Issuu on Google+

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software ONLINE : WWW.RADARMINGGU.TK http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

C E

R D A S

I

T A

J A

M

I

A K

T

U A L

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009 TERBIT : 12 HALAMAN

STATEMENT

A

hli  pemerintahan  dari  Universitas  Muhammadiyah  Malang (UMM),  Prof  Ma’sud  Said  menilai,  acara  yang  dilakukan anggota  dewan  kabupaten  di  luar kelaziman. “Saya kira semua masyarakat di Malang, bahkan di Jawa Timur ini tahu,  belum  pernah  ada  lembaga Dewan  menggunakan  ruang paripurna  untuk  pentas  joget dengan  mengundang  penya nyi  berpakaian  seksi seperti  itu,”  katanya.       Situasi  ini mengakibatkan keterkejutan banyak  pihak dan  dari  sisi  moral pemerintahan, akan menim bulkan  ketidakpercayaan (distrust)  yang besar  dari publik.  “Ini  tamparan yang  keras  dan menyakitkan.  Kasihan masyarakat yang  sudah memilih  mereka.  Ini sangat  kita  sesalkan,” ungkap Masud yang juga meminta dewan sadar dan introspeksi  diri.

SOLIDARITAS

Gelar Aksi Keprihatinan

M

enyikapi  aksi  kekerasan  yang  dilakukan  oknum  anggota DPRD  Kabupaten  Malang  terhadap  wartawan  Surya, Imam Taufiq, pekan lalu   Aliansi  Jurnalis  Malang Raya menggelar aksi  keprihatinan di depan gedung DPRD Kabupaten Malang.    Aliansi  Jurnalis yang diwakili Ketua PWI Malang Raya,  Eko Nurcahyo  dalam  pernyataan  sikapnya  menyesalkan  terjadinya pemukulan  tersebut  yang  diduga  untuk  mempersulit  wartawan menjalankan  profesi  jurnalistiknya.     Menurutnya, jika ada yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers,  sangat  dianjurkan  menempuh  upaya  penyelesaian  lewat mekanisme hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Pers.    “Kami meminta Polres Malang bersungguh-sungguh menindaklanjuti  laporan  pelapor  dan  menyelesaian  persoalan tersebut. Kami juga meminta pada ketua dan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang memberi sanksi  pada anggota dewan yang melakukan kekerasan dan mengimbau semua anggota dewan menggunakan seluruh fasilitas negara di dalam gedung sesuai peruntukannya,”  ujarnya.  sry/ito

HUKUM

Kekerasan, Momok Jurnalis

R

ancangan Undang-Undang (RUU) Rahasia Negara, dikhawatirkan akan mengungkung kebebasan pers di tanah air. Dan, sekarang ini masih banyak juga kasus kekerasan terhadap wartawan  ketika menjalankan  tugasnya di  lapangan.    Hal itu diungkapkan Agus Sudibyo, Deputi Direktur Yayasan Sains Estetika  dan Teknologi,  Jakarta dalam  pelatihan  jurnalistik  bertema Media dan Reformasi Sektor Keamanan di Indonesia yang diselenggarakan bersama oleh Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis  Indonesia,  DCAF,  dan Aliansi  Jurnalis  Independen  (AJI) Malang di Hotel Tugu, Kota Malang, Rabu pekan lalu.    “Klasifikasi rahasia negara itu tak jelas dan bisa ditafsirkan menurut selera  penguasa. Kalau  tetap dipaksakan,  bisa diduga  pemerintah seperti hendak  menciptakan rezim kerahasiaan dan  itu akan mengembalikan posisi Indonesia ke  era otoriter,” kata Agus.    Sedangkan menurut Hooman Peimani, konsultan dan peneliti pada The Geneva for the Democratic Control of Armed Force (DCAF), Swiss, tak hanya kebebasan pers  yang akan mengancam jurnalis tetapi tindakan kekerasan yang masih jadi momok menakutkan. “Di Indonesia ancaman keselamatan masih lumayan baik dibandingkan di  Vietnam,  Myanmar,  Thailand,  dan  Malaysia,”  tandasnya.  sry/ito

TINDAK LANJUT

Akui Salah, Sugianto Minta Maaf

A

nggota DPRD Kabupaten Malang dari FPDIP, Sugianto, yang diduga memukul wartawan Surya, Imam Taufiq, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian di gedung Dewan Selasa pekan lalu. “Saya minta  maaf atas peristiwa itu, jika musik  dangdut yang  saya  usulkan  justru melukai  perasaan masyarakat,” ucap Sugianto, Rabu malam pekan lalu.    Menurut Sugianto, peristiwa  itu akan menjadi introspeksi bagi dirinya, bahwa apa yang ia anggap biasa seperti hiburan dangdut, belum tentu berkenan bagi orang lain. Apalagi, dangdut itu digelar di gedung  dewan  dengan  penampilan  para  penyanyinya  yang  seksi.    Terkait pemukulan terhadap wartawan Surya, Sugianto mengatakan sebenarnya sebagai guyonan. Karena ia biasa bercanda dengan wartawan. “Saya juga tidak percaya, mengapa ini jadi berita besar. Saya dengan Taufik itu kan teman,” ungkapnya.    Menurut Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kabupaten Malang, Sueb Hadi, acara musik dangdut itu merupakan sumbangan Ketua DPRD, Suhadi dan Sugianto, anggota dewan dari  PDIP. “Tapi  saya tidak  tahu berapa  jumlah sumbangannya. Kebetulan hari itu ulang tahun Pak Suhadi ke-42,” terang Sueb saat ditemui di ruang Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Rabu.     Sementara itu, wartawan Surya Biro Malang Imam Taufiq yang menjadi korban pemukulan, Rabu (12/8) siang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Malang, dengan nomor laporan polisi  STPL/155/VIII/2009/Polres. Usai  melapor  ke Polres  Malang, Taufiq menjalani visum di RSUD Kepanjen sampai pukul 14.30 WIB. Malamnya  Taufiq  menjalani  pemeriksaan.  sry/ito

ISSN : 2085-5915

Radar Minggu

HARGA : Rp. 3.000,- LUAR JAWA : Rp. 3.500,-

GROBOGAN Terkait Penangkapan Tersangka Pembunuhan

Kapolres Grobogan Disoal

Kini, Polres Grobogan, Jawa Tengah ditimpa masalah, terkait pengungkapan kasus pembunuhan belum lama ini. Kapolres AKBP Drs Isnaeni Ujiarto Msi yang baru saja bertugas di Grobogan, kini telah dilaporkan ke Propam Polda Jateng. Karena, penangkapan  yang dilakukan  oleh  anakbuahnya pada para tersangka kasus pembunuhan, diduga hanya sebuah rekayasa oleh pihak polisi. BACA DI HAL 04

SUMENEP Demi Pil, Tega Racuni Suami ? Sungguh  naas  nasib  Hamdi.  Warga  Desa  Moncek  Timur,  Kecamatan Lenteng,  Kabu  paten  Sumenep,  Jawa  Timur,  ini  tewas,  setelah  minum jamu  yang  dibuat  oleh  Um,  istrinya  sendiri.  Apakah  jamu  tersebut dicampuri  racun,  karena  telah  tersebar  kabar  kalau  Um  telah  memiliki pria  idaman  lain  (Pil),  inilah  tugas  polisi  untuk  mengungkapnya. BACA DI HAL 10

Gedung Dewan Diguncang Dangdut Koplo Acaranya Diliput, Seorang Wartawan Dianiaya Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur,  pekan lalu diguncang dangdut koplo. Di gedung wakil rakyat yang terhormat itu, dihebohkan dengan penampilan penyanyi- penyanyi seksi. Selain berpakaian minim, goyangan mereka juga sangat menggoda. Pantaskah, di ruang rapat paripurna,  tempat dimana proses kebijakan dibuat, terus dipergunakan sebagai arena pertunjukan dangdut koplo ? MALANG, RM uangan yang  biasa dipakai PKB  yang  berani  bicara.  “Saya rapat  penting  antara memang  datang  dan  hanya pejabat  eksekutif  dengan memimpin  doa.  Begitu  acara legislatif itu Selasa ( 11/08 ) dipakai dangdutan,  saya  langsung  keluar ajang hiburan dangdut. Acara yang dan pulang. Sebab, saya memang tak  pantas  berlangsung  di  dalam tak  setuju  dengan  acara  itu,” ruangan  rapat  paripurna  itu, paparnya. sengaja  didatangkan  oleh  anggota    Samsul mengaku tak tahu siapa Dewan,  untuk  meramaikan  acara yang  punya  ide  mendatangkan peringatan  Hari  Kemerdekaan  17 acara  yang  bisa  menodai  citra Agustus. anggota  dewan  itu.  Namun  yang       Sebelum  berlangsung  hiburan jelas,  tidak  selayaknya  ruangan dangdut  koplo,  acaranya  diawali rapat paripurna yang cukup sakral dengan pemotongan tumpeng. Hal itu  dijadikan  ajang  berjoget. ini dihadiri oleh sekitar 20 anggota Tindakan Samsul yang keluar dari dewan,  termasuk  Suhadi,  ketua ruang  itu,  juga  diikuti  sejumlah dewan dan  wakilnya, HM  Sanusi. anggota  dewan  dari  kalangan       Dalam  acara  ini,  tidak  semua perempuan,  seperti  Hikmah  B, anggota dewan setuju. Setidaknya, Samsul Hadi,  anggota Dewan dari        > BACA DANGDUT ..HAL 03

R

Wartawan Dianiaya

P

ertunjukan dangdut koplo di sekitar 50 meter dari depan gedung ruang  rapat  paripurna dewan – ditelepon Sugianto. Padagedung  DPRD  Kabupaten hal  saat  itu  Taufiq  dan  para Malang  tersebut,  berbuntut  pada wartawan  itu  mau  pulang.  Pada pemukulan  terhadap  seorang percakapan  telepon  itu,  Sugianto wartawan  Harian  Surya,  Imam meminta Taufiq dan para wartawan Taufiq yang meliput acara tersebut. lainnya  agar  tak  meliput  acara       Pemukulan  itu  bermula  dari dangdutan  tersebut. Sugianto,  salah  seorang  anggota     Alasan dia,  dangdutan itu sifatnya dewan  tak  terima,  bahwa  acara pribadi–kegiatan dewan. Namun oleh dangdutan  itu  diliput  wartawan. Taufiq,  permintaan  Sugianto  itu  tak Apalagi,  wartawan  yang  meliput bisa  dituruti  karena  itu  hak  masingsaat  itu  jumlahnya  cukup  banyak, masing wartawan. mulai  elektronik  sampai  media “Sampaikan  pada  semua  wartawan cetak. agar  tak  usah  meliput.  Jika  ada       Saat  Taufiq  bersama  sejumlah wartawan  berada  di  warung  kopi–        > BACA DIANIAYA. HAL 03

Para Artis Dangdut Koplo Sedang Beraksi Diatas Ruang Sidang Paripurna DPRD Kab. Malang

Pertunjukan Semakin Liar

P

ertunjukan  dangdut  koplo  di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten  Malang  ,  pada Selasa lalu itu, semakin siang semakin panas.  Beberapa  anggota  dewan yang  terhormat,  bersama masyarakat, berjoget dan bergoyang bersama  para  penyanyi  yang berpenampilan    cukup  seksi.     Namun, yang membuat acara itu

tak pantas  dan sangat memalukan, karena  yang  hadir  bukan  hanya anggota dewan dan Pegawai Negeri Sipil  (PNS)  dari  sekretaris  dewan (sekwan).  Terlihat  juga  sejumlah masyarakat umum,  ikut   hadir dan ikut  menikmati acara  tersebut.    Mereka  duduk bersama anggota dewan di kursi undangan yang biasa dipakai  rapat  penting.  Setelah berlangsung  sekitar  dua  jam, hiburan orkes dangdut  itu berubah jadi ‘liar‘. Jika semula para anggota dewan itu hanya duduk di kursinya, mereka langsung naik panggung dan berjoget  dengan  empat  penyanyi nya.

      Melihat  ada  anggota  dewan meliuk-liuk di  atas panggung,  para undangan  lainnya  juga  mengi kutinya. Akhirnya,  ruangan  paripurna  berubah jadi  ajang berjoget. Saat banyak orang berjoget di depan undangan,  di  kursi  dewan  masih banyak  PNS  yang  kebanyakan perempuan  itu  menontonya.       Baru, setelah banyak wartawan dari  media  cetak  dan  elektronik datang mengambil gambar acara itu, satu  per  satu  anggota  dewan ketakutan.  Semula  anggota  dewan yang  sempat  berjoget  akhirnya kembali  duduk  manis  di  kursinya. sry/ito

PDIP Beri Sanksi Anggotanya yang Terlibat

D

ewan  Pimpinan  (  DPD) PDIP yang terlibat,  termasuk juga PDIP  Jatim  mengancam dugaan  adanya  tindak  kekerasan kepada anggotaya, bila ada terhadap  jurnalis  yang  sedang yang terlibat pada pesta dangdutan bekerja,” jelas Kusnadi, Sekretaris di ruang sidang DPRD Kabupaten DPD  PDIP  Jatim  ,  Kamis  pekan Malang,  11  Agustus  lalu,  akan lalu. ditindak  tegas.  Siapapun  yang         Bukti  keseriusan  DPD  PDIP terbukti  terlibat  akan  dikenakan Jatim ditunjukkan dengan mengirim sanksi  sesuai  mekanisme  partai. surat  instruksi  kepada  DPC  PDIP       “PDIP  memandang  pesta  itu Kabupaten  Malang.  Surat  nomor mencederai hati  masyarakat. Saya 620/IN/DPD/VIII/2009  tertanggal kira  Badan  Kehormatan  (BK) 13  Agustus  itu  isinya, DPRD  Kabupaten  Malang  akan memerintahkan  DPC  Kabupaten memproses  itu.  Urusan  kami Malang  agar  membentuk  Komite adalah  khusus  pada  anggota  F        > BACA PDIP.. HAL 03

Skala Prioritas Mustahik “Dan janganlah kamu membunuh anakanakmu karena takut kemiskinan.Kamilah yang memberi rizki mereka dan juga kepadamu kamu sesungguhnya membunuh mereka adalah  dosa  besar“

S

kala  p enerimaan zakat,sudah   jelas dan  tegasdiatur  Allah melalui  firman-Nya  dalam QS.At-Taubah  ayat  60,yaitu har us  d iber ikan   kep ada delapan  golongan  (asnaf)  ; Fakir,  Miskin,  Amil  Zakat, Muallaf ,  Riq ab,  Ghor im, Sabillah dan Ibnu Sabil. Namun yang  menjadi  pertanyaaan, akankah   dana  zakat  yang terhimpun  dibagikan  merata kep ada  delapan  asnaf? Pad ahal  belu m  tentu dilingkungan  nya  terdapat

delapan asnaf secara lengkap. Karena  itulah  lembaga Amil Zakat  perlu  menyusun program  penya  luran  berdasar skala  prioritas, agar  tepat  sasaran sesuai  peran dan  fungsi zakat.       Tercantum  skala  pr ioritas sasaran   pen erima  zakat  ini separohnya  tergantung  kepada kebijakan pengelola lembaga Amil Zakat.  Tentu  dalam  menyusun daftar skala prioritas, peta sasaran sud ah  tertata  jelas.  Ar tinya, golongan  man a  saja  yang mendesak  untuk  di  garap,  sudah menjadi  target  sasaran  dengan mendasarkan  ketercukupan  dana dari  prospek  ke  depan.       Bila  mau  mencermati  kondisi saat  in i,  setid aknya  ad a  satu

garapan  yang  sangat  mendesak untuk  digarap.  Golongan  fakir miskin  atau  sebut  saja  kelompok Dhuafa.  Kelompok  ini  potretnya membentang  lebar  didepan  kita “Potret”  kusam  sebagian  warga Indonesia  ini  terpampang  jelas sejak lama, tapi baru terdata sejak krisis  moneter  pada  pertengahan tahun 1997.       Data  dari  pusat  in formasi jaringan  pengaman  sosial  tahun 2000,  tercatat  37,5  ju ta  jiwa penduduk  yang  hidup  di  bawah gar is  kemiskinan.  Beber apa lembaga lain menyebut sekitar 20 persen  penduduk  yang  hidup  di bawah garis  kemiskinan.    Soal pendataan penduduk yang hidup  di  bawah  garis  kemiskinan

E-MAIL : RADARMINGGU@YAHOO.COM

ini  bisa  saja  tidak  pas  dengan realita  di  lapangan.  Bisa  kurang atau  lebih.   Tapi  setidaknya memberi  gambaran  kepada  kita betapa  banyak  saudara  kita  yang masih  h idup   di  bawah  garis kemiskinan,  sebuah  kehidupan yang  jauh  dari  kelayakan kebutuhan  hidup. Sedang  sisi  lain,  pada  saat  krisis eko nomi  yang  ber kemb ang menjadi  krisis  multi  dimensi  ini, kita  tetap  dap at  menyaksikan betapa  masih  “membanjirnya” mobil mewah masuk ke negara kita dan   ter nyata  ju ga  laku  laris. Terakhir,  bulan  Mei  2002  mobil terbaru jenis Mercedez Benz tipe SL  500  juga  sudah  masuk BACA KAUM... HAL 03 www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

2   Opini

RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Ketika Ekonomi Berpihak pada Rakyat Berbicara politik tanpa menyentuh masalah ekonomi memang nyaris tak mungkin. Setiap  pemimpin yang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat, pasti bersedia untuk  bersikap eksis dalam mengurus masalah ekonomi – yang benar-benar membasis pada  nilai-nilai kerakyatan

OLEH : MUZAMIL SURYAATMAJA

- (Drs Edy Suyanto, MSi).-

Kemerdekaan

P

ada Ahad Legi malam lalu, gus Bahlul setelah membacakan do’a dalam rangka syukuran menyambut peringatan hari kemerdekaan RI ke 64, dia terus memberikan ceramah tentang arti kemedekaan kepada para santri dan jamaah di langgar angkringnya. “Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, bukan hanya menandai hari kebebasan dar i  penjajahan,   melainkan  juga  potret  tentang  ‘dr ama eksistensi’(meminjam istilah Kierkegaard),” kata gus Bahlul mengawali ceramanya.    Yakni, sebuah pergulatan hidup yang merepresentasikan kedaulatan individu dalam mengarungi kehidupan. Kedaulatan individu dicerminkan dalam kemampuan untuk memilih perbuatan. Dalam perspektif filsafat eksistensialisme,  perbuatan  “memilih”  menggambarkan  tentang  cara “mengada”  manusia,  yang  membedakan  keberadaannya  (eksistensi) dengan makhluk lain.    “Kemerdekaan, dapat didefinisikan sebagai keadaan yang bebas dari intervensi dan penindasan,” tukas Gus bahlul sambil  menghisap rokok klobotnya dalam- dalam. Sedang, intervensi  itu   menunjukkan adanya kekuatan pihak lain yang mempengaruhi perbuatan dan pilihan individu. Peran pihak lain  tersebut membuat individu tidak  memiliki kebebasan untuk memilih perbuatannya. Selain itu, kualitas individu pun menjadi hilang.  Dengan  kata  lain,  individu  yang  dapat  memilih  perbuatannya menggambarkan bahwa dia memiliki pengetahuan tentang pilihan-pilihan tersebut.       Keadaan seperti  itu dapat  dilihat dalam  masa penjajahan  Belanda dulu,  ketika  bangsa  Indonesia  tidak  memiliki  kedaulatan  dalam menentukan  masa  depannya  sendiri.  “Keikut-sertaan”  pemerintah kolonial  Belanda  dalam  menentukan  arah  perjalanan  bangsa, dimungkinkan  oleh  posisi  politiknya  yang  dominan.  Itulah  situasi kolonialisme,  dimana  bangsa  Indonesia  sebagai  pemilik,  diposisikan sebagai  subordinat  dan  subjek “Memperjuangkan kolonial. Tidak hanya tujuan yang dikontrol,  melainkan juga definisi kemerdekaan tidak sebagai  bangsa  yang  belum selesai hanya dengan diri  ber adab.  Hal  ini  misaln ya mendeklarasikan dicerminkan  dari  adanya  “politik etnis”.   Dengan  memb erikan diri sebagai negara fasilitas  pendidikan  bagi  bangsa, merdeka. pemerintah  Belanda  ingin mengatakan bahwa mereka adalah Kemerdekaan yang bangsa  terpelajar,  sedangkan sejati belum Indonesia  tidak.   Ked atan gan terwujud, sepanjang mereka juga terkait dengan upaya memajukan bangsa Indonesia. “cara mengada”       Dalam  konteks  penjajahan, masih menjadi objek kedaulatan  bangsa  dalam mendefinisikan diri hilang. Bangsa dari pihak lain.” Indonesia tidak menjadi ego yang menentukan  identitas  dirinya. Oleh  sebab  itu,  “cara  mengada”  bangsa  jatuh  dari  derajatnya  sebagai manusia. Hampir tidak ada bedanya dengan binatang atau benda mati. Keberadaan mereka didefinisikan dan dikontrol oleh yang lain. Secara implisit, keadaan itu juga merepresentasikan penindasan. Ego manusia sebagai subjek yang berdaulat dirampas oleh the other (yang lain).       ”Merayakan kemerdekaan adalah selaras dengan memperjuangkan kemanusiaan.  Tidak  hanya  sebatas  menghormati  hidup  manusia. Seseorang  menjadi  manusia  lantaran  “cara  mengada”nya,”  tegas  gus bahlul. Dan, memperjuangkan kemerdekaan tidak selesai hanya dengan mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka. Kemerdekaan yang sejati belum  terwujud  sepanjang  “cara mengada”  masih  menjadi  objek  dari pihak  lain.    Marilah, kemerdekaan ini kita isi dengan hal- hal yang terbaik. Karena, Allah SWT melalui Al Quran, menyatakan bahwa kita adalah umat yang terbaik. Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa minder dari umat-umat lain, meskipun saat ini umat lain cendrung lebih maju dari pada kita. Kita memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Jika saat ini umat yang lain relatif lebih maju, artinya kita belum mengoptimalkan segenap  potensi  yang  kita  miliki.       Konsekuensinya,  kita  harus  menjadi  pemimpin  yang  mengarahkan kepada  kebaikan,  kita  harus  meminpin  dalam  teknologi  agar  teknologi diarahkan  untuk  kebaikan.  Kita  harus  memimpin  dibidang  informasi, agar informasi digunakan untuk kebaikan. Kita harus memimpin di bidang politik  agar  politik  dimanfaatkan  untuk  kebaikan,  dan  kita  harus memimpin di berbagai bidang lainnya agar bisa digunakan untuk kebaikan. Kebaikan  bukan  hanya  hasil  bicara,  kebaikan  akan  lebih  nyata  jika merupakan hasil kerja. Simaklah ayat ini “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah………….” (QS. Ali  ‘Imraan:110)  ******

“Sungguh  akan  datang  kepada  manusia  satu  zaman  disaat  seseorang tidak  peduli  darimana  mereka  mendapatkan  harta,  dari  yang  halalkah atau yang haram ?” (HR. Al-Buchari). “Diantara  tanda  berpalingnya  Allah  dari  seorang  hamba  adalah  Dia menyibukkan  hamba  pada  sesuatu  yang  tidak  bermanfaat  baginya”. (al-Hasan  al-Bashri) “Barangsiapa  mencintai  dan menyukai  dunia,  maka  kecintaannya terhadap akherat  akan pergi  dari hatinya”.  (Hasan al-Bashri) “Sesunggunya  bakti  anak  yang  terbaik  ialah  seorang  anak  yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya  tersebut  meninggal”.  (HR.  Muslim) “Barangsiapa yang diuji dengan (memiliki) anak-anak perempuan, lalu ia mengasuh mereka dengan baik, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari neraka” (HR. Al-Buchari).

DIDIEK DANUATMADJA Litbang ‘RADAR MINGGU’

E

KONOMI  Jawa  Timur tumbuh  cukup  subur, meski terkesan merangkak. Indikasi  ini  diantaranya  bisa  kita lihat dari data statistik yang muncul pada  semester  I  dan  prospeksi semester  II  tahun  2009  ini  yang mampu meraih angka 4,58 persen. Ini  cukup  bagus  lantaran  bisa menyalip  pertumbuhan  nasional dalam  kurun  waktu  yang  sama. Pertumbuhan  ekonomi  nasional saat ini berposisi pada angka 4,29 persen. Perbedaan persentasi 0,29 persen jelas membanggakan.       Yang  lebih  menghibur  kita, adalah pengakuan yang datang dari kalangan  perbankan.  Pantas dicatat,  pertumbuhan  ekonomi regional diantaranya tersokong dari sisi  ekonomi  mikro  yang  secara fenomenal  kian  membaik.  Bank Mandiri  misalnya,  memberanikan diri untuk mempergencar ekspansi kredit  mikronya  yang  optimis tumbuh  sampai  30  persen  dari penyaluran di semester I 2009 yang mencapai Rp  651 Miliar.     Selain kredit mikro, kalangan itu juga  melirik  kredit  kecil  dengan besaran  perhatian  antara  26-30 persen  dari penyaluran  semester  I 2009 sebesar Rp 1,2 triliun, dengan bermain  di  tingkat  cluster (kelompok).  Sementara  alokasi kredit  menengah  dan  korporasi

juga ditarget tumbuh sampai di atas 20  persen.     Litbang koran ini mencatat, pada semester  I  kredit  menengah  telah menerima  kucuran  Rp  6  Triliun, dengan  asumsi  outstanding  kredit sekitar  Rp  15  Triliun.  Bank Mandiri  berambisi  untuk  bermain di garis depan pada semua segmen untuk mengejar regional champion yang  diimpikan.     Pengakuan Kepala Kanwil VIII Bank Mandiri, Jlantok Hardjiman, menyerbutkan,  pihaknya  beran cang-ancang  menurunkan  suku bunga kredit sampai 50 basis poin sepanjang  semester  II  tahun  ini, dengan suku bunga di kisaran 12,513,5  persen.  Ini  sejalan  dengan tekad Bank Indonesia (BI). Melihat rendahnya  tingkat  inflasi  nasional yang  terjadi  pada bulan  Juli  2009 –  sebagaimana  dilaporkan  BPS  – BI  berniat  membabat  suku  bunga acuan  (BI Rate)  sebesar  25  basis poin.    Tetapi ekonomi memang tak bisa terlepas  dari  politik.  Gonjangganjing  perekonomian  banyak terpengaruh  pada  kondisi  politik sekarang,  yang  meski  Mahkamah Konstitusi  (MK)  telah  menolak tuntutan  yang  diajukan  oleh  tim Mega-Prabowo  dan  YK-Wiranto, keputusan  MK  yang  belum sepenuhnya  diterima  oleh  kedua pasangan penggugat Pilpres, masih mengidap  potensi  instabilitas politik  yang  berpengaruh  pada pasar. Belum lagi masalah terorisme yang  masih  menjadi  ancaman, terutama  bagi  peminat  investasi.       Konteks  perbincangan  kita  kali ini  berfokus  pada  permasalahan ekonomi  kerakyatan  yang  dewasa ini  memperoleh  posisi  terhormat sejak  kampanye  pemilihan presiden  berlangsung.  Berbagai

fenomena    yang  muncul  dari kalangan  perbankan  mengi ndikasikan  gambaran,  betapa posotifnya  dukungan  prospektif untuk  pengembangan  ekonomi kerakyatan  yang  saat  ini  sedang ramai-ramai  digenjot  untuk  lebih maju, terutama di Jawa Timur.       Meski  kita  telah  telanjur menerima pakem pasar bebas yang liberalistik  –  sebagai  risiko pergaulan  inter  nasional  –  rakyat telah  merasakan,  belakangan  ini perhatian  para  pengelola kekuasaan  nasional,  regional maupun lokal memang amat terasa. Indikasi    yang  bisa  kita  comot sebagai contoh dari kecenderungan itu  diantaranya  para  bupati/ walikota  di  sejumlah  daerah  telah memposisikan  peran  koperasi, UMKM  dan  pasar  (tradisional) menjadi  semacam  prioritas  untuk memperoleh  perhatian  lebih.       Bicara  tentang  ekonomi kerakyatan memang tak bisa lepas dari  ketiga  sisi  itu  (koperasi, UMKM  dan  pasar  tradisonal), yang  memiliki  peran  efektif  bagi pengembangannya.  Tulungagung misalnya,  terang-terangan  telah mendeklarasikan  sebagai Kabupaten  Penggerak  Koperasi dan UMKM. Pendeklarasian yang telah dilakukan oleh Bupati Ir Heru Tjahjono,  MM,  berimplikasi terbangunnya  semangat  baru  bagi komponen  yang berkaitan  dengan pengembangan  ekonomi  kerak yatan  ini.       Tetapi  buru-buru  kita  harus memberi catatan,  sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, yang bersumber pada political will yang jitu ini, seharusnya diiringi dengan berbagai    modal  dan  alat  untuk merealisasikan  gagasan  dan keinginan yang baik ini.

