Page 1

SAMBUNGAN

RADAR SAMPIT TKI

Sambungan hal 1

“Jadi tidak benar jika dia meninggal karena terinjak-injak,” kata Jumhur di kompleks DPR kemarin (10/6). Jumhur mengatakan sangat prihatin atas insiden ini. Dia terus mengumpulkan informasi langsung dari Arab Saudi. Di antaranya melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Dia mengatakan, awalnya antrean pengurusan SPLP di KJRI Jeddah berjalan lancar dan tertib. Meskipun, jumlah pemohon SPLP berlipat-lipat dari kondisi normal. Hanya, dalam kondisi normal pemohon SPLP paling banter 500 orang. “Bandingkan dengan kondisi Minggu malam itu, pemohonnya hingga 50 ribu orang,” katanya. Informasi sementara menyebut pemohon SPLPmembeludak karena ada kabar bohong yang diembuskan di kalangan TKI. Bahwa kemarin adalah batas akhir pengajuan SPLP karenaadamasapemutihandokumen atau amnesti dari pemerintah Arab Saudi. Tak ayal, kabar tersebut membuat TKI dari seantero Arab Saudi menyemut di KJRI Jeddah. Sejatinya, pengurusan SPLP juga dibuka di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh. Tetapi, di tempat ini pada Minggu lalu hanya ada sekitar 500 pemohon SPLP. Para TKI memilih KJRI Jeddah karena skema pengurusannya lebih mudah. Kalau di KBRI Riyadh dibatasi tembok yang sangat kokoh, sehingga sulit bagi TKI untuk antre dalam jumlah banyak. Setelah terjadi konsentrasi TKI di KJRI Jeddah, Jumhur mengatakan ada pihak-pihak nakal yang menyulut kericuhan. Kebetulan saat itu --meskipun malam hari-- cuaca lumayan panas. “Pada siang hari saja bisa mencapai 50 derajat celcius,” katanya. Jumhur mengatakan pihak-pihak yang memprovokasi adalah WNI

MENDADAK

Sambungan hal 1

Hal itu dikatakan Dahlan saat diminta memberikan sambutannya pada acara peresmian KMPPortlink. “Pidato ini harus pendek, karena kita tidak sabar nonton Syahrini dan Slank tampil,” ujar Dahlan di acara persemian kapal KMP Portlink di Merak, Senin (10/6). Terlebih, kata Dahlan, Slank sengaja menyempatkan diri hadir di acara ini setelah show ke luar kota. “Slank jauh-jauh dari Banjarmasin sengaja langsung ke sini untuk menghibur kita semua. Tapi kata panitia kita harus makan siang dulu baru Slank hadir,” jelas Dahlan sembari melontar canda. Usai makan siang di deck (lantaired) 7, Dahlan tak mau berlamaguring

Sambungan hal 1

Rupanya sepakbola nang cagaran dihadangi bebuhannya ne dimulai jam 3 subuh. Supaya kada ngantuk lalu bebuhannya ne main bedum dipelataran rumah Haji Untat. “Mun gantung jangan sareklah. Lagian kita ne beramian ja,” ujar Anang Gabau. “Siapa jua nang sarek coy,” takon Utuh Lengkor. “Siapa tahuai ada nang tesinggung rahatan gantung. Siap tahu ah nang penting kita bepadah bedahulu,” ujar Anang Gabau. “Aku akur ja wal ai,” sahut Dangdut. “Oke mantab,” sahut Anang Gabau. Handap kisah, jam sudah lewat tengah malam mata Ongol ne sudah mulai terlihat habang wan bebanyu. Sesekali inya ne menguap sampai handak lember muntung Ongol saking ngantuknya. “Nah ya am, sudah ngantukam Ongol neh,” ujar Anang Gabau. Mehancap Ongol menyahuti. “Kada paan wal ai, Cuma menguap ja tuah belum tentu ngantuk. Hehehe,” sahut Ongol sambil melikir roko sepucuk. “Nah kaya itu Ngolai, mun ngantuk bawai beroko,” ujar Dangdut menambahi. Waktu terus berjalan, kada terasa sudah masuk jam 3 subuh, untung pang Ongol ne kada gantung lalu inya kawa bejalanan. “Handak kemana Ngol,” takon Anang Gabau. “Handak bekamih coy. Handak bekamih kesana dulu nah padang sabat sana,” sahut Ongol. “Kejauhan Ngolai, mun handak bekamih dirumah sidin gin ada ja WC. Alasan ja,” ujar Anang Gabau. “Sekalian mencari angin segar wal ai. Hehehe,” sahut Ongol kada mau kalah jua. Sekalinya, sudah 1 jam bebuhannya mehadangi Ongol ne tetap ai kada mencongol jua. Lalu buhannya mendatangi Ongol nang bepadah tadi bekamih setumat ja dipadang sabat. “Jangan-jangan Ongol ne hilang coy. Sudah parak 1 jam kedida mencongol,” ujar Dangdut. “Boleh jadi wal ai. Ayo kita cari,” sahut Utuh Lengkor. Lalu betiga ne mencari Ongol sambil bakuriak sana sini.

