Issuu on Google+

SURAT KABAR MINGGUAN

Radar Minggu C

E

R

D

EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

A

S

I

T A

J

A

M

I

A

TERBIT : 12 HALAMAN

K

T

U

A

L

HARGA : Rp. 2.500,-

LUAR JAWA : Rp. 3.000,-

ISSN : 2085-5915

Rana Duka Sang Kyai

Pemerintah Terlantarkan Pesantren Probolinggo, RM yai Jatim Panggilan Akrab sang Pendiri Sekaligus Pengasuh Podok Pesantren Zainal Abidin yang didirikan sejak tahun 1987 di Desa Brani Kulon Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo 67276, dengan Nama Lengkap Kiyai JatimAtobrani harus benar-benar meng-optomalkan i’tikatnya demi terwujudnya untuk dapat mencetak santri yang berilmu dengan akhlakur Karimah

K

yang sempurna secara batiniyah dan rohaniyah. Pondok Pesantren Zainal Abidin yang memiliki berbagai metode pendidikan yang terus mengikuti perkembangan zaman, yakni pendidikan Formal yang terdiri dari Madrasah Diniyah (MADIN), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Sedang pendidikan Nonformalnya terdiri dari Pengajian Kitab Kuning, Tartilul Qur’an, Ilmu Da’wah, Ilmu Hadits,

APBD Jember 2012 Defisit Rp 84 M JEMBER, RM PBD Kabupaten Jember tahun 2012 disahkan di gedung DPRD setempat, Sabtu (17/12/ 2011). Defisit Rp 84 miliar sejak awal. Mulanya, Pemerintah Kabupaten Jember merencanakan defisit Rp 65 miliar dalam Rencana APBD 2012. Namun Komisi D DPRD Jember menjadi komisi yang paling banyak meminta agar defisit diperbesar. “Komisi D melihat ada sejumlah anggaran untuk kepentingan masyarakat miskin dipangkas atau dikurangi, jika dibandingkan APBD 2011,” kata Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf. Komisi D akhirnya me minta tambahan anggaran untuk pos-pos yang bersentuhan langsung dengan rakyat miskin. Beberapa pos yang diperbesar ada di bidang kesehatan. Rumah Sakit Daerah dr. Soe bandi mendapat jatah tambahan Rp 2,5 miliar, sehingga menerima Rp 7,5 miliar dari APBD. Wakil Ketua DPRD Jember Miftahul Ulum me ngatakan, tambahan ini dipe rlukan karena minimnya sarana dan prasarana untuk menopang bantuan peralatan dari pemerintah pusat. Untuk jaminan ke se hatan masyarakat nonkuota, DPRD Jember memberikan tambahan Rp

A

1,5 miliar sehingga menjadi Rp 6,5 miliar. Belum lagi tambahan ang-garan untuk kader posyandu dan untuk guru tidak tetap di sektor pendidikan. Kendati defisit, Ulum mengatakan, masih di bawah ambang yang ditentukan undang-undang. “Undang-undang membatasi desifit 4,5 persen dari besaran APBD. APBD kita 2012 adalah Rp 1,9 triliun. Jadi masih di bawah,” katanya. Saptono berharap, defisit itu akan ditutupi oleh pendapatan asli dae rah (PAD) dalam Perubahan APBD 2012. “Kami berharap sek-tor pajak restoran, retribusi tempat wisata, dan parkir bisa dimaksi-malkan,” katanya. Pengajuan RAPBD 2012 dari Pemkab Jember menyebutkan, estimasi PAD tahun depan mencapai Rp 211,117 miliar. Ini lebih besar dibandingkan tahun 2011 yang ditargetkan mencapai Rp 172,299 miliar. Sektor retribusi daerah diharapkan bisa memberikan sumbangsih Rp 28,098 miliar; sektor pajak daerah Rp 49,460 miliar; hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 13,238 miliar; dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 120,320 miliar. [sut]

Selama 2011, 19 Berkas Kasus Dugaan Korupsi Disidangkan JEMBER, RM ELAMA Tahun 2011 Kejaksaan Ne ge ri Jembe r me nangani se dikitnya 11 kasus dugaan korupsi. Tujuh diantaranya telah mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Di Surabaya. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Jember, Kliwon Sugiyanta menjelaskan, tujuh perkara yang sedang disidangkan tersebut dipisah menjadi 19 berkas dengan 23 terdakwa. Untuk proses pe rsidangan masing- masing perkara bervariatif, ada yang masih pembacaan dakwaan, ada yang telah memasuki pemeriksaan saksisaksi bahkan ada yang akan segera diputus yakni kasus tukar guling tanah eks markas brigif.

S

Kliwon menambahkan, untuk kasus yang masih dalam proses penyidikan diantaranya, kasus dugaan Korupsi Sewa Pesawat Lapter Notohadinegoro, bedah rumah dan Dana Alokasi Dana De sa di De sa Paseban dan Pecoro. Data yang berhasil dihimpun, kasus yang saat ini se dang disidangkan diantaranya, kasus tukar guling tanah eks markas brigif 9 jember, alat kesehatan, koperasi unit tani, bantuan sosial atau bansos, Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan Jember, dan P2SEM. Sedangkan untuk kasus bappekab masih menunggu jadwal persidangan dari Pengadilan Tipikor Surabaya. [sut]

Ilmu Al-qur’an Ilmu Tenaga Dalam yang dikenal Dengan DEBUSH Serta Ilmu Olah Raga Bathin. Sesuatu yang mengagumkan ditengah kehidupanPesantren yang terlantarkan ini adalah bahasa yang dipakai santri tetap (Santri Pondok, Red) Sehari-harinya adalah Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Letak Geografis Pesantren ini berjarak 4Km dari kecamatan dan jarak Otoda 13Km Dari Ibu Kota Kabupaten dengan tanah kurang lebih dari 0,600 Hektar

yang menampung 67 orang satri Perempuan dan 56 orang santri Perempuan ditam hampir 200 Orang Santri penduduk setempat, dari Hasil Konfirmasi Wartawan Koran Ini Kiyai Jatim Sudah berusaha untuk mengenalkan pada pemerintah Setempat Khususnya Bapak Bupati Probolinggo yakni Drs. Hasan Aminuddin, M.Si Untuk Datang Berkunjung Ketengah-tengah BACA RANA ... HAL 05

Marlon Tinggalkan Jabatan Sekretaris PDIP Hanya Karena Ingin Fokus Pada Kegiatan Kemasyarakatan “Sikap mereka ini suatu pemikiran yang lebih maju, karena punya kepedulian kepada masyarakat. Semoga  dapat  memberikan  sumbangsih  baik  dalam  pemikiran  maupun tenaganya pada kegiatan kemasyarakatan ini,” tutur Yanto Purnomo, Dewan Penasehat Paguyuban Masyarakat Mandiri. NGANJUK,RM abatan sebagai Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk ditinggalkan oleh Marlon Brando, SH, agar dapat terjun langsung ke masyarakat. Kekecewaan dalam berpartai dia alami karena di partai dinilai terlalu banyak prosedur yang harus dilalui hanya untuk dapat melaksanakan kegiatan sosial tersebut. Marlon menyampaikan, bahwa dalam partai tidak jelas program dan kegiatannya, bahkan dapat dikatakan mandul. Untuk itu, dia dengan tekad bulat meninggalkan politik agar dapat mengimplementasikan secara langsung pada masyarakat. “Pada intinya, saya hanya ingin fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, utamanya masyarakat di pedesaaan. Karena di partai untuk melakukan ini saya rasa banyak ruwetnya,” tegasnya. Padahal kedudukan sekretaris dalam partai merupakan posisi jabatan strategis dan banyak diincar Marlon Brando, SH (kanan) dan Syahroni orang yang berpolitik. Walaupun strategis, jabatan ini tetap dengan alasan yang sama, bahkan Untuk selanjutnya, mereka berditinggalkan. “Awalnya saya masuk pada hari Kamis (8/12) lalu, surat gabung dalam Paguyuban Masyapolitik dengan harapan ada kegiatan resminya sudah disampaikan ke DPC rakat Mandiri  (PMM) yang punya untuk masyarakat yang bisa kami PDIP Kab. Nganjuk. Walaupun misi visi membantu masyarakat lakukan. Ternyata dalam organisasi beberapa bulan lalu sudah dilantik pedesaan pada khususnya. Karena ini, untuk program naupun kegi- sebagai pengurus partai, tapi SK paguyuban ini punya visi misi seperti atannya pada masyarakat tidak jelas, pengangkatan sebagai pengurus harapannya, maka mereka merasa bahkan bisa dikatakan mandul, dan belum diterimakan. Dengan diantar akan dapat lebih leluasa melakukan tekad saya ini sudah tidak bisa ditawar Iskak Ketua PAC PDIP Kec. kegiatan sosial langsung ditengah – lagi,” jelas Marlon pada Radar Lengkong, mereka memberikan surat tengah masyarakat. Minggu. pernyataan tersebut kepada Nurwadi Kehadiran kedua mantan pengMundurnya Marlon diikuti oleh pengurus DPC PDIP yang juga Ketua urus partai dalam paguyuban ini wakil Ketua, Syahroni Wakil Ketua DPRD Kab. Nganjuk. mendapatkan sambutan baik dan

J

diterima dengan tangan terbuka. Seperti yang disampaikan Hendra Kurniawan Ketua  PMM  yang beranggotakan lebih dari 5 ribu. “Saya sangat bangga sekali, karena mereka rela meninggalkan jabatan partai yang hanya ingin terlibat langsung pada kegiatan kemasyarakatan dengan aktif. Dan paguyuban ini terbuka bagi mayarakat luas yang mau bergabung,” papar Hendra saat ditemui BACA MARLON ... HAL 11

Pemkab Madiun Lakukan Gerakan Tanam Semiliar Pohon Madiun, RM erakan peduli penanaman pohon juga dilakukan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pekerjaan besar perbaikan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, telah melibatkan banyak  instansi. Diantaranya dari kalangan pendidikan , TNI dari Yon Linud Bajra Yudha 501, POLRI, BUMN serta swasta lainnya. Dari kaum perempuan pun juga mendukung gerakan menanam 1 milyar pohon ini. Gerakan ini dilakukan karena

G

dalam melaksanakan pembangunan daerah pada dasarnya terdapat keterkaitan antar sektor yang saling mendukung demi tercapainya pembangunan.  Seperti yang disampaikan Bupati Madiun Muhtarom, pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN). Sedang lokasi gerakan tanam dan pemeliharaan pohon ini ditempatkan di lingkungan SMKN Gemarang, Jum’at (23/12). Menurut Bupati, penanaman 1 milyar pohon merupakan gerakan nyata yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan. Juga umtuk mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah

Luluk Suhandoko Wakil Ketua DPRD Kab. Madiun memberikan bibit untuk dilakukan penanaman. longsor, termasuk konservasi keanekaragaman hayati (Biodever-

sity). Juga bermanfaat sebagai penyerapan karbon di atmosfir dalam

E-MAIL : RADARMINGGU@YAHOO.COM

pencegahan dampak perubahan iklim. Serta dapat mendukung pemba-

ngunan ketahanan pangan, energi serta ketersediaan air sebagai kebutuhan masyarakat.  Dengan kegiatan penanaman ini, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan hidup yang baik dan dengan kesadaran sendiri dapat berperan aktif dalam rehabilitasi hutan dan lahan. Pemkab. Madiun merencanakan penanaman pohon sebanyak 6.299.624 pohon yang akan ditanam di kawasan hutan. Selain dalam kawasan hutan, juga dilakukan penanaman pada lahan milik masyarakat. Di SMK Gemarang dilakukan penanaman 2000 pohon, dengan jenis mahoni, trembesi, jati, glodokan, matoa, serta berbagai jenis buah.  [dio] www.radarminggu.co.nr


Opini

2

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

REDAKSI

Apapun Tetap Dirasakan

D

IPENGHUJUNG tahun 2011, awak redaksi yang sebelumnya fakum, kini mulai menggeliat setapak demi setapak seiring berjalannya waktu untuk melangkah pasti di tahun 2012. Berbagai persiapan pun dilakukan untuk kembali mewarnai media informasi di tanah air. Tidak terasa sudah lebih dari sembilan tahun Radar Minggu ikut melaju bersama media lain dalam menghiasi informasi dan pemberitaaan. Dalam kurun waktu tersebut, juga tidak mudah atau selalu mulus bagi kami menjalani pekerjaaan ini. Meski sempat terseok-seok dalam menyajikan menu kepada pembaca, di tahun 2012 ini, kembali ingin bangkit memberikan alternatif media informatif. Bagi semua kru Radar Minggu, sekiranya dapat menjalankan roda media koran mingguan ini dengan benar, serius, santun dan enjoy. Walaupun begitu tidak semua yang dilakukan menjadi benar bagi orang lain bahkan kadang bisa dibilang menjengkelkan untuk orang lain. Tapi dari semua itu, awalnya kami melakukan dengan tujuan baik, baik bagi umum, pemerintah dan semua lapisan masyarakat. Yang pada intinya, kami punya kewajiban untuk memberikan informasi kepada publik serta membantu pemerintah untuk menyampaikan hal yang sama. Sedangkan di dalam Radar Minggu pun juga mengalami regenerasi, termasuk kami ini dari sekian generasi penerus untuk menjalankan apa yang menjadi tugas media. Radar Minggu adalah koran mingguan yang terbit setiap minggu sekali, dengan sajian pemberitaan yang tidak basi. Walaupun hanya sebatas koran mingguan, Radar Minggu ingin menyajikan pemberitaan yang khas, bermutu dan mudah dimengerti bagi pembacanya. Sedangkan koran Radar Minggu sampai sekarang telah beredar disemua daerah Jawa Timur, sebagian Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta. Hanya saja, Radar Minggu dicetak sesuai atas permintaan perwakilan di daerah alias jarang ada di kios- kios, atau sering disebut dengan cetak habis. Jadi kami mohon maaf kepada semua, bilamana kesulitan mencari koran Radar Minggu di kios maupun agen. Dalam akhir tahun 2011 dan mengawali tahun 2012, kami semua dari kru Radar Minggu mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pembaca setia. Juga kepada semua instansi pemerintah maupun swasta yang selama ini telah membantu dan mendukung kami. Semoga dalam awal tahun ini, bersama pembaca setianya, Radar Minggu berusaha dan berharap mampu bersaing dalam menyajikan pemberitaan. Sehingga keberadaan Radar Minggu masih tetap eksis ditengah – tengah kehidupan dalam masa global ini. Kami menyadari, dalam menyajikan informasi masih banyak kekurangan dan kelemahan. Untuk itu, kami senantiasa introspeksi untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi pembaca. **

Menyoal Pendidikan Untuk Si Miskin ( 1 ) OLEH : PAULUS MUJIRAN *)

S

EBENTAR lagi tahun ajaran baru tiba. Orang tua, selain disibukkan oleh urusan rumah tangga dan pekerjaan, ada tambahan kesibukan mencarikan sekolah bagi anaknya. Pada setiap tahun ajaran baru,dapat kita saksikan pemandangan menarik; penerimaansiswa baru dari tingkat TK-SLTA, juga me re ka yang berebut kursi di bangku perguruan tinggi. Bagi kalangan menengahke atas, tidak te rlalu me njadi masalah bagaimana mereka bisa melanjutkan pendidikan. Dengan NEM yang mereka miliki serta dana yang te rsedia, me re ka dengan mudah dapat meraih kursi di sekolah yang diidamkan. Jauh sebelum ujian, mereka mempersiapkan diri dengan les privat, bimbingan tes dan berbagai kursus untuk meraih NEM tinggi. Sementara anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, mereka pasti mengalami kesulitan. Berbekal NEM yang rendah dan dana serba terbatas, praktis mereka tidak mempunyai pilihan. Bahkan, sekalipun NEM memadai untuk melanjutkan ke sekolah bermutu, mereka tidak akan pernah bisa masuk dengan persyaratan yang rumit serta biaya yang mahal. Sebagai pendidik, dan orang tua, kita merasakan betapa akses ke dunia pendidikan tidak diperoleh semua kalangan. Orang kecil terutama, selalu termarginalisasi oleh perkasanya pasar dalam memperoleh kesempatan pendidikan. Mereka tidak saja sukar untuk menaikkan taraf hidup dengan memperoleh pendidikan yang layak, mereka juga dengan mudah diperlakukan tidak adil oleh mereka yang menguasai pangsa pasar. Sekolah-sekolah zaman se karang lebih mirip industri yang kapitalistis ketimbang sebagai pengemban misi sosial kemanusiaan dalam mencerdaskan bangsa, untuk sekolah. Fungsi sekolah yangdi masa lalu menge mban misi agung sebagai pencerdaskehidupan bangsa, di masa kini tidak ubahnya lahan bisnis yang subur. Ba nyak sekolah didirikan sematamata untuk mengeruk uang dan

keuntungan. Dengan NEM yang rendah dan biaya yang sangat sedikit, masihkah ada peluang untuk memperoleh pendidikan? Kisah-kisah semacam ini menjadi menarik, ketika mereka mengatakan telah mendatangi sekolahsekolah untuk mendaftarkan diri tetapi ditolak karena tidak ada biaya. Ironis memang. Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip dalam sebuah dialog dengan LSM dan wartawan pernah menyesalkan iklan “Ayo Sekolah” di televisi yang mendorong anak-anak bersekolah, tetapi begitu tiba di sekolah ditolak mentah-mentah karena tidak ada biaya. Padahal, Undang-Undang Dasar Negara kita menggariskan se mua warga ne gara berhak memperoleh pendidikan yang layak. Ketiadaan memperoleh kesempatan sekolah merupakan pengingkaran dari tujuan pendidikan se ndiri, yang me ncakup: Pertama, pendidikan bertujuan membentuk manusia seutuhnya yakni manusia Pancasilais sejati. Kedua, pendidikan berlangsung seumur hidup di dalam dan di luar sekolah. Ketiga, pendidikan berdasarkan pada faktor ekologi, yakni kondisi masyarakat yang sedang membangun dengan kondisi sosial budaya serta alam Indonesia. Keempat, berdasarkan pandangan psikologis be lajar modern, anak didik diakui sebagai suatu organisme yang sedang berkembang, yang berkemampuan, beraktivitas dan berinteraksi, baik dengan masyarakat maupun dengan lingkungan. Kelima, hasil pendidikan diharapkan, kelak anak didik menjadi manusia atau warga masyarakat yang terampil bekerja, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya kini dan di masa mendatang. (Oemar Hamalik, 1980). Oleh karena itu, kesempatan memperoleh pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Sekalipun banyak pihak menyadari — juga termasuk pengelola pendidikan - perlunya pendidikan bagi kaum miskin, tetapi jangankan bisa sekolah, untuk makan sehari-hari saja susah payah. Apalagi biaya sekolah kian hari kian mahal. Idealnya biaya pendidikan tidak dibebankan kepada orang tua, tetapi subsidi

