Issuu on Google+

IKLAN/ BERLANGGANAN: Telp.(0351) 468801/ 471128

Harga Eceran Rp 4.000,-

RABU 17 NOVEMBER 2010

RADAR MADIUN Sony Sunarso

Djoko Santoso

Hidang Jadi

Pengunggah Foto Syur Dibekuk Baca di halaman RADAR NGAWI

Soejoso Adi P

21

Haryo Indro

FOTO-FOTO: ARIEF YOGA/RADAR MADIUN

LIMA TERDAKWA MANTAN ANGGOTA DPRD KOTA, PAKAI MASKER, BERTULISKAN ‘ADIL?’

SIDANG TIDAK SAH MADIUN – Aroma ‘perlawanan’ para terdakwa mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 berlanjut. Sebanyak lima terdakwa mantan anggota Panitia Musyawarah (Panmus) juga melakukan aksi bungkam. Mereka menutup mulut dengan masker. Bedanya, pada masker tertulis kata ADIL? yang dipakai masing-masing terdakwa. Saat ditanya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun, lima terdakwa kasus dugaan korupsi pos anggaran dewan 2002-2004 senilai Rp 8,3 miliar itu bungkam. Saat sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Januarso Rahardjo dimulai pukul 10.30 WIB, para terdakwa

duduk berjajar di kursi penasehat hukum. Duduk secara berurutan, Djoko Santoso yang maskernya ditulisi huruf ’A,’ Sony Sunarso ’D’, Hidang Jadi ’I’’, Soejoso Adi P ’L’, dan terakhir Haryo Indro ’?’. Apa pemicu lima mantan anggota dewan itu bungkam? Masih tetap surat panggilan sidang yang dipermasalahkan. Langkah itu sama dengan 11 mantan anggota dewan yang disidangkan Senin (15/11) lalu. Mereka juga memilih diam saat ditanya identitas oleh hakim. Ketua majelis hakim Januarso Rahardjo sempat bertanya dua kali kepada terdakwa Djoko Santoso. Dia menanyakan kesiapan Djoko untuk diperiksa identitasnya. Hanya, Djoko tetap

diam seribu bahasa. Sejurus kemudian, Djoko beranjak dari tempat duduknya menyerahkan secarik kertas ke Januarso. �Sesuai ketentuan KUHAP, proses pemeriksaan persidangan perkara pidana harus dilakukan dengan bahasa yang dimengerti, bicara. Ada pertanyaan dan jawaban,� papar Januarso. Sebelum membaca surat dari Djoko, Januarso mengulang pertanyaan dan menawarkan terdakwa menjawab Baca: Sidang.. Hal.31 secara lesan.

Percuma Kami Bicara... ARIEF YOGA/RADAR MADIUN

DIBANTU: Soejoso Adi P, dibantu petugas saat keluar dari ruang sidang di PN Kota Madiun, kemarin.

Enam Mantan Dewan Mengeluh Sakit LAPAS Klas I Madiun mulai merasakan dampak aksi ’puasa’ makan, minum dan bicara, yang dilakukan 16 mantan anggota DPRD periode 19992004. Mantan wakil rakyat yang kini menghuni di satu sel blok Pengenalan Lingkungan (penaling), ada yang jatuh sakit. Total, ada enam orang yang mendatangi Klinik Lapas untuk melakukan cek kesehatan, pagi kemarin (16/11) Data itu disampaikan Maman Herwaman, Kabid Pembinaan Lapas Klas I Madiun saat melakukan

pantauan di klinik. Hanya, dia tidak bisa mengingat nama-nama mantan dewan itu. Dari penjelasan tim dokter, kondisi mereka masih normal. �Tidak ada sesuatu yang spesifik,� kata Maman. Dari pengakuan enam mantan anggota dewan, mereka mengeluhkan menururnnya kondisi kesehatan. Disinyalir, keluhan itu masih berhubungan dengan puasa yang dilakukan selama dua hari terakhir. Hanya, tim dokter sementara ini memastikan kondisi keseBaca: Enam.. Hal.31 hatan masih baik-baik saja.

APA maksud tulisan ADIL? Di masker lima terdakwa mantan anggota dewan? Jawabnya, sebagai bentuk protes atas keprihatinan proses hukum yang dialami 16 mantan wakiul rakyat kota periode 1999-2004. Hal itu diungkapkan Sony Sunarso, salah seorang mantan anggota dewan. �Kami prihatin,� katanya kepada Radar Madiun, usai persidangan, kemarin (16/11). Sebelum sidang, Sony sempat menyerahkan secarik kertas kepada Radar Madiun yang berisi curahan hatinya atau curhat. Dalam surat yang ditulis Sony, dia mengungkapkan kegalauan hati sehingga melancarkan protes dengan

memakai masker saat sidang. �Percuma kami bicara, kalau tidak ada keadilan?,� begitu tulis Sony dalam suratnya. Lantaran merasa tidak menerima keadilan, 16 mantan anggota dewan melakukan aksi mogok makan, minum, dan bicara, yang berjalan dua malam. Bahkan, dalam perkembangannya, ada mantan anggota dewan yang menderita sakit. Sony juga menyinggung hasil sidang gugatan praperadilan, yang dalam putusannya hakim tidak menerima permohonan mereka. Baca: Percuma.. Hal.31 CURHAT: Surat yang dikirim Sony untuk Radar Madiun. REPRO/RADAR MADIUN

Pertamina Berhemat Pasokan Premium

Syathoriyyah di Caruban Salat Id Besok

MADIUN – Warga Kota Madiun harus bersiap dengan kebijakan baru PT Pertamina. Terhitung sejak 8 November lalu, Pertamina melakukan penghematan premium. Tak terkecuali untuk Depot Madiun yang melakukan pengurangan prognosa atau perkiraan

MADIUN – Sebagian warga kemarin (16/11) sudah melaksanakan salat Idul Adha. Di Kota Madiun, beberapa tempat dijadikan lokasi pelaksanaan salat Id. Misalnya, di pelataran Stadion Wilis, Islamic Center dan beberapa masjid. Pelaksanaan salat Id di berbagai tempat berjalan lancar. Di pelataran Stadion Wilis, bertindak selaku imam dan khatib adalah Imam Nawawi. Dalam khutbahnya, Imam Nawawi mengajak umat muslim untuk saling berbagi dengan sama. Juga, selalu menjaga ucapan dan perilaku agar terhindar dari bencana. ‘’Perbanyaklah istighfar. Kita berharap, berbagai bencana yang terjadi, tidak berlarut-larut,� katanya di depan ratusan jamaah salat Id. Sementara, salat Idul Adha bagi jamaah Ahli Thoriqoh Syathoriyyah di Caruban baru akan digelar Kamis besok (18/11).

kebutuhan hingga lima persen. Fanda Chrismianto, sales representative PT Pertamina UPMS V memastikan, meski ada pengurangan prognosa, tidak bakal berdampak pada kebutuhan premium di Kota Madiun.

Baca: Pertamina.. Hal.39

WS HENDRO/RADAR MADIUN

WS HENDRO/RADAR MADIUN

PERBEDAAN: Pelaksanaan salat Id di pelataran Stadion Wilis Kota Madiun, kemarin.

Ki Suwung menunjukkan penanggalan quruf.

Baca: Syathoriyyah.. Hal.31

Semi dan Rukayah, Mantan Penderita Kusta yang Kini Aktif di Paguyuban

Tetap Rutin Periksakan Diri ke Rumah Sakit ARIF YOGA/RADAR MADIUN

DIFOGGING: Petugas Dinkes kota melakukan fogging di RT 45 dan RT 68 Kelurahan Nambangan Lor dan Nambangan Kidul.

Positif DBD, Dinkes Lakukan Fogging MADIUN – Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menebar ancaman. Satu warga di kelurahan Nambangan Kidul positif demam berdarah. Sedangkan empat warga di Nambangan Lor, masih gejala penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ae-

http://www.radarmadiun.co.id

des aegypti itu. ‘’Laporan baru kami terima Minggu lalu dan langsung kami lakukan fogging,� terang Mohamad Samhan, kabid pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Madiun, kemarin (16/11). Baca: Positif.. Hal.31

Penyakit kusta atau lepra pernah dianggap aib besar. Penderitanya sering dikucilkan lantaran dikhawatirkan menjangkiti warga yang lain. Puluhan mantan penderita kusta akhirnya bergabung dalam satu Paguyuban Batik Beraksi. UMI SHOLIKAH, Madiun PEREMPUAN sepuh itu dengan langkah tergopoh-gopoh memasuki salah satu ruangan di lantai dua Puskesmas Banjarejo, Kecamatan Taman. Menenteng tas warna hitam, dia langsung mengisi daftar hadir yang tersedia di atas meja. Sejurus kemudian, nenek yang me-

ngenakan baju setelan motif bunga itu mengambil tempat duduk. Bukan sedang mengantre berobat, namun nenek bernama Semi yang tinggal di Jalan Sikatan itu ingin mengikuti sosialisasi petugas dari Dinas Kesehatan Jatim tentang perawatan diri bagi mantan penderita kusta. Semi ternyata tidak sendirian. Ada sekitar 20 penderita lain yang pernah senasib dengannya kemarin datang ke puskesmas. Mereka selama ini tergabung dalam Paguyuban Batik Beraksi. Anggota paguyuban penderita kusta yang sudah sembuh itu saban bulan ajeg berkumpul. Namun, ketua paguyuban baru saja meninggal dunia. Semi sempat was-was Paguyuban Batik Beraksi bakal mati suri. ‘’Ketuanya baru saja meninggal, sekarang belum ada penggantinya,� terang Semi.

Baca: Tetap.. Hal.31

UMI SHOLIKAH/RADAR MADIUN

RUTIN: Dua mantan penderita peragakan perawatan anggota tubuh yang terserang kusta.

Email: radarmadiun_news@yahoo.com


PENDIDIKAN

22

RADAR MADIUN  RABU 17 NOVEMBER 2010

EVEN

Orientasi Jurnalistik untuk Para Guru MADIUN – Sebuah even bakal gelar Radar Madiun. Sebagai bentuk penghargaan terhadap lembaga pendidikan di Kabupaten Madiun, koran terbesar di eks karesidenan Madiun ini menggelar Orientasi Jurnalistik untuk Guru pada 22-25 November 2010 mendatang. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda kegiatan Komunitas Pendidikan Radar Madiun yang baru saja dibentuk. ‘’Komunitas Pendidikan merupakan wadah komunikasi kami dengan pembaca Radar Madiun dari kalangan dunia pendidikan,” ujar Ardi Pratama, Manajer Pemasaran Radar Madiun, kemarin (16/11). Kegiatan Orientasi Jurnalistik yang pertama kali digelar ini diprioritaskan untuk guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Madiun. Ini terkait dengan program langganan koran yang direspon positif oleh lembaga pendidikan khususnya sekolah dasar di wilayah ini. Sedikitnya ada 100 sekolah yang berlangganan koran Radar Madiun dan secara otomatis tergabung dalam Komunitas Pendidikan. ‘’Melalui orientasi ini diharapkan akan terbangun komunikasi dan interaksi yang baik antara sekolah dan media massa dalam hal ini Radar Madiun,” jelasnya. Dengan mengikuti kegiatan orientasi tersebut, lanjutnya, para guru akan mendapatkan pengetahuan dan wawasan seputar dunia jurnalistik. Para tenaga pendidik juga akan mendapatkan materi tentang teknis kepenulisan berita dan artikel. Materi ini akan sangat berguna untuk mengasah kemampuan menulis para guru. ‘’Kami juga membuka kesempatan bagi guru-guru mengirim tulisan untuk dimuat di Radar Madiun,” tambah Ardi. Mengingat jumlah peserta yang cukup banyak, Orientasi Jurnalistik akan digelar secara bergiliran. Setiap hari sedikitnya 20-30 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan orientasi di kantor Radar Madiun. Penjadwalan dan undangan akan dikomunikasikan melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. ‘’Untuk mengikuti kegiatan ini kami tidak mengenakan biaya alias gratis,” ungkapnya. Materi orientasi akan disampaikan langsung oleh jajaran redaktur senior Radar Madiun termasuk Pimpinan Redaksi Bambang H Irwanto. Para guru juga akan mendapatkan sertifikat sebagai penghargaan atas keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. (yup/eba/ser)

DOK/ Nofika D Nugroho

DARURAT : DAK Pendidikan 2010 diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki sarana prasarana memadai.

Jadwal Orientasi Jurnalistik Untuk Guru Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal

22 November 23 November 24 November 25 November

2010 : 2010 : 2010 : 2010 :

UPT Dagangan UPT Wonoasri & Geger UPT Mejayan & Balerejo UPT Madiun & Wungu

REALISASI DAK 2010 DIPASTIKAN MOLOR

Baru 30 Persen MADIUN - Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2010 untuk wilayah Kabupaten Madiun dipastikan molor. Dinas Pendidikan setempat mengungkapkan salah satu penyebabnya adalah proses pemberkasan yang hingga kini belum selesai. ‘’Saat ini yang sudah realisasi baru bantuan proyek fisik saja,” ungkap Agus Purwanto, Kepala Bidang SMP, SMA/SMK Dindik Kabupaten Madiun kemarin (16/11). Mengingat sisa waktu anggaran tahun 2010 tinggal dua bulan Agus memastikan jika program DAK 2010 tidak mungkin selesai secara keseluruhan. Untuk

fisik saja saat ini baru realisasi sekitar 30 persen. Meliputi pembangunan fisik di sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sembilan sekolah tersebut diantaranya SMP Negeri 1 Pilangkenceng, SMP Negeri Wonosari, serta SMP PGRI Madiun. Realisasi pembangunan fisik tersebut meliputi perbaikan sarana prasarana, pembangunan kelas baru hingga rehab bangunan gedung sekolah. ‘’Setiap sekolah memiliki tingkat keparahan berbeda, dan bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah,” jelasnya. Selain sembilan sekolah tersebut,

masih ada 233 penerima bantuan lainnya yang masih menunggu realisasi bantuan. Selain bantuan fisik berupa rehab bangunan sekolah, DAK 2010 juga direalisasikan dalam bentuk bantuan peningkatan mutu pendidikan. Yaitu berupa pembangunan gedung perpustakaan dan buku. ‘’Untuk bantuan yang kedua ini masih menunggu berkas. Diperkirakan baru akhir bulan ini selesai,” tambah Agus. Lantaran baru memasuki proses pendataan dan pemberkasan bantuan peningkatan mutu pendidikan baru bisa direalisasikan awal 2011 nanti. Keter-

