Page 10

10

TANGGAMUS - PESAWARAN - LAMSEL - LAMBAR - PRINGSEWU

SEPUTAR KABUPATEN

Protes Muli Mekhanai PRINGSEWU-Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Pringsewu banyak menuai kontroversi. Pasalnya, juara pertamanya bukan asli dari domisili Kabupaten Pringsewu melainkan dari kotamadya. Menurut salah satu tokoh masyarakat Pringsewu Imop Sutopo, bahwa seharusnya panitia pemilihan muli mekhanai lebih selektif lagi dalam melakukan penyaringan. “Untuk pemilihan muli mekhanai yang nantinya akan menjadi perwakilan Kabupaten Pringsewu panitia tidak selektif dalam melakukan penyaringan dari mulai pendaftaran sampai seleksi 10 besar,” kata Imop (27/04). Selain itu seharusnya muli mekhanai paling tidak asli domisili Kabupaten Pringsewu karena pada syarat pendaftaran harus menyertakan KTP Asli Pringsewu. Padahal masyarakat pringsewu sendiri banyak yang berpotensi dan kompeten. “Saya merasa kecewa dengan hasil pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Pringsewu karena juara pertama bukan asli domisili Pringsewu padahal masyarakat Pringsewu banyak yang berpotensi dan lebih kompeten,” uangkapnya. (cr5)

Curat, Remaja Dibekuk KALIANDA-Polres Lampung Selatan (Lampung Selatan) membekuk remaja bernama Iwan (19) pelaku pencurian dengan pemberatn sebuah sepeda motor merek Suzuki Spin warna hitam. Warga Desa Tetaan Kecamatan Penengahan ini mencuri sepeda motor milik warga Darsono warga Pasar Baru Kelurahan Bumiagung Kalianda pada 20 Sepetember 2009 lalu. Modusnya, sekitar pukul 02.30 WIB tersangka masuk rumah korban dengan cara mendongkel jendela samping. Pelaku yang diduga lebih satu orang ini, segera saja tanpa kesulitan mengambil sebuah sepeda motor Suzuki Spin warna hitam yang diparkir di dalam rumah. Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Adi Sumirat kepada wartawan mengatakan, tersangka dijerat pasal pasal 363 KUPidana tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman maksimalnya 7 tahun,” kata dia, kemarin (28/4). Mantan kasat Reskrim Polres Lampura ini juga mengaku masih mengembangkann kasus ini. Karena diduga pelaku lebih dari 1 orang. “Kami masih mengembangkan kasus ini. Karena kami duga pelaku lebih dari 1 orang,” katanya lagi. Selain itu, kasat juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga arta miliknya. Dikatakan dia, bagi masyarakat yang memiliki sepeda motor untuk melengkapinya dengan pengaman ganda, dan keadaan rumah warga untuk sering kali dikontrol, baik itu pintunya mau pun jendelanya. (yan/*)

Guru Cabuli Muridnya KALIANDA-Guru layaknya memang harus digugu dan ditiru. Tapi tidak dengan guru ini. Betapa tidak, karena kondisi rumahnya sedang sepi dan tak ada orang, Alfian (49), pengajar di SDN 1 Margajasa Kecamatan Sragi Lamsel ini nekad mencabuli sebut saja Bunga (8) muridnya sendiri. Akibatnya, siswi SD kelas 3 itu pun menjadi trauma akibat perbuatan bejat sang guru. Kapolsek Palas AKP Edy Syafnur didampingi Kanit Reskrim Aiptu Kopli Said saat dikonfirmasi membenarkan telah membekuk tersangka pencabulan terhadap gadis di bawah umur bernama Alfian seorang guru SD yang telah melakukan pemerkosaan terhadap siswanya. Dikatakan dia, berdasarkan laporan warga yang diterima pihaknya, segera memerintahkan tim buser untuk membekuk tersangka di kediamannya. Di hadapan petugas tersangka mengaku, jika peristiwa pencabulan itu terjadi saat kondisi rumahnya sedang tidak ada orang. Saat itu, kata dia, sekitar pukul 08.00 WIB dia meminta korban untuk membelikannya rokok. Karena kondisi rumah sepi sebab istri pelaku sedang berada di Kalianda untuk melayat seorang koleganya. Akibatnya, timbul hasrat dari tersangka untuk mencabuli korban. “Modusnya, korban diajak masuk kedalam kamar tersangka. Oleh tersangka, kemaluan korban dirudapaksa. Dari keterangan keluarganya, korban sempat diancam dengan menggunakan pisau badik agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain. Namun sepulang dari sekolah yang hanya berjarak sekitar 1 km dari sekolah, korban melaporkan kejadian tersebut kepada orangtuanya,” jelas Edy. (yan/*)