dari negara. Namun apa lacur? Pada zaman mantan Presiden Gus Dur, yang dikenal sebagai seorang populis dan humanis dan dimasa lalu memberikan perhatian besar kepada dunia pendidikan, anggaran pendidikan dalam APBN 2001 justru amat kecil. Munculnya keprihatinan semacam itu tidak terjadi sekarang saja. Paulo Freire, ahli pendidikan Amerika Latin yangmenulis buku berjudul Pedagogy of the Oppressed (1972), dengan lantang dan tegas mengkritik pendidikan. Menurut Freire, praksis pendidikan dalam kenyataannya tidak lain sebagai proses pembenaran dari praktek-praktek yang melembaga. Proses penindasan yang sudah mewabah dalam berbagai bidang kehidupan justru semakin dilegitimasi kehadirannya lewat sistem dan metode pendidikan yang paternalistik, murid sebagai objek pendidikan, instruksional, dan antidialog. Penjinakan Secara tajam, Freire mengatakan sekolah tidak lebih sebagai penjinakan. Dengan begitu rupa, murid dipaksa pasrah, nrimo. Murid digiring dalam ketaatan bisu. Mereka harus diam, atau tidak semestinya tahu realitas diri dan dunianya sebagai tertindas. Sebab kesadaran diri akan membahayakan keseimbangan struktur masyarakat hierarki spiramidal yang selama ini diidamkan oleh segelintir elitesosial politis. Kita pun merasakan 32 tahun pendidikan berjalan sebagai realitas pembungkaman anak didik. Kesadaran kritis mereka dinafikan untuk status quo penguasa yang tidak mau dikritik dan kekuasaannya diganggu. Jangankan orang miskin dapatbersekolah secara memadai, untuk mengenal realitaskemiskinan mereka sendiri saja hampir tidak memungkinkan. Harus diakui, kritik tajam Freire itu mengilhami banyak orang tentang perlunya mengubah paradigma pandang mengenai pendidikan. Pertanyaan mendasar perlu diajukan, bagaimana mengelola pendidikan seperti diidamkan oleh Freire. Sekarang saja, sistem pendidikan yang ada masih kaku, sentralistis, serta dibelenggu oleh kurikulum dan penyeragaman. Fatalnya, pemandulan kreasi oleh guru itu memperoleh legitimasi dan penyeragaman. Pemandulan kreasi oleh guru itu memperoleh legitimasi kaum berkuasa karena sekolah memang

dijadikan salah satu tempat untuk pembungkaman kritik. Tragisnya, sekolah berubah menjadi representasi kaum elite politis terutama se lama 32 tahun Orde Baru berkuasa. Sekolah menjadi kesempatan pembungkaman kesadaran yang bertolak belakang dari citacita para pejuang kemerdekaan. Di pihak lain, sejalan dengan kritik dan pemikiran Freire, sekolah lebih menjadi legitimasi sekelompok elite sosial politik lewat sistem pendidikan yang manipulatif serta menutup jalan terjadinya kreativitas. Karenanya, tidaklah mungkin terjadi perkembangan dan perubahan, kalau orang sudah kehilangan kesadaran (awareness). KEGELISAHAN Sampai saat ini potret muram dunia pendidikan menjadi kegelisahan banyak orang, pendidikan dengan amat mudah diperalat untuk melayani ke pentingan masyarakat elitis semata. Pendidikan lebih sebagai tempat yang menyediakan tenaga kerja untuk sekelompok kecil masyarakat, dan bukan sebagai agen dan pelaku perubahan dalam kehidupan masyarakat. Tengok saja sekolah-sekolah kaya di kota-kota besar pada musim pendaftaran siswa baru seperti sekarang ini, hanya kelas menengah ke ataslah yang bisa masuk. Dengan biaya yang mahal, persyaratan yang rumit —pendidikan bagi kaum miskin tidak pernah terwujud. Padahal, dalam konteks ini, pendidikan bukan pertama-tama melayani masyarakat, melainkan membantu kelahiran manusiamanusia dewasa dan matang sehingga kelak dengan bebas dan sadar membantu masyarakatnya. Kita masuk dalam suatu fenomena globalisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.Dengan tibatiba kita memasuki budaya instan. Pola yang tertanam dalam masyarakat akan lapangan kerja dengan persyaratan tertentu, jabatan dengan gelar tertentu ”merayu” model pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan ‘kebutuhan’ pasar. Tidaklah mengherankan, kalau sekolah elite yang menghasilkan lulusan pintar, jurusan elite yang terbuka luas peluang masuk ke dunia kerja kebanjiran murid. *) Penulis, Ketua Pelaksana Yayasan Sosial Soegijapranata Semarang.

Tolong Jangan Anarkistis! OLEH : DINI KINANTHI PUTRI *) Aksi tindak kekerasan atau anarkistis tidak akan menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah bukan berarti membuat masalah baru. Fenomena penyelesaian masalah dengan aksi kekerasan makin marak. Penderitaan, korban jiwa dan luka-luka semakin menyayat hati. Tolong jangan berbuat anarkistis dalam menyelesaikan masalah.

A

KHIR-akhir ini aksi kekerasan dalam upaya penyelesaian masalah se makin meningkat di masyarakat. Padahal aksi kekerasan itu merugikan masyarakat sendiri, kare na fasilitas yang dirusak berasal dari pajak yang dibayar rakyat. Pembakaran fasilitas umum, rumah dinas kepala daerah di Papua

Barat, kasus Mesuji Lampung, kasus Bima, terakhir pembakaran komplek pondok pesantren di Sampang Madura Jawa Timur dan pembakaran rumah dinas bupati Kota Waringin Barat,. Pada tanggal 29 Desember 2011, rumah dan komple ks pesantren kelompok Syiah pimpinan Tajul Muluk di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dibakar massa. Insiden itu sebagai penolakan sebagian masyarakat setempat terhadap pesantren yang dianggap mengyebarkan ajaran Syiah sejak sekitar lima tahun terakhir. Terkait pembakaran komplek pondok pesantren di Sampang Madura tersebut, anggota Komisi VIII DPR yang mengawasi bidang agama, Abdul Hakim mengatakan tak seharusnya massa bertindak anarkis hingga membakar pondok pesantren. Kita tidak boleh menimbulkan anarkisme, kita negara hukum, kalau ada perbedaan pandangan seharusnya bisa diselesaikan dengan musyawarah atau dengan jalur hukum.  Le bih lanjut Abdul Hakim mengatakan perbedaan pandangan termasuk dalam hal aliran agama merupakan hak asasi

manusia yang harus dihargai. Kare nanya, pihaknya sangat me ngecam aksi pe mbakaran pondok pesantren terse but. Sayangnya, polisi terkesan lamban dalam me nangani masalah tersebut. Perbedaan pandangan agama harus dihargai. Saya mengecam tindakan anarkisme se perti itu. Seringkali aparat memang lamban dalam menangani masalah seperti ini. Seharusnya tindakan-tindakan seperti ini polisi tanggap merespon terhadap pengaduan masyarakat.  Se me ntara itu, Penasihat Madrasah Islam Syiah Sampang, Jawa Timur, Iklil Al Milal meminta jemaahnya menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan atas pembakaran pesantren mereka di Kecamatan Karangpenang, oleh massa. Aksi pe mbakaran itu dilakukan oleh warga yang masih awam te rhadap penge tahuan keagamaan sehingga memandang pe rbedaan paham itu harus disikapi dengan cara anarkis. Kami me minta se lama tidak ada tindakan yang me ngancam ke se lamatan jiwa agar tidak membalas. Soal materi yang hilang akibat peristiwa itu, biarlah diikhlaskan saja, supaya konflik

ini tidak berlanjut. Le bih lanjut Iklik Al Milal mengatakan berdasarkan hasil pe ndataan, bangunan milik pesantren Syiah pimpinan Tajul Muluk yang dibakar massa itu berjumlah delapan bangunan terdiri dari dua rumah jamaah, dua bangunan sekolah, satu tempat ibadah dan dua toko. Dari seluruh bangunan yang terbakar itu, enam di antaranya nyaris hangus total. Meminta aparat ke polisian memeriksa kasus te rsebut. Se lain itu, se bagai kelompok minoritas yang hanya be ranggotakan 170 je maah, kelompok Syiah juga meminta perlindungan dari aksi serupa. Menghimbau se mua pihak dalam menyikapi permasalahan tidak melakukan aksi anarkistis, karena akan menambah panjang penderitaan bagi masyarakat. Fasilitas umum dan Negara yang dirusak dibangun dari uang rakyat be rupa pajak. Tolong jangan berbuat anarkistis, kedepankan musyawarah dan mufakat, secara damai dan kebersamaan demi kemajuan bangsa. *) Penulis adalah Pemerhati Masalahmasalah sosial tinggal di Jakarta

Radar Minggu

PENDIRI : H. Nanang H Kaharuddin (Alm ), H Samsul Hadi Eko Supriyo, Muzamil S.A, Briand Hadi Susilo, PEMIMPIN UMUM/ PENANGGUNGJAWAB : H. Samsul Hadi Eko Supriyo, WAKIL PEMIMPIN UMUM : Briand Hadi S, PEMIMPIN REDAKSI: Dwi Retno Yati, REDAKTUR PELAKSANA: Akhwanul Muslim, DEWAN REDAKSI: H. Nanang H Kaharuddin, H Samsul Hadi Eko Supriyo, Briand Hadi S., Akhwanul Muslim, REDAKTUR: Yunan Natsir CERDAS • TAJAM • AKTUAL Fahruddin, Arif Feri H, REDAKTUR KHUSUS: Drs. Suyoto, MSi, Drs. Hajrianto YT, MA, Ir. Muh. Najib, MT, LITBANG: Drs. Hendy Widyawan, MSc, Drs. Thamrin Bey, MSc, Drs. Firman Syah, MPd, M. Imron Rosyid, Didiek Danuatmadja, Muzamil S.A, KONSULTAN HUKUM: Patrialis Akbar, SH., Sholeh Djamal, SH., Gundi Sintara, SH., Kasful Hidayat, SH, Benny Suwandono, SH.MH, DR. R. Otto Karnoto Adikusumo, SH.MH, RM. Arief Muktiwibowo, SJ.MH, PRACETAK: Yunan NF, Biro MADIUN RAYA Kepala Biro : Agus Sudiono, Magetan : George M.A, Nganjuk: Yoyok A.S, Kasmanto, Biro BANYUWANGI Kepala: Supranoto Sekretaris :Kaslim Bendahara : Iswahyudi, Staff :Muhibud Taubari , Wawan Warga, Sugito, Biro JAKARTA Kepala: Syarifudin Staff: Djuliarti, Novi, Muhammad Harun, Biro PASURUAN - MALANG-BLITAR Kepala: F Noerjadi Staff: Trino Puji R, Abdul Wahid, F Noerjadi, Mansyur Usman, Siti Fatimah, Moh. Habibi, Khoirul Anam, Biro JOMBANG - MOJOKERTO Kepala: Bahruddin, Staff : Choirul Anwar, D.Retnowati, Tohari, Okto Harmoko, Biro AGUNG Kepala: Catur Santoso Anggota : Tulungagung : Eko Budi Santoso, Trenggalek : Sugianto, Marketing/Iklan : Suroso, Rinto, Purwanto, Heru Triawan,MADURA : Sumenep: Reno, M. Yasin, Pamekasan : Muhlis, SURABAYA : Beny S, NGAWI: Mohamad Afandi, PACITAN: Heri Bachtiar, Sutarno. Amd, SIDOARJO: Kristion, MALANG : Heri Pitono,KOTA BATU : Indra Rudianto, JEMBER: Sutrisno, Gangsar Widodo, SAMPANG: A Khoirul Fattah, SUMENEP: Slamet Reno, Moh Yasin, PAMEKASAN: Muhlis Sholihin, RB. Ainur Rahman, LAMONGAN : Hadi Sutomo, Ainul Abid, BOJONEGORO : Agus Priyanto, SOLO : Agus Wibowo, Rendra P, Bondowoso: Kirmanto, Mansur, Probolinggo : Satrio AR Putra, Sutisna, Biro KEDIRI: Kepala: Agus Priyono, Staff : Heroe Sarwono, Hadi Sutjipto, BANDUNG: Poppy Retno, BEKASI: Izzul Anis Mahsunah, GROBOGAN: Sugiono, Karanganyar : Joko Sumardi, KALBAR: M. Misbah, KALTIM: Syaiful Iskandar, SUMATERA SELATAN: Reksi Kuswandar, BALI: Firmansyah, MANCANEGARA AMERIKA SERIKAT: Ramdhani Johan, HONGKONG: Ana Marti’ah, PEMIMPIN PERUSAHAAN: Agus S, DIVISI PEMASARAN: Samsudin, IKLAN: M. Choirul Anwar, DIVISI TATA USAHA/KEUANGAN: De’ eR. Yati. DISTRIBUSI : Arif Feri Hartono ALAMAT REDAKSI : Jl.HOS Cokroaminoto 34-36 Jombang, Jawa Timur Telp. (0321) 7140332 E-MAIL REDAKSI: radarminggu@yahoo.com, ONLINE: www.radarminggu.co.nr, BANK: Mandiri Cab.Jombang Rek No. 9000003142743 DITERBITKAN BERDASARKAN: UU No 40/99 Tentang Pers OLEH : KIM PILAR SEJAHTERA Badan Hukum No 518.1/2740/BH/415.31/2006 tanggal 27 Juli 2006

WARTAWAN RADAR MINGGU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN NAMANYA TERTERA DALAM BOKS SUSUNAN REDAKSI www.radarminggu.co.nr


metropolis

3

JAKARTA - SURABAYA - SIDOARJO

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

PRESTASI

BPR Delta Artha Masuk 10 Besar Sebagai Bank Berpredikat Baik SIDOARJO, RM AHUN 2011 Bank Per kreditan Rakyat Delta Artha (BDA) masuk dalam rangking 10 besar tingkat nasional sebagai bank berpredikat baik. Direktur Utama (Dirut) BPR Delta Artha (BDA), Muhammad Amin, mengatakan bahwa tahun ini BPR Delta Artha mampu menjadi bank milik daerah dengan ranking 10 terbaik di Indonesia karena deviden yang dibagikan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan trend yang positif. “Tahun 2010 ini deviden Direktur Utama (Dirut) BPR yang disumbangkan Delta Artha, Muhammad Amin. mencapai Rp 3,79 miliar, meningkat pada tahun 2011 menjadi Rp 4 miliar dan sekaligus masuk dalam 10 besar BPR berkinerja baik dengan predikat sangat bagus pada tahun 2010 lalu,” katanya. Namun kerja keras BDA mendapatkan cobaan pada tahun 2009 dengan adanya penarikan dana simpanan kasda senilai Rp 40 miliyar, namun hal itu dapat lalui atas dukungan masyarakat. Menurut Muhammad Amin bahwa penarikan itu akibat adanya Peraturan Pemerintah (PP) 39/2007 yang menerangkan dana kas daerah dilarang disimpan di bank BPR, tetapi harus di bank umum. “Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, setoran PAD BPR Delta Artha kepada daerah mengalami peningkatan dan keuntungannya akan diperuntukan bagi masyarakat Sidoarjo,” ucapnya. Sehingga aset dan kekayaan lain di BPR Delta Artha kini tak hanya untuk kredit bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo saja, tetapi juga mulai disalurkan dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang bergerak pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dari catatan, di tahun 2008 dana yang disalurkan kepada UMKM ini sudah Rp4,8 miliar lebih dan pada tahun 2009 sebesar Rp5,5 miliar serta per Oktober 2010 sudah tersalur Rp 6 miliar lebih. “Pada awal tahun 2011 lalu kami (BPR Delta Artha, red) mampu  membuka  kantor  pelayanan  kas  di  dekat  Pasar  Larangan,”  jelas Muhammad Amin. [krs]

Sidoarjo Ganti Lampu PJU SIDOARJO, RM EMI menerapkan Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) No 06/2011 terkait hemat energi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo mengganti lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), di sepanjang Jalan Sultan Agung, Sidoarjo. Ada sekitar lima belas titik PJU, di sepanjang jalan barat Pendopo Delta Wibawa itu hingga alunalun Sidoarjo, lampunya diganti dengan lampu LED yang lebih cerah dalam penerangan. Kepala Bidang PJU Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), H. Suwarsono mengatakan, penggantian lampu tersebut merujuk adanya edaran dari Menteri ESDM sebagai upaya untuk penghematan listrik. “Surat Edaran tersebut berlaku untuk semua kabupaten, untuk lebih menghemat penggunaan energi listrik,” katanya. Masih menurut H. Suwarno, saat ini, penurunan watt lampu masih dilakukan pada sepanjang Jalan Sultan Agung dalam sa-saran untuk penghematan listrik. Ke depannya juga dimungkinkan akan mengarah ke PJU di beberapa titik lainnya. “Pergantian lampu ini dilakukan secara berkala,” pungkas Soewarno. [krs]

D

T

Diskoperindag Sidoarjo Gelar Pasar Sembako Murah

Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah

15 Kabupaten Di Jawa Timur Rawan Banjir dan Longsor

SIDOARJO, RM EMERINTAH Daerah Sidoarjo bekerja sama dengan Propinsi Jawa Timur, menggelar pasar sembako murah di Paseban alun-alun Sidoarjo, yang langsung dibuka secara simbolis bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH,MHum. Ada tiga macam sembako murah yang dijual dengan harga di bawah Rp 20 ribu ini. Masing-masing beras 5 Kg, minyak goreng kemasan 1 liter seharga Rp 9.300 serta 1Kg gula pasir serta dengan harga Rp 8400. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Drs Maksum mengatakan bertujuan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Selain itu juga menstabilkan harga sembako yang naik

P

Surabaya, RM da 15 Kabupaten di wilayah Jatim memiliki potensi banjir dan tanah longsor tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengimbau kepada seluruh Masyarakat siap siaga. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) pada bulan Desember 2011 - Maret 2012, diprediksi adanya curah hujan tinggi yang bisa menimbulkan potensi bencana banjir dan tanah longsor. 15 Kabupaten yang memiliki potensi banjir dan tanah longsor yakni Kabupaten Pacitan, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Bondowoso, Malang, Lumajang, Situbondo, Mojokerto, Jombang, Tulungagung, Madiun, Tuban dan Jember. Sementara kabupaten yang diprediksi rawan longsor antara lain Nganjuk, Trenggalek, Blitar, Banyuwangi, Probolinggo, Gresik, Kota Batu, Kediri dan Magetan. Sedangkan daerah dengan potensi banjir rendah berada di Kabupaten Sampang, Pamekasan, Probolinggo, Sidoarjo, Kota Batu, Kota Madiun, Kota Batu, Kediri dan Magetan. Meski Kabupaten Bangkalan dan Sumenep diprediksi aman dari bencana banjir dan tanah longsor. Ada baiknya jika seluruh masyarakat mengantisipasi dan siap siaga dalam menghadapi fase siaga darurat bencana alam khususnya banjir dan tanah longsor. Dan diharapkan sebelum ada bencana disiapkan tindakan antisipasi dan eksiapsiagaan. Seperti menyusun operasi tanggap darurat, menyiapkan jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana serta melakukan sosialisasi. BPBD Jawa Timur juga mengimbau kabupaten-kabupaten di Jawa Timur, khususnya kabupaten yang rawan banjir dan tanah longsor agar senantiasa bersiap siaga dini dan melakukan tindakan antisipasi sebelum bencana terjadi. *det