KRITERIA UMUM PENERIMA DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN 2010 SD/SDLB  Diprioritaskan untuk sekolah yang berlokasi di daerah miskin, terpencil, tertinggal dan terbelakang, serta daerah perbatasan antar Negara  Memiliki jumlah murid yang tidak potensial untuk digabungkan dengan sekolah lain (regrouping)  Belum memiliki prasarana dan/atau sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai  Pada tahun anggaran 2010 tidak menerima dana bantuan sejenis baik dari sumber dana pusat (APBN) maupun dari sumber dana daerah (APBD I atau APBD II)  Setiap sekolah penerima DAK bidang pendidikan SD/SDLB hanya berhak mendapatkan salah satu paket. SMP  Diprioritaskan untuk sekolah yang berlokasi di daerah miskin, terpencil, tertinggal dan terbelakang, serta daerah perbatasan antar negara  Memiliki jumlah murid yang tidak potensial untuk digabungkan dengan sekolah lain (regrouping)  Belum memiliki prasarana dan/atau sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai  Pada tahun anggaran 2010 tidak menerima dana bantuan sejenis baik dari sumber dana pusat (APBN) maupun dari sumber dana daerah (APBD I atau APBD II)  Sekolah dengan status minimal terakreditasi  Untuk program pengadaan alat dan buku setiap sekolah hanya berhak mendapatkan salah satu paket. Sumber : Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen Nomor : 698/C/KU/2010

Penyaluran DAK Pendidikan 2010 Total DAK 2010 Rp 27.494.720.000  Bantuan Fisik SD 76 lembaga Rp 6.080.000.000 SMP 30 lembaga Rp 2.537.720.000 Total Rp 8.617.720.000 

Peningkatan SD 81 lembaga SMP 44 lembaga Total

Mutu Pendidikan Rp 12.960.000.000 Rp 5.917.000.000 Rp 18.877.000.000

lambatan realisasi ini diungkapkan bukan lantaran masalah administrative saja. ‘’Sosialisasinya saja baru kami terima pada Oktober lalu. Jadi penyebab molornya tidak terletak pada kami (Dindik),” tegasnya. Tahun ini, alokasi DAK 2010 Kabupaten Madiun sebesar Rp 27 miliar lebih. Dengan rincian Rp 24,9 miliar berasal dari APBN dan Rp 2,49 miliar berasal dari APBD Kabupaten Madiun. Sedang realisasinya sebesar Rp 18,877 miliar untuk peningkatan mutu pendidikan. Disalurkan disalurkan untuk SD/SDLB sebesar Rp 12,960 miliar dan SMP sebesar Rp 5,917 miliar. Sedang untuk bantuan fisik fisik senilai Rp 8,617 miliar disalurkan untuk SD sebesar Rp 6,080 miliar dan SMP sebesar Rp 2,537 miliar. (rgl/eba)

IKLAN NYESS MADIUN

RUMAH - TANAH DJL Ruko Mojopurno Indah, KPR 15 th, 2lt, 4 x 11m, Tanah 4 x 13 m sebelah pom bensin Mojopurno harga Rp. 295 jt, stock terbts juga tersedia Rmh tp 36, 45, 60. Hub: 7036354, 081335633639

MOBIL & MOTOR

LOWONGAN

ARSITEK

LOWONGAN

CARTER...CARTER...CARTER....dgn hrg termurah carter mobil “Setia Budi Rent Car” di dukung 20 armada Innova, APV, Avanza, dll, Panther Yogya, Surabaya Rp. 425.000 dgn Innova Rp. 525.000 ke Solo dgn Panther Rp. 350.000 dengan Innova Rp. 425.000, Harga diatas sudah lengkap BBM +Supir, Hub: Jl Setia Budi 20 Madiun, Telp: 0351-452979/ 469613

DCR Pria/Wanita max 28 th sbg Konsultan Property, penempatan di Madiun, PO, Ngawi, Crb, mgt. Fas: Transpot, komisi, karir, dll. Lam via pos ke: Jl. Sumatra 12 Mdn atau Jl. Raden Saleh 52 PO

GAMBAR & RAB Rumah, Kantor, 20 rb/ m2, interior 50 rb/m2, exterior 500 rb. ahli ITS, PAHE 1-1,5 jt sampai Des 2010. Hub: Indra Telp 085648177210/ 0351-3353991 atau lihat di http:// desainkonstruksi.blogspot.com

DIBUTUHKAN Counter Lady/ ADMIN (wanita, min D1, max 25 th, bisa komp, menarik). Marketing Force (P/ W, min SMU, max 35 th, punya SIM C & kendd sdr). Sopir/ Office Boy (pria, min SMU, max 35 th, punya SIM A sopir. Kirim lamaran ke : Dealer Resmi Yamaha Solo Motor Jl. A. Yani No. 97 Ngawi

RENTAL MOBIL G7 (lengkap supir dan BBM): Innova, Avanza, APV, Panther LS, ELF 09 isi 12 org. Mobil Manten (+bunga) H: Pertokoan Stadion Wilis Blok G7 T. 7762020 / 7872020/ 0816561731

GRAND Nirwana Residence Hunian Exclusive hrg trjngkau, dkt IKIP, Jl. Bulu/Bumi Mas unit trbts. H: 7703646, 08125971064.

AHLI kembalikan data hilang, service CPU, Laptop, Printer, Jaringan,Server, Router, Hotspot, spyware, private komputer. H: SSI -866525, 3322666. SMS - 0838 5050 8180.

KEHILANGAN

HILANG STNK spd mtr Yamaha AE 4531 BB, an. Ning S, Jl. Pondok Manis III/21 Manisrejo Kota Mdn HILANG STNK spd motor Yamaha nopol AE 5964 FA, an. Suwaji Hari M. Ds. Bolo Kec. Kare Kab. Madiun

***YAKAYA Rent Car*** LEPAS KUNCI/ 24 jam: hrg mulai 200rb - 325rb (discount khsuspemakaianlbh3hari.PAKAISOPIR + BBM : Solo mulai 325rb. Sby/Mlg/Jogja: mulai 425. Armada baru/ varian banyak plihan (Innova, Grand Livina, Terios, Avanza, APV Arena, Xenia, LS, LGX, dll. Bktikan srasa pkai mobil pribadi (prestige & elegan). “make your safety & satisfy”. H: (0351) 484777, 7748777,(24 jam)

HILANG STNK spd motpor Yamaha nopol AE 5458 BJ, an. Asep Marjuki Jl. Pakel I No. 4b Taman madiun HILANG STNK spd mtr Yamaha AE 4915 DQ a/n Muh Basuni Ds. Mojorejo Rt. 08/ 04 Kec. Kebonsari Mdn

LOWONGAN DBTHKN sgr Llsn SMU/ SMK- S1 utk diddk/ disalurkan mjd Guru TK/ PG/ PAUD di wil Mdn & sktrnya. Hub: LPGTK TIARA BUNDA Jl. Wiyata Wijaya 4 Mdn (Dpn Dumilah Park Njoyo), tlp. 085235015614/ 7368697

PONOROGO LOWONGAN DIBUTUHKAN segera: Supervisor syrat: pria/ wanita, berpengalaman min 2 th, punya kendaraan roda dua, SIM C, pendidikan minimal D3. Sales Force syrat: Pria / wanita, pendidikan minimal SMA, punya SIM C. Kirim lgsg lam anda ke: SOLO MOTOR Jl. Letjend S. Parman 238 PO PRSH air minum yg akn bropersi di Pnrgo bth 20 merketing. Syt: P/ W pglm tdk d utmkn, pny kdr sdr, brsedia d training. Trsda gj pkok walau tdk ada penjualan, Yg berprestsi ada kmsi, tjg & asrnsi. Krm ke PO BOX 175 Po.

MAGETAN KEHILANGAN HILANG STNK Yamaha Vega R th ’07 AE 4338 PM, an. Rijan Kel/Kec. Plaosan RT. 20/03 Magetan HILANG STNk spd mtr Honda AE 5634 MH, th 2001 an. Marimin RT. 04/ 08 Ds. Pupus Kec. Lembeyan Mgtn HILANG STNK mobil Suzuki Katana AE 1856 NB, an. Sunardi S.Sos Msi RT. 03/03 Ds/Kec. Ngariboyo Mgtn

DIBUTUHKAN sgr wanita usia max. 30 th untuk management dan ADM. Lamaran di bawa langsung ke: PT. Sinar Permata Mandiri, Jl.Batoro Katong no. 134 Po, tlp. 0352-481587.

KOMPUTER

HILANG STNk spd mtr Honda mAE 2816 BE, an. Dyah R, Jl. Cendrawasih Gg. Johan No. 01 Madiun

MOBIL & MOTOR

DBTHKAN Adm srabutan : Wnt, pnglmn, SLTA, bs komp, SIM C, kend. sndri. Mrkting Interior : Sim C, kend. sndr, menguasai wil. Mdn dsk, target oriented.Lam ke: Jati Indah Interior Design Jl. Urip sumoharjo 300A Mdn LOWONGAN Dicari Leader MLM untuk perusahaan jasa pendidikan, produk mudah dijual, pengalaman sebagai leader MLM. Hubungi: via email: hrd@elkaint.com

DIJUAL Cash/KPR 15 th, Rumh tp 45/ tipe 60, tnh 158 m2, jejer, lokdekat Perum Intan Sari, 1. Di jln Sunan Kalijogo no.5 Dumai, 2. Di Jln Manggar Manis no.3 Pagu, Mdn. Pgr kell, SHM, IMB, PAM, H: 7036354-081335633639 DIJUAL Tanah kavling, lokasi Pagu Indah IV No. 8 Luas 350 (14 x 25), hadap selatan, hrg 200 jt/nego. Segera hubungi : (0351) 7800008

SEMPOA Buah Hati membutuhkan: Tenaga Pengajar / Adm. Syarat : Wanita /D3/S1 semua jurusan, suka dunia anak dan sabar. Walk in interview : Senin - Selasa, 10.00 - 12.0012.00 WIB Jl. Bali 35 Mdn

MOBIL DJL Zebra Body Tech th. ’94 kupukupu, merah, AE-Po, VR, brng bgs. Hrg: 30 jt ng. 081259994619. DJL Grandmax Pick Up DP ringan, angsuran hny 2 jtan, unit ready stock. H: (0351) 7049893 / 081335745598 DJL Daihatsu DP 0%, bg 0,4% prss cpt bnus: Blackberry & 2 unit Terios slm prmo.H:(0351)3323322/081359988166 DJL Xenia LI th ’05, asli AE, tangan 1, merah, istimewa. Hub: 03517798315 / 081331222094

DJL Opel Blazer DOHC th 2000 hitam metalik, TV, DVD, audio, hrg 75 jt. Hubungi: 0351-7869478

DJL Panther Grand Royal Plus ’97 biru mtl, AC dbl/ 4PW/ PS/ full var, bgs, 78,5 jt ng. 7605164 / 081335798311

NGAWI KEHILANGAN RUPA - RUPA IKUTI Pelatihan usaha jamur sesuai waktu anda di sentra pelatihan jamur Sekarwangi Jl. MT. Haryono 65 Madiun, biaya pendaftaran 25.000. Hubungi: Endah (0351) 7684999, 085235391188 BALI BBR Terima segala macam barang baru, bekas & rusak. Furniture & Elektronik harga berani mahal: Kulkas, Msn Cuci, AC, Komputer, Sepeda, Meja, Kursi dll. Hub: (0351) 7006789 - 9920877 - 456801 MELAYANI Kredit HP, Notebook, Elektronik, Mebel, dll, Tanpa UM, Syarat ringan. Hubungi: (0351) 3330204. Anugrah Jaya Finance Jl. MT. Haryono 111 Madiun

HILANGSTNKspdmtrHondaNF100D AE 5561 JK, an. Sardi Dsn. Kedungrejo RW 04/03 Kec. Geneng Ngawi HILANG STNK spd mtr AE 2474 JJ, an. Sadiminanto Dsn. setro RT. 08/ 01 Ds. Jatirejo Kec. Padas Kab. Ngawi HILANG STNK spd mtr Jupiter Z AE 2477 KD, an. Mohamad Sadli Jl. MT. Haryono 10/20 Kel. Margomulyo Ngawi HILANG STNK spd mtr FD 110 AE 5554 JA, an. Muhammad Y, Jl. Trunojoyo 144 Kel. Margomulyo Ngawi HILANG STNK spd mtr nopol AE 4636 KL, an. Rohman Ds. Balong RW 08/07 Ds/Kec. Gerih Ngawi HILANG STNK spd mtr nopol AE 3257 JL, an. Rohman Dsn. Balong RW 08/07 Ds/Kec. Gerih Ngawi

HOTEL

LOWONGAN

HOTEL “INDAH” Madiun, penginapan dgn fasilitas: AC, air panas & dingin, makan pagi. Lok dkt pusat perbelanjaan & perkantoran, harga terjangkau. Hub: 0351-464475.

DIBUTUHKAN SEGERA Marketing Promotion Team (P min SMU max 30 th SIM C & Motor, domisili ngawi). Kirim lmrn ke: Dealer Yamaha Rajawali Motor Jl. PB. Sudirman 32 Ngawi

MOBIL DJL Starlet wrn merah ’91 velg rcg R15, odio DVD, brg bgs, pjk AE-Kota. H: 085790580999 hrg bisa ng DJL Vitara ’93 hijau tosca met, full variasi, full audio, sgt istw, CL, PS, PW, AC, V. Rcng. Khs pnggmar: (0351) 7950974

DJL Katana th ’97 masih orisinil AC, audio. Hub: 0351-7784440 / 08123428353 DJL Forsa GLX ’89 silver, AE, pjk bru, PW, PS, remote, Ac dingin, audio, jok kulit, 34 jt ng. H: P. Mudir/081259888376

DJL New Terios angsuran 3,4 jt, CashBack, Bonus GPS. Hub: 7733060 / 08563518081

DJL Mitsubishi Pick Up T120SS th 2000, istw, wrna putih, Tape + AC, hrg 42,3 jt. Hub: 085749158002

DJL BU Mazda Capela HB ’84 biru, AE, AC/ TP, VR. Hubungi: (0351) 7811178

DJL Honda Freed ’09 PSD, AD tgn 1, silver, KM 17rb, antik. Hubungi: 0816678325 DJL Honda CRV 2001, AD, silver, matik, jok kulit. berminat Hubungi: 0811265309 DJL Honda CRV th 2003, w. hitam, barang istmw, CD, TV audio, 175 jt ng. 082142123097 (No SMS) DJL Grand Civic th ‘1991 abu2 met, AE, pjk pjg, msn kering, audio, AC nyes, PW, VR, ng. 08123423124

PELAYANAN BARU...!!! Dapatkan Kemudahan Pasang Iklan di

RADAR MADIUN WILAYAH PONOROGO: Didik P (0351-7511466)

WILAYAH MAGETAN: Ervan M (0351-7512150)

WILAYAH NGAWI: Doni C (0351-7830205)

MOBIL DJL Honda All New Civic 1.8 th 08, AD tangan 1, manual, silver stone, KM 7rb. Hub: 0817258799 DJL Honda ferio 97 silver ,PS, PW,Vr, siap pakai, istimewa,hp 08125945686 / 081335609387 DJL Honda Prestige 1986,hijau muda metalik,Ae Po,kondisi bagus, harga nego hub:081359140094

