponen 66 seperti Akbar Tanjung, Thoby Mutis, Asmara  BERSAMBUNG KE HAL 9

Undangan Buka Puasa Terakhir

JK Bubarkan Tim Sukses JUSUF Kalla sudah berada di ujung pengabdiannya sebagai ketua umum partai Golkar. Tadi malam, dia mengundang sejumlah fungsionaris Golkar dan tim sukses JK Win saat pemilu untuk berbuka puasa bersama di kediaman Wapres, Menteng, Jakarta Pusat. Saat memberikan sambutan, dia menyatakan secara resmi membubarkan tim sukses pasangan capres cawapres JK-Wiranto atau dikenal dengan JK Win. “Pada hari ini, sekalian saya undang bersama pimpinan Partai Golkar dan juga Pak Wiranto untuk mengakhiri kerja sama kita pada pemilihan presiden yang lalu,” ujarnya.

Wiranto tampak di tengah-tengah hadirin. Dia mengenakan baju koko putih dan berpeci. Selain itu, juga ada Ketua Tim Kampanye Nasional Fahmi Idris, dan sejumlah pimpinan DPP Gokar dan pengurus. Juga ada calon ketua umum Golkar Aburizal Bakrie. Lalu ada Paskah Suzetta, Agung Laksono, Syamsul Muarif dan Andi Mattalatta. Khusus terhadap para undangan dari Partai Golkar, JK mengatakan bahwa acara yang dibuatnya ini adalah undangan terakhir buka puasa sebagai ketua umum Golkar. Tak lupa ia menyampikan harapannya pada pemilihan ketua umum Partai Golkar yang baru Oktober mendatang.  BERSAMBUNG KE HAL 9

GANYANG MALAYSIA: Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Honorer Indonesia (PGHI) Jawa Barat sedang mendaftar menjadi Relawan Ganyang Malaysia di Posko Bendera Jl. Diponegoro no. 58, Jakarta, kemarin.

Kalau PDIP Menolak Kenapa Tidak Boikot TIGA politisi Senayan mengusulkan pengesahan Rancangan Undang-undang Rahasia Negara (RUU RN) ditunda. Mereka adalah Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi dan Ketua Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD) Jamaluddin Karim. Mereka beralasan, RUU RN yang rencananya bakal disahkan dalam rapat paripurna DPR besok (Selasa, 15/

9), bisa menghambat demokrasi dan memberangus pers. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono yang pada pekan lalu bersama komponen pers yang lain mengeluarkan pernyataan menolak RUU Rahasia Negara menilai, usulan ketiga politisi Senayan itu agak terlambat dan setengah hati. Terlambat karena, pembahasan RUU tersebut di DPR sudah

hampir rampung. Setengah hati karena upaya menghentikan pembahasan RUU tersebut tidak serius. “Kalau PDIP serius menolak, kenapa tidak melakukan aksi boikot saja,” kata Margiono, kemarin. Meski begitu, Margiono berharap, pada detik-detik terakhir akan terjadi pemikiran ulang untuk membatalkan pengesahan RUU tersebut untuk  BERSAMBUNG KE HAL 9

SBY Jamin Parpol Koalisi Dapat Jatah Menteri

SENYUM PUASA: SBY menyalami pendukungnya saat menggelar buka puasa bersama dengan 24 parpol koalisi di JCC, Jakarta, kemarin.

WIRANTO

Tidak Sepi Job USAI pilpres, Wiranto boleh dibilang jarang muncul ke publik. Tapi kemarin, bekas panglima ABRI itu hadir di kantor Wapres untuk mengikuti buka puasa dengan Jusuf Kalla. Hadir dalam buka puasa ini para tim sukses JK-Wiranto beserta pengurus Golkar.

 BERSAMBUNG KE HAL 9

Soal RUU Rahasia Negara

ABROR RUMGAPRES

PARA pimpinan KPK menilai pemeriksaan oleh kepolisian dalam kasus penyalahgunaan wewenang terkesan sangat dipaksakan. Komisi menilai, langkah tersebut bisa berakibat pada ketidakpastian hukum. Diwawancarai tadi malam, para

WILDAN ALMASIHU ROYAN/RM

Kenapa Anggoro Dibela, Apakah Dia Sinterklas

SEJUMLAH “binatang” menyatakan keprihatinannya atas upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Mereka, para “binatang” itu mengatasnamakan dirinya Dewan Perwakilan Binatang, mengadu ke kantor ICW dan bertemu sejumlah koalisi LSM anti korupsi. “Binatang” yang datang antara lain, macan tutul, gorila, beruang madu dan kelinci. Tentu saja bukan binatang betulan, melainkan sejumlah aktivis yang mengenakan pakaian binatang. Mereka menggunakan simbol pakaian binatang untuk menunjukkan keprihatinan sekaligus kritik keras

Kendati jarang muncul, Wiranto mengaku tidak sepi job. Banyak pekerjaan politik yang saat ini sedang digelutinya. Terutama, mengurusi kegiayan di Partai Hanura. “Paling konsolidasi partai,” kata Ketua Umum Partai Hanura ini, seusai berbuka.  BERSAMBUNG KE HAL 9

SBY belum menyusun kabinet untuk lima tahun mendatang. Karena itu, dia meminta parpol pendukungnya tetap tenang dan jangan gusar tak kebagian jatah kursi menteri. “Jadi kalau sekarang beredar di media masa, talkshow, warung kopi, SMS dan dari mulut ke mulut tentang komposisi kabinet, jelas itu bukan dari saya. Karena belum saatnya kami menyusun kabinet, termasuk siapa-siapa yang tepat,” kata SBY di acara buka puasa bersama tim kamnas SBY-Boediono dan 24 parpol koalisi di JCC, Jakarta, kemarin. SBY juga menjamin, parpol koalisi yang mengusungnya di Pilpres lalu akan mendapatkan tempat di kabinet, soalnya kebersamaan yang telah

■ Catatan: Budi Rahman Hakim brh_journalist@yahoo.com

Menunggu Sang Wasit HINGGA detik ini tampaknya belum ada tanda-tanda “peperangan” akan berakhir. Kepolisian dan kini didukung penuh Kejaksaan mengeroyoki petinggi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Belum jelas betul bagaimana ujung dari pertempuran berebut otoritas, pengaruh, dan mungkin martabat korps masing-masing. Yang sudah jelas kerusakannya tentu masyarakat pencari keadilan dan cita-cita bersih-bersih negeri dari korupsi. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat biasa melihat semua ironi para penegak hukum ini. Sungguh tak terjangkau. Masing-masing institusi merasa setara maka sepertinya tidak ada yang bisa mengambil langkah cepat mengambil keputusan agar kejadian memalukan ini berakhir.  BERSAMBUNG KE HAL 9

Petinggi BI Kena Stroke Salah seorang petinggi BI terserang stroke setelah mencuatnya kasus Bank Century. Kabarnya, dia kecewa karena usulan untuk melikuidasi bank tersebut ditolak.

 BERSAMBUNG KE HAL 9

Jika ketua MPR bukan berasal dari kader mitra koalisi sungguh mengkhawatirkan bagi jalannya pemerintahan SBY. Karena, kalau ada impeachment, itu menakutkan. Kalau ketua MPR dari mitra koalisi kan bisa konsolidasi. Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid seusai buka puasa bareng SBY-Boediono di JCC Jakarta, kemarin.

24 04:22 04:32 11:51 15:05 17:53 19:02


Rakyat Merdeka Senin14 September 2009  

Rakyat Merdeka Cetak

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you