Page 10

RADAR MAJENE

RADAR SULBAR

RABU 24 OKTOBER 2012

Semua Desa ada Perpustakaan MAJENE -- Semua desa di Kabupaten Majene selayaknya ada perpustakan. Karena layanan perpustakaan di desa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Sehingga menjadi target Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Majene semua desa memiliki perpustakaan sebagai referensi masyarakat dalam mengakses berbagai jenis pengetahuan. Kepala KPAD Majene, Inindria, Selasa 23 Oktober, mengatakan untuk mencer-

daskan masyarakat desa yang selama ini terkesan kurang mendapatkan akses pengetahuan melalui jalur pendidikan formal. Makanya layanan perpustakaan hadir di desa dan menjadi sentrum (pusat) pengetahuan. "Jarak yang jauh dari kawasan perkotaan menyebabkan sejumlah warga yang bermukim pada beberapa desa sulit untuk mendapatkan bahan bacaan. Padahal masyarakat desa dapat menemukan kreatifitas yang dapat menunjang peningkatan

taraf perekonomian mereka melalui buku yang mereka baca," ungkapnya. Menurut Inindria, semua desa di Majene memiliki potensi berbeda yang dapat dikembangkan melalui pengetahuan yang diperoleh dari buku yang disiapkan di setiap desa. Inindria menjelaskan minimal ada tiga faktor penting dalam pengelolaan perpustakaan desa. Yakni penyediaan tempat atau lokasi, penyediaan koleksi dan pengelolaannya, serta kegiatan yang akan dijalankan oleh

perpustakaan sendiri. Namun menurutnya, untuk mewujudkan semua target tersebut, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab selain membutuhkan dana yang besar juga membutuhkan manajemen yang lebih baik, tapi bukan berarti hal itu tidak dapat terwujud. "Saat ini, perpustakaan baru ada di sejumlah kelurahan. Seperti di Kelurahan Pangaliali, bahkan sempat meraih peringkat kedua pada lomba perpustakaan tingkat Provinsi Sulbar," tandasnya. (mg4/mkb)

Jelang Lebaran, Penumpang Meningkat MAJENE -- Jelan perayaan Idul Adha 1433 Hijriah penumpang angkutan darat di Kabupaten Majene mengalami peningkatan hingga 30 persen. Mayoritas penumpang yang melintas di dominasi dari luar daerah. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Majene, Syamsuddin Ahmad, Selasa 23 Oktober, mengatakan peningkatan penumpang angkutan darat menjelang Idul Adha tidak terlalu tinggi dibandingkan saat jelang perayaan lebara Idul Fitri lalu. "Biasanya, peningkatan penumpang angkutan darat antar kabupaten menjelang Idul Fitri hingga 50 persen. Namun khusus jelang Idul Adha hanya meningkat sekitar 20 persen," terang Syamsuddin. Puncak peningkatan penumpang angkutan darat diperkirakan akan terjadi sehari sebelum lebaran dan sehari setelah lebaran. Setelah itu arus penumpang akan kembali menurun hingga normal seperti hari biasanya. Selain itu, Syamsuddin mengaku, arus kendaraan yang melintas di jalur Trans Sulawesi, Majene juga diperkirakan akan meningkat pada H-1 dan H+2 Idul Adha. Meskipun peningkatannya tidak terlalu drastis. "Kami tetap melakukan antisipasi untuk menghindari sejumlah peluang munculnya kejadian yang tidak diharapkan. Kami mengerahkan personel Dishubkominfo di beberapa titik jalan yang dianggap rawan," tuturnya. (mg4/mkb)

RADAR SULBAR/ SYAMSUDDIN

ABRASI. Sungai Deking kecamatan Malunda salah satu titik abrasi yang diusulkan BPBD Majene untuk mendapatkan anggaran dari pusat tahun ini.

Proyek Bencana Alam Selesai 2013 MAJENE -- Proyek bencana alam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2012 dipastikan pelaksanaannya menyeberang ke 2013. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Tasrif Darwis, mengaku belum bisa memastikan kapan proyek bencana alam dikerjakan. Tetapi Ia, memastikan bahwa semua kegiatan proyek bencana alam akan dilaksanakan di 2013. "Kegiatan proyek bencana alam pasti menyeberang di 2013 seperti tahun sebelumnya," kata Tasrif. BPBD Majene telah mengusulkan anggaran ke BNPB sebesar 20 miliar lebih. Menurut Tasrif jumlah tersebut telah termasuk

kerusakan di 42 titik yang telah disurvei oleh tim. "Dari 42 titik yang diusulkan ke pusat hanya 11 titik yang ditinjau dan 11 itu akan dijadikan sebagai sampel," tuturnya. Tasrif menyebutkan dari 42 titik yang diusulkan umumnya adalah pembangunan jembatan. Kebanyakan jembatan di Majene rusak dan terputus akibat tekikis air sungai. Selain jembatan, pembangunan tanggul pantai dan buronjong sungai juga paling banyak diusulkan ke BNPB. "Kurusakan juga banyak terjadi karena abrasi pantai dan abrasi sungai. Semuanya itu sudah mendesak untuk dikerjakan. Semoga tahun ini usulan kita banyak direspon," harapnya. (k3/mkb)