A

turun di pasaran, kegiatan yang disponsori oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo dan Propinsi Jawa Timur. “Setelah sebelumnya kita gelar pasar murah di kawasan GOR, kini giliran Propinsi menggandeng kita dalam acara ini,” terang Drs Maksum. Sementara itu bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan sembako murah ini. Pasalnya, dengan kegiatan sosial semacam penjualan sembako murah tersebut, dapat meringankan beban masyarakat Sidoarjo khususnya yang kurang mampu. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi warga Sidoarjo,” tuturnya. [krs]

Gresik, RM uluhan rumah dan kandang ayam di Desa Palebon, dan Desa Bendungan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik diterjang angin puting beliung. Dalam peristiwa ini tidak ada korban, tetapi kerugian ditaksir sekitar ratusan juta rupiah. Karena rumah milik warga setempat dan tempat usahanya (kandang ayam) hancur berantakan disapu angin. Selain menghancurkan puluhan rumah, angin puting beliung yang menerjang dua desa itu juga menyebabkan ratusan ayam potong milik warga setempat mati karena tertimpa bangunan yang roboh. Menurut warga Desa Palebon, Kecamatan Duduk Sampeyan menjelaskan, kejadian (27/12) itu sangat cepat. Karena secara tibatiba angin puting beliung datang

P

bersamaan dengan turunnya huja, di saat warga tengah beristirahat. Saat hujan deras disertai badai dan tiba-tiba muncul angin puting beliung selama kurang lebih 10 menit dan langsung menghancurkan benda-benda di sekitarnya, Mengetahui ada angin puting beliung, warga berhamburan keluar rumah karena takut rumahnya roboh kendati demikian sempat menyelamatkan perabot rumah tangga. Angin puting beliung juga menyebabkan tiga ribu ayam potong milik warga mati akibat terjangan badai angin puting beliung. Ditafsir kerugian akibat matinya ternak tersebut mencapai Rp 500 juta rupiah. Sementara itu pihak Desa Palebon masih mendata kerugian yang dialami warganya *bjt

Sidoarjo Jadi Pusat Konsultasi Perempuan Penyandang Cacat SIDOARJO, RM EPEDULIAN yang tinggi akan keberadaan perempuan penyandang cacat yang diberikan Kabupaten Sidoarjo, menjadikan Kabupaten ini mendapat kehormatan sebagai salah satu wilayah pilot project Pusat informasi dan komunikasi perempuan penyandang cacat (PIKP2C) bersama Kabupaten Jambi. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Sidoarjo Dra Arsiyah menegaskan, dasar dari penunjukan

K

Sidoarjo sebagai pilot Project PIKP2C oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan itu, karena selama ini Sidoarjo dinilai mampu memberikan perhatian penuh terhadap keberadaan penyandang cacat yang ada. “Kita bersyukur perhatian kita terhadap keberlangsungan para penyandang cacat khususnya perempuan cacat, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan penunjukkan sebagai percontoan program PIKP2C,” terang Dra Arsiyah. Program yang akan dikerjakan

oleh PIKP2C ini lanjut Arsiyah, adalah memberikan konsultasi kepada para perempuan penyandang cacat di Sidoarjo dan Jawa Timur, baik itu tentang penanganan kesehatan maupun tentang bagaimana cara menyalurkan ketrampilan yang dimiliki oleh para penyandang cacat ini. “Kita berikan konsultasi gratis kepada para penyandang cacat, juga kita berusaha akan menyalurkan mereka di tempattempat kerja yang sesuai dengan keahlian para perempuan penyandang cacat ini,” ungkap Arsiyah.

Selama ini, masih ada beberapa permasalahan umum yang dihadapi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap perempuan oenyandang cacat. Diantaranya adalah masih rendahnya akses penyandang cacat terhadap informasi , masih rendahnya akses penyandang cacat terhadap segala layanan umum seperti kesehatan dan pendidikan. Juga masih terdapat potensi diskriminasi terhadap para penyandang cacat dalam berbagai bidang layanan umum. [krs] www.radarminggu.co.nr


4

mojopahit JOMBANG - MOJOKERTO

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

Bupati Sambang Desa di Kutogirang Kecamatan Ngoro MOJOKERTO, RM alam rangka mensosialisasikan program pembangunan pemerintah Kabupaten Mojokerto dan melihat secara langsung kondisi masyarakatnya Bupati Mojokerto H. Mustofa kamal Pasa, SE mengadakan kegiatan sambang desa. Seperti pada hari Rabu 23 Nopember 2011 Bupati mengunjungi Desa kutogirang Kec. Ngoro. Selain itu dalam sambang desa itu masyarakat juga diberi kesempatan untuk berdialog langsung dan menyampaikan segala permasalahan yang terjadi. Kepala desa Kutogirang Abdurrokhim menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan untuk desa ini yang berupa Rp.155.000.000,- untuk pembangunan infrastruktur dan Rp.5.000.000,- untuk bedah rumah. Kebutuhan air Bersih di desa Kutogirang yang selama ini menganbil dari sumber yang ada di Kec. Trawas hanya untuk mencukupi kebutuhan masak dan minum itu terkendala oleh prasarana yang kurang memadai dan itu menjadi persoalan yang harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Bupati Mojokerto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas sambutannya masyarakat yang antusias dalam kegiatan ini. Menanggapi persoalan terkait penyediaan air bersih bupati akan berusaha memperbaiki saluran pipa untuk pengambilan air dari Trawas sehingga kebutuhan air bersih di desa Kutogirang ini dapat tercukupi. Untuk tahun 2012 mendatang bupati merencanakan memberikan bibit Rambutan dan mangga untuk tiap dusun 100 bibit yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain pembangunan jalan, aluran irigasi dan jalan usaha tani juga menjadi prioritas program pembangunan di Kabupaten Mojokerto. “Dukungan dan Partisipasi masyarakat sangat diharapkan agar program pembangunan ini dapat berjalan baik,” pungkas Bupati. Disesi dialog masyarakat diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan diantaranya dari salah satu guru SMAN I Ngoro yang meminta penyediaan Air bersih di SMAN I Ngoro, dan perbaikan gedung sekolah. [thr]

D

SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU 2012 KELUARGA BESAR BIDANG TK/SD Kab.Mojokerto

Antisipasi DB, Pemkot Gelar PSN di Sanimas Blooto Mojokerto, RM usim penghujan sudah tiba, untuk mengantisipasi perkembangan nyamuk, Pemkot Mojokerto menggelar kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Bertempat di Sanimas Kertowongso Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon, Jum’at (2/12), digelar kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 60 Menit dan Jum’at Berseri. Hadir dalam kegiatan ini Wawali Drs. H. Mas’ud Yunus mewakili Walikota, bersama Lurah se Kecamatan Prajuritkulon. Di tempat yang pernah diresmikan Walikota Mojokerto bersama Ibu Kapolri pada 2009 lalu, Wawali Drs. H. Mas’ud Yunus menyampaikan kegiatan PSN di kota Mojokerto ini telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Diantaranya beberapa waktu lalu kota Mojokerto diundang untuk menjadi narasumber tentang kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. “Waktu itu narasumbernya hanya ada dua orang, dari

M

DKI Jakarta dan kota Mojokerto yang kebetulan saya yang mewakili, karena waktu itu disini bertepatan dengan kegiatan Apeksi,” katanya. Ternyata, lanjut Wawali, di Jakarta bisa menurunkan angka kematian akibat demam berdarah, tapi tidak mengurangi jumlah penderitanya. “Yang mati hanya nyamuk dewasa, tapi jentiknya masih banyak. Berbeda dengan kota Mojokerto yang bisa mengurangi jumlah penderitanya, sehingga angka kematiannya nol,” paparnya. Usai kegiatan tersebut, esok harinya dilanjutkan dengan dialog forum ASEAN dengan pembicara tetap Wawali. “Bayangkan, garagara nyamuk kita bisa masuk di forum ASEAN, ini juga cukup membanggakan kota kecil ini,”gurau Wawali. “Demikian juga Pak Wali saat ini yang sedang di Jakarta untuk menerima penghargaan dari Gatra sebagai salah satu kepala daerah terbaik diantara 10 kota se Indonesia yang berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan

pemerintah daerah,” katanya disambut tepuk tangan para kader. Dijelaskan pula, bahwa nantinya juga akan diterbitkan Inpres tentang kegiatan PSN yang akan diterapkan secara nasional. “Yang harus diingat, bahwa siapa yang memulai perbuatan baik, kemudian menyebarkannya dan apabila berhasil akan mendapatkan pahala berlipat. Ini yang harus diingat oleh para kader motivator, terlepas dari untuk mendapat honor atau tunjangan bulanan,” canda Wawali. Dalam kesempatan ini dibuka dialog bersama kader dan warga Blooto, diantaranya, seorang warga yang membutuhkan bantuan dikarenakan kerabatnya sakit dan harus dirawat di RS di Surabaya, sehingga keluarga juga harus kost agar dekat dengan Rumah Sakit. Kontan, Wawali menjawab akan memberi bantuan dari BAZ Kota Mojokerto. “Syaratnya menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga yang bersangkutan,” katanya. – ret

Bupati Sambang Desa di Desa Randuharjo Mojokerto,RM enin (05/12/2011), agenda sambang desa Bupati Mojokerto H Mustofa Kamal Pasa, SE mengunjungi masyarakat Desa Randuharjo Kecamatan Pungging. Tiba di lokasi balai desa setempat, Bupati beserta rombongan disambut warga dengan antusias. Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa sambang desa merupakan upaya pemerintah daerah menjaring ide dan aspirasi warga tentang bentuk pembangunan desa yang diinginkan warga setempat. Hal ini perlu, karena hanya masyarakat setempat yang paling mengerti kebutuhan pem-

S

bangunan untuk daerahnya. “Saya datang kesini dengan rombongan pejabat kabupaten adalah upaya kami melayani kebutuhan warga Randuharjo, ” jelas Mustofa. Ia juga menegaskan desa yang menjadi tujuan sambang desa ini ada 41 desa yang masing-masing akan mendapatkan bantuan dana pembangunan peningkatan jalan lingkungan sebesar 155 juta serta bantuan penerangan jalan 10 titik di masing-masing dusun. “41 desa ini akan menjadi desa percontohan pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Mojokerto,” tanbahnya. Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula program

pembangunan yang digagas bupati pada tahun 2012. diantaranya yaitu program lanjutan perbaikan jalan lingkungan yang belum selesai dalam PAPBD 2011, rehab gedung sekolah, pembangunan Puskesmas rawat inap, perbaikan wisata rohani makam Troloyo beserta fasilitasnya, membuat sentral wisata kuliner di empat wilayah yaitu Pacet, Gondang, Trowulan, dan Jetis, serta pelaksanaan E-KTP di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2012. “Berbagai program pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto agar lebih sejahtera,” tandas Bupati. ret

Drs.ASKAMIL,M.Pd Kabid

KELUARGA BESAR UPTD Kab.Mojokerto Drs.H.PURWANTO,M.Pd Ketua

KELUARGA BESAR MKKS SMA NEGERI Kab.Mojokerto Drs.NASIB SUBIANTO, MM Ketua

KELUARGA BESAR

PGRI Kab.Mojokerto Drs.Akhmad Syamsuri Apriyanto,M.pd KETUA

KELUARGA BESAR MKKS SMP NEGERI Kab.Mojokerto Drs.SUROSO, Msi Ketua

www.radarminggu.co.nr


madiun raya

5

MADIUN - NGAWI - PONOROGO - NGANJUK

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

HIPA Kab Ngawi

Pelaksanaan PUAP

Juara 2 Nasional Ngawi, RM impunan petani pemakai air ( HIPA ) yang diketuai oleh Rohmadi, SP baru baru ini berhasil mendapatkan juara tingkat Nasional dibidang pertanian, kelompok tani yang bermaskas di Desa tambak boyo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi , mempunyai anggota lebih dari 900 orang, tidak dengan mudah mendapatkan juara 2, namun berkat kerja sama yang dibina selama ini telahh membuaghkan hasil. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan holtikultura Kab Ngawi IR H . Sutrisno, M Si yang berhasil ditemui di mkantornya , dalam keterangannya , Sutrisno , sesuai dengan UU suber daya air no 7 tahun 2004 yang mengatur tentang air, sedangkan PP no 20 tagun 2006 yang mengatur tentang irigasi dan diatur juga PP no 38 tentang wewenag pelimpahan HIPA pertanian, ternyata berhasil diterapkan oleh kelompok tani terse but. Menurut Rohmadi, wadah yang dibentuk tersebut diberi nama Sumber Karya, berdiri tahun 1993 berguna untuk menampung para petani yang selama ini kan sangat sulit untuk mendapatkan air bila musim kemarau dating, tapi dengan kerja sama yang baik selama ini, akhirnya para petani yang terhimpun di HIPA tidak mengenal lagi istilah musim kemarau, dan hasiln padinya bisa naik . Masih kata Sutrisno, Kelompok tani terse but tidak serta merta berhasil keluar sebagai juara, namun telah melalui berbagai tahap yang diadakan oleh panitia, bisa dibayangkan , HIPA yang diikuti oleh petani seluruh In donesia itu, Ngawi bisa keluar sebagai juara 2, semua itu berkat partisipasi masyarakat Tambak boyo dan Pemerintah Kabuparen Ngawi. Tapi walaupun telah mendapatkan juara 2, para petani yang tergabung di Suber Karya masih mengeluhkan dengan minimnya bantuan dari Pemkab Ngawi, untuk itu kedepan, agar kami diberikan akses yang luas dan bisa mendapatkan bantuan yang kami perlukan, memang kelompok kami ada di9 desa, namun semangat kami tidak kalah dengan petani lainnya ujar Rohmadi. ( Fen )

Dalam Pengawasan Kejaksaan Dan Polres

H

Madiun, Radar Minggu ntuk mewujudkan pemerintahan yang bersih (good governance) tidak harus pada tataran pemerintahan yang tinggi. Tetapi pemerintahan ditingkat bawah juga harus melakukan yang sama. Maka, untuk dapat melakukan hal tersebut, Pemkab Madiun, Jawa Timur. Juga memberikan sedikit wawasan kepada jajaran pemerintahan dibawahnya, khususnya pada tingkat pemerintahan desa. Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) memberikan penyuluhan masalah korupsi kepada para Kepala Desa dan Gapoktan. Khususnya kepada 35 Kades dan Ketua Gapoktan yang menerima dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan  (PUAP)  tahun  2011. Sedangkan nara sumber dari

U

Bupati Madiun

B

RANA... DARI HAL 01 Pesantrennya. “Kami udah Lebih Empat Puluh Kali Mengudang Pak Bupati Tuk Datang Kesini Pak, pada Setiap Kami Adakan Acara Tahunan Atau Acara lainnya. Tapi Pak bupati Tak Kunjung Datang Ditegah– tengah Kami yang Sedang Kehausan Panjang akan Sumbag sih bapak N-1 Probolinggo...!”. Keluhya pada Wartawan Koran Ini, Dengan Tanpa Patah Semangat tuk selalu Berharaf pada Belaian Perhatian Pemerintah Setempat. “Tolong Exposs apa yang saya komentari ini pak, Kerna begitu Besar harapan kami akan Bantuan yang tidak mengikat baik dari Instansi Pemerintahan maupun Lembaga Swasta yang turut Prihatin pada Pengembangan Pendidikan Santri-santri Kami.!” tambahnya. “Kami Berharaf dengan kedatangan Sampean (Wartawan Koran Ini, Red) Dan meng-

exposs kami dalam pemberitaan, Kami menjadi Lebih Baik untuk Kedepannya...!” Harapan Para Ustadz-ustadz pesantren Zainal Abidin, dengan Menyodorkan Buku Tabungan Bank BRIYang Ber-Nomer Rekening : 6523-01-003787-53-4 Atas Nama PONPES ZAINAL ABIDIN, atau Contak Person Langsung Pada Pengasuh dengan 081252600067. Bagimana akhirnya kita tunggu Perkembangan lebih Lanjut pada Edisi Kedepan, Semuga dengan pemberitaan ini dapat menggugah hati para Dermawan tuk ikut berpartisipasi mewujudkan cita-cita bangsa sesuai dengan amanah UU DasarTahun 1945 Pasal 31 Ayat 1, 2, 3 dan 4 Serta UU RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU RI No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, UU RI No.38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah Pusat dan Daerah Kabupaten /Kota. (RIO26*)

Penanda tanganan deklarasi anti korupsi yang dilakukan Kades, Ketua Gapoktan bersama Kejari dan Polres Madiun.

