Issuu on Google+

CMYK

HALAMAN 4

SELASA, 1 MARET 2011 / 26 RABI’UL AWAL 1432 H

RADAR SUKABUMI SOSOK

Cinta Budaya Sunda BERBAGAI seni budaya Sunda seperti musik, alat musik, jaipong serta tradisi lainnya, masih lekat di diri Cepi Suryana. Hal itu digambarkanya dengan masih sangat mencintai budaya tersebut. kecintaannya itu bisa dilihat dari koleksi benda tradisional, cara berbahasa yang kental logat sundanya, hingga ringtone HP-nya pun musik sunda. Selain itu, dirinya pun sempat mempraktikkan cara dalang memainkan sebuah lakon dalam dunia pewayangan. Menurutnya, seni dari berbagai daerah merupakan warisan. “Jati diri sebuah daerah adalah ketika tradisi aslinya tidak hilang, dan Cepi Suryana masyarakat dapat menjaganya. Oleh karena itu, berbagai acara bernuansa Sunda sering digelar, sebagai cara publikasi pengenalan budaya yang indah tersebut,” kata Tokoh Pinisepuh Nagrak ini. (dri)

PERINDUSTRIAN

UMK tidak Menyurutkan Minat Investor SUKABUMI - Diterapkanya Upah Minimum Karyawan (UMK) di Kabupaten Sukabumi diyakini tidak akan berimbas kepada larinya investor yang berniat membuka usaha di wilayah ini. Buktinya, pasca terbitnya SK Gubernur soal UMK Kabupaten Sukabumi yang naik dibanding tahun lalu itu, sejumlah pengusaha justru menanamkan investasinya di sini. Bahkan beberapa perusahaan lama, mengembangkan usahanya dengan membuka pabrik baru. Sebut saja PT Hit, PT Apik, PT Kio dari Parakan lima yang buka pabrik di Parungkuda, PT SCI serta PT Monito. Menurut Tokoh Senior Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Babansyahbanani, masuknya sejumlah investor itu membuktikan kenaikan UMK tidak menyurutkan minat investor ke Sukabumi. Fakti ini bertolak belakang dengan dugaan penerapan UMK akan berimbas pada berkurangnya investor. Kenyataannya investor tetap membuka usahanya malahan mengembangkan usahanya di Kabupaten Sukabumi. “Naiknya UMK tidak berefek negatif untuk para investor. Mereka tidak bangkrut hanya karena kenaikan UMK, sebab investor merupakan pengusaha yang sadar hak karyawan dan keputusan pemerintah. Investor mamapu membayar UMK, adapun beberapa perusahaan yang menangguhkan UMK terkesan terdorong kepentingan sebagian pihak,” katanya. Baban menyebutkan, beberapa perusahaan yang mengembangkan investasi di Kabupatean Sukabumi sepertai, PT Hit, PT Apik, PT Kio dari Parakan lima buka pabrik di Parungkuda, PT SCI serta PT Monito. “Perusahaan yang disebutkan tidak menangguhkan UMK. Mereka menerapkan UMK, malahan sekarang berkembang,” ulasnya. Namun yang perlu dilakukan investor yang saat ini mengembangakan usahanya di Kabupataen Sukabumi kurang mendukung kenaikan PAD, sebab kegiatan transaksi keuangan dilakukan di Jakarta. Dengan kondisi tersebut otomatis kegiatan yang berkaitan dengan administrasi menambah PAD di Jakarta. “Sesuai dengan yang pernah dikatakan Wabup Sukabumi, Akhmad Jajuli bahwa investor melesat di Kabupatean Sukabumi, namun PAD kurang maksimal. Perlu adanya kegiatan acount yang dilakukan di Kabupatean Sukabumi, supaya investor ikut meningkatakan PAD Sukabumi,” tukasnya. (dri)

