Issuu on Google+

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

1


2

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP


/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

3


pengantar redaksi

PELINDUNG: Gubernur Provinsi DKI Jakarta Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta PEMBINA

Jakarta Baru, Jakarta Kita

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta KETUA PENGARAH/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB Kepala Dinas Kominfomas Provinsi DKI Jakarta WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Kabid Informasi Publik KETUA PELAKSANA

Tekad Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) untuk memberikan pelayanan optimal bagi warga ibukota bukan isapan jempol semata. Setidaknya, hal ini tercermin dalam slogan/motto “Jakarta Baru, Jakarta Kita” yang diusung keduanya. Sedikitnya, kalimat tersebut menggambarkan makna kerakyatan dan kebersamaan sekaligus mengandung semangat untuk mengubah serta menata Jakarta yang lebih

Dra. Nurani

manusiawi (humanis), memiliki masa depan yang lebih baik (futuris), memiliki kekhasan

REDAKTUR PELAKSANA

(branding) dengan tetap menjaga keragaman yang tumbuh dan berkembang di Jakarta

Rinta A. Imron, S.Sos Dhini Gilang Prasasti, S.Sos REDAKTUR KHUSUS/PROFESIONAL

(pluralis). Dalam konteks tersebut, kebersamaan dan partisipasi warga Jakarta menjadi kata kunci

Iswati Soekarto

yang tak dapat ditawar-tawar lagi. Tujuannya? Untuk menjalankan program pembangunan

Norman

demi mewujudkan Kota Jakarta menjadi kota yang memanusiakan penghuni sekaligus mam-

SEKRETARIS REDAKSI Dra Evi Yulianti

pu menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Kebersamaan dan partisipasi warga

ANGGOTA REDAKSI

dalam bentuk yang paling sederhana, seperti disampaikan Gubernur Jokowi pada peringatan

Ani Christiyani, S.Sos

Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-486 pada 22 Juni lalu, akan memberikan nilai positif bagi

Tulus Adatama, S.Sos

Kota Jakarta. Warga Jakarta harus menjadi warga yang beradab dan menjadi contoh bagi

Raides Aryanto REPORTER Nor Raihan

daerah-daerah lain di Indonesia. Di sisi lain, aparatur menjadi motor penggerak pembangunan demi mewujudkan motto

Risky Catur Wulan

“Jakarta Baru Jakarta Kita” menjadi sebuah capaian riil berbagai program pembangunan da-

$OLHÀHQ

lam bentuk yang nyata, baik mencakup peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan

FOTOGRAFER Nurahadi Widjaja

masyarakat melalui keberadaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP),

Sudaryanto

perumahan rakyat dan penataan kampung, penataan pedagang kaki lima, pengembangan

DESAIN GRAFIS

Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengembangan sistem angkutan umum massal, pengendalian

Rachmat Triturianto KEUANGAN

banjir, pengembangan budaya, dan pengembangan pelayanan publik.

Zaeniah Budiarti

Maka, tiada pilihan lain, baik warga, aparatur pemerintah serta komponen stakeholder

SEKRETARIAT

lainnya di luar kedua komponen tersebut memiliki kewajiban untuk bersama-sama menying-

Belinda Roza Rodjali Abdullah

singkan lengan baju demi terwujudnya Jakarta Baru: Jakarta Kita yang lebih manusiawi. Dan, kita pasti bisa!

Ari Wibowo ALAMAT REDAKSI/DISTRIBUSI Jalan Medan Merdeka Selatan 8-9 Jakarta 10110, TELEPON (021) 382.2047, 382.2262, Fax 345.4486, Mail: media_jaya@yahoo.co.id PENCETAK : CV. Rhema Makmur (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

4

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Redaksi menerima kiriman surat pembaca tentang kritik, saran dan masukan berkenaan kota Jakarta. Untuk semua kiriman dapat disampaikan ke Redaksi Majalah Media Jaya d/a Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Setda Provinsi DKI Jakarta, Jl Jalan Medan Merdeka Selatan 8-9 Jakarta 10110, TELEPON (021) 382.2047, 382.2262, Fax 3822846, atau melalui email: mediajaya.humasdki@gmail.com.


surat pembaca Eksekusi Motor di Trotoar Redaksi Yth. Perkataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang selalu saya ingat dalam “memandang” suatu masalah adalah berusaha secepatnya melakukan tindakan. Sejak kampanye pun kata-kata beliau yang selalu saya ingat adalah, “Cepat lakukan ! Eksekusi!” Dan terbukti, sudah beberapa masalah di Jakarta ini mulai ditangani. Misalnya, untuk mengembalikan fungsi Waduk Pluit, beberapa penghuni liar mulai direlokasi. Begitu pun pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan badan-badan jalan, seperti di Pasar tanah Abang, Pasar Minggu, dan Jatinegara, sehinggga jalan di sana lebih lancar. Namun yang belum dieksekusi sampai surat pembaca ini saya tulis adalah keberadaan trotoar yang belum bersih dari lalu-lalang sepeda motor. Hampir di semua ruas jalan ketika terjadi kemacetan, sepeda motor menyerobot lewat trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Di jalan di belakang Kantor Gubernur, yakni di jalan Kebon Sirih, pada jam-jam sibuk dan terjadi kemacetan maka trotoar di kanan dan kiri jalan tersebut dipenuhi lalu-lalang motor. Pejalan kaki jadi tersisih Saya mohon kepada Pak Gubernur, agar segera melakukan kebijakan nyata, menertibkan trotoar demi kenyamanan para pejalan kaki. *** Salsabila, Klender, Jakarta Timur

Tiket Masuk PRJ & Tarif Parkir Redaksi yth. Pelaksanaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran yang sudah berlangsung selama ini dalam rangka Hari Jadi Kota Jakarta memang ramai dikunjungi masyarakat. Namun, sebagai warga Jakarta, saya agak keberatan masalah tiket masuk, dua puluh lima ribu rupiah per orang dan tiga puluh ribu rupiah pada Sabtu dan Minggu, itu relatif mahal. Belum lagi tarip parkir yang juga lebih mahal dibanding tempat lain. Belakangan saya sering mendengar isu bahwa PRJ ada kemungkinan dipindahkan ke kawasan Monas. Harapan saya, kalau warga yang datang harus membayar, tiket masuk itu jangan terlalu mahal. Saya kira lima ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah, cukuplah, sekadar untuk biaya kebersihan. Yang juga tak kalah penting terkait perkembangan jumlah kendaraan yang terus meningkat di Jakarta ini, tentu masalah parkir harus dipikirkan secara matang, serta dampak lainnya yang harus diantisipasi yakni kemacetan. Selain itu masalah kebersihan dan “keamanan Taman Monas sendiri” yang perlu terjaga. Kalau PRJ di Monas, kesan pasar malam bagi rakyat lebih terasa, sementara di Kemayoran, orientasi bisnisnya lebih kental. Budi Santoso Tanah Abang, Jakarta Pusat

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

5


daftar isi LAPORAN UTAMA

08

PROGRAM KJS JALAN TERUS Sempat terganggu dengan rencana mundurnya 16 rumah sakit dari program KJS dan rencana interpelasi dari anggota DPRD DKI Jakarta, kini program KJS terus berjalan. Ibarat kata pepatah, “anjing PHQJJRQJJRQJNDĂ€ODKWHWDSEHUODOXÂľ

08 14

10

KARTU JAKARTA SEHAT

12

TAK ADA KARTU KJS, KTP TETAP BISA

APLIKASI KEDOKTERAN KOMUNITAS DUKUNG KJS Keberhasilan pembangunan yang membawa kemakmuran masyarakat, ternyata juga memunculkan masalah gangguan kesehatan baru, seperti bertumpuknya sampah dan limbah, kepadatan penduduk yang mengesankan kumuh, perubahan “gayahidup�. Selanjutnya terjadi pergeseran pola nutrisi harian, serta masalah-masalah sosial lain.

HUT JAKARTA

16

PEMOTONGAN TUMPENG RAKSASA SETINGGI 4,86 METER

14 TRANSPORTASI

16

18

MRT JAKARTA DIMULAI TAHUN INI

PPKD 2013 DI SILANG MONAS MEMBLUDAK Pameran Produksi Kreatif Daerah (PPKD) 2013 yang berlangsung 14-16 Juni lalu di silang Monas mendapat sambutan positif dari masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran PPKD tersebut seolah oase di padang tandus yang memberikan jawaban atas kerinduan ajang pameran tanpa pungutan biaya.

21

30

JAKARTA NIGHT FESTIVAL 2013

30 PEKERJAAN UMUM

32

NORMALISASI WADUK PLUIT MULAI MENAMPAKAN HASIL

34

PENGHUNI BANTARAN WADUK PLUIT MENUNGGU KEPASTIAN DIPINDAHKAN

32

24

6

24

MEMGGUGAH KEPEDULIAN WARGA LEWAT FLONA

27

DPRD MENGAPRESIASI LANGKAH EKSEKUTIF

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP


PEMERINTAHAN

36

PARIWISATA DAN BUDAYA

PELANTIKAN PEJABAT RAIH REKOR MURI Baru pertama kalinya berlangsung pelantikan pejabat dalam jumlah terbanyak, tidak hanya di DKI Jakarta, tapi seIndonesia. Pelantikan massal 415 pejabat eselon III dan IV di lingkunagan Pemprov DKI Jakarta ini akhirnya mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Ketua Yayasan MURI, Jaya Suprana kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Balaikota DKI Jakarta, akhir Mei lalu.

58

‘ARIAH’, EKSPRESI KEHORMATAN WANITA BETAWI

PREMI LASARI CAMAT DENGAN NILAI TERTINGGI, PASAR REBO TERAPKAN LAYANAN ONLINE

38

38

58 60

BUDAYA MELESTARIKAN BETAWI MELALUI BUSANA

64

JAKARTA TEMPO DULU DARI TARUMANEGARA HINGGA PANGERAN JAYAKARTA

68

HISTORY MUSIK BETAWI DALAM JAKARTA BARU

68 PENDIDIKAN

41

HASIL UN 2013 CUKUP MEMBANGGAKAN

50

41 44

DKI JUARA UMUM OSN SD 2013

46

OSN SMP/MTS DKI JAKARTA RAIH JUARA 2

48

DRS H TAUFIK YUDHI MULYANTO, SELURUH KURSI SMA/SMK SUDAH TERISI

72

OPINI

54

INTERMEZO, “PESONA” KEMARAHAN

LINGKUNGAN

56

MASALAH SAMPAH MASIH AKUT PEMPROV DKI SIAPKAN PERDA DAN KAMPANYE BUDAYA BERSIH

56 /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

7


liputan utama

Program KJS Jalan Terus Sempat terganggu dengan rencana mundurnya 16 rumah sakit dari program KJS dan rencana interpelasi dari anggota DPRD DKI Jakarta, kini program KJS terus berjalan. Ibarat kata pepatah, “anjing PHQJJRQJJRQJNDĂ€ODK tetap berlaluâ€?.

8

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Kartu Jakarta Sehat (KJS) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digagas oleh Gubernur Jokowi. Sejak pertama kali diluncurkan pada 10 Nopember 2012, KJS menargetkan sebanyak 4,7 juta warga DKI Jakarta yang masuk dalam kategori miskin dan rentan miskin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,2 juta jiwa peserta Jamkesmas dan sisanya 3,5 juta jiwa merupakan penduduk DKI lainnya. Untuk program ini telah disiapkan dana dalam APBD DKI 2013 sejumlah Rp 1,2 triliun. Dengan program KJS ini

diharapkan seluruh warga ber-KTP DKI bisa

mendapat layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan rujukan rawat inap di kelas III rumah sakit yang menjalin kerja sama dengan KJS. Karena itu tidak hanya warga miskin dan tak


mampu saja yang dijaring, tapi juga warga yang tergolong mampu dan berpenghasilan baik namun tak mampu membiayai pengobatan dalam jumlah besar. Contohnya warga yang memiliki gaji Rp 3 juta - Rp 4 juta sebenarnya tergolong mampu, namun ketika dihadapkan pada persoalan penyakit jantung dan harus operasi tentu membutuhkan biaya besar. Untuk itu dia bisa menggunakan KJS. Sampai kini (Mei 2013) warga DKI Jakarta yang terjaring KJS sebanyak 2,3 juta. Dari jumlah tersebut sekitar 1,7 warga telah menerima kartu KJS. Sisanya akan diberikan secara bertahap. Meski belum menerima kartu KJS, namun warga DKI Jakarta tetap dapat dilayani sebagai peserta KJS di setiap Puskesmas dan rumah sakit yang ada di DKI Jakarta. Untuk itu, kepada warga yang belum memiliki kartu KJS dapat mendaftarkan diri sebagai peserta KJS dengan melampirkan kartu keluarga dan KTP di Puskesmas sesuai wilayah domisili masing-masing.

Kerjasama PT Askes Untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui program KJS, pada 1 April 2013 lalu, KJS menjalin kerjasama dengan PT. Askes. Dalam hal ini, PT Askes diberikan kewenangan untuk mengelola pelaksanaan jaminan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit yang melayani program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) DKI yang umum disebut Kartu Jakarta Sehat (KJS). Terkait dengan kerjasama ini, Wagub Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dengan adanya kerjasama dengan PT Askes ini, maka rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta yang menjalin kerjasama dengan KJS telah

siap melaksanakan program KJS. “Segera setelah ditandatangani kerjasama, PT Askes langsung mengambil alih. Selain itu rumah sakit pemerintah dan swasta juga telah siap,� ujarnya di Balaikota beberapa waktu lalu. Dikatakan Basuki, sasaran KJS adalah masyarakat miskin, rentan miskin, dan semua masyarakat DKI yang mau menggunakan puskesmas dan fasilitas rawat inap kelas III. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang dilakukan pada bulan sebelumnya. Dalam perjanjian itu disebutkan, PT Askes diamanahkan sebagai pengelola dana jaminan kesehatan masyarakat DKI. Untuk tahap awal PT Askes bergandengan dengan Program Jamkesda yang dikelola oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebelum sepenuhnya dikelola oleh PT Askes. Dengan pengelolaan KJS berada di PT Askes, maka KJS tetap menggunakan program Indonesia Case Based Groups (Ina-CBGs) yang telah digunakan untuk Jamkesmas.

Data kepesertaan dan biaya pelayanan kesehatannya terekam di program itu dan dapat diakses secara langsung di puskesmas dan rumah sakit rujukan. Dengan sistem baru ini, seluruh biaya pengobatan pasien akan langsung masuk ke program Ina-CBGs dan langsung bisa diakses oleh pemerintah, puskesmas, dan rumah sakit. Dengan demikian, pembayaran klaim pengobatan oleh Dinas Kesehatan DKI kepada rumah sakit bisa lebih cepat. Dalam kerjasama ini, PT Askes diberikan tugas untuk mangatur kepesertaan, jaminan, utilisasi, pengendalian, penanganan keluhan peserta, pemberlakuan tarif dan sistem pembayaran, serta verifikasi klaim. Terhadap tugas yang diberikan ini, PT Askes akan mendapatkan biaya operasional. Fasilitas kesehatan yang dapat digunakan peserta adalah 341 puskesmas meliputi 44 puskesmas kecamatan dan 297 puskesmas kelurahan, 132 rumah sakit terdiri RS pemerintah, RS pusat dan RS swasta. NR /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

9


liputan utama

Kartu Jakarta Sehat (KJS) Apa itu KJS: ‡ .-6DGDODKNHSDQMDQJDQGDUL.DUWX-DNDUWD Sehat ‡ 6XDWXSURJUDP-DPLQDQ3HPHOLKDUDDQ.HVHKDWDQ yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui UP Jamkesda Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat dalam bentuk bantuan pengobatan

Persyaratan Pasien berobat gratis di Rumah Sakit : 1. Wajib membawa surat rujukan dari Puskesmas 2. Kartu Jakarta Sehat/ Kartu Jamkesda/ Kartu Gakin 3. Bagi yang tidak memiliki Kartu Jakarta Sehat cukup menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta

ALUR PELAYANAN KESEHATAN WARGA BER-KTP DKI JAKARTA

Tujuan : Memberikan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi penduduk Provinsi DKI Jakarta bagi keluarga miskin dan kurang mampu dengan sistem rujukan berjenjang Sasaran Program : Semua penduduk DKI Jakarta yang mempunyai KTP/ Kartu Keluarga DKI Jakarta yang belum memiliki jaminan kesehatan, diluar program Askes, atau asuransi kesehatan lainnya Manfaat KJS : 1. Rawat Jalan diseluruh Puskesmas Kecamatan/ Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta 2. Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) di Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) tingkat II, (RSUD, RS vertikal dan RS Swasta yang bekerja sama dengan UP Jamkesda) wajib dengan rujukan dari Puskesmas 3. RawatInap (RI) di Puskesmas dan Rumah Sakit yang bekerjasama dengan UP Jamkesda di kelas III Persyaratan yang harus dibawa saat mendaftar di Puskesmas Kecamatan: Pemohon dapat menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta di seluruhPuskesmas Kecamatan di wilayah yang sama dengan yang tertera pada identitas pemohon Persyaratan yang harus dibawa saat berobat di Puskesmas: 1. Kartu Jakarta Sehat atau Kartu Gakin/Kartu Jamkesda 2. Bagi yang belum memiliki KJS, dapat menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta

10

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

UNIT GAWAT DARURAT RS ‡ +DQ\DXQWXNPHQHULPDNDVXVNDVXV(PHUJHQF\ ‡ 8QWXN3HQHQWXDQ5DZDW,QDS3DVLHQ8*' dirawat ditentukan oleh Dokter yang merawat ‡ 3DVLHQ8*'WLGDNSHUOXUDZDWLQDSWHWDSGLOD\DQL (Life Saving) kemudian diarahkan kembali ke Puskesmas jika obat habis


DAFTAR RUMAH SAKIT DI PROVINSI DKI JAKARTA YANG KERJASAMA JAKARTA PUSAT

JAKARTA BARAT

Rumah Sakit Umum 1. RS Cipto Mangunkusumo 2. RSAL Mintoharjo 3. RSPAD Gatot Soebroto 4. RS Moh Ridwan Meureksa 5. RSUD Tarakan 6. RS Pertamina Jaya 7. RS Kramat 128 8. RS Moh Husni Thamrin 9. RS Sint Carolus 10. RS PGI Cikini 11. RS Islam Jakarta 12. RS Husada 13. RS Menteng Mitra Afia

Rumah Sakit Umum 1. RS Pelni 2. RS Puri Mandiri Kedoya 3. RS Sumber Waras 4. RS Bhakti Mulia 5. RS Patria IKKT 6. RS Manuella 7. RS Medika Permata Hijau 8. RSUD Cengkareng 9. RSKB Cinta Kasih Tzu Chi

Rumah Sakit Khusus 1. RSB Budi Kemuliaan 2. RS Jakarta Eye Center 3. PMI 4. Klinik Hemo dialisa Tidore

JAKARTA UTARA Rumah Sakit Umum 1. RSUD Koja 2. RS Pelabuhan Jakarta 3. RS Atmajaya 4. RS Satyanegara 5. RS Sukmul Sisma Medika 6. RS Islam Jakarta Utara 7. RS Pluit 8. RS Pantai Indah Kapuk 9. RS Port Medical Center 10. RS Gading Pluit 11. RS Royal Progress 12. RS Puri Medika RumahSakitKhusus 1. RSPI Prof Sulianti Saroso 2. RSIA Hermina Podomoro 3. RS Mulyasari 4. AGD DKI 5. Klinik Hemodialisa Lions

Rumah Sakit Khusus 1. RSJ Jakarta 2. RS Kanker Dharmais 3. RSAB Harapan Kita 4. RS Jantung Harapan Kita 5. RSIA Hermina Daan Mogot

JAKARTA SELATAN Rumah Sakit Umum 1. RS Fatmawati 2. RS Marinir Cilandak 3. RS Pusat Pertamina 4. RS TriaDipa 5. RS Jakarta 6. RS Agung 7. RS Setia Mitra 8. RS Zahirah 9. RS DrSuyoto 10. RS Bhayangkara Selapa Polri Rumah Sakit Khusus 1. RSIA Budi Jaya 2. Jakarta Medical Centre II 3. Klinik Hemodialisa Cipta Husada 4. Jakarta Kidney Center

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

RS Pusdikkes RSPAU Antariksa RSUD PasarRebo RSUD Budi Asih RS Haji Jakarta RS HarapanBunda RS UKI Cawang RS Harum RS Islam Jakarta Timur RS Harapan Jayakarta RS Kartika Pulo Mas RS Mediros RS Yadika RS Rawamangun RS Admira RS Premier Jatinegara

Rumah Sakit Khusus 1. RSJ Bunga Rampai 2. RSKO Cibubur 3. RS Duren Sawit 4. Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia 5. Bina Waluya Cardiac Center 6. RSIA Hermina Jatinegara 7. RSIA Bunda Aliyah 8. RSIA Resti Mulya

LUAR JAKARTA 1. 2. 3.

RSU Tangerang RSJ Bogor RS KustaSitanalaTangerang NR (SumberDinkes DKI Jakarta).

JAKARTA TIMUR Rumah Sakit Umum 1. RS Persahabatan 2. RS Kesdam Jaya Cijantung 3. RS PolriSukanto

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

11


liputan utama

Tak Ada Kartu KJS, KTP Tetap Bisa Tidak banyak masyarakat DKI Jakarta yang berobat ke Puskesmas menggunakan kartu KJS. Namun mereka tetap dilayani dengan baik sebagaimana pemegang kartu KJS. Syaratnya Cuma satu, mereka harus menunjukkan KTP DKI Jakarta saat berobat ke Puskesmas. Suatu pagi di Puskesmas Kecamatan Senen, di Jl. Kramat VII/31 Jakarta Pusat terdapat antrean di tempat duduk pasien yang hendak berobat.Jumlahnya ada belasan pengunjung. Namun semakin siang semakin bertambah hingga mencapai puluhan orang. Sebelum jarum jam menunjukkan angka 12, antrean mulai berkurang dan hanya tinggal beberapa orang ketika jarum jam mulai menunjukkan angka 13.00. Salah seorang warga Kelurahan Kramat yang turut dalam antrian, Puji Rahayu (37) mengatakan, dirinya datang ke Puskesmas pukul 09.30 dan satu jam kemudian sudah mendapat pelayanan. Selain cepat, juga tidak terlalu ribet karena cukup menujukkan KTP DKI Jakarta dan langsung mendapat pelayanan gratis. “Saya belum dapat kartu KJS, jadi kalau ke Puskesmas cukup membawa KTP saja dan langsung dilayani secara gratis,” ujarnya saat ditanya tentang kartu KJS. Sama seperti Puji Rahayu, beberapa pengunjung lain yang ditemui juga tidak ada yang membawa kartu KJS. Meski tidak membawa kartu KJS, namun mereka tetap merasa puas terhadap palayanan gratis Puskesmas 12

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Senen. Karena itu, mereka tidak pernah berpikir apakah nantinya dapat kartu KJS atau tidak. Karena tanpa kartu KJS, mereka sudah mendapat pelayanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP saja.

Masih Sedikit Dibenarkan oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Senen, Nur Rahmawati, bahwa masyarakat Kecamatan Senen yang menerima kartu KJS jumlahnya masih sedikit. Karena itu belum tentu dalam satu hari ada masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas membawa kartu KJS.Pada umumnya mereka masih menggunakan

KTP. “Dari rata-rata kunjungan pasien perhari sekitar 20 orang, terkadang ada satu atau dua orang yang membawa kartu KJS. Tapi itupun jarang dan tidak mesti tiap hari,” ujarnya saat ditemui di kantornya. Menurut Nur Rahmawati, dengan kartu KJS atau tanpa kartu KJS, seluruh

pasien yang datang ke Puskesmas Senen tetap dilayani secara gratis. Tentu saja bila mereka bias menunjukkan KTP DKI Jakarta.Tanpa KTP DKI Jakarta mereka dianggap penduduk luar DKI Jakarta dan oleh karenanya mereka dikenakan biaya. Namun demikian setiap penduduk DKI Jakarta yang berobat ke Puskesmas langsung didata dan masuk kedalam data base untuk mendapatkan kartu KJS pada kesempatan berikutnya. Data terakhir pertanggal 21 Juni 2013, Puskesmas Kecamatan Senen yang meliputi 6 kelurahan mendapat target peserta 56.914. Kelurahan Senen 10.431 peserta, Kelurahan Kenari


3.135 peserta, Kelurahan Kramat 17,040 peserta, Kelurahan Paseban 7.942 peserta, Kelurahan Bungur 7.516 peserta dan Kelurahan Kwitang 10.850 peserta. Dari total 56.914 peserta yang berada di wilayah Puskesmas Senen, ternyata baru 461 KJS yang dibagikan kepada warga. Untuk Kelurahan Senen telah dibagikan 116 kartu, Kelurahan Kenari 220 kartu, Kelurahan Bungur 95 kartu dan Kelurahan Kwitang 30 kartu. Sementara itu, dua kelurahan, yakni Kelurahan Kramat dan kelurahan Paseban belum ada satupun kartu KJS yang dibagikan kepada warga. Permasalahannya, selain banyaknya kartu yang salah alamat, juga banyak terdapat kesalahan data. “Masih banyak kartu KJS yang kami simpan dan belum kami bagikan, karena data tidak sesuai dan salah alamat,� ujarnya lagi. Dikatakan Nur Rahmawati, berbeda dengan kartu KJS tahap pertama, kartu KJS tahap kedua sudah dilengkapi dengan barcode yang berisi data-data pemegang kartu. Puskesmas Senen sendiri sudah memiliki alatpembaca barcode (chip data) tersebut. Namun untuk sementara alat tersebut belum bisa difungsikan karena kartu KJS barcode belum dibagikan kepada warga. Terkait dengan meningkatnya jumlah pasien KJS yang berobat kerumah sakit, Nur Rahmawati mengatakan saat ini sudah bisa diatasi karena adanya sistem online antar rumah sakit dan Puskesmas. Dengan sistem online ini, maka dapat diminimalisir menumpuknya pasien pada tempat tertentu. Umumnya mereka memang langsung kerumah sakit tanpa terlebih dulu ke Puskesmas. Padahal kalau ke Puskesmas terlebih dulu sebenarnya bisa segea diatasi, karena saat ini Puskesmas di DKI Jakarta memiliki fasilitas dan sarana yang lengkap layaknya rumah sakit. NR

Sosialisasi KJS Terus Digalakkan

signifikan bagi sistem pelayanan kesehatan di Provinsi DKI Jakarta. Di sisi unit/badan layanan kesehatan, program KJS sedikit banyak memerlukan adaptasi di kalangan tenaga medis dan sistem administrasi kesehatan yang berlaku sebelumnya. Pada saat bersamaan, animo warga untuk memperoleh pelayanan gratis dari program

Sosialisasi memegang peranan penting dalam proses implementasi program dan kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Program KJS salah satunya.

tersebut terus meningkat. Akibatnya, tak jarang ditemukan sejumlah kasus yang mengisahkan beragam tantangan dalam pelaksanaan KJS. Melonjaknya jumlah pasien, perselisihan akibat ketidakpahaman prosedur antara petugas medis dan pasien, penolakan pasien KJS oleh rumah sakit, hingga persoalan administrasi merupakan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksaanaan jaminan kesehatan

Kartu Jakarta Sehat (KJS) menjadi salah satu program utama dan unggulan

dengan sistem KJS. Berkaca dari kenyataan di lapangan,

Pemprov DKI Jakarta, khususnya di

Pemprov DKI Jakarta terus mengevaluasi

bidang kesehatan. Ketika program KJS

dan memperbaikinya serta bertindak tegas

mulai diberlakukan akhir tahun lalu,

kepada rumah sakit-rumah sakit yang telah

pengamat kebijakan publik Andrinof

bekerjasama yang menolak memberikan

Chaniago pernah mengingatkan

pelayanan kepada pasien KJS sebagaimana

soal pentingnya peran sosialisasi dan

mestinya.

komunikasi program KJS. “Sosialisasi dan

Dinas Kesehatan selaku leading

komunikasi perlu digalakkan lagi oleh

sector dari program KJS terus melakukan

Dinas Kesehatan agar prosedur KJS benar-

berbagai terobosan dalam rangka

benar dipahami warga dan sampai ke

peningkatan layanan KJS. Salah satunya

level bawah. Selanjutnya komunikasi dan

dengan menggalakkan proses sosialisasi

sosialisasi juga masih perlu ditingkatkan

dan komunikasi program KJS kepada

di level badan layanan, seperti puskesmas

warga dan perangkat kesehatan terkait.

dan RSUD,� kata Andrinof.