Jumlah RTLH di Kabupaten Madiun Menurun

Melantik 10 Kepala Desa Madiun,RM upati Madiun H. Muhtarom, S.Sos hari ini, Kamis : 29 Desember 2011 berkenan melantik 10 Kepala Desa ( Kades Bandungan Kec. Saradan, Kades Bulakrejo Kec. Balerejo, Kades. Sangen Kec. Geger, Kades Kepet Kec. Dagangan, Kades. Sukolilo Kec. Jiwan, Kades. Bolo Kec. Kare, Kades. Batok Kc. Gemarang, Kades Tiron Kec. Madiun, Kades. Sedangrejo Kec. Madiun, Kades. Sidomulyo Kec. Sawahan) di pendopo Muda Graha dengan disaksikan oleh Wakil Bupati, Muspida, Pimpinan SKPD, Camat, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun. Dalam sambutannya Bupati Madiun mengatakan, bahwa pelantikan Kepala Desa pada hari ini adalah merupakan rangkaian kegiatan pemilihan Kepala Desa dari 10 desa di Kab. Madiun pada tanggal, 20 Nopember 2011 yang lalu yang berjalan dengan sukses, aman dan terkendali serta menghasilkan Kepala Desa yang benar-benar dikehendaki oleh masyarakat. Diera reformasi sekaraang ini, Kepala Desa merupakan salah satu Pejabat Pemerintah yang strategis untuk mewujudkan daerah yang otonom sejalan dengan nafas UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kepada Kepala Desa yang baru dilantik, Bupati Madiun mengingatkan bahwa peranan Kades sangatlah penting karena banyak tugas berat yang harus dihadapi. Untuk itu Bupati Muhtarom, S.Sos berharap agar Kepala Desa dapat menjaga iklim desa yang sejuk dan kondusif, sehingga proses penyelenggaraan pemerintahan desa dapat dilalui dengan lancar, tertib, aman, jujur dan adil dengan harapan kedepan akan tercipta desa yang sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat yang secara umum membawa Kab. Madiun menjadi daerah yang makmur, sejahtera, aman Baldatun Thoyibatun Warobun Ghofur. Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Madiun menekankan kepada Kepala Desa yang baru dilantik agar dapat mewujudkan kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan tidak pilih kasih, Wuudkan kepemimpinan yang dapat diteladani oleh masyarakat di desanya dan juga oleh keluarga, Membina hubungan yang harmonis dengan semua unsur/lembaga desa agar tercipta aman dan tentram guna menumbuh kembangkan sifat gotong royong dan keswadayaan,. [dio]

Kajari dan Polres Madiun . Dalam hal ini, Bupati Madiun Muhtarom berharap kepada Kepala Desa maupun Gapoktan penerima dana PUAP, mampu menggerakkan serta meningkatkan daya nalar masyarakat. Sehingga dapat memahami secara mendasar dan utuh latar belakang dan sebab terjadinya korupsi serta langkah pencegahannya.  Sehingga  dengan demikian pemerintahan yang bersih yang tujuan akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pada saat itu juga dilakukan penanda tanganan deklarasi bersama antara Kepala Desa dan Gapoktan, komitmen anti korupsi yang berisikan tidak akan melakukan korupsi, kolusi dam nepotisme dalam menjalankan program ini. Dan mengedepankan keterbukaan dan keteladanan dalam melaksaanakan tugas dan kewajiban untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK). [dio]

Madiun, RM umlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terus berkurang. Ini seiring dengan program rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat dari tahun ke tahun. “Jjumlah RTLH di wilayah Kabupaten Madiun sebelum nya ada 15 ribu lebih dan sekarang tinggal 9 ribu unit. Dan jumlah ini direncanakan akan berkurang 1.000 unit lagi pada tahun 2012 mendatang,

J

dan juga pada tahun berikutnya,” ujar Bupati Madiun Muhtarom, kepada wartawan, Rabu (28/12). Menurut dia, jumlah RTLH yang terdeteksi sejak tahun 2008, mencapai 15 ribuan unit. Jumlah tersebut ditargetkan menurun signifikan dari tahun ke tahun melalui sejumlah program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemkab Madiun. Program ini di antaranya adalah beberapa program dan stimulus seperti PNPM,

Raskin, Jamkesmas, Jamkesda dan program lain. Sedangkan dana untuk program pengentasan kemiskinan tahun 2011 ini dari APBD sebesar Rp19 miliar. Jumlah ini akumulasi dari dana pusat, provinsi dan kabupaten sendiri. Lanjut Muhtarom, untuk rehabilitasi rumah ini, pemkab mengerahkan semua satuan kerjanya agar melakukan pendampingan. Dari satuan kerja atau dinas di jajaran Pemkab Madiun sudah

mampu menuntaskan rehabilitasi RTLH di 67 desa atau masingmasing satuan kerja mendampingi satu desa. “Nantinya akan dilakukan roling atau pergantian. Masingmasing satuan kerja akan dipindah ke desa lain yang belum pernah didampingi, hingga merata,” kata Muhtarom. Dan juga ditegaskan, bahwa renovasi RLTH ini mengacu pada data base yang dilakukan BPS. Sesuai data yang ada, di Kec. Kare dan Kec. Jiwan jumlahnya lebih kecil darai wilayah yang

lain, ini karena didukung kondisi tanahnya. Sedang rehabilitasi RTLH di Kabupaten Madiun juga didukung Pemprov Jatim yang bekerjasama dengan Kodam V Barwijaya. Pelaksanaannya, Kabupaten Madiun mendapat jatah rehabilitasi 1.000 RTLH dan selanjutnya dilakukan oleh Kodim Madiun bersama jajarannya . *dio

Laka Maut Diawal Tahun

Sumber Kencono vs Yamaha Yupiter Z, Enam Orang Tewas MADIUN, RM iawal tahun 2012 telah dibuka dengan sebuah kecelakaan maut yang melibatkan bus Sumber Kencono (SK) dengan sepeda motor Yamaha Yupiter Z. Kejadian tragedi maut ini diperkirakan terjadi 15 menit setelah malam pergantian tahun. Kecelakaan yang terjadi di jalan raya Surabaya - Madiun, tepatnya di Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Minggu dini hari (1/1). Mengakibatkan enam orang tewas, dan 23 penumpang lain menderita luka-luka berat dan ringan. Dalam kecelakaan ini, Polres Madiun telah menetapkan sopir bus Sumber Kencono Nopol W 7727 UY sebagai tersangka. Kini,

D

sopir bus bernama Agus Widodo, 41, warga Solo, ditahan di Mapolres setempat. “Dilihat dari bekas kecelakaan, diduga bus melaju dengan kecepatan tinggi. Persneling gigi juga di posisi enam. Kami menilai sopir telah lalai,” kata Kapolres Madiun, AKBP Nanang Juni Mawonto. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan petugas kepolisian, perseneling bus berada di posisi gigi enam. Dan diduga, kecepatan bus yang sebagian besar telah berganti nama menjadi Sumber Selamat tersebut, sekitar 100/Km per jam. Akibat laju yang kencang, bus menyeruduk warung nasi goreng lalu terguling hingga bodi bus terbalik. Bahkan diduga

Bangkai bus Sumber Kencono yang menghalagi jalan

kecepatannya bisa di atas seratus. Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan bermula saat bus SK berusaha menyalip dua bus di depannya. Tiba - tiba dari arah berlawanan, muncul sepeda motor Yamaha Yupiter Z Nopol AE 5601 FU. Motor yang dikendarai Adi Hasto 16, warga Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, itu melaju dengan kecepatan sedang. Dan sopir bus berusaha banting stir ke kiri untuk menghindari tabrakan, tapi tetap nyenggol motor tersebut. Kecelakaan maut bus SK bukan yang pertama kali terjadi di Kabupaten Madiun. pada Mei 2010 lalu kejadian serupa juga terjadi. Saat itu, bus SK menabrak truk bermuatan buruh tebang tebu pabrik gula, dan akibat peristiwa itu, 10 orang meninggal dunia. Bahkan saat itu, Polres Madiun bermaksud merekomendasi agar PO bus SK dicabut izinnya. Kecelakaan tersebut sempat membuat kemacetan di jalur Madiun-Surabaya sepanjang satu kilometer. Kemancetan baru teratasi sekitar pukul 02.50 WIB. Setelah bangkai bus yang melintang di tengah jalan dievakuasi dan dibawa ke Mapolres Madiun. [dio]

Polda: Evaluasi Trayek Sumber Kencono! SURABAYA, RM Polda Jatim melalui Direktorat Lalu Lintas saat ini sedang menyusun draf rekomendasi pada Dinas Pe rhubungan Propinsi Jawa Timur agar melakukan evaluasi terhadap ijin trayek bus Sumber Kencono. Hal tersebut terkait kecelakaan maut yang terjadi di Madiun antara Bus Sumber Kencono dengan sepeda motor di Jalan Raya Madiun-Surabaya di Desa Je ruk Gulung, Ke camatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu dini hari (1/1/2012). Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana menyatakan, pihaknya hanya berwenang untuk memberikan rekomendasi pada Dinas terkait dalam hal pencabutan ijin trayek. “Kalau ijin trayek itu adalah kewenangan Dinas terkait, kita hanya sebatas merekomendasikan saja. Rekomendasi tersebut saat ini sedang disusun oleh Direktorat Lalu Lintas,” ujar Kombes Pol Rachmat Mulyana, Senin (2/1/2012). Isi re komendasi te rsebut diantaranya agar Dinas terkait melakukan evaluasi ijin trayek bus Sumber Kencono mengingat seringnya kecelakaan yang dialami bis Sumber Kencono. Sejauh ini, lanjut Rachmat,

selain melakukan rekomendasi terhadap ijin trayek Bus Sumber Kencono, pihak ke polisian juga telah menetapkan sopir Agus Widodo se bagai tersangka. Se suai laporan dari Lantas Polda Jatim, lanjut Rachmat, selain faktor human error ada juga faktor infrastruktur yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Lampu penerang di lokasi kejadian kecelakaan tidak ada. “Kita masih penyebab lainnya,” tegasnya. Apakah akan melakukan pemeriksaan terhadap Dinas terkait karena infrastrukutur yang diberikan kurang memadai sehingga menjadi penyebab kecelakaan? “Kita hanya sebatas memberikan saran saja agar memperbaiki infrastrukturnya,” tukasnya. Dari laporan yang baru diterima pihaknya, kecelakaan itu disebabkan adanya sepeda motor yang merayakan tahun baru terjatuh. Sopir bus membanting setir ke kiri namun menghantam gundukan, dan te rguling se te lah menabrak warung. [uci/ but] www.radarminggu.co.nr


6

kediri

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

BOS PJ Bulan Lalu Molor, Bulan Sekarang Molor Lagi

Pelaksanaan e-KTP di Kota Kediri Belum Maksimal KEDIRI, RM ROGRAM e-KTP di Kota Kediri tampaknya masih belum berjalan maximal sesuai harapan semula. Dari target semula tahun 2011 yang seharusnya 37.000 warga Kota Kediri yang ber E-KTP namun pada saat ini baru te rlaksana sekitar Rp 25.770 orang. Sedangkan akhir tahun ini E -KTP target kurang 11.230. Sementara warga Kota Kediri target untuk program E-KTP ini ada 245.000. Hal ini dibenarkan oleh Hariadi Kabag Humas Pemkot Kediri. Lebih jauh Hariadi menjelaskan bahwa Pemkot Kediri dalam hal ini Dinas Kependudukan Dan Catalan Sipil Kota Kediri sudah berusaha mensosialisasikan adanya program E-KTP ke warga Kota Kediri melalui kelurahan, RT dan RW yang dilakukan sebelum program dilaksanakan. “Memang program ini sempat terkendala adanya warga yang belum paham benar adanya program E-KTP di Kota Kediri. Kami sudah berusaha maximal memberikan penerangan dan berha-

KEDIRI, RM DANA Operasional Sekolah (BOS) tahap empat untuk siswa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama (SMP) se Kota Kediri kembali molor. Dana yang semestinya dapat dinikmati mulai awal Oktober lalu, hingga bulan ini belum bisa dicairkan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri, Muladi mengatakan, penyebab molornya pencairan dana BOS kali ini adalah molornya penyaluran tri wulan ketiga lalu. Beberapa satuan pendidikan masih melakukan proses penyusunan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Saat ini, katanya, pusat sudah menstransfer dana BOS itu ke daerah. Bahkan, sudah berada di Kas Daerah (Kasda). Meski pencairan dana BOS molor, ia menjamin tidak akan menggangu proses belajar mengajar. “Seperti tahap se belumnya kepala sekolah harus mencarikan dana operasional dulu dan ini konsekwensi yang harus dilakukan agar kegiatan sekolah tidak berhenti. Mungkin, pertengahan bulan ini sudah bisa dicairkan,” katanya. Tahun ini, Kota Kediri memperoleh alokasi dana BOS sebesar Rp 18 milliar. Dana itu akan diperuntukkan bagi 29.614 siswa SD dan 13.792 siswa SMP. Pencairan dilakukan dalam empat tahap. Masing-masing tahap sebesar 25 persen. Setiap siswa SD menerima Rp 400.000 per tahun. Sedangkan tingkat SMP menerima Rp 575 ribu per tahun. [pri]

P

HUKUM DAN KRIMINAL Puluhan Pemuda Pancasila Duduki Hotel Insumo Palace Kediri KEDIRI, RM KONFLIK kepemilikan Hotel Insumo Palace Kediri antara Daniel Suprapto dengan bos PT. Triple S Kediri Sony Sandra kian memanas. Puluhan aktivis Pemuda Pancasila (PP) menduduki paksa hotel di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri. Sedikitnya 30 orang PP menggeruduk dan memasang papan nama sekretariat PP serta pengumuman kepemilikan. Isinya tanah dan bangunan ini milik PT. Triple S sesuai dengan enam sertifikat. Bahkan, mereka juga membawa barang-barang PP dari kantor lama Jl Imade Suryani ke Hotel Insumo. “Kami mengajukan permohonan kantor untuk PP. MPO nya Hotel Insumo ini adalah Pak Soni Sandra dan disetujui. Oke, akhirnya kita berkantor disini,” kata Imam, ketua PP di lokasi. Saat ini, para aktivis PP memenuhi ruang lobi hotel. Mereka berseragam doreng warga orange kombinasi hitam. Aktivitas perhotelan sendiri masih berjalan seperti biasanya. Massa menjamin tidak akan terjadi keributan dan aksi anarkis. Sementara mengenai konflik kepemilikan hotel yang masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kota Kediri, Imam mengaku tidak mengetahui persoalan itu. “Yang penting Pak Soni punya sertifikat sah. Ia juga MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) PP,” terangnya. Satpam Hotel Insumo Palace Kediri Samino mengaku sempat dimarahi oleh Sony Sandra, katika bertanya maksud pemasangan bor tersebut. Akhirnya dia melapor ke pimpinannya Daniel Suprapto. Samino menambahkan, kedua pihak Soni Sandra dan Daniel dibawa ke Polres Kediri Kota. Tetapi Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro ketika dikonfirmasi belum memberikan keterangan. Sementara itu, sejumlah anggota Intelkam Polres Kediri Kota dan TNI AD berjaga-jaga di lokasi. [pri]

rap warga bisa merespon dengan baik adanya program ini yang tentunya demi kebaikan bersama warga Kota Kediri dan ini juga demi kepentingan identitas warga,” jelasnya. Masih menurut Hariadi, pihaknya akan memberikan respon positif jika warga antusias menanggapi program ini. Jika ada yang belum mengerti hendaknya bisa bertanya langsung ke petugas terkait di Kelurahan, Kecamatan ataupun di Kantor Dispenduk Capil Kota Kediri. Indentitas dengan adanya program E-KTP ini untuk menghindari adanya KTP ganda atau disalah gunakan untuk kepentingan yang tidak prosedural. “Dari Pemkot Kediri kami berharap pada warga Kota Kediri hendaknya bisa langsung menanyakan program E-KTP ini ke kelurahan atau kantor kecamatan setempat. Sebaiknya memang harus segera diurus dengan syarat membawa KTP lama sehingga prosesnya bisa cepat sesuai re ncana dan target semula,” imbuhnya. [pri]

PENGHASILAN TAMBAHAN PNS

Anggarkan Rp 330 Juta, Belum Ada Kajian KEDIRI, RM EWAN perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Kediri mempertanyakan alokasi anggaran untuk penambahan penghasilan beban kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar Rp 330 juta. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri baru melaksanakan kajian, namun sudah dianggarkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2011 ini. Menurut anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri Hadi Sucipto, jika memang akan ada kebijakan kenaikan tunjangan penghasilan beban kerja PNS, seharusnya mekanisme aturan dilalui sesuai prosedur. Kalau sudah dianggarkan dan belum melakukan kajian sesuai aturan, maka sudah menyalahi aturan. “Itu sudah kesalahan fatal, harusnya melakukan kajian dulu, baru diajukan anggaran,” ujarnya. Jika memang sudah terlanjur dianggarkan dan sudah terserap, maka pria yang juga ketua Komisi C ini meminta Pemkot mempertanggung jawabkan dan mengembalikan anggaran tersebut. “Kalau jelas menyalahi aturan, harus dikembalikan,” pintanya. Informasi yang berhasil, dalam buku APBD 2011, untuk sisi belanja pegawai Pemkot Kediri

D

ada penambahan tunjangan penghasilan beban kerja sebesar Rp 330 juta. Ironinya, selain ada penambahan penghasilan beban kerja tersebut, namun juga masih ada anggaran untuk penghasilan lembur. Padahal, sesuai Peraturan menteri dalam negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pe doman Pe ngelolaan Ke uangan Dae rah me nyebutkan, jika sudah ada tunjangan tambahan penghasilan beban kerja, maka uang lembur dan honor ditiadakan. Untuk diketahui, dalam pasal Pasal 39 ayat (1) Permendagri Nomor 59 tahun 2007 juga me nyebutkan. Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada PNS berdasarkan pertimbangan yang obyektif. Selain itu dikatakan Hadi, untuk memberikan penambahan pengahsilan beban kerja PNS, Pemkot se harusnya juga memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Juga dalam mengeluarkan kebijakan itu harus memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud Persetujuan DPRD menurut Pasal 39 ayat (1) Permendagri Pengelolaan

Keuangan Daerah, katanya, dilakukan pada pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA). Artinya, penetapan Tambahan Penghasilan PNS Pemkot Kediri dilakukan setelah pembahasan Ke bijakan Umum APBD (KUA). “Dalam Permendagri Pengelolaan Keuangan Daerah kan sudah jelas, bahwa pembahasan KUA dilakukan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Kota Kediri, tapi hingga kini pembahasan itu belum dilakukan,” katanya. Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Hariadi membantah jika Pemkot Kediri telah menganggarkan tambahan penghasilan beban kerja PNS. “Kami belum pernah mengajukan anggaran, karena kajian baru dilakukan beberapa hari yang lalu oleh pihak ketiga,” jelasnya ketika dihubungi melalui. Dalam kajian itu, Hariadi ke mbali menjelaskan, dari hasil kajian tersebut, PNS Pe mkot Kediri layak adanya tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja, prestasi kerja, kelangkaan profesi serta pertimbangan objketif. “Hasil kajian menyebutkan, PNS Pemkot Ke diri layak mendapatkan tambahan penghasilan beban kerja,” ujarnya. [pri]

Sekkota: Tunjangan Beban Kerja PNS, Belum Terpakai Bisa Silpa KEDIRI, RM MUNCULNYA anggaran sebesar Rp 330 juta dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Kediri 2011 ada dugaan telah dicairkan para petinggi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Menurut informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, anggaran tersebut sudah dicairkan oleh para petinggi Pemkot Kediri. “Tidak mungkin jika belum dicairkan, anggaran itu sudah dicairkan oleh Sekkota dan asistennya,” ujar sumber di lingkungan Pemkot Kediri. Masih menurut sumber yang enggan disebutkan namanya ini, jika memang menyiapkan

anggaran untuk tunjangan beban kerja PNS, seharusnya tidak sekecil itu anggarannya. Pasti nilainya mencapai puluhan miliar. Karena berdasarkan ketentuan Peraturan menteri dalam negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dalam pasal Pasal 39 ayat (1) menyebutkan. Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada PNS berdasarkan pertimbangan yang obyektif. “Jika didasrakn aturan itu kan, berarti bukan melihat jabatan, melainkan berdasarkan beban kerja masing-

masing PNS,” terangnya. Untuk diketahui, berdasarkan kajian yang dilakukan Pemkot Kediri melalui pihak ketiga, Pemkot mempunyai kemampuan untuk memberikan tambahan penghasilan bagi para PNS sebesar 4,04 persen dari jumlah belanja total APBD Kota Kediri dengan catatan surplus anggaran 2010 tidak dimasukkan dalam tambahan penghasilan tambahan. Apabila surplus anggaran 2010 dimasukkan maka kekuatan untuk menambah penghasilan PNS sekitar 16 persen. Sebelumnya, anggota fraksi PDI Perjuangan Hadi Sucipto juga mengatakan jika memang akan ada kebijakan kenaikan tunjangan

LOMBA PERTANIAN TINGKAT NASIONAL

HIPPA Kabupaten Ngawi Raih Juara II NGAWI, RM HIMPUNAN petani pemakai air (HIPPA) yang diketuai oleh Rohmadi, SP baru-baru ini berhasil mendapatkan Juara II Tingkat Nasional dibidang pertanian. Kelompok tani yang bermaskas di Desa Tambak Boyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi ini mempunyai anggota lebih dari 900 orang. Untuk meraih prestasi terse-

but tidak dengan mudah mendapatkannya. Hal itu namun berkat kerjasama yang dibina selama ini telah membuahkan hasil. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kab Ngawi, Ir H. Sutrisno, M.Si saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Menurutnya, sesuai dengan UU Suber Daya Air No 7 tahun 2004 yang mengatur tentang air, PP No