sendiri. Tepatnya, WNI yang selama ini menjadi penampung para TKI ilegal untuk dipekerjakan kembali tanpa izin. Nah, dengan praktek ini, WNI yang menjadi penampung TKI ilegal tadi mendapatkan uang. Baik dari TKI yang mereka salurkan secara ilegal, maupun dari majikan yang membutuhkan TKI tanpa prosedur legal. ”Orang-orang yang menampung TKI ilegal itu orang kita sendiri. Mereka sudah lama menetap di Arab Saudi,” papar Jumhur. Dia mengatakan orang-orang ini sangat tidak senang ketika pemerintahArab Saudi membuka masa pemutihan dokumen. Sebab, mengancam penghasilan mereka. Umumnya para “mafia” TKI ilegal itu merekrut orang-orang yang satu suku. Misalnya, suku Sunda, Jawa, atau Madura. Dengan sistem perekrutan seperti ini, tidak sampai menimbulkan gejolak di antara mereka karena ada rasa saling persaudaraan di negeri orang. Selain menuding ulah para WNI nakal tadi, Jumhur juga mengkritik sistem informasi di pemerintahan Arab Saudi. Dia mengatakan kabar adanya masa pemutihan bagi TKI atau WNI ilegal itu muncul sekitar 11 Mei lalu. Kemudian, dibukanya loket amnesti atau pemutihan dokumen pada pekan ketiga Mei. Kondisi itu diperparah deadline yang ditetapkan hingga 3 Juli nanti. Kabar terbaru menyebut, setelah ada desakan dari banyak negara, Arab Saudi memperpanjang deadline amnesti ini hingga 4 Oktober nanti. “Bisa dibayangkan di Arab Saudi itu ada kurang lebih 120 (ribu) WNI atau TKI yang butuh pemutihan dokumen,” papar Jumhur. Dengan waktu yang mepet itu, Jumhur mengatakan setiap hari rata-rata da 5.000 pemohon khusus di KJRI Jeddah. Data terbaru pemohon SPLP sudah mencapai 47 ribuan orang. Tetapi dokumen SPLP yang sudah diterbitkan masih sekitar 12 ribu lembar. (wan/ken/jpnn/zal) lama menghabiskan waktu. Dia langsung turun ke deck 5 menuju ke panggung acara. Bekas dirut PLN ini bahkan terlihat sangat menikmati penampilan Slank, Dahlan bahkan tak sungkan mengayunkan tangan ke atas menikmati alunan musik. Saat Slank menyanyikan lagu berjudul Jangan Ingkari Janji, Dahlan lantas naik ke atas panggung dan melakukan gerakan senam dengan lagu tersebut. Sontak pemandangan itu membuat panggung sangat ramai dan heboh. Tak hanya sampai di situ, Dahlan pun ikut menyanyikan lagu Slank berjudul Ku Tak Bisa. “Ayo Pak Dahlan ikut nyanyi, pasti apal lagu ini, karena ini lagu favorite bapak,” puji Kaka Slank di atas panggung sembari diiringi riuh tepuk tangan penonton. (chi/jpnn) Keliling sudah betiga ne mencari Ongol nang hilang rahatan handak bekamih dipadang sabat. Akhirnya betiga ne kada jadi nonton sepak bola dirumah Haji Untat garagara ada tanggungjawab mencari si Ongol. “Tuntung basubuh kita mencari lagi. Mending kita singgah di masjid jami dulu basubuh,” ujar Anang Gabau. “Tumben bealim ikam ne coy, biasanya membawai bedudukan dijembatan. Hahahaha,” sahut Dangdut. “Kita ne mencari Ongol coy ai. Nang itu lain kisahnya lagi, paham kada ikam,” ujar Anang Gabau habang muha. Kada berapa menit datang Amang Bular menuju ke masjid jami Kampung Liur pina telihat behancap banaran. “Kenapa pina behancap Mang,” takon Anang Gabau. “Handak mencatok dawuh nah. Ne sudah masuk subuham,” ujar sidin. “Yakah Mang, dawuhnya didalam masjidlah Mang atau diluar masjid,” takon Dangdut pina penasaran banaran. Lalu Dangdut ne meumpati Amang Bular. “Berapa kali catok mang,” takon Dangdut pina penasaran banaran. “Hitung sorangan ja, aku ne handak mencatok am nah,” ujar sidin. Dug, dug, dug, bunyi dawuh dicatok sidin. Rahatan mencatok dawuh pertama terdangar ada suara didalam dawuh. “Akaiyaaaah, asa pecah gendang telingaaaaaa,” kuriak urang nang ada didalam dawuh. Mendangar suara tadi harau tekajur Amang Bular wan Dangdut. Lalu bedua ne melihati kedalam dawuh dan langsung tekajur. “Astagaaaa, Ongol guring didalam dawuh cooooyy,” kuriak Dangdut. Mendangar kuriak Dangdut tadi langsung kekawalannya datang. “Busyeeet, dicari kesana kemari sekalinya guring didalam dawuh ne lah,” ujarAnang Gabau. “Hahahaha, rupanya alasan Ongol ja handak bekamih dipadang sabat tadi. Sekalinya ngantuk mata guring didalam dawuh,” ujar Dangdut menambahi. Apada, masam ai muha Ongol disambati bebuhannya. Imbah tu Amang Bular melanjutkan mencatok dawuh pertanda salat subuh akan dimulai. (fin)

