Issuu on Google+


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

PENGUSAHA

13


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

B

iasanya, orangtua menganjurkan kepada anak-anaknya untuk mengikuti profesi yang digelutinya. Salah satu penyebabnya, kesuksesan dan pengalaman yang telah dijalani bisa ditiru oleh anaknya. Tidak sedikit orangtua yang bukan hanya menganjurkan tetapi “memaksa” sang anak agar seperti mereka. Bahkan para orangtua rela mengeluarkan biaya besar agar anak-anaknya menjadi seperti mereka.

Dr. L. Ariawan Widyanto, SpBp

Dokter Spesialis Bedah Plastik

Menjadi Dokter Karena “Terpikat” Jejak Orangtua

14

Namun, tidak semua orangtua memaksakan kehendak bagi masa depan anak-anaknya. Orangtua yang demokratis cenderung membiarkan anak dan masa depannya sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. Anak-anak tidak harus menjadi seperti orangtua, tetapi tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri. Orangtua yang ingin membentuk anakanaknya seperti mereka harus mencontoh cara yang dilakukan oleh Prof. DR. Dr. Lukas Widyanto. Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini tidak pernah memaksa ketiga anaknya untuk menjadi dokter. Ia “hanya” sering menceritakan tentang serba-serbi dunia kedokteran dan membawakan souvenir seputar pekerjaan yang digelutinya.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Orangtua ‘memikat’ saya untuk menjadi dokter dengan menceritakanasiknya profesi yang digeluti setiap pulang kerja. Ia juga membawakan gimmick-gimmick menarik seputar dunia kedokteran, seperti bloknote menarik, mainan bagus-bagus dan luculucu. Selain itu, ia juga sering bercerita tentang segala macam mengenai bagaimana gejala penyakit, logika pengobatan, proses penyembuhan pasien, pentingnya berjiwa sosial dan lain-lain,” kata Dr. L. Ariawan Widyanto, SpBp., mengenai cara sang ayah dalam memikat dirinya untuk menjadi seorang dokter. Dokter spesialis bedah plastik tersebut mengisahkan, sang ayah tidak hanya bercerita tetapi juga memberikan bukti bagaimana dengan ilmunya telah menolong banyak orang. Setiap hari Natal dan lebaran setidaknya 30-40 buah parsel dikirimkan ke alamat rumahnya. Begitu juga dengan kue tart, yang karena saking banyaknya kiriman harus dibagibagikan ke tetangga dan orangorang yang membutuhkan. Perlahan namun pasti, Ariawan panggilan akrabnya merasa tertarik dan terpanggil untuk mengikuti jejak sang ayah. Setelah lulus SMA, ia diterima di FK Unair, tempat ayahnya mengajar. Meskipun saat SMA tidak terlalu rajin belajar, tetapi teman-teman satu angkatan yang rata-rata juara kelas dari seluruh SMA di Indonesia, membuat motivasinya bangkit. Ia terpaksa mengorbankan waktu untuk “bermain” dengan belajar keras setiap hari. “Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Kakak saya yang perempuan bahkan tidak mau mengambil kedokteran karena pasti tidak sempat untuk merawat dirinya, karena memang pelajaran di kedokteran sangat dalam dan tidak bisa ditingal-tinggal. Apalagi kalau saya lihat saingannya juara-juara kelas semua dan belajar selama delapan jam per hari, dan nilainya A semua. Sementara nilai saya C semua karena belajar hanya dua jam per hari. Otomatis saya terpaksa belajar dan ketika saya rajin, nilai saya mulai ada A dan B-nya,” kenangnya.

Bedah Umum Setelah menyelesaikan pendidikan S1 Kedokteran, Ariawan termotivasi untuk mengambil spesialisasi bedah plastik. Motivasinya terlecut karena seorang professor di Surabaya sering melakukan operasi bibir sumbing. Operasi untuk mengembalikan kelainan bentuk bibir menjadi normal tersebut seolah menggugah naluri seninya. Karena ia senang melukis dan pekerjaan tangan (prakarya) lainnya.

15


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Waktu SMP pekerjaan tangan saya mendapat pujian dari guru, bahkan mendapat nilai sempurna, 100. Berdasarkan hal itulah yang membuat saya lebih condong untuk memilih bedah plastik sebagai spesialisasi,” tutur ahli bedah plastik yang berpraktik di beberapa rumah sakit, antara lain Royal Taruma, RS Medistra, Siloam Hospitals dan bekerjasama dengan klinik miracle dan Clinique suisse tersebut. Sayangnya, di almamaternya, FK Unair, Ariawan justru tidak mengambil spesialisasi bedah/ bedah plastik. Meskipun sang ayah professor dan dosen-dosen di fakultas tersebut adalah anak didik ayahnya, rupanya faktor tersebut tidak berlaku. Ia melanjutkan pendidikan spesialisasi di luar negeri dengan negara tujuan adalah Belanda. Sayangnya, professor yang menjadi sponsor Ariawan “keburu” pensiun sehingga bukan bedah plastik spesialisasi yang diambilnya. Akhirnya, dengan terpaksa ia mengambil spesialisasi bedah umum. Suatu hal yang belakangan ternyata menjadi advantage bagi kariernya di kemudian hari. Bedah umum memberikan pengetahuan tentang dasar2 operasi segala hal mengenai pengobatan manusia melalui pembedahan. “Dengan mengambil bedah umum, semua masalah bedah saya menjadi tahu. Apalagi di luar negeri, pengajar benar-benar mau berbagi ilmu untuk menjadikan mahasiswanya menguasai materi yang diajarkan. Jadi dasarnya menjadi lebih kuat sehingga ketika saya melanjutkan bedah plastik di Belgia saya langsung lancar saat operasi. Praktik untuk operasi pun cukup banyak, sehingga waktu di bedah umum saya mendapat 1000 operasi dalam lima tahun. Dan ketika di Belgia selama tiga tahun juga dapat 1000 operasi bedah plastik,” katanya. Saat mempelajari bedah plastik di Belgia, Ariawan sudah tidak menemukan kasus bibir sumbing lagi. Kebanyakan, bedah plastik yang ditangani adalah kosmetik, luka bakar dan rekonstruksi seperti bagian tubuh yang terpotong seperti penyambungan tangan putus dan anggota tubuh lainnya. Saat belajar bedah plastik, selalu diajarkan untuk menghindari risiko sekecil mungkin dan trick/ cara2 tehnik operasi tertentu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Termasuk bagaimana efek bedah dan cara-cara menghindarinya sehingga didapatkan hasil yang maksimal. “Harus dipelajari dengan baik tentang segala hal mengenai risiko-risiko yang harus dihadapi,” imbuhnya. Hasil belajar lima tahun spesialis bedah umum dan tiga tahun bedah plastik tidak sia-sia. Keahlian dalam bidang bedah plastik dan kosmetik yang digabungkan dengan kepiawaian dalam bidang seni lukis dan prakarya, membuat Ariawan berkembang

16


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

menjadi seorang pakar. Bahkan kalau dilihat dari ijazah diploma yang dipegangnya, “grade” keahlian dirinya berada pada level tertinggi, standar Eropa, lebih tinggi dari standar dokter di Negara2 tetangga kita. Saat saya hampir lulus, dan setelah lulus beberapa RS di singgapura mengontak saya untuk bergabung. Tetapi saya menolak karena 75 persen pasiennya berasal dari Indonesia. Buat apa, mending mereka berobat di sini saja,” kata dokter bedah plastic di Klinik Kecantikan “Miracle, kemang” ini. Diploma bedah plastik yang diperoleh Ariawan, menurut petugas Deplu & menkes Belgia yang dilapori saat akan pulang ke Indonesia, setara dengan bedah plastik Eropa, berarti dapat bekerja di 3000 perguruan tinggi di seluruh dunia. Dengan diploma tersebut, ia bisa diterima di negara manapun di seluruh Eropa, Amerika dan negara2 berkembang. Diploma tersebut sangat jarang dikeluarkan bagi tenaga kesehatan asing dari luar Belgia dan Eropa. Sepulang dari Belgia saat mengurus ijin untuk beradaptasi “Kata teman-teman, paling cepat satu tahun. Tetapi tahun 2005 itu hanya perlu tiga bulan saja. Puji Tuhan, saya mendapat berbagai kemudahan meskipun ayah sempat sempat meragukan dalam hati kemampuan saya untuk mencapai cita2 menjadi bedah plastik. Bahkan saya dianggap tidak mungkin berhasil, lha masuk bedah/bedah plastik Unair saja mendapat kesulitan kok. Tetapi karena melihat niat dan kemauan kuat saya, akhirnya ayah saya mendukung dan menyokong dengan sepenuh hati. Mengeluarkan biaya besar pun tetap didukung, meskipun keraguan terus membayangi mereka,” ujarnya. Hal tentang keraguan ini baru di utarakan ayah saya setelah saya selesai pendidikan..

Standar Tinggi Setelah di Indonesia, Dr. L. Ariawan Widyanto, SpBP., lebih banyak menangani bedah kosmetik, yakni bedah untuk mempercantik penampilan. Peminatnya di Indonesia cukup banyak, bahkan pasien bedah kosmetik di Singapura 75 persen berasal dari tanah air. Tidak heran, dalam dua tahun terakhir, Ariawan menangani 700 kasus bedah kosmetik. Dimana 75%nya (500 pasien) operasi liposuction. “Yang harus diketahui adalah dalam bedah plastik itu tuntutannya tinggi. Standar dalam bedah plastic sangat tinggi karena yang dibedah itu bukan orang sakit sehingga dalam pertimbangan kita tidak boleh salah.

17


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Hal ini hanya dapat di capai dengan belajar langsung dari pakar dokter bedah plastik yang ahli, sehingga kita di bimbing, berdiskusi menyamakan pola berpikir agar kita tidak mengulang kesalahan sama yang sudah mereka maupun guru mereka perbuat, maupun bereksperimen pada pasien. Karena bedah plastik adalah ilmu yang baku, dan sudah ada berpuluh2 tahun, yang tidak mungkin kita kuasai hanya dengan kursus/ membaca bukunya. Seperti halnya seorang pilot pesawat, kita tidak bisa mengendalikan pesawat hanya membaca buku panduan dan spesifikasi pesawat saja, kita butuh guru yang mengajarkan, membimbing, menunjukkan, memperbaiki kesalahan dan memberikan praktek latihan kepada kita. Sehingga begitu kita mendapat ijazah berarti kita sudah di anggap mampu melakukan yang di ajarkan. Bagai seorang pilot yang harus mengenal berpuluh2 panel alarm dan tombol2 di kabin pesawat, seorang bedah plastik juga harus mengenal berpuluh2 parameter batas bahaya dan aman. Pertanyaan nya sekarang siapa yang berani naik pesawat yang di kemudikan oleh pilot yang tidak berijin dan tidak punya ijasah, yang mungkin hanya ikut kursus 2 minggu saja? Ini sama halnya di operasi oleh dokter yang tidak berijin bedah plastic, yang mengikuti kursus 3-4hari di luar negeri tetapi mengganggap dirinya mampu dan memaksakan diri untuk melakukan tindakan operasi plastik. Hal ini serupa dengan banyaknya plasticoid (seseorang yang melakukan tindakan bedah plastik tanpa melalui pendidikan formal dan transfer ilmu dari beberapa orang bedah plastic lain) mereka secara moral & etika kedokteran tidak bertanggung jawab karena pertama mereka tidak berijin praktek, kedua mereka membahayakan pasien karena melakukan tindakan berdasar ekperimen sendiri trial & error (coba2) yang pasti tingkat kegagalan jauh lebih tinggi dan pasti memakan korban jauh lebih banyak.. Kebanyakan pasien sehat dan tidak sakit yang hanya ingin tampil lebih cantik. Jadi maunya tinggi, sempurna karena sudah mengeluarkan biaya yang banyak,� ujar pria kelahiran Surabaya, 15 Maret 1967 ini. Dengan keahlian yang dimilikinya, Ariawan tidak takut dalam menghadapi banyaknya salon kecantikan atau dokter yang mengaku ahli bedah plastik. Karena mereka hanya menguasai satu atau dua jenis tehnik operasi saja, sedangkan bila melalui pendidikan formal bedah plastik ada kurikulum nya, sehingga kita di ajarkan

18


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dari operasi kecil sampai besar, dari rambut sampai kaki, Dari kulit sampai organ dalam. Menurut suami Martina Claudia L. Tobing ini, adanya praktik illegal tersebut merupakan tindak pidana penipuan. Karena mereka berpraktik tidak secara terang-terangan dan beroperasi lewat jaringan serta promosi dari mulut ke mulut. “Ini masalah uang yang bisa mengubah kode etik sehingga segala sesuatu bisa dihalalkan. Karena nilai uangnya memang sangat besar,” ujarnya. Meskipun saat ini dinas kesehatan bersama organisasi profesi mengawasi dan menindak keras pelanggaran ini, karena melakukan tindakan yang di luar kompetensinya.. jadi bisa di bayangkan hal ini sama seperti dokter kandungan mengoperasi patah tulang, dokter kulit melakukan operasi jantung, dokter jiwa melakukan bedah otak. Sementara bagi ahli bedah plastik yang legal, menurut Ariawan bisa berpromosi lewat majalah dan media informasi lainnya. Sementara yang legalitasnya meragukan melakukan promosi dari mulut ke mulut dengan hasil kerja yang tidak permanent, sering terjadi “kecelakaan” fatal dan sering berpindah tempat dan dilakukan di tempat2 yang tidak wajar untuk operasi dan konsultasi (di apartemen, hotel, café, rumah pribadi), dan tidak dapat menunjukkan identitas bahwa dirinya seorang ahli bedah plastik . “Di sisi lain pasien yang puas akan tetap menggunakan jasa dokter bedah plastik tersebut, karena percaya dengan jasa-jasanya, mungkin untuk waktu puluhan tahun kemudian, bahkan bagi anak-cucu keturunan pasien tersebut,” imbuhnya. Namun dibalik kesuksesan yang telah diraihnya, Ariawan harus merelakan waktuwaktu berharganya bersama keluarga. Bagi kedua anak balitanya -seorang putri dan seorang putra berumur satu tahun tujuh bulan dan satu bulan- ia harus “curi-curi” waktu. Ia bisa saja mengatur waktu operasi dengan pasien, tetapi waktu kembali ke rumah yang tidak bisa ditentukan. “Kalau operasi jam-nya bisa diatur, tetapi pulangnya yang susah. Itu yang mesti kita atur dengan baik. Kalau di sudah di rumah main dengan anak atau jalan bersama ke mall,” ungkapnya. Kepada generasi muda, Ariawan berpesan agar mereka memiliki kemauan dan semangat belajar yang kuat. Jangan sampai mereka hanya mendapat gelar karena kekuatan uang yang berakibat menurunkan standar kualifikasinya. Semakin tinggi gelar yang di sandang semakin tinggi tanggung jawab nya. “Seseorang baru bisa maju kalau dipacu, dan kita bertanggungjawab terhadap dirinya masing-masing. Itu harus ditekankan kepada anak-anak. Karena mencari jalan pintas itu adalah sikap tidak terpuji. ingin cepat kaya tetapi tidak mau bekerja, ingin dapat gelar tanpa kuliah, ingin jadi ahli bedah tanpa belajar dan latihan membedah “ ucapnya bersemangat. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Lukas Widyanto dan Maria Magdalena L. ini, menyarankan agar membenahi sistem pendidikan di Indonesia. Karena keinginan untuk “enak-enakan” telah menjadikan standar pendidikan berada pada titik terendah. Semua prinsip direduksi demi kepentingan untuk memberikan

19


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“kemudahan” bagi generasi muda. Padahal, semua kebijakan untuk memudahkan hidup generasi muda tersebut justru berakibat fatal karena menurunkan mutu dan kualitas mereka. “Saya dulu juga begitu tetapi saat ke luar negeri pikiran saya mulai terbuka. Untuk sukses kita harus usaha, kan tidak ada dalam semua agama yang menganjurkan kita santai-santai atau berdoa tok(saja) tanpa usaha. Untuk itu, generasi muda harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai cita-citanya. Mereka harus ditempa agar berhasil, semakin banyak generasi muda yang sukses dan suka bekerja keras berarti Negara akan menjadi semakin kuat” ujarnya. Ia mengutip pepatah ‘berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke hilir - bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian’ untuk menggambarkan betapa pentingnya kerja keras bagi generasi muda. Hal tersebut menjadi jelas tergambar pada bagaimana menempuh pendidikan dengan belajar keras untuk mencapai standar yang diinginkan. “Sekarang generasi muda harus berpikir untuk susah duluan dengan belajar keras atau nanti dikemudian hari susah saat mencari pekerjaan,” katanya menutup pembicaraan.

20


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

P

endidikan rendah bukan halangan untuk meraih kesuksesan. Dengan kemauan kuat dan kerja keras, mengejar impian untuk kehidupan yang lebih baik bukan mustahil dilakukan. Disertai dengan sikap sabar, tawakal, jujur dan ulet, upaya untuk mencapai cita-cita dan keinginan akan tercapai. Selain itu, memasrahkan hasil usaha kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah langkah pelengkap untuk mencapainya.

H. Ahmad Maidi Pemilik CV. Sumber Rejeki

Sukses Menjalankan Tujuh Line Business, Tanpa Latar Belakang Pendidikan Memadai

Banyak orang tidak percaya melihat profil pengusaha yang satu ini. Dengan tujuh line business yang dijalankan, tentu tergambar sosok berpendidikan tinggi lulusan universitas luar negeri. Asset bernilai miliaran dengan proyek bertebaran di seluruh penjuru tanah air, menunjukkan bagaimana raihan kesuksesan yang telah dicapai. Namun, siapa sangka kalau si empunya usaha ini hanyalah lulusan Madrasah Tsanawiyah atau pendidikan setingkat SMP. “Saya hanyalah lulusan Madrasah Tsanawiyah Balige, Bangkalan. Di masa kecil saya nakal dan susah diatur, membuat saya kabur dari rumah pada usia 12 tahun. Kota pertama yang saya tuju adalah Surabaya, bekerja ikut orang untuk makan sendiri. Bisa dibilang saya belajar di jalanan, berangkat mengarungi

21


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dunia kerja sebagai kuli. Tetapi di situ saya banyak belajar, melihat orang berhasil dan sukses. Itu menyemangati saya dan dengan kesabaran akhirnya bisa menangkap ilmunya,” kata H Ahmad Maidi, Pemilik CV Sumber Rejeki. Pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka dalam benaknya terus berkembang. Jawaban yang diperolehnya adalah kemauan untuk “bisa dan mampu” seperti orang lain dalam mencapai kesuksesan. Sambil bekerja, Ahmad muda terus menimba ilmu dari tempat kerjanya. Sedikit demi sedikit, ia memperoleh ilmu dan kecakapan atas pekerjaan yang ditekuninya. Selama sepuluh tahun, Ahmad menjalani pengembaraan. Selama masa pengembaraanya, ia banyak belajar mengenai hidup dan kehidupan. Hingga saat memasuki usia 22 tahun, ia pulang kampung ke Bangkalan untuk menikahi pujaan hatinya, Hj Saimah Sunarti. “Sedih sekali kalau mengingat masa lalu. Saya pernah berjalan kaki seharian menyusuri kota Surabaya untuk mencari pekerjaan. Tidak makan seharian juga pernah, bahkan saya pernah di penjara saat berumur 15 tahun. Saya juga sempat tenggelam dalam kehidupan preman di kota tersebut,” kisahnya. Bahkan setelah menikah, kehidupan Ahmad tidak kunjung berubah. Penderitaan demi penderitaan lekat menghinggapi pasangan muda ini. Ia hampir-hampir tergiur untuk masuk dalam kehidupan preman lagi. Namun, kekuatan hatinya untuk insyaf dan berubah menjadi orang baik memenangkan pergulatannya. Meskipun harus menahan lapar –hampir tidak bisa menafkahi keluarga- ia menekuni pekerjaan lama sebagai kuli.

22


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Semangat pantang menyerah yang telah melekat dalam dirinya sejak kecil, membawa Ahmad ke petualangan baru. Setelah malang melintang di Surabaya selama 10 tahun, ia mengalihkan sasaran ke Jakarta. Awal tahun 1990-an, ia menginjakkan kaki ke ibukota untuk mengadu nasib dengan menjadi buruh bangunan. Meskipun begitu, ia sadar bahwa Jakarta adalah belantara beton yang harus ditaklukkan oleh para pendatang seperti dirinya. “Saya tidak tahu apa yang harus saya kerjakan kecuali menjadi kuli kasar bangunan lagi,� tuturnya. Ahmad muda hanya mengandalkan tiga hal dalam mengarungi kehidupan kejam ibukota. Kejujuran, keuletan dan kesabaran tetapi menjadi modal utamanya dilandasi kesadaran akan kemampuan dirinya yang berpendidikan rendah. Hingga akhirnya, ia berkenalan dengan seorang pejabat Kedubes Turki di Jakarta. Saat itu pejabat tersebut sedang mengawasi pembongkaran bangunan lama kedutaan untuk digantikan dengan bangunan baru. Dasar memang jodoh, tawaran bantuan dari Ahmad mendapat tanggapan serius dari pejabat kedutaan Turki tersebut. Pejabat tersebut menugaskan Ahmad untuk membantu mengawasi pekerjaan pembongkaran bangunan dan membantu membersihkan puing-puing bongkaran. Ahmad menerima tugas tersebut dengan senang hati karena selain tidak berat, pekerjaan tersebut sudah sering dilakukannya. Melihat pekerjaan Ahmad yang rapi dalam menyelesaikan pembongkaran gedung, sang pejabat mempercayakan penjualan barang-barang bekas kepadanya. Hasil penjualan barang bekas bongkaran gedung ternyata masih sangat tinggi karena jumlahnya banyak. Berton-ton besi tua berhasil dijual oleh Ahmad dengan nilai rupiah sangat besar. Namun, kejujuran dan kebaikan hati menuntun dirinya untuk menyerahkan seluruh hasil penjualan kepada orang yang telah mempercayainya. Padahal, seandainya melarikan diri dengan uang tersebut ia akan menjadi orang kaya raya. Berkat kejujuran dan kebaikan hatinya, Ahmad justru mendapat berkah yang tak terkira. Seluruh uang hasil penjualan barang bekas bongkaran gedung Kedubes diserahkan kepada Ahmad. Pejabat Kedutaan Turki tersebut hanya berpesan agar menggunakan uang tersebut untuk kepentingan usaha. Ahmad juga dinasehati untuk tidak menukar kejujuran dengan kecurangan, tidak pernah menyerah dan bekerja penuh keberanian karena nasib baik selalu berpihak kepada orang-orang jujur dan berani.

23


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Pejabat Kedutaan Turki tersebut berpesan agar menggunakan uang itu untuk memulai usaha. ‘Manfaatkan dengan baik, saya mau pulang ke Turki. Tirulah hal yang baik dari saya, lanjutkan kepada orang lain’, begitu katanya,” tutur Ahmad menirukan pejabat Kedutaan Turki yang memodalinya. Dari sinilah, perlahan-lahan Ahmad membangun kerajaan bisnisnya. Ia memulai dari sesuatu yang sangat kecil, yakni hanya jual beli besi bekas dalam hitungan kilogram. Setahap demi setahap, ia mulai berani mengambil partai besar dalam jual beli barang bekas. Hingga akhirnya Ahmad mampu memborong pembongkaran gedung tua untuk diambil barang bekasnya dengan nilai transaksi miliaran rupiah. Ia bahkan berani membeli kapal tua dari Singapura untuk ditarik ke Jakarta dan diambil besi tuanya. Tidak puas sampai disitu, Ahmad terus mengembangkan sayap bisnisnya. Setelah pembongkaran gedung untuk mencari besi tua sukses, ia mencoba peruntungan dalam pembangunan gedung. Meskipun tidak memililik latar belakang pendidikan sebagai kontraktor, namun pekerjaan demi pekerjaan mampu diselesaikannya dengan baik. Bahkan untuk pembangunan gedung bertingkat sekalipun, kemampuan Ahmad tidak disangsikan lagi. “Saya bisa menjadi kontraktor di mana-mana. Padahal nggak pakai gambar sama sekali, semua terekam dalam otak saya,” tuturnya. Ahmad kemudian merambah usaha jual beli dan rental mobil. Ia juga terjun ke bisnis jual beli tanah dan property hingga usaha kos-kosan. Ke depan, ia berencana untuk masuk ke dalam usaha jasa layanan kesehatan, seperti akupunktur dan pijat refleksi. Total seluruh usaha yang bernaung dibawah bendera CV Sumber Rejeki terdiri dari tujuh line business. “Semua saya kendalikan sendiri, tanpa wakil yang membantu. Dari komplain hingga negosiasi, semua langsung kepada saya. Meskipun saya mengerjakan proyek di Surabaya, Batam, Makassar atau Jakarta, semua saya tangani sendiri, sampaisampai orang yang ikut saya heran. Yang penting rahasianya adalah sabar, karena saya mengendalikan tujuh line business sendirian. Kayaknya Allah tahu kejujuran saya, sehingga akhirnya dituntun hingga seperti sekarang,” ujar pria yang sedang “getol” belajar bahasa Inggris ini. “Agar kalau bertemu rekan bisnis dari Singapura atau Malaysia bisa mengerti dan berbicara bahasa Inggris dengan baik,” tambahnya.

24


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Pengalaman Guru Terbaik Dalam menjalankan bisnis besi tua, H Ahmad Maidi pernah mengalami jatuh bangun. Hingga pada suatu periode, pasca krisis moneter 1998, ia hampir bangkrut. Sebagian besar asset yang dimiliki dan dikumpulkan selama bertahun-tahun berusaha terjual habis, mulai mobil, rumah dan lain-lain. “Saat itu usaha saya terlilit utang. Saya memperoleh pinjaman dalam bentuk mata uang dollar Amerika, sedangkan nilai tukar mata uang dollar terhadap rupiah melejit tak terkendali. Rumah, mobil yang saya miliki pun dijual untuk melunasi hutang, sementara usaha sedang lesu-lesunya,” paparnya. Bagi suami dari Hj Saimah Sunarti ini, bangkrut tak membuatnya putus asa. Justru ia belajar, bagaimana membangun usaha secara benar dan mengendalikan hutanghutangnya. Ia pun mulai merintis lagi usahanya, menyambung relasi-relasi bisnisnya. Sebulan, dua bulan, dan beberapa bulan berikutnya usahanya mulai menggeliat setelah berbagai kesulitan menerpanya. Order-order pembelian, permintaan pemborongan pembelian besi tua mulai banyak ia dapatkan. Bahkan, ia juga pernah memborong pembelian besi tua dari proyek renovasi bangunan dari sebuah proyek besar dengan ribuan ton besi bekas di Jakarta bernilai miliaran rupiah. Aktifitas bisnisnya bukan hanya di Jakarta, tetapi ia juga merambah ke kota lain, seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, Surabaya dan bahkan Makassar. Semangat pantang menyerah yang telah melekat dalam dirinya semenjak “minggat” dari rumah pada usia 12 tahun lagi-lagi menuntunnya. Ia berusaha bangkit dari keterpurukan dan menata kembali bisnisnya. “Kalau ada apa-apa terhadap bisnis, kita tetap harus rileks. Karena sebenarnya kita tidak perlu panik, segala sesuatu itu pasti akan terjadi. Tetapi kalau tidak bisa mengendalikan kita bisa kelimpungan. Kalau saya semua dibawa santai saja, mau susah begini senang juga begini,” katanya membeberkan rahasia suksesnya. Berbekal pengalaman kegagalan bisnis akibat krisis, Ahmad kemudian membenahi kembali bisnis yang pernah memberikan kejayaan sebelumnya. Bisnis jual beli dan pengumpul besi tua yang menjadi fokus usaha pertamanya dikembangkan menjadi jual beli dan pengepul semua logam, mulai dari besi, perunggu, timah, baja, dan lainlain. Alasannya, permintaan pasar terhadap produk logam semakin berkembang dan persaingan bisnis pembelian besi bekas semakin ketat. “Yang penting kita tetap jalan, enjoy saja,” kilah pria dermawan ini. Menurut Ahmad, untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produknya ia menerapkan jurus baru. Selain dijual ke pusat peleburan logam, ia memilah logamlogam yang masih dapat dipergunakan untuk berbagai bahan bangunan, mulai dari pembuatan rangka baja, besi tulang untuk bangunan, dan lain sebagainya. Ia juga mengembangkan pembuatan kusen, berbagai jendela rumah, serta menyuplai kebutuhan kayu untuk pembuatan rumah.

25


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Tidak heran, kegiatan bisnis yang berpusat di Kawasan Jalan Padurenan H Cokong RT11/10 Nomor 4 Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan ini semakin bertambah pesat. Kini, bisnisnya bukan saja menjadi pedagang pengumpul besi tua, tetapi telah merambah industri penyedia berbagai bahan bangunan, mulai dari besi, baja, untuk penguat bangunan dan rangka bangunan, hingga aneka kusen dan jendela yang menyuplai kontraktor–kontraktor bangunan di Jabodetabek. Pengalaman dan pemahaman dalam perhitungan bahan baku dan biaya pekerjaan pembangunan sebuah gedung menarik Ahmad untuk terjun sebagai kontraktor bangunan. Dengan perhitungan yang matang, serta didukung oleh para karyawan yang setia, usaha yang semula hanya jual beli besi tua, kini CV Sumber Rejeki, yang didirikannya menjadi group usaha besar yang menyediakan berbagai bahan bangunan, kontraktor, dan bisnis property cukup dikenal. “Awalnya saya mencoba memborong pekerjaan pembangunan rumah, beberapa unit saja, tetapi kemudian berkembang menjadi kontraktor pembangunan rumah tingkat, berpuluh-puluh unit di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Alhamdulillah usaha ini juga jodoh,” cetusnya.

Peternak Property Handal H Ahmad Maidi terus mengasah kepiawaiannya berbisnis dengan memegang tiga prinsip dalam menjalani bisnisnya. Yang pertama, jujur bermitra dengan pihak lain, yang kedua, telaten dan bersungguh-sungguh dalam menekuni bisnis, dan ketiga selalu mencari peluang-peluang baru agar bisnis dapat berkembang lebih besar. Menurut Ahmad, dalam berbisnis tidak tabu memanfaatkan kredit bank untuk memperbesar usaha. Pada awalnya, ia melakukan pinjaman kredit ke bank hanya sebesar Rp 50 juta pada pada tahun 2004 lalu. Modal ini digunakan untuk menambah modal usaha untuk terus mengembangkan sayap bisnisnya. Kepercayaan bank semakin tinggi dengan dan kredit yang diperoleh terus bertambah setiap tahun. Dalam rentang waktu tak lebih dari empat tahun, bank telah memberi kepercayaan untuk mengucurkan kredit dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Kunci untuk memperoleh kredit dan kepercayaan perbankan adalah kemampuan mengelola dan memiliki asset dengan baik. Asset-asset yang dikumpulkan selain digunakan untuk memperkuat modal usaha, juga dapat diagunkan sebagai jaminan kredit ketika sewaktu-waktu mengajukan kredit modal ke perbankan. “Selama berbisnis, keuntungan yang saya peroleh saya gunakan untuk membeli tanah dan property. Tanah saya beli, saya urus sertifikatnya, kemudian saya bangun property dalam bentuk rumah atau ruko. Modal untuk membangun saya pinjam ke bank. Setelah bangunannya jadi, saya tawarkan untuk dijual, begitu seterusnya. Bisnis jual beli rumah, dan bisnis property ini ternyata menggiurkan,” cetusnya. Langkah bagaimana memanage usahanya, menjadi kontraktor, investasi property ia lakukan sambil berjalan. Artinya, bisnis itu mengalir begitu saja, bersamaan dengan

26


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

datangnya peluang yang ada. Tidak ada kiat khusus untuk memulainya. Saat ditanya darimana ia belajar bisnis property, ia mengungkapkan bahwa semuanya dilakukan dari yang kecil-kecil, sampai ia mengetahui peluang besar yang ada di bisnis tersebut. Bahkan ia tak menampik jika pengetahuan berbisnis justru berawal dari diskusi dengan orang-orang perbankan. “Peluang-peluang itu kadang datang dengan sendirinya. Ada orang yang menawarkan tanah, kemudian saya bangun. Uang untuk membangun saya dapatkan dari pinjam ke perbankan. Setelah itu bangunaan dijual, hutangnya dilunasi, itu saja caranya,” ujar ayah tiga anak yang berharap ketiganya kelak semuanya menjadi pewirausaha. Dalam dua tahun terakhir, H Ahmadi, cukup banyak membangun rumah kost eksklusif di Jakarta dan Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan kamar kost dengan kisaran sewa antara Rp1 – Rp 1,5 juta per bulan. Sebagian biaya membangun rumah kost ia dapatkan dari kredit perbankan, dan saat ini uang hasil sewa rumah kost sudah dapat digunakan untuk membayar cicilan kredit bank. “Ini yang saya maksud dengan peternak property, yaitu bisnis kos-kosan. Kalau ada rumah tua atau tanah kosong, lalu dibongkar dan dibangun kos-kosan baru. Ternyata cukup menguntungkan,” katanya.

Pengusaha Dermawan H Ahmad Maidi dalam menjalani kehidupan spiritual sebagai seorang muslim sangat mengagumi Ustadz Jeffry Al Buchori. Ustadz yang di masa mudanya seorang preman tersebut seolah-oleh merepresentasikan perjalanan hidupnya. Perjalanan berat di masa muda yang ditunjang dengan kesadaran-kesadaran baru untuk kembali ke jalan yang diridlhoi Tuhan. “Saya harus banyak memberi kepada anak yatim, pesantren dan masjid, baik di Jakarta maupun Madura. Harta yang telah saya kumpulkan selama ini bukan untuk diri saya sendiri tetapi ada hak mereka didalamnya. Makanya, saya selalu mengambil 2,5 persen dari harta saya untuk keperluan itu,” kata pengusaha dermawan ini. Keteguhan untuk melakukan amal tersebut, dilandasi oleh keyakinan bahwa setiap memberi akan mendapat balasan dua kali lipat. Yakni di dunia akan dilipatgandakan kekayaannya sementara di akhirat tetap mendapat ganjaran pahala. Ia mencontohkan, pada tahun 2007 ia menyantuni anak yatim dalam jumlah besar. Tuhan membalasnya pada tahun 2008, dengan memberinya proyek bernilai miliaran. “Itu kalau Allah meridhloi, makanya jangan ragu dalam beramal. Karena Insya Allah akan dilipatgandakan kebaikan kita. Itu merupakan ‘celengan’ di akhirat nanti. Saya akui, rahmat pemberian Allah kepada saya sudah cukup. Tetapi sebagai manusia kita merasa kurang karena harus bekerja keras. Terutama untuk memberikan manfaat bagi orang lain, karena masih banyak orang yang butuh saya,” ujar pengusaha yang meningkatkan bentuk usaha dari CV menjadi PT ini. “Saya mendirikan CV Sumber Rejeki tahun 1996 dan sudah saya tingkatkan menjadi PT dengan nama PT Harapan

27


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Jaya. Mudah-mudahan bisa menjadi lebih besar dengan bentuk usaha ini,” imbuhnya. Kepada generasi muda, H Ahmad Maidi berpesan agar mereka memelihara semangat untuk berhasil. Mereka juga harus bisa mengendalikan diri untuk meniti jalan yang benar menuju kesuksesan. Ia mengakui, anak-anak zaman sekarang jauh lebih pintar dibandingkan dengan generasi muda zaman dirinya. Bedanya, semangat juang untuk memperbaiki diri dan berjalan menuju kesuksesan generasi muda sekarang sangat kurang. Karena kecenderungan untuk hidup mudah dan serba instant bisa menyeret mereka ke jurang kehancuran. “Inginnya sih generasi muda bersemangat agar mereka berhasil. Mudah-mudahan mereka bisa mengendalikan diri agar sukses. Dengan tetap bersemangat terhadap apa yang mereka tuju dan apa yang mereka inginkan. Saya sih ingin negara amanaman saja biar mereka juga berkembang,” harapnya. Ia menyarankan agar memperbaiki kehancuran negeri ini demi kemajuan bangsa di masa mendatang. Apalagi, selain kehancuran fisik akibat bencana di Indonesia juga terjadi kehancuran sistem yang memporakporandakan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kalau Indonesia ingin maju dan aman, apa yang sudah hancur harus segera diperbaiki. Korban bencana saja sudah banyak masih ditambah dengan korban kericuhan. Saya itu ingin semua berakhir dan pemerintah bisa memperbaikinya demi kesejahteraan bangsa,” nasehatnya.

28


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

S

ejak usia kanak-kanak, profil professional Agus Dw itarto terbiasa hidup dalam suasana penuh kedisiplinan. Gemblengan dari kedua orang tua ayah guru dan ibu seorang bidan membuatnya tangguh menjalani kehidupan. Kreativitas yang lahir dari sikap disiplin membuat dirinya “mudah” dalam menghadapi berbagai persoalan yang menghimpitnya.

Agus Dwitarto

Direktur Utama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung

Disiplin Menuju Tangga Kesuksesan

Meskipun demikian, pendidikan disiplin tidak serta merta diperoleh Agus sejak dini. Karena pada usia sembilan bulan, Agus harus “dipisahkan” dari bimbingan orang tua untuk diasuh kakek dan neneknya. Pasalnya, sesuai kepercayaan adat Jawa kental yang dianut keluarga, orang tua tidak boleh membesarkan sendiri anak yang memiliki kemiripan dengan orang tuanya. “Kata orang Jawa, kalau kita ada kemiripan dengan orang tua, maka kita harus ‘dibeli’ atau dididik orang lain. Kebetulan yang mendidik saya adalah kakek dan nenek saya sendiri,” kata Direktur Utama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT JIEP) ini.

29


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Sejak itu, Agus tinggal dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang masih tinggal dalam satu kabupaten. Masih sama-sama di Banyuwangi, hanya berbeda kecamatan. Yakni kabupaten Banyuwangi tempat tinggal kakek dan neneknya sementara kedua orang tuanya di Kecamatan Genteng. Namun, ketika memasuki usia sekolah dasar, kakeknya berinisiatif untuk mengalah dan pindah ke rumah yang lebih dekat dengan orang tua Agus. Dengan tujuan agar Agus yang dirasa sudah cukup besar untuk dikembalikan kepada kedua orang tuanya bisa menyesuaikan diri. Sejak saat itu Agus mulai menyesuaikan diri dengan keluarga, meskipun masih tetap tinggal di rumah sang kakek. Saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Agus baru benar-benar diminta kembali oleh orang tuanya. Mulailah ia menempati rumah yang sempat ditinggalkan beberapa tahun dan membiasakan diri untuk beradaptasi dengan saudaranya yang lain. Profesi ayahnya sebagai pendidik yang sangat menekankan disiplin sempat membuat Agus panik. “Saya mulai kenal tanggung jawab sejak tinggal dengan orang tua saya,� ujarnya. Mulai dari pembagian tugas membersihkan rumah, pembagian waktu istirahat, hingga waktu belajar, tak pernah lepas dari keseharian hidupnya. Namun, semua itu dilakukan dengan senang hati karena Agus sadar manfaat disiplin yang diajarkan sang ayah bagi masa depannya sendiri. Di sisi lain, profesi sang ibu sebagai bidan banyak menginspirasi Agus dalam membangun jiwa sosialnya. Langkah sang ibu yang ringan tangan dalam membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan persalinan membuat Agus sangat mengagumi sosok ibu sekaligus perempuan secara keseluruhan. “Istilah first ladies itu mungkin betul. Saya akui bahwa wanita memiliki sisi dan peran yang sangat hebat. Alhamdulilah, kami anak-anaknya berhasil karena mungkin doa dari orangorang yang telah ditolong ibu,� ungkap pria kelahiran 29 Juni 1963 ini. Gabungan antara disiplin dan jiwa sosial telah membentuk diri Agus sejak remaja. Selain itu, ia juga menerima pelajaran berhemat dari kedua orang tua. Sejak kecil ia mulai membiasakan diri menyisihkan uang sakunya ke dalam celengan ayam jago

30


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

kesayangan. Agus dapat menikmati hasil tabungan saat lebaran dengan memecahkan si ayam jago.

Anak Nakal Meskipun dididik dengan sangat disiplin, Agus tetap memiliki sifat nakal seperti layaknya anak-anak seusianya. Tidak jarang, ia melanggar aturan untuk tidur siang dan memilih “kabur” lewat jendela untuk bermain bersama teman-temannya. Kenakalannya tidak hanya sebatas kabur dari rutinitas tidur siang, tetapi juga terlibat perkelahian. Jiwa petarung sebagai anak laki-laki terbentuk dalam diri Agus sejak usia SD. Bahkan, pelipisnya sempat terluka saat berkelahi dengan temannya yang memanggil Agus dengan sebutan nama orang tua. “Saya kejar dan seret dia ke lapangan. Gak peduli, badannya lebih besar dari saya. Pokoknya saat itu bangga banget rasanya berantem di lapangan dan ditonton orang, hahaha,” kisahnya sambil tertawa. Untuk mengembangkan dan menggali potensi jiwa petarungnya, Agus mengikuti bela diri kungfu sejak SD. Saat di perguruan tinggi, ia melanjutkan hobinya tersebut dengan mengikuti kegiatan pencak silat. Gabungan antara disiplin, kreativitas, jiwa sosial dengan sedikit jiwa pemberontak ternyata berbuah prestasi gemilang. Meskipun sederet kegiatan ekstrakurikuler memenuhi kesehariannya mulai Paskibraka, Pramuka, hingga kegiatan olahraga beladiri dan sepak bola, tak sedikit pun menggangu nilai akademiknya. Sejak SD hingga SMA, ia menjadi langganan juara kelas di sekolahnya. Tetapi tinggal bersama orang tua dan keluarga dilewati dalam waktu relative singkat. Setelah menyelessaikan pendidikan SLTP dan akan melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA), ayahnya menyarankan agar melanjutkan sekolah di kota. “Bapak saya berpesan, le, kalau kamu mau sukses, ini ada saudara bapak di kota, supaya kamu gak cuma bergelut di lingkungan sini dan supaya bisa lebih maju,” tuturnya.

31


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Agus mengikuti saran sang ayah, meskipun tidak memperoleh gambaran pasti tentang kehidupan sebuah kota. Sejak itu, ia memulai hidupnya dengan tinggal bersama paman dan saudaranya yang berada di Madiun guna melanjutkan pendidikan di SMA 2 Madiun. Tinggal jauh dari orang tua tak membuatnya kehilangan kontrol. Berbekal kedisiplinan yang telah tertanam dalam dirinya justru mempermudah Agus untuk melewati hariharinya di perkotaan. “Saya diajarkan mandiri. Tiap pagi saya selalu bangun lebih awal, karena harus mengangsu air untuk mandi orang-orang serumah,” kisahnya. Tetapi Agus tak sedikitpun merasa terbebani dengan setumpuk pekerjaan rumah. Ia tetap mampu menjaga prestasi sekolah maupun kegiatan lain yang diikutinya.

Mengulur Kuliah Lulus dari SMA 2 Madiun, Agus berkesempatan melanjutkan jenjang perkuliahan di Solo. Tahun 1982, Agus diterima sebagai mahasiswa Universitas Negeri 11 Maret Surakarta, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Perkuliahan yang sebenarnya mampu diselesaikan dalam waktu empat tahun, tetapi “molor” hingga baru lulus pada tahun 1987. “Sebetulnya empat tahun sudah kelar, tapi karena saya keasikan berbisnis, maka skripsinya saya ulur. Itupun sudah dipaksain sama orang tua saya supaya cepatcepat mengikuti pendadaran,” selorohnya. Agus mengisahkan bahwa jiwa bisnisnya terbentuk sejak ia kuliah. Kota Solo yang terkenal dengan kerajinan batik dan emping, dijadikan Agus sebagai peluang untuk berjualan. Di sela-sela kuliah, Agus juga sempat menjadi panitia penyelenggara kejuaraan motocross. Dari situ Agus mampu membeli mobil yang membuat peluang bisnisnya menjadi semakin terbuka lebar. Sama halnya ketika sekolah, aktivitas Agus diluar kegiatan akademis juga menumpuk. Selain disibukkan dengan bisnis kecil-kecilan, hari-harinya kerap diisi dengan kegiatan olahraga. Agus, yang tercatat sebagai anggota pecinta alam di kampusnya, juga sering melakukan pendakian. Salah satu saksi bisu petualangan Agus adalah Gunung Rinjani di pulau Lombok yang berhasil ditaklukannya. Pengagum Ki Hajar Dewantara ini juga mulai mengenal dunia hiburan dengan menjadi penyiar di salah satu stasiun radio di Jawa Tengah. Selain itu, Agus juga sempat menjadi penyanyi amatiran. Bahkan, yang paling membuatnya terkesan adalah ketika diminta menggantikan peran temannya untuk menjadi model dalam sebuah pagelaran busana. Agus mahasiswa pecinta alam yang berambut gondrong dan berjiwa petarung yang melekat dalam dirinya- sangat bertolak belakang dengan peran yang harus dilakoni. Untuk mengakalinya, Agus memangkas rambut bagian samping dan berlenggaklenggok di atas catwalk. “Biarpun sudah berlatih, tetap saja jalannya kayak robot.

32


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Habis itu saya kapok tidak mau lagi ikut fashion show. Tapi yang penting bayarannya itu lho, bisnis ya tetap bisnis….hahahah,” ujarnya geli. Agus melamar pekerjaan bermodalkan gelar sarjana dari UNS pada tahun 1987. PT Sucofindo merupakan lahan pertamanya mengembangkan pengalaman di dunia kerja. Selama 21 tahun, Agus mengabdikan diri di BUMN jasa survey tersebut. Ia kerap ditugaskan berpindah-pindah, termasuk bertugas di pelabuhan mengontrol barangbarang yang masuk maupun turun kapal. Baru pada tahun 1992, ia dipercaya menduduki posisi manajerial di Sucofindo. Dari yang awalnya hanya membawahi lima anak buah hingga berkembang mencapai 650 orang. Pengalaman selama 21 tahun dengan jalan berliku menguatkan prinsip Agus untuk bekerja sepenuh hati. “Kita tidak boleh memilihmilih dalam bekerja. Tujuan bekerja hanya untuk ibadah demi menyukseskan perusahaan. Sementara kalau gaji otomatis akan ngikut,” ungkapnya. Lepas dari PT Sucofindo, Agus dipercaya memimpin PT JIEP sejak Mei 2009. Dengan segala kompetensi yang ia miliki, Agus mengawali ibadahnya dengan meningkatkan iklim komunikasi di internal perusahaan. Hubungan atasan dan bawahan tidak ia buat berjenjang, melainkan saling melengkapi. “Sebagai atasan harus bisa telling and learn untuk mengetahui kebutuhan perusahaan dan karyawan. Dengan begitu karyawan tidak akan merasa berbenturan dengan atasan, sehingga semuanya bisa berjalan mulus,” tutur pria berkumis ini. Dalam menjalankan perannya, Agus tak segan memberi pujian bagi karyawan yang memiliki effort besar. Hal ini dilakukannya untuk memotivasi mereka agar terus terpacu mewujudkan visi dan misi perusahaan. Permberdayaan sumber daya juga selalu ia tekankan baik di lingkungan pekerjaan maupun keluarganya, karena Agus yakin setiap orang pasti memiliki potensi yang apabila diasah secara serius dan terarah akan mampu menghasilkan prestasi yang gemilang.

Kembali Fitrah Agus Dwitarto menikahi sang istri, Yuniarti Pabelu pada tanggal 11 Juli 1991. Cukup mudah untuk mengingat hari istimewa tersebut karena pada saat itu untuk pertama kalinya pemerintah menaikkan harga BBM. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini

33


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dianugerahi dua putri dan satu putra. Untuk mengontrol pertumbuhan ketiga buah hatinya, Agus mempercayakan sepenuhnya kepada sang istri. “Kami sudah komit untuk berbagi peran. Untuk urusan operasional saya serahkan pada istri. Saya hanya sebagai pengontrol saja,” kata Agus yang sering mengajak keluarga piknik bersama ini. Pelajaran yang ia dapatkan semasa kecil juga ditanamkan pada ketiga buah hatinya. Sikap disiplin dan jiwa sosial merupakan dua hal yang paling diutamakan. Selain itu, Agus tak lupa mengasah kemampuan yang dimiliki anak-anaknya agar dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang menguntungkan. Perjalanan spiritual yang menjadi titik bali kehidupannya pernah dialami oleh Agus Dwitarto. Hal tersebut menyadarkannya bahwa setiap manusia akan melewati fase terhormat maupun terhina dalam setiap perjalanan hidup masing-masing. Agar mampu mengontrol diri pada dua kondisi yang sangat kontradiktif tersebut, Agus mengambil hikmah untuk mengembalikan semua ke fitrahnya. “Setelah mendapat renungan itu, untuk pertama kalinya saya baca Al Fatihah sampai menangis. Dan saya dapat betul makna kembali ke fitrah,” tutur ayah dari Kinanti, Yusuf dan Alita ini. Kini ia telah mendapat ketenangan batin yang luar biasa. Bekerja sungguh-sungguh dengan niat ibadah dan memberikan manfaat terbaik merupakan syarat yang tidak bisa ditawar lagi baginya.

Sekilas PT JIEP Sesuai Surat Keputusan Gubernur Propinsi KDKI Jakarta No. Ib 3/2/35/1969 menetapkan lahan seluas 500 ha sebagai kawasan industri, dengan nama Kawasan Industri Pulogadung (KIP). Kawasan ini merupakan kawasan industri pertama di Indonesia. Awalnya KIP dikelola melalui wadah Proyek Industrial Estate milik pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Sejalan dengan perkembangan arus penanaman modal di Indonesia yang meningkat, khususnya di DKI Jakarta maka lingkup kerja Proyek Industri Estate Pulogadung semakin luas. Untuk menunjang perkembangan kebutuhan masyarakat industri perlu dilakukan penyesuaian diri baik dari segi kelembagaan maupun permodalannya. Pada tanggal 26 Juni 1973, dibentuklah JIEP menggantikan Proyek Industrial Estate Pulogadung sesuai Surat Keputusan Gubernur Propinsi KDKI Jakarta No. D.V-a.3/2/ 36/73. Sampai saat ini komposisi pemegang saham 50 persen milik Negara RI dan 50 persen milik Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Selanjutnya tertuang dalam perubahan anggaran dasar perusahaan terakhir yang telah diumumkan dalam Berita Negara RI No. 8679 Tahun 1999, tambahan Berita Negara RI tanggal 31 Desember 1999 No. 105. Kemajuan pembagunan Jakarta dengan

34


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

beragam dinamika pertubuhan ekonomi, bisnis dan industri semakin mendorong kemajuan KIP. Bahkan saat ini, KIP telah berkembang menjadi kawasan industri dan distribusi strategis yang berada di tengah kota Jakarta. Tingkat hunian di KIP selalu tinggi, di atas 90 persen. Tercatat ratusan investor dan tenant melakukan usahanya di KIP, dengan komposisi sekitar 65 persen investor lokal dan sisanya asing. Pesatnya pembangunan menarik urbanisasi penduduk yang berdampak langsung sehingga secara otomatis pemukiman penduduk menjadi semakin padat dan melebar. Hal itu menjadi ganjalan yang membuat jajaran manajemen JIEP kesulitan melakukan ekspansi areal. Meskipun demikian, Manajemen JIEP tidak kehilangan akal untuk terus berupaya mencari terobosan dengan mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Karena tidak ada jalan lain untuk mengembangkan usaha PT JIEP. “Kami akan melakukan inovasi-inovasi baru dan merevitalisasi asset yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak laba usaha perusahaan yang saat ini belum memuaskan pemegang saham,� ujar Agus. Alasan ini diperkuat melihat penurunan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 laba bersih perusahaan mencapai Rp 18,9 miliar, namun di tahun 2007 jumlah tersebut turun menjadi Rp 15 miliar dan tahun 2008 perolehan laba kembali menurun hingga Rp 12 miliar. Penurunan performa disebabkan oleh terganggunya pemasaran produk dan pricing. Melihat keterpurukan ini, manajemen berusaha keras meningkatkan grafik rapor perusahaan. Salah satunya memenuhi kebutuhan para tenant merupakan hal yang utama yang harus mereka respon. Tidak hanya berhenti pada penyewaan ruangan yang siap digunakan, ke depan manajemen juga memberikan pelayanan-pelayanan ekstra. Tetapi pengembangan tersebut harus berhubungan dengan core bisnis PT JIEP yakni relate, supporting dan new innovation yang masih dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga yang ada. “Tentunya ini menarik, sederhananya kita tetap sustainable dengan bidang jasa yang sudah kita jalankan, yakni pengembangan kawasan industri. Kita juga akan membenahi akses transportasi di KIP yang selama ini dikuasai oleh ojek sebagai satu-satunya alat transportasi umum di sana. Ke depan, PT JIEP sedang melakukan pembahasan untuk menyediakan beberapa

35


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

unit taksi untuk memenuhi kebutuhan tamu yang berkunjung ke KIP,� kata Agus Dwitarto. Saat ini, PT JIEP terus menggiatkan diri dalam pengembangan usaha dalam mengelola Jiep Distribution Centre (JDC) di blok OR 5 di lingkungan KIP di atas lahan seluas 1,5 hektar. Keberadaan JDC juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti alat bongkar muat dan space untuk disewakan, serta berbagai sarana prasarana pendukung lainnya. PT JIEP melakukan transformasi dari penyewa menjadi warehouse management. Restrukturisasi dan terobosan usaha ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli PT JIEP terlebih memasuki persaingan pasar bebas yang kian ketat. Utamanya sebagai solusi bagi para pelanggan dalam mengatasi keterbatasan lahan gudang di setiap pabrik. Adanya JDC, konsolidasi dan pengiriman barang bisa dipusatkan di satu tempat dengan manajemen pengelolaan sendiri. Dengan demikian, kalangan produsen atau pabrikan bisa lebih konsentrasi pada kegiatan produksi. Hal itu sangat membantu kalangan pengusaha dalam menangani konsolidasi barang, baik bahan baku industri maupun ekspor. Tak heran jika belakangan makin banyak perusaaan pengiriman barang berbondong-bondong merubah strategi bisnis yang mengarah pada layanan sistim logistik. Selain menawarkan pengiriman barang secara door to door mereka mulai merambat pada pengurusan dokumen dalam satu atap. Maraknya pembangunan di KIP tidak membuat manajemen lalai dalam membangun konsep kawasan hijau. Dari sisa 15 persen lahan yang belum terpakai, PT JIEP menekankan agar terisi oleh industri-industri yang bebas polusi. Sudah ada beberapa komunitas maupun investor contohnya dari Jepang, mereka juga mengharapkan terciptanya sebuah kawasan industri berkonsep eco green industrial. Manajemen melihat peluang, eco green industrial akan membuat tenant mengacu standar internasional, yang meliputi produksi maupun limbah. Konsep ini memudahkan mereka dalam pemasaran produk, sebagai modal utama berkompetisi. “Sebagai pendukung, kita harus ada fungsi konsultasi yang tentunya tidak gratis. Kalau ini jalan, otomatis bisa meng-generate rupiah bagi pemasukan PT JIEP. Semua berharap, PT JIEP mampu kembali menunjukkan taringnya dan menjadi simbol bagi pembangunan kawasan industri yang dinamis,� ujar Agus Dwitarto, Direktur Utama PT JIEP yang sedang aktif menggeluti atau belajar Risk Management.