20 tahun 2006 yang mengatur tentang irigasi dan diatur juga PP No 38 tentang wewenang pelimpahan HIPPA Pertanian, ternyata berhasil diterapkan oleh kelompok tani tersebut. Masih kata Sutrisno, Kelompok tani tersebut tidak serta merta berhasil keluar sebagai juara, namun telah melalui berbagai tahap yang diadakan oleh panitia. Bisa dibayangkan, HIPPA yang

penghasilan beban kerja PNS, seharusnya mekanisme aturan dilalui sesuai prosedur. Kalau sudah dianggarkan dan belum melakukan kajian sesuai aturan, maka sudah menyalahi aturan. Karena telah terlanjur dianggarkan, maka Pemkot harus mempertanggung jawabkan dan mengembalikan anggaran tersebut ke Kas Daerah (Kasda). Terpisah, Sekretaris Kota (Sekkota) Kediri Agus Wahyudi mengaku, anggaran tersebut memang sengaja disiapkan untuk tambahan tunjangan beban kerja PNS Pemkot Kediri. Namun, karena kajian baru dilaksanakan awal Desember lalu. Maka

anggaran tersebut tidak bisa dicairkan. “Anggaran itu sebenarnya memang sudah kami siapkan, karena kajiannya baru dilaksanakan, maka tidak jadi dicairkan,” ujar Agus Wahyudi ditemui saat mendampingi Wali Kota Kediri Samsul Ashar dalam program bedah rumah di Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Rencana anggaran itu sejak pengajuan awal APBD dilakukan, mengingat, jika kajian sudah dilakukan dan disetujui, maka anggaran sudah siap. “Makanya kami sejak awal menyiapkannya,” pungkasnya.

diikuti oleh petani seluruh Indonesia itu, Ngawi bisa keluar sebagai juara 2. “Semua itu berkat partisipasi masyarakat Tambak Boyo dan Pemerintah Kabupaten Ngawi,” lanjutnya. Menurut Ketua HIPPA, Rohmadi, wadah yang dibentuktersebutdiberinamaSumber Karya ini, berdiri sejak 1993 yang dimaksudkan untuk menampung para petani yang selama ini sangat sulit untuk mendapatkan air bila musim kemarau datang. “Tapi dengan kerjasama yang baik selama ini, akhirnya para petani yang

terhimpun di HIPPA tidak mengenal lagi istilah musim kemarau, dan hasil padinya bisa naik,” tuturnya. Tapi walaupun telah mendapatkan juara 2, para petani yang tergabung di Sumber Karya masih mengeluhkan dengan minimnya bantuan dari Pemkab Ngawi. “Untuk itu kedepan, agar kami diberikan akses yang luas dan bisa mendapatkan bantuan yang kami perlukan. Memang kelompok kami ada di 9 desa, namun semangat kami tidak kalah dengan petani lainnya,” harap Rohmadi. [fen]

[pri]

www.radarminggu.co.nr


7

Jember

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

PRESTASI Berharap 3 Rumah Sakit Daerah Juga Terima ISO 9001 JEMBER, RM SELURUH jajaran staf dan karyawan di Pemerintah Kabupaten Jember patut berbangga, karena tahun ini menerima penghargaan bergengsi, yakni sertifikat ISO 9001 2008. Sertifikat yang diberikan kepada Sekretariat Kabupaten Jember ini, merupakan bentuk penghargaan atas komitmennya mulai dari kepala bagian (kabag) hingga jajaran dibawahnya untuk meningkatkan kinerja dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Harapannya, dengan ISO 9001:2008 yang diterimakan ini, kinerja seluruh staf dan karyawan di lingkungan Sekretriat Pemkab Jember akan semakin baik. Lebih diharapkan lagi, instansi yang bersingguhan langsung dengan pelayanan masyarakat, akan melakukan hal yang sama dalam upaya meningkatkan kinerjanya. Dengan diterimanya ISO oleh Sekretariat Pemkab Jember ini, menurut Sekkab, Sugiarto, SH, memiliki konsekwensi sendiri, yakni seluruh jajaran, khususnya di lingkup Sekretariat Pemkab Jember, bisa meningkatkan kinerjanya, minimal mempertahankan apa yang sudah diraih sebelumnya. Seluruh jajaran di lingkup Sekretariat Pemkab Jember, menurut Sekkab Sugiarto, harus mau mengadakan perubahanperubahan untuk mengarah ke hal lebih baik, mengingat untuk bisa meraih ISO 9001:2008 daerah terlebih dahulu memberikan masukan kepada World Quality Assurance (WQA), dan berbeda dengan otonomi award yang tim penilainya datang langsung ke daerah. Kepada sejumlah wartawan yang mencegatnya usai menerima ISO 9001 : 2008, Sekkab Sugiharto, menyatakan keinginannya untuk mengembangkan perencanaan sistem manajemen bermutu yang selanjutnya akan dikembangkan ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Kerja Daerah (SKPD) khususnya yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat seperti rumah sakit. Ketiga rumah sakit daerah milik Pemkab Jember, seperti RSD Subandi, RSD Balung, maupun RSD Kalisat diharapkan dapat menerima penghargaan ISO 9001 2008. Sehingga dengan begitu bisa seperti PDAM Jember yang telah menerima sertifikat serupa, termasuk enam puskesmas. “Saya sendiri tidak mengira sekretariat kabupaten dapat menerima penghargaan ISO 9001 2008. Rasanya senang Pemkab Jember bisa menerima penghargaan tersebut. Artinya dengan penghargaan ini juga harus ada perbaikan kinerja dalam memberikan layanan kepada masyarakat, itu harus dilakukan sebagai konsekwensi karena WQA telah menyerahkan penghargaan tersebut,”ujarnya. Sugiarto berharap, seluruh rumah sakit daerah di Kabupaten Jember mampu meraih penghargaan ISO 9001, karena setiap hari rumah sakit melayani ratusan orang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Karena itu sudah sewajarnya bila rumah sakit daerah mengadakan perbaikan kinerja sesuai tuntutan dari ISO 9001 dan itu juga berlaku bagi SKPD lainnya,” tukas Sugiharto General Manager World Quality Assurance (WQA), Widayanti, menilai, pemberian ISO 9001:2008 kepada Sekretariat Pemkab Jember ini, merupakan hal yang luar biasa. Karena itu menunjukkan komitmen kuat untuk berupata meningkatkan kinerja pelayanannya sebagai abadi negara sekaligus masyarakat. Hanya saja dia berharap, untuk penghargaan seperti itu, akan lebih baik lagi kalau juga didapat oleh instansi yang bersinggungan langsung dengan pelayanan public. Oleh karena itu, dia berharap, ke depan seluruh instansi pelayanan public bisa melakukan hal yang sama, yakni berkomitmen untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. [sar/hms]

SELAMAT HARI AMAL BAKTI KE-66 KEMENTRIAN AGAMA R I Kab.MOJOKERTO KELUARGA BESAR MAN SOOKO Kab.MOJOKERTO

AKHIYAR S.ag , MM KEPALA

KELUARGA BESAR FKK MTsN Kab.MOJOKERTO

KELUARGA BESAR FKK MIN Kab.MOJOKERTO

Drs.H.ASMAD M.Pd KETUA

M. ALI MUSTOFA S.ag, Mpdi KETUA

MUHAJIR KORDINATOR

PT. Aura Sinar Baru terkait perusahaan pembuatan dermaga boom Banyuwangi BANYUWANGI, RM ELAKSANAAN proye k pembuatan dermaga kembali kontroversial. Bila pembuatan dermaga boom Banyuwangi dipertanyakan kualitas dan sisi manfaat untuk nelayan kecil dibanding jumlah milyaran rupiah anggaran yang digunakan serta kajian tak matang. Selain diragukan rampungnya proyek dermaga dipelabuhan tanjung wangi sesuai waktu yang ditentukan 22 Desember 2011 juga dipertanyakan transparansi dan ke layakan bonafiditas pelaksana yang masih berkaitan dengan perusahaan pelaksanaan dermaga boom Banyuwangi yang controversial tersebut. Beberapa kali wartawan melakukan investigasi lapangan, tak ada tanda–tanda petunjuk kegiatan proyek milyaran rupiah itu didukung oleh managemen bonafid. hanya terlihat kantor sekertariat terbuat dari triplek ukuran 4 kali 12 yang terbagi tiga ruang itupun tak ada sama sekali kegiatan management atau keterangan apapun,

P

gambar proyek ataupun karyawan yang sedang sibuk melakukan aktivitas di pelabuan Tanjung Wangi. Begitu pula tak ada konsultan CV.Co Pro Engeniring melakukan aktivitas. Dibangunan semi permanen yang kumuh itu juga tak layaknya disebut sebuah gudang. salah satunya ruang hanya nampak meja kumuh yang diatasnya terdapat botol gallon aqua kosong. Sementara ruang yang lain berisi beberapa semen dan sedikit besi beton. Dide pan bangunan yang diklaim sektetariat itu berdiri papan nama proyek bertuliskan nama PT. AURA SINAR BARU tidak disebutkan alamat perusahaan yang jelas. juga tanpa disebutkan jumlah anggaran pembuatan dermaga tersebut. Dikonfirmasi Kepala Adpe l Banyuwangi Sri Sukesi, SH selaku pengawas proyek mengatakan. Tidak tahu hal tersebut. Namun diakui pihak pelaksana setiap seminggu sekali memberi laporan perkembangan fhisik.”dananya sekitar 14 milyar, pak Samsu tiap sabtu memberi laporan”, katanya dengan nada yang enteng sekali. Proyek dermaga Tanjung Wangi adalah kebutuhan sarana penunjang kapal–kapal yang sandar dipelabuhan Tanjung Wangi yang se lama ini harus antri. Kita harapkan kalau sudah selesai bisa bermanfaat.” idealnya dermaga

KELUARGA BESAR MAN KOTA MOJOKERTO Drs. ACHMAD WACHID HASYIM Mpdi KASEK

tanjung wangi butuh sekitar 1000 meter. Kita hanya punya dermaga sepanjang sekitar 518 meter. Sekarang sedang dibuat dermaga tambahan 200 meteran dan tolong jangan di ganggu dulu biar pekerjaannya selesai”, jelas Sri Sukesi. Informasi dilapangan menyebutkan PT. AURA SINAR BARU masih terkait perusahaan pembuatan dermaga boom Banyuwangi dan pembuatan dermaga muncar. “Benar, Pak Argo yang mengerjakan”, kata sumber terpercaya.

Avis selaku pihak yang mengaku pelaksana Beberapa kali menjanjikan untuk menyampaikan kepada penanggung jawab pekerjaan dermaga Tanjung Wangi agar bisa langsung klarifikasi. Namun hingga berita ini naik ke me ja redaksi belum bisa dikonfirmasi. Se me ntara Ke pala Pelindo Banyuwangi Kosasih dan Kepala Kp3 Akp. Jumadi tak bisa memberi  komentar secara rinci karena pihak ada diluar pelakasanaan pembangunan. [blg]

Tahun Baru, Wartawan Rapatkan Barisan JEMBER, RM AHUN 2011 telah ditinggalkan, berbagai per-soalan yang menyangkut keberadaan Jember tampaknya mulai ditata agar mencapai target minimal yang ditetapkan. Namun, hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Jember, belum juga merespon keinginan beberapa wartawan senior menginginkan agar pemerintah kabupaten menyediakan tempat bagi wartawan untuk sekedar berkumpul.  Apa yang digagas Aga Suratno, Shodiq Syarif dan Gangsar Widodo tampaknya tidak terlalu mulukmuluk. Sebab, belakangan ini, ketiga wartawan tersebut prihatin, saat melihat rekan-rekan seprofesinya yang harus duduk di beberapa sudut kantor Pemkab Jember

T

saat menjalankan tugasnya. Padahal, beberapa tahun lalu, Pemkab menyediakan ruangan khusus bagi wartawan, yang bisa digunakan untuk me njalankan aktivitas jurnalistiknya.  Dulu, kata Gangsar, di era pemerintahan Bupati sebelum Djalal, wartawan yang ngepos di Pemkab Jember disediakan tempat dengan segala fasilitasnya. Ruangan yang cukup representatif, dengan dilengkapi AC, komputer 3 unit, dan modem untuk akses internet pun disediakan. Selain itu, wartawan yang ngepos di pemkab yang kemudian dibentuk Pokja (Kelompok Kerja)bertugas membantu Bagian Humas Pemkab Jember disisi pemberitaan. Tugas mereka mencari informasi di seluruh SKPD, yang hasilnya di kumpul-kan ke Humas,

dan dikirim ke seluruh media yang masuk dalam anggota Pokja, sehingga sosialisasi pembangunan Pemkab cepat tersebar. Kini,dia dengan dua seniornya, berharap agar Bupati Jember Ir. Mza Djalal, bersedia untuk mengabulkan keinginan para wartawan tersebut. “Kami dulu bekerja dengan enjoy, ada kerja sama yang jelas antara pemkab dan pers, kami saling mengisi, bahkan Pemkab membuatkan tempat sangat representatif, kemudian dikelola oleh Pokja (kelompok Kerja) wartawan yang ngepos di Pemkab Jember, dibawah koordinasi Bagian Humas,” ujarnya. Untuk itu, dalam sebuah kesempatan, dirinya bersama dua kawan seniornya, meminta kepada Bupati untuk menyediakan balai warta-

wan. “Agar kami bisa bekerja dengan enak,” harapnya.  Hal sama juga disampaikan Permadi Basoka, wartawan yang kini bekerja di Koran Mingguan terbitan Surabaya tersebut membenarkan kalau kerja wartawan dulu de ngan saat ini sangat jauh berbeda, kalau dulu, wartawannya disamping masih sedikit, dan pasti memiliki kompetensi yang jelas, sehingga kami bisa bekerja dfengan enak dan semangat tinggi. Selain itu, pejabatnya sangat familiar, komunikasinya sangat bagus. berbeda dengan saat ini, dimana jumlah wartawan sangat banyak, kadang mereka hanya ada nama tanpa ada tulisan, dan ini tugas bagi semua insan pers untuk memeikirkan bagai mana idealnya pers kedepan. [ak/sar]

PERINGATAN HUT KABUPATEN JEMBER KE 83

MZA Djalal Lepas Peserta Jalan Santai

KELUARGA BESAR KEMENTRIAN AGAMA Kab.MOJOKERTO

Drs.H.M.HASAN BASYARI M.Pd KASEK

KELUARGA BESAR PAGUYUBAN KUA Kab.MOJOKERTO

Bonafiditas Pelaksana Pembuatan Dermaga Tanjung Wangi 14  M ?

JEMBER, RM ALAN santai se bagai olahraga murah meriah sekaligus menyehatkan ternyata masih banyak diminati oleh masyarakat, tak heran bila setiap kali dalam penyelenggaraanya selalu dibanjiri oleh peserta.Apalagi jalan santai kerap kali menjanjikan iming-iming hadiah menarik seperti sepeda motor, lemari es, maupun televisi. Hal itu jelas menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut, mengharapkan hadiah melalui peruntungan nasib merupakan

J

hal yang melatar belakangi seseorang tertarik untuk meramaikan kegiatan tersebut meski jumlah hadiah terkadang tidak seimbang de ngan jumlah pese rta.Jalan santai sepertinya tidak pernah sepi dari peminat, mengingat olahraga tersebut sangat diminati oleh masyarakat dari berbagai golongan umur tanpa melihat status sosial. Tak terkecuali dengan kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati HUT Jember ke 83 yang diselenggarakan Minggu (24/12) bertempat di depan Kantor Pemkab Jember, ribuan orang tampak menyemut untuk ikut ambil bagian

dalam jalan santai dengan memperebutkan hadiah menarik tersebut.Tak tanggung-tanggung panitia sengaja mengratiskan jalan santai itu agar semua masyarakat Jember bisa ikut berpartisipasi, sedikitnya seribu lebih hadiah diperebutkan dalam jalan santai dengan hadiah terbesar tersebut seperti 15 motor Yamaha Mio, 31 sepeda gunung, kulkas, televisi, mini compo, note book, dispenser, setrika, kipas angin, majig com, tea set, serta hadiah menarik lainnya, jalan santai itu dibuka langsung oleh bupati Jember MZA Djalal dan berlangsung dengan meriah dan tertib. “Kegiatan jalan santai ini untuk me mperingati hari jadi kota Jember ke 83 dan sekaligus untuk lebih membudayakan kebiasaan berolahraga bagi masyarakat, mengingat sehat itu mahal karena itu jalan santai ini tidak sekedar untuk memperebutkan hadiah tapi juga harapannya masyarakat Jember bisa sehat.Saya sebagai bupati Jember pagi ini merasa gembira dapat berolahraga bersama dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan dengan tetap menjaga persatuan , kondisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk membangun Jember lebih baik agar masyarakatnya bisa lebih sejahtera.Ayo pagi ini kita bersenangsenang dan bergembira dalam mengikuti jalan santai, silahkan menikmati apa yang dibawa dari

rumah namun ingat sampahnya jangan dibuang sembarangan agar kota Jember tercinta ini tetap bersih dan indah, “tukas MZA Djalal. Dalam kesempatan tersebut MZA Djalal juga di daulat untuk mengundi hadiah utama motor Yamaha Mio, selain itu dirinya juga melantunkan lagu beriramakan dangdut tidak semua lakilaki.Tentu saja penampilan MZA Djalal dalam membawakan lagu tersebut mendapat aplaus dari ribuan peminat jalan santai, tidak terkecuali jajaran forum pimpinan daerah (Forpimda), kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, 31 UPT dinas pendidikan, serta kepala sekolah.Pengundian hadiah ternyata merupakaan saat yang ditunggu-tunggu oleh peserta jalan santai, meskipun saat itu cuaca cukup panas namun tidak membuat mereka beranjak dari tempatnya.Hadiah yang diterimakan oleh peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, tidak sedikit yang berasal dari wilayah pinngiran juga beruntung membawa pulang hadiah. Bagian Humas Pemkab Jember se ndiri yakni salah se orang wartawan majalah Jember Terbina dalam kesempatam tersebut, diluar dugaan juga beruntung memperoleh motor Yamaha Mio, selain hadiah menarik lainnya seperti kipas angin dan televisi. [sar/hms] www.radarminggu.co.nr