RUMAH + TNH DJLRmhsiaphuni,172M2,fullbgn,tngkat sbgian, full jati, grs, tmn, Jl. Mojoasri Blok BO 48 Prum Mjpurno Mdn 08812803333 DJLTnh LT. 510 M2, Lbr 13M, lok. 200M sblm bts Doragan Kec. Wungu pinggir jln. H: 7560468 P. Halim 150 jt ng DKNTRKANRmhJl.SerayuTimurUnmer LB. 90 M, LT. 240 M, 2 KT, 1 KM, grs, cck utk ush, prktk dokter. 082143652109 DJL cpt Sawah SHM, L. 975 M2, utara terminal Mgtn, hrg 90 rb/M2. Hub: 081335315444 DJL Ruko 2 lntai Jl. A. Yani Mgtn lok. strategis dkt BCA & BRI, PDAM, listrik 2200 W, tlp, 2 KM. 08123412314

MOTOR DJL spd motor CB 100 th 1975 orisinil, AE-Magetan, wrna merah, hrg 4,250. Hub: 0351-7869478


RADAR PONOROGO

RADAR MADIUN  RABU 17 NOVEMBER 2010

23

Kejaksaan PKL MELAWAN Lamban LOKASI JUALAN DIPINDAHKAN SELAMA GREBEG SURO

Kasus Prona Terancam Menguap

Indikasi penyimpangan itu, menurut Sigit, terlihat dari langkah beberapa oknum kepala desa yang mengembalikan tarikan kepada warga. Pengembalian itu, lanjutnya, sebagai bukti bahwa tanpa tarikan kepada warga pensertifikatan tanah sudah bisa berjalan. ‘’Kalau tidak ada yang membiayai, mustahil sertifikasi bisa diproses. Artinya, kalau masih melakukan tarikan berarti uang itu masuk kantong pribadi

PONOROGO – Kasus dugaan penyimpangan pada progam nasional (prona) sertifikasi tanah tahun 2009 di Ponorogo terancam menguap. Pasalnya, kasus yang ditangani kejaksaan negeri (kejari) setempat itu hingga kini belum ada titik terang. Padahal, penyidik telah memulai penyelidikan sejak enam bulan lalu. ‘’Kalau seperti TUDINGAN miring kalangan itu, ya sepertinya akan benarbenar menguap,” kata Sigit LSM terhadap kinerja KejakPriambodo, ketua LSM Cakra, saan Negeri (Kejari) Ponorogo ditanggap dingin Kepala Seksi kemarin (16/11). Selaku pelapor kasus itu, Sigit Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidmenyatakan kecewa dengan sus) Trimo. Sebagai jaksa yang kinerja kejaksaan. Pasalnya, pi- menangani laporan dugaan pehaknya sudah proaktif mem- nyimpangan prona itu dia mebantu tim jaksa dalam penanga- nyatakan LSM terlalu negative nan kasus di 45 desa itu. Misalnya, thingking. Menurut dia, selama mencarikan data dan fakta ini pihaknya sangat serius menatarikan di luar ketentuan. Terma- ngani laporan itu. ‘’Tugas kami suk daftar warga yang menjadi banyak, tidak hanya prona. Tapi korban pungutan tidak wajar itu. semua itu tetap kami kerjakan se‘’Dulu jaksa janjinya segera me- maksimal mungkin dan sudah ada nuntaskan dan menyatakan ada indikasi penyimpangan. Tapi kenapa justru sekarang kok adem ayem,” tandasnya. Tugas kami banyak, Dia mengatakan jika kasus itu tidak hanya prona. benar-benar menguap akan menjadi preseden buruk bagi Tapi semua progam prona pada tahunitu tetap tahun berikutnya. Panitia di tingkami kat desa maupun BPN akan kerjakan menerapkan tarif sendiri yang semaksimal jauh melebihi ketentuan. Sehingga, pada akhirnya masyaramungkin kat kecil yang dirugikan. dan ‘’Prona itu sudah disudah biayai negara, tapi ada kenapa tetap dikenakan tarikan kehasilnya.” pada masyarakat. Biayanya pun saTrimo ngat tinggi,” tambahnya. Kasi Pidsus Kejari Ponorogo

bukan ke negara,” tegasnya. Hal senada diungkapkan Budi, ketua LSM Merdeka. Pihaknya mendesak kejaksaan segera menuntaskan kasus itu. Sehingga, pada progam prona tahun ini dan tahun-tahun mendatang tidak ada lagi pungutan di luar ketentuan. ‘’Kalau jaksa memang punya komitmen, harusnya segera membuat kesimpulan dan mengungkap kasus itu,” tandasnya. (dhy/sad)

Segera Tetapkan Tersangka hasilnya,” ungkapnya kemarin. Hasil yang dimaksud Trimo adalah rencana menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan kasus tersebut. Dengan status penyidikan, pihaknya akan segera menetapkan tersangka yang diduga melakukan tindak pidana pada progam itu. ‘’Sabar, karena semua proses itu butuh waktu dan tahapan,” katanya bernada tinggi. Masih menurut Trimo, pihaknya sedang menyimpulkan indikasi adanya unsur pidana. Hanya, dia enggan menyebutkkan siapa yang bakal jadi tersangkanya. ‘’Tunggu saja, mungkin pekan depan sudah bisa kami ekspose,” janjinya. Selama proses penyelidikan, pihaknya telah memintai keterangan kepada lebih dari 20 warga di empat desa. Mereka adalah pemohon sertifikat prona. Selain warga, pihaknya juga memintai keterangan beberapa perangkat dan kepala desa. Bahkan, juga telah memintai keterangan pihak dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menjadi leading sector prona. ‘’Dari keterangan, fakta dan bukti yang kami temukan itulah akan disimpulkan hasilnya. Sepertinya akan dinaikkan ke penyidikan,” tegasnya. (dhy/sad)

PONOROGO – Rencana Pemkab Ponorogo memindahkan tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) menuai protes. Ratusan PKL menyatakan menolak. Alasannya, pemindahan dari alun-alun sebelah timur ke alun-alun sebelah barat akan merugikan pedagang. Sebab, mereka berkeyakinan akan mengurangi omzet penjualan mereka. ‘’Kami sepakat menolak rencana itu,” tegas Suratno, salah satu PKL, kemarin (15/11). Masih menurut Suratno, pengalihan tersebut membuktikan minimnya perhatian pemkab terhadap pedagang kecil asli Ponorogo. Sebaliknya, pemkab lebih mengutamakan pengusaha dari luar kota yang berencana me-

nempati alun-alun sebelah timur selama Grebeg Suro nanti. ‘’Harusnya masyarakat Ponorogo di dahulukan, bukan yang dari luar kota,” protesnya. Penolakan tersebut disampaikan perwakilan PKL saat sosialisasi pembukaan pasar murah Grebeg Suro di Gedung Korpri pemkab setempat. Kepada Asisten Bidang Perekonomian Sunarto dan Kepala Kantor Pusat Pelayanan Terpadu (KPPT) Prijono Budhi Setiawan pedagang berharap tata letak pasar Grebeg Suro masih seperti tahun lalu. ‘’Kalau bisa tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, itu kalau pemkab memang peduli terhadap kami,” tambah Suratno.

Bandar Dadu Jalan Gajah Mada Digerebek PONOROGO – Pelaku perjudian di Ponorogo tidak pernah jera. Meski sudah banyak yang harus beurusan dengan aparat keplisian, nyatanya masih tetap marak. Senin (15/11) malam kemarin misalnya, jajaran Sat Reskrim Polres Ponorogo kembali mencokok bandar dadu di Kelurahan Bandarsari, Kecamatan Kota. Yeni alias Kentuk, 36, warga Jalan Sukarno-Hatta tertangkap tangan sedang membandari judi dadu. ‘’Sebelumnya kami mendapat informasi dari masyarakat ada judi dadu di salah satu rumah warga di Jalan Gajah Mada,” terang Kapolres Ponorogo AKBP Mas Gunarso melalui Kasat Reskrim AKP Nyoto kemarin (16/11). Judi dadu itu digerebek aparat sekitar pukul 22.00. Saat itu, beberapa penombok sedang berkumpul mengelilingi bandar. Aparat berpakaian preman yang datang langsung menggerebeknya. Kedatangan aparat yang tiba-tba tersebut membuat para penombok kocar-kacir. Yeni, yang sibuk mengemasi uang tombokan akhirnya diamankan aparat. ‘’Personel kami saat itu hanya empat, makanya kami fokus pada bandarnya,” ungkap Nyoto. Lantaran tertangkap tangan saat memegangi tempurung ke-

BARANG BUKTI: Kasat Reskrim AKP Nyoto menunjukkan uang haram dari judi dadu di Jalan Gajah Mada Ponorogo.

DIDIK HARYONO/RADAR MADIUN

lapa dan uang, Yeni tak berkutik saat digelandang aparat. Dari tangan tersangka, aparat menyita satu set peralatan judi dadu dan lapaknya. Selain itu, juga mengamankan uang tunai Rp 232 ribu yang diduga uang tombokan. ‘’Unsur mutlak penangkapan judi itu kan tertangkap tangan. Karena itu tersangka tidak bisa mengelak lagi,” tambah perwira yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sumoroto itu. Sementara, kepada penyidik Yeni mengaku baru sekali itu menjadi bandar dadu. Itu pun dia lakukan sekadar iseng saat berkumpul dengan teman-temannya. Uang taruhannya pun

tidak terlalu banyak. ‘’Itu pengakuan yang diungkapkan kepada kami, tapi yang pasti unsur pidana itu telah terbukti,” tegas Nyoto. Atas perbuatannya, tersangka Yeni dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Kini, tersangka dan barang bukti di amankan di mapolres. ‘’Untuk memberantas habis perjudian, kami berharap masyarakat ikut proaktif menginformasikan adanya tindak perjudian apa pun bentuknya. Laporkan dan akan kami tindak tegas,” janjinya. (dhy/sad)

Wabup Dukung Relokasi Pasar Burung PONOROGO - Wacana relokasi pasar burung Ponorogo dari belakang terminal lama ke sub terminal Tambak Bayan mendapat dukungan dari Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih. Menurut dia, relokasi dilakukan untuk pegembangan usaha pedagang di pasar burung. Sebab, jika dipaksakan di lokasi lama akan sulit berkembang. ‘’Kalau sudah terpisah sendiri itu kan lebih mudah bagi orang luar kota mencari pasar burung. Selain itu, juga akan lebih memudahkan pengembangan usaha,” ujarnya. (dhy/sad)

DIDIK HARYONO/RADAR MADIUN

Sementara menurut Budhi, pengalihan dan penataan lokasi PKL itu masih rencana. Belum bersifat final. Sehingga masih memungkinkan ada penataan yang ideal. ‘’Karena kami peduli dengan pedagang, maka kami ajak rembug sosialisasi dulu,” jelasnya. Dijelaskan, pengalihan lokasi PKL tersebut dilakukan untuk menciptakan pasar murah yang tertib, rapi dan indah. Sehingga, semua pedagag tidak terkonsentrasi pada satu‘titik. Selain itu, pemkab juga akan memberikan akses pengunjung yang sama kepada pelanggan. ‘’Semua itu dilakukan pemkab agar Grebeg Suro tahun ini bisa memiliki nilai lebih,” pungkasnya. (dhy/sad)

DIKORBANKAN: Para pedagang kaki lima yang selama ini menempati area alun-alun bagian timur Ponorogo akan dipindahkan selama Grebeg Suro. DIDIK HARYONO/RADAR MADIUN

Selangkah Lagi, Waduk Bendo Klir PONOROGO – Rencana pembangunan Waduk Bendo di Kecamatan Sawoo, Ponorogo, bakal segera klir. Itu setelah pemkab setempat mengantongi izin pemanfaatan lahan hutan dari Dirjen Kehutanan Harjono Kusumo. Kini tinggal menunggu izin prinsip dari menteri kehutanan (menhut). Bappeda setempat telah mengajukan izin tersebut. ‘’Kalau izin dari dirjen itu sudah turun, maka bisa dibilang 90 persen izin menhut juga akan segera terbit,” terang Kepala Bappeda Nyoto Wiyono kemarin (16/11). Dalam surat izin yang keluar akhir Oktober lalu itu dirjen

kehutanan memberikan izin dengan beberapa syarat. Salah satunya, pemkab harus menyediakan lahan pengganti kawasan hutan seluas 39 hektare. Penggantian lahan itu tak harus di Ponorogo. Tapi bisa di daerah lain di Pulau Jawa. Selain lahan, pemkab juga diharuskan mengganti tegakan kayu seluas lahan tersebut. ‘’Lahan pengganti dan tegakan itu sudah klir juga dengan sharing dengan pemprov,” ujarnya. Masih menurut Nyoto, jika pada tahun ini izin menhut turun, dipastikan 2011 mendatang pembangunan fisik waduk Bendo bisa segera dimulai. Sebab,

saat ini biaya pembangunan fisik itu telah dianggarkan dalam APBN melalui pos Bengawan Solo. ‘’Di perencanaan nasional waduk itu memang sudah ada termasuk alokasi anggarannya,” jelasnya. Untuk megaproyek tersebut, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 800 miliar. Dana tersebut rencananya disokong semua oleh pemerintah pusat. Hanya pelaksanaannya secara bertahap. Tahap pertama, dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 400 miliar. ‘’Waduk itu memang benar-benar megaproyek, makanya harus segera direalisasikan,” ujarnya. (dhy/sad)

DIDIK HARYONO/RADAR MADIUN

Nyoto Wiyono

Siapkan Soundtrack Film Bendera Sobek SURABAYA, 15 Nopember 2010, Salah satu group band dibawah label PT. Rajawali Megah Vision, NETRAL, dipercaya untuk mengisi 1 – 2 lagu di soundtrack film “Bendera Sobek” garapan sutradara Dwi Ilalang. Menurut rencana, Bagus-Eno-dan Choky, 3 personil yang menggawangi NETRAL akan mulai menyiapkan lagunya dalam bulan Februari 2011. Karena, menurut Bagus Dhanar Dhana,nama lengkap Bagus,vokalis merangkap bassist NETRAL, untuk membuat sebuah lagu soundtrack butuh pendalaman isi script film nya terlebih dulu, beda dengan lagu single. “Membuat lagu untuk sebuah soundtrack itu lebih sulit lho, meski ini sudah kesekian kalinya kami bikin lagu untuk soundtrack,”tambahnya. Sebelumnya, NETRAL telah mengisi beberapa lagu di soundtrack film Laskar Pelangi (judul lagu : Lintang), dan film Garuda di Dadaku (judul lagu : Garuda di Dadaku). Ditemui sesaat sebelum manggung di sebuah acara pameran seluler di

Gramedia Expo, 13 Nop lalu, Choky mengatakan bahwa sampai 11 Nopember lalu, Netral sudah berkontribusi di dunia musik Indonesia selama 18 tahun. Belum mulai diproduksi, Bendera sobek sudah diterima di 8 Festival Film mancanegara. Sementara itu, ditemui terpisah, sutradara film bendera Sobek, Dwi Ilalang, mengatakan “Dari 12 Festival Film Mancanegara yang kami daftarkan, Bendera Sobek sudah diterima di 8 Festival Film”. Boleh dibilang, ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan,

karena film ini praktis belum dibuat, masih memasuki masa casting. “Film nya sendiri akan mulai kami produksi awal tahun 2011, setelah para calon bintang dilatih oleh acting coach yang kami datangkan dari Jakarta,”tambah Dwi. Proses casting yang dia lakukan di seluruh kota Jawa Timur dia maksudkan untuk mendapatkan captive market penonton film Bendera Sobek nantinya. Dan Dwi patut berlega hati lantaran sejak awal, ide membuat film berlatar belakang perjuangan di kota Surabaya ini sudah mendapat dukungan penuh dari Walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Bahkan, Tri Risma Harini lah yang melaunching program Kejar Bintang ini di Taman Bungkul, 10 Nopember 2010 lalu dengan memberangkatkan 2 dari 5 bus casting Kejar Bintang. Saat ini, 5 bus casting memasuki 5 kota di route pertama : Sidoarjo, Probolinggo, Pasuruan, Gresik, dan Ngawi. Direncanakan casting di kota ini akan berlangsung selama -/ + 14 hari sampai 26 Nopember 2010. (top/ser)

SUMPEK: Pasar burung di belakang bekas terminal lama.