PENAHANAN

Sambungan hal 1

Jika pemeriksaan selesai lebih cepat dari waktu penambahan maka berkas tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, atau sebelum dari batas waktu yang telah ditentukan tersebut kita sudah bisa melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangkaraya,” ungkapnya. Karyadie masih enggan berkomentar apakah bakal ada tersangka lain yang akan terseret dalam kasus ini. ”Tunggu saja nanti kita lihat dari perkembangan hasil penyelidikan kami ini,” ujarnya. Sebelumnya, Kejari Sampit terus melakukan pengembangan terhadap kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional Lembaga Kursus Pendidikan (LKP) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga MENDARAT

Sambungan hal 1

Dari keterangan sejumlah penumpang, pesawat melakukan pendaratan darurat dan saat berada di ujung landasan runway, tiba-tiba terjadi ledakan sebanyak tiga kali, dan pesawat diduga oleng sehingga menyebabkan baling-baling mengenai runway. Akibatnya, laju pesawat semakin tidak terkendali dan terseret ke depan sejauh 319,5 meter dari landasan pacu bagian barat, tepatnya di runway 07. Komandan Lanud El Tari, Kolonel (Pnb) Eko Dono Indarto, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab awal kecelakaan tersebut. “Kronologi kejadian secara rinci kami juga belum tau. Kondisi cuaca juga bagus, angin bertiup 11 sampai 12 knot dari sisi kanan. Pilotnya juga bagus. Syukurnya, semua penumpang selamat, walau semuanya tampak shok, tapi MUTASI

Sambungan hal 1

Kemudian, Direktur Polair Kombes Sukandar ditarik ke Polair Mabes Polri dan posisinya diganti AKBP Alex Fauzi Rasad dari Mabes Polri. Selanjutnya, Direktur Lalu Lintas Kombes Tomex SIAP