      Meski  angka  yang  pasti  masih belum  begitu  jelas  dipublikasikan, besaran  APBN  2010  oleh sementara pemerhati dan pemeran ekonomi  konon  belum  menunjuk kan  perhatian  yang  sangat  serius terhadap  masalah  pengembangan ekonomi  kerakyatan. Total APBN yang 60 persen “dikirim” ke daerah, mestinya  harus  mengalokasikan anggaran yang cukup. Begitu juga APBD  provinsi  dan  kabupaten/ kota. Tanpa dukungan dana (yang cukup),  idealisme  yang  baik  sulit untuk  diwujudkan. Dan  manakala apa  yang  didengung-dengungkan para  pemimpin  –  yang  berjanji akan  memberi  perhatian  yang sangat  khusus  terhadap  pening katan  kualitas  hidup  dan  sosial rakyat serta membabat kemiskinan dan  pengangguran  ternyata  gagal, risko  politisnya  memang  amat mengganggu kredibilitas.       Ketika  berbincang-bincang dengan  Litbang  Radar Minggu, Kepala  Dinas  Koperasi,  UMKM dan  Pasar  Kabupaten  Tulung agung,  Drs  Edy  Suyanto,  MSi belum  lama  ini,  dia  menuturkan, berbicara politik tanpa menyentuh masalah  ekonomi  memang  nyaris tak  mungkin.  Jika  kita  ingin meningkatkan  kesejahteraan rakyat,  kuncinya  adalah,  bagai mana  kita  harus  bersikap  secara eksis  dalam  mengurus  masalah ekonomi yang benar-benar berbasis perhatiannya  terhadap  nilai-nilai kerakyatan.  Kita  setuju  dengan pendapat  ini,  tetapi,  terus  terang, menjadi tak mungkin semua impian bisa  terwujud,  tanpa  dukungan anggaran yang dibutuhkan.    Kita terima sambutan yang baikbaik dari berbagai penjuru, sebagai responsitas.  Kita  terharu  pada sambutan para perajin  dan pelaku

ekonomi  mikro,  menengah  dan kecil serta para pengelola koperasi dan  kaum  pedagang  pasar tradisional,  yang  telah mengembangkan senyum cerahnya lantaran  berdengungnya  deklarasi yang  bernuansa  kerakyatan. Senyum  yang  mengandung berbagai  harapan  yang mengembang  di  balik    semangat guyub rukun  dalam  membangun ekonomi  rakyat  yang  selaras dengan  amanat   konstitusi  kita. Maju  terus  dan  percayalah,  jika mau, pasti bisa ! ***

“ Telah Datang Kepadamu Bulan Ramadhan, Bulan Keberkahan, Allah Mengunjungimu Pada Bulan Ini Dengan Menurunkan Rahmat, Menghapus Dosa - Dosa dan Mengabulkan Do’a ( HR. Ath - Thabrani ) “

Susahnya Jadi Bupati Oleh : Gangsar Widodo Sebagai orang awam,  saya gak bisa membayangkan,  bagai mana mumetnya jadi Bupati, terlebih menjadi Bupatinya orang jember yang sangat dinamis dan sensitive

K

emarin,  saya  sempat berdiskusidengan beberapa  kawan  yang selama  ini  selalu  menjadi  tempat berkeluh  kesah  ,  ketika  menemui berbagai persoalan yang tak mampu saya  pecahkan  sendiri.  Dalam diskusi  itu,  saya  sempat  melontar kan , bagai mana susahnya menjadi seorang  Bupati.  Namun yang  saya herankan , kenapa semakin banyak orang  tertarik dengan jabatan yang menurut  saya  sangat  susah  untuk menjalaninya, (maklum ) wong saya bukan  dilahirkan  untuk  memiliki pangkat  menjadi  bupati,  namun secara  kebetulan  saya  diberi kesempatan Allah untuk bisa dekat dengan para Bupati. Saya heran, dalam beberapa minggu terakhir ini banyak sekali orang yang membicarakan  posisi  Bupati,  ada yang  mengajak  ikut-ikutan  edan dengan  mencalonkan  diri  menjadi Bupati,  namun  ada  juga  yang memberikan  informasi  siapa-siapa yang  tahun  depan  bakal  men calonkan diri menjadi Calon Bupati di  kota  yang  dalam  tiga  tahun terakhir ini, menjadi beken , karena BBJ( Bulan Berkunjung ke Jember

)nya..  Dari  infomasi  yang  saya terima,  baik  melalui  surat  kabar  , maupun  dari  dunia  maya,  ada beberapa  orang  yang  menurut mereka  layak  untuk  dicalonkan menjadi  Calon  Bupati  jember, mereka  diantaranya  adalah,  Ir.H. Sudjatmiko,  kader  Partai  Golkar, yang pernah duduk di DPRD selama beberapa  periode,  H. Agus  Suhartono, pria asli desa Subo, Kecamatan Pakusari  ini,  mendadak  menjadi semakin  dikenal,  ketika  beberapa wartawan  menyetingnya  menjadi calon  Bupati  Jember  melalui  jalur Independent,  kemudian  ada  Dr.H. Bagong  Sutrisnadi  Wp,  mantan Wakil  Bupati  di  era  Bupati  Drs H.Samsul  Hadi  Siswoyo,  yang menurut  beberapa  kalangan,  Pak Bagong  itu  sudah  memastikan berangkat  dari  partai  Demokrat, bahkan  dalam  kartu  pengenalnya, disana ada gambar Pak Sby, Presiden RI, dan dibelakangnya gambar Pak Bagong,  kemudian  ada  juga  calon Bupati  dari  kalangan Akademisi, seperti  Mas  Kholik,  mantan  Tim Asistensi di era Bupati Samsul, dan beberapa  lainnya  seperti  Mas Achmad  Sudiono,  Kepala  Dinas Pendidikan juga diusung rame-rame untuk ikut meramaikan bursa calon

Bupati Jember.  Walau  saya  sendiri tahu,  kalau  pria  asal  Kraksan Probolinggo itu, mesti  akan  berokberok  kalau namanya  dicantumkan sebagai  calon  Bupati,  ada  Mas Fatahilah,  juga  incumbent  Mas Djalal. Dalam  setiap  kesempatan,  saya sempat  mendengar  kalau  Mas Djalal,  (  Bupati  sekarang  –red  ) selama  ini  belum  memastikan apakah  dirinya  bakal  kembali mencalonkan  diri  dalam  PIlbup mendatang, yang jelas, Mas Djhalal dalam  setiap  kesempatan  hanya mengatakan,  dirinya  akan  mene ruskan  pengabdiannya  terhadap masyarakat  jember  sampai  habis masa  tugasnya.  Bahkan,  beberapa saat lalu, ketika��dikonfirmasi kembali oleh  para  kuli  disket,  pria  yang memiliki  mata  setajam  mata  elang itupun menjawab dengan nada yang sama. Namun tidak demikian dengan para  calon  lainnya,  seperti  Mas Fatahilah,  yang  secara  terangterangan  sudah  memploklamirkan ndidirinya  sebagai  calon  Bupati Jember,  malahan  gambarnyapun sudah  ada  dibeberapa  titik  yang setrategis. Sebagai orang awam, saya gak bisa membayangkan,  bagai  mana

mumetnya  jadi  Bupati,  terlebih menjadi  Bupatinya  orang  jember yang  sangat  dinamis  dan  sensitive. Saya  menyadari  ,  kalau  saya  tidak punya bakat menjadi Bupati, karena selain  saya  sendiri  orangnya  gak mau  ruwet,  saya  juga  termasuk kelompok orang yang susah diatur, terlebih  untuk  urusan  mengem bangkan  keturunan  (  beristri  ), sementara kalau jadi Bupati jember, harus  mempunyai  sifat  yang  jauh berbeda  dengan  sifat  dasar  saya yang suka kawin itu. Makanya saya langsung  menolak  ketika  ada beberapa orang yang bangun tidur, kemudian  mengajak  saya  untuk menjadi calon Bupati Jember. Kembali  pada  ruwetnya  menjadi Bupati  saat  ini,  sudah  tergambar  , ketika  banyak  Bupati  diberbagai daerah yang harus berurusan dengan aparat  penegak  hukum,  dan  tidak sedikit yang harus menginap di hotel  prodeo.  Terlebih,  ketika  KPK sebagai Lembaga super body diberi kewenangan  untuk  melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini, banyak  Bupati,  bahkan  pejabatpejabat setingkat Bupati yang harus bertekuk lutut, dan kemudian harus rela  tidur  di  Losmen  “Taubat  “. Berangkat  dari  itulah,  saya  miris

untuk  sekedar  berpikir  menjadi Bupati,  apa  lagi  kemudian  harus nekad  mencoba-coba  untuk mencalonkan diri. Ketakutan  saya  itu  ternyata menjadi  pembicaraan  banyak kawan,  mulai  dari  kawan  tidur, kawan main, kawan berpikir, sampai ke  kawan  ngrumpi  ,  mereka menyebut saya  sebagai orang yang pengecut,  orang  yang  gak  berani menghadapi  tantangan,  dan  masih banyak lagi predikat yang diberikan oleh  kawan-kawn  saya  ketika  saya menyampaikan  ketakutan  saya menjadi  seorang  Bupati.  Tapi, semua itu tetap gak saya gubris, saya hanya  yakin  dengan  bisikan  teman tidur  saya,  dan  teman  hidup  saya, dimana  menurut  mereka,  jangan Nggege  Mongso,  jangan  terlalu banyak  tidur  siang,  agar  tidak bermipi  yang  bukan-bukan,  lebih baik hidup dialam nyata, alam yang selama  ini  saya  rasakan  bersama mereka, alam dimana saya dan istrisitri  saya,  anak  saya  selalu mensyukuri  atas  nikmat  yang diberikan  Allah,  walau  sekecil apapun,  seperti  kini,  saya  pun bersyukur ketika Allah memberikan kehidupan  saya  yang  penuh  liku. (*)

PEMIMPIN UMUM/ PENANGGUNGJAWAB : H. Nanang H Kaharuddin PEMIMPIN REDAKSI: Muzamil Suryaatmaja REDAKTUR PELAKSANA: H Samsul Hadi Eko Supriyo DEWAN REDAKSI: H. Nanang H Kaharuddin, H Samsul Hadi Eko Supriyo, Muzamil Suryaatmaja SEKRETARIS REDAKSI: Moch. Chabib Sulton REDAKTUR: Moch. Chabib Sulton, Yunan Natsir Fahruddin,  REDAKTUR KHUSUS: Drs. Suyoto, MSi, Drs. Hajrianto YT,  MA, Ir. Muh. Najib, MT, LITBANG: Drs. Hendy Widyawan, MSc, Drs. Thamrin Bey, MSc, Drs.  Firman Syah, MPd, M. Imron Rosyid, Benny Suwandono, Briand H Susilo, Didiek Danuatmadja, KONSULTAN HUKUM: CERDAS • TAJAM • AKT UAL Patrialis Akbar, SH., Sholeh Djamal, SH., Gundi  Sintara, SH., Kasful Hidayat, SH TATA LETAK: Yunan NF  BIRO/PERWAKILAN JAKARTA: M. Harun, M Syarifuddin BANDUNG: Poppy Retno, BEKASI: Izzul Anis Mahsunah, SURABAYA: Beny S SIDOARJO: Kristion, SAMPANG: A Khoirul Fattah, SUMENEP: Slamet Reno, Moh Yasin, PAMEKASAN: Muhlis Sholihin, RB. Ainur Rahman, MOJOKERTO: Dwi Retno Yati, Tohari, JOMBANG: Budiono, Abu Bakar, Gono Dwi S.,  Suroto, Mustangat, Agus Mustakul R, BANYUWANGI: Supranoto (Koordinator), Muhibuddin, SITUBONDO: Alhidayat, Sunawi, Budiarjo, Fatkur Rasyid, BONDOWOSO: Abdul Ghafur, JEMBER: Sutrisno, Gangsar Widodo, PROBOLINGGO: Alexius Udo, Rhoma Dona MALANG: Heri Pitono PASURUAN: Moh. Habibi (Koordinator), Bambang Darma Widjatmoko, M. Rusik, Juari, BLORA: Achmad Rohadi,  GROBOGAN: Sugiono, SOLO: Suranto, Yuwono, Rendra P, GRESIK: Rochim Edi Nurhasan, PONOROGO: Siti Nur Aini, BLITAR: Abdul Wahid, F Noerjadi, MADIUN: Hery Sukamto, Agus Sudiono, MAGETAN: George Michael Ayal, Ashar, PACITAN: Heri Bachtiar, Fatkudin, NGANJUK: Aries Mujiono, Jhoni TW, Yoyok Agus S,  KEDIRI: Ponidi, TULUNGAGUNG: Achmadi, TRENGGALEK: Tatang Dahono, LAMONGAN: Kumaidi Sholeh, BOJONEGORO: Achmad Basir, KALSEL: Eko Julianto, NUSA TENGGARA BARAT: Daryono KALBAR: M. Misbah, KALTIM: Syaiful Iskandar, SUMATERA: Reksi Kuswandar, BALI: Firmansyah, MANCANEGARA AMERIKA SERIKAT: Ramdhani Johan, HONGKONG: Ana Marti’ah

Radar Minggu

PEMIMPIN PERUSAHAAN: H. Samsul Hadi Eko Supriyo, DIVISI PEMASARAN: Samsudin, IKLAN: Bayu, Masruroh DIVISI TATA USAHA/KEUANGAN: Y. Wahyu Wilujeng DISTRIBUSI : Gono Dwi S ALAMAT REDAKSI : Jl. HOS Cokroaminoto 34-36 Jombang, Jawa Timur Telp. (0321) 876088 E-MAIL REDAKSI: radarminggu@yahoo.com atau radarminggu@plasa.com, ONLINE: www.radarminggu.tk, BANK: Bank BCA Cab. Jombang Rek No. 1130611431 Bank Jatim Cab. Jombang Rek No. 0112346830 DITERBITKAN BERDASARKAN: UU No 40/99 Tentang Pers OLEH : KIM PILAR SEJAHTERA Badan Hukum No 518.1/2740/BH/415.31/2006 tanggal 27 Juli 2006

WARTAWAN RADAR MINGGU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN NAMANYA TERTERA DALAM BOKS SUSUNAN REDAKSI www.radarm inggu.tk


3 Ekonomi Syariah

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Vatikan Tawarkan Prinsip Keuangan Islam

Bank Syariah  Perlu Auditor Khusus Syariah

   

Vatikan  menawarkan  prinsip-prinsip  keuangan Islam  kepada  bank-bank  Barat  sebagai  solusi bagi  krisis  ekonomi  global. VATIKAN, RM urat  kabar  harian  Vatikan, L’Osservatore  Romano, melaporkan  bahwa  sistem perbankan Islam  dapat membantu untuk  mengatasi  krisis  global, seperti  yang  dilaporkan  media Turki.  Vatikan  mengatakan  bank seharusnya mencontoh aturan etika pada  keuangamn  Islam  untuk memulihkan  keyakinan  di  antara nasabah mereka pada waktu krisis ekonomi global.       “Prinsip-prinsip  etika  pada keuangan  Islam  adalah  hal

S

mendasar  yang  dapat  membawa bank lebih dekat ke nasabah mereka yang  dan  semangat  yang  benar seharusnya  mewarnai  setiap layanan  keuangan,”koran  resmi vatikan,  Osservatore  Romano, mengatakan  dalam  sebuah  artikel dalam isu terbaru akhir pekan lalu.       Penulis  Loretta  Napoleoni  dan Claudia  Segre,  ahli  Spa  fixed Income  Abaxbank,  mengatakan dalam artikel bahwa “bank di barat dapat  menggunakan  alat-alat seperti obligasi Islam, yang dikenal

        > DANGDUT...........DARI HAL 01 anggota  FKB  dan  Eny  Finati, anggota  Fraksi  Partai  Demokrat (PD).       Namun,  dari  sekian  anggota dewan  yang  hadir  pada  acara  itu, memang  tak  setegas  Samsul. Samsul  dengan  terang-terangan langsung  keluar  gedung  sebelum berlangsung musik  itu. Sementara anggota  dewan  lainnya  masih sempat  menikmati  goyangan  para artis  lokal  tersebut.       Hikmah  B,  anggota  FKB mengatakan, anggota Dewan yang hadir pada acara itu bukan berarti mendukungnya.  Mereka  datang karena mendapat undang memperi ngati 17 Agustus, di gedung dewan. Namun begitu ada acara dangdutan,

Hikmah mengaku tak tahu.       “Kami  nggak  setuju  acara  itu. Masak,  ruangan  rapat  paripurna dewan  dijadikan  ajang  dangdut dengan  menghadirkan  penyanyi yang  berpakaian  tak  pantas  dan goyangan  seperti  itu.  Bentuk protes  kami,  ya  keluar  kemudian pulang,”  tutur  Hikmah  sewaktu keluar dari gedung dewan.   Hal  senada  diungkapkan  Eny Finati.  Wanita  berjilbab  ini  juga menyayangkan, dengan keberadaan hiburan  orkes  dangdut  koplo  di ruanganrapat  paripurna.“Apa nggak  ada  acara  lain  yang  lebih pantas,  untuk  mem  peringati  hari kemer  dekaan,”  ungkapnya  kesal. sry/ito

I

   Sistem Sukuk Islam mirip dengan bonos dari  sistem kapitalis.  Namun dalam  Sukuk,  uang  yang  diinves tasikan  proyek  jelas  dan  bagi  hasil didistribusikan  ke  klien  daripada pendapatan  yang  diperoleh.       Pope  Benedict  XVI  di  sebuah pidato  Oct.  7  mencerminkan kerusakan  pada  pasar  keuangan dengan  mengatakan  bahwa  “uang vanishes, tidak ada apa-apanya” dan menyimpulkan  bahwa  “hanya kenyataan  nyata  adalah  firman Tuhan.” Vatikan yang telah membe

sebagai Sukuk, sebagai jaminan”. Sukuk  dapat  digunakan  untuk mendanai  “industri  mobil  atau Olimpiade  berikutnya  di  London,” kata mereka.       Mer eka  juga  mengatakan bahwa bagi hasil,  yang didapat d ari  S u kuk,   d apat  menjad i alternatif yang menarik. Mereka men ggar is  bawah i  bah wa sistem  Sukuk  dapat  membantu sektor  otomotif  dan   men du kung  investasi  di  bidang  infra struktur.

rikan  perhatian  terhadap  kegon cangan  keuangan  global  dan mengeluarkan  artikel-artikel  di koran resmi yang mengkritik model pasar  bebas  yang  memiliki “tumbuh terlalu banyak dan sangat dalam dua dekade terakhir.”       The  Osservatore  editor, Giovanni Maria Vian, mengatakan bahwa “agama-agama besar selalu memiliki  perhatian  umum  kepada dimensi  perekonomian  manusia,” Corriere della Sera melaporkan hari ini.  Bay/05

        > PDIP............DARI HAL 01

untuk  memberdayakan  kaum dhuafa.  Di  samping  itu,  zakat tanpa  melalui Amil  Zakat,  tidak ada tuntunannya. Itulah sebabnya Allah  menempatkan  kata  Amil dalam  urutan  yang  ketiga  setelah fakir  dan  miskin  dalam  golongan “Mustahik”, (QS. At-Taubah:60).       Pemberian  dalam  bentuk konsumtif  meman g  tetap diperlukan,   khususnya  un tuk kaum dhuafa yang memeng sudah tidak mampu bekerja atau sebagai bantuan  biaya  hidup   kor ban bencana.  Tapi  bagi  kaum  dhuafa yang masih mampu bekerja harus di  berikan  dalam  ben tuk produktif. Tujuannya sudah jelas, agar  kaum  dhuaf a  dapat meningkatkan  taraf  hidup  yang layak.  Syukur  jika  dapat  kaya sehingga  yang  semula  ini  dikenal gengan  pola  kebijakan  khalifa (kitab  Amwal)    Dalam perkembangan pemikiran Islam,  sebagaimana  sering  di lontarkan DR.  Didin  Hafidhudin, bahwa  upaya  pember dayaan kaum  dhuafa  dari  dana  zakat dapay  di  tempuh  melalui  dua aspek  pendekatan.  P ertama pendekatan  aspek  ekonomis, artinya,  kelompok  ini  bisa  di berdayakan  melalui  pemberian saran  dan  prasarana  ekonomi. Misalnya,  modal  kaya  atau peralatan  kaya.  Sedang  pende katan yang  kedua adalah  bantuan bea  siswa  kepada  anak  kaum dhuafa  yang  berprestasi. Alasannya  jelas,  bahwa

   DPS, kata Adiwarnan, berfungsi mengawasi  produk  dan  transaksi yang  dilakukan  perbankan  agar sesuai  dengan  prinsip  syariah. “Ada  missing  link  di  sana  karena belum  ada  auditor  yang  khusus menangani hal itu,” jelasnya.       Di  bank  syariah  saat  ini,  lanjut Adiwarman,  pelaksanaan  audit telah  dilakukan  auditor  biasa. Namun  selain  itu,  perlu  juga dilengkapi  dengan  auditor  yang mengecek  agar  segala  sesuatu sesuai  dengan  kepatuhan  syariah. “Untuk  penyiapan  SDM  auditor syariah  tersebut,  dapat  dilakukan melalui  kerja  sama  dengan melibatkan  Dewan  Syariah Nasional MUI untuk mem berikan sertifikat  auditor  atau  asosiasi  auditor,”  tegasnya.  rep

Keluarga  Besar

Keluarga  Besar

MTSN  DENANYAR  JOMBANG

MAN KEBONSARI

Mengucapkan

MOJOAGUNG - JOMBANG

Marhabban Yaa Ramadhan

DI MURUKAN

“ Kita Sonsong Bulan Suci Ramadhan Dengan Hati Yang Bersih “

Mengucapkan

Marhabban Yaa Ramadhan “ Kita Sonsong Bulan Suci Ramadhan Dengan Hati Yang Bersih “ Drs. Fatoni M.Pd.I H. Masruchan

Kepala  Sekolah

Kepala  Sekolah

        > KAUM............DARI HAL 01 Indonesia.  Mobil  yang  disebut terbai dalam sejarah dengan harga Rp.  2.4  milyar  ini  juga  langsung laku.       Kedua  “potret”  kontradiktif antara  kemelaratan  dan kemewahan  tersebut  di  atas menggambarkan betapa dalamnya jurang pemisah antara si kaya dan si  miskin.  Satu  sisi,  selalu  ada orang  yang  hidup  bermewahmewahan. Sisi lain  masih banyak pula  yang  hidupnya  senantiasa berkekurangan,  bila  tak  boleh disebut  menderita  “kelaparan”. Islam  memang  tidak  melarang pemeluknya memiliki mobil bagus sebagaimana  digambarkan  dalam Hadist  Rasulullah  sebagai “kendaraan  cepat”.  Tapi  yang  di perintahkan Islam, agar yang kaya memenuhi kewajiban  zakat untuk kaum  dhuaf a.  M ereka  yang hidupnya  sudah  berkecukupan mau  peduli  terhadap  nasib  kaum fakir  miskin.    Oleh karena itulah lembaga Amil Zakat  harus  mampu  menso sialisasikan  programnya  dalam rangka  menanggulangi  problema tika  kemiskinan  sebagai  prioritas utama.  Kepada  para  orang  kaya yang biasa mengeluarkan zakatnya secar a  sendiri- sendiri  apalagi seikhlasnya  sendiri  pula  perlu “disadarkan”  betapa  pentingnya berzakat  melalui  Lembaga  Amil Zakat.       Berzakat  secara  sendiri-sendiri cenderung  berbentuk  komsumtif yang berarti jauh dari fungsi zakat

JAKARTA,RM ndustri  perbankan  syariah harus  memiliki  auditor syariah  untuk  memastikan dan  memeriksa  transaksi keuangan  perbankan  agar  sesuai syariha. Hal ini diungkapkan oleh Direktur  Utama  Karim  Business Consulting, Adiwarman A Karim dalam  short  course  di  Universitas Trisakti,  Selasa (4/8).       Menurut  Adiwarman,  hal tersebut  tak  bisa  diserahkan sepenuhnya  ke  dewan  pengawas syariah  (DPS).  Pasalnya,  peran dan fungsi DPS di suatu lembaga keuangan  syariah  yang  memang mempunyai  keahlian  dan  kom petensi,  khusus  untuk  shariah compliance,  berbeda  dengan  auditor  yang  fokus  pada pemeriksaan keuangan bank.

penyiapan kwalitas sumber daya manusia  msa  depan  adalah mer upakan  tun tutan  zaman. Intinya  agar  generasi  kedepan mampu membardayakan  dirinya sen diri  yang  ten tu  akan bermanfaat pada yang lain.       Harapan  masalah  kemiskinan sangat serius diperhatikan Islam? Mengapa  problematika  kemis kin an  h arus  ditanggulan gi? Mengapa  penyebab  kemiskinan harus  “dip erngi”?  damp ak negatifnya  san gat  luas,  baik individu,  msyarakat,  maupun gen erasi  yang  akan  datang. Rasulullah menjelaskan sejumlah dampak  buruk  dari  kefakiran melalu i  beberapa  H adist. Diantar anya;  Kefakiran cenderung  kepada  kekufuran, Orang  fakir  nyaris  bisa  menjadi kafir.    Karena itu Rasululluah menga jarkan   doa  “Ya  Allah  aku ber lind ung  kepada-M u  dari kefakiran  dan  keku furan” (HR.Hakim  dari  Baihaqi  dari Ann as).   Rasu lullah  juga mengajarkan  doa  agar  terhindar dari  kelaparan.  “Ya  Allah  aku mohon  perlindungan-Mu  dari kelapar an,  karen a  ia  adalah seburuk-buruknya  teman”(HR Abu Dawud dari  Nasi).    Rasulullah menjelaskan, bahwa kefakiran dapat menggelincirkan kepada  keb urukan  d an kemaksiatan.  Dikisahkan  dalam sebuah Hadist: Anak perempuan seoarang paman yang mengalami

pen ceklik  d an  kelap aran ,  rela menyerahkan  “dirinya”  kepada anak  pamanya  dalam  kead aan terpaksa, seperti dalam Hadist yang men gisahkan   tiga  orang  yang terjebak  dalam  gua  (Hadist  yang dikutip  Al-Mudziri  dalam  kitab Targhib wat Tarhib).       Kefakiran  menyeret  kepada tindak  kejahatan  pencurian  dan penzinaan.  Rasulullah  bersabda  ; “Adapu n  sedekahmu  kepada pencari,  mudah-mudahan  dapat men cegah  dar i  perbuatan men curinya”.  Dan  sedekahmu kepada  wanita  pezina,  mudahmudahan  dapat  mencegah  dari perbuatan  zinahnya”.  Kefakiran dapat  merusak  aqidah,  ibadah, pemikiran,  akhlaq,  prilaku  dari keluarga. Al-Quran sudah memberi isyarat  adanya  sebagian  orang  tua yang  tega  membunuh  anaknya lantaran  takut  terjatuh  kepada kemiskinan.  QS.  Al-An’am  :151. “Dan  janganlah  kamu  membunuh an ak-anakmu  karena  takut kemiskinan.  Kamilah  yang  akan memberi  rizki  kepada  kamu  dan juga mereka”. Juga dalm QS. Al-Isra: 31 “Dan janganlah kamu membunuh an ak-anakmu  karena  takut kemiskinan.  Kamilah  yang  akan memberi  rizki  mereka  dan  juga kepada  kamu  sesungguhn ya membunuh  mereka  adalh  dosa besar”.    Berdasar kondisi di lapangan, dan mengacu  pada  petunjuk Allah  dan Rasulullah  tersebut diatas, program pemberdayaan  “dhuafa”  mutlak

har us  d i  utamakan.  Karena sifatnya  “pemberdayaan”,  praktis pemberiannya  diutamakan  ber bentuk produktif. Tujuannya, agar mereka dapat menjadi “kaya” atau setidaknya  dapat  berke  cukupan. Sebagaimana  maklumat  khalifah Umar.”Kalau  kamu  memberi zakat,  hendaklah  mencukupi”, Umar  juga  mengins  truksikan kep ada    “pengur us  zakat”. “Berikan  sedekah   itu   kep ada mereka,  walaupun  salah  seorang dari mereka  baru  dapat tercukupi bila dengan seratus  ekor unta”.    Perumpamaan seratus unta adalah sebuah  jumlah  yang  cukup  besar, yaitu 20 nishab zakat unta. Binatang unta adalah binatang yang memiliki nilai ekonomi tertinggi. Dan memiliki prospek  pengembangan.  Hal  ini menye  butkan  betapa  besar perhatian  khalifah  Umar  untuk mengangkat  kaum  dhuafa  dengan mendaya  gunakan  bagian  zakat dalam  bentuk  “produktif”.    Bagian zakat pada golongan lain, misalnya  muallaf,  Reqab,  ghorim, Sabilillah,  Ibnu  Sabil  dari  amil apakah perlu atau tidak di tuangkan dalam program lembaga Amil Zakat, sangat tergantung situasi  yang ada. Karena  itulah  perlunya  skala prioritas  program  agar  peran  dari fungsi  zakat  terlaksana  dengan optimal.(Bersambung  Edisi Depan)

DIRGAHAYU RI KE 64 Mari Kita Tingkatkan Persatuan Dan Kesatuan

Mulyadi Desa sukorejo kec perak jombang

Seluruh Karyawan dan Staff

KUD Harjo Mulyo Perak - Jombang Mengucapkan

DIRGAHAYU RI KE 64 Mari Kita Tingkatkan Persatuan Dan Kesatuan

        > DIANIAYA............DARI HAL 01

Wakil  Ketua  BK:  Suhadi BK Akan Mempersoalkan Masalah Dianggap  Paling  Bertanggung Dangdutan di Ruang Rapat Paripurna Jawab Disiplin  Partai.       “Komite  ini  tugasnya  mencari fakta  dan  menyelidiki  seluruh anggota  F-PDIP  di  DPRD Kabupaten  Malang  yang  terlibat dalam  peristiwa  11  Agustus (dangdutan  di  ruang  paripurna) itu,”  ungkap  Kusnadi.       DPD  PDIP  Jatim  meminta komite  disiplin  yang  dibentuk DPC  PDIP  Kabupaten  Malang bekerja  cepat.  Untuk  menjamin kerja  cepat  itu,  DPD  PDIP  Jatim dalam  suratnya,  secara  tegas mematok  waktu  paling  lambat  20 Agustus.  “Tanggal  20  Agustus, komite  sudah  harus  mengirim laporan  lengkap  ke  DPD,”  kata Kusnadi.    Selain membuat laporan, komite disiplin tersebut juga diperintahkan menyertakan  rekomendsi  usulan bentuk  sanksi  yang  perlu dijatuhkan  terhadap  kader  yang terbukti merusak citra partai wong cilik tersebut. “Laporan dan usulan

itu  akan  kami  teruskan  ke  DPP yang  berwenang  memberikan sanksi,”  tegasnya.       Sementara  itu,  Badan Kehormatan  (BK)  DPRD Kabupaten  Malang  telah melayangkan surat panggilan pada Ketua  DPRD  Kabupaten  Malang Suhadi,  terkait  acara  dangdutan yang  digelar  di  ruang  sidang paripurna dan berakhir ricuh.       Wakil  Ketua  BK  DPRD Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, mengatakan,  sebagai  pimpinan dewan,  Suhadi  dianggap  paling bertanggung  jawab  atas  acara tersebut,  apalagi  acara  itu  juga untuk  merayakan  ulang  tahunnya yang  ke-42.  “Kami  akan  terus melakukan  penulusuran  untuk mencari bukti dan fakta, apakah ada pelanggaran  kode  etik  dalam ruangan  sidang  paripurna  yang ‘disulap’  menjadi panggung  acara dangdutan  itu,”  tegasnya.   sry/ito

wartawan  yang  tetap  menulis,  lihat saja.  Saya  akan  tega  berbuat  kasar padanya. Tolong disampaikan, awas ya  kalau  tetap  meliput,”  pinta Sugianto.      Akhirnya,  sejumlah  wartawan yang mendengar ucapan tersebut itu tak  terima.  Akhirnya,  mereka sepakat    kembali  masuk  ke  dalam gedung  dewan,  untuk  melakukan klarifikasi kepada  Sugianto.    Begitu bertemu Taufiq, Sugianto langsung  mengamuk sambil  menge luarkan  ucapan  kasar.  Tak  lama kemudian,  Sugianto  mendaratkan pukulan  tepat  mengenai  bibir  dan dada Taufiq. Namun demikian, Taufiq tak melakukan  perlawan.       Pascakejadian  penganiayaan  itu, sejumlah  anggota  dewan,  termasuk Suhadi,  ketua  dewan,  berusaha meredam para wartawan, agar kasus penganiayaan  itu  jangan  diper panjang.    Itu  hanya  salah  paham biasa. Dengan disaksikan banyak or-

ang, anggota dewan dan para wartawan, Suhadi menemui Taufiq di pinggir jalan, di depan gedung dewan, karena saat itu mau  pulang.  Selanjutnya,  Sugianto dipanggil  untuk  dipertemukan Taufiq. “Teman-teman  wartawan,  masalah  ini hanya salah paham biasa, tolong nggak usah diperbesar,” pinta Suhadi.    Menyikapi masalah ini, Samsul Hadi, anggota  BK,  mengaku  akan  memper soalkan  masalah  dangdutan  di  ruang rapat paripurna tersebut. Apalagi, acara itu  diwarnai  pemukulan.sry/ito REDAKSI

RADAR

JL. HOS COKROAMINOTO 34-36 JOMBANG, JATIM

Seluruh Direksi, Bagian, beserta Pegawai

Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kabupaten Pasuruan Mengucapkan

Dirgahayu HUT RI ke-64 dan Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1430 H Drs. Khoirul Anwar Direksi www.radarminggu.tk inggu.tk www.radarm


4 Nusantara Sendang Coyo

‘Sumber Kehidupan’ Warga Disekitarnya

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Terkait Penangkapan Tersangka Pembunuhan

Kapolres Grobogan Disoal Kini, Polres Grobogan, Jawa Tengah ditimpa masalah, terkait pengungkapan kasus pembunuhan belum lama ini. Kapolres AKBP Drs Isnaeni Ujiarto Msi yang baru saja bertugas di Grobogan, kini telah dilaporkan ke Propam Polda Jateng. Karena, penangkapan yang dilakukan oleh anakbuahnya pada para tersangka kasus pembunuhan, diduga hanya sebuah rekayasa oleh pihak polisi. Hal ini berujung pada pelaksanaan rekonstruksi (reka ulang) pembunuhan Arif Jamaludin (15), pada  Jumat lalu, berlangsung kacau dan tegang.