Dengan menggandeng Dinas Komunikasi,

Ia menambahkan, sebagai program

Informatika, dan Kehumasan, Dinas

yang terhitung baru, tidak hanya warga

Kesehatan menerbitkan poster yang berisi

yang perlu mendapatkan pemahaman

informasi pengajuan KJS bagi warga.

yang jelas tentang KJS. Para petugas

Poster yang berisi mekanisme

medis dan perangkat terkait harus benar-

pengajuan, serta manfaat penggunaan

benar memahami prosedur yang hendak

KJS tersebut disebarkan di puskesmas-

dilaksanakan dan mengerti roh dari

puskesmas. Melalui sosialisasi ini,

program tersebut.

diharapkan masyarakat akan memahami mekanisme penggunaan KJS serta

Sebar Poster Harus diakui, pemberlakuan sistem

prosedur untuk mendapatkan kartu tersebut.MJ

KJS membawa dampak yang cukup /GFKC,C[C / /GFK GF FKC,C C, ,C[Cz ,C[C z z0QOQ 0QOQT6CJWP 0 QOQ Q QT T  6CJ 6CJWP WP  W   

13


opini

Aplikasi Kedokteran Komunitas Dukung KJS Dr. AryawanWichaksana, MKK*)

Keberhasilan pembangunan yang membawa kemakmuran masyarakat, ternyata juga memunculkan masalah gangguan kesehatan baru, seperti bertumpuknya sampah dan limbah, kepadatan penduduk yang mengesankan kumuh, perubahan “gaya hidup”. Selanjutnya terjadi pergeseran pola nutrisi harian, serta masalahmasalah sosial lain. Teknik kedokteran canggih bukanlah jawaban untuk penyakit yang timbul tersebut, terutama bagi masyarakat kebanyakan. Disinilah letak peran ilmu kesehatan komunitas atau kesehatan masyarakat, seperti melakukan penyuluhan aktif ketengahtengah masyarakat, dengan memberi informasi atau pengetahuan praktis pencegahan gangguan kesehatan. Misalnya mencuci seluruh bahan yang akan dimasak, mencuci tangan sebelum memasak dan sebelum makan, menyusui selama 2 tahun bagi bayi, imunisasi, sanitasi lingkungan, termasuk penyediaan air bersih yang memadai, aktif kegiatan posyandu, dan lain-lain. Seluruh kegiatan diatas akan menumbuhkan partisipasi penuh masyarakat, dan memberi hasil yang nyata, serta memerlukan anggaran relative lebih murah. Kedokteran komunitas memberikan porsi lebih besar kepada kegiatan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di 14

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

masyarakat. Konsep “Sehat”, menurut kenyataan praktisnya, telah bergeser, bahwa “sehat” bukan hanya ketiadaan penyakit, tapi berkaitan dengan kualitas hidup. Kesehatan telah menjadi “alat ukur produktivitas”, karena kesehatan merupakan bagian integral dari proses pembangunan, maka seluruh sector social masyarakat mempengaruhi tingkat kesehatan suatu masyarakat, atau kesehatan suatu Negara. Bagi Daerah Khusus IbukotaJakarta dengan program “Kartu Jakarta Sehat” nya, dirasakan penting dan mendesak bahwa kegiatan kedokteran komunitas diberikan semangat “Jakarta Baru”, sehingga lebih digiatkan ketengah-tengah masyarakat, yang merupakan tugas kita bersama, khususnya bagi jajaran tenaga kesehatan.

Peran Nutrisi. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara

pendekatan, diantaranya melalui pengetahuan nutrisi. Fakta ilmiah, melalui rangkaian penelitian epidemiologi, telah membuktikan, bahwa nutrisi yang baik berperan sangat penting dalam meningkatkan ketahanan kesehatan, utamanya untuk pencegahan penyakit, sejak usia janin sampai usia tua. Hanya saja bukti-bukti ilmiah ini ditulis didalam makalah atau jurnal akademik, dan tidak akan dapat dibaca oleh masyarakat kebanyakan. Akibatnya hasil ini tidak diketahui masyarakat, sehingga tidak di aplikasikan dalam kehidupan seharihari. Disinilah peran aktif jajaran kesehatan untuk mensosialisasikan hasil penelitian yang berguna tersebut kedalam kehidupan masyarakat Jakarta. Nutrisi atau gizi, adalah substansi organik, yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan system tubuh. Angka kebutuhan nutrisi dasar, dikenal dengan istilah “Recommended Daily Allowance (RDA)” ternyata belum mencukupi guna menjaga fungsi optimal tubuh di dalam membantu penyembuhan penyakit, yang disebabkan oleh “stress oksidatif ”. Akibatnya, banyak radikal bebas yang beredar didalam tubuh. Makanan yang beredar sekarang, dapat dikatakan sedikit sekali mengandung gizi, karena banyaknya penggunaan pestisida ketika proses penanaman. Buah-buah impor yang memakan waktu lebih dari satu


bulan dalam proses distribusinya, akan menurunkan kandungan gizi didalamnya. Makanan cepat saji, banyak mengandung garam dan penyedap (MSG), bahan pengawet, agar tahan lama, tampak menarik dan renyah. Kesemuanya ini akan menghasilkan radikal bebas. Untuk menangkal stresoksidatif, telah disusun suatu formula gizi optimal, yang dikenal dengan sebutan “Optimal Daily Allowance (ODA). Di Indonesia, ODA telah diterjemahkan dengan istilah “Gizi Seimbang”, sesuai dengan UndangUndang Kesehatan Nomer 36 Tahun 2009 didalam program perbaikan gizi. Prinsip gizi seimbang divisualisasikan berupa piramida, yang kemudian

disesuaikan dengan budaya dan pola makan Negara setempat. Di Indonesia (Yayasan Institut Danone Indonesia (DII) bersama tabloid Nikita) mengadaptasi piramida tersebut kedalam bentuk “Tumpeng dengan nampannya”, yang untuk selanjutnya disebut sebagai“Tumpeng Gizi Seimbang”(TGS). Tumpeng Gizi Seimbang terdiri atas potongan-potongan, yang dialasi oleh air putih. Luas potongan tumpeng gizi seimbang menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang perhari. Air putih merupakan bagian terbesar serta esensial bagi kehidupan sehat dan aktif. Rata-rata

keperluan air putih sehari, sedikitnya 2 liter (8 gelas) perhari. * Potongan TGS dari bawah adalah sumber makanan pokok, berupa Karbohidrat, dianjurkan dikonsumsi 3-8 porsi sehari. * Potongan TGS kedua dari bawah, adalah golongan sayur dan buah(vitamin dan mineral). Keduanya terbagi dalam luas potongan berbeda, untuk menekankan pentingnya peran dan porsi setiap golongan. Ukuran sayur lebih besar, anjurannya porsi sayur 3-5, danbuah 2-3 porsi. * Potongan TGS ke 3, adalah

golongan protein, yaitu daging, telur, ikan, susu dan produk susu, seperti mentega, keju, yoghurt, dipotongan kanan, sedangkan potongan kiri, adalah kacang-kacangan dan hasil olahannya, seperti tahu, tempe, oncom. * Potongan TGS dipuncak dan kecil, adalah minyak, gula, garam, yang dianjurkan dikonsumsi seperlunya. Nampan merupakan pola hidup sehat dan aktif, dengan berolah raga, menjaga kebersihan dan pantau berat badan. TGS disesuaikan dengan ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita,

remaja, dewasa dan usia lanjut. Saran. TGS, dimasa pertumbuhan akan bermakna bagi perkembanganf ungsi kognitif, dan selanjutnya akan menurunkan berbagai risiko berbagai penyakit. Sekolah menjadi tempat memperkenalkan TGS, dan memastikan bahwa, siswa mendapat asupan nutrisi yang tepat, tempat mempelajari ilmu gizi dan mempraktekkan perilaku makanan yang sehat bagi dirinya.

1 2

3

Fungsi penyuluhan kesehatan masyarakat, kembali menjadi prioritas utama didalam mendukung dan menguatkan KJS, (sebagai filter), di dalam membangun Kesehatan Masyarakat Jakarta Baru. *** *) Penulis adalah dokter di Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai Pemprov DKI Jakarta.

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

15


hut dki

Pemotongan Tumpeng Raksasa Setinggi 4,86 Meter Sebelum menghadiri Jakarta Night Festival 2013, terlebih dulu Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaya Purnama melakukan pemotongan tumpeng raksasa di Jl Medan Merdeka Selatan atau di depan Balaikota Jakarta. Pemotongan tumpeng dimulai pukul 19.30. Namun Jokowi telah hadir pukul 18.30 untuk beramah-tamah dengan para sesepuh dan para duta besar serta undangan lainnya.

Tepat pukul 19.15, Gubenur Jokowi dan Riana Jokowi dengan didamping Wagub Basuki Tjahaja Purnama dan Veronika Tan, serta para duta besar bergerak menuju pintu depan pendopo Balaikota dan langsung disambut tarian gunungan. Jokowi berhenti sejenak di tangga pendopo untuk menyaksikan tari gunungan. Dengan dikawal para penari gunungan dan diikuti rombongan, Jokowi berjalan menuju tumpeng raksasa yang berada di Jl.Medan Merdeka Selatan di depan Balaikota. Turut mengiringi Jokowi di barisan belakang adalah perwakilan dari kelurahan dan camat dari lima wilayah DKI Jakarta dengan tumpeng kecil yang berjumlah 486 tumpeng. Tumpeng-tumpeng kecil ini yang dibagikan kepada masyarakat atau pengunjung yang hadir saat 16

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

pemotongan tumpeng raksasa. Tumpeng raksasa dengan tinggi 4,86 meter dan garis tengah 4,86 meter, sebelumnya telah diarak dari halaman pendopo Balaikota menuju Jl. Medan Merdeka Selatan. Proses arak-arakan dari pendopo Balaikota dimulai pukul 17.30 dengan dipikul oleh puluhan petugas. Namun setibanya di pintu gerbang Balaikota ternyata tumpeng raksasa terlalu lebar, sehingga harus berhenti sejenak untuk dilakukan pemotongan sebagian. Usai maghrib

arakan-arakan tumpeng dimulai lagi dan akhirnya bisa keluar dari pintu gerbang Balaikota, lalu menuju Jl. Medan Merdeka Selatan. Tumpeng merupakan suatu simbol yang sarat akan makna. Tumpeng juga memiliki makna penting dalam sebuah acara perayaan. Gunungan nasi di tengah yang dikelilingi oleh lauk pauk dan sayur mayur ini melambangkan adanya kebersamaan dan kerukunan. Selain itu tumpeng juga merepresentasikan


Untuk memotong tumpeng raksasa ini, Jokowi yang malam itu mengenakan baju tradisional Betawi warna hitam dengan penutup kepala kain batik warna merah muda

Jokowi dua kali. Dua potong tumpeng kemudian dibawa turun untuk diserahkan kepada dua orang tokoh yang sangat berjasa pada kemajuan Jakarta, yakni istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung (Evelyn Misesa Ngantung) dan mantan Wagub DKI Jakarta Edi M. Nalapraya. Jokowi kemudian mengucapkan terima kasih kepada para sesepuh, para duta besar dan para warga. “Saya dan wakil gubernur mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas kehadiran dalam HUT 486 Jakarta. Mari kita bersama-sama merayakan dengan masyarakat agar kedekatan antara pemimpin dan rakyat terjalin,� ujar Jokowi. Bersamaan dengan itu, rombongan perwakilan dari kelurahan dan camat dari lima wilayah DKI Jakarta yang mengiringi gubernur

kesatuan tak terpisahkan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia. Diharapkan dengan tumpeng ini hubungan antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melayani warganya akan semakin baik di masa-masa yang akan datang. Dengan tumpeng raksasa setinggi 4,86 meter dengan garis tengah juga 4,86 meter dan ditambah sebanyak 486 tumpeng ukuran kecil lainnya melambangkan bahwa Jakarta kini telah berusia ke 486.

Naik Tangga Di tengah kerumuman warga dan sorotan kamera, Jokowi dan rombongan tiba di dekat tumpeng raksasa. Sebelum dimulai pemotongan, sejenak dialunkan pembacaan doa bersama. Setelah itu pemotongan tumpeng segera dimulai.

harus menaiki tangga yang terdiri sekitar 12 anak tangga untuk menuju ke puncak. Tiba di puncak tumpeng, Jokowi sejenak menyapa warga dengan menebar senyum dan melambaikan tangan. Saat tumpeng dipotong segera sorak sorai warga mengiringinya. Pemotongan tumpeng dilakukan

segera membagikan sebanyak 486 tumpeng kecil kepada warga yang hadir. Pembagian tumpeng ini langsung disambut warga dengan suka cita. Ada sebagian warga yang langsung memakannya ditempat, namun ada sebagian lagi yang membawanya pulang ke rumah masing-masing. NR /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

17


hut dki

PPKD 2013 di Silang Monas Membludak Pemprov : PPKD Berikutnya Perlu Kajian Lagi Pameran Produksi Kreatif Daerah (PPKD) 2013 yang berlangsung 14-16 Juni lalu di silang Monas mendapat sambutan positif dari masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran PPKD tersebut seolah oase di padang tandus yang memberikan jawaban atas kerinduan ajang pameran tanpa pungutan biaya.

Kegiatan PPKD 2013 ini merupakan rangkaian dalam acara Hari Ulang Tahun Kota DKI Jakarta ke486 dan menjadi ajang memamerkan bermacam-macam produk kreatif dari seluruh wilayah DKI Jakarta. PPKD dan Monas merupakan magnet dengan daya tarik luar biasa sehingga selama tiga hari itu Monas selalu dibanjiri pengunjung. Meski stan yang ada di PPKD tidak sebanyak pameran lainnya namun ada nilai tambah tersendiri ketika PPKD hadir di Monas. Murah dan meriah, kedua hal itu menjadi alasan kuat mengapa masyarakat berduyunduyun menyambangi PPKD yang diselenggarakan di jantungnya kota Jakarta ini. Barang-barang dipamerkan 18

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

sekaligus dijual ini juga terjangkau untuk ukuran kantong masyarakat bahkan bagi golongan ekonomi lemah sekalipun. Jika tidak ingin merogoh kocek lebih dalam maka aksesoris seperti bros, jepitan bahkan kipas bisa menjadi buah tangan PPKD 2013 ini. Stan kerajinan

tangan tampak  mendominasi materi barang-barang yang dipajang. Tas batik, blouse terpanjang di beberapa stan. Namun tidak semua harus dibeli produknya. Stan kosmetik misalnya, selain memajang rempah-rempah dan hasil olahan rempah, juga mendemo bagaimana merawat wajah dan menjaga


kecantikan wajah. Demikian juga ada stan yang memajang hasil daur ulang dari sampah botol plastik dan botol kaleng. Stan aneka panganan juga tersedia bagi pengunjung yang ingin memborong makanan dan minuman. Selain pameran, PPKD 2013 ini disemarakkan dengan pelatihan singkat untuk pengusaha kecil dalam menghadapi perdagangan bebas. Kegiatan PPKD 2013 juga menampilkan berbagai hiburan, seperti akrobat jalanan, marawis, parade none jamu, lompat tali beregu dan sejumlah kuis berhadiah. Kemudian, ada penampilan khusus Teater Betawi yang menyuguhkan kebudayaan dan kesenian khas Betawi, antara lain pencak silat, tari, wayang, dan lenong. Seluruh acara, baik pertunjukan maupun pameran, terbuka untuk seluruh pengunjung dan mereka bisa menikmati hiburan gratis.

Lepaskan Penyelenggaraan pada EO Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD). Adalah Dinas

Perindustrian dan Energi DKI Jakarta yang punya hajat menggelar PPKD ini. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Energi, Andi Baso, penyelenggaraan PPKD merupakan upaya Pemerintah DKI untuk memberi tempat bagi 126 peserta pameran dari universitas, SMK, dinas-dinas provinsi DKI Jakarta, serta kelompok usaha kecil. Pelaku usaha kecil yang bisa masuk diutamakan yang memiliki produk keunikan dan kekhasan Betawi. “Intinya kami ingin acara ini bisa menjadi tempat masyarakat bergembira ria, dan dapat hiburan gratis, “katanya. Andi menegaskan, kegiatan PPKD 2013 yang digelar di Monas tersebut juga dapat menjadi embrio bagi penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang baru. Sebab itu, dia berharap pelaksanaan PPKD tahun depan dapat dilepas dari tangan

Pemprov DKI dengan menyerahkannya kepada event organizer atau event management sebagai pelaksananya. Pemprov DKI hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. “Meskipun wacana pemindahan PRJ ke Monas masih berupa rumor, PPKD ini bisa menjadi embrio bagi PRJ baru karena wacana tersebut sudah menjadi perhatian khusus para pelaku bisnis, khususnya pengusaha mikro dan kecil, serta calon peserta PPKD 2013,” ujarnya. Selain itu PPKD 2013 memang dirancang sebagai sarana promosi dan kegiatan untuk mendorong terciptanya /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

19


berbagai karya kreatif di Kota Jakarta sesuai dengan keunggulan sumber daya manusia (SDM) dengan kreativitasnya, serta budaya yang dimiliki masingmasing wilayah.

Percontohan Pesta Rakyat? Tidak seperti tahun sebelumnya Pameran Produktif Kreatif Daerah (PPKD) 2013 dilakasanakan di Silang Monas. Gubernur DKI Joko Widodo adalah sosok yang berperan berpindahnya penyelenggaraan PPKD dari Balai Kartini ke Silang Monas. Joko Widodo lebih memilih Monas sebagai lokasi PPKD karena dianggap paling pas dalam mengususng keberhasilan produktivitas yang dimiliki DKI dan layak diketahui masyarakat luas. Gubernur menyebut kepindahan PPKD ke Monas semacam uji coba. Namun untuk melaksanakan kepindahan PRJ itu memerlukan kajian. Sedikitnya akan butuh dua atau tiga bulan. “Kalau memang ada yang perlu diubah nanti Pergub akan direvisi“ kata Jokowi yang berjanji akan mengkaji Peraturan Gubernur yang menyebut PRJ harus diselenggarakan di Kemayoran. Namun Joko Widodo juga belum 20

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

bisa memastikan 2014 apakah akan menggelar pesta rakyat di Monas. Melalui PPKD, akan dihitung kelebihan dan kekurangan jika PRJ dikembalikan ke tempat asalnya, Gambir. Perhitungan dan kalkulasi pemindahan PRJ meliputi parkir dan ide penghapusan tiket masuk area pameran. Hasil akhir baru bisa diketahui tiga bulan sesudah PPKD selesai digelar. Namun Joko Widodo menepis anggapan jika PRJ dipindahkan ke Monas akan merusak dan mengurangi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan tersebut. Menurutnya pameran akan digelar di kawasan kon-block (papingblock), tidak merambah ke area penghijauan. Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, usai PPKD 2013 digelar mengatakan, banyak hal yang menjadi kekurangan. Karena itu, tahun depan, pelaksanaan PPKD 2014 tidak akan lagi ditangani Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta. Sebab selama di bawah koordinasi dinas tersebut, transaksi jual beli yang terjadi tidak pernah tinggi. Selain itu Basuki juga menilai pelaksanaan PPKD tidak menarik perhatian pihak swasta. Sehingga

tidak pernah memiliki nilai jual untuk ditangani oleh swasta. Melihat itu, Pemprov DKI akan memikirkan langkah strategis guna memadukan semua potensi yang ada untuk menjadikan PPKD memiliki nilai jual tinggi. Basuki menyebut, penanganan PPKD oleh panitia HUT DKI juga salah satu penyebab swasta kurang berminat mengambil bagian dari PPKD. Karena itu Basuki berharap pelaksanaan PPKD ke depan harus terpadu. Dan yang menjadi penilaian negatif PPKD 2013 ternyata menyisakan sampah yang cukup banyak di kawasan Monas. Menurutnya, sampah, kemacetan, pedagang kaki lima (PKL), dan tidak ada pendingin ruangan akan menjadi bahan evaluasi oleh Pemprov DKI Jakarta. “Siapa yang akan menyelenggarakan PPKD ke depan belum bisa ditentukan. Karena kita belum evaluasi secara keseluruhan. Mulai dari kemacetan yang ditimbulkan, sampah, PKL yang masuk tidak ada tanda pengenal, hingga lokasi yang panas karena tidak ada pendingin ruangan. Ya namanya juga mencoba kan,” ujarnya. ALF


hut dki

Jakarta Night Festival 2013 Sembilan Panggung Hiburan Dipadati Penonton Jakarta Night Festival berlangsung aman dan sukses.Kemeriahan juga mewarnai acara yang digelar mulai pukul 20.00 hingga 23.00 pada Sabtu (22/6) lalu.Ribuan warga memadati Jl. Thamrin, Jl Sudirman dan lapangan Monas untuk menyambut pesta rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang ke-486. Sabtu Sore (22/6) Area Monas mulai didatangi pengunjung. Tua muda dan anak-anak turut hadir di sana untuk menyaksikan pesta rakyat dalam rangka HUT Jakarta yang ke-486. Tak hanya warga Ibukota Jakarta, warga dari kota tetangga, seperti Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor juga turut memeriahkannya. Menjelang maghrib kepadatan pengunjung di area Monas mulai mengalir. Pelan-pelan segera bergerak ke Jl. Thamrin dan Jl. Sudirman. Usai maghrib atau tepatnya pukul 19.00, ketika dilakukan penutupan kedua jalan tersebut, konsentrasi warga mulai beralih kesana. Dan semakin malam semakin padat, lebih-lebih ketika panggung hiburan yang berada disisi kiri dan kanan Jl. Thamrin memulai aksinya pada pukul 20.00.Warga yang hadir menyambutnya dengan sangat antusias.

Panggung Hiburan Jakarta Night Festival atau disebut juga malam muda-mudi diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam rangka menyambut HUT Jakarta yang ke 486. Jakarta

Night Festival juga merupakan salah satu kegiatan dari beberapa rangkaian kegiatan yang digelar Pemprov DKI Jakarta selama satu bulan penuh di bulan Juni 2013. Menurut Ketua Panitia Harian, Sylviana Murni, untuk mendukung

HUT Jakarta ke-486 setidaknya ada 35 kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh. Beberapa kegiatan yang turut meramaikan HUT Jakarta ke-486 antara lain; Pekan Raya Jakarta (PRJ), Festival Bahari, PameranFlona, Graet Sale, Jakarta 10K, Jakarta Night Festival, Festival Pesisir, Festival Palang Pintu dan Gelar Budaya, Jakarta International Folklore an Jakarnaval. Untuk Jakarta Night Festival atau

malam muda mudi, kata Silviana Murni, konsep /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

21


acaranya mirip perayaan malam tahun baru 2013 lalu. Kedua jalan protokol, Jl. Sudirman dan Jl. Thamrin ditutup pada pukul 19.00 hingga pukul 23.00 dari kendaraan bermotor. Selanjutnya kedua ruas jalan tersebut digunakan oleh warga dalam pesta rakyat Jakarta Night Festival. Sementara itu menurut Gubernur Jokowi, Jakarta Night Festival memang memiliki kemiripan dengan kegiatan malam muda-mudi yang digelar di era Ali Sadikin. Sama seperti era Ali Sadikin, Jokowi juga berinisiatif merangkul pemuda pemudi Jakarta untuk bersenang-senang dalam kegiatan Jakarta Night Festival. “Konsepnya mirip dengan perayaan malam tahun baru 2013 lalu. Pesta akan dilangsungkan di sepanjang Sudirman danThamrin,� kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta. Jakarta Night Festival dimulai 22

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

pukull 20.00. 20 00 A Acara pokok berupa panggung hiburan yang terkonsentrasi di beberapa titik yang semuanya dipadati penonton. Panggung-panggung tersebut didirikan di lapangan Monas, Jl. Thamrin, Jl. Sudirman dan Bunderan HI. Untuk panggung hiburan tersedia 8 panggung besar dan 1 panggung utama di lapangan Monas.Selain itu tersedia juga puluhan panggung kecil yang tersebar di sepanjang Jl. Thamrin dan Jl. Sudirman. Panggung utama yang berada di lapangan Monas dipersembahkan olehTranscop. Di panggung ini tampil group Band Kotak, Bondan Fade2Black, Opera Van Java, Soimah, Omas dan lainnya. Selanjutnya berturut-turut dari sisi timur Jl. Thamrin berdiri panggung besar, antara

lain; la Panggung pertama disponsori oleh ol PD Pasar Jaya yang menampilkan Jamrud dan Steven Coconut Trees. Ja Panggung berikutnya di dekat Sarinah Pa atau at depan Jl. Sunda persembahan JakTV yang menampilkan Ronald dan Ja Tike T Ekstravaganza. Lalu panggung persembahan PT MRT Jakarta yang pe menampilkan musik blues. m Sementara itu di bunderan HI terdapat dua panggung yang berlokasi te di dekat Hotel Mandarin persembahan PT Pembangunan Jaya Ancol yang dimeriahkan dengan acara music dangdut. Kemudian panggung dekat Jalan Kebon Kacang persembahan Bank DKI yang dimeriahkan oleh Campursari dan Rock N’ Roll. Disisibarat Jl. Thamrin, antara lain; panggung yang berlokasi di lapangan sebelah EX Plaza persembahan PT Jakarta Propertindo yang dimeriahkan musik jazz. Lalu panggung persembahan PT Pembangunan Jaya dengan musik disko.Dan terakhir di depan Bank Indonesia, panggung persembahan PD Pembangunan Sarana Jaya yang menampilkan music keroncong tugu.