Ketentuan

Manfaatkan pemasangan iklan melalui

SEMARAK AKHIR TAHUN

Kota Reyog

Informasi & pemasangan hubungi: Didik (0352) 462700 Juni (0352) 5934233



1/4 berupa space foto, 3/4 berupa materi teks  Pemasangan selesai dalam satu bulan  Ukuran space 105 mm x 70mm  Khusus untuk iklan bisnis di Ponorogo 


RADAR PACITAN

24

RADAR MADIUN z RABU 17 NOVEMBER 2010 

Mulai Terjadi Pelanggaran Panwas Semprit Kampanye Dini

NOFIKA D NUGROHO/RADAR MADIUN

LEBIH AWAL: Salat Idul Adha di Sekretariat MTA Cabang Pacitan Jalan Thamrin, Kelurahan Baleharjo, kemarin.

SALAT IDUL ADHA DI PACITAN BERLANGSUNG KUSYUK

LEBIH AWAL

PACITAN – Perbedaan penetapan hari raya Idul Adha membuat pelaksanaan salat Id-nya pun tidak sama. Ada yang melaksanakan Selasa (16/ 11) kemarin, ada juga yang Rabu (17/ 11) hari ini. Di Pacitan, warga Majlis Tafsir Alquran (MTA) melaksanakan

salat Id dan menyembelih hewan kurban kemarin. ‘’Pertimbangannya karena wukuf di Arafah berlangsung Senin (15/11),” kata Ketua MTA Cabang Pacitan Imam Syafi’i, usai salat Id di sekretariat organisasi itu di Jalan Thamrin, Pacitan.

Pelaksanaan Salat Id itu, jelasnya, sesuai instruksi dari pimpinan pusat MTA di Surakarta. Hal itu juga berlaku bagi seluruh anggota mta se-Indonesia. Diakui, ibadah sunah itu sehari lebih awal dari ketentuan pemerintah.

Permintaan Hewan Kurban Meningkat SEMENTARA itu, mendekati puncak hari raya Idul Adha harga kambing beranjak naik. Kondisi ini berbeda sepekan lalu. Di pasar Pon, Desa Semanten, Pacitan, rata-rata harga kambing melonjak Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per ekor. ‘’Kalau sebelumnya harganya satu juta, sekarang bisa satu juta seratus ribu,” kata Mulyono, seorang blantik (pedagang) di pasar setempat kemarin (16/11). Membaiknya harga kambing itu, menurut dia, karena permintaan yang meningkat. Apalagi, banyak umat muslim yang membeli untuk berkurban. Bahkan, penjualannya lebih gampang. Dari dua ekor kambing yang dibawa dari rumah, ungkapnya, langsung terjual tanpa tawar menawar panjang dari pembeli. Meski begitu, pengiriman kambing ke Jakarta masih terkendala. Buktinya, hingga kemarin tidak ada penjual yang kulakan untuk dikirim ke

ibu kota. Penyebabnya, bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. ‘’Sudah lama pedagang dari Jakarta yang biasa membeli ke sini tidak datang. Karena di sana terkena bencana,” ungkapnya. Kondisi sebaliknya terjadi pada sapi. Hingga kemarin, harganya relatif sama dengan sepekan sebelumnya. Rata-rata hanya berkisar antara Rp. 5,5 juta hingga 6 juta per ekor. Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan setempat Bambang Suprapto mengatakan naiknya harga kambing karena permintaan yang meningkat. ‘’Faktor memenuhi kebutuhan lokal yang mendominasi,” tuturnya.(fik/sad) NOFIKA D NUGROHO/RADAR MADIUN

BANYAK PERMINTAAN: Transaksi hewan kurban di Pasar Pon, Semanten, Pacitan, meningkat signifikan jelang puncak Idul Adha kemarin.

Usai salat Id, jamaah MTA juga memotong hewan kurban. Syafi’i mengatakan prioritas daging kurban untuk warga miskin di Pacitan. Dari 16 ekor sapi dan 30 kambing yang terkumpul, dagingnya didistribusikan ke enam kecamatan. Yakni, Tulakan, Kebonagung, Arjosari, Donorojo, Punung dan Pringkuku. ‘’Karena masih banyak warga yang membutuhkannya,” tambahnya. Langkah pembagian tersebut, tambah dia, dimaksudkan untuk menghindari penumpukan daging kurban. Khususnya, di wilayah perkotaan. Sebab, di wilayah itu warga yang menyumbangkan hewan kurban tinggi. Apalagi, disinyalir pembagian daging kurban seringkali tidak merata. ‘’Untuk pendistribusian dilakukan jamaah MTA sesuai nama yang ada di dalam data,” tuturnya. Warga penerima sebanyak 4.500 orang. Itu sesuai pendataan yang dilakukan MTA beberapa hari lalu. Baik by name maupun by address. Ini berarti, MTA setempat tidak menyumbangkan daging kurban kepada korban bencana alam. ‘’Kalau dari pengurus pusat sudah mendistribusikan ke Merapi,” tambah Syafi’i. Dia menambahkan, selain MTA ada sejumlah organisasi Islam lain di Pacitan yang melaksanakan salat Id kemarin. Di antaranya, Muhammadiyah, Al Irsyad dan LDII . (fik/sad)

Lorenzo Bawa Yamaha No. 1 Rebut Triple Crown SEMARANG-Yamaha akhirnya bisa lepas dari nama Valentino Rossi dengan gagah setelah pembalap Jorge Lorenzo berhasil menahbiskan dirinya menjadi yang terbaik di ajang MOTOGP 2010. Bukan hanya bisa lepas dari bayang-bayang Rossi, Lorenzo juga berhasil menggungguli perolehan poin yang berhasil diperoleh Rossi pada saat memenangi Moto GP tahun sebelumnya. “Lorenzo berhasil membawa Yamaha nomor 1 di ajang Moto GP, dan yang lebih spektakuler lagi, Lorenzo berhasil mengungguli perolehan poin yang didapat Rossi,” papar Andri Fistulariyanto, promosi Yamaha DDS Satelite Madiun-Kediri dalam siaran persnya. Perolehan Lorenzo pada ajang Moto GP tahun 2010 ini memang cukup fenomenal. Dari 18 seri yang harus dilalui, Lorenzo berhasil mengumpulkan poin sebanyak 383, unggul jauh dari peringkat kedua Dani Pedrosa dari Team Honda yang hanya mengumpulkan sebanyak 245 poin, dan Rossi sebanyak 233 poin. Sebagai catatan, hasil MotoGP yang diperoleh Rossi pada dua tahun sebelumnya hanya 373 poin.

Keberhasilan Lorenzo mengunci gelar Juara MotoGP 2010 sebenarnya sudah dilakukan pada seri ke-15 yang berlangsungdi Sirkuit Sepang, Malaysia. Meski hanya naik di podium 3, namun perolehan Lorenzo yang telah mengumpulkan poin sebanyak 313 yang tidak mungkin akan dikejar oleh pesaing terdekatnya, Dany Pedrosa yang juga pebalap dari Spanyol. “Setelah naik podium kedua di sirkuit Losail Qatar sebagai pembuka ajang MotoGP 2010 dengan perolehan poin sebanyak 20, Lorenzo terus mendapatkan poin yang menempatkan pada posisi teratas hingga usai dan menempatkannya sebagai juara MotoGP 2010,” jelas Andri menambahkan. Untuk menjadi yang terbaik di ajang balap motor paling bergengsi di planet bumi ini, Lorenzo juga berhasil naik podium sebanyak 16 kali. Dari jumlah podium tersebut, 9 kali diantaranya adalah menjadi yang terbaik, 5 kali di posisi kedua dan 2 kali di posisi ketiga. Sedangkan Lorenzo tidak berhasil naik podium sebanyak 2 kali yang berhasil finish di urutan keempat, tepatnya di Motorland Aragon

Spanyol dan Sirkuit Montegi, Jepang. (Data Lengkap Lihat Tabel) Keberhasilan Lorenzo menjadi kampium di MotoGP 2010 tersebut diikuti pula dengan keberhasilan Yamaha sebagai pabrikan yang berhasil mengumpulkan poin sebanyak 404, mengungguli rival terdekatnya Honda yang hanya mampu memperoleh 342 poin. Bersama Rossi, Lorenzo juga membawa team FIAT Yamaha menjadi yang terbaik dengan perolehan poin sebanyak 617, lagi-lagi mengungguli team Repsol Honda yang hanya mampu meraih 451 poin. “Dengan keberhasilan tersebut tahun 2010 Yamaha berhasil meraih Triple Crown untuk Pebalap, Team dan Pabrikan. Prestasi yang membuat Yamaha Semakin Di Depan,” jelas Andri menambahkan. (ser)

dari salah satu (stasiun) radio arahnya mendekati kampanye.” Dalam siaran radio itu, salah satu pesannya mengajak warga PACITAN – Suhu politik di Pa- untuk memilih pasangan yang citan mulai menghangat pasca- diusung PAN, PKPB, PBB, PBR, penetapan pasangan calon bu- PDP, Gerindra, Partai Patriot pati-wakil bupati dan PNI Marhae(cabup-cawanisme ini. Untuk bup). Dugaan petalkshow berlanggaran pilkada bentuk rekaman mulai muncul. Padalam sehari dinitia pengawas putar berulang(Panwas) pilkada ulang. Durasi setempat pun waktunya lebih mulai menunjukdari 10 menit. Sekan taringnya. dangkan, untuk Sempritan pertaspot iklan yang ma panwas diadurasinya kurang rahkan pada padari semenit juga sangan Nur Tjahsering diputar. jono-Masruri Ab‘’Kami juga telah dul Ghoni. memiliki kopianNOFIKA D NUGROHO/RADAR MADIUN Mereka dinilai nya yang kami reBambang Sumi mencuri start kam dari (siaran) kampanye di salah satu stasiun radio,” ungkap Bambang. radio lokal. Resminya, jadwal Upaya penindakan pun dilakukampanye akan dimulai 3-16 kan sesuai peraturan KPU Nomor Desember nanti. Kemarin (16/ 18 Tahun 2010 tentang kampanye. 11), panwas memanggil pasang- Dalam salah satu poinnya an bernomor urut satu itu. Na- kampanye harus dilakukan pada mun, hanya cawabup Masruri waktunya dan juga melalui media Abdul Ghoni yang hadir ke kan- massa yang telah memiliki izin. tor panwas. Sebab, cabup Nur Namun, tambahnya, langkah Tjahjono sedang ke luar kota. ‘’Pe- yang dilakukan panwas masih manggilan ini untuk klarifikasi,” bersifat preventif. Sebab, pelakata Ketua Panwas Pilkada Pacit- nggaran itu dinilai masih bisa dian Bambang Sumi Iwantoro toleransi. Apalagi, pihak pakepada Radar Madiun kemarin. sangan itu bersedia menghentiLangkah itu, jelas dia, didasari kan siaran kampanye itu. ‘’Bila temuan panwas. Pasangan yang tetap tidak mengindahkan kami diusung koalisi delapan parpol ini akan mengeluarkan surat ‘cinta’ diketahui telah melakukan kam- (panggilan, Red.) kedua dan pepanye dini. Bentuknya berupa langgaran dihitung komulatif,” talkshow dan spot iklan. ‘’Siaran tandas Bambang. (fik/sad)

Akui Salah Interpretasi SEMENTARA itu, secara jantan calon wakil bupati Masruri Abdul Ghoni tidak mengelak jika siaran di salah satu stasiun radio lokal itu disebau menyerempet kampanye. Sebab, materinya memang ada ajakan agar warga memilih pasangan nomor satu ini dalam Pilkada Pacitan 20 Desember nanti. ‘’Kami salah menginterpretasikan peraturan,” kata Masruri saat dikofirmasi koran ini kemarin. Dalam penjelasan Keputusan KPUD Pacitan Nomor 18/ KPTS/KPU-Kab-014.329826/ 2010, kampanye dilakukan pada waktu yang ditentukan. Dari keterangan itu, Masruri menilai siaran di salah satu stasiun radio yang dilakukan tidak termasuk kampanye. Tapi, setelah pihak panwas mengklarifikasi baru diketahui langkah yang dilakukan menyalahi peraturan.

Maka, setelah mendapat peringatan panwas Masruri langsung menghentikan rekaman spot iklan dan talkshow di radio. Apalagi, stasiun radio milik pribadi Masruri itu juga belum mengantongi izin. Di dalam keputusan KPUD, kata dia, media massa kampanye harus memiliki legalitas. Dia mengungkapkan, dalam rekaman siaran radio itu dia dan pasangannya cabup Nur Tjahjono mengajak warga untuk memilih mereka. Pemutarannya di stasiun radio sudah berjalan sejak Sabtu (13/11) lalu. Itu, setelah penetapan dan pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Jumat (12/11) malam. ‘’Yang jelas banyak (pemutarannya) saya nggak ngitung. Berupa spot iklan dan dialog,” tutur mantan guru yang juga pengurus teras KONI Pacitan ini.(fik/sad)


RADAR MADIUN  RABU 17 NOVEMBER 2010

RADAR MAGETAN

29

Sebelas Anggota BPD Krowe Mundur DipicuKetidakcocokkan dengan Pemerintahan Desa

M. ARIF WIDIYANTO/RADAR MAGETAN

JADI TONTONAN: Posisi dump truk yang terguling di Jalan Pahlawan Magetan, sore kemarin (16/11).