36


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

S

etelah tiga belas tahun menjalani kehidupan sebagai pelaut, Capt. Drs. Eddy Wardy memutuskan untuk “turun”. Salah satu alasan adalah karena anak-anaknya telah memasuki usia remaja yang memerlukan perhatian lebih. Mengingat sebagai pelaut, sebagian besar hidupnya dihabiskan di kapal menjalankan tugas bekerja keliling dunia.

Capt. Drs. Eddy Wardy Direktur PT Pelayaran Kanaka Dwimitra Manunggal

Belajar Bisnis Secara Otodidak

“Dalam satu tahun berlayar, saya cuti tiga bulan. Pada tahun 1992, saya bekerja di darat saat mencapai posisi puncak sebagai nakhoda, karier saya dimulai sejak tahun 1980 setelah. Kebetulan juga anak-anak mulai SMP dan memerlukan kehadiran ayahnya. Saya tetap bekerja di PT Djakarta Lloyd dengan status karyawan BUMN,” kata Direktur PT Pelayaran Kanaka Dwimitra Manunggal ini. Selain itu, sembari bekerja Eddy juga berusaha untuk berwiraswasta. Pengalaman sebagai pelaut yang “bergelimang” materi sangat berbeda jauh dengan pendapatan setelah di darat. Keinginan untuk wiraswasta pun terpaksa diurungkan karena kurang pengalaman. Tetapi ia mendapat penawaran menarik dari perusahaan pelayaran lain pada tahun 1994.

37


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Ia secara resmi meninggalkan PT Djakarta Lloyd untuk bergabung dengan PT Pelayaran Andika Lines. Perusahaan ini merupakan kerjasama lokal dengan perusahaan asing yang tergabung dalam GAC (Gulf Agency Company), sebuah perusahaan Norwegia yang berpusat di Yunani. Meskipun awalnya agak “kikuk” dengan kehidupan darat, dengan cepat ia menyesuaikan diri. “Saya tiga belas tahun bekerja di kapal, sehingga menguasai secara detail masalah perkapalan, hingga hal-hal terkecil sekalipun. Tetapi untuk bisnisnya sendiri, saya tidak tahu apa-apa. Makanya di situ saya belajar secara otodidak mengenai masalah bisnisnya, mulai administrasi, keagenan kapal, forwarding, dan lain-lain,” ujarnya. Secara kebetulan, di tempat kerjanya tersebut ia bekerja sama dengan ekspatriat yang mengurusi masalah chartering dan broker. Darinya, Eddy belajar banyak hal mengenai seluk beluk bisnis perkapalan. Hingga akhirnya, ia mampu mengageni muatan kapal dan terobsesi menjadi marketing pelayaran. Ia mendatangi perusahaanperusahaan kargo untuk mendapatkan order bagi kapalnya. Bahkan, ia berhasil meningkatkan frekuensi kapal dari non regular menjadi regular. Dari situ, Eddy mulai ancang-ancang untuk membuat perusahaan sendiri. Pengamalan tiga tahun sebagai marketing pelayaran ditambah tiga belas tahun di laut, dirasa cukup untuk mengibarkan bendera perusahaan sendiri. bersama temannya yang didapuk sebagai Direktur, tahun 1997 ia mendirikan perusahaan pelayaran sambil tetap bekerja di PT Andika. Setelah berjalan satu tahun, barulah perusahaan mendapat “pekerjaan”. “Kami merangkak dan memulai dari nol. Karena principal saya regular ke mediterania, middle east, saya kenal beberapa orang Arab untuk pengiriman barang ke sana. Makanya saya juga membuat forwarding dan mencarterkan kapal. Karena kita sendiri belum punya kapal,” kisahnya. Baru pada tahun 2005, Eddy mendapat kontrak selama tiga tahun sehingga mampu membeli kapal melalui pendanaan dari bank dengan sistem kredit. Setelah itu disusul dengan kontrak lima tahun dan kontrak-kontrak berikutnya sehingga armada kapalnya bertambah banyak. “Sekarang kita sudah punya armada sebanyak enam kapal meskipun kecil-kecil,” tuturnya merendah. Untungnya, background Eddy dari Akademi Ilmu Pelayaran dan bekerja di perusahaan pelayaran yang melayani antar benua dapat dimanfaatkan. Eddy memanfaatkan

38


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

jaringan yang sudah terbentuk dengan mengageni kapal-kapal asing yang beroperasi di Indonesia, chartering and broker, mencari muatan kapal-kapal yang ke luar negeri atau mencarterkan kapal-kapal tersebut. Krisis moneter tahun 1998, justru menjadi starting point bisnisnya. “Saat itu, banyak alat-alat berat yang rusak dan menganggur, yang kemudian dibeli oleh orang-orang Arab. Saya mendapat proyek untuk mengirimkan barang-barang tersebut. Start-nya kita disitu, lama-kelamaan booking kapal, mencari muatan ke luar negeri, tahun 2000-an kita memasuki bisnis oil offshore dengan mencarterkan kapal-kapal pada perusahaan-perusahaan oil company tersebut,” ungkapnya. Saat ini, lanjut Eddy, Kanaka Group memiliki empat perusahaan dengan core business pelayaran. Yaitu, PT Pelayaran Kanaka Dwimitra Manunggal dengan brand Kanaka Lines, PT Kanaka Multimoda Dwimanunggal bergerak di bidang forwarding, PT Artha Kanaka Perkasa bergerak di bidang kontraktor dan trading serta PT Alam Energy International yang bergerak di bidang oil offshore.

Pantang Menyerah Eddy Wardy mengisahkan, ia harus jatuh bangun untuk mengembangkan perusahaan dari nol. Seringkali, ia tidak “dianggep” ketika ikut dalam proses tender sebuah proyek. Meskipun ia sadar, perusahaan tidak memiliki kapal dan bahkan sebagai direktur ia naik angkutan umum. “Namun, dengan bersemangat saya tetap PD dan maju terus. Alhamdulilah, Tuhan memberkati. Umatnya yang berjuang dan pantang menyerah pasti dikasih jalan. Kami bertiga bahu membahu menjalankan bisnis ini. Dan sekarang, setelah 14 tahun, kami punya enam kapal dan kantor empat lantai,” tuturnya. Untungnya, lanjut Eddy, perusahaan pelayaran tidak perlu melakukan publikasi seperti perusahaan lain. Cukup dengan rajin mengikuti tendertender yang ada perusahaan akan dikenal oleh klien. Apalagi secara hitungan pun, klien bisnis pelayaran, forwarding, oil offshore tidak terlalu banyak. Kebanyakan adalah perusahaan besar yang traffic penggunaan kapalnya tinggi.

39


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Kita tidak perlu mengenarlkan perusahaan ini kepada masyarakat awam,” kata Eddy seraya menjelaskan, nama perusahaan, Kanaka berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti emas. “Dari namanya banyak orang yang mengira perusahaan Jepang, padahal asli Indonesia,” imbuhnya. Dalam menjalani persaingan di bisnis pelayaran, Eddy tetap mengandalkan tender untuk mendapatkan order. Selain itu, ia juga mengantisipasi faktor X yang memerlukan kejelian, keluwesan dan personal approach darinya. Karena tidak jarang, dari sepuluh tender yang diikutinya tidak satupun dimenangkannya. Bahkan, meskipun sudah dinyatakan menang tender kadang dalam pelaksanaannya ternyata pemenangnya bukan perusahaan miliknya. “Itu yang harus kita antisipasi. Mungkin dalam bisnis ini orang melihat enak, tetapi mereka tidak tahu kalau kita juga berdarah-darah. Tetapi yang penting kita itu survive dan bisa menggaji karyawan, membiayai hidup sekeluarga. Kalau untuk kaya sekejap atau sukses dengan cepat itu tidak bisa. Seperti orang naik tangga, step by step harus kita lalui,” ujarnya,

Proteksi Maritim Sebagai orang yang sangat berpengalaman dalam bisnis kelautan, Eddy tahu benar masalah yang dihadapi. Menghadapi era perdagangan bebas dunia tahun 2014, campur tangan pemerintah pada dunia marine sangat diperlukan. Mengingat selama ini perkembangan bisnis kelautan seakan-akan terhenti karena kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan, bagaimana tahun 1984, saat BJ Habibie pada waktu itu

40


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

mengeluarkan kebijakan yang ternyata mematikan bisnis pelayaran. Yakni dengan menetapkan peraturan yang mengharuskan kapal-kapal berusia diatas 25 tahun, harus discrap bagaimanapun kondisinya. Meskipun tujuannya baik, yakni untuk menghidupkan industri baja dan dok kapal dengan adanya proyek peremajaan kapaltetapi secara umum justru memukul industi pelayaran. “Perlahan namun pasti, perusahaan pelayaran nasional mulai gulung tikar. Penyebabnya, mereka tidak mampu melakukan peremajaan armadanya karena tidak bisa mendapatkan kredit dari bank. Posisi mereka, akhirnya digantikan oleh armada asing yang akhirnya menguasai bisnis pelayaran sampai saat ini. Karena ekspor kita tidak bisa menunggu to,” ujar ayah enam anak hasil perkawinannya dengan Emmy Delviniar Bahar ini. Eddy menyayangkan, dalam membuat kebijakan, pemerintah tidak melihat infrastruktur pendukungnya. Perbankan yang dengan murah hati mengucurkan kredit property, tidak memberikan kredit peremajaan kapal. Padahal, dari segi peluang, Indonesia mendapat kesempatan emas, contohnya setelah Singapura melepaskan industri doknya. Kesempatan tersebut akan diambil oleh Batam yang kita harapkan nanti akan memiliki industri maritime sangat maju. “Nah kalau itu dimanfaatkan dengan baik dan disokong oleh pemerintah, Indonesia bisa menjadi produsen kapal yang besar. Bisa membuat kapal sebesar apapun, seperti juga Korea,” ungkap anak ketiga dari sembilan bersaudara pasangan Djirin Zainal dan Hj. Nurma ini. Kalau dirunut dari sejarah, jauh sebelum Eropa datang sebenarnya Indonesia sudah memiliki industri maritime yang maju sejak dahulu. Hasil rempah-rempah Indonesia dikirimkan ke seluruh penjuru dunia oleh pelaut Indonesia sendiri. Hingga akhirnya bangsa Eropa datang dan mengambil kekayaan Indonesia, meskipun armada laut Indonesia tidak pernah “mati”. “Pemerintah Indonesia harus tahu sejarah, karena di zaman dahulu Indonesia adalah negara maritime. Itu harus kita sadari, kenapa ini tidak kita bangkitkan kembali,” tegasnya. Sebagai orang yang lama berkecimpung di pelayaran, Eddy tahu betul bahwa sebenarnya dunia maritime itu harus dilindungi. Apalagi, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan pulau. Di mana sarana mobilisasi barang dan jasa yang paling tepat adalah angkutan laut. Akan sangat disayangkan kalau negara

41


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

maritime sebesar Indonesia, pelayarannya “dikuasai” asing. “Makanya dunai maritime di Indonesia harus diproteksi oleh pemerintah. Selain melestarikan sejarah sebagai bangsa maritime, juga untuk ‘mengamankan’ bisnis jasa lalu lintas perdagangan antar pulau yang selama ini menjadi milik perusahaan nasional. Memang secara teori agak susah di era globalisasi, tetapi harus dipikirkan caranya,” kata pengusaha yang aktif mengikuti Program ESQ tersebut. Semua itu, lanjut pria kelahiran Jakarta, 26 Juni 1956 tersebut, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritime nomor satu di dunia. Karena sekarang dan di masa-masa mendatang, kapal dan pelayaran tetap diperlukan sebagai penghubung perdagangan antar negara. “Jadi dunia maritime tetap yang menguasai,” tambahnya. Kepada generasi muda, Eddy berpesan jangan sampai mereka memiki sikap yang ingin serba instant. Generasi muda harus sadar bahwa untuk mencapai kesuksesan harus melalui langkah-langkah secara bertahap. Jangan pernah bermimpi langsung mendapat jabatan tinggi dan kedudukan tinggi, tetapi harus mensyukuri apapun yang didapatkan. “Hidup adalah perjuangan maka jangan manja. Sekolah pun, harus dimulai dari TK, hingga perguruan tinggi. Itu harus kita jalani dengan ikhlas. Karena hidup ini seperti air mengalir jadi jalani saja. Yang penting kita harus bekerja, berusaha dan berdoa. Makanya kembali kepada iman dan keikhlasan kita,” nasehat alumni Akademi Pelayaran tahun 1976 (selesai tahun 1980) ini.

42


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

History

E

dward Nilam lahir di Pontianak, Kalimantan Barat pada tahun 1971, merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia tumbuh seperti kebanyakan anak-anak lainnya. Belajar berwiraswasta pada usia 18 tahun pada saat melanjutkan Sekolah Menengah Atas di Jakarta. dengan modal nekat, berbagai macam jenis bisnis telah dijalaninya mulai menjadi supplier jam tangan, percetakan, garmen dan lain-lain.

Edward Nilam

Managing Director PT Multi Pratama Sarana

Pada akhirnya setelah melewati masa pembelajaran yang panjang pada tahun 2004, PT Multi Pratama Proteksindo didirikan sebagai industrial supplier peralatan teknik. Dengan dukungan sang istri, Fifie Gunawan Kionggo atau yang dikenal sebagai Vivian, PT Multi Pratama Proteksindo semakin dikenal di kalangan industri dengan project modifikasi/Natural Gas Konversi. Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin bertambah, tahun 2008 PT Multi Pratama Sarana didirikan. Sebagai exclusive agent untuk Burner “BALTUR� buatan Italia, Edward dan Vivian berhasil membawa Burner ke level yang lebih prestise dan

43


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dengan pesatnya PT Multi Pratama melaju menembus berbagai kalangan industri lokal maupun internasional. Dengan basic pendidikan dan technical training di Eropa, khususnya Manchester, Scotlandia serta Italia, PT Multi Pratama membuat terobosan dengan menampilkan sistem teknis standar internasional tetapi tetap mengutamakan tenaga kerja/teknisi lokal sebagai wujud rasa nasionalisme sekaligus untuk memperluas kesempatan lapangan kerja untuk para teknisi di Indonesia, karena terbukti SDM lokal tidak kalah dalam hal kemampuan melakukan pekerjaan yang memerlukan pemahaman teknis secara komprehensif, asalkan diberi kesempatan untuk belajar. Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat dari tahun ke tahun, dengan keyakinan penuh PT Multi Pratama Sarana dapat melaju dengan pesat. Didukung oleh team management dan teknis yang solid, PT Multi Pratama mampu tetap survive dan berkembang. Ini semua berkat dedikasi dan fokus yang total terhadap pekerjaan yang dilakukan. Saat ini Edward Nilam mengelola tiga perusahaan berbeda. Sebagai kepala keluarga, Edward Nilam juga tidak melalaikan tugasnya meluangkan waktu untuk istri dan putrinya. Kunci utama kesuksesan beliau tidak terlepas dari peran keluarga tercinta yang senantiasa mendukung dalam melakukan pekerjaannya. “Ilmu kita pandang ke atas dan harta kita pandang ke bawah�, bagi Edward dengan memahami dua perkataan tersebut, hidup manusia akan seimbang dan merasa berkecukupan, jauh dari rasa angkuh dan serakah. Kata-kata itu selalu diucapkan kepada karyawan dan kerabat-kerabat dekatnya sebagai upaya agar manusia selalu ingat untuk bersyukur dan haus untuk terus belajar.

Visi dan Misi Berkarya dan terus belajar seumur hidup adalah motto beliau dalam menjalani persaingan bisnis secara sehat, melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan akan memastikan kelanjutan usaha kita hari esok. Beliau memandang bahwa pasar Indonesia sangat besar dan tersedia banyak sekali sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Memang sumber daya manusia harus dilatih agar dapat secara optimal mengolah sumber daya alam yang berlimpah ini dengan cara yang benar. Merupakan tugas kita semua untuk sama-sama membantu memikirkan bagaimana caranya agar bangsa Indonesia dapat maju dan berkembang, sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain.

44


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

D

alam menghadapi persaingan global sekarang, sebuah perusahaan memerlukan SDM handal. Dengan SDM yang handal, produktifitas perusahaan dapat ditingkatkan. Selain itu, daya tahan perusahaan untuk tetap mempertahankan eksistensi di segala situasi terjamin.

Ir. Lilla Devi Kurniawan, MAgr., MAISM

Director of Human Resources PT Parazelsus Indonesia

HRD Harus Berperan Sebagai Business Partner

Menjadi bagian tugas dari HRD perusahaan untuk mendapatkan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan. Bisa dilakukan dengan menerapkan seleksi ketat dalam proses rekrutmen, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan serta memberikan sistem remunerasi yang membuat karyawan betah. “Menurut saya seorang professional HR itu harus mengerti masalah bisnis terlebih dahulu. Banyak orang HR yang terus fokus terhadap hal-hal personalia yang berhubungan dengan urusan administratif seperti absensi, cuti dan izin kesehatan. Kalau HR yang seperti itu bisa disebut personalia, dan fungsi seperti itu dapat dilakukan oleh semua orang,� kata Lilla Devi Kurniawan, Director of Human Resources PT Parazelsus Indonesia.

45


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Sedangkan seorang professional HR yang “benar” harus tahu betul mengenai permasalahan yang dihadapinya. Mulai memahami kebutuhan perusahaan tentang SDM yang diperlukan, mempertahankan orangorang yang bagus kinerjanya atau mencari orang-orang yang kompeten di bursa kerja, kemudian mengetahui dengan pasti apa saja skill yang dibutuhkan perusahaan agar tetap survive lima hingga sepuluh tahun ke depan. Merancang sistem remunerasi yang tepat dan membuat betah karyawan adalah nilai lebih seorang HR handal. Menjadi sangat wajar apabila HR yang dibutuhkan adalah yang mengerti tentang strategi bisnis perusahaan. Artinya, seorang HR handal tidak hanya paham urusan administrasi saja, tetapi juga memahami strategi bisnis perusahaan. Sementara untuk “sekedar” urusan administrasi semua orang mampu melakukan serta dapat menggunakan jasa perusahaan outsourcing. “Kalau sudah berperan sebagai business partner, seorang HR pasti akan dicari perusahaan. Artinya dalam setiap membuat keputusan perusahaan selalu melibatkan HR,” ujarnya. Ia mencontohkan bagaimana bertugas sebagai Director of Human Resources di PT Parazelsus Indonesia. Sejak bergabung dengan perusahaan distributor produk farmasi ini, ia terbiasa bertemu dengan principal, sales dan operations. Ia juga harus tahu pengeluaran dan cash flow perusahaan, proposal projek dan lain-lain. “Termasuk menandatangani dokumen-dokumen legal. Artinya tanggung jawab saya jauh lebih berat dibandingkan dahulu karena harus ikut memikirkan company,” imbuhnya.

Tidak Dimulai Dengan Ambisi Berkisah tentang karier yang dijalaninya, Lilla Devi Kurniawan merasa sangat bersyukur karena termasuk orang yang beruntung. Perjalanan karier

46


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

yang dibangunnya berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Meskipun harus jauh “menyimpang” dari latar belakang pendidikan yang ditempuhnya, bukan menjadi halangan besar baginya. Ia mengungkapkan, bahwa sejak sekolah, kuliah hingga bekerja dilaluinya dengan mudah. “Semua mulus-mulus saja. Meskipun saya tidak pernah punya ambisi untuk menjadi apa kelak, tetapi tiba-tiba semua datang dengan sendirinya. Dalam usia yang relatif muda dibawah 40 tahun, saya dipercaya menjabat sebagai direktur, dibandingkan dengan teman-teman seusia, masih banyak yang jabatannya masih di bawah saya,” katanya tanpa bermaksud menyombongkan diri. Ia juga mengamati karyawan-karyawan lain. Banyak karyawan senior yang telah bekerja lebih dari lima belas tahun yang terus menjabat sebagai staf. Orang-orang seperti itu, ditemukan serupa di kantor-kantor lainnya. Itulah yang menyebabkan Lilla merasa beruntung, hampir setiap tahun selalu maju dalam kariernya sehingga posisinya berkembang sangat cepat. Sejak lulus SMP di Lampung, Lilla adalah pelajar dengan prestasi gemilang. Karena ia rajin belajar, nilai NEM SMP-nya tertinggi di Bandar Lampung. Ia kemudian melanjutkan sekolah di SMA Kolose St Yusuf Malang, Jawa Timur. Berkat nilai gemilang yang diperolehnya selama empat semester ia mendapat beasiswa bebas uang sekolah. Tidak heran, ia mendapat undangan PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) di IPB. PMDK adalah salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru tanpa tes. “Jadi kalau saya flashback sendiri, kok rasanya bersyukur sekali perjalanan saya. Ketika teman-teman masih ujian masuk PTN, saya sudah liburan,” tambahnya. Di IPB, ia memilih salah satu jurusan favorit, Agronomi. Ia lulus sebagai Lulusan Terbaik di Fakultas Pertanian dengan nilai cum laude pada tahun 1995. Setelah menggenggam gelar Sarjana Pertanian ia kemudian melamar ke berbagai perusahaan di Jakarta. Perusahaan pertama yang menerimanya adalah perusahaan makanan dan minuman Orang Tua Grup, sebagai Asisten untuk General Manager HR.

47


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Di saat bersamaan, Lilla mengajukan program beasiswa S2 ke Australia. Program yang bekerja sama dengan Ausaid tersebut berhasil ditembus Lilla. Akibatnya, pekerjaan pertamanya hanya tiga bulan dijalani untuk melanjutkan kuliah S2 di University of Sydney, Australia. Bidang keilmuan yang digelutinya tetap pertanian yang selesai pada awal tahun 1997. Selesai dari negeri Kanguru, Lilla kemudian mendapat pekerjaan sebagai Staf Senior Departemen HR di Sinar Mas Divisi Pulp and Paper (PT Tjiwi Kimia Tbk.), salah satu pabrik pulp dan kertas terbesar di Indonesia. Ia mengawali karier sebagai staf dan mengakhirinya sebagai Senior HR dan GA Manager pada PT. Sinar Dunia Makmur, salah satu anak perusahaan di bawah Sinar Group tahun 2002. “Pekerjaan yang awalnya challenging menjadi tidak ada tantangan lagi. Kemudian saya mencari beasiswa, dan dapat ke Belanda dengan kosentrasi ilmu Service Management,” ungkap peraih gelar dobel Master of Art dari CHN Leeuwarden The Netherlands & London Metropolitan University ini. Lilla kembali ke Jakarta tahun 2004 dan memantapkan diri untuk menggeluti dunia HR. Apalagi pengalaman kerja selama enam tahun di bidang HR pada beberapa perusahaan terkemuka menjadi salah satu keunggulannya. Tidak heran, ia kemudian diterima bekerja sebagai Senior HR Manager di PT Argo Manunggal, perusahaan tekstil dan trading selama dua tahun. Teman-temannya di Sinar Mas mengajaknya kembali bergabung pada April 2006. Kali ini, ia berada di Divisi Agribisnis (PT. Smart Tbk.) dengan jabatan yang menantang, AVP – Assistant Vice President, membawahi Sub Divisi Learning & Development. “Saya tetap di HR tetapi dengan fokus rekrutmen, training dan pengembangan karier. Saya membawahi tiga senior manager dan 25 staf, untuk melayani karyawan yang ribuan jumlahnya. Staf sekitar 3500 di seluruh Indonesia dan pekerja lapangan sekitar 30.000 orang. Luas perkebunannya 350 ribu hektar sendiri,” tandasnya. Tahun 2008, setelah dua tahun bekerja, Lilla didekati oleh headhunter yang menawarkan posisi di PT Parazelsus Indonesia, perusahaan distributor obat-obatan dan alat kesehatan. Meskipun perusahaan ini tergolong masih baru, ia sangat tertarik untuk bergabung karena Parazelsus adalah perusahaan multinasional. Ia berharap dengan bekerja di perusahaan multinasional, setidaknya penguasaan bahasa Inggrisnya berguna dan ada kesempatan untuk berkarier di luar negeri. “Kan kalau di perusahaan lokal bahasa inggris nggak terpakai. Jadi saya melihat tantangannya yang berbeda dengan tuntutan berbeda pula. Kalau gaji sudah pasti

48


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

ya…tetapi saya juga ingin mencicipi rasanya bekerja dengan perusahaan multinasional dan bos expatriat. Memang sekarang masih kecil, tetapi bukan tidak mungkin akan menjadi perusahaan besar dan menguasai distribusi obat di kawasan regional. Mungkin saya bisa ditempatkan di negara Asia lain, kalau di perusahaan lokal rasanya tidak mungkin,” ungkapnya.

Mendorong HR Generalis Ir. Lilla Devi Kurniawan, MAgr., MAISM, yang dipromosikan sebagai Director of Human Resources PT Parazelsus Indonesia pada Juni 2009 sangat menikmati pekerjaannya sekarang. Apalagi, sebagai seorang direktur ia banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan serta rencana strategis (strategic plan) perusahaan. Ia juga berkesempatan untuk membangun pondasi HR di perusahaan tersebut. Termasuk mendelegasikan fungsi HR kepada 24 manager cabang di seluruh Indonesia. “SDM kita di seluruh Indonesia berjumlah ± 750 orang. Setiap manager cabang memiliki tanggung jawab di setiap area masing-masing, termasuk dalam memilih SDM yang diperlukan. Yang kita lakukan adalah memberdayakan setiap manager menjadi HR di tempatnya masing-masing. Kita membantu memberikan pedoman dan kebijakan SDM, mereka yang mengimplementasi,” kata perempuan yang ketika kecil pernah bercita-cita menjadi diplomat ini. Selain melibatkan kepala cabang sebagai HR, Lilla juga berusaha meningkatkan kompetensi staf di bawahnya. Dengan staf yang jumlahnya lima orang, peluang terbuka untuk mendorong mereka menjadi staf HR yang handal. Ia menuturkan bahwa dalam setiap perusahaan Divisi HR berbeda fungsi, ada HR Spesialis dan HR Generalis. Di perusahaan besar, biasanya untuk masing-masing personel HR memiliki tugas yang sangat spesialis. HR Spesialis, lanjut Lilla, hanya bertugas pada satu bidang saja. Seperti payroll atau pembayaran gaji, rekrutmen dan training yang intinya hanya fokus pada satu permasalahan saja. Tidak heran, pekerjaan yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun tersebut membuat mereka tidak paham masalah ke-HR-an lainnya. Sementara HR

49


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Generalis mengerti dan memahami segala permasalahan bahkan hingga strategic plan perusahaan. “Dalam dunia HR, HR Generalis lebih disukai daripada HR Spesialis, karena bisa melakukan banyak hal dan menguasai permasalahan HR. Berbeda dengan sebaliknya, yang hanya menguasai satu hal saja. Makanya saya mendorong staf HR untuk menjadi Generalis. Caranya, saat memberikan briefing setiap minggu, semua harus ikut, tidak pandang bulu. Saya berharap mereka memahami pada masalah company lainnya, sehingga ketika mendapat promosi sudah siap” ujarnya. Lilla yakin, dengan mendorong staf HR menjadi generalis, mampu membantu perusahaan berkembang dengan baik. Apalagi menghadapi persaingan di era pasar bebas yang sangat ketat, dengan memiliki SDM handal hasil teamwork yang dibangun, diharapkan perusahaan mampu bertahan. Bahkan bukan tidak mungkin akan menjadi leader dalam pendistribusian obat-obatan. Menurut Lilla, industri farmasi tetap dibutuhkan dalam kondisi apapun, baik dalam situasi negara sedang krisis maupun dalam kondisi perekonomian stabil. Divisi riset dari perusahaan farmasi terus menerus melempar produk obat ke pasar sesuai kebutuhan masyarakat. Bisa dikatakan, bahwa setiap penyakit sekarang sudah ada obatnya. Dan menjadi tugas perusahaan distributor obat seperti PT Parazelsus Indonesia untuk menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan. “Artinya persaingan dalam merebut pasar itu sudah pasti, persaingan merek dan persaingan dalam tenaga kerja pasti terjadi. Jadi dalam distributor farmasi ada dua hal, bisnisnya sendiri yang terus berkembang dan SDM juga terus ditingkatkan. Di bidang kesehatan, selain obat, alat-alat kesehatan juga menunjukan pertumbuhan pasar yang signifikan. Menurut Lilla, PT Parazelsus Indonesia, yang juga memiliki divisi penjualan alat kesehatan, memilki sejarah yang cukup melegenda. Perusahaan yang didirikan oleh Peter Zuellig, mantan CEO Zuellig Pharma di Swiss ini bergerak di bidang farmasi. Parazelsus masuk ke Indonesia pada tahun 2008 saat membeli mayoritas kepemilikan saham perusahaan farmasi lokal, DKSH Tunggal. Dan pada Oktober 2009, nama PT Parazelsus Indonesia secara resmi digunakan. “Visi Parazelsus adalah menjadi distributor yang handal dan menjadi partner bisnis perusahaan farmasi. Dalam jangka panjang, Parazelsus Indonesia berkeinginan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terjangkau oleh industri obat-obatan. Artinya kita ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

50


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Selalu Ingin Berbagi Setelah malang melintang di dunia HR dan mencapai posisi puncak sebagai Direktur HR, Lilla Devi Kurniawan, tinggal menyisakan satu obsesi saja. Yakni untuk bekerja secara mandiri dan tidak terikat waktu. Rutinitas yang dijalani selama ini, berangkat pagi pulang malam yang diakhiri istirahat pada week end untuk kemudian melanjutkan rutinitas biasa lagi, dalam beberapa tahun ke depan harus dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan waktu kerja yang rutin, maka banyak hal yang masih ingin dicapainya, terutama membagikan telenta dan “kekayaan” hidupnya kepada orang lain. “Maunya sih pekerjaan yang bisa saya atur sendiri waktunya, tetapi menghasilkan kepuasan batin karena dapat membantu orang lain. Bentuk riilnya belum tahu apa,” seloroh sulung empat bersaudara pasangan Tjetjeng Kurniawan dan Lim Tjay Tju ini. Saat ini, Lilla sudah memulai dengan projek-projek pelatihan, motivator, seminar dan lain-lain. Ia juga salah seorang moderator aktif Trainers Club Indonesia, anggota Asosiasi Training dan Pengembangan Indonesia, memiliki sertifikat Hypnosis & Hypnotheraphy, akreditasi Professional Training dan EQ Coach. Dengan senang hati, ia menerima undangan sebagai pembicara seminar, trainer dan instruktur dari berbagai lembaga seputar pengembangan karier dan motivasi. “Apa yang sudah saya terima sekarang, yang dengan bersyukur saya dapatkan, harus saya sharing kepada orang lain. Saya dedikasikan pada pengembangan SDM, dengan gratis pula. Makanya kalau dimintai saran atau perkembangan karier, bayaran bukan hal utama bagi saya. Buat saya, bisa berbagi itu saja sudah senang sekali,” kata perempuan yang sering melewatkan waktu bersama keluarga dan temantemannya ini. Ia juga sering melakukan perjalanan wisata dan seorang pecinta makanan eksotis, walaupun sejak tahun 2007 ia memilih untuk menjadi vegetarian. Terkait generasi muda sekarang, Lilla berpesan agar mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum memasuki dunia kerja. Setidaknya, mereka harus memiliki tingkat inteligensia yang memadai dengan kuliah yang benar, meskipun tidak harus mendapat nilai yang

51


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

bagus, agar mendapatkan IPK yang ideal untuk memperluas peluang melamar pekerjaan. “Mereka juga harus memiliki kecerdasan emosional. Karena kecerdasan secara inteligensi hanya menentukan ± 20 persen dari kesuksesan. Delapan puluh persen kesuksesan dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Arti cerdas secara emosi adalah membangun skill yang tidak kita dapat di bangku kuliah. Komunikasi, kemandirian, pengambilan keputusan dan integritas, adalah hal-hal yang harus kita pelajari sendiri. Hal itu akan menjadi modal di dunia kerja yang membuat kita cepat dipercaya orang untuk mencapai jabatan lebih tinggi,” kata perempuan kelahiran Bandar Lampung, 17 Maret 1972 ini memberikan tips. Menurut Lilla, secara kuantitas lulusan PT (perguruan tinggi) di Indonesia semakin banyak. Namun secara kualitas, jaminan mutu terhadap lulusan tersebut masih belum seragam. Dari pengalaman sebagai HR, ia memahami kenapa lulusan PT kualitasnya dipertanyakan. Penyebabnya adalah, anak-anak sekarang merupakan produk kerja keras orangtua, yang tidak ingin anak-anaknya mengalami kesulitan hidup. Para orangtua dengan “murah hati” memberikan fasilitas bagi anaknya untuk memudahkan aktifitas mereka. “Anak-anak zaman sekarang kurang mengalami kesulitan dan lebih banyak mendapat kemudahan-kemudahan. Saya merasa itu yang menyebabkan generasi muda sekarang lebih menginginkan segala sesuatu yang serba instant. Padahal di dunia kerja yang serba instan tidak ada, harus bekerja keras dan meniti karier dari bawah terlebih dahulu,” katanya menutup pembicaraan.

52


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

D

alam kehidupan manusia tidak pernah sedikit pun lepas dari risiko. Aktivitas apapun yang dilakukan selalu memiliki risiko yang harus ditanggung. Ibaratnya, sejak membuka mata hingga dalam tidur sekali pun, risiko telah menunggu. Di sisi lain, keberanian untuk menghadapi dan menanggulangi risiko akan memberikan kesuksesan. Terutama, bagi orang-orang yang bisa memanajemeni dan meminimalkan risiko yang harus di hadapi.

Ir. Lukman Herianto

PT Kharisma Karmel Sejati

Berani Mengambil Risiko Dalam Hidup

“Dalam membangun perusahaan agar mencapai kesuksesan harus berjuang dan melakukan extra ordinary yang berbeda. Harus ambil jalan lain, yang berbeda. Mungkin lebih jauh dan berisiko tetapi akan memberikan hasil yang lain. Karena mengambil employment yang besar, risikonya juga cukup besar. Tetapi kita harus berani mengambil langkah itu,� kata Ir. Lukman Herianto Bunadi, Direktur PT Kharisma Karmel Sejati. Menurut Lukman, kesuksesan menjadi milik orang-orang yang berani melakukan perubahan yang membedakannya dari orang lain. Ia mengisahkan, saat perusahaan miliknya masih kecil tetapi

53


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

berani mengambil proyek-proyek yang cukup besar. Ia meyakinkan kepada pengembang terhadap kemampuan perusahaan miliknya untuk menangani proyeknya. Tentu saja, ia tidak bekerja sendirian dalam menangani sebuah proyek dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Support dalam menangani proyek, lanjut Lukman, didapatkan dari seluruh SDM perusahaan dan rekan-rekan bisnisnya yang lain. Pengalaman pahit berurusan dengan bank yang pada saat terjadi krisis membelit kinerja perusahaan, membuatnya memilih alternatif lain. Dengan menggandeng teman-temannya yang sepaham dan memercayai dirinya untuk mengembangkan PT Kharisma Karmel Sejati. “Kita tidak bisa mendapat kepercayaan kalau tidak mendapat support yang memadai,”. Dengan menerima proyek yang cukup besar, Lukman tidak hanya memerlukan support pada pendanaan. Tetapi juga SDM yang harus memadai mengingat besarnya pekerjaan. Untuk itu, ia mengajak sekaligus menolong teman-teman dan saudara-saudaranya sebanyak yang diperlukan. Dari jenjang pendidikan pun sangat beragam, mulai dari terendah (Sekolah Dasar) hingga tertinggi (S1). “Itu investasi saya di bidang SDM. Jadi lulusan Sekolah Menengah Atas di perusahaan ini mayoritas, itu yang saya senangi karena saya harus berhubungan dengan orang banyak. Memang contracting tidak semata-mata beban di saya, tetapi kita berbagi tanggung jawab dengan orang lain,” imbuhnya.

54


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Mempertahankan Eksistensi Ir. Lukman Herianto memiliki harapan untuk tetap mempertahankan eksistensi perusahaan di tengah persaingan ketat saat ini. Baginya kondisi perusahaan sekarang belum bisa dikatakan sukses karena merupakan perusahaan baru. Secara hitungan kasar, baru pada lima tahun terakhir pertumbuhan perusahaan berjalan dengan baik. “Persaingan disikapi dengan berpikir bahwa dengan menekan biaya produksi dan efisiensi waktu. Kedua penyediaan material/peralatan yang diperlukan di suatu proyek, harus dicari harga yang sebaik-baiknya dari pemegang merk atau supplier,” jelasnya. Selain itu, untuk memenangkan persaingan Lukman selalu menepati dateline pekerjaan. Yakni dengan penempatan tenaga kerja dan peralatan serta material yang cukup sesuai kebutuhan di lapangan. Sebagai kontraktor, tepat waktu dalam membangun sebuah proyek sangat besar pengaruhnya bagi kredibilitasnya. Ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan owner untuk memberikan proyek-proyek lainnya.

Sekilas PT Kharisma Karmel Sejati Pada awalnya, perusahaan bergerak di bidang jasa service AC secara door to door, dari kantor ke kantor. Klien utama perusahaan, adalah PT Pembangunan Jaya Ancol, yang saat itu sedang melakukan pengembangan. Hampir sembilan puluh persen pemasukan perusahaan berasal dari lokasi pariwisata tersebut. “Dari Air Conditioner, elektronik untuk animasi dan lain-lain kita kerjakan. Tahun 1997 kita mengalami krisis dan terimbas, sehingga akhirnya kita tidak melakukan kegiatan lagi di Ancol,” katanya. Menurut Lukman, saat bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol perusahaan tidak pernah memikirkan pekerjaan lain. Semua pikiran, waktu dan tenaga tercurah untuk menangani pekerjaan-pekerjaan di proyek tersebut. Karena aktivitas PT Pembangunan Jaya Ancol sedang berada pada puncaknya untuk membangun tempat wisata yang representative di Indonesia. Sayangnya, akibat krisis moneter yang melanda tahun 1997, Bank tempat Lukman mengajukan kredit

55


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

termasuk salah satu yang terlikuidasi dan diambil alih pemerintah. Meskipun bank pemberi kredit telah bubar, tetapi perusahaan tetap harus mencicil kredit yang telah diajukan. Untungnya, Pemerintah di bawah kepemimpinan Gus Dur memberikan kebijakan yang sangat membantu perusahaan terimbas krisis. “Dia memberikan penghapusan bagi para pemilik kredit dibawah lima miliar rupiah, untuk bunga dan administrasi. Jadi kita hanya membayar pinjaman pokoknya saja. Akhirnya kita berhasil menyelesaikan seluruh pinjaman pada tahun 2001. Setelah itu, kita mencari pekerjaan di sektor swasta dan mengambil Sailendra Apartemen, sebagai sub kontraktor jasa pemasangan AC- VRV System dibawah kontraktor lain,”. Sejak itu, PT Kharisma Karmel Sejati yang berdiri tahun 1994 tersebut mulai menekuni pada jasa pekerjaan instalasi, system ventilasi dan air conditioner. Menurut hitunghitungannya, perusahaan yang bergerak di jasa tidak memerlukan investasi besar tetapi memberikan hasil yang cukup baik. Sekarang PT Kharisma Karmel Sejati telah merambah ke sub-bidang yang lain yang mencakup pekerjaan Mekanikal, Elektrikal dan Elektronik.

Jangan Membatasi Diri Dari perkawinannya dengan Yashinta Chandrawati pada tahun 1985, Lukman memperoleh dua orang putri. Keduanya kini sudah duduk di bangku kuliah, anak pertama mengambil Fakultas Kedokteran UKI sedang melakukan co ass sementara adiknya Jurusan Elektro ITB Bandung semester VI. Seluruh anggota keluarga, tahu betul bagaimana kerja keras yang dilakukannya. “Saya pergi pagi-pagi pulang malam-malam, mereka tahu itu. Sejak awal sebelum married istri sudah tahu kehidupan di proyek ya seperti itu. Karena hasilnya dari sana kok, mau gimana lagi. Istri saya hanya ibu rumah tangga yang di rumah saja,” tuturnya. Untuk mengisi waktu, lanjut Lukman, istrinya aktif di kegiatan sosial dan keagamaan. Setiap hari Jumat dan Sabtu, dia membantu gereja membuka layanan kesehatan berbiaya murah. Selain itu, setiap ada bencana alam di wilayah tanah air, istrinya juga aktif membantu. “Pokoknya dia aktif kegiatan sosial,” tambahnya. Melihat perkembangan kedua putrinya, Lukman merasa generasi muda sekarang sangat hebat, jauh melebihi saat mudanya dahulu. Kehebatan generasi muda sekarang tampak dari kemampuan mereka dalam penguasaan terhadap knowledge yang luar biasa. Ditambah dengan teknologi modern sekarang, kehebatan generasi muda semakin lengkap dan berkembang pesat. “Seperti kedua anak saya yang lebih hebat dari saya,” akunya. Pria kelahiran Blora, 4 Januari 1956 ini, kemudian mengisahkan bagaimana perjalanan hidupnya. Saat lulus SMP, ia pindah ke Jakarta mengikuti salah seorang pamannya. Ia kemudian sekolah di SMA yang paling murah, yakni SMA Taman Siswa di Jl. Bungur Besar Jakarta Pusat. Ia berteman dengan orang-orang yang kemudian terkenal

56


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

di Indonesia seperti Benyamin, Ateng dan lain-lain. “Meskipun murah tetapi sekolah saya menghasilkan orang-orang terkenal,” cetusnya. Setelah lulus SMA tahun 1975, Lukman tidak melanjutkan kuliah karena terbentur biaya. Bermodalkan penguasaan terhadap tiga mata pelajaran yang sangat baik, Matematika, Fisika dan Kimia, ia memberanikan diri memberikan kursus privat. Siswasiswanya adalah anak-anak dari kelas I hingga kelas III yang sedang menghadapi ujian. Hasil dari memberikan kursus privat itulah yang digunakan Lukman untuk kuliah di Universitas Trisakti. “Sebelumnya nggak kebayang bisa kuliah,” katanya jujur. Kegiatan memberikan kursus terus berjalan sembari ia kuliah. Hanya saja, ketika ia lulus sarjana muda dan bergabung dengan perusahaan PT. Tamara Overseas Corp., kegiatan kursus privat dihentikan. Meskipun kerjanya hanya part time tetapi cukup menyita waktu. Di perusahaan yang saat itu memenangkan tender pengadaan peralatan pendidikan untuk pendidikan SMP, SMA dan sekolah kejuruan tersebut, ia bekerja dari pukul dua siang hingga lima sore. “Di situlah saya kenal Chandrawati, istri saya. Makanya begitu lulus sarjana saya keluar dan mendirikan usaha sendiri. Alasan saya, suami istri tidak mungkin bekerja dalam satu kantor. Dari situlah saya mengenal dan mengembangkan bakat elektronik saya,” katanya. Pada perjalanannya, perusahaan akhirnya berkembang seperti sekarang. Meskipun harus mengalami jatuh bangun terlebih dahulu. Semua itu, berkat kerja keras dan semangat untuk maju serta menerima inovasi baru sebagai sebuah perubahan zaman. “Hidup kita itu dipengaruhi oleh lingkungan sebesar 10 persen, sementara 90 persen sangat tergantung pada diri kita sendiri mengambil sikap, oleh sebab itu janganlah karena pengaruh yang 10 persen, merubah pola pikiran kita dan tindakan kita. Tetapi bagaimana pengaruh 10 persen itu di jadikan pembelajaran buat kita bertindak, janganlah selalu menyalahkan lingkungan atau keadaan. Kiatnya harus rajin bekerja dan jangan pernah membatasi diri. Apapun yang kita kerjakan, janganlah menunda waktu. Kalau sekarang bisa diselesaikan ya sekarang juga harus diselesaikan. Besok sudah ada pekejaan lainnya…. Bekerja jangan hanya delapan jam, dua belas jam kalau perlu,” nasehatnya.

57


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

D

i tengah maraknya industri transportasi, kereta api tetap bertahan. Angkutan massal tertua di dunia ini, mampu bersaing dengan moda transportasi lainnya. Bahkan terbukti Shinkansen di Jepang dan TGV di Perancis mampu menggusur peranan pesawat terbang.

Roos Diatmoko

Direktur Utama PT INKA (Persero)

Satu-satunya Industri Kereta Api Terintegrasi di ASEAN

58

Faktor kemampuan angkut yang besar menjadi nilai tambah kereta api. Peran teknologi membuat kecepatan kereta api bisa ditingkatkan secara maksimal sehingga mempersingkat waktu tempuh. Tidak heran industri perkeretaapian tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu perusahaan milik negara (BUMN) di Indonesia adalah PT INKA (Industri Kereta Api) Persero. Perusahaan yang berdiri di Madiun sejak tahun 1981 ini bermula dari Balai Yasa maintenance lokomotif uap. Seiring perjalanan waktu, performa PT INKA terus meningkat dan menjadi industri dengan teknologi yang sangat modern. Prof. DR. Ing BJ Habibie saat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT tertarik atas prestasi dan keahlian insinyur Indonesia dalam membuat prasarana kereta api, sehingga INKA layak ditransformasikan menjadi sebuah pabrik industri kereta api yang terintegrasi.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Berbekal alih teknologi lisensi Nippon Sharyo, perusahaan kereta api Jepang pembuat kereta api cepat, Shinkansen, PT INKA menjelma menjadi perusahaan pembuat gerbong kereta barang dan penumpang. Beberapa karyawan dikirim training ke negeri sakura untuk belajar teknologi produksi. “Banyak tahapan yang harus dilalui. Sepuluh tahun pertama adalah proses alih Roos Diatmoko Lesehan Bersama Bapak Presiden teknologi, tidak hanya Jepang tetapi juga Eropa dan Amerika. Memasuki tahap kedua atau fase integrasi teknologi kereta api, kita sudah mampu mendesain dan rekayasa serta melibatkan diri di industri kereta api domestik. Hasilnya, tahun 1995, desain kami, kereta api Argo Bromo dan Argo Gede resmi diluncurkan. Kita juga mengembangkan KRL-I, yakni KRL Indonesia yang dirancang sendiri untuk KA Jabotabek. Selain itu KRD-I, produk untuk angkutan komuter dan regional, telah beroperasi di Semarang, Tegal, Solo, Medan dan Lampung,� kata Roos Diatmoko, Direktur Utama PT INKA (Persero). Setelah dua dasawarsa, PT INKA membangun keunggulan kompetitif berbasis angkutan komuter. Kini, PT INKA telah menguasai teknologi rancang bangun industri kereta api mulai dari pembuatan gerbong, manufaktur lokomotif hingga kemampuan mendesain kereta api. Saat ini, PT INKA merupakan satu-satunya industri kereta api di ASEAN yang terintegrasi. Industri di Malaysia memiliki kemampuan memproduksi kereta api terpisah, misalnya monorel oleh Scomi, gerbong barang oleh perusahaan Malaysia lainnya. Menurut Roos, penguasaan teknologi industri kereta api menjadi bekal PT INKA untuk terus berinovasi di bisnis transportasi darat lainnya. Dari situ kemudian lahir bus gandeng bernama Incobus untuk busway. Bahkan setelah program produksi mobil Kancil dengan swasta terhenti, PT INKA akhirnya mengembangkan sendiri prototip micro car yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas. Mobil tersebut diberi nama GEA atau Gulirkan Energi Alternatif. Selain itu, PT INKA juga memproduksi dari airport trolley sampai mobile medical system. “Tahun ini kita akan membuat lokomotif dengan desain sendiri, yang berbeda dengan lokomotif GE desain Amerika. Memang tahun ini kita akan mengerjakan 10 unit

59


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

lokomotif GE, yang sudah mampu diproduksi sejak tahun 1996. Jumlah lokomotif GE ini sudah cukup banyak, 49 unit, tetapi yang desain sendiri baru berupa prototype akhir tahun ini selesai.� ujarnya.

Nyaris ditutup Deregulasi sektor penerbangan menyebabkan penumpang kereta Argo menurun, lalu PT. KA menghentikan pesanan dan nyaris membuat PT INKA kolaps dan bangkrut. Lahirnya deregulasi tersebut membuat operator penerbangan bisa menurunkan tarif penerbangan serendah mungkin. Akibatnya, masyarakat berbondong-bondong beralih ke pesawat udara yang lebih cepat meninggalkan transportasi kereta api. Dampaknya, PT Kereta Api tidak menambah investasi dan memilih menggarap angkutan kereta barang. Kebijakan itu membuat PT INKA kehilangan pendapatan karena order pembuatan kereta api seret. Dari laporan keuangan PT INKA pada tahun 2004 dan 2005, menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan kurang dari Rp 100 miliar dengan equity mendekati kurang dari Rp. 30 milyar. Karena terus merugi, muncul wacana agar PT INKA dilikuidasi atau di-merger dengan PT KA. Manajemen yang dipimpin Roos tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakantindakan untuk menyelamatkan perseroan. Restrukturisasi jangka pendek dalam bidang keuangan, bisnis dan organisasi digalakkan. Begitu juga dengan diferensiasi produk juga menuai hasil yang menggembirakan, meski tidak mampu menutup kerugian. Perlahan namun pasti neraca keuangan PT INKA terus membaik dan mencapai break event point (BEP) pada tahun 2006. Tahun 2008 perseroan membukukan laba sebesar Rp 32 miliar dari pendapatan usaha sebesar Rp 564 miliar. Diharapkan kinerja keuangan PT INKA 2012 sudah sangat sehat dengan target pendapatan diatas Rp 800 miliar dan mampu membayar dividen di tahun 2010.

Kunjungan Workshop Bapak Presiden

60

Roos optimis, keinginan tersebut tercapai dengan dukungan pemerintah yang sangat besar. Terbukti dengan UU No. 23/ 2007 tentang Perkeretaapian membuka kesempatan swasta dan pemerintah daerah berpartisipasi mengembangkan kereta api. PT INKA pun masih diperlukan


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Direksi INKA

untuk menunjang program revitalisasi kereta api. “Pemda Sumsel sudah berminat menggunakan railbus dan sudah memesan untuk digunakan sebagai ankutan dalam kota khususnya di lingkungan kampus Universitas Sriwijaya,” tuturnya. Dukungan pemerintah juga ditunjukkan oleh Menteri Perhubungan. Dalam sebuah workshop membahas tentang blue print perkeretaapian masa depan menjadi prioritas. Bahwa kereta api menjadi tulang punggung transportasi nasional sampai lima tahun ke depan sehingga Ditjen Perkeretaapian mendapat anggaran paling besar di Kementrian Perhubungan. “Pertama kereta api ke depan diharapkan menjadi pilihan utama, karena moda transportasi lain macet. Kedua energi BBM makin naik, dan harga BBM di dunia juga makin meningkat, padahal Indonesia sudah masuk sebagai negara importir. Ketiga polusi dan pemanasan global, ke depan kita kan harus turun hingga 20%, dan jawaban satu-satunya untuk angkutan massal adalah kereta api,” ujarnya.

Pelanggan Terbatas Masalah yang dihadapi PT INKA, menurut Roos adalah terbatasnya customer yang menyerap produksi perseroan. Hingga sekarang, hanya ada dua yaitu PT KAI dan Departemen Perhubungan. PT KAI sebagai satu-satunya operator kereta api di Indonesia sementara Departemen Perhubungan sebagai regulator. Untuk itu, PT INKA berusaha mendapatkan pasar baru di luar negeri.

61


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Kita mencari peluang ke luar negeri dan sudah ekspor ke Malaysia, Thailand, Bangladesh, Australia. Kita bahkan sudah mengantungi sertifikat ISO 9001 sejak tahun 1996, sehingga kualitas standar produk kita diakui. Tidak heran, di Bangladesh, produk kita lebih unggul dibandingkan China,” tuturnya. Semua itu, lanjut Roos, tidak lepas dari peran serta pemerintah. GEA - Mobil Kerjasama - BPPT Kerja sama yang terjalin erat antara PT INKA, Kementerian Riset dan Teknologi, serta BPPT menghasilkan sinergi dalam terobosan teknologi perkeretaapian di Indonesia. Kerja sama juga dilakukan dengan departemen lainnya seperti Depperin untuk produk otomotif, Dephub dan Kementerian BUMN sebagai “Bapak Asuh” PT INKA. Semua dilakukan, selain dalam rangka pengembangan teknologi juga untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghadapi krisis global. Meskipun berdasarkan pengalaman menghadapi krisis moneter yang dapat dilewati dengan baik, tetapi tantangan ke depan jauh lebih berat. Dengan mengacu pada pencapaian atas produksi setara dengan kualitas produk Jepang hingga mampu ekspor. “Pertama kita perbaiki SDM terlebih dahulu dengan mulai merekrut dan setiap tahun kita tambah sampai komposisi karyawan dari tingkat S1, S2, menjadi banyak. Kedua kita memperbaiki manajemen dan prosesnya, misalnya Good Corporate Governmentnya ditingkatkan. Tahun ini kita mulai mengenalkan risk management, kemudian meningkatkan IT, sehingga semua sudah terhubung dengan IT. Dan nantinya kita akan hubungkan dengan ERP - Enterprice Resources Plan, supaya IT-nya terpadu,” ungkap karyawan pertama PT INKA yang mencapai puncak karier sebagai Direktur Utama dalam tempo dua puluh tahun ini. Untuk mewujudkan semua keinginan tersebut, jelas Roos, tidak lepas dari visi dan misi PT INKA. Untuk mencapai visi dan misi dibutuhkan budaya perusahaan yang didasarkan atas nilai-nilai utama. Adapun nilai-nilai utama yang dianut perusahaan BUMN yang menempati lahan seluas 22 hektar di Madiun ini adalah: * Pertama integritas, karyawan harus berlaku jujur, satunya kata dan perbuatan. * Kedua mutu, mengutamakan kualitas hasil dan selalu meningkatkan kualitas * Ketiga profesional, harus berkompeten dan bertindak sesuai dengan profesi. “Integritas, mutu dan professional tersebut bisa disingkat menjadi motto perusahaan: IMPro. Jadi dalam bahasa Inggris bisa dibaca I’m pro. Itu yang menjadi pegangan seluruh karyawan dan stakeholder PT INKA. Ternyata ini juga diikuti oleh keluarga

62


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

karyawan yang sangat mengerti akan posisi PT INKA, karena tidak selamanya dalam kondisi bagus. Tahun 2003-2005 kondisi perusahaan sangat terpuruk dan hampir dilikuidasi. Baru tahun 2006, perusahaan mulai bangkit dan membukukan keuntungan pada tahun 2007. Nah yang kayak gitu, anggota keluarga karyawan mau mengerti,” ujarnya. Kepada generasi muda, Roos berpesan agar mereka harus selalu belajar walau sampai ke negeri China. Saat pertama masuk PT INKA, ia mengutamakan belajar. Ia dengan sengaja membangun perpustakaan dan membeli buku-buku. “Dengan membaca kita bisa mendapat ilmu pengetahuan dan setelah itu kita praktekkan. Dengan begitu kita tahu apakah yang kita perbuat berhasil atau gagal. Tetapi kita harus yakin bahwa kegagalan adalah awal kesuksesan,” ungkapnya.