Ratusan Ayam Mati Mendadak SIDOMULYO-Ratusan ayam mati mendadak yang terjadi di Desa Talangbaru Kecamatan Sidomulyo diduga akibat flu burung atau akibat virus H5N1. Akibatnya, membuat sebagian besar pemilik ayam was-was. Meski telah dilaporkan ke aparat desa, hingga sekarang belum ada tindakan. Menurut sejumlah warga, kejadian ayam mati mendadak di Desa Talangbaru terjadi hampir dua bulan terakhir (Maret-April) hingga ratusan ekor yang mati. Ayam yang mati tersebut oleh warga langsung dikubur, bahkan sebagian dibuang ke kali. Beberapa ciri-ciri ayam yang mati mendadak diantaranya, keluar lendir dari hidung dan mulut, warna daging biru kehitam-hitaman dan posisi kepala menyentuh tanah. Rahmat warga Dusun Mekarsari desa setempat mengaku, ayam miliknya sebanyak 20 ekor mati secara mendadak. Mengetahui ayamnya mati secara mendadak, Rahmat mengaku, telah melaporkan kepada aparat desa setempat sepekan lalu dan hingga sekarang belum juga ada tindakan. “Begitu mengetahui ayam saya mati mendadak, saya langsung melaporkan ke aparat desa seperti yang diberitakan di TV itu mas. Namun hingga sekarang belum juga ada tindakan. Kami kawatir kalau tidak lekas ditangani, bisa habis ayam di Desa kami,” ujarnya Minggu (25/4). Kunci (60) warga Dusun Talangbaru Induk desa setempat menyatakan hal yang sama, ayamnya sebanyak 6 ekor mati yang ada di kandang secara mendadak mati. Padahal ayam tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. (yan/*)

RAKYAT LAMPUNG Kamis, 29 April 2010 - 15 Jumadil Awal 1431 H

Polisi Sudah Terima Pengaduan Resmi

3 Pria Perkosa Bergilir Editor AHMAD SOFYAN

SUKOHARJO–Paryuni alias Slamet (29) warga Pekon Pandansari Selatan mengalami nasib buruk. Pasalnya, pada Minggu siang (25/4) sekitar pukul 14.00 WIB diduga dirudapaksa secara bersama-sama oleh tiga laki-laki yang masih terhitung tetangga rumahnya. Ketiga pelaku tersebut masing-masing Supar alias Pendek (35), Suratna alias Ganden keduanya warga Pekon Pandansari Selatan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, dan Bambang warga Desa Pujiwaluyo Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran. Menurut keterangan Paryuni alias Slamet, kejadian itu bermula saat Minggu siang. Saat itu dirinya sedang menjaga warung yang ada di depan rumahnya. Nah, ketika itu tibatiba suaminya memanggilnya untuk ke rumah untuk melayani ketiga pelaku yang waktu itu berencana membeli minu-

man jenis “tuak” di rumahnya. Ketiga peminum tuak itu Pendek, Genden, dan Bambang. Akan tetapi, suaminya tak lama kemudian meminta izin untuk pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan belanjaan warungnya. Sesaat setelah suaminya pergi, tiba-tiba ketiga pelaku langsung masuk ke kamar saat korban sedang menyetrika. Sial, ketiganya berbuat nekat dengan bergilir memperkosa satu per satu. Pelaku Pendek dan Bambang berhasil menjalankan aksinya, sedangkan saat Genden hendak menggilir korban Paryuni berhasil berontak. Puas melakukan aksinya, ketiganya pergi begitu saja dengan meninggalkan uang sebesar Rp50 ribu. Atas perlakuan itu, korban melaporkan ke polmas pekon setempat. Lalu, oleh polmas dilaporkan ke Polsek Sukoharjo. Akhirnya, ketiganya dibekuk petugas polisi sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu malam di rumahnya masing-masing. Namun ironis, hanya berselang