TURUNKAN PASIR DI BAHU JALAN MIRING, DUMP TRUK

TERGULING

MAGETAN - Sebuah dump truk terguling di Jalan Pahlawan Magetan, sore kemarin (16/11). truk pengangkut pasir tersebut terguling lantaran kondisi jalan yang miring. ‘’Tahu-tahu ada suara brakkkkk... keras sekali. Saya sampai kaget,” terang Jairin, tukang bakso yang ada di sekitar lokasi, kemarin. Truk AE 9765 N tersebut dikemudikan oleh Suparmo, warga Sidowayah, Kecamatan Panekan. Kejadian di jalan protokol pada pukul 15.00 itu tak urung menjadi tontonan warga yang kebetulan melintas di Jalan Pahlawan. Kecelakaan tersebut karena sopir kurang tepat dalam memarkir truk di bahu jalan yang kondisinya miring. Akibatnya, ketika pasir hendak diturunkan, ternyata tidak bisa. Justru, ketika bak dump truk bergerak menyebab-

kan truk terguling. Beberapa saat kemudian, dump truk tersebut diderek dengan dump truk lain. Sementara itu, curah hujan yang tinggi belakangan ini menyebabkan jalan tembus Sarangan-Tawangmangu. sering tertutup kabut. Sehingga, mengakibatkan jarak pandang pendek. ‘’Kami rencananya mau ke Solo. Tapi, nggak jadi karena kabutnya sangat tebal,” kata Wibowo, warga Maospati. Lantaran kabut mengganggu jarak pandang, Wibowo terpaksa balik kucing. Rencananya ke Solo melewati jalan tembus Sarangan-Tawangmangu diurungkan. Apalagi, jalur tersebut di kanan dan kirinya terdapat lereng yang cukup curam. Terlebih, rambu lalu lintas dan alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) masih minim. ‘’Memang marka

jalan sudah ada. Tapi, APIL-nya belum banyak terpasang. Sehingga, menyulitkan pengemudi saat kabut tebal,” ujar Wibowo. Kebanyakan, pengguna jalan yang akan melintas jalan tembus Sarangan - Tawangmangu memilih menunggu di kawasan wisata Sarangan atau nongkrong di warung-warung yang bertebaran di sepanjang jalur, masuk di Mojosemi. Kapolres Magetan AKBP Awi Setiyono mengingatkan pengendara yang bepergian melalui jalur jalan tembus Sarangan-Tawangmangu agar berhatihati. Ini karena jalur tersebut rawan kalau diselimuti kabut. Apalagi, rambu dan APIL juga kurang. ‘’Nyalakan lampu, harus waspada dan jalannya yang hati-hati ketika melintasi jalur jalan tembus,” kata kapolres. (rif/isd)

Menurut dia, seharusnya antara BPD dan pemerintahan desa adalah mitra. Namun, katanya, yang terjadi di Krowe, BPD jarang sekali dilibatkan dalam berbagai program. ‘’BPD itu kan mitra MAGETAN – Sebelas anggota Badan Perwa- dalam setiap kebijakan desa, namun yang terjadi kilan Desa (BPD) Krowe, Kecamatan Lembeyan, di Krowe ini tidak demikian,” papar Marsekan. Magetan, kompak mengundurDikatakan, saat ini, fungsi kontrol kan diri. Mereka melepas kursi yang menjadi kewenangan BPD legislatif tingkat desa itu lantidak bisa berjalan. ‘’Saat fungsi taran ada ketidakcocokkan dekontrol tersebut kami jalankan, Antara kami dengan muncul anggapan langkah tersengan pemerintahan desa. Ke-11 anggota BPD yang mebut membahayakan. Makanya, pemerintahan desa nyatakan mundur dari jabatankami memilih mengundurkan sudah tidak ada nya itu adalah: Marsekan, Abdul diri,”ujar Marsekan. Rosyid, Sarbini, Nasori, Siran, Ia mengungkapkan, dirinya tidak kecocokan. Kamdi, Jumiran, Saridjo, Karmemaksa anggota BPD lain munmanto, Jumangin dan Rofidin. Mengundurkan diri dur. Sebab, Marsekan mengaku ‘’Antara kami dengan pemerinsudah mewanti-wanti agar anggoadalah keputusan tahan desa sudah tidak ada kecota yang lain tidak ikut mengundurcokan. Mengundurkan diri adaterbaik bagi kami dan kan diri. ‘’Tapi, yang lain juga ikut lah keputusan terbaik bagi kami mundur,” ujarnya. Dia mengatamasyarakat,” dan masyarakat,” kata Ketua kan, pihaknya sudah mengajukan BPD Krowe Marsekan, kepada surat pengunduran diri kepada Marsekan koran ini kemarin (16/11). desa maupun pemberitahuan paSaat ditanya alasan mundur, da Camat Lembeyan, Beni Abrian. Ketua BPD Krowe Marsekan tidak mau mengungSementara, Kepala Desa Krokap detail. Dia hanya menyebut pengunduran diri we Juwari pada wartawan mengatakan, tersebut karena tidak ada kecocokan saja. ‘’Biarlah pihaknya selalu berusaha mengajak kerjasama kami (11 anggota BPD Krowe, Red) saja yang tahu BPD yang diketuai Marsekan. ‘’Jadi, nggak benar alasan ketidakcocokan dengan pemerintahan kalau kami tidak mengajak kerjasama BPD,” kata desa,” ungkap dia. Juwari. (rif/isd)

’ Sebelum SK Turun, Tetap Jalankan Tugas” MUNDURNYA 11 anggota Badan Perwakilan Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, langsung disikapi oleh Pemkab Magetan. Saat ini, Bagian Administrasi Pemerintahan Desa (Pemdes) masih menunggu surat pengunduran diri. ‘’Hingga kini, kami belum menerima surat pengunduran diri. Tentu kami akan memprosesnya sesuai peraturan yang ada,” terang Kabag Administrasi Pemdes, Eko Muryanto, kepada koran ini kemarin (16/11). Dikatakan, sesuai dengan Pe-

raturan Daerah (Perda) No. 8 tahun 2006 tentang BPD, memang diatur masalah pengunduran diri tersebut. ‘’Tetapi, sebelum turun SK-nya, yang bersangkutan tetap menjalankan tugasnya,” ujar Eko. Dia mengatakan, setelah SK persetujuan mundur keluar, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan kecamatan terkait dengan pergantian anggota antarwaktu (PAW) terhadap 11 anggota BPD Krowe. ‘’Seyogianya, antara surat pe-

ngunduran diri dan surat pengajuan pergantian anggota BPD antar waktu bersamaan. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan kecamatan,” ungkap Eko. Ia mengatakan, sebelum pengunduran diri tersebut, Camat Lembeyan Beni Abrian sudah mengumpulkan ke-11 anggota BPD Krowe di balai desa setempat. Tujuannya, agar keputusan tersebut tidak dilakukan. ‘’Tetapi, keputusan akhirnya, sebelas anggota BPD Krowe tetap mengajukan pengunduran diri,” jelas Eko. (rif/isd)

TRADISI Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Ismono Wijayanto menyiram air kembang di atas kepala Lettu Pnb I Kadek Suta ”Jaeger”Arumbawa yang meraih 1.000 jam terbang.

TANPA UANG MUKA Anda berminat!! Dapatkan segera hanya di Perumahan Griya Pendowo Dagangan Madiun dengan suku bunga 8,5% dan angsuran Rp.800rb/ bulan TANPA UANG MUKA.Ditambah dengan Lokasi yang strategis yaitu pinggir jalan raya Dagangan dekat pasar Pagotan dan juga dekat ases perkantoran maupun sekolahan. Perumahan Griya Pendowo adalah sebuah kawasan hunian yang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang menghuninya, ditambah dengan sentuhan alam yang indah, sejuk dan memberikan pilihan yang bijak bagi anda sekeluarga. Jangan lewatkan kesempatan ini karena JUMLAH TERBATAS dan promo ini hanya berlaku sampai akhir tahun 2010. Sertifikat suda terpecah per kavling. Kunjungi segera kantor pemasaran kami di Jl. Raya Dagangan Pagotan – Madiun Telp. (0351)7352474/081335600609.

General Manager: Aris Sudanang, Pemimpin Redaksi: Bambang H. Irwanto, Ketua Dewan Redaksi: Hadi Winarso, Redaktur: Wawan Isdarwanto, Sadmiko S, Engky Bastian, Staf Redaksi: Dwi NR. Diliana, Ockta Prana PW, Hendra Permana, Aswika,Umi Solikah Ponorogo: Didik Haryono, Ngawi: Didik Purwanto, Magetan: M Arif Widiyanto, Pacitan: Nofika D. Nugroho, Sidang Dewan Redaksi: Sri Purwati, Fotografer: Arief Yoga, Artistik/Grafis: T. Hariyanto, H. Lucky, Dadang W, Iklan: Hartopo (Manajer), Yupi Apridayani, Decky BS, Arief S, Nanang EP, Ervan, Dony, Keuangan: Rudito. Pemasaran:  

Wartawan Radar Madiun dilarang menerima uang atau barang dari sumber berita, Wartawan Radar Madiun dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



PENTAK LANUD ISWAHJUDI

Ardi Pratama, Evan HP, Yossi Amanda, Manajer Pengembangan Bisnis dan Umum: - , SDM/Sekretaris : Dewi Sulistyani, Penerbit: PT Madiun Intermedia Pers, SIUPP: 1537/SK/Menpen/SIUPP 1999. Alamat Redaksi/Iklan & Pemasaran: Jl D.I. Panjaitan No.12 Madiun Telepon:(0351)468801/Fax. (0351) 468802, Biro Ponorogo: Jl Gatutkoco No.3, Telp (0352)462700, Biro Ngawi: Jalan Untung Suropati 26 Telp. (0351) 8062110, Biro Magetan: Jalan Samudra 54 Telp. (0351) 7512150. Perwakilan Surabaya : Graha Pena Lt 5, Jl Achmad Yani 88 Surabaya

Gunakan Hak Jawab Anda. Radar Madiun siap memfasilitasi hak jawab sesuai amanat UU No. 40/1999 tentang Pers.


RADAR NGAWI

30

RADAR NGAWI  RABU 17 NOVEMBER 2010

DITANGKAP DI PABRIK PLASTIK SIDOARJO

Pengunggah Foto Syur Dibekuk NGAWI – Upaya polisi memburu pengunggah foto-foto syur DA (siswi SMAN 2 Ngawi) di Facebook (FB), membuahkan hasil. Yusak Ade Susanto, 18, warga Megaluh, Jombang, diringkus tim buser polres di tempatnya bekerja: pabrik plastik PT Kiki Wijaya Sidoarjo, kemarin (16/11). Saat dilakukan penangkapan, mantan pacar DA tersebut berusaha kabur. Sebelum akhirnya tak berkutik di tangan aparat dan mengakui kalsemua perbuatannya. ‘’Setelah kami lakukan interogasi singkat, pelaku mengakui semua perbuatannya,” kata Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto melalui Kasat Reskrim AKP Suhono. Sejak mencuatnya dua foto setengah telanjang DA di jejaring sosial, kata dia, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus. Berbagai informasi yang dihimpun, pelaku diduga kuat mantan pacar korban. Tak ingin kehilangan jejak, sejumlah personel khusus diterjunkan untuk memburu Yusak yang diyakini sebagai aktor di balik peredaran foto hot DA. Awalnya, petugas melakukan penggerebekan di tempat tinggalnya di Megaluh, Jombang. Namun, pengakuan keluarga, Yusak sudah bekerja di pabrik plastik di Sidoarjo tiga bulan terakhir. Petugas pun melanjutkan pencarian di lokasi tempatnya bekerja. Tim buser langsung menjemput Yusak di PT Kiki Wijaya. Mengetahui kedatangan petugas, pelaku mencoba kabur dengan melompat pagar pembatas. Tapi, baru berlari beberapa meter, dia keburu dibekuk polisi. ‘’Memang cukup melelahkan penangkapan pelaku pengedar fotofoto syur di dunia maya ini,” tandas Suhono. Petugas juga menyita telpon seluler merk Nokia milik pelaku. Di folder handphone (HP) itu ditemukan puluhan foto syur DA. Yang mengagetkan, ternyata Yusak juga sempat merekam adegan layaknya pasangan

suami istri dengan gadis Desa Jambangan, Paron tersebut. ‘’Memang handphone milik tersangka yang sekarang ini menjadi BB (barang bukti, Red) kuat. Masih terus kami dalami perkara ini,” katanya. Pelaku terancam pasal berlapis. Sebab, selain terlibat tindakan

asusila, alumnus salah satu SMK di Jombang 2009 itu juga melakukan pemerasan terhadap korban. Pelaku berulang kali meminta fresh money dan pulsa pada korban, disertai ancaman akan menyebar luaskan aib DA jika permintaan itu tak dipenuhi. ‘’Yang pasti, kami akan jerat dengan pasal 369 KUHP tentang perampasan. Tapi juga nantinya akan dikembangkan lagi ke UU Pornografi,” paparnya. (dip/isd)

Berniat Balas Dendam MENGAPA Yusak yang tega menyebarluaskan foto-foto syur di jejaring sosial? Tak lain dan tak bukan lantaran sakit hati cintanya diputus sepihak oleh DA. Yusak berniat balas dendam dengan menyebar aib mantan kekasihnya itu ke rekan-rekan korban. Nah, Facebook dianggap bisa menjadi sarana untuk membalas sakit hatinya itu. ‘’Siapa yang tidak sakit hati, tiba-tiba diputus begitu saja. Padahal, saya sangat mencintainya,” ujar Yusak. Seakan merasa tak berdosa, Yusak bercerita banyak kisah-kisahnya bersama DA. Dia mengaku berpacaran dengan korban lebih dari dua tahun. Tepatnya, sejak DA duduk di bangku SMP kelas IIX. ‘’Rumah kakek berada tak jauh dari rumah DA. Pertemuan itu yang mengawali pacaran kami,” tuturnya. Jarak yang membentang di antara pasangan sejoli itu tak menjadi halangan. Yusak tinggal di Megaluh, Jombang. Sedangkan DA bermukim di Desa Jambangan, Paron. Keduanya hampir setiap hari berkomunikasi via telepon seluler. ‘’Ya SMS (pesan singkat, Red). Jadi, saling percaya begitu saja,” kilahnya. Biasanya, saat DA libur sekolah, Yusak menemuinya. Tak sekadar melepas kangen, lanjut dia, dirinya dan kekasihnya itu kerap berbuat layaknya suami istri. ‘’Tidak ingat berapa kali melakukan gituan (mesum, Red). Kami saling menyukai,” ungkapnya. Namun, komitmen untuk terus menyayangi lambat laun luntur. Yusak menaruh kecurigaan, dambaan hatinya itu menduakannya. Belakangan, tanpa alasan jelas DA memutus hubungan cintanya dengan Yusak. ‘’Cuma ingin balas dendam saja. Saya sebagai cowok juga mempunyai hak. Tidak seenaknya begitu saja memutuskan hubungan asmara,” katanya. (dip/isd) DIDIK PURWANTO/RADAR NGAWI

TAK BERKUTIK: Yusak Ade Susanto saat digelandang petugas untuk menjalani pemeriksaan.