Sambungan hal 1

Bagi pasangan HARUS, pertarungan tersebut mempertaruhkan gengsi kekuatan partai politik. Sejumlah kalangan sebelumnya banyak memprediksi pasangan HARUS akan memenangkan pemilukada tersebut mengingat koaliasi parpol yang dirangkul sangat kuat, ditambah lagi akses politik, bisnis, finansial, hingga pemerintahan yang dimiliki Iwan Darwan sangat kuat karena ayahnya, Darwan Ali masih berkuasa sebagai bupati. Namun, SURYA justru menang dengan perolehan suara cukup besar, yakni, 42.226 suara (53,65 persen), dibanding HARUS yang hanya 36.478 suara (46,35 persen). Menurut Sudarsono, merangkul kembali kubu Darwan terutama Darwan Ali sangat penting untuk menapaki pemerintahannya nanti. Dari Darwan, dia mengaku memerlukan banyak masukan mengingat BANGGA

Sambungan hal 1

Mulai pecahan Rp 100 sampai Rp 50 ribu. “Karya pertama saya gambar pahlawan Teuku Umar pada pecahan Rp 5 ribu. Uang itu dikeluarkan BI (Bank Indonesia) tahun 1986,” terang seniman asal Jogjakarta tersebut saat ditemui di rumahnya Minggu kemarin (9/6). Sore itu Mujirun terlihat sibuk menyiapkan sejumlah karyanya yang rencananya dipamerkan di Jogjakarta pekan ini. Sembari membingkai sejumlah lukisan karyanya, Mujirun menceritakan awal dirinya terjun sebagai engraver. Dia mengaku berkarir sebagai pegawai di Peruri setelah diiming-imingi seorang karyawan BUMN. “Saya tidak tahu dari mana orang itu tahu kalau saya bisa melukis. Padahal, saat itu saya belum selesai sekolah,” ungkap lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Jogjakarta itu. Iming-iming yang menggiurkan tersebut cukup menggoda Mujirun. Apalagi, saat itu mencari pekerjaan yang layak tidak mudah. Maka, begitu lulus SMSR, Mujirun menyanggupi tawaran tersebut. Dalam ingatannya, ketika itu Peruri menawarkan gaji Rp 50 ribu per bulan. Angka tersebut cukup besar untuk ukuran gaji pegawai pada era 1970-an. “Saya terus terang langsung tergiur. Bayangkan, gaji pegawai negeri di kabupaten saja saat itu hanya Rp 18 ribu,” terang pria kelahiran 26 November 1958 tersebut. Mujirun pun kemudian hijrah ke ibu kota. Tapi, dia tak bisa langsung bisa mengaplikasikan karya-karyanya di Peruri. Dia harus menjalani pendidikan seni lagi. Bahkan, hingga keluar negeri. Mujirun berkesempatan untuk menempuh pendidikan di Swiss dan Italia guna memperdalam teknik engraving pada gambar utama uang kertas. “Saya tidak menyangka orang desa seperti saya bisa sekolah di luar negeri. Belajar dari seniman-seniman engraver dunia,” tuturnya sembari menunjukkan foto-foto dokumentasinya saat berada di dua negara tersebut.

selasa, 11 JUNI 2013

7

Kotim (sekarang Dinas Pendidikan). Rabu lalu (5/6), tersangka I Wayan Alap kembali dipanggil untuk diperiksa tim penyidik Kejari. Kasi Intel Kejari Sampit HM Karyadie mengatakantersangkayangdidugamelakukan penyelewengan terkait kucuran dana Rp 325 juta dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan tambahan. “Tersangka kita panggil untuk lebih medalami apakah ada indikasi uang tersebut mengalir ke orang lain,” ungkap Karyadie tanpa menjelaskan lebih rinci terkait pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan juga dilakukan untuk melengkapkan berkas perkara. ”Yang pasti apa yang dilakukan hari ini semuanya sudah masuk dalam materi perkara,” jelas Karyadie sambil menambahkan kasus ini tidak menutup kemingkinan akan menyeret tersangka lain. Pantauan Radar Sampit, Wayan yang kini menjabat Kabid Bina Budaya di Dinas Kebuadayaan dan Pariwisata