satu hari saja, ketika pelaku kembali dilepas. Hal ini sesuai permintaan kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Kapolsek Sukoharjo AKP Misbahudin yang dikonfirmasi lewat ponselnya kemarin mengaku kasus yang menyebabkan ketiga pelaku itu dilepas karena merupakan kasus perzinahan sehingga bukan kasus pemerkosaan. “Jika sang suami menuntut, baru akan kita proses, tapi jika tidak maka tidak akan diproses karena termasuk perzinahan,” kata kapolsek datar. Terpisah, kasus yang sama terjadi pula di Kabupaten Tanggamus. Di Tanggamus kasus dugaan perkosaan ini menimpa seorang penyanyi dangdut lokal yang sering disebut biduan. Sebut saja korbannya berinisial DN, seorang penyanyi organ tunggal warga Pedukuhan Banjarnegeri Pekon Kusa Kecamatan Kotaagung. Diceritakannya, sehabis manggung di acara pesta, korban

diperkosa secara bergiliran oleh 3 orang lelaki di lokasi Pantai Wisata Terbaya Kotaagung Kabupaten Tanggamus, Sabtu Malam (24/4). Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Yusman Dwi Heni mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Deny Pudjijanto mengatakan, keterangan korban yang mengadukan kejadian perkosaan tersebut, malam itu artis dangdut tersebut manggung pada acara pernikahan di Pekon Gedungjambu Kecamatan Kotaagung Barat. Usai manggung DN dijemput dengan ojek langganan yang biasa mengantar jemput. Setelah beranjak meninggalkan panggung, korban tak langsung pulang ke rumah melainkan meminta kepada tukang ojek untuk mengantarkan ke rumah si tukang ojek. “Pada malam itu, permintaan korban ditolak oleh tukang ojek. Kemudian tukang ojek tersebut menawarkan untuk mengantarkan DN ke rumah temannya yang masih satu propesi dengan DN di daerah Keca-

matan Wonosobo,” kata kasat. Belum sampai di tempat yang tuju, DN kembali mengurungkan niatnya dan meminta si tukang ojek untuk mengantarkannya di Pantai Wisata Terbaya dengan menemaninya mengobrol di sana (pantai, Red). Karena lokasi pantai tampak sepi dan terasa dingin, akhirnya DN dan si tukang ojek sempat melakukan hubungan badan layaknya suami istri. “Ternyata perbuatan mereka berdua ikut disaksikan oleh 3 pria bertopeng, yang kemudian langsung menodong dan mengancam DN dan situkang ojek tersebut,” ujarnya. Dengan mengancam mengunakan pisau, ketiga pria bertopeng meminta DN untuk membuka seluruh pakaiannya dan memeksa DN merelakan tubuhnya untuk dinikmati oleh ketiga pelaku secara bergiliran. Tak terima dengan kejadian itu, keesokan harinya DN langsung melaporkan perihal kasus tersebut ke Mapolres Tanggamus. (cr5/cr4)

Muskab Askumindo, Ahmad Fauzi Terpilih Editor AHMAD SOFYAN

PRINGSEWU-Asosiasi Konstruksi Umum Indonesia (Askumindo) Badan Pimpinan Kabupaten Pringsewu mengadakan muskab ke-1 di gedung IGKB Jalan Kenangan 2 Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Dalam muskab itu ketua terpilih Ahmad Fauzi MS mengatakan, bahwa terbentuknya Askumindo di Kabupaten Pringsewu ini untuk menjalin kemitraan kepada pihak pemerintah sebagai tempat usaha yang bergerak di bidang kontruksi. “Askumindo merupakan tempat usaha yang bergerak dalam bidan konstruksi maka perlu adanya kerjasama dengan pihak pemerintah khususnya Kabupaten Pringsewu dalam melakukan pembangunan ke depan,” kata Ahmad Fauzi MS (28/04). Sementara itu, Ketua BPP Askumindo Provinsi Lampung Muklisin Ali, meminta untuk meningkatkan peran serta dalam melaksanakan pembangunan baik tugas dan fungsi agar terciptanya pembangunan yang baik. “Untuk itu saya meminta agar pengurus Askumindo dapat meningkatkan semangat di setiap insane dan membangun kerjasama kesemua pihak karena merupakan tempat terhimpunnya usaha konstruktor yang profesional,” ungkapnya. Selain itu, Askumindo dapat melahirkan pemikiran, rencana pembangunan yang baik dan dapat meningkatkan peran aktif dalam masyarakat. Asisten II Gatot Susili dalam sambutannya mengharap adanya kerjasama yang baik dengan pihak pemerintah dan untuk memfasilitasi karya-karya dengan cara-cara yang baik. “Saya mewakili dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengucapkan selamat atas terbentuknya ASKUMINDO dan ke depan bisa melakukan kerjasama yang baik dengan pihak pemerintah khususnya Kabupaten Pringsewu,” pungkasnya. (cr5)

FOTO IST.