Sekilas PT INKA (Persero) PT INKA (Pesero) adalah perusahaan milik pemerintah Indonesia atau BUMN. Berawal dari workshop lokomotif uap pada tahun 1981, kemudian berkembang menjadi produsen kendaraan modern berbasis rel. Dengan mengusung visi menjadi perusahaan kelas dunia, kegiatan usaha tumbuh dan berkembang dari produk dasar ke produk yang bernilai tambah tinggi pada bisnis kereta api dan transportasi. Misi bisnis dan teknologi terfokus pada penciptaan daya saing dalam produk kereta api dan transportasi untuk mendominasi pasar domestik serta memenangkan persaingan di kawasan ASEAN dan negara-negara berkembang lainnya. Transformasi bisnis ini berhasil memberikan solusi terbaik dan sangat berharga untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam kompetisi global, INKA mengembangkan berbagai macam fitur dari platform produk yang dapat diandalkan di bawah sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global. Melalui peningkatan berkelanjutan untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi, INKA melakukan bisnis dengan nilai-nilai inti: integritas, profesional dan kualitas. Sebagai perusahaan modern, INKA “membaca” peluang bisnis masa depan, bukan hanya untuk transportasi kereta api namun produk dan layanan yang lebih luas yang dikembangkan dari kompetensi inti memberikan kontribusi bagi penciptaan terhadap permintaan infrastruktur dan transportasi. Perubahan kondisi pasar mendorong produsen kereta api untuk melakukan diversifikasi produk dengan memanfaatkan kompetensi pada bisnis inti. Penyesuaian dilakukan dengan memperluas rantai layanan transportasi atas produk otomotif dan penanganan peralatan. Konstruksi standar ditingkatkan dengan basis teknologi kereta api untuk berbagai jenis pra-pabrikasi. Proses pembuatan desain dengan bantuan komputer, integrasi sistem dan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 adalah toolkit untuk kesuksesan pengembangan produk baru. Karena bagi produsen kendaraan, kepuasan pelanggan ditentukan oleh faktor krusial yaitu sistem manufaktur modern

63


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dalam setiap jenis produk, jumlah, dan lokasi di pasar global. Permintaan tinggi terhadap kereta api antarkota meningkat di kawasan penduduk berkepadatan tinggi di negaranegara kepulauan. Untuk itu, gerbong penumpang baru diperkenalkan dalam rangka menangkap ceruk pasar dengan kualitas layanan prima. Pada awalnya, perubahan nilai diciptakan untuk menyerap mobilitas penumpang kelas menengah. Langkah perubahan selanjutnya adalah mengadaptasi teknologi terbaru untuk membangun kereta rel diesel elektrik (KRDE) di koridor kereta api jarak menengah. Selain itu PT INKA memproduksi railbus, yaitu rangkaian kereta penumpang ringan yang menggabungkan teknologi konstruksi badan bus dan perlengkapan roda kereta. Railbus menggunakan teknologi transmisi elektrik, yang merupakan inovasi dan desain baru pertama kali di dunia. Umumnya railbus menggunakan teknologi trasmisi hidrolik mekanik.

KRLI JABOTABEK

KRDI DI MEDAN

Visi PT INKA Menjadi Perusahaan Manufaktur Sarana Kereta Api dan Transportasi kelas dunia yang unggul di Indonesia

KRDI DI ACEH

Misi PT INKA Menciptakan keunggulan kompetitif bisnis dan teknologi Sarana Kereta Api dan transportasi untuk menguasai pasar domestik dan memenangkan persaingan bisnis di pasar regional, ASEAN serta negara sedang berkembang. RAILBUS DI PALEMBANG

64


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

S

etiap manusia memiliki pandangan tersendiri mengenai masalah yang dihadapi. Banyak yang menyikapinya sebagai tantangan yang harus dihadapi, dilalui serta dipelajari untuk mencari pemecahan/solusinya. Namun tidak jarang yang menganggapnya sebagai kesulitan hidup maha berat yang sulit dijalani.

Sri Eka Suandini Direktur PT Sinergi Mitra Karti

Memandang Tantangan Dari “Point of View� Tuhan

Namun, bagi manusia yang berpikir positif dan menyukai tantangan, maka masalah merupakan kesempatan untuk belajar. Masalah yang menimbulkan tantangan adalah peluang untuk semakin memperkaya wawasan, meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan manusia tersebut, agar menjadi lebih bijak. Besarnya tantangan, membuat manusia semakin tekun lagi dalam belajar untuk mengatasi masalah yang ia hadapi. “Saya menyukai tantangan dan berada dalam lingkungan yang selalu menghadapi permasalahanpermasalahan rumit yang bisa memecahkan kepala. Tetapi saya diberi kemudahan untuk belajar oleh Allah, ibaratnya masuk SD langsung naik ke kelas IV dan menjalani SMP setahun saja seperti kelas akselerasi. Kalau dari point

65


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

of view manusia, pasti banyak orang merasa bahwa hidup saya menderita. Tetapi karena saya melihatnya dari point of view Tuhan, saya merasa Dia memberi kemudahan dan kecepatan bagi saya untuk mempelajari sesuatu. Saya namakan itu sebagai peluang emas untuk belajar,” kata Sri Eka Suandini, Direktur PT Sinergi Mitra Karti. Eka (panggilan akrabnya) menyiasati setiap kendala dengan bekerja secara pintar. Ia tidak menyebutnya hard work yang memaksanya harus bekerja keras tetapi dengan istilah smart work. Dengan bekerja pintar, ia harus bisa memanage waktu dalam menyiasati beban pekerjaannya. Ia mencontohkan bagaimana menyelesaikan S1nya dalam waktu 3,5 tahun atau keputusannya untuk mendirikan usaha sendiri. Meskipun ayah Eka adalah seorang pengusaha, tetapi dalam masalah keberanian berwiraswasta ia lebih banyak belajar sendiri. Tak heran, ia seperti orang yang baru saja belajar berenang tetapi langsung terjun ke laut. Namun Eka memang telah mewarisi darah pekerja keras dari nenek moyangnya, sehingga semua itu dianggapnya sebagai peluang untuk belajar dalam hidupnya. Ia menghadapi semuanya dengan enjoy, seberat apapun tantangan tersebut. “Karena senang dengan tantangan, maka saya menjalani semuanya dengan enjoy saja. Apalagi peristiwa yang kita alami merupakan ‘tarikan’ dalam hidup kita. Ketika kita ‘dicemplungkan’ ke laut, mau tidak mau kita perlu menghadapi keadaan itu, meskipun itu adalah pertama kalinya kita belajar berenang. Entah apa saja yang kita hadapi, harus kita telan, apakah itu pahit, asin, atau panas, semuanya campur aduk menjadi satu. Itu memang tantangannya, dan kalau sudah terbiasa, maka gelombanggelombang yang dihadapi akan semakin mengecil. W alaupun sebenarnya gelombangnya sama, tetapi karena kitanya menjadi semakin pintar dan bijak, sehingga rasanya jauh lebih ringan. Berbeda dengan pada saat awal memulainya, gelombang yang sama, saya rasakan bagaikan sebuah tsunami,” kata anak pertama dari dua bersaudara pasangan Andi Mulja dan Sutrihana ini.

Manusia Unik Jauh sebelum menempuh pendidikan S1, Sri Eka Suandini sudah sangat tertarik dengan dunia Human Resource Development (pembangunan sumber daya manusia). Entah secara kebetulan, atau memang sudah garisan nasib, pada saat mengambil S1 Jurusan Finance di Boston College, ia juga mengambil mata kuliah Human

66


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Resource. Ini yang membuatnya mendapat bekal cukup dalam keilmuan HR, di samping penguasaannya atas ilmu keuangan. “Saya seolah-olah sudah double major dengan Human Resource, meskipun tidak dideclare untuk itu. Makanya, ketika saya lulus dengan menggenggam gelar di bidang Finance saya juga sekaligus menguasai HR. Ketertarikan saya pada HR adalah karena manusia itu sangat unik. Makhluk hidup lainnya seperti hewan ataupun semua benda mati itu lebih mudah dipelajari, hanya manusia yang memiliki keunikan tersendiri. Manusia mempunyai akal/pikiran dan hati yang membuat manusia itu unik serta menantang untuk dipelajari,” tuturnya. Selepas S1, Eka bekerja di bagian operation untuk bank multinasional terkemuka, Citibank. Ia hanya bertahan selama satu setengah tahun karena meneruskan S2 di MM UGM Yogyakarta, dan mengambil mata kuliah Finance and Banking. Eka sengaja mengambil S2 di universitas dalam negeri karena selama enam tahun sejak SMA hingga lulus S1 ia menghabiskan waktunya di negeri Paman Sam. Sehingga kini ia merasa “berkewajiban” untuk merasakan kehidupan pendidikan di tanah air yang tidak terletak di kota Jakarta. Hebatnya, ia lulus tepat waktu dan menduduki ranking pertama dari angkatannya. Setelah lulus S2, Eka kemudian bergabung dengan Bank Universal guna menyusul atasannya di Citibank yang telah terlebih dahulu pindah. Atasan Eka, ternyata bekerja di bagian operation support serta menangani administrasi pada Human Resources. Dari situ ia banyak terlibat pada penanganan human resources yang sangat menarik minatnya. Ia menambah ilmunya dengan banyak membaca buku tentang HR. Dan dari operation support, ia kemudian menangani Universal Training (Divisi Bank Universal yang menangani training). Ia diposisikan sebagai Training Operation Head yang bertugas memastikan kelancaran kegiatan training, seperti kesiapan fasilitator dan instruktur serta segala fasilitas pendukung training lainnya. “Karena saya juga menyukai menjadi fasilitator/trainer maka saya juga memberikan pelatihan, misalnya Total Quality Control dan Operations. Saya juga sering sharing dengan teman-teman mengenai Seven Habits dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pengembangan diri di Bank Universal. Saya juga pernah menjadi Departement Head ATM dan saya terakhir membawahi Divisi Human Capital Operation Services Bank Universal. Mengapa capital? karena resources itu merupakan sumber daya

67


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

yang suatu saat akan habis, sementara capital adalah modal atau asset. Human Capital Operation Services itu salah satu tugasnya adalah menangani pertanyaan dan keluhan-keluhan dari karyawan, selain juga memberikan HR services ke karyawan, seperti misalnya payroll bulanan” tuturnya. Eka kemudian “balik kandang” ke Citibank karena di-hijack oleh headhunter. Ia kemudian “benar-benar” bekerja sesuai dengan minatnya, yaitu menangani bagian HR. Hanya saja, ia menangani pekerjaan ke-HR-an yang sama sekali tidak diketahuinya, yaitu Employee Relations dan Outsourcing. Selama satu tahun, ia belajar banyak hal sampai ia akhirnya menguasai pekerjaannya. “Kasusnya memang banyak sekali\. Karena Citibank punya SPSI yang cukup dewasa dalam segi pemikiran, sehingga pihak HR juga dituntut seperti itu. Disitu saya memegang outsourcing dan vendor management-nya. Saya juga menjadi seorang HR Generalist kalau istilah di Citibank, yaitu membantu bisnis atau divisi, seperti Financial Control, untuk merekrut karyawan dan segala hal lainnya yang berhubungan dengan HR di bisnis/divisi tersebut. Seperti biasa, kita (setiap Kepala Divisi) pasti sibuk dengan aktifitas yang berhubungan dengan bisnis dan kewalahan mengelola hal-hal yang berhubungan dengan karyawan,” katanya..

Kompetitor Wahana Belajar Saat ini, Sri Eka Suandini mengendalikan tiga macam usaha, PT Parardhya Mitra Karti bergerak di bidang konsultan SDM, PT Sinergi Mitra Karti yang berfokus pada pelatihan dan outsourcing, serta Cambridge Child Development Center, sebuah preschool bertaraf internasional. Selain itu Eka menjadi partner di sebuah Pusat Pemberdayaan Diri, House of Alpha Mind di Jakarta. Semua usahanya berjalan dengan baik meskipun kompetitor baru di bidang yang sama terus bermunculan. Ia sendiri tidak terlalu khawatir dengan kehadiran mereka, bahkan jika para pesaing tersebut meniru sama persis seperti apa yang ia lakukan. “Saya selalu memberikan yang terbaik dan menciptakan sesuatu yang unik dan orisinil. Yang jelas saya selalu menciptakan apa yang tidak ada di pasar. Bagi saya, kompetitor justru adalah tempat di mana saya bisa belajar. Karenanya saya tidak fokus ke kompetitor, bahkan tidak pernah memikirkannya. Yang penting saya telah melakukan yang terbaik, tetap fokus, dan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa

68


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dan negara, . Meskipun Circle of Concern saya adalah orang-orang di sekitar saya,” katanya. Pusaran perhatian Eka berfokus pada klien, yakni memberikan klien yang terbaik dan unik. Dengan cara ini, ia menjadi tidak peduli dengan keberadaan kompetitor. Bahkan jika mereka melakukan “copy-paste” terhadap usaha dan ide-idenya, Eka tetap tidak mengindahkannya. Baginya, yang terpenting adalah terus berinovasi dan memberikan yang terbaik dan unik bagi klien yang menggunakan jasanya. Semuanya dilakukan secara terus menerus dan terus bergulir sehingga ia melaju naik meninggalkan para pesaingnya. Sebagai seorang ahli HR Development, Eka tahu betul bahwa manusia dibekali suatu potensi yaitu Ruh Tuhan di dalam dirinya masing-masing. Dan untuk “mengaktifkan” potensi tersebut, manusia harus berbicara dengan hatinya di mana Ruh Tuhan bersemayam. Termasuk dalam mencapai kesuksesan yang ingin diraih, manusia harus berpikir dan bekerja dengan menggunakan hati. Karena bila manusia berpikir dan bekerja dengan otak semata, akan sangat mungkin hasilnya tidak optimal. Oleh karena kapasitas otak manusia itu sangat terbatas, berbeda dengan kekuatan hati yang luar biasa yang disebabkan penyertaan Tuhan di dalamnya. “Dari situlah supreme power kita berasal, bukan dari otak. Jadi saat kita minta bantuan dari hati, karena berkaitan langsung dengan Tuhan, jadi power yang disalurkan keluar lebih besar,” tegas single parent dengan satu putri ini. Dengan mencintai pekerjaannya masing-masing, lanjutnya, artinya manusia bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain. Sayangnya, cinta yang diberikan manusia adalah cinta dengan kemelekatan yang disertai keinginan untuk mengontrol dan memiliki terhadap apa yang dicintainya. Sementara cinta dari Tuhan, adalah cinta yang bersifat mengembangkan yang tidak mengharuskan/memaksa untuk melaksanakan sesuatu. “Tuhan hanya memberi tahu peraturannya, semua orang tetap disayang Tuhan, baik itu penjahat atau orang baik. Jadi cinta Tuhan itu justru membebaskan dan bukannya mengekang,” tuturnya. Menurut Eka, dalam konteks pekerjaan, kita juga dapat menggunakan cinta, yakni cinta yang tidak mengharuskan untuk berhasil. Jika sikap mengharuskan ini yang diterapkan, maka karyawan akan mengeluarkan energi negatif yang justru membuat kemunduran bagi perusahaan. Sebaliknya, dengan cinta yang memberikan kebebasan untuk mendapatkan pembelajaran, karyawan akan mampu memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Itulah yang dinamakan cinta sejati atau cinta dengan tulus dan ikhlas. Sementara hasil dari pekerjaan akan dijamin oleh Tuhan, selama kita mengerjakan pekerjaan kita dengan penuh cinta yang tulus. “Saya berikan yang terbaik dari hati, dari cinta yang melepas, bukan cinta yang melekat. Kalau orang mau mengopi, mengekor saya, ya silakan, saya akan cari yang lain,” tandasnya. Eka yakin, pekerjaan baik yang dilakukan seorang manusia akan memberikan karma baik bagi manusia tersebut. Manusia tidak boleh bergantung kepada manusia lainnya,

69


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

karena hanya kepada Tuhan-lah tempat menggantungkan harapan. Sebab Tuhan tidak pernah berubah, sementara manusia memiliki perasaan yang terus berubahubah. Harus disadari bahwa manusia adalah sarana berbuat baik untuk menuju Tuhan. “Habuminnanas harus dijalani dengan benar agar mencapai habluminallah yang baik. Jadi kalau ada manusia yang membuat kita sakit hati kita, ya sudah kita maafkan saja. Tuhan tidak pernah menyakiti kita. Kalau dari point of view kita, mungkin kita telah menderita lahir batin, tetapi dari point of view Tuhan, kita sedang ditempaNya agar menjadi lebih baik,� tuturnya. Eka berharap, baik kompetitor maupun pemerintah bangsa ini, dapat berpikir dan bekerja dengan hati nurani yang bersih, suci dan ikhlas, bukan dengan hati yang kotor. Untuk itu, manusia harus men-deactivat ego mereka masing-masing dan mengaktifkan energy Ilahi yang ada di dalam hati setiap insan. Dengan begitu, baik pemerintah atau siapapun juga akan memiliki sikap yang jauh lebih baik, berperilaku dengan lebih baik pula, dan pastinya akan mampu menemukan solusi damai dan bermakna terhadap permasalahan yang sedang dihadapi manusia. “Bahkan terkadang, solusi itu tidak perlu kita cari nantinya akan ketemu dengan sendirinya. Yang sulit kita lakukan adalah men-deactivat ego. Ego memang baik dimiliki supaya kita percaya diri, tetapi frekuensinya harus kita seimbangkan dengan kerendahan hati, yaitu suatu kesadaran hati nurani supaya tidak sombong dan berlebih. Sebenarnya yang perlu dibangkitkan di bangsa ini dan seluruh bangsa yang ada di dunia adalah membangkitkan kesadaran hati,� ujarnya.

Beyond Miracles Sri Eka Suandini sebagai seorang Life Explorer sejati telah berhasil berjuang dalam menimba ilmu pendidikan di berbagai macam tempat. Mulai dari Boston College dan University of Michigan, Amerika hingga ke National University of Singapore. Eka yang juga lulusan UGM ini giat dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi semasa pembelajarannya guna mendapatkan pengalaman dan pemahaman untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Wanita berusia 40-an yang masih sangat aktif dalam berbagai kegiatan training serta pengajaran seputar pengembangan kehidupan manusia ini, baru saja

70


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

menyelesaikan studinya di Shenzhen, China. Di China, Eka mempelajari sistem psiko spiritual bernama Enneagram yang dikembangkan oleh Helen Palmer, seorang profesor dalam bidang intuisi di sebuah universitas di AS dengan menggunakan metode panel interview. Enneagram adalah suatu sistem psiko-spiritual yang dapat membantu kita untuk menemukan dan mengenal kualitas diri yang terbaik serta mendayagunakannya untuk mencapai kearifan holistik. Eka pun bermaksud memperkenalkan Enneagram ini kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas guna meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Sekilas Enneagram Enneagram adalah suatu sistem tentang sembilan tipe dasar manusia yang terutama digunakan untuk melakukan: 1. Self discovery (penemuan jati diri) 2. Self understanding (pemahaman diri pribadi) Enneagram ini juga berguna untuk membentuk “Working Relationship” (hubungan yang konstruktif/membangun) dengan diri sendiri, sehingga dapat mengurangi penderitaan yang dialami seseorang. Sebenarnya penderitaan yang kita alami lebih banyak disebabkan oleh ketidaktahuan kita akan diri sendiri. Enneagram juga dapat kita gunakan untuk mengenal dan memahami orang lain, sama seperti halnya mereka mengenal dan memahami diri mereka sendiri. Enneagram dapat diaplikasikan dalam lingkup keluarga, sosial, maupun bisnis.

Omnividya Dalam menjalankan niat baiknya dan juga sebagai amanah untuk mensejahterakan negeri ini, Eka menyalurkan visi dan misinya melalui Omnividya, sebuah brand baru dari PT Sinergi Mitra Karti. Omnividya merupakan sebuah Learning Boutique yang memfokuskan program-programnya pada individual learning (pembelajaran individu). Omnividya dengan motto Cultivating Knowledge & Wisdom, melibatkan Eka sebagai Chairlady dan memiliki keunikan manfaat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang berunsur learndutainment, inspiring moment, dan beyond miracles experience. Unsur-unsur ini sebenarnya diambil dari makna inti kata “sekolah” dari bahasa Yunani “schole” yang berarti hal-hal yang menyenangkan. Dan hal ini diterapkan dalam program-program Omnividya. Perempuan dengan Tokoh Favorit Syeh Siti Jenar ini memiliki motto hidup: “Beyond Miracles”, artinya adalah, bahwa setiap saat dari kehidupan kita adalah sebuah keajaiban, misalnya untuk menggerakkan satu jari saja diperlukan beribu-ribu syaraf dan sel yang tak akan mampu kita gerakkan tanpa seizin Tuhan. Jadi meskipun kita merasa tidak menerima apa-apa setiap harinya, Tuhan sudah memberikan kita suatu pengalaman yang melebihi keajaiban (beyond miracles) di setiap saat.

71


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

B

anyak pilihan dalam menjalani hidup. Tinggal manusia sebagai “pelaku kehidupan” memilih hal-hal terbaik bagi masa depannya. Tentu berbagai risiko harus dihadapi dalam menjalaninya. Salah-salah bukan kesuksesan yang didapat, tetapi justru jatuh terpuruk dan sulit untuk bangkit lagi. Namun, pilihan hidup yang tepat dan dijalani dengan sungguh-sungguh, konsisten dan penuh dedikasi, akan memberikan kesuksesan setimpal.

Tina Suprihatin, SE Pemilik Tien’s Anugerah Jaya

Keluar Dari Pekerjaan Mapan Untuk Mengembangkan Bisnis Waralaba

72

Pilihan hidup yang tepat, dijalani oleh Tina Suprihatin, SE., Pemilik Tien’s Anugerah Jaya. Pada saat mencapai puncak karier, ia justru memutuskan “turun gunung” untuk menggeluti usaha sendiri. Sudah tentu keberaniannya bukan tanpa perhitungan, terbukti setelah beberapa waktu usaha yang dikembangkannya berbuah kesuksesan. “Motto saya ‘Hidup Adalah Pilihan’, jadi pilih saja apa yang kita mau. Ketika sudah memutuskan untuk memilih jangan ragu-ragu lagi, tekuni terus hingga sesuai harapan. Jangan sia-siakan peluang dan kesempatan selagi ada, ambil dan gunakan kesempatan tersebut,” katanya.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Tina mencontohkan, dirinya keluar dari pekerjaan pada posisi puncak sebagai Accounting Manager di PT MATRACO sebuah perusahaan IT untuk berwirausaha. Ia berpikir bahwa wirausaha lebih menjanjikan daripada hanya sekedar mengandalkan gaji sebagai pekerja kantoran. Bahkan, meskipun sudah berada pada jabatan atau posisi “mapan” sekalipun, menurutnya tidak akan mampu menyamai wirausaha. Usaha pertama yang dibangunnya adalah membuka toko florist khusus bunga Anggrek dan Mawar di Rawasari, Jakarta Pusat pada tahun 2004. Setelah itu, Tina melirik bisnis waralaba yang sedang booming pada tahun 2007. Alasannya, modal yang diperlukan tidak terlalu besar dan pengembalian modal relative cepat serta pangsa pasar terus tumbuh. Pada tahun itu, Tina memutuskan untuk membeli lisensi Tela Krezz dengan modal Rp 15 juta untuk menjadi distributor kawasan Jakarta Timur. Saat ini, ia membawahi 20 mitra pada keagenannya. Tahun 2008, ia menambah usaha waralaba lagi dengan membeli lisensi Sensasi Dawet Ayu untuk wilayah Jakarta Timur dengan modal Rp 30 juta. “Saya kemudian membuat usaha waralaba sendiri, berupa ‘Tien’s Jamur Crispy’ dan ‘Tahu Isi Bakso Zaidan’. Awalnya dari resep teman yang kemudian saya kembangkan, tetapi dia sendiri tidak berminat untuk mengembangkan produk tersebut. Kemudian saya bawa ke Departemen Kesehatan dan Badan POM untuk mendapat izin dan baru saya waralabakan pada Januari 2009. Modal awalnya sekitar Rp 25 juta,” tuturnya. Di awal merintis usaha waralaba, cukup banyak kendala yang dihadapi. Namun, satu per satu Tina berhasil mengatasinya. Seperti kritikan terhadap ukuran bakso,

73


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

pengiriman produk kepada mitra serta persaingan ketat di bisnis waralaba. Kendalakendala tersebut berhasil diatasi dan dalam hitungan bulan telah mampu menggandeng tujuh orang mitra untuk Tahu Isi Bakso dan enam mitra untuk Jamur Crispy yang tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.

Paket Kemitraan Syarat-syarat untuk menjadi mitra Tien’s Anugerah Jaya antara lain harus memiliki lokasi usaha dengan posisi strategis. Lokasi usaha ini harus disurvey oleh Tina terlebih dahulu untuk menentukan prospek usaha ke depan. “Lokasi harus di tempat ramai seperti pusat perbelanjaan ataupun yang mobilitasnya tinggi,” jelasnya. Dengan dana senilai lima juta rupiah, mitra berhak mendapat paket mitra Tahu Isi Bakso. Sedangkan untuk paket Jamur Crispy, mitra harus menyerahkan uang sebesar enam juta rupiah. Apabila terikat dengan hubungan tersebut, seorang mitra akan mendapatkan satu unit booth/outlet serta kelengkapannya berupa kompor gas dan perlengkapan booth, seragam, dan pelatihan (training). Booth/outlet mempunyai fleksibilitas tinggi, sehingga mudah dipindahkan jika ingin mengikuti pameran atau pesta, bentuk desainnya menarik, minimalis dan cocok untuk lokasi outdoor, indoor, mal, foodcourt, maupun kampus. Paket tersebut berlaku untuk tiga tahun dan dapat diperpanjang. Setelah mendapat paket usaha mitra tinggal repeat order bahan baku atau dibuatkan langsung produk makanannya oleh Tien’s Anugerah. Tergantung keinginan mitra, karena mitra bisa menyediakan sendiri bahan baku sementara tepung dan bumbubumbu disediakan oleh Tien’s. Menurut Tina keuntungan bermitra dengan Tien’s Anugerah Jaya, mitra tidak dikenakan royalty fee. Namun perusahaan memberlakukan minimal order 50 pcs per hari untuk kedua produk tersebut. Selain itu, bergabung dalam kemitraan dengan Tien’s Anugerah memberikan kesempatan bagi mitra untuk memiliki usaha sendiri dan memperoleh outlet serta perlengkapan usaha. Mitra juga memiliki peluang keberhasilan lebih besar dibandingkan harus memulai usaha sendiri. Penyebabnya, usaha ini sudah teruji oleh manajemen Tien’s Anugerah Jaya.

Produk Tien’s Tahu Isi Bakso yang diproduksi Tina berupa tahu diisi bakso yang terdiri dari empat jenis bakso, yaitu: Bakso Udang, Bakso Ikan, Bakso Daging Ayam dan Bakso Daging Sapi. Tahu Isi Bakso disajikan dengan steak daging serta saus dan mayonnaise di atas hot plate dengan harga Rp 20 ribu per porsi. Penyajian menggunakan hot plate dilakukan agar Tahu Isi Bakso dan steak daging tetap tersaji hangat. Sedangkan Jamur Crispy yang renyah dan gurih rasanya dihargai Rp 5 ribu per bungkus. Masalah rasa tidak perlu diragukan lagi sebab kecintaan Tina pada kuliner

74


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dan hobi memasak menjadikan produk miliknya memiliki citarasa tersendiri. Kelebihan lainnya, semua masakan terbuat dari bahan alami tanpa bahan pengawet. Untuk memperkenalkan produk usahanya, Tina memanfaatkan jasa iklan, mengikuti pameran franchise (di Jakarta Convention Center dan tempat lainnya), serta pameran di pabrik-pabrik atas undangan bagian personalia untuk para pensiunan sebagai gambaran berinvestasi lewat bisnis kemitraan. Saat ini, Tina dibantu oleh lima orang karyawan di bagian produksi yang digaji mulai Rp 1,2 juta – Rp 1,8 juta per bulan, tiga orang di bagian marketing dengan gaji pokok Rp 1 juta per bulan plus komisi Rp 300 ribu setiap mendapat satu mitra dan Rp 1 juta setiap memperoleh satu agen. Selain itu, Tina juga dibantu oleh dua orang karyawan di bagian akunting yang digaji Rp 3,5 – Rp 4 juta per bulan. Fasilitas yang disedikan Tina bagi karyawan adalah makan siang dan tempat tinggal di lantai II kantornya bagi karyawan yang ingin menginap serta jemputan mobil untuk karyawan saat berangkat dan pulang kerja. Omzet dari bisnis waralaba yang dijalankan Tina tidak kurang dari Rp 200 juta per bulan. BEP bisnis yang dikelolanya cukup cepat, hanya makan waktu sekitar lima bulan sejak merintis usaha. Oleh karena itu, Tina mampu membeli asset berupa property yakni rumah sekaligus kantor, apartemen dan kendaraan roda empat. Ke depan, Tina berencana untuk menyewa ruang kantor di Graha Mustika Ratu sebagai lokasi repersentatif untuk mengadakan pertemuan dengan mitranya.

Mantan Buruh Pabrik Gula Untuk mencapai taraf hidup seperti sekarang, Tina Suprihatin telah melewati perjalanan terjal dan berliku. Dilahirkan dari keluarga “biasa-biasa saja� sebagai anak tunggal dari pasangan H. Sucitro dan Umiyati, ia sempat kesulitan melanjutkan pendidikan pasca SMEA. Namun cita-citanya untuk meraih kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan tidak memupuskan semangatnya. Tina kemudian terjun ke dunia kerja dengan menjadi buruh pabrik gula sebagai P e n c a t a t Ti mb a n g a n Te b u d i P a t i , J a w a Te n g a h . S e l a ma d u a ta h u n , p e remp u a n k e l a h ira n Yo gya k a rta , 2 9 Ok t o b e r 1 9 6 7 i n i b e ke rja un t u k mengumpulkan uang. Setelah itu, ia mendaftarkan diri untuk kuliah di STIE Yogyakarta pada tahun 1988. Lulus kuliah pada tahun 1993, ia mencoba mengadu nasib di Jakarta. Pekerjaan pertama yang berhasil diperolehnya adalah sebagai accounting di sebuah perusahaan alat berat. Ia kemudian bekerja pada beberapa perusahaan lain dengan posisi meningkat sebaga i Accounti ng Manager. Setelah k enyang peng alaman di bidang accounting, ia memutuskan untuk bekerja secara freelance pada perusahaan-

75


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

perusahaan pertambangan. Kali ini, ia fokus pada penghitungan perpajakan pada perusahaan-perusahaan tersebut sebagai Tax Accounting. Pada saat bersamaan, ia juga sekaligus merintis wirausaha florist khusus Anggrek dan Mawar yang kemudian berkembang ke bisnis waralaba. Istri Triwanto dan ibu satu anak ini, dalam mengembangkan usaha memiliki visi mengembangkan waralaba untuk lebih banyak menciptakan lapangan kerja. Namun, ia merasa terkendala atas minimnya dukungan pemerintah terhadap UKM, utamanya dalam dukungan modal. Akibatnya, orang-orang yang berminat menjadi mitranya kesulitan mendapat pinjaman sebagai modal awal. “Pemerintah memberikan modal usaha untuk mitra-mitra yang kecil. Agar UKM tidak terlindas dari usaha yang besar-besar, untuk meminjam modal harus dipermudah. Kan bisa dari bank BUMN sehingga mereka bisa mencicil sedikit-sedikit, tetapi itu pun cukup susah. Banyak persyaratan untuk itu,” ujar Tina yang memiliki rencana jangka panjang untuk ekspor produk tersebut. Kepada generasi muda, Tina berpesan agar mereka tidak takut untuk memulai usaha. Ketika mengalami kerugian, meskipun sedikit tetapi tidak boleh berputus asa. “Semua usaha awalnya pasti babak belur. Kita harus evaluasi hancurnya di mana, babak belurnya di mana. Nah, dari situ kita akan bangkit menuju kesuksesan,” ungkapnya menutup pembicaraan.

76


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Biodata: Nama Lengkap

: Tina Suprihatin, SE

Nama Panggilan

: Tina

Tempat, tanggal lahir

: Yogyakarta, 29 Oktober 1967

Nama Orang Tua

: Umiyati dan H. Sucitro

Status dalam keluarga

: Anak tunggal

Nama Suami

: Triwanto

Anak

: Seorang Putra

Hobi

: Melukis

Moto Hidup

: “Hidup ini adalah pilihan”

Moto Membina Keluarga

: “Sakinah Mawadah Warohmah”

Pendidikan

: STIE Yogyakarta

Pengalaman kerja * * * * *

1986 – 1988 : Pabrik Gula di Pati Jateng – Pencatat Timbangan Tebu 1993 – 2000 : PT Ganepo Kontraktor Alat Berat – Accounting 2000 : PT WDK Agen Aspal Pertamina – Accounting Manager 2004 : PT Matracom Indo Sejati - Accounting Manager 2004 : Freelance Pajak Perusahaan Pertambangan – Tax Accounting Pengalaman Usaha * 2004 – sekarang : Usaha Florist Anggrek – Rose * 2007 – sekarang : Usaha Butik & Dompet di Mangga Dua Square * 2007 – sekarang : Agen Tela Krezz * 2008 – sekarang : Agen Sensasi Dawet Ayu * 2009 – sekarang : Tahu Isi Bakso & Jamur Crispy Nominasi/Penghargaan Pre Retirement Training Program 2009

Contact Person Tien’s Anugerah Jaya Kompleks Prima Lingkar Asri B2 No. 15A Jl. Caman Raya, Jatibening - Bekasi Telp. 021-86900658 08128053448

77


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

78


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

PROFESIONAL

79


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

D

Prof. DR. H. Achmad Rodi Kartamulya, SE, AK, MM, CPA

Managing Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) “Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry�

Konvergensi Standar Akuntansi

80

i dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam penyusunan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan, bahkan banyak dibutuhkan oleh stakeholder untuk satu laporan keuangan yang sama. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini akan menjadi masalah bagi pengguna laporan keuangan karena akan menyulitkan bagi mereka untuk memahami laporan keuangan yang tersedia. Standar yang ada untuk akuntansi keuangan dibuat oleh dewan standar di masing-masing negara. Dewan standar tersebut menyusun standar akuntansi yang berlaku di dalam negara tersebut dan dipakai oleh entitas yang ada di negara tersebut juga. Karena standar akuntansi dibuat dan disusun oleh masing-masing dewan standar di tiap negara, standar akuntansi antara satu negara dengan negara lain sangat mungkin berbeda.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Saat ini, ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas negara, sumber daya produksi (misal uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara lain misalnya melalui mekanisme bursa saham. Tentu saja akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di negara tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di negara lain. Investor dan kreditor serta calon investor dan calon kreditor akan menemui banyak kesulitan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan dengan standar yang berbeda-beda. Contoh perlakuan-perlakuan akuntansi yang berbeda disebabkan oleh adanya penggunaan standar yang berbeda adalah: * Standar akuntansi di Inggris Raya membolehkan perusahaan menggunakan penilai untuk menentukan nilai pasar wajar atas aset tetapnya dan hal tersebut tidak boleh dilakukan di Amerika * Standar akuntansi di Meksiko memperbolehkan perusahaan untuk menyesuaikan nilai persediaannya terhadap laju inflasi, dan kebanyakan negara lain melarang hal tersebut * Standar akuntansi di Amerika Serikat memperbolehkan goodwill dikapitalisasi dan dijadikan beban hanya jika goodwill tersebut mengalami penurunan nilai, sedangkan di beberapa negara lain goodwill dapat diamortisasi dengan periode yang berbedabeda * Standar akuntansi di beberapa negara fasilitas yang diberikan kepada pekerja semisal fasilitas kesehatan boleh diakui sebagai kewajiban sedangkan di negara lain hal tersebut baru diakui ketika fasilitas tersebut dibayarkan * Standar akuntansi beberapa negara lebih mementingkan pengakuan pendapatan dengan mengunakan basis kas dan bukan dengan basis akrual Untuk mencegah munculnya permasalahan-permasalahan yang diakibatkan adanya perbedaan dalam standar akuntansi yang digunakan oleh berbagai negara, Dewan Komite Standar Akuntansi Internasional (Board of IASC) yang didirikan pada tahun 1973 mengeluarkan standar akuntansi internasional (IAS). Keluarnya IAS tersebut diikuti dengan beberapa interpretasi tentang IAS dalam bentuk SIC (Standing Intepretation Committee). Perkembangan selanjutnya adalah IASC membentuk IASC Foundation. Melalui IASC

81


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Foundation tersebut pengembangan standar akuntansi dan standar pelaporan memasuki tahap baru. Tahapan baru dalam pengembangan standar akuntansi dan pelaporan tersebut adalah dengan dibentuknya beberapa badan yang ada di bawah IASC Foundation. Beberapa badan bentukan IASC Foundation adalah: 1. IASB (International Accounting Standard Board) 2. IFRIC (International Financial Reporting Committee) 3. SAC (Standard Advisory Committee) IASB berperan dalam menerbitkan standar akuntansi yang baru dengan meperhatikan masukan dari SAC. IFRIC berperan memberikan inteprestasi atas standar yang dikeluarkan oleh IASB. Langkah IASB selain menerbitkan standar baru adalah merevisi dan mengganti standar-standar lama yang telah ada sebelumnya. Standarstandar yang dikeluarkan oleh IASB tersebut kemudian diberi nama IFRS (Internastional Financial Reporting Standard). IFRS dapat berisi standar yang menggantikan standar yang sebelumnya atau standar yang memang benar-benar baru. Standar tersebut, IFRS dan IAS, menjadi acuan atau diadopsi langsung oleh para penyusun standar di tiap-tiap negara yang ingin merevisi standar mereka agar sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. Standar yang telah dibuat oleh penyusun standar tersebut, yang mungkin telah mengacu pada IFRS dan IAS, kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam pencatatan akuntansi bagi perusahaanperusahaan yang berada dalam wilayah berlakunya standar tersebut. Dalam kaitannya dengan standar internasional, terdapat beberapa macam langkah yang dilakukan oleh banyak negara sehubungan dengan perbedaan dengan standar yang mereka buat sebelumnya. Secara garis besar langkahlangkah yang dapat diambil tersebut dapat dibagi menjadi harmonisasi dan konvergensi. Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar

82


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional. Harmonisasi fleksibel dan terbuka sehingga sangat mungkin ada perbedaan antara standar yang dianut oleh negara tersebut dengan standar internasional. Hanya saja diupayakan perbedaan dalam standar tersebut bukan perbedaan yang bersifat bertentangan. Selama perbedaan tersebut tidak berlawanan standar tersebut tetap dipakai oleh negara yang bersangkutan. Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks standar internasional berarti nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar. Satu standar itulah yang kemudian berlaku menggantikan standar yang tadinya dibuat dan dipakai oleh negara itu sendiri. Sebelum ada konvergensi standar biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di negara tersebut dengan standar internasional. Konvergensi standar akan menghapus perbedaan tersebut perlahan-lahan dan bertahap sehingga nantinya tidak akan ada lagi perbedaan antara standar negara tersebut dengan standar yang berlaku secara internasional. Skema konvergensi yang diterapkan oleh IAI adalah sebagai berikut: 1. Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK 2. Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS 3. Tahun 2012 merupakan tahun implementasi ketika PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik

Dari SPAP ke ISA Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterapkan Akuntan Publik di Indonesia mengacu pada standar auditing dari Amerika Serikat. Standar auditing hasil adopsi tersebut terbagi dalam standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Secara historis, SPAP merupakan hasil pengembangan standar professional secara terus menerus yang berawal pada tahun 1973, oleh tim yang dibentuk Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yaitu Komite Norma Pemeriksaan Akuntan. Standar hasil komite ini biasa disebut Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA), yang mengatur sebatas jasa audit atau laporan keuangan historis. Tahun 1990-an awal, terjadi perubahan signifikan di lingkungan bisnis, di Indonesia maupun dunia internasional, yang menuntut profesi akuntan publik meningkatkan mutu jasa audit atas laporan keuangan historis, jasa atestasi, jasa akuntansi serta jasa review. Tahun 1992, terjadi perubahan PAI yang berkiblat ke US GAAP menjadi SAK berlandaskan International Accounting Standar (IAS). Di sisi lain masyarakat juga menuntut organisasi profesi akuntan publik menjadi lebih mandiri dalam mengelola mutu jasa audit yang dihasilkan anggotanya. IAI sebagai induk organisasi profesi akuntan publik, membuat keputusan penting

83


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

demi perkembangan profesi akuntan publik di Indonesia. Adanya perubahan nama Komite Norma Pemeriksaan Akuntan menjadi Dewan Standar Profesional Akuntan Publik, serta NPA menjadi SPAP yang diterbitkan per 1 Agustus 1994, mengacu ke American Institute of Certified Public Account Professional Standards (AICPA Professional Standards). Seiring bergulirnya waktu, terjadi berbagai perubahan dalam dunia bisnis yang mendorong DSPAP menerbitkan standar dan interpretasi standar untuk merespon kebutuhan profesi akuntan publik dalam mengahadapi perubahan yang begitu cepat. Perubahan serupa juga terjadi di Amerika Serikat yang menghasilkan adopsi terhadap AICPA Professional Standards, sumber acuan SPAP. DSPAP selama tahun 1999 terlibat dalam perombakan besar atas SPAP per 1 Agustus 1994 dan menerbitkan SPAP per 1 Januari 2001. SPAP per 1 Januari 2001 mereka kodefikasi SPAP terakir dan hingga sekarang masih terus berlaku dengan sedikit tambahan terkait interpretasi yang diterbitkan dari tahun 2001-2008. Masalahnya, AICPA Standards SPAP per 1 Januari 2001 terkesan kurang up to date karena acuan yang digunakan adalah AICPA Standards 1998. Sementara di negeri asalnya AICPA Standards selalu dimutakhirkan setiap tahun. Disinyalir, terjadi perbedaan antara AICPA Standards 2007 dengan AICPA Standards 1998. Akibatnya, apa bila akuntan publik Indonesia menggunakan SPAP 2001 yang sebagian besar hasil adopsi dari AICPA Standards 1998, akuntan publik Indonesia terlambat memutakhirkan standar profesinya pada perkembangan terkini dari standar yang diacunya. Melalui Konvensi Nasional Akuntan Indonesia tahun 2004, IAI memutuskan melakukan adopsi sepenuhnya (full adoption) International Auditing and Assurance Standards (ISA) yang diterbitkan International Federation of Accountants (IFAC). Dengan adopsi ISA mau tidak mau SPAP akan digantikan dengan ISA – SPAP yang sekarang berlaku dengan sebagian besar isinya diadopsi dari AICPA Professional Standards tahun 1998. Sejak menjadi anggota International Federation of Accountant (IFAC), IAI memiliki kewajiban untuk mematuhi dan memenuhi butir-butir statement of membership obligation (SMO). Semua anggota IFAC wajib dan tunduk pada semua standar dan pernyataan lain yang dikeluarkan International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB). IAASB sendiri merupakan badan yang dibentuk oleh International Federation of Accountant (IFAC) sebagai badan pembuat standar auditing dan assurance yang salah satunya adalah International Standard on Auditing (ISA). Full adoption adalah salah satu langkah memenuhi SMO yang ditetapkan IFAC, Dewan SPAP yang telah merencanakan untuk melakukan adopsi mulai tahun 2006. Berbagai studi dan diskusi dilakukan DSPAP dan lebih fokus mengenai perubahan signifikan antara SPAP dengan ISA. Studi tersebut melibatkan akademisi, pemerhati akuntansi dan auditing, regulator serta para akuntan untuk memberikan masukan

84


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

terhadap pemetaan yang sebelumnya telah dibuat oleh Dewan SPAP. Studi banding juga dilakukan Dewan SPAP untuk melihat penerapan ISA oleh akuntan di negaranegara lain.

Besar Dengan Merger Menyambut kebutuhan auditing di era globalisasi, KAP harus mampu melayani klien skala besar seperti audit perbankan, asuransi, dan jasa keuangan. Masalahnya, audit di wilayah tersebut membutuhkan keahlian spesifik karena jaringan bisnis besar internasional semakin banyak. Di sisi lain, industry manufaktur yang memiliki jaringan hingga ke daerah-daerah juga banyak dan membutuhkan auditor handal. Selain itu, jasa audit perusahaan multinasional yakni perusahaan yang listed di tingkat internasional, masih sangat minim KAP yang sanggup menanganinya. Apalagi, group bisnis dengan hubungan internasional luas yang kuat akan memilih KAP dengan kerjasama internasional. Di Indonesia, jumlah KAP yang memiliki afiliasi dengan asing hanya sekitar 25 KAP. Masalah akan timbul, ketika dalam sebuah audit memerlukan jumlah staf yang sangat banyak, jarang sekali KAP yang sanggup menanganinya. Dalam bisnis jasa akuntansi, KAP yang memiliki partner akuntan publik (AP) sepuluh ke atas digolongkan KAP besar masih sangat sedikit. Di Indonesia ada the big four KAP yaitu KAP Purwantono Sarwoko & Sandjaya (Ernst&Young), KAP Haryanto Sahari & Rekan (PWC), KAP Osman Bing Satrio & Rekan (Deloitte TouchĂŠ Tohmatsu), KAP Sidharta & Widjaya (KPMG). Kemudian bertambah tiga KAP sehingga menjadi the big six dengan masuknya KAP Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM) dan KAP Hendrawinata, Gani & Hidayat (Grant Thornton International). Sementara kelompok KAP sedang, memiliki empat AP atau lebih berjumlah 39 KAP. KAP sedang mampu melaksanakan fungsi manajemen KAP dengan baik, seperti kebijakan saling review antar partner, program quality control hasil pekerjaan, pelatihan internal dan lain-lain. Kelompok KAP sedang terbagi dalam kelompok memiliki kerjasama internasional (19 firm) dan tanpa kerjasama internasional (20 firm). Sedangkan KAP kecil di Indonesia yang terdaftar di Jakarta berkisar 234 KAP dengan 322 AP. Tahun 2007, jumlah KAP kecil menurun menjadi 199 dengan 299 AP. Besar kemungkinan penurunan ini karena KAP dan AP melakukan merger dan naik posisi. Terbukti di papan tengah, naik dari 27 KAP menjadi 39 KAP tahun 2008. Persoalan utama membesarkan KAP adalah bagaimana mendapatkan Akuntan Publik yang handal dapat bergabung atau kalau memungkinkan KAP yang bergabung adalah 4 KAP besar lainnya yang sudah punya basic international firm dengan program kaderisasi yang amat baik. KAP menengah memiliki peluang masuk kelompok papan atas bila KAP dan leadernya welcome terhadap penggabungan dan aktif mencari tambahan partner AP yang handal. Peluang cukup besar sangat terbuka apabila terjadi mega merger, antara

85


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

tiga hingga empat KAP menjadi satu KAP. Atau kalau tidak bisa dilakukan dengan partner dari dalam atau menarik dari luar. Semangat untuk merger, bergabung, kerja bersama akan mempercepat kantor KAP menjadi besar. Karena kebutuhan pasar jasa audit dan akuntansi di Indonesia sangat besar, sangat perlu mendorong KAP menengah menjadi KAP besar dan KAP kecil menjadi KAP menengah. Namun, semua itu sangat tergantung kepada leader sebagai kunci pembuka untuk memasuki pintu KAP besar. Di satu sisi, leader harus mampu mengembangkan bisnis dan profesi di bidangnya. Semua harus dikembangkan untuk mengikuti perubahan yang terus terjadi akibat globalisasi, agar KAP survive dan tidak tergilas perubahan zaman. Pada saat ini undang-undang akuntan publik telah masuk ke komisi XI DPR RI, yang di harapkan tahun 2012 secara legal telah berlaku secara luas, dimana telah lengkap mengadopsi International Financial Reporting Standard.

“Utamakan Mutu Menghadapi Globalisasi� AFTA 2010 dan IFRS apakah berhubungan secara parallel? Globaliasi artinya tidak hanya barang, jasa professional pun sudah boleh masuk. Dan dalam akuntansi harus mengadopsi IFRS secara internasional akunting standar. Yang semuanya itu harus mengacu pada IAS, IFRS adalah International Financial Reporting Standard atau Laporan Keuangan. Sementara Laporan Akuntansi harus mengikuti IAS atau International Accounting Standard. Dengan menggunakan standar ini harus sama di negara manapun di seluruh dunia. Sementara yang kita pakai sekarang adalah PSAK yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Yang menguntungkan dengan adanya standar International tersebut akuntan Indonesia bisa bekerja di Pasar Internasional. Tetapi sebelumnya mereka harus memiliki CPA yaitu Certificate Public Accountant. Kalau nggak punya itu tidak bisa kerja di luar negeri yang kliennya bisa datang dari mana-mana. Ini harus sudah berlaku tahun 2012. Kendala yang kita hadapi adalah akuntan kita masih belum mendalam. Kalau pengetahuan sama saja, tetapi hal-hal lain yang membedakan itu di mana kita belum tahu. Sementara masalah teknis dan prinsip itu kita sama, seperti debet dan kredit, sama. Sosialisasi dari IAPI apa? Pendidikan profesi lanjutan, sedangkan untuk orang-orang baru harus lulus CPA. Pendapat Anda tentang era pasar bebas dengan masuknya barang-barang produksi China? Utamakan dan jaga kualitas. Seperti Unilever dan industri rokok kita itu tidak takut terhadap persaingan. Yang penting mutu dan kualitas kita harus terjamin. Dan siap

86


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

nggak siap harus kita hadapi, karena kita sudah memiliki komitmen dengan Asean dan China. Kalau mutu dijaga, nggak usah takut menghadapinya. Seperti mocin dulu itu, mereka hanya bertahan satu tahun saja sudah ambruk semua‌ Harapan kepada pemerintah? Pemerintah harus mendidik, melatih dan mengembangkan professionalisme. Caranya? Pendidikan, pelatihan berkelanjutan yang dilakukan secara terus menerus. Kemudian kita harus menyiapkan mental kita sendiri, professional untuk meningkatkan mutu sendiri. Persiapannya? Kalau saya sih siap-siap saja, karena kita mau afiliasi dengan luar. Yang sekarang masil dalam persiapan kita ikut menjadi anggota asosiasi Akuntan Publik di luar negeri, nanti mereka akan melatih kita. Pesan dalam mengahadapi globalisasi? Jangan putus untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti pendidikan berlanjutan. Banyak lapangan pekerjaan kalau kita mencari dengan berbekal pendidikan banyak dan luas, jangan bosan untuk belajar baik formal maupun non formal.

Biodata : Nama

: Prof. Dr. H. Achmad Rodi Kartamulja, SE., AK., MM., CPA

Tempat/Tgl.Lahir

: Palembang, 12 Desember 1940

Status Perkawinan

: Kawin

Istri

: Aisyah Zen

Anak

: 1. Azrowini 2. Moh. Ridho Muttaqin 3. Rosalina 4. Andini Maulani

Pendidikan Formal : 1. S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan, Universitas Padjdjaran, Bandung, lulus tahun 1967 2. S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Padjdjaran, Bandung, lulus tahun 1974 3. S2 Program Pasca Sarjana Magister Manajemen, Konsentrasi Manajemen Akuntansi, Universitas Padjadjaran, Bandung, lulus tahun 1995

87


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

4. S3 Program Doktor Pasca Sarjana, Universitas Padjdjaran, Bandung, lulus tahun 2005 Pendidikan Non Formal : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Latihan Kemiliteran Dosen Dephankam Kursus Psikologi Terapan UI Kursus bahasa Inggris tingkat Intermediate dan Advance, LIA Kursus Penilai (Appraisal) Property, GAPPI Kursus Data Elektronik (PDE) AICTI Kursus Aspek Hukum Perbankan, YPI Kursus Standar AKuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) tingkat Dasar, Menengah dan Lanjutan 8. Kursus Penilai Proyek, LMUI 9. Kursus Akuntansi Manajemen, UGM 10. Kursus Penilai Usaha, IPPUI 11. Kursus Pasar Modal Departemen Keuangan RI 12. Kursus PPN dan PPh Badan Depkeu RI 13. Kursus Akuntansi Sektor Publik, IAI 14. Kursus Audit Partai Politik, IAI & KPU 15. Pendidikan Profesi Berkelanjutan, IAI 16. Akta V Universitas Terbuka 17. Minaut Indonesia, LPPM Jakarta 18. Seminar GCG, UI 19. Penataran P4 bagi calon Penatar P4 Tipe 40 Jam tingkat provinsi, Bandung 20. Penataran P4 bagi calon Penatar P4 Tipe 40 Jam tingkat nasional, Jakarta Penguasaan bahasa : * Inggris : Aktif * Jerman : Pasif * Arab : Pasif Riwayat pekerjaan : 1. Dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur 2. Dosen Pensiun FE Unpad 3. Dosen tidak tetap di beberapa Sekolah Tinggi dan Universitas Swasta Bandung dan Jakarta 4. Counterpart Bank Dunia dalam rangka pemeriksaan Proyek NAEP di Departemen Pertanian RI 5. Pengurus POMA, D3 PAAP Unpad 6. Counterpart BPPN dalam rangka Restrukturisasi Kredit Macet Eks Nasabah Bank Beku Operasi 7. Managing Partner KAP RODI K, BUDIMAN & REKAN 8. Komisaris Partner Konsultan PT.KARMINDO APPROKAN 9. Anggota Pemeriksa KPKN 10. Anggota Pemeriksa Persero eks BPPN

88


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

11. Anggota Forum Akuntan Pasar Modal 12. Anggota Pemeriksa KPU atas Capres-Cawapres 2004 dan 2009 13. Anggota Pemeriksa Bank Indonesia 14. Ketua BMT “AL IMAN JAKARTA” 15. Ketua Merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Pusat Sumatera Selatan Kegiatan Penelitian dan Penulisan : 1. Pengaruh Struktur Modal dan Kinerja Perusahaan Emiten di Bursa Efek Jakarta, tahun 1998 2. Studi diagnostic “HPH Bina Desa Hutan” PT INTI PRONA, tahun 1998 3. Membuat Model Penelitian Sistem Informasi Akuntansi, Jurnal Duta Kampus LJN BOR, tahun 1998 4. Studi diagnostic “HPH Bina Desa Hutan” PT ANDALAS MERAPI TIMBER, tahun 1998 5. Perencanaan dan Pemrograman Pemeriksaan Manajemen, PN DOK DUMAI tahun 1999 6. Perlakuan selisih Kurs Valuta oleh WP, Jurnal Duta Kampus Unbor, tahun 1999 7. Pengaruh Keputusan Menteri Pendidikan 0313/U/1999, terhadap Gelar Akuntan Jurnal Duta Kampus UNBOR, tahun 1999 8. Laporan Penelitian Penilaian Kembali Kekayaan Milik PT IPTN, tahun 2000 9. Tinjauan Umum Tentang Sumber Modal Usaha dan Restrukturisasi, PT JABA GARMENDO, tahun 2000 10. Laporan Due Diligent Kredit Macet Mus Karya Tbk, tahun 2000 11. Pengembangan industri rumah tangga dari plastik dan Melamin PT Semesta Raya Abadi, tahun 2001 12. Peranan audit kinerja untuk meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas BUDP tahun 2001 dimuat dalam Jurnal AAI, Vol. 2 Desember 2001 13. Penelitian Pendirian Hotel Bintang Tiga PT Sarana Mulia Persada di Makassar tahun 2008

89


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

M

anusia tidak bisa sendirian dalam menjalani hidupnya. Selain sesama manusia, di dunia ini ada yang lebih berkuasa terhadap kehidupan. Yakni Dia Yang Maha Esa yang mengatur setiap detak kehidupan di langit dan di bumi. Hanya kepada Dia, umat manusia meminta pertolongan atas segala keinginan dan cita-citanya.