Kabupaten Kotim dijemput dengan mobil tahanan Kejari Sampit dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Sampit. Wayun turun dengan mengenakan baju hem merah dan celana kain hitam. Sekitar pukul 10.30, Wayan masuk ke ruang tim penyidik Kejari Sampit. Tak lama Wayan masuk, kuasa hukumnya Hartono datang dan langsung mendampingi proses pemeriksaan. Setelah beberapa jam di periksa, sekitar pukul 15.00 WIB, Wayan keluar dari ruang tim penyidik, dan kembali dibawa ke Lapas Sampit. I Wayan Alap ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan Lembaga Kursus Pendidikan (LKP) di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kotim (sekarang menjadi Dinas Pendidikan). Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (22/5), Wayan sempat menjalani pemeriksaan selama tujuh jam. Kepala Kejaksaan Negeri Sampit Nanang Ibrahim Soleh melalu Kasi Pidana Khusus

(Pidsus) Yan Syafrudin membenarkan atas penetapan pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Bina Budaya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotim tersebut. “Untuk saat ini kita resmi menetapkan yang bersangkautan sebagai tersangka. Untuk informasi selanjutnya mungkin nanti Pak Kejari yang menjelaskanya,” kata Yan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Wayan langsung dimasukkan ke dalam mobil tahanan Kejari dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Klas II Sampit. Selama 20 hari kedepan Wayan berstatus sebagai tahanan Kejari Sampit. Kerugian negara dalam kasus dana yang di kucurkan terhadap tujuh LKP yakni LKP Mandiri, LKP Cahaya, LKP Artha, LKP H2O, LKP Biru, TKBM Amanah dan LP2ES Yan masih belum menjelaskan. Pasalnya saat ini masih dalam proses audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (co/ton)

sudah dievakuasi ke rumah sakit kami. Sebelum mendarat memang sudah ada pemberitahuan ke tower, dan tiba-tiba ada bunyi ledakan, kita juga belum tau penyebabnya,” sebut Indarto. Hal senada disampaikan General Manager (GM) PT. Angkara Pura I El Tari Kupang, Imam Pramono. Imam mengaku untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, masih perlu dilakukan penyelidikan secara mendalam bersama tim teknis PT. MNA. Menurutnya, dengan keberadaan pesawat naas di sisi kanan runway tersebut, Bandara El Tari untuk sementara ditutup untuk penerbangan lainnya, sampai selesai dilakukan evakuasi terhadap bangkai pesawat naas tersebut. Arnold Mollo dan Usni Maure, dua penumpang MA 60 yang diwawancarai di RS AURI Kupang, mengaku sebelum pesawat mendarat, sudah terasa kalau pesawat naas itu oleng. Dan, kru pesawat pun sudah mengintruksi para penumpang untuk bersiap-siap karena akan dilakukan

pendaratan darurat. “Kami hanya dengar ledakan, dan rasakan guncangan keras saat baling-baling menghantam runway. Setelah itu saya sudah tidak ingat lagi,” ujar Usni yang nampak shok. Sementara itu, Corporate Secretary PT. MNA, Herry Saptanto, saat dikonfirmasi Timor Express via telepon selular, menjelaskan bahwa pesawat Merpati jurusan Bajawa (BJW)-Kupang (KOE) mengalami Hard Landing di Runway 07 bandara El Tari, dimana berdasarkan manifes membawa penumpang terdiri dari 45 orang dewasa dan satu bayi serta empat kru pesawat. “Seluruh penumpang dan kru pesawat selamat. Setelah dilakukan evakuasi, seluruh penumpang di bawa ke VIP Lounge serta 1 penumpang dewasa dibawa ke RS AURI untuk dilakukan pengecekan kesehatan,” kata Herry. Menurutnya, kondisi pesawat jenis MA 60 itu, saat ini dalam proses evakuasi untuk dilakukan investigasi lebih lanjut oleh pihak Komisi Nasional Keselamatan Transportasi