KEBAKARAN. Terlihat, warga korban kebakaran Kiki (4) warga Pesisir Banding Kecamatan Rajabasa mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat rumahnya terbakar. Foto dibidik saat korban menjalani perawatan di RSUD Kalianda.

2.000 Petugas SP Direkrut BPS Lamsel Editor AHMAD SOFYAN

KALIANDA-Dari 1-31 Mei mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melakukan sensus atau pencacahan di tiap-tiap rumah tangga. Untuk itu, BPS telah merekrut 2 ribu petugas sensus penduduk (SP) yang berasal dari warga setempat. Petugas SP itu tersebar di 281 desa se-Kabupaten Lampung Selatan akan menghitung jumlah penduduk dan kondisi perumahan setiap warga. Dalam sensus itu, mereka juga bertugas mencatat nama, tempat tanggal lahir, pendidikan, status pwrkawinan, pekerjaan, kecacatan, kesehatan, ke-

matian hingga mendata kepemilikan jaringan telepon rumah. Kristbanu Aji kasi Sosial BPS Lamsel mengatakan, sebanyak 2 ribu petugas SP sudah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan SP selama satu bulan penuh ke depan. “Saat ini, petugas sudah mulai melakukan penelusuran wilayah. Penelusuran wilayah ini dilaksanakan hingga akhir bulan ini.” kata Banu, kemarin (28/4). Menurut dia, untuk menghindari main tembak dan asal-asalan dalam mendata sensus, pihak BPS merekrut tenaga SP dari warga desa setempat. “Setidaknya 4 atau 5 orang petugas data dalam satu desa di pimpin oleh

satu koordinator tim. Mereka akan menghitung jumlah penduduk dan kondisi perumahan warga. Apakah berlantai semen atau masih tanah,” ujar dia. Dikatakan dia, sensus yang akan diselengarakan ejak 1-31 Mei mendatang itu akan bekerjasama dengan media cetak dan elektronik. Ini dilakukan karena ingin memberikan informasi kepada penduduk tentang pentingnya sensus. Banu juga menyebutkan pentingnya Sensus Penduduk 2010 (SP2010) ialah akan memotret keadaan masyarakat apa adanya. Kemudian, sebagai sumber data dasar kependudukan sampai tingkat desa/kelurahan. (yan/*)

Diduga Proposal Hilang Telah Dicairkan Editor AHMAD SOFYAN†

FOTO SOLIHIN.

MUSKAB. Ketua Askumindo Ahmad Fauzi MS saat memyampaikan sambutannya pada acara muskab ke-1 di gedung IGKB Jalan Kenanga 2 Pringsewu.

GEDONGTATAAN-Hilangnya proposal milik LSM Swarnadwipa dan Pesawaran Adventure Community (PAC) masih mengundang pertanyaan besar. Apalagi, status proposal itu sudah mendapatkan disposisi penjabat Bupati Pesawaran Haris Fadillah. Seperti diungkapkan ketua organisasi itu yang mengaku mendapatkan pengalaman yang cukup berharga dengan adanya peristiwa ini. Apalagi, proposal itu sudah mendapatkan persetujuan dan didisposisikan ke

Dinas Perkebunan dan Kehutanan setempat. “Bila keadaannya seperti ini, justru kami curiga. Kami malah menduga proposal tersebut sudah dicairkan namun tidak diberikan kepada kami. Apalagi, proposal sudah mendapatkan persetujuan bupati dan didisposisikan ke Dinas Kehutanan,“ terangnya. Dirinya juga mengaku untuk mendapatkan kejelasan proposal itu telah bertanya langsung ke penjabat bupati Pesawaran. “Jawab Haris, proposal telah didisposisikan ke Dinas Perkebunan dan Kehutanan,” katanya me-

nirukan apa yang telah diucapkan pejabat bupati tersebut. Meski demikian, lanjut Sugi, pihaknya mengaku bersyukur karena kegiatan tetap berjalan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. “Ini semua berkat bantuan masyarakat Desa Wiyono dan Desa Kebagusan,” tandasnya. Semantara itu, Kabid Disbunhut Asep mengatakan, proposal milik LSM PAC tersebut sudah diberikan kepada kepala dinasnya. Bahkan, nota dinas disposisinya masih ada sehingga proposal itu pasti sudah dibaca. (cr3)

RAKYAT LAMPUNG | KAMIS, 29 APRIL 2010  

SKH Rakyat Lampung

RAKYAT LAMPUNG | KAMIS, 29 APRIL 2010  

SKH Rakyat Lampung

Advertisement