Issuu on Google+

RADAR SAMPIT

aturan

hukum kriminal Jalan Ahmad Yani kilometer 41 terdapat tanda lingkaran warna putih merupakan TKP laka maut yang terjadi Minggu (9/6) siang.

Truk Stop Parkir Dibahu Jalan

laka lantas

Olah TKP Laka Dobiyanto SAMPIT – Penyidik kepolisian Satlantas Polres Kotim lakukan penyelidikan atas tewasnya Dobiyanto (32), oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim. Hingga kemarin (10/6) sejumlah saksi telah dihadirkan untuk dilakukan pemeriksaan. “Hari ini (kemarin) kita juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman Km 6,” ujar Ipda Supriyono Kanit Laka mewakili Kasatlantas Polres Kotim. Menurut Supriyono pihaknya sudah memeriksa satu orang saksi dan Yusuf (53) sopir dump truk nopol KH 8021 FB yang bertabrakan dengan motor korban di Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Sampit pada Sabtu (8/6) siang lalu. “Masih ada dua orang saksi lagi yang akan kami periksa,” ungkapnya. Menurutnya, mereka belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan, karena dalam tahap penyelidikan dan mengumpulkan keterangan para saksi. Waktu dekat penyelidikan tewasnya warga kompleks Perumahan Tidar Blok 12 Jalur I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim akibat lakalantas secepatnya terselesaikan. (co)

narkoba

Satu Tewas, Satu Luka Berat

Lakalantas Maut Pangkalan Lada

PANGKALAN BUN – Satu tewas dan satu orang kritis menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Keduanya korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Ahmad Yani kilometer 41 Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Minggu (9/6) siang. Korban bernama Yani Fajar Rimbawati (10) tewas seketika setelah motor yang ditumpangi bersama Sugiono (40) menabrak dump truk yang tiba-tiba memutar arah. Sopir truk yang belum diketahui identitasnya itu dalam pengejaran aparat kepolisian, dia diduga kabur karena takut dimintai pertanggung jawaban kejadian tersebut. Kedua korban merupakan warga RT 21/RW 05 Desa Lada Mandala Jaya (SP2 Lada) Kecamatan Pangkalan Lada.

3

Tiga Nyawa Melayang di Tjilik Riwut

LAKA MAUT

ATURAN : Dishubkominfo pasang larangan parkir di bahu jalan bagi kendaraan roda enam.

SAMPIT - Penghapusan parkir bahu jalan (on street) di kawasan Jalan Ir Soekarno (Lingkar selatan bundaran KB) telah diterapkan sejak 8 Juni 2013, ini dilakukan mengacu peraturan daerah (perda) nomor 19 tahun 2010 tentang penyelenggaraan perparkiran di wilayah Kabupaten Kotim. Menindaklanjuti surat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kotim perihal pemberitahuan pengelolaan parkir di Jalan Ir Soekarno. Senin (10/6) rambu larangan dipasang di lokasi. “Semua di lakukan dalam rangka mengantisipasi perbaikan jalan lingkar selatan bundaran KB yang akan dilaksanakan pertengahan Juni 2013 ini,” ungkap Akhmad Kursani Kabid Perparkiran mewakili Kepala Dishubkominfo Kotim, kemarin. Kursani mengatakan larangan dilakukan khusus terhadap kendaraan roda enam. Menurutnya mereka sudah menyampaikan sosialisasi kepada semua pemilik jasa angkutan dan para sopir. Pemberlakuan aturan ini dilakukan dalam rangka mengurangi dampak dari kerusakan jalan serta mengantisipasi kecelakaan lalu lintas jika kendaraan di parkir sembarang tempat. “Untuk teknis di lapangan, nanti kami akan bekerja sama dengan petugas Satlantas Polres Kotim,” ungkap Kursani. “Kita juga berharap dalam hal pengelolaan parkir di lokasi area parkir yang telah disediakan, pemilik kendaraan atau sopir dapat bekerjasama dengan pihak pengelola parkir,” tukasnya. Aturan ini berlaku sejak pukul 16.00 – 06.00 WIB, alternatif parkir bermalam petugas menyediakan lahan khusus yakni sekitar 700 meter dari rambu di pasang. (co)