Akhirnya Manajemen Cosmo Luluh Bersedia Terapkan UMK CIBADAK - Akis mogok kerja yang dilakukan karyawan PT Cosmo Tecnology Jalan Segog Karangtengah, Cibadak, akhirnya membuahkan hasil. Setelah berunjukrasa sejak Kamis pekan lalu, satu dari delapan tuntutan mereka akhirnya dipenuhi pihak perusahaan. Pada unjuk rasa hari ketiga, kemarin. Tuntutan agar Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebagaimana SK Gubernur Jawa Barat diterapkan di pabrik itu, disetujui pihak perusahaan. Akis mogok ker ja yang dilakukan kemarin, dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Para karyawan terus berorasi di depan gerbang perusahaan. Sedangkan negosiasi kembali ditempuh kedua pihak, 12 orang karyawan dengan pihak perusahaan. Di tengah aksi hujan deras turun, para karyawan berpencar, namun aksi terus dilakukan. Dari hasil negosiasi yang dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB, pihak perusahaan sepakat memenuhi satu tuntutan yakni UMK. Namun UMK tersebut akan diterapkan mulai terima upah pada April mendatang.

ANDRI/RADAR SUKABUMI

BERBUAH HASIL:Tuntutan karyawan PT Cosmo Tecnology di Karangtengah, Kecamatan Cibadak sejak Kamis pekan lalu akhirnya dipenuhi pihak manajemen perusahaan.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarbumusi, Kabupaten Sukabumi, Sukitman mengatakan tuntutan UMK sudah dipenuhi, pihak pe-

“Mengenai tujuh tuntutan lainya, akan dipenuhi namun lewat jalan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Di mana PKB akan mengatur kebijakan pe-

rusahaan dan Sarbumusi yang notabene perserikatan pekerja di PT Cosmo harus diikutsertakan dalam membentuk kebijakan persetujuan,” katanya. (dri)

MUI Minta Jaksa ‘Nakal’ Disingkirkan

FOTO IRWAN/RADARSUKABUMI

RESMI DILANTIK:Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, Akhmad Jajuli saat memberikan ucapan selamat kepada Pengurus MUI Kabupaten Sukabumi periode 2011-2016 di Gedung Islamic Center Cisaat, kemarin.

CISAAT - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, untuk “menyingkirkan” oknum jaksa nakal yang ditenggarai kerap menjadikan sejumlah pengurus MUI Kabupaten Sukabumi sebagai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berjalan alias objek pemerasan. Pernyataan ulama kharismatik pimpinan Ponpes Azzaeniyyah Nagrog Selabintana Kecamatan/Kabupaten Sukabumi ini terpaksa diutarakan setelah dirinya merasa cukup gerah dengan kelakuan oknum jaksa di lembaga penegak supremasi hukum tersebut. “Saya sudah berbicara dengan Kajari Cibadak ( Marihot Sila-

lahi-red). Syukurlah, informasi terakhir jaksa yang dimaksud kabarnya sudah dipindahkan ke Sulawesi,” kata KH Zezen saat memberi sambutan di hadapan peserta pelantikan dan raker pengurus MUI Kabupaten Sukabumi periode 20112016 di Gedung Islamic Center Cisaat, kemarin. Raker ini dihadiri Ketua Umum MUI Jawa Barat, KH Hafidz Usman, Wabup Sukabumi, Akhmad Jajuli dan para tokoh ulama lainnya, kemarin. Informasi yang dihimpun Radar mengatakan, jaksa nakal yang kabarnya kerap mengorek-ngorek kesalahan dan menjadikan ATM berjalan sejumlah pengurus MUI tersebut berinisial MP. MP menurut sumber Radar sering melakukan penyidikan dugaan penyalah gu-

naan bantuan terhadap sejumlah pengurus MUI yang secara kebetulan pengurus MUI tersebut aktif di lembaga pengembangan ekonomi masyarakat dan lembaga sosial keagamaan. “Tentu untuk penegakan hukum, sah-sah saja bila penyidikan dilakukan. Tapi kalau penyidikan itu ditumpangi kepentingan lain, jelas kita tidak akan tinggal diam,” ujarnya. Dalam sambutannya yang lain, KH Zezen juga menyinggung masalah peran ulama khususnya pengurus MUI. Kepengurusan MUI yang baru menurutnya harus lebih berperan dalam menjadi pelayan dan pembimbing umat, selain sebagai penyejuk dan penerang bagi masyarakat, MUI juga harus peka dalam membangun mental umat agar semakin baik. (wan)