GROBOGAN,  RM endang coyo yang berada di Desa  Mlowo  Karangtalun, Kecamatan  Pulokulon, Kabupaten  Grobogan,  Jawa Tengah, merupakan sumber mata air  yang  tiada  pernah  berhenti, meski ribuan kubik setiap harinya harus diambil. Oleh masyarakat di sekitarnya,  air   tersebut  diper gunakan mulai dari  MCK  sampai dengan  mengaliri  sawah,  dan dimanfaatkan untuk beternak ikan oleh warga  sekitar.       Tak  hanya  warga  sekitar  yang memanfaatkan,  namun  hingga beberapa daerah diluar Kecamatan tersebut jika musim kemarau  juga mengambil  air  sendang  Coya (pakai  tangki  air  sewaan). Masyarakat  di  sekitar  sendang, sangat bergantung pada sumber air sendang  tersebut.  Karena merupakan  satu-  satunya  tempat untuk mencari air.       Sangat  disayangkan,  jika keberadaan  sumber  alam  yang benar-benar   bisa  ber manf aat untuk  penduduk,  ternyata  kurang perhatian  dari  berbagai  pihak yang berwenang (Pemerintah). Tak heran jika akhir-akhir  ini  menjadi pembicaraan  hangat  di  kalangan sejumlah  pejabat  teras  di  Kab upaten Grobogan, tentang kendala dan  hambatan  untuk  memper hatikan  hal  tersebut  juga  sangat besar.  Hal  ini  disebabkan  lahan tersebut  milik  Perhutani.       Walaupun  begitu,  pemerintah daerah juga memperhatikan akses menuju  ke  lokasi  waduk,  yakni dengan  membangun  jalan  yang dianggap  bisa  memperlancar menuju ke tempat wisata sendang Coyo.Namun  walaupun  begitu upaya  Pemkab  Grobogan  yang sudah  maksimal  itu  tidak  di imbangi  dengan  perangkat  di bawahnya. Hal ini terbukti dengan pembangunan  jalan  yang  baru sebulan sudah  rusak.    Seperti yang di ungkapkan oleh Camat  P ulokulon  M.Arifin, bahwa cor-coran jalan menuju ke sendang Coyo, bak anak TK yang membuat  prakarya.  Selain  itu, disamping  proses  pembangunan nya  asal-asalan,  juga  cenderung sak  penake  dewe.  Sehingga, imbasnya  terkena  pada  masya rakat  sekitar  sendang  Coyo  yang menggunakan jalan tersebut.       Adapun  letak  sendang  Coyo berada  di  Desa  Mlowo  Karang talun,  Kecamatan  Pulokulon sekitar 20 km dari pertigaan jalan besar  antara  Danyang  –  Kuwu (Desa Panunggalan kearah Selatan

S

). Atau berjarak sekitar 25 km dari Kota Kabupaten  .    Sementara itu menurut Wahyu, SE  ketua  LMDH  Jati  Lestari bahwa  apa  yang  sekar ang dilakukan  adalah  sebagai  upaya pemberdayaan  potensi  lokal. “Kami  coba  melibatkan  warga sekitar  sendang  coyo  melalui karang  taruna.Beberapa  kegiatan LMDH dengan karang taruna yang sudah dilakukan, menanam pohon ber sama  ser ta  menciptakan lapangan olah raga yakni lapangan bola  volley  yang  sekarang  sudah menjadi  kegiatan  rutinitas  olah raga  pemuda  sekitar  pada  waktu sore hari,”  ucapnya.       Ditempat  yang  sama,  Kades Mlowo  Karangtalun  Antonius Priyono  mengatakan  bahwa,  asal mula  sejarah  berdirinya  sendang Coyo, pada jaman dahulu kala ada seorang  pengembara  yang  sudah letih  melakukan  perjalanan  jauh, hingga  si  pengembara  kehausan. Karena  dilihat  disekelilingnya tidak ada sumber mata air, lalu si pengembara menancapkan tongkat yang dibawanya pada tanah. Lalu keluarlah semburan air yang mulamula kecil tapi lama-lama sumber ter sebut  menjadi  besar  dan membentuk  sebuah  sendan g. Akhirnya,  dibuatlah  untuk  mandi si  pengembara  hingga  terapungapung  seper ti  gabus.  Maka, disebutlah si pengembara tersebut dengan sebutan mbah Gabus.       Namun  karena  sumber  air ter sebut  menjadi  besar,   si pengembara takut kalau nanti desa di  sekitarnya  akan  tenggelam, maka ditancapkanlah lidi di tempat keluarnya  air  tersebut  hingga  air yang keluar  perlahan-lahan mulai berkurang.    Konon ceritanya, jika datang dan mandi  di  sendang  tersebut  pada bulan  Syuro  tepatn ya  malam Jum’at legi dengan upacara  ritual dan  jatuh  pada  tanggal  muda, katanya  akan  menjadikan  orang tersebut  bisa  lebih  awet  muda. Pasalnya,  tempat  itu  dianggap menyimpan  potensi  yang  sangat luar  biasa  jika  betu l-betul dikembangkan  sebagai  obyek wisata.       Kini,  jalan  menuju  ke  lokasi Sendang Coyo telah rusak parah, meski  baru  diperbaiki  beberapa bulan yang lalu. Dan, di beberapa paket  proyek  yang  mengerjakan perbaikan  jalan  tersebut  adalah rekanan  dar i  keluarga  “P lat Merah”  di Kabupaten Grobogan. gik

INFO JALAN

Ruas Jalan Kepulungan-Randupitu Rusak Parah

GROBOGAN,  RM eorang dari delapan tersangka berteriak  protes,  karena keberatan  dirinya  dijadikan tersangka  oleh  polisi.  “Saya  tidak membunuh.  Delapan  orang  yang dijadikan tersangka hanya rekayasa polisi,” teriak Im alias Benjol (17). Akibatnya, reka  ulang yang  dijaga ketat  puluhan  petugas  berpakaian dinas  dan  preman  itu  gagal dilaksanakan.      Kapolres  Grobogan AKBP  Drs Isnanei  Ujiarto  MSi  yang memimpin  jalannya  rekonstruksi tampak kecewa dan malu, atas ulah tersangka  Im.  Dia  langsung memerintahkan  anggotanya  untuk mengangkut  kembali  kedelapan tersangka  di  atas  truk  polisi  ke Mapolres.       Reka  ulang  yang  terkesan  over tersebut  (karena  mengerahkan banyak  petugas)  dilaksanakan  di tempat  kejadian  perkara  (TKP) Pasar Hewan Ketitang, Kecamatan Godong,  Grobogan  itu,  awalnya berjalan  lancar.  Puluhan  petugas memang sempat kewalahan karena di  lokasi  kejadian  dipadati  ratusan warga  yang  akan  melihat.  Bahkan jalur Purwodadi-Semarang sempat macet  total beberapa  saat.    Teriak dan protes keras tersangka Im dilakukan sesaat setelah adegan tersangka  Nur  alias  Nunung  (19), memukul  korban  Arif  Jamaludin yang  diperagakan  Briptu Suwartono. Begitu akan dilakukan peragaan  cara  pengeroyokan korban  oleh  kedelapan  tersangka, tiba-tiba  Im  berteriak  protes. “Delapan  orang  tidak  membunuh. Itu hanya  rekayasa,” teriak  pelajar

S

AKBP Drs Isnanei Ujiarto MSi sebuah SMK swasta di Gubug itu.    Ketika ditanya wartawan, siapa yang  merekayasa.  Pemuda  lajang warga  Dusun  Dangi,  Desa Harjowinangun,  Kecamatan Godong  itu  mengaku  petugas Polsek Godong. “Semua tersangka dipaksa  mengaku  membunuh korban,”  jawab  Im  dengan  nada gemetar.       Menanggapi  hal  itu,  Kapolres Grobogan  AKBP  Drs  Isnaeni Ujiarto MSi yang terkesan kecewa mengatakan,  reka  ulang  terpaksa ditunda  karena  ada  salah  satu tersangka tampak  bingung karena dilihat ratusan orang yang sebagian adalah teman dan tetangganya.    “Rekonstruski bisa kita ulang di kemudian hari. Atau jika jaksa nanti menganggap cukup untuk di-P21, rekonstruski  tidak  perlu  diulang. Kan  sudah  ada  beberapa  adegan

yang  sudah  dilakukan  para tersangka.  Mulai  dari  tersangka menunggu  di  SPBU  Mijen, mencegat  korban  di  dekat  Pasar Totok,  dan  kemudian  peragaan pemukulan  tersangka  Nur  kepada korban di Pasar Hewan Ketitang,” terang  Kapolres didampingi  Kasat Reskrim AKP  I  Nyoman  Widiana SH.       Disebutkan,  penetapan kedelapan  tersangka,  yakni  Adit (19),  warga  Desa  Manggarmas, Kecamatan  Godong,  Khar  (19) warga  Desa  Manggarwetan, Kecamatan  Godong,  Bam  (21) warga  Desa  Saban  Kecamatan Gubug. Kemudian Don (19) warga Desa  Harjowinangun  Kecamatan Godong,  Nur  (19)  warga  Desa Kemiri Kecamatan Gubug, Er (18) warga  Desa  Kuwaron  Kecamatan Gubug,  Ah  (17)  warga

Terkait Calon Ketua DPRD Kota Probolinggo

PDIP Harus Cari Kader yang Tepat dan Mampu PROBOLINGGO, RM erkait  Calon  Ketua  DPRD Kota  Probolinggo  Periode 2009-2014 yang akan datang  Keputusan PDIP yang menetapkan HM  Sulaiman  sebagai  calon  ketua DPRD  Kota  Probolinggo,  Jawa Timur,  periode  2009-2014 disayangkan  oleh  politisi  PKNU sekaligus  caleg  terpilih  As’ad Anshari.  Menurut nya, yang duduk sebagai  pimpinan  dewan  haruslah orang  yang  punya  kredibilitas, kompe  tensi dan  kemampuan yang mumpuni.    Kepada Wartawan,  mantan wakil ketua DPRD kota itu punya catatan siapa-siapa  saja  caleg  terpilih  yang layak menjadi ketua dewan. “Tanpa melihat  calon  anggota  dewan memakai  baju apa,  sebenarnya  ada lima  orang  yang  pas  jadi  ketua,” ujarnya.    Dari lima orang itu, salah satunya adalah  Haris  Nasution  dari  PDIP. Menurutnya,  Nasution  merupakan anggota  dewan  yang  punya pengalaman  di  legislatif.  Dia  sudah menjabat  selama  tiga  periode, sehingga dilihat dari sisi pengalaman

T

sudah sangat  luar biasa.  Ditambah lagi SDM (sumber daya manusia)nya dianggap sangat mumpuni dan layak  jadi  ketua.    Kedua, Yusuf Susanto dari PPP yang menjadi anggota dewan selama dua  periode  dan  sempat  menjadi wakil ketua DPRD menjelang akhir masa jabatannya. Kemampuan dan pengalamannya  sudah  banyak. “Apalagi  Haji  Santo  (panggilan Yusuf  Susanto)  adalah  pimpinan partai. Ketiga ada Sri Wahyuningsih dari  Demokrat.  Dia  punya pengalaman  dan  menjabat  sebagai ketua partai,” beber As’ad.      Ke empat muncul  nama Agung Sasongko  dari  PKS.  Dia,  lanjut As’ad  punya  kemampuan  yang sangat  memadai.  Lalu  terakhir adalah Abdullah  Zabut  dari  PKB. “Zabut ini kan ketua partai, dia juga sempat  jadi  anggota  dewan  dan terpilih lagi. Sisi pengalaman sebagai aktivis di luar partai sangat banyak,” lanjutnya.    Tetapi setelah melihat ada aturan susduk yang baru, yang bisa duduk sebagai  unsur  pimpinan  dewan

adalah  partai  politik  pemenang pemilu.  Jadi,  sudah  pasti  PDIP punya  jatah  sebagai  ketua  dewan karena  partai  berlambang  banteng moncong putih itu menang telak di Kota  Probolinggo.    “Saya mengarahnya pada Nasution, karena  pengalamannya  itu. Tetapi  ini kok  jadi  Haji  Sulaiman?  Bukannya saya  non  Sulaiman,  tidak.  Ketua DPRD  ini  kan mengetuai  30  kepala. Sangat berbeda posisi antara ketua dan kepala.  Dua  puluh  sembilan  orang (anggota  dewan)  ini  bukan  anak buahnya. Jadi, ketua dewan itu harus bisa ngemong dan bisa berkomunikasi dengan baik,” cetus As’ad.    Maksudnya, sebagai ketua dewan, bukan berarti semua anggota dewan adalah  anak  buah.  Cara  kerjanya bukan  seperti  kepala  satuan  kerja (satker) di lingkungan pemerintahan. “Ini  kok  pilihannya  belum  punya pengalaman. Bukannya saya campur tangan  dengan  internal  PDIP,  tapi saya melihatnya dari sisi pengalaman saja.  Saya  hanya  menyayangkan saja,  kan  PDIP  punya  orang  yang punya pengalaman dan kemampuan cukup,” imbuh dia.

Harjowinangun Kecamatan Godong dan  Im  (17)  warga  Desa Harjowinangun Kecamatan Godong Grobogan,  didukung  beberapa barang bukti dan saksi.       Barang  bukti  tersebut  adalah sepeda  motor  korban  di  tangan tersangka  Saif,  dan  batu  yang digunakan  untuk  memukul  kepala korban.  Selain  itu  polisi  juga mengamankan lima unit motor milik para  tersangka.       Korban  ditemukan  tewas  dalam sumur Pasar Hewan, Selasa (26/5). Pada  tubuh  korban  didapati  luka parah. Korban diduga meninggal dua hari  sebelum  ditemukan  petugas pasar  hewan. Kapolda Jateng Tanggapi Serius Kasus  terbunuhnya Arif  Jamaludin menjadi  perhatian  serius  Kapolda Jateng  Irjen  Polisi Alex  Bambang Riatmojo.  Pasalnya,  terbunuhnya Arif  Jamaludin  hingga  sekarang masih  menyisakan  misteri.  “Para orangtua  tersangka  sekarang melaporkan  Kapolres  Grobogan AKBP  Isnani  Ujiharto,Kasat Reskrim AKP  I  Nyoman  Widiana dan  beberapa  penyidik  ke  Divisi Profesi dan  Pengamanan (Propam) Polda Jateng,” jelas Kapolda melalui Kabid Propam Polda Kombes Polisi Budi Waseso.       Menurut  Budi  Waseso,  sampai hari  ini  pihaknya  masih  melakukan pengusutan  kebenaran  atas  laporan tersebut.  “Yang  kita  periksa  tentu pelapornya  tidak  mungkin  kita diamkan  laporan  tersebut.  Kita harus teliti betul kalau polisi bersalah ya akan kita tindak dan kita kenakan sanksinya  ,  “jelasnya.

     Adapun  pelapornya    adalah Baikuni yang juga seorang kepala desa  ayah  dari  Baiq Aditya  (19) tersangka kasus pembunuhan Arif Jamaludin  (15).Karena  selama menjalani  penyidikan  Aditya mengaku  dipukuli  petugas  yang memeriksanya  dengan  sebuah palu dan penggaris besi.       Menurut  Ketua  Lembaga Pemberdayaan Advokasi  Sosila (Lepas)  Soeryono  Roestam  di Mapolda  Jateng,  berdasarkan pengakuan Aditya  kepada  orang tuanya  dia  disuruh  mengaku sebagai  salah  satu  pelaku pembunuh Arif.Pada  hari  kedua penahanan  Aditya  di  aniaya oknum polisi hingga dada kiri dan mukanya mengalami lebam-lebam.       Masih  menurut  Soeryono, pihaknya  datang  ke  Mapolda bersama  Baikuni.Di  jelaskan Soeryono  Aditya  ditangkap bersama delapan temannya karena disangka melakukan pembunuhan terhadap Arif  Jamaludin  26  Mei lalu.  Aditya  ditangkap  saat mengikuti  psikotes  untuk  masuk di  Akpol  di  Polda  Jateng.  Saat proses  penyidikan  itulah Aditya mengaku  mendapat  perlakuan kasar .    Baikuni menduga Aditya adalah korban salah tangkap. Sebab kata dia Arif di perkirakan dibunuh dua hari sebelum ditemukan. Pada saat itu  anaknya  sedang  bezuk  orang sakit.Polisi  menganggap  Arif dibunuh  karena  memiliki  hutang yang  belum  dibayar  saat  kalah dalam balapan motor. gik/02

     As’ad  kembali  menegaskan  jika dirinya  tidak  turut  campur  pada urusan PDIP. Baginya siapapun yang menjadi  ketua  tidak  masalah.  Yang jelas,  katanya,  sosok  ketua  dewan merupakan simbol dari partai politik tersebut.  Tentunya  kinerja  dewan juga  nantinya  untuk  permbangunan Kota Probolinggo ke depan.      Ketika  ditanya soal  ditetapkannya Sulaiman sebagai ketua, merujuk dari SK  DPP partai tersebut, As’ad juga memahaminya.  “Saya  kan  cuma menyayangkan  saja. Dia (Sulaiman) kan  akan menjadi  koordinator  saya, semua ya dikembalikan ke PDIP” aku As’ad yang mewakili komentar teman anggota  dewan terpilih  lainnya.       Seperti  diketahui,  Sulaiman ditunjuk oleh partainya (7/8) melalui pertemuan pengurus  PDIP kota  dan kabupaten.  Sesuai  dengan  SK  DPP nomor  411/KPTS/DPP/VIII/2009 tentang  petunjuk  pelaksanaan penetapan  pimpinan  dewan  dan ketua fraksi DPR RI, DPRD Provinsi dan  DPRD  Kabupaten/Kota  dari PDIP  Perjuangan.  Tertanggal  1 Agustus  2009.  Karena  Sulaiman menjabat  sebagai  bendahara  DPC, maka dia yang bakal jadi ketua dewan.    Bagaimana respon dari PDIP? Wakil Ketua  Bidang  Sumber  Daya  DPD PDIP  Jawa  Timur  HM  Buchori

menanggapi  komentar  dari  rekan koalisi  partai  ketika  pilwali  lalu dengan santai. Dia bilang itu sudah kewenangan dari institusi (PDIP), jadi  pihak  lain  tidak  perlu melakukan  intervensi.       “Itu  sudah  ada  rujukan  dan pertimbangan  melalui  prosedur resmi partai kami. Di etika politik, tidak  boleh  seperti  itu (mengomentari keputusan internal partai).  Dia  (As’ad)  seharusnya tidak  boleh  berkomentar  seperti itu. Apabila ada urusan di PKNU, kami  (PDIP) tidak  bisa  dan  tidak akan  intervensi.  Bagaimana  pun yang tahu adalah internal dan orang lain tidak boleh masuk ke dalam,” ungkapnya.       Buchori  juga  menegaskan, berangkatnya  satu  kader  itu merupakan  amanah  dari  institusi dan  berkat  dukungan  dari  kaderkadernya.  “Ini  sudah  pilihan. Semua  punya  pertimbanganpertimbangan. Hormati keputusan partai. Kalau PKNU memutuskan siapa,  saya  tidak  akan  berani komentar.  Hargailah  keputusan partai  masing-masing.  Institusi partai  itu  punya  AD/ART  dan aturan masing-masing partai tidak sama,” pungkas Buchori yang juga wali  kota  Probolinggo  ini. exi

Di Grobogan

Kesenian “Reog Gondoreo” Masih Bertahan PASURUAN, RM uas jalan kabupaten di Desa Kepulungan,  Gempol, Kabupaten  Pasuruan,  Jawa Timur, dengan  panjang  sekitar  1,2 Km,  kondisinya  cukup  mempri hatinkan.  Banyak  aspal  yang  telah mengelupas dan berlobang  di mana –mana.  Diantaranya,  di  Dusun Betas,  sepanjang  550  M,Dusun Kajang 650 M dan Dusun Kabunan, tepatnya  di  sekitar  jembatan  juga rusak  parah.      Seperti  diketahui,  akses  jalan  di desa  Kepulungan merupakan  salah satu sarana penguhubung yang banyak dimanfaatkan oleh masayarakat untuk  aktifitas  sehari-  hari  .  Mulai dari anak yang bersekolah di SMPN II Gempol,SMKN I, juga untuk per jalanan  warga  menuju  perusahaan dan  pasar.    Rohmat, salah satu warga Dusun Betas, Desa Kepulungan yang dihub ungi mengatakan, sejak 2007 sudah diusulkan  kepada  pemerintah daerah  Pasuruan  memalui  Dinas Bina Marga. Akan tetapi belum  ada realisasinya  hingga  sekarang.  “Aki bat  rusaknya  jalan  tersebut,  ada

R

anak sekolah yang sampai mengalami kecelakaan,  “tuturnya.       Seharusnya,  pihak  pemerintah jauh hari sudah melakukan survey, mana  jalan  yang  memang  layak di lakukan  perbaikan.  Jangan  jalan yang sudah baik dilakukan pemeliha raan  lagi.  “Ini  kan  tidak ada  peme rataan pembangunan,” tambahnya .    Jika memang pemerintah daerah tidak memperhatikan nasib jalan di Dusunnya,  dia  akan  mendatangi Dinas  Bina  Marga  untuk  meminta kejelasan, apa kedala yang dihadapi .“Warga disini sudah sabar menung gu,hingga ada perhatian  dari  peme rintah  Kabupaten  Pasuruan  “jelas tokoh pemuda ini dengan nada kesal    Sementara itu Kepala  Dinas PU Bina Marga Ir Hari Apriyanto ketika dikonfirmasi  melalui  telpon selulernya    mengatakan,  sudah mengatahui  kondisi  jalan  di  Desa Kepulungan  tersebut.  Pihaknya akan  mengupayakan  perbaikan dalam  tahun  ini.  “Kita  upayakan usulan  di  PAK  2009.  Mudahmudahan bisa disetujui oleh dewan, “tukasnya.  jwr

Kesenian Reog Gondoreo, merupakan tradisi kesenian tari yang sudah turun temurun yang sudah ada sejak 40 tahun yang lalu, di Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa_Tengah.Kesenian ini adalah salah satu kesenian Khas milik pemerintah daerah kabupaten Grobogan yang masih di lestarikan.

GROBOGAN, RM ini,  agak  jarang  kesenian tari  reog gondoreo  tampil atau manggung. Jangankan untuk tampil secara umum, untuk tampil  di  pendopo  guna  meng hibur tamu-tamu bupati saja tidak pernah.  Namun  satu  kebanggaan bagi penerus tari reog gondoreo ini, setidaknya  sudah  pernah  tampil ber ulan gkali  di  Taman  M ini Indonesia  (TMI)  mewakili  Jawa Tengah.

K

   Seperti yang diungkapkan oleh Suparman  alias  Mamang  (62) Ketua dari tari Reog Gondoreo ini, bahwa dia akan terus melestarikan budaya tari reog gondoreo sampai ajal menjemput.Harapannya  ada penerus jika kelak dia sudah tidak lagi atau tidak mampu lagi menari reog gondoreo ini.       Lebih  lanjut  ia  menjelaskan bahwa  tari  ini  terdiri  dari  sekum pulan  tari-tarian  di  antaranya bonangan,  jaran  kepang,  dan

pentul  tembem. Anggotan ya sendiri berjumlah tiga belas orang yang  terdiri  dari  sepuluh  pemain gamelan, dan yang tiga orang lagi menari.     Masih menurut Maman , dalam tiap  minggunya  mereka  bisa  tiga kali  latihan  gu na  mengasah kemampuan  agar  tidak  lupa.  Hal ini  dilakukan  jika  sewaktu-waktu ada  job   atau  tanggapan,  baik did alam  daerah  maup un  luar daerah.  “Sebab,  kami  juga  sering diminta  main   di  luar  daer ah, diantaranya  di  daerah  Banyumas, Sragen boyolali dan lain lain,” kata mamang .       Sementaraitu,  Kepala  UPTD Dinas  Pemuda  dan  Olah  raga,

Per hubu ngan   dan   Par iwisata Sr iyon o  mengatakan   bah wa kesenian  tari  reog  gondoreo  ini adalah  tari  warisan  leluh ur. “Ad apun   fun gsi  kami  ter us melakukan  pembinaan  terhadap kesenian  ini,  dan  agar  tetap dilestarikan   keb eradaannya,” tukasnya.       Apresiasi  masyarakat  terhadap sen i  tar i  r eo g  gon d o r eo  in i sungguh  luar  biasa.Sebab  sering pada  acara-acara  tertentu  seperti mantenan,  khitanan,  tasyakuran dan lain-lain tari reog gondoreo ini diundang  untuk  tampil.  Sekali tampil  berkisar  tiga  jutaan  sebab mulai manggung dari jam 10 pagi samp ai  d en gan   jam  4   so r e.

Diyakini bahwa, bagi orang tua wajib  berhati-hati  jika  punya anak kecil yang mau menonton tari  reog  gondoreo  ini,  sebab anak tersebut bisa sawanen atau kesambet  .

   Meski demikian, ada juga cara untuk mengobati bagi anak kecil yang sawanen , diantaranya cukup  dengan  memotong rambut daripada topeng pentul tembem. “Namun, itu hanya mitos. Boleh percaya, boleh tidak, “jelasnya.       Itulah  memang  unikya kesenian tradisional . yang segala  sesuatunya  serba tradisional, termasuk dengan cara pengobatan tersebut. gik www.radarm inggu.tk


5   Lintas Daerah

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Kadis Pertanian, Ir Ikhwan Msi

PRESTASI

Bintang Cilik Mengorbit

PT. Bisi Internasional Harus ada Kepedulian Pada Petani benih bantuan gartis di bulusari yang  di keluhkan petani bulusari – gempol

Alvin  Saat  Mengikuti  Perlombaan, Inzet  :  Orang Tuan Alvin  Matadjib  Erianto  S.Pd Jombang RM, iarpun SDN Plosogenuk 1 tempatnya  dipelosok desa,namun  sangat  sarat dengan  prestasi  anak  didiknya. Sebut  saja  anak  keempat  dari pasangan  Matadjib  Erianto  S.Pd (52th)  dengan  Rofiatul  A,yang bernama  Fanani  Alvin Muhammad lahir di Jombang pada tgl:30-Juni-2000.Bila  ditilik  dari usianya  yang  baru  9  tahun,  dan sekarang masih  duduk di Bangku klas  4  (empat)  SDN  Plosogenuk 1,  Alvin  panggilan  seharihari,sudah  malang-melintang  di dunia olah raga, khususnya cabang olahraga  bulutangkis.  Menurut Muslimin  S  pd,  kepala  sekolah setempat,ketika  dikonfir  masi RAD AR  M INGG U,  mene rangkan bahwa Sejak tahun 2008 Alvin juara satu tingkat SD dalam kelompok  usia  9  tahun,  se-

B

Kabupaten Jombang.Tidak hanya itu  saja  tambahnya  tutur Muslimin,Tahun  ini  2009,Alvin juga menjuarai 5(lima)Kabupaten tingkat  kelompok  usia  9  tahun, lima  kabupaten  tersebut diantaranya  adalah:Kabupaten Jombang, Mojokerto, Lamongan, Kediri,  Nganjuk.  Ketika  disoal tentang  even  tersebut  Muslimin menjawab  :”Yang  mengadakan adalah PBSI Kab.Jombang, dalam rangka  memperingati  HUTRI yang ke 64,dan mencari bibit-bibit pebulu  tangkis  nan  handal.  saya tambahkan  pula  bahwa  kita pantas  mengucapkan  rasa  terima kasih pada pihak-pihak terkait,dan khususnya  pada  pemilik  GOR MUSTIKO  Kecamatan  Bandar Kedungmulyo  Jomban g,yang mana telah menyediakan GORnya untuk ajang pertandingan.”.  mus

Gus Ipul Hadiri Harlah ManikManik Plumbon Gambang  Tahun 2010, pendidikan SD-SMP           dan berobat di Puskesmas gratis

JOMBANG, RM ada tahun 2010, pendidikan di  tingkat  Sekolah  Dasar (SD) hingga Sekolah Mene ngah tingkat Pertama (SMP) tidak ada  biaya  sama  sekali  atau  gratis. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf  dalam  sambutannya  saat menghadiri pengajian dalam rangka memperingati  HUT  RI  ke-64, Harlah  Manik-Manik  Plumbon Gambang dan Penutupan Pengajian Rutin  Kecamatan  Gudo,  Minggu (9/8)  di  Balai  Desa  Plumbon Gambang, Jombang. Gus  Ipul  –panggilan  akrab Syaifulloh Yusuf– menegaskan, bahwa orang tua siswa tidak akan ada tarikan untuk biaya pembangunan gedung dan sebagainya. “Semua keperluan sekolah sudah  masuk  dalam  BOS.  Jika  ada kekurangan dana akan ditanggung oleh Pemprov  Jatim. Sehingga  orang  tua siswa  tidak  terbebani  biaya  lainnya. Soal  buku  pun  juga  sekarang  sudah ada Buku Sekolah  Elektronik (BSE) yang  harganya  sangat  terjangkau,” terangnya. Sedangkan  untuk  bidang kesehatan,  tambah  Gus  Ipul,  pada 2010  nanti  berobat  ke  Puskesmas juga  akan  digratiskan  atau  tanpa biaya  sama  sekali.  “Pasien  hanya datang,  diperiksa,  diberi  obat,  lalu

P

PASURUAN,RM a n t u a n B e n i h j e n i s h i b r i d a I n t a n i s e b a n y a k 1 5 0 t o n bagi  para  petani di wilayah  Pasuruan, Jawa Timur,  melalaui salah  satu suplayer yang ditunjuk, PT Bisi Internasional untuk menenuhi kebutuhan  benih  gratis  menuai  kritikan.  Pasalnya,  hasil  panen  dengan

B

SUMENEP, RM inas Pertanian dan Tanaman Pangan  Sumenep,  Jawa Timur, terus gencar menya rakan  kepada  petani  untuk  tidak tergantung  kepada  pupun  urea. Bahkan, disamping dilakukan sosial isasi  ke beberapa  kelompok tani di Desa-Desa,  pihak  Dinas  melalui petugas  penyuluh  lapangan  (PPL) diharapkan  terus  memberikan masukan  kepada  petani  agar disarankan  tidak  bergantung  pada pupuk  urea.  Mengingat  banyak pupuk kandang (Organik) yang bisa dimanfaatkan warga.       Hal  tersebut  ditegaskan  Kepala Dispertan  Sumenep,  Ir.  Hary Sudarmadji, MS  melalui  Koordina tor  penyuluh  pertanian  kabupaten sumenep,  Sunardiono,  SP  ketika ditemui , Rabu siang (22/07) pekan

D

lalu    di  Kantornya.  Menurutnya dalam  setiap  kegiatan  koordinasi dengan  instansi  lainpun  selalu diselipkan  untuk  memberikan masukan  kepada  petani  soal ketergantungan  kepada  pupun  an organik.       “Kami  selalu  siap  untuk  mem bantu  masyarakat  yang  berkei nginan  mengelola  pupuk  kandang menjadi pengganti urea apalagi saat ini  sudah  ada  tenaga  penyuluh selalu  siap  mendampingi  petani  di masing-masing  kec  amatan,”ujar Sunardiono.       Lebih  jauh  sunardi  meyakinkan masyrakat  agar  benar-benar  tidak bergantung pada pupuk urea karena menurutnya potensi pupuk kandang tidak  jauh  berbeda  dari  urea  itu sendiri.  Bahkan,  pihaknya  juga

berharap  kebiasaan  masyarakat yang  membakar  kotoran  hewan untuk  dihentikan.       Sebab,  disaming  merusak  ling kungan karena baunya kurang sedap kepada tetangga, juga ketika di pergu nakan  sebagai  pupuk  sudah  tidak layak lagi karena kandungan kandu ngan  zat  yang  membantu  pupuk dalam memberikan rangsa ngan bagi tanaman akan  ikut mati.