selasa, 11 juni 2013

Aldi, saksi mata mengatakan awalnya truk berjalan dari arah Pangkalan Banteng dan tanpa memeriksa kondisi lalulintas sopir langsung menyeberang jalan untuk putar balik. Namun naas Sugiono yang mengendarai motor kawasaki tanpa plat nomor meluncur dari arah Pangkalan Bun karena sangat dan tanpa sempat mengerem langsung menabrak bagian samping dump truk. “Truk dari arah sana (Pangkalan Banteng) langsung minggir kemudian menyeberang tanpa lihat keadaan jalan. Dan terjadilah tabrakan, yang anak kecil langsung meninggal ditempat mas, sedangkan yang nyetir sepeda motor luka parah dibagian wajah,” ceritanya. Menurut Aldi, saat itu kernet truk maut sempat turun untuk menolong, namun oleh sopir ia ditarik masuk kemudian mereka kabur. Warga yang coba mengejar tak mampu mengamankan pengemudi dump truk.

Sementara itu, Suranto Pjs Kepala Desa Lada Mandala Jaya membenarkan bahwa kedua korban adalah warganya. Korban meninggal telah dimakamkan pada hari kejadian, sedangkan korban selamat masih berada di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. “Setelah kejadian, Yani Fajar Rimbawati langsung dimakamkan keluarganya dan sang paman (Sugiono) masih dirawat dirumah sakit,” ujarnya. Sempat beredar kabar di wilayah Kecamatan Pangkalan Lada, sopir maut tersebut telah menyerahkan diri ke aparat, namun hal itu langsung dibantah Kanit Laka Polres Kobar Aiptu Andi Yulianto. Kepada Radar Sampit, ia mengatakan kabar tersebut tidak benar dan saat ini aparat kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap sopir truk. “Sopir truk belum tertangkap ataupun menyerahkan diri, kami masih lakukan pengejaran terhadap pelaku,” tegasnya. (sla)

SAMPIT – Kecelakaan lalu lintas terus menelan korban jiwa meninggal dunia di ruas Tjilik Riwut Sampit. Terakhir terjadi di kilometer 48 Desa Patai, Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (9/6) sekira pukul 15.00 WIB. Kecelakaan melibatkan s e p e d a m o t o r Ya m a h a Byson KH 4924 NQ yang dikendarai Punadi (45) yang membonceng istrinya Rosidah (35) bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat KH 5462 LF yang ditunggani Jon Bello (20) warga Desa Tumbang Koling. Kasatlantas Polres Kotim melalui Kanit Laka Ipda Supriyono mengatakan atas insiden yang terjadi di jalur lurus tersebut, Jon Bello mengalami luka pada bagian kepala dan tangannya langsung tewas di lokasi kejadian. Sedangkan,

Punadi dan Rosidah mengalami sejumlah luka bagian kaki. Keduanya menjempul ajal setelah sempat jalani perawatan medis di RSUD dr Murjani Sampit. Kejadian bermula saat sepeda motor yang dikendarai pasangan suami istri warga Desa Patai RT 1 Kecamatan Cempaga datang dari arah Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu menuju arah Sampit. “Dari arah berlawanan datang sepeda motor yang dikendarai oleh Jon Bello. Tepat di TKP, kedua kendaraan hilang kendali dan saling tabrakan,” ujar Supriyono. Supriyono menegaskan guna penyelidikan mengungkap penyebab kecelakaan, dua kendaraan yang terlibat musibah itu sudah diamankan di Kantor Satlantas Polres Kotim. Sejumlah saksi dihadirkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (co) RUSAK BERAT Sepeda motor milik korban Jon Bello rusak berat diamankan di Kantor Satlantas Polres Kotim.