Jokowi di Tengah Warga Sekitar pukul 21.30, warga yang hadir di lapangan Monas dan tengah


menyaksikan panggung utama tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran Jokowi dan Basuki. Warga pun berebut ut bersalaman dengan mereka berdua. Tidak lama kemudian, di tengah kerumunan warga yang berdesakdesakan, gubernur dan wagub itu bergerak menuju ke Bunderan HI melewati Jl. Thamrin. Di sepanjang jalan yang dileweti, Jokowi dan Basuki ki mendapat sambutan yang luar biasa. Dari Monas ke Bundaran HI, Jokowi dan Basuki berjalan kaki dengan diiringi warga. Saat melewati panggung hiburan, n, Jokowi dan Basuki sempat berhenti sejenak untuk menyapa warga. Selain tetap menyalami warga, Jokowi dan Basuki juga sempat berdesakdesakan dengan warga yang kebetulan memadati di area depan panggung

hiburan. Namun berkat kesigapan petugas, Jokowi dan Basuki berhasil melewati beberapa panggung dan tiba di Bundaran HI. Di Bundaran HI, Jokowi dan

Basuki sejenak menyapa warga. Tak lama setelah itu, keduanya langsung meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil yang telah disediakan oleh petugas.NR

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

23


hut dki

Menggugah Kepedulian Warga Lewat Flona 3DPHUDQĂ RUDGDQ fauna (Flona) di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat sudah berlangsung sejak 1984 yang biasanya selama sebulan. Pameran yang tahun ini dimulai 7 Juni hingga 8 Juli selain untuk memperingati HUT Kota Jakarta ke 486, juga HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68. Sasaran diharapkan adalah meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kewirausahaan, serta menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Melalui Flona Pemprov DKI Jakarta juga memberikan ruang gerak dan fasilitasa, sarana dan prasarana, serta penyuluhan. Acara ini juga dapat dijadikan sebagai ajang pertemuan antara para petani, penghobi, dan pengusaha di bidang pertamanan dan lingkungan. Pameran tahun ini bertema “Kampung Hijauâ€?dengan harapan masyarakat Jakarta memiliki kedekatan secara tradisional dengan lingkungan alam dan menjadi bagian hidup mereka sehari-hari. Peserta pameran mencapai 277 stand, termasuk dari lima wilayah Pemerintah Kota Administrasi dan satu 24

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Kabupaten, Kepulauan Seribu. Dari luar DKI adalah Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, serta Dharma Wanita Persatuan dan Ikatan Alumni Pelatihan Pertamanan. Dari 277 stand tersebut, melibatkan pengusaha, petani, koperasi, Assosiasi, hobbiest, nursery, dan LSM yang begerak di bidang tanaman, pertamanan, satwa dan lingkungan. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang ketika membuka pameran melepas 486 ekor burung pipit. Gubernur menyatakan apresiasinya atas partisipasi semua yng terlibat dalam acara yang dinilainya mempunyai prospek yang baik untuk pelestarian lingkungan hidup dan mewujudkan Kota Jakarta yang indah. Selama pameran masyarakat atau pengunjung bisa mendapatkan antara

lain penyuluhan dan peragaan ikhwa pertamanan, sosialisasi lobang biopori, teknik budidaya tanaman hias dan produktif, cara membuat kompos, demo memasak serba buah dan sayur dan lain-lain. Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Prtovinsi DKI Jakarta, Ir R Widyo Dwiyono Budi D MSi mengemukakan, lewat pameran Flona 2013 tersebut diharapkan dapat mencapai tujuannya, dalam rangka membina dan membimbing warga Jakarta untuk lebih mencintai alam dan lingkungan, demi terwujudnya program pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai di Jakarta.

Sejarah Pameran Flona Dinas Pertamanan lahir saat Bang Ali (H Ali Sadikin) menjabat


Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Setelah beberapa kali berganti struktur, sejak 2008 Organisasi dan Jasa Kerja Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta disempurnakan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2008 mempunyai tugas semakin besar seiring berkembangnya permasalahan lingkungan dan masalah perkotaan. “Karenanya Dinas Pertamanan dan Pemakaman berusaha lebih mengoptimalkan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) demi terjaganya lingkungan dan kehidupan warga kota,� tutur Widyo Dwiyono. Pameran Taman diselenggarakan Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta pertama kali pada 1971 di Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berkenaan pembukaan Taman Langsat sebagai Taman Kota. Taman ini sebagai taman percontohan kering dan penghijauan. Dilanjutkan Pameran Akbar Internasional melalui Pameran Anggrek di Taman Ria Senayan pada 1977, saat ASEAN baru beranggotakan lima Negara, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura. Pengunjung ternyata melimpah mendatangi pameran itu. Banyak varietas baru anggrek tampil sebagai juara dalam suatu kompetisi yang berlangsung selama pameran. Antara lain anggrek hitam dari Irian, dan bunga anggrek lainnya. Tahun 1979, diselenggarakan Festival Bunga di Hotel Hilton (Sekarang Hotel Sultan), Senayan. Selanjutnya, tahun 1980-1981-1982 diselenggarakan di Balai Sidang Senayan. Seiring meningkatnya kesukaan masyarakat terhadap bunga dan tanaman lain, maka bermunculan berbagai asosiasi bunga. Antara lain Aspeni, Aspringta, Perhorti, PPT dan lain-lain. Tahun 1983, diselenggarakan Festival Bunga di Taman Monas di sisi timur Taman Monas Barat menghadap ke Tugu Monas yang menampilkan penataan tanaman berbunga dengan pola artistik dalam skala besar..

Tahun 1984 festival bunga absen, lalu Dinas Petamanan DKI Jakarta menggelar pameran sendiri dengan nama Pekan Seni Flora, Fauna, dan Lingkungan (PSFFL) yang akhirnya menjadi cikal bakal Pameran Flona Jakarta yang secara rutin selama 14 hari di Taman Monas Utara kecuali tahun 1998 dan 1999. Pameran tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Dinas Pertamanan pada tanggal 3 Agustus setiap tahunnya. Setelah Terminal Bus Lapangan Banteng dipindah ke Pulogadung pada 1984, uapaya melakukan pameran lebih serius lagi. Areal yang pernah menjadi pusat hiruk pikuknya transporatsi Kota Jakarta itu ditata kembali menjadi Taman Lapangan Banteng. Pada 1986, diselenggarakan Sunday Flower Market di Taman Lapangan Banteng yang berlangsung setiap minggu dengan penjualan bunga potong dan tanaman hias. Tetapi tidak berlangsung lama, karena Taman Lapangan Banteng sedang direnovasi.

Favorit Masyarakat Pameran Flona selanjutnya berlangsung selama sebulan mulai awal Juni hingga usai perayaan HUT Kota Jakarta. Belakangan pameran Flona terus diminati masyarakat hingga kini. Pameran yang berlangsung selama sebulan, dari 7 Juni sampai 8 Juli 2013

itu selalu dipadati pengunjung dari Jabodetabek. Stand reptil yang menjual berbagai jenis reptil dan unggas paling banyak menarik perhatian pengunjung terutama anak-anak. Seekor kura-kura jenis Pardalis sebesar kepalan tangan harganya mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. Bahkan ada yang mencapai Rp 5 juta. Savanah Monitor, sejenis biawak harganya Rp 4,5 juta sampai Rp 6 juta. Demikian juga jenis binatang melata, seperti ular dan iguana, harganya ada yang mencapai Rp 10 juta. /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

25


Selain stand t d reptil, til unggas, dan d tanaman hias, pengunjung juga dapat memanfaatkan stand-stand pengobatan tradisional. Mereka yang kelelahan, terserang sesak nafas atau keseleo, mendatangi SinShe Auw Ting Yu, cucu SinShe Aue Ken yang menyediakan obat arak gosok Cap Siolo “Saya sudah dua kali ikut ambil bagian dalam Pameran Flona ini. Karena, lewat pameran ini, ternyata menjadi media promosi yang efektif untuk pengobatan tradisional Cina dan herbal. Yang datang kemari kebanyakan mereka yang mengalami luka dalam (nafas sakit), ingin melancarkan sirkulasi darah, mengendorkan uraturat syaraf, rematik, encok, masuk angin, sakit pinggang, persendian dan mereka yang menginginkan badan sehat (Cia Pou),” tutur SinShe Auw Ting Yu. Warga Jl Mangga Besar Jakarta Barat itu juga menilai, pameran Flona tahun 2013 pengunjungnya jauh lebih 26

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

bbanyak anyak dibanding tahuntahun yang lalu. Karena masyarakat l h banyak b k pilihan. ilih Dari D i yang memperoleh tradisional maupun modern. Ungkapan senada diutarakan Pak Surani, perajin barang-barang bekas, khususnya daur ulang dari stereofoam. Di sela-sela kegiatan pameran Flona itu, Pak Surani juga membuka praktek daur ulang styreofoam gratis kepada pengunjung. Atas kerja kerasnya itu, ia pernah memperoleh piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Presiden Soeharto dan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. “Stereofoam bekas itu dapat kita olah menjadi berbagai jenis kerajinan tangan bernilai bisnis. Kami juga membuka kesempatan kepada warga Jakarta yang ingin belajar mendaur ulang stereofoam di markas saya di Cakung, Jakarta Timur,” tuturnya.

Banyak Perubahan Aktivis lingkungan, Ully Sigar Rusady, berpendapat, pameran

Flona 2013 yang mengambil tema Kampung Hijau perlu memperoleh dukungan semua pihak, mengingat kondisi lingkungan Kota Jakarta dewasa ini telah banyak mengalami perubahan. Sama dengan perubahan kota-kota besar yang gencar melakukan pembangunan. “Yang terpenting sekarang, ssemua lapisan masyarakat harus llebih peduli pada lingkungan dan mendukung program penghijauan m dan ikut mengatasi lingkungan secara d bbersama-sama. Termasuk menciptakan llingkungan hijau Ibu Kota, Jakarta,” ujarnya. u Pameran Flona 2013 yang jjuga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, H masyarakat diimbau agar lebih sadar m bbencana. Karena masalah lingkungan hidup sekarang sudah identik dengan h bbencana. Kita harus mau mempelajari bbencana saat ini dan mengantisipasi kkerusakan alam secara dini. Semua llapisan masyarakat sama-sama punya ttanggung jawab untuk melestarikan aalam. Bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab. Seperti layaknya kota besar di dunia yang sedang berkembang, demikian pula kondisi lingkungan di DKI Jakarta. Tentu ada kerusakan di mana ada pembangunan. Namun kita dapat melihat, di mana warga Jakarta kini beramai-ramai melakukan perubahan. “Di bawah kepemimpinan Gubernur Jokowi kita berharap lingkungan Jakarta akan lebih baik. Karena, apa yang dikatakan Jokowi disertai dengan tindakan nyata, yakni menata Kota Jakarta menjadi kota yang lebih baik.“ Jadi, kata musisi ini, masyarakat harus lebih peduli pada lingkungan. Untuk menanggulangi panas bumi, atau pemanasan global, perlu diperbanyak menanam pohon dan memperbanyak ruang terbuka hijau. Minimal di lingkungan tempat tinggal masing-masing.RCW


hut dki

Suara Kebon Siraih

DPRD Mengapresiasi Langkah Eksekutif Ada yang berubah pada rapat paripurna istimewa DPRD DKI Jakarta tahun ini. Rapat paripurna istimewa HUT Kota Jakarta tahun lalu Dewan lebih menyoroti kinerja Pemprov DKI Jakarta selama kurun waktu lima tahun terakhir. Namun rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan HUT Kota Jakarta ke-486 ini, Dewan memberikan gambaran beberapa hal menyangkut penyelenggaraan pemerintahan dan situasi riil warga Jakarta saat ini. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 yang mencapai Rp 49,97 triliun, dinilai mengalami peningkatan 20,8 persen dari Perubahan APBD Tahun 2012 yang hanya Rp 41,35 triliun. Dibandingkan APBD 2012 sebesar Rp 36,02 triliun dan APBD Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp 49,97 triliun, total peningkatan sebesar Rp 72,08 triliun. Estimasi total APBD pada tahun 2017 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 20132017 adalah sebesar Rp 120,38 triliun, berarti peningkatannya mencapai 140,87 persen dari APBD tahun 2013. Peningkatan APBD Tahun 2013 tersebut termasuk fantastik. Dari penjelasan gubernur yang disampaikan kepada dewan, peningkatan anggaran itu didasarkan pada asumsi dari rencana kenaikan penerimaan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa Retribusi Daerah dan Pajak Daerah sebesar Rp 26,67 triliun, Dana Perimbangan sebesar Rp 9,27

triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 5,60 triliun. “Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp 5,2 triliun, antara lain berasal dari Hibah MRT sebesar Rp 3,79 triliun. Sedangkan untuk peningkatan penerimaan daerah masih didominasi oleh sektor pajak, terutama pajak kendaraan bermotor,” papar Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferial Sofyan. Ia menambahkan, salah satu faktor penting untuk peningkatan penerimaan daerah adalah terlaksananya online system untuk pajak parkir off street, restoran, hiburan, reklame dan sebagainya. Termasuk pendataan yang tepat untuk wajib pajak, serta pajak bumi dan bangunan (PBB). Tanpa melupakan berbagai indikator pendukung seperti pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang diproyeksikan akan tumbuh 6,8 sampai 7,0 persen tahun 2013 ini. Sedangkan angka inflasi diperkirakan berada pada kisaran 5,0 sampai 6,0 persen serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sebesar Rp 9.300.

“Yang juga perlu dipikirkan, untuk menggali lebih banyak sumber-sumber pendapatan dari sektor lain yang tidak membebani rakyat, “ ujarnya. Sebab, lanjut Ferial Sofyan, peningkatan anggaran setiap tahun di satu pihak merupakan dukungan mutlak yang diperlukan untuk membangun Jakata Baru-Jakarta Kita. Di sisi lain, semangat dan determinasi yang ditampilkan oleh Eksekutif diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat semua lapisan warga Jakarta. Terutama masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dapat hilang dari wilayah Jakarta. Ferial Sofyan menegaskan, Dewan sangat mengapresiasi program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta tahun 20132017. Khususnya pengembangan sistem transportasi, mass rapid transit (MRT), penggunaan Light Rapid Transit (LRT), pengembangan koridor busway, penambahan armada busway, penataan trayek dan peremajaan armada bus sedang. “Karena Jakarta merupakan etalase Indonesia, diharapkan kualitas sarana dan prasarana transportasi pun harus berkualitas dengan standar optimal. Setingkat dengan kota-kota besar dunia, maju dan modern,” tambahnya.

Penanganan Banjir dan Rob Secara khusus, dewan mengapresiasi langkah eksekutif melakukan percepatan normalisasi /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

27


Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan peningkatan kompetensi guru. Demikian pula peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan memberlakukan Kartu Jakarta Sehat (KJS), mengembangkan Puskesmas Rawat Inap, penambahan kapasitas tempat tidur kelas III pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat untuk warga Jakarta.

Sangat mendesak

Waduk Pluit yang mengalami pendangkalan luar biasa karena adanya pemukiman liar serta tidak terpeliharanya lingkungan secara optimal. Demikian pula penguatan tanggul dalam konteks pembangunan Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) yang lebih popular dengan sebutan Giant Sea Wall (tanggul raksasa), pembuatan sumur resapan, pembangunan terowongan multi fungsi bawah tanah (multi purpose deep tunnel) serta pengerukan dan normalisasi sungai dan saluran. Antara lain untuk Kali Cideng, Jakarta Pusat. Demikian pula peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan pemukiman kota melalui pembangunan rumah susun sewa terpadu dengan fasilitas pasar, kesehatan dan olahraga. Peningkatan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau (RTH) dengan melakukan penambahan RTH melalui pembelian lahan dan kontribusi pengembang, penggalangan peran swasta dan masyarakat dalam penyediaan dan pemeliharaan RTH publik melalui penghijauan lingkungan. “Termasuk upaya mengurangi ketimpangan ekonomi dan perluasan 28

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

kesempatan kerja yang dilakukan melalui penyediaan ruang bagi ekonomi informal / pedagang kaki lima (PKL) pada kawasan perkantoran dan perdagangan, dengan membangun mall khusus bagi PKL dan memperbaiki pasar-pasar tradisional,” tuturnya. Pembangunan budaya multikultur, dengan pengembangan karakter kota berciri khas Betawi yang dikedepankan Pemprof DKI juga mendapat apresiasi dewan. Pembangunan budaya bisa direalisasikan dengan menyelenggarkan event bertaraf internasional, pengembangan pusat budaya Betawi, revitalisasi Kota Tua dan pembangunan Masjid Raya Jakarta. Sedangkan untuk peningkatan pelayanan publik, dilakukan melalui pengembangan pelayanan pajak online, pelayanan prima di kelurahan dan kecamatan, pengembangan layanan perijinan secara online serta penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Yang tak kalah pentingnya, menurut Ferial adalah peningkatan kualitas pendidikan melalui wajib belajar 12 tahun dengan penerapan

Ferial Sofyan juga menggarisbawahi, dari sembilan program unggulan yang dicanangkan eksekutif tersebut, bidang infrastruktur memiliki nilai investasi cukup besar. Terutama biaya pembangunan MRT, tahap pertama sebesar Rp 15,6 triliun sepanjang 15,7 kilometer dari Lebak Bulus sampai bundaran Hotel Indonesia (HI) yang direncanakan selesai tahun 2017. Tahap berikutnya, dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer dan Koridor Timur-Barat sepanjang 63,20 kilometer. “Meski pembangunan– pembanguan tersebut merupakan program strategis dan berjangka panjang, dewan menyepakatinya. Karena pembangunan tersebut merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga Jakarta. Dewan juga sepakat, agar seluruh kegiatan pembangunan dilaksanakan dengan sistem dan payung hukum yang jelas mulai dari pendanaan dan undangundang. Baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah serta aturan-aturan lainnya,” imbuhnya. Dengan sistem dan payung hukum yang jelas, katanya, seluruh kegiatan pembangunan akan dapat menjaga dan memenuhi komitmen pemerintah daerah kepada warganya. Demikian pula dengan pembangunan


JCDS atau Tanggul Raksasa di pantai utara Jakarta. Apalagi pembangunan infrastruktur modern itu mengadopsi dari model pembangunan yang terdapat di beberapa negara yang rencananya akan dilengkapi Pelabuhan Laut Dalam, jalan tol, stasiun pompa, pemukiman dan sarana pendukung lainnya. “ Ini merupakan proyek prestisius dan pekerjaan yang maha berat, “ Ferial Sofyan menandaskan.. Selain akan mengubah tampak muka wajah Jakarta, juga akan memancing warga luar Jakarta untuk turut merasakan derap pembangunan yang secara gegap gempita dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta saat ini. Karenanya, urbanisasi penduduk harus lebih dapat dikendalikan terkait semakin majunya pembangunan Jakarta. Bicara tentang kemacetan lalu lintas, penyebabnya adalah tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor, infrastruktur jalan sudah tidak seimbang dan tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Jakarta menjadi salah satu sumber kemacetan lalu lintas. Berdasarkan sumber dari Badan Meteorologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG), rata-rata curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 2,5 juta meter kubik setiap jamnya pada Januari 2013 lalu.

Perlu penanganan serius Dewan juga mengemukakan, masih banyak masalah yang perlu ditangani Pemprov DKI Jakarta secara serius. Mungkin diperlukan langkahlangkah revolusioner dan sistematis dalam penerapan nomor ganjil genap yang hingga kini masih menghadapi kendala. Melakukan pembatasan beroperasinya kendaraan pribadi masuk ke Jakarta pada, momen-momen tertentu, penghapusan areal-areal parkir kendaran pribadi pada seluruh jalan

di Jakarta dan menjadikan salah satu pilihan alternatif dalam mengelola perparkiran di Ibu Kota. “Pertanyananya, apakah efektif jika Pemprov DKI Jakarta menyusun konsep sistem informasi parkir yang dapat diketahui oleh seluruh pengguna kendaraan di Jakarta, seperti konsep yang telah diterapkan oleh negaranegara lain.“ katanya. Di samping hal-hal tersebut di atas, dewan juga mencatat beberapa hal yang perlu penanganan serius. Antara lain rencana melaksanakan penyodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) sepanjang 2,1 kilometer sebagai upaya mengurangi beban Kali Ciliwung. Normalisasi Kali Ciliwung dari pintu air Manggarai sampai Jembatan TB Simatupang, Jakarta Selatan serta revitalisasi drainase yang menjadi tanggung jawab Pemerrntah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Demikian pula rencana yang mengharuskan semua pengelola gedung di wilayah DKI Jakarta untuk membuat sumur resapan dalam yang dapat dimanfaatkan untuk menampung

debit air. Termasuk penanganan sampah dengan pembangunan integrated treatment facility (ITF), di Sunter yang hingga kini belum terealisasi dan belum ada kepastian pelaksanaan kegiatannya. Karena itu, perlu diambil langkahlangkah terpadu, mengingat jumlah sampah di Jakarta mencapai 6.500 meter kubik per hari. Ketergantungan pada TPST Bantar Gebang, dinilai bukan solusi permanen. Sebab, pengelolaan sampah di DKI Jakarta memang harus menjadi tanggung jawab warga DKI. Meskipun TPST Bantar Gebang memperoleh plakat Adipura untuk Kategori Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terbaik, tidak harus menjadikan Bantar Gebang sebagai ladang sampah. Dari gambaran dan proyeksi-proyeksi dewan di atas dan beradsarkan pada program-program pembangunan sampai 2017. “Maka tema Jakarta Baru, Jakarta Kita sebagai tema ulang tahun Kota Jakarta ke-486 tahun 2013, merupakan upaya positif yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta,“ Ferial Sofyan menegaskan. RCW

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

29


transportasi

MRT Jakarta Dimulai Tahun Ini Setelah penantian panjang, akhirnya dimulai pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Pembangunan megaproyek ini sebagai upaya pemerintah untuk menyediakan sarana transportasi massal yang memadai di Jakarta. Hal ini dinyatakan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Joko Widodo pada Mei lalu saat mencanangkan megaproyek tersebut di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. “Setelah ditunggu dan direncanakan selama 24 tahun, pada sore hari ini saya nyatakan pembangunan MRT Jakarta dimulai,” ujar Jokowi, sapaan akrab Gubernur DKI ini. Dengan diumumkannya pemenang lelang tiga paket pertama dari enam paket pengerjaan MRT, proyek tersebut dinyatakan segera dimulai. Tiga paket pertama ini dikerjakan oleh konsorsium ShimizuObayashi-Jaya Konstruksi-Wijaya Karya Joint Venture untuk mengerjakan dua paket, dan Sumitomo Mitsui Construction Corporation-Hutama Karya mengerjakan satu paket. Seluruh proyek paket pertama ini mencakup jalur layang Lebak Bulus-Bundaran Senayan dan konstruksi bawah tanah Bundaran Senayan-Bundaran HI. Proyek MRT Jakarta Tahap I sepanjang 15,7 km ini terdiri dari 13 stasiun. Sebanyak 7 stasiun didesain melayang atau di atas permukaan tanah (elevated) sepanjang 9,8 km dan 6 stasiun di bawah tanah sepanjang 5,9 km. Jarak antarstasiun dalam rentang 30

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

0,4 km hingga 2 km. “Ada 7 stasiun di atas, dan 6 di bawah tanah. Konstruksi dimulai dari bagian yang tersulit yakni konstruksi bawah tanah,” kata Dono Bustami, Direktur PT.MRT Jakarta. Dia juga mengatakan, tahap kedua proyek MRT mulai dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan sedang dalam tahap studi. Setelah Tahap I, nantinya akan disusul oleh MRT tahap II yang akan dibangun dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan sepanjang 8,3 km dengan jumlah stasiun sebanyak 7 stasiun di bawah tanah dari Bundaran HI ke Kota, dan satu stasiun di Kampung Bandan.

Pengerjaan konstruksi fisik proyek diperkirakan akan dimulai sebelum akhir tahun ini, karena saat ini masih terdapat administrasi yang harus diselesaikan. “Saat ini fokus kami akan menyelesaikan tahap pertama dulu. Sebelum akhir tahun kami akan memulai MRT yang tahap pertama. Tahap kedua masih dilakukan studinya,” terang Dono. Pembangunan MRT ini menggunakan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar 125 miliar

yen atau sekitar Rp 12,516 triliun dengan tenor pengembalian pinjaman berjangka waktu 40 tahun dan beban pengembalian pinjaman tersebut dibagi dua, yaitu 49 persen pemerintah pusat dan 51 persen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Teknologi KRL MRT Jakarta memang akan berbeda dengan MRT di Negara lain seperti Eropa dll, karena teknologi yang digunakan untuk MRT Jakarta kurang lebih sama dengan teknologi yang digunakan kereta rel listrik (KRL) yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia


(KAI). Mulai dari lebar rel hingga kereta yang digunakan sama persis dan setara dengan KRL Jabodetabek. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama menjelaskan, MRT Jakarta adalah angkutan perkotaan sehingga tidak membutuhkan kecepatan seperti kereta jarak jauh. “Kenapa kita menggunakan teknologi yang sama dengan KRL, karena MRT di Jakarta tidak perlu mengebut. Kita tidak perlu kereta super cepat seperti yang ada di Jepang,” ungkapnya. Karena teknologi yang digunakan sama dengan KRL, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan PT KAI untuk meminjam depo kereta api di Stasiun Manggarai, Tanah Abang, dan Kampung Bandan. “Karena sama dengan KRL milik PT KAI, kita berencana meminjam depo dan bengkel milik PT.KAI. Kita tidak sanggup kalau membangun depo sendiri. Kita mau membangun MRT semurah mungkin. Siapa tahu, bisa kita integrasikan menjadi intermoda transportasi,” tuturnya.

memperkirakan waktu tempuh karena tidak perlu lagi lama menunggu dan terjebak kemacetan. Sementara itu, untuk memberikan gambaran mengenai MRT ini, PT. MRT Jakarta telah melakukan public expose di arena Pekan Raya Jakarta selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan ini untuk memberikan pengenalan kepada warga akan seperti

apa MRT Jakarta nantinya. Dalam ajang tersebut warga dapat bertanya untuk mengetahui seluk beluk mengenai MRT Jakarta. Tak heran jika stand MRT di arena PRJ pada 7 Juni-7 Juli lalu ramai dikunjungi warga yang penasaran dan ingin mencoba menaikinya. Kehadiran MRT tentu akan menjadi salah satu solusi dalam mengurai kemacetan Jakarta. Diharapkan pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke MRT. Dengan MRT waktu tempuh tak lagi lama karena macet. Selain MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sedang memproses untuk pembangunan monorail. Disamping itu, kebijakankebijakan lainnya seperti Electronic Road Pricing (ERP), pajak parkir yang tinggi, serta kebijakan ganjil-genap akan secara bertahap diterapkan. ANN

Harapan Baru Bagi warga Jakarta, kehadiran MRT menjadi sebuah harapan besar akan kenyamanan transportasi massal di Jakarta yang selama ini mereka idam-idamkan. Dengan MRT ini para penumpang bisa dengan mudah /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

31


pekerjaan umum

Normalisasi Waduk Pluit Mulai Menampakkan Hasil Program normalisasi Waduk Pluit yang digagas Jokowi mulai menampakkan hasil. Sisi barat dan sebagian sisi selatan waduk sudah rata dan mulai manampakkan wujud aslinya. Tapi tugas berat mananti sisi timur dan utara waduk yang kini masih dipadati penghuni liar. Jarum jam menunjukkan angka satu, ketika para pekerja di Waduk Pluit, Jakarta Utara mulai bangkit. Mereka berjalan menuju ke tempat kerjanya masing-masing. Ada yang menuju ke mobil pengeruk lumpur, sebagian ke tempat pengecoran jalan dan sebagian lagi ke tempat pengurukan tanah dan pengerasan jalan. Sesekali aparat melintas dan sebagian berjaga di posnya. Terik matahari yang tepat di atas kepala tak dihiraukan. Mereka yang bertugas mengeruk lumpur mulai mengangkat endapan lumpur yang bercampur sampah ke pinggir waduk. Mereka yang bertugas meratakan tanah untuk jalan inspeksi mulai mengukur dan menguruknya dengan bebatuan untuk pengerasan. Sementara itu mereka yang bertugas mengecor jalan inspeksi mulai meratakan semen cor yang dituang dari mobil molen pengangkut semen cor. Inilah pemandangan keseharaian Waduk Pluit hari-hari belakangan ini. Tapi ini hanya terjadi di sisi barat dan sebagian sisi selatan waduk. Sedangkan sisi timur dan sisi utara serta sebagain sisi selatan masih tetap seperti semula yang dipenuhi rumah32

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

dari utara ke selatan. Hamparan tanah terbuka itu kini mulai dibangun jalan inspeksi yang mengelilingi waduk. Jalan inspeksi itu, kata Heryanto, selain berfungsi untuk memudahkan para pekerja yang tengah bekerja menormalisasi waduk, juga untuk menghindari agar warga tidak

sebelum

rumah liar penduduk. Sisi barat dapat dinormalisasi karena semua penghuni yang menempati areal tersebut rela digusur dan dipindahkan ke rumah susun. Menurut catatan Kepala Koordinator Pelaksanaan Normalisasi Waduk Pluit, Heryanto, setidaknya ada 900 lebih rumah liar yang digusur dari sisi barat waduk dengan luas sekitar 10 hektar. Saat ini lahan tersebut sudah rata dengan tanah. Sejauh mata memandang yang tampak hanyalah hamparan tanah yang memanjang

kembali membangun pemukiman liar di bantaran Waduk Pluit. Karena dengan adanya jalan inspeksi ini dipastikan warga akan sulit membangun rumahnya kembali karena adanya lalu lalang kendaraan di sana. Selain itu, bisa menjadi pengurai kemacetan dan juga jalan alternatif bagi pengguna jalan lainnya di sekitar Pluit dan Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk mendukung jalan tersebut, juga dipasang lampu penerang jalan yang berada di sisi timur jalan. Jalan


inspeksi dengan lebar 10 meter kini sudah terbangun sekitar 2 kilometer yang memanjang dari sisi selatan mengelilingi waduk menuju utara di bagian barat waduk. “Selebihnya tentunya akan dimanfaatkan untuk penghijauan di sekitar bantaran waduk,� ujarnya. Waduk Pluit memiliki luas sekitar 80 hektar, sekitar 20 hektar menjadi hunian penduduk yang berada di bantaran waduk. Sesuai program normalisasi Waduk Pluit, direncanakan seluruh hunian tersebut dapat dikosongkan seluruhnya. Kini sudah berhasil dikosongkan sekitar 10 hektar

pembangunan situ, waduk, dan tanggul pengaman pantai. Termasuk di dalamnya juga pembangunan embung, pembebasan lahan dan pembangunan waduk, serta pembangunan tanggul pengaman di pantai utara Jakarta. Menurut Gubernur Jokowi, untuk program normalisasi Waduk Pluit direncanakan anggaran Rp 1 trilliun. Anggaran sebesar itu diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2013. Selain digunakan untuk pengerukan waduk yang mengalami pendangkalan, anggaran tersebut juga untuk

sesudah

yang berada di sisi barat. Sedangkan 10 hektar lagi yang berada di sisi timur dan utara belum tersentuh. Direncanakan pada tahun-tahun mendatang seluruh kawasan Waduk Pluit terbebas dari hunian liar.