Rubrik Khusus Pemerintah EKSEKUTIF Kabupaten Majene

11

Akses Jalan Picu Ketertinggalan Ulumanda REPORTER : SYAMSUDDIN EDITOR : AMRI MAKKARUBA MAJENE -- Lembaga Pemerhati Lintas Ulumanda (LPLU) menyatakan salah satu pemicu ketertinggalan masyarakat Kecamatan Ulumanda adalah akses jalan. Dibandingkan dengan beberapa kecamatan lain di Majene. Sekretaris LPLU, Egi Aming, mengungkapkan, bahwa akses jalan ke Ulumanda salah satu penyebab utama ketertinggalan daerah ini. "Sudah bertahun tahun lamanya, jalan poros Ulumanda Salutambung-Aralle rusak berat. Hingga kini pemerintah belum melakukan perbaikan," tutur Egi Selasa kemarin. Menurut Egi, sejak jalan

Poros Salutambung-Aralle Kabupaten Mamasa ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi. Belum pernah ada gelontoran anggaran dari Pemprov Sulbar. "Seingat saya, sejak berdiri Provinsi Sulbar belum pernah ada perbaikan jalan. Pernah sekali ada peningkatan jalan oleh Pemkab Majene. Tapi sudah itu lama, sebelum ada Sulbar," tutur Egi. Ia menyatakan, Ulumanda memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Namun SDA tersebut katanya kerap sulit dipasarkan karena akses jalan tidak memungkinkan. "Intinya dulu pemban-

gunan infrastruktur jalan. Kalau akses jalan sudah baik, ekonomi masyatakat Ulumanda juga akan jauh lebih baik. Bahkan tidak akan tertinggal lagi," ungkap Egi. Terkait percepatan peningkatan jalan Poros Salutambung-Aralle Mamasa, masyarakat Ulumanda telah melakukan berbagai upaya. Salah satu yang dilakukan adalah menghadap ke Gubernur Sulbar di Mamuju. "Sebelumnya ada sembilan Kepala Desa menghadap ke Gubernur Anwar Adnan Saleh dengan harapan jalan itu dapat ditingkatkan. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya," ucap Egi. (k3/mkb)

Curi Motor, Seorang Mahasiswa Dibekuk MAJENE -- Jajaran Polres Majene kembali menangkap seorang pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor). Kali ini pelakunya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Majene. Pelaku merupakan warga Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang. Selain tersangka yang berhasil diamankan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio. Pelaku yang berinisial MA (18) ditangkap petugas disalah satu bengkel motor di Kecamatan Sendana. "Waktu itu motor hasil curiannya sedang di-

bongkar dan bermaksud semua onderdilnya mau diganti. Hal ini untuk menghilangkan jejak. Tetapi keburu ditangkap. Pelaku juga baru tujuh bulan keluar dari Rutan karena tersangkut kasus penganiayaan," ungkap AKP Jubaedi, Kasat Reskrim Polres Majene, Selasa 23 Oktober. Jubaidi juga menjelaskan, modus operandi yang dijalankan oleh tersangka dalam melakukan aksinya dengan cara berpura-pura meminjam motor kepada korban bernama Umar warga Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.

Korban juga merupakan mahasiswa AMIK Majene. Setelah dipinjam, tersangka kemudian menggandakan kunci kontaknya tanpa sepengetahuan korban. Seminggu kemudian tersangka baru melakukan aksinya. "Saat itu sepeda motor tersebut sedang diparkir di halaman Kampus Amik di Kelurahan Lembang, Kecamatan banggae Timur. Pelaku menggunakan kunci duplikat sehingga dengan mudah mengambil motor tersebut. Namun kami telah mengamankan tersangka dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," jelas Jubaidi. (mg4/mkb)

Rubrik Khusus Rumah Sakit Umum Daerah Majene

RADAR SULBAR/JUNIARDI

FOTO BERSAMA. Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara, melakukan foto bersama dengan sejumlah peserta TTG yang dilaksnakan di Desa Betteng, Kecamatan Pamboang, Senin 22 Oktober.

RADAR SULBAR/SYAMSUDDIN

UPACARA. Staf RSUD Majene saat Upacara Pembukaan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

RADAR SULBAR/SYAMSUDDIN MAUPA

DARI KANAN. Ketua Komisi I DPRD Majene, Darmasyah, Sekkab Majene, Syamsiar Muchtar Mahmud, Plt Kepala Bappeda, Ruslan Halaim, saat mengikuti sosialisasi materi teknik RTRW yang dilaksanakan di runag pola kantor Bupati Majene, Senin 22 Oktober.

RADAR SULBAR/SYAMSUDDIN

LOMBA Bakia dalam rangka kegiatan HKN di RSUD Majene.

Radar Sulbar  

24 Oktober 2012

Radar Sulbar  

24 Oktober 2012

Advertisement