(KNKT) guna mengetahui sebab-sebab kecelakaan. “Dugaan sementara pesawat mengalami hard landing. Saya juga belum mendapatkan Informasi mengenai sebabsebab kecelakaan. Kita serahkan KNKT mengenai investigasi tersebut,” imbuh Herry. Herry menambahkan, pesawat pertama terbang dengan rute Kupang – Bajawa pukul 07.40 Wita kemudian kembali terbang dari Bajawa menuju Kupang pukul 09.00 Wita dengan ETA jam 09.40 Wita. Menurut rencana pesawat tersebut selanjutnya akan menerbangi rute Kupang – Waingapu PPdan Kupang – Alor PP. Namun, dengan adanya kejadian ini, Merpati akan menyiapkan pesawat pengganti agar pelayanan ke kotakota tersebut tidak terganggu. “Pesawat ini dalam posisi laik terbang, dan pertama kali digunakan di Merpati sejak Desember 2010. Sementara soal penanganan bagasi atau muatan barang dan pengobatan diatur sesuai Undang-undang Penerbangan,” jelasnya. (mg11/jpnn)

Kurniawan akan menempati posisi Widyaswara Muda Sepimmen Sespim Polri dan digantikan AKBP Winarto kabid dari Program Polda Kalsel. Sementara, tiga Kapolres yang diganti diantaranya, Kapolres Kapuas AKBP Wisnu Putra diganti AKBP Ruli Agus Pramono dari Dirlantas Polda

Kalteng dan Wisnu akan menjabat Korlantas Mabes Polri. Kapolres Kotim AKBP Andhi Triastanto diganti AKBP Himawan Bayu Aji dari Bareskrim Mabes Polri, dan Andhi di tarik ke Mabes Polri. Kemudian, Kapolres Seruyan AKBP Achmad Dally Mutiara dimutasi ke

Baintelkam Mabes Polri. Posisinya digantikan AKBP Heska Wahyu Widodo dari Divisi Propam Mabes Polri. “Mutasi atau pemindahan tugas ini berdasarkan surat Kapolri No. ST/1120/X/2013 tanggal 30 Mei 2013 tentang mutasi jabatan,” kata Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu. (arj)

pengalaman Darwan sudah mumpuni dalam memimpin kabupaten tersebut selama dua periode. “Beliau (Darwan Ali) kita anggap orang tua di seruyan. Perlu lah untuk bisa memberikan masukan kepada kita kedepan. Koordinasi (dengan Darwan) penting artinya bagi kita, sangat penting,” tegasnya. Selain merangkul Darwan, Sudarsono juga akan berupaya merangkul kubu yang berseberangan ketika pemilukada, terutama partai politik dan pendukungnya. Dia menilai, perbedaan politik dan dukungan ketika pemilukada berlangsung merupakan hal yang biasa, namun, ketika sudah ada calon yang terpilih, maka tidak ada alasan untuk tidak bersatu kembali. “Secara perlahan kita harus lakukan (merangkul kubu berseberangan). Perbedaan itu wajar dan itu dampak dari demokrasi. Kalau sudah terpilih, tak ada alasan kita tak merangkul kawan-kawan yang memang berseberangan sepanjang mereka mau bekerjasama. Prinsipnya begini, kita tak mau lihat kebelakang, kita

melihat kedepan bagaimana Seruyan kita bangun bersama. Jadi, masyarakat, partai politik, dan semua pihak, ayo kita bersatu kembali,” katanya. Ketika ditanya apa terobosannya untuk langkah pertama atau program 100 hari kerja, Sudarsono menegaskan tidak menarget apapun dalam 100 hari masa kerjanya nanti karena dia akan bekerja selama lima tahun kedepan. Namun, langkah pertama yang akan dia lakukan adalah melakukan pembenahan birokrasi pemerintahan di wilayah itu. “Saya ingin birokrasi kita ini betul-betul menjadi tumpuan kita.Apa yang kita lakukan tergantung dari bagus atau tidaknya birokrasi yang ada, sehingga mungkin yang kita benahi dulu adalah birokrasi dari dalam. Kemudian yang sangat penting itu melihat atau memastikan kerja kita mulai dari mana,” jelasnya. Dilantik Juli Mengenai pelantikannya, Sudarsono mengatakan, dirinya bersama Yulhaidir akan dilantik Juli mendatang. Namun,