Program Unggulan Normalisasi Waduk Pluit merupakan salah satu bagian dari 20 unggulan program Pemprov DKI Jakarta. Normalisasi Waduk Pluit masuk dalam program penataan

pengadaan sheet pile dan penambahan fasilitas pendukung lainnya. Sebagai bagian dari sekitar 40 situ atau waduk yang ada di DKI Jakarta, Waduk Pluit termasuk waduk terbesar di Jakarta Utara, bahkan di wilayah DKI Jakarta. Waduk Pluit berlokasi di Jl. Pluit Selatan Raya atau di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Sebagaimana fungsi waduk yang ada di DKI Jakarta, Waduk Pluit berfungsi sebagai tangkapan air guna mengendalikan limpahan air

hujan dan kiriman banjir dari wilayah hulu. Selain itu, juga berfungsi untuk penyediaan air bersih. Karena berlokasi di wilayah Penjaringan Jakarta Utara, maka Waduk Pluit berfungsi untuk mengendalikan banjir di wilayah Pluit, Penjaringan, Muara Baru, Pejagalan dan sekitarnya. Upaya menormalisasi Waduk Pluit dilakukan Pemprov DKI Jakarta, selain sebagai salah satu cara untuk meminimalisir banjir di ibu kota, juga untuk mengembalikan fungsi waduk sebagai tempat penampungan air. Banjir besar yang melanda ibukota Januari lalu menjadi alasan Gubernur Jokowi untuk menormalisasi Waduk Pluit ini. Karena waktu itu Waduk Pluit tidak mampu menampung banyaknya debit air yang masuk ke waduk, baik yang berasal dari hujan maupun limpahan dari hulu. Keterbatasan daya tampung waduk karena selain adanya pendangkalan, juga adanya faktor hunian liar yang memenuhi bantaran waduk. Waduk yang dirancang memiliki kedalaman 10 meter lebih itu kini hanya tersisa kedalamam 2-3 meter saja. Selain dangkal, waduk juga ditumbuhi tanaman liar seperti eceng gondok serta tumpukan sampah dari warga penghuni bantaran waduk yang menutup hampir 75 persen permukaan waduk. Karena itu tidak mengherankan bila banjir yang terjadi awal 2013 lalu menenggalamkan kawasan yang tergolong elite tersebut. Setidaknya tiga blok perumahan mewah berikut ribuan warga yang berada di sekitar waduk ikut terendam. Bahkan, banjir di kawasan itu termasuk yang paling parah, selain kawasan langganan banjir lainnya, seperti di Kampung Melayu, Jakarta Timur. NR

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

33


pekerjaan umum

Penghuni Bantaran Waduk Pluit Menunggu Kepastian Dipindah Hari-hari belakangan ini, Asmui, 41 tahun, serasa dihantui sedikit kekhawatiran. Simpang siur berita yang didengarnya membuatnya bingung. Betapa tidak, belum lama ia mendengar tempat tinggalnya akan segera digusur, namun belakang berubah lagi tak jadi, alias mundur. Ketidakpastian inilah yang justru membuat kesehariannya kurang tenang. “Saya ingin tahu kepastiannya kapan, jadi saya ada persiapan untuk pindah. Kalau tidak pasti begini kan jadi repot,” ujar pria asal Pemalang, Jawa Tengah yang menghuni rumah liar di bantaran Waduk Pluit di sisi timur ini. Asmui adalah satu dari ribuan penghuni liar yang menempati bantaran Waduk Pluit di bagian sisi timur dan berada di RT 16/RW17 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selama kurang lebih 5 tahun menempati areal tersebut, ayah dari satu orang putera ini merasa aman dan nyaman. Selama itu tidak pernah terdengar bakal digusur. Kalaupun ada selentingan biasanya hanya candaan saja. Tapi belakangan ini memang tampak beda. Apalagi para penghuni yang berada di sisi barat waduk sudah tergusur semua. Ini menjadi bukti bahwa berita penggusuran itu memang nyata adanya. “Saya dengar memang akan digusur semua, tapi entah kapan yang di sini,” tandasnya. Tapi bagi pria yang sehari-hari berkerja sebagai penjual kacang rebus keliling ini mengaku tak masalah. 34

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Apakah jadi digusur atau tidak, sekarang atau nanti baginya sama saja. Hanya saja dia berharap, kalau memang jadi digusur, setidaknya ada pemberitahuan tentang waktu dan tanggalnya secara pasti. Karena dengan begitu ia punya persiapan pindah untuk mencari tempat yang baru. Diakui Asmui, tempat tinggal yang kini ia tempati berdua bersama istrinya ini bukanlah miliknya, melainkan mengontrak bulanan. Tiap

bulan ia bayar Rp 200 ribu. Semula pada tahun pertama hanya Rp 100 ribu, tapi lama-lama naik menjadi Rp 200 ribu. Dengan uang Rp 200 ribu tiap bulan ini, Asmui mendapatkan sepetak kamar berukuran 3 x 4 meter ditambah listrik dan air gratis. Kamar terbuat dari papan dengan atap seng dan empat tiang penyangga kayu ini berdiri kokoh di atas Waduk Pluit.

“Kalau rumah panggung seperti ini umumnya dikontrakkan dan lokasinya paling belakang menjorok ke waduk, sedangkan pemiliknya ada di darat dengan tempat tinggal permanen. Rata-rata mereka memiliki 2 hingga 4 kamar kontrakan,” ujarnya lagi. Menurut Asmui, dirinya siap pindah kapan saja. Namun yang cukup dirasakan agak mengganggu adalah kemana harus pindah nantinya. Sebab tidak mungkin ia mendapatkan rumah


susun sebagai penggantinya, karena dirinya masih memegang KTP daerah. Kalaupun pindah kontrakan di tempat lain tentu cukup mahal dan tempatnya mungkin tidak di dekat sini. Padahal istrinya bekerja di pabrik pengolahan udang di Muara Baru yang cukup dekat dengan tempat tinggalnya sekarang.

Rumah Susun Hal yang hampir sama juga dirasakan oleh Masnah, 44 tahun yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Asmui. Ibu dari dua orang anak ini juga merasa was-was dengan rencana penggusuran tempat tinggalnya.

Apalagi ia sering berada di rumah sendiri bersama kedua anaknya. Karena suaminya bekerja sebagai buruh kapal nelayan yang berlayar selama dua hingga tiga bulan lamanya. Bedanya, Masnah tidak mengontrak, melainkan memiliki rumah permanen dengan luas sekitar 60 meter persegi. Rumah tembok yang ditempatinya itu ia bangun sendiri sembilan tahun lalu, sedangkan tanahnya ia beli dari tetangga sebelahnya. Untungnya perempuan asal Tangerang ini sudah memiliki KTP DKI Jakarta bersama suaminya. Sehingga bila digusur nanti punya

kesempatan mendapatkan rumah susun sebagai pengganti. “Meski memiliki KTP DKI Jakarta, kami tetap khawatir. Karena jumlah rumah rusun terbatas. Apalagi yang sudah tergusur banyak yang tidak kebagian rumah susun,� ujarnya. Namun demikian, kini ia mengaku agak sedikit lega, karena ia mendengar kalau penggusuran urung dilaksanakan karena menunggu tersedianya rumah susun terlebih dulu. Ini merupakan permintaan warga dan juga merupakan kesepakatan bersama diantara mereka. Masnah sendiri juga menyatakan siap menolak digusur bila tidak ada pengganti rumah susun. “Saya siap dipindah ke rumah susun, tapi kalau bisa gratis dan tidak usah membayar cicilan bulanan,� pintanya. Warga yang sekarang masih menghuni kawasan waduk Pluit pun menyatakan rela pindah asal direlokasi ke rusun yang biaya sewanya tidak mahal, seperti rusun lainnya yang disediakan oleh Pemprov DKI jakarta. Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Yonathan Pasodung tampak sangat berhati-hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin tinggal di rusun. Dalam suatu wawancara, Pasodung berjanji akan melaksanakan perintah Gubernur Joko Widodo dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama untuk langsung melayani permohonan warga yang ingin tinggal di rusun dengan pengurusan suratsurat , seperti KTP, dan lainnya sebagai kelengkapan administrasi. Ketika banyak warga yang menyatakan minatnya untuk tinggal di rusun Marunda beberapa waktu lalu, Pasodung pun menghimbau agar warga terlebih dulu melengkapi berkas persyaratan penempatan rusun sebelum datang ke Kantor Dinas Perumahan.NR /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

35


pemerintahan

Pelantikan Pejabat Raih Rekor MURI Baru pertama kalinya berlangsung pelantikan pejabat dalam jumlah terbanyak, tidak hanya di DKI Jakarta, tapi se-Indonesia. Pelantikan massal 415 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta ini akhirnya mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Ketua Yayasan MURI, Jaya Suprana kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Balaikota DKI Jakarta, akhir Mei lalu.

Pejabat yang dilantik itu terdiri dari 78 orang eselon III dan 337 orang eselon IV. Mereka yang dilantik sebagai camat dari luar pejabat definitif sebanyak 17 orang. Sedangkan lurah dari luar pejabat definitif sebanyak 76 orang. Usai upacara pelantikan, Jokowi menyalami pejabat yang baru dilantik itu sambil mengucapkan selamat satu per satu lurah kepada camat dan lurah. Dan tak lupa memberikan pesan agar menjalankan tugas dengan baik serta menjaga amanah dan tanggung jawab sebagai pejabat publik. 36

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Jaya Suprana yang juga dikenal sebagai budayawan dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas upaya reformasi birokrasi yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). “Saya tidak pernah mendukung Anda jadi gubernur, karena ingin Anda lebih dari sekadar jadi gubernur. Dengan penuh rasa bangga kami memberikan rekor ini,” kata Jaya Suprana, di sela-sela pelantikan pejabat eselon III dan IV di halaman Balaikota DKI Jakarta. Saat memberikan penghargaan tersebut Jaya berseloroh, bahwa penghargaan ini sebenarnya tidak diberikan kepada Jokowi melainkan kepada pejabat yang dilantik. “Yang memecahkan bukan Pak Jokowi tapi lurah dan camat serta pejabat eselon III dan IV yang dilantik, karena tanpa Anda rekor ini tidak akan ada,” ujarnya. Sebelumnya, kata Jaya, pelantikan

ini diusulkan mendapatkan rekor nusantara namun ditolak. Sebab rekor ini dianggap lebih pantas mendapatkan rekor dunia. “Karena belum pernah terjadi di nusantara dan dunia, secara serentak camat dan lurah dilantik. Baru di Jakarta ini. Jadi saat rekor ini diajukan untuk tingkat nasional terpaksa kami menolak karena rekor ini bukan nasional, tapi dunia,” Jaya menegaskan. Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setingkat kepala dinas, wali kota, serta anggota DPRD DKI Jakarta. Tak hanya pejabat, acara pelantikan itu juga hadiri oleh masyarakat.

Percepatan Karier Kenaikan jenjang karier melalui uji kompetensi atau lelang jabatan, khususnya untuk lurah dan camat di tahap awal ini, disambut baik


oleh banyak kalangan, khususnya di kalangan PNS di Pemprov DKI. Pertimbangan kompetensi atau kemampuan yang lebih dikedepankan, dinilai merupakan lompatan atau percepatan. Sebelumnya untuk naik jabatan harus melalui waktu cukup panjang. Ada pula yang bilang, mesti ngantre dulu. Di bawah kepemimpinan Jokowi ini, menurut Asisten Perekonomian Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Isnawa Adji, kepada berita jakarta. com, siapapun bisa asal punya prestasi dan kemampuan. “Siapa pun yang punya prestasi dan kemampuan bisa menunjukkan kemampuannya di wilayah untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi, ” kata Isnawa. Jika menurut peraturan yang ada, dari jabatan camat menjadi Asisten Sekko dibutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun. Namun dengan adanya sistem baru ini dirinya bisa langsung menjabat sebagai Asisten Sekko meski menjabat Camat Tambora baru 2,5 tahun. Hendra Hidayat, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta

Timur juga menilai, dengan adanya lelang jabatan ini bisa memberikan kesempatan yang sama kepada para PNS untuk menduduki jabatan tertentu. “Ini fair. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan tertentu. Tes yang dilakukan juga komprehensif,” kata Hendra yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Kebonjeruk. Camat Senen, Lola Lovita pun

mengatakan hal senada. Dengan dilakukan seleksi terbuka ini, menurut Lola, kompetensi PNS dapat terlihat, sehingga bisa dimaksimalkan pada posisi yang tepat. Terlebih menurut Lola, sebagai Kepala Puskesmas Grogolpetamburan, dirinya tidak akan bisa menjadi camat jika tidak ada seleksi seperti ini. “Kalau tidak ada seleksi saya belum tentu jadi camat,” kata Lola menandaskan.IS /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

37


pemerintahan

Premi Lasari Camat dengan Nilai Tertinggi

Pasar Rebo Terapkan Pelayanan Online Pemprov DKI Jakarta mengelompokkan tujuh kandidat camat dan 71 lurah baru yang lulus dengan nilai sangat memuaskan. Menurut Kombes Polisi Untung Laksono, selaku ketua tim penilai dari Mabes Polri, ketujuh camat dan 71 lurah tersebut dapat dikatakan memperoleh nilai outstanding atau melebihi syarat untuk menjadi camat dan lurah.

Peraih nilai tertinggi pada kategori masing-masing adalah Camat Pasar Rebo, Jakarta Timur, Premi Lasari dengan nilai 276,49, mengungguli nilai 43 camat lainnya. Sedangkan Lurah Gambir, Jakarta Pusat unggul atas 256 lurah dengan nilai 245. Keduanya unggul dalam ujian yang mencakup tes psikologi, presentasi tentang topik jabatan camat dan lurah, LGD (leaderless group discussion), serta wawancara tentang kemampuan manajerial. Seleksi tersebut, katat Untung Laksono, dilakukan secara “buta�. Artinya, tim penilai tidak membedakan kandidat berdasarkan jabatan mereka. Apakah mereka sedang menjabat camat dan lurah atau tidak. Tetapi, mereka yang tidak lolos seleksi juga 38

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

tidak dianggap pegawai negeri yang tak cakap. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta, I Made Karmayoga mengatakan, seleksi difokuskan untuk mencari camat dan lurah. Karenanya, bisa saja mereka cocok di posisi lain yang setara. Dari 980 nama peserta lelang jabatan lurah dan camat hanya 498 nama yang lolos dari uji kecakapan manajerial. Hasil itu menurtut Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Joko Widodo, cukup lumayan dan tidak terlalu jelek. Nilainya cukup bervariasi. “ Ada yang sangat baik, baik, dan cukup,� kata gubernur. Selanjutnya, bagi mereka yang sudah dinyatakan lolos, lalu menghadapi sidang yang dilakukan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. Mereka diseleksi oleh tim yang terdiri dari wali kota, bupati, sekretaris daerah, asisten sekretaris

daerah, gubernur dan wakil gubernur. Jika lolos sidang, kandidat lalu menjalani uji terakhir, yakni uji publik. Setiap area, bisa ada dua atau tiga kandidat. Dalam uji terakhir itu, masyarakat bisa memberi masukan tentang rekam jejak setiap kandidat atau pun mengungkap kasus yang pernah menimpa kandidat-kandidat tersebut. Masukan dapat disampaikan melalui e-mail, situs BKD, maupun SMS ke nomor yang telah disediakan pemerintah DKI Jakarta. Camat Pasar Rebo, Premi Lasari yang memperoleh nilai tertinggi merasa kaget dan mengaku masih banyak peserta yang nilainya lebih baik dari dia. Tahun lalu, ibu dari tiga orang putra kelahiran Jakarta yang rendah hati itu juga memperoleh predikat sebagai Camat Teladan. Keberhasilan itu menurutnya adalah keberhasilan warga


Kecamatan Pasar Rebo yang memiliki kepedulian besar dalam membangun wilayahnya., Menurut Premi Lasari, sikap gotong royong dan disiplin tinggi masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam membangun dan menata wilayah Pasar Rebo yang mermiliki luas 1.297,70 hektar terdiri dari 5 kelurahan, 53 RW, dan 524 RT. Jumlah penduduk 207.673 jiwa, 107.377 orang laki-laki dan 100.107 orang perempuan. Dari data yang diperoleh disebutkan, masih ada RW kumuh ringan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, khususnya di RW 04 Kelurahan Pekayon. Masalah krusial yang dihadapi, karena menjadi perbatasan antara wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta Jl Raya Bogor adalah tawuran pelajar. Tetapi tidak terlalu parah seperti wilayah Jakarta lainnya, karena wilayah Kecamatan Pasar Rebo terdapat 19 komplek tentara. Jika terjadi tawuran antarpelajar dapat segera diatasi. “Tawuran antarpelajar dapat segera dibubarkan berkat adanya koordinasi antar Kapolsek, Danramil, Satpol PP, Tramtib dan Muspika Kecamatan, “ katanya Untuk memberikan pelayanan dan menampung aspirasi masyarakat, pihaknya menyediakan website www. kecamatanpasarrebo.com. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses berbagai program kerja kecamatan serta berbagai informasi kewilayahan dan kegiatan nyata Kecamatan Pasar Rebo, termasuk transparansi pengadaan barang dan pelayanan masyarakat. Premi Lasari rupanya menerapkan aksi blusukan ke setiap RT/RW sejak sebelum Ir Joko Widodo (Jokowi) menjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk menyerap aspirasi masyarakat. Gaya blusukan yang dilakukan Premi itulah yang mengantarkannya terpilih sebagai Camat Teladan DKI Jakarta 2012. Bahkan, ia pun selalu hadir dalam

peremajaan RT/RW . Dua minggu sekali, ia menggelar rapat koordinasi (rakor) di kecamatan untuk membahas berbagai program kerja yang dicanangkan pemerintah DKI Jakarta, Wali Kota, dan kecamatan serta laporan dari kelurahan-kelurahan. Terutama wilayah-wilayah yang sering terserang banjir seperti wilayah Kelurahan Pasar Rebo, yang dilalui tiga sungai, yakni Kalibaru, Kali Ciliwung dan Kali Cipinang. Yang paling potensial mengakibatkan banjir adalah Kali Cijantung dan Kali Cipinang yang sering melanda warga kelurahan Kalisari dan kelurahan Pekayon.

Percontohan On-line Atas prestasinya tersebut, Kecamatan Pasar Rebo ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai kecamatan percontohan pelayanan perizinan secara online. “Ini upaya memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Mereka tak usah datang ke kecamatan atau ke kantor walikota untuk mengurus berbagai perizinan. Mereka cukup membuka website di rumah, lalu persyaratan perizinan itu diketik, tinggal mengakses pelayanan perizinannya. Kini, sedang dalam proses pengoperasiannya,” ujarnya. Tak jauh berbeda dengan wilayah lainnya, permasalahan pelik yang

dihadapi adalah penanganan sampah. Ini terjadi karena terbatasnya lahan pembuangan sampah sementara (LPS). Ia mencontohkan, di wilayah Kelurahan Gedong masih sering terjadi penumpukan sampah yang mengganggu warganya. Walau pihaknya sudah berusaha menangani sampah itu secara maksimal, tetapi akibat terbatasnya lahan penampungan sampah (LPS) , masyarakat membuang sampah pada sudut-sudut jalan. Baru-baru ini, kata Premi, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Kebersihan dan Kopassus menjalin kerjasama dalam pengadaaan LPS di Kompleks Kopassus serta membuat bank-bank sampah percontohan di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Cijantung misalnya, ada pengolahan sampah dengan system 3 R. Yang sedang digalakkan adalah, minimal ada satu RW setiap kelurahan yang memiliki Bank Sampah. Selama ini, yang sering menjadi sasaran pembuangan sampah adalah sepanjang bantaran Kali Baru atau sepanjang Jl. Raya Bogor dan pinggir Kali Ciliwung. Beberapa LPS sepanjang bantaran Kali Ciliwung, terutama perbatasan antara wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, sudah ditutup. Langkah selanjutnya adalah membangun depo sampah yang lebih besar di komplek tentara di kelurahan Gedong, Yon 021 sebagai upaya mengurangi pembuangan sampah/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

39


sampah liar. Surasno, petugas penanganan sampah Kecamatan Pasar Rebo mengemukakan, volume sampah per hari mencapai 101,3 ton dengan 14 armada. Setiap armada dapat mengangkut sampah dua kali per hari ke Bantargebang, atau 28 rit. Itu berarti hanya sekitar 80 persen sampah yang dapat terangkut. “Guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, kami mengoperasikan 15 gerobak motor. Untuk sampah di sekitar fly over Cijantung dan GOR Ciracas adalah tanggung jawab Kecamatan Ciracas. Bukan tanggung jawab Kecamatan Pasar Rebo,” tuturnya.

Perhatian serius Yang menjadi perhatian serius lainnya adalah penanganan penyakit demam bedarah dengue (DBD). Terutama pada saat-saat perubahan musim (musim pancaroba) seperti sekarang ini. Untuk wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, Kecamatan Pasar Rebo masuk kategori daerah kuning. Ini artinya volume penderita DBD masih butuh perhatian serius. 40

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Antara lain melakukan PSN secara intensif setiap Jumat dan mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik). “Untuk komplek-komplek tentara, kami koordinasi dengan para komandan Komplek. Sehingga, pelaksanaan jumantik dan PSN memperoleh dukungan sepenuhnya,” ujarnya. Alumnus Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negri (STPDN) 1997 ini meniti karirnya sebagai Sekretaris Lurah Condet Balekambang, lalu menjabat Lurah Makasar, Sekretaris Kecamatan Matraman dan Camat Pasar Rebo sejak 2,5 tahun lalu. Sejak tahun lalu, ia sudah menerapkan pelayanan terpadu kepada masyarakat melalui enam loket. Jika semula masyarakat agak bingung untuk mengurus berbagai keperluan, kini semua loket pelayanan itu berada di lantai dasar kantor kecamatan yang berlokasi di Jl Raya Bogor. Waktu itu, ia berinisiatif, bagaimana masyarakat yang ingin mengurus perizinan usaha, membayar pajak, kependudukan, ketenagakerjaan, izin domisili dan sebagainya dengan mudah dan tak perlu mencari dari

lantai satu sampai lantai tiga dan sebagainya. Akhirnya, semua seksi pelayanan masyarakat ditempatkan menjadi satu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sejak 2012 lalu. Kini gubernur memberikan kepercayaan kepada Kecamatan Pasar Rebo agar lebih mempermudah pelayanan kepada masyarakat melalui media online. Kecamatan ini memiliki motto sederhana namun mudah diterapkan, yakni Pas Aturannya, Rapih ruangannya, Ramah pelayanannya, dan berharap Banyak prestasinya. Obsesinya, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, kita menjadi orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan hari kemarin, berarti kita harus bekerja lebih keras. Jika hari ini lebih jelek dari hari kemarin, termasuk orang yang celaka. Karena saya ingin menjadi orang yang beruntung, saya berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan membuat Pasar Rebo lebih baik dari sebelumnya.” kata Premi Lasari. RCW


pendidikan

Hasil UN 2013 Cukup Membanggakan Ujian Nasional 2013 yang diwarnai beberapa kendala, diantaranya lembar jawaban yang tipis dan dikhawatirkan gampang robek, tak mengurangi perolehan hasil, khususnya bagi pelajar DKI Jakarta. Banyak nama pelajar dari DKI Jakarta yang memperoleh nilai gemilang. Sebut saja Sarah Alya Firnadya yang biasa sibuk dengan kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Jakarta. Ia meninggalkan kegiatan ekstra kurikuler setelah naik ke kelas XII. Ia menantang dirinya sendiri untuk meraih nilai terbaik dalam Ujian Nasional (UN) 2013. Targetnya meraih nilai 100 untuk pelajaran matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Untuk itu jauh-jauh hari ia mempersiapkannya atau fokus belajar. Remaja kelahiran 17 April 1996 itu bersekolah mulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 15.15 WIB. Soal pendalaman materi di sekolah, ia banyak berlatih mengerjakan soal-soal yang diberikan guru. Kalau ada yang tidak dimengerti, Sarah mendiskusikan soal-soal itu bersama teman-temannya. Selepas belajar di sekolah, ia kembali mengikuti bimbingan belajar hingga pukul 20.00 WIB. Biasanya, sampai rumah sudah tinggal istirahat. Kerja kerasnya mempersiapkan UN berhasil manis. Sarah bukan sekedar mendapatkan nilai bagus, ia juga berhasil menempati ranking 10 nasional dengan nilai rata-rata 9,73. Putri sulung dari empat bersaudara itu mengaku terkejut saat namanya tercantum dalam10 siswa peraih nilai

UN tertinggi nasional. Atas prestasinya itu, Sarah langsung diterima untuk melanjutkan studi di Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Universitas Indonesia (UI) sesuai dengan citacitanya. Awalnya, Sarah belum memutuskan mau kuliah di jurusan apa. Setelah berdiskusi dengan ayahnya, Sarah mantap memilih Jurusan Teknik Material dan Metalurgi sebagai bidang studinya. Ayah Sarah, Profesor Nandy Setiadi Djaya Putra, merupakan guru besar di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI. Sarah memilih jurusan itu karena belum banyak orang Indonesia yang menekuni bidang tersebut. Dia juga melihat prospek lulusan jurusan itu lebih bagus. Alasan lainnya, nanti ia bisa masuk ke industri otomotif untuk buat pesawat dan kereta api seperti BJ Habibie. BJ Habibie, mantan Presiden RI ke-3 itu merupakan insinyur yang mengembangkan teori terkait termodinamika, konstruksi, dan aeroidinamika yang dikenal sebagai Faktor Habibie, Theori Habibie, dan Metode Habibie. Habibie pula yang merancang pesawat terbang, di antaranya, N250. Seperti halnya Habibie yang lulusan Universitas Aachen di Jerman,

Sarah sebenarnya berniat melanjutkan sekolah di negeri itu. Ia bahkan sudah menjatuhkan pilihannya, yaitu Universitas Duisburg-Essen Jerman. Alasannya, Jerman mempunyai kualitas di bidang pendidikan terbaik di dunia. Khususnya untuk bidang teknik. Remaja yang pernah mengikuti akselerasi saat SMP ini harus mengurungkan niatnya. Karena belum mampu memenuhi standar ujian bahasa Jerman, salah satu syarat kuliah di sana. Namun ia tidak mengubur mimpinya itu, melainkan hanya ditunda saja untuk studi ke Jerman. Setelah lulus dari UI, ia berencana melanjutkan S-2 di Jerman. Citacitanya tak berhenti di situ. Ia menargetkan meraih gelar profesor sebelum berusia 39 tahun, mengikuti jejak ayahnya yang meraih gelar profesor teknik pada usia tersebut.