Desa Sudimoro Gelar Panen Raya

Kantor Desa Plandi Diresmikan JOMBANG, RM ertempat di Pendopo Balai Desa  Plandi,  Sabtu  (8/8), Wakil  Bupati  Jombang Drs.  H.  Widjono  Soeparno meresmikan  Pendopo  dan  Kantor Desa  Plandi.  Peresmian  tersebut sedianya  dilakukan  oleh  Bupati Jombang,  Drs.  H.  Suyanto.  Tapi karena ia berhalangan hadir, maka digantikan oleh Wabup. Dalam  sambutannya,  Kades Plandi Zainal Abidin mengucapkan terima  kasih  kepada  Bupati  dan Wakil  Bupati  Jombang  atas perhatiannya,  sehingga  dapat melaksanakan pembangunan. Sementara  itu  Wakil  Bupati Jombang,  Drs.  H.  Widjono Soeparno  menyatakan  dengan fasilitas  gedung  yang  megah  dan nyaman  diharapkan  dapat

B

meningkatkan  pelayanan  terhadap masyarakat.  “Kades  harus  mem berikan  contoh  dan  pelayanan kepada  masyarakat  secara  baik. Dan  masyarakat,  khususnya  Desa Plandi  jangan  sampai  melupakan budaya  desa  seperti  gotong royong,  tolong  menolong.  Untuk itu budaya desa  harus terus diting katkan,” harap Widjono. Ia  juga  mengharapkan  peran aktif  dari  desa  untuk  memberikan yang terbaik bagi masyarakat.“ Ba gaimanapun desa merupakan ujung tombak  pemerintahan,  ”  kata Wabup. Usai  memberikan  sambutan, dilanjutkan dengan peresmian pen dopo dan kantor desa yang ditandai dengan pemotongan pita, lalu  ber keliling sekitar kantor  desa. –oto

Tetap Terapkan Fullday School SUMENEP, RM eskipun tahun ajaran baru 2009  ini  jumlah  siswa SMPN  3  Sumenep  ber kurang,    namun  sekolah  ini  tetap bersikukuh  untuk  melaksanakan Sekolah pagi hingga sore atau yang biasa disebut Full Day School. Hal tersebut  ditegaskan  Kepala  SMP Negeri  Sumenep,  Dr.  H.  Moh. Sadjali,  MH  ketika  ditemui  sejum lah  wartawan,  Kamis  (23/07)  di Kantornya.       Menurutnya,  meskipun  jumlah siswa  tidak  seperti  tahun  sebelum nya,  namun pelaksanaan  Full Day School  tetap  tidak  akan  dirubah. “Kami  tetap  melaksanakan  sistem sekolah ini,  karena sebenarnya jus tru  untuk  meringankan  siswa  agar tidak  capek  untuk  kembali  melak sanakan  les  dan  sebagainya,” ujarnya.       Bahkan  ,  tegas  Ketua  MKKS SMP Sumenep ini, penerapan scool

M

   Karena itu, Sunardiono berharap petani untuk selalu berkonsultasi kepada petugas pertanian, agar hal-hal yang merugikan petani sendiri dapat dihindari. Sebab, tidak mungkin enyuluh yang ada akan selalu stan bay kepada semua petani, kecuali mereka yang aktif di kelompok tani dan sebagainya. ren/02

TILIK DESA

JOMBANG, RM en gemb an gan te kno lo gi d i b i d a n g pertanian terus  di  lakukan,  tak terkecuali  pe  nyediaan bibit  unggul.  Sepe  rti yang  terlihat  saat pelaksa  naan  panen raya di Desa Sudimoro, Megaluh  Jom-  bang, Minggu (9/8) yang lalu. Panen  raya  ini merupakan  panen  padi hasil  pengemba  ngan bibit SRI. Dalam  panen  raya tersebut,  dihadiri  oleh Menteri  Pertanian, Wabup Jombang Drs. H. Widjono  Soeparno, Ketua  HKTI  Jombang Hj.  Sadarestuwati,  Camat  se-Kabupaten  Jombang,  Kades  seKabupaten  Jombang. Pengembangan padi SRI di Desa Sudimoro ini dengan meng gunakan teknologi pemu pukan organik.  -oto

balai  pengawasan  sertifiksi  benih  ) jika  tidak  maka  pihaknya  akan menolak  menerima  bantuan tersebut.      Akibat  kasus  merosotnya  hasil panen  petani  sebagian  wilayah  di Pasuruan  ini,Dinas  Pertanian merasa  menjadi  kambing  hitam. Padahal  yang  menunjuk  PT  Bisi Internsional sekalu  suplayer murni dari  pihak  pemeintah  pusat,  yaitu memalui  Propinsi.  “Kami  hanya sebagai  fasilitator  saja,yang menentukan  pusat  dengan propinsi,”papar  Ikwan.    Harga benih hibrida perkilo konon sekitar  Rp50  ribu  persak,jika  tidak ada  kepedulian  sama  sekali  dari suplayer ,maka negara  yang sangat dirugikan.  Sebab,  telah mengeluarkan dana miliaran. “Saya akan  berusaha  sekuat  tenaga membantu petani Pasruauan dengan cara apapun, karana ini hak mereka,” janji  Ikwan. jwr

SMPN  3  Sumenep

Dispertan Sarankan Petani Pakai Organik

P

disuruh pulang,” janjinya disambut tepuk tangan pengunjung. Dalam kesempatan itu, Kades Gambang,  Agus  Yudha Asmara, menyatakan agar Gubernur melalui Wagub untuk memperhatikan pendi dikan, lembaga Islam, dan usaha pe mberdayaan  masyarakat  seperti manik  -  manik.  “Dengan tiga  pilar itu diharapkan generasi muda memi liki pegangan yang kokoh sehingga dapat  mengurangi  angka  kriminal itas,”  harapnya  saat  memberikan sambutan. Menanggapi  permintaan  itu, Gus Ipul menyatakan, saat ini yang mendapat  perhatian  adalah  sektor pendidikan.  “Jadi  yang  direpon untuk saat ini adalah bantuan untuk madrasah, sedangkan untuk lembaga dakwah  saat  ini  dananya  sudah habis atau kosong. Namun demikian nanti juga akan mendapat prioritas. Kemudian  untuk  mengembangkan usaha  yang  berbasis  kerakyatan semacam  manik-manik  akan  kami ajukan terlebih dahulu,” terangnya. Pada  kesempatan  tersebut, Gubernur Jatim Soekarwo yang ren cananya berkenan hadir, karena ada rapat sehingga tidak dapat hadir. Namun juga memberikan bantuan yang dititipkan  kepada  Gus  Ipul  yang diterima  langsung  oleh  panitia penyelenggara.  –oto

m e n g g u n a k a n    bibit unggul yang diharapkan bisa meningkat,    justru  sebaliknya,rata rata  petani  mengalami  penurunan hasil prosuksi sekitar 2 – 3 kwintal perpetak.     Kepala  Dinas  Pertanian  dan Tanaman  Pangan  Ir  Ikwan  saat  di konfirmasi   perihal merosotnya hasil panen  tersbut,  dirinya  mengaku sudah  mendengar masalah  itu.  Dia mengaku telah melaporkan langsung ke Dinas Pertanian Jawa Timur soal kasus ini. “Saya  sudah melaporkan masalah ini ke Propinsi Jawa Timur sebulan yang lalu, agar ada tindakan yang  tegas,  terkait  kasus merosotnya  hasil  produksi  panen petani  di  Pasuruan  yang menggunakan  bantuan  bibit  gratis ini,  “jelas  Ikwan.    Kata Ikwan, jumlah bantuan benih

sebanyak 150 ton itu, baru 110 ton yang terkirim. Sedangkan sisa benih dari  PT   yang  belum di kirim  agar supaya  diganti  dengan  benih  yang bagus.  Untuk  sisa  benih  yang diterima  petani  akan  ditarik  untuk dikembali  kepada  suplayer  untuk diganti juga.       “Dengan  kejadian tersebut,seharusnya ada kepedulian dari  pihak  perusahaan sebagai rasa tanggung  jawab.  Jika  tidak,  dia berharap,  pihak  propinsi memberikan  sangsi  yang  tegas. Sebab,  yang  dirugikan  adalah ratusan  petani  di  Pasuruan    yang menerima bantuan,” ucapnya.       Untuk  menghindari  kasus  ini terulang kembali di Pasuruan, pihak Dinas  Pertanian  dan  Tanaman Pangan  akan  melakukan pengawasan  yang  ketat.  Setiap bantuan  benih  ataupun  bantuan lainnya  harus  dilakukan  pengujian oleh  tim independent  atau BPSB  (

full day sangat membantu bagi siswa yang tidak mampu untuk membayar biaya tambahan les dan sebagainya. Namun  cukup  mengerjakan  sholat dan  makan  di  sekolah.  Dan  tidak perlu  tambahan  transportasi  dan sebagainya.     Diakui Sadjali, jika dibandingkan penerimaan  siswa baru tahun 2008 sebanyak 320 siswa dan tahun 2009 hanya  sekitar  160  siswa,  karena memang  ada  issu  yang  terhembus bahwa  sekolahnya  murni  melak sanakan school full day murni sepe rti yang diterapkan sekolah berstandart internasional (SBI).    Karena itu pihaknya mengaku akan mengumpulkan  wali  murid  dalam waktu  dekat  agar  issu  yang berkembang di masyarakat tidak bisa. Sebab pada  intinya  pelaksanaan  Full Day School  yang  dilaksanakan  di sekolahnya semata-mata hanya untuk meringankan siswa dalam memperoleh tambahan pelajaran.  ren/02

BPN Pasuruan Lounching Program Larasita PASURUAN, RM esanPelayanan lambat,  biaya  mahal  dan berbelit -belit sudah tidak berlalu  lagi  dalam  pelayanan sertifikat  tanah.  Pasalnya,  pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan  meluncurkan  program Larasita  (  layanan  rakyat  untuk sertifikat tanah ). Bagi masyakakat yang  ingin  memiliki  sertifikat tanah,pogram tersebut merupakan program  pelayanan    bagi  mereka yang memiliki hak guna bangunanan dengan luas di bawah 600 M2.       Menurut  Kepala  Kantor  BPN Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Drs  Kintot  Eko  Baskoro  melalui stafnya Muharrom, pengawai BPN yang ikut  dalam program  Larasita di  Desa  Mojotengah,  Kecamatan Sukorejo  mengatakan,  bahwa pelayanan Larasita ini khusus bagi rakyat yang   bangunannya   sudah memiliki  IMB  (  izin  mendirikan bangunan :red  ). Tujuan  program ini  untuk    memberikan  pelayanan kepada masyarakat  yang memiliki bangunan/rumah tipe RS dan RSS di bawah 600 M2.  “Ini semacam

K

one day service,dimana  proses pelayanan  pembuatan  sertifikat tidak lebih dari satu hari,”jelas pria humoris ini dengan tegas       Pria  asal  Malang  ini menambahkan,untuk  biaya Larasita, masyarakat  hanya cukup pengeluarkan dana di bawah  Rp75 ribu  ,dengan  rincian  pembelian blangko  Rp  10  ribu,  biaya  perce takan  Rp25 ribu,dan biaya pendaf taran Rp 25 ribu. Total  hanya Rp 60 ribu. Untuk pembelian materai, masyarakat  bisa membeli  di  tokotoko.”Program  ini sudah berjalan di  3  Kabupaten,  yakni  Sidoarjo, Kabupaten  Grersik,  dan  Kab upaten  Mojokerto,”  kata Muharrom.       Keuntungan  bagi  masyarakat yang  sudah  mensertifikatkan bangunan/rumahnya,maka nilai jual objek  tersebut  jauh  lebih  mahal dibandigkan  dengan  mereka  yang hanya  memiliki  HGB  (  hal  guna jual ). Sebab, bisa digunakan sebagai jaminan  di  bank  untuk  pengajuan pinjaman.       Jika  tidak  ada  kendala,  pihak

BPN  Kabupaten  Pasuruan  akan melakukan  pelayanan  Larasita perdana  di  Desa  Mojotengah, Kecamatan  Sukorejo.  Pihak  BPN dengan  menggunakan  kendaraan berupa  mobil    khusus  yang  di desaign untuk pelayanan, peralatan komputer,petugas  dari  PBN. “Kita yang langsung menjeput bola dalam memberikan layanan kepada masyarakat  ,”ungkapnya.    Pihak BPN memang sudah jauh -jauh  hari  mempersiapkan pelayanan  perdana  Larasita  ini. Pihak  desa  lokasi  maupun kecamatan  sudah  dilakukan sosialisasi  dan  pemberitahuan langsung.  Sehingga,  informasi  ini bisa  diketahui  oleh  masyarakat sekitar.  Hal  ini  juga  dilakukan publikasi  ke  media,  dengan harapan  bisa  diketahui  oleh masyarakat  se-  Pasuruan nantinya.”Untuk  target  layanan ini,  sekitar  100  sertifikat  lebih ,dalam  waktu  sehari,mas,” paparnya  lagi  .   tim

Keluarga  Besar

DEPARTEMEN AGAMA WILAYAH PROPINSI JAWA TIMUR Mengucapkan

Marhabban Yaa Ramadhan “ Kita Sonsong Bulan Suci Ramadhan Dengan

Hati Yang Bersih “ Drs. H. Imam Karomain Asyari Kakanwil  Depag  Jatim

Dewan Pimpinan Cabang Kab. Jombang ASOSIASI  PENGUSAHA KONTRUKSI  INDONESIA ( Indonesian Contruction Company Association )

Badan  Pengurus ASOSIASI  KONTRAKTOR  UMUM  INDONESIA ( ASKUMINDO )

Alamat : Perum Plandi Blok C-14 Jombang

Kab. Jombang

 RADARMINGGU

Mengucapkan

Mengucapkan

.

Marhabban Yaa Ramadhan

Marhabban Yaa Ramadhan

TK

“ Kita Sonsong Bulan Suci Ramadhan Dengan Hati Yang Bersih “

“ Kita Sonsong Bulan Suci Ramadhan Dengan Hati Yang Bersih “

WWW .

Eko Nugroho. AM Pambudi

Erwin Pribadi

Ketua

Sekretaris

Ketua

H. Zamroni Bendahara www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

6   Radar Selatan

RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Dishub Himbau Pengurusan Uji Kir Tidak Lewat Calo PASURUAN, RM ina sPe r h ub u ga n Kabupaten  Pasuruan, Jawa Timur, mulai resah dengan maraknya ulah oknum tidak bertanggung  jawab  yang  bisa menjadi pengurus jasa pengurusan jasa  kir  kendaraan.  Pasalnya, plafon  biaya  administrasi  yang ditentukan  mereka  ,  tidak  sesuai

D

kwitansi ujir kir         via calo LINTAS PASURUAN

Kontes Ternak Sapi Untuk Tingkatkan Nilai Jual Ternak PASURUAN, RM vent tahunan berupa kontes ternak  yang  digelar  oleh Dinas  Peternakan  kemarin di  Candra-wilwatikta  yang  dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan  Drs  Edi  Paripurna. Dalam  kontes  tersebut  para peternak  menampilkan    keber hasilannya  dalam  memelihara hewan  yang  sehat  dan  gemuk, maklum  hewan  tersebut  selalu mendapat  perawan  kesehatan  dan makanan yang begizi. Hewan  ternak  yang  ikut kontes  dihiasi  dengan  berbagai pakaian  yang  bertuliskan  nama pemilik ataupun koperasi. Mereka kemudian  mengarak  hewan layaknya  seorang  selebritis  yang tampil  di  catwalk  yang  disaksikan oleh  puluhan  undangan  dan  tim juri. Kepala  Dinas  Peternakan Kabupaten Pasuruan Dr Eko Priyo

Wakil  Bupati  dan  istri  buka  kontes  ternak  di  cantra  wilwatikta Pasuruan Wusono  kepada  wartawan mengatakan  bahwa  tujuan  utama digelarnya kontes ternak ini adalah untuk  memberikan  apresiasi  para peternak  yang  ada  di  Pasuruan yang  selama  ini  berhasil  dalam meningkatkan produfititas mereka. “Tidak  hanya  itu,  dengan  hewan

yang  gemuk  dan  sehat  secara langsung  akan  meningkakan  nilai transaksi dan pendapatan peternak akan  meningkat  juga.  Kemudian juga  orang  akan  tertarik  untuk berternak  sapi  atau  hewan lainnya,”  jelasnya . bm

Terkait Penemuan Sekolah Tanpa Pelajaran PKN

Dindik Berencana Panggil SD Plus Mutiara Ilmu akan tetapi bukan tidak ada, materi itu  kami  masukkan  dalam  CB (Charakter Building).  PKN  akan kami ajarkan pada siswa pada saat kelas VI saja,” jelasnya. Fatimah menambahkan, awal pendidikan tahun 2006, masalah ini sudah  dikonsultasikan  dengan Dinas  P  dan  K  di  era  Bambang Pujiono  selaku  Dinas  P  dan  K waktu  itu.  “Dan  setiap  bulannya kita  laporkan  ke  dinas,  ternyata hasilnya  tidak  ada  masalah,” bantahnya. Sementara iu Kepala Dinas P dan  K,  Edie  Sasmito  yang dikonfrmasi  malalui  TU  H  Imam

Istijab,  SPd  di  ruang  kerjanya mengatakan  akan  memanggil sekolah  yang  bersangkutan  untuk diminta  keterangan  prihal  tidak diajarkannya  PKN  di  sekolah tersebut, tapi hanya  kelas VI saja. “Jika nanti kita bina dan diarahkan secara  benar  tidak  mau,  maka konsekwensi jelas ijin  kita cabut,” jelas Imam. Dia  menambahkan,  dalam UU  RI  No  20  tentang  Sisdiknas disebutakan  dalam  bab  X  tentang Kurikulum  Pendidikan  Dasar  dan Menengah diwajibkan mengajarkan 10  item  mata  pelajaran  sah diantaranya adalah PKN. –bm/bib

INFO PERTANIAN

P

U

PASURUAN, RM enurut  Basori,  dana BOS  tersebut  dinilai sudah  cukup  untuk memenuhi  kebutuhan  sekolah. Mulai  dari  perawatan,  pengadaan alat  sekolah,  jika  pihak  sekolah memang  memiliki  program  yang berkaitan dengan dana hendaknya dirapatkan terlebih dahulu dengan komite  sekolah.     “Mitra  lembaga  adalah  komite sekolah, jika ada kebutuhan sekolah hendaknya dikonsultasikan dengan

komite  untuk  dibahas  bersamasama,  dan  untuk  selanjutnya diajukan rekomendasi ke Walikota. Jika  tidak  melalui  prosedur  itu, jangan  coba-coba  lembaga  berani melakukan pungutan biaya ke wali murid,”  papar  Basori  kepada  Radar Minggu.     Basori  menambahkan,  jika  ada sekolah yang melakukan penarikan biaya  tanpa  prosedur  yang  benar, pihaknya menghimbau kepada wali murid untuk segera melaporkan ke

Dinas  P  dan  K.  “Sebab  hal  itu sudah  tidak  benar,  bantuan masyarakat, LSM maupuan media sebagai  social control  memang sangat  diperlukan  untuk  melak ukan  pengawasan  demi  untuk kebaikan  semua,”  tegasnya.   Dinas sendiri tidak akan segan u n tu k   men in d a k  tegas  gu r u ataupun  kepala  seko lah  yang terbu kti  melakukan  pelangga ran disiplin dalam penyelengga r aan   p en d id ik an     selama  d i

d u ku n g  d en gan   b u kt i- b u k ti yang  kuat.  Ini  dilakukan  demi untuk kemajuan pendi dikan di K o t a  P a s u r u a n .   “B eg it u sebaliknya  kita  juga  meminta wali  mur id  ju ga  men du kun g p r o gr a m  se k o lah   u n tu k memajukan  mutu  pendidikan, m elak u ka n   p en ga   wa sa n belajar  anak  selama  di  rumah, m em an ta u   p er ke m b   an ga n belajar  anak,”  harapnya.  rsk/ abi/02

Bangkitkan Jiwa Koperasi Hadapi Globalisasi MALANG, RM. emerintah  Kabupaten Malang,  Jawa  Timur, melalui Dinas Koperasi dan UMKM,  pada  Kamis  pekan  lalu menggelar Sarasehan Koperasi dan UKM.  Sarasehan  ini  bertujuan untuk  meningkatkan  daya  saing koperasi dan memberikan motivasi untuk  mencari  pemecahan  bagi koperasi  serta  UKM  dalam menghadapi  dinamika  perubahan global.      Selain itu, juga mengupayakan dan  mengkaji  untuk  memberi dorongan  serta  masukan  kepada pemerintah agar lebih mening katkan keberpihakan  dalam  hal  pember dayaan koperasi  dan UKM.    “Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memberi pengertian yang benar  tentang  kesadaran  untuk berkoperasi.  Karena  selama  ini, banyak  yang  menganggap  bahwa dalam  berkoperasi  isinya  adalah menabung hutang dari anggota, yang benar  bukan  seperti  itu,”  ungkap Wakil Bupati, H. Rendra Kresna di

P

GOR Kanjuruhan, Kepanjen.           Ketua  pelaksana,  Suyitno Suhud, SE. MM, mengatakan selain untuk  memberi  motivasi, diharapkan dari acara sehari tersebut juga  akan menambah  pengetahuan dalam  berkoperasi  agar  siap menghadapi  arus  dinamika globalisasi.  Ruang  lingkupnya antara  lain  pengaruh  globalisasi terhadap  UUD  1945  pasal  33 sebagai  dasar  hukum  gerakan ekonomi  rakyat,  masalah  peran pemerintah  terhadap  perubahan globalisasi  yang  terlalu  cepat, relevansi  peran  (juga  ketegasan, sanksi)  dan  fungsi  UU  25/1992 tentang  perkoperasian  serta bagaimana menumbuhkan semangat jiwa  kewirausahaan  dan  upaya mensinergikan program pemerintah dengan koperasi dan UMKM dalam membangun ekonomi Jawa Timur.      Sarasehan sehari itu diikuti oleh 200  orang  dari  38  kabupaten/kota terdiri dari 4 orang (Kadis koperasi dan UMKM kabupaten/kota,  1 or-

ang  dekopinda  dan  2  orang kelompok  koperasi besar)  serta  48 orang  dari  koperasi  skala  provinsi/ skala  sekunder.  Sedangkan narasumber  pada  kesempatan tersebut adalah Prof. Dr.  J. Nirbito (UNM),  Prof.  Dr.  Hotman  M. Siahaan (Unair) dan Dra. Sri Untari Bisowarno (KSU SBW Malang).      Sementara itu, ditempat terpisah diadakan Acara Sosialisasi Program Gerakan  Peduli  Pengen-tasan Kemiskinan  atau  Gerdu  Taskin tahap awal. Prioritas program yang digulir  sejak  2004  ini  diarahkan untuk  mengurangi  dampak  krisis ekonomi  dengan  fokus  kegiatan Tridaya.  Yang  meliputi  pember dayaan  pada  manusia,  usaha  dan lingkungan. “Untuk tahap awal akan dialokasikan  pada  lokasi  baru  di desa/kelurahan  miskin.  Sedangkan lokasi  tahap  awal  diprioritaskan pada  desa/kelurahan  kategori merah,”  ujar  Kepala  Badan Pemberdayaan  Masyarakat,  Drs. Razali pada acara yang diikuti oleh

150  orang  dari  dinas  terkait  dan UPK.         Sasaran  utama  salah satu program  pemerintah  ini  yakni  rumah tangga miskin pada  masing-masing desa  lokasi  setelah  dilaksanakan klarifikasi secara  pertisipatif. Acara sehari itu membahas tentang ruang lingkup  program,  alokasi  dana kegiatan, organisasi pengelola mulai tingkat  desa  sampai  provinsi, prioritas  kegiatan  pemberdayaan dan  penguatan  kelembagaan  UPK (termasuk  arah,  peningkatan  dan pengembangan).  “Tantangan  terberat  kita  masih  pada  tingginya angka  kemiskinan  dan  pengang guran.  Juga  pada UPK  yang  tidak sehat  sehingga  diperlukan  pena jaman,  pendampingan,  pelatihan ketrampilan  dan  pemantaban  program  serta  kerjasama  dari  semua pihak  untuk  mensukseskannya,” kata wabup pada acara yang digelar di  Badan  Diklat,  Jl.  Trunojoyo, Kepanjen. ito/02

Koperasi Siap Rambah Pedesaan   MALANG, RM ubernur  JawaTimur,  Drs. H.  Soekarwo  mengatakan, Pemerintah Provinsi Jatim siap membantu dunia  perkoperasian  di  Jatim.  Implementasinya, dalam  waktu  dekat  akan  digulirkan  bantuan  dana hibah  kepada  sekitar  2000  desa  diseluruh  provinsi ini.      Adapun  targetnya  adalah  pada  koperasi  wanita yang  selama  ini  telah  tumbuh  pesat  dimasyarakat dan  telah  menjadi  salah  satu  tulang  punggung ekonomi  di  Jawa  Timur  dengan  sistem  tanggung renteng.  “Idealnya sebanyak 100 juta, tapi ya tidak serta  merta penuh. Ya, kita  turunkan  20 juta  dulu, tujuannya  supaya  mendidik  agar  berkembang, berkembang dan diharapkan empat tahun lagi sudah turun semuanya sampai 100  juta,” ungkap Pak De Karwo,  Jum’at siang pekan lalu.       Berkaitan  dengan  ini,  Pemerintah  Kabupaten Malang sudah siap mendukung salah satu komitmen Pemprov itu. “Penduduk kabupaten yang besar (2,5 juta  jiwa)  itu  menjadikannya  sebuah  potensi  untuk pengembangan  koperasi  secara  kuantitas.  Namun juga  secara  kualitas  hal  itu  juga  perlu  terus ditingkatkan,” ujar Bupati Malang, H. Sujud Pribadi saat memberi sambutan dihadapan gubernur, wagub, Muspida  Provinsi,  kepala  daerah  dan  insan perkoperasian se-Jawa Timur. Pada acara yang digelar dihalaman parkir Stadion Kanjuruhan Kepanjen itu.       Bupati  juga  berpesan  kepada  seluruh  insan perkoperasian  untuk  terus  meningkatkan  usaha koperasi  dalam  rangka  membangun  perekonomian nasional.  “Caranya  adalah  dengan  menghayati  dan mengamalkan  Pancasila  untuk  negara.  Kembangkan koperasi,  jagalah  lingkungan  dan  sekitarnya.  Hidup gotong royong  makmur pangan  dan sandang,  hidup jaya PKK,” imbuhnya yang langsung diikuti nyanyian dari  para  peserta.      Sementara  itu,  Kepala  Dinas  Koperasi  dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Drs. Brahman Setyo, Msi,  mengutarakan  kegiatan  ini  digelar  untuk mendorong,  mengembangkan,  memperkuat  dan memajukan  dunia  koperasi  sabagai  salah  satu benteng  tangguh  yang  telah  teruji  pada  berbagai krisis  ekonomi  yang  melanda  Indonesia.  “Ini diarahkan untuk mengembang kan kerjasama antar

G

     sawah di bukir yang di serang penyakit kuning mengalami penurunan,” keluhnya. Agar  kondisi  tanaman  padi bisa  baik,  petani  di  sana  sudah melakukan  upaya  pengobatan dengan  harapan  agar  hasil panennya  nanti  bisa  normal ataupun  ada  peningkatan.  Jika tidak  begitu  maka  petani  akan

mengalami  kerugian,  “Kita  ber harap  kepada  Pemkot  Pasuruan agar  membantu  menangani  pe nyakit yang sering menyerang tana -man padi agar petani tidak rugi,” jelas salah satu petani yang enggan di korankan .  rsk

Proyek Jides/Jitut Stimulus Bagi Petani PASURUAN, RM paya untuk meningkatkan pemerataan pembangunan dibidang  pembangunan jaringan  irigasi  tingkat  desa  yang selama ini kurang tersentuh secara merata,  kini  Dinas  Pertanian Tanaman  Pangan  Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur melakukan trobosan  melalui  usulan pemerintah  pusat.       Program  yang  terkenal  dengan nama Jides ( jaringan irigasi desa ) dan  Jitut  (  jaringan  irigasi tingkatani  usaha  tani  ),inilah  yang akan  banyak  membantu  perbaiki irigasi  di  tingkat    desa  di  wilayah Kabupaten Pasuruan. Sebab, kalau hanya  mengandalkan  alokasi  dari sumber  dana APBD  II  dipastikan tidak  akan  terkaver  karena terbatasnya  anggaran.

Pungutan Tak Prosedural, Laporkan ke Dinas

Drs. H. Soekarwo, Gubernur Jatim

Puluhan Petak Sawah Diserang Penyakit Kuning PASURUAN, RM uluhan  petak  sawah  di K elu ra ha n Bu kir , Kecamatan  Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur,  yang ditanami  padi  mulai  diserang penyakit  kuning.  Tanaman  yang belum  genap  berusai  sebulan tersebut  tampak  kurang  sehat, daun berwarna kekuning-kuningan, meski sudah dilakukan pemupukan oleh  petani.  Akan  tetapi  upaya tersebut  kurang  berdampak  baik pada kesuburan tanaman. Salah  seorang  petani  di Kelurahan  Bukir  yang  ditemui Radar Minggu di  sawahnya menyatakan,  paska  pemupukan, tanaman  padi  terserang  penyakit kuning.  “Meski  penyakit  tersebut tidak  sampai  membuat  tanaman mati,  akan  tetapi  biasanya  pada saat  panen  hasil  produksi

Drs. Basori Alwi, Kadis P dan K Kota Pasuruan

M

INFO

T

melakukan  sosialisasi baik  melalui media  maupun  spanduk  yang dipasangan  di  Kantor  Dinas Perhubungan.    “Kita selalu menghimbau kepada pemilik kendaraan untuk mengurus uji kir kendraan  sendiri, dan tidak menggunakan  jasa  para  calo. Langkah  ini  kita  lakukan  agar supaya  masayarakat/pemohon tahu  berapa  biaya  yang sebenarnya,” ujar Agus.  “Kita akan layani dengan cepat ,tepat, selama

yakin  secara  bertahap  para  calo yang  bisa  menjadi  biro  jasa pengurusan  akan  terkikis  secara perlahan  lahan.  “Untuk  itu  saya anjrkan  kepada  semua  pemohon untuk mengurus sendiri,” harapnya.       Dinas  perhubungan  dalam menetapkan  tariff  uji  kir  berlaku sama,  tidak  ada  perbedaan  sesuai dengan  perda  Kab  Pasuruan  yang berlaku.  “Soal  adanya    perbedaan itu  bukan  lagi  wewenang  kami. “Saya  tegaskan  lagi,  bahwa  kami tidak ada kerjasama antara pegawai dengan para calo. Silahkan laporkan Dinas  kalau  ada  temuan  di lapangan, pegawai kita yang mainmain.”tegas Agus  abi

Kepala Dinas P dan K Kota Pasuruan, Jawa Timur, Drs Basori Alwi memberikan peringatan kepada semua sekolah agar tidak gampang melakukan pungutan biaya dari wali murid. Meski dengan dalih untuk kepentingan sekolah, mulai dari sumbangan sekolah, kenangan-kenangan dari siswa atau bantuan lainnya. Pasalnya, pihak pemerintah sudah memenuhi kebutuhan oprasional sekolah melalui dan BOS (bantuan oprasional sekolah ).