Drs. H. Muhammad Aminullah Tsamud

Presiden Direktur PT Amsa Nur Indah Mandiri

Menyandarkan Diri Kepada Pemilik Kehidupan Untuk Mendirikan Perusahaan 90

Kesadaran untuk menyerahkan diri kepada Sang Pencipta dirasakan oleh profil pengusaha Drs. H. Muhammad Aminullah Tsamud. Yakin terhadap kuasa-Nya pria kelahiran Masalembo, 15 Juli 1968 ini, menggantungkan citacitanya setinggi langit. Setidaknya, ia tidak ingin hanya menjadi karyawan atau orang gajian seumur hidup. Untuk itu, bermodal keyakinan, semangat dan doa terus menerus, ia berhasil mendirikan perusahaan travel. “Orang bercita-cita jangan tanggungtanggung, harus setinggi langit. Bahkan sampai di langit ke tujuh, tetapi kalau pun hanya sampai langit ketiga, itu sudah sangat bagus too. Jangan hanya ingin menjadi karyawan saja, kita sendiri yang rugi nanti,� kata Presiden Direktur PT Amsa Nur Indah Mandiri ini.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Ia mengisahkan bagaimana keinginannya untuk mendirikan perusahaan sendiri sangat besar. Pengalaman 10 tahun tinggal di Mekah menjadi modal utamanya untuk membangun perusahaan travel spesialis pelayanan haji dan umroh. Apalagi, selama belajar agama di Mekah ia juga sempat menjadi guide atau pembimbing jemaah dalam melaksanakan ibadah haji atau umroh. Selain itu, begitu lulus kuliah ia langsung bekerja di satu perusahaan terbesar dikota mekkah dan sebagai pembimbing

haji dan umroh dibebera travel.

Kariernya di perusahaan tersebut sangat cemerlang, hingga dalam waktu singkat diangkat sebagai Manager Keuangan. Tidak heran di kalangan pekerja Indonesia gaji yang diterima Amin –panggilan akrabnya- tergolong paling tinggi. Namun, dari lubuk hatinya yang paling dalam selalu terbersit keinginan untuk mempunyai dan mendirikan perusahaan travel sendiri. Apalagi, transaksi yang terjadi dalam bisnis ini bisa mencapai miliaran per hari saat dirinya menjadi karyawan sambil menimba pengalaman dikota Mekah. “Di Mekah bisa lima sampai sepuluh miliar per hari. Kalau mau curang dan korupsi saya bisa meraup seratus juta per hari, tapi kan Allah Maha melihat dan Maha tahu..Imbuhnya. Soalnya atasan memercayakan sepenuhnya kepada saya. Tetapi saya berpikir bahwa semaju apapun, perusahaan itu tetap milik orang lain. Sementara saya hanya menjadi karyawan yang terima gaji setiap bulan,” tandasnya. Berlandaskan pemikiran itu, Amin memutuskan untuk pulang ke tanah air. Tujuannya tidak lagi ke kampung halamannya di pulau Masalembu Sumenep Madura, tetapi ia menuju ibukota, Jakarta. Semangat untuk berubah yang dilandasi keinginan terus bergerak dan maju, membawanya memasuki belantara ibukota. Bersama istri (saat itu)dan kedua anaknya, Amin memulai “petualangan” untuk menaklukkan Jakarta. Hasil kerja keras selama 10 tahun berupa uang Rp 150 juta menjadi modal mengarungi kehidupan. Dalam pemikiran Amin, rumah sebagai tempat berlindung keluarga merupakan kebutuhan utama. Ia kemudian membelanjakan sebagian besar uang hasil jerih payahnya untuk membeli rumah. Sisa uang pembelian rumah sebesar Rp 10 juta digunakan untuk membiayai kehidupan keluarga serta mendirikan perusahaan. Merasa tidak memiliki pengetahuan tentang operasional perusahaan travel di Indonesia, ia melamar bekerja di sebuah perusahaan jasa travel. Saat itu, ia hanya digaji berdasarkan berapa banyak membawa jemaah ke perusahaan travel tersebut.

91


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Akhirnya saya berketetapan, bagaimanapun juga harus berdiri sendiri. Dengan uang Rp 5 juta sisa dari Rp 10 juta telah habis untuk makan saya start mendirikan perusahaan. Sedikit demi sedikit, sambil mengurus surat-surat pendirian perusahaan. Awalnya tidak ada orang yang percaya, dengan uang segitu mendirkan perusahaan, termasuk mertua. Dan memang, uang lima juta dalam dua hari habis, tetapi saya tetap semangat,” ungkapnya. Semangat membara dalam diri Amin, berdasarkan keyakinan bahwa Tuhan tidak hanya memberikan kesempatan kepada orang-orang dengan kelimpahan materi saja. Ia yakin dengan usaha sungguh-sungguh dan penuh keyakinan, Tuhan akan memberikan kesempatan. Ditambah doa yang terus menerus kepada-Nya agar mempunyai perusahaan travel sendiri ia terus melangkah mengejar cita-citanya. Amin merasakan betepa nikmat dan kebahagian tersendiri saat menjadi pembimbing haji/ umroh melayani jemaah. Dengan berpegang untuk meminta kepada Allah SWT, setiap malam Amin bangun, solat dan berdoa sampai menangis untuk meminta ridlho-Nya. Ia yakin, setiap manusia yang berusaha dan diridlhoi Tuhan akan dilapangkan jalannya. Paduan keduanya siang berusaha sekuat tenaga dan malam berdoa kepada Tuhan terus dijalankannya. Meskipun saat itu, tak seorang pun memercayai bahwa Amin telah mendirikan perusahaan. Salah satu di antara orang yang tidak percaya adalah mertua Amin sendiri. “Mertua sampai bilang, kamu mendirikan perusahaan punya uang berapa miliar. Karena saat itu, untuk makan anak-anak saja saya dibantu sama mertua. Bahkan seluruh barang-barang di rumah mulai karpet hingga tempat tidur telah terjual untuk makan. Tinggal televisi saja yang belum terjual karena saya kasihan sama anakanak kalau nggak ada hiburan,” kenang ayah dari Ulfa Haramain, Afnan Hayati, Fadlurrahman dan Widda Abrillah ini.

Kekuatan Doa Meskipun hampir “habis” karena perusahaan tidak kunjung memperoleh izin, tetapi semangat untuk terus maju tetap dipelihara oleh Amin. Dengan berbekal keyakinan yang dimiliki, siang berusaha sekuat tenaga dan malamnya “bangun” menangis meminta pertolongan Allah. Kegiatan salat malam tersebut dilakukan Amin secara terus menerus tanpa henti. “Itulah sebenarnya kunci keberhasilan saya, Kekuatan Doa. Kalau kita berjuang tanpa doa,

92


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

siapapun tidak akan berhasil. Kalau kata Yang Di Atas ini jalan, ya jalan, apapun akan tembus. Buktinya, di saat saya butuh uang untuk izin travel dan membutuhkan uang Rp 35 juta, tiba-tiba saja ada teman yang menawari uang sebesar itu. Padahal saya belum sempat mencari pinjaman, teman saya itu datang begitu saja,” ungkapnya. Setelah izin travel dipegang Amin, ia kemudian berusaha mengajukan izin untuk penyelenggaraan haji dan umroh. Lagi-lagi, berbagai kemudahan mendatangi lakilaki yang menjunjung tinggi kejujuran ini. Sebagai pendatang baru di ibukota, belum banyak orang-orang yang dikenalnya. Begitu juga dengan bargaining power yang dimilikinya sangat rendah. Namun, ia tetap memberanikan diri untuk terus maju. Amin kemudian mendatangi Departemen Agama untuk mengurus izin penyelenggaraan haji dan umroh. Secara kebetulan, ia masuk ke kantor staf ahli Menteri Agama yang dengan baik hati mempertemukan Amin dengan Menteri Agama. Atas bantuan Menag, berkas-berkas yang dibawanya –meskipun secara administrative masih kurang- diproses untuk kelengkapan perizinannya. Padahal untuk mendapatkan izin mendirikan penyelenggaraan haji dan umroh, setidaknya sudah harus memberangkatkan 200 orang jemaah. “Saat bertemu Menag saya bilang, ‘Pak Menteri, saya memiliki kemampuan untuk membimbing tamutamu Allah. Saya sudah punya travel pariwisata, ingin mendirikan haji dan umroh.’ Pak Menag bilang, ‘Ya sudah kumpulkan saja berkas-berkasnya.’ Seminggu setelah itu izin umroh bagi perusahaan saya keluar….temanteman pada bertanya bayar berapa miliar kok izinnya langsung keluar. Padahal seperak pun saya nggak bayar,” katanya sembari menjelaskan bahwa untuk mendapatkan izin haji dan umroh, saat itu membutuhkan dana sekitar Rp 500 juta. “Kalau sekarang bisa satu miliar,” imbuhnya. Setelah izin umroh, lanjut Amin, perusahaan mulai berjalan dengan baik. Di sini ada aturan bahwa perusahaan travel berhak memberangkatkan jemaah haji setelah menjadi penyelenggara ibadah umroh selama dua tahun. Setelah beberapa kali memberangkatkan umroh dalam rentang waktu tiga bulan, ia kemudian mengajukan izin penyelenggaraan haji. Hanya dalam tempo enam bulan, Amin sudah mengantongi izin penyelenggaraan haji, tanpa harus menunggu dua tahun. Teman-teman Amin terkejut melihat kecepatannya dalam mengurus perizinan. Tak ayal, berbagai tuduhan miring seperti membayar miliaran rupaih untuk mendapatkan izin penyelenggaraan haji dan umroh dialamatkan kepadanya. Padahal, tahun 2004

93


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

tersebut waktu pendirian perusahaan tersebut untuk makan saja sangat susah sehingga harus dibantu sang mertua. Berbekal kedua izin tersebut, Amin mulai menjalankan kantornya. Ia memulai dari sebuah kantor dengan tanpa pendingin udara atau AC. Jangankan mobil operasional, untuk ke mana-mana Presiden Direktur ini menggunakan jasa ojek. Tidak heran, ia menjadi bahan olok-olok teman-temannya bahkan ketika ia sudah menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan operasional. “Tetapi saya bersyukur karena sudah bisa beli motor, meskipun yang lain menggunakan mobil. Bagi saya ini merupakan bisnis dengan Allah yang tidak bisa sistematis, secara matematis. Satu ditambah satu dua dalam ilmu matematika tapi menurut Allah bukan dua jawabannya. Intinya, kalau sudah Allah mau memberikan jalan, tidak ada yang bisa membendung lagi. Tugas kita sebagai manusia adalah meminta kepada yang punya hidup, yang pegang hati manusia yakni Allah Azzawajalla,” ujarnya. Perlahan namun pasti, perusahaan dengan nama PT Amsa Nur Indah Mandiri mengambil namanya Aminullah Samud dan Nur Safiroh, istrinya- berkembang dengan pesat. Beberapa cabang pun didirikan di pelbagai provinsi dan kota di Indonesia. PT Amsa mengusung visi “Menjadikan lembaga yang professional, berkualitas dan terdepan dalam memberikan layanan terhadap siapa saja yang membutuhkan”. Motto perusahaan dilandasi oleh sifat-sifat terpuji Rasulullah SAW, yakni Shiddiq (Jujur), Amanah (Bertanggung Jawab), Fathonah (Profesional) dan Tabligh (Transparan). “Yang penting, jangan hanya sekedar meminta

94


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dan menangis kepada Allah tetapi tidak dibarengi dengan usaha. Harus singkron kedua hal tersebut…. sehebat apapun manusia di dunia ini, tanpa izin Allah tidak akan berkembang dengan sempurna. Kekuatan otak itu tidak akan menjamin kalau tidak ada dukungan dari Yang Diatas. Karena intinya manusia itu semuanya sama, lemah. Tetapi manusia harus tetap mempunyai harapan dan keinginan, dengan tidak pernah meninggalkan-Nya. Karena Allah itu memberikan kemudahan sesuai rencana Allah,” tuturnya.

Tawaf dan Sai Menurut Drs. HM Aminullah Tsamud, dalam menjalani kehidupan ternyata bisa dilambangkan dengan salah satu ritual ibadah haji, Tawaf dan Sai. Pada kedua ibadah tersebut manusia yang sedang beribadah tidak boleh diam dalam satu tempat. Manusia harus terus berjalan dan bergerak secara bersamaan dalam harmonisasi di antara jutaan manusia lainnya yang melakukan ibadah yang sama. “Itu kan lambang kehidupan bahwa hidup itu harus bergerak dan maju. Kita tidak boleh hanya diam saja, kalau hidup kita sama dengan kemarin, kita merugi. Kita harus terus mengadakan perbaikan-perbaikan dalam hidup yang memerlukan kemauan dari diri kita masing-masing,” ujarnya. Dalam menjalani hidup, lanjutnya, manusia tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri. Manusia harus memberikan manfaat bagi sesamanya di luar manfaat bagi diri sendiri. Begitu juga dalam mengelola perusahaan, tidak boleh hanya mementingkan keuntungan perusahaan tetapi juga harus bermanfaat bagi orang banyak. Ia langsung memberikan contoh dengan menyantuni anak-anak yatim, masjid dan pesantren. Ia juga membantu kehidupan orang tua jompo dan janda-janda terlantar. Bahkan, Amin tidak tanggung-tanggung dalam memberikan bantuan. Ia tidak segansegan “memberangkatkan” haji atau umroh bagi orang-orang yang tidak mampu tetapi menunjukkan semangat memenuhi “panggilan Allah” ke tanah suci. Dengan keikhlasan dalam memberikan bantuan kepada mereka itulah, PT Amsa terus menunjukkan kinerja yang baik. “Dengan doa mereka, Alhamdulilah urusan perusahaan lancar meskipun PT Amsa tidak pernah beriklan di koran. Misalnya di saat teman-teman dari perusahaan lain memberangkatkan 20-50 jemaah, kita memberangkatkan 250 jemaah. Teman-teman pada kaget melihat prestasi kami, tetapi semua itu tidak bisa kita logikakan berdasarkan kemampuan pikiran manusia. Karena promosi saya berasal dari Yang Diatas,” tuturnya. Meskipun demikian, Amin menganggapnya sebagai ujian bagi perusahaan. Semua itu bukanlah hal yang patut dibanggakan karena dalam menjalankan bisnis ia tidak mencari keuntungan semata. Salah satu motonya adalah berpegang teguh pada kejujuran, bukan business an sich yang mengejar keuntungan semata atau profit only. Ia menetapkan prioritas di Amsa yaitu lebih mengedepankan ibadah untuk

95


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

melayani tamu Allah. Sementara keuntungan merupakan urusan belakangan. “Karena ini kan usaha jasa yang luar biasa, yakni melayani tamu-tamu Allah. Makanya ibadahnya yang kita prioritaskan,” imbuhnya. Sebagai pemilik perusahaan, Amin tidak hanya duduk mengangkat kaki menghitung keuntungan dan membiarkan karyawannya bekerja. Tetapi ia terjun langsung menjadi pembimbing jemaah. Semua itu dilakukan bukan karena tidak percaya pada anak buahnya atau untuk “sok-sokan”. Ia merasa lebih berbahagia ketika bisa membimbing jemaah dan hidup bersama mereka. Ia merasakan bagaimana kehidupan jemaah dan mendengar keluhan-keluhan tentang layanan yang diberikan perusahaan miliknya. Tidak heran, frekuensi kepergiaan Amin ke Mekah pun sejalan dengan seberapa sering perusahaan memberangkatkan jemaah umroh ke Mekah. Ketika satu bulan tiga kali berangkat, sebanyak itu pula ia mengunjungi tanah suci. Kebahagiaan saat melayani kebutuhan jemaah ini, membuatnya terus meningkatkan pelayanan perusahaan. Karena sebagai pemilik, ia menjadi tahu betul kekurangan dan kelebihan perusahaan. Termasuk membuat “terobosan” dengan membangunkan para jemaah untuk salat malam. “Dalam setiap kegiatan ibadah jemaah, saya selalu membimbing sebagai bentuk pelayanan bagi para tamu Allah. Itu juga yang memberi kenyamanan bagi para jemaah sehingga begitu mereka pernah merasakan pelayanan Amsa jarang lepas ke tempat lain. Itulah salah satu konsep saya, sehingga meskipun kita baru tetapi sudah ada di mana-mana di seluruh Indonesia,” katanya. Apa yang dilakukan Amin, tidak lepas dari kesadaran dalam dirinya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah. Menurut Amin, setiap perusahaan travel memiliki kesamaan satu sama lain. Yang membedakan hanyalah cirri khas masing-masing. Salah satu kelebihan Amsa adalah “membangunkan jemaah” di tengah malam untuk melakukan shalatulail atau salat malam berjamaah. Di saat-saat seperti itu, Amin sudah bukan sebagai pimpinan perusahaan tetapi seorang ustadz yang membimbing jemaah. PT Amsa memang merupakan perusahaan baru di bidang pengiriman jemaah haji dan umroh. Namun, Amin merasa sangat bersyukur karena mampu berjalan dengan baik bahkan menjadi acuan bagi perusahaan travel lainnya. Hal ini justru memacu dirinya untuk terus memperbaiki diri. Ia juga banyak belajar terhadap pencapaianpencapaian yang telah dilakukannya. “Seperti kata Allah, ‘Jadikanlah kejadian-kejadian masa lalu itu sebagai iktibat untuk kita maju di masa depan’. Sebenarnya tidak ada kejadian yang sia-sia….apa saja, asalkan kita bisa menjadikan sebagai iktibat untuk masa depan, untuk kemajuan, bukan untuk kemunduran. Sinyal-sinyal seperti itu sebenarnya di Al Quran banyak, hanya kita kadang kurang memahaminya,” ungkapnya. Meskipun telah sukses mengembangkan PT Amsa, Amin mengakui bahwa semua keberhasilan tersebut bukan karena kehebatan dirinya sebagai owner. Tetapi semata

96


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

karena kekuatan doa sebagai modal yang dipanjatkannya setiap malam. Ia mengikuti jejak Rasulullah SAW, yang meskipun surga telah dijamin baginya tetapi salat malam tidak pernah putus dilakukannya. Kekuatan dari doa yang dipanjatkan Rasulullah membuat ajarannya mampu “mewarnai” dunia dan menggenggam umat dalam 24 tahun. Padahal, sebagai manusia biasa Muhammad bahkan tidak memiliki kemampuan baca tulis alias buta huruf. “Ini sebenarnya konsep Rasulullah yang tidak pernah meninggalkan sholat malam. Kita harus belajar dari peristiwa itu, kalau tidak bisa mengikuti jejaknya, minimal ada ‘bau-baunya’ lah. Tetapi siangnya juga jangan tidur, kita gunakan untuk berjalan dan berusaha. Kalau Allah sudah merestui langkah kita, apa sih yang susah, lha yang punya hidup Dia kok. Apa saja Dia yang menentukan karena di dunia ini tidak ada yang terjadi tanpa seizin Allah. Itu harus diyakini,” tegasnya.

Terus Inovasi Menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan China Free Trade Area (CFTA), Muhammad Aminullah Tsamud merasakan sedikit kekhawatiran. Baginya, kekhawatiran itu harus menjadi pelecut bagi semua orang untuk terus maju. Karena kalau bisa diatasi, kondisi yang dianggap mengkhawatirkan tersebut bukan merupakan masalah serius. Apalagi, kondisi krisis dan pasar bebas juga diberlakukan di seluruh dunia. Tinggal bagaimana perusahaan menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapinya. “Karena hidup ini sudah ada porsi masing-masing sehingga kita tidak perlu pusing. Kita gak usah bersaing, tetapi orang akan menilai bagaimana kinerja kita kok. Kekhawatiran jangan dijadikan sebuah hambatan yang membuat kita menjadi tidak maju. Umpanya persaingan tahun 2010, kita harus meningkatkan service dan layanan yang kita berikan. Kita harus terus berinovasi dan tidak boleh stagnasi. Hidup itu gampang, tidak susah kok,” ujarnya. Kepada generasi muda, Amin berpesan agar dalam memulai sebuah usaha harus dilandaskan kepada kemauan masing-masing. Karena sebenarnya peluang yang tersedia sangat banyak, tinggal kejelian dalam melihatnya. Selain kemauan, ia juga

97


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

menyebutkan adanya tekad dan keberanian generasi muda untuk mencapai kesuksesan. Tanpa gabungan ketiga hal tersebut, sangat sulit bagi generasi muda untuk maju. “Tetapi tanpa dukungan doa, kemauan, tekad dan keberanian kita tidak akan pernah berhasil. Jadi ketiga hal tersebut plus doa kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak boleh dipisahkan satu sama lain. Dan generasi muda, kalau punya cita-cita jangan tanggungtanggung, harus setinggi-tingginya. Ke langit ke tujuh kalau perlu, karena peluangnya sangat banyak,” imbuhnya. Terhadap pemerintahan sekarang, menurut Amin sudah mencapai taraf tidak memikirkan kepentingan masyarakat. Para pejabat lebih banyak bertindak untuk kepentingan partai dan golongan masing-masing. Tidak ada yang benar-benar berjuang untuk kepentingan umat. Ditandai dengan maraknya perebutan kekuasaan pada tingkat Wakil Rakyat, Bupati, Walikota dan Presiden. “Di zaman Rasulullah, sahabat Umar bin Kattab menangis saat ditunjuk sebagai pemimpin. Saking beratnya tugas sebagai pemimpin, karena tidak hanya bertangagung jawab pada umat tetapi juga kepada Allah SWT. Tetapi sekarang tipe pemimpin seperti ini sudah habis, makanya negara kita ini tidak pernah beres. Banyak orang bilang, datangnya musibah di negeri ini karena di Indonesia sudah hilang keberkahan dari Allah,” ungkapnya. Amin berharap agar pemerintah lebih prihatin supaya umat mendapat berkah yang berlimpah. Ia sudah melihat tidak ada sinyal-sinyal baik untuk memperjuangkan umat. Banyak tarik menarik kepentingan yang melibatkan uang, untuk kepentingan pribadinya. “Meskipun negara kita kaya raya, tetapi kondisinya sangat terbelakang karena tidak ada keberkahan. Semua karena pemimpin yang salah kelola,” kata pengusaha yang menolak menjadi anggota legislatif ini.

98


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

P

erjalanan karier seorang manusia memang sulit ditebak. Banyak jalan menuju kesuksesan, tinggal bagaimana cara memilih ‘jalur’ yang benar. Namun, bukan berarti jalur yang benar kesuksesan langsung diraih dengan gampang. Banyak perjuangan yang harus dilakukan sebelum meraih impian.

DR. Asep Karsidi, MSc

Deputi Menkokesra Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial

Pakar Geografi yang Menggawangi Kerawanan Sosial

Di sisi lain, jalan menuju kesuksesan tidak harus selalu sesuai dengan jalurnya. Tidak jarang, seorang yang sukses justru karena keluar dari jalur yang seharusnya ditempuh. Meskipun begitu, hal tersebut bukan merupakan jalan pintas tetapi benar-benar “jalur lain” menuju kesuksesan. Seperti yang dilakukan DR. Asep Karsidi, MSc., Deputi Menkokesra Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial, yang menjalani perjalanan karier berliku-liku. Pakar geographic information system BPPT ini justru ‘mendapat tugas’ untuk membantu menanggulangi masalah-masalah sosial di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat di era kepemimpinan Ir. Aburizal Bakrie. “Semuanya berawal setelah menyelesaikan program doctoral di

99


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Australia. Sekembali dari Australia melapor kepada Menristek saat itu Bapak Ir. Hata Rajasa, saya justru mendapat tugas menangani hujan buatan (modifikasi cuaca). Padahal saya ini ahli analisis spasial (keruangan) berbasis peta digital dan mendapat peluang untuk membangun proyek pemantauan perubahan penggunaan tanah melalui teknologi Remote Sensing (RS) dan Geographic Information System (GIS). Tetapi namanya tugas ya harus dilaksanakan,” katanya.

Bersama Presiden SBY saat Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Palembang tahun 2006

Ia tidak menyesali keputusan tersebut meskipun metode pemetaan digital kini semakin maju lagi. Dengan berkembangnya metode tersebut dan banyak peluang mendapatkan proyek untuk dikerjakan, bukan tidak mungkin limpahan materi akan didapatnya. Namun tugas negara dalam proyek hujan buatan harus diutamakan daripada “sekedar” proyek pribadi. Belakangan, Asep merasa “enjoy” pada proyek hujan buatan yang dilakoninya sejak tahun 2004. Ia telah melahirkan banyak terobosan dan kerjasama dengan dunia internasional untuk keperluan peningkatan kualitas SDM dalam penguasaan teknik atau cara terkini. Termasuk mengembangkan dan menerapkan teknologi modifikasi cuaca melalui teknologi “Flare”, yakni teknik seeding (penyemaian awan) dengan cara melepas bahan semai dalam bentuk “asap” bukan dalam bentuk “tepung” (powder). Demikian pula Mendampingi Menko Kesra Bapak R. Agung Laksono Mengunjungi Korban Bencana Gempa di Pariaman, Sumbar Oktober 2009

100


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Foto Bersama Saat Perpisahan dengan Menko Kesra Bapak Aburizal Bakrie, Oktober 2009

menerapkan pesawat bomber dari Rusia yang langsung menciduk air dari sungai/ laut untuk disemprotkan ke lahan gambut yang sedang terbakar. Hal tersebut dapat terlaksana berkat dukungan kebijakan bapak DR.Ir. Kusmayanto Kadiman sebagai Menristek pada saat itu. Selanjutnya bersama Prof. DR. Ir. Said (almarhum), ia juga sedang merancang sebuah program besar berupa “planetary engineering” yang secara konsep sangat brilian yakni untuk merekayasa dan memodifikasi cuaca. “Apabila dilaksanakan kemungkinan besar kita bisa “mengendalikan” cuaca dan meminimalisir bencana alam terutama yang disebabkan oleh perubahan Iklim. Sayangnya Prof. Said Wafat pada tahun 2007 dan saya sudah mendapatkan tugas baru di Kementeri Kooordinator bidang Kesra, yakni untuk menangani halhal yang berkaitan dengan bencana yaitu sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial. “Kita mencoba membangun sebuah konsep penguatan kesiap siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam maupun bencana sosial seperti konflik dan lain-lain,” Mendapat Arahan Menko Kesra saat Menjelang katanya.

pembukaan oleh Presiden RI pada acara Peringatan Hari Perdamaian Dunia di Ambon Nopember 2009

101


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Tugasnya dalam penanggulangan bencana menjadi lebih ringan, sejak terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada bulan Mei 2008, sebagai tindak lanjut dari terbitnya UU no 27 tahun 2007 tentang penanggulangan Bencana. Seluruh bencana ditangani oleh badan tersebut sementara lembaganya hanya bertindak sebagai badan koordinasi saja. Tugasnya di bidang kerawanan sosial membuatnya semakin terkonsentrasi dalam fungsi koordinasi lintas sektoral dalam mendukung keberhasilan program pembangunan kesejahteraan rakyat yakni melalui penguatan masyarakat dalam menghadapai berbagai gangguan berupa bencana, baik bencana alam, bencana sosial maupun bencana lainnya.

Saat Menjelaskan Pelaksanaan Operasi Hujan Buatan (Modifikasi Cuaca) di hadapan Bapak Hatta Rajasa saat itu sebagai Menristek di Posko Lanud Husein Bandung Nopember 2004

“Pandangan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan kesejahteraan rakyat’’ dalam tugasnya sekarang ini, lebih ditekankan kepada program pengurangan resiko akibat terjadinya bencana. Hal ini penting mengingat semakin kecilnya resiko yang diakibatkan bencana berarti semakil sedikit kerugian dan biaya yang

dikeluarkan, sehingga anggaran Negara dapat dihemat dan program pembangunan kesejahteraan rakyat dapat dilaksanakan dengan maksimal. Oleh karena itu program penguatan kesiap-siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana ini perlu ditangani secara seksama dan terintegrasi antara instansi yang terkait ditingkat pusat, Pemda, dan masyarakat.

Keluarga Petani DR. Asep Karsidi, MSc., lahir di Sumedang, 7 September 1954 dari keluarga petani. Sebagai orang desa, ia tidak mempunyai cita-cita yang “muluk-muluk”. Bisa melanjutkan pendidikan tinggi sudah merupakan anugerah luar biasa baginya. Tidak heran, ketika kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi menghampirinya,

102

Saat Upacara Penganugrahan Gelar Doctor of Philosophies (Phd) oleh Rektor University of Adelaide South Australia, Adelaide September 2004


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

berbagai perhitungan “matang” telah terpeta dalam benaknya. “Untuk masuk fakultas favorit saat itu, teknik atau kedokteran, jelas dana pendukung tidak ada, maklum dari keluarga petani. Makanya saya memilih jurusan yang peminatnya sedikit, Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia. Meskipun tidak banyak peminatnya, tentu secara ilmu pengetahuan bidang studi ini akan ada manfaatnya,” kisahnya. Feeling yang membawanya ke Jurusan Geografi ternyata benar adanya. Di saat fakultas lain berjumlah ratusan mahasiswa, jurusannya hanya “dihuni” lima belas orang mahasiswa. Strateginya benar-benar ampuh, sehingga sejak tahun pertama ia menerima beasiswa karena selalu menjadi yang terbaik di antara lima belas rekannya yang lain. “Akhirnya saya dapat beasiswa, dan dari Foto Bersama saat Berkunjung ke Pusat Pelayanan Modifikasi Cuaca situlah saya bisa Amerika di Fargo North Amerika Nopember 2005 membiayai kuliah. Lha orangtua cuma petani bagaimana biaya kuliah,” imbuhnya. Di sisi lain, ia juga mematok target untuk bekerja sebagai ilmuwan. Ia tidak terpengaruh dengan para seniornya yang bekerja di pertambangan atau di BPN, Dinas Perkotaan, Pemetaan dan lain-lain. Meskipun banyak tawaran untuk bekerja di tempat-tempat tersebut, ia tetap “keukeuh” pada cita-citanya sebagai ilmuwan. Untuk itu, ia melamar di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) setelah lulus kuliah pada tahun 1980 dan diangkat sebagai PNS satu tahun kemudian, 1981. Di BPPT, Asep masuk di bagian Hujan Buatan. Untuk meningkatkan kompetensi, ia mengikuti S2 Klimatologi di IPB. Latar belakangnya yang dari geografi, justru memberikan berkah baginya. Karena begitu selesai S2, ia mendapat kesempatan ke Belanda selama sebelas bulan untuk belajar penerapan teknologi Remote Sensing dan Geographic Information System untuk Pengolahan Sumber Daya Air. “Sepulang dari studi di Belanda saya diangkat sebagai Kepala Laboratorium Remote Sensing dan GIS di BPPT diajak oleh Prof. DR.Ir. Indroyono Soesilo (Pakar Remote Sensing untuk bidang Kebumian termasuk Kelautan). Dari situ awalnya saya merasakan benar-benar ilmu yang saya dalami ternyata tidak terlepas dari ilmu kebumian khususnya dalam aspek pengelolaan sumber daya alam, mainstream-

103


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

nya adalah profesor geografi. Saya mulai merasa bahwa ilmu yang saya peroleh dari Jurusan Geografi itu banyak manfaatnya,� ungkapnya. Setelah selesai program di Belanda, Asep diundang ke Italia selama satu bulan untuk mengikuti workshop mengenai aplikasi Atmosphere, Ocean and Terrestrial Interaction, menggunakan satelit. Dari situ, ia diminta sebagai peneliti muda, junior scientist dalam International Geosphere dan Biosphere Program sejak tahun 1994. Hal ini membuat dirinya berkesempatan untuk keliling dunia terkait posisinya sebagai anggota di IGBP tersebut. Penelitiannya berkaitan dengan perubahan tutupan dan penggunaan lahan (Land Use Land Cover Change (LULCC-IGBP).

Berseragam Pramuka saat di bangku sekoalh SLTP tahun 1968

Setelah pulang dari Belanda dan aktif dalam program penelitian, karier Asep terus melesat. Ia kemudian dipromosikan sebagai Kepala Lab Remote Sensing dan GIS tahun 1993 dan kemudian tahun 1995 menjadi Kepala Sub Dit Dirgantara. Tahun 1997-1998, ia menjadi Direktur Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA), Kedeputian Bidang Pengembangan Kekayaan Alam BPPT. “Jadi saya juga sibuk sebagai scientist. Meskipun bahasa kita tidak terlalu bagus, pada awalnya bahan yang diminta dalam kajian-kajian di mana saya sebagai anggota dalam kelompok riset internasional itu tidak banyak. Kadang kita hanya mempresentasikan kondisi Geografi Indonesia saja mereka sudah senang sekali. Karena mereka jarang mendengar tentang Indonesia,� katanya.

Bersama Istri tahun 2009

104

Sebenarnya, lanjut Asep, niat untuk melanjutkan program S3nya sudah diawali saat menjadi anggota peneliti dalam program IGBP, namun terbentur dengan mendapat tugas sebagai pejabat struktural, baru pada saat pergantian pucuk pimpinan kementerian Riset dari Prof. BJ Habibie kepada Prof. Zuhal, ia lengser sebagai Direktur TISDA dan diizinkan untuk melanjutkan study program PhD ke Australia pada tahun 1999.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Karena sudah tidak ada beasiswa dan memang sudah tidak termasuk usia yang boleh mendapat beasiswa dari instansi tempat bekerja (Usia saya sudah 45tahun saat itu), maka saya berangkat dengan biaya sendiri dulu (modal nekat). Setelah satu semester menjalani program study PhD di University Bersama Bapak Kusmayanto (Menristek) of Adelaide South Australia, saya memperoleh beasiswa dari Universitas tempat saya belajar dan berkat dukungan sang istri yang ulet membantu membiayai hidup diperantauan melalui penyediaan catering untuk student Indonesia yang belajar di Adelaide, alhamdulilah program study PhD saya dapat berlanjut dan selesai dalam jangka waktu 3,5 tahun. Saya pulang tahun 2004, saat Menteri RISTEK Bapak Hatta Radjasa. Saya kembali menjadi peneliti lagi. Tetapi begitu melapor via Prof. Yana Anggadiredja, saya kembali dan ditugaskan sebagai kepala UPT “hujan buatan,” tutur penerima Satya Lencana Karyasatia (Tahun 1997) dan Satya Lencana Wira Karya, tahun 1996 tersebut.

Tumpang Tindih Pada tugasnya sekarang, Asep Karsidi menemukan adanya beberapa hal yang perlu pemikiran dan langkah-langkah yang pas khususnya dalam fungsi koordinasi agar program dapat berjalan seperti diharapkan. Penyebabnya adalah masih adanya program di instansi teknis yang berjalan sendiri-sendiri. “Ternyata karena tumpang tindihnya kewenangan, terutama kendala-kendala di fungsi koordinasi yang gampang di ucapkan tetapi sulit dilakukan. Pelan-pelan kita coba dengan konsep keterbukaan dan berperan sebagai fasilitator. Saya pernah dikirim ke Jerman dalam rangka study banding penanggulangan bencana. Di sana ada 9 negara bagian sementara di kita ada 33 provinsi. Koordinasi dalam bentuk fasilitatorlah yang berperan disana,” ujarnya. Asep mengungkapkan, bahwa pemerintahan saat ini tetap bekerja keras dalam melaksanakan pembangunan disegala bidang, diantaranya menggalakan Program Nasional Pembangunan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” imbuh Staf Pengajar Luar Biasa di FMIPA-UI dalam Mata Kuliah Meteorologi & Klimatologi (1980) serta Staf Pengajar Program Studi Geografi

105


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Pascasarjana-UI untuk mata Kuliah, Klimatologi Regional dan GIS sejak 1998 tersebut. Menurut pria yang telah menghasilkan sekitar 70-an karya tulis ilmiah ini, yang tidak kalah penting dalam pembangunan bangsa adalah peran generasi muda. Karena yang akan menjalani hidup di masa mendatang adalah generasi muda. Untuk itu, generasi terdahulu harus membimbing dan mengarahkan jalan ke depan yang baik bagi generasi berikutnya. Apalagi, gerak dan arus informasi begitu deras dan cepat, sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan. Selain itu, kesempatan bagi generasi muda untuk mengakses informasi pada zaman sekarang ini terbuka seluas-luasnya. “Namun di era informasi ini dikhawatirkan generasi muda akan apatis terhadap arahan atau petunjuk yang diberikan generasi sebelumnya. Karena dianggap mengekang, membatasi dan lain-lain. Oleh karena itu dalam menghadapi era informasi bebas sekarang ini, generasi muda harus giat memupuk ilmu dan keterampilan agar dapat bersaing dan waspada terutama terhadap suatu informasi yang masih belum jelas kebenarannya dan dapat menimbulkan multitafsir�. Asep mencontohkan bagaimana mendidik anak semata wayangnya yang berpendidikan sangat modern. Saat ingin melanjutkan pendidikan S1-nya, anaknya tersebut akan meneruskan di Australia seperti SMP dan SMA-nya. Namun, dengan arahan dan bimbingan yang diberikan oleh Asep, sang anak akhirnya mengambil S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. “Saya ingin dia memiliki basic pengetahuan sebagai orang Indonesia. Jadi kalaupun menjadi ekonom, dia harus tahu betul tentang kondisi ekonomi dan persoalan yang terjadi di tanah airnya. Dan akhirnya, setelah hampir selesai S1 di sini, dia membenarkan pandangan saya dan nanti saat S2 atau S3 baru ke Australia,� kata pria yang berprinsip menjadi orang berguna bagi orang lain tersebut mengakhiri pembicaraan.

106

Bersama Istri dan Anak saat Liburan di Beijing Cina Tahun 2008


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

M

araknya korupsi di Indonesia harus segera dihentikan. Usaha yang dilakukan pemerintah untuk itupun sudah maksimal. Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah salah satu indikasi keseriusan pemerintah. Lembaga “superbodi” tersebut tanpa ampun membabat para koruptor dari berbagai tingkatan.

Basuki Sardi, SH, MH Asisten Kantor Notaris

Sistem Harus Diubah

Namun, berbagai upaya untuk “memotong” kekuatan KPK dilakukan berbagai pihak. Terutama orang-orang yang merasa kepentingannya terganggu dengan sepak terjang KPK. Maklum, lembaga ini benar-benar tanpa ampun dalam mengurai jaringan koruptor hingga ke akar-akarnya. Meskipun begitu, keberadaan lembaga tersebut tidak menyurutkan langkah koruptor untuk melancarkan aksi-aksinya. “Untuk mengatasi korupsi, bisa saya katakan bahwa kalau sistemnya tidak diubah sampai kiamat pun tidak akan berhasil. Hasil korupsi itu kan digunakan untuk kemewahan, agar lebih mewah dari kehidupan orang lain,” kata Basuki Sardi, SH, MH., Asisten Kantor Notaris.

107


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Basuki Sardi memiliki konsep tersendiri untuk menghilangkan korupsi dari bumi Indonesia. Sistem yang diungkapkannya cukup sederhana tetapi bisa membuat kapok para pelaku korupsi. Sistem tersebut bekerja sebagai berikut, seluruh harta koruptor disita dan dia diisolasi di rumah sederhana. Segala kebutuhan sehari-hari yang hidupnya ditanggung sepenuhnya oleh negara. Sementara anak-anak koruptor diambil negara untuk disekolahkan setinggi-tingginya. “Mereka kemudian mencari pekerjaan sesuai dengan gaji dan honornya. Kalau sudah begitu, orang-orang di bawahnya atau seangkatan dengan koruptor tersebut akan jera dan tidak berani korupsi karena malu. Efek jera karena malu ini yang akan efektif memberantas korupsi di Indonesia,” ujarnya. Meskipun begitu, pemberantasan korupsi dengan sistem yang diajukannya hanya efektif kalau rasa malu masih dimiliki bangsa Indonesia. Sementara kalau rasa malu sudah lenyap dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan, sistem tersebut tidak bisa dipakai lagi. “Itu konsep saya, konsepnya orang bodoh,” imbuhnya. Hanya saja, lanjutnya, sekarang terkesan sekali bahwa sistem peradilan di Indonesia menganut paham tebang pilih. Banyak kasus-kasus besar –dengan nilai korupsi puluhan miliar- dibiarkan melenggang bebas, sementara pencuri semangka atau kakao dengan nilai kerugian tidak lebih Rp 50 ribu dengan cepat diproses secara hukum. Bisa dikatakan, persamaan dalam hukum hanya berlaku bagi orang-orang miskin. Sementara orang dengan uang banyak bisa mempermainkan hukum sesuai kehendaknya. “Belum lagi korban Lapindo, rakyat kecil dibiarkan kehilangan harta benda dan hidupnya. Sementara, penyebab kekacauan tersebut dibiarkan bebas melenggang,

108


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

melakukan aktivitas sebagai orang terhormat tanpa cela. Nah, kalau koruptor disita hartanya untuk kepentingan orang banyak kan bagus,” tegasnya.

Tergantung Pimpinan Di dalam penyelenggaraan negara dengan mengedepankan pemerintahan yang bersih, menurut Basuki sangat tergantung kepada pemimpinnya. Dalam hal ini, pemimpin pemerintahan adalah Presiden yang mempertanggungjawabkan tugasnya kepada rakyat. Sementara para menteri dan aparat lainnya hanyalah pembantu yang memperlancar tugas Presiden. “Ibarat pembantu, mereka hanyalah pelayan yang membantu. Pemimpin bisa menjadi pelayan rakyat seluruh Indonesia, yang dipimpin dan dilayaninya. Semua demi mewujudkan negara adil, makmur dan sejahtera. Sekarang mungkin makmurnya sudah, tetapi adil dan sejahtera ini yang belum. Sebaiknya kita harus kembali berkiblat kepada UU yang paling keramat, UUD 1945,” tuturnya. Untuk menyejahterakan rakyat, menurut Basuki, pemerintah tinggal melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 semaksimal mungkin. Kemudian disusul dengan mengamalkan Pasal 34 UUD 1945 sebaik-baiknya. Kedua pasal yang mengamanatkan untuk memanfaatkan kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat serta memelihara fakir miskin dan orang-orang terlantar tersebut, kurang maksimal dilaksanakan. “Yang dilaksanakan hanya slogan saja, kalau benar-benar dilaksanakan tidak ada pemintaminta di perempatan,” tegasnya. Namun, semua itu tergantung dari kepekaan sosial yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Untuk mendapatkan kondisi sebenarnya dari masyarakat yang dipimpinnya, seorang pemimpin tidak bisa mengandalkan laporan dari bawahannya saja. Pemimpin sebisa mungkin mencari sendiri masukan langsung dari masyarakat kebanyakan. Kebiasaan untuk mencari informasi langsung dari masyarakat, menurut Basuki, “Tinggal dalangnya, dalam hal ini presiden bagaimana memainkan perannya. Kirakira bagaimana membuat masyarakat sejahtera. Meskipun untuk menjadi presiden harus berkoalisi ramai-ramai dan sekarang ditagih untuk memberikan benefit bagi partai pengusungnya, tetapi harus tetap tegas dalam prioritas untuk kesejahteraan rakyat secara umum,” tandasnya. Jadi, lanjutnya, semua tergantung bagaimana presiden memainkan peran penting di

109


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

pundaknya. Toh, ia tidak harus terjun langsung dalam memanage tugas-tugas pemerintahan. Aparat pemerintah, mulai Menteri Perekonomian, Menko Kesra, Mensos, Menkes, bisa dimaksimalkan dalam “Program 100 Hari Pemerintahan”. Kalau pekerjaan gabungan dari semua departemen itu akan membereskan masalah yang sedang kita hadapi. “Menjadi wewenang presiden untuk memantau, memerintah dan lain-lain. Pantau aktivitas mereka dan dalam 100 hari evaluasi kerjanya. Yang tidak seirama coret,” terangnya.

Ketua RW Selamanya Untuk bisa menjadi seperti sekarang ini, Basuki Sardi, SH, MH, harus menempuh jalan panjang dan berliku. Setelah kedua orangtuanya meninggal saat pendudukan Jepang, ia terpaksa menumpang hidup pada orang lain. Saat itu, ia sempat disekolahkan sampai lulus SD. Setelah lulus SD, Basuki menyusul kakaknya ke Jakarta pada tahun 1957. Ia melanjutkan pendidikan SMP dan selesai pada tahun 1960 yang disusul pendidikan SMA. Selama menumpang di rumah kakaknya, ia tahu diri dan membantu ‘kerepotan’ keluarga kakaknya. Mulai bersih-bersih, menyapu, mengepel, pekerjaan dapur dan lain-lain semua dikerjakannya. Tetapi ia punya cita-cita dan tidak mau hidup begitu-begitu saja. Suatu saat ada tamu teman kakaknya yang main ke rumah. Ia bertanya kepada Basuki apakah mau diajari bekerja dan tentu saja ia jawab mau. Keesokan harinya ia ke kantornya dan telah disiapkan mesin tik serta meja di sebuah kantor notaris. Saat bekerja di situ, pukul 12.00 Basuki pulang untuk melanjutkan sekolah SMA. Begitu seterusnya, hingga ia lulus SMA pada tahun 1965. Bos tempatnya bekerja

110


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

menyuruhnya untuk melanjutkan kuliah. Tetapi karena situasi dan kondisi saat itu yang bergejolak akibat G30S/PKI, ia hanya mampu kuliah sampai semester II. Meskipun tidak sempat menyelesaikan kuliah, Basuki tidak kecewa. Ia terus mengabdikan dirinya di kantor notaris tersebut sampai sang bos pensiun pada tahun 1992. Ia dipercaya menjadi orang kepercayaan bos sebagai bendahara yang memegang rahasia keuangan kantor. “Bosnya bilang, yang tahu uang saya itu cuma Basuki,” ujar pria kelahiran Purworejo, 22 April 1942 ini. Pada usia 27 tahun, setelah bertahun-tahun pacaran Basuki Sardi menikahi Sri Rejeki pada tahun 1971. Dari pernikahan tersebut lahir empat orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan serta telah memberinya empat orang cucu. Semua anak Basuki menyandang gelar S1 dari jurusan Hukum. Basuki bersyukur dengan besarnya dukungan keluarga terhadap pekerjaannya. Meskipun sang istri ‘hanya’ sebagai ibu rumah tangga biasa, tetapi perannya dalam membesarkan anak-anak sangat besar. Begitu juga dengan kesigapannya saat menyiapkan keperluan Basuki. “Istri saya dari desa yang tahunya dapur saja. Berbeda dengan perempuan modern yang berkarir, sehingga tugasnya ya menyiapkan makanan buat saya, air panas kalau saya mau mandi, dan lain-lain,” tutur Ketua Perkumpulan Warga Purworejo di Jakarta selama puluhan tahun ini. “Ndak ada yang mau menggantikan saya,” tambahnya. Selain Ketua Perkumpulan Warga Purworejo di Jakarta, jabatan Ketua RW di lingkungan tempat tinggalnya pun telah berlangsung selama 18 tahun atau enam periode. Baginya, yang penting adalah meninggalkan “jejak” yang baik selama masa kepemimpinannya. Ini akan membuatnya dikenang oleh masyarakat RW O1 Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur sebagai pemimpin yang baik. “Katanya saya akan dipilih sampai mati,” imbuhnya.

Guru Jangan Mogok Melihat kondisi dunia pendidikan sekarang, Basuki Sardi cukup prihatin. Guru sosok panutan yang menggembleng generasi muda, telah menanggalkan nilai luhur sebagai pendidik dengan melakukan mogok mengajar.

111


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Saya tidak setuju seorang pendidik atau guru mogok mengajar hanya karena menagih janji kepada pemerintah (melalui Kanwil). Padahal, seorang pendidik/guru tugasnya mencerdaskan bangsa, sesuai dengan cita-citanya dari awal menjadi seorang pendidik,” katanya. Seorang pendidik atau guru, lanjut Basuki, merupakan unsur pencerdas bangsa dengan gelar terhormat “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Dengan begitu, perilaku demo menuntut kenaikan honor akan bertentangan dan membohongi cita-citanya tersebut. “Kalau seorang pendidik atau guru sampai ikut-ikutan demo menuntut kenaikan gaji atau honor akibatnya anak didik yang merupakan asset negara dirugikan,” imbuhnya. Menurut Basuki, dampak buruk dari contoh yang diberikan oleh guru kepada para pelajar yang langsung dipraktekkan, antara lain: * * * *

Dampak protes kepada pemerintah membias pada jiwa anak-anak Anak jadi tidak disiplin Para pelajar ketinggalan pelajaran yang akibatnya mempertahankan kebodohan Menyia-nyikan energi

Untuk itu, Basuki menyarankan agar guru menempuh jalan yang lebih “elegan” dalam menyuarakan aspirasinya. Yakni dengan mencari jalan keluar/solusi terbaik, bagaimana caranya supaya mengajar tetap berjalan dan kenaikan honor dari pemerintah tetap terealisasi. Cara yang baik adalah dengan “membuat resolusi/ pernyataan bersama oleh para pengajar dan memberi kuasa kepada siapa kira-kira yang bisa dipercaya untuk mewakili rakyat guna memperjuangkan hak-hak para guru. Dari pihak Kanwil Pendidikan pun, juga harus menyadari bahwa janji itu adalah hutang yang harus dibayar”. “Lebih-lebih utang kepada para pendidik yang harus segera dilaksanakan, agar para pendidik tersebut bisa konsentrasi dalam melaksanakan tugasnya. Toh, uang tersebut bukan berasal dari para pejabat Kanwil, tetapi uang yang berasal dari rakyat diserahkan kepada pemerintah untuk dikembalikan kepada rakyat. Saya berdoa, semoga di negeri kita ini tidak ada orang yang bodoh. Keadilan selalu dinantikan oleh rakyat,” ujarnya. Perhatian Basuki Sardi terhadap dunia pendidikan langsung dipraktekkan dalam kehidupan keluarga. Dilandasi kesadaran bahwa keempat anaknya adalah titipan

112


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Allah, ia berusaha untuk mendidik dan mendorong agar anak-anaknya berpendidikan tinggi serta memiliki gelar. Untuk itu, ia bahkan berusaha mengulang kembali studinya di sebuah perguruan tinggi swasta sebagai upaya memberi contoh anak-anaknya yang menempuh pendidikan di tempat yang sama. Basuki Sardi benar-benar serius memberikan contoh bagi keempat anaknya dalam menempuh pendidikan tinggi. Untuk kepentingan pendidikan, ia harus keluar kantor dari pukul 14.00 dan baru pulang ke rumahnya pukul 21.00. Semua rutinitas tersebut dilakukannya selama empat tahun tanpa absent sekalipun, hingga ia meraih gelar S1 dari Fakultas Hukum. Lagi-lagi, ia memacu anak-anaknya agar meraih pendidikan tinggi dengan melanjutkan pendidikan S2 di Universitas yang sama. “Alhamdulilah, selama dua tahun kuliah tanpa mangkir satu kalipun, saya berhasil meraih gelar MH. Sebagai bapak empat anak, saya harus memberi contoh kepada anak-anak dengan meraih gelar S1 dan S2,” katanya. Saat ini keempat anak Basuki Sardi semua telah meraih gelar S1. “S2 dan lain-lain biar dicari sendiri,” tambahnya. Mengenang usahanya untuk memompa semangat anak-anaknya meraih gelar pendidikan, Basuki memiliki kisah lucu. Yakni saat ia duduk di semester V Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta, sementara sang anak sama-sama di semester V tetapi di Universitas Pancasila, Jakarta. Hingga suatu saat, karena kesalahan yang diperbuatnya, anak Basuki Sardi mendapat skors dan tidak dapat melanjutkan kuliah di universitas tersebut. Tidak patah arang, Basuki menarik anaknya untuk belajar di Universitas 17 Agustus 1945. “Kami duduk satu bangku, sampai-sampai dosennya lapor kepada rektor ‘ada mahasiswa bapak anak kuliah bareng satu bangku’,” katanya sambil tertawa.

113


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

S

ebagai seorang istri PNS, Enen Nawangsih berusaha membantu meringankan beban suami. Apalagi kalau bukan masalah gaji yang sangat tidak memadai untuk membiayai hidup berumah tangga. Tahun 1969, awal pernikahan Enen Nawangsih dan W ardana Ismail, mereka menempati rumah pinjaman berukuran 3 x 5 meter.

Enen Nawangsih Pusat Pendidikan Keterampilan Wanita “Widia”

Bungkus Puyer Untuk Pecah Pola

114

“Saya ditakdirkan sebagai istri PNS zaman dahulu yang kehidupannya sangat sulit. Di rumah pinjaman itulah kami masak, makan, tidur dan menerima tamu pada satu-satunya ruangan yang tersedia. Kami tidak punya perabotan apa-apa dan mempunyai anak satu,” kata Enen Naw angsih, pemilik Pusat Pendidikan Keterampilan Wanita “Widia”. Perempuan yang “beken” dengan nama Enen Wardana kelahiran Pamanukan, Jawa Barat tersebut, kemudian berjuang sekuat tenaga membantu suaminya. Tekadnya yang ingin mandiri dan tidak tinggal dengan mertua atau bersama orang tuanya sendiri memperkuat pendiriannya. Berangkat dari keprihatinan tersebut, ia kemudian belajar menjahit melalui kursus.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Saat mengambil kursus menjahit, Enen harus pandai-pandai dalam mengatur waktu. Karena anak pertamanya baru berusia delapan bulan, ia harus menunggu hingga sang suami pulang kerja sebelum berangkat kursus. Untunglah, ia mempunyai suami yang memiliki pengetahuan seluas samudera yang tidak pernah melarang-larang istrinya menambah keterampilan. “Meskipun anak saya sakit-sakitan, tetapi suami tetap mendukung. Karena sering sakit-sakitan, anak saya selalu mendapat puyer sebagai obatnya. Nah, dari bungkusbungkus puyer tersebut saya gunakan untuk pecah pola seperempat,” ujarnya. Sambil kursus, ia memberanikan diri untuk menerima jahitan dari rekan-rekannya. “Nenek saya juga seorang penjahit, jadi mungkin ada turunan penjahit. Setidaknya, saya bisa menjahit baju sendiri,” imbuhnya. Saat itu, Enen mendapat bantuan pinjaman untuk Ujian Nasional Tingkat Dasar. Ia menempuh kursus tingkat dasar terakhir mahir dalam waktu satu setengah tahun. Karena itu ia mendapat beasiswa untuk mengikuti ujian nara sumber dan penguji di bidang pendidikan non formal menjahit. Dengan ijazah sebagai nara sumber dan penguji, ia mendirikan kursus menjahit di daerah Rawamangun tahun 1972. Sadar tidak memiliki latar belakang pendidikan formal, Enen terus mengembangkan kemampuan dirinya. Selain menjahit, ia kemudian mengikuti kursus tata rias rambut dan kecantikan, sambil tetap menerima jahitan. “Kekayaan penjahit adalah sisa kain. Lalu terpikir oleh saya, sisa kain berkarung-karung itu akan saya apakan, mau dibuang sayang. Lalu saya otak-atik untuk membuat taplak meja, sarung bantal dan lain-lain. Serta berkembang menjadi boneka untuk menaruh jarum pentul,” katanya.