untuk tanggal pastinya belum ada kejelasan karena tergantung dari proses administrasi ke pemerintah pusat. Saat ini, pihaknya juga masih menunggu proses di DPRD Seruyan, karena pelantikan akan dilaksanakan melalui rapat paripurna. Dari informasi yang dia terima, kata Sudarsono, rencananya hari ini Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Seruyan akan menggelar rapat untuk menentukan tanggal paripurna terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Seruyan periode 2013-2018. Dia optimistis para politisi di lembaga wakil rakyat yang sebelumnya berseberangan ketika pemilukada tersebut akan memperlancar proses pelantikan dirinya. “Tapi paling tidak kita berharap tidak ada permasalahan yang mengganjal di DPRD, karena kita sangat yakin DPRD itu representasi dari wakil rakyat Seruyan, sehingga apa yang menjadi hajat orang banyak tentu menjadi (prioritas penting) kawan-kawan di DPRD, terlepas dari manapun mereka, dari partai atau darimanapun, mudahn tak ada masalah,” tandasnya. (ign/ton)

“Ini foto saya waktu muda. Rambut saya masih banyak, berbeda dengan sekarang yang sudah botak,” kelakarnya saat menunjukkan foto saat di Italia. Sepulang dari Italia, suami Siti Julaeha itu tak langsung mendapatkan kepercayaan membuat gambar-gambar di uang kertas. Kesempatan tersebut baru datang tiga tahun kemudian. Dia dipercaya untuk menggambar sosok pahlawan Teuku Umar yang digunakan untuk uang kertas Rp 5 ribu. Menurut Mujirun, selama ini pembuatan gambar uang itu dilakukan dengan proses seleksi yang ketat. Lima engraver Peruri diminta untuk mengambar manual dengan teknik pen drawing. Gambar-gambar tersebut kemudian diserahkan ke pimpinan BI. Begitu gambar disetujui, seniman yang membuat baru bisa mengerjakannya. Teknik engrave termasuk cukup rumit. Teknik tersebut dilakukan di media pelat baja. Menggambarnya menggunakan pisau dengan teknik cukil. Sepintas mirip teknik mengukir. Namun, teknik engrave lebih sulit karena diaplikasikan di media yang kecil dengan skala satu banding satu. “Bisa dibayangkan betapa rumitnya. Karena itu, kerjanya juga harus pakai kaca pembesar seperti ini,” ujar Mujirun. Dia lantas menghidupkan komputernya. Dia menunjukkan beberapa foto dokumentasi ketika masih bekerja di Peruri. Salah satunya foto ketika Mujirun harus menggunakan kaca pembesar untuk membuat gambar di pelat baja dengan teknik cukil. Dengan alasan keamanan, Mujirun lantas tak menjelaskan proses detail pembuatan gambar itu hingga akhirnya menjadi uang kertas. “Tidak etis kalau saya jelaskan detailnya karena bagaimanapun saya pernah bekerja untuk Peruri,” terang bapak lima anak itu. Salah satu karya Mujirun yang membanggakan adalah gambar uang seri “Pak Harto Mesem”. Sebab, pembuatannya tidak hanya bersaing dengan engraver dari Peruri. Karyanya harus diadu dengan engraver dari luar negeri. “Gambar sketsa wajah Pak Harto karya saya dan karya engraver dari Australia terpilih untuk diserahkan ke Setneg