E

PASURUAN, RM idak adanya mata pelajaran PKN(Pendidikan Kewargaraan)  yang  di ajarkan  kepada  siswa  di  SD Mutiara Ilmu di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dinilai kurang mengamban amanat UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasoinal. Yakni, yang  termaktub  dalam  bab  X tentang  Kurikulum  Pendidikan. Kepala  sekolah  SD  plus Mutiara  Ilmu,  Fatimah  yang dikonfirmasi  Radar Minggu mengakui  peniadaan  pelajaran PKN.  “Untuk  pelajaran  PKN memang  kami  tiadakan  di  kelas,

dengan  ketentuan  Perda  uji  kir kendaraan  yang  berlaku.  Akibat nya, kini  banyak keluhan dari para pemilik  kendaraan  yang  merasa biaya uji kirnya  terlalu mahal.     Ketika hal ini  ditunjukan kepada Dinas Perhubungan, kepala Dinas Perhubungan  Drs  P  Hermanto Burbokusumo,Msi  memalui Stafnya Agus  H  di  bagian  uji  kir dengan  tegas  menampik  tudingan terseut.  Dia  mengatakan  bahwa pihak  Dinas  Perhubungan  sudah

persyaratan  lengkap.  Kalau memang  berhalangan,  bisa memberikan  surat  kuasa  kepada orang  lain  untuk mengurus”,jelasnya.    Kalau misalkan ada komplain dari pemohon  yang  mempersoalkan biaya  administrasi  dengan menunjukkan kwitansi tidak resmi serta  ada  stempel  lunas,sejatinya itu  bukan  dari  bagian  uji  kir,akan tetapi itu dari calo. Sebab, kwitansi dari  Dinas  Perhubungan  itu resmi,bukan kwitansi biasa seperti yang  dilalorkan  oleh  pemohon kepada  wartawan.       Dengan  cara  ini,  (  pemohon mengurus  sendiri  :red  )  dirinya

   Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir Ikwan MSi kepada Radar Minggu mengatakan, bahwa proyek tersebut  bertujuan  untuk meningkatkan  perbaikan  jaringan irigasi  di  tingkat  Desa.  Seperti  di ketahui,  di  lapangan  banyak  sekali ditemukan  jaringan  irigasi  yang memang perlu dilakukan perbaikan    “Di Pasuruan banyak desa yang mendapatkan  proyek  Jides/Jitut yang telah kita usulkan ke  tingkat pusat,”  tukasnya.    Tentun ya, tujuan  proyek  itu  adanya  peran serta  aktif  dari  desa  maupuan kelompok  tani  untu k  ikut melakukan  pemba  ngunan,  agar capaian  volume  pekerjaan  bisa lebih  banyak  lagi.  Perlu  diingat, bahwa dana itu semuanya dikelola oleh  petani.

      Ikwan  menambahkan,  dalam pelaksanaannya  nanti  memang didampingi  oleh  tim  tehnis  dari Dinas Pengairan dan Pertanian, hal ini  dimaksudkan  agar  peren canaanya  bisa  sesuai  bestek  dan kwalitas  mutu.  Masyarakat  juga diharapkan  ikut  mengawasi  juga, mana kala ada  yang tidak beres di lapangan       Tioso  salah  satu  kelompok  tani Tirto  Mulyo  Desa  Bulusari  – Kecamatan Gempol yang mendapat proyek  Jides/Jitut  yang  ditemui mengatakan,  bahwa  pihaknya bersama dengan kelompok tani akan berusaha  melaksanakan  pemba nguan dengan sebaik baiknya. Para petani  diharapkan  ikut  berperan aktif  bergotong-  royong  agar  ada rasa memiliki.   rsk/abi

UKM, pengurus, pemerintah dan semua pihak yang t er liba t

dalam koperasi g u n a menyongsong e r a glo b alisasi a g a r koperasi tetap  eksis,” terangnya.       Pihaknya mengaku telah  siap ens ukseskan program pemben t u k a n Lembaga K eu a n ga n Mikro  yang rencananya k a n disalurkan ke  2000 desa  seJawa Timur itu.  Ia berharap

agar  nantinya  seluruh  program yang  akan  dilakukan  dapat  lebih memperkuat  dan  memperkokoh kemandirian  di  era  globalisasi. Selain  itu,  juga  bertujuan meningkatkan  jaringan  usaha  di Jawa  Timur.      Catatan  penting  juga disampaikan  gubernur.  Yaitu masalah  usaha  memperkokoh koperasi.  “Untuk  struktural  dan kultural ini harus ketemu dulu guna memantabkan program yang akan dijalankan,” pesan pria berkumis itu.  Pada kesempatan  itu,  MURI menyerahkan  penghargaan  atas prestasi  pembuatan  logo  koperasi yang terbuat dari bahan rengginang warna  warni.  Beberapa  koperasi kabupaten  juga  mampu  meno rehkan  prestasi  mem  banggakan. Seperti  KPRI  Usaha  Gotong Royong yang meraih posisi kedua untuk kategori  kelompok koperasi konsumen.       Sedangkan  untuk  kategori kelompok  koperasi  pemasaran, KUD  Mina  Jaya  meraih  titel tertinggi.  Kopti  Tahu  Tempe Wahyu  Satria  juga  masuk  nomor tiga  untuk  kategori  koperasi produsen.  Sedangkan  untuk kategori  koperasi  berprestasi tingkat kabupaten jenis konsumen, Primkopad 0818, KUD Mina Jaya dan  Koperasi  Pasar  Gondanglegi berurutan  menyabetnya.  Tak hanya  beragam  lomba  dilakukan, dalam  gelaran  tahunan  itu,  juga diserahkan paket bantuan sembako sebanyak  1000  paket  kepada warga  kurang  mampu.  Selain  itu, selama tiga hari kedepan juga akan ada  gebyar  pesta  rakyat,  jambore koperasi, fun bike dan jalan sehat. . ito www.radarm inggu.tk


7   Radar Utara

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Masfuk  Resmikan Program Qoryah Thoyyibah Setahun Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Jawa Timur, mencanangkan program Qoryah Thoyyibah selama setahun penuh, di Kecamatan Bluluk, yakni di Desa Cangkring, Banjargondang dan Bluluk. Program tersebut dibuka Bupati Lamongan Masfuk di Balai Desa Banjargondang. Bersama Masfuk dan isteri, juga turut serta Wabup Tsalits Fahami bersama isteri, Ketua PDM Lamongan Kusnan Sumber dan Ketua PD Aisyiyah Lamongan Sumu Yanarofah. LAMONGAN, RM etua  PDM  Lamongan KusnanSumber mengatakan,  dengan program  Qoryah Thoyyibah diharapkan  akan  dibukakan pemimpin  masyarakat  yang mampu  menggerakkan  umat  di desa,  sehingga  desa  itu  menjadi desa yang qoryah thoyyibah  atau desa yang baik dan utama.         “Apa  yang  jelek  bisa  menjadi baik.  Itulah  inti  program  ini.  Baik ini  mencakup  semua  hal,  baik ibadah  umum  maupun  ibadah khusus.  Diharapkan  kedepan  desa ini  akan  menjadi  desa  yang berkepribadian  islam  tapi  juga

K

memiliki  kepedulian  pada  umat. Seperti  halnya  perintah  untuk menegakkan sholat tapi dilanjutkan dengan  perintah  dalam  kepedulian sosial.  Dalam  hal  ini  menunaikan zakat, “ ujar dia.    Menganai  program  qoryah thoyyibah ini, lebih jauh disampai kan panitia  program  tersebut  Solikhin. Dikatakannya,  ketika  Lamongan sedang giat-giatnya melakukan pemba ngunan, PDM ingin ambil bagian dalam pengak ltualisasian dakwah. “Sehingga bisa  di  rasakan  sebagai  rahmatan  lil alamin, “ kata dia.       Menurut  Solikhin,  program  yang berlangsung  setahun  penuh  itu  akan

diisi  sejumlah  kegiatan  mulai  dari pembangunan  fisik  hingga  non fisik. Seperti  kajian  keislaman, pembinaan remaja,  pelatihan  ketrampilan  pada pemuda  dan  petani  serta  pendam pingan  pada  petani.     Program Qoryah Thoyyibah ini juga pernah digelar PD Aisyiyah Lamongan tahun  lalu  di  Gebangangkrik/ Ngimbang.  Namun  program  kali  ini melibatkan  semua unsur  di  Muhammadiyah,  bukan  hanya  Aisyiyah. Mulai dari remaja, pemuda, kepanduan hingga pendidikan dan kesehatan.     Sementara Masfuk menyambut baik program tersebut. Menurut dia, melihat konsep  programnya,  qoryah thoyyibah tersebut nyambung dengan program  pemerintah.  “Dengan demikian  Program  Qoryah  Thoyyibah  ini  juga  telah  membantu program pemerintah untukm lakukan percepatan  pembangunan.  Selaku pemerintah,  saya  sampaikan  terima kasih  atas  terselenggaranya  program ini, “ urai dia.      Disampaikan  pula,  saat  ini Pemkab  Lamongan  juga   mulai melakukan  percepatan  pemb

Dalam Safari Kerja,

Sekda Gresik Bagi- bagikan Bantuan GRESIK, RM erbagai rangkaian kegiatan kerja  dilaksanakan  Sekda Gresik, Jatim,  Dr. Husnul Khuluq,  Drs.  MM.    Pada  Rabu pekan lalu,  dia menyerahkan dana ADD  tahap  kedua  untuk Kecamatan  Sangkapura  sebesar Rp.  970.272.500,  dan  untuk Kecamatan  Tambak  Sebesar  Rp. 697.262.00.  Bantuan  tersebut diserahterimakan  secara  simbolis kepada Camat Tambak dan Camat Sangkapura di Pendopo Kecamatan Sangkapura Bawean.       Selain  bantuan  ADD,  dalam kunjungan sehari ini, Sekda Gresik juga  menyerahkan  beberapa bantuan  untuk  Perbaikan Lingkungan Pasca Bencana Rp. 50 juta,  Dana  bantuan  Penerangan Listrik Pedesaan Rp. 25 juta untuk desa Balikterus, Sangkapura dan 1 unit mobil ambulance untuk PCNU Bawean.    Sekda Gresik juga menyerahkan sumbangan  Dana  Operasional Masjid  (DOM)  64  masjid  di kecamatan  Sangkapura  dan    44 masjid  di  kecamatan  Tambak masing-masing  mendapat  Rp.  3 juta.  Sedangkan  2  Mushalla  di Kecamatan  Sangkapura  dan  2 mushalla  di  Kecamatan  Tambak mendapat bantuan Rp. 6 juta.      Tak  hanya  itu  sebagai  program Prioritas dalam peningkatan hidup beragama  dan  pendidikan,  Sekda Gresik juga menyerahkan bantuan untuk 2 Pondok pesantren masingmasing, mendapat bantuan Rp. 7,5 juta. Sedangkan Taman Pendidikan Al  Qur ’an  (TPQ)  Aisyiah mendapat  bantuan  dana  sebesar Rp, 5 juta.    Pada kesempatan itu juga Sekda menyerahkan  blockgrand  dana dekonsentrasi yang bersumber dari APBD  Jawa  Timur    dengan  total dana  sebesar  Rp. 95  juta  untuk  2

angunan  di  wilayah  Lamongan Selatan melalui konsep agro politan. Konsep  untuk  mem  bangun  suatu daerah  dengan  basic  pertanian tersebut,  sudah  dimulai  dengan dilakukannya pembangu nan RSUD Ngimbang dan masuk nya investor yakni PT Sorini ke wilayah Selatan. “Ini semua juga sebagai bagian dari amar ma’ruf  nahi mungkar, “ kata Masfuk.      Masyarakat  di  desa  program ter sebu t  diharapkan   selalu mengamalkan ajaran Islam dalam seluruh  aspek  kehidupan  dan berupaya  hidup  mandiri  dengan etos  kerja  tinggi,  kreatif,  dan ino vatif.  K onsep  itu  telah diaplikasikan  di  berbagai  desa percontohan.  Sementara  Dalam konsep  keluarga  sakinah,  sebuah keluarga akan diberdayakan dalam berbagai  bidang,  seperti  agama, pendidikan,  kesehatan,  ekonomi, dan  hubungan  sosial.  Melalui keluarga yang sakinah diharapkan terbentuk  sebuah  qoryah  (desa) yang thoyyibah (baik dan utama). ole            

LAMONGAN, RM ini, di Lamongan terdapat 472  lembaga  Madrasyah Ibtidaiyah (MI). Menurut Juknis  Depag  pusat  yang dikeluarkan  per  Februari  2009  , dana  yang  akan  diterimakan  per lembaga  sebesar  Rp  91.050.000 itu,  diperuntukkan  pembangunan rehabilitasi gedung (fisik) minimal 70  %   atau  Rp  64.050.000,-  dan 30%  untuk  peningkatan  mutu berupa  pengayaan  buku  pembe lajaran  siswa  atau  sebesar  Rp 27.450.000,       Namun  kenyataannya,  oleh Kanwil  Depag  Prov  Jatim  dalam DPA (Dana Pagu Anggaran) No. : 065 8.01 /025 -01. 02/X V/20 09 tanggal  31  Desember  2009  yang telah  disosialisasikan  DEPAG Kab/Kota  kepada   lembaga  MI penerima  bantuan  dana  blogrand berbunyi,  untuk  rehabilitasi gedung  sekolah,  artinya  tidak dipuruntukkan  untuk  non  fisik (pengayaan  buku).      Hal  itu  yang  menyebabkan Lembaga  Sekolah  (LS)  MI binggung.  Umumnya,  mereka

K

Sekda  Dr.  Husnul  KhuluQ  Drs  MM Memberikan  bantuan  Kepada  warga SDN di Sangkapura. Dana Alokasi Khusus  (DAK)  SDN  sebanyak  7 SDN di Sangkapura dan 7 SDN di Tambak dengan total dana sebesar Rp.  209.998.800,  tambahan  1 Sanitasi  senilai  Rp.17.175.400 untuk SDN Kalompanggubuk I.       Pemkab  juga  mengalokasikan dana bantuan khusus untuk sekolah tertinggal  untuk  20  SDN  di Kecamatan  Sangkapuran  dan  20 SDN  di  kecamatan  yang  masingmasing  mendapat  bantuan Rp.2,5juta. Beasiswa untuk 299 di Kecamatan  Sangkapura  dan  300 anak dari Kecamatan Tambak yang masing-masing menerima Rp. 360 ribu.       Untuk  peningkatan  program pertanian  di  Pulau  yang  berjarak 80  mila  dari  Gresik  ini,  Pemkab Gresik  mengucurkan  bantuan

KPG dan KA2P Sebar Leaflet Kecamatan  Manyar,  Kebomas dan  dalam kota  Gresik  kemudian berkumpul  di  jalan  Jaksa  agung Soeprapto,  Gresik. Tak  hanya itu,  beberapa  aktivis kaum hawa ini,  juga memberikan selebaran  ke  beberapa  sekolah yang  ada  di  wilayah  kota  Gresik, dan  beberapa  sekolah  pinggiran yang ada di kota pudak ini.

dengan  jumlah  total  sebesar  Rp. 527.500.000,-  yang  teralokasi pada  beberapa  item  meliputi BLBU  Padi  Hibrida,  irigasi, Clopper,  BUMA,  dan ombrometers.       Kabag  Humas  M  Hari Syawaludin  yang  menyertai  rom bongan  kunjungan  ke  Pulau Bawean ini mengatakan, tak hanya bantuan, Pemkab Gresik juga mem buka  layanan  publik  pembuatan akte  kelahiran  gratis  untuk  1500 warga Bawean. Pelayanan ini akan dibuka selama 4 hari.    “Kami melihat program ini perlu dan sangat dibutuhkan masyarakat. Hal  ini  terlihat  dari  animo masyarakat  yang  tinggi.  Sehingga pada  hari  pertama  saja,  petugas pada pelayanan ini sempat lembur sampai jam 4 pagi,” tukasnya. kim

Lia Permata Sari koordintor aksi KPG   men jelaskan ,  aksi  ini meruoakan    bentuk  sosialisasi, khususnya  untuk    warga  Gresik dan juga pantura. “Sekarang sudah ada  wad ah  u ntuk  pen gadu an perempuan  dan  anak  yang  diberi nama  Pusat  Pelayanan  Terpadu, Perlindungan  Perempuan  dan Anak  (P2A  P2T).  jadi  khusus kaum  perempuan,  atau  anak, jangan  takut  kalau  ada  masalah. Kami  siap  mendampingi  anda, karena  semuanya  itu  dilindungi oleh  undang-undang,  terutama ten tang  adanya  KDRT,  atau kekerasan  terhadap  anak.  kim/02

Judi Sabung Ayam, Dicokok Polisi GRESIK, RM ungkin, ini bisa dibilang nasip lagi apes. Itulah ungkapan yang ada dalam hatinya Nasir (40), PNS yang dinas di UPTD Dispendik, warga Desa Kedung Rukem, Kecamatan Benjeng dan Suliono (42), anggota  BPD  (Badan  Perwakilan  Desa)  dari  Desa  Delik  Sumber,  Kecematan  Benjeng.  mereka terpaksa harus menginap dihotel prodeo Polsek Benjeng, karena tertangkap sedang berjudi sambung ayam di desa setempat, Kamis  siang pekan lalu.    Menurut informasi,saat itu anggota Polsek Benjeng sedang melakukan patroli yang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Sigit Hananto. Waktu itu, mereka mendapat laporan, ada judi sabung ayam. Mendapat laporan tersebut langsung meluncur ke tempat kejadian perkara.Ternyata benar, dua orang dapat diamankan dan digelandang ke mapolsek Benjeng. Sementara enam temannya melarikan diri dan dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).    Kapolsek Benjeng AKP Imam Safi’i kepada wartawan menyatakan benar, bahwa  dua orang penjudi sabung ayam satu orang PNS dan anggota BPD, telah diamankan beserta barang bukti sejumlah uang hasil taruhan, serta dua ayam jago.    “Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 303 KUHP dan 6 orang yang melarikan diri, kita nyatakan DPO,” ujar Kapolsek. “Dalam waktu dekat, akan segera kita tangkap karena dari nama dan ciri-ciri pelaku sudah kami dapatkan,”  tambahnya.  kim

M

D

Siswa-Siswi  Saat  Dikukuhkan  Sebagai  Pasukan  Pengibar Bendera dalam Upacara HUT RI ke 64. Sabtu)  bapak  Bupati  Lamongan Masfuk juga telah mengukuhkan.     Sementara  Aris  Wibawa  Plt Asisten III mewakili Ketua Umum Panitia  Peringatan  HUT Proklamasi  Kemerdekaan  RI  ke64  RI  Lamongan  Fadeli  SH, menyatakan   terima  kasih  dan penghargaannya  kepada  semua jajaran  yang  telah  bekerja  keras. Baik  dari  Dispora,  Badan

Kesbangpol  dan  Linmas  serta jajaran  pelatih  dari  Kodim  0812, Polres dan garnisun.     ”Berkat kerja keras semua pihak, kekompakan dalam pembentukkan paskibra tahun. Adik-adik paskibra telah tampilkan jiwa, semangat dan dedikasi  tinggi,  hingga  pengibaran sangsaka  merah  putih  pada  17 Agustus 2009,”  ujar Aris .  ole

Ratusan pengurus lembaga Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengaku bingung. Pasalnya, Juknis (Rujukan Tekhnis dana Blogrand  atau DAK jika di Diknas) untuk tahun 2009 yang rencananya akan diterimakan, per lembaga sebesar Rp 91 juta lebih itu  antara Depag pusat dan Kanwil Depag Jatim berbeda.

Peringati HAN,

P

Kerahkan 76 Anggota Paskibra

LAMONGAN, RM etik-detik peringatan HUT RI  ke  64  di  kabupaten Lamongan,  telah  disiap kan  sejak  21  Juli  lalu.  Sekitar  76 anggota  terpilih  pasukan  pengibar bendera  (paskibra)  Kabupaten Lamongan telah melakukan latihan secara  intensif  bersama  jajaran pelatih  dari  Kodim  0812,  Polres dan  Garnisun  setempat.  Mereka adalah  pelajar  terpilih  dari  16 lembaga  sekolah  yang  akan bertugas  pada  upacara  detik-detik proklamasi  17 Agustus  baik  saat pengibaran  maupun  penurunan bendera merah putih.       Hal  itu  diungkapkan  Kepala Dinas  Pemuda  dan  Olahraga (Dispora) Lamongan Soeharto usai upacara peringatan HUT RI ke 64 tahun  di  alon-alon  Lamongan, Senin, (17/08).      Disampaikan  Soeharto,  bahwa 76  pelajar  terpilih  itu  adalah  hasil seleksi dari 324 pelajar pada 16 dan 17 Juli lalu. Ke 76 paskibra siswa terseleksi   pada  15 Agusutus  (hari

Lembaga MI Resah,  Juknis Blogrand tak Sinkron

B

GRESIK, RM uluhan  aktivis  wanita Gresik,  Jawa  Timur,  yang tergabung  dalam  Koalisisi Perempuan  Gresik  (KPG)  ber sama  dengan  Komite Aksi  Anak Pantura  (KA2P),   pekan  lalu mengadakan aksi sebarkan leaflet, dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN).  Mereka  berjalalan  dari tiga  titik,   mulai  wilayah

Pengibaran Merah Putih HUT RI 64

kepala  sekolah  atau  panitia  di tingkat  sekolah  ketakutan  jika  ada pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lebih-lebih, jika dikatagorikan  menyimpang pengunaannya.  Tentunya,  akan terseret  oleh perkara  hukum.      Pantauan  Radar Minggu dilapangan,  hampir  semua  kepala sekolah  mengeluhkan  tidak juntrungnya Juknis yang mengatur masalah dana yang rencananya akan diterimakan  menurut DPA  Kanwil DEPAG  Provinsi  Jatim  tersebut.      Contohnya,  beberapa  lembaga MI  di  Kecamatan  Karang Binanggun,  sesuai  informasi  yang diterima  dari  Depag  Lamongan, sejak  Februari  lalu,   bahwa lembaganya  akan  menerima  dana Blogrand 2009 sesuai DPA Kanwil Depag  Provinsi  yang  dinyatakan lolos  ferivikasi  dari  Depag  RI. Namun,  hingga  kini  memasuki bulan  ke  VIII  (Agustus  2009) belum juga turun.     Saking senangnya ketika lembaga MI  tersebut  didatangi   beberapa penerbit  buku   untuk  ditawari

produknya,  ada  yang  sudah mengikat  perjanjian  dengan penerbit  /distributor  buku  guna melakukan  pemesanan.      Kepala  Kantor  Depag Lamongan,  Drs.  Kusaiyin Wardani,  M.Si  didampinggi  Kasi Mapenda  Drs.  Rusdi,  kepada Radar Minggu Jum’at (14/09) saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Juknis  dengan  DPA  Kanwil Provinsi  Jatim  tidak  singkron.     Dijelaskan, bahwa Juknis Depag RI  mengatur  peruntukkannya untuk Fisik, namun disisi lain juga untuk Non Fisik. Sedangkan DPA Kanwil Depag Provinsi Jatim dana Blogrand  (DAK)  2009  di peruntukkan  khusus  Fisik  yakni rehabilitasi gedung sekolah dengan sistem  swakelola  seluruhnya yakni  Rp  91.050.000,-  tidak  ada untuk  peningkatan  mutu  sekolah (Buku).      Lebih  lanjut  Kusaiyin,  menya takan  bahwa  dirinya  tidak  bisa memastikan  apakah  DPA  Kanwil Provinsi  Jatim  akan  mengikuti Juknis  Depag  RI  atau kah

Terkait Survey di Dua Puskesmas

Masyarakat Keluhkan Tidak ada Dokter Jaga GRESIK, RM ebagian  besar  pasien Puskesmas di Gresik, Jawa Timur,mengeluhkan antrian pendaftaran di loket, karena terlalu lama. Kenyataan ini  didapati oleh tim  surveyor  yang  mendatangi  2 lokasi  Puskesmas,  yaitu  Puskes mas  Duduksampeyan  dan  Puskes mas  Sukomulya,  pada Akhir  Juli dan Awal Agustus  2009.    Selama seminggu, tim Surveyor yang  beranggotakan  tokoh masyarakat, LSM dan pihak Dinas Kesehatan  ini  langsung  turun  ke kerumunan pasien di 2 Puskesmas yaitu  Puskesmas  Duduksampeyan  dan  Puskesmas  Sukomulyo. Beberapa  temuan  lapangan  yang dilaporkan  pihak  Surveyor  ke bagian  organisasi  Setda  Gresik antara  lain,  banyak  pasien perempuan  menginginkan  adanya dokter  spesialis  kandungan  dan anak. Pasien  didua Puskesmas  ini juga  mengeluhkan  tentang  dokter jaga  yang  tidak  ada  serta  jam layanan yang tidak on time.    Menurut Aris salah satu pasien, sudah dari pagi para pasien banyak yang  datang  dan  menunggu  loket dibuka.  Seharusnya,  puskesmas bisa dibuka 24 jam.”Kalau dibuka seperti ini, yaitu sesuai jam kantor kasihan    para  pasien  yang menunggu  untuk  berobat,  sambil menunggu dokter yang datangnya lama  sekalian  nahan  sakit  yang diderita,”  ucapnya.       Beda  tempat,  tentu  beda  pula pengaduan  yang  disampaikan pasien. Di Puskesmas Sukomulyo misalnya.  Pasien Puskesmas  yang terletak  di  Areal  Pemukiman Gresik Kota Baru (GKB) sebelah Utara  ini,  banyak  mengeluhkan tentang  petugas  Puskesmas  yang

S

kurang  ramah  dan  minimnya penjelasan  diagnosa  terhadap pasien.  Bahkan  banyak  diantara pasien  di  Puskesmas  ini  menya takan  bahwa  petugas  obat  kurang cepat  dan  obat  yang  diterima kurang manjur.    Sedangkan Pasien di Puskesmas Duduksampeyan banyak mengeluh kan  fasilitas  umum  di  Puskesmas tersebut kurang mema dai.  Hal ini seperti  disampaikan  oleh  seorang pasien  yang  bernama  M.  Zainuddin.”  Kalau  hari  Senin  seperti sekarang  ini  sulit  untuk  memarkir kendaraan.  Terpaksa  saya  harus menunggu  di  tepi  jalan.  Mestinya Puskesmas  ini  menyediakan tempat  parkir  yang  lebih  luas karena letaknya di tepi jalan raya,” keluhnya.       Tentang  kegiatan  survey  yang telah dilaksanakan di 2 Puskesmas tersebut, Kepala Bagian Organisasi Setda  Gresik,  Malahatul  Fardah menjelaskan,  Survey  dilaksanakan sejak  Selasa  (28/7)  dan  berakhir hingga  Selasa  (11/8).  Kegiatan survey  ini  sebagai  program  dari tahun  peningkatan  pelayanan Publik  2009  yang  telah  dicanang kan  oleh  Bupati  Gresik  beberapa saat yang  lalu.    Program ini merupakan kerjasama antara  Pemkab  Gresik,  Kemen terian Negara dan Pendayagunaan Aparatur  Negara  serta  didukung oleh  Pemerintah  Federasi  Jerman melalui Deutsche Gesellschaft feur Technische  Zusammenarbeit (GTZ).    “Sampai Sabtu (8/8) kami telah melaksanakan survey kepada 2246 orang  masing-masing 1157  pasien Puskesmas  Sukomulyo  dengan 3748  pengaduan  yang  kami

kelompokkan  menjadi  24  macam jenis keluhan. Sedangkan  di Puskes mas Duduksampeyan ada 1089 orang pasien  responden  dengan  5996 pengaduan, pengaduan tersebut kami kelompokkan  menjadi  31  jenis,” tukasnya.       Dari  survey  tersebut,  pihaknya mendapat  pengaduan.  Dan,  survey yang  dilakukan  ini  merupakan  satu tahapan  penerapan  manual  praktis pen ingkatan  pelayanan   pub lic berbasis  partisipasi  masyarakat. Output  dari  program  ini  yaitu  janji layanan dan rekomendasi perbaikan. kim

sebaliknya.  “Dan,  apakah  pula Juknisn ya  ada  refisi  sesuai permintaan Lembaga Sekolah yang rata-rata  ingin   mer ehab ilitasi ged ung  seko lah  banyak  yang rusak,”  urainya.     “Kita akan tunggu hasil RADIS (Rapat  Dinas)  di  Kanwil  Depag Jatim  tanggal  18  Agustus  2009). Hasilnya  bagaimana,  kita  akan sampaikan  kepada  lembaga sekolah agar tidak binggung,” ucap Kusaiyin.     Kepala  K anto r  Depag Lamongan, Kusaiyin mene gaskan, kepada  semua  lembaga  sekolah  / Madrasay  Ibtidaiyah  penerima dana Blogrand sesuai DPA Kanwil Depag Jatim, agar tidak melakukan kecerobohan  dengan  mengikat perjanjian dengan pihak lain. “Hal itu  tidak  akan  kami  rekomendasi pengcairan  dananya,  jika  tidak sesuai Juknis yang ada atau terbaru dari Depag  RI,”  pesanya.  ole

“ anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. dan seringkali anda menghindari orang yang tidak anda sukai, padahal dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yang baru --Mario Teguh--

Hotel  Pasir  Putih  Tak  Dirawat, Pemkab Tutup Mata SITUBONDO,  RM Siapa  yang  tak  kenal  pantai  wisata  Pasir  Putih.  Pantai  yang  terletak  di kawasan Pantura Kabupaten Situbondo, Jawa Timur itu sangat asri dan alami.  Pasir  pantainya  yang  putih  dan  tidak  tercemar  membuat  para pengunjung  bisa  betah  dan  terlena  pada  keindahan  alam  di  kawasan pantai tersebut. Apalagi pada musim  liburan tiba, pengunjung  dari luar kota cukup membludak. Namun sayang,  hal ini tidak diimbangi dengan fasilitas  penginapan  yang  memadai.    Salah satu hotel Pasir Putih   nampak kurang perawatan dan terkesan ditelantarkan.  Bangunan  hotel  itu  bekas  dari  salah  satu  kantor  pada zaman  Belanda.  Gedung  yang  ber  asitektur  kuno  itu,  perlu  adanya perehabann dan penataan disana- sini.     Pengelola hotel tersebut Suhadi menjelaskan, dari beberapa hotel yang ada  di  kawasan  pasir  putih,  yang  sangat  bersejarah  adalah  hotel  Pasir Putih. “Eman – eman kalau nggak dirawat, karena hotel ini penuh dengan sejarah,”  tukasnya.    Menurutnya, gedung hotel Pasir Putih yang antik itu betul betul butuh perawatan  dan  rehabiltasi,  sehingga  keberadaannya  agar  tidak  punah. “Harapan saya kepada Pemkab Situbondo, tolong diperhatikan, apabila ada usulan tolong di survei,   karena ini adalah aset dan untuk kepentingan kita bersama, “ kata Suhadi pekan lalu.      Sedang untuk restoran, kata Suhardi, keberadaannnnya sudah cukup bagus, bahkan di kawasan pantai tersebut terkenal dengan ikan bakarnya.  Pasir putih adalah milik perusahaan daerah Pemkab Situbondo. Dann, Perusda  Pasir  Putih  pendapatannya  menembus  Rp2  miliar  per  tahun. sun/02  

www.radarm inggu.tk

tahun depan “ ujanya


8   Radar Timur

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Sebanyak 2,7 Juta Lansia Terlantar Kasus Sertifikasi Guru di Kalisat akan Peroleh JSLU  