Sidang Kepala SMAN 1 Jalan Terus Sehari, Dua Nyawa Melayang di Jalan

Eksepsi Terdakwa Ditolak Hakim NGAWI - Putusan bebas Suratman, kepala SMAN 2 Ngawi, belum juga berpengaruh pada perkara dugaan gratifikasi yang kini menjerat Heru Yudi Purwanto, kepala SMAN 1. Buktinya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ngawi yang diketuai Achmad Rasyid kemarin (16/11) menolak eksepsi terdakwa Heru Yudi Purwanto. Padahal, dua kepala sekolah itu didudukkan di kursi pesakitan dalam perkara yang sama. Dengan ditolaknya eksepsi, menurut Humas PN Ngawi Novian Saputra, majelis hakim memberi kesempatan jaksa penuntut umum (JPU) untuk membuktikan tindak pidana yang didakwakannya. Begitu pula, pembelaan yang nantinya disampaikan terdakwa. ‘’Ada tidaknya tindak pidana yang dilakukan harus dibuktikan terlebih dahulu. Karena itu, hakim menolak eksepsi terdakwa,’’ terang Novian Saputra. Dalam sidang Senin (22/11) pekan depan, hakim mengagendakan mendengarkan keterangan saksi. Putusan hakim yang menolak eksepsi itu ditanggapi serius Hermin Hidayati, salah se-

DITOLAK: Heru Yudi Purwanto saat sidang di PN Ngawi, kemarin.

DIDIK PURWANTO/RADAR NGAWI

orang JPU. Pihaknya akan menghadirkan sejumlah saksi untuk membeber dugaan punggutan liar yang terjadi di SMAN 1 Ngawi. ‘’Banyak saksi yang akan kami hadirkan. Tenaga pendidik, komite sekolah, dan pejabat di lingkup dindik (dinas pendidikan, Red),’’ tegasnya. Hanya, Hermin enggan membeber siapa-siapa saja yang akan menjadi saksi kunci. Kata dia, keterangan saksi akan menguak fakta seputar pungutan liar di lembaga sekolah yang berada di Jalan A Yani Ngawi itu. ‘’Dalam persi-

dangan saja akan kami beberkan semuanya,’’ tandas Hermin. Sementara, Gembong Pranowo Satya, penasihat hukum terdakwa, menanggapi dingin penolakan eksepsi. Dia sejak awal sudah siap untuk melanjutkan persidangan. Selain itu, menyiapkan saksi-saksi yang akan meringankan terdakwa. ‘’Meskipun eksepsi ditolak, kami siap melanjutkan persidangan.’’ Gembong bersikukuh persoalan yang melilit kliennya hanya seputar masalah prosedur dan mekanisme

pungutan wali murid. Karena itu, menurut dia, bukan termasuk kategori tindak pidana korupsi seperti didakwakan JPU. Penerapan pasal di UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, dinilai Gembong sebagai jauh panggang dari api. ‘’Selain tidak menikmati iuran insindental itu, klien saya juga tidak merugikan keuangan negara. Tak ada unsur korupsi dalam perkara ini,” tegas Gembong. (dip/hw)

Manfaatkan pemasangan iklan melalui:



NGAWI - Jalan Raya Ngawi-Mantingan kembali memakan korban. Dalam waktu 24 saja, dua nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalur itu. Kejadian pertama di kilometer 9-10 Desa Balerejo, Kedunggalar. Korbannya Yudi Suparlan (40), warga Desa Gemarang, Kedunggalar. Sedangkan kecelakaan kedua terjadi di kilometer 14-15 Desa Sambirejo, Kedunggalar, melibatkan bus pariwisata. Mugiono (30), warga Desa Pucangrejo, Kendal, Jawa Tengah, tewas akibat kejadian itu. Informasi yang dihimpun, lakalantas yang dialami Yudi Suparlan terjadi sekitar pukul 11.30. Saat itu, anggota TNI tersebut mengendarai sepeda motor Mega Pro nopol AE 2517 JU, melaju dari barat. Menjelang tempat kejadian perkara (TKP), mobil Opel Blazer yang dikemudikan Hendy Pramono (39), warga komplek Tambu Utara, Bekasi, dari arah berlawanan belok kanan secara mendadak tanpa menyalakan lampu peringatan. Lantaran jarak sudah dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Sepeda motor korban menghantam bodi bela-

kang mobil tersebut. Saking kerasnya benturan, korban mengalami luka serius di bagian punggung dan patah kaki. Namun, saat menjalani perawatan intensif di RS Widodo, nyawa korban tak tertolong. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Soeroto guna menjalani otopsi. Sementara, lakalantas di kilometer 14-15 Desa Sambirejo terjadi sekitar pukul 19.30. Saat itu, Mugiono yang mengendarai sepeda motor RC nopol H 4298 KH melaju dari arah barat. Disinyalir karea kelelahan, motor oleng dan melaju tak terkendali. Nahas, dari arah belakang melaju bus pariwisata yang disopiri Adi Suroto, 49, warga Leboagung, Surabaya. Sopir sudah berusaha menghindari kecelakaan dengan membanting stir ke kanan. Namun tabrakan tak terelakkan karena jarak yang sudah terlalu dekat. Kanit Laka Ipda Inggal W Perdana mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto membenarkan dua kecelakaan yang menelan korban jiwa itu. Pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk mengusut penyebab kecelakaan di jalur tengkorak tersebut. (dip/isd)

ETA L A S E

Dapatkan Voucher Menginap Gratis di Hotel Lestari Sarangan

PAKET

A A R M H Program baru... Beriklan murah, efektif dan menguntungkan Ketentuan:

1/4

space berupa foto, 3/4 berupa materi teks.

Pemasangan Ukuran

selesai dalam satu bulan.

space 105 mm x 70mm.

Khusus untuk iklan bisnis di

Ngawi.

Info & pemasangan hubungi:

RADAR NGAWI Telp.(0351) 8062110, 085649882515

Ingin memiliki sepeda motor Yamaha terbaru??Ingin mendapatkan pelayanan yang prima?? Apalagi ditambah dengan menginap di hotel “Lestari” Sarangan “GRATIS” ba r e n g k e l u a r g a d a n t e m a n - t e manmu. Pasti doong. Dapatkan semuanya hanya di “IRAMA MOTOR”. Didukung mekanik yang berpengalaman dan bersertifikat Yamaha, sparepart yang lengkap dan terjamin keasliannya, dan juga pelayanan yang pasti oke. Buruan…Ayo ajak semuanya datang ke IRAMA MOTOR. Pilih motornya dan rasakan ketangguhan Yamaha sekalian nikmati panorama alam telaga Sarangan. Ingat lho. Menginap GRATIS !!! Untuk informasi lebih lanjut hubungi : “IRAMA MOTOR” Jl. Urip Sumoharjo No. 48-50, telp: 0352-481872 Ponorogo, Jl. Mastrip No. 10, telp: 0351-464479 Madiun, Jl. A Yani No. 66, telp: 0351-895045 Magetan.

Pijat Dasyat Bpk. Dwi H. S Pertama kali di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Kesehatan adalah yg terpenting dlm kehidupan manusia. Dengan pijat dasyat Bpk. Dwi H. S, berbagai macam penyakit dapat disembuhkan. Tanpa “ alat-alat modern “keseleo, syaraf terjepit, engkel, sulit berdiri, sulit bersila, Insya Allah sembuh d itempat. Vertigo, maag, ambaien, usus buntu, diabetes, stroke dan banyak penyakit lainya. Anda punya keluhan laki-laki ? disini tempatnya biar “greeng” hanya dengan uang jasa Rp 50rb anda sudah dapat membuktikan. Alamat praktek: MADIUN Jl. Sri Dara gang Mawar No. 5 (barat pasar kojo)tlp. 081335694691 / 0351 472904. MAGETAN: Jl. Pandu no.18 Tambran(barat pegadaian Magetan) tlp 085229372124 / 0351 8080447. “ PASIEN TERBATAS, HARAP TELEPON DULU” Hari Jum’at tutup.

Cara Cepat Bisnis Sukses Oleh: Didi Junaidi (Master Franchise Primagama wilayah Jawa Barat & Owner Lab. Klinik Primadia) Siapapun/ apapun profesi anda harus belajar jadi pengusaha. 90% risky yang ada di dunia adalah dari perdagangan (hadist). Di Indonesia masih kekurangan jumlah Pengusaha, maka banyak penganguran. Dalam seminar ini akan di ajari cara sukses bisnis sampai bisa. Garansi uang kembali 101%. Pengembangan bisnis lebih cepat, Trik jitu sukses bisnis, Bagaimana usaha tanpa modal, Cara berternak uang, Caranya uang bekerja untuk anda, Caranya beli rumah/ ruko tanpa duit, malah dapat duit. Tanggal: 27 November 2010 di gedung Bappeda Ponorogo, Jam 16.00 WIB. Tiket terbatas 200 kursi, Rp.100rb/org ; Rp.150rb/ 2 Org. Diskon 10 % bagi yang membeli tiket lewat transfer ke rek. BCA.2890460626 / BRI.004901031236505 A/N Hadi Prayitno. Hub: Huda : 0352-7157227 / 081335372227, Wildan : 085235180910, Herdi: 085645276767.

Murah & Mengena. Hubungi: 0351- 468801


RADAR MADIUN

CARUBAN KOTA BARU

RABU 17 NOVEMBER 2010

31

Sekda Sukiman Didepak Pemkab Buka 310 Lowongan

Ketua Rekrutmen CPNSD Diganti Wakil Bupati Hearing Tertutup bagi Wartawan MADIUN – Ini imbas konflik internal pemkab? Nyatanya, Sekda Sukiman harus menelan pil pahit, tidak lagi ‘dipakai’ sebagai ketua rekrutmen CPNSD Kabupaten Madiun. Sukiman yang biasanya setiap rekrutmen calon pegawai negeri selalu menjadi ketua panitia, kali ini tidak. Posisinya digantikan wakil bupati Iswanto. ‘’Tahun lalu, ketua timnya memang sekda. Tapi sekarang Pak Wabup,” terang Eddy Susanto, kepala BKD usai hearing dengan Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, kemarin (16/11). Dijelaskan Eddy, tidak dilibatkannya sekda dalam tim rekrutmen CPNSD tidak melanggar aturan. Sebab siapapun boleh menjadi ketua tim asal ditunjuk langsung oleh bupati. ‘’Nggak ada alasan, semua orang bisa jadi ketua tim. Tergantung penunjukan bupati,” tambahnya. Sayang, Eddy tidak bersedia dikonfirmasi lebih jauh soal hasil hearing dengan wakil rakyat itu. Dia langsung meninggalkan gedung dewan. Begitu juga Asisten Administrasi Umum Budi Cahyono dan anggota sub tim pengadaan CPNSD Sumarlik. Slamet, ketua komisi A DPRD membenarkan tidak ada nama Sekda Sukiman dalam susunan tim pengadaan CPNSD. Menurut Slamet, kepanitiaan rekrutmen sudah diputuskan

sejak 12 November lalu. Yakni, sesuai SK Bupati Madiun Muhtarom, Nomor 188.45/612/kpts/402.031/2010. Ketua tim dijabat wabup Iswanto, wakil ketua Budi Cahyono dan kepala BKD menjadi sekretaris tim. ‘’Kabag hukum menjadi anggota tim. Kami juga smepat menayakan keterlibatan sekda dalam tim ini. Ternyata sekda tidak ditunjuk sebagai ketua tim,” katanya. Menurutnya, keterlibatan sekda dalam tim pengadaan CPNS bukan keharusan. Slamet juga menjelaskan, tes CPNSD 2010 bakal digelar 12 Desember mendatang. Rencana tes dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kecamatan Jiwan, Madiun, Wonoasri, Saradan dan Balerejo. ‘’Asumsi pelamar sekitar 12.000 orang. Ini antisipasi karena Pacitan tahun ini tidak membuka rekrutmen,” ungkap politisi Partai Demokrat ini. Hearing soal rencana rekrutmen CPNSD berlangsung tertutup. Wartawan tidak boleh masuk ruang rapat. Slamet berdalih, tertutupnya hearing tersebut sesuai kesepakatan anggota dewan. ‘’Ada misi-misi yang kita tekankan. Di sini lembaga politik, semuanya tidak diputus sendiri,” jelasnya. (aan/irw)

FORMASI rekrutmen CPNSD Kabupaten Madiun bertambah. Terutama, untuk tenaga pendidik dan kesehatan. Dari 205 formasi awal, dipastikan menjadi 310 lowongan. Informasinya, pendaftaran akan diumumkan pada 19 November mendatang. ‘’Informasinya memang belum resmi. Rencananya, serentak di Provinsi Jawa Timur,” kata Eddy Susanto, Kepala BKD Kabupaten Madiun. Pemkab akan menggandeng Kantor Pos Madiun untuk mengirimkan surat lamaran, termasuk penyediaan form. Untuk pelaksanaan rekrutmen, pemkab menyediakan dana Rp 600 juta. ‘’Alokasi dananya seperti tahun lalu, tidak ada perubahan,” tambahnya. Soal pihak ketiga yang akan digandeng, Eddy menuturkan, saat ini ada dua perguruan tinggi ne-

Formasi CPNSD 2010

di Kabupaten Madiun

USAI HEARING: Eddy Susanto dan Sumarlik meninggalkan gedung dewan usai hearing.

geri yang tertarik berkerjasama dengan pemkab. Yakni ITB Bandung dan Universitas Indonesia (UI). Bahkan, pada 4 November lalu, ITB sudah presentasi di pemkab soal pengajuan kerjasama. ‘’Seharusnya minggu llu, kami juga mendengarkan presentasi dari UI di Mojokerto. Sayangnya karena terhadang demo, petugas kami tidak bisa berangkat. Sampai sekarang kami belum membuat perjanjian kerja dengan pihak ketiga,” paparnya. Sebelumnya, berhembus kabar, rekrutmen akan dibuka 12 November lalu. Tapi, hal itu tak bisa dilakukan bersamaan dengan Jogjakarta, Bali dan Jawa Tengah. Salah satu pemicunya, masih menunggu formasi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (aan/irw)

Jenis Formasi Tenaga Pendidik Tenaga Kesehatan Tenaga Teknis Jumlah Total

Jumlah 159 86 65 310

SUMBER: HASIL HEARING KOMISI A DPRD DAN BKD WS HENDRO/RADAR MADIUN

S A M B U N G A N

Didatangi Petugas Lapas, Berdiri di Depan Pintu

SIDANG... Sambungan dari Hal.21

Hanya, tidak ada respons. Lima terdakwa mengangguk memberi isyarat keberatan memberikan jawaban secara lesan. Januarso pun membaca surat yang disodorkan Djoko. ”Mohon maaf majelis hakim, kami puasa makan, minum, dan bicara, mohon dihormati. Perlu kami jelaskan, sampai saat ini kami belum mendapatkan panggilan secara resmi dari kejaksaan untuk ikut sidang,” papar Januarso membaca surat dari Djoko.

PERCUMA...

Januarso menyayangkan hal tersebut. ”Kehadiran saudara di persidangan secara hukum tidak memenuhi syarat,” tegas Januarso. Januarso juga sempat menyinggung keabsahan sidang kemarin. Yakni, lima mantan anggota dewan belum didampingi lawyer atau penasehat hukum. Padahal, untuk perkara pidana dengan ancaman di atas lima tahun wajib didampingi pengacara. ’’Jadi, sidang ini belum bisa dinyatakan sah sehingga harus ditunda dan dibuka kembali Selasa (23/11),” papar Januarso. Sebelum mengakhiri sidang,

Januarso sempat menerima penjelasan dari terdakwa. Haryo Indro, juru bicara mantan anggota dewan mengatakan, mereka baru menerima pemberitahuan sidang pagi hari. Itupun, dilakukan secara lisan dari salah seorang petugas Lapas Klas I Madiun. Petugas itu mendatangi salah satu sel di blok Penaling yang ditempati 16 mantan anggota dewan. ”Petugas Lapas secara lisan menyampaikan, bahwa kami harus sidang. Karena mendadak kami juga belum mempersiapkan lawyer bapak hakim,” papar Haryo Indro.