Tiga Terbaik Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi juga merasa bangga dengan prestasi yang diraih para siswa SMA/ SMK/MA DKI Jakarta dalam ajang ujian nasional tahun ini. Tak terkecuali Kepala Dinas Pendidikan, H Taufik Yudhi Mulyanto. Sebab, dari 10 SMA/ MA dengan rata-rata Nilai Ujian Nasional murni tertinggi, DKI Jakarta menempatkan tiga SMA. SMA Negeri 8 di urutan 10 bagi peserta nomor 417 dengan kelulusan 100 persen dengan reta-rata nilai 8,74 dan dua SMA swasta. Masing-masing, SMA Kristen I BPK Penabur, peserta nomor 295 dengan kelulusan 100 persen dengan /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

41


rata-rata nilai 8,88 pada urutan ke- 3 dan SMA Santa Ursula, peserta nomor 205 dengan kelulusan 100 persen, ratarata nilai 8,87 pada urutan ke-4. Urutan pertama diduduki SMA Negeri 4 Denpasar Bali dan urutan kedua Madrasah Aliyah (MA) Negeri Insan Cendekia, Banten. Urutan ke-5 SMA Negeri 1 Denpesar, Bali, Ke-6 SMA Negeri 3 Lamongan, Jawa Timur, urutan ke-7 SMA Negeri 1 Babat, Jawa Timur, urutan ke-8 SMA Nergeri 10 Fajar Harapan Aceh serta urutan ke-9 SMA Negeri I Kembangbatu, Jawa Timur. Selain itu tiga SMA dari Jakarta sebagai sekolah dengan nilai UN murni dan nilai raport terbaik dari tujuh SMA di seluruh Indonseia. Masing-masing SMA Negeri 68 DKI Jakarta dengan nilai UN 8,23 dan nilai raport 8,09, SMA Kristen 3 BPK Penabur dengan nilai UN 8,35 dan nilai raport 8,06 serta SMA Karunia DKI Jakarta dengan nilai UN murni 8,02 dan nilai raport 7,23. Sedangkan SMA Kristen I BPK Penabur Kota Bandung, Jawa Barat dengan rata-rata nilai UN murni 8,55 dan nilai raport 8,44. Disusul SMA Katolik Aloysius I Kota Bandung, 7,84 dan 7,61, MA Darul Arqam Waenetat 42

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Maluku, 7,31 dan 7,10 serta SMA Negeri I Singaraja, Bali dengan nilai UN murni 7,72 dan nilai raport 7,56.

DKI berjaya Ringkasan hasil akhir UN SMA/MA 2013, tercatat dari 1.581.286 siswa peserta UN, sebanyak 1.573.036 yang lulus (99,48 persen) dan 8.250 sisa atau 0,52 persen yang tidak lulus. Sedangkan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat 1.106.140 peserta ujian nasional, 1.105.539 siswa yang lulus atau 99,72 persen, yang tidak lulus sebanyak 601 siswa (0,05 persen). Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), DKI Jakarta menempati urutan pertama dari 10 provinsi dengan nilai rata-rata ujian nasional murni tertinggi dengan nilai 7,5. Disusul Sumatera Utara (7,1), Sumatera Selatan (6,75), Papua Barat (6,67), Jawa Timur (6,61) Kalimantan Tengah (6,55), Bali (6,45), Nusa Tenggara Barat (6,44), Kalimantan Selatan (6,42),dan Daerah Istimewa

Yogyakarta (6,39). Sedangkan 10 murid dengan nilai rerata UN murni tertinggi ranking pertama diraih Stella Angelina dari SMP Karunia, DKI Jakarta dengan nilai 9,9, dan Petra Julian Abigail dari SMNP Tarakanitas 4 DKI Jkaarta dengan nilai 9,9. Urutan ketiga Anak Agung Ayu Vira Sonia dari SMP Negeri I Denpasar, Bali (9,9), Jessica Jane dari SMP Kristen I BPK Penabur, Jakarta ( 9,89), Shofiya Qurrotu AS’yunin dari Madrasah Tsanawiyah I Malang, Jawa Timur (9,85), Cahaya Carkla Bangsawan dari SMPN 2 Bandar Lampung, Lampung ( 9,85), Kirana Widiani Lestari dari SMPN 85 DKI Jakarta (9,84),, Setiati Nur Chasanah, SMPN IMagelang, Jawa Tengah (9,84),, Maratus Solichah,


SMPN 2 Sleman, DI Yogyakarta (9,84) DAN Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Jawa Tengah (9,84). Selain unggul di nilai rata-rata UN murni tertinggi dan nilai ratarata UN murni tertinggi di kalangan siswa SMP, DKI Jakarta juga unggul di 10 sekolah dengan nilai ratarata UN murni tertinggi (lulus 100 persen). Nilai tertinggi diraih SMPN I Magelang, Jawa Tengah dengan nilai 9,14. Diikuti SMPN 115 Jakarta, DKI Jakarta dengan nilai 9,11, Labschool Kebayoran, DKI Jakarta dengan nilai 9,08 SMPN I Lamongan, Jatim (9,06), SMPN Tanjungbumi, Jatim (9,05), SMPN I Denpasar Bali (9,05), SMP Kanisius, DKI Jakarta (9,03), SMP K Penabur DKI Jakarta (9,01), SMPN 49 Jakarta, DKI Jakarta (8,98), dan SMPB I Surabaya, Jatim (8,97). Peserta ujian nasional SMP tahun 2013, tercatat sebanyak 3.667.241 siswa, dari 48.893 sekolah di seluruh Indonesia, sebanyak 16.616 siswa SMP sederajat yang gagal ujian. Menurut Mendikbud Muhammad Nuh, hasil ujian tahun ini mengalami penurunan 1,37 poin dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan analisis Kemendikbud, penurunan nilai rata-rata UN murni disebabkan komposisi butir soal aktegori sukar yang

ditambah. Jika tahun lalu hanya ada 10 persen soal kategori sukar, untuk UN tahun ini, komposisi butir soal ketegori sukar diperbanyak menjadi 20 persen dari seluruh jumlah butir soal di setiap mata ujian. Di DKI Jakarta, dari 131.363 murid peserta UN, hanya ada satu orang yang dinyatakan tidak lulus (0,00 persen) alias lulus 100 persen. Di Banten, dari 165.672 siswa, ada tujuh siswa yang tidak lulus (0,00 persen). Jawa Timur, dari 540.003 murid, tercatat 417 siswa yang tidak lulus (0,08 persen). Posisi Jatim kalah dengan DI Yogyakarta. Dari 47.305 siswa, hanya 31 yang tidak lulus ujian (0,07 persen). Jatim juga kalah dengan Jawa Barat. Dari 658.773 siswa peserta UN, ada 149 siswa yang tidak lulus (0,02 persen).

Generasi Cerdas Hasil ujian nasional 2013, selain berhasil mengangkat harkat dan martabat sekolah masuk ranking 10 besar, juga berhasil menelorkan generasi cerdas. Contohnya, SMAN 4 Denpasar, Bali, siswanya, Ni Kadek Vani Avriani berhasil meraih nilai tertinggi, dengan nilai 59,20 atau rerata nilai tiap pelajaran di atas sembilan. Selain Vani, di sekolah yang sama masih ada empat siswa lainnya

yang mendapat nilai tinggi. Dua di antaranya, Made Hyang Wikananda dan Luh Puti Lindayani. Keduanya memperoleh nilai UN 58,55. “DKI Jakarta punya Sarah Alya Firnadya dari SMAN 8 yang mempunyai nilai UN 9,73. Di Serpong, siswi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, Nadia Anindita Vandari memperoleh nilai rata-rata UN murni 9,75. Prestasi gemilang para pelajar di Tanah Air tak sebatas di tingkat UN sebagai bagian dari standardisasi kelulusan. Cukup banyak deretan nama pelajar maupun mahasiswa yang pernah mengharumkan nama bangsa melalui berbagai ajang dalam dunia ilmu dan pengetahuan. Kondisi ini menunjukkan betapa cerdasnya anak bangsa kita yang mampu menghasilkan karya terbaiknya di mata dunia. Cukup banyak karya penelitian aplikatif diakui sebagai karya yang mencerahkan dan bermanfaat bagi umat manusia,� tutur Taufik Yudhi. Mendikbud Mohammad Nuh menggarisbawahi, keberhasilan bukan segalanya. Masih banyak catatan mengenai perkembangan dunia pendidikan. Misalnya, masih banyaknya sekolah dengan tingkat ketidaklulusan yang cukup tinggi, sekolah rusak, rendahnya angka partisipasi sekolah di beberapa daerah, hingga kehebohan soal telatnya distribusi soal UN. Tak Cuma itu. Apresiasi bagi para guru yang disesuaikan dengan APBD tiap daerah, sertifikasi guru, hingga pemerataan guru di daerah harus menjadi perhatian serius bangsa ini. Masalah lain yang muncul adalah tersendatnya hasil penelitian dan karya dunia pendidikan di berbagai sektor. Karena itu, semangat mengirim ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) kepada berbagai sektor mutlak dilakukan agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (RCW) /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

43


pendidikan

DKI Juara Umum OSN SD 2013 Meraih 5 emas dan 1 perunggu, DKI Jakarta menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD/MI 2013 di Bandung Jawa Barat. Disusul Jawa Tengah dengan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Lalu Sumatera Barat dengan 1 emas. OSN SD/MI diikuti 198 siswa dari 33 provinsi di seluruh Indonesia. OSN adalah ajang kompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti OSN adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. OSN diadakan setiap tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade tingkat internasional. Secara umum OSN SD/MI bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Matematika dan IPA di SD/MI secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreativitas dan motivasi meraih prestasi terbaik dengan kompetisi yang sehat serta menjunjung nilai-nilai sportivitas. Sementara secara khusus, ada dua tujuan yang hendak dicapai. Pertama, menyediakan wahana bagi siswa SD/ MI untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang Matematika dan IPA sehingga dapat berkreasi serta melakukan sesuai kemampuannya. Kedua, untuk memotivasi siswa SD/MI 44

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

yang pada bulan Mei 2013, duduk di kelas IV atau V dan memiliki nilai ratarata rapor untuk bidang Matematika dan IPA minimal 7,5 sejak kelas III. Selain itu, peserta juga merupakan siswa-siswi terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kotamadya dan tingkat provinsi. OSN mengusung dua bidang lomba, yakni matematika dan Ilmu Pengetahuan alam (IPA). Tema yang diangkat tahun ini adalah “Cerdas, Terampil, Kreatif Dan Kompetitif untuk Meraih Prestasi Terbaik�.

DKI Jakarta Mengirim Enam Siswa agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan norma-norma yang sehat sehingga dapat memacu kemampuan berpikir nalar. OSN tingkat SD/MI berlangsung pada 6 – 10 Juni 2013 di Bandung Jawa Barat. OSN dimulai dan dibuka secara resmi pada Kamis (6/6), oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan, Prof. Musliar Kasim, M.S. Acara pembukaan digelar di Hotel Grand Pasundan, Bandung ini dihadiri oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Prof. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Sekretaris Ditjen Dikdas Dr. Thamrin Kasman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Prof. Wahyudin Zarkasyi, CPA, para guru pendamping dan peserta OSN 2013. Peserta OSN adalah peserta didik SD/MI, baik negeri maupun swasta

Sebagaimana provinsi lainnya, Provinsi DKI Jakarta juga turut ambil bagian dalam OSN SD/MI ini. Sebelum sampai ke tingkat nasional, terlebih dulu diadakan seleksi di tingkat provinsi yang dimulai dari tingkat kecamatan. Dari tingkat kecamatan diseleksi lagi di tingkat kabupaten/ kotamadya. Hasil dari seleksi antarkabupaten/ kotamadya inilah yang kemudian menghasilkan para siswa yang siap dikirim ke tingkat nasional. Proses seleksi di tingkat Provinsi DKI Jakarta berlangsung sejak Mei 2013. Dari proses seleksi tingkat provinsi ini, akhirnya terpilih 6 orang siswa yang berhak mewakili DKI Jakarta dalam ajang OSN SD/MI 2013. Ke 6 siswa tersebut terbagi dalam dua kelompok, masing-masing 3 siswa untuk bidang IPA dan 3 siswa lagi untuk bidang Matematika. Untuk bidang IPA, masing-masing diwakili oleh; Made Ayu Utami Antaran (SDS Santo Yakobus Jakarta Utara), Raja Dishafnya


Achadi (SDN Gunung 05 Pagi Jakarta Selatan) dan Joan Nadian (SDS Calvin Kemayoran, Jakarta Pusat). Untuk bidang Matematika diwakili oleh: Alvin Putera Budiman (SDS Ar-Rahman Motik Setiabudi, Jakarta Selatan), Hendrikus Hansen Witarsa (SDS BPK Penabur 6 Jakarta Pusat) dan Radian (SDK Penabur 11 Kebun Jeruk Jakarta Barat). Ke enam siswa dari Provinsi DKI Jakarta ini kemudian bergabung dengan siswa provinsi lainnya yang berjumlah 198 siswa untuk bersaing menjadi yang terbaik. Persaingan dimulai pada hari kedua pelaksanaan OSN lewat ujian tertulis. Ujian tertulis berlangsung dua kali. Ujian tulis pertama dimulai pukul 07.30. dan berlangsung selama 90 menit. Setelah istirahat selama 30 menit, dilanjutkan ujian tertulis kedua yang berlangsung hingga pukul 11.00. Para siswa masing-masing mengerjakan 30 soal pilihan ganda dan 20 soal isian Selain berkompetisi untuk meraih yang terbaik melalui ujian tulis, peserta OSN SD/MI ini juga diajak berwisata edukasi ke beberapa titik wisata di wilayah Jawa Barat. Lokasi wisata tuajuan, antara lain; Saung Angklung Mang Ujo, dan Kawah Putih. Di sela-

sela lomba, para peserta juga mendapat pendidikan karakter untuk membentuk kepribadian mereka. Setelah melalui proses penjurian yang melibatkan sekitar 30 orang juri, akhirnya diperoleh hasil sebagai berikut; juara umum diraih oleh DKI Jakarta dengan 5 medali emas dan 1 medali perunggu; juara 2 diraih Jawa Tengah dengan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu; dan juara 3 diraih Sumatera Barat dengan 1 emas. Dari 5 medali emas yang diraih

Tim OSN SD/MI DKI Jakarta tersebut berasal dari bidang Matematika sebanyak 3 emas dan bidang IPA 2 emas. 3 emas bidang matematika masing-masing dipersembahkan oleh: Alvin Putera Budiman (SDS Ar Rahman Motik Setiabudi), Hendrikus Hansen Witarsa (SDS BPK Penabur 6), Radian (SDK Penabur 11 Kebon Jeruk). Selain itu, Hendrikus Theory. Untuk bidang IPA masing-masing dipersembahkan oleh Raja Dishafnya Achadi (SDN Gunung 5 Pagi) dan Joan Nadia (SDS Calvin Kemayoran). Sedangkan medali perunggu diraih oleh Made Ayu Utami Intaran ( SDS Santo Yakobus) untuk bidang IPA. Khusus untuk Raja Dishafnya Achadi, selain mendapatkan medali emas bidang IPA , juga meraih trophy untuk kategori The Best overall. Pencapaian DKI Jakarta pada OSN SD/MI 2013 ini tergolong bagus dan meningkat karena dapat merebut kembali juara umum. Pada tahun sebelumnya (2012), juara umum diraih oleh Tim OSN SD/MI Jawa Tengah, sedangkan DKI Jakarta berada di urutan 2. NR/ sumber Biro Dikmental

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

45


pendidikan

OSN SMP/MTs

DKI Jakarta Raih Juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP/ MTs 2013, DKI Jakarta menempati urutan ke 2. Juara umum diraih Jawa Tengah, sedangkan juara 3 direbut Jawa Timur. OSN SMP/MTs berlangsung di Batam, Riau pada 15-21 Mei 2013. OSN SMP/MTs 2013 hadir terlebih dulu dan berlangsung di Batam, Kepulauan Riau. Disusul kemudian OSN SD/MI pada 7 – 10 Juni 2013 di Bandung, Jawa Barat. Dan OSN SMA/MA direncanakan berlangsung pada awal September 2013 juga di Bandung. Olimpiade Sains Nasional tingkat SMP terdiri dari 4 (empat) bidang keilmuan yaitu: bidang Matematika, bidang Fisika, bidang Biologi dan bidang IPS. Hal ini sesuai dengan rencana program peningkatan mutu pendidikan sekaligus dalam rangka menyiapkan siswa-siswa berpotensi di bidang sains, untuk selanjutnya dibina agar dapat ikut serta dalam olimpiade tingkat internasional. Khusus bagi siswa yang meraih medali bidang IPA (Biologi, Fisika) diberi kesempatan untuk menjadi calon peserta IJSO, sedangkan peraih medali bidang Matematika menjadi calon peserta 46

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Olimpiade Matematika Internasional. Persyaratan untuk menjadi peserta OSN SMP antara lain: Berkewarganegaraan Indonesia; Peserta adalah siswa SMP kelas VII atau VIII pada saat mengikuti lomba, baik di tingkat Sekolah, Kabupaten/Kota, Propinsi, maupun Nasional yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kepala Sekolah; Nilai Raport peserta lomba serendah-rendahnya 7,5 (tujuh

koma lima) untuk bidang yang akan diikuti dalam lomba. Provinsi DKI Jakarta juga turut serta dalam OSN tingkat SMP ini. Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan seleksi dimulai tingkat kabupaten atau kotamadya yang berlangsung 9 Maret 2013. Kemudian berlanjut tingkat provinsi yang berlangsung 13 April 2013. Dari seleksi tingkat provinsi akhirnya di peroleh


45 siswa yang berhak mewakili Provinsi DKI Jakarta ke OSN SMP tingkat nasional di Batam.

Peringkat Dua Hasil OSN SMP/MTs 2013 menempatkan Jawa Tengah kembali meraih juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP 2013. Dalam klasemen akhir yang disampaikan oleh panitia di Batam, Jawa Tengah mengumpulkan 31 medali dengan rincian sebagai berikut: 5 medali emas, 13 perak dan 13 perunggu. Medali emas Jawa Tengah dipersembahkan oleh Timothy Jordan P dan Cantika Zenedine Yuswindia dalam mata pelajaran Biologi. Lalu Chrysan Angela Piarso pada mata pelajaran Fisika, Edwin Aldrian Santoso dan Eliora Violain Buyamin dalam bidang studi Matematika. Sementara itu di posisi kedua ditempati oleh DKI Jakarta yang berhasil mengumpulkan 23 medali, dengan rincian; 5 emas, 7 perak, dan 11 perunggu. Medali emas DKI Jakarta dipersembahkan oleh Ugiadam Farhan Firmansyah dalam bidang studi Biologi, James Yusuf mata pelajaran Fisika. Ruben Salomon Partono bidang studi Matematika, serta Talia Salsabila dan Cristian Evan Chandar bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Posisi ketiga ditempati Tim OSN Jawa Timur dengan mengumpulkan 3 emas, 7 Perak dan 11 Perunggu. Posisi empat ditempati Tim OSN Jawa Barat dengan 3 emas, 3 perak, dan 8 perunggu. Disusul kemudian posisi lima Tim OSN Provinsi Banten yang meraih 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Posisi enam ditempati Provinsi Yogyakarta dengan 1 emas 2 perak dan 1 perunggu. Dibanding tahun lalu (OSN SMP/ MTs. 2012), pencapaian DKI Jakarta tergolong meningkat, baik dari sisi

capaian posisi maupun jumlah medali. Jika pada OSN 2012 lalu DKI Jakarta berada di urutan tiga di bawah Jawa Tengah di urutan pertama dan Jawa Timur di urutan dua, maka pada tahun 2013 ini Tim OSN DKI Jakarta naik di urutan dua, sekaligus menggeser posisi Jawa Timur. Selain itu dari sisi perolehan medali juga meningkat. Pada OSN 1.

2012, Tim OSN DKI Jakarta mengumpulkan 16 medali dengan rincian 5 emas, 3 perak dan 8 perunggu. Namun pada OSN 2013 ini berhasil mengumpulkan 23 medali, dengan rincian; 5 emas, 7 perak, dan 11 perunggu. NR/ Sumber: Biro Dikmental. Adapun para peraih medali tersebut adalah sebagai berikut :

Bidang Biologi

No. Nama

Sekolah

Medali

1.

Ugiadam Farhan Firmansyah

SMP 12

Emas

2.

R. Hilman Haryo Teguh D.

SMP Labschool Kebayoran

Perak

3.

Wilson Wongso Soengkono

SMPK 8 Penabur

Perak

4.

Vincent Augusta Primayudha

SMPK 2 Penabur

Perunggu

5.

Jessica

SMP Calvin

Perunggu

6.

Imam Adli

SMPN 85

Perunggu

2.

Bidang Matematika

No. Nama

Sekolah

Medali

1.

Ruben Solomon Partono

SMPK 4 Penabur

Emas

2.

Anthony Willian Brian

SMP Mahatma Gandhi

Perak

3.

Eurike Sukarto

SMPK IPEKA Pluit

Perak

4.

Hans Mahardika Susanta

SMP Saint Peter

Perunggu

5.

Sherina Wijaya

SMPK Tirtamarta BPK Penabur

Perunggu

6.

OliviaPricillia

SMPK 8 Penabur Internasional

Perunggu

7.

Kezia Sulami

SMPK IPEKA Sunter

Perunggu

3.

Bidang Fisika Sekolah

Medali

No. Nama 1.

James Yusuf

SMPK 8 BPK Penabur Internasional

Emas

2.

Fahmi Naufal Rizki

SMPN 216

Perak

3.

Garry Windiarto M. Dunda

SMPIT AL Azhar 19

Perunggu

4.

Patrick Bryan Nugraha

SMPK IPEKA Internasional

Perunggu

4.

Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

No. Nama

Sekolah

Medali

1.

Thalia Salsabila

SMPN 115

Emas

2.

Christian Evan Chandra

SMPK 4 BPK Penabur

Emas

3.

Gandhi Mardiansyah

SMPN 117

Perak

4.

Lovina Aisya Malika Putri

SMPI Al Azhar 19

Perak

5.

Dominique Vallerie

SMPK 5 Penabur

Perunggu

6.

Ahmda Fauzan Ramadhona

SMPI Al Azhar 22

Perunggu /GFKC,C[C / /GFK FKC , ,C[Cz ,C[C z 0QOQ 0QOQT6CJWP 0 QOQT  6CJ 6 JWP   

47


pendidikan

'UV+7DXĂ&#x20AC;N<XGKL0XO\DQWR

Seluruh Kursi SMA/SMK Sudah Terisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatiuan khusus terhadap program wajib belajar 12 tahun. Di sela-sela kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta 3 Juli 2013 lalu, presiden berpesan agar program tersebut berjalan efektif. Sehingga, program wajib belajar 12 tahun dapat mempercepat peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah atas (SMA/sederajat). Saat ini, APK pendidikan menengah (dikmen) masih sekitar 78,7 persen. Artinya, ada 21,3 persen atau sekitar 4 juta anak usia SMA (1618) yang tidak bersekolah. Presiden menambahkan, tanpa program wajib belajar 12 tahun, peningkatan APK dikmen di angka ideal 97 persen baru bisa terwujud pada 2040. Sebaliknya, program wajib belajar berjalan efektif, peningkatan APK dikmen 97 persen dapat terwujud pada 2020. Lalu, apa yang terjadi di tahun ajaran baru 20132014 ? Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) melalui jalur lokal (sistem zonasi) sudah berakhir. Namun, sebagian warga masih mengincar sekolah unggulan walau berada di luar zona setempat. Dampaknya, masih ada kuota yang belum terpenuhi di sejumlah sekolah. Di lain pihak, kompetisi di sekolah unggulan semakin ketat karena diperebutkan pendaftar lokal dan luar zona. Faktor lain yang memicu adanya kursi kosong menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, DR H Taufik 48

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Yudhi Mulyanto, adalah perpindahan penduduk , sehingga kuota sekolah yang disediakan tidak terpakai semua. Ini terjadi di sejumlah permukiman yang banyak ditinggalkan warga karena perkembangan kota. Taufik Yudhi menegaskan, hingga tulisan ini dibuat (10/7) tinggal menyisakan 17.724 kursi kosong untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hampir semua kursi di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah penuh. Tinggal SMK 61 yang masih menerima siswa baru. Itu pun berlokasi di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Memang ada sekolah yang dibanjiri siswa pendaftar, tapi ada pula yang sepi peminat. Penyebabnya adalah penerapan sistem zonasi. Sistem ini

menyaratkan sekolah menerima 45 persen melalui jalur umum, 5 persen siswa berprestasi, dan 5 persen siswa dari luar Jakarta. Karena masih banyak bangku yang kosong, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka lagi pendaftaran siswa baru pada 8-10 Juli 2013. â&#x20AC;&#x153;Kami harap para siswa dan orang tua lebih cermat memilih agar mendapatkan sekolah yang sesuai dengan nilai anaknya,â&#x20AC;? tutur Taufik Yudhi.