Pantura

8

BOJONEGORO - TUBAN - LAMONGAN - GRESIK

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

Sebanyak 40 Pembina Pramuka

Ikuti KML Sumenep, RM Sebanyak 40 Pembina Pramuka se-Kabupaten Sumenep mengikuti kursus mahir lanjutan (KML) yang dilaksanakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumenep, di Ponpes Mabbaul Ulum Jambu Kecamatan Lenteng. Kegiatan KML tersebut direncanakan berlangsung selama enam hari sejak 25 – 30 Desember 2011 mendatang. Mewakili Kepala Dinas pendidikan Sumenep selaku anggota Mabicab Gerakan Pramuka Sumenep, Fajarisma, pada pembukaan Minggu (24/12) mengungkapkan, pihaknya sangat salut kepada Pramuka yang tetap selalu eksis melaksanakan kegiatan dan melakukan pembinaan kepada anggotanya. “Melalui pembinaan-pembinaan yang dilakukan, wajar jika anggota pramuka selalu memiliki semangat serta kedisiplinan yang tinggi. Karena selalu ditempa dengan sistem pembinaan yang baik.”ujarnya. Sementara Ketua pelaksana kegiatan, Wagiman, menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kursus mahir dasar yang sudah dilakukan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan pembinaan anggota Pramuka terus berkembang sesuai dengan tujuannya. Yakni mencetak generasi muda yang terampil dan memiliki kepribadian yang baik. “Hal itu juga sejalan dengan keinginan Pemerintah untuk mendidik para siswa dengan pendidikan karakter yang sebenarnya dan pramuka sudah memulai itu sejak dulu.”Tambahnya. Disamping itu, jelas pria yang juga Kasek SMA Muhammadiayah Sumenep in,i yang terpenting dalam kegiatan pramuka sendiri ini sifatnya selalu berkembang. Maka diharapkan terus dilakukan kursus-kursus dan pelatihan bersama, sehingga kegiatan Pramuka tidak ketinggalan dengan organisasi yang lain. *ren

Penderita AIDS Naik Lamongan, RM Sampai dengan 23 Desember tahun 2011, secara komulatif sejak tahun 2002, penderita HIV/AIDS di Lamongan menembus angka 260 orang penderita. Sementara temuan penderita pada awal November lalu baru tercatat ada sebanyak 240 orang penderita. Data itu kemarin (29/12) diungkapkan Asisten Tata Praja Agus Sugiarto saat membuka Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan AIDs dan HIV di Ruang Sabha Dyaksa kompleks perkantoran Pemkab Lamongan. Lebih jauh disampaikan olehnya, dari total 260 penderita itu, 251 orang diantaranya adalah penduduk Lamongan. Sedangkan 9 orang lainnya adalah penduduk luar Lamongan namun menerima perawatan di Lamongan. Dalam sosialisasi yang dihadiri pelajar dan perwakilan sejumlah remaja masjid (remas) tersebut, Agus Sugiarto mengungkapkan dari 27 kecamatan di Lamongan, hanya Kecamatan Sukorame yang masih bersih dari penderita HIVAIDS. Penderita terbanyak berada di Kecamatan Sukodadi, yakni sebanyak 24 orang. Selanjutnya Kembangbahu tercatat ada 20 penderita dan di Kecamatan Turi serta Sekaran masing-masing ditemukan 19 orang penderita. “Umumnya penderita HIV/AIDS di Lamongan adalah perantau yang bekerja di luar daerah dan kembali ke Lamongan dalam keadaan sakit. Sampai saat ini obat untuk AIDS hanya berupa Anti Retro Viral (ARV) yang harus diberikan seumur hidup penderita. Karena itu pencegahan penularan penyakit ini menjadi sangat krusial, “ tandasnya. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, berdasarkan jenis kelamin, Laki-laki masih menjadi kelompok penderita terbanyak, yakni 144 orang. Sementara penderita perempuan ada sebanyak 114 orang. Dari total penderita, 122 orang diantaranya sudah meninggal dunia. Di tahun 2011 ini saja, jumlah penderita baru mencapai 71 orang. Sementara tahun lalu tercatat ada sebanyak 51 orang penderita. had

Yuhronur Efendi Pimpin Korpri Lamongan Lamongan, RM Hingga tahun 2016 mendatang, Dewan Pengurus Korpri (DPK) Kabupaten Lamongan dipimpin Yuhronur Efendi. Pria yang juga Plt Sekkab Lamongan ini resmi menjadi Ketua DPK periode 20112016 setelah dipilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) III Korpri Lamongan, Kamis (29/12) di Pendopo Lokatantra. Ketua DPK Kabupaten Lamongan terpilih yang juga ditetapkan sebagai Ketua Tim Formatur selanjutnya di tempat yang sama dikukuhkan oleh Wakil Ketua II DPK Provinsi Jatim Akmal Budianto. Hadir pula dalam Muskab yang dibuka Bupati Fadeli itu Wakil Ketua IV DPK Provinsi Jatim Edi Purwinarto. Yuhronur sendiri mengisi posisi ketua periode sebelumnya, yakni Fadeli yang diangkat menjadi Bupati Lamongan sehingga mengharuskan dia menjabat sebagai penasehat DPK dan melepas jabatan Ketua DPK. Sementara Yuhronur dalam kepengurusan Korpri sebelumnya menjabat sebagai bendahara. Korpri Lamongan selama ini cukup mandiri dalam membiayai operasionalnya. Tidak hanya mengandalkan iuran anggotanya yang mencapai 13.155 PNS atau dari bantuan APBD saja. Karena Korpri Lamongan juga melalui usaha inovatif, mendapat penerimaan dari kepemilikan gedung paviliun ruang rawat inap di RSUD dr Soegiri dan Gedung Korpri Graha Bhineka. Sebelumnya, Bupati Fadeli dalam sambutannya mengatakan, harapan masyarakat terhadap jajaran birokrasi, termasuk Korpri semakin besar dan beragam. Karena itu dia berharap agar jajaran birokrasi dan Korpri lebih banyak melakukan inovasi, mempermudah dan memperbaiki pelayanan publik. Khusus terkait rencana pelaksanaan e KTP tahun depan, dia meminta proses pengurusannya agar jangan malah membingungkan masyarakat. “Korpri dan birokrasi sebagai perencana sekaligus pelaksana pembangunan harus lebih memahami kebijakan kepala daerah. Terlebih di tahun 2012, kami masih akan fokus untuk memprioritaskan membangun infrastruktur. Juga penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan, “ tandas mantan Ketua DPK Lamongan tersebut. had

APBD Bojonegoro Mencapai Rp1,526 Triliun Bojonegoro, RM Kekuatan APBD Bojonegoro pada 2012 diperkirakan mencapai Rp1,526 triliun, namun kebutuhan belanja selama setahun, mencapai Rp1,668 triliun, sehingga masih terjadi devisit Rp141,97 miliar. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moelyono, Jumat mengatakan, terjadinya kekurangan kebutuhan belanja sekitar Rp142 miliar itu, diperhitungkan akan tercukupi dari dana alokasi khusus (DAK), pendapatan

asli daerah (PAD), yang diperkirakan mengalami kenaikan dibandingkan dengan perolehan PAD 2011. Selain itu, lanjutnya, juga kemungkinan bertambahnya perolehan pajak penghasilan (PPH), dana bagi hasil cukai tembakau, dan kelebihan dalam pemanfaatan anggaran yang ada di dalam APBD 2012. “Kami optimistis adanya devisit itu bisa terpenuhi,” ucapnya, yang didampingi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bojonegoro,

Herry Sudjarwo. Hanya saja, lanjut Herry menambahkan, pemanfaatan APBD 2012 tetap harus menunggu penetapan yang dijadwalkan oleh DPRD pada 29 Desember. Itupun, APBD 2012 yang sudah ditetapkan harus diajukan kepada Gubernur Jatim Soekarwo untuk mendapatkan persetujuan, sebelum akhirnya APBD 2012 diundangkan. Namun, menurut dia, pemkab masih memiliki payung hukum memanfaatan anggaran, berupa Peraturan

Kopaska Tumpas Infiltrasi Pasukan Asing Lamongan, RM Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska)Armada Timur (Armatim) TNI AL terlibat dalam pertempuran dengan pasukan asing yang melakukan infiltrasi di perairan Paciran dengan menyamar menggunakan perahu nelayan. Menggunakan satu unit combat boat dan dua unit sea rider, pasukan yang dipimpin Lettu Bima Nendya ini sukses mencegah infiltrasi tersebut. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari demonstrasi kemampuan tempur Kopaska Armatim TNI AL Detasemen I dan IV seusai upacara Hari Nusantara XII tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di pantai Wisata Bahari Lamongan (WBL), Rabu ( 28/12). Diskenariokan, pasukan Negara asing menyamar dengan menggunakan dua kapal nelayan melakukan infiltrasi di perairan Indonesia untuk memasang bom. Kedua kapal tersebut kemudian dihadang oleh tiga kapal milik Kopaska yang berkecepatan maksimal hingga 45 knot. Setelah sukses melumpuhkan pasukan asing itu, bom yang mereka bawa kemudian dimusnahkan dengan cara diledakkan di laut. Sementara tim darat Kopaska yang dipimpin LettuAbdulAziz, melakukan pelumpuhan pasukan asing di sebuah rumah yang digunakan sebagai basis pertahanan. Dengan menggu-

nakan senapan jenis M4 kaliber 5,56 mm dan MP5 kaliber 9mm, mereka sukses melumpuhkan pasukan asing, kemudian meledakkan rumah pertahanan musuh. Kegiatan itu sendiri dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo yang juga bertindak sebagai inspektur upacara. Juga terlihat hadir, Komandan Kopaska Armatim TNI AL, Kolonel laut Yehezkiel Katiandagho, serta Kolonel Laut Syufenri dari Koarmatim. Sementara dari Lamongan hadir lengkap Bupati Fadeli bersama Wabup Amar Saifudin bersama sejumlah forum pimpinan daerah setempat. Terkait pelaksanaan Hari Nusantara, Pakde Karwo dalam keterangannya menyampaikan Deklarasi Juanda yang melandasi peringatan Hari Nusantara adalah keputusan nasionalisme yang sangat luar biasa. Karena memberikan kedaulatan dan persatuan nusantara baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya. “Deklarasi Juanda menjadikan Indonesia menjadi kawasan kepulauan terbesar di dunia. Karena menjadikan kawasan laut diantara, di dalam dan di sekitar kepulauan adalah wilayah nusantara, “ ucap dia. Dia menyatakan, Indonesia, dalam hal ini Jawa Timur memiliki kemampuan luar bisa untuk menjadi besar. Terlebih di saat perekonomian Eropa dan

Amerika yang sedang turun sehingga investasi beralih ke kawasan Asia. Asal Indonesia mampu menjaga persatuan serta menjaga demonstrasi tidak berlebihan, Indonesia akan menjadi besar. “Jika demokrasi dijaga tidak berlebihan dan suasana dijaga tetap kondusif dari konflik horizontal, investasi akan masuk. Terbukti, Jawa Timur yang suasananya kondusif, ijin penanaman modal asing (PMA) tahun ini naik hingga 273 persen, “ pungkasnya. Seusai upacara Hari Nusantara, Gubernur Jatim menyerahkan penghargaan dan bantuan pada masyarakat nelayan di Jawa Timur. Diantaranya diberikan kepada Anas Wijaya dari Desa Banjarwati Kecamatan Paciran sebagai Tokoh Berprestasi Jawa Timur kategori penggerak perikanan tangkap. Juga diberikan penghargaan sebagai juara ketiga bidang perikanan budidaya lele kepada Kelompok Tani Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng. Penghargaan juga diberikan kepada Kelompok Tani Desa Kandangsemangkon /Brondong dan TPI Desa Kranji/Paciran. Di kesmepatan itu Pakde Karwo juga menyerahkan secara simbolis bantuan 10 unit kapal penangkap ikan berbahan kayu dan fiberglass. had

Sukses Raih IGA 2011 Lamongan, RM Pemkab Lamongan akhirnya ditetapkan sebagai peraih Innovative Government Award (IGA) Bidang Pemberdayaan Masyarakat tahun 2011 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Fadeli dari Mendagri Gamawan Fauzi di Studio Utama TVRI Jakarta, Kamis (22/12). “Penghargaan ini menjadi kado yang indah di awal tahun 1433 H dan menjelang pergantian menuju tahun baru 2012. Saya hanya mewakili menerima penghargaan ini atas kerja keras semua komponen masyarakat Lamongan. Penghargaan IGA tahun 2011 ini juga menunjukkan inovasi dan program Pemkab Lamongan bersama seluruh jajaran diakui kualitas dan manfaatnya oleh pemerintah pusat, “ ujar Fadeli

seusai menerima IGA tahun 2011. Dijelaskan terpisah oleh Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik, untuk bisa menggondol penghargaan ini Lamongan harus melalui serangkaian seleksi ketat. Pada medio Agustus, diidentifikasi 88 pemerintah kabupaten/kota yang niliai Kemendagri layak. Kemudian pada tahap kedua ditetapkan sebanyak 30 pemerintah kabupaten/kota yang masuk nominator IGA 2011. Selanjutnya setelah melalui proses kajian dan penilaian terhadap capaian tujuan MDGs, Lamongan menjadi satu diantara 12 nominator unggulan hingga dinyatakan meraih IGA 2011 oleh Kemendagri. Pemberian penghargaan ini menurut Anang bertujuan memotivasi pemerintah daerah agar senantiasa

mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat. Lamongan masuk sebagai salah satu nominator IGA tahun 2011 karena memiliki keunggulan pemberdayaan ekonomi dengan penguatan modalnya. Diantaranya melalui pemberian fasilitas penguatan modal bagi pelaku ekonomi lemah seperti pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Diantara program pemberdayaan masyarakat yang diupayakan Pemkab Lamongan adalah penguatan modal untuk koperasi melalui Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) setempat. Tahun ini, dana revolving (bergulir) untuk koperasi nilainya mencapai Rp 3,7 miliar. Bunganya

Bupati (Perbup) yang mengatur mekanisme pemanfaatan anggaran. Hanya saja, lanjutnya, di dalam pemanfaatan anggaran dibatasi hanya untuk gaji pegawai negeri sipil (PNS), pembayaran listrik kantor, juga kebutuhan lainnya yang mendesak, seperti perjalanan dinas. “Untuk belanja pembangunan masih belum bisa diproses menunggu APBD 2012 diundangkan,” jelasnya. Moelyono maupun Herry, mengaku belum tahu pasti kapan diundangkannya

APBD 2012. Karena semua bergantung berbagai pihak, termasuk DPRD, juga hasil verifikasi di Pemprov Jatim. “Kalau memang berlarutlarut, sementara tahun 2012 sudah berjalan, sesuai ketentuan pemkab memanfaatkan acuan yang ada di dalam APBD 2011,” paparnya. Ditambahkan, kekuatan APBD 2012 itu meningkat dibandingkan dengan APBD 2011 sebelum ada PAK yang besarnya mencapai Rp1,421 triliun dan setelah PAK besarnya naik sebesar Rp246,538 miliar. *ant

Bupati Fadeli Pensiun Lamongan, RM Bupati Lamongan Fadeli ternyata telah resmi memasuki masa pensiun sebagai PNS tahun ini. Pelepasannya sebagai pensiunan PNS bersama 217 pegawai lain di Pemkab Lamongan, Selasa (27/ 12) dilakukan di Pendopo Lokatantra di sela kegiatan Rapat Kerja tahunan Pengurus Cabang Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Lamongan. Data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat menyebutkan, 217 PNS yang hari itu dilepas adalah mereka yang purna tugas pada peride April hingga Desember 2011. Sementara tahun ini, secara keseluruhan, ada 292 PNS di Lamongan yang memasuki purna tugas. Termasuk salah satunya Fadeli dan mantan Kepala Dinas Pemuda dan OIahraga Suharto. Fadeli saat di Pendopo Lokatantra juga berusaha memberi teladan bagi pensiunan lainnya agar setelah purna tugas segera berkarya lagi dengan menjadi anggota PWRI. Saat di Pendopo dia mengenakan seragam batik lengkap dengan atribut PWRI. “Baru pertama kali dalam sejarah Lamongan, ada bupati yang kerso ngagem busono PWRI (jawa : mau mengenakan seragam PWRI) lengkap dengan atributnya, “ ucap Ketua Pengurus Cabang PWRI Lamongan Ngudiono terharu dengan mata berkaca-kaca. SKPD terbanyak yang hari itu pegawainya purna tugas adalah dari Dinas Pendidikan, sebanyak 126 orang. Kemudian dari Dinas Kesehatan sebanyak 15 orang. Sementara dari lingkup secretariat daerah,

bersama Fadeli, ada tiga orang lainnya yang purna tugas.Yakni Heri Sri Purwanti, Lucia K dan Suyitno. Seusai menyerahkan bantuan operasional pada 27 Pengurus Ranting PWRI, Fadeli dalam sambutannya berharap agar semua pensiunan PNS di Lamongan bis amenjadi anggota PWRI. Sementara saat ini, baru sekitar 51 persen pensiunan PNS yang menjadi anggota PWRI Lamongan. “Selaku bupati dan pembina PWRI, saya akan semaksimal mungkin memfasilitasi kepentingan PWRI. Karena berbagai prestasi yang selama ini di raih pemerintah daerah tentu tidak lepas dari pengabdian dari para pensiunan saat mereka masih bekerja di Pemkab Lamongan, “ ujarnya. “Meski sudah purna tugas, tidak perlu berkecil hati, masih banyak yang bisa disumbangkan pensiunan PNS bagi pembangunan Lamongan. Seperti dengan mensukseskan Program Green and Clean tahap II yang kali ini bertujuan menghidupkan Bank Sampah di sejumlah lokasi di Kota Lamongan, “ imbuh dia. Fadeli yang karir terakhirnya di Pemkab Lamongan menjabat Sekretaris Daerah pada 2005 itu, tercacat masuk sebagai pekerja harian di pemerintah daerah pada tahun 1976. Selanjutnya diangkat menjadi CPNS pada tahun 1980 dan kemudian diangkat jadi PNS di tahun 1981 sebagai staf di Bagian Keuangan. Fadeli juga tercatat pernah menjabat Kepala Bagian Keuangan pada tahun 1995 dan Asisten Administrasi Sekda pada tahun 2005. had

ditetapkan sangat ringan, sebesar 6 persen pertahun. Dari besaran bunga tersebut, 3 persen diantaranya masuk sebagai pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Sementara 3 persen bunga sisanya masuk di PD BPR Bank Daerah Lamongan untuk administrasi. Selain itu, di Lamongan, koperasi dan UMKM digratiskan dari biaya mengurus surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP). Selain itu, dengan Perda Nomor 7 tahun 2008 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, kedua unit usaha inijuga bisa ikut tender proyek pengadaan. Pemkab Lamongan juga sukses menggandeng sembilan perbankan lewat penandatanganan nota kesepahaman bersama untuk memberikan kemudahan bagi UMKM dan koperasi ter-

hadap akses permodalan. “Penghargaan IGA 2011 ini semakain menegaskan bahwa program yang telah dilaksanakan pemerintahan ini mendsapat apresiasi positif dari banyak kalangan, imbuh dia. Terlebih, lanjutnya, Pemkab Lamongan juga telah dua kali berturut-turut ditetapkan sebagai daerah berprestasi nasional oleh Kementerian Keuangan RI sehingga menerima Dana Insentif Daerah (DID). Yakni senilai Rp 21 miliar pada tahun 2011 dan sebesar Rp 25 miliar di tahun 2012 nanti. Sebuah apresiasi yang hanya diberikan pada daerah yang sukses meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), memiliki kinerja ekonomi baik dan sukses meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi. had www.radarminggu.co.nr


madura

9

BANGKALAN - PAMEKASAN - SUMENEP - SAMPANG

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

Sistem Akademik Gagal, Mahasiswa Demo PAMEKASAN, RM EKITAR 90 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menggelar aksi demo di kompleks kampus mereka di Jl. Raya Panglegur, Pamekasan. Mereka menutut adanya perbaikan sistem akademik yang belakangan ini dinilai bobrok dan statis. Aksi yang dimilai sekitar pukul 09.00 itu menarik

