Page 11

SENIN, 14 JANUARI 2013

PILBUP MITRA

THL Didesak Daftar di PDIP SOSOK Tonny Hendrik Lasut (THL) kian meruncing menjadi calon bupati (cabup) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Minahasa Tenggara (Mitra). Bahkan, THL sendiri didesak untuk maju di partai yang menjadi salah satu rival Golkar yakni PDIP. Bahkan, dukungan tersebut datang dari sejumlah kader Golkar di Mitra yang menginginkan THL bergabung dengan partai berlambang Tonny Lasut kepala banteng dengan warna khas merah itu. “Kami sangat mendukung THL untuk mendaftarkan diri di PDIP dan menjadi calon bupati. Dan ini merupakan langkah baik karena beliau benar-benar mengusung visi membangun tanpa korupsi dengan visi yang tulus untuk membangun Mitra,” ungkap sejumlah pengurus Partai Golkar Mitra diantaranya Diana Manampiring, Enjel Laluyan, Dian Golung, Enggel Adam dan Suaib Basio dan Hengky Lumintang pekan lalu. THL sendiri menyatakan kesiapannya untuk mendaftarkan diri di PDIP ketika ada aspirasi besar masyarakat. “Kalau ada aspirasi seperti itu, tentu harus dihargai. Dan kalau memang didesak, tentu harus dipertimbangkan karena aspirasi masyarakat juga merupakan bentuk dukungan,” kata Lasut merendah. (qrk)

PEMILU 2014

PDIP Siap Tampung Kader Parpol Lain SETELAH diumumkannya partai politik (parpol) yang tak lolos dari hasil verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), alih-alih pindah warna mulai disiapkan sejumlah kader parpol, terlebih mereka yang kini duduk sebagai anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Mitra. PDIP sendiri menyatakan keterbukaannya terhadap kader parpol bersangkutan, yang memiliki keinginan bergabung dengan partai berwarna Franky Wongkar khas merah itu. “Kami terbuka untuk mereka yang partainya tak lolos,” ungkap Sekretaris DPD PDIP Sulut Franky Wongkar SH pekan lalu. Namun begitu Wongkar menyatakan, pihaknya mekanisme yakni kriteria yang harus dipenuhi kader bersangkutan. Menurutnya, kader eksternal partai yang ingin bergabung memiliki komitmen, memiliki peran dan aspirasi dalam pengembangan partai. “Selain itu, bisa bekerjasama dengan struktural partai diwilayah bersangkutan serta memiliki visi misi dan garis perjuangan partai selain memiliki wawasan nasional,” beber Wongkar. Sebelumnya, pengumuman lolosnya parpol selain 10 partai peserta Pemilu 2014 telah dilakukan pihak KPU. Di Mitra sendiri, terdapat 7 anggota legislator berlainan partai yang tak masuk dalam parpol peserta pemilu. (qrk/tng)

Mitra Nyaris Terisolir Dua Hari Jalan Pangu Tertimbun Tanah

recky_korompis/rm

KERJA EKSTRA: Proses pembersihan longsoran tanah yang menutupi jalan utama Pangi yang juga akses utama menuju pusat kota Ratahan, Mitra.

Wawali, sedang melaksanakan ungkapan syukur hari ulang tahun. Sedangkan, ratusan kendaraan mulai dari roda dua hingga empat berbalik arah melalui jalan alternative wilayah Pangu—Wongkay, AtepLangowan. Kejadian ini berlangsung hingga sore hari kemarin meski terlihat sejulmah alat berat diturunkan untuk membersihkan longsoran. “Ini jalan memang langganan longsor apalagi kalau curah hujan tinggi. Kalau sudah begini kami tak bisa apa-apa karena kejadian alam tak dapat disangkal manusia,” ujar Melky Punusingon dan Jemmy Sondak warga Mitra dan warga pengunjung. (qrk/tng)