Sosialisasi Ditambah Menanggapi banyaknya laporan ke posko yang dilakukan orang tua siswa berkenaan dengan tidak diterimanya anak-anak mereka di sekolah-sekolah tujuan dan banyak pula yang terpental gara-gara sistem zonasi, menurut Taufik Yudhi, penerimaan siswa baru yang


berlangsung setahun sekali, membuat banyak orang tua kurang paham. Sebenarnya, sosialisasi sudah dilakukan sejak Januari 2013, melalui kepala sekolah serta petugas di kelurahan dan di kecamatan. Tapi baru intensif setelah usaiu ujian nasional. â&#x20AC;&#x153;Nah, waktu sosialisasi itu yang perlu ditambah. Demikian pula menanggapi keluhan orang tua yang anaknya tak bisa mengikuti seleksi lokal karena tidak ada verifikasi saat pengumuman penerimaan umum tahap pertama. Kemungkinan besar itu adalah siswa yang ingin memotong jalur dan tidak mengikuti seleksi tingkat provinsi. Kalau sejak awal mereka mendaftar, pasti data mereka sudah terekam di database kami. Karena itu, Wakil Gubernurt, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) meminta sistem penerimaan siswa baru dibuka kembali,â&#x20AC;? paparnya. Lalu, bagaimana dengan 1.904 pendaftar yang mengubah domisili agar anak mereka bisa mendaftar di sekolah dengan zona tertentu, menurutnya, ini merupakan celah untuk mengakali persyaratan sistem zonasi. Siswa pendatang yang mengubah domisili membuat persaingan di zona semakin ketat dan pada akhirnya mengurangi jatah kursi siswa di sekitar sekolah. â&#x20AC;&#x153;Namun, kalau secara kependudukan sudah sah dan diterima oleh lurah dan camat setempat, kami tak dapat menolak. Karena itu, mungkin tahun depan akan dibuat ketentuan batas waktu berdomisili. Misalnya sang pendaftar sudah tinggal di tempat itu selama satu tahun terakhir,â&#x20AC;? ujarnya. Sekolah yang masih menyisakan kuota kursi untuk jalur lokal antara lain SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 19. Kedua sekolah yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu menyisakan 174 kursi kosong yang diharapkan dapat terisi setelah pendaftaran tahap II secara online

yang dibuka kembali pada 6 hingga 9 Juli 2013 untuk jalur umum dan lintas wilayah. Khusus untuk siswa DKI Jakarta dibuktikan dengan KTP orangtua siswa atau kartu keluarga. Jumlah bangku kosong di setiap sekolah, diumumkan pada 5 Juli lalu. Bagi siswa yang ingin mendaftar langsung di sekolah, bisa datang pada 8-10 Juli 2013. Tahun lalu, jumlah kursi kosong mencapai 14.000 bangku. Jumlah itu diharapkan berkurang tahun ini dengan penerapan sistem zonasi sekolah. Sampai tulisan ini dibuat Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih mengakomodasi orangtua siswa yang mengajukan keluhan. Terutama untuk siswa yang mendaftar dengan kartu keluarga (KK) baru dan siswa yang diterima, tetapi lupa lapor diri. Taufik Yudhi sangat menyayangkan orang tua siswa yang

membuatkan KK baru bagi anaknya demi dapat bersekolah di zona lain yang bukan tempat tinggalnya. Karena, perubahan identitas itu dapat mengganggu tujuan sistem zonasi sekolah. Misalnya, dalam kartu keluarga baru, si anak beralamat di Setiabudi agar bisa bersekolah di Setiabusi. Tetapi, pada kenyataannya, si anak bertempat tinggal dengan orangtuanya di Jagakarsa. Ini tidak adil bagi siswa yang bertempat tinggal di Setiabudi. Demikian pula yang terjadi di wilayah lainnya.

Belum Merata Pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta memang tidak dapat berbuat apa-apa, karena basis data yang digunakan adalah data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. H Ichwan Zayadi, anggota Komisi /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

49


E DPRD DKI Jakarta mengatakan, sistem penerimaan peserta didik baru belum sempurna “Saat ini masih ada penumpukan minat siswa ke sekolah tertentu. Ini menandakan kualitas sekolah di DKI Jakarta belum merata. Tugas Dinas Pendidikan DKI Jakarta adalah meratakan kualitas sekolah,” tutur wakil rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu. Retno Listyarti dari Forum Musyawarah Guru Jakarta mengatakan, pengawasan dan sosialisasi perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi cara tak wajar itu. Di sisi lain, penerimaan siswa dengan sistem zonasi disambut beragam oleh orangtua dan pengelola sekolah. Wakil Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 277, Ponidin dan Suryani, orang tua siswa asal Koja Jakarta Utara menilai, sistem zonasi membuka peluang lebih besar bagi anak-anak untuk masuk ke sekolah favorit di wilayahnya. Menurut Ponidin, ada sekitar 45 persen kuota yang dapat dimanfaatkan calon peserta didik dari zona yang sama. Sebelumnya, kursi diperebutkan pendaftar dari mana pun. Di SMPN 277 ada 100 kursi dari daya tampung 216 kursi untuk jalur local. “Di Jakarta Selatan, cukup banyak sekolah negeri favorit yang diincar calon siswa dari seluruh Jakarta dan kotakota di sekitarnya. Demikian halnya di wilayah Jakarta Timur. Sistem zonasi yang diterapkan tahun ini membuat orangtua murid dan calon siswa baru kelimpungan karena geraknya terbatas,” tutur Ichwan Zayadi. Muhammad Arsyad (47) warga Depok, Jwa Barat yang ditemui di Bulungan, Jakarta Selatan, mengaku resah dengan adanya kebijakan zonasi tersebut. Ia mengaku, empat orang anaknya sejak SD sudah disekolahkan di Jakarta Selatan. Sekarang ia khawatir anaknya tidak dapat masuk SMA bagus 50

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

di Jakarta. Ungkapan senada diutarakan Ali Mursyid (42) dari Pondok Ungu, Bekasi yang baru tiga tahun pindah dari Jakarta. Tiga orang anaknya, dari TK sampai SMA bersekolah di Jakarta. Kini, anak sulungnya sudah tamat dari sebuah SMK favorit di Jakarta Timur. Sedangkan anaknya nomor dua, baru lulus SMP dan bermaksud meneruskan di sekolah kejuruan. Sementara, dia sekarang menjadi penduduk Bekasi dan kartu keluarganya pun Bekasi. “Dengan adanya perubahan sistem zonasi, hingga sekarang kedua anak saya belum mendapatkan sekolahan. Baik yang mau masuk sekolah kejuruan maupun si bungsu yang akan masuk SMP. Sedangkan untuk dapat masuk SMPN dan Sekolah Kejuruan, nilai rata-rata raportnya minimal 7,8 lebih. Terus terang, orangtua siapa yang tidak stress mikirin sekolah anak-anaknya,” ujarnya.

Tak Tertampung Program wajib belajar 12 tahun yang diwajibkan lulusan SMP masauk SMA/SMK terancam tidak efektif. Sebab, daya tampung untuk siswa baru di SMA/SMK tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP. Setiap tahun ada ratusan ribu siswa lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA karena keterbatasan infrastruktur. Direktur Jendral Penddiikan Menengah (Dirjen Dikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad menuturkan, penyediaan bangunan sekolah di jenjang SMA/ SMK sederajat merupakan pekerjaan rumah (PR) besar Kemendikbud. Tahun ini, Kemendikbud memiliki agenda membangun ruang kelas baru (RKB) dan pendirian unit sekolah baru (USB). Namun, program tersebut dirasa tidak cukup efektif untuk mengakomodasi melubernya jumlah

luliusan SMP. Jumlah lulusan SMP setiap tahunnya mencapai 3,5 juta siswa, sedangkan daya tampung siswa baru di SMA/SMK hanya 21,8 juta siswa. Berarti, sekitar 700 ribu siswa lulusan SMP tak tertampung di SMA. Karenanya, pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan unit sekolah baru (USB), akan dijadikan solusi untuk mengatasi membludaknya siswa lulusan SMP yang tak tertampung di SMA/SMK. Solusi lainnya adalah membangun gedung SMA di setiap kecamatan serta memperbanyak SMA yang menjalankan program pembelajaran dua gelombang “Program RKB dan USB membutuhkan waktu lama. Sedangkan tahun ajaran baru dimulai paling lambat sebulan lagi,” tutur Hamid Muhammad. Hamid menyatakan, setiap tahun ada sekitar 3,5 juta siswa yang lulus SMP di seluruh Indonesia. Di sisi lain, daya tampung siswa baru di SMA sekitar 2,8 juta. Idealnya, ketika program wajib belajar 12 tahun itu bergulir, sudah tidak ada alasan siswa putus sekolah ketika lulus dari SMP dan melanjutkan ke SMA. “Kenyataannya, tidak semua lulusan SMP bisa langsung masuk SMA/SMK. Kondisi infrastruktur menjadi faktor penghambatnya,” tutur Dwi Rio Sambodo dari Komisi E DPRD DKI Jakarta. Ia menambahkan, sambil menunggu program pengadaan RKB dan USB berjalan, Ke 3 mendikbud seyoyamua meminta daerah-daerah dengan rasio siswa baru SMA dengan ruang kelas yang tinggi untuk memperbanyak pengoperasian sekolah dengan dua gelombang pembelajaran. Namun konsekuensinya, suasana pembelajaran menjadi tidak ideal. RCW


Kampung Tematik Kedepankan Potensi Lokal

Bisa Jadi Destinasi Wisata Jakarta kian mengukuhkan dirinya sebagai kota megapolitan. Ini tidak hanya dilihat dari banyaknya gedung pencakar langit serta infrastruktur penunjang lainnya. Jakarta sebagai pusat hiburan juga tak terbantahkan. Kini Jakarta pun sebagai surgawi penggemar belanja dengan bertebarannya pusat-pusat perbelanjaan. Namun di sisi lain, di setiap sudut dan pelosok Jakarta masih adai bangunan kumuh yang tidak layak huni. Di kawasan kumuh ini juga rentan berbagai gangguan seperti kebanjiran, kebakaran hingga penggusuran. Mereka acap disebut warga pinggiran dengan kondisi miskin dan di bawah garis kemiskinan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak hanya akan membenahi perkampungan kumuh. Lebih dari itu Pemprov akan membuat sebanyak 100 kampung tematik di Jakarta. â&#x20AC;&#x153;Pembangunan kota yang dimulai dari penataan kampung itu bukan cuma kampung deret. Setiap kampung itu punya tema sendiri-sendiri. Ada kekuatan lokalnya,â&#x20AC;? ujar Jokowi

menyebut alasan diadakannya kampung tematik. Jokowi mencontohkan Rawajati, lebih tepat dibangun sebagai kampung herbal. Ada pula kampung protein di Tegal Parang karena banyak produsen tempe dan tahu. Kampung Rawajati itu idealnya semua dibangun total, ada ruang terbuka hijau yang baik,

tahun 2011 juga menyebutkan, masih terdapat 392 rukun warga (RW) kumuh di Jakarta. Ini belum termasuk 64 kampung miskin yang menempati lahan-lahan di bantaran sungai, kolong tol, dll. (hasil pemetaan Urban Poor Consortium (UPC) selama 20082010). Meski jumlah perkampungan

ada pusat kampungnya, drainasenya dibangun. Dan yang menjadi prioritas adalah pembangunan rumahnya.

kumuh tidak mencapai 20% dari luas Jakarta namun keberadaan masyarakat miskin di kampung-kampung kumuh tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jenis kampung lain yang akan diwujudkan gubernur adalah Manggarai yang menurutnya pas jadi kampung panggung. Dia juga memperhatikan kampung di sekitar stasiun di Duri yang sangat kumuh yang mirip dengan Manggarai yang juga dekat dengan stasiun. Begitu pula kampung shopping di Poncol, kampung ikan di penjaringan, kampung kampus di Tomang. Lantas kampung backpacker di Kebon Sirih, dan kampung tekstil di Kebon Kacang.

Perhatian Serius Sumber Dinas Perumahan DKI Jakarta menyebutkan, jumlah penduduk tahun 2011 adalah 9.607. 787 jiwa dengan kepadatan penduduk 13. 157, 63 jiwa/km2. Dari jumlah tersebut, penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2012 berjumlah 363.200 jiwa (3,69%) . Dari sekitar 665 km2 luas DKI Jakarta, 49,47% di adalah wilayah perumahan dan permukiman. Dari luas itu 5,4% termasuk permukiman kumuh. Data Pemerintah DKI Jakarta

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

51


Kampung panggung, kampung kampus, kampung shopping, super kampung, kampung SCBD, kampung platform, dan kampung vertical housing adalah rencana penamaan lainnya dalam upaya penataan kampung. Ini disesuaikan dengan potensi kampung tersebut.

Kampung Nelayan

Upaya membenahi bangunan tak layak huni di permukiman kumuh menjadi prioritas kepempimpinan Jokowi dan jajarannya. Kampung

tematik pun dirancang sebagai upaya pemanusiaan warga Jakarta untuk dapat hidup dengan lingkungan yang layak dihuni.

Sebagai langkah awal merealisasikan kampung tematik akan memulai menata Muara Angke, Jakarta Utara. Tematik yang akan dibangun dalam Rusun Muara Angke ini adalah Rumah Susun (Rusun) Nelayan. Konsepnya, rusun akan dibangun satu tower dengan unit rumah di bawah 100 unit. Rusun Nelayan khusus dirancang untuk nelayan. Nanti dalam rusun itu dibuatkan aqua fever yang dapat digunakan untuk budi daya ikan. Selain

Upaya Penataan Permukiman Kumuh DKI Jakarta Sejak tahun 1969 Pemerintah DKI berupaya menata kampungkampung kumuh yang bertebaran di lima wilayah Jakarta. Salah satunya dengan program yang dikenal dengan pendekatan â&#x20AC;&#x153;solutifâ&#x20AC;? untuk mengatasi keadaan perumahan kampung miskin. Saat itu, pemerintah memiliki 3 (tiga) pilihan, yaitu: - Menggusur kampung dan membangun rumah susun - Membangun perumahan baru di pinggir kota - Memperbaiki kampung, membuat gang dan jamban umum, memasukan air PAM dan memperbaiki cara pembuangan sampah. Pilihan ketiga, yang dikenal sebagai Program Perbaikan Kampung atau MHT dipilih oleh Pemda DKI

52

/GFKC,C[C GFK FKKC , ,C[Cz ,C[C z 0QOQ 0QOQT6CJWP 0 QOQT  6CJ 6 JWP   

Jakarta sebagai upaya penataan kampung kumuh. Pembaruan kota melalui pendekatan menggusur kampung dan membangun rumah susun dikesampingkan karena menurut Pemda DKI Jakarta, saat itu, berdiam di rumah susun masih asing bagi kebiasaan orang Indonesia. Program MHT dilaksanakan saat itu dengan alokasi anggaran Rp 10 juta dengan penduduk Jakarta berjumlah 4,5 juta. Pilihan merehabilitasi kampung diambil karena dianggap paling efektif tanpa merusak jaringan tradisional masyarakat. Proyek perbaikan Kampung atau lebih dikenal dengan MHT telah dilaksanakan sejak tahun 1969 kemudian dievaluasi pada tahun 1993. Catatan evaluasi adalah kurangnya peran masyarakat dalam pemeliharaan hasil proyek. Selanjutnya, pelaksaan program dirubah menjadi Tribina (Bina Sosial, Bina Ekonomi, dan Bina Fisik Lingkungan).

Sejak 2006, program MHT disempurnakan menjadi Program Perbaikan Kampung Terpadu/MHT Plus. Penguatan program dilakukan melalui pembentukan kelompok swadaya masyarakat, pendampingan dan penguatan kelompok, peningkatan peran serta masyarakat dan pemandirian LSM. Hasil dari pendampingan dan penguatan kelompok masyarakat adalah Community Action Plan (CAP) yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Jokowi, penanganan 100 RW kumuh di Jakarta dilakukan melalui program MHT Plus berdasarkan Pergub No. 190 tahun 2009 tentang Pelaksanaan Perbaikan Lingkungan Permukiman (MHT PLus) dan Kepgub Prov DKI Jakarta no 1907 tahun 2009 tentang pembentukan Pokja Perbaikan Lingkungan Permukiman (MHT Plus).


itu, akan dibangun pasar tradisional dan Puskesmas. Keberadaan Rusun Nelayan sebagai kampung tematik bisa juga dijadikan sebagai destinasi wisata

bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk desain kampung tematik nelayan seluas 2,1 hektar di Muara

Untuk tahun 2013, Program MHT Plus akan dimulai dengan penataan 30 RW kumuh dengan menggandeng perusahaaan dalam bentuk Corporate Social Responsibility. Telah ada komitmen dari tujuh (7) perusahaan yang bersedia melaksanakan program yaitu PT. Jasindo, PT. Don Media Indonesia, PT. Bank DKI, PT. Pembangunan Jaya Ancol, PT. Jakarta Propertindo, PD. Pembangunan Sarana Jaya dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan ada 3 perusahaan lain yang bersedia yaitu PT. Astra Internationa Tbk, PT. Jakarta Tourisindo, dan PD Pasar Jaya. Untuk program MHT Plus tahun ini, program penataaan kampung akan meliputi:

-

-

Perbaikan rumah tidak layak (lantai, dinding, kusen, plafon dan atap) Pembuatan sumur resapan Pembuatan Septic tank/ IPAL Komunal Penghijauan Perbaikan MCK Pembangunan ruang interaksi sosial

-

Pengadaan alat pendukung posyandu Pengadaan alat peraga PAUD Pembangunan Pos RW

Terkait pemilihan lokasi dalam Kegiatan kemitraan CSR di program MHT Plus, mekanisme penetapan lokasi MHT Plus ditentukan dengan syaratsyarat sebagai berikut : - Berada di RW kumuh di setiap kota/ kabupaten Administrasi sesuai dengan Data Evaluasi RW Kumuh yang dikeluarkan oleh BPS Provinsi DKI Jakarta - Penetapan RW Kumuh dilakukan oleh masing-masing Walikota dan Bupati - Usulan lokasi pelaksanaan CSR dalam MHT Plus akan ditetapkan oleh Dinas Prumahan dan Gedung Pemerintah Prov DKI Jakarta. (*)

Angke, Jakarta Utara, ini telah rampung. Direktur Shau Architecture and Urbanism, Daliana Suryawinata, konsultan kampung nelayan Muara Angke menyebut hingga kini masih melakukan upaya-upaya mewujudkan kampung nelayan ini dengan berbagai langkah, termasuk mengatasi pemindahan warga maupun anggaran pembangunannya. Meski tidak mulus, namun Deliana tetap berupaya melaksanakan seperti arahan Gubernur DKI Jakarta. Dia menyebut salah satu kendalanya adalah masalah tanah untuk relokasi dan warga yang enggan pindah sebelum ada tempat penampungan. Selain itu warga yang sehari-harinya berusaha dalam pengolahan ikan berharap ada lahan untuk relokasi usaha. Fadil Halimi, perwakilan warga Kampung Baru Muara Angke di Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara menyebutkan, baru sekitar 160 lebih keluarga dari 830 keluarga yang tinggal di Kampung Baru pindah ke rumah susun (rusun). Mereka yang belum pindah menunggu tempat relokasi sebelum meninggalkan kawasan pelabuhan. Menurut Fadil, warga berharap tak digusur sebelum mendapat tempat tinggal baru. Beberapa warga bahkan menyatakan rela menunggu hingga rusun selesai dibangun 1-2 tahun. Sementara Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan dan Pendaratan Ikan Muara Angke, Iwan Sudarmawan menyebutkan, sekitar 5,7 hektare dari total 71,7 hektare kawasan pelabuhan dihuni oleh warga. Mereka mendirikan hunian nonpermanen dan semipermanen mulai dari ukuran 15 meter persegi dengan jumlah penghuni yang ditaksir mencapai lebih dari 2.500 keluarga. ALF /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

53


Intermezo Pesona Kemarahan Oleh ; Iswati Soekarto Orang bijak sering mengatakan, kalau ingin melihat diri orang yang sebenarnya, lihatlah ketika dia

Pemprov DKI berusaha transparan,

emas”.

mencegah mark up, berhati-hati

Sebagai pejabat yang pasti disorot

mengelola uang rakyat, mengedepankan

sedang marah. Memang bermacam-

publik, dan utamanya oleh media,

efisiensi, mengutamakan pelayanan dan

macam sikap manusia ketika sedang

kendali diri sangatlah penting, apalagi

kepentingan masyarakat.

marah. Ada yang mukanya begitu

ketika sedang marah. Tak perlu bereaksi

menyeramkan. Berwajah api, terlihat

secara fisik sampai menampar atau

kemarahan”, beberapa waktu lalu,

bengisnya, serta lemah kekuatannya

memukul. Itu kekerasan namanya. Juga

Gubernur Jokowi juga sempat akan

dalam mengendalikan diri.

tak perlu melontarkan kata-kata buruk.

dimakzulkan oleh DPRD DKI,

Ini juga kekerasan karena bisa membuat

karena kisruh Kartu Jakarta Sehat.

luka hati.

Beberapa rumah sakit mengancam

Perilakunya bisa liar, membanting barang apapun yang ada di sekitarnya, berteriak, dan mengumpat dengan

Kemarahan bisa diwujudkan

Masih dalam “bingkai soal

mengundurkan diri dan tidak akan

kata-kata tak sopan. Namun, ada pula

dalam argumentasi-argumentasi sesuai

orang marah yang hanya terlihat dari

kontek permasalahan yang sedang

perubahan mimiknya, tapi ia diam, dan

dibicarakan/dibahas ( secara keilmuan) ,

“Ya, kalau dipanggil ya kita jelaskan,

tak satu kata pun terucapkan. Seolah

dan tidak menghantam sifat pribadi.

malah senang kita bisa menjelaskan. “

dia bergulat dengan dirinya sendiri

Dalam pemerintahan Jokowi

menerima pasien pemegang KJS. Tapi Jokowi tenang-tenang saja.

katanya kepada pers terkait gertakan

dalam menahan emosi dan melawan

–Ahok yang belum genap setahun,

Kebon Sirih dengan hak interpelasinya

angkara nafsu.

ada suatu dampak dari aksi/reaksi

itu. Lantas apa pula reaksinya

kemarahan namun membuat kita

terhadap belasan rumah sakit yang

pertama hingga hilang kendali, yang

tercengang, dan bahkan itu menjadi

hendak mengundurkan diri? Inilah

kedua, sulit dipahami karena diam

pesona tersendiri. Ingat ketika wakil

cuplikannya:

seribu bahasa. Bagi pejabat publik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja

keduanya tak elok. Ingat anggota

Purnama (Ahok), tampak marah

urus izin gantian. Ha,...ha.., begitu,

Dewan yang adu jotos ketika adu

dalam suatu acara dengan pejabat di

enggak usah pikir terlalu rumit,” kata

argumentasi di Gedung DPR RI.

lingkungan Dinas PU DKI. Peristiwa

Jokowi.

Mereka seolah ingin menunjukkan

itu jadi heboh karena diunggah ke

kekuatannya terhadap lawan, tapi

Youtube.

Keduanya cukup ektrem, yang

justru yang terlihat adalah kelemahan

54

kondisi tertentu bisa jadi “diam itu

“Santai aja, nanti (mereka) urus-

Ketika ditanya apa maksud pernyataan gantian tersebut, Jokowi

Tapi anehnya, kemarahan pak

menjawab, kesehatan merupakan hak

pribadinya karena tak sanggup

Wagub itu jadi tontonan menarik ,

rakyat. Namun, kata dia, hak tersebut

mengendalikan diri. Jika terlalu diam,

bukan karena marahnya, tapi karena

malah diganggu.

aparat bawahan maupun masyarakat

ucapan-ucapannya. Seribu kepala

tidak akan paham apa sebenanya yang

bisa menafsirkan kesan yang berbeda,

Mbok ngomonglah dengan kita. Diajak

menjadikannya marah. Walau, dalam

tapi benang merahnya sama. Betapa

bicara tiap menit saja kita siap 24 jam,

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

“Kan ganggu-ganggu itu namanya.


kita buka kok. Itu kan namanya tidak punya rasa sosial kemanusiaan. Wong

Dinas Perumahan. Kepala Dinas Perumahan

bahkan membawa surat itu ke warga rusun (agar warga tidak bolak-balik) ke

dalam perang saja musuh sakit harus

Yonatan Pasodung kepada

disembuhkan kok. Ini rakyat sendiri

wartawan mengatakan, bukan

ditinggal. Yang benar saja,” kata Jokowi.

maksudnya mempersulit, tapi demi

seharusnya pelayanan bagi warga yang

Ada nada marah dalam tutur

tertibnya administrasi warga harus

tidak mampu merupakan prioritas.

melengkapinya.

Selain itu, ia menilai semestinya

katanya, namun kian terlihat betapa segala jawaban memanifestasikan

Wagub Basuki merasa kesal karena

kantor Dinas Perumahan. Basuki pun menegaskan,

Dinas Perumahan DKI yang harus

misi yang diembannya, Lalu, dari

rumitnya birokrasi Dinas Perumahan

selalu bersiaga di Rusun Marunda

aksi marah dan reaksi bernada marah

itu. “Tadi pagi saya baru marah-marah

agar memudahkan masyarakat untuk

itu, kita makin paham, seperti

dan kesal. Bayangkan saja, surat

mendapatkan pelayanan.

apa kepemimpinan Jokowi- Ahok

perjanjian tinggal di rumah susun

ini, dan sejauh mana kinasih-nya

(rusun) mesti bolak-balik ke kantor

pejabat semacam itu, malah membuat

memperjuangkan kehidupan warga.

Dinas Perumahan. Apa salahnya sih

simpati warga. Banyak orang

orang Dinas Perumahan yang bawa ke

malah memberi aplous terhadap

warga rusun?” kata Basuki

kemarahan pejabat yang justru dalam

Belum lama ini juga ada kemarahan Ahok terhadap aparat bawahannya. Sebabnya, terjadi keluhan

Inilah yang patut dicatat, kata-

Nah, kemarahan-kemarahan

kemarahannya itu menunjukkan

warga yang merasa dipersulit ketika

kata Apa salahnya orang Dinas

konsistensinya akan makna

mengurus surat-surat untuk bisa

Perumahan yang bawa ke warga rusun?

“Pelayanan”. Inilah salah satu pesona

menghuni Rusun Marunda. Mereka

(secara implisit yang dikehendaki

tersendiri tentang Jakarta Baru.***

harus bolak-balik datang ke Kantor

Wagub adalah sikap mau melayani, /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

55


Masalah Sampah Masih Akut

Pemprov DKI Siapkan Perda dan Kampanye Budaya Bersih Sampah, merupakan salah satu masalah akut Kota Jakarta. Belum adanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan dan keengganan mengelola sampahnya sendiri menjadikan sampah banyak berserak di jalan, sungai, dan mengotori keindahan kota.