BPSK Banjir Aduan Soal PLN

POLITIK

SUKABUMI - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi, kebanjiran laporan dari konsemen PLN. Dalam aduannya, pelanggan mengeluhkan denda yang dikenakan oleh PLN. “Dalam sebulan terakhir saja, ada sebelas aduan masyarakat mengenai PLN. Saat ini kami tengah memprosesnya. Sebelumnya sudah satu kasus diselesaikan,” terang Sekretaris BPSK Kabupaten Sukabumi,

Budi Siap Gantikan Iman SUKABUMI - Eskalasi politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) III Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sukabumi yang rencananya digelar awal April 2011 nanti, kini mulai terasa. Bersamaan dengan itu, bakal calon ketua partai berlambang Matahari terbit seperti Budi Mulyadi, Deni Sasnadi, Encep Syamsudin dan nama-nama kader lain, dikabarkan Iman Adinugraha Budi Mulyadi telah menyatakan kesiapan diri untuk mengantikan Ketua Umum DPD PAN Kabupaten Sukabumi, Iman Adinugraha yang beberapa waktu lalu mengaku tidak akan tampil lagi di pencalonan pimpinan partai besutan Amin Rais tersebut. Hanya dari sekian kandidat yang menyatakan kesiapan. Untuk sementara sosok Budi Mulyadi diprediksi sejumlah pengamat itu paling berpeluang untuk mengantikan Iman Adinugraha. “Analisa sementara kami, sosok Budi yang paling mumpuni untuk memimpin PAN kedepan, selain secara garis struktural Budi menjabat sebagai orang kedua di DPD PAN (Sekretaris Umum DPD PAN Kabupaten Sukabumi-red). Ia juga memiliki jaringan luas dan kuat di luar internal PAN, dan kami pikir ini penting untuk masa depan PAN di Kabupaten Sukabumi,” ungkap Kordinator Federasi Organ Masyarakat Sukabumi (FOMS), Jalil Abdillah kepada Radar, kemarin. Kendati demikian, Jalil pun tidak menutup mata dengan peluang bakal calon kandidat lain, yang menurutnya, nama Deni dan Encep sama-sama berpeluang bersaing dengan Budi. “Apalagi sepengetahuan kami, Budi salah satu pelopor dan pendiri pertama PAN di Kabupaten Sukabumi hingga seperti sekarang ini. Budi cukup mengakar di internal PAN ,” tuturnya. Secara terpisah, Ketua DPD PAN Kabupaten Sukabumi, Iman Adinugraha mengatakan, siapapun kader PAN yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya, mutlak memiliki kapabilitas, loyalitas, kredibilitas dan juga akseptabilitas. Hal ini dinilai penting agar kepengurusan organisasi PAN ke depan, bisa lebih maju lagi dari yang sebelumnya. “Saya sendiri berharap calon ketua nanti harus orang yang memiliki kemampuan memadai, baik dari sisi intelektual, leadership, manajemen dan sebagainya,” terang Iman. Sementara itu, Budi Mulyadi mengaku kini lebih mempertajam rencana kesiapannya untuk mengantikan Iman Adinugraha. Menurut Budi, penajaman yang akan dilakukan yaitu melakukan konsolidasi dengan internal struktural PAN, baik itu di DPD dan Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) PAN. “Saya belum mau berbicara kekuatan, yang pasti Insya Allah saya sudah siap bertarung di musda nanti,” ujar pria yang juga tercatat aktif di organisasi serikat buruh ini. (wan)

rusahaan bersedia menerapkannya pada April mendatang. Para karyawan setuju dan akan me-mulai aktivitas bekerja seperti biasa.