Tetty Prioriotaskan Kesejahteraan Rakyat AMURANG - Perhatian Bupati Minsel Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE soal kesejahteraan rakyat, tak putus diberikan. Bahkan kedepan, istri tercinta dari Decky Palinggi SE ini berhasil melobi dan mendatangkan puluhan miliaran anggaran untuk transmigrasi Tahun 2013 dan 2014. Meski rutinitas kerja yang begitu padat dan hampir tak ada jam istrirahat, namun Tetty, sapaan akrab bupati, begitu keras berjuang demi masa depan Minsel. Tak heran, kerja kerasnya selama ini terus saja membuahkan hasil. Kunjungannya ke

beberapa kementerian di Jakarta, selalu berhasil. Hal itu dilakukannya demi kesejahteraan warga Minsel kedepan. Setelah berhasil menghadirkan Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Kabupaten Minsel, wanita pejuang dan pekerja keras ini kembali mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 39,5 Miliar antara lain Rp 11 Miliar dari Dirjen P2KT dan Rp 1,5 Miliar dari P2MKT yang total keseluruhan mencapai Rp 12,5 Miliar. Tahun 2014 mendapat alokasi 22 Miliar untuk 200 KK Transmigran, untuk P2MKT sebesar 5 Miliar.

“Apa yang saya lakukan selama ini semata - mata hanya untuk rakyat dan Kabupaten Minsel tercinta. Seluruh jiwa ragaku kupersembahkan untul seluruh warga masyarakat yang ada. Untuk itu saya selalu meminta dukungan dan Doa dari seluruh warga masyarakat agar perjuangan saya kedepan bisa berhasil lagi,” ungkap Tetty. Menurutnya, kucuran dana serta bantuan dari pemerintah pusat akan diperjuangkan lagi kedepan. Sehingga, Minsel bisa terus berkembang demi peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan. “Perjuangan

istimewa

TERUS BERJUANG: Bupati Tetty Paruntu bersama Dirjen P2KT, Jamaluddien Malik, Kadisnaker Sulut Harold Monareh, Kadisnaker Minsel Jefry Prang usai melakukan pertemuan di Kemenakertrans RI, pekan lalu.

belum berakhir. Tiap saat saya berjuang demi daerah dan masyarakat tercinta saya. Mudah - mu-

dahan kedepan kita akan mendapat yang lebih lagi,” tutur wanita yang sarat prestasi. (hyr/tng)

Pengaspalan Jalan Desa Raraatean Diragukan

PEMERINTAHAN

Bendahara SKPD Perlu Dievaluasi BUPATI Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE diminta tidak lagi memperpanjang jabatan bendahara di beberapa Satuan Kerja Perangkay Daerah (SKPD) yang memiliki track record buruk demi optimalnya pelayanan. “Guna mengantisipasi terjadinya dugaan korupsi, setiap tahun bendahara-bendahara di SKPD harus dievaluasi bahkan yang kinerja buruk sebaiknya tidak usa lagi diperpanjang,” tegas Generasi Muda Minsel Story Moring S.Pd . Terpisah, Kepala Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Minsel Denny Kaawoan SE melalui sekertaris Drs Efert Poluakan menjelaskan, untuk perpanjangan bendahara tergantung dari usulan SKPD. “Untuk pengusulan bendahara tergantung SKPD yang merekomendasi. Kemudian akan dikeluarkannya SK bendahara dari bupati,” ungkap Poluakan. Sementara pengeluhan datang dari masyarakat soal kinerja sejumlah bendahara yang ada di SKPD. Paling banyak keluhan datang dari oknum bendahara Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Minsel. Hak pihak ketiga yang seharusnya disalurkan Tahun 2012 lalu, diduga ditahan oknum bendahara bernama Aril. (hyr/tng)