Setiap hari sebanyak 6.254 ton sampah diangkut dari Jakarta ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA). Sampah itu berasal dari sampah rumah tangga sebesar 53 persen, dan 47 persen sisanya sampah gedung perkantoran, rumah sakit, toko-toko , dan lainnya. Baru-baru ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyusun peraturan daerah (perda) mengenai pengelolaan sampah yang telah disahkan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta. Aturan ini menggantikan Perda Nomor 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan dalam Wilayah DKI Jakarta serta merupakan turunan dari Undang-Undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah No.81 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga serta Permendagri No.33 Tahun 2010 56

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

tentang pedoman Pengelolaan Sampah. Perda baru ini mengatur pengelolaan sampah di DKI Jakarta secara komprehensif dari sumber sampah (hulu) hingga tempat pembuangan sampah akhir atau TPSA (hilir). Hal-hal yang diatur antara lain tugas dan tanggung jawab pemerintahan; hak, kewajiban, dan tanggung jawab masyarakat; hak, kewajiban, dan tanggung jawab produsen; insentif dan disinsentif; perizinan; penyelenggaraan pengelolaan sampah; teknologi tepat guna dan ramah lingkungan; kerja sama dan kemitraan; serta pengawasan dan pengendalian; larangan; dan sanksi. â&#x20AC;&#x153;Substansi perda ini tidak hanya mengatur sanksi. Karena untuk sanksi juga sudah diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum,â&#x20AC;? kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Unu Nurdin.

Saat ini perda tersebut sedang dalam proses untuk ditetapkan dan dimasukkan dalam lembaran daerah dan selanjutnya dinyatakan mulai berlaku.

Empat Strategi Selain membuat peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan sampah, berbagai upaya penanggulangan sampah sudah dan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta antara lain melalui empat strategi berikut: Â&#x192; Bank sampah Bank sampah dibuat di tiap kelurahan, dimaksudkan agar sampah yang berasal dari rumah tangga bisa diolah kembali dan bermanfaat bagi warga. Sehingga sampah yang diangkut ke TPSA adalah sampah residu. Dalam sistem ini sampah yang diserahkan warga ke bank sampah akan


dikelompokkan berdasarkan jenisnya, lalu sampah yang tak bisa didaur ulang akan dibawa ke TPSA. ƒ Pengelolaan sampah terpadu Pemprov DKI Jakarta tengah mengupayakan pengelolaan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facilities (ITF). Pengolahan sampah di ITF ini tergolong sederhana namun dapat mengurangi biaya pengangkutan sampah dan juga sekaligus menambah umur TPSA. Di ITF dilakukan pemilahan sampah organik dan non-organik, sampah organik dicacah kemudian dimasukkan ke kompartemen hidrolisis. Kemudian sampah yang tercacah disemprot dengan air lindi yang diputarkan dari anaerobic digester secara kontinyu supaya air lindi yang ada di dalam sampah bisa terpancing keluar dengan maksimal. ITF ini nantinya akan dibangun di 4 titik yakni Sunter, Cakung-Cilincing, Marunda, dan Duri Kosambi. Untuk saat ini, dimulai dari ITF Sunter yang diharapkan akan selesai pembangunannya pada akhir tahun ini. Pada tahun berikutnya akan dilanjutkan pembangunan ITF di wilayah lainnya. Keberadaan ITF di tiap wilayah Kota Administrasi diharapkan akan mampu

menyelesaikan masalah sampah di DKI. ƒ Pengerukan kali Sampah di Jakarta tak hanya di darat saja tapi juga banyak sampah yang dibuang ke sungai dan menyebabkan pendangkalan serta menjadi salah satu penyebab banjir di Ibu Kota. Sebab, pada saat hujan turun, sungai tak mampu menampung volume air sehingga meluap. Untuk mengatasinya, Pemprov DKI Jakarta melakukan pengerukan sungai dan pemasangan sheet pile pada waduk maupun sungai untuk penguatan agar tidak mudah jebol. ƒ Galakkan kampanye budaya bersih Salah satu penyebab banjir Jakarta adalah sungai-sungai yang ada di Jakarta tak mampu menampung volume air karena mengalami pendangkalan akibat sampah. Karenanya, langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi hal ini, selain melakukan pengerukan kali, juga berupaya meningkatkan kesadaran warga Jakarta agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai. Gerakan untuk membudayakan kebersihan ini sudah mulai dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo semenjak beberapa waktu lalu.

“Saya sampaikan kampanye budaya bersih harus digerakkan di manapun. Kalau tidak, kita akan begini terus,” ucapnya saat meninjau pelaksanaan kerja bakti di bilangan Jakarta Utara. “Saya ajak masyarakat agar jangan buang sampah di kali, drainase, selokan, dan kerja bakti membersihkan sampah dan sedimen minimal dua minggu sekali. Kalau tidak, air akan meluap,” lanjutnya. Kampanye tersebut nantinya akan direalisasikan dalam bentuk spanduk maupun baliho yang dikeluarkan secara serempak. Selain itu, Pemprov DKI juga akan bekerja sama dengan grup musik Slank untuk ikut berkampanye. Melalui kampanye budaya bersih dan kerja bakti untuk membersihkan kali serta saluran air secara terusmenerus akan membangun kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan, dan menghilangkan kebiasaan membuang sampah ke sungai. “Kita harus kerjakan bersama. Proses membudayakan buang sampah pada tempatnya memang perlu waktu. Harus terus menerus. Sampai kita sadar,” pungkasnya. ANN

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

57


wisata & budaya

‘Ariah’, Ekspresi Kehormatan Wanita Betawi Hari Ulang Tahun ke486 Kota Jakarta tahun ini tidak hanya dijejali kegiatan yang bermisikan meningkatkan potensi ekonomi. Budaya Betawi pun mendapat perhatian prima untuk dilestarikan dan dikembangkan.

Salah satu perhatian Pemprov DKI Jakarta adalah ikut menyokong pergelaran drama musikal kolosal bertajuk ‘Ariah’ di silang Monas dari tanggal 28 hingga 30 Juni lalu. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bahkan rela duduk ndeprok atau lesehan bersama warga menyaksikan pertujukan ‘Ariah’ karya Atilah Soeryadjaya. Layaknya si empunya hajat, saat hari pertama pertunjukan ‘Ariah’ , 58 58

/GFKC,C[C z 0QOQT6CJWP /GFKC,C[C z z 0QOQT6CJWP

Jokowi yang mengenakan pakaian sadaria berbaju koko menyambut tamutamunya malam itu. Pejabat pemerintah hingga politisi hadir menyaksikan pergelaran ini, mereka yang tampak saat malam pembukaan, Jumat (28/6) adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri beserta putrinya, Puan Maharani. Usai mengantarkan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz duduk di deretan kursi khusus, perhatian Jokowi beralih ke suasana kerumunan penonton yang berdiri di depan pintu masuk. Area penonton yang tiket masuknya berbayar Rp2000 terlihat kosong, maka Jokowi spontan menyuruh masuk masyarakat yang berada di luar area tanpa harus beli tiket. Sebaliknya gubernur sendiri yang membayari warga untuk nonton pertunjukan ‘Ariah’ tersebut. Tak hanya menyuruh masuk, Jokowi juga duduk lesehan bergabung bersama warga menyaksikan ‘Ariah’. Kesempatan itu tak dilewatkan warga untuk mengambil gambar dan bersalaman dengan orang nomor satu di DKI Jakarta ini.

Lesehan dan nonton bareng warga memang bukan hal baru bagi Jokowi. Namun menyuguhkan tarian kolosal di ruang terbuka seperti Monas bisa dibilang sesuatu yang jarang terjadi. Apalagi pertunjukan berbayar seperti pertunjukan ‘Ariah’.

Spektakuler ‘Ariah’ merupakan drama musikal kolosal bercerita tentang seorang wanita Betawi yang berjuang mempertahankan martabat dan kehormatannya. Ariah adalah tokoh pemberani dalam melawan kekejaman para centeng dan tuan tanah yang kerap menculik dan memperkosa gadis. Dirinya juga berani mendobrak pemahaman yang berkembang pada masanya, bahwa wanita harus berdiam diri dalam rumah dan hanya boleh keluar untuk pergi mengaji. Baginya, gadis-gadis pun perlu belajar pencak silat untuk membentengi diri dari ancaman bahaya. Sejumlah tokoh yang terlibat dalam pertunjukan ini antara lain Atilah Soeryadjaya (sutradara dan penulis naskah), Jay Subiakto (penata artistik), dan Erwin Gutawa (penata


musik). Suguhan ini ditampilkan dalam sebuah panggung dengan luas 72 x 48 meter dan tinggi 10 meter. Dengan persiapan kurang dari enam bulan, Jay Subiakto penata artistik ‘Ariah’ ini bukan hanya membuat panggung besar, tapi juga mendesainnya dengan unik. Panggung dibagi dalam tiga tingkat yang miring ke samping. Sudut kemiringannya cukup tajam yakni 15 derajat, 25 derajat dan 35 derajat di masing masing tingkat. Sudut-sudut tersebut dibuat bukan tanpa makna. Menurut Jay, bila ditarik dengan garis imajiner, sudut-sudut itu akan betemu dengan lokasi bersejarah Kota Jakarta. Misalnya, garis lurus akan bertemu pada titik lokasi Menara Syahbandar yang merupakan titik nol kilometer Jakarta pada era VOC. Kini, titik nol kilometer Jakarta berada di Monas. Desain ini selain terinspirasi oleh naskah pertunjukan, juga terilhami konsep bangunan Monas dan tata kota Jakarta yang dirancang Presiden Soekarno. Menurut Jay, Bung Karno membuat tata kota Jakarta sempurna dengan adanya Monas. Tidak hanya itu, untuk memasukkan kesan nyata dan modern, Jay memberikan efek melalui proyektor. Teknologi yang dipakai yakni video mapping. Dengan teknologi ini, panggung akan dipenuhi beragam objek yang dikeluarkan proyektor.

Dalam mengerjakan semua itu Jay ingin berpesan bahwa tradisi itu bisa ditarik ke masa kekinian, dengan catatan tidak boleh merusak pakem-pakem tradisinya. Dengan begitu, diharapkan anak-anak muda lebih tertarik mengembangkan seni tradisional yang dipadukan unsur modern di dalamnya. Pengalaman Jay membuktikan, seni semacam itu akan lebih mudah menembus pasar internasional jika ada akar budaya dalam setiap kreasi yang diciptakan. Perhelatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dorongan kepada masyarakat Jakarta untuk mengenal dan berdekatan lebih erat dengan simbol-simbol kota, khususnya Monas. Karena Monas menjadi dekat dengan masyarakat dan menjadi penanda kota. Jay juga berharap pertunjukan ‘Ariah’ semakin mendorong perkembangan industri seni pertunjukan di Indonesia khususnya desain panggung. Dengan pertunjukan ini Jay ingin menunjukkan banyak profesi baru yang bisa menghidupi banyak orang. Dengan panggung yang menyerupai cawan Monas dengan 3 level ketinggian, mulai 3 meter, 7 meter hingga 10 meter tersebut membuat para penarinya harus berlatih ekstra keras untuk menari di atas bidang panggung yang dibuat miring hingga 15 derajat. Sebanyak 200 penari profesional

dan 120 musisi orkestra meramaikan pertunjukan yang diadaptasi dari cerita rakyat Betawi berlatar tahun 1869 itu. Tak hanya dari segi artistik, ide cerita dan konsep pertunjukan juga dibuat unik. Ariah, tokoh utama dalam kisah itu diharapkan mampu membangkitkan semangat warga Jakarta untuk mempertahankan martabat Kota Jakarta. Beberapa selebritas seperti Irfan Hakim, Indra Bekti dan Sahrul Gunawan pun hadir dengan memberikan apresiasi. “Keren banget. kita bangga jadi orang Jakarta yang sudah difasilitasi pertunjukan seperti ini,” ujar Irfan Hakim.

Tiket “Ariah” Bervariasi Harga tiket masuk pergelaran ‘Ariah’ berdurasi 80 menit ini dijual mulai Rp 275.000 hingga Rp 1,5 juta, sementara untuk pasar rakyat atau penonton festival hanya dikenakan Rp 2000. Rincian HTM adalah Rp 1,5 juta untuk VVIP, dan VIP Rp 900.000. Sementara kelas 1 Rp 500.000 dan kelas 2 Rp275.000. Meski demikan panitia juga menyediakan tiket gratis untuk 6.500 penonton yang disebarkan melalui RT/ RW, serta ada juga yang gratis untuk masyarakat semua namun lewat dua layar yang disiapkan, sehingga siapa saja bisa menonton pentas tersebut. Layar diletakan di sisi utara di sebelah kanan dan kiri panggung Ariah. ALF /GFKC,C[C z z 0QOQT6CJWP /GFKC,C[C z 0QOQT6CJWP

59


wisata & budaya

Budaya

Melestarikan Betawi Melalui Busana Di ulang tahun Kota Jakarta yang ke 486 ini, ada suatu penguatan dari upaya pelestarian budaya Betawi, khususnya busananya. Baju koko yang menjadi pakaian sehari-hari kaum pria Betawi, serta kebaya encim untuk kaum perempuannya, sejak Januari 2013 telah menjadi salah satu seragam karyawan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kebijakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ini disambut gembira para karyawan. Ada keunikan yang beda. Suatu busana etnis menjadi uniform bagi institusi besar, di kota besar pula, Metropolitan Jakarta. Putra Betawi sendiri tentu lebih senang menyambutnya. Lebih-lebih Emma Amalia, salah seorang tokoh Betawi dari Pusat Kebudayaan Betawi, menyatakan apresiasinya atas prakarsa yang sudah direalisasikan gubernur yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. â&#x20AC;&#x153;Sebagai orang Betawi saya bangga. Ini upaya pelestarian terhadap budaya Betawi, â&#x20AC;&#x153; kata Emma Amalia kepada Media Jaya. 60

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Perancang busana Betawi ini sebelumnya pernah diminta gubernur untuk menampilkan desain-desain busana Betawi dan itu telah digelar dalam suatu acara di Balai Kota. Perkembangan busana Betawi terus menggeliat mengikuti perkembangan mode, meski ada semacam pakem yang tetap dipertahankan, dan biasanya yang diperuntukkan dalam kegiatan resmi atau upacara-upacara terkait tradisi Betawi. Sementara para perancang mode yang selalu ingin berinofasi dari busana-busana daerah, tak henti membuat kreasi, tak terkecuali yang berpijak atau mengambil inspirasi dari busana Betawi. Dalam suatu peragaan busana pada Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu di Jakarta Convention Center, beberapa desainer menampilkan rancangan .yang diilhami garis potong

busana Betawi, khususnya untuk pakaian perempuan (encim). Ciri umum adalah seperti kebaya tanpa kutubaru, dan meruncing di bagian bawah. Pada pinggiran kain umumnya berhias benang sulam, mulai dari krah/ leher, bagian depan hingga seluruh bagian bawah, serta pergelangan tangan. Perancang yang berkreasi dengan inspirasi busana Betawi di antaranya Vielga Wennida yang sering mendesain busana-busana kebaya, diantaranya kebaya Betawi. Namun kali ini Vielga mengeksplorasi kebaya Betawi untuk dipadupadankan dengan rock, sacdress, dan tentu dengan kain juga. Lengkap pula dengan kain yang bermotif pucuk rebung di bagian depannya. Jika dipadu dengan, rock menjadikan busana yang masih tampak ciri kebetawiannya itu bisa disukai anak-anak muda yang suka gaya atau mereka yang berselera muda. Apalagi panjang lengan tidak harus sampai pergelangan, sebagaimana umumnya busana encim. Vielga menyuguhkannya beberapa model, dari lengan pendek, sedang, hingga berlengan panjang.. Emma Amalia yang pernah mendapat penghargaan sebagai pelestari budaya Betawi menjelaskan mengenai busana kebaya encim yang konon ada pengaruh budaya Cina. Menurutnya, busana Betawi untuk perempuan adalah setelan kain dengan kebaya berlengan panjang sebagaimana sering kita lihat, atau seperti baju kurung. Hanya bagian depannya meruncing, Etnis Cina yang sudah lama tinggal di Betawi ketika


itu, kalau mengenakan busana Betawi lengannya dibuat pendek, sampai siku atau ngatung. â&#x20AC;&#x153;Jadi busana Betawi itu (untuk perempuan) bukan pengaruh dari Cina, itu asli Betawi. Pengaruh Cina-nya ya, yang lengen pendek itu,â&#x20AC;&#x153; papar Emma Amalia. Tentang kain yang bermotif pucuk rebung yang menjadi ciri khas kain kebaya Betawi, kata Amalia, kain tersebut utamanya harus dipakai pada upacara tradisi, seperti saat pernikahan. â&#x20AC;&#x153;Itu memang simbol tapi ada maknanya, Maknanya sebagai tolak bala,â&#x20AC;&#x153; ucap Emma Untuk busana pria betawi ada beberapa model, salah satunya yang dipakai sebagai busana seragam pegawai Pemprov DKI Jakarta adalah baju koko yang dipadukan dengan celana. Sementara dalam tradisi Betawi baju koko umumnya dipadukan dengan sarung. Dalam perkembangannya baju koko juga dikreasi dengan sulam, diantaranya pada bagian krah/ leher hingga bagian tepian kancing, Juga pada saku, atau disulam khusus dengan variasi tertentu di bagian depan/dada untuk memperindah tampilan. Berbusana koko bagi pria, dan mengenakan kebaya encim bagi perempuan pada hari-hari tertentu, hal ini tidak hanya ikut melestarikan warisan budaya dan tradisi Betawi. Namun, dengan berbusana yang berbeda dari keseharian Anda, ternyata menghadirkan aura yang beda pula. Apalagi busana Betawi dalam pilihan desain-desain yang inovatif, akan membuat penampilan Anda lebih fashionable. Dan khusus bagi perempuan ketika mengenakan busana Betawi, biasanya terlihat lebih ceria. Karena pilihan pada warna-warna cerah dan mencolok, lebih mendekatkan pada wajah kultur yang sebenarnya. *** Pandu Satyabrata /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

61


wisata & budaya

Ini Gelaran Pesta Rakyat Lewat rangkaian acara yang dikemas dalam konsep pesta rakyat, Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk turut aktif menjaga dan memajukan ibukota. Masih belum lekang dari ingatan, cerita tentang gemerlap dan kemeriahan perayaan HUT ke-486 kota Jakarta, Juni lalu. Selama satu bulan, masyarakat ibukota dimanjakan oleh kehadiran berbagai acara yang diharapkan mampu menjadi oase diantara kepenatan akibat rutinitas hidup sehari-sehari. ‘Ambience’ ulang tahun kian terasa dengan keberadaan berbagai atribut ulang tahun serta pernak-pernik khas Betawi yang meramaikan sudut-sudut Kota Jakarta. Mengusung konsep ‘pesta rakyat’, di HUT ke-486 ini, Pemprov DKI Jakarta menyajikan perayaan yang terbilang unik dan berbeda dari perayaan-perayaan sebelumnya. Selain pemilihan lokasi acara yang sebagian besar dilakukan di ruang terbuka publik, Pemprov DKI Jakarta juga menempatkan masyarakat sebagai pelaku aktif dalam berbagai rangkaian acara.

Pesta Rakyat Sejak awal, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap acara yang digelar Pemprov DKI Jakarta. “Ulang tahun Jakarta harus memberikan kegembiraan kepada segenap masyarakat Jakarta agar mereka juga bisa menikmati. Tidak boleh eksklusif di gedung-gedung mewah,” kata Jokowi. Gambaran pelibatan aktif 62

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

masyarakat antara lain dapat dilihat dari jumlah warga yang hadir dan berpartisipasi dalam berbagai acara, Jakarta Night Festival (JNF) dan Jakarnaval misalnya. Pada pelaksanaan kedua event akbar tersebut, beberapa ruas jalan protokol di Jakarta seolah ‘disulap’ menjadi lautan manusia. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budiman. “Sesuai tema ‘Jakarta Baru Jakarta Kita’, pada perayaan kali ini Pemprov DKI Jakarta membuka akses seluas-luasnya bagi publik. Dengan begitu kami berharap tercipta interaksi dua arah antara masyarakat dengan pemerintahnya,” katanya. Ia mencontohkan proses bagaimana publik dilibatkan secara aktif dalam pawai budaya bertajuk Jakarnaval 2013. “Contohnya Jakarnaval. Kami telah mempersiapkan ini jauh-jauh hari (4-5 bulan sebelumnya, red). Para peserta yang sebagian besar siswa, lembaga kesenian, serta tamu perwakilan dari berbagai daerah juga mengikuti workshop dan berinteraksi secara aktif dengan kami, baik menyangkut tari-tarian, kostum, dan sebagainya,” tandasnya.

Monas Primadona Tentunya, perayaan yang dilakukan dalam rangka menyambut hari jadi Kota Jakarta, berbagai acara yang diselenggarakan turut

menyisipkan pesan-pesan pelestarian budaya Betawi sebagai budaya lokal di Jakarta. Berbagai ikon kebudayaan Betawi, mulai dari makanan hingga kesenian khas Betawi pun muncul dalam berbagai acara. Selain itu, sebagaimana diungkapkan Arie Budiman, perayaan HUT kali ini juga ingin kembali mendekatkan Monas kepada masyarakat. “Monas bukan hanya ikon Jakarta tetapi juga ikon nasional, kita harus bangga. Pak Gubernur ingin mengajak masyarakat untuk sama-sama merasa dekat dan mencintai ikon yang kita miliki ini,” jelas Arie. Salah satu caranya, lanjut dia, adalah dengan menyelenggarakan pusat berbagai acara dan kegiatan perayaan HUT ke-486 di Monas. Tak hanya puncak perayaan Jakarta Night Festival (JNF), tetapi juga banyak acara lainnya seperti Pemilihan Abang None jakarta 2013, pementasan drama musikal ARIAH, pameran Monorail, dan sebagainya. “Hampir semua acara terpusat di Monas, karena Monas memiliki makna penting bagi pembangunan kota Jakarta,” tegas Arie. Untuk pementasan drama musikal ARIAH misalnya, Monas mendadak disulap menjadi sebuah venue pementasan yang tak kalah megah dengan pementasan di gedunggedung kesenian. Mengambil konsep pementasan outdoor, Jay Subiyakto sang penata artistik bahkan mengaku sengaja menyiapkan panggung megah dengan tiga ketinggian berbeda (masing-masing 3, 7 , dan 10 meter, red) yang berlatarbelakang tugu Monas. Selama pementasan, lighting yang sengaja ditembakkan ke Monas membuat tugu setinggi 132 meter (433


kaki) semakin kokoh sekaligus anggun. “Monas adalah penanda keberadaan yang berdasarkan keseimbangan (lingga dan yoni), keselarasan, dan keteguhan bangsa,” ungkap Jay. Sayangnya, ide tersebut belum diiringi oleh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan di Monas. Hampir setiap usai acara-acara yang dilaksanakan di sana, sampah plastik, botol bekas air mineral, makanan, dan sebagainya, mewarnai sudut-sudut taman Monas. Tentu hal ini sangat disayangkan. Apalagi Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Ini salah satu hal yang menjadi catatan dan akan dievaluasi lebih lanjut,” ujar Arie Budiman.

Makna Implisit Pada akhirnya, setiap acara yang dipersembahkan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka memeriahkan HUT ke-486 Jakarta mengandung makna implisit yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Makna tersebut, sebagaimana dituturkan Arie yakni ajakan untuk sama-sama membangun kota Jakarta menjadi kota yang lebih baik. “Kami berharap setelah ini masyarakat dan pemerintah dapat berjalan dan bekerja bersama-sama dalam menjaga dan memajukan Kota Jakarta,” tuturnya.

Apalagi, imbuh Arie, sebagai kota dengan penduduk yang multikultural, Jakarta seharusnya memiliki identitas yang kuat sebagai miniatur Indonesia. “Keberagaman tersebut seharusnya mampu menjadi potensi dan dieksplorasi sebagai keunggulan Jakarta dibanding daerah-daerah lainnya, bukan malah sebaliknya,” tandasnya. Apa yang diungkapkan Arie sesuai dengan pesan Gubernur Jokowi setiap menghadiri rangkaian acara HUT. Mantan walikota Surakarta ini berpesan agar masyarakat dan Pemprov DKI Jakarta dapat bersamasama mewujudkan Jakarta yang lebih baik dan lebih maju. Caranya? Dengan menjaga lingkungan masingegi kebersihan, masing, baik dari segi n kehijauan, maupun keamanannya. Jokowi juga berpesan agar masyarakat Jakarta terus menjaga kebersamaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari esekan terjadinya gesekan ian atau pertikaian antar-warga, arta sehingga Jakarta terus maju dan agai bergerak sebagai olitan kota metropolitan yang dinami s. dinamis.

“K Kita harus “Kita me enjaga menjaga keb bersamaan, kebersamaan, jjang n n jangan samp sampai antar kam kampung

ribut. Jakarta harus bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” katanya. (MJ)

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

63


wisata & budaya

Jakarta Tempo Dulu

Dari Tarumanegara hingga Pangeran Jayakarta Kota Jakarta tempo dulu pernah menjadi wilayah kekuasaan tiga kerajaan besar di Jawa Barat. Kerajaan Hindu Tarumanagara, Kerajaan Pajajaran, dan Kesultanan Banten. Berdasarkan catatan sejarah, jauh sebelum itu sudah ada manusia zaman prasejarah yang tinggal di kawasan yang kini bernama Jakarta. Data arkeologis berupa kampak batu, alat-alat rumah tangga dari batu, dan sebagainya yang ditemukan di sejumlah tempat memperkuat fakta tersebut. Antara lain di kawasan Pasar Minggu, Condet, Pasa Rebo, Jatinegara, Karet, Kebon Sirih, Kebon Nanas, Kebon Pala, Rawa Belong, Rawa Lele dan sebagainya. Hasil temuan itu sekaligus menunjukkan bahwa sekitar 1.500 Sebelum Masehi, terbukti telah ada kebudayaan manusia di kawasan Jakarta. Pada abad ke-5 Masehi, berdiri Kerajaan Tarumanagara di bawah pemerintahan raja Purnawarman. Wilayah kekuasannya meliputi wilayah Bekasi, Jakarta, Bogor, Banten dan Citarum. Diperkuat lagi dengan tujuh prasasti yang ditemukan di Bogor, Banten dan Jakarta. Prasasti Ciaruteun, Jambu, Kebon Kopi, PasirAwi, Muara Cianten, Lebak dan Prasasti Tugu. Prasasti Tugu ditemukan pada 1878 di Kampung Batu Tumbuh, Desa Tugu, Kelurahan Semper, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Prasasti Tugu, merupakan prasasti terpanjang dan 64

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

terpenting, karena banyak memberi keterangan dan petunjuk tentang kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa, yakni Tarumanagara dibandingkan dengan enam prasasti lainnya yang pada 1961 prasasti-prasasti tersebut dipindahkan ke Museum Pusat (Museum Gajah) di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat. Keterangan mengenai kerajaan

Tarumanagara, diperkuat pula oleh catatan Fa-Hsien, seorang musafir Cina yang terdampar di Ye-pâ&#x20AC;&#x2122;oti dalam perjalanan pulang dari India sekitar 414 Masehi. Menurut para pakar sejarah, Ye-pâ&#x20AC;&#x2122;oti tiada lain adalah Jawadwipa atau Pulau Jawa. Dalam bukunya Tsu Kyu Ki, Fa Hsien yang singgah sekitar 5 bulan di Ye-pâ&#x20AC;&#x2122;oti mencatat bahwa mereka ditemui banyak brahmana.

