Page 8

METROPOLIS

RABU 24 OKTOBER 2012

9

RADAR SULBAR

Pengelola RSU Regional Perlu Benahi Manajemen EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL

DOK. RADAR SULBAR

TERBARING SAKIT. Rifki Rafael, bayi berusia sekira 11 bulan anak dari petani miskin di wilayah pedalaman Gandang Dewata Kabupaten Mamasa yang menderita hydrochepallus. RSU Regional Sulbar belum mampu menangani pasien seperti ini sehingga harus merujuk ke RS di Makassar, padahal banyak penderita hydrochepallus di Sulbar.

ANGGARAN Pengesahan APBD-P Sebelum Idul Adha

Target DPRD Tidak Terpenuhi MAMUJU -- DPRD Mamuju menargetkan melakukan pengesahan APBD Perubahan tahun 2012 sebelum Idul Adha. Namun melihat kondisi, target tersebut tidak akan terpenuhi. Sebelumnya direncanakan, asistensi draft APBD-P Mamuju bakal dilakukan pada awal pekan ini dan dilanjutkan dengan rapat paripurna pemandangan akhir fraksi. Namun, hingga kemarin belum juga dilaksanakan asistensi di Pemprov Sulbar. "DPRD Mamuju masih fokus pada agenda pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Hingga „ Baca HALAMAN 15

PEMERINTAHAN

Sejumlah Kantor Desa tak Termanfaatkan MAMUJU -- Kantor desa harusnya digunakan untuk kepetingan pelayanan publik agar pelayanan terhadap warga bisa maksimal. Akan tetapi, hal tersebut sangat berbeda di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Mamuju. Menurut Kordinator Wanuata, Eka Ali Akbar, hasil pantauan yang dilakukan pada sejumlah kecamatan dan desa, masih sangat jauh dari pelayan maksimal lantaran masih ada beberapa desa yang melakukan aktivitas pelayan di rumah. "Harusnya pelayanan dilakukan di kantor, bukannya di rumah. Sebab salah satu fungsi kantor adalah untuk melakukan kerja-kerja pelayanan publik sehingga kami menilai bahwa penting untuk menindaki hal tersebut guna terciptanya pelayanan publik yang maksimal," kata Eka. „ Baca HALAMAN 15

Aktivitas Aliran LC Perlu Pengawasan MAMUJU -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Topoyo Mamuju. Isinya, adalah imbauan agar llembaga tersebut melakukan pengawasan yang ketat terhadap seluruh aktivitas penganut aliran pengajian Laskar Cinta (LC). Jika masih ditemukan ada hal yang mencurigakan, MUI Sulbar bersama tim Pakem Mamuju bakal bertindak tegas terhadapnya. "Ini bukan merupakan sebuah proteksi berlebihan, tetapi MUI sebagai lembaga keumatan berkewajiban mengantisipasi itu. Tentunya dengan cara-cara yang bermoral, yakni dengan melakukan pendekatan persuasif dan dialogis," ujar Sekretaris MUI Sulbar, Anwar Kamil, Selasa 23 Oktober. MUI harus proaktif melakukan pengawasan itu, lanjut Anwar, karena kelompok yang demikian (LC) tidak bakal mengaku jika dilakukan pemanggilan terhadapnya sehingga harus tetap diwaspadai. „ Baca HALAMAN 15

MAMUJU -- Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Sulbar diharapkan menjadi pusat rujukan pelayanan pasien di provinsi ini. Namun, harapan itu nampaknya masih sangat sulit terpenuhi. Kondisi itu dikarenakan manajemen atau pengelolaan rumah sakit kebanggaan warga Sulbar belum sesuai dengan standar. Masih banyak kekurangan yang terlihat, mulai dari birokrasi, ketersediaan tenaga medis, hingga pemanfaatan peralatan modern yang dimiliki. "Bagaimana mau menjadi rumah sakit rujukan kalau masih seperti itu pengelolaan-

nya. Harus ada pembenahan, utamanya dalam birokrasi pengelola sehingga apa yang telah dimiliki RSU itu dapat berfungsi secara maksimal," kata Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin, saat menghadirkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulbar Jamilah Haruna, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar dr Ahmad Azis, di ruang kerjanya sore kemarin. Arifin menegaskan, berbagai kasus kesehatan pada beberapa kabupaten di Sulbar yang tak dapat ditangani tidak bisa dirujuk ke RSU Regional „ Baca HALAMAN 15

Bantuan Untuk Nelayan yang Tak Dapat Melaut

Dinsos Tunggu Juknis Kemensos MAMUJU -- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Mamuju mengaku bantuan bahan sandang dan pangan telah siap untuk disalurkan kepada nelayan yang tidak melaut disebabkan cuaca yang buruk serta petani yang gagal panen. Hanya saja, penyaluran bantuan belum dapat dilakukan karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Dinsos, Syarifuddin Calang, saat ditemui Radar Sulbar, Selasa 23 Oktober. " Kami sangat siap untuk itu (menyalurkan bantuan,red) jika memang musim anomali ini dialami para nelayan maupun petani. Sebab, mereka tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Meski demikian, kami harus menunggu juknis dari Kemsos," ujarnya.

RADAR SULBAR/MUHAMMAD RIDWAN ALIMUDDIN

TAMBATKAN PERAHU. sejumlah perahu tertambat di tepi pantai.

„ Baca HALAMAN 15

Disdikpora Harus Jelaskan Polemik Tunjangan Guru

RADAR SULBAR/JASMAN RANTEDODA

MENGAJI. Seorang siswa SMP Negeri I Mamuju saat diuji membaca Al-Quran dalam ruang kelas.

MAMUJU -- Munculnya sejumlah nama penerima fiktif penerima tunjangan khusus guru wilayah terpencil, membuat Komisi III DPRD Mamuju bereaksi. Demi memperjelas masalah ini, komisi yang membidangi pendidikan bakal memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju untuk memberikan penjelasan. "Saya sudah dapat warning dari beberapa guru terpencil. Jika tidak segera diberi pengertian, mereka mengancam demo. Olehnya, bukan hanya Disdikpora Mamuju

yang bakal diundang, bahkan Disdik (Dinas Pendidikan,red) Sulbar pun akan diminta hadir, karena kedua SKPD ini erat kaitannya," ujar anggota Komisi III DPRD Mamuju, Sudirman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa 23 Oktober. Pemanggilan itu bakal segera dilakukan. Sebab jika para guru tak segera mendapat penjelasan detail mengenai tunjangan khusus tersebut, maka bukan tidak mungkin mereka menggelar demonstrasi. „ Baca HALAMAN 15

Radar Sulbar  

24 Oktober 2012

Radar Sulbar  

24 Oktober 2012

Advertisement