S

perhatian seluruh mahasiswa di kampus setempat. Bahkan Sejumlah mahasiswa sejumlah mahasiswa yang ke tika itu sedang mengikuti perkuliahan, kemudian semburat keluar ruangan karena ulah sebagian temannya yang menggelar aksi demo. Semula aksi itu hanya berlangsung biasa dengan menggelar orasi di depan kampus. Namun beberapa

PENDIDIKAN SMAN I GAYAM

Genjot Potensi Siswa Dengan UK SUMENEP, RM UNTUK menggali potensi anak didik di bidang olahraga, SMA Negeri I Gayam adakan uji nyali kompetensi berupa LIGA SMAGA II dari tanggal 12 hingga 20 desember 2011 yang di tempatkan di SMA Negeri I Gayam. Hal itu dilakukan setiap setahun se ka l i s et el a h sem est er ga n ji l , da n t a h u n i n i merupakan tahun kedua setelah tahun 2010. Disamping untuk menggali potensi anak didik di SMAGA, kegiatan tersebut juga sebagai wahana hiburan setelah siswa menjalani ujian semester ganjil. Jelas Kepsek SMA Negeri I Gayam Budi Hatono. Budi melihat, di SMA Negeri I Gayam banyak potensi anak didik yang terpendam, untuk itu perlu kiran ya di bi na dan di kembangka n potensi non akademik anak didiknya, dengan harapan nantinya dapat menciptakan bibit-bibit baru yang berkopeten di bidang olahraga, seperti salah satu anak didiknya E dy Pur wa n t o ya n g sud a h s ukse s da n per n a h mengikuti PON 2010 (pancak silat red.) mewakili Kabupaten Sumenep. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk mencari dan meningkatkan potensi siswa di bidang non akademik khususnya di bidang olahraga Bolla Volly dan Sepak Bola. Harapannya, anak didiknya nantinya dapat berperan serta dalam mengembangkan kegiatan olahraga di Kabupaten Sumenep dan dapat membawa nama harum Sumenep baik di tingkat Regional, Nasional dan Internasional. Kegiatan LIGA SMAGA II tahun ini tidak hanya di ikuti oleh anak didik SMAGA, namun juga di ikuti oleh sekolah-sekolah yang lain, yakni MA NU Gayam, SMA Muhammadiyah IV Gayam, SMP Negeri I Gayam, dan MTs Se-kecamatan Gayam. ”Ini baru kedua kalinya kami lakukan, untuk tahun 2012 nanti kami akan melibatkan dua kecamatan (Nonggunung, Gayam red.) sekaligus” Adapun olahraga yang diperlombakan tahun ini meliputi Bolla Volly Putra-Putri, dan Sepak Bola. Dan untuk tahun 2012 akan di tambah dengan olahraga lari Sprin 100 meter, lompat jauh dan tolak peluru. Bagi peserta yang beruntung, akan mendapat Tropy juara 1,2 dan 3, dan yang tak kalah pentingnya yakni peserta akan memperebutkan juara bergilir LIGA SMAGA. [sin]

menit kemudian suasana itu be rubah menjadi hingar bingar dan nyaris tak terkendali karena sebagian di antara mereka ada yang membakar  ban bekas yang disebar di 7 titik depan kampus. Akibatnya, suasana demo bertambah panas, bahkan konsentrasi sejumlah ruangan yang sedang menggelar aktivitas perkuliahan jadi buyar begitu saja. Sejumlah mahasiswa yang ikut kuliah

kemudian turut bergabung dengan temannya dan meneriakkan yel yel. Seluruh aktivitas perkuliahan akhirnya mendadak macet total. Sejumlah mahasiswa yang tidak ikut berdemo hanya menonton gelar aksi yang dilakukan rekanrekannya. Asap hitam dari ban bekas yang dibakar menyebar ke seluruh ruangan kampus sehingga suasana tidak  kondusif.

Fauzan Koordinator aksi me ngatakan Mahasiswa STAIN Pamekasan kecewa dengan gagalnya perbaikan siste m akademik secara online. Sebab sistem tersebut selama ini menjadi harapan dari semua pihak terutama mahasiswa. Namun belakangan ini sistem tersebut tidak terlaksana dan bahkan mace t tidak dike tahui juntrungnya. Dia menjelaskan, pihak rektorat sebelumnya sempat mengumbar janji bahwa sistem akademik se cara online itu akan beroperasi tahun ajaran 2011 ini. Namuan kenyatannya, lanjut

dia, hingga jelang tutup tahun 2011 ini tidak ada tanda-tanda bahwa sistem perkuliahan dengan one line akan digelar dan dirampungkan. “Kami se karang tidak butuh janji tapi menuntut kerja konkret dari rektorat agar sistem online dalam perkuliahan itu segera diwujudkan,” tegas dia. Fauzan Menambahkan dengan ngadatnya sistem online itu, mahasiswa merasa dirugikan. Kondisi tersebut diperparah dengan ulah sejumlah tenaga rektorat yang terkesan mempersulit sistem perkuliahan sehingga harus berurusan dengan

Desa Billapora Rebba Targetkan Pembangunan Infrastruktur Selesai Tahun 2013 SUMENEP, RM ESA Billapora Rebba Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep Madura merupakan desa yang terle tak di dae rah pegunungan, yakni sekitar 15 Kilo Meter arah barat kota Sumenep. Dengan jumlah penduduk 4.323 jiwa, suara hak pilih 3.500 jiwa, jumlah Kepala Keluarga 134 jiwa. De sa Billapora Rebba terdiri dari Lima Dusun, yakni Dusun Pakacangan, Dusun Pangsonok, Dusun Taman, Dusun Kalektek, dan Dusun Daya Sungai. Mata pencaharian masyarakat disana yakni 90% bertani dan berkebun, dan yang 10 % lagi berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan berdagang. Namun jarak dan lokasi pegunungan yang jauh dari Kota dan pusat keramaian tak menjadi persoalan bagi Kepala Desa Billapora Rebba Moh. Sarraf, S.Hi. Pria yang berperawakan kalem dan dikenal santun oleh semua orang tersebut berprinsif Manjadda Wajadda” barang siapa yang mempunyai niat yang tulus dan bersungguh sungguh dalam mencapai sesuatu, maka akan berhasil”, untuk memajukan desanya, dia menargetkan yang menjadi prioritasnya yakni pembangunan jalan infrastruktur. ”Karena kalau jalan sudah bagus, maka otomatis perekonomian masyarakat akan lancar dan berke mbang pesat” Sarraf sendiri menargetkan Desa Billapora Rebba tahun 2013 pembangunan

D

Infrastruktur sudah rampung 100%. Beberapa upaya yang telah dilakukannya, yakni peningkatan Infrastruktur baik berupa fisik ataupun nonfisik. Untuk fisik, se jak dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Billapora Rebba tahun 2007 silam, terbukti jalan yang di makadam maupun yang sudah dilakukan pengaspalan hingga tahun 2011 mencapai 80%. Sedangkan bantuan yang sifatnya non fisik, yakni berupa Penguatan Modal Usaha bagi Masyarakat Billapora Rebba berupa Simpan Pinjam. Penguatan Modal te rsebut berupa bantuan modal bagi Pengrajin Anyaman Tikar sebanyak 180 KK, dan Pengrajin Kayu atau Mebel sebanyak 40 KK. Tahun ini, Desa Billapora Rebba mendapat Bantuan Keuangan Desa (BKD red.) sebesar Enam Puluh Juta Rupiah, dana tersebut diperuntukkan untuk Pengaspalan Jalan Sepanjang 232×275 meter dari Dusun Pangsonok menuju Desa Kopedi Kecamatan Bluto dari Dana ABPD Provinsi Jawa Timur tahun 2011. pekerjaan pengaspalan tersebut dikerjakan selama 6×24 jam, pekerjanya warga setempat yakni suami istri tanpa upah atau ongkos. Saat media ini mempertanyakan persentase atau uang pelicin untuk mendapat proyek BKD dari Provinsi Jatim tersebut? Sarraf tidak membenarkan issu yang berkembang, bahwa untuk mendapat proyek BKD harus

ada uang pelicinnya sekian persen itu tidak bisa dipertanggung jawabkan, menurutnya yang benar bukan uang pe licin me lainkan uang pajak sebesar 4.600.000 atau sekitar 8.5 %. Tak hanya itu, Desa Billapora Rebba tahun ini Juga Mendapat Bantuan JAPES Mandiri Pedesaan tahun 2011, POKMAS Provinsi

tahun 2011, PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2011 dan ADD Desa Billapora Rebba tahun 2011. Meski berbagai proyek telah ia raih, namun masih ada kendala klasik yang sampai saat ini belum ada jalan keluarnya, yakni masalah Air Bersih dan Jembetan Beton. Untuk air bersih, saat ini di Desa Billapora Rebba

Siswa Berprestasi dari Daerah Kepulauan Banyak orang mengatakan, pendidikan di kota besar lebih baik daripada di pelosok. Kenyataan itu ditepis oleh SMAN I Gayam yang notabene dari daerah kepulauan yang mampu mencetak anak didiknya berpretasi di even tingkat nasional. SUMENEP, RM AK ada kata menyerah dalam meraih impian dan meraih prestasi di daerah terpe ncil semisal Kepulauan, namun semangat dan kemauan yang tinggi selalu menjadi komitmen dan

T KUDMulyo Sari

birokrasi akademik yang berbelit-belit. “Ada juga kebijakan konversi mata kuliah yang dinilai tak menghargai prestasi mahasiswa yang menempuh mata kuliah pada se me ster sebelumnya,” tandas dia. Sementara itu, Pembantu Rektor 3 STAIN Pamekasan Mohammad Sahid di tengah berlangsungnya demo itu mengatakan, untuk kebijakan online memang bukan tanggung jawabnya, dan dirinya me minta agar mahasiswa bisa melakukan Audensi dilain waktu. [lis]

prinsip guru dan siswa siswi SMA Negeri I Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep. Dukungan moril dan finansial dari sekolah (kepala sekolah, dewan guru red.) khususnya doa orang tua,

masih ada satu titik sumber air, yakni di Dusun Pakancangan, namun Sumber Air itu tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan warga untuk satu desa melainkan hanya bisa mencukupi warga untuk satu Dusun Pakancangan saja. Padahal pihak Desa sudah sering mengajukan Bor Air Bersih, namun tak pernah me ndapat jawaban dari pemerintah Kabupaten Sumenep ataupun dari Pemerintah Provinsi. Adapun kendala lain, yakni persoalan Jembatan Beton yang menghubungkan Dusun Taman menuju Dusun Daya Sungai. Berkali - kali Resses anggota DPRD Kabupaten Sumenep, hanya di pantau saja dan dia beralasan ABPD Sumenep tak me ncukupi. Kedatangan Anggota DPRD sudah merupakan ke hormatan bagi Masyarakat Desa Billapora Rebba meski janjinya tinggal impian saja ”alhamdulillah janji Anggota Dewan yang dari Komisi C DPRD Sumenep untuk menyupayakan dan me ngusulkan pada Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun pada Pemerintah Provinsi sampai saat ini belum terealisasi” Untuk itu, besar harapan masyarakat Desa Billapora Rebba pada Bupati Sumenep K.H. Abuya Busro Karim dan Gubernur Jatim DR. Soekarwo agar apa yang menjadi impian dan kebutuhan masyarakat untuk segera terwujud dalam waktu dekat. [sin]

menjadi kunci sukses utama mereka dalam meraih citacitanya yang setinggi langit. Buktinya, salah seorang siswa pulau Gayam, yakni Edi Purwanto, kelahiran 5 Mei 1995 telah mengikuti berbagai lomba pancat silat mulai tingkat Kabupaten hingga ke tingkat Pusat. Meski tak banyak piala yang ia raih, namun Edi mengaku bangga sebagai anak pulau, mendapat kesempatan ikut lomba pancat silat hingga tataran PON BACA SISWA.. HAL11

Camat Baru Kepulauan Nonggunong Berkometmen Untuk Berdomisili

Bandarkedungmulyo Jombang

Mengucapkan

Selamat Tahun Baru 2012 Semoga Kesuksesan Menyertai Kita Semua di masa Mendatang Romelan Manager

SUMENEP, RM AK banyak PNS (pegawai negeri sipil -red.) yang dapat memenuhi janjinya saat di sumpah menjadi PNS, dalam salah satu sumpahnya PNS siap di tempatkan di mana saja di Republik Indonesia. Namun berbagai alasan pembelaan terkadang muncul

T

saat seorang PNS di tempatkan di Daerah Terpencil, semisal kepulauan. Hal berbeda di temukan pada Anwar Syaroni Yusuf, AP, M.Si, pria kelahiran ini Papua 37 tahun silam. Dia berkometmen dan belajar jujur pada dirinya sendiri untuk disiplin diri dan memenuhi janji yang telah di ucapkannya. Bertahun-tahun menjadi PNS di Kabupaten Sumenep, dan Dua Belas Tahun pula menjadi Sekretaris Camat ia jalani dengan penuh cinta dan rasa me miliki pada jabatannya yang ia jabat. Keluarga se bagai surga pe rtanya, jabatan dan kantornya sebagai surga keduanya. Tepatnya 12 Nopember 2011 lalu Anwar SY Yusup dipe rcaya oleh Bupati

Sumenep untuk memegang tongkat utama wilayah Kepulauan Nonggunong sebagai Camat Nonggunong. Rasa Syukur dan Amanah yang di pandang berat oleh Anwar akan dijalani dengan kometmen yang tinggi dan penuh kesabaran, karena tak banyak pemimipin di Kabupaten Sumenep yang kerasan saat di tempatkan di Daerah Kepulauan. Bagi Anwar, kepulauan di Kabupaten Sumenep dibilang kecil dari pada Pulau yang ada di daerah Papua yang kendaraan utamanya berupa pesawat. Sedang di pulau Sumenep, khususnya Nunggunong banyak pe rahu nelayan dan Kapal Laut yang biasa di kendarai masyarakat ke pulauan jika ingin ke Wilayah daratan setiap saat dan waktu.

Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, Anwar sebagai Camat Nonggunong akan melakukan pembenahan dalam berbagai hal. Adapun yang akan dilakukannya pertama kali yakni pembenahan intern berupa Adminitrasi kantor, pembinaan pada stafnya dan para Kepala Desa di wilayahnya. Tak banyak yang ia sampaikan saat rapat staf meeting te rtanggal 29/11 di kantor Kecamatan Nonggunong, yakni mudahkan pelayanan bagi masyarakat, belajar malu pada dirinya sendiri saat berbuat salah ( jarang masuk kantor red.), tumbuhkan rasa cinta dan memiliki pada jabatannya, jadikan kantor se bagai rumahnya, dan Anwar mengancam pada stafnya

jangan sampai tidak masuk kantor tanpa alasan yang jelas, dan jangan sampai dirinya menggunakan wewenangnya sebagai camat Pembenahan extenal juga menjadi target utamanya, yakni di bidang pendidikan dan ke se hatan, dengan banyak koordinasi dan komunikasi dengan pihak puskesmas dan UPT Pendidikan setempat juga dengan masyarakat. Dari dua target utamanya tersebut, Anwar menekankan kemudahan pelayanan bagi masyarakat secara umum. Karena semua pejabat di Kecamatan Nonggunong merupakan kuli dan pesuruh masyarakat Nonggunung. Jadi yang namanya kuli dan pesuruh masyarakat harus menjadi pelayan yang baik. [sin] www.radarminggu.co.nr


10

Radar Agung TULUNGAGUNG - TRENGGALEK

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

Bupati: Perencanaan Yang Gagal Hanya Akan Membangun Kegagalan TRENGGALEK, RM erencanaan memegang peranan penting dalam mensukseskan suatu kegiatan, termasuk dalam urusan pemerintahan. Jika perencanaan suatu pemerintah bagus, maka besar kemungkinan bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan juga akan berhasil. Didorong oleh latar belakang di atas, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bekerjasama dengan Australia Indonesia Partnership for Decentralization (AIPD) yang berada di bawah naungan AUSAID (Australia Agency for International Development) menggelar acara workshop Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Trenggalek. Workshop yang digelar selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Nopember 2011 di Hotel Hayam Wuruk ini dibuka secara resmi oleh Bupati Trenggalek pada hari Rabu, 23 Nopember 2011. Turut hadir pula dalam acara ini perwakilan dari AIPD, Boni Edi Maulana. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Trenggalek, Ir. Yudi Sunarko, M.Si. dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2011 ini ada 4 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang mendapatkan program workshop seperti ini, yaitu Trenggalek, Situbondo, Malang dan Sampang. Melalui workshop ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM khususnya aparatur pemerintah yang menangani perencanaan pembangunan. Adapun peserta workshop yaitu seluruh Kasubag Perencanaan di tiap-tiap SKPD dan semua staf yang ada di Bappeda. Sedangkan narasumber berasal dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan dari Bappeda sendiri. Dalam kesempatan ini pula, Yudi Sunarko mengharapkan kepada AUSAID agar ada kerja sama yang lebih luas dengan Pemkab Trenggalek di bidang lainnya, seperti bidang sanitasi lingkungan, kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR., MMT. mengungkapkan bahwa perencanaan sangatlah penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Trenggalek ke depan. “Mau dibawa kemana Kabupaten Trenggalek ini tergantung dari perencanaannya”,ungkapnya. Bupati mengharapkan agar dalam menentukan suatu perencanaan haruslah tepat, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan sukses. “Perencanaan yang salah atau gagal hanya akan membangun kegagalan”,tambah Bupati. Di samping itu, Bupati juga menyatakan bahwa sebenarnya Trenggalek kaya akan sumber daya alam, namun faktanya hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Menurut Bupati, salah satu penyebabnya adalah kurangnya inovasi dalam menentukan perencanaan pembangunan. “Perencanaan hingga saat ini hanya berjalan monoton saja, belum ada yang mengarah ke inovasi yang lebih baik. Selain itu, perencanaan cenderung bagaimana menghabiskan anggaran bukan menghasilkan”,tutur Bupati. Mengingat perencanaan pembangunan ini sangatlah penting, Bupati juga mempersilahkan kepada SKPD terkait untuk mengadakan studi banding ke daerah lain agar lebih meningkatkan wawasan tentang perencanaan pembangunan, khususnya dalam penanganan DAK, DAU dan PAD. Misalnya dalam penangan masalah Penerangan Jalan Umum (PJU). Hingga saat ini, menurut Bupati, Kabupaten Trenggalek selalu mengalami defisit antara pajak yang diperoleh dengan besaran biaya listrik yang dibayarkan ke PLN. “Sehingga perlu ada langkah konkrit untuk mengatasi hal ini, misalnya dengan memanfaatkan sumber energi lain di luas listrik PLN”,harap Bupati. wan