Memed Jamaludin.Disebutkan Memed, para konsumen itu melaporkan mengenai denda yang dikenakan PLN lantaran dianggap melanggar. Rata-rata, para konsumen PLN itu ditekanan denda sebesar Rp 2 juta. Ditegaskannya, untuk untuk menyelesaikan sengketa di BPSK dilakukan dengan tiga cara, yaitu konsoliasi, mediasi, dan arbitrase. Pekan ini, kata Memed, BPSK akan memanggil PLN dan konsumen yang melaporkan masalah tersebut. Sementara, Humas APJ PLN

Sukabumi, Harry Sas mengakui untuk mengantisipasi adanya pelanggaran, PLN rutin menggelar Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Dari hasil P2TL ditemukan adanya sejumlah konsumen yang melakukan berbagai pelanggaran.”Nah, dari hasil P2TL kita temukan pelanggaran. Dan denda yang dikenakan kepada konsumen itu disesuaikan dengan jenis pelanggaran nya,” tegasnya. (wan)

Melihat Kampung Pengrajin Layangan, Bojongkaung-Nagrak (1)

Satu Keluarga Piawai Bikin Layangan, Dijual ke Jabodetabek Kampung Bojongkaung Desa Girijaya Kecamatan Nagrak terkenal dengan hasil kerajinan layangan. Di mana mainan tradisional yang berbahan dasar kertas dan arku atau kerangka layangan telah menjadi mata pencaharian di kampung ini selama puluhan tahun. Seperti apa kegiatan masyarakat pembuat layangan tersebut? Berikut liputannya. ANDRI SOMANTRI-Nagrak TUMPUKAN layanganyan telah jadi, siap jual nampak memenuhi tempat tinggal Ade Ahmad (31). Warga Kampung Bojongkaung RT 04/10 Desa Girijaya Kecamatan Nagrak ini merupakan salah satu pengrajin layangan tradisioanal. Dirinya beserta keluarga sangat lincah membuat layangan. Betapa tidak, keahlian membuat layangan ini sudah ditekunan keluarga ini sejak puluhan tahun silam. Bahkan hampir semua anggota keluarga, mulai dari yang dewasa sampai anak kecil pun lihai membuat mainan tradisional itu. Berawal dari mertua yang seorang peng-

ANDRI/RADARSUKABUMI

PACKING:Pengrajin di Desa Girijaya, Nagrak menyiapkan layangan yang akan dijual dengan sistem grosir.

rajin layangan, kemudian meregenerasi kepada dirinya bakat membuat layangan. Proses pembuatan layangan

yang sedemikian rumit dapat dikerjakananya dalam waktu singkat. Satu layangan yang awalnya hanya lembaran plastik, arku dan benang dirangkai. Kali ini Ade membuat layangan jenis plastik dengan ukuran 58. Perlu diketahui layangan yang diproduksi di Desa Girijaya berukuran umum 58, 55 dan 70. Sebuah rangka bambu atau arku ditarik setelah diikat benang, atau bahasanya Nganceng. Setelah itu lembaran plastik ditempel atau Jeplok. Untuk menguatkan lalu dikelin dan sebuah layangan pun siap dijual. Setiap hari Ade dan 15 pekerjanya mampu membuat sekitar 200 layangan. “Layangan tersebut dibuat untuk dipasarkan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek). Permintaan bisa sampai 100 bal (satu bal berkisar 1.000 biji) layangan per bulan. Keuntungan yang lumayan membuat setengah dari warga Desa Girijaya pembuat layangan,” terang Ade kepada Radar. Ia mengetahui sekitar setengah penduduk desa yang berbatasan dengan Kecamatan Cibadak ini merupakan pengrajin layangan, sebab ketika banyak permintaan dari Jakarta misalnya, Ade akan membagi order ke pengrajin layangan lainnya di desa tersebut. “Permintaan membludak pada bulan Januari hingga Agustus. Ketika itu permintaan sangatlah pesat kalau keteteran saya meminta ke pengrajina lainnya, sudah pasti terpenuhi. Kondisi tersebut bisa menjadi fakta setengah warga desa ini pengrajin layangan,” ulasnya. (*)


1--HAL 4 SUKABUMI EKSPRESS