RATAHAN – Hujan deras sepekan terakhir terus menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat Minahasa Tenggara (Mitra). Bahkan, arus transportasi di wilayah tersebut terblokir hingga beberapa jam lamanya. Pantauan koran ini dipintu masuk Minahasa Tenggara, ruas jalan Pangu menuju pusat kota Ratahan, harus terblokir sejak malam Sabtu (12/1) hingga Minggu (13/1) kemarin. Pasalnya, longsoran diwilayah Gunung Potong menyebabkan sejumlah kendaraan harus berbalik arah mencari jalan alternative untuk bisa sampai tujuan. Apalagi kemarin, salah satu kelurahan diwilayah Ratahan,

hayer_damolawan/RM

LANGSUNG RUSAK: Beginilah kondisi jalan Desa Sion yang dikerjakan tahun anggaran 2012 berbanderol Rp2 M.

MINSEL — Proyek pengaspalan jalan Desa Sion menuju Desa Raraatean, Kecamatan Tompaso Baru diduga berma-

salah. Proyek Tahun 2012 berbandrol sekira Rp2 Miliar itu sudah rusak. Bahkan dibeberapa titik ruas jalanb yang ada

sudah terlihat hancur. Tokoh Pemuda Tompaso Baru, Meydi Palit meminta instansi terkait segera memperhatikan jalan yang baru di aspal tersebut. Kondisi jalan saat ini sudah mulai rusak, bahkan dibeberapa tikik telah berlubang. “Masakan jalan belum satu tahun tapi sudah mulai rusak, kami curiga pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor asal jadi,” ungkap Meydi yang juga warga Desa Raraatean ini. Ditambahkannya, beberapa titik sudah ditandai oleh tim dari dinas PU dan berjanji akan meminta kontraktor untuk memperhatikan kerusakan jalan tersebut. “Jalan yang rusak sudah diberikan tanda namun sampai saat ini belum juga diperbaiki. Kalau memang tidak akan diperbaiki, kami warga meminta pihak penegak hukum untuk mengusut pekerjaan jalan tersebut,” tukas Palit. Sementara itu, Kadis PU Minsel Ir Jootje Tuerah yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa jalan tersebut sepenuhnya masih tanggungjawabnya pihak kontraktor. Karena masih

ada dana untuk perawatan, sehingga kontraktor wajib memperbaikinya. “Kontraktor

pasti akan memperbaikinya karena perawatan,” ujar Tuerah. (hyr/tng)

Kinerja Camat dan Lurah Dipertanyakan Jam Buang Sampah Minim Sosialisasi AMURANG - Bupati Minsel Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE diminta untuk segera mengevaluasi kinerja para camat dan lurah yang ada di Amurang dan sekitarnya. Pasalnya, jam buang sampah yang menjadi faktor penunjang kebersihan tak kunjung dilakukan pemerintah kecamatan dan kelurahan yang ada. “Kami berharap, ibu bupati segera mengevaluasi kinerja para camat dan lurah yang ada di Amurang dan sekitarnya. Sampai saat ini, partisipasi warga soal jam buang sampah tidak ada,” pinta Marcoven Lumapow, generasi muda Minsel. Tak hanya itu saja, minimnya partisipasi aparatir pemerintah di ini dkhawatirkan akan ber-

dampak pada target Minsel meraih Adipura 2013. “Kalau begini terus pasti akan gagal,” tukasnya. Terpisah, Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Minsel Ir Hendry Novy Pusung mengatakan, pihaknya masih membutuhkan partisipasi masyarakat soal kebersihan apalagi jam buang sampah. Pengoperasian armada pengangkut sampah bakal sia-sial jika warga belum disiplin soal jam buang sampah. “Kan percuma kalau kita angkut sampah jam 9 pagi, trus jam 9.30 warga sudah buang sampah lagi. Padahal yang baik kan jam buang sampah dari 18.00 Wita sampai 06.00 Wita,” tambahnya. (hyr/ tng)

Radar Manado  

Radar Manado, 14 Januari 2013

Radar Manado  

Radar Manado, 14 Januari 2013

Advertisement