Belajar Dari Jepang Pada tahun 1981, suami Enen mendapat tugas ke Jepang. Atas biaya sendiri ia mengikuti sang suami ke negeri matahari terbit tersebut. Di sana, cakrawala pemikirannya terbuka melihat keindahan souvenir dan cenderamata khas Jepang. Semuanya terbuat dari sisa-sisa kain yang digunakan untuk membuat souvenir dan cenderamata yang sangat indah. “Selama satu bulan di sana, saya sangat senang mendapat masukan dan ide baru. Ini kemudian saya bawa dan kembangkan di Indonesia, menyesuaikan budaya di sini,” kisah sulung lima bersaudara pasangan Sukendar dan Herawati ini. Tahun 1986, lanjut Enen, TVR sebagai satu-satunya stasiun TV setiap minggu mengadakan acara keterampilan keluarga. Saat itu, yang sering tampil adalah Mooryati Soedibyo, Lia Aminudin, Martha Tilaar, Singer dan lain-lain. Sementara Enen, meskipun

115


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

sering menularkan keterampilannya tetapi hanya sampai tingkat RT/RW. Tertarik melihat penampilan mereka di TV, ia “nekat” mengirimkan surat ke TVRI untuk menampilkan kreasinya berupa boneka sarung tangan. Melalui serangkaian audisi, Enen mendapat kesempatan untuk menampilkan karyanya di TVRI. Sejak penampilan perdananya yang disambut hangat pemirsa –setelah mengisi acara, sebanyak 200 pucuk surat dari penggemar datang dari seluruh penjuru tanah air. Frekuensi siarannya pun menjadi rutin satu kali dalam satu bulan. Dari seringnya muncul di TVRI, ia diundang keliling Indonesia hingga 23 provinsi untuk memberikan pelatihan. “Saya paling terkesan saat diundang oleh Gubernur NTT/ Ibu Mia Fernandez untuk memberikan demo atau pelatihan bagi ibu-ibu PKK dan Karang Taruna. Tahun 1990an, saya menginap di Gubernuran. Acara dihadiri oleh seluruh ibu-ibu lurah, camat dan bupati/walikota. Tahun depannya saya diundang lagi, untuk memberikan demo bagi 12 kabupaten di NTT. Karena itu saya mendapat Anugerah Cincin kelas III dari Gubernur Fernandez,” ujarnya bangga. Karena setiap bulan harus tampil di TVRI, Enen selalu menyiapkan kreasi terbaru. Dari situ, ia tergelitik untuk melanglang buana ke luar negeri dengan tujuan melakukan studi banding dan ide baru. Karena tidak ada sponsor, ia membiayai sendiri perjalanannya hingga berhasil mengunjungi 30 negara. Semua dilakukan bukan untuk kepentingan shopping atau hura-hura, tetapi untuk mencari keunggulan souvenir di luar negeri. “Tetapi dari seluruh negara yang saya datangi, Jepang tetap nomor satu, nomor dua China dan nomor tiga Thailand. Sementara produk negara lain masih tetap lebih baik souvenir dan cenderamata dari Indonesia. Karena itu, saya ke Jepang sudah empat kali sehingga banyak teman dari Jepang dan bisa makan tidur gratis. Saya juga bisa berbahasa Jepang, sehingga komunikasi pun lebih lancar. Saya ke Jepang kan niatnya untuk belajar handy craft untuk dibawa ke tanah air dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap perempuan kelahiran 10 Mei 1951 ini. Karena itu, Enen mengharapkan agar tidak meremehkan pendidikan non formal. meskipun tanpa gelar, tetapi pendidikan non formal telah mampu mendorong manusia Indonesia untuk sukses dan mandiri. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang tidak berpendidikan sarjana, tetapi mampu berkarya dengan baik. “Ada tiga modal utama untuk sukses di bidang ini, yakni mau kerja keras, mau capek dan mau mengembangkan secara terus menerus. Dari pengalaman ke Jepang, China dan Thailand, yang menarik adalah saya harus mampu mengembangkannya,” tambahnya.

116


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Dua Belas Buku Meskipun tidak memiliki pendidikan tinggi, tetapi Enen Werdana telah menulis belasan judul buku. Setidaknya 12 judul buku lahir dari tangannya saat suaminya tergolek di rumah sakit akibat usus buntunya pecah. Dalam kurun waktu 12 tahun, ia harus menunggui suaminya yang harus beberapa kali mengalami operasi di beberapa rumah sakit. Komplikasi di usus, membuat sang suami harus kehilangan ususnya sepanjang 60 cm. “Selama beberapa bulan saya di kolong tempat tidur menulis buku tersebut. Karena menunggu itu saat yang paling menjengkelkan, sehingga saya berusaha menciptakan suasana menyenangkan. Baik bagi yang nunggu maupun yang ditunggu. Maka pelariannya saya nulis di kolong tempat tidur dan itu ternyata telah menginspirasi serta membuat saya semakin tegar menghadapi hidup. Apalagi saat itu, anak-anak masih kecil sementara adik-adik suami sudah berkeluarga semua,” kata Ketua Paguyuban Warga Pamanukan periode 1990 – 2010 ini. Bagi Enen, semua kejadian yang dialaminya selalu membawa hikmah bagi diri sendiri. Masa-masa 12 tahun (1993-2005) merawat suaminya, ia dengan seluruh ketabahan yang dimiliki berhasil menerbitkan 12 buku. Dari buku-bukunya tersebut, ia memperoleh royalty yang dapat digunakan untuk membiayai kehidupan rumah tangga. Bahkan membantunya menambah biaya mengunjungi 30 negara untuk melakukan studi banding mengenai souvenir dan cenderamata. “Kursus juga berkembang dan dilirik oleh Depdiknas dan sering juga tampil di TV. Membuat banyak orang yang ingin tahu mengenai hantaran. Saya terpilih menjadi Ketua Umum DPP Pembuat Hantaran Indonesia Pancawati selama dua periode. Tampilnya saya di berbagai stasiun TV juga menambah pendapatan saya selain dari royalty buku, mengajar dan menerima pesanan hantaran,” tandas perempuan yang bersyukur karena tekadnya untuk menjadikan ketiga anaknya seorang sarjana dikabulkan Tuhan. Atas pencapaian yang telah diraihnya selama ini, Enen Wardana sangat berbahagia. Karena melalui tangannya, Tuhan memberikan rezeki dan mampu keliling dunia. Selain kesibukan memimpin organisasi, mengajar di lembaga pendidikan

117


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

miliknya, yang dipercaya untuk menjadi tempat uji kompetensi hantaran dari Depdiknas (Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal). Enen Wardana juga dipercaya untuk mengajar di 15 SLB di 15 provinsi. Materi yang diajarkannya adalah keterampilan untuk anakanak tuna rungu, tuna grahita, autis dan tuna daksa. Ia sangat setuju dengan apa yang diungkapkan Eko Jatmiko, Sukarso Direktur PLB (Pendidikan Luar Biasa) yang menyampaikan bahwa anak-anak tuna grahita adalah tanggung jawab bersama. Karena mereka juga berhak untuk memiliki masa depan yang lebih baik. “Anak yang normal saja sulit mencari kerja, apalagi yang cacat. Harapannya mereka lulus SMA LB langsung bisa mandiri, itu membuat saya semakin terhanyut mengajari mereka. Saya sangat bersyukur kita diberi Allah komplit dan sempurna. Itu membuat saya semakin menysukuri bisa mengajarkan semua dan bersyukur anak cucu saya sempurna. Itu tantangan sekaligus rasa sukur yang tak terhingga,” ujar perempuan yang menjadi relawan saat bencana tsunami menerpa Aceh tersebut.

Kesejahteraan Sangat Penting Sebagai Ketua Umum Ikatan Hantaran Pancawati, Enen Wardana berusaha untuk melestarikan budaya bangsa. Caranya adalah dengan menggali budaya dalam tradisi hantaran di seluruh nusantara. Semua dilakukan agar generasi muda mencintai budayanya sendiri serta melestarikannya. “Itu menjadi tugas orang-orang yang berkecimpung di hantaran. Karena orang-orang hantaran mengkreasikan ide dan gagasan berdasarkan budaya bangsa,” tutur perempuan yang juga piawai dalam menyusun cenderamata khas China dan Jepang dari kain sisa ini. Ia juga memberikan kursus clay, sulam pita, payet, benang dan peralatan rumah tangga seperti spray, taplak meja dan lain-lain. “Izin kursus saya ada dua, menjahit dan hantaran. Kursus yang lain belum,” tandasnya. Tahun 2008, lembaga kursus miliknya menjadi lembaga terbaik tingkat nasional. Dana pembinaan sebesar Rp 20 juta

118


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

digunakan untuk “mendanai” proyek sosial berupa mengajar keterampilan bagi ibu-ibu di kampung halamannya, Pamanukan. Ibu-ibu dan juga janda-janda muda yang biasanya hanya “mencari kutu” di tetangga diajari keterampilan untuk membuat kerajinan. “Itu sebagai rasa syukur saya,” tuturnya. Enen berharap, agar pemerintah lebih memperhatikan lagi anak-anak jalanan dan putus sekolah. Karena di negara ini banyak masalah yang tidak ada penyelesaiannya secara riil, seperti penanggulangan kemiskinan, korupsi dan lain-lain. Di sisi lain, pendidikan formal juga banyak menyisakan masalah seperti sekolah yang ambruk, jebol dan reot. Begitu juga sarana dan prasarana yang sangat memprihatinkan dan perlu segera mendapat perhatian. Dari segi pelayanan kesehatan juga begitu, banyak orang-orang tidak mampu yang tidak bisa berobat karena kekurangan biaya. “Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan rakyat. Jangan hanya ribut sendiri di tingkat atas. Perhatian terutama di bidang pendidikan, karena pendidikan menjadi pondasi untuk kemajuan bangsa,” tegasnya,

119


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

B

eberapa persen dari 240 juta penduduk Indonesia, berada dalam kehidupan yang dikategorikan “belum” sejahtera. Kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh orangorang yang secara formal tidak bekerja atau pengangguran. Bahkan mereka yang bekerja secara formal pun bisa dimasukkan ke dalam masyarakat pra sejahtera.

Drs. H. Karsanto, MBA Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jamsostek

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Jaminan Sosial

120

Masalah yang dihadapi oleh masyarakat pekerja dengan kondisi pra sejahtera sangat beragam. Tidak hanya pendapatan mereka yang “tidak terkejar” inflasi, tetapi nasibnya sering “diabaikan” oleh perusahaan tempatnya bekerja. Meskipun UU Jaminan Sosial memberikan perlindungan, tetapi dalam prakteknya kesejahteraan mereka terabaikan. “Dengan bergabung di Jamsostek, saya bersama-sama direksi, komisaris, pemegang saham dan stakeholder lainnya, berusaha mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Caranya, dengan mengajak pengusaha untuk memasukkan pekerja-pekerjanya sebagai peserta Jamsostek. Karena UU Jaminan Sosial itu hukumnya wajib bagi orang-orang yang punya kewajiban. Aturannya adalah bagi perusahaan /


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

individu yang mempunyai pekerja minimal sepuluh orang atau membayar gaji minimal satu juta rupiah harus memasukkan pekerjanya sebagai peserta Jamsostek,” kata Drs. H. Karsanto, MBA., Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jamsostek (Persero). Secara nasional, dari 40 juta pekerja formal hanya 8,3 juta yang aktif sebagai peserta Jamsostek. Angka tersebut berarti bahwa hanya sekitar 20 persen secara keseluruhan pekerja formal “diikutkan” sebagai peserta Jamsostek oleh pengusaha. Bahkan, tidak jarang kecurangan dilakukan oleh pengusaha yang pekerjanya bergaji satu juta rupiah tetapi dilaporkan hanya 400 ribu rupiah atau hanya sebagian pekerjanya yang disertakan Jamsostek. Masalah tersebut tidak akan ditemukan di negara-negara lain seperti Malaysia atau Singapura. Penyebabnya, lembaga penyelenggara jaminan sosial di negara tersebut memiliki kewenangan sebagai badan yang melakukan law enforcement. Artinya lembaga tersebut memiliki kewenangan menindak, memproses, melaporkan dan mengajukan kecurangan tersebut ke pengadilan. “Sementara di Indonesia yang berhak adalah PNS Depnaker dan polisi. Sedangkan kenyataan di lapangan, mereka belum melaksanakan tugas sebagai mana mestinya. Kenapa terjadi seperti itu, karena sistem kita secara nasional tidak mendukung,” tambahnya. Karena itulah, timbul obsesi pada dirinya untuk terus mengembangkan dan menyejahterakan masyarakat melalui Jamsostek. Karena bagi masyarakat pekerja, keikutsertaan mereka sebagai peserta yang mendapat jaminan sosial merupakan

121


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

hak. Sementara bagi pengusaha atau orang yang mempekerjakan, mengikutsertakan orang yang bekerja padanya adalah kewajiban. “Apabila dilanggar, hukum pidana akan dikenakan pada perusahaan tersebut. PT Jamsostek sangat gencar beriklan di TV sebagai sarana sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat. Tetapi akan sangat sulit kalau kebijakan tersebut tidak terintegrasi. Makanya kita sinergikan untuk besama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja melalui Jamsostek,” ujar pria kelahiran Solo, 12 Mei 1954 ter obsesi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia ini. Apalagi, masalah jaminan sosial telah termaktub dalam UU No. 40 Tahun 2004. Pada UU tersebut menetapkan ada lima unsur jaminan sosial, yakni Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dan Jaminan Pensiun. Implikasi dari penerapan UU tersebut adalah dibentuk Dewan Jaminan Sosial Nasional yang sekarang sedang “menggodok” formula yang tepat bentuk lembaga jaminan sosial di Indonesia. “Rumor yang beredar adalah tidak terbentuk PT tetapi lembaga khusus dibawah Menteri BUMN atau presiden. Sekarang ini ada empat BPJS untuk jaminan sosial, ada Jamsostek, Jasa Raharja,Taspen dan Asabri, nantinya tetap seperti ini,” tuturnya.

Perjalanan Karier Drs. H. Karsanto, MBA., sebenarnya lebih banyak berkiprah sebagai bankir. Sejak lulus dari Universitas Diponegoro tahun 1979, ia kemudian bergabung di Bank BNI. Di bank milik pemerintah ini, ia menjalani karier baik di dalam dan luar negeri selama 29 tahun. Memulai karier sebagai PKN Cabang Pasar 16 Ilir hingga Pemimpin Divisi Kebijakan dan Manajemen Risiko, sebelum pada jabatan sekarang Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jamsostek. “Saat menjabat sebagai Deputi General Manager Operation di New York, saya berkesempatan untuk menempuh pendidikan S2. Karena dengan biaya sendiri, saya melakukannya dengan penuh pengorbanan. Kuliah malam dari jam 7 sampai jam 10-11, dan sampai di rumah jam 11/12. Kalau ada tugas bisa sampai jam dua atau tiga sementara jam enam harus berangkat kerja,” katanya. November 1998, pascakrisis moneter, Karsanto kembali ke Indonesia dan ditugaskan

122


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

sebagai Branch Manager di Jakarta, cabang Dukuh Bawah. Setelah itu, ia dipindahkan ke Palembang sebagai wakil pemimpin wilayah selama 18 bulan. Dari Palembang, ia dipindahkan ke Surabaya masih sebagai wakil pemimpin wilayah. Setelah enam bulan, ia kemudian ditugaskan sebagai pemimpin wilayah di Kanwil I Medan, yang membawahi Sumut dan Aceh. Karsanto bertugas di wilayah I Medan selama 22 bulan dan dipindahkan di kantor pusat sebagai pemimpin Divisi UKM selama satu tahun. Kariernya terus melesat dan mendapat promosi sebagai pemimpin Divisi Kebijakan dan Manajemen Risiko. “Tugasnya membuat aturan tentang aktiva produktif dan menghandle seluruh aktivitas yang terkait dengan manajemen risiko,” imbuhnya. Kecemerlangan karier Karsanto semakin tak terbendung. Saat pergantian Direktur Bank BNI bulan Februari 2008, ia merupakan salah satu dari lima belas calon internal yang mengikuti fit and proper test untuk mengisi jabatan tersebut. Bersama sembilan orang kandidat lainnya ia lolos seleksi dari dewan komisaris yang dikirim ke Menteri BUMN. Namun di Menteri BUMN hanya lolos dua orang,sehingga yang tujuh orang Direktur diisi dari luar BNI. Gagal menjadi Direktur di perusahaan yang membesarkannya bukan berarti karier Karsanto “habis”. Ia kemudian menjalani fit and proper test lagi di Kementerian BUMN untuk kandidat direktur PT Jamsostek (Persero). Setelah melalui beberapa tahapan termasuk fit and proper test lanjutan di Depkeu, ia dilantik sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jamsostek pada tanggal 18 Desember 2008. “Job description saya di sini membidangi tiga hal, manajemen risiko, kepatuhan dan hukum. Dari ketiga bidang itu, sistem yang sudah ada hanya hukum saja, sementara kepatuhan dan manajemen risiko merupakan unit relatif baru sejak 2007. Sehingga ketika saya masuk langsung membangun sistem yang diperlukan. Saat inipun pembangunan sistemnya belum selesai,” cetusnya. Karsanto mengungkapkan bagaimana harus meng-create sendiri sistem manajemen risiko di Jamsostek. Meskipun berpengalaman di bank pada bidang yang kurang lebih sama, tetapi yang dihadapinya jauh berbeda. Di bank, meskipun lebih kompleks tetapi bisa menjadikan bank asing sebagai benchmark. Tetapi di jaminan sosial di Indonesia tidak ada lembaga yang bisa dijadikan rujukan. “Makanya kita harus berkreasi dengan membandingkan antara teori dan kondisi lapangan operasional”. Karsanto menjelaskan bahwa tugas Direktoratnya terkait kepatuhan hukum dan manajemen risiko. Fungsi kepatuhan adalah untuk menjaga agar supaya seluruh insan Jamsostek betul-betul memenuhi seluruh aturan yang ada. Menjaga agar tidak terjadi penyimpangan terhadap aturan–aturan yang ada merupakan tugas pokok dan fungsi kepatuhan. Fungsi hukum/legal adalah menangani seluruh permasalahan yang terkait dengan hukum/legal,sehingga fungsinya mendukung/support unit-unit lainnya.

123


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Sedangkan manajemen risiko sangat terkait dengan bagaimana memanage risiko atas aktifitas yang bermacam-macam yang ada di PT. Jamsostek (Persero). Yaitu antara lain bagaimana supaya bisa mengetahui atau mengidentifikasi risiko-risiko yang ada, mengukurnya, lalu membuat action plan untuk mitigasinya agar risikorisiko yang mungkin terjadi bisa dikelola dan dikendalikan. Dengan harapan, mencegah kejadian yang tidak diharapkan sebagai dampak aktifitas yang dilakukan. “Tetapi untuk bisa memanage kita harus membuat atau setup sistem sebagai batasanbatasan. Misalnya untuk investasi, setup sistem dengan mengacu peraturan internal dan eksternal. Kemudian kita memantau secara proaktif perkembangannya dan mengidentifikasi risiko-risiko yang terjadi sesuai kondisi lapangan akibat faktor internal maupun eksternal. Tadinya risiko itu mungkin berpotensi merugikan tetapi karena kita kelola dan kendalikan menjadi tidak menimbulkan kerugian,” ujarnya.

Nilai Tambah Mengenai generasi muda, Karsanto, mengungkapkan bahwa sebagai tumpuan dan harapan bangsa, mereka harus mempunyai visi dan misi ke depan. Utamanya, bagaimana mengoptimalkan kontribusi dari potensi mereka demi kemajuan bangsa. Apalagi semangat mereka untuk maju perlu mendapatkan penyaluran yang sesuai. Selain itu, kemauan belajar dan memperoleh pengetahuan baru sangat besar di usia muda mereka. “Tetapi yang harus diingat adalah bahwa belajar itu tidak harus di lembaga pendidikan formal. Banyak orang yang merasa bahwa belajar itu mahal, padahal itu hanya untuk pendidikan formal. Dan ilmu, tidak harus duduk di bangku kuliah, tetapi bisa belajar dari membaca buku,” katanya. Prinsip yang harus dipegang, menurut Karsanto, generasi muda tidak boleh terlalu cepat puas atas apa yang telah dicapai. Semangat untuk terus maju dan mengembangkan diri harus senantiasa dipompakan ke dalam sanubari mereka. Apabila semangat tersebut telah merasuk ke sebagian besar generasi muda, kekuatan maju bangsa Indonesia semakin tinggi dan ketertinggalan yang terjadi selama ini bisa dikejar dengan cepat. Intinya, lanjut Karsanto, generasi muda tidak boleh puas atas apa yang telah dicapai. Ke depan, mereka harus terus bersemangat untuk meningkatkan kemajuan dengan belajar. Karena belajar sangat berpengaruh dalam peningkatan kemajuan sehingga tidak ada istilah terlambat untuk belajar. Bahkan ketika sudah berusia lanjut pun belajar masih harus terus dilakukan. “Dari sisi value, generasi muda harus memiliki value added atau nilai tambah. Nilai tambah yang dipunyai generasi muda boleh saja berbeda-beda, tergantung keunggulan masing-masing. Tetapi kalau beberapa nilai tambah digabung akan menjadi kekuatan yang dahsyat,” ujarnya.

124


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Ikhlas dan Amanah Drs. H. Karsanto, MBA., memegang teguh visinya sejak muda yakni keinginan untuk hidup lebih baik ke depan. Karena ia yakin, hidup berjalan ke depan bukan mundur. Visi tersebut didukung dengan misi bahwa ia harus bekerja dan berperilaku ikhlas dan amanah, sehingga tanpa pamrih dalam bekerja. Dalam bekerja ia selalu berusaha mengoptimalkan hasil kerjanya. Ia tidak peduli apakah hasil kerjanya dinilai, diawasi atau ditegur oleh atasan, pekerjaannya tetap optimal. “Saya jadi enak dan tidak terlalu banyak beban. Bahkan ketika job saya selesai, saya suka membantu teman yang lain sambil belajar. Dengan bekerja ikhlas dan amanah, prestasi berjalan dengan sendirinya, otomatis. Itu juga berpengaruh terhadap karier kita kalau bekerja dengan ikhlas dan amanah. Dalam bekerja harus ada improvement-improvement agar kerja kita menjadi lebih baik. Ada hukum, kepatuhan dan lain-lain itu supaya bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan dengan baik, sehingga secara konsolidasi perusahaan juga baik,” katanya. Hingga di puncak kariernya saat ini, Karsanto tetap memegang visi dan misinya tersebut. Ia juga menerapkan “manajemen contoh” bagi anak buahnya dalam bekerja. Selama hari kerja dari Senin – Jumat, ia selalu datang tepat waktu dan pulang melebihi jam kantor. Dengan disiplin waktu yang tegas seperti itu, anak buahnya tidak mempunyai peluang untuk mengelak ketika ditegurnya. “Saya datang tidak pernah terlambat, untuk memberi contoh. Masalah waktu ini, saya sangat disiplin,” tambah ayah tiga anak laki-laki hasil pernikahannya dengan Dra. Supra Hapsari ini. Disiplin tidak hanya berlaku bagi anak buahnya di kantor, tetapi ketiga anak lakilakinya pun “kebagian” kebijakan tersebut. Setelah “berhasil” berkumpul dalam satu kota pada tahun 2009. Sebelumnya tugas Karsanto dan pendidikan anaknya yang selalu berotasi di dalam dan luar negeri sehingga terpisah-pisah. Setiap hari jam lima pagi mereka bangun dan salat Subuh berjamaah. “Kami bergantian menjadi imam. Setelah salat, silakan melakukan aktifitas masingmasing. Yang kuliah siang bisa tidur lagi, yang kerja ya siap-siap untuk bekerja. Anak pertama dan kedua saya sudah bekerja tinggal si bungsu yang sedang menyelesaikan skripsinya,” ujar anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Atmopuranto dan Kartini tersebut.

125


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Kedua anaknya bekerja di perbankan dan merupakan lulusan S2 dari Belanda dan Inggris. Rencananya, setelah selesai skripsi anak bungsunya akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. “Saya tidak pernah mengarahkan mereka untuk menjadi apa, hanya memberikan pandangan terhadap peluang kerja dari pendidikan yang mereka tempuh. Saya hanya memberikan arahan umum, tetapi pilihan hidup saya serahkan kepada mereka,” imbuhnya. Karsanto menuturkan, sebagai ayah dari tiga anak yang semuanya laki-laki, memang memerlukan kewaspadaan lebih. Banyak godaan bermacam-macam yang harus mereka hadapi, mulai narkoba sampai perempuan. Untuk itu, menjadi tugasnya sebagai ayah memantau aktifitas mereka agar tetap berjalan pada trek yang benar. Untungnya, pada era modern seperti sekarang banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut, mulai telepon, SMS dan email sehingga bisa dilakukan di sela-sela kesibukannya di kantor. “Bahkan ketika Blackberry belum ‘ngetren’ seperti sekarang saya sudah memakainya untuk keperluan memantau anak-anak. Karena kalau merasa tidak dipantau, mereka bisa macam-macam. Apalagi tugas saya berpindah-pindah, sementara aktifitas mereka juga di mana-mana. Bagi kami yang penting selalu ‘komunikasi’ satu sama lain. Kalau sekarang sih lebih ringan karena sudah kumpul semua, sehingga Sabtu dan Minggu bisa beraktifitas bersama-sama. Baik sekedar makan di food court, ‘nongkrong’ di kafe atau nonton bioskop bersama-sama,” katanya.

126


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

P

asar tradisional merupakan sebuah komunitas yang unik. Bukan hanya keberadaan pedagang yang menjual kebutuhan masyarakat tetapi juga kehadiran pembeli untuk memenuhi kebutuhannya. Keramaian yang ditimbulkan pasar tradisional oleh transaksi jual beli, juga mengundang kehadiran elemen masyarakat yang lain. Banyak orang datang mengais kehidupan memanfaatkan situasi dan kondisi pasar.

H. Otong Suryana Rumah Singgah Anak Kurnia

Football Backs a Dead Beat on Clears a Root Truth

Mulai buruh panggul, tukang parkir, sopir truk, tukang sampah hingga anak-anak yang menawarkan jasa semir sepatu, semua berkumpul di pasar. Lingkungan pasar yang menjanjikan kehidupan yang sangat luas tersebut, menjadi magnet bagi kehidupan masyarakat. Di pasar, orang bisa menemukan apa saja yang dibutuhkannya, termasuk “tempat tinggal” bagi orang-orang yang tidak memilikinya. Salah satu “anak pasar” tersebut adalah H Otong Suryana, Pengelola Rumah Singgah Anak Kurnia. Sejak remaja, ia telah malang melintang di antara loslos pasar tempat ibunya menggelar dagangan di Pasar Manggarai. Latar belakang keluarga yang berantakan, membuat dirinya tidak sempat

127


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

mengenyam bangku sekolah. Dan ia terjun menjadi anak jalanan dengan daerah operasi di sekitar Pasar Manggarai. “Tahun 1974, pedagang Pasar Manggarai direlokasi ke Pasar Induk Kramatjati, diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin. Termasuk ibu saya ikut pindah, makanya saya juga pindahan ke pasar sayur mayur terbesar di Indonesia ini. Begitu juga dengan anak jalanan yang lain. Meskipun kami anak jalanan, tetapi memiliki kegiatan positif, yakni sepakbola. Pemainnya ya para anak jalanan temanteman saya,� tuturnya. Hanya dengan sepakbola, jelas Pak Haji, kegiatan anak jalanan yang terkonsentrasi di Pasar Induk Kramatjati bisa diorganisir. Mereka secara rutin mengadakan latihan sepakbola di lapangan milik pasar (sayang sekarang lapangan bola tersebut sudah berubah menjadi kios-kios untuk menggelar dagangan, sehingga ia berharap agar Pemda membuka ruang untuk bermain anak-anak). Pimpinan dari anak jalanan yang setiap hari latihan sepakbola tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah H Otong S. Meskipun “hanya� anak jalanan, mereka berlatih serius agar menjadi pemain sepakbola yang baik dan professional. Rutinitas dan kesungguhan berlatih sepakbola, lanjut Pak Haji, menarik perhatian sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Lembaga tersebut mengajak H Otong S muda untuk bergabung dan menjadi koordinator anak jalanan untuk berbagai keperluan. Seperti acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), Hari Pendidikan Nasional dan lain-lain sejak awal tahun 1990-an. Pada acara-acara tersebut anak jalanan dibawah koordinasi H Otong S dilibatkan secara penuh. Namun, lama kelamaan, H Otong S merasa hanya dimanfaatkan untuk kepentingan LSM tersebut.

128


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Setelah selama sepuluh tahun hanya dijadikan obyek, kami terpanggil untuk mendirikan lembaga sendiri. Kami rintis pada tahun 1996 dan secara resmi, legal serta berbadan hukum berdiri tahun 1998 dengan nama Yayasan Kurnia. Kita dapatkan izin dari Dinsos, sehingga ketika mereka memiliki program-program bagi anak jalanan seperti HNSDP kita juga dilibatkan. Pelibatan kita sudah langsung tanpa perantara LSM lagi,� katanya. Dengan terlibat secara langsung, aliran dana pembinaan anak jalanan dari pemerintah lebih lancar.

Menjadi Panutan Menurut H Otong S, dari 26 rumah singgah di DKI Jakarta, saat ini sudah tidak diketahui keberadaannya. Hanya tinggal beberapa rumah singgah yang masih eksis dan melakukan pelayanan serta pembinaan terhadap anak jalanan. Karena untuk mengelola sebuah layanan sosial dengan obyek pembinaan anak jalanan membutuhkan kesabaran lebih besar. Maklum, anak jalanan sangat sulit diatur dan diarahkan, kecuali untuk kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. “Seperti main musik atau sepakbola, kalau memang sesuai dengan bakatnya mereka sangat serius. Seperti grup sepakbola di sini yang berlatih dengan serius sehingga pernah menjadi juara Piala Gubernur hingga dua kali. Tentu anak-anak ini berjuang juga untuk masa depannya sendiri, mengingat masa depan pemain sepakbola sekarang cukup baik. Jadi saya berharap, sepakbola akan mengembalikan anak jalanan ke jalan yang benar,� lanjutnya. Rumah Singgah Anak Kurnia pimpinan H Otong S juga mengadakan kegiatan bermacam-macam dengan tujuan pembinaan anak jalanan. Mulai kelompok bermain, pendidikan keterampilan, majelis taklim, grup musik, klub sepakbola dan

129


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

kegiatan-kegiatan positif lainnya. Wilayah binaannya pun semakin melebar, tidak hanya Pasar Induk Kramatjati, tetapi juga meliputi perempatan Cililitan, lampu merah Pasar Rebo hingga terminal. Anak jalanan binaan pun semakin banyak hingga sekitar 300 anak jalanan. “Semua kita dapat saat ikut PLK, Pendidikan Layanan Khusus, Program HNSDP dan sekarang kita ada PKBM, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat,” tegasnya. Menurut H Otong S, mengumpulkan anak jalanan dan membinanya merupakan pekerjaan sangat mulia. Tetapi memerlukan kerja keras dan komitmen kuat untuk melakukannya, sehingga tidak setiap orang bisa. Ia menyebutkan, latar belakang sebagai anak jalanan juga yang membuatnya bertahan hingga sekarang. Keinginan untuk berbuat agar orang lain hidupnya menjadi lebih baik, membuat ia terus berkarya dengan penuh kesabaran. “Menjadi pekerja sosial merupakan panggilan hati,” tuturnya. Menurut Pak Haji, anak jalanan akan semakin berprestasi ketika mereka memiliki pendidikan formal memadai. Untuk memberi contoh kepada anak-anak jalanan di rumah singgah yang dikelolanya, ia melanjutkan sekolah. Pak Haji tidak malu-malu untuk mengikuti Kejar Paket A (setingkat SD) B (setingkat SMP) dan C (setingkat SMA). Ia kemudian tergerak untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan mengambil bidang studi ilmu hukum. “Itu berdasarkan masukan dari teman-teman agar lebih mendalami situasi anak jalanan atau ABH –anak berhadapan dengan hukum,” ujarnya. Menyikapi makin minimnya anggaran pemerintah untuk menyantuni anak jalanan, Pak Haji tidak kurang akal. Untuk terus menghidupkan rumah singgah yang dikelolanya, ia telah membentuk kelompok usaha bersama anak jalanan. Kelompok usaha ini dibantu pendamping untuk mengelola usaha yang dijalankan secara swadaya tersebut. Hasilnya, digunakan untuk menggerakkan operasional Rumah Singgah Anak Kurnia.

130


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Saya sih tidak ada cita-cita untuk seperti ini, tetapi itu terjadi karena proses yang berlangsung, ya mau bagaimana lagi. Tetapi semangatnya ada dan menjadi proyek percontohan bagi anak jalanan asuhan saya. Saya juga banyak mengikuti forumforum, forum rumah singgah, forum panti non panti, pokoknya banyak dah. Dari forum memang banyak yang bisa kita petik, banyak yang dapat dipelajari,” kata pria dengan logat Betawi kental ini.

Bebas Anjal Sebagai pengelola rumah singgah, H Otong S berharap bahwa ke depan tidak ada lagi anak jalanan berkeliaran di jalanan. Bukan hanya Perda DKI Jakarta yang membatasi ruang gerak mereka, tetapi juga kemandirian anak jalanan membuat mereka tidak lagi beredar di jalan-jalan. Dengan keterampilan yang mereka miliki, anak jalanan bisa menghidupi dirinya sendiri. “Rencana ke depan, kalau bisa jalan raya harus bebas dari anak jalanan. Orang tua dari anak jalanan kita ikat dengan memberikan usaha di pasar atau tempat lain. Kalau belum punya rumah singgah ya bikin pos pelayanan. Persiapannya cukup makanan saja, karena anak jalanan kalau sudah lapar, singkong rebus pun jadi. Ke depan kita berusaha memelihara harapan hidup mereka, kalau proses intervensinya masuk ya mereka bisa jadi orang, bisa menghidupi mereka sendiri dan keluarganya,” ungkapnya, panjang lebar. Pada usia memasuki 55 tahun, sebenarnya sudah merupakan saat yang tepat bagi H Otong S untuk memasuki masa pensiun. Hanya saja, berhubung pengabdian tiada akhir yang tidak memandang usia, H Otong S terus melangkah sekuat tenaga dalam pengabdian ini. Ia berharap, di sisa umur pengabdiannya sebuah regulasi akan lahir dari tangannya. Yakni untuk memberikan bantuan dan bimbingan bagi anak-anak jalanan tetap diteruskan perjalanannya. Meskipun mungkin ia tidak terjun langsung dan hanya memberikan pendampingan tetapi pembinaan di rumah singgah berjalan terus. “Bukan hanya anak jalanan, tetapi pekerja sosial di tempat saya. Utamanya mengenai kebutuhan finansial mereka. Kalau tidak saya dampingi, saya khawatir rumah singgah ini tidak berlanjut dan terhenti sepeninggalan saya. Makanya saya selalu harus mengkoreksi tindak langkah saya, jangan sampai melanggar hak,” tegasnya. Kepada generasi muda, H Otong S berpesan agar mereka berpartisipasi di dunia relawan. Tidak hanya sebatas bersimpati terhadap kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan tetapi langsung terlibat di dalamnya. Karena dengan keterlibatan tenaga-tenaga muda permasalahan yang dihadapi bangsa ini dengan mudah terpecahkan. “Pesan saya, generasi muda harus banyak menimba ilmu dari para senior. Terutama dari sektor pendidikan, karena dengan pendidikan bisa memajukan anak jalanan. Itu saja,” ujarnya menutup pembicaraan.

131


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

132


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

I. PENDAHULUAN Marilah kita melihat skenario berikut ini, mengenai:

“INTERNSHIP SCHOOL” PROGRAM PELATIHAN DAN PRAKTEK KERJA MAGANG DI PERUSAHAAN, BAGI LULUSAN PERGURUAN TINGGI (D3/S1) MENGHASILKAN WISUDAWAN “PLUSPLUS”

* Seorang lulusan/sarjana membaca surat kabar mencari iklan lowongan pekerjaan. * Dia menemukan beberapa iklan lowongan pekerjaan yan berhubungan dengan bidang studinya. * Dalam setiap iklan dia memperhatikan persyaratan yang sama, yaitu : “Pelamar harus memiliki pengalaman minimum dua tahun” * Setelah menelusuri banyak surat kabar, lulusan/sarjana tersebut dengan rasa kecewa yang besar mengatakan: “Bagaimana saya dapat memperoleh pengalaman kerja bilamana tidak ada yang mempekerjakan saya pertama kali semenjak saya diwisuda?” Masalah ini, merupakan kekecewaan ribuan pemuda lulusan universitas di seluruh dunia. Pada saat ini Indonesia menghadapi era industrialisasi untuk dapat bersaing dengan sukses menghadapi persaingan ekonomi global. Terdapat sumber-sumber alam dan sumber daya manusia yang besar di Negara kita, mengharuskan kita

133


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

mampu mengembangkan potensi ini, terutama sumber daya manusia secara efektif sehingga meningkatkan produktifitasnya. Memperhatikan kembali skenario semula, kita dapat menemukan suatu principal yang akan membantu Negara ini dengan kesempatan untuk membangkitkan inisiatif para lulusan/sarjana lebih efisien memasuki pasar kerja. 2. KENAPA PENGALAMAN KERJA SANGAT PENTING Pertama-tama, “Unjuk kerja (pengalaman) masa lalu menjadi penentu untuk keberhasilan masa yang akan datang. Apabila sudah mengerjakan sesuatu dengan baik, seseorang akan dapat mengerjakan kembali. Inilah yang menyebabkan kenapa bisnis penempatan kerja (head hunting) sangat menguntungkan. Perusahaan bersedia menggaji tingi orang yang sudah berpengalaman, sebab mereka telah dilatih. Disebabkan pengalaman tidak dapat diwariskan dan juga tidak bsia didapat dengan cepat (seperti fast food), pengalaman tersebut sangat mahal. PENGALAMAN KERJA ADALAH JEMBATAN Pengalaman kerja didefinisikan sebagai praktek, on-the-job training yang selalu berhubungan dengan edukasi mahasiswa atau lulusan. Pengalaman kerja disebut dengan beberapa nama: * * * *

Cooperative Education Pengalaman Lapangan On-the-job training Internship

Istilah “Internship” berasal dari profesi medis yang mengharuskan seseorang dokter menimba pengalaman praktek kerja selama satu sampai dengan tiga tahun di rumah sakit sebelum mendapatkan ijin praktek. Internship juga merupakan istilah bahasa Inggris mengenai konsep “pemagangan”. Kenapa mahasiswa memilih masuk universitas? Tentu saja, mereka menginginkan pekerjaan yang baik. Tanpa edukasi harapan mereka untuk masa depan yang cerah sangat gelap. Sementara ini, kebanyakan pendidikan tinggi menekankan “teori”, atau “kenapa sesuatu dapat bekerja?”. Di dunia kerja, di sisi lain, memfokuskan aplikasi dan unjuk kerja, “bagaimana” dan “sebaik apa” itu terlaksana? Mahasiswa kadangkadang dapat lulus dalam tes akademis tetapi sangat terbatas pengertian mereka bagaimana mengaplikasikan teori yang mereka peroleh untuk memecahkan masalah praktis. Jadi, pentingnya untuk mengembangkan kerja sama/partnership antara edukasi dengan masyarakat dunia usaha dan industri adalah merealisasikan manfaat edukasi untuk dunia kerja. 3. MENGAPA “INTERNSHIP SCHOOL” PENTING BAGI SARJANA BARU LULUS? 1. Mengaplikasi teori untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan yang sesungguhnya.

134


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

2. Belajar sikap/perilaku (bekerja) yang baru 3. Belajar keterampilan bekerja (okupasi) 4. Belajar bekerja dalam tim dan kerja sama yang baik 5. Meningkatkan hubungan antar perorangan 6. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi 7. Memotivasi belajar/studi untuk mencapai hasil yang lebih besar 8. Meningkatkan belajar/studi untuk mencapai 9. Sasaran/tujuan karier dapat diuji secara realistis 10. Mempersiapkan Wisudawan memperoleh pekerjaan 4. MENGAPA PROGRAM PEMAGANGAN PENTING BAGI PERUSAHAAN? 1. Sumber/proses merekrut karyawan untuk kebutuhan yang akan datang. 2. Mendapatkan tenaga kerja jangka pendek yang berkualitas. 3. Dapat memberikan sumber-sumber/masukan gagasan baru. 4. Dapat memberikan sumber-sumber/masukan keterampilan baru. 5. Meningkatkan hubungan yang baik dengan lembaga universitas untuk kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan. 6. Menghemat waktu dan biaya pelatihan untuk karyawan baru. 7. Meningkatkan loyalitas karyawan kepada perusahaan. 8. Memotivasi/meningkatkan citra perusahaan. 5. METODA PENDIDIKAN “INTERNSHIP SCHOOL” Metoda utama program “INTERNSHIP SCHOOL” ini adalah “learning by doing”. Para peserta – wisudawan D3/S1- melakukan tugas di perusahaan, tempat praktek kerja magang, dari hari Senin hingga hari Jumat. Pendidikan dan pelatihan di kelas, diadakan setiap hari Kamis sore/malam dan hari Sabtu. Program Pendidikan “INTERNSHIP SCHOOL” ini dikoordinir dan dilaksanakan oleh Yayasan Partisipasi Pengembangan Nasional – yang lebih dikenal dengan identitas: Participation National Development Foundation – PND Foundation PND Foundation bermitra dan bekerjasama dengan sejumlah perusahaan, yang menerima lamaran penempatan Wisudawan, praktek kerja magang selama 6-12 bulan. PND Foundation bekerjasama dengan PT. Dasindo Media, penyelenggara tunggal Dale Carnegie Training, bertaraf internasional, di Indonesia, sejak tahun 1976. Tiga bulan pertama, Dale Carnegie Training mengarahkan peserta pada pengenalan potensi diri, pengenalan dunia usaha. Tiga bulan kedua diintensifkan untuk berhasil meyakinkan orang lain, melalui presentasi dan negosiasi.

135


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Program intensif selama 6 (enam) bulan, yang dilaksanakan di luar jam kerja, khusus dirancang bagi wisudawan agar memiliki motivasi kuat dan mampu berkarir di jalur kompetensi diri secara optimal. 6. TUJUAN PENDIDIKAN “INTERNSHIP SCHOOL” 1. Menggali dan memantapkan kemampuan diri dalam bidang kepemimpinan dan kesesuaian karier. 2. Memiliki kepribadian sukses melalui pemantapan sikap mental, perilaku dan persepsi terhadap diri sendiri & orang lain. 3. Memiliki keterampilan berkomunikasi secara prima, positif, fleksibel dan menyenangkan. 4. Memantapkan kemampuan kreativitas dan inovatif. 5. Memiliki pengalaman berhasil selama dalam pendidikan. 6. Disalurkan bekerja di perusahaan-perusahaan kecil, menengah dan perusahanperusahaan besar, sesuai dengan strategi mencapai keberhasilan. 7. Memiliki kemampuan bekerja mandiri, sehingga memungkinkan menciptakan usaha mandiri. 7. PND FOUNDATION BERMITRA, BEKERJASAMA DENGAN PERUSAHAAN – TEMPAT PRAKTEK KERJA MAGANG (1) TATA CARA PERMOHONAN/PELAMARAN UNTUK MAGANG Permohonan diajukan secara tertulis oleh pemohonan, lulusan Perguruan Tinggi, dengan ketentuan * Ditulis tangan atau diketik, * Ditandatangani oleh pemohon, * Asli, bukan salinan atau fotokopi. Permohonan dilampiri dengan: * 2 buah pasfoto terakhir, ukuran 3x4. * Fotokopi ijazah atau tanda lulus dari Perguruan Tinggi * Daftar riwayat hidup. * Fotokopi kartu tanda penduduk. * Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian di mana pemohon bertempat tinggal. * Surat keterangan berbadan sehat dari dokter. 1. Permohonan diajukan oleh pemohon kepada PND Foundation, yang kemudian meneruskan atau menawarkannya kepada perusahaan yang memberikan kesempatan pemagangan. 2. Permohonan duajukan oleh pemohon kepada direksi Peruashaan yang memberikan peluang pemagangan serta direkomendasikan atau telah dihubungi oleh PND Foundation. (2) KESEMPATAN/PELUANG MAGANG Umumnya Perusahaan membuka kesempatan/peluang magang kepada lulusan Perguruan Tinggi untuk:

136


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS BAGIAN YANG TIDAK BERSIFAT STRATEGIS ATAU RAHASIA, SERTA PENGAMBILAN KEPUTUSAN Misalnya; kegiatan data entry, administrasi rutin, akuntansi rutin, kegiatan produksi rutin dan kegiatan lainnya yang sifatnya kegiatan rutin sehari-hari. Kegiatan ini dapat mengurangi jam lembur karyawan, dengan demikian karyawan dapat dialihkan untuk menangani tugas-tugas lain yang timbul dan harus diselesaikan. Periode pemagangan adalah 6 bulan atau 1 tahun. (3) PENEKANAN MATERI PEMAGANGAN * Pengetahuan umum tentang budaya Perusahaan; Pelaksanaan tugas-tugas bagian yang tidak bersifat strategis atau rahasia. * Pendalaman pengetahuan di Bagian; * Pendalaman pengetahuan tentang Perusahaan pada umumnya dan khususnya Bagian di mana yang bersangkutan ditempatkan. * Pembinaan sikap mental; 1. Sikap bekerja. 2. Bergaul dan bekerjasama dengan pegawai lainnya. 3. Disiplin. 4. Prakarsa, yaitu kemampuan untuk mengajukan pendapat dalam mengusahakan memecahkan permasalahan yang timbul. 5. Berusaha untuk mencapai prestasi yang nyata. (4) PENILAIAN MAGANG Selama pemagangan berlangsung, pemagangan dievaluasi atas prestasinya oleh manajer yang bersangkutan. ASPEK YANG DINILAI adalah sebagai berikut; 1. KEMAMPUAN BEKERJA. Kemampuan bekerja dapat diketahui antara lain dari ketertiban, kecepatan penyelesaian dan kebenaran pelaksanaan atas tugas-tugas yang diberikan. 2. DISIPLIN Hal ini dapat diketahui antara lain dari kehadiran pemagang, tepat waktu, sopan santun, ketaatan dan ketepatan melaksanakan kewajiban/tugas yang dibebankan kepada mereka serta kerapihan dan berpakaian. 3. AKTIVITAS Penilaiannya meliputi; a) Prakarsa, yaitu kemampuan untuk mengajukan saran/pendapat secara sistematis, jelas, logis dan dapat dimengerti oleh orang lain dalam mengusahakan pemecahan permasalahan yang timbul/ada. b) Partisipasi dalam diskusi atau seminar, atau kesanggupan untuk turut bertanya atau mengemukakan pendapat dalam diskusi atau seminar di bagian atau perusahaan. c) Kerjasama, yaitu kemampuan bekerjasama sebagai satu tim dalam Bagian, memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif kepada anggota tim serta kesediaan menerima pendapat orang lain dalam tim.