NAKO/RADARSAMPIT

SLAMET/RADARSAMPIT

Andi Si Pembunuh Segera Disidang SAMPIT – Masih ingat dengan Ariandi alias Andi (20), tersangka kasus pembunuhan Siti Aisyah (18) yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman km 7, pada 1 April 2013 lalu, kasusnya kini dilimpahkan tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampit, Senin (10/6). Perkara tersangka Andi (20) dilimpahkan ke Kejari Sampit beserta barang bukti antara lain, cangkul yang dia gunakan untuk menggali tempat korban dikubur setelah di habisi, serta pisau untuk menghabisi korban maupun pakaian yang dipergunakan korban saat kejadian. Kapolsek Ketapang Kompol Sukamat mengatakan pelimpahan dilakukan penyidik setelah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum, selain itu turut melimpahkan

barang bukti diantaranya pakaian, sepeda motor, pisau, cangkul dan Handphone korban. Kepada koran ini, jaksa penuntut umumArio Wicaksono mengatakan dalam waktu dekat mereka akan segera melimpahkan berkas acara perkara kasus pembunuhan tersebut ke Pengadilan Negeri Sampit. Dipastikan, terhadap pria kelahiran Desa Setiruk, Kecamatan Pulau Hanaut dan menetap di Desa Bangkirai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim tersebut segera disidangkan. “Tersangka tadi sudah kita periksa,” ujar Ario, dan selama 20 hari Andi akan menjadi tahanan Kejari Sampit, “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sebelum waktu tersebut berkas sudah kita limpahkan ke Pengadilan,” tukasnya. Dalam perkara ini, tersangka

dijerat dengan Pasal 340 sub Pasal 338 dan Pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, Pasal 338 ancamanya 15 tahun penjara dan Pasal 351 Ayat (3) diancam selama 7 tahun penjara. Sekedar menyegarkan kembali ingatan kita pelaku pembunuh sadis ini sebelumnya sempat borun. Hampir sepekan kabur, pria beristri dua yang merupakan anak pasangan Zainudin dan Jamaah tersebut ditangkap dipersembunyianya Desa Natai Baru, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan pada 11 April 2013 lalu. Kasus yang menarik perhatian masyarakat pada awal April ini telah di rekontruksi. Dalam reka adegan sempat menyedot perhatian masyarakat dan harus dijaga ketat aparat. Andi memeragakan 55

NAKO/RADARSAMPIT

DILIMPAHKAN : Andi saat diperiksa penyidik jaksa Kejari Sampit, kemarin.

adegan. Dimulai dari pertemuannya dengan korban dan sejumlah saksi, hingga mengintimi dan menghabisi korban. Tersangka mengawali reka adegan dengan membonceng

korban menggunakan sepeda motor menuju tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu turut dihadirkan empat orang saksi yakni Rafi, Hanggi, Ardiansyah dan Witri alias Wiwit. (co)

Pemain Lama Buruan Polisi SAMPIT - Wawan Setiawan alias Wawan (33) yang tertangkap di Jalan Sarinama, Kecamatan Baamang, akhir pekan tadi mengaku baru satu bulan sebagai pengedar sabu. Kasatreskoba Polres Kotim AKP Winarko Kisworo membantah akan hal itu, menurutnya, Wawan sudah lama jadi target mereka, ”dia (Wawan) pemain lama dan baru sekarang bisa di ringkus,”ujar Winarko, kemarin (10/6). Sebelumnya, dihadapan polisi Wawan mengaku mengedarkan sabu tidak pandang usia. “Tidak ada pelanggan khusus, saya sebagai tukang service HP, setiap ada yang datang servis saya tawarkan sabu,” ujar pria warga di Jalan Muchran Ali, Baamang ini. Pria yang kedapatan memiliki 27 paket sabu seberat 8,17 gram senilai Rp 12.550.000 ini dari satu gram sabu yang berhasil dia jual bisa memperoleh keuntungan mencapai Rp 1 – Rp 1,2 juta. “Saya sudah berulang kali menegur dia, kata saya sudah jangan jual barang itu lagi, namun tidak pernah di dengarnya, malah dia bilang dia lebih tau jalan hidupnya katanya. Nah sekarang kalau sudah seperti ini, gak salahkan saya menegurnya,” ungkap sang kakak dibincangi wartawan di Polres Kotim. (co)

redaktur : heru Layouter : darmanto


3__