Page 6

KAMIS 6 SEPTEMBER 2012

Rakyat Aceh

29 Guru Lulus PPG di Unimus

BIREUEN- 29 guru dari tiga kabupaten pada angkatan pertama berhasil lulus mengikuti Program Profesi Guru selama enam bulan di Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen. Mereka berhak memperoleh sertifikat yang diserahkan Rektor Unimus, kemarin. Hanya seorang peserta dinyatakan gagal dalam program itu.

REKTOR Unimus Peusangan, Drs Amiruddin Idris,SE,M.Si menjelaskan, program pendidikan ini mempersiapkan lulusan S1 kependidikan-non kependidikan. Memiliki bakat, minat, jadi guru yang menguasai kompetensi, sesuai standar nasional. Sehingga dapat memper-

oleh sertifikat pendidikan propesional pada pendidikan dasar. Selain Unimus, Unsyiah juga ditunjuk sebagai penyelenggara sesuai SK Mendiknas. Sementara itu, Ketua Pengelola PPG Unimus, Drs H.Hambali,Mpd, menambahkan, tahun 2012, LPTK

Unimus menerima 90 peserta khusus Guru SD. Semua biaya ditanggung pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional c/q Dirjen DIKTI. Untuk Unimus Peusangan, pelaksanaan program itu, sudah ada perjanjian. Perjanjian dimaksud, berkaitan.

Sapi Bermatian, Proyek Ketapang Dinilai Gagal TAKENGON - Program pengembanngan sapi yang digulirkan oleh Pemerintah Aceh Tengah, sejak tahun 2004 di lokasi Peternakan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Ketapang, Kampung Uwaq, Linge dinilai gagal. Betapa tidak, sejak tahun 2010-2012, ratusan sapi yang berada dijilid II Ketapang mati lantaran terserang penyakit gondok (bengkak dileher), meskipun telah diobati. merima 13 ekor. Namun kini hanya 7 sapi lagi yang tinggal karena telah banyak yang mati. Matinya sapi secara mendadak membuat kami sebagai petani merugi,”kata Yunus. Kepala UPTD Penernakan Ketapang dari Dinas Penernakan Aceh Tengah Rahmandi kepada Rakyat Aceh, sejauh ini ada sembilan petugas UPTD, Lima orang pegawai dan empat orang honorer yang di tempatkan di Peternakan terpadu Kecamatan Lingge. Diakui Rahmandi memang petugas UPTD sangat jarang ada di tempat, mereka lebih sering pulang ke Takengon. (ron)

rakyat aceh/roni juanda

MATI : Seekor sapi mati di lokasi Peternakan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Ketapang, Kampung Uwaq, Linge.

Nonton Sejarah Kemerdekaan Listrik Padam REDELONG – Meski listrik padam, santriwan – santriwati Pesantren Ahlulsunnah Wal Jama’ah Bener Meriah tetap bisa menyaksikan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, melalui Film Dokumenter Radio Rimba Raya (RRR), kemarin malam (3/9). Namun beruntung pihak Pesantren Ahlulsunnah Wal Jama’ah yang berada di kawasan Kampung Simpang Balik, Weh Pesam tersebut telah menyiagakan satu unit ginset untuk mengantisipasi pemadaman arus listrk tersebut. Badrun, warga setempat yang turut hadir menyaksikan film sejarah merebut kemerdekaan itu, kepada Rakyat Aceh berujar, ia juga merasa heran mengapa ‘mati lampu’ itu terjadi. “Karena pada malam-malam sebelumnya,” kata Badrun, arus listrik berjalan normal. Amatan Rakyat Aceh yang turut serta bersama Sutradara Film RRR, Ikmal Gopi yang tiba dari Jakarta, selain seratus Santri Pesantren yang berdiri sejak 1989 tersebut, warga sekitar terlihat antusias dan serius menyaksikan tayangan film RRR yang diputar disebuah layar berukuran sekitar 2 x 2 meter dihalaman Pesantren setempat. Bahkan, sebagian para Santri rela duduk di atas tanah yang beralaskan tikar. Pimpinan Pesantren setempat, Budiman, BA, dalam kata sambutannya menegaskan kepada para Santri dan warga Simpang Balik yang hadir, bahwa peran dan fungsi RRR sebagai corong kemerdekaan Republik ini. “Tidak ada Indonesia Raya tanpa Radio Rimba Raya. Ini menurut perjalanan sejarah. Karena Radio Rimba Raya-lah yang menyuarakan kepada ke seantero dunia bahwa Indonesia masih ada,” tegas Budiman, seraya berterima kasih kepada sang Sutradara yang berkenan hadir membawa Film RRR ke Pesantren yang ia pimpin. (yus)

SDN Selure yang Roboh Segera Dibangun Drs.Nasaruddin

SEORANG peternak Ketapang, M.Yacob kepada Rakyat Aceh, kemarin (3/9) mengatakan, matinya ratusan sapi di Ketapang, yang dikelola oleh 100 Kepala Keluarga (KK) terkena penyakit lantaran minimnya air dan pakan ternak. Kegagalan proyek tersebut, katanya, karean petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) dari Dinas Peternakan Aceh Tengah juga sangat jarang ada di tempat sehinga tidak pernah mengontrol petani peternakan terpadu. “Dari jatah 15 sapi yang dijanjikan, saya pribadi baru

Pembagian wilayah dengan Unsyiah, tentang wilayah kerja rekrutmen, ada 11 kabupaten-kota. Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Gayo Lues. (rah)

iklan baris

TAKENGON – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah berjanji segera membangun kembali tiga unit bangunan Sekolah Dasar (SD) yang roboh di Kampung Selure, Kecamatan Bintang, (24/8) lalu. Robohnya gedung belajar tersebut, karena konstruksi bangunan yang sudah tua, sehingga

dimakan rayap. ”Insya Allah, Jum’at pagi, saya ke Jakarta langsung menghadap Direktorat Dinas Pendidikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dikjar) Aceh Tengah, Drs.Nasaruddin, kepada Rakyat Aceh, Rabu (5/9) sembari meminta dukungan doa semoga berhasil. Dijelaskan Nasaruddin, sekolah SD Desa Selure itu dibangun pada awal tahun 70-an, dengan mengunakan papan, sehingga pondasi bangunan tidak

bisa menahan beban. “Memang sejak awal sudah menjadi prioritas Pemerintah untuk di bangun, tapi terkendala dengan anggaran,” ujarnya. Untuk membangun kembali tiga kelas itu, sambungnya, pusat telah mengalokasi dana senilai Rp 500 juta lebih bersumber Anggaran Pembelanjaan Biaya Negara (APBN). “Kita sudah memenuhi semua persyaratan untuk mengambil dana tersebut,” jelasnyanya. (ron)

EDISI RAkyat ACeh, Metro ACEh, 6 SEPTEMBER 2012  

RAkyat ACeh, Metro ACEh, bERIta Daerah , BAnda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Alas, Mallekusaleh, cakra donya, Leuser,

Advertisement