137


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

d) Menyelesaikan tugas dengan baik serta hasilnya dapat dinilai secara fisik ataupun non-fisik. (5) NILAI AKHIR Nilai akhir yang diberikan kepada Pemagang telah mengakhiri periode pemagangan ini adalah berbentuk NILAI KUALITATIF yang terdiri dari; 1. Sangat Baik 2. Baik 3. Cukup 4. Kurang Manajer Bagian menyerahkan nilai tersebut kepada Kepala Divisi SDM yang akan mencantumkan nilai tersebut dalam surat keterangan dari Perusahaan kepada pemagang yang menyatakan telah menyelesaikan periode pemagangan di Perusahaan tersebut. Perusahaan memberikan fasilitas berupa honor kepada pemagang sebagai pengganti uang transportasi dan uang makan, dan biaya pelatihan WISUDAWAN “PLUS-PLUS” di luar jam kerja. (6) NILAI TAMBAH Untuk Pemagang; * Membina semangat kerja * Mendapat pengalaman kerja dan bimbingan tugas untuk mengenal lingkungan kerja dengan segala aspeknya. * Membina disiplin kerja, sikap, mental dan tanggung jawab dalam bekerja. * Membina jiwa kerjsama dalam bekerja. Bagi Perusahaan; * Berfungsi sebagai Agent of Development, merupakan tanggung jawab sosial (social responsibility), yaitu sebagai sarana pengembangan SDM. * Memberikan pengalaman kerja kepada pencari kerja yang sangat memerlukannya, tetapi bukan untuk direkrut menjadi karyawan Perusahaan. * Pemagang menangani sebagian kegiatan atau tugas rutin, sehingga dapat mengalihkan beberapa staf untuk menangani aspek pengembangan, serta dapat menghemat terpakainya jam kerja lembur. * Meningkatkan citra perusahaan. 8. PND FOUNDATION BERMITRA DENGAN PT. DASINDO MEDIA, MENYELENGGARAKAN PROGRAM PELATIHAN WISUDAWAN “PLUS-PLUS” (1) WISUDAWAN PLUS-PLUS Program W ISUDAW AN “PLUS-PLUS”, adalah program pembelajaran pelatihan, praktek kerja bagi lulusan Perguruan Tinggi, untuk memasuki dunia kerja dalam waktu yang lebih cepat, dengan status yang lebih profesional. Program WISUDAWAN “PLUS-PLUS”, sebagai program PEMBEKALAN, untuk menjembatani tuntutan keterampilan oleh sektor rill (Perusahaan, Lemabga, Instansi, dll)

138


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Di lain pihak, sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memiliki daya serap tenaga yag tinggi sebagai : Staff (Karyawan), Wirausahawan, (Entrepreneur) dan Konsultan Pendamping UMKM Program WISUDAWAN “PLUS-PLUS” ini bertujuan membekali dan mencetak lulusan Perguruan Tinggi (D3/S1) yang mampu menjadi tenaga kerja atau wirausaha (menjalankan usaha sendiri), dengan memberikan bekal kemampuan: 1. P – “People Skills” 2. L – “Learning by Doing” 3. U – “Upgrade Competency” 4. S – “Service, Customer Service” 5. P – Peluang “Intrapreneur” dan “Entrepreneur” 6. L – Liputan, Survey, Research, Report, Proposal 7. U – Usaha: Wirausaha, Konsultan Pendamping Usaha Mikro Kecil (UMK) 8. S – Sertifikat Internasional dan Nasional (2) PROGRAM PELATIHAN, PEMBINAAN: WISUDAWAN “PLUS-PLUS” Program WISUDAWAN “PLUS-PLUS” terdiri dari 4 Program, mulai dari TAHAP I s.d. TAHAP IV TAHAP I. KARIR – SUKSES MELAMAR, MENCARI KERJA Pelatihan dan Pendidikan SUKSES MENCARI KERJA TAHAP II. UP-GRADE “DINAMIKA” BERKARYA Pelatihan dan Pendidikan Persiapan untuk mendapat peluang Praktek Kerja MAGANG di Perusahaan, Lembaga, Organisasi. TAHAP III.ASAH-ASIH-ASUH : PRAKTEK KERJA MAGANG Pelatihan dan Pemberdayaan waktu Praktek Kerja MAGANG di perusahaan, Lembaga Organisasi TAHAP IV. TEMPAT, PENEMPATAN BERKARYA, W ISUDAWAN “PLUS-PLUS” Proses penempatan berkarya, setelah Praktek Kerja MAGANG. Pilihan penempatan salah satu dari: 1. Karyawan 2. Wirausahawan 3. Konsultan (3) TAHAP I: SUKSES MELAMAR, MENCARI KERJA Pelatihan dan Pendidikan Sukses Mencari Kerja (A) MODUL PEMBELAJARAN “PERSIAPAN DIRI MEMASUKI DUNIA KERJA” 1. Temukanlah Siapa Diri Anda Sebenarnya 2. Mempersiapkan Diri Memasuki Lapangan Kerja 3. Membuat Surat Lamaran 4. Resume, Curriculum Vitae 5. Resume yang berdaya (Power Resume)

139


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

(B) MODUL PEMBELAJARAN “PERSIAPAN DIRI MENITI KARIR” 1. Menemukan Informasi Kesempatan Kerja Tersembunyi 2. Wawancara Informasi 3. Wawancara Pekerjaan 4. Wawancara yang Berhasil 5. Mengevaluasi Tawan Pekerjaan (4) TAHAP II: UP-GRADE “DINAMIKA” BERKARYA Pelatihan dan Pendidikan, Persiapan untuk mendapat peluang Praktek MAGANG di Perusahaan, Lembaga, Organisasi MODUL PEMBELAJARAN: UP-GRADE “DINAMIKA” BERKARYA (A) PENGENALAN TUGAS KERJA “DINAMIKA” BERKARYA * Dasar-dasar, Tugas Kerja (Job) * Informasi Jenis-jenis Usaha, Bisnis * Nata Organiasi dan Manajemen * Assessment – Self Assessment, Memahami nilai-nilai pribadi, minat, kesenangan, tantangan, cita-cita (B) POTENSI DIRI “DINAMIKA” BERKARYA * Motivating & Inspiring Others * Interpersonal Skills, Understanding Communication * Keeping and Living in Harmony, Overcoming, Conflict * Association, Working Together (5) TAHAP III: ASAH-ASIH-ASUH, PRAKTEK KERJA MAGANG PRAKTEK KERJA MAGANG DI PERUSAHAAN, LEMBAGA, ORGANISASI Bekerja Full Time, Hari Senin s.d. Jumat Jam 08.00-17.00 DI luar jam kerja, khususnya hari Sabtu, peserta mengikuti Pelatihan dan Pembinaan, yang lebih memberdayakan mereka waktu Praktek Kerja MAGANG MODUL PELATIHAN 3 BULAN PERTAMA (A) “FUNDAMENTAL LEADERSHIP PROGRAM” MODUL PELATIHAN (1) Meletakkan Dasar Keberhasilan (2) Mengingat Nama (3) Menetapkan Sasaran Terobosan (4) Mendayagunakan Kekuatan Antusiasme (5) Menembus Penghalang (6) Memperkuat Hubungan (7) Menggunakan Kekuatan Penghargaan (8) Menjadi Lebih Fleksibel (9) Menginspirasi Orang Lain (10) Mengenali Hasil-Hasil Terobosan

140


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

HASIL, MANFAAT PELATIHAN (1) Meningkatkan Kemampuan Pribadi (2) Menangani tantangan yang kompleks (3) Memunculkan lebih banyak ide dan lebih baik (4) Terampil mencapai kesepakatan (5) Menggunakan 5 Kunci keberhasilan (6) Mengenali ciri-ciri keberhasilan (7) Menentukan terobosan-terobosan pribadi dan membuat rencana untuk mencapainya. (8) Berkomunikasi dengan jelas dan ringkas. (9) Keluar dari daerah nyaman (comfort zone) (10) Menerapkan proses mengingat nama yang cukup terbukti (11) Mengurangi kekuatiran dan rasa takut (12) Menerapkan prinsip-prinsip hubungan antar manusia (13) Menginspirasi orang lain untuk melakukan sesuatu MODUL PELATIHAN 3 BULAN KEDUA (B) “FUNDAMENTAL PROFESSIONAL TRAINING” MODUL PELATIHAN (1) Problem Solving & Decision Making Skills (2) Self Confidence & Self Esteem (3) Goal Setting (4) Time Management (5) Money Appreciation (6) How to be a Team Leader (7) Leadership (8) Communication and Presentation Skills (9) Business Planning (10)Sales & Marketing (6)TAHAP IV: TEMPAT, PENEMPATAN BERKARYA, WISUDAWAN “PLUSPLUS” Peserta yang sudah mencapai identitas: WISUDAWAN “PLUS-PLUS” dapat membuat pilihan, Penempatan/Tempat Berkarya selanjutnya. Keseluruhannya dikoordinir oleh PND Foundation dengan dukungan penyaluran oleh PT. Dasindo Media/Dale Carnegie Training (1) PENEMPATAN, PENYALURAN BERKARYA – SEBAGAI KARYAWAN * Badan Usaha * Lembaga, Organisasi * dll. (2) MEMULAI, MENGEMBANGKAN USAHA – SEBAGAI WIRAUSAHAWAN * Usaha Mandiri * Usaha Bersama

141


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

(3) PENDAMPINGAN & PEMBINAAN USAHA MIKRO KECIL (UMK) – SEBAGAI KONSULTAN * Proyek Swasta, * Proyek Sosial * Koperasi Simpan-Pinjam Modal Usaha 9. PT. DASINDO MEDIA, PENYELENGGARA DALE CARNEGIE TRAINING DI INDONESIA * PT. Dasindo Media, adalah penyelenggara Dale Carnegie Training di Indonesia sejak tahun 1976. * Sejak didirikan di tahun 1912; Dale Carnegie Training® telah berkembang dari keyakinan satu orang akan pentingnya pengembangan diri, menjadi sebuah organisasi pelatihan yang berbasis performa dengan kantor-kantor di seluruh dunia. Fokus Dale Carnegie Training® adalah memberi para pelaku bisnis peluang untuk mengasah keterampilan dan meningkatkan kinerja mereka sehingga memberi hasil positif, konsisten dan menguntungkan. * Dengan kantor pusat di kota Hauppauge, New York, Dale Carnegie Training® tersebar di semua 50 negara bagian Amerika Serikat dan di lebih dari 75 negara, dan berdedikasi untuk melayani komunitas bisnis di seluruh dunia. * Dale Carnegie Training® menekankan pada prinsip-prinsip dan proses-proses praktis dengan cara mendesain program-program yang memberi ilmu, keterampilan dan peluang latihan yang dibutuhkan para pelaku bisnis untuk memberi nilai tambah pada usaha mereka. * Dengan mengaitkan solusi-solusi yang telah teruji dengan tantangan-tantangan dunia nyata, Dale Carnegie Training® diakui secara internasional sebagai pelopor dalam menghasilkan yang terbaik dari dalam diri setiap orang, dengan lebih dari 2800 instuktur yang mengajar program-program Dale Carnegie Training® dalam 30 bahasa. Saat ini sudah lebih dari 7 juta orang telah mengikuti pelatihan dari Dale Carnegie Training® di seluruh dunia. * Dale Carnegie Training® telah meluncurkan salah satu penelitian berkelanjutan yang berskala terbesar di dunia mengenai kepuasan pelanggan sepanjang sejarah industri pelatihan bagi orang dewasa. Menurut hasil penelitian ini, tingkat kepuasan pelanggan yang dihasilkan para instruktur Dale Carnegie Training® di seluruh dunia adalah 96 persen – yaitu 20 poin lebih tinggi dari rata-rata nasional yang dicapai oleh lembaga-lembaga pelatihan besar lainnya dalam survey yang sama. * Dale Carnegie Training® didirikan di Indonesia pada tahun 1976, sekarang beroperasi dari kantor-kantor di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Saat ini lebih dari 100.000 orang, dari semua jenis industri dan dari semua jenjang karir, telah mengikuti program-program pelatihan Dale Carnegie® di Indonesia. * Secara umum, Dale Carnegie Training® menyediakan proses-proses pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan bisnis yang berorientasi pada manusia, termasuk diantaranya:

142


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

* Team Member Engagement * Leadership Development * Sales Effectiveness * Customer Service * Presentation Effectiveness * Process Improvement 10. YAYASAN PARTISIPASI PENGEMBANGAN NASIONAL PARTICIPATION NATIONAL DEVELOPMENT – PND-FOUNDATION 1. DIDIRIKAN DAN DIDAFTARKAN Yayasan Partisipasi Pengembangan Nasional – yang lebih sering diperkenalkan dengan: Foundation For National Development – atau PND Foundation – didirikan di jakarta tanggal 5 Mei 1987, dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 30 September 1987, No. 336/ Leg/1987. 2. TUJUAN YAYASAN Tujuan dari PND Foundation antara lain: * Meningkatkan kecerdasan umum bangsa Indonesia. * Pengembangan upaya merangsang kegiatan ekonomi non formal, swakarsa, dengan menerapkan Ilmu, Inovasi, dengan pola Kerja, Asah, Asih, Asuh, Pengembangan Upaya pengadaan Lapangan pekerjaan. * Pengembangan nasional, termasuk melalui bidang penelitian, pembangunan pendidikan, pelatihan, dan lain-lain dalam arti seluas-luasnya. 3. KEGIATAN USAHA PND Foundation menjalankan kegiatan usaha, antara lain: * Usaha-usaha bersifat pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) * Mengumpulkan penerbitan mengenai Indonesia * Mengumpulkan segala tulisan dan karangan dari tokoh-tokoh Indonesia * Mengupayakan penerbitan buku, majalah dari bahan yang diteliti dan dikumpulkan, yang bermanfaat bagi pembinaan bangsa Indonesia * Mengupayakan adanya program bantuan dalam bentuk beasiswa atau biaya pendidikan bagi pengelola/pengusaha Usaha Asongan, Mikro, Kecil (UAMK) untuk meningkatkan KOMPETENSI mengelola usaha. * Mengadakan diskusi-diskusi, seminar, lokakarya pengembangan usaha melalui pengembangan SDM * Mendirikan badan-badan usaha komersial untuk mendukung pelayanan Yayasan untuk masyarakat * Menjalankan kerjasama dengan dan antara Organisasi, Lembaga lainnya baik di dalam maupun di luar negeri 4. DOMISILI Sejak didirikan, PND Foundation berdomisili di Jl. Lele Raya No. 2, Kelurahan Jati, Rawamangun, Jakarta Timur

143


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

5. KERJASAMA DENGAN BADAN USAHA PENGEMBANGAN SDM Sejak didirikan, PND Foundation, melaksanakan kegiatan usaha, dengan dukungan lembaga pendidikan dan pelatihan Nasional dan Internasional (1) PT. DASINDO MEDIA Penyelenggara Dale Carnegie Training, yang berpusat di New York. (2) PT. CONTIPEC Penyelenggara Jasa Konsultan dan Pembinaan Pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK). (3) PT. DSI MULTI TRAINING Penyelenggara berbagai jenis pelatihan, untuk pengusaha dan pekerja. (4) PT. DSI CORPORATE RESOURCES Penyelenggara Jasa “recruitment” dan “placement” tenaga kerja terlatih, sesuai kebutuhan pelanggan Dengan Kerjasama dan dukungan ini, PND Foundation menggerakkan dan mengkoordinir program pembinaan dan pembekalan Generasi Muda Terdidik (D3/S1) menjadi tenaga konsultan pendamping dan pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK), di berbagai lokasi di Indonesia. 6. KEGIATAN “INCOME GENERATING” Kegiatan usaha yang diupayakan PND Foundation sebagai sumber dana operasional. (1) PENERBITAN Menerbitkan dokumen, buku pintar, yang merupakan hasil survey, research oleh para tenaga, mitra. Menerbitkan Media/Majalah: Informasi, Promosi, Kiat-kiat Berkarya, Training Tertulis untuk Pengusaha, Pekerja. (2) EVENT - ORGANIZER Merencanakan dan mengadakan seminar lokakarya, sesuai kebutuhan. (3) KONSULTANSI Kegiatan Pelayanan Konsultansi Pengembangan Bisnis (PKPB) Kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (4) AGEN, PENJUALAN, PROMOSI Kegiatan sebagai AGEN mewakili perusahaan yang produktif, menjual produk, memperluas para (5) NARASUMBER, MENTOR, INSTRUKTUR, PENASEHAT Para Generasi Muda Terdidik (D3/S1), yang sudah memiliki keterampilan tertentu dapat menjadi Penasehat, Mentor, Instruktur, Narasumber bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) 7. REKENING BANK: PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BNI, CABANG : 243 RAWAMANGUN No. Rekening : 0012941387 Atas nama : Yayasan Partisipasi Pengembangan Nasional

144


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“INTERNSHIP SCHOOL” PROGRAM PELATIHAN DAN PRAKTEK KERJA MAGANG DI PERUSAHAAN, BAGI LULUSAN PERGURUAN TINGGI (D3/S1) MENGHASILKAN: WISUDAWAN “PLUS-PLUS” 1. PENDAHULUAN 2. KENAPA PENGALAMAN KERJA SANGAT PENTING 3. MENGAPA “INTERNSHIP SCHOOL” PENTING BAGI SARJANA BARU LULUS? 4. MENGAPA PROGRAM PEMAGANGAN PENTING BAGI PERUSAHAAN? 5. METODA PENDIDIKAN “INTERNSHIP SCHOOL” 6. TUJUAN PENDIDIKAN INTERNSHIP SCHOOL 7. PND FOUNDATION BERMITRA DAN BEKERJASAMA DENGAN PERUSAHAAN TEMPAT PRAKTEK KERJA MAGANG 8. PND FOUNDATION BERMITRA DENGAN PT. DASINDO MEDIA, MENYELENGGARAKAN PROGRAM PELATIHAN WISUDAWAN “PLUS-PLUS” 9. PT. DASINDO MEDIA, PENYELENGGARA DALE CARNEGIE TRAINING DI INDONESIA 10.YAYASAN PARTISIPASI PENGEMBANGAN NASIONAL PARTICIPATION NATIONAL DEVELOPMENT – PND-FOUNDATION PND FOUNDATION PT. DASINDO MEDIA Jl. Sunan Sedayu No. 6 RAWAMANGUN, JAKARTA 13220

145


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

S

etiap manusia pada dasarnya berhak untuk menikmati kesuksesan. Pada fitrahnya, manusia dibekali kemampuan dalam mencapainya. Yang diperlukan adalah bagaimana keinginan dan kemauan seorang manusia untuk mencapainya. Karena seluruh peluang dan kesempatan terbuka lebar di depan mata, bagi insan yang berusaha dengan sungguh-sungguh.

DR. H. Rohadi Abdul Fatah, M.Ag

Direktur Urusan Agama Islam Departemen Agama RI

Ditempa Ujian dan Keprihatinan, Memompa Diri Menuju Kesuksesan 146

Latar belakang keluarga yang kekurangan pun, bukan halangan menuju masa depan yang lebih baik. Perjuangan pantang menyerah dengan mengerahkan segenap kemampuan yang dimiliki adalah sarana untuk mengubah kondisi tersebut. Keyakinan tinggi atas segala daya dan upaya yang diridhlai Allah Yang Maha Kuasa, membantu mempercepat kesuksesan. “Saya bisa dikatakan sebagai orang sengsara. Saat berumur dua tahun, ibu kandung saya meninggal sehingga saya hidup dengan ibu tiri. Saya digembleng oleh berbagai ujian dan tempaan dari keprihatinan yang menimbulkan keinginan bahwa saya harus sukses. Karena itu saya memompa diri untuk


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

menjadi orang sukses. Itu membuat saya tidak cengeng,” kata DR. H. Rohadi Abdul Fatah, M.Ag., Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Agama Islam Kementerian Agama RI. Bungsu dua bersaudara pasangan H Abdul Fatah (alm) dan Siti Bariyah (almh) ini, kemudian dikirim ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta saat duduk di kelas II SMP Diponegoro, Banyumas. Di pesantren, ia banyak belajar dan paham betul mengenai bagaimana melangkah ke depan menjadi orang yang modern dan maju. Lulus dari pendidikan Aliyah di pesantren, ia melanjutkan ke Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurusan yang diambil adalah Perbandingan Agama yakni program studi yang mempelajari agama-agama di seluruh dunia. Dari situ, Rohadi berkesempatan untuk keliling dunia mempelajari berbagai agama dunia langsung di pusatnya. Seperti mengunjungi Paus di Vatikan dan ke Kairo, untuk kepentingan studinya. Pada saat bersamaan, ia juga mengambil S1 di Lembaga Administrasi Negara (LAN). Karena itu, saat berbicara masalah agama, ia menggunakan ilmu yang diperoleh dari Fakultas Ushuludin. Sementara urusan manajerial, pengetahuan yang didapat selama belajar di LAN sangat bermanfaat untuk pengurangan Birokrasi. “S2 saya di Universitas Muhammadiyah mengambil jurusan peradaban. Ini sesuai dengan jiwa saya yang cocok dengan macam-macam peradaban islam, sejarah, dan lain-lain,” kata pria yang bertetangga dengan figure terkenal dan “mewarnai” Indonesia ini. “Saya bertetangga dengan Soesilo Soedarman, Soepardjo Roestam dan untuk angkatan yang lebih muda ada Slamet E Yusuf, Masdar Farid dan Mas’udi,” imbuhnya. Setelah menyelesaikan pendidikan, Rohadi kemudian bekerja di Kementerian Agama Republik Indonesia. Memulai sebagai staf di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) selama 14 tahun (1986-2002), ia menjadi Kepala Bidang Kajian Kerukunan (Eselon III). Dengan jabatan ini, ia seolah “napak tilas” saat kuliah yang membuatnya sering keliling dunia. Saat menjabat, ia telah mengunjungi Kairo, Vatikan, Thailand dan lain-lain untuk studi banding di pusat keagamaan masing-masing agama di dunia. Dari berbagai kunjungan yang pernah dilakukan, Rohadi berkesimpulan bahwa umat beragama di Indonesia kalah jauh dalam hal kedisiplinan. Ia menuturkan, Indonesia akan maju pesat seperti negara lain apabila menerapkan kebijakan yang tepat. Salah satunya adalah dengan memanggil anak-anak terbaik bangsa yang sekarang belajar di luar negeri. Mereka disuruh pulang untuk membangun negara dengan memperoleh apresiasi yang sepantasnya.

147


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Saya beberapa kali usul kepada Mendiknas, tetapi tidak ada respon. Saya cukup vocal kalau seperti itu. Kita harus mencontoh Pakistan yang sepuluh tahun lalu dipandang sebelah mata, tetapi sekarang sudah mendekati India. Vietnam juga begitu, kemajuannya sangat pesat. Kita yang sudah 65 tahun merdeka kondisinya masih seperti ini, sedih too. Padahal, dana pendidikan 20 persen APBN terserap semua,” katanya.

Direktorat Urusan Agama Islam DR. H. Rohadi Abdul Fatah, MAG., menjelaskan bahwa direktorat yang dipimpinnya memiliki lima sub direktorat. Sub direktorat Kepenghuluan adalah sub direktorat yang mengurusi penghulu dan KUA di seluruh Indonesia. Yakni bagaimana KUA bertindak secara professional dan menikahkan orang-orang secara benar. KUA tidak memanfaatkan calon pengantin untuk kepentingannya sendiri misalnya memasang tariff berlebihan. “Itu bisa langsung saya tindak, saya yang diperingatkan oleh Menteri. Karena mereka seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Penghulu sendiri akan dikembangkan menjadi jabatan fungsional, seperti dosen atau guru. Tetapi pola penilaiannya atau KUM penghulu berbeda dengan guru atau dosen. Mereka dinilai berdasarkan seberapa banyak menikahkan orang, bimbingan perkawinan dan lainlain,” ungkapnya. Sub Direktorat Keluarga Sakinah, yakni membina keluarga tenteram, sejahtera dan damai, tanpa konflik apalagi selingkuh. Intinya adalah bagaimana cara melahirkan keluarga sakinah yang berbeda-beda. Pertama tentu adanya bimbingan nikah secara syariah yang benar. Kedua, kepada setiap pasangan harus memiliki kesadaran bahwa menikah adalah sunah rasul yang harus diikuti secara konsisten tanpa selingkuh. “Yang selama ini selingkuh, karena tidak meyakini ajaran agamanya dan hanya lips service saja,” tambahnya. Sub Direktorat Kemasjidan bertugas untuk membina seluruh masjid di Indonesia yang berjumlah 700 ribu masjid. Jumlah ini cukup spektakuler dengan cakupan wilayah yang sangat luas meliputi seluruh Indonesia. Rohadi menyebutkan tiga komponen pembinaan masjid yakni Idaroh atau manajemen masjid yang baik. Kedua imaroh atau memakmurkan masjid dengan mengisi program-program yang baik dan menarik. Seperti tidak berdakwah dengan tema “keras”, tidak mengadu domba, menampilkan mubalig yang santun dengan tema dakwah menyentuh

148


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

masyarakat. Ketiga ri’ayah, atau pemeliharaan masjid, yakni maintenance masjid seperti bagaimana kebersihan masjid itu sendiri. “Saat ini kami melakukan verifikasi arah kiblat masjid dan mushala di seluruh Indonesia. Kami telah menugaskan para petugas untuk melakukan verifikasi ini serentak di seluruh provinsi. Setiap provinsi ditangani oleh dua petugas dan tidak dipungut biaya alias gratis. Masyarakat tidak dipungut biaya apa-apa,” tuturnya. Menurut Rohadi, verifikasi dilakukan bukan karena banyaknya arah kiblat yang salah. Hanya pada saat arah kiblat ditentukan dulu, teknologi yang digunakan belum modern. Dengan diverifikasi menggunakan teknologi modern seperti Teodolit dan JPS, arah kiblat menjadi lebih akurat. Di sisi lain, ia menganjurkan masyarakat tak perlu resah dan ragu mengenai keakuratan arah kiblat yang ditentukan oleh orang dahulu. “Lagi pula, jika arah kiblat di luar Arab Saudi kurang akurat, bisa dimaafkan,” ungkapnya. Sub Direktorat Produk Halal adalah direktorat yang bertugas untuk melakukan sertifikasi halal bekerja sama dengan lembagalembaga terkait lainnya. Saat ini sedang dibahas RUU Jaminan Produk Halal bersama DPR, MUI dan Kementerian Agama RI. Masalah yang mengganjal adalah sertifikasi produk halal yang kesulitan dalam menentukan lembaga terpercaya dalam pelaksanaan proses sertifikasi halal. “Kalau UU itu sudah putus, aman kita. Konsumen terlindungi, hak produsen juga oke, kita tidak was-was lagi pergi ke pasar karena mana haram dan halal sudah jelas. Apalagi sekarang banyak produk asal China yang membuat resah, itu akan menjadi lahan pekerjaan Kasubdit Produk Halal. Kita kerjasama dengan Badan POM yang menguasai akademis produk,” ujarnya. Sub Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab-Rukyat adalah direktorat untuk melindungi kepentingan rakyat Indonesia. Khususnya terkait kemunculan UU Perkawinan yang belakangan “heboh” karena adanya RUU Nikah Siri. Semuanya masih dalam perdebatan, meskipun ide dasarnya adalah RUU Hukum Meteriil Bidang Peradilan Perkawinan sebagai pelengkap UU No 1 tahun 1974. “Intinya untuk melindungi perempuan. Misalnya ada perempuan yang dinikahi pria asal Mesir ketika dia dicerai ia memperoleh hak waris, baik dari anak maupun bagi dia sendiri. Kalau sekarang kan begitu cerai ya lepas begitu saja, ini yang berusaha kita cegah. Tetapi reaksi masyarakat sudah luar biasa,” sesalnya.

149


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Membaca Sejarah Rohadi menyayangkan pemahaman beragama generasi muda sekarang yang sangat kurang. Akibatnya, timbul banyak aliran-aliran sempalan di Indonesia yang masingmasing memiliki pengikut fanatik. Mereka tidak segan-segan melakukan “unjuk kekuatan” pada berbagai kesempatan. Bahkan, aliran keras melahirkan orang-orang yang dikenal sebagai teroris yang mengatasnamakan agama Islam. “Kita sendiri juga harus merespon tindakan itu, jangan hanya menyalahkan anakanak muda saja. Makanya kita kembali ke social basic keagamaan direview lagi dan disegarkan kembali. Mungkin dikemas dalam kemasan yang jauh lebih baik, melalui dialog yang lebih intensif. Karena kejadian-kejadian itu sangat mungkin karena faktor ekonomi, perbedaan pendapatan yang menimbulkan konflik. Timbulnya Islam garis keras itu kan karena salah satunya adalah itu,” kata ayah tiga putri hasil perkawinannya dengan Hj Titi Setianti, PS. Tumbuhnya aliran sempalan, menurut Rohadi terjadi karena perbedaan cara pandang terhadap ayat-ayat Al Quran dan Hadits. Tetapi ia meyakinkan bahwa cara pengambilan teks dan analisa yang secara umum berbeda serta menyimpang, pada nantinya masyarakat akan menghukumnya. “Ada filsafat Waton Suloyo yang membuat sesat dan merupakan keturunan Syeh Siti Jenar,” ungkapnya. Untuk itu, generasi muda harus banyak membaca sejarah keislaman. Mulai sejarah nabi, rasul, para sahabat dan ulama-ulama besar yang telah banyak menghasilkan karya besar. Karya-karya mereka tersebar di seluruh dunia yang dapat dipelajari manfaat dan kegunaannya bagi umat manusia. “Artinya kita bisa melihat dan mencari sosok-sosok teladan yang bisa diikuti. Saya kira masih banyak yang bisa diteladani dari 250 juta penduduk Indonesia. Kan tidak semuanya koruptor, pembohong dan lain-lain. Masih banyak yang punya nurani dan berdedikasi secara moral,” katanya. Rohadi mencontohkan bagaimana mendidik ketiga putrinya. Sejak kecil kepada mereka telah ditanamkan bahwa hanya perilaku baik ayahnya yang wajib diteladani. Sementara tingkah laku ayahnya yang tidak baik harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan mereka. “Alhamdulilah anak-anak saya semua sarjana semua. Mereka tidak terpengaruh narkoba dan perilaku negative lainnya. Semua itu, karena saya mendidik mereka berlandaskan pada ajaran agama,” tegasnya.

150


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

M

enteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, terheran-heran melihat data ekspor kayu olahan Indonesia berada di bawah Malaysia. Padahal, fakta di lapangan membuktikan, luas dan hasil hutan Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan Negeri Jiran tersebut. Oleh karena itu, patut dipertanyakan bagaimana Malaysia bisa berada di posisi tersebut dengan potensi sumber daya hutan yang minim.

Suripto, SH Pembina PSDA Watch

Perang terhadap

Illegal Logging

Jawaban terhadap kejadian tersebut adalah maraknya pembalakan liar atau illegal logging di Indonesia. Banyak pengusaha-pengusaha bidang perkayuan asal Malaysia beroperasi di Indonesia dan dengan semena-mena membabat hutan. Celakanya, hasil pembabatan hutan tersebut diekspor ke Malaysia dalam bentuk gelondongan dan menjadi bahan industri kayu olahan di negeri tersebut. Akibat pembalakan liar, Indonesia kehilangan hutan seluas 3,6 juta hektare per tahun. Kerugian negara akibat aksi tersebut mencapai Rp 30-45 triliyun setiap tahun. Belum lagi kerugian karena kerusakan ekosistem yang tak terhitung besarnya karena hutan menjadi gundul.

151


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Apalagi, upaya penghijaun kembali oleh perusahaan pemegang hak penggunaan hutan (HPH) juga sangat minim. Akibatnya, hingga saat ini, dari hutan seluas 113,8 juta hektare yang dimiliki Indonesia, 22,6 juta hektare dinyatakan rusak parah. Sebenarnya, pembalakan liar sudah terjadi sejak dahulu. Hanya saja, pemberantasan aksi yang terbukti merugikan negara tersebut sangat sulit dilakukan karena melibatkan banyak unsur. Mulai aparat pemerintah, tokoh masyarakat, pihak keamanan hingga pengusaha menjadi bagian dari sindikat pembalakan liar. Untuk “mengurai� kejahatan berjamaah tersebut memerlukan keberanian pemerintah dan DPR RI yakni dengan menetapkan Undang-Undang Tentang Illegal Logging. Melalui Undang-Undang Tentang Illegal Logging diharapkan dapat mengikis habis birokrasi panjang dan bertele-tele yang menghambat upaya pemberantasan illegal logging. Karena akibat rantai birokrasi yang teramat panjang, banyak aktor intelektual pembalakan liar bebas berkeliaran. “Saya menghimbau agar pemerintah segera memberlakukan Undang-Undang Tentang Illegal Logging sehingga persoalan birokrasi yang berteletele dalam penanganan kasus-kasus illegal logging menjadi terpecahkan,� kata Suripto, SH (Pembina Pengelolaan SDA (PSDA) Watch). Undang-Undang Tentang Illegal Logging akan memberikan perlindungan terhadap saksi, proses dari penangkapan sampai peradilan menjadi lebih cepat. Bahkan laporan intelijen sudah dapat menjadi bukti awal dalam pemeriksaan terhadap pelaku pembalakan liar. Dengan begitu, tidak ada lagi kekuatan diluar pemerintah yang mampu membendung pemberantasan illegal logging.

152


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Mantan Sekjen Departemen Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut menyebutkan bahwa tidak adanya koordinasi antar instansi pemerintah baik vertikal maupun horisontal kian menambah tipisnya harapan tersebut. Padahal, untuk menyelamatkan hutan dari kerusakan yang lebih dahsyat, pihak-pihak terkait harus melakukan tindakan-tindakan yang bersifat edukatif, preventif maupun represif. Langkah edukatif, menurut Suripto ditempuh dengan memasukkan pengetahuan dan pengertian tentang peranan dan fungsi hutan ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara tindakan yang bersifat preventif dilakukan melalui pendekatan budaya dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. “Kalau perlu di perbatasan Indonesia-PNG, IndonesiaMalaysia di buat pos-pos keamanan yang bukan hanya pagar-pagar kawat tapi juga pagar betis yang hidup. Yang dimaksud pagar hidup adalah pelibatan masyarakat untuk menghalau maraknya illegal logging di perbatasan Indonesia dengan kedua negara tersebut,” tuturnya. Lebih jauh, Suripto mengungkapkan bahwa bahaya kerusakan lingkungan tidak kalah dahsyat dengan narkoba dan terorisme. Bahkan kerusakan lingkungan akibatnya tidak hanya langsung dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi muda berikutnya. Karena mereka akan langsung merasakan akibat dari tindakan dan keserakahan para pendahulunya. “Kerusakan lingkungan tidak kalah menakutkan dengan terorisme. Bila ada UU Tentang Antitindak Pidana Terorisme, kita perlu memiliki Undang-Undang Tentang Penyelamatan Lingkungan dan Hutan,” ungkapnya. Adanya undang-undang tersebut memberikan kekuatan dan kewenangan pemerintah, khususnya aparat penegak hukum untuk dapat melakukan lebih dari sekadar mengusut pelaku perusakan lingkungan hidup. “Bukan hanya orang lapangan yang kedapatan tidak punya Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan/SKSHH saja yang ditangkap, tetapi cukong, tauke dan yang memodali perusakan,” tambahnya.

Sekilas tentang PSDA Watch Paradigma kebijaksanaan pembangunan sumber alam pada era reformasi mengalami pergeseran dari orientasi yang sentralistik dan mengutamakan pemasukan devisa

153


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

kepada desentralisasi dan sensitivitas sosial yang lebih besar. Upaya pelestarian SDA telah menjadi perhatian internasional. Hal ini terkait erat dengan fungsi Sumber Daya Alam (SDA) sebagai penyangga lingkungan. Bahkan Indonesia telah menandatangani berbagai kesepakatan internasional yang berhubungan dengan SDA. Sebagai contoh adanya Agenda 21 di Bidang Kehutanan. Otonomi daerah memerlukan tiga unsur kuat dan seimbang yang berinteraksi secara dinamis, yang ditandai dengan adanya demokratisasi, transparansi dan partisipasi masyarakat. Otonomi daerah dapat menjadi peluang maupun ancaman bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Otonomi daerah bisa menjadi peluang, apabila dalam mengimplementasikan otonomi melaksanakan hal-hal sebagai berikut: ď Ź Mendorong untuk memberdaya masyarakat ď Ź Menumbuhkan institusi atau lembaga yang mewadahi partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijaksanaan ď Ź Adanya political will pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakat dalam planning, executing and controlling Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Watch adalah organisasi non pemerintah yang ditetapkan dengan Akte Notaris Supiah Nurbaiti, SH No. 219, tanggal 22 Agustus 2001. PSDA Watch adalah organisasi yang mengutamakan kebersamaan, non diskriminatif, independent, nirlaba, kemitraan, dan dipertanggungjawabkan. Nilainilai yang diterapkan PSDA Watch adalah keadilan, transparansi, terbuka dalam upaya mendorong keberlangsungan fungsi ekosistem, fungsi sosial, dan fungsi ekonomi dari sumbr daya alam. Visi PSDA Watch adalah berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan pengelolaan SDA secara adil, merata, sejahtera dan lestari, sehingga dapat mewujudkan masyarakat sekitar SDA yang mandiri dan terjadinya peningkatan ekonomi masyarakat kebanyakan secara signifikan. Selain itu juga turut serta dalam penyelesaian konflik sosial baik lahan maupun hak-hak rakyat yang tertindas serta mencegah degradasi SDA, baik itu hutan, laut dan udara. Sedangkan misi PSDA Watch adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian masyarakat sekitar SDA b. Melaksanakan pengawasan dan pencegahan degradasi SDA baik akibat perambahan, over eksploitasi, pencurian, illegal logging, illegal fishing dan illegal mining

154


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

c. Berpartisipasi aktif mewujudkan Good Governance pengelolaan SDA d. Melaksanakan investigasi, monitoring, evaluasi, advokasi dan perang terhadap praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pengelolaan SDA serta praktek illegal logging, illegal fishing dan illegal mining e. Meningkatkan peran serta pengelolaan hutan dan SDA bersama masyarakat f. Turut serta menyelesaikan konflik sosial dan agrarian melalui pembentukan dan pemberdayaan multi-stakeholder forum di daerah-daerah g. Ikut aktif mengelola dan mengembangkan potensi daerah dan kepedulian masyarakat untuk pelestarian SDA dan otonomi daerah h. Menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan SDA i. Analisa data dan informasi sebagai masukan dalam pengambilan kebijaksanaan pengelolaan SDA baik di pusat maupun daerah j. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan SDA dan status sosial k. Turut serta meningkatkan kecerdasan bangsa melalui pendidikan formal maupun non formal l. Pembangunan jaringan informasi PSDA di tingkat pusat dan daerah PSDA Watch mempunyai jaringan, yaitu; Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Tegal, Banyumas, Yogyakarta, Majalengka, jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Halmahera, dan Papua. PSDA Watch Pusat beralamat di Multika Building 1th Floor, Suite 104, Jln. Mampang Prapatan Raya No. 71-73, Jakarta Selatan 12790 Indonesia. Email: psda_watch@yahoo.com Strategi yang dilakukan PSDA Watch untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut adalah dengan melakukan usaha-usaha sebagai berikut: 1. Kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun sosial (NGO) yang peduli terhadap pengawasan dan pengelolaan SDA yang lestari, pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi rakyat, penyelesaian konflik sosial, kelestarian SDA dan pencegahan degradasi SDA 2. Mengadakan investigasi, monitoring, evaluasi dan advokasi terhadap praktekpraktek KKN SDA dan praktek-praktek illegal logging, illegal fishing dan illegal mining 3. Turut serta mengawasi perwujudan Good Governance dan otonomi daerah dalam pengelolaan SDA 4. Mengadakan inisiasi pencegahan degradasi SDA 5. Mengawasi proses sertifikasi hutan dan SDA lainnya 6. Mengadakan jasa konsultasi dan pendampingan 7. Mengadakan penelitian dan penyuluhan 8. Publikasi dan penerbitan hasil analisis data dan informasi tentang pengelolaan SDA

155


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

9. Mengadakan jasa informasi dan data 10.Memberikan advokasi terhadap masyarakat yang tertindas dalam konflik 11. Mengadakan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat 12. Usaha lain yang sesuai tujuan Yayasan PSDA

Strategi Menghadapi Illegal Logging Melihat kejadian illegal logging yang sudah sangat parah sekali, maka sangat diperlukan “political will” dari pemerintah dengan dukungan dari semua pihak terkait (stakeholders). Political will ini baru akan terasa “gregetnya” apabila disertai dengan adanya “political action” dari Presiden/ Wakil Presiden. Bisa saja Presiden menyatakan perang terhadap mafia illegal logging dan mempercepat proses pembentukan Undang-Undang Tentang Illegal Logging. Solusi yang lain adalah peninjauan kembali semua aktivitas yang mengganggu ekosistem seluruh Taman Nasional di Indonesia. Penghentian semua aktivitas dimaksud selama dalam peninjauan ulang dilaksanakan dan penegakan hukum yang adil dan konsisten. Penegakan hukum dan konservasi yang efektif bukan sekedar menahan para penebang liar, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang mendukung terjadinya penebangan liar tersebut. Mulai dari pemodal, jalur distribusi, para birokrat yang memberikan izin menyimpang di hutan lindung serta sistem legal yang melibatkan polisi, TNI, politikus, pengacara maupun hakim di pengadilan. Maka untuk menyelamatkan hutan dari kerusakan yang lebih dahsyat, seyogyanya ditempuh langkah-langkah tindakan yang bersifat edukatif, preventif maupun represif. Langkah tindakan yang bersifat edukatif ditempuh dengan dimasukkannya pengetahuan dan pengertian tentang peranan dan fungsi hutan ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

156


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Langkah tindakan yang serupa juga dilakukan melalui penyuluhan dan ditujukan bagi masyarakat luas dengan menggunakan media cetak maupun media elektronik serta kunjungan ke lapangan. Langkah-langkah dan tindakan yang bersifat preventif (pencegahan) atas terjadinya penebangan liar dan perambahan kawasan hutan di Kawasan Ekosistem Taman Nasional dilaksanakan melalui pendekatan sosial budaya dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Bentuk kegiatan-kegiatan preventif dimaksud yang setiap tahun diupayakan pemerintah, antara lain: hutan kemasyarakatan, padat karya, hutan rakyat, HPH bina desa dan lain-lain. Bentuk kegiatan preventif lainnya: penempatan pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan Indonesia – Malaysia, patroli secara rutin oleh aparat keamanan dan penghadangan di sungai-sungai tertentu. Penanggulangan secara represif terhadap penebangan liar dan peredaran hasil hutan illegal dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, faktor-faktor penyebab dan dampaknya terhadap aspek-aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya, keamanan dan hukum serta reaksi internasional. Disamping itu peranan aktif masyarakat dalam pengawasan kegiatan illegal logging menjadi sangat penting dengan akan diberlakukannya UndangUndang Tentang Illegal Logging. Masyarakat dapat melaporkan kejadian-kejadian illegal logging dengan data informasi, gambar foto dan rekaman kepada LSM maupun Departemen Kehutanan. Bahkan apabila Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat tahu ada kegiatan illegal logging dan tidak melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya dapat dikenakan pidana penjara minimal lima tahun. Saksi pelapor dan keluarganya juga harus dilindungi oleh negara baik sebelum, selama maupun sesudah proses pemeriksaan perkara illegal logging. Bagi pihak-pihak yang berjasa terhadap penanggulangan illegal logging perlu diberikan apresiasi berupa insentif sebesar dua puluh persen dari hasil lelang kayu illegal.

157


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

P

eran wanita dalam kehidupan berbangsa di Indonesia semakin besar. Wanita Indonesia telah menduduki berbagai jabatan penting, baik di bidang pemerintahan maupun swasta. Pada level yang lebih rendah, peran wanita di dalam keluarga pun sangat dominan. Kontribusinya dalam membantu perekonomian keluarga sangat besar ketika situasi negara sedang krisis.

Hj Teka Sien Sumardi, SE

Ketua Umum DPP Persatuan Pengelola Usaha dan Pendidikan Makanan Khusus (P3MK) PELANGI

Membangun Kemandirian Wanita Indonesia

158

“Saya ingin kaum wanita Indonesia menjadi mandiri, agar mereka bisa mendidik putra-putrinya. Mandiri di sini dapat membantu suami untuk peningkatan pendapatan keluarga tetapi keutuhan rumah tangga tetap terjaga. Harapan saya wanita Indonesia memiliki masa depan untuk membantu dalam ikut memerangi kebodohan, pengangguran dan mengangkat derajat orang kecil,� kata Sien Sumardi, SE., Ketua Umum DPP P3 MK PELANGI. Mengapa harus DPP P3MK PELANGI berdiri, kami dari konsorsium Tata Boga sangat mendambakan terlaksananya kebijakan pemerintah di bidang Ujian Nasional Tata Boga agar dapat bermanfaat ke seluruh daerah dalam rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Tata Boga.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Dengan kebutuhan tersebut dengan hasil musyawarah anggota konsorsium yang terdiri: 1. 2. 3. 4. 5.

Dra. Hj Yunizar Sofyan Dra. Ermainis Hj Teka Sien Sumardi, SE Agus Taman, SH Teman-teman Anggota

Dari hasil musyawarah mufakat seluruh anggota konsorsium dan teman-teman lahirlah P3MK Pelangi tanggal 3 Agustus 2006 kemudian pada tanggal 6 Desember 2006 dilaksanakan Deklarasi Organisasi P3MK PELANGI di gedung Balai Prajurit Ardya Loka Jalan Rajawali Halim Perdana Kusuma. Sebelum menjadi Ketua Umum P3MK PELANGI sudah berkecimpung dalam kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari tahun 1979. Dan pada tahun 1980-1983, bersama teman-teman pengurus dan Anggota PKK membuat satu tim untuk mengajar Tata Memasak Makanan di Kelurahan Halim Perdana Kusuma dan materi yang diajarkan adalah teori praktek untuk Wirausaha yang disebut dengan pengelolaan Usaha Jasa Boga atau bahasa ngetrennya disebut Catering. Hasil kegiatan tersebut dilaksanakan evaluasi teori dan praktek. Dan ternyata animo masyarakat, ibarat peribahasa gayung bersambut. Peserta evaluasi atau ujian sampai ratusan. Tidak terbayangkan juga mereka sebagian juga belajar kecantikan untuk merawat diri sendiri, Kursus Pengantin dan Kursus Tata Rias Rambut PKK bekerja sama dengan salon SIENDY yang telah berdiri sejak tahun 1976. Dengan hasil pembelajaran pengelolaan Usaha Jasa Boga (Catering) dan pada pelaksanaan ujian lokal itu dihadiri Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta yang dahulu disebut Kanwil Depdikbud, diwakili Ibu Dra. Surono yang saat itu menjabat sebagai Kasie Diknas DKI Jakarta dan Kasie Diknas Jakarta Timur. Sesuai kebutuhan masyarakat yang sangat mengharapkan tempat untuk belajar keterampilan Tata Boga yang ngetrennya catering dan saat itu Kanwil Depdikbud melaksanakan Ujian Nasional Tata Memasak Makanan, sebagai peserta adalah angkatan kami yang berjumlah 33

159


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

orang yang akhirnya menjadi 19 orang yang sampai mengkuti Tenaga Pendidik (sumber belajar) Penguji Praktek (TP3). Dari hasil ujian tersebut, kami mengajukan izin lembaga yang disebut LPK SIENDY yang bergerak di bidang Tata Boga. Melalui organisasi P3MK PELANGI, bekerja sama dengan LPK SIENDY yang menyelenggarakan kursus tata boga, Sien Sumardi membantu para wanita untuk membangun kemandiriannya. Kursus Pengelolaan Usaha Jasa Boga pada LPK SIENDY yang sudah berlangsung selama puluhan tahun dan telah melahirkan banyak wanita pengusaha sukses di bidang katering. Berkat bimbingannya, tidak hanya wanita di ibukota yang mendapat “sentuhan” tangan dinginnya tetapi juga wanita-wanita lain di seluruh penjuru Indonesia dan juga laki-laki atau bapak-bapak yang terkena PHK. Ia berharap, apa yang dilakukannya selama ini mampu menjangkau lebih banyak lagi wanita Indonesia. Karena ia sadar bahwa potensi yang dimiliki wanita Indonesia sangat besar. Namun, ia berharap agar pemerintah memberikan perhatian dan bantuan modal kepada wanita-wanita yang kurang mampu atau kurang beruntung di bidang permodalan, karena belakangan lembaganya menyelenggarakan kursus gratis bagi mereka. “Saya sangat mengharapkan bantuan pemerintah, khususnya bagi orang-orang yang tidak punya modal. Kalau pemerintah membantu, dengan program kita ini nanti mereka akan berkembang. Karena di dalam pembinaan katering, kita mencapai seluruh Indonesia, bukan hanya di DKI Jakarta. Bahkan yang dari luar kota kalau ujian mereka menginap di lembaga. Kita bersyukur yang mendapatkan pelajaran ketrampilan tata boga dari sini bisa berkembang dan mandiri di daerah masing-masing,” ujarnya. Sien Sumardi menjelaskan tentang organisasi DPP P3MK PELANGI yang mempunyai kepanjangan Persatuan Pengelola Usaha dan Pendidikan Makanan Khusus telah memiliki 18 DPD di seluruh Indonesia. Dengan keanggotaan organisasi yang sudah tertata rapi, secara periodik diadakan acara dalam upaya penambahan ilmu pengetahuan dan wawasan serta

160


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

ketrampilan kewirausahaan. Sementara di jajaran pengurus, sebagai ketua ia memutuskan untuk mengadakan rapat pengurus sekali dalam sebulan. Kegiatan P3MK PELANGI diluar menyelenggarakan kursus tata boga adalah mengikuti pameran-pameran, seperti Pameran Pariwisata 2007. “Kita juga dipercaya Direktur PLB untuk mengajar di daerah-daerah. Kita juga bekerja sama dengan lembaga atau instansi yang terkait, juga LSM yang membutuhkan ketrampilan Tata Boga. Contoh kami di undang oleh Deperindag di Tanjung Bale Karimun dalam rangka mengajar teori praktek pengelolaan usaha jasa boga untuk wirausaha pada bulan April 2009, kemudian Desember 2009 diminta kembali untuk menatar UKM tata boga Tanjung Bale Karimun/ Batam. Selain itu, ia memiliki harapan besar agar wanita Indonesia memiliki masa depan yang baik. Kiprah wanita dalam kehidupan adalah untuk membantu ikut memerangi kebodohan, memerangi pengangguran dan mengangkat derajat orang kecil. “Saya mengimbau kepada pemerintah agar pengelolaan koperasi kalau bisa diserahkan kepada wanita-wanita Indonesia. Karena biar bagaimana pun wanita lebih teliti dan hati-hati. Kalau kita lihat di sekeliling kita, banyak potensi wanita yang bisa dikembangkan,� tambahnya.

Nasi Gosong atau Mentah Melihat sepak terjang dan kepiawaian memasak pada diri Sien Sumardi, SE., dan seorang sarjana muda Jurusan Ilmu Bumi Sejarah tidak bisa memasak sama sekali. Di awal pernikahannya dengan H Herry Sumardi tahun 1969, selama dua minggu harus makan nasi bungkus. Karena begitu menikah, pasangan ini harus mengontrak rumah di Jakarta terkait tugas sang suami. “Saya belum punya peralatan untuk memasak dan sementara saya sendiri juga tidak bisa masak, kalau masak nasi hanya ada dua kemungkinan, kalau nggak gosong ya mentah. Dan akhirnya mempunyai kemauan keras untuk belajar tata memasak makanan. Tetapi menjadi pengangguran berat menjadi beban tersendiri bagi Sien Sumardi. Sejak kecil ia dididik untuk bekerja keras dan hidup mandiri oleh kedua orang tuanya, Tasbi Waryono dan Siti Kasumi. Sejak kuliah, ia diajak oleh salah seorang kakaknya membantu berdagang untuk sekedar mencukupi kebutuhannya sendiri. Bahkan, ia juga mengajar di lembaga pendidikan Muhammdiyah di sela-sela waktu kuliahnya.

161


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Vakum dari bekerja, ia melanjutkan kursus kecantikan. Baginya, membuka salon hanyalah untuk memanfaatkan waktu daripada menganggur. Larangan bekerja dari suami membuatnya frustasi dan disalurkan ke pengelolaan usaha salon. Hingga suatu saat, ia (bersama anak-anaknya) harus mendampingi suaminya bertugas di Medan. Terpaksa pengelolaan salon dititipkan kepada salah seorang temannya. Dari situlah, keahlian memasak Sien Sumardi mulai terasah. Selama enam bulan, ia menjalani pendidikan tata boga atas biaya Kanwil. Selain itu, ia juga belajar memasak di APK Bandung dan APK Trisakti. Ia bahkan memanggil chef dari hotel-hoter ternama untuk mengajarinya memasak. Padahal, untuk memanggil chef hotel memerlukan biaya. “Saya tidak merasa sayang untuk membayar chef lima jam setiap kali pertemuan, kan berguna untuk kita sendiri pengetahuan itu,” kata perempuan kelahiran Pekalongan, 6 September 1947 ini. Hasilnya luar biasa. Dari orang “biasa” yang tidak bisa memasak sama sekali, keahliannya meningkat secara signifikan. Berbagai ragam masakan Indonesia, Asia maupun Eropa berhasil dikuasainya dengan baik. Begitu juga dengan kue-kue basah maupun kering menjadi keahliannya. Saat ujian kursus, ia pun lulus dan resmi menjadi pendidik kursus memasak. “Akhirnya kurikulum pendidikan tata memasak makanan dapat berkembang dengan melaksanakan kurikulum Pengelolaan Usaha Jasa Boga dengan jenjang golongan A1, A2, A3 hingga akhirnya melahirkan para pengusaha katering yang bermanfaat untuk khususnya daerah DKI Jakarta dan seluruh daerah di Indonesia yang berminat untuk belajar. Itu berlangsung sampai beberapa angkatan, karena peserta kursus jumlahnya ribuan,” ungkapnya.

162


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Sejak itu, Sien Sumardi menekuni dan aktif mengajar tata boga di berbagai daerah dan di tempat tinggalnya, pernah membantu di Kelurahan Halim Kecamatan Makasar dan Kota Madya Jakarta Timur, di Kelurahan sebagai Sekretaris PKK. Ia mengajar bersama teman-teman dengan sistem door to door untuk lima grup dan enam belas RW di Kelurahan Halim, Jakarta Timur. Selain itu, tahun 1986 Sien Sumardi juga dikirim ke konsorsium Tata masak memasak dibawah pimpinan DR. Dewi Motik Pramono MSi. sebagai Ketua Konsorsium. Tahun 1987, konsorsium sangat membutuhkan dan dituntut untuk memiliki wadah organisasi tata memasak makanan oleh Dirjen yang menyusul terbentuknya DPD Ika Boga Tingkat Propinsi DKI Jakarta dan sebagai Ketua bapak Sugeng Suyanto dan akhirnya pada tanggal 13-15 Maret 1988 lahirlah DPP Ika Boga sebagai Ketua Umumnya Ibu DR. Dewi Motik Pramono, MSi. dan Sien Sumardi sebagai Sekretaris Jenderal. Bersama Ibu DR. Dewi Motik Pramono,MSi. ia berhasil membesarkan DPP Ika Boga hingga mencakup di 17 provinsi (DPD). Sampai pada suatu saat Sien Sumardi mendapat piagam penghargaan dari Mendiknas Prof. Dr. Fuad Hasan sebagai pemrakarsa berdirinya Ika Boga. Ia juga mendapat piagam penghargaan dari Menteri Malik Fajar dan Prof. Wardiman Joyonegoro. Sien Sumardi beberapa kali mendapat penghargaan sebagai penyusun buku dari Dirjen PLS. “Kami di sini sebagai Ketua P3MK PELANGI dan Pimpinan LPK SIENDY sekaligus nara sumber tata boga, pendidik dan penguji kompetensi di bidang tata boga. Intinya saya sebagai nara sumber mendidik bukan hanya menjadi orang yang pinter masak, tetapi mendidik dan membina untuk masa depan para peserta didik. Sampai mereka menjadi pengusaha-pengusaha professional selain menjadi pengusaha professional juga sebagai pengajar LPK SIENDY sesuai dengan kemampuan masing-masing, ujar perempuan yang pergi haji karena tergugah sikap penduduk Afrika Selatan yang minoritas agama islam saat bertugas dalam rangka Promosi Budaya Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada November 1996, saat ia mendapat kepercayaan ke Afrika Selatan dalam rangka promosi budaya Indonesia bersama Oleh k aren a it u A so ka wa ti , p ara p en g us ah a perhotelan, tim kesenian d ari ITB d an S ie n Sumardi sebagai tim tata b og a un tu k melaksanakan Festival Tata Boga.

163


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Pahlawan Tanpa Nama Menurut Sien Sumardi, SE., sebenarnya lembaga kursus adalah pahlawan tanpa nama. Karena sudah membina dan mendidik serta mencerdaskan bangsa melalui pendidikan keterampilan tata boga. Selain itu adalah menggiatkan peserta didik kursus agar mereka bisa meningkatkan pendapatannya. Hasil kursus tidak hanya meningkatkan kesejahteraan tetapi juga membuka lapangan kerja baru untuk menciptakan program ekonomi kreatif. “Semua lulusan kursus tata boga, minimal meningkatkan kesejahteraan keluarga terjaga. Jadi kursus itu bisa disebut pahlawan tanpa nama, karena kita sudah bergerilya untuk mencerdaskan bangsa melalui keterampilan tata boga. Kita bersyukur dengan adanya Direktorat Kursus dan Kelembagaan sebagai pembina dalam pelaksanaan pendidikan non formal. Karena kursus telah terbukti menghasilkan tenaga-tenaga trampil dan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan serta pendapatan keluarga,� tegasnya. “Sementara pendidikan formal lebih banyak melahirkan pengangguran. Memang sih ada Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan sehingga kita mendapat pembinaan. Dengan berakhirnya ujian nasional sesuai dengan Undang-undang Sis diknas no. 20 dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan maka pemerintah melalui

164


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Direktorat Pembinaan Kursus da Kelembagaan PNFI melahirkan lembaga sertifikasi kompetensi tata boga dan tempat uji kompentensi diseluruh wilayah Provinsi maupun Kabupaten Kota. Dan kami sangat beruntung dengan adanya Direktorat Kesetaraan maka peserta didik dilembaga kursus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kuliah di suatu Perguruan Tinggi khususnya UNJ mendapat prioritas untuk pelajaran atau materi di lembaga kursus di hitung berapa SKS sesuai dengan jenjang yang di ikuti.

Biodata: Data Pribadi

:

Nama

: Hj. Teka Sien Sumardi, SE

Tempat tanggal lahir

: Pekalongan, 6 September 1947

Alamat

: Jl Komodor Halim PK No 15 Jakarta Timur

Pendidikan Formal

: 1. UNKRIS tahun 2001 2. IKIP Semarang tahun 1969

Pendidikan Non Formal

:

1. 2. 3. 4.

Kursus Kecantikan Kulit tahun 1976 Kursus Kecantikan alat-alat listrik tahun 1977 Kursus Tata Rias Rambut tahun 1976 Kursus Tata Rias Pengantin * Sunda tahun 1978 * Barat tahun 1979 * Solo Putri tahun 1982 5. Kecantikan Kulit Diploma tahun 1988 6. Kursus Fasa Memasak Makanan Indonesia TP 3 7. Kursus Fasa Memasak Makanan China TP 3 8. Kursus Fasa Memasak Makanan Eropa TP 3 9. Kursus Fasa Memasak Makanan Pastry TP 3 10. Kursus Tata Masak Makanan Bakery TP 3 11. Kursus Pengelolaan Usaha Jasa Boga Golongan A1, A2, A3 TP 3 12. Kursus Aneka Kue Basah dan Bakery di Bangkok tahun 2003 13. Kursus Aneka makanan khusus diet di Singapura tahun 1995 Buku yang telah disusun

:

1. Tata Memasak Masakan Indonesia Dasar 1988

165


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Tata Memasak Masakan Indonesia Terampil 1988 Tata Memasak Masakan Indonesia Mahir 1994 Pengelolaan Resep Masakan Oriental dan Continental Indonesia 2006 Materi Praktek Pengelolaan Usaha Jasa Boga Golongan A1,A2 dan A3 tahun 2007 Pengetahuan Bahan Makanan dan Hasil Olah Serta Pengawetannya Pengetahuan Resep Masakan Pastry dan Bakery tahun 2008 Makanan Sehat dan Berserat Berdasarkan Golongan Darah (Hasil Seminar Dr. Nurul dan Dr. Rusilanti) – DPP PELANGI 2008 Resep Jajan Pasar Tradisional Indonesia 2008

Pengelaman Kerja: 1. 2. 3. 4. 5.

Ketua Umum DPP P3MK PELANGI tahun 2006-2011 Pimpinan LKP SIENDY Tahun 1989-2009 Pimpinan Salon Kecantikan kulit dan rambut SIENDY tahun 1976-1992 Pembicara di berbagai acara dan kegiatan Tata Boga Penatar tenaga pendidik dan penguji praktek pengelolaan usaha jasa Boga Golongan A1, A2 dan A3 6. Penatar P4 7. Pengelola Lembaga Kursus Sarinah dan Pelaksana Kegiatan Demo tahun 19861989 8. Bekerja di KODAM V Jayakarta tahun 1969-1976 9. Mengajar SD Muhammadiyah Pekalongan tahun 1968-1969 10. Mengajar SMP Muhammadiyah Pekalongan tahun 1968-1969

166


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

K

erasnya kehidupan anak jalanan belakangan menjadi sorotan nasional. Terungkapnya kasus pembunuhan dengan mutilasi oleh psikopat bernama “Babe” menjadi pemicunya. Babe mengaku membunuh, menyodomi dan memutilasi empat belas anak jalanan yang menjadi “binaannya”.

Drs. Umar Sumardinata, MM Pimpinan Rumah Singgah Insan Mandiri

Pendidikan Menyelamatkan Hidup Anak Jalanan

Setelah kasus Babe mencuat, perhatian terhadap keberadaan anak jalanan ikut terangkat. Tidak hanya pemerintah melalui Dinas Sosial, tetapi juga banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berperan serta untuk “mengangkat” anak jalanan dari habitatnya di jalan. Bahkan Menteri Sosial telah mencanangkan pada tahun 2011 seluruh ruas jalan di Indonesia bebas dari anak jalanan. “Kami bergelut di LSM yang terjun langsung mencermati kondisi anak jalanan di Jakarta. Menurut hemat saya, anak jalanan harus disadarkan bahwa pendidikan mampu menyelamatkan hidup mereka. Meskipun akan memerlukan waktu antara lima hingga sepuluh tahun ke depan, tetapi kesadaran itu harus ditanamkan dari sekarang,” kata Drs. Umar Sumardinata, Pimpinan Rumah Singgah Insan Mandiri.