Namun, hingga abad ke-14 Masehi, tak terdapat catatan lagi mengenai perkembangan Kerajaan Tarumanagara.

Pelabuhan Utama Pajajaran Pada abad ke-14 Masehi, muncul kerajaan baru di Jawa Barat, Pajajaran yang berpusat di Pakuan, Bogor. Rajanya bernama Sri Baduga Maharaja. Raja-raja yang memerintah Pajajaran sejak 1357 hingga keruntuhannya


pada 1579 antara lain Prabu Maharaja (1350-1357), Rahiyang Bumo Suro (1357-1363), Prabu Niskala Wastukencana (1363-1467), Rahiyang Dewa Niskala (2467-1374) , Sri Bduga Maharaja (1474-1513), Prabu Surawisesa (1513-1527), Prabu Ratu Dewata (1527-1535), Sang Ratu Saksi (1535-1543), Prabu Ratu Carita (15431559), Nu Siya Mulya atau Prabu Sedca (1559-1579). Menurut prasasti Batu Tulis yang ditemukan pada 15 Juni 1690, dijelaskan bahwa pelabuhan Pajajaran bernama Sunda Kalapa, terletak di muara Sungai Ciliwung. Keterangan wajah Sunda Kalapa ini diperkuat pula keterangan seorang pelaut Belanda, Jan Huygen van Linchoten, yang menemukan rahasia-rahasia perdagangan dan navigasi bangsa Portugis. Dalam karyanya Itinerario yang terbit pada 1556, ternyata berhasil menggemparkan Eropa, karena mengungkapkan informasi-informasi rahasia yang sangat berharga itu antara lain ditulisnya; â&#x20AC;&#x2DC;Pelabuhan utama di pulau ini (Djawa) adalah Sunda Calapa. Di tempat ini didapati sangat banjak lada jang bermutu lebih tinggi daripada lada India atau Malabar. Djuga terdapat banjak kemenjan, benicin, atau bonien (bunga pala), kamper dan permata intan. Tempat ini dapat disinggahi tanpa menemui kesulitan. Orang Portugis telah sampai djuga ke sini. Dan orang Djawa berbondong-bondong datang sendiri sampai ke Malaka untuk mendjual barang-barang dagangannja.â&#x20AC;&#x2122; Laporannya lebih banyak mengungkap mengenai Banten daripada Sunda Kalapa. Namun keterangan yang sedikit ini dapat memberikan penjelasan berharga tentang letak pelabuhan utama Kerajaan Pajajaran di muara Sungai Ciliwung tersebut. Dan para pengunjung Belanda paling awal menulis tentang Sunda Kalapa. Antara lain sebagai berikut ; â&#x20AC;&#x153;

Kota ini dibangun seperti kebanjakan kota-kota di Pulau Djawa. Rumahrumahnja terbuat dari kaju dan anjaman bambu. Konstruksinja buruk dan sangat kotor. Kelihatannja seperti desa sadja. Sebuah sungai indah berair djernih dan bersih mengalir di tengah kota. Airnja segar dan menjenangkan. Tanahnja rendah namun indah dan selalu terbajang-bajang dalam pikiran kita. Radja dapat mempersendjatai 4.000 orang dari penduduk kota. Istananja indah dibangun dengan pagar bamboo runtjing dan mempunjai lebih dari satu gerbang masuk. Empat atau lima buah kapal radja tampak berlabuh dengan tutup di atasnja. Konstruksi kapal menjerupai kapal Djawa, jaitu tempat untuk para pengajuhnja terletak di bagian bawah dan di bagian atas untuk pradjurit-pradjurit. Radja hanja mampu mendjual 300 kantong lada setahun, tetapi bertmaksud meningkatkan djumlah ini.â&#x20AC;? Diperoleh keterangan bahwa Sunda Kalapa terletak di sepanjang satu hingga dua kilometer di atas lahan

sempit yang dibersihkan di kedua tepian muara Sungai Ciliwung, dekat teluk yang terlindung oleh sejumlah pulau. Sungai Ciliwung memungkinkan sepuluh buah kapal dagang masa itu dengan kapasitas sampai 10 ton dapat masuk dan berlabuh dengan aman. Kapal dagang dengan kapasitas 500 ton hingga 1.000 ton ke atas harus berlabuh di depan pantai. Dikatakan pula bahwa air Sungai Ciliwung saat itu mengalir bebas, tidak berlumpur, tenang dan belum tercemar. Para kapten kapal singgah untuk mengambil air segar yang cukup baik, mengisi botol dan gucigucinya. Sedangkan pedagang pribumi /GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

65


menyediakan bagi mereka, ikan segar dan ikan asin yang cukup. Pepohonan kelapa dan ladang tebu serta sawah rakyat dekat pelabuhan cukup menjamin persediaan bahan pangan, disamping arak yang juga melimpah. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kawasan tepian Muara Sungai Ciliwung, termasuk yang kini disebut Kali Besar, sudah merupakan daerah hunian dan pemukiman penduduk sekaligus kawasan perdagangan yang ramai. Rumah-rumah mereka terbuat dari bambu, gedek dan beratap rumbia. Kawasan seputar Sunda Kalapa masih merupakan daerah rawa yang dipenuhi hutan belukar. Berbagai binatang liar dan buas masih menghuni kawasan hutan tersebut, seperti buaya, ular sanca, badak, harimau, banteng dan lain-lain. Keterangan itu diperkuat pula oleh berita-berita orang Portugis, terutama catatan Tome Pires, yang mengabarkan bahwa Kerajaan Pajajaran memiliki sejumlah kota perlabuhan. Antara lain Bantam ( Banten Girang), Tangaram (Tangerang), Chemano (Cimanuk),Pondam (Pontang yang terletak di sungai Cipontang, ujung timur Teluk Banten), Cheguide (diperkirakan Cigede atau Cikandi) serta Calapa atau Sunda Kalapa, yang merupakan pelabuhan penting 66

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

Pajajaran. Seorang Portugis lainnya, Baros, memberikan gambaran tentang jumlah penduduk Pajajaran saat itu, 100.000 jiwa. Baros memperkirakan jumlah penduduk yang bermukim di setiap Pelabuhan Pajajaran berkisar sekitar 10.000 jiwa. Demikian halnya dengan Sunda Kalapa, diperkirakan berpenduduk 10.000 jiwa. Sementara berita-berita orang Portugis pun mencatat bahwa Sunda Kalapa (Cumda Calapa, menurut orang Portugis), menghasilkan 1.000 bahan lada, di samping beras, asam, emas, sayur-sayuran, sapi, babi, kambing, serta berbagai jenis buah-buahan. Pada 1511, Malaka diduduki Portugis di bawah pimpinan Alfonso D’Albuquerque. Dua tahun kemudian, pada 1513, Pangeran Sabrang Lor atau Pati Unus dari Kesultanan Demak mencoba menggempur Malaka untuk mengusir Portugis, namun gagal. Gubernur Jendral Portugis di Malaka, D’Alquerque bahkan pada 1522 mengutus Henrique Leme untuk mengadakan hubungan persahabatan dengan Sang Hyang yang bertahta di Pajajaran. Sang Hyang ini, lalu dikenal sebagai Prabu Surawisesa. Pada 21 Agusdtus 1522, dibuatlah perjanjian yang antara lain berupa izin bagi Portugis untuk mendirikan benteng di Pelabuhan Sunda Kalapa. Perjanjian ini ditandai dengan penanaman “ Padrao” (baca: padrong), di atas tanah yang akan dibuat benteng. Batu peringatan Padrao ini berhasil ditemukan kembali pada 1918, saat diadakan penggalian untuk mendirikan gudang di bilangan Jl Cengkeh, Jakarta Kota sekarang. Kini Padrao tersebut terpajang di depan Ruang Sejarah Museum Pusat Jl Medan Merdeka

Barat No.12 Jakarta Pusat.

Wajah Bandar Jayakarta Kesultanan Demak yang pada 1513 gagal menyerang Portugis di Malaka, melihat perjanjian persahabatan antara Portugis dan Pajajaran ini sebagai ancaman. Maka Sultan Trenggono yang memerintah Demak (1521-1546) pada 1527 mengirim pasukan di bawah pimpinan Fatahillah atau Falatehan untuk menyerang Portugis di Sunda Kalapa. Pada 22 Juni 1527, armada Portugis berhasil dikalahkan Fatahillah. Lalu mengganti nama Sunda Kalapa dengan nama Jayakarta, yang artinya Kota Kejayaan atau Kota Kemenangan. Tanggal 22 Juni itu pula yang kemudian menjadi tanggal Hari jadi Kota Jakarta yang kini telah berusia 486 tahun. Fatahillah, senopati dari Demak itu kemudian diangkat menjadi Bupati Jayakarta. Secara hierarkhis, Bupati Jayakarta bertanggung jawab kepada Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati, wali yang berkedudukan di Cirebon. Setelah Sunan Gunung Jati wafat pada 1568, putranya, Maulana Hasanuddin menjadi Sultan di Banten dan Jayakarta menjadi wilayah Kesultanan Banten. Ternyata, Fatahillah tidak lama menjabat Bupati Jayakarta, lalu menyerahkan kekuasannya kepada Tubagus Angke, menantu Sultan Hasanuddin yang memerintah di Jayakarta (1564-1596). Tubagus Angke kemudian menyerahkan kekuasaanya kepada putranya, Pangeran Jayakarta Wijayakrama yang juga dikenal dengan nama Pangeran Jayawikarta yang memerintah pada 1656 hingga 1619. Walau status Jayakarta hanya kabupaten dari Kesultanan Banten, dalam pelaksanaan pemerintahannya seharihari, Jayakarta lebih tampak sebagai sebuah wilayah otonom.


Hal ini dapat dilihat pada kewenangan Pangeran Jayakarta dalam melakukan perjanjian, baik dengan pihak Belanda maupun Inggris. Sementara, di mata pihak Belanda maupun Inggris, Pangeran Jayakarta yang berstatus bupati disebut “Regent” atau “Koning van Jayakarta “ atau “ King of Jacattra”. Sebuah status yang disamakan kedudukannya sebagai seorang raja dan ia memiliki sejumlah pejabat, seperti patih, syahbandar, dan lain-lainnya. Pada masa pemerintahan Pangeran Jayakarta, pihak Serikat Dagang Bel;anda (VOC) dan Inggris berhasil membuat perjanjian dengannya. Mereka bahkan diizinkan untuk mendirikan gudang atau loji-loji di Jayakarta. Kemudahan yang diberikan Pangeran Jayakarta tersebut, ternyata belakangan menjadi bumerang langsung buat Jayakarta. Untuk mengetahui letak dan bagaimana tampang wajah Kota Jayakarta, J.W. Ijzerman menjelaskan, pada 1917, Ijzerman telah membuat sebuah rekonstruksi peta Jayakarta, berdasarkan bahan-bahan keterangan yang terdapat dalam sumber-sumber Portugis dan VOC. Peta Kota Jayakarta ini merupakan hasil rekonstruksi perkiraan keadaan pada 1619. Menurut Ijzerman, Kota Jayakarta terbentang antara dua anak sungai di utara mengalir Ciliwung dan dilingkungi pagar terbuat dari bambu. Belakangan baru sebagian pagar diganti dengan tembok untuk menghadapi kemungkinan serangan Inggris dan Belanda. Kompleks pusat kota terletak di tepi barat Ciliwung. Di pusat kota ini terdapat antara lain “ Dalem” atau “Keraton” Pangeran Jayakarta. Di depan keraton, terbentang alun-alun ke utara. Di sebelah barat alun-alun berdiri sebuah masjid. Di sebelah utara alun-alun terdapat sebuah pasar, yang berada di luar komplek

pusat kota. Seputar pasar dan komplek keraton, terdapat perumahan rakyat. Di sebelah utara pasar, masih di tepi barat Ciliwung, berdiri loji dan benteng Inggris. Paling utara terdapat Paep Jan’s Batterij atau Pabean. Dalam peta Batavia tahun 1619, terlihat bahwa di sebelah barat Keraton Jayakarta terdapat kuburan pribumi. Di tepi sebelah timur muara Sungai Ciliwung, terdapat wilayah Kyai Arya, patih Pangeran Jayakarta. Di sebelah utara, berdiri rumah seorang Cina yang disebut Watting’s Huis. Diperkirakan di sekitar tempat ini terdapat perumahan bangsawan Jayakarta lainnya serta pemukiman warga Cina. Paling utara, tepat di sebelah tepian timur Ciliwung, berdiri loji Belanda, Mauritius dan Nassau. Disebut juga dalam peta tersebut bahwa di sebelah timur pemukiman Kyai Arya, terbentang areal perburuan bagi bangsawan Jayakarta. Dengan demikian, baik di sebelah timur maupun barat Sungai Ciliwung (kini Kali Besar), terdapat perumahan penduduk Jayakarta. Menurut laporan orang Belanda yang pertama kali datang pada 13-16 Nopember 1596, diperkirakan jumlah penduduk Bandar Jayakarta sekitar 3.000 keluarga. Pada 1619 disebutkan bahwa jumlah penduduk Kota Jayakarta terutama laki-laki serkitar 7.000 orang. Pada masa pemerintahannya, Pangeran Jayakarta membuka luas pintu perdagangan bagi berbagai bangsa. Dari negeri Keling, Bombay, Cina, Belanda, Inggris, Gujarat,

Abesina, Persia, Arab serta bangsabangsa kawasan Asia Tenggara. Dari kawasan Nusantara yang ikut meramaikan Bandar Jayakarta antara lain dari Aceh, Tidore, Ternate, Hitu,Kepulauan Maluku, Tuban, Demak, Cirebon, Banten dan sebagainya. Selain berdagang beras, ikan, sayur-sayuran dan buah-buahan, banyak diperdagangkan pula tuak yang dijual dalam tempayan-tempayan besar. Peta Ijzeman juga menjelaskan, paseban dari Pangeran Jayakarta terletak antara Kali Besar Barat dan Jl Roa Malaka sekarang. Setelah VOC menghancurkan Jayakarta, di atas bekas paseban Jayakarta itu dibangun loji Inggris. Namun loji itu terbakar saat pasukan Sultan Agung menyerang Batavia pada 1628, Lokasi itu lalu dibangun gereja Portugis Dalkam yang juga telah lenyap pada akhir abad ke-18, Di lokasi itu kini telah penuh dengan gedung perkantoran. SK/ berbagai sumber

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

67


wisata & budaya

Histori Musik Betawi dalam Jakarta Baru Riza Manfaluthi

T

ahun ini, Kota Jakarta berusia 486 tahun. Sudah tidak muda, hampir mencapai 5 abad. Kota Jakarta berdiri 22 Juni 1527. Perjalanan panjang sudah ditempuh, yang tentunya sudah tertempa oleh lamanya waktu dan kelok liku pengalaman yang sudah teruji sejarah. Kini Jakarta tegak berdiri sebagai kota paling gagah, modern, dan mungkin paling dewasa. Sehingga, kita sebagai warga Jakarta bisa berkata lantang bahwa kita paling terbuka, dan siap menerima perbedaan. Perwujudan semua itu, Jakarta menjadi kota yang heterogen, multietnis, multikultur, multibahasa, multikepercayaan, dan lainlain. Sesuai letaknya di bandar yang strategis antara pelbagai pulau di Nusantara, dan dalam hubungan dengan negara lain, memungkinkan Kota Jakarta cepat berkembang. Jakarta menjadi muara dari mengalirnya pendatang baru dari pelbagai kota di Nusantara dan dunia. Etnik Betawi diduga sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan Jakarta sejak abad ke-2. Dalam buku Penelusuran Sejarah Jawa Barat (Dinas Kebudayaan Jawa Barat, 1984) disebutkan sebuah kerajaan bernama Salakanagara yang didirikan oleh Aki Tirem berdiri di tepi Sungai Warakas, Jakarta Utara. Aki Tirem mengangkat menantunya Dewawarman menjadi raja. Seorang pelawat Tiongkok bernama Fa Shien pada abad ke-5 mencatat kegiatan komunitas masyarakat yang mendiami daerah aliran sungai Ciliwung. Merekalah yang kemudian dikenal sebagai manusia Proto Melayu Betawi. Jakarta kemudian dihuni oleh orang Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Melayu, dan dari daerah lain seperti Cina, Belanda, Arab, dan Portugis. Mereka membawa adat istiadat serta tradisi budaya yang melebur

68

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

pantun berkait dengan iringan musik gambang. Pergelaran gambang rancag terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pembukaan, lagu hiburan, dan rancag. Setiap pemain tidak hanya harus pintar menyanyi tetapi juga harus pintar berpantun serta hafal jalan cerita yang dibawakan.

gambang kromong

sebagai identitas budaya dan kesenian yang lain lagi dengan bahasa Melayu dan Portugis sebagai komunikasi antar penduduk. Ini menjadikan Jakarta sebagai melting pot kebudayaan dan kesenian dari berbagai penjuru dunia dan nusantara. Pendatang atau penghuni baru ini kemudian saling memengaruhi, melebur dan menjadi identitas baru masyarakat Betawi atau orang Betawi. Pengaruh atau hasil leburan tradisi dan kultur itu bisa muncul dalam bentuk seni musik. Juga dalam seni lainnya yang tak mungkin terhendarkan, baik dari budaya Eropa, Cina, Arab, Melayu, Sunda dan lain-lain. Beberap pengaruh pada msusik etnis ini antara lain 1. Gambang Kromong Nama gambang kromong diambil dari alat musik gambang dan kromong. Merupakan perpaduan unsur pribumi dan Cina. Unsur pribumi seperti gong, kempul, gendang, gong enam, kecrek, dan ningnong. Unsur Cina seperti tehyan, kongahyan, dan sukong. Pada awalnya memang merupakan musik Cina peranakan, namun pada awal abad ke-20 mulai diciptakan lagu dalam bahasa Betawi. 2. Gambang Rancag Gambang rancag disebut sebagai pertunjukan musik sekaligus teater bahkan sastra. Cerita yang dibawakan berupa

3. Gamelan Ajeng Merupakan musik folklor Betawi yang mendapat pengaruh dari musik Sunda. Alat musik gamelan ajeng terdiri dari kromong sepuluh pencin, terompet, gendang, dua saron, bende, cemes, kecrek, kadang juga dilengkapi dua gong laki dan gong perempuan. Biasanya digunakan untuk memeriahkan hajatan khitanan dan perkawinan. 4. Gamelan Topeng Gamelan topeng digunakan untuk mengiringi topeng Betawi, merupakan penyederhanaan dari gamelan lengkap terdiri dari: rebab, sepasang gendang besar dan kecil, ancang kenong berpencong tiga, kecrek, kempul yang digantung, dan sebuah gong tahang atau gong angkong. Gamelan topeng bisa dibawa berkeliling terutama pada saat perayaan tahun baru masehi atau imlek. 5. Keroncong Tugu Keroncong tugu dahulu disebut Cafrinho Tugu. Orang keturunan Portugis (Mestizo) telah memainkan musik ini dari tahun 1661. Pengaruh Portugis dapat diketahui dari jenis irama lagunya seperti Moresko, Frounga, Kafrinyo, dan Nina Bobo. Keroncong Tugu berirama lebih cepat daripada keroncong pada umumnya. Irama yang lebih cepat disebabkan alat musik ukulele sementara keroncong Solo dan Yogya berirama lebih lambat. Keroncong tugu dimainkan oleh 3 sampai 4 orang pada


gamelan ajeng

awalnya dengan hanya tiga buah gitar, tapi berkembang dengan penambahan suling, biola, rebana, mandolin, cello, kempul dan triangle. 6. Tanjidor Musik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke-14 sampai 16. Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz mengatakan tanjidor asalnya dari musik yang dimainkan oleh para budak pada masa kolonial. Alat musik yang digunakan: klarinet, piston, trombon, tenor, bas, terompet, bas, drum, tambur, simbal, dan lain-lain. 7. Orkes Samrah Samrah telah berkembang di Jakarta sejak abad ke-17 asal dari Melayu. Kata samrah berasal dari kata samarokh ayang yang artinya berkumpul atau pesta. Dalam kesenian Betawi, samrah menjadi orkes samrah dan tonil samrah, serta tari samrah. Orkes samrah adalah ansabel musik Betawi. Instrumen musiknya antara lain harmonium, biola, gitar, string bas, tambourin, marakas, banyo, dan bas betot. 8. Rebana Rebana merupakan kesenian yang cukup populer di Jakarta yang berasal dari bahasa Arab Robbana (Tuhan kami), sebutan ini muncul karena musik ini sering muncul mengiringi lagu bernafaskan Islam. Berdasarkan jenis alat, sumber syairnya, wilayah penyebarannya dan latar belakang sosial pendukungnya, Rebana Betawi terdiri beberapa nama dengan bentuk ukuran dan fungsi masing-masing yang digunakan dalam suatu kegiatan seni/tradisi maupun keagamaan, antara lain meliputi: a. Rebana Biang b. Rebana Ketimpring c. Rebana Ngarak

d. e. f. g. h. i.

kroncong tugu

Rebana Maulid Rebana Hadroh Rebana Dor Rebana Kasidah Rebana Maukhid Rebana Burdah

9. Orkes Gambus Dahulu dikenal dengan irama padang pasir, pada tahun 1940-an. Tanpa gambus pada pesta perkawinan atau khitanan terasa kurang meriah. Peralatan musik gambus bervariasi tetapi yang baku terdiri dari gambus, biola, dumbuk, suling, organ, atau akordion, dan marawis. Awalnya oerkes gambus dibawakan dengan lagu syair berbahasa Arab, untuk mengiringi tarian Japin biasanya ditarikan oleh laki-laki berpasangan. 10. Sampyong Sebagai orkes tanpa laras, sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang sederhana daripada musik Betawi lainnya. Diambil dari nama salah satu alat musik, yaitu sampyong semacam kordofan bambu berdawai dua utas. 11. Marawis Marawis adalah salah satu jenis â&#x20AC;&#x2DC;band tepokâ&#x20AC;&#x2122; dengan perkusi sebagai alat musik utama. Ada tiga jenis pertama perkusi rebana, kadang tertutup dan papan tepok. Pelbagai seni Betawi tersebut hingga kini masih ada, meski diantara seni-seni itu perkembangannya tidak seperti yang diharapkan. Ibarat pepatah, hidup segan mati tak hendak. Namun para pemerhati, pecinta, utamanya tokoh Betawi tentu terus berupaya melestarikannya, dan mengembangkannya dalam nafas Jakarta Baru yang ingin menguatkan identitas Betawi di Buminya sendiri. Dirgahayu Kota Jakarta. ***

tanjidor

Orkes Samrah

Orkes gambus

marawis

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

69


Kawasan Waduk Pluit Dihijaukan KAWASAN Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang sebelumnya ditempati pemukiman liar, kini telah bersih dan tertib. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ytelah melakukan pencanangan penanaman pohon di sisi barat Waduk Pluit guna mencegah hadirnya kembali bangunan liar,. Di lahan seluas 6 hektar yang diserahkan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada Pemprov DKI juga akan dibangun taman kota. “Kita cepat-cepatan setelah dibersikan, sekarang kita mulai tanam. Jadi Pluit akan jadi seperti ini, ada waduk, hijau-hijauan dan jogging track,” ujar Jokowi, di sela-sela acara tersebut, Selasa (20/6). Adanya taman kota, kata Jokowi, masyarakat juga yang akan diuntungkan. Karena selain ditanam pepohonan, di kawasan taman itu nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas seperti, jogging track, amphiteather, tempat duduk, dan dermaga. Perencanaan terhadap lahan seluas 6 hektar tersebut sudah komplit. Selain memiliki fungsi resapan, juga merupakan taman kota yang memiliki fungsi sarana interaksi sosial warga. Pohon-pohon yang ditanam antara lain mahoni, ketapang, trembesi, dadap, anggur laut, pandan laut, maja, johar, anyang-anyang, mindi serta biola cantik. Pembangunan taman ditargetkan selesai awal tahun 2014. ***

Bus Kota Dilengkapi WiFi Upaya menyediakan sarana angkutan umum yang aman dan nyaman terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama berkeinginan, semua angkutan umum yang beroperasi di ibu kota akan terkoneksi internet nirkabel alias WiFi. “Kami ingin memperbaiki bus di Jakarta serta dilengkapi fasilitas WiFi, sehingga warga bisa sambil bekerja,“ ujar Basuki, di Balaikota, beberapa waktu lalu. Ditambahkan, kenyamanan angkutan umum di ibu kota perlu ditingkatkan agar menarik minat warga untuk beralih menggunakan angkutan umum. 70

/GFKC,C[C /GFKC,C[Cz z0QOQT6CJWP 0QOQT6CJWP

Dikatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya membujuk Perum Peroesahaan Pengangkoetan Djakarta (PPD) untuk menempatkan armada yang terintegrasi dengan bus Transjakarta. Alhasil, warga dipastikan beralih dari penggunaan kendaraan bermotor pribadi ke angkutan umum sehingga kepadatan kendaraan di jalan akan berkurang. “Bus terintegrasi setiap tiga menit, warga pasti beralih naik bus. Sedangkan sepeda motor miliknya bisa parkir di lokasi an terdekat,” harap Basuki. Pemprov telah menganggarkan penambahan bus sebanyak 600 armada pada tahun 2013. Direncanakan bus Transjakarta bisa beroperasi selama 24 jam. ***

Gelar Festival Seni Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta menggelar Enjoy Jakarta International Folklore Festival atau Festival Seni Tradisi pada akhir Juni lalu selama 3 hari. Festival ini dimaksudkan untuk melestarikan, mengembangkan, dan menghidupkan kembali seni tradisi (folklore) kepada generasi muda Penyelenggaraan festival berlangsung di tiga tempat, yakni di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah pada Rabu, 26 Juni. Kemudian di Mall Taman Anggrek pada Jumat, 28 Jun, serta puncak acara di panggung utama dan panggung budaya Pasar Gambir, Pekan Raya Jakarta, JIExpo, pada 27-28 Juni. Eenam negara yaitu Mesir, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Vietnam ambil bagian dalam festival yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-486 Kota Jakarta ini. Perwakilan dari negara-negara tersebut menampilkan kesenian khas masing-masing. Sedangkan, Jakarta sebagai tuan rumah menampilkan seni tradisi Betawi dan nusantara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman, dalam siaran persnya mengharapkan penyelenggaraan Enjoy Jakarta International Folklore Festival yang pertama ini dapat dijadikan upaya untuk terus mengembangkan seni tradisi dan menjadikan Jakarta sebagai Kota Budaya sehingga dapat menarik turis mancanegara datang ke Jakarta. ***


galeri foto

GUBERNUR DKI PENANAMAN POHON DALAM RANGKA PENGHIJAUAN KAWASAN WADUK PLUIT JAKARTA UTARA

WAGUB DKI BASUKI T PURNAMA MERESMIKAN PEMBANGUNAN RUSUNAWA TAHAP II DI PULAU GEBANG JAKARTA TIMUR

/GFKC,C[Cz0QOQT6CJWP

71



Media Jaya