(Sekretariat Negara, Red) untuk dipilih salah satu,” terangnya. Tanpa diduga, pihak Istana Negara menjatuhkan pilihan pada karya Mujirun. Gambar “Pak Harto Mesem” itulah yang kemudian menghiasi uang Rp 50 ribu yang diterbitkan pada 1995. “Gambar itu yang paling mengesankan,” tuturnya. Selain karya itu, ada beberapa karya Mujirun lain yang cukup fenomenal. Di antaranya, gambar pahlawan Sisingamangaraja XII di uang Rp 1.000 (keluaran 1987), gambar rusa Cervus timorensis untuk uang Rp 500 (1988), gambar anak Gunung Krakatau untuk uang Rp 100 (1991). Lalu, gambar Gunung Kelimutu untuk uang Rp 5.000 (1991), Ki Hajar Dewantoro di uang kertas Rp 20 ribu (1998), paskibraka di uang Rp 50 ribu (1999), serta gambar Kapitan Pattimura Rp 1.000, gambar Pulau Maitara dan Tidore Rp 1.000, serta Tuanku Imam Bonjol Rp 5.000 (ketiganya keluaran 2001). Mujirun jugalah yang membuat gambar pahlawan Oto Iskandar Di Nata pada uang Rp 20 ribu yang dikeluarkan pada 2004. Terakhir, sebelum pensiun, pria 55 tahun itu membuat gambar I Gusti Ngurah Rai untuk uang pecahan Rp 50 ribu keluaran 2009. “Selama di Peruri, alhamdulillah saya banyak mendapatkan kepercayaan. Saya juga pernah dikirim ke Malaysia menangani security printing untuk stamp hasil. Itu kalau di Indonesia, ya semacam meterai,” terangnya. Mengetahui keahliannya yang langka, pemerintah Malaysia sempat hendak membajak Mujirun. Dia diiming-imingi gaji dan fasilitas yang wah. “Saya masih ingat betul kalimat iming-imingnya. Katanya di sini (Malaysia) tukang batu saja istrinya bisa membeli kalung-kalung besar, apalagi yang punya kemampuan seperti saya,” kenangnya. Mujirun juga pernah dikirim ke Inggris pada 1992 atau dua tahun setelah dari Malaysia. Di Negeri Ratu Elizabeth itu, Mujirun ditugasi studi banding soal gambar uang. Terakhir, pada 2004, dia ditugasi ke Hungaria untuk belajar software engrave. Mujirun mengatakan, saat ini tidak semua gambar di mata uang kertas rupiah dikerjakan dengan teknik engrave manual.

Ada beberapa gambar yang dikerjakan dengan aplikasi program komputer. Dia lalu menunjukkan perbedaan hasil engrave manual dengan computerized. Secara kasatmata terlihat adanya perbedaan kontur yang dihasilkan dari goresan-goresan garis pada kertas. Hal itu lebih tampak saat dilihat dengan kaca pembesar. Mujirun tak tahu mengapa di Indonesia tidak banyak seniman yang tertarik menekuni teknik engrave. Bahkan, Ibu Negara Ani Yudhoyono pernah menyarankan agar Mujirun terjun ke dunia akademik untuk mendidik calon-calon seniman engraver. “Dalam pameran di Epicentrum, Jakarta, November 2012, Bu Ani meminta saya membuka sekolah engrave. Katanya sayang kalau tidak ada generasi baru yang bisa teknik menggambar itu,” ungkapnya. Mujirun mengaku siap membagikan ilmunya kepada generasi muda. Hanya, sejauh ini dia masih belum bisa mewujudkan gagasan itu karena keterbatasan modal dan fasilitas. “Kalau ada yang membuka sekolah khusus engrave, saya siap membantu,” tegasnya. Mujirun memilih pensiun dini karena beberapa hal yang tidak bisa disebutkannya. Dia kini mengisi hari-hari dengan mengelola bisnisnya, baik di luar seni maupun yang berkaitan dengan gambar-menggambar. Di antaranya usaha kos-kosan. “Selain itu ya ikut pameran ke sana kemari,” ucapnya. Penyuka wayang tersebut mengaku sudah merintis sejumlah usaha semasa masih di Peruri. “Sejak lama saya memang ingin menyiapkan “bantal” untuk kehidupan setelah pensiun,” ujarnya. Untuk menjaga kerahasiaan negara dalam proses pembuatan uang, di dalam Peruri ada divisi pengawasan. Tugasnya mengawasi kehidupan karyawan yang dianggap “tidak normal”. Mujirun termasuk sempat dicurigai karena punya penghasilan yang lebih banyak daripada gajinya di Peruri. Padahal, tambahan pendapatan itu diperoleh dari beberapa bisnisnya. “Wajar kalau saya sampai dicurigai karena kerja kami berkaitan dengan pencetakan uang. Tapi, setelah saya jelaskan apa yang terjadi, tim pengawas bisa mengerti,” terang dia. (*/c10/c9/ari/jpnn) redaktur : tono Layouter : hadi

7__  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you