167


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Tentu saja bukan tanpa hambatan dalam mengajak anak-anak yang biasa hidup sesuka hati untuk mengikuti pendidikan formal. Karena mereka yang seharian berada di jalanan untuk mencari uang, harus “duduk manis” mendengarkan paparan yang sebagian besar tidak dipahami kegunaannya. Artinya, dengan mengikuti pembelajaran justru mengurangi pendapatan yang sangat besar manfaatnya bagi diri sendiri dan keluarganya. Padahal, dalam keluarga anak jalanan pendapatan sekarang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hari ini. Untuk esok hari, baru diupayakan pada hari itu juga. Tidak ada perencanaan terhadap masa depan dan membiarkan hidup mengalir begitu saja di jalanan. Bahkan menyisihkan uang untuk kesehatan pun tidak pernah mereka lakukan. “Mereka tidak peduli. Berapapun uang yang didapatkan akan dihabiskan pada hari itu juga. Karena besok toh bisa mencari lagi, begitu seterusnya. Jadi mereka memang tidak memiliki manajemen terhadap penghasilan sendiri. Makanya saya memotivasi mereka untuk ‘merelakan’ sedikit waktunya untuk mencari ilmu, dengan mengikuti pendidikan. Mereka harus tahu bahwa pendidikan akan menolong saat mereka dalam kesusahan,” tambahnya. Ia kemudian merekrut beberapa anak jalanan untuk dijadikan “proyek percontohan” bagi anak jalanan lainnya. Sekaligus, mereka dijadikan sebagai motivator pendamping, volunteer untuk menarik anak jalanan yang lain agar bersedia mengikuti pendidikan. Selain itu, pelibatan stakeholder anak jalanan seperti pemilik lapak dan orang tua cukup besar pengaruhnya untuk merekrut mereka. Karena dengan pendekatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka kenal, anak jalanan lebih mudah menangkap dan memahami informasi tersebut.

Penuh Perjuangan Menurut Drs. Umar Sumardinata, sangat sulit untuk mengajak anak jalanan menempuh pendidikan. Sepanjang hari mereka hidup di jalanan, bermain-main dan memperoleh makanan dengan mudah. Untuk itu, ditempuh jalan tengah bagi anak jalanan dalam menyelenggarakan pendidikan bagi mereka. Tidak hanya Kejar Paket A, B dan C, tetapi juga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak jalanan tersebut. “Kegiatan dimulai setelah Asyar hingga Isya. Kegiatan pendidikan di kita sifatnya juga informal, karena untuk masuk sekolah formal anak jalanan terhambat aturanaturan yang tidak bisa dipenuhi. Dengan ikut pendidikan informal mereka masih bisa mencari uang bagi hidupnya,” ujarnya. Umar mengakui, untuk meyakinkan anak jalanan agar mereka menjalani pendidikan non formal dan informal sangat berat. Banyak tantangan dan hambatan yang harus diatasinya, mulai sarana dan prasarana hingga keengganan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Ia harus mendatangi satu per satu anak-anak jalanan di tempat tinggalnya dan berbicara dengan orang tua masing-masing.

168


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Umar juga harus banyak “beredar” di jalanjalan, di bawah jembatan, bantaran sungai, pinggiran rel kereta api, stasiun dan terminal, serta para pemilik lapak agar dikenali oleh anak jalanan. Ia juga melakukan pendekatan terhadap orangorang kurang mampu di kampungkampung untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya. “Dalam merekrut anak-anak jalanan agar mereka berpendidikan memerlukan perjuangan tersendiri. Kesabaran dalam menghadapi mereka merupakan modal utama agar program-program yang kita jalankan berhasil. Bagi mereka ijazah tidak penting, tetapi keterampilan sebagai bekal hidup lebih utama,” ungkapnya. Awalnya, lanjut mantan pengajar sebuah SMA di daerah Cawang ini, ia memberikan bimbingan belajar (Bimbel) bagi siswa yang orang tuanya mengalami PHK akibat krisis moneter tahun 1997. Banyak siswa yang tidak kembali ke sekolah, sementara pihak sekolah tidak memberikan dispensasi khusus bagi anak-anak korban PHK. Sebagai Pembina OSIS, ia berupaya sekuat tenaga agar anak-anak tersebut bisa kembali sekolah. Hasilnya nihil, keputusan sekolah tetap dijalankan dengan akibat banyak anak tidak sekolah dan terjun ke jalanan. Umar tergerak hatinya untuk memberikan pertolongan. Ia membuka bimbingan belajar di rumah bagi anak-anak sekitar tempat tinggalnya. Tempatnya di mushola di dekat rumahnya di bantaran rel Matraman. Ia memberikan pembelajaran bagi anak-anak tidak mampu. Dari situ, ia tahu bahwa kendala klasik yang membuat anak-anak tidak sekolah hanya satu, ekonomi. Padahal, banyak orang tua yang sebenarnya memiliki motivasi kuat untuk menyekolahkan anak-anaknya. “Tetapi karena krisis, mereka terpaksa membiarkan anak-anaknya berhenti sekolah. Alasan ini saya temukan saat mengajar di sebuah LSM di rumah singgah, menjadi volunteer/tutor bagi anak-anak jalanan di daerah Cempaka Putih serta anak-anak bermasalah hukum di LP Salemba. Pemerintah dan ILO menanyakan kesediaan saya untuk membuka sendiri rumah singgah bagi anak-anak terlantar,” kisah mantan marketing asuransi ini.

169


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Dinas Sosial, jelasnya, mendorong dirinya agar melembagakan tempat pendidikan yang dikelolanya. Dengan bantuan seorang donatur (Pak Intan) ia kemudian mendirikan rumah belajar/ rumah singgah dalam bentuk yayasan (Yayasan Annur Muhiyam) pada tanggal 9 Februari 1999. “Menurut saya, Rumah Singgah itu hanyalah sementara, khusus bagi anak jalanan, sementara kita sebagai pendidik merasa lebih umum, sehingga lebih kepada rumah belajar atau rumah perlindungan,” imbuhnya. Rumah singgah yang didirikan Umar terbilang sangat sederhana. Menempati rumah sendiri dengan ukuran 4 X 5 meter terdiri dari dua ruangan, ruang sekretariat dan ruang kelas. Meskipun banyak menuai protes dari keluarga akibat terlalu “berisik” karena kedatangan anak jalanan, tetapi dengan komitmen yang bersungguh-sungguh akhirnya keluarga pun merestui. “Kalau untuk kepentingan sosial harus membangun dorongan dari dalam diri kita sendiri. Apalagi kalau tidak ada restu dari orang tua,” ungkapnya. Kegigihan Umar akhirnya dilirik pemerintah, mulai Penilik PLS hingga Dinas Sosial. Melihat kondisi rumah singgah yang dikelolanya sudah berjalan dengan baik, mereka mendorong Umar untuk mengurus legalitasnya. Karena dengan berbekal legalisasi, banyak kemudahan yang akan didapat rumah singgah dan anak jalanan binaanya. Dengan berbekal uang pinjaman, Umar mengurus legalitas rumah singgah yang dikelolanya dan selesai pada bulan April 1999. Ketika Kanwil Dinsos DKI Jakarta mengadakan kunjungan, ia diminta untuk membuat proposal pemberdayaan anak jalanan. Itulah yang menjadi tonggak sejarah bagi Umar hingga rumah singgah yang dikelolanya tumbuh seperti saat ini. “Awalnya, dana Rp 43 juta turun untuk lembaga saya, digunakan untuk pemberdayaan anak-anak jalanan. Hampir tidak percaya saya waktu itu. Karena untuk pemberdayaan itu berarti membayar tutor, beasiswa, guru, keterampilan, serta orang tua. Termasuk juga untuk mengontrak rumah sebagai tempat operasional. Setelah mulai ternyata peminatnya juga banyak karena ada kegiatan dari SD, SMP hingga SMA,” tuturnya. Umar tidak sendirian dalam mengelola rumah singgah tersebut. Ia mengajak beberapa temannya untuk menjalankan kegiatan sosial ini. Pada tahun 2000, pemerintah dan UNJ tertarik untuk mengembangkan metoda sekolah bagi anak-anak yang tidak bisa

170


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

masuk sekolah formal. Di LSM yang dikelola Umar disiasati dengan Rumah Belajar Anak Jalanan (RBAJ), yakni pendidikan dengan jam belajar menyesuaikan kondisi anak didik. “Kita bedakan dengan Rumah Singgah yang hanya sebagai tempat tinggal sementara bagi anak jalanan, sementara RBAJ lebih concern ke pendidikan. Rumah Singgah tugasnya sebagai agen untuk meng-assessment anak jalanan, agar mereka tidak kembali ke jalan,” ujarnya.

Produk Illegal Dalam menjalankan aktivitas berkaitan dengan anak jalanan, Umar menemui banyak kendala. Terutama datang dari komunitas anak jalanan sendiri, yang sulit untuk menerima kenyataan bahwa mereka memerlukan pendidikan. Pasalnya, untuk dapat mengakses pendidikan formal mereka tidak memiliki persyaratan yang diperlukan seperti Akte Kelahiran, KTP dan KK milik orang tuanya. “Mereka merupakan produk illegal dan tinggal di bantaran kali dan pinggir rel yang tidak memiliki identitas resmi dan syah. Kedua mereka memang dari keluarga pendidikan rendah dan buta huruf, sehingga dorongan orang tua agar anaknya berpendidikan juga rendah,” kisahnya. Di sisi lain, jelas Umar yang memiliki warga binaan sejumlah 800 orang ini, masyarakat juga belum mendukung sepenuhnya terhadap upaya perlindungan anak. Tidak heran, hak-hak dasar anak seperti termaktub dalam UU Perlindungan Anak seakan-akan terabaikan. Penyebabnya UU PA belum sepenuhnya disosialisasikan hingga ke tingkat akar rumput (grass root), akibat minimnya anggaran untuk itu. Dengan anggaran yang minim, jelasnya, untuk memberikan sarana dan prasarana belajar di rumah singgah menjadi masalah yang cukup pelik. Anggaran yang kecil juga menimpa panti-panti sosial yang dikelola Dinas Sosial yang hanya memberikan Rp 3000 per hari bagi para penghuninya. Padahal, panti sosial adalah tempat rujukan dari rumah singgah bagi anak jalanan yang dianggap memiliki potensi untuk berkembang. “Setelah tiga bulan anak akan dirujuk ke Panti milik Dinsos dan mungkin kembali ke keluarga. Jadi kita ini adalah lembaga rujukan untuk anak-anak itu akan diarahkan menuju ke mana. Kendala kita adalah pada SDM yang kurang dan terbatas karena mereka adalah anak jalanan yang paling tinggi mengenyam pendidikan non formal berupa kejar paket A, B dan C. Untuk itu, diperlukan shelter terpadu bagi penampungan anak-anak jalanan” tutur pria yang mendorong sebelas orang anak jalanan kuliah tersebut. Sebagai pengasuh rumah singgah, Umar menampung anak jalanan dari berbagai usia. Bahkan “mencarikan” penanggung jawab terhadap anak jalanan yang hamil hingga menikahkan pasangan anak jalanan tersebut dilakukannya. Termasuk, membina anak-anak yang dihasilkan dari perkawinan tersebut karena sasaran rumah

171


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

singgahnya adalah anak-anak tidak mampu yang sulit mengakses pendidikan usia dini diberikan Hak Dasar Balik (PAUD) serta anak-anak di sekitarnya. “Kita juara umum tingkat nasional lomba musik anak jalanan dan mengadakan pelatihan bagi anak-anak di atas usia 17 tahun. Tahun 2000, rumah singgah ini dimulai dengan “menjinakkan” 40 anak jalanan, yang sekarang sudah sukses. Salah satunya bahkan menjadi Kepala Sekolah MDI di Sukabumi. Dari situ kelihatan kalau pendidikan itu mampu mengubah nasib suatu bangsa,” tandasnya. Umar sangat bersyukur bahwa dukungan pemerintah terhadap aktifitas pembinaan anak jalanan sangat bagus. Salah satunya adalah Mensos yang memiliki program pada tahun 2011 seluruh jalan di Indonesia bebas dari jalanan yang berkeliaran. Ia termasuk salah seorang aktivis LSM yang dilibatkan dalam dalam menyusun kurikulum program pendidikan non formal. “Implementasi di lapangan mungkin berbeda, tetapi tetap harus didukung,” imbuhnya. Termasuk di dalamnya, penetapan anggaran yang harus mendapat dukungan sepenuhnya. Ini semua harus didukung oleh semua pihak termasuk badan legislatif yang harus memiliki aturan perundangan yang memiliki ketetapan hukum. Sedangkan LSM peduli anak jalanan pun harus lebih baik dan tidak hanya rebutan proyek. “Visi kita sebagai LSM, anak-anak jalanan tersebut harus punya pendidikan, sekolah dengan gedung sendiri. Kemudian harus ditambah kelengkapan penunjang, sehingga dalam waktu enam bulan mereka berada di sini sudah mampu hidup mandiri berbekal keterampilan yang kita ajarkan,” tuturnya. Umar juga berpesan kepada generasi muda agar mereka mampu belajar dari dalam diri sendiri masing-masing untuk mengubah nasibnya sendiri. “Mereka harus mencintai nilai kebangsaan nasional, juga norma-norma bagi pemuda…. Nilai-nilai juang, nilai kepahlawanan harus didengungkan,” tambahnya.

Hasil Perjuangan Drs. Umar Sumardinata: 1. Tim Perumus UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002 2. Anggota Ratifikasi UU RI No. 20 tahun 2003, tentang Sisdiknas 3. Anggota Tim Perumus Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2008, tentang Pendidikan di DKI Jakarta 4. Anggota Tim Perumus Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2008 tentang Sistem Pendidikan Non Formal dan Informal 5. Tim Perumus Standardisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Taman Bacaan Masyarakat 6. Memperjuangkan Kesejahteraan guru dan pendidik non formal (tutor) 7. Mendorong kebijakan pemerintah dalam meningkatkan anggaran pendidikan 8. Memperjuangkan pendidikan di Indonesia gratis dan terjangkau bagi masyarakat 9. Tim Perumus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Non Formal khusus anak jalanan

172


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

10.Pendampingan masyarakat desa di Jawa Barat 11.Pendampingan masyarakat miskin kota di kota Jakarta 12.Pendampingan anak putus sekolah, anak jalanan, pemulung dan masyarakat korban diskriminasi dan kekerasan 13.Pendampingan masyarakat korban bencana banjir, gempa di Yogyakarta, Aceh dan kebakaran 14.Mendampingi masyarakat yang sakit baik rawat inap dan berjalan melalui program jaminan sosial kesehatan masyarakat tidak mampu

Aktivitas Umar Sumardinata di organisasi antara lain: ICMI, FKPKBM, LPA, KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK, FORUM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT JAKARTA, FORUM KOORDINASI, KONSULTASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN, LPHAI, KNAPJ, KOMPHAK DAN PAGUYUBAN PASUNDAN.

Biodata: Nama

: Drs. Umar Sumardinata, MM

Ttl

: Sumedang, 30 Agustus, 1965, 45 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Status Perkawinan

: Kawin a. Nama istri Apong Susilawati b. Jumlah anak dua

Alamat

: Villa Makmur I Blok A-3 No.7 Rt 05/10 Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Riwayat pendidikan

:

a. SDN Cimarga Kec. Darmaja, Kab. Sumedang, Jawa Barat b. SMP PGRI Darmaja, Kab. Sumedang, Jawa Barat c. SMAN Situraja, Kab. Sumedang, Jawa Barat d. IKIP Muhammadiyah Jakarta, Pasar Rebo Jakarta Timur e. UNKRIS, Magister Managemen Jatiwaringin Kursus/diklat * Kursus Komputer tahun 1985 * diklat Manajemen Rumah SInggah Organisasi Sosial, tahun 1999, Kanwil Depsos Provinsi DKI Jakarta * Diklat Tenaga Kerja Sosial Anak Jalanan dan Terlantar, tahun 1991, Depsos

173


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

* Seminar sehari “Pembelajaran Terpadu untuk Anak Usia Dini (PAUD)�, tanggal 29 September 2001, UNJ * Diklat Pelatihan Master Trainer Tutor Paket A setara SD tingkat nasional pada tanggal 6-12 Oktober 2001, di Malang, Jawa Timur, Depdiknas * Pelatihan Tutor Paket A, B dan C setara SD tingkat provinsi DKI Jakarta, tahun 2001 * Training Workshop on Protective Behavior Again Child Sexuality Abuse Among Street and Sexually Exploited Children, Childpope Asia Philippines and YKAI, 37 Maret 2002 * Pelatihan pengelola PKBM, tanggal 2-6 September 2002, BPKB DKI Jakarta, Dikmenti DKI Jakarta * Training Workshop Basic Fundraising Training, tanggal 26-28 November 2002, Save The Children USCES-USAID * Training Workshop Emergency Management Training of Jakarta Food for Ngo and ACT Partners, tanggal 7-13 Juli 2002, CSW Indonesia * Training Workshop Finance and Micro Credit Management Training, tanggal 2931 Maret 2003, IRD Indonesia * Training Workshop on Family Counseling Methods and Techniques among Street Children, tanggal 19-23 January 2003, Childpope Asia Philippines and YKAI * Pelatihan Staf untuk Peningkatan Upaya Pencegahan HIV/AIDS, melalui KIE tanggal 11-12 Maret 2004, Depsos * Seminar dan Diskusi, Redefinasi Pengabdian Kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi, tanggal 22 Maret 2005, Unika Atmajaya, Jakarta * Workshop Penerapan Panduan Penyelenggaraan PKBM, Jayagiri, 27-30 September 2005, Komisi Nasional Indonesia untuk UNISCO (KNIU) dengan Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BP-PLSP) Regional II Jayagiri-Lembang * Diklat Pekerja Sosial dalam Perlindungan Anak tahun 2006, oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung, tanggal 1121 September 2006 * Orientasi Trainer Pendidikan Perempuan Daerah, Bogor, Jawa Barat, 2007 * SPHERE Training, Sentul Leadership Development Center, Sentul 30 Juli-3 Agustus 2007, CWS Indonesia Riwayat organisasi * OSIS SMAN Situraja, sebagai bidang Rohis, tahun 1983-1984 * Ketua Remaja Masjid kampung Margawati, tahun 1985-1990 * Ketua Remaja Mushola Gang Kelor, Kel. Kampung Melayu, Jatinegara, tahun 1994-1997 * Anggota Ikatan Remaja Muhammadiyah Jakarta, tahun 1985-1990 * Sekretaris Umum Partai Barisan Inti Rakyat, tahun 1998-2000 * Sekretaris lembaga Perlindungan Anak Indonesia bidang diklat, tahun 1999-2001

174


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

* Sekretaris II Konsorsium Nasional Anak Dalam Perlindungan Khusus (KNAP), tahun 2002-2005 * ICMI Kabupaten Bekasi, sebagai Ketua Bidang Infaq dan Shodaqoh, tahun 20052009 * Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak DKI Jakarta tahun 2004-2007 dan periode kedua tahun 2008-2012 Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan * Teknisi Penerbitan dan Percetakan, CV Enam Saudara, Jakarta tahun 1985-1992 * Marketing buku Pelajaran dan Bacaan Umum, PT Mitra Agung Pratama, Jakarta, tahun 1994-1996 * Guru SMA Cawang Baru Jakarta, tahun 1994-2000 * Pendiri Yayasan Annur Muhiyam Jakarta, tahun 1999-2008 * Pembina Yayasan Karang Madya, Jakarta * Pembina Yayasan Tembong Agung, Jakarta * Ketua PKBM Bina Mandiri, tahun 2001 – sekarang * Asesor Muda BAN PNFI 2001 – sekarang Tanda Penghargaan * Pendamping pada Kongres Anak Indonesia IV di Yogyakarta, 18-21 Februari 2004, Komnas PA * Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta, Juara I Lomba Kejar Paket A setara SD * Direktur Pendidikan Masyarakat Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas, dalam Parsisifasi dan Mensukseskan Pelaksanaan Gelar Karya Pendidikan Luar Sekolah (PLS), tanggal 28 Desember 2002 * Gebyar Pendidikan Alternatif, Juara III Atmajaya, tanggal 17 Oktober 2003 * Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (BPPKS) dalam pengembangan SDM dan partisifasi yang baik selama mengikuti Diklat, September 2006 * Piagam Penghargaan sebagai Moderator Workshop Pelibatan Masyarakat dalam upaya memberdayakan Anak Jalanan Bangun Mitra Sejati, tanggal 29 Juni 2005 * Penghargaan Juara Harapan III lomba Peserta Didik Kesetaraan Berprestasi untuk program Paket A, Direktorat Kesetaraan, Dirjen PNFI Depdiknas, tahun 2008 * “Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus” Tahun 2008, Cerdas, Terampil, Profesional dan Berkepribadian Riwayat Perjuangan * Pembela Hak Warga desa dalam mendapatkan Hak Mendapatkan Akses Jalan dan Penerangan Listrik di desa Cimarga, tahun 1997 * Pembelaan hak-hak anak dan masyarakat miskin tahun 1999 sampai sekarang * Mendampingi masyarakat Korban Kekerasan dan Diskriminasi

175


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

176


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

TOKOH

177


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

I

ndonesia merupakan “surga” bagi sindikat peredaran narkoba. Jumlah penduduk yang hampir mencapai seperempat miliar adalah pangsa pasar yang sangat potensial. Banyaknya pintu gerbang masuk ke wilayah negeri kepulauan ini baik jalur udara maupun laut- memudahkan “kurir” narkoba untuk menembusnya.

Kombes Pol. Drs. Siswandi Kanit II Direktorat IV Bareskrim Polri

Tidak Ada Narkoba Kalau Semua Polisi Indonesia Tidur

178

Di sisi lain, keramahtamahan bangsa Indonesia yang dijunjung tinggi sebagai budaya ketimuran, justru menjadi bumerang. Sindikat narkoba internasional memanfaatkan budaya yang dianggap bernilai tinggi tersebut untuk kepentingan mereka. Akibatnya, sindikat narkoba asal Afrika Barat berhasil menyusup di tengah masyarakat dengan mudah. “Mereka memanfaatkan keramahan kita. Contohnya dari segi aturan di tingkat terendah, yakni RT/RW sudah ada ketentuan bahwa satu kali 24 jam, tamu harus lapor. Tetapi kalau WNA dari West Africa dengan kulit hitam legam, kok dibiarkan. Masyarakat sendiri juga tidak opén terhadap lingkungannya, pengontrak yang pergi petang pulang pagi, antara


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

yang masuk, bayar dan menempati beda terus membawa perempuan lain tidak ditegur. Suatu saat itu akan menjadi masalah,” kata Kombes Pol. Drs. Siswandi, Kanit II Direktorat IV Bareskrim Polri. Ketidakpedulian serupa juga terjadi di hotel dan apartemen. Demi memberikan pelayanan terbaik dengan alasan “privasi”, pengelola hotel dan apartemen menutup mata terhadap apapun yang dilakukan pelanggan. Asalkan mendatangkan pemasukan bagi usahanya, pengelola hotel tidak peduli. Apakah satu kamar diisi lima atau tujuh orang, yang penting memiliki jaminan berupa paspor (kebanyakan tidak jelas). Demikian juga yang terjadi di apartemen-apartemen dengan alasan yang sama, privasi penghuni. Meskipun nama mereka tidak tercatat pada pihak sekuriti -karena over kontrak- tetapi keberadaan orang-orang West Africa dengan aktivitas mencurigakan banyak ditemui. Untuk itu, lanjut reserse narkoba spesialisasi jaringan kulit hitam asal Afrika Barat ini, semua komponen bangsa harus terlibat dan bertanggung jawab dalam pemberantasan sindikat narkoba. Mengingat bahaya narkoba bagi generasi muda sangat buruk pengaruhnya. Jangan sampai, terjadi “lost generation” akibat sepak terjang sindikat narkoba internasional di Indonesia. “Ini menjadi musuh kita bersama, tanpa dukungan masyarakat luas, tanpa dukungan pers, Polri tidak dapat bekerja. Berbeda dengan kejahatan lain, tidak ada orang yang tiba-tiba melapor karena adanya kejahatan narkoba. Kejahatan narkoba kita yang harus mencari, Polri yang harus aktif,” ujarnya. Saat ini, telah terjalin kerjasama yang erat antar instansi dalam pemberantasan narkoba. Semua institusi yang menjadi garda terdepan dalam jalur keluar masuk perdagangan dari dan ke Indonesia menjalin kerjasama dengan Polri dan BNN sebagai dua lembaga yang memiliki

179


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

kewenangan represif dalam penanggulangan peredaran narkoba. Semua itu sebagai wujud pertanggungjawaban terhadap ancaman masa depan bangsa akibat maraknya narkoba. “Banyaknya kasus narkoba di Indonesia tidak lepas dari peran aktif Polri dalam mengungkapkannya. Kalau semua polisi itu tidur, tidak akan ada kasus narkoba di Indonesia. Karena kita aktif, maka banyak sekali kasus narkoba terjadi di Indonesia. Itu memang benar-benar fakta yang terjadi di tengah masyarakat kita. Nah, kalau instansi sudah terlibat secara langsung harus diikuti dengan pembinaan moral dari pihak keluarga. Karena pengguna narkoba adalah rakyat Indonesia yang menjadi tanggung jawab keluarga,� ungkapnya.

Kurir Wanita Indonesia Menurut Kombes Pol Siswandi, fenomena yang terjadi dalam sindikat peredaran narkoba di Indonesia adalah penggunaan kurir wanita asal Indonesia. Data yang dimiliki instansinya menyebutkan bahwa sejak tahun 2006-2007, tercatat sebanyak 12 wanita Indonesia yang dijadikan kurir jaringan narkoba Afrika Barat. Dalam struktur perdagangan narkoba terdiri dari pengedar, pemilik dan kurir. Untuk mengoperasikan bisnis narkoba, jaringan sindikat narkoba Afrika Barat merekrut kurir dari negara target. Digunakannya kurir wanita, karena mereka memiliki masalah yang sangat kompleks, yakni beban domestik rumah tangga seperti urusan ekonomi dan anak-anak. Masalah-masalah kompleks yang dihadapi (sebagian) wanita Indonesia tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh sindikat narkoba Afrika Barat. Apalagi, mind set wanita Indonesia terhadap orang-orang yang berasal dari Afrika Barat sangat baik. Adapun faktor yang membuat wanita Indonesia kepincut jaringan narkoba Afrika Barat dan dijadikan kurir, antara lain: 1. Warga Afrika Barat dinilai memiliki komitmen dan setia sebagai teman 2. Memiliki kemampuan seks yang sangat hebat 3. Memiliki kemampuan persuasi dalam memperdaya dengan berbagai janji-janji maupun imbalan bila berhasil dalam berbisnis 4. Merasa memiliki kebanggaan apabila bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris serta jalan bersama dengan orang-orang West Africa (sehingga berpeluang besar

180


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

untuk satu kamar dan berbuntut dijadikan istri maupun wanita simpanan) Keempat faktor inilah yang tanpa disadari dimanfaatkan oleh jaringan narkoba West Afrika, sehingga dengan mudah bisa beroperasi di Indonesia melalui bantuan kurir wanita pribumi. Beberapa siasat dilakukan oleh jaringan ini untuk menjebak beberapa wanita Indonesia yang tidak bisa dihindari, antara lain: 1. Orang-orang West Africa meminjam nomor rekening, ATM serta nomor PIN ATM dengan alasan untuk berbisnis. Para wanita tersebut dijanjikan akan menerima imbalan dari keuntungan bisnisnya (tanpa disadari wanita tersebut akan memberikan ATM berikut nomor PIN-nya) 2. Untuk menjadi guide dan teman West Africa yang notabene bertempat tinggal dalam satu kamar dan berlanjut sampai dijadikan istri maupun wanita simpanan 3. Setelah tinggal sekamar dan dijadikan istri atau wanita simpanan, apabila dengan cara baik-baik tidak bisa dijadikan kurir, maka kemudian dicari-cari kesalahannya untuk dijadikan sebagai ancaman agar bersedia dijadikan kurir dalam sindikat narkoba Tips Untuk Wanita Menghindari Jebakan Sindikat Narkoba Afrika Barat * Hindari ajakan, rayuan dengan janji-janji dengan imbalan maupun dijadikan istri, apalagi gendaan agar tidak tertangkap * Jangan sekali-kali meminjamkan ATM berikut nomor rekening serta merta nomor PIN ATM. Walaupun dengan berbagai alasan dan iming-iming janji apapun, karena semua kasus di dalam jaringan sindikat narkoba West Africa menggunakan ATM dengan nama wanita * Jangan sekali-kali membawa, mengangkut maupun mengambil barang, baik paket, koper, tas dan lain-lain, karena semua kasus narkoba seluruh kurir yang membawa barang narkoba * Hindari atau tolak bila WN West Africa ingin tahu dan kenal keluarga. Hal tersebut dapat mencegah pemberian apapun oleh sindikat narkoba kepada keluarga (ada kasus yang karena orangtuanya tidak bisa menolak sehingga anaknya diperbolehkan untuk disuruh mengambil koper di luar negeri, yang notabene koper tersebut berisikan heroin) * Yang paling mujarab, hindari ingin kenal terhadap orang-orang West Africa sebelum mengetahui secara pasti dan jelas identitas, status maupun pekerjaannya di In-

181


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

donesia. Alangkah lebih baik, konsultasikan dulu kepada instansi yang berwenang (polisi, imigrasi dan instansi lain). Sebagai contoh kasus, jangankan hanya gendaan yang mereka korbankan untuk dijadikan kurir sindikat narkoba, bahkan istri pun mereka korbankan untuk masuk dalam sindikat narkoba. Contoh kasus tersangka Elis Suginah dengan barang bukti 50 gram heroin. Ia menjadi istri West Africa yang sedang hamil 8 bulan dikorbankan untuk mengantarkan heroin sehingga tertangkap dan sampai melahirkan suaminya (WN Nigeria) tidak pernah muncul Tips untuk Masyarakat Dalam Upaya Mengungkap Sindikat Narkoba Afrika Barat 1. Apabila ada warga Negara Afrika Barat yang bertempat tinggal sebagai tetangga maupun menjadi warga setempat (karena kontrak, kost dan lain-lain). Tanya dulu identitas yang lengkap dan statusnya sebagai apa (bekerja sama dengan RT/ RW, lurah dan camat) 2. Fotocopy dokumen-dokumen yang ada dan dilihat dulu paspor aslinya. Sehingga fotocopy dokumen-dokumen tersebut ada di tingkat RT/RW, kelurahan dan kecamatan (biasanya tidak memiliki paspor asli) 3. Catat dan laporkan kepada aparat setempat bila ada WNA Afrika Barat yang melakukan aktifitas tidak jelas, seperti pergi pagi dan pulang pagi, pergi sore pulang pagi, kehidupan mewah pekerjaan tidak jelas, naik mobil gonta-ganti dan sebagainya 4. Jangan berikan peluang dan kesempatan lingkungan, tempat tinggal tersebut dijadikan basis jaringan Afrika Barat 5. Laporkan segera kepada petugas setempat kalau ada hal-hal yang mencurigakan (paling tidak sudah mencegah, serta berpartisipasi aktif membantu petugas dalam memberantas sindikat narkoba Afrika Barat)

Petugas Lapangan Diasuransikan Sebagai orang yang kenyang pengalaman di dunia pernarkobaan, Kombes Siswandi mengharapkan dukungan kepada pemerintah bersama DPR. Selain mendukung dalam pemberantasan narkoba, ia berharap agar diberikan peralatan yang memadai bagi jajarannya. Selain itu, ia mengusulkan agar setiap petugas di

182


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

lapangan mendapat lindungan asuransi. “Kalau bisa petugas di lapangan diasuransikan. Satuan anti terror dan narkoba itu harus diasuransikan. Taruhan nyawanya sangat besar, karena kita tidak tahu siapa lawannya. Dan setiap hari serta langkahnya nyawa taruhannya,” harapnya. Taruhan nyawa ini tentu saja berkaitan dengan tugas yang diembannya, sebagai pembasmi kejahatan narkoba. Termasuk risiko yang kemungkinan akan dihadapi keluarganya, terkait tugasnya tersebut. Namun, ia menyikapinya dengan memasrahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, kepada keluarganya di rumah, ia merasa mereka tidak perlu tahu mengenai kendala dan kesulitan yang dihadapinya. “Istri saya tahunya tugas polisi ya mengungkap dan menangkap begitu saja. Meskipun rumah saya dekat dengan kantor yang jarak tempuhnya hanya 10 menit (kalau berangkat ke kantor), kadang tiga hari tidak pulang sehingga istri mengantarkan baju atau makanan. Karena memang dalam pengungkapan kasus narkoba ini tidak boleh terputus. Tidak bisa kita tinggal istirahat, capek, karena mereka juga memiliki jaringan tersendiri,” ujarnya. Siswandi yakin, semua perbuatan kejahatan meninggalkan jejak, tinggal bagaimana kemampuan petugas kepolisian untuk mengungkapkannya. Karena semua orang tidak ada yang sempurna, apalagi dilakukan dalam kondisi berbuat jahat. “Motto saya ‘Jiwa besar adalah salah satu modal keberhasilan. Tiada yang datang terlalu cepat, tiada yang pergi terlalu lambat” semua datang dan pergi pada waktunya’. Kun fayakun, lillahi taala, itu saja,” kata pria yang berasal dari keluarga polisi ini. Bahkan sang kakak, Irjen Pol Sisno Adiwinoto saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatra Selatan. Dedikasinya yang tinggi terhadap tugas dan pekerjaan, membuat Siswandi banyak menelurkan prestasi dalam pemberantasan kejahatan narkoba. Ia pun dianugrahi penghargaan bergengsi International Professional Award 2008 untuk kategori Best Professional Award dari International Achievement Foundation (IAF). Selain itu, selama 24 tahun berkarier di kepolisian, berbagai penugasan kerap diembannya, di dalam maupun luar negeri. Penugasan ke luar negeri, misalnya ke China, Hong Kong, Filipina, Jepang, Thailand, Malaysia, Kamboja, Korea Selatan, Perancis, Belanda dan negara-negara lainnya. Selain itu, ia juga dianugerahi tanda jasa SL Kesetiaan 8 Th, SL Kesetiaan 16 Th dan Sesta Kesetiaan 24 Th.. “Filosofi hidup saya, jabatan adalah sebuah amanah, tugas adalah ibadah, dan rezeki

183


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

adalah barakah. Biarlah bergulir secara alamiah,” kata perwira enerjik suami Ny Renita Siswandi ini yang telah menyelesaikan pendidikan Sespim Devisi 16 tahun 2009 dan sudah empat tahun menjabat sebagai Kepala Unit II di Bareskrim Polri.

Sanksi Seberat-beratnya Komisaris Besar Polisi Drs. Siswandi mengungkapkan, bahwa sanksi hukum bagi penjahat narkoba semakin berat. Meskipun begitu, tugas kesatuannya hanyalah menangkap, menyidik dan memberkas kejahatan narkoba yang berhasil diungkap. Sedangkan pihak pengadilan tinggal memberikan keputusan terhadap kejahatan sesuai fakta-fakta yang terungkap di depan majelis hakim. “Mulai dari tuntutan jaksa hingga vonis hakim sepenuhnya merupakan keputusan mereka. Kita hanya menyidik dan memberkas terhadap penangkapan yang kami lakukan. Masyarakat yang memantau proses persidangan narkoba bisa menilai bagaimana tuntutan dan putusan terhadap kejahatan narkoba ini. Bisa saja tuntutan jaksa mencapai 20 tahun, hanya divonis 15 tahun atau kurir dituntut hukuman mati, sementara pengedarnya, pemilik barang hanya 20 tahun penjara,” katanya. Padahal, lanjutnya, dalam peredaran narkoba tidak boleh hanya melihat berat narkoba yang berhasil ditangkap atau nilai rupiahnya. Harus dilihat calon korban akibat beredarnya narkoba tersebut bagi bangsa Indonesia. Ia mencotohkan satu gram heroin bisa dibagi dalam 14 paket, yang per paketnya bisa digunakan oleh lima orang, sehingga setiap satu gram berpeluang mendapat 70 calon korban. Seandainya tidak terungkap, setidaknya untuk 3 kg heroin akan menyebabkan 210 jiwa di Jakarta menjadi pengguna narkoba. “Makanya Presiden menyatakan bahwa negara tidak boleh kalah melawan penjahat, apalagi dalam sindikat narkoba. Itu yang kita pedomani, sehingga aparat dan masyarakat saling bahu membahu memberantas narkoba. Tanpa semua itu omong kosong tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. Karena itu, upaya penanggulangan kejahatan narkoba ditempatkan pada skala prioritas utama dan dijadikan isu penting serta memperkuat komitmen bersama guna meneruskan langkah-langkah konkret dan efektif secara regional maupun global,” tuturnya.

184


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Tuntutan dan putusan terhadap sindikat narkoba yang dirasakan sangat ringan, menurut Siswandi, membuat para pelaku didalamnya tidak pernah mengenal rasa takut. Ia mencontohkan, dari 72 terpidana hukuman mati kasus narkoba, baru lima orang yang telah dieksekusi. Untuk itu, pihaknya menyurati Departemen Hukum dan HAM untuk menyarankan agar terhadap jaringan sindikat internasional yang sudah menjadi narapidana, tidak boleh diberikan bebas bersyarat dan remisi hukuman mereka. “Karena itu sindikat yang sangat berbahaya bagi kelangsungan generasi muda Indonesia. Kalau kita komit dengan itu, pasti akan mampu mengikis habis peredaran narkoba di Indonesia,” tegasnya.

Seratus Persen Terungkap Unit II Direktorat IV Bareskrim Polri yang telah dipimpinnya selama empat tahun, mencanangkan target untuk mengungkapkan 240 kasus. Menyesuaikan dengan anggaran yang telah ditetapkan Mabes Polri. Ia menyebutkan bahwa program serupa juga dimiliki dari jajaran Polda-Polda di seluruh Indonesia hingga tingkat Polres. “Itu akan menjadi bukti bahwa pekerjaan kita benar-benar ada, riil dan terprogram untuk bulanan, mingguan dan lain-lain. Jadi kita bisa mengungkap jaringan di dalam dan luar negeri bekerja sama dengan Interpol dan polisi negara lain. Kita punya jaringan antar negara – antar polisi,” katanya. Ia mengungkapkan kesulitan dalam menghadapi jaringan narkoba. “Namanya jaringan mata rantainya terputus. Tapi polisi kita hebat, bisa mengungkap sampai tiga mata rantai ke atas,” imbuhnya. Kombes Siswandi menyatakan bahwa kebijakan Kapolri mengenai penanganan narkoba sudah terlaksana sampai level kesatuan terbawah. Penyilidik narkoba mendapat instruksi untuk membatasi pertemuan dengan keluarga tersangka. Karena akibatnya akan fatal, yakni penyelidik merasa kasihan terhadap kondisi tersangka. Ini membuat hasil keputusan penyelidikan menguntungkan tersangka dan mengurangi potensi hukuman yang akan mereka terima. “Sebagai penyelidik kita lurus-lurus saja menyelidik, sehingga kasus narkoba itu seratus persen terungkap. Berbeda dengan kasus lain, kalau di narkoba pasti

185


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

selesai dan tidak ada satupun kasus narkoba yang ditangguhkan penahanannya. Mulus sampai hari ini,” tambahnya. Pemberantasan narkoba, lanjut Kombes Siswandi, selain Direktorat IV juga turun ke instansi dibawahnya sampai Polwiltabes, Polwil dan Polres/ Polresta, yang memiliki Kasat Narkoba. Untuk melepaskan ego sektoral, dalam program 100 hari pemerintahan SBY –juga “program 100 hari Polri”- tanggal 20 Januari 2010 ditandatangani MoU dengan instansi terkait lainnya. Yaitu kerjasama antara Polri, Bea Cukai, Imigrasi, Lapas, Angkasa Pura, BNN yang keseluruhannya meliputi tujuh instansi. “Itu membuktikan bahwa kerjasama antar instansi sudah mulai terjalin dan tidak menggantungkan pada kinerja Polri saja. MoU kita harapkan agar tidak hanya di tingkat pimpinan tetapi yang dibawah juga harus komit dan berpartisipasi untuk melaksanakan isi MoU tersebut. Semua menuju visi Indonesia bebas narkoba tahun 2015. Mudah-mudahan dengan instansi terkait mau membantu tugas kepolisian, kita berharap Indonesia benar-benar bebas narkoba,” ungkapnya. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan adanya oknum-oknum yang membantu sindikat narkoba di setiap instansi. Karena keberhasilan pengedar narkoba masuk ke Indonesia tidak lepas dari keterlibatan oknum yang membantu pada instansiinstansi tertentu. Biarpun pintu masuk ke Indonesia sangat banyak, tanpa bantuan oknum-oknum tersebut pengedar narkoba tidak bisa masuk. “Dengan adanya MoU tersebut kita berharap agar seluruh instansi terkait ikut berpartisipasi dan tidak membiarkan oknumnya untuk beraksi. Karena sindikat narkoba selalu berusaha mendekati oknum-oknum tersebut,” katanya. Kepada generasi muda, Kombes Siswandi mengharapkan agar mereka yang sekarang menjadi pemakai narkoba menghentikannya. Bagi yang belum pernah memakai narkoba, jangan pernah sekali-kali mencoba-coba menjadi pemakai karena rasa ingin tahu. Apabila di antara teman-teman satu komunitas, satu geng menjadi pemakai harus dinasehati untuk berhenti. “Kalau tidak bisa, tinggalkan saja. Lebih baik kehilangan teman yang menjadi pemakai. Karena kalau terus menjalin pertemanan pasti akan menjadi pemakai juga. Dan sebagai pemakai, suatu saat akan mati dalam kondisi sakaw atau tertangkap petugas dan diproses secara hukum. Artinya masa depan bangsa dengan generasi muda pemakai narkoba dipertaruhkan,” nasehatnya.

186


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“PEREDARAN NARKOBA DI INDONESIA TERKINI” Secara singkat, Kombes Siswandi menjelaskan situasi terkini peredaran narkoba di Indonesia. Ia juga menyebutkan kerjasama dengan berbagai pihak yang kompeten dalam pemberantasan peredaran narkoba, baik di dalam maupun luar negeri. Semua dilakukan untuk meredam kuatnya penetrasi sindikat narkoba sekaligus menyelamatkan generasi muda. Berikut ini penjelasan Kombes Pol Drs. Siswandi: I. SITUASI PERDAGANGAN GELAP NARKOBA DI INDONESIA 1. NARKOTIKA A. SINDIKAT NARKOTIKA JENIS SHABU: * WEST AFRIKA * CHINA * IRAN * MALAYSIA * HONGKONG B. SINDIKAT NARKOTIKA JENIS HEROIN: * WEST AFRIKA * IRAN * AFGANISTAN 2. BAHAN KIMIA OBAT (BKO) A. TERUNGKAPNYA PRODUK JAMU ILEGAL YANG MENGANDUNG BKO. B. TERINDIKASI ADANYA PRODUK KOSMETIK (SABUN, SEMIR RAMBUT, BODY LOTIONS) YANG ILEGAL KARENA NOMOR REGISTRASI TIDAK SESUAI DENGAN ATURAN BADAN POM C. SANKSI HUKUM YANG BELUM MAKSIMAL 3. PREKURSOR NARKOTIKA A. TERUNGKAPNYA SINDIKAT KETAMINE DAN EPHEDRINE B. SANKSI HUKUM UU RI NO.35 TAHUN 2009 TTG NARKOTIKA C. LEMAHNYA PENGAWASAN DAN KONTROL BAHAN PREKURSOR SAAT MASUK KE INDONESIA MAUPUN TERHADAP PEREDARANNYA. D. MELIBATKAN JARINGAN PSIKOTROPIKA (TERUNGKAPNYA KASUS HOME INDUSTRY SHABU DI APARTEMEN MEDITERANIA YG MENGGUNAKAN BAHAN KETAMINE) II. UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN PADA LINGKUP NASIONAL, SUBREGIONAL DAN REGIONAL 1. PENEGAKAN HUKUM A. PENGUNGKAPAN CLANDESTINE LAB CIKANDE DAN BATAM B. PENGUNGKAPAN SINDIKAT WEST AFRICA C. PENGUNGKAPAN SINDIKAT TAIWAN, MALAYSIA DAN HONGKONG D. PENGUNGKAPAN HOME INDUSTRY E. PENGUNGKAPAN JARINGAN SINDIKAT LAPAS/RUTAN F. PENGUNGKAPAN JARINGAN SINDIKAT ANTAR PROPINSI

187


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

G. H. I. J.

PENGUNGKAPAN JARINGAN SINDIKAT TEMPAT KOST/KONTRAKAN SANKSI HUKUM YANG BELUM MAKSIMAL PEMBERIAN REMISI DAN BEBAS BERSYARAT LEMAHNYA PENGAWASAN DAN KONTROL SAAT MASUK KE INDONESIA K. KURANG TEGAS TERHADAP PROSES DEPORTASI DAN PENCEKALAN 2. KERJASAMA LUAR NEGERI BAIK MASALAH INFORMASI MAUPUN INVESTIGASI A. DENGAN MALAYSIA (INVESTIGASI TSK SRI AGUSTINI JAELANI, STEPHEN) B. DENGAN KAMBOJA (INVESTIGASI TSK BUDIMAN TAN) C. DENGAN FILIPINA D. DENGAN THAILAND (WORKSHOP WEST AFRICA) E. DENGAN CINA (INVESTIGASI TSK RILA ISWANTI) F. DENGAN HONGKONG (LIDIK TERHADAP DJAKTIE K) G. DENGAN KOREA (WORKSHOP WEST AFRICA) H. DENGAN JEPANG (WORKSHOP WEST AFRICA) I. DENGAN AFGHANISTAN (SHARING INFORMASI) J. DENGAN DEA (DRUGS ENFORCEMENT ADMINISTRATIONS) K. DENGAN AFP (AUSTRALIA FEDERAL POLICE) UNTUK KASUS PENYELUNDUPAN ACTIFED DAN SUDAFED TABLET PRODUK PT GLAXO YG DISELUNDUPKAN KE AUSTRALIA III. PELAKSANAAN JOINT INVESTIGATION, PELATIHAN APARAT PENEGAK HUKUM, SERTA SHARING INFORMASI 1. JOINT INVESTIGATIONS A. DENGAN MALAYSIA (INVESTIGASI TSK SRI AGUSTINI JAELANI, STEPHEN) B. DENGAN KAMBOJA (INVESTIGASI TSK BUDIMAN TAN) C. DENGAN CINA (INVESTIGASI TSK RILA ISWANTI) D. DENGAN HONGKONG (LIDIK TERHADAP DJAKTIE K) E. DENGAN DEA (DRUGS ENFORCEMENT ADMINISTRATIONS) — KASUS CLANDESTINE LAB CIKANDE DAN BATAM F. DENGAN AFP (AUSTRALIA FEDERAL POLICE) — KASUS CLANDESTINE LAB CIKANDE 2. PELATIHAN APARAT PENEGAK HUKUM A. ILEA BANGKOK B. BAKER IRON I DAN II DI PELABUHAN RATU JAWA BARAT 3. SHARING INFORMASI A. DENGAN MALAYSIA (KASUS SIMON DLL) B. DENGAN HONGKONG (LIDIK TERHADAP DJAKTIE K) C. DENGAN KOREA (WORKSHOP WEST AFRICA) D. DENGAN KEPOLISIAN NARKOTIKA AFGHANISTAN DI JEPANG

188


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

E. DENGAN DEA (DRUGS ENFORCEMENT ADMINISTRATIONS) F. DENGAN AFP (AUSTRALIA FEDERAL POLICE) 4. PENERAPAN HUKUM A. SANKSI HUKUM YANG BELUM MAKSIMAL B. PEMBERIAN REMISI DAN BEBAS BERSYARAT C. LEMAHNYA PENGAWASAN DAN KONTROL SAAT MASUK KE INDONESIA D. KURANG TEGAS TERHADAP PROSES DEPORTASI DAN PENCEKALAN

Biodata : Nama

: Drs. SISWANDI

Pangkat/NRP

: KOMBES POL/59070990

Tempat/Lahir

: MEDAN, 05 JULI 1959

Jabatan

: KEPALA UNIT II

Kesatuan

: DIT IV/TP.NARKOBA DAN K.T – BARESKRIM POLRI

KONTOR/FAX

: 021 – 80877403

RIWAYAT JABATAN : 1. INSPEKTUR MUDA AKADEMI KEPOLISIAN 2. KAPOLSEK WAY JEPARA RES LAMPUNG TENGAH SUMBAGSEL 3. KA KPPP PANJANG POLWIL LAMPUNG POLDA SUMBAGSEL 4. KAPOLSEK TJ KARANG BARAT POLWIL LAMPUNG SUMBAGSEL 5. KASAT SERSE RESTA BANDAR LAMPUNG POLDA SUMBAGSEL 6. DIK / MAHASISWA PTIK ANGKATAN 28 TH. 1991 7. KASAT SERSE RES PROBOLINGGO POLDA JATIM 8. KASAT SERSE RESTA SURABAYA SELATAN POLDA JATIM 9. KASUBBAGBIN OPS SERSE EK DIT SERSE POLDA JATIM 10.PABANDYA SKAMTIBMAS MABES ABRI 11.KANIT NARKOTIK DITSERSE POLDA METRO JAYA 12.DIK/MAHASISWA SESPIM POL ANGKATAN 34 TH. 1997 13.KABAG NARKOTIK DITSERSE POLDA KALTIM 14.KASAT VC DIT PIDUM KORSERSE POLRI 15.KASAT SERSE POLWILTABES BANDUNG POLDA JABAR 16.KAPOLRESTA CIREBON POLDA JABAR 17.KASUBAG MIN KORTA SESPATI POLRI SESPIMPOL LEMBANG BANDUNG 18.DIK SESPATI ANGKATAN 16 TH. 2009 19.KANIT II DIT.IV/TP NARKOBA DAN KT BARESKRIM — Februari 2006- sekarang (4 tahun)

189


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

PENUGASAN LUAR NEGERI 1. 2. 3. 4. 5. 6.

CHINA HONGKONG MALAYSIA SINGAPORE PHILIPINA KAMBOJA

7. THAILAND 8. KOREA SELATAN 9. JEPANG 10.VIETNAM 11.BELANDA 12.PERANCIS

PENGHARGAAN  1. TAHUN 2008 International Professional Award 2008 Dalam Kategori Best Professional Yang Ditandatangani Oleh Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi R.I., Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata R.I. Serta Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan R.I. Tanggal 23 Mei 2008. 2. TAHUN 2009 Indonesian Professional And Educator Award 2009 Dari Lembaga Prestasi Indonesia Yang Ditanda Tangani Oleh Director Of Indonesia Strategic Institute (Irham Putra, MSi) Dan Chairman Of Organizing Commite (Fernita Hidayat) Tanggal 30 Oktober 2009. 3. TAHUN 2010 Indonesian Quality Development Award Kategori As The Best Professional Of The Year, Yang Ditandatangani Oleh Menko Kesra R.I. Dr. H.R Agung Laksono Serta Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata R.I. Ir. Jero Wacik, SE. Tanggal 12 Februari 2010.

190


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

P

ada era perdagangan bebas ditandai diterapkannya AFTA dengan China, Januari 2010 siap tidak siap Indonesia harus menghadapinya. Perjanjian tersebut membuat wilayah Asean menjadi pasar bagi produk industri China tanpa biaya masuk sama sekali. Aturan itu, membuat peta persaingan usaha di Indonesia berubah seiring banjir produk berharga murah dari negeri tirai bambu.

H. Yusuf Nasih, S.Sos., MM Wakil Ketua DPRD Bekasi

Harus Sigap Menghadapi Pasar Bebas

Akibatnya bisa ditebak, perlahan namun pasti pasar bebas akan mematikan sektor industri di Indonesia. Bahkan sebelum diterapkan AFTA pun, sektor perdagangan eceran (ritel) skala internasional yang masuk hingga pelosok kampung telah melumpuhkan pasar tradisional. Di sisi lain, pemerintah Indonesia terkesan melakukan “pembiaran� terhadap desakan yang mengancam kehidupan rakyat tersebut. “Belum terdengar sekali pun komentar pemerintah mengenai AFTA ini, tidak ada penjelasan sama sekali. Padahal kondisi di lapangan sudah tidak bisa menunggu lagi dalam menghadapi serbuan produk luar negeri. Saya berkesimpulan bahwa

191


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

pemerintah tidak tegas memberikan program kepada masyarakat kita. Tetapi pemerintah malah membiarkan masyarakat mencari tahu sendiri, mencari solusi masingmasing atas problematika yang dihadapinya. Masyarakat dibiarkan sendiri tanpa pengayoman,” kata H. Yusuf Nasih, S.Sos., MM., Wakil Ketua DPRD Bekasi. Menurut Haji Yunas panggilan akrab pria kelahiran Bekasi, 25 September 1954 ini, secara politik pun Bersama Tokoh Masyarakat kranggan Permai, Ketua RW 11 pemerintahan sekarang tidak Kranggan Permai Bapak Tedi, H. Yusuf Nasih S.Sos, dan Bapak berbeda dengan Camat Jati Sampurna Drs. Sudarmojo pemerintahan sebelumnya. Bahkan terdapat “kekurangan” yang sangat mengganggu, yakni ketegasan dari pimpinan tertinggi pemerintahan, Presiden. Kinerja presiden yang dipilih secara langsung dan mendapat suara mutlak tersebut belum bisa meyakinkan masyarakat. Ia mencontohkan, bagaimana dari beberapa polling yang diselenggarakan oleh lembaga independent, terlihat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin menurun. Selain kurang responsive terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat, pemerintah juga terbebani dengan berbagai masalah. Seperti kasus Bank Century, yang hampir-hampir mewacanakan pemakzulan terhadap kepemimpinan Presiden SBY. “Semua diserahkan kepada masyarakat, yang penting jangan sampai melanggar koridor hukum dan ketatanegaraan. Karena itu, orang sekarang harus sigap dalam menghadapi situasi pasar bebas. Bagi masyarakat Bekasi, nampaknya mereka juga belum siap, baik di pasar tradisional, ritel serta pabrik-pabrik yang banyak terdapat di wilayah ini,” ujarnya. Meskipun demikian, Haji Yunas berharap besar generasi muda mampu membawa bangsa ini keluar dari kemelut. Tetapi generasi muda memerlukan modal yang memadai, seperti harus rajin belajar, peka terhadap situasi bangsa dan secara terus menerus belajar kepada kelompok masyarakat yang mempunyai kharisma. “Generasi muda sekarang jangan pesimis, mereka harus optimis, pantang mundur dalam menghadapi tantangan ke depan. Mereka harus banyak belajar dari generasi terdahulu,” imbuhnya.