SITUBONDO, RM

P

emerintah  menargetkan, pada  2010,  sebanyak    2,7 juta lansia (lanjut usia) akan memperoleh dana JSLU (Jaminan Sosial Lanjut Usia) sebesar Rp 300 ribu  per  orang  setiap  bulannya. Dana  JSLU  ini  berbeda  dengan BLT.           Kepala  kantor  Kesos Kabupaten  Situbondo,  Jawa Timur,  Drs.  Hadariyanto  melalui Kabid  Kesra Modot  menjelaskan, dana  JSLU  sebagai  dana  jaring pengaman  sosial  tersebut  tidak terpengaruh  oleh  kenaikan  BBM, karena merupakan dana permanen yang  diberikan  oleh  pemerintah. “Departemen  Sosial    melalui Direktorat  Pelayanan  dan Rahabilitasi  Sosial  (Yanrehsos) saat ini baru dapat menjangkau 11 ribu  lansia  dari  2,7  juta  lansia terlantar di Indonesia lewat JSLU,” kata  Hadariyanto.         Dikatakan,  JSLU  berbeda dengan  BLT,  karena  JSLU merupakan  social security  dan sifatnya  juga  permanen.  Dana JSLU yang diberikan dalam tahap uji coba sejak tahun 2006 ini tepat sasaran, karena deviasi atau tingkat kegagalannya  hanya  satu  persen. Tahun 2008 uji coba akan dilakukan

di15  provinsi,  sebelumnya  tahun 2007 dilakukan di  10 provinsi.    Dana untuk tahun ini pemerintah sudah  menyiapkan  sebesar  Rp  18 miliar , dan dana tersebut dibagikan rapel tiap  enam bulan  .  Sehingga, setiap  lansia  mendapatkan  dana sebesar  Rp  1,8  juta.  “Tentu  saja dana  ini  sangat besar,  dan  dirapel karena dari Departemen Keuangan (Depkeu)  tidak  langsung  kita terima  pada  saat  itu.  Bukannya terlambat,  tetapi  begitu  anggaran turun  dari  Depkeu  pada  Januari, maka  baru  Maret  atau April  kita terima,”  terang  Modot.    Lebih lanjut Modot menjelaskan hasil  rapat  yang  diperoleh  dari Depsos  pusat,   saat  ini  belum semua  lansia  terlantar mendapatkan  dana  JSLU.  Masih ada  1,5  juta  lansia  terlantar  yang belum  memperoleh  JSLU.  Jadi kalau  tahun  2010  kita  cover  dan uji  coba  lima  tahun  sudah  kita lakukan,  berarti  dana  yang  disiapkan oleh pemerintah sekitar Rp  1  triliun.       Mengenai  uji  coba,  dilakukan selama  lima  tahun.  Sebagai langkahnya,   pihaknya  melakukan revisi  UU  No  13/1998  tentang Lansia, revisi perlu dilakukan agar

pasal  mengenai  JSLU  bisa dimasukkan.       Jika  sudah  ada  pasal  yang mengatur  JSLU,  maka  lembaga internasional  yang  akan memberikan  dana  yakin  bahwa memang jaminan terhadap lansia di Indonesia sudah diatur. Selama ini pihak  asing  sering  mengklaim bahwa lansia terlantar di Indonesia belum  diatur  dalam  undangundang.  “Setelah  direvisi,  baru drafnya  kita  masukkan  ke  DPR,” tukasnya.    Sementara Plh.Bupati Situbondo Drs. Soeroso mengharapkan semua pihak  mendukung  langkah  yang dilakukan  pemerintah,  karena  jika mengandalkan dana APBN, alokasi anggaran untuk lansia sangat kecil.       Adapun  syarat  bagi  lansia terlantar  yang  berhak mendapatkan  dana  JSLU  adalah mereka  yang  tidak  mendapatkan dana  bantuan  seperti  BLT, golongan  fakir  miskin,  bukan penyandang cacat berat yang dapat bantuan,  tidak  masuk  kesehatan nasional  seperti  Askeskin (Asuransi Kesehatan untuk Warga Miskin), bukan lansia yang berada di  panti  atau  program  bantuan lainnya.  sun/02

Di Banyuwangi

Sebanyak Rp 2,1 M Uang Negara Nyantol Pada Anggota Dewan Sejumlah  anggota  DPRD Banyuwangi,  Jawa  Timur, masa  bhakti   2004  –    2009 ternyata  masih  menyisakan masalah, mereka mempunyai  kewajiban  untuk  melakukan pengembalian  uang  Negara. Uniknya  lagi,  selain  mereka yang menjabat, persoalan yang sama  juga  dialami  oleh sejumlah  mantan  anggota DPRD  Banyuwangi  Pereode 1999-2004.  Sehingga,  bila ditotal,  jumlah  uang  negara yag yantol tersebut  mencapai Rp 2,1 miliar. ———————————— BANYUWANGI, RM ata  ter baru  hingga Juni lalu di D  P R D Banyuwangi  menye butkan,   dar i  77  angggota DPRD, juga  mantan anggota DPRD di dua periode tersebut  baru  25  orang  yang  telah tuntas  melunasi  tanggungan pengem  balian  uang  Negara yang  dipakainya.     P er sonal   yang  telah menyelesaikan  kewajibannya itu  ter diri  dari  13  anggota DPRD  aktif  dan  12  mantan anggota DPRD periode 1999-

D

2004. Sisanya 52 orang yang masih belum  menuntaskan  pembayaran. Dari  jumlah  52  or an g  terseb ut diketahui  pula  jumlah  keuangan N egar a  yang  masih  n yantol  ke anggota  DPRD   mencapai  Rp.2,1 miliar. Wakil  ketu  DPRD  Banyuwangi,  Ir HM. Eko Sukartono, di konfirmasi sejumlah   war tawan  d i  ged un g dewan      soal  temu an   BP K menjelaskan,   pihakn ya  telah meneruskan  temuan  d ari  badan Pemeriksa  Keuangan  (BPK)  yang menghar uskan  anggo ta  D P RD Banyuwangi  periode  1999-2004 dan  2004-2009  mengembalikan sejumlah  keuangan  Negara  yang dinilai  tidak  sesuai  dengan  aturan yang  ber laku.   “K ita  su d ah meneruskan surat dari  BPK terkait masih  adanya  tanggungan  yang harus  dikembalikan  oleh  temanteman   anggota DPRD,”  tukasnya.     Sementara itu sekertariat Dewan juga  telah  melayangkan  himbauan kepada  sejumlah  anggota  DPRD agar  segera  melunasi  tanggungan yang  harus  segera  di  lunasi  secara tuntas   S ehingga  tidak  menjadi beban  dikemudian  hari.  “Apalagi sekar ang  kita  menjelan g  akh ir jabatan  yang  tinggal  b eb erap a waktu  saja  .  Mumpung  masih  ada

waktu,  makanya  kita  berharap sebelu m  pen siu n  itu   su d ah terselesaikan , ”  h ar ap  Eko Sukartono.       Secara  terpisah  sumber  di kalangan  kantor  DPRD  kepada Radar Minggu   memperkirakan, sejumlah tanggungan yang harus dikemba  likan  anggota  DPRD yang  masih  aktif,  sedikit  demi sedikit  akan  terlunasi.     Pasaln ya,   selain   telah mengangsur sejak lama, beberapa an ggo ta  DP RD   telah menyiapkan  uang  re  presentasi yang  akan  diperoleh  menjelang p en siu n  u ntuk  dialo   kasikan pengembalian keuangan Negara. S emen tar a  itu   yan g  p er lu diketahui,  hasil  audit  BPK yang menjad i  acu an   kewajib an pengembalian  keuangan  Negara menyeb u tkan ,   sumb er p en gh asilan  yan g  har u s dikembalikan  berupa  fasilitas tunjangan  –  tunjangan  yang  di dapat  setiap  bulannya.  Tunja ngan  ter sebut  meliputi,  tunja n gan  kesehatan   .  tu n jan gan pembahasan  APBN,  tunjangan p embah asan   r ep er d a  d an tunjangan bantuan Komosi serta Fraksi. not/02   

LINTAS  SITUBONDO

IB,

Gairahkan Ternak di Situbondo SITUBONDO,RM arga  Situbondo, Jawa Timur, mulai melirik  bisnis ternak  sapi,  sebagai  bentuk peningkatan  ekonomi  kerak yatan yang menjanjikan, meski membutuhkan  modal  besar untuk  menggelutinya.Saat  ini, mayoritas  para  peternak  sapi di daerah itu  mensiasati dengan cara  sistem timbal  balik. Yaitu memelihara sapi milik orang lain dengan sistim bagi hasil secara bergantian.       Tingginya  keinginan  warga untuk  meningkatkan  taraf ekonominya  melalui  bidang usaha  peternakan,  terungkap pada  saat  penilaian  Bakti  Tani Bidang  IB  (inseminasi  buatan) tingkat  nasional  di  Kabupaten Situbondo, pekan lalu.    Berdasarkan catatan yang ada, sepanjang  tahun  2008 pendapatan  peternak  dari kontribusi kawin suntik atau IB mencapai  lebih  dari  Rp  150 miliar. Angka  tersebut,  diperoleh peternak  dari  68.644  dosis  IB yang  disuntikkan  oleh  petugas Dinas  Peternakan  sepanjang tahun  lalu.  Even  yang  digelar oleh Departemen Peternakan itu, sebagai  bentuk  mendorong pelayanan  IB.  Hasil  yang

W

diharapkan  nantinya,  bisa  untuk peningkatan swasembada daging sapi.    Tidak hanya mengadakan penilaian, tim dari Departemen Pertanian ini juga memberikan  paparan  serta  meninjau langsung  lokasi  peternak  sapi  di  kota santri. Ada  dua  lokasi  yang  dicek  yakni  di Kecamatan Panji dan Kapongan, kata Suripto, Kasi Pembibitan Bidang Budi Daya  dan  Pengembangan  Dinas Peternakan Situbondo, pekan lalu .       Dia  menjelaskan,  tahun  2008 misalnya  populasi  ternak  sapi mencapai  137.394  ekor,  kambing sebanyak  48.222  ekor  serta  domba 79.685 ekor. Angka populasi ternak itu meningkat  dibanding  tahun sebelumnya,  papar  Sekretaris  Dinas Peternakan  Situbondo,  Sentot Sugiyono.  Itu  artinya,  tegas  dia, pengaruh IB memang sangat menunjang terhadap perkembangan ekonomi para peternak  di  Kabupaten Situbondo.    Sementara angka Rp 150  miliar itu sendiri diperoleh dari perhitungan kasar hasil  layanan  dosis  sebanyak  68.644, dan  mampu  menghasilkan  pedet  sapi sebanyak 37.612 ekor. “Jika jumlah itu diestimasi  Rp  4  juta  per  ekor,  maka konstribusi  yang  diterima  peternak dalam  setahun  mencapai Rp  150,448 miliar.  Jadi,  sangat  besar.  Ini  cukup produktif untuk  peningkatan ekonomi peternak. Makanya, ke depan IB perlu terus ditingkatkan,” tandas Sentot. sun  

Bak Api Dalam Sekam Polemik persoalan sertifikasi tampaknya semakin berkepanjangan. Berbagai persolan muncul terkait pelaksanaan sertifikasi bagi para kaum ‘Oemar Bakri’ tersebut. Sertifikasi yang kini terjadi di Kecamatan Kalisat, nampaknya masih menyimpan persoalan. Yakni, dengan adanya dugaan tidak fairnya seleksi peserta sertifikasi tesebut, bakal menjadi api dalam sekam, jika permasalahannya tidak segera diselesaikan. JEMBER, RM hwal  terjad inya  dugaan ketidakfairan  seleksi  peserta sertifikasi  bagi  guru  di Kecamatan Kalisat  berawal ketika munculnya  tambahan  kuota  yang ada  bagi  para  guru. Awalnya,  tim seleksi sesuai dengan Surat Kepala Dinas  Pendidikan  Nomor  :800/ 872/436.316/2009, tentang Daftar Nominai  Usulan  Calon  Peserta Sertifikasi Guru  Kuota 2009.     Berdasarkan  surat tersebut,  tim seleksi  yang  terdiri  dari  UPTD, PGRI,  dan  KKS  berhasil menyusun  nominasi  calon  peserta yang dinilai berdasarkan ketentuan yang  telah  diatur  telah  berhasil menyusun  83  nominator. Kesemuanya itu telah dinilai sesuai dengan  aturan.  Dari  data  itu, kemudian  mendapat  jawaban  dari Dinas  Pendidikan  yang  ditanda tangani  Kepala  Dinas  Pendidikan Drs H. Achmad Sudiono sebanyak 39 orang nominator, dan itu sesuai dengan  urutan  nominasi  yang diajukan.  Jika  ada  perubahan  itu hanya pada perubahan nomor urut 5 dan 6. Untuk nomor urut 5 pada usulan  UPTD  Kalisat  tercantum nama  Surawi,  NPUTK (5033728629200013),  dan  untuk nomor  6  tercantum  atas  nama Sukardjo,  NUPTK  (4139728630 200023)  Sementara  daftar  yang dikeluarkan  sesuai  dengan  Kepu tusan Kepala Dinas Nomor : 800/ 1132/436.316/2009  untuk  nomor urut  5  tercantum  atas  nama Sukardjo, dan nomor 6 Surawi.    Sampai pada putusan ini,  pihak calon  tidak  memunculkan

I

persoalan,  karena  semua  sudah sesuai  aturan.  Namun  ketika muncul tambahan  kuota sebanyak 14 orang lagi, yang pengambilannya tidak lagi berdasarkan usulan awal, maka  muncullah  persoalanpersoalan  kecil  yang  lama-lama menjadi  besar.  Sebenarnya,  kasus ini tidak akan berkepanjangan jika saja  Kepala  UPTD  Kalisat  H. Abdul  Gani  mampu  mengatasi berbagai pertanyaan dari para nominator  yang  pada  akhirnya  justru terlewati  kesempatannya  berganti dengan  nama-nama  yang  selain masa  kerjanya  juga  belum  cukup, pangkat  dan  golongannya  juga tidak  sesuai  dengan  surat  Kepala Dinas Pendidikan.  Bahkan, dalam sebuah  pertemuan,  Gani  sempat menyampaikan kalau keputusan ini memang  harus  seperti  itu,  karena saat ini dibutuhkan keputusan yang sarat  muatan  politisnya,  dan kepada mereka yang terlewati dan belum beruntung, agar tetap sabar, menunggu giliran.     Tampaknya, banyak nominator tidak  sepaham  dengan  apa  yang dikatakan oleh Kepala UPTD-nya. Menurutnya  yang  disampaikan Gani,  sangat  tendensius,  dan  itu bukan saatnya  disampaikan dalam pertemuan  yang  situasinya menghangat,  pernyataan  itu memantik  kemarahan  beberapa diantara  mereka,  hingga  akhirnya bocornya  informasi  itu  kepada wartawan. Beruntung mereka tidak melakukan  hal-hal  yang  bisa membahayakan  bagi  dunia pendidikan.

      Tampaknya  kejadian  yang diduga  kuat  banyak  direkayasa itu  sudah  berlangsung  lama, namun  masih  belum  mendapat reaksi  keras dari  para guru. Tapi saat  kejadian  bernuansa  politik dan  uang  itu  kembali  terjadi, ketika  para  nominator  yang diusulkan  benar-benar  memiliki prestasi  dan  kinerja  bagus,  tapi harus  dikalahkan  dengan yuniornya  yang masih  diragukan integritasnya,  maka  sebagian diantara  mereka  segera marapatkan  barisan.  Bahkan, salah  seorang  sumber menyebutkan, kalau dirinya akan terus  berjuang  dan  berjuang sampai  atasan  di  Jember mengetahui duduk persoalannya. “Saya  akan  terus  berjuang  demi keadilan,”  katanya.      Sumber dikalangan guru-guru di  Kalisat  menyebutkan,  bahwa mereka  juga  nggak  mengerti kenapa  bisa  muncul  daftar susulan.  Lucunya  masih  ada mereka  yang  namanya  bukan masuk  nominator,  bahkan pangkatnya  masih  jauh  dari syarat  yang  ditetapkan,  sesuai dengan  surat  kepala  dinas, maupun  syarat  yang  telah ditetapkan.  Namun  dengan sertifikasi  yang  mereka  buat,  13 orang  yang  susulan  itu  tetap diproses.  Padahal  saat  awal muncul  persoalan,  ada  jaminan dari pihak terkait bahwa ke-13 orang  itu tidak  akan diproses  lebih lanjut.

    Gazuli, Ketua PGRI Kec. Kalisat saat  dikonfirmasi  persoalan  ini mengatakan,  sebagai  salah  satu panitia seleksi, dirinya mengusulkan sesuai dengan ketentuan, kemudian ada jawaban dari Jember diterima 39 orang sesuai urutan,  dan keputusan itu  ditandatangani  Kepala  Dinas Pendidikan Jember, pada tanggal 27 April 2009.  Namun, ketika muncul tambahan  yang  kemudian  diambil tidak  sesuai  dengan  nomor  urut, dirinya  tidak banyak  tahu.  Namun, sebagai  panitia,  dirinya  tetap mencari  tahu  kenapa  bisa  terjadi seperti itu. “Saya sebagai tim sudah mengajukan sesuai dengan nominasi, kalau ada seperti itu, saya yang tidak tahu, tapi saya tetap akan cari tahu,” janjinya.     Disisi lain, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan,  Heny  saat  dikonfirmasi terkait  kasus  sertifikasi di  Kalisat yang memunculkan 13 orang tambahan dari kuota  awal  yang  diputuskan  Kepala Dinas sebanyak 39 orang menyangkal kalau Dispen-dik mengeluarkan dua kali daftar orang-orang yang lolos sertifikasi. Dia bersikukuh kalau Dinas Pendidikan hanya sekali mengeluarkan kepu tusan. Selain  itu,  Heny  juga  minta  kepada wartawan koran ini untuk memberikan data  yang  kongkret  padanya,  agar dirinya bisa  mengambil langkah  tegas. “Gak  bener  mas,  kami  hanya  menge luarkan  satu  kali  keputusan,  tidak  ada tambah-tambahan, dan parameter dari penilaian  adalah  seperti  yang  sudah ditetapkan dalam aturan, jadi kalau ada diluar  itu  tolong  dibantu  datanya  ya,” ujarnya. .tim

Relokasi Bajir Situbondo Masih Buram SITUBONDO,  RM arga yang mendapatkan bantuan  relokasi  banjir di  belakang  Kantor Bina Marga,  jalan tembus  Sumber Kolak  Situbondo,  Jawa  Timur, masih  resah.  Pasalnya,  sarana penerangan  dan  air  bersih  di perumahan itu masih belum ada.       Saat  ini,  mereka  menanyakan tentang  sarana  tersebut  yang selama  ini  tidak  ada  tindak lanjutnya dari daerah. Padahal, dari bulan  ke  bulan  para  penghuni rumah relokasi tersebut jumlahnya semakin bertambah banyak         Penggarap  proyek  bernilai miliaran  itu,  nampak   belum memasang  fasilitas  air  bersih  dan jaringan  penerangan  listrik. Padahal,  dua  jaringan  tersebut merupakan  kebutuhan vital  warga korban  bencana  alam  banjir bandang, yang terjadi awal Pebruari 2008 silam itu.

W

      Salah  satu  warga  penghuni r umah   r elo kasi  men gatakan , untuk  menempati  lahan  relokasi terseb u t,  p ih akn ya  h ar u s mengeluarkan  dana  ekstra  yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal,

SUMENEP

Idamkan Nuansa Wisata Aroma Budaya SUMENEP, RM Pengembangan  kebudayaan  dan obyek  wisata  yang  ada  di Sumenep,Jawa Timur, perlu terus dilestarikan, Sebab kedepan kedua obyek  menarik  itu  akan  terus menjadi  kebutuhan  manusia. Karena  itu  berbagai  kebudayaan yang  sudah  turun  temurun  ada, perlu  terus  dilestarikan.  Serta potensi wisata terus dikembangkan menjadi sebuah obyek wisata yang menyenangkan bagi pengunjung.    Salah satunya, sebuah tradisi dan budaya  masyarakat  yang  setiap tahun  melaksanakan  pesta  rakyat seperti  rokat  tasek,  nyadar  dan sebagainya.  Seperti  halnya  yang tetap  dipertahankan  oleh  masya rakat  Desa  Tanjung  Kecamatan Saronggi setiap tahun, yakni rokat tasek,  yang  selalu  dilaksanakan dengan  meriah,  sebagai  bentuk pesta  nelayan  dalam  merayakan kebahagiannya  ketika  musim panen rumput  dan hasil ikan yang banyak.       Kepala  Desa  Talang,  Salamet ketika ditemui  disela-sela kegiatan lomba  HUT  Kemerdekaan  RI  di

Diduga Rekayasa

Kantor Kecamatan Saronggi tadi siang,  Kamis  pekan  lalu  mengungkapkan,  tradisi  di desanya tetap menjadi kebanggan tersendiri  bagi  masayarakat. Sebab,  tidak  hanya  sekedar merayakan  pesta  rakyat.  Namun berbagai  pertunjukan  yang merupakan  karya  budaya masyarakat  setempat  juga menyemarakkan  suasana  itu. “Sebab, biasanya kadang dua hari dau  malam  dengan  menggelar berbagai  hiburan  seperti  sinden dengan  karawitan,  saronin, ludruk,  topeng  dan  beberapa kebudayaan lainnya.”Ujar Kades yang baru menjabat ini.       Diakui  Salamet,  antusiasnya masyarakat  dalam  memper siapkan  segala  bentuk  pesta tersebut  merupakan  kebanggaan tersendiri.  Karena  itu,  dalam setiap  musim  panen  rumput  laut dan  musim  ikan  seperti  yang telah  dilaksanakan  dalam beberapa  minggu  lalu  cukup meriah.  Bahkan  tidak  hanya penduduk  desa  setempat  yang

datang,  namun  dari  luar  desa  dan Kecamatan juga datang.       Dari  segi  wisata,  Salamet  juga mengaku  akan  mengajukan  di seputar  lokasi  mecusuar  ada sumber  air  yang  enak  dan  berde katan  dengan  pantai,  untuk  dija dikan tempat wisata. Sebab, selama ini  lokasi  tersebut  sudah  sering dikunjungi anak-anak muda untuk sekedar melihat pemandangan alam yang indah.       Salamet  yakin,  ketika  lokasi tersebut  lebih  dikemas  dan  di bangun berbagai fasilitas yang baik, akan  menjadi  tempat  wisata  yang mempesona.  Bahkan,  pihaknya memiliki  angan  -  angan,  apabila lokasi  mercusur  betul-betul  di jadikan obyek wisata akan bersaing dengan  tempat  wisata  yang  ada sekarang,  seperti  lombang  dan slopeng.  Apalagi  tegas  Salamet, nantinya  juga ditempati  per  tunjukan berbagai  kesenian  dan  kebu  dayaan yang ada disana.  Maka akan tampak nuansa  wisata  aroma  budaya  yang dapat mengharumkan nama Sumenep keberbagai belahan negeri.  ren

para  penghuninya  sebagian  besar masih belum memiliki penghasilan tetap.  “ Kami masih ketakutan mas,  kalau di  malam  hari,  karena  tidak  ada penerangan.  Mau  keluar  saja

susah,  pokoknya  mengerikan  dah mas,”ungkap Najad .       Warga  yang  menepati  rumah relokasi  tersebut  terpaksa memaksakan  diri  untuk  segera menempatinya  walau  pada  saat malam tiba penuh dengan rasa takut karena  gelap.  Sebenarnya,  saluran listrik untuk sementara memang ada, namun   tidak  maksimal.  Karena, terkadang lampu darurat yang selama ini dipakai oleh warga,  sering konslet atau pun juga padam .       “Sampai  kapan  mas  realisasinya Listrik   untuk  kita  yang  ada  d  sini. kalaupun  Pemerintah  tidak  mau memfasilitasi  relokasi  ini,  kenapa harus  ngomong  melambung  saat peletakan  batu  pertama  dulu ,”ungkap salah  satu  warga  setempat .  Kini,  mereka  merasa  dibohongi, karena  sampai  saat  ini  tidak  ada ketentuan pasti dari Pemda  setempat tentang pengadaan sarana penerangan dan air bersih. . sun

Jelang Ramadhan, Pasar Sattoan Ramai Dikunjungi Warga SUMENEP, RM asar Sattoan yang merupakan pasaran  hari  Sabtu  di  Desa Kalianget  Timur  Kecamatan Kalianget,  Kabupaten  Sumenep, Jawa  Timur, hampir  setiap  minggu pasaran   tidak  pernah  sepi  oleh pengunjung.  Baik  dari  penduduk Desa  dan  Kecamatan  setempat maupun dari  kecamatan lain, seperti Talango,  Kota  ,  Gapura,  BatangBatang, Manding dan daerah lainnya.      Yang  jelas,  Pasar  Sattoan  selalu dinanti-nantikan  oleh  masyarakat untuk berbelanja,  utamanya belanja berbagai  bahan  kain,  pakaian  dan sebagainya.  Utamanya  menjelang Rhamadan  saat  ini,  pasar  sattoan semakin ramai dari biasanya.    Sebab, pasar sattoan dikenal murah dan  pilihannya  cukup  banyak. Seperti  halnya  yang  diungkapkan salah  seorang  pengunjung  asar Sattoan,  Asmiyati  warga  Desa Parsanga  mengaku  hampir  setiap bulan dirinya bersama tetangga dan famili selalu datang ke pasar sattoan.       “Saya  senang  belanja  di  pasar sattoan  ini  karena  disamping barangnya lebih murah dibandingkan dipasar dan tempat lain juga berbagai kebutuhan  busana  hampir  semua ada  disana,”ujar Asmiyati.       Bahkan  menurutnya,  disamping harga  murah  jika  membeli  banyak untuk dijual lagi masih bisa untung.

P

Bahkan kadang lebih murah dari kolakan diSurabaya  dan  sebagainya.  Hal  itu diakui Asmiyati,  sebab  dirinya  sering juga menjadi pedagang pakaian musiman menjelang Ramadhan.    Sementara Salah seorang pedagang pasar sattoan asal Kabupaten sampang, H. Toha mengaku sudah puluhan tahun menjadi pedagang pakaian. Dan hampir setiap hari Sabtu, jika tidak ada halangan mesti jualan di pasar sattoan.    Menurutnya di Pasar Sattoan memang berbeda dengan beberapa pasaran yang ditempati  jualan.  Selain  pengunjung selalu  ramai  sepertinya  daya  beli masyarakat  yang  datang  cukup  tinggi. Sehingga  diakui  hampir  mendapat keuntungan  yang  cukup  memuaskan jika berjualan dipasar Sattoan.    Hal yang sama juga diakui pedagang kain asal Desa Kebunagung Sumenep, Saatun.  Menurutnya  setiap  hari-hari pasaran selalu dikunjungi. Namun hari Sabtu merupakan pasaran yang paling diminati  oleh  pembeli.  Sehingga biasanya  pada  pasaran  Sattoan membawa  barang  lebih  banyak ketimbang  pasaran  senin  dan  kamis diluar pasar Kalianget  Timur itu. Para pedagang  diakui memang banyak dari luar Kalianegt Timur Sendiri, seperti dari Manding,  Gapura,  Kota  dan  dari Kabupaten Pamekasan dan Sampang. BACA PASAR... HAL 11 www.radarm inggu.tk


9   Radar Barat

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

PPOB PLN Distributor Jatim Tidak Transparan ? MAGETAN, RM embayaran  rekening  listrik lewat    Payment Point On Line Bank (  PPOB  ) dituding tidak transparan. Masalah nya,  ada  satu  item  tidak  ditulis dalam rekening bukti pembayaran, sedangkan  nilainya  digabungkan dengan jumlah peng gunaan.    Salah  seorang pelanggan, sebut saja  Esti,  bertempat  tinggal  di Magetan, Jawa Timur. Setelah dia membayar  tagihan  listrik  lewak Kantor  Pos  satu  kali,  dan  Bank Bukopin    perantara  KUD  2  kali,

P

dia  menemukan  hal  yang  ganjil. “Awal  mula  saya  senang,  karena sebelum  ada  PPOB  dalam  Struk Bukti Pembayaran PLN tercantum satu item pembayaran, yakni Pajak Penerangan  Jalan  (  PPJ  )  sebesar 10  %.  Namun  setelah  adanya PPOB  yang  ddilaksanakan  PLN saat  bayar pertama  di Kantor  Pos tidak tercantumnya PPJ tersebut,” tukasnya.    Kedua kalinya, dia membayar di KUD  yang  bermitra  dengan Bukopin.  Waktu  itu,  dia  mulai

103 Pejabat Struktural Dimutasi

S

Bambang  Winarko.  Assisten  II bidang  Perekonomian  dan Pembangunan  di  isi  Dr  Eddy Koestiantono  ,sedangkan  kepala Dinas Kesehatan di pegang Dr Tri Ratih Agustinah.      Sementara  itu,  kursi  Kepala Dinas  Perhubungan  yang sebelumnya  di  isi  Djoko  Sartono, kini  beralih  ke  Drs  Bambang Winarko.  Sedangkan  Djoko Sartono  sendiri  menurut  Bupati Sidoarjo  Win  Hendrarso  naik pangkat  menjadi  Inspektorat dimana memegang peranan penting dalam  bidang  pengawasan.  “Pak Joko  naik  lebih  tinggi  dijadikan Inspektorat.  Kalau  dulu  orang ketiga  sebelum  ada  wakil  Bupati. Irwil itu  unsur kontroling,”  terang Bupati.    Dari data yang ada,  Banyak PR yang  ditinggalkan  Djoko  Sartono di Dinas ini, diantara cukup banyak tower illegal di kabupaten Sidoarjo yang  hampir  saja  memberikan pelaung  interplasi  di  DPRD Sidoarjo.       Belum  maksimalnya  sosialisasi parkir  berlangganan  yang  menye babkan masyarakat banyak kebingu ngan. serta perijinan TV-Delta yang saat  ini  masih  terka  tung-katung dan  menye  babkan  eks  karyawan TV Delta belum jelas nasibnya.       Sementara  itu,  ditemui  selepas pelantikan,  Kepala  Dinas  Kese hatan yang baru Dr Tri Ratih Agustinah mengaku siap membuat rekor MURI  terkait  program  Keluarga Berencana  di  masa  jabatannya nanti.  Pasalnya,  antara  tugas menjadi  Kepala  BPKBPMP  dan Kadinkes  memiliki  kesamaan.  krs

Sebanyak 21 Pejabat Eselon II dan III Dilantik SIDOARJO,RM uasana pelantikan 21 pejabat Pemerintahkan  Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dari  eselon  II  dan  Eselon  III,  Kamis, pekan  lalu    di  Pendopo  Delta Wibawa Sidoarjo terlihat beda. Tak ada istri pejabat baru yang hadir.    Dalam  pelantikan  ini,  seluruh pejabat teras Pemkab Sidoarjo baik itu Sekretaris Daerah, para Kepala Dinas  serta  Camat  Se  kabupaten Sidoarjo  hadir  mengikuti  prosesi pelantikan.       Bupati  Sidoarjo  Drs  Win Hendrarso  yang  memimpin langsung  pengambilan  sumpah jabatan  berharap  seluruh  pejabat yang dilantik mampu memberikan kontribusi  maksimal  terhadap pelayanan  masyarakat.”Sumpah jabatan  memiliki  tanggung  jawab yang  sangat  tinggi  tidak  hanya kepada  manusia  namun  juga  di hadapan  Allah  S.W.T,”  terang Bupati  Win.       Dalam  daftar  pejabat  yang dilantik,  Kepala  Badan Kepegawaian Kabupaten Sidoarjo Drs  Soedjarwo  berada  di  urutan teratas nama pejabat yang bergeser

S

pihak  PLN,    yakni  hak  atas informasi  yang  benar,  jelas  dan jujur  sesuai  UUPerlindungan Konsumen  No.8  ps  4  huruf  g tahun  1999  tidak  terbukti.       Di  tempat  terpisah,  Sugeng Manager  PLN  Magetan mengatakan, untuk menambahkan dalam struk  itu terkait  PPJ berarti menambah  aplikasi  dan  akan mengusulkan  ke  Distributor  PLN Jatim.  Tapi  tampaknya  Sugeng tidak  yakin  adanya  PPJ  tidak dimasukkan dalam struk tagihan itu .