Tak Tahu Sampai Kapan Puasanya

Sambungan dari Hal.21

”Gara-gara salah administrasi kami dalam tahanan, mau dibawa kemana Indonesiaku. Mau dibawa kemana keadilan ini, Oh Indonesiaku...Oh Jaksaku...Oh Hakimku.,” tulis Sony. Sementara itu, dengan bola mata nanar, Sony terus melangkah

ENAM...

Pernyataan tertulis itu ditanyakan majelis hakim kepada jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa Soehardono mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat bantuan pemanggilan terdakwa kepada Lapas Klas I Madiun, sejak Jumat (12/11) pekan lalu. Hanya, surat panggilan yang dilayangkan atas nama Djoko Santoso Cs ditujukan ke Lapas Klas I Madiun. Janurso menilai, proses penyampaian surat panggilan kepada terdakwa tidak prosedural sesuai KUHAP, pasal 227 dan 228. Karena, Lapas baru menyampaikan surat Selasa pagi kemarin.

menuju mobil tahanan Kejari Madiun yang terparkir di halaman PN kota. Belum sampai pintu mobil, langkahnya kembali terhenti. Mantan anggota dewan yang rambutnya mulai beruban ini menyempatkan diri bercengkerama dengan keluarganya. Dia terlihat mencium seorang balita yang terlelap tidur dalam gendongan salah seorang perempuan.

Bagaimana kondisi terakhir mantan anggota dewan? Murtini, istri Wisnu Suwarto Dewo ditemui di PN Kota Madiun menuturkan, mereka yang menjalani ’puasa’ makan, minum, dan bicara, ada beberapa yang kesehatannya menurun. Di antaranya Adam Suparno dan Suhadi. ”Mereka masih puasa sampai hari ini (kemarin, Red),” jelas Murtini.

Murtini, menambahkan sebenarnya mantan anggota dewan berniat melakukan mogok makan dan minum. Hanya, lantaran banyak yang jatuh sakit, mereka memutuskan untuk melanjutkan di hari kedua dengan puasa. ”Awalnya mau mogok makan, tapi dilanjutkan dengan puasa. Tidak tahu sampai kapan puasanya,” jelasnya. (ota/irw)

Kondisi Kesehatan Tetap Dipantau Lapas

Sambungan dari Hal.21

”Kondisinya kan sudah sepuhsepuh dan dua hari ini puasa jadi mungkin terpegaruh,” ungkap Maman. Pagi kemarin, Maman mengaku sempat mendatangi sel di blok Penaling, tempat man-

tan anggota dewan ditahan. Diketahui, mereka tidak melakukan aksi mogok makan. Melainkan, puasa sejak Senin (15/ 11). Kondisi ini, lanjutnya, cukup melegakan. ”Sangat mungkin seperti ramai diberitakan, mantan anggota dewan itu merasa prihatin makanya puasa. Kalau mo-

gok makan tidak lah, kami sudah cek,” ungkapnya. Maman memastikan, petugas Lapas terus memantau kondisi kesehatan mereka. Sebab, belum persis diketahui kapan berakhirnya puasa yang mereka lakukan. Dia menambahkan, jatah makan setiap hari tetap diberi-

kan. Mereka juga masih menerima makanan yang dibawa keluarga. ”Jatah makan pagi, siang, malam tetap diberikan. Di blok penaling kan tidak dihuni mantan anggota dewan saja. Mungkin (jatah, Red) bisa diberikan ke penghuni lainnya,” tandasnya. (ota/irw)

Berharap Perbedaan Tak Jadi Polemik

SYATHORIYYAH...

Sambungan dari Hal.21

Perbedaan ini lantaran mereka menggunakan dasar perhitungan tahun Alif. ‘’Mulai hari ini (kemarin, Red) jamaah kami menjalankan puasa. Ibadah ini dilakukan selama dua hari, Selasa dan Rabu,” terang Muhammad Rudi Jalal atau Ki Suwung, Pimpinan Cabang Jamiyah Ahli Thoriqoh Syathoriyyah, Kabupaten Madiun, kemarin (16/11).

Menurutnya, dalam perhitungan tahun Alif, 1 Muharam jatuh pada Rabu Wage. ‘’Tahun 2010 ini termasuk tahun Dal, jadi satu Muharamnya jatuh Sabtu legi,” tambah Ki Suwung. Dijelaskan, sesuai dengan tanggalan tahun quruf, 1 Dzulhijah bertepatan dengan Selasa legi. Sedangkan 10 Dzulhijah jatuh pada Kamis kliwon. ‘’Biasanya pelaksanaan salat hari raya Thoriqoh Syathoriyyah selisih satu hari dari pemerintah. Kalau kami

menggunakan tahun Alif, pemerintah memakai tahun asopon atau Alif Selasa Pon,” paparnya. Salat Id bagi jamaah ini akan digelar di salah satu musala di Kelurahan Krajan, Mejayan. Diperkirakan, jumlah jamaahnya yang ikut salat Id mencapai 50 orang. ‘’Sebenarnya total anggota thoriqoh ini mencapai 100 orang. Tapi banyak yang tidak bisa ikut salat di sini karena ada yang di luar kota. Ada juga yang memilih salat di Tambakderes, Surabaya, pusat Thoriqoh

Syathoriyyah,” ungkapnya. Sedangkan soal jumlah hewan kurban dirinya belum bisa memastikan. Dia berharap, perbedaan keputusan waktu salat Id antara pemerintah dan jamiyah Thoriqoh Syathoriyyah tidak menjadi polemik. ‘’Sebagai umat Islam, harus saling menghargai. Dan jangan sampai perbedaan tersebut membuat umat Islam terpecah,” katanya. Di masjid Agung Baitul Hakim, rencananya salat Id akan digelar Rabu, pagi ini. (rgl/aan/irw)

Dinyatakan bebas setelah Jalani Perawatan Empat Tahun

TETAP...

Sambungan dari Hal.21

Semi mengaku banyak manfaat yang didapatkannya dengan aktif ikut paguyuban. Dia sering berbagi pengalaman serta menerima saran dari sesama penderita. Sekali waktu, pemateri dari dinas kesehatan memberikan penyuluhan. Beban berat yang disandang para penderita lepra adalah perlakuan sinis lingkungan hingga membuat mereka minder. ‘’Sakit saya sebenarnya belum begitu parah, jadi saya tetap yakin bisa sembuh,” jelas ibu yang sudah menyelesaikan masa pengobatan selama dua tahun ini. Semi mencoba mengingat awal pertama terkena kusta, sekitar lima tahun silam. Kala itu,

dirinya mendatangi posyandu lansia untuk memeriksakan diri. Petugas langsung menyarankan agar Semi memeriksakan diri ke puskesmas. Ada bercak merah di pipi kanan perempuan itu. Semi akhirnya diklaim positif menderita kusta. ‘’Saya mulai rajin berobat, alhamdulillah sekarang sudah sehat,” tuturnya. Sesama penderita kusta, Rukayah, memiliki cerita berbeda. Perempuan berumur 53 tahun ini divonis menderita kusta, pada 1978. Awalnya, dia merasakan kaku di bagian jari kelingking tangan kanannya. Gejala kusta itu sebenarnya sudah muncul, sekitar 1971. Ini ditandai bercak putih pada bagian kaki sebelah kiri yang sempat dianggap penyakit kulit biasa. ‘’Saya pikir itu cuma panu, jadi saya biarkan

saja. Rasa sakit baru saya alami saat saya hamil anak pertama,” kenangnya. Celakanya, kusta Rukayah telanjur parah. Karena itu, pihak RSUD Kota Madiun melarang Rukayah pulang dan harus menjalani opname medis selama empat bulan. Bahkan, warga Jalan Mangga bitu akhirnya terpaksa dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. ‘’Di sana saya dirawat selama enam bulan dengan kondisi kaki yang tidak bisa digerakkan,” ujarnya sedih. Setelah melalui masa-masa sulit, Rukayah diizinkan pulang. Namun, dia baru benar-benar dinyatakan bebas kusta jika rutin menjalani perawatan selama empat tahun. Karena itu, Rukayah harus tetap rutin memeriksakan diri ke rumah sakit. ‘’Saat

ini saya baru bisa bergabung dengan sesama mantan penderita kusta,” tegasnya. Untuk tetap menjaga kondisi kesehatannya, Rukayah harus rajin melakukan perawatan sendiri. Salah satunya, merendam kaki dan tangan selama 30 menit di air dingin. Kemudian, menggosoknya dengan minyak sambil sesekali diurut. ‘’Kebiasaan ini hanya untuk melemaskan syaraf serta membersihkan kaki atau tangan dari kuman,” katanya. Dengan aktif di Paguyuban Batik Beraksi, Rukayah kini merasa lebih baik. Dia mengaku mampu menghadapi kondisi lingkungan sosial yang terkadang masih belum bisa menerima penderita kusta. ‘’Penyakit kami memang menular, tapi tingkat penularannya sangat rendah,” ujarnya. ***

Soejoso Adi P, terdakwa lain menambahkan, pagi hari dia melihat ada petugas Lapas mendatangi sel. Dengan berdiri di depan pintu, petugas itu memberitahu agar Djoko Cs bersiap sidang. ‘’Tadi pagi

(kemarin) kami diminta bersiap untuk sidang,” tegas Soejoso. Seperti diketahui, lima mantan anggota dewan dari Panmus sedianya kemarin menjalani sidang perdana dengan agenda

pemeriksaan biasa. Mereka didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 UU 31/1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah UU 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ota/irw)

Baru Dua SPBU Sediakan Pertamax

PERTAMINA...

Sambungan dari Hal.21

‘’Memang ini riskan, sebab ada kecenderungan masyarakat jadi panik. Tapi kami pastikan kuota kebutuhan BBM jenis premium tetap tercukupi,” kata Fanda, kemarin (16/11). Pemberlakuan penghematan, imbuh Fanda, merupakan breakdown aturan pemerintah pusat dan berlaku nasional sejak 8 November. Dia menjamin penyaluran BBM jenis premium di sembilan SPBU di kota sudah sesuai tingkat konsumsi warga.

POSITIF...

Dia membantah langkah penghematan sebagai upaya Pertamina melakukan pengurangan pasokan premium ke Madiun dan daerah lain. Fanda membandingkan pasokan premium Januari hingga Agustus. Di wilayah Kota Madiun, perharinya kebutuhan 75 kiloliter. Sedangkan, perkiraan yang disalurkan di November ini sebanyak 84 kiloliter perhari. ‘’Bukan pengurangan lho, kan di November kami perkirakan naik. Yang dikurangi itu hanya prognosa atau perkiraannya saja,” jelasnya. Dia memastikan stok di SPBU

masih tercukupi. Sebab, ukuran penyaluran BBM itu diukur per wilayah. ‘’Tidak bisa diukur satu SPBU saja. Sebab kami ukurannya satu wilayah. Dan, SPBU yang habis itu bisa meminta pasokan lagi ke Pertamina,” ungkap Fanda. Ada solusi yang bisa ditempuh bagi pemilik kendaraan. Fanda menyarankan penggunaan BBM jenis pertamax. Di Kota Madiun, baru ada dua SPBU yang menyediakan pertamax. ‘’Ke depan, memang ada rencana SPBU yang menyediakan pertamax bertambah. Saat ini masih menyesuaikan infrastuktur.” (ota/irw)

Minta Warga Lakukan 3M

Sambungan dari Hal.21

Lima warga baik yang positif dan gejala DBD, adalah masih balita. Mereka didiagnosa menderita penyakit itu setelah memeriksakan diri di RS DKT Madiun. Laporan awal, pasien muntah serta demam tinggi. Setelah diperiksa ternyata trombositnya turun. ‘’Data tersebut kami peroleh dari rumah sakit, maka segera kami tindaklanjuti,” tambah Samhan. Untuk menekan kemungkinan penularan, Dinkes kota melaku-

kan pelacakan. Yakni memeriksa 20 rumah yang berlokasi di sekitar kediaman penderita. Dan hasilnya petugas menemukan kasus lain serta positif jentik lebih dari lima persen. ‘’Sehingga lokasi tersebut harus segera difogging,” ujarnya. Idealnya, fogging dilakukan hingga radius 200 meter dari rumah penderita. Kemarin, fogging dilakukan untuk 275 rumah. Menurut Samhan, fogging akan kembali dilakukan tujuh hari setelah pengasapan pertama. Tujuannya, membunuh

jentik yang sudah berubah menjadi nyamuk dewasa. ‘’Pada penyemprotan pertama ada yang masih berupa jentik. Seminggu kemudian, tumbuh menjadi nyamuk dewasa,” katanya. Dia juga mengimbau warga menindaklanjuti dengan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Yakni, menerapkan 3M, mengubur, menguras serta menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. ‘’Nyamuk jenis ini sering bertelur dan berkembang biak di genangan air bersih,”tegasnya. (rgl/irw)

Di Usia 74 th, Marsono Tetap Sepakbola BERUSIA senja tidak membuat Marsono, 74 tahun lantas menghabiskan sebagian waktunya dengan diam di rumah. Di usianya yang kini mencapai angka 74 tahun, Bek Leo-sapaan akrab Marsono, ternyata memiliki aktifitas yang terbilang menguras tenaga. Kakek dari 6 orang cucu ini memiliki kegemaran berolahraga. Tak tanggung-tanggung, olahraga yang dipilihnya itu pun bukan olahraga yang ringan, seperti bermain catur, yang biasanya kerap dilakoni oleh orang seumur Bek Leo. Tapi, ia lebih memilih bermain sepakbola dan loncat tinggi. ”Saya ini senang sekali berolahraga. Biasanya saya rutin bermain sepakbola atau melakukan olahraga loncat tinggi. Tapi dalam 3 tahun ini, meski saya giat berolahraga, saya belum benarbenar lepas dari problem kesehatan saya,” terang Bek Leo membuka perbincangan. Diakui Bek Leo, semasa dulu bekerja sebagai anggora Polri, ia memiliki pola makan yang tidak teratur dan cenderung tidak sehat. Itu sebabnya, meski didukung oleh olahraga yang rutin, ternyata Bek Leo masih terkena penyakit diabetes dengan kadar gula mencapai 350 mg/ dl. ”Pada waktu malam, saya ini sering sekali bolakbalik ke belakang untuk kencing sehingga tidur saya sering terganggu. Selain itu, karena masalah diabetes, kulit saya jadi bersisik seperti kulit ular. Badan pun terasa lemah seperti kurang vitamin.” Keluh Bek Leo tentang penyakitnya. Lewat informasi dari sebuah surat kabar harian, warga Jl. Sidosermo, Surabaya ini mengetahui informasi mengenai ramuan herbal Gentong Mas. Setelah mencoba mengkonsumsi ramuan Gentong Mas, ternyata kadar gula darah Bek Leo perlahan-lahan menjadi normal.