192


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Dunia Politik Dinamis Karier sulung delapan bersaudara anak pasangan Pani dan Ny Minah di politik sudah dimulai sejak tahun 80-an. Sejak dirinya menjadi Kepala Desa, politisi dari Partai Golkar ini aktif di kelembagaan partai hingga menjadi Ketua PK Golkar Kecamatan Jatisampurna, hingga sepuluh 10 tahun lamanya. Hingga akhirnya tahun 2004, ia terpilih sebagai Anggota DPRD Bekasi. “Saya sebelumnya sudah mencalonkan diri tetapi gagal. Tetapi untuk masuk dan terpilih sebagai anggota DPRD ini juga tidak gampang. Karena selain saingan eksternal, secara internal pun kita bersaing. Bahkan barangkali lebih banyak saingannya. Makanya kita perlu melakukan sesuatu yang dapat mempercayai kelembagaan partai, sehingga paling tidak kita bisa melanjutkan perjuangan partai di DPRD,” tuturnya. Perjuangan panjang dan melelahkan yang dilakoninya membuahkan hasil. Kini ia adalah Wakil Ketua DPRD Bekasi, setelah sebelumnya menduduki beberapa posisi strategis seperti Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar. Ketika perpecahan di tubuh Partai Golkar terjadi saat Pilkada Bekasi, ia konsisten untuk mendukung calon dari partainya. “Dari situ saya dapat reward dari partai untuk menduduki jabatan Ketua Fraksi. Itu kan sangat strategis karena ketua fraksi bisa mengatur semua anggotaanggotanya dan ketua fraksi bisa melobi fraksi Rapat dalam Suasana RESES DPRD kota Bekasi th. 2009. Di Wilayah lainnya untuk RW 03 Kelurahan Jati Melati Kecamatan Pondok Melati Bekasi menentukan kebijakan DPRD yang dianggap terbaik. Hingga saya menjadi Ketua DPRD Bekasi pengganti antar waktu selama sembilan bulan. Di DPRD, saya telah mengalami jabatan dari yang terkecil hingga terbesar,” kata wakil rakyat yang terpilih untuk kedua kalinya ini. Menurut Haji Yunas, dunia politik terus bergerak sangat dinamis. Bagaikan tiupan angin, arah politik bisa berubah-ubah. Kecermatan dalam mengamati arah angin akan membawa kepada keputusan yang tepat. Semua itu, membutuhkan perjuangan, ketekunan dan “jam terbang” yang cukup. “Karena politik itu benar-benar dinamis yang setiap saat harus kita ikuti perkembangannya kalau ingin berkarier di sini,” katanya.

193


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Apalagi, lanjutnya, ketika dalam perjuangan tersebut mendapat kepercayaan masyarakat. Para wakil rakyat harus betul-betul mengerjakan tugasnya dengan baik. Adapun tugas-tugas sebagai wakil rakyat secara garis besar ada tiga tugas pokok, yakni legislasi, budgeting dan pengawasan. Ketiga tugas tersebut terintegrasi dalam diri setiap wakil rakyat di Indonesia yang menjadi kewajibannya. “Menjadi perjuangan kita sebagai anggota dewan agar programprogram yang kita perjuangkan betul-betul menjadi kenyataan di masyarakat. Apalagi sebagai anggota dewan dari sebuah kota yang otonom, bagaimana memberikan support terbaik bagi masyarakat. Seperti Pemda Bekasi yang memiliki visi “Bekasi Bersih, Bekasi Cerdas”, “Bekasi Sehat”, hal seperti itu yang dinantikan masyarakat. Mereka menunggu bentuk-bentuk konkretnya pelayanan pemerintah yang mengarah kepada visi-visi tersebut,” jelas Koordinator Komisi A dan Koordinator Badan Kehormatan Dewan ini. Menjadi tugas lembaga pengawas untuk melihat apakah yang dilakukan pemerintah sudah mendekati visi-visi yang dicanangkan. DPRD menginvestigasi dan mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan program tersebut sampai kepada masyarakat. Seandainya pelaksanaan program tidak merata, harus didorong lagi sehingga program yang direncanakan terlaksana dengan baik. “Dengan tiga fungsi tadi, sebagai anggota dewan yang bertugas mengontrol pemerintah, kita menginginkan program yang dilaksanakan pemerintah berjalan dengan baik,” tambah ayah tujuh anak dari perkawinannya dengan Hj Mimin tahun 1979 tersebut.

Melakukan Yang Terbaik Selain sebagai Wakil Ketua DPRD Bekasi, H. Yusuf Nasih, SSos., MM, juga menjabat sebagai Ketua DDI (Donor Darah Indonesia) Cabang Bekasi serta Ketua Asosiasi LPM Bekasi. Meskipun sangat sibuk, ia telah mencanangkan untuk menyelesaikan tugas dengan baik selama lima tahun ke depan. Tentu saja, dengan mengerahkan segenap kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan masyarakat Bekasi yang telah memilihnya selama dua periode ini.

194


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

“Saya selalu melakukan introspeksi terhadap diri saya sendiri. Kemudian saya kombinasikan dengan kondisi keluarga utamanya anak-anak saya sendiri karena yang paling kecil baru kelas II SMP untuk memberikan apa yang saya mampu, apa yang saya bisa dan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Bekasi. Selanjutnya, bagaimana nanti kita lihat situasinya karena episode ini bisa berlanjut,” kata pria yang lahir dan besar di Bekasi ini. Alasan untuk terlebih dahulu melihat kondisi keluarga, menurut Haji Yunas tidak lepas dari dukungan yang diberikan mereka. Karena di awal keterlibatannya di DPRD Bekasi, keluarga besarnya tidak tahu bagaimana tugas seorang anggota dewan. Mereka shock melihat panutannya, ayahnya dan suaminya bekerja tidak kenal waktu, sehingga terkesan lebih memilih pekerjaan daripada keluarga. “Tetapi melalui perkumpulan istri anggota dewan yang sering berkumpul dan berdiskusi, lama kelamaan keluarga mengerti, memahami dan mendukung tugas-tugas kami,” tegas kakek empat cucu ini. Membandingkan situasi politik zaman dahulu dan sekarang, menurut Haji Yunas sangat terasa perbedaannya. Ia mencontohkan bagaimana saat menjabat sebagai Kepala Desa sekaligus Pembina Golkar di wilayahnya. Sebagai Pembina Golkar tugasnya adalah bagaimana memenangkan Golkar dalam setiap Pemilu, tidak lebih. Pembina Golkar, hanya dijadikan sebagai pelaksana program oleh pimpinan di atasnya. “Artinya kita tidak boleh meminta melakukan sesuatu ke atas, manut saja jadi bemper pimpinan. Berbeda dengan sekarang, masyarakat bisa berpikir, berkreasi dan bercitacita lebih luas. Dulu masyarakat kecil kelihatan tenang dan tidak ada gejolak, tidak ada perbedaan satu dengan lainnya karena struktur politik sudah merasuk ke unitunit terkecil. Seperti adanya KB, 10 Program PKK, sehingga masyarakat yang ada di pedesaan dan perkotaan itu benar-benar terbina dan mendapat motivasi dari Dinas Penerangan,” tandasnya.

Bersama Istri Hj. Mimin

195


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

196


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

PENDIDIK

197


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

B

erawal dari ketekunan dan keikhlasan serta jiwa sosial peduli kepada lingkungan sekitarnya, yang diwarisi dari Ayahanda tercinta Ir.Teterego Ellias Weenas dan Ibunda tercinta Rachael Francina Massie, wanita kelahiran Menado 31 Desember 1942 yang dianugerahkan 6 orang anak, hasil pernikahannya dengan H.Budisuyitno, serta dianugerahkan 17 orang cucu, Perempuan tersebut bernama lengkap Geraldine Victorine Christine, atau sekarang lebih akrab disapa dengan nama Hj.Gerda Budisuyitno.

Hj. Gerda Budisuyitno Yayasan Bakti Sekawan Sejati

PENGABDIAN TANPA AKHIR

198

Terlahir di Menado dari keluarga yang berkecukupan, pada masanya waktu itu, tidak membuat Perempuan ini menjadi sombong, bahkan malah membuat dia peduli kepada sesamanya dalam lingkungannya. Hal ini lah yang selalu mendorongnya untuk selalu dapat berbuat kebaikan, menolong kepada sesamanya, jiwa welas asih, sebagai sikap positif yang diwariskan dari Ayahanda tercinta. Dengan harapan, sikap positif sebagai motivasi tersebut kiranya dapat diwariskan seterusnya, kepada putraputrinya, cucu-cucunya tercinta pada khususnya, dan kepada seluruh generasi muda Indonesia pada umumnya.


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Rasa Syukur kepada Allah SWT. atas segala Nikmat dan Anugerah-NYA, selalu terucap dan tergambar dalam setiap langkah dan perbuatannya yang melatar belakangi semua kegiatan sosialnya yang tanpa pamrih.

AWAL KEGIATAN SOSIAL Sejak awal 1970, pasangan Ibu Hj.Gerda dengan Bapak H.Budisuyitno, bertempat tinggal di Jl.Tebet Dalam III No.3 (dahulu namanya Jl. Tebet Utara Kecil No.34) Jakarta Selatan, sehingga wajar saja sejak tahun 85-an sampai dengan akhir tahun 2000-an, Bapak H.Budisuyitno, dipercayakan oleh warga sekitarnya sebagai Ketua RW. 01 Tebet Barat. Sebagai seorang Ketua RW, Bapak H.Budisuyitno, yang merupakan Purnawirawan TNI-AU, selalu melibatkan Ibu Hj.Gerda, serta anak-anaknya dalam setiap kegiatan sosialnya di lingkungan RW.01 Tebet Barat. Dari kegiatan Bakti sosial, karena warga RW.01 tersebut terdiri dari masyarakat yang majemuk, baik dari tingkat sosialnya, tingkat pendidikannya, maupun dari latar belakangnya, Kegiatan menolong korban bencana banjir, Kegiatan santunan kepada para Dhuafa, Anak Yatim, Anak Balita, Jompo, sampai dengan Kegiatan Posyandu, serta Kegiatan Ibu-Ibu PKK. Semua kegiatan sosial tersebut dilakukan tanpa pamrih dengan Swadaya masyarakatnya, yang sekali-kali mendapat bantuan dari beberapa kerabat, keluarga sebagai donaturnya. Baru dalam perjalanan kegiatan sosialnya tersebut, pada tahun 1987, setelah PKK RW.01 Tebet Barat mendapat Juara II Posyandu tingkat DKI Jakarta, kegiatan sosial ini mendapat bantuan dari Gubernur DKI Jakarta sebesar satu juta rupiah. Dengan modal tersebut dan dukungan dari Lurah Tebet Barat dan Camat Tebet, kegiatan Posyandu memperoleh lahan untuk membangun tempat sendiri, yang selama ini tempatnya di kediaman Ketua RW.01. Dengan bantuan masyarakat sekitarnya dan para donatur, akhirnya pada tahun 1990 berhasil dibangun tempat kegiatan Posyandu di Jl. Tebet Dalam IV, lahan di belakang Gedung Karang Taruna Tebet Barat. Sehingga kegiatan-kegiatan sosial tersebut semakin berjalan dan terorganisir lebih baik.

AWAL KEBERHASILAN DARI KELUARGA Ibu Hj.Gerda sadar sepenuhnya bahwa kegiatan sosial yang dirintis bersama dengan suaminya, yang didukung penuh oleh seluruh masyarakat sekitarnya, tidak akan

199


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

jadi apa-apa jika keluarganya sendiri tidak dapat dijadikan panutan, contoh yang positif bagi lingkungannya. Dengan bekal Disiplin, Keuletan, Keikhlasan dan Tawakal kepada Allah SWT. berkat Ridho-NYA, pasangan Bapak H.Budisuyitno dan Ibu Hj.Gerda pada pertengahan tahun 90-an telah berhasil mengantarkan 6 orang anaknya, semuanya menjadi Sarjana, yang kebanyakan lulusan dari Universitas Negeri (UI, IPB, Unibraw). Dalam mendidik anak-anaknya tersebut pasangan suami-istri ini sangatlah disiplin dan keras, dengan tidak menghilangkan rasa kasih sayangnya, sehingga Alhamdulillah tidak ada satupun anaknya yang terkena Narkoba dan kenakalan remaja lainnya. Saya memberikan kalian “Kepercayaan” bukanlah “Kebebasan” itulah salah satu prinsip yang ditanamkan kepada anaknya Alhamdulillah pula, 6 orang anaknya tersebut sudah dapat mandiri, mepunyai pekerjaan yang tetap, bahkan sekarang juga sudah dapat mendukung kegiatan sosial dari orang tuanya, dengan turut sebagai donatur. Keberhasilan dalam mendidik anak-anaknya tersebut “ditularkan” pula kepada para Kader-kader pendukung kegiatan sosial yang dilakukan oleh Ibu Hj.Gerda. Sehingga tidaklah heran, jika kita menemukan keberhasilan dari putra-putri para Kadernya Ibu Hj.Gerda yang tergabung dalam Yayasan Bakti Sekawan. Dengan demikian para Kader tersebut dapat pula menjadi contoh tauladan serta panutan untuk lingkungan tempat tinggalnya. Hampir semua kader Mempunyai Putra/i bergelar pendidikan sarjana bahkan ada putranya yang menjadi Dokter yang juga aktif dalam menunjang kegiatan sosial di yayasan bakti sekawan.

YAYASAN BAKTI SEKAWAN Dengan semakin berjalan baik dan terorganisir, kegiatan-kegiatan sosial oleh Ibu Hj.Gerda dan para Kadernya berjalan terus, tanpa pamrih dengan berupaya agar selalu berarti dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Banyak sudah yang dapat dikerjakan oleh para Kader Yayasan Bakti Sekawan, walau masih sering terasa kurang. Kegiatan rutin santunan dan bantuan kepada para Jompo/Manula, Kaum Dhuafa, Anak Yatim, Anak Balita/PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dari Keluarga yang kurang beruntung, mengadakan pemotongan dan

200


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

penyaluran hewan Qurban pada saat Idul Adha, Santunan Puasa, Santunan Lebaran, sampai dengan kegiatan Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan, Pengobatan cumacuma, dll. Pelaksanaan kegiatan sosial tersebut sebenarnya juga merupakan membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Dengan menyadari hal tersebut, maka pada 5 Pebruari 1990, Yayasan Bakti Sekawan berubah nama menjadi Yayasan Bakti Sekawan Sejati, membina : 1. 2. 3. 4.

PUSAKA 35, menyantuni 100 orang lanjut usia; Non Panti Anak, menyantuni 110 orang anak; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyantuni 60 orang anak; Kaum Duafa.

sehingga sesuai dengan UU Yayasan dan Peraturan pelaksanaan dari Departemen Sosial RI. Walaupun sejak tahun 1990 Yayasan Bakti Sekawan Sejati sudah mendapat bantuan rutin dari Dinas Sosial DKI Jakarta, namun karena banyaknya kegiatan sosial dan banyaknya masyarakat yang berharap dari Yayasan ini, peran aktif dari masyarakat lingkungan RW.01, Donatur, Relawan, dan masyarakat lainnya masih dibutuhkan agar kegiatan sosial tersebut dapat terlaksana secara rutin dan berkesinambungan. Salah satu cara yang dilaksanakan oleh Ibu Hj.Gerda dan para Kadernya dalam rangka mencari donatur tetapnya yaitu dengan mengaktifkan peran dari anakanak mereka yang sudah mandiri dan sudah berpenghasilan tetap. Para anak tersebut diw ajibkan untuk menyisihkan sebagian zakat, infaq, sedekahnya ke Yayasan Bakti Sekawan Sejati, melalui Kotak Amal Keluarga selain ke tempat yang juga berhak lainnya. Cara lainnya, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan berbagai Organisasi Sosial dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sosialnya. Beberapa diantaranya yaitu : Kerjasama dengan Yayasan Rumah Sakit Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Atmajaya, Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti dan Yayasan Dana Bantuan pimpinan Ibu J. Nasution dan tentu saja Dinas Sosial DKI, Puskesmas Kelurahan Tebet Barat, Puskesmas Kecamatan Tebet dalam mengadakan Pelayanan

201


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan secara cuma-cuma, Penyaluran Santunan/ Bingkisan Puasa, Lebaran, hewan Qurban Idul Adha kepada para binaan Yayasan dan masyarakat sekitar RW.01 yang kurang beruntung. Selain itu, kegiatan Senam Otak untuk para Manula oleh Universitas Atmajaya dan Lomba Paduan Suara PUSAKA. Pada kesempatan ini PUSAKA 35 Yayasasn Bakti Sekawan Sejati menjadi Juara I Lomba Paduan Suara Lanjut Usia se-DKI Jakarta. Merupakan kebanggaan bagi para Lansia tersebut ketika dapat bersalaman dengan Pejabat Departemen Sosial, Dinas Sosial DKI dan Ibu Fauzi Bowo, begitu kisah Hj.Gerda, Peraih : Pekerja Sosial Masyarakat Teladan Tingkat DKI dari Gubernur DKI Jakarta Tahun 1994, Pekerja Sosial Masyarakat Teladan Tingkat Nasional dari Menteri Sosial RI Tahu 1995, serta Penerima Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI Tahun 1995. Dalam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para Kadernya, yang bekerja tanpa pamrih, tanpa digaji, yang bermodal jiwa sosial dan kepedulian kepada sesamanya, HJ.Gerda sesekali mengajak Kadernya berlibur, baik di dalam kota maupun luar kota, yang mana dananya tersebut dikumpulkan dari tabungan para Kadernya pada setiap bulannya. HJ.Gerda sebagai seorang organisatoris yang pergaulannya luas, juga sebagai Pengurus Persatuan Istri Purnawirawan Republik Indonesia dan salah satu Ketua Pengurus Pimpinan Pusat Istri Veteran Republik Indonesia serta Pengurus BK3S DKI, membuat Beliau dapat sesekali memberikan Undangan Detik-detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara kepada para Kadernya, sehingga menambah harmonis hubungan kerja sosial diantara mereka.

KEGIATAN SOSIAL MANDIRI Beliau sadar bahwa kegiatan sosial yang sudah dirintisnya tersebut, tidaklah boleh berhenti walau sesaat, karena betapa banyak orang yang sangat bergantung terhadap kelanjutan dari Yayasan Bakti Sekawan Sejati tersebut. Berbagai daya upaya selalu dilakukan supaya kegiatan-kegiatan sosial tersebut dapat berjalan secara kontinyu. Bantuan rutin dari Dinas Sosial yang sangat minim, jika dibandingkan dengan kegiatan sosial rutin yang harus terus berjalan, seperti santunan rutin kepada Jompo, Anak Yatim/Anak Asuh. Apalagi sejak Januari 2010, dikurangkannya dana bantuan rutin dari Dinas Sosial DKI. Bantuan rutin dari para Donatur juga tidak mungkin dihandalkan terus menerus, selain dari Kotak Amal Keluarga Untuk itu Hj.Gerda terus berupaya agar tercukupi dana rutin kegiatan sosialnya. Pernah dilaksanakan Usaha Ojek untuk para pemuda yang kurang beruntung di sekitar wilayah RW.01 Tebet Barat, namun tidak dapat berjalan mulus karena masalah

202


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

sikap mental dari para pemuda tersebut dan bermacam masalah sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak mendukung. Sekarang yang masih berjalan yaitu Usaha Simpan Pinjam untuk warung-warung, masyarakat yang mau berusaha namun keterbatasan modal usaha. Kegiatan-kegiatan lainnya terus dipikirkan dalam rangka menjaga kesinambungan kegiatan-kegiatan sosial tersebut. Misalnya dengan mengadakan warung usaha sendiri, persewaan komputer, internet, penjualan pulsa elektrik, pengadaan kursus salon, barber shop, memasak, perbengkelan, perbaikan hand phone, menjual hasil karya para Jompo dan hasil karya anak asuh, dll. sambil tidak lupa untuk mengubah sikap mental masyarakat di lingkungannya agar bisa Mandiri. PENUTUP Hj.Gerda (di usianya 68 thn) dan suaminya H.Budisuyitno (76 thn) yang masih bersemangat dalam menjalankan berbagai kegiatan-kegiatan sosialnya, di usianya yang senja ini berpesan kepada kita semua : 1. Harus selalu bersyukur atas segala Nikmat dan Augerah-NYA supaya kita akan ditambahkan lagi Nikmat dan Anugerah-NYA, yaitu dengan jalan berbuat baik dan berbuat sosial kepada lingkungannya 2. Berbuat Sosial dengan Ikhlas, pasti kita akan dapat Keajaiban dari Allah SWT. 3. Manusia meninggal, akan meninggalkalkan Nama baik dan Perbuatan Baiknya, yang akan selalu dikenang dengan baik. Maka dari itu sangatlah penting, The End of Story of Someone. Tiada Hari Tanpa Pengabdian, Pengabdian Tanpa Akhir.

203


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

S

udah jamak dalam pemilu di Indonesia memberikan janji-janji perubahan. Baik dalam pemilu legislatif maupun eksekutif di pusat maupun daerah, janji adalah merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu masyarakat. Meskipun kadang janji yang terucap terlalu “sempurna� namun itu mampu menarik masyarakat untuk memilih pemberi janji tersebut.

Drs. Haribowo Sunaryo, MM Kepala SMK Negeri 20 Jakarta

Pendidikan Gratis Bukan Tolok Ukur Keberhasilan Seorang Pemimpin 204

Salah satu janji yang paling banyak terucap adalah pendidikan gratis. Hampir semua kandidat dalam setiap kesempatan menjanjikan untuk membebaskan biaya pendidikan mulai tingkat SD, SLTP, dan SMA / SMK. Mereka tidak tahu berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk menggratiskan biaya pendidikan di Indonesia, mengingat besarnya jumlah penduduk. Meskipun, pemerintah menganggarkan dana dua puluh persen APBN untuk pendidikan tetapi jelas tidak mencukupi keperluan itu. “Ada dana besar untuk menggratiskan pendidikan hingga SMA / SMK. Tetapi saya katakan kalau itu tidak mungkin karena penduduk kita sangat besar. Sekolah gratis itu hanya ada di negara


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

dengan penduduk lima juta, padahal DKI saja kalau siang hari menjadi lima belas juta. Seharusnya pemerintah mengerti, tolok ukur seorang pemimpin bukan pada bagaimana menggratiskan pendidikan. Tetapi bagaimana pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan per kapita penduduk,” kata Drs. Haribow o Sunaryo, MM., Kepala SMK Negeri 20 Jakarta. Dengan pendapatan per kapita yang tinggi, masalah pendidikan gratis atau tidak, bukan menjadi masalah lagi. Pendidikan gratis dengan pendapatan yang tinggi, membuat semua orang bias dapat menyekolahkan anaknya. Sehingga usia sekolah dapat belajar dengan baik serta mengembangkan bakat dan kemampuannya secara maksimal. Sementara, apabila pendapatan per kapita penduduk rendah, orang tua sulit untuk menyekolahkan anak-anaknya. Sehingga anak – anak usia sekolah yang seharusnya fokus belajar harus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti uang saku dan biaya transpor yang tidak disediakan oleh orangtua sehingga anak berusaha mencari sendiri dengan mengamen di jalanan. Menggratiskan biaya kesehatan juga menjadi salah satu alternatif kendaraan politik seseorang untuk mencapai posisi tertentu. Dengan menggratiskan biaya kesehatan, diharapkan kesetiaan rakyat untuk memilih lebih tinggi. Meskipun untuk keperluan ini membutuhkan dana besar karena cakupannya jauh lebih luas daripada “sekedar” biaya pendidikan gratis. “Celakanya rakyat Indonesia mudah percaya, padahal arti kesehatan gratis itu

205


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

sangat luas. Mulai rontgen gratis, persalinan normal maupun caesar, operasi jantung, pengobatan HIV, semua gratis. Bahkan sakit ringan seperti flu pun, semau harus gratis dan tidak boleh dipungut biaya sepeserpun. Berat kan untuk menggratiskan kesehatan di seluruh Indonesia. Celakanya, orang gampang percaya terhadap janji – janji yang menggunakan kata – kata “Gratis” seperti itu karena tidak semua orang berpikir masalah itu,” ungkapnya. Hari, sapaan akrabnya, berpendapat bahwa pengobatan gratis hanya akan terjadi kalau seluruh tumbuhan yang ada di sekitar kita bias menyembuhkan semua penyakit. Selama itu tidak terjadi, sulit untuk mewujudkannya mengingat begitu kompleksnya dunia kesehatan di Indonesia yang harus digratiskan. Alasan-alasan seperti itulah yang menurut ia tidak mungkin menggratiskan sekolah maupun biaya pengobatan di Indonesia.

Karakter Berbeda Lingkungan tempat manusia dibesarkan, menurut Hari sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter. Manusia yang dibesarkan dalam keluarga bahagia atau keluarga susah akan membentuk karakter yang berbeda-beda. Hal inilah yang mungkin sekali membuat kebijakan-kebijakan “Tidak Lazim” dalam mengelola perusahaan. “Kita adalah penghasil LPG terbesar di dunia, tetapi bisa merugi. Jelas itu ada kebocoran. Dan mismanagemen dalam pengelolahannya Begitu juga dengan perusahaan monopoli seperti perusahaan yang menangani kelistrikan tetapi merugi yang seharusnya tidak bakalan merugi. Begitu juga dengan pemeriksaan emisi gas buang yang digalakkan pada mobil-mobil pribadi, sementara mobil penumpang umum seperti metromini, bus kota atau bajaj dibiarkan melenggang. Padahal secara logika, kendaraan pribadi perawatannya rutin sehingga gas buangnya otomatis akan normal,” ungkapnya. Kondisi serupa, jelas Hari, terjadi juga dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Tujuan penyelenggaraan UN dalam rangka standardisasi pendidikan di Indonesia. Karena di zaman dahulu, anak daerah itu nilainya tinggi-tinggi tetapi gagal ketika mengikuti tes masuk perguruan tinggi. “Pada saat itu mereka gagal karena nilai bagus itu hasil nilai koofesien,” imbuhnya.

206


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Standardisasi melalui UN, lanjutnya, membuat nilai yang dicapai siswa di Jakarta setara dengan nilai siswa di Papua, NTT dan daerah-daerah lainnya. Sementara dengan penolakan terhadap UN dan berusaha dihapuskan melalui uji materiil di Mahkamah Konstitusi, membuat pendidikan di Indonesia tidak memiliki standar yang jelas. “Pendidikan di Indonesia menjadi tidak berstandar apabila salah satu tolok ukur pendidikan suatu bangsa itu tidak dilaksanakan. Makanya sekarang akan ada ujian nasional ulangan, bagi siswa yang tidak lulus untuk mengantisipasi keputusan MA. Karena untuk mengulang selama satu tahun itu kan cost-nya besar dan ujian ulangan sebagai salah satu solusinya,” jelas suami dari Endang Sri Utami, SE ini. Pasangan suami istri dan seorang putra mereka, Bhagas Kharismawan Sunaryo sama-sama memiliki kegemaran yang sama yaitu mengoleksi uang kuno.

Jangan Dibedakan Mengomentari “drama angket Pansus Century DPR”, Haribowo Sunaryo mengungkapkan keprihatinannya. Hitungan Rp 6,3 triliun yang dihamburkan untuk menyelamatkan bank kecil, setara dengan RAPBN pada zaman Orde Baru. Bagi orang awam perbankan seperti dirinya, kejadian tersebut cukup mengerikan, mengingat besarnya uang negara yang digunakan. “Kalau kita lihat bagaimana pansus bekerja, yang terjadi seperti hanya

207


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

kepandaian saksi dan pansus dalam adu argument. Seperti pertunjukan kemampuan dan kecanggihan dalam bersilat lidah, bukan untuk mengupas tuntas kasus Century,” tuturnya. Menurut Hari, kesediaan Wapres untuk dimintai keterangan cukup memprihatinkan. Karena pada usia sekarang, Wapres ibaratnya tinggal finishing touch dan menikmati hari-hari tua. Di mana seharusnya dinikmati secara tenang dan bahagia muncul permasalahan yang mengguncang ketenangan tersebut. “Seperti lagu “I want to be free” saya khawatirkan seperti itu. Seharusnya sudah menikmati masa tua malah menghadapi masalah yang menegangkan. Jadi, ukiran indah selama ini bisa hilang dalam sesaat,” imbuhnya. Di Indonesia, lanjutnya, kalau seseorang terlibat suatu kasus segala kebaikannya akan dihilangkan. Contoh kecil adalah penggantian patung JP Coen di Lapangan Banteng dengan patung Pembebasan Irian Barat. Andai kata saat ini patung JP Coen masih ada, Lapangan Banteng menjadi tujuan wisata yang akan mendatangkan turis dari mancanegara. “Tetapi untunglah sekarang kesadaran untuk melestarikan bangunan bersejarah mulai ada melalui Perda DKI Jakarta,” tambahnya. Sikap bangsa Indonesia seperti itu juga terjadi ketika Orde Baru tumbang oleh kekuatan Orde Reformasi. Perusakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan produk rezim orde baru dilakukan. Pembakaran dan penjarahan, hingga perusakan jalan tol –yang merupakan urat nadi lalu lintas- dilakukan. Tidak hanya itu, bahkan lembagalembaga yang dianggap merupakan kepanjangan tangan Orba juga dibubarkan. “Saking kesalnya, BP7 dibubarkan sehingga sekarang P4 sudah tinggal nama dan nilai-nilai luhur Pancasila anakanak tidak tahu secara mendalam. Kita harus

208


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

berpegang pada ajaran Gus Dur itu, bahwa dalam hubungan antar agama adalah “Yang sama jangan dibedakan dan yang beda jangan disamakan”. Kalau samasama memiliki Tuhan, ya sudah sama. Sementara kalau ritualnya -cara beribadahitu jangan disama-samakan, karena setiap agama memiliki cara masing-masing. Dikombinasikan juga tidak bisa, tidak boleh,” tegas Hari yang sejak tahun 1982 menjadi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini. Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia sejak tahun 1983, Ketua MGMP Penjasorkes SMK DKI sejak tahun 1994 – 2008, dan Ketua MGBP SMK DKI sejak tahun 2003 – 2008. Sejak tahun 2003 hingga tahun 2007, ia aktif dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kejuruan (K3SK) Jakarta Selatan I. Dan sejak Agustus 2007 – 2009, Hari menjadi Ketua K3SK SMK Provinsi DKI Jakarta. Dan saat ini menjabat ketua satu organisasi pada Pengurus Provinsi BAPOPSI DKI Jakarta ( Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia ) 2008 – 2012.

Guru Olahraga Semenjak kecil, Hari sudah menunjukkan potensi dan bakatnya. Ia terbilang kreatif untuk anak-anak seusianya. Berbekal kreativitas, ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, ulet, dan berjiwa kepemimpinan. Hari harus menerima kenyataan ditinggal selama-lamanya oleh sang ayah, M. Soenaryo pada saat berusia 4,5 tahun. Bersama tujuh saudaranya yang masingmasing memiliki nama berawalan

209


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

huruf H, Hari dibesarkan oleh sang ibu, Rr. Soeyatmi. Dari Surabaya mereka hijrah ke Jakarta tahun 1964. Di Jakarta ia melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri XI Bulungan yang kini menjadi SMAN 70. Bagi Hari, hidup dijalani sebagaimana menekuni hobi. Ikhlas melakoni hidup, ia tak mengenal kata lelah, bosan, dan putus asa. Semua yang dialami Hari sejak dilahirkan hingga saat ini memberinya pelajaran untuk memaknai hidup. “Begitu pula untuk setiap pekerjaan yang harus saya selesaikan. Saya lakukan dengan penuh rasa cinta. Kalau sudah ada rasa cinta, maka saya bisa dengan ikhlas dan tanpa beban menangani pekerjaan. Orang yang ikhlas, tidak akan pernah mau hitung-hitungan. Itulah yang terjadi saat saya menyadari harus berprofesi sebagai guru. Saya merasa harus berbuat sesuatu yang berarti melalui profesi yang saya geluti ini,” kata Hari mantap. Lewat pengabdiannya, ia bertekad memberikan sumbangan terbaik untuk pendidikan di tanah air. Sebelum merampungkan kuliahnya, Hari sudah merintis karir sebagai guru di Jakarta. Pada awal karirnya, berturut-turut ia mengajar olahraga di SMEA Negeri 18 Kelas Jauh (1980-1982), SMEA Negeri 27 (1982-1999), dan SMK Negeri 45 (1999-2003). Ia menjadi guru olahraga yang diberi tambahan tugas sebagai guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) sejak 1994 di SMK Negeri 45. Bulan Oktober 2003 menjadi Kepala SMK Negeri 15. Dan sejak Februari 2007, ia dipindahkan ke SMKN 20 Jakarta. “Sebenarnya jabatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah itu merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada seorang guru. Kalau sudah mendapat tugas tambahan ini maka guru yang bersangkutan harus bisa mengelola waktu dan mengelola sekolah,” kata Hari yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Informasi, Dokumentasi, dan Perpustakaan KONI Pusat – Pusat Ilmu Olahraga KONI Pusat (1989-1991).

210


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Ia juga diberi tugas tambahan saat mengajar di SMEA Negeri 27/SMK Negeri 45 sebagai Wakil Kepala Sekolah sejak tahun 1982 – 2002, Pembina Osis, Pembina Pramuka, BP/BK, dan Guru Piket. Hari pernah menjadi PLH Kepala SMK Negeri 29 (2005), PLH Kepala SMK Negeri 30 (2006), dan berperan aktif sebagai Panitia maupun Kontingen pada Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK 2004 s.d. 2010, Gelar Prestasi Bela Negara (GPBN) 2008 s.d. 2010, Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) 2009 s.d. 2010, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2006 s.d. 2010, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2009 s.d. 2010, baik di Tingkat Provinsi DKI Jakarta maupun Tingkat Nasional, Kejuaraan Puncak Silat Antar Pelajar SMA dan SMK Se-DKI Jakarta 2007 s.d. 2010. Bungsu dari delapan bersaudara ini telah menorehkan prestasi membanggakan sejak masih duduk di bangku sekolah. Karena prestasi akademiknya yang cemerlang, ia berhasil menyabet predikat Siswa Teladan (1973). Ia juga berhasil penghargaan yang relevan dengan bidang akademik, antara lain sebagai Juara II Judo Kelas Menengah Antar Perguruan Tinggi dari PB – PJSI (1976), Juara I Judo Kelas Bebas Beregu Antar Perguruan Tinggi dari PB – PJSI (1977), di tahun 1978 menjadi Team Gulat DKI Jakarta sampai ikut Babak Prakualifikasi PON di Palembang tahun 1980, menjadi Guru Teladan III Kodya Jakarta Barat dari Walikota Jakarta Barat (2000). Hari turut memberi andil dalam pendirian organisasi olahraga sepatu roda yang pertama di Indonesia pada tahun 1979. Ia tercatat sebagai Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Sepatu Roda Se Indonesia (PORSEROSI) DKI Jakarta yang kemudian juga sebagai anggota dari Pengurus Besar PORSEROSI. Ketertarikan pada olahraga yang satu ini mengantar Hari untuk menuliskan skripsinya yang berjudul “Olahraga Sepatu Roda” dan ini merupakan pertama kali ditulis pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Se-Indonesia. Dan pada Kejuaraan Nasional di Semarang tahun 1985, Tim Olahraga Sepatu Roda DKI Jakarta menggondol gelar Juara Umum di mana Hari sebagai Ketua Kontingen.

211


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Karawitan Jawa Menurut Hari, sekolah merupakan sarana yang efektif bagi siswa untuk menyalurkan potensinya. Siswa khususnya yang duduk di bangku SLTA sederajat – memiliki energi sangat besar yang harus disalurkan kepada kegiatan-kegiatan positif. Pelepasan energi siswa itu bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas di luar jam belajar efektif sekolah. Itulah sebabnya, ia menjadikan pengembangan kegiatan Ekstrakurikuler (Ekskul) di sekolah sebagai salah satu target utamanya. Menurut Kepala SMK Negeri 20 ini, sarana dan prasarana untuk mewadahi kegiatan olahraga yang tersedia di sekolah sangat terbatas. Namun, ia menekankan siswa yang tengah menikmati masa remajanya ini tetap harus menemukan wadah penyaluran energinya. Jika tidak, maka tak tertutup kemungkinan mereka bakal terjerumus kepada hal-hal yang negatif. Ini jelas berbahaya. “SMKN 20 ini memiliki dan mengembangkan kegiatan Ekskul. Semua siswa diwajibkan mengikuti kegiatan Ekskul. Contohnya, Bulutangkis, pada hari Sabtu pagi sekolah ini sudah seperti Pelatnas. Siswa peserta Ekskul dapat dikatakan semuanya memiliki raket sendiri. Begitu masuk ke sekolah ini, saya membuat lagi dua lapangan Bulutangkis. Sebelumnya hanya ada satu lapangan, sekarang menjadi tiga,� kata Hari, yang masuk SMKN 20 terhitung sejak Februari 2007. Kegiatan Ekskul di sekolah ini mencakup Kesenian yaitu Theatre, Folk Song, Drama, Modern Dance, Baca Puisi, dan Karawitan Jawa. Satu-satunya SMKN di DKI Jakarta yang menyelenggarakan Ekskul Karawitan Jawa ini adalah SMKN 20. Selain Kesenian, SMKN 20 juga mengadakan kegiatan Ekskul Olahraga yaitu Bulutangkis, Basket, Tennis Meja, Futsal, Volley, dan Beladiri. Selain itu ada pula kegiatan Ekskul Bela Bangsa dan Negara seperti Pramuka, Palang Merah Remaja, UKS, dan Paskibra. Menjadi wajar bagi pria kelahiran Surabaya, 24 April 1954 ini menyisihkan perhatiannya untuk kegiatan Ekskul, khususnya olahraga. Kecintaannya pada olahraga begitu besar, khususnya beladiri. Ia bahkan pernah bercita-cita menjadi olahragawan.

212


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Jakarta menuruti saran keluarga dan guru olahraganya. Selain memperkuat tim Judo, Gulat, dan Basket STO, semasa kuliah ia juga aktivis kampus. Ia pernah menjabat Sekretaris Umum Dewan Mahasiswa STO pada tahun 1976, ketika memasuki tahun ke dua perkuliahannya dan Sekretaris I Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta. Di akhir masa kuliahnya ia menjabat Ketua Badan Permusyawaratan Mahasiswa. Sayang, cita-citanya menjadi seorang olahragawan kandas di tengah jalan setelah STO digabungkan dengan IKIP Jakarta berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Akhirnya saya harus menjadi guru, yaitu profesi yang sebelumnya tidak pernah saya cita-citakan. Akhirnya, jadilah saya sebagai guru olahraga. Dan sekarang, saya bangga menjadi seorang guru,” kata jebolan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP Jakarta tahun 1983 ini. “Arogan dan kasar. Itulah trademark yang biasa menempel pada guru olahraga,” kata Hari yang tak ingin mempersoalkan cap guru olahraga, tak terkecuali dirinya. Toh, ia mampu menunjukkan tindak-tanduk yang nyatanya jauh dari sikap arogan dan kasar. Tetapi itu tidak berlaku bagi Hari. Dibalik postur tubuhnya yang tinggi besar ia memiliki motto hidup yang terinspirasi dari beberapa lagu berirama lembut, yaitu ‘Just the Way You Are’ (Billy Joel), ‘I Have A Dream’ (ABBA), ‘I Believe I Can Fly’ (James Ingram), dan ’We Are the Champion’ (Queen) yang kesemuanya dapat diartikan bahwa orang hidup itu harus jadi dirinya sendiri. Tanpa keinginan untuk menjadi orang lain, setiap orang pasti punya impiannya masing-masing. Impian ini dapat diartikan sebagai cita-cita. “Dengan cita-cita itu, seseorang harus yakin bahwa dia mampu ‘terbang’ untuk meraihnya. Biasanya orang yang mempunyai keyakinan yang kuat maka apa yang diharapkan akan menjadi kenyataan. Dan ketika cita-cita itu sudah tercapai, maka orang tersebut menjadi pemenang,” kata Hari menguraikan motto hidupnya. Ia sadar sepenuhnya, untuk menjadi pemenang seseorang dituntut untuk melewati tiap tahapan dalam hidup.

213


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

P

endidikan merupakan pintu gerbang menuju masa depan cemerlang. Melalui pendidikan, perjalanan menuju cita-cita yang diimpikan semakin mendekati kenyataan. Berbekal ijazah memadai – apalagi dikeluarkan oleh perguruan tinggi ternamajaminan memperoleh kesejahteraan berada dalam genggaman. Adanya pendidikan memadai memudahkan bagi lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta untuk memperoleh SDM berkualitas.

DR. Suwartono SB, MM, MBA, MPd Ketua Yayasan International STUDY CENTER & STKIP Panca Sakti Bekasi

Pendidikan Mampu Meningkatkan Segalanya

214

Tak terkecuali kebutuhan SDM pada wilayah kabupaten/kota Bekasi. Daerah penyangga (satelit) ibukota Jakarta yang pertumbuhan ekonominya sangat spektakuler tersebut membutuhkan SDM-SDM handal. Selama ini, kebutuhan SDM di Bekasi “dipasok” dari daerah lain. Karena tingkat pendidikan masyarakat Bekasi sendiri masih kurang akibat ketiadaan perguruan tinggi representative dengan biaya terjangkau. “Kami khawatir, lima atau sepuluh tahun mendatang warga Bekasi akan terpinggirkan apabila tidak memiliki


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

pendidikan memadai. Nah untuk itu, kami mengusulkan pendirian Universitas Bekasi dalam rangka memberikan pendidikan berkualitas bagi warga Bekasi. Kita semua tahu, di Indonesia pendidikan mampu meningkatkan segalanya,” kata DR. Suwartono SB, MM, MBA, MPd., Ketua Yayasan International STUDY CENTER (1 dan 2). Ketua STKIP Panca Sakti Bekasi ini sangat gembira usulannya untuk mendirikan Universitas Bekasi mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Bekasi. Adanya dukungan pemerintah mempermudah terwujudnya usulan pendirian perguruan tinggi tersebut. Meskipun secara hukum tidak bisa memberikan dukungan langsung dari APBD karena masalah pendidikan termasuk wewenang Depdiknas- tetapi persetujuan pendirian universitas sangat berarti. Sesuai dengan visi dan misi Kota Bekasi untuk mewujudkan masyarakat Bekasi yang “Cerdas, Ihsan, Pintar dan Benar”. Apalagi bila dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat, Bekasi termasuk ketinggalan. Kabupaten seperti Kuningan, Karawang, Garut, Indramayu serta kabupaten-kabupaten di provinsi Banten, rata-rata sudah memiliki universitas sendiri yang cukup representatif. Putra daerah di kabupaten/kota tersebut tidak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk menuntut ilmu. Ketersediaan SDM berkualitas pun dapat tercukupi dari daerah sendiri. “Kalau pendidikan tidak maju, halhal lain kan tidak maju. Makanya saya mengusulkan kepada Pemkot Bekasi untuk meningkatkan kualitas IPK/IPM masyarakat Bekasi, pendirian universitas merupakan keharusan. Alhamdulilah, beberapa hari lalu saya menerima SMS dari Sekda Bekasi yang menyatakan bahwa pendirian Universitas Bekasi harus segera diwujudkan. Apalagi kalau melihat pembangunan di wilayah

215


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Bekasi yang sangat mercusuar, seperti membangun GOR senilai Rp 200 miliar mampu, masak untuk universitas Rp 5 miliar saja tidak ada dana,” ujarnya. Menurut DR. Suwartono, saat ini Bekasi memang sudah ada Universitas Islam 45. Namun keduanya tidak terlalu mewakili keberadaan masyarakat Bekasi. Unisma merupakan perguruan tinggi yang berlandaskan agama, sedangkan Unkris terletak di perbatasan Jakarta. Universitas Bekasi akan berdiri di tengah kota Bekasi dan merupakan merger dari beberapa Sekolah Tinggi di Bekasi. STKIP Panca Sakti Bekasi yang merupakan inisiator telah siap untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. “Sementara fakultas yang lain juga sudah disiapkan, tinggal persetujuan dari pejabat di tingkat Sekda, sedangkan Walikota sudah sepakat. Karena Sekda sendiri yang mendorong adanya universitas di Bekasi. Mengingat ratusan hingga ribuan warga Bekasi sekolah di Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya. Tetapi yang jelas kami sepakat bahwa di Bekasi harus ada universitas,” ungkap lulusan S3 dari Universitas Pasundan Bandung ini.

Problem Solving DR. Suwartono SB., MM, MBA, MPd., mengelola STKIP Bekasi yang berdiri sejak tahun 1998. Pendirian STKIP Bekasi merupakan prakarsa DR. Suwartono setelah menyelesaikan Strata 1 Kependidikan. Awalnya, STKIP Bekasi hanya membuka jurusan S1 Pendidikan Akuntansi berafiliasi dengan STKIP PGRI DKI Jakarta (sekarang Universitas Indraprasta). Sambil terus melanjutkan pengembangan STKIP Bekasi, ia berusaha mengajukan izin operasional. Tahun 2009, akhirnya izin operasional diberikan untuk STKIP Panca Sakti Bekasi. “Tetapi lulusan sebelum izin operasional keluar juga tidak menimbulkan masalah. Karena secara legal formal ijazahnya jelas,

216


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

kan kita bekerja sama dengan perguruan tinggi lain. Kalau sekarang lebih mantap lagi, STKIP Panca Sakti telah mengantungi izin operasional untuk Pendidikan Bahasa Inggris (S1), Pendidikan Ekonomi (S1) dan Pendidikan Anak Usia Dini (S1). Jumlah mahasiswa yang kuliah di STKIP sekarang sekitar 8001000 orang,” kata pria kelahiran Bumiayu, 9 Oktober 1964 ini. Pengelolaan STKIP PS Bekasi tidak hanya dilakukan oleh Yayasan International Study Center I (ISC) Bekasi. Yayasan Korpri Kota Bekasi dilibatkan dalam kerjasama mengelola STKIP PS Bekasi. Saat ini, melalui Yayasan International Study Center II, Wartono mengelola SMP Satria Nusantara dan SMK Satria Nusantara di wilayah Taman Alamanda, Bekasi. Pada nantinya, lembaga pendidikan tersebut akan dikembangkan menjadi STIT Ilmu Tarbiyah Wahid Hasyim. “Jadi akan ada STIT Wahid Hasyim disamping STKIP PS,” imbuhnya. Pendirian STKIP Panca Sakti, menurut DR. Suwartono tidak lepas dari pengamatannya terhadap kondisi pendidikan Indonesia terkini. Pemerintah, dalam hal ini Depdiknas yang menetapkan standar bagi para guru dari tingkat SD minimal memiliki ijazah S1. Selain itu, kepada para guru yang mengajar di wilayah Indonesia harus bersertifikat untuk menunjukkan kompetensinya dalam mendidik siswa. Ia melihat bagaimana para guru merasa sangat sulit dalam menyelesaikan pendidikan S1 yang dibutuhkan untuk “menggenapi” persyaratan tersebut. “Maka kami berpikir bahwa harus ada problem solving bagi guru-guru tersebut. Salah satunya adalah dengan kuliah di PTIK PS Bekasi dengan biaya relative murah. Yang jelas, bagi kami intinya adalah bagaimana memberikan problem solving bagi permasalahan yang dihadapi para guru tadi. Tetapi di sisi lain, kami juga menganggap kebijakan itu sebagai peluang untuk program-program pendidikan yang kami selenggarakan,” katanya.

217


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Dalam UU No 14 Tahun 2005, tentang guru dan dosen, diperkuat dengan PP 19 tahun 2003 tentang standar pendidikan nasional, PP 19 tahun 2005 tentang kualitas akademik, intinya bahwa untuk menjadi guru di wilayah Indonesia harus memiliki gelar S1 Kependidikan. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi guru-guru pada tingkat SD dan Kepala Sekolah. Hal tersebut memperkuat keyakinan W artono bahwa program yang diselenggarakan lembaga yang dipimpinnya memiliki peluang di masa mendatang. “Guru harus professional dan lulusan sarjana pendidikan. Apalagi pemerintah menentukan bahwa guru-guru yang tidak berasal dari lulusan pendidikan dan tidak memiliki Akta IV tidak diperkenankan untuk mengajar pada tahun 2012. Singkatnya guru harus berasal dari S1 Kependidikan,” tuturnya.

Willingness Pemda Era globalisasi yang melanda dunia, membuat banyak sekolah asing masuk ke Indonesia. Termasuk perguruan tinggi asing yang memikat mahasiswa asal Indonesia dengan program menarik seperti beasiswa. Selain perguruan tinggi asing, China Free Trade Area (CFTA) juga membuat barang-barang asal China masuk ke Indonesia dengan bebas. Kondisi yang sudah “terlanjur” disepakati sejak pemerintahan Presiden Soeharto ini tidak terlalu mendapat tanggapan dari para penggantinya. “Saya kira dalam rangka persaingan kompetitif otomatis harus meningkat. Kita harus introspeksi, siap atau tidak. Penerapan CFTA itu kan tidak tiba-tiba, kenapa kita tidak siapkan SDM. Kalau SDM dipersiapkan dengan baik, no problem. China menjadi macan Asia karena berhasil meningkatkan pendidikan rakyatnya. Kita juga harus begitu,”

218


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

tandasnya. Ia mencontohkan Malaysia yang dahulu belajar dari Indonesia sekarang jauh lebih unggul. “Kita terlena. Meskipun banyak orang pintar tetapi jarang yang memikirkan kemajuan pendidikan,” tambahnya. DR. Suwartono mengakui, pemerintah kota Bekasi lebih peduli dengan pendidikan. Saat ini, biaya pendidikan pada tingkat SD, SMP dan SMA di wilayah Bekasi tanpa dipungut biaya sama sekali. Ia berharap agar Pemda Bekasi mengubah orientasi setelah menggratiskan sekolah kemudian meningkat ke pendirian universitas. Semua itu untuk mewujudkan visi dan misi kota Bekasi yang “Cerdas, Iman dan Ihsan”. “Karena cerdas menjadi pola pikir pertama, mau tidak mau ya harus berdiri sebuah lembaga PT yang didalamnya Pemda Bekasi harus ikut membidani. Kalau itu sudah dilakukan, SDM Pemda Bekasi tidak terlalu sulit dalam mencarinya. Sepuluh tahun mendatang, masyarakat Bekasi harus mampu mandiri dengan memiliki universitas. Bisa dikelola oleh -entah BUMD atau yang lainnya tetapi willingness dari Pemda, ada kemauan baik untuk melaksanakan. Itu jauh lebih penting,” tegasnya. Kepada generasi muda, DR. Suwartono berpesan agar mereka menggeser orientasi pemikirannya. Seperti yang selalu didengungkan oleh Ir. Ciputra bahwa generasi muda sekarang harus meningkatkan jiwa entrepreneur. Orientasi mereka tidak boleh hanya terpatok untuk bekerja pada orang lain. Dengan menjadi entrepreneur generasi muda tidak hanya menciptakan peluang bagi dirinya sendiri tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain. “Artinya bahwa ketika pekerja sudah berlebih, mereka akan kesulitan mencari pekerjaan. Generasi muda harus mandiri, dan jangan berpangku tangan. Jangan pernah berpikir dengan memiliki banyak warisan menjamin masa depan. Karena warisan yang terbaik adalah pendidikan. Seperti falsafah orang Jawa adalah lebih baik menjual warisan untuk pendidikan anak daripada mewariskan harta bagi anakanak,” ungkapnya.

219


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

Biodata : Nama Lengkap

: DR. Suwartono SB, MM, MBA, MPd.

Nama Panggilan

: Wartono

TTL

: Bumiayu, Brebes, 9 Oktober 1964

Nama ibu/bapak kandung

: Wastiah/Syamsuri

Riwayat Pendidikan

:

a. Formal

:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

SDN Purbayasa, Lulus 1976 SMPN I Bumiayu, lulus 1979/1980 SMUN 02 Bekasi, Lulus 1986 STKIP PGRI DKI Jakarta 1998 Universitas Surapati (S2) Manajemen SDM, Lulus 2002 Institut Manajemen STIMA IMMI Jakarta (S2) Manajemen Pendidikan, lulus 2006 7. Universitas Misiori AS (S3) HC. Public, lulus 2004 8. Universitas Pasundan Bandung (S3) Manajemen Pendidikan, lulus 2010 b. Non Formal 1. 2. 3. 4. 5.

:

Pendidikan bahasa Inggris, Grade I – VI, Nofee International 1986 Pendidikan Kewirausahaan tahun 1984 Pendidikan Manajer Koperasi Bandung tahun 1987 Pendidikan Bermain Drama dan Penulisan Naskah Film/TVRI 1985 Kaderisasi dan Pembinaan Dakwah Islam 1998, Al Furqon Bekasi

Pengalaman organisasi

:

1. Ketua Senat Mahasiswa STKIP PGRI DKI Jakarta tahun 1996 – 1997 2. Ketua Karang Taruna RW 12 Karang Tengah Pondok Labu Jakarta Selatan 3. Ketua Bidang Organisasi dan Pemuda Radio Nusantara Jaya (RNJ) Jakarta 1985 (underbow Golkar) 4. Ketua RW 04 Kecamatan Duren Jaya Bekasi Timur tahun 1996-1999 5. Ketua PAC PKB Kecamatan Bekasi TImur tahun 1999-2001 6. Sekretaris Keuangan Bekasi Jaya tahun 1996-1999 7. Ketua Bidang Ekonomi PCNN Kota Bekasi tahun 1998-2001 8. Sekretaris Dewan Syuro PKB Cabang Kota Bekasi 2001-2004 9. Wakil Ketua Bidang SDM Dekopinda Kota Bekasi tahun 2005-2007 dan tahun 2008-2011 10. Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin tahun 1993-1999 11. Ketua Yayasan International Study Center (ISC) (I&II) –sekarang 12. Ketua Yayasan Persada Nusantara tahun 2005-sekarang 13. Ketua STKIP Bekasi tahun 1998-sekarang

220


PEMIKIRAN, KONSEP & STRATEGI PRIBADI BERPRESTASI

14. Ketua STKIP Panca Sakti Bekasi tahun 2009-sekarang 15. Pembina Yayasan Yatim Piatu & Dhuafa Ar Ridho Bumiayu Jawa Tengah –sekarang 16. Ketua Paguyuban Warga Tegal, Bumiayu, Brebes tahun 2006-sekarang 17. Ketua Koperasi Kelompok Tani Warga Perbayasa POKTANAS –sekarang 18. Wakil Bedahara PCMN Kota Bekasi tahun 2006-2011 Pengalaman Kerja

:

1. Toko Buku, CV Tulus Jaya, PT Ghalia Indonesia dan PT Pembimbing Masa Jakarta 1980-1985 2. PT Pembimbing Masa, Cq Proyek Film Pendidikan Pendidikan Humaniora- Manager Operasional Wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan 1986-1989 3. Direktur CV Gunadi Pratama tahun 1990-sekarang 4. Ketua STKIP Bekasi tahun 1998-sekarang 5. Kepala SMK Adhi Wisata tahun 1998-sekarang 6. Kepala SMK Persada Bhakti tahun 2004-2006 7. Ketua STKIP Panca Sakti Bekasi tahun 2009-sekarang Hasil Karya dan Seminar

:

Judul Buku : 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kiat Sukses Bagaimana Anda Dapat Berhenti Merokok Teknik Menjual Wanita dan Manajemen Guru dan Permasalahannya Mengajar Akuntansi dengan Baik

Seminar 1. Peningkatan Mutu dan Kualitas Guru — Bekasi 2002 - Pembicara 2. Kaji Tindak Kurikulum Berbasis Kompetensi KNK tahun 2006 – Pembicara 3. Pendidikan Ditentukan Moral Guru Tahun 2004 Bekasi – Penyelenggara & Narasumber 4. Semiloka tentang pendirian Universitas Bekasi UNB tahun 2007 5. Seminar tentang Rencana Pendirian dan Persiapan Pendirian UNB tahun 2007 6. Seminar Penerapan Pembelajaran Dual Models – Penyelenggara STKIP & UPI Bandung - Pembicara Alamat : STKIP Panca Sakti Jl. Multiguna No. 3 Margahayu, Bekasi Telp. 021 7091 2097, 8835 3423

221



Mahakarya