    Lain  halnya dengan  Suprayogi, Manajer  PLN  Maospati  yang sudah  punya  bukti  struk  tagihan listrik  itu  mengatakan,”  Memang ada  mas  buktinya  ini  dan  sudah diusulkan,  tapi  sampai  dengan sekarang belum ada perubahan “.       Seperti  diketahui,  UU Perlindungan  Konsumen  no.  8 pasal 4 huruf g tahun1999  : “Hak atas  kenyamanan ,  keamanan  dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang  atau  jasa  dan  hak  atas informasi  yang  benar,  jelas  dan

jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan / atau jasa “. Bila dikait kan dengan PPOB PLN menyebut kan ;” Nyaman, pelang gan dapat membayar  dimana  saja  dalam waktu  24  jam sehari  dengan  cara sesuai keinginan pelanggan dengan menggunakan  layanan  bank/mitra bank.      Aman  &  selamat,  karena  tidak perlu  bayar  tunai  yang  berisiko tinggi,  dan  sebelum  implementasi PLN  telah  dilakukan  sosialisasi kepada  pelanggan,  masyarakat,

akademisi  instansi  pemerin tah,LPKSM  ,DPRD  dll.  Juga pencantuman  biaya  adminstrasi bank pada bukti pelunasan tagihan listrik  merupakan  bukti  bahwa PLN  telah  memberikan  informasi yang  benar ,  jelas,  jujur dan  trans paran  (  tidak  menutupi  adanya  bi aya tsb dengan memasukkan secara diam - diam ke dalam tagihan listrik, itu semua benar di lihat dari semua yang  tercantum  dalam  Overview PPOB PLN).  Mengapa untuk PPJ kok  tidak  dicantumkan  ?.  sha

Bupati Magetan Paparkan Program Kerja

SI DOARJO

SIDOARJO,RM ebanyak  103  pejabat sruktural  di  lingkungan Pemkab  Sidoarjo,  Jawa Timur,  mulai  eselon  II,III,dan eselon IV di mutasi. Dalam Prosesi mutasi  dan  pelantikan  yang dilaksanakan  di  pendopo  Delta Wibowo Kamis pagi pekan lalu itu, Bupati  Sidoarjo  Drs  Win Hendrarso  memimpin  langsung prosesi  sumpah  jabatan.       Pada  kesempatan  itu,  Bupati Win  mengatakan,  pemilihan pejabat  di  lingkungan  Pemkab bukan hal mudah. Pasalnya, harus melalui  penilaian  yang  subyektif. “Paling  tidak  untuk  penilaian subyektif 25 % dan objektif 75 %, sehingga  imbangannya  masih proposional,”  tegas  Bupati.      Masih  menurut  Bupati  juga menekankan  kepada  pejabat  baru untuk  terus  meningkatkan semangat  prestasi kerja  atas  dasar kemampuan  kerja  yang  dimiliki. “Masalahnya apa yang kita hadapi kedepan  sangat  berat  ,”  terang Bupati  lagi.      Mutasi  103  pejabat  struktural ini,  terjadi  pergeseran  delapan kepala  Dinas  yang  memegang fungsi pelayanan. Diantara Kepala Dinas  Kependudukan dan  catatan Sipil  yang  kini  di  emban Drs.M.Muslikh  Yasin.  Sedangka kursi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang dipegangnya di emban Drs.Fatkhur Rozi SH,MSi. Untuk Dinas  Pemuda  Olahraga, Kebudayaan  dan  pariwisata  di duduki  Drs  I  Putu  Sri  Suyogo. Inspektrorat  di  pegang  Djoko Sartono  sedangkan  Kursi  Kepala Dinas Pehubungan  di pegang  Drs

penasaran,  yang  mana  juga  PPJ tidak  tercantum.  Dan  ketiga kalinya  dengan  tempat pembayaran yang sama juga tidak tercantum.  Akhirnya,  dia  mulai menghitung pemakaian listrik yang sebenarnya.  Ternyata,  ditemukan masih ada sisa pembayaran .    “Setelah kami utak-utik, adanya sisa  tagihan  sekian  hari,  ternyata ditemukan tagihan PPJ  10% yang dimasukkan  dalam  tagihan pemakaian  listrik,”  ucap  Esti. Sehingga, apa yang sampaikan oleh

posisi.pejabat  eselon  II  yang  akan memasuki  masa  pensiun  ini dipercaya  Bupati   menjadi  staff ahli  Bupati  bidang  pemerintahan kemasyarakatan  dan  sumber  daya manusia.  Sedangkan  posisnya digantikan  Dra  Sri  Witarsih  SH yang  sebelumnya  menjadi  kepala bidang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan  Dinas  pendidikan Sidoarjo.       Ada  juga  nama  Ir  Toni Setyoadiriyanto  MMT,  yang sebelumnya  menjabat  sebagai Kepala badan Pertahanan terpadu  menjadi  kepala  Badan  Pelayanan Perijinan  Terpadu,  sedangkan kursinya di isi Dra Wuwuh S.       Selain  pejabat  eselon  II,  untuk pejabat  eselon  III,  nama  Drs  M. Bahrul  Amig  yang  sebelumnya menjabat sebagai Camat Krembung bergeser wilayah ke Camat Krian. Drs  Sentot  Kumardiyanto  yang sebelumnya  menjabat  sebagai camat Waru masuk menjadi Kepala bagian  Hukum  Pemkab  Sidoarjo menggantikan  Suyono  SH  yang menjadi Kepala bagian kerja sama Sekretaris Daerah Sidoarjo. krs/02    

REDAKSI

JL. HOS COKROAMINOTO 34-36 JOMBANG, JATIM

MAGETAN, RM udah satu tahun, pelantikan Bupati  dan  Wakil  Bupati Magetan,  Jawa  Timur. Namun,    bukti  konkrit  dari  apa yang  telah  dijanjikan  pada  waktu kampanye dulu, nampaknya belum semuanya  terwujud.    Terkait dengan kinerjanya selama ini,  Bupati  Magetan  Sumantri

S

dalam jumpa pers pada Rabu lalu, di  Surya  Graha  menyampaikan, bahwa  program  seratus  hari pemerintahannya,  untuk  20  hari pertama,  kegiatannya  adalah konsolidasi,  20  hari  kedua menginventarisasi  problematika masyarakat,  20  hari  ketiga  Turba ke  desa-  desa,    20  hari  ke  empat

program  pengentasan  kemiskinan dan  20  hari  ke  lima  evaluasi program.       Bupati  Sumatri  menyatakan, pada  5  tahun  ke  depan,  pihaknya memprogramkan lima sector yang dijadikan  skala  prioritas  dengan slogan  “Ditata  Indah)”  Yakni, meningkatkan  pendidikan,

pertanian,  Pariwisata,  industri, perdagangan,  dan  kesehatan. Dengan  tujuan,    pada  lima  tahun ke  depan  menjadikan  rakyat Magetan  wareg  (cukup  sandang pangan),  waras  (sehat  jasmani rohani), wasis ( pendidikan cukup dan layak),wutuh  (  keseimbangan jasmani  dan  rohani),  widodo

(kekal), waskita (punya pandangan jauh ke depan).       Akan  tetapi  dari  lima  sector garapan  pemerintah  kabupaten Magetan  ke  depan  yang  menjadi skala  prioritas  adalah  sektor pertanian.  Yaitu,  mengatasi kelangkaan  pupuk  dan  beberapa problem  pertanian yang  lain.  geo

LINTAS RADAR

SUMENEP

Akhirnya, 21 Sertifikat Tanah Diserahkan SUMENEP, RM Setelah  sekian  tahun  lamanya menunggu  dan  sempat dipersoalkan  oleh  kalangan  LSM di Sumenep, akhirnya sebanyak 21 masyarakat  menerima  sertifikat tanah  dari  Dishutbun  Sumenep. Mereka dari 24 pemilik tanah yang sebelumnya  mendapat  pemutihan dari  program  penanaman  kelapa sejak  tahun  85-an  oleh  Dinas Kehutanan  dan  Perkebunan setempat.    Sekeretaris Dishutbun Sumenep, Ir.  Arief  Rusdi  dihadapan  para penerima  sertifitikat  tanah  yang

sempat  ada  di  tangan  petugas sebelumnya  itu,diharapkan  dapat diterima  dengan  baik  dan  bisa dijadikan  bukti  kepemilikan  tanah yang sah. Sebab, sertifikat tersebut sebagai konpensasi pemutihan dari pemerintah  yang  sebelumnya memprogramkan  penanaman kelapa  di  beberapa  Desa  dan Kecamatan.       Ditambahkan  pula  oleh  Kasi Kehutanan  Dishutbun  Sumenep, yang  bertugas  dalam  penyerahan sertifikat, Bagas Praptomo, dari 24 sertifikat  memang  masih  tersisa  3

Persoalan Pupuk Sejak 2008 Belum Tuntas SUMENEP, RM ersoalan  pupuk  di Kecamatan  Saronggi saat ini masih menjadi permamsalahan  yang  sulit dipecahkan.  Sebab,  jatah pupuk  yang  seharusnya diterima  petani  melalui kelompok  tani  tidak  sesuai dengan  kebutuhan  anggota nya. Padahal sejak tahun 2008 lalu  para  petani  sudah mengaku  banyak  yang melakukan  pembayaran  awal. Namun,  hingga  setahun lamanya  petani  tetap  tidak menerimah  pupuk  sesuai yang  dijanjikan.       Hal  tersebut  diakui  salah seorang  pengurus  Kelompok Tani Albarokah  Desa  Talang Saronggi,  Samzei  ketika ditemui  sejumlah  wartawan usai  mengikuti  pertemuan rutin  para  kelompok  tani  di Kantor  UPT  Dinas  Pertanian Tanaman  Pangan  Kecamatan Saronggi,  Kamis  pekan  lalu. bahkan  diakui  Samzei  dari berbagai  pengaduan  kelom pok tani yang ada di beberapa desa  di  Kecamatan  Saronggi mengeluhkan  hal  yang  sama.       “Rata-rata  para  pengurus kelompok  tani  mendapat komplain  dari  anggotanya terkait  soal  jatah  pupuk  yang masih  banyak  belum mendapat  sesuai  uang  yang dikeluarkan.  Namun  kelom pok  tani  juga  mengaku  tidak bisa  berbuat  banyak,  karena yang memberikan jatah pupuk itu  dari  pemilik  kios  yang ditunjuk  distributor.”Ujar Samzei.       Kepala  UPT  Dinas Pertanian  Tanaman  Pangan Kecamatan  Saronggi,  Ir  Joko Setyo  Utomo  ketika    dikonfir masi  juga  mengakui  keluhan petani  terhadap  pupuk. Bahkan,  dalam  rapat  rutin bulanan tadi pagi juga sempat disinggung  soal  jatah  pupuk tahun  2008  alu  yang  hingga saat  ini  masih  belum  dikirim kepada  petani.  Sementara

P

pengakuan  dari  petani  semua keuangan  sudah  disetor  ke pengelola  kios,  dan  dari pengakuan  pemilik  kios keuangannya  itu  juga  sudah diberikan  kepada  distributor.    Melihat realita tersebut Joko mengaku  akan  terus  memper tanyakan  hal  tersebut  kepada pihak  kios  dan  distributor. Sebab, petani suah betul-betul sangat  membutuhkan  kebera daan pupuk, utamanya saat ini dan  dalam  dua  tiga  bulan kedepan. Bahkan diakui untuk jatah  pupuk  sekitar  1.160  ton di  Kecamatan  Saronggi  juga baru  sekitar  50%  yang  sudah tersalurkan  kepada  petani. Diharapkan  hingga  akhir tahun sudah dapat tersalurkan sesuai  jatah  yang  ada.    Sementara pemilik kios yang ada  di  Desa Talang  Saronggi, H. Masduki ketika dikonfirmasi melalui  telpon  selulernya mengaku  pihaknya  sudah berupaya  menyelesaikan kekurangan  jatah  pupuk  pada petani. Namun, tegas Masduki pihaknya  juga  tidak  bisa berbauat  banyak  karena  jatah yang diberikan oleh distributor dalam  seminggu  hanya  1  ton yang  harus  dibagi  kepada beberapa  petani  melalui kelompok  tani.       Dengan  kondisi  tersebut Masduki  mengaku  akan  terus berusaha  memenuhi kebutuhan  petani  sesuai jatah yang ada. Terkait dengan jatah  yang  2008  memang diakui  juga  ada  kekurangan beberapa  ton  untuk  beberapa kelompok  tani.  Namun pihaknya  berjanji  paling lambat  bulan  oktober  semua petani  yang  masih  belum menerima  jatah  pupuk  akan menerima  sesuai  uang  yang dikeluarkan saat itu.Yang jelas tegasnya,  pihaknya  tetap memperhatikan  hal  itu,  hanya saja  petani  harap  bersabar menunggu  giliran. ren

orang  yang  masih  belum  dapat diberikan  kepada  ahli  warisnya, karena  yang  akan  menerima  ada yang  masih  memiliki  beberapa saudara.  Sehingga  membutuhkan kesepakatan  bersama.  Serta  ada pula yang sudah diwakili oleh salah seorang  cucu  dari  pemilik  tanah tersebut,  sehingga  memerlukan beberapa persyarakat sebagaimana mestinya  dalam  perjanjian  ahli waris dan  sebagainya.       Dijelaskan,  pihaknya  akan melakukan  pembagian  sertifikat yang lain dari   sekitar 152 pemilik

sertifkat  yang   tersebar  di  5 Kecamatan., yakni Batang-Batang, Dungkek,  Gapura,Batuh-Putih dan  di  Kecamatan  Kota.  Karena itu  pihaknya  sudah  memberikan surat  pemberitahuan  kepada  para Kepala Desa yang memiliki warga sebagai  penerima  sertifikat tersebut. Namun sayangnya Bagas masih  merahasiakan  Desa penerima  sertifikat  itu  dengan alsan  lupa  Desanya.       Sementara  itu  salah  seorang penerima  sertifikat  Gazali, mengaku  bangga  sertifikat  yang

selama  ini  ditunggu-tunggu  dapat diperoleh bersama warga yang lain. Sebab, sertifikat itu sangat penting sebagai legalitas kepemilikan tanah. Bahkan  pihaknya  mengaku berterima  kasih kepada  Dishutbun yang  telah  memfasilitasi  dan mengamankan  sertifikat  tersebut. Sehingga  mansyarakat  sudah memrasa  lega  dan  senang  karena sudah  puluhan  tahun  menunggu kepastiannya.  ren

Tingkat Penebusan Raskin Rendah   SUMENEP, RM asih  rendahnya tingkat  penebusan Raskin  oleh  bebe rapa  Tim  Raskin  Kecamatan dan  Desa,  diperlukan  sebuah solusi  pemecahannya.  Sehi ngga  keberadaan  beras  yang lama  ngendon  di  Gudang Dolog  Kalianget  tidak  sema kin  menumpuk,  sementara masyarakat  miskin  penerima jatah  Raskin  terus  berharap.       Sebagai  solusi  yang  penah dilakukan  sebelumnya,  dengan  mengumpulkan  para camat,  khususnya  Kec amatan  yang  tingkat  penebu sannya  kecil  dengan  membe rikan  penekanan  untuk  mela kukan  pendekatan  kepada Kepala  Desa  serta  tim  raskin yang  ada  untuk  segera  mela kukan  penebusan  raskin, seperti  yang  sempat  dilaku kan  pada  bulan  Mei  lalu. Sebab,  beberapa  hari  kemudi an  masing-masing  Kec amatan  betul-betul  melaku kan  penebusan   meskipun secara  bertahap.       Hal  tersebut  diakui  Korlap Raskin  Kabupaten  Sumenep, RB. Ainol Fatah ketika ditemui ,  Jum’at  pekan  lalu  di kantornya.  Menurutnya,  Tim Raskin  Kabupaten  Sumenep nantinya  perlu  terus  melaku kan  koordinasi  dengan  Tim

M

Raskin  Kecamatan,  agar  pen capaian  sasaran  Raskin kepada  masyarakat  segera teratasi  dengan  cepat.       “Sebab,  disamping  masih beberapa  bulan  tidak  dilaku kan  penebusan  dalam  pene busan  bulan  sebelumnya juga  tidak  semua  ditebus, seperti  yang  dilakukan Kecamatan  Bluto  dan Sarongg,”ujar Ainul  Fatah.       Dijelaskan,  untuk  Keca matan  Bluto  penebusan  nya masih  mulai  januari  hingga April, dengan jatah 78,600 ton hanya  ditebus  72,645  sejak bulan  februari.  Sedangkan Kecamatan  Saronggi penebusannya  hingga  bulan Mei,  nmaun  sejak  bulan februari  juga  hanya  menebus 70,065  ton  dari  jatah  78,960 ton.  Sedang  kan  terndah penebusannya  Kecamatan Masalembu   hingga  bulan Maret  meskipun  penebusan nya  tetap  dilaku  kan  utuh sesuai jatah seba nyak 31,350 ton,  dan  Kecama  tan  Kota  hingga  bulan  April  dengan jatah  55,065  ton.     Sedangkan  untuk  Kecam atan  lainnya  sudah  ada  yang menebus  hingga  pada laporan  akhir   bulan  Juli, seperti  Kecamatan  Kalianget, Ta l a n g o , G a d i n g ,

Pasongsongan  dan  Dasuk untuk  daratan.  Sedangkan Kecamatan  Kepulauan,  tergiat memang  dilakukan Kecamatan  Raas,  Kangayan dan Gili  Genting.       Ainul  Fatah  berharap, penebusan  Raskin  sebisa mungkin  dapat  dilakukan setiap  bulan,  sehingga disamping  distribusi  beras lancar,  pihaknya  tidak  kesu litan  penyimpanannya  jika terlalu  lama  dibiarkan  di gudang.  Karena  itu  diharap kan,  utamanya  bagi  Kecama tan  dan  Desa  yang  masih belum  melakukan  penebusan dapat  segera  dilakukan  dan tidak  menunggu  tegoran  dulu.       Bahkan  pihaknya  juga berharap  bagi  Desa  yang masih  bermasalah  denga distribusi  Raskin  sebelumnya, hendaknya  tidak  berdampak pada  penerimaan  Raskin tahun ini. Sebab, pihaknya juga mendengar  ada  bebe  rapa Desa  yang  Kadesnya  tidak mau  melakukan  pene  busan Raskin  karena  sempat dipersoalkan  oleh  warganya. Karena  itu  hendaknya  pihak Kecamatan  bisa  menfasilitasi agar  itu  tidak  terjadi,  karena jatah  untuk  mamsyarakat miskin  dibawah  tetap  mem butuhkan  jatah  Raskin.  ren

D IR G A H AY U NEGERIKU  KE-64 -RADAR MINGGU www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

10  Suramadu

RADAR MINGGU EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

Program KB di Sidoarjo Perlu Digalakkan SIDOARJO,RM eningkatan  jumlah  penduduk yang  makin  meningkat, membuat peme rintah kembali menggalakkan  program  KB  di Sidoarjo,  Jawa Timur.  Hal  ini  untuk menganti  sipasi  masalah  kualitas penduduk  seperti  pendidikan, kekurangan gizi, hingga pengangguran dan kemiskinan.

P

 Bupati  Sidoarjo  Drs.Win Hendrarso  MSi  memberikan penghargaan  berupa  hadiah kepada  Kepala  Desa  Bajarsari Kecamatan  Buduran

JELANG PUASA

Ramadhan, Rumah Makan dan  Hiburan di Sidoarjo Ditutup SIDOARJO, RM alam rangka menciptakan suasana aman, tertib serta menjaga  ketenangan masyarakat  dalam  melaksanakan ibadah  selama  bulan  suci Ramadhan, Pemerintah kabupaten Sidoarjo  menghimbau,  kepada seluruh  pemilik  dan  penanggung jawab  usaha  rumah  makan  dan tempat  hiburan  untuk  menutup sementara  usahanya  selama  bulan Ramadhan  hingga  hari  raya  Idul Fitri.    Badan Kesatuan Bangsa Politik dan  Linmas  (Bakesbangpol Linmas)  Sidoarjo  kemarin,  telah mengumpulkan  para  anggota komunikasi  intel  daerah (Kominda)  se  Sidoarjo,  untuk berkoordinasi menjelang memasuki bulan puasa Ramadhan.       Kepala  Bakesbangpol  Linmas Sidoarjo,  M.Husni  Thamrin  SH MM,  menegaskan  tidak  ada pandang  bulu  terhadap  rumah makan  dan  tempat  hiburan  di Sidoarjo yang melanggar.       “Yang  melanggar  larangan  ini supaya  ditindak  tegas,”  kata Thamrin, kemarin,kepada anggota

D

Kominda  Sidoarjo  yang  berasal dari  intel  Polres  Sidoarjo,  intel Kodim  0816  Sidoarjo,intel kejaksaan, forum komunikasi umat beragama  (FKUB),  Dinas Kebudayaan  dan  Pariwisata,  Pol PP serta Kasie Trantib kecamatan se Sidoarjo.       Sikap  tegas  menurut  Thamrin, untuk menjaga kondisi kondusif di Sidoarjo.  “Meski  Sidoarjo  selama ini  relatif  aman,  kita  harus  tetap waspada,”  tambah  Thamrin.       Mekanisme  pelarangan  yang diatur dalam Peraturan Bupati itu, seperti  tahun-tahun  sebelumnya meliputi  cafe,  panti  pijat  dan bilyard. Selama puasa Ramadhan, harus  ditutup  total.  Sementara untuk  rumah  makan,  diusahakan agar bisa menghormati orang yang sedang berpuasa.       Sebelum  memasuki  puasa Ramadhan yang diperkirakan pada 22  Agustus  nanti,  diharapkan larangan penutupan rumah makan dan tempat hiburan tersebut, sudah tersosialisasikan  kepada  warga. Khususnya  para  pemilik  rumah makan dan tempat  hiburan. krs

   Seperti yang diuangkapkan Bupati Sidoarjo Drs Win Hendrarso MSi di acara  pencan  angan  Bulan  Bhakti Gotong  Royong  Sidoarjo  2009.  Perce  patan  pertumbuhan  pendu duk mengalami peningkatan cukup signifikan  dalam kuan  titas.  Untuk itu, Pemerintah Sidoarjo ber keinginan juga  mengejar  angka  kuantitas  itu dengan peningkatan kwalitas hidup.       “Kalau  boleh  di  gambarkan, kuantitas  pertumbuhan  pendu-duk seperti deret ukur. Sementara upaya kita  mensejahterakan  hidup

masyarakat  seperti  deret  hitung. Makanya  program KB  ini masih  perlu kita canangkan lebih luas,” terangnya.     Masih menurut Bupati,  seperti yang di ungkapkan Dandim Sidoarjo, dalam pembangunan Keluarga Berencana saat ini  mengalami  kemunduran.  Hal  ini disebabkan  banyak  aspek  diantaranya penolakan  masyarakat  komunitas tertentu dengan dalih larangan agama.    “Sebetulnya pelaksanaan program KB itu  tidak  bertentangan  dengan  nilai agama,  karena  itu  merupakan  upaya manusia  dalam  mengenda  likan  angka

kehidupan untuk meraih kesejahteraan hidup,”  tukasnya.       Dari  data  yang  ada,  masyarakat Sidoarjo saat ini yang sudah mengikuti KB hamper mencapai angka 75 % dari seluruh  jumlah  penduduk  yang  ada. sisanya yang 25 % akan di upayakan turut  juga  mengikuti  program  KB dengan pendekatan yang rasional dan efektif.    Sementara itu, Kepala BPMPKB Dr Tri  Ratih  Agustina,  menurutnya partisipasi  masyarakat  ber-KB dipengaruhi  berbagai  faktor.  Di

antaranya  adalah  kesadaran masyarakat  mengenai  pentingnya kualitas  penduduk  yang  mampu memberikan solusi atas permasa lahan di daerah, maupun di tingkat nasional.       Untuk  meningkatkan  kesadaran masayarakat,  BPMPKB  mengajak pemerintah  daerah  menjadi  mitra membangkitkan program KB. Ia juga mengajak  laki-laki  untuk  turut mendukung program tersebut. Sebab, kaum  adam  juga  sangat  dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi. krs

LSM Sidoarjo Anggap Sosialisasi P-APBD 2009 Melenceng Sosialisasi  Perubahan  Anggaran  Pendapatan  Belanja  Daerah 2009  yang  digelar  di  Sun  Hotel  yang  dihadiri  beberpa  anggota DPRD  Sidoarjo   dan  LSM  beberapa  hari  lalu  itu    berlangsung panas.  Pasalnya,  dalam  acara  ini,  beberapa  LSM    telah menelanjangi  kinerja  dewan.

SIDOARJO,RM ada  waktu  itu,  M  Kalim anggota  komisi  B  dan Amrin Noer anggota komisi C,  yang  datang  mewakili  anggota dewan itu tak menduga kalau akan disudutkan  melalui  pertanyaanpertanyaan  yang  ada.  Misalnya, yang  diutarakan  Hariyadi Koordinator  LSM  P3E (Pendampingan  Partisipasi  dan Pemberdayaan  Ekonomi).  Dia menuding, dewan hanya main coret anggaran  tanpa  mempedulikan kepentingan  masyarakat.  “DPRD Sidoarjo yang akan purna tugas ini sebenarnya  tidak  perlu  dilibatkan

P

dalam program sosialisasi PAK,” ucapnya.      Dan,  Pusat  Studi  Kebijakan Publik dan Advokasi (PUSAKA) Sidoarjo  beranggapan,  mestinya sesuai dengan Permendagri No 13 tahun  2006  pasal  171  ayat  (3) menyebutkan  bahwa  sosialisasi rancangan  peraturan  daerah tentang  perubahan  APBD bersifat  memberikan  informasi mengenai  hak  dan  kewajiban pemerintah  daerah  kepada masyarakat  dalam  pelaksanaan perubahan APBD tahun anggran yang  direncanakan.”Sehingga

sosialisasi  yang  dilakukan  Pemkab keluar  dari  subtansi  sebagaumana yang  diamanatkan  Permendagri,” terang Ahmad Fauzi, ketua Divisi Pro Poor Budget PUSAKA.      Selain itu, presentase pendapatan asli  daerah  terhadap  total  belanja daerah  menurut  PUSAKA,  juga mengalami penurunan dari 18.67 % menjadi 17.85 %.”Dari data itu, kita simpulkan  Pemkab  Sidoarjo  dalam pelaksanaan  pembangunan  semakin tergantung  dengan  pemerintah pusat,” terang Fauzi lagi.       Untuk  itu,  sebagai  wujud  kepe dulian, PUSAKA melayang kan tiga

tuntutan  kepada  pemerintah daerah diantaranya mengkaji ulang P-APBD  2009  dengan  memper timbangkan  potensi  pendapatan daerah,  melibatkan  masyarakat sebagai stakeholders pembangunan Sidoarjo  serta  melakukan sosialisasi ulang yang lebih massuf kepada  masyarakat  Sidoarjo.      Mendapat  cercahan  beberapa LSM, Amrin Noer, anggota dewan dari  Demokrat  itu  mengaku dikerjainya  dalam  acara  ini.  Dan, ini  menuru  sepertinya  ada  yang menyeting.  Sosialisasi  ini seharusnya  digunakan  sesuai

dengan  tujuannya  untuk menjabarkan  seluruh  program Pemkab  untuk  PAK.  “Kami kecewa.  Seakan-akan  forum  ini sengaja  untuk  menyudutkan dewan,”papar Amrin.      Sementara,  Kalim  menimpali, boleh saja LSM mengkritisi dewan, tetapi  dengan  dukungan  data akurat.  “Tidak  hanya  mengkritisi atau asal bicara yang menyudutkan dewan,”  ujarnya.  Sedang, pencoretan anggaran satker tak lain untuk  menyelamatkan  Pemkab. krs/02

PUNGLI

INFO TERKINI

SIDOARJO

Dugaan Pungutan di SD Pucang Diadukan ke P3M SIDOARJO,RM asyarakat  Sidoarjo menyampaikan keluhan  ke  Pusat Pelayanan  Pengaduan  Mayarakat (P3M)  Kabupaten Sidoarjo,  Jawa Timur,  tentang  dugaan  pungutan liar (Pungli) uang berkaitan dengan penerimaan  siswa  baru  (PSB)di SDN  Pucang  1  sampai  4,  Kec amatan Sidoarjo. Hal itu mengacu pada Peraturan Peme rintah No 48/ 2009  yang  menyatakan  bahwa sekolah tidak boleh memungut uang dalam  proses  penerimaan  siswa baru      Seorang    warga Perum  Gading Fajar,  Doso  menyebutkan,  setiap orangtua  siswa  dipungut  uang sebesar  Rp  3  juta  hingga  Rp  4,5 juta.”Pungutan liar di SDN Pucang 1 sampai 4 kecamatan yang sudah diatur  secara  rapi  oleh  guru  dan komite peneriman siswa baru, dan hal  ini  bukan  rahasia  lagi,”  tuduh Doso.