P

Siapa Calon

SEKDA Tulungagung? TULUNGAGUNG,RM emerintah Kabupaten Tulungagung telah mengajukan tiga nama calon pelaksana tugas (Plt) sekretaris daerah baru ke Gubernur Jatim Soekarwo untuk menggantikan Maryoto Bhirowo yang memasuki masa pensiun akhir November ini. “Kami memang sudah mengajukan calon Plt Sekda sesuai yang direkomendasikan bupati,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tulungagung Bambang Yanuarso. Bambang mengemukakan bahwa proses pengajuan nama Plt sekda yang telah mendapat rekomendasi Bupati Heru Tjahjono itu dilakukan sejak akhir pertengahan Oktober lalu. “Semoga akhir bulan ini sudah ada jawaban pasti dari gubernur siapa yang akan ditunjuk untuk menjadi pelaksana tugas sementara menunggu pejabat definitif,” katanya. Mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Tulungagung ini tidak bersedia menyebut siapa saja nama calon Plt sekda dimaksud. Namun, informasi dari beberapa sumber internal pemda setempat menyebutkan, ketiga nama yang santer disebut menggantikan Maryoto Bhirowo masing-masing adalah Kabag Keuangan Indra Fauzi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hendrik Setiawan, dan Kepala Dishub Kominfo Eko Asistono. “Itu kan versi kalian. Saya kira tidak perlu dirinci lagi karena prosesnya sedang berjalan,” kata Bambang mengelak. Kepada wartawan, Bambang hanya menegaskan bahwa secara aturan memang ada tiga nama calon Plt sekda yang mereka ajukan atas persetujuan bupati untuk diusulkan ke gubernur. Syarat dari pejabat yang berhak diajukan/diusulkan untuk menjadi Plt Sekda maupun pejabat definitif sekda selain minimal harus sudah masuk eselon II atau golongan IV C, yang bersangkutan juga diharuskan minimal berpengalaman dalam memimpin dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sekda Maryoto Bhirowo sendiri sesuai masa baktinya akan purna tugas per tanggal 1 Desember mendatang. Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu sebelumnya telah dua kali mendapat perpanjangan masa pensiun karena dinilai berprestasi. ctr

Paripurna Penyampaian RAPBD dan Perubahan Prolegda 2011 TULUNGAGUNG,RM Dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Drs. Isman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung menggelar sidang paripurna dengan agenda Penyampaian & Penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2012 dan Pengumuman Perubahan Prolegda Tahun 2011 di Graha Wicaksana DPRD Kabupaten Tulungagung. Rapat paripurna yang diikuti para pimpinan dan anggota DRPD ini dihadiri Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono, MM, Wakil Bupati Moch. Athiyah, SH, dan para Kepala SKPD Lingkup Pemkab Tulungagung. Bupati Tulungagung (Ir. Heru Tjahjono, MM) menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan Pemerintah Daerah tahun 2012 dari Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp. 100.615.958.157,00. Dana Alokasi Umum diestimasikan mengalami kenaikan sebesar 10%dari Rp. 723.703.537.000,00 menjadi Rp. 796.073.890.700,00. Adapun komposisi Ranca-

ngan Peraturan Daerah Tahun 2012 adalah Pendapatan Rp. 1.028.467.593.015,017, Belanja Rp. 1.080.345.401.282,31 Surplus/(Defisit) Rp. 51.877.808.2 67,14 dan untuk pembiayaan yang meliputi Penerimaan Pembiayaan Rp. 0,00 sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Rp. 1.084.180.275,00. Sehingga Pembiayaan netto Rp. 1.084. 180.275,00 Dari rincian diatas, sisa lebih pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) sebesar Rp 52.961.988.542,14 Dalam sidang paripurna tersebut Ketua DPRD juga mengumumkan ada perubahan Perubahan Program Legislasi Daerah Tahun 2011. Adapun yang diubah adalah Program Masa Sidang I Tahun Sidang III ( September – Desember 2011) Semula Masa Sidang I Tahun Sidang III 1.Ranperda tentang Perubahan Perda No. 3 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Inisiatif DPRD) 2.Ranperda tentang Pemberdayaan Perempuan (Inisiatif DPRD)

3.Ranperda tentang Perubahan Perda No. 8 Tahun 2002 tentang Retribusi Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Tulungagung (Inisiatif DPRD) 4.Ranperda tentang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Inisiatif DPRD) 5.Ranperda tentang Ijin PengelolaanAir Tanah (Inisiatif DPRD) 6.Ranperda tentang Penyerahan Fasilitas Umum dan

Fasilitas Sosial Pemukiman dari Pengembang kepada Pemerintah Daerah. 7.Ranperda tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil 8.Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Pasar 9.Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2012 10.Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tulungagung 2010 – 2030 11.Ranperda tentang Ba-

ngunan Gedung Berdasarkan Rapat Badan Legislasi Daerah dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung tanggal 29 Oktober 2011 terkait Perubahan Prolegda Masa Sidang I Tahun Sidang III sepakat menambah 2 Ranperda, yaitu : 1.Ranperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PT. Bank Jatim. 2.Ranperda tentang pelayanan Kesehatan pada UPT Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

PKK Kabupaten Trenggalek dan Dinkes

Gelar Semiloka Bahaya Asap Rokok TRENGGALEK,RM Sosialisasi tentang bahaya asap rokok terus digulirkan di Kabupaten Trenggalek. Rabu 23Nopember 2011 kemarin Tim Penggerak   PKK  Kabupaten Trenggalek bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek mennelar semiloka bahaya asap rokok dengan mendatangkan narasumber yang memang concern di bidang ini yaitu Prof. Dr.dr. Priyono Setya Bakti , MS, MPh, yang merupakan guru besar dari Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.    Agar pesan tentang bahaya asap rokok ini sampai ke masyarakat, selain menghadirkan para Kepala Desa juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, para Camat serta Ketua Tim Pemggerak PKK tingkat Kecamatan se-Kabupaten Trengg-

P

alek. Bertempat di Hall Hotel Hayam Wuruk Trenggalek, semiloka ini dibuka oleh Bupati Trenggalek. Keprihatinan akan semakin banyaknya perokok aktif di Kabupaten Trenggalek diungkapkan oleh Ketua Penyelenggara, Umbar Pramadi, S.Sos. Menurutnya, berdasarkan data

yang ada, bertambahnya jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah perokok aktif. Berdasarkan alasan inilah semiloka  ini diselenggarakan.  Hal ini semakin dikuatkan dengan hasil survey yang menunjukkan bahwa 74% penduduk  miskin perkotaan  merupakan perokok aktif. Diung-

kapkan oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT dalam sambutannya, para perokok tersebut menghabiskan sekitar  22% belanja mingguan mereka untuk membeli rokok. ”Yang menyedihkan, pengeluaran untuk berbelanja rokok tersebut lebih besar dari belanja makanan pokok yang hanya mencapai 19 %.” ungkap Bupati.  Ditambahkan oleh Bupati,  pesan bahaya merokok yang terdapat pada dibungkus-bung kus rokok ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan.Oleh karena itu, Bupati mengharapkan agar para peserta semiloka untuk menyampaikan informasi bahaya asap rokok  kepada  masyarakat  di sekitarnya. Selain itu, para dokter juga diminta untuk berperan aktif memberikan contoh

dengan tidak merokok. Untuk menekan jumlah perokok, Bupati juga meminta RSUD Dr. Soedomo untuk menerapkan aturan tidak boleh merokok dalam kamar pasien. Bupati menekankan bahwa di kota-kota besar gerakan anti asap rokok ini juga sudah mulai digalakkan misalnya dengan mempersempit ruang untuk merokok khususnya di tempat-tempat umum. “Di kota-kota besar terutama di ruang umum, tempat untuk merokok semakin dipersempit,” pungkas Bupati. Dalam kesempatan ini, Bupati mengukuhkan kader anti asap rokok yang ditandai dengan pemberian slempang kader anti asap rokok. Diharapkan para kader ini nantinya akan menjadi kepanjangan tangan dari Tim Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan dalam memasyarakatkan bahaya asap rokok di masyarakat.[tim]

Maryoto Birowo,

Jadi Ketua Koni Kabupaten Tulungagung TULUNGAGUNG, RM Drs. Maroto Birowo, MM, sabtu 17 Desember 2011, terpilih kembali sebagai Ketua KONI Kabupaten Tulungagung untuk masa bhakti 2012-2016, dalam musyawarah Olah raga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Tulungagung di Hotel Istana. Musorkab yang dibula oleh Plt. Sekda Tulungagung Ir. Heru Dwi Tjahjono,MM ini diikuti Pengurus KONI Kabupaten Tulungagung masa bhakti 2007-2011, Utusan dari Pengurus Kabupaten Cabang Olah Raga dari anggota yang ada di Wilayah Kerja KONI Kabupaten Tulungagung serta Utusan koordinator Olah raga Kecamatan selaku Peninjau dan PengurusKoni Propinsi Jawa Timur sebagai Nara Sumber. Bupati Tulungagung da-

lam sambutan tertulisnya yang disampaikan Ir. Heru Dwi Tjahjono,MM mengatakan, duduk di kepengurusan KONI merupakan salah satu bentuk pengabdian serta wujud kecintaanya terhadap olah raga. Karena itu Bupati mengajak kepada Pengurus KONI di Tulungagung untuk bekerja sama, tidak saja kepada sesama pengurus tapi juga kepada seluruh pengurus Cabang Olah raga, para atlit, Pemerintah Daerah dan masyarakat demi kemajuan dan prestasi olah raga di Kabupaten Tulungagung. Sementara itu, Sekretaris KONI Propinsi Jawa Timur mengajak kepada segenap jajaran KONI untuk terus melakukan Pembinaan Atlit sejak dini dan berkesinambungan, Menurutnya, Pembinaan Atlit berprestasi tidak bisa dilakukan secara tiba–tiba, tetapi harus

melalui proses, dan disinilah perlu adanya Pembinaan.

Dan tak kalah penting adanya kejuaraan dan

kompetisi guna memupuk dan memperkuat mental atlit. ctr www.radarminggu.co.nr


11

pariwara

RADAR MINGGU - EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

Djalal Prioritaskan Percepatan Penyerapan Anggaran JEMBER, RM ARI pertama menjabat kembali sebagai Bupati Jember, MZA Djalal langsung menggelar rapat bersama SKPD, untuk mengupayakan percepatan penyerapan APBD 2011. Sebab sampai saat ini penyerapan APBD 2011 baru me ncapai 60 persen. Usai me mimpin Ape l Selasa pagi, Djalal menjelaskan, mau tidak mau SKPD harus siap bekerja cepat agar di akhir tahun nanti penyerapan anggaran 2011 bisa mencapai 100 persen. Tetapi jika memang ternyata tidak bisa mencapai 100 persen, nanti akan dikejar lagi dalam tahun anggaran 2012 mendatang.

H

MZA. DJALAL Menurut Djalal, dirinya belum mengetahui secara detail kendala yang dihadapi SKPD, karena belum semua laporan diterimanya. Tetapi Djalal yakin re ndahnya

penyerapan anggaran tidak semua karena kesalahan SKPD. Mungkin saja karena adanya kendala makro, yakni keterlambatan penetapan APBD 2011 lalu. Lebih jauh Djalal menjelaskan, diawal dirinya menjabat lagi sebagai Bupati Jember, dirinya bersama seluruh Kepala SKPD akan melakukan evaluasi kinerja sepanjang tahun 2011, sekaligus mempersiapkan APBD 2012 mendatang. Djalal berharap, tidak terjadi keterlambatan lagi dalam penetapan APBD 2012 mendatang. Kalaupun harus terjadi keterlambatan jangan sampai keterlaluan seperti penetapan APBD 2011 lalu. [sutsar]

Utamakan Komitmen Bersama SISWA... DARI HAL 09 (pekan olahraga nasional red.). Berbagai lomba yang pernah ia ikuti, antara lain UM CUB Putra katagori Tunggal putra di Universitas Malang tahun 2011 mewakili SMA I Gayam, POPDA di Kabupaten Nganjuk Katagori Regu Putra peringkat V Se-jatim mewakili Kabupaten Sumenep, KEJURDA PRA PON tahun 2010 Katagori Regu Putra peringkat V, PORFRON III di Kabupaten Kediri katagori Regu Putra masuk dalam peringkat IV, O2SN tahun 2011 di Surabaya katagori Regu Putra masuk Final,. Tak cukup di situ saja jelas

Edi, ada cita-citanya yang belum tercapai, yakni ikut lomba pancat silat internasional mewakili Republik Indonesia tanah air tercintanya. Saat di tanya oleh media ini resep di balik semua kesuksesannya? Dengan singkat Edi menjawab restu orang tuanya, kepala sekolah dan segenap dewan gurunya. Budi Hartono, Kepala Sekolah SMA Negeri I Gayam berkometmen untuk memacu semangat potensi siswa siswinya baik secara moril maupun materiil, menurutnya, dua hal itu termasuk kunci sukses yang harus sejalan dan seirama. Disamping itu, untuk program kedepan pihaknya menginginkan semua kegiatan olahraga di

Imigrasi Jember Bantah Istimewakan Imigran Gelap JEMBER, RM migrasi Jember membantah anggapan pengistimewaan para imigran gelap yang dievakuasi dari perairan Puger. Lima dari 13 orang imigran, yang selamat pasca tenggelamnya kapal yang mengangkut mereka itu, diinapkan di Hote l Sulawesi. Di Jember, hotel ini boleh disebut salah satu hotel berkelas, dengan harga kamar paling murah Rp 250 ribu per malam. Dari segi makanan pun, para imigran ini mendapat makanan be rupa ayam goreng waralaba internasional maupun minuman ringan bermerek. Kepala Kantor Imigrasi Jember Rustham Effendi me ngatakan, pe rlakuan terhadap para imigran tersebut sudah sesuai standar kelayakan internasional. “Kami bekerjasama dengan IOM (International Organization for Migration). Tidak

I

akan menggerogoti anggaran kita,” katanya, Rabu (21/12/ 2011). IOM yang mendanai perawatan para pengungsi sebelum dipulangkan ke negara masing-masing. Kantor Imigrasi sendiri betugas melakukan pemeriksaan terhadap para migran, untuk memastikan apakah mereka pengungsi atau pencari suaka. Setelah identifikasi jelas, maka IOM akan turut serta menangani. Siang tadi, delapan orang migran yang semula dirawat di RS Bhayangkara Lumajang sudah dibawa ke Jember. Mereka disatukan di Hotel Sulawesi. Petugas kantor Imigrasi akan membuat berita acara pemeriksaan untuk mengetahui status dan asalmuasal mereka. Mereka punya waktu tujuh hari untuk melakukan pemeriksaan sebelum dibawa ke rumah detensi di Bangil, Pasuruan. [sut]

Fokus Pada Kegiatan Kemasyarakatan MARLON.. DARI HAL 01 di Sekretariat PMM Jl. Diponegoro Nganjuk. Dilain tempat, Yanto Purnomo  Ketua Dewan  Penasehat PMM, merasa terhormat dengan bergabung Marlon dengan Syahroni. “Sikap mereka ini suatu pemikiran yang lebih maju, karena punya kepedulian kepada masyarakat.  Semoga dapat memberikan sumbangsih baik dalam

pemikiran maupun tenaganya, ” tutur Yanto. Perlu diketahui, dalam Paguyuban Masyarakat Mandiri ini, YantoPurnomo bersama rekanrekanya bertekad mengembalikan hak-hak masyarakat Nganjuk yang wajar, fair dan sesuai proporsinya. Bahkan saat ini nama Yanto Purnomo sudah ramai dibicarakan masyarakat untuk dicalonkan sebagai Bupati Nganjuk dalam periode mendatang.   [dio]

Kirim Opini dan Surat Pembaca ! cukup email ke: radarminggu@yahoo.com

SMA Negeri I Gayam dapat berkiprah di tingkat Kabupaten hingga tataran tertinggi. Adapun olahraga yang sudah di persiapkan, yakni Kacong Cebbing, Sepak Bola, Pimpong, dan Lari Lompat Jauh dan lari SWIN 100 Meter Cabang Atletik. Budi berharap dukungan semua pihak, khususnya Bapak Bupati Sume nep, K.H.Abuya Busro Karim untuk ikut memberi support bagi siswa siswi Sumenep khususnya anak di didik SMA I Gayam untuk terus maju meraih impiannya agar segera terwujud dan nama harum Kabupaten Sumenep dapat terdengar di Negara-negara lain. [sin]

MKKS SMK NEGERI Kab.Mojokerto Mengucapkan

Selamat dan Sukses HUT PGRI Ke - 66 Tahun 2011 Kabupaten Mojokerto Drs.ASLICH Ketua

www.radarminggu.co.nr


12

TERBIT DARI DAERAH - MENJELAJAH NUSANTARA

EDISI 85, TAHUN IX, MINGGU KE I JANUARI 2012

Profesi Photography Menggeliat Dengan Pasti S Madiun, RM aat sekarang ini tidak hanya di kotakota besar saja yang bisa berperan dalam modeling maupun photografer untuk menghasilkan photografynya. Karena para photografer dari Kota/Kab. Madiun sudah menyiapkan diri dan siap untuk berani tampil dalam ajang ini. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Photografy Madiun (Perphoma) tak putusnya untuk memperdalam ilmu dan pengalamannya. Ini dilakukan dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya dengan mengadakan workshop photografy. Bahkan tak tanggung – tanggung pada 14 Desember lalu mendatangkan Mr. Kicung dari Yogyakarta sebagai pembicara. “Ini kami lakukan semata – mata hanya untuk memperdalam keahliannya para anggota dengan menimba ilmu pada ahlinya. Agar nantinya bisa menampilkan

karya yang bagus dan bermutu” jelas Yusak Supardji Ketua Perphoma. “Selain itu, kami pada tanggal 17 – 18 Desember lalu, bersama semua anggota Perphoma menghadiri acara Forum Komunikasi Asosiasi Fhotografy Indonesia (FAFY) di Surakarta” imbuh Yusak Supardji. Acara Seminar Management Bussines Fhotografy dan Wedding Fhototgrafy ini tepTNY digelar di Wisma Seni Taman Budaya Surakarta. Dan acara ini dihadiri semua anggotanya dari berbagai organisasi photografy dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, para komunitas dan penghoby. Diantaranya Perphoma ( Madiun ), Perfip ( Ponorogo ), Kompo ( Ponorogo ), MPC ( Magetan ), Perfhopas ( Pasuruan ), AFOS ( Sidoarjo ), KPS ( Surakarta ), Perpokan ( Ngawi ) dan masih banyak lagi dari daerah lainnya. adv

Suasana seminar Management Bussines Fhotografy dan Wedding Fhotografy yang digelar oleh Perphoma dan diikuti oleh photografer dari berbagai daerah.

H ABDUL GANI SUHARTONO MM WALIKOTA

DRS. H. MAS'UD YUNUS WAKIL WALIKOTA

www.radarminggu.co.nr



Radar Minggu Edisi 85