”Setelah tahu dan merasakan manfaat mengkonsumsi Gentong Mas, kini tak hanya saya yang mempercayai pengobatan herbal ini. Istri saya pun menggunakannya. Baru dua bulan mengkonsumsi Gentong Mas, diabetes saya sudah normal. Badan menjadi segar, pipis pun jadi hanya sekali kalau malam. Itu membuat tidur saya nyenyak.” Ujarnya menutup perbincangan dengan perasaan lega. Gentong Mas merupakan minuman herbal dengan Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) sebagai bahan utama terbukti memiliki banyak manfaat. Gentong Mas juga mengandung fiber dan magnesium yang mampu mencegah diabetes. Selain itu Gentong Mas memiliki indeks glisemik yang sangat rendah yaitu hanya 35, sehingga mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Menurut Jeff Nugent dalam buku “Permaculture Plants (2004)” Riboflavin dan Chromium pada Gentong Mas memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin. Meski demikian, pola hidup sehat yaitu olahraga teratur, mengurangi rokok dan banyak minum air putih perlu dilakukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan melonjak secara signifikan. Untuk informasi hubungi: 081335272936. Kunjungi www. gentongmas.com. Bagi anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di Apotek/ Toko obat terkemuka di kota anda. MADIUN: 081335272936, PONOROGO: 081274310596, MAGETAN: 081359291111 NGAWI: 081215110665, PACITAN: 082139981332. Depkes : P – IRT. 812.3205. 01.114.(adv)


32

RADAR MADIUN

TIGA PILAR MPFC KENA AKUMULASI KARTU

TERANCAM ABSEN MADIUN – Setelah memutuskan tak mengagendakan uji coba, manajemen Madiun Putra FC (MPFC) tampaknya tengah disibukkan oleh kesiapan tim. Itu terjadi lantaran tiga pemain pilarnya terkena kartu kuning saat putaran kedua lalu. ‘’Konsentrasi kami saat ini terutama bagaimana mencari formasi yang tepat untuk putaran ketiga nanti,” ujar Bonie Laksmana, manajer bidang teknis MPFC, kemarin (16/11). Menurutnya, ketiga pemain tersebut adalah dua wing bek, Kiki Sidik Permana dan Heri Wijayanto, serta kapten tim, Windu Wibowo. ‘’Meski belum ada keputusan dari BLAI, apakah hukuman kartu kuning akan dihapus pada putaran ketiga, tetapi kami tetap antisipasi,” imbuhnya. Ditambahkannya, manajemen tak ingin ambil risiko apabila belajar saat putaran kedua lalu. Yakni, hukuman kartu kuning putaran pertama tidak diberlakukan untuk putaran kedua. Sehingga, lanjut dia, saat ini baik manajemen maupun tim pelatih tengah mencari formasi yang tepat untuk putaran ketiga. Memang, kata Bonie, hal ini merupakan sebuah problem tersendiri. Apalagi, untuk putaran ketiga nanti, sudah diputuskan bahwa tim tidak bisa menambah pemain. Sehingga, sisa pemain yang ada, harus tetap dimaksimalkan. Meski, dua wing bek sudah diganjar dua kartu kuning. ‘’Ini merupakan problem tersendiri. Karena kami harus kembali menata tim kembali supaya kekuatan permainan saat putaran kedua lalu tak mengendur saat putaran ketiga nanti,” tegasnya. Disinggung mengenai tuan rumah, putra wali kota Madiun ini mengaku bahwa hingga kemarin pihaknya belum menerima kepastian. Bahkan, saat ini pihaknya juga menunggu, apakah sistem permainan akan tetap home tournament. ‘’Intinya saat ini kami antisipasi banyak hal. Yakni antisipasi pemain pilar yang kena kartu kuning tidak boleh dipakai, hingga antisipasi untuk bermain away,” ungkapnya. Meski begitu, Bonie mengaku berharap supaya sistem home tournament tetap digunakan. Terutama, MPFC tetap dipercaya untuk menjadi tuan rumah putaran ketiga. ‘’Sebenarnya pelaksanaan putaran ketiga juga belum pasti. Ya mudah-mudahan saja, Madiun kembali menjadi tuan rumah. Sehingga publik Madiun bisa bersamasama menjadi saksi naik kastanya MPFC ke Divisi Utama,” ungkapnya penuh optimistis. (wka/eba) ARIEF

YOGA/RADAR

MADIUN

KENA: Kapten MPFC, Windu Wibowo terancam absen di laga pertama putaran ketiga Divisi I mendatang.

Test Case di Kejurda MAGETAN – Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Magetan tampaknya ingin segera buktikan eksistensinya. Pasalnya, organisasi ini tergolong masih seumur jagung. Pembuktian itu dilakukan dengan rencana diturunkannya delapan pegulat Magetan ke Kejurda yang akan digelar pada 19-21 November mendatang di Surabaya. Menurut Kariyono, ketua harian PGSI Magetan, delapan pegulat yang diturunkan itu disebar di kategori kadet, baik pemula maupun remaja. ‘’Mereka kami ambil dari beberapa sekolah di Magetan,” ujarnya, saat dikonfirmasi, kemarin (16/ 11). Beberapa sekolahan? Ya, setidaknya komposisi delapan pagulat tersebut adalah tiga dari SMPN 1 Karas, tiga dari SMPN 1 Karangrejo serta dua pegulat dari SMAN 1 Karas. ‘’Karena PGSI Magetan masih baru, makanya kami dalam even ini kami



RABU 17 NOPEMBER 2010

EMAS WUSHU Kontingen Kota Beri Kejutan di Kejurprov

MADIUN – Meski masih hijau, tim wushu Kota Madiun berhasil memetik prestasi gemilang. Itu dibuktikan dengan keberhasilan tiga dari 10 atlet yang turun dalam Kejurprov Wushu Sanshou Senior Jatim 2010 di Kota Kediri, akhir pekan lalu. ‘’Tampaknya hasil kali ini sudah sesuai harapan. Pasalnya, ajang ini pesertanya cukup banyak,” ujar Anas Suaidy, kabid juri wasit dan bendahara Wushu Kota Madiun, kemarin (16/11). Widodo, adalah satu-satunya yang berhasil menyumbang medali emas bagi Kota Madiun. Dia berhasil menjadi yang terbaik di kelas 56 kilogram pria. Sementara, medali lainnya berhasil diraih Udhuma. Yakni medali perak dari kelas 56 kilogram wanita. Dan, satu medali lagi adalah medali perunggu. Perunggu tersebut diraih Nana Ardiana dari kelas 45 kilogram wanita. Menurut Anas, besarnya animo peserta dalam Kejurprov tahun ini cenderung meningkat tajam ketimbang tahun lalu. Sehingga, tingkat persaingan kian tinggi. ‘’Dan dengan tiga medali ini sudah cukup lumayan bagi

kami. Terutama sebagai modal dasar untuk melangkah ke even lebih bergengsi lainnya,” ungkapnya. Meski dinilai cukup sesuai harapan, tetapi sebenarnya, kata Anas, hasil tersebut belum sesuai target. Yakni dua emas dari kelas 52 kilogram dan tiga perak di beberapa kelas lainnya. ‘’Namun yang menjadikan hasil tersebut kami kategorikan lumayan adalah karena tingkat persaingannya tidak seperti kami duga. Rupanya perkembangan wushu cukup bagus,” ungkapnya. Di sisi lain, keberhasilan tim wushu ini seakan menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasinya. Sulaksono Tavip Rijanto, ketua umum wushu Kota Madiun mengaku berharap, keberhasilan ini mampu menjadi langkah awal perkembangan wushu di Kota Madiun. ‘’Karena di luar kota, kekuatan kami sudah mulai diperhitungkan,” ungkapnya. Ditambahkannya, sebagai sarana follow up ke depan, pihaknya berupaya untuk membuka pendaftaran wushu bagi kalangan umum. Pasalnya, selama ini wushu Kota Madiun cenderung sebagai organisasi ekstrakurikuler di SMKN 3 Madiun. ‘’Mudah-mudahan saja, dengan prestasi-prestasi ini akan banyak peminatnya di Kota Madiun,” pungkas Tavip yang juga kepala SMKN 3 Madiun ini. (wka/eba)

mempersiapkan atlet semaksimal mungkin,” tegasnya. Ditambahkannya, meski masih seumur jagung, pihaknya tak ragu untuk memasang target maksimal. Sikap optimistis tersebut dilontarkannya setelah melihat beberapa perkembangan atletnya saat sesi latihan. Sehingga, dengan perkembangan tersebut, tak ada keraguan bagi pihaknya untuk memasang target maksimal. Hal itu, lanjut dia, sekaligus sebagai bukti bahwa PGSI Magetan ‘’hidup.” Apalagi, even kali ini merupakan even perdana pasca organisasi itu disahkan. ‘’Kami tak ingin kalah dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih dulu punya PGSI. Target saya, Magetan bisa memboyong medali sebanyakbanyaknya dari delapan pegulat yang saya bawa itu,” pungkas pria yang juga PNS di Dinas Tenaga Kerja Magetan ini. (wka/eba)

KERAS: Salah seorang atlet wushu Kota saat berlatih menjelang kejurprov akhir pekan lalu.

ARIEF

YOGA/RADAR

MADIUN

Ebryanto, Bertekad Mengembangkan Olahraga Ski Air di Sarangan Magetan

Bermodal Nekat, Atletnya Sudah Mulai Menuai Prestasi Olahraga ski air tampaknya masih menjadi barang mahal. Dari peralatannya saja, sudah bisa dikatakan wah. Namun, dengan tangan dingin Ebryanto bersama pemuda sekitar Telaga Sarangan, kesan itu dihapus. Bahkan diubah sebagai olahraga sarat prestasi. Terbukti, beberapa prestasi seringkali diukir anak-anak besutannya, dalam even tingkat provinsi. ASWIKA BUDHI A, Magetan DI SEKITAR Telaga Sarangan Magetan, nama Ebryanto tampaknya bukan seseorang yang asing. Selain dikenal sebagai pengusaha penginapan, dia juga pelaku bisnis yang langka. Yakni pembuatan perahu fiber. Tetapi, tak sedikit pula orang mengenalnya sebagai dedengkot olahraga ski air. ‘’Semua hal yang saya lakukan modalnya nekat. Bahkan, anak-anak yang main ski itu juga saya ajarkan modal nekat saja,”

Pernah suatu ketika, Ebri bersama timnya diremehkan timtim ski lainnya. Itu lantaran kondisi sarana latihan yang seadanya, ditambah faktor Magetan yang jauh dari ingar bingar kota besar. ‘’Tetapi, saat melihat permainan kami, seolah-olah yang meremehkan kami itu ngaplo. Bahkan kami berhasil merebut medali emas kala itu,” kenangnya. Bercerita mengenai eksistensi

ski air, sebenarnya kata Ebri, olahraga ini sudah mulai dikenal masyarakat sejak puluhan tahun silam. Bahkan, di era tahun 1980an, Magetan seringkali menggelar show ski air taraf nasional. Namun, karena olahraga ini hanya dikategorikan olahraga have fun, akhirnya peminatnya pun juga kalangan tertentu. Akhirnya, sejak Mei 2010 lalu, geliat ski air mulai tumbuh. Bersama pemuda Telaga Sarangan

lain yang hobi main ski, Ebri membuat gagasan mendirikan Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI) Magetan. Bahkan, langsung diregistrasikan pada KONI setempat. Misi besar yang dibawanya saat mendirikan organisasi tersebut adalah memasyarakatkan olahraga air ini. Terutama kepada anak-anak sekitar Telaga Sarangan khususnya dan Magetan pada umumnya. Tak hanya itu, dia juga ber-

upaya membangkitkan kembali kejayaan skir air yang sempat menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Magetan. ‘’Namun, meski peminatnya mulai tampak, tetapi kami sangat kekurangan fasilitas. Sebenarnya kalau fasilitasnya memadai, bukan tidak mungkin kami akan membuat even ski tingkat nasional. Mudahmudahan saja ada perhatian dari pemerintah terhadap potensi olahraga ini,” pungkasnya. *

ASWIKA BUDHI A/RADAR MADIUN

MUDA: Ebri (memakai topi) dan anak asuhnya sebelum memulai latihan di Telaga Sarangan.

ungkapnya saat ditemui di selasela latihan. Dari filosofinya tersebut, Ebri, begitu dia akrab disapa, berhasil mengubah image olahraga ski yang mahal menjadi sesuatu yang merakyat. Meski, dengan upayanya itu, dia harus merogoh kocek cukup dalam. ‘’Yang jelas, kenekatan untuk melakukan olahraga ini (ski air, Red) adalah menggunakan sarana seadanya. Seperti mesin speed boat untuk mendorong yang masih jauh dari engine standar,” imbuhnya. Meski begitu, beberapa even yang diikuti anak-anak besutannya selalu berakhir manis. Bah-

kan, keberhasilan sudah bisa diharapkan ketika turun lomba tingkat provinsi. ‘’Ada beberapa faktor sebenarnya, mengapa anak-anak bisa seringkali dapat prestasi,” papar pria kelahiran Magetan 23 Februari 1978 ini. Faktor tersebut, salah satunya adalah peminat ski air di Jatim masih belum merambah di banyak kota. Selain itu, modal prestasi yang digunakan Ebri adalah, faktor fisik. Pasalnya, beberapa nomor ski air harus menggunakan alat bantu yang tidak dimilikinya. Sehingga, anak-anak yang diturunkannya hanya cukup dibekali latihan fisik yang cukup.

Perkawinan adalah Abadi JADI wujudkan dan kenankan dengan yang abadi. Emas, didalamnya terpancar emosi yg mengukir keabadian. Abadikan perkawinan kalian dengan cincin kawin berkwalitas. Emas, kemewahannya merupakan wujud sebuah mimpi. Wujudkan cinta kasih Anda untuk tercinta dengan emas di event khusus, seperti ultah, ultah perkawinan ataupun hari valentine. Kami menyediakan aneka model cincin kawin berkwalitas, PALING LENGKAP. Macam-macam perhiasan emas model terbaru. Bandingkan dengan yang lain. Toko Mas Pagoda Jl. Kutai No. 60 Madiun

ZOUPA SOUP? PENASARAN apa itu, Zoupa Soup dan Fettucini? De Café yang berlokasi di Jl. Dr. Sutomo 15A Madiun siap memanjakan pelanggannya dengan menu baru special tersebut. Rasanya, emmm Uenaaak seolah menggoda untuk tak mau berhenti menggoyangkan di lidah. Dengan bandrol terbilang cukup murah, Rp 8500 bisa merasakan menu baru De Café. Dihidangkan dengan suasana yang nyaman, dan romantis yang dikelilingi taman mini mejadikan suasana berubah menjadi nyaman dan asyik. Jika anda penasaran untuk mencoba, datang dan buktikan. De Café telp. (0351) 455269.


Radar Madiun 17 NOV 2010