M

   Doso meminta, agar pihak dinas dan instansi terkait menghilangkan pungutan  liar  tesebut.  “Semoga pada tahun-tahun mendatang tidak terjadi lagi pungutan semacam itu,” harapnya.       Berkaitan  dengan  ini,  Kepala SDN  Pucang  I  Sidoarjo  Etti Agus Pratuti  menyangkal  kalau  di sekolahannya  ada  pungutan  liar seperti  yang  dituduhkan.  “Masuk di SDN Pucang tidak dipungut biaya apapun,  alias  gratis.  Forlumirnya juga tidak dijual,” kata  Etti.       Menurut  Etti,  SDN  I  Pucang, masih  tekor  Rp  29,5  Juta.  Hal  ini disebabkan  karena  beban  biaya listrik  yang sangat  mahal.    Hal senada juga di SDN II Pucang, Dra  Hj  Yunis  Rasmiyanti  MM, Kaseknya. Dia mengaku tidak tahu kalau  ada  pungutan  liar  di  SDN Pucang. “Formulir PSB gratis, mana mungkin  kalau  terjadi  pungutan sebesar  itu,”  tukas  Yulis.  krs

AWARD

Depo Pasar Ikan Sidoarjo Raih Penghargaan SIDOARJO, RM Dinas  Perikanan  dan  Kelautan Kabupaten  Sidoarjo  juga mendapatkan  penghargaan predikat terbaik dalam pengelolaan Depo  Pasar  Ikan,  dari  Direktorat Jenderal (Dirjen) Perikanan.       Menurut  Kepala  Dinas Perikanan  dan  Keluatan Kabupaten  Sidoarjo  Ir.  Moch Sholeh melalui Kabid Produksi dan Sumber  Hayati  Perairan  Darat  Ir. M.  Bachruni  Aryawan, keberhasilan  Kabupaten  Sidoarjo dalam mengelola Depo Pasar Ikan telah�� sesuai  dengan  kriteria, termasuk  juga  dalam  melakukan pemindahan dua tahun yang lalu, tepatnya  tanggal  10  Nopember 2007  telah  berhasil  dengan  baik tanpa ada aral melintang.     “Banyak daerah yang memindah kan  pasar  ikan,  namun  tidak pernah berhasil, pasar kembali lagi ketempat  semula,”  katanya.

Selain  keberhasilan  memindahkan Depo  Pasar  Ikan  juga  Kabupaten Sidoarjo  dinilai  telah  berhasil melakukan  pengembangannya. Penghargaan terbaik diberikan langsung  oleh  Sekretaris  Dirjen P2HP  Ir.  Syahril  MM  beberapa waktu  lalu. Ditegaskan  oleh  Bachruni  bahwa penghargaannya  belum  yang terbaik, tapi masih  dalam kategori baik, katanya  merendah.       KUPTD  Pasar  Ikan  Eko Mulyadi  saat  ditemui  mengatakan bahwa  Depo  Pasar  Ikan  banyak mengalami  kemajuan.  Termasuk juga  dari  stan-stannya  hingga sekarang sudah dihuni sebanyak 27 stan.  Dengan  jumlah  penjualan setiap  hari  bisa  mencapai  sekitar 10 hingga 15 ton. Nanti puasa dan menjelang  lebaran  biasanya  terus meningkat,  katanya. krs/02

Disidoarjo, Biaya Biaya SDN dan SMPN Gratis

Demi  Pil,

SIDOAJO,RM erhitung  mulai  1  Juli  lalu, Sekolah  Dasar  Negeri (SDN)  dan  SMPN  di Kabupaten Sidoarjo,  Jawa Timur, biayanya  digratiskan.  Kepala Diknas  Sidoarjo,  Hadi  Sutjipto, menegaskan  persetujuan  Dewan tentang  penggunaan  anggaran daerah untuk menutup kekurangan BOS-DA  (Bantuan  Operasional Sekolah  Daerah)  dari  Rp  15  ribu menjadi Rp 37,500 ribu.       “  Kalau  jumlah  ini  ditambah (sharing)  dengan  BOS  pusat sebesar  Rp  47,500  ribu  bisa

Tega Racuni Suami ?

T

mengatasi  kebutuhan  anggaran pendidikan  SMPN  yang seluruhnya  Rp  85  ribu,”  kata Hadi  Sutjipto.       Hadi  menambahkan,  sistem Pendidikan  gratis  ini,  baru diterapkan untuk sekolah Negeri, sedangkan  sekolah  swasta diberlakukan 2010. “Pemahaman pendidikan  gratis  jangan  disalah tafsirkan  sendiri  seolah-olah seluruh  beaya  sekolah digratiskan.  Yang  gratis  adalah beaya  operasional  sekolah, sedangkan  biaya  personal

meliputi seragam atau buku pelajaran harus  dipenuhi  sendiri  oleh siswa.”urainya  lagi.       Untuk  SDN  sudah  diberlakukan dengan BOS-DA sebesar Rp 7,5 ribu, sedangkan  BOS  pusat  Rp  33,500 ribu. Ia juga menjelaskan, untuk buku pelajaran  sudah  tersedia  Buku Sekolah  Elektronik  (BSE)  yang harganya  jauh  dari  harga  pasaran. namun  untuk  mendapatkan  buku murah  ini  tidak  mudah  karena memang harganya ditentukan sesuai harga bandrol.   krs/02

Program Lanjutan Pengurangan Pekerja Anak SUMENEP, RM     ebagai tindak lanjut dari program  pengurangan pekerja  anak   yang merupakan  paket  dari program  keluarga  harapan (PKH)  sejak  tahun  2008  lalu, Dinas  Tenaga  Kerja  dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Sumenep,  Jawa  Timur, menggelar  pelatihan  kepada 54  anak  putus  sekolah tersebut di Balai Latihan Kerja (BLK)  Sumenep  selama  12 hari.       Menurut  Kepala  Bidang Disnakertrans  Sumenep, Drs.Edy  Junaedi  kektika ditemui  disela-sela  penu tupan  pelatihan,  Jum,at  (07/ 08)  di  gedung  aula  BLK Sumenep  mengungkapkan, program  pengurangan  pe kerja  anak  yang  merupakan program  dari  pusat   tetap harus  dilanjutkan  sesuai

S

tujuan  program  keluarga harapan. Bahkan dari sekitar 80 anak yang mendapat pem binanan  pada  tahun  2008 lalu,  saat  ini   ada  beberapa anak  yang  sudah  kembali melaksanakan  pendidikan formal di SMP, MTs, SMA, MA dan  SMK  dibeberapa  lem baga  sekolah  di  Sumenep.     “Syukurlah, melalui upaya yang  dilakukan  pendamping para  anak  yang  putus sekolah  dan  bekerja  ini, dapat  kembali  masuk  ke sekolah  formal  dengan mendapat  keringanan  seko lah  gratis  melalui  rekomen dasi  dari  Bupati  Sumenep yang  direkomendasikan melalui  Dinas  Pendidikan dan  Departemen  Agama Sumenep.”Jelas  Junaedi.       Disamping  itu  juga, sebagian  tetap  melanjutan

pendidikan  non  formal  melalui kejar  paket  A,  B,C  dan sebagainya.  Namun,  juga  ada yang  sudah  berke  luarga  dan bekerja  di  berbagai  bidang pekerjaan.  Karena  itu  tegas Junaedi,  bagi  54  anak  yang mengikuti  pelatihan  sela  ma dua  minggu  tersebut  di  bekali dengan  berbagai  keteram  pilan kerja  seperti  menjahit  dan perbengkelan.       Karena  itu  pihaknya  bekerja sama  dengan  BLK  yang  seka ligus  semua  instruktur  yang melatih  dari  sana  .  Junaedi  ber harap  setelah  dibekali  ketrampi lan  selama  dua  minggu  dan dikarantina,  mereka  nantinya  dapat  bekerja  diberbagai  dunia usaha.  Sehingga  program keluarga  harapan  betul-betul dapat  terwujud  sesuai  yang diharapkan. ren  

Membangun  Desa  Dengan Budaya Gotong- Royong

                                          

SUMENEP, RM Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng,  Kabupaten  Sumenep, Jawa Timur, merupakan salah satu Desa  yang  termasuk  berada  di lokasi  pegunungan.  Meskipun jumlah penduduknya hanya 1.929 jiwa,  namun  daerahnya  memiliki luas 217.392  meter  persegi.

      Sedangkan  mayoritas penduduknya  adalah  bercocok tanam,  utamanya  pada  musim kemarau  masyarakat  petani mayoritas tetap tanam tembakau meskipun  harganya  selalu  tidak stabil.  Meskipun  sebagian  juga ada  yang  memilih  untuk  tetap

menanam  kacang-lkacangan  dan jagung  untuk  menjadi  pengisi  lahan yang sebagian berbatu.       Kepala  Desa  Moncek  tengah, Saifullah  ,SPd  ketika  ditemui mengungkapkan meskipun beberapa akses  jalan  yang  menghubungkan BACA BANGUN... HAL 11

SUMENEP, RM

S

ungguh  naas  nasib  Hamdi. Warga Desa Moncek Timur, Kecamatan  Lenteng,  Kabu paten  Sumenep,  Jawa  Timur,  ini tewas,  setelah  minum  jamu  yang dibuat  oleh  Um,  istrinya  sendiri. Apakah  jamu  tersebut  dicampuri racun,  karena telah tersebar kabar kalau  Um  telah  memiliki  pria idaman lain (Pil), inilah tugas polisi untuk  mengungkapnya.       Informasi  dari  salah  seorang karabat  dekat  Hamdi,  bahwa sebelum  meninggal  Hamdi  tak pernah  sakit  atau  menderita penyakit  ganas.  “  Kematian saudara  saya  itu  cukup mengagetkan,”  tukasnya.      Menurutnnya, pada  akhir-akhir ini  hubungan  Hamdi  dengan  UM nampak  kurang  harmonis,  karena diduga  munculnya  orang  ketiga pada rumah tangga mereka. Yaitu, seorang  Pria Idaman Lain ( PIL ) yang berinisil SR.    Beredarnya kabar tentang adanya Pil di rumah tanggganya Hamdi itu diiyakan  oleh  Moh.  Ruji,  Kades Moncek  Timur.  “Menurut  kabar, Hamdi Tewas setelah minum jamu yang  dibuatkan  oleh  istrinya sendiri.  Namun,  Ruji  mengaku tidak  tahu  pasti  sebab  meninggal nya  Hamdi,  masih  ada  hubungan keluarga,”  tukasnya.    Memang, di Desa Monccek telah beredar issu kalau UM punya pria idaman lain (PIL) seorang laki-laki yang berinisial SR. Namun, kasus tersebut  saat  ini  sudah  dilaporkan ke    Polsek  setempat  oleh  Fer anaknya  sendiri,  karena  Fer menduga  kematian  ayahnya mendadak dan tak masuk akal. Ruji berharap agar kasus tersebut segera mendapat titik terang dalam waktu dekat.       Saat  Radar Minggu  mau menemui Fer dirumahnya, sayang dia  tidak  ada  di  tempat,  Menurut keterangan Ruji, bahwa Fer  sedang mengikuti  kuliah  di  Kabupaten Pamekasan.       Ketika  hal  ini  dikonfirmasikan pada  Kapolsek  Bluto  AKP. Sutrisno,  dia  mengaku  kalau pihaknya menerima informasi dari Kepala  Desa  Moncek  Timur  dan Masyarakat  di  desa  itu.  Kata

Kapolsek  Bluto   AKP.  Sutrisno Kapolsek, secara  hukum, kabar itu harus  dilakukan  penyelidikan untuk membuktikan kebenarannya, meski tidak ada pelapornya terkait dengan meninggalnya Hamdi yang diduga  tewas  setelah  meminum jamu Putri  Sakti yang  dibuat oleh istrinya  sendiri.     Dari  keterangan beberapa  saksi mata,  jelas  Sutrisno,  sekitar  jam 22.00  WIB  Um  membuat  jamu Putri  Sakti  dan  diberikan  kepada Hamdi. Pada saat itu pula Hannan (tetanganya)  juga  ikut  meminum jamu  tersebut,  namun  tidak banyak. Selang beberapa saat, tibatiba  keduanya  langsung  kejangkejang  dan  terus  dibawa  ke Puskesmas  Bluto  untuk mendapatkan pertolongan. Namun belum  sampai  di  Puskesmas, Hamdi  sudah    menghembuskan napas  terakhirnya  di  tengah perjalanan.       Dalam  kasus  ini,  sudah  ada beberapa orang yang dipanggil dan dimintai  keterangan  oleh  polisi. Diantaranya  Um,  Fer  (anaknya), Hannan  (yang  ikut  minum  jamu namun  terselamatkan)  dan tetangganya  (saksi  mata).  Dari empat  orang  yang  dimintai keterangan  itu  jawabannya  tidak ada yang menguatkan kalau Ha,di tewas  diracun.       Untuk  mengetahui  kebenaran Hamdi  tewas  karena  diracun  atau ada  sebab  lain,  menurut  Trisno harus  dilakukan  Otopsi.  Namun saat pihak Polsek menawarkan hal itu  pada  Fer,  dia  tidak  setuju dengan  alasan  malu  pada tetangganya.  sin/02 www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

11   Lintas Radar

RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

top case

DJOEWITO MASUK LAGI

Pasca  Masuknya  Djoewito  ke  Lapas,

Bursa Sekkab Mulai Memanas Pejabat Jember Saling Lirik

S

enin,  11/8  lalu,  Jember kembali  ramai  dengan pemberitaan, bukan oleh hangatnya  pemberitaan  Bulan Berkunjung  ke  Jember ,  juga bukan munculnya pemberitaan miring  seputar  BBJ,  namun jsutru  diramaikan  dengan informasi  masuknya  kembali Sekretaris  Kabupaten  Jember Drs.H. Djoewito, MM ke rutan kelas  II  A  ,  setelah  turunnya putusan  Mahkamah  Agung yang memberikan hukuman 2 tahun  penjara  dan  denda kepadanya.  Informasi  yang berkembang, Kejaksaan bakal menjemput  pria  ganteng  itu sekitar jam 9.00 Wib dihari itu, namun,  entah  apa  yang menjadi  pertimbangan  , ternyata  Pak Djoewito, justru berangkat  sendiri  menuju Lapas,  dengan  diantar  oleh Istri dan anaknya.       Kabar  masuknya  kembali Djoewito  yang  diluar  waktu yang  ditentukan  sempat membuat  beberapa  wartawan yang ngepso di Pemkab Jember kelabakan, padahal sejak pukul 8.00 Wib  beberapa  wartawan sudah  terlihat  nongkrong  di :Lobi  bawah,  ada  juga  yang rencananya  akan  ngepos  di rmuah  pak  Sekkab,  namun semua ternyata harus gigit jari, setelah  salah  seorang pengurus  LSM  memberikan informasi, kalau pak Djoewito sudah  masuk  Lapas,  dengan diantar  sendiri  oleh  istri  dan anaknya.   Informasi  itu, sekaligus  membuat  beberapa wartawan  langsung  ngibrit  , melanjutkan buruannya.       Pantauan  Sorot  di  kantor Pemkab Jember , sejak pukuyl 7.30  Wib,   kantor  Pemkab Jember cukup ramai, beberapa kendaraan  Kepala  SK PD sudah  parker  dihalaman belakang,  kondisi  itu  sama

persis  seperti  beberapa  hariu sebelumnya,  dimana  hamper tiap  hari  Kepala  SK PD menggelar  rapat,  entah  apa yang dirapatkan. Di beberapa ruangan  juga  tidak  ada perubahan yang berarti, ramai seperti  biasa,  terlebih,  ketika wartawan Koran ini mencoba untik ikut nimbrung di warung “  Penantian    “  milik  Bukadi, salah  seorang  karyaw an Pemkab  Jember.  D isana, banyak  orang  yang  membi carakan  nasib  pak  Djoewito. Dari pembicaraan itu, rata-rata mereka  berempati  pada  Pak Sekkab, bahkan ada beberapa karyawan yang sempat terlihat sedih  ketika  mendengar  pak Djoewito  masuk  lagi  di Lembaga  pemasyarakatan. Seperti yang diungkapan salah seorang  karyawan  Bagian Kepegawaian,  menurut  pria yang  enggan  namanya dikorankan,  dirinya  sangat terharu jika Pak Djoewito harus kembali masuk menempati sel pengab di lapas, dirinya tidak tega,  karena  pak  Sekkab orangnya  baik,  dan  tidak pernah  neko-neko  “  Saya sedih  mas,  bagaimana  beliau harus kembali berada di tempat yang  sempait  dan  pengab, padahal  beliau orangnya  baik dan tidak neko-neko “ ujarnya. .Namun tidak sedikit juga yang bersuara  keras,  menurutnya, itu  sudah resiko  jadi  pejabat, kalau  gak  mau  nanggung resiko,  ya  jangan  jai  pejabat, “makanya jadi pejabat jangan suka korupsi  “

Bursa  Sekkab Menghangat.   Tampaknya  masuknya  kem bali  Pak Djoewito ke Lapas, membuat  beberapa  pejabat terkotak-kotak, Ada  sebagian kelompok yang menginginkan

agar posisi Sekkab harus segera diisi  agar  roda  pemerintahan berjalan  normal,  namun  ada juga kelompok yang menunggu perkembangan,  “Jangan  mem bicarakan  hal—hal  yang sensitive  dan  membuat  orang tersinggung”,  begitu  kata seorang  pejabat  yang  terlihat loyal pada Pak Sekkab.    Ada juga kelompok lain yang jsutru tidak berpikir mengenai bagai mana nasib Pak Sekkab atau yang lainnya, kelompok ini justru membicarakan berbagai kemungkinan,  siapa  kiranya yang bakal dipilih Pak Bupati untuk menjadi Sekkab Jember. Sebab, salah satu syarat untuk menjadi  sekkab  adalah,  bisa bekerja  sama  dengan  Bupati. Dari  sini  kemudian  muncul beberapa nama yang dianggap layak  menjadi  pengganti  Pak Djoewito. Ada nama Sugiharto, SH.  Kepala  BKD,  ada  nama Ahmad Sudiono, Kepala dinas pendidikan,  ada  Ir.Hariyanto, Kepala Dinas Pedagangan, Ir. Suhardiyanto,  Kepala  Bapemas  Jember,  ada  Mirfano, Kepala Dinas Koperasi.       Jika  diitilik  dari  senioritas, maka hanya akan  mengerucut pada  dua  nama,  yakni  Irt. Hariyanto,   Kepala  D inas Perdagangan,  dan  Ir.  Suhardiyanto,  Kepala  bapemas. Kedua pejabat tersebut, selain memiliki  pengalaman  yang cukup,  mereka  juga  sudah pernah menjabat dua kali pada eselon  II,  bahkan  kalau  tidak keliru,  untuk  Ir.  Hariyanto, pernah  menjabat  sebagai Kepala  PU, Kepala  Bapekab, Kepala  Dinas  Pariw isata, Kepala  Dinas  Perdagangan, sementara  untuk  Ir.  Hardiyanto,   pernah  menjabat sebagai Kepala PU Pengairan, Kepala  PU  Bina  Marga,  dan Kepala  Bapemas.  Sementara

untuk kompeteter lain seperti Drs Achmad Sudiono, dia baru saja masuk jajaran elit Pemkab KekosonganKursi  Sekretaris Jember, setelah Djalal menjadi Kabupaten  Jember  yang Bupati  Jember,  dan  untuk ditinggalkan  Drs  Djoewito, Sugiharto,  baru  saja  mendu pasca  turunnya  putusan duki jabatan di eselon II. Mahkamah  Agung  yang    Sumber dikalangan Badan memutus  2  tahun  penjara, kepegawaian Daerah (BKD) sedikit mempengaruhi kinerja menyebutkan,  bahwa  untuk dikalangan  pejabat  Jember. posisi  Sekkab  ada  aturan Pantauan  Er-em  di  Pemkab yang mengikat, selain itu ada Jember,  sejak  pagi  terlihat ketentuan  yang  mengatakan beberapa  pejabat  menunjuk kalau untuk menjabat sebagai kan  wajah  muram,  suasana sekda,  minimal  menduduki kerja di Pemkab Jember sedikit pangkat  !V-C,  dan  mereka berbeda  dengan  biasanya. pernah menjabat di Eselon II Mereka  seakan  sedih  sepe sedikitnya 3 kali. Namun yang ninggal  Djoewito.  Terlebih tak  kalah  pentingnya,  lanjut beberapa  karyawan  yang sumber   tersebut,   bahw a selama  ini  merasa  banyak  di siapa   pun  yang  bakal bantu oleh Pak Djoewito. menempati posisi empuk itu,     Beberapa pejabat setingkat dia  harus  bisa  bekerja  sama Kepala  Bagian  enggan  untuk dengan  bupati.  Nah,  kalau dimintai  komentar  seputar yang  t erakhir  it u  yang masuknya kembali Pak Sekda, kemudian  dijadikan  sebagai telebih  jika  pembicaraan dasar  oleh  Bupati  Jember diarahkan  pada  siapa  bakal MZA  D jalal,   maka  yang paling  memil iki  peluang        > BANGUN............DARI HAL 10 adala h  K epala  D inas Pendidikan  Jember  Drs  H. antar dusun belum semua tergarap. Achmad  Sudiono.  Hal  itu Namun,  sedikit  demi  sedikit sudah  bukan  rahasia  umum, meskipun tidak di rabat dan beton, naiknya  Achamd  yang  awal namun upaya gotog-royong warga nya  hanya  sebagai  kepala untuk membuat jalan sebagai arus Sekolah  di  Sekolah  Luar transportasi. Biasa  (SLB)  itu  banyak       “Syukurlah,  budaya  gotong ditent ukan  oleh  campur royong  masyarakat  disini  masih tangan  pak  Bupat i  MZA cukup  tinggi.  Namun  nantinya diharapkan juga akan ada sentuhan D jal al.   Tent unya  hal   itu lebih  dengan  berbagai  program setelah Pak Achmad memiliki melalui  PNPM  dan  sebagainya andil  cukup  besar  dalam untuk  mengakses  trasportasi  lebih pilkada  lalu,  yang  menem baik lagi.”Ujar Saifullah. patkan Pak Djalal jadi bupati Bahkan  menurut  Saifullah,  Jember.  Namun,  jika  yang masyarakat  juga  terbiasa  dengan dijadikan  dasar  adalah  jam terbang  dan  peng alaman         > PASAR...........DARI HAL 08 menjadi  pejabat  di  eselon  II selama  tiga  kali,  hanya  ada    Bahkan, dari ramainya pasar sattoan, beberapa  pejabat  yang  bisa lingkungan  sekitarpun  mendapat masuk  bursa  diantaranya kecipratan  hasil  dari  parkir  mobil, adalah Suprapto,SH, Ir. Mir- sepeda  motor  dan  sebagainya. fano, dan Ir. Hariyanto. Sut Setidaknya, dibagian parkir timur dan

pengganti Djoewito. Ms, salah seorang  karyawan  pemkab, kepada  ER-eM  mengatakan, kalau  dirinya  merasa  trenyuh dengan masuknya kembali pak Djoewito.  Sebagai  bawahan nya selama ini, dirinya sangat memberikan nilai positif pada Pak  Djoewito.  “  Saya  hanya kasihan  aja  mas  lihat  Pak djoewito, tapio kalau itu sudah merupakan keputusan hukum, bagai  mana  lagi,  mudahmudahan bapak  tabah dan bisa menerima  sebagia  ujian  dari Allah “ katanya.     Hal sama juga disampaikan oleh beberapa karyawan senior di  lingkup  Pemkab  Jember, mereka  selama  ini  hanya mengetahui  kalau  pak Djoewito  merupakan  pejabat yang mengerti tentang kebutu han bawahannya, tapi mereka juga  heran  dengan  apa  yang

terjadi  saat  ini.  Untuk  itu dirinya  hanya  mengikuti  saja perkembangan yang ada.

Saling Lirik.     Kasus masuknya kembali Pak Sekda  ternyata  membuat beberapa  pejabat  senior  di kalangan Pemkab saling tunggu, mereka  saling  lirik  untuk mengetahui peluang , siapa yang bakal  digandeng  Pak  Bupati untuk mengganti kan posisi Pak Djoewito.  kalangan  Pemkab sendiri  suara  terpecah  menjadi bebeapa kubu. Diantaranya ada Kubu Achmad Sudiono. Dikubu ini , mereka sangat menonjolkan kelebihan  Achmad  yang  suka memberi  kepada  siapapun. Namun, disisi lain, Pak Achmad juga menemui berbagai kendala, diantaranya  adalah  banyaknya kasus  yang  saat  ini  mmbelit dinas yang dipimpin nya.  Sut

pola  gotong-royong  setiap  ada keslutan  bersama  yang  dialami oleh  masyarakat  sendiri.  Seperti halnya  untuk  ketersediaan  air pertanian, mereka bahu-membahu  melakukan penggalian sumber air secara  tradisional.    Meskipun tidak banyak, namun setidaknya  soal  kekurangan  air minum  dapat  tertangani.  Namun untuk kebutuhan sehari-hari sepeti untuk  mandi,  pengairan  tanaman dan  sebagainya,  biasanya masyarakat  menbuat  tandon dimasing-masing  rumah  untuk menampunbg  air  pada  musim

hujan,  dan  diperguankan  ketika musim kemarau.       Karena  itu  Saifullah  berharap, sentuhan  program  yang  nantinya dialokasikan  ke  desnya  lebih memprioritaskan jalan beraspal dan pengadaan  mesim  pompa  yang dapat  memenuhi  kebutuhan  air minum dan sebagainya. Sebab, jika kebutuhan  itu  terpenuhi,  maka akan  berdampak  positif  pada  hal positif  lainnya. Seperti  kelancaran perekonomian  dan  peningkatan bidang  pertanian  lainnya. ren

barat  mendapat  hasil  rata-rata  diatas Rp.10000  setiap  pasaran.    Menurut Yasik, salah seorang petu gas parkir mengungkapkan untuk hasil dari parkir biasanya dibagi empat pos.

Pertama  sebanyak  25%  untuk  dana kotak  amal  mesjid,  kedua  15% untuk RT, ketiga 15% juga untuk keamanan, sedangkan  sisanya  45%  untuk  dibagi kan kepada para petugas parkir.ren/02

SELAMAT & SUKSES

ATASBERDIRINYA

RADAR MINGGU BIRO Staf  dan Karyawan

     PLN APJ Pasuruan         Ir Sigit Witjaksono        Kepala Manager Area

PASURUAN Staf  dan Karyawan

            Desa Tregilis

            Kec. Gondang Wetan - Pasuruan       Ahmad Syaifullah        Kepala Desa

Staf  dan Karyawan              

Desa Rageh

             Kec. Gondang Wetan - Pasuruan             M. Kholili Carek

Staf  dan Karyawan

   Staf  dan Karyawan

Staff  dan Karyawan

 Rumah Tahanan

   Perumahan Regional VI

PT PRAMA GRAHA

 Bangil - Pasuruan

   Kraton Harmoni - Pasuruan

               Kadiyono, Bc.IP. M.Si           Kepala Rutan

Staf  dan Karyawan

H Hariyono Manager Cabang

            Desa Sidowayah

         Bangil-Pasuruan

            Kec. Beji - Pasuruan

         Drs Imam Asnawi,Mpd Kepala

Ir Budi Santoso Direktur

Staf  dan Karyawan

    SMPN III

 

         Pengembang Taman Sari

      Sukino        Kepala Desa

Staf  dan Karyawan              

Desa Baujeng

             Kec. Beji - Pasuruan             Yaseran Kepala Desa

www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

12

RADAR MINGGU

EDISI 20, TAHUN VII, MINGGU KE-III AGUSTUS 2009

H. Bambang Pujiono SH (Bupati)  /   H. Icek Baskoro  SH (Wabup)

  MZA Djalal

  Khusen  Andalas Wakil  Bupati

Bupati

Dinas Pendidikan Kab Jember    Dinas Kesehatan Kab Jember Drs.H Achmad Sudiyono SH.Msi Kepala

Kabag  Sungram           Drs.Slamet Urip Santoso Msi                    Kepala

          Dr.Olong Fajri Maulana Mars                    Kepala Koperasi Dewantara

Dinas pendidikan Jember            Drs.H. Dogol Mulyono Msi                 Ketua

SEGENAP PIMPINAN DAN STAFF

KANTOR DEPARTEMEN AGAMA KABUPATEN LAMONGAN MENGUCAPKAN

MARHABBAN YA RAMADHAN 1430 H “ SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA DENGANKHUSUK DAN IKHLAS SEMATA  MENGHARAP RIDHO ALLAH SWT “ Drs. Kusaiyin Wardani, M.Si Kepala  Kandepag  Lamongan

JADWAL IMSYAKIYAH RAMADHAN 1430 H UNTUK WILAYAH INDONESIA BAGIAN BARAT (WIB) LAMONGAN DAN SEKITARNYA Arah Kiblat : 294"04’39" Lintang : 7"8' LS

BUPATI GRESIK

WAKIL BUPATI

Dr. KH. ROBBACH MA’SUM, Drs. MM

HM.  SASTRO  SOEWITO,  SH,  Mhum

SEKRETARIS DAERAH Dr. H. HUSNUL KHULUQ, Drs. MM

Bujur : 112"25' BT

Tinggi Tempat : 10 m

No Tanggal Imsak Subuh Syuruq Dhuha Dhuhur Ashar Magrib Isya’ 01 22/08/09      04:09        04:19      05:33      06:00      11:35      14:55     17:33       18:43 02     23/08/09      04:08        04:18       05:33       06:00      11:35      14:55     17:33       18:43 03 24/08/09      04:08        04:18     05:32      05:59      11:34      14:55     17:32       18:42 04     25/08/09      04:08        04:18       05:32       05:59     11:34      14:54     17:32       18:42 05     26/08/09      04:07        04:17       05:31       05:58     11:34      14:54     17:32       18:42 06     27/08/09      04:07        04:17       05:31       05:58     11:33      14:53     17:32       18:42 07     28/08/09      04:07        04:17       05:30       05:57      11:33    14:53     17:32     18:42 08     29/08/09      04:06        04:16       05:30       05:57      11:33      14:52     17:32       18:41 09     30/08/09      04:06        04:16       05:29       05:56     11:33      14:52     17:32       18:41 10     31/08/09      04:05        04:15       05:29       05:56     11:32      14:51     17:32       18:41 11     01/09/09      04:05        04:15       05:28       05:55     11:32      14:51     17:32       18:41 12     02/09/09      04:04        04:14       05:28       05:55     11:32      14:50     17:31       18:41 13     03/09/09      04:04        04:14       05:27       05:54     11:31      14:50     17:31       18:41 14     04/09/09      04:04        04:14       05:27       05:54     11:31      14:49     17:31       18:40 15     05/09/09      04:03        04:13       05:26      05:53      11:31      14:49     17:31     18:40 16     06/09/09      04:03        04:13       05:26       05:53     11:30      14:48     17:31       18:40 17     07/09/09      04:02        04:12       05:25       05:52     11:30      14:47     17:31       18:40 18     08/09/09      04:02        04:12       05:25       05:52     11:30      14:47     17:31       18:40 19     09/09/09      04:01        04:11       05:24       05:51     11:29      14:46     17:30       18:39 20     10/09/09      04:01        04:11       05:24       05:50     11:29      14:46     17:30       18:39 21     11/09/09      04:00        04:10       05:23       05:50     11:29      14:45     17:30       18:39 22     12/09/09      04:00        04:10       05:23       05:49     11:28      14:44     17:30       18:39 23     13/09/09      03:59        04:09       05:22       05:49     11:28      14:44     17:30       18:39 24     14/09/09      03:59        04:09       05:21       05:48     11:28      14:43     17:30       18:38 25     15/09/09      03:58        04:08       05:21       05:48     11:27      14:42     17:29       18:38 26     16/09/09      03:57        04:07       05:20       05:47     11:27      14:41     17:29       18:38 27     17/09/09      03:57        04:07       05:20       05:47     11:26      14:41     17:29       18:38 28     18/09/09      03:56        04:06       05:19       05:46     11:26      14:40     17:29       18:38 29     19/09/09      03:56        04:06       05:19       05:45     11:26      14:39     17:29       18:38 30     20/09/09      03:55        04:05       05:18       05:45     11:25      14:39     17:29       18:37

Lamongan, 14 Agustus 2009 www.radarm inggu.tk


RADAR MINGGU EDISI 20